Page 26

26 Mimbar Opini

Banjarmasin Post

SELASA 12 OKTOBER 2010

TAJUK

Selamat Jalan Hujjaj JEMAAH calon haji kelompok terbang (keloter) pertama embarkasi Banjarmasin, asal Hulu Sungai Utara (HSU) 318 orang, Senin (11/10) pukul 09:00 Wita dilepas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H Abdul Halim H Ahmad, di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Sedianya keberangkatan keloter pertama menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 767 seri 300 itu, dilakukan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin di pintu pesawat seperti tahun-tahun sebelumnya. Orang nomor satu di daerah ini datang terlambat. Tiba di ruang VIP Bandara Syamsudin Noor sekitar pukul 08:50 Wita, sementara jemaah sudah berada di pesawat sejak pukul 08:00 Wita, sehingga pilot memutuskan berangkat sesuai jadwal. Jika ditunda, akan berpengaruh pada jadwal kedatangan di Jeddah. Itu menjadi pelajaran, betapa pentingnya menghargai atau disiplin terhadap waktu. Tentu tidak hanya dalam hal keberangkatan pesawat, yang pasti berpengaruh pada penerbangan berikutnya juga jadwal kedatangan di bandara tujuan. Atas kejadian ‘batal’ memberangkatkan jemaah calon haji keloter pertama embarkasi Banjarmasin asal HSU kemarin, Gubernur Kalsel boleh saja mengatakan kecewa karena tidak bisa langsung melepas jemaah di atas pesawat, sebagaimana kebiasaan setiap pemberangkatan perdana jemaah haji Kalsel. Namun, mencari penyebab keterlambatan tersebut, sudah tidak ada gunanya. Misalnya miskomunikasi, sehingga satu sama lain saling menyalahkan.Yang perlu diperhatikan ke depan, disiplin terhadap waktu menjadikan keteraturan dan harmoni di semua kegiatan yang sudah dijadwalkan. Terkait penyelenggaraan haji 1431 H/2010 M, Kalsel memberangkatkan 17 keloter, termasuk jemaah calon haji dari Kalimantan Tengah yang sebagian diberangkatkan melalui embarkasi Banjarmasin atau Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalsel. Dalam penyelenggaraan haji 2010, Kanwil

Kemenag Kalsel berupaya memberikan pelayanan yang terbaik. Namun demikian, jemaah diminta mewaspadai cuaca ekstrem yang berlangsung di Tanah Suci, karena terjadi perubahan suhu yang drastis antara siang dan malam. Dilaporkan, suhu udara pagi di Madinah berkisar enam hingga 10 derajat celsius. Sementara siang hari, meningkat antara 15 hingga 20 derajat celsius dan malam hari antara 12 hingga 13 celsius. Sedangkan, suhu udara pagi di Makkah antara 20 hingga 30 derajat celsius. Pada siang meningkat hingga 38 derajat celsius, malam turun menjadi 12 hingga 13 derajat celcius. Calon haji harus mewaspadai perubahan suhu yang ekstrem tersebut, menyiapkan pakaian dingin sebelum berangkat ke Tanah Suci. Jangan lupa menjaga kesehatan, perbanyak minum dan mengonsumsi buah-buahan. Seperti dijelaskan Kakanwil Kemenag Kalsel, jemaah calon haji satu hari sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci sudah masuk asrama mengikuti kegiatan yang sudah dijadwalkan panitia, yakni manasik yang seakan-akan calon haji sudah berada di Tanah Suci. Pada peragaan manasik itu, calon haji diinformasikan tentang kondisi kota Makah dan Madinah. Memang setiap saat pemerintah Arab Saudi melakukan pembenahan terhadap Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah. Terhadap penambahan dan penyempurnaan fasilitas penunjang itu, terutama buat kenyamanan muslimin-muslimat menunaikan ibadah di sana. Khadim al-Haramain (pelayan dua tanah haram) itu, terus mengalokasikan dana yang tidak sedikit untuk keperluan tersebut. Tidak hanya itu, kedatangan para tamu Allah itu juga dilayani superketat oleh petugas imigrasi di sana. Tujuannya memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan tinggal di Arab Saudi. Sebagai antisipasi, sudah selayaknya jemaah calon haji menjaga kesehatannya agar tetap fit selama di Tanah Suci. Selamat jalan hujjaj (bapak haji dan ibu hajjah), semoga kembali ke Tanah Air meraih haji mabrur. (*)

SUARA REKAN

Wirausahawan Rp 116 Triliun AYO menjadi wirausahawan tangguh di Indonesia. Jangan lupa, mari kita manfaatkan sebesar-besarnya dana pembinaan yang digelontorkan oleh pemerintah sebesar Rp 16 triliun. Tentu itu bukan angka kecil, sekaligus peluang besar bagi semua lapisan masyarakat untuk terus memperbaiki kaulitas hidupnya dengan cara menjadi wirausahawan. Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi negara kewirausahaan dan home industry terbesar di kawasan ASEAN. Siapa bilang kewirausahaan tidak bisa mengangkat perekonomian nasional dan meningkatkan GDP. China pernah memiliki pertumbuhan ekonomi hingga 11 persen, disebabkan kewirausahaan mereka yang kuat. Indonesia dengan potensi yang ada saat ini berpeluang besar mengikutinya, kata Menakertrans Muhaimin Iskandar. Pemerintah mengalokasikan Rp 16 triliun pada 2010 ini untuk mengembangkan program kewirausahaan melalui PNPM. “One village one product yang diinisiasi dimaksudkan agar bisa merangsang pertumbuhan kewirausahaan nasional. Setiap kementerian juga mengalokasikan anggaran agar bisa mengembangkan kewirausahaan secara sektoral. Kemenakertrans saat ini mengembangkan model 200 desa produktif dengan bermacam varian produk kewirausahaan. Selain PNPM, dengan menggandeng perbankan nasional pemerintah menggerakkan sektor informal juga melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pinjaman lunak yang disediakan untuk KUR tahun ini mencapai Rp 100 triliun. Dana segar ini harus mampu menggerakkan perekonomian pedesaan dan sekaligus menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Pemerintah juga menargetkan bisa menurunkan angka pengangguran hingga 20 persen. “Ini merupakan tantangan besar. Dana Rp 116 triliun

dari PNPM dan KUR diharapkan mampu menyedot tiga juta tenaga kerja. Menggelontorkan dana pembinaan penting, tetapi mencetak wirausahawan bukan hanya dari segi pendanaan belaka. Karena menurut banyak ahli pemikir, menciptakan wirausahan itu harus sejak dini. Inovasi dan kreativitas menjadi modal penting dalam membangun kewirausahaan. Selain itu, juga ketahanan mental yang membuat wirausahawan bertahan dalam berbagai kondisi usahanya. Generasi wirausaha yang kreatif dan berani tampil dengan brand inovatif akan dimiliki Indonesia, jika wirausaha ditanamkan pada anak usia 0-7 tahun. Entrepreneurship perlu masuk dalam kurikulum seperti yang dilakukan sekolah internasional yang ada di Indonesia. Program business day di sekolah internasional itu mengajarkan anak untuk kreatif. Anak berpikir mengenai apa yang mau dijual. Hal kecil seperti itu melatih anak untuk berpikir kreatif dan berinovasi. Wirausahawan yang sukses dilatari oleh sikap mental, kreativitas, dan inovasi yang telah terlatih sejak kecil. Siapa pun bisa menjadi wirausahawan, tetapi tingkat keberhasilannya dipengaruhi daya inovasi dan kreasi dalam diri. Seperti karyawan yang ingin beralih profesi menjadi pebisnis contohnya, hal itu mungkin saja. Mereka cenderung memilih usaha yang mudah seperti franchise dan cenderung memiliki kreativitas rendah. Selain dana, inovasi dan kreasi, masih ada syarat lainnya yang harus dipenuhi yakni ulet dan telaten. Tidak mudah putus asa, bangkit terus ketika m e n g h a d a p i b a n ya k h a l a n g a n . M e m a n g ternyata melahirkan seorang wirauhawan itu sama sulitnya melahirkan seorang pahlawan baru di Indonesia. (*)

Homepage: http//www.banjarmasinpost.co.id Penerbit SIUPP

: PT Grafika Wangi Kalimantan : SK Menpen No. 004/SK MENPEN/ SIUPP/A.7/1985 tgl 24 Oktober 1985 Sejak Tanggal : 2 Agustus 1971 Direktur Utama : Herman Darmo

Di Ambang Haji SEJUMLAH undangan salat hajat dan selamatan berdatangan sehubungan dengan rencana keberangkatan haji. Ya, acara tahunan itu sudah terhitung mundur dan ditunggu dengan penuh harap, karena itulah rukun Islam terakhir yang tidak semua muslim bisa memenuhinya. idak mudah mendapatkan kesempatan berhaji. Diperlukan kesanggupan finansial dan kesiapan fisik. Yang menjadi fenomena menarik, daftar tunggu calon jemaah haji sampai 10 tahun lebih. Setiap tahun terus naik. Bayangkan orang yang berusia empat puluhan mendaftar ONH, baru dapat jatah berangkat setelah secara fisik menurun. Di atas semua persiapan, adalah utama untuk membawa pengetahuan haji dan perbekalan ruhiyah yang mumpuni. Tata cara (manasik) sangat penting untuk dipelajari dan diulang-ulang, karena berbeda dengan salat, puasa, dan zakat yang rutin hingga terbiasa. Haji bisa jadi sekali seumur hidup! Pemandangan yang jauh berbeda dengan Tanah Air, perubahan cuaca yang ekstrem, perbedaan bahasa, terlebih dahsyatnya dua masjid haram bisa saja membuat seseorang menjadi canggung. Jangan terlalu berharap bahwa di Tanah Suci jemaah haji sudah dikelompokkan dengan masing-masing pembimbingnya. Cerita pembimbing yang tidak berfungsi baik, bukan cerita satu dua orang. Kadang ada juga iri dengan jemaah Turki, pembimbing berada di tengah, suaranya lantang, matanya awas terhadap jemaah. Beda dengan kita, pemimpinnya di depan, suaranya tak terdengar. Walaupun kadang karena saking kompaknya, jemaah Turki sering memotong jemaah lain agar tetap dalam barisan. Mereka pasukan yang mengagumkan! Apa mau dikata, pimpinan regu jemaah kita biasanya adalah saudara kita yang sama-sama baru kali ini ke Tanah Suci.

T

Manajer Peliputan: Dade Samsul Rais Wakil: Elpianur Achmad Manajer Produksi: M Taufik Redaktur Eksekutif: Muhammad Yamani (Banjarmasin Post), Mulyadi Danu Saputra (Metro Banjar), Irhamsyah Safari (Serambi UmmaH), Ribut Rahardjo (Online/Radio). Manajer Redaksi: Irhamsyah Safari Wakil: Agus Rumpoko Redaktur: M Royan Naimi, Noor Dachliyanie A, Sigit Rahmawan A, Umi Sriwahyuni, Syamsuddin, Sudarti, Alpri Widianjono, R Hari Tri Widodo, Kamardi, Ernawati, Donny Sophandi, Didik Triomarsidi, Mahmud M Siregar. Asisten: Noorjani Aseran, Halmien Thaha, Edi Nugroho, Eka Dinayanti, Sofyar Redhani. Staf Redaksi: Aliansyah, Hanani, Burhani Yunus, AM Ramadhani, Syaiful Anwar, Mohammad Choiruman, Aries Mardiono, Anita Kusuma Wardhani, Syaiful Akhyar, Mahdan Basuki,Khairil Rahim, Idda Royani, Ibrahim Ashabirin, Eko Sutriyanto, Aspian, Sutransyah, Faturahman, Irfani Rahman, Jumadi, Budi Arif RH, Anjar Wulandari, Doni Usman, Mustain Khaitami, Siti Hamsiah, Hari Widodo, Ratino, M Risman Noor, Salmah, Murhan, George Edward Pah, Rahmawandi, M Hasby Suhaily, Helriansyah, Nia Kurniawan. Fotografer: Kaspul Anwar, Aya Sugianto. Tim Pracetak: Syuhada Rakhmani (Kepala), M Syahyuni, Aminuddin Yunus, Riduansyah, Syaiful Bahri, Edi Susanto, Sri Martini, Kiki Amelia, Rahmadi, Ibnu Zulkarnain, Achmad Sabirin. Design grafis/illustrator: Ivanda Ramadhani, Derry Hasmi, Agus Setya Dharma. Biro Jakarta: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita, Murdjani, Antonius Bramantoro, Budi Prasetyo, Fikar W Eda, FX Ismanto, Johson Simandjuntak, Rahmat Hidayat, Yulis Sulistyawan, Choirul Arifin, Hendra Gunawan, Sugiyarto

Tindakan Anarki Makin Marak

Jangan Mudah Terpancing BEBERAPA aksi kekerasan yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini memunculkan pertanyaan, mengapa masyarakat begitu mudah terpancing emosinya untuk melakukan tindakan yang menjurus pada aksi anarki. Ada beberapa penyebab maraknya aksi tersebut. Antara lain rendahnya penegakan hukum, kurangnya informasi sehingga masyarakat mudah terprovokasi, tingkat tolerasi yang rendah serta lambatnya penanganan masalah oleh aparat sehingga mereka menyelesaikan dengan caranya sendiri. Nilai-nilai luhur budaya

Pemimpin Umum : HG Rusdi Effendi AR Pendiri : Drs H J Djok Mentaya (1939-1994) Drs H Yustan Aziddin (1933-1995) HG Rusdi Effendi AR

WARTAWAN “BANJARMASIN POST GROUP” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER.

* Mahasiswa Magister Teknik Unlam

nomor rekening dan fotokopi (KTP). Opini yang terbit akan kami berikan imbalan ke nomor rekening penulis. Terima kasih.

e-mail : redaksi@banjarmasinpost.co.id

Pemimpin Perusahaan: A Wahyu Indriyanta General Manager Percetakan: D Yusgianto Wakil PP (Bidang Humas): M Fachmy Noor Manajer Iklan & Promosi: Suharyanto (08115002002) Manajer Sirkulasi Fahmi Setiadi (08115003012) Alamat: Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No 16 Banjarmasin 70111, Telepon (0511) 3354370 Fax 4366123, 3353266, 3366303 Bagian Redaksi: Ext 402-405 ; Bagian Iklan: Ext. 113, 114 ; Bagian Sirkulasi: Ext. 116, 117 Pengaduan Langganan: 08115000117 (0511) 3352050 Biro Jakarta-Persda: Redaksi, Jl Pal Merah Selatan No 12 Lantai II Jakarta 10270, Telp (021) 5483008, 5480888 dan 5490666 Fax (021) 5495358 Perwakilan Surabaya: Jl Raya Jemursari 64 Surabaya, Telp (031) 8471096/ 843428, Fax (031) 8471163 Biro Banjarbaru: Jl Wijaya Kusuma No 11 Telp (0511) 4780356, Biro Palangka Raya: Jl Tjilik Riwut Km.2,5 Palangka Raya, Telp (0536) 3242361 Tarif Iklan: zDisplay Umum: Hitam Putih (BW): Rp 22.500/mmk Berwarna (FC): Rp 45.000/mmk zDisplay Halaman 1: Hitam Putih (BW): Rp 45.000/mmk Berwarna (FC): Rp 90.000/mmk zIklan kolom/Duka Cita: Hitam Putih (BW): Rp 15.000/mmk Berwarna (FC): Rp 30.000/mmk zIklan Kuping: (FC) Rp 100.000/mmk zIklan Baris: (FC) Rp 20.000/baris: (BW): Rp 15.000/baris zIklan Satu Kolom : (FC)Rp 30.000/mmk, (BW): Rp15.000/mmk Catatan: Harga belum termasuk PPN 10%. Harga Langganan: Rp 75.000/bln Percetakan: PT Grafika Wangi Kalimantan Alamat: Lianganggang Km 21 Landasan Ulin Selatan Banjarbaru Telepon (0511) 4705900-01 Isi di luar tanggung jawab percetakan Setiap artikel/tulisan/foto atau materi apa pun yang telah dimuat di harian “Banjarmasin Post” dapat diumumkan/dialihwujudkan kembali dalam format digital maupun nondigital yang tetap merupakan bagian dari harian “Banjarmasin Post”.

Namun jika terlalu sibuk, ingatan tidak tajam lagi, kesempatan belajar sedikit, maka setidaknya ada perbekalan, persiapan ruhiyah berupa takwa. Itulah modal yang dapat menutupi semua kekurangan dalam persiapan yang lain. Sebagaimana janji Allah bagi orang yang takwa bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Aththalaq: 2-3). Seseorang bisa kehilangan grup dan pemandunya hingga kebingungan, tapi dengan itu Allah mempertemukannya dengan pelayan Masjid Nabawi asal Indonesia yang justru menunjukkan lebih rinci bagian-bagian masjid hingga kisah masing-masing pilar dalam Raudhah. Pertolongan Allah memang banyak caranya. Siapa sangka pula seseorang yang terpelajar kebingungan pulang ke hotel. Namun dengan itu dia jadi terpikir meminta kartu hotel untuk keluarga dan neneknya yang esok harinya tersesat dan kembali dengan menunjukkan kartu tersebut! Keajaiban Tanah Suci selalu ada dari cerita jemaah yang telah menunaikan haji atau

umrah. Namun sering hikmah itu tidak keluar semua. Ada yang berpikir itu konsumsi pribadi, takut riya, atau bisa juga aib karena berupa teguran. Bersilaturahmi secara khusus kepada mereka mungkin berguna untuk mengorek pengalamannya, dan sungguh bermanfaat karena kebanyakan hikmah itu tidak terdapat di dalam buku mana pun! Wawasan yang diceritakan akan memberikan gambaran yang lebih mudah. Selain bertemu langsung, dapat juga dengan browsing di internet. Banyak hal yang bisa digali. Seluruh ritual haji (dan umrah) memang bertempat di seputar Makkah. Namun demikian, setiap pribadi muslim tentu merindukan bertemu dengan jejak langkah Nabi Muhammad SAW. Ya, Madinah! Ada Masjid Nabawi yang megah, gedung-gedung metropolis, bahkan ada medan magnet yang sangat kuat, mampu menarik mobil hingga melaju lebih dari 60 kilometer per jam. Tapi itu semua tidak berarti sama sekali dibanding nilai Madinah sebagai kota Nabi. Jangan heran melihat orang-orang berfoto bangga di atas Jabal Rumat di lembah Uhud, lokasi perang Uhud. Padahal mereka harusnya terharu, karena di situlah kisah kemenangan yang sudah di depan mata hilang begitu

Tulisan Opini bisa dikirim ke email: redaksi@banjarmasinpost.co.id (Maksimal 5.000 karakter tanpa spasi). Sertakan nama, alamat lengkap, nomor telepon,

Banjarmasin Post Group Pemimpin Redaksi: Yusran Pare Wakil: Harry Prihanto Redaktur Pelaksana: Dwie Sudarlan

Aminullah

Jemaah adalah tamu Allah, tamu Rasulullah. Maksimalkan ibadah, karena pada keduanya dijanjikan Allah ganjaran amal yang berlipat: 100.000 kali di Masjidil Haram, dan 1.000 kali di Nabawi.

saja. Lantaran, pasukan pemanah yang ditempatkan Nabi meninggalkan posisinya agar tidak kehabisan harta rampasan perang yang ditinggal pasukan Quraisy. Tidak adanya pasukan pemanah membuat musuh berbalik menyerang dan tidak ada lagi hujan panah yang menghalangi mereka. Singkatnya, jangan sampai ziarah itu tidak lebih dari berwisata biasa. Jadi, bisa saja manasik masih kurang. Toh buku panduan haji boleh sambil dibaca. Tapi setidaknya jemaah tahu filosofi apa yang dilakukannya. Dan, itu hanya akan didapat dalam pengetahuan tentang sejarah kenabian. Bagaimana seseorang akan terharu penuh khusyuk dan kerinduan di depan kubur Nabi dan sahabat, jika tidak tahu kisah hidup mereka? Bagaimana mungkin seseorang menyewa pemandu yang bertugas menyibak dan mendorong antrean orang yang berjuang mencium hajar aswad? Salah satu penyakit jemaah, shopping. Padahal barangbarang terutama mainan yang dijual di sana juga dijual di sini, kecuali stikernya yang bergambar Makkah dan Madinah. Hati-hati, belanja dapat melalaikan. Jangan lupa, jemaah adalah tamu Allah, tamu Rasulullah. Maksimalkan ibadah, karena pada keduanya dijanjikan Allah ganjaran amal yang berlipat: 100.000 kali di Masjidil Haram, dan 1.000 kali di Nabawi. Di dua tempat itulah Alquran turun. Bagaimanakah membaca ayat tentang Nabi, sedang jasadnya di dekat kita? Kapankah kita demikian harunya membaca Annaas yang sudah ‘biasa’, tapi kali ini dibaca di tempat turunnya. Semoga Allah SWT memudahkan ibadah jemaah haji semuanya, sehingga pulang dengan membawa predikat mabrur. Tidak ada balasannya kecuali surga. Serta memudahkan langkah kita yang belum berkesempatan mengikuti! Amin.

Nurmaya Savitri PNS Tanahlaut

bangsa kita yang semestinya dapat menjadi perisai dari aksi tersebut, seperti santun, musyawarah dan rasa kekeluargaan tampaknya mulai luntur. Apabila setiap orang berkeyakinan bahwa segala masalah dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan terhormat, tentu tindakan anarki tersebut dapat dihindarkan. Untuk menghindarkan masyarakat dari aksi anarki perlu dialog antarwarga yang difasilitasi pemerintah, penegakan hukum, respon yang cepat atas masalah yang ada serta sikap tidak mudah ter-

provokasi atas kejadian yang tidak jelas kebenarannya. Pelaku tindak anarki (anarkis) harus mendapat sanksi yang tegas. Apa pun alasan pembenaran atas tindakan yang mereka lakukan berimbas pada rusaknya tatanan kehidupan dalam bermasyarakat. Belum lagi dengan adanya berbagai kerusakan, bahkan korban jiwa yang ditimbulkan dari aksi tersebut. Sebagai warga masyarakat yang baik, mari kita jaga kerukunan antarwarga. Jangan mudah terbakar emosi lalu bertindak di luar kendali. (*)

Rapuhnya Rasa Toleransi BARU-BARU ini media ramai mewartakan tindak anarki yang terjadi di berbagai daerah di Tanah Air. Apakah itu berarti bangsa Indonesia sudah kehilangan sikap ketimuran sebagai bangsa yang berbudaya dan sopan santun. Bahkan sikap anarki itu terlihat sangat menonjol dan terbuka, seakan bangsa ini tidak punya hukum untuk mengaturnya. Bangsa ini seakan kehilangan rasa persatuan dan kesatuannya. Mulai dari tawuran antarkampung, pelajar dan mahasiswa, agama sampai tawuran para geng preman di Jalan Ampera Jakarta. Artinya, sikap anarki itu

Haris Ariandy Karyawan di Tanahlaut

dilakukan oleh semua kalangan baik yang terdidik maupun tidak. Baik yang beragama maupun hanya tercetak nama agama di KTP-nya. Yang berpendidikan tidak bisa mengontrol emosinya dengan ilmu yang didapatnya. Yang beragama pun kadang melakukan sikap anarki dengan alasan agama pula. Sungguh ironis. Padahal rakyat Indonesia sebelumnya bersatu padu berjuang melawan penjajah tanpa mengenal suku atau agama. Saya yakin, tidak ada agama apa pun yang

mengamini adanya tindakan anarki itu. Para alim ulama perlu mengevaluasi dakwahnya agar umat tidak mudah berbuat kekerasan. Para pendidik juga harus mulai memasukkan moralitas agar tidak ada ketimpangan antara kecerdasan dengan penurunan akhlak dan perilaku. Para pemimpin dan anggota dewan harus menjadi contoh teladan kebaikan bagi rakyat yang dipimpin dan diwakilinya. Para penegak hukum harus adil dan bijak dalam memberantas sikap anarki itu. Jangan sampai hukum

di Indonesia ibarat sebuah pisau. Tajam bila mengadili rakyat jelata, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan penjahat kaya dan berdasi. Ingat pesan Rasulullah SAW agar kita tidak mengajak kepada Ashabiyah, yaitu ajakan pembelaan kepada kesukuan atau golongan atau kekerabatan yang berbuat zalim. Kasih sayanglah kepada saudara yang seiman dan bertoleransilah kepada agama lain apabila saudara kita yang nonmuslim tetap tunduk dan patuh kepada aturan negara yang berlaku. Semoga ke depannya bangsa ini menjadi bangsa yang berbudi luhur. (*)

Tema minggu depan: Waspadai Cuaca Ekstrem SAMPAIKAN komentar Anda maksimal 500 karakter secara santun ke redaksi@banjarmasinpost.co.id, disertai salinan kartu identitas diri dan foto (mohon jangan pasfoto). Komentar terbaik untuk tiap minggunya, mendapat kenang-kenangan manis dari BPost. Jadi, saatnya Anda bicara demi kebaikan bersama.

Banjarmasin Post Edisi Selasa 12 Oktober 2010  

Banjarmasin Post Edisi Selasa 12 Oktober 2010

Banjarmasin Post Edisi Selasa 12 Oktober 2010  

Banjarmasin Post Edisi Selasa 12 Oktober 2010

Advertisement