Page 1


Selamat & Sukses

IBDExpo 2018 Grand City Surabaya 3-6 Oktober 2018 KUNJUNGI BOOTH KAWASAN INDUSTRI BUMN

@ LANTAI 3 GRAND CITY

MAJALAH

BUMN KAWASAN INDUSTRI EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

3


CONTENTS.

EDISI 001 TAHUN I 2018

Liputan Utama [hal.9-29]

SURAT PEMBACA

BUMN UPDATE

6. Ingin Tulisan Lengkap tentang Izin Lingkungan, Amdal, UKL-UPL

34. Sinergi BUMN KI Bentuk Indonesian Integrated Industrial Estate (IIIE) 35. FGD Fokus Bahas Alternatif Pembiayaan Pengembangan Kawasan

DARI KAMI 7. Lompatan

LIPUTAN UTAMA 9. Kiprah BUMN Kawasan Industri Turut Membangun Negeri 10. KBN Menuju Kawasan Industri Kelas Dunia 15. JIEP: Inovasi Tiada Henti Hadapi Era Revolusi Industri 4.0 18. PT KIM: Transformasi PT KIM Menjadi Kawasan Industri Modern 21. KIW: Berkomitmen Memberi Kemudahan Investor 24. PT SIER: Lebih Responsif pada Peluang Bisnis yang Sedang Berkembang 27. PT KIMA: Siap Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia Timur. 29. PT Persero Batam: Menuju Perusahan Jasa Logistik & Pengelola Kawasan Industri Terkemuka

WAWANCARA 30. Direktur Utama PT KIMA, Abdul Muis: Hadirkan “Smart Industrial Estate” untuk Kemudahan Tenant dalam Berbisnis

4 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

INDUSTRI 37. Trend Kawasan Industri Dunia: Makin Dibutuhkan Kawasan Industri Terpadu dengan Sistem Manajemen yang Canggih

LINGKUNGAN 39. Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di Perusahaan

BISNIS 41. KBN Resmi Menempati Kantor Pusat yang Baru 43. Kembangkan Pasar, PT SPU Incar Pasar Properti Apartemen & Hotel 44. Lewat Anak Usaha PT PWS, KIW akan Optimalkan Potensi Investor Jateng 45. Maksimalkan RSU Pekerja, KBN Gandeng RS Pelni 46. JIEP Terima Sertifikat Obyek Vital Nasional Kawasan Industri 47. Banyak Keunggulan Diperoleh, Saatnya Berinvestasi di KIW 48. E-Gate JIEP Ciptakan Keamanan di Kawasan Industri Pulogadung

49. PT JIEP Raih Penghargaan Kawasan Industri Hijau Terintegrasi Top BUMD2018 50. JIEP Raih Penghargaan In House Magazine BUMN2018 51. Gandeng HIN, PT JIEP Bangun Hotel di Pulogadung 52. KIW Siapkan 78 Hektar Lahan untuk Pabrik 53. Logistik SIER: Tak Hanya Logistic Partner, tapi Solution Partner

BUMN PEDULI 54. KBN & Investor Sumbang Korban Gempa Lombok 55. PT SIER Gandeng PNM Adakan Pelatihan bagi UMK 56. KIW Sebar Manfaat untuk Masyarakat 57. PT JIEP Aktif Berdayakan Perempuan 58. KBN Gelar Bazaar Sembako Murah 59. KBN Satu-satunya BUMN yang Adakan Pangkas Rambut Gratis 60. Pinjaman PKBL KBN Selamatkan Mitra UKM dari Cengkeraman Rentenir 61. PT SIER Bangun 100 Jamban di Ponorogo 62. KBN Selalu Bekali Calon Mitra UKM dengan Pelatihan Usaha 63. Sambutan Istimewa untuk Delegasi SMN Kaltara 64. Dukung Ecogreen, PT KIM & 5 BUMN Lain Tanam 100 Pohon Ketapang Kencana 65. KBN Galang Aksi Bersih-bersih Kawasan


Dirgahayu HUT Ke-30

PT KAWASAN INDUSTRI MEDAN 7 OKTOBER 1988 - 7 OKTOBER 2018 TUMBUH DAN BERTRANSFORMASI MENUJU KIM BERJAYA

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

5


SUARA PEMBACA

Ingin Tulisan Lengkap tentang Izin Lingkungan, Amdal & UKL-UPL

M

ELALUI ruang pembaca ini saya ingin media ini sesuai namanya menulis lengkap dan mendetail tentang apa yang dinamakan izin lingkungan, Amdal (analisa mengenai dampak lingkungan, maupun UKL-UPL, disertai bagaimana cara

mendapatkannya. Selama ini begitu banyak orang bilang Amdal, izin lingkungan, dan lainnya tapi sering tak tahu banyak apa saja persyaratannya, apalagi cara mendapatkannya. Sebagai pengelola pabrik, terus terang saya tiap tahun dibuat pusing oleh semua istilah-istilah itu yang katanya jadi salah satu persyaratan sebagaimana diamanatkan dalam UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup disertai PP 27/2012 tentang Izin Lingkungan. Saya sudah coba bolak-balik browsing di internet tentang istilah-istilah tersebut, namun rasanya belum begitu memadai. Terlebih, di situ lebih banyak teo-ritisnya saja. Tidak secara gamblang menjelaskan bagaimana teknis pengurusannya. Sebagai pengelola tempat industri yang baik, saya ingin memenuhi semua ketentuan yang ada. Tapi, sejauh ini belum mendapat penjelasan yang rinci tentang bagaimana mendapatkan izin lingkungan, Amdal, UKL-UPL. Mana yang lebih dulu diurus UKL-UPL, atau izin ling-

kungan. Untuk mendapatkan Amdal apakah harus mendapatkan izin lingkungan UKL-UPL lebih dahulu atau tidak. Kurangnya sosialisasi dari instansi terkait membuat saya dan mungkin banyak pelaku industri lain yang dibuat bingung dan tak jarang mungkin jadi ‘lahan’ oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk memperalat kami-kami ini. Maka, melalui forum ini saya ingin mendapat penjelasan secara rinci dan mendetail tentang semua persyaratan tadi disertai bagaimana syarat dan pelaksanaannya secara teknis. Mungkin terasa aneh apa yang saya tanyakan di sini, tapi mungkin ini sering saya jumpai dalam acara-acara minum kopi bersama para pimpinan perusahaan dan dinas terkait. Saya rasa karena selama ini apa yang disampaikan hanya teori. Saya kira para staf di dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup secara berkala perlu turun langsung ke lapangan menjelaskan kepada para pelaku industri agar lebih jelas dan lebih patuh pada lingkungan. Saya yakin, semua ingin agar lingkungan di sekitar kita tetap hijau, asri, dan lestari. Anton Putranto metroniaga@gmail.com

Catatan Redaksi: Terima kasih, usulan yang bagus dan bisa kami pertimbangkan untuk ditulis pada edisi-edisi yang akan datang.

PENERBIT: Konsorsium BUMN Kawasan Industri. PELINDUNG: Direksi BUMN Kawasan Industri; PT KBN Persero, PT JIEP, PT KIM, PT SIER, PT KIW, PT KIMA, PT Pengusahaan Daerah Industri (PDI) Pulau Batam. KETUA DEWAN PENGARAH: Daly Mulyana. DEWAN REDAKSI: Sekretaris Perusahaan PT KBN Persero (Koordinator), PT JIEP, PT KIM, PT KIW, PT SIER, PT KIMA, PT PDI Pulau Batam. PEMIMPIN REDAKSI: Maryoto. REDAKSI & KONTRIBUSI: PT KBN (Persero); Toha Muzaqi (Sekretaris Perusahaan), Tumpak Manurung (Kepala Bagian Humas & Sekretariat), Roffanzah (Kepala Seksi Humas), Ibnu Mukhlisin (Humas), Jihadi D. Wicaksono, PT JIEP; Purwati (Head of Corporate Secretary), Narutama (Department Head Corporate Communication, CSR & PKBL), Galih Geraldi (Corporate Communication), Nabila Maharani, PT KIW; Anita Wahyu Rakasiwi (Corporate Communication & MIS), M. Ali Afandi, Lukman Nurhandy Pradana (Marketing), PT SIER; Tuaji (Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan), Suranto (Kepala Divisi Pemasaran), Fitrina Kusuma Dewi (Kepala Unit Pemasaran Lahan), Faunia Dwi Astiti (Pemasaran), Niko Ardyatama (Protokol & Humas), PT KIM; Baringin Simanjuntak (Manager Corporate Secretary), Taruli Silaen ( Asisten Manajer Marketing/Tim PKBL), Endang Budiwati Sinaga (Marketing Communication), PT KIMA; Imran Yamin (Sekretaris Perusahaan), Suryadi (Kepala Divisi Pemasaran), Syamsuddin Djumadi (Kasubdiv Pemasaran dan Jasa-Jasa), Muh. Jabbaryans (Kasubdiv Humas), Arif Musfarid (Pemasaran), PT PDI Pulau Batam; Dadan Supardan (GM SDM & Umum, Corporate Secretary), Budi Susanto (GM Pemasaran & Pengembangan), Mulyadi DH (Manajer Pemasaran), Ricky Bernado (Rep. Perwakilan Jakarta). MARKETING: Marketing BUMN Kawasan Industri. DISTRIBUSI: BUMN Kawasan Industri. SEKRETARIAT: Kantor Konsorsium Kawasan Industri. ALAMAT REDAKSI: Humas PT KBN (Persero), Jl. Raya Cakung-Cilincing, Jakarta 14140. E-MAIL: bumnkawasanindustri@gmail.com. PELAKSANA PRODUKSI: CV Matra Mandiri, Mobile Phone: 08170025000, 082225956000 >> Redaksi menerima artikel/tulisan/foto dan materi lain yang sejalan dengan visi dan misi majalah ini. Redaksi berhak menyunting tanpa mengurangi esensi tulisan.

6 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018


Dari Kami LOMPATAN

K

ETERBATASAN waktu sering memaksa kreativiSecara hitung-hibungan kasar memang sulit mewutas kita untuk segera hadir, berpacu lebih cepat judkannya. Dalam waktu yang hanya dalam hitungan dari kondisi normal. Dan inilah yang terjadi pada minggu, cukup gambling. Terlebih setelah saya pikir siapa majalah BUMN KAWASAN INDUSTRI yang kini sampai di saja penulisnya? Sumbernya...? Semua berjauhan. Semua tangan Anda, para pembaca sekalian. bukan wartawan yang sudah terbiasa kerja marathon. Mungkin banyak yang tak percaya media ini -- dari ide Tapi, setelah saya teringat ‘wejangan’ Pak Daly tadi tenawal sampai terwujud -- hanya butuh waktu tidak lebih tang perlunya ‘lompatan’ agar tak puas dengan hasil yang dari 3 minggu. Untuk sebuah media baru dengan tim yang biasa-biasa saja -- saya dengan yakin langsung terpacu awalnya tidak ada, tentu sebuah pekerjaan ‘gila’ kalau tak dan menyatakan kesiapannya. Tidak ada kata lain, lanjut! mau disebut cuma ‘mimpi’. Alhamdulillah begitu dibentuk grup whatsapps (WAG), Yang pantas kita syukuri bersama, berkat kerja keras, respon dari masing-masing Humas/PR kawasan industri kreativitas, profesionalitas dan tentu dukungan semua dari ujung Pulau Sumatera sana sampai Makassar di Indopihak, Tuhan memberikan banyak kemudahan bagi terwunesia Timur langsung saling bersahutan. Support mereka judnya media baru ini. yang luar biasa langsung mematahkan semua keraguan Saya tak mengira tantangan Pak Daly Mulyana -saya. Sejumlah kawasan industri yang selama ini HumasDirektur Keuangan PT KBN Persero – akan berujung pada nya tampak pasif dalam meng-update- berita di website, sebuah karya ini. Karena majalah ini, saya ternyata sama sekali tak tercermin di sini. jadi ingat sambutan perdana Pak Daly di haSesuatu yang se- Justru sebaliknya, mereka semua luar dapan para komisaris, direksi, dan segenap mula terasa tidak biasaaa..... karyawan KBN yang kala itu menekankan Pak Toha Muzaqi (Sekper KBN) yang semungkin menjadi lalu sibuk mengkoordinasi kesiapan masingtentang perlunya ‘lompatan pendapatan’. Ya mungkin lewat lompatan atau kuantum. masing BUMN yang terlibat, mulai dari KIM, Ternyata, kali ini tantangan itu secara JIEP, KBN, KIW, SIER, KIMA, PT PDI Pulau capaian kerja tidak langsung juga menyasar saya untuk Batam dan lainnya tampak puas setiap kali bersama. membuat sebuah lompatan waktu pembuatmelihat interaksi para personel Humas KI an majalah. yang begitu intens. Saya ingat betul menjelang detik-detik penutupan Perwujudan media ini tak lepas dari peran besar teamrapat FGD (focus group discussion) di lantai 4 kantor baru work yang saya pandang sangat sigap dan solid itu. KBN, Pak Daly bilang, “Saya punya majalah seperti ini,” Masih ingat anjuran yang sering didengung-deujar Pak Daly sembari memamerkannya kepada semua ngungkan Presiden Joko Widodo tentang perlunya kerja direksi dan pejabat BUMN KI. “Agar BUMN Kawasan bersama alias gotong-royong? Kali ini kita telah buktikan Industri bisa mempromosikan produk-produknya ke luar, lewat karya ini. Kita telah mewujudkankan sesuatu yang saya kira juga perlu bikin majalah seperti ini,” lanjut Pak semula terasa tidak mungkin menjadi mungkin lewat Daly meyakinkan. capaian kerja bersama. Tak diduga, suara di forum kompak bulat untuk segera Akhir kata, ibarat bayi yang baru lahir, majalah ini mewujudkannya. Bisa nggak bisa, harus segera mereatentu jauh dari kesempurnaan. Kami sadari, di sana-sini lisasikannya. “Pokoknya sebelum berlangsung IBD Expo di masih banyak kekurangan. Karenanya, di ruang ini, deSurabaya harus sudah selesai,” pinta Pak Daly. ngan segala kerendahan hati, kami siap menerima kritik, “Wah... wah... Apa mungkin ya? Mepet banget waksaran, dan masukan positif demi perbaikan majalah ini di tunya...” begitu pikir saya dalam hati. Tapi, tak perlu masa datang. berpikir lama-lama keputusan harus segera dibuat untuk menjawab tantangan itu. “Siap Pak, laksanakan...!” begitu Salam, jawab saya seperti prajurit sedang menghadap komanMARYOTO dannya. Editor in Chief

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

7


8 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018


LIPUTAN UTAMA

KIPRAH BUMN KAWASAN INDUSTRI TURUT MEMBANGUN NEGERI OLEH

TIM BUMN KAWASAN INDUSTRI

K

AWASAN Industri (KI) milik BUMN yang tersebar dari paling barat Indonesia sampai kawasan timur seperti urat nadi kehidupan industri di tanah air. KI BUMN bisa jadi indikator dari denyut nadi industri di kawasan sekitarnya. >> Kehadiran KI BUMN tak bisa dipungkiri telah banyak memberikan manfaat ekonomis dan sosial bagi masyarakat sekeliling. >> KI BUMN terus berupaya melayani investor dan calon investor dengan sebaik-baiknya agar industri di tanah air tetap tumbuh dengan baik dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa ini. KI BUMN terus berupaya ikut memajukan industri di tanah air dengan berbagai layanan, produk dan inovasinya. Pertumbuhan industri akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan secara tidak langsung akan turut memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Singkat kata, kawasan industri BUMN selama ini telah ikut â&#x20AC;&#x2DC;memberi warnaâ&#x20AC;&#x2122; bagi perkembangan industri di tanah air. >> Jatuh-bangunnya BUMN KI bisa berimbas ke mana-mana (multiplier effect). Mulai dari pedagang nasi bungkus buat para pekerja sampai pengelola usaha rumah sewa, mal, dst dst... >> KI BUMN seperti rumah bagi banyak orang, karenanya harus terus dijaga bersama agar selalu dalam kondisi baik dan memberi manfaat bagi kelangsungan hidup banyak orang. <> EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

9


LIPUTAN UTAMA

KBN Cakung

PT KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (KBN) PERSERO

Menuju Kawasan Industri Kelas Dunia Ke depan, KBN akan mengarah ke industri padat teknologi dan padat modal. Secara perlahan akan mengurangi industri padat tenaga kerja dan mengarah ke industri yang berbasis teknologi informasi (IT)

10 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

M

ENGHADAPI revolusi 4.0 yang tak bisa dibendung, PT Kawasan Berikat Nusanatara (PT KBN Persero) tak tinggal diam. BUMN bidang kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan ini pun terus berbenah. Targetnya, menjadi kawasan industri yang bukan saja dikenal di Asia, tapi juga dunia. Kawasan industri merupakan salah satu bisnis yang tak bisa mengelak dari perubahan yang diakibatkan revolusi industri generasi keempat atau Industri 4.0 itu. Jika tetap bertahan pada cara lama, maka akan ditinggalkan pasar dan berujung pada kebangkrutan. Era Industri 4.0 menuntut kawasan

industri yang dinamis dan lentur pada perubahan. Perubahan ini oleh PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero dilihat bukan saja sebagai ancaman, tapi juga peluang. Perubahan ini menjadi momentum bagi BUMN yang core business-nya di sektor kawasan industri ini untuk menata ulang kawasan modern dan diperhitungkan dunia internasional. Menjadi mimpi jajaran direksi dan segenap pegawai PT KBN Persero, untuk menjadikan KBN sebagai kawasan industri berstandar internasional. Saat ini Direktur Pengembangan KBN sedang menyusun cetak biru pengembangan di masa yang akan datang disesuaikan dengan trend kawasan industri yang cenderung mengarah pada smart industrial estate. Menghadapi era Industri 4.0, ke depan bisnis logistik dikembangkan mengarah kepada logistic robotic.


LIPUTAN UTAMA

KBN juga akan menyasar perusahaan berteknologi tinggi (hi-tech). “Ke depan, KBN akan mengarah ke industri padat teknologi dan padat modal. Secara perlahan akan mengurangi industri padat tenaga kerja dan mengarah ke industri yang berbasis teknologi informasi (IT). Saat ini sudah mulai dilakukan langkah ke arah itu,” terang Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaedi. Nantinya, mulai dari pintu masuk segala aktivitas akan terdeteksi. Kalau selama ini belum dikenai tarif parkir seperti kawasan lain, nantinya juga akan dikenai biaya. Ini selain sebagai pendapatan, juga akan membatasi kendaraan yang tidak ada kepentingan untuk parkir di kawasan KBN. Untuk mengoptimalkan pendapatan, semua alat berat yang digunakan di SBU logistik nantinya juga akan dipasang peralatan yang terhubung di suatu bagian pengendalian.

Pemasangan alat ini guna menekan adanya kebocoran dan efektivitas peralatan yang digunakan. Masih dalam upaya mengoptimalkan pendapatan, perusahaan juga terus melakukan transformasi bisnis dengan terus meningkatkan porsi dari menyewakan menjadi mengelola sendiri unit-unit bisnisnya. Sejumlah depo logistik sekarang juga sudah dikelola sendiri bekerja sama dengan perusahaan lain yang sudah berpengalaman dalam pemasaran. Untuk depo kontainer isi Blok F yang dalam waktu dekat segera difungsikan juga dikelola sendiri oleh SBU Logistik KBN. Semua program ini merupakan ‘pekerjaan besar’ bagi KBN, namun dengan kerja keras dan perencanaan yang tepat KBN mampu merealisasikannya. “Sambil mempertahankan sumber-

p Menteri Perdagangan Belanda melihat dari dekat proses produksi pakaian yang akan diekspor ke Eropa dan Amerika. Belanda dan negara-negara Eropa sangat concern dengan para pekerja wanita di sektor industri garmen.

sumber pendapatan yang sekarang ada, kita akan terus bergerak menuju kawasan industri yang memang lebih maju, lebih baik, dan tentunya lebih canggih dalam upaya meningkatkan pendapatan dan pelayanan.” Untuk mewujudkan mimpi itu, Dirbang KBN telah memetakan langkah dalam tiga tier, di mana tier I menyangkut kawasan industri itu sendiri, tier kedua menyasar unit logistik, air, properti, dan tier ketiga terkait bisnis beton. Dirbang memaparkan akan memulai dengan penyehatan lingkungan, seperti menjadikan kawasan bebas dari sampah, debu, bau-bau yang mengganggu, jalan berlubang, EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

11


LIPUTAN UTAMA

Depo kontainer kosong terbuka KBN Marunda

genangan air, dan gangguan lainnya. Barang-barang rongsokan yang selama ini mengganggu pandangan mata harus akan disingkirkan dan jika dimungkinkan dijadikan sumber pendapatan. â&#x20AC;&#x153;Para pedagang yang selama ini memanfaatkan kantin untuk berjualan dan jorok harus dicarikan solusinya agar tidak jadi tempat kumuh yang justru mengganggu nilai KBN. Begitu pun PKL yang seenaknya menjual makanan di depan pabrik atau pinggir-pinggir jalan harus ditata dengan membuatkan kantin yang lebih layak,â&#x20AC;? cetus sambil menambahkan, KBN juga sedang menggagas semacam food court dengan pola subsidi silang sehingga tak sembarang pedagang kaki lima bisa berdagang di kawasan industri. Penataan juga menyentuh akses masuk ke KBN. Mulai transportasi ojek, angkutan buruh, pedagang kaki lima, dan lainnya. Perlu ada semacam e-gate agar jelas siapa saja yang masuk dan untuk kepentingan apa ke KBN. Didi yakin, pembenahan dan penataan kawasan plus penambahan teknologi akan berujung pada perbaikan pendapatan KBN. Sebaliknya, bila kawasan tak terkelola dengan

12 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Depo kontainer terbuka dengan armada forwarding

baik akan membuat KBN sulit untuk dipasarkan.

Pengelolaan

KBN memang menyimpan potensi yang jarang dimiliki kawasan industri lain. Lokasi KBN sangat strategis dan berjarak sekitar 5 kilometer dari pelabuhan Tanjung Priok. Marunda yang langsung berhadapan dengan pantai Laut Jawa, sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi pelabuhan

yang mendukung upaya pemerintah di bidang transportasi laut. Sungai Blencong yang membelah kawasan Marunda dan selama ini sudah dijadikan dermaga juga bisa dikembangkan lebih besar lagi. Lokasi KBN yang berdekatan dengan Pelindo II juga bisa dimaksimalkan. Jika disinergikan dengan bisnis Pelindo II sebagai pendukung pergudangan dan lainnya akan meningkatkan pelayanan kawasan industri yang cikal


LIPUTAN UTAMA

bakalnya mulai dirintis pada 1968 ini. PT KBN mengelola kawasan industri baik yang berstatus kawasan berikat (Export Processing Zone) maupun non berikat. Kawasan berikat adalah wilayah tertentu di dalam daerah pabean Indonesia yang merupakan salah satu prasarana penunjang pengembangan ekonomi dengan menggunakan lokasi tersebut untuk meningkatkan industri pengolahan berorientasi ekspor yang mendapat insentif khusus yaitu pembebasan bea masuk dan pungutan negara lainnya. Dalam mengelola kawasannya, KBN menyasar investor atau pelanggan yang berorientasi ekspor dengan dukungan layanan satu pintu (one stop service). Pelayanan satu pintu termasuk pemberian izin untuk kegiatan usaha para investor sangat memudahkan investor, sehingga mereka tidak perlu mengurus izin usahanya di instansi-instansi atau departemen terkait. KBN didukung oleh sarana pergudangan dan depo kontainer yang luas lengkap dengan alat berat yang dibutuhkan, mulai dari forklift sampai reachstacker. Alat-alat berat ini secara bertahap terus diperbarui dengan teknologi terkini. Kini, KBN telah menjalin kerjasama dengan produsen alat-alat berat kelas dunia dari China, Sany. Untuk mendukung kegiatan eksporimpor, KBN juga menyediakan sarana forwarding yang memadai. Juga tersedia depo kontainer yang luas di Marunda maupun Cakung. Kini untuk mendukung logistik, KBN sedang membangun depo kontainer isi dengan luas total hampir 8 hektar di SBU KBN Cakung. Sementara untuk ikut mendukung ekonomi kemaritiman, KBN akan membangun dermaga di KBN Zona C-04 Marunda. Sarana untuk menunjang kegiatan impor barang penunjang produksi, KBN menyediakan Pusat Logistik Berikat (PLB) di kawasan Marunda. Di PLB barang baru dibayar bea masuknya setelah keluar dari PLB.

p Unit produksi beton mixed Prima Beton di Marunda.

Untuk menghemat biaya logistik, perusahaan bisa menjadi rekanan PLB dengan nama “Perusahaan Dalam PLB” atau PD PLB. Sementara untuk mendukung kegiatan konstruksi, KBN juga menyediakan beton mixed dan pracetak di bawah kendali Prima Beton. Unit usaha di bawah KBN ini dikenal akan kualitasnya, karena didukung bahan baku berkualitas tinggi yang diolah dengan standar mutu yang telah teruji. Sementara, untuk mendukung operasional perusahaan, KBN menyediakan fasilitas air bersih yang berasal dari perusahaan daerah air minum (PDAM) Jaya dan Water Treatment Plant (WTP) KBN sendiri. Untuk fasilitas kesehatan, KBN sudah memiliki Rumah Sakit Umum & Pekerja KBN di KBN Cakung. RSU yang kini bekerja sama dengan RS Pelni ini memiliki 168 kamar yang disediakan untuk pekerja maupun masyarakat sekitar. Untuk masalah transportasi, KBN sudah menyiapkan bus untuk pekerja yang sudah beroperasi sejak empat tahun lalu dengan tarif yang sangat murah agar buruh bisa menekan biaya

transportasi di dalam kawasan. KBN yang sudah meraih predikat kawasan industri Obyek Vital Nasional (OVN) menjanjikan keamanan yang lebih dibanding kawasan lain. Sebab, setiap aksi buruh hanya diperbolehkan sampai depan gerbang kawasan, dan sama sekali tidak boleh masuk sampai ke lingkungan pabrik yang disasar. Rasa nyaman berinvestasi ini membuat banyak investor lebih memilih KBN sebagai tujuan investasi. Sementara itu para investor yang berada di KBN kebanyakan bertahan sampai puluhan tahun. KBN dengan predikat kawasan industri terluas di Jakarta selain memanjakan investor dengan fasilitas yang lengkap, juga dekat dengan pelabuhan. Akses tol dari dan ke KBN sangat mudah dan dekat dari Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan jargon “KBN TOP” yakni Terpercaya, Optimal, Prima diharapkan akan banyak memberikan kemudahan dan pelayanan bisnis yang semakin baik di KBN.

u

TIM

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

13


Selamat & Sukses Atas terbitnya majalah

SEMOGA MAMPU MEMBERIKAN INFORMASI YANG MEMBANGUN BAGI PERKEMBANGAN BISNIS KAWASAN INDUSTRI DI INDONESIA.

14 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018


LIPUTAN UTAMA

E-Gate di JIEP

PT JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG (JIEP)

Inovasi Tiada Henti Hadapi Era Revolusi Industri 4.0 Terus berinovasi agar JIEP menjadi Kawasan Industri bertaraf global sekaligus berdaya saing tinggi

B

ERBAGAI inovasi membuat PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) mantap menyongsong era Industri 4.0. Ke depannya JIEP yakin bisa menjadi Kawasan Industri yang menghadirkan produk-produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Tahun 2017 menjadi tahun pencapaian bagi PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP). Penghargaan The Best Innovation in Green Environtment Strategy dalam ajang Property Innovation Award (PIA) 2017 pada November 2017 melengkapi empat penghargaan yang diraih

JIEP. Ini membuat mereka makin mantap menatap era Industri 4.0. Direktur Utama PT JIEP (saat itu, pen) Rahmadi Nugroho mengatakan, penghargaan ini merupakan buah dari sejumlah inovasi seluruh jajarannya. Ia pun optimistis, ke depannya JIEP bisa menjadi Kawasan Industri yang menghadirkan produkproduk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. â&#x20AC;&#x153;Kami menyadari betul pen-tingnya berinovasi di era globalisasi seperti saat ini karena dengan inovasi kedepannya kita mampu memenangkan persaingan bisnis yang semakin dinamis di masa yang akan datang. Oleh karena itu kami seluruh insan JIEP terus berusaha semaksimal mungkin EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

15


LIPUTAN UTAMA

dalam berinovasi agar JIEP menjadi Kawasan Industri bertaraf global sekaligus berdaya saing tinggi,â&#x20AC;? ujarnya. Penghargaan The Best Innovation in Green Environtment Strategy dalam ajang Property Innovation Award (PIA) 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Property- In itu merupakan award ke-5 yang diraih PT JIEP pada tahun 2017. Ini melengkapi pencapaian posisif yang diraih korporasi selama tahun 2017. Sebelumnya, JIEP telah meraih Top Property Award sebagai Kawasan Industri terbaik, Top CSR & Green Environtment dari CSR Magazine, kemudian menempati peringkat kedua dalam Corporate Image Award yang diselenggarakan oleh Majalah Tempo & Frontier. JIEP merupakan pengelola sekaligus pengembangan Kawasan Industri pertama di Indonesia yang berkantor pusat di Pulogadung, Jakarta Timur. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1973 dengan kepemilikan saham 50 persen Pemerintah pusat dan 50 persen Pemprov DKI Jakarta. Pada tahun 2014 JIEP melakukan transformasi bisnis dengan melakukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan nilai tambah kawasan, di antaranya dengan dibangunnya fasilitas sekaligus infrastruktur seperti pusat perbankan terpadu, e-

16 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

PADA TAHUN 2018 INI, JIEP AKAN MENJADI NEW JIEP DENGAN SEGALA FASILITAS DAN KEMUDAHAN DALAM BERINVESTASI DI KAWASAN INDUSTRI PULOGADUNG.

Commerce warehouse, sentra usaha industri kreatif (SUIK), hingga pusat kuliner. Didorong semangat mewujudkan Transformasi Kawasan Industri yang digagas sejak tahun 2014, JIEP menggandeng Korea Testing Laboratory (KTL) untuk menghadirkan laboratorium halal pertama di Indonesia. Nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak ditanda-tangani di Jakarta, November 2017. Laboratorium halal ini akan didirikan di Kawasan Industri Pulogadung dan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2018 ini. Direktur Utama PT JIEP yang saat itu masih dijabat Rahmadi Nugroho, mengatakan pihaknya menyambut antusias MoU lintas negara ini. Kehadiran laboratorium halal

Kawasan Industri Pulogadung dilihat dari atas.

p

di Kawasan Industri Pulogadung diharapkan akan menjadikan PT JIEP pengembangan kawasan industri dengan nilai tambah tinggi. â&#x20AC;&#x153;Sesuai dengan Nawacita kami bahwa pada tahun 2018 JIEP akan menjadi New JIEP dengan segala fasilitas dan kemudahan dalam berinvestasi di Kawasan Industri Pulogadung. Untuk mendukung itu semua, kami bersinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya hari ini kami bekerjasama dengan KTL dalam membangun laboratorium halal yang akan beroperasi tahun 2018,â&#x20AC;? ujarnya. General Director KTL Park Jung Won menyatakan dukungannya atas rencana ekspansi bisnis KTL dalam mewujudkan Halal Park di Indonesia. Ia melihat PT JIEP sebagai salah satu Kawasan Industri Terbaik di Indonesia yang cocok dalam mengakomodir kebutuhan bisnis KTL dalam hal ini untuk pembangunan Halal Park. Won optimis dengan hadirnya Laboratorium Halal di Kawasan Industri Pulogadung, dapat membantu pengembangan industri Halal di Indonesia yang saat ini trendnya sedang naik. Laboratorium ini diproyeksikan


LIPUTAN UTAMA

akan menjadi salah satu Lembaga Pemeriksa Halal yang didukung fasilitas laboratorium modern berstandar internasional. Mengacu peraturan UU JPH, PT JIEP akan menjadikan halal laboratorium JIEP – KTL sebagai salah satu alternatif para produsen untuk mendapatkan label halal. Bekerjasama dengan Yayasan Produk Halal Indonesia yang memiliki sumber daya manusia sebagai auditor halal, ditargetkan pelabelan halal dapat lebih cepat dan berkualitas.

Penataan Kawasan

Tak berhenti di sini, PT JIEP juga terus berkomitmen untuk mewujudkan kawasan industri hijau. Untuk memfasilitasi investor dan tenant dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan PT JIEP menggandeng PT Energi Management Indonesia (EMI) persero dengan membuka layanan Green Corner. Menurut Head of Corporate Secretary PT JIEP, Purwati Puri, selama ini industri identik dengan haus energi dan polutif. Sehingga kerja sama dengan PT EMI ini diharapkan dapat tercapai efesiensi energi dan pengendalian pencemaran polusi yang diakibatkan limbah industri. “Green Corner akan menjadi layanan bagi investor maupun tenant PT JIEP bagaimana pengelolaan lingkungan hidup, dan pemantauan lingkungan hidup,” katanya. Ditambahkan, meski izin analisis dampak lingkungan (Amdal) dikelola PT JIEP, tapi perusahaan diwajibkan menyusun upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang akan dimonitoring setiap enam blan sekali. PT JIEP mewajibkan semua perusahaan di lingkungannya untuk memiliki inplant water treatment. Dalam proses produksi para tenant wajib memenuhi batas baku mutu yang ditetapkan, jika air limbah yang keluar di atas ambang batas baku mutu akan diberikan peringatan.

Bagi mereka yang tidak mematuhi aturan yang diterapkan PT JIEP maka akan diserahkan ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI atau KLHK. Sejauh ini tingkat pencemaran udara dan lingkungan di kaasan industry Pulo Gadung masih dapat terkendalikan. karena industri manufaktur mulai bergeser pada pergudangan, PT JIEP juga terus menata kawasannya agar lebih tertib dan asri. Awal tahun ini puluhan pedagang kaki-5 yang biasa berjualan di kawasan ini ditertibkan. Setidaknya empat titik lokasi yang selama ini dijadikan lapak berjualan dibongkar petugas gabungan. Sebagai gantinya telah disiapkan tempat relokasi di lima tempat yang diharapkan bisa menampung para pedagang yang selama ini berjualan di atas trotoar. Sebelumnya, juga sudah dilakukan sejumlah langkah penataan. Sejak tahun 2015, PT JIEP telah memberlakukan Electronic Gate atau E- Gate. Langkah ini dinilai cukup efektif meningkatkan keamanan serta kenyamanan di Kawasan. Pembangunan sistem palang pintu masuk otomatis yang diberlakukan dinilai mampu mencegah oknumoknum yang tidak berkepentingan masuk ke kawasan.

Kawasan Industri Pulogadung yang dulu dikenal menyeramkan kini telah berubah drastis. Beberapa titik yang dulu terlihat kumuh, tidak terawat, dan gelap sekarang berubah asri, nyaman, dan terawat. Suasana asri dapat dirasakan di sejumlah lokasi seperti hutan kota JIEP, jalan Pulobuaran, Nursery & Composting, serta beberapa jalan akses utama di Kawasan Industri Pulogadung. Purwati, mengatakan kontribusi E-Gate dalam menekan angka kriminalitas di Kawasan industry Pulogadung sangat signifikan. Ia mencontohkan sebelum eGate diberlakukan, KIP kerap dijadikan arena balap liar. Hal ini tidak lagi ditemukan. “Sebagai kawasan terbatas sudah sepatutnya PT JIEP meningkatkan keamanan untuk kenyamanan para tenant dan investor di Kawasan. Oleh karena itulah, kami menginisiasi sebuah system untuk meredam hal-hal buruk atau kejadian yang tidak diinginkan di KIP. Dari beberapa rencana yang kami punya, E-Gate inilah yang dirasa efisien serta mumpuni dalam menciptakan rasa keamanan dan ketertiban pada lingkungan KIP,” ujarnya.

u

TIM

Kawasan Industri Pulogadung (JIEP). EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

17


LIPUTAN UTAMA

PT KAWASAN INDUSTRI MEDAN (KIM)

Transformasi PT KIM Menjadi Kawasan Industri Modern Dengan tagline baru “Your Partner in Integrated Solution and Services”, PT Kawasan Industri Medan (Persero) melakukan transformasi dari kawasan industri konvensional menjadi kawasan industri modern.

18 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

S

ETIAP pelaku bisnis dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang dinamis. Itu juga yang tengah dilakukan PT Kawasan Industri Medan (Persero) atau PT KIM. Badan usaha milik negara (BUMN)yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara ini mencoba mengubah format bisnisnya dan bertransformasi dari sekadar menjual dan menyewakan kawasan menjadi partner yang handal dalam memberikan solusi dan pelayanan kepada mitra industri di dalam kawasan. Transformasi PT KIM menjadi kawasan industri modern dituangkan dalam Rencana JPP PT KIM tahun 2019 – 2023 dan disimbolkan dalam tagline baru yang diusungnya, “Your Partner in Integrated Solution and Services”. Keyakinan jajaran direksi PT KIM kian besar berkat dukungan dan si-

nergi BUMN dan swasta. Awal tahun 2018 menjadi batu pijakan bagi transformasi PT KIM dan proses perubahan menjadi kawasan industri modern tersebut terus didengungkan Berbagai upaya dilakukan, seperti memperluas jaringan pasar internasional dengan menerapkan inovasi antara lain kerjasama dengan Dinas Pariwisata Sumatera Utara. Kerja sama dua institusi yang merupakan aset Sumatera Utara ini mengemban misi menciptakan harmonisasi industrial tourism di Sumatera Utara dengan mengkolaborasikan keindahan pariwisata Sumatera Utara dan nilai investasi di kawasan industri kepada para investor. Pada Mei 2018, PT KIM menggandeng Dentsu Inc, Jepang untuk menarik investor Jepang melalui konsep industrial tourism package. “Sebagai partner global pengembangan infrastruktur bersama dalam rencana pengembangan KSO KIM dan


LIPUTAN UTAMA

p Kawasan Industri Medan (tampak dari atas).

Delegasi Sekolah Mengenal Nusantara (SMN) melihat dari dekat pabrik minyak goreng di KIM.

p

pengembangan integrated marketing kami menyakini Dentsu sebagai grup besar memiliki networking dan keahlian di bidang ini,” jelas Presiden Direktur PT Kawasan Industri Medan (KIM), Trisilo Ari Setyawan. Tak berhenti di sini, PT KIM juga melibatkan Kementerian Luar Negeri dalam kerja sama informasi dan marketing dengan melibatkan para diplomat dan ITPC kedutaan besar Indonesia. Diharapkan ini akan menjadi program kerja sama berkelanjutan. “Kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri ini sejalan dengan misi diplomat sebagai ujung tombak marketing untuk menarik investor ke Indonesia melalui Sumatera Utara sebagai pintu barat investasi Indonesia,” imbuh Trisilo. Ke depan, PT KIM sebagai kawasan industri modern bisa menjadi prototype kawasan industri modern yang menjadi salah satu pilar ekonomi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju era industri 4.0. “Sebagai kawasan industri yang sudah established dan masih terus berkembang maka KIM tidak hanya berorientasi kepada ease of doing business, tetapi juga sekaligus menjaga comfort of doing business dengan selalu berusaha agar mitra industri kami selalu diberikan kemudahan, merasa nyaman berinvestasi, dan nyaman melakukan operasional,” tegas Trisilo. Trisilo menambahkan, brand value, brand image, corporate image, marketing communications, customer relationship management menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses transformasi ini. Semua ini terwujud dalam standard pelayanan prima yang dapat dirasakan oleh para mitra industri. Jajaran PT KIM juga terus berupaya agar kawasannya menjadi tempat kerja yang nyaman bagi 50 ribu-75 ribu pekerja yang menggantungkan hidupnya di kawasan ini. Transformasi PT KIM tak lepas dari kepemimpinan yang kuat (strong leadership) dari seorang Trisilo. Kemampuannya menetapkan visi dan misi yang jelas atas rencana bisnis

yang sudah disusun, dan mengkomunikasikan visi dan misi tersebut kepada supporting team sehingga menjadi tujuan bersama. “Kekuatan kepemimpinan sesungguhnya terletak pada bagaimana mensinergikan sebuah passion dan kompetensi menjadi suatu kekuatan untuk melakukan transformasi,“ Trisilo Ari Setyawan, Presiden Direktur PT Kawasan Industri Medan (KIM). “Tugas saya adalah menyatukan nilai-nilai mereka melalui coaching, mentoring, diskusi, dan lain-lain. Tentunya harus dibarengi dengan kemampuan mendengarkan. CEO dituntut punya kemampuan untuk menyederhanakan masalah, menetapkan fokus, membuat keputusan secara presisi dan cepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat. Kekuatan kepemimpinan sesungguhnya terletak pada bagaimana mensinergikan sebuah passion dan

kompetensi menjadi suatu kekuatan untuk melakukan transformasi,“ jelas Trisilo. Transformasi ini menjadi bukti keberhasilan Trisilo memblending generasi milenials dan generasi x sehingga mereka bisa bersinergi dalam melaksanakan perubahan besar. Sebagai CEO, Trisilo memberikan ruang yang sebesar-besarnya bagi timnya untuk terus berimprovisasi dalam dinamika perbedaan budaya. Pemahaman mengenai cross culture merupakan bagian terpenting pada setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaanya. Inilah kunci kepemimpinan seorang Trisilo Ari Setyawan selaku CEO PT KIM.

Pengembangan

Sumatera Utara adalahpintu barat Investasi Indonesia. Sebagai wahana dalam mewadahi dalam perkembangan perekonomian didirikanlah PT EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

19


LIPUTAN UTAMA

Kawasan Industri Medan (KIM) pada 7 Oktober 1988. PT KIM bergerak di bidang jasa pengelolaan Kawasan Industri. Pemerintah pusat memiliki 60 persen saham, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 30 persen, dan Pemerintah Kota Medan 10 persen. BUMN Kawasan Industri ini terletak di Deli Serdang, Sumatera Utara, 16 km dari Pelabuhan Belawan, Medan dan hanya 28 km menuju Bandara Kualanamu. Sementara ke pusat kota hanya 10 km. PT KIM berdiri di atas lahan seluas 1.000 hektar kini telah memfasilitasi hampir 600 Mitra Industri yang berdiri di atas lahan seluas 877 hektar, yang terdiri dari Perusahaan Modal Dalam Negeri dan Perusahaan Modal Asing, dengan asal Investor dari Negara Jepang, Taiwan, Thailand, Philiphine, Malaysia, Swiss, Yaman, Jerman, Singapore, Korea, Norwegia, dan India. PT KIM menjadi sangat strategis dengan lokasi yang berdekatan dengan Pelabuhan Belawan sehingga waktu tempuh ke negara lain sangat singkat. Menuju Penang cukup ditempuh 30 menit. Sementara ke Kualalumpur hanya 45 menit, Singapura dan Taipei cukup satu jam lebih. Lokasinya yang strategis menjadikan KIM sebagai pilihan alternatif bagi investor untuk melakukan investasi usaha. Untuk menunjang usaha, KIM memiliki sejumlah fasilitas seperti Aerator Waste Water Treatment Plant (AWWTP) sebanyak 25 unit dengan kapasitas 18 ribu dan 36 ribu meter kubik yang bekerja nonstop selama 24 jam. Juga menyediakan Waste Processing System yang mempermudah Mitra Industri untuk melakukan proses pembuangan sampah produksi. Jalan dengan lebar 32 meter akan memperlancar lalu lintas di Kawasan Industri Medan. Suasana lebih asri dan teduh berkat adanya green and pedestrian area yang sangat nyaman. Utilitas seperti kabel, saluran air, dan lainnya yang sering mengganggu

20 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Dirut PT KIM raih Anugerah BUMN2018

pemandangan takkan ditemukan di KM. Konstruksi fasilitas semua utilitas dibangun di bawah tanah, sehingga tidak mengganggu kenyamanan mitra industri. Didukung keamanan 24 jam membuat mitra Industri merasa aman dalam melakukan seluruh kegiatan usaha. Begitu pun ketersediaan air bersih bagi mitra yang selalu memadai membuat semua mitra tak perlu khawatir akan kekurangan pasokan air untuk berbagai keperluan. Di waktu malam, setiap titik persimpangan Jalan di Kawasan Industri Medan terpasang lampu penerangan jalan yang membuat semua ruas jalan dan bangunan tampak terang. Fasilitas Publik seperti Pusat Olah raga, Bank, SPBU, Gate Pass, Metering Station Gas, Akses Jalan Tol, memberikan kenyamanan dan kelancaran dalam melakukan seluruh kegiatan operasional. PT Kawasan Industri Medan terus mengembangkan diri dengan menjadi prototipe Kawasan Industri Modern pada Era 4.0 dengan program : 1. Corporate Total Solution 2. Integrated Security System 3. Integrated Infrastructure System 4. Total Logistic System 5. Total Industrial Services 6. KIM Care Untuk pengembangan usaha, PT Kawasan Industri Medan akan terus

membuka lahan baru di Binjai, Makassar, KEK Aceh, dan Magetan.

Genjot Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi juga terus digenjot agar memberi sumbangan signifikan bagi ekonomi nasional yang pada 2017 tumbuh sebesar 5,02 persen. Peningkatan poduksi di KIM juga berkontribusi nyata bagi ekonomi Sumatera Utara. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sumatera Utara sepanjang tahun 2017 tumbuh 5,12 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tak hanya mengejar untung, PT KIM juga terus berupaya memberi nilai tambah bagi masyarakat. Direksi PT KIM berkomitmen lewat beberapa program dengan melibatkan mitra industri di dalam kawasan di antaranya pembinaan PKBL, alokasi kawasan khusus untuk pembinaan UMKM dan IKM. Salah satu program khusus yang juga menjadi perhatian KIM adalah mensinergikan program PKBL dengan program pembinaan narapidana dan mantan narapidana. PT KIM menjadi mitra Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan dengan memberikan sejumlah pelatihan dan penyaluran bagi mantan narapidana. Ini sebagai wujud komitmen PT KIM dalam pemberdayaan masyarakat.

u

TIM


LIPUTAN UTAMA

Industri TPT di PT KIW

PT KAWASAN INDUSTRI WIJAYAKUSUMA (KIW)

Berkomitmen Memberi Kemudahan Investor

Jawa Tengah menawarkan banyak keunggulan untuk investasi. Selain harga tanah yang relatif lebih rendah, juga pasokan tenaga kerja yang masih berlimpah, sehingga biaya produksi perusahaan bisa ditekan.

A

MANAT pasal 106 ayat (1) UU 3/2014 tentang Perindustrian bahwa â&#x20AC;&#x153;Perusahaan Industri yang akan menjalankan industri wajib berlokasi di Kawasan Industriâ&#x20AC;? ditangkap Kawasan Industri Wijaya Kusuma sebagai peluang untuk bertransformasi mengembangkan bisnis kawasan. Kebijakan ini menandakan kebutuhan kawasan industri akan terus meningkat, karena pelaku usaha yang tidak menjalankan usahanya di kawasan Industri akan dikenai sanksi. â&#x20AC;&#x153;Lokasi KIW yang berada di Semarang, Jawa Tengah menawarkan keuntungan tersendiri.

Selain memiliki iklim usaha yang kompetitif KIW juga menawarkan sederet kemudahan lainnya seperti harga tanah yang sangat kompetitif, infrastruktur dan aksesibilitas yang memadai, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap, serta kebijakan pemerintah daerah yang sangat positif untuk pengembangan industri, terang Direktur Utama PT KIW, Rahmadi Nugroho. Keunggulan ini diyakini akan memberikan berbagai kemudahan bagi investor dalam menjalankan bisnisnya. Dimulai dari kebutuhan awal perusahaan berupa lahan, Jawa Tengah menawarkan harga tanah yang sangat bagus dibandingkan Jakarta, Karawang atauEDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

21


LIPUTAN UTAMA

Pabrik di KIW

pun Surabaya. Ditambah pasokan tenaga kerja yang melimpah dan UMR yang tidak terlalu tinggi di Kabupaten Semarang, akan membuat biaya produksi bisa ditekan. Dari segi pertimbangan lokasi, Jawa Tengah yang merupakan pusat Pulau Jawa, sehingga akses menuju arah timur maupun barat begitu mudah. Hal ini didukung oleh pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Namun, kondisi ini tidak membuat jajaran KIW terlena. Rahmat mengakui bahwa saat ini pemasukan KIW masih didominasi oleh hasil penjualan lahan, lantas disusul dengan hasil penyewaan Bangungan Pabrik/Gudang Siap Bangun (BPSP) dan layanan fasilitas pendukung lainnya. KIW terus berupaya untuk menjadi pengelola kawasan industri yang handal dengan memberikan layanan terbaik bagi para investor. KIW senantiasa melakukan evaluasi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder para investor. Ke depan layanan fasilitas pendukung ini ditargetkan akan menjadi inti pengelolaan yang dilakukan KIW sekaligus mendominasi sumber pendapatan mengingat dunia usaha

22 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Perkantoran di PT KIW

makin menuntut kemudahankemudahan. KIW terus melakukan inovasi dengan menjalankan bisnis pengelolaan kawasan industri baru. PT. KIW (Persero) telah mengantongi izin dari Kementerian BUMN untuk mendirikan anak perusahaan, PT. Putra Wijayakusuma Sakti (PWS). Melalui anak perusahaan ini, KIW akan menggali potensi yang dimiliki Jawa Tengah dalam memenuhi kebutuhan para pelaku industry sehingga memberikan nilai tambah. PWS nantinya akan diarahkan untuk mengelola kawasan industri yang didukung bisnis pendukung

dalam bentuk jasa, seperti trading, jasa konstruksi/ konsultan dan transportasi, serta property, seperti batching plan, pergudangan dan perumahan. â&#x20AC;&#x153;PWS tidak semata mengelola kawasan industri tapi juga mengembangkan kawasan industri terpadu yang lengkap sehingga semua kebutuhan business support investor dapat dilayani dalam satu area,â&#x20AC;? imbuh Rahmat. PWS akan lebih aktif memenuhi kebutuhan bisnis investor mulai dari kebutuhan dasar, seperti kebutuhan energi, air bersih, telekomunikasi, transportasi hingga ke pengolahan limbah. PWS juga akan


LIPUTAN UTAMA

menyediakan layanan pendukung lainnya, seperti perizinan, pengurusan lingkungan, pembayaran melalui sistem online, pasokan bahan baku, pengiriman, distribusi, penyediaan tenaga kerja, fasilitas hunian tenaga kerja, kebutuhan konsumsi dan lain sebagainya. Hal ini diharapkan dapat memudahkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya di KIW, agar lebih efisien sehingga meningkatkan daya saingnya. Diyakini, era industri 4.0 akan membawa membawa perubahan besar di dunia industri, sehingga KIW bersiap untuk menghadapi perubahan ini. KIW, melalui PWS, sedang menyiapkan infrastruktur yang ditunjang tekonologi digital untuk dapat memenuhi kebutuhan investor menghadapi era industri 4.0. KIW berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk memudahkan investor dalam memulai bisnisnya. Hanya dengan sekali datang sudah bisa langsung menjalankan bisnisnya tanpa melakukan pengurusan-pengurusan kebutuhan lainnya. “Kami akan senentiasa menjunjung visi kami “Menjadi Pengembang Kawasan Industri yang Handal”,” tandas Rahmat.

Sekilas KIW

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) yang selanjutnya disingkat PT. KIW (Persero), awalnya bernama PT. Kawasan Industri Cilacap (Persero) atau KIC, dan berkedudukan di Cilacap. Pada 14 Agustus 1998, PT. KIC pindah lokasi ke Semarang dengan nama baru PT. KIW (Persero). Saham KIW dimiliki bersama oleh Pemerintah pusat (51,09persen), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (40,19peresen) dan Pemerintah Kabupaten Cilacap (8,52persen). KIW berdiri di atas lahan seluas 250 hektar (Ha) dan saat ini

Direksi PT Kawasan Industri Wijayakusuma

masih tersedia 78 Ha lahan yang siap dikembangkan menjadi lokasi usaha. KIW juga memiliki delapan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) dengan total luas lantai 48.388m2 dan terus membangun BPSP untuk memenuhi kebutuhan para investor. Selain bisnis utamanya, KIW memiliki bisnis pendukung seperti Waste Water Treatment Plant (WWTP), Water Treatment Plant (WTP), pemeliharaan lingkungan, pengelolaan lahan parkir, persewaan ruang kantor/ ATM dan sebagainya. KIW merupakan satusatunya kawasan industri di Jawa Tengah yang memiliki WWTP. Perusahaan yang berada di KIW tidak akan kekurangan air bersih karena KIW memiliki WTP yang bersumber dari air permukaan. KIW sebagai kawasan industri yang mandiri dan modern dilengkapi fasilitas lengkap seperti pasokan listrik lebih dari 60 mega watt, akses jalan berkapasitas beban 50 ton dengan jalan utama selebar 30 meter dan jalan lingkungan selebar 22 meter. Akses jalan ini dilengkapi dengan drainase dan lingkungan yang asri, personil keamanan yang terlatih, fasilitas keamanan dan pemadam kebakaran yang siaga 24 jam, klinik medis, tempat ibadah, serta tempat pengumpulan sampah. KIW juga menawarkan keung-

gulan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Melalui fasilitas ini, investor dimungkinkan untuk melakukan tahap konstruksi langsung setelah memperoleh Izin Prinsip, meskipun Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih dalam proses pengurusan. Fasilitas ini tidak dimiliki semua kawasan industry dan hanya kawasan industri yang memenuhi kualifikasi yang berhak memberikan layanan KLIK kepada investor. Dalam menjalankan usahanya, KIW telah banyak menerima penghargaan, seperti penghargaan BUMN dengan predikat sangat bagus selama 5 tahun berturutturut, penghargaan proper biru dan sederet penghargaan lainnya. Apresiasi ini merupakan buah kerja keras KIW dan menjadi motivasi bagi seluruh insan perusahaan untuk bekerja lebih baik. Saat ini tercatat 77 investor, baik dari dalam maupun luar negeri yang menjalankan usahanya di KIW. Sebanyak 21.000 tenaga kerja mengadu nasib di KIW. KIW dan PWS akan terus berbenah dan megembangkan bisnisnya tidak hanya di Jawa Tengah, tapi hingga ke lingkup nasional dan bahkan pasar global.

u

TIM

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

23


LIPUTAN UTAMA

Pabrik di PT SIER

PT SURABAYA INDUSTRIAL ESTATE RUNGKUT (SIER)

Lebih Responsif pada Peluang Bisnis yang Sedang Berkembang

A

GAR tidak hanya bergantung pada penjualan lahan, PT SIER mengembangkan berbagai lini bisnis di antaranya total jasa logistik untuk menjadi motor pendapatan perusahaan. Kamis (03/05/18) menjadi malam yang tak terlupakan bagi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (PT SIER). Badan usaha yang 50 persen sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya ini berhak membawa pulang sejumlah penghargaan pada Acara Top BUMD 2018 yang dihelat di Jakarta. Acara ini dihelat oleh majalah BusinessNews Indonesia bekerjasama dengan Asia Business Research Center dan sejumlah Lembaga tim penilai. PT SIER berhasil menyisihkan 200 nominasi BUMD terbaik yang sudah diseleksi

24 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

dari lebih 2.000-an BUMD di seluruh Indonesia. Penghargaan Top BUMD ini diberikan kepada BUMD-BUMD atas pencapaian dan perbaikan yang telah dilakukan terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Pada acara penghargaan Top BUMD 2018 ini PT SIER memboyong 4 penghargaan sekaligus, yaitu Top Pembina BUMD 2018, Top BUMD 2018, Top BUMD Aneka Usaha 2018 dan Top CEO BUMD 2018. Penghargaan Top Pembina BUMD diterima langsung oleh Gubernur Sukarwo dan Walikota Tri Rismaharini yang diwakili oleh Kabag Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid. Penghargaan lainnya diterima langsung oleh Plt. Direktur Utama PT SIER Fattah Hidayat. Fattah menyampaikan penghargaan ini tidak terlepas dari upaya pengembangan bisnis perusahaan.

â&#x20AC;&#x153;Jika dulu fokus bisnis PT SIER hanya pada penjualan lahan dan persewaan bangunan, kini PT SIER mengembangkan berbagai lini bisnis di antaranya total jasa logistik untuk menjadi motor pendapatan perusahaan agar ke depannya perusahaan tidak lagi bergantung hanya pada penjualan lahan,â&#x20AC;? ujarnya. Penghargaan Top BUMD 2018 menjadi penanda transformasi pada PT SIER untuk lebih responsif menghadapi tantangan dan peluang bisnis yang berkembang. Melalui penghargaan ini PT SIER juga semakin terpacu untuk terus mengoptimalkan bisnis existing dan mengembangkan bisnisnya agar semakin berkembang dan berkelanjutan. PT SIER merupakan perusahaan pengelola kawasan industri yang berpusat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Didirikan pada tanggal 28 Februari 1974 di atas lahan sekitar 330 hektar (Ha). Kawasan industri ini dibangun untuk menjawab kebutuhan industri dan ling-


LIPUTAN UTAMA

kungan yang dikelola secara profesional untuk meningkatkan produktivitas termasuk fasilitas pengelolaan air limbah dan kemudahan akses ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda. Saat ini PT SIER mengelola tiga kawasan industri besar di Jawa Timur, yaitu Surabaya Industrial Estate Rungkut, Sidoarjo Industrial Estate Berbek, dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Kawasan Industri Rungkut berada di Surabaya dengan lahan seluas 245 Ha yang dikembangkan sejak1974. Kawasan ini menampung sekitar 267 perusahaan, terdiri dari 21 PMA dan 246 PMDN dan menyerap sekitar 50.000 pekerja. Sementara Kawasan Industri Berbek dikembangkan sejak tahun 1985. Berada di Kabupaten Sidoarjo, dengan luas lahan 87 Ha dan menampung 103 perusahaan (14 PMA dan 89 PMDN0. Total tenaga kerja yang diserap mencapai 20.000 pekerja. Kawasan Industri Rembang berada di Kabupaten Pasuruan memiliki luas 556 Ha. Kawaan ini mulai dikembangkan pada tahun 1991 dan sampai sekarang terdapat 94 perusahaan (36 PMA, 23 PMDN, dan 35 perusahaan sebagai tenant persewaan bangunan pabrik) yang menyerap 25.000 pekerja. Dalam operasinya, PT SIER berkomitmen untuk melakukan pengendalian lingkungan kawasan industri. Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dinilai sebagai masalah pokok yang harus diatasi untuk menciptakan rasa nyaman bagi pelaku industry yang menjalankan usahanya di Kawasan maupun masyarakat sekitar Kawasan yang merasakan dampak langsung dari kegiatan industri. Lingkungan Kawasan SIER dan PIER dirancang bahwa setiap bangunan bebas polusi baik polusi air, tanah maupun udara. Selain itu, PT SIER juga terus menata kawasannya. Penghijauan Kawasan dengan penataan taman pada lokasi fasilitas umum terus dilakukan. Setiap tahun, ratusan juta dana dianggarkan untuk pengelolaan kawasan ini. IPAL SIER PIER juga dilakukan

penilaian langsung oleh BLH Provinsi Jawa Timur sesuai SK Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup nomor 14 tanggal 22 April 2015 tentang penetapan peserta PROPER Tahun 20142015. Secara rutin PT SIER menyalurkan dana Program Kemitraan kepada pada pengusaha kecil, menengah dan koperasi di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan wilayah lain di Jawa Timur. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dalam penyaluran dana Program Kemitraan kepada para pengusaha kecil, menengah dan koperasi ini merupakan salah satu wujud kepedulian PT SIER untuk turut meningkatkan ekonomi masyarakat. Program ini dijalankan dengan sejumlah kriteria yakni sukses dalam

Aktivitas di SIER Logistik (atas) dan bawah instalasi pengolahan air limbah SIER.

p

penyaluran dana, sukses pengembalian, sukses pengembangan usaha, dan sukses mencapai tujuan bersama meningkatkan perekonomian masyarakat. â&#x20AC;&#x153;Kami akan tingkatkan program kemitraan ini baik segi kualitas maupun jangkauannya sehingga lebih banyak lagi pelaku UMK merasakan manfaatnya,â&#x20AC;? pungkas Sri Priharti, Kepala Departemen Program Kemitraan dan Bina Lingkungan SIER. u

TIM

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

25


26 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018


LIPUTAN UTAMA

WWTP PT KIMA

PT KAWASAN INDUSTRI MAKASSAR

Siap Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia Timur Dinamika industri menantang Direksi PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) untuk mengubah orientasi bisnisnya. Kini KIMA siap menjawab semua tuntutan yang muncul seiring dengan revolusi industri generasi ke-4, lewat konsep Smart Industrial Estate.

L

AHAN yang semakin terbatas mendorong manajemen PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) melakukan reorientasi bisnis. Lahan yang tersedia kini tinggal 33,5 hektar atau hanya 10 persen dari total 330 hektar lahan yang dikuasai KIMA. Perluasan kawasan tidak dimungkinkan, karena kawasan industri ini telah dikepung permukiman warga. Akhirnya, sejak 2013 badan usaha yang sahamnya dimiliki Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini menjajaki peluang untuk membuka sebanyak-banyaknya jasa-jasa baru.

â&#x20AC;&#x153;Seiring dengan perkembangan dan tuntutan bisnis, KIMA mesti beradaptasi terhadap perubahan. Boleh jadi penjualan tanah kavling industri yang menjadi bisnis utama akan tergerus dan tergantikan dengan bisnis yang lain. KIMA akan membuat bisnis baru yang kuenya sangat besar di antaranya pengelolaan limbah medis dan limbah B3,â&#x20AC;? ujar Direktur Utama KIMA, Abdul Muis. Ia menambahkan, jika hanya menjual, maka lambat laun aset KIMA pasti habis. Karena itu, orientasi KIMA diubah dengan mengembangkan jasa-jasa baru yang tergolong industri kreatif yang sejalan dengan fokus pembiayaan perbankan dan kebijakan pemerintah dalam memaju-

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

27


LIPUTAN UTAMA

kan industri kreatif berbasis lokal. Dinamika perubahan konsep industri yang terjadi ditangkap sebagai peluang sekaligus waktu yang tepat untuk melakukan reorientasi bisnis utama dari penjualan lahan dan gudang. Selain bisnis utamanya yakni yakni penjualan tanah industri dan penyewaan bangunan pabrik siap pakai (BPSP), PT KIMA (Persero) juga memiliki bisnis penunjang seperti persewaan gudang, persewaan alat berat, depo kontainer, dan rental Office serta KIMA Logistik khususnya transporter dengan menggandeng pihak lain. Muis melihat perlunya kawasan industri yang terintegrasi dalam satu tatanan yang kami namakan “smart industrial estate” yang dilengkapi dengan pengelolaan sistem pengelolaan dan pengamanan terpadu dengan menghadirkan command centre. “Sehingga manakala terjadi kebakaran di perusahaan, dengan hanya memencet panic button, command center akan menerima sinyal tersebut seketika pemadam langsung dan petugas keamanan menuju ke lokasi kejadian,” terangnya. Selain itu juga akan dikembangkan beberapa jasa lain seperti tempat pencucian mobil, kafe dan resto. Kedua jasa ini terkait dengan kebutuhan para pelaku industri penghuni KIMA. Kafe dan resto yang dilengkapi fasilitas ruang pertemuan ini merupakan penunjang bisnis utama KIMA Selain itu, KIMA juga akan mengembangkan jasa penyangga (business support). Jasa penyangga yang akan dikembangkan adalah penampungan ikan sebagai pendukung para pengekspor. “Biasanya pengekspor sulit memenuhi kuota. Kita masuk untuk membantu memenuhi kuota mereka tentu dengan menyediakan ikan sesuai standar kualitas mereka,” kata Bachde. Jasa lain yang prospektif dan akan dikembangkan KIMA adalah menyediakan gudang penitipan barang yang sifatnya jangka pendek. Sebuah ka-

28 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Kantor Pusat PT KIMA

wasan pergudangan terpadu disiapkan untuk memberi layanan pengguna warehousing. Gudang dalam berbagai ukuran disiapkan, sehingga mitra industry KIMA punya banyak pilihan sesuai kapasitas yang perusahaan mereka butuhkan. Untuk para pekerja, KIMA akan menambah rumah susun sewa (Rusunawa). Penambahan dilakukan untuk mengantisipasi booming industri yang bakal terjadi di KIMA pada masa yang mendatang. Tambahan ini merupakan bantuan dari Kementerian PU dan Kementerian Perumahan Rakyat. Saat ini ada empat blok rusunama di kawasan KIMA, di mana setiap blok terdiri atas 192 kamar dan semua terisi penuh. Untuk agroindustri jangka pendek, KIMA akan menjadi supporting industry. Misalnya membantu memasok kakao ke pabrik cokelat. Untuk supporting agroindustri ini KIMA akan masuk ke daerah produsen membeli kakao langsung ke petani sehingga bisa memasok industri dengan harga bersaing. Dengan semua pelayanan ini diharapkan para pengusaha di KIMA bisa jauh lebih mudah dalam menjalankan bisnisnya. Sebagai kawasan industri plat merah, KIMA berkembang pesat. Kinerjanya juga mendapat acungan

jemol dan telah mendapat pengakuan Internasional berupa sertifikat ISO 9001. Lembaga riset Info Bank juga menempatkan KIMA menjadi BUMN terbaik di peringkat ke-4 pada tahun 2017 dan peringkat ke-8 pada 2018. Hal ini menjadikan KIMA sebagai garda terdepan pengelolaan kawasan industri di Kawasan Timur Indonesia. Untuk menambah skala usahanya, Pemprov Sulawesi Selatan telah merekomendasikan pengembangan Kawasan Industri baru, KIMA 2 Maros sebagai bagian dari konsep pengembangan Kawasan Strategis Propinsi Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa, Takalar). Lokasi kawasan industry baru ini sangat strategis, yakni hanya berjarak 3 kilometer dari Bandara Hassanudin dan ada akses tol menuju pelabuhan Soekarno-Hatta dengan jarak 15 kilometer. Untuk pengembangan kawasan baru ini, menurut Muis dibutuhkan dana setidaknya Rp700 miliar. “Akan tetapi dengan dana tersebut kami bisa langsung melakukan penjualan tanpa adanya rekonstruksi terhadap lahan yang ada. Artinya bahwa kami membeli lahan hari ini bisa dijual besoknya. Di banding ada tanah relatif lebih murah akan tetapi butuh waktu dan dana lagi untuk melakukan pematangan,” pungkasnya. u

TIM


LIPUTAN UTAMA

PT PENGUSAHAAN DAERAH INDUSTRI PULAU BATAM

Menuju Perusahaan Jasa Logistik & Pengelola Kawasan Industri Terkemuka

S

EBAGAI pionir di daerah industri Pulau Batam, PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) atau lebih dikenal dengan nama Persero Batam memiliki pengalaman dan fasilitas terbesar di kawasan Batam. Dengan pengalaman, fasilitas dan dukungan Sumber Daya Manusia yang handal dan telah teruji di bidangnya, Persero Batam memiliki komitmen untuk tetap tampil sebagai yang terbaik dikawasan Batam dalam bidang pelayanan atau jasa. Dalam hal pelayanan, Persero Batam menjanjikan komitmen yang profesional, kompetitif dan terpercaya. Melalui komitmen tersebut, Persero Batam telah dan siap memberikan tingkat kepuasan pelanggan secara maksimal. Hal ini sejalan dengan misi Persero Batam sebagai perusahaan jasa logistik & pengelolaan kawasan industri terkemuka. Persero Batam selama ini dikenal akan pelayanan logistik dan propertinya. Logistik meliputi pergudangan laut dan udara, pengurusan dokumen kepabeanan, bongkar-muat, transportasi (forwarding), dan integrated logistics. Untuk properti, Persero Batam menyiapkan pergudangan terbuka seluas 277.851 meter persegi, pergudangan tertutup seluas 31.386 m2. Persero Batam menyiapkan gudang lumba-lumba di Batu Ampar seluas 9,9 hektar (99.357 m2), gedung eks PPS (Pusat Perbelanjaan Sekupang) seluas 4.432 m2, dan areal terbuka 8.263 m2. Terkait pelayanan, Persero Batam mendapatkan kepercayaan dari pihak pemilik terminal yaitu BP Kawasan Bandara Hang Nadim Batam sebagai manajemen/pengelola Terminal Cargo, di mana bentuk kerjasamanya berupa

Aktivitas bongkar-muat dan pergudangan PT PDI

KSO (Kerjasama Operasional). Luas Terminal Cargo yang dikelola seluas 1.560 M2 yang terdiri dari Terminal Cargo Domestik dan Internasional. Sebagai pihak Pengelola Persero Batam menyediakan fasilitas pendukung layanan mulai dari Ruang Perkantoran, Peralatan Operasional (Forklift, Gerobak, Timbangan, CCTV dan X-Ray) dan Perangkat Admistrasi lainnya. Potensi lain dari Persero Batam terletak di Batu Ampar. Ini merupakan wilayah kerja utama Persero Batam dalam menjalankan aktivitas usahanya dan memiliki aset pergudangan paling besar yang meliputi gudang tertutup seluas 20.430 M2 dan gudang terbuka seluas 356.725,80 M2. Sementara untuk Sekupang memiliki fasilitas pergudangan seluas 10.980 M2 gudang tertutup dan 10.240 M2 gudang terbuka. Dalam rangka mendukung program pemerintah sebagian gudang tertutup di wilayah Sekupang atau seluas 2.500 M2 dipergunakan sebagai terminal Penumpang PELNI.

Pergudangan terbuka lain terletak di wilayah Tanjung Uncang, di mana Persero Batam memiliki pergudangan terbuka seluas 220.268 M2 (22 Ha) yang direncanakan untuk kawasan Industri. Di sekitar wilayah tersebut saat ini sudah berjalan kawasan industri dan galangan kapal. Dalam bidang usaha pelayanan jasa bongkar-muat terhadap barang-barang cargo, material proyek, oil material dan kontainer, Persero Batam memiliki pengalaman terbaik dan fasilitas terbesar di Pulau Batam untuk melayani kegiatan bongkar-muat dari kapal ke kapal (stevadoring), bongkar muat dari kapal ke dermaga, maupun bongkar muat dari kapal ke gudang. Pengembangan Pulau Batam sebagai suatu Kawasan Industri Berikat (Bonded Zone) telah dimulai pada tahun 1971 dengan terbitnya Keputusan Presiden nomor 74/1971 tentang Pengaturan Pulau Batam sebagai Daerah Industri dan disusul dengan Keputusan Presiden Nomor 41/1973 tentang penetapan kedudukan dan kelembagaan yang ditugasi untuk melaksanakan dan mengembangkan Daerah Industri Pulau Batam. u

TIM

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

29


WAWANCARA

Direktur Utama PT KIMA Abdul Muis

K

Hadirkan “Smart Industrial Estate” untuk Kemudahan Tenant dalam Berbisnis

AWASAN Industri Makassar (PT KIMA) sebagai kawasan industri plat merah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kinerjanya juga mendapat acungan jempol dan telah mendapat pengakuan Internasional berupa sertifikat ISO 9001. Lembaga riset Info Bank bahkan menempatkan KIMA menjadi BUMN terbaik di peringkat ke-4 pada tahun 2017 dan peringkat ke-8 pada 2018. Namun hal ini tidak membuat jajaran direksi yang dikomandoi Abdul Muis berpuas diri. PT KIMA terus berbenah agar makin kokoh dalam menghadapi dinamika perubahan ekonomi nasional maupun global, sekaligus sebagai agen perubahan untuk perekonomian Indonesia Timur. PT KIMA antara lain berencana memperbesar skala usahanya dengan membuka kawasan industri baru di Maros. “Seiring dengan perubahan bisnis yang sangat cepat, di antara integrasi pasar, kemajuan teknologi, dan konvergensi digital, E-Commerce, suka tidak suka KIMA harus bertransformasi dalam proses pengembangan kapasitas dan adjusment kapabilitas untuk menangkap kesempatan dan peluang bisnis yang datang bersamaan dengan turbulensi perubahan tersebut,” ujar Direktur Utama PT KIMA, Abdul Muis. Apa saja yang dilakukan PT KIMA untuk pengembangan usahanya, berikut wawancara kami dengan Abdul Muis beberapa waktu lalu. Bisa dijelaskan apa core business Kawasan Industri Makassar? Bisnis utama PT KIMA adalah Penjualan tanah industri dan penyewaan bangunan pabrik siap pakai (BPSP). Di samping bisnis utama tersebut PT KIMA (Persero) juga memiliki bisnis penunjang sebagai supporting core business seperti persewaan gudang, persewaan alat berat, depo kontainer, dan penyewaan ruang perkantoran serta KIMA Logistik khususnya transporter dengan menggandeng pihak lain. Apa nilai strategis KIMA bagi

30 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Sulawesi Selatan? KIMA sering menjadi rujukan pemerintah provinsi sebagai tujuan investasi bagi pemodal baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Di samping itu KIMA dijadikan sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerapan tenaga kerja. Bagaimana komposisi KIMA saat ini, dalam hal luas kawasan yang tergarap, jumlah tenant, kawasan ide dan potensi pasarnya? Saat awal PT KIMA berdiri yang diinisiasi oleh Departemen Perindustrian sebagai proyek rintisan

kawasan industri di Indonesia timur, KIMA memiliki luas kurang lebih 200 ha. Namun, dalam perkembangannya saat ini KIMA memiliki luas 330 ha. Kima tidak bisa lagi melakukan ekspansi untuk pembebasan tanah di sekitarnya karena sudah bersinggungan dengan pemukiman. Saat ini tercatat ada 256 tenant, namun yang aktif beroperasi hanya 211 perusahaan. Terkait dengan potensi pasar, sesungguhnya sangat besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan secara umum yang di atas rata-rata nasional. KIMA juga sering didatangi


WAWANCARA

oleh investor yang ingin berusaha di sini. Jadi, untuk potensi pasar saya kira sangat besar apalagi Makassar menjadi pintu gerbang Indonesia timur. Agar memiliki nilai tambah, terobosan apa yang dilakukan? Kalau dulunya bisnis KIMA adalah jualan tanah dan saya kira semua perusahaan kawasan industri plat merah bisnis utamanya adalah jualan tanah kavling industri. Namun, seiring dengan perubahan bisnis yang sangat cepat, di antara integrasi pasar, kemajuan teknologi, dan konvergensi digital, e-Commerce, suka tidak suka KIMA harus bertransformasi dalam proses pengembangan kapasitas dan adjusment kapabilitas untuk menangkap kesempatan dan peluang bisnis yang datang bersamaan dengan turbulensi perubahan tersebut. Bagaimana strategi dalam perbaikan fisik, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan pembenahan kawasan industri? KIMA terus berbenah baik dari segi estetika kawasan melalui perbaikan infrastruktur jalan dalam menunjang aktifitas tenant, tapi tidak lupa juga mempersiapkan peningkatan SDM terutama dalam memenuhi keinginan tenant yang terkait pelayanan prima dalam pemenuhan kepuasan pelanggan.

p

Apa strategi Bapak dalam menjadikan KIMA sebagai pengembang dan pengelola berstandar internasional di bidang kawasan terpadu untuk industri, bisnis, properti, logistik, yang mandiri dan bernilai tambah tinggi serta berwawasan lingkungan? Saat ini KIMA fokus untuk mengembangkan kawasan industri menjadi kawasan yang terintegrasi dengan semua fasilitas dan infrastruktur. Dengan perkembangan bisnis yang begitu pesat saat ini, kita tidak lagi berharap pada bisnis

Direktur Utama PT KIMA, Abdul Muis

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

31


WAWANCARA

model masa lalu, yang lebih banyak menghadirkan bisnis konvensional, tapi KIMA akan menghadirkan bisnis yang berorientasi pada smart kawasan. Titik fokus bagaimana memberi nilai tambah bagi tenant sehingga lebih mudah dalam mengelola bisnisnya. KIMA ingin menjadi penyedia layanan bagi semua kebutuhan tenant, sehingga mereka tidak perlu lagi mencari di luar sana. Apa strategi Bapak dalam mentrasformasikan KIMA menjadi pusat lokasi pengembangan industri kreatif yang memiliki nilai tambah? Pembinaan industri kreatif untuk usaha kecil dan menengah (UKM) perlu kita dorong agar lebih kreatif lagi. Saat ini KIMA telah membina UKM, yang kita kelompokkan dalam beberapa cluster bidang usaha. Ada yang bergerak di industri UKM pengolahan markisa, industri rotan, industri pemanfaatan hasil olah peternakan sapi perah, dan industri peternakan ayam petelur. Kami mencoba menghadirkan sentuhan-sentuhan kreatif terhadap UKM dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk penjualan hasil produk UKM termasuk dalam pendekatan produksi produk halal yang berorientasi ekspor.

32 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Apa terobosan Bapak agar KIMA sebagai kawasan yang ramah lingkungan? Kawasan yang ramah lingkungan menjadi komitmen dan concern kami sejak lama. Sebagai bukti bahwa KIMA sangat peduli terhadap lingkungan, antara lain sudah 6 Kali berturut-turut mendapatkan proper biru dan kami terus berupaya untuk bisa naik peringkat ke hijau. Itu menjadi target kami. Dengan dukungan stakeholder yang ada kami yakin dapat mencapainya. Apa yang dilakukan untuk mewujudkan sinergi BUMN, BUMD atau swasta? Sejak Menteri BUMN dipegang oleh ibu Rini Soemarno, saya Kira ide beliau sangat luar biasa. Kami menyadari bahwa KIMA ini salah satu BUMN yang tak terlalu besar. Namun, kami tidak berkecil hati, karena apa yang diinisiasi oleh ibu menteri dalam kerangka sinergi BUMN turut membantu kami dalam berkembang. Dan, sudah seyogyanya sesama perusahaan plat merah saling mendukung. Yang besar membantu yang kecil agar sama-sama berkembang dan muaranya semua ke pemerintah juga. Ada rencana KIMA melakukan

Kunjungan lapangan Deputi KSPP & rombongan KBUMN ke lokasi KIMA Maros.

p

ekspansi? Ekspansi pembangunan kawasan industri baru adalah salah satu aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan sebagai upaya mengantisipasi tingginya permintaan tanah kavling industri. Terlebih dengan adanya kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang Akan membangun 14 kawasan industri baru di luar pulau Jawa. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk mendapatkan kue dari kebijakan tersebut. Saat ini KIMA telah melakukan pembebasan tanah di Kabupaten Maros sebagai salah satu kawasan penyangga kota Makassar. Ini diproyeksikan untuk pengembangan kawasan industri Makassar di Maros. Lokasinya sangat strategis, dekat dengan Bandara hanya berjarak 3 kilometer dan ada akses tol menuju pelabuhan Soekarno-Hatta dengan jarak 15 kilometer. Apa yang dilakukan untuk memberdayakan aset KIMA? Kami lebih banyak bersinergi dengan sesama BUMN Untuk


WAWANCARA

memberdayakan asset yang ada sebagaimana arahan Menteri BUMN. Ada beberapa bisnis kami yang dikerjasamakan dengan BUMN lain yang ada hubungannya dengan kami, seperti pemanfaatan depo petikemas dengan bekerja sama dengan Angkasa Pura Logistik yang merupakan anak usaha dari Angkasa Pura. Apa strategi Bapak dalam membangun pola kemitraan dengan mitra binaan? Pembinaan yang kami lakukan dengan mitra binaan sebagai pelaku UKM lebih kepada pembinaan â&#x20AC;&#x153;orang tua kepada anakâ&#x20AC;?. Artinya, kami mencoba melakukan pembinaan berlandaskan kekeluargaan. Ketika mereka menemui masalah, kami minta mereka terbuka dengan masalah yang dihadapi. Misalnya, seringkali ada mitra binaan yang harus ikut pameran di luar kota tapi mereka tidak punya modal untuk akomodasi, kami mendukung mereka dengan membiayai tiket pesawat dan tempat tinggal. Khusus untuk cluster usaha markisa, saat ini untuk membangun kebersamaan di antara pelaku UKM, diadakan arisan bulanan yang tidak hanya berkumpul setiap bulannya tapi mereka bersama-sama mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Mereka bisa saling sharing produk untuk memenuhi permintaan. Apa yang diunggulkan KIMA ke depan? KIMA tidak bisa lagi terpaku pada core business yang ada saat ini. Saya kira, seiring dengan perkembangan dan tuntutan bisnis, KIMA mesti beradaptasi terhadap perubahan. Boleh jadi Penjualan tanah kavling industri yang menjadi core business akan tergerus dan tergantikan dengan bisnis yang lain. KIMA akan membuat bisnis baru yang kuenya sangat besar di antaranya pengelolaan limbah medis dan limbah B3.

Apa tantangan Bapak dalam memimpin KIMA? Tantangan terbesar yang dihadapi adalah bahwa keberadaan KIMA saat ini sudah dikelilingi pemukiman masyarakat sehingga tidak bisa lagi melakukan perluasan atau pengembangan. Oleh karena itu dibutuhkan kawasan baru yang terintegrasi dalam satu tatanan yang kami namakan â&#x20AC;&#x153;smart industrial estateâ&#x20AC;?. Yang mana smart kawasan itu, misalnya pengelolaan system pengamanan terpadu dengan menghadirkan command centre. Sehingga manakala terjadi kebakaran di perusahaan, dengan hanya memencet panic button, command center akan menerima sinyal tersebut seketika pemadam langsung dan petugas keamanan menuju ke lokasi kejadian. Apa mimpi Bapak untuk bisnis KIMA ke depan? Kami bisa melakukan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan dari kawasan lain. Jujur untuk yang existing sekarang, saat ini kami masih jauh sekali dari temanteman kawasan baik dari jumlah aset, laba maupun setoran dividen. Akan tetapi dari segi bisnis penunjang mungkin kami lebih banyak akan tetapi recurring income yang dihasilkan masih sedikit, karena

Deputi KSPP KBUMN dan rombongan bersama Dirut PT KIMA di kawasan industri Maros.

p

memang skala bisnis di Indonesia barat dan Indonesia timur masih berbeda. Namun demikian kami masih optimis dan melihat ada peluang untuk lebih berkembang di masa yang akan datang. Terus, salah satu obsesi kami ke depan adalah membangun kawasan baru di Maros dan alhamdulillah saat bulan Ramadhan lalu kami telah melakukan pembebasan tanah dan mudah-mudahan izinnya segera keluar. Kami tentu mengharapkan dukungan dari semua stakeholder untuk going concern perseroan. Berapa total investasi yang dibutuhkan untuk itu? Bisa dibayangkan untuk pembebasan tanah saja dengan asumsi 100 ha, kami butuh Rp700 miliar. Akan tetapi dengan dana tersebut kami bisa langsung melakukan penjualan tanpa adanya rekonstruksi terhadap lahan yang ada. Artinya bahwa kami membeli lahan hari ini bisa dijual besoknya. Dibanding ada tanah relatif lebih murah tetapi butuh waktu dan dana lagi untuk melakukan pematangan. u

TIM KIMA

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

33


BUMN UPDATE

FGD di kantor pusat KBN.

Sinergi BUMN KI Bentuk Indonesian Integrated Industrial Estate (IIIE)

F

OCUS Group Discussion (FGD) BUMN Kawasan Industri untuk membahas rencana pemerintah merealisasikan kawasan industri terintegrasi berskala internasional terus berjalan. Sejumlah persiapan terkait masalah perizinan, pendanaan sampai pencarian lokasi terus dilakukan. Masalah lahan dan pendanaan jadi bahasan hangat selama FGD yang berlangsung di kantor pusat PT KBN Persero Jakarta, (10/9) lalu itu. FGD diikuti perwakilan 6 BUMN kawasan industri, yakni PT KBN, JIEP, KIW, KIM, SIER, dan KIMA. Dari KBN tampak semua direksi hadir, sementara dari KIMA tampak direktur utama

34 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Abdul Muis bersama Dirkeu M Mahmud, Dirut KIM Trisilo Ari bersama Dirkum Adler Siahaan juga tampak di forum tersebut. Begitu pun Agus Hendardi (SIER), Beta Winar (Dirop JIEP), dan Ahmad Fauzie Nur (Dirops KIW). Masing-masing direksi didampingi pejabat level kepala divisi maupun manajer tampak dengan serius mengikuti FGD tersebut yang berlangsung sampai sore hari itu. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Makassar 2-3 Agustus lalu di mana hadir para direksi dari semua BUMN kawasan industri. Pada pertemuan yang dihadiri Asdep Kementerian BUMN itu antara lain disepakati bahwa para pimpinan BUMN kawasan industri siap mendukung keinginan pemerintah

merealiasikan Indonesian Integrated Industrial Estate (IIIE) di Sulawesi Selatan. IIIE direncanakan di Maros, Sulsel. Namun, dari hasil pertemuan itu belum diputuskan lokasi yang pasti, mengingat perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan tentang lahan yang akan digunakan. Menyoal tanah harus clean & clear. Kalu harga tanah yang rata-rata sudah di atas NJOP dan berpotensi jadi masalah hukum di kemudian hari, forum memberi saran untuk memintakan pendapat Jamdatun dan pihak BPN. BUMN Kawasan Industri yang diberi wewenang untuk menggarap kawasan industri terintegrasi ini berharap mendapatkan lahan awal seluas


BUMN UPDATE

1.000 hektar yang bisa dikembangkan menjadi 2.000 atau 3.000 hektar. Untuk pembiayaan pengadaan tanah, BUMN Kawasan Industri berencana menggunakan beberapa skema pembiayaan, di antaranya dengan penerbitan surat utang MTM (Medium Term Notes) sekitar Rp300 miliar. Sejauh ini, dari sekitar 1.000 – 3.000 lahan yang nantinya dikuasai belum ditentukan berapa porsi setiap BUMN Kawasan Industri. Begitu pun mengenai investasi yang akan dikeluarkan masing-masing BUMN KI. Melihat kemampuan investasi masing-masing BUMN KI yang berbedabeda, tidak mungkin setiap BUMN KI untuk mendapatkan porsi yang sama. Sejumlah direksi yang hadir tampak optimis investasi bersama IIIE ini ‘aman’ dan cepat memberi harapan keuntungan yang memadai. Apalagi kalau infrastruktur di sekitar kawasan sudah terbangun dengan baik. Meski demikian, kajian komersial tetap harus dijalankan. “Perlu juga dilakukan kajian finansial, skema transaksi dengan MTM, return & permit dan juga risikonya,” kata Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan, Trisilo Ari. Sementara untuk mendapatkan lahan masing-masing BUMN KI perlu mengkaji skema pembiayaan yang akan digunakan. “Apakah akan menggunakan bentuk trading, project finance, atau konsorsium,” kata M. Mahmud, Direktur Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kementerian BUMN lewat BUMNBUMN kawasan industri serius untuk mewujudkan kawasan industri modern yang terintegrasi di kawasan Indonesia Timur, dalam hal ini Sulawesi Selatan dalam waktu yang tidak lama lagi. Kawasan industri IIIE ini kalau terealisir diharapkan akan memiliki multiplier effect yang luas bagi kawasan sekitarnya.

u

TIM KBN

Mencari Alternatif Pembiayaan Pengembangan Kawasan

FGD di PT SIER Surabaya

R

ENCANA pengembangan kawasan industri terus berjalan dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) lanjutan di Hall Basroni Rizal PT SIER, Jumat (21/9). FGD dibuka oleh Asisten Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan I Kementerian BUMN, Heri Purnomo. Direksi dari enam Kawasan Industri BUMN masing-masing; PT SIER, KBN, JIEP, KIM, KIMA, dan KIW hadir pada acara FGD kali ini. FGD menghadirkan narasumber yang berkaitan dengan pembiayaan pengembangan kawasan. Diharapkan melalui FGD ini Kawasan Industri BUMN dapat secara kompak menghadapi masalah bisnis bersama. Salah satunya yaitu permasalahan pembiayaan untuk pengembang-an kawasan yang dimiliki. Alternatif pembiayaan

pengembangan kawasan ini diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan investor di kawasan. FGD ditutup dengan gala dinner yang diadakan di lapangan tenis PT SIER. Pada kesempatan tersebut, Group Band PT SIER dan Sinergi Band dari Kementerian BUMN tampil untuk memeriahkan acara. Asdep I Heri Purnomo dan para direksi dan pejabat BUMN 6 kawasan industri yang hadir pun ikut menyanyi bersama. Pada FGD sebelumnya, para direksi kawasan industri BUMN membahas rencana pengembangan kawasan industri di Sulawesi Selatan. Kawasan Industri BUMN merespon positif keinginan pemerintah membangun kawasan industri strategis terintegrasi (IIIE) di kawasan Indonesia timur.

u

TIM SIER

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

35


BUMN UPDATE

IBDEXPO 2018 SURABAYA, 3-6 OKTOBER

Temukan Booth BUMN Kawasan Industri di Lantai 3 Grand City

A

JANG tahunan Indonesian Business & Development (IBD) Expo 2018 kembali digelar di Grand City, Surabaya, 3-6 Okto-

ber 2018. Semua BUMN kawasan industri di Indonesia dari kawasan Indonesia paling barat sampai timur ikut hadir dalam event tahunan bertajuk “Tak Henti Membangun Negeri” ini. Kehadiran BUMN KI tentu akan menyemarakkan dalam pameran yang diikuti lebih dari 100 badan usaha milik negara (BUMN), BUMD, dan sejumlah perusahaan multinasional ini. Tahun lalu pameran yang diselenggarakan LKBN Antara, Balai Pustaka dan Perum Percetakan Negara ini digelar di Jakarta Convention Center dan diikuti 101 BUMN dan 10 korporasi nasional dan multinasional itu dimaksudkan sebagai sebagai gerbang informasi bisnis dan pembangunan Indonesia. Perhelatan yang akan digelar di Exhibition & Convention Hall, Grand City, Surabaya itu menjadi ajang pertemuan bergengsi para pelaku usaha BUMN, BUMD, perusahaan swasta nasional dan internasional, serta perwakilan lembaga pemerintah non-kementerian. Pameran dibuka dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB ini dan menawarkan peluang-peluang bisnis terbaik, promosi dan pengenalan produk, serta sarana pertemuan para pelaku bisnis. Tak hanya itu, para peserta pameran pun mendapatkan arahan langsung dari kepala pemerintahan dan pejabat negara mengenai kebijakan pemerintah terkait BUMN sehingga mereka diharapkan mengerti secara detil kebijakan pemerintah kepada BUMN. Mereka pun dapat saling bertukar

36 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

IBD Expo di JCC tahun 2017 lalu.

pengalaman dalam mengatasi permasalahan korporasi, serta urun rembug nasional eksekutif BUMN dari seluruh Indonesia. Selama empat hari penyelenggaraan, event ini tidak hanya diisi dengan kegiatan utama seperti pameran, acara pembukaan, “CEO BUMN Talks”, konferensi pers pimpinan BUMN, seminar, dan “business matching”, tapi juga dimeriahkan dengan serangkaian program yang menarik, seperti “BUMN Career Opportunity”, “Rekor Muri”, “Festival Kopi Nusantara”, Konser Musik Untuk Negeri , Acara Penutupan, Rumah Pangan Kita, Balkondes, Rumah Kreatif BUMN, dan RKB Award. IBDExpo 2018 ini pun diisi dengan sejumlah kegiatan pendukung, seperti peluncuran produk, “Meet & Greet / Daily Stage”, “Best Innovation Products”, “Communication Media,” “Visitor Icon”, “Product & Property Sale”, dan “BUMN Family Gathering”. Ada pula kompetisi vlogger, pengerahan mahasiswa, siswa dan santri, “site visit BUMN di Jawa Timur”, “Lomba Stand Terbaik”, “Cash Less Program”, dan “Pojok Baca”.

Terkait dengan rekor muri dan festival kopi Nusantara, dua kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan Kementerian BUMN agar brand (merek) nasional Indonesia, khususnya kedai kopi garapan perusahaan BUMN, bisa menyaingi perusahaan kedai kopi terbesar dunia Starbucks. Saat ini banyak BUMN yang memiliki merek yang cukup dikenal, namun hampir semuanya berdiri sendiri-sendiri. Untuk itu, Panitia IBDExpo 2018 akan menyelenggarakan Festival Kopi Nusantara dan Rekor Muri Minum Kopi Terbanyak dengan mengundang BUMN terkait untuk berpartisipasi. Para pengunjung pameran yang menyaksikan festival kopi dan rekor Muri minum kopi terbanyak yang akan dilaksanakan Panitia Daerah ini berkesempatan untuk mencicipi aneka kopi Nusantara secara gratis. Para pengunjung pameran pun akan dihibur artis nasional dan lokal serta konser musik untuk negeri yang diikuti oleh kelompok-kelompok kesenian dan band-band binaan BUMN. u

TIM KBN/REL


INDUSTRI ISTIMEWA

Makin Dibutuhkan, Kawasan Industri Terpadu dengan Sistem Manajemen yang Canggih

S

ELAMA tiga dekade ini, dunia menghadapi perubahan yang sangat cepat karena perkembangan teknologi informasi. Dunia lantas menandai perubahan itu dengan dengan revolusi industri generasi ke-4 atau Industri 4,0. Implementasi industri 4.0 memberikan dampak perubahan baru terhadap pendekatan dan kemampuan yang diperlukan oleh sektor industri untuk membangun sistem produksi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Guna menopang perubahan karakter industri ini, kawasan industri dituntut berbenah dan melengkapi diri dengan sarana dan prasarana sesuai era digital demi meningkatkan efektivitas rantai pasok manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global.

â&#x20AC;&#x153;Fasilitas tersebut, antara lain Smart Logistic System, Smart Permit System, dan Smart Environmental Control,â&#x20AC;? ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu. Di luar negeri, perubahan itu telah lebih dulu terjadi. Kebangkitan perdagangan online dalam beberapa tahun terakhir, telah mengubah pola distribusi dan produksi yang selanjutnya akan berpengaruh baik dari sisi desain maupun pola manajemen distribusi barang. Kemajuan teknologi, kondisi keamanan, perkembangan politik dan tuntutan konsumen menjadi factor penentu perubahan itu. Seperti apa trend kawasan industri dunia..? Berikut hasil diskusi Asosiasi Pengembang Kawasan Industri AS (NAIOP) dengan Curtis D. Spencer, pakar logistic yang juga Presiden Direktur IMS Worldwide, Lawrence R. Armstrong, seorang arsitek dan CEO

Ware Malcomb. 1. Kebutuhan ruang penyimpanan meningkat. Beberapa tahun terakhir konsumen, khususnya di AS, memesan lebih banyak barang dengan waktu pengiriman yang lebih cepat. Kondisi ini menuntut para pengecer memenuhi permintaan dengan meningkatkan volume barang inventarisnya. â&#x20AC;&#x153;Rantai pasokan ditentukan dua tahap penting, yakni mendatangkan ke daerah pemesan dan kemudian setelah tiba di negara yang dituju kudu mengirimnya ke pemesan tepat waktu,â&#x20AC;? terang Spencer sambil menambahkan, beberapa tahun terakhir makin banyak barang yang disimpan di inventaris di AS, karena perdagangan online mendorong lebih banyak pengiriman harian. Sementara pengiriman dalam jumlah besar EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

37


INDUSTRI

dalam kurun waktu tertentu belum akan tergerus. 2. Penyediaan ruang cenderung tumbuh vertikal Seiring dengan makin menipisnya lahan yang tersedia, para arsitek akan ‘dipaksa’ memanfaatkan lahan secara maksimal. Akibatnya, ruang-ruang penyimpanan atau gudang akan cenderung tumbuh secara vertical. “Tanah semakin mahal, jadi seperti produk lain di dunia real estate, maka hal ini juga akan terjadi duntuk kawasan industri,” terang Armstrong. 3. Perubahan pola bangunan Bangunan-bangunan kecil di dekat pelabuhan atau bandara akan semakin populer. Dengan makin berkembangnya e-commerce, maka tuntutan akan pusat pemenuhan yang lebih kompak untuk memenuhi kebutuhan pengiriman yang sering dan cepat akan meningkat. Tempat penyimpanan sementara ini juga harus lebih dekat dengan pengguna akhir. “Kita perlu mengakomodasi importir mikro dengan bangunan kompak. Itu semacam tren yang telah kami lihat,” kata Armstrong sambil menambahkan kawasan seperti ini membutuhkan infrastruktur seperti tempat parkir yang lebih besar untuk mendukung lebih banyak karyawan. Selain itu pengelola kawasan industry juga makin dituntut untuk menyediakan metode konstruksi yang berkelanjutan dan efisien guna menjamin proses produksi berjalan mulus. “Desain yang berkelanjutan kian menjadi mainstream sekarang,” tegas Amstrong. 4. Pengiriman antarmoda masih akan mendominasi. Meski ada trend penurunan pengiriman antarmoda khususnya di pengiriman kereta barang. Menurut Spencer, saat ini pembangunan kawasan industry diarahkan mendekati terminalterminal intermoda. Kapal kargo masih menjadi andalan dalam pengangkutan global, tetapi mulai berkurang meski

38 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

di tengah perbaikan infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan utama dunia. “Kita lihat pelayaran internasional secara keseluruhan, dengan penggunaan Terusan Suez di awal tahun 2000an dan pertengahan hingga akhir tahun 2010. Juga peningkatan Kanal Panama tahun lalu, Anda akan berasumsi bahwa itu akan menjadi dampak terbesar dalam pelayaran internasional,” jelas Spencer. 5. Sistem manajemen transportasi (TMS) akan lebih canggih dan dinamis. Spencer memaparkan, akan semakin banyak pemain dan tahapan yang harus dilewati dalam proses distribusi ini, sehingga dibutuhkan TMS yang efektif yang mampu mengikat semua langkah ini ke dalam proses yang kohesif, mulai dari gudang hingga ke depan pintu konsumen. Spencer memperkirakan komunikasi antar pengirim akan berevolusi menjadi sebuah format mobile yang mulus dalam waktu dekat. “Saya pikir ini akan menjadi tren besar dalam teknologi. Orang-orang akan mendapatkan perangkat lunak manajemen perdagangan itu dalam sebuah sistem terpadu,” ujarnya. 6. Tuntutan Keamanan Keamanan, baik di lapangan maupun di di web akan sama penting. Serangan siber maupun fisik mencapai tingkat kecanggihan dan kerusakan baru pada tahun 2016. Untuk mengantisipasi ancaman yang terus berkembang ini, pengelola kawasan industri dituntut melengkapi diri dengan perangkat yang diperlukan untuk melindungi keselamatan dan keamanan para tenantnya. “Bagi pabrikan atau distributor, keamanan dan perlindungan aliran produk sangat penting dan menjadi masalah vital. Kadang kami diminta untuk mengamankan seluruh situs, dan [membuat] pengamanan berlapis dari jalan masuk ke pintu depan, itu tergantung pada klien, produk dan prosesnya,” terang Amstrong.

7. Zona Bebas Pajak Importir akan cenderung memilih Zona bebas Pajak (FTZ) dan lokasi yang menjanjikan waktu pengiriman yang lebih baik. Barang-barang yang didatangkan dari luar dikenakan proses pabean yang panjang dan mahal. “Zona bebas pajak menyederhanakan proses untuk mendapatkan barang, penyediaan barang dan pengiriman tepat waktu dan juga pengelolaan dokumen,” kata Spencer. Ia menambahkan semua ini akan membuat para importir bisa lebih bnyak menghela nafas dan menyimpan energi mereka. 8. Penggabungan perdagangan offline dan oline Perdagangan online mendorong peritel menggabungkan dan menyederhanakan layanan mereka. Pengecer mulai mengkonsolidasikan layanan mereka di pedagangan offline dan layanan online menjadi satu fasilitas. “Kami melihat makin banyak perusahaan menggabungkan jaringan distribusi tradisional mereka dengan jaringan e-fulfillment mereka. Jadi kita pasti harus merancang proyek untuk situasi baru ini,” terang Amstrong. 9. Investor lintas negara Faktor politik global akan berpengaruh besar. Pada tahun 2015, JLL melaporkan lebih dari 20 miliar dolar total investasi di kawasan industri, tercatat 37,5persennya berasal dari perusahaan asing. Pengusaha dari China dan negara-negara lain sangat agresif dalam mengakuisisi aset di luar wilayah mereka. Kebijakan pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump diyakini akan mengubah peta tersebut. “Karena Trump juga seorang maestro real estat, Anda bisa melihat lebih banyak investasi asing di sector ini, Jadi, akan ada dua hasil yang berbeda tergantung pada bagaimana mereka menyikapi kebijakan Trump,” kata Spencer. u

B E R B A G A I S U M B E R / TA M


LINGKUNGAN

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di Perusahaan oleh:

Ibrahim Harimurti

Auditor Internal SML ISO 14001:2015 PT KBN PERSERO

I

SO 14001 adalah kesepakatan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sebuah sistem manajemen lingkungan. Standar internasional ini membantu organisasi meningkatkan kinerja lingkungan mereka, melalui lebih banyak penggunaan sumber daya yang efisien dan pengurangan limbah, mendapatkan keunggulan kompetitif dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Standar tersebut mewakili pendekatan internasional yang terkoordinasi untuk mengurangi degradasi lingkungan global yang dapat diaplikasikan untuk setiap organisasi, dengan berbagai ukuran dan di mana pun organisasi tersebut berada di dunia ini. Standar internasional ISO 14001 dibuat oleh International Organization for Standardization atau yang lebih dikenal sebagai ISO, sebuah lembaga internasional non pemerintah dengan lebih dari 110 negara sebagai anggotanya yang berlokasi di Jenewa, Swiss. ISO 14001 merupakan bagian dari seri standar ISO 14000. Standar pengelolaan lingkungan yang ada pada ISO 14000 meliputi ISO 14001, 14004, 14010, 14011, 14012, 14013/15, 14020/23, 14024,

Pemeriksaan jaringan WTP secara terjadwal di KBN Marunda.

14031/32, 14040/43, 14050 dan 14060. Penyusunan ISO 14000 dimulai pada tahun 1991, ketika ISO membentuk Strategic Advisory Group on the Environment (SAGE) yang bertugas meneliti kebutuhan standarisasi lingkungan untuk internasional. Dalam waktu kurang dari setahun, anggota SAGE menyimpulkan bahwa dibutuhkan sebuah sistem pengelolaan lingkungan yang terstandar dan pada tahun 1996, ISO menerbitkan standar ISO 14001: Environmental management systems â&#x20AC;&#x201C; Requirements with guidance for use. Standar ISO 14001 pertama kali diadopsi di Indonesia oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi SNI 19-14001-1997: Sistem manajemen lingkungan â&#x20AC;&#x201C; Persyaratan dan panduan penggunaan dan ISO 14001 versi terbaru sampai dengan

saat ini yaitu ISO 14001:2015. Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 pada suatu organisasi atau perusahaan akan memberikan manfaat terhadap perusahaan tersebut khususnya dalam kinerja lingkungan. Manfaat tersebut di antaranya membantu perusahaan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat ini maupun di masa depan, meningkatkan keterlibatan pimpinan dan keterlibatan karyawan, membantu mencapai tujuan strategi bisnis melalui isu lingkungan yang dima-sukkan ke dalam pengelolaan usaha, membantu menyediakan keuntungan finansial dan kompetitif melalui peningkatan efisiensi dan pengurang-an biaya, dan mendorong kinerja lingkungan yang lebih baik dari para pemasok dengan mengintegrasikannya ke dalam sistem bisnis EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

39


LINGKUNGAN

organisasi (iso.org, 2015). Konsep yang digunakan dalam Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 adalah metode Plan-DoCheck-Act (PDCA) yang diterapkan pada setiap klausul-klausul sehingga menghasilkan perbaikan yang berkelanjutan (continual improvement). Pada umumnya terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui sebuah perusahaan untuk memperoleh sertifikat ISO 14001. Tahap pertama, perusahaan membentuk tim kerja yang bertugas untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka sertifikasi ISO 14001. Tahap kedua, perusahaan menyelenggarakan pe-latihan bagi karyawan mengenai kesadaran (awarness) terhadap sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan pelatihan auditor internal. Tahap ketiga, perusahaan memilih beberapa karyawan sebagai auditor internal ISO 14001. Tahap keempat, perusahaan menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan dan melakukan dokumentasi pada setiap proses implementasi tersebut. Tahap kelima, perusahaan melaksanakan audit internal dan melakukan peninjauan manajemen atas hasil audit internal tersebut. Tahap keenam, perusahaan melakukan perbaikan atas hasil audit internal dan mempersiapkan untuk audit eksternal. Tahap ketujuh, perusahaan melaksanakan audit eksternal oleh lembaga yang berwenang melakukan sertifikasi ISO 14001. Hasil audit eksternal akan menentukan perusahaan tersebut layak atau tidak untuk mendapatkan sertifikat ISO 14001. PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) sangat menyadari pentingnya penerapan sistem manajemen lingkungan dalam rangka mewujudkan visi perusahaan sebagai pengelolan kawasan industri multipurpose

40 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

HASIL AUDIT EKSTERNAL AKAN MENENTUKAN PERUSAHAAN TERSEBUT LAYAK ATAU TIDAK UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT ISO 14001.

yang terintegrasi dengan pelabuhan, berwawasan lingkungan dan bertaraf internasional. Oleh karena itu, PT KBN (Persero) telah melaksanakan sertifikasi sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan berhasil memperoleh sertifikat tersebut pada tahun 2016. Salah satu syarat yang harus dipenuhi perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yaitu menetapkan kebijakan lingkungan oleh manajemen perusahaan. Ada pun kebijakan lingkungan yang terdapat di PT KBN (Persero) yaitu manajemen PT KBN (Persero) berkomitmen untuk melaksanakan Sistem Manajemen Lingkungan di dalam operasional perusahaan dengan konsisten dan akan melakukan perbaikan berkelanjutan (continual improvement) sesuai kebutuhan, dengan cara: 1. Mematuhi dan memenuhi semua persyaratan lingkungan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan/operasional; 2. Melibatkan seluruh karyawan dari level tertinggi sampai dengan terendah; 3. Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan pemakaian sumber daya alam yang berlebihan; 4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi lingkungan untuk mengetahui efektivitas Sistem Manajemen Lingkungan. Kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan harus didukung dengan komitmen manajemen perusahaan dan konsisten dilaksanakan oleh seluruh karyawan. Selain itu, PT KBN (Persero) juga menetapkan 13 point strategi lingkungan yaitu;

1. Membuat perencanaan dan perancangan yang berpedoman kepada ketentuan lingkungan, sehingga dihasilkan produk ramah lingkungan; 2. Mewajibkan tenant/investor memiliki dokumen lingkungan dan izin lingkungan serta melaporkannya setiap enam bulan; 3. Melakukan monitoring dan implementasi pelaksanaan dokumen lingkungan para tenant/investor; 4. Mewajibkan tenant/investor penghasil limbah produksi untuk mengolah air limbahnya sesuai persyaratan baku mutu; 5. Melaksanakan kerjasama pengelolaan limbah domestik dengan PT PAL Jaya; 6. Mewajibkan tenant/investor melaksanakan pemeriksaan emisi boiler dan genset setiap enam bulan; 7. Melaksanakan pemeriksaan uji emisi kendaraan bermotor setiap enam bulan; 8. Melaksanakan efisiensi pemakaian listrik, air, dan alat tulis kantor; 9. Larangan pemakaian air tanah di dalam kawasan; 10. Mempertahankan ruang terbuka hijau dan resapan air hujan; 11. Melaksanakan pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3); 12. Melaksanakan evaluasi lingkungan kawasan setiap enam bulan dan melaporkan kepada instansi pemerintah terkait; 13. Memberikan sanksi bagi pelanggar ketentuan lingkungan. Penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 pada sebuah perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan tersebut dan mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan operasional perusahaan.

* Penulis kini bekerja pada Divisi Perencanaan & Pengembangan KBN. u

MAJALAH KBN #014


BISNIS

Direktur Keuangan PT KBN Persero, Daly Mulyana menggunting pita sebagai tanda peresmian kantor pusat KBN yang baru.

u

KBN Resmi Menempati Kantor Pusat yang Baru

P

T KBN Persero kini resmi menempati kantor pusat yagn baru di Jl. Jawa, Kawasan Industri KBN Cakung, Jakarta Utara. Peresmian gedung baru ditandai dengan pengguntingan pita oleh Direktur Keuangan KBN, Daly Mulyana (17/8) usai upacara HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI. Komisaris dan direksi mengharapkan perpindahan ini bukan sekadar pindah tempat kerja, tapi yang lebih penting di tempat baru muncul kinerja baru, budaya kerja yang baru, dan semangat yang juga baru. Peresmian yang berlangsung singkat dan sederhana itu diikuti dengan peninjauan ke sejumlah ruangan. Mulai ruang tamu, ruang kantor di lantai 1 yang akan disewakan kepada pihak luar, dan juga bagian lain. Di bagian depan yang khusus

untuk ruang tamu akan dilengkapi dengan info-info tentang Jakarta secara lebih lengkap. Juga perlu ada ruang khusus untuk customer baru yang nantinya akan dikelola Divisi Pemasaran. Semua untuk pelayanan terbaik kepada pelanggan. Di sejumlah tempat, khususnya di dekat lift juga akan diadakan cermin berukuran besar. Gunanya agar semua pegawai sebelum bertemu klien tampil selalu rapi. Daly berpesan kepada para pegawai untuk selalu tampil profesional. â&#x20AC;&#x153;Tunjukkan budaya profesional kepada setiap tamu,â&#x20AC;? kata Daly Mulyana. Di ruangan tertentu kantor berlantai 4 ini juga perlu fasilitas olahraga, mulai dari sepeda statis, treadmill, ataupun meja pingpong. Bagi yang mendapatkan kantor di lantai atas, perlu juga berolahraga dengan meEDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

41


BISNIS

Kantor KBN Pusat yang baru.

naiki tangga darurat. Direktur Pengembangan KBN, Rahayu A Junaedi menginginkan kantor yang baru diikuti dengan sesuatu yang juga serba baru, budaya kerja baru dan semangat yang juga baru. â&#x20AC;&#x153;Kalau melihat fisik bangunan ini yang baru dan modern, saya juga menginginkan KBN ke depan juga tampil modern. KBN bisa menggandeng investor-investor besar berkelas dunia,â&#x20AC;? kata Dirbang. Komisaris Utama KBN, Irjen Pol (Purn) Ngadino usai menandatangani prasasti peresmian mengharapkan perpindahan kantor baru benar-benar mengubah budaya lama yang kurang mendorong usaha, sehingga di sini benar-benar mampu meningkatkan kinerja. Selain kantor pusat, KBN memiliki kantor di masing-masing unit kerja

42 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

bisnis seperti SBU Cakung, SBU Priok Marunda, SBU Pelayanan Logistik, SBU Prima Beton, dan lainnya. Saat ini kantor pusat hanya digunakan untuk sekretariat perusahaan, Divisi SDM Umum, Divisi Akuntansi & Keuangan, Perencanaan dan Pengawasan, SPI, dan komisaris serta direksi. Para komisaris, direksi, dan pegawai hanya menempati lantai 2-4. Sementara di lantai I akan dijadikan area komersial yang disewakan kepada pihak lain.

Green Building

Gedung kantor pusat seluas 7.200 meter persegi dibangun dengan konsep green building di mana semua material yang digunakan efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan material yang ramah

lingkungan dapat dilihat dari penggunaan material kaca yang mendominasi kulit luar bangun-an ditambah dengan aksen ACP (Aluminium Composite Panel) dan sebagai penerangan ruangan menggunakan lampu LED. Sementara itu untuk pendingin udara menggunakan VRF (Variable Refrigerant Flow). Di dalam juga terdapat aula serbaguna yang dapat menampung kurang lebih 360 orang. Sementara itu untuk setiap lantai terdapat ruang rapat yang memudahkan masing-masing unit kerja mengadakan rapat. Lantai dasar seluas 704 meter persegi difungsikan sebagai area komersial yang disewakan kepada para tenant. Di samping kantor terdapat juga ballroom representatif yang disewakan untuk berbagai acara, seperti resepsi pernikahan, rapat organisasi, dan lain sebagainya. Dengan dukungan fasilitas parkir, keamanan, dan lainnya, ballroom yang memiliki lokasi sangat strategis tepat sebagai pilihan untuk menggenar berbagai keperluan dengan total kapasitas mencapai sekitar 750 orang. Kantor pusat sebenarnya dirancang untuk digunakan sampai tahun 2040 saat KBN sudah berkembang cukup pesat. Karenanya, penggunaan lantai 2,3, dan 4 saat ini masih menyisakan ruangan. Di bagian belakang terdapat bangunan masjid seluas 2.600 meter persegi dibangun dengan menggunakan konsep modern minimalis. Tampak material GRC sebagai kulit luar bangunan dengan motif geometris solid dan transpa-ran. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menyediakan fasilitas pendukung untuk ke-giatan massal, yaitu function room pada lantai dasar. Ruang serba guna mampu menampung sebanyak 1.500 orang, sementara untuk tempat sholat disetting mampu menampung 3.000 jemaah.

u

TIM KBN


BISNIS

Pematangan tanah untuk kawasan industri yang dilakukan PT SPU, anak usaha PT SIER.

Kembangkan Pasar, PT SPU Incar Pasar Properti Apartemen & Hotel

T

ERUS berkembang, PT Sier Puspa Utama (SPU) setelah banyak meraih pengalaman sebagai sub kontraktor siap masuk pasar properti. Proyek apartemen dan hotel menjadi target incarannya. PT SPU atau PT Sier Puspa Utama merupakan anak perusahaan dari PT SIER yang memiliki lini bisnis general contractor. SPU awalnya didirikan untuk menunjang kebutuhan tenant di dalam Kawasan Industri SIER. Melihat peluang pasar yang terbuka, SPU akhirnya mulai mengerjakan proyek di luar kawasan SIER. Bisnis konstruksi yang dijalankan saat ini yaitu pembangunan gedung, saluran air, dan jalan dalam

menjalankan bisnis konstruksi, SPU tidak selalu menjadi pelaksana utama. Pada beberapa proyek SPU berperan sebagai sub kontrakor. Saat ini SPU sedang menggarap project apartemen di Batam sebagai sub kontraktor serta pembangunan perumahan bersubsidi di Bekasi dan Sukabumi. SPU selain memiliki bisnis kontraktor juga menyediakan jasa untuk pengadaan bahan-bahan konstruksi. Salah satu pengadaan bahan konstruksi yang pernah dilakukan oleh SPU yaitu untuk supporting proyek tol. Supporting yang dilakukan yaitu dengan menyediakan pasir, koral, beton, dan kebutuhan lainnya. Selain di bidang konstruksi, SPU juga menjalankan bisnis pengelo-

laan air limbah dan air bersih. Saat ini SPU tengah menggarap project saluran air di IPAL untuk proses pembuatan recycling air bersih. Selain itu, SPU juga akan masuk ke bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Pelaksanaan bisnis AMDK ini SPU akan bekerjasama dengan beberapa perusahaan lain. Saat ini SPU masih bergantung dengan pihak penyedia proyek. Ke depannya SPU akan mengembangkan bisnis yang berjalan secara berkelanjutan. Seperti mengembangkan bisnis property apartemen ataupun hotel. Selain itu SPU juga berharap dapat mengembangkan bisnisnya untuk menunjang kegiatan bisnis SIER dengan pemenuhan kebutuhan tenant. u

SIER

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

43


BISNIS

Lewat Anak Usaha PT PWS, KIW akan Optimalkan Potensi Investor Jateng Pekerjaan pendirian pabrik oleh PT PWS, anak usaha PT KIW

H

ADIRNYA UU No.3 tahun 2014 khususnya pasal 106 ayat (1) tentang Perindustrian memberi â&#x20AC;&#x2DC;angin segarâ&#x20AC;&#x2122; bagi PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Persero untuk bergerak. Setelah mendapat izin dari Kementerian BUMN, KIW pun membentuk anak usaha bernama PT Putra Wijayakusuma Sakti (PWS) yang bisnis utamanya mengelola kawasan industri. Pasal 106 ayat (1) UU 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian menyebut â&#x20AC;&#x153;Perusahaan Industri yang akan menjalankan industri wajib berlokasi di Kawasan Industriâ&#x20AC;?. Adanya kebijakan tersebut menandakan kebutuhan akan kawasan industri terus meningkat. Sebab perusahaan industri akan mendapatkan sanksi apabila tidak menjalankan industrinya di Kawasan Industri. KIW memandang hal tersebut sebagai satu kesempatan dalam bertransformasi mengembangkan bisnis kawasan. KIW ingin melakukan perubahan yang jauh lebih baik dengan

44 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

menjalankan bisnis pengelolaan kawasan industri baru. Lewat anak usaha PT PWS, KIW akan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali secara optimal potensi-potensi yang dimiliki Jawa Tengah dalam memenuhi kebutuhan para investor melalui PWS. PWS memiliki bidang bisnis utama yaitu pengelolaan kawasan industri yang didukung dengan bisnis pendukung dalam bentuk jasa, seperti trading, jasa konstruksi/ konsultan dan transportasi, serta property, seperti batching plan, warehouse, dan perumahan. PWS tidak hanya semata-mata mengelola kawasan industri, namun PWS berkeinginan membuat kawasan industri yang terpadu dan komprehensif. Terpadu dan komprehensif berarti PWS mampu melayani dan memenuhi segala kebutuhan investor yang masuk dalam satu area. PWS akan menjamin ketersediaan layanan business support sehingga investor tidak perlu keluar kawasan untuk memenuhi kebutuhannya. PWS akan lebih lincah dalam me-

menuhi kebutuhan bisnis investor mulai dari kebutuhan dasar, seperti kebutuhan energi, air, telekomunikasi dan transportasi. PWS juga akan menyediakan layanan untuk memenuhi kebutuhan pendukung lainnya, seperti perizinan-perizinan, pengurusan lingkungan, pembayaran-pembayaran melalui sistem online, pasokan bahan baku, pengiriman, distribusi, penyediaan tenaga kerja, fasilitas hunian tenaga kerja, kebutuhan konsumsi dan lain sebagainya. Semua ini dirancang semata-mata untuk memudahkan perusahaan dalam menjalankan bisnis di kawasan industri. Dengan layanan jasa yang dimiliki oleh PWS juga akan berdampak terhadap efisiensi perusahaan sehingga meningkatkan daya kompetitif produk yang bersangkutan. Hal tersebut akan berdampak pada Sekecil mungkin tingkat kesusahan perusahaan dapat dieliminir. Sebab, pada dasarnya kita semua tentu ingin meminimalkan tingkat kesulitan yang dialami oleh investor. PWS juga akan menyiapkan infrastruktur yang ditunjang dengan tekonologi digital untuk dapat memenuhi kebutuhan bisnis di era digitalisasi, terlebih dalam menghadapi era industry revolution 4.0. Sebab, dunia usaha begitu cepat berubah karena ditunjang dengan teknologi, oleh karenanya PWS akan bergerak lebih progresif, meskipun bidang usaha utama PWS masih berbasis landing. Tidak hanya di Jawa Tengah, PWS ke depan akan menjalankan bisnisnya dalam lingkup nasional dan berharap mampu menembus pasar global. u

KIW


BISNIS

Dirut PT KBN dan RS Pelni menunjukkan MoU yang baru ditandatangani.

MAKSIMALKAN PELAYANAN RSU PEKERJA

KBN Gandeng RS Pelni

R

UMAH Sakit Umum & Pekerja KBN dan Rumah Sakit Pelni (anak usaha PT Pelni Persero) sepakat menjalin kerjasama operasional. Penandatanganan kerjasama tersebut ditandatangani Dirut PT KBN Persero HM Sattar Taba dan Dirut RS Pelni, DR dr Fathema Djan Rachman, Sp.B, Sp.BTKV, di Jakarta, Rabu (15/8). Kerjasama operasional ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan khususnya di bidang pengelolaan rumah sakit agar mampu memberi kontribusi yang maksimal bagi pelayanan kesehatan masyarakat sekitar. Dengan sinergi ini diharapkan RS Umum & Pekerja dapat dikembangkan dengan baik, sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) yang saling menguntungkan. Dalam point kerjasama antara lain termuat tentang SDM, pemasaran, dan pembiayaan operasional rumah sakit. KBN disebutkan akan menanggung biaya operasional satu tahun ke depan, namun setelah itu pengelola diharapkan sudah

mampu mandiri. Dirut PT KBN Persero, Sattar Taba mengungkapkan, sebenarnya sejak tahun lalu sudah ada kesepakatan kerja sama operasional. Namun, ternyata ada masalah dari sisi kepemilikan RSU Pekerja. Setelah masalah diselesaikan dengan BPJS (dulu Jamsostek), dan Kementerian BUMN menyatakan KBN sebagai pemilik RS tersebut, akhirnya MoU bisa direalisasikan. Dirut KBN berharap dengan kerjasama ini bisa memaksimalkan fungsi rumah sakit untuk melayani masyarakat sekitar. Sebab, menurutnya rumah sakit ini dibangun lewat perjuangan yang tidak ringan. Fasilitas di dalam pun termasuk cukup mewah. Peralatan yang seharusnya untuk RS tipe B, tapi demi pelayanan terbaik sengaja diberikan untuk RSU Pekerja KBN yang masuk katagori RS tipe C. â&#x20AC;&#x153;Semoga dengan adanya kerja sama dengan RS Pelni, peralatan yang the best bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sekitar,â&#x20AC;? kata Sattar Taba. Dirut RS Pelni, Dr dr Fathema Djan Rachman mengharapkan agar masyarakat sekitar tidak ragu akan

pelayanan RSU Pekerja KBN yang kini pengelolaannya berstandar RS Pelni. RS Pelni yang selama ini pasien BPJS-nya mencapai hampir 90 persen diharapkan juga bisa diterapkan di RSU Pekerja KBN. Walikota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau menyambut gembira RSU Pekerja KBN menjalin kerjasama dengan RS Pelni yang dikenal sangat profesinal dalam pelayanan rumah sakit. Apalagi kesehatan merupakan pelayanan yang jadi prioritas kedua setelah pendidikan. RS Pelni yang punya sejarah panjang di bidang kerumahsakitan diharapkan mampu memajukan RSU Pekerja KBN. Tokoh masyarakat Sukapura, M. Yusuf meminta agar manajemen baru RSU Pekerja mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar rumah sakit. RSU Pekerja KBN lahir enam tahun lalu. RS ini digagas Meneg BUMN ketika itu, Dahlan Iskan. Sedianya RS pekerja ini akan jadi rujukan rumah sakit sejenis di sejumlah kawasan industri di Indonesia. Pengelolaan RSU Pekerja sebenarnya pada awalnya menjadi tanggungjawab Jamsostek. Namun, setelah BUMN itu dilebur menjadi BPJS, pengelolaan ditangani langsung KBN. KBN kemudian menjalin kerjasama operasional dengan Pertamedika. Pilihannya kini menggandeng RS Pelni tentu didasari atas kesuksesannya mengelola rumah sakit yang semula merugi menjadi mandiri dan mampu memberi keuntungan. Bahkan, Kementerian BUMN memuji yang 21 April lalu genap 100 tahun ini karena mampu jadi rumah sakit dengan hampir 90% pasiennya menggunakan BPJS Kesehatan. RS Pelni berhasil lewat pendekatan teknologi, seperti pemanfaatan mesin otomatis anjungan pendaftaran mandiri (APM) dan aplikasi yang dapat diunduh di smarphone. u

KBN

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

45


BISNIS

JIEP Terima Sertifikat Objek Vital Nasional Kawasan Industri

P

ERUSAHAAN pengelola kawasan industri Pulogadung, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) mendapat sertifikat Objek Vital Nasional Sektor Kawasan Industri (OVNI). Sertifikat ini diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Direktur Operasional PT JIEP Bilson Manalu mengatakan, pemberian sertifikat ini akan meningkatkan jaminan rasa aman kepada seluruh tenant, investor, maupun karyawan di Kawasan

Industri Pulogadung. Selain itu, penetapan OVNI sebagai solusi antisipatif untuk menghadapi gangguan yang dipengaruhi faktor demografi, geografi, sosial, dan budaya. “Secara khusus, jaminan keamanan bagi industri membuat lancarnya kegiatan produksi bagi industri, termasuk karyawannya. Dengan adanya sertifikat ini, terwujudnya iklim usaha suatu industri yang kondusif dan kepastian bagi para investor dapat diwujudkan di Kawasan Industri Pulogadung,” kata dia dalam ke-terangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/12/2017). Sekretaris Perusahaan JIEP Purwati menambahkan, pemberian sertifikat ini merupakan pengakuan status jika kawasan industri Pulogadung layak mendapatkan perlin-dungan dan pengamanan. “Pemberian status OVNI kepada PT JIEP diharapkan dapat meningkatkan kerja sama strategis antara Kemenperin, Kepolisian RI, dan JIEP. Kami opti-

mistis, hal ini dapat memajukan serta mewujudkan iklim usaha industri yang kondusif dalam rangka mendukung tumbuh dan berkembangnya industri yang memiliki daya saing sehingga berdampak pada kemajuan Bangsa Indonesia,” jelas dia. Untuk diketahui, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) ialah perseroan terbatas milik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 50 persen. JIEP merupakan perusahaan pengelola kawasan industri pertama di Indonesia yang pada awalnya bertugas menyediakan Tanah Kavling Industri (TKI) dan semua fasilitas industri. Pada perkembangannya, JIEP melakukan diversifikasi sekaligus perluasan usaha dengan membangun secara bertahap bangunan sewa antara lain Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) 1 sampai dengan 4 lantai, pergudangan (tertutup dan terbuka), transit warehouse, Sarana Usaha Industri Kecil (SUIK), serta bangunan pendukung lainnya seperti properti hunian (bizhome/ Blok O). u

L I P U TA N 6 . c o m / J I E P

HOTLINE MARKETING BUMN KAWASAN INDUSTRI PT KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (KBN) PERSERO Marketing Phone : (021) 4482-0909 ext 1602 / 1605 Fax : (021) 4482-0052 Email : marketing@kbn.co.id PT JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG (JIEP) Telp : 021- 4600305 No HP : Galih Geraldi 0812 8104 4897 / Ihsan Prawira 082114596060 email : jiep@jiep.co.id / galih.geraldi@jiep.co.id PT KAWASAN INDUSTRI MEDAN (KIM) Telp : (061) 6871177 Fax (061) 6871088 No: : HP Jefri Sirait 0811613965 Email : jefri_sirait@kim.co.id marketing@kim.co.id

46 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

PT KAWASAN INDUSTRI WIJAYAKUSUMA (KIW) Telp : 024- 8662156 No HP : Aris 08159044725 email : marketing@kiw.co.id / go_kiw@kiw.co.id PT KAWASAN INDUSTRI MAKASSAR (KIMA) Telp : 0411 510158 , 0411 510098 No.hp : Suryadi 0811410677 Email : marketing@ptkimamakassar.co.id PT SURAYA INDUSTRIAL ESTATE RUNGKUT (SIER) Telp : 031-8433187, 8433182 No. Hp : Suranto - +62 811 3535178 e-mail : marketing@sier-pier.co.id PT PENGUSAHAAN DAERAH INDUSTRI PULAU BATAM Telp : (0778) 458507 Contact Person : Mulyadi DH (081261496555) Email : marketing@perserobatam.com


BISNIS

Banyak Keunggulan Diperoleh, Saatnya Berinvestasi di KIW

K

AWASAN Industri Wijayakusuma (KIW) Persero merupakan satu-satunya kawasan industri yang dimiliki oleh BUMN di Jawa Tengah. Sejalan dengan perkembangan industri di Indonesia yang begitu dinamis, KIW merupakan salah satu pilihan yang perlu jadi pertimbangan dalam pengembangan industri. Keberadaannya di Jawa Tengah menjadikan KIW memiliki potensi besar untuk berinvestasi. Untuk diketahui, Jawa Tengah sendiri mempunyai nilai lebih dibandingkan daerah lain. Sebab, di Jawa Tengah memiliki iklim bisnis yang kompetitif. Lihat saja harga tanah yang sangat kompetitif, infrastruktur memadai, aksesibilitas yang mudah, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap, serta kebijakan pemerintah daerah yang sangat positif untuk pengembangan kawasan-kawasan industri saat ini maupun yang akan datang, menjadikan KIW begitu handal, potensial dan menarik untuk dipilih sebagai lokasi pengembangan industri. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki KIW tersebut tentu memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi investor dalam menjalankan bisnisnya. Dimulai dari kebutuhan awal perusahaan berupa lahan, Jawa Tengah menawarkan harga tanah yang sangat bagus dibandingkan daerah lain seperti Jakarta, Karawang dan Surabaya yang begitu melangit. Biaya-biaya yang bersifat rutin, seperti biaya operasional untuk tenaga kerja, di Jawa Tengah, terkhusus Semarang memiliki UMR yang begitu kompetitif.

Kawasan perkantoran yang ditawarkan PT KIW

Dari segi pertimbangan lokasi, Jawa Tengah merupakan pusat Pulau Jawa, sehingga akses menuju arah timur maupun barat begitu mudah. Hal tersebut didukung pula dengan adanya pembangunan infrastruktur secara besar-besaran oleh pemerintah, seperti fasilitas jalan tol membuat aksesibilitas semakin mudah. Jawa Tengah juga memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, serta biaya kebutuhan hidup para pekerja pun relatif murah. Tidak hanya itu, dalam hal ketersediaan tenaga kerja, Jawa Tengah memiliki jumlah tenaga kerja yang melimpah. Halhal tersebut tentu harus menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi bagi para investor. KIW merupakan lokasi terbaik yang patut dipilih untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis. Sampai saat ini, pemasukan KIW masih didominasi oleh hasil penjualan lahan, disusul dengan hasil penyewaan Bangungan Pabrik/ Gudang Siap Bangun (BPSP) dan

layanan fasilitas pendukung. KIW terus berupaya untuk menjadi pengelola kawasan industri yang handal dengan memberikan layanan terbaik bagi para investor. Oleh karenanya KIW senantiasa melakukan evaluasi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder para investor. Hal sekaligus bentuk upaya reposisi sumber pendapatan, sehingga ke depan layanan fasilitas pendukung mendominasi sumber pendapatan KIW. KIW juga mengharapkan services menjadi utama ke depannya, karena dunia usaha mengharapkan kemudahan-kemudahan. Melalui services yang dimiliki oleh KIW dapat memudahkan investor yang baru akan memulai bisnisnya hanya dengan sekali datang sudah bisa langsung menjalankan bisnisnya tanpa melakukan pengurusanpengurusan kebutuhan lainnya.

u

KIW

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

47


BISNIS

p

E-Gate JIEP Ciptakan Keamanan di Kawasan Industri Pulogadung

Gerbang PT JIEP yang sudah dilengkapi dengan E-Gate system.

E

LECTRONIC Gate atau E- Gate yang diberlakukan oleh PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) sejak tahun 2015 lalu telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan keamanan serta kenyamanan di Kawasan Industri Pulogadung (KIP). Pembangunan sistem palang pintu masuk otomatis yang dilakukan oleh JIEP untuk menertibkan KIP dari oknum-oknum yang tidak berkepentingan dinilai efektif dan tepat sasaran. Seiring dengan berjalannya waktu, Kawasan Industri Pulogadung yang dahulu dikenal sebagai ‘kawasan jin buang anak’ kini telah berubah 180 derajat. Beberapa titik yang dulu terlihat kumuh, tidak terawat, dan gelap sekarang berubah asri, nyaman, dan terawat. Hal ini bisa dilihat di lokasi-lokasi seperti hutan kota JIEP jalan Pulobuaran, Nursery & Composting, serta beberapa jalan akses utama di Kawasan Industri Pulogadung. Head of Secretary PT JIEP, Purwati, mengatakan kontribusi E-Gate

48 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

dalam menekan angka kriminalitas di Kawasan industry Pulogadung memiliki peran yang sangat signifikan. Ia mencontohkan sebelum diberlakukannya E-Gate KIP kerap dijadikan arena balap liar di setiap malam oleh oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini tidak ditemukan kembali setelah E-Gate JIEP diberlakukan 3 tahun yang lalu. “Sebagai kawasan terbatas sudah sepatutnya PT JIEP meningkatkan keamanan demi terciptanya kenyamanan bagi para tenant dan investor di Kawasan Industri Pulogadung. Oleh karena itulah, kami menginisiasi sebuah system untuk meredam hal-hal buruk atau kejadian yang tidak diinginkan di KIP. Dari beberapa rencana yang kami punya, E-Gate inilah yang dirasa efisien serta mumpuni dalam menciptakan rasa keamanan dan ketertiban pada lingkungan KIP,” ujar Purwati, Rabu (17/1). Ia menambahkan, tidak semua orang dikenakan biaya saat memasuki Kawasan Industri Pulogadung. Bagi Masyarakat yang tinggal di seputaran Kawasan Industri Pulo-

gadung serta karyawan yang bekerja di KIP diberikan akses masuk gratis dengan melampirkan beberapa persyaratan seperti foto copy KTP dan STNK. Setelah semua persyaratan lengkap, PT JIEP akan memberikan kartu/ pass masuk ke Kawasan Industri Pulogadung. “Kartu free pass yang diberikan oleh JIEP berlaku selama satu tahun. Per orang dapat mendaftarkan maksimal 2 kendaraan, setelah masa berlaku kartu habis pemohon dapat mengajukan perpanjangan ke Project Management Unit (PMU) Gate PT JIEP di gedung Graha Daya Guna Jalan Pulobuaran V,” tambahnya. Sebagai informasi tambahan, di tahun ini perpanjangan kartu passmasuk E-Gate dimulai pada bulan Februari hingga Maret 2018. Informasi lebih lanjut bisa pemohon bisa mendatangi Customer Focus PT JIEP di Gedung Graha Daya Guna lantai dasar.

u

jIEPMAGZ


p

BISNIS

Penyerahan penghargaan Top BUMD 2018 untuk PT JIEP

PT JIEP Raih Penghargaan Kawasan Industri Hijau Terintegrasi Top BUMD 2018

P

T Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) meraih penghargaan Top BUMD 2018 sebagai kawasan industri hijau yang digelar di Balai Kartini, Kamis (3/5/2018). Pihaknya telah mengaplikasikan tiga R yaitu Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih bisa dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali daur ulang sampah menjadi barang atau produk yang bermanfaat. Presiden Direktur PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Landi R Mangaweang mengatakan pihaknya juga memberdayakan program kemitraan bina lingkungan (PKBL) dengan memberdayakan potensi-potensi disekitar kawasan industri, seperti

industri rumahan, ada juga membuat hidroponik garden. “Kawasan industri kita lahir ditengah pemukiman yang padat, dengan demikian kita harus bisa mengontrol dampak lingkungan yang ada di sekitar kita. Ini merupakan penghargaan kedua yang diraihnya,” katanya dalam keterangan pers, Kamis (5/5/2018). Untuk mengenjot pendapatan, pihaknya juga berencana membuka bidang usaha baru jasa logistik dan supply chain management. Seperti diketahui pertumbuhan e-commerce kian pesat. “Karenanya kami menargetkan pembangunan gudang baru bisa terealisasikan di semester kedua tahun ini. Sehingga bisa mendongkrak pendapatan baru bagi JIEP, selain penyewaan lahan kavling, “pungkasnya. Untuk diketahui juga ada empat BUMD Provinsi DKI Jakarta yang berhasil meraih Top BUMD 2018 yaitu,

PT Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Food Station Tjipinang Raya, PT Bank DKI dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Sebagaimana diketahui, JIEP merupakan pengelola sekaligus pengembangan Kawasan Industri pertama di Indonesia yang berkantor pusat di Pulogadung, Jakarta Timur. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1973 dengan kepemilikan saham 50% Pemerintah Indonesia dan 50% Pemprov DKI Jakarta. Pada tahun 2014 JIEP melakukan transformasi bisnis dengan melakukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan nilai tambah kawasan tersebut, diantaranya dibangunnya fasilitas sekaligus infrastruktur seperti Pusat Perbankan Terpadu, E- Commerce Warehouse, Sentra Usaha Industri Kreatif (SUIK), hingga Pusat Kuliner. u

T R I B U N N E W S. C O M / J I E P

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

49


BISNIS

JIEP Raih Penghargaan In House Magazine BUMN 2018 p

PT JIEP terima penghargaan In House Magazine BUMN 2018.

P

T Jakarta Industrial Estate Pulogadung meraih penghargaan perdananya di tahun 2018 dengan menyabet gelar In House E-Magazine terbaik BUMN pada event InMa (Indonesia Inhouse Magazine Award) 2018 yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) bertempat di hotel Mercure Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2). Mengusung tema besar ‘Kreativitas Tanpa Batas di Era yang Terus Berubah’, pagelaran InMA 2018 yang dibarengi dengan penyelenggaraan IPMA, IYRA, dan ISPRIMA termasuk dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Sumatera Barat 2018 diikuti oleh 789 entri dari berbagai kategori mulai dari BUMN, Kementerian, Lembaga, hingga swasta. Head of Corporate Secretary PT JIEP, Purwati, mengatakan diraihnya In House E-Magazine oleh JIEP dalam perhelatan akbar InMA 2018 merupakan wujud konkret JIEP dalam bertransformasi khususnya dalam bidang keterbukaan informasi.

50 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

JIEPMAGZ merupakan salah satu wadah korporasi dalam penyampaian informasi terkait kebijakan perusahaan, berita terkini seputar Kawasan Industri Pulogadung, rubrik ragam yang isinya opini dari para ahli hingga testimoni dari para tenant maupun investor. “Dengan diraihnya penghargaan yang prestisius ini, kami semakin termotivasi dalam melakukan publikasi juga keterbukaan informasi seputar JIEP kepada para stakeholder. Ke depannya kami akan terus meningkatkan mutu dan juga kualitas JIEPMAGZ mulai dari cover, konten, hingga rubrikasi agar para peminat JIEPMAGZ setiap edisinya terus meningkat,” kata Purwati melalui keterangan kepada Beritasatu.com. Sementara itu Departement Head Corporate Communication, CSR, & PKBL PT JIEP, Narutama, menambahkan JIEPMAGZ di 5 edisi sebelumnya masih diterbitkan dengan format majalah memasuki edisi ke-6 telah mengubah format menjadi E-Magazine. Hal ini selaras dengan visi JIEP yaitu menjadi kawasan industry

berwawasan lingkungan dengan mengurangi produk-produk berbahan dasar kertas (paperless). “Sesuai dengan visi kami yaitu menjadi pengembang dan pengelola berstandar internasional berwawasan lingkungan, perlahan namun pasti hal tersebut pun kami terapkan dalam penerbitan majalah internal kami. Sebelumnya, JIEPMAGZ dicetak mencapai 1.000 eksemplar per 3 bulannya ke depannya kami akan merubah format penerbitan menjadi E-Magazine. Jadi para pembaca hanya cukup mengunjungi website kami di www. jiep.co.id, kemudian klik kanal informasi, selanjutnya klik kolom JIEPMAGZ,” tambahnya. Penyerahan trofi InMA 2018 diserahkan oleh mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan kepada Head Of Secretary PT JIEP Purwati. Dalam penilaiannya, PT JIEP memuncaki peringkat pertama pada kategori ‘The Best of E-Magazines State Own Enterprise InMA 2018 Bronze Winner’ mengungguli PTPN X dan juga PT Pupuk Kujang. u

JIEPMAGZ/JIEP


BISNIS

Penandatanganan nota kesepahaman PT HIN-PT JIEP di Jakarta.

Gandeng HIN, PT JIEP Bangun Hotel di Pulogadung

P

T Hotel Indonesia Natour (Persero) dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) melakukan penandatanganan nota kesepahaman Kerja Sama Pendayagunaan dan Pengembangan Lahan di Kawasan Industri Pulogadung, Selasa (10/7/2018). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Iswandi Said dan Direktur Utama Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Landi Rizaldi di Graha Inna, Jakarta. Melalui Kesepakatan tersebut PT Hotel Indonesia Natour dan Jakarta Industrial Estate Pulogadung akan mengembangkan kemitraan dan sinergi yang memberikan nilai

tambah bagi masing-masing perusahaan. Selain itu, kedua belah pihak secara khusus akan melakukan studi dan mengidentifikasi potensi mengenai kemungkinan melakukan pembangunan hotel di kawasan industri Pulogadung. Saat ini JIEP ini terus mengembangkan kawasan industri Pulogadung menjadi â&#x20AC;&#x153;pusat kawasan industri terpaduâ&#x20AC;? untuk industri, bisnis, properti, dan logistik yang bernilai tambah tinggi, berwawasan lingkungan dan berstandar internasional. JIEP terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan industri maupun masyarakat pada umumnya. Direktur Utama HIN, Iswandi Said menyambut baik pelaksanaan

penandatangan nota kesepahaman dengan JIEP. Alasannya, hal ini sejalan dengan langkah HIN yang akan mengembangkan Hotel Indonesia Group -- anak perusahaan HIN -- menjadi jaringan pengelola hotel di Indonesia yang menyediakan layanan dengan keramahtamahan khas Indonesia dan bertaraf internasional kepada wisatawan dalam dan luar negeri. Sementara itu, Dirut JIEP, Landi Rizaldi mengatakan bahwa sinergi ini membantu JIEP dalam mewujudkan kawasan industri Pulogadung menjadi pusat utama distribusi, dan kawasan industri dengan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelas dunia. u

KO M PA S. C O M

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

51


BISNIS

KIW Siapkan 78 Hektar Lahan untuk Pabrik

K

52 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

p Kawasan industri di PT KIW

Instalasi WTP dan WWTP PT KIW

p

IW selalu berupaya untuk memberikan pelayanan prima dan membantu para investor dalam upaya mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mengembangkan bisnis. Untuk yang mau berinvestasi di KIW, kini kawasan industri dengan luas lahan 250 hektar ini menyiapkan 78 Ha lahan yang siap dikembangkan untuk dipilih sebagai lokasi investasi. KIW juga menyewakan bangunan pabrik/gudang siap pakai. KIW telah menyiapkan delapan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) dengan total luas lantai 48.388m2. Untuk memenuhi kebutuhan investor, KIW juga terus melakukan pembangunan BPSP baru. Selain bisnis utama tersebut, KIW memiliki bisnis pendukung se-perti Waste Water Treatment Plant (WWTP), Water Treatment Plant (WTP), pemeliharaan lingkungan, pengelolaan lahan parkir, persewaan ruang kantor/ ATM dan sebagainya. KIW merupakan satu-satunya kawasan industri di Jawa Tengah yang memiliki WWTP. Perusahaan industri yang berada di KIW pun tidak akan pernah kekurangan akan kebutuhan akan air bersih karena KIW memiliki WTP yang bersumber dari air permukaan. KIW sebagai kawasan industri yang mandiri dan modern dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti jalan layang melintasi jalur kereta api sebagai akses jalan utama, pasokan listrik lebih dari 60 mega watt, akses jalan berkapasitas beban 50 ton dengan jalan utama selebar 30 meter dan jalan lingkungan selebar 22 meter. Akses jalan ini dilengkapi dengan drainase dan sarana penghijauan yang asri, personil keamanan yang

terlatih, mobil emergency dan fasilitas pemadam kebakaran, mobil pemadam kebakaran yang siap siaga 24 jam, klinik medis, tempat ibadah, serta tempat pengumpulan sampah. Bukan hanya fasilitas infrastruktur yang memadai dan lengkap, KIW juga memiliki keunggulan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Melalui fasilitas ini, investor diperbolehkan untuk melakukan tahap konstruksi langsung setelah memperoleh Izin Prinsip, meskipun Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih dalam proses pengurusan. Tidak semua kawasan industri memiliki fasilitas KLIK, karena hanya kawasan industri yang telah memenuhi kualifi-

kasi saja yang dapat memberikan layanan KLIK kepada investor. Tidak main-main dalam menjalankan dan mengelola kawasan industri, KIW telah banyak menerima penghargaan, seperti penghargaan BUMN dengan predikat sangat bagus selama 5 tahun berturut-turut dari infobank, penghargaan proper biru dan masih banyak lagi penghargaan yang diterima oleh KIW. Apresiasi tersebut menunjukkan kerja keras dan kualitas KIW sebagai pengelola kawasan industri. Hal tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh insan perusahaan untuk bekerja lebih baik ke depan. u

KIW


BISNIS

SIER Logistik

SIER LOGISTIK

Tak Hanya Logistic Partner, tapi Solution Partner

D

untuk pengadaan material, penyediaan lahan untuk manufaktur dan gudang, transportasi yang reliable serta pemenuhan order customer. Secara keseluruhan, SIER memungkinkan para perusahaan/investor memanfaatkan source dan biaya dengan cara yang paling efektif dan efisien, sehingga memungkinkan perusahaan/investor untuk memaksimalkan sumber daya dan mencapai kelincahan pada â&#x20AC;&#x153;Supply Chain Networkâ&#x20AC;?. Pemahaman SIER mengenai di-

namika Supply Chain di pasar dan pendekatannya yang terdemonstrasikan terhadap solusi logistik yang kreatif dan inovatif memungkinkan perusahaan/investor meningkatkan fleksibilitas pada program rangkaian Supply Chain dan memungkinkan para pelaku bisnis berkonsentrasi pada kompetensi bisnis inti masingmasing.

u

SIER

p

ALAM rangka meningkatkan kualitas pelayanan di area kawasan industri yang dimiliki, SIER melakukan pengembangan bisnis dengan konsep Total Supply Chain Logistics Solution. Tujuan dari Total Supply Chain Solution ini adalah memberikan layanan komprehensif kepada perusahaan/ investor yang berada di kawasan industri milik SIER. Harapannya ialah meningkatkan tingkat kepuasan para tenant kawasan dan juga menjadikan SIER sebagai partner terpercaya yang memiliki Sustainability dan Continuity bisnis positif. SIER akan terus melakukan inovasi pada proses bisnis yang dilakukan dan menjadi solution partner untuk setiap industri serta para pelaku usaha. Solusi Total Supply Chain SIER merupakan single source solution untuk memenuhi kebutuhan total logistik dan distribusi para tenant. SIER menggunakan advance methods

Total supply Chain.

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

53


BUMN PEDULI

Sekper KBN Toha Muzaqi langsung menyerahkan donasi kepada para korban. KBN secara simbolis mengirim 2 truk p Dirbang donasi untuk korban gempa Lombok.

KBN & Investor Sumbang Korban Gempa Lombok

D

ERITA korban gempa Lombok juga mengetuk kepedulian jajaran pegawai PT KBN Persero dan belasan investor KBN. Mereka ikut peduli dan menyumbang aneka kebutuhan korban gempa Lombok. Dua truk bantuan KBN dan mitra investor tersebut secara simbolis telah diserahkan kepada Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), unit pelaksana ACT (Aksi Cepat Tanggap) dan dilepas pengirimannya oleh Direktur Pengembangan PT KBN Persero, Rahayu Ahmad Junaedi, di kantor pusat KBN, Jumat (31/8). Bantuan yang dikirim antara lain terdiri atas uang tunai Rp50 juta, pakaian, pembalut wanita, selimut,

54 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

kasur, tenda, mainan anak, makanan dan minuman. Menurut Agus Awalhendri dari ACT, bantuan setelah sampai akan diserahkan di Posko Induk ACT di Mataram untuk segera didistribusikan kepada para korban gempa yang membutuhkan. Ketua Panitia KBN & Mitra Peduli Gempa Lombok yang juga Sekretaris Perusahaan KBN, Toha Muzaqi mengatakan, semua sumbangan yang terhimpun merupakan hasil pengumpulan dari mulai pegawai sampai para investor. Sejumlah investor yang ambil bagian dalam program sosial kemanusiaan ini antara lain PT Global (Marunda), Puku Benangsari,Orson Indonesia, PT Dua Kuda, Hand Sum Tex, Amos, Harapan busana, Golden Forever, dan Visionland.

Direktur Pengembangan Rahayu A Juanedi mengakui, sempitnya waktu pengumpulan membuat masih banyak yang belum sempat memberikan sumbangan. â&#x20AC;&#x153;Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Lombok. Kita doakan semoga gempa segera reda dan mereka segera kembali ke rumah masing-masing,â&#x20AC;? kata Rahayu A Junaedi. Sekretaris Perusahaan, Toha Muzaqi bersama jajaran staf KBN dan ACT terjun langsung menyerahkan donasi tersebut kepada para korban gempa. KBN dan kalangan investor selama ini selalu pro aktif dan bergotongroyong menghimpun bantuan untuk berbagai korban bencana alam. Sebelum bantuan korban gempa Lombok, juga pernah menghimpun donasi bagi korban banjir bandang di Garut, korban gunung Sinabung di Sumut, dan lainnya. Bantuan selalu melalui lembaga resmi yang terpercaya, sehingga penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya. u

KBN


BUMN PEDULI

PT SIER Gandeng PNM Adakan Pelatihan bagi UMK

P

T Surabaya Industrial Estate Rungkut (PT SIER) terus berkomitmen dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Sejumlah program pembinaan dengan memberikan dukungan permodalan dan pelatihan atau Capacity Building bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Pada akhir Agustus 2018, PT SIER melakukan pelatihan bagi pelaku jasa di bidang service dan perawatan Air Conditioning (AC) yang menjadi mitra binaannya. PT SIER menilai sector ini makin dibutuhkan dan sangat strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus sebagai penyedia berbagai produk dan jasa dengan harga terjangkau. Dalam perkembangannya, masih jarang sekali pembinaan untuk para tehnisi di bidang service dan perawatan AC. Melihat pentingnya sektor usaha ini, PT SIER dilakukan pembinaan agar pengelolaannya lebih profesional dan menjadi usaha yang tangguh. Tak kurang dari 15 teknisi AC dari beberapa wilayah di Surabaya ikut dalam pelatihan yang merupakan hasil kerjasama PT SIER dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) ini. Para teknisi diajak belajar bersama melakukan analisa kelayakan usaha dan mengikuti pelatihan dan pendampingan, agar dana yang telah disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk usaha dan bisa dikembalikan tepat waktu. “Melalui seleksi yang ketat, dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan, diharapkan program ini bisa berjalan lancar dan mampu meningkatkan kesejahteraan mitra

Pelatihan Capacity Building PT SIER

BUMN PEDULI

secara nyata,” jelas Ramon Agustus, Pimpinan PNM Cabang Surabaya. Para teknisi andal yang berpengalaman di bidangnya diundang untuk membagi ilmu dan pengalaman mereka. Materi yang disampaikan antara lain: prinsip dasar sistem AC; prosedur pemeriksaan sistem AC dan penggantian komponen; pemasagan dan perbaikan sistem elektrikal; pembongaran dan perakitan. Semua materi disampaikan dan dipraktekkan langsung untuk memudahkan para peserta yang umumnya telah menjalankan usahanya selama beberapa tahun ini. Selain itu juga diberikan materi mengenai motivasi kewirausahaan, pelayanan prima, dan sistem pemasaran. Melalui pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan pengelolaan usaha sehingga usahanya lebih maju dan mampu memanfaatkan dana pinjaman yang disalurkan untuk pengembangan usahanya. PT SIER berkomitmen untuk terus

meningkatkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) agar semakin banyak pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang berkembang usahanya. Program pelatihan Capacity Building tak hanya diberikan kepada UMK jasa service dan perawatan AC, namun juga kepada pengusaha tape ketan di Kecamatan Pacet, Mojokerto dan peternak sapi di Krian, Sidoarjo. PT SIER selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) agar semakin banyak pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang bisa di kembangkan usahanya. “Program kemitraan ini akan terus kami tingkatkan baik segi kualitas maupun jangkauannya sehingga lebih banyak lagi pelaku Usaha Mikro & Kecil (UMK) merasakan manfaatnya,” pungkas Sri Priharti, Kepala Departemen Program Kemitraan dan Bina Lingkungan SIER. u

SIER

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

55


BUMN PEDULI

sembako murah yang diadakan PT Kawasan Industri Wijayakusuma p Bazaar untuk warga sekitar perusahaan.

KIW Sebar Manfaat untuk Masyarakat

M

EMENUHI program BUMN Hadir yang dicanangkan Kementerian BUMN, PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) (Persero) tahun ini menganggarkan dana Rp706 juta untuk Program Kemitraan dan Rp800 juta untuk Bina Lingkungan (PKBL). Ini sejalan dengan tujuan dibentuknya BUMN yakni â&#x20AC;&#x153;turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakatâ&#x20AC;? di mana BUMN tidak hanya dituntut untuk mengejar keuntungan guna memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional, namun juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Lewat Program Kemitraan, KIW

56 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

telah membantu banyak pengusaha kecil dalam menjalankan bisnisnya baik dari sektor perdagangan, jasa hingga ke sektor peternakan, melalui pinjaman modal usaha. Selain permodalan, KIW juga melakukan pembinaan untuk menambah ketrampilan para mitra sehingga bisnis mereka dapat berkembang dengan baik. KIW juga menebar banyak manfaat bagi masyarakat sekitar lewat dana Bina Lingkungan. KIW turut membantu masyarakat di bidang pendidikan, pelestarian alam, sosial kemasyarakatan, penanggulangan bencana alam, pembangunan tempat ibadah, serta pembangunan sarana dan prasarana lingkungan. Di bidang pendidikan, KIW memberikan beasiswa kepada 60 siswa Sekolah Dasar dan bantuan fasilitas pendidikan kepada enam

sekolah di sekitar KIW. Sebagai perusahaan pengelola kawasan industry, KIW juga memanfaatkan dana PKBL untuk disalurkan untuk pelestarian lingkungan. Di bidang sosial kemasyarakatan, KIW rutin menggelar pasar murah, bedah rumah, santunan anak yatim dan kegiatan lainnya untuk meringankan beban masyarakat. KIW juga aktif dan responsif dalam penanggulangan bencana alam. Dengan selalu menebar kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, kehadiran KIW diharapkan tidak hanya berkontribusi untuk perkembangan perekonomian nasional, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. u

KIW


BUMN PEDULI

PT JIEP Aktif Berdayakan Perempuan Peringatan Hari Kartini di PT JIEP

S

EBAGAI badan usaha milik negara (BUMN) PT Jakarta Industrual Estate Pulugadung (JIEP) ikut berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. JIEP antara lain ikut mengoptimalkan peran perempuan. Hal itu terwujud kegiatan bertajuk “Wanita Kreatif bagi Keluarga, Karir, dan Masyarakat” yang berlangsung pada Kamis (20/4/2018), di Graha Daya Guna PT JIEP, Pulogadung – Jakarta Timur bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 2018. Head of Corporate Secretary PT JIEP, Purwati Puri dalam sambutannya menyampaikan, perempuan harus berperan aktif dalam membangun bangsa dan negara melalui emansipasinya, baik dalam berkeluarga, karir dan masyarakat. Dan Hari Kartini yang diperingati

setiap tahun menjadi momentum untuk itu. “Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk dapat berkolaborasi antara segenap karyawan PT JIEP, media, dan masyarakat sekitar melalui program CSR dan Bina Lingkungan PT JIEP,” ujarnya. Dalam kesempatan itu juga digelar pelatihan merajut dari komunitas Rajut Kejut Jakarta guna menambah keterampilan bagi perempuan agar tetap produktif. Program CSR PT JIEP ini sekaligus menandai pembangunan kampung kreatif dan kawasan kreatif yang akan melibatkan 20 RW di Kecamatan Cakung dan di 2 Kelurahan, yakni Jatinegara dan Rawaterate. “Tidak berhenti sampai hari ini saja, PT Jiep bersama komunitas Rajut Kejut DKI akan terus mel-

akukan pembinaan kepada warga yang memiliki minat merajut dan tergabung dalam komunitas Rajut JIEP. Nantinya, hasil rajutan akan menjadi tabungan mereka yang akan masuk dalam show case produk kampung kreatif binaan JIEP. Semakin produktif perempuan, maka akan semakin banyak tabungan mereka,” imbuh Purwati. Peringatan Hari Kartini ini juga digelar diskusi yang menghadirkan pegiat perempuan, Nia Bambang Pramono dan Vera (peraih Kalpataru 2017 dari Gurbernur DKI). Kedua pembicara membagikan kisah inspiratif bagaimana perempuan harus berperan, baik dalam keluarga, karir, dan di masyarakat dan menyadari pentingnya perannya dalam pembangunan bangsa dengan semangat Kartini. u

J A K A R T A I N S I G H T. C O M / J I E P

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

57


BUMN PEDULI

Bazaar sembako murah yang menyasar warga ring 1 KBN.

KBN Gelar Bazaar Sembako Murah

P

T KBN menggelar Bazaar Sembako Murah Ramadhan 1439 H bagi warga ring 1 kantor KBN Pusat, 4-5 Juni

2018. Dalam bazaar yang diadakan di area parkir Masjid Darussalam kantor KBN Pusat ini panitia menyiapkan sebanyak 2.000 paket sembako. Sebanyak 2.000 kupon telah dibagikan untuk sejumlah RW di wilayah Semper Barat, Semper Timur, dan Rorotan. Hanya berbekal fotokopi KTP dan KK beserta kupon, setiap warga bisa mendapatkan kebutuhan pokok berupa 5 kg beras, 2 kg gula pasir, dan sebungkus minyak goreng dengan nilai pasar kurang lebih Rp100.000 dengan hanya membayar Rp15.000. Direktur Keuangan Daly Mulyana yang membuka kegiatan bazaar ini mengharapkan pasar murah ini mampu meringankan warga sekitar yang kurang mampu dalam meny-

58 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

ambut Lebaran Idul Fitri 1439 H. Meskipun besaran nilai paket tahun ini menurun, namun dari segi jumlah kali ini lebih besar. Diharap-kan, warga yang tahun lalu belum terjangkau bazaar murah tahun ini bisa mendapatkannya. Dalam pelaksanaan program ini, PKBL KBN bekerja sama dengan pengurus RW terkait untuk membagikan kupon. Dari pagi hari, warga tampak sudah antre di halaman Masjid Darussalam KBN. Mereka ingin mendapatkan paket sembako murah. Warga di ring 1 KBN, setiap tahun selalu jadi target dari bazaar sembako murah KBN. Setiap warga selain membawa kupon yang dibagikan RW/RT setempat juga diharuskan membawa fotokopi KTP dan KK. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya salah sasaran. u

KBN


BUMN PEDULI

KBN Satu-satunya BUMN yang Adakan Pangkas Rambut Gratis

Direksi dan Sekper KBN mendapat giliran pangkas rambut.

U

NTUK menyambut datangnya Lebaran 1439 H PT KBN (Persero) bukan hanya menggelar mudik gratis, tapi juga cukur gratis. Ini baru pertama kali diadakan di KBN, bahkan di lingkungan Kementerian BUMN. Sekretaris Perusahaan PT KBN Persero, Toha Muzaqi menyebut ingin memeriahkan suasana Ramadhan dan menyambut Idul Fitri tahun ini dengan acara yang sedikit beda. Kebetulan antara KBN dan pihak yang bermitra ‘nyambung’, sehingga terwujudlah acara “Salam Pangkas Indonesia” dengan tema “Lebaran Ganteng”. “Menurut saya mudik gratis itu sudah biasa, tapi cukur gratis menjelang Lebaran tentu luar biasa,” kata Toha Muzaqi di sela-sela penyelenggaraan pangkas rambut gratis tersebut, (1/6). Direktur Keuangan PT KBN Persero, Daly Mulyana bakti sosial bertepatan Hari Kesaktian Pan-

casila ini menyambut baik ide yang dijalankan bersama komunitas para pemangkas rambut tersebut. “Ini acaranya pas banget menjelang Lebaran. Ganteng saat lebaran tentu keinginan setiap orang. Tapi, menurut saya ini bentuk amalan yang sesuai dengan keahlian yang jarang ditemui. Salut dengan keahli-an ini yang bisa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Daly Mulyana. Wukir Muryo Edi, Ketua Komunitas Salam Pangkas Indonesia (SPI) mengaku sangat antusias untuk merealisasikan kegiatan bernuansa sosial ini sebagai bagian untuk mensosialisasikan peran tukang cukur (pangkas rambut). “Harus diakui profesi tukang cukup selama ini di masyarakat masih dilihat sebelah mata, semoga dengan kegaitan sosial ini bisa memperkenalkan profesi ini menjadi lebih baik dan lebih terhormat,” kata Ketua Komunitas SPI yang akrab disapa Edi ini. SPI merasa terhormat mendapat

kepercayaan untuk pertama kalinya ikut terlibat kegiatan ini. Sebelumnya, SPI menurut Edi lebih banyak pada kegiatan bernuansa lomba ketrampilan memangkas rambut, seperti yang pernah ditayangkan di sebuah televisi. Dalam acara ini, SPI menghadirkan 25 tukang cukur dari seluruh Indonesia. Mereka kebanyakan sehari-hari berprofesi sebagai pemangkas rambut di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Kali ini setidaknya ada sekitar 70 ‘kepala’ dibuat ganteng si abang cukur. Mulai dari direksi KBN, pejabat, pegawai, para anak-anak TPA An Nahl, bahkan sampai para ibu yang mengantar anak-anaknya ikut tergiur untuk mencukur rambutnya. Dirkeu Daly Mulyana yang menga-ku sejak mendengar akan ada cukur gratis sengaja tak mencukur rambutnya terlebih dahulu, menjadi orang pertama yang menyodorkan rambutnya untuk dipotong, disusul Direktur Pengembangan Rahayu Ahmad Junaedi. Dengan peralatan lengkap dan tangan-tangan terlatih, para tukang cukur itu pun beraksi. Dalam tempo singkat, satu per satu mereka yang selama ini berambut panjang dan mungkin kurang tertata mendadak jadi lebih pendek dan rapi. Para tukang cukur yang datang dengan misi sosial kali ini menurut Edi rata-rata masih muda, tapi sudah sarat pengalaman sebagai pemangkas rambut. Selain punya usaha jasa cukur, sebagian besar merupakan karyawan dari banyak barber shop yang ada di Jabodetabek. u

TIM KBN

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

59


BUMN PEDULI

Pinjaman PKBL KBN Selamatkan Mitra UKM dari Cengkeraman Rentenir

“T

erima kasih atas bantuan PKBL yang diberikan kepada saya, karena dengan dana bergulir pinjam-an itu bisa meningkatkatkan volume usaha dan memperluas pasar,” demikian ungkapan dari sebagian mitra PKBL KBN saat malam silaturahmi di Hotel Radiant, Lembang, (25/7) malam. Tidak kurang dari 40 mitra binaan PKBL yang selama ini sudah mendapat bantuan dan memenuhi kewajibannya diundang dalam rangka pelatihan dan melihat dari dekat UKM di Lembang, Jabar. Mulai dari usaha tahu susu, sampai outlet UKM milik Pemkab Bandung Barat yang mewadahi hasil usaha mitra setempat. Para pengusaha kecil yang jadi binaan merasa sangat terbantu dengan pinjaman bergulir dan terhindar dari jeratan lintah darat. Dengan bantuan yang diberikan secara bertahap, banyak mitra yang bisa mengembangkan usaha dari kecil menjadi besar. Sebut saja dari punya satu kios berkembang menjadi lima kios dan seterusnya. Ibu Rismawati atau ibu Ati yang berusaha di kios PS Sukapura, misalnya dari pinjaman awal Rp5 juta, kini sudah mendapat pinjaman sampai Rp40 juta. Bila di awal pinjaman bisa untuk sewa satu kios kini usahanya sudah beranjak dari 5 kios yang tentu saja dengan tambahan sejumlah tenaga kerja baru. “Pokoknya pinjaman itu banyak manfaatnya karena saya sudah merasakannya sendiri,” kata Bu Ati. Mitra lain, Sri Astuti yang berjualan nasi pecel madiun di Pasar Rorotan, Jakarta Utara misalnya, dari semula hanya kecil-kecilan, kini berkembang cukup besar dan mulai buka cabang di tempat lain. Marsiah, penjual nasi soto di bilangan Koja, Jakarta Utara juga menyata-

60 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Peserta diklat kunjungi Lembang, Bandung, Jabar.

kan hal senada. Berkat pinjaman KBN usahanya tambah maju dan kini terus menginginkan peningkatan jumlah modal pinjaman, agar usahanya lebih cepat lagi berkembang. Nuraeni, yang mengembangkan usaha nasi bakar, kue, makanan, juga mengaku maju berkat adanya pinjaman dari KBN. Makanya, ia berharap setelah melunasi kredit dengan tepat waktu bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar lagi. Bukan hanya pedagang makanan saja yang merasakan perkembangan usaha setelah mendapat pinjaman KBN berbunga rendah itu. Ika, pedagang Tupperware di bilangan Plum-pang, Jakarta Utara yang kini mulai bisnis kui brownis mengaku awalnya hanya satu tempat, namun belakangan berkembang menjadi 5 cabang. Ika berharap mendapat tambahan jumlah pinjaman untuk ekspansi usaha ke cuci mobil dan motor dan pemancingan ikan. Fitriani yang jual beli ban kontainer, Dwinindia, pedagang sprei dan kue kembang goyang, serta Umi yang usaha alat-alat tulis di sekolah mengaku usahanya berkembang setelah mendapat pinjaman bergulir dari KBN. Satu hal yang menggembirakan, berkat adanya pinjaman berbunga san-

gat rendah itu, mereka dijauhkan dari jeratan rentenir. Ia berharap program ini diharapkan terus berkembang dengan sasaran yang lebih banyak lagi. Pinjaman sangat menolong bagi yang usahanya mau berkembang tapi kesulitan modal. Ini juga diakui Nuriyah, yang sehari-hari usaha kantin di SMP 289 Jakarta Utara. Ia yang semula hanya berjualan jajan di kantin sekolah kemudian dengan ‘suntikan’ dana bergulir yang diperoleh digunakan untuk merambah usaha nasi soto, nasi goreng, bahkan perabotan rumah tangga di dekat tempat tinggalnya di Jakarta Utara. Begitu banyak yang mengaku usahanya berkembang karena pinjaman KBN tersebut. Sebut saja Dedi Hidayatulah yang usaha rumah sewa di bilangan Cakung, Rahmat yang usaha sembako di Tarumajaya, Yusuf yang usaha herbal dan hijab syar’i online di daerah Plumpang, atau Ujang Permana yang jualan air mineral di Plumpang. Satu hal kelebihan jadi mitra KBN, bukan hanya memberi modal, tapi KBN memberi bonus berupa pelatihan dan memberi kesempatan mengunjungi UKM di daerah lain untuk menambah wawasan. u

TIM KBN


BUMN PEDULI

PT SIER Bangun 100 Jamban di Ponorogo

p

P

T SIER melalui program Bina Lingkungan Jambanisasi membantu masyarakat Kabupaten Ponorogo khususnya Kecamatan Sukorejo dalam pembangunan jamban. Program ini khusus untuk warga yang belum memiliki jamban di rumah. Jambanisasi ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya di tahun 2017 telah dilakukan pembangunan jamban di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Target dari kegiatan bina lingkungan ini adalah membangun jamban di 100 rumah warga. Program Bina Lingkungan ini dimulai pada tanggal 14 Juli 2018 dengan melakukan survey bersama Koramil setempat terhadap rumah warga yang akan diberikan. PT SIER melaksanakan program

Jamban baru yang dibangun Bina Lingkungan PT SIER (atas) dan yang lama yang kurang layak (bawah)

ini didorong oleh keprihatinan melihat kondisi masyarakat setempat yang belum memiliki jamban. Dengan bantuan ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ikut hadir dan meninjau kegiatan

ini Kepala Departemen PKBL PT SIER yang sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Teguh Rudi Siswanto dan Danramil Sukorejo, Ahmad Boas.

u

SIER

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

61


BUMN PEDULI

KBN Selalu Bekali Calon Mitra UKM dengan Pelatihan Usaha

T

AK cukup hanya memberi pinjaman dana bergulir, KBN selalu melengkapi para mitra UKM binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dengan pelatihan dan penambahan wawasan usaha. Itu pula yang dinikmati sebanyak 40 usaha kecil mikro (UKM) binaan PKBL KBN mengikuti pelatihan selama dua hari di Jakarta dan Lembang, 25-26 Juli 2018. Program ini diikuti merupakan bagian dari upaya PT KBN Persero dalam upaya memberikan wawasan kepada para mitra sekaligus memberi pengetahuan kepada para UKM agar lebih sukses dalam menjalankan usahanya. Kepala Bagian PKBL, Fitriani ketika membuka kegiatan ini mengharapkan dengan pelatihan semua mitra yang telah menerima pinjaman dana bergulir bisa memanfaatkannya secara baik, usahanya semakin berkembang dan pengembaliannya juga lancar. Angsuran dana yang masuk nantinya akan digulirkan lagi kepada mitra lainnya. Pada hari pertama mitra UKM mendapatkan pembekalan berupa motivasi dari Tri Sumono yang dikenal dengan Manusia 4 Kuadran. Motivator yang mengawali karir sebagai tukang sapu sampai akhirnya punya belasan usaha ini mengangkat materi bertajuk “Langkah-langkah Meningkatkan Usaha UKM”. Penyajiannya yang menarik, praktis, dan inspiratif membuat peserta terkesan dan ingin mengambil sisi positif dari liku-liku bisnisnya yang kini beromset puluhan miliar tersebut.

62 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

Pada sesi kedua, peserta dibekali pengetahuan usaha dari sudut religi dari Prof Dr H Agustitin Setyobudi, MM yang membawakan materi berjudul “Tanggungjawab UKM terhadap Pinjaman untuk Pengembangan Usaha dari Sudut Pandang Religi”. Sebagai pelengkap dalam pelatihan ini, semua peserta pelatihan diajak mengunjungi Lembang. Di sini ada dua tempat yang dikunjungi, yakni pembuatan tahu susu Lembang dan pembinaan UKM oleh Pemkab Ban-dung Barat. Malam hari sebelum kunjungan, panitia menggelar acara pertemuan antara mitra dan jajaran PKBL. Tujuannya tentu untuk silaturahmi, saling mengenal antara satu dan lainnya. Di situ masing-masing mitra diminta untuk saling mengenalkan usaha, sedikit kisah usahanya terkait bantuan PKBL, sekaligus kritik dan masukan pada penyelenggaraan PKBL selama ini. Pada momen ini peserta dengan bebas menyuarakan isi hatinya terkait PKBL. Mayoritas merasakan

Motivator Tri Sumono dengan antusias memberikan pengalaman usahanya kepada para mitra UKM binaan PKBL KBN.

p

manfaat bantuan dana bergulir tersebut. Ada yang menyebut berkat bantuan itu, usahanya semakin maju dan berkembang. Bahkan, ada yang semula hanya punya satu kios sekarang jadi 5 kios. Rata-rata usahanya maju berkat bantuan pendanaan PKBL. Mereka menginginkan pinjamannya terus bertambah untuk memperkuat laju usahanya yang terus berkembang. Selain gerai tahu susu lembang, para peserta pelatihan mengunjungi gerai UKM binaan Dinas UKM Kabupaten Bandung Barat. Di sini para peserta mendapatkan tentang upaya Dinas UKM setempat dalam membina usaha kecil yang ada di daerah itu dalam bentuk lokasi berjualan yang disewakan secara murah.

u

TIM KBN


BUMN PEDULI

Sambutan Istimewa KBN untuk Delegasi SMN Kaltara

Para peserta SMN Kaltara di depan kantor pusat KBN yang baru.

D

ELEGASI Sekolah Mengenal Nusantara (SMN) dari Kalimantan Utara (Kaltara) mengunjungi PT KBN Persero, Senin (13/8). Rombongan yang terdiri atas 23 peserta SMN dan 5 pembimbing itu diterima langsung oleh Direktur Keuangan PT KBN, Daly Mulyana di kantor baru KBN, Jl. Jawa KBN Cakung. Dirkeu didampingi Kepala Divisi Manajemen Operasional dan Kadiv SDM Umum menyambut mereka dengan mengalungkan selempang Betawi diiringi dengan lagu “BUMN Hadir untuk Negeri” yang dibawakan Exprozo Band. Dari pintu masuk, masing-masing peserta disambut layaknya tamu istimewa oleh deretan para pegawai-pegawai muda KBN yang berjajar menuju ruang

pertemuan. Sambil menyanyi, mereka melambai-lambaikan tangan sebagai tanda perkenalan dan ungkapan “Selamat Datang’. Setiba di ruangan, para peserta SMN tak segan-segan membentuk formasi lingkaran dan nyanyi bareng Direktur Keuangan KBN mengikuti lagu “Laskar Penyanyi” yang dibawakan Exprozo Band. Suasana sore itu pun mendadak penuh hingar-bingar. Sambutan yang cukup istimewa ini diharapkan mampu membawa kesan mendalam bagi 23 peserta SMN dan 5 orang pendampingnya dari Kalimanan Utara itu. Ari, salah satu pembimbing yang menjadi juru bicara rombongan mengaku sangat terkesan dengan penerimaan KBN yang begitu meriah dan spesial ini. Ia berharap apa yang dirasakan di

KBN bisa jadi semacam ‘oleh-oleh’ yang bisa diceritakan kepada teman-teman sekolahnya sekembalinya ke Kaltara. Menurut Ari, para peserta SMN dari Kaltara merupakan anak-anak SMA, SMK, dan SLB yang terpilih dari puluhan sekolah lanjutan pertama di Kaltara. Mereka paling beruntung karena mendapat kesempatan mengunjungi Ibukota Jakarta. Di Jakarta, SMN dari Kaltara ini mendapat kesempatan untuk mengunjungi kantor Telkom, Percetakan Negara RI (PNRI), PT Jakarta Industrial East Pulogadung (JIEP), dan PT KBN Persero. Keempatnya merupakan BUMN yang ditugasi mengawal SMN Kaltara di Jakarta. Selain mengunjungi BUMN, para peserta mendapat kesempatan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, budaya, EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

63


BUMN PEDULI

dan lainnya. Dalam sambutannya kepada para peserta SMN, Dirkeu KBN Daly Mulyana menegaskan bahwa anaka-anak SMA/ SMK yang ikut dalam program ini bisa memanfaatkan kesempatan yang tak akan datang untuk kedua kalinya sebaik-baiknya. â&#x20AC;&#x153;Ceritakan apa yang Anda lihat, alami, dan rasakan selama mengikuti kegiatan Sekolah Mengenal Nusantara ini kepada teman-teman di sekolah adik-adik sekalian, agar mereka termotivasi, lebih tekun belajar dan mau bekerja keras membangun negeri ini,â&#x20AC;? kata Daly Mulyana. Menurut Daly Mulyana, BUMN mer-

upakan agen pembangunan yang punya tanggungjawab sosial pada generasi penerus bangsa. Untuk SMN Kaltara ke Jakarta menurutnya boleh jadi tidak begitu terasa dampaknya, karena Ibukota menjadi tujuan dari provinsi mana pun di Indonesia. Tapi untuk delegasi lain seperti peserta SMN Provinsi Bengkulu yang mendapat kesempatan ke Ambon, misalnya, tentu luar biasa. Karena, tanpa SMN sangat kecil peluang anakanak muda dari dua provinsi itu saling mengenal sosial budayanya. Dengan saling mengenal budaya di tempat lain diharapkan generasi penerus bangsa akan mampu me-numbuhkan kecintaan pada negeri. Indonesia adalah

negara yang besar yang dibangun oleh kebera-gaman suku, budaya, dan lainnya. Merekalah penjaga NKRI di masa depan, sehingga layak mendapat kesempatan untuk mengenal daerah lain. Program Kementerian BUMN ini sudah berjalan empat tahun dan kini sudah jadi agenda tahunan yang diakui turut memberi arti di setiap peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengakhiri kunjungannya ke KBN, rombongan SMN Kaltara ini mendapat kesempatan berkeliling kawasan industri KBN Cakung.

u

TIM KBN

Dukung Ecogreen, PT KIM & 5 BUMN Lain Tanam 100 Pohon Ketapang Kencana Asdep K-BUMN bersama Dirut PT KIM menanam pohon ketapang kencana di lingkungan PT KIM.

K

IM Bersama Lima BUMN Lakukan Penghijauan PT Kawasan Industri Medan (KIM) bersama lima BUMN lainnya melaksanakan gerakan penghi-

64 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018

jauan dengan melakukan penanaman pohon ketapang kencana di lokasi sekitar Depo KIM. Penanaman 100 pohon untuk tahap awal bagian dari ecogreen ini akan dilaksanakan secara bertahap di seluÂŹruh areal kawasan industri.

Tanaman ketapang kencana sangat cocok untuk penghijauan karena mudah tumbuh dan daunnya rimbun serta batangnya yang melebar ke atas. Melalui kegiatan ini, PT KIM ingin mewujudkan kepedulian BUMN yang hadir untuk negeri. Acara penanaman pohon ini simbolis dilaksanakan bersama Asdep Usaha Konstrtruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan II Kementerian BUMN, RR Dewi Ariyani, beserta sejumlah pejabat BUMN lainnya yakni dari PT Pos, Pelni, Hutama Karya, BRI dan BNI. Menurut Dewi Ariyani program BUMN yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia dalam memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI dirangkai dengan pesta rakyat, jalan santai dan program siswa mengenal nusantara. uK I M


BUMN PEDULI

JIHADI W/KBN

KBN Galang Aksi Bersih-bersih Kawasan

D

alam upaya menciptakan kawasan yang bersih, indah, asri, dan nyaman, segenap karyawan PT KBN Persero mengadakan aksi bersihbersih di kawasan Cakung, awal Juli 2018. Aksi ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengembangan PT KBN Persero, Rahayu Ahmad Junaedi dan dihadiri segenap pejabat eselon dan karyawan KBN. Kegiatan ditandai dengan penyerahan berupa peralatan kebersihan seperti sapu, alat pel, cangkul, garpu, bak sampah, karung sampah, dan sejenisnya kepada para kepala divisi dan general manager (GM) terkait. Masing-masing kepala divisi atau GM yang sudah mendapatkan jatah tugas langsung menuju sasaran kebersihan. Pembersihan dimulai dari sampah jalanan, saluran air (got), sekitar pabrik, baik yang aktif maupun dalam kondisi kosong. Dengan bekal lengkap, semua pegawai yang tampak dengan semangat gotong-royong mencoba turun langsung menyisir tempattempat kotor demi mewujudkan KBN yang bersih.

Dalam waktu hanya beberapa jam, kawasan KBN Cakung pun tampak jauh lebih bersih dari sebelumnya. Direktur Pengembangan KBN, Rahayu A. Junaedi mengharapkan, aksi ini akan berlanjut sebagai realisasi dari program membersihkan kawasan KBN, baik wilayah SBU Cakung maupun Priok-Marunda dari sampah. Dengan aksi ini diharapkan, bukan saja para pegawai dan pihak terkait di KBN yang harus menjaga kebersih-an, tapi juga para tenant, investor, ataupun pihak lain yang berada di lingkungan KBN. Sebelumnya, Direktur Pengembangan menyebutkan bila masalah kebersihan kawasan merupakan salah satu target utama yang akan diselesaikan. Menurutnya, kawasan yang kumuh, kotor, dan semrawut sangat merugikan bisnis KBN. Karenanya, ia ingin mengajak segenap karyawan KBN untuk bersama-sama mengatasi permasalahan sampah ini. Lingkungan yang indah, bersih, asri, dan nyaman akan sangat mempengaruhi kepercayaan calon investor. Begitu pun sebaliknya. Kalau kawasan tersebut kotor dan

Direktur Pengembangan KBN, Rahayu A. Junaedi secara simbolis menyerahkan sapu kepada GM Kawasan Cakung, Erwin Satria sebagai tanda dimulainya aksi bersih-bersih kawasan.

p

semrawut akan membuat calon investor menjadi ragu untuk menanamkan investasinya. Terlebih, sekarang banyak kawasan industri baru dengan konsep yang jauh lebih baik. Kondisi riil di lapangan KBN yang sekarang secara bertahap harus ditata ke arah yang lebih baik. Bukan saja persoalan sampah saja, tapi juga pengaturan para pedagang makanan ataupun usaha lain yang ada di kawasan ini. Mereka harus mengikuti penataan ini. Kalau menolak, pelan tapi pasti tentu akan merugikan para pedagang sendiri. Sebab, kalau banyak investor yang pindah tentu akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh dari para pekerja. Karenanya, Direktur Pengembangan menajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan KBN tercinta menjadi bersih dan rapi. u

KBN

EDISI 001 | TAHUN I - 2018 |

BUMN KAWASAN INDUSTRI

|

65


66 | BUMN KAWASAN INDUSTRI

| EDISI 001 | TAHUN I - 2018


MAJALAH BUMN KAWASAN INDUSTRI #001  

Majalah Berita seputar kawasan industri, PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Pulogadung...

MAJALAH BUMN KAWASAN INDUSTRI #001  

Majalah Berita seputar kawasan industri, PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Pulogadung...

Advertisement