Issuu on Google+

O 1

Arini Srinindita & Dea Karina


bisakah aku meminta salinan malam-malam yang mau bercumbu denganku? kali ini ia memilih untuk memunggungiku, partikel-partikel kecil penyambung hidup rasanya sudah semakin penuh dengan mantra-mantra sihir yang berasal dari bangku berderet di dalam gedung itu. kamu tau, jalinan pikiranku tak dapat mereka apa yang maunya kurangkai. ah, sisa gelap ini memaksaku merutuki waktu yang terus berjalan. ah, ini apa. tugas uas. tulisan akademik. bikin stres.

Arini Srinindita

bunuh sajalah. nada-nada pesan itu berdatangan.seorang teman,dua minggu lalu aku mengenalnya. ya sudahlah, namanya seperti blasteran, tapi itu hanya karang-karangannya saja. katanya mau memberiku hal bagus, kutunggu. sebentar, ia kirimkan itu. ah entahlah,semakin malam, apakah ayam-ayam itu juga harus mengerjakan makalah, review, puisi, dan cerpen sehingga harus berkokok di jam yang tidak wajar begini?

Arini Srinindita


Penjaga liar (wildpatron): Selamat malam, sahabat malam Karena setiap detik adalah malam. Siang hanya bisa terpancar karena apa yang ada di dalam kepalamu; akalmu. Karena malam merupakan nyawanya sendiri. Karena itu, nikmatilah dansanya. Saya hanya berperan sebagai topeng kaca yang menyediakan sudut pandang ekstrim. Sayapun mungkin kurang setuju dengan tulisan-tulisan saya sendiri. Saya hanya menggunakan topeng penelusur. Saya hanya bisa mencoba menyediakan sarana manuver emosional. Segala karakter di sini ditemukan dengan cara menaruh topeng kaca di muka mereka. Dengan topeng, mereka bisa berbicara. Siapa tahu, mungkin salah satu dari mereka adalah kamu.

Dea Karina

Satu hentakan yang sama, satu instruksi, satu detik untuk menyatukan frekuensi. Semua pun menyembah pemain raga. Saat dia di atas mengungkapkan siapa dirinya, kami siap menangkap apapun hembusannya. Suara dan gerakan dipimpin satu imam. Audienspun mengikuti gerak gerik. Bukankah seperti sembahyang? Pengajianpun dibubuhkan di setiap telinga khalayak. Dibawa kemanapun sebesar telapak tangan. Ikutilah ideologi ini, niscaya kau akan dapat mengerti, niscaya kau akan memasuki. Banyak yang akan mengertimu, karena akan semakin banyak kesamaan. Ayo hapuskan perbedaan! Segala bentuk perbedaan! Lihat, kami menyediakan solusi. Kami menyediakan ilusi. Kau akan bahagia. Ikutilah partai kami. (Menceritakan tentang acara2 konser musik dan industrinyatentu tidak semua) Cito - seorang remaja lelaki pengamat yang muak dengan kelalaian remaja2 lain seumurannya

Dea Karina


Bisikan pasca modern Kau tahu kau mau. Ayolah, ikuti kami. Jangan mengelak. Kau tahu kau tau. Ayolah, ikuti kami. Ikuti "ABCDEFGHI" Kami tahu kau mau. Kami tahu kau tau. Kami ingin kau melebur Kami ingin kau sadar tapi tertidur.... Ayo, ikuti kami. Realita - seorang gadis kecil terperangkap ideologi-ideologi pop yang memaksa

Dea Karina

Lalu aku berbisik pada Tuhan Lalu lanjut bermain peran Dalam pesta adu raga dan adu rasa Bernama "kehidupan" Suatu pentas mewah Semua bermuka cerah Namun semua mempunyai teka-teki Hanya hati yang bisa memecah Karena "kehidupan" adalah sebuah pesta karnivora Saling memakan satu sama lain Dan semua harus bermain. Tago - seorang remaja skeptis tentang kehidupan, melihat orangtuanya cerai karena ayahnya selingkuh dan istri barunya menekan istri lama demi kekayaan ayahnya.

Dea Karina


"O" Edisi 1