Page 1

PRESS RELEASE

PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

Medan, 10 Oktober 2013

Perkuat penataan Arsip, Pelindo I Terima Kunjungan ANRI ”Arsip membantu seseorang memperbaiki ingatan. Arsip menunjukkan kekuatan pribadi pemiliknya. Arsip tidak akan berbohong karena ia tidak bisa membantah dirinya sendiri" adalah ungkapan Pramoedya Ananta Toer yang menunjukkan betapa pentingnya arsip sebagai rekaman informasi (recorded information) yang merupakan gambaran dari realitas pemilik atau pencipta arsip. Bila kita mendengar kata arsip, yang terbayang dalam benak kita adalah tumpukan kertas yang memenuhi ruang kantor dan meja kerja, atau disimpan dalam gudang yang berdebu dan kotor. Namun, ada baiknya kita tidak menganggap remeh sebuah arsip, meskipun itu hanya selembar kertas. Karena banyak kasus hukum perusahaan yang dapat diselesaikan karena dokumen yang masih rapi tersimpan. Arsip menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi termasuk perusahaan negara seperti PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I. Lalu bagaimana perusahaan membuat dan menerima suatu arsip untuk di kelola didalam suatu sistem kearsipan dengan baik dan benar? Dimana bahwa suatu kegiatan dan tujuan perusahaan seiring berkembang tuntuan jaman dan keadaan, berpengaruh dengan jumlah arsip atau volume arsip yang dihasilkan dan diterima oleh perusahaan. Kondisi demikian memerlukan tata kearsipan di dalam suatu perusahaan. Alasan inilah yang mendasari maksud kedatangan Tim Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ke Pelindo I. Tim ini bermaksud untuk melakukan monitoring dan pendataan dokumen/arsip yang bernilai guna bagi kepentingan nasional dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penyerahan dan Pemusnahan Dokumen Perusahaan, mengingat PT . Pelindo I sebagai pengelola dan penyelenggara jasa kepelabuhanan mempunyai perjalanan sejarah yang panjang mulai dari zaman Belanda sampai dengan sekarang. Kedatangan Tim ANRI disambut oleh Manajemen Pelindo I yang diwakili oleh Asisten Senior Menejer Tata Usaha Perkantoran Pelindo I, Muliawaty, yang bertanggung jawab pada kearsipan Kantor Pusat Pelindo I beserta Tim pada hari Rabu, 9 Oktober 2013 bertempat di Kantor Pusat Pelindo I. “Masalah pengarsipan sangat penting bagi perusahaan, semoga kedatangan Tim ANRI bisa semakin mendorong sistem pengarsipan di Pelindo I semakin tersistem,” harap Muliawaty. Muliawaty menjelaskan bahwa Pelindo I juga baru melaksanakan pendataan arsip dan pemusnahan arsip yang didasarkan pada SK Direksi nomor UM.20/15/21/PI-13 tanggal 18 April 2013 tentang Jadwal Retensi Arsip (JRA) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) yang menggantikan SK Direksi nomor UM.48/25/l4/PP.l-94 tanggal 06 Mei 1994 tentang Jadwal Retensi Arsip PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Tim ANRI yang terdiri dari 2 (dua) orang Arsiparis Madya yaitu Damaris Butarbutar dan Krihanta menjelaskan tentang Undang-Undang yang berkaitan dengan kearsipan serta pentingnya arsip yang bernilai kepentingan nasional untuk disimpan di ANRI. “Kedatangan kami adalah untuk melakukan monitoring dan pendataan arsip. Pada hari ini kami akan melakukan monitoring dan pendataan arsip dengan menilai arsip apakah perlu diserahkan atau dimusnahkan,” jelas Damaris.


PRESS RELEASE

PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

Krihanta menambahkan tentang konsep pengelolaan arsip statis, mulai dari konsep Kearsipan sendiri, Akuisisi, Pengolahan, Pemeliharaan, dan Akses Pemanfaatan. M. Eriansyah, Humas Pelindo I yang turut hadir dalam acara tersebut berharap melalui pengelolaan arsip yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka tujuan dari perusahaan juga akan dapat tercapai dengan baik. Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik sangat terkait dengan citra perusahaan terutama dalam penyajian informasi perusahaan baik untuk internal maupun eksternal.

Selesai Tentang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo I berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 13 Cabang Pelabuhan, 12 kawasan Pelabuhan/Perwakilan, dan mengelola empat unit usaha yaitu BICT (Belawan International Container Terminal), BLC (Belawan Logistic Center), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan mempunyai pintu utama export CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai. Saat ini Pelindo I dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus dengan menambahkan alat dan perpanjangan dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah MP3EI (MasterPlan Percepatan dan Perluasan Pembangunan) Indonesia Barat untuk menciptakan Konektivitas Nasional dan kelancaran Sistem Logistik Nasional) Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: Humas Pelindo I M. Eriansyah meriansyah@yahoo.com


3_-pelindo-i-release-kunjungan-anri-10-oktober-2013  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you