Issuu on Google+

Take Off, Pelindo I Butuh Pemimpin yang Berkarakter

Tahun 2013, Pelindo I Maksimalkan Potensi Untuk Meraih Peluang

Taktis Meraih Peluang untuk Mencapai Target Laba 450 M pada Tahun 2013

Gema

Pelabuhan

MAJALAH BULANAN

MEDIA KOMUNIKASI & INFORMASI PELABUHAN

GEMA PELABUHAN Edisi Februari 2013  


PANDU >>

DAFTAR ISI

• Tahun 2013, Pelindo I Maksimalkan Potensi Untuk Meraih Peluang • Take Off, Pelindo I Butuh Pemimpin yang Berkarakter MENARA >>

• Take Off, Pelindo I Butuh Pemimpin yang Berkarakter SANDAR >>

• Taktis Meraih Peluang untuk Mencapai Target Laba 450 M pada Tahun 2013 LABUH >>

• Rapat Konsolidasi Serikat Pekerja Pelabuhan I Tahun 2013 • Pelayaran Perdana Feri Cepat Kuala Langsa-Penang

SALAM REDAKSI

Berhasil atau Gagal Pembaca Gema yang Budiman “Dengan Kepemimpinan Berkarakter, Kita Raih Laba Tahun 2013 Minimal 450 M”, adalah tema dalam Rapat Dinas tahun 2013 kali ini. Bahasa tema yang jelas, lugas dan terukur secara kuantitatif. Sehingga keberhasilan atau kegagalan dari Manajemen dapat diukur dengan sederhana, apakah tahun 2013 Pelindo I akan berhasil mencapai laba minimal 450 milyar atau sebaliknya. Hanya ada dua pilihan, ‘berhasil atau gagal’. Adalah kepastian, semua elemen perusahaan pasti menginginkan ‘berhasil’. ‘Berhasil’ dapat dicapai dengan penekanan pada kepemimpinan yang berkarakter. Artinya, Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi kunci keberhasilan perusahaan. SDM yang berkarakter, kompeten, punya integritas, berdedikasi atau profesional tidak bisa didapatkan secara instan. Namun, SDM tersebut telah melalui jalan panjang pengalaman, pelatihan dan pendidikan secara kontinyu. Seperti kata pepatah, ‘tajam pisau karena diasah’. Begitu juga dengan SDM, SDM yang kompeten adalah mereka yang selalu ditempa dengan pengalaman-pengalaman, pelatihan, dan pendidikan yang akan meningkatkan wawasan, cara berpikir dan akhirnya akan menghasilkan ide-ide luar biasa untuk kemajuan perusahaan.

Pembina/Penasehat : PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Corporate Secretary Redaktur Pelaksana: M. Eriansyah Staff Redaksi: Gunawan, Lailatul Qomariyah, Fiona Sari Utami Percetakan dan Fotografer: Nova Indrawan, Admnistrasi: Ennyke Sandra P, Design Layout: Lailatul Qomariyah

SDM adalah kunci ‘berhasil atau gagal’-nya perusahaan ini. Pembaca Gema yang Budiman Pada edisi kali ini Gema menyajikan berita tentang Rapat Dinas tahun 2013 serta kegiatan Cabang. Selamat membaca!!!

Bagi pembaca yang ingin menyampaikan saran, tanggapan baik redaksi ataupun kepada perusahaan, dapat dikirim via email gemaredaksi@yahoo.co.id dan pos serta ke no HP 085640424725 yang ditujukan pada “Bung Gema” pada Redaksi. Apabila tanggapan Bung Gema belum memuaskan harap dimaklumi, lebih lanjut diharapkan bidang terkait dapat menanggapi secara profesional, terimakasih. GEMA PELABUHAN Februari 2013 1 

GEMA PELABUHAN Februari 2013 2 


PANDU

PANDU

Tahun 2013, Pelindo I Maksimalkan Potensi Untuk Meraih Peluang

T

ekad Manajemen PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) untuk meraih target di tahun 2013 harus dijawab dengan strategi bisnis yang mengedepankan kemandirian dan peningkatan daya saing perusahaan berpedoman pada RUPS 2013. Manajemen juga harus mampu menyusun Program Kerja yang memberi dampak signifikan pada peningkatan pendapatan dan penurunan/efisiensi biaya.

H

al ini diungkapkan oleh Komisaris Utama Pelindo I, Iskandar Abubakar saat memberi pengarahan sekaligus membuka Rapat Dinas PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) tahun 2013, yang ber tempat di Sibolangit, Kamis (7/2). Iskandar mengungkapkan bahwa dalam usaha mencapai target tersebut, Manajemen harus mencermati segmen-segmen usaha yang akan memberikan sumbangan signifikan terhadap pendapatan Perusahaan. “Yang paling penting, SDM Pelindo I harus mampu membuktikan profesionalismenya, baik dalam pembangunan maupun pengoperasian pelabuhan sehingga pihak ketiga bersedia bersinergi dengan prinsip saling menguntungkan. Mulai saat ini, Perusahaan harus mampu mengkondisikan seluruh perangkat organisasinya, baik di pusat maupun di cabang untuk menjadi revenue centre atau profit centre, jelas Iskandar Abubakar. Sementara dalam sambutan sebelumnya, Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir optimis pada tahun 2013, Pelindo I dapat meraih target yang telah ditetapkan. Dengan berbagai peluang dan potensi yang ada, kami yakin bisa mencapainya,” ungkap Alfred. Alfred mengungkapkan bahwa Pelindo I mempunyai peluang yang sangat strategis karena Pelindo I mengelola pelabuhan di Pulau Sumatera bagian utara yang sangat kaya dengan produk perkebunan dan industri turunannya, bahkan menghadap Selat Malaka yang merupakan alur pelayaran terpadat di dunia, dan juga ber tetangga langsung dengan Negara yang maju perekonomiannya seper ti Malaysia dan Singapura “Dengan kejelian melihat potensi tentu banyak peluang yang bisa diraih, diantaranya yaitu Per tama, Pengembangan terminal petikemas di Dumai, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Belawan, Batam, Siboga, Lhokseumawe, dan Malahayati. Kedua, Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Hub Container Por t. Ketiga, Pengembangan Terminal Curah cair di Dumai, BelaGEMA PELABUHAN Februari 2013 3 

wan, Kuala Tanjung, Kuala Langsa dan Nagan Raya Aceh. Keempat, Pengembangan Terminal Curah Kering di Dumai, Belawan, Rengat, dan Kuala Tripa Nagan Raya Aceh, Kelima Pengembangan Marine Ser vices di Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjungpinang, dan Dumai. Keenam, Peningkatan status Unit Galangan Kapal (UGK) menjadi Provider alat-alat bongkar muat dan kapal tunda, ser ta Ketujuh Peningkatan status Belawan Logistic Center menjadi Terminal Operator dan” jelas Alfred. Alfred juga mengingatkan bahwa selain banyak peluang yang bisa diraih, Pelindo I juga menghadapi banyak ancaman yang perlu diantisipasi seper ti munculnya pesaing bisnis, hilang dan berkurangnya jasa labuh dan pandu sebagai konsekuensi berlakunya UU no. 17/2008 tentang Pelayaran, berkurangnya lahan tanah DLKR, kewajiban membayar fee untuk konsesi pengelolaan pelabuhan, kemungkinan kebijakan negara untuk larangan ekspor bahan baku/mentah seper ti coklat, crude palm oil dan sejenisnya, dll. “Kondisi ekonomi kedepan semakin dinamis, persaingan usaha semakin ketat. Menang dalam persaingan, bukan hal yang tidak bisa, tapi juga bukan hal yang mudah. Kuncinya adalah segala organ PT Pelindo I harus bekerja maksimal dan harmonis ser ta selalu meningkatkan kualitas SDM,” ungkap Alfred. Acara Rapat Dinas 2013 Pelindo I kali ini ber tema “Dengan Kepemimpinan Berkarakter, Kita Raih Laba Tahun 2013 Minimal 450 M”, berlangsung dari tanggal 6-8 Februari 2013. Acara ini diikuti oleh seluruh jajaran Komisaris, Direksi, General Manager, dan Pejabat Struktural dari Kantor Pusat, dan seGEMA PELABUHAN Februari 2013 4 


MENARA

PANDU

Take Off, Pelindo I Butuh Pemimpin yang Berkarakter “Tema Rapat Dinas kali ini sangat bagus, karena kepemimpinan yang berkarakter sangat dibutuhkan oleh perusahaan, terutama bagi perusahaan yang sedang take off dalam lingkungan bisnis yang dibayang-bayangi oleh suasana ketidakpastian seperti Pelindo I yang akan take off namun masih dibayang-bayangi ketidakpastian regulasi”. luruh Cabang yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau Daratan dan Riau Kepulauan ser ta Serikat Pekerja dan Perispindo I. Pada Rapat Dinas ini dilakukan Deklarasi tekad dan komitmen untuk meraih target laba 2013 dan penandatanganan Kontrak Manajemen RK A oleh setiap General Manager Cabang yang berisi komitmen pencapaian laba tahun 2013 dengan mendasarkan pada Good Corporate Governance (GCG), peningkatan produktivitas kerja dan penigkatan efisiensi Perusahaan. Acara ini juga dirangkaikan dengan sessi motivasi oleh Syahrul Komara, Emotional Spiritual Quotien (ESQ) oleh Tim Ar y Ginanjar dan diakhiri dengan Out Bond. (red)

GEMA PELABUHAN Februari 2013 5 

H

al ini diungkapkan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Iskandar Abubakar ketika membuka sambutannya dalam Rapat Dinas 2013 Pelindo I, Rabu (6/2/2012), sekaligus menanggapi Tema Rapat Dinas kali ini yaitu “Dengan Kepemimpinan Berkarakter Kita Raih Laba Tahun 2013 Minimal Rp 450 Miliar”. “Oleh karena itu Dewan Komisaris meminta agar seluruh jajaran Perusahaan mampu menghayati sepenuhnya makna dari tema ini sebagai landasan untuk melaksanakan arahan RUPS dalam melaksanakan RKAP Tahun 2013. Keberhasilan Rapat Dinas ini diindikasikan oleh kemampuan seluruh jajaran PT Pelindo I (Persero) dalam menerjemahkan pesan yang disampaikan oleh tema ini paling tidak dalam tiga indikator utama yang dapat diimplementasikan dalam bentuk program konkrit, baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Cabang,” harap Iskandar. Kepemimpinan Berkarakter Menurutnya, indikator pertama bagi kepemimpinan yang berkarakter di Pelindo I adalah kepemimpinan yang memiliki jati diri sesuai dengan nilai-nilai budaya perusahaan (corporate culture) yang secara garis besar bermuara pada dua aspek, yaitu aspek pelayanan yang identik dengan upaya memaksimalkan kepuasan pelanggan dan aspek finansial yang merupakan upaya memaksimalkan nilai perusahaan (corporate value). Pemenuhan aspek pelayanan sangat ditentukan oleh sejauh mana Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guaranty (SLG) dapat diwujudkan melalui pencapaian target operasi dengan implikasi kepada kepuasan pelGEMA PELABUHAN Februari 2013 6 


MENARA

anggan, sedangkan pemenuhan aspek finansial sangat ditentukan oleh pencapaian target laba dengan implikasi kepada perolehan deviden bagi Pemegang Saham, peningkatan nilai korporasi bagi seluruh Organ Perseroan, serta peningkatan kualitas dan kuantitas bina lingkungan (community development) yang merupakan nilai eksternalitas positif bagi masyarakat, baik yang secara langsung maupun tidak langsung berinteraksi dengan kegiatan Perusahaan. Indikator kedua bagi kepemimpinan yang berkarakter di Pelindo I adalah kepemimpinan yang mampu memotivasi segenap jajarannya untuk mendayagunakan segenap sumber daya Perusahaan pada koridor sasaran yang dapat dinilai, baik secara kuantitatif maupun kualitatif sebagaimana yang tersebut dalam Key Performance Indicators (KPI) yang mencakup 6 aspek kunci yaitu Aspek Keuangan, Aspek Pelanggan, Aspek Proses Bisnis Internal, Aspek Pembelajaran dan Pertumbuhan, Aspek Kepemimpinan, serta Aspek Produk dan Layanan. “Kami mengapresiasi Manajemen Pelindo I beserta segenap jajarannya atas estimasi capaian KPI Tahun 2012 yang mencapai 109,48%, dengan harapan bahwa melalui pembentukan Kepemimpinan yang berkarakter di lingkungan Pelindo I, target KPI Tahun 2013 dapat dicapai bahkan mampu tumbuh secara berkesinambungan (sustainable growth),” ungkap Iskandar. Indikator ketiga bagi Kepemimpinan yang berkarakter di Pelindo I adalah kepemimpinan yang mampu mewujudkan kemandirian yang sangat terkait dengan kemampuan daya saing perusahaan, baik pada lingkup nasional maupun regional ASEAN. “Seorang pemimpin yang berkarakter harus mampu membebaskan perusahaan dari berbagai ketergantungan dan intervensi dari pihal lain yang berdampak negatif GEMA PELABUHAN Februari 2013 7 

MENARA

dalam pengelolaan dan pengendalian perusahaan,” jelas Iskandar. Iskandar menjelaskan bahwa di pasar uang dan pasar modal, perusahaan mempunyai kemandirian dalam memperoleh sumber pendanaan guna melakukan investasi melalui skema pendanaan yang paling menguntungkan dengan risiko paling minimal. Dalam konteks kemandirian di bidang permodalan, Pelindo I dihadapkan pada pilihan-pilihan, seperti halnya pilihan melakukan investasi sendiri atau pilihan melakukan kerjasama usaha dengan pihak ketiga. “Dalam menghadapi pilihan seperti ini, kami, Dewan Komisaris cenderung memilih kemandirian dalam investasi seiring dengan perbaikan fungsi-fungsi manajemen internal sehingga angka beban kerjasama mitra usaha pada Tahun 2011 mencapai yang Rp 109,475 miliar, dapat dikendalikan menjadi Rp 55,857 miliar pada Tahun 2012 dan pada Tahun 2013 diharapkan dapat semakin terkendali sejalan dengan telah dioperasikannya alat-alat produksi milik sendiri, sehingga beban dimaksud sebagian besar dapat direalokasikan menjadi pendapatan Perusahaan,” kata Iskandar. Sedangkan di pasar tenaga kerja, perusahaan mempunyai kemandirian merekrut sumber daya manusia yang handal, berkualitas, serta memiliki kompetensi sebagaimana yang dibutuhkan. Kemandirian yang terkait dengan sumber daya manusia juga diindikasikan oleh kemampuan manajemen dalam bermitra dengan serikat pekerja sehingga dapat dipastikan bahwa semua kebijakan manajemen telah dikomunikasikan dengan serikat pekerja dan dapat dilaksanakan bersama secara efektif dan efisien. “Saat ini daya saing SDM Pelindo I telah teruji ketika pemerintah membuka peluang usaha jasa kepelabuhanan kepada swasta. Fenomena ekspansif yang diperlihatkan oleh Pelindo II untuk mengembangkan pelabuhan di Batam dan Sorong, memberikan indikasi bahwa saat ini SDM Pelindo I dituntut untuk bersaing dengan SDM Pelindo II, III, dan IV dan SDM pelabuhan-pelabuhan di luar negeri dalam menawarkan jasa manajemen pengelolaan pelabuhan,” tutur Iskandar. Di pasar produk jasa kepelabuhanan, perusahaan mempunyai kemandirian dan daya saing untuk memasarkan dan melakukan penetrasi produknya sesuai dengan target yang telah ditetapkan tanpa terpengaruh oleh perubahan lingkungan strategis, baik berupa perubahan instrumen regulasi maupun perubahan pasar global. GEMA PELABUHAN Februari 2013 8 


MENARA

MENARA

Dalam konteks kemandirian dan daya saing perusahaan, segenap jajaran Pelindo I perlu mencermati aspirasi yang berkembang di kalangan para pemangku kepentingan terkait dengan program MP3EI yang akan mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Hub Port yang diproyeksikan mampu bersaing dengan beberapa pelabuhan di negara tetangga seperti Pelabuhan Klang, Pelabuhan Tanjung Pelepas dan Pelabuhan Singapura. “Aspirasi dari para Pemangku Kepentingan ini merupakan dasar penetapan arah kebijakan dalam melakukan penataan ke depan terhadap pelabuhan-pelabuhan, seperti Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Dumai dan pelabuhan-pelabuhan andalan lainnya, dalam upaya meningkatkan kemandirian dan daya saing Perusahaan,” jelas Iskandar. Strategi Bisnis Iskandar menyampaikan bahwa bagi seluruh jajaran Pelindo I, tekad Manajemen untuk meraih laba Tahun 2013 minimal Rp 450 miliar harus dijawab dengan strategi bisnis yang lebih mengedepankan kemandirian dan peningkatan daya saing perusahaan. “Program Kerja Manajemen yang merupakan refleksi dari strategi bisnis yang telah disahkan oleh Pemegang Saham dalam RUPS tanggal 22 Januari 2013 lalu, tidak lagi menjadi sekedar formalitas, melainkan harus menjadi pedoman bagi Perusahaan dalam memenangkan persaingan secara sehat. Seluruh elemen Pelindo I harus benar-benar mampu menemukenali Program Kerja Manajemen yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap peningkatan pendapatan dan penurunan/efisiensi biaya,” harap Iskandar. Dalam konteks ini, menurut Iskandar Pelindo I perlu mencermati segmen-segmen usaha yang memberikan sumbangan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Perusahaan. Selain itu, Pelindo I juga harus mampu membuktikan profesionalismenya, baik dalam pembangunan maupun pengoperasian pelabuhan sehingga pihak ketiga bersedia bersinergi dalam pembangunan dan pengoperasian pelabuhan dengan prinsip saling menguntungkan. “Sejak dini Perusahaan ini harus mampu mengkondisikan seluruh perangkat organisasinya, baik di pusat maupun di cabang untuk menjadi revenue centre atau profit centre di bidangnya masingmasing,” kata Iskandar. Iskandar mewakili Dewan Komisaris menyampaikan apresiasinya kepada Manajemen pleindo I beserta jajarannya bahwa pada Tahun 2012 seluruh cabang telah berhasil membukukan laba secara memadai. “Mmelalui kerja keras Manajemen beserta segenap jajarannya, kami yakin bahwa upaya mencapai laba Tahun GEMA PELABUHAN Februari 2013 9 

2013 sebesar minimal Rp 450 miliar bukan hal yang mustahil untuk dapat dicapai,” ungkap Iskandar. Iskandar mengingatkan bahwa dalam implementasi RKAP Tahun 2013, bila dijumpai indikasi penurunan dalam perolehan pendapatan, maka Perusahaan harus mampu melakukan efisiensi melalui program pengendalian biaya secara terstruktur. Untuk itu, perlu ditetapkan perbandingan yang proporsional antara pendapatan operasi terhadap biaya variabel, sehingga dalam pelaksanaan RKAP Tahun 2013 persentase kenaikan pendapatan operasi akan dapat diupayakan selalu lebih besar daripada persentase kenaikan biaya variabel. “Dalam upaya mencapai target laba Tahun 2013 minimal Rp 450 miliar, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh Organ Perseroan untuk bekerja dan berkreasi secara optimal. Namun komitmen saja nampaknya belum cukup memadai karena keberhasilan Pelindo I mencapai target RKAP Tahun 2013 harus didukung sepenuhnya oleh kondisi perekonomian nasional sebagai refleksi perekonomian regional dan global yang merupakan variabel kunci yang amat menentukan,” ungkap Iskandar. Iskandar memaparkan bahwa angka sementara pertumbuhan ekonomi nasional pada Tahun 2013 adalah berkisar antara 6,3% sampai dengan 6,8%. Dari aspek makro ekonomi, arah kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan angka pertumbuhan ekonomi di Tahun 2013 dilakukan melalui upaya perkuatan sektor domestik. Hal ini karena perlambatan pertumbuhan global terkait dengan krisis ekonomi di Amerika dan Uni Eropa belum sepenuhnya menunjukkan sentiment pemulihan secara berarti. Keterbatasan kemampuan keuangan Pemerintah dalam melakukan pembiayaan investasi di bidang infrastruktur akan menGEMA PELABUHAN Februari 2013 10 


MENARA

SANDAR

jadi hambatan serius bagi Indonesia untuk bertahan dari dampak krisis, sehingga dipandang perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada BUMN termasukPelindo I untuk membiayai investasi terutama di bidang infrastruktur dengan menaikkan pangsa CAPEX (capital expenditure) dalam struktur RKAP BUMN yang bersangkutan. Arahan Rapat Dinas 2013 Dalam upaya memenuhi target-target yang telah ditetapkan Pemegang Saham dalam RKAP Tahun 2013, Rapat Dinas tahun ini Iskandar mengingatkan beberapa hal sebagai berikut: Pertama, pada prinsipnya pencapaian target RKAP Tahun 2013 merupakan salah satu tolok ukur kinerja Manajemen dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, seluruh jajaran Perusahaan agar lebih memperhatikan target-target kinerja yang telah ditetapkan dalam RUPS pada tanggal 22 Januari 2013 dan mengupayakan pencapaiannya secara lebih optimal. Kedua, Manajemen perlu menyampaikan gambaran kondisi Perusahaan ke depan dan target RKAP Tahun 2013 yang dibebankan kepada masing-masing cabang harus merupakan target yang realistis didasarkan kepada berbagai pertimbangan pencapaian RKAP Tahun 2012 dan skenario-skenario serta asumsi yang dipakai sebagai dasar penentuan target RKAP Tahun 2013. Disamping itu, perlu dilihat efektifitas kenaikan tarif yang telah disepakati untuk diberlakukan pada segmen-segmen pelayanan tertentu di Cabang-Cabang Pelabuhan Pelindo I sejalan dengan semakin membaiknya tingkat pelayanan yang telah dinikmati pelanggan. Sebagai badan usaha yang memiliki karakteristik hasil balik skala yang selalu meningkat, kenaikan tarif diharapkan akan memberikan sumbangan yang signifikan bagi peningkatan pendapatan. Ketiga, dalam penentuan target RKAP Tahun 2013 di masing-masing cabang, perlu dilakukan evaluasi terhadap pencapaian sasaran kualitatif dan sasaran kuantitatif tingkat cabang pada Tahun 2012. Hasil evaluasi ini agar menjadi dasar dalam penentuan sasaran kualitatif dan sasaran kuantitatif cabang Tahun 2013. Keempat, dalam penetapan estimasi pencapaian tingkat pendapatan Tahun 2013, General Manager dan Manager Cabang perlu memperhatikan peluang-peluang segmen usaha baru dan berbagai kendala yang harus diperhitungkan. GEMA PELABUHAN Februari 2013 11 

Disamping itu perlu dijelaskan sejauh mana keberhasilan KSUKSU atau Kerjasama Pelayanan Jasa yang telah dilaksanakan selama ini dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan Perusahaan. Kelima, Terkait dengan kesiapan alat produksi Tahun 2013, perlu diperhitungkan dampak pencapaian target investasi Tahun 2012 terhadap kinerja operasional Tahun 2013, terutama pada segmen-segmen andalan seperti BICT dan fasilitas pelayanan CPO. Penetapan target investasi fisik perlu dilakukan secara realistis sesuai dengan prioritas kebutuhan Perusahaan, sedangkan investasi non fisik harus dijelaskan bentuk output dan outcome-nya. Keenam, Program Investasi Tahun 2013 perlu lebih dipertajam dan bersifat eksponensial. Bisnis pokok agar dikelola Perusahaan sendiri, demikian pula segmen bisnis yang dilakukan KSU dan telah habis masa berlakunya agar diambil alih untuk dikelola Perusahaan sendiri. Ketujuh, dalam penetapan rencana biaya Tahun 2013 di masing-masing cabang, perlu diperhatikan biaya-biaya variabel yang terkait langsung dengan asumsi laju inflasi yang telah ditetapkan. Di samping itu, perlu dicermati biaya penyusutan dan amortisasi terkait dengan problem alur pelayaran Pelabuhan Belawan, serta biaya pegawai terkait dengan penerapan PSAK Nomor 24 tentang imbalan paska kerja dengan memperhatikan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Untuk mendapatkan indikasi bahwa dalam biaya pegawai telah memperhitungkan dana pensiun, diperlukan second opinion oleh aktuaris terhadap biaya pegawai yang terkait dengan PSAK Nomor 24. Kedelapan, dalam kaitannya dengan pembinaan karier pegawai, Manajemen harus memberikan perhatian dan menyikapi aspirasi karyawan dalam proses mutasi dan promosi jabatan. “Kami mengapresiasi Manajemen bahwa dalam proses penempatan jabatan selama ini telah ditempuh langkah-langkah yang transparan dan obyektif, serta mempertimbangkan aspek aksesibilitas dan resistensi seseorang terhadap lingkungannya,” kata Iskandar. “Semua yang telah kami sampaikan dalam arahan ini merupakan tugas yang harus kita selesaikan dalam Tahun 2013. Tidak ada kata lain kecuali kita harus bekerja keras menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi dalam rangka menjaga eksistensi Perusahaan ini. Dalam menyikapi berbagai tuntutan, tantangan dan ancaman yang menghadang, segenap jajaGEMA PELABUHAN Februari 2013 12 


SANDAR

MENARA

ran Pelindo I harus menyadari bahwa Perusahaan ini adalah tempat kita mengabdi, menjadi sumber penghidupan dan tempat mengukir masa depan kita bersama. Dalam menghadapi tantangan ini reputasi kita sebagai pengelola Perusahaan yang selama ini dipandang sukses dan profesional akan kita pertaruhkan. Kita harus mampu menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dengan mitra-mitra bisnis kita. Kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa dengan pengalaman bisnis selama ini kita pasti mampu memberikan pelayanan yang terbaik daripada operator pesaing kita, namun syaratnya adalah kita harus merubah gaya pelayanan birokrat yang menunggu pasar menjadi gaya pelayan professional yang mampu menjemput pasar,” jelasnya. “Kami jajaran Komisaris mengajak kepada semua jajaran Pelindo I untuk tetap optimis dalam menghadapi situasi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Kami yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, saling bahu membahu, dan bergandeng tangan seraya menjaga kekompakan di antara kita, semua kesulitan dan tantangan yang berat insya Allah akan dapat kita lalui dengan selamat. Oleh karena itu, marilah kita perkokoh Tiga Pilar Utama dalam Perusahaan ini, yaitu Dewan Komisaris, Direksi dan Serikat Pekerja Perusahaan agar tetap kompak dan bersatu, karena kesemuanya ini akan menjadi determinan bagi keberhasilan segenap jajaran Perusahaan untuk melaksanakan RKAP Tahun 2013 dalam rangka meraih laba sebesar minimal Rp 450 miliar,” tutur Iskandar mengakhiri sambutannya. (red)

GEMA PELABUHAN Februari 2013 13 

Taktis Meraih Peluang untuk Mencapai Target Laba 450 M pada Tahun 2013 Tahun ini adalah periode pertumbuhan bagi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). Setelah melalui tahun 2012, yang merupakan periode pemulihan, dengan sukses karena Pelindo I berhasil mencatatkan laba yang cukup mencengangkan yaitu lebih dari Rp 355 milyar yang berarti naik lebih dari 68% dibanding tahun 2011 yang hanya Rp 211 milyar. Masih dalam gaung keberhasilan, tidak heran jika suasana Rapat Dinas kali ini, Manajemen Pelindo I masih berkobar semangat untuk meningkatkan labanya lagi dan lagi.

D

engan mengusung tema “Dengan Kepemimpinan Berkarakter Kita Raih Laba Tahun 2013 Minimal Rp 450 Miliar”, Manajemen diajak untuk bekerja keras mencapai target laba pada tahun 2013 ini. Maka dalam sambutan pembukaannya, Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir, menekankan pada tema “taktis meraih peluang untuk mencapai target laba 450 m pada tahun 2013”. Alfred memulai sambutannya dengan mengingatkan kembali para peserta Rapat Dinas tentang fase atau tahapan pembangunan dan pengembangan yang pernah disusun dalam Rapat Kerja yang lalu. “Fase atau tahapan dan pengembangan perusahaan akan menjadi acuan dan pedoman dalam menyusun perencanaan - perencanaan perusahaan kedepan,” kata Alfred. Fase tersebut adalah Fase I untuk periode 2011-2012 adalah “Periode Pemulihan”; Fase II untuk periode 2013-2015 adalah “Periode Pertumbuhan”; Fase III untuk periode 2016-2020 adalah “Periode Pemantapan”. “Dan Fase IV untuk periode 2021 dst adalah masa kejayaan menjadi To Be Number One,” tegas Alfred. Dalam sambutannya, Alfred yang menGEMA PELABUHAN Februari 2013 14 


CURAH

SANDAR

jabat Direktur Utama Pelindo I sejak pertengahan tahun 2011 itu, mengevaluasi perjalanan dan perkembangan Pelindo I dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Pertama, dengan membandingkan terhadap Rencana Jangka Panjang Perusahaan Lima Tahunan (RJPP). Umumnya perusahaan merealisasikan RKAP selalu diatas RJPP. Namun tidak demikian halnya dengan PT Pelindo I. Tahun 2010, tahun dimana prestasi Pelindo I berada di titik nadir. Dari target laba dalam RJPP sebesar Rp 187 M, Pelindo I hanya dapat merealisasikan Rp 138 M. Dan menyisakan beban yang cukup besar yang harus diselesaikan tahun 2011 dan tahun 2012. “Karena itulah tahun 2011-2012 kita sebut Fase Pemulihan, sebagai persiapan untuk pertumbuhan. Selama fase pemulihan ini terlihat upaya-upaya perbaikan, pelan tapi pasti. Kita bisa lihat jurang atau gap antara realisasi RKAP dan RJPP semakin kecil. Dan insyaAllah di masa akhir RJPP tahun 2013, realisasi RKAP kita bisa memberi laba 450 milyar atau sudah melampaui RJPP yang besarnya 416 milyar,” kata Alfred. Alfred mencoba menganalisa bisnis pelabuhan yang dijalankan Pelindo I dengan membandingkan terhadap PT Pelindo lain. “Bisnis kita sama yaitu kapal, barang dan penumpang itu juga yang berpindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Secara teori trend pertumbuhan kita harus relatif sama. Namun sekali lagi, tidak demikian. Tahun 2010 PT Pelindo I untuk pertama kalinya dikalahkan oleh PT Pelindo IV sejak Perum Pelabuhan didirikan tahun 1983 atau kurun waktu 27 tahun. Tahun 2011 memang masih kalah, tapi jarak semakin dekat. Mudah-mudahan tahun 2012 kita sudah bisa sejajar. Dan mulai tahun 2013 kita tinggalkan PT Pelindo IV untuk mengejar PT Pelindo III. Potensi ada, peluang terbuka. Yang kita butuhkan adalah sumber daya manusia yang unggul, kerja keras dan strategi yang tepat serta keberuntungan melalui doa,” jelas Alfred. Peluang dan Tantangan “Kata orang bijak, keberhasilan berasal dari suatu mimpi, cita-cita atau keinginan kuat. Demikian pula target-target PT Pelindo I, tentu kita mulai dengan keinginan dan perencanaan yang matang. Perencanaan pengembangan perusahaan perlu didasari dari 2 (dua) hal utama yaitu adanya potensi dan peluang serta antisipasi terhadap adanya tantangan dan ancaman, terutama di era kompetisi sekarang ini,” lanjut Alfred. Alfred menjelaskan potensi dan peluang Pelindo I adalah letak strategisnya di Sumatera bagian utara yang sangat kaya dengan produk perkebunan dan industri turunannya. Pelindo I berada di selat malaka yang merupakan alur pelayaran terpadat di dunia. Pelindo I bertetangga langsung dengan negara yang sangat maju perekonomiannya, Malaysia dan Singapura. “Dengan potensi yang begitu besar, kalau saja kita jeli melihatnya, maka beberapa peluang perusahaan bisa kita raih sangat banyak,” kata Alfred. GEMA PELABUHAN Februari 2013 15 

Peluang tersebut antara lain: 1. Pengembangan terminal petikemas di Pelabuhan Dumai, Pekanbaru, Tanjungpinang, Tanjung Balai Asahan, Belawan, Batam, Lhokseumawe, Malahayati, Sibolga dan Nias. 2. Pengembangan Hub Container Port di Kuala Tanjung sebagai pintu gerbang Republik Indonesia. 3. Pengembangan Terminal Curah Cair di Dumai, Belawan, Kuala Tanjung, Kuala Langsa, dan Nagan Raya. 4. Terminal Curah Kering di Dumai, Belawan, Rengat, dan Kuala Tripa. 5. Pengembangan Marine Services di Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjungpinang, dan Dumai. 6. Peningkatan status Unit Galangan Kapal (UGK) menjadi provider alat-alat bongkar muat dan kapal tunda. 7. Peningkatan status Belawan Logistic Center (BLC) menjadi terminal operator. “Potensi besar, peluang besar, secara kualitatif dan kuantitatif bisa dihitung. Sekarang berpulang kepada kita. Apakah potensi akan kita raih atau kita tinggalkan yang tentu akan sirna diambil orang,” tanya Alfred retoris. Banyak peluang, tentunya tidak terlepas dari ancaman dan tantangan yang harus diantisipasi. “Kalau potensi tidak diraih kita hanya kehilangan kesempatan tapi kalau ancaman tidak diatasi, ini mengakibatkan kehilangan dan kerugian secara langsung.” Kata Alfred. Menurut Alfred beberapa ancaman yang sudah sangat dekat dengan Pelindo I antara lain : 1. Munculnya pesaing bisnis untuk terminal curah cair, curah kering, dan marine services. Pesaing ini muncul biasanya karena kelalaian kita memberi pelayanan buruk seGEMA PELABUHAN Februari 2013 16 


TERMINAL

SANDAR

hingga customer kita berfikir untuk alternatif lain. 2. Hilang dan berkurangnya jasa labuh dan pandu sebagai konsekuensi berlakunya UU No. 17/2008 tentang Pelayaran. 3. Berkurangnya lahan tanah dlkr baik akibat gugatan pihak ketiga maupun dialihkan pengelolaannya dari Pelindo I ke Otoritas Pelabuhan. 4. Kemungkinan kebijakan negara untuk larangan ekspor bahan baku/ mentah seperti coklat, crude palm oil dan sejenisnya. “Sekali lagi, ancaman ini harus ditangani dengan baik, karena dampaknya langsung mengurangi pendapatan dan laba perusahaan,” tegas Alfred. Menghadapi Persaingan “Kondisi ekonomi kedepan makin dinamis, persaingan usaha makin ketat. Keistimewaan sebagai BUMN yang selama ini kita nikmati, sudah bukan zamannya lagi. Justru sebaliknya, sebagai BUMN pasti akan mendapat beban penugasan-penugasan dari pemerintah untuk tujuan yang lebih tinggi. Kalau kita bekerja biasa-biasa saja apalagi berprinsip ‘kalau bisa dibikin susah kenapa dipermudah’, ‘kalau bisa ditangguhkan kenapa dipercepat’, ‘kalau bisa boros kenapa efisien’, maka inilah tanda kehancuran. Kita sekalian harus merubah pola pikir, setiap peluang harus diraih pada kesempatan pertama. Setiap ada masalah maupun peluang harus ditangani tuntas bukan dibiarkan untuk dilupakan. Sekarang era persaingan, era kompetisi di segala bidang. Kalau Pelindo I ingin bersaing dengan Pelindo III bahkan Pelindo II, bukanlah hal mustahil, bukan hal yang tidak bisa, tapi juga bukan hal yang mudah. Kuncinya adalah seluruh organ PT Pelindo I harus bekerja maksimal dan harmonis,” jelas Alfred. Alfred mengibaratkan perusahaan sebagai kapal yang membawa muatan berupa misi perusahaan dan berlayar menuju tujuan pelabuhan atau visi perusahaan, Dirut adalah nakhoda yang dibantu para juragan SPI, Kepala Biro dan Corporate Secretary. Direktorat Operasi dan Teknik merupakan mesin penggerak kapal yang menentukan kecepatan kapal. Direktorat Personalia dan Umum adalah penyedia bahan bakar/BBM yang mendukung beroperasinya mesin. Direktorat Keuangan adalah mualim yang menjaga harmonisasi kerja dan mengontrol arah dan kecepatan jalanya kapal. Dan Direktorat KPU adalah “tug boat” yang menarik kapal dari depan untuk mencari jalan atau peluang-peluang agar kapal sampai di pelabuhan tujuan dengan cepat. “Saya sebagai nakhoda merasakan sampai saat ini mesin kapal masih terlalu lambat bergeraknya dan BBM kita masih menggunakan bensin ‘premium’ belum ‘pertamax plus’. Gagasan, terobosan dan inisiatif relatif tidak ada, bekerja as usual, kalau tidak ditagih tidak jalan, tug boat yang menarik kapal talinya sudah hampir putus untuk menarik kapal yang lamban. Mualim sudah memberi sinyal-sinyal untuk mengatur kecepatan karena arah sudah tepat. Nakhodanya sudah tua dan tidak bisa lagi turun jauh ke bawah, nakhoda memang punya pengalaman tapi pinggangnya tidak GEMA PELABUHAN Februari 2013 17 

kuat lagi naik turun di dalam kapal, hanya bisa teriak-teriak saja,” kata Alfred. ���Walaupun perumpamaan ini tidak persis sama, namun harapan saya ini sebagai introspeksi dan motivasi semua unsur Pelindo I untuk dapat berubah menghadapi persaingan di-depan,” harap Alfred. Alfred menuturkan bahwa saat ini Pelindo II dan Pelindo III cukup agresif melakukan ekspansi pengembangan pelabuhan, membuka anakanak perusahaan bahkan sampai cucu perusahaan. Untuk pengembangan Pelabuhan Teluk Lamong misalnya PT Pelindo III sudah memprakarsai pembelian alat teknologi muktahir tanpa operator. Alat dikendalikan oleh gadis-gadis cantik dalam control room yang sejuk. Mereka membeli alat melalui tender internasional, dengan financing secara leasing dengan tingkat suku bunga 1,7 % per tahun. “Pengalaman saudara tua kita ini perlu kita pelajari agar kita tidak tertinggal. Kita bisa mengundang seorang Senior Menejer Teknik Pelindo III yang menggagas hal ini untuk sharing. Dalam majalah Container Shipping and Trade terbitan November-Desember 2012, saya juga membaca bagaimana perusahaan pelayaran dunia seperti Maersk investasi kapal semakin banyak dan besar, demikian pula pelabuhan-pelabuhan besar terus ekspansi dengan teknologi bongkar muat secara automatic seperti Port of Rotterdam dan Port of Singapura,” sharing Alfred. Dalam gathering customer BICT, Alfred menuturkan bahwa PT Tanto, PT Temas, PT Caraka, PT Meratus terus menambah armadanya dan mengharapkan fasilitas pelabuhan dapat compatibel dengan kapal-kapal mereka. “Semua ini memberi gambaran begitu dinamisnya perkembangan teknologi transportasi dan kita sudah tertinggal. Kita masih terseok-seok dengan kondisi SDM kita akan kompetensi, integritas dan profesionalisme kerja yang belum seluruhnya memuaskan dan belum siap memasuki era kompetisi,” Alfered menyayangkan. Kompetensi SDM Terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM), Alfred mencoba mengklasifikasi Sumber Daya Manusia dalam perusahaan BUMN pada umumnya sebagai berikut : 1. Kelompok I adalah karyawan yang suka kolaborasi dengan pihak luar untuk merusak perusahaan. 2. Kelompok II adalah karyawan yang merusak hubungan dengan customer sehingga customer lari mencari alternatif lain. 3. Kelompok III adalah karyawan yang merusak perusahaan dari dalam dengan markup, internal trading. 4. Kelompok IV adalah karyawan yang membiarkan sistim yang salah terus berjalan walaupun tahu merugikan perusahaan. 5. Kelompok V adalah karyawan yang bekerja biasa-biasa saja kurang GEMA PELABUHAN Februari 2013 18 


SANDAR

inisiatif tapi tidak pula merugikan perusahaan. 6. Kelompok VI adalah karyawan yang kreatif, inisiatif dan pro aktif mencari peluang-peluang usaha dan terobosan-terobosan. “Dengan klasifikasi ini, kita bisa melihat potensi kita apa bisa berkembang atau tidak. Mudah-mudahan Pak Dirpum dapat memotret hal ini dan selanjutnya menyusun strategi perbaikan. Dalam menyusun diklat-diklat untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme hendaknya orientasi kebutuhan dan keperluan perusahaan. Bukan project oriented, bukan asal jalan karena ada anggarannya. Orang yang ngurusin SDM harus tahu benar dinamika perusahaan dan kebutuhan SDM yang sesuai. Bukan sekedar mengganti yang pensiun apalagi hanya teori-teori yang kadang tidak sesuai diterapkan di perusahaan. Masalah organsisasi dan SDM ini perlu perhatian ekstra,” himbau Alfred. Alfred menuturkan bahwa saat ini masih beredar wacana penggabungan (holding) PT Pelindo. Wacana penggabungan PT Pelindo I dengan PT Pelindo II pada tahun 2004, kemudian muncul wacana holding Pelindo I s/d IV pada tahun 2009. Baru - baru ini muncul lagi wacana merger Pelindo I s/d IV menjadi 1 (satu) Pelindo. “Kalau ini betul-betul terlaksana dalam waktu dekat, maka persaingan menduduki jabatan tidak saja pada tingkat jabatan Direksi, bahkan sampai tingkat jabatan Senior Manager, General Manager, Assisten Manajer, sampai tingkat yang paling rendah. Kalau sudah begini, maka yang kalah secara alamiah akan tersingkir. Karenanya saya meminta Bapak Dirpum menyusun program diklat yang tepat dan para SDM Pelindo I menyiapkan diri memasuki era kompetisi,” himbau Alfred. “Tinggalkan asumsi lama, untuk menduduki jabatan pakai uang atau pakai koneksi, apalagi koneksinya orang-orang luar yang diragukan integritasnya. Karenanya perlu saya ingatkan bahwa dalam promosi jabatan apapun di Pelindo I, Direksi tidak pernah dan tidak akan pernah meminta imbalan uang atau hadiah. Untuk itu Saudara-Saudara jangan tertipu,” tegas Alfred. “Sekali lagi saya ingatkan, keadaan sekarang sangat dinamis, era persaingan, perlakuan khusus untuk bumn tidak ada lagi. Posisi geografis kita membuka banyak peluang. Ancaman dan tantangan di depan mata, kita masih memiliki banyak kelemahan yang perlu kita perbaiki. Kita mau maju atau mundur, kita yang putuskan. Karenanya dalam Rapat Dinas ini, saya harapkan komitmen kita bersama untuk maju. Mari kita melampaui Pelindo IV dan kejar Pelindo III. memang tidak mudah tapi insyaAllah bisa asalkan kita mau maju bersama dan kerja keras,” ajak Alfred kepada para peserta Rapat Dinas sebelum menutup sambutannya. Pada kesempatan tersebut, Alfred mewakili Direksi menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada Sahat Prawira, Senior Manajer Bina Usaha atas dedikasi dan sumbangsih pada perusahaan pada RKAP 2012. ada 3(tiga) hal prestasi yang berdampak besar pada perusahaan. (red)

GEMA PELABUHAN Februari 2013 19

“Sumber daya manusia seperti sumber daya alam, mereka sering terkubur. Anda harus pergi mencari mereka, mereka tidak hanya bertebaran di permukaan. Anda harus menciptakan situasi di mana mereka menunjukkan diri mereka sendiri. “ - Ken Robinson

GEMA PELABUHAN Februari 2013 20 


LABUH

LABUH

Rapat Konsolidasi Serikat Pekerja Pelabuhan I Tahun 2013

Pelayaran Perdana Feri Cepat Kuala LangsaPenang

D

isela-sela kegiatan Rapat Dinas PT Pelabuhan Indonesia I Tahun 2013 yang dilaksanakan sejak tanggal 06 s.d. 08 Pebruari 2013 bertempat di The Hill Hotel & Resort, Sibolangit, DPP SP Pelabuhan I melaksanakan Rapat Konsolidasi pada tanggal 07 Pebruari 2013 yang dihadiri oleh seluruh DPC Serikat Pekerja yang ada di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). Adapun beberapa agenda rapat yang dibahas diantaranya adalah konsolidasi organisasi, periodesasi kepengurusan DPC SPP-I, capaian target/laba masingmasing cabang, bagaimana mewujudkan/mentransformasikan kepemimpinan yang berkarakter, program kerja DPP SPPI, arahan Komisaris Utama dan Direktur Utama serta hal-hal yang berkembang dalam rapat. Rapat yang berjalan dengan serius tapi dengan suasana yang relative santai, diwarnai juga dengan diskusi dan sharing tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing DPC SP di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). Dalam arahannya, Ketua Umum DPP SPP-I, mengajak kepada seluruh anggota untuk dapat meningkatkan disiplin dan kinerja serta bekerja keras bahu membahu dalam mewujudkan target laba tahun 2013 sebesar minimum 450 milyar. Ketua Umum juga meningatkan kembali kepada DPC yang akan memasuki masa akhir kepengurusan di tahun 2013

GEMA PELABUHAN Februari 2013 21

ini, agar segera mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan pertanggungjawaban dan pelaksanaan Musyawarah Cabang maupun pemilihan pengurus DPC yang baru periode 2013-2016. Ketua Umum DPP SPP-I, Budi Azmi, juga mengajak kepada seluruh anggota Serikat Pekerja Pelabuhan I untuk dapat menjadi mitra yang strategis bagi Manajemen. Ada 2 (dua) fungsi Serikat Pekerja, yaitu, pertama berjuang ke Direksi/ Manajemen untuk perbaikan kesejahteraan, dan yang kedua adalah berjuang ke karyawan menuntut profesionalisme/ kompetensi yang dibuktikan dari meningkatnya performance perusahaan.

S

abtu, 23 Februari 2013, kapal Feri Cepat melakukan pelayaran perdana dengan rute perjalanan Kuala Langsa-Penang, Malaysia dari Pelabuhan Kuala Langsa. Walikota Langsa Usman Abdullah mengatakan bahwa pengoperasian kapal feri ini atas kerjasama Pemko dengan seorang pengusaha Penang, Koay Chee Beng yang akrab disapa Ah Chai. Sebelumnya, semua urusan atas izin trayek untuk pengoperasian pelayaran ini sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Di mana dengan menumpangi kapal feri ini masyarakat hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 500.000 untuk perjalanan pulangpergi, dengan waktu tempuh selama lima jam. Selain itu, nanti pemilik kapal akan memberikan pelayanan lainnya berupa paket melancong dengan biaya Rp1,5 juta plus makan, minum dan penginapan selama empat hari. Diharapkan, dengan dioperasikannya kapal feri cepat ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Langsa dan kota jasa terkemuka, namun semua tidak lepas dari partisipasi masyarakat.(red)

GEMA PELABUHAN Februari 2013 22 


Love Our Ocean

GEMA PELABUHAN Februari 2013 23


gema-februari-2013