Issuu on Google+

Assalamu’alaik um Wr. Wb.


Resume telaah matematika smp Oleh Selviana dewi fatmasari (12310040)


Kepribadian muhammadiyah & sejarah perumusan kepribadian muhammadiyah


Pengertian kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian serta kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik


MacaM-MacaM kurikuluM


Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus • KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 bahwa kurikulum satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu dari badan standar nasional pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. • Silabus adalah rencana pembelajaran pada satu atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standr kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok atau pembelajaran, kegitn pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.


Gambaran umum KTSP

• Pemberlakuan peraturan dan perundang-undangan yang berjaitan dengan pelaksanaan otonomi pendidikan menuntut adanya upaya pembagian kewenangan dalam berbagai bidang pemerintah. • Diversifikasi kurikulum yang merupakan proses penyesuain, perluasan, pendalaman kemampuan peserta didik serta kebutuhan daerah/lokal dengan berbagai kompleksitasnya. • Penetapan Standar Kompetensi (SK), dimaksudkan untuk meneapkan ukuran minimal atau secukupnya, mencakup kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dilakukan, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan secara maju dan berkelanjutan sebagai upaya kendali dan jaminan mutu. • Pembagian kewenangan antara pemerintah pusan dan provinsi/kabupaten/kota sebagai daerah otonomi merupakan pijakan utama untuk lebih memberdayakan daerah dalam penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan potensi daerah yang bersangkutan.


Pengembangan KTSP • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, dan lingkungannya. • Peserta didik dan lingkungannya • Beragam dan terpadu • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni • Relevan dengan kebutuhan kehidupan • Menyeluruh dan berkesinambungan • Belajar sepanjang hayat • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah


Keunggulan dan kelemahan KTSP Keunggulannya : • Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan • Mendorong para gur, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan krativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan. • KTSP sangat memungkinkan bagi sekolah untuk menitikberatkan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. • Akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat. • Memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan. Kelemahannya : • Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru. • Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP. • Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penysunannya, maupun prakteknya. • Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru.


Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, serta pemberdayaan sumber daya pendidikan. Batasan tersebut menyiatkan bahwa KBK dikembangkan dengan tujuan agar peserta didik memperoleh kompetensi dan kecerdasan yang mimpuni dan membangun identitas budaya dan bangsanya. Dalam arti, melalui penerapan KBK tamatan diharapkan memiliki komptensi atau kemampuan akademik yang baik, keterampilan untuk menjunjung hidup yang memadai, pengembangan moral yang terpuji, pembentukan karakter yang kuat, kebiasaan hidup yang sehat, semangat bekerja sama yang kompak dan aprsiasi estetika yang tinggi terhadap dunia sekitar.


Keunggulan/kelebihan KBK (kerikulum berbasis kompetensi) • Mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten pada mata pelajaran itu sendiri. • Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa(student orientied). • Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi disekolah/daerah masing-masing. • Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik. • Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten.


Perbedaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013

KURIKULUM 2013

KTSP

SKL ditentukan terlebih dahulu, melalui permendikbud No. 54 tahun 2013, setelah itu ditentukan Standar Isi (SI), yang berbentuk kerangka dasar kurikulum, yang dituangkan dalam permendikbud No.67, 68, 69 dan 70 tahun 2013.

SI ditentukan terlebih dahulu melalui permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL melalui permendiknas No 23 Tahun 2006.

Aspek kompetensi kelulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skill yang meliputiaspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.

Lebih menekankan pada aspek pengetahuan.

Di jenjang SD tematik terpadu untuk kelas IIV

Di jenjang sd tematik terpadu untuk kelas IIII.

BK lebih menekankan pada mengembangkan potensi siswa.

BK lebih pada penyelesaian masalah siswa.


Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum adalah suatu proses dimana sebagai unsur pelaksana kurikulum harus mampu mangenbangkan dan mengimplementasikan suatu kurikulum dalam dunia pendidikan, dalam hal ini adalah sekolah. Kurikulum yang semula hanya berupa rumusan dan rencana, harus dapat direalisasikan dalam proses pendidikan yang akan dilaksanakan setelah melalui proses pengembangan kurikulum.


beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengembanagn kurikulum antara lain : • Relevansi pengembangan kurikulum • Fleksibilitas, maksudnya keadaan kurikulum solid, tetapi pada pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian dengan kebutuhan dilapangan. • Kontinuitas, yaitu adanya kesinambungan antara item satu dengan yang lainnya sehingga proses belajar siswa menjadi lebih teratur. • Praktis, atau diebut dengan efisien. • Efektivitas


Faktor – faktor yang dapat berpengaruh pada perkembangan kurikulum, antara lain : • Perguruan tinggi sebagai pengembang dan penjelajah ilmu pengetahuan. • Masyarakat, dimana sekolah harus melayani aspirasi masyarakat (terutama dunia usaha sangat berpengaruh). • Sistem nilai, yaitu nila-nilai yang dianut oleh masyarakat harus terintegrasi dalam kurikulum karena nilai-nilai tersebut bersifat heterogen dan multifaset. .


Hambatan dalam Pengembangan Kurikulum :

• Faktor guru • Masyarakat • Biaya


Lima cara untuk menentukan hasil perkalian

• Skema kisi-kisi • Teori konvensional • Petani rusia • Cara perkalian bersusun panjang • Substitusi konvensional


a r u o y of r s k n a Th

n e tt

n o ti

^

^ _


Kmd1 copy