Page 10

10 Spirit Bartman

Banjarmasin Post

JUMAT 22 MEI 2009

METRO BANJAR\AYA SUGIANTO

MENUNGGU KEPASTIAN- Barito Putera Junior yang selama ini menjadi bagian Laskar Antasari menanti kepastian dari manajemen menyangkut nasib pemain berbakat itu selanjutnya.

Barito Junior Tuntut Status Anak Macan Ingin Kembali pada tahun 2000 kala itu, sangat ingin bergabung dengan Laskar Antasari. Tapi, beberapa teman bekas satu timnya di Persema Malang, melarangnya bergabung dengan Laskar Antasari. Dituturkan Harianto, informasi yang masuk ketiganya ketika itu, pemain Barito seolah tidak ada harganya di mata manajemen. Hingga berimbas kepada permainan pemain Barito Putera di lapangan. Mereka tampil seadanya, tanpa semangat dan tujuan yang jelas. “Mendengar kondisi seperi itu yang membuat saya harus terus mengembara dengan hobi saya sebagai pemain bola,” pemain Kelahiran Malang 1978. Dikatakan Harianto, setelah dia mendengar dari beberapa pemain yang memperkuat Barito di Divisi II Liga Indonesia manajemen sekarang lain dari sebelumnya. Harianto yang merupakan satu pemain meloloskan PS Mitra Kukar Kaltim lolos Divisi Utama Liga Indonesia 2007 tersebut, ingin sekali membela bendara Barito di musim Kompetis Divisi I Liga Indonesia 2009. Sebagai stoper, Harianto sering disebut merupakan sosok menakutkan bagi ujung tombak dan gelandang-gelandang lawan. Tidak salah banyak oang menyebut Harianto sebagai macan lapangan, terutama dari lini belakang.(buy) METRO BANJAR\AYA SUGIANTO

SOSOK seorang pemain bola banua satu ini memang tidak cukup di kenal di Kalsel. Tetapi, nama Harianto sangat dikenal terutama kalangan suporter Persema Malang, Persela Lamongan dan Mitra Kukar Kaltim, tiga tim yang pernah dibelanya. “Sejak dulu saya ingin sekali punya kesempatan bergabung lagi dengan Barito Putera,” kata Harianto yang merupakan warga Jalan Suka Mara Landasan Ulun Rt 8 Banjarbaru, Kalsel. Stoper tangguh ini mengatakan sebenarnya dia sejak dulu ingin sekali bergabung dengan Barito. Namun, kondisinya sangat tidak memungkinkan. Dikatakan ayah suami Fitri Sugianti itu,

Harianto

PERNYATAAN Asisten Manajer Barito Putera, H Wijaya Antemas yang bakal menyiapkan skuad lapis kedua Laskar Antasari sebagai tim promosi Divisi I Liga Indonesia 2009 mendapat tanggapan serius. Pengurus Barito Putera Junior yang kini bermarkas di Binuang Kabupaten Tapin, meminta pernyataan itu dalam waktu dekat segera ditindaklanjuti. Pendiri Barito Putera Junior, HM Hatta, disela pelantikan Ketua KONI Kalsel terpilih 2009-2013 di Mahligai Pancasila beberapa waktu lalu, menegaskan manajemen Barito

Putera apakah Barito Junior yang dipimpin H Zainal Hadi bertindak serius jika masih menganggap Barito Putera Junior bagian dari Laskar Antasari. “Kami hanya menuntut status Barito Putera Junior sebenarnya,” ungkap HM Hatta.

Dikatakan lelaki yang akrab disapa H Ciut itu, mengatakan sebelum terbentuk dan berdirinya Barito Putera Junior yang digagas bersama manajemen Barito Putera terdahulu beberapa tahun silam, dibentuk dari pemain muda banua berbakat yang nanti akan disiapkan mengisi skuad Barito Putera. Pengurus Barito Junior sendiri tidak mempersalahkan angan-angan terlalu jauh itu. Hanya, Barito Junior minta kejelasan status bagi Barito Putera Junior yang sekarang mereka kelola.

Menurut HM Hatta, kalau saja Barito Putera Junior masih menjadi bagian dari Barito Putera Banjarmasin, maka pihaknya akan membentuk pemain muda yang akan disiapkan mengisi skuad PS Kab Tapin tim sepakbola banua Kab Tapin yang sekarang menjadi tim promosi Divisi II Liga Indonesia 2009. “Sebaliknya kalau Barito Putera Junior tidak dibutuhkan lagi, lebih baik pemain Barito Putera Junior itu kami peruntukan untuk menjadi pemain lapis kedua PS Kabupaten Tapin,” katanya. (buy)

Mantan Punggawa Jadi Topskor MENIKMATI setiap pertandingan, ternyata berbuah manis bagi Berty Nakir. Bermain tanpa beban dan penuh semangat membuat penyerang Diva Metropolis ini akhirnya dinobatkan sebagai top scorer Turnamen Sepakbola Divisi Tempo Doeloe Persebaru Banjarbaru. Penghargaan tersebut disematkan setelah Berty Nakir mampu mengemas lima gol selama turnamen ini digelar. Atas prestasi tersebut, pemuda kelahiran Banjarbaru 29 Desember 1980 yang sehari-hari bekerja di Dinas Tata Kota (Distako) Banjarbaru ini mendapat hadiah

tambahan. “Tidak menyangka juga jadi top scorer. Bagi saya, setiap kali bermain rasanya wajib penuh semangat,” ujarnya. Meski tak mencetak gol pada waktu reguler partai final melawan PS Wilpos, Selasa (19/5) kemarin, Berty turut andil mengantarkan timnya menjadi kampiun. Lewat sepakannya dari titik putih pada adu penalti, Diva Metropolis unggul 4-2 sebelum akhirnya membawa pulang trofi tetap Ketua Pengcab PSSI Banjarbaru, Dewa Pahuluan. (ais)

Berty Nakir BANJARMASIN POST GROUP/AYA SUGIANTO

2205/10

Banjarmasin Post - 22 mei 2009  

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 22 mei 2009

Banjarmasin Post - 22 mei 2009  

Edisi Cetak Banjarmasin Post - 22 mei 2009

Advertisement