Issuu on Google+

EDISI 2 | Oktober dengan hikmat. Sebenarnya bukan masalah perkenalan BEM FTI dan HMDM, baik proker, agenda, maupun hubungan diantara keduanya, yang akan dibahas pada tulisan ini, tetapi suasana hangat yang tumbuh

Hangat, dan Semakin Hangat

H

dilingkup HMDM, setidaknya mewakili warga

a n ga t , s e d i k i t ga m b a r a n

D3MITS. Memang suasana hangat sudah lama ada

mengenai kunjungan BEM FTI kepengurusan

dan terus lestari dilingkup HMDM, tetapi hanya

2013/2014 ke HMDM FTI – ITS kepengurusan

dalam lingkup HMDM, warga D3MITS dan dosen.

2013/2014. Memang agak jarang terjadi di

Tetapi malam tersebut (26/9), suasana hangat ini

kampusnya para mahasiswa D3MITS ini, tapi tak

kami rasakan, kami resapi, kami akan coba terus

dapat dielakkan bahwa kami, warga D3MITS dapat “membuka” pintu selebar-lebarnya bagi seluruh “tamu” yang datang, salah satu BEM FTI kamis malam lalu (26/9). Kunjungan ini merupakan salah satu agenda rutin BEM FTI yang digunakan sebagai jembatan untuk mempererat “merahnya FTI”, setidaknya sembilan HMJ FTI terhadap BEM FTI. Kunjungan ini dibuka langsung oleh Sekjen II BEM FTI,

lestarikan. Suasana yang jarang terjadi, karena

Muhammad Iqbal Baikhaqi, mewakili Ketua BEM FTI,

kami, warga D3MITS “dianggap” oleh “orag luar”

mas Rahman, sapaannya, yang berhalangan hadir.

susah membaur, susah menerima, susah membuka.

Kunjungan tersebut dimulai dengan perkenalan

Tetapi tidak, teman-teman! Kami sangat siap untuk

departemen BEM FTI yang kemudian disusul oleh

menerima teman-teman sekalian untuk berkunjung

departemen dan BSO HMDM disertai dengan

atau bahkan sekedar mengobrol santai. Tidak perlu

proker dan agenda masing-masing. Tetapi

terlalu formal atau perlu mengirim surat perizinan.

sebelumnya, kami, seluruh penghuni sekretariat

Langsung saja hubungi kami. Kami siap membuka

HMDM sebagai tempat acara kunjungan,

pintu selebar-lebarnya buat teman-teman, KM ITS!

menyanyikan mars FTI dan pembacaan visi KM ITS

RAHMAN

1


Budayakan Diskusi dan Mulai Ambil Keputusan

B

17 Juli 2013, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) ITS, masih banyak kontrofersi

seorang rekan mahasiswa, Andrew Jaya Nazar,

terhadap pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Kadep Kominfo BEM FTI, untuk menyebarkannya ke

Menurut Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar Riset

rekan mahasiswa yang lain, maka tepat hari Jumat

Operasi Teknik Kelautan, bahwa banyak patahan-

(4/10) berkumpul lah beberapa mahasiswa dari

patahan tektonik di sekitar situ (daerah pembangunan

berbagai jurusan di Selasar Geo-PWK ITS

Jembatan Selat Sunda, red) yang menbuat dasar Selat

Surabaya. Beberapa mahasiswa tersebut didominasi

Sunda itu satu dasar laut yang cepat berubah, pasti

oleh mahasiswa FTSP (Fakultas Teknologi Sipil dan

akan berdampak panjang. Belum saa tnya

Perencanaan) dan FTK (Fakultas Teknik Kelautan),

memanfaatkan Selat Sunda dalam segi waktu, tambah

serta diselangi oleh fakultas lainnya. Kumpulan

beliau. Menurut Amien Widodo, Ketua Pusat Studi

mahasiswa ini tidak sembarang berkumpul atau

Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim ITS, bahwa

berdiskusi, tetapi mereka membahas mengenai

daya rusak yang begitu besar saat meletusnya gunung

“Jembatan Selat Sunda”.

Krakatau saat itu berdampak belum bisanya kita

Tertunda hingga 45 menit yang seharusnya

(beliau, dkk) untuk mengurangi tsunami tersebut.

dimulai pukul 19.00 WIB, forum diskusi ini dibuka

Selain ditinjau dari aspek teknik dan

dengan pemaparan mengenai dampak negatif

geografis, pembangunan JSS juga akan mempengaruhi

akibat pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)

dibidang ekonomi pada dua daerah yang terhubung,

kelak oleh rekan mahasiswa FTK. Pemaparan tersebut

yaitu Banten dan Lampung. “Jembatan Selat Sunda

merupakan hasil kajian mereka dilihat dari tinjauan

adalah salat satu komponen pengembangan kawasan.

maritim dan beberpa aspek lainnya, salah satu:

Perhatian kita (LPPM ITS, red) dengan pemerintah yang

berpotensi menurunkan produksi ikan. Hasil kajian

seolah-olah terpusat disini (Pulau Jawa, red) dan

yang mereka paparkan juga didukung oleh

kesenjangan wilayah yang semakin tidak merata,”

beberapa dosen, antara lain: Daniel Mohammad

tambah Daniel Mohammad Rosyid, salah satu pakar

Rosyid dan Amien Widodo.

kelautan termuka di Indonesia dan pengajar Jurusan

Berdasarkan informasi yang tim redaksi

Teknik Perkapalan dan Teknik Kelautan ITS Surabaya.

himpun dari salah satu liputan dan pemberitaan ITStv

Lebih dari setengah jam, rekan-rekan FTK

(EurekaTV ITS) di youtube.com mengenai 'Tanggapan

mendominasi diskusi tanpa tanggapan dari rekan

ITS Mengenai Pembangunan Selat Sunda' pada Rabu,

mahasiswa yang lainnya. “Memang kami (tim

2

READ | KEEP | UNDERSTAND

erawal dari jarkoman salah


pelaksana forum diskusi, red) memberikan waktu

Tanggapan kedua disampaikan oleh seorang

kepada rekan FTK untuk memaparkan hasil kajiannya

mahasiswa Teknik Lingkungan. Hampir sama seperti

terlebih dahulu, tanpa tanggapan (dari peserta

mahasiswa T. Sipil sebelumnya, bahwa dampak

diskusi yang lain, red),� jelas Koni Dwi Prasetya, ketua

negatif yang ditimbulkan oleh pembangunanJSS

pelaksana forum diskusi JSS. Dikatakan oleh salah

yaitu produktivitas ikan menurun dan dibidang

satu pembicara dari FTK bahwa apa yang dijelaskan

lingkungan lainnya dapat diatasi dengan tindakan

kurang lebih berupa opini yang belum ada kepastian

preventif, yang sebelumnya telah dikaji oleh pihak

yang jelas. Terlepas dari itu, peserta diskusi yang lain

terkait.

sangat mengapresiasi hasil kajian rekan FTK. Mereka

Sesuai jarkoman bahwa pukul 21.00 WIB

dengan antusias mendengarkan dan memberikan

forum diskusi berakhir, tetapi sesuai dengan

tanggapan setelahnya. Salah seorang mahasiswa Teknik Sipil FTSP, mewakili temantemannya jur usannya, menjadi yang pertama memberikan tanggapan. Menurutnya, tidak salah apa yang disampaikan oleh rekan FTK, tetapi kami juga memiliki beberapa hal yang menurut kami benar. Salah satunya, menurut rekan FTK,

kesepakatan forum untuk memperpanjang hingga

pembangunan JSS berbahaya karena rawan akan

pukul 21.30 WIB. Ketika ditanya mengenai harapan

gempa tektonik akibat pergerakan lempeng bumi

dari forom diskusi ini, Koni Dwi Prasetya, Kabiro

yang berada di sekitar Selat Sunda. Tetapi menurut

Kajian Strategis Dept. Dagri BEM FTSP, menuturkan

rekan mahasiswa T. Sipil tersebut bahwa setiap

bahwa mahasiswa diharapkan dapat mengeluarkan

pergerakan lempeng bumi dapat dihitung dan

sikap dan keputusan mengenai masalah-masalah

dianalisa sehingga dapat dilakukan pencegahan

nasional. “Minimal mahasiswa berdiskusi. Budayakan

agar resiko bahaya minimal.

untuk berdiskusi,� tutupnya. RAHMAN

3


Selamat & Sukses, Saudaraku! Sabtu, 21 September 2013 tepat menjadi momen paling membahagiakan bagi pejuang-

kakak wisudawan dan sekarang ia pun merasakan sambutan itu. “Sebuah perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya.

pejuang FTI dan PPNS di kampus Perjuangan ITS, terlebih untuk kami, D3 Teknik Mesin FTI-ITS. Bagaimana tidak, momen yang biasa kita sebut wisuda itu pun menjadi puncak dari perjuangan mereka selama kurang lebih 3 tahun. Bersama temanteman seangkatan sorak-sorai gembira ramai terdengar dari kejauhan. Sebuah pencapaian yang membahagiakan, 73 wisudawan D3MITS dalam wisuda 107 yang

Wisudawan asal Medan ini mempunyai

diantaranya merupakan 19 dari kerjasama PLN dan

harapan untuk D3 Teknik Mesin yang harus kita

54 dari reguler. Dari keseluruh wisudawan yang telah

wujudkan, yaitu membentuk IKA D3MITS (Ikatan

memiliki rencana masing-masing yang diantaranya

Alumni D3 Teknik Mesin FTI-ITS) dengan harapan

17 wisudawan reguler akan melanjutkan jenjang

sebagai sebuah “alat” untuk silaturahmi serta

mereka sampai tingkat sarjana.

membantu bagi adik-adik angkatan dalam mencari

“Senang sekali, ini pertama kali dalam

kerja. Hal yang perlu kita ingat, bukan hanya IP

seumur hidup,” tutur Marsius Kristian Sinaga, salah

bagus yang harus kita punya, namun juga link yang

seorang wisudawan dari angkatan 2010. Acara di

harus kita punya saat sesudah wisuda nanti. Untuk

dalam Graha ITS yang sangat berkesan untuknya,

HMDM sendiri, mantan Kadep PSDM HMDM

dengan pencapaian yang tepat 3 tahun, komting

2012/2013 ini berharap agar para anggota

2010 ini pun menuturkan betapa senangnya saat dulu

himpunan lebih berkomitmen serta lebih semangat

masih menjadi mahasiswa baru menyambut kakak-

untuk memajukan HMDM. MEISTA

Pimpinan Redaksi Fauziah Meutiarani Reporter Meista Dian Puspitasari Rahman A. Khan Editor R. Ahmad Khan

Fotografer Fauziah Meutiarani Layouter Naura ‘Abida Djamil Andyani Dwi Setya

HMDM FTI-ITS

@D3MesinITS

4

Semangat Empat Pilar Garis Merah tidak akan pernah luntur hanya di majalah saja. Setiap gerakgerik kami, BSO PERS, selalu menjunjung tinggi etika empat pilar tersebut. Tak perlu harus dilihat orang lain, kami melakukan ini hanya sebatas kebermanfaatan kami untuk kami, kalian, ITS, bahkan bangsa ini! | Salam redaksi | Lantang Menggenggam Atau Diam Terbungkam


Edisi 2 | Oktober