Issuu on Google+

Kementerian BUMN: Dukung Pengembangan Bisnis Pelindo I

Pelabuhan Malahayati Segera Layani Bongkar Muat Petikemas

Menanti Pelabuhan Kuala Tanjung Menjadi Pelabuhan Internasional

Gema

Pelabuhan

MAJALAH BULANAN

MEDIA KOMUNIKASI & INFORMASI PELABUHAN

GEMA PELABUHAN Edisi April 2013  


DAFTAR ISI

Evaluasi Triwulan I PANDU >>

• Pelabuhan Malahayati Segera Layani Bongkar Muat Petikemas • Kementerian BUMN: Dukung Pengembangan Bisnis Pelindo I MENARA >>

• Menanti Pelabuhan Kuala Tanjung Menjadi Pelabuhan Internasional SANDAR >>

• Lampaui Target Laba RKAP 2012, Pelindo I Gelar Tasyakuran LABUH >>

• Jalur KA Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke Pelabuhan Kuala Tanjung Beroperasi 2014

SALAM REDAKSI

Pembaca Gema yang Budiman Triwulan pertama tahun 2013, telah kita lewati. Tentunya diiringi dengan berbagai kesuksesankesuksesan mengawali kesuksesan tahun ini. Tidak ada salahnya bila kita melakukan evaluasi di awal tahun, tanpa harus menunggu akhir tahun untuk melakukan evaluasi. Evaluasi pada awal tahun bisa menjadi langkah awal untuk melakukan kontrol implemtasi program serta menyusun kembali strategi untuk keberhasilan pelaksanaan program selanjutnya. Tanpa menungga akhir tahun, mari kita mengevaluasi pelaksanaan program manajemen, melakukan analisis kendala serta strategi penyelesaian masalah, sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan bahkan melampauinya. Pada edisi kali ini, Gema menyajikan berita tentang geliat pengembangan pelabuhan-pelabuhan Cabang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) serta berbagai event perusahaan yang lain.

Pembina/Penasehat : PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Corporate Secretary Redaktur Pelaksana: M. Eriansyah Staff Redaksi: Gunawan, Lailatul Qomariyah, Fiona Sari Utami Percetakan dan Fotografer: Nova Indrawan, Admnistrasi: Ennyke Sandra P, Design Layout: Lailatul Qomariyah Bagi pembaca yang ingin menyampaikan saran, tanggapan baik redaksi ataupun kepada perusahaan, dapat dikirim via email gemaredaksi@yahoo.co.id dan pos serta ke no HP 085640424725 yang ditujukan pada “Bung Gema” pada Redaksi. Apabila tanggapan Bung Gema belum memuaskan harap dimaklumi, lebih lanjut diharapkan bidang terkait dapat menanggapi secara profesional, terimakasih. GEMA PELABUHAN April 2013 1 

GEMA PELABUHAN April 2013 2 


PANDU

PANDU

Pelabuhan Malahayati Segera Layani Bongkar Muat Petikemas

J

am di dinding ruangan serba guna kantor Gubernur Aceh, sudah mulai menunjukkan angka sembilan, Senin 11 Maret 2013. Di ruangan lantai dua itu, mulai ramai dengan pejabat yang bekerja di lingkup Pemerintah Aceh. Ada juga beberapa tamu yang datang. Acara belum dimulai. Para pejabat dan tamu saling menyapa. Suara mereka riuh rendah mengisi ruangan. Tak lama, dari pengeras suara terdengar suara perempuan mengumumkan sesuatu. “Mohon kepada hadirin untuk dapat duduk di bangku yang telah disediakan. Sesaat lagi Gubernur Aceh Zaini Abdullah akan tiba dan memasuki ruangan,” bunyi pengumuman itu. Usai mendengarkan itu, para tamu dan pejabat bergegas duduk di kursi yang telah tersedia. Acara yang digelar ruang serba guna itu berbentuk penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I dan PT Alkan Abadi. Kerjasama itu terkait pengelolaan Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Aceh Besar. Hadir antara lain Pangdam Iskandar Muda Mayjen Zahari Siregar, Kapolda Irjen Pol Herman Efendi, Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah, dan sejumlah pejabat lainnya. Gubernur Aceh Zaini Abdullah menilai perjanjian itu momentum bersejarah baru bagi Aceh, khususnya dalam pengelolaan peti kemas, baik dari pelabuhan Malahayati maupun sebaliknya. Peti kemas adalah peti atau kotak yang memenuhi persyaratan teknis sebagai alat atau perangkat pengangkutan barang yang bisa digunakan di truk, kereta api dan kapal laut. “Saya katakan ini sejarah baru, sebab selama ini operasional angkutan laut dengan sistem peti kemas hanya berlangsung secara sporadis di Aceh,” ujar Gubernur Zaini. Ia juga menuturkan dalam perkembangan ekonomi wilayah, sistem peti kemas hal yang mutlak diperlukan. Doto Zaini mencontohkan perkembangan kota-kota besar di dunia yang memiliki tingkat ekonomi tinggi, seper ti Hongkong, Tokyo, Shanghai, dan lainnya tidak lepas dari aktivitas peti kemas di pelabuhan lautnya. Lagi pula, kata gubernur, tidak ada alasan bagi Pemerintah Aceh untuk tidak mengembangkan sistem angkutan peti kemas melalui pelabuhan laut. Contoh-contoh kota yang disebutkannya itu hanya segelintir dari pelabuhan-pelabuhan laut di dunia yang memiliki posisi geografis strategis untuk melayani jasa angkutan peti kemas. Dari sedikit wilayah yang ada, kata dia, Aceh termasuk salah satunya. “Letak wilayah kita yang sangat strategis di perairan Selat Malaka seharusnya sangat potensial untuk pengembangan (pelabuhan) peti GEMA PELABUHAN April 2013 3 

kemas,” ujar Doto Zaini. Sayangnya, selama ini potensi itu kurang dioptimalkan. “Untuk itu sekarang tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengembangkannya.” Seiring penandatangan itu, Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir, mengatakan PT Alkan Abadi selaku salah satu investor pengembangan angkutan laut dengan sistem peti kemas, kini telah menyediakan 800 kontainer baru. Kontainer-kontainer baru itu bakal ditempatkan di Pelabuhan Malahayati. Alfred menilai, penandatangan kerjasama itu menandakan dimulainya tekad menciptakan modernisasi Pelabuhan Malahayati untuk angkutan luar negeri. “Ini juga saatnya untuk Aceh tumbuh dan berkembang,” ujar Alfred. Selain itu, indikator per tumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat suatu bangsa, kata dia, dapat dilihat dari kepadatan aktivitas pelabuhannya. Moda transpor tasi laut, menurut Alfred, berkontribusi lebih dari 70 persen untuk per tumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dunia. Ini berdasarkan catatan UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), suatu badan dalam PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) yang menangani isu perdagangan, investasi dan pembangunan. “Ini yang memberi petunjuk bahwa kalau mau ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera, maka prioritas yang harus dibenahi adalah transpor tasi laut,” ujar Alfred. Beberapa negara di dunia, kata dia, telah membuktikan jalur tranpor tasi laut mampu meningkatkan perekonomian dan membuat negara menjadi besar. Contohnya, Singapura. “Singapura negara yang kaya dengan tingkat kesejahteraan rakyat ter tinggi di dunia. Hal itu karena mereka memiliki pelabuhan. Pelabuhan Singapura tercatat sebagai pelabuhan nomor dua terbaik di dunia. Tentu hal itu mengajarkan kita kalau ingin maju, sejahtera dan ingin menjadi bagian yang besar, maka harus diawali dari GEMA PELABUHAN April 2013 4 


PANDU

PANDU

pelabuhan,” ujar Alfred. Aceh dinilainya berpotensi besar terhadap moda tranpotasi laut dan harus bisa mencontoh dan belajar dari Singapura. Pelindo I, kata Alfred, juga telah mengkaji rute angkutan peti kemas Malahayati-Jakar ta pulang pergi bisa menghemat Bahan Bakar Minyak karena biaya angkutan lebih murah. Perbandingannya, bila kontainer diangkut dengan truk, dari Jakar ta menuju Banda Aceh, dibutuhkan waktu empat hari dan biaya mencapai Rp17 Juta lebih. Selain itu, dengan angkutan kapal dari Jakar ta menuju Belawan terlebih dulu, kemudian dari Belawan ke Banda Aceh dengan truk perlu waktu enam hari dan biaya Rp13 juta lebih. Sedangkan dengan kapal dari Jakar ta menuju Malahayati, waktu yang dibutuhkan hanya empat hari dengan biaya Rp 10 Juta. Keunggulan lain konsumsi bahan bakar. Dengan kapal 500 Teus, kata Alfred, pemakaian bahan bakar mencapai 15 ton sehari. Jika dikalikan empat hari perjalanan, jumlah BBM yang dibutuhkan 60 ton. Ditambah 7 ton BBM untuk alat angkut maka total kebutuhan bahan bakar hanya 67 ton. Sedangkan bila memakai truk jumlah BBM yang dibutuhkan mencapai 360 ton. Itu belum ditambah dengan BBM yang dibutuhkan saat penyeberangan melaui Pelabuhan Merak-Bakahuni sebanyak 40 ton. Sehingga total BBM dengan truk mencapai 400 ton. Potensi itu juga diakui Gubernur Zaini. Ada banyak kelebihan, kata gubernur, yang bisa didapat dari sistem angkutan peti kemas. “Proses bongkar muat lebih cepat, biaya transportasi lebih murah, barang terjamin, kapasitas angkut lebih besar dan jenis produk yang diangkut juga tidak terbatas. Dengan keunggulan itu, tidak heran jika kelancaran angkutan peti kemas sangat menentukan ketersediaan produk,” ujarnya. Nantinya, kata gubernur, Pemerintah Aceh akan mendorong agar Malahayati menjadi salah satu pelabuhan peti kemas terbesar di Sumatera. Ini juga menjadi salah satu tujuan di balik penandatangan kerjasama dengan Pelni dan PT Alkan tersebut.(Sumber: atjehpost.com)

GEMA PELABUHAN April 2013 5 

Kementerian BUMN: Dukung Pengembangan Bisnis Pelindo I

P

ada Jumat (01/03/13), Plh. Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro bersama rombongan yang terdiri dari Asisten Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik II dan Kepala Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik III mengunjungi Pelabuhan Belawan dan Belawan International Container Terminal (BICT) yang disambut oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Alfred Natsir dan pejabat lain. Setelah mengucapkan selama datang kepada Imam Apriyanto Putro dan rombongan , Alfred melanjutkan dengan pemaparan tentang gambaran bisnis Pelindo I, perkembangan laba usaha, potensi-potensi pengembangan, pengembangan unit bisnis dan anak perusahaan, pengembangan pelabuhan mendorong per tumbuhan ekonomi dan efisiensi logistik nasional, masalah-masalah strategis dan pemberdayaan PT Pelindo I sebagai agent of development. Sebagai pembuka paparannya, Alfred menjelaskan peran penting pelabuhan bagi sebuah Negara. Sebagai infrastruktur, pelabuhan mempunyai peran utama dalam mendorong dan memacu per tumbuhan perekonomian. “Apalagi Indonesia adalah negara archipelago dengan kontribusi transpor tasi laut lebih dari 80% dalam perdagangan, maka peran pelabuhan sangat penting,” ucap Alfred. Alfred melanjutkan bahwa saat ini Pelindo I mengelola pelabuhan-pelabuhan di empat provinsi yaitu provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau Daratan dan Riau Kepulauan. Pelindo I melayani jasa kapal yang meliputi, jasa labuh, tunda, pandu,

GEMA PELABUHAN April 2013 6 


PANDU

PANDU

tambat, dan STS; Jasa barang yang meliputi jasa dermaga, gudang, lapangan penumpukan, tangki timbun, dan cilo; Jasa B/M barang yang meliputi petikemas, general cargo, curah cair, curah kering, roro dan hewan; Jasa penumpang yang meliputi terminal penumpang, lapangan parkir, dan passanger bridge; Jasa persewaan yang meliputi depo peti kemas, sewa tanah, sewa alat dan sewa gedung ser ta Jasa bunkering yang meliputi air kapal dan bunker minyak. Dalam tiga tahun terakhir, kinerja keuangan Pelindo I menunjukkan per tumbuhan yang positif. Laba Pelindo I terus meningkat. “Bahkan tahun ini, laba Pelindo I telah melampaui Pelindo IV. Kedepannya, kami yakin kami dapat meningkatkan laba lebih tinggi lagi,” tegas Alfred. Dalam potensi pengembangan bisnis, Alfred menjelaskan bahwa Pelindo I mempunyai potensi pengembangan bisnis yang sangat strategis, selain faktor per tumbuhan ekonomi Indonesia yang menggeliat tumbuh, Pelindo I juga mengelola pelabuhan-pelabuhan yang mempunyai lokasi geografis strategis yaitu di Selat Malaka. Dengan faktor pendukung diatas, Pelindo I mempunyai potensi untuk pengembangan terminal petikemas di beberapa pelabuhan seper ti Dumai, Tanjungpinang, Tanjung Balai Asahan, Lhokseumawe, Batam, Malahayati, Sibolga, dan Gunung Sitoli. Untuk pengembangan Terminal Curah Cair, akan dilakukan di Pelabuhan Belawan, Dumai, Kuala Tanjung, Kuala Langsa dan Kuala Tripa. Sedangkan Terminal Curah Kering, akan dilakukan pengembangan di Pelabuhan Belawan, Dumai, Rengat dan Nagan Raya. “Potensi bisnis yang paling strategis adalah pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi hubpor t Indonesia Barat. Bila proyek ini sudah selesai dan dioperasionalkan, maka akan memberi masukan pendapatan yang cukup besar bagi Negara,” ungkap Alfred. Alfred menambahkan bahwa dalam GEMA PELABUHAN April 2013 7 

pengembangan potensi-potensi tersebut, menemui beberapa kendala terutama dalam perizinan dan biaya investasi yang besar. “Sudah banyak investor yang berminat berinvestasi dalam pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, mohon untuk perizinan dimudahkan,” harap Alred. Menanggapi paparan Alfred, Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menegaskan bahwa dia sangat salut dan bangga dengan peluang dan potensi bisnis yang bisa dikembangkan oleh Pelindo I. Pihaknya akan selalu mendukung pembangunan infrastruktur untuk kelancaran sistim logistik nasional. Terkait dengan perizinan, banyak intansi yang terlibat sehingga pihaknya akan berusaha mempermudah perizinan jika memang sudah memenuhi syarat. “Pada prinsipnya kami mendukung program pengembangan bisnis Pelindo I. Pelabuhan adalah infrastruktur yang penting untuk mendukung per tumbuhan ekonomi Negara, kami akan selalu mendukung pengembangannya,” tegas Imam Apriyanto. (red)

GEMA PELABUHAN April 2013 8 


MENARA

Menanti Pelabuhan Kuala Tanjung Menjadi Pelabuhan Internasional

T

idak ada pilihan lain, selain menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, sebagai pelabuhan pengembangan ekspor impor dari Pelabuhan Belawan. Apalagi, mengingat pelabuhan utama terbesar ketiga di Indonesia itu kondisinya saat ini mengalami kesulitan untuk menampung ledakan produksi dari hasil-hasil tanaman perkebunan, pertanian dan industri tidak hanya dari Provinsi Sumatera Utara saja. Tapi juga dari Riau, Sumatera Barat dan Aceh.

Terlebih lagi jika Kawasan Kluster Industri Sei Mangkei sudah mulai beroperasi, bakalan pelabuhan peninggalan Belanda ini kerepotan dan tak mampu melayaninya. Dari sisi lokasi, Pelabuhan Kuala Tanjung berdasarkan hasil kajian yang telah Pelindo I lakukan, Pelabuhan Kuala Tanjung dianggap sangat ideal untuk dikembangkan sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia. Letaknya yang berada di lintasan pelayaran kapal dagang dunia, menjadikan pelabuhan ini begitu strategis. Apalagi kedalaman laut di Kuala Tanjung yang mencapai 14 meter, dan lebih dalam dari Pelabuhan Belawan yang hanya 9 - 10 meter, sangat memungkinkan untuk dikembangkan agar bisa disinggahi kapalkapal berbobot besar. Sebagai perusahaan pengelola kepelabuhanan di Indonesia, Pelindo I yang membawahi 25 pelabuhan di tiga provinsi (Sumut, Riau dan Aceh), tengah mempersiapkan Kuala Tanjung menjadi pelabuhan internasional, sekaligus sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia. Kesiapan ini adalah untuk menampung limpahan produksi komoditas perkebunan dan industri dari beberapa kabupaten di Sumut dan Riau. Kabupaten Asahan, Simalungun, Labuhan Batu Utara (Labura), Labuhan Batu Selatan (Labusel), Serdang Bedagai merupakan tetangga Kabupaten Batubara, dan merupakan sentra perkebunan kelapa sawit, karet dan GEMA PELABUHAN April 2013 9 

MENARA

coklat terbesar di Sumut. Sebagai langkah awal, seperti yang pernah disampaikan Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir, perusahaan negara tersebut dalam tahun 2013 ini akan membangun dermaga terminal CPO (crude palm oil - minyak kelapa sawit) dengan biaya sebesar Rp 567,5 miliar. Fasilitas pendukung lainnya yang akan dibangun di dermaga ini adalah tangki timbun untuk menampung CPO sebanyak 12 unit (masing-masing berkapasitas 8.000 ton) dan pipa penyaluran sebanyak 24 jalur. Pipa ini nantinya akan tersambung ke proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Kawasan Kluster Industri Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun. Sebagai tahap pertama akan dipersiapkan lahan untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, seluas 25 hektare. Untuk dermaga terminal CPO tersebut rencananya akan dibangun menjorok kearah laut sepanjang 2,3 kilometer. Dan aktivitas bongkar muatnya di dermaga ini akan menggunakan loading point (sistem pompa melalui pipa). Mengingat kedalaman pelabuhan Kuala Tanjung saat ini mencapai 14 meter, memungkin kapal-kapal tangker yang mengangkut CPO berbobot besar bisa merapat di pelabuhan ini. Tahun 2015 merupakan tahun pencanangan pengoperasian proyek Sei Mangkei yang merupakan bagian dari MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi). Waktu yang tersisa 2 tahun lagi, bukanlah waktu terlalu lama. Apalagi dari Sei Mangkei ke Kuala Tanjung, juga akan dibangun jaringan rel kereta api. Fungsinya juga sebagai sarana angkutan hasil-hasil produk Sei Mangkei ke Kuala Tanjung. Jika pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung terealisasi, para investor di Sei Mangkei pun sangat terbantu. (Sumber: medanbisnisdaily.com)

GEMA PELABUHAN April 2013 10 


SANDAR

SANDAR

Lampaui Target Laba RKAP 2012, Pelindo I Gelar Tasyakuran Suasana pagi di lapangan parkir Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) pada Jumat (15/03) tampak berbeda. Biasanya, setelah senam usai, para pegawai dapat langsung menikmati makan pagi di kantin. Namun pagi ini berbeda, para pegawai tampak berkumpul untuk mengikuti acara tasyakuran capaian laba tahun 2012. Yang unik adalah tasyakurannya dengan mencukur rambut. Setelah senam usai, para pegawai membentuk barisan menghadap panggung yang telah disediakan di depan mereka. Acara bertema “Pelindo I Bangkit” ini dibuka dengan sambutan Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan I, Budi Azmi. Mewakili pegawai, Budi Azmi menyampaikan terimakasih ke Manajemen atas keberhasilan tahun 2012 sehingga Pelindo I bisa meningkatkan laba sampai 168% dan melampui target RKAP tahun 2012. “Kami, keluarga besar Pelindo I, dalam ikatan kebersamaan dan kerjasama yang kuat mendukung program Manajemen ke depan dan kami akan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang telah menjadi program kerja manajemen yang tertampung dalam RKAP tahun 2013,” kata Budi Azmi. Kemudian dilanjutkan sambutan Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir. Dengan ekspresi bahagia, Alfred menyampaikan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai Pelindo I selama kurun waktu tahun 2012. “Saya sangat berterimakasih kepada semua pegawai yang telah bekerja keras menjalankan program-program kerja Manajemen. Tanpa kalian, kita tidak dapat mencapai keberhasilan ini,” ucap Alfred yang disambut tepuk tangan pegawai. GEMA PELABUHAN April 2013 11 

Alfred menyampaikan bahwa tahun ini Pelindo I mencapai laba Rp 355 milyar, naik 168% dari tahun 2011 yang sebesar Rp 211 milyar. “Laba kita tahun ini telah melampaui Pelindo IV,” kata Alfred yang diikuti riuh tepuk tangan pegawai. “Tahun 2013, kita harus mampu meraih laba 500 milyar,” tepuk tangan pegawai semakin riuh. “Kalau kinerja kita bagus, laba kita meningkat, tentunya kesejahteraan pegawai juga meningkat, karena bonus juga naik. Bukankah itu yang kita harapkan?” kata Alfred yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan pegawai. Sebelum menutup sambutannya, Alfred berpesan untuk memanfaatkan bonus dengan sebaik-baiknya. “Setelah bonus turun, saya harap setiap pegawai menanam 1 (satu) pohon, untuk kita, anak cucu kita dan bumi kita,” harap Alfred. Alfred berharap semoga keberhasilan ini akan memotivasi pegawai untuk bekerja lebih keras lagi. Acara dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai wujud syukur, kemudian mencukur rambut. Pencukuran diawali oleyh jajaran lima Direksi, kemudian diikuti jajaran struktural dan staf. Acara pencukuran ini cukup menarik para pegawai untuk melihatnya karena ini baru pertama kali diadakan di Pelindo I. Selain pencukuran, acara ini juga dirangkaikan dengan hiburan lain seperti pertunjukan dance oleh para pegawai, menyanyi, pembagian doorprize, dll. (red) GEMA PELABUHAN April 2013 12 


LABUH

SANDAR

Jalur KA Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke Pelabuhan Kuala Tanjung Beroperasi 2014

K

ementerian Perhubungan menargetkan jalur kereta api dari kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, Sumatra Utara menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dapat dioperasikan pada 2014. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan menyatakan pengembangan jalur KA kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung sedang dalam pengerjaan oleh Ditjen Perhubungan Kemenhub. “Sedang dalam pengerjaan dan ditargetkan 2014 dapat selesai jalur menuju pelabuhan,” ujarnya MinSumber: development.lk ggu (17/3/2013). Dia menambahkan anggaran yang dibutuhkan untuk pengmbangan jalur KA itu mencapai Rp 430 miliar dengan menggunakan dana APBN sejak 2013 hingga 2014. Akses jalur KA dari kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei sepanjang 21 km dari Bandar Tinggi menuju Pelabuhan Kuala Tanjung. Direktur Komersil dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Bambang Eka Cahyana menyatakan pihaknya merencanakan mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung pada 2013 hingga 2014 agar menjadi container port wilayah Indonesia Barat. Pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung dengan panjang dermaga 1.000 meter dan kedalaman pelabuhan hingga 17 meter. Pelabuhan Kuala Tanjung ditargetkan memiliki lapangan penumpukan seluas 40 hektar dan memiliki 10 unit peralatan bongkar muat container crane serta 30 unit transtainer. Pelabuhan yang juga dijadikan sebagai hub logistik Indonesia Barat dalam sistem logistik nasional itu ditargetkan dapat menampung 25 juta TEUs peti GEMA PELABUHAN April 2013 13 

GEMA PELABUHAN Januari 2013 14 


LABUH

kemas per tahun. Pelabuhan Kuala Tanjung, juga ditargetkan dapat menampung kapal peti kemas dengan jenis Post Panamax. Masterplan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, tuturnya, telah disahkan oleh Kementerian Perhubungan dan saat ini pihaknya sedang menunggu keluarnya izin Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung, tuturnya, sangat mendesak karena pelayaran di jalur Selat Malaka dilalui oleh sejumlah operator pelayaran besar. Potensi angkutan petikemas yang melalui Selat Malaka mencapai 51,56 juta TEUs. (Red)

Save Energy, Save Money

GEMA PELABUHAN April 2013 15 


gema-april-2013