Page 1

1

A. Judul Program BIO-PAULIS (Bio-Pangium edule Insecticide): Aplikasi Insektisida Nabati sebagai Upaya Penyelamatan

Lingkungan Pertanian dan Peningkatan Nilai

Ekonomi Masyarakat Desa Lebakrejo Kecamatan Kalibening Kabupaten Malang

B. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dengan komoditi utamanya berupa beras. Sementar itu, beras merupakan salah satu sumber makanan pokok bangsa Indonesia, terutama bagi masyarakat bagian barat. Setiap tahun kebutuhan beras semakin meningkat sejalan dengan naiknya jumlah penduduk. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan jumlah pesediaan beras yang semakin menurun setiap tahunnya. Hasilnya. Indonesia mengalami defisit persediaan beras. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional pun, Indonesia menjadi pengimpor beras dari luar negeri (Adiratma. 2003:19). Dalam data Badan Pusat Statistik tercatat, pada periode Januari hingga Agustus 2011 menyebutkan jumlah beras impor yang masuk ke Indonesia sudah mencapai 1,62 juta ton dengan nilai US$ 861,23 juta (industri.kontan.co.id). Sangat ironis, mengingat lahan pertanian yang dimiliki Indonesia sangatlah luas, namun untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya, pemerintah mengharuskan impor dari Negara lain. Salah satu penyebab menurunnya produksi beras Indonesia adalah karena serangan hama tanaman padi yang sering meresahkan para petani Indonesia. Contohnya yaitu wereng. Wereng adalah sebutan untuk serangga penghisap cairan tumbuhan padi, sehingga padi mengalami dehidrasi dan akhirnya mati. Hama ini merupakan anggota ordo Hemiptera (kepik sejati), sub ordo Fulgoromorpha, khususnya yang berukuran kecil. Wereng juga menjadi faktor bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan penting, khususnya penularan sekelompok virus. Dalam pengendalian hama padi khususnya wereng, petani cenderung menggunakan insektisida kimia (sintetis) yang dapat meninggalkan residu yang berbahaya bagi tubuh dan lingkungan yang mana harganya pun cukup mahal. Berdasarkan data hasil penelitian, dalam satu kali proses produksi, petani padi


2

sawah rata-rata membutuhkan total biaya produksi sebanyak Rp. 2.384.000,- per hektar, terdiri dari ongkos tenaga kerja (69%), pengadaan pupuk (16%), biaya pengendalian hama (9%), pajak (5%) dan pengadaan padi (1%). Dari data tersebut dapat dihitung bahwa biaya pengendalian hama adalah sebesar Rp 214.560,-. Nilai tersebut tentu tidak murah jika dilihat dari kondisi masyarakat tani Indonesia yang sebagian besar tergolong miskin. Berdasarkan data tebaru, sebanyak

46,7

juta

jiwa

merupakan

petani

gurem

dan

buruh

tani.

(kompasiana.com). Salah satu cara penanggulangan hama yang biasa digunakan adalah dengan insektisida. Dalam aplikasinya, insektisida terdiri dari insektisida nabati dan insektisida kimia. Dibandingkan dengan

insektisida kimia, insektisida nabati

telah banyak ditinggalkan karena dianggap kurang praktis. Padahal, apabila ditinjau dari manfaatnya, insektisida nabati jauh lebih unggul daripada insektisida kimia. Perbandingan insektisida nabati dengan insektisida kimia dapat dilihat pada tabel berikut : Table 1. Perbandingan Insektisida Nabati dan Insektisida Kimia Aspek Pembanding

Insektisida Nabati

Insektisida Kimia

Ekonomis

Ya

Tidak

Ramah lingkungan

Ya

Tidak

Berperan Sebagai pupuk

Ya

Tidak

Terakumulasi pada tubuh

Tidak

Ya

Menjunjung ekonomi lokal

Ya

Tidak

Menjunjung kearifan lokal

Ya (Memanfaatkan SDA)

Tidak

Daya bunuh

Slektif (spektrum sempit)

Universal

Berbahaya untuk kesehatan

Tidak

Ya (jika terakumulasi)*

Meningkatkan kualitas padi

Ya

Tidak

Memutus rantai makanan**

Tidak

Ya

Tidak berbahaya

Berbahaya

Mudah terurai

Sulit terurai

Jika tertinggal di tanaman Kandungan kimianya di alam

* = Dapat menyebabkan keracunan, gangguan syaraf, sakit kepala, mencret, sesak napas, kejang-kejang ** = Matinya hewan bukan sasaran seperti chiro, belut, katak, predator hama padi.


3

Melihat keunggulan di atas, maka sangat diperlukan penggalakan insektisida nabati sebagai alternatif lain. Salah satu keanekaragaman hayati Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati adalah Pangium edule Reinw, oleh masyarakat Jawa Timur sering disebut juga sebagai tanaman kluwek. Secara klasifikasi ilmiah, tumbuhan Pangium edule Reinw dari difisi Spermatophyta, sub difisi angiospermae, kelas dikotil, bangsa cistales, suku flacouritaceae, genus pangium, spesies Pangium edule Reinw.

Gambar. 1 Pangium edule Reinw Tinggi tanaman Pangium edule Reinw mencapai 40 meter dan berdiamater 2,5 meter. Berakar tunggang dengan perakaran kompak. Daunnya lebar agak membulat. Pangium edule Reinw atau kluwek berbuah diawal musim hujan setelah berusia 10-15 tahun dengan sekali berbuah menghasilkan 300-500 buah. Buahnya seperti bola, berdiameter 10-15 cm. Beratnya mencapai 1-2 kg dan di dalamnya terdapat 8-30 biji, tergantung besar kecilnya buah dan biji Pangium edule Reinw. Tumbuhan Pangium edule Reinw tersebar luas hampir di seluruh Indonesia yang tumbuh liar di bawah ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, di iklim yang tropis, dengan curah hujan rata-rata 1250 meter/tahun. Dalam tumbuhan Pangium edule Reinw terdapat beberapa kandungan senyawa kimia, yaitu lemak, karbohidrat, protein, enzim ginokardase, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, fosfor, palmitic acid, oleic acid, dan linoleic acid, asam hidrokoprat, asam khaumagrat, asam garlat, tanin dan asam sianida (HCN) yang merupakan senyawa utama pembasmi hama yang mana sebagian besar senyawasenyawa tersebut terdapat pada buah dan biji tanaman Pangium edule Reinw. Oleh karena itu pemanfaatan tanaman Pangium edule Reinw dalam pembuatan insektisida berbasis alami yang aman dan ekonomis patut dioptimalkan untuk pembasmian hama tanaman padi, mengurangi dampak negatif pengunaan bahan


4

kimia terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sekaligus sebagai upaya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia sehingga biaya produksi beras dapat diperkecil demi pencapaian kesejahteraan para petani di Indonesia. Atas dasar pemikiran diatas, maka dalam program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat ini kami akan memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya kepada masyarkat di Desa Lebak Rejo Kecamatan Lebakrejo Bening Kabupaten Malang tentang solusi pembasmian hama (wereng) dengan insektisida berbahan alami yang murah dan ramah lingkungan yaitu Insektisida Bio-Paulis.

C. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan untuk Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) ini adalah sebagai berikut : 1. Kecenderungan petani menggunakan insektisida kimia yang tidak ramah lingkungan merupakan suatu kebiasaan buruk sehingga harus segera diubah. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan insektisida nabati Bio-Paulis yang ramah lingkungan ; 2. Kepedulian petani terhadap dampak penggunaan insektisida kimia yang masih rendah merupakan permasalahan yang cukup serius karena menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan lingkungannya ; 3. Kreatifitas petani yang masih rendah dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada, akibat ketidaktahuan petani dalam membuat insektisida alami sebagai pengganti insektisida kimia. D. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari PKM-M ini adalah sebagai berikut 1. Menghilangkan kebiasaan petani yang menggunakan insektisida kimia. 2. Meningkatkan kepedulian petani terhadap kesehatan dan lingkungannya. 3. Meningakatkan kreatifitas petani untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia sebagai insektisida alami dan memberikan pengetahuan kepada petani untuk membuat insektisida alami yang ekonomis.


5

E. Luaran yang Diharapkan Adapun luaran yang diharapkan setelah melakukan PKM-M ini adalah sebagai berikut 1. Terciptanya komunitas petani yang membiasakan mengunakan insektisida alami sebagai pengganti insektisida kimia. 2. Terciptanya Bio-Paulis sebagai insektisida nabati berbahan baku Pangium edule Reinw akan menjadi produk insektisida nabati favorit petani.

F. Kegunaan Program Manfaat yang didapat dengan adanya PKM-M ini adalah sebagai berikut 1. Menghilangnya kebiasaan petani yang menggunakan insektisida kimia. 2. Meningkatnya kepedulian petani terhadap kesehatan dan lingkungannya. 3. Meningakatnya kreatifitas dan pengetahuan petani untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia sebagai insektisida alami.

G. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran Desa Lebak Rejo merupakan salah satu desa yang terletak di daerah pegunungan Kecamatan Kalibening Kabupaten Malang. Pertanian

merupakan

mata

pencaharian utama bagi masyarakat desa tersebut.

Lahan

pertanian

di

Desa

Lebakrejo cukup luas dengan hasil pertanian yang utama adalah padi. Gambar. 2 Peta Lokasi Desa Lebakrejo Kec. Kalibening Kabupaten Malang

Penduduk Desa Lebakrejo Kabupaten Malang mencapai 150 Kepala Keluarga. Dari jumlah tersebut terdapat 50% atau

sekitar 75 kepala keluarga adalah para petani padi

dan masih tergolong

masyarakat “kurang mampu�. Petani di Desa Lebakrejo masih tergolong petani tradisional yang banyak mengunakan campur tangan manusia dalam kegiatan pertaniaannya mulai dari penanaman, pemupukan, perawatan maupun pemanenan tanaman padinya.


6

Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani di Desa Lebakrejo Kecamatan Kalibening Kabupaten Malang setiap musim tanamnya adalah hama “wereng “ yang menyerang tanaman padi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, warga desa biasanya menggunakan insektisida kimia sebagai alat pembasmi hama tersebut. H. Metode Pelaksanaan Program

Gagasan Awal

Observasi

Inovasi yang Ditemukan

Masyarakat Konsultasi Dosen Pembimbing

Fiksasi Solusi

Konservasi Masyarakat

Persiapan Pelaksanaan

Tempat

Alat

Bantuan Masyarakat

Menyediakan Insektisida Bio-Paulis

Pelatihan Pemakaian Bio-Paulis

Pengurus Desa

Membuat Sistem Kontrol Bio-Paulis

Evaluasi

Gambar 3. Blok Diagram Metodologi Pelaksanaan Program Pra Pengiriman Proposal Pasca Persetujuan Proposal


7

1. Tahap pra pengiriman proposal Sebelum mengajukan proposal program ini, telah dilaksanakan: a) Gagasan awal Banyaknya hama padi khususnya wereng

yang menyerang padi,

menyebabkan kebutuhan masyarakat petani akan insektisida sangatlah tinggi pada setiap musim bertanamnya. Namun kebiasaan buruk petani yang selalu menggunakan insektisida kimia mengakibatkan rusaknya lingkungan pertanian (sawah) sehingga kebiasaan tersebit harus segera dihentikan dan diganti dengan budaya menggunakan insektisida nabati yang lebih ekonomis. b) Observasi Menghimpun fakta dan informasi akan kebutuhan masyarakat di lapangan kemudian menentukan ide untuk membangun suatu kebiasaan baru sebagai penyelesaian tepat guna yang mampu diterima oleh masyarakat sekitar sehingga dapat mengatasi masalah hama, masalah kerusakan lingkungan dan masalah besarnya biaya produksi penanaman padi. Untuk memperkuat gagasan, maka dilakukan pencarian tentang bahan insektisida nabati yang potensinya banyak tersedia di Desa Lebakrejo Kecamatan Kalibening Kabupaten Malang, dengan mengobservasi daerah sasaran tersebut dan mencari informasi mengenai bahan dasar insektisida nabati (Pangium edule) di Internet. c) Fiksasi solusi Hasil dari observasi yang dilakukan tim penulis kemudian diajukan pada dosen pembimbing guna memperoleh arahan dan persetujuan akhir. Hasil

observasi

juga

dikonfirmasikan

kepada

masyarakat

yang

bersangkutan guna mendapat izin dan dukungan dalam pelaksanaannya. 2. Tahap pasca persetujuan proposal. a) Persiapan pelaksanaan. Menyusun rencana pelaksanaan dan persiapan yang akan dilakukan dalam menjalankan program Bio-Paulis. Terdapat 3 hal utama yang tim penulis persiapkan dalam pelaksanaan PKM-M ini;


8



Tempat Permohonan izin kepada Pengurus desa setempat sebagai sasaran pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M).

Kemudian

menyusun

rencana

pelaksanaan metode

penyelesaian terhadap masalah lingkungan dan ekonomi petani yang timbul karena penggunaan Insektisida kimia dalam pembasmian hama padi (wereng). 

Alat Mempersiapkan spesifikasi alat yang akan digunakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Bio-Paulis dalam membantu mengatasi masalah lingkungan dan ekonomi petani yang timbul karena penggunaan Insektisida kimia dalam pembasmian hama padi (wereng).



Bantuan Masyarakat Mengkoordinasi masyarakat petani sekitar untuk turut serta dalam pelakasanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Bio-Paulis

b) Menyediakan Insektisida Bio-Paulis Dibuatnya Insektisida Bio-Paulis yang akan diimplementasikan pada Desa Lebakrejo Rejo guna menjalankan program yang telah disusun tim penulis. Adapaun cara membuatnya sebagai beikut : Tim Penulis bersama warga tani desa tersebuat akan menyediakan alat dan bahan pembuatan ekstrak buah Pangium edule Reinw. Adapun Alat dan bahannya adalah sebagai berikut : Tabel 2. Alat dan Bahan Pembuatan Ekstrak Alat Golok Lesung Alu Gelas Ukur (500ml) Baskom Kain kasa

Bahan Kluwek Reinw / Kluwek Air


9

Setelah bahan dan alat tersedia, maka langkah selanjutnya kami akan membuat ekstrak dari buah kluwek. Pembuatan ekstrak tersebut, langkahnya sebagai berikut: Kluwek

Penyaringan

Ekstrak

Pencacahan

Pembelahan

Pengadukan

Penumbukan

Adonan + Air

Gambar 4. Sketsa Pembuatan Ekstra Pangium Edulle Reinw c) Pelatihan pemakaiaan Bio-Paulis Pada Saat penyuluhan akan diadakan sedikit percobaan penyemprotan insektisida nabati tersebut pada wereng, guna meyakinkan para peserta penyuluhan akan efektivitas yang baik dari insektisida Bio-Paulis tersebut. dan beberapa hari setelah dilakukannya penyuluhan, akan dilaksanaakan yaitu tahap persiapan, Untuk komposisinya, 1 litter ekstrak buah dicampur dengan 15 litter air, dan untuk menyemprot (membasmi hama) sawah seluas 1 hektar diperlukan 500 L campuran air dengan ekstrak buah kluwek (0,5L/m 2). d) Membuat sistem kontrol Bio-Paulis Pembuatan sistem kontrol ini bertujuan agar terdapat peraturan dan pengawasan yang jelas dalam penggunaan Bio-Paulis. Sehingga, BioPaulis bisa tepat sasaran dalam mengatasi permasalahan yang melanda Desa Lebakrejo Kabupaten Malang. Sistem kontol. Dengan berkoordinasi bersama pengurus desa setempat diharapkan program ini dapat berlangsung secara terus menerus. e) Evaluasi Melaksanakan review dan evaluasi terhadap setiap kegiatan yang telah dilakukan serta mengevaluasi apakah Insektisida Bio-Paulis yang telah diaplikasikan pada masyarakat Desa Lebakrejo dapat diterima dengan baik dan membantu dalam mengatasi masalah pertanian yang terdapat pada desa tersebut. Keberhasilan PKM-M Bio-Paulis ini ditandai dengan berkurangnya pemakaiaan Insektisida kimia dalam setiap pembasmian hama padi (wereng) dan dibiasakannya penggunaan insektisida nabati Bio-


10

Paulis sehingga dapat terciptanya kebiasaan petani yang ramah lingkungan dan terminimalisirnya biaya produksi padi di kalangan petani tesebut. I. Jadwal Pelaksanaan Adapun jadwal yang akan dilakukan dalam pelaksanaan PKM-M ini adalah Bulan I No

Bulan II

Bulan III Bulan IV

Bulan V

KEGIATAN 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1

Analisis Kondisi Daerah Tujuan

2

Persiapan Strategi Penyuluhan Persiapan Alat dan Bahan

3 4

Pembuatan Ekstrak Pangiun edulle

5

Penyuluhan Kegunaan Ekstrak Pangium edulle Reinw Pelatihan Pembuatan Ekstrak

6 7

8

Menjalankan sistem Kontrol minat dan hasil Penyuluhan Evaluasi dan Penyusunan Laporan

J. Anggaran Kegiatan No 1.

2.

Spesifikasi Bahan Habis Pakai Kluwek Pengiriman barang Peralatan Penunjang PKM Semprotan hama insekta 15 L Golok Gelas ukur 500 L

Jumlah Satuan

Harga Satuan (Rp)

Harga Total (Rp)

100 buah

1500 50.000

150.000 50.0000

5 buah 5 buah 10 buah

400.000 30.000 10.000

2.000.000 150.000 100.000


11

3.

4.

5.

6.

Mesin Pencacah Lesung Alu Kain Kasa Botol minum bekas Ember penyimpanan Perjalanan Transportasi menuju lokasi 14 kali @ Rp. 30.000 (PP) Biaya Penyuluhan Konsumsi Peserta Konsumsi undangan Konsumsi pelaksana 2 hari Banner Poster Kegiatan Brosur Hand Out Pembuatan BioPaulis Souvenir Peserta Cindera Mata Penggandaan Makalah Administrasi Sewa LCD 5 hari Kaset CD Cover CD Editor softcopy prosedur pembuatan insektisida dan cara pemakaiannya Penyewaan Photo digital Pembuatan Laporan Pembuatan laporan akhir Penggandaan laporan akhir Pembuatan poster Pulsa Mobile Browsing internet 30 jam Penggandaan Dokumentasi Cetak Jumlah Total

2 buah 5 buah 5 buah 5 helai 100 buah 15 buah

200.000 50.000 20.000 5.000 500 10.000

400.000 250.000 100.000 25.000 50.000 150.000

4 orang

420.000

1.680.000

75 orang 4 orang 4 orang 2 buah 5 buah 100 buah 100 buah

10.000 20.000 15.000 100.000 10.000 150 4.000

750.000 80.000 120.000 200.000 50.000 15.000 400.000

75 buah 1 20 buah 1 unit 50 keping 50

4.000 50.000 5.000 100.000 5.000 1500 200.000

300.000 50.000 100.000 50.000 500.000 250.000 75.000 200.000

1 unit

100.000

100.000

1 buah 4 buah 1 buah 4 orang -

30.000 25.000 200.000 100.000 3.500 -

30.000 100.000 200.000 100.000 105.000 70.000

-

150.000 9.100.000

-


12

L. LAMPIRAN Biodata Kelompok KETUA KELOMPOK a. b. c. d. e. f.

Nama Nama Panggilan Jenis Kelamin Agama Tempat, tanggal lahir Alamat Asal

g. Telephone/Handphone h. E-mail

: Toto Iswanto : Iswan : Laki-laki : Islam : Tasikmalaya, 30 April 1992 : Kp. Muara RT. 01/03 Ds./Kec. Cibalong Kab. Tasikmalaya Jawa Barat : 087826609042 : gt_prience@yahoo.co.id Ketua Kelompok,

TOTO ISWANTO NRP. 2311100026 ANGGOTA KELOMPOK 1 a. Nama b. Nama Panggilan c. Jenis Kelamin d. Agama e. Tempat / Tanggal Lahir f. Alamat Asal g. Telephone/Handphone h. E-mail

: Denta Wahyu Eko P : Deden : Laki-Laki : Islam : Rembang, 15 April 1993 : Jalan Raya Kragan Desa Kragan Kec. Kragan Rembang. : 087833304023 : dwep.clever@gmail.com Anggota Kelompok,

DENTA WAHYU EKO P NRP. 2311100116

(

)


13

ANGGOTA KELOMPOK 3 a. Nama b. Nama Panggilan c. Jenis Kelamin d. Agama e. Tempat / Tanggal Lahir f. Alamat Asal g. Telephone/Handphone h. E-mail

: Lailatul Fitri : Fitri : Perempuan : Islam : Blitar/23 April 1993 : Desa Wates Kecamatan Wates Blitar : 085649171026 : laify23@yahoo.co.id

Anggota Kelompok,

LAILATUL FITRI NRP. 2311100016

ANGGOTA KELOMPOK 3 a. b. c. d. e. f. g. h.

Nama Nama Panggilan Jenis Kelamin Agama Tempat, tanggal lahir Alamat Asal Handphone E-mail

: Jaharani : Rani : Perempuan : Islam : Madiun, 26 September 1992 : Jln. Tawang Baru No. 36 Rt. 9 Rw.II Madiun : 085235413678 : jaharani10@mhs,chem-eng.its.ac.id (

)

Anggota Kelompok, NRP: 2310100013

JAHARANI NRP. 2310100061

(

) NRP: 2310100025


14

BIODATA DOSEN PEMBIMBING Nama NIP/NIK Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Status Perkawinan Golongan / Pangkat Jabatan Akademik Perguruan Tinggi Telp./Faks. Alamat Rumah Telp./Faks. Alamat e-mail

: Dr. Fahimah Martak : 19660703 199102 2 001 : Surabaya, 3 Juli 1966 : Perempuan : Kawin : IV a / Pembina : Lektor Kepala : Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya : 031-5943353/ 031-5928314 : Perum ITS. Jl. T. Komputer IV/U-132 Surabaya 60111 : 031-5990107/ 081572535690 : fahimahm@chem.its.ac.id

RIWAYAT PENDIDIKAN Program Pendidikan Tahun Jurusan/ (diploma, sarjana, magister, Perguruan Tinggi Lulus Program Studi spesialis, dan doctor) 2009 Doktor (S3) ITB Bandung Kimia/ Kimia Anorganik 1995 Magister (S2) ITB Bandung Kimia/ Kimia Anorganik 1985 Sarjana (S1) ITS Surabaya Kimia JUDUL KARYA ILMIAH YANG PERNAH DIBUAT 

   

Hemi {tris(picolinic acid-2N, O) iron(II) tris(picolinato-2N, O) iron(II)} hemi(tetrafluoroborate), Djulia Onggo, Fahimah Martak, Ismunandar, Bohari M. Yamin, Seik Weng Synthesis Fe-Li-Cr Multinuclear Complexes as Molecular Magnetic Materials, Djulia Onggo, Iis Siti Jahro, Fahimah Martak, Ismunandar Synthesis and Characterization of a Bimetallic Oxalate-Based Magnet: [(C4H9)4P][MCr(ox)3] M = Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Hexakis (dimethyl sulfoxide) iron(III) tris(tetrafluoroborate), Fahimah Martak, Djulia Onggo, Ismunandar, Agung A. Nugroho and Auke Meetsma Bis(2-(2’-pyridil quinoline))bis(thiocyanate-N) iron(II): Djulia Onggo, Fahimah Martak, Eko Prabowo, Irma Mulyani, Auke Meetsma Dosen Pembimbing,

(Dr. Fahimah Martak) NIP. 19660703 199102 2 001

BIO-PAULIS  

PKMM bio paulis ini telah selesai

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you