Page 1

PRESS RELEASE

PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

Medan, 31 Oktober 2013

Pelindo I bentuk PT Prima Terminal Petikemas untuk Pelaksanaan Pengembangan Terminal Petikemas Belawan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pertama PT Prima Terminal Petikemas digelar di Hotel Sari Pan Jakarta, Rabu (30/10). Dalam kesempatan itu diputuskan susunan pengurus perseroan, Alfred Natsir sebagai Komisaris Utama, Gandira S Gautawa dan Hartik Aningsih sebagai anggota Komisaris, Ari Sunaryono sebagai Direktur Utama, Ade Mulyadi sebagai Direktur Keuangan dan Umum serta Edi Agustiadi sebagai Direktur Operasi dan Teknik. PT Prima Terminal Petikemas adalah perusahaan patungan bersama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dimana Pelindo I sebagai pemegang saham mayoritas. Perusahaan yang berkedudukan di Medan ini didirikan dengan tujuan untuk menyediakan jasa pelayanan terminal petikemas untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik dan meningkatkan pertumbuhan bisnis. Hal tersebut diungkapkan oleh Ari Sunaryono, Direktur Utama PT Prima Terminal Petikemas. Ari menjelaskan bahwa dengan ditetapkannya pengurus Perseroan, maka PT Prima Terminal Petikemas akan segera menyiapkan perpanjangan terminal petikemas di Belawan International Container Terminal (BICT) yang meliputi perpanjangan dermaga 350 m, pengadaan alat dan sistem operasi yang berbasis Teknologi Informasi (IT). “Total pengembangan terminal petikemas Belawan adalah 700 m, dimana pekerjaan infrastrukturnya 350 m akan dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan dan 350 m dikerjakan oleh PT Pelindo I/PT Prima Terminal Petikemas. Dan pengadaan peralatan bongkar muat untuk perpanjangan terminal 700 m dilakukan semuanya oleh PT Pelindo I,” jelas Ari. Ari menuturkan bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan-persiapan pembangunan. Direncanakan awal bulan Januari 2014 pekerjaan sipil akan dimulai. Penyiapan terminal petikemas lengkap dengan pengadaan peralatan dan IT diperkirakan akan memakan waktu selama 3 tahun, yaitu sampai akhir tahun 2016. “Sejak dibangun dan diresmikan pada tahun 1987, baru kali ini ada pengembangan lagi di BICT yang dulu bernama UTPK (Unit Terminal Petikemas) yang telah diawali dengan perpanjangan dermaga sepanjang 100 m’ pada tahap Urgent Program Pengembangan Pelabuhan Belawan yang lalu (tahun 2010-2012). Setelah lebih dari 25 tahun baru dikembangkan lagi,” kata Ari. Ari menjelaskan bahwa pembangunan terminal ini akan dilakukan secara bertahap. “Secara bertahap dermaga di terminal baru ini akan dikembangkan sampai kedalaman -14.00 LWS karena desain konstruksinya memang dibuat seperti itu. Sedangkan Container Crane direncanakan Type Post Panamax dengan jangkauan 13 row sehingga terminal ini nantinya dapat melayani kapal Mother Vessel yang akan mengirim barang-barang komoditi Sumatra Utara langsung ke negara tujuan,” jelas Ari. Terkait dengan penyiapan alur pelayaran untuk mendukung pengembangan terminal petikemas Belawan, Ari menjelaskan bahwa saat ini hal tersebut sudah menjadi bahan pembahasan antara Pelindo I dengan Pemerintah. M. Eriansyah, Humas Pelindo I menambahkan bahwa pada RUPS pertama PT. Terminal Petikemas ini dihadiri oleh Bambang Eka Cahyana, Dirut Pelindo I selaku pemegang saham Pelindo I, Suparman, Direktur Keuangan selaku kuasa pemegang saham Hutama Karya, Budi Harto, Direktur Operasi I selaku kuasa pemegang saham Wika.


PRESS RELEASE

PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

Eriansyah menjelaskan bahwa saat ini kapasitas terminal petikemas Belawan adalah 1,2 juta teus/tahun. Dari realisasi throughput petikemas s.d akhir Triwulan III tahun 2013, diperkirakan realisasi throughput tahun 2013 akan mencapai angka 1 juta teus. Dalam kondisi sudah beroperasi penuh, kapasitas tambahan terminal sepanjang 700 m bisa mencapai 800.000 teus/tahun. Total kapasitas terminal petikemas Belawan akan mencapai 2 juta teus/tahun. “Penambahan kapasitas karena melihat pesatnya pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera dan untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan perekonomian nasional secara luas,� dan Inilah sumbangan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) untuk mendorong dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi baik untuk wilayah Sumatra khususnya Sumatra Utara dan secara luas adalah perekonomian Nasional.� ujar Eriansyah.

Selesai

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo I berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 13 Cabang Pelabuhan, 12 kawasan Pelabuhan/ Perwakilan, dan mengelola empat unit usaha yaitu BICT (Belawan International Container Terminal), BLC (Belawan Logistic Center), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan mempunyai pintu utama export CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai. Saat ini Pelindo I dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus dengan menambahkan alat dan perpanjangan dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah MP3EI (MasterPlan Percepatan dan Perluasan Pembangunan) Indonesia Barat untuk menciptakan Konektivitas Nasional dan kelancaran Sistem Logistik Nasional) Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: Humas Pelindo I M. Eriansyah meriansyah@yahoo.com

8_-pelindo-i-release-pt-ptp-31-oktober-2013  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you