Page 4

4 Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Post

JUMAT 22 MEI 2009

Andalkan Pengalaman Pribadi AJANG Kompilasi Band Indie 2009 tak hanya diminati band Banua, pemusik dari provinsi tetangga pun bakal turut serta. Salah satunya adalah Rantai Band dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng. Band ini punya prestasi lumayan. Kumpulan anak muda yang terdiri atas Ferdy (bass), Hadi (vokal), Muji (gitar), Ari (keyboard) dan Eno (drum) ini pernah masuk 24 besar ajang AMild Wanted Regional Kalimantan di Pontianak, Kalbar Februari lalu. “Wakil Kalteng hanya dua band

yang masuk ajang pencarian bakat band indie tersebut, Rantai dan Sembilan Band dari Palangkaraya,” kata Ferdy, Kamis (21/5). Meskipun berasal dari kota yang jauh di Kalteng, personel Rantai berharap dengan menjadi peserta kompilasi bisa bermain musik ke kota lain dan mengenalkan bandnya lebih luas. “Kami coba-coba, siapa tahu bisa main ke kota lain dan musik kita diterima,” ujar Ferdy diamini re-

kan-rekannya. Diakuinya, di Pangkalanbun sangat sedikit festival musik. Kalau tidak proaktif ikut keluar daerah, band bakal mandeg. Bikin CD indie juga susah, sebab menurut dia, jumlah band masih sedikit di kabupaten yang memiliki julukan Bumi Marunting Batu Aji tersebut. Alhasil, kalau mau tampil mereka harus membikin acara sendiri, membuat panggung hiburan atau sejenisnya.

Band beraliran pop rock ini telah menyiapkan dua lagu andalan di CD demonya untuk mengikuti event yang digelar Banjarmasin Post ini. Temanya tentang cinta. Cerita diambil dari pengalaman pribadi personelnya. Lagu ini sudah siap sejak tiga bulan lalu. “Kita ambil dari stok lagu, nadanya poprock tetapi agak melow dan ngbeat juga. Pokoknya enak didengar deh,” bebernya. Demikian pula CD demonya, sudah direkam tinggal dikirimkan. Personel Rantai tidak pasang target muluk. Masuk 20 besar dan mengi-

Rantai Band DOKUMENTASI PRIBADI

kuti audisi studio, bagi mereka sudah merupakan hal membanggakan. “Bersyukur lagi bila terpilih

delapan besar, bisa ikut mengisi album Kompilasi HUT ke-38 BPost,” kata Ferdy. (hay/*)

Perlu Ada Perda Rusunami „ Investor Ragu Berinvestasi BANJARMASIN, B POST - Banjarmasin belum memiliki perda kepemilikan rumah susun milik (rusunami). Ketiadaan perda ini menghambat investor luar untuk berinvestasi. BANJARMASIN POST/HERRY MURDY HERMAWAN

GALON RAFTING - Anggota Mapala Uniska berlomba mengayuh galon rafting di Sungai Martapura Banjarmasin, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut sebagai persiapan menghadapi lomba antarmapala se-Kalsel Juli mendatang.

Turis Pun Senang Melihat BANJARMASIN, BPOST Rias pengantin adat Banjar tak kalah dari rias pengantin dari provinsi lain. Terbukti, organisasi kumpulan perias pengantin (Katalina) meraih juara II Parade Andong Pengantn Nusantara untuk pemecahan rekor MURI 2009. “Kami ke Jakarta juga bertujuan mengenalkan pakaian adat banjar dengan daerah lain bahkan nantinya go internasional,” kata Ketua Katalina, Yetra Murni, Kamis (21/5). Selain itu, wakil Kalsel juga meraih juara harapan lomba rias pengantin modifikasi kolosal dan paling ban-

yak mengirim peserta. “Kita kirimkan 25 peserta ikut lomba di Stadion Adiguna, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),” kata Yetra. Menurut Yetra, di ajang itu Katalina menampilkan pakaian Gajah Gemuling, pakaian raja Banjar sekitar abad ke19. Daerah lain, bahkan turis Jepang senang melihat janur terpampang di belakang kepala. “Gajah Gemuling ini sedikit kita modifikasi, pengantin lelaki mengenakan baju mini, you can see,” kata Yetra. Pembina Katalina, Hj Emmi Mariani T Yudhi Wahyuni mengaku bangga atas presta-

si yang diraih perias. Mereka tidak kalah bersaing dengan ratusan peserta seluruh Indonesia. “Ahli rias pengantin bisa lebih berkreasi lagi, menambah wawasannya tentang pakaian adat Banjar, serta keterampilan lebih ditingkatkan,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Hesly Juniarto mengatakan, modifikasi rias pengantin menggali budaya Banjar. “Adanya modifikasi rias pengantin, perias bisa menggali kreasi dan inovasi pakaian pengantin,” katanya. (gg)

Kota berjulukan Seribu Sungai ini sudah memiliki Perda yang mengatur tentang rumah susun sewa (rusunawa). Namun, perda tersebut belum mencukupi untuk perluasan investasi di bidang properti. Di banding daerah lain di Indonesia yang tipikal kotanya sama mengandalkan perdagangan dan jasa, Banjarmasin tergolong ketinggalan. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Banjarmasin Arie Prayoga Maksum mengatakan, Kota Banjarmasin seharusnya memiliki payung hukum berupa perda tentang rusunami. Perda ini memudahkan masyarakat untuk memiliki hak atas ruang di sebuah gedung apartemen atau ruang di sebuah pusat perbelanjaan. Pihak BPN tidak bisa mem-

berikan pelayanan sertifikat kepemilikan ruang-ruang di gedung atau pusat perbelanjaan karena Banjarmasin belum punya perda rusunami. “Contohnya seperti di Duta Mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Ruang-ruang yang ada statusnya hanya sewa. Meski sudah ada permintaan untuk hak milik, tetap saja kita kesulitan memberikan sertifikat kepemilikan karena dasar hukumnya berupa perda yang mengatur tentang kepemilikan di sebuah apartemen atau pusat perbelanjang masih belum ada,” kata Arie. Padahal, kota lain di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya (Jatim) atau Bali sudah memiliki perda rusunami. Apartemen atau pusat perbelanjaan di sana tumbuh pesat. Kebanyakan statusnya

Meski sudah ada permintaan untuk hak milik, tetap saja kita kesulitan” ARIE PRAYOGA Kepala BPN Kota Banjarmasin

hak milik bukan lagi sekadar hak sewa seperti yang terjadi di Banjamasin. “Kita berharap, DPRD Kota Banjarmasin bisa menjembatani untuk menyusun perda ini sehinggga kami bisa melayani pengusaha atau masyarakat yang menginginkan sertifikat hak milik apartemen atau ruang di sebuah pusat perbelanjaan,” ujarnya. Kasi Hak Atas Tanah dan Pendaftaran Tanah, Purnamawati menambahkan, sebenarnya banyak investor tertarik berinvestasi di Kota

Banjarmasin. Khususnya untuk pengembangan pusat perbelanjaan atau apartemen. Tetapi, karena tidak ada dasar hukum kepemilikan, investor ragu untuk benarbenar menginvestasikan dananya di daerah ini. “Memang cukup mendesak perda ini ada di Kota Banjarmasin sehingga bisa lebih mendorong perkembangan sebagai kota perdagangan dan jasa,” katanya. Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Tajuddin sependapat Kota Banjarmasin harus memiliki perda tersebut. Selama ini terjadi di Banjarmasin, kalau ada muncul pusat perbelanjaan baru, pusat perbelanjaan lama langsung sepi. Menurut dia, itu terjadi karena gedung yang ada di sebuah pusat perbelanjaan sifatnya hanya sewa. “Saya kira memang perlu dipikirkan untuk menyusun perda ini. Kami mungkin tidak sempat karena perda ini perlu pemikiran dan analisis mendalam. Mungkin, nanti anggota dewan baru yang memprogramkan,” katanya. (wid)

KABARKAMPUS

Mereka Raih Gelar Sarjana “Jerih payah selama tujuh semester terbayar sudah. Akhirnya saya sekarang sudah jadi sarjana llmu sosial. Aaya senang dan bangga sekali,” ujar Nisa dengan penuh semangat. Nisa adalah satu dari 47 mahasiswa FISIP Universitas Islam Kalimantan (Uniska) yang mengikuti yudisium semester ganjil di Gedung Uniska Unit I Lantai III, Jalan Adhyaksa, Kayu Tangi, Banjarmasin (21/5). Menurut Nisa, dia merasa bangga karena dia bisa menyelesaikan kuliah meskipun juga harus bekerja di Kanwil Departemen Agama Kalsel. Perasaannya puas karena jerih payahnya telah berbuah manis. Menurut dia, 47 peraih gelar sarjana itu mayoritas telah bekerja karena memang kelas yang diikuti adalah kelas ekstensi. “Empat puluh lima orang jurusan Administrasi Negara dan sisanya dari jurusan Komunikasi,” kata warga Banjarbaru peraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,50 itu seraya tersenyum. Perasaan yang hampir sama juga dirasakan Muhammad Nur. Dia meraih IPK 3,49 untuk jurusan Administrasi Negara. “Sangat bahagia akhirnya bisa lulus, sewaktu

kuliah saya juga bertugas sebagai pegawai tata usaha di MAN 2 Rantau, Tapin,” ujar warga Tambarangan itu dengan bangga.. Peraih IPK tertinggi untuk jurusan Adminstrasi Negara adalah Siti Aisyah dengan nilai 3,72. Dekan FISIP Uniska, Mohammad Noripansyah, mengatakan, melalui keputusan rektor ditetapkan 47 lulusan Uniska, terdiri atas 45 dari jurusan Administrasi Negara dan dua dari jurusan Komunikasi. (jj)

UD BILAH MAKMURABADI Melayani Pembelian Partai

Jl A Yani Km 7,700 No. 38 Depan Sucofindo Banjarmasin Telp (0511) 7478112 Fax (0511) 4281839

Distributor Bahan Bangunan :

Vinilon

MIRAPLAS

MR Bear

"PENYU" "COBRA MAS”

PVC Pipes and Fittings

Bak Mandi Fiber Oval & Tanaman

ASOKA

CAT TEMBOK Ramah Lingkungan Ball v/v PVC, Kran PVC, Kran Air, Flange PVC Ball, Gate, Globe v/v c/w Fitting

Lem Pipa PVC

Tngki Air & Selang Air

'MURIKO’ PINTU PVC

AQUALON PVC Pipes and Fittings

2205/04

Banjarmasin Post - 22 mei 2009  

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 22 mei 2009

Banjarmasin Post - 22 mei 2009  

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 22 mei 2009

Advertisement