Page 1

SATRI Edisi 11/ SEPTEMBER 2018

MENJAGA PARA PENJAGA

Deteksi DINI Ancaman

Keamanan GEDUNG Koordinasi Polri dan Satpam Cegah Pengamanan Gedung

Menengok Pengamanan Asian Games 2018

Binmas Rakor dengan Asosiasi Pengamanan dan BUJP

ABUJAPI Jateng Gelar Rakor Plus Nobar 22 Menit


editorial

Dirgahayu RI ke-73 Dirgahayu BSP ke-16

D

irgahayu Republik Indonesia ke-73. 17 Agustus 2018 menjadi tahun ke 73, Indonesia merdeka. Tahun 2018 pula Indonesia menggelar perhelatan akbar tingkat Asian, yaitu Asian Games 2018. Karena itu, kita dukung Indonesia menjadi tuan rumah yang membanggakan di pertandingan olahraga ini. Sahabat Ksatria yang budiman, pada Juli lalu PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) genap berusia 16 tahun. Perjalanan yang tidak pendek, penuh tantangan dan perjuangan hingga BSP bisa seperti sekarang. Selamat HUT BSP ke-16, semoga menjadi perusahaan jasa pengamanan yang bisa dibanggakan dan menjadi leader di bidang jasa pengamanan. Sahabat Ksatria yang budiman, tim redaksi Majalah Ksatria kali ini mengupas seputar pengamanan gedung, yang mana menjadikan lingkungan bekerja terutama area gedung yang aman dan nyaman menjadi tanggung jawab satuan pengamanan (Satpam) di area tersebut. Bagaimana seorang satpam bisa lebih maksimal berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif? ikuti tulisan di Fokus Utama kami. Semoga suguhan tulisan di edisi Agustus 2018 ini bisa memberikan inspirasi bagi pembaca sahabat Ksatria. Terima kasih dan selamat membaca. REDAKSI

PENANGGUNGJAWAB: Joko Putro Nugroho Utomo; PIMPINAN REDAKSI: Djarot Soeprianto REDAKTUR PELAKSANA: Krisnawan; REDAKTUR: Fathurroji; REPORTER: Ahmad Adnan, Muhammad Z; FOTOGRAFER: Fath; DESAIN GRAFIS: Ali Ibnu Anwar; LEGAL: Ilal Dwi Zufatresa; Iklan & Promosi: Eduwin Ardiansyah; SIRKULASI: Sumarwan. ALAMAT REDAKSI: Jl. Dewi Sartika No.4A - 4C, Cililitan, Jakarta Timur, Indonesia; TELEPONE: 0804 1277 277 (Hunting) FAKSIMIL: 021-8013935; EMAIL: majalahksatria@bspguard.com; WEBSITE: www.bspguard.com

2

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA


INDEX

FOKUS UTAMA 4

Deteksi DINI Ancaman Keamanan GEDUNG FOKUS UTAMA y Koordinasi Polri dan Satpam Cegah Pengamanan Gedung - 7 y Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri Irjen. Pol. Drs. H. Arkian Lubis SH., Msi - 9 y Ketika Satpam di DPR Berubah jadi Pamdal - 11 y Sekuriti dan Satpam, Apa Bedanya? - 12 BERITA y Menengok Pengamanan Asian Games 2018 - 15 y Binmas Rakor dengan Asosiasi dan BUJP - 18 y ABUJAPI Riau Koordinasi dengan BUJP - 19 y BSP Area Jabar 1 Selenggarakan Gada Pratama - 19 y ABUJAPI Jateng Gelar Rakor Plus Nobar 22 Menit - 20 y Mabes Polri, APSI dan PSB akan Gelar Pelatihan Gada Utama - 21 y BSP Kerahkan 1.059 Security Amankan Konser Soundrenaline - 22 y BSP Jadi Mitra Pengamanan Maybank Bali Marathon - 23 y BSP Indonesia Timur Terus Berekspansi - 24 y BSP Jawa Barat Selenggarakan Gada Pratama - 25 y BSP Palembang Meriahkan HUT Ke-16 - 26 y BSP Gelar Syukuran di HUT Ke-16 - 26 KSATRIA y PURWANTO Ksatria Penjaga dari Yogyakarta Raih Best Satpam 2018 Tak semua orang siap mengemban tugas menciptakan situasi aman dan nyaman di tempat kerja. Tapi ksatria penjaga, tugas itu selalu siap dilaksanakan 24 jam demi kepentingan semua orang tanpa mengenal resiko di depan mata.

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

3


fokus utama

Deteksi DINI Ancaman

Keamanan GEDUNG

melalui Alat & Indera Satpam dapat mengidentifikasi dan mendedikasikan area aman, menyediakan area transisi antara area aman dan tidak aman, juga meminimalkan gangguan pada pergerakan penumpang dan operasi sistem.

4

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

KSATRIA--Aspek kemananan dan kenyamanan bagi penghuni, tamu gedung dan kawasan objek vital merupakan tugas Satuan Pengamanan (Satpam) setelah Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kedua aspek tersebut erat kaitannya dengan program keamanan dan program keselamatan. Sekretaris Umum Building Owners and Managers Association (BOMA) Indonesia Deddy el Rashid menuturkan, program keamanan adalah prosedur dan kegiatan yang dirancang untuk melindungi bisnis properti atau aset tamu, karyawan, perlindungan jiwa dan properti dari tindakan kriminal. “Sedangkan program keselamatan adalah prosedur

dan kegiatan yang dirancang untuk menjamin perlindungan fisik dan kesehatan yang baik dari tamu dan karyawan, perlindungan bahaya kebakaran dan keadaan darurat lainnya yang mempengaruhi kehidupan manusia dan kesehatan,� ujar Deddy dalam Seminar Sekuriti yang diselenggarakan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia di Jakarta. Ia menuturkan, dalam menghadapi gangguan keamanan dan keselamatan, personil Satpam harus dibekali berbagai disiplin ilmu. Seperti manajemen krisis dan manajemen akses. Lebih jauh, Deddy merinci prinsip dasar manajemen akses seperti membatasi jumlah akses poin, meminimalkan gangguan pada operasi sistem, tidak mengganggu


fokus utama mengganggu aktivitas teroris dan merupakan aspek kunci dari strategi manajemen akses yang efektif,” ujarnya. Dia mengungkapkan, keamanan berlapis merupakan tingkat pemeriksaan yang dianggap sangat selektif dan menutup kemungkinan adanya hal yang dapat mengancam keamanan.

Satpam dapat mengidentifikasi dan mendedikasikan area aman, menyediakan area transisi antara area aman dan tidak aman, juga meminimalkan gangguan pada pergerakan penumpang dan operasi sistem - DEDDY EL RASHID -

sistem pemadaman kebakaran dan keselamatan serta sesuai dengan persyaratan penyandang cacat. “Satpam dapat mengidentifikasi dan mendedikasikan area aman, menyediakan area transisi antara area aman dan tidak aman, juga meminimalkan gangguan pada pergerakan penumpang dan operasi sistem,” terang dia. Meskipun wilayah gerak Satpam terbatas, kata Deddy, dalam manajemen akses, Satpam dapat menggunakan sistem keamanan berlapis di gedung/perusahaan. Tindakan perlindungan tersebut menangani semua fase ancaman, deteksi, pertahanan, mitigasi, respons, dan pemulihan. “Konsep keamanan berlapis memungkinkan banyak peluang untuk menggagalkan atau

Mulai dari tahap pemeriksaan identifikasi, cek ketenagakerjaan, pemeriksaan pendidikan, riwayat kriminal, pendataan STNK, riwayat bank, pendataan bekas militer, akreditasi/lisensi professional, penilaian medis, data imigrasi kependudukan, sampai verifikasi status pelamar. “Di pemeriksaan ini akan mengkonfirmasi identitas orang tersebut termasuk data kependudukan yang masih berlaku”, ujarnya. Setelah pemeriksaan identifikasi berhasil, tamu akan melewati cek ketenagakerjaan. Tingkat ini akan mengkonfrimasi resume pemohon dan memverifikasi riwayat pekerjaan mereka sebelumnya termasuk; tanggal mulai, tanggal akhir, gaji, alasan untuk pergi, dan

tanggung jawab serta komentar dari tempat ia bekerja sebelumnya. “Berikutnya adalah pemeriksaan pendidikan. Nah, setelah ini adalah pemeriksaan riwayat kriminal. Yaitu mengungkapkan kejahatan dan pelanggaran ringan, tanggal, keputusan pelanggaran, dan keputusan pengadilan,” paparnya. Kendati dengan kecanggihan teknologi memudahkan memperbaiki kenyamanan, Deddy menekankan agar naluri Satpam dalam bertugas terlatih dengan baik. Satpam dituntut mewaspadai kerawanan sekitar tempat bertugas, bahaya/ancaman, tidak menganggap sesuatu remeh yang menjadi bahaya, dan bereaksi (menengok, melihat dan bertindak) dengan sigap. “Dengan demikian, naluri yang baik harus melekat pada insan Satpam pada saat bertugas pagi, siang, sore, dan malam. Naluri akan tidak baik jika pikiran dipengaruhi oleh sex, marah, makan dan sebagainya.” kata dia. Bahkan, lanjutnya, naluri akan hilang apabila malas masa bodoh, mengantuk, tidur, keasikan mengobrol, tidak fit, dan tidak sehat. Sebaliknya, naluri akan berkembang jika dilatih, kebanggaan diri yang positif, digunakn, dan diarahkan. Menurut dia, naluri berguna untuk mendeteksi sesuatu yang tidak menyimpang, mencurigakan, membahayakan, mencelakakan, pelanggaran penyusupan, rusak, dan salah. Naluri tersebut tidak pernah ada apabila Satpam tidak menyadari tugas, tanggung jawab, dan jati dirinya sebagai seorang Satuan Pengamanan. “Jadilah Satpam yang memiliki naluri kuat untuk mendeteksi kerawanan, bahaya, bencana, hal yang mencurigakan, tidak wajar, dan perlu diantisipasi,” saran dia.q [fathur]

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

5


fokus utama

Peran Satpam adalah unsur pembantu Polri dalam pembinaan Kamtibmas, penegakan peraturan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan.

KSATRIA - Peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 6 menjelaskan, tugas utama Satuan Pengamanan (Satpam) adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan/ tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personel, informasi dan pengamanan teknis lainnya. Sehingga, bentuk-bentuk ancaman gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dalam pengamanan gedung/perusahaan menjadi kewenangan Satpam. Hal itu disampaikan Kakorbinmas

Baharkam Polri Irjen Arkian Lubis dalam Seminar Sekuriti yang diselenggarakan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/7). “Bentuk ancaman gangguan yang kerap dialami Satpam dalam Pam gedung diantaranya konflik sosial, curas (perampokan/ begal), pencurian, penganiayaan, premanisme, pemabukan, pelanggaran lalu lintas, kebakaran/ pembakaran, pelemparan, pengancaman, unjuk rasa, dan mogok kerja,� ujar Arkian. Mantan Kapolda Sulawesi Tenggara ini menjelaskan bahwa fungsi Satpam adalah melindungi

Koordinasi Polri dan Satpam Cegah Pengamanan Gedung

6

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA


fokus utama

dan mengayomi lingkungan tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya. Karena itu, Satpam berperan sebagai unsur pembantu pimpinan organisasi, perusahaan dan atau instansi/ lembaga pemerintah, pengguna Satpam d ibidang pembinaan keamanan, dan ketertiban lingkungan kerjanya. “Selain itu, peran Satpam adalah unsur pembantu Polri dalam pembinaan Kamtibmas, penegakan peraturan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness and security awareness).” katanya. Guna mewujudkan optimalisasi Satpam yang profesional dalam pengamanan gedung/perusahaan, ungkap mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu, Asosiasi atau Perusahaan Satpam harus memfasilitasi 4 aspek. Pertama, kecakapan personil. Meliputi optimalisasi pelatihan dasar, peningkatan pelatihan/kursus spesialisasi, melaksanakan

latihan-latihan penyegaran, penyelenggaraan penataran, loka karya, dan seminar di bidang sekuriti. “Kedua, secara materiil seperti kelengkapan perorangan anggota Satpam, modernisasi alat peralatan keamanan satpam (security devices, sesuai standard kebutuhan pada area tugasnya) dan kesiapan pelatihan tenaga operator di bidang IT harus terpenuhi,” saran dia. Ketiga, sistem regulasi diperlukan sebagai satu kesatuan untuk menjaga ritme kerja Satpam. Seperti pembuatan SOP (standard operasional prosedur) pada setiap kegiatan, intensifikasi pelaporan (periodik dan insidentil), reward and punishment, dan terselenggaranya audit pengawasan. “Keempat adalah anggaran. Perusahaan harus memenuhi upah sesuai ketentuan regionalnya, termasuk pada saat lembur dan jaminan asuransi,” ujarnya. Dia berharap, sinergi Polri dengan Satpam dapat terus terjalin

dalam upaya menjaga Kamtibmas. Satpam dapat bekerjasama/ membantu polri, jika mengetahui adanya seseorang/sekelompok orang yang diduga terlibat kasus ekstrimisme/ terorisme untuk menyerahkan diri, atau bersedia menjadi saksi. “Kita dapat melakukan seminar, diskusi maupun dialog dalam rangka penanggulangan bahaya radikalisme dan bertindak cepat melaporkan kepada Polri apabila mengetahui ancaman yang dapat membahayakan keamanan negara,” tukas dia. Arkian meminta kepada seluruh pihak tidak mudah terpengaruh/ terpancing dengan berita-berita yang menyesatkan (hoax), memprovokasi serta bertendensi menghasut untuk melakukan tindak pidana. “Karena itu, Satpam harus terus aktif berkoordinasi/komunikasi dengan satuan Polri terdekat,” pungkasnya.q[fathur] WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

7


fokus utama

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri

Irjen. Pol. Drs. H. Arkian Lubis SH., Msi Mekanisme kemitraan antara satuan pengamanan dengan Polri dalam Industrial Security merupakan hubungan fungsional, yang harus selalu dipelihara dan ditingkatkan. 8

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

Assalamualaikum. Wr. Wb. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur serta kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri acara seminar Sekuriti Indonesia tahun 2018, dalam keadaan sehat walafiat. Kegiatan seminar ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) yang bekerjasana dengan Asosiasi Teknologi Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) serta pihak-pihak pendukung lainnya, dalam rangka lebih menjamin

serta lebih siapnya kesiapan tugas pengamanan yang dilakukan para petugas Sekuriti atau para Satpam baik di gedung-gedung maupun di perusahaan-perusahaan. Hadirin dan para peserta seminar yang berbahagia. Kecenderungan perkembangan lingkungan strategis baik yang berskala global, regional dan nasional dan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan terjadinya perubahan sosial yang dapat mendorong timbulnya berbagai gesekan sosial, penyimpangan sosial, konflik sosial


fokus utama dan berbagai bentuk gangguan Kamtibmas lainnya di dalam negeri, dengan berbagai bentuk dan modus operandi yang trend menunjukkan terus berkembang pesat. Trend perkembangan gangguan Kamtibmas yang merupakan dampak perkembangan lingkungan strategis tersebut perlu dicermati, karena kondisi tersebut merupakan potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, keamanan dan kedamaian di lingkungan masyarakat, serta juga pada lingkungan Industrial Security (perusahaan, instansi dan lembaga). Terkait hal tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah penguatan dan kesiapan, terutama penguatan bidang operasional, dengan lebih mengedepankan upaya yang bersifat pre-emtif dan preventif dalam memberikan rasa aman pada seluruh warga negara termasuk dalam rangka pengamanan gedung, perusahaan serta seluruh aset-aset yang dimiliki.

Kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan semua pengemban fungsi kepolisian terbatas dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan

Pelaksanaan kegiatan pengamanannya dengan melibatkan seluruh komunitas lingkungan kerja baik unsur manajemen, tenaga kerja, mitra kerja serta seluruh kondisi dan lingkungan kerjanya. - IRJEN ARKIAN LUBIS -

hukum serta melindungi mengayomi dan melayani masyarakat, dan lebih jauh khusus bagi dalam upaya memberikan jaminan rasa aman bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Pembinaan keamanan kepada masyarakat lingkungan kerja/ perusahaan memiliki nilai strategis, disamping untuk meningkatkan peran serta masyarakat perubahan dalam aspek keamanan internal (Keamanan Swakarsa) termasuk juga dalam pengamanan aset organisasi, akan tetapi juga bertujuan untuk membangun keamanan nasional, karena keamanan pada perusahaan dapat menjadi barometer keamanan dalam negeri dan merupakan indikator iklim sehat dalam berinvestasi di Indonesia. Upaya Polri mewujudkan peran serta masyarakat dalam sistem keamanan Swakarsa khususnya pada masyarakat lingkungan kerja, adalah dengan telah ditetapkannya Peraturan Kapolri Nomor 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan organisasi, perusahaan dan/atau instansi lembaga pemerintah yang merupakan panduan induk sekaligus instrumen hukum dalam membangun pengamanan Swakarsa yang profesional dan terukur. Pelaksanaan kegiatan pengamanannya dengan melibatkan seluruh komunitas lingkungan kerja baik unsur manajemen, tenaga kerja, mitra kerja serta seluruh kondisi dan lingkungan kerjanya. Oleh karena itu, sistem manajemen pengamanan menjadi kebutuhan penting perusahaan dalam rangka pengamanan aset perusahaan serta untuk kemajuan keberlangsungan bisnis. Mekanisme kemitraan antara satuan pengamanan dengan Polri dalam Industrial Security merupakan hubungan fungsional,

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

9


fokus utama

yang harus selalu dipelihara dan ditingkatkan melalui forum-forum kemitraan Polri dengan komunitas Sekuriti yang berorientasi pada pemecahan masalah di bidang pengamanan. Yakni meliputi tiga komponen sebagai pilar utama, yaitu sistem dan metode pengamanan, sistem peralatan pengamanan dan standar kompetensi personel pengamanan. Dari seminar yang dilaksanakan seperti ini, tentunya berfokus pada pemanfaatan sistem peralatan pengamanan yang kekinian dan semakin canggih, yang juga dipamerkan pada expo produk teknologi serta jasa dibidang penyelenggaraan Sekuriti pada lingkungan bangunan komersial. Bersamaan dengan penyelenggaraan seminar ini diharapkan menghasilkan berbagai solusi teknis guna menghadapi dan menanggulangi berbagai ancaman, 10

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

gangguan dan permasalahan keamanan di lingkungan Industrial Security dengan pemanfaatan teknologi terlengkap dan terbaru serta modern. Hadirin dan peserta seminar yang berbahagia, Tuntutan terhadap profesionalitas Satpam saat ini di rasakan begitu penting dan mutlak dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan Industrial Security tidak hanya menghasilkan jasa perlindungan fisik instalasi atau kegiatan dalam menekan kerugian sebagai akibat gangguan keamanan, tetapi juga sebagai pengendalian resiko dari ancaman keamanan yang berlangsung dari suatu proses bisnis. Oleh karena itu, petugas Satuan Pengamanan yang profesional perlu menguasai tentang personal security, health security yang terdukung dengan infrastruktur security, dan digital security yang memadai.

Hadirin dan peserta seminar yang saya hormati, Sebelum mengakhiri sambutan ini, selaku Kabaharkam Polri, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada panitia dan seluruh peserta seminar Security Indonesia 2018 yang telah hadir, dan memberikan kontribusi dalam rangka mencari dan menemukan solusi untuk meningkatkan kinerja satuan pengamanan sebagai mitra Polri dalam mewujudkan Kamtibmas. Demikian sambutan saya semoga Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita sekalian, dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara. Dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim seminar Security Indonesia 2018 kami buka. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.


fokus utama

Ketika Satpam di DPR Berubah jadi Pamdal KSATRIA-- Wacana kerjasama Polri dan DPR terkait pengamanan gedung DPR dengan memperbantukan 500 anggota Polri yang dipimpin oleh seorang perwira berpangat Inspektur Jenderal kembali mencuat. DPR merupakan salah satu obyek vital yang telah diatur oleh Presiden dan Kapolri. UU No. 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Perkap 24/2007 juga mengatur Pengamanan Swakarsa. Obyek vital adalah obyek pemerintah ataupun swasta, yang bila terganggu mempunyai dampak, baik ekonomi, sosial, maupun politik. “Dari dulu, jika ada demo unjuk rasa di DPR, Polri selalu mengamankannya, apalagi yang bersifat anarkis. Bila dibutuhkan Polri akan mengirim pasukan ke DPR dengan peralatan pengamanan huru-hara, seperti mobil lapis baja, water canon, dan lain-lain,” ujar Bapak Satpam, Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA dalam seminar Sekuriti Indonesia di Jakarta. Pada mulanya, DPR memiliki Satuan Pengamanan (Satpam), yang sesuai ketentuan dikoordinasikan, diawasi dan pembinaan taktis oleh Polri. Tetapi kemudian DPR memanggil pihak kepolisian,

merubah nama Satpam menjadi Pengamanan Dalam (Pamdal), membuat pakaian seragam sendiri. Hal tersebut melanggar UU No. 2/2002 dan Perkap 24/2007. UU No. 2/2002 Pasal 3 menyatakan: “Pengemban fungsi Kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia dibantu oleh Polsus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan bentuk pengamanan swakarsa. Pengamanan pada intinya adalah Crime and Loss Prevention yang mencakupi pengamanan fisik, informasi dan personil. “Pada prinsipnya, seluruh pengamanan pemerintahan maupun swasta diarahkan kepada pengamaman swakarsa, pengamanan oleh instansi atau perusahaan sendiri. Polri ditugaskan untuk mengkoordinasi, mengawasi dan memberi pembinaan teknis,” tuturnya. Menurut dia, Indonesia masih langka pengetahuan dan kemampuan di bidang manajemen sekuriti, baik konsultan sekuriti, maupun manajemen kesatpaman. Ilmu dan teknologi sekuriti telah berkembang maju sekali dan canggih. Sampai hari ini, kata Awaloedin, yang mengajarkan manajemen sekuriti baru Kajian Ilmu Kepolisian

– Universitas Indonesia (KIK-UI) dan itupun baru sebagai kekhususan. Padahal, di Negara-negara maju manajemen sekurit telah memberikan gelar master, bahkan doctor dalam teknologi sekuriti. “Dengan demikian, pamobvit (pengamanan obyek vital) tidak selalu berarti pengamanan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab pimpinan obyek vital yang bersangkutan,” katanya. Kesadaran sekuriti atau Security Awareness masih harus dikembangkan di Indonesia untuk mendukung perkembangan kemampuan sekuriti di semua instansi, termasuk obyek vital. Misalnya untuk Satpam Obvit, menurut dia, sebaiknya bersifat inhouse yaitu karyawan Satpam Obvit dan tidak dari outsorcing. Sebab, Satpam Outsorcing akan lebih loyal kepada perusahaan yang menjadi induknya. Wacana pembentukan “Polisi Parlemen” seharusnya tidak dikuti oleh lain-lain lembaga seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Istana Presiden dan obyek vital lain karena akan mengurangi tenaga Polri untuk melaksanakan tugas pokok, tugastugas dan wewenang Polri lainnya. “Kerjasama Polri dan DPR bukan berarti penghapusan Pamdal,” katanya. Karena itu, Polri harus membantu peningkatan tata kerja Pamdal, dengan demikian jumlah anggota Polri dapat dikurangi. Polri harus terus siap siaga apabila ada gejala ancaman serta unras yang anarkis dan teror. Menyadari urgensi tersebut, Direktorat Binmas menjadi Korps Binmas dan Pamobvit berada di Direktorat Sabhara, dimana keduanya berada di bawah Kabarhakam Polri. “Maka, sinergitas Binmas dan Pamobvit adalah suatu keniscayaan,” pungkasnya.q [fathur]

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

11


fokus utama

Sekuriti dan Satpam, Apa Bedanya? KSATRIA--Satuan Pengamanan (Satpam) dengan Security (Sekuriti), secara makna diksi tidak memiliki perbedaan mendasar. Keduanya sama-sama mengamankan objek vital, menjaga ketertiban wilayah/ lingkungan dan melakukan pengamanan swakarsa. Namun, jika ditelisik lebih dalam, terdapat perbedaan secara historis, yuridis, filosofis, dan aspek sosiologis. Menurut Peraturan Kapolri (Perkap) 24 Tahun 2007 menjelaskan, Satpam adalah satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

12

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Abdul Azis Said menjelaskan, rekomendasi definisi Satpam ialah satuan atau kelompok petugas keamanan yang bekerja di Perusahaan/Instansi dan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang telah lulus pelatihan Satpam dengan memiliki Ijazah pelatihan dan Kartu Tanda Anggota

dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya. “Tenaga pengaman yang tidak bekerja di perusahaan/instansi dan BUJP bukan merupakan Satpam dan sebaiknya diatur dalam Perkap 23/2007 tentang Siskamling dan pembinaan tenaga pengamanan Non-Satpam dilakukan oleh Polres setempat,� ujar Azis. Adapun definisi Manajer Satpam, kata dia, yaitu individu yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengamanan fisik asset perusahaan dan pelayanan konsumen/user dengan melakukan strategi pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (turjawali). Sedangkan, definisi Manajer Sekuriti yaitu individu yang ditunjuk oleh pimpinan perusahaan dan bertanggung jawab dalam pengembangan manajemen pengamanan perusahaan untuk mengamankan tangible and intangible asset dan menjamin keberlangsungan usaha melalui


fokus utama

konsep crime and loss prevention. Ada pameo mengatakan, jika teori salah, maka prakteknya pun akan salah. Maksudnya? Petugas dengan seragam putih biru melabeli dirinya Satpam, salah? Bukan. Pada tataran kondisi dan realita di berbagai tempat seperti pasar, sekolah, toko dan komplek perumahan, mereka merekrut tenaga pengamanan tanpa kualifikasi, pelatihan dan kejelasan status ketenagakerjaan serta jaminan sosial kesehatan, diberi nama Satpam. Akhirnya, terjadi pemisahan (dikotomi) dua kelompok Satpam yakni Satpam tradisional/lingkungan dan Satpam industri/modern. Hal itu juga menyulitkan petugas Polri dalam menerapkan Perkap 24/2007 terhadap Satpam tradisional/ lingkungan. Lantas, apa perbedaan Satpam tradisional/lingkungan dan Satpam industri/modern? Hal yang mendasari kedua perbedaan tersebut terletak pada lima hal. Pertama, perekrutan.

Kedua, status. Ketiga, kepatuhan. Keempat, pendidikan, dan kelima, izin. Sejauh ini, banyak ditemukan, tidak mematuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan Polri, dapat menjadi Satpam asal ada kemauan dan profile-nya cocok, tidak memiliki status kekaryawanan, tidak mematuhi aturan ketenagakerjaan, tidak mengikuti Pelatihan Gada Pratama, Bahkan pada saat bertugas, personil tersebut tidak memiliki KTA Satpam. Sedangkan perekrutan Satpam industri/modern dilakukan melalui persyaratan administrasi sesuai ketentuan Polri dan melalui test. Kedua, status kekaryawanannya jelas. Sebagai karyawan tetap pada sistem in-house dan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pada karyawan BUJP. Ketiga, patuh aturan. Mematuhi peraturan Ketenagakerjaan seperti UMP, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan lain-lain. Keempat, pendidikan. ebelum bertugas diwajibkan mengikuti pendidikan

Gada Pratama, Gada Madya, Gada Utama. Kelima, ijin. Pada saat jaga, Satpam wajib membawa KTA (Kartu Tanda Anggota). “Pada perkembangannya, badan hukum Satpam dahulu berbentuk Yayasan, Koperasi, CV dan lainnya,� ujarnya seraya menjelaskan SKEP Kapolri No. 126/XII/1980 tentang Pembinaan Satpam dan SKEP Kapolri No. 302/1993 tentang Diklat Satpam. Saat ini, badan usaha Satpam berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pemerintah mengatur regulasi Satpam pada UU No.2/2002 tentang Polri, SKEP Kapolri No. 18/2006 tentang Kurikulum Diklat Satpam, Perkap No. 24/2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan, Perkap 24/2010 tentang Audit Badan Usaha Jasa Pengamanan, PP 43/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Koordinasi Pengawasan dan Pembinaan Teknis Terhadap Bentuk PAM Swakarsa, dan Perkap 3/2015 tentang Pemolisian Masyarakat. WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

13


fokus utama Pada tataran pelatihan Satpam tradisional/lingkungan, lulusan SD/ SMP diperbolehkan ikut pelatihan dengan jenjang Potensi Satpam (KTA Putih), Gada Pratama (232 jam), Gada Madya (232 jamLanjutan 1), dan Gada Utama (232 jam-Lanjutan 2). “Kala itu, namanya adalah Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Penyelamatan (BUJPP) dengan izin operasional penyediaan Satpam, pelatihan Satpam, konsultasi keamanan, kawal angkut (CIT), peralatan keamanan, dan penyelamatan (SAR),” terangnya. Tak hanya tataran pelaksana, pada tingkat pengambil keputusan terdapat beberapa perbedaan antara Manajer Satpam dengan Manajer Sekuriti. Apa saja syarat kinerja Manajer Satpam? Pertama, wajib mengikuti pelatihan Gada Utama (Perkap No. 24/2007). Kedua, wajib memakai seragam Satpam PSH (Perkap No. 24/2007) saat tugas. Ketiga, bertanggung jawab atas pengamanan phisik, personil dan kegiatan usaha di lingkungan Perusahaan. Keempat, melapor kepada Manajer Sekuriti perusahaan, dan kelima, pekerjaan ini dapat di outsorcing-kan. “Mengenai syarat kinerja Sekuriti. Pertama, tidak wajib (tetapi disarankan) mengikuti pelatihan Gada Utama. Kedua, tidak wajib menggunakan seragam. Ketiga, bertanggung jawab atas keamanan kelangsungan usaha (Business Continuity) Perusahaan. Keempat, melapor kepada Direksi Perusahaan (DIC). Terakhir, pekerjaan ini tidak dapat di outsourcing-kan,” papar Dirut PT. Siap Andalan Paramita itu. Aziz menjelaskan, dahulu Satpam identik dengan Security Guard yang bertugas di lapangan. Saat ini, Satpam adalah identitas Korps (Kesatuan) yang melaksanakan tugas profesi anggota 14

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

Korps Satpam adalah security guard, komandan regu, koordinator/ supervisor, chief security, manager Satpam. Ia menandaskan, guna mengakomodasi aspirasi, jaringan dan potensi Satpam, pada 9 Juli 2001 lalu dibentuk Asosiasi Manager Security Indonesia (AMSI). Seiring berjalannya waktu, Asosiasi Bidang Security yang tergabung ke dalam Forum Komunikasi Komunitas Security Indonesia yaitu APSI (Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia), ABUJAPI (Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia), APJATIN (Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Tunai Indonesia), LCKI (Lembaga Cegah

Tangkal Kejahatan Indonesia), ASIS (American Society for Industrial Security Association), APSA (Asian Professional Security Association), ISCPP (International Society Of Crime Prevention Practitioners), dan ASIM (Asosiasi Security Industri Migas). “Asosiasi mendorong Manajer Sekuriti untuk melakukan sertifikasi profesi dengan harapan meningkatkan daya saing, memberikan pengakuan formal, membentuk pola pikir kritis, taktis dan strategis, membekali ilmu pengetahuan dan skill, serta merubah pola pikir manajemen terkait bidang Security di perusahaannya,” tutupnya.q[fathur]


berita

Menengok Pengamanan Asian Games 2018 Pemerintah mengantisipasi ancaman terorisme dan gangguan lain menjelang Asian Games 2018, yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, dengan menyiagakan aparat keamanan.

KSATRIA| Jakarta—Perhelatan akbar tingkat Asian segera digelar di Indonesia. Sebagai tuan rumah berbagai macam pertandingan kejuaraan olahraga, seluruh aparatur pemerintah terus berupaya memastikan bahwa Indonesia, terutama Palembang dan Jakarta dalam kondisi aman dan nyaman. Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK bahkan menjamin keamanan perhelatan Asian Games 2018. Dia mengimbau peserta tak khawatir, termasuk soal ancaman terorisme. JK mengatakan ancaman terorisme selalu menghantui tak hanya Indonesia, tapi juga semua negara. Menurut dia, tak ada negara yang aman dari teror bahkan di negara maju, seperti Amerika dan Inggris pun ancaman itu akan ada. Pemerintah sudah mengantisipasi ancaman tersebut dengan menyiagakan

aparat keamanan. “Kami dengan kepolisian dan sekuriti di lapangan, juga cyber security semua berjalan dengan baik,” kata JK saat berada di Kantor INASGOC, Jakarta, beberapa waktu lalu. JK mengatakan, hingga saat ini tidak ada kekhawatiran soal keamanan dari negara peserta Asian Games. Terbukti sudah 45 negara yang mendaftar ikut ajang olahraga itu. Jumlah peserta dari negaranegara tersebut, kata JK, melebihi target pemerintah. «Ada antusiasme yang jauh dari yang kami rencanakan,» ujarnya. JK menuturkan, saat ini ada 15 ribu atlet dan 7 ribu official yang terdaftar untuk berpartisipasi. Namun INASGOC diminta menyesuaikan jumlah peserta lantaran melebihi kuota. Sementara itu Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

15


berita

Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memastikan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang Agustus ini steril dari ancaman teroris. Menurut Bambang, ancaman sekecil apa pun atas penyelenggaraan pesta olehraga negara-negara di Asia itu tak boleh dibiarkan. “DPR mendorong Polri, TNI dan BIN meningkatkan intensitas operasi untuk melumpuhkan sekaligus mengeliminasi ancaman dari sel-sel teroris,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya. Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu memberi perhatian serius pada insiden ledakan bom ikan di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pekan lalu. Menurut dia, insiden itu menjadi bukti tentang masih adanya sel-sel teroris yang aktif dan terus mengintai. Aktivitas sel-sel teror, kata dia, tampak dari temuan yang memperlihatkan pemilik 16

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

bom Pasuruan merupakan anggota jaringan teroris. Pemilik bom memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana teroris yang bebas dari penjara Cipinang pada 2015. Selanjutnya, pelaku bom berafilias dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Depok dan Medan. “Ia juga diduga terlibat ledakan bom sepeda di Kalimalang pada 2010,” ujar Bambang. Bambang meyakini pemilik bom Pasuruan selama ini intens berinteraksi dengan rekanrekannya sesama anggota jaringan teroris. “Kemungkinan inilah yang harus diwaspadai bersama,” katanya. Bisa jadi para teroris mencoba mencari cara dan peluang untuk melancarkan aksinya. “Dengan beraksi di arena atau pesta-pesta besar seperti Asian Games, para teroris berharap aksinya mendapatkan perhatian dari komunitas internasional. Keamanan penyelenggaraan Asian

Games 2018 benar-benar menjadi pertaruhan bagi Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan ada tiga ancaman utama gangguan keamanan yang harus diantisipasi pada saat acara Asian Games 2018 berlangsung. Tiga ancaman gangguan keamanan itu adalah aksi terorisme, kejahatan jalanan (street crime) dan kemacetan lalu lintas. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Tito menuturkan Polri terus melakukan operasioperasi pemberantasan terorisme. Apalagi, pasca terjadinya aksi terorisme yang mengguncang Kota Surabaya, Jawa Timur, Mei 2018 lalu. “Operasi ini terus akan bergerak dengan melibatkan unsur Mabes Polri dipimpin Densus 88 serta semua Satgas Anti-Teror yang dibentuk polda-polda dan di bawah arahan Densus 88,” jelas Tito di ruang rapat Komisi III, Kompleks


berita

Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7). Polri, lanjut Tito akan melakukan operasi pemberantasan terorisme sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme demi lancarnya pelaksanaan Asian Games 2018. Tito mengatakan empat Polda yang menjadi prioritas siap

menjaga keamanan pelaksanaan Asian Games, yakni Polda Metro Jaya, Polda Sumatera Selatan, Polda Jawa Barat dan Polda Banten. “Ini empat Polda ini sudah miliki konsep operasi yang libatkan stake holder lain termasuk TNI dan pemerintah setempat. Kita buat sistem pengawasan dengan cctv yang ada command center kemudian kita adakan operasi cipta kondisi sebelumnya trutama kejahatan-kejahatan jalanan, begal, copet, jambret dan lain-lain,” tutur Tito. Terkait kejahatan jalan, Tito melanjutkan masalah gangguan keamanan ini akan banyak terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Ia pun telah memerintahkan jajarannya untuk membersihkan kejahatan jalanan ini sejak sekarang. Sementara, permasalah terakhir adalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Menurut Tito kepolisian bersama pemerintah provinsi DKI Jakarta serta Kementerian Perhubungan terus melakukan kajian-kajian untuk mencegah kemacetan saat berlangsungnya Asian Games. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan pelaksanaan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang berjalan dengan aman dan lancar. “TNI dan

Polri akan terus menyukseskan dan memberikan keamanan kepada seluruh peserta yang datang dari luar negeri, termasuk masyarakat yang menonton,” kata Panglima TNI. Menurut Hadi, pengamanan bukan hanya dilakukan di venue atau arena pertandingan, seperti Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat saja, tetapi seluruh wilayah Indonesia.  “Negara peserta tahunya Asian Games dilaksanakan di Indonesia. Maka, pengamanan akan digelar seluruh wilayah Indonesia untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, yang menjadi prioritas pengamanan adalah di tiga wilayah tersebut,” paparnya.  Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) mengaku akan mengerahkan personelnya untuk melakukan pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup.  “Sudah kita siapkan hampir sama dengan kekuatan pada waktu kita melakukan pengamanan pilkada serentak karena kita juga mengamankan wilayah-wilayah seluruh NKRI,” katanya.  Hadi menyebutkan, untuk sementara kekuatan personel yang dikerahkan berasal dari tiga kodam, yakni Kodam Jaya, Kodam II/ Sriwijaya dan Kodam III/Siliwangi. “Ada juga pengamanan yang kekuatannya tidak saya buka di sini. Yakni pengamanan untuk tamutamu negara yang sifatnya VVIP,” ucapnya. Kapuspen TNI Mayjen M Sabrar Fadhilah mengaku, telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan aksi kejahatan baik kriminalitas maupun yang lainnya. “Sudah pasti, tapi pada prinsipnya kita ke depankan penindakan diserahkan kepada pihak kepolisian. Pada prinsipnya TNI siap membantu pengamanan termasuk kelancaran perhelatan Asian Games,” ujarnya. q[fathur] WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

17


berita

BINMAS POLRI Rakor dengan Asosiasi & BUJP KSATRIA|Jakarta--Binmas Baharkam Polri menggelar rapat koordinasi dengan asosiasi dan badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2018. Dalam sambutannya, Kakorbinmas Drs Arkian Lubis SH mengatakan acara rakor ini sebagai upaya menyosialisasikan beberapa regulasi terkait penerapan sistem manajemen pengamanan pada industrial security. “Saat ini sedang ada sosialisasi terkait proses ijin baru yang beralih ke sistem online,” papar Arkian di depan peserta rakor, Rabu (8/8). Arkian menjelaskan perijinan terpadu satu pintu melalui online bertujuan menyederhanakan perijinan yang selama ini berbelit dengan biaya besar. “Sekarang bisa mengurus perijinan di kantornya masing-masing,” tuturnya. 18

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

Arkian berharap rakor dengan para asosiasi pengamanan dan BUJP ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat untuk industrial security ke depan. Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (Abujapi) pusat, Budi Riyanto menjelaskan dalam upaya meningkatkan kualitas industrial security, Abujapi dipercaya Polri menjadi tim mengkaji ulang Standard Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) bidang pengamanan. Sebenarnya, tambah Budi, SKKNI ini sudah pernah dibahas sejak tahun 2006, namun belum pernah dikaji ulang. Tahun 2018 ini SKKNI telah dikaji bersama, dan pada tanggal 16 Agustus 2018 akan ditandatangani oleh Kementerian Tenaga Kerja. “Setelah ditandatangani maka wajib

diimplementasikan di seluruh Indonesia,” jelasnya. Diantara dampak diberlakukannya SKKNI ini adalah BUJP yang memiliki ijin Diklat tidak bisa lagi serta merta mengeluarkan sertifikat bersama Polda atau Mabes Polri, melainkan harus melalui lembaga sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Seluruh peserta didik akan ditentukan kelulusannya setelah melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi, setelah lulus maka satpam berhak mendapatkan sertifikasi kompetensi satpam,” ujarnya. Budi menambahkan, karena berdasarkan undang-undang sistem pendidikan nasional dan undangundang BNSP prosedurnya melalui lembaga sertifikasi profesi yang mengeluarkan. Selain SKKNI, Abujapi juga telah melakukan workshop dengan Mabes Polri untuk merevisi Perkap 24 tahun 2007. Dalam usulan tersebut Abujapi mengusulkan ada pembagian dalam Perkap yaitu tentang BUJP, satpam dan audit BUJP. “Tentu ini pekerjaan panjang dan kami terus merumuskan itu. Mudah-mudahan kita bisa sempurnakan Perkap 24 ini sehingga industrial security di Indonesia menjadi lebih baik lagi,” katanya.q[fathur]


ABUJAPI Riau Koordinasi dengan BUJP KSATRIA|Riau -- Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPDABUJAPI) Riau menggelar halal bihalal dan bahas tentang kerja profesional jasa pengamanan kepada para anggotanya, Rabu (25/7). Acara yang digelar di Ruang Pertemuan Mahoni Furaya Hotel Pekanbaru bertujuan mempererat kekompakan para anggota Abujapi di Riau. Acara ini dihadiri oleh segenap pengurus badan usaha jasa pengamanan yang ada Riau serta juga dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Pol Kris Pramono selaku bidang yang mengayomi para pelaku usaha sektor jasa keamanan ini. Ketua Umum BPD-ABUJAPI Riau, Edi Darmawi menyampaikan bahwa para pelaku usaha di sektor

ini dapat turut menjadi pendorong pembangunan di daerah Riau. Hingga saat ini dari banyaknya perusahaan penyedia jasa pengamanan berdiri dan tumbuh, telah mampu menyerap tenaga kerja, khususnya dalam hal penyediaan tenaga security untuk instansi pemerintah maupun swasta. Hingga saat ini di Riau ada sebanyak 96 perusahaan penyedia jasa pengamanan beroperasi. Dari total tersebut 70 persen diantaranya masih beroperasi aktif. Sebagai upaya terus meningkatkan reputasi positif dan diterima masyarakat, para pelaku usaha yang tergabung dalam Abujapi terus melakukan pembenahan. “Dalam beroperasi kita sebagai pelaku usaha penyedia jasa terus meningkatkan profesionalitas. Salah satu upaya yakni dengan mengikuti

peraturan yang ada sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya seperti dilansir tribunnews. Ia mengatakan Abujapi terus mendorong pertumbuhan usaha para pelaku di sektor jasa pengamanan. Salah satunya dengan terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kompetensi para tenaga pengaman yang dipekerjakan. Kepala Direktorat Binmas Polda Riau, Kris Pramono mengatakan kehadiran Abujapi sangat membantu Polda Riau dalam rangka menciptakan keamanan bagi masyarakat di area terbatas. Abujapi merupakan mitra bagi kepolisian dalam menciptakan keamanan. Kemitraan ini sebagai wujud dari upaya mewujudkan peningkatan sistem keamanan swakarsa. Kehadiran asosiasi ini sangat membantu dalam rangka mencetak tenaga pengaman di wilayah Riau. “Kita berharap dengan peran sistem pengamanan yang dilakukan sistem swakarsa yang bekerjasama dengan swasta ini dapat banyak membantu tugas kepolisian,” katanya. Selama ini tak jarang dari sistem pengamanan swakarsa ini membantu menangkap dan mengatasi para pelaku kejahatan. “Kita berharap kemampuan para tenaga pengaman yang dipekerjakan bisa lebih ditingkatkan mendatang,” tutupnya.q[fathur] WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

19


berita

ABUJAPI Jateng Gelar Rakor Plus Nobar 22 Menit manajerial di bidang pengamanan’. Dalam sambutannya, Kepala Dirbinmas Jateng Drs. Budi Utomo M.H mengatakan bahwa rapat koordinasi antara jajaran Ditbinmas Polda Jawa Tengah dengan pimpinan badan usaha jasa pengamanan (BUJP) se wilayah Jateng ini hendaknya bisa dimengerti dan diamalkan sehingga

KSATRIA|Semarang--Jajaran Ditbinmas Polda Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi dengan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jateng, Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Jateng dan jajaran pimpinan BUJP, Selasa 17 Juli 2018 di Semarang. Menurut Ketua BPD-ABUJAPI Jateng Toes Adi H. Widaningrat SH

Ajak Satpam Nonton Film 22 Menit

20

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

MM CCPS kegiatan Rakor BUJP se wilayah Jawa Tengah ini diikuti oleh 160 orang yang terdiri dari jajaran Ditbinmas Polda Jateng, ABUJAPI, APSI dan BUJP. Tema dalam Rakor ini adalah ‘Meningkatkan sinergitas kinerja jajaran Ditbinmas dengan pimpinan BUJP wilayah Jateng melalui rapat koordinasi guna meningkatkan kemampuan Untuk menghilangkan kepenatan setelah Rakor, seluruh peserta Rakor Ditbinmas, ABUJAPI, APSI dan BUJP menggelar nonton bareng film 22 Menit di XXI Transmart Semarang pada Kamis, 19 Juli 2018. Panitia Rakor juga menyertakan beberapa satpam untuk ikut serta dalam nonton bareng ini. Film berjudul 22

Menit ini menggambarkan peristiwa ledakan bom di daerah Sarinah, Thamrin yang merupakan bagian dari corporate social responsibility perusahaan yang bekerja sama dengan Polri. Film 22 Menit ini mulai tayang di bioskop Indonesia mulai 19 Juli. Film garapan rumah produksi buttonijo ini bisa disaksikan di jaringan Cinema 21.q[fr]


berita

nantinya dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kerja masing-masing. “Sehingga menjadi bekal dalam mewujudkan atau menghasilkan tenga-tenaga satpam yang terampil dan profesional dalam tugasnya sehingga bisa menjadi mitra Polri yang baik,” paparnya. Budi menghimbau kepada para Kasatbinmas jajaran Polda Jateng dan pimpinan BUJP agar selalu berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna mengembangkan partnership building (membangun komunitas) dan bahu membahu memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Saya tekankan peserta rakor khususnya pimpinan BUJP dapat dan mengerti bagaimana upaya untuk mewujudkan satpam yang profesional dalam tugasnya,” tegasnya. Pimpinan BUJP hendaknya dapat mendorong dan memajukan bidang security dengan mengacu kepada peraturan Kapolri No. 24/2007 tentang sistem manajemen pengamanan organisasi, perusahaan dan atau anggota satpam di wilayahnya masingmasing. “Mensosialisasikan dan mengaplikasikan hasil rakor kepada para pengguna satpam, BUJP dan anggota satpam di wilayah masing-masing,” ujarnya. Kegiatan Rakor ini juga dihadiri para Kasat binmas se Jateng, Ketua BPD-APSI Jateng Heru Wibowo S.Sos, MM dan Ketua BPD ABUJAPI DIYogyakarta Ir. Agus Nurwijanarko. Acara dibuka oleh AKBP Bambang Moerdoko SH SIK. q[fr]

Mabes Polri, APSI dan PSB Gelar Pelatihan Gada Utama KSATRIA|Jakarta -- PT Panglima Siaga Bangsa (PSB) bersama Baharkam Mabes Polri dan Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) akan menggelar Pelatihan Gada Utama pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2018 di Jakarta. Menurut Ketua Umum APSI, Abdul Azis Said, SE tujuan dari pelatihan Gada Utama ini untuk mensukseskan program Polri tentang sertifikasi Gada utama yang berdasarkan Perkap Nomor 24 tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Keamanan. “Untuk meningkatkan kualitas pengetahuan para pimpinan BUJP tentang pengamanan,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity, Rabu (25/7). Tak hanya untuk pemilik Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), kegiatan pelatihan ini juga untuk para pemegang kebijakan pengamanan perusahaan-perusahaan, baik perusahaan negeri maupun swasta. “Diklat Gada Utama ini lebih menekankan agar peserta terampil menjadi manajer sekuriti serta kemampuan manajerial di bidang pengamanan,” ujarnya. Gada Utama merupakan jenjang tertinggi dari profesi sekuriti. Setelah Gada Pratama, Gada Madya dan terakhir Gada Utama. q[fr]

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

21


berita kabar galeri

patroli dan pemeriksaan yang didukung dengan kegiatan intelijen dan penegakkan hukum demi menciptakan kondisi aman dan kondusif selama konser musik Soundernaline berlangsung. “Kami bangga menjadi bagian dari pengamanan di konser ini. Tujuan kami untuk menjalankan konser musik ini dengan aman, tertib, lancar dan sukses. Kami melakukan pengamanan hingga acara konser musik ini berakhir,” ucap Khaled. q[fr]

BSP Kerahkan 1.059 Security

Amankan Konser Soundrenaline KSATRIA|Jimbaran--Perhelatan konser musik tahunan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Badung berlangsung meriah. Puluhan ribu penonton memadati lapangan tempat konser yang bertajuk Soundrenaline The Soul of Expression 2018. Untuk memberikan rasa aman dalam gelaran musik itu, sebanyak 479 personel diterjunkan Polda Bali untuk mengamankan konser musik Soundrenaline 2018 yang digelar selama dua hari yaitu dari tanggal 8 sampai 9 September 2018. Wadir Sabhara Polda Bali AKBP I Nengah Subagia mengatakan, Polda Bali bersama instansi terkait melaksanakan pengamanan, baik terbuka maupun tertutup selama dua hari. Pengamanan ini akan dititikberatkan pada kegiatan pencegahan dalam bentuk penjagaan, pengaturan, pengawasan, patroli, dan pemeriksaan, serta didukung dengan kegiatan intelijen dan penegakan hukum untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. “Sasaran dari kegiatan ini adalah segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, 22

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

dan gangguan nyata sebelum, saat, dan pasca kegiatan festival musik Soundrenaline The Soul of Expression 2018,” ungkap AKBP Nengah Subagia, saat memimpin apel kesiapan di Halaman Depan Mapolda Bali, Jumat (7/9/2018). Personel polisi sudah ditempatkan disejumlah titik mulai area parkir, pintu masuk, penjualan tiket hingga stage. Tidak hanya dengan menerjunkan polisi berseragam, pengamanan juga dilakukan dengan menerjunkan puluhan personel berpakaian preman untuk melakukan pengamanan tertutup. Sementara itu, Yosef Cupertino Khaled Purnama Bhakti, Head of Operation PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) sebagai vendor jasa pengamanan melibatkan setidaknya 1.059 personil security selama dua hari untuk membackup keamanan konser. “Security event under BSP melakukan tugasnya di semua titik, dari pintu masuk sampai empat panggung yang kita amankan, bersyukur acara berjalan sukses,” katanya. Pengamanan difokuskan pada bentuk penjagaan, pengaturan,


berita kabar galeri

berita

BSP Jadi Mitra Pengamanan Maybank Bali Marathon 2018 KSATRIA|Gianyar--Gelaran tahunan Maybank Bali Marathon ke-7 berjalan dengan sukses. Kesuksesan acara ini salah satunya karena peran serta personil pengamanan dalam pelaksanaannya, baik itu dari pihak aparat maupun satpam. Setidaknya ada sebanyak 904 personel pengamanan mengawal event akbar itu. Polri melibatkan 211 personel dari Polda Bali, 521 personel dari Polres Gianyar dan 172 personel dari Polres Klungkung melaksanakan pengamanan Maybank Bali Marathon ke-7 tahun 2018. Event internasional ini mengambil start di Bali Safari & Marine Park, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Gianyar, Minggu (9/9). Maybank Bali Marathon kali ini, diikuti sekitar 10.500 peserta yang berasal dari 50 negara. PT. Maybank Indonesia sebagai panitia penyelenggara, membagi event ini menjadi empat kategori yaitu Full Marathon, Half Marathon, 10 K dan Wheel Chair. Pada kategori Full Marathon para peserta harus melintasi jalur yang telah ditentukan, dengan jarak tempuh 42,195 Km. Dikategori Half Marathon, para peserta lari sejauh 21,0975 Km dan dikategori 10 K, peserta lari sejauh 10 Km.

Sedangkan dikategori terakhir, peserta adalah kategori penyandang disabilitas menggunakan kursi roda dengan jarak 5 Km. “Setiap kategori yang dilombakan, waktu startnya berbedabeda,” ucap Wadir Sabhara Polda Bali AKBP Drs. I Nengah Subagia. Ia juga menambahkan, untuk menyukseskan event ini, Polda Bali menerjunkan ratusan personel dengan melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di sepanjang rute yang dilalui oleh peserta. Digelarnya kegiatan ini, tentu akan menimbulkan permasalahan, terutama masalah kemacetan lalu lintas. Namun, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya agar jalur lalu lintas tidak mengalami kemacetan yang panjang. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi pelaksanaan event ini di berbagai media. Tak hanya itu, tempat yang dinilai memiliki kerawanan kamtibmas, ditempatkan personel berseragam agar pelaksanaan Maybank Bali Marathon ke-7 ini berjalan sukses dan lancar. Sementara itu, Winantyo Nugroho Head of Area Jawa 3 PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) wilayah Bali mengatakan, tahun

ini yang ketujuh kalinya Maybank mempercayakan pengamanan VIP kepada BSP. Mulai dari protokoler kedatangan dan kepulangan board of direksi dan board of comisaris Maybank di bandara Ngurah Rai, pengamanan race pack dan pelaksanaan marathon. Menurut Winantyo, untuk itu, BSP melakukan koordinasi dengan para pihak kepolisian, pecalang untuk bersinergi menciptakan keamanan dalam pelaksanaan acara. BSP selain menurunkan personil juga menurunkan mobil kas keliling (mobil cash).   . “Anggota satpam BSP menjalankan tugasnya sesuai dengan job desk yang mereka lakukan,” katanya kepada JurnalSecurity.com, Sabtu (8/9). Selama dalam bertugas keamanan dari BSP tetap siaga mengawal jalanya acara Bali maraton sampai selesai. “Semoga momen ini bisa di lanjutkan pada tahun depan,” jelasnya.q[fr]

WWW.BSPGUARD.COM WWW.BSPGUARD.COM| SEPTEMBER | AGUSTUS 2018

23


berita kabar

BSP Indonesia Timur Terus Berekspansi

KSATRIA|Makassar -- Area

Indonesia Timur memang masih terus membenahi diri, namun perkembangannya cukup signifikan. Setiap bulannya, wilayah yang dipimpin oleh Sarwo Hadi terus mendapatkan customer. Hal ini semata-mata karena kerja team yang ada di wilayah Indonesia Timur. “Alhamdulillah sejak dilakukannya Rakernas tahun 2017 di Anyer sampai dengan

24

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

dilaksanakannya Rakernas tahun 2018 di Denpasar, Bali bulan Maret ini, pencapaian area Indonesia Timur dalam bidang marketing setiap bulannya diberi amanah oleh para klien, khususnya proyek-proyek lokal yang bersebar dibeberapa sektor kami,” katanya. Beberapa nama perusahaan lokal yang telah menjalin kerjasama dengan PT. Bravo Satria Perkasa Indonesia Timur adalah PT. Bumi Prima Jaya, UD. Citra Prima keduanya di kota Makassar. Sementara PT. Sinar Niaga Sejahtera ada di Kota Manado, Palu, Luwuk Banggai, Kotamubagu, Gorontalo, Kendari, Pare-Pare dan Bone. Sementara untuk PT. Niaga Nusa Abadi di Kota Poso, PT.

BFI Finance di Kota Palu dan PT. Unilever Enterprice Indonesia di Kota Amurang. “Kami bersama team area Indonesia Timur yang terbagi di 10 Provinsi di wilayah timur Indonesia ini akan terus berusaha sebaikbaiknya untuk mewujudkan citacita kami sesuai harapan pimpinan kami Bpk. Joko PN Utomo selaku Dirut dan Bapak Djarot Soeprianto selaku Direktur, yaitu menjadikan BSP menjadi BUJP terbaik dan selangkah lebih maju dari BUJP lainnya, amin,” tegasnya. Beberapa kegiatan BSP Indonesia Timur selama tiga bulan terakhir adalah buka puasa bersama anak yatim piatu, buka puasa bersama klien, kegiatan olahraga, pembinaan mental dan fisik serta makan bersama dengan para anggota security. q[fr]


berita berita

BSP Area Jawa Barat Selenggarakan Gada Pratama KSATRIA|Bandung -- Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas satpam dalam menjalankan tugasnya, PT. Bravo Satria Perkasa Area Jawa Barat 1 menggelar pendidikan dasar Gada Pratama pada Senin, 16 April 2018. Menurut Staff HRD BSP Area Jabar 1 Ivan Soviyan, kegiatan Gada Pratama ini dibuka langsung oleh Dirbinmas Polda Jabar Kombes Pol Dr. Badya Wijaya, SH, MH. Ivan menambahkan kegiatan Diksar ini merupakan angkatan ke-2 di Polda Jabar dan Angkatan ke-25 di BSP yang diikuti oleh 150 satpam BSP.

Sementara itu Head of Area BSP Jabar 1, Sukadi mengatakan bahwa satpam sebagai profesi pengemban kepolisian terbatas dan perpanjang tangan Polri, oleh karena itu kualifikasi setiap anggota

satpam perlu ditingkatkan mulai dari kemampuan dasar sebagai persyaratan legal maupun pelatihan yang bersifat dasar. “Pelatihan ini guna mengimbangi terhadap kemajuan lingkungan bisnis serta mengantisipasi segala bentuk kejahatan yang ada di lingkungan kerja satpam,” ujarnya. Dalam sambutannya, Dirbinmas Polda Jabar Kombes Pol Dr. Badya Wijaya, SH, MH berharap para satpam untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. “Laksanakan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, tekun dan penuh rasa tanggung jawab yang dilandasi semangat pengabdian untuk kepentingan bangsa dan negara,” paparnya. q[ivan] WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

25


berita Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo mengingatkan kembali pentingnya komunikasi antar perorangan, departemen bahkan dengan para klien. Karena komunikasi akan membuat persoalan menjadi mudah terselesaikan. “Sekali lagi,

BSP Gelar Syukuran HUT Ke-16 KSATRIA|Jakarta--Jumat, 12 Juli 2018 PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) genap berusia 16 tahun. BSP yang lahir pada 12 Juli 2002, terus menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan jasa pengamanan yang handal dan profesional. Syukuran hari ulang tahun BSP ke-16 ini diselenggarakan dalam suasana yang berbeda, pasalnya para direksi, staf dan karyawan BSP di kantor pusat menggelar acara makan bersama di Karimata Resto Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (12/07). Dalam Milad ke-16 tahun ini,

BSP Palembang Meriahkan HUT ke-16 KSATRIA|Palembang – Pejalanan yang cukup panjang 16 tahun, PT. Bravo Satria  Perkasa (BSP), dimaknai sebagai bentuk komitmen untuk terus menegakkan profesionalitas. Hal ini diungkapkan Yandes Putra, Komandan wilayah Sumbagsel PT. Bravo Satria Perkasa 26

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

komunikasi itu penting,” tegasnya. Para direksi berkeyakinan bahwa tim BSP memiliki kemampuan yang luar biasa. “Saya berharap 16 tahun ini bisa kita selangkah lebih maju dari tahuntahun sebelumnya,” harapnya. PT. Bravo Satria Perkasa saat ini memiliki lebih dari 14 ribu satpam yang tersebar di penjuru Nusantara. Dengan slogan one team, one mission, one goal, BSP berusaha menjadi perusahaan jasa pengamanan yang profesional di Indonesia. [fr]

(BSP) dalam rangka perayaan hari jadi ke-16 tahun, yang digelar di kantor Cabang BSP, Jalan Ampibi No 1999, Sekip Palembang, Kamis (12/7). Acara yang dilaksanakan serentak diseluruh wilayah Sumbagsel inipun dihadiri oleh beberapa anggota perwakilan BSP dan juga pengurus ABUJAPI BPD Sumsel. “Sengaja kita undang beberapa perwakilan wilayah. Karena kita ingin semua pengurus merasakan eforia sekaligus silaturahmi di hari jadi ke-16 tahun ini,” terang Yandes. “Kami juga berharap di hari jadi ini, BSP akan terus maju, semakin profesional, semakin jaya sesuai selogan kami One Team, One Mission, One Goal,” tambahnya.

Bandung Donor Darah KSATRIA|Bandung -- Hari Ulang Tahun PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) yang berusia 16 tahun, menjadi momen wilayah sektor, salah satunya BSP Area Jawa 1 atau BSP Bandung. BSP Bandung menggelar donor darah untuk membantu sesama. BSP Bandung mendedikasikan diri untuk peduli dengan cara membagikan darah dalam bentuk donor darah. Menurut Ivan Soviyan, Tim BSP Bandung mengatakan kegiatan Milad BSP ke-16 tahun ini dimeriahkan dengan cara ikut peduli dalam hal kesehatan, yaitu menggelar donor darah untuk karyawan BSP Bandung dan satpam. Ivan mengatakan, jumlah para karyawan dan satpam yang ikut mendonorkan darahnya sebanyak 150 orang. q[ivan] Dijelaskan Yandes, BSP merupakan salah satu badan usaha penyedia jasa keamanan (security) yang kini sudah tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dibawah kantor wilayah Sumbagsel sendiri, BSP memiliki total ada sekitar 1000 personil. Project yang cukup didominasi BSP sendiri adalah sektor kantor perbankan (Bank). ” Meskipun begitu, harapan dan target kami kedepan, bisa lebih lebar dan meluas bahkan bisa diseluruh project,” terangnya. Perayaan HUT BSP ini tidak hanya diisi dengan rangkaian silaturahmi dan doa bersama seluruh anggota. Namun juga digelarnya turnamen futsal Danwil Cup PT BSP, yang diikuti hampir seluruh perwakilan Security BSP se-kota Palembang.q[fr]


berita galeri

Galeri BSP Sumatera

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

27


galeri

Galeri BSP Jawa Dua

28

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA


galeri

Galeri BSP Indonesia Timur

WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

29


ksatria

PURWANTO

Ksatria Penjaga dari Yogjakarta Raih Best Satpam 2018

Tak semua orang siap mengemban tugas menciptakan situasi aman dan nyaman di tempat kerja. Tapi ksatria penjaga, tugas itu selalu siap dilaksanakan 24 jam demi kepentingan semua orang tanpa mengenal resiko di depan mata. KSATRIA -- PT Bravo Ksatria Perkasa (BSP) tak pernah kehabisan para ksatria penjaga dengan berbagai talentanya di bidang pengamanan. Satu dari puluhan ribu anggota sekuriti BSP tersebut adalah Purwanto anggota sekuriti yang bertugas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Katamso Yogjakarta. Sepintas memang tak ada yang kelihatan menonjol dari pria kelahiran Yogjakarta ini. Namun atas dedikasi dan kecakapannya mengemban tugas sebagai anggota sekuriti, Purwanto meraih penghargaan sebagai Best Satpam TW I Tahun 2018 dari pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Yogjakarta. “Saya senang mendapat penghargaan yang memang tidak disangka-sangka ini,� ujar Purwanto kepada tim media BSP belum lama ini. Purwanto sosok anggota sekuriti yang disiplin, jujur, ramah dan sederhana. Dari beberapa anggota 30

SEPTEMBER 2018 | MAJALAH KSATRIA

sekuriti yang bertugas di lokasi yang sama, pria berpawakan tegap ini justru yang meraih prestasi dan penghargaan. Penghargaan ini semakin mengkrucutkan dirinya sebagai ksatria penjaga yang layak diperhitungkan. Kepada media ini Purwanto menceritakan pengalamannya bekerja sebagai anggota sekuriti yang sudah ia jalani lebih dari 5 tahun. Awalnya, Purwanto dikenalkan oleh tetangganya untuk bekerja sebagai sekuriti. Saat itu tahun 2011 ia ditempatkan di Teras BRI daerah Bringharjo Yogjakarta. Padahal saat itu dunia pengamanan asing baginya. Purwanto belum pernah bekerja sebagai sekuriti, sebelumnya ia malah bekerja serabutan membantu orangtua. Namun berkat kesabaSetidaknya ia butuh penyesuaian lingkungan kerja, perlu bekal ketran mengikuti berbagai tes dan pembinaan, wawasannya semakin bertambah serta kemampuannya dalam dunia


pengamanan terus meningkat. BSP sendiri tak sembarangan memilih anggota sekuriti baru. Pertama, calon anggota sekuriti minimal memiliki ijazah SMA sederajat. Selain itu juga memiliki ketahanan tubuh yang sehat serta memiliki jiwa kedisiplinan dan kejujuran sekaligus bakat keterampilan pelayanan. Syarat itu ada pada Purwanto yang sudah bertekad bulat menjadi bagian dari BSP. Pada 09 November 2011, Purwanto resmi menggunakan seragam putih biru setelah diangkat sebagai anggota sekuriti BSP. Tugas pertamanya saat itu selain melakukan pengamanan juga membantu pelayanan para nasabah bank. “Sehingga disini yang diperlukan selain jiwa pengamanan juga harus memiliki kecakapan dalam pelayanan nasabah bank,” tuturnya. Pria kelahiran Jogjakarta, 4 September 1980 ini setiap hari menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Sehingga selama bekerja melakukan pengamanan di wilayah kantor kerja Bank BRI Teras Bringharjo tak ada satu tindak criminal terjadi. Prestasi ini semakin meningkatkan kapasitasnya sebagai anggota sekiriti yang memiliki kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Sehingga pada tahun berikutnya, BSP menugaskan Purwanto di beberapa lokasi antara lain di Unit Ponco dan di Unit BRI Cabang Yogjakarta. Tugas yang diberikan pun sama, yaitu menjalankan fungsi pengamanan dan melayani nasabah sehingga para nasabah bank tidak hanya mendapatkan jaminan keamanan tapi juga pelayanan yang menyenangkan. Kunci utama dalam pelayanan, menurut Purwanto adalah kesabaran. Menurutnya, anggota

sekuriti yang ditugaskan di perbankan harus mengedepankan kesabaran sebab setiap nasabah memiliki karakter berbeda-beda. Dengan kesabaran, tambahnya, anggota sekuriti akan bisa lebih maksimal menjalankan tugasnya sekaligus mengurangi risiko kekecewaan pelanggan. “Dengan kesabaran semua pelayanan bisa terkendali dan tugas berjalan lancar,” terangnya. Hasilnya, sejak tahun 2011 sampai saat ini Purwanto mengaku tidak pernah sekali pun terjadi tantangan pengamanan yang berat. Artinya, dengan pendekatan persuasive, pelayanan yang maksimal dan pengkondisian situasi aman bisa terjaga sampai saat ini. Purwanto tak menampik bahwa anggota sekuriti memiliki beban dan tanggung jawab yang berat. Tapi komitmen untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di lokasi bekerja harus menjadi prioritas utamanya. Kuncinya, ujar pria yang baru saja menikah ini, selalu melihat situasi dan kondisi di sekitar lingkungan kerja dan menciptakannya lebih aman dan nyaman untuk semua orang. “Alhamdulillah selama ini tidak pernah terjadi tindak kriminal. Semua aman terkendali,” terangnya. Apalagi sejak bergabung menjadi anggota sekuriti BSP, lanjutnya, selalu ada upgrade pendidikan dan pembinaan seperti pelatihan Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama. Dari pelatihan dan pembinaan tersebut anggota sekuriti akan memperoleh wawasan terbaru untuk mendukung tugas sebagai anggota sekiriti. Bulan lalu Purwanto mendapat penghargaan dari pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Yogjakarta. Penghargaan ini menjadi kejutan baginya karena Purwanto tak menyangka jika dirinya yang terpilih menerima

penghargaan tersebut. Padahal menurutnya, di unit Bank BRI Kantor Wilayah Jogjakarta ada 54 anggota sekuriti. Ucapan selamat pun datang dari kawan sesame anggota sekuriti dan jajaran pimpinan dan karyawan BRI Kantor Wilayah Yogjakarta. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pihak bank atas dedikasinya menjalankan tugas dan fungsinya anggota sekuriti yang baik. Bagi dirinya, penghargaan ini selayaknya untuk tim sekuriti yang bertugas bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi aman sekaligus menghadirkan kenyamanan di tempat bekerja. Semestinya, lanjut Purwanto, siapapun bisa meraih penghargana tersebut selama menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dengan penghargaan ini, lanjutnya, anggota sekuriti lainnya bisa termotivasi untuk terus menjaga dan menciptakan situasi aman dan nyaman di tempat masingmasing. Selama dijalankan dengan sabar, jujur dan disiplin, apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu meningkatkam pelayanan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kepusan pelanggan akan tercapai. “Kuncinya sabar, jujur dan waktu berjaga agar selalu dalam kondisi aman. Jangan sampai membawa urusan pribadi masuk dalam suasana kerja,” paparnya. Sejak menikah beberapa bulan lalu Purwanto memiliki kesibukan bertambah yang tentunya berdampak pada managemen waktu supaya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya. Suami Sri Ruwanti yang tinggal di Desa Ngempolan Kulon Keluranan Trirenggo Kecamatan Bantul Yogjakarta, ini setiap malam, ikut membantu isti menyiapkan kue untuk dipasarkan di toko pagi harinya.q[muhajir] WWW.BSPGUARD.COM | SEPTEMBER 2018

31


FOR MORE INFORMATION

www.bspguard.com

Jl. Dewi Sartika No. 4A - 4C, Cililitan Jakarta Timur, Indonesia

0804 1 277 277 WWW.BSPGUARD.COM | APRIL 2017

1

Profile for BSP Guard

MAJALAH KSATRIA JULI-SEPTEMBER 2018  

MAJALAH KSATRIA JULI-SEPTEMBER 2018  

Profile for bspguard
Advertisement