Issuu on Google+

Nama : Buyung Hekmawan Kelas : X RPL 2

Laporan Kunjungan Industri Tempat : -AKRB Yogyakarta -Pemkab Jembrana -SMK Negeri 3 Negara 1. 2. 3.

Tujuan Pembuatan Laporan : Sebagai bukti tertulis telah mengikuti kunjungan industri. Sebagai pertanggung jawaban atas tugas yang telah diberikan oleh sekolah. Untuk memenuhi atau melengkapi syarat masuk dunia kerja.

SMK Negeri 1 Depok Jl.Raya Tapos Gg. Bhakti Suci No. 100 Kel. Tapos Kec. Tapos Kota Depok 2014


BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kunjungan Industri Kunjungan industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa tentang dunia kerja. Siswa dituntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan industri untuk memperoleh pengetahuan tentang proses pembelajaran perangkat lunak. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambar kepada siswa tentang industri dan proses produksi di bidang IT . Siswa harus membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di sekolah. Siswa diwajibkan membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama kunjungan industri tentang perusahaan yang bersangkutan.

Tujuan Kunjungan Industri Ada beberapa tujuan diadakannya kunjungan industri bagi siswa/siswi sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5.

Memperluas pengatahuan siswa dalam lingkungan dunia kerja. Mendorong siswa agar mempunyai minat bekerja di perusahaan. Memberi informasi tentang cara kerja dan tenaga kerja perusahaan. Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab. Membantu siswa melaksanakan program diklat.

Manfaat Kunjungan Industri Kunjungan ke perusahaan ini diharapkan dapat memiliki manfaat bagi para siswa diantaranya siswa dapat mengetahui dan lebih mengerti tentang dunia IT , dan juga mengetahui informasi - informasi dunia kerja.

Lokasi Kunjungan Industri Lokasi kunjungan industri berada di 3 lokasi yaitu: -Jl. Janti nomor 3/47 Karangjambe Sayap Barat Jembatan Layang Janti Yogyakarta.(AKRB Yogyakarta) -Jl. Surapati No 1 Kec. Jembrana Kab. Jembrana Prov. Bali. (Pemkab Jembrana, Bali) -Jl. Tanjung Raya B.B.Agung Negara-Jembrana (SMK Negeri 1 Negara)


BAB II PEMBAHASAN HASIL KUNJUNGAN AKRB Profil

 Tentang AKRB Trend ekonomi nasional yang saat ini mengarah pada perkembangan yang pesat terutama dalam industri dan bisnis media, menjadi alasan dan semangat awal dari pendiri yayasan Radya Binatama untuk menciptakan institusi pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi. Sebuah institusi pendidikan yang mencoba menjawab tantangan perkembangan industri dan bisnis media tersebut dengan menciptakan tenaga-tenaga ahli dan profesional di bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi Komunikasi. Dengan berbekal pertimbangan diatas, maka yayasan Radya Binatama pada tahun 1999 mendirikan Akademi Komunikasi Radya Binatama atau yang kemudian dikenal dengan AKRB. Didirikan pertama kali oleh Aris Yudanto SH dan Dra Mirsawati, M.Si wiraswastawan media di Yogyakarta, dengan akta Notaris Silvia Veronica SH, nomor 28 tertanggal 12 Maret 1991 dan akta perubahan nomor 21 tertanggal 9 September 1999 dengan Notaris Soemi Sajogjo Moedito Mardjikoen SH. Pertama kalinya AKRB berkantor pusat di jalan Purwanggan nomor 7. Kepentingan pengembangan institusi untuk kemudian berpengaruh pada kepengurusan yayasan ini, dimana saat ini AKRB dijalankan dalam satu manajemen dengan STMIK AMIKOM Yogyakarta, dibawah Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. H.M Suyanto, MM. Berkantor pusat di jalan Janti nomor 3/47 Karangjambe Sayap Barat Jembatan Layang Janti Yogyakarta.

Visi, Misi dan Tujuan AKRB Sebagaimana sebuah institusi pendidikan, Akademi Komunikasi Radya Binatama mengorganisasikan dirinya berdasarkan visi misi yang jelas. Visi AKRB “Menjadi Perguruan Tinggi Unggulan Dalam Mencetak Tenaga Profesional Di Bidang Komunikasi di Indonesia tahun 2020�


Misi AKRB 1. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan terbaik di bidang komunikasi dan kepenyiaran berbasis Creativepreneur, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang komunikasi dan penyiaran untuk kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat. 3. Menjalin kerjasama dengan industri atau dunia usaha sebagai masukan dalam mengasah kemampuan membuat karya-karya di bidang kepenyiaran. Tujuan AKRB 1. Meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan pelatihan di bidang komunikasi dan kepenyiaran, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Memberikan layanan yang profesional serta menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar dunia kerja. 3. Menciptakan suasana akademik yang kondusif dengan orientasi Student Centered Learningsehingga menghasilkan lulusan yang profesional dan mampu berkarya di industri komunikasi. 4. Menghasilkan karya-karya yang diakui secara nasional. 5. Menghasilkan lulusan yang mampu mengaplikasikan keahliannya di bidang komunikasi dan kepenyiaran. Visi Program Studi Penyiaran AKRB �Menjadi program studi unggulan di Indonesia dalam menghasilkan tenaga profesional yang kompeten di bidang penyiaran, siap pakai, beretika dan berdaya saing pada tahun 2020″

Misi Program Studi Penyiaran AKRB Untuk mewujudkan Visi Program Studi Penyiaran AKRB Yogyakarta, maka ditetapkan misi sebagai berikut : 1. Menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompeten secara akademis, manajemen profesional, berjiwa wirausaha dan berwawasan dibidang penyiaran. 2. Menyajikan kurikulum yang terstruktur, efektif dan efesien serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penyiaran. 3. Menyelenggarakan kegiatan seminar, pendidikan dan pelatihan atau workshop guna pengembangan diri dan wawasan agar siap kerja, beretika dan kompetitif


4. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Penyiaran untuk kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat 5. Menjalin kerjasama dengan industri atau dunia usaha sebagai masukan dan umpan balik kualitas lulusan serta mengetahui apa yang dibutuhkan dunia usaha.

Tujuan Program Studi Penyiaran AKRB Tujuan yang ingin dicapai Program Studi Penyiaran AKRB Yogyakarta adalah sebagai berikut : 1. Menghasilkan lulusan Ahli Madya yang kompeten, beretika dan profesional dalam menerapkan ilmu pengetahuan komunikasi dan penyiaran, serta ahli dan terampil dalam pengembangan kreativitas bagi kebutuhan dunia industri penyiaran di masa kini dan masa yang akan datang. 2. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi penyiaran serta penerapannya dalam kerangka pengembangan dan pembangunan masyarakat ke arah masa depan. 3. Memiliki sertifikasi yang diakui secara nasional serta dirancang untuk memiliki kompetensi utama yang telah ditetapkan 4. Memberikan pelatihan jangka pendek bagi masyarakat, instansi maupun dunia industri.

Tenaga Pengajar Tenaga Pengajar (Dosen) di AKRB diampu oleh dosen yang berkualitas dari Praktisi dan Akademi yang berpengalaman dan ahli di bidangnya yang terdiri dari Dosen Tetap, Dosen Luar Biasa dan Dosen Tamu. Dalam kegiatan proses belajar mengajar dosen bersikap familiar dan tanggungjawab sehingga mahasiswa dapat menyerap materi kuliah dengan baik. Hal ini dilakukan AKRB dalam tujuannya memberi bekal bagi mahasiswanya tidak hanya secara teoritis saja melainkan kemampuan-kemampuan praktis yang dibutuhkan dalam dunia industri media yang sebenarnya.

Sarana dan Prasarana Dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar, Akademi Komunikasi Radya Binatama (AKRB) Yogyakarta menyediakan beberapa fasilitas, sarana maupun prasarana, diantaranya adalah sebagai berikut:


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Ruang Kelas yang nyaman, ber-AC, dan dilengkapi LCD. Laboratorium : Editing, Radio, Fotografi, Komputer Grafis & Animasi Ruang tunggu mahasiswa Mushola Free Hotspot Lab Dunia Kerja RBTV, tiap minggu memproduksi acara TV “Pelangi Jogja” Perpustakaan

 Tentang Pemkab Jembrana Kependudukan dan Demografi Berdasarkan data yang tercatat pada Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan, jumlah penduduk Kabupaten Jembrana sampai dengan tahun 2013 adalah sebanyak 321.008 jiwa dengan distribusi sebagai berikut:

    

Kecamatan Melaya=62.908 Jiwa Kecamatan Negara=93.070 Jiwa Kecamatan Jembrana=62.790 Jiwa Kecamatan Mendoyo=71.023 Jiwa Kecamatan Pekutatan=31.217 Jiwa


Penduduk Kabupaten Jembrana yang wajib KK pada tahun 2013 tercatat sebanyak 88.159 dengan jumlah penduduk wajib KTP sebanyak 233.067 orang. Penduduk yang telah memiliki KTP berjumlah 194.492. Usaha yang telah dan terus dilakukan oleh Pemkab Jembrana untuk merangsang minat masyarakat agar memiliki KK ataupun KTP adalah dengan cara memberikan Santunan Kematian. Dengan adanya program Santunan Kematian ini maka penduduk jembrana yang sudah memiliki KTP dan masih berlaku, apabila meninggal dunia akan mendapat uang santunan.


 Tentang SMK Negeri 3 Negara

Kurikulum Kurikulum yang dikembangkan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengacu pada standar nasional pendidikan yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

VISI : Terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi, yang dinamis terhadap perkembangan IPTEK, berlandaskan IMTAQ menuju kemandirian.

MISI : 1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif 2. Menumbuhkan sifat mandiri berlandaskan jiwa kewirausahaan 3. Meningkatkan kemampuan dan etos kerja siswa sesuai dengan tuntunan lapangan kerja 4. Mengembangkan bakat dan minat siswa di bidang non-akademis 5. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa


BAB III PENUTUP Kesimpulan Dengan melakukan kunjungan Industri ke AKRB,Pemkab Jembrana, dan SMK Negeri 1 Negara saya mendapat pengalaman baru tentang industri, lebih mengerti dunia kerja industri, dapat membandingkan ilmu yang diperoleh di sekolah dengan dunia kerja industri. Observasi yang dilakukan secara nyata dan langsung pengembangan atas tugas yang diemban oleh siswa yang pada akhirnya sebagai bekal untuk tekun terjun di masyarakat ataupun di dunia kerja.

Kesan dan Saran

a. b. c. d. a. b. c. d.

Untuk menjadi bahan referensi dalam kunjungan industri berikutnya, kami mempunyai beberapa masukan yang mungkin bisa bermanfaat. Kesan : Sambutan dari pihak perusahaan sangat ramah dan baik. Kunjungan industri ini sangat bermanfaat, karena kita bisa melihat langsung karyawankaryawan yang sedang bekerja di perusahaan tersebut. Banyak pengalaman yang kami peroleh di perusahaan tersebut. Kami mendapatkan banyak keterangan mengenai perusahaan yang kami perlukan. Saran : Sebaiknya pimpinan lebih jelas dalam menerangkan atau menjelaskan tentang bagianbagian atau tugas-tugas karyawanya. Kegiatan lebih baik disesuaikan dengan jadwal produksi agar siswa dapat mengetahui proses pembuatannya. Diharapkan agenda program Kunjungan Industri ini tetap berjalan setiap tahunnya. Kunjungan Industri hendaknya dilaksanakan dengan biasa yang terjangkau oleh siswa


Laporan kunjungan industri