Issuu on Google+

NASIONAL

24

UNDANG CEPOS DONG !!!

ANDA punya acara? Anda punya kegiatan yang sifatnya seremonial? Semisal arisan, ulang tahun, pernikahan, seminar-seminar dan lain-lain, silakan mengundang Cenderawasih Pos dengan alamat Jln.Cenderawasih No 10, Kelapa Dua, Entrop, Kota Jayapura. Undangan juga bisa lewat telepon dengan nomor 532417 dengan Bpk Sugiono. Siapa tahu dengan undangan tersebut, foto-foto kegiatannya bisa dimuat di halaman Cenderawasih Pos dengan rubrik Papua Society.(*)

Mantan Gubernur Jabar Terancam Seumur Hidup dengan metode penunjukan langsung. Di antaranya menunjuk PT Istana Sarana Raya. “Proyek itu untuk pengadaan mobil damkar (pemadam kebakaran) bertipe V 80 ASM sebanyak 52 unit,” kata jaksa Roni. Mereka juga berperan dalam rangkaian pengadaan lain. Di antaranya PT Traktor Nusantara dalam pengadaan alat berat stoom walls, 25 unit; menunjuk PT Setia Jaya Mobilindo untuk pengadaan 57 unit dump truck; serta pengadaan 41 unit ambulans. Dari proses pengadaan itu, kata Roni, Danny terindikasi memperkaya diri Rp 2,7 miliar, Wahyu Kurnia senilai Rp 1,3 miliar, dan Ijuddin Rp 2,2 miliar. PT Istana Sarana Raya yang dipimpin Hengky Samuel Daud, buron KPK, telah memperoleh keuntungan Rp 16,7 miliar. Sementara Yusuf Setiawan dari PT Setiajaya Mobilindo diuntungkan Rp 18,8 miliar. “Mereka juga memperkaya orang lain dan perusahaan yang terlibat dalam proyek,” terangnya. Skandal pengadaan itu bermula saat Danny menjabat Sekda Pemprov Jabar. Saat itu Danny menerima aliran dana Rp 50 juta bertepatan dengan penyusunan RAPBD 2003. “Terdakwa diberi dana untuk Lebaran oleh Yusuf Setiawan, salah seorang rekanan,” kata Roni.(git/kum)

Proyek Fiktif PDT Seret Enam Tersangka JAKARTA - Proyek fiktif di Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) tidak hanya sekali terjadi. Buktinya, Kejaksaan Agung kembali menyidik dugaan korupsi dalam proyek penyiapan data dan informasi spasial 2007 yang ditengarai fiktif. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 6 miliar. “Ini berdasarkan hasil penyelidikan tim Kejagung,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Arminsyah di Kejagung kemarin (3/3). Proyek tersebut terbagi menjadi tiga paket pekerjaan, yaitu Maluku dan Papua (paket I), Jawa-Bali, Sumatera (paket II), dan Sulawesi Nusa Tenggara (paket III). Arminsyah mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan enam tersangka dalam proyek fiktif itu. Mereka adalah P selaku pejabat pembuat komitmen (PPK); OH, project officer PT Trimanunggal Prayaksa; WW, Dirut PT Lentera Cipta Nusa; MS, project officer PT Lentera Cipta Nusa; HI, Dirut PT Endogeotoec Vision; dan AF, project officer PT Endogeotoec Vision. “Penetapan itu berdasarkan hasil kajian dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Arminsyah. Pekan depan tim penyidik mulai memeriksa para tersangka. Dalam kasus tersebut, kata dia, alokasi anggaran yang disedia-

kan ternyata dipergunakan untuk pembayaran hal-hal fiktif. “Jadi, untuk pembayaran tenaga ahli fiktif, pembayaran tenaga surveyor fiktif, pembelian peta fiktif, dan pembelian software fiktif,” urainya. Arminsyah belum menyebutkan jabatan struktural tersangka P selaku pejabat pembuat komitmen di Kementerian PDT. Namun, dia menyebut peran P tidak meneliti secara cermat invoice yang diajukan para konsultan. “Akibatnya, terjadi kerugian negara karena pembayaran fiktif,” ungkapnya. Tersangka lain memiliki peran hampir sama. Untuk project officer, karena telah membuat invoice yang tidak benar untuk mendapat pembayaran dari Kementerian DPT. Sedangkan untuk Dirut, karena tidak mengawasi pelaksanaan tugas project officer. Kasus ini merupakan proyek fiktif kedua yang disidik Kejagung. Sebelumnya, Gedung Bundar juga menyidik kasus dugaan korupsi dalam proyek sejenis yang dilakukan 2006 di kementerian pimpinan Men PDT Lukman Edy itu. Dalam proyek senilai Rp 4,4 miliar itu, Kejagung juga menetapkan enam tersangka. Salah satunya adalah Prof Dr M. Astawa R, deputi sumber daya Kementerian PDT, yang telah mendekam di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (fal/nw)

SURABAYA - Berakhir sudah proses hukum penganiayaan berat dengan terdakwa John Refra alias John Key di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Kemarin majelis hakim yang diketuai Jack J. Octavianus menjatuhkan vonis untuk tokoh preman yang lama malang melintang di ibu kota tersebut. Bukan hanya John Key, tiga rekannya yang sama-sama menjadi terdakwa kasus pemotongan jari dua pemuda Maluku Tenggara -Jemry Refra dan Charles Refra- juga menerima “ganjaran”. Mereka adalah Pedro Tanlain (Edo), Antonius Tanlain (Toni), dan Fransiscus Refra alias Tito (adik John Key). Vonis terhadap empat pelaku tindak kekerasan berat tersebut sangat ringan. John Key hanya divonis delapan bulan penjara, atau jauh dari tuntutan jaksa yang meminta 3,5 tahun. Begitu pula Pedro dan Toni. Vonis untuk Tito sedikit lebih berat. Dia dijatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan. Vonis yang dibacakan Jack tersebut spontan disambut tepuk tangan pendukung John Key yang memadati ruang sidang Cakra PN Surabaya. ‘’Hidup, Pak Hakim,’’ teriak salah seorang pengunjung sidang. Applaus suka cita kembali membahana saat Jack menutup sidang yang berlangsung hampir empat jam sejak pukul 10.30 tersebut. Majelis mengaku sengaja membedakan hukuman untuk keempat terdakwa karena peran masing-masing berbeda. Sesuai fakta persidangan, menurut hakim, Tito terbukti menyekap dan memotong jari Jemri dan Charles di rumahnya, Jalan Pelita Ohoijang, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, pada 19 Juni 2008. Sedangkan tiga terdakwa lain, bagi hakim, terbukti menyekap dan menganiaya saksi korban. Berdasarkan amar putusan, majelis hakim menilai keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara terang-terangan. Dengan tenaga bersama, terdakwa menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka. Itu

Rabu, 4 Maret 2009

JUNI YUDHAWANTO/AMEKS-

SIDAK : Balai POM Kota Ambon melakukan Sidak di tempat penjualan kosmetik milik pedagang kaki lima di areal Terminal Mardika. Dalam operasi tersebut, petugas Balai Pom berhasil menyita berbagai jenis produck kosmetik yang dilarang beredar di pasaran karena mengandung zat berbahaya, Selasa (3/3).

FRIZAL/JAWA POS

John Key dan Tony di PN Surabaya, kemarin.

sebagaimana dakwaan primer jaksa pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke-2 KUHP. Terkait lebih ringannya vonis dibanding tuntutan jaksa, majelis hakim punya keyakinan tersendiri. Selain hal-hal yang meringankan terdakwa, hakim menganggap terdakwa merupakan pemuka agama. Singkat atau lama hukuman tetap akan membuat mereka jera. ‘’Vonis dibuat bukan untuk menghabisi. Hukuman ini tetap memenuhi unsur keadilan,’’ ucap Jack. Tokoh agama yang dimaksud hakim adalah seperti yang tercantum dalam pleidoi para terdakwa. Yakni, John Key dan Tito mengaku masih menjadi panitia pembangunan gereja di Maluku Tenggara. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim. Putusan delapan bulan bagi tiga terdakwa memang tidak sampai seperlima dari tuntutan jaksa. Sedangkan vonis untuk Tito hanya sepertiga dari tuntutan. Namun, perbuatan John Key dan Tito yang mencaci maki serta mengancam jaksa saat sidang pembacaan tuntuan pada 12

Februari lalu tidak menjadi pertimbangan majelis hakim dalam hal-hal yang memberatkan. Padahal, saat itu, secara jelas John Key mengancam akan membunuh jaksa yang menuntutnya 3,5 tahun penjara. Begitu pula unsur pelecehan terhadap pengadilan juga tidak masuk pertimbangan. Padahal, ucapan dan caci maki John Key tersebut disampaikan saat sidang masih berlangsung. Dengan putusan tersebut, tiga terdakwa yang divonis delapan bulan tinggal menjalani sisa masa hukuman yang tak sampai dua bulan penjara. Itu karena mereka ditahan mulai Agustus 2008. Yakni, oleh penyidik Polda Maluku, Polda Jatim, dan Rutan Medaeng. Sedangkan Tito harus menjalani sisa hukuman sekitar enam bulan lagi. Kendati hakim memvonis ringan, Tito terlihat belum menerima. Saat Jack memberi kesempatan terdakwa untuk memberi tanggapan putusan, Tito langsung mengatakan, ‘’Saya banding majelis’’. Tim pengacara yang diwakili Tofik Ya-

nuar Chandra kemudian minta waktu untuk bermusyawarah dengan kliennya. ‘’Kami menyatakan pikir-pikir,’’ seru Tofik sembari meminta hakim mengabaikan perkataan Tito. Setelah sidang, Tito mengaku masih kecewa. Dia bersikukuh pelaku pemotongan jari dua korban bukan dia. ‘’Saya akan banding,’’ seru Tito saat dikeler menuju mobil tahanan. Menurut Tofik, tindakan kliennya beralasan. Meski gagal membebaskan John Key, Tito, Edo (penasihat hukum pernah meminta ketiganya dibebaskan, dan mengatakan bahwa pelaku hanya Toni) dari hukuman seperti dalam materi pleidoi, dia menganggap keterangan saksi korban yang menyebutkan Tito pelaku pemotong jari lemah. Jaksa penuntut umum yang diwakili I Gede Wirajana dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim juga menyatakan pikir-pikir. ‘’Kami pikir-pikir,’’ katanya sembari menyatakan bakal berkonsultasi dengan pimpinan.(sep/dik/nw)

RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah SBY Membuka Forum Ekonomi Islam Dunia JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pemerintah Indonesia serius mengembangkan ekonomi syariah. Sistem perbankan yang sesuai syariat Islam itu menjadi harapan baru untuk menghadapi krisis keuangan global yang melanda semua negara, termasuk Indonesia. Menurut SBY, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah. ‘’Perbankan Islam harus mengambil posisi terdepan karena tidak terpengaruh krisis,’’ kata SBY dalam sambutannya saat membuka World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (2/3). Karena itu, SBY mengajak para investor dalam negeri maupun luar negeri untuk masuk ke sektor ekonomi syariah. Ekonomi syariah, kata SBY, saat ini ternyata

MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama 5 kepala negara dan pemerintahan berkumpul pada acara pembukaan konferensi World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5 di Jakarta, Senin (2/3).

tidak hanya berkembang di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Negaranegara Barat juga mulai menerima sistem perbankan syariah tersebut. Apalagi, perbankan syariah terbukti merupakan salah satu sektor yang tidak terkena dampak krisis. ‘’Bank berlandaskan nilai-nilai syariah ini tidak memasukkan aset berbahaya dalam investasi dan tidak ada risiko,’’ katanya. Seperlima penduduk dunia, kata SBY, adalah umat muslim. Namun, produksinya hanya tujuh persen. Dari 50 negara berpenduduk muslim, 22 negara di antaranya belum berkembang dan terlilit utang. ‘’Hanya dalam krisis kali ini, negara muslim tidak terlalu terkena dampak. Perbankan muslim juga tidak berdampak seperti dunia Barat. Kondisi perbankan muslim juga bagus,” kata SBY. Ketua Panitia WIEF Ke-5 Sofyan Djalil mengatakan, penyelenggaraan WIEF kali ini dihadiri 1.500 peserta dari 38 negara. Acara bertema Food and Energy Security & Stemming The Tide of Global Financial Crisis itu juga dihadiri 12 kepala pemerintahan.

Mereka yang hadir, antara lain, Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu, Putra Mahkota Uni Emirate Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Wakil PM Qatar Abdullah Bin Hamad Al Attiyah, PM Maroko Abbas El Fassi, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, dan Presiden Republik Somalia Sheikh Sharif Ahmed. Presiden Republik Yaman Ali Abdullah Saleh yang sempat datang ke Jakarta batal hadir karena harus pulang ke negaranya untuk menghadiri sidang parlemen mendadak. WIEF pertama digelar pada 2005, diprakarsai sejumlah kepala negara dan pemerintahan. Mereka adalah Presiden SBY, Abdullah Badawi, PM Pakistan Saukat Aziz, serta Crown Prince and Deputy Ruler Ras al Khaimah Emirate Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi. Ini merupakan forum dialog yang menjembatani kerja sama bisnis antara pengusaha muslim dan nonmuslim. Selain itu, forum tersebut untuk mencari solusi yang menghambat perdagangan dunia Islam dan nonmuslim. (tom/oki)

Otak Rusak karena Pornografi Paling Sulit Disembuhkan JAKARTA - Peringatan keras bagi penghobi tayangan porno. Ahli bedah saraf dari San Antonio, AS, Donald Hilton Jr MD, membeberkan kerusakan otak karena kecanduan pornografi dalam diskusi memahami dahsyatnya kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan kemarin. Menurut pakar neuro science dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonio itu, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. Misalnya, kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, maupun

pornografi. Hanya, tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. Jika dibiarkan, hal itu bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. Ujungujungnya, terjadi kerusakan otak. Permanen dan tidaknya kerusakan tersebut bergantung intervensi medis yang dilakukan. Hilton menyatakan, penyusutan otak bisa berangsur-angsur kembali normal asalkan dilakukan pengobatan secara intens. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Sebab, pada dasarnya, otak terus mengalami regenerasi jaringan.

‘’Dengan demikian, otak yang mengecil itu bisa kembali lagi. Namun, cepat atau lambatnya pemulihan tersebut bergantung kasus kecanduan yang diderita,’’ ujarnya. Kerusakan otak akibat kecanduan makanan (obesitas) maupun drugs cenderung lebih mudah diatasi ketimbang pornografi. Menurut dia, ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan terhadap sesuatu dan yang tidak. Otak yang telanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya, otak yang belum kecanduan masih memiliki kontrol yang besar untuk men-

cegah perintah agar tidak kecanduan. ‘’Sehingga, masih bisa distop,’’ cetusnya. Berdasar hasil penelitian yang dilakukan Hilton bersama istrinya, di antara semua kasus kecanduan, pornografi merupakan salah satu yang tersulit. Bahkan melebihi kecanduan obat. Menurut dia, mayoritas anak maupun remaja mengonsumsi tayangan pornografi dari internet. Lantaran masukan itu hanya datang satu arah atau tanpa melalui diskusi maupun saringan dari orang tua, anak cenderung menerima informasi tersebut secara mentah. Di AS, 10 persen anak muda mengakses situs pornografi.(kit/nw)

Praktik Ponari Berakhir, Kampung Normal Lagi Polisi Masih Awasi Lokasi

C MY K

Cenderawasih Pos

John Key Pelaku Tindak Penganiayaan Berat dapat Vonis Superingan

ANDA PUNYA ACARA?

JAKARTA - Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan mulai kemarin duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor (tindak pidana korupsi). Pria 63 tahun itu diduga melakukan korupsi dalam berbagai proyek pengadaan yang merugikan negara puluhan miliar rupiah. Pria yang pernah menjadi orang nomor satu di Jawa Barat (Jabar) itu pun terancam pidana badan seumur hidup. Dalam sidang tersebut, Danny tak sendiri. Di sebelahnya duduk dua terdakwa, yang dulu mantan bawahannya. Mereka adalah mantan Kabiro Perlengkapan Setda Wahyu Kurnia dan mantan Kabiro Perlengkapan dan Pengendalian Program Ijuddin Budhyana. Danny terlihat lesu saat mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan bergantian oleh JPU (jaksa penuntut umum) KMS Roni dan I Ketut Sumedana itu. Dalam surat dakwaan subsidiaritas tersebut jaksa menjerat Danny cs melanggar pasal 2 (1) UU Pemberantasan Tipikor. Norma itu mengatur larangan penyelenggara negara memperkaya diri sendiri dan orang lain. Menurut jaksa Roni, masingmasing terdakwa tersebut telah melakukan perbuatan melawan hukum. Yakni, membuat proyek pengadaan pada 2003 dan 2004

C MY K

JOMBANG - Setelah sweeping tegas oleh ratusan polisi Minggu (1/3), kegiatan mencari penyembuhan di kediaman Ponari, bocah asal Jombang, Jatim, benarbenar berakhir. Meskipun demikian, beberapa petugas tetap berjaga-jaga di beberapa titik yang berpotensi mengundang para ‘’pasien’’ kembali berdatangan. Bahkan, selain mengusir para pasien luar kota yang berdatangan, polisi juga tidak segan meminta para pedagang, asongan, atau juru parkir untuk menutup aktivitas mereka. Langkah itu tidak lain bermaksud menormalkan kembali situasi desa yang dalam satu setengah bulan terakhir dipenuhi lautan manusia. Wakapolres Jombang Kompol Deden Supriyatna Imhar menegaskan, penutupan itu harus dilakukan secara total. Bukan hanya membubarkan pengunjung yang masih bertahan, tetapi juga ‘’membersihkan” hal-hal lain. Seperti lapak-lapak

dadakan, asongan, penitipan kendaraan, hingga tukang ojek. Jika berbagai ‘’fasilitas’’ itu masih marak, para pengunjung tentu masih akan tertarik untuk menunggu praktik buka kembali. Apalagi mayoritas pedagang dadakan hingga tukang ojek merupakan pendatang dari luar kota. ‘’Sebab, tidak sedikit pedagang yang berasal dari luar kota, seperti Sidoarjo dan Surabaya,” tegas Deden. Kondisi lingkungan yang benar-benar bersih seperti sediakala juga akan mempermudah polisi melakukan pengawasan. Khususnya terhadap pengunjung yang mungkin masih mencari celah. Artinya, mereka menunggu polisi lengah agar dapat menyusup kembali ke rumah Ponari di Dusun Kedungsari. ‘’Kesepakatan penutupan ini sudah bulat. Jadi, kami tidak bisa lagi bersikap setengah-setengah,” tegas Kompol Deden. Radar Mojokerto (Grup Cenderawasih Pos) melihat, situasi Dusun Kedungsari

DONNY/RADAR MOJOKERTO

Jalan masuk menuju rumah Ponari penuh massa pengunjung. Setelah praktek Ponari resmi ditutup situasi Dusun Kedungsari sudah normal kembali.

sudah normal kembali. Warga pun sudah mulai beraktivitas seperti semula. Seperti pergi ke ladang, mencari kayu bakar, ataupun mencari rumput untuk pakan ternak.

Warga yang mayoritas petani kacang, padi, dan jagung juga sudah bisa menjemur dan mengolah hasil panen mereka di halaman rumah.(doy/yr/jpnn/kim)


HAL 24 ACT