Issuu on Google+

ISSUE #8 CRAZY N HAPPY

ALL ABOUT

Light Leaks Vignetting PHOTO OF THE MONTH KLASTIC APRIL - JUNE 2011 INTERVIEW

Jenni Gick Callard Andrew Kua TIPS & TRICK

Potrait Photography

CRAZY GALLERY


CONTENTS ISSUE #8 CRAZY N HAPPY FULL LIST OF CONTENTS NEWS

3 Issue #9 Crazy Toycam : Travel Photography 5 From the Editor Desk 13 POTM Klastic: July “Summer Beach” 25 Next Exhibition of Klastic Jakarta & Lomonesia

INTERVIEW

6 The Winner of POTM Klastic: April 8 The Winner of POTM Klastic: May 10 The Winner of POTM Klastic: June 19 What Jenni Gick Callard Says About Light Leaks 22 A Thought about Vignette from Andrew Kua a.k.a Ndroo 23 Getting Serious in a Fun Way w/ Andrew Kua a.k.a Ndroo

TUTORIAL

14 Light Leaks 17 How to Tape Your Holga 18 How to Tape Your Diana 20 Vignetting 24 Potrait Photography

#8 CRAZY GALLERY YES! WE CRAZY ‘N 29 Crazy N Happy

photo by: Dede Kharisma

HAPPY

Crazy Toycam is an online catalogue dedicated to introducing the photographers and camera images produced from plastic or toy camera and released the online catalogue bimonthly according to the issue & exclusive media partner of KLASTIC.


TRAVEL PHOTOGRAPHY

9 Yap! issue #9 is Travel Photography! Save your journey with toy camera!

Deadline September, 27 2011 JPEG, Resolution 300 dpi | Max. 2 photos Email subject (TRAVEL) Include Name, Title, Camera, & film and yes! also story behind the photos! Send to crazytoycam@gmail.com


9

COVER PHOTOS

Peace from USA Kelvin Kurniadi using Holga 120CFN w/ Lucky Color Editor | Sandy Wijaya Article | Hilman Arioaji Curator | Pandu Issac YP Creative | Dede Kharisma

Facebook facebook.com/crazytoycam Twitter twitter.com/crazytoycam Email crazytoycam@gmail.com Website www.crazytoycam.com visit our site for more news updates and much more.

COPYRIGHT FOR EVERY SUBMISSIONS BELONG ON EACH OTHER ARTISTS AND CONTRIBUTOR. ARTISTS

Addina Faizati Aditya Ramadhaniar Jowis Novi Bawono Kelvin Kurniadi Reza Ahmadi Rezza M Fauzi Suci Hamidah Syari Veronica Anastasia Wendi Faiz Yanotama Banjuradja

Do submit your works according these following criterias: 1. Using a camera with 3 aperture settings (Maximum) or none (point and shoot); 2. Battery-less camera except for built-in functions such as, internal flash and film advance/rewind. 3. If you are not sure yet... Ask!

www.crazytoycam.com


FROM THE EDITOR DESK Apabila anda memperhatikan, ada beberapa hal yang berbeda dalam edisi Crazy Toycam (CT) kali ini. Setelah 3 bulan menghilang dari peredaran, CT bukannya lantas “muntaber” (mundur tanpa berita!), tapi terlahir kembali dengan banyak hal-hal baru di dalam-nya, mulai dengan pembentukan kembali satu team redaksi yang lebih solid, lalu team creative CT yang merombak abis designlayout agar tampil lebih fresh, dan tentu saja pemilihan tema untuk edisi mendatang serta penyajian konten yang selalu up-to-date dan berbobot tidak lain untuk kepuasan para toycamania. Di edisi kedelapan (#8) ini Crazy Toycam akan banyak bicara mengenai luapan EMOSI yang terekam oleh toy camera, emosi yang positif tentunya! Ya! Crazy & Happy!! Emosi/ perasaan seseorang hampir selalu dapat tercermin dari ekspresi wajahnya, misalnya rasa senang diekspresikan dengan tawa, senyum dan canda. Memotret seseorang (portrait) pasti berkaitan dengan wajah dan ekspresi, serta pada prakteknya membuat “foto potret” memiliki banyak teknik, jangan bingung! CT edisi ini memiliki artikel tips & tricks seputar portrait photography. Selain itu, masih ada beberapa konten lainnya tentang toy camera yang sangat disayangkan untuk dilewat. Akhir kata, saya ucapkan selamat membaca dan

be HAPPY!!

Sandy Wijaya Editor Crazy Toycam


PHOTO OF THE MONTH KLASTIC : APRIL

“I Hate To Think, When It Only Hurt My Self” Pandu Issac YP (Ichak) Diana F+ w/ Fuji Pro 160s “The simple light that applied to the photo and the person’s face as contre jour is lovely. The photo starts a lot of questions, where is he going? going home? going to work? going to a party? somewhere happy or somewhere sad? what is he looking? where is he looking? maybe he is looking at nothing and thinking of something. the little light shines and show as hope of light where as there is darkness around him. Everything happened in a moment, it tells a story, the train is moving. And this photo will always be in motion.” Mijonju – Kurator POTM April 2011.


Hei ichak, selamat ya fotonya terpilih jadi Photo of the Month bulan April. So, ASL PLZ Nama ichak, umur unknown, seorang pencipta pekerjaan semenjak di kecewakan tempat bekerja terdahulu, diana original dan holga 120tot owner, orang di belakang blog busuk (sempakusut.blogspot.com), pria single butuh pacar, humoris dan sedikit mesum.

Nah ceritain dong tentang foto yang kamu ambil Foto itu ngewakilin gue secara personal karena gue benci banget mikir kalau cuma bikin pusing gue doang. Kaya mikirin pendapat orang lain tentang gue gitu dah, ngapain pusing-pusing mikirin pendapat orang lain, kecuali pendapat orang lain itu masuk ke nalar, itu baru gue terima. kalau kaga mah ya abaikan saja, tapi kita juga harus menghargai pendapat orang laen juga karena kita gak bisa memaksakan pendapat untuk orang laen setujui ehhehe.

gue nge fans sama hal2 yang berbau mikir, apa pun itu bentuknya, tapi outlook gue gak seserius orang pemikir. gue ngefans sama ideologi gue itu. haha narsis sih tapi ya gimana dong hehehe. Sejak kapan kenal dengan fotografi dan toy camera? Mmm… tertarik dengan fotografi sejak pertama kali liat film bokep dan majalah stensilan karena cita-cita gue saat itu adalah mendokumentasikan orang-orang saat bersetubuh dan memotret orang-orang telanjang itu menarik banget buat gue pada saat itu. kalau tau toy camera itu ketika gue tau nominal untuk membeli kamera slr atau dslr jadi gue coba mencari alternatif lain untuk tetap bisa belajar fotografi. Walaupun ini toy camera tapi hasilnya bukan “toy” buat gue. tinggal gimana kita mengeksplore kamera yang kita punya aja. Jangan nurutin nafsu buat beli kamera, karena kamera tiap tahun pasti ada yang baru mending lo fokus aja ke satu kamera lo, kenalan lebih intens lagi sama karakter kamera lo. karena ketika lo udah tau karakater kamera yang lo pegang itu bisa memaksimalkan

hasil jepretan lo dan buat inspirasi konsep lo jangan menelan mentah apa yang lo liat, baca dan dengar. Telaah lagi semuanya, itu akan membuat lo bukan menjadi seorang “plagiator” Ada tips, trik, atau moto dalam menggunakan toy camera? Tips and trik baca aja di blog gue: www.sempakusut. blogspot.com ehhehe Ichak 10 tahun lagi kirakira seperti apa? 10 tahun lagi Insya Allah jadi kaya Briptu Norman ahahha, kaga lah. Insya Allah 10 tahun lagi punya lab foto yang ada coffee shopnya dan ada agensi foto yang make toy camera. Terakhir nih ada pesan buat teman-teman, terutama yang baru kenal toy camera? Pesen buat yang baru maen jangan cepat putus asa ketika roll pertama lo ancur, jadi diri sendiri, dan temukan style lo sendiri, pokoknya harus inget di dunia ini gak ada yang instant, semuanya perlu proses.


PHOTO OF THE MONTH KLASTIC : MAY

“Sebelum kita memulai aktivitas, ada baiknya berdoa, biar lancar dan diberkahi Yang Maha Kuasa, amin” “Mari Mulai Dengan Berdoa” Fajri Andari (Anda) Smena 35 w/ Kodak Portra 160NC. “Foto ini menggambarkan aktifitas pagi mereka dengan jelas, ramai tetapi kegiatannya fokus, ibadah dipagi hari. Menurut saya, gambarnya ribet, tetapi fokus kegiatannya tertuju.” Quarious Valentino Hutabarat – Kurator POTM Mei 2011


Hello, Anda, bisa kenalin diri dulu dong Laki-laki berumur 25 taun yang lahir di Jakarta

Month “Morning Activity”? Hmmm konsep ya sebenernya itu pengen nunjukin suasana imlek. Waktu itu kan klastic jakarta lagi bikin Pertama kalinya kenal dan hunting imlek dan juga tau toy camera dari mana? kayanya pengen nyampein Pertama kali kenal dan tau pesan, kalo berdoa itu penttoycam itu tau dari temen ing, hehehe. Agak susah sih dan akhirnya berusaha tau itu motretnya, banyak orang lebih jauh dengan googling. dan agak takut ganggu Akhirnya jatuh hati kepingin karena kan mereka lagi mainan toycam juga. seben- berdoa. Dan tidak lupa asap ernya udah lama kepengen- dupa yang sangat yahud! nya, tapi karna kesulitan Agak sedikit mengandalkan ekonomi akhirnya baru feeling dan lumayan sulit sekitar tahun 2008 akhir lah nentuin POI nya yg menarik beli toycam. gimana.

Apa yang bikin jatuh hati sama toy camera? Ya soalnya toycam anaknya baik, manis, ramah, putih, cantik, mulus, tipe saya banget deh. Nggak deng. Sebenernya sih awalnya tertarik dengan fotografi, trus tau yg namanya toycam kok jadi lebih menarik ya karna kan alternative fotografi, trus bentuknya juga oenjoe gitu, hasilnya juga muantebs. Bisa diceritain tentang konsep atau cerita waktu motret untuk Photo Of The

Ada pengalaman menarik gak selama menggunakan toy camera? Hmmm… bagi saya setiap memotret dengan toycam adalah pengalaman yang menarik dimana kita menuangkan segala daya upaya dan kreatifitas dengan alat yang seadanya untuk menciptakan foto yang baik dan dapat menyampaikan pesan kepada yg melihat fotonya….menarik kan. Apa yang menjadi inspirasi untuk mendapatkan ide/ konsep kreatif dalam memotret? Inspirasi bisa di dapat darimana aja dan kapan aja. Carilah hal-hal simpel yg menarik dan unik dari sekitar kita. Konsep itu gak perlu ribet.

Toycam, cuma sebuah tren atau bisa diseriusin dan dieksplore lagi? Toycam, pendapat pribadi gw sih ya jelas bisa di eksplore dan diseriusin, yang penting adalah keinginan kita untuk mengeksplore nya dan tidak tergantung pada alatnya aja. Walaupun namanya toycam atau kamera mainan tapi ya hasilnya juga bisa jadi foto yang gak main-main kok. Balik ke pribadi masing-masing aja. Tips, saran buat tementemen Klastic motret pake toycamera? Jangan pernah bosen untuk mencoba dan terus mencoba berkarya dengan toycam yg kita punya. Jangan lupa baca dan cari referensi buat membuka wawasan kita…


PHOTO OF THE MONTH KLASTIC : JUNE

“Jammed” Sandy Wijaya Holga 120GN w/ Kodak Ektachrome 100 “Menurut saya foto “Jammed” ini: 1. Sangat mewakili kehidupan perkotaan 2. Depth of field nya proper banget..enak dilihat 3. Perspektif garis-garis yang terbentuk dari gedung-gedung di sisi dan kendaraan yg macet sangat intens dan membuat kita langsung tertuju pada maksud dari foto itu 4. simple, namun pas dengan tema dan judul foto yang diberikan. jika dirangkum dalam 3 kata: amazing, fascinating, breathtaking...” Fajri Andari – Kurator POTM Juni


Halo Sandy, bisa perkenalkan diri dulu siapa Sandy Wijaya dan bagaimana awal mulanya tertarik menggunakan toy camera? Tertarik pake toycam 3 tahun kemaren, waktu liat hasil Holga IR-nya Wallace Billingham, lalu mulai googling apa itu toycam dan lomo. Akhirnya pilihan jatuh sama si Holga GN, soalnya seneng ama format 6x6 dan bentuk kamera yg simple.

camera lainnya, misalnya multi lens, apa bisa menghasilkan foto yang gak sekedar “main-main”? Sementara ini saya masih pakai Holga 120 (GN, N, dan GTLR) sebagai toycam primer, lainnya saya masih suka pakai Fuji MDL-9. Sedikit ya? Maklum blon bisa pindah ke lain hati.. ahaay!

Lantas ketemu tementemen Klastic di forum fotografi Kaskus yang tentunya banyak memberikan inspirasi dan pemahaman baru tentang toycam.

Kamera itu cuman alat, hasil foto yang terkesan “main2” atau tidak, semua kembali ke fotografernya.

Toy camera dengan multilens saya rasa memiliki keunikannya sendiri dibandingkan dengan toy camera single lens. Tentu saja sebuah kamera diperlukan “treatment” yang berbeda, asalkan kita bisa eksplore lebih dalam lagi, dengan pemaksimalan teknik serta pemilihan objek foto pasti menghasilkan foto yang extra-ordinary.

Bagaimana pendapat Sandy Wijaya mengenai Nah... Siapa Sandy Wijaya? aplikasi yg menghasilkan Saya seorang fotografer efek toy camera seperti amatir yang menggunakan Instagram, Vignette? berbagai medium sebagai Mmmm... Untuk sekadar alat ekspresi, masih menyu- iseng? itu aplikasi yang mekai fotografi analog untuk narik... Saya sendiri kurang mengejar kepuasan diri. tertarik memakai apps seperti itu untuk menghasilkan Selain Holga pakai kamera sebiah foto, kecuali lagi apa saja dan apa pendapat bener-bener super iseng. Sandy Wijaya tentang toy Tapi kalau yakin bisa meng-

hasilkan karya yg “nyentrik”, why not? Ada gak pengalaman menarik selama memotret dengan toy camera, suka dukanya? Memotret dengan toy camera selalu menjadi pengalaman yang menarik bagi saya. Selalu menjadi perhatian orang kalo lagi motret... hehehe! Waktu motret dengan banyak orang, bersaing dengan lensa-lensa “termos” Holga saya selalu tampil lebih “eye-catching”. Pernah saya betul2 lupa membuka lens cap (tutup lensa) kamera Holga dan baru sadar di frame ke 11, mau ga mau harus diulang framing nya, untungnya bukan waktu mengejar moment. Pernah merasa stuck dalam memotret? Bagaimana biar selalu mempunyai ide ide yang fresh? Pernah! dan itu normal, karena pasti dialami oleh sebagian besar fotografer dalam proses berkarya. Melihat, Melihat dan banyak Melihat... Melihat foto apa saja (yang bagus tentunya), dengan banyak melihat kita memiliki “database” foto yang banyak di memori kepala kita dan semakin banyak melihat


kita bisa melahirkan ide-ide yang bisa dikatakan fresh. Kalau dalam fotografi analog, ketika stuck, saya coba ganti film... Misalnya dari film BW ganti ke Colour atau Slide (x-pro), dengan melihat hasil yang baru (keluar dari kebiasaan) kita bakal mempunyai ide-ide baru. Siapa karya teman-teman Klastic yang menurut Sandy Wijaya menarik? Saya bisa mengatakan banyak karya-karya temen Klastic yang menarik, hanya saja terkadang temen-temen kurang konsisten. Di mata saya, karya-karya Ichak dan Sandi Kalifadani selalu menarik. Pernah melakukan sesi nude art? Kalau pernah bisa diceritakan pengalamannya? Yeap! Pernah. Memotret artistic nude bagi saya adalah sebuah proses pembelajaran fotografi. Mendapatkan sebuah hasil yang “artistik”, tingkat kesulitannya cukup tinggi. Konsep sebuah foto artistic nude harus betulbetul matang, pengaturan cahaya, pose, dan belum lagi bicara tentang property yang cocok untuk disertakan.

hasil yang terkesan “jorok”, karena kesalahan pose.

ah-kaidah dasar fotografi, banyak melihat foto dan jadikan inspirasi dan jangan bosan untuk berlatih.

Tips: Saat memotret pikiran anda diisi dengan “bagaimana membuat foto yang baNo pain, no gain! gus” tapi jangan biarkan diri anda melamun saat motret nude art. Bahaya! Hahaha! Kalau foto “Jammed” bisa diceritain konsepnya? Di foto “Jammed” saya berusaha menangkap suasana sore di Jln. Otista (Bandung) hari yang begitu macet dipadati oleh kendaraan. Merekam suasana jalan yang macet akan tampak biasa jika tidak ada “BIG IMPACT” yang kita sertakan dalam sebuah foto. Dalam foto ini saya menunggu sampai moment IMPACT itu datang, yaitu bus Damri (tengah) dan becak (sudut kiri bawah), sengaja saya tempatkan kedua nya di bagian depan (foreground) sehingga background dapat diisi objek kendaraan yang seolah-olah mengantri dibelakang kedua kendaraan itu. So.. Wait and Observe

Terakhir, ada pesan buat teman-teman yang pakai toy camera? Terlepas dari kamera yang Banyak yang mencoba nude kita pakai, kenali kamera art termasuk saya pada yang kita pakai dengan baik, awalnya malah mendapat lalu pelajari ilmu dan kaid-


Desir angin yang lirih dan deburan ombak yang perlahan menghantam, saatnya melangkahkan kaki di pasir pantai musim panas ini, bawa kamera bersamamu dan jangan lupa untuk menangkap memori-memori menyenangkan di pantai. karena bulan ini tema kita adalah “SUMMER BEACH “ Jepretlah kenanganmu di pantai musim panas, saat matahari sedang bersahabat dan memberikan kehangatan dengan sinarnya.


Light Leaks Istilah yang umumnya dikaitkan dengan toy camera, terutama di kamera yang berformat 120mm (medium). Hasil dari lightleaks terkadang bisa menjadi artistik, namun bisa juga mengganggu esensi dari foto itu sendiri, tapi benarkah demikian? oleh Hilman Arioaji


L

ightleaks adalah istilah yang umumnya dikaitkan dengan toy camera, terutama di kamera yang berformat 120mm (medium). Arti dari Lightleaks itu sendiri adalah kebocoran cahaya. Hal ini disebabkan karena tidak rapatnya konstruksi kamera. Lightleaks bisa mengakibatkan foto menjadi over expose karena faktor cahaya berlebih yang mengenai film. Hasil dari lightleaks terkadang bisa menjadi artistik, namun bisa juga mengganggu esensi dari foto itu sendiri. Lightleaks tidak hanya muncul di kamera Holga, Diana atau clone-nya yang diproduksi pada tahun 60an juga memiliki karakter leak yang cukup unik. Setiap leak yang muncul selalu berbentuk segitiga. Cara mencegah lightleaks adalah dengan menutup bagian depan dan belakang dengan electrical tape atau bahasa kerennya selotip listrik. Kenapa bagian depan juga di tutup? Soalnya kalau kalian melepas masking pada Holga, kemungkinan bocor itu pasti terjadi. Selain dari kamera, Lightleak dapat muncul dari film. Kesalahan sewaktu unload film 120mm, kadang dapat

menyebabkan gulungan film tidak tergulung dengan sempurna (fatroll) sehingga cahaya bisa menembus masuk.

Cara Menghilangkan Fatroll Fatroll terjadi akibat dari film yang tidak tergulung den-


gan rapat oleh spool pada kamera medium format, dalam kasus ini Holga dan Diana karena ketidakakuratan konstruksi kedua kamera tersebut.

Fatroll bisa dicegah dengan cara mengganjal film dengan karton yang disisipkan dibawahnya. Namun cara ini juga mempunyai kekurangan, terkadang saat akan meng-advance film ke frame selanjutnya akan menjadi lebih keras. Cara lainnya adalah, pastikan unload di tempat yang bercahaya rendah (lebih baik di tempat gelap), seperti di dalam tas atau dibalik jaket. Coba tekan roll, kalau sudah tergulung dan tidak ada bagian yang empuk berarti

film kalian aman dari fatroll. Tapi kalau roll masih terasa empuk dan bisa bergeser, berarti fatroll muncul di roll film kalian. Gulung paksa roll didalam tas / jaket dengan cara memegang spool sambil memutar roll sampai rapat.


HOLGA

How to tape your holga!


DIANA

How to tape your diana!


What

Jenni Gick Callard says about

LightLeaks Please describe lightleak from your own word , Is it just another accessory? It’s just another accident from using toycam or it can be something great? “Ahhh...the light leak. It’s that colorful little blob that sneaks into your pictures through the magic of physics. Usually it happens with toy or vintage cameras because they aren’t light proof. They’re very random and most of the time, they give your picture a very unique look, kind of like a photographic fingerprint. Other times they destroy the shot completely by blocking out your subject.“

If you have a favorite lightleak photo please include one and tell us why you like it. This is my all-time favorite light leak photo that just happens to be a double exposure as well. It was an attempt at a long-exposure shot of a Skee Ball game in an arcade.

http://lofiphotog.wordpress.com http://flickr.com/photos/ipdegirl


Vignetting

Apakah dengan adanya vignette itu untuk menimbulkan kesan pada foto? atau hanya sekedar efek? oleh Hilman Arioaji


V

ignette adalah cacat lensa dengan karakter pengurangan kecerahan gambar atau saturasi di bagian pinggiran dibandingkan dengan bagian tengah gambar. Dengan kata lain, gambar dibagian tengah terlihat jelas, sedangkan dibagian pinggir memudar. Umumnya vignetting muncul disebabkan oleh keterbatasan kualitas konstruksi lensa dalam hal ini lensa plastik yang memang kurang sempurna dibandingkan lensa kaca. Vignetting menjadi ciri khas pada sebagian besar toy camera saat memotret di siang hari yang terik. Nyatanya tidak semua fotografer menyukai vignette, bahkan beberapa juri di kompetisi fotografi merasa vignette adalah hal yang mengganggu. Namun semua ini balik lagi ke fungsi dari vignette itu sendiri, apakah dengan adanya vignette itu untuk menimbulkan kesan pada foto? atau hanya sekedar efek? Itu semua kembali lagi ke konsep masing-masing fotografer. Fakta mengenai Vignetting - Selalu pakai masking di kamera 120mm untuk mengurangi vignetting yang berlebih.

(Diana tanpa masking)

(Vignette dari UWS) (Holga + masking)

- Sebaliknya, jika masking dilepas maka Vignette tebal akan muncul. (Vignette dari Konica Wai Wai)

- Menggunakan toy camera berlensa wide disiang hari, secara tidak sengaja pasti akan menimbulkan efek vignette yang cukup tebal (Contoh: Kamera UWS & Clones, Waiwai)

- Vignette dapat dibuat dengan menggunakan masking, contoh kamera yang secara built-in menggunakan masking adalah Holga BC dan Holga K200NM.

(Vignette dari Holga BC)


A Thought about Vignette from Andrew Kua a.k.a Ndroo

“Vignette is something many newbies who are picking up toy camera photography misunderstand. Some think that every photo that is shot using toy cameras must have vignettes. To me, vignetting is something that sometimes add to the beauty of a photo and at other times ... kills it. That is why I have never like using the 35mm holga with the plastic corners added to the frame to create ‘black corners’. That’s just too fake!”


INTERVIEW

Getting Serious in a Fun Way.. An Interview with Andrew Kua a.k.a Ndroo

Introduce your self please.. I’m Andrew aka ndroo from Singapore. Started photography with digital in 2003 and after a couple of years, I started to ‘stray’ into the Lomography/toy/analogue world after realising that I love photos that are imperfect. :D Then I started my blog www.fuzzyeyeballs. com and I’ve been having fun til now. :D

How long have you been playing with toy camera? Maybe about 6 years.  In your own definition, what is toy camera? I would say a toy camera is one that has minimal features & settings. No autofocus, no auto anything but the available settings are minimal like maybe 3 apertures to choose from and a fixed shutter speed. Tough to really define what makes a camera ... a toy camera. Some call the LC-A a toy camera but I don’t agree. So it is really up to individuals.   Do you use toy camera as ‘for fun purpose’ or ‘for se-

rious purpose’? and why? Always for fun. Serious fun that is!

What is your favorite toy camera, can you explain why? The Diana! However I realise I haven’t use one for a long time because I’m always using more compact cameras for convenience. :D


In your own opinion, toy camera is just another cult (or it can be a real media for alternative photography?) Cult? Hahaha! It definitely can be used for serious work, as a proper media for alternative photography in the right hands.   I’ve seen in your blog about 36 in 12, Can you explain the purpose why you created the project? Is it still open for submission? I’ve been creating such ‘36 frames’ challenge for some time. You can see the ‘36 frames’ category on the left side menu in my blog. Once in while I’ll try think of

something challenging and get blog readers and friends to participate. Not only it is fun but it gets us to think creatively. As for the recent ‘36 in 12’ challenge, it is ‘officially’ closed but I’m definitely thinking of planning another one on a certain date soon.

A words to encourage toy camera photographers here in indonesia.. I’m sure and I know there are many great toy camera photographers there in Indonesia. Words to encourage? Ermm ... keep shooting and have fun! :D


CALLING for ENTRIES

There will be prizes waiting for YOU!!

go to

www.klastic.org

or follow @JExhibition | @klastictweet | @lomonesia 


Portrait Photography Umumnya foto portrait diambil dari sudut yang sejajar dengan mata ke subjek (eye level), tapi pernahkah terfikir untuk benar-benar mengubah sudut/angle yang berbeda? oleh Pandu Issac YP


Alter Your Angle Umumnya foto portrait di ambil dari sudut yang sejajar dengan mata ke subjek (eye level), tapi pernah kah terfikir untuk benar-benar mengubah sudut/ angle yang berbeda? Itu bisa memberikan sesuatu yang tidak biasa loh cobalah jepret dari atas (high angle) atau sejajar dengan tanah (low angle), bahkan bisa dicoba dari sudut manapun yang menurut kalian dapat menimbulkan ketertarikan tersendiri ketika kita melihatnya.

kamera kita , kita juga bisa melakukan hal yang berbeda seperti berikut ini: A. Posisikan subjek kalian, lalu pusatkan perhatian mereka pada sesuatu yang tidak terlihat dan diluar gambaran kamera kalian. Hal ini dapat menciptakan rasa kejujuran dan juga menciptakan “intrik” kecil serta ketertarikan bagi orang yang melihat foto kalian. Intrik ini berhubungan dengan kapan subjek menunjukan beberapa jenis emosi (contohnya “apa yang membuat mereka tertawa” atau “apa yang membuat mereka terkejut?”).

ciptakan hubungan dengan subjek utama kamu. Hal tersebut dapat membantu membuat suatu “chemistry” di dalam gambar.

Break the Rules of Composition Ada banyak aturan komposisi dalam fotografi dan kita selalu punya kemudahan atau kesulitan tersendiri dalam hal ini, adakalanya kita singkirkan sejenak aturan itu karena bisa saja kita mendapatkan hasil yang “eyecatching” :D Soalnya terkadang aturan di buat untuk di langgar :D

B. Melihat didalam frame sebagai kemungkinan lain (alternatif ), kalian harus menginstruksikan subjek untuk melihat pada sesuatu atau seseorang didalam foto tersebut.

Play with Eye Contact Portrait tidak harus selalu pandangan subjek ke arah

Disaat kalian menginstruksikan subjek untuk melihat sesuatu didalam frame, secara tidak langsung juga membuat jalur kedua dari (point of interest) yang dapat men-

Rules of Third adalah salah satu yang paling efektif untuk kita langgar, hehe! Tempatkan subjek kalian di area


can work..” Foto subjek kalian di tempat kerja, dengan keluarga atau melakukan sesuatu yang mereka cintai. Ini akan membuat mereka lebih nyaman dan pada akhirnya kita mendapatkan foto khusus dengan reaksi natural di situasi dimana mereka berada.

dead center atau mungkin penempatan subjek yang kreatif seperti menempatkan subjek kamu berada di tepian area frame kalian terkadang membuat sebuah foto terlihat lebih menarik.

Experiment with Lighting Elemen lain dari sebuah “randomness” adalah cahaya dan ini bergantung kepada kreatifitas kalian dalam “mencahayai” si subjek. Side lighting (pencahayaan pinggir) akan menciptakan suatu mood, siluet-kan , bahkan sengaja backlight-kan subjek kalian untuk menyembunyikan identitasnya , teknik ini akan memeberikan hasil foto yang kuat serta membuat kesan misterius.

Move Your Subject Out of their Comfort Zone Mungkin ini terdengar sedikit konyol buat kalian , tapi percaya deh hal ini bisa memberi suatu warna yang berbeda di jepretan kalian , misalnya gini deh kamu meminta subjek kamu untuk melakukan hal yang tidak biasa, misalnya melompat Introduce a Prop atau bahkan naik ke atas Masukan/tambahkan bebangunan :D berapa properti ke si subjek dan kalian akan ”melahirkan” sebuah point of interest baru ke dalam hasil jepretan kamu. Ya mungkin ini akan menambah resiko terlalu banyak “interest” selain subjek utama, tapi jika ekskusi nya ok! Foto kalian akan jauh lebih bercerita.

Shoot Candidly Terkadang dalam portrait, pose/gaya dapat terlihat kaku, beberapa orang kurang mahir dalam urusan pose/gaya yang di atur oleh si fotografer-nya “so switching to a candid type approach


Focus Upon One Body Part – Get Close Up Temukan bagian dari subjek kalian yang akan difoto lalu buatlah frame yang pas dimana kalian hanya bisa memotret bagian yang di inginkan dari subjek tersebut. Potret bagian tangan, mata,mulut atau kaki sekali pun. Teknik ini akan menimbulkan rasa penasaran bagi yang melihat hasil jepretan kalian “karena apa yang tersisa dari sebuah gambar lebih mengatakan sesuatu daripada apa yang disertakan”.

Frame Your Subject Jika melihat lebih jeli, dunia ini sebetulnya di penuhi dengan objek-objek yang dapat dijadikan FRAME, sekali lagi yang dibutuhkan adalah kejelian dan kreatifitas si fotografer yang dapat menempatkan subjek yang dikelilingi oleh objek2 seolah-olah subjek tersebut berada di dalam sebuah frame (ter-framing).

Play with Backgrounds Subjek didalam potret kamu bagaimanapun adalah titik ketertarikan utama (main interest), kadang saat kalian menempatkan mereka kedalam konteks yang berbeda dengan kondisi

background yang berbeda, kalian dapat mendramatisasi suasana dalam sebuah jepretan. Kadang kalian ingin background seminimalis mungkin untuk menonjolkan si subjek, diwaktu dan kondisi yang berbeda sebuah background yang berwarna juga dapat kalian fungsikan.

Take Unfocused Shots Fokuskan kamera kepada satu elemen gambar dan biarkan subjek utama kita menjadi “out of focus” karena ini akan membuat suatu ketertarikan emosi, misterius dan bikin penasaran bagi yang melihat foto kita.


Introduce Movement Portrait bisa menjadi foto yang dinamis bila kalian menambahkan beberapa gerakan ketika kamu memotret subjek kamu hal ini bisa di lakukan dalam beberapa Experiment with Subject cara : Expressions - Minta subjek kalian untuk Dalam portrait, ekspresi bergerak (mis. bagian tusi subjek adalah hal yang buh) penting yang dapat mem- Subjek tetap diam , tapi beri kesan tertentu. Arahkan harus ada elemen lain yang subjek untuk ber-ekspresi bergerak di sekitar subjek dengan berbagai mood kamu ataupun sebalikyang berbeda. Tidak selalu nya harus terlihat “HAPPY� coba - Atau gerakkan kamera yang extreme, mis. expresi kalian lagi marah, cemberut atau bahkan muka konyol sekalipun.

Fill the Frame Satu jalan untuk meyakinkan bahwa subjek mendapatkan perhatian dari orang yang melihat foto kamu , adalah penuhi gambar dengan wajah mereka dengan kata lain extreme close-up. Ini bukan hal yang selalu kamu dapat lakukan disetiap jepretan, tetapi jika subjek kamu adalah satu-satunya hal dalam bidikan dan tidak ada hal yang dapat dilihat lagi, coba untuk fill the frame.

Artikel & Foto: Ichakacrut Translate: Ratih Kusuma Putri & ichakacrut Penyederhanaan dari artikel: http://www.artfans.info/20-tips-for-stunning-portrait-photography/


TRAVEL PHOTOGRAPHY

9 Yap! issue #9 is Travel Photography!

Simpan indahnya perjalananmu dengan toy camera!

Deadline 27 September 2011 JPEG, Resolution 300 dpi | Maks. 2 foto Email subject (TRAVEL) Sertakan Nama, Judul foto, Kamera, film dan hei! cerita dibalik fotomu! Kirim ke crazytoycam@gmail.com


8 Crazy N Happy! Gallery


Peace from USA - Kelvin Kurniadi using Holga 120CFN w/ Lucky Color


Addina Faizati Friend’s Happy Face - Addina Faizati using Disderi Robo 3


The Ballon Boy - Aditya Ramadhaniar using Fish Eye #2 w/ Superia 200


Untitled - Jowis Novi Bawono Kusumo using HolgA 135BC w/ Fuji superia


Happy Jump - Reza Ahmadi using Supersampler w/ Centuria 100


His Smile - Rezza M Fauzi using Cannonmate w/ Fuji film Xperia 400


We are Happy Together - Suci Hamidah Syari using Disderi Robo 3 w/ Kodak Colorplus 200


Shout Out Loud and Smilee - Veronica Anastasia using Aquapix w/ Superia 200


Hihihi - Wendi Faiz using Fujica M1 w/ Elitecrome


Run Salsa Run - Wendi Faiz using Supersampler w/ Velvia


Catch Me, Dad - Yanotama Banjuradja using Purple Octopus w/ Lucky Color


TRAVEL PHOTOGRAPHY

9 prepare yourself! for the next issue www.crazytoycam.com


Crazy Toycam #8 Crazy and Happy