Issuu on Google+

cmyk

BERITA UTAMA

8

Cenderawasih Pos

Rabu, 04 Maret 2009

MR Kambu: Harus Dijabarkan Dulu Tentang Pendidikan dan Kesehatan Gratis JAYAPURA-Pelaksanaan layanan Pendidikan dan Kesehatan gratis di Provinsi Papua nampaknya masih menyisakan PR (pekerjaan rumah) bagi lingkup pemerintah sendiri, utamanya menyangkut koordinasi teknis pelaksanaan pada tataran pemerintah kabupaten/kota yang ada. Sebab tanpa adanya penjabaran dan sosialisasi yang matang terlebih dahulu di daerah, termasuk perangkat penyelenggara layanan yang bersangkutan bisa menimbulkan potensi kesulitan

yang berujung tidak primanya layanan tersebut di kemudian hari. Hal tersebut disampaikan Walikota Jayapura, Drs. M.R. Kambu, M.Si, saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Selasa (3/3) siang. Sebagai salah satu pimpinan daerah di Provinsi Papua, Kambu menyatakan secara umum mendukung sepenuhnya kebijakan tersebut. Tetapi kebijakan yang sudah diumumkan untuk segera dilaksanakan di Papua itu dianggap belum cukup jelas secara teknis pelaksanaannnya bagi daerah-daerah, utamanya di Kota Jayapura. Kendati secara umum sudah memiliki sasaran layanan, namun masih dianggap belum memiliki akurasi pengaturan yang tepat.

Misalnya ketika ditentukan pada layanan pendidikan tertentu selama ini hanya dijabarkan sasaran objek bagi siswa, namun apakah hanya untuk spp-nya saja, atau seluruh item yang menyangkut pelaksanaannya, seperti penyediaan buku pelajaran, seragam, biaya traportasi kesekolah, atau lainnya. Sementara untuk opersional sekolah dalam menyokong proses belajar mengajar yang memiliki banyak kegiatan lain seperti ekstra kurikuler, praktek hingga honor gurunya bagaimana siapa yang menanggungnya? termasuk untuk status sekolahnya apakah hanya yang berstatus negeri saja atau yang swasta juga,

sebab tidak dipungkiri selama ini untuk sekolah suasta akan lebih banyak menggantungkan operasional pada pembayaran insentif siswa yang sekolah. Kalau sudah ditentukan hal tersebut, kemudian lebih lanjut lagi muncul pula pertanyaan dari mana dana operasionalnya diambil, apakah dari daerah sendiri atau ada suntikan dari luar ABPD kabupaten/kota masing-masing. Sebab jika hal ini tidak diperhatikan akan menjadi bumerang bagi yang mengeluarkan kebijakan tersebut di belakang hari. Sebab untuk lingkup Kota Jayapura saja, dengan APBD yang sudah ditetapkan sebelumnya

sangat memiliki keterbatasan yang bisa dilihat dari jenis neraca yang digunakan dengan sistem anggaran defisit tahun 2009 ini. “Biaya pendidikan itu harus kita akui mahal, ini harus diperhatikan,” katanya. Pihaknya tidak memungkiri bisa saja masyarakat (orang tua siswa) yang sudah terlanjur punya persepsi gratis sepenuhnya kemudian merasa tidak puas dan terjadi konflik dengan sekolah dengan kebijakan tertentu dimana memiliki keterbatasan pembiayaan terbatas dari pemerintah. Hal itu juga mungkin juga perlu diperjelas bagi layanan pendidikan di daerah. Hingga sejauh ini dirinya mengaku belum memiliki rincian teknis dari pelaksanaan kebijakan

yang sudah dilaunching oleh Gubernur tersebut. Kebijakan tersebut dinilainya lebih mantap jika didahului sebelumnya dengan sosialisasi perencanaan lebih dahulu dengan tahapan yang matang, diantaranya dengan penerapan sekolah percontohan layanan dimaksud dan sebagainya. Terkait dengan besaran dana

Otsus bagi sokongan program tersebut, menurutnya sejauh ini untuk Kota Jayapura dinilai belum memungkinkan untuk menutupi pembiayaan tersebut. Sebab amanat Otsus juga mengharuskan pemeritah untuk mendukung opersional infrastruktur lainnya termasuk sektor penguatan ekonomi masyarakat sendiri.(eno)

cmyk

Pers Stakeholder Utama Bagi BI JAYAPURA- Selasa (3/3) kemarin, jajaran Cenderawasih Pos mendapat kunjungan kehormatan dari pimpinan BI Jayapura yang baru,Leo R Tandianrrang. Dalam kunjungan ini, Leo didampingi dua orang stafnya. “Saya cari teman, dan orang pertama yang saya datangi adalah pers,” katanya mengawali perbincangannya dengan Dirut Cepos, Suyoto yang didampingi Pimpinan Redaksi, Daud Sonny. Kenapa harus pers yang pertama? Menurut Pemimpin BI Jayapura Leo R Tandiarrang, dalam melakukan sosialisasi terkait tugas-tugasnya sebagai pejabat Bank Central Indonesia, BI senantiasa membutuhkan partner dan salah satunya adalah pers. ‘’Pers menjadi stakeholder utama bagi BI dalam melakukan sosialisasi, termasuk dalam sosialisasi sampai ke pelosok-pelosok di Papua dan kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dapat berjalan dengan baik,’’ungkap Pemimpin BI Jayapura saat berkunjung ke Cenderawasih Pos Selasa (3/3) kemarin. Ia didampingi

WENNY/CENDERAWASIH POS

Pemimpin BI Jayapura Leo R Tandiarrang saat berkunjung ke Cenderawasih Pos didampingi Deputi Pemimpin BI Jayapura Bidang Ekonomi Moneter Juliadi Putra dan seorang staff, Selasa (3/3).

Deputi Pemimpin BI Jayapura Bidang Ekonomi Moneter Juliadi Putra dan salah seorang stafnya. Menurut Leo R Tandiarrang yang baru mulai menjabat sebagai Pemimpin BI pada 19 Februari ini, di Papua ini yang

paling penting adalah bagaimana membangun Papua yang sedang ‘tidur’ dan ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pers, karena peran pers sangat luar biasa bagi BI, terutama dalam membantu BI melakukan sosialisasi terkait

 Baca Pers .. Hal 7

BEISJI INN adalah suatu Hotel hunian yang menawarkan fasilitas yang lebih dari sekedar sebuah kata “indah” dengan dibalut view pemandangan kota Jayapura yang spektakuler dan tidak anda dapatkan di tempat manapun di Kota Jayapura.

Dengan Fasilitas “Roof Cafe” yang menyajikan cafe life style entertaining gaya muda yang aktif dan dinamis, serta memanjakan konsumen dengan layanan Free Hotspot (Internet Gratis) yang online 24 jam penuh, shiza, Regular Accoustic Live Music, dan banyak menumenu menarik dan kejutan lainnya. GENERAL MANAGER

tugas-tugasnya. Diakuinya, membangun Papua perlu proses dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk antara pers dan perbankan. Oleh karena itu, di awal tugasnya di Jayapura ini, Ia berharap bisa bertemu dengan pers sebagai mitra agar apa yang dilakukan BI bisa bermanfaat dan memotivasi memberikan suatu yang terbaik bagi semua. Ditambahkan, sekarang ini memang banyak yang harus disosialisasikan BI, termasuk dalam waktu dekat ini BI akan melakukan sosialisasi terkait dengan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang syah dan sosialisasi ini tidak hanya dilakukan di Papua, tapi juga Papua Barat. Terkait ditemukannya uang yang diragukan keasliannya (atau yang biasa disebut uang palsu) di Jayapura beberapa waktu lalu, diakui Pimpinan BI, ini masalah riskan dan sangat dijaga oleh pihak BI. Oleh karena itu bagi masyarakat yang menemukan uang yang diragukan keasliannya, pihaknya berharap segera melapor ke polisi atau BI. ‘’Masyarakat tidak terlu sungkan untuk langsung lapor ke BI,

STANDARD ROOM 1 - AC - TV - DOUBLE BED (Tem pat Tidur 2 Badan) - Breakfast - Water Hot N’Cold RATE ROOM Rp. 300.000,-/NET

STANDARD ROOM 2 - AC - TV - SINGLE BED - Breakfast - Water Hot N’Cold RATE ROOM Rp. 250.000,-/NET

Syarat & Ketentuan : 1. Program ini hanya untuk pelanggan yang melakukan transaksi pembelian di hari ulang tahunnya 2. Pelanggan wajib menyertakan fotocopy KTP + ASLI 3. Bonus 100% hanya berlaku untuk 1 kali transaksi dengan maksimal pembelian 1000 koin (tidak ada pembelian minimal) 4. Program ini tidak dapat digabungkan dengan program promosi lain yang sedang dilaksanakan oleh Funstation

Happy Birthday

cmyk


H8-JANUARI