Issuu on Google+

CALVIN ANTONI 07PBM

1401100342 OVERVIEW OF E-BUSINESS STRATEGY FRAME WORK

Semakin banyaknya pencarian informasi seseorang melalui dunia online atau melalui internet, maka akan menjadikan sebuah peluang yang sangat besar bagi para perusahaan untuk berbisnis di dunia tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah wadah atau strategi baru untuk perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis yang menjual produk barang atau jasanya melalui dunia online yang disebut dengan istilah e-business. Deloitte dan Touche Consulting Group mendefinisikan e-business sebagai “penggunaan jaringan elektronik untuk bisnis (biasanya dengan teknologi web)”. Sedangkan IBM mendefinisikan ebusiness sebagai “Transformasi proses bisnis utama melalui penggunaan teknologi internet”. Jadi pada intinya e-business atau biasa disebut juga sebagai electronic business adalah kegiatan yang langsung maupun tidak langsung dimana kegiatan tersebut terdiri atas proses jual dan beli suatu produk barang dan jasa yang memanfaatkan internet sebagai medianya. Awal mula terciptanya e-business adalah karena faktor teknologi yang kian berkembang yang dapat mengubah proses bisnis utama dari old value chain menjadi lebih dinamis dengan munculnya istilah value network. Istilah Old value chain di dalam dunia bisnis dimulai dengan proses pembelian bahan mentah dan kemudian pindah ke produksi barang dan jasa, distribusi, pemasaran, penjualan dan layanan purna jual. Seiring berkembangnya waktu dimana teknologi semakin berkembang maka kemudian munculah istilah baru yakni value networks yang membuat pelanggan, distributor, dan para mitra menjadi terlihat lebih dari sekedar bisnis yang saling terintegrasi. Dengan adanya value network maka juga akan menjadikan bisnis suatu perusahaan akan lebih fleksibel, bergerak lebih cepat karena didorong oleh jaringan mitra online. Dalam Strategi bisnis terdapat pula beberapa tingkatan, tingkatan strategi bisnis tersebut adalah 1. Tingkat Korporasi; strategi perusahaan yang memiliki saham (ownership) beberapa perusahaan lain. 2. Tingkat Bisnis Multi Divisi; merupakan strategi yang terjadi pada tingkat divisi atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbaikan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu. 3. Tingkat Fungsional; optimalisasi produktivitas sumber daya dalam memberikannilai (value) terbaik untuk kebutuhan pelanggan(customers) 4. Tingkat Operasional; merupakan strategi yang menjalankan implementasi dari operasional-operasional perusahaan Untuk menyusun strategi bisnis, tentunya ada beberapa tahapan, tahap-tahapan strategi bisnis akan kami jelasakan sebagai berikut : A. Pengamatan Lingkungan Analisis Eksternal • Lingkungan eksternal : terdiri dari variabel-variabel (kesempatan dan ancaman) yang berada di luar organisasi dan tidak secara khusus ada dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak • Lingkungan Kerja : terdiri dari elemen-elemen atau atau kelompok yang secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi


CALVIN ANTONI 07PBM •

1401100342 OVERVIEW OF E-BUSINESS STRATEGY FRAME WORK

Lingkungan Sosial : Terdiri dari kekuatan umum-kekuatan itu tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang .

Analisis Internal • Struktur, adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang, dan arus kerja • Budaya, adalah pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi •

Sumber, daya adalah asset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa organisasi

B. Perumusan Strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk menejemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kelemahan perusahaan C. Implementasi Strategi adalah prises dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan memalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur D. Evaluasi dan Pengendalian adalah proses yang melaluinya aktivitas-aktivitas perusahaan dan hasil kinerja dimonitor dan kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan Untuk menilai perubahan yang terjadi pada bisnis, terdapat kerangka bisnis yang sangat simpel yang terdiri atas : · Buy-side e-business Buy-side e-business adalah kerangka bisnis yang berbasis extranet yang digunakan untuk membeli berbagai bahan mentah dan atau pelayanan yang juga termasuk dalam hal pengadaan, inbound logistics, dan pergudangan. Buy-side e-business memberikan informasi yang sempurna tentang pelanggan, mitra distribusi dan mitra pemasok sehingga dapat mengeratkan rantai pasokan dan menciptakan keunggulan kompetitif · In-side e-business In-side e-business adalah kerangka bisnis yang berbasis intranet yang digunakan untuk mengoptimalkan proses internal dan sistem komunikasi. Kerangka ini dapat mencakup hal pabrik, manajemen atau operasi. Aplikasi ini juga berfungsi untuk menyebarkan pengetahuan diantara para pegawai suatu perusahaan untuk menghindari permasalahan atau informasi yang berlebihan. · Sell-side e-business Sell-side e-business adalah kerangka bisnis yang berbasis extranet yang digunakan secara eksklusif untuk mitra perantara strategis seperti distributor dan key account atau pelanggan terdaftar. Jadi, elemen ini merupakan kerangka bisnis yang dibuat untuk mengoptimalkansupply chain management. Dimana kerangka sell-side sendiri mencakup ecommerce. E-CRM, program afiliasi dan prosumers kolaboratif. Setelah mengetahui dasar-dasar tentang e-business, berikut adalah tahap-tahap yang harus dilakukan dalam membuat e-business. Diantaranya adalah :


CALVIN ANTONI 07PBM

1401100342 OVERVIEW OF E-BUSINESS STRATEGY FRAME WORK

1. Menetapkan visi dan misi yang akan dicapai di dalam e-business tersebut. 2. Dapatkan dukungan manajemen senior. 3. Mengidentifikasi berbagai persyaratan yang ada. 4. Revisit jaringan nilai (dan juga kompetensi inti). 5. Desain e-arsitektur bisnis. 6. Develop, pilot, train dan roll-out. 7. Benchmark, mengukur dan memonitor jalannya e-business. Beberapa yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan strategi e-business : a) Penyusunan rencana pengembangan Dalam perancangan suatu e-business dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama mengembangkan sistem yang akan digunakan. b) Pembangunan secara bertahap/dinamis Implementasi e-business dalam suatu usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus dilakukan secara bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus – menerus dalam penerapan ebusiness yang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat. c) Perlu menetapkan prioritas implementasi Seperti yang dijelaskan sebelumnya, implementasi e-business ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi perlu memperhatikan prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat dibutuhkan perusahaan. d) Pemilihan teknologi yang tepat Tidak semua perusahaan membutuhkan ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi yang perlu ditekankan adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat urgensinya. Penggunaan teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam pencapaian tujuan.


CALVIN ANTONI 07PBM

1401100342 OVERVIEW OF E-BUSINESS STRATEGY FRAME WORK

e) Penyiapan sumber daya Diperlukan banyak sumber daya yang diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya teknologi dan manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya memperhatikan hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut seperti contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting, kerjasama dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya. Sedangkan dalam hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya yang nantinya akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya dilakukan perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan musyawarah apakah sistem layak diterapkan atau tidak. f) Pengembangan diserahkan pihak ketiga Tidak sepenuhnya dalam penerapan e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak perusahaan sendiri. Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga perusahaan dapat tetap fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.


1401100342_overview chapter 2