Page 1

Edisi Nopember 2013

Media Komunikasi & Informasi Pelabuhan

PANDU

Terminal Petikemas Belawan Tambah Dermaga 350 Meter

MENARA

Pelindo I Raih Predikat Sangat Bagus Infobank Award

1


Edisi Nopember 2013

Salam Redaksi MELAWAN! Media Komunikasi & Informasi Pelabuhan

Pembaca Gema yang Budiman

Bulan November, menjadi bulan pahlawan bagi bangsa Indonesia. Tepatnya pada tanggal 10 November, dijadikan Hari Pahlawan nasional dan menjadi hari libur dalam sistem penanggalan di Indonesia. Penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional adalah bertepatan dengan sejarah perlawanan arek-arek Surabaya dalam melawan tentara Inggris yang dibonceng Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Sejarah mencatat bahwa pada tanggal tersebut terjadi pertempuran besar-besaran di Surabaya yang menewaskan ribuan pejuang dan masyarakat. Semangat perlawanan sampai titik darah penghabisan para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadikan hari ini istimewa. Bukan sekedar jumlah korban yang banyak berjatuhan pada hari tersebut sehingga dijadikan Hari Pahlawan Nasional, namun semangat perlawanan arek-arek Surabaya melawan colonial yang kemudian menginspirasi gerakan perjuangan di seluruh Indonesia menembus batas suku, agama, ras, dan aliran politik. Pembaca Gema yang Budiman Semangat perlawanan untuk mempertahankan Republik Indonesia menjadi ruh dari Hari Pahlawan Nasional. Semangat perlawanan ini yang perlu kita ambil pelajaran dari Hari Pahlawan. Dalam kondisi saat ini, kita tidak lagi dihadapkan pada penjajah-penjajah berpistol dan bermeriam. Sehingga bentuk perlawanan juga berbeda. Bagaimana di perusahaan kita, perlawanan seperti apa yang perlu kita lakukan? Tentunya perlawanan untuk pencapaian tujuan perusahaan. Perlawanan kita adalah kita peduli pada kondisi perusahaan ini, sehingga kita melawan segala sesuatu yang menghalangi pencapaian tujuan perusahaan. Seperti yang sering Dirut kita katakan, mari kita saling control dan memperbaiki kebocoran-kebocoran yang ada. Pembaca Gema yang Budiman Pada edisi kali ini, Gema akan menyajikan berbagai artikel terkait dengan isu-isu bisnis kepelabuhanan, event-event perusahaan, dll. Semoga apa yang Gema sajikan lewat berita dan tulisan akan semakin memperkaya pengetahuan kita. Selamat membaca....

Top News

Redaksi Pembina/Penasehat : PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

PANDU

Terminal Petikemas Belawan Tambah Dermaga 350 Meter

Hal. 3

MENARA Pelindo I Raih Anugerah Media Humas 2013

MENARA

Hal. 7

2

Redaktur Pelaksana: M. Eriansyah Staff Redaksi: Gunawan Lailatul Qomariyah Fiona Sari Utami Admnistrasi: Ennyke Sandra P

Pelindo I Raih Predikat Sangat Bagus Infobank Award

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Corporate Secretary

Hal. 8

Percetakan dan Fotografer: Nova Indrawan Design Layout: Rizal Akbar


Terminal Petikemas Belawan Tambah Dermaga 350 Meter PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I memu-

lai pembangunan dermaga Terminal Petikemas Belawan sepanjang 350 meter. Hal ini ditandai dengan peresmian langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam acara “Pencanangan Proyek Pengembangan Terminal Petikemas Belawan Paket II”, di dermaga Belawan International Container Terminal (BICT), Senin (17/11). Dalam sambutannya, Dahlan menyampaikan kebanggaannya tentang kemandirian BUMN dalam melakukan pembangunan infrastruktur. “Proyek Pembangunan Terminal Petikemas Belawan Paket II adalah sinergi BUMN Pelindo I, Hutama Karya dan Wijaya Karya serta pendanaaan oleh Pelindo I dengan pinjaman Bank Mandiri. Ini adalah bukti bahwa kita mampu membiayai proyek pembangunan sendiri tanpa mengandalkan asing,” kata Dahlan. Dahlan juga menyampaikan apresiasinya pada Direktur Utama Pelindo I yang baru, Bambang Eka Cahyana atas kecepatannya dalam melakukan pengembangan-pengembangan pelabuhan di Pelindo I. “ “BUMN harus menjadi tangan kedua Pemerintah. Hal-hal yang tidak bisa dibiayai oleh APBN, dapat dibiayai oleh BUMN,” tegas Dahlan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bobby R. Mamahit yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mendukung pembangunan Terminal Petikemas Belawan Paket II sebagai upaya untuk memperlancar Sistem Logistik Nasional. “Pelabuhan Belawan mempunyai peran yang sangat penting dalam konektivitas nasional. Selain itu juga merupakan bagian dari koridor Sumatera dalam MP3EI,” ujar Bobby. Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho yang turut memberikan sambutan, menyampaikan bahwa pembangunan Terminal Petikemas Belawan merupakan cita-cita sejak tahun 2008. “Setelah cukup lama diimpikan, akhirnya pembangunan dermaga Terminal Petikemas Belawan bisa diimplementasikan,” kata Gatot. Bambang Eka Cahyana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penambahan dermaga di Terminal Petikemas Belawan harus dilakukan. “Trafik petikemas di Belawan tumbuh pesat, dengan rata‐rata 15 % di terminal domestik dan 5,8 % di terminal internasional. Tahun 2012 trafik yang terjadi mencapai hampir 850.000 teus. Di tahun 2013 diperkiraan akan mendekati 1.000.000 teus dengan kapasitas terminal 1.200.000 teus. Selain itu, pengembangan Pelabuhan Belawan menjadi bagian dari program MP3EI,” kata Bambang.

PANDU

3


Edisi Nopember 2013

Bambang menjelaskan bahwa pengembangan Terminal Petikemas Belawan dengan membangun dermaga 700 meter dibagi dalam dua paket masing-masing sepanjang 350 m dengan kedalaman kolam –14 mLWS. Pekerjaan sipil Paket I dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Laut dengan dana IDB (Islamic Development Bank) dan pekerjaan sipil Paket II dilaksanakan oleh PT Pelindo I dengan pola konsesi. Sedangkan pembiayaannya dilakukan sindikasi Pelindo I dengan PT Hutama Karya (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) dengan pembentukan anak perusahaan. Dan pengadaan alatnya baik Paket I dan Paket II semuanya dilakukan oleh Pelindo I. “Dengan perluasan terminal Paket I dan Paket II sepanjang 700 m, akan memberikan tambahan kapasitas Terminal Petikemas Belawan sebesar 800.000 teus/tahun. Ditambah dengan kapasitas yang ada sekarang, total kapasitas Terminal Petikemas Belawan secara keseluruhan menjadi 2.000.000 teus/tahun,” jelas Bambang. Bambang menambahkan dengan kedalaman kolam -14 mLWS, Terminal Petikemas Belawan Paket I dan Paket II akan mampu mengakomodasi kedatangan kapal-kapal mother vessel sampai dengan ukuran 5.000 teus sehingga akan merubah pola perdagangan. “Selama ini Terminal Petikemas Belawan (BICT-red) hanya menjadi feeder pelabuhan Singapura, Tanjung Pelepas dan Port Klang. Dengan selesainya Terminal Petikemas Paket I dan II maka barang-barang dari Belawan dan sekitarnya akan dikirim langsung dengan mother vessel ke pelabuhan akhir, baik di Timur Tengah, Eropa bahkan Australia,” ujar Bambang optimis. “Selain itu, peningkatan kapasitas Terminal Petikemas Belawan juga akan menciptakan akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dan daerah sekitarnya yang pada akhirnya akan juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Bambang. Dalam implementasinya, Bambang menjelaskan bahwa pembangunan Terminal Petikemas Belawan Paket II adalah sindikasi Pelindo I, Hutama Karya dan Wijaya Karya membentuk anak perusahaan PT Prima Terminal Petikemas, dimana Pelindo I menjadi pemegang saham mayoritas. Pemilik dan manajemen proyek pengembangan terminal petikemas Belawan Paket II ini adalah PT Prima Terminal Petikemas. Sedangkan pendanaannya direncanakan gabungan antara equity dan pinjaman dari eksternal yaitu Bank Mandiri. Saat ini PT Prima Terminal Petikemas sedang melakukan persiapan‐persiapan untuk pembangunan. Secara keseluruhan pekerjaan sipil meliputi reklamasi seluas 16 Ha, perpanjangan dermaga 350 m dengan kedalaman ‐14 mLWS, pembanguan CY dan utilities. Sedangkan pengadaan alat meliputi 4 Container Crane Post Panamax yang akan dilakukan bertahap, 12 Transtainer dan 20 Head Truck dan Chasis. “Semoga awal tahun 2014 pembangunan sudah dimulai. Secara keseluruhan baik pembangunan pekerjaan sipil, pengadaan alat dan IT dapat diselesaikan di akhir 2016. Dan di awal tahun 2017 nanti terminal baru sudah mulai beroperasi,” harap Bambang.

4

PANDU

Untuk mendukung terminal petikemas baru dengan kedalaman kolam ‐14 mLWS, Bambang menyampaikan harapannya mengenai alur pelayaran yang juga harus mempunyai kedalaman yang sama. “Semoga Pemerintah dapat melaksanakan pekerjaan pengerukan pendalaman alur di Pelabuhan Belawan,” harap Bambang. Selain alur, Bambang juga meminta dukungan untuk kemudahan akses jalan tol menuju Pelabuhan Belawan. “Terminal petikemas hanya merupakan salah satu dari mata rantai sistem logistik, dimana banyak mata rantai lainnya antara lain jalan, depo petikemas, pergudangan, kawasan industri (area produksi). Diharapkan semua komponen mata rantai sistem logistik ini dapat dikoordinasikan sehingga dapat berjalan seiring. Dalam hal ini akses jalan (tol) sampai dengan terminal petikemas Belawan. Penataan akses tol sampai dengan terminal petikemas ini menjadi sesuatu yang harus dilakukan agar peningkatan kapasitas terminal petikemas dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” jelas Bambang. Peresmian pencanangan Proyek Pengembangan Terminal Petikemas Belawan Paket II 350 meter ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan disaksikan oleh Dirjen Hubla Perhubungan Laut Bobby R Mamahit, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama PT Prima Terminal Petikemas (PTP) Ari Sunaryono, Direktur Utama PT Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro, Direktur Operasi PT Wijaya Karya Budi Harto dan Komisaris Utama PT PTP Alfred Natsir. Turut diundang dalam acara tersebut Anggota DPD asal Provinsi Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara, Pangdam I Bukit Barisan, Danlantamal I, Kajati Sumatera Utara, Muspida Provinsi Sumatera Utara, Walikota Medan, Kepala Otoritas Pelabuhan Belawan, Syahbandar Pelabuhan Belawan, Direksi PT Pembangunan Perumahan, Direksi PTPN III dan IV, Komisaris dan Direksi PT Prima Terminal Peti Kemas (PTP), Komisaris Pelindo I, pengurus assosiasi, para pengguna jasa dan para mitra pelabuhan. Humas Pelindo I, M. Eriansyah menambahkan bahwa pada acara tersebut juga juga dirangkaikan dengan penandatangan beberapa kesepakatan penting sebagai berikut : * Penandatanganan pokok-pokok perjanjian konsesi antara Otoritas Pelabuhan Utama Belawan dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sebagai dasar pengusahaan terminal petikemas sesuai dengan UU no 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. * Penandatanganan pokok pokok kerjasama antara PT Pelindo I dengan PT Prima Terminal Petikemas sebagai pengembang pelabuhan yang merupakan anak perusahaan patungan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya. * Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Prima Terminal Petikemas dengan Bank Mandiri tentang pembiayaan proyek ini. (red)


Edisi Nopember 2013

Pelindo I Pererat Silaturahmi dengan Kapolda Sumut Direksi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melakukan kunjungan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada Senin siang (04/11). Kunjungan ini disambut oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen. Pol. Syarief Gunawan beserta jajarannya di Kantor Polda Sumut di Medan. Kunjungan ini adalah dalam rangka perkenalan Direktur Utama Pelindo I dan untuk memperkuat silaturahmi yang terjalin selama ini serta menjalin kerjasama yang saling mengeratkan diantara kedua belah pihak. Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengucapkan rasa terima kasih atas penerimaan Kapolda Sumut dan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut adalah perkenalan Direktur Utama Pelindo I yang baru, yaitu Bambang Eka Cahyana yang dilantik pada tanggal 21 Agustus 2013 yang lalu, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I. “Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama ini untuk pengamanan di Pelabuhan Belawan sehingga aktivitas di pelabuhan selama ini dapat berjalan lancar, ” kata Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengharapkan dukungan Kapoldasu terhadap program-program strategis Pelindo I. “Kami sebagai BUMN yang mengelola jasa kepelabuhanan di Sumut saat ini ditugaskan Pemerintah untuk mengembangkan Pelabuhan Belawan. Dalam waktu dekat, kami akan segera memulai pembangunan perluasan Terminal Petikemas di Belawan. Tepatnya, akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN pada 18 November 2013 mendatang. Kami sangat mengharap dukungan Poldasu untuk kelancaran program tersebut,” harap Bambang. Bambang juga mengharapkan dukungan Poldasu untuk kelancaran program strategis pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung. “Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan infrastruktur vital di Sumut, untuk itu dukungan pengamanan demi kelancaran pengembangan dan selama aktivitas operasional sangat kami harapkan,” kata Bambang.

PANDU

5


Edisi Nopember 2013

Bambang juga menyampaikan harapan dukungan Kapoldasu untuk pengamanan aset-aset Pelindo I di Belawan terutama aset tanah dan bangunan. “Saat ini kami sedang melakukan penataan aset dan di lapangan mengalami beberapa kendala seperti klaim hak tanah oleh sekelompok masyarakat atas aset Pelindo I. Kami mohon bantuan Poldasu untuk pengamanan aset-aset kami,” harap Bambang. Bambang berharap hubungan dan kerjasama Pelindo I dan Poldasu bisa semakin ditingkatkan. “Jika Poldasu mempunyai program atau kegiatan yang bisa disinergikan dengan Pelindo I, kami akan mendukung kegiatan tersebut agar sinergi kita semakin erat,” kata Bambang. Kapolda Sumut Irjen Pol Syarief Gunawan menyambut baik pertemuan ini dan mengucapkan selamat kepada terimakasih atas kunjungan Pelindo I ke Kantor Poldasu. “Melalui silaturahmi ini, semoga kita bisa lebih saling mengenal sehingga memudahkan koordinasi dan komunikasi untuk menyelesaikan hal-hal yang memang perlu menjadi perhatian bersama,” kata Syarief, sapaan akrab Irjen Pol Syarief Gunawan. Menjawab harapan Bambang, Syarief dan jajarannya menyatakan bersedia untuk mendukung pengamanan program strategis Pelindo I seperti pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Belawan karena merupakan infrastruktur vital yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. “Kerjasama harus direncanakan dari sekarang untuk mencegah permasalahan-permasalahan keamanan dan kejahatan, dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara Pelindo I dan Poldasu supaya lebih bersinergi,” kata Syarief. Syarief menuturkan bahwa saat ini Polisi dituntut untuk lebih membuka diri dengan dunia luar. Pihaknya akan selalu siap untuk mengamankan program-program strategis Negara termasuk program-program strategis Pelindo I. Dia mengingatkan terkait pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, untuk memperhatikan plan protection. Bambang mengharapkan bahwa kerjasama Pelindo I dan Polda bisa ditindaklanjuti dalam bentuk pendatanganan bersama Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Syarief menyambut baik usulan Bambang dan meminta agar segera disusun bentuk kerjasama tersebut. “Kami siap mendukung Pelindo I,” tegas Syarief. Sementara ACS Humas Pelindo I M. Eriansyah menambahkan pada Kunjungan ke Kapoldasu tersebut Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana; didampingi Direktur Keuangan, Farid Luthfi; Direktur Operasi & Teknik, Iman A. Sulaiman; General Manager Cabang Pelabuhan Belawan Syahputera, Corporate Secretary Sandhy Wijaya, dan Ka. Biro Hukum M. Asyhari dan Tim Humas. (red)

6

PANDU


Pelindo I Raih

Anugerah Media Humas 2013 PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I berhasil meraih Penghargaan Anugerah Media Humas (AMH) 2013 sebagai peringkat Terbaik Ketiga untuk kategori ‘Pelayanan Informasi Melalui Website’, yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Kementerian Komunikasi dan Informasi. Penghargaan ini diserahkan oleh Direktur Kemitraan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Drs. Hendra Purnama, Msi kepada M. Eriansyah, Asisten Corporate Secretary (ACS) Humas Pelindo I di Solo, Jawa Tengah, pada hari Rabu (20/11). Tergabung dalam Kelompok Kriteria Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian/BUMN dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Pelindo I berhasil menembus Tiga Besar sebagai Peringat Terbaik III. Dan Untuk Peringkat I diraih oleh Pertamina, peringkat II Bank Mandiri, Harapan I diraih Mahkamah Konstitusi, Harapan II oleh Pelindo III dan Harapan III Univeritas Brawijaya. Humas Pelindo I, M. Eriansyah menambahkan “bahwa penilaian pada kriteria untuk Pelayanan Informasi melalui internet (website) ini meliputi desain Visual, loading time, interactivity (kemampuan website untuk mengakomodir respon dari pengguna website, dan ketersediaan kontak dan informasi sebagai prinsip komunikasi dua arah pada media ini) dan usability (kemampuan sistem agar mudah digunakan dan sederhana pengoperasiannya); serta dari sisi Content (Isi dari website, adanya ketersediaan informasi publik sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.)”. “Anugerah Media Humas (AMH) merupakan apresiasi bagi karya kehumasan atas perannya dalam komunikasi pemerintah. Pemberian penghargaan AMH ini telah dilaksanakan sejak tahun 2006 oleh Bakohumas, Kementerian Kominfo. AMH selama ini telah menjadi instrumen bagi Bakohumas untuk untuk mempublikasikan peran strategisnya dalam upaya membangun kualitas sumber daya humas pemerintah”, Demikian Eriansyah menambahkan. Pada Anugerah Media Humas (AMH) 2013 ini ada 5 (lima) katagori media yang diperlombakan yaitu Penerbitan media internal (Inhouse Magazine), Laporan Kerja Humas Tahun 2012, Pelayanan Informasi Melalui internet (Website), Advertorial dan Merchandise. Kegiatan ini diikuti oleh 142 Instansi, terbagi dalam 2 kategori. Kategori pertama Kementerian,

MENARA

7


Edisi Nopember 2013

Lembaga pemerintah Non Kementerian, BUMN dan Perguruan Tinggi, sedangkan kategori kedua Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota,” tambah Eriansyah. Anugerah Media Humas (AMH) 2013 digelar bersamaan dengan Pertemuan Nasional Bakohumas dengan tema “Peran Humas Dalam Memposisikan Citra Pemerintah di Era Keterbukaan Informasi”. Mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Freddy H Tulung membuka acara Pertemuan Tahunan Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah  Tingkat Nasional tahun 2013, di The Sunan Hotel Solo, Rabu (20/11). Pertemuan Bakohumas nasional dihadiri pejabat humas provinsi/kabupaten/kota, pejabat Diskominfo Provinsi, Pejabat Humas Perguruan Tinggi Negeri, anggota dan perguruan Bakohumas Pusat dan Humas BUMN dan Humas BUMD. Terhitung sekitar 700 anggota bakohumas hadir, sekaligus menghadiri Malam Anugerah Media Humas 2013 yang digelar pada rabu malamnya. Freddy H Tulung mengatakan rasa terimakasihnya atas kehadiran dan partisipasi anggota Bakohumas yang hadir sebagai upaya bersama selaku humas pemerintah dalam memposisikan citra pemerintah di era keerbukaan informasi. Ia menilai, peran humas semakin strategis seiring dengan perkembangan era reformasi dan era keterbukaan informasi publik. Sebagai humas pemerintah, harus bisa mengamankan kebijakan lembaganya, memberikan pelayanan, menyebarluaskan pesan atau informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan hingga program-program kerja lembaganya. Komunikasi pemerintah efektif juga dipandang mampu memberikan akses informasi alternatif bagi keseimbangan dan mengedukasi masyarakat. “Humas diharuskan mampu mengemas sistem pengelolaan informasi yang dibutuhkan publik, akurat dan menarik,” katanya pada pertemuan yang juga dihadiri Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Deputi VII Menkopolhukam RI, dan Kepala Biro Humas Provinsi Jawa Tengah tersebut. Terkait dengan Anugerah Media Humas (AMH) Dirjen IKP Kemenkominfo, Freddy H Tulung mengatakan bahw AMH merupakan suatu rangkaian dari pertemuan Bakohumas Nasional dalam konteks memberikan apresiasi karya humas pemerintah pada tahun 2013. “AMH 2013 kali ini juga merupakan silaturahmi anggota Bakohumas sekaligus  secara perlahan menuju komunikasi yang kreatif menuju reformasi kehumasan. Selain itu AMH juga sebagai apresiasi hasil karya humas, agar menghasilkan karya lebih yang baik,” katanya. Ia berharap out put yang ingin dicapai pada AMH 2013 agar menggairahkan kompetensi dan kualitas kehumasan pemerintah. Terkait dengan penghargaan yang diterima Pelindo I, ACS Humas Pelindo I M. Eriansyah menyampaikan “Kami mengucapkan syukur atas Anugerah Media Humas 2013 yang diterima dan kami menganggap ini sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan dan kinerja kehumasan yang diberikan oleh Pelindo I.  Semoga (penghargaan) ini bisa menjadi penambah motivasi dan pemacu semangat bagi rekan-rekan di Tim Humas Pelindo I untuk berkarya lebih baik lagi,” tambah Eriansyah. (red)

8

MENARA


http://www.priotime.com/

9


Edisi Nopember 2013

Pelindo I Raih Predikat “Sangat Bagus” dalam Infobank BUMN Award 2013 PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I

sebagai BUMN yang menjalankan bisnis kepelabuhanan memperoleh predikat “Sangat Bagus” dan berada pada peringkat 20 dari 126 BUMN dari penilaian Biro Riset Infobank terhadap kinerja keuangan perusahaan. Peringkat ini naik dibandingkan tahun 2012, Pelindo I berada pada peringkat 36. Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana didampingi Direktur Keuangan Pelindo I, Farid Luthfi, menerima penghargaan tersebut pada Malam Penganugerahan “Infobank BUMN Award 2013” di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Rabu (30/10). “Penghargaan ini menunjukkan pengakuan positif terhadap kinerja keuangan yang ditunjukkan Pelindo I,” kata Bambang. Bambang menuturkan bahwa bagi Pelindo I, penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap prestasi kinerja Pelindo I dan diharapkan semakin mendorong pegawai dan manajemen Pelindo I untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan kinerja perusahaan. Penilaian Biro Riset Infobank mencakup lima kriteria yakni pertumbuhan aset, penjualan, dan laba serta rasio keuangan seperti efisiensi, rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Adapun berdasarkan penilaian terhadap kriteria-kriteria tersebut, Pelindo I mendapat predikat “Sangat Bagus”. Biro Riset Infobank mencatat hanya 62 perusahaan BUMN yang masuk dalam kategori Sangat Bagus, dari 126 perusahaan BUMN yang dinilai. Dari 62 daftar “Sangat Bagus” itu, Pelindo I masuk dalam 23 BUMN yang meningkat predikatnya dari rating tahun sebelumnya. Infobank mencatat bahwa sepanjang 2012, Pelindo I berhasil mencatatkan pertumbuhan positif di semua indikator kinerja keuangannya. Total asset sebesar Rp 4,19 triliun. Dengan ekuitas perusahaan yang cukup tebal, Pelindo I mampu mendongkrak kinerja keuangan yang berbuah peningkatan pendapatan 34,15% dari Rp 1,16 triliun pada 2011 menjadi Rp 1,56 trilun. Manajemen Pelindo I telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kinerja pelayanan yang berpengaruh juga pada kinerja keuangannya tahun ini. Hasilnya pada tahun 2012, laba Pelindo I menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari Rp. 211 milyar pada tahun 2011 dan meningkat 68% menjadi Rp. 355 milyar pada tahun 2012. Penilaian Rating BUMN ini terbagi dalam tiga tahap. Pertama, mengumpulkan laporan keuangan. Kedua, menentukan kriteria dan bobot yang disesuaikan dengan standar yang berlaku dan standar rata-rata industri. Penentuan standar dan bobot diputuskan secara komite oleh Biro Riset Infobank. Ketiga, melakukan pengolahan data sekaligus memberi predikat, apakah sebuah BUMN dikatakan berkinerja sangat bagus atau tidak. Infobank BUMN Award adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank, melalui survei kinerja keuangan BUMN. Humas Pelindo I, Eriansyah menambahkan bahwa selama ini BUMN merupakan aset strategis milik negara yang diharapkan menjadi dasar pembangunan untuk memajukan perekonomian bangsa. “Dengan adanya program tahunan Infobank BUMN Award memang diharapkan akan meningkatkan kualitas kinerja keuangan BUMN. Dari hasil analisis dan kajian tersebut, akan mendorong peningkatan kinerja BUMN agar terus membaik,” kata Eriansyah. (red)

10

MENARA


Edisi Nopember 2013

Pastikan Kinerja Operasional Akurat, Pelindo I Kerjasama dengan PT Surveyor Indonesia

U

ntuk memastikan kinerja operasional yang akurat, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melakukan kerjasama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero). Hal ini diwujudkan dalam bentuk penandatangan Nota Kesepahaman (Memories of Understanding/MoU) oleh Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Arif Zainuddin tentang Jasa Konsultansi, Survey, Inspeksi, Verifikasi, dan Standarisasi serta Manajemen Resiko di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) di Jakarta pada akhir Oktober lalu, (Selasa, 29/10). Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan rencana kerjasama dalam bidang Jasa Konsultansi, Survey, Inspeksi, Verifikasi dan Standarisasi serta Manajemen Resiko di lingkungan pelabuhan. Bambang, sapaan akrab Dirut Pelindo I, mengatakan bahwa kinerja operasional pelabuhan merupakan salah satu bagian yang harus dilaporkan kepada Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Percepatan Pembangunan (UKP4) dan Kementerian Perhubungan setiap bulannya.   “Kinerja operasional pelabuhan yang harus dilaporkan terkait dengan kinerja yang berhubungan dengan pelayanan kepelabuhanan kepada pengguna jasa. Dan kami siap menjalankan itu,” tuturnya.  Bambang menambahkan bahwa kerjasama ini memastikan kinerja layanan jasa kepelabuhanan sesuai dengan ketetapan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan  Dirjen Hubla Nomor: UM.002/38/18/DJPL-11 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan.   M. Eriansyah, Humas Pelindo I, menambahkan dipilihnya PT Surveyor Indonesia untuk melakukan survey dan verifikasi pencapaian kinerja di pelabuhan, karena perusahaan tersebut telah memiliki sertifikat terkait dengan penilaian kinerja operasional pelabuhan. Selain itu, juga sebagai bentuk sinergi antar BUMN di Indonesia.   “Sesuai arahan Dirjen Hubla, survei dan verifikasi pencapaian indikator kinerja operasional pelabuhan harus dilaksanakan oleh konsultan independen yang memiliki keahlian dalam standar kinerja pelabuhan, yang dibuktikan dengan sertifikasi dan proposal teknis,” jelas Eriansyah. Eriansyah menuturkan bahwa PT Surveyor Indonesia sendiri merupakan badan independen yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan  sebagai konsultan/Suryeyor Independen untuk melaksanakan Survey, Verifikasi dan Evaluasi pencapaian Indikator Kinerja Operasional Pelabuhan . Penilaian standar kinerja pelabuhan, Dirjen Hubla telah menentukan beberapa indikator agar lebih mudah dalam melakukan penilaian. “Indikator itu meliputi Waiting Time, Approach Time, Effective Time dibandingkan dengan Berth Time, Produktivitas Kerja, Receiving/Delivery Petikemas, Berth Occupancy Ratio, Shed Occupancy Ratio, Yard Occupancy Ratio dan juga kesiapan operasi peralatan,” jelas Eriansyah. (red)

SANDAR

11


Edisi Nopember 2013

Dirut Pelindo I dan Pangdam BB I Tandatangani MoU PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melakukan kerjasama dengan Komando Daerah Militer I/Bukit

Barisan dalam pelaksanaan Program Bina Lingkungan dan Pembinaan SDM. Hal ini diwujudkan dalam bentuk penandatangan Nota Kesepahaman (Memories of Understanding/MoU) yang dilakukan oleh Direktur Utama Bambang Eka Cahyana dan Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Burhanuddin Siagian tentang Kerjasama Pelaksanaan Program Bina Lingkungan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) di Kantor Pusat Pelindo I, Jl. Krakatau Ujung No 100 Medan, Kamis (7/11). Dalam sambutannya, Bambang, sapaan akrab Dirut Pelindo I, menyampaikan bahwa kerjasama antara Pelindo I dan Kodam I BB adalah wujud sinergi yang saling menguntungkan. “Kami mempunyai Program Bina Lingkungan. Selama ini program tersebut sudah berjalan implementasinya. Dengan bekerjasama dengan Kodam I BB, kami mengharapkan pelaksanaan Program Bina Lingkungan bisa lebih maksimal dan lebih luas jangkauannya,” harap Bambang. Bambang menambahkan bahwa Pelindo I dan Kodam I BB mempunyai kemiripan Wilayah Binaan. “Bedanya, kami mempunyai Pelabuhan di Provinsi Aceh yang bukan merupakan wilayah binaan Kodam I BB. Namun, Kodam I BB mempunyai wilayah binaan Sumbar (Sumatera Barat) dan kami tidak mempunyai pelabuhan disana,” kata Bambang. Selain kerjasama pelaksanaan Program Bina Lingkungan, Bambang menuturkan bahwa kerjasama ini juga mencakup kerjasama pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pelindo I. “Untuk tenaga operasional dan lapangan, kami membutuhkan SDM yang kuat dan disiplin. Dalam hal ini, kami membutuhkan bantuan Kodam I BB untuk membantu pembentukan disiplin SDM kami,” kata Bambang. Bambang menambahkan bahwa pada tahun 2011, Pelindo I pernah bekerjasama dengan Kodam I/BB dalam pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin

12


Edisi Nopember 2013

(Bintalfisdis) di Resimen Induk Kodam (Rindam) I Bukit Barisan Pematang Siantar. Pangdam I BB Mayjen Burhanuddin Siagian menyambut baik niat Pelindo I untuk melakukan kerjasama dalam pelaksanaan Program Bina Lingkungan. “Kodam mempunyai banyak kegiatan untuk mensejahterakan masyarakat. Kerjasama Kodam I BB dan Pelindo I menjadi sinergi yang saling melengkapi dan menguntungkan,” kata Pangdam. “Saya mengucapkan terimakasih banyak ke Pelindo I. Audiensi minggu lalu bisa ditindaklanjuti dalam bentuk penandatangan MoU. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaannya saja,” kata Pangdam yang disambut meriah para peserta rapat. M. Eriansyah, Humas Pelindo I, menambahkan bahwa sebelumnya Pelindo I telah melakukan audiensi dengan Pangdam I/Bukit Barisan pada Kamis, 24 Oktober 2013 lalu. Turut hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut dari Pelindo I, Para Direksi, Corporate Secretary, Senior Manager KBL, Biro Hukum, SM Umum dan Staff. Sedangkan Pangdam I/BB didampingi oleh Asisten Teritorial Kodam I BB, Asisten Perencanaan Kodam I BB, Perwira Ahli, dan jajarannya. (red)

SANDAR

13


Edisi Nopember 2013

Pelindo I Bantu Korban Bencana Alam Sinabung Sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus tanggap bencana alam, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menyerahkan bantuan berupa selimut dan pengobatan gratis kepada para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Jumat (15/11).

Bantuan Pelindo I yaitu berupa selimut sebanyak 700 helai dan pengobatan gratis untuk 500 orang senilai Rp. 60 juta yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana di damping oleh Direkur Pelindo I lainnya Syahputera Sembiring dan Senior Menejer PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) Basuki Widodo kepada Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Letkol (Kav) Meyer Putong di Posko Pengobatan Pelindo I di Kabanjahe. “Bantuan dari Pelindo I ini ikut tergabung dengan bantuan yang dikoordinir oleh Kementerian Perhubungan bersama dengan Syahbandar Belawan, Otoritas Pelabuhan Belawan dan Navigasi Belawan. Pelindo I memberikan bantuan berupa selimut dan pengobatan gratis karena pengungsi sangat membutuhkan bantuan tersebut. Bantuan ini semata-mata untuk membantu para korban bencana letusan Gunung Sinabung dan kami harapkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meringankan penderitaan para korban,“ ucap Bambang.

14

LABUH


Edisi Nopember 2013

Menurut Senior Manager PKBL Pelindo I, Basuki Widodo, bantuan itu sebagai salah satu wujud cepat tanggap Pelindo I yang terus berkesinambungan terhadap daerah yang tertimpa musibah. Baru-baru ini, Pelindo I juga telah menyalurkan bantuan untuk gempa Aceh sebanyak 1000 selimut, selain itu juga pernah menyalurkan bantuan untuk gempa Padang, Bencana Alam Sinabung yang sebelumnya dan Gempa Tarutung dan lain-lain. “Ini adalah salah satu bentuk program kemanusiaan Pelindo I terhadap masyarakat terutama di sekitar wilayah perusahaan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Bina Lingkungan,� tambah Basuki. Sementara itu, dalam pemberian bencana Gunung Sinabung tersebut, yang bertempat diposko penanggulangan bencana di komplek Kantor DPRD Karo, di Kabanjahe, Pelindo I yang ikut tergabung dengan Kementerian Perhubungan yang dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan, disambut oleh tim penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung. Tim penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut dan akan membagikan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan pengungsi secara merata. Saat ini Gunung Sinabung yang terus meletus sejak 3 November 2013 lalu, sudah terdapat 16 titik pengungsian di Kabanjahe dengan jumlah pengungsi sebanyak 5.988 jiwa. Sementara Humas pelindo I, M Eriansyah menambahkan Selain Bantuan terhadap daerah yang tertimpa bencana alam , PKBL Pelindo I diwujudkan dalam aktivitas pemberian bantuan kepada bidang pendidikan, peningkatan kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana umum, bantuan pembangunan sarana ibadah dan bantuan pelestarian alam serta juga bantuan dana pinjaman dan kemitraan di seluruh wilayah operasional Pelindo I. (red)

LABUH

15


Edisi Nopember 2013

Al Abrar

terpilih sebagai Ketua Koperasi Pelindo I Koperasi Karyawan Pelabuhan I (Kopkarpel I) Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melakukan pemilihan Kepengurusan baru untuk Periode 2013-2016, Selasa sore (26/11). Pemilihan ini juga dirangkaikan dengan Laporan Pengurus Koperasi Periode 2010-2013, Laporan Pengawas, Tanggapan dan Evaluasi dari Anggota. Pengurus Kopkarpel I periode 2013–2016 terpilih adalah Al Abrar sebagai Ketua, Farid Chairmawan sebagai Wakil Ketua, Ade Maydwianda sebagai sekretaris dan Rahmaini Hasibuan sebagai Bendahara. Dan terpilih sebagai Tim Pengawas periode 2013–2016 adalah Budi Azmi, Pandapotan dan Emilda Andayani. Pengurus baru ini menggantikan Pengurus periode 2010–2013 yang diketuai oleh Sahat Prawira, dengan pengurus M. Taufik Fadillah, Syamsul Effendy, Anhar Azis dan Muhammad Nazhan, dengan Tim Pengawas yang lama yaitu Basuki Sholeh, Budi Azmi dan Dodi Catur Fitrian.

Pemilihan Pengurus Koperasi dilakukan secara langsung oleh anggota Koperasi dan dilakukan secara demokratis melalui pemilihan suara langsung. Pemilihan ini diikuti dengan antusias oleh 170 anggota. Ada 2 kandidat Ketua beserta pengurus dalam proses pemilihan ini. Kandidat pertama, Al Abrar dengan Timnya yang bernama “Bolder” dan kandidat kedua yaitu Tri Gunadi dengan Timnya bernama “Gantry Crane”. Setelah dilakukan Paparan Visi dan Misi kedua Kandidat dengan masing-masing programnya, maka dilanjutkan pemungutan suara. Dengan perolehan laju suara yang sangat ketat, Al Abrar dengan Tim Boldernya yang mengusung Motto ”Keberhasilan hanya dapat diraih secara bersama untuk tujuan yang sama” akhirnya terpilih sebagai Ketua dengan meraih 101 suara. Kegiatan Rapat Anggota dan Pemilihan Pengurus Koperasi ini ditutup oleh Direktur Personalia dan Umum Pelindo I, Imran Iskandar. Dalam sambutannya, Imran mengingatkan bahwa Kepengurusan baru ini akan menghadapi banyak tantangan seperti tantangan perubahan bisnis yang sangat dinamis dan juga penerapan Permenaker Nomor 19 tahun 2012 yang berkaitan dengan outsourcing. “Selamat bekerja untuk Kepengurusan 2013-2016. Semoga Sukses,” kata Imran. Ketua Kopkarpel I yang baru terpilih , Al Abrar menyampaikan beberapa program kerja unggulan dalam kepengurusan barunya terutama perluasan segmen usaha yang meliputi ticketing untuk penanganan perjalanan dinas, pertokoan dan mini market, pembiayaan alat elektronik dan rumah tangga, pengadaan sparepart alat bongkar muat dan peme-

16

CURAH


Edisi Nopember 2013

liharaan/service alat dan kapal di pelabuhan. “Kepengurusan kami berprinsip pada inovasi, integritas dan ekspansi,” kata Abrar yang saat ini juga merupakan sebagai Sekretaris Umum DPP Serikat Pekerja Pelabuhan I. “Kami meminta peran aktif anggota Koperasi. Karena peran aktif anggota akan meningkatkan pendapatan dan laba koperasi yang pada akhirnya berujung pada kesejahteraan kita bersama,” kata Abrar dalam sambutannya. M. Eriansyah, Humas pelindo I menjelaskan bahwa Kopkarpel I ini mempunyai segmen usaha penyediaan jasa pekerja kebersihan, keamanan, pengemudi, kegiatan simpan pinjam, operasional head truk di Belawan International Container Terminal (BICT) dan fotokopi. “Implementasi dari Permenaker Nomor 19 tahun 2012, segmen usaha penyediaan jasa pekerja kebersihan, keamanan, dan pengemudi akan menjadi anak perusahaan sendiri,” jelas Eriansyah. (red)

CURAH

17


Edisi Nopember 2013

Characteristics untuk Keunggulan Daya Saing Perusahaan Perkembangan organisasi berjalan sangat dinamis, sedangkan di sisi lain kompetisi bisnis berkembang semakin ketat. Keberhasilan organisasi dalam berkompetisi, tidak hanya tergantung atau mengandalkan modal finansial, mesin dan teknologi. Terdapat modal intangible yang sangat penting untuk meningkatkan keunggulan daya saing guna mencapai keberhasilan organisasi dalam menghadapi kompetisi.

Modal intangible dimaksud adalah manusia sebagai insan yang mampu memberikan pemikiran dan tindakan sesuai tuntutan organisasi guna mendukung pencapaian kinerja yang diharapkan. Sebaliknya manusia juga dapat menghambat upaya organisasi dalam mencapai kinerja yang diharapkan. Kinerja adalah suatu hasil kerja yang terukur dan seringkali menjadi acuan dalam membuat penilaian kinerja karyawan sebagai pribadi maupun kinerja unitnya. Diperlukan kualitas manusia yang mampu menunjukkan perilaku kerja sesuai dengan tuntutan tugas/jabatannya dalam organisasi untuk bisa mendukung tercapainya kinerja yang diharapkan. Kualitas manusia seperti apa yang diharapkan oleh organisasi untuk bisa meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan guna menghadapi dan memenangkan kompetisi bisnis ? Manusia sebagai unsur yang memiliki potensi untuk mengelola dan mengembangkan organisasi, memilki fungsi-fungsi psikologis maupun skills (keterampilan) dan knowledge (pengetahuan) yang berbeda-beda, sehingga masing-masing memiliki keunikan yang sekaligus bisa menjadi kekuatan yang dapat didaya gunakan untuk meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan. Fungsi-fungsi psikologis tidak mudah untuk dirubah, dalam hal ini biasa disebut sebagai personal characteristic. Fungsi-fungsi psikologis tersebut antara lain berupa: ability, traits, nilai-nilai dan motivasi yang kesemuanya ini akan mewarnai attitude (sikap) seseorang dalam merespon tuntutan lingkungannya. Sementara itu, skills dan knowledge yang ada dalam diri manusia lebih mudah untuk dikembangkan melalui pembelajaran maupun pengalaman. Ketiga hal tersebut (Personal characteristic, knowledge dan skills) yang saling terintegrasi akan menghasilkan kompetensi yang ditampilkan melalui perilaku. Seseorang yang memiliki kompetensi yang memadai dan didukung oleh attitude yang positif diharapkan akan mampu menunjukkan perilaku yang effektif, dan bila lingkungan kerja mendukung akan menghasilkan kinerja organisasi sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana jika fungsi-fungsi psikologis dalam personal characteristic ada yang lemah atau kurang mendukung, misalnya motivasi; sementara ability, skills dan knowledge memadai ? Apakah orang-orang seperti ini bisa diharapkan untuk meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan? Orang-orang seperti ini, tentu saja kurang bisa diandalkan untuk meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan, karena salah satu fungsi dalam personal characteristic-nya tidak menunjang. Apabila hal ini terjadi pada diri karyawan, maka penanganan melalui program pengembangan yang fokus dan tepat merupakan solusi  yang perlu dilakukan. Namun pertanyaan berikutnya adalah : ‘Seberapa jauh pengembangan tersebut bermanfaat, jika dikatakan bahwa faktor motivasi merupakan salah satu fungsi psikologis yang relatif tidak mudah untuk dirubah ?’ Perubahan mindset melalui Coaching & Counseling merupakan salah satu langkah yang diperlukan dan dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Yang perlu diperhatikan dalam program Coaching & Counseling adalah : bagaimana karyawan bisa mendapatkan “insight” tentang apa yang diharapkan organisasi kepada mereka dan bagaimana risiko/dampaknya jika mereka tidak bisa memenuhi harapan organisasi. Hal lain yang juga penting adalah tahapan-tahapan pengkondisian untuk merealisasikan mindset yang telah berubah agar menjadi suatu perilaku yang efektif disertai evaluasi dan monitoring secara terpadu dan berkesinambungan. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil pengembangan yang optimal, kerjasama dan koordinasi yang intens antara karyawan yang bersangkutan, atasan langsung dan Coach merupakan hal yang sangat menentukan bagi keberhasilan suatu program Coaching & Counseling. Hal yang perlu diingat adalah, bahwa kalaupun tidak ada program pengembangan yang berhasil 100%, namun yang terpenting adalah terjadinya suatu perubahan dari keadaan kurang berdaya saing menjadi memiliki keunggulan daya saing. (Sumber: binapotensiaindonesia.com)

18

VALUE CORNER


Edisi Nopember 2013

catatanengz.blogspot.com

19


source : http://seputarnusantara.com

20

gema-nopember-2013  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you