Issuu on Google+

Buletin IKAMAT

Gudang Pengetahuan dan Budaya

Edisi Pertama

Buktikan Cintamu Nyalakan Rindumu Pemuda Sebagai Generasi Harapan Islam

Be A Remarkable Teenager

i


Dewan Redaksi Penanggung Jawab Ketua Ikamat: Muhammad Ichsan

Redaksi Pemimpin Redaksi: Muhajir Wakil Pemimpin Redaksi Cut Tari Ferdayati Editor Wardatul Ula Nurul Asmi Amalia Risda Afriyani Mitra Bestari Muhammad Arhami, M. Kom Anita Desiani, M. Kom Muhammad Nawawi, ST Ilustrator Muhammad Dean Karisa Hafiz Bunayya Rubrik Sastra M. Iqbal Fuzna Zakaria Rubrik Agama Tgk. Munir Tgk. Bukhari

Sekapur Sirih Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh. Salam Kami untuk para pembaca semua, Alhamdulillah setelah menunggu sekian lama, akhirnya BULEKAT (Buletin IKAMAT) edisi perdana hadir ketengah-tengah pembaca semua. Buletin ini merupakan hasil kerja keras yang tak kenal lelah dari teman-teman di tim redaksi Buletin Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Aceh di Turki (IKAMAT). Edisi perdana ini diisi oleh beberapa penulis yang berasal dari luar Turki dan bahkan ada juga penulis yang berkebangsaan Pakistan. Tema yang diangkat pada edisi ini adalah persatuan dan kebersamaan. Redaksi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penulis yang telah ikut berpartisipasi mengirimkan tulisannya ke BULEKAT untuk edisi perdana ini.Semoga Buletin ini bermanfaat bagi pembaca dan semoga Buletin ini dapat memotivasi teman-teman lainnya untuk dapat berpartisipasi mengirimkan tulisah baik tulisan ke Buletin ini. Akhirnya seluruh jajaran redaksi BULEKAT mengucapkan selamat membaca, dan kami merasa bahwa tidak ada yang sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari pembaca semua. Kritik dan saran tersebut dapat dialamatkan ke email kami buletin_ikamat@yahoo.com. Salam Redaksi BULEKAT.

Rubrik Pendidikan Rika Hariati Ghina Urraihal Rubrik sejarah Raudhana Fitri Munazzah Rubrik Umum Putri Sarah Misrul hayati

2

___________________________________

Bagi yang ingin mengirimkan tulisan, dapat dikirim ke email buletin_ikamat@yahoo.com dengan format tulisan maksimal 4 lembar A4 serta mencantumkan nama, email, & kota yg ditempati sekarang.


Daftar Isi 1 Be a Remarkable Teenager Pemuda Sebagai Pemegang 3 Tongkat Estafet Bangsa Merindukan Sosok Iskandar 5 Muda Pergunakan Masa Depanmu 7 Sebaik Mungkin Modelling Production After 9 Peak Oil in Indonesia Buktikan Cintamu Nyalakan 11 Rindumu Pemuda Sebagai Generasi 13 Penerus Islam 15 Melepas Kehilangan Meubagoe: Antidot Masa 17 Depan Aceh Bisik-Bisik Cemas 19 Memahami Pemahaman KeTentang Pemakaian Kata 21 liru Idola Asma Nadia: Penulis & 28 Backpacker Muslimah Misrul Hayati & Ghina Urraihal

Rika Hariyati

Raudhana Fitri & Munazzah

Tgk. Munir

Iyan Provinta Laksana

29 Esensi IKAMAT Çalışmakla Başarılı 31 Olunur Thermal Comfort 33 Penjabatan Nawawi Ketua IKAMAT 35 Sebagai Pertama Bingkisan Do’a Buat 36 IKAMAT Putra Rizkiya

Zubair Hussain

Muhammad Nawawi

Cut Tari Ferdayati

Cut Tari Ferdayati

Bintang Bumoe

Nurul Asmi Amalia

Bintang Bumoe

Saiful Akmal

Bintang Bumoe

Firman Firdaus Manzili

Cut Tari Ferdayati

Asma Nadia

3


B

eri aku sepuluh pemuda, maka akan ku goncangkan dunia.� Kalimat yang satu ini tentunya masih terus melekat di hati dan pikiran muda-mudi Indonesia bukan? kalimat yang pernah dituturkan oleh salah satu sosok pemuda di masanya yang menjadi kebanggaan bangsa. Yak... Siapa lagi kalau bukan bapak Ir. Soekarno. Ngomomg - ngomong tentang pemuda, pasti kita akan terbawa oleh energi yang berlebih, semangat dalam jiwa yang menyala nyala dan kreatifitas yang tiada henti. Ya begitulah pemuda, sosok yang menjadi ikon perubahan bagi sebuah bangsa. Dengan semangat pergerakannya yang membara, pemuda memainkan peran penting dalam kemajuan dan kebaikan sebuah bangsa. Bahkan seorang ulama berpendapat bahwa kemajuan sebuah bangsa

1

itu dicerminkan oleh kebaikan akhlak pemuda-pemudanya. Nah, untuk menjadi pemuda dan pemudi yang dapat mengharumkan nama bangsa, apa saja yang dapat kita jadikan panduan? Mungkin tips-tips berikut bisa membantu. Simak yuk..

bermanfaat sehingga dapat membedakan antara yang baik dengan yang buruk serta mampu mencari gagasan baru ke arah perwujudan dan tatanan kehidupan yang lebih baik. Kreatif Sebagai motor penggerak bangsa menuju kemajuan, alangkah baiknya jika ilmu pengetahuan juga dibarengi dengan kreatifitas-kreatifitas kerja yang berguna. Misalnya keterampilan dalam seni. Sehingga dari situ dapat menghasilkan sebuah produk berkualitas yang dapat membawa pemasukan.

Kritis Temen-temen pasti gak mau kan kalau orang tua kita, adik-adik kita, enyak, eyang, dan lain-lain termakan isu-isu negatif yang sedang berkembang dan dapat membahayakan. Maka dari itu, kita sebagai pemuda-pemuda yang memiliki daya pikir secara intelektual dituntut untuk mengkritisi isu-isu negatif terse- Inovatif Sebagai seorang pemuda kita harus bisa menjadi seobut. rang yang berani mengadakan Terus Belajar Generasi muda, perubahan dalam lingkungan atau yang bisa disebut dengan bermasyarakat, bahkan pemtulang punggung negara, henda- baharuan yang mengunggapklah lebih membekali diri den- kan gagasan-gagasan cemerlang gan ilmu-ilmu pengetahuan yang bagi kemajuan bangsa kita, atau-


pun menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada. Berani Ambil Risiko Sikap kesatria dan rela berkorban juga juga harus dimiliki oleh para pemuda penyambung masa depan suatu Negara. Karena setiap tindakan yang akan dilakukan oleh para pemuda itu sendiri akan menyebabkan risiko. Gaya Hidup Sehat Memiliki fisik yang sehat dan kuat juga sangat dibutuhkan oleh para pemuda bangsa. Kesehatan sangat membantu proses kerjanya para pemuda. Saat kesehatan terganggu, maka tugas-tugas pemuda juga akan terganggu. Jadi bagi para pemuda harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Seperti yang dikatakan oleh pepatah, “Akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat�. Ini cukup menegaskan, bahwa jika memiliki tubuh yang sehat, maka akan mudah untuk memunculkan ideide cemerlang oleh para pemuda dalam proses pembentukan kemajuan bangsa. Disiplin Sikap Disiplin dan Mandiri juga berperan penting dalam kehidupan para pemuda bangsa. Saat sikap disiplin diterapkan pada setiap individu dalam sebuah organisasi, maka semua kegiatan akan berjalan lancar dan mudah. Sikap Mandiri juga harus tertanam dalam setiap individu, tidak hanya dapat maju dalam keadaan berkelompok, tapi secara individual kita juga harus dapat membuktikan kalau kita bisa melakukannya.

Kritis Terus Belajar Kreatif Inovatif Berani Ambil Risiko Gaya Hidup Sehat Disiplin

Misrul Hayati, Gaziantep. mizomie_kawaii@yahoo.com Ghina Urraihal, Gaziantep. ghinaurraihal@yahoo.co.id 22


“Pendidikan adalah tiang penegak yang mewujudkan kemajuan suatu bangsa.�

3


K

emajuan global membuat pendidikan merupakan suatu hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap individu. Pentingnya pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammmad Saw, secara implisit berbicara tentang bagaimana mendapatkan ilmu. Ayat pertama “iqra, yang berarti bacalah� menjelaskan bahwa tiap individu secara fitrah membutuhkan sesuatu yang bisa membuat hidupnya lebih berarti. Pendidikan adalah tiang penegak yang mewujudkan kemajuan suatu bangsa, sehingga suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikan yang dimilikinya. Bangsa yang maju adalah yang memiliki masa depan. Disini terlihat bahwa ada suatu penggerak yang memegangnya. Siapakah itu ? Masa depan bangsa berada ditangan generasi muda. Disinilah letak keterkaitan antara pemuda dan pendidikan. Pemuda adalah elemen yang memegang peran penting didalam pendidikan. Peranan pemuda (mahasiswa) jelas menjadi sangat penting dan hal itu juga telah dibuktikan oleh para pejuang pergerakan nasional, namun harus disesuaikan dengan tuntutan situasi dan kondisi serta perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan nilai-nilai dan jati diri bangsa. Generasi muda merupakan pondasi bangsa dan sebagai agent of change yang diharapkan mampu tampil untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

muda menuju kesuksesan. Bayangkan saja, jikalau para pemuda sudah tidak lagi berpendidikan dan bermoral baik, maka akhirnya bukan peradaban indah yang ia ciptakan tetapi kemunduran, keterbelakangan dan kehancuran mental. Pendidikan adalah fondasi penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Pendidikan juga tidak terlepas dari aspek sosial yang melatarbelakanginya. Aspek sosial yang dimaksudkan adalah masyarakat. Dalam masyarakat terdapat status-status sosial. Di dalam masyarakat itu pula terdapat bagian kecil yang disebut pemuda. Pemuda-pemuda ini yang nantinya akan membangun masyarakat dengan pendidikan yang baik. Meskipun secara jelas tercantum di dalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwa salah satu tugas pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, akan tetapi pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama terlebih para pemuda dalam membangun jati diri suatu bangsa. Menghadirkan pendidikan adalah tugas Negara, tapi menyebarkan pendidikan adalah tugas para pemuda.

Penulis tidak setuju dengan ungkapan, “tugas pelajar adalah belajar dan sekolah, pulang sekolah belajar di rumah.� Pada akhirnya pelajar akan kembali ke masyarakat, tapi life skill (keterampilan) tidak pernah didapatkan dalam diktat pegangan sekolah, apalagi pelajaran bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat, Perlu di ingat bahwa pemuda memiliki kewajiban Masa muda pada umumnya dapat dipandang untuk bermasyarakat dan membangun masyarakat itu sebagai suatu tahap dalam pembentukan kepribadian sendiri, karena pemuda adalah bagian dari masyarakat manusia dalam proses mencari jati diri. Posisi generasi yang akan menggerakkan suatu negara. muda dalam masyarakat adalah sebagai penerus citacita perjuangan bangsa, merekalah yang nantinya akan menggantikan generasi sebelumnya dalam Rika Hariyati, Gaziantep. memimpin bangsa. Suatu harapan yang sangat besar rika_haryati@rocketmail.com terhadap generasi muda ini, sehingga disebutkan bahwa pemudah adalah pemegang tongkat estafet perjuangan suatu bangsa. Pendidikan bukan semata-mata menekankan arti penting nilai akademik, kecerdasan otak, atau intelegensia saja. Namun harus mencakup kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Pada sisi lain hal itu menimbulkan suatu tanggung jawab yang sangat besar yang harus dipikul oleh generasi muda. Artinya generasi muda harus menjadi sosok yang mampu memenuhi harapan tersebut. Oleh karena itu, hal-hal yang menghambat kemajuan harus diganti dengan halhal baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat, yaitu dengan dibekali ilmu pengetahuan dan pengarahan tentang pengembangan generasi

4


S

ejarah memang tidak pernah lepas dari suatu bangsa. Masihkah kita ingat akan sejarah Sultan Iskandar Muda yang sangat berpengaruh dalam kejayaan dan kekuasaan Aceh pada masa lalu? Saya yakin, pasti kita semua masih mengenalnya sebagai sosok yang mempunyai kepribadian yang kuat dalam arti yang sebenarnya secara fisik dan mental, seorang bangsawan yang cerdas serta tegas, negarawan yang adil sekaligus politisi dan diplomat yang ulung. Beliau juga dikenal sebagai Mahkota Alam yang dapat menguasai Sumatera dan semenanjung Malaka. Beliau telah memerintah Aceh dan daerah taklukannya hampir 30 tahun. Bukan hanya itu, beliau juga mempunyai pengaruh besar yang mampu membawa Aceh Darussalam mencapai kejayaan dan menjadi kerajaan yang disegani pada masa itu.

Sedangkan ayahandanya bernama Sultan Mansur Syah, putra dari Sultan Abdul-Jalil, sekaligus merupakan cucu dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar (Sultan Aceh ke-3).

Sultan Iskandar Muda tumbuh dewasa dan kemudian memutuskan untuk menikahi seorang puteri yang sangat indah rupawan dari Kesultanan Pahang yang dikenal dengan nama Putroe Phang. Konon karena terlalu cintanya sang sultan kepada istrinya, dia memerintahkan pengawalnya untuk membangunan Gunongan di tengah taman istana (Medan Khayali) sebagai tanda cintanya kepada puteri yang sangat indah rupawan. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat dalam terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Oleh karena itu Sultan membangun Gunongan un Iskandar Muda berasal dari tuk mengobati rindu sang puteri. keturunan bangsawan melalui Raja Hingga saat ini Gunongan tersebut Darul Kamal dari pihak ibunya. Se- masih dapat disaksikan dan dikundangkan dari pihak ayahnya mer- jungi oleh masyarakat. upakan keturunan Raja Mahkota Pada masa kepemimpinan Alam. Ibunya bernama Putri Raja Indra Bangsa, yang juga dinamai Iskandar Muda (1607-1636) Aceh dengan Paduka Syah Alam, beliau mencapai kejayaan, dimana daerah adalah anak dari Sultan Alauddin kekuasaannya yang semakin besar Riayat Syah (Sultan Aceh ke-10). dan reputasi internasional sebagai

5

pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam. Ini merupakan masa paling gemilang bagi Kesultanan dan masyarakat Aceh. Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masa kejayaannya. Aceh mulai menjadi pelabuhan yang penting setelah kejatuhan Malaka pada abad ke16 dan ke-17. Portugis ketika itu melaksanakan dasar anti Islam di Malaka yang menyebabkan pedagang muslim pindah ke Aceh. Pada tahun 1519, Aceh mulai terkenal sebagai pusat perdagangan yang penting dalam pengeksporan rempah-rempah. Kemakmuran ekonomi Aceh sangatlah menonjol ketika umat Islam berjaya menguasai perdagangan di pesisiran Sumatera Barat. Beliau juga melakukan ekspedisi angkatan laut mendapatkan kontrol yang efektif di daerah barat laut Indonesia. Kendali kerajaan terlaksana dengan lancar di semua pelabuhan penting di pantai barat Sumatra dan di pantai timur, sampai ke Asahan di selatan. Pelayaran penaklukannya dilancarkan sampai jauh ke Penang, di pantai timur Semenanjung Melayu, dan pedagang asing dipaksa untuk tunduk kepadanya. Kerajaannya kaya raya dan menjadi pusat ilmu pengetahuan.


Dalam kurun waktu hampir 30 tahun, disamping berhasil menaklukan beberapa daerah, Sultan Iskandar Muda juga telah berhasil menyempurnakan Qanunul Asyi Ahlussunah Wal Jamaah yang terdiri dari 500 ayat Al-Quranul Karim, 500 Hadis Rasulullah, Ijma’ Sahabat, dan Qiyas Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang dikenal dengan Qanun Mahkota Alam atau Adat Mahkota Alam. Disamping itu juga meletakkan Qanun Putroe Phang yang mana menunjukkan kepada suatu aturan yang mampu memberikan perlindungan kepada Kaum Wanita.

“Qanun bak Putroe Phang, reusam bak Laksamana”. Kata-kata ini tidaklah asing bagi orang Aceh, karena pada zaman pemerintahan Sultan Iskandar Muda Kata filosofis ini menjadi pedoman hidup bagi kerajaan dan masyarakatnya untuk mengatur tata kehidupan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan demi kesejahteraan masyarakat.

Nama kerajaan Aceh pada saat itu bukan hanya terkenal di dalam negeri, tapi sultan juga melakukan hubungan dengan negara-negara asing lainnya, seperti Inggris, Belanda, Turki, dan Perancis. Kapankah Sultan sangat tegas dalam mengelola dan kejayaan Sultan Iskandar Muda kembali terukir di menjalankan hukum-hukum yang telah ditetapkann- Aceh? Atau aroma kejayaan hanya akan selalu menjaya. Konon sultan telah menghukum rajam putranya di fatamorgana belaka? Hanya waktu dan masa yang sendiri karena difitnah melakukan zina dengan istri bisa menjawab. seorang perwira. Sultan berteriak garang dengan disaksikan oleh orang-orang penting kerajaan dan para pengawalnya, “Aku adalah Sultan Penguasa Aceh, Raudhana Fitri, Istanbul. Sumatera dan Malaka. Aku telah memerintah Aceh raudhanafitri@yahoo.com dan taklukannya dengan menegakan hukum yang seadil-adilnya. Aku pun akan menegakan hukum terMunazzah, Istanbul. hadap keluargaku sendiri. Aku pun akan menerapkan munazzah94@yahoo.com hukum kepada putra mahkota yang seberat-beratnya. Dengan tanganku sendiri akan kupenggal leher putraku karena telah melanggar hukum dan adat negeri ini.”

“Mate aneuk meupat jierat, Mate hukom ho tamita” “Mate aneuk meupat jierat, Mate hukom ho tamita yang artinya: mati anak ada makamnya, mati hukum ke mana hendak dicari.” Kata ini diucapkan sultan saat menjatuhkan hukuman rajam kepada anandanya Meurah Pupok. Akhirnya namanya pun diabadikan sebagai nama jalan sekaligus nama Bandara di Aceh yang pertepatan di Blang Bintang, yaitu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Itulah salah satu contoh yang sangat jelas yang mencerminkan seorang pemimpin adil, tegas, tanpa memandang bulu, derajat maupun keturunan. Baginda juga telah mendirikan masjid atau surau, dan madrasah-madrasah di setiap kampung. Ulama juga memainkan peranan penting dalam meningkatkan nilai-nilai ajaran islam di Aceh. Setiap kampung diketuai oleh seorang ketua yang juga bertanggungjawab sebagai Imam. Kampung-kampung digabungkan dan menjadi mukim.

6


M

anusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT yang dilengkapi dengan akal sebagai alat untuk berfikir dalam menjunjung segala perintah dan larangan-NYA. Perlu kita ketahui bersama bahwa manusia memiliki tiga masa dalam hidupnya, yaitu masa kecil, masa muda, dan masa tua. Ketiga waktu tersebut dapat kita rasakan sendiri, ataupun kita dapat melihat kepada orang yang sedang menjalani masa yang belum kita jalani. Kali ini penulis akan megupas lebih dalam tentang masa yang paling berperan penting dalam hidup, yaitu masa muda. Mengapa masa muda? Karena di masa muda sangat banyak hal yang dapat kita lakukan, bahkan ribuan harapan terletak pada kita, wahai para pemuda. Kapanpun dan dimanapun, bahkan sepanjang sejarahpun pemuda merupakan tiang penyangga umat Islam dalam masyarakat dan sebagai pembawa arah kemajuan. Sejarah telah membuktikan keberhasilan dakwah Rasulullah SAW tidak terlepas dari peran para pemudanya. Keadaan ini dapat di-

7

lihat pada pribadi-pribadi sahabat beliau, seperti Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan lain sebaginya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa Rasulullah dan sahabatnya tidak ada alternatif lain kecuali membina generasi muda, sehingga kejayaan Islam yang sering kita elu-elukan dan kita dambakan dapat menjadi kenyataan. Rasulullah SAW sendiri sangat besar tekadnya dalam memotivasi dan melakukan pembinaan kepada para pemuda, mempersiapkan mereka memanggul tanggung jawab dan mengembangkan dakwah demi kemaslahatan umat.

lum datang masa matimu.” (H.R. Hakim) Ada empat kewajiban pokok yang diemban di atas tengkuk para pemuda Islam pada masa ini, 1. kewajiban memahami Islam secara benar, 2. kewajiban mengamalkan Islam, 3. kewajiban mendakwahkan Islam, dan 4. kewajiban mempererat tali persaudaraan Islam.

Kita dapat melihat bersama bahwa dengan semakin modern dan berkembangnya tekhnologi di dunia ini, penerapan Islam dalam Dalam sebuah hadis Rasulullah masyarakat bukan bertambah maju namun malah mundur. Inilah yang SAW bersabda: sangat kita sedihkan bersama. “Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Pergu- Dahulu pemuda sangat aktif bernakanlah masa mudamu sebelum peran dalam membangun masdatang masa tuamu, pergunakan- yarakat yang bernuansa Islami, lah masa sehatmu sebelum datang baik yang berhubungan dengan masa sakitmu, pergunakanlah agama ataupun yang berupa adat masa kayamu sebelum datang istiadat. Dahulu pemuda sangat masa miskinmu, pergunakanlah sering berkumpul di meunasah masa senggangmu sebelum datang (masjid), shalat berjama’ah dan masa kesibukanmu, dan pergu- juga sering “duek pakat”( bernakanlah masa hidupmu sebe- musyawarah dalam mencari solusi dari suatu masalah) untuk kema-


juan masyarakat. Selain sangat dianjurkan dalam agama Islam, muafakat juga dapat mempererat tali silaturrahmi sesama muslim. Nah, sekarang coba lihat pemuda kita hari ini. Mereka lebih banyak disibukkan dengan agenda-agenda duniawi. Mereka tersungkur dalam jebakan hedonisme dan konsumerisme di alam modern. Mereka sibuk berhura-hura, bahkan tak sedikit yang masa mudanya dihabiskan hanya dengan menjelajah internet dan jejaring sosial seperti facebook, twitter, yahoomessanger dan lain sebagainya. Kita patut bersedih pula manakala ada sebagian dari pemuda kita yang melakukan tindak kriminal. Kita sering mendengar berita bahwa sekelompok pemuda di suatu kampung yang melakukan tawuran dengan kelompok pemuda dari kampung sebelah. Padahal kelompok pemuda itu keduanya adalah orang muslim. Bukankah sesama muslim itu bersaudara?. Dengan saling membunuh sesama muslim berarti kita membunuh saudara sendiri. Begitu banyaknya tindakan kriminal yang terjadi sehingga dapat meresahkan masyarakat. Inilah potret generasi muda yang terombang-ambing oleh kemajuan zaman. Na’udzubillah Dari pembicaraan di atas, kita mengambil suatu pelajaran berharga bahwa pemuda yang akan sanggup mengembangkan, menjayakan dan memakmurkan masyarakat yang bernuansa Islami, hanyalah terletak pada para pemuda yang memiliki iman yang mantap, ilmu yang memadai dan amal yang ihsani. Ketiganya harus menyatu pada diri pemuda yang akan mengembangkan dakwah Islam dalam masyarakat.

ilmu duniawi. Sebagaimana yang telah digambarkan oleh Baginda Nabi Muhammmad SAW bahwa untuk menhancurkan Islam tidak perlu menyegelkan masjid, tidak mesti menutup pasantren, dan tidak perlu melarang pengajian namun cukup dengan meracuni pemuda Islam dengan menjauhkan mereka dari agama dan ulama. Karena jika mereka sudah jauh dari agama dan ulama maka tinggal menunggu waktu kehancuranya saja Dalam hal ini saya teringat pada sebuah perkataan orang bijak. “Hai anak muda berfikirlah kau di waktu pagi, berkerjalah di waktu siang, makanlah di waktu sore dan tidurlah di waktu malam.� Berfikirlah di waktu pagi maksudnya belajarlah mumpung masih di usia muda. Berkerjalah di waktu siang maksudnya amalkanlah ilmu itu setelah dewasa. Makanlah di waktu sore maksudnya ketika hari tua tinggal menikmati hasilnya. Dan tidurlah di waktu malam maksudnya matilah dengan tenang. Kalau di waktu pagi kau tidak berfikir, nanti di waktu siang kau tidak bisa berkerja. Kalau di waktu siang kau tidak berkerja, nanti sore kau mau makan apa. Kalau di waktu sore kau tak makan, alamat malam tak bisa tidur. Oleh karena itu, wahai para pemuda, pada kalianlah terletak kejayaan Islam baik di kalangan masyarakat bahkan dalam negara sekalipun. Maka daripada itu, pergunakanlah masa mudamu sebaik mungkin.

Tgk. Munir, Konya. ojammunir@yahoo.com

Ilmu berguna untuk memperkaya pengetahuan dan menjadi faktor komplementer dari pemaknaan terhadap keimanan dan kehidupan. Sedangkan amal merupakan upaya keteladanan sebagai juru dakwah yang akan menjadi tuntunan kepada orang yang akan didakwahi. Oleh karena itu, pemuda islam dituntut untuk memahami ilmu agama di samping

8


P

eak oil was initially introduced by M. King Hubbert in his written “Nuclear Energy and The Fossil Fuels�. Inside his article he stated that oil production would decline by natural or peak production. For Indonesia peak oil means deterioration of oil reserved, since the highest level production 1.686 million barrel per day at 1977 however Indonesia no longer can attain normal production. Nowadays Indonesia production rate decreases into 900 thousand to 1 million barrel oil per day and almost of the oil rate contributions is produced from old well-surface. Some new exploration has been conducted particularly in eastern region but the source is long feet below the ocean making the drilling process becomes more costly and complicated. Hence capital and high technology concern will be the main subject for new exploration in Indonesia. Despite of uncertain law, corruption, and complicated bureaucracy, Indonesia potential oil gas reserves is still interesting for some

9

international company due to political stability and security assurance than in Middle East area. This study objective is to model Indonesia reserves oil using Hubbert Peak Oil Model and Historical Data gained from International Energy Agency from 1965 (Bentley, 2006). The model then will be used for reviewing post production of Indonesia oil reserves, some model has been proposed to modeling Indonesia oil production meanwhile in this section Hubbert Model was chosen since Hubbert Theory of Peak Oil contains similarity of Indonesia Oil Production after Peak Oil was reached. The model will use simple mathematic formula for presenting production pattern in Indonesia. The Hubbert model is only calculating first production, peak rate, and then decline of production rate in the interval time and area.


First approach is using correlation graph of rate oil production as sketched below:

results as below: Peaking oil was reached at 1976 then rate is declined, based on the assumption that no exploration is found and enhanced oil recovery is not employed to old reservoir so the lowest falling part of rate oil production in Indonesia will be around 2025. After reviewing Hubbert Peak Oil Model, we shall know why some reservoir or geologic data give different result for oil declining time. Basic assumption is applied to the daily production rate meanwhile technology to lift up or search for new reservoir keeps developing (Nashawi et al., 2010). The calculation is also ignored the condensate produced in reservoir making the simplification to deviate with actual volume production. Nevertheless for common people Hubbert Peak Theory Model describes easier way to forecast rate oil production in area and given timeline.

From the graph above it will take graph eqution: y=mx+a Taken Y as P/Q where P is annual production and Q is cumulative production, as for X is cumulative production (Brandt, 2006). The line is dotted to the point where a is P/Q value when Q reaches zero hence we may get P/Q value around 1.83. Whereas P/Q is zero, it is obtained Q value about 23. Moroney and Berg (1999) stated that Hubbert theory is simply assuming that there is linear decline rate without calculating new exploration area or technology that enhanced oil recovery. To make the theory easier let’s take following equation: P/Q=mQ+a P/Q=-aQ/Qt+a P/Q=a(1-Q/Qt)

References: 1. Hubbert, M. King. Nuclear Energy and the Fossil Fuel. Drilling and Production Practice, p.7-25, 1956. 2. Nashawi, Ibrahim Sami., Malalah, Adel., Al-Bisharah, Mohammed. Forecasting World Crude Oil Using Multicyclic Hubbert Model. Energy Fuels (24) p.1788-1800, 2010. 3. Brandt, Adam R., Testing Hubbert. Energy Policy (35) p. 3074-3088, 2006. 4. J.R. Moroney and M.D. Berg. An Integration Model of Oil Production. The Energy Journal (20)1 p. 105-124, 1999. 5. R.W. Bentley. Global Oil and Gas Depletion- A Letter to Energy Modeling Community. IAEE Newsletter p. 6-14, 2006.

P=a(1-Q/Qt)Q The equation inside parenthesis is the fraction of total oil left for next production, meaning that the capacity of oil to be produced in some given time. The oil reserve of course is dependent linearly to available oil in the production area.

Iyan Provinta Laksana, Jakarta. yan.provinta@depriwangga-eng. com-modelling

To model the production rate we should use another spreadsheet with expression of 1/P as presented below: 1/P=1/a(1-Q/Qt)Q With 1/P is years per barrel production instead of barrel per year. Taking the equation to draw the graph

10


A

dakah orang di dunia ini yang tidak marah ketika orang yang dicintainya dihina? Siapa yang tak tersinggung saat kekasih hatinya dicela di depan orang banyak? Setidaknya, siapa pun pasti sakit hati jika diperlakukan seperti itu. Kalau begitu, sangat wajarlah ketika jutaan ummat Islam di dunia turun ke jalan-jalan memprotes penayangan film Innocence of Muslims yang terang-terangan melecehkan Rasul tauladan mereka. Tak mungkin peristiwa seperti ini diabaikan begitu saja.

11

Sama halnya dengan beberapa tindakan orang-orang non-muslim lainnya yang juga menghina Rasulullah SAW. Seperti penggambaran karikatur Nabi yang terjadi beberapa tahun silam. Beragam aksi dilakukan untuk mengecam tindakan-tindakan yang tak bertoleransi tersebut. Ada yang berunjuk rasa di jalan-jalan dan di tempat keramaian. Ada juga yang membakar bendera kebangsaan serta gedung kedutaan besar milik negara yang terlibat. Sehingga korban yang berjatuhan dari kedua belah pihaktak dapat dihindarkan.


f

Kau nyalakan rindu dalam keremangan langkahku menapaki kesempitan jalan pulang Lalu pertanyaannya sekarang adalah kenapa ummat Islam tak bisa diam melihat Rasul tercintanya dihinakan? Apakah

yang tertatih-tatih dalam peradaban.

mereka membuktikan rasa cintanya dengan mengecam setiap tindakan pelecehan terhadap Rasulullah SAW? Benarkah cara pembuktian cinta seperti itu? Setiap orang pasti mempunyai jawabannya masing-masing. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk membela kekasih hatinya.

seketika jalan berlumpur dosa menjadi terang,

Menurut saya, cara paling ampuh dalam membela Nabi tercinta kita adalah dengan membuktikan cinta kita padanya. Yaitu dengan meneladani perbuatan dan perkataannya sesempurna mungkin. Perbanyaklah amalan sunnah sehingga kita tak menjadi laughing stocks-nya orang-orang yang mencela Rasulullah SAW. Jangan biarkan mereka menertawakan kita yang hanya berteriak lantang tetapi setiap perbuatan jauh dari kebenaran serta kemuliaan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Lebih dan lebih banyak dari kata-kata celaan mereka. Setelah membuktikan cinta seperti itu, kerinduan kita padanya akan semakin bertambah indah. Semoga saja kita selalu mengingatnya dan mencintainya dengan sepenuh rasa.

Rinduku menyala

rupanya aku tersesat dalam gulitanya gurun peradaban. Rindu rinduu rinduuu...... jerit hatiku dari belasan abad kejauhan. Aku ingin lebur dalam kerinduan menjadi debu-debu perjalanan mengikuti jejak-jejak yang kau tinggalkan menapaki jalan lurus ke arah keabadian. Ya Rasulullah rindu padamu tak akan padam.

Bintang Bumoe, Ankara

bintangbumoe90@gmail.com

f

Ankara, 17 September 2012

12


A

pa yang pertama muncul di pikiran sahabat ketika mendengar kata “pemuda”?. Kata “pemuda” akan membuat sahabat berpikir tentang energi yang berlebih, semangat yang membara, kekuatan yang tiada habisnya, daya kreasi yang tak pernah terhenti, dan generasi untuk kepemimpinan negara di masa depan. Tampilnya kebaikan umat bergantung pada kebaikan akhlak pemudanya. Hal ini membuktikan bahwa pemuda merupakan tokoh yang memegang peranan pent ing dalam keberlangsungan hidup masyarakat. Ustadz Yusuf Qardhawi pernah mengatakan, “ Masa muda adalah masa pertengahan”. Mari kita membayangkan matahari, sebuah bintang yang bersinar pada setiap lembaran hari kita. Kapasitas energi panasnya akan bergradasi atau lebih tepatnya membentuk kurva huruf ‘n’ pada garis-garis koordinat. Huruf ‘n’ tersebut memiliki titik tengah yang berarti titik tertinggi. Begitu pula matahari yang memiliki titik tengah, yang dikenal dengan titik kulminasi, yang merupakan sebuah titik tertinggi energi yang dicapai matahari pada se-

13 13

tiap harinya. Pada titik kulminasi ini, energi panas matahari terasa begitu kuat menyengat. Mari kaitkan dengan pemuda yang dianggap sebagai masa pertengahan. Hal ini berarti bahwa masa muda adalah masa ketika manusia memiliki energi tertinggi. Dalam suatu hadits Nabi SAW pernah bersabda sebagai berikut: “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Tuhannya sampai ditanya tentang 5 perkara: tentang umurnya dihabiskan dimana, tentang masa mudanya dihabiskan untuk apa, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan kemana dibelanjakan dan tentang ilmunya diamalkan untuk apa.” (H.R.At Tirmidzi). Dari hadits ini menunjukkan bahwa masa muda adalah salah satu kenikmatan yang akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.Sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya “Maka apakah kamu mengira, bahwa kami menciptakan kamu main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”( QS.al-Mu’minuun:115).


Taukah kita sahabat, bahwa pemuda Islam hari ini adalah gambaran masa depan Islam. Apabila baik pemudanya maka akan baik pula Islam di dalamnya. Pemuda Islam merupakan tumpuan umat, penerus dan penyempurna misi risalah Ilahiah. Perbaikan pemuda berarti perbaikan umat. Oleh karena itu, eksistensinya sangat menentukan di dalam masyarakat. Al-Quran banyak mengisahkan perjuangan para Nabi dan Rasul SAW yang kesemuanya adalah orang-orang terpilih daripada kalangan pemuda yang berusia sekitar empat puluhan. Bagaimanapun juga para pemuda selalu menjadi pelopor terutama dalam sejarah Islam baik di masa lampau maupun di masa depan. Seperti kisah Nabi Ibrahim AS saat remaja yang dengan berani menegur dan memperingatkan ayahnya yang menyembah berhala, demikian pula Nabi Ibrahim AS yang saat itu muda berani memperingatkan raja Namrud meskipun ia harus menghadapi kemurkaan raja Namrud. Juga kita bisa lihat bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Islam yang mendapat dukungan dari kalangan pemuda Arab saat itu yang mendapat bimbingan serta pengarahan dari Rasulullah SAW sendiri yang kelak dikemudian hari para pemuda tersebut menjadi tokoh besar dalam sejarah Islam seperti: Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khatab, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Khalid bin Walid. Perbedaan jarak dan waktu dengan para pendahulu bukan alasan bagi kita untuk menjadi generasi yang lemah. Contoh saja Yahya Ayyash, Imad Aqil, Izzudin Al Qasam, dan pemuda-pemuda Palestina lainnya. Berkat ketangguhan, kesungguhan dan kedekatannya dengan Allah SWT menjadikan mereka seorang mujahid muda. Begitu juga dengan pemuda lainnya di berbagai tempat dan zaman. Misi dan tanggung jawab terbesar generasi Islam di masa kini, yaitu mengembang dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin untuk menghidupkan Islam kembali. Hanya pemuda-pemuda Islamlah yang mampu mensukseskan rencana tersebut. Perbedaan antara dakwah Islam di masa kini dengan masa dahulu, antara lain adanya tentangan yang lebih kompleks dan pemahaman ummat terhadap Islam berada pada titik terlemah. Dulu Rasulullah SAW dan para sahabat hanya menghadapi kaum

musyrikin Quraisy, ahli kitab yang tergolong kepada Yahudi Madinah, Nasrani Najran, dan Nasrani Rumawi, dan Majusi Persia, kaum penyembah api. Kini, disamping berbagai agama di atas, telah berkembang isme-isme atau ideologi yang beragam banyaknya yang intinya sama yaitu faham-faham yang bertolak dari kekufuran terhadap agama secara umum. Celakanya isme-isme tersebut sempat menipu sebagian kaum muslimin di berbagai dunia Islam dan menyebabkan mereka berkelompok-berkelompok serta berpecah belah dan bermusuhan atas nama isme-isme tersebut, padahal mereka sama-sama mengaku muslim. Isme-Isme yang telah menyebar di seluruh dunia saat ini adalah memisahkan agama dari kehidupan , konsekwensinya memisahkan agama dari negara. Fahaman yang muncul dari ketidakpuasan masyarakat Barat terhadap gereja, yang menyengsarakan masarakat itu kemudin melahirkan fahaman-fahaman Barat lainnya seperti nasionalisme, liberalisme, kapitalisme, demokrasi, fasisme, totalisterianisme, dan anarkihisme . Para pemuda wajib mempersiapkan diri dengan pemahaman Islam yang jernih secara mendalam agar mampu menampilkan Islam sebagai sistem hidup yang komprehensif. Sistem Barat yang sedang memimpin dunia kini telah terbukti tak mampu menjamin kesejahteraan dan ketenteraman serta kebahagian umat manusia, bahkan untuk masyarakat mereka sendiri pun tidak. Komunisme telah dikubur masyarakatnya sendiri pada tahun 1991. Kapitalisme nampaknya akan segera pula berakhir. Sungguh suatu karunia yang besar kini banyak di antar pemuda yang telah bangkit, sadar dan bangun dari tidurnya bahwa Islamlah satu-satunya pandangan hidup mereka. Timbul dorongan besar dalam diri mereka untuk memperjuangkan islam, bersama gerakan-gerakan Islam yang saat ini sudah ada di seluruh dunia Islam yang jumlahnya sudah mencapai ratusan dan anggotanya kebanyakan adalah dari kalangan pemuda. Wahai para pemuda, ini lah masa yang kita tunggu dan nantikan. Inilah masa kebangkitan pemuda Islam. Persatuan dunia Islam dan tegaknya kembali panji Laa Ilaha Illallaah MuhammadurRasululllah di bumi Allah ini.

Nurul Asmi Amalia, Ankara. life_is_miracle23@yahoo.com 14 14


bintangbumoe90@gmail.com

Yang muda bisa menaklukkan tapi tak ingin melepas kehilangan...

15


bibir pemuda itu bergetar. tiba-tiba gelisah menjadi terbata-bata. * ‘’seseorang kehilangan bayang. meskipun ia hanya berpetualang dalam suatu ruang yang tak memiliki celah untuk menampung cahaya’’, katanya. * binar matanya telah dipadamkan malam. sepertinya ia tak perlu memejamkan matanya lagi...... * rembulan masih merias wajah malam yang seperti tak kehilangan raut cahayanya. * yang tak benar-benar hilang pada malam adalah kerinduan pada cahaya pagi yang membangunkan segala yang terpejam. * angin menangkap gelap dengan jemari halusnya yang bergetar; menyembunyikan segala rahasia meskipun ia tak henti-hentinya meriwayatkan kisah penaklukan pada sunyi yang merambat sendiri di dinding kota ini. * yang gaib tak benar-benar raib. * adakah kehilangan lain yang tak bisa kau lepaskan meskipun ia telah sepenuhnya raib menjadi rahasia selain kehilangan bayang; bayanganmu sendiri? sehingga tak ada lagi yang setia menunjukimu jalan pulang ketika langit senja merayu matamu tuk berjeda dalam semburat jingganya, sehingga tak ada lagi yang bisa meyakinkanmu bahwa cahaya itu benar-benar ada.

16 16


‘Biet meubagoe droekeuh!!’. 

I

tulah kata-kata yang sempat saya dengar dari percakapan antara dua anak muda dikawasan Darussalam – Banda Aceh. Seketika kemudian mereka terdiam sejenak dan saling tertawa terbahak – bahak. Rupanya ucapan itu belakangan menjadi ‘trademark’ dan kebiasaan mereka ketika salah satu diantara mereka saling ‘meledek’ satu sama lain. Mungkin yang mereka maksudkan ketika mengucapkan kata itu adalah sama dengan ekspresi ‘pakon le that macam kah, sep simacam mantong!’. Itulah kesan yang saya tangkap dari diskusi dengan mereka saat itu. Terlepas benar atau tidaknya pemakaian dari sisi bahasa dan linguistik yang dipakai kedua anak muda Aceh tersebut,meubagoe sendiri memang secara harfiah dan denotatif (yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia/Melayu) berarti ‘bermacam macam atau beragam’. Karena penggunaan bahasa juga sangat tergantung situasi dan kebiasaan orang-orang yang memakainya. Dan ditambah lagi sebagaimana yang kita dapati dalam kasus diatas, ekspresi ini terkadang bisa juga digunakan secara konotatif dan bisa diartikan dengan ‘macam-macam saja kau’ (yang biasanya sering dipakai dalam ekspresi orang-orang Medan) sekaligus menggambarkan perilaku yang aneh-aneh atau macam-macam yang biasanya susah untuk dipenuhi Nampaknya lama kelamaan ekspresi ini juga bisa dikaitkan secara konstektual dalam kehidupan masyarakat kita di saat ini. Kita terkadang selalu menginginkan banyak hal sementara kemampuan kita untuk merealisasikan keinginan yang didambakan itu belumlah sepadan dengan keinginan yang melangit tadi. Selanjutnya muncullah istilah  ‘cet langet’ atau dalam istilah translasi langsung bahasa inggris ‘painting the sky’. Dalam bahasa Indonesia / Melayu dipakai pribahasa ‘besar pasak daripada tiang’. Sedang dalam ‘hadih maja ureung chik geutanyoe’ sering diibaratkan dengan ungkapan pribahasa ‘aneuk donya jinoe,

1717

tuha jih ngon geutanyoe, tapeugah meunoe jikheun meudeh’. Sehingga kalau istilah ‘Rafly’ orangtua sekarang seringkali ‘mumang’ menghadapi keinginan dan kemauan anak-anak zaman sekarang yang macam-macam dan tidak pernah ada habisnya – han sep sep le Dulu mungkin selesai sekolah dan mendapat pendidikan yang lebih baik adalah destinasi tertinggi anak-anak pada masa itu. Sehingga sering kita dapati dalam masyarakat kita para orangtua bekerja keras agar anak-anaknya bisa sekolah setinggi mungkin. Bila perlu ‘humong tapeugala’ kata ummi dan abi, asal anak-anaknya bisa bersekolah. Sekarang, ditengah invasi budaya yang kian deras, anak-anak yang dibesarkan oleh ‘hedonisme’ dan ‘egoisme’, serasa tidak terkawal lagi dari segi moral dan

”Biet biet meubagoe aneuk miet jinoe” akhlaknya. Keinginan mereka telah berubah drastis. Apresiasi terhadap dunia pendidikan tergantikan dengan sikap materialisme yang tak berujung. Sikap santun dan bersahaja berubah menjadi arogansi yang tak jelas juntrungannya. Tidak heran kalau sekarang banyak anak anak sekolah mulai dari SD sampai SMU, apalagi kuliah (nyan chit hana peu tanyoeng le) mempunyai hand phone ‘saboh sapo’ dan wajar saja kalau fasilitas itu kemudian membuat mereka lalai dengan kewajiban mereka yang sebenarnya. Dan tidak jarang lalu video – video dan gambargambar ‘meubagoe’ yang tidak pantas mereka lihat kemudian beredar tanpa kontrol. Sebuah ironi memang Dulu anak-anak kita tidak banyak menuntut yang macam-macam. Sekarang?. Belum selesai oarangtuanya bernafas membayar hutang tetangga sebelah rumah, si ‘dek gam’ yang kuliah di Darussalam sudah minta dibelikan ‘honda’ alias


sepeda motor dengan dalih buat memperlancar kuliah dan membayar ongkos ‘robur’ dan ‘damri’ yang sudah mahal. Padahal bisa jadi ia kemudian memanfaatkannya buat ‘pacaran’ dengan teman sekost sampai IPK turun menjadi ‘satu koma’. Lalu ada juga si ‘dek nong’ yang kuliah di Medan minta dikirimkan uang saku bulan ini dalam jumlah yang lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya dengan berkilah harga sembako sudah melangit. Kenyatannya, bukan mustahil kalau malah kemudian ia memakai uang itu untuk merayakan ‘hari raya valentine’ bersama dengan teman-teman di salah satu diskotik mewah disana. Sehingga dikalangan mahasiswa belakangan sering muncul anekdot kalau-kalau si anak mengirimkan surat ke orangtuanya pasti isinya minta uang, atau alternatif lainnya, surat yang dikirimkan itu berisikan gambar ‘honda’ atau sepeda motor disatu sisi dan gambar ‘pistol’ disisi sebelahnya, yang bermakna kalau orangtua tidak mau mengirimkan uang atau memenuhi permintaan si anak maka ‘pistol akan berbicara’. Biet biet meubagoe aneuk miet jinoe Ini semua memang bukan menggeneralisir potret setiap anak muda Aceh dewasa ini. Masih banyak anak muda Aceh lain yang masih bisa memberikan contoh teladan bagi kawan kawannya. Tapi paling tidak ini adalah fenomena dan refleksi yang mau tidak mau harus kita hadapi, antisipasi dan benahi segera sejak sekarang agar tidak berulang kedepan. Ini semua bukanlah semata kesalahan tunggal si anak atau akselerasi dan perkembangan zaman yang tidak bisa dikendalikan. Tapi ini bisa jadi juga dikarena kesalahan orangtua yang sudah sedikit longgar dalam mengawasi prilaku dan lingkungan pergaulan si anak. Tidak sedikit anak muda Aceh yang tidak lagi kenal huruf hijaiyah, bisa mengaji atau bertutur secara lancar dalam bahasa Aceh, karena apa? Karena masyarakat kita secara kolektif barangkali ada yang sudah menganggap bahwa itu semua tidak penting lagi. Itu semua hanyalah kosekuensi logis dari munculnya globalisasi dan modernisasi yang tidak bisa dielakkan. Sehingga tidak lagi merasa perlu menyaring mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan identitas budaya dan agama kita. Jangan heran suatu saat nanti bila anak anak kita berprilaku semakin aneh, menindik lidah, pusar, telinga atau anggota tubuh lainnya, hamil diluar nikah, mengecat rambut atau bahkan ‘sangkeng meubagoe jieh, hana jitusoe nan droe le’.

Membangun Generasi, Menabung Masa Depan Pemuda sebagai salah satu pilar harapan sekaligus jembatan menuju masa depan, barangkali perlu merevitalisasi lagi perannya disini. Jika tidak harapan dan ekspektasi besar masyarakat pada mereka akan menguap dan hilang ditelan massa. Identitas pemuda yang idealis, bersemangat dan energik memuai menjadi karakter yang rapuh, galau dan mudah menyerah. Padahal keganasan tsunami hampir sewindu lalu yang menghantam Aceh, memberikan kita banyak pelajaran dan hikmah yang begitu banyak. Salah satu hikmah paling besar adalah terbukanya peluang sebesar-besarnya bagi anak muda Aceh untuk berdiaspora dan belajar keseluruh sudut dunia. Jika awalnya tsunami dianggap sebagai akhir dari segalanya, mungkin sekilas tidak salah. Namun, lebih tepat jika tsunami disebut sebagai pintu lahirnya sebuah generasi baru Aceh, generasi yang tercerahkan. Sekarang ’bidjeh nanggroe’ sedang ditempa menjadi mutiara-mutiara yang kilaunya akan menyinari umat dan peradaban kedepan. Generasi yang terbangun dengan cahaya ilmu pengetahuan. Generasi yang bisa menabung masa depan Aceh dengan segala kemampuan cekatan, kerendahan hati dan ketajaman pikirnya. Generasi yang menjadi penanda bahwa anak muda nanggroe bukanlah mereka yang diam berpangku tangan, tapi sebalinya proaktif mengusung perbaikan dan perubahan. Semoga generasi yang sudah tersebar paska tsunami dengan cahaya ilmu dan pengetahuan di segenap benua ini tidak menjadi anti dot investasi masa depan Aceh atau bahkan terjebak dalam euforia nasionalisme etnik semu yang berakhir pada dilema ’brain drain’.Tetapi sebaliknya menjadi pemicu, inisiator, penyeimbang, dan pelaku transfer iptek terapan (know-how), reverse brain drain serta mampu menarik dan memaksimalkan potensi juga koneksi yang ada untuk dihubungkan demi kemajuan negeri.

Saiful Akmal, Frankfurt. saiful.akmal@gmail.com

1818


Bisik-Bisik Cemas ‘’Kau tak akan pernah tahu sampai kapan sebuah pertemuan akan berakhir. Tanpa kita sadari, pertemuan itu sendiri yang menyiapkan perpisahan untuk kita pada suatu hari nanti. Tak ada yang perlu diragukan. Kita hanya perlu melanjutkan perjalanan dan tak mendengar bisik-bisik kecemasaan’’ Aku memejamkan mata setelah membaca empat kalimat itu dengan suara lantang di dalam hati. Sekarang yang terbayang dalam gelapnya tatapanku adalah dirinya. Si penulis kata-kata yang selalu membuatku cemas itu. Aku tak bisa memahami arti dari kata ‘’kecemasan’’ yang menutupi serangkaian kalimatnya. Tetapi selalu ada sesuatu yang be bisik dalam hatiku. Sesuatu yang mulai berisik sejak hari itu –ketika dia mengatakan ‘’perpisahan telah tiba’’ dengan suara tenang. Sesuatu yang entah menamakan dirinya ‘’kecemasan’’? *** Sore ini, gerimis musim gugur seperti mempunyai bibir mungil yang mengecup rata dedaunan pohon Çınar. Aku berdiri tak jauh dari pohon besar itu. Aku masih ingat sebuah puisi yang kutulis di tempat ini kemarin.

angin yang memaksanya jatuh tergesa-gesa tanpa sempat mengucapkan sebuah perpisahan pada reranting yang setia melepaskan. Aku tersenyum melihat orang-orang yang berjalan tergesa-gesa di depanku. Apakah mereka bisa menjadi seperti ranting yang siap melepaskan apa-apa yang dicintainya atau menjadi daun yang tak sempat mengucapkan perpisahan ketika maut datang? Sepertinya mereka sama denganku; tak ada yang membawa payung. Sebab tak ada yang menyangka hujan akan turun dari langit yang cerah tadi siang. Memang tak ada yang bisa mempersiapkan segala-galanya untuk menghadapi sesuatu yang berkunjung tanpa pemberitahuan. Pertemuan pertamaku dengan dia seperti gerimis sore ini. Tak bisa ditebak sebelumnya. Tiba-tiba dia telah berdiri di sampingku sambil memegang payung di tangannya. ‘’Suka main hujan ya?’’, sapa pertama yang keluar dari mulutnya menyadarkan lamunanku.

siapa saja bisa jatuh duluan.

Aku menoleh ke arahnya. Seorang pemuda yang tak kukenal berdiri memayungiku. Ia tersenyum tetapi pandangannya tertuju ke arah pohon Çınar.

daun yang gugur di atas jalan

‘’Bintang... namaku Bintang’’, ia

dedaunan tak saling menyalahkan

di depanku itu tak pernah mempertanyakan

19 19

bisa menjawab pertanyaan yang masih terangkai di benakku dengan cepat. ‘’Oh, aku Hurun. Salam kenal’’ Ia masih tak menoleh ke wajahku. Separuh badannya basah karena berjauhan dengan tubuhku. Belum sempat aku melontarkan tanya, ia berkata, ‘’pohon itu tak pernah cemburu meskipun rintik hujan berulang kali mengecup dedaunannya.’’ ‘’.........’’ *** sore ini gerimis mengecup pipi daun itu yang kehilangan saudara setangkainya sebab angin dan dingin telah menjatuhkannya ke tanah basah yang semalaman menjelma kemah rindu punya mereka. sore ini aku berkemah dari tatap mata si gadis yang selebat hutan bergerimis.


Bintang Bumoe, Ankara. bintangbumoe90@gmail.com

ita. Hari demi hari aku semakin kagum padanya. Pagi itu, hening pecah berkeping-keping ketika aku membaca puisi tentang pertemuan kami yang tertulis di catatan facebook-nya. Seperti ada sesuatu yang bergemuruh di dada. Sesuatu yang mengetuk pintu hatiku secara tiba-tiba. Sesuatu yang juga mulai menumbuhkan benih kecemasan tanpa kusadari....... *** Aku suka hujan. Sebab suara rintik-rintiknya bisa meredam bisikan kecemasan. Tetapi hujan yang suka menunda perjalanan itu memaksa lamunanku berteduh pada sebuah jeda; pada sebuah ingatan tentang perpisahan.... Pertemuan pada sore itu memekarkan sekuntum bunga yang aku sebut persahabatan. Ya, kami telah sepakat bahwa persahabatan itu mampu menjaga keutuhan hati dari perasaan-perasaan yang bisa meruntuhkan apa saja. Ia lebih indah jika tidak dipupuk dengan hasrat tak menentu. Kami hanya sekedar bertukar kabar. Saling bertanya dan membicarakan banyak hal; terutama mengupas makna bait-bait puisi. Tak pernah mata kami bertatapan dengan sengaja. Ia selalu menjaga kemuliaan seorang wan-

Hingga tiba pada hari itu. Rasa kagumku telah menjadi gunung berapi dalam hati, yang tak sanggup lagi menahan letusan kecemasan. Setiap mendengar namanya, aku seperti tenggelam dalam perasaan yang membuncah di dada. Aku takut kehilangan dirinya seiring waktu berlalu nanti. Lalu aku memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu. Ketika itu aku sangat tergesa-gesa menamakannya cinta. Sebab aku ingin meyakinkan hati agar tak cemas lagi. Tetapi ia terlebih dahulu mengabarkan perpisahan itu sebelum aku sempat mengeluarkan serangkaian kata dari hati yang terdalam......... *** Lelaki itu duduk di sebuah bangku taman kota. Pepohonan rindang mengelilinginya. Tetapi di depannya hanya terbentang pemandangan senja. Tak ada yang menghalangi. Ia menatap langit yang hampir jingga sempurna itu sambil tersenyum. Perlahan jari telunjuk kanannya bergerak seperti kuas seorang pelukis. Menari-menari di udara dengan gemulainya. Seolah-olah langit sore itu adalah sebuah kanvas yang tak berbatas. Tetapi ia tak melukis. Ia sedang menuliskan huruf per

huruf. Lebih tepatnya, ia merangkai kata demi kata dengan jemari serta imajinya. Ia seperti mencoret-coret keindahan senja dengan semburat penuh makna miliknya sendiri. Hanya dia yang bisa melihat dan membacanya. Lelaki yang duduk di depan langit senja itu berharap seorang gadis yang jauh di mata bisa memetik setangkai puisi pada langit senja hari ini; ‘’jangan pejamkan matamu: aku ingin tinggal di hutan yang gerimis’’, kata Sapardi, lalu aku yang akan tak berkejap menatapmu berkata seperti ini; ‘’aku sudah basah kuyup duluan di rimba sunyi sebelum menemukan kemahmu, Gadis’’ dan kau hanya akan memejamkan matamu merayuku tuk segera masuk ke dalam kemah itu ‘’kan kukeringkan kesunyian yang menempel pada sekujur tubuhmu, kan kuhangatkan segala rasamu tuk bekal perjalanan kita selanjutnya’’, katamu dengan isyarat paling rindu.

Lelaki itu sedang merindukan hujan yang sempat menggugurkan dedaunan pohon Çınar dari tatap mata seorang gadis beberapa tahun silam...

2020


Definisi 1. Makna idola diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan dan dipuja atau disembah; meng·i·do·la·kan kk menjadikan sesuatu sebagai idola : Ia mengaku sudah mengidolakan sang kakak sejak masih kecil ; peng·i·do·la·an kb proses, cara, perbuatan mengidolakan, 2. Kamus Webster dan Oxford, istilah idola didefinisikan sebagai penyembah atau memuja Tuhan atau menghubungkan sesuatu dengan imej ketuhanan. Istilah diva pula dikaitkan denganTuhan orang-orang Hindu, yaitu dewa atau dewata. 3. Dalam kamus Alwaseet, kata idola menyerupai

21

kata Qudwah atau Uswah dengan makna orang yang diikuti dan dijadikan contoh, namun jauh dari sifat menyembah atau pemujaan. :‫ أسوة‬- 2 .»‫ «هذا العمل هو قدوة الناس‬:‫مثاال‬ »‫«لي بك قدوة‬ Perbuatan ini contoh teladan untuk manusia, begitu juga dengan uswah penggunaannya serupa dengan qudwah.

Pengenalan dan Pemahaman Bahasa Arab dan bahasa Al-Qur’an amat mementingkan ketepatan peletakan istilah dan penggunaannya. Konsep itu digunakan supaya tidak menimbulkan salah pengertian dan kekeliruan, sebab itulah para ulama salaf dalam penulisan kitab-kitab/


halaqah-halaqah ilm, mereka selalu menjabarkan istilah yang dimaksud dengan definisinya terlebih dahulu. Kalimat idola dalam bahasa Indonesia lebih cendrung kepada kalimat idol dalam bahasa Inggris (atau bahkan asal katanya dari idol itu sendiri) dengan menggunakan konsep idola untuk merujuk kepada manusia bisa memberi konotasi atau makna pemujaan, hal ini akan membawa kepada penyimpangan. Ini merupakan sesuatu yang urgent(penting)

jati diri umat itu tidak muncul. Dengan berbagai macam cara mereka melunturkan jatidiri umat Islam, diantara cara-cara mereka yang populer adalah “meracuni” dengan istilah-istilah asing yang berbau penyimpangan terhadap akidah. Secara tidak sadar istilah-istilah tersebut dipakai dan dianggap biasa sehingga kepekaan umat lambat laun akan “lemah”, ketika lemah akan mudah terpancing oleh kenikmatan dunia dan hawa nafsu. Dan di sisi lain turun-

bagi para remaja Islam yang amat prihatin dengan akidah dan iman supaya membiasakan diri dengan menggunakan istilah yang bersesuaian, seperti dalam topik ini menggunakan istilah qudwah atau model/contoh daripada kalimat idola karena bersesuaian dengan maksud dan makna yang diinginkan.

nya moralitas dan akhlak umat difasilitasi dengan kemajuan dunia”informasi dan teknologi” yang juga ikut andil dalam penyebaran virus tak berakhlak, semata-mata 100 persen meniru aksen atau imeg yang “positif” dengan dalih modernisasi dan kemajuan juga ikut andil dalam mempengaruhi dampak yang

Memang tidak salah para remaja menjadi orang-orang yang dinamik dalam menggunakan istilah dan konsep. Tetapi setiap istilah terkandung makna, dan makna dalam istilah agama berkait erat dengan Al-Qur’an dan Hadist. Orang- orang barat mengemukakan istilah-istilah tertentu untuk dipopulerkan, tetapi didalamnya terkandung maksud yang bercabang-cabang atau tidak serasi dengan tradisi dan budaya Islam. Orang barat menggunakan sebuah istilah, kadang-kadang terkait erat dengan tradisi, budaya dan latar belakang dari sistem kepercayaan atau ideologi mereka. Remaja yang hidup

tidak baik terhadap umat.

dalam negara “merdeka” sangatlah penting menjaga kepentingan jatidiri dan prinsip. Memelihara jatidiri bukan berarti remaja menjadi tertutup terhadap pengaruh luar, baik budaya dan tradisi orang lain namun harus selalu waspada dan teliti. Ketahuilah bahwa hakikat pertikaian antara umat Islam dan yang membencinya sebenarnya bukan perang antar negara. Akan tetapi, lebih kepada perang jatidiri dan identitas. Para penentang Islam tahu benar jika jatidiri umat mucul, maka Islam akan menang. Untuk itu yang mesti dilakukan adalah mentarbiyah dan memperbaiki umat. Sementara umat Islam masih”terlena dan tak sadarkan diri”, para penentang Islam berusaha agar

Secara singkat bagaimana membangun kepekaan umat adalah dengan mentarbiyah dan memberikan pemahaman yang benar tentang agama sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu dengan akhlak islamya. Akhlak jika hilang, umat akan hilang. AlQur’an bercerita tentang kisah para Nabi, mulai dari Nabi Nuh A.S. hingga Nabi Muhammad SAW. Sebagai mana Nabi SAW telah bersabda bahwa sesunggunya Aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia Lihat surat At-Thalaq dan hadits Nabi tentang “ghutsa”. Bukan berarti kwantitas (jumlah) adalah satu-satunya faktor penentu kemenangan dalam sebuah pertandingan atau peperangan akan tetapi lebih kepada kwalitas atau mutu pribadi dan mental pejuang. Lihat kisah di Perang Uhud ketika Abdullah bin Salul, kepala kaum munafik yang memisahkan diri dari pasukan Rasulullah SAW karena takut akan mati dan kecintaan kepada dunia. Jikalau mental-mental pejuang lemah dan pengecut serta keluar dari perintah Rasulullah, seperti halnya Abdullah bin Salul dan pengikut-pengikutnya maka tidak ada guna walau banyak jumlahnya, seperti diibaratkan dan diriwayatkan bahwa umat bagaikan ghutsa/sampah(tidak berguna dan tidak berdaya)

22 22


ketika terkena wahn. Apa yang dimaksud dengan wahn? Wahn adalah menurutkan hawa nafsu cinta kepada dunia dan takut akan mati. Ini adalah icon virus-virus terbesar yang harus diwaspadai jika tidak, akan menyerang kepekaan tauhid dan iman anda dan dengan sendirinya virus akan leluasa masuk dan melemahkan antibodi tauhid dan iman anda.

Memahami Makna Pentingnya Qudwah dan Manfaatnya bagi Pribadi Muslim Merupakan hal yang lumrah dan normal bagi setiap orang mempunyai atau memiliki qudwah yang bisa dijadikan panutan didalam kehidupannya, atau bahkan hanya sekedar untuk kesukaan belaka ditilik dari segi baik atau tidaknya dampak ikutan tersebut. Walhasil cerminan dari pilihan seseorang atas apa yang dipilihnya sebagai contoh adalah merupakan biasan dari diri dan kecenderungan hati terhadapnya. Kecenderungan hati atau kecintaan terhadap seseorang akan selalu terbawa dan selalu identik dengan apa yang dicintainya, sebagai mana sabda Nabi SAW; ) ‫( المرء مع من أحب‬ “Seseorang akan bersama dengan yang dicintainya”. Tidaklah seseorang itu memilih ikutannya kecuali dia memiliki sesuatu yang istimewa yang membuatnya tertarik dan menirunya, sebagaimana ada ulama salaf yang mengungkapkan; )‫(قلي من تحب أقل لك من أنت‬ “Katakan kepadaku siapa yang kamu cintai maka aku akan katakan siapa dirimu”. Sang qudwah dapat mempengaruhi pribadi-pribadi yang menggandrunginya sehingga dengan demikian dampaknya akan terbawa dimana tingkah laku, gaya dan cara hidup sedemikian rupa menjiplak sang qudwah. Bagi orang yang berakal, mencontoh atau meniru seseorang sebagai qudwah hendaknya melewati testimoni atau fakta yang men-

jadikan orang tersebut pantas dijadikan qudwah,se-

23 23

hingga tidak merugi dan menyesal dikemudian hari. Salah satu cirinya adalah mencerminkan kesempurnaan, cerdas, jauh dari sifat-sifat tercela, amanah, berhasil dan sukses didalam menata kehidupannya baik pribadi dan lingkungannya (perfect life). Qudwah juga bisa menjadi sumber yang berperan penting dalam pembinanaan karakter dan mental seseorang yang dapat menjadikannya sebagai model rujukan dalam mengatasi setiap problematika kehidupan. Aduhaiii…alangkah indahnya bagi setiap muslim mengqudwahkan Nabi Muhammad SAW….. Disisi lain, di barat istilah qudwah lebih identik pemakaiannya dengan istilah idol dan merupakan “barang komoditi” yang “dikonsumsi” oleh semua golongan, mulai dari nenek,kakek,bapak,ibu,remaja dan anak-anak mempunyai idol sendiri-sendiri. Sebagai contoh, siapa yang tidak kenal Ronaldo, Maradona, Elvis Presley, Michael Jackson dan Madonna atau siapalah (dan alhamdulillah saya tidak mengikuti perkembangan dunia idolan), saya dengar baru-baru ini (atau sudah lama maklum kumuk: kuper musik) di Amerika ada American Idol, dan saya terkejut bahkan menjamur di negeri kita sendiri ada Indonesian Idol. Dengan bangganya mereka meniru/menjiplak gaya, joget, model rambut, pakaian sampai kepada hal yang pribadi sekalipun. Bahkan ada yang gila karenanya dengan mengkultuskan dan menjadikannya seperti Tuhan atau sesembahan “gaya modern”, .‫نعوذ باهلل من ذلك‬

Mengetahui Siapa Kita, Qudwah Kita dan Jati diri Kita َ‫(لقد كان لكم في رسول هللا أسوة حسنة لمن كان يرجو هللا‬ )‫و اليو َم اآلخ َر وذك َر هللاَ كثيرا‬ Siapa kita sebenarnya Muslim, Nasrani, Yahudi atau malah penyembah berhala? Kenapa perilaku kita lebih banyak atau bahkan tidak mencer-


minkan sebagai seorang muslim atau lebih cocok dengan istilah muslim hakiki ?!!! Sudah berapa tahun kita memeluk Islam, masih perlu berapa tahun lagi agar kita benar-benar memeluk Islam secara kaaffah ? Siapa sih qudwah kita ? Kenapa dalam hal ihwal bersikap dan bertindak kita masih merujuk banyak kepada sesuatu atau bersumber kepada yang bukan suri tauladan yang patut!!! Mari sama-sama kita berkata jujur dan bertanya kepada diri kita, apa benar dan pantas kita mengaku-ngaku sebagai umat Muhammad SAW yang taat, sementara kita masih mengikuti hawa nafsu kita, dan bahkan sedikit sekali apresiasi kita terhadap sunah beliau SAW yang sudah atau yang belum pernah sama sekali kita lakukan, renungkanlah dan bayangkan jikalau kita berhadapan/bertemu dengan baginda Nabi SAW, seraya beliau SAW bertanya kepada kita, apakah engkau sudah berusaha mengikuti sunnahku ? Sungguh akan tersentak jantung dan sanubari kita, seakan-akan baru bangkit dari tidur, dan serta merta kita merasa malu melihat diri kita sendiri karena menemukan pribadi-pribadi yang korup dan jauh dari tuntunan sunnahnya. please be attention here… Ta`al nu`minu saa`ah, kalau kita belum tahu atau belum sadar mari coba kita renungkan(introspeksi hati) dan berkata jujur kepada diri kita sendiri, apa kita sudah berusaha dan tahu siapa kita? Jawabannya ada pada diri setiap kita…. )‫(بل اإلنسان على نفسه بصير ة‬41: ‫القيامة‬ Bagi umat islam istilah qudwah merujuk kepada contoh terbaik yang pernah ada dalam sejarah umat manusia yaitu Nabi Muhammad SAW ,kalimat”Ar-Rsul Qudwatuna” (Rasulullah adalah ikutan kami)adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi telinga seorang muslim, alih-alihcoba kita sejenak berfikir tidaklah diciptakannya makhluk kecuali terdapat tujuan dan hikmah dibalik keberadaanya, sebagai mana sudah kita ketahui bahwasannya manu-

sia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada Sang Penciptanya.

ّ )‫الجن واإلنس إال ليعبدون‬ ‫(وماخلقت‬65 : ‫الذاريات‬

Tapi Bagaimana Implementasinya Beribadah kepada Sang Khaliq ? Dengan kemurahan Allah SWT, diutuslah Nabi dan Rasul sebagai qudwah untuk membimbing manusia kejalan yang terang dan benar sehingga dapat merasakan manfaatnya yaitu kebahagiaan didunia sebelum akhirat juga diakhirat so pasti tentunya. Sudah barang tentu bahwa Sang Khaliq mengetahui betul kemaslahatan bagi hamba-hambaNya perihal pengutusan para Nabi dan Rasul. Bukan itu saja, atas kemulian-Nya jugalah Allah SWT memberikan hak untuk memilih(free choice) bagi hamba-hambaNya, adapun pilihan yang pertama; adalah antara mengikuti diri sendiri(ananiyah) dan hawa nafsu,yang mana ananiyah ini lebih dekat dengan nafsu hewani/syaithani seperti digambarkan oleh firman Allah SWT : ‫علم وختم على‬ ٍ ‫(أفرأيت من اتخذ إلهه هواه وأضلّهُ هللاُ على‬ ‫سمع ِه وقلبه وجع َل على بصره غشوةً فمن‬ 32 : ‫يهديه من بعد هللا أفال تذ ّكرون) الجاثية‬ “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya? Maka siapa yang memberikan petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat, apakah kamu tidak mengambil pelajaran” (QS.Al-jatsiyah :23). Atau lebih merujuk kepada pilihan yang kedua, yaitu dengan mengikuti cahaya yang terang dan jalan yang benar (Rabbani), hal ini hanya orang-orang yang beriman dan berakallah yang mendapat petunjuk. Bukan itu saja dengan kemurahan-Nya pulalah diberikan kepada manusia akal dan hati sebagai tools (alat) untuk bisa memilih good or bad (yang

24 24


baik atau yang buruk), yang pada hakikatnya dengan “pilihan” inilah sebenarnya Allah SWT akan memberikan ganjaran atas perbuatan manusia kelak. Apakah syurga ataukah neraka.

Tahukah Saudara bahwa Nabi SAW Pernah di”demo” para istri Beliau ? dan Bagaimana Cara Beliau SAW keluar dari Problematika Ini

saja yaitu dengan menghadapi pertanyaan pertanggung jawaban atas kehidupannya di dunia, dan bahkan masalah ini adalah the most big problem(masalah yang paling besar) yang akan dihadapi Bani Adam dan yang akan menentukan dirinya kekal bahagia, atau kekal sengsara.

kepala rumah tangga.

Jadi pada dasarnya tidak ada seorang pun yang lepas dari masalah kalau begitu, cara yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah adalah merujuk kepada Allah SWT yang menciptakan manusia,sungguh merupakan hal yang menyedihkan suatu kondisi dimana orang tidak punya pedoman atau pegangan hidup dalam mencari solusi problemnya, hidupnya seperti orang buta meraba-raba di dalam kegelapan, Sebagai sebuah contoh, kalau orang sakit “kepala”habis bertengkar/cekcok dengan isteri misalnya, kemudian karena saking pusingnya lost control (tanpa kendali) memilih pilihan perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah divorce (perceraian)atau bahkan malah pergi ke diskotik(cara baru orang modern masa kini) alih-alih mencari obat penenang yang bisa menyembuhkan, akibatnya so pasti yang terjadi,dia akan menjadi semakin sakit atau bahkan timbul penyakit/masalah baru.

Dilukiskan ketika itu bagaimana Rasulullah SAW menghadapi demo(permintaan) para isterinya,hal ini merujuk kepada QS Al-ahzab ayat 28 sampai ayat 35.

Dalam kasus yang lain, sama-sama pasien di rumah sakit dokter yang mengobati adalah pasien juga yang tidak tahu menahu akan jenis obat atau pengobatan, walhasil akan danger (bahaya) !.

‫(الدنيا وزينتها يأيها النبي قل ألزواجك ان كنتن تردن‬ ‫الحيوة‬

Allah SWT yang Maha Mengetahui dan Bijaksana menurunkan Al-Qur`an sebagai pedoman dan mengutus Rasul yang juga manusia seperti kita sebagai pembimbing, yang dengan formula seperti ini dijamin akan bisa mendapatkan solusi dari setiap permasalahan yang timbul, hanya tergantung dan bagaimana kita mempelajari,meyakini dan mengamalkan formula tersebut.

Rasulullah SAW adalah sample (contoh), yang paling sempurna untuk dijadikan tauladan di segala aspek kehidupan kita, beliau merupakan perfect guide (petunjuk yang komplit) tanpa terkecuali; di rumah tangga beliau, di masyarakat, kepimpinan beliau, serta dakwah dan pendidikan.Hal ini yang menjadikan kita sebagai the followers(umatnya) mesti berusaha keras untuk meneladaninya. Dalam kesempatan ini, mari kita coba bahas satu case (permasalahan) meneladani Rasulullah SAW didalam rumah tangga beliau SAW, yang mana hal ini merupakan salah satu sisi penting dan tidak terpisahkan dari kehidupan beliau SAW sebagai

53-82 ‫أعد هللا لهم مغفرة وأجرا عظيما) سورة األحزاب‬

Siklus problem Siapa sih yang dalam kehidupan ini bebas tanpa masalah, karena pada hakikatnya masalah adalah sunnatullah yang tidak bisa lepas dari kehidupan

kita, semua kita pasti mengalaminya, kecuali kalau sudah out off date (mati), eh eh (wait) tapi nanti dulu, orang mati pun masih punya masalah, kok bisa, bisa

25 25

Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangganya bukan berarti tidak mempunyai masalah, lika-liku orang berumah tangga adalah salah satun-


ya punya masalah dengan pasangan hidup, ada yang bilang tanpa masalah dengan istri bagaikan masakan tanpa garam (tanpa rasa katanya), sama-sama enak, kalau masakan akan terus sedap rasanya, namun di sisi lain bedanya, kalau punya masalah walaupun kecil namun berkelanjutan dan berkala tanpa ada solusi yang tepat, kadang-kadang bisa memuncak dan fatal akibatnya, tahu sendiri dicere’in atau bahkan kawin lagi, bener-bener musykilah kan!. Setiap kita memerlukan pembimbing/mentor(istilah trendinya), untuk menuntun sikap maupun prilaku rohani kita, dan mentor yang paling top adalah Rasulullah SAW, yang mentornya adalah pemilik alam semesta dan seisinya, tentunya dengan mempelajari dan mengamalkan seerah Nabi SAW, agar tahu secara nyata fenomena kehidupan beliau SAW yang sesungguhnya. Nabi SAW dalam hal menghadapi permasalahan langsung menghadapinya dengan (“cahaya dan penerangan”) dan bimbingan dari Allah SWT, walhasil dalam kehidupnya SAW success till the end,hal ini agar bisa diteladani oleh kita selaku umatnya dalam menghadapi situasi dan problematikakehidupan. Dikisahkan dari Jabir RA : Suatu ketika Abu Bakar RA datang bertamu ke kediaman Rasulullah SAW akan tetapi tidak diperkenankan masuk, begitu juga hal yang sama dialami oleh Umar RA, namun beberapa saat kemudian diperkenankanlah keduanya untuk masuk, mereka (RA) mendapati Nabi SAW sedang duduk terdiam dikelilingi oleh istri-istri beliau,(Umar RA yang ingin membuat suasana hening menjadi hidup), berkata dalam hatinya, akan kukatakan kepada Rasulullah SAW suatu kalimat, mudah-mudahan beliau akan terhibur, Umar RA berkata : Wahai Rasulullah SAW, jika engkau melihat anak perempuan zaid (isteriku) meminta nafkah lebih kepadaku yang tidak aku miliki maka akan aku berikan “pelajaran” kepadanya, kemudian seketika itu pula Nabi SAW tersenyum, dan berkata Nabi SAW: Coba

engkau lihat disekelilingku, isteri-isteriku meminta tambahan nafkah. Seketika itu pula Abu Bakar RA menuju aisyah RA untuk memberikan “pelajaran”, Dan begitu juga Umar RA menuju Hafsah RA dan keduanya berkata kepada anaknya masing-masing :kalian meminta kepada Nabi sesuatu yang ia tidak miliki?!!, Maka turunlah QS Al-Ahzab ayat 28.(HR. Ahmad, Muslim dan Nas`i). Memaknai permasalahan ini bukan berarti tidak beralasan bahwa isteri-isteri Nabi meminta sesuatu yang tidak dimiliki Nabi, karena mereka (RA) mengetahui bahwa umat Islam pada saat itu mendapat ghonimah(harta rampasan) dari bani Quraizah dan bani Nazdir (qobilah yahudiyah), berupa (tanah,harta, hewan ternak dll peninggalan yahudi madinah), mereka berfikir(RA) bahwa kebiasaan para raja/kaisar hidupnya berkecukupan atau bahkan berlebihan, dan pasti akan mendapatkan bagian dari harta ghonimah tersebut, akan tetapi suami mereka(RA) adalah seorang Nabi, orang pilihan yang membawa risalah Ilahi, karena pada dasarnya beliau SAW tidak berkehendak sendiri kecuali atas perintah Allah SWT, Sebagai mana firman Allah SWT : 3 : ‫(وما ينطق عن الهوى إن هو إال وحي يوحى) النجم‬ Dan hal ini bersesuaian dengan karakter dan pilihan Rasulullah SAW, sebagaimana telah diriwayatkan bahwa ketika Nabi diperintahkan Allah SWT untuk memilih antara menjadi Nabi dan raja diraja yang kaya raya atau Nabi yang miskin dan seorang hamba, kemudian Nabi SAW memilih pilihan yang kedua, yang pada hakikatnya pilihan itu adalah sebaik-baiknya pilihan. Solution/pemecahan masalah diatas yang terkandung dalam QS Al-Ahzab 28-35, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi beberapa point diantaranya ;

26 26


• Memberikan hak free choice (bebas memilih) tanpa adanya paksaan yakni antara tetap bersama Nabi SAW atau berpisah dari Nabi. • Memberikan hak-haknya atas pilihan tersebut • Menjelaskan keuntungan jika memilih Allah dan Rasul-Nya (benefits), yaitu mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah dan Rasul-Nya serta mendapat ganjaran pahala yang besar dan surga di akhirat kelak. Ternyata istri-istri beliau lebih memilih Allah SWT dan Rasul-Nya (masalah selesai), akan tetapi Allah SWT tidak berhenti sampai disini(karena Allah SWT bermaksud membersihkan dosa-dosa ahlul bait Nabi), (kalau bahasa kite mah sedia payung sebelum hujan) dengan memberikan rambu-rambu agar tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan dan memerintahkan kewajiban serta ganjarannya sebagai seorang ahlul bait Nabi SAW. Hal ini menurut saya menutup semua jenis cases (masalah-masalah) yang sama sebagai prevent atau hal pencegahan, diantaranya:

Penutup Sehingga dari penangan masalah yang Allah SWT berikan, kalau boleh saya menyimpulkan dengan siklus di bawah ini :

Siklus Menangani Masalah ) ‫)ال يلدغ المؤمن من جحر واحد مرتين‬ “Tidaklah sebagai seorang yang beriman masuk ke lubang atau melakukan perbuatan (kesalahan) yang serupa dua kali”. Dengan demikian insya Allah menjadi jelaslah bagi kita jikalau kita merujuk kepada tools kit atau formula yang tidak tepat maka masalah akan selalu menjadi penghambat, oleh karena itu hidup sukses bukan berarti tanpa masalah tetapi bagaimana kita menyikapi masalah dalam hidup ini, sungguh merupakan Rasulullah SAW suri tauladan kita, dengan mengkudwahkan Rasulullah SAW kita akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh di masa kini dan masa yang akan datang.

• Jangan berbuat keji ganjarannya akan berlipat azabnya • Mengerjakan amal sholeh ganjarannya berlipat pahalanya • Hendaknya bertaqwa kepada Allah SWT • Jangan berbicara yang membangkitkan syahwat laki-laki yang mempunyai niat berzina bercap perkataan yang baik • Hendaknya tinggal di rumah, jangan bertindak seperti orang-orang jahiliyah. • Mendirikan sholat,menunaikan zakat, mentaati Allah dan Rasul-Nya • Membaca dan memahami Al-Qur’an dan Hadist Nabi.

27 27

‫(كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون‬ 011 : ‫بالمعروف وتنهون عن المنكر) آ ل عمران‬ ‫باهلل توفيق و الهداية والسالم عليكم ورحمة هللا وبركا ته‬

Penulis Still studying at Fath University (hanafis mazhab), postgraduated diplome sharia and Arabic language at abu noor (syafi`I mazhab), postgraduated diplome dakwah and comparative religion in English (at abu noor univ), postgraduate javada program at japan, postgraduate at gunadarma univ.

Firman Firdaus Manzili, Damaskus-Suriah. qira20006@yahoo.com


Cut Tari Ferdayati, Istanbul. cut_tari25@yahoo.com

K

adang para penulis memiliki berbagai cara unik untuk menghasilkan sebuah tulisan. Tulisan-tulisan tersebut dapat berupa novel, cerpen, artikel, puisi dan lain lainnya. Sering kali goresan tangan seorang penulis merupakan sebuah hasil dari usahanya dalam menemukan inspirasi. Salah satu cara unik bagi penulis adalah jalan-jalan dengan cara backpacker. Banyak orang yang berpikir bahwa backpacker hanya dapat dilakukan oleh kaum adam tidak untuk kaum hawa apalagi seorang muslimah, namun salah seorang penulis hebat yang bernama Asma Nadia dapat memperlihatkan kepada dunia bahwa seorang muslimah juga dapat melakukan traveling dengan cara backpacker. Dalam kurun waktu dua bulan setengah Mbak Asma telah melakukan perjalanan ke 21 negara. Telah banyak hal-hal yang sangat menyentuh, menarik, dan juga pelajaran yang dapat dijadikan ibrah selama menjadi backpacker. Bagi seorang penulis yang produktif seperti Mbak Asma, melakukan backpacker sangat banyak memberikan manfaat bagi dirinya. Dengan memilih jalan yang sederhana dalam melakukan perjalanan dapat menempatkan posisi dirinya pada situasi masyarakat yang dinamis dan dapat secara nyata melihat kondisi sosial masyarakat setempat. Bersentuhan langsung dengan penduduk negeri yang Mbak Asma kunjungi, menjadikan Mbak Asma lebih banyak mendapatkan atmosfer asli negara tersebut. Sehingga melakukan perjalanan dengan cara backpacker dapat menjadi salah satu sumber inspirasi bagi Mbak Asma dan juga bagi penulis lainnya. Sebagai seorang muslimah, menurut Mbak Asma, idealnya seorang muslimah dalam melakukan perjalanan memang harus ada mahram yang

menemani. Namun tidak masalah jika seorang muslimah melakukan perjalanan sendiri dengan mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya, misalnya jika manfaat lebih besar dan bersifat permanen sedangkan mudharatnya bersifat temprorer atau sementara. Dan bagi muslimah yang melakukan perjalanan tanpa mahram, harus dapat menjaga diri misalnya jilbab tidak boleh dilunakkan. Muslimah juga boleh bersikap ramah kepada orang asing dengan tetap memperhatikan akhlak dan batasanbatasan lainnya. Selama perjalanan, para muslimah juga harus selalu berhati-hati dengan selalu melihat lingkungan sekitar, tidak pulang terlalu malam kalau misalnya di daerah tempat penginapan atau hotel kurang terjamin keamanannya atau sepi.

Seperti yang telah Mbak Asma buktikan, bahwa backpacker bagi muslimah adalah bukan hal yang tidak mungkin. Bahkan mbak Asma sendiri mendapat begitu banyak sekali ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisan yang rencananya akan dikemas dalam sebuah buku. Asalkan backpacker muslimah harus pintar dalam menjaga diri di manapun ia berada dan tentu selalu dekat dengan Allah yang Maha Kuasa agar senantiasa dalam penjagaanNya. Dan akhirnya, perjalanan panjang Asma Nadia selama backpacking berakhir di kota Istanbul Turki, kota para Sultan. Walaupun pada awalnya Mbak Asma tidak menargetkan untuk mengunjungi negara Turki, namun Mbak Asma sendiri sangat menikmati perjalanan selama di Turki khususnya di kota Istanbul. Negara Turki menurut Mbak Asma adalah negara yang kaya akan jejak-jejak Islamnya sehingga dapat menggugah semangat keIslaman para pemuda dan pemudi Islam. “Turki ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi yang kaum muslim karena tidak hanya secara historikal yang sangat menarik tetapi juga karena sama seperti kita ke Istana Al-Hamra, Cordova, Spanyol itu akan memberikan kontribusi terhadap semangat keislaman.� Tutur Mbak Asma saat berbincang di salah satu hotel di seputaran Masjid Sultan Ahmet, Istanbul Turki yang telebih terkenal dengan sebutan Blue Mosque.

28 28


Sagoe IKAMAT

29


Esensi IKAMAT “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya

tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya�. HR At Tirmidzi

H

adis diatas menceritakan tentang beberapa hal yang harus kita pertanggungjawabkan nanti di hadapan Allah di hari pembalasan, salah satunya adalah usia muda. Usia muda adalah fase yang cukup menentukan. Rasullullah SAW telah memberikan kita teladan yang baik dalam menghabiskan masa muda. Rasullullah sejak mudanya dikenal sebagai jiwa pekerja keras, membangun kredibilitas melalui karakter yang terpuji, dan memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Rasullullah SAW sejak muda prihatin dengan masa jahiliyah dan berkomitmen merubah keadaan dan paradigma berpikir masyarakat Arab saat itu. Karakter Rasullullah dan komitmennya terhadap umat ini diwujudkan dengan sempurna lewat kata terakhirnya “ummati, ummati, ummati�. Kejayaan islam setelah wafatnya Rasullulah SAW adalah hasil dari kecintaan Nabi terhadap umatnya dan keberhasilannya dalam membangun karakter umat. Teladan dari Nabi diatas menunjukkan betapa pentingnya membangun karakter sejak usia muda. Selain itu, sejarah perkembangan islam juga menunjukkan pentingnya kebersamaan. Perjuangan Rasullullah berhasil karena dukungan sahabat-sahabat luar biasanya.

harus menghadapi konflik dan permasalahan. Dari sini, kita bisa membangun karakter, menunjukkan komitmen, dan menilai seberapa kuat kita bertahan dalam kebersamaan di tengah perbedaan. Dalam darah masyarakat Aceh mengalir darah pejuang. Jadikan IKAMAT sebagai tempat pertama untuk menunjukkan darah pejuang pemuda-pemudi islam Aceh kepada dunia. Selamat melakukan Musyawarah Tahunan IKAMAT. Kita boleh memiliki tujuan dunia berbeda, namun tujuan akhirat kita sama, surga. Niatkan hal-hal baik hanya demi satu nama, Allah yang Maha Kuasa.

Putra Rizkiya, Frankfrut. putra.rizkiya@yahoo.com

Kebersamaan dan kesetiaan sahabat sangat esensial dalam mencapai tujuan perjuangan Rasullullah. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa, kebersamaan akan melahirkan umat islam yang tidak terkalahkan. Kata ummah adalah representasi dari pentingnya kebersamaan dan persaudaraan islam. Organisasi adalah tempat terbaik untuk pembangunan karakter dan memupuk nilai kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama. Kesadaran masyarakat Aceh di Turki akan pentingnya komitmen, pembangunan karakter dan kebersamaan untuk masa depan Aceh yang lebih baik telah kita realisasikan melalui pendirian IKAMAT. Oleh karena itu, IKAMAT melambangkan komitmen kita terhadap Aceh sekaligus lambang kebersamaan masyarakat Aceh di Turki. IKAMAT adalah rumah masyarakat Aceh di Turki. Dalam IKAMAT inilah kita bisa bercermin tentang diri kita. Kadang-kadang kita menggapai prestasi, namun di sisi lain kita juga

30


Çalışmakla başarılı olunur Zubair Hussain

Ç

alışıp eğitim masraflarını ödeyen .Almancada Ben nisan 1980 de liyarinin derya abad araştırması yayınlanan liyarinin yetenekli semtinde dünyay geldim .ilk öğrenimi yerel bir okul bankacı gencinin fikir ve görüşleri. olan (NATIONAL TINY TOTS SCHOOL) aldım .babam gulam huseyin araba tamircisi .derler ki bi anne Geçen günlerde DERYA ABAD LİYARİnın babanın evladına verbileceği en güzel hediye güzel eski belediye meclis üyesi munevver ali bey bizim ahlak ve kaliteli bir eğtimdir .babam işçi ormasına ofisimize uğradı .beraberindaki genci zubair huseyin rağmen bize hiç birşeyın eksikliğini hissettirmedi ve ismiyle tanıştırdı .sohbet esnasında zubairın ne çok iyi eğitim almamızı sağladı .fakir bir aile bireyi kadar bilgilii azimli ve öz güveni yüksel olduğu olduğum için çocukluktan beri ev geçindirmede aileme anlaşılıyordu .çok fakır bir ailede dünyaya gelmiş bu katkıda bulunmak zorundaydim ,yaz tatillerinde bile genç liyarili diğer gençler gibi çok erken yaşta hayat babamın yanında iş öğreniyordum .ben okumayı mucadilesine başladı. çok seviyordum .çalışırken bile okulumu hiç ihmal etmedim Ondan olsa gerek okulu hep birincilikle Mucadileci ruhu ilerleme azmi ve durdurak bitirdim .liseyi çok iyi puanla bitirdikten sonra iyi bilmeyen çalışması sayesinde yüksek eğtimini bi kolej arayışına girdim .puanlama sistemine göre tamaladıktan sonra bugün bir bankacı olarak pratık ben kaydım (D.J SCİENCE KOLEJ)’de yapıldı ama hayata adım atmiş durumda .ama görünen o ki eğtimin kalitesizliğinden dolayı kaydımı (S.SCİENCE mucadilesi hala bitmiş değil aksine artarak devam KOLEJ)e aldırdım .olumsuzluklar hep üst üste etmektedir .şimdilerde toplumdaki düzensizlikleri geldiği bu dönemde babamın uzun süren hastalığı ve gençleri ilmin ve bilmin güzellikleriyle tanıştırma sonucu evin bütün sorumlulukları benım omuzuma çabasındadır .gelinen bu noktaya kadar çok emek ve bindi. Eğitimimi ve evin sorumluluklarını bir arada mucadile verildiğini ve alınacak çok dersler olduğunu devam etmek çok zordu. ama pes etmedim ,yeri düşünerek kendi ağzından genç okurlarımızın geldi sokaklarda patates cipsi sattım evi geçindirdim. beğenisine sunuyoruz (editör). Durumumuz her ne kadar kötü olsada pes etmedim

31


ve devam ettim .kolejı çok iyi bir puanla bitirdikten sonra (SİNDH BORD OF TECNİCAL EDUCATİON )den İT dipolası aldım ve odun piyasasına söz sahibi (M.UMER AND SONS )firmasında işe başladım ve mesleki hayatta önemi inkar edilemez olan (B.COM) karachi universitesinden birincilikle bitirdim .bu sayede motor piyasasının öncü firmalarından olan UVİVERSEL PAMPS şirketinde muhasibeci olarak işe başladım .yeteneğim ve çalışkanlığım sayesınde hep terfi ettim ve çok iyi görevler üstlendim .eğitimimi bir üst seviyeye taşımak için İCMAP (İNSTİTUT OF COST AND MANAGEMENT ACCOUNTANTS) seçtim .işimin yoğunluğundan dolay diğer bazı kursları brakmak zorunda kaldım onlardan biri İ.C.M.A. Çünkü o günlerd (METROPOLİTEN LİFE İNSURANCE CAMPANY) büyükşehir hayat sigortası şirketinde yardımcı hesap yönetici (DEPUTY MANAGER ACCOUNTS) olarak işe başladım.aynı zamanda eğitimimi de devam ettim ve karchi universitesinin iktisat bölümüden (M.A ECONOMİCS) master yaptım.meslek hayatımda benim en büyük başarım pakistanın meşhur usal ne özel bakması olan KASB BANK LİMİTED OF PAKİSTAN da ticari bankacılık sorumlusu olarak işe başlamam oldu .bir bankacı olarak kendimi sürekli güncel tutmam gerekiyordu .M.B.A(MASTER OF BUSİNESS ADMİNİSTRATİON ) için dada bhai universitesine burs başvurusunda bulundum . kabul edildim ve çok iyi dereceyle bitirdim. O günlerde bir araştırma projesinde yer aldım ve çalışmam meşhur alman yayın evi THESİS Tarafından kitap olarak yayınlanmaya hak kazandı.ve bu beni Avrupa ülkelerinde yazar olarak tanınmama sebep oldu. Benim üç adet kitabım almanyada yayınlandı isimleri altta 1:İMPACT OF UNEMPLOYMENT ON LYARI TOWN 2:LABOUR PROTECTİON İN PAKİSTAN 3:İSLAMİC BANKİNG AND FİNANCE İsimleri belirtilen kitaplar hakkında www.amazon. com sitesinden bilgi alabilirsiniz. Benim bütün başarılarımın arkasında annemin duaları,emeği ve sınırsız desteğinin yanısıra hayat arkadaşımın da sınırsız emeğı ve desteği var. Eğitim ve meslek hayatımda hep zorluklarla karşılaştım. Nedeni ise büyüdüğüm semtin imajının kötü olması. Semt halkı her alanda hakir görülür küçümsenir ve dışlanır ,ama bu dışlanma benim semti daha çok sevmeme neden oldu .semtin imajını değiştirmek için çalışmalara başladım ve sivil toplum kuruluşu olan YPP (YOUTH PARLİAMENT OF PAKİSTAN) üyesi oldum

.BRİTİSH COUNCİL ve YPP nın ortak çalışması olan ACTİVE CİTİZEN)aktif vatandaş programına katıldım ve toplumun nasıl değiştirileceğine dair çok yararlı bilgiler edindim .ama sözkonusu benim fikirlerimi uygulamay gelince kendimi yalnız buldum .umutsuzluğa kapılmadım benim gibi düşünen birkaç arkadaşla ki onlardan biri eski belediye meslis üyesi olan munevver ali bey ve bölge zekat komitesi başkanı abdull Mennan baloch ve Adnan selim beyin yardımı ile bölgesel yardım kuruluşu olan (LYARİANZ YOUTH DEVELOPMENT ASSOCİATİON)kurduk. kısaca LYDA olarak tanınıyor . Gerçi bölgede birçok yardım kuruluşu hizmet vermekte ve çoğunlukla eğitim şartlarının iyileşmesi için çalışmatalar.ama hiç biri bölgenin işsiz kesiminın sorunlarının çözümü noktasında yeteri kadar ilgi göstermemekteler.bölge halkının çalışkanlığı yeteneklği ve el becerileri gizli saklı bir şey değildir bunu şundan daha iyi anlayabilirizki birçok Ortadoğu ülkesinde el hünerlerini konuşturmakta ve ülkenin gelişiminde katkı sunmaktalar . Bölge halkı iş bulmakta zorlıklarla karşılaşıyorlar .ülkenin en büyük sorunlarında biri eğitimli işgücü eksikliği .bu sorun işçi kesimin karşısında her sektörde duvar gibi çıkmakta, Çünkü herhangi bir resmi kuruluşta işe alınması için özgeçmişinin yanında yeterlilik sertifikası istenmekte .hükümet bu sorunun çözümü için çalışma başlatmış durumda ama hükümetin başlattığı işgücü yetiştirme programlarına katılmak isteyenlerden istenilen en az orta okul mezunu olmak ve 35 yaş altı olmak gerekiyor.bu şartları geçemeyenlerin sayısı bi hayli fazladır.biz LYDA olarak bu konuyu her platfomda gündeme getirip işsizler ve işçilerin sorununun çözümü noktasında çalışmalar yapıyoruz .işçi ve işsizlerin sorunlarını çözüp topluma kazandırmak istiyoruz .üklemizde her nekadar yatırım az yapılıyor olsada içşi sayısı bir hayli fazladır ,eğer bu işçileri mesleki ve tekniki eğitim verip gelişmekte olan ülkelerin işçi sornunu gidermeye kullansak sadece liyari değil belki ülke genelinde işsizliğin azalmasına önemli katkı sunmuş olacağız. Son olarak liyarili gençlere söylemek istediğim. eğitimlerinin yanında mutlaka bir meslek öğrensinler olumsuzluklar her nekadar yollarını kessede başarıya giden yol yıldızların sayısı kadardır ve çalışmakla başarılı olunur.

Çeviren .Ahmet Kenan Polat

Zubair Hussain, Swedia. zubair.ghussain@gmail.com 32


Comfort

Thermal Thermal comfort-I Pengertian Thermal comfort (kenyamanan termal)

Membuat lingkungan yang nyaman termal merupakan salah satu parameter penting yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah bangunan. Lingkungan termal dipertimbangkan bersama-sama dengan faktor yang lainnya, seperti : kualitas udara, pencahayaan dan tingkat kebisingan ketika kita mengevaluasi lingkungan aktifitas kita. Jika kita tidak memperhatikan kenyamanan tempat kita beraktifitas maka dampaknya akan menyebabkan menurunnya produktifitas. Kenyamanan termal, seperti yang didefinisikan oleh Standar ISO (Internasional Standard Organization) 7730, adalah hubungan yang kompleks antara temperatur udara, kelembaban udara, dan kecepatan aliran udara, ditambah lagi dengan jenis pakaian dan aktivitas serta tingkat metabolisme penghuni yang menghadirkan ungkapan perasaan kepuasan terhadap kondisi udara di dalam suatu lingkungan. Kondisi kenyamanan juga diartikan sebagai kenetralan termal, yang berarti bahwa seseorang merasa tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Jika seseorang berada dalam suatu ruangan tertutup dalam jangka waktu yang lama maka pada suatu ketika ia akan merasa kurang nyaman. Sehubungan dengan hal ini, maka dalam tahun 1777 seorang ahli kimia bernama Lavoisier  mengadakan serangkaian penelitian. Ia kemudian menerangkan bahwa kenaikan kadar CO2 di dalam ruangan sebagai akibat pernafasan manusia, akan menyebabkan sesak dan panas. Namun pada tahun 1905 seorang ahli kesehatan, yaitu Frugge mengemukakan sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia dapat diibaratkan sebagai motor bakar yang harus mengeluarkan panas yang dihasilkan sebagai akibat dari kerja yang dihasilkannya. Jika panas tersebut tidak dapat dikeluarkannya  dari badan manusia, misalnya karena temperatur dan kondisi udara sekelilingnya tidak

33

memungkinkan hal tersebut terjadi dengan baik, maka ia akan merasakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan. (Arismunandar, 1995 : 4) Faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Termal Indikator yang paling biasa digunakan adalah temperatur udara, parameter ini mudah untuk digunakan dan banyak orang dapat  merasakannya. Akan tetapi walaupun temperatur udara ini merupakan parameter penting dalam melakukan penilaian, tapi tidak akan akurat data yang didapatkan seandainya hanya satu parameter ini saja untuk menentukan kenyamanan termal. Temperatur udara seharusnya selalu di dipertimbangkan dengan parameter lingkungan lainnya dan juga faktor personal. (Trelkeld, 1970 : 366) Enam faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal yang mencakup di dalamnya faktor lingkungan dan personal yaitu : •

Faktor lingkungan :

1. Temperatur udara 2. Temperatur radian 3. Kecepatan aliran udara 4. humidity • Faktor personal : 1. Isolasi pakaian (Clo) 2. Metabolisme  (Met)


Thermal comfort 2 : Environment factors Environment Factors Sebagaimana yang telah kita bicarakan sebelumnya pada Thermal comfort I  secara umum ada dua faktor yang memperngaruhi kenyamanan termal, sedangkan yang akan kita bahas pada tema kali ini adalah faktor lingkungan yang meliputi temperatur, aliran udara dan kelembaban udara. Temperatur udara Temperatur udara yang diukur dengan termometer merupakan unsur cuaca yang sangat penting. Unsur cuaca ini berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Tempat terbuka, temperaturnya berbeda dengan tempat yang bergedung, demikian pula di daerah yang berumput berbeda dengan tempat yang tandus atau jalan beraspal dan sebagainya. Pengukuran temperatur udara hanya memperoleh satu nilai rata-rata dari atmosfer. (Bayong Tjasjono, 1999 : 14) Untuk mendapatkan temperatur rata-rata dapat dihitung dengan menjumlahkan temperatur maksimum (Tmax) dengan temperatur minimum (Tmin) lalu dibagi dua. Temperatur radiasi Termal radiasi merupakan radiasi panas dari benda-benda yang menimbulkan panas. Panas radiasi akan timbul jika ada sumber panas dalam sebuah lingkungan. Temperatur radiasi mempunyai pengaruh besar dari pada temperatur udara berkaitan dengan kehilangan dan penambahan panas ke lingkungan. Kulit kita banyak menyerap energi radiasi hampir sama dengan kodisi pada benda hitam (black body), walaupun ini mungkin di kurangi oleh pemakaian pakaian. Sebagai contoh sumber panas radiasi adalah: matahari, api, alat elektronik, dapur pembakaran, oven dan lain sebagainya. Kecepatan aliran udara Penjelasan ini mengenai kecepatan pergerakan udara yang melintasi orang-orang yang ada disuatu lingkungan dan dapat membantu mendinginkannya seandainya udara ini lebih dingin dari lingkungan. Kecepatan aliran udara juga merupakan faktor penting dalam kenyamanan termal, karena orang-orang sensitif terhadapnya. Pergerakan udara pada kondisi panas atau lembab dapat meningkatkan kehilangan

panas melalui konveksi tanpa adanya perubahan dalam temperatur udara. Sedikit pergerakan udara dalam lingkungan yang dingin dapat dirasakan sebagai aliran udara. Jika temperatur udara lebih rendah dari pada temperatur kulit, hal ini akan berpengaruh dalam meningkatkan kehilangan panas konveksi. Aktifitas fisik juga dapat meningkatkan pergerakan udara.

Kelembaban udara Jika air di panaskan dan akan menguap ke lingkungan sekitar. Kelembaban udara merupakan perbandingan antara jumlah aktual uap air di udara dengan jumlah maksimum uap air di udara  pada temperatur yang sama. Kelembaban udara antara 40% dan 70% tidak terlalu berpengaruh terhadap kenyamanan termal. Pada beberapa ruangan, kelembaban udara biasanya dijaga antara 40-70%. Bagaimanapun, dalam ruangan yang tidak dikondisikan udaranya, atau dimana kondisi iklim luarnya mempengaruhi kenyamanan termal di dalam ruangan kelembaban udara mungkin meningkat lebih dari 70% pada hari agak panas dan pada hari panas. Kelembaban udara dalam ruangan bisa berubah-ubah, dan juga tergantung pada apakah ada proses pengeringan dimana uap di keluarkan. Lingkungan yang kelembaban udaranya tinggi memiliki banyak uap air di udara, yang mana mencegah penguapan keringat dari kulit. Pada lingkungan yang panas, kelembaban udara penting karena penguapan keringat kurang ketika kelembaban udara tinggi (diatas 80%). Penguapan keringat merupakan cara menjaga kehilangan panas pada manusia. Ketika tidak bisa menembus pakaian, kelembaban di dalalam pakaian meningkat sebagai penyebab keringat karena keringat tidak dapat menguap. (Health safety executive, 2005 :2)

Muhammad Nawawi, Istanbul. nawawi.mach@gmail.com

3434


Sagoe IKAMAT

Penjabatan

jadi landasan mengapa mahasiswa dari Indonesia yang mendapat beasiswa kebanyakan dari Aceh.

“Yang saya ketahui bahwa Pemerintah Turki ingin kembali mengenang sejarah pada zaman dahulu sehingga mereka itu baik secara pemerintahan dan juga lembaga-lembaga sosial yang ada di Turki berusaha kembali untuk me-refresh sejarah hubungan antara Turki dan Aceh pada zaman dulu denIKAMAT (Ikatan Masyarakat Aceh Turki) gan cara meningkatkan hubungan kerja sama teruadalah sebuah organisasi yang telah 2 tahun berdi- tama dalam bidang pendidikan. Oleh karena itulah ri menghimpun seluruh masyarakat Aceh di Tur- mereka memberi peluang lebih besar kepada anakki. Sebuah organisasi muda namun tidak bisa di anak Aceh yang ingin study di Turki” ujar beliau. pungkiri kehebatannya dengan jangka yang singDengan komunitas yang besar IKAMAT berkat tersebut IKAMAT dapat menjadi sebuah organisasi yang patut untuk diperhitungkan dan pan- hasil menjadi organisasi terbesar kedua setelah PPI tas untuk di sejajarkan oleh organisasi-organisasi Turki. Itu menandakan bahwa IKAMAT bukan sepenting lainnya seperti PPI Turki, PPI Istanbul, dll. buah organisasi yang bisa di pandang sebelah mata, tetapi IKAMAT adalah salah satu organisasi yang Awal permulaan pembangunan IKAMAT berdiri serius di antara organisasi besar lainnya. diketuai oleh seorang mahasiswa yang sedang Dalam penuturan Muhammad Nawawi, faktor menyelesaikan program master dengan spesialis kedua kesuksesan IKAMAT sebagai organisasi yang Fluid and Heat Transfer di Istanbul Teknik Universitesi yang bernama Muhammad Nawawi. Pengang- sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya maskatan beliau sebagai ketua IKAMAT di laksanakan yarakat Aceh adalah kekompakan para anggota-angpada acara duek pakat pertama kali sekaligus pendi- gota IKAMAT itu sendiri, yang menjadi sumber kekuarian IKAMAT itu sendiri pada tanggal 15 Oktober tan besar untuk mencapai sukses sebuah organisasi. 2011. Sebagai mantan dari ketua IKAMAT pertama “Yang sangat penting sekali adalah karena tentu saja tidak mudah untuk mempimpin organkekompakan anggota-anggota IKAMAT itu sendiisasi baru, apalagi untuk mempertahankan nama ri dalam melakukan setiap kegiatan. Jadi saya seIKAMAT agar terus berkembang dan menjadi orlaku ketua pada saat itu hanya melakukan koordiganisasi yang berkualitas, berpendidikan dan bernasi-koordinasi dan melakukan fungsi pengarahan sahabat serta fungsinya yang paling utama yaisaja, mengarahkan rekan-rekan semua. Sedangkan tu satu-satunya organisasi yang menjadi wadah yang menjalankan banyak program-program itu aspirasi bagi masyarakat Aceh yang berada di Turki. adalah rekan-rekan sendiri yang semangatnya luar Dalam sebuah wawancara pada tanggal biasa, yang menjadikan program-program tersebut 29/12/2012 melalui sebuah media komunikasi menjadi bermakna dan sangat bermanfaat bagi maswhatsapp Muhammad Nawawi yang biasa disa- yarakat aceh atau mahasiswa aceh yang ada di Turki pa akrab bang Nawi oleh kalangan s1 menuturkan khususnya. Dan juga supaya kita ini bisa memberidalam audio voice bahwa sebab IKAMAT menja- kan kontribusi kepada PPI Turki. Saya sebenarndi organisasi yang patut diperhitungkan, pertama, ya hanya mengelola semangat-semangat adek-adek IKAMAT merupakan organisasi kedua yang ter- ini dan semangat rekan-rekan kita di IKAMAT unbesar setelah PPI Turki. Hal itu terjadi karena ko- tuk bisa mewujudkan sebuah gerakan yang teromunitas masyarakat Aceh merupakan komunitas ganisir rapi.” Muhammad Nawawi menjelaskan. terbesar di Turki dari kalangan daerah-daerah di Sampai sekarang beliau masih aktif daIndonesia yang tersebar di beberapa kota di Turki. lam memback up semua kegiatan-kegiatan IKAMuhammad Nawawi juga menjelaskan se- MAT. Seperti saat penggalangan dana buat Suribab banyaknya pelajar Aceh yang belajar di Tur- yah dan Gaza, mengkoordinir acara Doa Bersama ki dikarenakan dalam sejarah hubungan Kesul- untuk korban Tsunami dan beliau juga aktif datanan Turki Usmani dan Kerajaan Aceh dahulu lam penyiaran radio IKAMAT pada acara yang dimerupakan hubungan sangat erat sepanjang abad jalankan rutin setiap minggunya. Seperti pengake-16 sampai awal abad ke-17. Sehingga ini men- jian mingguan IKAMAT setiap malam sabtu dan penyiaran santai setiap malam jumat dan minggu.

Muhammad Nawawi

Sebagai Ketua IKAMAT Pertama

35 35


BINGKISAN DOA BUAT IKAMAT

A

ssalamu’alaikum warahmatullaah wabarakatuh. Alhamdulillaah... Puji dan syukur tidak akan pernah habis kita pan-jatkan ke hadirat Allaah subhana-hu wata’ala. Puji dan syukur yang merupakan sebuah bentuk kecintaan kita kepada-Nya. Memu-ji dan menerima segala pemberian-Nya dengan ikhlas. Sebuah tinda-kan dan ucapan yang selalu men-jadi embun penyejuk lahir dan batin. Dan kepada Rasulallaah shalallaa-hu ‘alaihi wa sallam yang mempu-nyai kebesaran cinta tiada tara kepada ummatnya. Cinta yang dapat kita rasakan sampai hari ini hingga akhir zaman. Dengan caha-yanya ia telah membuka tabir kegelapan bagi ummatnya. Dan kini kitalah ummatnya, siapakah yang lebih patut kita cintai setelah mencintai Allaah? Dan bagi sebuah bingkisan is-timewa untuk segenap masyarakat Aceh yang berada di seantero Tur-ki. Dengan Kehendak dan Izin Al-laah subhanahu wata’ala sebuah bingkisan yang di harapkan, dapat terbuka pada tanggal 15 Oktober 2011, IKAMAT. Dengan segala visi dan misi yang mulia. Sebuah perkumpulan yang melahirkan kekeluargaan yang menghimpun seluruh masyarakat Aceh di Turki. Menjadi sarana silaturrahmi yang pantas untuk di pertahankan. Or-ganisasi yang menghidupkan bu-daya serta adat-istiadat Aceh di Turki. Sebuah organisasi yang me-nyimpan banyak sekali kenangan suka dan duka masyarakat Aceh di Turki walau masih dalam usia yang baru mencapai 1 tahun. IKAMAT bagaikan sebuah keluarga bagi saya di Turki. Sebagai salah satu dari anggota keluarga, mung-kin ada beberapa keinginan yang ingin saya sampaikan. Atau bahkan hanya sebuah ungkapan singkat yang ingin saya ungkap-kan teruntuk keluarga saya tercin-ta, IKAMAT. Jika batang pohon dapat kokoh karena akarnya yang menjulang ke dalam tanah dan dapat menja-ga batangnya agar tetap berdiri tegak meski di terpa badai. Mung-kin begitulah ibarat sebuah keluar-ga. Keluarga haruslah kokoh. Un-tuk mengokohkannya kita perlu kekompakan dalam satu barisan bukan dalam beberapa barisan. Yang kita perlukan bukan banyak-nya jumlah nama anggota yang tercatat di dalam daftar K. K. (baca: Kartu Keluarga). Tapi bagaimana kita mengayomi, me-rangkul dan saling memahami agar tercipta kasih sayang antar sesama. Hingga terwujud rasa kekeluargaan dalam sebuah ling-kup kel-

uarga yang menjadi akar bagi kekokohan IKAMAT. Mewujudkan kekeluargaan IKA-MAT bukan hanya tanggung jawab seorang atau bahkan beberapa orang. Namun merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga IKAMAT. Setiap individu haruslah mempunyai rasa tanggung jawab bagi kepedulian untuk IKAMAT, kepedulian demi masa depan IKAMAT. Bukankah sebuah cita-cita didapatkan dengan usaha? Begitulah kita, jika kita mencita-citakan sebuah kuali-tas pondasi yang kuat bagi IKAMAT maka dari kitalah yang mewujudkannya dengan usaha dan doa. Membentuk IKAMAT lebih baik lagi bukanlah hanya se-buah perkataan namun juga per-buatan. Dan dengan doa semoga Allaah memberikan kebaikan di setiap langkah IKAMAT. Bingkisan untaian harapan dan doa yang ingin saya sampaikan kepada IKAMAT. Harapan saya adalah, semoga IKAMAT tetap berdiri tegak. Walau di suatu saat nanti ada badai yang menerjam, kita tetap dalam sebuah kesatuan barisan dan selalu dalam satu genggaman demi menguatkan satu sama lain. Menjadi sarana yang terus memberikan lebih ban-yak ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat yang berkuali-tas. Semoga Allaah selalu mem-berikan kekuatan, perlindungan, rahmat dan berkah-Nya bagi IKA-MAT. Allaahummaa aamiin. Sekian bingkisan kata singkat saya untuk IKAMAT. Semoga bermanfaat. Jika terdapat kesalahan dalam perkataan saya, saya mohon maaf. Dan segala kes-empurnaan adalah dari Allaah. Wassalamu’alaikum warahmat-ullaahi wabarakatuh.

Cut Tari Perdayati, Istanbul. cut_tari25@yahoo.com

36 36


37


Bulekat edisi perdana