Issuu on Google+


Syalom! Happy New Year 2013 ! Nyaringnya terompet menggelegar di berbagai tempat. Dan duaar, duaar, duaar! Hiasan kembang api segera menghiasi langit dengan warna-warni percikannya. Tidak terasa tahun sudah berganti lagi nih. Gimana acara tahun barumu? Sebelumnya mari renungkan sejenak beberapa menit, apa yang sudah kita terima dan kita capai di tahun 2012.

Nah, jangan lupa untuk bersyukur terlebih dahulu! Ada yang sedih dan ada yang riang menyambut tahun yang baru ini. Suka dan duka 1 paket kan? Biarlah semua suka menjadi penyemangat kita untuk melalui tahun yang baru ini. Terus dukanya ke mana? Biar saja kita tinggal duka itu di tahun sebelumnya. Jangan dilihat terlalu lama melihat ke belakang.

Duka itu bisa kita jadikan sebagai pelajaran yang membuat kita lebih baik lagi di masa depan. Ada pepatah kan yang mengatakan, “Jika satu pintu tertutup, pintu-pintu kesempatan lain akan terbuka untuk Anda.� Nah, yang sering kita dengar lagi saat tahun baru adalah resolusi. Sudah buat resolusi untuk 2013 belum? Sekarang siapkan kertas dan pena/ spidol.


Nah, tulis deh resolusi kamu untuk tahun 2013. Lalu, bisa kamu tempel di kamar, di bagian penting yang biasa kamu lihat supaya bisa mengingatkan kamu selalu, misalnya kamu tempel di cermin, di balik pintu, di meja belajar, dan lainlain. Sebenarnya banyak sih yang dapat dijadikan resolusi, karena sebagai manusia biasa pasti kita punya banyak impian. Bagus kok! Justru orang yang tidak punya impian, yang mengkhawatirkan. Tapi, yang ok buat kita jadikan sebagai resolusi adalah harapan yang realistis, jadi masuk akal banget

untuk kita wujudin di tahun yang baru. Siapin persenjataan untuk melalui tahun yang baru ini. New year, new life, new spirit. Tahun yang baru ini harus membawa kehidupan rohani dan duniawi yang baru, yang lebih menggembirakan creator kita, yaitu Daddy Jesus. Dengan spirit yang full dan baru, hal itu tentunya lebih mudah terjadi, Teman-teman. Semua yang kita hendak capai, harus kita awali dengan optimisme. Kamu termasuk orang yang optimis atau pesimis, hayo? Silakan, cek di sini!

Orang optimis akan menyambut datangnya tahun baru karena mereka tidak sabar untuk menantikan hal apa yang akan menjadi tantangan baru mereka. Tetapi, orang optimis menyambut datangnya tahun baru karena mereka tidak sabar untuk beranjak dari tahun sebelumsebelumnya yang dirasa berat. So, marilah menjadi pribadi optimis yang penuh harapan dalam menjalani tahun 2013 yang baru kita songsong ini! Menjadi saluran berkat yang lebih dan lebih lagi! One more, Happy New Year 2013! Daddy Jesus blesses you abundantly. ^^ [FY]


Narasumber : Romo Martinus Joni Minggulius Ofm, Cap. Hai sahabat CD! Di rubrik opini kali ini, kita akan membahas tentang pernikahan beda agama menurut pandangan agama Katolik. Nah, penasaran banget kan pastinya?? Untuk mengisi dan mengkaji tentang hal ini, tim CD berhasil menemui Romo Martinus Joni Minggulius, Ofm, Cap. Beliau ialah salah satu Romo yang bertugas di Paroki Santo Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut Romo Joni, begitu sapaan akrabnya, dalam ajaran agama Katolik, perkawinan beda agama di istilahkan dengan Mixfare Relegiosa. Secara hukum gereja atau kanonik, pernikahan beda agama ini dilarang. Perbedaan agama menjadi sebuah larangan untuk melakukan pernikahan. Mengapa demikian? Karena sakramen pernikahan hanya dapat diterima atau terjadi jika penerimanya satu iman alias satu agama. Nah, sahabat CD itulah penjelasan dari Romo Joni.

Namun, jangan khawatir. Karena, ada aturan yang memperbolehkan pernikahan beda agama, tentunya tetap ada syaratnya. Pihak gereja melalui Uskup akan memberikan surat dispensasi atau sejenis surat ijin untuk menikah beda agama kepada pasangan yang berasal dari agama Katolik. Jangan lupa ad tapinya nih sahabat CD, pasangan yang non Katolik harus memahami atau menyetujui tentang iman Katolik dan anaknya harus di baptis secara Katolik.

Romo Joni melanjutkan bahwa proses yang dijalankan juga harus mengikuti proses di hukum kanonik Katolik dimana pasangan mengikuti KPP (Kursus Pra Pernikahan) dan menikah secara Katolik tapi tidak menerima sakramen pernikahan. Setelah proses pernikahan secara Katolik maka pasangan tidak boleh lagi menikah secara ajaran agama lain. Pernikahan ini sah dan diakui secara Katolik dan hukum positif yang berlaku, tegas Romo asal Kalimantan Barat ini.


Nah, sahabat CD, pasti masih sering mendengar pengumuman di setiap misa, yang berbunyi “yang diperkenankan menerima komuni.... dan pernikahannya tidak berhalangan dengan tata cara Gereja Katolik”, atau di akhir misa paroki tertentu, yang menyatakan bahwa Pastor Paroki dapat membantu para pasutri yang ingin “membereskan” pernikahan mereka. Mengapa hal ini masih terjadi? Tentunya yang mengetahui hal ini adalah si pasutri yang menikah berbeda agama tersebut. Bisa jadi mereka menikah secara agama lain, seperti menikah adat atau ikut upacara agama pasangannya, tanpa menerima sakramen pernikahan secara Katolik. Karena, meskipun ada hukum kanonik seperti yang diungkapkan Romo Joni, masih banyak umat Katolik yang tidak mengerti adanya hukum ini. Atau lebih parahnya, mereka mengetahuinya, tetapi mereka tidak peduli.

Yang paling menjadi masalahnya itu, tentunya yang tahu, tetapi tidak peduli. Sahabat CD, pastinya masih ada dari kalian, atau teman dan saudara yang beragama Katolik, namun berpacaran dengan pasangan yang beragama lain. Tidak ada salahnya kita mengingatkan, bahwa ada peraturan seperti ini di hukum Katolik. Mengenai kelanjutannya, tentu biarlah mereka sendiri yang memutuskan. Karena setidaknya, kita sudah memberitahu mereka mengenai permasalahan ini. Jangan takut, dengan mengingatkan hal

ini, bukan berarti kita “menyuruh” mereka memutuskan hubungan. Kita hanya mengingatkan mereka, jangan sampai mereka tidak peduli dengan hukum Katolik hanya karena “mengalah” pada pasangannya. Karena tentunya memang tidak ada larangan untuk mencintai pasangan yang berbeda agama. Namun, tetap harus dipikirkan, bahwa cinta itu suatu saat akan berujung ke pernikahan. Jadi, jangan sampai karena cinta pada pasangan, kita jadi meninggalkan cinta kita pada Tuhan, dengan menangguhkan hukum Katolik ini. [BB]


Hai, halo, hoi! Sempet denger atau ikut acara Amazing Race KMK Binus ga? Nah, awal Desember kemarin, tepatnya tanggal 2, acara seru ini diadain nih. Bukan Cuma sebatas teman – teman KMK aja loh yang ikut, ada beberapa teman kita dari UKM lain yang ikut gabung juga. Acara yang bertema Fun Gathering KMK Binus: Amazing Race ini dimulai dari Kampus Syahdan. Apa aja sih kegiatan seru selama acaranya? Yuk lanjut bacanya!

Acara ini dimulai jam 12 siang di pelataran Syahdan. Pas banget matahari lagi tinggi – tingginya, tapi hal ini enggak menyurutkan semangat peserta yang jumlahnya mencapai 60 orang buat ikut acara ini. Pihak panitia, ada Albert, Ridwan dan Ian memberikan pengarahan dulu ke setiap ketua kelompok yang sudah ditunjuk. Mereka diberi tahu 15 petunjuk pertama, apa aja yang harus dilakuin oleh semua peserta. Berhubung namanya

Amazing Race, jadi ya cepet – cepetan deh. Kendaraan yang dipake peserta juga macem – macem, mulai dari mobil pribadi, konvoi motor, dan taxi atau bajaj. Tujuan pertama yaitu Mall Taman Anggrek dan beberapa tempat di sekitar Binus yang harus difoto. Oh iya, setiap anggota kelompok harus foto berikut dengan jawaban petunjuknya dan... dengan gaya foto yang harus sama loh! Nih, pas di TA, petunjuk yang didapat mengharuskan semua


peserta lari – lari keliling mall dari lantai paling bawah sampe paling atas. Ada foto di money changer, toko rohani, bioskop, dan juga tempat makan. Kebayang gak tuh capenya :P Setelah semua petunjuk selesai, peserta harus kembali bertemu panitia di pelataran Syahdan. Setiap kelompok yang datang ke pelataran berpikir kalau lombanya uda beres, eh taunya malah dikerjain sama panitia. Mereka disuruh jalan

sejajar dengan sumpit di setiap lengan dan gak boleh jatuh! Duh, susah ya keliatannya. Tapi banyak yang berhasil loh! Setelah mereka dikerjain, panitia memberitahu tentang petunjuk versi kedua di mana ada sekitar 12 petunjuk yang harus diberesin di Mall Central Park. Yes, lari – lari lagi jilid dua! Waktu nyampe di CP, tenyata jawaban petunjuknya sama seperti di TA, naik – turun dari ujung kiri – kanan,

atau sama aja keliling CP. Mulai dari toko jeans di lantai bawah, toko boneka paling atas, bioskop, bahkan sampai toko elektronik. Tenaga kekuras abis dong yaaa. Seru deh ngeliatin setiap kelompok cepet – cepetan demi ngerebutin hadiah yang dijanjiin panitia. Nah, cape lari – lari di CP, selesai sudah perjalanan di pelataran Syahdan. Beberapa kelompok sudah kembali sedangkan yang lain masih di jalan. Hmm.. ada kejadian


lucu nih, satu kelompok namanya Kondangan, anggotanya Ferry, Bayu, Wawan, Rico, dan Christopher. Mereka sampe nyasar ke Mall Citraland karena petunjuk yang diberikan oleh panitia ternyata salah diartiin sama ketuanya. Jadi, mereka balik ke Syahdan tanpa ke tujuan yang benar. Ada – ada aja ya :P Setelah semua kelompok berkumpul, saatnya bagi hadiah nih! Kelompok pertama yang menang adalah kelompoknya Tommy, David, dan Denny. Mereka mendapat 20 voucher makan di

Rumah Makan Ayam Penyet di Greenville. Juara keduanya adalah kelompok Christian, Steven Berry, Lili, Erwin Daniel, dan Veneranda. Sama – sama dapet voucher sih, tapi cuma dapet 10 doang. Sebelum pulang, pasti berdoa dulu dong. Dan gak lupa, toss ala KMK Binus, ALL FOR JESUS! Bagi yang gak ikut acara ini, nyesel ya? Tenang, panitia janji bakal ada Fun Gathering KMK Binus dengan versi lain yang lebih seru lagi. Jangan lupa ikut ya! Sekian dulu liputannya, cheers! [VA]


Halo CD-ers! Liputan CD kali ini masih meliput seputar TRPM KMK kemarin. TRPM 3 ini diadain hari Minggu, 11 November 2012 di Kampus Syahdan. dengan 3 calon yang lolos dari TRPM 2 hari Jumat , 9 November 2012 kemarin , diantaranya ada Petrus (Teknik Industri ’10), Hasudungan atau yang akrab dipanggil Bima (IT ’10), dan Mariza (Sastra Inggris ’10). Di TRPM 3 ini, suasana pun berbeda karena tiap calon menyiapkan presentasi yang berisi visi dan misi KMK dan proker mereka ke semua peserta yang datang. peserta yang hadir pun tertdiri dari para anggota aktif maupun alumni KMK sendiri. Selain itu, para calon TRPM sendiri dikarantina di ruangan yang terpisah.

Setelah tahap pertama yang berisi presentasi para calon, peserta yang datang pun mengajukan beberapa pertanyaan ke tiap calon, untuk lebih mengenal gimana calon-calon KORUM KMK ini di kepengurusan 2013-2014 dan bagaimana mereka nanti menjalankan KMK BINUS itu sendiri.

Singkat cerita, setelah tahap pertama, kedua, dan ketiga selesai, para peserta yang datang untuk memilih pun berdiskusi untuk memilih siapa yang lebih berperan di dalam kepengurusan KMK 2013-2014. Beberapa saat kemudian, para calon masuk ke ruangan yang sama. Nah, akhirnya tiba detik-detik yang

paling menegangkan, yaitu pemberitahuan hasil pemilihan. Sebelumnya, Martin nyerahin alkitab ke calon korum, dan kita semua diputarkan beberapa video dan lagu dimana kita diingatkan kembali kepada Tuhan Yesus yang memanggul salib untuk menanggung dosa-dosa kita. Sama seperti hal ini, kita diberikan salib untuk bersama-sama menjalankan KMK supaya menjadi lebih baik ke depannya. Setelah itu, Martin memberikan alkitab itu ke Bima, karena Bima yang terpilih dalam TRPM 3 ini untuk menjadi Korum KMK yang baru. Congrats to Bima!!! Good luck and GBU! [MM]


Halo pembaca setia CD! KMK yang kita cintai sudah berumur 23 tahun loh! Penuh kisah, perjuangan, dan kenangan hingga KMK bertambah besar dan masih aktif sebagai UKM kerohanian di Binus University sampai saat ini. Pada kesempatan kali ini, CD akan membawakan sekilas flashback KMK kita dari awal berdiri hingga saat ini. Yuk kita simak! :D KMK Binus diresmikan oleh Romo Kutchruiter, O.Carm di Aula Gereja Maria Bunda Karmel (MBK) pada tanggal 12 Januari 1990. Kepengurusan pertama dipimpin oleh Fachrudin Rachmat bersama dengan 20 pengurus lainnya. Saat awal berdiri, kategorial dalam KMK ternyata tidak langsung berjumlah 7. Perlahan-lahan kategorial mulai terbentuk dan kategorial terakhir adalah Ancilla Domini, dimana sebelumnya mereka hanya berbentuk kelompok koor KMK saja. Untuk event tahunan terbesar KMK yang kita kenal dengan ROD (Refresh Our Dream), tentu punya sejarahnya tersendiri. Jadi pada tahun 1991, dibuat acara yang bernama BC (Bible Camp). Dalam acara ini ada sesi - sesi yang dibawakan oleh romo atau frater.

Pagi hari, ada senam pagi bersama, dan ada jalan salib di malam hari. Selain itu, ada acara Bonfire (api unggun) sekaligus malam persembahan, di mana setiap kelompok menampilkan drama/nyanyian. Masih ada pula acara lain seperti hiking dan outbond, lomba masak, dan ada jurit malam untuk melatih keberanian kita. Mirip dengan acara ROD kita saat ini kan? ROD tetap mempertahankan esensi dari BC. Perubahan ini dibuat, karena izin dari orang tua yang sudah semakin sulit untuk didapatkan oleh peserta jika acara masih dilangsungkan di hutan. Yang paling membuatnya beda adalah tempat berlangsungnya acara. BC dilangsungkan di alam terbuka. Pesertanya akan camping

di hutan, dan makanan dimasak sendiri. Sedangkan, ROD dilangsungkan di rumah retret. Makanan juga sudah disediakan dari rumah retretnya, jadi tidak perlu dimasak sendiri. Fellowship pun ada sejak tahun 1991 sampai sekarang. Tujuannya pun sama, untuk mempererat keakraban panitia dalam satu kepengurusan. Nah, untuk acara perayaan Natal dan Paskah bersama, sejak KMK berdiri, tentunya dua acara ini pun sudah ada, termasuk dengan pengakuan dosa dan bakti sosialnya. KMK jumat, Misa Jumat Pertama, dan kegiatan rutin setiap kategorial pun sudah rutin diadakan. Selain itu, dulu ada KMK Sabtu malam, yang sekarang sudah berubah menjadi KMK ceria dan KMK malam. [SaXeN]


Tim CD juga mewawancarai korum (koordinator umum) KMK kita tahun 1993 dan tahun 2010, mengenai seluk beluk mereka di KMK. Yuk, simak cerita mereka ! “Aku aktif di KMK sejak tahun 2007. Waktu itu aku pertama kali jadi mahasiswa baru dan ikut KMK weekend, lalu aku ikut BC 2007 juga. Aku ikut KMK itu karena aku merasa diterima sebagai keluarga. Anak-anaknya itu walaupun masi ga begitu kenal, tetapi asik. Aku pernah menjadi pops acara Natal 2007, sekretaris Paskah 2008, pops acara KMK 2008, pops konsumsi BC 2008, koor dekorasi Natal 2008, pengurus inti PubDok KMK 2009, seksi akomodasi LDK KMK 2009, Korum KMK 2010, dan panitia dana PasGab (Paskah Gabungan) 2010. Acaranya saat itu seru-seru dan oke. Yang paling berkesan bagiku itu BC 2007. Walaupun sampai pingsan-pingsan, tapi itu event yang paling pertama aku ikuti dan yang paling seru juga. Anggota KMK saat itu ga sebanyak sekarang, sekarang sudah ramai sekali. Tetapi saat itu, kategorial lebih banyak anggotanya daripada saat ini.“ - Marcella Marissa (Korum KMK 2010) -


“Saya mulai ikut KMK itu sejak dari awal menjadi mahasiswa di Binus tahun 1993. Saat itu saya baru menjadi peserta aktif saja yang rutin ikut kegiatan KMK Jumat. Saya juga aktif di Legio Maria dari kelas 3 SD di Presidium Perawan yang Setia. Lalu di Binus saya aktif di Legio Maria Presidium Bunda Hati Kudus. Saat ketua presidiumnya menjadi koordinator acara dalam kepengurusan inti KMK, saya diajak untuk menjadi umm... pops mungkin sebutannya untuk sekarang ya. Nah sejak saat itulah saya mulai aktif di KMK sekitar tahun 1994. Setelah itu, pada tahun 1996 saya menjadi korum. Pernah juga menjadi pantia BC dan event-event lainnya. Dulu anggota KMK yang hadir setiap minggunya ga begitu banyak, kecuali saat Misa Jumat Pertama. Saat perayaan Natal bersama yang datang lebih banyak daripada saat KMK Jumat. Acaranya ada misa, dilanjutkan acara kesenian (ramah tamah), ada kata sambutan, dan persembahan acara dari kategorial. Konsumsinya masih berupa snack saja seperti kue-kue dan setelah acara kesenian, acaranya berakhir. Kalo sekarang acara Natal sampai 5 jam, dulu 5 jam itu sudah termasuk beres-beres lhoo hehe.“ - Se Fon (Korum KMK 1993) -



Cakrawala Diakonia #1 | 2013