__MAIN_TEXT__

Page 1

Bangun Sinergi, Ksatria Bravo

Sepenggal Drama di Taman Bunga

Pengamanan Aset Bank

Raih the Best Security Bank

Edisi II/januari/2016

Menjaga Para Penjaga

2002-2017

Jelang 15 Tahun

BRAVO kian PERKASA


ed i to ria l

Selamat HUT Satpam ke-35

Selamat Ulang Tahun Satuan Pengamanan (SATPAM) ke-35. 35 tahun silam, ketika Prof Dr Awaloedin Djamin, MPA menjabat sebagai Kapolri tahun 1978-1982, ia memberlakukan adanya Satuan Pengamanan sebagai upaya untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan di negeri ini, terutama keamanan di wilayah industri (Industrial Security). Kini, jumlah Satpam sekitar 500.000 personil yang tersebar di wilayah industri di Indonesia. Pembaca yang budiman, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) adalah salah satu perusahaan yang membidangi jasa pengamanan di negeri ini. Hampir 15 tahun jika dihitung dari legalitas BSP menjadi sebuah Perseroan Terbatas. 17 tahun jika BSP dimulai dari sebuah Yayasan. Selama itu pula, BSP telah mendedikasikan diri dalam pengamanan di republik ini. Ada banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi selama ini, namun rintangan itu menjadikan BSP semakin terasah dan terampil dalam menjalankan tugasnya. Dalam rangka meningkatkan layanannya, BSP pada 29 Oktober tahun lalu menggelar konsolidasi dengan beberapa area, seperti area Jawa I, Jawa II dan Jawa III. Kegiatan konsolidasi ini rutin dilakukan untuk mengevaluasi kinerja selama satu tahun. Konsolidasi dengan penuh kekeluargaan ini menjadikan BSP semakin solid dalam menjalankan tugas-tugasnya. Masih dalam rangka HUT Satpam ke-35, BSP juga ikut andil dalam bebera event yang digelar POLRI, APSI maupun ABUJAPI. Misalnya saja, di Jakarta BSP ikut mensupport kelancaran acara HUT Satpam. Tak heran, jika kaos yang dipakai oleh peserta lomba ada logo BSP di dada mereka. Luas biasa! Pembaca yang budiman, Majalah Ksatria edisi ke-2 ini semoga menjadi wadah untuk saling berbagi informasi, terutama informasi seputar kegiatan yang ada di wilayah maupun pusat. Banyaknya jumlah personil BSP menuntut kreatifitas kita untuk membangun komunikasi dan informasi yang tepat. Salah satunya adalah melalui publikasi di Majalah Ksatria ini. Sekali lagi, seluruh kru Majalah Ksatria mengucapkan Selamat HUT Satpam ke-35, semoga Bravo, Satpam tetap jaya. Bravo!

Redaksi

indeks 4

2002-2017 Jelang 15 Tahun, Bravo kian Perkasa

8 Bangun Sinergi, Ksatria Bravo Outbound di Malang

Sepenggal Drama di Taman Bunga Nusantara

PENANGGUNGJAWAB: Joko Putro Nugroho Utomo; PIMPINAN REDAKSI: Djarot Soeprianto RedakTUR PELAKSANA: Krisnawan; RedakTUR: Fathurroji; REPORTER: Ahmad Adnan, Salmun; FOTOGRAFER: Zakir S; Desain Grafis: Achmad Satiri; LEGAL: Ilal Dwi Zufatresa; Iklan & Promosi: Eduwin Ardiansyah; SIRKULASI: Sumarwan. Alamat Redaksi: Jl. Dewi Sartika No. 4A - 4C, Cililitan, Jakarta Timur, Indonesia; TElEpONE: 021-8013934 (Hunting) FAKSIMIL: 021-8013935; EMAIL: majalahksatria@bspguard.com; WEBSITE: www.bspguard.com

2

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

15

22

Bangun Kebersamaan di Romo Bravo

24 28

18 11 Rakernas APSI Ke-1 Bahas Great Satpam

Menjaga Para Penjaga

12 BSP Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan Satpam Rebutkan Awaloedin Djamin Cup XII Satpam BSP Terpilih sebagai Duta Layanan Bank Sumsel Babel

Pengamanan Aset Bank

20 Kunjungan Sidak Selama Sepekan

30 31

Acep Tarmaya Jaya Raih Penghargaan the Best Excellent 2015 Jeni Kurnia Tetap Tenang Saat Pendemo Marah MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

3


fokus utama

2002-2017

Jelang 15 Tahun Bravo kian Perkasa

S

etiap perusahaan besar pasti menyimpan cerita panjang di balik perjalananya. Proses menjadi perusahaan mulai dari kecil hingga besar pastinya akan menjadi pembelajaran yang sangat berarti untuk kemajuan di masa akan datang. Tak heran, jika sejarah perusahaan selalu diarsipkan dan diceritakan kepada khalayak ramai, selain sebagai sebuah kebanggaan tersendiri, kisah perjalanannya juga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Bravo Satria Perkasa (BSP) menjadi saksi hidup kesuksesan sebuah perusahaan jasa pengamanan di ne-

geri ini. BSP yang awalnya berangkat dari sebuah yayasan dengan anggota sekrutinya segelintir orang, kini telah menjadi perusahaan besar dengan jumlah anggota sekuriti mencapai hampir 14 ribu anggota. Sebuah perjalanan panjang yang patut diabadikan. Berikut sekelumit cerita perjalanan BSP yang akan kita kupas di Majalah Ksatria. Tentunya, perjalanan singkat ini belum membuat kita puas untuk mengetahuinya karena terbatasnya space halaman yang ada di majalah. Untuk itu, tahun 2017 ketika BSP berusia 15 tahun, buku perjalanan BSP akan diterbitkan. Semoga.

Komisaris Utama H. Soeparno

Komisaris Wahyu Sudarmojo

Komisaris Deden Teguh Yustono W

Direktur Utama Joko PN Utomo 4

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

00

1999-20

Semangat Reformasi Merintis Usaha Jasa Pengamanan

T

ahun 1999 merupakan masa-masa awal revormasi bergulir. Sebelumnya, tahun 1998 menjadi masa yang cukup sulit bangsa Indonesia karena terjadi krisis moneter yang dibarengi dengan tumbangnya Presiden Soeharto. Krisis keamanan pun juga nampak kurang kondusif setelah kejadian peristiwa Semanggi berdarah. Iklim dunia usaha juga nampak belum begitu stabil saat itu. keadaan inilah yang kemudian mengusik beberapa orang untuk membangun sebuah lapangan pekerjaan di bidang pengamanan. Mereka adalah Drs. H. Soeparno, Wahyu Sudarmojo, Deden Teguh Yustono Wibawa dan Joko Putro Nugroho Utomo. Komisari Utama, Drs. H. Soeparno mengatakan, usaha jasa pengamanan akan terus dibutuhkan oleh setiap perusahaan, begitu juga kepolisian juga sangat terbantu dengan adanya Satpam yang menjaga area-area bisnis usaha. "Posisi Satpam sangat dibutuhkan oleh Polri," paparnya. Soeparno yang sudah empat kali menjadi Kapolres ini sudah

memahami dunia pengamanan. Kemampuan inilah yang ia manfaatkan setelah pensiun untuk membangun bis nis jasa keamanan. Bermodal dengan menjual mobil seharga 23 juta rupiah saat itu, Soeparno memulai bisnis pengamanan bersama timnya. Seiring perjalanan waktu, bisnis pengamanan tumbuh dan berkembang pesat. "Saya berharap ke depan kualitas Satpam semakin maju, terutama Bravo terus maju," tuturnya. Kondisi tahun 1998 menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan-perusahaan untuk menempatkan security handal dalam menjaga perusahaan. Karenanya banyak perusahaan yang menggunakan jasa pengamanan untuk mengamankan aset-asetnya. Akhirnya, setelah beberapa kali berdiskusi secara intensif, akhirnya tercetuslah sebuah yayasan yang bergerak di bidang jasa pengamanan. Para pendiri akhirnya sepakat untuk memilih nama yayasan ini dengan nama Yayasan Bravo 99. Pemilihan nama Bravo sebagai upaya menumbuhkan semangat etos kerja dalam menjalankan setiap tugas pengamanan. Sedangkan 99 adalah tahun di mana yayasan ini berdiri yaitu tahun 1999. Sejak awal berdiri, BSP telah memiliki klien dari perbankan. Waktu itu, bank yang pertama kali menerima jasa Bravo adalah Bank Universal yang saat ini berganti nama menjadi Bank Permata, waktu itu PIC bank adalah H. Djarot Soeprianto. Sebagai user, Djarot banyak memberikan masukan-masukan positif agar pengamanan di bank itu berbeda dibanding pengamanan pada umumnya. Diantaranya, Satpam bank harus mengetahui sekilas produk bank dan bersikap ramah saat menemui calon nasabah atau nasabah bank.l

2001-2010

BRAVO 99

BERMATORFOSIS

JADI BSP

S

eiring adanya reformasi besar-besaran di pemerintahan, akhirnya muncul sebuah kebijakan peraturan dari regulator bahwa perusahaan jasa pengamanan harus berbentuk badan hukum perseroan terbatas, tak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan reformasi, akhirnya Bravo 99 bermetamorfosis menjadi PT Bravo Satria Perkasa (BSP) pada tanggal 12 Juli 2002. President Director BSP, Joko PN Utomo mengatakan, perubahan status dari Yayasan menjadi Perseroan membuat gerak BSP semakin luas. BSP hadir menjemput ’bola’ sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan.

�Setiap manusia pada dasarnya butuh kenyamanan dan keamanan di lingkungannya, untuk itu BSP hadir melayani orang atau perusahaan yang membutuhkan jasa pengamanan,� jelas nya. Legalitas Bravo sudah berubah, dari yang awalnya yayasan berubah menjadi perseroan terbatas. Selama perjalanan satu dekade atau 10 tahun, BSP kian menunjukkan progres yang luar biasa. Iklim reformasi yang bergulir menjadikan Bravo kian menemukan hokinya di dunia pengamanan, terutama pengamanan area industri perbankan. Menurut Joko, saat pertama kali merintis bisnis ini, Bravo tertantang dengan permintaan klien dalam hal ini

Direktur Djarot Soeprianto MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

5


fokus utama Bank Universal untuk menampilkan sekuriti bank yang berbeda, yaitu lebih komunikatif dan elegan. Sekuriti kerjanya bukan hanya menjaga di pintu depan kantor bank melainkan juga sebagai front liner yang bisa berkomunikasi dengan calon nasabah. ”Penampilan lebih rapi, bahasa yang ramah, selalu memberikan senyuman bahkan menjelaskan sekilas produk bank kepada nasabah,” tutur leader perusahaan berlogo angsa hitam ini. Awalnya Joko hanya menger nyitkan kening mendengar permintaan kliennya yang di luar pakem keamanan saat itu. Dulu, sekuriti itu identik dengan berkumis, sangar dan jarang senyum, sehingga orang yang melihatnya sudah merasa gentar berhadapan dengan sekuriti. Setelah mempertimbangkan dengan tim Bravo, akhirnya Joko dan kawan-kawan mendesain anggotanya serta jajaran manajemennya sebagaimana yang diinginkan klien. Alhasil, tahun 2001 BSP menjadi BUJP terbaik dalam kategori ’Pelayanan Terbaik Sekuriti Perbankan’ dari beberapa kategori yang dicanangkan oleh tim penilai, pada saat itu tim penilai sedang melakukan penilaian terhadap pelayanan Bank Universal (saat ini Bank Permata). l

6

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

2011-2017

ONE TEAM

ONE MISSION

ONE GOAL

P

erjalanan BSP yang sudah masuk 14 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sepanjang tahun itu, Bravo terus berproses melakukan yang terbaik untuk pengembangan Bravo selanjutnya. Karena itu, visi dan misi yang dicanangkan Bravo harus menjadi ruh seluruh personil yang terlibat di dalamnya. Di mana visi dan misi itu diwujudkan dalam sebuah slogan ’One Team, One Mission, One Goal. Untutk menjalankan Bravo, ma-

najemen membangun visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan yang profesional dan dapat dihandalkan, sehingga menjadi pilihan utama di bidang jasa pengamanan. Visi tersebut dijabarkan melalui misinya dengan memberikan layanan cepat, akurat dan efisien serta solusi yang tepat dan bermutu sehingga memudahkan para pengguna jasa dalam melakukan kegiatan usahanya, dengan dukungan teknologi menejemen yang handal serta SDM yang mumpuni, terampil, dan profesional.

Berkat layanan yang baik, akhir nya BSP kian mendapatkan perhatian positif dari bank-bank lain. Saat itulah BSP mulai menunjukkan performa yang lebih baik, hingga sekarang anggota sekuriti BSP mencapai jumlah 14.000-an anggota sekuriti, sementara saat awal berdiri hanya mengelola 70an anggota sekuriti. ”Saya memiliki mimpi, nanti orang bangun tidur butuh pengamanan, ingatnya Bravo,” tutur Joko. Sementara itu H. Djarot Soeprianto, Direktur yang juga salah satu pemilik BSP senada dengan Joko, bahwa sejak berdiri, BSP klien pertamanya adalah perbankan. Saat itu, Djarot kebetulan sebagai PIC Bank Universal yang menantang Joko untuk berubah tampilan. Gayung pun bersambut, guidance dari Djarot diterjemahkan Joko menjadi sebuah tampilan sekuriti yang elegan dan profesional. Karena kecocokan ini, akhirnya Djarot meninggalkan aktivitasnya di dunia perbankan dan

pada tahun 2007 bergabung menjadi bagian dari bisnis BSP. Djarot memaparkan, untuk mewujudkan visi dan misi, BSP senantiasa bekerja berdasarkan prinsip profesionalisme dan berorientasi kepada kepuasan klien. Setiap anggota personil BSP diarahkan untuk memiliki kualitas KSA (Knowledge, Skill& Attitude) dan mampu memberikan service excellent kepada klien. Selain itu, anggota juga dibekali dengan panduan praktis hal-hal yang menjadi keseharian di bank seperti ucapan saat menerima telepon (greating) dan menyapa nasabah bank. Maka dengan begitu, selain memberikan fungsi pengamanan, anggota juga diminta untuk menjalankan fungsi pelayanan. Menurut Djarot, tenaga pengamanan merupakan ujung tombak perusahaan. Hal itu dapat dimengerti karena merekalah yang setiap hari bertemu dan berinteraksi dengan klien. Jika perilaku mereka baik maka akan memberikan citra positif kepada perusahaan, dan begitu pula sebaliknya. ”Kami bersyukur selama ini klien memandang anggota kami profesional dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya. Djarot menambahkan, 70% peng-

guna jasa keamanan BSP adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, sisanya merupakan instansi pemerintah dan swasta, seperti manufaktur dan industri, pelayanan umum, retail dan properti, pertambangan dan perminyakan, pemerintahan dan bidang-bidang lainnya. Sementara itu Krisnawan, General Manajer Operasi & Pengembangan Bisnis BSP menjelaskan, demi menjaga reputasi perusahaan di mata klien, maka pembinaan mental anggota rutin dilakukan. ”Karena kami menghargai profesi sekuriti, maka sekuriti harus menghargai profesinya dengan berbuat yang terbaik sesuai peraturan perusahaan,”paparnya. Saat ini, BSP melayani beberapa kegiatan di bidang pengamanan, mulai dari VIP Guard, pelatihan keamanan, jasa pengamanan, investigasi sekuriti, close personal protection, event security, Task Force Bravo dan Operation Command Center. Bahkan BSP tidak ingin ketinggalan dalam informasi cyber crime yang kerap terjadi di dunia perbankan. ”Jika ada bentuk kejahatan baru yang menggunakan media online, kita informasikan ke user dan anggota, minimal mereka tahu dan tidak buta informasi,” terangnya. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

7


gathering

30 Oktober 2015

29 Oktober 2015

P

Bangun Sinergi

Ksatria Bravo Konsolidasi di Malang Laporan:

Winantyo Nugroho | Head of Area Jawa 3

8

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

ara Ksatria melakukan traveling menuju Kota Apel, Malang. Sebanyak 29 orang bersama dalam satu gerbong menjadi pengalaman yang mengasyikan. Rasa kekeluargaan, kebersamaan dalam One Team, One Mision, One Goal penuh keceriaan berangkat dari Stasiun Pasar Senin pukul 18.30 menggunakan Kereta Api Majapahit. Gerbong besi bergerak, suara gesekan roda besi dengan rel kereta menjadi alunan yang khas saat berada di dalam gerbong. Sua nostalgia sesama penumpang yang satu perusahaan menjadi momen paling berkesan selama dalam perjalanan. Majapahit, nama kereta itu mengingatkan akan kebesaran kerajaan yang ada di Jawa dengan patihnya bernaman Gajah Mada. Gerbong kereta ibarat kerajaan kecil yang di dalamnya para Ksatria yang sedang menyusun strategi dalam mengelola kerajaan. Karena itu, kebersamaan, loyalitas, dedikasi dan komitmen menjadi keniscayaan untuk membesarkan kerajaan. Kereta Majapahit terus bergerak meluncur melewati kota-kota dalam kegelapan malam. Sepekat apapun malam terus diterjang untuk sampai tujuan. Akhirnya kereta berhenti di Stasiun Tawang, Semarang. Di sinilah gerbong yang masih nampak kosong bertambah 20 orang, mereka adalah Ksatria dari Wilayah Jawa 2. Jadi total Kstaria yang ada di ‘kerajaan majapahit’ adalah Jawa 1 berjumlah 29 orang dan Jawa 2 sebanyak 20, total 49 orang.

Sinar matahari sudah terasa panas menyengat, ketika Kereta Api Majapahit tiba di Stasiun Malang. Seperti biasa, jadwal kedatangan kereta molor hampir satu jam, yang awalnya dijadwalkan pukul 09.55 tiba, ternyata sampai Malang pukul 10.30. Setibanya di Malang, para Ksatria dari Jawa 1 dan Jawa 2 disambut hangat oleh para Ksatria dari Jawa 3 yang berjumlah 16 orang. Sehingga total peserta outbound ini adalah 65 orang dengan perincian 5 wanita dan 60 pria. Karena hari itu Jum’at, maka peserta langsung diarahkan menuju masjid di daerah Rampal dengan menggunakan transportasi bus. Usai menjalani shalat Jum’at, peserta diajak mengenal sejarah angkut an transportasi yaitu di Museum Ang kut yang saat ini menjadi ikon Kota Malang. Sekitar pukul 15.00 peserta sudah tiba di Museum Angkut, dan disuguhi haloween party sehingga banyak setan jadi-jadian bergentayangan menemui para Ksatria. Tepat pukul 17.00 setan jadi-jadian melakukan parade mengelilingi area

museum. Setelah puas melihat setan jadi-jadian, pukul 19.00 peserta menuju ke lokasi outbound yaitu di Hotel Pujon View yang jarak tempuh sekitar 30 menit dari Museum Angkut. Tiba di lokasi outbound maka acara berlanjut dengan jam komandan, yaitu serah terima peserta outbound dari direksi yang diwakili oleh direktur utama ke event organizer. Selesai acara jam komandan dilanjutkan dengan makan malam dan pembagian tenda, setelah itu peserta istirahat.

31 Oktober 2015 Malang di pagi hari nampak dingin. Sekilas kabut tipis masih nampak menyelimuti beberapa wilayah di Malang. Tepat pukul 06.00 acara dimulai dengan olahraga bersama. Setelah menjalani bersih-bersih seperti mandi dan sarapan, maka dimulailah game outbound yang terdiri dari: 1. Senam otak yaitu menggunakan gerakan tangan kanan dan kiri secara bergantian. 2. Lempar bola kecil berantai yaitu melempar bola kecil dari tangan kanan dan kiri berantai ke orang yang

ada disebelahnya. 3. Jaring laba-laba yaitu memindahkan teman menyeberangi jaring tanpa menyentuh jaring tersebut. 4. Menjatuhkan diri yaitu menjatuhkan diri ke jaring yang ada dengan dipegangi oleh anggota team. 5. Memindahkan pipa yaitu memindahkan pipa paralon melewati bawah jaring tanpa menyentuh tanah dengan menggunakan tali dan tidak boleh disentuh tangan pipa. 6. Lingkaran bom yaitu memindahkan teman dari luar lingkaran ke dalam lingkaran tanpa menyentuh bom waktu yang berada di dalam ling karan. 7. Dinamika perintah yaitu melak sanakan perintah berantai dengan membangun bangunan yang terdiri dari telur, kertas, balon dan sedotan dengan perintah telur tidak boleh pecah saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter. 8. Mengambil bola di air yaitu mengambil bola-bola di air dengan titik dan jarak tertentu dan diambil secara kerjasam team. Setelah melakukan berbagai game,

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

9


asosiasi

fokus utama akhirnya menjelang pukul 17.00 acara game selesai dan peserta beristirahat di kamarnya masing-masing dan dilanjutkan dengan makan malam. Kurang lebih pukul 19.00 dilanjutkan dengan acara live music oleh Band Performance dari Surabaya. Lagu-lagu top 40 terlantun merdu dari pemain band. Untuk kegembiraan acara itu, para peserta ikut menari semampunya. Acara live music ini bersamaan dengan barbeque party yaitu sajian kambing guling, sembari menikmati acara api unggun yang dibimbing langsung oleh Heru Wibowo dengan suasana syahdu, tidak sedikit peserta meneteskan air mata dan ditutup dengan lagu kemesraan. Selesai acara api unggun dilanjutkan dengan live music lagi. Semua bergembira sehingga acara berakhir hingga pukul 23.00.

1 November 2015 Pagi penuh semangat membakar para Ksatria untuk berolahraga. Setelah berolahraga, para peserta menuju puncak bukit tempat start olahraga paralayang. Di bukit inilah, para peserta dibuat takjub akan kebesaran ciptaan Allah, berupa sajian kota Malang dilihat dari atas bukit. Setelah menikmati pemandangan kota Malang, peserta mengikuti game

10

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

Rakernas APSI Ke-1 Bahas Great Satpam APSI & ABUJAPI

Jawa Tengah Bhakti Sosial

menaikkan bendera, dengan peralatan 2 pipa, tali rafia dan pasak. Peserta dituntut bisa bekerjsama menaikkan bendera. Setelah bendera naik semua peserta mengelilingi dan melakukan penghormatan. Acara tersebut dilanjutkan dengan penutupan yang dipimpin oleh direksi dan penyerahan secara simbolis dari EO ke management BSP yang dalam hal ini diwakili oleh direktur. Tepat pukul 11.00, seluruh peserta cek out dari lokasi outbound menuju ke tempat oleh-oleh khas Kota Malang. Mereka pun mencari jajanan

khas Malang untuk keluarganya di rumah. Mulai dari susu sapi, kripik tempe, kripik apel dan lain sebagainya. Setelah belanja oleh-oleh, seluruh peserta menuju ECO green yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Batu. Di ECO green peserta disuguhi keindahan aneka satwa dan tumbuh-tumbuhan. Hingga akhirnya tiba waktu berpisah, para Ksatria menuju stasiun Malang menaiki Kereta Api Majapahit pukul 18.20. Sayonara… sampai jumpa kembali di event yang berbeda dalam kebersamaan. l

S

etelah satu tahun berjalan menjalankan fungsi keorganisasian di bidang kesatpaman, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas 1) pada 11-13 November 2015 di Jakarta dan dihadiri oleh 18 DPD APSI di Indonesia. Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum APSI H. Abdul Azis Said, SE mengatakan, bahwa Rakernas ini sebagai media evaluasi selama satu tahun berjalan. Selain itu, APSI juga akan membahas beberapa persoalan Satpam, diantaranya adalah masalah grade satpam. Azis menegaskan, saat ini profesi Satpam masih dianggap sepele, karena tidak adanya aturan yang jelas terkait kualifikasi Satpam. Untuk itu, dalam Rakernas 1, APSI memiliki agenda akan memformulasikan tingkatan (grade) dalam Satpam sesuai dengan kompetensinya. “Dalam waktu dekat, formulasi itu kita akan ajukan ke Polri,” katanya. Sementara itu Sekjen APSI, H. Djarot Soeprianto mengatakan, kegiatan Rakernas ini merupakan program tahunan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu

tahun. Djarot berharap, apa yang telah menjadi program APSI yang berlalu harus ditingkatkan lagi di tahun yang akan datag. Djarot yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menegas kan, ada banyak program APSI yang menjadi agenda rapat tahun ini. Untuk itu, Djarot berharap seluruh pengurus yang ada di pusat dan daerah bisa saling berkomunikasi dengan baik agar program APSI berjalan dengan lancar. Dalam Rakernas 1 ini, APSI juga menggelar Seminar sehari bertajuk “Peran Manajer Sekuriti Perusahaan dalam Penentuan Sistem Sekuriti dan Pemilihan serta Penilaian Badan Usaha Jasa Pengamanan” pada Kamis, 12 November 2015. Seminar yang dibuka langsung oleh Bapak Satpam, Jend. Pol. Purn. Prof Awaloedin Djamin, MPA dan sebagai tamu istimewa dalam seminar ini adalah Dato’ Hj Mustapha Bin Haji Ali APSA Malaysia Chapter’s President dan Penasehat Security Service Association Malaysia, Dato Haji Rahmat bin Haji Ismail dan beberapa rombongan dari Malaysia.l

A

sosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Semarang Jawa Tengah menjalin kerjasama dalam bentuk Bakti Sosial ke Panti Jompo. Ketua APSI Semarang yang juga Head of Area Jawa II Jawa Tengah & DIY, Heru Wibowo, S.Sos.I, MM mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan HUT Satpam ke-35 di wilayah Semarang. Bhakti sosial ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap orang-orang lanjut usia. Dalam acara Bakti Sosial itu, APSI dan ABUJAPI memberikan sumbangan sembako kepada Lansia. "Semoga program ini bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekeliling kita, dalam hal ini Lansia," paparnya. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

11


film bravo

S

iang itu, beberapa kru film tampak sibuk menyiapkan berbagai peralatan syuting. Kamera video, alat perekam suara, mixer video, lighting/lampu, kabel power dan RCA, dan komputer disiagakan oleh tim untuk memulai sebuah adegan penting. Di ujung kamera, seorang pria berseragam safari meletakkan topi dan tongkat di sebuah meja besi berwarna putih. Ditemani seorang wanita cantik mengenakan gaun merah marun berpadu hitam, keduanya duduk rileks disebuah kursi sambil menunggu abaaba dari sang sutradara. Sutradara yang menyimak dialog mereka dari sebuah tv monitor, sesekali matanya melirik ke lokasi syuting. Wajahnya penuh harapan supaya sesi dialog dan pengambilan gambar tidak diulang-ulang. Sambil duduk di kursinya, ia memberikan aba-aba. Kamera siap! Action! Ini bukan sebuah adegan pembuatan film drama atau sinetron tapi proses produksi pembuatan video company profile PT Bravo Satria Perkasa (BSP). Acara ini dikuti oleh seluruh ke-

luarga besar BSP mulai dari pimpinan direksi, jajaran manajemen, staf dan puluhan personil BSP. Selan itu, acara yang berlangsung di Kompleks Taman Bunga Nusantara, Cianjur, Jawa Barat ini juga menghadirkan Putri Indonesia tahun 2014 Marisa Sartika Maladewi untuk menjadi hostnya. Sesi pertama dimulai dengan dialog bersama Direktur Utama PT Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo. Dilanjutkan sesi kedua dialog bersama Direktur PT Bravo Satria Perkasa Djarot Soeprianto yang masing-

masing berbincang seputar visi misi dan strategi BSP dalam menghadapi pasar global. Dialog yang berlangsung di tengah taman bunga tersebut berjalan sesuai yang diharapkan. Meskipun beberapa kali dilakukan pengulang an pengambilan gambar namun tak mengurangi semangat para pimpinan perusahaan dan kru film untuk menuntaskan tugas siang itu. Menjelang tengah hari, adegan berikutnya adalah pembuatan video profil anggota sekuriti. Sesi ini mengeksplor kemampuan para sekuriti PT

Sepenggal Drama

di Taman Bunga Nusantara Salah satu bentuk layanan yang baik adalah memberikan informasi yang mudah bagi siapa saja yang ingin mengenal BSP. Untuk itu, BSP membuat film dokumenter seputar BSP. Berikut kisahnya. 12

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

13


touring

Bravo Sarana Perkasa dalam kedisiplinan, ketangkasan dan kekompakan dan kebersamaan. Di tengah lapangan, puluhan sekuriti mulai menunjukkan kemampuannya dalam baris berbaris, beladiri, dan memberikan pelayanan ramah. Pada sesi baris berbaris ini para sekuriti menunjukkan keserasian, kekompakan dan kesiagaannya mendengarkan perintah dari komandan regu untuk bersiap, memberi hormat, istirahat, jalan di tempat dan langkah maju. Apalagi dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap, serta berbalut seragam warna putih dan biru ini menambah kewibawaan sebagai anggota sekuriti Bravo Satria Perkasa. Disini sang Putri Indonesia Marisa Sartika Maladewi yang juga menggunakan seragam sekuriti tak ingin ketinggalan moment untuk tampil bersama regu sekuriti. Kedatangan Marisa di tengah lapangan langsung disambut hormat para sekuriti karena kali ini ia berperan sebagai komandan regu. Setelah memberikan hormat, Marisa mengecek kesiapan apel siaga sambil berkeliling di tengah barisan para sekuriti. Sejurus kemudian, gadis kelahiran Jogjakarta, 28 Juni 1993 ini mengha14

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

dap ke kamera untuk mempresentasikan profil BSP. Dengan mimik muka yang tenang, Marisa menuturkan bahwa BSP senantiasa memberikan pelayanan dengan cepat, akurat dan efisien serta solusi yang tepat dan bermutu sehingga memudahkan para pengguna jasa dalam melakukan kegiatan usahanya, dengan dukungan teknologi yang canggih serta SDM yang handal, terampil dan professional. Sesi berikutnya adalah pengambilan gambar regu beladiri PT Bravo Satria Perkasa yang juga diikuti puluhan anggota sekuriti. Kali ini para

ksatria taekwondo BSP menunjukkan ketangkasan dan ketangguhannya dalam medan pertempuran untuk memberikan pengamanan kepada klien. Para ksatria taekwondo ini menampilkan simulasi pertarungan beregu dan individu, dengan beberapa adegan menyerang, bertahan, memukul, menangkis dan menendang. Kru film pun tak ingin ketinggalan moment untuk mengabadikan aksi mereka dalam rekaman videonya. Dilanjutkan pada sesi terakhir yaitu doa bersama yang diikuti seluruh direksi, manajemen, staf dan personil sekuriti BSP. Seluruh bagian berdiri melingkar di tengah lapangan, sambil mengangkat kedua tangannya mendengarkan pembacaan doa. Di tengah suasana hening yang disertai rintik hujan, terlihat wajah-wajah penuh hidmat memanjatkan harapan agar kedepan BSP dapat mewujudkan visi, misi dan goal bersama. Yaitu, tetap menjadikan BSP sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan yang professional dan dapat diandalkan, sehingga menjadi pilihan utama di bidang jasa pengamanan. l

Bangun Kebersamaan

di

D

Romo Bravo

i tengah kesibukan kerja yang menyita tenaga dan pikiran setiap harinya tak membuat Keluarga Besar PT Bravo Satria Perkasa (BSP) lupa menyalurkan hobinya masing-masing. Salah satu hobi yang digemari para pecinta otomotif dan traveling disegala usia adalah berkendara motor. Komunitas Romo Bravo (Rombongan Motor) Bravo ini menjadi magnet tersendiri sebagai ajang perekat persaudaraan antar karyawan BSP di seluruh Indonesia. Direktur PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Djarot Soeprinto adalah orang pertama yang memimpin komunitas pecinta motor ini. Awal mula muncul klub motor ini karena karyawan senang menggunakan motor. Sebagai salah satu penentu kebijakan di BSP, maka hobi ini diarahkan menjadi sesuatu yang positif sehingga dibentuk

Bravo Bikers Club (BBC) pertama tahun 2009. Belum genap berjalan setahuan, saat tour ke Jawa Tengah, akhirnya nama BBC dirubah karena sudah banyak nama grup yang memakai nama BBC. Akhirnya diputuskan nama berganti Rombongan Motor Bravo (Romo Bravo). “Kalau nama Romo Bravo belum ada yang punya,” paparnya. Tahun pertama Romo Bravo mengajak seluruh anggotanya untuk melakukan touring ke Jawa Tengah dengan istilah “Touring Semar Loyo” (Semarang-Solo-Jogjakarta). Touring ini diawali dari Jakarta yang diikuti

60 motor menuju Semarang bertambah menjadi 120 motor. “Start kita dari simpang lima Semarang ke Salatiga, Boyolali, Kartosuro dan Jogjakarta. Kita menginap di Kaliurang,” terangnya. Agenda touring perdana ini tidak hanya jalanjalan tapi juga menjadi moment terbentuknya perwakilan Romo Bravo di daerah-daerah seperti Chapter 1 Jakarta, Chapter 2 Jabar dan Chapter 3 Jawa Tengah. “Hadirnya kepengurusan di tiap daerah ini semakin mengokohkan hubungan persaudaraan antar karyawan Bravo di Indonesia,” ujarnya. Djarot menjelas

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

15


touring

kan, setiap tahun, komunitas pecinta motor ini selalu menggelar event tahunan baik berskala lokal maupun nasional. Seperti ageda tauring na16

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

sional kedua Romo Bravo mengambil rute Denpasar - Bali tahun 2010. Jumlah pesertanya tidak hanya dari Jawa tapi juga Romo Bravo dari Su-

matra yang mengirim anggotanya membawa 10 motor. Waktu di Denpasar ia mengalami insiden kecelakaan tunggal sehingga

mengakibatkan tabrakan beruntun sesama anggota biker Romo Bravo. Akibat insiden tersebut tiga orang mengalami luka ringan. Tim medis pun

bergerak cepat untuk mengatasinya sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali. “Kita tolong bersamasama sebagai bentuk kekeluargaan,” paparnya. Berjalan dua tahun, kepemimpinan Romo Bravo beralih ke Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo. Meng awali kepemimpinannya di tahun 2011 kala itu Romo Bravo menggelar touring seperti ke Bantul Jogjakarta,

Tasikmalaya, Banjar dan ke Gubung Bromo. Joko meyakini bahwa kekuatan tim bisa berawal dari hobi yang sama. Selain untuk menjalin keakraban juga menjadi ajang penyaluran hobi yang positif. “Rata-rata diikuti peserta 50 ke atas dengan motor berfariasi,” tuturnya. Di Romo Bravo ini motor apa saja bisa bergabung meskipun kebanyakan adalah motor dengan cc besar. Justru dari beragam motor ini mereka akan membentuk kelompok sesuai motornya. “Prinsipnya adalah mengakomodir semua pemotor untuk membangun jiwa kebersamaan,” paparnya. Tahun 2015 lalu, Romo Bravo telah melakukan touring ke kawasan Pantai Pangandaran. Ada juga sebagian kelompok kecil touring ke Lampung dengan membawa bendera Bravo Satria Perkasa. Disini sesama anggota touring harus saling menjaga dengan standar kecepatan sekitar 6080 km/jam. Begitulah aktivitas para rider yang tergabung dalam Romo Bravo, sambil menikmati hobi juga bisa saling menguatkan konsolidasi team. Bravo! l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

17


kolom

Pengamanan Aset Bank

H. Djarot Soeprianto Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

K

ecanggihan teknologi telah merubah cara pandang, cara sikap seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Begitu juga dengan keamanan industri perbankan, berkat kecanggihan teknologi, sistem keamanan kian beragam seiring dengan modus gangguan keamanan. Karena itu, pendekatan keamanan di bidang industri juga terus mengalami pembaharuan. Dulu, paradigma keamanan bersifat reaktif dan hanya mampu mengamankan materi yang kasat mata. Sehingga yang dibutuhkan adalah bodyguard dengan segenap perangkat kerasnya. Kini, paradigma tersebut mulai berubah, mengingat semakin kompleksnya faktor-faktor penyebab gangguan keamanan, semakin canggih alat dan media yang digunakan, serta semakin beragam modus yang ditampilkan. Pelaku kejahatan mapun pengganggu keamanan sema18

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

kin lihai melihat celah (lop-hole) untuk melakukan aksinya. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka juga menuntut adanya pendekatan dan cara-cara baru dalam melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Tata cara pelaksanaan pengamanan aset perusahaan sudah saatnya disempurnakan. Tata cara penyempurnaan tersebut harus dilaksanakan dengan menggunakan metodologi yang mampu menjawab tantangan perubahan secara signifikan. Konsekuensinya, jajaran petugas pengaman bank harus dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang mampu mengantisipasi munculnya tindak kejahatan di bank, baik yang disebabkan oleh pelaku yang berasal dari internal maupun eksternal bank. Adapun penge­ ta­ huan yang dimaksud, di­an­­ taranya ada­lah:

1. Modusmodus kejahatan dan kiat mengantisipasi dan penanganannya, baik secara sosiologis, psikologis, kriminologis, politis, hubungan industrial, lintas budaya dan komunikasi.

2. Memahami fenomena dan tren kejahatan temporer baik yang berasal dari internal maupun eksternal bank.

3. Menguasai teknik dan proses berfikir jajaran pengaman bank kearah teknik dan proses berpikir dan bertindak empati, proaktif, dan konstruktif bagi bank. Perubahan-perubahan di atas harus diikuti oleh seluruh elemen organisasi, termasuk dalam memandang dan menyikapi peran dan fungsi “Security” maupun “Community development” sebab hal tersebut menjadi salah satu faktor dasar atau aspek vital dalam menjamin kegiatan operasional sehari-hari secara berkesinambungan. Hal ini juga membuktikan bahwa implementasi dari program

terkait “harus sinergy” dan “built-in” di dalam strategi manajemen. Untuk itu, kita menganggap perlu untuk membangun dan memiliki suatu “platform” bidang “Safety, security & community development” yang terintegrasi dan bersinergi dengan arah kebijakan dan strategi yang telah ada. Sesuai dengan spirit “Operational excellent” di segala bidang, maka platform bidang “Safety, security & community development” memiliki 4 pilar utama, yaitu Strategi, Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Jaringan Kerja (networking). Platform tersebut harus dapat bekerja secara simultan agar dapat diperoleh hasil yang maksimal dengan sasaran akhir yang ingin dicapai oleh manajemen, yakni terwujudnya instalasi bank yang aman, nyaman, bersahabat dan bermanfaat bagi masayarakat (Community friendly company).

1. Strategi Manajemen menentukan secara formal arah, kebijakan, sasaran, program dan dukungan keuangan/ budget untuk melaksanakannya. Harapan dari kesempurnaan pilar ini adalah terdapatnya kepastian dan ketegasan dari manajemen, bahwa bidang “Safety, security & community development” sudah terintegrasi dalam strategi bisnis yang dikembangkan, dan bukan lagi sekedar “elemen pelengkap” dari operasional sehari-hari. 2. Organisasi Manajemen menentukan secara formal perangkat dasar organisasi yang terdiri dari PIC/ penanggung jawab safety, security & community development dan bentuk organisasi yang proporsional, agar strategi dan

sasaran yang dicanangkan dapat dicapai dan dipertanggung jawabkan. Kejelasan dari pilar ini akan sangat mempengaruhi “sinergi operasional” di lapangan, sehingga diharapkan tidak akan timbul keraguan dalam berkarya dan dalam menegakan peraturan perusahaan.

3. Sumber Daya Manusia Manejemen menentukan secara formal standar kompetensi, kejelasan status dan pola pengembangan sumber daya manusia, hingga metode apresiasi yang “adil”. Pilar ini sangat menentukan proses pengembangan profil karyawan yang dapat bekerja dengan profesional, sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang disyaratkan. Demikian juga apabila SDM berasal dari BUJPP (vendor) tetap harus memenuhi kualifikasi kompetensi, sehingga dapat menunjang visi, misi dan objective bidang safety, security & community development.

tu­kan sistem ko­munikasi inter­nal dan eksternal, me­kanisme ke­mitraan dengan komunitas per­usaha­an (In­s­ tan­si peme­rin­tah, aparat keamanan, tokoh masayarakat, pemuka agama, LSM, media massa, dan lain-lain) yang mana dapat memberikan nilai tambah dalam mewujudkan sasaran perusahaan. Pilar ini sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan oleh manajemen karena dengan adanya perubahan peran institusi keamanan serta tumbuh menjamurnya LSM/ yayasan yang bergerak dibidang advokasi HAM membutuhkan suatu “seni” dan strategi yang spesifik untuk menanganinya, sehingga dapat mengeliminir impak “destruktif” yang mungkin timbul. l

4. Jaringan Kerja Dalam melaksanakan program safety, se­cu­rity & community deve­l op­m ent, m a n a­j e m e n akan me­ne­

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

19


head of area

M

enyelematkan proyek pengamanan Indonesia Timur, demikian misi seorang komandan di Wilayah Indonesia Timur ini. Ekspansi PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) seiring perjalanan waktu kian menunjukkan eksistensinya di dunia pengamanan atau industrial security. BSP Wilayah Indonesia Timur yang memiliki jargon “Melayani dengan Hati, Menghidupkan Komunikasi dan Koordinasi” ini terus melakukan pembenahan di semua lini yang ada. Menurut Head of Area Indonesia Timur, Sarwo Hadi, menyatakan tan-

Kunjungan Sidak selama Sepekan

D

alam rangka meningkat­ kan kinerja tim PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Head of Area Indonesia Timur Sarwo Hadi melakukan kunjungan sidak ke beberapa area sector di Wilayah Indonesia Timur. Kunjungan dimulai pada tanggal 6 sampai 13 November 2015. Adapun wilayah yang menjadi kunjungan HOA Indonesia Timur selama 7 hari adalah Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo. “Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik dari semua jajaran, terutama dari personil yang bertugas di lokasi yang sangat jauh dari perkotaan. Meraka sangat bersyukur dengan adanya kunjungan seperti ini karena mereka dapat bertemu langsung dengan HOA,” papar Sarwo Hadi. Salah satunya ketika mengadakan kunjungan kerja gabungan luar kota bersama user PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk Wilayah Indonesia Timur yang diwakili oleh Staf CSM Re20

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

gion Indonesia Timur. Menurut Sarwo, kunjungan ini dalam rangka melihat kesiapan, kelengkapan anggota dan memberi pemahaman kepada anggota tentang tugas pokok satpam, selain itu berinteraksi langsung dengan anggota di lapangan mengenai kendala apa yang terjadi

lam perjalanan itu membuat tim tetap semangat. “Pihak user maupun anggota sangat antusias menyambut kunjungan HOA Indonesia Timur karena sebelumnya tidak pernah ada kunjungan seperti ini,” paparnya. Adanya kunjungan ke anggota ini, mereka merasa diperhatikan meski-

pun wilayahnya berada di wilayah terpencil. Mereka bersyukur karena tidak merasa lagi diabaikan atau dianak tirikan sehingga penampilan dan kerja mereka diperhatikan. “Kunjungan seperti ini mereka ha­ rap­ kan dapat rutin dilakukan oleh HOA sebagai penyemangat mereka da­lam menjalankan tugas,” tegasnya. l

besar lagi, yakni 6 perusahaan mengamanahkan kepada BSP dalam pengamanan bisnis mereka. Mereka adalah Bank Danamon, Bentoel, Hylon, Bank Permata Syariah, Unilever, Adi Sarana Lelang dan Bank Rakyat Indonesia. Sarwo berkeyakinan, jika tugas amanah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya akan berimbas positif pada bisnis yang ia jalani. Kuncinya adalah tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak. “Kami menjalin komunikasi dan koordinasi salah satunya dengan

Hilang Satu Tumbuh Seribu Hilang satu tumbuh seribu, itulah mungkin kalimat yang pas untuk disematkan kepada jajaran tim BSP di Indonesia Timur. Hilang customer satu, tumbuh customer lebih banyak lagi. tangan di bidang bisnis jasa pengamanan cukup berat. Sebab, seorang Satpam dituntut untuk terus menjaga asset perusahaan pengguna. Pengorbanan seorang Satpam harus benar-

serta melakukan koordinasi langsung dengan user tentang kendala apa saja yang dihadapi di lapangan dan pembenahan yang perlu dilakukan. Meskipun perjalanan dilakukan selama lebih dari sepekan, namun tetap berjalan dengan baik. Pasalnya, semua yang dijalankan dijalani dengan ikhlas, membawa rasa senang da-

benar kita apresiasi dengan baik dalam menjalankan tugasnya. Sebagaimana pasang surut dalam berbisnis, terutama adanya krisis ekonomi global ternyata juga berdampak pada bisnis jasa layanan security. Meski ada klien yang masa habis kontrak, pada saat itu pula ada yang kerjasama dengan BSP. Hilang satu tumbuh seribu. Dedikasi seorang Sarwo Hadi benar-benar mulai ditunjukkan ketika ia mulai menjabat sebagai HOA Indonesia Timur pada 7 September 2015 lalu. Sarwo mengemban misi membenahi dan menyelematkan proyek-

proyek yang ada di Indonesia Timur. Pada Oktober lalu, Sarwo kehilangan salah satu kliennya, namun dengan kesigapannya ia berhasil mendatangkan mitra kerjasama lebih

membuat group dalam alat komunikasi kami (Handphone) yang mana semua laporan baik dalam waktu harian, mingguan maupun bulanan tetap terjalin sehingga akan memudahkan kami dalam berkoordinasi,” jelasnya. Untuk menjaga iklim yang kondusif dalam menjalankan tugas pengamanan, Sarwo berharap, lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi pada jajaran dan pada klien. selain itu, menumbuhkan dan meyakinkan pada calon customer atau klien bahwa BSP adalah BUJP yang terbaik di Indonesia,” tegasnya. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

21


head of area

BSP Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan

L

agi-lagi dedikasi akan berbuah prestasi. PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Indonesia Timur menorehkan tinta emas karena telah mendapatkan penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Utama Makassar atas ketertiban dalam menginput data melalui Elektronik Badan Usaha (E-DABU). Penghargaan diberikan BPJS Kesehatan kepada BSP pada Kamis, 19 November 2015. Menurut Head of Area Indonesia Timur Sarwo Hadi bahwa penghargaan ini ia dapatkan setelah melewati berapa tahapan yang cukup ketat, akhirnya BPJS Kesehatan memutuskan BSP sebagai perusahaan keamanan yang terpilih. Menurut Sarwo, BSP dalam hal ini telah melakukan tugasnya dengan baik dalan menginput tenaga kerja masuk, tertib dalam penginputan penonaktifan tenaga kerja keluar, tertib dalam penginputan penambahan anggota

keluarga tenaga kerja. “Yang menginput data adalah staf admin bernama Lisdarianti,” ujarnya. Sarwo berharap, ke depan seluruh tim yang ada di Indonesia Timur terua akan meningkatkan kinerjanya sehingga BSP menjadi perusahaan yang bisa dibanggakan dan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia ini. l

Juara Dua Lomba Volly HUT Satpam Ke-35 di Makassar

D

alam rangka memeriahkan Hari Ulangtahun Satpam ke-35 tahun 2015, biasanya digelar berbagai macam perlombaan untuk para satpam. Salah satunya, perlombaan bola voly di Kabupaten Pangkajenen Kepulauan, Makassar. Untuk mempererat jalinan antar Satpam di kalangan BSP dan instansi terkait, BSP mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan oleh pihak kepolisian sebagai mitra dalam pengamanan. Tahun ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Sektor Makassar 4 berhasil merebut Juara II Lomba Volly dalam rangka HUT Satpam ke-35 di Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Sebelumnya, tahun 2014 BSP berhasil meraih juara 1. “Meski turun peringkat, namun kami melihat kebersamaan yang lebih utama,” ujarnya. Tahun ini, tim olahraga bola volley terdiri dari Misbahuddin, Rustam, Yusuf Amir, Muliadi, Muh. Harfin,

22

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

Hasri, Herman dan Rahman Faiman. Selain perlombaan bola volley, BSP juga mengikuti perlombaan baris berbaris, senam tongkat borgol, beladiri seperti judo, karate dan silat. “Untuk memberikan motivasi kepada para tim yang bermain, BSP memberikan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp. 2.5 juta dan dua seragam kostum volley,” ujarnya. l

Menjalin Hubungan Baik dengan Customer

P BSP menjadi Panitia HUT Satpam ke-35 di Balikpapan

S

ebagai bentuk komitmen PT Bravo Satria Perkasa (BSP) dalam dunia pengamanan, BSP ikut serta dalam memeriahkan acara Hari Ulangtahun (HUT) Satpam ke-35 tahun 2015. Bahkan BSP juga ikut andil dalam kepengurusan pelaksanaan HUT ke-35 Satpam di Balikpapan. Menurut Aris Wahyono Head of Area Kalimantan, BSP selama ini selalu ikut berperan aktif memeriahkan kegiatan yang digelar oleh kepolisian setempat, dalam hal ini perayaan HUT Satpam ke-35 tahun 2015. Aris mengatakan, keikutsertaan ini sebagai bentuk kepedulian BSP dalam menjaga hubungan baik dengan aparat keamanan di wilayah BSP berada. “Kepolisian adalah mitra kerja kita dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman,” papar Aris. Tahun ini, BSP menjadi salah satu pengurus pelaksanaan HUT Satpam ke-35, tepatnya bagian Bendahara panitia. Pelaksanaan yang digelar pada tanggal 31 Desember 2015 berjalan dengan lancar dan meriah. l

T Bravo Satria Perkasa (BSP) besar karena kepercayaan customer dalam memakai jasa pengamanan BSP. Untuk itu, BSP mengedepankan layanan prima kepada seluruh customer yang memakai jasa BSP. Salah satunya kegiatan silaturahim yang dilakukan BSP kepada salah satu user, yakni BNI Cabang Samarinda yang diwakili Tedy Kepala Bagian Hubungan Masyarakat bersama Komandan Sektor BSP Samarinda Bambang Harijono. Menurut Aris Wahyono, Head of Area Kalimantan mengatakan menjalin hubungan baik dengan para customer merupakan salah satu langkah BSP dalam memberikan layanan kepada customernya. Dalam silaturahim dengan BNI Cab. Samarinda yang bergabung dengan BSP tahun 2012, BSP mendapatkan banyak masukan positif terkait masalah layanan atau service anggota BSP. Dalam silaturahim itu, pihak BSP berjanji akan meningkatkan kualitas anggota sekuritinya yang berjumlah 63 personil dalam menjalankaan tugas di lapangan. User berharap agar BSP menjaga pola kontrol dan pembinaan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta kunjungan ke user dapat terjaga agar dapat mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Aris mengatakan Satpam perbankan berbeda dengan satpam pada umumnya, menjaga di bank dituntut untuk dapat memberikan service excelent, Satpam bank menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Satpam bank tidak dipandang sebagai tenaga outsourching sehingga rasa memilikinya menjadi lebih besar dan lebih bertanggung jawab. Sementara itu, untuk meningkatkan performa anggota satpam, Komandan Sektor Balikpapan Nur Hasnawi menggelar pembinaan dan latihan rutin setiap bulan dalam ketangkasan senam borgol yang diikuti oleh anggota BSP di Lapangan Merdeka Balikpapan. Menurut Nur, kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas anggota satam di lapangan sekaligus untuk lebih mendekatkan diri antaranggota satpam di sector Balikpapan. Kebersamaan dalam menjalankan tugas adalah kunci tugas itu akan mudah dijalani. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

23


head of area

D

alam rangka HUT Satpam ke-35 PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ikut andil dalam acara yang digelar Polri dan Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) berupa perlombaan gerak jalan SATPAM dan turnamen bola voli “Awaloedin Djamin Cup XII”. Lomba bola voli “Awaloedin Djamin Cup XII” diselenggarakan di Gelanggang Remaja Jakarta Timur pada 14 – 18 Desember 2015. Turnamen bola voli yang menggunakan sistem gugur ini diikuti oleh 17 team Satuan Pengamanan mewakili perusahaan mereka masing-masing, salah satunya tim BSP. Turnamen bola voli “Awaloedin Djamin Cup XII” dimenangkan oleh tim PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang mengalahkan tim PT Jasa Swadaya Utama di babak final. Tim PT Bank Mandiri Tbk (Persero) keluar sebagai juara ketiga dengan mengalahkan tim PT Sigap Prima Astrea. Lomba gerak jalan pada 20 Desember 2015 dengan mengambil Start dari halaman gedung Direktorat Reserse Kiminal Khusus Polda Metro Jaya. Pengibaran bendera START pertama dilakukan oleh Bapak Satpam Indonesia, Jend Pol Purn Prof Dr Awaloedin Djamin, MPA, disusul oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. M. Tito Karnavian, M.A.,Ph.D.

D Satpam Rebutkan Awaloedin Djamin Cup XII Lomba gerak jalan kali ini diikuti oleh 32 regu Satpam dari berbagai instansi atau perusahaan ditambah 86 peserta perorangan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dalam sambutannya mengatakan bahwa, polisi tidak mungkin bisa mengamankan seluruh wilayah hukum di Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, kehadiran Satpam sangat membantu pihak kepolisian dalam hal pengamanan di wilayah. Sementara, Bapak Satpam Indonesia, Jend Pol Purn Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA meminta Satpam

untuk tetap meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan karena Satpam merupakan profesi yang terhormat dan ikut mengamankan negara tercinta, Indonesia. Ketua APSI, H. Azis Said, SE mengatakan, kegiatan Awaloedin Djamin Cup XII ini merupakan kegiatan APSI yang sudah berusia 12 tahun. Kegiatan ini untuk memberikan penyemangat kepada para satpam untuk andil dalam memperebutkan kejuaraan. “Menjaga kekompakan, sportifitas dan jalin kekeluargaan antar satpam,” katanya.l

BSP Support Peluncuran Buku Awaloedin Djamin

B

ravo Satria Perkasa (BSP) kembali berkontribusi dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku Manajemen Sekuriti di Indonesia oleh Bapak Satpam Indonesia, Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA di Jakarta pada Rabu, 20 Januari 2016. Sebagai bentuk kontribusi BSP dalam acara tersebut, Direktur BSP H. Djarot Soeprianto mendapatkan bingkisan buku dari Pak Awaloedin bersama para tokoh lainnya. Logo BSP juga dipasang di backdrop acara bedah buku dan dicantumkan di goodybag yang dibagikan ke seluruh para tamu undangan. Bravo! l 24

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

i ujung sana, tepatnya di ujung barat pulau Sumatera, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) berdiri kokoh menjaga keamanan industry wilayah barat Indonesia. Bukan tanpa tantangan berada di ujung barat negeri ini. Namun semua tantangan menjadi motivasi tim BSP untuk bisa eksis dan berkembang di wilayah Sumatera 1. Waktu itu, tahun 2009. Head of Area Yudhi Erlambang memiliki pengalaman yang tak bisa dilupakan saat berkunjung ke wilayah Meulaboh setelah dilanda bencana besar Tsunami tahun 2004. Perjalanan itu penuh dengan rintangan, dengan semangat untuk menjaga semangat loyalitas akhirnya berhasil ke Meulaboh. “Dengan letak geografis beragam, memiliki tantangan tersendiri tidak menyurutkan antusiasme kami dalam mengepakkan sayap sang angsapati,” kisahnya kepada Majalah Ksatria. Kegiatan giat operasional ke salah satu user di salah satu kabupaten di provinsi Aceh setelah dilanda bencana gelombang tsunami, merupakan kewajiban yang biasa namun jarak tempuh dengan kondisi jalan yang masih porak poranda menjadikan perjalanannya menjadi luar biasa. Semangat tim untuk terus menaklukan medan terjal, melintasi Lamno, Aceh Jaya (Calang) serta melakukan penyeberangan sungai dengan bantuan rakit, melintasi jalan

Eksistensi Angsapati

di Ujung Barat NKRI yang berlumpur dan melewati jembatan darurat hingga akhirnya sampai di kota tujuan yaitu Meulaboh. “Rasanya sulit dipercaya merasakan eksistensi sang Angsapati di kota ini, salah satu kota yang mengalami dampak tsunami cukup parah,” ujarnya. Perjalanan penuh tantangan ini hendaknya bisa menjadi pelajaran berharga agar tim BSP menyadari bahwa setiap usaha keras pasti menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan tentunya diiringi niat yang suci dan tulus. “Semoga dari apa yang saya paparkan ini bermanfaat bagi kita semua untuk lebih mencintai perusahaan dimana kita bernaung, menjaga kekompakan satu sama lain atas nama Bravo Satria Perkasa. Salam hangat kami dari ujung barat Sumatera. BRAVO!” tegasnya.

Sementara itu pada tanggal 16 November 2015, Wilayah Sumatera 1 mendapatkan kunjungan dari Direktur Utama BSP Bapak Joko PN Utomo di Banda Aceh. Adapun agenda kedatangan Pak Joko adalah untuk bersilaturahim dengan Busra Abdullah, Direktur Utama PT Bank Aceh. Menurut Yudhi, pertemuan diawali dengan jamuan makan siang dan membicarakan keberadaan BSP sebagai pengelola pengamanan di lingkungan Bank Aceh yang telah berjalan 2 tahun. “Semoga jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan saling menguntungkan kedua belah pihak,” papar Yudhi. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

25


head of area

Profesionalisme Satpam di Era Globalisasi

Heru Wibowo,S.Sos.I.MM Head Of Area Jawa II Jawa Tengah & DIY

S

atuap Pengamanan (Satpam) di sektor usaha atau bisnis menjadi sebuah keniscayaan. Satpam menjadi ujung tombak perusahaan dalam mengantisipasi gangguan yang merugikan kinerja perusahaan dalam menjalankan bidang usahanya. Kehadiran Polri tidaklah mungkin berada di setiap tempat dalam waktu yang bersamaan karena cukup banyak lingkungan yang belum dapat disentuh secara intensif oleh Polri. Karena itu, peran Satpam sangat urgent. Satpam atau sekuriti adalah profesi yang masih dianggap rendah dan dilakukan orang-orang yang dianggap ‘low level’ atau kalangan bawah saja. Satpam, selalu identik dengan ‘penjaga malam’ yang konon bisa dilakukan siapa saja asal berbadan tegap, sangar dan berani. Padahal, tidak semuanya seperti itu. Setiap Satpam yang berjaga di wi-

26

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

layahnya sesuai dengan karakternya. Misalnya, Satpam di pasar tentu harus seorang yang memiliki kriteria ‘pasar’ dalam arti; keras, berani dan sanggup melakukan berbagai antisipasi kekasaran di pasar. Lain halnya dengan Satpam di perhotelan dan bank, dia lebih dituntut untuk selalu ‘good looking’ dan ramah terhadap costumernya. Untuk mendukung tugas pokoknya, Satpam juga dilatih dan dibina oleh kepolisian yang dituangkan dalam undang-undang negara dan tertuang dalam Perkap No 24 Th 2007. Sekaligus menjadi perpanjangan tangan kepolisian untuk melaksanakan tugas membantu keamanan di suatu tempat. Keberhasilan Satpam, tidak saja karena adanya pengawasan yang ketat dan terus menerus atas daerah kerja dan aktifitas para karyawannya, melainkan juga karena didukung pendekatan yang baik dari pengusaha kepada karyawannya sehingga memungkinkan karyawannya bekerja dalam lingkungan yang saling mempercayai dan dengan moral yang tinggi, ini merupakan faktor yang penting bagi efisiensi perkantoran. Satpam pada masa sekarang dan yang akan datang harus cukup lugas atau cerdas untuk berhubungan dengan orang banyak jika ingin mendapatkan kerjasama dan respek mereka. Selain itu wewenang petugas Satpam, yang berhubungan dengan peraturan dari perorangan atau perkantoran adalah menjamin agar peraturan tersebut

dapat ditaati dan kelancaran roda perkantoran berjalan dengan aman dan tertib menuju tujuan berproduksi yang efisien sehingga menghasilkan keuntungan bagi perkantoran. Sekarang, Satpam di perusahaan perannya telah berkembang menjadi frontliner yang membantu pelayanan perusahaan. Seperti diketahui bahwa fungsi Satpam yang aslinya adalah untuk menjaga keamanan wilayah dalam dan luar perusahaan. Sekarang, Satpam tidak hanya diperlukan untuk melaksanakan pengamanan yang sifatnya fisik, tetapi juga telah berkembang perannya untuk melengkapi wilayah pelayanan perusahaan dengan sikap yang lebih ramah dan banyak senyum dengan Konsep 5 S ( Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun). Satpam selalu menjadi orang pertama yang ditemui pelanggan saat berinteraksi dengan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada pelayanan sempurna, sangat berharap pada penampilan Satpam yang lebih profesional, memilliki bahasa tubuh yang positif, tersenyum, lebih memberikan kesan yang membantu kenyamanan dan keamanan pelanggan. Intinya, Satpam harus tampil dengan sikap dan perilaku yang lebih melayani harapan dan kebutuhan pelanggan, tanpa kehilangan identitas sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. Jangan pernah menganggap kecil peran Satpam. Siapapun yang tidak melibatkan fungsi Satpam perusahaan

untuk peningkatan kualitas pelayanan, maka dia akan gagal untuk memberikan pelayanan sempurna kepada pelanggan. Sebab, Satpam dengan pasti menguasai wilayah garda depan perusahaan, dan siapapun yang ingin terhubung ke wilayah perusahaan atau kantor wajib melewati Satpam. Jadi, bila perusahaan gagal memberikan kesan positif di wilayah garda depan ini atau di wilayah Satpam ini, maka suasana hati yang tidak nyaman akan menjauhkan rasa cinta dan loyalitas pelanggan kepada perusahaan. Profesionalisme Satpam berarti kompetensi untuk dapat melaksanakan tugas serta fungsinya secara baik dan benar serta komitmen dari perusahaan jasa keamanan, untuk meningkatkan kemampuan dari personilnya. Sekuriti profesional, artinya Satpam tersebut terampil, handal juga sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ciri-ciri profesional yang harus dimiliki oleh seorang Satpam, berbeda dari bidang pekerjaan yang lainnya. Ciri-cirinya adalah: 1) Memiliki ilmu kemampuan dasar sebagai satuan pengamanan serta   pengalaman tu-

gas yang cukup. 2) Memiliki kemampuan atau keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan keamanan. 3) Disiplin dalam bekerja sesuai peraturan perusahaan. 4) Mampu bekerja dalam tim, selalu berkoordinasi dengan baik. 5) Cepat tanggap terhadap setiap kejadian juga permasalahan yang   timbul dilingkungan kerjanya. Peranan Satpam di perusahaan sangat penting untuk menjaga kelangsungan dan kestabilan bisnis atau usaha yang dijalankan perusahaan, apabila petugas Satpam sungguhsungguh melaksanakan peran dan fungsinya maka kelangsungan usaha atau bisnis perusahaan akan lancar tanpa suatu hambatan, tetapi bila peran petugas Satpam tidak mampu berbuat dengan semestinya, maka kelangsungan usaha atau bisnis perusahaan akan terganggu dan akan menimbulkan kerugian baik materiil maupun non materiil pada perusahaan. Pemahaman Aman itu Mahal dan Lebih Mahal kalau Tidak Aman. Pemahaman inilah yang haris terus disosialisasikan kepada masyarakat, ter-

lebih kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki dan mengelola asset milliaran rupiah dan bahkan trilliun rupiah, agar jangan semata-mata biaya keamanan itu menjadi suatu biaya, tapi timbulkan pengertian bahwa aman itu harus merupakan bagian dari investasi yang harus dipedulikan. Adanya petugas satpam yang sudah mendapatkan pembinaan di bidang pendidikan dan pelatihan yang sungguh-sungguh akan dapat menambah etos dan produktivitas kerja yang lebih baik terhadap kinerja petugas Satpam, setiap tindakan yang dilaksanakan akan dilakukannya secara profesional sesuai dengan bidang kerja sebagaimana telah diembannya. Profesionalisme sebenarnya adalah watak yang didasari oleh rasa percaya diri yang tinggi dari pelakunya karena itu profesiona lisme berarti bekerja dengan kompetensi memadai, dengan tenang dan penuh percaya diri. Petugas Satpam sebagai tenaga keamanan terbatas dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di perusahaan tempat kerjanya mempunyai peran sebagai pembantu fungsi Polri yang memiliki kewenangan pengamanan fisik yang sifatnya terbatas dan non justice sebagai keamanan dalam hal membina, mengarahkan, mencegah, menindak, dan menangkap serta memborgol apabila terjadi tindak pidana pelanggaran dan kejahatan yang tertangkap tangan di lingkungan perusahaan. Keberadaan Satpam yang dapat diandalkan merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu, berbagai upaya peningkatan kemampuan Satpam perlu dilaksanakan dengan kurikulum pendidikan yang berjenjang dan berkelanjutan. Semoga dengan adanya pendidikan Satpam, kualitas Satpam di negeri ini semakin membaik. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

27


head of area

ksatria

Satpam BSP Terpilih sebagai Duta Layanan Bank Sumsel Babel

D

alam rangka meningkatkan kualitas layanan Bank Sumatera Selatan Bangka Belitung (Sumsel-Babel), perusahaan jasa keuangan ini menggelar pemilihan Duta Layanan di 27 Cabang Bank Sumsel Babel pada 30 November 2015. Bertempat di Ballroom Hotel Novotel Palembang, menghadirkan Duta Layanan yang sudah terseleksi dari 27 Cabang Bank Sumsel Babel, masing-masing cabang diwakili oleh 1 orang teller, 1 orang CS dan 1 orang security, kecuali cabang utama Kapten A. Rivai yang diwakili oleh 2 orang di setiap kategori dengan total keseluruhan 84 peserta. Pemilihan Duta Layanan ini merupakan yang pertama kalinya digelar Bank Sumsel Babel dan akan menjadi program perusahaan setiap tahunnya. Pemilihan duta ini menekankan pada KSA (Knowledge, Skill and Attitude) serta disesuaikan dengan standar Marketing Research Indonesia (MRI) agar disetiap cabang memiliki standar pelayanan yang sama. Peserta yang lulus seleksi pada cabang masing-masing mendapatkan in house training dari tanggal 24 - 28 November 2015, selama masa karantina mendapatkan bermacam pembekalan seperti pendidikan klasikal, grooming class bersama Lasuardi Sudirman, public speaking dan body language bersama Choky Sitohang serta pengetahuan mengenai media dengan berkunjung ke beberapa newsroom media cetak. Melalui kegiatan pemilihan duta layanan ini harapanya dapat membawa perubahan khususnya dalam 28

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

H

ari itu penampilan Ade Guna lain dari biasanya. Bahkan sesama anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa (BSP) pun sangat jauh berbeda, karena Ade tidak hanya memakai seragam putih biru tapi juga menggunakan selendang melingkar di pundak dan badannya. Selendang berwarna hitam keemasan itu bertuliskan “The Best Security Cabang Jakabaring.” Salah satu anggota sekuriti BSP ini baru saja meraih penghargaan sebagai juara kedua pada ajang pemilihan Duta Layanan Bank Sumsel Babel 2015. Malam penghargaan yang berlangsung di Hotel Novotel Sumatra

perwakilan satpam Cabang Jakabaring. Setelah lolos Ade mengikuti karantina di hotel dari tanggal 24-28 November 2015 bersama 84 peserta dari 28 Cabang Bank Sumsel Babel yang terdiri dari satpam 28 orang, Customer Service 28 orang dan teller 28 orang. Pada masa karantina peserta dibekali ilmu pelayanan dan juga penilaian terhadap para peserta untuk menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan predikat sebagai duta layanan Bank Sumsel. Disana peserta akan menjalani berbagai tes yaitu role play, tes tertulis dan tanya jawab, kemudian masuk malam final yang diha-

2009 di pabrik tebu bernama PT Gula Komering. Setelah bergabung di BSP, jiwa pengamanannya semakin terasah dengan ilmu dan arahan para pemimpin serta manajemen BSP yang selalu meningkatkan mutu SDM melalui pelatihan. “Sekuriti BSP sangat baik, profesional, disiplin dan berdedikasi tinggi. Saya merasakan bangga menjadi bagiannya di

Ade Guna budaya layanan Bank Sumsel Babel secara keseluruhan dan menjadi kebiasaan bagi seluruh pegawai, serta kepada peserta dapat menjadi role model bagi rekan-rekan sehingga dapat juga turut merubah image  atau persepsi masyarakat tentang Bank Pembangunan Daerah sesuai dengan visi Bank Sumsel Babel yaitu “Menjadi Bank Terkemuka dan Terpercaya dengan Kinerja Unggul”. Menurut Mariyanto Head of Area Sumatera 2 PT Bravo Satria Perkasa (BSP), pemilihan duta layanan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim BSP, di mana BSP menjadi satu-satunya perusahaan vendor keamanan yang terpilih masuk nominasi. Selebihnya adalah perusahaan keamanan organik Bank Sumsel Babel. “BSP sebagai salah satu vendor untuk satuan pengamanan Bank Sumsel Babel turut memberikan andil, dimana salah satu anggotanya terpilih sebagai Duta Layanan Bank Sumsel Babel terbaik kedua,” tuturnya.l

Duta Layanan Bank Sumsel Babel 2015 Juara I l  Kategori Teller (Ade Prafitri, Cabang Kapten A. Rivai) l  Kategori Customer (Elsy Rahmalia, Cabang Palembang Atmo) l  Kategori Security (Herina Khana, Cabang Jakarta) Masingmasing mendapatkan Rp10.000.000, Plus Tour ke Hongkong   Juara II l Kategori Teller (Anita Ong, Cabang Jakabaring) l  Kategori Customer Service (Cindy Cilindrica, Cabang Prabumulih) l  Kategori Security (Ade Guna, BSP Cabang Jakabaring) Masingmasing mendapatkan Rp7.500.000, Plus Tour ke Hongkong   Juara III l  Kategori Teller (Wiwin Mediantari, Cabang Palembang Atmo) l  Kategori Customer Service (Hari Randora, Cabang Kapten A. Rivai) l Kategori Security (Iksan Romdhany, Cabang Tanjung Pandan) Masing-masing mendapatkan Rp5.000.000, Plus Tour ke Hongkong

Raih The Best Security Bank Sumsel Jakabaring pada 28 November 2015 itu cukup meriah. Selain mendapatkan cinderamata, Ade juga mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp7.500.000 sekaligus voucher trip to Hongkong. Setiap tahun, Bank Sumsel Babel menggelar ajang pemilihan duta layanan sebagai bentuk apresiasi dan terobosan di bidang pelayanan untuk menjadi bank yang terkemuka dan terpecaya di wilayah tersebut. Ajang pemilihan duta ini bukan hanya di bidang produk tapi juga pelayanan yang melibatkan personil sekuriti di dalamnya. Ade mengatakan bahwa usahanya untuk meraih penghargaan harus melalui proses ketat. Pertama, Ade harus melewati proses seleksi dan menjadi

dapan jajaran direksi Bank Sumsel Babel dan seluruh karyawan/karyawati dari seluruh cabang. Anggota sekuriti yang mengharumkan nama BSP di Sumatra ini lahir di Desa Campang Tiga Ulu, Cempaka, Kabupaten Oku Timur pada tanggal 02 Juni 1989. Sejak bulan April 2013 ia bergabung di BSP dan ditempatkan di Bank Sumsel Cabang Pembantu Kertapati, Jakabaring. Dalam suasana kerja yang penuh kekeluargaan, Ade mampu bekerja sepenuh hati sehingga mampu menyikapi semua permasalah kerja dengan kepala dingin. Suami dari Yunita Ardila ini mengawali karir sebagai sekuriti sejak tahun

Sumsel,” terangnya. Untuk itu, pria yang dikaruniai dua anak ini mengajak semua rekan sekuriti agar mengikuti aturan yang berlaku di tempat kerja dengan kedisiplinan. Belajar dan terus belajar jangan pernah berhenti untuk menimba ilmu dan tidak malu menjalankan pekerjaan sebaik-baiknya. “Cintailah pekerjaan kita karena dengan mencintainya kita akan tahu, untuk siapa kita bekerja,” tandasnya.l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

29


ksatria

Acep Tarmaya Jaya

Raih Penghargaan The Best Excellent 2015 Berusaha bekerja sesuai dengan SOP, Buahnya mendapatkan penghargaan sebagai The Best Excellent 2015 dari MayBank.

P

restasi bisa diraih siapa saja, termasuk anggota sekuriti yang menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Salah satu anggota sekuriti Bravo Satria Perkasa (BSP) yang menunjukkan prestasinya di bidang pengamanan adalah Acep Tarmaya Jaya, sekuriti yang bertugas di MayBank Bandung mendapatkan penghargaan sebagai The Best Excellent 2015. Sejak meraih prestasi itu, foto Acep terpampang di sudut dinding Kantor Cabang Maybank Bandung. Nasabah pun banyak yang mengucapkan selamat atas prestasinya. Dengan perhargaan itu Acep mengaku lebih percaya diri melaksanakan tugas sebagai sekuriti. “Itu semua berkat arahan dan bimbingan para komandan dan tim,” paparnya. Pria kelahiran Bandung, 29 Oktober 1985 ini bergabung di BSP sejak tanggal 1 April 2010. Acep bertugas di kantor cabang Maybank Bandung yang menerapkan sistem pengamanan 24 jam. Selama di BSP, ia merasakan ada peningkatan dalam kedisiplinan. Dalam praktik sehari-hari, Acep melayani nasabah bank dengan senyum 30

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

dan mengarahkan sesuai kebutuhan yang diinginkan para nasabah. Misalnya dalam transaksi atau pelayanan di CS, ketika menghadapi complain dari customer bisa disikapi dengan positif demi pelayanan yang lebih baik. “Kita kembali kepada SOP dan semangat memberikan pelayanan terbaik,” paparnya. Acep berkeyakinan jika bekerja dijalankan dengan sepenuh hati, ikhlas dan bertanggung jawab, persoalan di lapangan dapat diselesaikan dengan baik. Tugas yang dilaksanakan sesuai SOP ini pun berbuah prestasi yang dinilai dari kedisiplinan dan service excellent. Melalui ajang ini Acep mampu menyisihkan kandiat lain dari beberapa Area seperti Bandung 1 dan

Bandung 2, Tasikmalaya dan Cirebon. Acep berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi anggota sekuriti lainnya untuk meningkatkan pelayanan dan melaksanakan tugas di lingkungan kerjanya. Menurutnya, seluruh anggota sekuriti BSP berpeluang meraih prestasi selama menjalankan tugas sesuai aturan yang ada. Dari beberapa pengalamannya, BSP merupakan Badan Usaha Jasa Pengamanan yang memiliki keunggulan baik dari segi administrasi, pembinaan sekuriti, dan nilai budaya kerja yang ditanamkan kepada sekuriti. Keunggulan ini menjadi pendukung keberhasilan anggota sekuriti dimana saja dalam menghadapi ancaman dan tantangan. Sebelumnya, Acep pernah mendapatkan perhargaan sebagai sekuriti terbaik dilihat dari kinerja terutama service excellent untuk area Bandung pada tahun 2012. Penghargaan ini melengkapi karirnya yang sempat menjadi sekuriti di PT Inti Bumi Perkasa dari tahun 2004 – 2006 dan di ISS tahun 2007. Tugas seorang satpam bukan hanya menjaga tempatnya bekerja, namun ikut mewaspadai potensi gangguan keamanan di sekitar lingkungan kerjanya. “Satpam harus mahir dan profesional mengidentifikasi adanya ancaman kejahatan, sehingga dapat ikut serta mencegah gangguan di lingkungan sekitar tempatnya bekerja,” paparnya. l

Jeni Kurnia

Tetap Tenang Saat Pendemo Marah Menghadapi pendemo adalah tugas yang kerap ia jalani selama menjadi anggota Satpam. Namun ia menikmati pekerjaan itu sebab tugas bagian dari sebuah tanggungjawab.

J

eni Kurnia kelahiran Tasikmalaya, 3 November 1984 ini menjadi anggota sekuriti tahun 2002, namun baru bergabung sebagai anggota satuan pengamanan di PT Bravo Satria Perkasa (BSP) pada tahun 2008. Tasikmalaya memiliki banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal ini membuat Jeni pernah berhadapan menghadapi masa dari LSM yang melakukan aksi pengerusakan di kantor FIF Tasikmalaya. Kejadianya pada tahun 2013 silam, dimana kontor FIF Tasimkalaya pernah didatangi sekitar 200 orang. Masa demo ini awalnya datang dengan konvoi mengendarai sepeda motor sambil berteriak-teriak dan membunyik a n suara motornya. Sesampainya di depan kantor masa langsung menyerbu dan merusak harta benda, tanaman dan motor milik nasabah yang sedang melakukan pembayaran. Jeni yang bertugas saat itu berusaha

menenangkan diri jangan sampai terpancing emosi. Secara jumlah, anggota sekuriti FIF lebih sedikit dibanding masa yang berdemo. Untuk mencegah aksi kekerasan, upaya preventif dan preentif pun dilakukan mulai dari berkoordinasi dengan seluruh anggota sekuriti yang berjaga dan meminta bantuan yang berwajib. Selain ada yang menemui pendemo juga harus ada sekuriti yang masuk ke kantor untuk mengamankan jiwa dan harta benda serta menjamin dan mengendalikan keamanan di dalam. “Usahakan mengendalikan dengan 5 S yaitu senyum, salam, sapa, sopan, santun,” ujar bapak satu anak ini. Menurut Jeni, ketika menghadapi

masa demo, satpam harus bisa menyambutnya dengan senyuman lalu menyampaikan salam dan kalau bisa berjabat tangan. Kemudian menyimak dan memperhatikan apa yang disampaikan lalu mempelajari akar persoalannya. “Dalam melontarkan pertanyaan, anggota satpam harus benar-benar teliti jangan sampai menyinggung perasaan mereka,” paparnya. Ketika situasi mereda, satpam bisa meminta perwakilan dua orang yaitu orang yang bersangkutan langsung dan aktor intelektualnya. Mereka bisa diarahkan ke pihak yang tepat dengan pengawalan efektif. “Hal ini untuk mengantisipasi adanya pergerakan agresif dari pendemo,” paparnya. Ketika masa terus memaksa masuk sementara tidak ada surat izin, sekuriti harus berkordinasi dengan pihak berwajib dalam hal ini kepolisian. Disini sekuriti tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pengamanan terhadap harta benda serta jiwa di ruang lingkup wilayahnya, tapi juga sebagai mediator yang baik antara masa dan perusahaan. Jeni sadar bahwa bekerja di bidang pengamanan tidak luput dari tindak kekerasan secara fisik. Oleh karena itu usaha pengamanan ini tidak luput dari doa dan ilmu beladiri yang diperlukan untuk melancarkan tugas di lapangan. Kemampuan ini sering membantu Jeni ketika sewaktu-waktu diserang. Ia memang dari keluarga penerus padepokan Cimande dan Cikalong Tasikmalaya. Menurutnya, tugas pokok sekuriti adalah menyelenggarakan pengamanan terhadap harta benda serta jiwa di lingkungan kerja atau ruang lingkup tugasnya. Tergantung sekuriti ini ditempatkan di mana. “Maka teori dan pengalaman harus dipadukan menjadi bentuk pengamanan yang memadai,” tandasnya. l

MAJALAH KSATRIA | JANUARI 2016

31


Keluarga Besar

PT BRAVO SATRIA PERKASA Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Satpam

ke-35 tahun

30 Desember 2015

32

JANUARI 2016 | MAJALAH KSATRIA

Profile for BSP Guard

Majalah ksatria edisi januari 2016  

Majalah PT Bravo Satria Perkasa

Majalah ksatria edisi januari 2016  

Majalah PT Bravo Satria Perkasa

Profile for bspguard
Advertisement