Page 13

Nusantara - Luar Negeri 13

Banjarmasin Post RABU 15 DESEMBER 2010

HIV Sembuh Berkat Transplantasi BERLIN, BPOST - Dunia kedokteran berhasil menyembuhkan pasien yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Caranya, dengan melakukan transplantasi sel induk. Dokter di Berlin, Jerman mengklaim seorang pria yang terinfeksi HIV dan leukmia telah sembuh akibat dari pengobatan pada 2007. Pria itu, Timothy Ray Brown, warga AS yang tinggal di Berlin, menerima sumsum tulang dari donor yang memiliki ketahanan alami terhadap infeksi HIV; hal ini disebabkan profil genetik yang

menyebabkan co-reseptor CCR5 absen dari sel-selnya. Variasi HIV paling umum menggunakan CCR5 sebagai stasiun docking, melekat padanya untuk masuk dan menginfeksi sel CD4, dan orang dengan mutasi ini hampir sepenuhnya terlindung dari infeksi. Kasus ini pertama kali dilaporkan pada konferensi tentang Retrovirus dan Infeksi Oportunistik di Boston 2008, dan dokter-dokter Berlin kemudian menerbitkan sejarah kasus rinci dalam New England Journal of Medicine pada bulan Februari 2009.

Mereka kini telah menerbitkan sebuah laporan tindak lanjut dalam jurnal Blood, dan menyatakan bahwa berdasarkan hasil tes ekstensif, “Sangat wajar untuk menyimpulkan bahwa pengobatan infeksi HIV telah dicapai pada pasien ini.” Brown minggu ini diwawancarai oleh majalah berita Stern, Jerman. Proses pengobatan leukemianya, katanya, melelahkan dan panjang. Brown menjalani dua transplantasi sel induk, serta gangguan neurologis serius ketika ia sedang menuju pemulihan. Masalah neurologis itu

menyebabkan kebutaan sementara dan masalah memori. Brown masih menjalani fisioterapi untuk membantu memulihkan koordinasi serta terapi wicara. Teman-tannya juga telah melihat perubahan kepribadian: dia jauh lebih lamban, mungkin terkait masalah-masalah neurologis. Ketika ditanya apakah lebih baik untuk hidup dengan HIV daripada dengan cara ini, dia mengatakan, “Mungkin. Mungkin akan lebih baik, tetapi saya tidak mengharapkan pertanyaanpertanyaan seperti itu lagi.” (am/ tic)

AS Bela Guru Muslimah „ Gugat Sekolah karena Larangan Berhaji CHICAGO, BPOST - Pemerintah Federal di Amerika Serikat menunjukkan kepedulian terhadap hak warganya yang beragama Islam. Seorang guru muslimah mendapat pembelaan setelah dilarang menunaikan ibadah haji.

ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

KUBUR DIRI - Ratusan warga Kampung Ciawet, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang melakukan aksi teatrikal di antaranya mengubur diri di Jawilan, Selasa (14/12). Mereka memprotes sikap aparat yang tidak memedulikan pengaduan mereka atas pencemaran yang dilakukan sebuah perusahaan pestisida di lokasi itu.

Abu Bromo Hujani Lumajang LUMAJANG, BPOST Masker penutup hidung laku keras di Kota Lumajang. Pasalnya, abu Bromo terus menghujani wilayah kabupaten di Jawa Timur itu. Sebagian warga mengais rezeki dengan menjual masker buatan sendiri seharga seribu rupiah. Agus (35), asal Kelurahan Citrodiwangsan, salah satu penjual masker mengatakan, para pembeli maskernya sangat banyak, bahkan dalam waktu tiga jam, 600 masker terjual. “Sudah 50 lusin masker yang terjual Mas,” kata Agus saat melayani pembeli di Timur Perempatan Adipura Jalan. Panglima Sudirman, Selasa (14/12). Dia menambahkan, kebanyakan pembeli masker buatannya istrinya itu adalah pengendara roda dua. Bahkan ada juga pengendara yang menganggap pembagian masker gratis. “Awalnya disangka pembagian masker, setelah dijelaskan malah beli,” ungkap Agus yang diiyakan temannya. Larisnya penjualan masker itu, lantaran pengendara dan warga Lumajang mengaku tidak ada pembagian masker gratis secara merata. Para pembeli tidak hanya membeli satu buah masker, melainkan lima buah untuk dibagikan pada anggota keluarganya. “Saya beli lima buat anak dan istri di rumah,” kata Sujiati. Sementara abu Bromo di Lumajang terus berterbangan saat ditiup oleh angin yang berhembus. Banyak warga yang menutup hidung dan mata agar tidak terkena abu vulkanik Gunung di Probolinggo itu. (sry/brj)

Sebagai langkah pembelaan, sebuah sekolah di pinggiran Chicago, yang mempekerjakan guru perempuan bernama Safoorah Khan, itu kini menghadapi gugatan pemerintah, yang dilayangkan pada Selasa (14/12). Menurut pemerintah federal, sekolah di distrik Berkeleey, III, itu dianggap melanggar hak-hak sipil, karena menolak permintaan Safoorah Khan yang tidak ada kaitannya dengan tugas-tugas profesionalnya sebagai guru demi ibadah ke Tanah Suci. Sekolah dianggap tak mengindahkan hak sipil yang diatur dalam Civil Right Act

1964, yang mengatur praktek agama dengan alasan yang masuk akal. Pihak sekolah berkilah bahwa permintaan cuti Khan itu tidak ada kaitannya dengan tugas-tugas profesionalnya sebagai guru. Selain itu, tidak diatur dalam kontrak antara pengelola sekolah setempat dengan serikat guru. Otoritas Distrik Sekolah Berkeley dua kali menolak permintaan cuti dari Khan. Bahkan, Khan disuruh memilih, tetap bekerja atau menjalankan ibadahnya. Khan akhirnya memilih mengundurkan diri. Demikian menurut dokumen

“Berhaji wajib dilaksanakan sekali seumur hidup jika mampu” SAFOORAH KHAN Guru di Chicago

gugatan dari pemerintah ke pengadilan federal di Chicago. Khan, salah seorang guru di sekolah tersebut, pada musim haji melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi, sebagaimana diwajibkan bagi umat Islam dewasa. “Berhaji wajib dilaksanakan sekali seumur hidup jika mampu secara fisik dan keuangan,” katanya. Khan mulai mengajar di sekolah menengah Berkeley School District 87 --sekitar 24 kilometer sebelah barat Chicago-- sejak 2007. Pada 2008,

dia menanyakan upahnya tiga pekan yang belum dibayar selama dia pergi haji. Setelah dua kali permintaannya tak diindahkan, Khan menulis, berdasarkan keyakinan agamanya, dia tak dapat menunda menunaikan ibadah haji, dan memilih mengundurkan diri. Demikian isi gugatan yang dilayangkan ke pengadilan federal di Chicago. Dalam gugatan tersebut dinyatakan, Berkeley School District memaksa Khan agar memilih antara pekerjaan atau keyakinan agamanya. Oleh karenanya, pemerintah meminta pengadilan agar memerintahkan sekolah distrik tersebut mengadopsi kebijakan yang memperhatikan hak-hak beragama dan kepercayaan para pegawainya. Pengelola sekolah juga dituntut untuk kembali mempekerjakan Khan, sekaligus membayar kompensasi atas kerugian yang dia derita selama ini. (ap/tnc/tic/vvn)

Themi Batal Tengok Anak „ Ban Sriwijaya Air Pecah BANDUNG, BPOST - Themi Permadi (50) terpaksa mengurungkan niatnya menengok anaknya yang kuliah di Surabaya. Ia dan istrinya memilih meng-cancel keberangkatannya daripada tak mendapat kejelasan jadwal pesawat. Pasutri warga Margahayu Bandung ini merupakan penumpang pesawat Sriwijaya Air yang di-delay, karena insiden pecah ban saat mendarat di Bandara Sastranegara, Bandung, Selasa (14/12). “Saya sama isteri ini mau nengok anak-anak di Surabaya. Tapi pesawatnya delay. Jam dua berangkat juga belum jelas. Jadi saya cancel saja. Berangkat besok saja,” katanya kepada wartawan di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran. Themi menuturkan, saat kejadian dia sudah check in dan berada di bandara. Pesawat Sriwijaya itu landing di ujung landasan barat. “Landingnya sih kelihatannya

IST

Pesawat Sriwijaya Air.

normal. Tapi pesawatnya berhenti di ujung landasan. Penumpangnya dijemput pakai bus,” katanya. Pesawat penumpang Sriwijaya Air Tujuan SurabayaBandung dengan nomor penerbangan PK 263 itu mengalami pecah ban saat mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kerusakan terjadi di noose wheele atau roda depan. Dalam kejadian tersebut 121 penumpang selamat dan tidak ada laporan korban luka berat atau parah. “Pecah ban Sriwijaya Air

tidak sampai mengganggu lalu lintas penerbangan dari Bandara. Rute penerbangan lainnya tetap dilakukan sesuai jadwal biasa,” ujar Mulya Abdi, General Manager PT Angkasapura Husein Sastranegara Bandung saat dihubungi, kemarin. Pesawat Sriwija Air berhenti di titik 1.800 meter atau ujung landasan Husein Sastranegara Bandung. “Kemungkinan akibat gesekan dengan landasan. Tapi yang pasti tidak sampai menyebabkan kerusakan berat. Tidak ada korban dalam ke-

celakaan tersebut. Karena ini bukan kecelakaan hanya pecah ban.” kata Mulya. Sesuai dengan standar keamanan, pesawat yang mengalami pecah ban tetap diperiksa ulang secara menyeluruh, untuk menghindarkan kemungkinan kerusakan yang tidak kelihatan. “Penerbangan untuk ke Surabaya ditunda dulu dari jadwal semula dan baru berangkat 04.30 sore,” ujarnya. Pihak Sriwijaya tidak bisa memberikan keterangan resmi, dengan alasan atasannya sedang berada di luar. “Maaf mas, tidak ada yang bisa berkomentar, karena sedang berada di luar,” ujar salah seorang petugas. (tj/dtk/tic)

1512/B13

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010  

Banjarmasin Post Edisi Rabu 15 Desember 2010