Page 1

SATRI Edisi 13/ AGUSTUS 2019

MENJAGA PARA PENJAGA

MUNAS ABUJAPI III Perkuat Kelembagaan untuk Pengembangan Industrial Security

SEMINAR SECURITY APSI Sinergi Memuliakan Profesi Satpam

Pidato Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Pol Drs Condro Kirono MH

Meriahkan HUT BSP ke-17 dan HUT Koperasi Security BSP ke-11


editorial

S

elamat Hari Ulang Tahun ke-17 PT Bravo Satria Perkasa (BSP) dan HUT Koperasi Security BSP ke-11. Dua momen berharga atas jejak BSP dalam mengembangkan perusahaan di bidang jasa pengamanan di Indonesia. Tanpa terasa, 17 tahun BSP sudah memberikan manfaat bagi customer dan seluruh keluarga besar BSP. Perjalanan yang tidak mudah, banyak aral alangan melintang, namun dengan percaya diri BSP tetap mampu tegar dan tumbuh berkembang hingga di usianya sekarang 17 tahun. Disusul koperasi BSP yang berusia 11 tahun. Rangkaian HUT BSP dan Koperasi BSP dalam mensyukuri keberkahan ini, kami kupas dalam edisi Agustus 2019 kali ini. Semoga BSP terus menjadi penjaga para penjaga yang profesional dan selalu terdepan dalam memuliakan profesi satpam. Kupasan lain juga kami suguhkan dua momen besar dua asosiasi satpam, yaitu Munas Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) di Semarang dan seminar security Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) di Jakarta. Semoga sajian Majalah Ksatria edisi Agustus 2019 ini bisa memberikan inspirasi bagi pembaca. Setidaknya menjadi pengetahuan yang bisa terus digali di dunia kesatpaman. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Amin.y

PENANGGUNGJAWAB: Joko Putro Nugroho Utomo; PIMPINAN REDAKSI: Djarot Soeprianto REDAKTUR PELAKSANA: Krisnawan; REDAKTUR: Fathurroji; REPORTER: Ahmad Adnan, Salmun; FOTOGRAFER: Zakir S; DESAIN GRAFIS: Ali Ibnu Anwar; LEGAL: Ilal Dwi Zufatresa; SIRKULASI: Sumarwan. ALAMAT REDAKSI: Jl. Dewi Sartika No.4A - 4C, Cililitan, Jakarta Timur, Indonesia; TELEPONE: 0804 1277 277 (Hunting) FAKSIMIL: 021-8013935; EMAIL: majalahksatria@bspguard.com; WEBSITE: www.bspguard.com

2

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA


INDEX

4 10

Sinergi Memuliakan Profesi Satpam

Peran Polri untuk Profesi Satpam

14

21 29 30

MUNAS ABUJAPI III Perkuat Kelembagaan untuk Pengembangan Industrial Security

18

Agoes Dermawan Terpilih sebagai Ketua Umum ABUJAPI

19

Musda Abujapi Jabar Tetapkan Agus Vickram sebagai Ketua

HUT BSP ke-17 & Koperasi Security BSP ke-11 Semakin Maju, Tumbuh dan Berkembang

Satpam BSP Gagalkan Pencucian Uang Narkoba Senilai 12 Miliar

Ahmad Ksatria Dari Makassar Peraih Best Excellence 2018

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

3


fokus utama

H. A Azis Said

Sinergi Memuliakan Profesi Satpam Terbitnya Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Sispam Swakarsa 2019 dan Peraturan Kabaharkam Tahun 2019 tentang Satpam, BUJP, Pengguna Jasa Satpam dan Asosiasi diyakini sebagai bentuk pemuliaan terhadap profesi satpam. 4

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

engapa Satuan Pengamanan (Satpam) masih perlu dimuliakan? Lalu bagaimana cara dan siapa yang harus memuliakan profesi Satpam? Menurut Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) H. A Azis Said ada banyak alasan mengapa profesi Satpam masih harus dimuliakan. Satpam, yang jumlahnya lebih dari satu juta orang, adalah petugas keamanan yang berperan dalam mengamankan 80 persen instalasi di Indonesia. Jumlah satpam jauh lebih besar dari jumlah anggota kepolisian. Bahkan, seloroh Azis, karena tidak ada data yang valid


mengenai jumlah satpam, hanya Tuhan saja lah yang tahu jumlah satpam yang sesungguhnya di Indonesia. Sayangnya, jumlah satpam yang demikian besar dalam praktiknya masih menjadi ‘obyek’ yang terkalahkan dalam kesepakatan bisnis atau tender Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dan perusahaan pengguna (user). Upah yang diterima satpam juga masih didasarkan upah minimum provinsi atau kota yang dinilai kurang menghargai kompetensi dan masa kerja. Alasan lainnya, kata Azis, nama satuan pengamanan (satpam) dan seragam satpam dipakai baik

untuk satpam modern (industri) maupun untuk satpam tradisional (lingkungan). Padahal dari sisi kompetensi, antara satpam industri dengan satpam lingkungan terdapat perbedaan yang sangat jauh. Azis berpandangan, seharusnya ada pembedaan antara satpam modern atau industri dengan satpam tradisional atau lingkungan. “Baik nama, seragam dan pendidikannya,” kata dia. Terkait dengan peraturan, kata Azis, hal yang membuat satpam masih harus dimuliakan adalah karena pengawasan pelaksanaan peraturan ketenagakerjaan atas satpam oleh Disnaker masih perlu ditingkatkan. “Peraturan yang

mengatur tentang satpam tidak ada sanksi yang tegas,” kata Azis dalam Seminar tentang pemuliaan satpam di arena Indo Security 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (18/07) lalu. Dengan kondisi seperti itu, ia berkesimpulan, saat ini bagi sebagian orang profesi satpam belum menjadi pekerjaan yang membanggakan. “Oleh karena itu Polri dan Asosiasi (baca: APSI) bertekad menjadikan pekerjaan satpam ini sebagai profesi Satpam, dimana diperlukan pendidikan dan latihan yang lebih profesional dan dapat di-upgrade,” kata Azis.

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

5


fokus utama Satpam Profesional

Ketua Bidang Organisasi DPP Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Ardi Rudanto sepakat profesi satpam harus dimuliakan. Mulia yang dimaksud Ardi adalah dengan cara mengangkat derajat satpam dan menjadikan lebih terhormat. Selain itu Satpam juga harus mempunya nilai lebih tinggi. “Kemuliaan adalah mengangkat derajat lebih tinggi. Menempatkan profesi Satpam ke derajatnya yang lebih tinggi,” ungkap Rudanto. Menurut Rudanto, Satpam tergolong sebagai profesi. Alasannya, pekerjaan seorang Satpam dilakukan secara profesional dan merupakan sumber penghasilan. “Kalau segala sesuatu yang dilakukan secara profesional pasti ada value (nilai) di situ. Value itu macam-macam. Kalau jadi Satpam, jadilah yang

6

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

Oleh karena itu Polri dan Asosiasi (baca: APSI) bertekad menjadikan pekerjaan satpam ini sebagai profesi Satpam, dimana diperlukan pendidikan dan latihan yang lebih profesional dan dapat di-upgrade.

- ARDI RUDANTO -

terbaik,” ungkapnya. Ardi menegaskan, setidaknya ada empat konsekuensi menjadikan Satpam sebagai profesi yang mulia. Keempatnya adalah harus ada jenjang peningkatan karier, remunerasi yang memadai sesuai tingkatannya, memiliki jaminan untuk hari tua dan memiliki kesetaraan hak sesama profesinya. Untuk disebut sebagai profesi yang mulia dan membanggakan, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno berharap agar satpam terus meningkatkan profesionalismenya. Ricky menyebut setidaknya ada tujuh karakter satpam yang professional. Ketujuh karakter itu adalah: kompeten di bidang keamanan; mengikuti asosiasi profesi keamanan; bekerja sesuai


Memuliakan Profesi Satpam

kode etik satpam; memiliki sertifikasi kompetensi satpam; bekerja secara penuh; mengetahui secara detail cara terbaik tentang security; dan mampu mengambil keputusan yang mandiri dan independen. Azis menambahkan, selain tujuh karakter dari Polri itu, secara praktis di lapangan seorang Satpam harus selalu membawa KTA (Kartu Tanda Anggota) saat bertugas. “Kalau ditanya jangan sampai bilang KTA-nya di rumah, buat apa?,� kata Azis. Pembentukan satpam yang profesional, kata Ardi Rudanto, harus dimulai dari proses perekrutan yang baik dan benar. Satpam professional juga harus dikelola oleh BUJP atau pengguna yang baik dan benar pula. Baik dalam maintenance, audit maupun review. Terpenting, juga mendapatkan peningkatan jenjang karier sesuai kompetensi dan remunerasi yang baik dan benar pula.

Kemuliaan adalah mengangkat derajat lebih tinggi. Menempatkan profesi Satpam ke derajatnya yang lebih tinggi.

- ARDI RUDANTO -

Profesi satpam terkait dengan banyak pemangku kepentingan (stakeholder). Di antaranya adalah masyarakat, pengguna, asosiasi, BUJP, LSP, Polri, Kemenaker dan personil satpam sendiri. Dengan banyaknya pihak yang terkait dengan profesi satpam, maka upaya pemuliaan satpam harus dilakukan oleh pihak-pihak tersebut dengan cara bersinergi. Bagi APSI, sebagai salah satu asosiasi profesi satpam yang telah teregistrasi di Mabes Polri, sejumlah upaya dilakukan untuk mendukung satpam menjadi profesi. Ketua Umum APSI A. Azis Said mengatakan, pihaknya terus berjuang agar dilakukan pembedaan antara satpam industri (modern) dengan satpam tradisional (lingkungan). Langkah berikutnya, APSI ingin agar satpam wajib mengikutkan diri mereka sebagai anggota asosiasi profesi satpam. Hal ini dilakukan agar para anggota satpam dapat

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

7


fokus utama

menyampaikan aspirasi mereka. Untuk meningkatkan kompetensi satpam, APSI mengaku akan membuat lembaga pelatihan kompetensi profesi satpam. Dalam hal regulasi satpam, APSI saat ini terus mendorong agar perubahan Perkap No. 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan atau Lembaga Pemerintah dapat diselesaikan pada akhir 2019. “Kami berharap Peraturan Kepolisian (Perpol) dan Perkaba itu bisa terbit tahun ini,” kata Azis. Polri sebagai salah satu pemangku kepentingan, juga memiliki cara untuk memuliakan profesi satpam. Apalagi Polri sangat menyadari peran satpam dalam membantu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri, sebagaimana diungkapkan Kabaharkam Komjen Pol Condro Kirono, menyadari bahwa beban tugas anggota Satpam semakin berat, sementara sarana pelindung diri dalam pelaksanaan tugas sangat terbatas

8

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

dan perlengkapan perorangan anggota Satpam kurang memadai dan belum sesuai standar yang ditentukan. Chondro mengatakan, anggota satpam memiliki posisi strategis, sebagai yang terdepan dalam rangka upaya menciptakan adanya jaminan perlindungan terhadap dunia investasi di negara ini. Oleh karena itu, kata mantan Kapolda Jawa Tengah itu, penyiapan kemampuan profesional anggota Satpam hendaknya mendapatkan perhatian dan prioritas oleh seluruh pemangku kepentingan bersama-sama Polri. Apalagi, mengutip pernyataan Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno, security bukan lagi merupakan cost (beban/biaya, red), melainkan investasi. Dalam kaitannya dengan upaya memuliakan profesi satpam dan menegaskan posisi satpam sebagai sebuah profesi, maka Polri akan menerbitkan Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Sistem Pengamanan Swakarsa 2019 dan

Peraturan Kabaharkam tahun 2019 tentang Satuan Pengamanan, Badan Usaha Jasa Pengamanan, Pengguna Jasa Satuan Pengamanan dan Asosiasi. “Saat ini draft Perpol memasuki tahap akhir yaitu pengharmonisan oleh Kemenkumham RI yang ditargetkan paling lambat Agustus 2019 sudah diundangkan,” ungkap Ricky. Ricky menyebutkan, Perpol dan Perkaba itu dibuat agar anggota Satpam diakui sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang security. Aturan baru itu juga dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan martabat Satpam agar lebih percaya diri. Dalam hubunganya dengan kesejahteraan satpam, Perpol dan perkaba itu juga dapat dijadikan sebagai acuan yang obyektif untuk menentukan reward dan punishment; promosi/demosi dan PHK; dan memperjelas sistem upah dan remunerasi. Sehingga diharapkan profesi satpam bukan lagi sebagai obyek melainkan subyek dalam industrial security. [msr]


fokus utama

PROFESI Satpam Regulasi u Susun Perpol Sispam

Swakarsa u Susun Perkabaharkam

tentang Satpam, BUJP, Pengguna Satpam dan Asosiasi

Recruitment

Sarana Prasarana u Aplikasi BOS (Binmas

Online System) u Implementasi OSS

(Online Single Submission) u Dorong asosiasi kembangkan aplikasiaplikasi support security system

Kesejahteraan

u Standarisasi pelatihan

Satpam berbasis kompetensi u PesatLindu: pelatihan satpam online terpadu u Sertifikasi Kompetensi bidang jasa Satpam (LSP Polri)

u Memperjuangkan gaji

Satpam ke Depnaker RI, tidak berbasis UMR. Tapi berbasis UMS (Upah Minimum Sektoral) u Dorong Asosiasi bangun Koperasi Satpam (e-koperasi)

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

9


fokus utama

Peran Polri untuk Profesi Satpam KSATRIA - Kamis, 18 Juli 2019, salah satu organisasi profesi satuan pengamanan (Satpam), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar seminar tentang pemuliaan profesi Satpam di arena Indo Security 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Seminar dihadiri sekitar 70 orang dari unsur pengurus pusat APSI, pengurus daerah, pejabat Kepolisian Republik Indonesia dan para pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno bertindak sebagai keynote speaker dengan membacakan pidato sambutan dari Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Drs Condro Kirono MH. Berikut petikan selengkapnya: 10

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

Yang saya hormati: - Penyelenggara seminar: PT Napindo Media Ashatama dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia; - Presiden Direktur PT Napindo Media Ashatama; - Ketua Umum DPP Asosiasi Profesi Satpam Indonesia; - Hadirin dan undangan sekalian yang saya hormati serta seluruh peserta seminar yang berbahagia. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semua. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri pembukaan acara Seminar Indo Security 2019 dengan tema “Korp Satpam akan Menjadi Profesi yang Membanggakan dengan


Terbitnya Peraturan Kepolisian tentang Sistem Pengamanan Swakarsa tahun 2019 dan Perkaba tentang Satpam, BUJP, Pengguna Jasa Satpam dan Asosiasi tahun 2019� dalam keadaan sehat wal ’afiat. Kegiatan seminar Indo Security ini merupakan langkah strategis atas inisiatif PT Napindo Media Ashatama dan DPP Asosiasi Profesi Satpam Idonesia yang didukung oleh Baharkam Polri, dengan maksud meningkatkan pemahaman di masyarakat lingkungan industri mengenai kedudukan anggota Satpam yang diakui sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang security, untuk mengangkat harkat dan martabat anggota Satpam lebih percaya diri, memberikan kejelasan kepada anggota Satpam tentang

statusnya sebagai profesional dan berkompeten serta tidak raguragu dalam melaksanakan tugas, sebagai acuan yang obyektif dalam kebijakan reward dan punishment, kebijakan promosi/demosi dan PHK, untuk memproteksi hal-hal yang bersifat kontra produktif serta memperjelas sistem pembinaan dan pengendalian tugas, peran dan fungsi Satpam dan memperjelas sistem upah dan remunerasi. Hadirin dan peserta seminar yang berbahagia, Kecenderungan perkembangan lingkungan strategis baik yang bersifat global, regional dan nasional, yang beriringan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan perubahan sosial yang dapat mendorong lahirnya berbagai gesekan sosial, penyimpangan

sosial, konflik sosial, pelanggaran dan kejahatan di dalam negeri dengan berbagai bentuk dan modus operandinya. Berbagai bentuk gangguan keamanan dalam negeri bergerak dalam spektrum antara lain kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan terorganisir, kejahatan kerah putih (white collar crime), kejahatan ekonomi dan perbankan, manipulasi pajak, penyelundupan, serta kejahatan konvensional (pencurian, perampokan, pembakaran, dan lain-lain) termasuk paham intoleransi, radikalisme dan terorisme. Trend perkembangan kejahatan sebagai dampak perkembangan lingkungan stategis tersebut perlu dicermati karena merupakan potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

11


fokus utama ketertiban di lingkungan masyarakat dan juga pada industrial security (perusahaan, instansi dan lembaga). Hadirin dan peserta seminar yang saya banggakan, Terkait hal tersebut, dalam meningkatkan peran negara untuk selalu hadir dalam melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, maka perlu ditingkatkan peran Polri sebagai sosok penolong, pelayan dan sahabat masyarakat yang didukung dengan sinergi polisional yang proaktif dengan lembaga dan masyarakat. Penguatan bidang operasional khususnya dalam bidang pemeliharan keamanan dan ketertiban masyarakat seiring dengan upaya perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarkat perlu ditingkatkan. Sasaran pemeliharaan keamanan lebih mengedepankan upaya yang bersifat pre-emtif dan preventif dalam memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan semua pengemban fungsi kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, khususnya upaya dalam memberikan jaminan rasa aman bagi investor untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Tentunya dalam melaksanakan upaya tersebut, Polri tidak dapat berjalan sendiri, hal ini menyangkut dinamika lingkungan strategis yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu dan 12

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

pengetahuan serta teknologi. Begitu juga terhadap aspek kriminalitas yang secara kualitas terus meningkat dengan berbagai modus operandi baru, lintas teritorial serta menimbulkan permasalahan sosial yang selalu memicu konflik baik vertikal, horisontal maupun diagonal. Melihat kondisi tersebut di atas, menunjukkan beban tugas anggota Satpam semakin berat, sedangkan sarana pelindung diri dalam pelaksanaan tugas sangat terbatas dan perlengkapan perorangan anggota Satpam kurang memadai dan belum sesuai standar yang ditentukan. Berdasarkan instrumen hukum yang telah digambarkan tersebut di atas, memperjelas peran unsur satuan pengamanan di bawah naungan asosiasi di bidang pengamanan termasuk Asosiasi Profesi Satpam Indonesia dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia semakin signifikan dalam penyelenggaraan pengamanan swakarsa di Indonesia guna mendukung tugastugas Polri sebagai pemelihara Kamtibmas. Dukungan tersebut telah ditunjukkan dengan sertifikasi penerapan standar tata kelola pengamanan internal pada setiap entitas organisasi yang meliputi pengamanan terhadap aset-aset baik fisik maupun nonfisik, serta proses bisnisnya. Hadirin dan peserta seminar yang berbahagia, Selanjutnya saya berharap kepada user atau pengguna jasa pengamanan agar lebih peduli terhadap standar manajemen pengamanan maupun standar kompetensi petugas pengamanan sehingga perusahaan bisa mencegah gangguan kriminalitas maupun terjadinya kerugian

daripada perusahaan tersebut dan juga saya berharap kepada asosiasi agar senantiasa memperjuangkan dan menyejahterakan organisasi, Badan Usaha Jasa Pengamanan dan hak-hak anggota satuan pengamanan yang dipekerjakan. Kepada Badan Usaha Jasa Pengamanan agar selalu mendorong untuk menciptakan iklim usaha jasa pengamanan yang kondusif serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Polri. Mencermati hal yang telah dikemukakan, maka harus kita sadari bersama, bahwa anggota satuan pengamanan memiliki posisi strategis, sebagai yang terdepan dalam rangka upaya menciptakan adanya jaminan perlindungan terhadap dunia investasi di negara kita. Oleh karena itu, penyiapan kemampuan profesional anggota Satpam hendaknya mendapatkan atensi dan prioritas oleh seluruh pemangku kepentingan bersamasama Polri.


utama. Sedangkan rekognisi anggota satuan pengamanan dikandung maksud bahwa anggota satuan pengamanan yang telah melaksanakan pelatihan dan mendapatkan kompetensi untuk melaksanakan tugas-tugas operasional di bidang kepolisian terbatas, dilengkapi dengan kartu tanda anggota (KTA) satuan pengamanan sebagai bukti pengakuan resmi terhadap identitas sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas, hal ini telah masuk dalam pasal peraturan kepolisian.

Hadirin dan peserta seminar yang saya hormati, Dalam rangka penyiapan anggota Satpam yang profesional dan memiliki keunggulan kompetensi untuk posisi jabatan security pada satu organisasi khususnya industri strategis dan objek vital nasional, tidak saja memerlukan kompetensi teknis industrial security, berwawasan global, tetapi juga mampu menjawab tantangan global maupun regional berkaitan dengan pasar bebas dimana menitikberatkan persaingan pada aspek sumber daya manusia. Kunci utama adalah memiliki komitmen etika moral, pengetahuan dan keterampilan sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas, sehingga mampu bertindak profesional melindungi aset organisasi, dengan tetap memegang teguh tujuan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan kerjanya.

Untuk itu, saya memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan para personel Satpam, melalui pelatihan spesialisasi di bidang industrial security, baik pada kualifikasi gada pratama, gada madya maupun gada utama. Begitu juga yang diamanatkan kepada Polri sebagaimana yang tertuang dalam pasal 15 ayat 2 huruf g, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 menyatakan: “bahwa Polri bertanggungjawab untuk memberikan petunjuk, mendidik dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas Pam Swakarsa dalam bidang teknis kepolisian�. Remunerasi anggota satuan pengamanan disesuaikan dengan kompetensi kerja yang dimilikinya mengacu pada pengupahan nasional dan perpajakan, terkait dengan strata dan jenjang penugasan/pengalaman berdasarkan kualifikasi gada pratama, gada madya dan gada

Hadirin peserta seminar yang berbahagia, Terhadap Badan Usaha Jasa Pengamanan sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 pasal 15 huruf f, Polri diberikan wewenang untuk memberikan izin operasional dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan jasa pengamanan, hal ini sudah dilaksanakan di tingkat Polda dan Mabes Polri dengan cara melakukan audit pengawasan kepada Badan Usaha Jasa Pengamanan dalam rangka meningkatkan kinerja industrial security. Melalui seminar ini diharapkan dapat dibahas berbagai permasalahan dalam rangka meningkatkan kinerja industrial security sebagai masukan dalam rangka finalisasi terhadap rancangan peraturan kepolisian tentang sistem pengamanan swakarsa yang saat ini sedang dalam proses harmonisasi dan sinkronisasi oleh tim Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia termasuk Satpam di dalamnya yang telah diselaraskan

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

13


fokus utama dalam implementasi program pemerintah tentang KSWP (konfirmasi status wajib pajak) dalam pemberian pelayanan publik, kemudian dicarikan solusi yang tepat dalam pemecahan berbagai permasalahan yang dihadapi dan perlu segera dirumuskan secara komprehensif oleh segenap pelaku industrial security dan Polri, hal-hal seperti: Anatomi atau profil ancaman dan gangguan (threat profiling) keamanan yang menghambat investasi serta kelancaran pengembangan bisnis, untuk menentukan upaya antisipasi mengeliminir kegagalan yang dihadapi. Rencana bersama antara Polri dan komunitas industrial security sebagai mitra, secara proporsional dan profesional melakukan kegiatan penanggulangan ancaman dan gangguan, mulai dari perencanaan, kegiatan operasional, termasuk pengawasan dan pengendalian pada lingkup wilayah maupun lingkup sektor industri masing-masing. Program penyempurnaan aspek instrumental dengan mengikuti perkembangan industrial security menuju spesialisasi sektor industri dan niaga dalam rangka menyambut era perdagangan bebas ASEAN. Program peningkatan kualitas dan profesionalitas Satpam melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan sejalan dengan perkembangan ancaman gangguan Kamtibmas yang cenderung berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita ketahui bersama bahwa industrial security tidak hanya menghasilkan jasa perlindungan fisik atau kegiatan suatu instalasi (plant atau event) dalam menekan kerugian sebagai akibat gangguan 14

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

keamanan (crime protection due lost prevention), tetapi juga sebagai penjamin dalam pengendalian risiko dari ancaman atau gangguan keamanan dari suatu proses bisnis (business countinuity). Kondisi perubahan paradigma yang terjadi pada negara-negara yang tergabung dalam International Organization for Standarization (ISO) mengisyaratkan bahwa, pada setiap investasi makapenyelenggaraan pengamanan tidak lagi diposisikan sebagai biaya (cost centre), tetapi merupakan bagian utuh dari investasi (provit-centre). Hadirin peserta seminar yang saya hormati, Untuk menghadapi tantangan mendatang di samping aspek legalitas sebagai dasar hukum dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pengamanan swakarsa, maka kualitas sumber daya manusia profesional menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk mendapatkan legitimasi terhadap eksistensi satuan pengamanan dalam menangani setiap permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan instrumen yang mengatur tentang standar kompetensi badan pelatihan profesi, asosiasi profesi serta lembaga sertifikasi profesi di bidang security harus menjadi target yang prioritas. Hal ini dilakukan agar pengakuan terhadap profesi anggota satuan pengamanan benar-benar didasarkan pada standar kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan harapan

saya kepada semua peserta seminar, agar nantinya dapat dihasilkan konsep-konsep yang dapat diimplementasikan dalam meningkatkan kinerja semua pihak yang terkait dengan jasa pengamanan sebagai mitra Polri. Hadirin peserta seminar yang berbahagia, Sebelum mengakhiri keynote speach ini, selaku Kabaharkam Polri, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada panitia dan seluruh peserta seminar yang telah berkenan hadir dan memberikan konstribusi dalam rangka mencari solusi untuk peningkatan kompetensi bagi anggota satuan pengamanan dalam rangka mewujudkan satuan pengamanan sebagai profesi yang profesional di bidangnya, legitimasi profesi dan peningkatan profesionalisme pelaku sekuriti. Demikian sambutan saya, semoga Allah Swt, senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita sekalian, dalam melanjutkan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara. Jakarta, 18 Juli 2019 Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Ttd Drs. Condro Kirono, MM., M.Hum. Komisaris Jenderal Polisi


asosiasi

MUNAS ABUJAPI III

Perkuat Kelembagaan untuk Pengembangan Industrial Security KSATRIA - Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III dengan tema “Melalui Munas ke-3 ABUJAPI, Kita Perkuat Hubungan Kelembagaan dalam Upaya Pengembangan Industrial Security di Indonesia”. Pembukaan Munas digelar di Gumaya Hotel Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 18 Juli 2019, dihadiri oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Condro Kirono MM, M.Hum, Kapolda Jateng Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi, Dewan Pendiri ABUJAPI Irjen Pol (Pur) Drs Hindarto, Ketua Umum ABUJAPI Budi Rianto, dan dari Dewan Pengupahan Dirjen Hubungan Industrial Tenaga Kerja

Kemenaker Adi Mahfud. Dalam sambutannya, Irjen Pol (Pur) Hindarto berharap, ABUJAPI terus berupaya meyakinkan kepada perusahaan

bahwa sekuriti adalah aset dan bukan sekadar biaya tambahan yang harus ditanggung oleh perusahaan. “Sekuriti adalah investasi bagi perusahaan,

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

15


asosiasi

bukan penambahan biaya dari perusahaan,” tegasnya. Dalam munas ABUJAPI ini, Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono dalam sambutannya memberikan penekanan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dalam upaya pengembangan industrial security di Indonesia. Condro menambahkan, tugas pengamanan swakarsa yang dibebankan negara kepada organisasi nonpemerintah/ swadaya masyarakat dapat terlaksana dengan baik jika ada dukungan dan kerja sama yang erat dan bersinergi antara satu dengan lainnya. Saat ini sudah ada 26 Badan Pengurus Daerah (BPD) meliputi seluruh provinsi dengan jumlah anggota 2.609 Badan Usaha dan mengelola lebih dari 1,6 juta Pam Swakarsa atau lebih dikenal dengan Tenaga Satuan Pengamanan (Satpam). ‘’Bagaimana asosiasi ini bisa menjadikan satpam sebagai 16

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

Sekuriti adalah investasi bagi perusahaan, bukan penambahan biaya dari perusahaan.

KOMJEN POL DRS CONDRO KIRONO MM, M.HUM profesi, jangan hanya sebagai buruh tapi dimuliakan sama seperti profesi dokter, pilot dll. Secara internasional, security ini profesi. Perlu ada standarisasi karena dari 1,5 juta satpam se Indonesia yang sudah mengikuti pelatihan 900 ribu, masih ada 600 ribu belum terlatih,’’ katanya. Kepolisian sendiri sudah memiliki 60 asesor yang nantinya juga akan membantu dalam proses sertifikasi profesi.

Kepengurusan baru nantinya memiliki pekerjaan rumah untuk menguatkan kelembagaan termasuk dalam hal sertifikasi profesi satpam. Selain itu, Kabaharkam Polri berharap, ke depan, pimpinan perusahaan dan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) mampu memberdayakan dan memuliakan profesi Satpam secara optimal, mengingat pentingnya peran Satpam sebagai pam swakarsa pengemban fungsi kepolisian yang memiliki kewenangan nonyustisial terbatas untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, dan tindakan pertama terhadap gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia mengakui, kenyataannya saat ini profesionalisme anggota Satpam dan pemuliaan profesi Satpam belum optimal dilakukan, karena masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti anggota Satpam bertugas tanpa memiliki KTA sebagai tanda yang


bersangkutan telah mengikuti pelatihan. Selain itu juga masih banyak anggota Satpam tidak memiliki kepastian tentang peningkatan kesejahteraan, sehingga tidak ada bedanya penggajian anggota Satpam antara yang baru masuk dengan anggota Satpam yang sudah lama mengabdi. Persoalan lain yaitu anggota Satpam masih dianggap sebagai karyawan/buruh pada perusahaan tertentu. Anggota Satpam tidak memiliki kepastian jenjang karir yang jelas. Dan masih banyaknya rekrutmen anggota Satpam yang dilaksanakan secara sembarangan atau asal-asalan. “Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungan, perlu peningkatan kompetensi anggota Satpam dan pemuliaan profesi Satpam melalui pelatihan yang terprogram, terarah, dan berkelanjutan, serta perbaikan regulasi yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugasnya,” terang Komjen Pol Condro Kirono. Agenda Munas yang salah satunya memilih pemimpin ABUJAPI periode 2019-2024 hendaknya benar-benar

digunakan sebagai media untuk memilih pimpinan ABUJAPI yang berkualitas. “Saya berharap agar para peserta Munas dapat memilih pimpinan yang berkualitas dan mampu melakukan kerja sama

yang erat dan bersinergi antara satu dengan lainnya, termasuk dengan berbagai lapisan masyarakat guna mendukung kinerja semua pihak, khususnya anggota Satpam, dalam berkontribusi untuk menciptakan dan memelihara keamanan

dan ketertiban masyarakat di lingkungan kerja masing-masing,” katanya. Condro berharap, pengurus yang baru nanti adalah sosok yang punya visi dan misi yang bisa memuliakan profesi satpam, sosok yang bisa mengangkat profesi ini sehingga diakui di kalangan perusahaan multinasional. “Sosok yang bisa memiliki human relation yang kuat dengan kepolisian, ketenagakerjaan, baik dengan anggota-anggota DPD juga,” tuturnya. Condro juga berharap, ketua terpilih nanti bisa menjadikan anggota atau ketua bidang masing-masing bisa memiliki kompetensi, tidak harus orang dalam, bisa orang luar yang memiliki keilmusn soal keamanan, misalnya dari UI, PTIK atau perguruan tinggi lain. “Untuk kita ajak menularkan

ilmunya. Jadi punya kompetensi yang baik, dan jika ada kegiatan ke luar negeri ketua-ketua daerah bisa diberangkatkan sehingga yang punya wawasan tentang keamanan tidak hanya di Jakarta, tapai juga yang di daerah-daerah,” jelasnya.[fro]

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

17


asosiasi

Agoes Dermawan Terpilih sebagai Ketua Umum ABUJAPI

MUSYAWARAH Nasional Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) yang berlangsung selama dua hari, 17-18 Juli 2019 di Semarang akhirnya menetapkan Agoes Dermawan sebagai Ketua Umum ABUJAPI periode 2019-2024 menggantikan ketua sebelumnya, Budi Rianto. Keputusan ini diambil setelah pemilihan yang dilakukan secara demokratis menghasilkan suara terbanyak yakni 12 suara atas nama Agoes Dermawan, sedangkan 10 suara atas nama Budi Rianto dan Joko Utomo tidak ada suara. Dalam kata sambutannya, Agoes mengajak kepada seluruh pengurus baik yang ada di BPP dan BPD untuk lebih menguatkan sinergi guna membangun BUJP yang terus berkembang. 18

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

“ABUJAPI harus kuat dan bermartabat, itulah moto saya. Kalau kita kuat dan bermartabat maka satpam akan sejahtera,” ungkapnya, Kamis (18/7) malam. Dalam tiga puluh hari pertama, Agoes akan membentuk kepengurusan yang melibatkan BPD sehingga menjadi kekuatan yang bisa menjalankan roda kepengurusan. “Jika dalam pengurusan saya ada kesalahan, dengan senang hati langsung diingatkan. Berilah kekuatan dari kebersamaan ini, lupakan kubu-kubu kemarin. Sekarang kita BUJP yang satu bersinergi,” ujarnya. Agoes menambahkan hubungan emosional BPP dan BPD harus lebih ditingkatkan sehingga melahirkan kekuatan atas sinergi tersebut. “Disinilah kita berkembang disinilah BUJP menyejahterakan satpam,” tuturnya. [fro]


asosiasi

Musda Abujapi Jabar Tetapkan Agus Vickram sebagai Ketua KSATRIA - Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jawa Barat menggelar Musayawarah Daerah ke-2 di Bandung, Kamis (27/6/2019). Salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum Abujapi Jabar. Menurut Sekjen BPP Abujapi Agoes Dermawan, proses pemilihan ketua umum BPD Abujapi Jabar ini berjalan secara demokratis. “Musda BPD Abujapi Jabar ini diikuti oleh 100 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) pemilik suara,” kata Agus, Kamis (27/6). Dalam Musda Abujapi ke-2 ini, kandidat yang menjadi calon ketua adalah Agus Vikram dan Dedi. Agoes berhasil

mengumpulkan suara sebanyak 82 suara, sedangkan Dedi mendapatkan 4 suara, sementara yang abstain sebanyak 5 peserta. Menurut Agoes, pemilihan ketua berjalan sangat lancer dan menetapkan Agus Vikram sebagai Ketua Umum Abujapi Jabar masa periode 2019-2024. “Pemilihan berjalan secara demokratis yang sebelumnya mendengarkan visi misi dan gagasan para calon,” ujarnya. Acara Musda ke-2 yang digelar di Hotel Karang Setra Bandung ini dihadiri oleh Dirbinmas Polda Jabar Kombes Bagja, Ketua Umum BPP Abujapi Budi Rianto, Kasat Pol PP Provinsi Jabar, Ketua Kadin Jabar dan para pengurus Abujapi

dan asosiasi lain. Dalam paparannya, Agus secara meyakinkan menyampaikan visi dan misi serta program yang akan dijalankan ketika dirinya mendapatkan amanah menjadi ketua umum Abujapi Jabar. Berikut adalah visi dan misi ketua yang baru Agus Vickram untuk Abujapi Jabar ke depan. VISI Abujapi Jabar adalah menjadi organisasi yang tumbuh dan berkembang dengan memberikan manfaat kepada badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Dengan mengusung motto ‘Dengan berorganisasi pasti ada solusi’. Sedangkan MISI-nya adalah konseptual, konsolidasi, komitmen, kongkritisasi, dan kode etik. Berikut penjabarannya: KONSEPTUAL. Konsep organisasi ABUJAPI harus terus tumbuh dan bergerak maju untuk melangkah lebih maju dan produktif tidaklah cukup untuk mempertahankan nilai-nilai yang sudah ada, apalagi menunggu, WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

19


asosiasi

terlebih untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan menghasilkan nilai manfaat buat hajat hidup orang banyak. Itulah hakekatnya tujuan sebagai pengusaha. Keberadaan ABUJAPI adalah untuk memberi manfaat buat BUJP sebagai pilar dasar pijakan keberadaan organisasi ini. BUJP sendiri dasar pijakan usaha utamanya Satpam – Satuan Pengamanan sebagai usaha inti dari sekian ruang lingkup usaha yang dijalankan Security Industry. Untuk melangkah lebih maju dan produktif tidaklah cukup untuk mempertahankan nilainilai yang sudah ada, apalagi menunggu terlebih untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik dan menghasilkan nilai manfaat buat hajat hidup orang banyak. Itulah hakekatnya tujuan sebagai pengusaha. KONSOLIDASI. ABUJAPI harus melakukan Konsolidasi secara simultan, melakukan konsolidasi internal dan ekternal ( vertikal dan horizontal ). Konsolidasi internal konsolidasi antara pengurus dengan Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina dan Dewan Penasihat untuk mengetahui arah organisasi. Konsolidasi antar BUJP anggota ABUJAPI harus intens untuk mengetahui persoalan – persoalan yang dihadapi oleh BUJP untuk mencari solusi. Konsolidasi Eksternal harus dilakukan terus dengan Organisasi Pengusaha, Organisasi Masyarakat dan POLRI serta Pemerintah itu sendiri agar mengetahui perkembangan informasi / Kebijakan kebijakan yang Up To Date khusunya bagi Dunia Usaha Jasa Pengamanan. 20

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

Bentuk Konsolidasi diantarannya harus bisa dibentuk Kordinator Wilayah didaerah untuk memudahkan dalam pembinaan dan komunikasi organisasi. KOMITMEN. ABUJAPI harus bisa berkomitmen memberikan manfaat yang besar bagi BUJP, bagi Anggota dan bagi Klien serta bagi hajat hidup orang banyak ABUJAPI harus jadi fasilitator bukan menjadi eksekutor bisnis. Yang menjadi eksekutor bisnis harus tetap BUJP tapi BUJP anggota ABUJAPI tentunya. KONGKRITISASI. ABUJAPI harus siap melakukan program organisasi dengan Kongkrit. Seperti pembenahan kesekertariatan untuk memudahkan informasi bagi BUJP dan Masyarakat. Misalnya Bidang Organisasi, Bidang Diklat, Bidang Kerjasama antar Lembaga dan Bidang Advokasi dan Konsultan Hukum. KODE ETIK. Jika kebiasaan sudah dianggap budaya organisasi tidak masalah dan bisa saja budaya itu dijadikan sistem untuk menunjang pencapaian tujuan organisasi sepanjang dibatasi oleh etika, karena organisasi

adalah sekumpulan orang orang yang mempunyai tujuan yang sama, mempunyai hati dan harga diri yang sama, jadi etika berorganisasi mempunyai peran penting dalam berorganisasi ini. Karena mereka melihat ABUJAPI ini bisa saja bukan melihat figur Seorang Ketua dan para Pengurusnya yang memiliki BUJP yang besar dan juga memiliki gedung yang tinggi serta megah, tapi bisa saja mereka melihat bagaimana perilaku organisasinya sehat atau tidak, beretika atau tidak, jika mereka memandang ABUJAPI dari segi perilaku organisasi dianggap sehat dan beretika secara otomatis rasa simpati dan kepercayaan kepada ABUJAPI akan timbul, dan jika ABUJAPI sudah mendapatkan simpati dan kepercayaan dari semua, sudah tentu diminta maupun tidak diminta BUJP yang belum menjadi anggota akan masuk menjadi anggota ABUJAPI bukan sekedar hanya perlu untuk persyaratan saja, tetapi melihat ABUJAPI adalah organisasi tempat BUJP untuk berorganisasi yang sehat. [fro]


kabar

HUT BSP ke-17 & Koperasi Security BSP ke-11

Semakin Maju, Tumbuh dan Berkembang KSATRIA - Jakarta--PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar syukuran hari ulang tahun BSP yang ke-17 dan ulang tahun Koperasi Security BSP yang ke-11 di hotel Swiss-Belresidences Kalibata, Jumat 12 Juli 2019 siang. Ratusan karyawan, staf, manajer dan direksi berkumpul untuk menggelar potong tumpeng dan bagibagi doorprize untuk para peserta yang hadir. Setelah potong tumpeng, panitia menayangkan video-video hasil karya karyawan BSP, temanya tentang HUT BSP dan koperasi security BSP.

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

21


kabar

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa Joko Putro Nugroho Utomo merasa bersyukur dan bangga akan keberadaan perusahaan yang ia kelola ini hingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. “17 tahun BSP berdiri dan hadir sebagai bentuk kepedulian anak bangsa untuk memajukan negeri ini melalui pelayanan jasa pengamanan. Perjalanan panjang ini semakin mengokohkan keberadaan BSP untuk semakin maju, tumbuh, dan berkembang di Indonesia,” ungkapnya 22

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

dalam sebuah video pendek yang ditayangkan saat acara berlangsung. Joko menegaskan, bahwa kehadiran BSP bercita-cita memuliakan profesi Satpam. Sebuah profesi mulia yang membuat seseorang mampu terus mendedikasikan dirinya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain. “Oleh karena itu, BSP bukan hanya sebuah bisnis, melainkan juga sebagai ladang ibadah untuk menjadi berguna bagi masyarakat secara luas dan keluarga besar BSP secara

khusus,” terangnya. Joko menambahkan berkat dedikasi maksimal seluruh jajaran yang ada, BSP kini dapat menjadi Badan Usaha Jasa Pengamanan terbaik dengan jumlah personil terbanyak dan cakupan wilayah terluas yang tersebar di seluruh nusantara. “Masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi. Semoga di usia ini dapat dijadikan momentum untuk melepaskan energi positif sehingga dapat mewujudkan spirit kebersamaan agar kinerja menjadi lebih optimal dan professional,” jelasnya. Joko berharap agar seluruh jajaran dapat terus berupaya merealisasikan visi dan misi perusahaan dengan energi dan semangat yang besar dalam berkarya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihakpihak yang berkontribusi dalam membesarkan BSP selama ini,” tuturnya. Terima kasih juga ia sampaikan untuk para pengguna jasa BSP yang terus mempercayai BSP dalam mewujudkan komitmen sebagai BUJP yang handal dan


kabar

profesional. Begitu juga seluruh instansi pemerintahan yang bekerja sama dalam membantu BSP agar terus sesuai dengan kebijakan pemerintah. “Terakhir, tentu saja, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit satuan pengamanan BSP dari Sabang sampai Merauke, yang bersungguh – sungguh dalam menjalankan tugas di bawah naungan bendera Angsa Pati, Bravo..Bravo..Bravo..! Semakin Luar Biasa!” tegasnya. Sementara itu dalam sambutannya, Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) H. Djarot Soeprianto menjelaskan, usia ke-17 tahun BSP harus menjadi momentum dalam upaya mewujudkan visi dan misi BSP, untuk itu hendaknya kita

senantiasa bekerja berdasarkan prinsip profesionalisme dan berorientasi pada pencapaian service excellent. “Ulang tahun ini merupakan momentum meningkatkan etos kerja dalam menjalankan tugas demi tercapainya cita-cita,” ungkapnya. Djarot menambahkan, untuk dapat terus berkembang dan berinovasi dalam memajukan pencapaian ini dibutuhkan kerjasama yang baik, antara karyawan sehingga tercipta kenyamana kerja, kepastian peningkatan usaha dan akhirnya akan meningkatkan kepercayaan penggunan jasa kepada BSP. “Untuk itu harus selalu bahu membahu dan mengubah pola kerja dari kerja biasa menjadi kerja luar biasa. Semua jajaran bisa

saling menghargai memahami tugas dan tanggungjawan masing- masing dan berkontribusi maksimal untuk kemajuan BSP,” tuturnya. Kontribusi maksimal terus harus didukung oleh kesejahtaraan yang memadai, dan keberadaan Koperasi Security BSP telah berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan karyawan dan sekuriti BSP. Sinergi dan kolaborasi antara antara BSP dan Koperasi Sekuriti adalah keniscayaan untuk mencapai kesejahtaraan sehingga penuh loyalitas dan berdedikasi dalam bekerja. Djarot mengatakan, 17 tahun merupakan usia matang untuk membenahi etos kerja yang kurang baik, memberikan kontribusi yang positif dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, etos kerja yang baik bisa diresapi dan digunakan sebagai landasan berperilaku dalam melaksanakan tugas sehari-hari. “Marilah kita wujudkan rasa syukur dalam menyambut ulang tahun BSP dan Koeprasi Security dengan bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas untuk kejayaan BSP yang kita cintai ini,” tuturnya. [fro]

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

23


KEMERIAHAN HUT BSP (JAWA 2)

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

24

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA


KEMERIAHAN HUT BSP (JAWA 3)

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

25


KEMERIAHAN HUT BSP (KALIMANTAN)

JANUARI 2019 | MAJALAH KSATRIA

26

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA


KEMERIAHAN HUT BSP (SUMATERA)

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

27


KEMERIAHAN HUT BSP (INDONESIA TIMUR)

28

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA


Satpam BSP Jawa Tengah Gagalkan Pencucian Uang Narkoba Senilai 12 Miliar KSATRIA| Satpam PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Jawa berhasil menangkap pelaku pencucian uang narkoba di Jawa Tengah setelah bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut Head Area PT. Bravo Satria Perkasa Wilayah Jawa 2 Heru Wibowo, SsosI, MM, pihaknya berterima kasih kepada pihak BNN dan kepolisian yang telah memberikan informasi akan ciriciri target yang akan melakukan transaksi pencucian uang. Setelah mendapatkan ciri-ciri yang disebutkan, BSP melalui Dansek Purwanto melakukan koordinasi dengan seluruh anggota satpam BSP yang bertugas di perbankan untuk mendeteksi ciri-ciri pelaku. Akhirnya satpam yang bernama Rahmat Agus Riyanto yang bertugas di BRI Lempuyangan Yogjakarta berhasil meringkus pelaku pencucian uang setelah berkoordinasi dengan pihak BNN dan kepolisian. Saat itu, pelaku akan bertransaksi sebesar 250 juta. Dari kasus ini akhirnya ditelusuri jaringannya, di mana total yang akan ditransaksikan senilai 12 Miliar. Heru mengatakan, satpam BSP sudah mengikuti pendidikan Gada Pratama, yang mendapatkan pelatihan untuk itu. “Kami bertemia kasih kepada kepolisian dan BNN telah memberikan informasi ini kepada kami,” katanya. Akhirnya atas persitiwa ini, Purwanto dan Rahmat Agus Riyanto mendapatkan penghargaan dari BNN, BRI sekaligus dari BSP. “Ini merupakan prestasi yang harus terus ditingkatkan, dan kami memberikan apresiasi atas tugas mulia ini,” ujarnya. [fro]

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

29


ksatria

AHMAD

Ksatria dari Makassar

Peraih Best Excellence 2018 Setiap musim selalu muncul ksatria baru. Bisa jadi, ksatria itu bernama Ahmad, anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa (BSP) yang meraih sekuriti terbaik tahun 2018.

N

ada biacaranya jelas, tegas dan mudah dipahami, saat tim media BSP menghubungi pria yang baru saja meraih penghargaan sebagai sekuriti terbaik 2018. Ya, anggota sekuriti BSP wilayah Makassar, ini baru saja menyabet gelar prestasi sebagai sekuriti terbaik tahun 2018 dalam ajang penghargaan BRI Excellence Award Tahun 2018 kategori Satpam. “Iya Pak, maaf saya lagi di Malaysia mengikuti public course sama teman-teman pemenang BRI Excellence Awards 2018,” paparnya melalui sambungan teleponnya belum lama ini. Saat itu Ahmad tengah berada di negeri Jiran Malaysia. Ia baru saja mendapatkan kesempatan mengikuti public course dan branchmark ke beberapa instansi perbankan di Malaysia bersama pemenang BRI Excellence Award 2018. Kegiatan bertajuk BRI Excellence Award kategori Employee Non Marketing dan Best Culture, tersebut berlangsung pada tanggal 5 – 9 Agustus 2019. Ahmad belajar tentang komunikasi skill, branchmarking, dan tak

30

AGUSTUS 2019 | MAJALAH KSATRIA

ketinggalan agenda city tour ke beberapa kota favorit di Malaysia. PT Bravo Satria Perkasa (BSP) tak pernah kehabisan para ksatria penjaga dengan berbagai talentanya di bidang pengamanan. Disela-sela makan malam di restoran favorit Malaysia, Ahmad menjelaskan sejak hari pertama ia melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan bidang financial yang cukup maju. Dilanjutkan ke Maybank, untuk branchmar lalu ke kota Penang dan Kuala Lumpur. Pria kelahiran Makassar, 5 September 1985 ini belajar tentang financial teknologi yang menjadi tambahana wawasan keilmuan bertugas sebagai sekuriti di perbankan, selain komunikasi skill. Acara ini diikuti 13 orang yang semuanya adalah pemenang lomba dalam beberapa kategori dari beberapa wilayah di Indonesia. Seperti diketahui, tahun 2018 Ahmad mengikuti kompetisi sekuriti terbaik dari beberapa anggota sekuriti yang bertugas di BRI. Dimulai dari tingkat Kantor Wilayah (Kanwil) mereka yang lolos akan masuk tingkat nasional. Kriteria peserta lomba pun cukup ketat. Diantaranya, pernah terpilih sebagai the best frontline dalam

dua tahun terakhir, menjadi peserta smart competition minimal tingkat Kanwil, tidak sedang terindikasi kasus dan memiliki masa kerja minimal 2 tahun. Semua kriteria itu ada pada sososk Ahmad yang memang sering dipercaya untuk mewakili cabang dalam beberapa kompetisi. Dalam ajang Best Excellence BRI 2018, lanjutnya, masing-masing peserta sekuriti diuji penguasaan tentang produk knowledge dan komunikasi skill. Konsep perlombaannya, menurut Ahmad dilakukan dengan format cerdas cermat yang diikuti 19 kanwil seluruh Indonesia. “Anggota akan diuji kecepatan menjawab pertanyaan dari panitia lomba. Sangat seru sekali dan lomba finalnya di JCC (Jakarta Conventional Center),” paparnya.


Untuk itu sejak jauh-jauh hari, Ahmad mempersiapkan khusus tentang produk knowledge dan komunikasi skill. Kompetisi paling menantang, lanjutnya, semua peserta akan dnilai kinerjanya sehari-hari. Nantinya peserta kompetisi ini akan dipantau oleh tim pemantau khusus selama beberapa waktu, yang tidak diketahui keberadaan penilainya dan kapan peninjauannya. Sehingga semua peserta benarbenar harus selalu siap bertugas setiap harinya dengan kedisiplinan dan memaksimalkan skill. Suami dari Madina, ini mengaku bangga bisa bekerja dengan baik, sampai bisa mengalahkan peserta dari beberapa wilayah termasuk dari Jakarta. Baginya, pengalaman ini setidaknya menjadi pelajaran berharga bahwa, anggota sekuriti harus selalu bekerja sebaik-baiknya dimana saja dan kapan saja. Kuncinya, lanjut ahmad, mencintai dan menyukai pekerjaan yang diterima, kalau bisa nasabah selalu mendapatkan pelayanan maksimal agar merasa terlayani dan mencari-cari pelayanan seperti yang mereka inginkan. Disamping itu juga harus terus mengupdate ilmu pengetahuan, skill komunikasi dan kesopanan. Menurutnya, sertiap orang memiliki cara bemaca-macam, tapi yang penting bangga dan senang dengan pekerjaan yang diterimanya. Salah satu yang membanggakannya, selain bisa melayani nasabah yang berdampak pada kemajuan pelayanan, juga bisa meraih prestasi dari BRI Excellence. Apalagi melayani dan berkomukasi dengan nasabah merupakan hobinya. Ahmad tak menampik sebagai anggota sekuriti dirinya dituntut juga memberikan rasa aman kepada siapa saja yang berada di

wilayahnya. Terkadang ancaman itu bisa muncul dari luar, yang jelas, menurutnya, sebelum mengemban tugas kerja harus memiliki persiapan matang baik skill individu, usaha persuasive dan preentif agar semuanya terciptakan situasi aman dan nyaman. Apalagi menurutnya, BRI Makassar termasuk kantor pelayanan yang sibuk. Sehingga seorang sekuriti tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan tapi juga memberikan pelayanan yang menyenangkan. Menurutnya, anggota sekuriti yang ditugaskan di perbankan harus mengedepankan kesabaran sebab setiap nasabah memiliki karakter berbeda-beda. Dengan kesabaran, tambahnya, anggota sekuriti akan bisa lebih maksimal menjalankan tugasnya sekaligus mengurangi risiko kekecewaan pelanggan. “Semua pekerjaan ada resikonya, kalau kita sudah punya persiapan Insya Allah semua tantangan bisa dilewati,” paparnya. Ayah dari Muh Dzakir Rizkullah dan Muh Fahmi Dzikrullah ini dulunya tak terfikir menjadi sekuriti. Sejak lulus SMA, citacitanya ingin menjadi polisi. Tahun 2005, Ahmad mengikuti seleksi polri tapi tidak lolos. Karena harus menunggu 1 tahun yang terlalu lama, lanjutnya, Ahmad memilih bekerja di perusahaan sekuriti di PT Cindi yang bertugas di Bank NISP. Profesi ini ia tekuni sampai pada tahun 2010 menjadi anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa (BSP). Berbekal sertifikat gada pratama yang dimilikinya, Ahmad menjalani tugas sebaik-baiknya. Tentu ia merasakan adanya perbedaan di perusahaan sekuriti tersebut. Diantaranya, Ahmad mengakui bahwa kerja di BSP yang berkantor pusat di Jakarta Timur tersebut, ada hubungan keakraban

antara anggota dan pimpinan sekuriti. Dengan atasan seperti keluarga sendiri, namun tetap menjaga profesionalitas. Selain itu, lanjutnya, di BSP selalu terbuka kesempatan bagi anggota sekuriti meningkatkan talentanya dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan instansi dan mitra kerjasama. Tak heran jika Ahmad sudah mengikuti perlombaan sampai meraih 6 penghargaan diantaranya berhasil meraih Best Excellence tahun 2018. Tentu dengan prestasi yang diraihnya tidak membuat dirinya jumawa. Pria yang hobi berolahraga main bola dan tenis meja, ini hanya berusaha menjalani tugas terbaik dari BSP dan ingin menjadi kebanggaan keluarganya. Baginya, sekuriti adalah pekerjaan mulia. Dari tugas yang diembannya, selalu berkaitan dengan pelayanan, keamanan dan kenyamanan, ketika bisa melayani orang lain dengan baik, dan bisa menjaga kemananannya, disitulah wujud kemanfaatannya. “Profesi sekuriti juga tak kalah dengan profesi lainnya, meraih juara dan bisa jalan-jalan ke luar negeri serta hadiah uang tunainya,”akunya bangga. Ia berpesan kepada anggota lainnya, cintailah pekerjaaan itu, jalani dengan suka cita, dan berprestasi dimana saja dan kapan saja selama kesempatan itu ada kesempatan. Disamping itu, sekuriti juga harus terus belajar agar bisa meningkatkan diri ke jenjang lebih baik dan memaksimalkan diri berperan sebagai ksatria penjaga untuk semua orang yang membutuhkannya. “Semoga kedepannya bisa lebih baik, BSP bisa terus maju dan kompak, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.[muh]

WWW.BSPGUARD.COM | AGUSTUS 2019

31


PT BRAVO SATRIA PERKASA Mengucapkan

MENUJU INDONESIA UNGGUL

www.bspguard.com Jl. Dewi Sartika No. 4A - 4C, Cililitan Jakarta Timur, Indonesia

0804 1 277 277

Profile for BSP Guard

MAJALAH KSATRIA AGUSTUS 2019  

MAJALAH KSATRIA AGUSTUS 2019  

Profile for bspguard