Issuu on Google+

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, AGUSTUS 2008

HARGA Rp. 5.000 (Pulau Jawa) Rp. 6.000 (Luar Pulau Jawa)

DANGDUT DANG

Plus

Bacaan Orang Indonesia

INUL VISTA

NYARIS BANGKRUT ANISSA BAHAR

KERAP TINGGALKAN ANAKNYA AISHWARYA RAI

DITIDURI SUTRADARA

Al Amin Minta Jablay

Kristina Minta Cerai


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Surat Undangan

Mail Box Surat Undangan, pesan atau komentar. Dapat dikirimkan melalui Pos ke Alamat DANGDUTPLUS, Jl. RS FATMAWATI No. 75 A, Cipete - Jakarta Selatan 12150, dapat juga dikirim MELALUI SMS 9123 Contoh: Ketik PPFDP(spasi)nama# kota#pesan atau komentar. email DANGDUTPLUS di : redaksi@dangdutplus.com

Model

&Artis

Punya suara merdu, wajah cantik, bodi

Musik Dangdut dan BBM TERNYATA ada persamaan antara kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan alunan musik dangdut yang menyeret penikmatnya untuk melupakan kepenatan hidup sehari-hari? Mau tahu? Amati dengan dua mata, dengar dengan dua telinga, ketika kucuran bensin mengisi tangki kendaraan bermotor, ada suara yang bertangga nada hampir sama, “seeerr....” Sementara, ketika musik dangdut mengalun, maka tangan kanan atau kiri para pendengar mengacung ke udara. Untuk mengiringi situasi hati para pendengar yang sedang tersihir oleh musik dangdut antar kampung (tarkam), maka sah saja penikmat lain mengeluarkan kata-kata, “seeerr....” Mereka tampil sebagai tifosi dangdut tarkam. Dan judul lagu yang biasanya didendangkan bernuansa pasrah, beriba atas nasib baik yang tak kunjung bersua. Refrain lagu-lagu dangdut umumnya menyabet dan menyandera pendengarnya untuk turut menaruh empati atas kandasnya cinta, atas karamnya sebungkah usaha. Katakata yang kerap meluncur, “aku tak berdaya...sudah suratan. Beginilah nasib, oh nasib.”

seksi dan ingin menjadi model/ artis DANGDUTPLUS? Kirimkan biodata, foto close up dan guntingan iklan ini ke

Joni Manurung Penjaringan-Jakarta

Redaksi DANGDUTPLUS, Jl. RS FATMAWATI No. 75 A, Cipete - Jakarta Selatan 12150, dapat juga dikirim melalui email DANGDUTPLUS di :

Dangdut Gak’ Kampungan

redaksi@dangdutplus.com

S

ebetulnya, tidak ada yang baru, jika musim kampanye tiba banyak partai menggandeng public figure, terutama artis dan selebritis untuk bergabung. Fenomena artis terjun ke politik praktis, tetap menarik untuk disimak. Di masa Orde Baru, ketika peserta pemilu hanya PPP, PDI dan Golkar, ketiganya juga memperebutkan artis untuk menjadi pendukungnya, paling tidak mereka dikontrak untuk menjadi juru kampanye (jurkam). Sekarang ini di era multipartai, apalagi dengan sistem pemilihan yang baru – mencoblos tanda gambar peserta pemilu dan nama caleg - popularitas caleg menjadi faktor yang menentukan dan nomor urut daftar caleg tidak menjamin seseorang lolos ke Senayan. Logikanya, partai yang banyak memasang caleg yang terkenal, kemungkinan besar akan mendapat dukungan lebih banyak. Berangkat dari logika seperti ini, posisi artis yang direkrut sebuah

2

JIKALAU Anda penggemar dan-

gdut, jangan cemas dan kecil hati kalau ada yang bilang dangdut identik musik kampungan. Coba lihat saja, tak sedikti lagu pop dan rock yang didangdutkan. ‘Gak percaya? ‘Ketahuan’ satu lagu dari Mata Band adalah satu contoh, belum lagi lagu-lagu Dewa yang acapkali didangdutkan oleh pedangdut ‘mbak Inul Daratista. Jangan salah lho….?!? Dangdut juga digemari di Singapura, Malaysia dan Jepang. Tidak salah memang, jika masyarakat menganggap bahwa musik dangdut merupakan musik masyarakat kelas bawah dan kampungan. Anggapan tersebut, mungkin muncul karena kebanyakan musik dangdut berisi aspirasi kalangan masyarakat bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya, termasuk liriknya yang sederhana dan mendayu-dayu. Tetapi jika dicermati, ternyata musik dangdut itu milik semua kalangan dan tidak kampungan. Buktinya musik dangdut remix dapat dinikmati di diskotik-diskotik. Bahkan ada juga radio yang mengukuhkan diri sebagai radio dangdut serta TV yang selalu menayangkan lagu-lagu dan kontes dangdut. Dan, yang hebat lagi kini ada tabloid yang khusus dangdut seperti Dangdut Plus ini!! Saya berharap media itu baik televisi, radio maupun tabloid terus berkiprah secara total di dunia perdangdutan sehingga musik dangdut benar-benar menjadi tuan di rumah sendiri, jangan sampai terdesak oleh musik yang datang dari luar. Memang ini tidak mudah sebab diperlukan dukungan dari semua pihak. Mudah-mudahan musik dangdut yang memang sudah berurat-berakar tidak tercabut sehingga terlupakan. Linda Djalil Kemang-Jakarta Selatan

Artis Dangdut ke Politik partai memang cukup menjanjikan. Belum lama ini, aktor Dede Yusuf dilantik menjadi wakil gubernur Jawa Barat. Sebelumnya, Rano Karno mendapat kepercayaan sebagai wakil bupati Tangerang. Terjunnya artis ke dunia politik memang suatu fenomena menarik. Apalagi belakangan ini artis-artis dangdut pun mulai dilirik oleh parpol peserta pemilu 2009. Sebut saja Evi Tamala yang telah mendaftarkan diri sebagai calon anggopta DPR melalui jalur PPP. Kemudian Saipul Jamil yan bertekad maju sebagai calon wakil walikota Serang juga melalui PPP. Jika kita merunut ke belakang, atis-artis seperti Setiawan Djodi, Marissa Haque, Rieke Diah Pitaloka, Sys NS, Rano Karno, dan Dede Yusuf selama ini dikenal sebagai sosok-sosok yang memiliki pandangan politik sendiri, terlepas dari pro-

kontranya. Jadi, ketika mereka dicalonkan, masyarakat sudah bisa mengukur sejauh mana kemampuan politius mereka dan kemampuan menyerap dan serta menyalurkan aspirasi konstituennya. Satu hal yang kita jangan lupakan adalah faktor pendidikan atau intelegensia. Memang tidak ada satu kaitan yang betul erat antara pendidikan dengan intelegensia seseorang, namun demikian kita tidak ingin memiliki artis di panggung politik yang otaknya jeblok, cuma menang di wajah! Memang sikh tidak semua artis sempat mengenyam pendidikan seperti Marissa Haque dan Rieke Diah Pitaloka yang menggondol S2. Tapi faktor pendidikan itu bagaimanapun perlu. Untuk menjadi kepala rumah sakit memang tidak harus dokter, tapi bukan berarti bahwa tukang sayur bisa menjadi kepala rumah sakit. Disini yang in-

PENERBIT PT. Petroprof Techno PENDIRI/ PEMIMPIN UMUM B. W Sugiarto WAKIL PEMIMPIN UMUM Mahesa Putra W PEMIMPIN PERUSAHAAN Lucia Yunita WAKIL PIMPINAN PERUSAHAAN Armen A. PEMIMPIN REDAKSI Tb Budi Rachman REDAKTUR ESEKUTIF Taufik R, Yudha Waskita, Syamsir S, DR. Joko Widodo MS, MB, Joko Irianto. REDAKTUR PELAKSANA Bima Setiawan REDAKTUR Omar Syam Pasaribu STAFF REDAKSI Darussalam, Teguhuget, Sjaiful Huda, C. Suntara, Yoni C, Amri Siregar KORESPONDEN Inadra D (Batam), I Andrianto (Jateng), M. Adi Cahyadi, Dani S.W, Indra B.U (Jatim) Andri (Denpasar), Moh. Lutfhi (Pekalongan) WARTAWAN FOTO Rangga B Damardjati Djoni Litahalim ARTISTIK/ PRODUKSI Dian Alamanda Moko IKLAN Faisal Siregar, Sofiana SIRKULASI Muh. Naim (Koordinator) Irman STAFF UMUM Kartono,Saeful Habib, ALAMAT REDAKSI & PEMASARAN Jl. RS Fatmawati No. 75A Jakarta Selatan 12150 Telp. (021) 7397037 - 7397023 - 72789718 Fax. (021) 7237744 EMAIL : redaksi@dangdutplus.com iklan@dangdutplus.com sirkulasi@dangdutplus.com

gin saya katakan adalah, ada garis marjinal untuk seseorang terjun ke politik. Pun bagi artis-artis dangdut. Mereka tidak bisa hanya bermodalkan kebolehan bergoyang atau suara mendesah-desah, namun mereka juga harus memiliki bekal politis. Atau jika tidak, ya mereka hanya digunakan sesaat sebagai vote getter, ini kembali seperti 30 tahun lalu, kala artis hanya digunakan sebagai alat untuk meraih suara. Setelah seakan terlupakan, diingat setelah lima tahun kemudian kala pemilu. Jika artis lainnya sudah berani terjun ke politik, kini giliran artis dangdut untuk membuktikan kemampuan politik mereka. berhasilkah? Kita tunggu saja, sejarah akan membuktikan, dan selayaknya diingat bahwa panggung politik bukan panggung hiburan. Anda akan menjadi tumpuan rakyat!


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

23


EDISI 09 07 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Kontak Jodoh Kontak Jodoh PRIA PRIA, 40, D3, ADMINISTRASI, Surabaya, Duda, Budha, 170/65, Tidak ada yang istimewa dengan diri saya dan memiliki 2 orang anak. (M-130) Menginginkan wanita, 35-45, Baik, saling pengertian dan mencintai kedua anak saya. INGIN MENJADI ANGGOTA ? KIRIM ALAMAT LENGKAP DISERTAI PERANGKO BALASAN SECUKUPNYA CARA MENGHUBUNGI ANGGOTA: Kirimkan surat pribadi kepada anggota yang diinginkan, disertai perangko balasan (Rp. 3000) Setiap surat harus melampirkan guntingan kupon kontak jodoh disudut kiri atas sampul surat. Semua surat-surat dialamatkan ke PO BOX 1327 JKS 12150

PRIA, 28, SARJANA, Pegawai Swasta, Jawa Tengah, Single, Islam, 168/50, Pemalu. (M-131) Menginginkan wanita seiman, single, 25-30, yang bisa memahami saya apa adanya.

PRIA, 35, SARJANA, Proggramer, Jakarta, Single, Islam, 170/70, easy going (M-126) Menginginkan wanita, seiman, single atau janda, 30-35, menerima saya apa adanya.

Kontak Jodoh

Kupon No. 008

PRIA, 35, WIRASWASTA, Jogjakarta, Tionghoa, 160/55 jujur, sabar, humoris dan tidak mudah putus asa. (M-127) Menginginkan wanita, agama apa saja, single, 30-35, baik hati, taat dan

keibuan.

mau menerima saya apa adanya dan seiman.

PRIA, 30, PEGAWAI SWASTA, Bandung, Single, Islam, 173/60, humoris, pandai bergaul dan mandiri (M-128) Menginginkan wanita, 35-30, seiman, kulit putih, cantik dan seksi.

WANITA, 35, STAF PERSONALIA, Budha, single, 155/45, orang yang baik, apa adanya dan jujur. (F-028) Mendambakan pria, 30-35, agama apa saja, single/duda, mandiri dan menerima aku apa adanya.

PRIA, 33, WIRASWASTA, Jawa Timur, Kristen, 175/70, perhatian, cermat, serius dan senang membaca. (M-129) Menginginkan wanita, 25-30, seiman, penyabar dan pandai menata diri.

WANITA, 32, PEGAWAI SWASTA, Islam, DKI Jakarta, single, 165/50, smart, putih, dan seksi. (F-029) Mendambakan pria, 25-35, humoris, romantis dan mapan.

WANITA WANITA, 35, KASIR, DKI Jakarta, Tionghoa, Janda, 155/60, berkulit putih, montok dan mandiri. (F-026) Mendambakan pria, 30-35, agama apa saja, dewasa, komunikasinya nyambung dan tidak menuntut yang macammacam.

WANITA, 38, KARYAWATI, Islam, Janda, 159/50 jujur, suka anak-anak dan mandiri. (F-027) Mendambakan pria, 35-40, yang

WANITA, 29, PEGAWAI SWASTA, Islam, Janda, 165/45, Bandung, Putih, lembut dan penyayang. (F-030) Mendambakan pria 28-35, single/ duda, yang bisa membimbing, seiman, bisa mencintai aku dan mapan. WANITA, 25, SALES PROMOTION GIRL, Islam, Jawa Timur, 160/50 putih, rambut panjang, penyayang, dan seksi. (F-031) Mendambakan pria dewasa, macho dan seiman.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun Telah berpulang ke Rahmatullah

IBU KURSIH dalam usia 70 tahun

Ibunda dari Ustad Hariry Mak Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan YME

22


Pendatang Baru

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

a r a d a S i d Da tamakan Karier U

Tak mau terbebani oleh per soalan asmara, yang diangg apnya bisa menghalangi kelancaran karier yang sedang dirintis nya, artis pendatang baru Dadi Sadara, untuk sementara menunda keinginannya untuk berpacaran dan me mpunyai pendamping hid up.

acara DITEMUI di sela-sela angdut berDangdut Pro TVRI, ped uturkan, bahwajah tampan itu men sedang fokus ya dirin ini rang wa seka dut, meski ang ped gai seba ke karier kalau banyak demikian tak menolak teman wanita. em“Sebatas hubungan pert eman dengan anan, aku banyak bert kat, tapi jika wanita bahkan dekat-de asmara nanti dilanjut ke hubungan Dadi (pangdulu dehh…,” sanggah ya). dekn pen gilan atau Bila orang lain kekasih nya pemberi patner hidup dijadikan lebih dut bersuara merdu itu semangat, tapi pedang kadang memyang , lang gha pen menilainya sebagai saja, lebih rumit. “Bayangin buatnya urusan menjadi disibuks haru tiba tibar karie di Mas!. Sedang konsen gan kan, payah,” ujarnya den kan dengan urusan lain,

BANYAK cara yang dilakukan penyanyi dangdut untuk meraih popularitas atau menemukan jatidirinya, terutama pendatang baru. Seperti yang dilakukan oleh D’Boys. Dua penyani dangdut ini tiap kali manggung terkadang mengahabiskan kostum dan aksesoris yang dipakainya untuk dibagikan kepada para penonton. Menyaksikan penampilan D’Boys di atas panggung memang sangat luar biasa selain aktraktif dengan kareografi yang mengagumkan, keduanya juga mempunyai vokal yang prima. Namun yang kalah membuat terkagumkagum dan selalu dinanti penggemarnya, keduanya juga selalu melepaskan T-shirt atau baju yang dipakainya untuk dilemparkan kepada para penonton, al hasil penonton pun saling berebutan dan berteriak histeris memanggil-manggil nama D’Boys.

nada serius. rnya Mengenai perjalanan karie menerima job sekarang ini, selain acara termasuk manggung di barbagai rah, dirinya juga manggung di luar dae ana pembuadisibukkan dengan renc m. tan albu dengan “Bersyukur sesuai nya job ngalir harapanku sebelum ana untuk meterus, begitu juga renc er pengagum luncurkan album,” beb Irama itu denRaja Dangdut Rhoma gan wajah ramah. ana ke Ketika disinggung renc cepat melejit, depan agar namanya pipit ya, pemuda berlesung seperti artis dangdut lainn ggol di media non g serin lebih itu menyatakan, akan ua ik. “Do’anya saja dari sem terutama media elektron ular,” , agar kami cepat pop pembaca Dangdut Plus pinta Dadi*Bang Salam.

Selain T-shir atau baju yang selalu dibagikannya, keduanya yang terdiri dari Dastien dan Omath, juga sering membagikan acesorys yang dipakainya seperti kalung, gelang, tali pinggang hingga jam tangan. “Sebenarnya bukan nyari popularitas, tapi sekedar berbagi rejeki dan kenangan dengan para penonton biar mereka ingat terus D’Boys,” ujar Dastien kepada Dangdut Plus. Disinggung mengenai barang-barang yang dipakainya dan selalu dibagikan kepada penonon, keduanya menyatakan sudah membawa persiapan khusu sebelum acara dimulai, termasuk menyediakan beberapa T-shirt atau baju. “Bawa cadangan lah, masa hanya karena dilemparkan kepada penonton terus kita tak pakai baju, kan, lucu,” tambah Dastien seraya diamini rekannya Omath*Bang Salam.

D’BOYS HABIS-HABISAN 21


Kompilasi

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Mengais Rejeki Sambil Dangdutan Menikmati suguhan dangdut sambil mendapat rejeki dari paket hadiah, memang suatu acara yang paling dinanti oleh masayarakat sekarang ini, seperti yang terjadi di Cikampek, Jawa Barat beberapa waktu silam. Hanya bermodalkan tiket masuk yang harganya sangat murah, berbagai hadiah nilai jutaan rupiah bisa dibawa pulang.

dara di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Bahari Vila Permata, Cikampek siang itu Minggu (6/7) terasa panas bak membakar kulit. Meski demikian, tidak menyurutkan semangat warga yang terlihat berbondong-bondong untuk menyaksikan acara Goyang Katom, dengan bintang tamu Trio Denok dan aksi panggung Si Ratu Geboy Mela Barbie plus sejumlah artis dangdut pendukung dari Cikampek. Walau acara road show dangdut, yang diprakarsai oleh Event Organizer (EO) Harfa Production berkerja sama dengan Kacang Atom (Katom) Garuda serta media patner Dangdut Plus itu dilaksanakan siang hari, serta masing-masing pengunjung dikenakan Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar Rp 3000, namun pengunjung tetap membludak dan rela berjemur dibawah teriknya matarhari. Diantara yang hadir selain nampak orang dewasa, para remaja, ibu-ibu juga terlihat anak-anak. Mereka semuanya berbaur dan larut ikut menikmati alunan musik dangdut yang dimainkan oleh Orkes Melayu Serlya Nada serta tembang-tembang yang dibawakan oleh beberap artis seperti disebut di atas. Sebagai musik dan lagu pembukanya saat dihadirkan dangdut berirama ngebite, seperti lagu Sahara, Kucing Garong, Bang Toyib, SMS dan lain sebagainya. Dengan hadirnya

U

20

dangdut bertempo tinggi tersebut, adrenalin pengunjung yang berjumlah sekitar ratusan orang itu ikut terbakar, al hasil mereka pun tak henti-henti bergoyang atau berjoged. Di sela-sela para penyanyi tampil, pengunjung kemudian dimanjakan oleh berbagai pemberian hadiah menarik dari sponsor utama Katom Garuda serta sponsor pendukung Dangdut Plus. Banyaknya dorprice dalam acara tersebut, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Cikampek ketika itu. Sedang dorprice yang tersedia terdiri dari aneka barang elektronik seperti Televisi, VCD/DVD player, Magic Jar,

kipas angin, kompor gas, open, sepeda gunung hingga pakaian berupa jacket dan T-shirt. Seperti yang dialami oleh seorang ibu bernama Maryani, yang siang itu mendapatkan hadiah berupa sepeda gunung dari Dangdut Plus. Dengan air mata yang berlinang lantaran terharu mendapat hadiah yang tidak disangka sebelumnya itu, wanita dua anak itu menyatakan acara tersebut bisa membantu dirinya dari kesulitan ekonomi. “Saya bersyukur mendapatkan sebuah sepeda, apalagi putri saya sudah lama minta dibelikan sepeda. Karena tidak punya uang hingga kini permintaannya belum dipenuhi,

bersyukur hari ini kami mendapatkannya. Terima kasih Dangdut Plus,” ujar Maryani seraya mengusap air mata yang meleleh dikedua pipinya, dan kemudian beranjak pergi sambil menuntun sepeda idamannya untuk segera dibawa pulang.

Unsur Bisnis Menurut Bambang Sudarmadji, selaku ketua koordinator event organizer Harfa production. Acara road show Goyang Katom ini akan hadir dan mengunjungi setiap kota di Jawa Barat, seperti Cikampek, Bekasi, Tangerang, Tasikmalaya dan lain sebagainya. “Memang acara ini bernuansa bisnis, karena pertimbangan dan permintaan klien kami. Dengan strategi market adalah masyarakat daerah. Dan musik dangdut merupakan sebuah sarana yang tepat untuk berpromosi yang massanya sudah jelas” ujar Bambang dengan nada antusias. Lebih lanjut ia menyatakan, setiap acara yang digelar selalu melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti para tokoh masyarakat setempat, organisasi masyarakat yang salah satunya Karang Taruna dan aparat keamanan terkait. Hal ini agar terjalinnya sebuah kerjasama yang sinergi serta untuk memudahkan kinerja teknis, terutama saat di lapangan. “Selain perusahaan produsen yang menjadi sponsor dalam acara ini, Harfa Production selalu mengharapkan serta dukungan dari rekan – rekan media massa, baik itu elektronik, online maupun media cetak,” ucap Bambang penuh harap*huget/salam.


Kenangan Sendu

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

CERITA SEBELUMNYA Wanita itu tak lagi perduli. Dalam benaknya hanya satu. “Ini adalah jawaban tuhan atas doa-doaku selama ini”. Kembali dia cabut pisau itu. Tak terhitung sudah berapa kali pisau itu menancap ditubuh lelaki yang telanjang. Wanita itu tak lagi perduli dibagian tubuh mana pisau itu ditancapkannya. Lelaki itu sudah pada tancapan pisau yang keberapa, sudah tak lagi bergerak sebenarnya. Dalam keadaan telanjang, dia tewas. Ranjang telah berubah menjadi lautan darah. Tubuh wanita yang putih mulus itu pun telah pula berubah merah. Di setiap pisau yang ditancapkannya, kenangan demi kenangan di awal pertemuannya dengan lelaki itu tercipta.

Cinta Tak Pernah Mati (II) enangan masa lalu datang silih berganti. Dia petik satu kepingan masa lalu. Dia teringat pertemuannya dengan pemuda yang seiring perjalanan waktu menjadi kekasih hatinya. Sebuah kenangan masa lalu yang berawal pada malam penutupan pameran, pemuda itu datang lagi. Kedatangannya kali ini untuk mengucapkan terima kasih bahwa selama pameran berlangsung tingkat penjualan rumah sungguh menggembirakan. Setelah itu pemuda itu pun menya-lami seluruh staf marketingnya. Hal yang sama dia lakukan kepada para SPG. Satu-persatu dia salami sambil bertanya hal-hal yang bersifat umum, seperti nama, status, aktivitas keseharian dan nomor kontak yang biasa dihubungi sewaktu-waktu. Sambil mengganggukanggukan kepala dan sedikit tersenyum setiap mendengar jawaban yang diberikan oleh para SPG, termasuk diriku. “Dina,” ujarku sambil menyebutkan nama sebuah univeristas tempatku kuliah dan aktivitasku selain menjadi SPG. “Oh kamu juga penyanyi? Sering nyanyi dimana,” ujarnya. Aku menyebut beberapa nama cafe. Dari tiga buah nama cafe yang aku sebutkan, pemuda itu tertarik dengan satu diantaranya. “The Black Café?” ujarnya bertanya. Aku pun mengangguk dan bertanya, “Bapak tahu cafe itu”. “Jangan panggil bapak, cukup mas saja,” ujarnya. “Iya pak, eh mas. Mas tahu cafe itu?” ujarku mengulang pertanyaan. “Tadi siapa namanya, Dina ya di Black café,”

K

18

ujarnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Dan hari demi hari berjalan penuh dengan kebosanan. Kuliah, menjadi SPG dan bernyanyi dari satu cafe ke cafe yang lain. Di luar itu aku menghabiskan waktu ke salon untuk memanjakan diri dan latihan vokal. Hingga pada suatu malam, seusai menyanyi di The Black Café, tiba-tiba ada yang memanggil namaku. “Dina”. Aku pun segera menoleh kearah asal suara. Tapi aku tidak menemukan siapa yang memanggilku. Para tamu café sibuk dengan urusannya masing-masing. “Mungkin hanya kesamaan nama saja,” pikirku sambil kembali berlalu. Tiba-tiba pundakku terasa ada yang menyentuh. “Hai Dina masih ingat dengan saya,” ujar suara tersebut. “Maaf siapa ya,” ujarku sambil coba mengingat-ingat wajah pemuda yang ada dihadapanku. “Kamu Dina yang SPG itukan, aku Toni masih ingatkan sama pameran properti tempo hari,” ujarnya coba mengingatkan. “Ya ampun Mas Toni, maaf ya mas kalau aku lupa”. “Its okay”. “Mas Toni sedang ngapain di sini,” “Lagi kongkow sama rekanan bisnis,” ujarnya sambil menunjuk sebuah meja. Dia pun bercerita beberapa hari lalu rekanan bisnisnya mengajaknya ngopi bareng sambil membicarakan sebuah proyek. Nah rekannya yang berasal dari Singapura itu menawarkan tempat di The Black Café.

“Saya langsung teringat sama kamu,” ujarnya. Pembicaraan pun berlangsung singkat. Toni harus kembali kemejanya dan aku harus kembali bersiap naik ke atas panggung. Sebelum berpisah, Toni sempat mengajukan pertanyaan dan itu cukup mengejutkanku. “Pulang jam berapa, kita pulang bareng ya,” ujarnya tanpa menunggu jawaban dariku. Sejak pertemuan itu, Toni selalu menghubungi dan menawarkan dirinya untuk menjemputku seusai bernyanyi di café. Untuk yang pertama tentulah aku tak menolaknya, cuma sebatas say hello baik melalui pesan singkat atau telepon. Namun untuk yang kedua, aku kerap menolak dengan halus tawarannya untuk menjemput. “Nanti malah ngerepotin mas, lagian aku sudah diantar sama pihak café kok,” ujarku beralasan. Padahal seusai manggung, aku pulang dengan menggunakan taksi atau malah naik bajaj. Namun penolakanku itu, justru ditanggapi berbeda oleh Toni. Setiap ada kesempatan dia terus menawarkan dirinya untuk menjemputku. “Din nanti malam nyanyi di café mana? Aku jemput ya”. Sebenarnya siapa sih yang tidak mau dijemput dengan seorang pemuda bernama Toni. “Ganteng dan sukses dalam bisnis,” ujar Citra rekanku dalam bernyanyi coba mencandaiku. “Kalau kamu ngga mau, buat aku saja ya,” ujarnya lagi. Begitu pun saat aku bernyanyi di Black Café. Toni terselip di antara pengunjung café. Dan untuk memberikan tanda bahwa dia hadir, Toni punya gaya tersendiri. Dia akan mengirimkan secarik kertas yang

berisi judul lagu untuk aku nyanyikan. Seingatku lagu yang dimintanya selalu lagu yang sama yakni Crazy-nya Julio Iglesias. Dan ini adalah ketiga kalinya aku harus menyanyikan lagu tersebut meski pada waktu yang berbeda. Tentu saja menimbulkan pertanyaan dalam hatiku. Apakah lagu tersebut memiliki arti yang spesial baginya atau ada kenangan indah dibalik lagu itu. Seusai menyanyikan lagu itu dan saat rehat, aku mendatanginya untuk bertanya soal lagu tersebut padanya. Jawaban yang diberikan justru membuatku terkejut. “Kamulah yang membuatku jadi gila,” ujarnya. “Ah Mas Toni bisa aja deh. Gombal,” ujarku mencoba menutupi keterkejutanku. Toni cuma tersenyum dan memandang mataku begitu dalam. “Aku akan terus meminta algu itu sampai kamu mau aku antar pulang,” ujarnya penuh kelembutan. Aku hanya bisa menundukkan kepala. Keberanianku pupus bahkan hanya untuk menatap matanya yang bening. Begitu pun lidahku terasa kelu. Kata-kata hilang entah kemana. Bisu. Ruangan café terasa begitu sempit. Kemana udara, dada ini terasa begitu sesak. “Kok diam atau Dina sudah punya pacar,” ujar Toni memecah kebisuan. Aku tergagap dan hendak meninggalkannya. Baru saja beberapa inci tubuhku bangkit dari kursi. Tiba-tiba tangannya menggengam tanganku. “Nanti aku antar pulang ya,” ujarnya coba memastikan. Aku hanya mengangguk dan pergi meninggalkannya. (Kayaknya masih bersambung ni coy) OSP


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

Bollywood

Rani Mukherjee Diundang Pejabat JIKA ada akris Bollywood yang paling favorit menghiasi berita di sejumlah surat kabar dan media massa eletkronik saat ini barangkali Rani Mukherjee. Sang bintang baru ini telah beberapa kali terlihat dalam jamuan makan malam dengan sejumlah tamu penting India seperti dengan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Setelah menjadi tamu PM India Manmoham Singh saat menjamu Musharraf, Rani kembali ditemani oleh ayanya Ram Mukherjee menjadi tamu dalam acara makan malam saat menjamu PM Singapura Lee Hsien Loong di Hyderabad House. “Rani merupakan seorang bintang yang memiliki kelas,” ujar salah satu staf kantor PM mengenai kehadiran bintang sejumlah film seperti BLACK, BUNTY AUR BABLI dan PAHELI di makan malam dengan tamu negara. Sang staf mengaku bahwa Rani merupakan aktris yang langsung merespon undangan meski undangan yang sama juga disampaikan kepada

Aishwarya

RAI

DITIDURI SUTRADARA

aktris lain. “Banyak aktris yang menolak datang dengan alasan karena mereka tidak mungking bepergian dari Bombay,” tambah sang staff. Apapun alasanya Rani Mukherje kini sudah menjadi aktris papan atas sejak dirinya bergabung dengan aktor Shah Rukh Khan saat berkonser di sejumlah negara Eropa dan AS. Penampilan Rani di judul BLACK bersama Amitabh Bachchan telah membuka mata para pengamat mengenai kemampuan akting dirinya dunia film. Kepiawaian Rani terus berlanjut saat membintangi film BABUL dan menjadikan Rani dalam sebuah survey sebagai aktris paling glamour dan seksi di seantero Bollywood. Rani disebut memiliki kecantikan yang alami dengan tambahan akting yang memikat. Harap dicatat pula bahwa yang menyampaikan pendapat itu adalah para sutradara dan produser film di Bollywood. Bahkan Rani juga disebut sebagai aktris yang tidak takut dengan film action yang sarat dengan kekerasan fisik, seperti ‘bak-bik-buk’ sampai berdarah–darah. Predikat itulah di sebuah acara Festival Film Internasional India yang dilangsungkan di Amsterdam (Belanda) dan Rani Mukherjee berhasil menyabet gelar sebagai aktris terbaik 2008.**

S I A PA m e n d u g a k a l a u sutradara yang satu ini, pernah mengencani tiga aktris papan atas Bollywood, Rani Mukherjee, Preity Zinta dan Aishwarya Rai, pernah digosipkan tidur bersama dengan Shakti Kapoor, sebagai usaha memuluskan karir mereka di pentas Bollywood. Tentu saja sebagai sutradara, Shakti sudah sangat terkenal. Terlebih banyak sudah aktris-aktris yang memang diorbitkannya. Mengenai kabar tersebut, banyak pihak yang menyebutkan kabar

ini sebagai isu miring yang segaja dihembuskan oleh orang yang tak ingin melihat kesuksesan mereka. Ketiga bintang tersebut juga tidak mau ambil peduli dengan gossip tersebut, terlebih mereka sangat disibukkan dengan sejumlah proyek barunya. Sebut saja seperti Aishwarya Rai yang kini harus terlibat dalam sejumlah film Bollywood dan juga Hollywood. Salah satunya yakni bersama dengan Michael Dougles dalam Racing The Monsoon.**

17


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Darah Muda

4 Makanan Pendongkrak Kejantanan Ingin kejantanan Anda bertambah, tubuh semakin berotot, dan lemak ‘terusir’ dari tubuh?. Kini ada empat macam asupan yang mampu mewujudkan harapan Anda seperti di atas. Kuncinya sebenarnya sangat sederhana, hanya perlu menggali lebih jauh potensi yang terkandung dalam makanan di sekitar Anda.

Keajaiban Buncis. Bulir-bulir ajaib ini mengandung zat seng yang proporsinya di atas jenis sayuran lain. Mineral ini dikenal sebagai elemen pendongkrak kadar testosteron yang efektif. Bahkan, kandungan zat seng dalam buncis menjadi rival daging merah.

Khasiat Gandum. Apa pun jenis makanan yang diolah dari gandum, mengandung komponen Avena sativa. Elemen ini merangsang hormon testosteron untuk melaju melalui aliran darah di tubuh Anda.

Kejantanan Keju. Sebuah penelitian yang dilansir di Journal of Applied Physiology menunjukkan, pria yang mengonsumsi lemak jenuh (ditemukan pada keju) dan lemak tak jenuh memiliki kadar testosteron yang tinggi dalam tubuhnya.

1 2 3 4 Pertanyaan Apa Slogan Tabloid Dangdut Plus?

Jawaban A. Bacaan Orang Indonesia B. Tabloidnya Orang Indonesia

SM S

Quiz SMS Kirim Jawaban Anda ke 9333 (Rp 1.000/sms)

Q ui z

CARANYA: ketik jawaban, PPF{spasi}DP{spasi}Nama#L/P#Umur#kota#JawabanA atau B. CONTOH: PPF DP MARDIYAH#P#25#BANYUMAS#Jawaban B Kirim jawaban Anda sebanyak-banyaknya. Hadiah menarik menunggu Anda! Bagi Anda yang ingin menyampaikan Komentar, Kritik dan Saran tentang Dangdut Plus, Kirim ke 9123

Caranya: Ketik, PPFDP{spasi}nama#kota#pesan/komentar/informasi (Rp.500/sms) Pemenang Quiz Dangdut Edisi 08 : Nurhadi-Depok: 081312586xxx

16

Ketangguhan Bayam. Daun bayam kaya kandungan vitamin E yang berfungsi memelihara suplai hormon testosteron dalam tubuh. Tapi ingat, jangan mengonsumsi asupan ini lebih dari satu kemasan salad setiap harinya. Porsi bayam yang terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

CINTA INI MEMBUNUHKU D’Massive Intro: C – G – | C Am F C Kau membuat ku berantakan

C Em/B Reff : Kau hancurkan aku dengan sikapmu Em – A7 – Dm Tak sadarkah kau telah menyakitiku

Am Kau membuat ku tak karuan

Em7 - F Em7 – Am Lelah hati ini meyakinkanmu

Dm Kau membuat ku tak berdaya

Dm G Cinta ini membunuhku

G Kau menolakku acuhkan diriku

*

C Bagaimana caranya untuk

Kembali ke: ( * ), Reff Interlude: F G – E7/G# – Am – Em – Dm Em-F G Kembali ke: Reff

Am Meruntuhkan kerasnya hatimu Dm Kusadari ku tak sempurna G Ku tak seperti yang kau inginkan

Coda: C G/B Em – Uwoo... u u u... huu u u... A7 – Dm Haa a a a a... Em7 - F Em7 – Am Lelah hati ini meyakinkanmu


Bintang

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008 Jawa Tengah. Selain menerima job sendiri, ia juga kerap mengikuti ayahnya untuk manggung di berbagai daerah termasuk di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera ataupun Kalimantan. “Saat itu tujuanku hanya ingin menimba ilmu dari ayah, bagaimana cara menyanyi di atas panggung,” ujarnya. Lebih lanjut penyanyi berkulit putih itu menyatakan, eksistensinya di pop dut serta campursari mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. Meski akhir-akhir ini campursari hanya diminati kalangan tertentu, yaitu kalangan orang tua, namun penyanyi yang kini kuliah mengambil jurusan sastra Jepang itu merasa tak menyesal terjun di campursari. “Kalau enggak kita-kita, siapa lagi yang akan peduli dengan kesenian kita sendiri,” ucapnya bangga.

Dangdut Lebih Menjanjikan Sebagai penyanyi muda yang terus

berobsesi menjadi penyanyi terkenal, setelah di campur sari tak menemukan apa yang dicita-citakannya, ia kemudian mencoba untuk fokus di jalur dangdut. meski demikian sebelum menggeluti dangdut, ia sempat berpikiran kalau dangdut itu musik pinggiran, bahkan bukan hanya sekedar itu, ia juga sebelumnya sempat membenci musik dangdut. “Tau kenapa, yahh…. Waktu itu aku memandang lain akan dangdut,” ungkap Ajeng sambil menerawang masa lalunya. Sama seperti sedang di campur sari kedua orang tuanya memberi dukungan penuh, baik itu dari segi moril maupun materil, bahkan untuk kursus vokal maupun kareografi sang ayah selalu mengantar dan menjemputnya ke lokasi kursus. Setelah merasakan gurihnya musik yang sebelumnya jadi bahan cemoohannya itu, terlebih tawaran demi tawaran manggung dengan bayaran menggiurkan

“Do’a kan saja album baru ku yang sudah hampir semuanya rampung, tidak mendapat hambatan dan secepatnya bisa dilaunching,” pintanya dengan nada penuh harap.

Cinta Pertama Tidak secemerlang kariernya yang terus menanjak, ternyata perjalanan asmaranya malah sebaliknya, bahkan kini dirinya mengaku sedang menjomblo. “Sedang fokus dulu di karier, dari pada putus-putus terus bikin sakit hati saja,” ujar gadis kelahiran Jakarta 18 Oktober 1989 itu berkisah mengenai urusan asmaranya. Sedang mengenai cinta pertamanya, lajang yang di album anyar mengandalkan

lagu ciptaan sang ayah itu mengatakan, terjadi saat dirinya duduk di bangku kelas dua SMU bersama kakak kelasnya. Meski saat itu hanya sebatas cinta monyet, namun menurutnya berkesan sekali dan tak pernah akan terlupakan seumur hidupnya. Di cinta pertamanya juga, ia pernah merasakan bagaimana nikmatnya mendapat ciuman pertama hingga mimpi basah. “Rasanya ketika itu aku sangat senang, hingga tubuh bergetar bahkan malamnya hingga mimpi basah,” ujar penyanyi yang pernah menyandang gelar juara satu Putra Putri Pariwisata Tingkat Nasioanl pada tahun 1996 itu blak-blakan*Bang Salam.

datang silih berganti, termasuk permintaan untuk tampil di layar kaca seperti di TPI, yang membawa namanya kian menjulang terus mengiringi kesuksesannya. Ia kemudian memantapkan diri untuk lebih serius di dangdut. “Bersyukur impianku selama ini sebagiannya sudah tercapai,” aku gadis yang pandai menari tarian modern itu dengan nada bangga. Meski popularitas kini sudah di depan matanya, namun tidak lantas membuatnya lupa diri, bahkan ia terus berlatih untuk lebih menguasai musik yang dianggapnya telah memberinya napas kehidupan baru itu. Sejalan dengan popularitasnya yang makin menjulang, job manggung di luar kota termasuk untuk panggung pilkada, seperti di Palembang nanti terus berdatangan. Mengingat seringnya tampil dan bergoyang di atas panggung, para pencintanya memberi julukan baru bagi Ajeng ‘Si Goyang Ceker’. Ia juga merasa bersyukur sekali sebab semua urusan kontrak hingga bayaran honornya sudah ada yang menguruskannya, yaitu ayahnya sendiri Heru Kraton. Walau waktunya kini semakin sibuk memenuhi job manggung, namun penyanyi bersuara merdu itu, tetap menyempatkan diri untuk masuk dapur rekaman guna merampungkan album barunya, yang semuanya lagunya beraliran dangdut.

15


Bintang

Mimpi Basah

Ajeng Kraton Dilahirkan dari keluarga musisi beraliran campur sari, membuat Ajeng Kraton begitu mahir membawakan lagu-lagu campur sari. Namun tak mau terkontaminasi satu aliran, ia pun kemudian berpindah ke pop. Setelah malang melintang di pop namun tak membuat namanya menjulang, lalu ia berpindah ke Dangdut. Di dangdut inilah dirinya merasa ada kecocokan bahkan namanya makin bersinar.

emenjak duduk di bangku SD, Ajeng Kraton sudah terbiasa bercuap-cuap membawakan lagu anak-anak, karena bakat dan kemahiran yang dimilikinya, ketika itu sang Kepala Sekolah mengutus pemilik nama lengkap Ajeng Retno Wulan Ningrum untuk mengikuti beberapa festival olah vokal tingkat SD, meski tidak sempat menjadi juara umum namun tiga besar kerap menjadi langganannya. “Aku sudah terbiasa sejak SD menyanyi dan mengikuti beberapa festival,” ujar penyanyi bertubuh seksi itu mengawali pembicaraan, saat Dangdut Plus mewawancarainya di sela-sela pemotretan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sepekan silam. Bahkan talenta seninya itu, bukan saja berkembang di bidang olah vokal akan tetapi termasuk di bidang modeling, penari daerah seperti Bali, hingga dunia akting dan theater. Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 2003 ia memutuskan untuk lebih memfokuskan hobby dan bakatnya pada nyanyian. Namun kali ini lagu-lagu yang dibawakannya lebih terarah pada lagu-lagu pop dut dan campursari. Hal itu juga tak lepas dari dorongan sang ayah Heru Kraton sebagai seniman campur sari. “Entah lantaran hampir tiap hari melihat dan mendengarkan lagu-lagu campur sari Papah, jadinya terbiasa dan enak aja membawakannya,” ujar Ajeng (panggilan pendeknya) sambil tersenyum. Walau ketika itu namanya tak sehebat artis campursari Dedi Kempot, namun penyanyi yang kini jadi host iklan ‘Bintangin’ di acara KDI 5 itu, sempat kewalahan menerima job untuk membawakan lagu-lagui campur sari, terutama di daerah tempat kelahiran nenek moyangnya Semarang,

S

14

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008


DANGDUT

Plus

Bacaan Orang Indonesia

A

J

E

N

G

K

R

A

T

O

N


DANGDUT

Plus

Bacaan Orang Indonesia

K

R

I

S

T

I

N

A


Goyang Geboy

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

ela…Mela…Mela… Teriak histeris penonton memanggil namanya, saat MC Tukul Sunda menyebutkan nama Mela Barbie, yang sebentar lagi akan tampil. Semangat para penonton untuk segera menyaksikan penyanyi yang sudah dinantinya itu, seakan tak terpengaruh oleh cuaca panas dan terik mentari yang siang itu bak membakar areal lapangan sepakbola perumahan Vila Permata, Cikampek, Jawa Barat. “Sudah tak sabar yahhh….. ingin segera digoyang Melaaa…,” teriak Mela begitu dirinya berada di atas panggung, menyapa penonton yang terlihat sudah tak sabar untuk menyaksikan penampilannya. Usai menyapa dan bercuap-cuap sambil tak lupa memberi salam, akhirnya sebuah lagu dangdut koplo ‘Kucing Garong’ mengalun dari mulutnya, dengan performa vokal yang prima serta kareografi dan goyang yang aktraktif, penonton pun kembali dibuatnya histeris sambil mereka tak lupa ikut bergoyang. Memang goyang penyanyi yang berobsesi menjadi pedangdut terkenal itu, selain sangat aktraktif juga bertenaga juga sangat sedap dipandang mata, pinggulnya yang padat berisi nampak bergerak liar, adakalanya ke bawah, ke atas ataupun ke samping. “Namanya juga penyanyi dangdut. Aku selalu memberikan goyang penuh tenaga, biar semua penonton merasa terhibur,” ujar penyanyi yang bulan ini usinya genap delapan belas tahun itu, saat Dangdut Plus mewawancarainya usai membawakan lagu ‘Kucing Garong’ di belakang panggung. Meski mengaku tak pernah belajar menari atau bergoyang secara formal, seperti

M

kebanyakan artis dangdut lainnya. Namun dara asal Tangerang, Banten itu mampu menguasai berbagai jenis goyang khusus, termasuk ‘Goyang Geboy’ yang menjadi ciri khasnya serta selalu dinanti oleh para pengagumnya. Menurut penyanyi bersuara tenor itu, Goyang Geboy yang dimilikinya merupakan hasil kreasinya sendiri, yang merupakan rangkuman pengalaman manggung di berbagai daerah. Setelah melalui berbagai diskusi dan penelitian dengan tim manajemennya, ternyata goyang tersebut paling banyak disuka penonton dan selalu heboh apabila dipertontonkan. “Goyang Geboy yang aku miliki merupakan perpaduan dari beberapa gerak tari, baik itu tarian daerah seperti jaipong, tarian modern (modern dance) maupun tarian barat,” jelasnya. Ia menolak terhadap sesetengah pihak, yang beranggapan kalau goyangnya mencontek penyanyi dangdut yang sudah lebih duluan tenar, seperti Goyang Heboh milik Nita Talia maupun Goyang Gergaji milik penyanyi Dewi Persik. “Masing-masing penyanyi punya karakter dan ciri khas, begitu juga Mela Barbie,” pungkasnya dengan nada serius. Sedang mengenai penonton yang selalu ditariknya naik ke atas panggung untuk menemaninya bergoyang, ia beralasan hanya sebagai cara untuk mendekatkan diri dengan para penggemarnya.

Sensualitas Maraknya penolakan terhadap beberapa penyanyi dangdut, yang dianggap bergoyang mengumbar sensualitas atau pornografi oleh sebagian kalangan masayarakat beberapa waktu silam, ternyata tak menyurutkan penyanyi yang sudah menelorkan dua album itu untuk

tetap bergoyang. “Namanya juga alam demokrasi pro kontra itu biasa, aku ambil positifnya saja untuk bahan intropeksi dan perbaikan ke depan,” ujar penyanyi yang kini sudah hidup mapan itu setengah beralasan. Lebih lanjut ia menuturkan, ‘Goyang Geboy’ yang menjadi andalannya tidak selamanya dipertunjukan, akan tetapi tergantung lokasi dan situasi. Meski demikian, para penggemarnya terutama di daerah yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pejabat setempat selalu memintanya untuk mempertunjukan ‘Goyang Geboy’. “Prinsipku asal jangan melawan arah dan tahu menempatkan diri, pasti semuanya akan berjalan lancar,” kilah dara yang hingga kini masih menjomblo itu merendah. Satu hal lagi, meski banyak yang menganggap goyangnya penuh sensualiatas dan pornografi, namun sampai sekarang belum ada satu pihak pun yang mengkomplainnya. “Bersyukur hingga saat ini belum ada yang komplain atau merasa dirugikan oleh Goyang Geboyku,” ungkapnya Walau kini dirinya dikenal lebih karena goyang hot-nya, namun sebagai seorang entertaint ia tetap mengedapankan profesionalisme, dengan terus berlatih vokal. “Malu kan, massa yang diandalkan cuma goyang, performa vokal juga harus tetap prima,” beber penyuka semua jenis makanan itu sambil tersenyum. Selain mengutamakan goyang dan kemampuan vokal yang prima, dirinya juga selalu menjaga penampilan kostum, terutama saat di atas panggung. “Sekali lagi, kepuasan penonton bagiku adalah segala-galanya,” tambahnya*Bang Salam.

11


Goyang Geboy

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Asyiknya Goyang

Hot Mela Barbie Energik ketika di atas panggung. Dibalut kostum seksi dan transparan pinggulnya kadang meliukliuk ke bawah ke atas, semua sudut panggung baik itu yang luas maupun sempit selalu dilalapnya untuk dijadikan termpat bergoyang, ia juga kerap menarik satu dua orang penonton ke atas panggung untuk bergoyang bersama, sambil sesekali menirukan gerakan penuh birahi. Itulah sosok penyanyi dangdut Mela Barbie, yang belakangan namanya kian digandrungi.

10


Suara Begadang Hati

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

Pelangi Istana dangdut Pub Dangdut Pertama

di Malang Bagi pecinta dangdut, kota Malang bukan saja dikenal lantaran keindahan tempat-tempat wisatnya, akan tetapi mempunyai beberapa lokasi hiburan malam, yang salah satunya adalah Pelangi Istana Dangdut, yang terkenal dengan fasilitasnya yang serba lengkap.

artis dari Ibukota. Selain itu, tak ketinggalan pula musik kendang kempul berirama pelangi sebagai ciri khasnya. “Kami juga secara terjadwal menampilkan biduan yang cantik dan menarik, baik itu dari Kota Malang, Pasuruan, Sidoarjo dan Surabaya, dengan MC Dwi Kopler plus biduan reguler kepunyaan Pelangi Istana Dangdut, Yuyun Yunita dan Atika Sanjaya,” ujar Subagiono. Mengenai penampilan Yuyun Yunita dan Atika Sanjaya, yang kehadirannya selalu dinanti dalam satu Minggu kadang tiga kali tampil, yaitu pada hari Selasa, Kamis dan hari Sabtu.

Dugem Dalam memberikan jasa hiburannya kepada para pengunjung, Pelangi Istana Dangdut selalu menampilkan sesuatu yang berbeda dibanding dengan tempat hiburan lainnya, yang ada di Kota Malang. Bahkan bila arah jarum jam menunjukkan pukul 24.30 WIB hingga pukul 1.30 WIB alunan musik yang dikumandangkan ber-bite tinggi dan menggedort-gedor, tidak seperti ditempat lain yang terkadang lebih ke musik slow. Selain program-program di atas, untuk memanjakan pengunjung, pub yang saban malam dijejali dangdut mania itu, juga menggelar event dua hingga tiga kali dalam sebulannya, dengan memberikan beragam hadiah hiburan,

alan – jalan menuju Kota Malang hendaknya jangan melewatkan diri untuk mampir ke Pelangi Istana Dangdut, sebuah tempat hiburan bagi dangdut mania yang letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau, yaitu berlokasi di Lawang Gerbang masuk Kota Malang. Pelangi Istana Dangdut sendiri, merupakan pub dangdut pertama di Kota Malang dan berdiri sejak 6 Juni 2000. pada awalnya Pelangi Istana Dangdut merupakan sebuah resto dan karaoke biasa, namun setelah empat tahun berjalan yaitu pada tahun 2004 namanya berubah menjadi Pelangi Istana Dangdut. Bagi warga Kota Malang, Pelangi

J

mulai dari DVD, televisi serta hadiah elektronik lainya. “Yang jelas kami ingin benar-benar tampil beda dibanding dengan yang lain,” beber Subagiono. Mengenai keberadaan fasilitas yang ada di Pelangi Istana Dangdut, di lantai bawah tak juah dari pintu masuk disediakan tempat santai, yang dikitari taman bunga serta kolam air, sedang di sudut ujung terdapat bar dan cafe serta kasir. Selain itu terdapat tempat massage dan salon, yang buka hanya siang hari hingga pukul 19.00 WIB. Adapun fasilitas di lantai dua dilengkapi dengan tigapuluh table plus ruang hall dan VIP lengkap dengan kursinya, yang berkapasitas sekitar 200 pengunjung. Agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berhibur. Pelangi Istana Dangdut juga dilengkapi dengan team keamanan yang cukup baik. Seperti di pintu masuk gedung disiagakan dua penjaga khusus, di dalam ruangan yaitu dilantai dua tempat live musik berlangsung, disiagakan tiga Bodyguart yang terlatih. Dengan lengkapnya sistem pengamanan, sejak pertama kali berdiri Pelangi Istana Dangdut belum pernah terjadi ada keributan, terutama antara sesama pengunjung. “Di sini semuanya dijamin aman, terlebih pengunjungnya mayoritas golongan dewasa,” tambah Subagiono.

Istana Dangdut merupakan tempat hiburan alternatif setelah merebaknya cafe-cafe atau pub yang di dalamnya lebih didominasi pop. Menurut Subagiono, Manajer Pelangi Istana Dangdut, pihaknya dalam menjaring pelanggannya selalu menyajikan beberapa program yang menarik, seperti hari Senin pertunjukan live beberapa group orkes Melayu lengkap dengan para penyanyinya, hari Selasa musik organ tunggal, hari Rabu musik live, hari Kamis musik campursari (pop, dangdut, disco dsb), hari Jum’at musik organ tunggal dan hari Sabtu sebagai malam week end selalu menampilkan musik live beberapa group orkes Melayu, lengkap dengan penyanyi sitimewa yang terkadang

9


Suara Hati

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Fenomena Pencekalan Artis Banyaknya aksi protes dan pencekalan yang ditujukan bagi para pedangdut yang memiliki goyang sensual, sebagian dari mereka lebih memilih ‘ngerem’ untuk berekspresi di atas pentas, atau bahkan ada yang beralih untuk main sinetron atau layar lebar untuk sementara waktu. ksi panggung para penyanyi dangdut dengan pinggulnya yang ‘bergeal–geol’ heboh, masih menjadi fenomena tersendiri bagi sosio-kultur masyarakat Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan munculnya pencekalan terhadap beberapa artis dangdut di beberapa daerah, seperti Jambi, Sumatra Selatan, Bogor, Jogjakarta dan Balikpapan. Daftar beberapa nama artis yang dicekal diantaranya Dewi Persik, Julia Perez, Inul Daratista, Anissa Bahar, Uut Permatasari, Nita Thalia, Ira Swara, dan Trio Macan. Mereka juga telah dicekal pada suatu daerah, baik itu di Pulau Jawa, Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan. Pencekalan artis-artis di atas dilatarbelakangi aksi panggung serta kostum yang seakan memberikan kesan porno dan vulgar pada masyarakat umum, terutama anak-anak dibawah umur. Namun fenomena pencekalan artis tersebut, mendapat tentangan dari artis itu sendiri. “Para pedangdut yang menyanyikan lagu dangdut dengan bite tinggi serta bergoyang seronok atau erotis, terus dituding bisa merusak moral bangsa. Kok, klise banget alasannya?,” jawab Tisa, manajer dari Julia Perez (Jupe), ketika Dangdut Plus mencoba mengonfirmasi kan pencekalan Jupe di beberapa daerah. Ia juga menuturkan, melalui kreatifitas yang imaginer yang telah diperagakan dalam gaya dan penampilannya, sebaiknya para artis dangdut itu diberikan

A

8

kebebasan. “Selama itu masih dalam taraf berekspresi di atas pentas dan tidak bugil, enggak masalah,” tambah Tisa. Hal senada juga diutarakan oleh personel Trio Macan, yang kena cekal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, karena dinilai memiliki goyangan sensual, mengaku kecewa atas pencekalan tersebut, apalagi jika kemudian pihaknya dituding sebagai perusak moral. Trio asal Jawa Timur itu juga mengaku ngeri, ketika dikonfirmasi Dangdut Plus mengenai kebijakan dan langkah para pejabat di beberapa daerah, yang telah melarang pedangdut untuk melakukan goyang andalannya. “Sepertinya irama dangdut itu lebih indah dengan goyangan, dan jika iramanya rancak tentu goyangnya juga harus disinkronkan, biar dangdutnya semakin indah dan asyiik,” ucap Iva Novanda, salah satu personil Trio Macan. Trio pelantun tembang ‘SMS’ itu terpikir untuk introspeksi goyangannya, setelah mengaca pada Dewi Persik dan seniornya Inul Daratista. “Kami udah berembug, untuk introspeksi goyangan. Gaya yang seronok sekarang kami agak kurangin deh,” kata Dian Adityia yang ikut diamini oleh rekannya Iva Novanda. Selain pencekalan oleh beberapa daerah trio-nya juga pernah mendapat kecaman Karena merasa ngeri akan kebijakan yang diberlakukan beberapa pemerintahan daerah, maka Trio Macan dalam beberapa waktu dekat akan bermain film

di layar lebar, untuk Soundtracknya mengambil dari sebuah judul lagu yang hits, pada salah satu albumnya.

pada bisnis yang dikelolanya. Terlebih beberapa artis yang memiliki goyang heboh. Menurut sudut pandangnya, pedangdut seperti Trio Macan, Dewi Persik dan lain sebagainya memiliki massa yang tidak sedikit jumlahnya. Masyarakat Indonesia khususnya di daerah, bersedia mengeluarkan sejumlah uangnya untuk menonton aksi heboh mereka. “Apalagi saat masa Kampanye. Dan kalau memang tidak suka, ya.. tidak perlu menghujat. Bagi yang suka, silahkan nonton mereka!,” bebernya.

Ruang Dialog EO Merugi Sementara merebaknya pencakalan artis dangdut akhir-akhir ini, setelah era Inul pada tahun 2004-2005 bukan saja ditentang oleh artis itu sendiri serta masyarakat pecandu dangdut, akan tetapi juga turut menimbulkan kegelisahan bagi mereka yang berbisnis di bidang dangdut. Seperti kegelisahan yang disuarakan oleh Djohan, pemilik sebuah Event Organiser (EO) yang sering mementaskan artis dangdut. “Terus terang saja, bila saya melihat pedangdut berkarya di atas panggung, saya tidak terangsang sama sekali atas gerakan-gerakannya. Ini bukan karena saya tidak normal. Ini disebabkan karena saya memandangnya dari segi seni,” imbuh Djohan, yang dimuat oleh situs Suara Konsumen. Ia juga menambahkan “Sama halnya dengan menyaksikan tayangan acara dansa atau balet, yang senantiasa dibawakan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin. Senantiasa saat mereka pentas selalu merapatkan tubuhnya. Ada kalanya sang wanita berpakaian agak futuristik. Apakah setiap orang memandang tarian demikian, sebagai acara semi porno,” Masih dengan keterangannya, bahwa pencekalan tersebut, berdampak

Meski pernah jadi penyanyi rap, Denada Anggia Tambunan kini lebih menekuni jalur musik dangdut. Menanggapi, adanya pencekalan terhadap artis dangdut, mengaku takut mengalaminya. Tapi dia sudah punya kiat tersendiri agar tidak dicekal. “Yah, kalau manggung dengan penonton dari berbagai kalangan, misalnya ada bapak-bapaknya, ada ibu-ibu, ada remaja dan anak-anak. Saya lebih baik menjalin dialog dengan banyak berbicara pada mereka dan goyangan cuma sedikit, sekedar asyik –asyikkan saja,” ungkapnya. “Kalaupun bergoyang,” kata Denada, akan melihat reaksi dari para penonton. Kalau jumlah ibu-ibu atau anak-anak sudah mulai kurang, maka dirinya akan mulai bergoyang ala jaipong, hal itu demi menjaga citra dangdut itu sendiri. “Yang jelas Aku melihat dulu Sikonler (Situasi Kondisi dan Toleransi) para pengunjungnya saat akan bergeyol,” tambah putri dari Emelia Contessa itu. Ia juga menyarankan kepada pihak yang mencekal atau yang dicekal untuk membuka dialog. “Lebih dibuka ruang dialog saja. Saya yakin itu karena kurang komunikasi antara artis dangdut dan para pejabat daerah serta tokoh masyarakat,” ucapnya beralasan*Huget/Lam.


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

Bintang Pentas

Suami Hetty Koes Endang

Tersangkut Korupsi Setelah mangkir 2 kali dari panggilan pemeriksaan, akhirnya Yusuf Emir Faisal mendatangi KPK. Mantan Ketua Komisi IV DPR itu di dampingi istrinya artis Hetty Koes Endang. BERKEMEJA PUTIH dan berpeci hitam, Yusuf pun memberikan pernyataan kepada wartawan. “Agar semuanya lebih jelas,” imbuhnya. Tersangka kasus alih fungsi hutan bakau Tanjung Api-Api di Banyuasin, Sumatra Selatan, Yusuf Emir Faisal pada Selasa (15/7) mendatangi kantor KPK, ia yang mengenakan kemeja putih dan berpeci hitam menyerahkan bukti-bukti. Antara lain, surat pernyataan pengembalian uang ke KPK, formulir transfer BNI, dan buktibukti lain. Mantan Ketua Komisi IV ini datang ke KPK didampingi istrinya, Hetty Koes Endang. “Sebagai itikad baik, dana tersebut saya serahkan ke KPK,” ujar Emir kepada wartawan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Menurut Yusuf, sesuai mekanisme yang ada di komisi IV DPR maupun Undang-undang partai politik, tidak pernah ada larangan menerima sumbangan atau donasi dari pihak swasta

terutama untuk konstituen di daerah. Beberapa bukti yang dibawa Yusuf tersebut antara lain surat pernyataan dari Fraksi Kebangkitan Bangka (FKB), yang menyatakan bahwa Yusuf adalah anggota FKB dan pernah menyetorkan sejumlah dana kepada FKB. Dalam surat tertanggal 25 Juni itu juga FKB memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut kepada KPK. Selain surat pernyataan terdapat juga Lampiran susunan kepengurusan DPP PKB 2008-2010, Formolir transfer dari BNI Cabang Fatmawati oleh Yusuf Emir senilai Rp300 juta kepada Arif Junaidi di Nomor Rek BCA 733 0015033. Beberapa saat kemudian, Hetty pulang terlebih dahulu sekira pukul 09.30 WIB. Hetty yang mengenakan baju muslim stelan putih, kerudung hijau, dan kacamata bunglon itu dijemput dengan Toyota Alphard berwarna hitam bernomor polisi B 707 MA*Bang Salam.

anaknya pun tahu kalau ibunya kerja. Saya selalu menemani Sakti jalan-jalan karena Anissa sering sibuk. Saya dan Sakti sudah kasih tahu Anissa kalau mau jalan-jalan. Kita pun sudah mengajaknya,” ucapnya. Pada kesempatan itu, Fauzan juga meminta Anissa untuk lebih memperhatikan

Sakti daripada anak Anissa dari suami terdahulu. “Saya hanya minta Anissa untuk melihat anak kita, meski pun Anissa sudah punya anak dari suami sebelumnya. Anissa sendiri yang ingin punya anak laki-laki dan ternyata Allah mengabulkan permintaan kita,” pungkasnya.

Anissa Bahar

Kerap Tinggalkan Anaknya Kedekatan suami Anissa Bahar, Fauzan Prasetya dengan buah cintanya bersama Anissa, Sakti sering membuatnya rajin menghabiskan waktu bersama yang membuat mereka lebih dekat. “MEMBAWA anak bermain bukan menjadi agenda rutin, paling aku mengajaknya Sabtu atau Minggu. Kalau pun nggak ada waktu, aku mencoba meluangkan waktu dan mengalah demi anak,” kata Fauzan kepada para wartawan di salah satu pusat hiburan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, belum lama ini. Fauzan juga mengaku, kerap mengalah demi keinginan sang buah hati. Karena itu, mantan polisi itu menuruti keinginan anak menghabiskan waktu liburan sekolah. “Dari kemarin Sakti sudah minta agar diajak jalan-ja-

lan ke sini. Tadinya pesimis khawatir nggak sempat, karena aku nyari tiketnya juga susah,” paparnya. Saat bersama putranya, Fauzan tampak tak didampingi penyanyi dangdut yang dikenal dengan goyang gergaji itu. “Saya dan Sakti sudah terbiasa ditinggal ibunya, dan

*Bang salam.

7


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008

Bintang Pentas Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) non subsidi untuk golongan 1.300 VA-6.600 VA, cukup mengagetkan para pengusaha yang terpaksa harus membayar 2 kali lipat untuk biaya listrik. Kendala yang sama pun turut dirasakan oleh Inul Darastita, sebagai pengusaha tempat hiburan karaoke Inul Vizta.

Krisna Mukti Wartawan Adalah Teman

Kasus terkait isu penggelapan uang dan rumor homoseksual nampaknya benar-benar membawa pengaruh besar pada kehidupan Krisna Mukti. Bintang AKU INGIN PULANG ini merasa terbebani dengan pemberitaan media yang menyoroti kasusnya. Bahkan karena pemberitaan miring itu, Krisna harus memulai merintis karirnya dari awal.

INUL VIZTA Nyaris Bangkrut

ISTRI ADAM SUSENO INI, sampai kurus memikirkan tingginya biaya pengeluaran listrik, yang setiap bulannya mencapai Rp 50-60 juta untuk setiap outlet karaokenya. Bisa dibayangkan jika pemilik goyang ngebor ini, memiliki 19 cabang outlet karaoke di seluruh Indonesia, nominal sebulan dapat mencapai 800-900 juta per bulan. Angka cukup fantastis, jika hanya untuk membayar listrik saja. “Sejak BBM naik, semua minuman dan makanan ikut naik, karyawan pun minta gaji mereka dinaikkan. Kalau TDL ini yang paling berat karena saya harus bayar 2 kali lipatan dari biasanya. Setiap bulannya aku harus membayar untuk PLN sebesar 50-60 juta per bulannya per outlet. Saya punya 19 outlet, ya sekitar 800-900 juta lah per bulannya untuk listrik saja, belum yang lainnya,” ujar Inul saat ditemui di Inul Vizta, Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat beberapa waktu silam. Sayang, tingginya TDL tak bisa memaksa Inul untuk menaikkan harga room-nya. Ada beberapa pertimbangan yang menurut penynayi asal Pasuruan, Jawa Timur itu perlu pemikiran yang masak sebelum bertindak. Hal inilah yang mendasari keputusan Inul yang belum mau menaikkan harga room, dengan tarif yang telah disesuaikan dengan TDL yang baru. “Saya belum mau menaikkan harga room yang ada, makanan dan minuman, takut customer pada lari. Tidak ada keuntungan sama sekali. Kalaupun ada hanya kecil keuntungannya, dan itu untuk bayar karyawan, listrik,” tambahnya*Bang salam.

6

“SAYA KEMBALI merintis pekerjaan saya dari nol. Menyebutkan nomor HP ke klienklien saya yang dulu. Karena nomor HP saya yang dulu sudah mati,” ungkap Krisna kepada para wartawan hiburan di Grand Tropic Hotel, Selasa (1/7) sepekan silam . Tapi meski mengaku harus memulai kembali dari awal, artis berwajah ganteng itu tak mau jika harus menurunkan harga. “Saya bukan berarti dari nol banget. Tapi ada penghargaan. Umpama kalau saya memulai dari nol dibayar lima perak dan mungkin sekarang saya dibayar sepuluh perak. Saya banyak kehilangan job, gara-gara kalian infotainment menayangkan nomer HP gue. Dan sekarang klien saya nggak bisa menghubungi saya,” bebernya dengan nada serius. Bagi Krisna, kasus tuduhan penggelapan uang itu sendiri bukan masalah besar, malahan yang membuatnya terganggu justru pemberitaan di media. “Kalau kasus saya nggak seberapa, tapi pemberitaan kalian (media) yang membuat saya pusing. Saya kerja di intertain,” tambahnya. Lebih lanjut pria asal Bandung, Jawa Barat itu menyatakan, pemberitaan agak miring terhadap dirinya merupakan sebuah konsekwensi sebagai public figure. “Aku tak kecewa dan aku juga tak bisa menghindar dari wartawan. Wartawan dan artis dekat yang terkadang bisa jadi musuh, tapi teman juga. Akhirnya saya juga yang mengalah,” tutur Krisna panjang*Bang salam.


Buah Bibir

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008 kemudian diperdengarkan lewat loudspeaker kepada beberapa media, dengan nada geram dan marah, pedangdut papan atas itu terdengar memaki Al Amin dengan sebutan ‘Bajingan’. “Kalau kita ngegoyang dengan lakilaki baik sih nggak apa-apa, saya ikhlas, tapi istri mana yang rela bila suaminya menerima dengan mudahnya tawaran berkencan dengan pelacur, dasar bajingan ya tetap bajingan. Siapa yang kuat coba?,” itulah kira-kira marah Kristina pada suaminya Menurut Habib Abdurrahman As-

segaf, Kristina merupakan istri yang patuh terhadap suaminya. Tapi wanita mana yang sanggup kalau ada wanita lain dalam rumah tangganya, padahal ia juga merupakan sosok perempuan yang tidak mudah mengumbar perasaan. Kristina mengaku, selama ini merasa kuat karena ada pertolongan Allah. ”Kalau Allah tidak memberikan kekuatan, Kristina pasti sudah menggelepar. Toh kesabaran itu juga ada batasnya,” ujar Kristina. Di depan Habib, Kristina hanya minta kekuatan do’a agar tetap tabah dalam menjalani ujian hidup.

Selama Kristina mengarungi biduk rumah tangga dengan Amin, Habib melihat bahwa Kristina telah menjalankan kewajibannya baik sebagai istri maupun ibu rumah tangga dengan baik. Sementara itu pihak keluarga menyatakan pasrah atas apa yang terjadi pada Kristina. ”Saya begitu kecewa dengan perlakuan Bang Amin kepada kakak saya, dan saya yakin dia mampu mengatasi hal ini. Kami sekeluarga turut mendukung keputusan kakak,” kata Silvi, adik kandung Kristina singkat. *Huget/ Bang Salam

Arief Cakra – Guru Spritual Kristina “AL AMIN BUKAN SUAMI YANG BAIK” Menurut terawang batin seorang supranatural yang dekat dengan Kristina, kepada beberapa media, Selasa (15/7) silam. Arief Cakra menyatakan, bahwa Al Amin Nasution bukanlah suami yang baik terhadap istrinya, hal tersebut telah di katakan kepada Kristina beberapa bulan sebelum masa pernikahan mereka. “Saya menangkap keburukan yang tersirat melalui aura Al Amin Nasution, bahwa dia bukanlah pria yang tepat buat Kristina. Hal itu, sudah saya katakan kepada Kristina, jauh sebelum mereka menikah,” jelas Cakra. Meski sudah mengetahui Al Amin bukan seorang yang baik, namun dirinya tidak berhak melarang Kristina untuk menolak lamaran Al Amin. Cuma saat itu berpesan agar Kristina menjadi seorang istri yang sabar dan bersikap sebaik mungkin dalam melayani sang suami. Al Amin merupakan sosok pria yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, dia tipe yang suka hura-hura, suka main dengan wanita yang bukan muhrimnya. Dan Al Amin saat menikahi Kristina bukan lantaran cinta yang tulus, melainkan sekedar status sosial semata.*

RAMALAN NAMA TGL LAHIR HARI LAHIR BINTANG

KI JOGO BAYU : KRISTINA ISWANDARI (KRISTINA) : 8 MEI 1976 : SABTU PON : TAURUS

SIFAT Kristina mempunyai perangai yang suka menyendiri (suka sendirian), tidak suka berkumpul dengan banyak orang, meski demikian ia selalu menjadi pelipur lara bagi orang yang sedang mengalami kesedihan, bahkan adakalanya menjadi tempat perlindungan atau mengadu. Kristina juga memiliki tutur bahasa yang baik, bijaksana, tapi kadang keputusannya keras, memilki sipat setia dan loyalitas, tapi tidak mau disakiti, pada dirinya juga mengandung sifat yang menundang simpati orang lain, tabah dan tahan uji.

NAMA TGL LAHIR HARI LAHIR BINTANG

( JODOH, REJEKI DAN SIFAT )

: AJENG RETNO WULAN NINGRUM : 18 OKTOBER 1989 : RABU WAGE : LIBRA

SIFAT Ajeng Kraton memiliki kebesaran hati yang selalu Ikhlas dan tulus, jika menolong tidak suka mengharapkan imbalan, Pemberani dan tak gentar menghadapi tantangan dan juga bukan seorang penakut. Ajeng juga mempunyai kepribadian yang sopan dan berwibawa serta berpengaruh, sehingga banyak orang yang segan dan hormat, tidak ambisius, selalu mengukur diri dan kemampuan. Namun di sisi lain ia juga, mempunyai kelemahan seperti mudah putus asa, mudah tersinggung emosinya, terkadang sombong dan suka mengagungngagungkan kemampuannya.

ASMARA Meski lemah lembut, Kristina memiliki gairah seksual tinggi, menyukai cumbu rayu, meski demikian, hubungan badan dianggapnya hanya sebagai pelengkap, tidak basa-basi dalam masalah cinta, rela berkorban, namun bila sudah berumah tangga akan sering mengalami kegagalan. Terhadap pasangan hidup, Kristina sangat bertanggung jawab, selalu memikirkan dan mencintai pasangan hidup, namun ia juga memiliki watak berani terhadap suami.

ASMARA Dari penampilannya Ajeng memiliki daya tarik yang memikat lawan jenisnya, namun utnuk urusan asmara ia merupakan orang yang susah untuk dimengerti. Untuk pasangan hidup, ia mendambakan pria yang sangat tampan, berprilaku baik , mendambakan kebahagian rumah tangga, sangat menyukai cumbu rayu dan hubungan seks, sebaliknya ia akan senantiasa bertanggung pada keluarga, berbakti pada suami. Namun disampin itu Ajeng juga memiki perangai suka serong, pencemburu dan berani terhadap suami.

REJEKI Rejekinya lancar, menyenangkan, panjang dan mudah dicari. Tidak kurang sandang pangannya

REJEKI Rejekinya lancar, menyenangkan, panjang dan mudah dicari. Tidak kurang sandang pangannya

Jika Anda ingin diramal tentang peruntungan, karir, jodoh dan lainnya kirimkan ke redaksi DANGDUTPLUS disertai perangko balasan, nama lengkap anda dan pasangan bagi suami istri serta tanggal lahir.

5


Buah Bibir

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, 2008 rihal kasus yang tengah menjerat suaminya Al Amin Nasution (35), yang juga anggota DPR RI sempat membuat Kristina kaget dan depresi. Ia kini lebih banyak menutup diri di hadapan wartawan, bahkan selalu menolak untuk berkomentar mengenai kehidupan rumah tangganya. Perubahan drastis sikap Kristina diduga terkait dengan rekaman percakapan antara suaminya dan Azirwan yang diperdengarkan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam percakapan itu tersirat bahwa Amin bersedia menerima kado istimewa berupa wanita penghibur. Diduga karena rekaman itu pula, Kristina secara bulat hati melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami, Ini merupakan kali kedua Kristina menggugat cerai. Tahun lalu, penyanyi bersuara merdu itu juga menggugat cerai namun akhirnya damai. Namun kali ini seolah kesabarannya telah habis, melalui tim kuasa hukum yang dipimpin Elza Syarief, ia mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, Rabu (9/7), sekitar pukul 15.00. Oleh PA Jakarta Selatan, gugatan cerai Kristina itu dicatat dan diberi nomor 1072/Pdt.G/2008/ PAJS. Juru bicara PA Jakarta Selatan Abdu’ Sulaeman membenarkan bahwa pihaknya telah menerima gugatan cerai Kristina yang didaftarkan Elza Syarief. ”Kuasa hukum Kristina datang sekitar pukul 15.00. Kristina yang menggugat cerai suaminya,” kata Abdu’ di ruang kerjanya di Jalan Rambutan, Pejaten Barat, Pasarminggu, Jakarta Selatan, kepada para wartawan yang menemuinya Kamis (10/7). Dalam beberapa hari ke depan, pengadilan bisa menetapkan jadwal sidang dan majelis hakim pada persidangan cerai Kristina. Menurut Abdu, dalam gugatan cerai itu disebutkan, bahwa penyanyi yang pernah menyandang gelar Diva Dangdut Indonesia ini ingin secepatnya mengakhiri rumah tangganya. Ditanya soal apa penyebab Kristina melayangkan gugatan cerai, Abdu enggan berkomentar karena hal itu sudah menjadi materi persidangan. Sebagai kilas balik, Amin dan Azirwan ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Hotel Ritz Carlton tanggal 9 April 2008. saat ditangkap, petugas KPK menemukan uang Rp 71 juta dan 33.000 dolar Singapura. Uang itu diduga terkait alih fungsi hutan lindung di Kabupaten Bintan. Saat ditangkap, Amin juga sedang bersama Azirwan dan perempuan yang belakangan diketahui bernama Efielian Yonata. Menanggapi gugatan cerai Kristina yang telah didaftarkan di PA Jakarta Selatan, pihak Al Amin menyarankan Kristina untuk kembali mempertimbangkan keputusan menyudahi pernikahan mereka. ”Seharusnya Ibu Kristina mempertimbangkan keputusannya, pikir-pikir dulu. Jangan terjebak oleh pemberitaan opini proses persidangan tipikor,” saran kuasa hukum Al Amin, Sirra Prayuna.

P

4

Jatuh Bangun Dulu, ketika Al Amin Nasution menyatakan akan mempersunting Kristina, wajah penyanyi yang sering membawakan lagu-lagu dangdut mellow itu langsung berbinar-binar memancarkan kebahagiaan. Ia seolah telah menggapai semua yang diimpikannya Lalu keduanya pada 4 Januari 2007 melangsungkan pernikahan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Acara pernikahan itu sendiri berjalan lancar dan turut disaksikan oleh para tamu istimewa seperti tokoh organisasi keagamaan, politisi dan juga selebritis, seperti KH Hasyim Muzadi, Dien Syamsuddin, Agung Laksono, Hidayat Nurwahid, MS Ka’ban, Aksa Mahmud, Emelia Contessa, Hetty Koes Endang serta tamu-tamu terhormat lainnya. Dalam pernikahan yang berlangsung khidmat itu, kedua pengantin dibalut baju pengantin warna putih dengan sentuhan butiran-butiran kristal yang terlihat memikat. Sedang pengantin pria membawa pinangan dengan sejumlah perhiasan serta mas kawin sebuah batu Phirus berlapis emas 80 gram. Usai menikah, saat itu Al Amin langsung menemui para wartawan dan menyatakan kalau dirinya tidak mempunyai keinginan yang muluk-muluk, ia cuma ingin hidup normal dan tidak punya target apa-apa. Menjadi istri politikus, memang harus siap dengan segala risiko. Salah satunya harus siap diduakan. Lho? Jangan salah sangka dulu. Diduakan bukan berarti Al Amin berniat poligami. Menurut Emilia Contessa, orang yang jadi mak comblang mereka, sebagai wakil rakyat, Amin tentu harus mengurusi banyak orang. “Amin merupakan anggota dewan yang serius, mengurusi banyak orang. Mudah-mudahan Kristina dapat memahami pekerjaan suaminya,” ujar ibu dari penyanyi Denada itu. Bukan hanya pada Kristina, Emilia pun memberi nasihat yang senada pada pria yang berada satu partai dengannya yaitu PPP. Penyanyi yang kini berkerudung itu meminta Amin juga memahami pekerjaan Kristina sebagai entertainer. Namun seperti petir di siang bolong pada 29 Juni 2007 atau 5 bulan 20 hari pasca menikah, secara mengejutkan wanita kelahiran Jakarta 8 Mei 1976 itu mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Lewat mediasi yang cukup alot, akhirnya hati Kristina luluh juga. Ia bersedia berdamai dengan suami tercintanya serta mau mencabut gugatan cerainya. Setelah para pengagumnya berlega hati lantaran rumah tangganya terdengar bahagia, kejadian menggemparkan kembali terjadi, yaitu Al Amin ditangkap KPK lantaran diduga menerima suap dari dari Sekertaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau,Azirwan.

Dasar Bajingan Ketika Kristina menelepon guru mengajinya Habib Abdurrahman Assegaf, Rabu (9/7) lalu untuk menyampaikan kekesalan atas kasus yang dilakukan oleh suaminya, pembicaraannya sempat direkan oleh Habib dan


EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II 2008

Buah Bibir

Judul lagu, Jatuh Bangun yang sempat dipopulerkan Kristina, ternyata mempengaruhi kehidupan bahtera rumah tangganya. Dua kali ini Kristina sudah menggugat cerai suaminya. Dan yang kedua ini, sudah mantap untuk mengakhiri rumah tangganya bersama Al Amin, terutama setelah diketahui suaminya itu membooking jablay.

Al Amin Minta Jablay

Kristina Minta Cerai 3


HARGA Rp. 5.000 (Pulau Jawa) Rp. 6.000 (Luar Pulau Jawa)

EDISI 09 TAHUN 2, MINGGU I - II, AGUSTUS 2008

Plus

DANGDUT D DANG Bacaan Orang Indonesia

PLUS ER POST I SEKS

GOYANG GEBOY

ASYIKNYA GOYANG HOT MELA BARBIE FENOMENA

PENCEKALAN ARTIS KRISNA MUKTI

WARTAWAN ADALAH TEMAN

QUIZ DANGDUT DANG DUT Kirim SMS ke 9333

RP 1.000.000,-

MIMPI BASAH

diundi setiap 2 bulan 1x

AJENG KRATON


Tabloid Dangdut Plus Edisi 9