Page 3

3

DENPOST z SELASA, 7 AGUSTUS 2012

Gelora Merah Putih Ala DKP

Pasang Ratusan Bendera dan Percantik Taman DINAS Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung, ternyata tidak hanya menangani soal kebersihan (sampah-red) dan keindahan tata taman. Ternyata menyambut hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang, DKP dikomandani Kadis-nya, Drs. I Putu Eka Merthawan, melakukan pemasangan ratusan bendera merah putih mulai perbatasan Tabanan di Abiantuwung sampai di Jalan Bypass Simpang Siur Patung Dewa Ruci, Kuta. Bahkan khusus untuk di interseksien simpang Sem-

pidi (Patung Rama di taman Hanoman), selain dipasang puluhan bendera Merah Putih, taman dan patung yang dibangun dengan dana Rp 5 milyar itu juga dipercantik dengan penataan taman bunga. “Pemasangan bendera Merah Putih ini kami lakukan di beberapa titik strategis di Badung, mulai perbatasan dengan Tabanan, di Puspem Sempidi sampai di Jalan Bypass Simpang Siur, Kuta,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Putu Eka Merthawan. Melalui pemasangan

bendera Merah Putih ini, diharapkan bisa memberikan semangat dan dorongan masyarakat secara luas untuk kembali menggeloarkan rasa nasionalisme. Setidaknya, dengan semarak bendera Merah Putih akan mampu menciptakan nuansa kebangsaan. Begitu juga di koridor pintu selatan masuk puspem, begitu masuk kawasan pintu gerbang, bendera Merah Putih dengan ketinggian 7 meter sudah menyambut, sehingga membuat kawasan puspem yang sudah indah tambah asri. (edy)

DenPost/ist

SERAHKAN JAWABAN - Bupati Badung, AA Gde Agung menyerahkan jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Badung di gedung DPRD Badung, Senin (6/8) kemarin.

Rapat Paripurna DPRD Badung

DenPost/edy

DIPERCANTIK- Taman di Patung Rama Sempidi dipercantik dengan pemasangan bendera merah putih di beberapa sudut taman. Nampak petugas DKP sedang memasang bendera Merah Putih.

Made Retha

Krisis Air Bersih Berakhir 2013

DenPost/dok

Made Retha MENJELANG berakhirnya masa konsesi (kerja sama) dengan PT Tirtaarta Buanamulia (TB), tahun 2012 ini PDAM Tirta Mangutama Badung digelontor Rp 22 milyar melalui dana APBD. Dana tersebut akan digunakan untuk melakukan pemasangan jaringan baru di wilayah Badung Selatan, dan diperkirakan tahun 2013 nanti proyek tersebut akan tuntas. “Dengan pemasangan jaringan baru itu, kapasitas air yang dulunya hanya 300

liter perdetik bisa meningkat menjadi 500 liter perdetik, sehingga saat itu nanti krisis air di Badung Selatan akan berakhir,” kata anggota Fraksi Demokrat DPRD Badung, Made Retha, SH., Senin (6/ 8) kemarin. Menurut anggota Komisi D ini, Badung Selatan selama ini memang sering mengalami krisis air. Dibandingkan dengan Badung Tengah dan Utara, pelayanan air bersih di Badung Selatan relatif kurang optimal. PDAM melalui mitra kerjanya PT TB, memang sudah sangat optimal melakukan service (layanan) kepada masyarakat. Namun, karena kondisi jaringan yang tak memungkinkan akibat overload, sehingga tetap saja kondisi air tak bisa konstan. Untuk itulah dalam pemandangan umumnya yang disampaikan dalam sidang paripurna pekan lalu, menurut Retha, Fraksinya menjadikan persoalan air bersih ini sebagai fokus bahasan dan usulan kepada eksekutif. Ternyata usulan

ini direspons positif eksekutif. Bahkan dalam sidang paripurna, Senin (6/ 8) kemarin, secara tegas Bupati AA Gde Agung menyatakan persoalan layanan air bersih di Badung Selatan telah menjadi prioritas. Selain proyek jaringan, kata politisi yang juga bendesa adapt Bualu ini, Badung telah merancang program berjasama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota terkait dalam peningkatan kapasitas produksi air baku. Pengadaan air baku itu nantinya akan menggunakan system penyediaan air minum (SPAM) Sarbagitaku (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan dan Klungkung) yang akan memanfaatkan sumber air permukaan Tukad Unda yang memiliki debit 700 liter per detik. Tukad Petanu dengan debit 300 liter perdetik dan Tukad Penet 300 liter perdetik. “Kalau proyek kerjasama ini benar terealisasi, saya yakin Badung Selatan tidak lagi krisis air bersih,” tandasnya. (edy)

Gde Agung : Penentuan Pajak Harus Didasarkan Fakta Lapangan Mangupura, DenPost Pemkab Badung memberikan apresiasi terhadap hasil-hasil penelitian dari akademisi. Terlebih yang jadi objek penelitian adalah Kabupaten Badung. Hasil penelitian tersebut akan menjadi referensi bagi pemerintah, dalam melakukan kajian pengelolaan kebijakan di daerah. Tetapi hasil penelitian tidak serta merta bisa digunakan seutuhnya atau secara mutlak, karena sebuah kajian yang valid terutama yang digunakan pemerintah dalam mengelola kebijakan harus diukur dengan banyak variabel dan sesuai fakta empiris di lapangan. Hal itu diungkapkan Bupati Badung, AA Gde Agung, pada Rapat Paripurna DPRD Badung, Senin (6/8) kemarin. Rapat paripurna mengagendakan jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Badung atas ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Badung tahun anggaran 2011 dan ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung 2012. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung, I Nyo-

man Giri Prasta, serta dihadiri Wakil Bupati, I Ketut Sudikerta, Sekda Kompyang R Swandika, para anggota DPRD Badung serta pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung. Bupati Gde Agung menjelaskan, penetapan pendapatan asli daerah, khususnya yang bersumber dari pajak hotel selama ini sudah tepat dilakukan oleh pemerintah. Karena sudah berdasarkan kajian dengan memperhitungkan berbagai variabel yang merepresentasikan kon-

disi di lapangan. Terlebih lagi, Pemkab juga melakukan kajian dengan mempertimbangkan data dari pihak ketiga yang berwenang. Salah satunya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III (Bali dan Nusa Tenggara). “Jadi, argumentasi potensi pajak yang diungkapkan salah satu fraksi di DPRD Badung yang menggunakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Indonesia itu menurut kami tidak tepat. Asumsi yang digunakan terlalu digeneralisir, sehingga tidak sepenuhnya merepresentasikan kenyataan yang ada,” tegasnya. Untuk diketahui, berdasarkan hasil penelitian salah seorang mahasiswa UI, pada tahun 2008 potensi pendapatan Badung dari pajak hotel disebutkan mampu menyentuh angka Rp 11, 2 trilyun. Jumlah itu salah satunya dihitung dengan asumsi komposisi jumlah kamar dengan tarif tertinggi sebanding dengan jumlah kamar dengan tarif terendah. Serta asumsi tarif kamar rata-rata yang merupakan hasil perhitungan

tarif terendah ditambah tarif tertinggi dibagi dua. Nilai hasil penelitian tersebut sangat jauh melampaui realisasi pajak hotel saat ini yang hanya Rp 579,75 milyar. Sebagai contoh, salah satu hotel di Nusa Dua dengan jumlah kamar 656 dengan tarif terendah Rp 950 ribu dan tarif tertinggi Rp 80 juta. Dengan menggunakan asumsi di penelitian itu, maka didapat ratarata tarif di hotel itu adalah Rp 40,475 juta per kamar. Artinya perhitungan tersebut jauh menyimpang dari kenyataan. “Jelas ini tidak sesuai kenyataan. Jadi, sekali lagi, menurut hemat saya asumsi ini dapat menimbulkan bias, karena tidak sesuai fakta empiris di lapangan,” kata Gde Agung. Sementara terkait penerapan PHR online, Pemkab Badung telah melakukan kajian dengan perguruan tinggi. Terdapat sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan utama. Tahun 2012 ini, upaya menuju PHR online sudah sampai pada SPT online, di samping pembayaran langsung melalui BPD Bali. (108/*)

Antisipasi Arus Mudik Lebaran

Bupati Tinjau Kesiapan Terminal Mengwi Mangupura, DenPost Bupati Badung, AA Gde Agung, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Kompyang R. Swandika, beserta jajarannya, Senin (6/8) kemarin, meninjau kesiapan Terminal Mengwi dalam mengantisipasi lonjakan penumpang jelang arus mudik Lebaran. Kesiapan insan pekerja transportasi, baik darat, udara maupun laut sangat diperlukan. Terlebih Terminal Mengwi yang baru beroperasi, tentu akan mengalami peningkatan kesibukan menjelang dan pacalebaran nanti. ‘’Kesiapan ini menjadi sebuah tugas dan tanggung jawab untuk kelancaran perjalanan penumpang yang datang atau meninggalkan Terminal Mengwi Badung,’’ katanya. Di samping itu, Bupati Gde Agung juga memberikan aspresiasi kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung atas kesiapannya untuk menjalankan tugas se-

baik-baiknya. Sarana prasarana Terminal Mengwi yang menjadi pendukung utama demi kenyaman sopir maupun penumpang yang singgah, juga menjadi sebuah prioritas untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kedatangan maupun kepulangan. Pada kesempatan tersebut Bupati Gde Agung juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para sopir taksi, sopir bus antarpropinsi dan beberapa penumpang yang baru datang dari Jawa. Perbincangan yang mengalir dengan lancar penuh keakraban membuat kenyamanan dan kesejukan bagi penumpang maupun para sopir yang tiba di terminal Mengwi. “Suasana seperti ini agar bisa tetap terjaga dengan baik. Ini akan menjadi nilai lebih, bila petugas memberikan pelayanan yang baik. Muaranya akan menjadi pencitraan yang baik pula bagi mereka yang singgah di Terminal Mengwi,” ucapnya. (108/*)

C.764

DenPost/ist

TINJAU TERMINAL - Bupati Badung, AA Gde Agung, didampingi Sekda Badung, Kompyang R. Swandika saat meninjau kesiapan Terminal Mengwi menjelang arus mudik Lebaran.

C.682

DPS 7 Agustus 2012  

DPS 7 Agustus 2012

DPS 7 Agustus 2012  

DPS 7 Agustus 2012

Advertisement