Issuu on Google+

MEDIA KOMUNITAS MASYARAKAT BALI JUMAT, 15 MARET 2013 - NOMOR 4.720 TAHUN KE - 15

ECERAN RP 2.500

C. 287

C. 541

Konser Musik di Kubu Rusuh ‰ Pedahan dan Telaga Nyaris Saling Serang Amlapura, DenPost Konser grup band Lolot di Pantai Banjar Eka Adnyana, Desa Tianyar Timur, Kubu, Karangasem, Rabu (13/3) malam lalu, berakhir rusuh. Dua kelompok massa dari Lingkungan Telaga, Banjar Tamansari, Tianyar Barat, dan Banjar Pedahan, Desa Tianyar Tengah, bentrok di lokasi konser. Kedua banjar tersebut bahkan nyaris terlibat aksi saling serang andai saja aparat Polres Karangasem tidak sigap mengatasi situasi. Konser musik menyambut Nyepi itu sejatinya baru saja berlangsung sekitar 30 menit. Beberapa saat kemudian terjadilah kegadu-

DenPost/suastrawan

SIAGA - Anggota Brimob Polda Bali masih disiagakan di Lapangan Abalon, Desa Sukadana, Kubu, Kamis (14/3) kemarin. Dua warga Pedahan diperiksa sebagai saksi di Mapolsek Abang (kanan).

Polisi Baru Periksa Tiga Saksi tensif. Terkait kasus itu, kami baru memeriksa tiga saksi,” kata Kapolsek Dentim AKP Putu Suprama. Dia menegaskan, dari pemeriksaan tiga saksi tersebut, ternyata belum membantu menguak motif kasus berdarah saat malam Pangerupukan itu. Namun pihaknya akan terus menggali informasi di TKP dan keluarga kedua pria asal Banjar Abian Tubuh, Kesiman, Dentim itu.

“Saksi hanya tahu kejadiannya. Sedangkan pemicunya mereka tidak tahu,” ujar mantan Kasi Propam Polresta Denpasar ini. Menurut AKP Suprama, motif kasus itu bisa terungkap bila Balik dan Jeger sudah diperiksa. Pasalnya hanya mereka yang tahu pemicu kasus tersebut. Sedangkan hingga saat ini, Jeger dan Balik masih dirawat di RSUP Sanglah.  Baca Polisi... di Hal. 15

Tabanan, DenPost Pengendara sepeda motor Honda Supra nopol DK 4365 HK, Ni Putu Nina Aprianti (20), tewas dengan kondisi luka mengenaskan. Dia bertabrakan dengan mobil Suzuki Carry pick-up nopol DK 9622 FJ di jalan jurusan Marga-Tabanan, Banjar Kuwun Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, bertepatan saat Ngembak Geni, Rabu (13/3) lalu.

Kanitreskrim: 10 Garong Diringkus Polsek Densel meringkus 10 tersangka, di antaranya I Gede Oka Surya Putra alias Lepung (20), I Wayan Budiasa alias Yan Nik (30) dan Hendro Saputro alias Indro (30). Komplotan yang mengaku beraksi di 30 TKP ini dibekuk sebelum hari raya Nyepi.

Edisi Jumat, 15 Maret 2013

1. 08123906***: Kami akan berjuang keras memenangkan PAS di Karangasem walau harus berhadapan dengan penguasa.

“Beberapa tahun terakhir ini kasus pencurian di tempat kos-kosan sangat marak. Nah, setelah 10 tersangka kami tangkap, kasus tersebut langsung menurun,” kata Kanitreskrim Polsek Densel AKP Andhika Fitransyah, seizin Kapolsek Kompol Agus Tri Waluyo, Kamis (14/3) kemarin. Dia menambahkan, komplotan tersangka Oka, Yan Nik dan Hendro saja, beraksi di 30 TKP. Selama beraksi, mereka menyasar kos-kosan yang pintu kamarnya lupa dikunci. Selain itu, ada penghuni kamar sedang tidur pulas, dan lupa mengunci pintu. Sasaran komplotan ini sebagi-

Dari olah TKP dan keterangan saksi-saksi, menurut Paur Subbag Humas Polres Tabanan Aiptu I Ketut Sudana, Kamis (14/ 3) kemarin, kejadiannya bermula ketika Nina mengendarai motor kurang hati-hati. Dia diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari jurusan Marga ke Tabanan. Saat melintas di jalan tikungan landai ke kanan, motor Nina melewati as marka jalan.  Baca Motor... di Hal. 15

Pohon Tumbang, Jalur Singaraja-Bangli Macet

Densel Rawan Kasus Pembobolan Tempat Kos Sanur, DenPost Banyaknya tempat kos di wilayah Densel berimbas pada banyaknya kasus pencurian. Beberapa bulan terakhir ini puluhan kamar kos dibobol maling hingga mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Selama dua bulan terakhir ini,

Genta Interaktif Topik: Konser Musik di Kubu Rusuh. Silakan berkomentar di telepon (0361) 2782445 mulai pukul 10.00

Motor-”Pick-Up” Tabrakan, Nina Tewas Mengenaskan

Kasus Kesiman Berdarah Biaung, DenPost Penyidikan yang dilakukan Polsek Dentim terkait kasus penusukan I Made Sukana alias Balik oleh tersangka I Nyoman Sukadana alias Jeger belum maksimal. Hingga Kamis (14/3) kemarin, baru tiga saksi yang diperiksa. Sedangkan motif kasus tersebut belum terungkap. “Baru hari ini (Kamis kemarin) kami bisa melakukan penyidikan secara in-

han. Tak jelas siapa yang memulai. Yang jelas, dua kelompok massa yang datang menonton konser terlibat perkelahian hingga mengakibatkan beberapa orang terluka. Polisi masih menginventarisir jumlah korban Data sementara, korban luka ada

empat orang. Tiga orang dari Pedahan yakni I Made Jaya alias Kolo (29), Kadek Putra alis Bun (21) dan Komang Serawan alis Negro (21). Seorang korban luka lainnya berasal dari Telaga. Mereka umumnya luka di kepala, namun tidak serius.  Baca Konser... di Hal. 15

Seorang Warga Tertimpa Longsor

DenPost/kertanegara

PEMBOBOL KOS – Kanitreskrim Polsek Densel AKP Andhika Fitransyah (duduk) menggelar sebagian pengungkapan kasus pembobol kos-kosan (dari kiri ke kanan), tersangka Hendro Saputro, I Wayan Budiasa alias Yan Nik, I Gede Oka Surya Putra alias Lepung, Ketut Abdul Rohman, Daniel Windu Januarta dan Muklis Gama. an besar di wilayah Gelogor Carik, Panjer, dan Sidakarya. “Sering lalainya penghuni kos-

Singaraja, DenPost Sebatang pohon tumbang melintang di ruas jalan raya Singaraja-Bangli, tepatnya di Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (14/3) kemarin, sekitar pukul 13.00. Akibatnya, jalur Singaraja-Bangli macet total sekitar 2,5 jam. Para pengguna jalan diarahkan melalui jalur alternatif Desa Depeha-Desa Bulian, bila ingin lebih cepat sampai ke Kota Singaraja, atau sebaliknya. Arus lalu lintas baru berjalan normal setelah warga turun tangan memotong kayu dengan gergaji mesin milik warga. Pasalnya, bantuan dari pemerintah terlalu lama datang.  Baca Pohon... di Hal. 15

kosan, menyebabkan para tersangka beraksi.  Baca Densel... di Hal. 15

Gasak Empat Motor, Kakek Diringkus

Jawab : Matur suksme. Mari berjuang dengan kesantunan dan ketulusan. 2. @MadeMci : Ne mare jeg PAS untuk Bali. Sing arogan, kalem, santun, berwibawa. Maju PAS.

Kuta, DenPost Anggota Polsek Kuta, Rabu (13/3) malam lalu menggerebek tempat tinggal tersangka garong motor, Lukman (63), di Jl. Letda Reta XX, Dentim. Kepada polisi, kakek bertubuh kurus ini mengaku, mencuri empat motor untuk disewakan. Menurut sumber DenPost Kamis (14/3) kemarin, kasus pencurian motor di wilayah Kuta cukup meresahkan. Polisi lalu melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus tersebut. Setelah beberapa hari menyelidiki, akhirnya polisi mengantongi ciri-ciri sang maling.  Baca Gasak... di Hal. 15

@smetonpuspayoga : Suksme. Mari berjuang menjaga Bali. 3. @Chica Widyaningih : Pembangunan yang tidak selaras dengan Tri Hita Karana; para investor yang tidak apresiatif terhadap budaya Bali – semuanya harus dihentikan, dan segera. @smetonpuspayoga-sukrawan : Astungkara. Mari menjaga Bali.

DenPost/robin

DenPost/rahken

POHON TUMBANG - Akibat pohon tumbang di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (14/ 3) kemarin, yang mengakibatkan jalur SingarajaBangli macet total selama 2,5 jam.

Lukman

Pasangan ABG yang Pesta Seks

Diganjar Sanksi Adat Sesuai ”Perarem”

DenPost/witari

SELESAIKAN KASUS - Pertemuan di Kelurahan BB Agung guna menyelesaikan kasus penggerebekan pasangan remaja di rumah kontrakan saat Nyepi lalu. C. 288

Pascapenggerebekan empat anak baru gede (ABG) yang diduga pesta miras serta pesta seks, dan penghuni kontrakan di Perumnas Baler Bale Agung, Negara, saat Nyepi lalu, dilaksanakan sidang adat di Kantor Lurah Baler Bale Agung,Negara, Kamis (15/3) kemarin.

PENGONTRAK rumah yakni AA, dan empat ABG, bersama orangtua mereka dipertemukan dengan sejumlah pihak dari bendesa adat, babinkamtibmas, sekolah, hingga tokoh masyarakat setempat. Pertemuan dipimpin Lurah BB Agung, I Putu Nova Noviana dan Bendesa BB Agung, Nengah Subagia. Sidang adat tersebut menjatuhkan sanksi adat bagi kedua pasangan ABG itu. Sedangkan pengontrak rumah diganjar sanksi adat dan dinas. Mareka dinilai lalai dan mengganggu pelaksanaan Nyepi. Dua cewek ABG yang terlibat pesta seks itu mengaku bahwa mereka sempat pingsan saat pesta mi-

numan keras (miras) di sekitar Gedung Kesenian Negara pada malam Pangerupukan, Senin (11/3) lalu. Mereka kemudian dibawa kedua teman prianya ke rumah kontrakan AA di BB Agung tanpa melapor ke pihak lingkungan. Bendesa yang hadir itu yakni Bendesa Berangbang I Nengah Sudama dan Bendesa Banjar Tengah I Ketut Suarnita. Keduanya menyerahkan sanksi sesuai perarem banjar adat setempat. Mengingat keempat pelaku masih remaja dan sekolah, sanksinya diharapkan lebih ringan. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi mereka.  Baca Diganjar... di Hal. 15


Metro Denpasar

2

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

Fasilitas Interior Tak Ada, Tiga Asisten Walikota Masih ”Ngungsi” Dauh Puri, DenPost Tahapan renovasi lantai dua Kantor Walikota Denpasar telah selesai dikerjakan, akhir Desember tahun lalu. Namun, setelah pengerjaannya selesai, bangunan tersebut tak kunjung ditempati ketiga Asisten Walikota. Praktis karena belum bisa ditempati, ketiga asisten inipun masih mengungsi di ruangn lainnya. Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar, IB Rahoela yang dikonfirmasi, mengakui ruangan yang telah selesai direnovasi tersebut, hingga akhir kuarDenPost/eka tal pertama masih belum IB Rahoela bisa ditempati. Pasalnya, ruangan yang telah selesai dibangun di lantai dua tersebut, fasilitas interior masih belum ada. ‘’Karena fasilitas interior belum ada, maka ruangan itu belum bisa ditempati,’’ kata Rahoela, Kamis (14/3) kemarin. Diungkapkannya, ruangan baru di lantai dua tersebut, diperuntukkan tiga Asisten Walikota, yakni asisten I, asisten II dan asisten III. Selain ruangan untuk asisten, pada bangunan lantai dua Pemkot Denpasar ini juga terdapat ruang rapat yang difungsikan untuk membahas kinerja. ‘’Karena ruangannya masih kosong, maka belum bisa ditempati. Masak ruangan yang belum ada fasilitas interior ditempati? Apakah asisten yang menempati ruangan itu harus duduk lesehan?,’’ ujarnya seraya tertawa. Ditambahkannya, untuk fasilitas interior pada ruangan yang bakal ditempati tiga asisten tersebut, berbeda anggarannya dengan pembangunan fisiknya. Hingga kini fasilitas interior tersebut masih dicarikan solusi untuk pos anggarannya. “Setkot sudah meminta agar pengadaan fasilitas interior bisa dilaksanakan dan hingga kini masih dicari pos anggaran yang tepat,” jelasnya. Rahoela yang masih menempati ruang Humas Kota Denpasar, lantaran ruangannya dipakai Asisten I guna menjalankan tugasnya sehari-hari, tak terganggu dengan ruang Humas Kota Denpasar yang ditempati sekarang. ‘’Yang terpenting di sini adalah ruangan yang akan dipakai tiga asisten bisa selesai dengan baik. Apakah itu fasilitas interior dan yang lainnya. Dengan kelengkapan itu, tentunya tiga asisten yang akan menempati ruangannya bisa menempatinya dengan nyaman,’’ ucapnya. Sementara Kabid Tata Ruang Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa, menyatakan, fasilitas interior yang akan ada pada ruangan baru di lantai dua tersebut, akan dikerjakan seperti penataan ruang asisten lama. Sedangkan untuk anggarannya akan diusahakan pada anggaran induk 2013 dan anggaran perubahan. (112)

Bangunan Melanggar di Jalan Kebo Iwa Dipantau Padangsambian Kaja, DenPost Pascadisidak Dinas Tramtib dan Satpol PP Kota Denpasar, bersama Kepala Desa Padangsambian Kaja, beberapa waktu lalu, bangunan yang melanggar sempadan jalan di Jl. Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, tepatnya di depan SD Tunas Daud, sepi aktivitas. Tak ada aktivitas melanjutkan pembangunan maupun aktivitas buka rumah makan. Kepala Desa Padangsambian Kaja, I Made Gede Wijaya, mengatakan, setelah mendapatkan teguran beberapa waktu lalu, pemilik bangunan yang melanggar sempadan jalan di Padangsambian Kaja itu, tak melakukan aktivitasnya, seperti melanjutkan pemabngunan maupun membuka usaha rumah makannya. ‘’Tidak ada kegiatan aktivitas, warung makan tutup tidak ada kegiatan semenjak penertiban,’’ kata Gede Wijaya, Kamis (14/3) kemarin. Kendati tak ada denyut aktivitas, pihaknya mengaku akan terus memantau bangunan tersebut. ‘’Paginya saya lewat di sana, tidak ada aktivitas apapun. Semua usaha di tempat itu, tutup,’’ ujarnya. Lalu bagaimana dengan janji pemilik bangunan yang akan membongkar bangunannya? Gede Wijaya menyatakan, mungkin karena hari raya menumpuk, pemilik bangunan tak bisa melakukan pembongkaran. Kendati demikian, pihaknya berharap pemilik bangunan bisa sesegera mungkin membongkar bangunannya yang melanggar itu. ‘’Kami akan terus memantau bangunan itu. Mudah-mudahan segera dibongkar pemiliknya,’’ ucapnya. Sekedar diketahui, bangunan rumah makan yang menjorok di Jl. Kebo Iwa Utara , Padangsambian Kaja, (depan SD Tunas Daud), akhirnya disidak Dinas Tramtib dan Satpol PP Kota Denpasar, Rabu (6/3) lalu. Dalam sidak yang dipimpin Kadis Tramtib dan Satpol PP, IB Alit Wiradana, didampingi Camat Denbar, IB Joni Ariwibawa, Kepala Desa Padangsambian Kaja, I Made Gede Wijaya ini, pemilik bangunan menyatakan siap membongkar bangunannya yang melanggar sempadan jalan itu. Pernyataan siap membongkar bangunan yang melanggar sempadan jalan itu, diungkapkan pemilik bangunan, di kantor Kepala Desa Padangsambian Kaja. Dalam sidak tersebut, aparatur pemerintah di Kota Denpasar ini, bertemu langsung dengan pemilik bangunan. Bahkan, pemilik bangunan pun langsung dipanggil untuk datang di kantor Kepala Desa Padangsambian Kaja. (112)

TKI - Sejumlah calon TKI asal Bali yang tertipu agen tenaga kerja saat meminta bantuan hukum ke LBH Bali, Kamis (14/3) kemarin.

Disnaker Diminta Tegas Tangani Agen TKI Nakal Denpasar, DenPost Sejak tahun 2011 lalu, tercatat 52 TKI asal Bali tertipu sejumlah agen TKI nakal. Dari 52 korban tersebut, baru tiga orang yang mau melaporkan diri ke Polda Bali. Hal ini diungkapkan Koordinator Lembaga Bantauan Hukum (LBH) Bali, Made Sugianta , Kamis (14/3) kemarin. Dikatakan, rata-rata para calon TKI ini ditipu oleh agen mulai Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. “ Dari 52 korban , baru tiga yang melapor ke polisi yakni Made Arsana yang dirugikan Rp 30 juta, Budi Antara Rp 20 juta dan

M. Tofik Yulianto yang dirugikan Rp 30 juta oleh PT Fortuna Bali Cemerlang dan PT Reka Wahana Mulya selaku agen TKI,”,ujarnya. Lebih lanjut Sugianta mengatakan, pihaknya menyayangkan ini bisa terjadi dan

Genta Interaktif Topik : Rai Mantra Kenalkan Endek kepada Awak Kapal Perang Perancis Silakan berkomentar di telepon (0361) 2782445 mulai pukul 10.00

terus memakan korban warga Bali. “ Kita juga menyayangkan Dinas Tenaga Kerja Bali dan pihak BP3TKI sekan lepas tangan dengan masalah ini dan sepertinya ada proses pembiaran kare-

na setiap tahun memakan korban sperti ini. Bahkan pihak korban yang kena tipu ini September 2012 sempat melakukan upaya damai dengan pemilik agen. Namun tidak ada ahsil juga,” jelas Sugianta. Bahkan paling memprihatinkan, laporan para TKI yang disampaikan ke BP3TKI dan Dinas Tenaga Kerja Propinsi Bali tidak pernah direspons. Sementara salah satu calon TKI yang sempat kena tipu, Wayan Gede Suar-

DenPost/dewa

dipa mengaku, awalnya dirinya melihat iklan di koran mengenai adanya keberangkatan TKI keluar negeri. Nyatanya dirinya pun terkena tipu oleh agen yang mengirimkannya tersebut. “ Awalnya saya diminta uang Rp 55 juta, namun karena tidak punya akhirnya diminta Rp 20 juta dan mengurus visa Rp 5 juta. Tapi hingga sekarang saya tidak diberangkatkan juga dan uang saya juga tidak dikembalikan,”terangnya. (115)

Desa Tegal Kerta Raih Prestasi Terbaik Bidang Keuangan Tegal Kerta, DenPost Desa Tegal Kerta, Denpasar Barat meraih prestasi terbaik bidang keuangan dan inovasi tata kelola pemerintahan desa dalam lomba penilaian yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Kades Tegal Kerta, I Putu Tjawi, Kamis (14/3) kemarin, mengatakan, selain meraih prestasi terbaik pengelolaan keuangan dan inovasi tata kelola pemerintahan desa, juga sebagai nominator kinerja keuangan dan inovasi bidang tata kelola pemerintahan desa. “Prestasi yang sayan

raih ini tidak terlepas dari dukungan perangkat desa, Badan Perwakilan Desa (BPD), LPM, termasuk delapan kepala dusun,’’ kata Tjawi. Tjawi mengemukakan, prestasi yang diraihnya juga tidak terlepas dari dukungan semua pihak, sehingga mampu merebut apa yang diidamkan semua desa yang ada di Kota Denpasar. Pasalnya, banyak desa memiliki peluang yang sama, namun dewi fortuna berpihak kepada Desa Tegal Kerta. Apalagi prestasi yang diraih ini merupakan luar biasa dan menjadi catatan

tersendiri bagi Desa Tegal Kerta. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada perangkat desa dan masyarakat telah membantu apa yang kami lakukan selama ini. Tanpa dukungan semua pihak, kami akan tidak ada artinya selaku pucuk pimpinan di Desa Tegal Kerta,’’ ujar Tjawi. Tjawi mengakui, apa yang diraihnya ini menjadi tantangan ke depan untuk dapat mepertahankan kinerjanya. Karena, semua desa yang ada di Kota Denpasar akan memiliki obsesi separti apa yang telah digapai Desa Tegal Ker-

ta. “Prestasi yang kami raih tahun ini akan dieveluasi oleh pemkot Denpasar tahun 2014. Apakah mampu kami mempertahankan atau tidak akan menjadi evaluasi bagi Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra,’’ ucapnya. Desa Tegal Kerta dengan jumlah penduduk 13 ribu lebih tersebar di delapan dusun yakni, Dusun Tegalwangi, Dusun Buana Asri, Dusun Muliawan, Dusun Buana Sari, Dusun Panca Kerta, Dusu Graha Santi, Dusun Manut Negara dan Dusun Merta Gangga. (103)

DenPost/pasma

Putu Tjawi

Sikapi Hasil ’’Try Out’’ UN

Siswa ’’Bermasalah’’ Digembleng Khusus HASIL try out Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan SMA/SMK yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali, wajib disikapi dengan serius oleh seluruh SMP dan SMA/SMK di Bali. Pasalnya, masih banyak siswa yang mendapatkan nilai 4,0 ke bawah untuk mata pelajaran yang di-UN-kan. Apabila persiapan siswasiswa tidak secepatnya dimantapkan, dikhawatirkan hasil try out yang babak-belur itu berlanjut pada UN sesungguhnya yang digelar April mendatang. Seperti dilansir DenPost, persentase siswa peserta try out UN tingkat SMP dan SMA/SMK yang memperoleh nilai 4,0 ke bawah memang cukup mencemaskan. Mereka mayoritas tersandung pada mata pelajaran Matematika. Di jenjang pendidikan SMP, dari 57.664 siswa SMP/MTs yang mengikuti try out, 42.129 siswa (73,06 %) mendapatkan nilai 4,0 ke bawah untuk mata pelajaran Matematika, dengan nilai terendah 0,25. Hasil yang

DenPost/putra sasmita

Nyoman Purnajaya

I Ketut Sukarta

tak kalah buruknya juga dicatat siswa-siswa SMA/SMK. Untuk program Bahasa yang diikuti 3.993 siswa, tercatat 3.123 siswa (78,21 persen) meraih nilai 4,0 ke bawah untuk mata pelajaran Matematika. Program IPS, 7.227 siswa (53,49 persen) mendapatkan nilai 4,0 ke bawah untuk mata pelajaran Matematika. Program IPA, 7.044 siswa (52,14

persen) jatuh di mata pelajaran Fisika. Di tingkat SMK, persentase siswa yang memperoleh nilai 4,0 ke bawah untuk mata pelajaran Matematika juga sangat tinggi yakni mencapai 83,88 persen. Lantas bagaimana sekolah menyikapi hasil try out yang babakbelur itu agar tidak berlanjut pada UN mendatang? Dihubungi Kamis (14/3)

kemarin, Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, mengatakan pihaknya memberlakukan kewajiban mengikuti pembekalan khusus bagi para siswa yang prestasi akademiknya dinilai mencemaskan alias berpotensi tidak lulus pada UN mendatang. Namun, mereka tidak dimasukkan ke kelas khusus tapi tetap bergabung dengan rekan-rekannya yang lain. Hanya saja, perkembangan prestasi akademik siswasiswa yang bermasalah dipantau secara ekstraketat oleh guru-guru mata pelajaran yang di-UN-kan. ‘’Kami tidak mau membuat kelas khusus karena khawatir strategi itu justru mempengaruhi psikologis siswa-siswa bersangkutan. Kalau mereka dibina secara terpisah, jelas mereka merasa dibedakan dari rekan-rekannya,’’ katanya. Purnajaya menambahkan, hasil try out UN SMAN 1 Denpasar memang tidak terlalu mencemaskan. Dari 512 siswa yang ikut try out Program IPA dan IPS, hanya 5 persen yang

memperoleh nilai 4 ke bawah. ‘’Meskipun bobot atau tingkat kesulitan soal try out lebih sulit dari soal UN yang sesungguhnya, persentase kelulusan siswa kami cukup tinggi. Namun, hasil itu tidak akan membuat kami lengah untuk tidak mempersiapkan anak-anak secara optimal. Sama seperti UN tahun lalu, kami punya target untuk meraih kelulusan 100 persen,’’ katanya. Strategi memberikan pembekalan khusus juga ditempuh SMPN 10 Denpasar. Pada try out lalu, tercatat 33 siswa dari 318 siswa di sekolah yang dipimpin Drs. I Ketut Sukartha, ini dinyatakan masih mengantongi nilai empat ke bawah. Khusus untuk siswa-siswa yang belum mampu memenuhi standar nilai minimal kelulusan itu akan dimasukkan ke kelas khusus sesuai mata pelajaran yang dinilai lemah. ‘’Pembekalan khusus itu bukan semata ditujukan agar siswa lulus UN 100 persen, tapi juga ditujukan untuk meningkatkan nilai rata-rata UN sekolah,’’ ujarnya. (pus)

Lomba Ogoh-ogoh di Kesiman Semarak

DenPost/pasma

SERAHKAN GEROBAK - Sekot Denpasar, AAN Rai Iswara didampingi Kadisdikpora, Eddy Mulya; Kepala DKP, I Ketut Wisada dan Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodra menyerahkan bantuan gerobak sampah kepada SMPN 12 Denpasar di Peguyangan dalam rangka gerakan kebersihan dan penghijauan diterima langsung Kepala SMPN 12 Denpasar, I Nengah Narsa.

Kesiman, DenPost Tak hanya parade ogohogoh yang terpusatkan di Catus Pata (Patung Catur Muka), lomba ogoh-ogoh juga digelar Desa Adat Kesiman yang mewilayahi tiga desa dinas, yakni Desa Kesiman Petilan, Kesiman Kertalangu, dan Kelurahan Kesiman, di Catus Pata Perempatan Tohpati, Kesiman, Senin (11/3) malam lalu. Lomba ogoh-ogoh yang diikuti 28 bajar se-Desa Kesiman ini, dibuka Wawalikota, IGN Jaya Negara. Dari 28 banjar se-Desa Kesiman yang mengikuti lomba ogoh-ogoh itu, yakni Kelurahan Kesiman diikuti 13 banjar, Kesiman Petilan (7 banjar), dan Kertalangu (8 banjar). Bendesa Desa Pakraman Kesiman, Drs. I Made Karim,

mengatakan, ogoh-ogoh merupakan salah satu ikon budaya yang merupakan ajang kreativitas remaja dan pemuda dalam gerakannya yang dinamis, memacu sebuah ide dalam menuangkan kreativitas berkarya yang harus diperhatikan. ‘’Lomba kategori kreativitas ogoh-ogoh antarbanjar seDesa Pakraman Kesiman ini, sebagai salah satu media mengakomodasi kreativitas kaum muda untuk melestarikan warisan budaya Bali,’’ kata Karim. Diungkapkannya, lomba ogoh-ogoh se-Desa Pakraman Kesiman ini, berdasarkan hasil rapat antara Kepala Desa Kesiman Petilan, Kepala Desa Kesiman Kertalangu, Lurah Kesiman, dan pengurus LPM Desa Kesiman Petilan, 11

Januari lalu. Setelah itu, dilanjutkan hasil rapat antara Kepala Desa Kesiman Petilan, Kepala Desa Kesiman Kertalangu, Lurah Kesiman, Bendesa Desa Pakraman Kesiman, dan pengurus LPM Desa Kesiman Petilan, 14 Januari, dan 28 Januari lalu, yang kembali melibatkan pengurus LPM Desa Kesiman Petilan, LPM Desa Kesiman Kertalangu, dan LPM Kelurahan Kesiman. Dalam lomba ogoh-ogoh tersebut, sebagai pembuka, yakni ogoh-ogoh Jogor Manik garapan Br. Tohpati, Kesiman. Perpaduan atraksi ogoh-ogoh yang dibawakan peserta, plus didukung baleganjur dan pragmentari, disambut meriah penonton yang memadati Catus Pata Tohpati, Kesiman. (112)

DenPost/eka

ATRAKSI – Peserta ogoh-ogoh dari Tohpati, Kesiman, memperagakan atraksinya dalam lomba ogoh-ogoh yang digelar Desa Adat Kesiman di Catus Pata Tohpati, Kesiman, Senin (11/3) malam lalu.


3

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

PROGRAM Pelayanan Akta Kelahiran

Badung Terapkan Sistem Jemput Bola Mangupura, DenPost Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung melakukan terobosan jemput bola dengan menggelar sidang keliling untuk pengurusan akta kelahiran yang melampaui batas waktu satu tahun. Program kerjasama Disdukcapil Badung DenPost/suryaningsih dengan Pengadilan Gede Wijaya Negeri (PN) Denpasar itu akan diawali dari Kantor Kecamatan Petang. ’’Besok (hari ini - red) kami akan mengadakan sidang keliling yang kami awali dari Kantor Kecamatan Petang. Setelah nanti keluar nomor penetapannya, hari itu juga akta kelahiran akan langsung kami proses,’’ kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Badung, Drs. Gede Wijaya, Kamis (14/3) kemarin. Menurut Gede Wijaya, untuk persidangan keliling di Kecamatan Petang tercatat sekitar 85 yang akan disidangkan. Sementara dari usulan yang sudah masuk di seluruh Kabupaten Badung mencapai 315 usulan. Untuk sidang keliling ini, lanjut Wijaya, tidak hanya digelar di Kecamatan Petang, karena nantinya juga akan digelar ke seluruh kecamatan yang ada di Badung. ’’Hanya saja, kami masih akan menyesuaikan jadwal dengan pihak PN Denpasar, untuk sidang keliling berikutnya di seluruh kantor kecamatan yang ada di Badung,’’ kata Wijaya. Ketika ditanya masalah biaya, Gede Wijaya mengatakan proses pengurusan akta kelahiran di program sidang keliling hanya dikenakan biaya Rp 241.000. ’’Beban biaya itu pun tidak dibayarkan melalui Disdukcapil, karena pihak pengusul langsung membayarkannya ke pihak bank yang sudah ditunjuk,’’ tegasnya. Program sidang keliling tersebut, kata dia, merupakan salah satu program yang tujuannya untuk mempercepat kepemilikan akta kelahiran, khususnya untuk masyarakat Badung. ’’Terlepas dari itu, Disdukcapil juga mempunyai target, seluruh masyarakat Badung memiliki akta, baik itu akta nikah, akta kematian maupun akta kelahiran,’’ tandasnya. (111/*)

Angkat Tema Reformasi Birokrasi

Humas BPKP Pusat Wawancarai Bupati Badung Mangupura, DenPost Dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa Pemkab Badung berkomitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi merupakan sebuah proses sistemik yang membutuhkan dukungan semua stakeholder baik di tingkat pusat maupun daerah. Demikian Sekab Badung, Kompyang R Swandika, saat diwawancarai Humas BPKP Pusat, Diana Chandra, yang juga auditor madya terkait pembuatan artikel untuk majalah Warta Pengawasan, di Ruang Pertemuan Sekab Badung di Pusat Pemerintah Kabupaten Badung Mangupraja Mandala Kamis (14/3) kemarin. Kompyang menyebutkan selain harus diwujudkan melalui dorongan yang amat kuat dari kalangan internal birokrasi, faktor-faktor eksternal juga turut berperan dalam mendorong dan mengawal reformasi birokrasi tersebut. Dari lingkungan internal, kata dia, reformasi birokrasi hanya dapat digerakkan oleh

BUMN Ikut Rebut Proyek Kecil Mangupura, DenPost Kontraktor lokal mulai mengeluhkan ulah BUMN (Badan Usaha Milik Negara), khususnya sektor karya atau konstruksi, yang ikut berebut proyek daerah. Kadin (Kamar Dagang Indonesia) Kabupaten Badung menuding perusahaan konstruksi negara ini telah melanggar kesepakatan dengan turut dalam tender yang nilainya di bawah Rp 25 miliar yang seharusnya diserahkan kepada kontraktor di daerah. ’’Upaya Pemeritah Pusat dalam memberdayakan pengusaha kontruksi di daerah hanya omong kosong. Sebab, BUMN telah melanggar kesepakatan yang mereka buat sendiri dengan ikut dalam tender yang nilainya di bawah Rp 25 miliar,’’ ujar Ketua Kadin Badung, AA Ngurah Alit Wiraputra, Kamis (14/3) kemarin. Padahal, menurut Alit Wiraputra, Menteri BUMN telah sepakat bahwa BUMN khususnya sektor kontruksi tidak mengikuti tender pemerintah di bawah Rp 25 miliar. Hal ini untuk memberi kesempatan kepada pengusaha pemula maupun daerah. Keputusan itu juga dipertegas oleh Presiden RI yang meminta BUMN yang skala usaha besar tidak bersaing dengan pengusaha kecil yang ada di daerah. Salah satu bukti di mana BUMN konstruksi ikut melakukan pelelangan, lanjut Alit, yakni pada proyek paket pemeliharaan berkala Jl. Tugu Ngurah Rai-Nusa Dua (saluran drainase/penanganan banjir) yang pagu dananya hanya Rp 22.973.060.000. ’’Tuduhan kami bukan tanpa bukti. Ini baru satu proyek, masih banyak proyek kecil lainnya di daerah yang dimenangkan perusahaan BUMN,’’ katanya. ’’Undang-undang BUMN sudah jelas mengatur bahwa BUMN hanya boleh mengerjakan proyek-proyek yang menggunakan teknologi tinggi atau proyek-proyek percontohan. Sedangkan proyek seperti pemeliharaan saluran drainase adalah proyek yang lingkup pekerjaannya sudah sering dikerjakan oleh kentraktor daerah,’’ imbuhnya. Lebih lanjut dikatakan, kalaupun BUMN ingin mengambil proyek besar, tetap harus ada joint operation dengan kontraktor di daerah. Sementara yang selama ini terjadi, kontraktor lokal hanya mendapat sub-nya saja. ’’Ini tidak fair, proyeknya dimenangkan BUMN konstruksi, tapi yang mengerjakan kontraktor-kontraktor di daerah. Dari pendanaan awal hingga alat berat pun dari kontraktor lokal, karena mereka kebanyakan tidak memiliki alat berat,’’ bebernya. Atas kondisi itu, Alit mengatakan para kontraktor di daerah terutama di Bali telah dilaporkan ke Presiden RI, DPR RI Komsi VI, Menko Perekonomian, Kementrian PU, dan Gubernur Bali. ’’Kami juga tembuskan surat tersebut ke instansi serta asosiasi terkait di Bali agar mereka tahu kondisi di lapangan seperti apa,’’ pungkasnya. (111)

na itu upaya-upaya peningkatan kualitas pelayanan publik telah dilakukan terutama dengan memprioritaskan pada upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat sehingga aksesibilitas pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas penanganan yang amat serius,’’ ujar Swandika. Terhadap hal itu, Swandika menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung dalam mencapai opini WTP, melalui perjuangan panjang serta kerja keras serta yang terpenting menindaklanjuti arahan BPK, mengingat awalnya Badung memperoleh opini disclaimer akibat pengelolaan aset yang belum optimal akibat banyaknya bukti aset yang terbakar di tahun 1999 serta hak kepemilikan tanah adat yang diperuntukkan untuk sekolah dan puskesmas. ’’Berkat pendampingan BPKP Provinsi Bali dan komitmen seluruh Pemerintah Kabupaten Badung akhirnya dicapai opini WTP,’’ katanya. Swandika juga mengungkap-

DenPost/suryaningsih

FOTO BERSAMA – Sekab Badung foto bersama dengan jajaran BPKP Pusat dan BPKP Perwakilan Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Sekab Kamis (14/3) kemarin. kan Kabupaten Badung merupakan 6 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjukkan sebagai Kabupaten Percontohan SPIP. Wisnu Bawa Temaja menegaskankan Inspektorat Daerah Kabupaten Badung komit untuk mengawal tegaknya reformasi birokrasi. Tidak hanya memeriksa laporan dari masyarakat, melainkan ikut aktif dalam per-

encanaan usulan kegiatan dari masyarakat maupun SKPD, mengawasi pelaksanaan APBD serta memeriksa laporan pelaksanaan kegiatan. ’’Inspektorat terlibat langsung sejak dari perencanaan bersama Bappeda Litbang hingga pelaksanaannya terus diawasi agar tepat sasaran dan pemanfaatan anggarannya,’’ tegas Wisnu. (111/*)

Dewan Siap Paripurnakan Ranperda Penanggulangan Bencana

KONDISI Kontraktor Lokal Mengeluh

jajaran PNS yang profesional, memiliki integritas dan rasa nasionalisme tinggi serta dengan didukung pula oleh kesejahteraan pegawai yang memadai berdasarkan atas analisis beban kerja. Menyinggung masalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung terkait pelayanan publik, Komyang mengatakan esensi pelayanan publik yang berkualitas adalah semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan kebutuhan, biayanya terjangkau serta adanya kecepatan dan ketepatan dalam pemberian pelayanannya. ’’Jadi bukan sekadar pelayanan gratis, karena semua pelayanan gratis yang tidak proporsional justru memanjakan dan tidak mendidik masyarakat. Jadi peningkatan kualitas layanan publik harus disertai dengan upaya mengedukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kami di Kabupaten Badung menyadari bahwa peningkatan kualitas dalam pelayanan publik ini menjadi dambaan masyarakat. Kare-

DenPost/dok

Alit Yandinata

Mangupura, DenPost Ranperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kabupaten Badung tuntas sudah dibahas di tingkat pansus. Selanjutnya, ranperda dibawa ke paripurna internal DPRD Badung. Dengan payung hukum berupa perda, penanggulangan bencana di Badung diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Ketua Pansus, I Putu Alit Yandinata, Kamis (14/3) kemarin mengatakan sejumlah hal penting dalam penanggulangan bencana telah dimasukkan dalam ranperda. Hal dimaksud baik menyangkut prabencana maupun upaya preventif, saat tanggap daru-

rat dan pascabencana. Sementara terkait standar operation procedure (SOP) selanjutnya perlu diatur lebih jauh melalui peraturan bupati. Menurut Alit, dengan aturan hukum berupa perda, pansus berharap penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif. Tidak seperti saat ini, ketika bencana terjadi baru instansi terkait kelabakan menanganinya. Memang instansi terkait seperti BPBD telah bergerak cepat ketika bencana terjadi. Tetapi sayang, banyak terjadi bantuan pascabencana yang justru terlambat datang. Di perda inilah, kata Alit, diupayakan hal itu tidak ter-

jadi lagi. Upaya prabencana juga dimasukkan. Untuk prabencana, hal tersebut tergantung instansi terkait. Instansi terkait harus menyiapkan hal-hal yang diperlukan dalam memasukkannya dalam rencana kerja anggaran, guna mengantisipasi terjadinya bencana sehingga penanggulangannya bisa lebih komperhensif. ’’Misalnya, masalah sampah. Sampah kiriman yang biasa berjubel di Kuta tiap tahunnya itu kami masukkan sebagai bencana. Selain diantisipasi, karena itu bencana, nantinya instansi terkait bisa menggunakan dana dari pos dana tak terduga sehingga kinerjanya bisa leb-

ih cepat,’’ katanya. Dengan adanya perda itu nanti, lanjutnya, hirarki di pemerintah juga akan lebih efektif, di mana peran sentral koordinasi dipegang oleh Sekab. Dijelaskannya, bantuan penanggulangan bencana telah diatur dalam Permendagri No. 13 tahun 2006. Jika dikomparasikan dengan daerah lain, dana tak terduga di Badung jauh lebih kecil ketimbang di Bekasi. Badung hanya menganggarkan Rp 3 miliar sementara Bekasi Rp 35 miliar. Menurut Alit, hal itu wajar dan sangat tergantung kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing. (102/*)

Berstatus Milik Pribadi

BPBD Tetap Ajukan Permohonan Bantuan untuk Pasar Sentral Mangupura, DenPost Musibah kebakaran yang menimpa Pasar Sentral, Benoa, Kuta Selatan, belum diketahui penyebab pastinya. Meski begitu, tim gabungan tetap melakukan investigasi terkait kebakaran yang terjadi saat pangrupukan. Begitu pun mengenai kerugian materi yang ditimbulkan. Hingga Kamis (14/3) kemarin belum ada kepastian berapa total kerugian dari musibah tersebut. Terkait bantuan materi kepada para pedagang pun belum ada kejelasan, apakah Pemkab Badung akan membantu atau tidak. Mengingat Pasar Sentral selama ini berstatus pasar pribadi. Menanggapi hal itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Badung, Gusti Nyoman Adnyana, mengatakan melalui tim tetap akan mengajukan permohonan bantuan ke Pemkab Badung. Hal itu masih perlu dikoordinasikan lagi dengan pihak-pihak terkait. ’’Verifikasi saat ini sedang berlangsung. Terkait bantuan, kan itu ditangani Bendahara Umum Daerah (BUD). Memang ada dana bencana sekitar Rp 3 mil-

iar. Nanti setelah rampung verifikasinya kami akan tetap mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan,’’ katanya saat dimintai konfirmasi kemarin. Di sisi lain, Direktur Utama PD Pasar Kabupaten Badung, Ketut Golak, mengatakan masalah penanganan termasuk pembangunan pasar bukan merupakan kewenangan PD Pasar. Pihaknya memang tidak menampik menerima retribusi dari pasar tersebut. Namun menurut Golak, retribusi itu dipungut karena pihak pasar selama ini menggunakan akses jalan umum. ’’Kami memang ada memungut retribusi, tapi itu sebagai kompensasi mereka menggunakan akses jalan. Kalau pasarnya tutup ya tidak dipungut,’’ katanya. Meski di luar tanggung jawab PD Pasar, Golak menyatakan siap membantu para pedagang bila memerlukan tambahan modal. ’’Ini berlaku untuk semua, tidak hanya pedagang pasar desa adat maupun pasar pribadi. Kalau soal untuk penambahan modal usaha, kami siap membantu,’’ tegasnya.

C.1242

Antisipasi Ke depan, kata Golak, jajaran PD Pasar Badung akan bekerja sama dengan Damkar untuk melengkapi fasilitas penunjang untuk mengantisipasi kebakaran. Dia memandang langkah antisipasi tersebut sangat

penting untuk mencegah timbulnya kerugian yang tidak perlu. Misalnya dengan memasang alat pemadam api ringan. Sebelumnya, Bupati Badung, AA Gde Agung meminta masyarakat sekitar agar ikut membantu membersihkan pu-

ing-puing pasar yang terbakar, meskipun pasar tersebut milik pribadi. Tak hanya itu, dia juga menginstruksikan instansi terkait di bawah koordinasi Sekab untuk mencari solusi meringankan beban masyarakat yang mengalami kerugian akibat kejadian itu. (111)

C.10

C.245


4

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

DUKA CITA

Veteran Pejuang I Made Ogel Berpulang ‰Bergerilya Jadi Pedagang Garam Bualu, DenPost Veteran pejuang I Made Ogel asal Banjar Bualu, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Badung, berpulang Rabu (6/3) lalu sekitar pkl. 21.00. I Made Ogel yang lahir 31 Desember 1928 memiliki seorang istri, Ni Nyoman Romen, 5 orang anak dan 9 cucu serta 11 orang cicit. Kelima anak almarhum masingmasing Ni Wayan Simir, I Nyoman Tarca Antika, I Nyoman Roma, I Ketut Sunarta, DenPost/ist S.E. dan Ni Ketut Keni (alm). I Made Ogel Dengan berpulangnya Pak Ogel, kini veteran yang ada di Bualu tinggal satu orang yaitu Pak Sadeng dari Banjar Penyarikan, Desa Adat Bualu. I Nyoman Tarca Antika didampingi I Ketut Sunarta ditemui di sela-sela persiapan upacara ngaben Kamis (14/3) mengatakan ayahnya memang bersahabat dekat dengan Pak Sadeng. Karenanya sebelum wafat, almarhum sempat berpesan siapa pun yang duluan agar selalu bersama dalam suka dan duka. ’’Karenanya keluarga Pak Sadeng yaitu anaknya, Pak Nyoman Jangkep Astawa sudah kami beritahu pesan almarhum. Bahkan mereka sudah datang ke sini,’’ ujar Tarca Antika. Menurut Sunarta, almarhum bapaknya memang memiliki semangat yang tinggi. Walaupun berprofesi sebagai nelayan dan petani, almarhum juga gigih berjuang bersama para veteran lainnya. Sunarta menyebutkan ayahnya merupakan veteran pejuang penghubung pesan dari wilayah selatan ke utara hingga ke Petang bahkan Margarana. Almarhum rela berjalan kaki cukup jauh untuk membawa pesan ke para pejuang. Bahkan dia harus melalui kamp-kamp atau tangsi militer Jepang. Karenanya dia menyamar sebagai pedagang garam untuk mengelabui para penjajah itu. ’’Pernah bapak saya tertangkap ketika melewati kawasan Mambal, namun dengan cepat pesan yang hendak disampaikan langsung ditelan sehingga tidak diketahui tentara Jepang,’’ papar Sunarta mengenang cerita ayahnya. Walaupun baru mendapat pengakuan sebagai vetaran tahun 2003, Sunarta mengatakan ayahnya selalu bersemangat. Bahkan setiap ada acara peringatan 17 Agustus selalu hadir. ’’Beliau biasa berjalan dari Bualu ke Plaga hingga Margarana membawa pesan ke pejuangg di utara,’’ imbuhnya. Ogel bersama tim pejuang lainnya juga sempat memiliki beberapa bunker yang berlokasi di sekitar kawasan Tanjung Benoa dan sekitarnya. Sunarta berharap semangat dan kepahlawanan ayahnya bisa memotivasi generasi muda, khususnya ke Pemuda Panca Marga agar terus berkobar dalam meneruskan perjuangan ini, apalagi di daerah pariwisata. Termasuk dengan membangun SDM dan pencerdasan bangsa. ’’Mudahmudahan semangat Beliau berjuang tanpa pamrih bisa diteruskan oleh generasi selanjutnya,’’ kata Sunarta dan Tarca Antika. Rangkaian upacara ngaben almarhum, kata Tarca, diawali ngelelet yang kasangra Banjar Bualu pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 16.00, ngaskara Minggu (17/3) pukul 18.00, Senin (18/3) ngaben. Berangkat ke setra dijadwalkan pukul 10.00 dilanjutkan dengan upacara atma wedana (nyekah) sampai selesai. ’’Kami perkirakan upacara selesai pukul 02.00 dinihari besoknya,’’ imbuhnya. (113/*)

Tokoh Masyarakat Dukung Usulan Tukad Mati Jadi Objek Wisata Kuta, DenPost Usulan agar kawasan Tukad Mati dijadikan objek wisata kembali mencuat ke permukaan. Usulan yang sempat dilontarkan seorang praktisi pariwisata, Jro Made Supatra Karang, mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat Kuta. Namun di sisi lain, usulan itu dikhawatirkan akan berbenturan dengan wacana pembangunan jalan di atas Tukad Mati yang sedang dikaji Pemkab Badung. Terkait hal itu, seorang tokoh masyarakat Kuta yang juga anggota DPRD Badung, I GN Anom Gumanti, menilai kedua usulan tersebut sangat positif. ’’Kuta yang krodit memang memerlukan pemikiran semua pihak untuk mencarikan solusinya,’’ katanya ketika dimintai komentar belum

lama ini. Di sisi lain, menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Badung itu, potensi-potensi baru yang ada juga mesti terus dikembangkan agar pariwisata Kuta tidak stagnan. Namun di sisi lain orientasi pengusaha yang berperan dalam pembangunan Kuta harus berpegangan pada konsep ramah lingkungan. Ketika ditanya apakah ha litu tidak berbenturan, dia mengatakan untuk mewujudkan kedua hal itu harus dilakukan kajian yang terintegrasi dan komprehensif. Baik dengan jalan di atas sungai maupun wacana wisata air di bawahnya. ’’Mumpung dijkaji, ya sekalian saja dilakukan kajian komprehensif dan terintegrasi. Apakah hal ini memungkinkan apa tidak,’’

katanya. Intinya, kata dia, Tukad Mati ditata dan tidak menghilangkan fungsi sungai. Bahkan, menurut dia, kalau memungkinkan, bisa jadi jalan di atas sungai dibangun lebih tinggi sehingga tidak mengganggu wisata air di bawahnya. Usulan pemanfaatan Tukad Mati untuk objek wisata sempat dilontarkan praktisi pariwisata yang juga pendiri Kuta Karnival, Jro Made Supatra Karang. Menurut dia, potensi tersebut harus dimanfaatkan. Dia mencontohkan di Belanda ada objek wisata kanal yang memanfaatkan sungai seperti di Tukad Mati. Karena itu, jika tidak dimulai dari sekarang Bali dan Indonesia akan terus tertinggal dari negara lainnya. Hal senada juga dilontarkan Lurah Legian, Made Madia

DenPost/ist

SOSIALISASI PILGUB - Pelawak Ayu Maenah menghibur masyarakat yang datang ke Pasar Manjalangu Kuta pada Rabu (13/3) lalu sambil menyosialisasikan Pilgub Bali 2013.

Sosialisasi Pilgub 2013

KPU Badung Sasar Pasar Manjalangu Kuta, DenPost Menjelang perhelatan pemilihan Gubernur Bali (Pilgub) Bali 15 Mei 2013, senantiasa dimaknai secara filosofis dan yuridis untuk bisa menciptakan pilgub yang demokratis, damai dan semakin berkualitas. Kemasan pentas kesenian tradisional sudah digelar bersamaan dan berturut-turut dari tingkat provinsi, kabupaten hingga kecamatan di seluruh Bali. Sosialisasi juga sudah menyentuh tingkat banjar hingga pasar-pasar tradisional. Hal itu dilakukan tiada lain untuk menjangkau seluruh segmen pemilih di semua tingkatan. Sosialisasi di media cetak dan elektronik pun sedang berjalan untuk menginformasikan selengkapnya tahapan dan mekanisme pilgub kepada masyarakat pemilih. Untuk wilayah Kuta, Rabu (13/3) lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, menyasar Pasar Manjalangu sebagai tempat sosialisasi paling efektif. Selain karena beroperasi selama satu hari penuh ini, dipilihnya Pasar Manjalangu lantaran sarat nilai kearifan lokal yang erat kaitannya dengan kultur masyarakat pantai Kuta. ’’Pasar sehari penuh di mana masyarakat pribumi/krama adat bertemu dengan masyarakat luar Kuta yakni penduduk pendatang hingga wisatawan asing dan domestik. Tradisi Pasar Manjalangu yang rutin dilakukan setiap hari Ngembak Geni ini menarik minat masyarakat untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya ketika pasar-pasar umum masih tutup. Pasar ini cukup strategis bagi KPU Kabupaten Badung dan PPK - PPS di Kuta untuk menyasar penduduk pendatang yang sudah ber-KTP Bali yang sudah menetap di Kuta,’’ terang Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Agung Eka Darmadi. Puncaknya, lanjut Darmadi, diisi acara malam kesenian yang merupakan media hiburan yang bisa digunakan oleh PPK dan PPS untuk melakukan sosialisasi Pilgub Bali 2013. Untuk penyebaran brosur, kata Darmadi sudah dilakukan sejak pagi hari. Warga terlihat antusias mengikuti sosialisasi pilgub tersebut. Terlebih KPU melibatkan pelawak Ayu Maenah untuk menyampaikan tatacara pemilihan. ’’Semua terasa direstui dan teramini. Kuta dan Tuban menjadi penanda partisipasi pemilih pada setiap pemungutan suara, karena kebanyakan penduduk pendatang yang sudah memegang KTP Bali, sangat sibuk dan rendah perhatiannya untuk menggunakan hak pilih. Hal ini sudah kami sosialisasikan jauh-jauh hari untuk lebih menyadari akan pentingnya Pilgub Bali 2013 untuk Bali 5 tahun ke depan dan masa depan Bali,” ujarnya. Ketua KPU Badung, Wayan Jondra, mengharapkan semua PNS dan tokoh masyarakat siap membantu menjadi penyambung lidah KPU dalam sosialisasi tahapan pilgub ini. (111)

Surya Natha. Namun dia mengatakan pihaknya meneruskan apa yang sudah digagas

LPM sebelumnya yang pernah menggelar kegiatan atraksi di Tukad Mati. (113)

Calon Arang Tutup Dharma Santhi di Bualu

DenPost/sugiadnyana

KOMPAK HADIR - Tokoh masyarakat Bualu kompak hadir dalam acara penutupan Dresta Lango Rabu (13/3) malam lalu.

Kutsel, DenPost Pementasan Calon Arang menutup pelaksanaan Dharma Santhi terkait Dresta Lango yang digelar Desa Adat Bualu, Rabu (13/4) malam. Hadir Sekcam Kutsel, I Nyoman Sujendra, anggota DPRD Bali dan Badung dari Bualu serta beberapa tokoh masyarakat lainnya. Sujendra dalam sambutannya mewakili Camat Kutsel memberikan apresiasi atas pelaksanaan Dresta Lango yang digagas Desa Adat Bualu setiap tahun. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, fes-

tival seni tersebut juga jadi ajang promosi karena disaksikan seluruh wisatawan yang menginap di Nusa Dua. Dia berharap pihak hotel yang ada di Nusa Dua terus mendukung kegiatan tersebut, karena berdampak sangat positif bagi usaha mereka. Ketua Panitia, Nyoman Darmu, didampingi Bendesa Adat Bualu, Made Retha, memaparkan Dresta Lango digelar setiap tahun serangkaian Hari Raya Nyepi. Selain dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh, kegiatan tersebut juga diisi dengan festival seni

serta pasar tradisional yang memperdagangkan masakan dan kerajinan khas masyarakat setempat. Selain itu, juga dilaksanakan Dharma Santhi yang dirangkai dengan pementasan Calon Arang yang memukau penonton. Pantauan DenPost, warga dan wisatawan sudah memadati areal catus pata Nusa Dua sejak sore hari. Selain menunggu festival seni digelar, warga dan wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai jenis ogoh-ogoh yang dipajang di beberapa sudut perempatan ini. (113)

Proyek Pelabuhan Perikanan Kedonganan Mulai Ditender Mangupura, DenPost Tender proyek pelabuhan perikanan Kedonganan ternyata sudah ditenderkan oleh Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung. Bahkan proyek senilai Rp 13,8 miliar tersebut sudah menarik 28 calon re-

kanan untuk berebut memenangkannya. Kepala Disnakkanlut Badung, Made Badra, Kamis (14/3) kemarin mengatakan tender sudah dibuka sejak 5 Maret 2013 lalu dan berakhir 19 Maret 2013. Jika tidak ada halangan, lanjut Badra, akhir

bulan ini pemenang tender sudah bisa diketahui. ’’Anggarannya menggunakan APBD 2013. Kami berharap akhir bulan ini sudah ada pemenangnya, sehingga proyek bisa segera dikerjakan,’’ katanya. Setelah mendapatkan pe-

Harga Bawang Putih Melejit, Pengusaha Keripik Menjerit

POLITIK

DenPost/dok

WISATA ALTERNATIF - Tukad Mati yang diusulkan jadi objek wisata alternatif.

PASANGAN suami-istri Wayan Parwasa - Desak Made Suparmi, tidak bisa lagi sumringah saat menghitung keuntungan dari berjualan keripik ladrang. Sejak harga bumbu khususnya bawang putih dan bawang merah melonjak, praktis keuntungan berlipat yang biasa diperolehnya, kini terpangkas. Bagaimana tidak, usaha keripik ladrangnya sangat bergantung pada kedua jenis bumbu dapur tersebut. Sebagai bahan utama selain tepung, berkat bawang - kesuna itulah citarasa keripik ladrang Parwasa dikenal masyarakat hingga ke luar Sading, tempat di mana dia merintis usaha kecilnya. Ditemui di rumahnya di Desa Sading, Mengwi, Badung, Kamis (14/3) kemarin, Parwasa mengaku kenaikan harga bawang putih yang menembus Rp 75.000 per kilo telah mencekik bisnisnya. Dia pun terpaksa menekan produksi keripik sejak harga bawang naik sepekan terakhir. ’’Ini sangat memberatkan kami selaku pengusaha kecil. Harga bawang putih di Pasar Sempidi sudah Rp 75.000 per kilogram. Padahal sebelum kenaikan, hanya Rp 20.000 per kilogram. Sebelumnya, sekali membuat bumbu untuk ladrang saya menghabiskan bawang putih saja 5 kilogram. Sekarang tidak bisa segitu lagi, keuntungannya langsung tidak kelihatan,’’ katanya. Dikatakan Parwasa, bila biasanya untuk bumbu saja menghabiskan Rp 190.000 sekali produksi, sejak terjadi lonjakan harga bawang putih, dirinya harus mengeluarkan modal lebih yakni Rp 400.000 sekali produksi. ’’Bawang putih dan

bawang merah itu kan memang bumbu pokoknya. Selain bawang putih, bawang merah juga ikut naik. Ini makin menyulitkan kami. Makanya kami tidak berani memproduksi banyak-banyak, karena harga bumbu yang tidak stabil,’’ tandasnya. Untuk tetap mendapat sedikit keuntungan, Parwasa mengaku terpaksa menyiasatinya dengan memperkecil potongan ladrangnya. ’’Itu sudah tipis sekali keuntungannya. Kami berharap pemerintah segera bertindak. Kalau memang dengan mengimpor bisa mengimbangi harga di pasar, tolong dilakukan secepatnya. Kami yang bergerak di bidang industri rumah tangga ini sangat bergantung dengan harga-harga bahan di pasar,’’ katanya diamini sang istri, Suparmi. Menurut Parwasa dan Suparmi, selama hampir 8 tahun menjadi pengusaha ladrang, baru kali ini menemui lonjakan harga bawang putih yang cukup tinggi. ’’Saya sudah mulai usaha krupuk ini dari 2005, baru kali ini harga bawang melonjak setinggi ini. Makanya kami terpaksa mengurangi produksi. Sebelumnya sekali membuat adonan krupuk 10 karung terigu, saat ini hanya membuat adonan setengahnya. Terus terang kami tidak bisa mengurangi bumbunya, karena akan mempengaruhi rasa. Kalau biasanya tiga hari sekali buat adonan, sekarang tiap hari buat adonan dengan berharap esok hari harga bawang sudah turun,’’ katanya. Kalau harga bawang terus melambung, dia khawatir usa-

ha krupuknya akan gulung tikar. Dia berharap pemerintah secepatnya mencari solusi agar harga bawang kembali stabil. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Badung, Ketut Karpiyana, kemarin mengatakan baru akan melakukan operasi pasar Jumat (15/3) ini.(sur)

menang, panitia lelang akan memberikan waktu sanggah kepada peserta lain. ’’Jika dalam batas waktu yang sudah ditentukan tidak ada pihak yang mengajukan sanggahan, pemenangnya bisa ditetapkan dan kontrak bisa dilanjutkan. Kira-kira sebulan lagi (April - red) sudah bisa dimulai pengerjaannya,’’ kata Badra. Disinggung soal lamanya proyek yang tak kunjung terealisasi, Badra menegaskan bahwa persoalan itu lebih karena persoalan administrasi. Selain itu, pihaknya memang sengaja mematangkan terlebih dulu proses pelelangannya, agar gamblang menjelaskan kepada pihak rekanan soal proyek tersebut. ’’Kami memang matangkan segala sesuatunya. Tapi semua sudah dalam tahap le-

lang sekarang,’’ katanya. Selain proyek pelabuhan perikanan Kedonganan, Disnakkanlut juga menggeber proyek revitalisasi rumah potong hewan (RPH) Mambal. Untuk penataan RPH ini, Pemkab mengucurkan dana Rp 6,1 miliar. Menurut Badra, RPH tersebut akan khusus menjadi pemotongan sapi dengan standar dan kualitas internasional. Bahkan, diproyeksikan RPH tersebut nantinya bisa menyuplai kebutuhan daging tidak hanya di pulau dewata, melainkan juga ke luar Bali. Badra optimis revitalisasi tersebut akan meningkatkan retribusi dan pendapatan daerah. Sama halnya dengan proyek pelabuhan perikanan Kedonganan, proyek revitalisasi RPH ini juga sudah memasuki proses tender. (111)

DenPost/suryaningsih

KERIPIK LADRANG - Wayan Parwasa di rumahnya yang sekaligus menjadi tempat produksi keripik ladrang, di Sading, Mengwi, Badung

C.225


5

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

Cegah Konflik Adat, Intensifkan Penyuluhan Agama KONFLIK antarwarga saat hari suci sering terjadi di Bali. Mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari, diusulkan agar penyuluhan agama dan tentang keamanan perlu ditingkatkan. Itu terungkap dalam Citra Bali yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (14/3) kemarin. Berikut laporan Sikha P dari Global FM Bali.

Konflik Harus Diselesaikan

Petugas Jaga Pura BULE mesum di pura. Demikian berita Koran DenPost beberapa waktu lalu. Terkait dengan kejadian yang dinilai dapat membuat leteh pura seperti yang terjadi di Pura Mengening, Desa Pakraman Sareseda, Tampaksiring, tersebut, Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, mengimbau desa pakraman agar dijaga petugas. Imbauan itu bukan saja ditujukan kepada desa pakraman di mana terjadinya bule mesum, juga di seluruh desa pakraman, terutama desa pakraman yang sering menjadi kunjungan para wisatawan. Imbauan tersebut patut kita tindak lanjuti. Pasalnya, selama ini memang tidak ada yang namanya petugas khusus untuk menjaga pura. Jangankan pura kecil, pura khayangan jagat pun sering sekali sepi tanpa ada penjaganya. Sebuah pura akan ramai jika ada rerainan atau purnama tilem dan saat piodalan di pura tersebut. Pemangku sebuah pura juga tidak selalu ada di pura. Apalagi penyungsung atau penyiwi, umumnya akan datang ke pura untuk sembahyang atau sekadar kerja bakti. Selebihnya, pura-pura di Bali sepi, sunyi-senyap. Siang hari saja pura dalam keadaan sepi, apalagi pada malam hari. Terlebih-lebih pura yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk, sepinya bukan main. Kondisi seperti itu tentu saja dapat mengundang niat si bromocorah untuk berbuat kejahatan, misalnya mencuri benda sakral di pura yang sudah terlalu sering terjadi di Bali. Jadi, bule bebas masuk pura dan berubat yang tidak pantas tidaklah mengejutkan, karena pura lebih sering sepi. Jika tidak mencuri, terjadilah hal-hal yang tidak kita inginkan seperti perbuatan bule asal Estonia Urmas Silman (36) dan Katrin Silman (32). Pasangan suami-istri tersebut tepergok mandi di arean pura dan diduga telah melakukan hubungan badan. Sayang, bule tersebut hanya dikenai sanksi adat dan hanya mampu membayar Rp 20 juta. Sungguh murah untuk sebuah kesucian pura yang dinodai oleh orang luar. Polisi juga terlalu mudah melepas mereka hanya karena warga hanya mengenakan sanksi adat. Apakah polisi tidak bisa mengenakan sanksi sesuai dengan UU Pornografi? Jika sanksinya hanya seperti itu, tidak mustahil hal-hal serupa akan terulang lagi, jika pura tidak ada yang menjaganya. Karena itu, imbauan Bupati Gianyar tersebut sangat pas untuk direalisasikan. Pura patut mendapat perhatian lebih, sebagai dampak dari pariwisata. Para penjaga pura diberikan honor yang sumber dananya dari PHR (pajak hotel dan restoran) seperti yang diusulkan Bupati tersebut juga sangat tepat, karena pura selama ini menjadi daya tarik wisata. Pura begitu menarik perhatian wisatawan dan banyak mendatangkan dolar sehingga pariwisata Bali masih bisa eksis hingga saat ini. Daripada PHR digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri yang dibalut dengan kunjungan kerja, namun hasilnya tidak jelas, jauh akan lebih bermanfaat dana tersebut dipakai untuk menjaga kesucian pura.

Konser musik di Kubu rusuh. - Terjangkit virus rusuh ibu kota. ABG yang pesta seks diganjar sanksi adat. - Mending, ketimbang dipecat sekolah. Gasak empat motor, kakek diringkus. - Semoga cucunya tak terjerumus.

Konflik-konflik yang terjadi saat perayaan hari raya suci harus ditengahi pihak yang terkait, seperti Majelis Desa Pakraman, dan pihak berwenang lainnya. Agar masalah ini segera bisa terselesaikan dengan baik Jaya Negara, Denpasar

Rakyat Belum Sejahtera Rakyat rugi menggaji besar pejabat, karena apa yang menjadi impian rakyat, hidup lebih baik dan sejahtera belum juga tercapai. Pejabat hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Menurut saya siapa pun yang akan menjadi pemimpin sama saja. Jika mereka gagal harusnya gaji yang telah diterima dikembalikan saja. Lastra, Gianyar

Air PAM Ngadat Saya mengeluhkan pelayanan PDAM Badung, karena saat Nyepi air tidak mengalir. Apakah ini memang sengaja tidak dialirkan? Kemudian saat ngembak geni, air cuma mengalir sebentar setelah itu mati lagi. Namun,

yang lebih mengherankan lagi, kenapa pedagang air minum isi ulang bisa menjual air? Saya jadi tak ngerti dengan kondisi ini. Mohon PDAM segera mengatasi masalah ini. Nyoman Sumiasa, Uluwatu, Badung

Ubah Sistem Pemilihan Tingkat partisipasi masyarakat Terhadap perpolitikan d i I n d o n e s i a berkisar 30-40%, karena apatis, krisis kepercayaan. Apa yang dijanjikan ternyata tidak mengubah nasib rakyat menjadi lebih baik. Harapan saya daripada uang dihambur-hamburkan untuk membiayai Pemilukada. Lebih baik para pemimpin dipilih dengan cara keterwakilan saja. Becik, Tuban

Intensifkan Penyuhan Agama Insiden perkelahian di Desa Tianyar kemarin malam barangkali karena ketersinggungan saat menonton acara hiburan malam. Saya sangat berharap kepada pihak –pihak berwenang seperti bapak Gubernur dan

Bapak Bupati Karangasem agar segera menindaklanjuti hal ini. Seringkali terjadi hal serupa. Di manakah rasa aman itu? Atau lebih sering diadakan penyuluhan-penyuluhan tentang agama, hukum serta keamanan di wilayah bersangkutan. Beny, Kuta

Jalan ‘’Benyah Latig” Kondisi jalan di Desa Tunjuk, Tabanan, benyah latig. Desa tersebut agak terisolir dan perbaikan jalan secara swadaya katanya. Mohon Ibu Bupati agar mengkoordinasikan bawahannya agar jalan ini segera mendapat perbaikan, karena merupakan jalan menuju Monumen Perjuangan Margarana juga. Lintang, Gianyar

Jaga Kebersihan Melihat banyaknya sampah sehabis pengurupukan ada baiknya warga yang mengarak ogoh-ogoh tersebut menjaga kebersihan. Kasihan petugas DKP. Bekas sampah ogoh-ogoh jangan ditaruh di pinggir jalan. Wayan Suparya, Denpasar

Tema Terus Berkembang Heboh ogoh-ogoh mirip Anas Urbaningrum yang digantung di Tugu Monas. Seiring berkembangnya zaman, ogoh-ogoh terus mengalami modifikasi, baik bentuk, bahan, maupun tema. Jika pada zaman dulu buta kala hanya disimbolkan dengan ogohogoh raksasa berwajah seram, kini seorang warga Denpasar berkreasi dengan membuat ogoh-ogoh koruptor. Catur Labamu, Tabanan

Kenapa Orang Asing?

Objek Lebih Bersih

Bintang sepak bola Christiano Ronaldo jadi duta pelestarian mangrove. Yang jadi pertanyaan saya, kenapa memakai orang asing. Apakah di Bali tidak ada yang cocok? Atau memang harus dinasionalisasi seperti pemain timnas? Sindha Denpasar

Pengelolaan objek wisata di luar Bali seperti di Prambanan sangat berbeda dengan di Bali. Dari segi pengelolaan, toilet yang bersih dan nyaman. Parkir yang diatur dengan baik, pedagang lokal ditata. Semoga ini bisa ditiru pengelola objek wisata di Bali. Suardana, Negara (*)

Kurangi Anak Putus Sekolah dengan Subsidi Silang MASYARAKAT yang berkunjung ke Pasar Badung (Denpasar) akan menemukan sejumlah anak yang berprofesi sebagai tukang suun (pengangkut barang belanjaan) lengkap dengan keranjangnya. Anak-anak tersebut menawarkan jasanya. Mereka bekerja hanya mengandalkan kekuatan fisik. Baginya yang penting mendapatkan sejumlah uang untuk memenuhi keperluan sendiri dan membantu ekonomi keluarganya. Mereka sama sekali tidak peduli akan perlunya pendidikan demi masa depannya. Tegasnya, anak yang menjadi tukang suun itu adalah anak yang putus sekolah. Salah satu penyebab anak putus sekolah, tiadanya biaya dari orangtua. Kondisi ini tidak hanya di Denpasar, tetapi hampir terjadi di seluruh daerah kabupaten dan kota di tanah air. Wacana pendidikan gratis dalam kampanye menjelang pemilihan kepala daerah dan legislatif belum membuat orangtua miskin menyekolahkan anaknya. Orangtua miskin belum percaya akan sekolah gratis. Karena hampir tidak ada sekolah yang benar-benar gratis. Walau terealisasi sekolah gratis, sebatas bebas uang SPP bulanan dan dana awal. Biaya lainnya, masih menjadi tanda tanya. Orang miskin pun tahu, biaya sekolah bagi si anak bukan sekadar bayar uang SPP. Masih banyak biaya lain yang harus dibayarkan oleh orangtua, seperti beli buku, alat tulis, sepatu, pakaian seragam, tas, hingga biaya transportasi jika sekolah cukup jauh. Pemerintah menyadari, pembiayaan pendidikan tidak bisa dari pemerintah sepenuhnya. Pada ayat (2) Pasal 47 UU No. 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan dinyatakan, sumber pendanaan pendidikan berasal dari pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal itu menunjukkan peran masyarakat (peserta didik) sangat diper-

lukan dalam pendanaan pendidikan dengan catatan tidak melanggar peraturan pemerintah. Mengingat kondisi daerah dalam penyediaan prasarana-sarana dan fasilitas untuk kepentingan masyarakat di berbagai sektor belum sesuai harapan, peran masyarakat dan orangtua peserta didik sangat diperlukan dalam masalah pembiayaan pendidikan. Orangtua peserta didik yang tergolong mampu sudah sepatutnya berperan aktif dalam pembiayaan pendidikan bersama pemerintah. Tanpa keikutsertaannya dalam pembiyaan pendidikan, peserta didik yang kondisi orangtuanya kurang mampu akan membuat si anak putus sekolah. Keikutsertaan orangtua siswa yang mampu juga akan mengurangi beban pemerintah dalam pembiayaan pendidikan. Wujudnya, orangtua mampu membayar lebih untuk membantu yang kurang mampu. Peserta didik yang kondisi ekonomi kurang, akan menerima bantuan dana— semacam bea siswa—dari orangtua siswa yang mampu dan pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Itulah yang dimaksudkan pembiayaan subsidi silang dalam tulisan ini. Banyak sekolah dan komite sekolah masih setengah hati untuk menerapkan subsidi silang dalam pembiayaan pendidikan. Sekolah seperti menu-

tup kesempatan bagi orangtua miskin. Serta membuka kesempatan bagi orangtua siswa kaya dengan dalih “sumbangan sukarela” namun kurang transparan penggunaannya. Apakah digunakan membantu anak yang berasal dari kurang mampu? Peserta didik di suatu sekolah tetap merasa terintimidasi, karena orangtua belum menyelesaikan administrasi keuangan. Gara-gara terlambat membayar kadang mereka dipulangkan paksa. Biasanya pihak sekolah memanggil orangtua peserta didik yang kurang mampu namun pemanggilan itu belum menyelesaikan persoalan. Ketidakmampuannya itu hanya bisa ditangguhkan sementara. Gara-gara belum melunasi utang di sekolah konsentrasi belajar si anak terganggu. Jika pihak sekolah dan komite sekolah benar-benar menerapakan pembiayaan sibsidi silang persoalannya tidak akan mengganggu konsentrasi dan mental si peserta didik dalam belajar. Permasalahaannya, bagaimana teknis pelaksanaan pembiayaan subsidi silang dalam pendidikan? Jika ada kemauan, sekolah sesungguhnya tidak akan mengalami kekurangan akal untuk membantu siswa yang kondisinya kurang mampu secara ekonomi. Pertama, sekolah membuka komunikasi dengan orangtua siswa dan komite

sekolah. Kedua, sekolah mengusahakan keiikutsertaan orangtua siswa kaya secara ekonomi dalam pembiayaan pendidikan. Ketiga, sekolah mendata semua kondisi orangtua siswa dengan diketahui kepala desa. Jika sekolah dan komite sekolah sungguh-sungguh ingin membantu pemerintah dalam pendanaan pendidikan, anak putus sekolah akan dapat dikurangi. Agar tidak banyak menggangu program sekolah gara banyak tunggakan pembayaran, perlu dibuatkan kesepakatan antara sekolah, komite, dan orangtua. Baik yang kurang mampu maupun yang mampu membantu. Dengan cara seperti itu, sekolah tidak akan sampai mengganggu konsentrasi si peserta didik gara-gara belum melunasi kewajiban orang tua dalam pembayaran. Orangtua sejujurnya menyampaikan kepada sekolah dan komite tentang penghasilannya. Namun kondisinya, pada awalnya tahun pelajaran banyak orangtua peserta didik pura-pura mampu mengeluarkan biaya, pada akhirnya mereka menunggak. Jika mereka sejak awal jujur tentu aktivitas anak sebagai peserta didik tidak akan terganggu di sekolah. Kondisi orangtua kurang mampu diketahui sejak awal. Sekolah dan komite sekolah

DENPOST

wajib mengecek kondisi orangtua sesungguhnya dengan sepengetahuan kepala dusun/lingkungan dan kepala untuk meminimalisasi terjadinya kebohongan soal penghasilan orang siswa peserta didik. Banyak terjadi orangtua yang mampu secara ekonomi namun mengaku miskin agar si anak mendapat bea siswa. Akibatnya terjadi bantuan yang salah sasaran. Program sekolah pun sering terganggu karena banyak siswa yang menunggak pembayaran. Selama ini sering terjadi kesepakatan “semu” antara komite, sekolah, dan orangtua peserta didik soal pembiayaan pendidikan. Tanpa memetakan kondisi ekonomi orangtua peserta didik, komite sudah menentukan sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh orangtua peserta didik. Dalam pertemuan antara pihak orangtua, sekolah dan komite, di pihak orangtua peserta didik, seolah sekadar menyaksikan ketok palu dan suara “setuju” pihak orang tua peserta didik. Orang tua peserta didik yang kurang mampu belum berani bersuara karena ada ketakutan memunculkan intimidasi pada si anak. Apa yang banyak terjadi? Sejumlah orangtua menunggak sampai batas yang ditentukan dalam pembayaran. (I Gusti Ketut Tribana/ Guru SMAN 8 Denpasar)

Perintis : Satria Naradha. Pemimpin Umum : I Gde Nym. Suryawan. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : I Gde Suyadnyana, Staf Redaksi : Edy Asri, K. Karya, Sudiana, Yahya Umar. Ilustrator : Putu Suaria Soethama. Koordinator Liputan : Agus Putra Mahendra. Reporter : IB. Pasma, Putu Witari, Komang Sutrisna, Sri Wiadnyana, Robin, Gung Eka, Suastrawan, Ngurah Kertanegara, Suryaningsih, Made Miasa, Sugiadnyana, Dewa Sanjaya, AA Terbit 1 Oktober 1998 Yuliantara, Putrasasmita, Gagah. Kontributor : Astra Prayoga, Sujaya, Jelantik. Pemimpin Perusahaan : Wayan Ukir. Iklan : Dewa Gurnita (Manajer), Arniti. Manajer Sirkulasi : IB Wirawan. Lay Out : Shantika, IGP Juana, Sulung, IB. Purwita, I Putu Wiradana, Tony, Suastika, Adi Sastra. Web/Grafis : Adi Sudianggara. Marketing : Nining Setyawati, Suardana, Suteja Widiantara, Windu Segara. Sekretariat : Nariati(Kepala), IGA.Yuliantari, Wayan Susanti. Alamat Redaksi/Sirkulasi/iklan : Jalan Kebo Iwa No. 63 A Denpasar Barat, Telepon 416669 (Hunting) Fax 416679 Tarif Iklan : mIni : Rp. 15.000/baris maksimal 10 baris, umum (B/W) Rp. 15.000,-/mm. kolom, warna (FC) Rp. 25.000,-/mm.kolom, Spot Colour Rp. 20.000,-/mm.kolom. Keluarga Rp. 7.000,-/mm.kolom, Pariwara : Rp. 5.000,-/mm.kolom. Iklan Mega Emas (1x50mm.kolom) Rp. 350.000,-/10kali terbit. Penerimaan Iklan Mendesak dimuat besok diterima pk. 15.00Wita Harga Langganan Denpost Rp. 30.000,-/bulan, Paket Bali Post + Denpost Rp. 90.000/bulan Bayar di muka, Eceran Rp. 2.500,-/exp. Penerbit Koperasi Tarukan Media Dharma. Surat Izin Penerbitan Pers : Nomor 565/SK/MENPEN/SIUPP/1998, tanggal 30 September 1998. Anggota SPS, terbit setiap hari kecuali hari libur nasioanal. Pencetak PT Percetakan BP, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar Barat. Isi diluar Tanggung jawab Percetakan. Website : www.denpostnews.com, E-mail : redaksi@denpost.net dan denpostbali@yahoo.com, iklan@denpost.net, sekretariat@denpost.net Setiap wartawan Denpost membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber


6

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

Putu ”Jhon” Hartana

Efek Jera PARA pedagang buah di areal Pasar Anyar Singaraja kerap membandel dengan berjualan di badan jalan. Padahal, sudah seringkali diberi peringatan oleh petugas Satpol PP Pemkab Buleleng. Lantaran tetap membandel, empat pedagang buah ditangkap Satpol PP, Kamis (14/3) kemarin. Kepala Kantor Polisi Pamong Praja Pemkab Buleleng, Putu “Jhon” Hartana, Putu Hartana mengatakan, empat pedagang ditangkap di dua tempat berbeda. Kawasan pertama ditemukan di badan Jalan Diponegoro dan sisanya di badan Jalan Sawo yang masih dalam kawasan Pasar Anyar Singaraja. Pedagang ini nekat berjualan di tempat yang dilarang oleh pemerintah daerah. Sebelum ditertibkan, petugas sudah sering memperingati agar pedagang tidak berjualan di tempat yang dilarang. Rupanya, peringatan tersebut tidak diindahkan, sehingga untuk memberikan efek jera, barang dagangan mereka diangkut ke kantor Satpol PP. “Pedagang ini membandel dan sudah sering kita peringati, tapi tetap saja mereka berjualan di tempat yang dilarang, sehingga dengan terpaksa kita tangkap saja,” ucap pria yang akrab di sapa Pak Jhon ini. Ia menambahkan, operasi penertiban di sejumlah pedagang di kota Singaraja akan terus dilancarkan. Apalagi mendekati hari raya Galungan dan Kuningan mendatang. Biasanya menjelang musim-musim hari raya besar ini banyak bermunculan pedagang musiman dan berjualan di tempat yang tidak semestinya. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pedagang untuk tetap menempati tempat yang sudah disiapkan pemerintah dan jangan mencoba-coba berjualan di tempat yang dilarang. “Kami akan terus tertibkan apalagi menjelang Galungan dan Kuningan. Kalau ada yang melanggar siap-siap saja barangnya kita angkut ke kantor,” tegasnya. (bin)

Terbentuk, Tim Terpadu Penanggulangan Konflik di Tabanan Tabanan, DenPost Di Tabanan telah terbentuk Tim Terpadu Penanggulangan Konflik Sosial dan Terorisme. Dari rapat pembentukan tim yang dipimpin Kapolres Tabanan, AKBP Dekananto, dan Dandim 1619/ Tabanan, Letkol Inf. Rudi Hermawan, di Rupatama Polres Tabanan, Kamis (14/ 3) kemarin, terungkap jika tim tersebut melibatkan unsur dari Pemkab Dekananto Eko Purwono Tabanan, Polres, Kodim, BPN, MMDP, MADP, bendesa adat, para camat, kapolsek, danramil, PMI, serta kabag humas pemkab dan Polres. “Tujuan jangka pendek dari tim terpadu ini adalah untuk mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi dalam Pilgub Bali 2013, sekaligus penyelesaiannya, khususnya terkait tapal batas dan konflik adat, termasuk konflik pengelolaan objek wisata. Target tim terpadu ini, dari konflik yang terjadi di Tabanan pada 2013 ini harus sudah selesai,” papar Dekananto. Dalam tim tersebut, lanjutnya, terbagi dalam tiga tahap rencana aksi. Tahapan dimaksud adalah pencegahan konflik, penghentian konflik, dan rehabilitasi konflik. Di samping itu, tim terpadu akan membangun sistem peringatan dini pencegahan konflik sampai ke tingkat desa. “Ketua tim terpadu ini adalah Bupati Tabanan, Wakil Ketua I Sekkab Tabanan, Wakil Ketua II Kapolres Tabanan, dan Wakil Ketua III Dandim Tabanan,” jelasnya. Dia menambahkan, tim terpadu tersebut sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2013, tentang penanganan gangguan keamanan dalam negeri pada 2013. “Hal itu dmaksudkan guna meningkatkan efektivitas penanganan gangguan keamanan dalam negeri secara terpadu, sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (121)

Polisi Dalami Kasus KDRT dan Pengancaman Singaraja, DenPost Jajaran Polres Buleleng mulai mendalami kasus dugaan pengancaman yang melibatkan oknum PNS di Pemkab Buleleng, Kadek Darmayasa alias Kadek Bladur, warga Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt, dan I Nyoman Mulastra warga Desa Pedawa, Kecamatan Banjar. Kapolres Buleleng, AKBP Benny Arjanto, SIK saat dimintai konfirmasi, Kamis (14/3) kemarin, mengatakan, saat ini polisi masih mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada. Kasus pengancaman itu berkaitan erat dengan kasus KDRT yang menimpa Kadek Partini, meski dilaporkan dalam berkas yang berbeda. Benny menegaskan, dari fakta hukum sejauh ini, hal yang telah terbukti adalah adanya tindakan perusakan mobil DK 1720 CO milik Kadek Bladur oleh I Nyoman Mulastra, ser-

ta pengancaman menggunakan senjata tajam yang dilakukan Mulastra. Atas perbuatannya, Mulastra terancam pasal 406 KUHP, pasal 368 ayat (1) KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12/DRT/1951 karena melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam. Sementara Kadek Bladur hanya terancam pasal 368 ayat

(1) KUHP karena melakukan pengancaman menggunakan air soft gun. Karena sampai saat ini polisi belum menemukan adanya fakta Kadek Bladur melakukan pengancaman menggunakan senjata api. “Fakta yang kami temukan ya itu. Belum ada fakta lain yang kami temukan. Kami tegaskan senjata yang digunakan mengancam itu sudah kami amankan dan itu bukan senjata api. Itu air soft gun yang pelurunya dari gotri. Kalau kena mata ya fatal akibatnya,” jelas perwira murah senyum ini. Namun demikian, Benny menegaskan, pihaknya sudah meminta Polsek Banjar untuk serius menangani kasus tersebut. Termasuk menelusuri adanya dugaan kepemilikan senjata api oleh Kadek Bladur seperti yang disebutkan I Nyoman Mulastra, dan istri Kadek

Bladur, Kadek Partini. “Saya baru tahu itu dari media massa. Itu petunjuk berharga bagi kami, termasuk ada laporan bentuknya yang berbeda dengan yang diamankan di polsek. Itu pasti kami dalami,” tegasnya. Sementara itu, puluhan warga dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar pagi kemarin mendatangi Polsek Banjar untuk memberikan dukungan moral kepada I Nyoman Mulastra yang sedang menjalani pemeriksaan. Aksi tersebut merupakan aksi spontanitas warga. Meski turun dari desa, warga tetap kondusif dan menjaga keamanan. Perbekel Pedawa, I Putu Sudarmaja, yang dikonfirmasi mengaku baru mengetahui warganya turun dari desa untuk memberikan dukungan moril. Sudarmaja menegaskan, pihaknya tetap

berusaha menjaga warga agar tidak keluar dari desa dan tidak terprovokasi dengan aksi pengancaman itu. “Masalah warga yang turun itu saya kurang tahu. Sepertinya itu spontanitas saja, karena kami tetap berusaha supaya kondisinya tidak panas di atas sini. Kalau bisa polisi serius lah menangani kasus ini, karena kami di desa ini sudah kewalahan meredam emosi warga,” ujar Sudarmaja. Seperti diberitakan sebelumnya, warga dari Desa Pedawa mengancam turun dari desa dan melakukan aksi apabila polisi tidak serius mengusut kasus KDRT dan pengancaman yang dilakukan Kadek Bladur. Warga mengaku emosi karena situasi keamanan di desa yang sudah mulai kondusif, kini diwarnai adanya orang luar desa yang membawa senjata api. (118)

Dewan ”Hearing” dengan Calon Perbekel Pengambengan yang Dieliminasi Negara, DenPost Wakil Ketua DPRD Jembrana, Ketut Widastra, bersama Ketua Komisi A DPRD Jembrana, IB Suarjana, dan anggota Komisi A DPRD, Kade Darma Susila, Kamis (14/3) kemarin, mengadakan hearing (pertemuan) dengan tiga dari empat orang calon Perbekel Pengambengan, Negara yang tereliminasi. Pertemuan tersebut juga dihadiri staf Badan PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa), IGN Sumber Wijaya. Pertemuan dilaksanakan guna menyikapi adanya kisruh dalam penjaringan calon Perbekel Pengambengan. “Sebelumnya ada tuntutan dari calon perbekel yang ter-

eliminasi itu agar ada transparansi dalam hasil tes mereka. Apalagi ada yang mendapat nilai di bawah 6,0, sehingga perlu keterbukaan masalah nilai,” jelas Ketua Komisi A DPRD Jembrana, IB Suarjana. Menurut Suarjana dalam pertemuan itu, pihak PMD menyanggupi akan turun ke Pengambengan 18 Maret untuk menyampaikan hasil tes. Hal ini, menurutnya, perlu dilakukan mengingat tolok ukur perda harus dipikirkan. “Kami menilai dari perda, calon perbekel minimal 2 sampai 5 orang sehingga kalau lebih dari dua orang masih relevan. Apalagi ada ketokohan di sana yang juga perlu dipikirkan,

tidak hanya dinilai dari tes akademik saja,” harapnya. Darma Susila juga mengatakan, calon perbekel yang tereliminasi tersebut menyampaikan tuntutan juga karena dorongan dari warga pendukung mereka. “Kami hanya ingin agar masalah ini bisa klir, dan dibijaksanai dari sisi aturan sehingga tidak ada tuntutan di belakang hari. Jangan sampai nanti ada pihak lain yang memprovokasi,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Jembrana, I Nengah Ledang, Kamis (14/3) kemarin, mengaku bakal calon perbekel yang dianggap tidak lulus

tersebut rata-rata mendapatkan nilai di bawah ketentuan. Dikatakannya, sesuai dengan Perda Jembrana Nomor 27 Tahun 2006 tentang pencalonan, pemilihan, pelantikan, dan pemberhentian, yang dituangkan pada Pasal 14 poin 5, diungkapkan seorang bakal calon perbekel dapat dinyatakan lulus apabila hasil ujian penyaringan telah memenuhi minimal standar nilai 6,0. Dari total 70 bakal calon perbekel di 19 desa se-Kabupaten Jembrana yang akan melaksanakan pemilihan secara serentak pada 18 April 2013, telah selesai melalui melalui tes ujian penyaringan seleksi akademik. Hasilnya,

terdapat 13 bakal calon perbekel yang dianggap telah gugur dalam proses penyaringan secara akademik tersebut. Ledang mengatakan, jika ada pihak yang tidak puas agar menempuh mekanisme melalui Panwas kecamatan. “Nanti kalau ada masalah dalam tes itu bisa ditanyakan. Kita selalu siap transparan menunjukan hasilnya, bagiamana hasil tesnya,” ungkapnya. Ledang mengatakan, bakal calon Perbekel Pengambengan ada 6 orang yang ikut bersaing, dengan hasil 4 di antaranya dinyatakan tidak memenuhi standar nilai minimal 6,0. Dikatakan, yang tidak lulus di Pengambengan nilai rata-rata 4,0. (120)

Kube Penyandang Cacat di Jembrana Terkendala Pemasaran Negara, DenPost Kelompok handycraf penyandang cacat di Kabupaten Jembrana yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (kube) Bunga Bali Craf Jembrana yang berdiri sejak September 2012 lalu ini terkendala pemasaran. Ketua Kube Bunga Bali Craf Jembrana Daeng Umar didampingi anggotanya Gede Sudarsana dan anggota lainnya, Kamis (14/3) kemarin, mengatakan pihaknya yang tergabung dalam kelompok ini hanya ingin mengumpulkan rekan-rekannya yang cacat, namun masih produktif dan bisa bekerja. “Kami dari para penyandang cacat hanya ingin berkarya dan mendapatkan penghasilan untuk keluarga. Namun mengingat anggota kami banyak yang rumahnya jauh dari jalan raya dan harus dijemput dulu, serta terkendala masalah ekonomi, sehingga yang aktif hanya enam orang,” jelas Sudarsana. Awal berdirinya kube ini, kata dia, pihaknya mendapat suntikan modal dari Pemkab Jembrana sebesar Rp 37 juta lebih. Dengan modal ini, pihaknya membeli berbagai peralatan sarana dan prasarana untuk menghasilkan produk berupa berbagai handycraf atau kerajinan dari kayu. “Dengan dana itu, kami belum bisa maksimal sehingga kami perlu bantuan lagi, apalagi

sekarang untuk membeli kayu saja per kubik kayu mahoni mencapai Rp 5 juta,” jelasnya. Untuk bengkel kerja mereka masih meminjam tempat di Balai Latihan Kerja Jembrana di Baluk. Sekarang ini, katanya, pihaknya memang belum mampu untuk menggaji atau mengganti uang bensin dari para anggota meskipun bekerja dari pukul 8.00 hingga pukul 16.00 bahkan terkadang jika sedang asyik sampai lembur. “Saat ini kami masih konsepnya ngayah,” jelas Sudarsana. Untuk memasarkan produk yang dihasilkan, menurut dia, pihaknya masih sistem door to door dan menunggu pesanan. “Kami sekarang lebih banyak membuat kerajinan untuk keperluan anak-anak PAUD/ TK, namun ya kami juga menunggu karena dari pihak sekolah tentu juga menunggu anggaran,” jelasnya. Saat ini, di bengkel kerja para penyandang cacat ini baru menghasilkan karya kerajinan tempat pensil atau bolpen yang berbentuk burung jalak Bali, huruf-huruf dan angka untuk keperluan anak TK/PUD dan SD kelas I, serta kerajinan untuk permainan anak-anak lainnya. Harganya juga beraneka ragam mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. “Kami ingin memproduksi kerajinan lainnya namun kami masih melihat pangsa pasar,” jelas-

DenPost/witari

KERAJINAN - Para penyandang cacat di Jembrana yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Bunga Bali Craf Jembrana sedang bekerja dan membuat kerajinan di bengkel kerja di BLK Jembrana nya. Para penyandang cacat yang tergabung dalam kelompok ini, menurutnya, sebenarnya ada 20-an orang namun yang aktif hanya 6 orang dan sebagian besar cacat kaki baik karena lumpuh sejak kecil maupun karena akibat kecelakaan. “Kami berharap ada bantuan dari pihak-pihak tertentu untuk ikut mempromosikan karya kami dan mungkin ada yang membantu dalam permodalan,” jelasnya. (120)

C.294

DenPost/robin

GARUK PEDAGANG - Petugas Satpol PP Pemkab Buleleng terpaksa menggaruk pedagang buah yang membandel berjualan di areal yang dilarang, Kamis (14/3) kemarin. C.285

C.284


7

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

Wabup Serahkan Bantuan Korban Longsor di Buayang

DenPost/elantik

NGUSABA KEDASA - Warga ngayah menjelang puncak Karya Ngusaba Kedasa di Ulun Danu Batur

Jelang Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Panitia Butuhkan Bantuan Sarana Upakara Kintamani, DenPost Puncak Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani akan dilangsungkan pada Anggara Wage Dunggulan tanggal 26 Maret mendatang, bertepatan dengan hari Penampahan Galungan. Ditemui di sela-sela kegiatannya di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Prawartaka Karya Pelinggih Dane Jero Gede Batur Mekalihan mengemukakan, persiapan untuk pelaksanaan karya tersebut telah dimulai sejak Kamis (14/3) kemarin, yang diawali dengan pelaksanaan Matur Piuning, dan Mekarya Rompok. Meski hujan sempat mengguyur, namun hal ini tak mengurangi antusias warga Desa Adat Batur untuk ngaturang ayah. ”Tahun ini memang Ngusaba Kedasa kalau boleh dikatakan istimewa, sebab bersamaan dengan rangkaian Galungan,” tegas Pelinggih Dane. Oleh sebab itu, lanjutnya, dapat dipastikan jika selama Idha Bhatara Nyejer kondisi arus lalu lintas di ruas jalan protokol maupun di jalan alternatif akan padat dan cenderung krodit. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Polres Bangli dengan harapan seluruh pemedek bisa melaksanakan persembahyangan dengan baik dan khusuk. ”Masalah parkir tentunya masih menjadi permasalahan klasik yang kami hadapi, apalagi saat ini pelaksanaan piodalan bersamaan dengan selesainya anak-anak mengikuti ujian dan libur Galungan,” ungkap Pelinggih Dane. Terkait dengan persiapan pelaksanaan Karya Ngusaba, Pelinggih Dane Jero Gede Batur Mekalihan mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan uluran tangan umat untuk ikut bersama mendukung pelaksanaan Ngusaba Kedasa baik dengan ngayah maupun dengan tangkil untuk melakukan persembahyangan. ”Bagi krama yang ingin ngayah, kami persilahkan untuk tangkil ke pura mulai tanggal 16 Maret,” imbuh Pelinggih Dane. Ditegaskan, karya yang bisa dilakukan krama yang ingin ngayah cukup banyak mulai dari ngreresik atau bersih-besih di komplek pura, hingga ngayah membuat sarana upacara. ”Krama yang akan ngayah tentunya akan dipandu oleh kesinoman yang bertugas,” ungkap Pelinggih Dane. Terkait dengan sarana upacara yang digunakan dalam rangkaian ngusaba tahun ini, Pelinggih Dane Jero Gede Batur Mekalihan mengatakan, untuk wewalungan panitia karya membutuhkan sekitar 3 ekor kerbau, babi lebih dari 60 ekor, kambing sekitar 10 ekor, kucit butuan 4 ekor, ayam baik besar maupun kecil lebih dari 4 ribu ekor, serta bebek diperkirakan sebanyak seribu ekor. ”Kami tentunya sangat berharap umat juga ikut serta ngaturang sarana upakara ini sesuai dengan kemampuan, sebab jumlahnya cukup besar,” ungkap Pelinggih Dane. Selain membutuhkan bantuan sarana upakara, pihak panitia juga berharap kesadaran krama untuk membantu dalam penyediaan rerampen-rerampen seperti janur, daun pisang, bambu, ambu, serta lainya. ”Tentunya sumbah sih krama ini akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan Ngusaba Kedasa tahun ini, dan semoga apa yang bisa dilakukan umat untuk menyukseskan Karya Ngusaba tahun ini Idha Bhatara memberikan keselamatan, kesejahteraan, serta kedamaian bagi seluruh umat,” harap Pelinggih Dane. (tik)

”Rolling Door” Dirusak, Wiranata Lapor Polisi Semarapura, DenPost Kasus perusakan atau pelemparan rumah kembali terjadi di Desa Kamasan, Klungkung. Kali ini, rumah milik I Made Wiranata (28) yang berlokasi di Jalan Kresna, Br. Sangging, Kamasan, Klungkung menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang yang tidak dikenal, Rabu (13/ 3) malam. Tidak jelas motif di balik kasus pelemparan rumah tersebut. Akibat pelemparan tersebut, pintu rolling door rumah korban penyok atau rusak. Informasi yang diperoleh di Polres Klungkung, Kamis (14/ 3) kemarin, menyebutkan, kasus pelemparan tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 wita. Kejadian ini berawal ketika korban mandi. Kebetulan di dalam rumah ada adik korban bernama I Putu Antara (16), yang sedang tidur di dalam kamar. Nah, saat tidur itulah tiba-tiba Putu Antara mendengar suara lemparan batu mengenai pintu rolling door di depan rumah. Curiga dengan asal suara tersebut, Putu Antara kemudian keluar rumah dan melakukan pengecekan. Setelah dicek dia melihat pintu rolling door yang terbuat dari aluminium penyok dan rusak. Di depan pintu, Putu Antara juga menemukan dua buah batu dan kayu mahoni dalam kondisi pecah. Namun saat kejadian, Putu Antara tidak mlihat satu orang un di sekitar rumah. Atas kejadian tersebut, Putu Antara kemudian memanggil kakaknya yang saat itu masih di dalam kamar mandi. Setelah mendapat informasi, bersama adiknya korban kemudian ikut mengecek mencari pelaku.

Tapi saat itu korban tidak menemukan pelaku di balik kasus pelemparan tersebut. Sehingga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klungkung sekitar pukul 22.05 wita. Apalagi dari kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta. Informasi yang diperoleh di Polsek, kasus pelemparan tersebut diduga terjadi akibat salah paham. Karena setelah dimintai keterangan, korban mengaku sempat menegur anak-anak yang sedang minum-minum pada Oktober 2012. Saat itu korban bersama iparnya juga sempat menegur anak-anak yang membawa motor sambil menarik gas keras-keras. Kanit Reskrim, Iptu Wiastu Andre, ketika dikonfirmasi Kamis kemarin mengakui adanya kasus pelemparan tersebut. Namun Wiastu Andre berdalih kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan ogoh-ogoh. Karena saat dimintai keterangan, korban telah memberikan sumbangan untuk membuat ogoh-ogoh. “Kasusnya masih lidik dan kami baru periksa saksi dari korban dulu,” ujarnya. (119)

Amlapura, DenPost Senyum sumringah tampak dari wajah I Nyoman Suti (55), korban bancana tanah longsor di Banjar Buayang, Desa Culik, Abang, Karangasem. Petani miskin ini tak kuasa menyembunyikan kegembiraannya ketika Wabup Karangasem, Made Sukerana, berkunjung ke rumahnya, Kamis (14/3) kemarin. Orang nomor dua di Pemkab Karangasem itu tak sekadar berkunjung, tapi sekaligus membawa bantuan serta janji memberikan program bedah rumah. Rumah I Wayan Suti diterjang tanah longsor Minggu (10/3) sore lalu. Bukit Kelindang yang menjulang di atas tempat tinggalnya jebol akibat diguyur hujan lebat berharihari. Kejadian itu mengakibatkan Suti bersama istri dan kedua anaknya kehilangan tempat bernaung hingga harus mengungsi ke rumah kerabatnya. Selain rumah, Suti dan keluarganya yang berhasil lolos dari maut juga kehilangan beberapa hewan ternaknya. ”Terima kasih Pak Wakil Bupati. Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan,” ucapnya. Bantuan serupa juga diberikan kepada I Nyoman Sudarta (51), juga warga Banjar Buayang. Rumah petani ini

juga rusak berat akibat tergerus air bah yang membawa material pasir dan bebatuan. Sama dengan Suti, Sudarta bersama istri dan seorang putrinya menyatakan siap direlokasi untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Selain Suti dan Sudiarta, bantuan juga diberikan untuk dua KK yang juga menjadi korban longsor. Namun mereka hanya diberikan bantuan paket sembako, di antaranya masing-masing satu karung beras yang diterima tiap bulan selama tiga bulan. Wabup Sukerana mengakui nilai bantuan tidak setimpal dengan kerugian yang dialami para korban. Namun setidaknya bantuan tersebut dapat meringankan beban sekaligus menjadi pelecut

semangat untuk menatap masa depan. ”Selaku pribadi dan pemerintah daerah saya mohon maaf, suasana hari raya membuat kita agak terlambat turun menyalurkan bantuan,” ungkapnya. Penyerahan bantuan dilanjutkan dengan bakti sosial melibatkan unsur dari Dinas Sosial, Kantor Camat Abang, BPBD kabupaten dan provinsi, Polsek dan Koramil Abang dan Kantor Ketahanan Pangan. Dalam kesempatan itu, Wabup minta BPBD Karangasem meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk terus membantu warga yang tertimpa bencana. Bencana alam akibat hujan deras menjelang hari raya Nyepi lalu juga merusak sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah di sejumlah tempat di Desa Culik. Longsor di antaranya merusak Pura Sakenan milik Ulun Suwi Kebon Agung serta Pura Paibon di Banjar Pekandelan. Beberapa ruas jalan juga rusak seperti jalan dari Banjar Dalem Puri menuju Pasar Culik. Tanah longsor juga menimbun dua ekor sapi milik I Ketut Sampalan (65) di Banjar Amerta Sari dan rumah milik Wayan Suwala Gotha di Banjar Amertasari. (117)

DenPost/suastrawan

SERAHKAN BANTUAN - Wabup Sukerana menyerahkan bantuan kepada korban longsor di Desa Culik

Wabup Sukerana Lantik Pecalang Desa Adat Tianyar

DenPost/suastrawan

LANTIK PECALANG - Wabup Sukerana melantik Pecalang Desa Pekraman Tianyar, Minggu (10/3) lalu.

Amlapura, DenPost Keberadaan desa adat sebagai ujung tombak pelestarian budaya Bali tidak bisa dilepaskan dari peran pecalang yang ada di masing-masing desa adat. Mengingat begitu besarnya arti keberadaan pecalang dalam mengamankan wilayah desa adat, Minggu (10/3) lalu Desa Pakraman Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem, mengukuhkan dan melantik 80 anggota pecalang setempat di Pura Dalam Tianyar. Pelantikan dilakukan Wabup Karangasem, Made Sukerana. Pelantikan Pecalang Desa Pakraman Tianyar dilaksanakan sehari menjelang piodalan di Pura Dalem setempat yang jatuh pada Senin (11/3) lalu. Dalam kesempatan itu, Wabup Sukerana juga menyerahkan punia untuk kegiatan piodalan. Jika dibandingkan dengan desa adat lainnya, pecalang Desa Pakraman Tianyar tergolong gemuk. Hal itu tak lapas dari posisi Desa Pakraman Tianyar yang membawahi tiga desa dinas, yakni Tianyar Timur, Tianyar Tengah, dan Tianyar Barat. Wabup Sukerana yang didampingi Camat Kubu, Ketut Arta Sedana, mengatakan, peran

pecalang sangat vital dalam sebuah desa adat. Pecalang sebagai rohnya desa adat dalam menjaga dan melestarikan budaya yang ada di desa adat bersangkutan. Dalam menjalankan tugasnya, pecalang harus selalu berpegangan pada tupoksinya dan sedapat mungkin menghindari hal-hal yang mencerminkan arogansi. Kepada 80 anggota pecalang Desa Pakraman Tianyar yang dilantik, Wabup minta peran serta aktifnya tidak hanya dalam pelestarian budaya dan tradisi Desa Adat Tianyar, tapi juga harus mampu menjadi jembatan penyelesaian masalah di tingkat desa adat. ”Pecalang mempunyai tugas yang sangat mulia. Menjadi benteng pelestarian budaya dan agama Hindu,” ucapnya. Bendesa Adat Tianyar, Ratu Ida Nyoman Darma, didampingi Bendahara Adat, Nengah Subrata, dan Kelian Pecalang Gede Pakeg Muliarta, menyampaikan terima kasih atas perhatian Wabup dan Pemkab Karangasem kepada masyarakat Tianyar selama ini. Dengan dukungan pemerintah pihaknya optimis seluruh desa adat di Karangasem akan dapat menjalankan visi-misi melestarikan adat budaya di daerah masing-masing. (117)

Pusat Berencana Bangun Rumah Sakit di Nusa Penida

Pemkab Siapkan Landasan Helikopter di Puskesmas Semarapura, DenPost Tidak adanya rumah sakit di Nusa Penida, Klungkung ternyata mulai mendapat respon pemerintah pusat. Pusat melalui Kementerian Kesehatan akan membangun rumah sakit pratama di wilayah berbatu tersebut pada tahun

2014. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemkab Klungkung juga akan mengembangkan Puskesmas Nusa Penida II di Jungut Batu dengan standar internasional. Salah satunya menyiapkan helipad atau landasan heliko-

PPK dan PPS Pileg Dikukuhkan Bangli, DenPost Perhelatan akbar Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) masih cukup jauh. Tetapi tahapan untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di kursi parlemen sudah mulai bergulir. Bahkan pada Kamis (14/3) kemarin, KPUD Bangli mengukuhkan anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang akan bertugas selama Pileg mendatang. Pengukuhan anggota PPK dan PPS itu berlangsung di Gedung Sasana Budaya, dihadiri Bupati Bangli, I Made Gianyar, Ketua DPRD IB Raka Mudarma dan jajaran Muspida Bangli. Ketua KPUD Bangli, Dewa Agung Gede Lidartawan, mengatakan, anggota PPK dan PPS yang dikukuhkan saat ini adalah mereka yang bertugas selama Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. ”PPK dan PPS Pilgub kami kukuhkan kembali sehingga tidak melakukan perekrutan kembali. Kebetulan prosesnya juga berhimpitan,” kata Lidartawan, didamp-

C.294

ingi anggota KPUD Bangli, Putu Ariyanti Suningsih. Pertimbangan lain, pihaknya tidak melakukan perekrutan kembali karena jika ada dua PPK dan PPS akan dirasa sulit berkoordinasi. ”Kebetulan kinerja PPK dan PPS yang ada sekarang sudah cukup bagus sehingga diputuskan untuk dikukuhkan dalam Pileg mendatang,” jelasnya. Dikatakan, jumlah PPK yang dikukuhkan sebanyak 20 orang untuk empat kecamatan, sedangkan PPS yang dikukuhkan sebanyak 216 untuk 72 desa. (122)

pter di Puskesmas. Kepastian adanya rencana pembangunan rumah sakit di Nusa Penida ini diakui Kadiskes Klungkung, IGN Swastika, Kamis (14/3) kemarin. Namun, IGN Swastika tidak mengetahui berapa besar anggaran yang disiapkan pusat untuk membangun rumah sakit di Nusa Penida. Ia hanya mengatakan kalau pusat hanya menyiapkan bangunan dan alat kesehatan. Sedangkan dari Pemkab sendiri hanya diminta untuk menyediakan SDM dan lahan untuk dipakai rumah sakit. Untuk lahan, IGN Swastika mengaku Pemkab telah siap. Rencananya Pemkab akan menggunakan tanah negara sebagai tempat rumah sakit. Lokasi lahan yang dipakai berada di Br. Nyuh, Ped, Nusa Penida dengan luas satu sampai tiga hektar. “Untuk lahan kami manfaatkan tanah negara dan lokasinya dekat dengan Polsek Nusa Penida. Dan hal ini juga kami telah laporkan ke Pak Bupati,” ujar IGN Swastika.

C.301

Menurut Swastika, jika tidak ada halangan, pembangunan rumah sakit pratama di Nusa Penida akan dibangun pada tahun 2014. Pembangunan rumah sakit itu untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Rumah sakit pratama yang dibangun juga sama dengan tipe D. Kapasitas bed yang disediakan juga sebanyak 30 bed dengan perbandingan satu bed sama dengan 1.000 orang. Selain itu, untuk SDM, IGN Swastika juga mengaku telah menyiapkannya. Sesuai dengan kajian, dia telah menyiapkan puluhan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Di antaranya lima dokter spesialis, bidan lima orang, perawat 20 orang, dokter umum tiga orang dan asisten apoteker, radiograper dan pranata lab masing-masing satu orang. Bahkan untuk tenaga dokter spesialis, ada lima dokter yang disekolahkan untuk menjadi dokter spesialis. “Untuk SDM kami juga bekerja sama dengan pihak provinsi. Bahkan untuk men-

ingkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kami juga akan mengembangkan Puskesmas Nusa Penida II dengan standar internasional yakni melengkapi dengan helipad ,” ujarnya. Sementara rencana pusat membangun rumah sakit pratama di Nusa Penida mendapat respon positif dari tokoh masyarakat. Salah satunya dari Kepala Desa Batumadeg, Made Mustika. Hanya saja Mustika berharap pembangunan rumah sakit nanti lancar. Tidak seperti Puskesmas Nusa Penida I yang pembangunannya tersendat-sendat. Selain itu, untuk SDM, Mustika juga berharap disiapkan secara profesional. Kalau bisa untuk tenaga kesehatan dia berharap diprioritaskan dari warga Nusa Penida. Apalagi di Nusa Penida banyak tamatan ilmu kesehatan. “Kalau diambil di daratan, kami khawatir pelayanannya terganggu. Terutama menjelang hari raya karena sedikitsedikit mereka pasti pulang ke daratan,” tandasnya. (119)

C.285


EKSPRES

8

Denpost l jumat, 15 MARET 2013

Ekspresikan Diri Lewat

foto: satria trimurti

Irama musik yang unik itu menjadi populer hampir di seluruh tempat. Dengan gerakannya yang beragam dan atraktif, harlem shake menjadi fenomena yang menggemparkan dunia. HARLEM SHAKE merupakan sebuah tarian yang awalnya dimulai di Harlem, New York dan kini mulai dikenal di seluruh dunia. Walaupun terbilang masih baru, sudah banyak orang yang mengikuti

gaya tarian harlem shake serta membuat video dance dan mengunggahnya ke situs seperti

youtube. Mendunianya harlem shake sama halnya dengan fenomena gangnam style yang populer setahun lalu. Kedua fenomena ini mendapat res­pon yang positif dari masyarakat karena dinilai unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Jika diumpamakan seperti virus, harlem shake sukses membuat masyarakat dunia mengalami demam hebat. Popularitasnya kian hari kian bertambah dan dapat disaksikan, semakin

banyak saja video bertajuk harlem shake yang diunggah ke youtube. Masyarakat di berbagai usia dan kalangan dapat menikmati dan melakukannya, bahkan publik figur seperti aktor dan aktris pun ikut ambil bagian dalam mendu­nianya harlem shake. Bukanlah sebuah aksi karena ‘kurang kerjaan’, namun harlem shake dilakukan karena dinilai baik untuk kegiatan menghibur diri dan sarana mencari kegembiraan.

Salah satu siswi kelas X SMA Negeri 1 Denpasar, Ida Ayu Cempaka Dewi Ya­tindra, berpendapat bahwa harlem shake merupakan sebuah tren yang unik dan dinilai mampu menghibur semua pihak. Ia juga me­ngaku bahwa ia ingin membuat harlem shake ver­ sinya dan teman-temannya.­ “Saya pribadi menyukai harlem shake karena ramai dan terlihat ceria. Harlem shake itu boleh dilakukan asalkan kita mengetahui batasanbatasan sesuai dengan norma dan adat bangsa timur yang

kita miliki,’’ ujarnya dengan ra­mah. Harlem shake saat ini memang sedang mencuri perhatian banyak kalangan. Senada dengan Cempaka, Ida Bagus Tirta Yoga Yatindra, berpendapat harlem shake saat ini lagi fenomenal. “Harlem shake merupakan hal yang baik. Tetapi mungkin ada beberapa bagian yang kurang pantas dipertontonkan dan terkadang dapat merubah mindset anakanak,’’ katanya. Memang, harlem shake

saat ini adalah sebuah fenomena yang membuat masyarakat dunia terbawa asyiknya ‘tarian mabuk’. Ada yang mengikutinya dengan motif popularitas, ataupun dengan motif rekreasi dan ekspresi diri. Namun tidak ada salahnya jika kita semua memperhatikan kode etik dan kesesuaiannya dengan norma yang berlaku. Hal ini bertujuan agar harlem shake menjadi sebuah tren yang layak untuk dipertontonkan serta dinikmati seluruh masyarakat. (kha)

Harlem Shake Vs Gangnam Style

IL PROF

grafis: adi sudianggara

Sara Putri Yogita

Lagunya yang Asyik

VIDEO harlem shake kini banyak beredar di situs youtube. Mulai dari artis, karyawan hingga siswa seakan berlombalomba untuk membuat video harlem shake yang telah menggantikan tren gangnam style. Salah satunya adalah siswi kelas XI IPA 7 SMAN 1 Denpasar, Sara Putri Yogita. Ia mengaku pernah membuat video harlem shake bersama teman-teman sekelasnya dalam rangka merayakan kemenangan tim sepak bola kelasnya saat bertanding dalam even Liga Karmany. Ia bersama teman-temannya membuat video harlem shake di Lapangan Sading, tempat dimana event Liga Karmany diadakan. Gadis yang berzodiak Aquarius ini mengatakan, ia pertama kali melihat video harlem shake di situs youtube. Namun saat itu ia tidak sadar bahwa harlem shake telah berhasil menggantikan video gangnam style dan menjadi tren baru di situs youtube. ”Lama kelamaan baru sadar ternyata harlem shake adalah tren yang baru setelah melihat banyak orang yang buat videonya,’’ ujar gadis yang gemar dengan olahraga softball ini. Gadis yang hobi membuat film ini terinspirasi membuat video harlem shake karena lagunya yang asyik dan juga cocok dengan gerakan yang ada di tarian harlem shake. Selain itu, ide dari tarian harlem shake juga berbeda dari ide-ide tarian lain yang pernah muncul dan menjadi tren di situs youtube. ”Gak kebayang pas nonton videonya di youtube, tiba-tiba semuanya nari dan jadi ramai. Padahal awal-awalnya semua pada diam dan sikap­nya biasa-biasa saja. Lucu banget kelihatannya,’’ ungkapnya. (dea)

komentar mereka

AKHIR-AKHIR ini tren harlem shake menggemparkan dunia, yang dulunya sempat muncul di tahun 1980-an. Sebelumnya, dunia dihebohkan dengan trend gangnam style yang dipopulerkan oleh Psy, seorang penyanyi dari Korea Selatan. Antusiasme masyarakat terhadap trend ini sangat besar, hal itu dapat dilihat dari banyaknya masya­rakat yang menonton video harlem shake dan gangnam style di youtube. Jadi, tidak dapat dipungkiri jika kedua trend ini merambah masih ke seluruh kalangan. Menurut guru Bahasa Ingzaman gris di SMAN 1 Denpasar, gangnam Devy Gita Augustina, harstyle...? lem shake dan gangnam style merupakan fenomena yang bersifat menghibur dan biasa terjadi. Meledaknya kedua trend ini mungkin disebabkan oleh gerakan-gerakan aneh yang menjadi ciri khasnya.

성난

!!!

kartun: adi sudianggara

redaksi Smansa Journalist Club

Seperti gangnam style yang memiliki ciri khas gerakan seperti orang menunggangi kuda, seda­ ngkan harlem shake gerakannya lebih bebas se­ suai dengan keinginan dan diiringi dengan musik harlem shake. Ibu dari seorang putra ini mengatakan jika ia lebih senang dengan harlem shake, karena lebih bersifat mengibur dengan gerakan–gerakan yang cenderung gila. “Saya tidak terlalu mengikuti perkembangan gangnam style, jadi saya lebih tertarik dengan harlem shake, karena ada sisi komedi dari gerakan – gerakan yang diperagakan oleh penarinya, gerakannya juga variatif. Lumayan untuk menghilangkan rasa penat dan bosan,’’ papar wanita yang memiliki hobi bermain billiard ini. Sejauh ini, belum bisa diperkirakan mana yang akan lebih meledak. Apakah harlem shake atau mungkin gangnam style? Ini semua tegantung dari penilaian dan antusiasme masyrakat. Tetapi menurut wanita yang akrab disapa Miss Devy ini. masyarakat lebih menyukai harlem shake, karena gerakan – gerakannya bisa dilakukan oleh semua orang baik tua ataupun muda. “Tidak ada salahnya berkreativitas dengan membuat tren seperti harlem shake atau gangnam style, asalkan masih dalam batas kewajaran. Toh, ini hanya sekadar hiburan bukan hal yang harus disikapi dengan pikiran sempit dan gawat,’’ tandas perempuan berzodiak Virgo ini. (ped)

poling Pelindung Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd. Pembina Dra. Ni Putu Purwani Laksmi Pemimpin Redaksi A.A. Cindy Jayantari

Reporter Aveda Astya, Desak Cittarasmi, Satria Trimurti, Pradnya Amadeandra, Kharisma Wibhisono Alamat Redaksi SMAN 1 Denpasar

1.

Pertama kali tahu harlem shake dari mana? - Televisi 32% - Youtube 55% - Teman 13%

2.

Pernah punya rencana untuk buat video harlem shake? - Sudah buat 25% - Pernah 64% - Tidak pernah 11%

’’Pendapat orang mung­ kin berbeda – beda, tapi saya pribadi menganggap harlem shake itu lucu, mengingat harlem shake itu hak setiap orang un­ tuk berkreasi dan rekreasi diri,’’

’’ Harlem shake sah–sah aja karena tidak ada menyalahi aturan di Indonesia. Namun kita perlu ingat jangan sampai budaya luar seperti harlem shake ini yang belum kita ketahui secara pasti pakemnya menggusur budaya asli Indonesia terutama di kala­ ngan anak muda yang gampang menerima pengaruh dari luar,’’

’’Harlem shake itu lucu dan lumayan menghibur tapi agak konyol,’’

Ida Ayu Trisna Wulandari SMAN 1 Denpasar

I Putu Gede Putra Arcana SMAN 1 Denpasar

Gede Ngurah Yoga Pramana SMAN 1 Denpasar

3.

Lebih tertarik dengan harlem shake atau gangnam style? - Harlem Shake 57% - Gangnam style 28% - Keduanya 15% Keterangan : Jumlah responden : 100 orang Lokasi sampling : SMAN 1 Denpasar Metode : Kuisioner (ped/cit) ’’Harlem Shake itu pertama dibuat sama anak – anak Australia dengan durasi video kurang lebih 30 detik, dengan satu leader awal yang memulai goyangannya dan pada musik tertentu dilanjutkan dengan orang– orang disekitarnya. Trus harlem shake itu tidak berpatokan dengan satu gaya saja, tapi kita bebas mengekspresikan sesuai dengan yang diinginkan,terus juga bisa dibuat ber­ bagai versinya pokoknya harlem shake itu keren deh!!!!’’ (tim) Made Pasek Bhajraskara SMAN 1 Denpasar


9

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

Chevrolet Spin

Tawarkan Tiga Pilihan Mesin, AC Triple Blower CHEVROLET membuat terobosan baru dengan mengeluarkan produk andalan Chevrolet Spin. Dengan tiga pilihan mesin sebagai ‘’nyawa’’ yakni bensin 1.200 CC, bensin 1.500 CC dan diesel 1.300 CC. Khusus untuk yang terakhir, menjadikan Chevrolet Spin sebagai MPV termurah pertama di Indonesia yang berani menawarkan mesin diesel. Teknologi mesin diesel 4-silinder tersebut termasuk canggih, commonrail dan turbo dengan torsi 190 Nm @1.750-8.000 rpm dan tenaga maksimal 75 PS@4.000 rpm. ‘’Kami ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dengan mesin diesel ini. Selama ini belum ada MPV diesel di kelasnya. Faktor itulah yang membuat kami menjadi trendsetter. Inilah saatnya masuk dengan teknologi tinggi,’’ kata Authorized GM Autoworld Dealer PT. Prima Auto World, Dewa Sunarpa, Kamis (14/3) kemarin. Ditambahkannya, mesin diesel Chevrolet Spin sudah dikalibrasi, kondisinya disesuaikan dengan kualitas diesel di Indonesia dengan kadar sulfur cukup tinggi. ‘’Untuk pilihan mesin tersedia dalam tiga pilihan. Semuanya dilengkapi dengan 4 silinder dan untuk mesin diesel menggunakan common rail injection turbo,’’ ujarnya. Sementara untuk pilihan warna, lanjut dia, tersedia dalam enam pilihan yang menarik yakni mond grey metallic, black sapphire, very berry red metallic, mecaw blue metallic, switchblade silver metallic, dan summit white. Chevrolet Spin yang diluncurkan PT. General Motor’s (GM) Indonesia ini mampu menampung

tujuh kursi penumpang. Salah satu kelebihan MPV ini adalah plat bodi yang lebih tebal dibanding mobil sekelas buatan Jepang, untuk meningkatkan faktor kemanan. ‘’Ketebalan plat 0,6 sampai 0,8 mm. Berbeda dengan Spin keluaran Brazil yang berkapasitas 1,8 liter, versi Indonesia mengusung mesin 1,5 liter, dan 1,2 liter untuk bensin, dan 1,3 liter untuk varian diesel,’’ ucapnya, seraya menyebutkan versi setir kiri juga sudah dibuat purwarupanya. Sebab, lanjutnya, Spin buatan Bekasi juga akan diekspor ke Filipina, dan negara-negara lain di mana jenis MPV laku keras. Dari hasil test ride yang dilakukan di Bekasi beberapa waktu lalu, Chevrolet Spin secara keseluruhan cukup nyaman. Patut dipertimbangkan serta mampu bersaing dengan para kompetitor di kelasnya (MPV). Bahkan dari visibilitas baris kedua, pengendara maupun penumpang dapat dengan leluasa melihat pemandangan ke depan maupun ke belakang. ‘’Untuk harga Chevrolet Spin ini, kami mulai dari Rp 149.800.000 (OTR),’’ paparnya. Diungkapkannya, Chevrolet Spin ini juga tak kalah dengan kompetitor lainnya. Spin dilengkapi AC triple blower dengan kapasitas tujuh penumpang. ‘’Bagi yang inden sampai 31 Mei ini, kami siapkan satu unit Chevrolet Spin untuk lima orang. Sedangkan untuk test drive, bisa segera mendaftar ke show room PT Prima Auto World Jl. Gatit Subroto Barat No.88 Y, Denpasar, karena kami menyiapkan 10 skuter Piaggio, dan 15 Ipad dan 20 Black Berry (BB),’’ tandasnya. (eka)

DenPost/adhi wijaya

BERSAING - Chevrolet Spin dengan tiga pilihan mesin plus dilengkapi kenyamanan AC triple blower dan harga terjangkau, siap bersaing dengan kompetitor lain yang mengeluarkan mobil jenis MPV.

Bawang dan Cabai Melonjak, Pedagang Sate Lilit Kelimpungan

DenPost/sri wiadnyana

TERTEKAN HARGA - Salah satu pedagang sate dan lemped di desa Kusamba, Dawan, Klungkung terlihat melayani pelanggan, Kamis (14/3). Naiknya harga cabai dan bawang putih membuat mereka kelimpungan menentukan harga ke konsumen. Semarapura, DenPost Meningkatnya harga bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih dan cabai langsung dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha berskala kecil. Di wilayah Klungkung, sejumlah pedagang ikan laut bakar dan sate lilit di sepanjang jalan Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung mulai mengeluh. Masalahnya, sambal mentah (matah) yang

menjadi menu utama dalam menyajikan santapan ikan laut, bahan bakunya meningkat tajam. Seperti dikatakan pemilik usaha rumah makan Sari Baruna di Desa Pesinggahan, Putu Andrayani, Kamis (14/3) kemarin. Dia mengeluh tajamnya kenaikan harga bawang merah dan putih. Jika sebelumnya bawang putih per kilogram hanya Rp 35 ribu, kini melonjak jauh

menembus angka Rp 80 ribu per kilogram. Makanya dia harus memutar otak mengatasi kenaikan yang terjadi sejak empat hari belakangan tersebut. Terlebih harga cabai merah yang merupakan bahan dasar sambel matah juga ikut naik. “ Harga cabai juga naik. Per kilo sekarang sudah tembus Rp 60 ribu di pasar,” cetusnya dengan nada lesu. Namun, meski harga

bumbu dapur tersebut naik selangit, Andrayani mengaku belum berani untuk menaikkan harga dagangan. Dia juga sadar sikapnya itu akan berbuntut kerugian dari usahanya. “Kami takut kehilangan pelanggan. Tapi jika dalam waktu satu minggu ke depan harga masih terus menunjukkan kenaikan, terpaksa harga per porsi kami akan sesuaikan,” ujarnya. Selain itu, pengurangan bawang dalam setiap menu masakan juga sempat terlintas di pikiran Andrayani. Hanya, dia mengaku khawatir jika rasa khas sambel matah yang menjadi menu andalannya akan berbeda rasa dari biasanya. Apalagi untuk membuat sambal matah, dia memerlukan dua sampai tiga kilogram bawang merah dan cabai per hari. “Tapi kalau dikurangi, kami khawatir rasanya juga berkurang,” imbuhnya. Tak hanya pedagang, pelanggan juga mengeluhkan melonjaknya harga bahan baku sambal matah itu. Salah satunya Agus Suantara (35), salah satu karyawan ekspedisi. Ditemui di warung Sari Baruna, Agus mengaku sedikit kecewa dengan meroketnya harga bawang. Alasannya, sebagai penikmat ikan laut segar dan sambel matah, kondisi itu tentu akan mempengaruhi selera kulinernya. “Jika harga bawang dibiarkan terus merangkak naik, jelas berdampak pada menu makan di sini. Terutama sambal matah-nya,” sungutnya. (119)


10

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

KLB Demokrat Siap Digelar di Bali Renon, DenPost Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) dipastikan digelar di Bali antara 30 dan 31 Maret mendatang. Sedikitnya ada dua agenda yang dibahas dalam kongres partai berlambang mercy tersebut, yakni memberhentikan resmi Ketua Umum (Ketum) DPP PD, Anas Urbaningrum, usai ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi Hambalang dan pengisian jabatan Ketum tersebut. “KLB PD dipastikan di Bali dan kami siap menjadi tuan rumah. Bali dipilih karena dirasakan lebih aman dan nyaman serta SDM-nya memadai. Apalagi Bali pernah sukses jadi tuan rumah kongres pertama Mei 2005 lalu,” ujar Ketua DPD PD Bali, Made Mudarta, di Denpasar, Kamis (14/3). Lebih lanjut politisi asal Jembrana ini mengatakan, dari aspirasi yang berkembang di internal partai, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan menjadi Ketum DPP PD. “Kami beralasan, SBY merupakan pendiri dan pemilik partai. Selain itu SBY dinilai mempunyai kepemimpinan yang kuat dan andal. Branding politik Partai Demokrat juga ada di SBY. Dengan berbagai alasan itu, Bali menginginkan SBY menjadi Ketum PD,” ungkapnya. Namun, kata Mudarta, kalau SBY tidak berkenan menjadi Ketum PD, masih ada opsi lain yang diusulkan pengurus PD seIndonesia. Mereka yakni anggota Dewan Pembina PD Marzuki Alie dan Ahmad Mubarok; mantan Ketum, Hadi Utomo; anggota Dewan Pembina PD, Syarif Hasan; Sekretaris Majelis Tinggi, Jro Wacik; dan Wakil Sekjen, San Mustopa. “Kalau SBY tidak berkenan, nama-nama itu yang akan dipilih menjadi Ketum. Mudah-mudahan sebelum kongres, nama-nama itu sudah mengerucut sehingga tinggal dipilih secara mufakat dan aklamasi,” terang Mudarta. Disinggung hadir tidaknya Anas Urbaningrum dalam KLB, Mudarta menyebut jajaran pengurus DPP berharap Anas fokus pada kasus yang dihadapi, sehingga KLB tidak menjadi beban bagi Anas. Selain itu, KLB nanti akan diikuti 700 peserta baik pengurus DPD dan DPC PD se-Indonesia. Masing-masing DPD mempunyai 2 suara, masing-masing DPC 1 suara, DPP 3 suara, dan Dewan Pembina 5 suara,” paparnya. Terkait tempat KLB digelar, Mudarta belum bisa memastikan. Namun, ia menyebut ada tiga opsi tempat yakni Sanur, Nusa Dua dan Kuta. “Tapi kami lebih cenderung di Sanur. Soal pengamanan, nanti kami melibatkan pecalang, pasukan Rajawali PD, dan TNI/Polri,” tandasnya. (115)

Kekurangan Rp 7,5 Triliun

2013, Pembayaran TPG Dipastikan Tak Penuh Denpasar, DenPost Pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) untuk guru sudah lulus sertifikasi yang besarannya setara satu kali gaji pokok per bulan pada tahun anggaran 2013 ini dipastikan tak penuh alias kembali mengalami kekurangan. Seperti dilansir DenPost, Kamis (14/3) kemarin, anggaran negara yang tersedia untuk pembayaran TPG hanya Rp 43,5 triliun. Sementara keperluan untuk kepentingan itu mencapai Rp 51 triliun atau ada kekurangan Rp 7,5 triliun. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bali Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., dan anggota Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Apalagi, kekurangan pembayaran TPG untuk guru-guru

penyandang status Tersertifikasi sudah jadi permasalahan klasik karena senantiasa terjadi pada setiap tahun anggaran. Melihat realita itu, kedua petinggi PGRI ini menuding pemerintah terkesan setengah hati alias tidak serius dalam meningkatkan kesejahteraan

guru. “Saya memang menangkap kesan pemerintah setengah hati. Selain itu juga terkesan tidak siap melaksanakan program sertifikasi guru beserta konsekuensi yang menyertainya,” kata Wenten Aryasuda yang dibenarkan oleh Madiadnyana, Kamis kemarin. Lebih lanjut, keduanya juga

Harga Meroket, Bibit Langka

Menteri LH Usulkan Nyepi Diberlakukan Nasional

INFO KESEHATAN

Hati-hati Bersihkan Telinga KOTORAN telinga yang dalam bahasa medis disebut serumen bukanlah bakteri, melainkan hasil produksi kelenjar yang terdapat pada liang telinga bagian luar. Tiap orang memiliki tipe serumen yang berbeda-beda. Ada yang berbentu cair, padat atau berupa serpihan-serpihan kecil dengan warna yang bervariasi. Serumen memiliki efek proteksi karena membantu membawa kotoran yang ada di liang telinga seperti pengelupasan kulit atau debu yang masuk, mencegah partikel tersebut masuk lebih ke dalam dan mengganggu gendang telinga. Pada keadaan normal, serumen tidak akan tertumpuk di liang telinga karena akan keluar sendiri pada saat mengunyah atau bicara dan akan menguap oleh panas pada saat sampai di luar liang telinga. Serumen yang menumpuk di liang telinga dapat menimbulkan gangguan seperti pendengaran menurun, mendenging, rasa penuh, bahkan nyeri di telinga yang disebabkan karena serumen yang memenuhi liang telinga. Sayangnya, begitu banyak orang yang tidak mengerti dengan cara membersihkan telinga yang benar. Penggunaan alat seperti cotton bud, jari, pensil justru akan mendorong kotoran telinga semakin dalam mendekati gendang telinga. Jika dilakukan terus menerus kotoran akan menumpuk dan menyumbat telinga sehingga pendengaran pun akan menurun karena suara tidak dapat dilakukan dengan baik. Selain itu, terlalu banyak memanipulasi liang telinga dengan alat dapat memicu terjadinya infeksi liang telinga luar yang ditandai dengan pembengkakan atau perdarahan pada liang telinga. Bahaya lain yang bisa disebabkan karena kesalahan dalam membersihkan serumen adalah pecahnya gendang telinga karena tertusuk oleh cotton bud. Waktu terbaik membersihkan telinga adalah saat kotoran telinga terlihat di luar liang telinga. Bisa dilakukan dengan mengusapkan tisu atau handuk basah pada bagian luar liang telinga. Jangan menggunakan alat bantu yang berbentuk stik seperti cotton bud atau benda-benda tajam seperti jepit rambut dan bulu ayam. Untuk yang memiliki tipe kotoran kering, bisa meneteskan baby oil ke dalam liang telinga secara rutin untuk mencegah terjadinya penumpukan kotoran telinga. Bila tidak yakin dapat membersihkan dengan benar, sebaiknya datang ke dokter. ‰ dr. Dian AriyantiPutri, S.Ked.

adnyana mengkritisi. Madiadnyana yang mantan Ketua PGRI Kota Denpasar ini berharap pemerintah lebih serius lagi dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Apalagi, masalah kekurangan pembayaran TPG sering memicu kesalahpahaman di kalangan guru lantaran menduga Disdikpora kabupaten/kota yang sengaja mengendapkan pembayaran TPG yang jadi hak mereka untuk berbagai kepentingan. “Disdikpora kabupaten/kota di Bali lebih baik menginformasikan masalah ini kepada para guru sehingga tidak terjadi lagi praduga macam-macam seperti tahun anggaran sebelumnya,’’ pintanya. (123)

Bawang Putih di Jembrana Mencapai Rp 70 Ribu

Kurangi Pencemaran dan Pemborosan Energi

Kuta, DenPost Pelaksanaan Nyepi yang digelar umat Hindu dan diikuti seluruh masyarakat di Bali ternyata mendapat apresiasi positif dari banyak Kalangan termasuk dari pemerintah pusat. Bahkan Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya mengapresiasi Nyepi yang dilakukan seluruh warga di Bali. Terkait Nyepi yang berdampak sangat baik itu, Balthasar mengaku akan mengusulkan dan mendorong pelaksanaan Nyepi agar dapat diberlakukan secara nasional. Di bagian lain, Balthasar bahkan menghimbau pemerintah di setiap provinsi dan kabupaten agar mencontoh Nyepi di Bali. “Saya rasa Nyepi bisa dilakukan secara nasional. Kendaraan berhenti beroperasi satu atau dua hari,” ujarnya, disela Rapat Koordinasi Kementrian Lingkungan Hidup Regional Bali dan Nusra, di Hotel Grand Inna Kuta, Kamis (14/3). Dipaparkan Balthasar, Nyepi sangat baik manfaatnya buat lingkungan maupun dampaknya bagi seluruh warga. Selain lingkungan terjaga dengan baik, bagi Balthasar, Nyepi dapat menghemat energi baik energi listrik maupun energi lainnya. “Disamping baik buat lingkungan, Nyepi juga dapat melakukan penghematan energi yang sangat banyak,” tegasnya. Untuk mewujudkan Nyepi bisa diberlakukan nasional, Balthasar menilai perlunya kesadaran dari masyarakat luas akan pentingnya manfaat Nyepi. “Kontribusi Nyepi sangat baik untuk pencemaran. Kalau bisa dibuat di tempat lain akan sangat baik. Pencemaran udara dan lingkungannya akan semakin baik,” imbuhnya. Untuk itu, Balthasar mengajak masyarakat bersama-sama mengampanyekan dan mensosialisasikan Nyepi agar bisa dilakukan di seluruh Indonesia bahkan dunia. “Di Jawa Barat dikampanyekan free makan nasi sehari bisa dilakukan, apalagi ini Nyepi buat lingkungan pasti bisalah,” imbuhnya. Ditambahkannya, Bali sudah mendunia karenanya harus dijaga dengan baik lingkungannya. Di sisi lain, Menteri memaparkan kecendrungan sampah di kota harus menjadi perhatian khusus. Bahkan dia sempat menyoroti kondisi Pantai Jimbaran, dimana dua tahun lalu sangat bersih. “Kemarin malam saya ke sana ternyata banyak kayu berserakan ini harus menjadi perhatian,” ujarnya, seraya mengatakan pesisir mesti dijaga dengan baik termasuk Lingkungannya. (113)

mengaku heran mengapa permasalahan yang sama terjadi berulang-ulang setiap tahun anggaran. Pemerintah pusat selalu menjanjikan akan membayar kekurangan TPG pada tahun anggaran berikutnya. Hal ini tentunya sangat menggelikan mengingat, pembayaran TPG untuk tahun anggaran yang sedang berjalan saja anggarannya tidak pernah cukup alias defisit. Apalagi, untuk membayar tunggakan TPG untuk tahun anggaran-tahun anggaran sebelumnya. “Semestinya, pemerintah pusat cermat dalam memplotting anggaran sehingga tidak sampai terjadi kekurangan anggaran seperti ini. Apalagi ini terjadi berulang kali,” kata Madi-

DenPost/witari

BAWANG PUTIH - Pedagang bawang di pasar umum Negara kemarin mengakui adanya lonjakan harga yang cukup besar. Negara,DenPost Harga bawang putih dan bawang merah di Jembrana sejak beberapa hari belakangan ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Jika sebelum Hari Raya Nyepi harga bawang putih hanya Rp 20 ribu per kilo namun kini mencapai Rp 70 ribu, sedangkan bawang merah sebelumnya Rp 30 ribu kini mencapai Rp 50 ribu. Kenaikan harga bawang ini membuat para pedagang di pasar maupun di warungwarung merasa kesulitan untuk menjual bawang secara eceran. “Kadang kan tidak semua pembeli membeli bawang jumlahnya sekilo atau setengah kilo atau seperempat, ada juga kadang yang membeli dengan cara eceran misalnya Rp 5000 atau Rp 3000, kalau tidak dilayani

kasihan, kalau dilayani susah juga dikasi berapa siung,” jelas seorang pedagang di pasar Negara,Kamis (14/3) kemarin. Seorang pedagang sembako di dalam pasar Negara Wayan Donik kemarin mengatakan bawang kini memang sangat mahal sehingga pihaknya sangat merasakan dampaknya. “Bahkan sampai pengepul juga tidak punya barang, jadi bingung, dengan kenaikan ini daya beli masyarakat juga menurun,”jelasnya.Namun jika ada yang memiliki hajatan katanya baru ada yang membeli dengan volume besar 30-40 kilo. “Namun kalau diluar itu daya beli sangat kurang,bahkan banyak pembeli survey harga dulu mereka, kalau tidak cocok di tempat lain baru datang lagi ke sini,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang pedagang di BTN Tegal Badeng Timur mengatakan kini dia tidak berani menyetok bawang banyak-banyak karena takut harganya tambah meroket. Untuk bawang putih dan merah yang dijualnya dibeli dari pedagang Jawa maupun lokal. Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop Jembrana, Nyoman Mayun mengakui adanya peningkatan harga bawang di pasaran. Namun pihaknya hanya bisa mengawasi sehingga tidak ada penimbunan. Namun terkait harga katanya itu hanya mekanisme dari pasar. Pihaknya mengharapkan tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi melonjaknya harga bawang dengan menimbun sebanyak-banyaknya. (120)

Bangli, DenPost Meroketnya harga bawang putih dan bawang merah di pasaran berbuntut pada langkanya persediaan bibit. Kelangkaan bibit menyebabkan petani bawang merah di Kecamatan Kintamani, Bangli menjerit. Kondisi ini menjadi bertambah parah karena air Danau Batur meluap sehingga menggenangi sebagian lahan pertanian warga. Menurut salah seorang petani bawang, sekarang ini musim bertanam sudah dekat sehingga mereka mulai membersihkan lahan yang akan ditanami bawang. Tetapi petani masih kebingungan untuk mendapatkan bibit. ‘’Musim bertanam sudah dekat, tetapi kami masih kesulitan mendapatkan bibit bawang,’’ kata I Wayan Pencal, petani bawang di Kintamani. Dikatakan, untuk membeli bibit, petani terbentur modal karena harganya yang sangat meroket akibat kenaikan harga yang tidak terkendali. Petani lainnya, I Nengah Swastika, mengatakan, selain harga bibit bawang yang sangat tinggi, petani juga kesulitan untuk mendapatkannya. Untuk harga bibit, dikatakan sangat mahal mencapai Rp 50 ribu. “Selain harga bibit bawang yang sangat tinggi, untuk mendapatkan juga sangat sulit. Sehingga saat musim tanam seperti sekarang kami kebingungan,” tuturnya. Ditambahkan, tahun-tahun sebelumnya harga bibit tidak pernah semahal ini. Biasanya harga bibit bawang merah hanya mencapai kisaran belasan ribu per kilo. Tetapi sejak sebulan terakhir, harga bawang terus melonjak hingga sekarang mencapai Rp 50 ribu per kilonya. Sementara itu sebagian petani lainnya yang tidak mampu membeli bibit bawang terpaksa menanam sisa hasil panen sebelumnya untuk menyiasati masalah itu. “Sebagian petani juga ada yang menanam bawang hasil panen sebelumnya karena untuk mendapat di pasar susah dan harganya juga tinggi,” jelasnya. Selain masalah kesulitan mendapatkan bibit dan harganya yang tinggi di pasaran, petani bawang di Kintamani, ditambah kian merana dengan meluapnya air Danau Batur. Luapan air Danau Batur menggenangi belasan meter lahan pertanian warga. Tak pelak kondisi itu menyebabkan areal pertanian bawang menyempit akibat air danau. Sementara menyinggung kesulitan mendapatkan bibit yang hingga sekarang belum terpecahkan, petani berharap Pemerintah Kabupaten Bangli, melalui dinas terkait agar turun tangan mencarikan solusi. “Harapan kami pemerintah turun tangan sehingga musim ini kami bisa bertanam seperti semula dan harga bibit tidak terlalu tinggi,” katanya. (122)

Sidang Kasus Dugaan Korupsi Sukaja

Hadirkan Saksi Meringankan, Pemborong Sebut Proyek Selesai Renon, DenPost Setelah jaksa penuntut umum menghadirkan belasan saksi, kini giliran kuasa hukum Wayan Sukaja menghadirkan saksi meringankan dalam perkara dugaan korupsi bansos di Tabanan. Pada Kamis (14/3) kemarin, saksi ad charge atau saksi yang meringankan dihadirkan kuasa hukum dari Pembela Puputan Margarana itu adalah pemborong dan warga di lokasi proyek yang dipersoalkan kejaksaan. Di hadapan majelis hakim pimpinan Sugeng Riyono, pemborong mengakui bahwa mereka menerima uang dari Sukaja. Saksi itu adalah yang pembangunan bak penampungan air untuk Banjar Lebah, Desa Marga, Wayan Agus Setia Budhi, dan Wardana yang merupakan warga setempat. Dua lagi pemborong untuk pembangunan Pura Puseh dan Desa Munduk Pakel, Desa Gadung Sari, Selemadeg Timur yakni Made Darnayasa dan Made Jember. Sedangkan untuk perkara pembangunan Pura Rentaja, PH terdakwa tidak mengajukan saksi ad charge. Agus Setia Budhi yang mengerjakan bak penampungan air untuk Banjar Lebah di Desa Petiga mengaku sudah mendapat bayaran dari Sukaja yang diterima secara bertahap dengan nilai total Rp 75 juta, disertai

kwitansi. Nilai borongan ini sama dengan gelontoran dari Pemkab Tabanan pada tahun 2006. “Sudah dibayar. Tidak ada utang,” tandas Agus. Terkait proses pembangunan bak air yang dikerjakan tidak di Br Lebah, yakni di Desa Petiga, Agus mengaku bahwa itu adalah kehendak dari prajuru banjar. Dia mengaku awalnya didatangi klian banjar Made Sudarsa untuk membangun bak air di Petiga, lalu diantar menemui Sukaja. Setelah itu, dia diantar Sudarsa dan prajuru lainnya lokasi rencana pembangunan bak di Petiga. Lokasinya sekitar 3-4 kilometer di utara Banjar Lebah. Dia pun memastikan masyarakat tidak ada yang keberatan, sebab prajuru dinas yang menunjukkan dia ke lokasi. Dan, bak ini memang untuk Banjar Lebah, sebab dari bak penampungan langsung mengalir melalui pipa menuju Br. Lebah. Dalam pengerjaan itu, dikerahkan tenaga kerja lebih dari enam orang. Proyek dikerjakan antara tiga sampai empat bulan. Berikutnya, saksi Darnayasa yang menjadi pemborong dalam pembangunan Pura di Munduk Pakel, mengaku sudah mendapat bayaran dari Sukaja Rp 133,2 juta. Dia mengerjakan beberapa bagian pura, di antaranya tembok penyengker, pilar, dan apit surang. Dengan 12 orang pekerja, pembangunan dikerjakan sela-

ma dua bulan. Selain Darnayasa, satu pemborong lagi adalah Made Jember yang mengerjakan bagian lainnya, di antaranya bale kulkul dan sudah dibayar Sukaja Rp 58 juta. Setelah pemeriksaan saksi, kemarin langsung dilakukan pemeriksaan terdakwa. Kepada majelis hakim, Sukaja mengatakan bahwa dia menangkis dakwaan jaksa yang menuding bahwa pembangunan bak air dan dua pura tidak terwujud atau terlaksana. Ditegaskan, ketiga pembangunan itu adalah kehendak dari masyarakat, sedangkan dia hanya diminta bantuan untuk membangun, dan itu sudah diwujudkan. Untuk di Banjar Lebah, dana seluruhnya dari pemerintah Rp 75 juta sudah dikerjakan. Soal mengapa pembangunan bak air itu di Desa Petiga, bukan di Banjar Lebah, Sukaja mengatakan, di proposal tidak ada tulisan pembangunan di Banjar Lebah. Yang ada, bak air itu untuk Banjar Lebah. Hal itu sesuai dengan judul proposal. Namun, majelis hakim menunjukkan dalam proposal yang menjadi barang bukti jaksa, pada halaman RAB, disebutkan pembangunan bak penampungan air di Banjar Lebah. Ketika ditanya mengapa mau menerima uang dari masyarakat untuk membangun tiga proyek itu, Sukaja mengatakan bahwa

DenPost/suryawan

BERI KETERANGAN - I Wayan Sukaja saat memberikan keterangan kepada jaksa penuntut umum pada persidangan dugaan korupsi dana bantuan sosial, di Pengadilan Tipikor, Kamis (14/3) kemarin. dia hanya mau membantu masyarakat. Apalagi, dua proyek itu adalah dalam pembangunan pura. Sehingga dianggapnya sebagai yadnya. Sukaja pun mengaku sebetulnya dalam pembangunan ketiga proyek itu malah norok (menambahkan) dari duit sendiri. Disebutkan, untuk Pura di Munduk Pakel, selain membayar kepada dua pemborong senilai Rp 191,2 juta, dia juga memberikan lagi kepada panitia Rp 22

juta. Sehingga total untuk Desa Munduk Pakel, yang dikeluarkan melalui dia Rp 213,2 juta. Padahal, dia hanya menerima dana awal dari masyarakat Rp 50 juta dan dana dari pemkab Rp 150 juta atau Rp 200 juta. “Di Munduk Pakel keluar Rp 200-an juta lebih,” kata Sukaja. Kepada majelis hakim, Sukaja pun mengaku dia mau membantu masyarakat karena yakin suatu saat ketika dia meminta bantuan akan dibantu pula. (110)


15

DENPOST z JUMAT, 15 MARET 2013

Konser... Sambungan dari Hal. 1 Ketika konser rusuh, polisi sebenarnya sudah melakukan antisipasi dengan menghentikan konser dan minta seluruh massa membubarkan diri. Namun kondisi itu telanjur sampai ke warga kedua banjar. Buktinya berselang beberapa menit saja sekitar pukul 2.000 warga Pedahan turun gunung memblokir jalan masuk banjar mereka. Massa terkonsentrasi di Pasar Tukad Ling untuk melakukan penutupan jalan yang notabene merupakan satu-satunya akses jalan menuju Lingkungan Telaga. Suasana mencekam karena massa melengkapi diri dengan berbagai senjata tajam. Perkelahian massal nyaris pecah karena warga Telaga mencoba menerobos lawannya. Beruntung polisi siaga di sana.Sebanyak 48 warga Telaga yang tertahan tak bisa pulang digiring semantara ke Pospol Tianyar. Bersamaan dengan itu Kapolres Karangasem AKBP Rudy Efendy, bersama Wabup Made Sukerana melakukan upaya negosiasi agar massa Pedahan menghentikan aksinya. Negosiasi berlangsung cukup a lot, memakan waktu hingga enam jam. Baru sekitar pukul pukul 02.00 dini hari Kamis kemarin massa membubarkan

diri dan ke-48 warga Telaga akhirnya berhasil dievakuasi ke banjar mereka. Proses evakuasi melibatkan 576 personel Polres Karangasem ditambah satu kompi Brimob Polda Bali. Diterjunkannya Brimob karena konsentrasi massa tidak hanya terjadi di Tukad Ling. Di Telaga, sedikitnya 2.000 warga juga bersiap-siap turun gunung. Mereka berkumpul di jalan desa untuk menunggu kepastian nasib 48 warga mereka yang belum berhasil pulang. Di Tianyar Tengah (di lokasi konser), sekitar 2.000 warga setempat turun ke jalan mengamankan wilayah mereka. Sampai berita ini ditulis Kamis kemarin, personel Polres Karangasem maupun Brimob masih disiagakan di lapangan Abalon, Desa Sukadana, Kubu. Belum ada kepastikan kapan pasukan ditarik mengingat upaya mediasi masih berlangsung. ‘’Situasinya mulai tenang. Mudahmudahan sore nanti (Kamis kemarin) sebagian pasukan bisa ditarik,” kata Kapolres AKPB Rudy Efendy. Dia, yang juga standby di Lapangan Abalon, mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Empat korban luka masih dimintai keterangan guna mengungkap motif kasus sebenarnya. ‘’Keempatnya berstatus saksi. Motif sementara yang bisa kami gali, hanya kesalahpahaman,” jelasnya. (117)

Kedua Banjar Diminta Menahan Diri KONSER rusuh di Pantai Banjar Eka Adnyana, Desa Tianyar Timur, Kubu, Karangasem, tak hanya mencemaskan polisi. Tokoh masyarakat di Kubu, termasuk Wabup Karangasem Made Sukerana pun, merasa gundah. Buktinya pada malam kejadian, mereka langsung turun tangan melakukan antisipasi agar perkelahian yang dipicu kesalahpahaman itu tidak berkembang luas. Wabup turun menenangkan warga yang terbakar emosi. Setelah memantau lokasi kejadian, Wabup bersama anggota DPRD Nyoman Musna Antara menemui warga Pedahan yang terkonsentrasi di Tukad Ling. Wabup menekankan warga agar tidak terpancing halhal atau tindakan-tindakan yang dapat merusak hubungan kekerabatan yang terjalin baik selama ini. Warga diharapkan tenang dan tidak terprovokasi hingga menyebabkan situasi menjadi tidak kondusif.

Pohon... Sambungan dari Hal. 1 Seorang warga, Wayan Sukadana, mengungkapkan, saat itu terjadi hujan-angin di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Namun hal itu dianggap biasa oleh warga karena angin tak terlalu kencang. Tiba-tiba sebatang pohon besar di pinggir jalan tumbang melintang dan merusak kabel listrik di sebelah timur jalan. “Mungkin tanahnya sudah gembur, pohonnya juga sudah terlalu besar. Kalau warga tidak turun tangan tadi, mungkin macetnya sampai malam. Nunggu dari dinas terlalu lama,” ujarnya. Akibat kejadian itu, listrik di sekitar Desa Tamblang mengalami pemadaman selama hampir empat jam, karena petugas PLN turun tangan memperbaiki instalasi. Sebuah tiang listrik roboh tertimpa pohon, dan sebuah tiang lampu rusak karena terkena dahan-dahan pohon. Kepala BPBD Buleleng, Putu Dana, yang dihubungi terpisah membenarkan, adanya kejadian tersebut. Menurutnya, tim sudah turun ke lokasi dan bersama warga menebang pohon untuk mempercepat arus lalu lintas. Hujan deras yang mengguyur Desa Tamblang juga menyebabkan tanah longsor. Bahkan, seorang warga yakni Mangku Dadi yang sedang istirahat di rumahnya tertimpa senderan tembok yang longsor. Kapolsek Kubutambahan, AKP Wayan Suweca, saat dimintai konfirmasi mengatakan, tanah longsor terjadi sekitar pukul 15.30. Senderan tembok milik Made Suarawan, warga Dusun Kelodan, Desa Tamblang, roboh dan longsorannya menimpa Mangku Dadi yang tengah beristirahat di rumahnya. Akibatnya Mangku Dadi mengalami luka robek pada dahi dan sesak napas hingga dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Buleleng. (118)

Usai di Tukad Ling, rombongan Wabup menemui konsentrasi warga Telaga di Tianyar Barat. Di sana, Wabup juga mengingatkan massa supaya tenang dan tidak melakukan tindakantindakan yang dapat berimplikasi hukum. Warga diharapkan cooling down dan berusaha menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. ‘’Jangan terprovokasi karena itu justru akan memperuncing masalah. Mari semua tenang, jangan terpancing. Serahkan penanganan kasus kepada kepolisian, kepada proses hukum,” ucapnya. Seruan serupa disampaikan Kapolres AKBP Rudy Efendy. Kapolres yang memimpin kegiatan pengamanan dan evakuasi warga minta, kedua pihak menahan diri. Tokoh masyarakat kedua banjar bertetangga itu juga diharapkan menenangkan warga masing-masing, sehingga tidak terpancing melakukan hal-hal yang menjurus pada pelanggaran pidana. Dengan jalan itu pihaknya optimis situasi genting bisa segera cair. ‘’Jangan terbawa emosi karena itu akan memperkeruh masalah,” tegasnya. (sua)

Motor... Sambungan dari Hal. 1 Saat bersamaan dari arah berlawanan meluncur mobil pick-up yang dikemudikan I Wayan Ripun (69) yang beralamat di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung. Tabrakan antara kedua kendaraan tersebut pun tak terhindarkan. Benturan keras itu terjadi di jalur mobil pick-up. Nina yang beralamat di Banjar Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, mengalami luka

Gasak... Sambungan dari Hal. 1 “Dari keterangan saksi-saksi di empat TKP, ciri-ciri pelakunya sama. Anggota Polsek Kuta terus mendalami hasil penyelidikan tersebut. Pelakunya ketahuan bernama Lukman,” tambah sumber itu. Setelah mengantongi alamat tersangka Lukman, sekitar pukul 00.00, polisi menggerebek tempat tinggalnya. Selanjutnya dia diringkus dan digelandang ke Polsek Kuta. “Tidak ada perlawanan saat tersangka ditangkap. Dia mengakui perbuatannya,” tegas polisi. Kakek berkaca mata ini mengaku mencuri empat motor. Semuanya Yamaha Mio. Motor-motor tersebut dicuri di Jl. Legian sebanyak dua kali, Jl. Popies I Gang Sorga, dan Jl. Benesari, Kuta. Motor curian itu lalu disimpan di rumahnya selama beberapa hari,

Densel... Sambungan dari Hal. 1 Mereka dengan mudah mencuri barang-barang yang mudah dibawa,” tegas AKP Andhika. Terkait kasus itu, petugas Polsek Densel mengamankan barang bukti satu tablet Samsung Galaxy, Iphone merek Apple, notebook merek Acer, notebook merek HP, notebook merek Acer Aspire One, dua HP Blackberry Gemini Curve dan satu HP Blackberry Gemini. Namun AKP Andhika menyayangkan banyaknya korban tidak melapor ke polisi. Dari 30 TKP, hanya 5 korban yang melapor ke Polsek Densel. “Masalahnya saat kami cari ke TKP, korban sudah tidak tinggal di sana lagi alias pindah. Biasa kan, penghuni kos sering pindah-pindah sehingga kami kesulitan mencari mereka,” tambahnya. Terkait modus operandinya, mantan Kanitreskrim Polsek Ubud, Gianyar ini, mengatakan, beragam. Ada yang berkedok memungut sumbangan, menjual air isi ulang, mencari

parah. Mahasiswi ini mengalami pendarahan pada mulut dan telinga, patah tulang tertutup kaki kanan, dan sempat tak sadarkan diri. Kendati sempat mendapat pertolongan, wanita muda ini akhirnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perawatan di Instalasi Rawat Darurat (IRD) BRSU Tabanan. Sedangkan pengemudi mobil pick-up, dan telah dimintai keterangan. Selain mengakibatkan satu korban tewas, kecelakaan lalu lintas itu juga menimbulkan kerugian material berkisar Rp 1 juta. (121)

Gelapkan Uang Perusahaan, Kasir Spa Diadili Dangin Puri, DenPost Mantan kasir SPA CV Ratu, terdakwa Wayan Sujani (26), Kamis (14/3) kemarin diadili di Pengadilan Negeri Denpasar. Dia didakwa menggelapkan uang perusahaan hingga Rp 700 juta. Wanita yang beralamat di Jl. Taman Giri Perum, Griya Nugraha Bualu, Kuta Selatan ini, terus menunduk saat duduk di kursi pesakitan. JPU Ni Wayan Yusmawati

menyampaikan di depan majelis hakim pimpin Firman Panggabean, terdakwa melakukan perbuatannya dalam kurun waktu Mei 2009 hingga Desember 2011. Saat itu Sujani bekerja sebagai kasir di CV Bali Ratu Sps di Jl. Kartika Plaza, Kuta, dengan sengaja secara melawan hukum menguasai benda berupa uang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan

orang lain. Dalam perkara ini, terdakwa Sujani dijerat Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua (subsider) Pasal 372 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Mendengar dakwaan jaksa seperti itu, terdakwa menyatakan tidak mengajukan keberatan sehingga sidang pekan depan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi dari JPU. (110)

Polisi...

lemah. Menurut seorang petugas RS, kedua warga Banjar Abian Tubuh, Kesiman, Dentim itu, menjalani perawatan intensif di ruang terpisah. “Balik masih menggunakan alat bantu pernapasan. Sedangkan Jeger dirawat di ruang MS,” tegas petugas yang namanya enggan dikorankan itu Kamis kemarin. Saat ditanya kabar tentang salah satu mata Jeger terluka akibat kena peluru senapan angin, petugas itu tidak berani memastikannya. Tapi dia mengatakan bahwa mata kanan jeger terluka persis kena peluru. “Selain wajahnya lebam, mata kanan korban juga mengalami luka kecil hingga mengenai bola matanya,” tambah petugas itu. Keluarga Balik menolak memberikan keterangan terkait kondisi dan peristiwa penganiayaan itu. “Maaf korban

masih menggunakan alat bantu pernapasan dan tidak bisa diganggu,” jawabnya dengan nada ketus. Kasubag Humas RSUP Sanglah, dr. Kadek Nariyantha, hingga Kamis kemarin mengaku belum sempat berkoordinasi dengan tim dokter yang menangani keduanya. “Mohon maaf saya belum berkordinasi dengan dokter yang merawatnya. Begitu juga dengan kepastian apakah korban terkena peluru senapan angin atau tidak,” jawab Nariyantha singkat. Perlu diketahui, menjelang pawai ogoh-ogoh pada malam Pangerupukan, Senin (11/3) malam lalu, terjadi kericuhan di depan Balai Banjar Abian Tubuh di Jl. Sedap Malam, Kesiman, Dentim. Seorang warga, Made Sukana alias Balik (37), ditusuk teman satu banjarnya, tersangka I Nyoman Sukadana alias Jeger (28). (109/124)

Diganjar...

sanakan sebelum Galungan atau pada 22 Maret nanti, serta denda uang per pasangan Rp 500 ribu. Menurut Bendesa, mereka menyelesaikan dan mencari jalan keluar secara musyawarah mufakat serta sanksi yang sesuai dengan perarem banjar. Di sisi lain, pengontrak rumah juga mendapat sanksi ganda yaitu adat dan dinas. (wit)

Sambungan dari Hal. 1

lalu disewakan. “Tersangka mengaku beraksi sendirian,” tegas sumber itu. Di samping itu Lukman mengatakan bahwa dia beraksi sendirian. Saat beraksi, dari Denpasar ke Kuta, dia naik angkot. Selanjutnya dia jalan kaki menuju TKP. “Mengingat kasus ini baru terungkap, masih banyak yang perlu didalami. Sampai saat ini belum jelas modusnya,” ujar sumber itu. Selain menangkap garong motor, polisi mengamankan dua motor sebagai barang bukti. Polisi masih mengambangkan kasusnya dan mencari barang bukti lainnya. Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Kuta Kompol Putu Dedi Ujiana membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Selain itu, pihaknya masih melakukan pengembangan. “Rencananya besok (Jumat ini) kami ekspos kasusnya. Anggota kami masih kerja di lapangan,” tandasnya. (109)

“Mereka (Balik dan Jeger) sampai saat ini belum bisa kami periksa. Kami masih menunggu kondisi mereka pulih. Kondisi mereka mulai membaik tapi belum bisa dimintai keterangan,” tegasnya. Terkait adanya informasi bila kasus itu dipicu masalah di arena tajen, Kapolsek asal Tabanan ini, belum berani memastikan kebenarkan informasi itu. Pihaknya baru menyampaikan motifnya berdasarkan hasil penyidikan. “Itu kan baru informasi, belum tentu benar. Kami tetap kerja sesuai prosedur dan hasil penyidikan,” kata AKP Suprama. Dirawat Terpisah Sementara itu perawatan korban penusukan, Made Sukana alias Balik, dipindahkan ke ruang Ratna RSUP Sanglah. Sedangkan tersangka pelaku penusukan, I Nyoman Sukadana alias Jeger, masih menjalani perawatan di ruang MS. Belum diketahui secara pasti apa alasan pihak RS memindahkan Balik ke ruangan lain, padahal kondisinya masih

teman, dan murni membobol kos-kosan. “Modus itu yang perlu diwaspadai. Kalau ke luar kamar atau lagi tidur, jangan lupa mengunci pintu dan jendela. Sering juga tempat kos-kosan yang tidak ada pintu gerbangnya,” kata mantan Kanit Satnarkoba Polresta Denpasar ini. AKP Andhika menegaskan, sejak awal tahun ini, pihaknya menangkap 10 tersangka dan sudah dijebloskan ke sel. “Dalam tempo dua bulan, kami meringkus 10 tersangka. Semuanya beraksi di kos-kosan. Wilayah Densel memang banyak kos-kosan, terutama di Gelogor Carik, Pemogan, dan Panjer. Oleh karena itu, kami mengimbau supaya masyarakat lebih waspada,” tambahnya. Sebelumnya DenPost memberitakan, aparat Buser Polsek Densel, Kamis (7/3) lalu, meringkus komplotan pembobol kos-kosan, tersangka Endro Saputro (20), I Gede Oka Surya Putra alias Lepung (21) dan Wayan Budiasa alias Yan Nik. Selain beraksi di tempat kos, komplotan ini juga mencuri sepeda motor di Jl. Tukad Bari-

to, Denpasar. Padahal tersangka Oka baru saja bebas dari LP Kerobokan. Hasil interogasi awal polisi, mereka mengaku beraksi di sekitar 30 TKP dan sebagian besar di wilayah Pemogan dan Gelogor Carik, Densel. Pembobolan kos-kosan kerap terjadi di wilayah Pemogan dan Gelogor Carik. Oleh karena itu polisi mengintensifkan penyelidikan di wilayah tersebut. Pada Kamis (7/3) lalu sekitar pukul 02.00, petugas Polsek Densel mencurigai seseorang yang masuk ke tempat kos-kosan wilayah Densel. Setelah dicek ke warga sekitar sana, orang tersebut ternyata bukan penghuni kos-kosan itu. Tanpa basa-basi lagi, polisi masuk ke sana dan memergoki tersangka Oka saat beraksi. Residivis ini tidak berkutik, apalagi beberapa barang bukti ada padanya. Setelah menangkap Oka, polisi meringkus Endro di tempat tinggalnya di Jl. Gurita IV /Ikan Batok, Densel. Selanjutnya giliran Yan Nik diringkus dan digelandang ke Polsek Densel. (109)

Sambungan dari Hal. 1 Bendesa BB Agung, Nengah Subagia, seusai pertemuan mengatakan, mengingat mereka melanggar aturan adat, maka dikenai sanksi sesuai perarem banjar adat setempat yakni pecaruan untuk membersihkan parahyangan dan palemahan. Caru ekasata itu dilak-

PUSAT PENGOBATAN ALAT VITAL MAK EROT

BERSAMA H.UYAK ANAK DARI MAK EROT (PEWARIS ASLI) DIBANTU H. SAEFULLAH Pak Haji Ahli memperbesar, memperpanjang, dan membuat tahan lama dalam berhubungan. Ingat terapi ini tidak menggunakan alat suntik sehingga tidak ada efek samping. Pengobatan Mak Erot Putra sudah dikenal dipenjuru Dunia sebagai terapi unik dan khas. Simpul - simpul keperkasaan laki - laki akan diurai secara gamlang melalui terapi ini pasien bahkan tidak dibatasi umur. Umur berapa saja bisa disembuhkan. Syaratnya adalah percaya dan yakin kalau masuk ketempat praktek Pak Haji Uyak.Pada simbul simbul kejantanan yang perlu dibenahi, yang secara fisik adalah ukuran ukuran alat vital yang dikehendaki pasien. Lalu pasien disuruh memilih ukuran yang dikehendaki. Pak Haji Uyak lalu memberikan terapi yang terbaik dan hasilnya permanen untuk seumur hidup.

MAHAR Rp. 600.000,-

INI DIA MAK EROT HANYA SATU-SATUNYA SPESIALIS : KHUSUS ALAT VITAL YANG TIDAK ASING LAGI/ MEMBERIKAN BUKTI KEHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA

PUSAT PENGOBATAN MAK EROT H. UYAK SUDAH BERJALAN SELAMA 12 TAHUN, PALING PERTAMA DI BALI, SUDAH TIDAK ASING LAGI DAN SUDAH DIKENAL MASYARAKAT BALI

RUKO SELAMAT DATANG No. C 1A

N o. B-352/P.1.10/ D S P.5/01/2008 KEJAKSAAN NEGERI D E N PA S A R STPTNo. 448.3/19 P T. 7. XL07/DIKES

DI LINDUNGI HAK PATEN

JL. PIDADA NO. 18X DENPASAR (BELAKANG PINTU KELUAR PAS TERMINAL UBUNG)

Telp. 0361-8720897

Layout \iklan\ PENGUMUMAN3

C.211

C. 39

C. 282

C. 249


DPS 15 Maret 2013