Page 1

Menjaga para Penjaga

Delapan Pilar Perilaku Kerja

One Team, One Mission & One Goal

Marisa: Senang Dikawal Satpam

Edisi I/NOVEMBER/2015

Menjaga Para Penjaga

Pengamanan Bank, Ya... Bravo Satria Perkasa!


ed i to ria l

indeks

Disiplin

2

Launching Majalah Ksatria

Tidak menyalah gunakan Jabatan

Pengamanan Bank, Ya.. Bravo Satria Perkasa!

Bravo, Bravo, Bravo…! Yel yel khas yang menggambarkan penuh semangat, menjadi bentuk motivasi tersendiri bagi yang mengucapkannya. Ada satu harapan, optimistis dan muncul rasa percaya diri, itulah di antara harapan dari yel-yel itu. Begitu juga dalam penerbitan Majalah Ksatria edisi perdana ini. Harapan untuk terus menyajikan informasi inspiratif menjadi bagian dari tugas keredaksian Majalah Ksatria. Pembaca yang budiman. Kota Malang, tepatnya tanggal 31 Oktober 2015 menjadi moment bersejarah atas diresmikannya Majalah Ksatria sebagai media internal Bravo Satria Perkasa (BSP). Ke depan, Majalah Ksatria ini akan bermetamorfosa menjadi media yang menyajikan informasi seputar dunia pengamanan di Indonesia. Pembaca yang budiman, hadirnya Majalah Ksatria hendaknya menjadi wadah untuk saling memberikan informasi, baik informasi yang ada di BSP Pusat maupun di Wilayah. Kami berharap, peran serta dari wilayah akan menjadikan Majalah Ksatria memiliki isi yang beragam dan menginspirasi. Sekalli lagi, seluruh kru Majalah Ksatria mengucapkan selamat atas terbitnya Majalah Ksatria sebagai media internal BSP. Bravo!

7

Ahli di Bidangnya Mampu Bekerjasama

13

22

8

One Team, One Mission & One Goal

BSP Wilayah Sumatera 1 Bencana Kabut Asap, Tetap Terjaga dan Peduli

Menjaga para Penjaga

BSP di Indonesia

14

16

24 BSP Wilayah Sumatera 2 Menjaga Komunikasi dengan User dan Anggota

BSP Wilayah Jawa 1 Menjadi Central Monitoring System

31

BSP Wilayah Jawa 2 Spirit ‘Tak Gendong’ Besarkan BSP

Menjaga Para Penjaga

PENANGGUNGJAWAB: Joko Putro Nugroho Utomo; PIMPINAN REDAKSI: Djarot Soeprianto RedakTUR: Fathurroji; REPORTER: Ahmad M Adnan, Salmun; FOTOGRAFER: Zakir S; Desain Grafis: Achmad Satiri; Iklan & Promosi: xxx, xxx, xxx; SIRKULASI: xxx

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

Efektif dalam Berkomunikasi

Cepat, Tanggap dan Berinisiatif

Djarot Soeprianto; Delapan Pilar Perilaku Kerja

18

2

Perilaku Kerja

Filososfi Bravo dan Angsa

Redaksi

Alamat Redaksi: Jl. Dewi Sartika No. 4A - 4C, Cililitan, Jakarta Timur, Indonesia; TElEpONE: 021-8013934 (Hunting) FAKSIMIL: 021-8013935; EMAIL: majalahksatria@bspguard.com; WEBSITE: www.bspguard.com

8

Peka Dan Peduli Untuk kebaikan

10

Bertanggung Jawab

20 Joko PN Utomo, President Director BSP

BSP Wilayah Jawa 3 Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Investor

Marisa Sartika Maladewi Senang Dikawal Satpam MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

3


profile

Pengamanan Bank, Ya.. Bravo Satria Perkasa! Sejak awal berdiri, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) concern menangani pengamanan perbankan. Kini, ada 41 bank di Indonesia yang memakai jasa pengamanan BSP. Berikut profilnya.

4

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

B

ukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan. Perubahan sebuah kemutlakan dan diperlukan untuk tumbuh menuju kemajuan. Orang bijak berkata, apa pun yang ada di dunia ini selalu berubah. Maka tidak ada yang statis dan tidak ada yang abadi di dunia ini. Karenanya janganlah pernah berkata: saya sudah cukup, saya sudah puas dengan kondisi ini, saya sudah pintar, sudah menguasai dan mempelajari banyak keahlian dan ilmu. Karena semua itu hanya akan memandulkan perubahan. PT Bravo Satria Perkasa (BSP), salah satu perusahaan yang terus melakukan perubahan dari waktu ke waktu. Sebelum nama BSP tersemat, BSP hanya berbadan hukum yayasan dengan nama Yayasan Bravo 99 yang berdiri tahun 1999 oleh para pendirinya, yakni Drs. H. Soeparno, Wahyu Sudarmojo, Deden Teguh Yustono Wibawa, & Joko Putro Nugroho Utomo. Adanya perubahan regulasi kebijakan dari pemerintah bahwa perusahaan jasa pengamanan harus berbentuk badan hukum perseroan terbatas, maka Bravo 99 ber-metamorfosis menjadi PT Bravo Satria Perkasa (BSP) pada tanggal 12 Juli 2002. President Director BSP, Joko PN Utomo mengatakan, perubahan status dari Yayasan menjadi Perseroan membuat gerak BSP semakin luas. BSP hadir menjemput ’bola’ sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan. ”Setiap manusia pada dasarnya butuh kenyamanan dan keamanan di lingkungannya, untuk itu BSP hadir melayani orang atau perusahaan yang membutuhkan jasa pengamanan,” jelasnya. Joko menambahkan, visi BSP ingin menjadi perusahaan yang profesional dan dapat dihandalkan, sehingga menjadi pilihan utama di bidang jasa pengamanan. Visi tersebut dijabarkan melalui misinya dengan memberikan layanan cepat, akurat dan efisien serta solusi yang tepat dan bermutu sehingga memudahkan p­ara pengguna jasa dalam melakukan kegiatan usahanya, dengan dukungan teknologi menejemen yang handal serta SDM yang mumpuni, terampil, dan profesional. Sejak awal berdiri, BSP telah memiliki klien di bidang perbankan, waktu itu Bank Universal yang saat ini berganti nama menjadi Bank Permata, karenanya tak heran jika bicara pengamanan perbankan, maka BSP nama yang paling santer disebut. ”Bicara pengamanan bank, ya BSP,” tuturnya dibarengi senyuman lebar. Menurut keterangannya (Joko-red), saat pertama kali merintis bisnis ini, BSP tertantang dengan permintaan klien dalam hal ini Bank Universal untuk menampilkan sekuriti bank yang berbeda, yaitu lebih komunikatif dan elegan. Tak hanya menjaga di pintu depan melainkan juga sebagai front liner yang bisa berkomunikasi dengan calon nasabah.

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

5


filosofi

”Penampilan lebih rapi, bahasa yang ramah, selalu memberikan senyuman bahkan menjelaskan sekilas produk bank kepada nasabah,” tutur leader perusahaan berlogo angsa hitam ini. Awalnya Joko berkerut kening melihat permintaan klien, namun karena jiwa ingin selalu melayani berkembang, maka tim Joko pun mendesain anggotanya serta jajaran manajemennya sebagaimana yang diinginkan klien. Alhasil, tahun 2001 BSP menjadi BUJP terbaik dalam kategori ’Pelayanan Terbaik Sekuriti Perbankan’ dari beberapa kategori yang dicanangkan oleh tim penilai, pada saat itu tim penilai sedang melakukan penilaian terhadap pelayanan Bank Universal (saat ini Bank Permata). Berkat layanan yang baik, akhirnya BSP kian mendapatkan perhatian positif dari bank-bank lain. Saat itulah BSP mulai menunjukkan performa yang lebih baik, hingga sekarang anggota sekuriti BSP mencapai jumlah 14.000-an anggota sekuriti, sementara saat awal berdiri hanya mengelola 70-an anggota sekuriti. ”Saya memiliki mimpi, nanti orang bangun tidur butuh pengamanan, ingatnya Bravo,” tutur Joko. Sementara itu H. Djarot Soeprianto, Direktur yang juga salah satu pemilik BSP senada dengan Joko, bahwa sejak berdiri, BSP klien pertamanya adalah perbankan. Saat itu, Djarot kebetulan sebagai PIC Bank Universal yang menantang Joko untuk berubah tampilan. Gayung pun bersambut, guidance dari Djarot diterje6

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

mahkan Joko menjadi sebuah tampilan sekuriti yang elegan dan profesional. Karena kecocokan ini, akhirnya Djarot meninggalkan aktivitasnya di dunia perbankan dan pada tahun 2007 bergabung menjadi bagian dari bisnis BSP. Djarot memaparkan, untuk mewujudkan visi dan misi, BSP senantiasa bekerja berdasarkan prinsip profesionalisme dan berorientasi kepada kepuasan klien. Setiap anggota personil BSP diarahkan untuk memiliki kualitas KSA (Knowledge, Skill& Attitude) dan mampu memberikan service excellent kepada klien. Selain itu, anggota juga dibekali dengan panduan praktis hal-hal yang menjadi keseharian di bank seperti ucapan saat menerima telepon (greating) dan menyapa nasabah bank. Maka dengan begitu, selain memberikan fungsi pengamanan, anggota juga diminta untuk menjalankan fungsi pelayanan. Menurut Djarot, tenaga pengamanan merupakan ujung tombak perusahaan. Hal itu dapat dimengerti karena merekalah yang setiap hari bertemu dan berinteraksi den-

gan klien. Jika perilaku mereka baik maka akan memberikan citra positif kepada perusahaan, dan begitu pula sebaliknya. ”Kami bersyukur selama ini klien memandang anggota kami profesional dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya. Djarot menambahkan, 70% pengguna jasa keamanan BSP adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, sisanya merupakan instansi pemerintah dan swasta, seperti manufaktur dan industri, pelayanan umum, retail dan properti, pertambangan dan perminyakan, pemerintahan dan bidang-bidang lainnya. Sementara itu Krisnawan, General Manajer Operasi & Pengembangan Bisnis BSP menjelaskan, demi menjaga reputasi perusahaan di mata klien, maka pembinaan mental anggota rutin dilakukan. ”Karena kami menghargai profesi sekuriti, maka sekuriti harus menghargai profesinya dengan berbuat yang terbaik sesuai peraturan perusahaan,”paparnya. Saat ini, BSP melayani beberapa kegiatan di bidang pengamanan, mulai dari VIP Guard, pelatihan keamanan, jasa pengamanan, investigasi sekuriti, close personal protection, event security, Task Force Bravo dan Operation Command Center. Bahkan BSP tidak ingin ketinggalan dalam informasi cyber crime yang kerap terjadi di dunia perbankan. ”Jika ada bentuk kejahatan baru yang menggunakan media online, kita informasikan ke user dan anggota, minimal mereka tahu dan tidak buta informasi,” terangnya. l

Filosofi Bravo dan Angsa

B

ravo! Bravo! Bravo! Luar Biasa!... Begitulah yel yel penyemangat yang kerap kami teriakan, sebagai rasa kebersamaan dan optimisme dalam kemenangan. Bravo juga kerap menjadi yel yel penyemangat di dunia militer. Nama Bravo Satria Perkasa disematkan oleh para pendiri karena kata ini menyimpan daya dobrak yang kuat untuk menjadi motivasi sebuah kelompok. Selain itu untuk menjadi ‘Bravo’ maka harus memiliki sumber daya manusia yang ‘Perkasa’ dan para pimpinan yang berjiwa ‘Satria’, Karena itu, nama Bravo Satria Perkasa menurut keyakinan para pendirinya akan membawa keberkahan di kemudian hari. Terbukti, BSP kini telah menjadi BUJP yang memiliki anggota sekuriti terbanyak di Indonesia. Sementara itu logo angsa hi-

tam menjadi ciri khas Bravo. Joko menjelaskan, angsa merupakan binatang yang sensitif ketika di sekitarnya ada bahaya mengancam. Angsa juga bisa beradaptasi di daratan, lautan bahkan udara. Terlebih lagi, gambar angsa diselingi ornamen kobaran api dari tiga huruf BSP, artinya BSP selalu memberikan semangat yang berkobar-kobar untuk bisa eksis di berbagai lingkungan. Bravo juga selalu menempatkan tiga warna di setiap kesempatan menampilkan branding image-nya, yaitu warna abuabu atau silver yang menggambarkan kenetralan serta keharmonisan, warna hitam yang menggambarkan kemapanan, dan warna merah yang menyimbolkan keberanian di manapun BSP berada. Perpaduan ketiga warna itu menjadi spirit BSP memberikan yang terbaik di bidang dunia pengamanan. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

7


COMPANY jargon

Menjaga para

Penjaga

H

Joko PN Utomo, President Director BSP 8

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

anya tiga kata, namun memiliki makna yang dalam. ‘Menjaga para Penjaga’, sebuah kalimat pilihan yang tepat untuk menggambarkan kiprah PT. Bravo Satri Perkasa (BSP) dalam mewujudkan komitmennya menjaga kualitas para Satpam yang dilatihnya. Usaha jasa pengamanan merupakan entitas bisnis yang banyak melibatkan pribadi-pribadi manusia. Kegiatan bisnis pengamanan ini merupakan bisnis yang mengelola banyak sumber daya manusia. Untuk itu, perlu sentuhan hati dalam mengelolanya. Nama baik perusahaan sangat tergantung oleh para Satpam yang ditempatkan di wilayahnya. Sebagai perusahaan di bidang jasa pengamanan yang memiliki anggota sekitar 14.000 personil, BSP sangat concern dalam membina anggotanya menjadi lebih baik. Personil Satpam merupakan aset bagi perusahaan, melalui kinerja mereka BSP bisa tumbuh dan berkembang sampai saat ini. President Director BSP, Joko PN Utomo mengistilahkan kegiatan peningkatan mutu anggota Satpam merupakan bagian dari proses ’Menjaga para Penjaga’. Ya, menjaga para penjaga adalah proses membangun mental para anggota untuk terus profesional dan sesuai dengan jalur aturan perusahaan.

”Kalau para penjaga ini tidak dijaga, akan berakibat fatal. Artinya kebutuhan anggota harus menjadi perhatian manajemen, mulai dari menjaga hak-haknya, menjaga perilaku dan bahkan menjaga hati, BSP siapkan aturannya,” jelasnya. BSP sangat menghargai profesi security, karena itu apa yang menjadi hak-hak security dan karyawan lainnya menjadi perhatian manajemen BSP. Bahkan BSP tak segan-segan memberikan reward kepada security berprestasi serta karyawan manajemen pengelolanya dengan memberangkatkan Ibadah Umrah untuk 10 orang security dan karyawan manajemen pengelolanya setiap tahun. Joko menyadari bahwa peran Satpam adalah sosok yang penting baik di instansi pemerintah atau swasta. Mereka membutuhkan adanya Satpam sebagai perpanjangan tangan dari Polri. Karena perannya sangat vital, maka BSP sangat memperhatikan pendidikan, cara kerja, dan kesejahteraanya. Saking banyaknya Satpam yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara, BSP melakukan pengawasan yang melekat termasuk dalam pengawasan haknya Satpam agar tetap terjaga dan tetap bekerja dengan baik. ‘Bekerja dengan hati’ demikian slogan yang selalu ditancapkan un-

tuk menjadikan security yang lebih berarti. Diantaranya adalah sikap mengorangkan orang, memanusiakan Satpam, agar mereka merasa bermartabat, harga dirinya naik dan pekerjaannya sebagai profesi bisa diandalkan. “Untuk itu, kami harus membuat sistem pengamanan, pengawasan terhadap para Satpam BSP yang tersebar di Indonesia ini,” ujarnya. Bekerja dengan hati, papar Joko, sesuatu yang menarik karena apapun pekerjaan kalau dikerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, akan melahirkan profesionalisme. Begitu juga mendedikasikan diri menjadi Satpam untuk keamanan dan kenyamanan orang lain yang dilakukan secara ikhlas akan memiliki nilai yang sangat berarti bagi perorangan, keluarga dan perusahaan. Dengan kesungguhannya, perusahaan yang dijaga akan memiliki nilai lebih untuk kliennya. Juga dengan kesungguhannya ia akan berarti bagi keluarganya. Maka ia akan menjadi sesuatu yang berarti. Maka konsep hidup yang hidup, bermakna menjalani hidup yang bermanfaat bagi banyak orang. “Inilah antara lain pembinaan yang kita tekankan agar profesi Satpam ini menjadi sesuatu yang berarti bagi orang lain,” paparnya.l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

9


pilar bsp Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

H. Djarot Soeprianto Vice President BSP

Delapan Pilar Perilaku Kerja Disiplin Tidak menyalah gunakan Jabatan

Peka Dan Peduli Untuk kebaikan

8

Perilaku Kerja

Efektif dalam Berkomunikasi Mampu Bekerjasama

10

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

D

alam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas waBertanggung laupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar Jawab dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal. Delapan perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling Cepat, mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah; Tanggap dan Berinisiatif

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga menAhli di gacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya. Bidangnya Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan kita. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakantindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut. Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain. Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan. 3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul. Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Mi-

salnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service. 4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersang­kut­an dapat mem­perdalam ka­pasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya. Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat. 5. Mampu bekerajasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi. Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target. 6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya

dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan. 7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan. Untuk melatih kepekaan ini, contohnya di ruang gedung ada tulisan Exit. Saat lampu mati, emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan. 8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

11


One Team One Mission One Goal O ne Team, kata yang cukup singkat namun memiliki makna mendalam. One team, terbentuk karena ada kesamaan visi dan misi dalam sebuah team work untuk mendapatkan goal atau tujuan yang direncanakan bersama. Team work menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Dalam hal, ini Bravo Satria Perkasa (BSP) mencoba mewujudkan sebuah team yang kuat dan solid. Baik yang ada di internal maupun eksternal, terutama dengan para pengguna jasa BSP. Para pengguna jasa BSP merupakan bagian dari team yang harus terus dijaga hubungannya. Dalam pengembangannya, sering kali calon klien mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui tentang Bravo dari company profile, tapi mereka tetap meminta apa yang bisa Bravo berikan ketika sudah terjalin kerjasama. Maka para pimpinan kami juga bertanya, apa yang ingin dicapai

perusahaan sehingga menjalin kerjasama dengan Bravo. Misalnya zero crime, zero fraud, dan pencapaian lain sesuai keinginan klien. Secara umum, Bravo tidak memiliki service tentang produk perbankan, tapi Bravo bisa mendukung pelayanan service di perbankan. Supaya bisa ikut memberikan pelayanan tadi harus ada transformasi pengetahuan tentang perbankan. Itulah yang kita minta untuk diajarkan kepada para sekuriti. Inilah salah satu wujud dari pentingnya tim yang saling mendukung. One mission, kita sepakat di semua bagian yang ada di BSP harus menjadi satu tim yang kuat. Tujuannya untuk mengembangkan perusahaan sebagaimana misi bersama memberikan service terbaik dan menjadikan Bravo sebagai BUJP pilihan jasa pengamanan terbaik di Indonesia. One team yang sudah terbentuk dengan baik harus bersama-sama menjalankan misi perusahaan. Misi merupakan aplikasi kerja dalam mewujudkan visi besar perusahaan. Misi harus dilaksanakan oleh organisasi agar seluruh stakeholder dan

ABUJAPI

ASOSIASI BADAN USAHA JASA PENGAMANAN INDONESIA

Mengucapkan pihak yang berkepentingan dapat lebih mengenal perusahaan secara lebih baik. Efeknya, kepercayaan dari pengguna akan meningkat. One Goal merupakan target dari sebuah perusahaan yang harus dijadikan titik tolak melangkah membangun tim, dan misi perusahaan. Goal atau target ini tidak akan pernah tercapai jika tidak ada tim yang kuat dan solid. Target juga tidak akan pernah tercapai jika tidak ada misi yang jelas dalam sebuah perusahaan. Karena itu, goal atau target perusahaan harus jelas dan terukur. Dalam BSP, salah satu goal yang ingin dicapai adalah menjadikan BSP sebagai perusahaan jasa pengamanan terpercaya di Indonesia, sehingga ini akan berkorelasi dengan kesejahteraan para staf dan sekuritinya, karena itu bentuk dari penghargaan kita kepada sekuriti sebagai asset perusahaan. Menjadikan sekuriti lebih berarti dan mampu menjalankan tugasnya lebih baik. l

Selamat dan Sukses Atas Penerbitan

Majalah Ksatria Semoga Tetap Bisa Eksis dan Mencerahkan Satpam

APSI

ASOSIASI PROFESI SEKURITI INDONESIA

Mengucapkan Selamat Atas Terbitnya

Majalah Ksatria Semoga Terus Jaya 12

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

13


head of area

BSP di INDONESIA Wilayah Sumatera 1 Head of Area : Yudi Erlambang Wilayah : Sumatera Utara, Aceh, Riau, Padang dan Kepulauan Riau Personil : ± 2.700 personil

Wilayah Kalimantan Head of Area : Aris Wahyono Wilayah : Kalimantan Barat, Kalimantan Timur Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Personil : ± 600 personil

Aceh Sumatera Utara Kalimantan Barat

Maluku Utara

Kalimantan Utara

Riau

Kalimantan Timur

Kep. Riau

Sulawesi Padang

Bravo Satria Perkasa (BSP) hadir menjangkau di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah personil Satpam yang mencapai 13.000 orang ini siap mendedikasikan dirinya untuk keamanan dan kenyamanan customer. Karena itu, kualitas service dalam menjalankan tugas di lapangan menjadi prioritas utama BSP. Berikut uraian profil head of area BSP yang ada di 7 wilayah di Indonesia.

Maluku

Jambi

Wilayah Indonesia Timur Head of Area : Sarwo Hadi Wilayah : Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua Personil : ± 1.700 personil Papua

Bangka Belitung

Sumatera Selatan Lampung

Kalimantan Tengah

DKI Jakarta

Maluku

Kalimantan Selatan Jawa Tengah

Wilayah Sumatera 2 Head of Area : Mariyanto Wilayah : Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung Personil : ± 1.100 personil

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Banten

Jawa Timur Yogjakarta

Wilayah Jawa 1 Head of Area : Rangga Aditya Nugroho Wilayah : DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten Personil : ± 3.000 personil

14

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

Wilayah Jawa 3 Head of Area : Winantyo Nugroho Wilayah : Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT Personil : ± 1.400 personil

Jawa Barat

Bali

Wilayah Jawa 2 Head of Area : Heru Wibowo Wilayah : Yogjakarta dan Jawa Tengah Personil : ± 2.500 personil

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

15


head of area

BSP Wilayah Jawa 1

Menjadi Central Monitoring System

J

akarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi sebagai kota pusat kegiatan bisnis, politik dan pemerintahan. Lokasi ini menjadi tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta dan perusahaan asing, dengan kepadatan aktivitas hingga 24 jam. Termasuk wilayah di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi semuanya bertumpu pada ritme bisnis yang ada di Ibukota. Di Jakarta, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) memainkan peranan penting dalam mendukung system pengamanan klien bisniketepatan dan keramahan. snya yang terdiri dari “Sekuriti ini menjadi asset perbankan, retail, lemkarena ia menghadirkan baga keuangan dan kenyamanan, keamasebagainya. Sebagai nan baik fisik maupun perusahaan jasa penasset perusahaan,” gamanan, BSP setutur Head of Area nantiasa memberikan Jawa 1, Rangga Aditya layanan yang melebihi Nugroho. ekspektasi kepuasan staWilayah Jawa 1 ini keholder dan memberimembawahi tiga provinsi, kan pengalaman interaksi Rangga Aditya Nugroho yakni DKI Jakarta, Jawa Barat terbaik, serta memiliki dan Banten. Wilayah Jawa 1 kualitas prima dengan ini memiliki 17 sektor mulai menekankan pada aspek kecepatan, dari Jabodetabek ada 9 sektor, Banten

16

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

ada 3 sektor dan Jawa Barat ada 5 sektor. Dibantu mitra TNI – Polri, Wilayah Jawa 1 mampu memberikan pelayanan pengawalan khusus kepada klien yang 70 persennya adalah perbankan. Selain itu Wilayah Jawa 1 juga memiliki 3 danwil dengan jumlah sekuriti di 17 sektor kurang lebih sebanyak 3.000 personil. Rangga menuturkan, membangun koordinasi di 17 sektor ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wilayah Jawa 1. Sebagai perusahaan yang memiliki core business man power, BSP harus tepat mengambil ritme kerjanya. Tantangan umumnya, bukan dari aksi kejahatan yang massif tapi lebih kepada faktor internal bagaimana selalu membangun kedisiplinan kerja, kerjasama dan intergitas pelayanan untuk membangun keyakinan seluruh stakeholder. Untuk berkoordinasi dengan 17 wilayah ini, setiap bulan diadakan pertemuan dua kali untuk saling melaporkan kendala di lapangan. Pertemuan ini juga membahas persoalan yang ditemui di lapangan untuk dilaporkan ke Danwil. Ketika ada kasus yang harus segera ditangani seperti demo atau

pengamanan asset lembaga keuangan bisa langsung menyiagakan personil untuk pengamanan. “Ini bisa diselesaikan dari dansek kalau perlu dari pusat kita juga bantu,” ujarnya. Hadirnya BSP di wilayah Jawa 1 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha. BSP Wilayah Jawa 1 juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang. “Kita memiliki jargon BMW yaitu Biaya, Mutu dan Waktu. Jadi harus segala seuatu yang kita lakukan terukur,” tuturnya. Dengan jargon ini fungsi pengamanan tidak hanya menjaga asset perusahaan tapi juga menjaga personil perusahaan, nama baik serta integritas perusahaan. Selain fungsi pengamanan perusahaan, BSP juga memainkan fungsi pengamanan umum yang dibangun per individu. Artinya, Satpam juga bisa memerankan fungsi edukatif untuk menumbuhkan kesadaran umum menjaga individunya masing-masing. Ini yang perlu dipahamkan kepada karyawan, klien dan masyatakat, jangan sampai ada Satpam yang selalu disalahkan ketika terjadi pencurian atau tindak criminal di luar areanya. Sebab sesuai standar operasional keamanan, Satpam sebagai manusia juga memiliki keterbatasan dan memiliki standar pengamanan di area radius 200 m2. “Fungsinya adalah pengamanan umum kalau asset pribadi harus dibangun per individu jangan dibebankan semua kepada Satpam,” tegas pria yang hobi mancing. Salah satu kelebihan Wilayah Jawa 1 dibanding wilayah lain, selain menjalankan fungsi utama memba-

wahi sebuah wilayah juga menjadi Operation Selindo (Seluruh Indonesia). Fungsi ini lebih kepada regulasi diantaranya membuat SOP di lapangan, membuat rencana pengamanan dan kualifikasi kompetensi tim di lapangan. Tak heran jika Rangga juga bertanggung jawab dalam penyelenggaraan training Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama. Karena sebagian besar klien BSP adalah perbankan maka bisnis keamanan ini juga tak luput dari service. BSP selalu berupaya meningkatkan kemampuan personil dengan pembinaan service quality secara terus menerus seperti sikap ramah, kesempurnaan, pelayanan, integritas dan profesional, khususnya personil di area perbankan. Rangga mengakui, tantangan meyakinkan bahwa produk BSP penting bagi keberlangsungan bisnis pengguna. Calon klien menganggap bahwa produk pengamanan ini abstrak. Berbeda dengan bisnis makanan atau minuman ketika dibeli langsung bisa dinikmati rasanya. Padahal, tambah Rangga, untuk menganalogikan produknya mudah, misalnya ketika seorang bekerja di kantor lantai 30, apakah mereka memikirkan keama-

nan mobilnya yang di parkir di lantai dasar? “Jika orang itu merasakan aman dan nyaman berarti produk pengamanan sudah dirasakan,” tandasnya. Rangga menambahkan, dalam rangka mempertahankan mutu keamanan, BSP tidak ikut dalam perang tarif dengan banting harga. Inilah sebenarnya yang menjadi tantangan BUJP dan Satpam ketika selalu dituntut memberikan pengamanan maksimal tapi tidak mendapatkan gaji standar. Bahkan sering kali calon klien menuntut agar Satpam bisa multi fungsi sebagai pengamanan, juru parkir, tukang pel dan sebagainya. Hal ini yang membuat fungsi Satpam menjaga asset perusahaan terabaikan. Menganggap Satpam itu sebagai cost sudah tidak relevan mengingat Satpam adalah asset perusahaan untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan. “Satpam harus standby. Memang kesannya hanya duduk-duduk tapi keberadaannya dirasakan manakala terjadi gangguan keamanan,” paparnya. Pria yang berkecimpung di bisnis sekuriti sejak tahun 2003 ini mengatakan, membangun system pengamanan juga tak cukup dengan mengandalkan personil Satpam. Untuk itu BSP memiliki layanan patroli device yang mekanismenya seperti system patroli terpadu yang tersentral di Central Monitoring System (CMS). CMS sendiri memiliki layanan SMS gateway, email, OCC yang memberikan update situasi di lapangan baik ada demo, banjir yang disampaikan kepada internal pengamanan maupun eksternal. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

17


head of area

BSP Wilayah Jawa 2

Spirit ‘Tak Gendong’ Besarkan BSP

“T

ak Gendong Kemanamana…” demikian lirik lagu Mbah Surip yang sempat booming belum lama ini. Lagu berjudul Tak Gendong ini telah memberikan inspirasi bagi team Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Jawa 2 untuk menjadikan lirik ini sebagai spirit dalam melayani customer. Bukan tanpa alasan, memilih Tak Gendong sebagai ikon BSP Wilayah Jawa 2 dalam memberikan layanan kepada customer di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DI Yogjakarta) ini. Menurut Head Of Area Jawa 2 Heru Wibowo, SSos, MM, filosofi Tak Gendong Jawa 2 telah ikut meringankan beban memiliki makna yang dalam, yaitu tugas kepolisian dalam menciptakan menempatkan BSP dalam hati iklim yang kondusif dalam pensehingga selalu digendong gembangan usaha. kemana-mana. Personil Satpam yang Heru menamtergabung dalam Kebahkan, Tak Gendong luarga Besar BSP Wimemiliki makna berji­ layah Jawa 2 menjawa ngemong, artinya di ujung tombak ketika anak menanperusahaan dalam gis sebagai obat pemenjaga keamanan nawar utama adalah di wilayah kerja permenggendongnya densonil BSP. Satpam BSP gan memberikan pelaymemiliki tugas pokok anan setulus hati. “Mengantara lain; menjaga asset Heru Wibowo gendong memilki arti makna perusahaan, menjaga personkepedulian, respon dan empati sepe- nel perusahaan, nama baik perusanuh hati,” jelasnya. haan serta integritas antar karyawan. Kepedulian untuk memberikan “BSP Wilayah Jawa 2 selalu siap ayoman kepada seluruh personil BSP membantu masyarakat yang membudi wilayah, telah menjadi komitmen tuhkan, khususnya di dunia keamaBSP dalam membangun iklim yang nan secara profesional sesuai dengan kondusif dalam menjaga keamanan karakter di masing-masing bidang,” dalam wilayah bertugas. Iklim kondu- paparnya. sif ini berdampak pada layanan kepaSaat ini, BSP Wilayah Jawa 2 telah da customer sebagai user BSP. Secara memiliki personil Satpam mencapai tak langsung, hadirnya BSP di wilayah kurang lebih 2.500 personil, yang ter-

18

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

sebar di 35 Kota Kabupaten se Jawa tengah & DIY. Sebagian besar Satpam BSP bertugas di 15 area perbankan. Selain perbankan juga ada 129 titik area yang ada di pabrik, dealer, rumah ibadah, perkantoran, rumah sakit, farmasi, restoran, pertokoan, apotik, leasing, laboratorium, perumahan, koperasi, perhotelan dan lain sebagainya. Untuk mendukung operasional di wilayah Jawa 2, BSP menempatkan orang-orang terdidik untuk ikut andil dalam pengembangan perusahaan jasa keamanan ini. Sebagian besar staff memiliki pendidikan dengan kualifikasi 80% lulusan Sarjana (S1), sedangkan 5% dari Strata 2 (S2). Sedangkan dari lulusan SMU mencapai 15%. Heru menjelaskan, dalam meningkatkan kualitas layanan perusahaan memiliki beberapa kendala: Banyaknya BUJP di Jawa Tengah & DIY dan yang tercatat di Polda Jawa Tengah mencapai 186 perusahaan. “Adanya persaingan perusahaan

yang tidak sehat sehingga menggaji Satpam masih di bawah UMK Kota maupun Kabupaten,” terangnya. Heru yang juga Ketua Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Jawa Tengah ini berharap, khususnya BUJP untuk selalu mengedepankan aspek kemanusiaan tidak hanya berbicara bisnis saja, salary gaji paling tidak sesuai dengan UMK. Membangun pengamanan di area kerja, tentunya harus melakukan pendekatan yang intensif dengan lingkungannya guna menciptakan iklim kondusif yang aman dan nyaman. Untuk itu, BSP aktif dalam bidang organisasi sosial masyarakat di wilayah Jawa 2. Ada beragam model pendekatan kepada masyarakat, diantaranya meningkatkan komunikasi dengan masyarakat langsung dalam kegiatan yang dibungkus dalam wadah Bankom Polrestabes atau Satkom Polda Semarang. Kegiatan sosial dalam bidang komunikasi ini sampai menjangkau Kota Semarang, Ungaran, Salatiga, Demak Kendal, Batang dan Kudus. Bankom Polrestabes Semarang ini didirikan oleh Bapak Kapolwiltabes Semarang yang sekarang menjabat sebagai Kapolri, yaitu Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Saat ini, Heru menjabat sebagai Bojong Cobra 2 ( Wakil Ketua Bankom). Di mana anggota Bankom Polrestabes ini terdiri dari PNS, Wiraswasta, Pejabat, Pegawai, Wartawan, dan lain-lain. Untuk memberikan pelayanan terbaik dalam bidang pengamanan, BSP Wilayah Jawa 2 juga aktif dalam kepengurusan di Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) dan Asosi-

asi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Di APSI, Area Manager Jawa 2 ini juga menjabat sebagai Ketua APSI Jawa Tengah. Hal ini sebagai bentuk kepedulian BSP dalam mengmbangkan value Satpam menjadi lebih baik lagi. Sementara beberapa staf BSP juga aktif terlibat menjadi pengurus harian dalam organisasi ABUJAPI Jawa Tengah & DIY, sehingga aspirasi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran Satpam di mata masyarakat khususnya pengguna jasa kemanan menjadi prioritas BSP. Kiprah para staf BSP Wilayah Jawa 2 dalam keorganisasian keamanan, telah menjadi bukti bahwa BSP peduli dengan kualitas personilnya. Untuk itu, Heru bersama tim kerjanya selalu memberikan pelayanan yang prima. BSP berusaha merespon lebih cepat apa yang menjadi kebutuhan klien. Bisnis pengamanan adalah bisnis jasa yang service menjadi prioritas utamanya. Karena itu, kemampuan personil Satpam BSP selalu ditingkatkan untuk memberikan kepuasan klien. Diantara caranya adalah: Melakukan pembinaan service quality secara terus menerus, khusunya personil di area perbankan. Selain itu, tambah Heru, mela-

kukan kolaborasi pembinaan dari klien tentang product knowledge dalam melayani nasabah, menerapkan dan memahami simulasi pelayanan, meningkatkan cara melayani yang baik, dan melakukan rolling personil untuk memberikan penyegaran personilnya dalam bertugas. Heru berharap, BSP Wilayah Jawa 2 yang ia kelola ini ke depan bisa lebih berkembang dan menjadi market

leader di Jawa 2, memiliki teknologi yang lebih canggih dalam rangka meningkatkan value keamanan yang lebih profesional dibarengi situasi lingkungan yang kondusif. Ke depan, marketing BSP harus menjalankan New Wave Marketing, yaitu marketing yang lebih menekankan customer untuk ikut andil mempromosikan produk BSP secara tidak langsung. Karena itu, BSP lebih peka terhadap bagaimana membrand produk agar dapat membuat customer loyal terhadap produk BSP. Customer menjadi ‘sales’ tak langsung bagi perusahaan dalam memasarkan produk. Selain itu, harapan ke depan, BSP menjadi jantung peradaban transformasi keamanan yang ideal di negeri ini. Dan terpenting lagi adalah memenuhi kesejahteraan yang komprehensif. “Untuk itulah falsafah yang terkandung dalam lagu tak gendong kemana-mana, sebenarnya menempatkan BSP siap melayani sepenuh hati dalam pengamanan,” tutur Heru. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

19


head of area

BSP Wilayah Jawa 3

Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Investor

P

ulau Dewata, demikian se- sebuah daerah di negeri kepulauan butan Pulau Bali yang banyak ini untuk menarik wisatawan. Karena disebut oleh pelancong. Bali itulah, faktor keamanan menjadi sangat penting untuk pengembangan dengan kemolekan wisawisata di daerah. tanya yang dibalut dengan Tak hanya sektor pakekhasan budayanya teriwisata, sektor usaha lah menjadi gerbang bisnis pun juga mempariwisata Indonesia. butuhkan iklim inveTak heran, jika Bali banyak dikunjunstasi yang kondusif, gi wisatawan asing yang aman dan nyayang ingin menikmaman dalam rangka ti pulau Bali. pengembangan usaha. Pariwisata yang Lagi-lagi, peran pengabisa menyajikan kenmanan sangat urgent di yamanan dan keamanan Winantyo Nugroho area vital ini. menjadi modal penting bagi Hadirnya Bravo Satria Per-

20

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

kasa (BSP) di Jawa 3, yang terdiri dari wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT telah ikut berperan serta dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan berbagai sektor bisnis dan usaha. Di bawah kendali Winantyo Nugroho selaku Head of Area Jawa 3, BSP Wilayah Jawa 3 mencoba memberikan layanan terbaik dalam menciptakan iklim kerja yang aman dan nyaman. Lewat dedikasi dan kinerja yang baik dalam melayani kliennya, BSP Wilayah Bali didaulat untuk mengamankan pengawalan VVIP terhadap mantan pemain sepak bola internasional yaitu Youri Djorkaef selama di Bali

dalam event gathering nasional klub sepak bola Intermilan pada Agustus lalu. Begitu juga pengamanan VVIP terhadap event Bali Marathon yang diselenggarakan oleh BII Maybank. Menurut Winantyo, Wilayah Jawa 3 yang memiliki kondisi kultur dan budaya majemuk, membuat BSP melakukan inovasi terhadap pelayanan jasa terhadap klien, seperti di wilayah Bali yang sebagian besar didominasi oleh sektor pariwisata. Pihaknya melakukan pendekatan yang humanis terhadap anggota Satpam yang ada. Winantyo menambahkan, bahwa anggota Satpam BSM merupakan asset dari perusahaan, maka dari itu kami selalu memenuhi apa yang sudah menjadi hak-hak normative sesuai dengan regulasi pemerintah. Di samping itu pihaknya juga melakukan supervisi secara terus-menerus untuk pelaksanaan tugas sehari-hari di lapangan. Dengan jumlah personil Satpam mencapai kurang lebih 1400 orang di Wialayah Jawa 3, BSP siap menjadi mitra dalam pengamanan wilayah area public. Seperti pengamanan perbankan, perkantoran, pertokoan, rumah sakit, lembaga pendidikan, rumah ibadah, perumahan, tempat pariwisata dan lain sebagainya. “Sebagian besar kami hadir di sektor perbankan. Untuk perbankan parameter penilaiannya jelas dan terukur, hal ini dikarenakan ada penilaian khusus mengenai standar pelayanan dan hasilnya dipublikasikan,”

papar Winantyo. Standar pelayanan yang terukur, menuntut BSP terus melakukan evaluasi dalam memberikan layanan, terlebih lagi BSP bergerak di bidang jasa maka yang diutamakan adalah pelayanan terhadap klien. Apa yang menjadi keluhan klien harus menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. “Kami jemput bola terhadap klien untuk memecahkan persoalan,” paparnya. Wilayah Jawa 3 yang cakupannya cukup luas ini, juga menuntut tim BSP bisa saling berkoordinasi dengan baik. Misalnya untuk melakukan koordinasi dengan empat wilayah, Winantyo setiap sebulan dua kali melakukan koordinasi, dan setiap akhir bulan hasil dari monitor pelaksanaan tugas di lapangan dilaporkankan secara berkala. Kerja pengamanan tidak hanya

berkaitan dengan user saja, melainkan lebih luas lagi, terutama masyarakat sekitar area pengamanan. Pendekatan yang intensif dengan masyarakat sekitar menjadi bagian dari agenda BSP. Seperti di Bali, yang mayoritas penduduk menganut agama Hindu. Pihaknya mengajak koordinasi dengan LSM setempat atau dengan pecalang. “Kami juga aktif melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Laporan-laporan yang menjadi kewajiban kami kepada kepolisian juga dikirim secara rutin,” paparnya. BSP Wilayah Jawa 3 terus berkomitmen untuk melayani customernya. Begitu juga, BSP juga sangat memperhatikan kesejahteraan personil Satpam yang bertugas di lapangan. Meskipun, dalam 4 tahun terakhir ini ada perubahan kebijakan dari gubernur mengenai kenaikan UMK, khususnya wilayah Surabaya. Tahun 2015, SK Gubernur mengenai kenaikan UMK memecahkan rekor karena melebihi DKI Jakarta. Dengan adanya kenaikan UMK tersebut maka menjadi kendala bagi pengguna jasa, dalam hal ini jasa pengamanan. “Sudah banyak kami melakukan penghentian kerjasama atau tidak diperpanjang karena pengguna jasa tidak sanggup lagi menaikan nilai kontraknya. Sampai saat ini, BSP Wilayah Jawa 3 tetap masih melakukan GCG sehingga semua pengelolaan sesuai dengan regulasi pemerintah daerah. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

21


head of area

BSP Wilayah Sumatera 1

Bencana Kabut Asap, Tetap Terjaga dan Peduli

K

abut asap yang terus menyelimuti sebagian wilayah Sumatera tak menyurutkan semangat anggota Satpam Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Sumatera 1, yang terdiri dari Sumatera Utara, Aceh, Riau, Padang dan Kepulauan Riau. Bencana kabut asap yang berdampak pada iklim bisnis di wilayah Sumatera harus disikapi dengan baik. Bencana ini tak lepas dari ulah tangan jahil manusia sehingga mengakibatkan sebagian hutan di Sumatera terbakar pada musim kemarau ini. ah Sumatera 1 memberikan informaMenurut Yudi Erlambang, Head si terkait bahaya asap pada saat keof Area Sumatera 1 mengagiatan rutin pembinaan dan takan, jargon ‘Bekerja latihan (Binlat) dan juga dengan hati, menjamenyerahkan masker dikan security lebih serta vitamin C terhaberarti’ ini secara tidap anggota Satpam dak langsung telah dan pengguna. menggerakan tim Yudi menamBSP yang ada di Wibahkan, menjaga layah Sumatera 1 unkeamanan area wilatuk ikut peduli dengan yah kerja penting, lelingkungan sekitarnya. bih penting lagi menjaga Sebagai bentuk kepedupara penjaga ini agar tidak Yudi Erlambang lian terhadap pengguna dan terkena dampak serius dari anggota personil Satpam, BSP Wilay- kabut asap yang bisa menyebabkan

22

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

penyakit saluran pernafasan. Untuk itu, anggota Satpam menyediakan masker sebagai bentuk antisipasi. “Iklim yang sehat, tentunya menjadi dambaan kita semua,” paparnya. Saat ini, jumlah anggota BSP yang ada di Wilayah Sumatera berjumlah kurang lebih 2.700 personil. Kehadiran BSP di wilayah ini menjadi bukti bahwa keberadaan BSP bisa diterima di manapun berada. Sebaran personil Satpam BSP telah menjadi komunitas besar dalam dunia pengamanan. Personil Satpam di Wilayah Sumatera 1 ini bertugas di area perkantoran seperti area pengamanan

perbankan, distributor, Telkom, asuransi maupun leasing. Dengan prinsip ‘Right man on the right place’, yaitu memberdayakan SDM lokal yang tentunya sudah faham karakteristik masyarakat yang berada di bawah supervisinya dengan mengedepankan konsep community development dan memiliki kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya. Yudi mengatakan, sebagai pendukung iklim kerja yang kondusif, personil BSP juga melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar secara persuasive, bahwa tujuan BSP di wilayah ini baik, yaitu membantu kepolisian dalam pengamanan di area kerja. “Kita sampaikan maksud dan tujuan secara jelas dan transparan,” katanya. Selain itu, berkomunikasi intensif dengan pihak Polri, yang merupakan mitra Satpam dan saling membantu satu sama lain sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan pada Perkap. No. 24 tahun 2007. Wilayah Sumatera 1 memiliki prinsip untuk bisa saling bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk mencapai One team, One mission and One goal yang telah dicanangkan oleh manajemen BSP Pusat. Membangun kesamaan visi dan misi memang tidak mudah, untuk itu budaya komunikasi dan koordinasi yag baik harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Jika komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik

maka roda perusahaan pun akan berjalan dengan baik,” paparnya. Komunikasi dan koordinasi ini bisa dengan memanfaatkan kecanggihan alat komunikasi yang ada saat ini, sehingga koordinasi antar wilayah atau provinsi bisa dengan BBM, Watshap, SMS, Email dan lain sebagainya. “Jalur komunikasi dan koordinasi kami tidak terbatas oleh jarak dan waktu yang tentunya ini lebih efisien dan efektif,” tuturnya. Dampak dari komunikasi dan koordi-

nasi yang baik, maka dalam menindaklanjuti keluhan atau complain dari pengguna dengan cepat bisa terselesaikan (Quick Response), di mana inventarisir permasalahan yang timbul di lapangan dapat dengan cepat dicarikan jalan keluarnya. Saat ini, Wilayah Sumatera I se-

dang dalam tahap pembenahan baik itu internal maupun eksternal, setelah dilakukan merger yang sebelumnya Sumbagut (Sumut & Aceh) dikembangkan menjadi Sumatera I (Sumut, Aceh, Riau, Padang & Kepri). Pembenahan ini untuk mendorong kesamaan visi dan misi seluruh jajaran di wilayah Sumatera I. Selain itu untuk pengembangan bisnis yang berkualitas yang ada di daerah–daerah kabupaten yang saat ini masih belum merata. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

23


head of area sien, baik dengan para user atau anggota yang ada di lapangan. “Dengan pendekatan dan komunikasi yang baik kepada seluruh user, kendala yang ada di lapangan cepat bisa teratasi,” tegasnya. Seperti pada wilayah lain, Wilayah Sumatera 2 juga lebih banyak menangani pengamanan di area perbankan dan diikuti perusahaan pembiayaan lainnya. Sedangkan model pengamanannya lebih dominan di BKO kan di bawah operasional user yang ada. Untuk peningkatan kualitas layanan kepada customer maka seluruh SDM Supporting di Wilayah Sumatera 2 ditekankan untuk selalu berpedoman bahwa product dari BSP adalah jasa, maka kecepatan, ketepatan dalam mengantisipasi segala hal ter-

BSP Wilayah Sumatera 2

Menjaga Komunikasi dengan User dan Anggota

M

embentang dari Palembang, Bengkulu, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung. Itulah cakupan Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Sumatera 2 ini. Tantangannya cukup berat, namun seiring dengan ikhtiar dan kerja keras yang didukung oleh team, Wilayah Sumatera 2 mampu menunjukkan eksistensinya di pulau Sumatera ini. Head of Area Sumatera 2 yang dipimpin oleh Mariyanto ini terus me-

24

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

lakukan pembenahan dari waktu ke waktu, terutama dalam memberikan layanan kepada pengguna jasa pengamanan BSP. Menurut Mariyanto, wilayah yang ia kelola ini memiliki karakteristik keras. Namun dengan pendekatan kekeluargaan yang tegas dan mengacu kepada dasar pera-

turan yang ada, seluruh kegiatan pengamanan di area tugas berjalan dengan lancar. “Umumnya selama kita berpegangan dengan aturan yang tegas mereka akan bisa dibina dan diarahkan sehingga bisa bertugas dengan Mariyanto baik,” paparnya. Personil Satpam BSP Wilayah Sumatera 2 berjumlah kurang lebih 1.100 personil. Para anggota tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung. Mariyanto mengakui, cakupan wilayah yang cukup luas dengan jarak yang cukup jauh ini menuntut dirinya untuk benar-benar memanfaatkan komunikasi efektif dan efi-

kait layanan BSP di lapangan harus diutamakan. Mariyanto menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas layanannya, Mariyanto selain melakukan kunjungan ke wilayah lain, juga mengadakan pertemuan secara periodik dengan aparat terkait (Kepolisian dan TNI ) dalam koordinasi keamanan lingkungan serta mendahulukan masyarakat sekitar dalam hal penyediaan tenaga security di lapangan untuk comunity development. Terkait dengan ada

nya bencana kabut asap yang melanda sebagian pulau Sumatera ini, pihaknya juga ikut aktif memberikan edukasi kepada anggota agar bisa menjaga kesehatan dengan cara mengenakan masker. “Seluruh team security yang ada lapangan tetap bekerja maksimal dengan membantu mengirimkan masker sebagai tambahan perlengkapan kerja di wilayah yang terkena dampak kabut asap,” tegasnya. Mariyanto berharap, ke depan BSP Wilayah Sumatera 2 akan lebih mengembangkan marketnya ke sektor lain di luar perbankan, sebab pasar di luar perbankan juga masih banyak dan perlu diprospek lebih baik lagi. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

25


head of area

BSP Wilayah Kalimantan

Bravo Luar Biasa di Borneo

K

alimantan atau adalah pulau terbesar ketiga di dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan “Pulau Seribu Sungai” karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini. Pulau Kalimantan juga memiliki kandungan batubara terbaik, bahkan batubara menjadi salah satu andalan sumber energi alternatif di luar minyak dan gas bumi. Endapan batubara tersebar cukup luas di wilayah Kalimantan ini. Karena itu banyak investor yang melirik bisnis menggiurkan ini, tentunya setelah melihat keamanan wilayah yang kondusif. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang

26

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

bergerak di bidang jasa pengamanan, jawab di area pengamanan yang sejuga ikut menancapkan bisnisnya di bagian besar di perbankan. Namun pulau ini, tentunya masih seputar bidemikian, BSP juga menangani pendang garapannya yaitu pengamanan. gamanan perkebunan dan pertamHadirnya BSP di wilayah Kabangan. limantan ini menjadi tanMenurut Aris, Wilaytangan tersendiri bagi ah Kalimantan memiliki jumlah anggota Aris Wahyono selaku Head of Area Kaliberjumlah kurang mantan di BSP. lebih 600 personil, Melalui tangan dengan project kekreatif Aris dan kalolaan sebanyak 38 wan-kawan, BSP Wiuser yang bergerak layah Kalimantan yang dalam bidang permembawahi 5 provinsi bankkan, distributor, seperti Kalimantan Barat, leasing, public service, Aris Wahyono Kalimantan Timur, Kalimanperhotelan, pabrikasi, tempat tan Utara, Kalimantan Selatan dan ibadah dan galangan kapal. Kalimantan Tenggara ini bertanggung Bisnis pengamanan BSP di wilay-

ah Kalimantan sebagian besar melayani perbankan, dari jumlah 38 user, setengahnya melayani sektor perbankan. Pengamanan di perbankkan tidak hanya bersifat internal (Penjaga), tetapi setiap anggota harus mampu menunjukkan kualitas, performance, sikap, respon, pengetahuan umum dan produk bank. “Mereka sebagai front liner yang bisa berkomunikasi dengan calon nasabah,” ujarnya. Aris mengakui, saat ini Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di Kalimantan sudah banyak. Persaingan BUJP, baik dari lokal dan nasional telah merambah di semua usaha atau bisnis. Tak heran jika BSP ke depan menyiapkan personil Satpam yang penuh dedikasi untuk bisa ditempatkan di lapangan. Ini, sekaligus menjadi energy bagi pengurus untuk memperbaiki segi pelayanan. Kualitas pelayanan prima yang di dalamnya termasuk knowledge, skill & attitude serta mampu memberikan service excellent kepada klien sebagai bagian kekuatan kami untuk menawarkan jasa pengamanan terdepan dan terbaik kepada klien.

Model pengamanan tentu berbeda, salah satu hal yang sangat jelas adalah social culture dan budaya yang sedikit banyak mempengaruhi etos kerja. Memperdayakan tenaga kerja lokal syarat penting untuk bisa menjalankan usaha bisnis dengan lancar dan aman. Peran serta penduduk asli cukup membantu dalam menciptakan iklim kondusif. “Biasanya harus ada komposisi prosentase jumlah tenaga Satpam, misalnya 60% lokal dan 40% dari luar,” katanya. U n t u k membangun tim yang solid, pihaknya menjalin koordinasi dan komunikasi secara timbal balik, baik dalam bentuk telepon maupun email sebagai fungsi kontrol dan monitoring dalam menja-

lankan tugas operasi ataupun administrasi sehari-hari. Komunikasi menjadi bagian terpenting untuk membangun tim yang siap melayani di bidang pengamanan. Koordinasi dan kerjasama yang baik dengan para user, personil Satpam menjadi keniscayaan untuk melanjutkan perjuangan BSP ini. Bagi BSP, masyarakat merupakan bagian yang penting dalam bisnis jasa ini, misalnya klien kita menggunakan bangunan untuk kantor, gudang atau mess di daerah tertentu, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk membantu sistim keamanan, dengan potensi yang ada pada mereka sesuai standarisasi perekrutan BSP bagi calon Satpam. Selain dengan masyarakat, BSP Wilayah Kalimantan juga menjalin kerjasama dengan kepolisian setempat. Satpam yang merupakan

kepanjangan tangan Polri dalam hal menjalankan tugas, fungsi dan peranan Satpam secara terbatas, komunikasi dan koordinasi di semua jajaran kepolisian tetap dilakukan tim BSP per wilayah dimana bertugas, termasuk juga dengan instansi lainnya seperti Dinas Ketenaga Kerjaan, Pemadam kebakaran atau BPJS. Tagline berbunyi ‘Bravo Luar Biasa’ telah menjadi pelecut Aris dan kawan-kawan untuk menjadikan BSP lebih berkembang dan besar di wilayah Kalimantan. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

27


head of area

tar Satpam di kalangan BSP, Sarwo menjalin persahabatan diantara jajaran di lapangan dengan cara membuat team sepak bola, team volley dan team futsal untuk dipertandingkan antar sesama jajaran anggota. Untuk mendukung lancarnya dalam bertugas, pihak BSP juga menjalin kerjasama dengan masyarakat dengan melakukan pendekatan secara adat dan kebiasaan mereka. Pihaknya juga menjalin komunikasi dengan ikut serta berpartisipasi dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh masyarakat di sekitar tempat

BSP Wilayah Indonesia Timur

Melayani dengan Hati, Hidupkan Komunikasi

I

ndonesia Timur merupakan dan Koordinasi”. Menurut Head of Area Indonesia bagian wilayah jangkauan Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam men- Timur, Sarwo Hadi, tantangan di bidang bisnis jasa pengamanan gembangkan bisnis jasa cukup berat. Sebab, seopengamanan. Mulai dari ujung barat Indonesia, rang Satpam dituntut unAceh hingga ujung tuk terus menjaga asset timur yaitu Papua, perusahaan pengguBSP hadir melayani na. Pengorbanan pengguna dalam inseorang Satpam hadustrial security. rus benar-benar kita Bisnis jasa pengaapresiasi dengan baik manan yang berkaidalam menjalankan tutan langsung hubungan gasnya. antara manusia dengan Saat ini, BSP Wilayah Sarwo Hadi manusia lain rentan dengan Indonesia Timur memiliki pergodaan. Penjaga yang tergoda untuk sonil kurang lebih 1700 orang. Sebamelakukan tindakan yang tidak benar gian besar, mereka menyebar di peruakan bisa merugikan pengguna dan sahaan perbankan, sisanya di industri perusahaan tempat ia bekerja. Kare- pertambangan yang ada di kawasan na itulah, BSP Wilayah Indonesia Ti- Indonesia Timur, seperti Sulawesi, mur memiliki jargon “Melayani den- Maluku, Maluku Utara dan Papua. gan Hati, Menghidupkan Komunikasi Memanage ribuan personil den-

28

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

gan latar belakang yang berbeda-beda tidaklah mudah. Sebagai seorang leader di wilayah tersebut, Sarwo dituntut untuk bisa memainkan komunikasi dengan user maupun anggota Satpam yang bekerja di lapangan. Mengingat, lokasi antara wilayah satu dengan yang lain sangat jauh. “Kami menjalin komunikasi dan koordinasi salah satunya dengan membuat group dalam alat komunikasi kami (Handphone) yang mana semua laporan baik dalam waktu harian, mingguan maupun bulanan tetap terjalin sehingga akan memudahkan kami dalam berkoordinasi,” jelasnya. Sarwo mengakui kendala selama ini dalam menjalankan tugas adalah faktor geografis yang ada di area Indonesia Timur yang sangat luas dan berbentuk kepulauan. Untuk itu, Sarwo menyiasatinya dengan cara menga-

tugas. Selain menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar, BSP juga menjaga hubungan baik dengan pihak kepolisian sebagai mitra dalam pengamanan. Sarwo menjelaskan, tugas pengamanan di lapangan erat kaitannya dengan kepolisian dalam hal pengamanan. Sebab Satpam adalah mitra kepolisian dalam hal pengamanan. “Kami juga bersilaturahim ke Polsek, Polres dan Polda di mana terdapat proyek–proyek kami,” jelasnya. Untuk menjaga iklim yang kondusif dalam menjalankan tugas pen-

dakan kunjungan yang berpola, yaitu sekali dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan untuk wilayah yang terjauh. “Alhamdulillah selama ini efektif yang terpenting komunikasi dan koordinasi kami dengan klien-klien kami setiap waktu terjalin,” ujarnya. Untuk mempererat jalinan angamanan, Sarwo berharap, lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi pada jajaran dan pada klien. selain itu, menumbuhkan dan meyakinkan pada calon customer atau klien bahwa BSP adalah BUJP yang terbaik di Indonesia,” tegasnya. Sarwo bersama seluruh team yang ada di Wilayah Indonesia Timur bertekad membuktikan pada klien bahwa team BSP baik yang ada di area maupun di pusat sangat solid, sehingga ini akan menumbuhkan kepercayaan klien pada kita. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

29


ksatria

siapa dia

Sutarjo Wiroguno

Aksi Duel Satpam dengan Pembobol Bank Bak film hollywood, aksi duel dan kejar-kejaran antara Sutarjo dengan pembobol bank. Target mampu diringkus dan dijebloskan ke penjara. Berikut kisahnya.

I

ni memang bukan adegan laga film Hollywood tapi kenyataan yang harus dihadapi Sutarjo Wiroguno untuk menjaga nama baik PT Bravo Satria Perkasa (BSP) patut diacungi jempol. Sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan yang memiliki reputasi cukup baik di mata klien, Sutarjo terpanggil siap menghadapi segala resiko di lapangan termasuk ancaman pembunuhan. Prinsip ini selaras dengan azas tangung jawab yang merupakan salah satu pilar delapan prilaku BSP. Saat itu, tahun 2004, dimana tiga orang melakukan aksi kejahatan penggelapan uang nasabah bank sebesar 10 miliyar. Sebenarnya kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian namun pihak bank juga memberikan kesempatan kepada tim BSP untuk ikut mengambil langkah tugas penanganan. Sore itu, Sutarjo yang tengah berjaga di Kuningan Jakarta Selatan mendapat komando dari pimpinan BSP untuk meluncur ke salah satu cabang bank swasta didampingi seorang polisi. Di lantai 3, target melakukan transaksi melalui internet di dampingi tiga pengawal. Ketika mereka turun, Sutarjo langsung menyergapnya sehingga terjadi keributan diantara mereka . Pelaku ternyata melawan dengan ilmu hipnotis sehingga Sutarjo tidak sempat melawan.

30

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

pakainnya. Meskipun sudah menunjukkan ID card BSP, polisi tetap mengintrogasinya. Menjelang pukul 01.00, datang anggota polisi dari Polda mencarinya. “Saya ditanya mengapa kamu ditangkap? Saya jawab saya diintrogasi. Setelah dia mengatakan dari Polda, baru saya dilepaskan,” paparnya. Disitu Sutarjo mendapat apresiasi karena telah membantu kepolisian menangkap penjahat. Dari data kepolisian, ternyata tiga pelaku ini adalah buronan polisi sejak tiga bulan. “Orang-orang ini sudah menjadi DPO sejak 3 bulanan, baru tertangkap ketika kasus saya hadapi,” ujar pria yang menggeluti ilmu bela diri sejak SMP ini. Peran Sutarjo menangani kasus kejatanan bukan itu saja. Tahun 2005, ia berhasil menggagalkan aksi

kejahatan penggandaan kartu ATM salah satu bank swasta klien BSP. Demikian juga ketika menangani kasus kepala cabang bank yang kabur membawa uang tahun 1998-an. Se-

lama sebulan lebih Sutarjo mencaricari pelakunya hingga tertangkap di Bekasi Timur. Sutarjo juga sempat menjadi korban ketika bertugas mengawal uang ke bandara saat terjadi kerusuhan 1998. Di tengah aksi masa yang melakukan pembakaran dan sweeping di jalanan, mobil yang ditumpanginya sempat dibakar masa. “Untungnya brangkas kita lindungi sehingga aman,” paparnya. Dedikasi dan loyalitas Sutarjo yang besar ini mendapatkan apresiasi dari perusahaan. Kini Sutarjo bertanggungjawab atas penguatan fisik personil BSP melalui ilmu dela diri yang ia miliki. “Inilah pengalaman menjadi sekuriti yang penuh tantangan,” papar suami dari Srimukti yang dikaruniai dua anak ini.l

Marisa Sartika Maladewi (Putri Indonesia tahun 2014)

Senang Dikawal Satpam Sutarjo baru sadar ternyata ia dalam pengaruh hipnotis setelah anggota polisi mendorongnya sambil mengejar pelaku yang keluar gedung dan naik taksi ke arah Kuningan. Polisi pun menghentikan pengejaran karena belum ada bukti kejahatanya. Tak ingin kehilangan tergetnya, Sutarjo langsung naik ojek. “Akhirnya saya ijin ke polisi untuk mengejar karena ini perintah dari atasan saya,” tuturnya. Aksi kejar-kejaran pun terjadi mulai dari jalan Mega Kuningan, Jalan Gatot Subroto, depan kantor Polda Metro Jaya hingga Grogol Jakarta Barat. Karena jalanan macet, Sutarjo sempat memepet taksi agar menepi tapi pelaku mengacungkan senjata api dari dalam mobil sambil mengancam dengan kata-kata kotor. “Kamu cari mati! Saya bedil kamu!” tuturnya. Aksi kejar-kejaran ini sempat menyita perhatian pengguna jalan lainnya. Sampai di Tanjung Duren, pengawal target turun dan terjadilah perkelahian. Sutarjo sempat di pukul beberapa kali oleh pelaku berpostur

tinggi. Sutarjo pun sempat membalasnya dengan tendangan hingga pelaku tersungkur di jalan. Untuk mengurangi korban, Sutarjo meminta tukang ojeknya menjauh dari lokasi. “Ini urusannya nyawa, dia tidak ada kaitannya apa-apa. Kalau saya mati lapor ke kantor saja,” akunya. Kejar-kejaran berlangsung hingga pukul 21.00 di dalam perkampungan. Tiba-tiba taksi berbelok ke Polsek Tanjung Duren, ternyata target telah mempengaruhi Polsek setempat. Di pos penjagaan, Sutarjo melapor tiga orang yang masuk ke kantor Polsek itu adalah oknum pembobol uang di bank. Awalnya penjaga tidak percaya tapi mengijinkan Sutarjo mengecek ke dalam. Di dalam, Sutarjo melihat kedua pengawal bersembunyi di balik rolling door sementara yang satunya masuk ke ruang polisi. Ketika sampai di rolling door, pelaku langsung menyergap Sutarjo dan tidak sempat menghindar. Sutarjo sempat dibawa ke dalam ruangan, diintrogasi dan diminta melepas semua

K

eamanan menjadi hal yang sangat penting bagi seorang Duta Pariwisata seperti Marisa Sartika Maladewi. Mantan Putri Indonesia tahun 2014 ini mengakui, atas jasa para Satpam dirinya lebih nyaman menjalankan aktivitas nya. “Satpam banyak membantu, saat ada acara-acara,” ujar gadis kelahiran Jogjakarta, 28 Juni 1993 ini. Artis, model sekaligus aktivis lingkungan ini memiliki pengalaman pengawalan saat mengikuti perhelatan akbar putri Indonesia. Marisa kerap diajak foto para fans bahkan mencubit dan memegang secara tidak sopan. Dengan pengawalan Satpam, Marisa merasa nyaman karena tidak diganggu lagi oleh tangan jahil pada acaraacara yang diikutinya.“Kalau ada Satpam mereka bisa menghalau orang yang ingin mencubit dan jahil kepada kita,” tutur gadis

yang pernah mewakili Indonesia di ajang kontes kecantikan Miss International di Jepang ini. Namun dari sekian satpam yang pernah mengawalnya, artis cantik ini cukup kagum dengan cara personil Bravo Satria Perkasa (BSP) menjalankan tugas pengamanan. “Keamanan adalah hak azasi manusia karena dalam setiap kehidupan butuh rasa aman,” papar mahasiswi Universitas Sriwijaya ini. Baginya, kehadiran para Satpam BSP yang bekerja jujur, ikhlas dan profesional bisa memberikan hal positif pada masyarakat. Terlebih Satpam mengemban fungsi kepolisian dalam membangun keamanan masyarakat dengan skill dan wawasan. “Saya bangga punya satpam-satpam yang sangat hebat,” tutur Puteri Indonesia bidang Lingkungan ini. l

MAJALAH KSATRIA | NOVEMBER 2015

31


Keluarga Besar

pt bravo satria perkasa Mengucapkan

Selamat Ulang Tahun Satpam

ke-35 tahun 30 Desember 2015

32

NOVEMBER 2015 | MAJALAH KSATRIA

Profile for BSP Guard

Majalah Ksatria November 2015  

Media Seputar Pengamanan PT. Bravo Satria Perkasa

Majalah Ksatria November 2015  

Media Seputar Pengamanan PT. Bravo Satria Perkasa

Profile for bspguard
Advertisement