Page 5

5

DENPOST z SELASA, 7 AGUSTUS 2012

Pencuri Bendera di Tabanan Kejahatan Jelang Lebaran BEBERAPA hari setelah bulan suci Ramadhan atau sesaat menjelang Lebaran, bukan hal aneh lagi kalau kasus kriminal meningkat di mana-mana. Kasusnya tak hanya terjadi di tingkat nasional, tapi juga merebak di Bali. Kasus kriminal ini meningkat kemungkinan besar akibat meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk langkanya barangbarang tersebut di pasaran. Gara-gara terdesak kehidupan pula, terkadang banyak orang kesulitan hidup, kelaparan, dan terjepit, sehingga mereka nekat melakukan kejahatan apa saja. Kasus terbaru yang terjadi di Denpasar yakni ulah pembobol ATM yang ingin menguras uang milik sebuah bank di Jl.Teuku Umar, Minggu (5/8) lalu. Lantaran gerak-geriknya mencurigakan, penjahat tersebut akhirnya kabur ke arah utara setelah didatangi polisi. Begitu sampai di Jl.Cokroamonito, Ubung, kedua pembobol ATM tersebut terdesak, sehingga meninggalkan mobil Toyota Avanza hitam di pinggir jalan yang dipakai beraksi. Sayang kedua penjahat itu berhasil kabur, sehingga kini dikejar polisi. Sebelumnya, sederetan kejahatan juga terjadi nyaris di seluruh daerah di Bali. Jumlahnya memang belum dapat dihitung, mengingat masing-masing aparat di daerah masih melakukan pendataan. Tingginya kejahatan menjelang Lebaran ini juga menandakan, sejumlah warga ingin mendapatkan sesuatu dengan cara mudah alias memperoleh sesuatu tanpa membanting tulang. Akibatnya, yang rugi bukanlah masyarakat itu sendiri, tapi juga si penjahat karena beraksi pada bulan yang disucikan oleh umat Islam di seluruh dunia ini. Dalam bulan suci seperti ini, mestinya kita menegakkan kebajikan, menahan hawa nafsu, serta lebih banyak beramal, bukan sebaliknya berbuat dosa. Tapi kita memang tak serta-merta bisa menyalahkan mereka yang berbuat jahat, lantaran kehidupan sekarang memang teramat berat. Hal itu sebagai konsekuensi kemajuan zaman dan ketatnya persaingan menuju hidup yang layak dan sejahtera. Di satu sisi orang kaya semakin kaya, sedangkan di sisi lain orang miskin bertambah miskin dan melarat. Jika kita sudah tahu saat-saat seperti ini merupakan puncaknya kriminalitas, maka kita sepatutnya waspada. Selain rajin menjaga lingkungan, juga jangan sembarangan menaruh barang-barang berharga misalnya di mobil atau tempat-tempat terbuka yang mudah diincar penjahat. Kita memang tak dapat menduga pergerakan penjahat, karena mereka tentu lebih jeli dan pandai memanfaatkan setiap kesempatan untuk beraksi. Pada intinya: waspadalah selalu, sebelum terjadi kriminalitas. Dengan adanya kewaspadaan tersebut, penjahat tentu berpikir seribu kali untuk beraksi. (*)

PEMASANGAN bendera merah putih di Jalan Pahlawan Tabanan, ternyata hanya berusia sehari saja. Karena besoknya semua bendera yang dipasang sudah raib, entah kemana. Diharapkan pencurinya bisa ditangkap dan diberikan sanksi. Itulah yang muncul dalam acara Citra Bali yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (6/8) kemarin. Berikut laporan Wati Ananta dari Global FM Bali.

Berharap Unggul Di Olympiade London tahun ini belum satu emas pun dipersembahkan atlet Indonesia. Bulu tangkis yang biasanya menyabet emas, ternyata tahun ini gagal mempertahankan prestasinya. Namun saya tetap berharap bahwa Indonesai masih unggul di Olympiade yang lain. Mursi, Denpasar

Belum Mencukupi Begitu susah dan mahalnya pendidikan yang dikeluhkan orang tua siswa. Setelah dicermati ternyata dunia kapitalisme sudah menyerang dunia pendidikan. Pendidikan yang digembar gemborkan gratis hanyalah slogan. Dana APBN 20 persen yang dianggarkan belum mencukupi. Wayan Ginawa, Denpasar

Belum Belajar Ultah sekolah sebuah SMA

di Denpasar, sejak mulai masuk sampai sekarang siswa belum menerima pelajaran. Tiap hari sekolah menggunakan baju kaos. Untuk acara ulang tahun tidakkah cukup hanya sehari saja? Arya, Denpasar

Bayar Jutaan Rupiah Bukan rahasia lagi jika anak pintar tapi tidak mampu dikalahkan oleh anak yang kurang mampu namun mampu bayar untuk masuk di sekolah favorit ( negeri ). Jaman sekarang untuk masuk SMP atau SMA saja harus membayar jutaan rupiah. Anton, Klungkung

Sucikan Pura Ulun Sui Banyaknya alih fungsi di beberpa daerah Bali, saya mohon kepada pembuat perda, agar memperhatikan keberadaan pura Ulun Suwi. Untuk menjaga kesuciannya seharusnya ada aturan dalam

radius berapa boleh ada kaplingan? Agung Purnawijaya, Blahbatuh

Agar Ditelusuri Semua media dihiasi dengan berita korupsi. Apa yang termuat di media agar bisa ditelusuri dan jika terbukti ada pelanggaran agar ditindak dan diberi sanksi. Ngakan Suradika, Gianyar

Mulai “Mecongkrah” Bersyukur kita lahir di jagat Bali yang memiliki nilai – nilai spiritual yang tinggi. Banyak Bhisama yang dilahirkan untuk melesarikan keberadaan Bali, banyak slogan – slogan pemersatu, namun kenapa akhir – akhir ini masyarakat cendrung mecongkrah, bertengkar denga saudara sendiri, melakukan tindakan - tindakan yang tidak terpuji? Perlu dicarikan solusi oleh para pemangku kebijakan dan pihak – pihak terkait lainnya. Ireng, Bajera

Pencuri Bendera Saya kecewa melihat tingkah laku orang – orang yang mencopoti bendera di jalan Pahlawan hingga Alit Saputra yang dipasang mulai tanggal 1/ 8. Ternyata kemarin malam saya lihat bendera – bendera tersebut tinggal tiang – tiangnya saja. Pencurinya mohon ditindak. Dengkek, Tabanan

KENDANG – Wawali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara membuka parade baleganjur yang ditandai dengan pemukulan kendang di Jaba Pura Pakerisan, Br. Kepisah, Pedungan, Sabtu (4/8) malam lalu.

Mangku Pastika ternyata dioperasi ‘’by pass”. - Kan masih ada operasi tol. Pembobol ATM gunakan mobil sewaan untuk beraksi. - Inilah akibatnya kalau pemilik mobil cuma pikirkan duit. Tak hentikan “Sembilan Wali”, digugat. - Kemungkinan takut diputus sponsor.

“Indosiar” terancam

DenPost/eka

Parade Baleganjur di Pedungan Berlangsung Semarak „ Dibuka Wawali Kota Jaya Negara PARADE baleganjur yang digelar di Jaba Pura Pakerisan, Br. Kepisah, Pedungan, Sabtu (4/8) malam lalu, berlangsung semarak. Betapa tidak, sebanyak 13 sekaa baleganjur dari 14 banjar yang ada di Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan (Densel), unjuk kebolehan dalam mengerahkan kolaborasi baleganjurnya yang menceritakan berbagai kisah, yakni di antaranya kerajaan dalam parade baleganjur serangkaian Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Kelurahan Pedungan 2012. Dalam parade yang dibuka Wawali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara yang diisi dengan pemukulan kendang tersebut, masyarakat yang ada di Kelurahan Pedungan tampak tumpah ruah memadati areal lomba. Pembukaan parade itu, juga dihadiri Ca-

mat Densel, AA Gede Risnawan, Kapolsek Densel, Danramil, anggota DPRD Bali, Ir. Gusti Putu Budiartha, anggota DPRD Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa S.E., MM., dan I Gede Sugiartha S.E., Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Drs. Made Mudra M.Si., serta Lurah Pedungan, AA Gede Oka S.E. Ketua Porseni Kelurahan Pedungan, I Wayan Manggis S.H., mengatakan, parade baleganjur itu, melibatkan 13 sekaa baleganjur yang ada di Kelurahan Pedungan. Yang mana, sekaa tersebut, yakni ST Dwi Tunggal dari gabungan Br. Puseh dan Menesa, ST Karang Mas Jati (Br. Karang Suwung), ST Sukarela (Br. Kepisah), ST Dharma Santi (Br. Pande), ST Dharma Putra (Br. Kaja), ST Wilayuda (Br. Sama), ST Yuda

Smara (Br. Sawah), ST Candra Mekar (Br. Begawan), ST Rukun Taruna Setia Remaja (Br. Pitik), ST Ria Remaja Jaya Kesuma (Br. Geladag), ST Dharma Sakti (Br. Dukuh Pesirahan), ST Tunas Ambara (Br. Ambengan), dan ST Sari Sanggraha (Br. Pesanggaran). ‘’Untuk pengumuman juara Porseni Kelurahan Pedungan, baik itu untuk cabang olah raga tradisional dan seni akan diumumkan tanggal 12 Agustus di Br. Pande,” kata Manggis yang juga Ketua LPM Pedungan, di sela-sela parade baleganjur. Sementara Bendesa Desa Pakraman Pedungan, Drs. Nyoman Sumantra, menambahkan, parade baleganjur itu, dipakai sebagai wahana pembinaan generasi muda untuk menyalurkan bakatnya khususnya di bidang seni. ‘’Parade baleganjur ini merupakan program yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar. Karena itu, Desa Pakraman bersinergi dengan Desa Dinas untuk melakukan pembinaan bagi sekaa baleganjur sesuai arahan Pemerintah Kota Denpasar, yang nantinya oleh Kelurahan Pedungan diarahkan ke tingkat Kota Denpasar untuk Porkot,” ujarnya. Lurah Pedungan, AA Gede Oka, memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sangat antusias dalam menampilkan karya seninya pada parade baleganjur itu. ‘’Mudahmudahan pada Porkot Denpasar mendatang, Kelurahan Pedungan dapat diperhitungkan,” tandasnya. (eka)

Bondres Rarekual Serius Ajegkan Bali TERLAHIR dari guyonan empat orang pemuda kreatif, Ngurah Indrawijaya, Made Artana, Kadek Agus Ria, dan Sukantara bondres Rarekual asal Buleleng ini mulai dikenal masyarakat. Berbeda dari konsep awal yang hanya ingin menuangkan hobi, kini mereka mengaku mulai serius menekuni profesi mereka sebagai pelawak bertopeng. Itu diungkapkan Ngurah Indrawijaya selaku front man dari bondres ini ketika tampil di acara Samatra Artis Bali yang ditayangkan Bali TV, Minggu (5/8) malam kemarin. “Kadung gugune teken masyarakate, tiang sareng timpal-timpal lebih semangat mangkin (sekarang masyarakat mulai suka dengan kami, saya dan teman-teman lebih bersemangat),” ujarnya dengan logat kental Buleleng. Tampil dengan menyuguhkan perpaduan antara kesenian topeng, nyanyian, dan musik kolaborasi yang dikemas apik bernuansa modern, mereka mengaku optimis bisa bertahan sebagai pelawak. Di samping memang hobi ngebanyol mereka mengaku ingin mengajegkan Bali lewat kesenian bondres, karena menurutnya di mana pun Bali itu terkenal dengan budaya dan keseniannya. “Apang raos ngajegin Bali wantah tutur manten (agar semboyan mengajegkan

Bali tak hanya wacana), “ ujar Ngurah Indrawijaya yang berperan sebagai Ngurah Jony. Membuktikan keseriusannya dalam berkesenian yang mempunyai misi mengajegkan Bali, September mendatang Ngurah Indrawijaya dan kawan-kawan siap berlenggang ke Jerman untuk ngayah di salah satu pura yang ada di sana. “Yening ngayah, tiang sareng timpal-timpal selalu siap. (Soal ngayah saya dan temanteman selalu siap),” ungkapnya. Menurutnya konsep awal dari Rarekual memang lebih sering ngayah. Namun setelah mulai diminati, kini mereka mulai mematok harga untuk setiap penampilan mereka. “2,5 juta untuk sekali tampil lengkap dengan musik kolaborasi, tergantung jarak lokasi pentas. Jika di Pura kami siap ngayah,” paparnya mulai serius. Tak hanya itu yang dilakukan Ngurah Indrawijaya dan kawan-kawan, Ngurah mengatakan kini di sanggar tempat bondresnya bernaung sedang mencari bibit-bibit seniman berbakat untuk dikembangkan yang akan diajak bersamasama mengajegkan budaya Bali. “Kami masih terus mencari anak-anak yang berbakat dan dididik untuk belajar seni, salah satunya kesenian bondres,” pungkasnya kepada DenPost. (wir)

DenPost/wiradana DenPost/wiradana

TAMPIL KOCAK - Penampilan bodres Rarekual, Minggu (5/8) malam kemarin yang tampil sangat kocak dan menghibur penonton yang saat itu di ramaikan oleh Paguyuban Penggemar Gending Bali.

DPS 7 Agustus 2012  

DPS 7 Agustus 2012

DPS 7 Agustus 2012  

DPS 7 Agustus 2012

Advertisement