Page 1

SATRI Edisi 12/ JANUARI 2019

MENJAGA PARA PENJAGA

APSI Mendukung Pemuliaan Profesi Satpam

Rooadmap Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Satpam

ABUJAPI untuk Profesi Satpam yang Lebih Baik

Agustinus Pattipeilohi: Si Petinju yang Jadi Satpam


editorial

Kado HUT Satpam

ke-38

K

eluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) mengucapkan selamat hari ulang tahun satuan pengamanan (Satpam) ke-38, semoga ke depan satpam bisa menjadi profesi yang dibanggakan masyarakat. Akhir tahun 2018 menjadi tonggak sejarah persatpaman di negeri ini, setidaknya ini menjadi kado manis untuk satpam. Pertama, satpam mendapatkan kesempatan duduk bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 12 Desember 2018 dalam gelaran pembukaan Konferensi Industri Pengamanan Nasional (Kipnas) yang digelar di Bandung oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Kedua, pada 1 November 2018 Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia bermetamorfosa menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI). Kedua kegiatan ini menjadi tonggak sejarah bagi dunia persatpaman, karenanya redaksi Majalah Ksatria menyoroti dua kegiatan besar ini. Semoga sajian Majalah Ksatria edisi Januari 2019 ini bisa memberikan inspirasi bagi pembaca. Setidaknya menjadi pengetahuan yang bisa terus digali di dunia kesatpaman. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Amin. y Redaksi

PENANGGUNGJAWAB: Joko Putro Nugroho Utomo; PIMPINAN REDAKSI: Djarot Soeprianto RedakTUR PELAKSANA: Krisnawan; RedakTUR: Fathurroji; REPORTER: Ahmad Adnan, Salmun; FOTOGRAFER: Zakir S; Desain Grafis: Ali Ibnu Anwar; LEGAL: Ilal Dwi Zufatresa; SIRKULASI: Sumarwan. Alamat Redaksi: Jl. Dewi Sartika No.4A - 4C, Cililitan, Jakarta Timur, Indonesia; TELEPONE: 0804 1277 277 (Hunting) FAKSIMIL: 021-8013935; EMAIL: majalahksatria@bspguard.com; WEBSITE: www.bspguard.com

2

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA


INDEX

4 8

Presiden Joko Widodo: Satpam adalah Profesi yang Mulia Kabaharkam Sebut Kendala Profesionalisme Satpam

Ke depan, industri jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan, dikarenakan ancaman keamanan terus berkembang dan potensi penipuan melalui tindak kejahatan akan semakin canggih.

10 14

Munaslub APSI Sahkan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia APSI Mendukung Pemuliaan Profesi Satpam

23 24 27 28 29 30

16 18 21 22

Rakernas APSI Tetapkan Gede Risky sebagai Ketua APSI Bali Rooadmap Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Satpam ABUJAPI untuk Profesi Satpam yang Lebih Baik Ketua I Abujapi, Joko: Saya Bangga Kekompakan Pengurus di Rakernas Ini

Banyak Perusahaan Menggunakan Jasa TNI-Polri dan Bukan Satpam Bravo Tanggap Bencana Bantu Korban Gempa Palu BSP Sumatera dan Polda Aceh Sinergi Program Gada Pratama Peran Regulator dalam Pengamanan Usai Gada Pratama, 117 Satpam Siap Bekerja Agustinus Pattipeilohi: Si Petinju yang Jadi Satpam WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

3


fokus utama “Kehadiran satuan pengamanan sangat diperlukan karena memang polisi tidak bisa berada di semua tempat dalam setiap waktu sekaligus. Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan.� - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo -

KSATRIA Jakarta – Tanggal 12 bulan 12 menjadi hari istimewa bagi ratusan satuan pengamanan (Satpam) karena bisa duduk langsung bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, setelah 38 tahun satpam dilahirkan, tepatnya pada 30 Desember 1980 lalu. Kehadiran para satpam dan pengurus Abujapi ini dalam rangka menghadiri pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Ketua Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP Abujapi), Budi Rianto, mengatakan pihaknya membawa 300 personel di acara ini. Mereka mewakili 4

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA


Mungkin ini pertama kalinya Satpam masuk Istana. Jadi ini Satpam geruduk Istana. - Budi Rianto -

jutaan satpam yang ada di seluruh Indonesia. “Mungkin ini pertama kalinya Satpam masuk Istana. Jadi ini Satpam geruduk Istana,” kata dia dalam sambutannya, Rabu, 12 Desember 2018. Sementara itu Presiden Jokowi dalam sambutannya di depan ratusan satpam yang hadir di Istana Negara mengatakan, satpam bukan semata-mata satuan pengamanan melainkan wajah paling depan dari sebuah perusahaan atau lembaga. Pasalnya, setiap pengunjung yang ingin masuk ke suatu kompleks, kantor, atau mal, yang ditemui pertama kali adalah Satpam. “Makanya jadi anggota satpam itu tidak mudah, saya tahu. Satu sisi harus siap melakukan pengamanan

setiap saat, di sisi yang lain harus bisa tampil, ramah, menjelaskan,” papar Presiden Jokowi. Jokowi menuturkan jumlah kantor, pertokoan, dan mal semakin lama bertambah banyak. Karena itu, kehadiran satpam sangat diperlukan karena polisi tidak bisa berada di semua tempat untuk menjaga keamanan. Dalam sambutannya menambahkan, Jokowi mengatakan bahwa iklim yang kondusif suatu negara akan berpengaruh terhadap iklim investasinya. “Investasi akan datang jika kondisinya aman,” jelasnya. Lebih lanjut, Jokowi menambahkan bahwa investor akan buka pabrik, mereka akan berani menanamkan modal jika faktor

keamanannya terjamin. Efeknya adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Ke depan, industri jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan, dikarenakan ancaman keamanan terus berkembang dan potensi penipuan melalui tindak kejahatan akan semakin canggih. Untuk itu, tambah Jokowi, cetak biru yang sedang disusun oleh Abujapi harus memberikan rasa pengabdian untuk peningkatan skill para satpam sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku kejahatan. Jokowi menegaskan bahwa profesi satpam sebagai mitra Kepolisian sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. “Kehadiran satuan pengamanan sangat diperlukan

WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

5


fokus utama

karena memang polisi tidak bisa berada di semua tempat dalam setiap waktu sekaligus. Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan,” ujarnya. Rasa aman memang dibutuhkan oleh masyarakat dan negara Indonesia. Kepala Negara menjelaskan, rasa aman termasuk salah satu hal yang dibutuhkan untuk menumbuhkan investasi di Indonesia. Para investor akan berani menanamkan modalnya apabila rasa aman itu ada. “Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara,” tuturnya. Namun, Presiden menekankan bahwa peran tenaga satpam tak terbatas hanya pada sisi pengamanan. Jokowi berpandangan bahwa seorang satpam juga bertindak sebagai wajah perusahaan

6

JANUARI 2019 AGUSTUS 2018||MAJALAH MAJALAHKSATRIA KSATRIA

Presiden mengajak seluruh satpam untuk terus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, situasi Indonesia yang kondusif, tenteram.

maupun institusi. Tenaga satpam juga berperan penting untuk memberikan kesan pertama bagi reputasi sebuah perusahaan.

Satpam Profesi Mulia Menurut Jokowi, polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan adanya satpam. Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota satpam dan perusahaan jasa pengamanan yang selama ini dinilainya ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Sungguh, menurut saya, satpam adalah sebuah profesi yang mulia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Jokowi mengingatkan, dari hari ke hari bentuk kejahatan dan keamanan, ancaman keamanan akan terus berkembang. Potensi aksi penipuan maupun penggunaan teknologi tindak kejahatan semakin canggih. Untuk itu, kata dia, cetak biru yang akan


disusun Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) perlu memikirkan bagaimana menghadapi perkembangan teknologi ke depan, bagaimana memberikan pelatihan, skill, up skill para karyawan pengamanan sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku-pelaku kejahatan. “Ini penting sekali. Juga harus dipikirkan bagaimana membekali satpam dengan peralatan-peralatan yang up to date,” tutur Presiden seraya menekankan pentingnya sertifikasi bagi tenaga satpam. Presiden mengajak seluruh satpam untuk terus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, situasi Indonesia yang kondusif, tenteram. “Yang menerima manfaat adalah kita semuanya, rakyat,” katanya.  Ikut hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Keresidenan Moeldoko, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono, dan Ketua Umum Abujapi Budi Rianto. y

KSATRIA Jakarta — Ada yang unik dari pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12/2018). Saat pria yang biasa dipanggil Jokowi ini membacakan sambutannya, di tengah-tengah acara presiden mempersilahkan empat perwakilan satpam untuk maju di samping mimbar. Satu persatu Jokowi menanyakan soal pekerjaan satpam kepada perwakilan tersebut. Adalah Ema Retno satpam pertokoan mall saat ditanya Jokowi,Ema mengatakan merasa senang menjadi satpam mall karena setiap hari bertemu dengan para pengunjung yang berganti-ganti wajah. Dialog presiden dengan satpam nampak tegang ketika

salahsatu perwakilan bernama Ilal dari PT. Bravo Satria Perkasa menanyakan masalah mahalnya biaya sertifikasi yang mencapai 5-10 juta per satpam. Karena kondisi yang kurang nyaman, video telekonference pun terputus beberapa saat, dan peserta hadirin yang ada di Bandung pun bergemuruh kecewa karena tidak tahu kelanjutan dialog singkat itu. Setelah beberapa saat terputus, hadirin pun mendengarkan paparan presiden di pembukaan Kipnas 2018 ini. Ada satu catatan menarik dari pantauan JurnalSecurity bahwa presiden memerintahkan kepada kementerian untuk mencatat soal mahalnya sertifikasi satpam. “Tolong dicatat Pak Menteri,” paparnya disambut gemuruh tepuk tangan para peserta yang hadir di Istana dan Bandung. y [FATHURROJI] WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

7


fokus utama

KSATRIA Bandung – Salah satu kegiatan diacara Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 adalah pemaparan dari Kabaharkam Polri Komjen Pol. Moechgiyarto, SH. Mhum. Kabaharkam menyoroti beberapa hal tentang profesionaliesme satpam. Dalam paparannya, Moechgiyarto menjelaskan ada beberapa hal persoalan tentang profesionalisme satpam saat ini. Ia menyebutkan bahwa masih banyak satpam yang

8

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

belum menggunakan kartu anggota satpam. “Ada perusahaan yang sekadar memasang seragam tapi belum terdaftar sebagai anggota satpam,” katanya di depan para pimpinan BUJP, Selasa (11/12). Persoalan kedua adalah banyak anggota satpam yang masih belum ada kepastian peningkatan kesejahteraan satpam. Misalnya, satpam yang sudah bekerja puluhan tahun, gajinya sama dengan satpam yang baru masuk. Ketiga, satpam masih dianggap sebagai karyawan atau buruh. Padahal dia ujung tombak untuk menciptakan keamanan sebuah perusahaan. Ke depan harus didiskusikan tentang pengecualian terhadap satpam, karena dia profesi. Moechgiyarto juga menambahkan saat ini masih belum jelasnya jenjang karir pada satpam. Polri dan asosisasi sedang menyusun peraturan kepolisian yang nantinya ada kepangkatan untuk satpam, yang didasarkan pada kualifikasinya.  Persoalan lainnya adalah masih banyak rekrutmen yang masih asalasalan. “Kita berusaha memperbaiki PP 60 tentang PNBP, ke depan kita akan perbaiki,” ujarnya.  Dari beberapa kendala ini pihaknya akan mengevaluasi regulasi satpam. Ke depan regulasi


fokus utama

harus mampu meningkatkan pemuliaan profesi satpam. Oleh karena itu, kemudian dibentuk Tim Pokja untuk menyusun dan merevisi regulasi yang ada dengan regulasi yang baru. Selain itu, pihaknya juga telah menyusun Peraturan Kabaharkam Polri yang merupakan pendelegasian kewenangan dari Rancangan Perpol. “Rancangan Perpol dan Perkaba yang terkait dengan Pamswakarsa disusun agar dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi profesionalisme anggota Satpam serta pemuliaan profesi Satpam,” tegas Komjen Pol Moechgiyarto. Perputaran Uang Industri Pengamanan 60 Triliun per Tahun Sementara itu Ketua Panitia Kipnas 2018 Komarudin Khalid, SE menjelaskan bahwa industri jasa pengamanan merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Bayangkan saja, saat ini ada sekitar 2 juta satpam dari 2.500 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di seluruh Indonesia. Komarudin menjelaskan industri jasa pengamanan ini potensial secara ekonomi dan sosial. “Secara ekonomis, industri ini perputaran uangnya mencapai 60 triliun per tahun. Secara sosial melibatkan jutaan satpam di seluruh Indonesia,” ungkapnya. Profesi satpam menurut Komarudin juga unik karena ini profesi penyelamat terhadap kasus kehilangan pekerjaan. Maka banyak

masyarakat yang menjadikan profesi satpam sebagai pilihan penggantinya. Gelaran Kipnas yang pertama dan terbesar ini mencoba mencari berbagai solusi untuk kemajuan satpam, BUJP di Indonesia. “Kami hadir memikirkan upaya kedepannya ada cetak biru industri satpam,” ujarnya. Selain untuk perbaikan satpam, Kipnas ini ditujukan untuk BUJP agar tetap bisa eksis dalam mengelola industri dengan manajemen industrial revolusioner 4.0. Sehingga BUJP bisa menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Kipnas perdana ini diikuti lebih dari 500 pimpinan BUJP, manager security, polisi dan masyarakat. Pembukaan Kipnas 2018 dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12). Komarudin menambahkan bahwa kegiatan Kipnas ini diselenggarakan dalam rangka memuliakan profesi satpam di Indonesia. “Selama ini profesi satpam masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat,” ungkapnya. Dalam Kipnas ini nanti akan dirumuskan berbagai kebijakan yang akan kami rekomendasikan kepada pemerintah untuk perbaikan satpam ke depan. Salah satunya soal sertifikasi satpam. Komarudin menjelaskan bahwa proses sertifikasi satpam akan diberlakukan Januari 2019. “Tim asesor yang nanti akan menguji sudah ada, tempat juga sudah siap, tinggal pelaksanaannya tahun

depan (2019-red),” paparnya. Saat ini Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) telah diperbaharui dan telah ditandatangani oleh Menakertrans “Kami berharap hadirnya lembaga sertifikasi satpam ini bisa menambah profesionalitas satpam ke depan,” ujarnya. Ketua Panitia Kipnas 2018 Komarudin Khalid, SE kegiatan Kipnas diselenggarakan dalam rangka memuliakan profesi satpam di Indonesia. “Selama ini profesi satpam masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat,” ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (11/12). Dalam Kipnas ini nanti akan dirumuskan berbagai kebijakan yang akan kami rekomendasikan kepada pemerintah untuk perbaikan satpam ke depan. Salah satunya soal sertifikasi satpam. Komarudin menjelaskan bahwa proses sertifikasi satpam akan diberlakukan Januari 2019. “Tim asesor yang nanti akan menguji sudah ada, tempat juga sudah siap, tinggal pelaksanaannya tahun depan,” paparnya. Saat ini Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) telah diperbaharui dan telah ditandatangani oleh Menakertrans “Kami berharap hadirnya lembaga sertifikasi satpam ini bisa menambah profesionalitas satpam ke depan,” ujarnya. Acara Kipnas berlangsung selama tiga hari dari tanggal 11-13 Desember 2018 dan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo langsung dari Istana negara. Acara Kipnas ini dihadiri oleh para pengusaha jasa pengamanan dari seluruh Indonesia, pihak kepolisian, dan lain sebagainya. Di antara kegiatan Kipnas ini juga ada seminar tentang pengamanan dan busines forum. Di area Kipnas juga ada pameran dari perusahaan jasa pengamanan, perbankan, travel dan lain-lain. y [FATHURROJI]

WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

9


asosiasi

Munaslub APSI Sahkan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia

KSATRIA Denpasar - APSI adalah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia, yang lahir pada tanggal 1 November 2014 sebagai penjelmaan dari Asosiasi Manager Security Indonesia (AMSI), yang lahir pada tanggal 1 Juli 2001. Sesuai dengan rencanan program APSI 2018, APSI menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tanggal 31 Oktober sampai 2 November 2018. Rakernas APSI diselenggarakan di Bali Dynasty Resort Denpasar Bali yang dihadiri oleh beberapa pengurus dari 15 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dari 22 DPD yang ada.

10

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA


DPD APSI yang hadir yaitu DPD DKI Jaya, Banten, Kepulauan Riau, Jatim, Jateng, Jabar, Sumbar, Sumsel, Sumut, Jambi, Kaltim, Sulbar, Sulsel, NTB dan Bali. Acara rakernas APSI ini dirangkaikan dengan acara Pelantikan dan Pengukuhan pengurus DPD APSI Bali periode 2018-2023 serta kegiatan seminar tentang perkembangan sekuriti di Indonesia. Dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD Bali yang beranggotakan lebih kurang dari 15 orang, terpilih sebagai Ketua DPD APSI Bali adalah Gede Risky Pramana dari perusahaan PT.

Gada Wira Karya (GWK). Pengurus DPD Bali dilantik oleh Ketua Umum APSI, Azis Said dan dikukuhkan oleh Kapolda Bali yang diwakili oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs I Wayan Sunartha. Sedangkan seminar sekuriti mengambil tema “Road map (peta jalan) pelaksanaan sertifikasi profesi Satpam setelah selesainya konvensi SKKNI (Sandar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang satuan pengamanan�. Seminar sekuriti dibuka oleh Kakorbinmas Polri Irjen Pol Drs. Arkian Lubis sekaligus

WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

11


asosiasi

bertindak sebagai keynote speaker. Sedangkan narasumber seminar adalah Ketua Umum APSI Azis Said,  Komisioner BNSP, Dr Sugiyanto dan Kasubdit Komsatpam, Kombes Pol. Liliek Darmanto dari Baharkam Polri. Dalam rakernas APSI ini, Ketua Umum APSI Azis Said  memberikan presentasi tentang perkembangan Industrial Security Indonesia termasuk rancangan perubahan Perkap no 24 tahun 2007. Setelah Azis selesai presentasi,  rakernas sidang dipimpin oleh Sekjen APSI, Djarot Soeprianto. Dalam sidang pleno pertama

beberapa DPD mengusulkan perubahan nama asosiasi dari Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) dengan pertimbangan sebagai berikut:

Dalam rakernas APSI ini, Ketua Umum APSI Azis Said memberikan presentasi tentang perkembangan Industrial Security Indonesia termasuk rancangan perubahan Perkap no 24 tahun 2007.

12

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

Pertama, APSI agar bisa lebih fokus untuk memajukan satpam sebagai sebuah profesi yang lebih diakui, dihargai dan dibanggakan. Kedua, menjadikan wadah nyata dalam menampung aspirasi satpam. Ketiga, dapat memperjuangkan hak-hak satpam sesuai ketentuan ketenagakerjaan dan ketentuan polri. Dan keempat, dapat memberikan pendampingan dan advokasi hukum kepada satpam yang menjadi anggota APSI dan lain sebagainya.


Akhirnya acara rakernas APSI saat itu berubah menjadi musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Sebagaimana diatur dalam AD/AR APSI, bahwa peserta pengurus yang hadir telah memenuhi kuorum untuk menyelenggarakan munaslub. Sekjen Djarot kemudian menanyakan kepada peserta sidang tentang perubahan nama asosiasi tersebut, ternyata peserta sidang menyetujui perubahan Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI). Ketua sidang Djarot Suprianto kemudian menginventarisir pengurus DPP yg telah mengikuti pelatihan Satpam. Ternyata sebagian besar Pengurus DPP dan DPD periode 2014-2019 adalah anggota satpam yang telah mengikuti pelatihan Gada Utama. Akhirnya, pada Jumat 2 November 2018 jam 09.00 WITA, bertempat di Bali Dynasty Resort Denpasar Bali digelar Deklarasi yang diikuti oleh pengurus DPP, dan DPD yang jumlahnya 15 DPD dari 22 DPD yang ada diseantero nusantara. y

Berikut isi Deklarasi APSI 2018 Pada hari ini, JUM’AT, tanggal DUA bulan NOVEMBER tahun DUA RIBU DELAPAN BELAS, Pengurus Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) yang beranggotakan Satpam di wilayah Nusantara, bersepakat untuk merubah Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI), menjadi ASOSIASI PROFESI SATPAM INDONESIA (APSI) dengan pertimbangan, agar lebih fokus pada pengembangan Kompetensi Profesi Satpam. Denpasar – Bali, 02 November 2018 Berikut Visi dan Misi APSI 2018 – 2023 VISI: Menjadikan Profesi Satpam Sebagai Bidang Pekerjaan yang Lebih Diakui, Dihargai dan Dibanggakan MISI: 1. Menjadi Mitra Polri dalam Mengembangkan Regulasi Bidang Industrial Security di Indonesia 2. Meningkatkan Profesionalisme Personil Satpam Melalui Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi 3. Membantu Polri dalam Menegakkan Peraturan Satpam di Indonesia 4. Memberikan Pendampingan dan Advokasi Hukum Anggota Asosiasi Terkait Ketenaga Kerjaan, dengan Pemberi Kerja 5. Memperjuangkan Hak-Hak Satpam Sesuai Ketentuan Ketenaga Kerjaan dan Ketentuan Polri 6. Menggalang Kerja Sama dengan Asosiasi Bidang Sekuriti lain, baik Nasional , Regional dan International 7. Mewujudkan Pekerjaan Satpam menjadi Profesi Satpam

WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

13


asosiasi

KSATRIA Denpasar - Meski keberadaan satuan pengamanan (Satpam) sudah ada sejak 38 tahun silam, namun pekerjaan satpam masih dianggap sebelah mata oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Karena itulah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar kegiatan untuk meningkatkan derajat profesi satpam ini. Dalam paparannya Azis menjelaskan bahwa fakta di

APSI Mendukung Pemuliaan Profesi Satpam

lapangan saat ini, satpam tidak menjadi profesi yang membanggakan, status kekaryawanan satpam industry, polisi bermain di legalitas dan kompetensi satpam tapi tidak bermain di area renumerasi. Saat ini ada satpam tradisional dan modern. Satam 14

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

tradisional tidak memiliki status ketenagakerjaaan, sedangkan satpam modern yang ada di industri perusahaan merupakan karyawan perusahaan yang mematuhi upah minimum sedangkan satpam tradisional tidak mematuhi itu. “Lembur tidak ada, tunjangan juga nol,” katanya.

Azis juga menambahkan bahwa satpam modern memilliki pendidikan yang wajib bagi satpam, yaitu gada ptarama, madya dan utama. Sementara satpam tradisional tidak diwajibkan karena kalau diwajibkan tidak punya kemampuan. Soal lisensi pun tidak ada sehingga ketika bertugas, satpam wajib memiliki kartu anggota sedangkan satpam tradisional tidak punya. Namun demikian, namanya mereka satpam. “Jadi satpam industry dan tradisional namanya sama-sama satpam, sama-sama menggunakan logo polri tapi isinya berbeda. Harusnya Polri selaku yang memiliki regulasi tidak terima ada orang tahu-tahu pakai baju logo Polri dan Polda,” tegasnya. Terkait dengan renumerasi juga satpam bermasalah. Misalnya ada satpam masih muda berusia 25 tahun belum menikah gajinya UMP. Sedangkan ssatpam yang sudah memiliki pengalaman anak satu pengalaman 5 tahun gajinya


UMP juga. Sudah punya anak 2 pengalaman 10 tahun gajinya tetap UMP. Sudah 40 tahun gajinya juga masih UMP. “Ini tidak benar harusnya sebagai pengusaha punya empati kepada mereka ini. Apalagi dibandingkan satpam baru dan satpam yang sudah berusia, beranak dan pengalaman puluhan tahun gajinya tetap sama. ini tidak menghargai kompetensi, pengalaman kerja karena upah berdasarkan UMP,” ujarnya. Ada beberapa faktor dasar professional apapun profesinya yaitu etika, knowledge dan skill. Tiga unsur ini yang akan menjadikan orang professional, baik sebagai menteri, guru, insinyur termasuk sekuriti. Dari tiga besar ini yang memberikan kontribusi besar terhadap profesionalisme orang adalah prilaku. Tapi prilaku terhadap satpam saja masih kurang cukup kalau perusahaan tidak melalukan sesuatu. “Sayangnya polri hanya bermain di regulasi dan kompetensi satpam sedangkan renumerasi tidak bermain. Kita mau kearah professional tapi renomerasi tidak pernah

disentuh. Makanya kita dukung Depnaker dan Polri mengatur jam kerja satpam. Nanti harus ada renumerasi karena ini profesi,” jelasnya. Intinya profesi ini harus didahului pendidikan pelatihan lebih dulu dalam kurun waktu tertentu. Karena profesi membedakan dengan pekerjaan lainnya. Jadi profesi ini ada syaratnya yaitu ada pendidikannya. Ciri-ciri profesi satu, memiliki pengalaman khusu dalam sebuah bidang suatu keahlian yang didapatkan dari pelatihan dan pendidikan dengan pengalaman cukup lama. Satpam bisa disini. Saya senang kalau ada upaya bahwa satpam menjadi profesi. Tapi yang baru adalah perawat dan guru. Mereka menjalani sertifikasi profesi. “Saya semangat begitu polri akan menjadikan satpam sebagai profesi,” tegasnya. Kedua, mementingkan kepentingan maasyarakat dan pelanggan daripada kepentingan sendiri seperti lawyer, guru, perawat dan sebagainya terasuk satpam siap dipanggil suatu saat ketika perusahaan membutuhkan. Ketiga, memiliki aturan dan standar moral yang tinggi berdasarkan kode etik kerja. Keempat, memiliki izin khusus dalam menjalankan tugasnya seperti KTA. “Jadi pada dasarnya syarat-syarat sudah memenuhi tinggal didorong dalam regulasinya.” Kelima, orang yang memiliki profesi biasanya menjadi anggota organisasi profesi di bidangnya untuk meningkatkan kemampuanya. Menurut Azis, upaya APSI mendukung satpam menjadi profesi. Pertama, membedakan satpam industry modern dan tradisional lingkungan, lalu satpam wajib menjadi anggota asosiasi profesi atau satpam, APSI

mendorong polri agar perubahan perkap 2007 dapat diselesaikan pada akhir 2018 sesuai semangat dan petunjuk kita bersama-sama. kemudian ada lembaga sertifikasi profesi satpam atau LSP satpam. Kedepan kita ingin satpam punya status karyawan, gajinya mengikuti ketentuan. Ada beberapa opsi usulan pertama sebutan satpam hanya untuk satpam industry modern sementara satpam tradisional diberikan nama lain misalnya Gaspan petugas pengamanan, atau pamling pengamanan lingkungan. Pendidikan satpam tradisional tidak perlu gada utama, pratama dan madya karena tidak mampu secara keuangan dan kualifikasi. Seragamnya bisa hijau atau coklat dan KTA cukup dikeluarkan Polres, Sertifikasi juga tidak diperlukan disini. APSI juga mengusulkan satpam wajib menjadi anggota asosiasi profesi satpam. Ini misalnya dari gada pratama, gada madya dan utama menjadi anggota asosiasi dulu baru dikeluarkan KTA dan mengikuti sertifikasi. Asosiasi profesi satpam sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasinya agar tidak menjadi anggota serikat pekerja. Sekarang polri tidak bisa membuat edaran satpam dilarang menjadi anggota serikat pekerja. Agar satpam tidak kesana kita berikan wadah dan kaidah profesi sebagai wadah asosiasi dan ini untuk menyalurkan aspirasi agar tidak menjadi anggota serikat pekerja, sekaligus untuk menigkatkan skill kemampuannya lewat asosiasi. Kedua, untuk meningkatkan pengetahua di bidang satpam, ketiga pendampingan menghadapi pemberi kerja sesuai peraturan, dapat memperoleh pendampingan advokasi sesuai peraturan dan berkonsultasi sesai aturan satpam. y WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

15


asosiasi

Rakernas APSI Tetapkan Gede Risky sebagai Ketua APSI Bali KSATRIA Denpasar - Dalam Rakernas ke-4 Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) di Bali, memutuskan Gede Risky Pramana sebagai Ketua DPD APSI Bali periode tahun 2018-2023, Kamis 1 November 2018. Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI Azis Said mengucapkan selamat kepada pengurus DPD APSI Bali yang baru saja dilantik, Kamis 1 November 2018. “Semoga komitmen bapak ibu untuk bergabung dengan organisasi APSI sebagai pengurus ini dapat dijaga konsistensinya, mengingat untuk aktif di organisasi APSI ini,” ungkapnya. Lebih lanjut Azis menjelaskan, APSI merupakan organisasi profesi sekuriti non profit dan non partisan, jadi salah apabila bergabung menjadi pengurus APSI tetapi akan mencari keuntungan atau bermain politik. 16

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

Azis menjelaskan keuntungan menjadi pengurus APSI adalah bisa berinteraksi dengan stakeholder bidang sekuriti baik di wilayahnya maupun dengan komunitas sekuriti seluruh Indonesia sehingga akan menambah wawasan dan pengetahuan dibidang sekuriti, juga akan memudahkan akses kepada aparat keamanan. APSI adalah organisasi profesi sekuriti Indonesia yang dideklarasikan pada 1 November 2014, sebagai penjelmaan dari Asosiasi Manager Security Indonesia yang lahir pada 1 juli 2001. Azis mengatakan saat ini DPP APSI yang berkedudukan di Jakarta, telah memiliki 22 DPD APSI di 22 wilayah Polda, termasuk DPD APSI Bali di mana kepengurusan saat ini adalah periode kepengurusan yang kedua semenjak ada kekosongan pengurus beberapa tahun.

“Setelah pengurus APSI Bali periode 2018 – 2023 telah dilantik dan dikukuhkan oleh Kapolda Bali, saya harap pengurus segera membuat program kerja tahunan yang dapat berkonsultasi baik dengan DPP maupun DPD APSI lain yang sudah berjalan baik,” katanya. Azis menjelaskan, saat ini APSI terlibat dalam pembahasan perubahan Perkap no 24 tahun 2007 yang diinisiasi oleh Bahrakam Polri, juga terlibat dalam pembentukan SKKNI bidang jasa satpam serta pembuatan skema uji kompetensi profesi satpam yang diadakan oleh LSP satpam. “Menurut rancangan perkap baru nanti, untuk menjadi satpam, syaratnya ada 3, yaitu direkrut sesuai ketentuan polri, mengikuti pendidikan satpam dan memiliki hubungan industrial dengan perusahaan. kemudian satpam nanti juga bisa mengikuti uji kompetensi satpam apabila sudah berpengalaman,” jelasnya. Sementara itu Wakapolda Bali, Brigjen I Wayan Sunartha menjelaskan APSI harus


memberikan manfaat kepada para petugas pengamanan dalam menjalankan tugas kepolisian terbatas ini. “Secara umum dengan adanya APSI dapat menjaga ketertiban masyarakat yang bersinergai dengan Polri,” katanya dalam sambutan pelantikan DPD APSI Bali. Menurut Wayan, pengurus APSI Bali yang baru dilantik agar membawa perubahan yang signifikan bagi pengurus dan berdampak pada pengamanan di Bali. Menurutnya, Bali merupakan tempat wisata, dan magnet kegiatan besar nasional oleh karena itu wisatawan akan lebih banyak datang apabila rasa amannya terjamin. Untuk menjaga keamanan memang tugas aparat keamanan dan harus didukung oleh komponen lainya seperti satpam yang profesional. “Tenaga security ini juga harus memenuhi standar internasional. Jangan sampai ada security abal-abal,” tandasnya. Keberadaan satpam menjadi mitra kepolisian dalam areal lingkup kerja tertentu. Apalagi Bali sebagai destinasi wisata dunia sangat diperlukan keamanan berstandar internasional, termasuk juga keberadaan satpam di lingkungan hotel-hotel dan area publik. “Maka dari itu, kami sudah berkoordinasi dengan APSI, BUJP termasuk Gubernur Bali

untuk keberadaan satpam harus sesuai dengan aturan. Kami juga sudah berkoordinasi berkaitan dalam penyusunan modul dalam memberikan pelatihan kepada calon satpam,” ujarnya. Ditanya terkait kualitas satpam di Bali, kata Waka Polda Bali Wayan Sunartha, keberadaannya saat ini sudah ada peningkatan dan ke depannya agar lebih berkualitas lagi. “Karena itu satpam harus bersertifikat dan profesional. Memang dulu masih diwarnai dengan satpam preman di sejumlah perusahaan. Tapi secara perlahan-lahan itu sudah dilakukan pembinaan dan pelatihan sehingga ke depan tidak ada lagi satpam arogansi dalam menjalankan tugasnya,” katanya. Wakapolda berharap dikukuhkannya APSI Bali, ini dalam rangka meningkatkan kualitas security di Bali khususnya, karena pengamanan Pamswakarsa itu merupakan mitra dan perpanjangan tangan Polri untuk menjaga keamanan pada perusahaan tempat security itu bekerja. Wayan menambahkan, natinya akan dibuat modul materi pelajaran untuk satpam sesuai dengan standar pengamanan pamswakarsa pada tiap level dari gada pratama, gada madya, dan gada utama. “Jika sudah ada standar yang diberikan, sehingga security

kedepanya tak asal-asal. Tetapi melalui proses pelatihan yang baik, benar, dan memiliki pengawas,” tambahnya. Jendral bintang satu ini tidak menyangkal bahwa sebelumnya tenaga pengamanan lebih banyak memakai dari pengamanan ormas. Hal ini sudah jadi atensi pihak Polda Bali dalam melakukan pembenahan. Jadi jika ada dari ormas yang ingin menjadi security harus melalui seleksi yang diterapkan oleh APSI. “Sekarang sudah mulai disosialisasikan ke ormas untuk menjadi security yang profesional. Termasuk juga sosialisasi ke desa. Dengan demikian tak ada yang arogan dan petantang petenteng. Semuanya profesional,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPD APSI Bali Gede Risky Pramana mengatakan pihaknya harus bekerja keras untuk melakukan pembinaan terhadap satuan pengamanan (satpam) di wilayah Bali. Oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan BUJP. “Kami juga melakukan kerja sama dengan BUJP, termasuk juga dengan kepolisian dalam mencetak satpam yang profesional,” ucapnya. Menurut dia, langkah tersebut akan dituangkan dalam program kerja, sehingga keberadaan satpam di Bali diharapkan ke depan semua bersertifikat dan memenuhi standar sesuai dengan aturan. y

WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

17


asosiasi

Roadmap Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Satpam KSATRIA Denpasar - Organisasi satuan pengamanan (Satpam) memiliki peran untuk sama-sama meningkatkan kualitas satpam di Indonesia. Dua organisasi satpam yang cukup besar di Indonesia ini ada dua wadah, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesaia (APSI). Demikian dikatakan Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis SH, MSi saat memberikan sambutan pembukaan seminar nasional APSI di Denpasar Bali pada Kamis 1 November 2018 bertema “Peta Jalan atau Roadmap Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Satpam, Setelah selesai SKKNI 2018�. Arkian menjelaskan, besarnya Abujapi karena disana ada pengusaha-pengusaha dan kepengurusannya sudah berada di 25 wilayah. Sedangkan APSI ini ada sebelum 18

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

Abujapi, yang hanya mengurusi satpam. Referensi kebijakan tentang satuan pengamanan dimulai dengan terbitnya surat keputusan Kapolri No Polskap/126/ XII/1980 tentang pola pembinaan satpam yang hingga sekarang momentum tersebut dijadikan sebagai hari satpam Indonesia. Pada surat keputusan kapolri tersebut telah terumuskan tugas pokok satpam yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya, khususnya pengamanan fisik dan ketika itu lebih di fokuskan pada objek-objek pengamanan tertentu khususnya objek vital. Satpam memiliki fungsi melindungi dan mengamankan lingkungan atau kawasan kerjanya dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hukum yang ketika itu umumnya dilakukan dengan langkah-langkah prefentif.


Satpam memiliki fungsi melindungi dan mengamankan lingkungan atau kawasan kerjanya dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hukum

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya satpam menyelenggarakan, pertama mengadakan pengaturan dengan maksud menegakkan tata tertib di lingkungan kerjanya. Antara lain pengaturan tanda pengenal, pegawai, karyawan, pengaturan penerimaan tamu, parkir dan sebagainya. Kedua, melakukan penjagaan

dengan maksud mengawasi masuk dan keluarnya orang atau barang, dan mengawasi keadaan atau halhal yang mencurigakan di sekitar lingkungan kerjanya. Ketiga, melakukan perondaan di sekitar kawasan kerjanya bahasa sekarang patroli. Keempat, mengadakan pengawalan barang atau uang bila diperlukan. Kelima, mengambil langkah-langkah atau tindak sementara melakukan penangkapan atau pemborgolan pelaku jika tertangkap tangan, menolong korban, melaporan atau meminta bantuan polri dan lain sebagainya. Keenam, memberikan tanda bahaya atau keadaan darurat ini yang kita sebut alarm.

Dalam Perkap No 24 tahun 2007 dijelaskan bahwa sebagai wadah menampung aspirasai dan kepentingan profesi satpam telah diamanahkan agar dibentuk asosiasi di lingkungan para satpam yang saat ini wadah tersebut bernama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia atau APSI. Perkap tersebut juga menjelaskan jenjang kemampuan personil atau petugas satpam yaitu kemampuan dasar biasanya melalui pelatihan gada pratama, kemampuan menengah atau supervisor melalui pelatihan gada madya dan kemampuan memimpin atau managerial melalui pelatihan gada utama. Selain itu satpam juga diharapkan memiliki kemampuan specialisasi yang diperoleh melalui kursus specialisasi di bidang industrial sekuriti sesuai specialisasi teknis yang dibutuhkan. Kepada satpam yang mengikuti pelatihan diberikan ijasah, diberikan kartu tanda anggota satpam dan PIN satpam sesuai dengan jenjang pelatihan yang diikuti. Jenjang pelatihan itu juga sekaligus petunjuk kompetensi yang dimiliki saat ini. Dalam UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, mengamanatkan bahwa setiap WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

19


asosiasi

tenaga kerja berhak memperoleh dan atau meningkatkan dan atau mengembangkan potensi kerja sesuai bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan pemerintah, lembaga pelatihan swasta atau pelatihan ditempat kerjanya. Bentuk pengakuan atas kompetensi kerja tersebut diwujudkan melalui proses sertifikasi kompetensi kerja. “Kepada seluruh anggota satpam dinilai sudah sangat mendesak dan perlu perwujudan pengakuan profesi satpam tersebut,” paparnya. Sertifikasi ini dilakukan guna menjawab tuntutan kerja ke depan, disamping tuntutan berupa masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis, tersedianya tenaga kerja satpam yang professional yang sesuai standar kompeten kerja nasional Indonesia atau SKKNI sektor jasa sekuriti sebagaimana yang telah ditetapkan dalam keputusan Menakertrans RI nomor keputusan 112/Menteri/ II/2006 tanggal 14 Februari 2006. Arkian menjelaskan, pada proses tahap awal penyelenggaraan sekritikasi satpam telah dilakukan konvensi standar kompetensi kerja nasional Indonesia bidang jasa sekuriti yang telah dilaksanakan pada 16 Agustus 2018. Konvensi mengundang para pakar, ahli maupun semua stakeholder yang terkait dalam bidang sekuriti guna meminta dan menampung saran masukan dan pemikiran mereka terkait sertifkasi kompensi satpam. “Kegiatan konvensi ini penting dilakukan mengingat SKKNI ini merupakan kebijakan yang sesungguhnya sudah lama diputuskan dan ditetapkan yaitu 12 tahun lalu yaitu pada tahun 2006 dan sudah barang tentu diyakini dalam kurun waktu tersebut terdapat hal-hal baru 20

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

menyesuaikan kondisi dan situasi terkini.” Tahap berikutnya, dari proses sertifikasi bidang sekuriti yang akan dilakukan adalah penetapan skema sertifikasi, melakukan rekruitmen, pelatihan asessor, membuat modul pelatihan assessor, dan pembentukan lembaga sertifikasi profesi bidang sekuriti. Lembaga ini akan khusus mengemban tugas serfitikasi kompetensi kerja dan pengembangan pendidikan dan pelatihan profesi berbasis kompetensi di sektor jasa sekuriti. Lembaga sertifikasi profesi ini diharapkan nantinya akan berkantor dan berkedudukan di Korbinmas Baharkam Polri. Saat ini dilingkungan Polri sudah ada satu lembaga LSP yaitu lembaga sertifikasi profesi Polri yang berkedudukan di Lemdiklat Polri. “Perwujudan sertifikasi profesi terhadap anggota satpam sudah tidak bisa ditunda lagi. Dengan memperhatikan tuntutan perkembangan dengan persaingan skala global, regional dan nasional, terlebih lagi dengan diberlakukanya MEA sejak tahun 2015,” jelasnya. Kondisi ini tentu akan mendorong persaingan yang super ketat terutama pada sektor

ketenaga kerjaan dan SDM dimana perusahaan dan dunia usaha sudah barang tentu akan memilih SDM yang professional yang memiliki kompetensi dalam bidang tugas atau kerja masing-masing. “Tidak perduli dari negara mana ia berasal sedangkan kunci cari persaingan itu adalah kompetensi. Setelah memiliki sertifikasi kompetensi harapannya satpam kita tidak tergeser dengan satpam dari negara lainnya,” tuturnya. Oleh karena itu Korbimas Baharkam Polri yang bertugas melakukan pembinaan teknis pembinaan satpam serta dalam melaksanakan tugasnya berwenang memberikan petunjuk, mendidik, dan melatih aparat satpam bertanggung jawab dan berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan dan kesiapan SDM satpam yang professional dan kompetensi tersebut salah satunya melalui upaya sertifikasi kompetensi sekuriti terhadap anggota satpam sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU No 13 tahun 2003 dan keputusan Menakertrans Nokep 112/ Men/II/2006 guna terwujudnya pemelihatraan kantibmas di wilayah Indonesia termasuk wilayah kerja sekuriti yang aman dan kondusif. y


kabar

ABUJAPI untuk Profesi Satpam yang Lebih Baik KSATRIA Jakarta - Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) merupakan organisasi yang anggotanya adalah badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di Indonesia. Karenanya Abujapi merupakan organisasi untuk kepentingan bersama, untuk kita, oleh kita dan dari kita. Demikian disampaikan Ketua Umum BPP Abujapi Budi Rianto saat mengisi acara Rakor dengan Asosiasi dan BUJP 2018 yang diselenggarakan oleh Mabes Polri di Jakarta pada 8 Agustus 2018. “Sejak dua tahun ini kami melaksanakan Musda di 12 provinsi dan legitimasi ketua umum di daerah sudah sah secara organisasi,” katanya. Dalam paparannya, Budi mengucapkan terima kasih kepada Mabes Polri untuk melaksanakan banyak kegiatan diantaranya HUT Satpam yang dari tahun ke tahun meriah. Bahkan sejak 2017 Abujapi mengadakan besar-besaran baik di Monas dan Kemayoran. Selain itu juga terkait dengan SKKNI (sertifikasi kompetensi kerja

nasional Indonesia), Abujapi juga dipercaya Mabes Polri sebagai tim untuk mengkaji ulang SKKNI 2006. Menurut aturannya SKKNI ini dikaji ulang untuk disesuaikan dengan kondisi kekinian. Begitu juga terkait revisi Perkap 24 tahun 2007, Abujapi juga menjadi tim oleh Mabes Polri untuk melakukan kaji ulang dan beberapa kali sudah melakukan pertemuan dan usulan perubahan dan revisi Perkap 24 tahun 2007, dari arahan Pak Awaloedin. Menurut Budi, setidaknya nanti Perkap itu akan dibagi menjadi tiga kategori yaitu tentang BUJP, satpam dan audit BUJP atau audit pengguna jasa. “Tentu ini pekerjaan panjang dan kami sedang merumuskan itu dan bahan-bahan sudah disampaikan ke Polri,” ungkapnya. Upaya Abujapi meningkatkan soliditas anggota dalam industry sekuriti penting untuk segera diwujudkan. Karena itulah tema besar dari kegiatan besar ini dirangkum dalam event besar bernama Konferensi Industri Jasa

Pengamanan Nasional (KIJNAS) pada 11-13 Desember 2018 di Bandung. Kegiatan Kipnas 2018 ini merupakan Abujapi Golden Way 2018, di mana anggota BUJP kumpul membahas seputar profesi satpam. Setidaknya ada empat pilar yang dibahas yaitu penguatan organisasi. Abujapi ini harus kuat dari pusat sampai daerah karena kita mitra Polri dan jumlah satpam yang dikelola sekarang lebih dari 700 ribu satpam yang lebih besar dari jumlah anggota Polri. Hitungan satpamnya, kalau semua memakai seragam satpam mencapai 2 juta orang di seluruh Indonesia. Kalau mereka digaji 2 juta semua, bisa mencapai 4 triliun. Karena itu, Budi mengutip yang disampaikan Polri bahwa, Polri tidak bisa bekerja sendirian. Mereka harus kerja dengan kita. Maka kita harus benar-benar kuat syaratnya Abujapi harus ada di seluruh Indonesia, “Dalam waktu cepat ini akan saya selesaikan Musda untuk memperkuat WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

21


kabar kedudukan Abujapi di seluruh daerah,” ujarnya. Kedua, Abujapi support regulasi. Kita ingin berusaha dengan tenang dan nyaman. Tentu kalau tiba-tiba misalnya, Kapolri mengatakan Satpam adalah anak kandung Polri berarti BUJP ibunya. Karena itu yang kita khawatirkan UU tidak kuat, bisa saja bubar. Kalau ada regulasi yang kuat akan memperkuat kedudukan BUJP. Ketiga, bisnis support, ini penting karena ketika dapat projek uang belum cukup, maka Abujapi sudah merencanakan sebuah Koperasi Satuan Pengamanan Indonesia Abujapi. Koperasi ini untuk BUJP dan satpamnya. BUJP fungsinya untuk penambahan modal dan satpam untuk rencananya ke depan seperti dana pensiun satpam. “Memang sepertinya mission imposible tapi kalau kita bekerja bersama-sama kita akan maju bersama,” katanya. Keempat, stakehoulder kolaborasi. Misalnya ketika ada projek di Papua dan melibatkan 3 orang saja maka bisa dilakukan kolaborasi. Ini nanti yang akan mengaturnya. Begitu juga Abujapi juga akan membuat KTA online. Abujapi juga pernah membahas renumerasi satpam. Misalnya, satpam dengan 0 tahun pengalaman gajinya UMP yang sudah 2 tahun masih UMP dan gada pratama dengan pengalaman 1 tahun gajinya diatas UMP dan seterusnya. “Ini bisa menjadi standar ke depannya,” tuturnya. Ke depan, tambah Budi, Abujapi juga akan membuat kantor bersama di setiap daerah, tujuanya supaya yang anggotanya tidak banyak bisa bergabung tidak perlu membuat kantor. Misalnya karena perluasan dan anggotanya kecil kemudian ada pemindahan kliennya di daerah, tidak perlu buat kantor karena ada kantor bersama di gedung Abujapi daerah. Sehingga user juga lebih percaya. y 22

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

Ketua I Abujapi, Joko: Saya Bangga Kekompakan Pengurus di Rakernas Ini KSATRIA Bandung - Setelah menggelar Rapar Kerja Nasional Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-Abujapi) bertema ‘Mensukseskan Kipnas 2018’, pada hari ketiga para peserta melaukan city tour seputar Bandung. Menurut Ketua I yang membidangi Organisasi dan Keanggotan Abujapi Joko PN Utomo, pihaknya bersyukur keikutsertaan para pengurus organisasi dari berbagai wilayah di Indonesia berhasil menyukseskan beberapa agenda besar Abujapi ke depan. “Sebagai koordinator bidang organisasi, saya bangga dengan para pengurus yang telah berkontribusi dalam acara Rakernas ini,” ujarnya kepada JurnalSecurity, Rabu (15/8). Joko yang memiliki panggilan akrabnya ini berharap dari apa yang telah disepakati dalam

Rakernas bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Terutama kegiatan besar yang akan Abujapi laksanakan terkait dengan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018. “Saya sangat berharap kepada teman-teman Ketua BPD yang sekaligus bagian dari Panitia dapat memberi kontribusi yang besar dalam mengajak para BUJP anggota di daerah untuk ikut dalam acara KIPNAS pada 13-15 November mendatang,” jelasnya. Penyelenggaraan KIPNAS 2018 ini sebagai komitmen Abujapi untuk memberikan yang terbaik di bisnis jasa pengamanan. “Dari hasil KIPNAS nanti bisa menjadi rujukan untuk melangkah yang lebih baik lagi industrial security di Indonesia,” tutur Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa ini. y [fr]


kabar

Banyak Perusahaan Menggunakan Jasa TNI-Polri dan Bukan Satpam KSATRIA Palembang Perkembangan ekonomi dan banyaknya perusahaan yang berdiri di Sumatera Selatan (Sumsel) tak seiring dengan permintaan jasa pengamanan. Pasalnya beberapa perusahaan lebih mengandalkan TNI-Polri dalam pengamanan. Dibandingkan memakai jasa pengamanan satpam. Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sumsel Novembriono mengatakan, permintaan jasa pengamanan belakangan ini melamban. “Seharusnya kan makin tahun dengan perkembangan ekonomi, perusahaannya makin besar seharusnya makin meningkat, tetapi sekarang ini agak melambat,” katanya. Pernyataan Novembriono ini

disampaikan di sela- sela rapat kordinasi dan tatap muka bersama Kapolda Sumsel di Hotel Horison Ultima, Palembang, Rabu (17/10). Faktanya saat ini banyak pimpinan perusahaan yang menggunakan jasa anggota TNIPolri, sehingga peran serta security atau Satuan Pengamanan (Satpam) sedikit berkurang. “Nah kita harapkan ke depan peran security di pengamanan terbatas ini perlu ditingkatkan lagi,” ucapnya. Dijelaskannya, melambannya permintaan jasa pengamanan karena kurangnya kepercayaan pihak pusahaan dan kualitas satpam. Kualitas itu yang perlu ditingkatkan lagi mendekati kemampuan dari kepolisian. Contohnya dengan melakukan pelatihan sesuai standar Peraturan Kapolri nomor 24 tentang

sistem menejemen pengamanan organisasi perusahaan dan lembaga pemerintah. Juga diberikannya kursuskursus bagi tenaga Satpam dan memberikan seminar tentang pelatihan Satpam dengan menggandeng pihak kepolisian. “Nah ini akan meningkatkan kualitas security dimasa yang akan datang,” imbuhnya. Jumlah satpam di Sumsel yang memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) tercatat sebanyak 20 ribu personel. Dari jumlah itu masih banyak juga security yang berseragam satpam namun tidak memiliki pendidikan dan KTA. Untuk itu kedepan ABUJAPI akan merapikan seluruh Satpam yang ada di Sumsel. Jasa pengamanan bisa dimanfaatkan di segala sektor, namun saat ini sektor perkebunan dan pertambangan paling banyak menggunakan jasa pengamanan Satpam. Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol. Bimo Anggoro Seno dalam kesempatan itu mengatakan, hadirnya jasa pengamanan sangat membantu peran kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Jumlah kita, polisi itukan terbatas sehingga kita perlukan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kamtibmas salah satunya satpam ini,” Bimo menegaskan bahwa keberadaan satpam ini sangat membantu pihak kepolisian, namun demikian kita lihat masih kurang jumlah satpam. Peran satpam dalam membantu keamanan di Sumsel sangatlah besar. Karena keberadaan satpam merupakan perpanjangan tangan dari kepolisian. “Kalau satpamnya cukup tidak perlu polisi lagi, tapi perusahaan kadang malas merekrut satpam sehingga masih mengandalkan tugas-tugas polisi, tentara,” paparnya. y WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

23


kabar

KSATRIA Palu - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkap, jumlah korban meninggal dunia gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 1.571 orang. Mayoritas korban tewas ini ditemukan di Kota Teluk, Palu. «Sebanyak 1.571 korban meninggal dunia. Rinciannya 144 di Donggala, 1.351 di Palu, 62 di Sigi, 12 di Moutoung, dan 1 orang di Pasang Kayu,» kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10). Dia menjelaskan, sebagian besar korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan. Dia menyebut, 1.551 jenazah korban gempa Palu dan Donggala telah dimakamkan secara massal. Menanggapi bencana yang terjadi di Sulteng ini, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Indonesia Timur melalui instruksi Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo dan Direktur BSP Djarot Soeprianto membuka posko bencana gempa BSP Palu melalui team Bravo Tanggap Bencana (Bagana). Untuk melakukan koordinasi dengan pihak di daerah, Head Office BSP mengutus YC Khaled Purnama Manager Operational,

24

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

Bravo Tanggap Bencana Bantu Korban Gempa Palu Rangga Aditya Nugroho, Head of Operation and Business Division, dan Suhendy Section Head of Operation Dept. untuk berkoordinasi dengan Head of Area Indonesia Timur Sarwohadi dan Komandan Sektor Wilayah Palu Jamrin.

Team Bagana berangkat ke Palu sejak tanggal 29 September 2018. Team Bagana membuat perencanaan kegiatan di Palu. Bagana merupakan team tanggap bencana dalam penanganan operasi recovery pengamanan proyek-proyek BSP yang ada di Palu. Sementara kekuatan personilnya bukan untuk penanganan evakuasi. “Kedatangan kami ke lokasi bencana untuk merespons dengan cepat, baik kebutuhan personil dan kebutuhan klien kami di Palu terkait kondisi bencana, terutama untuk recovery pengamanan proyek,” kata Suhendy Section Head of Operation Dept BSP. Dengan waktu cepat, Bagana mengidentifikasi adanya korban bencana dari keluarga para anggota BSP di Palu. Sekaligus membackup keamanan di beberapa proyek yang ada di Palu.


Dalam kunjungan itu, kami terharu dengan anggota satpam BSP bernama Wayan yang bertugas di PT APL Palu. Untuk menjaga aset perusahaan yang bernilai miliaran, ia tak mau meninggalkan lokasi APL, meski ia selama tiga hari tidak mandi karena mengantisipasi dari kejahatan yang timbul. Padahal Wayan oleh keluarganya diminta untuk meninggalkan lokasi APL dan mengungsi ke kampung halaman

di Parigi Moutong. “Wayan hanya bilang kalau saya pergi siapa yang jaga APL dan menjaga produk produk yang nilainya Miliaran,” ungkap Suhendy meniru Wayan. Berbeda dengan Wayan, satpam Mohamad Fadli, yang bekerja di CIMB Niaga Auto Finance, Saat bertugas anak dan istrinya berada di rumah di daerah Petobo, saat gempa dan tsunami ia sedang bertugas, Fadli mempertahankan project dengan aman, tetapi harus dibayar mahal anak istrinya ditelan bumi. “Rumahnya amblas ditutup lumpur yang keluar dari perut bumi, hari ketiga dilakukan penggalian oleh team SAR, anak istri Fadli ditemukan sedang berpelukan, Inalillahi wa Inna

Dirut BSP Kunjungi Anggota Korban Bencana Bencana

ilaihi Raji’un. Semoga keluarga Fadli diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa, kami respect untuk Fadli dan seluruh anggota BSP yang sedang bertugas pada saat musibah terjadi,” katanya. Sebagai bentuk apresiasi kepada korban yang terkena musibah dan tanggungjawabnya dalam bertugas, maka BSP melalui team Bagana memberikan bantuan dan support semangat kepada anggota yang menjadi korban bencana. Keluarga besar BSP masih dalam duka, karena hingga sekarang sebanyak 28 anggota BSP masih belum bisa dihubungi atau diketemukan. Team Bagana akan terus mencari informasi terkait anggotanya ini. y

KSATRIA Palu - Bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi menyisakan luka mendalam. Banyak masyarakat yang kehilangan saudara, harta dan benda. Mereka pun hidup dalam serba keterbatasan. Melihat kenyataan yang terjadi di Sulawesi Tengah ini mengetuk PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) untuk berbuat bagi saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah. Dua hari setelah kejadin gempa, Team Bagana (Bravo Tanggap Bencana) merapat ke titik bencana. Team Bagana tahap pertama berangkat melalui jalur darat dari Makassar terdiri dari Sarwo

WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

25


kabar

Hadi (Head of Area BSP Indonesia Timur), Syarifuddin (Danton Bank Permata Makassar ) dan Irfan (Danru Patroli Semen Tonasa Pangkep). Menurut HOA BSP Indonesia Timur Sarwo Hadi, Team Bagana langsung melakukan pengamanan proyek-proyek BSP di Kota Palu dengan cara meningkatkan patroli dan penempatan personil di titik proyek BSP yang dianggap rawan dari penjarahan. “Kami juga memberikan sembako yang dibutuhkan oleh staf-staf BSP dan anggota security BSP khususnya di Kota Palu,” katanya. Apa yang dilakukan Team Bagana ini ternyata mendapatkan respon positif dan apresiasi dari para klien di Jakarta. “Alhamdulillah respon dan kegiatan yang dilakukan Team Bagana pertama mendapatkan apresiasi dari klien-klien pusat kami di Jakarta,” jelasnya. Akhirnya pada hari ke delapan, Team Bagana yang dipimpin General Manager & Marketing BSP Rangga Aditya Nugroho didampingi Suhendy berkunjung

26

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

langsung kepada para korban berdampak bencana, terutama korban dari anggota BSP dan melakukan recovery pengamanan proyek-proyek BSP di Kota Palu. Kepedulian BSP ditunjukkan dengan kehadiran Direktur Utama BSP, Joko PN Utomo pada tanggal 14

Oktober 2018 di Kota Palu. “Beliau langsung memimpin koordinasi dengan team kami di Palu untuk menyusun langkah-langkah positif yang diambil lalu menjadwalkan kegiatan selama beliau berada di Palu,” ujarnya. Adapun beberapa agenda kunjungan Joko PN Utomo adalah memberikan motivasi dan support berupa penyerahan Piagam Penghargaan dan uang kepada 18 personil BSP yang memiliki dedikasi tinggi pada tugas pada saat bencana terjadi maupun pasca bencana. Selain itu juga memberikan sumbangan berupa uang dan sembako kepada seluruh anggota BSP di Kota Palu. “Kami juga mengunjungi ke beberapa klien yang kantornya sudah beroperasi,” paparnya. Kehadiran Joko PN Utomo ke Palu juga memberikan sembako kepada pengurus BPD Abujapi Sulteng lalu mengunjungi ke tempat bencana yang sangat memprihatinkan akibat dari gempa dan tsunami ini. y


kabar

BSP Sumatera dan Polda Aceh Sinergi Program Gada Pratama KSATRIA Aceh - PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Sumatera melakukan kerjasama dengan Ditbinmas Polda Aceh. Penandatanganan MoU berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan dasar Gada Pratama pola 232 jam. Penandatanganan MoU antara BSP Area Sumatera diwakili oleh Yudhi Erlambang selaku Head of Area Sumatera, sedangkan dari Ditbinmas Polda Aceh diwakili oleh Kombes. Pol. Drs. Burhanuddin selaku Dirbinmas, penandatanganan berlangsung di Polda Aceh pada 30 Oktober 2018. Sebelumnya, BSP Area Sumatera telah menggelar Gada

Pratama pada 26 November 2018 yang diikuti oleh 46 personil. Gada Pratama ini ditangani langsung oleh Danwil Sumatera Bagian Utara Muhammad Nur mewakili BSP Wilayah Aceh. Menurut Yudhi Erlambang Head of Area Sumatera kegiatan Gada Pratama khususnya di wilayah Aceh ini cukup panjang prosesnya untuk merealisasikannya, “Kami bersyukur bisa menggelar Gada Pratama yang merupakan salah satu program BSP untuk melahirkan satpam yang berkualitas,” ujarnya. Yudhi menjelaskan bahwa

Diksar Gada Pratama BSP Wilayah Aceh saat ini masih memprioritaskan anggota dari internal BSP yang belum pernah mengikuti pelatihan pola 232 jam. Ke depan, tambah Yudhi, tidak menutup kemungkinan BSP akan menerima calon siswa Gada Pratama dari luar. “Alhamdulillah secara keseluruhan dari awal sampai akhir pelaksanaan berjalan lancar walaupun terdapat evaluasi di sana sini,” ungkapnya. Yudhi mengucapkan terima kasih kepada jajaran BSP Wilayah Aceh atas kerja kerasnya sehingga Diksar Gada Pratama pola 232 jam terlaksana. “Kami atas nama jajaran BSP Area Sumatera khususnya Wil. Aceh mengucapkan ribuan terima kasih atas dukungan, khususnya BOD, jajaran Head of Division BSP dan khususnya Ditbinmas Polda Aceh serta pengguna jasa BSP Wil. Aceh atas kerjasama yang telah terjalin selama ini,” tuturnya. y WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

27


kabar

Peran Regulator dalam Pengamanan KSTARIA Jakarta - Dalam Rakor dengan Asosiasi dan BUJP 2018, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol Drs Istiono, MH menyampaikan paparannya seputar ‘Peran regulator dalam pengamanan’. Hal ini menyoroti kondisi keamanan beberapa bulan terakhir. Kondisi dan gangguan keamanan tak jauh dari isu terorisme. Bagi dunia sekuriti juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam penanggulangan terorisme. Moment ini menjadi penting untuk menyamakan persepsi tentang pengamanan bersama. “Akhir tahun ini banyak serangan yang ditujukan kepada polri sehingga banyak korban baik di Solo, Surabaya, Jakarta dan lainnya. Semua bisa diungkap baik sebelum aksi dan setelah aksi. Artinya kita juga harus ikut menjadi bagian gerakan deradikalisasi dan terorisme,” ujar Istiono di depan para anggota BUJP, pada 8 Agustus 2018. Istiono menambahkan peranan satpam mencegah di lokasi

28

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

masing-masing. Ia menjelaskan bahwa rangking paling tinggi sepanjang tahun 2017 terjadi 175 kejahatan di 6 Polda mulai Papua, Jabar, Poldametro, Sulsel, Sulteng dan Sulut. Sementara harus diwaspadai kejahatan yang berpotensi terjadi di Pilkada, dan Pilpres. Selain itu juga ada konflik sosial yang disebabkan sosial budaya. Konflik sosial juga melibatkan lingkungan kita, oleh karena itu sekuriti juga harus memperhatikan eksternal dan internal lingkungan kerjanya. Masalah narkoba juga menjadi perhatian penting karena Indonesia menjadi pasar empuk narkoba dunia dan semua bisa terlibat. Semain hari narkoba juga semakin bertambah peredarannya dan ini menjadi perhatian kita di lingkungan kita sendiri diawasi. Tidak hanya narkoba, cyber crimee pun semakin meningkat. Jenis kejahatan cyber adalah penipuan online, disusul pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. “Gara-gara pilkada bisa saling membenci dan ujaran kebencian menjadi

kelompok yang terorganisir,” ungkapnya. Upaya pencegahan ini harus dilakukan dengan meningkatkan SDM yang terampil, termasuk satpam supaya ada standarisasi sekuriti. Ini tidak bisa dipungkiri karena AFTA 2020 menuntut semuanya. Bisnis akan menjadi global dan kita harus menyiapkan sejak sekarang. Kalau tidak begitu, kita akan terlindas kebijakan asia mapun dunia. Saat ini budaya keamanan ini kalah dengan budaya keselamatan dan kurang popular dengan budaya keselamatan. Buktinya kita tidak diposisikan di dalam struktur di perusahaan. Padahal kita sudah melakukan tapi kalah dengan budaya keselamatan yang selalu didengungkan. “Kita sudah bertahun-tahun bisnis keamanan tapi tidak menjadi tagline. Bicara terus tapi tidak punya standar padahal dunia


keselamatan baru ada dan mereka punya tagline dan standar,” paparnya. Dunia keselamatan juga bekerjasama dengan organisasi sertifikasi sementara di bidang keamanan baru ada Perkap 24 tahun 2007. Sebenarnya ini standar kita dan harus dibudayakan soal keamanan ini. Oleh karena itu kita dorong semua supaya menjadi budaya keamanan menjadi pupuler dan menjadi slogan yang didengar dan dilakukan masyarakat. “Kalimat budayakan keselamatan kerja. Kalau mau selamat perlu aman tidak? Harus aman dulu. Inilah tantangan kita kedepan sekuriti harus maju dan lebih inovatif. Kita harus buat perubahan dan sosialisasikan budaya keamanan ini sampai membudaya,” tegasnya. Istiono mengajak untuk peduli bersama-sama membudayakan keamanan dimana saja. Selain itu juga menerapkan standar pekerja dan pembinaan pekerja di sector masing-masing. Harus dibuat dengan baik selain itu juga memperhatikan hak-hak dan kesejahteraan mereka. BUJP juga harus terus mengembangkan diri. Peduli terhadap lingkungan eksternal dan internal, memedomani SOP dan sekuriti aktif sebagai ujung tombang pengamanan. Ini akan menjadi budaya yang baik. apalagi keamaan adalah investasi bisnis bukan cost bisnis. y

Usai Gada Pratama, 117 Satpam Siap Bekerja KSATRIA Blora - Rangkaian pelaksanaan pelatihan Gada Pratama Angkatan ke-52 dan 53 PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ditutup oleh Wakapolres Blora Kompol Drs Muh Samdani. Gada Pratama ini digelar sejak tanggal 3-14 Desember 2018. Menurut Head of Area BSP Jawa 2, Heru Wibowo, SsosI, MM kegiatan Gada Pratama ini diikuti oleh 117 satpam. “BSP memiliki komitmen terhadap pengembangan kualitas satpamnya untuk melayani kebutuhan customer,” katanya. Setelah menjalani pelatihan Gada Pratama, para satpam yang sudah terlatih ini langsung ditempatkan untuk bekerja, diantaranya bekerja di Astra

Honda Motor Sragen, Citra Mandiri dan lain sebagainya. Heru yang juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia Jawa Tengah ini menghimbau kepada para pengguna satpam untuk memilih perusahaan jasa pengamanan yang memiliki 3L, yaitu legalitas dari mabes Polri, logis dalam penawawaran harga, “Minimal harus sesuai UMK setempat,” katanya. Sedangkan L berikutnya adalah layanan yang baik dan memiliki struktur organisasi yang handal dan berkualitas. Karena itu, Heru memiliki slogan bahwa Satpam itu Mulia, Satpam itu Melayani, dan Satpam itu Kebaanggaan. y WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

29


ksatria

Agustinus Pattipeilohi

Sebagai generasi petinju, pria lajang ini sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan tinju dari tingkat kota hingga provinsi.

D

ari sekian banyak anggota satpam Bravo Satria Perkasa (BSP) se- Indonesia, Agustinus Pattipeiloho memiliki skil yang berbeda dari anggota sekuriti lainnya. Anggota satpam yang bertuga di PT Mitra Makmur Permai ini, selain dikenal sebagai anggota satpam BSP juga seorang petinju yang pernah mengharumkan daerah kelahirannya sekaligus perusahaan yang menaunginya. Agustinus lahir di Manado pada tahun 1992. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama Ambon, Agus memiliki hobi bertinju. Setiap sore sepulang sekolah ia bergabung dengan teman-teman sehobi untuk belajar sebagai petinju professional. Agus berharap bisa membangun karirnya sebagai petinju profesional. Bukan tak mungkin, Indonesia termasuk negara yang produktif memunculkan para petinju professional dan mendunia. Sebut saja Ellyas Pical petinju asal Saparua Maluku, Nico Thomas asal Ambon, Suwito Lagola asal Sumatra, M Rahman asal Merauke, Crish Jhon asal Banjarnegara, Daud Jordan dan beberapa petinju lainnya. Sebagai generasi petinju, pria lajang ini sudah beberapa kali

30

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

mengikuti kejuaraan tinju dari tingkat kota hingga provinsi. Saat masih duduk di bangku SMP dan SMA, Agus pernah meraih juara tinju pelajar dari tingkat kota hingga tingkat provinsi. Terakhir ia juga mengikuti seleksi tinju untuk persiapan peserta Pekan Olarhaga Nasional (PON) yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang. Pada seleksi peserta nasional tersebut, Agus harus puas menduduki peringkat ketiga. Agus memang terlahir dari seorang petinju dari Ambon bernama Hilmy. Meskipun belum pernah menjadi juara tinju nasional tapi ilmu teknik tinju yang dimiliki ayahnya sangat menunjang kemampuan tinju yang dimiliki Agus. Dalam dunia tinju Agus tidak hanya mendapatkan kebugaran tubuh yang sehat tapi juga kedisiplinan, ketekunan, keberanian dan semangat pantang menyerah. Bagaimana Agus menjadi bagian para ksatria di BSP? Berawal dari niat membantu keluarga dan keinginan memiliki kegiatan di luar hobi yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Tahun 2017 Agus mendaftar sebagai anggota satpam BSP yang pada saat itu membuka lowongan calon anggota satpam untuk sebuah perusahaan.

Sebagai calon anggota satpam, Agus mengikuti pendidikan dan pelatihan kesatpaman, lalu bertugas di PT Mitra Makmur Permai per tanggal 1 Juni 2017. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan alatalat bangunan di Jl Kotaraja Timika Papua. Sebagai anggota satpam Agus mengemban tugas menjaga keamanan, melayani customer dan memberikan informasi tentang barang-barang yang dijual di dalam toko seperti keramik, closet, lampu, kabel, dan barang yang dibutuhkan customer. Perpaduan keramahan, kedisiplinan, keamanan dan kenyamanan yang diberikan seorang satpam menyempurnakan


roda bisnis perusahaan sehingga berdampak pada tingginya kepercayaan masyarakat. “Kita bekerja dengan keramahan, kedisiplinan dan menciptakan keamanan kepada customer sehingga mereka senang belanja disini,” ujar Agus saat dihubungi tim media BSP. Pernah suatu ketika Agus menghadapi gangguan keamanan. Saat bertugas sift malam, ada sekelompok orang mabuk hendak membuat onar di perusahaannya. Saat itu hujan sekitar pukul 00.30 WIT terdengar alaman pengamanan tiba-tiba bunyi. Dengan cekatan Agus langung mengecek sumber suara tersebut. Rupanya empat orang pemuda yang tengah mabuk hendak membobol pagar pintu masuk perusahaan. Dengan spontan Agus langsung menegur pelaku berjumlah empat orang yang langsung kabur sempoyongan. Beruntung pelaku belum sempat bertindak jauh mengambil barang-barang di toko

karena sudah lebih dulu dihadang Agus yang malam itu masih siaga meskipun bertugas sendirian. “Pelaku hanya merusak pagar luar saja dicongkel tapi langsung kami amankan. Orangnya kabur,” terangnya. Paginya, Agus mendapat laporan dari kawannya bertugas bahwa tadi malam telah terjadi pencurian di beberapa tempat. Beruntung aksi pencurian yang hendak dilakukan di perusahaannya berhasil digagalkan sehingga assetaset milik perusahaan tetap aman. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pimpinan perusahaan supaya meningkatkan koordinasi pengamanan agar tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan. “Pimpinan berpesan supaya kita terus aktif menjaga keamaman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya. Disni Agus merasa bangga menjadi seorang satpam karena dalam bekerja bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi lingkungan sekitar. Setidaknya ia lebih memiliki keberanian menghadapi tantangan pekerjaan dengan teknik-teknik tinjunya ia bisa menggertak para pelaku kejahatan yang berniat melakukan tindakan yang merugikan. Kepada BSP ia mengucap syukur meskipun sudah menjadi anggota satpam namun masih didukung untuk terus melanjutkan hobi tinjunya. Hal ini dibuktikan pada bulan Oktober 2018 lalu, Agus mendapat izin penuh dari pimpinan BSP untuk mengikuti seleksi calon peserta PON yang akan menjadi perwakilan atlit tinju pada PON tahun 2020. Berkat support dukungan dari BSP dan rekan-rekannya tersebut, Agus berhasil mencapai juara 3 seleksi peserta Pon 2020 mewakili nama perusaan dan BSP yang menaunginya. Sebelumnya ia juga pernah mewakili perusahaan dalam ajang kejuaraan tinju di Timika, Papua.

Pria yang memiliki tinggi badan 167 cm dan berat badan 52 kg, ini berharap dengan kemampuan yang dimilikinya bisa memberikan nilai positif pada perusahaan. Ia mengakui, dunia satpam memiliki beberapa tantangan sehingga seorang satpam harus memiliki skil tertentu untuk menunjang tugas di lapangan. Harapan lainnya, kemampuan tinju yang dimilikinya bisa terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, baik sebagai bekal dirinya dalam bertugas, maupun menjadi jalan bagi Agus untuk memberikan kontribusi positif lainnya dalam bentuk ajang kompetisi tinju yang merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di Indonesia. “Kalau ada pertandingan saya siap mengikutinya, supaya bisa memberikan kontribusi dalam bidang lainnya juga,” tandasnya. Tentunya Agus tak melupakan tugas utamanya sebagai seorang satpam yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban dilingkungan kawasan kerja khususnya pengamanan phisik ( Physical Security ). Disamping itu seorang satpam juga mengupayakan segala usaha atau tindakan guna melindungi dan mengamankan dari segala gangguan/ancaman baik yang berasal dari luar atau dari dalam perusahaan. Dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Agus, satpam mempunyai peranan sebagai unsur pembantu pimpinan dalam hal pengamanan dan penertiban dilingkungan/area kerjanya, dan unsure pembantu Polri dalam hal pembinaan keamanan dan penegakan hukum di lingkungan/area kerjanya. Oleh karenanya ia selalu siap memberikan rasa aman, nyaman, menciptakan situasi kondusif di lingkungan pengamanan dengan pendekatan persuasive. “Sebagai anggota satpam, dimana saja dan kapan saja selalu siap menjalankan tugas sesuai tupoksi BSP,” pungkasnya. y WWW.BSPGUARD.COM | JANUARI 2019

31


PT BRAVO SATRIA PERKASA Mengucapkan

Satpam adalah Profesi yang Mulia www.bspguard.com Jl. Dewi Sartika No. 4A - 4C, Cililitan Jakarta Timur, Indonesia

0804 1 277 277

Profile for BSP Guard

Majalah Ksatria Edisi Januari 2019  

Majalah internal PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Majalah Ksatria Edisi Januari 2019  

Majalah internal PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Profile for bspguard
Advertisement