Page 1

Globe Trotting

colourful buzz

Mal dan pusat perbelanjaan modern makin melimpah. Pasar tradisional bertahan dengan tawaran interaksi humanis dan kepuasan tawar menawar. Cinthya Sopaheluwakan menceritakan penyelusurannya di pasar-pasar tradisional Eropa.

Ceri ranum di Pasar La Boqueria. Kanan: gerbang pasar terbaik di dunia pada 2005 versi world market congress.


emiliki wajah sangat Asia, saya kerap mendapatkan pertanyaan tentang asal negara dari warga benua biru. Tebakannya mulai dari Thailand, Filipina, hingga Jepang. Bukan masalah buat saya, bahkan kerap kali membawa berkah. Di pasar-pasar tradisional yang selalu saya kunjungi untuk memuaskan hobi memasak, saya sering mendapat diskon atau bonus mencicipi aneka makanan sebagai bentuk hospitality masyarakat Eropa terhadap pendatang. Keterbatasan bahasa tidak menjadi halangan untuk berinteraksi-alasan lain mengapa saya selalu suka pasar. Marché du Pont de l’Alma di Paris merupakan salah satu pasar favorit saya. Letaknya hanya beberapa menit berjalan dari Menara Eiffel. Saat menelusuri ruasruasnya, kita tetap bisa memandang

72

jalanjalan / februari 2013

menara yang menjadi ikon kota tersebut. Pasar sayur terbesar di Ibukota Prancis ini menampung hasil bumi dari daerah-daerah pedesaan di seluruh negeri. Produk-produk organiknya menjadi langganan para koki dari restoran-restoran ternama kota. Berada di antara Pont de l’Alma dan Trocadero, pasar ini buka setiap Rabu dan Sabtu mulai 07:30 hingga 14:30. Walaupun menempati area luar ruangan, deretan stan yang memanjang hingga ratusan meter ini nyaman dan teduh untuk ditelusuri. Saya melihat zucchini (sejenis timun hijau) dengan bunga di ujungnya. Sayuran ini merupakan salah satu bahan utama untuk membuat ratatouille, makanan tradisional Prancis dengan aneka sayuran. Ini untuk pertama kalinya saya melihat ada bunga di ujungnya. Menurut penjualnya, jika digoreng bisa jadi camilan lezat. Sayuran segar warnawarni berjejer rapi. Merahnya tomat, ungu dari terong, dan selada yang hijau tampil sedap dipandang mata. Bergeser ke penjual buah, saya menemukan fig segar. Biasanya saya menemukan buah ini dalam bentuk manisan kering di toko-toko

Konon fig merupakan pohon buah yang bisa dimakan pertama yang ditanam manusia. Keberadaannya disebut di kitab suci seperti Injil dan Quran.

dari atas: tawaran aneka bunga di pasar paris; fig segar. kanan, dari atas: Holešovice Trznice yang menempati bekas lokasi penjagalan hewan di praha; Aneka sayuran segar yang dijajakan.

Mediteranian. Konon fig merupakan pohon buah yang bisa dimakan pertama yang ditanam manusia. Keberadaannya disebut di kitab suci seperti Injil dan Quran. Pohon fig banyak tumbuh di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat, namun stan buah ini menjajakan produk impor dari Turki dan Yunani. Kulit luarnya ada yang berwarna ungu dan hijau, sedangkan daging buahnya merah

dengan banyak biji. Beberapa potong buah sengaja disediakan penjualnya untuk dicoba. Saya pun tidak melewatkan kesempatan, rasanya manis dengan kulit agak kesat. Saya melalui deretan penjual ikan yang menawarkan aneka ikan air tawar dan laut serta seafood lengkap, termasuk kerang. Beberapa produk matang siap santap juga tersedia. Aroma roti hangat menggoda, saat saya melewati stan roti. Stan charcuterie yang berada di dekatnya mengeluarkan aroma daging yang sedap. Aneka jamur berjejer di stan khusus jamur. Ada jamur kuning yang ikal dengan warna mencolok, edibel boletus yang gemuk dan pendek, portobello atau jamur kancing ukuran besar, serta jamur tiram yang berwarna putih. Mereka yang malas atau tidak sempat memasak bisa menikmati jajanan dan makanan siap saji seperti ayam dan sosis panggang, piza, atau ikan goreng di sini. Sebuah stan yang menjual paketpaket mungil dalam nuansa putih keabu-abuan memikat mata saya. Ternyata stan tersebut menjajakan produk garam laut yang diproduksi dari proses penguapan air laut. Para

jalanjalan / februari 2013

73


dari atas: roti hangat dengan aroma menggoda; tawaran aneka seafood segar di la boqueria. kanan, dari atas: aneka daging yang dibungkus plastik vakum; kembang kol ungu di pasar praha.

koki tahu keunggulan garam yang butirannya lebih kasar ini dibanding garam dapur untuk keperluan rumah tangga yang campurannya sudah tidak murni. Penjualnya yang lancar berbahasa Inggris menjelaskan kalau garam ini berasal dari Guérande di tepi barat Prancis. Inspirasi pembuatan garam di kawasan itu dimulai sejak 945 oleh para biarawan dari Landévennec Abbey. Dengan mempelajari pasang surut, arah angin, dan matahari, mereka membuat

74

jalanjalan / februari 2013

‘blue print’ untuk pembuatan garam yang menyejahterakan warga Guérande hingga sekarang. Garam diproduksi secara manual tanpa mesin sehingga kandungan mineral-mineral alami dari laut tidak hilang. Mengikuti perkembangan zaman, inovasi produk pun dilakukan. Paket garam bercampur rempah-rempah seperti timi, oregano, rosmari, selasih, kayu manis, bahkan kari dibuat. Dalam setiap paket campuran garam tersebut terdapat petunjuk penggunaannya,

misalnya cocok untuk ditaburkan pada ikan, kentang, nasi, daging, atau telur dadar. Saya memutuskan membeli beberapa paket garam dalam kemasan 125 gram untuk eksperimen di rumah. Untuk melengkapi koleksi bumbu saya, di stan bumbu saya juga membeli sebungkus herbes de Provence, yang merupakan campuran bumbu kering terdiri dari selasih, timi, lavendel, rosmari, marjoram, dan savori. Campuran ini cocok untuk membumbui ikan dan daging panggang, atau sayuran rebus. Lavendel yang biasa digunakan untuk wangi-wangian, tersedia dalam bentuk kering dan ternyata bisa digunakan untuk memasak. Tips pemakaian yang dibagi penjualnya yaitu jangan bubuhkan terlalu banyak supaya tidak pahit. Bumbu ayam panggang Provencal dengan lavendel yang direkomendasikan sang penjual pun masuk dalam kantong belanjaan saya. Setelah saya coba di rumah, wangi lavendel memang memberikan sensasi rasa yang unik pada ayam panggangnya. Dari informasi pegawai hostel tempat saya menginap di Praha, saya tiba di Holešovice Trznice (pasar Holešovice) atau juga dikenal dengan pasar Praha. Pasar ini buka setiap hari, kecuali Minggu, mulai 07:00 hingga 20:00. Untuk masuk ke kompleks pasar, kita harus melalui gerbang dengan deretan bangunan tua mirip gudang. Menempati area seluas 11 hektare, pada 1895 pasar ini merupakan rumah jagal hewan yang mensuplai kebutuhan daging warga Praha. Operasional rumah jagal berhenti pada 1983 kemudian

Menempati area seluas 11 hektare, pada 1895 pasar ini merupakan rumah jagal hewan yang mensuplai kebutuhan daging warga Praha.

bertransformasi menjadi Holešovice Trznice. Selepas deretan gudang, saya mendapatkan belasan hangar dengan nomor berurutan. Di antara hangar tersebut terdapat kios-kios yang menjajakan aneka barang. Ada suvenir, barang elektronik, pemutar musik dan film, kaus, perhiasan, furnitur, hingga aneka tas. Bendabenda militer, tas imitasi, kerajinan tangan, alkohol, dan jajanan pasar pun ditawarkan. Menarik untuk menelusurinya satu per satu, tapi saya lebih tertarik untuk mencari bagian pasar yang menjual bahan makanan. Setelah nyaris putus asa mencari di areanya yang super luas, akhirnya saya menemukannya di Hall 22. Pasar sayur ini merupakan yang terbesar di Praha. Menempati bangunan luas dengan langit-langit tinggi, aneka sayur dan buah yang sebagian besar dihasilkan para petani Ceko, dijual di sini. Ditata rapi dalam kerat-kerat plastik, tidak ada batas antara stan satu dengan yang lain. Kondisinya sangat bersih dan bebas becek. Deretan paprika merah, hijau, dan kuning tampil menyegarkan mata. Dari deretan buah, prem dan persik mendominasi. Begitu pula dengan kentang yang kerap menjadi bahan utama dalam menu-menu Ceko. Buket dengan campuran bungabunga liar terlihat sangat cantik. Saya juga menemukan labu pipih putih yang tidak pernah saya temukan di pasar lain. Namun yang paling aneh adalah kembang kol berwarna ungu. Saya benar-benar penasaran, seperti apa rasanya jika dimasak. Namun sayangnya, saya tidak mungkin mencobanya karena pasti sudah busuk sebelum saya tiba di rumah. Sebagai gantinya, saya membeli prem ungu tua yang rasanya sangat manis. Sebelum beranjak pergi, saya mampir ke stan jajanan pasar yang menyajikan aneka daging dan ayam panggang, roti, serta produk olahan kentang. Saya mencoba bramborak, panekuk kentang khas Ceko dan

jalanjalan / februari 2013

75


Di 2005 lalu, World Markets Congress di Washington DC menganugerahi La Boqueria sebagai pasar terbaik di dunia. lĂĄngos, makanan asli Hungaria berupa roti goreng yang atasnya ditaburi keju, bawang putih, dan jamur. Mercat (yang berarti pasar dalam bahasa Catalan) de Sant Josep atau dikenal dengan nama La Boqueria terletak di kawasan belanja La Rambla di Barcelona, Spanyol. Sejarah panjang pasar ini berawal dari abad ke-13. Awalnya merupakan pasar terbuka, namun untuk pertama kalinya pada 1914 pasar ini mulai dipayungi atap dan isu sanitasi, dekorasi, dan estetikanya makin diperhatikan. Di 2005 lalu, World Markets Congress di Washington DC menganugerahi La Boqueria sebagai pasar terbaik di dunia. Melalui gerbangnya yang cantik, saya menyaksikan deretan stan. Walaupun berdekatan, suasananya rapi dan tidak sesak. Sensasi dari warnawarni hasil bumi, bau masakan, celoteh pelanggan dan penjual menyerang seluruh panca indera. Stan pertama yang saya datangi adalah permen dan coklat yang tampil sangat menggoda. Saya belum pernah menyaksikan stan permen dan coklat sebesar ini di pasar. Stan buah dan sayur berdampingan dengan tempat penjualan daging dan keju. Daging dibungkus plastik sehingga tidak mengundang lalat. Ham Serrano dan Iberico khas Spanyol tampak digantung-gantung. Ibarat hiasan, cabai merah digantung di atas sayuran, begitu pula pisang dan tomat di antara buahbuahan lain. Buah-buah impor dari negara tropis seperti pepaya, mangga, kelapa, leci, dan rambutan juga ada di sini. Beberapa stan buah juga menyediakan jus buah segar yang disajikan dalam gelas plastik. Saya melihat satu stan yang memajang asam Jawa di antara deretan buah. Pengaturan yang menarik membuat berkeliling pasar ini terasa menyenangkan. Di antara deretan jamur

76

jalanjalan / februari 2013

warga lokal menikmati sajian di bar market hall di pasar la Boqueria, Barcelona, Spanyol.

jalanjalan / februari 2013

77


Islandia

Reykjavik

irlandia

Inggris

republik ceko Jerman

Paris Prancis

Praha swiss

austria

portugal Spanyol

italia

Barcelona

getting there

berwarna coklat misalnya diletakkan buah sharon atau belimbing yang kuning mencolok sebagai ’penyegar’. Tempat ikan terletak di bagian belakang dalam formasi melingkar. Selain ikan segar, ada pula produk ikan kering yang diasinkan. Koleksi wine-nya pun memuaskan. Saya memborong aneka keju. Mulai dari keju urgellia, keju dari susu sapi yang lembut dari pegunungan Pyrenees di utara Spanyol yang aromanya agak keras dengan warna gading. Keju baquero, keju putih dengan aroma lembut dari susu sapi dan domba. Keju merah yang ternyata merupakan mozarela dengan rasa tomat, keju hijau rasa pesto, serta keju putih lembut yang ditaburi potongan buah manis. Iklim dingin yang kadang ekstrem di Islandia, membuat pasar Kolaportið di Ibukota Reykjavik dibuat di dalam ruangan. Pasar yang mirip pasar loak karena juga menjual barang-barang bekas ini buka hanya di akhir pekan

78

jalanjalan / februari 2013

mulai 11:00-17:00. Buku, lopapeysa (sweter khas Islandia), lemari, meja, poster dan lukisan, hiasan rumah, mainan, kaca mata, hingga baju dalam tersedia di sini. Produk makanannya terbatas pada daging dan ikan, tidak ada sayuran dan buah-buahan. Walaupun variannya tidak terlalu banyak, tapi yang ditawarkan sangat Islandia. Daging hiu yang difermentasi atau hákarl contohnya. Tradisi mengkonsumsi daging hiu telah dipraktekkan masyarakat Islandia sejak berabad-abad lalu. Daging hiu dipercaya bisa menyembuhkan bermacam penyakit, membuat kuat dan sehat. Harðfiskur, ikan kering yang biasanya dibuat dari kod atau haddock dengan rasa mirip abon ikan dan hangikjöt, daging kambing asap juga banyak dijajakan. Saya juga melihat daging kuda. Semua dikemas dalam plastik vakum sehingga mudah dibawa. Saat akan membayar beberapa bungkus harðfiskur di kasir, saya melihat lambang kartu kredit internasional terpampang. Ternyata pasar ini menerima pembayaran menggunakan kartu kredit, pertama kalinya buat saya. Jalan-jalan saya di pasar ini diakhiri dengan menikmati roti isi terbuka dengan roti gandum hitam diberi beberapa potong ikan, mentimun, tomat, bawang merah, dan telur rebus yang lezat.

when to go Paris dan Praha ideal disambangi ketika musim panas antara Juni-September. Barcelona pas didatangi saat musim semi di Maret-Mei saat cuaca masih sejuk dan belum terlalu panas. Reykjavik memiliki pesona yang berbeda. Saat musim dingin (NovemberMaret) Anda berkesempatan berburu aurora borealis, sementara di musim panas (Juni-Agustus) memberi kesempatan untuk menikmati midnight sun.

what to do Selain pesona pasar, di Paris Anda bisa menyaksikan pemandangan kota sambil menyantap makan siang di restoran rooftop di Musée National d’Art Moderne, Centre Georges Pompidou. Di Praha coba perahu kayuh di sungai Vltava melewati jembatan Charles, katedral Saint Vitus, dan kastel Praha. Matahari musim panas di Barcelona bisa dinikmati sambil berjemur di pantai Barceloneta dan mengudap tapas di malam hari. Imbangi cuaca dingin Islandia dengan berendam di spa alami Blue Lagoon Geothermal.

F oto : C o r b i s ( 2 ) , g e t t y i m a g e s ( 1 ) .

kartu kredit yang diterima di pasar Kolaportio, islandia; buku-buku bekas yang juga ditawarkan.

Penerbangan Jakarta-Paris dilayani antara lain oleh Qatar Airways (Rp9.592.100) atau Malaysia Airlines (Rp10.732.900). Penerbangan Paris ke Barcelona bisa mengirit waktu perjalanan dibandingkan menggunakan kereta api yang memakan waktu 12 jam. Tiket yang ditawarkan pesawat low-cost easyJet (Rp1.054.000) pun lebih ekonomis. Penerbangan Paris ke Praha (Rp1.180.000). Dari Paris ke Reykjavik (Rp5.616.000) menggunakan Icelandair, semua harga pp di Februari.

Colourful Buzz  

Jalan Jalan Magazine, February 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you