Page 19

Bumi Antasari 19

Banjarmasin Post JUMAT 22 MEI 2009

Selalu Dinyatakan Tak Lengkap Q Perambahan Hutan Perlu Petunjuk PU PELAIHARI, BPOST-Penyidikan kasus dugaan penjamahan kawasan hutan dua pelabuhan khusus (pelsus) batu bara yaitu PT Mandiri Citra Bersama dan IMCM (Indonesia Minerals and Coal Mining), di Kecamatan Jorong hingga kini belum juga rampung. Berkas perkaranya masih bolak-balik dari penyidik Reskrim Polres ke Kejari Pelaihari. Dibandingkan sejumlah perkara lainnya, proses penyidikan kasus perambahan hutan tersebut terbilang lebih alot atau menyita waktu. Padahal perkara tersebut mulai ditangani sejak Desember 2008 silam. Pihak kejaksaan kabarnya bahkan membentuk tim menangani perkara itu. Hingga sekarang pemberkasannya belum selesai. Penyidik Satuan Reskrim Polres

Tanahlaut masih berusaha melengkapi kekurangan syarat formil/materil sesuai petunjuk dari Kejaksaan Negeri Pelaihari. “Beberapa minggu lalu BAP (berkas acara pemeriksaan) sudah kami limpahkan ke Kejari Pelaihari, tapi kemudian dikembalikan lagi kepada kami. Petunjuk dari pihak Kejaksaan masih ada beberapa hal lagi yang harus dilengkapi penyidik,” kata

Terjebak Birokrasi KEDUA pelsus itu dipolice line oleh Polres Tala pada 18 Desember 2008 silam. Langkah hukum ini ditempuh lantaran kedua pelsus berdiri di atas lahan yang masuk kawasan hutan. Sementara manajemen kedua perusahaan tidak bisa menunjukkan surat izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menhut. Kepada BPost beberapa waktu lalu, salah satu manajemen pelsus tersebut mengaku terjebak dalam sistem birokrasi pemerintah. Pasalnya pada awal kepengurusan pendirian pelsus, pemerintah daerah tidak mempersyaratkan mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan. (roy)

Kapolres Tala melalui Kasat Reskrim AKP Dony Eka Putra, kemarin. Apa saja yang perlu dilengkapi? Dony enggan menyebutkannya secara detil. Dia hanya mengatakan, di antaranya penyidik diminta memintai keterangan pejabat berwenang Dinas PU Tala dan PU Provinsi. Petunjuk tersebut telah ditindaklanjuti dan dituntaskan oleh penyidik Reskrim Polres Tala. Tiga hari lalu BAP telah dilimpahkan kembali ke Kejari Pelaihari. “Selanjutnya kami menunggu petunjuk lanjutan dari pihak kejaksaan. Jika sudah dinyatakan P21 (lengkap), perkaranya akan kami limpahkan. Tapi jika masih ada yang belum lengkap lagi, kami akan terus berupaya melengkapinya,” kata Dony. Bagaimana dengan aktivitas kedua pelsus? “Tetap tidak ada aktivitas. Pintu masuknya juga tetap kami police line. Tidak boleh ada aktivitas apa pun selama masih dalam perkara hukum,” tegas Dony. Pihaknya pun selalu memonitor keberadaan kedua pelsus yang berada di Desa Pandansari tersebut guna memastikan tidak ada aktivitas di lapangan. “Jika ada yang beraktivitas atau membuka police line, maka akan berususan dengan hukum lagi,” tandas Dony. (roy)

BANJARMASIN POST/IDDA ROYANI

MANGKRAK - Sejak selesai lima tahun lalu, Pasar Manuntung di kawasan Pasar Lama, Pelaihari yang dibangun Pemkab Tala dengan dana Rp 5 M tersebut mangkrak. Pedagang tak mau menempatinya, karena ukuran ruangan toko terlalu sempit dan lokasinya dinilai tidak strategis. Pembenahan yang dilakukan sejak tiga tahun lalu melalui penggusuran puluhan rumah yang mengelilingi bangunan pasar itu pun tak juga membuahkan hasil.

Bupati Tantang KNPI Pemko Konsultasi ke BPK Beli Mesin Sampah Rp 1,9 M PELAIHARI, BPOST-Lama tak terdengar kiprahnya membuat sejumlah kalangan prihatin dengan keberadaan KNPI Tala. Bahkan, Rabu (20/ 5) malam, Bupati H Adriansyah menantang pengurus induk organisasi kepemudaan itu. Namun tantangan bupati itu bukan untuk debat argumen atau adu fisik. Namun sebatas menantang menggelar dialog kepemudaaan secara periodik. “Pertemuan dan dialog seperti malam ini sangat bagus dan penting. Hendaknya ke depannya KNPI sering melaksanakannya,” kata Aad sapaan H Adriansyah. Hal itu diutarakan Aad pada forum pertemuan dan dialog dengan tokoh organisasi kepemudaan di Tala. Pertemuan digelar di ruang tamu rumah dinas Bupati di Jalan A Syairani. Agenda itu pun bukan atas inisiatif KNPI Tala, melain-

kan gagasan Bupati. “Saya sengaja mengundang kalian, tokoh pemuda di Tala, untuk saling sharing. Itu dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei,” kata Aad. Pertemuan yang melibatkan tokoh organisasi kepemudaan tersebut bukan yang pertama. Beberapa waktu lalu, bupati pernah mengundang sejumlah tokoh pemuda di rumah dinasnya untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan dan sharing tentang kepemudaan dan keagamaan. Pertemuan dan dialog pemuda Rabu malam itu hanya dihadiri belasan tokoh organisasi kepemudaan. Di antaranya Ketua KNPI Tala Fachrin Noriza beserta beberapa pengurus. Di hadapan tokoh pemuda Tala, Aad mengatakan pentingnya pertemuan dan dialog kepemudaan dilaksanakan secara rutin. (roy)

BANJARBARU, BPOST - Santernya penolakan penggabungan proyek bernilai kecil agar bisa dilelangkan membuat pemerintah kota (pemko) dalam hal ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) terpaksa harus berkonsultasi ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Untuk penggabungan proyek kecil belum final. Sebab kami akan berkonsultasi dengan BPK, apakah di rekening anggaran yang sama bisa dipecah atau tidak,” ujar Wali Kota Rudy Resnawan, kemarin. Jika memang tidak bisa dipecahpecah maka akan dilakukan penggabungan, sebagaimana rencana yang gencar dilakukan Ketua ULP Banjarbaru, Fakhrudin. Otomatis, pihak BPOST/DOK yang menginginkan proyek bisa peRudy Resnawan nunjukan langsung (PL) gigit jari. “Tetapi kalau bisa dipecah maka akan tetap dipecah. Sesuai dengan nilainya kalau kriteria penunjukan langsung atau pemilihan langsung maka tidak perlu lelang,” ujar Rudy. Rencana Ketua ULP Banjarbaru akan melakukan penggabungan proyek yang dipecah-pecah membuat satuan kerja jadi kelabakan. Bahkan sejumlah anggota dewan pun turut bersuara lantang menolak langkah tersebut. Terkait dengan keberadaan ULP Rudy menyatakan, bagaimana pun akan ditetap dipertahankan. Begitu pula dengan sistem yang dianut yakni menggunakan lelang internet atau e-proc. (ais)

PELAIHARI, BPOST-Makin bertambahnya sampah perkotaan membuat Pemkab Tanahlaut memutar otak untuk mengatasinya. Mesin pengolah sampah senilai Rp1,9 miliar segera dibeli untuk mendaurulang limbah keluarga dan barang-barang bekas tersebut. “Insya Allah mesin pengolah sampah itu akan kita beli dalam tahun ini juga melalui anggaran perubahan,” kata Kadis PU Tala HM Amin didampingi Kabid Kebersihan dan Tata Kota H Sofyan, Rabu (20/5). Dia yakin anggota dewan mendukung pengadaan alat mesin pengolah sampah tersebut, mengingat persoalan sampah di Kota Pelaihari makin kompleks, seiring menjamurnya permukiman baru. Bupati H Adriansyah bahkan telah melihat langsung ke pabrik pengolah mesin sam-

pah tersebut di Mojokerto, Jatim, beberapa waktu lalu. Bupati kagum melihat alat mesin pengolah tersebut dan ingin segera menerapkannya di Tala. Sofyan mengatakan, alat mesin pengolah sampah tersebut berfungsi ganda. Tak hanya mengolah sampah menjadi pupuk organik (sejenis kompos), tapi juga menghasilkan plastik daur ulang sejenis tali rafia. “Dua-duanya bernilai ekonomis. Komposnya bagus untuk pupuk tanaman, pun dengan plastik (rafia) hasil daur ulangnya bisa dijual,” kata Sofyan. Kapasitas mesin pengolah sampah itu mencapai 30-40 ton per hari. Kubikasi sampah di Kota Pelaihari per hari saat ini mencapai 40-50 ton. Tahun lalu hanya 35-43 ton. Mesin tersebut akan dile-

SAMPAH DI TALA T Pada 2008 35-43 ton per hari T Pada 2009 40-50 ton per hari T Luas TPA sekitar sepuluh hektare takkan di TPA (tempat pembuangan akhir) di Bakunci Kelurahan Karang Taruna, sekitar lima kilometer dari Kota Pelaihari. Konsekuensinya, harus dibangun pula mes untuk enam pegawai yang bertugas mengoperasikan mesin itu. Dia mengatakan, pengolahan sampah mendesak diterapkan di Tala mengingat terbatasnya area TPA. “Luas TPA kan hanya 10 hektare. Jika terus menerus men g a n d a l k a n c a r a p e n i mbunan di lobang, lama-kelamaan akan habis areanya,” katanya. (roy)

2205/19

Banjarmasin Post - 22 mei 2009  

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 22 mei 2009

Banjarmasin Post - 22 mei 2009  

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 22 mei 2009

Advertisement