Issuu on Google+

Islam Dengan Seni terkandung dalam hasil seni Islam. Pencapaian yang dibuat oleh seni Islam itu juga merupakan sumbangan daripada tamaddun Islam di mana tujuan seni Islam ini adalah kerana Allah swt. Walaupun seni merupakan salah satu unsur yang disumbangkan tetapi Allah melarang penciptaan seni yang melampaui batas. Firman Allah swt yang bermaksud : "Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas." Syaidara Lamuri yang berbahagia…… Konsep seni Islam dan pembawaannya haruslah menjurus ke arah

konsep tauhid dan pengabdian kepada Allah swt. Motif berseni haruslah bermatlamatkan perkara-perkara ma'ruf (kebaikan), halal dan berakhlak. Jiwa seni mestilah ditundukkan kepada fitrah asal kejadian manusia kerana kebebasan jiwa dalam membentuk seni adalah menurut kesucian fitrahnya yang dikurniakan Allah swt. Fungsi seni tidak kurang sama dengan akal supaya manusia menyedari perkaitan antara alam, ketuhanan dan rohani atau dengan alam fizikal. Lantas ia menyedari keagungan Tuhan dan keunikan penciptaanNya. Seni dalam Islam menanam rasa khusyu' ke pada Allah di samping

Sambungan hal. 1 memberi ketenangan di jiwa manusia sebagai makhluk Allah yang diciptakan dengan fitrah yang gemar kepada kesenian dan keindahan. Oleh sebab itu seni dalam Islam tidak berslogan 'seni untuk seni' tetapi 'seni kerana Allah untuk manusia, makhluk dan alam sekitar'. Kesenian Islam terpancar daripada tauhid yang merupakan satu penerimaan dan penyaksian terhadap keesaan Allah swt maka seni yang berpaksikan tauhid dapat menanamkan sifat bertaqwa dan beriman. Seni juga dapat meningkatkan daya intelek dan bukan sahaja emosi. (Dari berbagai sumber) Sinyeu,07042013.

Seni Dan Dakwah......... pesan yang berupa nilai-nilai islamiyyah untuk memengaruhi audiens ke arah yang lebih baik mendekati kebenaran syariat dan aqidah islamiyyah. Seni adalah sebuah media untuk mecapai tujuan dakwah, seni menjembatani proses dakwah islamiyyah. Keindahan untuk dakwah islamiyyah, seni sebagai media seni bisa dinikmati oleh apara pemirsa atau objek sasaran dakwah. Secara tidak langsung pesan-pean dakwah pun bisa ditangkap oleh mad'u. Maka dalam islam terdapat dua macam kesenian. Pertama, ada kesenian yang baik, yaitu sekalian yang tidak terlatang dalam agama, segala kesenian yang tidak merusak budi pekerti, segala kesenian yang tidak melalaikan kepada ibadah, dan segala kesenian yang tidak menjadikan kita lupa kepada Tuhan. Kedua, ada kesenian yang buruk, yaitu segala kesenian yang terlarang dalam agama,

segala kesenian yang merusak budi pekerti, segala kesenian yang melalaikan kepada ibadah, dan segala kesenian yang menjadikan kita lupa kepada Tuhan. Oleh kerena itu, pemanfaatan seni yang positif dapat membebaskan manusia dan untuk tegaknya dakwah islamiyyah. Potensi-potensi masyarakat dalam mengembangkan kesenian dalam islam seharusnya menjadi sarana dan media untuk mengembangkandakwah islamiyyah, dengan tujuan dapat memahami ajaran dan perintah Tuhan melalui pendekatan seni. Wallahu'alam.

LAMURI IKLAN

baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan serta pengalaman terhadap ajaran agama sebagai message yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya paksaan. Mengutip ungkapan Abd Gani Isa Agama, dalam hal ini Islam, adalah way of life yang telah dikonsep dan dirumuskan oleh Allah. Islam dimaknai sebagai sebuah skema kehidupan (the scheme of life) yang lengkap dan utuh dan mengatur segala aspek kehidupan manusia (QS, al-Baqarah: 208). ( Serambi Indoneia: 2011). Disisi lain, Seni sebagai misi dakwah, yaitu seni menyampaikan makna

Sambungan hal. 1

Perbincangan Jum’at Pagi Hadir setiap hari Jum’at, Pukul 08:00-08:35 WIB Di Radio Baiturrahman FM 98,5 MHz Membahas topik-topik aktual dalam sepekan dilihat dari perspetif syari’at Islam Partisipasi : 0813 629 61 965 Host : Sayed Muhammad Husen LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARI’AH Jl. B. Aceh - Medan, Km: 25, Pasar Indrapuri Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar Propinsi Aceh

Melayani: Pembayaran Rekening Listrik, Telkom, PDAM, dan Pulsa Elektrik, PRODUK & SIMPANAN: 1. Tabungan Berjangka (TAJAKA) 2. Tabungan Pendidikan Anak (TADIKA) 3. Tabungan Mudharabah (TAMARA) 4. Tabungan Qurban & Aqiqah (SIKURBAN) 5. Tabungan Idul Fitri (TADURI) 6. Tabungan Ibadah Haji & Umrah (SIHANUM)

8

“PUTRA PANGKAS”

Jl. B. Aceh - Medan, Km: 25, Pasar Indrapuri Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar Propinsi Aceh

E-mail : lamuribulletin@gmail.com

Monthly Bulletin

Volume 10, Tahun III - April 2013

LAMURI UTAMA

www.lamurionline.com

Infaq Rp. 1.000

Islam Dengan Seni

Oleh : Herman Hilmy S

S

yaidara Lamuri yang berbahagia… Kita masih diberikan umur panjang oleh Sang Pencipta dan dapat berjumpa lagi dengan saya di edisi April 2013 ini. Insya Allah pada edisi ini kita akan menulis tentang Islam dengan Seni. Islam sebagai salah satu agama besar dunia dan yang paling belakangan menyatakan bahwa Alquran diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu. Dalam hal ini Allah berfirman: yang artinya (Dan Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu, Q.S. 16 : 138).

bagaimanapun seni masih dianggap sebagai sesuatu yang ideal dan berkaitan dengan moral. Seni juga boleh dibagi menjadi dua tujuan yaitu seni untuk seni dan seni untuk masyarakat, di mana seni untuk seni adalah bertujuan untuk seni saja dan orang mencipta seni ini dibebaskan untuk apa-apa tujuan sama ada mengandungi unsur baik atau jahat. Manakala seni untuk masyarakat pula menyatakan bahwa seni dicipta untuk sesuatu tujuan maka ianya mestilah difahami oleh masyarakat

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah swt kepada seluruh manusia tanpa mengenal bangsa yang bersumberkan Al-Quran, Sunnah dan Ijma' Ulama. Islam adalah agama yang nyata (waqi'e) dan sesuai dengan fitrah manusia, pada semua tempat, zaman dan situasi menepati citarasa, kehendak, sifat, keinginan, nafsu, perasaan dan akal fikiran manusia. Dalam jiwa, perasaan, nurani dan keinginan manusia terbenamnya rasa sukakan keindahan dan keindahan itu adalah seni.

Sebagaimana dikatakan oleh John Dewey, seni merupakan pengalaman keindahan yang di ekspresikan. Karena menurut John Dewey pengalaman merupakan keberhasilan organisme dalam perjuangan serta merupakan hasil-hasil yang dicapainya di alam benda- benda maka sesungguhnya pengalaman seni diawal perkembangan. Kesenian merupakan hasil yang indah-indah dari kecakapan dan kepintaran manusia. Dengan kepintaran manusia maka lahirlah berbagai macam seni. Seumpama, seni rupa, seni suara, seni pahat, seni ukir, seni bangunan, seni sastra, dan lain-lain.

Syaidara Lamuri dimanapun Anda berada… Seni adalah sesuatu yang bersifat abstrak, dapat dipandang, didengar dan disentuh oleh jiwa tetapi tidak dapat dinyatakan melalui kata-kata dan bahasa. Sukar untuk mentakrifkan seni secara tepat sesukar untuk menerangkan konsep keindahan dan kesenangan itu sendiri. AlFarabi menjelaskan seni sebagai ciptaan yang berbentuk keindahan, Al-Ghazali pula menjelaskan seni dengan maksud kerja yang berkaitan dengan rasa jiwa manusia yang sesuai dengan fitrahnya. Mengikut kebudayaan Barat, seni sebenarnya tiada hubungan dengan agama. Ini adalah disebabkan oleh dasar sekularisme yang mengasingkan hal k e d u n i a a n d e n g a n a g a m a . Wa l a u

yang digunakan untuk kemasyarakatan, politik dan akhlak. Syaidara Lamuri yang dimuliakan Allah… Islam dengan seni sangatsangatlah erat hubungannya, karena Islam itu indah, yang indah itulah seni. Seni Islam merupakan sebahagian daripada kebudayaan Islam dan perbezaan antara seni Islam dengan bukan Islam ialah dari segi niat atau tujuan dan nilai akhlak yang Bersambung ke Hal. 8

SENI DAN DAKWAH ISLAMIYYAH Oleh: Almuzanni Orang yang bergelut dalam seni itu dinamakan seniman. Dalam kajian dakwah Seniman itu sebagai Da'i yang menyampaikan pesan kepada pemirsa melalui keahlian seninya masing-masing. Yusuf al-Qardhawi (2009:170) memberi penjelasan lebih lanjut tentang kesenian. Jika olahraga memberi makanan kepada fisik, ibadah memberikan makanan kepada spiritual, ilmu kepada akal, maka seni memberi makanan kepada perasaan (emosional). HM. Arifin dalam bukunya “ Psikologi Dakwah” menjelaskan dakwah islamiyyah adalah suatu kegiatan ajakan Bersambung ke Hal. 8

ISLAM ITU INDAH

I

Oleh :Abrar, S.Pd

SLAM singkatan Indah, Selamat, Lurus, Agamis dan Meyakinkan, mungkin itulah singkatan yang coba penulis uraikan walaupun ada singkatan-singkatan lain yang syedara bias ambil dari kata Islam ini dalam Ejaan Abjad Indonesia. Nah, Syedara, di sini penulis mencoba mengulas segi keindahan dari Islam sesuai dengan tema Lamuri edisi ini yaitu Seni Dalam Islam. Keindahan atau “beauty” adalah sifat dari sesuatu yang member kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau

elok. Keindahan juga dapat memberikan seseorang rasa keingintahuan tentang hal tersebut menjadi semakin terus bertambah. Karya seni juga merupakan suatu keindahan yang dihasilkan oleh pencipta seni itu sendiri, contohnya seni lukis identic dengan keindahan sapuan kanvasnya hingga membentuk suatu lukisan yang indah dan bermakna. Seni tutur menghasilkan suatu alur cerita dari gaya bahasa yang dihasilkan oleh penutur itu sendiri, Seni Tari memberikan effek visual dari keindahan dan keseragaman Bersambung ke Hal. 2


lensa Lamuri Warga Ie Alang yang terdiri dari Desa Ie Alang Dayah, Ie Alang Mesjid, Ie Alang Lamkeureumeuh, tiga desa itu gelar kenduri Blang Selasa (12/03). Prosesi adat dan budaya di kawasan Ie Alang itu dilaksanakan para warga dengan meuripe atau mengumpulkan uang untuk membeli beberapa ekor kerbau (Keube Jagat- Aceh), lalu warga menyembelihnya di kawasan sawah dan berbondong-bondong untuk memasak di sawah, selanjutnya kenduri disantap oleh warga desa tetangga, ungkap Ketua Ippermata, Muklis SHum, dalam siaran pers Lamurinews di sela-sela acara kenduri itu. Budaya ini, terus kita dipertahankan sampai ke anak cucu kita, karena sepengetahuan saya, di Aceh Besar hanya di Ie Alang yang ada pemotongan kerbau untuk kenduri blang, sementara ditempat lain, warga cukup dengan memotong ayam saja untuk kenduri, lanjut Tokoh masyarakat Ie Alang, Marzuki.(mk) Ust. Miftahillah dari pesantren Lam ateuk, menyampaikan ceramah maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Meunasah Gampong Empee Ara, Kecamatan Indrapuri Aceh Besar pada Minggu 17 Maret 2013. Dalam tausiahnya ia mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pendidikan akhlak anak-anaknya, sebagaimana tujuan diutusnya rasulullah SAW adalah penyempurna akhlak di muka bumi. (Adia)

Up- Grading dan Rakerda DPD KNPI Aceh Besar, di Hijrah Center, Sabtu (16/3). yang di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syamsulrizal M. Kes. Reported by : Mukhlis

Islam Itu Indah yang dihasilkan para penari, seperti Tari Saman yang menunjukkan kekompakan sebuah tim dalam membentuk berbagai ragam gerak. Lalu apa hubungannya seni dan Islam dan bagaimana ikatan keindahan dari keduanya ? Sebagian umat Islam atau bias disebut seniman muslim bersemangat menunjukkan berbagai dalil'aqliyah' (rasional) bahwa Alquran sendiri mengandung nilai seni yang amat tinggi dan demonstrative bahwa musabaqah tilawatil qur'an digelar di mana-mana, demikian juga seni kaligrafi Islam-Arab, maupun naqliyah (teks yang bersumber dari Alquran maupun as-Sunnah; Alfaruqi, 1 9 9 9 : V- V I ) m e n j e l a s k a n t e n t a n g keindahan sebagai buah karya seni. Inti pendirian kelompok ini adalah seni merupakan salah satu dari kandungan atau jangkauan Islam. Dalam bab ini tentu dinyatakan bahwa seni Islam itu ada. Di sini penulis memberikan beberapa contoh kesenian yang dikaitkan dengan nuansa Islaminya. Pertama ada Seni Rupa, seni rupa bukan membuat patung atau semacamnya. Tapi lebih kearah menghias bangunan yang bercorak Islam yang bersifat kontemporer. Gambaran yang abstrak namun tetap memiliki keindahan. Peninggalan seni rupa

Islam berupa masjid, karpet/permadani, gambar/ilustrasi buku, dan istana-istana kerajaan Islam. Contoh bangunan yang bercirikan Islama dalah Mesjid Nabawi dan Mesjidil Haram. Interior masjid ini sangat megah dan menunjukkan betapa kayanya motif hias di Arab. Kemudian Seni Baca Al-Qur'an, seni ini adalah seni membaca kitab suci Al-Qur'an dengan irama yang diperindah dan dengan tajwid yang sempurna. Seni ini sering disebut Tilawatil Qur'an. Orang yang membacanya disebut Qori. Membaca Al-Qur'an akan lebih indah bila diwarnai dengan irama. Para ahli di Indonesia membagi irama lagu menjadi 7 bagian, yaitu Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah dan Sikah. Selanjutnya Seni Kaligrafi yang biasa disebut Khat adalah seni menulis huruf Arab yang

indah. Bagian yang sering ditulis adalah penggalan ayat-ayat Al-Qur'an, do'a-do'a dan hadist. Dahulu kala bangsa Arab adalah bangsa yang tidak suka tulis menulis. Mereka lebih suka menyampaikan sesuatu secara lisan dan bertatap muka. Ketika kedatangan Islam, barulah mereka mengenal tulisan dan memajangnya di dinding Ka'bah. Sampai saat ini juga seni menulis khat banyak diabadikan di permadani-permadani, dinding masjid,

Sambungan Hal. 1 ilustrasi buku, dan lain-lain. Satu lagi adalah Nasyid yang merupakan lagu dan liriknya mengandung kata-kata nasihat, pemujaan terhadap Allah atau menceritakan kisah-kisah para Nabi, seperti juga halnya seni Nazam dan Dike di Aceh. Dulunya Nasyid dinyanyikan secara Akapela atau tanpa alat music, karena banyak literature yang mengatakan bahwa penggunaan alat-alat music diharamkan dalam Islam, namun seiring perkembangan jaman saat ini dan semakin banyaknya alat music nasyid pun dikalaborasikan dengan music modern. Setelah mengetahui berbagai jenis kesenian yang mendukung perkembangan Islam di dunia, kita juga bias melihat kesenian tersebut dari dampak positif yang dimunculkannya. Selain itu dampak lain yang bias dilihat adalah munculnya berbagai ilmu pengetahuan di bidang seni tanpa perlu meninggalkan kewajiban tauhid sebagai seorang muslim. Jika pada zaman dahulu banyak orang yang berpendapat bahwa seni akan menjauhkan seseorang dari Tuhannya, maka hal itu bias dikikis dengan banyaknya kesenian Islam yang muncul di zaman serba modern ini. Yang penting pilihlah seni yang Islami karena seni dalam Islam juga merupakan keindahan. Wallahu 'alam bisshawab.

Pembina : Ahmad Faizuddin,M.Ed, Drs. Sayed Muhammad Husen, Drs. Syukri Syama’un, MA, Drs. Sayuthi Sulaiman, Zulkifli Usman Pemimpin Umum : Herman Hilmy S Pemimpin Redaksi : Abrar, S.Pd Wakil Pemimpin Redaksi Adia Mirza Keuangan : Husban Tim Redaktur : Adia Mirza, Herman, S.Pd.I Editor : Adia Mirza, Cek Man Kontributor : Al-Muzanni, Nurmawanty, Zulkifli Usman, Munawir, Mukhlis, S.Hum Sirkulasi : Indrapuri (Ahmad Afdhil), Jantho (Rasyidi), Suka Makmur, Kuta Cot Glie, Surin, Saree, dan Pulo Aceh Iklan: Team Redaksi, Alamat Penerbit dan Redaksi: Jl. Banda Aceh - Medan KM. 25, Sinyeu, Indrapuri, Aceh Besar, Kode Pos: 23363, Telp.: (0651) 8070054, E-mail: lamuribulletin@gmail.com, Blog: Terbit Sejak 15 Juli 2010 www.lamurionline.com, Contact Person: Abrar (082160169200). Dicetak oleh: Percetakan Sydney.com (isi diluar tanggung Penerbit : Yayasan Intisyaar jawab percetakan). Al-Ilmi Indrapuri Redaksi menerima sumbangan tulisan dengan syarat: Panjang maksimal dua Kuarto diketik 1,5 spasi dan tidak mengandung unsur SARA. Nomor Yayasan : AHU-43488.AH.01.02 Sampaikan pula kritik dan Saran anda ke alamat Redaksi Buletin LAMURI. Tahun 2008

2

PENGARUH INTERNET BAGI MASYARAKAT Internet jaman skrang ada dimana. Jadi anak-anak bebas untuk menggunakan 2gk ada larangan oleh siapapun. Anak 2 zaman skran9 salah men9gunakan internet. Hrusnya untuk menggunakan internet hannya untk menggunakan hal2 postitif saja bkn yg lain. Tapi skran9 hal2 negatif yg dilakukan oleh anak2. Maka oleh krna itu perlu htindkan bgi kta yg tua !Wss Iqbaal_mahasiswa SMA N indrapuri_lampindraacehbesar INTERNET !habis ngenetya…. Ngedet, postifnya ada negatifnya juga banyak men…. AGUS_Wiraswasta_Samahani

Tema Bulan Depan Makna Bendera Bagi Kita

Ketik Nama_alamat_pekerjaan_pesan anda Kirim ke nomor: 082160169200

SASTRA SENI DAERAH OLEH : CEK ABRAR

Saleum phon mula deungon bismillah Seni lon kisah lam rubrik sastra Haba peuingat bacut lon peugah Seni daerah peumaju sigra Ta kalon jinoe rata daerah Rap rata langkah bak tajak mita Seni budaya rap gadoh lam crah Rap habeh punah ta kalon nyata Dilee kon jameun di aceh meugah Seni daerah meumacam rupa Na peh rapai tarian pih pah Nazam geu kisah dikee pih lom na Wahee e adun cut bang meutuah Seni daerah peu hayeu teuma Nazam ngon ca e ta ulang kisah Seudati lem lah keu aneuk muda

~~**~~

Turnamen IPPEMINDRA CUP II di Buka

P

ada acara pembukaan Ternamen Ippemindra Cup II di hari Minggu 31/03/2013 di lapangan Indra Alam Indrapuri yang di awali dengan sambutan dari Ketua Ippemindra yaitu saudara Murdhi yang dmenharapkan pada Juri melakukan permainan dengan adil walaupun dengan tuan rumah sekalipun, dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari Ketua PSPI yang diwakili oleh Saudara Hasbalah yang menghimbau bahwa di sini buka untuk aju jatos atau tinju, kalau tinju ada Rengnya ini di lapangan Bola Kaki harus suportif dan di buka langsung oleh Kadispora Aceh Besar yaitu Bapak M. Ali S.sos. M. Si mewakili Bupati Aceh Besar yang tidak sempat hadir pada acara pembukaan turnamen yang mengikuti 32 tim tersebut karena ada acara di pendopo dengan wagub. dalam acara tersebut turut hadir Ketua Koni Aceh yaitu H. Zainuddin yang di kenal dengan Let Bugeh, Kadispora Aceh Besar, Ketua DPRK Aceh Besar, Camat Indrapuri Bapak Burhan, Danramil, Kapolsek, Imum Mukim dan para Geuchik. Dalam laga perdana PESKA 85 Aneuk Galong menang atas lawannya Jantho FC dengan skor 3-0. (Teks/Foto : Hrm)

Rincian Kas Program Lamuri Peduli Saldo Maret 2013

Rp. 1.329.625

Celengan di Art Net

Rp.

Sisa Saldo Sampai 15 Maret 2013

Rp. 1.408.625

79.000

Terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbang di program ini. Sumbangan ini akan kami sampaikan kepada anak-anak yatim/piatu/fakir miskin dalam bentuk paket pendidikan berupa perlengkapan sekolah, dan lain - lain. Silahkan transfer sumbangan anda via rekening: BRI Unit Lambaro : 3906-01-003346-53-9 a/n Herman, dan (BQ ABU INDRAPURI) 301.M01.02728 a/n Abrar (Buletin Lamuri)

Gallery Foto Ippemindra Cup II

31/03/2013 Pordeg FC vs Garuda Fc ( 7 – 0 ) 01/04/2013 Geon FC vs JMC Jeumpet ( 0 – 5 ) 02/04/2013 Persima Vs Paya Raleut FC ( 4 – 1 ) 03/04/2013 Persip Piyeung vs Bintang Timu ( 3 – 1) 04/04/2013 Black Star FC vs Tanoh Abee All Star ( 1 – 2 ) 05/04/2013 Sinar Sukma vs *Glee Bruek FC (Imbang) 06/04/2013 Ippremindra Junior vs CFC Darul Imarah ( 2 – 1 ) 07/04/2013 Jetty United vs Bintang United ( 3 – 0 ) 08/04/2013 Rencong POP Abes* Vs Blang OI FC ( 0 – 0 ) 09/04/2013 Rivel Seulimum Vs Dadang FC ( 0 – 1 ) 10/04/2013 Puni Tama Fc Vs Ps Lambhuk ( 3 – 2 ) 11/04/2013 Amphibi Fc Vs *Tawon Fc (2 – 2 ) 12/04/2013 Ippemindra FC Vs Skuadrom FC (0 - 1) 13/04/2013 NB : * Tim yang melaju kebabak selanjutnya

Hasil Pertandingan Sebelumnya : Peska 85 A. Galong Vs Jantho FC ( 3 – 0)

“Bagi anda yang ingin menjadi donatur demi kelangsungan terbitnya buletin ini, dapat segera menghubungi Redaksi”

7


MENGENAL MASYARAKAT PULO NASI

S

yedara, Sekilas kita menengok ke sebuah pulau nun paling ujung dari Sumatera, biasanya kita mengenal Pulau Sabang karena banyaknya turis dan wisatawan yang ke sana untuk sekedar melepas lelah dan bersantai raya, namun kita terkadang lupa akan eksotisnya Pulo Breuh dan Pulo Nasi ataupun gugusan pulau kecil di samping dua pulau tersebut. Pulo Nasi, dengan kecamatannya Pulo Aceh adalah pulau yang tak kalah eksotisnya dibanding pulau lain, pasir putihnya yang indah, gugusan batu karang yang kokoh nan menarik, indah semilirnya nyiur pohon kelapa, bahkan masyarakatnya yang Islami dan memegang teguh adat istiadat makin menambah eksotisnya pulau ini. di sini pula lahir satu tarian tradisi dari Aceh Besar yang dikenal dengan Tarian Likok Pulo yang sekarang hampir punah. Di Mukim Pulo Nasi terdapat lima gampong yang dihuni penduduk setempat yaitu Deudap, Rabo, Alue Riyeung, Lamteng dan Pasi Janeng. Ada juga pendatang dari luar Pulau yang berkeluarga dan menetap di sana. menyinggung soal pendidikan di sini juga terdapat 3 SD, 1 MIN, 1 SMP dan 1 SMA sebagai tempat menuntut ilmu anak-anak Pulo Nasi. Pulo Nasi juga telah luluh lantak akibat tsunami beberapa tahun lalu sehingga penduduk aslinya banyak yang hilang dan mengungsi ke luar pulau. Disebabkan rasa rindunya kepada tanah kelahiran, dengan semangat baru mereka kembali untuk membangun sisa-sisa

kehidupan dan berbenah untuk menunjukkan identitas asli mereka sebagai penduduk Pulau. Penduduk Pulo Nasi juga dikenal dengan keakrabannya, banyak tamu yang datang berkunjung ke Pulau dijamu dengan istimewa, termasuk responden Lamuri yang diajak berkeliling mengenal masyarakat dan keindahan Pulau yang satu ini. Mengenai transportasi, untuk bisa mencapai ke Pulau ini hampir tiap harinya ada transportasi laut yaitu sejenis Boat Nelayan yang berkapasitas sekitar 30-40 penumpang beserta sepeda motor dan keperluan penumpang ataupun syedara bisa memilih KMP Pelayaran untuk Pulo Nasi. Dari Banda Aceh anda bisa berangkat melalui dermaga kecil yang ada di Ulee Lheue tepatnya diantara Kafe Wisata Kuliner dan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh. Bout nelayan ke Pulo Nasi ini, sedianya berangkat jam 2 siang (14.00 WIB) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam ke pelabuhan atau dermaga Lamteng dan kurang lebih 1 jam ke dermaga Deudap. Ini semua tergantung dari kondisi cuaca dan gelombang di laut. Setiap dermaga ini digunakan selang sehari. Misal hari ini dari Lamteng menuju ke Banda Aceh (bolak-

Foto : ADIA

Jeu ĂŠ

balik), esoknya dari Deudap ke Banda Aceh (Bolak-balik). Lusanya baru dari Lamteng lagi. Untuk urusan komunikasi pulau ini masih agak susah karena tidak memadainya provider jaringan yang ada. Cuma Lamteng dan deudap adalah salah dua dari tempat yang masih memungkinkan syedara untuk bisa berkomunikasi melalui perangkat mobile. Kembali ke keindahan pulaunya. Panorama laut yang indah disertai lambaian nyiur sudah menjadi ciri khas bagi pulau ini. Hamparan pasir putih yang begitu panjang dengan pantai yang landai menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Bagi syedara yang memiliki hobby diving ataupun snorkeling, jangan khawatir tempat ini juga mempunyai spot untuk bisa dicoba. Selain andalan keindahan pantai dan lautnya, dipulau ini juga terdapat tebingtebing yang begitu cadas menjulang tinggi seperti sisa reruntuhan dari zaman masa lampau. Kemudian disekitar tebing tersebut juga terdapat sumber mata air yang menjadi sumber air bagi masyarakat disekitar. Dan yang tidak kalah serunya yaitu kekayaan hasil alam lautnya, ikan, gurita, maupun sotong menjadi andalah di Pulau ini. Maka tidak ada salahnya pulau ini bisa menjadi salah satu alternative untuk kita kunjungi, dengan bekal nasi bungkus selama perjalanan ke pulau tersebut, kita sudah bisa menikmati panorama laut yang begitu indah. Selamat menikmati Syedara kamoe ď‚&#x;

Reported By Pimpinan Redaksi Buletin Lamuri

Malaka Course Peusijuk Balee Beut Dan Adakan Maulid Nabi Muhammad Saw

L

embaga Pendidikan Malaka Course (Bimbingan Belajar Bahasa Inggris, Matematika, Komputer dan Beut Irama) yang enam bulan yang lalu dihempas angin kencang sehingga Balee Beut Malaka Course yang terbuat dari pohon pinang dan beratap rumbia tersebut porak poranda, namun tidak menciutkan semangat para pengurusnya untuk terus melanjutkan kegiatan belajar mengaji untuk anak-anak Aceh umumnya. Setelah musibah program Malaka Course terus berlanjut di Meunasah Peukan Samahani dan hingga saat ini santri pun bertambah hingga mencapai 120 yang berasal dari seputaran Kuta Malaka, Suka Makmur, Montasik dan Indrapuri. Saat ini Malaka Course sudah mempunyai balee baru berkat dukungan semua pihak baik dari tokoh-tokoh masyarakat diantaranya DPRK Aceh Besar, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, Badan Dayah, Masyarakat dan wali santri. Minggu (24/03) Balee Beut Malaka Course diresmikan oleh Bapak Drs. Affandi Juned selaku Kabid Dinas Pendidikan

6

Glie, Drs Balian berharap kedepan k e p a d a C a m a t ya n g b a r u , d a l a m menjalankan amanah ini utama musyawarah dalam berbagai persoalan di tingkat kecamatan. Dalam sambutan dan arahannya Bupati Aceh Besar yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Mukhtar M. Si, menyatakan, Camat merupakan ujung tombang ditingkat Kecamatan, dan harapan kepada camat yang baru untuk benar-benar

menjalankan amanah yang diembankan ini, dan terima kasih kepada camat yang lama atas pengabdiannya kepada masyarakat. Sementara Camat baru Tajuddin S Sos, memohon dukungan semua pihak lapisan tokoh masyarakat, saran dan kritikan yang baik untuk kemajuan Kuta Cot Glie kedepan dalam berbagai bidang. Turut hadir pada acara itu, Ketua Ippermata Muklis SHum dan Sekum Zulfajri, Imum Mukim, Para Keuchik, Unsur KPA, Pimpinan Pesantren, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Kaum Ibu, dan undangan lainnya. (mk)

sambil mendayung kereta tanpa disadari di mulut mereka terdengar lantunan ayat2 suci Al-quran lantaran sudah terbiasa dengan irama-irama syahdu Bayyati hijaz nahwan dan sebaginya. Artinya dari Program yang telah dicanangkan oleh Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah telah dapat dinikmati oleh masyarakat seputaran Kuta Malaka, Suka Makmur, Montasik dan Indrapuri' jelas Asy'ari. 'Kita juga merasa gembira dan berterima kasih kepada Pemerintah Aceh Besar dengan tercanangnya Beut Ba'da Magrib. Ucapan terima kasih yang tak terhingga juga kepada adek-adek IPPEMSA/REMSA, Keuchik Lam ara Tunong bapak Sudarli , Keuchik Lam Ara Eungkit Bapak Irwan Md yang selalu setia terhadap Lemabaga Pendidikan Malaka Course' lanjutnya. Menurut Asy'ari Malaka Course ke depan juga akan membuka Program Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Arab untuk anak-anak SMP sederajat yang awalnya hanya untuk siswa-siswi SD sederajat. (Asy'ari)

PEMUDA KRUWEUNG KRUENG ADAKAN MAULID NABI Lamuri--Kuta Cot Glie-Pemuda dan masyarakat Gampong Kruweung Krueng Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar memperingati maulid Nabi yang diisi dengan Ceramah Maulid oleh Tgk. Aria Sandra Minggu (24/2). Dalam isi ceramahnya Tgk. Aria Sandra menegaskan tentang pentingnya momen maulid sebagai momen dakwa. Beliau

juga menegaskan tentang banyak kejahatan moral yang terjadi saat ini, terutama oleh para remaja yang diakibatkan oleh pengaruh budaya luar sehingga semakin merusak citra Islam di Aceh. Beliau mencontohkan pergaulan muda mudi yang bebas tak terkendali memberikan andil yang besar bagi rusaknya masyarakat, oleh karena itu perkuat akidah masyarakat dengan memperbanyak pengajian dan majlis taklim

Grup Dike Seueng Samlakoe Tampil di Punge Jurong

Lepas Sambut Camat Kuta Cot Glie Kuta Cot Glie- Muspika Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar menggelar acara lepas sambut camat lama Ilyas SPd dengan camat baru Tajuddin S Sos, di Aula UDKP Kecamatan setempat, Senin (18/3). Camat lama Ilyas, dalam sambutannya memohon maaf atas segala kekhilafan selama masa pengabdiannya menjabat sebagai camat selama tiga tahun. Sementara mewakili tokoh masyarakat Kuta Cot

Aceh Besar dan di peusijuk oleh Ulama Kharismatik Kuta Malaka Abu Syamsuddin Teu Dayah. Turut hadir pada kesempatan itu para wali santri, MPU Aceh Tgk. H.Faisal Ali, Anggota DPRK Aceh Besar Bapak Sulaiman SE , Kabag Tata Pemerintahan Aceh Besar Bapak Ayani BA , Kabag Sosial Aceh Besar Bapak Jakfar Is, Camat kuta Malaka dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Direktur Malaka Course Asy'ari S.Pd.I dalam pers releasenya melalui email Lamuri mengatakan 75 persen Malaka Course telah berhasil mendidik qari-qariah khususnya di kecamatan Kuta Malaka. 'Hal dibuktikan dengan survei keberadaaan anak disekitar

Lamuri News

Banda Aceh-Grup Dike Seueng Samlakoe pimpinan Medya Hus tampil di Punge Jurong Rabu(20/02/2013) untuk memeriahkan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Grup Dike yang sering tampil di salah satu stasiun TV local Aceh saban malam Jum'at ini menghibur masyarakat Punge Jurong

dengan syair-syair dike Aceh yang penuh dengan makna religinya. 'Merupakan suatu momen special bisa mendengarkan langsung dike-dike Aceh yang merupakan salah satu tradisi yang hampir hilang di setiap daerah di Aceh' kata Muhajir salah seorang warga Punge Jurong. Selain menampilkan Dike Aceh panitia pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW Gampong Punge kJurong ini juga mengadakan jamuan kenduri maulid bersama anak yatim Gampong Punge Jurong dan Ceramah Maulid bersama Tgk. Mulyadi M. Jamil dari Aceh Utara pada malam harinya. Kegiatan ini diikuti oleh semua lapisan masyarakat sebagai bentuk

kekompakan warga Punge Jurong. (Abr)

di setiap gampong. Aliran sesat juga merupakan hal yang sangat merajelala saat ini sehingga perlu memperkuat akidah dan keimanan setiap orang terutama pemuda agar tidak terpengaruh dengan aliran yang menyesatkan. Kekompakan pemuda dalam kegiatan dakwah merupakan suatu bukti bahwa keinginan beribadah di Gampong masih sangat kuat' tegasnya. Menurut ketua Panitia Maulid Nabi Gampong Kruweung Krueng Muhajir agenda maulid ini merupakan agenda rutin pemuda dan masyarakat Gampong Kruweung Krueng. Sebagaimana amatan Lamuri masyarakat sangat antusias mengikuti acara hingga selesai yang juga diselingi dengan penampilan Seniman Dike Aceh Medya Hus sebelum ceramah dimulai. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Imam Mesjid Glee Jai Tgk. M. Saad, Imam Meunasah, tokoh masyarakat dan masyarakat umum lainnya. (Abr/Hrm)

3


Profil

Teungku Abdullah Lam U

eungku Abdullah Lam U adalah ulama pendidik melalui pendekatan Syair. Beliau adalah sosok Intelektual di Aceh Besar dan kharismatik, serta disegani. Merupakan salah satu ulama besar, yang mengajarkan Ilmu-Ilmu Agama. Teungku Abdullah Lam U, lahir di Lam U, Aceh Besar, pada akhir abad ke19, tepatnya 1888 Masehi (1305 Hijriah). Pada masa kelahirannya, kerajaan Aceh baru, beberapa tahun memulai perang melawan aggressor Belanda. Jadi, dalam kondisi demikianlah ulama ini tumbuh dan berkembang serta dibina oleh ayahnya sehingga menjadi ulama yang memiliki nama yang cukup populer, khususnya di bidang keagamaan. Aceh menjadi salah satu daerah di Nusantara yang memiliki khazanah intelektual muslim yang patut diperhitungkan. Abad ke-17 merupakan puncak zaman keemasannya. Hal ini dibuktikan dengan tampilnya ulama-ulama besar, seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin Al Raniri, dan AbdurRauf Singkel. Abu Lam U adalah putra Tgk. Chik Umar Lam U, ulama asli Aceh yang memiliki keahlian dalam ilmu Fiqh dan Hafidz Al Qur'an. Ayah Abu Lam U memiliki tiga orang isteri. Seorang berasal dari Yan (Malaysia). Melalui isterinya ini lahir dua ulama besar yaitu: Tgk. Ahmad Hasballah Indrapuri, yang populer dengan nama Abu Indrapuri (lahir pada 1888 M/1305H), dan Tgk. Muhammad Dahlan atau Tgk. Madhan, yang bergelar Tgk. Chik di Yan (lahir 1891 M/1308H). Isterinya yang kedua bernama Nyak sunteng berasal dari Lam U. Abu Lam U, memulai pendidikan dasar dari ayahnya, Tgk. Umar (Tgk. Umar Di Yan). Pelajaran paling dasar yang dipelajarinya adalah Al Qur'an, menulis Arab, tauhid, dan ibadah. Setelah mendapat pendidikan dasar dari ayahnya, Abu Lam U melanjutkan pendidikanya pada dayah Piyeung, sebuah Desa dalam Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, yang berjarak delapan kilometer dari kampungnya. Gurunya di dayah ini bernama Abdullah bin Al Faqih yang juga ulama ternama. Melalui guru ini Abu Lam U mendalami materi tauhid, fiqh, sejarah Islam, Nahwu, Sharaf, dan lain-lain. Faktor integritas dan intelektual yang baik yang dimiliki Abu Lam U menyebabkan gurunya tertarik kepadanya. Selain dijadikan menantu, ia juga sering dibawa pergi oleh Abdullah bin al Faqih ke daerah lain, dan di sanalah ia bertemu dengan tokoh-tokoh kenamaan dan berkenalan dengan para thalib (pelajar-red) lainnya. Ulama dari Lam U ini juga pernah menimba ilmu di negeri jiran, Malaysia,

T

4

tepatnya di kampung Yan. Di sana ia belajar pada seorang ulama yang dikenal dengan nama Teungku Chik di Bale. Abu Lam U ini, tidak pernah patah semangat dalam menimba ilmu kenegeri manapun. Ada pepatah mengatakan bahwa “tuntutlah ilmu setinggi-tingginya sampai ke Negeri Cina”,. Ini dilakukan oleh Tgk. Abu Lam U, sampai namanya terkenal dimanamana, tidak hanya dari asalnya Aceh Besar. Putera Tgk. Umar ini pernah juga melakukan pengembaraan intelektualnya hingga ke Makkah bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji pada 1924. Ia menetap di sana selama enam bulan dan menimba ilmu dari guru-guru besar yang mengajar di Masjidil Haram. Di negeri kelahiran nabi inilah Abu Lam U memperoleh informasi modernisasi pendidikan, sehingga Abu Lam U termasuk salah seorang dari Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) yang turut melakukan modernisasi pendidikan di Aceh sebelum kemerdekaan Indonesia. Berkat kenyakinan, ketekunan dan kegigihan dalam menimba ilmu, akhirnya Abu Lam U merupakan bagian dari ulama Aceh yang memiliki kapasitas ilmu keagamaan yang dalam, khususnya di bidang ilmu Kebahasaan, Tauhid, Fiqh, dan Sejarah. Hal ini tercermin dari kedudukan dan pengaruhnya dalam masyarakat serta karya yang pernah ditulisnya. Ilmu yang diperolehnya tidak sia-sia, banyak generasi muda yang belajar di Dayahdayah Aceh Besar menggunakan kitab dari hasil karyanya. Ini merupakan sebagai salah satu tokoh yang berhasil dan menjadi dambaan masyarakat Aceh Besar. Abu Lam U tidak merasa sulit dalam mengabdikan ilmunya kepada masyarakat karena ayahnya, Tgk. Umar, memiliki lembaga pendidikan dayah, tempat dirinya menimba ilmu dasar pada masa kecil. Sepeninggal ayahnya, Abu Lam U melanjutkan kepemimpinan pada dayah tersebut. Jadi, tugas utama Abu Lam U adalah mengelola dayah tersebut. Di samping itu, putra Abu Umar ini juga turut aktif mengajar masyarakat di sekitar kampung tersebut. Pembinaan nilai-nilai agama yang diberikan kepada mereka dikenal dengan meusifeut. Kegiatan ini biasanya dipentaskan bersama-sama secara sinkron hingga merupakan suatu kegiatan seni tari, karena ada gerakan kepala dan badan. Demikian pula suara yang ditimbulkan olh para pesertanya yang melahirkan sebuah kepaduan. Karena ada rasa seni dan rangsangan dalam kegiatan ini, maka sari pelajaran yang diajarkan akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh pelakunya sendiri bahkan juga orang yang turut menyaksikannya. Melalui meusifeut, masyarakat memperoleh ilmu pokok agama tentang Tauhid dan Aqidah, Fiqh, Akhlak atau

Tasawuf, Sejarah, dan lain-lain. Abu Lam U juga pernah memangku jabatan qadhi pada masa Panglima Polem Muhammad Daud Syah. Ia juga memiliki andil besar dalam organisasi PUSA, oleh karenanya, dia merupakan bagian dari anak bangsa Aceh yang telah mereform sistem di Aceh. Putra Abu Umar ini juga merupakan bagian dari anggota Syarikat Islam (SI), organisasi politik yang turut membidani kemerdekaan Indonesia di Aceh. Abu Lam U merupakan seorang tokoh Ulama Aceh pada masanya. Karena ketokohannya, putra Abu Umar ini termasuk salah seorang ulama yang diperhitungkan, sehingga sering sekali diundang dalam pertemuan-pertemuan besar yang dilakukan oleh Pemerintah, seperti undangan untuk menghadiri peletakan batu pertama berdirinya Kota Pelajar Mahasiswa Darussalam (Kopelma Darussalam) yang dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 September 1959.9. Setelah sekian lama Abu Lam U mendermakan ilmunya kepada masyarakat luas, akhirnya pada tanggal 4 Juni 1967 berpulang ke rahmatullah dalam usia 79 tahun. Semoga amal baiknya diteladani oleh anak bangsa yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam dan mendapat ridha dari Allah SWT. Sepintas mengenai hasil karyanya, Abu Lam U merupakan salah seorang tokoh intelektual muslim Aceh abad XX. Ia juga merupakan ulama yang aktif dan produktif. Aktif berarti mau menulis dan hal ini terbukti dengan adanya 3 risalah yang ditinggalkannya, yaitu: Munjiatul Anam (Penyelamat Manusia), Mursyidul Anam (Penuntun Manusia), dan Sejarah Nabi Muhammad. Produktif dalam arti bahwa karyanya, terutama Munjiatul Anam, banyak digunakan oleh masyarakat Aceh, terutama di desa-desa di kawasan Aceh Besar, hingga saat ini. Tgk. Abdullah Lam U yang lebih popular merupakan salah seorang ulama Aceh yang telah berupaya maksimal mendidik anak bangsa di Aceh, khususnya di Aceh Besar, agar mengetahui berbagai ajaran agama yang dibawa oleh Rasul. Cara putra Tgk. Umar ini mengajarkan ilmu agama dengan menggunakan pendekatan syair tampak menjadi strategi yang jitu, khususnya penyampaian bagi masyarakat awam, karena cara tersebut tidak terkesan memaksa dan tidak pula membuat masyarakat jenuh. Dewasa ini cara tersebut semakin “membumi” di Aceh, khususnya dalam kegiatan dala'il khairat seiring dengan implementasi syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Oleh karena itu, Abu Lam U dapat dikategorikan sebagai ulama pendidik melalui syair. S u m b e r : http://mehrir.blogspot.com/2012/12/sejaraht e u n g k u - a b d u l l a h - l a m u.html#.UWQ1IKIlLVw

Pendidikan

Menuju Ke Arah Pengembangan Pendidikan Alternatif (Bagian Ke-20) Oleh: Ahmad Faizuddin, M.Ed Model-Model Pendidikan Alternatif di Berbagai Negara (3) The Acción Cultural Popular The Acción Cultural Popular (ACPO) atau lebih dikenal dengan Sekolah Radio di Columbia adalah salah satu program multimedia pedesaan yang dibentuk pada tahun 1947 oleh sebuah radio swasta, Sutatenza Radio, milik Monsenor Jose Joaqun Salcedo. Idenya adalah bahwa masyarakat di pedesaan memerlukan arahan dalam masa transisi tradisional menuju ke arah modernisasi dimana mereka dapat menentukan sendiri kemajuannya. Sekolah Radio adalah sebuah grup pelajar yang terdiri dari rata-rata 8 siswa yang bertemu setiap hari di rumah salah satu anggotanya. ACPO ini mempunyai enam tujuan utama, yaitu (1) untuk memotivasi masyarakat pedesaan supaya berpartisipasi dalam pengembangan masyarakat, (2) untuk meningkatkan standard manusia supaya lebih kreatif dan inovatif, (3) untuk menyatukan seluruh anggota masyarakat supaya dapat bekerjasama, (4) untuk meningkatkan solidaritas diantara anggota masyarakat, (5) untuk meningkatkan produktifitas dalam produksi pertanian dan modal, serta (6) untuk menanamkan jiwa kemandirian supaya menyadari perannya sebagai individu dan kolektif dalam

Suasana pada acara Hb3 (Hari Belajar, Bermain dan Bernyanyi) oleh Santriwan/santriwati beserta Ustaz/zah TPQ Tgk. Syik Empee Trieng yang diadakan perlombaan dan hadiahnya seadanya yang diberikan kepada yang menang. acara di adakan Pantai Cemara dan Ulee Lheu Banda Aceh, hari Selasa, 12/03/2013 (Teks/Foto : Hrm)

IKUTI KAJIAN MAJLIS ILMU MINGGUAN BERSAMA

UST. MUHAMMAD THAIB MUHAMMAD, LC TIAP MALAM SELASA JAM : 20.30 WIB (BA'DA SHALAT ISYA) DI MESJID ASY-SYUHADA LAMPANAH KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR

kehidupan masyarakat (Faisal & Hanafi, 1982). Adapun program radio pendidikan di Columbia secara umum adalah sebagai berikut: 1. Tingkat Dasar. Lama program: 1-2 tahun. Tujuannya untuk memberantas buta aksara orang dewasa. Fokusnya pada keahlian membaca dan menghitung. 2. Tingkat Menengah. Lama program: 2 tahun. Tujuannya untuk mengajarkan aksara kepada keluarga petani yang tidak tamat sekolah dasar dan memotivasi pengembangan masyarakat. Fokusnya pada pendidikan dasar yang terintegrasi (mencakup kesehatan, membaca, matematika, ekonomi, dan agama). 3. Program Pelengkap. Lama program: 3 tahun. Tujuannya untuk mengajarkan aksara kepada siswa yang tidak tamat sekolah dasar, sebagai persiapan untuk ujian masuk sekolah dasar. Fokusnya pada pengetahuan yang sistematis berdasarkan kurikulum sekolah dasar (Faisal & Hanafi, 1982, p. 35). Di antara pelajaran-pelajaran berharga yang dapat diambil manfaatnya dari program ACPO Columbia ini adalah: 1. Efektifnya penggunaan media massa untuk merangkul mayarakat pedesaan yang tersebar dan populasi yang terisolasi. Siaran radio bukanlah satu-satunya cara, ada juga penyebaran buku-buku, koran dan bacaan lainnya yang disediakan

2.

3.

4.

5.

untuk memperkuat pelajaran-pelajaran yang ada. Perlunya motivasi pribadi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Motivasi ini mendapat dukungan dari kantor-kantor pusat dan lokal dengan menyediakan relawan-relawan dan tutor-tutor dalam kursus-kursus yang diajarkan. Pemimpin agama memainkan peran penting dalam program ACPO. Masyarakat lokal mempunyai kepercayaan yang kuat terhadap tokoh agama. Oleh karena itu, partisipasi mereka menentukan keberhasilan dari program ini. Program ACPO tidaklah bermaksud untuk merubah atau menggantikan kepercayaan terhadap agama, akan tetapi hanya mencoba mengadaptasi dan menyebarkannya. Isi dari program haruslah praktis dan memotivasi. Program ini memadukan media radio, bahan-bahan cetak, dan tutor-tutor lokal secara efektif untuk mengajarkan masyarakat membaca dan menulis. Disamping itu, yang menjalankan program ini adalah staf professional serta adanya umpan balik dari masyarakat untuk meningkatkan kinerjanya. Adanya koordinasi yang baik dengan institusi-institusi lain. ACPO telah berhasil menyediakan informasi tentang pelayan masyarakat tertentu dan mendorong orang-orang untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Pada akhirnya, program ini menunjukkan bahwa komponenkomponen pendidikan media massa dapat dikomersilkan sehingga adanya kemungkinan untuk mempertahankan dan mendukung program tersebut secara mandiri (Faisal & Hanafi, 1982).

Bibliography: Faisal, S., Hanafi, A. (1982). Pendidikan non formal: Pengalaman Kolombia, Kuba, Kenya dan Indonesia dalam pembangunan masyarakat desa (Non formal education: Experiences from Columbia, Cuba, Kenya and Indonesia). Surabaya: Usaha Nasional. Malaysia (March 23, 2013/12:30 a.m.)

REDAKSI BULETIN LAMURI MENGUCAPKAN SELAMAT & SUKSES ATAS PELANTIKAN SEBAGAI CAMAT BARU INDRAPURI

BAPAK BURHAN, S.PD OLEH BUPATI ACEH BESAR MUKHLIS BASYAH 11 MARET 2013 “SEMOGA BISA MENGEMBAN AMANAH DENGAN BAIK” DAN TERIMA KASIH ATAS PENGABDIAN CAMAT LAMA INDRAPURI

BAPAK DRS. RIDHWAN HASAN “SEMOGA ALLAH MEMBALAS AMAL BAIKNYA” TIM REDAKSI BULETIN LAMURI : HERMAN HILMY S - ABRAR - ADIA MIRZA PEMIMPIN UMUM - PEMIMPIN REDAKSI - WAKIL PEMRED

5


Lamuri Ebook Edisi 34 (New Release of April 2013)