Page 1

@depokpost.com @kaltimterkini.com @Liputanlangsung.com @www.pantauterkini.com @kopidepok.com

EDISI.20 Thn II. 01 s/d- 15 - 08 - 2016 HOTEL PPBATAM TETAP JADI SARANG NARKOBA RESAHKAN MASYARAKAT

FOKUS Anak Rocker Juara Pencak Silat Ammar Musyaffa / yusuf Masih Marak Narkoba dan Judi Nomer Beredar Di Balikpapan PPDB Antara Keadilan dan Martabat Pendidikan Indonesia Guru Honorel Harus Segera di PNSkan Agar Tidak Terjadi Korup .

PRESTASI

RESES DPRD WERTON “ WARGA MINTA DPRD BERANTAS NARKOBA “

Fakta Integritas PPDB Besih Kota Depok “ Ujian dan Martabat

Wali Kota Balikpapan Seharusnya Protes Soal Desain Atap Sta-

Masyarakat Batam Resah, Diskotik Pasifik Diduga Sarang Peredaran Narkoba PANTER | Batam, Peredaran obat terlarang jenis narkotika hampir memenuhi seluruh tempat hiburan malam di Kota Batam, baik itu berlokasi di karaoke, diskotik maupun panti pijat. Peredaran narkoba jenis pil haram sudah mempunyai mata rantai jaringan yang kuat dan terkordinir, sehingga korban yang selalu di jadikan tumbal dan tertangkap tangan hanya sekelas pemakai atau si pengkomsumsi saja. Hati siapa yang tidak miris melihat peredaran narkoba/narkotika yang kian hari makin memprihatinkan. Bahkan obat terlarang tersebut di perjual-belikan secara terang-terangan di tempat diskotik tanpa adanya rasa takut maupun menghiraukan keberadaan aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Hampir setiap hari kasus penyalahgunaan narkoba/narkotika selalu di sidangkan di Pengadilan Negeri kelas IA Batam. Tetapi kasus tersebut bisa di katakan hanya menyentuh kelas bawah saja yaitu pihak yang mengkomsumsi dan kurir. Dalam persidangan dan putusan hakim penyalahgunaan narkotika selama ini mengundang perhatian para aktivis “anti narkoba” dugaan makelar kasus (markus) masih berkeliaran.Sehingga upaya penegakan hukum untuk mengungkap dalang di balik peristiwa ini bagaikan panggang jauh dari api. Dari pantauan masyarakat yang kerap sangat memperhatikan bahkan media lokal batam pun sudah disiram agar tetap bungkam seribu tulisan dan juga para wartawannya sudah dapat jatah untuk tidak menulis peristiwa yang mereka ketahui di sekitar pasifik cerita ibu ranni warga batam, selama ini di beberapa tempat hiburan malam yang salah satunya Diskotek Hotel Pasifik yang kerap selalu di kunjungi orang banyak, bahkan dari berbagai manca negera memilih ho-

tel tersebut yang lebih dikenal sebagai kapal pesiar sebagai tempat paling nyaman untuk mencari hiburan. Selama penelusuran dan investigasi Pantau Terkini di sekitaran hotel pasifik dari para tamu mulai hendak masuk hingga keluar diskotik pada subuh hari terlihat berbagai gelagak dan perilaku yang aneh, di duga baru mengkomsumsi pil terlarang dengan iringan musik. Sementara banyak kejadian selama ini di hotel pasifik yang belum terungkap fakta hukum peristiwa kebenarannya hingga meninggal dunia di antaranya : kasus meninggalnya Memeh warga pulau Setokok di Rumah Sakit Elizabet pada tahun 2013 saat dia di hotel pasifik dan kasus meninggalnya anggota DPRD kabupaten Serang ,Banten di kamar hotel pasifik pada tahun 2014 yang pengungkapannya masih penuh mesteri. Pada kenyataannya peredaran narkoba di Kota Batam khususnya di tempat-

tempat hiburan malam bahkan sudah menembus kelapisan masyarakat luas patutnya di tindak secara tegas. Banyak jiwa yang tidak terselamatkan setiap tahunnya akibat penyalahgunaan narkotika. Sudah saatnya penegak hukum baik Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja keras memerangi peredaran narkotika hingga memutus rantai jaringan dan menangkap bandar otak intelektualnya. Saya meminta tegas kepada pemerintah pusat dan di daerah khususnya Kota Batam agar memproritaskan dan menggalakan pencegahan masuknya narkotika baik itu melalui jalur pelabuhan laut maupun dari jalur lintas udara”. “Saya yakin jika semua lapisan masyarakat mempunyai rasa kesadaran dan kebersamaan memberikan rasa kepedulian terhadap sesama manusia terutama kepada lembaga penegak hukum maupun BNN, pasti pemberantasan

CERITA - TRAGIS Kematian Tragis Teknisi Columbia Terlungkup Di Dalam Kontrakannya didaerah Kalimulya Kota Depok

PANTER | Depok, Sangatlah mengejutkan warga sukmajaya setelah sengatan bau busuk tercium apalagi di seputar daerah ternyata pemuda berusia 35 tahun yang lahir di Purbalingga wafat terlungkup didalam kontraknya Zaenal Arifin merupakan teknisi Columbia Cash dan Kredit sebuah prusahaan retail ternama di Indonesia harus wafat tak

KA RUTAN BATAM DAVID “ CO OPERATIVE DAMPINGI ANGGOTA DATANG KE POLSEK “

ketahui oleh siapapun termasuk tetangganya . Memang Zaenal atau Ateng nama akrab rekan-rekan Columbia merupakan pria pendiam tapi lucu jika sudah berbicang dengan rekan-rekan Kerjanya baik kalangan marketing maupun administrasi di Columbia Kredit. Tragis sangat kepergiannya merupakan hal yang mengagetkan rekan-rekan , Sejak bekerja tahun 2006 Zaenal ditemani oleh 4 rekan kerja teknisi di Distrik Manager depok , Imam, Saefudin dan Deddy merupakan rekan sejawat di bidang service dan perbaikan para costumer kredit di Columbia, Memang Zaenal pada saat itu bertubuh kurus pendek sangatlah terlihat lucu di kalangan teknisi lain oleh karna itu

pada 2006 Kepala gudang Endang Herfarwan memberi panggilan “Ateng” . Zaenal dengan status belum menikah ini terkadang sering membawa rekan kerjanya ke kontrakannya dari kontrakan di daerah Kampung manggah, Rajawali Beji, Rawamaya Beji , hingga terakhir kali di kalimulya ini dengan tujuan jika kondisi badannya tidak fit maka dia bekerja dirumah atau sekalian membuka service umum di kontrakan. Pada tahun 2014 awal membuka kios di daerah Rawamaya Beji bersama-rekan yang dianggap dapat bekerja sama dalam jasa service ternyata gagal akibat adanya ketidak cocokan mengenai pemasukan hingga harus

meminta kawan mantan sesama di Columbia membantunya akan tetapi waktunya sudah tak terkejar karena harus memperpanjang kontrak kios dan juga tempat tinggal zaenal, jika dihitung hanya sebagai tempat tingga dianggapnya terlalu mahal karena dengan penghasilan yang masih tetap standar Columbia dengan fasilitas yang seadanya. Mulailah zaenal terasa sakit di dada dalam keluhannya kepada rekan mantan Columbia Deddy bahkan dia terkena asma dan jantung hal ini zaenal tidak berobat kedokter melainkan membeli obat-obat warung atau alternatif .

Cerita Bersbung ...Edisi depan

peredaran narkotika masuk wilayah Batam dapat di berantas secara tuntas. Marilah bersama-sama dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk memerangi narkoba,karena akan berdampak menghancurkan generasi bangsa,” jelasnya. Dalam catatan Pantau Terkini pada tahun 2014, tiga orang pegawai PNS tertangkap tangan BNN di parkiran Hotel Pasifik di sinyalir baru selesai menikmati pesta narkoba. Apakah kasus ketiga orang PNS tersebut menjalani rehabilitasi atau di sidangkan di Pengadilan Negeri kelas IA Batam, masih di pertanyakan. Dalam upaya mencari informasi pemberantasan peredaran narkotika PANTER mencoba mengkorek keterangan dari mantan anggota Dewan Daerah Batam TN (tidak mau disebutkan) dari PD untuk permasalahan Narkotika di batam “Memang banyaklah pengguna di Hotel Pasifik dan kemungkinan sulit di berantas kalau mengenai batam ini selain begitulah para turis yang masuk dari Singapore dan Malaysia menikmati bebasnya menggunakan di Batam Cerita TN, Tinggal benar apa tidaknya kerja BNN untuk memerangi peredaran narkoba di Kota Batam khususnya di tempat hiburan malam sudah berjalan maksimal sebab kita pantau akan menjadi keresahan masyarakat yang anti dan generasi pemuda batamnya apa tidak terjerumus ke hal-hal yang demikian tegas TN. Mungkin kedepan para Anggota dapat membuat perda tentang larangan lebih keras untuk hal yang satu ini mengingat keresahan tingkat masyarakat yang cukup tinggi Papar TN kepada Pantau Terkini. (Djumhana)


Millions discover their favorite reads on issuu every month.

Give your content the digital home it deserves. Get it to any device in seconds.