__MAIN_TEXT__

Page 1

PT. Bravo Satria Perkasa Berangkatkan Umrah Karyawan Gelombang ke-9

BSP Raih Penghargaan dari Dirjen Pajak

BSP Peduli Korban Banjir Pangkalpinang

Dirut BSP: Kantor Baru Harus Lebih Semangat dan Produktif

SATRI EDISI III/MEI 2016

MENJAGA PARA PENJAGA

PT. BRAVO SATRIA PERKASA

Siap Menghadapi MEA dengan Meningkatkan Produktivitas WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

1


INDEX

editorial

Tingkatkan Semangat Produktivitas

FOKUS UTAMA 4

PT. BRAVO SATRIA PERKASA

Siap Menghadapi MEA dengan Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah bergulir, setiap orang atau perusahaan dituntut bisa menghadapi MEA ini dengan sebaik-baiknya, sehingga produktivitas tetap terjaga dan layanan tetap maksimal. Rakernas BSP 2016 membahas kesiapan BSP di era perdagangan bebas.

S

ahabat Ksatria yang budiman. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bergulir di negeri ini. Orang asing akan dengan mudah mengakses kegiatan bisnis di negeri ini, mereka datang untuk menawarkan produk dan jasanya. Jika hal ini tidak disikapi dengan cerdas oleh bangsa ini, maka kita akan menjadi penonton di negeri sendiri, sementara orang asing menjadi pemain. Ironis. Menyikapi hadirnya MEA ini, PT. Bravo Satria Perkasa merapatkan barisan untuk menggelar konsolidasi nasional. Rapat kerja nasional (Rakernas) yang digelar selama tiga hari di Kuningan Jawa Barat mengagendakan evaluasi dan mencari solusi atas persoalan selama ini. Terutama hadirnya MEA juga menjadi tantangan tersendiri bagi BSP untuk mampu bersaing dengan vendor asing. Sahabat Ksatria yang budiman. Majalah Ksatria edisi ke-3 pada bulan Mei 2016 ini menyajikan beragam kegiatan BSP, baik di pusat maupun di wilayah. Misalnya saja, kegiatan peresmian kantor BSP Wilayah Sumatera 1 yang pada Maret lalu diresmikan. Para direksi dan manajemen hadir memberikan semangat agar dengan kantor baru lebih bisa meningkatkan produktivitas. Majalah Ksatria juga menyajikan berita seputar kinerja BSP selama tahun 2015 dalam hal membayar pajak. Ketepatan waktu dalam membayar pajak, telah mengantarkan BSP mendapatkan penghargaan dari kantor pajak atas kinerjanya selama ini. Begitu juga ada kegiatan tahunan yaitu umrah karyawan, tahun 2016 merupakan angkatan ke-9 karyawan yang telah diberangkatkan umrah oleh perusahaan. Begitu juga ada kegiatan CSR di Pangkalpinang, dan beberapa kegiatan lainnya. Sahabat Ksatria yang budiman, akhirnya kami dari tim redaksi menyampaikan selamat membaca, semoga apa yang kami sajikan menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas, terima kasih.​

HEAD OF AREA

BEDAH BUKU 14

- BSP Raih Penghargaan dari Dirjen Pajak - 10 - Dirut BSP: Kantor Baru Harus Lebih Semangat dan Produktif - 12 - PT. Bravo Satria Perkasa Berangkatkan Umrah Karyawan Gelombang ke-9 - 16

Bapak Satpam Indonesia Luncurkan Buku Manajemen Sekuriti Mantan Kapolri Jenderal (Pur) Prof Dr Awaloedin Djamin meluncurkan buku berjudul Manajemen Sekuriti di Indonesia: Buku Panduan Crime and Loss Prevention.

KOLOM - Workshop ‘Comprehensive Managing People’ - 17 - BSP Peduli Korban Banjir Pangkalpinang - 18

PENANGGUNGJAWAB: Joko Putro Nugroho Utomo; PIMPINAN REDAKSI: Djarot Soeprianto REDAKTUR PELAKSANA: Krisnawan; REDAKTUR: Fathurroji; REPORTER: Ahmad Adnan, Salmun; FOTOGRAFER: Zakir S; DESAIN GRAFIS: Ali Ibnu Anwar; LEGAL: Ilal Dwi Zufatresa; Iklan & Promosi: Eduwin Ardiansyah; SIRKULASI: Sumarwan. ALAMAT REDAKSI: Jl. Dewi Sartika No.4A - 4C, Cililitan, Jakarta Timur, Indonesia; TELEPONE: 0804 1277 277 (Hunting) FAKSIMIL: 021-8013935; EMAIL: majalahksatria@bspguard.com; WEBSITE: www.bspguard.co.id

2

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

- Bravo! Semakin Perkasa di Indonesia Timur - 20 - Rakernas jadi Ladang Pengembangan Diri - 21 - Revitalisasi Official Website BSP 22

- Tanggung Jawab Adalah Kehormatanku 23 - Membangun Sistem Keamanan di Lingkungan Kerja 26 INSPIRASI - Kunci 26 SOSOK 30

Abu Rumakat Inspirasi Dari Satpam Terbaik Se-Papua

WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

3


fokus utama

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah bergulir, setiap orang atau perusahaan dituntut bisa menghadapi MEA ini dengan sebaik-baiknya, sehingga produktivitas tetap terjaga dan layanan tetap maksimal. Rakernas BSP 2016 membahas kesiapan BSP di era perdagangan bebas. Berikut laporannya.

PT. BRAVO SATRIA PERKASA

Siap Menghadapi MEA dengan Meningkatkan Produktivitas 4

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

KSATRIA--Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bergulir sejak tahun 2015, perusahaan dituntut lebih mampu mengelola sumber daya manusianya untuk dapat bersaing di era pasar bebas seperti sekarang ini. Kehadiran MEA mengharuskan perusahaan tidak hanya mampu bersaing di pasar luar negeri tetapi juga harus mampu bersaing di dalam negeri dengan mengandalkan potensi unggulan

yang mereka miliki. Perusahaan dituntut untuk menguatkan sumber daya manusia, selain meningkatkan kualitas layanan, barang dan jasa, terlebih lagi meningkatkan keahliannya agar tidak terdesak dengan SDM dari luar. Kemampuan adaptasi harus dimiliki oleh setiap orang maupun perusahaan, baik perusahaan sekala kecil ataupun besar. Karena itulah, MEA menjadi tantangan

sekaligus peluang tersendiri bagi perusahaan dalam negeri. Untuk mengatur langkah menghadapi MEA ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) salah satu perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 Maret 2016 di Kuningan Jawa Barat. Dengan tema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean�. WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

5


fokus utama

Dalam Rakernas ini, hadir para komisaris, direksi, manajemen serta para manajer area untuk melakukan rapat selama tiga hari. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi dan misi perusahaan dalam melangkah menghadapi MEA yang sedang berjalan ini. Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo sebelum memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernas, membangun semangat dengan cara meneriakkan yel-yel, “BSP, yess...!, BSP, yess...!, BSP, yess...! Bravo, 6

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

luar biasa!” Suasana gedung rapat pun makin diselimuti aura semangat untuk membahas segala persoalan dalam menjalankan BSP selama ini. Sekaligus mengevaluasi untuk mencari solusinya terhadap persoalan yang ada. Joko menjelaskan, genap setahun tepatnya pada April tahun 2015, BSP menggelar Rakernas 2015 bertema “Memperkuat koordinasi dan komunikasi setiap lini di pusat maupun area untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis baik secara kualitas, kuantitas,

serta profitabilitas perusahaan yang signifikan dan terukur”. Menurut Joko, jika kita melihat, mereview, bahkan mengevaluasi implementasi rumusan rakernas tahun lalu hingga saat ini, secara garis besar hasilnya cukup signifikan, “Saya menilai hasilnya cukup memuaskan tetapi masih belummencapai sasaran yang ingin kita capai,” ujarnya. Dalam pencapaian kinerja yang kita harapkan, baik di pusat, area maupun sektor kerja, masih terjadi beberapa kendala yang menghambat kinerja kita. Sesungguhnya tema

rakernas tahun ini juga masih erat kaitannya dengan Rakernas tahun lalu, yaitu: “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”. Joko menjelaskan, tema ini menjadi tujuan pokok penting dalam penyelenggaraan Rakernas kali ini. Artinya, konsentrasi atau penitik-beratan perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level jabatan atau jajaran dari hulu hingga hilir, adalah merupakan tuntutan yang tidak dapat dilepas-pisahkan lagi sebagai

landasan dalam kinerja tata kelola perusahaan kita. “Dipilihnya tema tersebut, ini menunjukkan realita yang terjadi saat ini bahwa produktivitas manajemen kita harus terus ditingkatkan, lebih dibangun lagi dan bahkan sepatutnya menjadi tolak ukur kinerja dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegasnya. Semangat budaya etos kerja harus tetap dijiwai dengan semangat dan kerja sama yang solid, saling mendukung, bahu membahu, saling mengisi dan tidak

saling meniadakan, semangat “One team, One mission, and One goal” harus terus menjadi acuan dalam menjalankan tugasnya. Menurut Joko, karena prinsip dasar manajemen adalah penegakan sistem yang harus disepakati bersama dipatuhi bersama, serta dilaksanakan secara konsekuen bersamasama pula. Dengan demikian maka perusahaan diharapkan dapat terwujud menjadi apa yang disebut sebagai ‘Good Corporate Governance’ yaitu dengan prinsip-prinsip dasar: WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

7


fokus utama akuntabilitas; pertanggungjawaban; keterbukaan; kewajaran; serta kemandirian. Joko memaparkan di hadapan peserta Rakernas 2016, bahwa dinamika perkembangan ekonomi global akhir-akhir ini memberikan sinyal akan pentingnya peningkatan daya saing, di tingkat regional, Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi MEA, MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya PT. Bravo Satria Perkasa dengan transformasi kawasan Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi, sekaligus menjadikan kawasan Asean yang lebih dinamis dan kompetitif. Pemberlakuan MEA dapat pula dimaknai sebagal harapan akan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow): barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal. Maka dari itu, sejatinya Bravo Satria Perkasa memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang

8

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

fokus utama ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan. Namun sebaliknya, pemberlakuan MEA 2015 dapat menjadikan kita sebagai pecundang belaka, yang ditandai dengan menjadi pasar impor belaka, dan terjebak menjadi negara berpendapatan menengah (middle income trap), produk dalam negeri tak laku di pasaran, kita akan dengan mudah terjebak dalam kemunduran bisnis apabila tanpa persiapan yang matang dari segenap jajaran management dan seluruh lini dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing. “Maka dengan ini, kita tidak boleh sedikitpun lengah atau terlena dengan keadaan kita sendiri, sedangkan ribuan kompetitor yang sejenis di bidang usaha kita baik dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya. Melihat kenyataan yang ada, maka sudah selayaknya kita

memaknai pentingnya peningkatan produktivitas dari seluruh elemen dan jajaran perusahaan, baik di pusat maupun di area. Masih banyak tantangan dan pengembangan yang harus kita selesaikan. Joko menegaskan, ada dua spirit yang harus tetap menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan di tahun ini. Pertama, sebuah teamwork yang kuat dan solid, adanya satu misi yang sama dan tentu saja capaian sasaran atau target kita yang kita ingat dalam semboyan “One team, One Mission, One Goal”. Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respon yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan “Bekerja keras, Bergerak cepat dan Bertindak tepat”. “Dengan adanya Rakernas 2016 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid,” harapnya. y [FATHUR]

Komitmen Hasil Rakernas 2016

B

erangkat dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) bertema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat ekonomi Asean (MEA)” selama 3 hari dari tanggal 7-9 Maret 2016 di Kuningan Jawa Barat menghasilkan beberapa komitmen yang akan dijalankan seluruh staf dan pimpinan BSP. Dari Rakernas yang menjadi kesepakatan bersama adalah seluruh jajaran mulai tingkat staf dan pimpinan di seluruh departemen dan area kerja akan melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dan efektif untuk mengurangi resiko kesalahan dan meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Begitu juga komitmen Departemen Marketing adalah untuk meraih peningkatan penjualan sebesar 20 persen jumlah sekuritinya. Untuk itu, Head of Area akan memperkuat tim sales dan marketing agar pencapaian tersebut bisa dicapai.

Tak hanya itu, tim sales dan marketing juga akan mengadakan rapat tentang product knowledge guna meningkatkan kemampuan tim sales dan marketing di masingmasing area kerja. Untuk itu, prinsip kewaspadaan, kejelian, dan kesepahaman hak dan kewajiban dalam melayani permintaan klien hingga terbentuknya sebuah kerjasama harus diterapkan oleh semua tim. Selain itu, komitmen dari Departemen Finance adalah dalam Rakernas akan meningkatkan kualitas system keuangan menuju desentralisasi pembuatan dan follow up invoice berbasis internet dengan server terpusat agar lebih efektif. Selain itu, Departemen Finance berkomitmen melakukan penyesuaian pelaporan keuangan dan bukti pendukungnya agar semakin sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan layak audit. Sementara itu dari Head of Area dan tim operasional akan menyelenggarakan pelatihan Gada Pratama di areanya masing-

masing secara regular, begitu juga membuat perencanaan kerja dengan asistensi dan supervise dari Departemen Operasi di Head Office, serta membuat laporan kegiatan operasi secara berkala. Komitmen berikutnya adalah seluruh staf dan pimpinan di departemen dan area kerja BSP akan mengimplementasikan SOP yang telah disahkan sebagai langkah awal untuk mendukung proses sertifikasi manajemen BSP di pusat maupun di masing-masing area kerja. y [FATHUR] WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

9


dedikasi

BSP Raih Penghargaan dari Dirjen Pajak

Kedisiplinan dalam membayar pajak, membuat Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur memberikan penghargaan kepada PT. Bravo Satria Perkasa atas Kontribusi Penerimaan Pajak Negara tahun 2015. Berikut laporannya. KSATRIA--Dedikasi dan komitmen tidak akan diperoleh hasilnya secara instant. Butuh waktu, butuh proses dan butuh kontinuitas. Begitu juga apa yang telah ditorehkan PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang aktif membayar pajak tepat waktu. Maka tagline ‘Orang bijak taat pajak’ menjadikan BSP bagian 10

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

dari perusahaan yang bijak dalam membayar pajak. Baru-baru ini, BSP sebagai perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur atas Kontribusi Penerimaan Pajak Negara tahun 2015, di mana target

penerimaan pajak tahun 2015 sebesar Rp. 1.489,3 Triliun. Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur kepada PT. Bravo Satria Perkasa pada saat pelaksanaan acara Tax Payer Gathering yang dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak KPP Madya Jakarta Timur Selasa, 05 April 2016. Penghargaan ini didasari atas komitmen serta kontribusi BSP sebagai salah satu wajib pajak yang taat pada peraturan pemerintah dalam hal ini pada peraturan perpajakan. “Kami memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang taat membayar pajak tepat waktu,” ungkap Direktur PT. Bravo Satria Perkasa H. Djarot Soeprianto.

Sejalan dengan diberikannya penghargaan ini, BSP telah membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan yang menerapkan Good Coorporate Governance. Sejalan dengan diberikannya penghargaan ini, BSP telah membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan yang menerapkan Good Coorporate Governance. Dimana prinsip–prinsip GCG

maupun nonfiscal perusahaan telah dipenuhi oleh BSP sebagai wajib pajak yang patuh terhadap pemerintah. Accountability yaitu suatu bentuk rasa tanggung jawab BSP

seperti transparency, accountability, responsibility telah diakui oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak. Transparency yaitu suatu keterbukaan informasi baik fiscal

dalam hal membagun kemajuan bangsa dan Negara Indonesia dalam hal kontribusi penerimaan pajak Negara. Responsibility merupakan suatu kesesuaian atau kepatuhan dalam

pengelolaan perusahaan terhadap prinsip – prinsip korporasi yang sehat serta peraturan pemerintah dan perundangan yang berlaku . Sementara itu Abdul Aziz Head of Finance dan Accounting BSP megatakan, penghargaan ini dalam sudut pandang yang lebih luas adalah juga penghargaan untuk semua stakeholder kami, yaitu para klien yang mempercayakan pengelolaan pengamanannya kepada PT Bravo Satria Perkasa, para supplier barang maupun jasa yang mendukung layanan kami, dan para sekuriti yang setia bernaung dalam manajemen ini. Untuk itu, manajemen BSP mengajak kepada seluruh elemen memandang pencapaian ini sebagi sebuah pijakan dan dorongan untuk dapat menjadikan perusahaan dan kerjasama ini lebih berprestasi lagi dan mampu menjadi korporasi yang memberikan kontribusi secara nyata baik untuk pemerintah maupun masyarakat bangsa Indonesia. y [FATHUR] WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

11


head of area

Dirut BSP: Kantor Baru Harus Lebih Semangat dan Produktif Ekonomt Asean (MEA)”. Joko menambahkan, perhatian terhadap produktivitas manajemen di setiap level, jabatan dan jajaran dari hulu hingga hilir, merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan oleh segenap team, manajemen dan board of directors BSP. “Dengan peresmian kantor yang baru ini semoga dapat menjadi penyemangat kita semua, khususnya seluruh jajaran di Area Sumatera 1, untuk dapat bekerja dengan optimal, profesional dan semakin produktif di segala fungsi dan bidang pekerjaan. Produktivitas seluruh karyawan KSATRIA -- Kamis siang di Kota Medan, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2016 menjadi hari bersejarah bagi seluruh tim Keluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) pasalnya momen tersebut peresmian kantor baru BSP Area Sumatera 1, tepatnya di jalan Perjuangan, Komplek Elit 2 Medan Sunggal, Medan. Ruko dua lantai dengan ornament khas Bravo yaitu memiliki warna abu-abu, merah dan hitam menjadi warna yang dominan di setiap sudut kantor. Kantor baru dengan semangat baru harus menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja dalam menjalankan amanah. Dalam peresmian kantor baru ini, hadir para komisaris, direksi 12

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

dan staf dari Jakarta. Selain itu hadir juga para tamu undangan, seperti dari jajaran Polda, Polsek, Koramil dan tokoh masyarakat untuk menyaksikan peresmian kantor BSP yang baru. Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo berharap kantor Area Sumatera 1 yang baru ini akan membuat kinerja seluruh karyawan khususnya segenap jajaran di Area Sumatera 1 menjadi lebih efektif, fokus dan lebih terarah. Dengan demikian, hasil yang didapatkan pun dapat semakin optimal dan profesional. Di mana hal ini sejalan dengan tema Rakernas BSP “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat

harus terus meningkat, sehingga BSP mampu berkembang semakin besar dan terus bersaing dengan para kompetitor di dunia Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), yang semakin hari semakin kompetitif,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, Joko juga menyampaikan tentang spirit BSP, di mana spirit BSP ini menjadi pedoman bersama dalam mencapai keberhasilan. Pertama, sebuah team-work yang kuat dan solid; adanya satu misi yang sama; dan tentu saja pencapaian sasaran atau target kita, yang kita ingat dengan semboyan: “One team, One mission and One goal”. Kedua, sebuah karakter kepedulian yang tinggi dan respons yang cepat terhadap segala informasi dan detail pekerjaan yang berlangsung di perusahaan

kita maupun klien, yang lebih mudah kita ingat dengan semboyan: “Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat”. Hal ini merupakan sikap yang diambil oleh BSP dalam menghadapi implementasi MEA untuk memacu semangat BSP dalam mewujudkan impian, target serta tujuan yang telah di tetapkan bersama. “Akhirnya dengan diadakannya peresmian kantor Area Sumatera 1 ini, saya berharap dapat membuahkan hasil yang optimal demi terwujudnya perusahaan yang kokoh dan solid. Mari kita merapatkan barisan menuju satu tujuan mulia yaitu kemajuan dan produktivitas perusahaan kedepannya,” tegasnya. Sementara itu Kepala Head of Area Sumatera 1, Yudhi Erlambang mengatakan, dirinya berterima

kasih atas petunjuk dari pusat, Sumatera 1 bisa menempati kantor barunya. “Kami bersyukur, karena adanya kantor baru ini semakin tertantang untuk membesarkan BSP di wilayah Sumater 1,” paparnya. Wilayah Sumatera 1 berdiri pada Juli 2006 lalu. Kini, seluruh personel yang terlibat di BSP Sumatera 1 ada 700 anggota, di mana sebagian besar dari kliennya adalah perbankan. Yudhi dengan seluruh timnya bertekad untuk meningkatkan kinerjanya dalam mewujudkan komitmen bersama selama Rapat Kerja Nasional di Kuningan beberapa waktu lalu, di mana salah satunya adalah meningkatkan jumlah personil dan klien. Selain itu mengoptimalkan laporan yang accountable sesuai dengan arahan kantor pusat. y [FATHUR] WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

13


bedah buku

bedah buku

Bapak Satpam Indonesia

Luncurkan Buku Manajemen Sekuriti

M

antan Kapolri Jenderal (Pur) Prof Dr Awaloedin Djamin meluncurkan buku berjudul Manajemen Sekuriti di Indonesia: Buku Panduan Crime and Loss Prevention di Jakarta Pusat, Rabu (20/1). Buku yang dieditori Irjen (Pur) Ronny Lihawa itu membahas tentang bagaimana mencegah dan mengurangi kesempatan tindak kejahatan. 14

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

“Kejahatan itu dilakukan oleh orang yang punya niat dan motif lalu ada kesempatan dan kemampuan. Sekuriti penting untuk mengurangi kesempatan termasuk metal detector dan CCTV. Kejahatan itu bisa dari dalam dan dari luar,” kata Awaloedin saat jumpa pers di sela-sela peluncuran bukunya. Menurut “Bapak Satpam Indonesia” ini tidak ada pakar sekuriti manajemen di Indonesia.

Para aktor-aktor keamanan di Indonesia saat ini, mulai dari kolonel dan ataupun kombes purnawirawan, menurutnya tidak pernah belajar tentang ilmu kesatpaman. “Mulai dari kolonel dan kombes itu belajar sekuriti dari mana? Jenderal juga. Baca buku ini supaya paham. Contohnya ada mobil masuk mal bawa anakanak, itu enggak perlu dibuka oleh satpam, kalau ada seratus mobil antre (bawa anak-anak), itu pasti tidak ada bomnya,” lanjutnya. Awaloedin melanjutkan jika khusus untuk satpam harus ada standar kompentensi dan profesi. Satpam juga harus hadir dalam berbagai lokasi seperti bandara, universitas, hingga gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

“Di Indonesia, manajemen sekuriti hanya dipandang sebagai cara-cara pengamanan. Namun, sesungguhnya manajemen sekuriti adalah sebuah ilmu yang dikembangkan di negara-negara maju untuk membantu upaya preventif aparat keamanan,” ujar mantan Kepala Kepolisian Negara RI ini. Awaloedin yang memprakarsai kehadiran satuan pengaman (satpam) di Indonesia menyatakan, tugas kepolisian hanya berkisar 50 persen untuk menciptakan keamanan di masyarakat. Karena itu, harus ada upaya pengamanan swakarsa, seperti sistem keamanan lingkungan (siskamling), yang membantu tugas kepolisian. Cita-cita negara untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara, kata Awaloedin, tidak akan terwujud jika tidak ada kerja produktif dari seluruh elemen bangsa. Kinerja yang produktif itu pun, kata Awaloedin, sangat dipengaruhi kondisi keamanan. Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti yang juga memberi sambutan menambahkan,

aparat keamanan, seperti satpam, seharusnya dapat saling melengkapi dalam tugas

di lapangan. Namun, dalam kenyataan, masih terkesan ada persaingan antara polisi dan satpam untuk memberi keamanan. Untuk menciptakan keamanan dan mencegah kejahatan, kata Awaloedin, Polri dibantu oleh penyidik pegawai negeri sipil dan pengamanan swakarsa, misalnya siskamling dan satpam. Hal itu berdasarkan Undang-Undang

Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI. Namun, Badrodin mengatakan, upaya pengamanan secara tradisional melalui siskamling sudah sulit diterapkan saat ini. Kepolisian sudah kesulitan mencari tokoh di lingkungan masyarakat yang memiliki kerelaan hati untuk menjaga lingkungan tanpa diberikan imbalan tetap. “Masyarakat sekarang cenderung individualistis sehingga upaya siskamling semakin memudar,” katanya. Buku Awalodin ini dibedah oleh Jenderal (Pur) Prof. Hendro

Priyono, Jenderal (Pur) Da’i Bachtiar, dan Prof Tubagus Ronny Nitibaskara. Bertindak sebagai moderator adalah Komjen (Pur) Alwi Luthan. Turut hadir Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan sejumlah mantan petinggi Polri seperti Komjen (Pur) Gories Mere dan Irjen (Pur) Benny Mamoto, serta sejumlah tokoh lain. y [ADNAN]

WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

15


head of area

head of area

PT. Bravo Satria Perkasa

Berangkatkan Umrah Karyawan Gelombang ke-9

Menurut Aziz bahwa karyawan yang terpilih untuk berangkat umrah ini adalah mereka yang Muslim, minimal sudah bekerja selama 2 tahun, selain itu juga memiliki prestasi dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan penilaian dari pihak manajemen. Para karyawan yang mendapatkan reward dari

berangkat, lalu tahun berikutnya perusahaan memberikan kebijakan memberikan hadiah umrah untuk karyawan. Biasanya, tambah Aziz, pengocokan umrah dilakukan empat bulan sebelum keberangkatan. “Jika dijumlahkan, seluruh karyawan yang mendapatkan hadiah umrah dari perusahaan sudah mencapai seratus karyawan,” paparnya. Menurutnya, program umrah ini bertujuannya untuk meningkatkan kualitas iman dan kinerja karyawan sekembalinya dari Makkah dan Madinah. Lebih

Reward umrah bagi karyawan bagian dari menanamkan semangat etos kerja di lingkungan kerja. Harapannya, nilai positif dari berumrah menyebar di lingkungan perusahaan sehingga menjadi nilai plus dalam menjalankan tugasnya. KSATRIA--PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) kembali memberangkatkan belasan karyawan untuk beribadah ke Tanah Suci, Makkah dan Madinah guna melakukan kegiatan umrah. Pemberangkatan tahun 2016 ini merupakan perjalanan umrah Gelombang ke-9 yang dilakukan BSP sejak tahun 2008 lalu. Demikian ungkap Abdul Aziz, Vice Manager Finance and Accounting BSP saat ditemui Majalah Ksatria di kantornya. 16

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

Menurut Aziz, tahun 2016 ini BSP kembali memberangkatkan karyawan berumrah, tepatnya pada 10-18 April 2016, sebanyak 12 karyawan. Aziz menjabarkan, dari 12 karyawan itu, 7 orang dari Head Office, 1 orang dari Area Indonesia Timur, 2 orang dari Area Jawa 3, dan 2 orang dari Area Sumatera. “Setiap tahun ratarata memberangkatkan sebanyak sepuluh karyawan.

perusahaan ini, memperoleh program full paket, mulai dari suntik vaksinasi, pembuatan paspor sampai pada uang saku. “Istilahnya mereka hanya bawa badan saja, karena semua sudah diurusi oleh perusahaan,” ujar Ketua Panitia Program Umrah Karyawan. Program umrah gratis yang digelar perusahaan jasa pengamanan terbesar di Indonesia ini dimulai sejak tahun 2008. Waktu itu, para direksi yang

jauh, Aziz menambahkan, agar selama perjalanan para jamaah umrah dapat menjaga diri dengan baik dan kembali ke Tanah Air sebagai individu yang baik, maka pengaruhnya juga akan dirasakan oleh perusahaan. “Orang jika ibadahnya baik pasti perilakunya juga baik, yang ini akan berdampak pada perilaku akan tumbuh baik di lingkungan tempat bekerja, yaitu di BSP,” tegasnya. y [FATHUR]

Workshop ‘Comprehensive Managing People’

KSATRIA--Sebanyak 15 staf PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) mengikuti workshop bertema “Comprehensive Managing People” yang diselenggarakan oleh Komunitas Media Indonesia di Kantor BSP pada Jumat, 8 April 2016. Pemateri dari acara workshop ini adalah A.M Lilik Agung yaitu seorang motivator di bidang manajemen. Dalam managing people ini akan banya dikupas tentang kiat-kiat praktis mengelola manusia bagi supervisor dan manager. Para peserta yang ikut dalam workshop ini adalah para staf BSP yang ada di Head of

Area Jakarta. Harapannya dari workshop ini, peserta didik bisa mengimplementasikan ilmu yang didapatkan untuk peningkatan kualitas kerja sehingga bisa lebih produktif untuk perusahaan. Beberapa materi modul yang dikupas dalam workshop ini adalah tentang esensi pokok kepemimpinan, misalnya mengapa saya menjadi pemimpin?, empat peran pokok pemimpin, kepemimpinan situasional, kepemimpinan situasional, membangun komunikasi yang tepat sasaran dan produktif, motivating tim, dan ketrampilan kreativitas dan inovasi. y [ADNAN] WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

17


head of area

BSP Peduli Korban Banjir Pangkalpinang Bencana datang tiba-tiba, banjir Pangkalpinang membuat rumah 16 personel PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) terendam air setinggi 1-2 meter. Untuk meringankan beban 16 personel, BSP peduli membantu korban banjir. KSATRIA--Banjir yang menerjang wilayah Pangkalpinang Propinsi Bangka Belitung pada Senin siang 8 Februari 2016 lalu, meninggalkan duka. Sisa-sisa bencana alam itu masih terlihat hampir di seluruh Kota Pangkalpinang. Untuk meringankan beban anggotanya yang terkena musibah banjir, PT Bravo Satria Perkasa Area Sumatera 2 memberikan bantuan kepada anggota

18

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

Sumber Cipta Multi Niaga (Djarum Group) Cabang Pangkalpinang (2 personel), PT. FIF Cabang Pangkalpinang (2 personel) dan Danamon Simpan Pinjam Unit Pangkal Pinang (1 personel). “Bantuan tersebut merupakan program CSR dari BSP untuk anggota satpam. Para korban banjir pun menerimanya dengan senang karena di tengah musibah masih ada perhatian dari perusahaan yang diwujudkan dalam program CSR,” kata Mariyanto.

satpam yang rumahnya terendam banjir. Setelah diidentifikasi ada sekitar 16 personel satpam BSP yang menjadi korban banjir dengan rata-rata ketinggian mencapai 1,5 meter hingga 2 meter. BSP menyalurkan bantuan berupa dana tunai yang nilainya masing-masing Rp500.000. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada anggota atau perwakilan anggota yang terkena musibah. Penyerahan langsung diberikan oleh Head of Area Sumatera 2, Mariyanto kepada 16 anggota satpam BSP di kantor masing masing klien BSP di Pangkalpinang pada Senin 15 Februari 2016, antara lain di kantor Bank Danamon Cabang Pangkal Pinang (2 personel), Bank CIMB Niaga Cabang Pangkal Pinang (2 personel), Bank Ekonomi Cabang Pangkalpinang (3 personel), CIMB Niaga Auto Finance Cabang Pangkal Pinang (4 personel), PT

Banjir Pangakalpinang terjadi 30 tahun Lalu Banjir yang terjadi di Pangkal Pinang tahun ini bukan yang pertama kalinya. Menurut pengamat sejarah dan budayawan Provinsi Bangka Belitung (Babel) Akhmad Elvian menceritakan sekitar 30 tahun lalu, tepatnya tahun 1986 terjadi banjir besar di Kota Pangkalpinang. Elvian mengatakan pangkalpinang merupakan kota yang berbentuk cekungan. Hal ini lah yang menyebabkan ibukota

Provinsi Babel ini mudah terendam air. “Banjir seperti ini sudah pernah terjadi pada minggu kedua bulan Januari 1986, waktu itu karena curah hujan yang tinggi kemudian ditambah pasang naik air laut, sehingga bagian kota terendam. Kota ini berbentuk cekung, 75 desimeter dibawah permukaan laut,” ujarnya. Banjir yang terjadi tahun 1986 itu merendam sepertiga kawasan Kota Pangkalpinang. Wilayah

yang terendam meliputi cekungan antara Alun-alun Taman Merdeka (ATM), ke tanjakan simpang empat Jalan Masjid Jamik, beserta kawasan timur dan baratnya, kelurahan bintang dalam, daerah aliran sungai linggarjati, kiri kanan lembawai, trem seberang, sebagian pasir putih dan parit lalang. Wilayah ini berada di kecamatan taman sari, Rangkui, dan Pangkalbalam, daerah ini mendapati limpahan air bah ditaksir 6 hingga 7 juta meter kubik. Banjir ini terjadi lagi di Kota Pangkalpinang pada tahun 2016. Penyebabnya pun hampir sama yaitu dikarenakan pasangnya air laut. Menurutnya, air di yang mengalir dari kota tertahan oleh air laut sehingga air tidak bisa keluar. Banjir akan usai jika air laut tidak pasang dan hujan tidak turun. “Kalau hujan turun dan air pasang tetap banjir,” ujarnya. Banjir dan genangan air ini merupakan masalah klasik di kota pangkalpinang karena disebakan dari segi morfologinya berbentuk cekung dengan dengan pusat kota lebih rendah.y [ADNAN] WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

19


head of area

head of area

BRAVO!

Semakin Perkasa

Satria Perkasa dan khususnya area Indonesia timur untuk menjaga para penjaga,” tuturnya. Sarwo menjelaskan, berekspansi di wilayah timur bukan hal yang mudah dilakukan. Apalagi dengan adanya proyek baru Telkom menuntut personil BSP mampu bersaing keras dengan security di Indonesia timur lainnya. Dalam masa transisi peralihan vendor lama kepada BSP, kami mendapatkan cobaan

SARWO HADI

di Indonesia Timur KSATRIA--PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menjadi salah satu Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di Indonesia yang tumbuh dengan prestasi dan kerpercayaan penuh dari masyarakat. Hadirnya perusahaan di bidang jasa pengamanan ini ikut berperan dalam menciptakan keamanan, kenyamanan dan peningkatan produktivitas perusahaan pengguna jasa pengamanan. Menurut Manager Area Indonesia Timur, Sarwo Hadi, tahun 2016 ini, personil BSP di area Indonesia timur mengalami

20

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

penambahan yaitu 2.476 personil yang tersebar di 10 propinsi di Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Propinsi Sulsel, Propinsi Sulbar, Propinsi Sultra, Propinsi Sulteng, Propinsi Sulut, Propinsi Gorontalo, Propinsi Maluku, Propinsi Maluku Utara, Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat. Peningkatan jumlah personil ini cukup signifikan jika dibanding periode akhir Desember 2015 lalu, personil BSP yang berjumlah 1.642 personil. “Ini merupakan tanggung jawab besar yang diamanatkan oleh Allah SWT lewat PT Bravo

Rasanya sangat membanggakan bisa mengikuti Rakernas tersebut. Selain banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diperoleh dari Rakernas tersebut, pengalaman itu bisa menjadi bekal pengembangan perusahaan di wilayah timur. Dalam kurun waktu 5 bulan menjabat sebagai head of area Indonesia timur yang bermarkas di Kota Makassar Propinsi

justru merupakan suatu tantangan menuju kesuksesan. “Saya akan berjuang untuk membuktikannya,” terangnya. Sebelum menjabat head of area Indonesia timur, ia adalah tim operasi di lapangan. Penyesuaian tugas dan tanggung jawab ini akan terus berproses untuk mewujudkan cita-cita bersama, agar Bravo semakin maju dan memberikan rasa aman dan

Area Manager Indonesia Timur

Rakernas jadi Ladang

Pengembangan Diri

keterlambatan penggajian karena tidak rapinya data-data sebelumnya. Bersama jajaran area Indonesia timur bekerja keras untuk membenahi data-data yang masih belum benar. “Alhamdulillah dalam waktu sebulan kami dapat menyelesaikan pembenahan datadata yang benar sehingga pada bulan berikutnya tidak ada lagi keterlambatan gaji maupun lembur anggota security pada proyek tersebut,” tuturnya. y [FATHUR]

KSATRIA--Hari Senin tanggal 7 Maret 2016 lalu, PT BSP menggelar Rapar Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2016 di Kuningan Jawa Barat. Acara yang berakhir hingga tanggal 9 Maret 2016 ini merupakan Rakernas kedua kalinya diikuti BSP Area Timur, dimana yang pertama di tahun 2015. Pada saat itu masih menjabat sebagai manager operasi PT BSP yang ada di head of area di Jakarta. Saat ini, tahun 2016 perusahaan mengamanahkan dirinya untuk menjabat sebagai Area Manager di Indonesia Timur atau lebih dikenal sebutan head of area Indonesia Timur.

Sulawesi Selatan, masih banyak kekurangan yang ada pada terutama dalam hal administrasi. Tetapi walau banyaknya tekanan pekerjaan, tidak menjadi lemah

nyaman di lingkungan bekerja. “Saya yakin semua orang pun mengalami hal yang sama di tempat dan di posisi yang baru,” tandasnya. y [FATHUR] WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

21


head of area

kolom

Revitalisasi Official Website BSP KSATRIA—Untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi seputar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP), manajemen telah merevitalisasi website BSP dengan tampilan lebih fresh dan interaktif dengan nama www.bspguard.co.id. Menurut Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko PN Utomo, perkembangan teknologi sangat cepat. Untuk itu, BSP dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Salah satunya adalah memberikan informasi seputar BSP secara cepat dan mudah melalui perangkat gadget yang berkembang seperti saat ini. Tujuannya, memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses informasi tentang BSP di dunia maya. Sebelumnya, BSP memiliki domain website bernama www. bspbuard.com. Namun sekarang, domain yang lama hanya untuk kebutuhan mengirim dan menerima email, sedangkan untuk kebutuhan informasi seputar BSP, pengunjung bisa mengunduh informasi di website berdomain www.bspguard.co.id. “Bagi pengunjung yang terlanjur masuk ke website yang lama, nanti akan diarahkan untuk masuk link ke website yang terbaru,” ujarnya. Joko berharap, melalui official website ini, pengunjung bisa 22

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

menemukan profil BSP, mulai dari profil para pendiri, service layanannya, informasi kegiatan bahkan informasi seputar industrial security. “Semuanya kami sajikan secara dinamis dan interaktif,” paparnya. Website www.bspguard.co.id juga bisa diakses di gadget yang telah terkoneksi dengan social media dengan nama BSPGuard. Mulai dari Fanspage, Twitter, Instagram, Linkedin, Youtube, Issuu dan RSS. “Semoga apa yang kami sajikan ini bisa memudahkan masyarakat mengenal lebih dekat profil Bravo Satria Perkasa.” Saat ini, BSP memiliki visi ingin menjadi perusahaan yang profesional dan dapat dihandalkan, sehingga menjadi pilihan utama di bidang jasa pengamanan. Visi tersebut dijabarkan melalui misinya dengan memberikan layanan cepat, akurat dan efisien serta solusi yang tepat dan bermutu sehingga memudahkan para pengguna jasa dalam melakukan kegiatan usahanya, dengan dukungan teknologi menejemen yang handal serta SDM yang mumpuni, terampil, dan profesional. “Akhirnya, kami mengucapkan selamat mengenal lebih dekat profil Bravo Satria Perkasa untuk menjadi Sahabat Anda dalam setiap pengamanan. Bicara pengamanan, ya Bravo solusinya!” tegasnya. y [FATHUR]

P

embinaan satpam merupakan strategi modal yang ampuh dalam mengimplementasikan dan memotivasi security dalam mengemban peran tanggung jawab moral secara komprehensif. Untuk itu, Wilayah Jawa Tengah & DIY membiasakan untuk melakukan motivasi kepada para satpam dua kali dalam sebulan. Begitu juga dalam setiap penempatan project maka kami lakukan pembekalan orientasi project seperti di Semarang Medical Center (RS Telogo Rejo) pada tanggal 21-23 Februari 2016 lalu dalam rangka menguatkan makna tanggung jawab security. Mengapa sikap tanggung jawab diperlukan dalam suatu organisasi terutama dalam menjalankan tugas security? Simaklah beberapa ungkapan berikut ini, “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab atas kepemimpinan itu”. (Al-Hadits, Shahih Bukhari – Muslim). Begitu juga “Anda tidak bisa lari dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya pada hari ini”. (Abraham Lincoln). Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (18791955) mengatakan, “The price of greatness is responsibility” (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Tanggung jawab adalah mutiara hati. Ia adalah salah satu nilai pokok dalam budaya korporat suatu organisasi. Seperti halnya suatu komitmen, seseorang yang memiliki amanah untuk melakukan pekerjaan tertentu biasanya bersikap hati-hati. Termasuk kalau sedang

Tanggung Jawab Adalah Kehormatanku bekerjasama dengan mitra kerja lainnya. Mengapa demikian? Karena setiap butir kesalahan walau sekecil apapun harus bisa dipertanggung jawabkan. Konteksnya dalam meraih mutu kerja, efektifitas dan efisiensi kerja. Semakin bertanggung jawab dibarengi dengan semakin kuatnya komimen maka semakin berhasil seseorang melaksanakan pekerjaannya sesuai harapan. Untuk itu, maka pihak manajemen seharusnya mampu mengkondisikan agar setiap karyawan bersikap tanggung jawab. Sistem imbalan atau penghargaan dan hukuman kaitannya dengan tanggung jawab sangat penting diterapkan. Suatu ketika tanggung jawab itu sendiri sudah merupakan bagian dari kebutuhan tiap individu organisasi atau sudah terinternalisasi. Tenaga security yang andal tidak

hanya bermodal badan kekar dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah keamanan. Tapi lebih pada kecakapan untuk menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Untuk itu setiap personel security mesti memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menjadi tenaga profesional yang tidak saja dapat menjalankan fungsi keamanan (security), melainkan juga mampu melaksanakan fungsi keselamatan (safety) dan pelayanan (service). Untuk menciptakan tenaga keamanan yang profesional dibutuhkan dari sisi manusia yang berkualitas serta sistem dan peralatan yang mendukung. Kesemuanya harus saling terintegrasi. Ini adalah karakter terpenting yang harus dimiliki manusia, dimana tanggung jawab menjadi karakter primer. Tanggung jawab

Heru Wibowo, S.Sos.I. MM Head of Area Jawa II Jawa Tengah & DIY ini erat kaitannya dengan konsep amanah. Konsep amanah lahir dari pengertian bahwa bumi, hidup, anak, keluarga, pekerjaan dan harta yang kita punyai dan jalani sekarang ini bukanlah sepenuhnya milik kita. Karena itu kita harus bertanggung jawab atas semua yang ada didekat kita. Konsep amanah melahirkan tuntutan moral yang disebut tanggung jawab. Bahwa amanah dan tanggung jawab ini adalah dua sisi mata uang yang sama. Kala kita mengambil tanggung jawab sebenarnya kita sedang melatih diri kita untuk lebih tangguh dan kuat menghadapi tantangan di masa depan yang tidak pernah kita ketahui. Semakin kita terbiasa bertanggungjawab maka tanggung jawab kita akan menguat. Sehingga nantinya sebesar apapun beban yang diamanahkan kepada kita, kita bisa memberi jawab yang tepat.  Mari kita memperkuat tanggung jawab kita dari hari ke hari, mulai dengan mengambil tanggung jawab dari yang kecil yang ada di depan mata terlebih dulu. Dan lebih dalam mempertahankan kekuatan Service Quality. “Bukan kesulitan yang membuat kita takut.. tetapi ketakutanlah yang membuat kita sulit” y WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

23


inspirasi

KUNCI YB KRISNAWAN Head of Operation & Business Development Division PT. Bravo Satria Perkasa

Penuntun Satuan Pengamanan yang keempat, “Kami Anggota Satuan Pengamanan Senantiasa bersikap OPEN, tidak menganggap remeh sesuatu yang terjadi di lingkungan kerja”. Berangkat dari salah satu prinsip penuntun Satuan Pengamanan yang ada di Indonesia, maka berikut ini penulis mengulas sekelumit kisah tentang Kunci dan ketiga anaknya.

P

ernahkah Anda memperhatikan saat membeli gembok atau kunci, baik itu kunci pintu rumah, lemari, pagar, anak kuncinya selalu ada tiga buah? Banyak masayarakat tidak memahami mengapa anak kuncinya pasti berjumlah tiga. Sebenarnya, hal yang demikian itu merupakan standar internasional, bahwa pengamanan kunci itu ada tiga buah, dengan maksud peruntukan penggunaannya, yaitu satu anak kunci untuk diguna­ kan sebagaimana mestinya, satu anak kunci sebagai cadangan dan satu anak kunci lagi digunakan sebagai backup cadangan. Ini sebenarnya

24

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

bentuk simpel dari yang disebut business continuity plan. Di luar negeri, seseorang yang akan menduplikasi anak kunci tidak serta merta mudah untuk melakukannya, ada proses pencatatan yang harus dilakukannya atau semacam catatan kronologis, dan pelaku duplikasi atau tukang duplikat kunci tersebut juga harus terdaftar di lembaga pengamanan yang ada (Kepolisian-red). Sementara di negeri ini menduplikasi kunci bisa ke tukang kunci yang ada di pinggiran jalan tanpa terdaftar dalam kepolisian, dan hanya dibutuhkan waktu yang relatif singkat untuk melakukan duplikasi

yang dimaksud. Seperti di Singapura, perusahaan yang menawarkan jasa duplikat kunci harus terdaftar secara resmi di kepolisian. Fakta di dunia pengamanan, banyak sekali terjadi serah terima jaga dan serah terima dari petugas lama ke petugas baru (apabila menggunakan tenaga keamanan outsourcing). Jarang sekali ada catatan kronologis anak kunci yang diikutsertakan dalam proses serah terima tersebut. Padahal ini sangat mendasar. Pentingnya kunci ini sudah banyak digambarkan dengan adanya ikon-ikon kunci sebagai bentuk pengamanan. Di luar negeri, ketika

kehilangan sebuah satu anak kunci harus membuat catatan kronologis. Jadi yang dicatat bukan sekedar fisik kuncinya saja, termasuk catatan di mana tempat pembelian kunci dan pernah diduplikasi berapa kali, biasanya ketika tidak termonitor dengan baik mengenai catatan kronologis kunci ini, solusi terbaik pada saat serah terima tanggung jawab keamanan kepada pihak yang baru adalah dilakukan penggantian kunci dan anak kuncinya, namun ini jadi tidak efisien dan terkesan boros. Di luar negeri banyak cerita tentang pengamanan yang berkaitan kunci. Misalnya kasus pembobolan di suatu objek pengamanan. Ketika polisi datang untuk olah TKP ternyata pelakunya adalah orang dalam, sebagai indikasinya karena kuncinya tidak rusak. Lalu ditelusuri siapa yang pernah memegang kunci ini dan berapa kali digandakan dan lain sebagainya. Catatan kronologis membuktikan bahwa bisa mempermudah proses telusur ketika kejahatan terjadi di suatu obyek pengamanan. Bisa dibilang ini persoalan sepele, dan biasanya juga permasalahan– permasalahan timbul karena menyepelekan sesuatu hal yang dianggap sepele. Seorang petugas sekuriti yang baik akan menjalankan protap dengan baik dan benar, dan sebaiknya juga ada serah terima kronologi tentang anak kunci untuk membantu mengantisipasi kejahatan. Penyadaran kepada setiap petugas keamanan tentang pentingnya memahami kunci dan anak kunci untuk pengamanan adalah mutlak. Memahami tentang Kunci itu sendiri ada ilmunya, atau istilahnya “Key Managemen System” namun coba penulis sampaikan disini secara simpel yaitu : 3 Hal mengenai Kunci adalah : Apa yang kita punya, Apa yang kita

tahu, dan apa kita ini, berikut ilustrasinya. Pertama, Apa yang kita punya, maksudnya apa yang kita miliki untuk bisa membuka sebuah kunci, misal anak kunci. Kedua, Apa yang kita tahu, dalam upaya membuka sebuah kunci, kadang kita diminta mengingat sebuah kombinasi angka dan huruf sebagai alat pembukanya, atau kita biasa mengenalnya dengan PIN (Personal Identification Number) selain mungkin anak kunci itu sendiri (biasanya sistem ini digunakan untuk mengamanakan sebuah obyek yang level keamanannya lebih tinggi, misal brankas dan semacamnya. Ketiga, Apa kita ini, maksudnya sistem pengamanan yang terkait kunci dengan cara membuka menggunakan rekaan dari tubuh si pembuka, biasanya dengan indera seperti retina, scan sidik jari dan semacamnya. Lalu kapan sistem–sistem kunci ini di aplikasikan? Ya disesuaikan dengan kepentingan masing–masing obyek yang akan diamankan, juga disesuaikan dengan tingkat keamanan itu sendiri dan tidak lepas disesuaikan dengan biaya. Di Indonesia, masalah ini tidak pernah disinggung dalam pelatihan atau serah terima petugas lama ke petugas baru, padahal ini sangat penting. Di Indonesia, satpam terkait dengan pengamana fisik, belum pada pengamanan sistem. Dalam filosofinya, keamanan adalah faktor psikologi. Secara garis besar pengamanan harus melibatkan semua unsur yang ada di objek yang akan diamankan antara lain terkait fisik, barometer yang diamankan, situasi alam yang akan diamankan, demografi dan mobilitas yang juga menjadi pertimbangan. Masalah pencahayaan pun menjadi pertimbangan sehingga seorang sekuriti harus bisa mengaplikasikan semua itu sehingga menjadi satu sistem pengamanan objek.

Keamanan adalah faktor psikologi? Apakah itu? Insyaallah dalam edisi berikutnya penulis akan mengulas hal – hal yang menarik seputar Keamanan. Kembali pada pengamanan anak kunci, banyak kejadian kriminal yang melibatkan orang dalam. Ini bisa terjadi karena keteledoran tentang pengamanan anak kunci. Padahal dalam standar pengamanan anak kunci, harus tercatat dimana beli kuncinya, apakah pernah diduplikasi dan bagaimana otorisasinya. Dalam otorisasi anak kunci ini harus ada catatan berapa kali anak kunci dibawa pulang seorang karyawan yang berwenang membawanya. Hal ini untuk mengidentifikasi apakah anak kunci pernah diduplikasi atau tidak. Sebab dengan tiga anak kunci yang sudah disiapkan oleh produsennya, tidak perlu adanya duplikasi lagi. Sayangnya, selama ini jarang sekali manajemen keamanan yang memikirkan persoalan serah terima kunci dengan catatan kronologisnya. Untuk penyimpanan tiga anak kunci ini, kembali pada orititas keperluan masing-masing pengguna. Seperti di rumah, seorang suami menaruh kunci yang bisa dipakai siapa saja baik istri, anak dan pembantu. Satu lagi dipegang anak atau istri, dan satu lagi harusnya hanya terbatas orang yang tahu. Jadi, dari tiga anak kunci ini tidak boleh disepelekan penggunaannya. Untuk personel yang menjaga harus mengetahui secara benar alur penggunaan kunci di masing-masing tempat ia bertugas. Jangan lupa, ketika serah terima dari petugas lama, tanyakan riwayat kunci dalam bentuk kronologi. Ingat, kejahatan tidak disebabkan karena niat saja tapi karena adanya kesempatan di depan mata. y

WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

25


kolom diluar lingkungan kerja. Dapat dikatakan juga sebagai akibat timbulnya bencana alam dan kelekaan diluar kehendak manusia.

Membangun Sistem Keamanan di Lingkungan Kerja

S

ebelum membangun sistem keamanan di lingkungan kerja perlu diketahui pengertian tentang Kamtibmas Swakarsa. Pengertian keamanan adalah suatu keadaan di mana setiap manusia dalam hidup dan kehidupannya yang ditandai adanya perasaan bebas dari setiap gangguan baik fisik maupun psikis. Selain itu juga merasakan bebas dari kekhawatiran, keragu-raguan dan ketakutan yang terwujud dalam bentuk kepastian atas terjaminnya ketertiban dan penegakan hukum. Keadaan dikatakan aman jika ada perasaan tentram dan damai yang lahiri dari batin. Disamping itu juga ada perasaan terlindungi dan terayomi dari segala macam bahaya dan resiko. Adapun pengertian ketertiban, adalah suatu kondisi dinamis dimana terdapat keteraturan hidup dan kehidupan dari seluruh anggota masyarakat yang tertata sesuai norma-norma hukum. Dengan demikian dapat dipahami bahwa keamanan dan ketertiban masayarakat (Kamtibmas) adalah suatu kondisi dinamis, dimana masyarakat merasa aman, ada kepastian ketenteraman dan merasa dilindungi dan diayomi serta adanya keteraturan hidup dari

26

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

seluruh warga masyarakat yang tertata sesuai norma-norma hukum yang berlaku. Sedangkan swakarsa adalah atas kehendak, kemauan dan kemampuan sendiri (self willingness). Dengan demikian pengertian Kamtibmas Swakarsa adalah suatu sistem yang mengupayakan hidupnya peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masayarakat, yang tumbuh dan berkembang atas kehendak dan kemampuan dari masayarakat itu sendiri guna mewujudkan daya cegah, daya tangkal, dan daya penanggulangan terhadap ancaman dan gangguan serta daya penyesuaian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ancaman dan Gangguan Pemahaman ancaman dalam arti luas adalah setiap kerawanan yang melekat pada segenap aspek kehidupan masyarakat yaitu sumber ancaman (ancaman potensial), faktor-faktor korelatif kriminogen, police hazard sampai pada bentuknya yang terwujud (ancaman faktual) dalam bentuk tindakan dan kegiatan yang dilakukan perorangan atau kelompok, baik yang dilakukan

Sumber Ancaman

H. Djarot Soeprianto Direktur PT. Bravo Satria Perkasa

secara konsepsional atau non konsepsional, termasuk peristiwa penyimpangan sosial budaya maupun yang terjadi karena faktor alam dan atau kecelakaan yang dapat menimbulkan instabilitas keamanan dan ketertiban. Dinamika ancaman dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, dinamika yang bersifat eskalatif yaitu menggambarkan proses perkembangan ancaman keamanan dan ketertiban dari stadium latent – potensial sampai dengan stadium manifest – faktual, yang terjadi secara berjenjang dan bertahap sebagai akibat rangsangan faktor lingkungan yang juga berkembang secara berjenjang. Kedua, dinamika yang bersifat fluktuatif yaitu menggambarkan ritme/ irama yang tidak teratur dari naik turun atau timbul tidaknya ancaman keamanan dan ketertiban pada waktu, tempat kejadian maupun bentuk serta jenisnya. Ketiga, dinamika yang bersifat kontijensi yaitu menggambarkan proses terjadinya ancaman keamanan dan ketertiban yang dapat diperkirakan akan sangat mungkin terjadi sebagai hasil analisa dan evaluasi atas kecenderungan ancaman faktual maupun potensial yang berkembang baik didalam maupun

Sumber ancaman dan gangguan pada suatu lingkungan kerja tidak dapat dilepaskan dari sumbersumber kerawanan intern maupun ekstern lingkungan kerja itu sendiri. Kerawanan yang bersumber dari intern secara umum disebabkan beberapa hal. Diantaranya, kerawanan karena lemahnya penyelenggarakan fungsi-fungsi manjemen yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan motivasi. Kerawanan dalam pembinaan personel disebabkan beberapa hal seperti, cara penerimaan karyawan yang kurang memperhitungkan segi keamanan dan kebutuhan, belum diperhatikannya pembekalan kemampuan atau pendidikan personel, penempatan personel yang tidak sesuai, perawatan dan kesejahteraan personel yang kurang memadai, kurangnya pengawasan baik dibidang operasional lapanagan, administrasi maupun manajerial. Faktor internal lainnya, yang berpotensi menjadi ancaman keamanan adalah kerawanan karena lemah atau tidak jelasnya penetapan prosedur kerja dan penetapan metode kerja, kerawanan yang bersumber pada kondisi bangunan dan instansi maupun penempatan/ penyimpanan bahan-bahan baku yang mudah terbakar, dan kerawanan yang bersumber pada lemahnya pelaksanaan sistem pengamanan fisik maupun terbatasnya kemampuan dan keterampilan petugas keamanan. Sedangkan kerawanan yang bersumber dari ekternal

lingkungan kerja, antara lain, adanya sumber gangguan yang disebabkan karena sikap masyarakat sekitar yang tidak menguntungkan dan tidak mendukung maupun pengaruh lingkungan kerja yang mungkin merugikan masyarakat setempat ditinjau dari berbagai aspek kehidupan. Bisa juga faktor kerawanan yang ditimbulkan karena adanya kegiatan unsur-unsur ekstrim yang mempunyai motivasi persaingan ekonomi, sosial, dan politik. Kerawanan ancaman yang bersumber dari manusia yang berbentuk kriminalitas maupun penyimpangan sosial lainnya, dan kerawanan yang bersumber dari alam seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, badai, dan lain sebagainya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keamanan Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam pengelolaan pengamanan lingkungan kerja, baik yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan adalah: 1. Suasana kerja terutama yang menyangkut hubungan antara pimpinan dan karyawan. 2. Kemampuan manajerial dari organisasi lingkungan kerja itu sendiri dalam menyelenggarakan kegiatannya. Semaikin baik penyelenggaraan manajemen maka akan semakin mendukung keamanan lingkungan kerja tersebut. 3. Persepsi dan tingkat kesadaran pimpinan atau manajemen serta para karyawan terhadap aspekaspek keamanan di dalam penyelenggarakan kegiatankegiatan produksi belum sepenuhnya diperhatikan. 4. Kemampuan penyelenggaraan pengamanan oleh petugas pengaman dan para karyawan

akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasi. Disamping itu perlu juga didukung dengan peralatan keamanan yang baik. 5. Faktor lingkungan masyarakat, meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pertahanan dan keamanan yang dapat membuat gejolak-gejolak dalam masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi keamanan suatu lingkungan kerja. 6. Kriminalitas yang merupakan gejala atau produk masyarakat yang kompleks tidak mungkin dapat diberantas secara tuntas. Perkembangan masyarakat dan teknologi mempengaruhi tingkat perkembangan kriminalitas baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kualitatif dapat dilihat dari pola-pola kejahatan dan cara yang dilakukan dari hasil kemajuan dan teknologi.

Pengelolaan Pengamanan Lingkungan Kerja Pengelolaan pengamanan lingkungan kerja dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan, azas-azas, kebijaksanaan, strategi dan pola operasional sebagai berikut: 1. Tujuan pengelolaan pengamanan untuk menciptakan kondisi dan situasi lingkungan kerja yang tertib, mempunyai kemantapan dan ketahanan di bidang keamanan dan ketertiban. Pengelolaan pengamanan ini dapat terwujud adanya tingkat produktivitas kerja yang tinggi dan dinamis. Hal ini tercermin dengan adanya penghayatan dan penataan norma-norma hukum dan tata tertib lingkungan kerja oleh setiap karyawan. WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

27


kolom Mentalitas para karyawan yang mampu menjadi daya tangkal terhadap setiap ancaman, gangguan dan hambatan terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. Kepekaan terhadap masalahmasalah keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. Serta, terjaminnya keselataman dan keamanan di lingkungan kerja sehingga dapat menjamin peningkatan terhadap produktivitas kerja. 2. Azas dalam pengamanan. Ada lima azas dasar dalam pengelolaan pengamana di lingkunngan kerja. Pertama, azas legalitas yaitu semua tindakan-tindakan pengelolaan pengamanan lingkungan kerja didasarkan atas ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau tindakantindakan lain menurut hukum yang bertanggung-jawab. Kedua, azas penginderaan dini yaitu ketanggapan untuk mengetahui secara secara dini faktor-faktor korelatif kriminogen yang berbentuk kerawanan-kerawanan atau keresahan sosial sampai kepada gangguan keamanan dan ketertiban yang nyata. Ketiga, azas prefentif yaitu upaya mengutamakan pencegahan sejak dari sumber dasarnya (faktor-faktor korelatif kriminogen) sampai dengan timbulnya secara nyata gangguan keamanan dan ketertiban. Keempat, azas selektifitas dan prioritas ; memilih dan mengutamakan kegiatan-kegiatan yang mempunyai nilai lebih penting dikaitkan dengan keterbatasanketerbatasan yang ada dalam rangka efektifitas dan effisiensi. 28

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

kolom

Menapak Jejak Sang Proklamator Bangsa Kota Blitar selalu menawarkan keindahan budaya lokal yang menjadi magnet wisatawan luar kota dan manca negara. Ditengah panorama alam yang indah, disana juga menjadi tempat persemayaman terakhir tokoh proklamator bangsa Indonesia.

Kelima, azas keterpaduan yaitu pelaksanaan kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan diselenggarakan melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian secara terpadu antara lingkungan kerja dengan aparat keamanan lainnya dan potensi masyarakat pada umumnya. 3. Kebijaksanaan Strategis Pengamanan Lingkungan. Faktor-faktor kebijaksanaan dalam pengelolaan pengamanan lingkungan kerja diantaranya, penyelenggarakan pengamanan lingkungan kerja dengan mengutamakan upaya-upaya preventif adalah merupakan tanggung jawab pimpinan lingkungan kerja. Pelaksanaannya dilaksanakan oleh karyawan lingkungan kerja tersebut atau oleh badan usaha yang memberikan jasa pengamanan yang senantiasa didukung oleh upaya pengamanan Polri. Penyelenggarakan keamanan lingkungan kerja dilaksanakan berdasarkan kemampuan sendiri secara swakarsa, sehingga tujuan-tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksanan secara efektif dan efisien. Mengikutsertakan karyawan dalam penyelenggaraan

pengamanan lingkungan kerja sesuai dengan fungsi masing-masing. Menumbuhkan kesadaran dan ketertiban masyarakat sekitar lingkungan kerja untuk ikut berpartisipasi mengamankan lingkungan kerja yang bersangkutan. Sedangkan kebijakan strategi pengamanan lingkungan diantaranya terciptanya keamanan dan ketertiban yang dapat mendukung peningkatan produktivitas lingkungan kerja dan mendukung stabilitas keamanan nasional melalui upaya pengelolaan pengamanan lingkungan kerja secara swakarsa dan terpadu. Serta terbinanya kualitas dan terkoordinirnya pelaksanaan tugas satuan pengaman di lingkungan kerja. 4. Pola Pengamanan Lingkungan Kerja. Sasaran pengamanan di lingkungan kerja meliputi pengamanan manusia, instalasi dan material, informasi kegiatan dan lingkungan masyarakat. Upaya pengamanan lingkungan kerja meliputi pengamanan manajerial, pengamanan personel, pengamanan fisik, pengamanan informasi dan pengamanan lingkungan masyarakat. y

S

ebuah kota di kawasan Propinsi Jawa Timur, dengan jarak tempuh dari ibukota propinsi yaitu Surabaya sekitar 168 km. Dari Surabaya menuju Blitar bisa di tempuh dengan jalan darat melalui Malang ataupun Kediri. Waktu yang ditempuh kurang lebih sekitar 4 jam. Jika lewat jalur Malang, maka kita bisa menikmati pemandangan Bendungan Selorejo tetapi jalan yang dilalui berkelok sesuai dengan kontur tanah sekitar.  Kota di daerah ini memang tidak terlalu besar. Juga tidak banyak kawasan industri atau pabrik besar seperti di kabupaten lain. Pukul 21.00 WIB, suasana disini terlihat sepi. Beda dengan kontra metropolitian, jam-jam seperti itu yang ada hanyalah warung kopi atau warung makan.  Meskipun demikian, tempat ini selalu dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Sebab disinilah tempat persemayaman terakhir Bapak Proklamator RI yang sekaligus presiden Pertama Indonesia Ir Soekarno. Memang kurang afdol rasanya bila berada di Blitar tetapi tidak mengunjungi makam tokoh Indonesia yang disegani dunia ini. Keberadaan makam ini menjadi bukti yang kuat bahwa tanah Air Indonesia pernah melahirkan putra bangsa yang mampu membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan. Area makam ini dibagi menjadi 2 blok, yaitu Perpustakaan dan Makam. Pada sisi kanan dari pintu masuk yang terlihat adalah perpustakaan. Disitu juga terbagi menjadi dua ruangan yaitu Perpustakaan dan Museum

Winantyo Nugroho Head of Area Jawa 3

peninggalan beliau. Di area Perpustakaan dan Museum tersebut, pengunjung bisa menikmati kolam dan diorama pada masa kemerdekaan. Tempat tersebut ditata dengan apik dan indah. Memasuki area Museum, pengunjung akan disambut dengan aroma wangi kembang dan lukisan Ir Soekarno. Konon, lukisan ini jika dimelihat dari samping, pada bagian dada sebelah kiri telihat ada gerakan seolah-olah jantung lukisan itu berdetak. Sayangnya di dalam area tersebut tidak boleh mendokumentasikannya. Di area Museum ini ada petugas keamanan yang berfungsi sebagai guide. Petugas itu akan menceritakan mengenai barang-barang serta potopoto yang ada di lokasi museum. Mulai dari pusaka, uang kertas yang bisa melipat, pakaian dan bendabenda peninggalan lainnya. Disitu juga terpampang jas yang sudah

usang tapi menarik pengunjung karena jas tersebut dijahit sendiri oleh pemiliknya. Guide juga bercerita mengenai poto-poto yang ada disitu. Mulai beliau muda sampai pada saat beliau sakit yang hanya ditunggu oleh Ibu Dewi. Foto-foto ini akan mengantarkan imajinasi pengunjung untuk memahami kondisi bapak Proklamator saat itu. Ironis memang, seorang bapak Proklamator meninggal dalam situasi di asingkan oleh penguasa pada Orde Baru. Kisah inilah yang menjadi pesan moral bagi para pengunjung museum bahwa tidak seharusnya seorang pemimpin negara mendapat perlakuan seperti itu. Memasuki area makam, pengunjung akan melalui sebuah pintu gerbang yang megah. Disana langsung terlihat bangunan pendopo yang di dalamnya terdapat makam Ir Soekarno beserta orangtua beliau. Di sekitar makam ini banyak orang yang menjajakan bunga untuk melakukan tabur bunga. Banyak juga yang membacakan doa untuk almarhum Soekarno dan keluarganya. Setelah puas di area makam, pengunjung yang akan keluar area makam masih disuguhi oleh pemandangan pasar. Disana pedagang menawarkan aneka souvenir di sebuah lorong yang searah dengan akses pintu keluar. Uniknya, lapak dan barang-barang disana identik dengan warna merah. Mungkinkan itu sebuah lambang keberanian ? Jika penasaran silahkan luangkan waktu untuk berkunjung bersama keluarga. y WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

29


sosok

Abu Rumakat

Inspirasi Dari Satpam Terbaik Se-Papua Dedikasi dalam menjalankan tugas, akhirnya menuai hasil. Ketika Bank Papua menyeleksi para satpam yang memiliki kualitas dalam menjalankan tugas. Abu Rumakat, namanya terangkat sebagai Satpam terbaik dari Bank Papua. Berikut kisahnya. 30

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

KSATRIA--Abu Rumakat sedikit dari sekian banyak satpam yang berhasil mengharumkan nama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) di wilayah Indonesia bagian timur tersebut, anggota satpam yang selalu tampil rapi ini meraih penghargaan sebagai satpam terbaik se Papua dari Bank Papua. Acara penganugrahan satpam berprestasi ini berlangsung di Lapangan Gor Cendrawasih Jayapura Papua pada 12 Januari 2016 lalu. Dihadapan sejumlah tokoh dan lembaga yang menyelenggarakan penganugrahan security berprestasi, Rumakat dianugrahi sebagai satpam terbaik tahun ini. Di atas panggung, Rumakat tak bisa menyembunyikan kegembiraannya meraih hadiah dan sertifikat dari para penyelenggara. “Saya bersyukur bisa mengharumkan nama Bravo yang mendidik dan membina selama ini,” tutur pria berbadan tegap ini. Penghargaan ini diberikan dengan berbagai petimbangan. Rumakat mengaku, untuk memperoleh penghargaan itu, banyak syarat yang harus dipenuhi dan melewati seperti ujian dan seleksi ketat. Setidaknya, integritas penilaian ini juga dapat dipertanggung jawabkan karena melibatkan tim khusus dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua serta Badan Usaha Jasa Pengamanan se-Papua. Proses penilaian ini berlangsung selama satu tahun. Dewan juri menilai berdasarkan penampilan fisik, kedisiplinan dan pelayanan. Penilaian yang

dilakukan secara tertutup ini juga tidak diketahui oleh anggota security. “Penilaian tersebut sangat ketat dan tertutup tanpa diketahui kita,” paparnya. Dalam seleksi tersebut, Rumakat berhasil menyisihkan peserta dari seluruh anggota security yang berada di wilayah Papua. “Ini penghargaan dan prestasi yang pertama kalinya,” papar Rumakat dengan penuh bangga. Secara umum, keberhasilan Rumakat juga berkat kerjakeras, serta arahan dan bimbingan dari chief di Bravo Satria Perkasa. Menurutnya, keberhasilannya ini bisa menjadi inspirasi bagi anggota security yang lain. Terutama dalam hal kedisiplinan, kerapian,

penampilan, pelayanan dan loyalitas kepada perusahaan. Pria yang sudah dikaruniai satu anak ini bekerja sehari-hari hanya untuk perusahaan tempatnya bekerja. Ia tidak pernah berpikir bahwa apa yang dikerjakan seharihari ini bisa mengantarkannya terpilih sebagai security terbaik se-Papua. Dengan penghargaan itu Rumakat semakin termotifasi untuk lebih giat bekerja. “Iya saya lebih giat bekerja,” paparnya. Rumakat tergabung dalam anggota satpam yang berkantor pusat di Jakarta ini sejak tanggal 3 Agustus 2011 – 3 Agustus 2013. Pada tahun 2015, posisinya berubah dari anggota menjadi Danru (Komndan Regu). Setiap hari, Rumakat bersiap menghadapi

tantangan dan kendala dalam tugasnya. Misalnya ketika ada anggota yang tidak hadir dalam bertugas karena ijin. Tanpa berkeluh kesah Rumakat mengisi pos-pos yang kosong. “Sebagai Danru saya harus bertanggung jawab mengisi pos sambil mengontrol anggota di pos-pos yang lainnya,” tuturnya. Menurutnya, semua anggota memiliki tanggung jawab yang sama karena tugas tersebut menjadi tanggung jawab satu tim. Soal kedisiplinan, kelancaran bertugas dan jenjang karir semua tergantung dari pribadi masing-masing. Pria kelahiran Garogos , 14 September 1982 ini menjalankan tugas pengamanan segabaimana tugas itu diamanahkan kepada security sebagai mitra polisi agar lebih maksimal mengemban tugas sebagai pamswakarsa. Agar tugas ini lebih maksimal, menurutnya harus ada aturan dari BUJP terhadap anggota security. Kedua, lebih sering mengadakan pelatihan dasar dan pelatihan pelayanan kepada anggota sekuriti sehingga selalu siap menghadapi situasi di lapangan. Suami dari Fatmi Rupo ini menyadari pentingnya pendidikan dan pembinaan bagi seorang satpam. Dalam hal ini ia pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Gada Pratama pada Tahun 2014. Hasilnya, dirinya tidak hanya memiliki wawasan yang meningkat tapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. “Semangat kita bekerja keras dan bekerja ikhlas,” ujar pria yang memiliki moto hidup bekerja dan bekerja ini. y [ADNAN]

WWW.BSPGUARD.CO.ID | MEI 2016

31


bspguard.co.id

Jl. Dewi Sartika No. 4A - 4C, Cililitan Jakarta Timur, Indonesia

0804 1 277 277 32

MEI 2016 | MAJALAH KSATRIA

Profile for BSP Guard

Majalah Ksatria Edisi Mei 2016  

Majalah internal PT. Bravo Satria Perkasa

Majalah Ksatria Edisi Mei 2016  

Majalah internal PT. Bravo Satria Perkasa

Profile for bspguard
Advertisement