Issuu on Google+

Eceran Rp 3.500

rabu, 18 november Tahun 2009

Presiden Masih Ulur Waktu sportivo

Sikapi Rekomendasi Tim Delapan JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membutuhkan waktu hampir sepekan lagi untuk mengambil sikap terhadap rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Chandra Marta Hamzah dan Bibit Samad Rianto (Tim Delapan). Sikap presiden baru diumumkan Senin pekan depan, setelah memberi kesempatan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk turut mempelajari rekomendasi Tim.

CHARLES PLATIAU/REUTERS

FAVORIT: Kapten Prancis Thierry Henry.

Lolos, Prancis Cukup Imbang PARIS - Prancis tinggal selangkah menggenggam tiket Piala Dunia 2010. Syaratnya relatif tidak susah. Prancis hanya butuh bermain imbang saat menjamu Republik Irlandia di Stade de France, Saint-Denis, Paris, dini hari nanti (siaran langsung Global TV mulai pukul 02.00 WIB). Berbekal kemenangan 1-0 di Dublin empat hari lalu (14/10), Les Bleus -Prancis -difavoritkan bakal melenggang ke Afrika Selatan (Afsel) tahun depan. 4 Baca Lolos.. hal 11

catatan

Dua Pilihan Akal Sehat Plus Satu Gila

bukan main.

PERTANYAAN: Indonesia begitu kaya gas. Mengapa PLN sampai tidak bisa mendapatkan gas? Sehingga sebagian pembangkitnya, sekitar 5000 MW, harus diberi “minum” solar yang dalam setahun menghabiskan uang PLN Rp 80 triliun? Urusan ini rumitnya 4 Baca Dua.. hal 11

Formasi untuk Keluarga Miskin Bakal Dibuka

JAMBI - Pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 29 November 2009 dibayangi kekhawatiran munculnya para calo. Karena pengalaman p a r a peminat CPNS d i tahun-tahun sebelumnya menunjukkan hal seperti itu. Sebut saja misalnya, Ginanto, warga Batanghari. Dirinya mengaku pernah diiming-imingi salah seorang PNS di Muarojambi untuk diluluskan dengan memberikan uang puluhan juta. Hanya saja, dia menolak hal itu. Akhirnya melamar ke CPNS Batanghari. ‘’Ini kejadian tahun 2008 lalu,’’ tukasnya. Dia mengaku sangat miris dengan kejadian ini. Terlebih di era reformasi modern ini, ternyata masih ada oknum PNS yang berkelakuan seperti itu. Lain lagi dengan A Bakar, pria ini menyebutkan bahwa para calo sekarang telah terang-terangan untuk bisa membantu meluluskan para CPNS dengan harus membayar antara 75 -150 Juta. “Sebagian orang lulus tahun 2008 adalah yang sanggup membayar dengan dana tersebut dan termasuk keluarga pejabat. Fakta ini boleh di cek ke sebagian PNS yang lulus tahun kemarin,” bebernya.

Pagi ini, presiden akan melakukan rapat khusus dengan sejumlah menteri untuk membahas hasil laporan dan rekomendasi Tim. Nanti malam, presiden juga akan memanggil Kapolri dan Jaksa Agung. Mereka berdua diberi waktu dua hingga tiga hari untuk mempelajari hasil verifikasi Tim Delapan, termasuk kesimpulan dan rekomendasinya. “Sudah barang tentu akan ada direktif dari hasil rapat besok (hari ini),” kata Menkopolhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Seluruh anggota Tim Delapan kemarin menyerahkan laporan dan rekomendasi kepada Presiden. Djoko mengatakan, paling lambat Senin pekan depan, presiden akan menyampaikan langkah yang akan diambil. Sejak awal, SBY memang mengisyaratkan tidak akan terburu-buru menyikapi rekomendasi Tim. Saat menerima Tim, SBY mengatakan, akan mengikuti proses di internal pemerintah terlebih dahulu. “Meskipun saya ingin bergerak cepat untuk meresponsnya, ada proses internal pada jajaran pemerintah untuk apa yang harus kita lakukan, menyusul laporan yang akan saudara (Tim Delapan) sampaikan nanti,” kata SBY.

4 Baca Tes.. hal 2

Antasari Azhar

4 Baca Presiden.. hal 2

Hendarman Beri Sinyal Tolak Stop Kasus Bibit-Chandra BAGAIMANA nasib berkas perkara Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah setelah keluarnya rekomendasi Tim Delapan? Jaksa Agung Hendarman Supandji masih belum mau berkomentar tentang hal itu. “Tentunya nanti berdasar rekomendasi, bagaimana petunjuk Bapak Presiden,” kata Hendarman sebelum meninggalkan kantornya kemarin petang.

Tes CPNS Dibayangi Calo

Dia menjelaskan akan memberikan pendapat hukum jika ada langkah yang diambil terhadap perkara dua pimpinan nonaktif KPK itu. Baik itu SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) oleh Polri, SKPP (surat ketetapan penghentian penuntutan) oleh Kejaksaan, atau deponering. “Tapi belum bisa saya sampaikan saat ini,” kilah Hendarman. 4 Baca Hendarman.. hal 2

RAKA DENNY/JP

Kode Sandi Rani-Nasrudin “Nero-Romeo” JAKARTA - Setelah mendapatkan laporan dari ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar (sebelum menjadi terdakwa, red), terkait dugaan teror dari Nasrudin Zulkarnaen. Kapolri selanjutnya membentuk tim pengintai dengan penanggung jawab Kombes Pol Chairul Anwar, dan memberi kode sandi kepada target Rani dan Nasrudin dengan sebutan “Nero dan Romeo”. 4 Baca Kode.. hal 2

Menyusuri Padang pada Hari Ke-40 Pascagempa

Bangun Sekolah Tahan Gempa Sekaligus Rescue Center FREDERIC J BROWN/AFP PHOTO

Demam Obama Wajar kalau Majalah Forbes menetapkan Barack Obama, Presiden AS sebagai orang paling berpengaruh di dunia dalam “The World Most Powerful People”. Sebagai bukti kawula muda Tiongkok menyukai Obama dengan mengapresiasikan gambar Obama di sepatu mereka. Demam Obama di Tiongkok sebagai ungkapan penyambutan Presiden AS itu saat mengunjungi Tiongkok dari 15-18 November 2009. Tak hanya Obama disepatu mereka juga gambar bendera serta slogan kampanye Obama saat merebut Presiden AS yakni, change and yes we can.(AFP)

http://www.jambiekspres.co.id

Pada hari ke-40 pascagempa, wartawan Jawa Pos NANY WIJAYA kembali ke Gunung Tigo, Kabupaten Padang Pariaman. Sebelumnya, sepekan pascagempa pun dia sudah ke sana. Catatan tentang kehancuran akibat guncangan 7,9 skala Richter yang mencabik-cabik dan rencana-rencana ke depan akan diturunkan secara bersambung. DI sela-sela mengurus dan mempersiapkan lokasi sekolah yang akan dibangun dengan dana bantuan para

FOTO-FOTO: NANY WIJAYA/JAWA POS

KAWASAN LONGSOR: Batang kelapa menghalangi jalan (kanan) dan warga mengevakuasi orang sakit di Gunung Tigo, Padang Pariaman.

pembaca Jawa Pos, saya menyempatkan berkunjung ke daerah perbukitan Gunung Tigo (baca: Gunu-

ang Tigo) di Kabupaten Padang Pariaman beberapa hari lalu. Dari sisa bantuan pembaca yang be-

lum tersalurkan, kami merencanakan untuk membangun dua sekolah -masing-masing di Padang dan Padang

Pariaman- dengan konsep seperti sekolah-sekolah di Jepang. 4 Baca Bangun.. hal 11

email: jambiekspres@yahoo.com

2

rabu, 18 november 2009

Tes----------------------------------------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

Sementara itu, saat ditanyakan ke pengamat pendidikan Jambi, Mukhtar Latif, terkait maraknya calo yang beredar menjelang pelaksanaan tes CPNS nanti, beliau mengatakan bahwa sangat buruk dunia kepegawaian Indonesia kalau memang ada calo seperti itu. “Saya sangat prihatin kalau ada calo yang bergentayangan di tengah kondisi yang cukup membaik dan sudah transparan ini, “ ujar Mukhtar saat dihubungi via telpon tadi malam. Menurutnya, peluang percaloan itu ada tapi mungkin sangat kecil. Karena, sekarang sudah ada pihak ketiga yang mengawasi tes CPNS nanti. “Kalaupun ada calo, saya rasa kemungkinannya sangat kecil. Karena sekarang sudah ada pihak ketiga ditambah lagi dengan pengawasan dari DPRD,” beber Mukhtar yang juga sebagai Ketua Dewan Pendidikan Jambi ini. Dirinya menghimbau supaya masyarakat jangan terjebak dengan permainan calo tersebut, ikutilah prosedur yang ada karena kesempatan jadi PNS itu untuk semua orang yang berkualitas dan berkompeten. “Mari bersama-sama (Pemerintah, DPRD, pihak ketiga, dan Masyarakat) untuk menghapuskan kejadian buruk pada 2 tahun yang lalu bisa diperbaiki dan tes CPNS nanti bisa lebih baik lagi.” pungkasnya. Keluarga Miskin Jadi PNS Para peninat CPNS harus berbangga terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu atau keluarga miskin (Gakin). Pasalnya, mulai tahun 2010 mendatang Pemkab Kerinci berencana akan memberikan peluang bagi peminat CPNS dari keluarga miskin ini. Formasi tersebut memang disediakan terpisah dari formasi lainnya. Mengingat dari hasil koordinasi yang dilakukan oleh Bupati Kerinci H Murasman dengan pihak BKN Pusat menyarankan agar daerah bisa mengakomodir CPNS dari keluarga miskin itu. Kebenaran tentang akan dibukanya formasi CPNS untuk keluarga miskin disampaikan langsung oleh Bupati Kerinci H Murasman kepada sejumlah wartawan dikediamannya dua hari lalu. Menurut Bupati Kerinci Murasman, dirinya sudah banyak melakukan koordinasi dengan pihak BKN Pusat. “Usulan formasi untuk keluarga miskin bukan datang dari kita tapi dari BKN Pusat itu sendiri yang meminta daerah mengusulkan formasi CPNS untuk keluarga miskin itu,” tegas Bupati. Tujuan dibukanya formasi CPNS dari keluarga miskin tidak lain untuk meningkatkan harkat dan martabat keluarga itu sendiri. “Ini tujuan dari formasi CPNS gakin untuk meningkatkan harkat dan martabat keluarganya,” ucap Bupati. Kepada sejumlah wartawan kemarin, Bupati juga meminta peran serta aktifnya membantu daerah jika seandainya menemukan keluarga miskin yang ditengah keluarganya terdapat mereka yang memenuhi spesifikasi pendidikan atau lulusan yang akan diangkat menjadi CPNS untuk dapat dilaporkan kepada dirinya. “Ya, saya minta kepada rekan wartawan jika menemukan keluarga miskin yang layak untuk diangkat menjadi CPNS untuk disampaikan ke kita. Agar nantinya tahun mendatang kita masukkan formasinya ke MenPAN dan BKN pusat,” terangnya. Kemudian pada kesempatan yang sama Bupati Murasman kembali menegaskan bahwa penerimaan CPNS tidak benar menggunakan uang melainkan murni dari pusat. Ini dikarenakan hasil tes nantinya akan dibawa langsung ke pusat dan akan diseleksi nantinya dipusat. “Jadi kalau ada yang mengatakan tes CPNS pakai uang

itu sama sekali tidak benar adanya. Saya katakan siapa yang membayar pasti dirinya tidak lulus,” ucap Murasman. Disebutkan Murasman, dalam perekrutan CPNS ini dirinya juga menginginkan tenaga yang profesional. Jika dalam perekrutan CPNS menggunakan uang sudah otomatis pegawai yang terjaring adalah orang-orang kaya semuanya dan belum tentu profesional. “Yang kita cari adalah orang yang bisa bekerja profesional bukan orang yang memiliki banyak uang,” katanya. Sementara itu pula, ditempat terpisah Kepala BKD Kabupaten Kerinci Bambang Karyadi melalui Panitia Pengadaan CPNS Evron Edison mengatakan, sesuai dengan jadwal, BKD Kerinci berencana akan mengumumkan hasil seleksi administrasi 19 November ini. “Ya, sesuai dengan jadwal yang ada maka 19 November ini hasil seleksi administrasi akan kita umumkan dan sekarang masih ada yang kita lakukan entri datanya,” ujar Supriadi. Seperti penjelasannya kemarin, untuk menampung sekitar 18.300 pelamar CPNS di Kabupaten Kerinci maka pihaknya telah menyiapkan sekitar kurang lebih ruangan atau lokal di 7 kecamatan yang ada di Kerinci mulai dari Kecamatan Siulak telah dipersiapkan sekitar 131 lokal, Danau Kerinci 116 lokal, Air Hangat 138 lokal, Depati Tujuh 77 lokal, Keliling Danau 111 lokal, Sitinjau Laut 105 lokal dan Kecamatan Air Hangat Timur sebanyak 116 lokal. Kepala BKD Kabupaten Batanghari, Drs Ariansyah, ketika dikonfirmasi koran ini baru-baru ini membenarkan jika ada ratusan berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ada. Serta jumlah pelamar tahun ini lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. “ Ya memang ratusan yang tidak memenuhi persyaratan (TMS) akan tetapi masih kita teliti lagi,  nanti pas pengumuman bisa dilihat jumlah yang sebenarnya,” jelas Ariasnsyah kepada Koran ini Ditambahkan Ariansyah, berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan itu dinyatakan tidak memenuhi syarat dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya, umur yang sudah tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, dan juga salah formasi yang tidak sesuai. Ribuan Pelamar Gugur Total pelamar CPNS yang melamar di lingkup Pemkab Tanjab Timur sebanyak 4.154 pelamar. Dari hasil sementara seleksi yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanjab Timur sekitar 1.000 orang pelamar dinyatakan gugur pada tahap seleksi berkas lamaran tersebut, sedangkan yang dinyatakan lulus ada sekitar 3.000 an pelamar. Rata-rata para pelamar yang gugur tersebut karena salah dalam pembuatan lamaran, seperti kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar serta salah dalam penulisan alamat yang dituju. Pelaksana Tugas Kepala BKD Kabupaten Tanjab Timur, Hambali melalui Kepala Bidang Mutasi, Firdaus mengatakan, 3.000 an pelamar yang dinyatakan lolos tahap penseleksian bahan

Jambi Ekspres

HALAMAN SAMBUNGAN

ini belum final, sebab dari 3.000 pelamar tersebut terdapat beberapa berkas yang dinyatakan lolos dengan pertimbangan. ‘’Proses seleksi masih dilakukan, dari 3.000 an berkas pelamar yang dinyatakan lulus itu, terdapat beberapa berkas yang lulus masih dalam pertimbangan. Dan (berkas hasil seleksi) ini akan kita ajukan ke Pak Sekda untuk menentukan mana yang layak lulus dan mana yang tidak dari berkas hasil seleksi yang dilakukan panitia tersebut,’’ katanya. Namun sayang Firdaus belum bisa mengungkapkan dengan rinci hasil seleksi tersebut, seperti jumlah pasti yang dinyatakan lulus atau gugur maupun tentang ada atau tidak formasi yang tidak ada pelamar. ‘’Belum bisa kita tentukan, karena proses seleksi belum selesai, sementara ada sekitar 3.000 an itu yang lulus, itupun ada yang lulus dengan pertimbangan. Lebih rincinya nantilah pas pengumuman tanggal 19 nanti,’’ kilahnya. Pengawas Tes dari UI Testing penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009 sudah didepan mata. Kini panitia CPNS tengah membenahi persiapan untuk testing ini. Misalnya, pengawas testing CPNS tahun ini untuk daerah Tebo langsung dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tebo, Izhar, melalui Kabid Pembinaan BKD, Eli Hotman. Dikatakannya, demi transparansi tes penerimaan CPNS, maka pengawas akan langsung didatangkan dari UI. “Pengawas atau pemantau ujian CPNS langsung dari UI,” ujarnya, kemarin. Dijadwalkan para pengawas CPNS asal UI ini akan tiba di Tebo paling lambat sehari sebelum tes berlangsung. Sejauh ini, untuk menghadapi tes penerimaan CPNS ini, pihak BKD mengatakan telah mempersiapkan ruangan atau tempat berlangsungnya ujian tersebut. Yakni, tes CPNS akan dilaksanakan di 8 sekolah di Kabupaten Tebo. Yaitu, SMAN 3, SMPN 1, MTSN, MAN, SDN 18, SDN 11 dan SDN 147. Total semua ruangan ujian yang akan digunakan berjumlah 83 lokal. “Keadaan ruangan ujian sudah kita tinjau langsung hari ini (kemarin_red). Jadi, tampaknya semua baik-baik saja,” jelasnya. Disinggung mengenai jumlah peserta CPNS yang lulus berkas lamaran serta yang tidak lulus, Eli Hotman sedikit tertutup. Memang nama serta jumlah yang lolos bahan tersebut, kemarin telah sampai ke BKD. Hanya saja belum ditandatangi oleh Wakil Bupati Sukandar, makanya Eli Hotman tidak bersedia membeberkannya. “Saya tidak berani memberikan data yang lolos bahan karena belum ditandatangi Pak Wabup,” tuturnya. Sebelumnya, Kepala BKD, Izhar, mengatakan 50 persen lebih dari 4.538 berkas yang masuk akan gugur karena berkas Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Jadi hanya sekitar 2 ribu pelamar saja yang lolos bahan dan berhak mengikuti tes CPNS. (cr03/wdo/fri/bim/pay)

Jawa Pos News Network (JPNN)

Presiden--------------------------------------------------------------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

SBY mengatakan, sebagai Kepala Negara, sikapnya akan didasarkan pada tatanan konstitusi, undang-undang, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang berlaku. “Di satu sisi, kita mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat. Di sisi lain, dalam kerangka itu semua (peraturan perundangan),” kata SBY. Keputusan untuk memberikan tanggapan dalam satu minggu menimbulkan kritik. Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens mengatakan, keputusan itu menunjukkan

bahwa SBY sedang menyiapkan penyelesaian secara “politis”. “Yakni dengan menyelesaikannya di balik layar. Kompromi dan barter kepentingan,” katanya. Ini berarti, penegakan hukum di Indonesia masih berjalan mundur. Kasus itu tidak pernah benar-benar diselesaikan. Tapi dihentikan atau dilanjutkan berdasarkan kompromi dan kepentingan yang dibela. Kalau SBY memang berniat menyelesaikan persoalan itu, kata Boni, mestinya SBY menaati rekomendasi Tim Delapan. Apalagi, tim tersebut memang

Hendarman----------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

Namun secara pribadi, Hendarman mengatakan perkara tersebut akan berlanjut hingga ke pengadilan. Itu sesuai dengan yang disampaikan di depan DPR. “Ya masih komit, jalan terus,” kata mantan ketua Timtastipikor itu. Saat ini berkas perkara Chandra dan Bibit berada terpisah. Berkas perkara Chandra di tangan jaksa setelah dilakukan penelitian. Sementara berkas milik Bibit berada di tangan polisi setelah dikembalikan jaksa karena dinilai belum lengkap. Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy mengaku telah mendapat informasi dari jaksa peneliti tentang berkas Chandra, yakni petunjuk sudah dipenuhi. “Kalau sudah dilengkapi oleh penyidik, konsekuensi logisnya diterbitkan P-21, dinyatakan lengkap. Tapi itu finalnya nanti,” katanya. Namun dia membantah jika keputusan final itu masih menunggu rekomendasi Tim Delapan. Menurut Marwan, itu hanya persoalan administrasi karena belum dilaporkan jaksa peneliti ke direktur penuntutan. “Nggak ada yang mengganjal. Tinggal masalah administrasi saja. Nantilah tidak usah buru-buru,” terang mantan Kajati Jatim itu. Marwan enggan berkomentar kelanjutan berkas perkara den-

gan rekomendasi Tim Delapan. Misalnya dengan SP3, SKPP, atau abolisi. “Penelitian berkas itu acuannya KUHAP. Masalah ada politik hukum lainnya, rekomendasi, itu di luar domain Gedung Bundar (Pidsus Kejagung, Red),” urai mantan Kapusdiklat Kejagung itu. Jika berkas Chandra dinyatakan lengkap dan diikuti dengan pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti), maka selanjutnya kewenangan ada di jaksa penuntut umum. Sehingga untuk menghentikannya dengan SKPP atau deponering. Sementara untuk berkas Bibit yang masih dalam kewenangan penyidik, bisa dihentikan dengan mengeluarkan SP3. Secara terpisah, polisi tampaknya sangat hati-hati menyikapi rekomendasi Tim Delapan. Plt Kabareskrim Irjen Dikdik Mulyana secara tidak langsung pasrah pada SBY. “Dari empat pilihan itu, silakan,” katanya. Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak menambahkan, polisi akan menunggu sikap pimpinan. “Nanti masih harus ada keputusan Kapolri, jadi tidak bisa bersikap sebelum itu,”katanya. Soal berkas Bibit yang dikembalikan lagi dari kejaksaan ke polisi, Sulistyo mengaku masih disempurnakan oleh penyidik.”Itu masih diproses,”katanya. (ian/ fal/rdl/iro)

Kode-------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

Hal itu dipaparkan oleh salah satu penyidik Mabes Polri Brigjen Pol Suhardi Alius, saat memberikan kesaksian pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin (17/11). Kepada Majelis Hakim Herri Swantoro, Mantan staf pribadi Kapolri tersebut mengaku mengetahui ada tim yang dipilih untuk menyelidiki identitas dan status hubungan dua target, yakni Nasrudin Zulkarnaen dan Rani Juliani. Namun diketahui keduanya adalah berstatus suami istri dengan pernikahan siri. “Tim itu dipilih atas arahan Kapolri dan bekerja dengan profesional dan proporsional. Yang saya tahu tim itu untuk pengidentifikasian status target satu (Rani) dan target kedua (Nasrudin), dengan kode “Nero dan Romeo”. Saya hanya bertugas menerima laporan setiap perkembangan tim di lapangan,” kata Suhardi.

Suhardi juga mengetahui soal teror terhadap Antasari tersebut dari laporan Kombes Chairul Anwar. Namun Suhardi tidak mengetahui secara gamblang apakah Antasari menceritakan teror tersebut kepada Kapolri secara langsung atau via telepon. Wiiliardi Wizard dengan tim itu, lanjutnya, tidak secara pasti dikatakan berhubungan langsung. Dengan petinggi Polri sekalipun Williardi tidak diketahui berhubungan langsung mengenai tim tesebut. “Saya hanya mengetahui perkembangan tim dari Kombes Pol Chairul Anwar. Bapak Kapolri tidak pernah menjelaskan kepada saya, karena bukan tugas saya,” lanjut Suhardi.     Akan tetapi, pengetahuan Suhardi perihal perkembangan teror dan intimidasi tersebut sudah tidak lagi diketahui. Karena pada medio Februari 2009, dia dipindah tugaskan ke PTIK. Suhardi menambahkan, dalam laporannya, Antasari menyertakan beberapa foto kepada Kapolri.  (ian)

dibentuk untuk menyelesaikan kasus yang tak kunjung rampung itu. “Dengan demikian, SBY memang tidak pernah berniat menyelesaikan persoalan ini dengan benar. Ini hanya untuk memberi harapan bahwa ada penyelesaian untuk kasus Bibit dan Chandra,” katanya. Boni menambahkan, bagaimanapun juga, tim delapan berada di bawah SBY. Mereka hanya bisa menyerahkan rekomendasi. Tak bisa mengeksekusi. “Mereka berada di bawah kewenangan eksekutif (SBY). Drama itu semua diatur eksekutif (SBY). Sudahlah, ini hanya hangat-hangat tahi ayam,” ujar lelaki berambut tipis itu. Ada lima rekomendasi yang disampaikan Tim Delapan. Pertama, Tim meminta proses hukum terhadap Chandra dan Bibit dihentikan. Secara tegas Tim merekomendasikan agar Kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), dalam hal perkara itu masih di tangan kepolisian. Kejaksaan diminta menerbitkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) jika dalam hal perkara itu sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Jaksa Agung juga dapat mendeponir (menghentikan perkara) demi kepentingan umum. Hingga tadi malam, berkas perkara Chandra tengah berada di Kejaksaan. Sedangkan berkas Bibit tengah dikembalikan ke Kepolisian. Kedua, meminta presiden menjatuhkan sanksi kepada pejabat-pejabat yang bertanggung jawab dalam proses hukum yang dipaksakan dan sekaligus melakukan reformasi institusional pada tubuh lembaga kepolisian dan kejaksaan. Presiden juga diminta melanjutkan reformasi institusional dan reposisi personel pada tubuh Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Perlindungan saksi dan Korban (LPSK). Ketiga, meminta presiden memprioritaskan pemberantasan makelar kasus di dalam semua lembaga penegak hukum, termasuk di lembaga peradilan dan profesi advokat. Sebagai shock therapy, pem-

berantasan markus itu dimulai dengan pemeriksaan secara tuntas dugaan praktik mafia hukum yang melibatkan Anggodo Widjojo dan Ari Muladi oleh aparat terkait. Keempat, menuntaskan kasus-kasus lainnya yang terkait, seperti kasus korupsi Masaro; proses hukum terhadap Susno Duadji dan Lucas terkait dana Budi Sampoerna di Bank Century; serta kasus pengadaaan SKRT Departemen Kehutanan. Rekomendasi kelima, menyarankan presiden membentuk Komisi Negara yang akan membuat program menyeluruh dengan arah dan tahapan-tahapan yang jelas untuk pembenahan lembaga-lembaga hukum, termasuk organisasi profesi Advokat. Juru Bicara Tim Delapan Anies Baswedan mengatakan, pada awalnya, proses pemeriksaan terhadap dugaan penyuapan dan/atau pemerasan dalam kasus Chandra dan Bibit adalah wajar atau tidak ada rekayasa. Tetapi, dalam perkembangannya, polisi tidak menemukan adanya bukti penyuapan dan/ atau pemerasan. “Namun demikian Polisi terlihat memaksakan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Chandra dan Bibit dengan menggunakan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Anggoro. Serta, surat pencegahan dan pencabutan cegah keluar negeri terhadap Djoko Tjandra,” kata Anies. Anies menambahkan, Tim Delapan berkesimpulan profesionalisme penyidik dari Kepolisian dan penuntut dari Kejaksaan sangat lemah. Ini mengingat sangkaan dan dakwaan tidak didukung oleh fakta dan bukti yang kuat. Tim menyimpulkan, fenomena mengikuti keinginan atasan di kalangan penyidik dan penuntut umum masih kuat. Sehingga, penyidik dan penuntut umum tidak bebas mengembangkan temuannya secara obyektif dan adil, serta terkesan adanya rekayasa. Munculnya intruksi dari atasan tersebut, tidak terlepas dari adanya benturan kepentingan pada atasan yang bersangkutan. (sof/aga/git/ian)

Jambi Ekspres

rabu, 18 november 2009

Jawa Pos News Network (JPNN)

3

HBA Lantik RP3 HBA Sarolangun Berbagai organisasi masyarakat di penjuru kota hingga desa se-Provinsi Jambi, telah membentukkan diri dalam mendukung sepenuhnya pencalonan H. Hasan Basri Agus (HBA) sebagai Gubernur Jambi 2010 mendatang. Kali ini, giliran perempuan Kabupaten Sarolangun bersatu merapatkan barisan membentuk tim Relawan Perempuan Penggerak Pro HBA (RP3 HBA) yang telah dikukuhkan oleh HBA di Kelurahan Sukasari Kecamatan Sarolangun, kemarin. Mereka menilai, sosok HBA sangatlah dinanti-nantikan oleh masyarakat untuk memimpin Provinsi Jambi ke depannya. Karena, HBA sangat amanah dan dipercaya dalam menjalankan tugasnya membangun Provinsi Jambi seutuhnya.(fah/adv)

HBA melantik Tim RP3 HBA

Kaum ibu-ibu terlihat tertib dalam pengukuhan RP3 HBA

Seusai pengukuhan ibu-ibu nyanyi bersama

Dari Kanan : Ketua Tim Pemenangan HBA Kabupaten Sarolangun H Cek Endra, HBA, Hj Yusniana HBA, Rosita Cek Endra

HBA didampingi Cek Endra disambut tarian

mitra bisnis

GRAND OPENING : Deswita dan suami, Happy Mawardi menyambut tamu.

Sukses, Grand Opening Restoran Kiniko

Dihadiri oleh Ratusan Orang JAMBI-Grand Opening Restoran Kiniko Senin (16/11) kemarin berlangsung sukses. Dihadiri oleh ratusan tamu undangan, restoran yang terletak di Jalan RE Martadinata Sungai Kambang ini Senin pagi terlihat disesaki tamu yang datang dari berbagai penjuru. Aneka hidangan yang disiapkan tuan rumah, Deswita yang didampingi suami Happy Mawardi terlihat disajikan kepada seluruh undangan yang datang. “Pada kesempatan ini kita secara resmi membuka Restoran Kiniko untuk umum. Sekaligus dalam Grand Opening ini kita juga melayani konsumen yang sudah rindu akan keunikan rasa makanan kita, untuk berbelanja,” papar Deswita yang didampingi oleh keluarga tercinta. Tamu yang datang silih berganti tak urung membuat Deswita dan keluarga yang

KHAIDIR/JAMBI EKSPRES

PELAYANAN : Kepuasan konsumen adalah yang utama.

menjadi tuan rumah sibuk. Apalagi pelanggan lama yang datang untuk berbelanja membuat ia cukup kewalahan. Beruntung belasan karyawan yang telaten dan cepat membuat Grand Opening ini berlangsung sukses. Mengutamakan kepuasan konsumen, restoran yang dulunya berawal dari Rumah Makan Kiniko ini pun memberikan harga yang sangat terjangkau.

“Pastinya pelayanan restoran, harga rumah makan kita terapkan,” jelas ibu tiga anak ini bicara mengenai harga aneka masakan yang ia jual yang mulai dari harga Rp 11.000. Dengan fasilitas ruangan yang mewah dan full AC, Anda tak perlu takut untuk masuk ke restoran satu ini. Karena untuk pelayanan, Anda para pelanggan tetaplah yang nomor satu bagi restoran ini.(wix/adv)

CEPAT : Dengan karyawan yang terlatih, Anda tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan makanan yang Anda pesan.

Hasan Basri Agus

Cek Endra menyalami kaum ibu-ibu

Kaum ibu-ibu mendengarkan sambutan HBA

4

rabu, 18 november 2009

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

PKB Berharap Madjid Gabung Hich

Maju di Pilgub JAMBI - Setelah menetapkan Madjid Mu’az menjadi cagub yang akan diusung di Pilgub 2010, pihak PKB berharap Bupati Tebo itu bisa maju berpasangan dengan kader PAN, Abdullah Hich. Selain Hich, internal PKB juga mencuatkan nama anggota DPR RI dari PAN, Ratu Munawwaroh. Istri Gubernur Zulkifli Nurdin ini dinilai layak jual karena di pileg lalu mendapat suara terbanyak. Ketua DPW PKB, Ahmad Safrudin, mengakui kondisi tersebut. Menurut dia, meski keputusan menyangkut pendamping diserahkan sepenuhnya kepada Madjid Mu’az, namun pihaknya me-

nyarankan agar Bupati Tebo itu berkoalisi dengan PAN. “Wacana yang berkembang di internal (PKB) lebih mengharapkan pak Madjid maju dengan pak Abdullah Hich atau Ibu Ratu Munawwaroh,” sebut Ahmad Safrudin yang saat dihubungi mengaku tengah menghadap DPP PKB dalam rangka menyerahkan laporan hasil musyawarah DPW PKB. Selain menyerahkan penentuan figur cawagub, PKB juga mempercayakan kepada Madjid Muaz untuk melengkapi perahu politik yang tersedia. Informasi yang berkembang, PKB berkeinginan membangun koalisi dengan Partai Hanura dan PAN. Ahmad Safrudin yang dikonfirmasi, tidak membantah hal itu.

“Yang jelas Pak Madjid kita beri tanggungjawab untuk memenuhi kursi agar bisa mengusung pasangan cagub, bisa saja dengan Hanura atau PAN,” katanya. Sementara itu, Sekretaris DPW PAN, Chairul Naim M Anik, mengakui, hingga sejauh ini wacana koalisi dengan PKB serta Hanura, belum ada kejelasan. “Karena kita memang belum memutuskannya,” sebut Chairul, kemarin. Dia juga menegaskan, soal figur cagub pihaknya tetap pada keputusan awal, yakni menggunakan hasil survey untuk menentukan cagub yang akan diusung. “Sampai saat ini PAN belum memutuskan siapa cagubnya, kita menunggu hasil survey,”

katanya. Dibagian lain, Ketua DPD Hanura Yopi Muthalib, juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Meski mengakui tidak tertutup kemungkinan Hanura membangun koalisi dengan PKB dan PAN, namun, pihaknya sejauh ini masih belum membuat keputusan. “Kita belum memutuskan. Namun, bisa saja nanti kita berkoalisi dengan PKB dan PAN,” sebut Yopi, kemarin. Menurut Yopi, pihaknya akan melakukan survey untuk melihat tingkat dukungan kandidat cagub sebelum memutuskan sikap. “Sekitar Desember ini kita akan melakukan survey, setelah itu baru akan diputuskan siapa yang akan diusung,” tandas Yopi. (wne)

TONI.E/ JE

DUDUK BERSAMA : Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar (tiga kanan) bersama para pengurus DPW PKB saat acara pembekalan anggota dewan dari PKB Sabtu lalu (14/11)

PDIP Tegaskan Inginkan Safrial Cagub KPU Rekrut Panwas Pilgub JAMBI - DPD PDIP tidak menutupi lebih menginginkan kader partai, Bupati Safrial, tampil sebagai cagub diajang Pilgub 2010. Dikatakan Sekretaris DPD PDIP, Abdul Halim, dengan kemenangan yang diperoleh Safrial diarena Rakerdasus PDIP dan Rapimwil PPP, maka Bupati Tanjab Barat itu layak menjadi cagub. “Ya, tentunya Safrial nomor satu,” ujar Halim menjawab pertanyaan bagaimana keinginan PDIP atas komposisi pasangan cagub yang akan diusung nantinya. Untuk diketahui, dalam Rakerdasus PDIP beberapa waktu lalu, Bupati Safrial mendapat 10 dukungan DPC dan 1 DPD,

Safrial

mengalahkan dukungan yang diperoleh kandidat cagub lainnya seperti Zulfikar Achmad yang mendapat 7 suara dan Madjid Mu’az yang mendapat dukungan 5 suara. Kemenangan Safrial berlanjut di Rapimwil PPP beberapa waktu lalu. Halim meyakini, kans Safrial untuk mendapat persetujuan DPP sebagai cagub PDIP cukup besar, mengingat kemenangan di Rakerdasus PDIP dan Rapimwil PPP tersebut. “Kemungkinan besar Safrial diterima DPP,” imbuhnya. Lalu, kapan SK persetujuan DPP akan diturunkan ke DPD ? “Sesuai janji DPP saat Rakerdasus, maka secepatnya SK akan diturunkan,” ungkapnya.

“Hari Jumat, saya akan mengikuti rakernas di Jakarta, mudah-mudahan saat itu sudah selesai SK nya,” sambung Halim. Bagaimana soal kejelasan koalisi dengan PPP ? “Koalisi tampaknya akan berjalan lancar. Sebab, pak Safrial juga menang di Rapimwil PPP,” jelasnya. Sementara itu, ketua tim penjaringan cagub PDIP, Rusli WB, saat dikonfirmasi mengatakan, kemungkinan SK persetujuan DPP terkait cagub PDIP baru turun Sabtu mendatang. “Pak Irsal akan pulang hari Sabtu dan kemungkinannya beliau sekaligus membawa SK cagub yang sudah disahkan oleh DPP,” tandas Rusli. (wne)

PBB Mulai Gelar Muscab Hamdani Ishak Pimpin PBB Kota JAMBI - Partai Bulan Bintang (PBB) mulai melaksanakan pemilihan pengurus partai ditingkat kabupaten/kota. Ajang pemilihan pengurus PBB dimulai dari tingkat bawah (DPC) kemudian berlanjut di tingkat DPW dan seterusnya pemilihan pengurus pusat (DPP). Hingga sejauh ini, dari 10 DPC PBB baru DPC Kota Jambi yang telah melaksanakan Muscab (musyawarah cabang) dalam rangka memilih ketua

dan pengurus lainIshak, kemarin. nya. Dia mengakui, Muscab PBB Kota dari sepuluh DPC Jambi sendiri digelar PBB baru DPC Kota Minggu (15/11) di Jambi yang telah Hotel Makmur. Termelaksanakan Muspilih sebagai ketua cab. “Namun, kabuyakni, Hamdani paten/kota lainnya Ishak, sebagai sekjuga akan menggelar retaris Maiful Efendi Muscab dalam budan sebagai ketua lan ini (November). MPC Patoni. Semuanya dijadwal“Ya, kita sudah Hamdani Ishak kan selesai dalam menggelar Muscab bulan ini,” sebut hari Minggu lalu, kebetulan Hamdani. saya sendiri yang dipercaya Menyinggung soal jadwal pelakuntuk menjadi ketua DPC PBB sanaan Muswil PBB, Hamdani Kota Jambi,” jelas Hamdani mengatakan akan berlangsung

sekitar Desember mendatang. “Muswil dijadwalkan sekitar Desember, setelah itu dilanjutkan Muktamar sekitar April 2010,” sebut Hamdani. Sementara itu, ketua DPW PKB, Nasrullah Hamka, turut mengakui jika Muscab PBB kabupaten/kota sejauh ini sudah mulai dilaksanakan. “Nanti sekitar akhir Desember baru digelar Muswil,” katanya. Apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua DPW PBB ? “Saya belum tahu, kita lihat saja bagaimana perkembangan nanti,” tandas Nasrullah. (tev)

JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi mulai melakukan perekrutan panitia pengawas (Panwas) untuk Pilgub Jambi 2010. Tidak hanya untuk tingkat Provinsi, KPU juga melakukan rekrutmen calon anggota Panwas Pilgub untuk tingkat kabupaten/kota dan tingkat kecamatan se-Provinsi Jambi. Formulir pendaftaran Panwas Pilgub untuk tingkat Provinsi bisa diambil di Sekretariat KPU Provinsi Jambi di Jalan Jenderal A. Thalib nomor 33, Telanaipura Kota Jambi, mulai 17 hingga 22 November 2009. “Untuk formulir pendaftaran bagi calon anggota Panwas tingkat kabupaten/kota dan kecamatan bisa diambil di Sekretariat masing-masing KPU kabupaten/kota,” terang anggota KPU Provinsi Jambi, Kasrianto, kemarin. Dijelaskannya, persyaratan menjadi angggota Panwas sudah diatur dalam UU nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelanggara Pemilu. Dimana, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan, usia minimal 35 tahun

Kasrianto

sebagaimana diatur dalam pasal 86 huruf b. Syarat pendidikan untuk Panwas Pilgub tingkat provinsi dan kabupaten/kota, lanjut Kasrianto, minimal Strata satu (S1) alias sarjana. Sedangkan Panwas Pilgub tingkat kecamatan minimal SLTA atau sederajat. Berdomisili di wilayah provinsi/kabupaten/kota/kecamatan yang bersangkutan yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk. Selanjutnya, tidak pernah menjadi anggota partai politik yang dinyatakan secara tertulis dalam surat pernyataan yang sah dan sekurang-kurangnya dalam jangka waktu lima tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan

dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan. “Dia juga tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih,” ungkap Kasrianto. “Persyaratan lainnya silakan dicek di pengumuman yang ada di kantor KPU provinsi atau di KPU kabupaten/kota,” tambahnya. Setelah masa pendaftaran berakhir, selanjutnya dilakukan seleksi administrasi yang kemudian dilanjutkan tes tertulis. Calon anggota Panwas Pilgub tingkat Provinsi Jambi akan direkrut sebanyak enam orang dan kemudian akan disampaikan kepada Bawaslu untuk diseleksi dan ditetapkan sebanyak 3 orang anggota Panwas Pilgub Provinsi Jambi. “Keputusan akhir untuk Panwas Pilgub tingkat Provinsi Jambi tetap SK dari Bawaslu, sebagaimana diamanatkan UU nomor 22 tahun 2007 pasal 93,” jelas Kasrianto. (wne)

Jambi Ekspres

rabu, 18 november 2009

Jawa Pos National Network (JPNN)

5

Obama Puji Keberhasilan Tiongkok Lepas dari Kemiskinan SHANGHAI - Di bawah bayang-bayang pengakuan mengejutkan dari adik tirinya, Mark Okoth Obama Ndesandjo, tentang perilaku ayah mereka, Barack Obama Sr, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendarat di Beijing, Tiongkok, kemarin (16/11). Dari ibu kota, politikus Partai Demokrat itu kemudian menuju Shanghai untuk berdiskusi dengan ratusan mahasiswa Tiongkok terpilih di Museum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dalam kesempatan itu, presiden ke-44 AS tersebut menekankan pentingnya kebebasan individual dan kebebasan berekspresi. Dia juga menegaskan bahwa kedua negara raksasa itu tak seharusnya menjadi musuh. Meski terkesan berhati-hati agar tak menyinggung tuan

rumah, tetap saja terasa kuat aroma sindiran dalam pidato Obama terhadap sensor ketat yang diterapkan Beijing selama ini. “Kami tidak bermaksud memaksa negara lain menganut sistem pemerintahan seperti kami. Tapi, kami juga tidak percaya kalau prinsip-prinsip (kebebasan) yang kami anut tidak bisa diterapkan di negara lain,” katanya yang mungkin saja bisa membuat kuping para pemimpin Tiongkok memerah. “Prinsip-prinsip seperti kebebasan berekspresi dan beribadah atau akses terhadap informasi dan partisipasi politik kami percayai sebagai hak-hak universal,” lanjut mantan senator Illinois tersebut, seperti dikutip BBC. Seperti diketahui, beberapa bulan lalu Tiongkok disorot dunia menyusul kerusuhan di Urumqi, Provinsi Xinjiang. Provinsi tersebut mayoritas dihuni warga etnis Uighur yang muslim. Beijing juga dike-

BERADA DI TIONGKOK : Presiden Amerika, Obama saat berada di Tiongkok.

nal menerapkan sensor ketat. Beberapa situs internet yang

dianggap berbahaya diblokir. Situs pertemanan populer, Face-

book, adalah salah satunya. Namun, Obama juga tak lupa

AFP

memuji keberhasilan Tiongkok melepaskan jutaan rakyatnya

dari kemiskinan. Dia menganggap kesuksesan itu belum pernah ada dalam sejarah manusia. Obama juga berusaha mencairkan suasana dengan membicarakan pebasket Tiongkok yang bermain di klub NBA Houston Rockets, Yao Ming. Acara tersebut juga diisi sesi tanya jawab. Salah satu materi yang menghidupkan diskusi adalah terkait kebebasan memperoleh informasi, termasuk menggunakan internet. Obama menekankan bahwa internet adalah sarana yang memiliki kekuasaan karena membantunya memenangkan pemilihan presiden tahun lalu. “Saya selalu memiliki pendukung kuat dari pengguna internet. Saya (adalah) pendukung besar terhadap tidak adanya pensensoran,’’ aku Obama seperti dikutip AFP. Ada juga peserta yang diseleksi ketat oleh setiap universitas itu bertanya tentang Taiwan. Namun, Obama, yang bulan lalu menolak bertemu Pemimpin Spiritual Tibet Dalai lama, memilih berhati-hati menjawab pertanyaan sensitif tersebut. Stasiun nasional Tiongkok tak menayangkan kedatangan Obama dan acara diskusi itu secara nasional. Hanya sebuah stasiun televisi lokal di Shanghai yang menyiarkannya. Kedatangan Obama tak diketahui warga setempat hingga 25 menit setelah akhirnya disiarkan. Stasiun televisi nasional hanya memberitakan bahwa Obama telah tiba di Beijing tanpa memberitahukan kunjungannya ke Shanghai. Sementara itu pihak Gedung Putih justru menayangkannya secara live melalui website resminya. (war/ttg)

Wawancara dengan Ingrid Mattson PhD, Presiden Islamic Society of North America

Kami Tak Punya Otoritas Apa pun terhadap Nidal Ingrid Mattson PhD menjadi sosok yang sering diburu media begitu insiden di Fort Hood terjadi. Maklum, penembak yang menewaskan 13 orang itu adalah Mayor Nidal Malik Hasan, warga muslim Amerika Serikat (AS) keturunan Palestina. Sedangkan Mattson merupakan presiden Islamic Society of North America (ISNA), organisasi Islam terbesar di Amerika Utara. Jawa Pos beruntung karena memperoleh kesempatan mewawancarai wanita kelahiran Kanada itu lewat email. Berikut petikan wawancara dengan ibu dua anak yang juga guru besar di Pusat Studi Islam dan Hubungan Islam-Kristen di Harford Seminary, Connecticut, tersebut. Militer AS khawatir adanya aksi pembalasan kepada serdadu mereka yang muslim pascatragedi Fort Hood. Apakah kekhawatiran yang sama dirasakan warga AS muslim yang sipil? Secara umum, bagaimana warga muslim di sana merespons insiden itu? Memang, banyak di antara kami (warga AS) yang khawatir adanya pembalasan terhadap warga muslim AS. Tapi, yang

Ingrid Mattson

menyejukkan hati, banyak sekali warga AS (nonmuslim) -termasuk petinggi militer, politikus, bahkan jurnalis- yang berusaha keras mendinginkan suasana dan merespons insiden tersebut secara fair. Warga muslim AS sendiri juga dengan semangat tinggi berupaya menepis stigma yang muncul tentang Islam pascainsiden Fort Hood dengan menerbitkan artikel, press release, dan mengumpulkan dana untuk membantu keluarga korban (di situs ISNA bisa dilihat cara memberikan sumbangan yang dimaksud Mattson).

Presiden Barack Obama sama sekali tak menyebut “muslim” atau “teroris” saat berpidato pada upacara pemakaman korban Fort Hood. Bisakah itu dibaca sebagai tanda perubahan kebijakan pemerintah AS terhadap Islam?

Waktu menjadi imam di sana, dia moderat. Tapi, setelah balik ke Yaman beberapa tahun lalu, Anwar menjadi radikal (Mattson menyertakan link ke video rekaman wawancara imam masjid di Virginia itu yang sekarang dengan Larry King di CNN).

Lewat pidato itu, Presiden Obama memang menganggap bahwa muslim adalah bagian dari komunitas beragama di AS. Dengan mengatakan “tak ada agama” yang membenarkan tindakan (Nidal) itu, dia tegas menunjukkan bahwa kami termasuk komunitas beragama tadi. Lain halnya kalau dia mengatakan “tak ada agama, kecuali Islam” yang membenarkan aksi itu. Kalau dia mengatakan hal tersebut, dia berarti menganggap Islam lebih anarki daripada agama lain.

Mengutip New York Times, Anda mengatakan bahwa yang dilakukan Nidal itu adalah tanggung jawab militer, bukan Islam. Bisa tolong dijelaskan?

Mayor Nidal terkait dengan masjid di Virginia yang kerap dikunjungi ulama radikal yang dikabarkan memiliki hubungan dengan Al Qaidah. Akankah fakta itu memicu pengawasan lebih ketat terhadap masjidmasjid lain di seluruh AS? Yang kami tahu, Nidal biasa beribadah di Virginia yang dulu diimami Anwar Al-Awlaki.

Lebih tepatnya saya mengatakan, “Saya tidak mengerti mengapa komunitas muslim-AS harus bertanggung jawab atas perbuatannya... Militer punya waktu lebih banyak untuk membentuk orang ini (Nidal) bila dibandingkan dengan komunitas muslim.” Yang saya maksud adalah kami (komunitas muslim) tak punya otoritas apa pun terhadap orang ini. Bukan kami yang melatih atau mengawasi dia. Dia diawasi dan dilatih oleh militer. Karena itu, tanggung jawab mereka pula untuk memindahkan dia dari posisinya atau merawat dia jika memang menunjukkan gejala gangguan mental atau tak bisa menjalankan tugas dengan baik. (ttg)

6

rabu, 18 NOVEMBER 2009

Jambi Ekspres

Jawa Pos News Network (JPNN)

DICARI : - Investor yang bonafit bekerjasama membangun perumahan. - Luas laha 8.612 M - Lokasi strategis Jln. Multatuli Mayang (dlm Kota Jambi) 64 M dari jln utama/as

Jl. H. Perdana Kusuma No. 29 (samping Widyaloka) Jambi

HUB : 081274941955

Telp. 0741-31842

Jambi Ekspres

rabu, 18 november 2009

Jawa Pos National Network (JPNN)

7

Insan Olahraga Dapat Jatah CPNS 39 Atlet dan Pelatih dari 13 Cabor JAMBI - Pemerintah tidak melupakan jasa para insan olahraga. Mereka yang berprestasi serta mampu membawa nama baik daerah dan negara akan mendapat jatah masuk CPNS. Sekretaris Umum KONI Jam-

bi, Muhkasim Stering, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa ini adalah sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap atlet, pelatih yang berprestasi. “Ada 39 orang yang berasal dari kalangan atlet dan pelatih yang kami usulkan masuk sebagai CPNS,”tuturnya. Dia melanjutkan bahwa mereka itu berasal dari 13 cabang olahraga

yang ada di bawah naungan KONI. Nama-nama itu selanjutnya disulkan ke Dispora sebagai institusi yang berhak menentukan. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebenarnya mereka disuslkan dari 16 cabang olahraga. “Tapi akhirnya yang disetujui berasal dari 13 cabor,”imbuhnya. Meski begitu ia menambahkan bahwa

para atlet dan pelatih tersebut tetap harus menjalani ujian seperti peserta biasa. “Meski diprioritaskan, mereka tetap harus ikut tes,”tandasnya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Jambi A Lutfi melalui Kabid Olahraga mengatakan bukan sembarangan atlet yang mendapat prioritas ini. Hanya atlet dan

pelatih yang telah memberikan prestasi membanggakan bagi daerah dan negara. “Sudah barang tentu mereka yang diterima menjadi CPNS itu adalah yang memiliki prestasi baik dalam dunia olaharga Jambi, dan pernah memberikan harum nama Jambi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (ril)

Tingkatkan Prestasi Olahraga Kota Jambi JAMBI - Pemerintah Kota Jambi menaruh harapan besar kepada kepengurusan KONI Kota Jambi yang baru. Wakil walikota Jambi, Sum Indra, berharap para pengurus bisa menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan agar bisa mengangkat prestasi olahraga di Kota Jambi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus KONI Kota Jambi di Shanghai Room Hotel Abadi Senin (16/11) kemarin. Dalam sambutannya, Sum Indra juga berpesan agar KONI pimpinan A Rahman ini bisa menunjukkan prestasi olahraga di Tanah Pilih Pesako Betuah ini. “Saya berharap KONI dapat menunjukkan kemampuannya sehingga bisa memperbaiki prestasi olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional,”katanya. Selain dihadiri Sum Indra, pelantikan itu dihadiri juga oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Hazrin Nurdin. Pen-

M KHAIDIR/JAMBI EKSPRES

DILANTIK: A Rahman, (kanan) menandatangani surat pelantikan di Shanghai Room Hotel Abadi Senin kemarin disaksikan ketua KONI Provinsi Jambi, Hazrin Nurdin.

andatanganan surat dilakukan oleh A Rahman yang menjadi ketua dengan disaksikan langsung oleh Hazrin Nurdin.

Jajaran pengurus inti KONI Kota Jambi diisi oleh sebagian besar pengusaha. Mulai dari Ferdy, Yosef Rizal dan ber-

bagai nama lain. Tapi bukan berarti unsur dari pemerintahan tidak ada. Pengurus dari unsur pemerintahan di antaranya

berasal dari kalangan Bappeda Kota Jambi dan Surihamsyah yang kini bertugas di Dishub Kota Jambi.(ril)

Diikuti 32 Pebiliar LA Lights Non Master and National Player Women Exebition JAMBI - Puluhan pebiliar sudah memastikan diri turun di kejuaraan di Club 9 di Talang Banjar. Mereka akan bertarung di kelompok non master lokal Jambi sejak 16 November kemarin. Ria, panitia kejuaraan, kemarin mengatakan bahwa mereka

DOK/JE

EKSEBISI: Jun Hartono, salah satu pebiliar putri nasional milik Jambi diharapkan bisa turun di partai eksebisi mendatang.

semua akan dibagi ke dalam 7 pool. “Eksebisi pebiliar putri nasional nanti akan kami hadirkan di partai puncak,”tuturnya. Dia melanjutkan bahwa khusus Senin kemarin hingga hari ini, seleksi pemain dilakukan. Baru di tanggal 19-20 nanti, eksebisi pebiliar putri nasional akan kami lakukan,”imbuhnya lagi. Pemenang di kejuaraan ini katanya, akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. (ril)

8

rabu, 18 november 2009 LAPORAN DAN REKOMENDASI

Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Sdr Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Rianto Ketua : Adnan Buyung Nasution Wakil Ketua : Koesparmono Irsan Sekretaris : Denny Indrayana Anggota : Todung Mulya Lubis Amir Syamsudin Hikmahanto Juwana Anies Baswedan Komaruddin Hidayat Jakarta 16 November 2009 DAFTAR ISI DAFTAR ISI EXECUTIVE SUMMARY 3 BAB I PENDAHULUAN 6 A. Latar Belakang B. Ruang Lingkup BAB II KEGIATAN TIM 8 A. Mendengarkan Rekaman Sadapan KPK di Mahkamah Konstitusi B. Menyampaikan Rekomendasi Interim Guna Menenangkan Masyarakat C. Mendengarkan dan Mendalami Keterangan D. Verifikasi Melalui Gelar Perkara BAB III TEMUAN TIM 8 A. Dugaan Makelar Kasus B. Dasar Penyidikan Polri C. Terkait Sangkaan Pemerasan Oleh Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto D. Terkait Penyalahgunaan Wewenang BAB IV HASIL VERIFIKASI MELALUI GELAR PERKARA A. Atas Sangkaan Pasal 12 huruf e juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi B. Atas Sangkaan Pasal 421 KUHP juncto Pasal 23 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 29 A. Kesimpulan B. Rekomendasi EXECUTIVE SUMMARY Proses hukum terhadap Chandra M. Hamzah (selanjutnya disebut “Chandra”) dan Bibit Samad Rianto (selanjutnya disebut “Bibit”) menjadi isu strategis di masyarakat karena menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa terhadap proses hukum tersebut. Untuk menjawab kecurigaan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 2 November 2009, menerbitkan Keputusan Presiden No. 31 Tahun 2009 tentang Pembentukan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Rianto (selanjutnya disebut “Tim 8”). Tim 8 bertugas untuk melakukan verifikasi fakta dan proses hukum atas Kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Jangka waktu yang diberikan untuk mengumpulkan fakta dan melakukan verifikasi adalah 14 hari kerja, dan dapat diperpanjang jika diperlukan. Tim 8 juga berwenang untuk berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah dan memanggil pihak-pihak yang dianggap terkait dengan penanganan kasus ini. Dalam melaksanakan tugasnya, Tim 8 memverifikasi pihak-pihak yang terkait kasus Chandra dan Bibit, serta melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. Terdapat beberapa temuan yang pada intinya menyangkut: a. dugaan adanya praktik mafia hukum, sebagaimana terindikasi dalam rekaman penyadapan pembicaraan Anggodo Widjojo dengan pihak-pihak tertentu yang diputar dalam sidang di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 3 November 2009; b. Antasari Azhar berinisiatif untuk membuka dugaan suap terhadap pimpinan KPK, melalui testimoni yang dibuatnya dan membuat Laporan Pengaduan kepada polisi; c. Adanya potensi benturan kepentingan pada tahap penyidikan perkara Chandra dan Bibit, antara Susno Duadji sebagai pribadi yang tersadap KPK, dengan jabatannya selaku Kabareskrim. Hasil sadapan telepon tersebut antara lain pembicaraan Susno Duadji dengan Lucas, terkait upaya pencairan dana milik Budi Sampoerna di Bank Century. Berdasarkan verifikasi tersebut, Tim 8 menyimpulkan dan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: A. KESIMPULAN 1. Proses Hukum Chandra dan Bibit a. Pada awalnya, proses pemeriksaan terhadap dugaan adanya penyuapan dan/atau pemerasan dalam kasus Chandra dan Bibit adalah wajar (tidak ada rekayasa) berdasarkan alasan-alasan: 1) Testimoni Antasari Azhar 2) Laporan Polisi oleh Antasari Azhar 3) Rekaman pembicaraan Antasari Azhar dengan Anggoro di Singapura di Laptop Antasari Azhar di KPK 4) Keterangan Anggodo tanggal 7 Juli 2009 5) Keterangan Anggoro tanggal 10 Juli 2009 di Singapura 6) Keterangan Ari Muladi. b. Dalam perkembangannya Polisi tidak menemukan adanya bukti penyuapan dan/atau pemerasan, namun demikian Polisi terlihat memaksakan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Chandra dan Bibit dengan menggunakan: 1) Surat pencegahan ke luar negeri terhadap Anggoro; 2) Surat pencegahan dan pencabutan cegah keluar negeri terhadap Djoko Tjandra. c. Polri tidak memiliki bukti yang cukup untuk mendakwa Chandra dan Bibit atas dasar penyalahgunaan wewenang berdasarkan Pasal 23 UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 421 KUHP dan pemerasan berdasarkan Pasal 12 (e) Undang-undang Tindak Pidana Korupsi serta percobaannya berdasarkan Pasal 15 UU Tindak Pidana Korupsi. d. Dalam gelar perkara tanggal 7 Nopember 2009, Jaksa Peneliti Kasus Chandra dan Bibit juga menilai bahwa bukti-bukti yang diajukan oleh penyidik masih lemah. e. Aliran dana dari Anggodo Widjojo ke Ari Muladi terputus dan tidak ada bukti yang menyatakan uang tersebut sampai ke tangan pimpinan KPK. 2. Profesionalisme Penyidik dan Penuntut Tim 8 berkesimpulan profesionalisme penyidik dari Kepolisian dan penuntut dari Kejaksaan sangat lemah mengingat sangkaan dan dakwaan tidak didukung oleh fakta dan bukti yang kuat. Fenomena mengikuti ‘apa yang diinginkan oleh atasan’ dikalangan penyidik dan penuntut umum masih kuat, sehingga penyidik dan penuntut umum tidak bebas mengembangkan temuannya secara obyektif dan adil. Sehingga terkesan adanya rekayasa. Munculnya intruksi dari atasan tersebut, tidak terlepas dari adanya benturan kepentingan pada atasan yang bersangkutan. 3. Makelar Kasus Dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh Tim 8, ditemukan dugaan kuat atas terjadinya fenomena Makelar Kasus (Markus). Fenomena ini tidak hanya ada di Kepolisian, Kejaksaan, ataupun Advokat, tetapi juga di KPK dan LPSK. Bahkan pada kasus lainnya, mafia hukum juga menjangkiti profesi notaris dan Pengadilan. 4. Institutional Reform Tim 8 juga menemukan adanya permasalahan institusional dan personal di dalam tubuh kepolisian, kejaksaan, KPK, termasuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sehingga menimbulkan disharmoni dan tidak efektifnya institusi-institusi tersebut dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. B. REKOMENDASI Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, Tim 8 merekomendasikan kepada Presiden untuk: 1. Setelah mempelajari fakta-fakta, lemahnya buktibukti materil maupun formil dari penyidik, dan demi kredibilitas sistem hukum, dan tegaknya penegakan hukum yang jujur dan obyektif, serta memenuhi rasa keadilan yang berkembang di masyarakat, maka proses hukum terhadap Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto sebaiknya dihentikan. Dalam hal ini Tim 8 merekomendasikan agar: a. Kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam hal perkara ini masih di tangan kepolisian; b. Kejaksaan menerbitkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) dalam hal perkara ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan; atau c. Jika kejaksaan berpendapat bahwa demi kepentingan umum, perkara perlu dihentikan, maka berdasarkan asas opportunitas, Jaksa Agung dapat mendeponir perkara ini. 2. Setelah menelaah problematika institusional dan personel lembaga-lembaga penegak hukum dimana ditemukan berbagai kelemahan mendasar maka Tim 8 merekomendasikan agar Presiden melakukan: a. Untuk memenuhi rasa keadilan, menjatuhkan sanksi kepada pejabat-pejabat yang bertanggung jawab dalam proses hukum yang dipaksakan dan sekaligus melakukan reformasi institusional pada tubuh lembaga kepolisian dan kejaksaan; b. Melanjutkan reformasi institusional dan reposisi personel pada tubuh Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Perlindungan saksi dan Korban (LPSK) – tentu dengan tetap menghormati independensi lembaga-lembaga tersebut, utamanya KPK. Untuk mereformasi lembaga-lembaga penegak hukum tersebut diatas maka Presiden dapat menginstruksikan dilakukannya ‘governance audit’ oleh suatu lembaga independen, yang bersifat diagnostic untuk mengidentifikasi persoalan dan kelemahan mendasar di tubuh lembaga-lembaga penegak hukum tersebut. 3. Setelah mendalami betapa penegakan hukum telah dirusak oleh merajalelanya makelar kasus (markus) yang beroperasi di semua lembaga penegak hukum maka sebagai ‘shock therapy’ Presiden perlu memprioritaskan operasi pemberantasan makelar kasus (markus) di dalam semua lembaga penegak hukum termasuk di lembaga peradilan dan profesi advokat; dimulai dengan pemeriksaan secara tuntas dugaan praktik mafia hukum yang melibatkan Anggodo Widjojo dan Ari Muladi oleh aparat terkait. 4. Kasus-kasus lainnya yang terkait seperti kasus korupsi Masaro; proses hukum terhadap Susno Duadji dan Lucas terkait dana Budi Sampoerna di Bank Century; serta kasus pengadaaan SKRT Departemen Kehutanan; hendaknya dituntaskan. 5. Setelah mempelajari semua kritik dan input yang diberikan tentang lemahnya strategi dan implementasi penegakan hukum serta lemahnya koordinasi di antara lembaga–lembaga penegak hukum maka Presiden disarankan membentuk Komisi Negara yang akan membuat program menyeluruh dengan arah dan tahapan-tahapan yang jelas untuk pembenahan lembaga-lembaga hukum, termasuk organisasi profesi Advokat, serta sekaligus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga hukum lainnya untuk menegakkan prinsip-prinsip negara hukum, due proccess of law, hak-hak asasi manusia dan keadilan.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1. Proses hukum terhadap Chandra M. Hamzah (selanjutnya disebut “Chandra”) dan Bibit Samad Rianto (selanjutnya disebut “Bibit”) menjadi isu strategis di masyarakat karena menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa terhadap proses hukum tersebut. 2. Kecurigaan masyarakat timbul karena sejumlah alasan, di antaranya: a. Beredarnya transkrip rekaman pembicaraan Antasari Azhar dengan Anggoro Widjojo di Singapura di berbagai media massa; b. Beredarnya rumor penyadapan terhadap Susno Duadji terkait pencairan dana dari Bank Century, yang kemudian memunculkan istilah “Cicak vs. Buaya” oleh Susno Duadji dalam wawancara dengan Majalah Tempo; c. Penetapan Chandra dan Bibit sebagai Tersangka oleh Kepolisian pada tanggal 15 September 2009 dengan sangkaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang jabatan; d. Beredarnya transkrip rekaman penyadapan telpon Anggodo yang menyebut-nyebut RI 1; e. Dilakukannya penahanan Chandra dan Bibit pada tanggal 29 Oktober 2009 oleh Kepolisian meski dasar hukum dianggap masih lemah yang mengakibatkan beberapa tokoh nasional, praktisi serta akademisi menjaminkan dirinya, agar polisi menangguhkan penahanan Chandra dan Bibit. 3. Untuk menepis kecurigaan masyarakat yang berimbas pada suasana tidak kondusif pada stabilitas sosial dan politik, Presiden mengundang sejumlah tokoh yaitu Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), Teten Masduki (Sekjen Transparansi Internasional Indonesia), dan Hikmahanto Juwana (Guru Besar Ilmu Hukum UI) untuk membicarakan kondisi yang terjadi dan usulan bagi penyelesaian permasalahan. 4. Pada pertemuan tersebut diusulkan agar Presiden membentuk Tim Pencari Fakta yang independen untuk menepis kecurigaan dan ketidak-percayaan (mistrust and distrust) masyarakat atas proses hukum terhadap Chandra dan Bibit. 5. Usulan ini disampaikan mengingat proses hukum atas Chandra dan Bibit tidak sekedar masalah formal legal melainkan sudah berdampak pada masalah sosial, politik dan ekonomi. 6. Suasana ketika itu ditandai dengan memuncaknya ketegangan antara masyarakat yang mendukung Chandra dan Bibit di satu pihak dengan Kepolisian di lain pihak yang berkeras untuk melakukan proses hukum. Dukungan masyarakat terhadap Chandra dan Bibit berbentuk jaminan untuk penangguhan hingga dukungan dalam dunia maya berupa akun facebook. 7. Pada tanggal 2 November 2009, Presiden menerbitkan Keputusan Presiden No. 31 Tahun 2009 tentang Pembentukan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Rianto (selanjutnya disebut “Tim 8”). B. RUANG LINGKUP 1. Tim 8 berdasarkan Keputusan Presiden No. 31 Tahun 2009, Tim 8 bertugas untuk melakukan verifikasi fakta dan proses hukum atas Kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto. 2. Jangka waktu yang diberikan untuk mengumpulkan fakta dan melakukan verifikasi adalah 14 hari kerja. 3. Tim 8 diberi kewenangan untuk berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah dan memanggil pihak-pihak yang dianggap terkait dengan penanganan kasus ini. BAB II KEGIATAN TIM 8 Dalam melaksanakan tugas yang dibebankan pada Tim 8, Tim 8 telah melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan fakta terkait proses hukum atas Chandra dan Bibit, serta melakukan proses verifikasi melalui gelar perkara oleh para penyidik Kepolisian yang dihadiri oleh peneliti perkara dari Kejaksaan Agung. Dalam bab ini akan diuraikan sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh Tim 8. A. MENDENGARKAN REKAMAN SADAPAN KPK DI MAHKAMAH KONSTITUSI 1. Sehari setelah terbentuk, Tim 8 melakukan rapat konsolidasi dilanjutkan dengan turut mendengarkan pemutaran rekaman penyadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap telepon Anggodo Widjojo dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK). 2. Adapun rekaman penyadapan yang diperdengarkan adalah sebagai berikut: a. Kasus Masaro oleh Anggodo; b. Perincian uang dari Anggodo kepada Ari Muladi; c. Rekaman minta bantuan ke Kejaksaan; d. Pencatutan nama RI 1; e. Minta bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK); f. Menyusun strategi dari suap menjadi pemerasan; g. Lapor menang komitmen tinggi dan ancaman terhadap Chandra; h. Penghitungan fee pihak terkait; i. Untuk mempengaruhi AM (Ari Muladi) kembali ke BAP awal. B. MENYAMPAIKAN REKOMENDASI INTERIM GUNA MENENANGKAN MASYARAKAT 1. Pasca diperdengarkannya rekaman sadapan KPK di Mahkamah Konstitusi, masyarakat bereaksi sangat luar biasa. Untuk menenangkan reaksi masyarakat agar terhindar hal-hal yang tidak diinginkan maka Tiim 8 mengeluarkan Rekomendasi Interim pada tanggal 3 November 2009 kepada Presiden dan melakukan koordinasi langkah-langkah yang perlu diambil oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (selanjutnya disebut “Kapolri”). 2. Adapun rekomendasi kepada Presiden adalah sebagai berikut: a. perlu diambil langkah-langkah yang cepat dan antisipatif dengan membebastugaskan (menonaktifkan) Pejabat Tinggi Kepolisian dan Kejaksaan yaitu: Susno Duadji (Kabareskrim) dan Abdul Hakim Ritonga (Wakil Jaksa Agung) yang disebut dalam rekaman sadapan. Pembebastugasan tersebut diperlukan agar dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih efektif, obyektif dan terhindar dari benturan kepentingan; b. tindakan yang cepat tersebut perlu dilakukan untuk memberikan pesan yang jelas kepada masyarakat bahwa Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menegakan hukum secara obyektif, jujur dan adil; dan c. persoalan yang mengemuka tidak semata-mata dilihat sebagai persoalan individu (oknum), akan tetapi sebagai sebuah persoalan institusional dan sistemik dimana Presiden perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap semua aparatur penegak hukum. 3. Sementara, koordinasi yang dilakukan kepada Kapolri dalam bentuk menyampaikan rekomendasi sebagai berikut: a. Mengabulkan permintaan penangguhan penahanan kepada Chandra dan Bibit agar penahanan tidak dipersepsikan oleh masyarakat sebagai simbol kesewenangwenangan Polri dan upaya Polri melawan KPK; b. Melakukan penangkapan terhadap Anggodo Widjojo yang menjadi simbol keresahan masyarakat pasca didengarkannya rekaman sadapan secara nasional oleh sejumlah media; dan c. Menonaktifkan Susno Duadji yang disebut-sebut dalam rekaman dan menjadi simbol dari Kepolisian. C. MENDENGARKAN DAN MENDALAMI KETERANGAN 1. Dalam melakukan pengumpulan fakta, Tim 8 memulai dengan mendengarkan dan mendalami keterangan dari berbagai pihak, yaitu: a. Civil Society Pertemuan dilakukan pada hari Rabu, 4 November 2009 yang dihadiri oleh perwakilan 15 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yakni KRHN, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, Indonesia Police Watch, Imparsial, Elsam, ICJR, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), LeIP, Dompet Dhuafa Republika, Pro Patria Institute, P2D, PB HMI, LIPI. Tujuan dari pertemuan ini adalah mengetahui apa yang menjadi concern masyarakat terhadap proses hukum Chandra dan Bibit. Dalam pertemuan juga didengar aspirasi LSM. Aspirasi ini antara lain adalah penyelesaian kasus PT. Masaro dan kasus Bank Century; perlunya transparansi dan akuntabilitas tim dalam menyampaikan substansi rekomendasi yang disampaikan kepada Presiden kepada publik; perlunya Presiden melakukan bureaucratic reform yang menyeluruh terhadap semua institusi penegak hukum; dan meminta supaya tim membuat rekomendasi kepada Presiden untuk memberhentikan Kapolri dan Jaksa Agung. b. Pemimpin Redaksi Media Massa Pertemuan dengan pemimpin Redaksi Media Massa diadakan di Hotel Nikko pada hari Rabu, 4 November 2009. Pertemuan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari media terkait dengan masalah ini. Disamping itu, Tim 8 memanfaatkan pertemuan ini untuk menjelaskan alasan dibentuknya Tim 8 dan apa yang menjadi tugas. Ini penting agar pers mengetahui persis keberadaan dari Tim 8 agar tidak terjadi distorsi pemberitaan. c. Kapolri dan Jajarannya Pertemuan dengan Kapolri dan jajarannya dilakukan pada hari Kamis, 5 November 2009. Dalam pertemuan, Kapolri mengikutsertakan tim penyidik kasus Chandra dan Bibit. Pertemuan ini tidak dihadiri oleh Susno Duadji. Dalam keterangan Kapolri menyampaikan kronologis penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Polri terhadap Chandra dan Bibit. Kapolri juga menyampaikan pasal-pasal yang menjadi dasar sangkaan atas Chandra dan Bibit. Kapolri juga membeberkan beberapa alat bukti yang dipergunakan oleh penyidik. Pada kesempatan tersebut disepakati penyidik Polri akan melakukan gelar perkara dihadapan Tim 8 dengan dihadiri pihak Kejaksaan. Setelah Kapolri memberikan keterangan dan meninggalkan tempat, Kapolri mempersilahkan Tim 8 untuk mendapat keterangan mendalam dari penyidik kasus Chandra dan Bibit. Tim 8 melakukan penggalian untuk mendapatkan sejumlah fakta dari penyidik Polri. d. Anggodo Widjojo Pertemuan dengan Anggodo Widjojo diadakan pada hari Kamis, 5 November 2009. Anggodo merupakan adik dari Anggoro Widjojo dan menjadi tokoh yang disadap oleh KPK. Kehadirian Anggodo didampingi oleh beberapa advokatnya, antara lain, Indra Sahnun Lubis (ketua tim) dan Bonaran Situmeang. Anggodo memberikan keterangan mengenai: penanganan kasus PT. Masaro Radiokom oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK); penyerahan uang beserta jumahnya kepada Ari Muladi yang ditujukan kepada kepada sejumlah pimpinan KPK dan deputi serta direktur; pembuatan kronologis bersama Ari Muladi; larangan pencegahan oleh KPK terhadap Anggoro; pembicaraan antara Anggodo dengan beberapa orang yang disadap oleh KPK; serta klarifikasi ‘ancaman’ pembunuhan terhadap Chandra. e. Chandra dan Bibit Pertemuan dilakukan pada hari Kamis, 5 November 2009 dengan tujuan memperoleh fakta melalui keterangan yang disampaikan. Kehadiran Chandra dan Bibit didampingi oleh advokat para advokatnya, antara lain, Luhut Pangaribuan, Alexander Lay dan Taufik Basari. Chandra dan Bibit memberi keterangan yang bertujuan untuk menangkis dugaan penerimaan uang dari Anggoro maupun Anggodo. Dalam keterangan disampaikan sejumlah fakta, antara lain, ketidakbenaran hubungan emosional antara Chandra dengan M.S. Ka’ban seb-

REKOMENDASI TIM 8 agaimana ditenggarai oleh Polri; kronologis penanganan kasus PT. Masaro Radiokom; penjelasan atas tidak segera dilimpahkannya kasus PT Masaro ke pengadilan. Dalam pertemuan Tim Pembela juga menyampaikan perihal konstruksi hukum yang janggal terkait dengan penyidikan yang dilakukan oleh Polri. f. Komisi Pemberantasan Korupsi Pertemuan diadakan pada hari Kamis, 5 November 2009. Dalam pertemuan, semua pimpinan KPK hadir didampingi Deputi Penindakan Ade Rahardja. KPK menyampaikan sejumlah keterangan diantaranya kewenangan penetapan pencegahan seseorang bepergian ke luar negeri; penanganan kasus PT. Masaro Radiokom dan kasus alih fungsi hutan lindung dengan terdakwa Yusuf E. Faisal; dugaan keterlibatan Ade Rahardja dalam transaksi pemberian uang kepada sejumlah pimpinan KPK; surat pencabutan pencegahan palsu; mekanisme tentang pelaksanaan musyawarah antar pimpinan sebagai wujud dari keputusan pimpinan KPK yang bersifat kolegial; dan perihal penyadapan atas Lucas yang melibatkan Susno Duadji. g. Jaksa Agung dan Jajarannya Pertemuan dengan Jaksa Agung beserta jajarannya dilakukan pada hari Jumat, 6 November 2009. Jaksa Agung didampingi oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), pejabat teras Kejaksaan Agung, serta sejumlah jaksa peneliti yang akan menangani kasus Chandra dan Bibit. Jaksa Agung terlebih dahulu menyampaikan keterangan terkait pengunduran diri Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga beserta alasannya. Setelah itu Jaksa Agung menyampaikan berbagai hal seputar rekaman pembicaraan yang disadap oleh KPK dimana disebut nama AH Ritonga (ketika itu menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Wisnu Subroto yang mantan Jaksa Agung Muda Intelijen. Jaksa Agung juga memberi penegasan tentang independensi Kejaksaan dalam penanganan kasus Chandra dan Bibit. Kejaksaan tidak bisa membuka secara rinci terkait dengan penuntutan yang akan dilakukan oleh Chandra dan Bibit karena terikat dengan sumpah jabatan. Jaksa Agung juga sudah menyampaikan pihak Kejaksaan yang memberi petunjuk kepada penyidik Polri guna melengkapi berkas perkara, diantaranya, dengan memasukkan delik pemerasan. Jaksa Agung juga menyampaikan keterangan secara sekilas tentang posisi kasus dan proses penanganannya oleh Kejaksaan Agung. Namun penjelasan secara terperinci disampaikan oleh Jampidsus dan jaksa peneliti yang masing-masing terdiri dari 4 orang untuk satu berkas perkara. h. Susno Duadji (Kabareskrim Polri/Non Aktif) Pertemuan dengan Susno Duadji dilakukan pada hari Jumat, 6 November 2009. Susno Duadji menemui Tim 8 dengan didampingi oleh M. Panggabean, Wakadiv hukum Mabes Polri. Susno Duadji memberikan keterangan perihal alasan pengunduran dirinya dari jabatan Kabareskrim; penegasan bahwa dirinya tidak menerima uang dari siapapun dalam kasus Bank Century; perihal surat keterangan dari Kabareskrim tentang status dana milik Budi Sampurno guna kepentingan pencairan dana; kemunculan dirinya dalam rekaman penyadapan pembicaraan yang dilakukan KPK; tujuan kunjungan ke Singapura untuk menemui Anggoro Widjojo; tindakan Susno Duadji yang tersadap untuk mengesankan seolah-olah akan menerima sebuah tas, meski sebenarnya kosong sebagai bentuk kontra intelijen; istilah Cicak versus Buaya yang dimunculkannya; dan perannya dalam proses hukum atas Chandra dan Bibit. i. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Pertemuan dengan PPATK diadakan pada hari Jumat, 6 November 2009 yang dihadiri oleh Kepala PPATK, Yunus Hussein. Dalam keterangannya disampaikan hal-hal yang terkait dengan informasi rekening Chandra dan Bibit. PPATK menyampaikan bahwa tidak terdapat aliran dana yang masuk terkait kasus PT. Masaro kepada Chandra ataupun Bibit. Selain itu, PPATK juga memberikan informasi secara lisan tentang arus keluar masuk dana ke rekening Ari Muladi, Anggodo. Demi keamanan semua pihak, PPATK meminta permohonan informasi rekening dilakukan secara tertulis oleh Tim 8 dan PPATK akan memberi jawaban secara tertulis juga. Selain itu, PPATK juga memberikan penjelasan seputar modus pencucian uang. j. Ari Muladi Pertemuan dengan tokoh sentral penyerahan uang dari Anggodo ke sejumlah Pimpinan KPK, Ari Muladi dilakukan pada hari Sabtu, 7 November 2009. Kehadiran Ari Muladi didampingi oleh beberapa advokat, diantaranya, Sugeng Teguh Santoso. Peran Ari Muladi dalam kasus ini adalah sebagai orang kepercayaan Anggodo yang diberikan tugas untuk menyerahkan uang kepada pimpinan KPK. Secara terperinci Ari Muladi memberikan keterangan, antara lain: seputar perkenalannya dengan Anggodo; kronologis penyerahan uang dari Anggodo kepada Ari; pencabutan keterangan Ari Muladi atas Berita Acara Pemeriksaan yang pertama di Mabes Polri; pertemuannya dengan Kabareskrim Susno Duadji di Mabes Polri; seputar pemeriksaan dirinya yang dilakukan secara marathon; dan penegasan bahwa Ari tidak pernah menyerahkan sendiri uang dari Anggodo kepada pimpinan KPK, melainkan melalui seseorang yang bernama Yulianto. k. Eddy Sumarsono Pertemuan dengan Eddy Sumarsono diadakan pada hari Sabtu, 7 November 2009. Pertemuan tidak dilakukan atas dasar undangan Tim 8, melainkan Eddy Sumarsono yang meminta waktu kepada Tim 8. Peran Eddy Sumarsono dalam kaitan dengan perkara Chandra dan Bibit adalah sebagai pihak yang memberi informasi kepada Antasri Azhar sebagai Ketua KPK saat itu terkait dengan adanya pimpinan KPK yang menerima uang dari Anggoro. Atas dasar informasi inilah Antasari Azhar difasilitasi untuk bertemu dengan Anggoro di Singapura dan Ari Muladi di Malang. Eddy Sumarsono juga memberi keterangan seputar perkenalannya dengan Antasari Azhar, melalui seorang jaksa yang bernama Irwan Nasution. Tim 8 mempertanyakan motivasi kedatangan Eddy dalam kasus ini. Dalam pertemuan terungkap bahwa sebenarnya Eddy memberikan keterangan tentang informasi yang tidak dialami, didengar atau dilihat sendiri. Tetapi mendengar cerita dari orang lain (testimonium de auditu). l. Antasari Azhar Pertemuan dengan Antasari Azhar diadakan sebanyak 2 kali yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, ��������������������� 7-8 November 2009. Antasari Azhar didampingi sejumlah advokatnya, antara lain, Juniver Girsang, Hotma Sitompul dan lainlain. Antasari Azhar memberikan keterangan perihal pembuatan testimoni yang menjadi dasar ���������������� bagi Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas Chandra dan Bibit; hubungan antara kasus tuduhan pembunuhan atas Antasari Azhar dengan kasus Chandra dan Bibit; pertemuan dengan Anggoro di Singapura; proses penyelidikan dan penyidikan atas kasus PT. Masaro; kasus korupsi alih fungsi hutan lindung di Sumatera Selatan dengan terdakwa Yusuf E. Faisal; dan dugaan pimpinan KPK menerima uang dari Anggodo berikut tindakan yang diambil oleh Antasari Azhar. m. Tim Majalah Tempo Pertemuan dengan Tim Majalah Tempo dilakukan pada hari Senin, 9 November 2009, bertempat di Hotel Nikko. Tim Tempo diwakili oleh Pemimpin redaksi majalah Tempo, Toriq Haddad yang didampingi oleh beberapa redaktur/wartawan. Tempo memberikan keterangan perihal hasil investigasi wartawannya terkait proses pencairan dana Budi Sampoerna di Bank Century; peranan Robert Tantular dalam kasus Bank Century; peranan Lucas sebagai pengacara Budi Sampoerna dalam pencairan dana di Bank Century; komunikasi-komunikasi yang terjadi antara Lucas dengan Kabareskrim, Susno ��������������������������������������� Duadji; serta temuan-temuan lain seputar penanganan kasus Bank Century yang terkait dana Budi Sampoerna yang diupayakan pencairannya oleh Lucas dengan bantuan Susno Duadji. n. Ade Rahardja (Deputi Bidang Penindakan KPK) Pertemuan dengan Ade Rahardja diadakan pada hari Rabu, 11 November 2009. Ade Rahardja merupakan pihak yang penting dalam penyampaian uang dari Ari Muladi ke sejumlah ���������������������������������������� Pimpinan KPK sebagaimana tertuang dalam BAP Polisi pertama atas Ari Muladi. Dalam ������ keterangannya Ade Rahardja menyampaikan fakta bahwa dirinya tidak mengenal ������������������������� Anggoro, Ari Muladi ataupun Yulianto. Tim �������������������������������������� 8 juga mempertanyakan keterkaitan kasus SKRT dengan kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. o. Bambang Widaryatmo (Mantan Direktur Penindakan KPK) Pertemuan dengan Bambang Widaryatmo diadakan pada hari Rabu, 11 November 2009. Kehadiran Bambang didampingi oleh Kombes Pol Dr. Iza Fadri, S.Ik., S.H., M.H. dari Divisi Hukum Mabes Polri. Dalam keterangannya Bambang membantah bahwa dirinya mengenal dan berhubungan ataupun menerima uang dari Ari Muladi, Anggoro, Anggodo, maupun Yulianto. Selain itu, Bambang juga mengungkapkan sejumlah kelemahan sistem dalam KPK diantaranya berupa penyimpangan administrasi dan konflik antar pimpinan yang terdapat dalam institusi KPK, khususnya dalam proses penyidikan kasus korupsi. Pengalaman tersebut dialami Bambang selama menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK. Bambang juga menceritakan latar belakang kepentingan pribadi pimpinan dibalik perpindahan tempat tugasnya dari KPK ke Mabes Polri. p. Abdul Hakim Ritonga (Mantan Wakil Jaksa Agung) Pertemuan dengan Abdul Hakim Ritonga diadakan pada hari Rabu, 11 November 2009. Kehadiran Ritonga diserta dengan sejumlah pihak dari Kejaksaan dan pengacaranya. Ritonga memberikan keterangan antara lain tentang hubungan perkenalannya dengan Yuliana Ong; seputar penyakit yang dialaminya sehingga dikenalkan pada Yuliana sebagai tukang pijat. Tim 8 mempertanyakan kepada Ritonga tentang rekaman pembicaraan KPK terkait dengan pernyataan Yuliana bahwa dirinya didukung oleh RI 1; posisi Jampidum dalam kasus Chandra dan Bibit; maksud ‘kata duren’, dan pijat yang dilakukan oleh Yuliana kepada Ritonga. q. Wisnu Subroto (Mantan JamIntel Kejaksaan Agung) Pertemuan dengan Wisnu Subroto diadakan pada hari Rabu, 11 November 2009. Wisnu memberikan keterangan antara lain tentang perkenalannya dengan Anggodo serta mempunyai hubungan usaha dalam jual beli cincin dan paket kayu jati; penegasan bahwa dirinya tidak mengenal Anggoro, Yuliana dan Ari Muladi; dan klarifikasi tentang pembicaraan dirinya yang disadap oleh KPK. r. Kombes Pol M. Iriawan (Wakil Direktur I Bareskrim Polri) Pertemuan dengan Kombes Pol M. Iriawan diadakan pada hari Kamis, 12 November 2009. Pertemuan dilakukan atas permintaan dari Polri yang disampaikan secara resmi oleh Iza Fadri sehari sebelumnya pada pertemuan dengan Bambang Widaryatmo. Kombes Iriawan di dampingi oleh beberapa penyidik dari Bareskrim yang menangani kasus Antasari Azhar. Dalam keterangannya disampaikan, antara lain, tentang penanganan kasus pembunuhan atas Nasrudin dengan tersangka Antasari; penggeledahan ruangan dan penyitaan Laptop Antasari; perihal waktu pembuatan dan penyerahan testimoni Antasari; perihal pembuatan Laporan Polisi terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyuapan yang dilakukan ������������������������������������������ oleh pimpinan KPK; dan perihal pencabutan BAP Williardi Wizard. s. Edy Widjaya (Pemilik Show Room Duta Motor)

Pertemuan dengan Edy Widjaya diadakan pada hari Minggu, 15 November 2009. Pertemuan dilakukan atas permintaan yang bersangkutan terkait dugaan pemberian mobil ��������������������������������������������� Mercy kepada Wisnu Subroto oleh Anggodo – sebagaimana terekam dalam pembicaraan telepon yang disadap oleh KPK. Dalam keterangannya, Edy Widjaya menyatakan Anggodo membeli dua mobil mercy seri S 300 yang diatasnamakan dua anak Anggodo. Harga satu mobil mercy tersebut, menurut Edy Widjaya adalah Rp 1,6 miliar. Pembelian salah satu mobil mercy tersebut, pembayarannya dengan cara menukar mobil BMW milik Wisnu Subroto, yang dihargai Rp 500 juta, dan kekurangannya (Rp 1,1 miliar) ditambahkan oleh Anggodo. D. VERIFIKASI MELALUI GELAR PERKARA 1. Tugas tim 8 setelah mendapatkan fakta atas proses hukum terhadap Chandra dan Bibit dari ���������������� sejumlah pihak, menggunakan fakta tersebut sebagai dasar dalam gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Polri dan dihadiri oleh peneliti dari Kejaksaan. 2. Gelar perkara dilakukan pada hari Sabtu, 7 November 2009, pukul 19.00. 3. Untuk memperkuat verifikasi, Tim 8 mengundang 2 orang ahli di bidang Kepolisian dan Kejaksaan, yakni Prof. Farouk Muhammad (mantan Gubernur PTIK) dan Dr. Ramelan, S.H.,M.H (mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus). 4. Dalam gelar perkara, Tim 8 melakukan proses tanya jawab guna mendalami fakta, bukti dan pasal yang digunakan oleh penyidik Polri. Tim 8 memposisikan sebagai Jaksa peneliti yang harus membuat dakwaan dan menyertakan fakta dan bukti-bukti di persidangan. 5. Dalam gelar perkara, terungkap penyidik Polri berpatokan pada keterangan dalam BAP pertama oleh Ari Muladi dan untuk memperkuat keterangan tersebut digunakan petunjukpetunjuk bahwa telah terjadi penyerahan uang kepada Chandra dan Bibit. BAB III TEMUAN TIM 8 A. DUGAAN MAKELAR KASUS Berdasarkan rekaman pembicaraan yang telah diperdengarkan di sidang MK dimana terdapat nama dan penyebutan nama-nama sebagai berikut: a. Anggoro Widjojo yang merupakan Tersangka KPK dalam kasus korupsi PT. Masaro Radiokom, yang berperan sebagai penyedia dana yang bertujuan agar kasusnya dapat dihentikan. b. Anggodo Widjojo yang merupakan adik dari Anggoro, yang berperan besar dalam kemungkinan proses rekayasa dan mengatur proses hukum Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto dengan para oknum pejabat Kepolisian, Kejaksaan, KPK, LPSK dan Pengacara. c. Susno Duadji yang merupakan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri – disebutkan berulangkali dengan istilah Truno 3 – yang meskipun tidak terlibat pembicaraan telepon hasil sadapan, namun berdasarkan pernyataan Anggodo, Susno Duadji memiliki peran sentral dalam penetapan tersangka terhadap Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto dan memiliki komitmen tinggi terhadap Anggodo. d. Abdul Hakim Ritonga yang merupakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) ketika penyadapan dilakukan, disebut sebanyak 24 kali dalam rekaman sebagai oknum yang memiliki peran penting dalam rencana yang disiapkan oleh Anggodo, serta diklaim memiliki dukungan dari RI 1, sebagaimana diungkapkan oleh rekan Anggodo, Yuliana Gunawan. e. Wisnu Subroto yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel). Berperan aktif dalam merancang dan berkomunikasi dengan Anggodo khususnya dalam proses penyidikan Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto. f. Irwan Nasution yang merupakan Jaksa pada Jamintel. Disebut dalam rekaman sebanyak 9 kali; g. Farman yang merupakan Penyidik pada Mabes Polri, disebut dalam rekaman sebanyak 8 kali dan memiliki peran penting dalam penyusunan BAP Kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto; h. Ketut [Sudiarsa] dan Mira [Diarsih] yang merupakan komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. i. Bonaran Situmeang, Kosasih dan Alex yang merupakan pengacara dari Anggodo. j. Eddy Sumarsono k. Ari Muladi l. Yuliana Gunawan terdapat dugaan terjadinya ‘permainan’ antara aparat penegak hukum dengan pihak-pihak masyarakat biasa. Permainan ini yang memunculkan kesan adanya masyarakat biasa yang dapat menyelesaikan atau mengatur perkara dengan imbalan sejumlah uang yang disebut sebagai ����������������������� makelar kasus (markus). B. DASAR PENYIDIKAN POLRI 1. Inisiatif dari Antasari Azhar terkait Testimoni Terkait testimoni Antasari Azhar berdasarkan rekaman pembicaraannya dengan Anggoro Widjojo, serta Laporan kasus penyuapan Masaro yang kemudian dijadikan dasar untuk menyangka Chandra dan Bibit, Tim 8 menemukan perbedaan keterangan dari Antasari Azhar sendiri maupun antara keterangan Antasari Azhar dengan penyidik. Pada pertemuan pertama dengan Tim 8 tanggal 7 November 2009, Antasari Azhar menyatakan bahwa testimoni dibuat tanggal 16 Mei 2009. Namun, pada pertemuan kedua �������������������������������� dengan tim 8 tanggal 8 November 2009, Antasari menyatakan bahwa testimoni itu dibuat tanggal 16 Juni 2009. Ini berbeda dengan keterangan penyidik Polri bahwa mereka baru mengetahui adanya kasus pemerasan Anggoro setelah adanya penyitaan laptop KPK pada 11 Juni 2009. Antasari Azhar kemudian membuat laporan resmi perihal dugaan suap pimpinan KPK kepada Kepolisian yang disampaikan tanggal 6 Juli 2009. Perbedaan keterangan tersebut berimplikasi pada Laporan Polisi (LP) di atas apakah berdasarkan permintaan Antasari Azhar ataukah permintaan dari penyidik. Perbedaan ini berpotensi menjadi masalah ketika kasus Chandra dan Bibit masuk ke persidangan. Antasari Azhar sebagai Saksi Pelapor akan menyampaikan keterangan yang digunakan oleh penyidik dan Jaksa Penutut Umum. Ini menjadi salah satu faktor tidak kuatnya proses hukum atas Chandra dan Bibit di persidangan. Dari hasil verifikasi, Tim 8 berpandangan – utamanya setelah melihat rekaman video penyitaan barang bukti di ruang kerja Antasari Azhar di KPK – bahwa inisiatif awal pengungkapan kasus dugaan suap terkait PT Masaro ini sebenarnyalah dilakukan oleh Antasari Azhar. Di dalam rekaman video jelas tergambar bahwa Antasari memang datang ke kantornya untuk mengambil rekaman pembicaraan dirinya dengan Anggoro yang tersimpan di dalam komputer jinjingnya. Antasari kemungkinan berupaya mengalihkan isu hukum yang sedang dihadapinya, terkait pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, dengan menarik pula pimpinan KPK ke dalam kasus hukum PT. Masaro, melalui testimoni yang dibuatnya berdasarkan rekaman pembicaraan Antasari dengan Anggoro Widjojo. 2. Inisiatif Pertemuan Susno Duadji dengan Anggoro Widjojo Pada tanggal 7 Juli 2009 KPK telah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Anggoro Widjojo. Surat dikirim KPK ke Kabareskrim dengan nomor Sprindik 25/01/VI/2009 tanggal 19 Juni tahun 2009 dan disertai surat perintah penangkapan no. KEP-04/P6KPK/VII/2009 bertanggal 7 Juli 2009. Namun demikian pada tanggal 10 Juli 2009, Susno Duadji melakukan pertemuan dengan Anggoro di Singapura dengan alasan Anggoro hanya mau bertemu dengan Kabareskrim untuk menyampaikan keterangan (BAP) terkait dugaan penyuapan/pemerasan oleh pimpinan KPK. Pertemuan di Singapura tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Kapolri. Pada saat itu tidak diketahui apakah penyidik melakukan pemeriksaan atas Anggoro untuk kemudian dibuatkan BAP. Dalam keterangan penyidik BAP atas Anggoro yang intinya menyatakan Anggoro diperas oleh sejumlah pimpinan KPK. Hanya saja Tim 8 menemukan fakta bahwa BAP dibuat di luar negeri (di Singapura) dan tidak �������������������������������������������� di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Singapura. Secara yuridis formal BAP oleh Kepolisian di luar negeri hanya dapat dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Oleh karenanya BAP atas Anggoro yang menjadi dasar bagi sangkaan terhadap Chandra dan Bibit dapat dipertanyakan oleh Tim Pembela Chandra dan Bibit keabsahannya. BAP yang dibuat di luar negeri namun tidak di Kedutaan Besar Republik Indonesia merupakan faktor yang tidak kuat bagi sangkaan dan dakwaan atas Chandra dan Bibit. 3. Kronologi 15 Juli (Ditandatangani Anggodo Widjojo dan Ari Muladi) Penyidik dalam melakukan proses hukum atas Chandra dan Bibit mendasarkan pada Kronologi yang dibuat oleh Anggodo Widjojo dan Ari Muladi. BAP Ari Muladi didasarkan pada kronologi ini. Dalam kronologi disebutkan sejumlah tanggal dimana Ari Muladi menyerahkan uang kepada Ade Rahardja yang untuk selanjutnya Ade Rahardja menyerahkan uang tersebut kepada sejumlah Pimpinan KPK. Untuk diketahui Kronologi tersebut dibuat setelah pertemuan Susno Duadji dan Anggoro di Singapura pada tanggal 10 Juli 2009. Kronologi yang dijadikan dasar oleh penyidik oleh Ari Muladi telah dicabut. Ari Muladi menyampaikan bahwa uang diserahkan kepada Yulianto. Dengan pencabutan maka Kronologi tidak dapat dijadikan dasar yang kuat. Pencabutan tidak berarti pengakuan pertama Ari Muladi tidak dapat dipercaya, tetapi Ari Muladi sendiri sebagai pihak yang tidak dapat dipercaya. Penggunaan Kronologi oleh penyidik sebagai dasar untuk menyangka adalah lemah mengingat kredibilitas Ari Muladi. Penyidik kelihatannya bersikukuh pada urutan kejadian sesuai dengan Kronologi Anggodo. 4. Petunjuk Penyidik menggunakan petunjuk untuk membuktikan bahwa Kronologi sudah benar. Petunjuk yang dimiliki oleh penyidik adalah sejumlah mobil KPK yang memasuki area Bellagio dan Pasar Festival pada tanggal-tanggal yang disebutkan dalam Kronologi. Penyidik telah mendapatkan bukti berupa foto masuknya mobil-mobil KPK. Hanya saja ketika Tim 8 bertanya apakah mobilmobil tersebut adalah mobil yang digunakan oleh Bibit ataupun Chandra maka penyidik tidak dapat memberi konfirmasi. Disamping itu, jumlah mobil yang disebutkan berjumlah banyak yang ditandai dengan plat nomor berbedabeda. Oleh karenanya petunjuk ini tidak dapat memperkuat BAP Ari Muladi yang didasarkan pada Kronologi. Petunjuk ini tidak sama dengan petunjuk yang digunakan untuk menyangka dan mendakwa Polycarpus dalam kasus kematian Munir. Ini merupakan bukti tidak kuatnya dasar yang digunakan oleh penyidik untuk menyangka Chandra dan Bibit menerima uang dari Ari Muladi sebagai bentuk pemerasan. 5. BAP Ade Rahardja Ade Rahardja sebagai tokoh sentral yang menghubungkan uang yang diterima oleh Ari Muladi dari Anggodo ke sejumlah pimpinan KPK dalam BAP menyatakan tidak mengenal Ari Muladi. Ade Rahardja juga melakukan sangkalan bahwa pada waktu-waktu yang ada dalam kronologi ������������������������������������������� ia berada di Bellagio atau Pasar Festival. Kalaupun benar bahwa Chandra dan Bibit menerima uang dari Ari Muladi berdasarkan kronologi maka Ade Rahardja harus ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Namun hingga kedatangan Ade Rahardja ke Tim 8, Ade Rahardja tidak dalam status sebagai tersangka. Oleh karenanya ini merupakan tidak kuatnya proses hukum yang dilakukan oleh penyidik maupun penuntut umum bila dilimpahkan ke pengadilan. 6. BAP Bambang Widaryatmo Meskipun dalam Kronologi disebutkan bahwa Bambang Widaryatmo menerima uang namun hingga kedatangan Bambang Widaryatmo ke Tim 8, tidak ada permintaan BAP oleh penyidik terhadap hal ini. Bambang Widaryatmo dimintai keterangan yang telah dibuatkan BAPnya oleh penyidik dalam pasal penyalahgunaan wewenang.

Oleh karenanya proses hukum terhadap Chandra dan Bibit sangat lemah bila dibawa ke pengadilan karena Kronologi yang digunakan oleh penyidik ternyata tidak diikuti secara konsisten. Kronologi seolah digunakan sepanjang ada keterkaitannya dengan Chandra dan Bibit dalam melakukan pemerasan. 7. Rekaman Penyadapan Telpon Anggodo Widjojo oleh KPK Sebagian besar materi pembicaraan Anggodo berdasarkan hasil penyadapan KPK yang telah diperdengarkan secara umum dalam sidang Mahkamah Konstitusi pada 3 November 2009, menunjukkan keterangan dan infomasi adanya alur atau proses penyesuaian BAP yang disusun oleh Penyidik dengan kronologi yang dibuat Anggodo. Kurun waktu pembicaraan Anggodo dalam rekaman tersebut adalah periode JuliSeptember 2009, jika bandingkan dengan penyusunan BAP dan perumusan sangkaan terhadap Chandra dan Bibit maka terdapat kesamaan periode waktu. Terdapat beberapa kalimat dalam rekaman yang menunjukkan infomasi bahwa Anggodo mempengaruhi dan berkoordinasi dengan oknum penyidik, kejaksaan dan pengacara untuk memastikan bahwa BAP Saksi semuanya sesuai dengan kronologi yang dibuatnya. 8. Rekaman Penyadapan KPK terkait Lucas dan Susno Duadji KPK mulai menyelidiki dugaan suap terkait Bank Century sejak 25 November 2008. Terkait penyelidikan, KPK mengakui memiliki rekaman penyadapan pembicaraan di antaranya antara Lucas dan Susno Duadji. Pembicaraan terkait upaya pencairan dana Budi Sampoerna. Dalam upaya pencairan tersebut, Susno Duadji mengeluarkan dua surat klarifikasi tertanggal 7 April dan 17 April 2009. Dalam pertemuan dengan Tim 8, Susno Duadji membantah menerima suap dalam pencairan dana Budi Sampoerna tersebut. Dia ������������������������������ mengatakan, sengaja menyusun skenario pembicaraan �������������������������� seolah-olah akan menerima suap. Maksudnya untuk melakukan latihan penyadapan bagi KPK, dan sekaligus latihan “kontra intelijen”. Hanya ketika ditanya apakah pihak ketiga (Lucas) mengetahui bahwa tindakan ini merupakan kontra intelijen diketahui, jawabannya adalah tidak. Meski membantah, Susno Duadji mengakui ada pertemuan di Hotel Ambhara dan sempat mendesain suatu rencana penyerahan dengan menggunakan tas, yang diakuinya kosong. Keterangan dan bantahan Susno Duadji terkait pura-pura akan menerima suap demikian, diragukan oleh Tim 8. Selanjutnya, adanya rekaman penyadapan KPK tersebut, sempat membuat Susno Duadji tidak berkenan dan salah satunya memunculkan istilah “Cicak vs Buaya” dalam wawancara dengan Majalah Tempo. C. TERKAIT SANGKAAN PEMERASAN OLEH CHANDRA M. HAMZAH DAN BIBIT S. RIANTO 1. Perumusan Dan Perubahan Sangkaan Yang Janggal Pada awalnya Penyidik memulai proses hukum berdasarkan testimoni dan laporan resmi dari Antasari Azhar yang pada pokoknya terdapat dugaan penyuapan atau pemerasan. Namun pada tanggal 7 Agustus 2009 melalui proses gelar perkara dengan Kejaksaan diperoleh fakta adanya tindak pidana penyalahgunaan wewenang oleh dua tersangka yang melanggar pasal 21 ayat 5 UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK. Sedangkan perumusan sangkaan pemerasan (Pasal 12 b dan 15 UU 31/1999 tentang penyuapan dan pemerasan) diperoleh setelah adanya petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (P16) yang menyatakan bahwa penyalahgunaan wewenang tersebut dalam kaitannya untuk melakukan pemerasan. Pada tanggal 15 September 2009, Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang jabatan 2. Unsur Pemerasan yang Lemah Penyidik hanya berpegang pada keterangan Ari Muladi bahwa pimpinan KPK-lah yang berinisiatif awal untuk meminta sejumlah dana (atensi) kepada Anggoro. Faktanya: Ari Muladi, sesuai dengan BAP pertama tanggal 11 Juli 2009, menyatakan hanya berhubungan dengan Ade Rahardja, bukan pimpinan KPK. Menurut Ari Muladi, permintaan atensi dari pimpinan KPK tersebut hanya dia dengar dari Ade Rahardja. Bahkan keterangan Ari Muladi tersebut pada akhirnya dicabut (BAP tanggal 18 Agustus 2009 dan BAP Lanjutan tanggal 26 Agustus 2009) dengan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan Ade Rahardja maupun pimpinan KPK. Ade Rahardja dalam kesaksiannya juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan Ari Muladi terkait dengan dugaan suap atau pemerasan oleh pimpinan KPK. Ade juga membatah telah menerima sejumlah uang dari Ari Muladi serta membantah semua keterangan sebagaimana tertuang dalam kronologi Anggodo. Dengan demikian, Penyidik dihadapan Tim 8 tidak dapat menunjukkan bukti adanya unsur permintaan atensi (pemerasan) dari pimpinan KPK. Penyidik harus membuktikan bahwa keterangan dari Ari Muladi dan Ade Rahardja tidak benar, disisi lain Penyidik dihadapan Tim 8 menyatakan tidak memiliki saksi fakta atau bukti lain yang menunjukkan adanya permintaan atensi dari pimpinan KPK. Penyidik hanya memiliki petunjuk-petunjuk, yang petunjuk itu sendiri telah dicabut oleh yang bersangkutan. Masih terkait dengan inisiatif untuk meminta uang, fakta menunjukkan bahwa Anggodo sebagaimana tertuang dalam kronologi yang dibuatnya sendiri tanggal 15 juli 2009, pernah menyatakan bahwa meminta bantuan Ari Muladi yang memiliki teman di KPK untuk “mengurus” kasus PT Masaro Radiokom setelah penggeledahan terhadap perusahaan tersebut oleh KPK tanggal 29 Juli 2008, hal tersebut dibenarkan oleh Ari Muladi bahwa Anggodo meminta tolong kepada dirinya untuk menyelesaikan kasus PT Masaro Radiokom. Dengan demikian, inisiatif awal pertama kali untuk melakukan suap justru muncul dari Anggoro/Anggodo. 3. Penyerahan Uang Kepada Pimpinan KPK Tidak Didukung Bukti Hukum yang Kuat Polisi mendasarkan pada kesaksian Ari Muladi yang pada keterangan BAP pertama tanggal 11 Juli 2009 yang menyatakan bahwa uang tersebut diserahkan kepada Pimpinan KPK melalui Ade Rahardja. Keterangan lain yang digunakan Penyidik adalah pernyataan Edy Sumarsono yang mengaku mendengarkan pernyataan Ari Muladi saat pertemuan dengan Antasari Azhar di Malang pada 29 November 2008 yang pada pokoknya Ari Muladi mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada M. Yasin bersama-sama dengan Ade Rahardja. Padahal, akhirnya Ari Muladi merubah BAP pertamanya tanggal 11 Juli 2009, dan menyatakan dalam BAP Perubahan (BAP tanggal 18 Agustus 2009 dan BAP Lanjutan tanggal 26 Agustus 2009) bahwa dia tidak menyerahkan sejumlah uang kepada Ade Rahardja. Uang yang dia terima dari Anggodo digunakan sebagian untuk keperluan hidupnya dan sebagian diserahkan kepada orang yang bernama Yulianto. Ade ������������������ Rahardja juga membantah semua keterangan Ari Muladi dan menyatakan tidak pernah bertemu dengan Ari Muladi. Orang yang disebut sebagai Yulianto, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Ari Muladi bahkan tidak mengetahui alamat, nomor telepon maupun segala hal terkait dengan identitas Yulianto. Bibit Samad Rianto sebagaimana disebut dalam kronologi yang dibuat Ari Muladi dan Anggodo bahwa yang bersangkutan telah menerima uang pada 15 Agustus 2008 di Belaggio Residence adalah tidak benar karena pada saat itu Bibit Samad Rianto berada di Peru. Begitupun dengan Chandra M. Hamzah menyatakan bahwa pada tanggal penyerahan uang tanggal 27 Februari 2009 sebagaimana disebut dalam kronologi Anggodo, yang bersangkutan tidak berada di Pasar Festival. Terhadap keteranganketerangan tersebut, Penyidik tetap bersikukuh pada kesaksian Ari Muladi sesuai BAP pertama meskipun BAP tersebut telah dirubah (dicabut sebagian). Penyidik hanya menggunakan petunjuk-petunjuk berupa keberadaan sejumlah mobil KPK di Pasar Festival dan Hotel Bellagio pada waktu yang bersamaan sesuai kronologi, karcis parkir a.n. mobil KPK di Pasar Festival dan Hotel Bellagio, lie detector untuk membuktikan bahwa pencabutan keterangan oleh Ari Muladi adalah bohong, Surat keterangan dari suatu Kelurahan di Surabaya yang menyatakan bahwa benar tidak ada warga yang bernama Yulianto, dan petunjuk lainnya yang mengarah pada keberadaan Ade Rahardja, Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto pada waktu dan tempat sesuai dengan kronologi Anggodo. 4. Ketidakyakinan Antasari Azhar Terhadap Suap Kepada Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto Antasari Azhar menyatakan tidak yakin dengan bahwa Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto menerima sejumlah uang dari Anggoro. Antasari Azhar juga menegaskan bahwa testimoni yang dibuatnya adalah testimoni Anggoro, sehingga tidak ada satupun urutan kejadian dalam kronologi kasus ini yang disaksikan atau diketahui secara langsung oleh Antasari Azhar. 5. Ari Muladi Sebagai Saksi Sekaligus Tersangka Ari Muladi dijadikan tersangka oleh Kepolisian pada tanggal 18 Agustus 2009 dengan tuduhan penipuan dan atau penggelapan terhadap Anggodo serta pemalsuan surat. Penipuan dan atau penggelapan disangkakan kepada Ari Muladi terkait dengan penggunaan uang yang diberikan Anggodo, yang pada awalnya ditujukan untuk pimpinan KPK namun kemudian digunakan sendiri oleh Ari Muladi dan sebagian diserahkan kepada Yulianto. Uang yang diterima Ari Muladi dari Anggodo, menurut pengakuan Ari, adalah: · US$ 404.600 (setara dengan Rp. 3.750.000.000,-) pada 11 Agustus 2008. · Rp 400.000.000 pada 13 November 2008. · Dolar Singapur $ 124.920 (setara dengan Rp. 1.000.000.000,-) pada 13 Februari 2009. Sedangkan pemalsuan surat disangkakan terhadap Ari Muladi terkait dengan pemalsuan Surat Pencabutan Pencegahan ke Luar Negeri a.n. Anggoro Widjojo Cs. Kepada �������������� Dirjen Imigrasi Up. Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Nomor: R-85/22/VI/2009 tanggal 5 Juni 2009 yang didalamnya terdapat tanda tangan Chandra M. Hamzah dan Bibit S Rianto. 6. Anggodo Widjojo Tidak Dijadikan Tersangka Dalam pengumpulan fakta, diketahui bahwa Kepolisian tidak menetapkan Anggodo sebagai tersangka dalam kasus ini. Sesuai dengan kronologi yang dibuatnya sendiri tanggal 15 Juli 2009, secara jelas menunjukkan bahwa inisiatif untuk “mengurus” kasus PT Masaro Radiokom, pertama kali muncul dari Anggodo dengan meminta bantuan Ari Muladi yang dianggap memiliki teman di KPK. Dalam BAP Ari Muladi tanggal 18 Agustus 2009 juga dinyatakan bahwa Anggodo meminta tolong kepada Ari Muladi untuk menyelesaikan perkara yang terjadi di PT. Masaro Radiokom. Dengan demikian semestinya orang yang memiliki inisiatif awal dan menyediakan dana untuk melakukan penyuapan dapat dianggap terlibat dalam kasus ini sehingga sudah selayaknya untuk dijadikan tersangka. 7. Perubahan BAP Ari Muladi Ari Muladi telah merubah BAP pertama dengan menyatakan bahwa dia tidak pernah bertemu dan tidak pernah berkomunikasi dengan Ade Rahardja. Ari Muladi juga menyatakan bahwa dia tidak pernah mendengar Ade Rahardja meminta sejumlah uang untuk pengurusan PT Masaro serta tidak pernah menyerahkan uang kepada Ade Rahardja. Ari Muladi menyatakan pula bahwa uang yang diperolehnya dari Anggodo, dia pakai sendiri dan sebagian dia serahkan kepada seseorang bernama Yulianto. Ari Muladi juga menyatakan bahwa Surat Pencabutan Pencegahan ke Luar Negeri a.n. Anggoro Widjojo Cs. adalah palsu dan dibuat oleh Ari Muladi beserta Yulianto pada 6 Juni 2009 di daerah Matraman. Atas perubahan BAP dan keterangan tersebut, Penyidik tetap bersikukuh dengan BAP sebelum perubahan (11

Jambi Ekspres

Jawa Pos News Network (JPNN)

Juli 2009) dan memilih untuk menggunakan lie detector untuk membuktikan bahwa BAP kedua dari Ari Muladi adalah bohong. Penggunaan lie detector juga menjadi catatan Tim 8, khususnya keakuratan dan proses penggunanaan mesin tersebut. D. TERKAIT PENYALAHGUNAAN WEWENANG 1. Prosedur Penerbitan Dan Pencabutan Surat Larangan Bepergian Ke Luar Negeri (Cegah) Tidak Melanggar Standard Operating Procedure KPK Proses penerbitan dan pencabutan surat telah sesuai dengan Standar Operating Procedure (SOP) ��������� KPK. Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan Pimpinan KPK No. KEP-447/01/XII/2008 tentang Perubahan Keputusan Pimpinan KPK No. ������������������������������� KEP-33/01/I/2008 tentang Pembagian Tugas Pimpinan KPK Periode tahun 2007-2011. Dalam UU KPK juga mengatur bahwa KPK diberikan kewenangan mengatur sendiri mekanisme dalam menetapkan kebijakan sebagaimana yang diatur dalam pasal 25 ayat (2) UU KPK, sehingga jikalau terjadi kekeliruan dalam penerapan wewenang, maka hal tersebut bukan masuk dalam ranah pidana, namun masuk dalam ranah Pengadilan Tata Usaha Negara. Namun demikian, Penyidik tetap bersikukuh menganggap SOP KPK bertentangan dengan UU KPK. 2. Tidak Terpenuhinya Unsur Pemaksaan dalam Penerbitan Dan Pencabutan Surat Larangan Bepergian Ke Luar Negeri Tumpak Hatorangan Panggabean, Ketua KPK sementara, menyatakan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dan tidak ada seorangpun termasuk Dirjen Imigrasi yang dipaksa dalam penerbitan dan pencabutan Surat larangan Bepergian ke Luar Negeri yang ditandatangani oleh Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Padahal Pasal yang dituduhkan kepada Chandra dan Bibit mengharuskan adanya pembuktian unsur pemaksaan dengan kewenangan. Namun penyidik tetap bersikukuh bahwa telah terjadi penyalahgunaan wewenang dengan hanya mendasarkan pada penafsiran UU KPK dan tidak terpenuhinya bukti formil terkait persetujuan kolektif dalam penerbitan surat tersebut. 3. Pimpinan-Pimpinan KPK Terdahulu Melakukan Prosedur Yang Sama Terdapat konvensi atau kesepakatan di internal KPK sejak periode pertama hingga periode saat ini bahwa dalam menerbitkan atau mencabut Surat Larangan Bepergian Ke Luar Negeri (Cegah) tidak perlu melalui rapat pimpinan kolektif, namun cukup ditandatangani oleh pimpinan KPK yang menangani kasus tersebut dan menyampaikan salinan surat tersebut kepada pimpinan KPK lainnya. Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan beberapa mantan pimpinan KPK. 4. Pencabutan Surat Larangan Bepergian Ke Luar Negeri a.n. Djoko Chandra Terkait Dengan Kasus Arthalita Suryani KPK sedang menyelidiki keterkaitan antara aliran uang dari PT. Mulia Graha Tatalestari sebesar 1 US$ kepada Urip Tri Gunawan-Artalyta Suryani. KPK mendapatkan informasi bahwa aliran dana di rekening Joko Chandra diduga terkait dengan dana yang digunakan Arthalita Suryani dalam kasus suap Urip Tri Gunawan, namun ternyata dugaan tersebut tidak benar setelah KPK mendapatkan informasi yang akurat bahwa dana tersebut ternyata mengalir ke Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial. Saat itu pula kasus Arthalita dan Jaksa Urip Tri Gunawan sudah selesai diperiksa dan diputus di Pengadilan, sehingga KPK menganggap tidak cukup alasan lagi untuk melakukan ”larangan bepergian ke luar negeri” terhadap Joko Chandra. 5. Penundaan Pelaksanaan Penyidikan Anggoro Widjojo dan Kasus MS Ka’ban Yang Belum Disidik Karena Menunggu Putusan pengadilan m K SKR D m P M R m A Pm KPK m KPK w KPK m P Y Ew m S A M m A m Y Ew M KPK m m m m

A M H m m

P M

m

m R

w

P P

m B SR m P m

mP K m

P m K B

S m A A

A

A M

m N m M m m B

B

B

m

m

K

P D

w

M m

m m

D

m m m m w

m m K

E

m

P

E

m

m m m

m m

m

P A M

W W M

M H m

KUHAP

m m

BA S UU P m K m S R

D

P

w C

KUHP K

m Pm

m

P m m

S R A m m

S KPK A S

W

P m

UU P m m

m m P

K K K D

S

m

S S

P

KUHP D m m

m

A KPK

A

P

m

m

m m C

m

m

B

m P KUHP

U

m

C

m

R m

m

K

A

S m mm m

m C

m SP

m

S

P

m KPK m m

P

m

m P

m

m P

B

m

m

m

m

m

m

m

m

mm

m m

m m m m m A M

S

S m SKR D

m

D B C m K

����

m ������������� m m m ������������������������� mm P K m N m m m

A

m

m m

m m

m

w

D

m

m

m

m

P

m

m

m

P

K m P

m

W

K

m m

m w

K

m

A

D

m m m

m m

KPK PSK m

m

m m m mm

m

m

m

m

m

w m m ������������ m

m

m m

m

P

m

K

m P

m K

K K

m m m

m B m

m

m

m

m

m M H m D m

A

m m m

m

m m

S m

m

K

m

m m

m m

m M K KPK m

m

P

M

P

m

m

P

m

m

m

m m

m

m SKPP

m m

m

m

m P m

m m

m

m

P

w

m

m

m

w w B REKOMENDAS B m m S m m m m m m

U

m m A M

m S

m

K PSK B m

m

K UU

m

W m KPK K w

P

P

N

B

w

UU

P

M

A W

K

P S

A M A D Am S A H m A D A A P D K

D

m m m m

A

K

m

m

m K

A A

m mm m m

m

m

A

K m K

M

B

A

D m m B

D

K m

A

P w w

P C w w K P

P

A A

m A

m

m KUHP

S

m

m

A M m

m m

A P

m

m KPK

KUHP P K P

P

m S

N

m m

m

m m

w

w

mP

m m

B

C

m m

U P M M m

C

S

B w w mP

P

m UU P m

m

m

m m B D mm m m

P

S KPK P M

w A m A S KPK m B w w w P

m

B m m A KES MPU AN P H mC P w

M

KUHP K

MS

BAB V KES MPU AN DAN REKOMENDAS

m

m m m m W m

B

A

m

m UU P m

G

m w

G

P m O

W

M

M H m

U

KPK

KPK Y

m

m

U

m S

A

MH m

Ew MS K

m C

US m

m

P

P m

m m M H m m m

m

m

U

m

D

m

D S

m A

W

Y

P m

m B S R

m

P

m G

m

������������

A M

B C

P

A

����������������������� KUHAP m

A m m m m KPK D m m A W A A W A

M m

m m K

m m

m

A

m

H m

Ew A D m K

W

m

S

m

KUHAP D m m

A

P

A M

m m

S m

S m

KPK

S R m K P

m

UU KPK KPK

O

KPK m PSK

U

m

W UU KPK m m m ��������������������������������� m m m KPK w m m m K m m w KPK w m m m m

D m K

m UU P m

m

K

m

w KPK m

m

M

m m KPK

m

m A P w

P

w

m

W

KEP KPK P

A

m

m

A

K

m m P m

m

m

w m m m w D �������������������������������������� mS Pm KPK N KEP X P K Pm KPK N P m Pm

A

w

N

S KPK

m P m

P m

m

S

m

W

w

mm m

A

m

m

P

KPK m

C

m m m

m

m

A

m

S A

m w w m m KPK m m m m w

m

B

m

A

S R

m

m w

m

S M

m m K

m

m

BAP

P m

m P m

K m

H

m

m

m

M H m

m

m m m

w

W

C

W

W

P

m

P

S

m m m m

m

A M m A M A M B

mP P

m

B

m m m

K

UU

A M BAP K

A

m

m

m

m m C

KPK

m

A M M H m

m m

A

S

m

mP

S m B S R M H m m m w m m m m

K m

U

UU P m

m m

H

w

mm m

m

m

m A

mm m P

m

M H m

K m

C

m

m

m

R R

E

M H m D m

R

P

K

m

m P m

m m

P

w C

m

D

R

BAB V HAS VER KAS ME A U GE AR PERKARA A A S UU P m K

S

KUHP m B S R

M H m m m

MS K C MS K

m

m

m C

P

A

C

B

m m

N m K m SH M m SH m m SH m w SH m B w m m H K

D

m

m P D M MH M P D

Jambi Ekspres

Jawa National News Network (JPNN)

Rabu, 18 NOVEMBER 2009

HALAMAN SAMBUNGAN

9

Pencuri ---------------------------------------------Sambungan Dari Hal 12

yang dicurinya itu menabrak seekor kambing. Bersama warga petugas lalu melakukan penyisiran hingga ke kebun karet. Akhirnya, pelaku berhasil ditemukan sedang bersembunyi di antara semak-semak dalam kebun karet. “Waktu mau ditangkap dia berusaha lari, dan akhirnya ditembak dari arah belakang dan kena kaki kirinya,” ungkap Ka-

polres Batanghari AKBP Franky Haryanto. Mantan Kapolres Tebo itu menambahkan, selain berhasil menangkap pelaku dan menggagalkan aksi curanmor tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit sepeda motor dan kunci T dari tangan pelaku. ‘’Pelaku bersama barang bukti sudah kita amankan,’’ tandasnya. (fri)

BARANG BUKTI: Barang bukti hasil penipuan, berupa perhiasan dan sejumlah uang yang berhasil disita oleh aparat Polsek Kota Baru beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, penyidik sudah menahan satu orang tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku penipuan tersebut.

Nasrun ---------------------------------------------Sambungan Dari Hal 12

Raden Mattaher Jambi, yang menyarankan agar perawatan Nasrun dilakukan di Jakarta. Pantauan koran ini kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, Nasrun meninggalkan RSU Raden Mattaher Jambi, setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan selama beberapa hari. Setelah mengurus kelengkapan administrasi di Lapas Kelas IIA Jambi, sekitar pukul 16.00 WIB, Nasrun meninggalkan lapas, dan resmi dialihkan penahanannya. Salah seorang penasehat hukum Nasrun, Herry, SH saat dikonfirmasi mengatakan, walaupun status penahanan kliennya telah dialihkan, pihaknya tetap akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang tengah berjalan saat ini. “Penetapan majelis hakim telah ke luar pagi tadi (kemarin). Walaupun demikian, beliau (Nasrun), tetap dikenakan wajib lapor dua kali seminggu, hari Senin dan Kamis,” jelasnya. Ditambahkannya, pihaknya juga tidak ingin adanya salah tanggapan yang ditimbulkan akibat pengalihan penahanan tersebut. Ditegaskannya, pengalihan penahanan tersebut mereka ajukan karena klien mereka memang dalam keadaan sakit, dan perlu perawatan yang lebih intensif. “Hasil general cek-up dari

Kejari -----------------Sambungan Dari Hal 12

“Gedung tersebut sejak dibangun hingga sekarang belum bisa digunakan,“ jelasnya. Mantan Kasi Intel Kejari Muarojambi ini menambahkan, dalam  penyelidikan pihak kejaksaan, diduga telah terjadi  pengurangan volume pengerjaan  sehingga  pembangunan sekolah tersebut tidak  digunakan hingga saat ini. “Kita masih terus menelusuri  kasus tersebut,“ urainya. Penyidik juga menilai, pembangunan sekolah itu sangat membahayakan dikarenakan dikerjakan asal jadi. Hal tersebut terlihat dari  atap  dan coran  beton yang memakai besi yang tidak sesuai. “Bila kita biarkan, bangunan tersebut akan roboh  dan membahayakan para penggunanya,“ ucapnya. Ditanyakan mengenai penanganan kasus dugaan korupsi proyek sumur hydrant  senilai Rp 880 juta, Kasi Intel mengatakan, kasus itu masih terus ditindaklanjuti. ‘’Kita saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para rekanan yang mengerjakan  proyek sumur hydrant tersebut,’’ pungkas Kasi Pidsus Haidan SH, melalui jaksa Fernando Simbolon SH. (zir)

Pekan -----------------Sambungan Dari Hal 12

Bisa saja nantinya jaksa mengajukan permohonan kepada majelis hakim agar kedua terdakwa kembali ditahan. “Namun akan kita lihat dulu kemungkinannya dalam persidangan selanjutnya. Apalagi salah seorang terdakwa berdomisili diluar Jambi,” ungkap Nadda Lubis. Sementara itu, Wajdi, SH, penasehat hukum M Iryani saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum menerima pemberitahuan mengenai jadwal pelaksanaan sidang selanjutnya. Namun ia mengatakan, pihaknya juga berharap sidang kasus tersebut dapat segera dilanjutkan hingga adanya keputusan majelis hakim, agar ada kepastian hukum dalam kasus tersebut. “Kita juga berharap sidangnya dapat dilanjutkan, agar semuanya ada kejelasan,” katanya. Ketika ditanyakan langkahlangkah selanjutnya yang akan ditempuh, Wajdi mengatakan pihaknya telah menyiapkan alat bukti maupun saksi yang akan meringankan kliennya nantinya. “Kita juga minta nantinya agar bupati juga dapat dihadirkan ke persidangan, untuk memberikan keterangan. Selain itu, sesuai dengan hasil audit BPKP, belum ada indikasi kerugian Negara, melainkan baru berpotensi,” pungkasnya. (ial)

dokternya ada. Dan itu perlu penanganan lebih lanjut terhadap masalah kesehatan beliau,” ungkapnya. Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan Nasrun. Saat dikonfirmasi ia menegaskan tetap akan mengikuti proses hokum yang tengah berjalan saat ini. “Kita tetap akan mengikuti proses yang ada. Kalaupun nantinya saya ingin melakukan pengecekan kesehatan saya ke Jakarta, saya tentunya juga harus meminta izin terlebih dahulu,” ungkapnya. Dalam pemberitaan sebelumnya, permohonan pengalihan penahanan yang diajukannya bertujuan untuk pemeriksaan kesehatannya. Apalagi sesuai dengan rekomendasi tim dokter RSU Raden Mattaher Jambi yang melakukan general cek-up, Nasrun harus dirujuk ke Jakarta, untuk dilakukan perawatan, karena ada beberapa perlengkapan medis yang tidak tersedia di Jambi. (ial)

DOK/JE

Rumah ---------------------------------------------Sambungan Dari Hal 12

cepat melahap rumah tersebut,” ungkap Andi, tetangga korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut lansung menghubungi pihak pemadam kebakaran. Tidak berapa lama kemudian, lima unit mobil  pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran. Selang berapa waktu kemudian, api berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun demikian, akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian mencapai

angka Rp 170 juta. Pasalnya, barang berharga yang berada di rumah tersebut tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk satu unit sepeda motor Supra X juga ikut terbakar. “Beruntung pihak pemadam kebakaran cepat datang, kalau lambat, habis rumah di sekitar ini, karena jarak rumah berdekatan,” ujar Rofy, adik istri korban saat ditemui wartawan. Belum diketahui penyebab pasti kebkaran tersebut, namun dugaan sementara, api berasal dari konsleting arus pendek listrik, karena saat kejadian lampu hidup mati. (cr2)

Kaca Dibobol, Rumah Dirampok Aksi Perampokan di Batanghari JAMBI – Rumah milik Zulfadli (23), seorang guru yang berlamat di RT 18 Jalan Sumba Perumnas, Kecamatan Muarabulian, Batanghari, menjadi korban pencurian, Senin (16/11) kemarin. Aksi pencurian tersebut terjadi saat korban sedang tidur nyenyak di rumahnya.

Ceritanya, saat bangun sekitar pukul 05.30 WIB korban melihat handphone Nokia E71  dan Sony Ericsson K500 miliknya yang semula diletakkannya di atas kasur sudah tidak ada lagi. Merasa curiga, korban lantas mencari dompetnya. Ternyata dompet yang berisi uang dan surat berharga juga ikut raib digondol maling. Dugaan sementara, peristiwa tersebut terjadi antara pukul 12.00 WIB sampai 03.00 WIB. Pelaku pencurian tersebut masuk melalui jendela dengan

merusak kaca nako. Korban pun langsung melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut ke Polres Batanghari, sekitar pukul 10.30 WIB dengan nomor laporan LP/ B-221/XI/2009/KA SPK. Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah saat dikonfirmasi kemarin (17/11) membenarkan peristiwa tersebut. “Laporannya sudah kita terima, anggota kita telah melakukan olah TKP untuk mengungkap pelakunya,” katanya. (cr2)

10

rabu, 18 november 2009

Gubernur Jambi sedang menulis di buku cenderamata didampingi anaknya Amalia Shaslika Maharani dan Hj Ratu Munawwaroh

Jambi Ekspres

Gubernur Jambi berfoto bersama Hj Ratu Munawwaroh selaku pengurus yayasan dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi

Foto-foto Ade Irawansyah Jambi Ekspres

Gubernur Jambi, Kepala Dinas Pendidikan dan para pemenang lomba

Jawa Pos News Network (JPNN)

Gubernur Jambi memberikan hadiah cenderamata kepada pemenang lomba Amalia Shaslika Maharani

Gubernur Beri Apresiasi Dunia Pendidikan Kegembiraan dan kebahagiaan terpancar di wajah siswa Yayasan Jami’ Al-Falah dibawah kepemimpinan Hj Ratu Munawwaroh yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Saat diterima langsung oleh Gubernur Jambi, Drs. H. Zulkifli Nurdin di ruang kerja Gubernur, Selasa (17/11) kemarin, para siswa yang membanggakan ini, adalah pemenang pertama Lomba Cerdas Cermat (LCC) Gu-

bernur Cup Tingkat Provinsi Jambi tahun 2009. Dalam pertemuan ini Gubernur Jambi didampingi ketua Yayasan Jami’ Al-Falah, Hj Ratu Munawwaroh memberikan penghargaan dan motivasi kepada siswa, untuk dapat memacu diri agar lebih berprestasi. Diantara siswa pemenang lomba tersebut, juga ada anak kandung dari pasangan Hj Ratu Munawaroh dan Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin

yaitu Amalia Shaslika Maharani siswa kelas VI A SD Islam Jami AlFalah Jambi. Sementara itu ketua Yayasan Jami’ Al-Falah, Hj Ratu Munawwaroh, juga menyampaikan rasa terima kasihnya, kepada Gubernur Jambi yang telah memberikan apresiasi tinggi untuk dunia pendidikan khususnya siswa pemenang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Gubernur Cup tahun 2009. Acara ini diakhiri dengan pem-

berian cenderamata dari Gubernur, berupa buku Yasin dan biografi Perjalanan Kepemimpinan Zulkifli Nurdin Sebagai Gubernur, yang bertajuk Dibawah dukungan Masyarakat. (cr3/adv) Hj Ratu Munawwaroh lagi berdialog dengan para pemenang lomba dan Gubernur Jambi

Kepala Cabang BNI Jambi Kunjungi Jambi Ekspres

Suasana silaturahmi antara kepala Cabang BNI Jambi yang baru, Riduan dengan Jambi Ekspres

Mendiskusikan mengenai perkembangan ekonomi Jambi, termasuk tren positif property yang semakin banyak peminat

JAMBI-Kepala Cabang BNI Jambi yang baru, Riduan, lakukan kunjungan ke Jambi Ekspres Selasa (17/11) kemarin. Pengganti Heru Setiabudi, kepala Cabang BNI sebelumnya ini disambut langsung Sarkawi, General Manager Jambi Ekspres. Kedatangan Riduan untuk pertama kalinya ke Graha Pena Jambi Ekspres ini, berlangsung hangat. Di dampingi oleh Bagian Perkreditan, Kantor Bank BNI Cabang Jambi, Roy Simanjuntak dan Helen, kunjungan ini diwarnai dengan diskusi mengenai perekonomian Jambi. Salah satunya adalah tentang prospek property yang untuk beberapa puluh tahun ke depan akan semakin booming di Jambi. Pada kesempatan istimewa yang bertajuk silaturahmi ini, Sarkawi sendiri didampingi oleh dewan redaksi Jambi Ekspres Suadi Sukiman, Kabag Keuangan Jambi Ekspres Eka Wahyu S dan Kabag Iklan Subiantoro. Tak lupa, rombongan petinggi BNI Cabang Jambi ini untuk melihat percetakan koran Jambi Ekspres yang berada di belakang Gedung Graha Pena. Terlihat, Riduan sangat tertarik sekali menanyakan proses mencetak koran di saat melihat mesin percetakan.(wix)

Melihat proses percetakan koran Jambi Ekspres

Riduan bertanya mengenai proses kerja mesin percetakan saat di ajak GM Jambi Ekspres mengunjungi percetakan Koran Jambi Ekspres KHAIDIR/JAMBI EKSPRES

Silaturahmi Madjid Mu’az dengan Masyarakat Tebing Tinggi-Bungo

Bupati Tebo H Madjid Mu’az bersama jamaah salat Jumat ketika menyeberangi jembatan

BUPATI Tebo H Madjid Mu’az, kembali melakukan silaturahmi dengan warga. Kali ini Bupati dua periode tersebut, melakukan silaturahmi dengan masyarakat Desa Tebing Tinggi Kecamatan Muko-muko Kabupaten Bungo pada hari Jumat (13/11) lalu. Kedatangan Bupati Madjid Mu’az ke Desa Tebing Tinggi ini, disambut antusias oleh warga. Kebetulan acara silaturahmi tersebut, bertepatan pada hari Jumat. Maka rombongan H Madjid Mu’az dengan warga pun langsung melaksanakan salat Jumat. Dalam salat Jumat kali ini, Bupati H Madjid Mu’az langsung menjadi Khatib salat Jumat tersebut. Tampak para jamaah memadati masjid di Desa Tebing Tinggi tersebut. Usai salat Jumat, acara silaturahmi dilanjutkan dengan makan bersama dengan warga. Dalam acara tersebut, warga juga mengungkapkan dukungan mereka terhadap Bupati Tebo H Madjid Mu’az yang notabene calon Gubernur Jambi. Sayuti HR, Ketua Panitia, mengatakan siap mendukung H Madjid Mu’az pada Pemilihan Gubernur 2010 mendatang. “Kita warga Tebing Tinggi siap mendukung H Madjid Mu’az menjadi Gubernur Jambi pada Pilgub mendatang. Dan kita juga menyambut baik kedatangan Pak Bupati H Madjid Mu’az kesini,” pungkasnya. (pay/adv)

Bupati H Madjid Mu’az makan bersama dengan para jamaah usai salat jumat

Bupati H Madjid bersama jamaah usai salat Jumat

Para undangan yang turut hadir

Sambutan tokoh masyarakat

Bupati H Madjid Mu’az memberikan sambutan

Bupati H Madjid Mu’az bersama tokoh masyarakat

Bupati H Madjid Mu’az beramah-tamah dengan warga

http://www.jambiekspres.co.id

email: jambiekspres@yahoo.com

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

Lolos------------------------------------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

Logikanya, jika di kandang Irlandia saja Les Bleus bisa menang, apalagi tampil di kandang. Memang, Prancis kurang akur dengan pendukungnya. Kala bermain home, fans mereka terlampau kritis dengan lebih kerap mencemooh tim asuhan Raymond Domenech dibandingkan memberi dukungan. Itu sangat kentara saat Prancis dipermalukan Nigeria dalam uji coba 2 Juni lalu. Tapi, para punggawa Prancis yakin para fans bakal bersikap dewasa dini hari nanti. Artinya, dukungan penuh seharusnya dikumandangkan kepada Thierry Henry dkk sepanjang pertandingan. “Tentu saja, kami harus mengimbanginya dengan memberikan penampilan yang terbaik. Saya belum tahu apakah kami akan bermain agresif atau datar-datar saja. Tapi, kami idealnya harus meraih kembali kemenangan,”terang Nicolas Anelka, penyerang Prancis, sebagaimana dilansir AFP. Anelka merupakan pencetak gol kemenangan Prancis di Dublin. Tidak menutup kemungkinan, striker 30 tahun Chelsea itu kembali membobol gawang Irlandia. “Saya akan

sangat berbahagia apabila menyumbangkan gol demi gol bagi Prancis. Tapi, lebih berbahagia lagi apabila Prancis lolos ke Piala Dunia,”jelas pemain dengan 62 caps dan 14 gol tersebut. Ya, Piala Dunia merupakan even yang belum pernah dicicipi mantan striker Arsenal dan Real Madrid itu. Ketika Prancis menjuarai Piala Dunia 1998, Anelka masih terbilang pemain debutan sehingga belum masuk skuad. Pada edisi 2002, Prancis gagal lolos ke Piala Dunia, sedangkan edisi 2006 tak lebih baik. Anelka kalah bersaing dengan Sidney Govou sebagai pengganti Djibril Cisse yang cedera. Berkaitan dengan cedera, Prancis bakal tampil tanpa defender Eric Abidal serta duo gelandang bertahan Jeremy Toulalan dan Abou Diaby. Absennya Toulalan dan Diaby tidak terlalu merisaukan mengingat dua pemain tidak main di leg pertama. Berbeda dengan Abidal. Minus punggawa FC Barcelona itu, Domenech masih menimbang antara Sebastien Squillaci atau Julien Escude sebagai pendamping William Gallas.

Baik Squillaci maupun Escude sama-sama membela Sevilla. “Dua pemain sama-sama bagus dan cukup berpengalaman,”ucap Domenech di France Football. Absennya Abidal menjadi kabar bagus bagi Irlandia yang datang dengan skuad komplet. Pelatih Giovanni Trapattoni yakin The Boys in Green -julukan Irlandia- tidak akan kesulitan meraih gol di Stade de France. Di mata Trapattoni, pertahanan Prancis disebutnya tidak terlalu istimewa terlepas main atau tidaknya Abidal. “Prancis bukan tim yang tidak bisa kebobolan. Sekalipun mencetak 18 gol selama kualifikasi, gawang mereka kebobolan sembilan gol. Kami yakin bakal lebih baik dalam mengeksploitasi pertahanan Prancis,”ulas mantan pelatih Italia periode 20002004 itu di Sportinglife. Tapi, Trapattoni mungkin lupa dengan statistik timnya sendiri. Agregat gol Irlandia di kualifikasi tidak lebih baik daripada Prancis bahkan lebih buruk. Sekalipun tidak terkalahkan, Robbie Keane dkk hanya mengemas 12 gol dan kemasukan delapan gol. Di laga away, Irlandia juga hanya menang tipis lawan tim-tim gurem macam Georgia dan Siprus. (dns)

Dua---------------------------------------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

Memang yang berhak mengatur perdagangan gas adalah pemerintah. Mestinya pemerintah bisa mengaturnya lebih baik. Tapi, saya masih belum tahu siapa yang disebut pemerintah itu. Yang jelas, pemilikpemilik ladang gas adalah perusahaan swasta. Asing maupun domestik. Para pemilik ladang gas tentu ingin menjual gasnya dengan harga terbaik. Sebab, investasi untuk menemukan ladang gas tidak sedikit. Maka, PLN harus bersaing dengan pembeli-pembeli lain: pedagang luar negeri maupun pedagang dalam negeri seperti Perusahaan Gas Negara (PGN). Keinginan lain para pemilik ladang gas adalah ini: pembeli harus mengambil semua gas yang dihasilkan suatu sumur, berapa pun jumlahnya. Di sini PLN ditakdirkan kurang bisa fleksibel. Sebuah pembangkit listrik tentu sudah didesain memerlukan gas sekian MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Sedangkan produksi sebuah sumur gas kadang kurang dari kebutuhan itu dan kadang sedikit kelebihan. Dalam hal produksi sebuah sumur gas kelebihan, katakanlah 15 persen, dari kebutuhan sebuah pembangkit listrik, dilema muncul: dibeli semua PLN rugi, tidak dibeli semua pemilik sumur gas rugi. Maka, mestinya, tidak ada

jalan lain kecuali ada kerja sama yang sangat khusus antara PLN dan PGN. Kalau PLN mendapatkan sumur gas yang produksinya kelebihan, kelebihan itu bisa disalurkan ke PGN. Sebaliknya, kalau produksi sebuah sumur gas kurang dari jumlah yang diinginkan PLN, PGN yang harus menambah. Sampai sekarang kerja sama seperti itu rasanya belum ada. Egoisme setiap perusahaan masih sangat menonjol. Padahal, dua-duanya milik pemerintah. Memang itu saja belum cukup. PGN adalah juga sebuah perusahaan yang harus berlaba. Apalagi, sekarang sudah menjadi perusahaan publik. PGN sendiri kekurangan gas untuk melayani pelanggannya. Baik pelanggan rumahan dan terutama pelanggan industri. Maka, terjadilah persaingan ketat antara PLN dan PGN sebagai sama-sama pembeli gas dari ladang migas. Persaingan ini yang sampai sekarang belum mendapatkan jalan keluar. Tentu ada yang berdoa agar kedua perusahaan itu jangan cepat-cepat rukun. Para pedagang solar (di dalam maupun di luar negeri) yang setiap tahun mengeruk uang PLN sampai Rp 80 triliun akan kehilangan bisnis yang mengilap dari pedagangan solar. Bahwa itu membuat PLN dan pemerintah sulit, yang kurang pintar kan PLN dan pemerintah

rabu, 18 november 2009

HALAMAN SAMBUNGAN

sendiri. Tentu ide yang paling realistis adalah membangun LNGgasifikasi terminal. PLN atau investor yang bekerja sama dengan PLN diminta membangun terminal LNG-gasifikasi. PLN atau investor bisa membeli LNG (Liquefied Natural Gas atau gas alam cair) dari mana saja dalam jumlah yang pas untuk kepentingan PLN. Bisa dari Tangguh di Papua, bisa dari Senoro di Luwuk (Sulteng) bisa juga dari Qatar atau Iran. Atau dari tempat lainnya. LNG itulah yang kemudian diubah menjadi gas di sebuah terminal LNG-gasifikasi. Terminal ini bisa dibangun di sekitar Cilegon. Bahkan, sudah pula ada teknolgi baru: terminalnya dibuat terapung di lepas pantai Jakarta. Agar dekat dengan “PLTG salah makan” yang sekarang membuat masalah itu. Saya tidak melihat jalan lain. Hanya dua itulah jalan keluarnya: kerja sama yang baik dengan PGN atau membangun terminal LNG-gasifikasi. Yang pertama harus difasilitasi pemerintah dan yang kedua harus difasilitasi pemerintah. Memang masih ada jalan lain. Tapi, terlalu radikal. Lelang saja PLTG-PLTG itu! Daripada bikin penyakit yang mengisap darah keuangan pemerintah. Hasil lelang barang bekas itu untuk dibelikan PLTU bekas yang direkondisi seperti baru. Jalan “gila” itu bisa menyelamatkan uang negara setidaktidaknya Rp 10 triliun/setahun. Baca: 10.000.000.000.000/setahun. Kalau saja di swasta dan saya yang menjadi pemiliknya, saya akan lakukan yang terakhir ini. Masih ada penghematan lain yang juga triliunan rupiah. Tapi, dua seri tulisan ini saja sudah bisa menggambarkan mengapa PLN mengalami kesulitan selama ini. Dan mengapa sulit pula dipecahkan. (*)

11

Bangun---------------------------------------------------------------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 1

Tak hanya tahan gempa, tapi juga sebagai rescue center ketika terjadi bencana. Untuk itu, Jawa Pos bekerja sama dengan konsultan JICA, Joshie ‘’Arenco’’ Halim, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Andalas (Unand) Padang, dan harian Padang Ekspres Group (Jawa Pos Group). Ini bukan kali pertama saya ke Gunung Tigo yang hancur di beberapa titik karena gempa tektonik. Sebagaimana diketahui, ketika terjadi gempa tektonik berkekuatan 7,9 skala Richter pada 30 September lalu, beberapa titik di kawasan perbukitan yang penduduknya lumayan padat itu mengalami longsor berat. Ratusan orang tewas terkubur hidup-hidup oleh bukit yang longsor. Tak seperti di Padang, tak banyak korban di Gunung Tigo dan sekitarnya yang bisa diselamatkan. Bahkan, yang di Tandikek, tak seorang pun bisa diselamatkan, sehingga daerah itu pun dinyatakan sebagai kuburan masal dengan jumlah korban tewas sekitar 300 orang. Kali pertama saya ke Gunung Tigo justru bersama Bupati Padang Pariaman Drs H Muslim Kasim Ak MM dan tim medis RS Petrokimia Gresik yang dipimpin langsung oleh dr Singgih pada hari ketujuh pascagempa. Baru kali itu saya mengunjungi daerah bencana bersama pejabat pemerintah. Jujur, saya terkesan oleh cara bupati yang pernah bertugas di Dolog Jatim selama 10 tahun (1984-1994) dengan jabatan terakhir Waka Dolog Jatim itu mendatangi para korban. Dia datang ke lokasi tanpa protokoler. Juga, tak ada tim pendahulu yang ‘’mengamankan’’ lokasi. Dia menemui langsung para korban yang selamat. Kepada mereka, sarjana akuntansi lulusan Unpad Bandung tersebut tak hanya bertanya. Tapi, memberikan langsung apa yang dibutuhkan para korban. Sebab, dia membawa serta sebuah mobil boks berisi bantuan bagi para korban. Mulai natura sampai susu bayi, pakaian layak pakai, dan tenda darurat yang sederhana. Pada saat yang sama, dia juga memberikan sendiri uang lauk-pauk kepada para korban. Cara memberikannya pun unik. Yakni, meminta mereka yang belum mendapatkan bantuan pemerintah itu untuk berkumpul, kemudian menyerahkan layaknya seorang bapak yang memberikan uang saku kepada anak-anaknya yang akan berangkat sekolah. Sementara Pak Bupati sibuk dengan urusannya, saya memisahkan diri bersama dr Singgih dan tim medisnya. Di lokasi yang sama, yakni di Korong (semacam dusun) Patamuan, kami bertemu seorang ibu yang bayinya sudah berhari-hari demam. Karena kebetulan sedang bersama tim medis, bayi itu pun langsung ditangani. Tapi, karena ketika itu mereka belum punya posko, penanganan dilakukan secara darurat di teras sebuah rumah yang kebetulan masih utuh. Untuk gempa di Sumatera Barat ini, Petrokimia Gresik tidak hanya mengirimkan tim medis yang berjumlah 10 orang, tapi juga puluhan dus besar obatobatan, belasan ton beras, bahan makanan lain, selimut, serta tenda. Bantuan itu diangkut KRI

Teluk Mandar bersama sumbangan pembaca Jawa Pos lainnya. Di antaranya, 50 tabung (isi) elpiji 12 kg dari PT Pertamina dan 100 kompor gas PT Energi Multitech Indonesia. Ketika pagi itu rombongan kami tiba, warga di kawasan tersebut belum mendapat bantuan apa pun. Baru siangnya bantuan dan relawan lain yang membawa bantuan medis, tenda, serta keperluan lain datang berduyun-duyun. Kalaupun sebelumnya banyak relawan yang datang, konsentrasi mereka bukan membantu yang hidup, tapi berusaha menyelamatkan yang tertimbun longsoran bukit Gunung Tigo. Sayang, yang berhasil dievakuasi umumnya para korban yang sudah menjadi jenazah. Memang rada mustahil untuk bisa bertahan hidup di bawah timbunan tanah bukit yang longsor seperti itu. Beberapa hari lalu, saya kembali ke Kampung Patamuan. Bukit Padang Alai yang longsor tersebut masih belum banyak berubah. Kalaupun ada yang berbeda, lokasi itu sudah bersih. Tak ada lagi tanah longsoran dan batang-batang pohon kelapa yang berserakan. Jalan di situ juga sudah cukup lebar dan cukup keras untuk dilalui mobil. Ketika saya ke sana pada hari ke tujuh itu, jalan tersebut cuma jalan setapak yang hanya cukup untuk dua orang. Jika tidak hatihati jalannya, akan tergelincir masuk ke jurang yang menganga lebar di sampingnya. Ketika saya kembali ke situ akhir pekan lalu, jurang tersebut masih menganga selebar dan sedalam yang dulu. Rumah bercat tembok pink yang terasnya pernah digunakan dr Irfan dari tim medis RS Petrokimia Gresik mengobati bayi yang demam tersebut masih di sana. Tegak berdiri seperti sebelumnya dan bersih. Ketika saya tiba di situ, di ruang tamunya hanya ada dua pria muda yang sedang bersantai. Saya yang ketika itu didampingi Iyut, reporter cantik dari Padangtv (Grup JTV-Jawa Pos), tak sempat bertanya banyak. Sebab, kami berdua ingin segera sampai ke Koto Tinggi sebelum hari gelap. Kami berdua juga tak sempat bertanya kepada pemilik warung di sebelah rumah itu, ke mana gerangan orang-orang yang pernah kami temui pada hari ketujuh pasca gempa yang lalu. Misalnya, Aroni, 50, yang anak lelakinya, 11 tahun, tewas terkubur longsoran Gunung Padang Alai ketika sedang asyik menonton TV bersama lima temannya. Apriadi baru ditemukan pada hari keenam pascagempa, oleh Aroni yang dibantu tetangga-tetangganya. Saya juga tak sempat bertanya di mana gerangan ibu Umay sekarang tinggal. Wanita beru-

mur 65 tahun tersebut, pada hari ketujuh itu, juga saya temui di teras rumah tersebut. Dia kehilangan 12 anggota keluarganya. Sepuluh orang di antaranya baru ditemukan pada hari keenam itu, bersamaan dengan jasad Apriadi. Mereka juga sudah tak bernyawa saat ditemukan. Yang saya agak heran ketika datang kembali ke situ, rumah di samping rumah pink itu. Di situ dulu saya bertemu Kamal. Seorang lelaki berumur 47 tahun yang sebelum gempa tinggal di Jakarta. Kamal juga kehilangan 12 anggota keluarganya. Delapan orang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup. Tapi, karena tak ada akses untuk mendapatkan pertolongan, ‘’Mereka hanya bertahan hidup selama dua hari,’’ tuturnya dengan wajah sedih. Ketika saya datang dulu, rumah tersebut tinggal separo. Tapi, gorden kamar, lemari hias (orang biasa menyebutnya bufet) di ruang tamu berikut isinya, dan televisinya masih utuh. Namun, lemari pintu hias itu sudah tak bisa lagi dibuka karena bagian depannya tertutup reruntuhan tembok dan atap rumah. Di halamannya juga masih berserakan beberapa kantong mayat bantuan Departemen Kesehatan yang berwarna kuning. Saat saya kembali ke situ pekan lalu, sisa rumah itu sudah tak ada. Diganti dengan rumah kayu semipermanen yang dihuni kelapa-kelapa. Di halamannya, seorang bapak setengah baya yang saya lupa namanya sedang sibuk membangun tungku untuk membakar kelapa-kelapa yang sudah kering tersebut. ‘’Kami belum bisa bekerja seperti dulu. Tapi, kalau kelapa yang hanya sedikit ini bisa kami bakar jadi kopra, kan lumayan untuk menyambung hidup,’’ tuturnya dengan wajah penuh optimisme. Dengan berjalan kaki, seperti hari ke tujuh dulu, saya melintasi bukit Padang Alai. Beberapa remaja pria yang berpapasan dengan kami menawarkan mengantar kami dengan sepeda motornya. Saya pikir mereka itu pengemudi ojek, ternyata bukan. Mereka hanya kasihan melihat kami berdua berjalan kaki. Beda dengan hari ketujuh dulu. Beberapa anak muda yang berani mengemudikan motornya di jalan-jalan darurat memanfaatkan kesempatan untuk jadi ojek. Lumayan juga penghasilan mereka karena bisa mencapai Rp 100 ribu per hari. Saya dan Iyut memang sen-

gaja berjalan kaki. Untuk mengenang kembali perjalanan kami pada hari ketujuh dulu, di mana kami harus sangat berhati-hati. Kalau tidak, kaki akan tersandung pohon kelapa atau tiang listrik yang tumbang. Saat itu, yang terancam bukan hanya kaki, tapi juga leher yang bisa tersangkut kabel listrik yang tiangnya telah setengah tumbang. Atau, bisa juga dahi kita terantuk tiangnya yang melintang di tengah jalan. Saat itu, ketika jalan masih sangat darurat, saya dan Iyut sempat juga naik ojek. Namun, tidak jauh karena takut terjungkal. Begitu juga tim dokter dari Petrokimia Gresik. Setelah lelah memikul obat-obatan yang satu dus besar, mereka terpaksa menggunakan ojek. Ketika kami berdua menapak tilas jejak kami sendiri di Padang Alai, langit sedang terik. Tapi, jika dibanding hari ketujuh dulu, teriknya matahari pekan lalu jauh lebih bersahabat. Apalagi, di sepanjang perjalanan sudah banyak warga yang kembali menempati rumahnya yang masih dalam kondisi berantakan. Yang rumahnya tak bisa lagi ditinggali ya tinggal di tenda-tenda yang didirikan di depan atau samping puingpuing rumah mereka. Berbeda dengan dulu, kali ini kami banyak mendapat tawaran mampir dan minum dari warga. Pada hari ketujuh dulu, kami harus berjalan sejauh 18 kilometer (PP) tanpa ada yang menawari minum. Beli pun tak bisa karena juga belum ada yang berjualan. Sebaliknya, ketika itu, kami juga tak bisa memberikan apaapa kepada warga dan anakanak yang jadi korban. Namun, pekan lalu, kami berdua dan Pemimpin Redaksi Pos Metro Padang (Jawa Pos Group) Sukri bisa berbagi roti, makanan kecil, bahkan permen dan permainan puzzle (gambar yang bisa dibongkar pasang). Permen dan puzzle-puzzle itu saya dapat dari Dian, pramugari Garuda rute Jakarta-Padang. Pramugari cantik tersebut juga pernah memberi saya dua bungkus permen saat saya dan dr Singgih dalam penerbangan Surabaya-Jakarta untuk kemudian ke Padang dengan membawa satu tas besar berisi obat bius dan obat-obat injeksi (antibiotik dan anti nyeri). Permen-permen dan mainanmainan itu sangat menghibur anakanak korban gempa di Padang Alai dan Gunung Tigo. (*/iro)

12

RABU, 18 NOVEMBER 2009

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

Nasrun Tahanan Rumah Wajib Lapor 2 Kali Seminggu

AGENDA Pekan Depan, Kasus PLTG Disidang SIDANG lanjutan kasus dugaan korupsi penyimpangan investasi di PLTG Tanjungjabung Barat senilai Rp 7 miliar (M) dengan terdakwa Bambang Sutejo dan M Iryani, akan kembali disidang pekan depan. Hal ini ditegaskan oleh Nadda Lubis, SH, salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut. Menurutnya, sidang lanjutan itu akan mengagendakan pemeriksaan saksi dan terdakwa. “Penetapan mejelis hakim tentang jadwal persidangan selanjutnya sudah kita terima kemarin (Senin, 16/11). Sidang kembali akan digelar Senin (23/11) minggu depan,” jelasnya saat ditemui di Kejati Jambi, kemarin. Lebih lanjut Nadda Lubis mengatakan, dalam persidangan selanjutnya, jaksa akan menghadirkan tiga orang saksi ke persidangan. Namun saat ditanyakan siapa saksi yang bakal dihadirkan tersebut, ia belum bisa memastikannya. “Saya kurang tahu, karena daftar saksi yang akan dihadirkan ada pada jaksa di Kualatungkal,” katanya. Ditambahkannya, mengenai kemungkinan dilakukannya kembali penahanan terhadap kedua terdakwa, pihaknya masih akan melihat perkembangan jalannya persidangan selanjutnya.

M KHAIDIR/JAMBIEKSPRES

TAHANAN RUMAH : Nasrun Arbain saat meninggalkan LP Kelas II A Jambi, kemarin. Nasrun mendapatkan pengalihan penahanan menjadi tahanan rumah.

Kejari Endus Kasus di Diknas Kasus Hydrant Terus Diusut KUALATUNGKAL-Kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sekolah di Desa Parit Cegat, Kecamatan Betara senilai Rp 368 juta, mulai diendus oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kualatungkal. Penyidik menduga, terdapat kerugian negara dalam proyek yang berada di bawah Dinas Pendikan Nasional (Diknas) Tanjab Barat itu. Kepala Kejari (Kajari) Kualatungkal Joko Agus Santoso SH melalui Kasi Intel Andy Suryadi, SH saat dikonfirmasi, kemarin, membenarkan hal tersebut. “Kita sudah masuk dalam tahap penyelidikan, kasus dugaan ko-

rupsi tersebut,’’ ucapnya. Menurutnya, saat ini, penyidik telah memeriksa pihak-pihak terkait, antara lain, Kepala Dinas Pendidikan Martunis, yang dalam proyek tahun 2007 itu bertindak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK, pegawas proyek, para

konsultan dan pemilik CV Tonra selaku pihak rekanan). Selain itu, sambungnya, dari laporan masyarakat, pembangunan sekolah tersebut dinilai mubazir dan tidak dapat digunakan hingga saat ini. 4 Baca Kejari ... hal 9

PENCURIAN Sawit Milik KT Seruni Dicuri

http://www.jambiekspres.co.id

4 Baca Nasrun ... hal 9

Pencuri Motor Ditembak Polisi Tertangkap Beberapa Saat Setelah Beraksi

4 Baca Pekan ... hal 9

BUAH kelapa sawit milik Kelompok Tani (KT) Seruni yang berlokasi di KM 75 Desa Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Muarojambi, dicuri orang tak dikenal. Menurut Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah yang dikonfirmasi wartawan di Mapolda Jambi kemarin, aksi pencurian itu sudah dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. “Kita telah mendapatkan laporan pencurian tersebut, saat ini pelakunya masih diselidiki,” tegasnya. Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh mandor kebun yang bernama Suhardi. Saat itu, Suhardi sedang mengecek keadaan kebun dan mendapati buah sawit di kebun itu sudah dipanen. Padahal, sama sekali tidak ada izin untuk memanen sawit-sawit tersebut. Setelah dihitung, ternyata sawit yang dicuri sebanyak kurang lebih 15 ton. Suhardi yang mewakili Kelompok Tani Seruni itu, langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Muarojambi. ‘’Laporannya akan ditindaklanjuti,’’ tandas Kabid. (cr2)

JAMBI-Nasrun Arbain, terdakwa kasus dugaan korupsi dana KONI Provinsi Jambi, akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, permohonan pengalihan penahanan yang diajukannya, kemarin (17/11), dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi. Nasrun saat ini berstatus

tahanan rumah, sesuai dengan surat penetapan pengalihan status penahanan yang dikeluarkan oleh majelis hakim PN Jambi. Keluarnya penetapan itu setelah sebelumnya Nasrun melalui penasehat hukumnya mengajukan permohonan pengalihan penahanan yang didasari pada hasil general cek-up yang dilakukan oleh tim dokter RSU

Bathin XXIV. Saat itu, korban memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan tidak jauh dari TKP. Melihat ada keM U A R A B U L I A N - D e d e k sempatan, tersangka pun langsung Herasi alias Dedek bin M Zen beraksi, sepeda motor itu pun raib. (21), warga RT 11 Desa Sungai Korban baru mengetahui menjadi Baung, Sarolangun, terkorban aksi pencurian sangka kasus pencurian setelah acara syukuran sepeda motor, berhasil itu selesai. Saat hendak diamankan oleh aparat pulang, korban tidak Polsek Bathin XXIV. menemukan lagi sepeda Tersangka yang dikmotornya di tempat etahui mencuri satu semula. Kasus ini pun unit sepeda motor jenis dilaporkan ke MapolYamaha Vega R dengan sek Batin XXIV. nomor polisi BH 6731 Aparat yang BQ milik Ibnu Kirom mendapatkan laporan, (37) warga RT 11 Kebertindak cepat. DipDOK/JE lurahan Durian Lun- Franky HP impin Kapolsek Bathin cuk, terpaksa ditembak XXIV IPTU Mamit Supolisi, karena berusaha kabur saat argi, pengejaran terhadap pelaku hendak ditangkap. pun dilakukan. Informasi yang berhasil didapat, Alhasil, petugas berhasil aksi pencurian itu dilakukan ter- mendapat informasi dari masangka pada Sabtu (14/11) lalu. syarakat sekitar bahwa pelaku Sebelum kejadian, korban meng- berusaha kabur ke dalam kebun hadiri acara syukuran di rumah karet setelah kendaraan Usman Lubis di Durian Luncuk, 4 Baca Pencuri ... hal 9

Bawa Ganja, Dua Pemuda Diciduk

M RIDWAN/JAMBIEKSPRES

LUDES TERBAKAR: Rumah milik RD Yoedis Supriadi, warga Jalan Sumantri Brojonegoro No 55 RT 11 Kelurahan Solok Sipin, Telanaipura, terbakar, dini hari, kemarin. Akibatnya, korban mengalami kerugian ratusan juta.

Rumah Warga Kebun Jeruk Terbakar

Satu Sepeda Motor Ikut Ludes JAMBI- Jago Merah kembali mengamuk di Kota Jambi. Kali ini, yang menjadi korbannya adala RD Yoedis Supriadi, warga Jalan Sumantri Brojonegoro No 55 RT 11 Kelurahan Solok Sipin, Telanaipura, Kota Jambi.

Kebakaran hebat yang melahap habis rumah pegawai pensiunan Dinas Pertanian Provinsi Jambi itu terjadi Selasa (17/11) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Informasi yang berhasil dihimpun, menyebutkan, saat kejadian, rumah ini dalam keadaan kosong karena ditinggalkan pemiliknya yang liburan ke Bandung. Sekitar pukul 02.00 WIB, tiba-

tiba terdengar ledakan dari rumah yang berada di tengah rumah padat penduduk. Beberapa saat kemudian, muncul api yang semakin membesar. ‘’Mendengar suara ledakan, saya langsung keluar rumah. Api sudah membesar. Hanya sebentar, rumah itu ludes. Ini karena angin yang kencang sehingga api 4 Baca Rumah ... hal 9

MUARABULIAN-Karena kedapatan membawa tiga bungkus ganja kering seberat 6 gram, dua orang pemuda, diciduk aparat kepolisian, Minggu (15/11) di Desa Tenam, Muarabulian. Kedua pemuda itu adalah Abdul Hamid bin Sabli (23) warga RT 9 RW 2 Kelurahan Rengas Condong dan Jamhuri bin Fahri (27) warga RT 14 Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muarabulian. Keduanya ditangkap saat petugas melakukan patroli rutin di wilayah Kota Muarabulian sekitar pukul 22.30 WIB, Minggu (15/11) lalu. Ketika itu, petugas melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari dua pemuda yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor. Saat didekati polisi, mer-

eka langsung membuang bungkus rokok dari atas motor. Setelah diperiksa, dari bungkus rokok tersebut petugas berhasil menemukan tiga bungkus ganja kering. Keduanya pun langsung ditahan. Kapolres Batanghari AKBP Franky Haryanto Parapat, ketika dikonfirmasi, kemarin, membenarkan penahanan dua pemuda yang kedapatan sedang membawa daun ganja kering tersebut. “Ya, mereka ditahan karena kedapatan sedang membawa tiga bungkus ganja kering sekitar 6 gram,” ungkap Kapolres. Akibat perbuatannya, kedua tersangka akan dikenakan pasal 78 ayat 1 huruf b Undang-undang RI No 22/1997 tentang narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (fri)

email: jambiekspres@yahoo.com

HOTLINE LANGGANAN

Jambi Ekspres

0741-7084545 0 8 1 2 74 5 8 8 9 5 9 0 8 1 2 66563664 RABU, 18 NOVEMBER 2009

Jawa Pos National Network (JPNN)

Tiga Rekanan Diblacklist

Beli Hewan Kurban Berlabel Sehat

penyuluh THL TB Minta Perpanjangan Kontrak JAMBI- Belasan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Kota Jambi menuntut agar kontrak kerjanya segera ditambah. Selain itu, juga minta penambahan honor untuk dua bulan terakhir. 12 orang THL TB tersebut mengadukan nasibnya ke Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS). Hal ini tentunya langsung mendapat respons dari anggota Fraksi PKS, Zayadi ketua Fraksi PKS kemarin langsung memanggil Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Jambi Teguh Wiyono untuk mencarikan solusinya. Dikatakan Zayadi, fraksinya untuk saat ini hanya memfasilitasi agar persoalan ini cepat selesai. ‘’Kan belum ada Komisi, makanya kita 4 Baca THL ... hal 23

R A L AT Pada grafis Jambi Raya halaman 20 terbit Senin 16 November 2009, dengan judul berita Irigasi Siulak Deras tingkatkan Produksi Padi, tertulis Pendapatan : 28.014 x 5.000 x 1.000 = Rp. 140.070.000. Sebenarnya, adalah Pendapatan : 28.014 x 5.000 x 1.000 = Rp. 140.070.000.000. Dengan demikian kesalahan redaksi telah diperbaiki.

JAMBI – Banyaknya permintaan akan hewan kurban harus diwaspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (DP3K) Kota Jambi menghimbau agar masyarakat membeli hewan kurban yang berlabel sehat. Kepala Dinas DP3K Kota Jambi Harlik, Amd SP melalui Kepala Bidang Peternakan Said Abu Bakar kepada harian ini kemarin menyebutkan, berdasarkan hasil survey ke lapangan di sejumlah titik penjualan hewan kurban dinyatakan cukup. Hal ini diyakini karena dari jumlah persediaan hewan saat ini maka kebutuhan sebanyak 550 ekor sapi, 14 ekor kerbau dan 640 ekor kambing atau domba akan terpenuhi. ‘’Hingga saat ini masih banyak hewan kurban di lokasi penjualanpenjualan. Bahkan di salah satu lokasi sudah menyediakan 800 ekor kambing,’’ ujar Said kepada harian ini di lapangan kemarin. Tidak hanya itu saja, dirinya juga menyebutkan, dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi hewan kurban di Kota Jambi masih terbilang sehat. Meskipun ada sebagian lokasi penjualan yang ditemukan hewan kurban dalam keadaan pilek. ‘’Memang ada yang pilek, tapi sudah kita berikan obat langsung agar tidak terjangkit yang lain dan hewan tersebut langsung sembuh,’’ tukas Said kemarin. 4 Baca Beli ... hal 23

Dewan Nilai Perencanaan Tak Tepat

setimpal. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Hanif Lubis. “Minggu ini kita akan segera berkoordinasi dengan pihak Badan Pemeriksa JAMBI - Batalnya Keuangan (BPK) RI program pengadaan Perwakilan Jambi bibit sapi yang akan dan Inspektorat Jamdidatangkan dari bi terkait persoalan Nusa Tenggara Barat ini,” ujar Hanif saat (NTB) dengan toditemui di ruang Gutal jumlah 900 ekor bernur Jambi kemarin sapi membuat pihak Selasa (17/11). pemerintah gerah. Lebih lanjut menuDinas Peternakan rut Hanif, jika kaProvinsi Jambi akan lau nanti ditemukan ade/je segera mengambil persoalan hukum, Hanif Lubis tindakan tegas dengan maka pihaknya akan memblacklist rekanan tersebut. mengenakan sanksi. “Sanksi Selain itu, para rekanan ini berupa pengembalian akan dikenakan denda yang 4 Baca Tiga ... hal 23

Proyek Multiyears Tak Tepat Sasaran

RIDWAN/JAMBI EKSPRES

SIDAK: Aparat dinas peternakan Kota Jambi sedang sidak ke tempattempat penjualan hewan kurban.

Ratusan Guru Dapat Penghargaan Mengabdi Lebih dari 30 Tahun JAMBI- Dalam rangka hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pengurus PGRI Kota Jambi akan memberikan penghargaan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun. Hal ini langsung disampaikan oleh Ketua PGRI Kota Jambi

Rifa’I kepada harian ini Selasa (17/11) kemarin. Menurutnya penghargaan tersebut sengaja diberikan karena selama ini belum pernah diberikan penghargaan tersebut. ‘’Ini juga untuk memberikan support kepada guru yang telah mengabdi kepada bangsa dalam mendidik anak bangsa dalam jangka waktu yang lama. Lebih dari lima ratus orang guru yang akan mendapatkannya,’’ tukas-

nya kemarin. Dijelaskannya, bagi para guru yang telah mengabdi selama 30 tahun sebagai tenaga pendidik baik itu SD, SMP, SMA dan SMK agar dapat menghubungi pengurus PGRI Kota Jambi. ‘’Kita juga punya data dari Dinas Pendidikan untuk para penerima penghargaan tersebut. Namun Pengurus PGRI juga akan menerima laporan dari

setiap sekolah terkait data guru yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun,’’ jelas Rifa’i. Tidak hanya itu, menjelang acara puncak hari PGRI yang akan digelar pada tanggal 13 Desember 2009 mendatang, PGRI Kota Jambi juga menggelar sejumlah kegiatan. Misalnya, perlombaan lagu daerah, lagu dangdut , Sepak bola, Bulu Tangkis, Bola Voli. 4 Baca Ratusan ... hal 23

Jambi Harus Punya Outlet

M HARAMEN/JAMBI EKSPRES

SOSIALISASI: Kegiatan Workshop kawasan Jambi Agro Industrial Park (JAIP) di Hotel Novotel Jambi, kemarin.

JAMBI - Jika ingin maju, Jambi harus didukung oleh kegiatan perdagangannya. Oleh karena itu, sudah selayaknya, bumi sepucuk Jambi sembilan lurah ini mempunyai Outlet. Dan inilah yang menjadi keyakinan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Jambi, Ir Saut Hilser Sihite MTP dalam mewujudkan Jambi Agro Industrial Park (JAIP). Disebutnya, sampai saat ini, JAIP tersebut sudah banyak direspons oleh pihak swasta. Dan ini akan banyak memberikan stimulus pertumbuhan bagi perekonomian Jambi kedepan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) 4 Baca Jambi ... hal 23

Deswita, Wanita Sukses Kembangkan Bisnis Kuliner

Dari Bisnis Catering Merambah Restoran Banyak orang yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah untuk hobi tertentu. Namun segelintir orang justru ada yang memanfaatkan hobi untuk jadi ladang rezeki. Deswita misalnya. Pemilik usaha keluarga yang baru saja melakukan Grand Opening atas Restoran KINIKO di kawasan Sungai Kambang Jambi sudah membuktikannya DEWI SUSANTI Ditemui Jambi Ekspres di sela Grand Opening Restoran Kiniko di kawasan Sungai Kambang Jambi, Deswita, atau akrab di sapa Des terlihat sibuk

DEWI SUSANTI/JAMBI EKSPRES

BERSAMA SUAMI: Berdiri di depan restoran yang menjadi miliknya di Jalan Kolonel Amir Hamzah.

melayani para tamu undangan. Menggunakan setelan kuning berbunga coklat, ibu tiga anak ini terlihat cantik dengan balutan jilbab coklat yang menutupi kepalanya. Setelah menyapa dan mem-

http://www.jambiekspres.co.id

13

persilahkan tamu undangannya mencicipi hidangan, dengan ramah istri Happy Mawardi ini menyapa Jambi Ekspres. Sambil tersenyum, Des mengatakan bahwa, ia juga tak mengira akan melebarkan sayap bisnisnya

hingga membuka restoran yang kemarin mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. “Padahal dulunya ini berawal dari hobi,” jelas anak ke dua dari enam bersaudara ini. Dikatakan ibunda dari Lala, Lulu dan Izra ini, hobinya memasak sejak remaja yang terus ia kembangkan hingga memasuki bangku kuliah dan meraih gelar sarjana, ia akui mendatangkan rezeki bagi ia dan keluarga. Tak heran jika ia memutuskan untuk menekuni hobi memasak hingga pada akhirnya membuka usaha kuliner berkelas restoran. Selain prospeknya yang memang menjanjikan, ladang rezeki yang sekaligus menjalankan hobi ini baginya adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. “Makanya saya berkomitmen memberikan pelayanan 4 Baca Dari ... hal 23

iklan: je_printad@yahoo.com

JAMBI- Proyek pembangunan pasar induk dan Rumah Sakit H A Manaf Kota Jambi dinilai sebagai proyek yang penuh dengan kepentingan. Bahkan sejumlah dewan yang turun ke lapangan kemarin, menilai hal ini sebagai proyek yang tak tepat sasaran. Oleh karena itulah, dewan akan mengaudit dengan menggunakan tim auditor independen. Safruddin Dwi Apriyanto

dari fraksi PKS kemarin menyebutkan, proyek pasar induk jauh dari harapan yang diinginkan. Pihak ketiga kata Safruddin, juga belum dapat menyelesaikan pekerjaan hingga saat ini. ‘’Kita akan memberikan limit waktu hingga akhir November mendatang,’’ tegas Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi ini. Tak hanya itu, menurut 4 Baca Proyek ... hal 23

14

rabu, 18 november 2009

Jambi Ekspres

bisnis

Jawa Pos National Network (JPNN)

DONA/JE

SAMAKAN PERSEPSI: Peni Hirjanto, Kakanwil DJP Sumbar dan Jambi saat memberikan materi terhadap wajib pajak besar yang ada di Jambi.

Jangan Takut Berhubungan dengan Orang Pajak

JAMBI - Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumbar dan Jambi kembali melakukan gerakan untuk bisa menyamakan persepsi wajib pajak agar lebih peduli terhadap pajak, tidak takut berhubungan dengan orang pajak dan memberi nuansa pelayanan baru terhadap wajib pajak. Gerakan ini dilakukan dalam Ramah Tamah Perpajakan Selasa (17/11) di Novotel Hotel

Jambi kemarin. Dalam ramah tamah perpajakan ini materi disampaikan langsung oleh Peni Hirjanto selaku Kakanwil DJP Sumbar dan Jambi serta Kepala KPP Pratama Jambi. “Ramah tamah perpajakan ini kita gelar agar ada persamaan persepsi untuk kita semua agar lebih peduli terhadap pajak,” terang Peni Hirjanto. Ratusan undangan hadir

dalam kegiatan ini, mulai dari wajib pajak besar di Jambi yaitu para pelaku bisnis hingga unsur Muspida serta undangan lainnya.. Hidayat dari NEFO, salah satu undangan yang hadir kemarin mengatakan, intensitas kegiatan ini harus terus berlanjut mengingat pentingnya pajak sebagai tulang punggung penerimaan negara dan masih banyaknya masyarakat yang

kurang paham tentang pajak. “Saya merasa puas akan kegiatan ini karena merasa dekat dengan pelayanan pajak,” tambahnya lagi. Acara ramah tamah perpajakan ini dibuka secara resmi oleh Nazir, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang didampingi oleh Kakanwil DJP Sumbar dan Jambi, Kepala KPP Pratama Jambi, Kepala Perum

LKBN ANTARA Sumbar dan Jambi dan beberapa direksi perusahaan besar. Waluyo, selaku humas Kanwil DJP Sumbar dan Jambi menambahkan, sosialisasi perpajakan ini telah dilakukan lebih dari 11 kali dalam 2 bulan terakhir dan akan terus berlanjut sampai akhir tahun di wilayah Sumbar dan Jambi. (dpc)

Jamsostek Serahkan Santunan JKK dan JHT JAMBI - PT Jamsostek (Persero) serahkan santunan pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua sebanyak Rp 676.487.240. Penyerahan bantuan atas nama Yuli Syahrial (alm) yang diterima ahli waris Nur Kemala Puspa Dewi ini berlangsung di Kantor cabang PT Bank International Indonesia (BII) Jambi, Selalsa (17/11). Penyerahan dilakukan langsung oleh Partono, Kepala Cabang PT Jamsostek Gatot Subroto I Jakarta. Mengingat Yuli Syahrial (alm) merupakan Area Business Manager (ABM) Kantor Cabang BII Padang, dan kepesertaannya terpusat di Jakarta, ia adalah korban pada musibah gempa 30

sehat

September lalu. Penyerahan santunan ini kemarin dilakukan secara simbolis oleh Partono kepada Leonardus ML kepala cabang BII Jambi. Selanjutnya, Leonardus ML mewakili BII memberikan santunan ini kepada Nur Kemala Puspa Dewi yang merupakan ahli waris. Jumlah santunan yang diberikan kemarin adalah Rp 676.487.240. “Jumlah bantuan tersebut terdiri dari santunan JKK Rp 634.400.000 dan JHT Rp 42.087.240. Total tersebut dikurangi biaya pemakaman Rp 2 juta,” ungkap Partono sebelum menyerahkan santunan. Selain itu, selama dua tahun, Nur Kemala Puspa Dewi akan menerima

Undangan Eksklusif di Pondok Idea

DONA/JE

MURNI: Happy Holy Kids merupakan susu murni dari pegunungan bebas polusi dan diproses secara higienis dan dikemas dengan mesin modern.

Susu Sehat Anak Cerdas JAMBI – Menjaga penampilan tak cukup hanya dengan balutan produk pakaian berkualitas saja. Agar penampilan fresh dan sehat, harus pula didukung dengan perawatan dari dalam. Salah satunya adalah minum susu Happy Holy Kids. Tince, Pemilik Depot IFA Kota Jambi kemarin mengatakan, Happy Holy Kids merupakan susu sehat yang cocok dikonsumsi oleh semua anggota keluarga. “Sehat buat anak dan bisa dokonsumsi untuk remaja hingga dewasa,” terangnya. Happy Holy Kids merupakan susu paling aman dikonsumsi karena proses produksinya dilakukan secara tepat dan ketat. Mulai dari proses pengandangan sapi, dilakukan setiap hari dan selalu dibersihkan, tempat pengembalaannya yang terencana dan bersih, dan didukung oleh pengawasan tim medis yang terdiri dari dokter hewan sehingga secara periode kehigienisan kandang diperiksa dan dimonitor. Lantas bagaimana dengan proses pembuatan susunya? Ternyata telah melalui pengujian kualitas di laboratorium, homogenizer dengan mesin globula lemak susu diseragamkan. Happy Holy Kids juga melewati proses sterilisasi sehingga membunuh semua mikroorganisme yang berbahaya. “Kini susu ini telah bisa diperoleh melalui penyalur produk-produk IFA yang ada di sekitar Anda, khususnya di Jambi,” lanjut Tince. (dpc)

JAMBI- Anda ingin mendapatkan undangan yang eksklusif dan istimewa untuk hari bahagia Anda? Pondok Idea solusinya. Hadir dengan penawaranpenawaran yang menarik, baik dari segi desain, maupun kualitas kertas, dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Khusus untuk undangan pernikahan, Pondok Idea menggunakan spesifikasi kertas Ivory, baik untuk undangan softcover maupun hardcover. Hal ini seperti diungkapkan oleh Purnomo pemilik Pondok Idea. “Seperti kita ketahui kertas dengan spesifikasi Ivory telah terbukti bagus kualitasnya. Jadi konsumen tidak perlu ragu. Tak hanya itu, kami juga menyediakan kertas spesifikasi Java untuk undangan pernikahan bernuansa adat Jawa,” ungkapnya. Selain itu, Pondok Idea juga menyediakan tambahan glossy

(kilap), doff, gold dan silver untuk konsumen yang ingin undanganya lebih variatif. “Untuk setiap penambahan variatif desain tentu akan dikenakan biaya tambahan,” Sebagai salah satu offset terbaik

di kota Jambi, Pondok Idea juga memberikan keleluasaan bagi para konsumennya untuk mendesain langsung undangan pernikahan sesuai yang di inginkan. Nah, tunggu apalagi, dapatkan undangan pernikahan eksklusif untuk hari istimewa Anda hanya di Pondok Idea. Pondok Idea, Jalan H Ibrahim Lorong Masdar, Dekat SD 147, Telp.08978725888. (Edo)

DEWI SUSANTI/JAMBI EKSPRES

SANTUNAN : Area Busines Manager (ABM) BII Jambi, Leonardus ML menyerahkan santunan kepada Nur Kemala Puspa Dewi didampingi kepala Cabang Jamsostek Gatot Subroto 1 Jakarta dan Kepala Cabang PT Jamsostek Jambi.

total Rp 4,8 juta yang akan dibayakan Rp 200.000 setiap

bulannya. Hadir dalam kesempatan kemarin kepala Cabang

PT Jamsostek Jambi, Iswandhy Syahruly. (wix)

Jambi Ekspres

rabu, 18 november 2009

Jawa Pos National Network (JPNN)

Pembangunan Rumah Singgah Masih Wacana MUARA BUNGO- Rencana Pemkab Bungo membangun rumah singgah untuk para Pekerja Seks Komersil (PSK), gelandangan dan pengemis (gepeng) sejauh ini tampaknya masih belum jelas. Pasalnya, itu masih berupa wacana dan sama sekali belum dianggarkan dalam APBD. Kadis Sosial, M Yusuf, mengungkapkan dana untuk pembangunan rumah singgah dimaksud tahun ini belum akan dianggarkan. Beberapa bulan lalu dia memang menganggarkan dana untuk pembangunan rumah singgah. Namun karena keterbatasan anggaran, usulan itu belum dapat disetujui. Sehingga, tahun ini masih belum ada anggaran untuk rumah singgah.

M Yusuf

“Rencananya kita akan bangun di Sungai Binjai, tetapi tempat tersebut masih di pakai pihak kelurahan. Jadi, kita belum bisa merehab dan sebagainya agar menjadi rumah singgah. Selain itu, tahun ini kita

15

juga belum bisa bergerak karena dananya tidak ada,” terang Yusuf ketika ditemui, kemarin. Dijelaskannya, rumah singgah adalah tempat yang bisa digunakan untuk menampung sementara para gelandangan, pengemis, termasuk wanita tuna susila. Mereka bisa ditampung di rumah singgah untuk kemudian dipulangkan ke daerah asalnya. “Rumah singgah itu nanti akan stand by tiap saat dan akan dikelola oleh Dinas Sosial. Jadi, gepeng termasuk wanita tuna susila bisa ditampung di sini sebelum dipulangkan ke daerah asalnya. Namun bagi yang perlu direhabilitasi, dikirim ke Jambi,” ujarnya.(nar/jenn)

Z Arifin Hengkang dari F-Golkar MUARA BUNGO- Z Arifin SH, anggota DPRD Bungo dari Partai Patriot yang sebelumnya dengan F-Golkar, sekarang bergabung dengan F-Garuda Pembangunan. Pindah fraksi ini mengejutkan, karena diumumkan dalam sidang paripurna dengan agenda pembentukan alat kelengkapan dewan. Z Arifin, ketika ditemui mengaku tidak terjadi permasalahan dengan para anggota fraksi sebelumnya. Putusan pindah fraksi diambilnya dengan alasan dia

merasa lebih baik bergabung dengan fraksi gabungan. “Saya di sini hanya satu orang. Jadi, lebih baik bergabung dengan partai yang memang membangun fraksi gabungan,” tegasnya, kemarin. Z Arifin menolak mengatakan hubungannya dalam F-Golkar telah retak. Menurutnya, tak ada persoalan yang serius antara dirinya dengan F-Golkar. “Yang pasti hubungan kami baik-baik saja,” tukasnya. Sementara itu Ketua F-Golkar,

Almahfuz SH, saat diminta komentarnya membeberkan, bahwa pada saat rapat fraksi terjadi perbedaan pendapat. Z Arifin mengharapkan dirinya diusulkan sebagai salah seorang anggota Badan Kehormatan (BK), sedangkan fraksi memutuskan lain. “Sebenarnya tak ada permasalahan. Hanya saja dia ingin masuk sebagai anggota BK, namun putusan fraksi berbeda. Dia lalu pilih pindah fraksi. Ini tak jadi masalah bagi F-Golkar,” katanya.(nar)

STAGNAN: Pengembangan objek wisata di Bungo selama ini terkesan mengalami stagnasi. Sarana prasarana pendukungnya sangat minim. Tampak kondisi objek wisata taman hutan kota yang sepi dan seolah tak terurus.

Enam Nama Diajukan untuk Jabatan Asisten

Harga Jual Jagung Menjanjikan MUARA BUNGO- Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bungo gencar mengajak petani menanam jagung. Soalnya, harga jagung di pasaran sangat menjanjikan. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Bungo, Syaiful Azhar, mengatakan produksi jagung bisa mencapai 7 ton/hektare. Jika dikalikan dengan rupiah yaitu

harga per kilogramnya mencapai Rp 2.000, maka satu hektarenya mencapai Rp 14 juta. “Kita mengajak petani untuk menanam jagung, karena hasil yang didapat lumayan bagus. Sementara, modal untuk menanam jagung satu hektarenya hanya Rp 3 - 4 juta,’’ kata Syaiful. Oleh karena itu, Syaiful mengimbau seluruh masyarakat Bungo agar memanfaatkan lahan tidur

mobil

LOWONGAN

Dijual Tyta Yris Th. 2008, BH, Slvr, Knds Istimw. Bs Krdt/tkr tbh. HP. 081274088005 city pro TELPON (0741) 21888 - 7071888 JL GAJAH MADA NO. 88 JAMBI KHUSUS:JUAL-BELI-SEWA PROPERTY

(17 - 22 - 11)

LOWONGAN

Maju Jaya menerima Pemasangan, Perbaikan dan Pemeliharaan ac baru /bekas dll. hp. 08127465388 / (0741) 7016899

(16 - 21 - 11)

Dijual Panther MB Royal 2300CC Th 96 AL PS. Hub. 085266626610

service ac

(07 - 05 - 11)

Dibthkn Sales (bl prl shif mlm), Cleaning Servis (wnt), brpnmpln mnrik, rjin, ulet, jjr. Lmrn ke PT. Excel Utama Indoensia Jl. Slmt Rydi 103 (dpn Unbari) Tlp. 669892

handphone

Dibutuhkan Marketing Perusahaan Roti. Min. SMA. Hub. 081274241153

Dijual HP Blackbry New djmn Asli canada Unlock Stor, 9500 (3,1), Bold 9000 (3,3), Javelin 8900 (2,2), Tour 9630 (3,6). Jual Nokia E75 (3,4), E71 (2,6), N97 (4,5), iPhone 3G 16 GB (6,3). Stock Trbts. Hub. 0818748439

(18 - 11)

(05 - 26 - 11)

yang ada, sehingga bisa memberikan penghasilan. Ini juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Potensi tanaman jagung di Bungo, sebut Syaiful, hampir terdapat di tiap kecamatan. Seperti di Rantau Panjang (Kec Jujuhan), Rantau Keloyang (Kec Pelepat), Kec Babeko dan Tanah Sepenggal.(nar/jenn)

(18 - 01 - 12)

Sudirman Zaini

rental MOBIL

LOWONGAN KERJA Perusahaan Retail bergerak dibidang Supermarket Dept Store membutuhkan :

rumah

- General Store Manager - Asisten Store Manager - Asisten Pembelian - Asisten Promosi - Sekretaris - Finance - Visual Merchandinise - Head Accounting - Supervisor

tanah D I J UA L TA N A H Luas + 10.002 M2. Tanah Datar, Cocok utk Perumahan, Indomaret, Mall, Lokasi Strategis, Jalan Aspal dekat Perumahan Bougenville/Kota Baru Indah, Kampung Radja, Sp. Rimbo Jambi. TANPA PERANTARA. hub :

08527179779

Rmh Bedeng 3 Pnt, Rp. 250 Jt. Ada Tanah lebih utk 1 Bdg dan 1 Rmh baru 5KT & 2KM, Rp. 250 Jt Nego, Fas : PLN 1300, PAM, Pgr Kelilng, SHM, LT 400 M2, Lks Pusat Kota Belakng Ktr PLN Jambi, Lrg. Baladkop No. 40, 100 M dari Jl. Sri Sudewi, lebar Jln 7M

Dijual Kavling Terbaik : Siap Bangun, di Mendalo Mas, dpn UNJA, tersedia bbrapa luas pilihan mulai 208 M2, 338 M2 dan 556 M2. Fas : Jln Aspal / Beton, Taman, PJU, Security 24 Jam, Air bersih.

HUB : 081266816615/081274914530

Hub. 0812 74568755

Dijual Cepat Rumah Rumah Type 55, LT. 230 M2, Pinggir Jalan Aspal. Fas : Kusen Bulian, Full Keramik, PLN, PDAM, Atap Multi Roof. Harga 180 Jt. Peminat Hub :

0813 - 6693 7076

DIJUAL CEPAT

Dijual Cepat Tanah 1,8 Tbk. Lokasi Simp. III Sipin, Tengah Kota, di pinggir Jalan, Hrg nego. Hub. Johan Syah.

Hub. 081274516904

0813 6635 3532

DIJUAL Rumah Bedeng 2 Pintu, Permanen. Siap Des 2008, Dekat Kampus Unbari, UNJA Telanai, AMIK/ABA Nurdin Hamzah, Cocok untuk kos-kosan mahasiswa/umum lokasi Jl. Sri Sudewi Lrg. Baladkop No. 40 Jambi, dekat Fitness Graha Puspa, masing2 pintu 3 KT, 1 KM & 2 KT, 1 KM, Pagar kllg, Full Keramik, Garasi mbl, PLN 1300, Air PAM. Harga Rp 250 juta Bisa nego.

Dijual Tanah di Lrg. Eksekutif sebelah Perumahan Puri Mayang. Luas 7149 M2, SHM dan Ruko 3 Pintu. Tanpa Perantara. Yang berminat Hubungi :

Hub : 081266816615/081274914530

HP. 0812 7418285 / 0813 66723592

depot

(12 - 25 - 11)

(12 - 21 - 11)

Relief Rp. 50 Ribu / Meter, Batu Alam Rp. 40 Ribu / Meter, Cat. Hub. 0812740414405

Di Jual Depot Air Minum

Paket Murah dan Hemat

Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Hanya Rp 18 Juta siap pakai

HUB : 081274338657

tukang relief

(17 - 18 - 11)

Ingin Pasang Iklan ?

SMS : 0897 8725 888

HP. 085266807085

DIJUAL TANAH

Dijual Rumah di Pasir Putih dekat Kolam Renang Pasir Putih, 3 KT, 2 Rg. Tamu, 2 KM, Dapur, Ada Gudang Kecil, Full Krmik, PLN, PAM. Harga Nego.

(07 - 20 - 11)

Bergabunglah bersama kami. Alamat Pasar Sayur Jl. Kantor Pos RT. 02 Sabak Ilir.

HUB : 0852 66528710 / 0819 2453065

Dijual 1 Unt Rmh T45 Perum permatan Citra 7 Blok C/08 Pmtg Sulur Telanaipura Jbi. Hub. 081994395299/085266457899 Dijual Rmh Lt. 403 M2, Lb. 16 M2, Prmnn, KT 4, KM3, PLN, PAM, Tlp, Lok. Simp 3 Sipin (dpn Adhyaksa) Hp. 081366408340

Mau Jual Pulsa atau Mau Dapat Pulsa Gratis?

Tanah 15 Tbk, SHM. Lokasi + 30 Mtr dr Lampu Merah Simpang Tiga Mendalo. Hrg Nego. Tanpa Perantara.

Dijual Rumah

pengawas

Dijual Cpt Rmh di Prmhn Villa Kenali, TP 50 jd 90, Lok Mayang Hrg. 150 Jt. Hub. 0741-7177584

pulsa

(18 - 23 - 11)

rumah

lalu diseleksi di Jambi. Siapa yang lolos akan disahkan oleh gubernur. Sementara itu, jabatan Asisten I lowong lantaran pejabat sebelumnya yaitu Syargawi Ishak memasuki masa pensiun. Sedangkan, jabatan Asisten II lowong lantaran pejabat sebelumnya yaitu Khaidir Saleh naik jabatan menjadi Sekda menggantikan posisi H Usman Hasan yang pensiun akhir Agustus 2009 lalu.(nar/jenn)

pembalut

Dijual Cepat

DIJUAL/DIKONTRAKKAN

PO BOX 1212

menunggu kepulangan bupati dari naik haji. Calon-calonnya kita ambil dari kepala dinas. Kita sudah ajukan ke provinsi, tapi nama-namanya masih dirahasiakan. Nanti diseleksi di provinsi,” terang Sudirman. Lebih lanjut dikatakannya, untuk posisi Asisten I dan Asisten II jumlah calon yang diajukan masing-masing tiga orang. Jadi, sama seperti pemilihan Sekda, juga diajukan tiga orang nama calon dan

Rmh T.27, LT. 127, KT. 2, KM.3 M2, Full Tralis, Krmk Canopy, Lks. Pall Lima Kota Baru.

HUB : 085266255890

Dibthkan sgr KAPSTER, utk salon. Min. bs (cuci,creambth,facial) Hub. Mayang Salon. 0741-7140444 / 081210097234

MUARA BUNGO- Jabatan Asisten I dan II Setda Bungo hingga kini masih lowong, karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun dan juga dipindahkan ke posisi lain. Wakil Bupati, H Sudirman Zaini, memberikan bocoran bahwa calon-calon yang akan mengisi jabatan tersebut akan dipilih dari lingkungan dinas instansi. “Jabatan Asisten I dan II memang akan diisi secepatnya,

ruko DIJUAL RUKO Dijual 2 Bangunan Ruko 2 Lantai Harga Nego Alamat di Depan Poltabes Talang Banjar dan di Lrg. Budiman.

Hub. 085266024880

TB GLORIA : Jl. Halim Perdana Kusuma No. 29 (samping Widyaloka) Jambi, Telp. 0741-31842 - TB ELEISON : Jl. Rd. Mattaher No. 312 Telp (0741) 24424 Jambi - STUDIO CITRA : Jl. Jend. Sudirman No. 10 Telp 7554267 - HP. 085266261357 (dpn Polda) Thehok Jambi - WARTEL DIANA (RATNA) : Jl. Singadikane Telanaipura No. 51 Telp (0741) 667858/667853 - WARTEL CASANOVA : Jl. Yusuf Nasri No. 8 Samp. Persijam - WARTEL ANANTA : Jl P. Hidayat No. 29 Simp. Kawat Telp/Fax (0741) 41702, 445108, 444533, Email : agrokarya@plasa.com n TOKO PAK KIRMAN : Jl. Budi Utomo No. 04 HP. 0852 6670 3248 - 0813 66445742 - Jl. Pemancar No. 03 Telp (0745) 92029-0852 6670 3249 Singkut-Sarolangun l kode pos 37482. Pembayaran dapat dilakukan lewat : Rek BCA a.n PT. Wahana Semesta Jambi a/c. 119 1385123 - Rek BNI a.n Jambi Ekspres a/c. 006988 7004 - Rek MANDIRI a.n Harian Pagi Jambi Ekspres a/c. 110.0001132627

DIJUAL TANAH

Dijual RUMAH Full Keramik, Full Gypsum, 3 KT, 2 KM, Dapur + Kithcen Set, Garasi Mobil, Kusri Tamu, Parabola, Telepon + Speedy Internet, Pagar Keliling, Full di atas tanah 2 Tbk, Mau Pindah.

ruko

HUB : 0741 - 7151021

Dijual Kios / Ruko Dijual Kios / Ruko 1 Tingkat Uk. 4,5 x 21 Lb. 80 M2, KT. 2, KM. 2 Lokasi Gerbang Perumahan Grand Kenali Mayang No. 03. Tanpa Perantasra. Harga Nego.

Dijual CEpAt ! Rumah Type 120M2/250M di Lr. Siswa Kotabaru, Lantai Keramik, Multiroof, 3 KT, Ful Keramik. Harga 210 Jt.

HUB : 08127877532

LAUNDRY

Hub. 081326982571

motor mini DIJUAL CEPAT Rumah Tipe 80, mnimls. Luas tnh 1,7. Lok. Simp. Mayang (dkt SDN 25) Hy 1 Unit. Tanah 10 Tbk cck invs/perumahan, Lok. Sim. Rimbo (dkt SMA 11) Nego.

HUB : 081266363532 / 7032907

Hub. 085266283707

ruko

hewan kurban

Dijual Ruko

website

DIJUAL RUMAH RSS Type36, Sudah bersertifikat di Perumahan Bougenville Lestari Simpang Rimbo Blok JN No. 10

0811740507 / 085263234235

Dijual Second Motor Mini Model GP, Bensin 49 CC, untuk anak-anak, umur 5-10 Th.

Ruko di depan Perumahan Gading Mayang No. A5 Ukuran 4,5 x 16 Belakang ada tanah 2M. Tanpa Perantara. HUB : 081366549898 / 0741 - 7079898

FAPET UNJA Menyediakan Ternak Qurban (Sapi) Berkualitas (ternak ada di desa Tangkit RT 06), Bagi yang Membutuhkan Segera pesan mulai sekarang.

Hub. Hp. 081366713540

Ingin Pasang Iklan : HUB : 0741-668844 - 081274333220

16

rabu, 18 november 2009

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

SD Nurul Ilmi Ajarkan Teknologi

Bernuansa Islami, sejak Kelas 1 Diajari Komputer JAMBI- Minat orang tua di Kota Jambi menyekolahkan anaknya di sekolah yang bernuansa islami cukup besar. Seiring dengan itu, sekolah bernuansa islami pun makin menjamur, tetapi tetap mengutamakan teknologi dan pengetahuan global. Sekolah-sekolah itu tak hanya menawarkan pendidikan agama, tapi juga ilmu umum. Salah satu sekolah bernuansa islami tapi tetap mengutamakan pendidikan teknologi adalah SD Islam Terpadu (IT) Nurul Ilmi. Sekolah ini memang bernuansa islami, tapi masalah umum juga tetap diajarkan terutama yang berbasis teknologi mutakhir. Tak heran jika minat orang tua menyekolahkan anaknya di sini cukup tinggi Menurut Kepala SD IT Nurul Ilmi, Jasrul SAg, kurikulum yang diajarkan di SD yang ia pimpin itu sama dengan sekolah lainnya yang ada di Kota Jambi. Bedanya, selain bisa belajar agama Islam lebih banyak, di SD IT Nurul Ilmi juga diajarkan teknologi, terutama komputer agar siswa setelah lulus nanti bisa mengoperasikan komputer. “Kurikulumnya sama, tapi

semua mata pelajaran yang kita ajarkan memasukan nilai-nilai islami. Selain itu, kita di sini juga mengajarkan komputer. Kita sudah dua kali mewakili Jambi dalam lomba komputer tingkat nasional. Ini karena memang siswa mulai belajar komputer sejak kelas 1. Jadi, mereka tamat sudah bisa komputer,” sebut Jasrul, kemarin.

Jasrul

Dituturkan Jasrul, selain komputer SD IT Nurul Ilmi juga mengajarkan bahasa Inggris dan Arab kepada siswa-siswi sejak dini. Karena saat ini bahasa Inggris dan Arab sangat penting untuk masa depan siswa. Selain itu, ada keharusan bagi siswa menghafal juz 29 dan 30 sebelum mereka tamat sekolah. “Kalau di sini bahasa Arab dan Inggris memang jadi andalan. Kita mengajarkannya sejak dini, karena kita anggap penting untuk masa depan siswa.

Selain itu, kita juga mengharuskan siswa menghafal 2 juz Alquran yaitu juz 29 dan 30 sebelum mereka tamat. Kalau pun tidak bisa, minimal hafal juz 30,” ungkapnya. Sedangkan, mengenai pendidikan ekstra yang dilaksanakan di luar sekolah juga diutamakan. Tiap sebulan sekali siswa diajari berenang oleh guru. Itu sesuai dengan ajaran Rasulullah. Makanya, sejak dini siswa SD IT Nurul Ilmi diajarkan berenang karena sangat bermanfaat bagi kesehatan. “Tiap sebulan sekali ada program berenang bagi siswa. Ini untuk mendorong siswa berani, sekaligus melaksanakan sunah Rasul. Ada juga kegiatan outbond Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabintaq). Pada malam itu siswa diajarkan salat tahajud dan salat subuh berjamaah serta kegiatan keimanan lainnya. Ini untuk membiasakan siswa bangun tengah malam dan melakukan kegiatan yang positif,” ujarnya. Jasrul menyebut, hingga saat ini jumlah siswa-siswi SD IT Nurul Ilmi sekitar 735 orang yang meliputi kelas 1 hingga kelas 6. Ke depan Nurul Ilmi akan membuka kelas SMP, sehingga sekolah ini makin berkembang. Apalagi, saat ini sudah ada gedung baru.(kta)

Kebijakan Unas Ulang Dipertanyakan JAKARTA- Kebijakan Depdiknas memberlakukan Ujian Nasonal (Unas) ulang tahun ini tak sepenuhnya mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Malah, pemerintah diminta tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan tersebut. Sebaliknya, terlebih dahulu mengkaji problem esensial dari Unas itu sendiri. Pengamat pendidikan, Darmaningtyas, mengatakan secara konseptual kebijakan baru itu dapat diterima. Hanya secara teknis, pemerintah harus mempertimbangkan pelaksanaan Unas. Dia menjelaskan, ujian ulangan diperuntukan bagi siswa yang tidak lulus ujian utama maupun ujian susulan. Biasanya, kata dia, waktu pengumuman ujian utama dengan masa ujian ulang cukup lama. “Saya khawatir itu bisa menghambat siswa yang ingin segera mendaftarkan diri ke Perguruan

Tinggi,” jelasnya, kemarin. Selain itu, pihaknya mengkhawatirkan kebijakan Unas ulang itu bakal dimanfaatkan pemerintah daerah. Terutama, untuk meluluskan seratus persen siswanya. “Karena masih ada ujian ulang, maka dimanfaatkan untuk memanipulasi sehingga semua siswanya lulus. Karena itu, pemerintah harus mengantisipasi persoalan ini. Jangan sampai kebijakan tersebut dimanfaatkan untuk berbuat kecurangan lagi,” jelasnya. Harusnya, kata Darmaningtyas, pemerintah mengevaluasi terlebih dahulu ihwal persoalan mendasar dalam Unas. Sebab, selama ini dinilai masih menyisakan pro dan kontra. “Dikaji dulu persoalannya, apakah ujian itu sebagai penentu kelulusan atau tidak,” terang pria kelahiran Gunung Kidul itu. (kit)

75 Dosen Unimus Ikut Workshop TAA ACEH- Tiga profesor dan tiga dosen berkualifikasi S2 dari Universitas Medan (Unimed) tampil menjadi pemateri dalam workshop peningkatan Terapan Aployed Aproach (TAA) dan pengembangan teknik dasar yang diikuti sedikitnya 75 dosen Universitas Al-Muslim (Unimus) Peusangan, Bireuen, Minggu (16/8) di universitas setempat. Workshop berlangsung 14 - 18 Agustus 2009. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kemampuan para dosen Unimus Peusangan dalam

menyusun rancangan kegiatan belajar-mengajar mata kuliah. Selain itu, juga untuk penyegaran metode penyampaian materi kuliah, evaluasi hasil belajar, dan mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi informasi. Tiga profesor dan tiga dosen dari Unimed yang menjadi pemateri yakni Prof Syawal Gultom MPd, Prof DR M Baldan MPd, dan Prof Abdul Hamid MPd. Sedangkan, tiga dosen adalah Dra Rahmulyani MPd, Dra Isda Pramudiati MHum, dan Drs Juniarto MPd.(Mag29/jpnn)

Jambi Ekspres

Ada pertanyaan masalah pendidikan, silakan kirim e-mail ke sutrisnomehera@gmail.com atau budaya_je@yahoo.com dimasarikmihardja@yahoo.co.id HP 08127378325 petanyaan yang disertai nama dan alamat pengirim atau sekolah akan kami layani

Prosedur Sertifikasi Dosen Pertanyaan: Bagaimanakah prosedur penyelenggaraan sertifikasi dosen di PT (sms Damris, dosen FKIP Universitas Jambi)? Jawaban: Sertifikasi dosen merupakan kerjasama beberapa lembaga. Lembaga yang terlibat dalam proses ini adalah (1) Depdiknas/Dikti, (2) Perguruan Tinggi Pengusul dosen calon peserta sertifikasi, dan (3) PTP-Serdos. Perguruan tinggi pengusul adalah semua perguruan tinggi di Indonesia yang mengusulkan dosennya untuk mengikuti proses sertifikasi. PTP-Serdos (perguruan tinggi

Dr. Sudaryono, M.Pd Konsultan Pendidikan

pelaksana sertifikasi) adalah perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Mendiknas untuk menjadi penyelenggara sertifikasi dosen (menilai portofolio beserta seluruh rangkaian prosesnya). PTPSerdos selaku PT-Pengusul juga wajib mengusulkan dosennya untuk disertifikasi sesuai kuota yang diterimanya. Prosedur program sertifikasi dosen dapat dilakukan sebagai berikut: Pertama, Diknas menetapkan kuota secara nasional yang selanjutnya dijabarkan oleh Dikti menjadi kuota untuk masing-masing perguruan tinggi (PT-Pengusul). Khusus untuk PTS distribusinya diserahkan kepada Kopertis. Kedua, pada PT-Pengusul kuota diproses menjadi daftar calon peserta sertifikasi dosen melalui pertimbangan fakultas, jurusan maupun program studi. PT-Pengusul dalam menangani proses sertifikasi ini disarankan untuk membentuk Panitia Sertifikasi Dosen (PSD) di tingkat PT-Pengusul. Ketiga, penetapan daftar calon peserta sertifikasi dosen di PT Pengusul diurutkan atas dasar: (1) jabatan akademik,

(2) pendidikan terakhir, dan (3) daftar urut kepangkatan atau yang sejenisnya. Rambu-rambu ini diberlakukan di tingkat perguruan tinggi. PSD pada PTPengusul berkonsultasi dengan fakultas/ jurusan/prodi untuk menentukan (1) 5 orang mahasiswa, (2) 3 orang teman sejawat, dan (3) seorang atasan dosen untuk masing-masing calon peserta sertifikasi dosen yang akan melakukan penilaian persepsional. PSD kemudian memberikan blangko isian kepada (a) mahasiswa, (b) teman sejawat, (c) atasan dosen yang akan menilai, dan (d) dosen yang diusulkan untuk memberikan penilaian persepsional. Selain penilaian persepsional, dosen yang diusulkan melakukan penilaian personal. Hasil semua penilaian diserahkan kembali ke PSD. PSD mengkompilasi hasil penilaian dan melengkapi dengan persyaratan lain seperti penilaian angka kredit, foto dan lain sebagainya. Hasil pengkompilasian ini menjadi berkas portofolio yang diserahkan oleh PSD di PT-Pengusul kepada perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen (PTPSerdos). PTP-Serdos menilai portofolio dan hasilnya diserahkan kembali ke PTPengusul dan Ditjen Dikti. Berdasarkan hasil ini kemudian Ditjen Dikti menerbitkan nomor registrasi (khusus) bagi yang lulus dan dikirim ke PTP-Serdos untuk pembuatan sertifikat. Bagi yang tidak lulus diserahkan kepada PT-Pengusul untuk pembinaan dan pengusulan kembali.***

M. AKTA/JAMBI EKSPRES

KOMPUTER: Selain bernuansa islami, SD IT Nurul Ilmi juga mengajarkan ilmu umum dan teknologi. Bahkan, murid-muridnya diajarkan komputer sejak kelas 1. Tercatat dua kali murid sekolah ini mewakili Prov Jambi dalam lomba komputer tingkat nasional.

SMPN 19 Kecewa Tak Diikutkan Lomba Sekolah Sehat Optimis Pertahankan Juara I JAMBI- Sukses SMPN 19 Kota Jambi menyabet juara III tingkat Prov Jambi dalam Lomba Sekolah Sehat 2008 tampaknya tidak terulang pada 2009 ini. Bukan lantaran kalah saing dengan sekolah lain, tapi memang sekolah yang dikepalai oleh Janhuri SPd MPd ini tidak diajak mengikuti lomba tersebut. Inilah yang sangat mengecewakan. Menurut Janhuri, pada 2008 lalu sekolahnya berhasil menjadi juara I lomba Sekolah Sehat dan mewakili Kota Jambi ke tingkat Prov Jambi. Di tingkat prov, SMPN 19 berhasil menjadi juara III. Ini jelas membanggakan karena lawan yang dihadapi saat itu cukup berat. “Pada 2008 lalu kita berhasil

meraih juara 3 dalam lomba Sekolah Sehat tingkat Prov Jambi. Tapi tahun ini kita tidak ikut, karena memang tidak diajak. Kita tidak tahu apa alasannya. Seharusnya semua sekolah di Kota Jambi diikutsertakan karena ini lomba tingkat Kota Jambi. Makanya kita kecewa sekali, karena tidak bisa mempertahankan juara,” sebut Janhuri saat ditemui, kemarin. Dibeberkan Janhuri, ikut serta dalam lomba itu sebenarnya sudah menjadi obsesi besar sekolahnya. Itu karena sekolahnya merasa bisa mempertahankan predikat juara I, karena segala sesuatu sudah dipersiapkan. Namun demikian, pihaknya akan berusaha tahun depan bisa berpartisipasi kembali. “Sebenarnya ini motivasi bagi semua elemen di sekolah. Apalagi, bisa mempertahankannya. Karena memang itu akan menjadi motivasi agar siswa makin bersemangat. Dengan

Janhuri

adanya lomba, maka siswa akan mudah digerakkan melakukan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan perlombaan ini,” jelasnya. Walaupun begitu, Janhuri mengakui, pihaknya tetap bersemangat menjadikan SMPN 19 sekolah yang bersih dan sehat. Itu tak lain untuk menunjang

program Walikota Jambi yang menginginkan sekolah bersih dan sehat. Untuk mewujudkan itu semua, pihaknya sudah membuat program sekolah bersih dan sehat. “Setiap hari sebelum siswa masuk kelas, kita minta mereka memungut sampah yang ada di depan mereka. Ini program agar siswa peduli terhadap kebersihan sekolah. Selain itu, kita biasakan mereka membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan sekolah,” jelas Janhuri, soal resep sekolah bersih. Para guru juga selalu mensosialisasikan kebersihan dan kesehatan pada siswa. Itu karena kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah saling berkaitan dan sangat penting untuk menunjang proses belajar-mengajar. Diharapkan pola hidup bersih dan sehat ini akan terbawa dalam kehidupan siswa sehari-hari di rumah dan tengah masyarakat.(kta)

Jambi Ekspres

RABU, 18 NOVEMBER 2009

Jawa Pos National Network (JPNN)

IM3 KOMPAK CORNER

SALAM KOMPAK EDISI 606 Hi Guys... di EDISI HARI INI IM3 kompak akan memberi Tips Merawat LCD Handphone. Memakai ponsel memang perkara mudah, apalagi untuk ‘handphone’ yang masih baru. Salah satu kiat untuk menjaga keawetan ponsel kamu adalah merawat LCD ponsel. Nah kamu bisa ikuti tips-tips berikut ini : 1. Jika kamu membeli ponsel baru dan bergaransi, sebaiknya jangan buru-buru mengikuti trend mengganti lampu layar ponsel. 2. Jika memang telah mulai terjadi ‘katarak’ alias makin kaburnya layar LCD kamu, segera hubungi service resmi dan ganti LCD ponsel kamu. 3. Jangan terlalu sering ponsel kamu terkena guncangan (kecuali pada tipe ponsel yang dirancang tahan goncang seperti pada merk tertentu), jika dibiarkan LCD akan mengalami kerusakan. 4. Usahakan jangan sampai bagian LCD ponsel kamu tertekan atau ditekan. Jika sampai dalam kondisi tertekan, layar LCD akan mengeluarkan cairannya. Alhasil LCD ponsel kamu akan mengalami blank. 5. Usahakan jangan sampai LCD ponsel kamu terkena cahaya matahari langsung maupun terkena panas atau terkena suhu terlalu dingin, karena dapat mengurangi kinerja dan kualitas kristal cair pada LCD tersebut. (LCD = Layar Kristal Cair) 6. Jika kamu ingin mengganti casing, usahakan cari casing yang ukurannya pas benar dengan casing yang original. Jarak casing non original umumnya terlalu dekat dan cenderung menekan layar LCD ponsel. Jadi, perhatikan jarak casing depan dengan layar LCD kamu. Sumber : kapanlagi • Dan bagi yang belum gabung dengan IM3 KOMPAK, komunitasnya pemakai IM3 pelajar dan mahasiswa buruan gabung ya. tinggal isi kupon di bawah ini terus kumpulin deh ke Crew IM3 KOMPAK yang ada di sekolahmu atau bagi sekolah yang belum ada Crew IM3 KOMPAKnya bisa langsung mengantarkan kupon tersebut dilampiri dengan fotokopian kartu pelajar atau KTP ke kantor INDOSAT JAMBI Jl. Sri Soedewi Rt 13 No.01 ( Di Depan rumah dinas walikota) atau ke RADIO EB 102.7 FM dan bisa juga langsung mendaftar ke GALERI INDOSAT JAMBI TAC otre.. • Selain bisa ikutan kuis IM3 KOMPAK, kamu juga bisa ikutan beasiswa IM3 KOMPAK, caranya ketik BEASISWA (spasi) IDMEMBER (spasi) NAMA kirim ke 7771. dan guys, dengan gabung di IM3 KOMPAK kamu juga bisa ikutan acaraacara yang diadain IM3 KOMPAK. Kuis hari ini : Salah satu Produk Indosat, yang memiliki tarif Telepon dan SMS Rp. 0,1,- adalah a. a. IM3 b. b. Mentari c. c. Matrix Info : ENDAH 0856-64300202 / 0741- 60899

Team SMA 6 Kota Jambi

EMY/JAMBI EKSPRES

Pembina: Helmi Bakar SPd: Guru Pembina: Elvi Mardani SPd, Eli Anriyani SPd, Yenlina Iriani SPd. Aji Pangestuti (Ketua). Dwi Septianda (Wakil Ketua). Anggota; Lysa Lucia Febryna, Heniyanti, Sri Wahyuni, Diana Yunita, Cane Pefilenti, Naomi Theresia, Ana Safitri, Almira Alodia, Asih Aprillia WD, Fitriane, Retno Wulan, Hari Setiawan, Faisal Akhmad, Mayovi Ardian, Lasma, Lisa Ramadini, Muchroji Patra, Roland Noverdi, Jauharie, Mukti Ari, Sri Wahyuni, Ririn Septiani, Saripah, Misriati, Indah Nurul Hazairin, Ade Putra, Putri Nelpilia.

BUUGGH! Aku bertabrakan lagi dengannya. Entah karena faktor kebetulan atau memang ini semua telah digariskan untukku. Semenjak anak baru itu masuk ke sekolahku dan di tempatkan di kelasku, kami sangat sering bertabrakan. Kebetulan pun akhirnya kembali membawaku pada suatu ketercengangan. Bukan hanya karena harus duduk bersebelahan dengannya, tapi ternyata dia juga tetangga baruku. Dia Leon. Badannya tinggi tegap, kulitnya putih dan rambutnya lurus. Wajahnya sungguh tampan. Kalau menurut aku sih dia sangat mirip dengan solois idolaku, Afgan. Murid baru berkaca mata yang pelit senyum itu adalah pindahan dari Bekasi. Buuughh! ‘’Aduuuh! Hah??? Kamu lagi?! Kenapa aku sering banget sih tabrakan sama kamu?’’ Dengusku kesal ketika untuk kesekian kalinya aku harus bertabrakan dengannya. ‘’Maaf.’’ Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutnya. Lalu dia pergi dan masuk ke rumah di sampingku. Astaga dia tetanggaku! Betapa terkejutnya aku saat itu.

Buuuggh! Tapi kenapa dia selalu dingin? Makanya kamu dan Leon jadi Selama tiga hari dia duduk di sering bertabrakan.’’ sampingku, tak pernah sekalipun Ketika aku dan Mini sedang dia mau ngobrol denganku. Aku asyik mengobrol. Tiba-tiba tersudah sering mencoba untuk dengar bunyi bel. Dengan malasberteman dengannya. Tapi aku malasan pun aku membuka pintu. hanya selalu bisa menelan Daan... ludah setiap kali aku tak ‘’Assalamualaikum!’’ Sapa si mendapat tanggapan atas tampan Leon sambil memamerusahaku untuk berteman kan senyum dan lesung pipitnya. dengannya. ‘’Walaikumsalam.’’ Balasku den*** gan senyum kaku karena grogi. ‘’Mungkin kalian jodoh Win!’’ ‘’Ini ada kue buatan Ibuku. JanSeru Mini spontan setelah mengan lupa dicicipin ya!’’ dengar ceritaku. Itu kata-kata terpanjang yang ‘’Jodoh? Jangan sembarangan pertama kali Ia ucapkan padaku. Dwi Septiyanda deh Min!’’ Entah kenapa jantungku jadi ‘’Ya kalo gak jodoh apa donk SMAN 6 Jambi berdegup kencang ketika dia namanya? Aku pernah baca di menatapku. Rasa apa ini? Kesebuah buku kalo tubuh kita ini adalah magnet. marin aku masih baik-baik saja waktu duduk Magnet di tubuh kita itu secara otomatis pasti bersebelahan dengannya. Apa karena aku akan mencari suatu kutub agar bisa bersatu. mulai meyakini cerita Mini? Dan mungkin magnet di tubuh kalian mirip. ‘’Ia. Pasti aku cicipin kok. Makasi ya!’’ Ucapku

Cerpen

Siswa Jagoan di Skul, DI skul loe-loe pasti punya siswa yang ‘jagoan’ khan? Tapi jagoan dalam tanda kutip loh –maksudnya jago di bidang olahraga, sains, kesenian and laen-laen sebagainya dech! Pasti punya khan? Pasti donk! Bahkan bejibunnnnnn!!! Nah siswa ‘jagoan’ di skul, emank macem-mecem wujud en bentuknya. Ada yang penampilannya seperti anak kecil, tapi punya pemikiran bak orang dewasa. Berkat kepinterannya, ia bisa mecahin masalah apa aja yang disodorin kepadanya. Ada juga yang langsung kelihatan dari tampangnya. Manusia ‘jagoan’ di skul kayaknya, terbilang punya otak brilian. Nggak heran kalo temen qta yang satoe ini langganan juara kelas. Nah yang sering dan gampang dikenal and mengenal siswa ‘jagoan’ di skul, adalah temen yang punya sifat hero-nya bikin ia bertabur pujian and punya banyak fans. Fans awalnya sech bermula dari kalangan local (kelas) kemudian menyebar keluar kelas. Yah.. semacem virus public figure dech. Daripada mengidolakan orang-orang spesial di atas yang belum tentu hidup berdampingan dengan kamoe-kamoe, mendingan cari yang lebih realistis. Tanpa disadari, sebenernya banyak temen spesial di sekelilingmu dengan kemampuan ‘jagoan’ yang lebih berguna daripada hanya sekadar ‘jago’ di skul laen, tapi nggak kamoe kenal. Iya khan?! Nggak percaya? Coba tanya temen-temen qta yang punya temen super di skul. Mau tau apa kehebatannya? Menurut temen qta ini, teman super di skul adalah mereka yang pinternya nggak ketulungan, sering juara kelas, and banjir pujian. Salah satoe yang punya temen super di skul adalah Liza Ramadani. Pelajar kelas XII IPA 1 SMAN 6 Kota Jambi ini mempunyai temen yang pantes di beri label siswa ‘jagoan’ di skul. Meski nggak rutin meraih ranking, tapi temennya sering diandalin ikut lomba ilmiah. ‘’Nilainya selalu bagus-bagus. Dari kelas satoe sampai kelas tiga, ia selalu meraih rangking lima besar,’’ tukasnya. Meski pinter, ternyata temennya nggak sok, bahkan ia kerap berbagi ilmu. ‘’Kalo pas ada tugas atau Pe-eR, ia selalu ngebantuku and temen-temen laennya,’’ ungkap pecinta musik ini. Temen berkemampuan spesial juga dimiliki Lysa Lucia. Disebut spesial, karena jago debat and selalu ikut kejuaraan. ‘’Walaupun pinter, ia nggak pelit ilmu. Ia pasti ngebantu, kecuali kalo ujian. Makanya temen-temen skul seneng bertemen dengannya,’’ beber cewek dari kelas XII IPA 1 SMAN 6 Kota Jambi ini. Menurut Lysa pula, ia jadi mudah memahami pelajaran berkat bantuan sang ‘jagoan’ di skul. ‘’Caranya menerangkan

Asyik Kok!!!

17

malu-malu, apalagi ketika menyadari kalau Mini tengah mengamatiku dari jauh. *** Sejak kejadian itu. Leon mendadak mulai mengajakku ngobrol. Kami menjadi lebih akrab. Dan tiba-tiba sore itu... ‘’Assalamualaikum nak!’’ Seorang Ibu-Ibu tua mengejutkan aku ketika aku sedang bersantai di teras. ‘’Walaikumsalam. Silahkan masuk bu.’’ ‘’Tidak usah nak. Tepat seperti yang Mas Leon katakan, non Winda cantik.’’ Aku bingung. Siapa Ibu ini pun aku tak tau. Bagaimana bisa Ia tahu namaku. Dan juga menyinggung tentang Leon. ‘’Oh ia, Ibu sampai lupa memperkenalkan diri. Ibu pengasuh Mas Leon yang tinggal di sebelah. Panggil saja Bu Asih. Mas Leon banyak cerita tentang Non.’’ Aku terperangah. Ibu itu pun melanjutkan ceritanya. ‘’Mas Leon bilang dia mulai menyukai Non waktu Non dan Mas Leon bertabrakan pertama kali di koridor sekolah. Dan non tau? Tabrakan kedua, ketiga dan yang seterusnya, itu bukanlah suatu ketidaksengajaan. Itu murni dipelopori oleh unsur kesengajaan yang dibuat oleh Mas Leon sendiri.’’ Rasanya saat itu aku ingin menjerit mendengar penuturan Bu Asih.***

Komentar SARIPAH/ XII Bahasa Skul gue sech emank punya segudang jawara alias ‘jago’. Tepi meski udah ‘jago’, temen qta ntu nggak pelit khan? Yang pasti, punya temen ‘jago’ ntu emank asyik. Qta and skul jadi terbawa-bawa ‘jago’. Pokoke punya temen ‘jago’, skul and skul terbawa-bawa ngetop markotop dech! (6elis/emy) SRI WAHYUNI/ XII IPA 1 Kalo punya temen yang ‘jago’ di segala bidang di skul, suangat enak. Apalagi di ‘jago’ ntu emank jagonya dengan mata pelajaran. Wuih pasti dech terimbas, yach minimal terimbas kecemerlangan otaknya yang dari sononya udah briliand dech! (6elis/emy) LIZA RAMADANI/ XII IPA 1 Meski skul kami punya segudang temen yang memiliki siswa yang ‘jago’ di skul, tapi rata-rata nggak ada yang nyombong, bahkan kami semua saling berlomba dalem menggapai prestasi. Namun dalam pertemenan kami tetep aja memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Nggak ada yang pelit, kok. Meski udah pada ‘jago’ di skul. (6elis/emy) LYSA LUCIA/ XII IPA 1

enak bangets. Gampang dimengerti,’’ lanjutnya. Definisi manusia siswa ‘jagoan’ di skul dari Lysa sedikit berbeda. Pelajar satoe ini mengatakan, orang yang langganan juara kelas baru cocok diberi gelar siswa ‘jagoan’ di skul. ‘’Khan dia hebat. Posisi puncaknya nggak pernah tergantikan sama anak laen. Yang kutahu, sejak di SD-nya dulu, dia udah sering dapet rangking pertama,’’ ujar cewek yang mengenakan jilbab ini. Kehebatan ini berbuah pujian beberapa guru. Bukannya sombong, temen Ririn Septiani Simarmata dari kelas XII IPA 1 SMAN 6 Kota Jambi ini malah merendah. ‘’Malah makin sering ngebantu temen-temen kalo ada kesulitan pelajaran,’’ ujarnya. Memiliki kelebihan emank bikin para siswa ‘jagoan’ di skul punya prestise. Untung, pihak skul nggak pernah menganakemaskan siswa siswi khusus ini. ‘’Meski udah sering memenangkan kejuaraan science, temenku nggak pernah dianggep beda kok sama anak-anak yang laen. Kalo ia pernah ngelakuin kesalahan, ya bakal kena hukuman juga. Nggak ada

tuh yang namannya istilah anak kesayangan,’’ ujarnya. Sri Wahyuni yang juga sekelas dengan Ririn, bilang, perlakuan adil mempunyai tujuan baek. Terutama dampak terhadap siswa siswi yang laen. ‘’Biar anak-anak laen nggak iri. Masak cuma satoe orang aja yang dapet perlakuan khusus. Nggak adil donk. Malah, bukan nggak mungkin rasa iri itu menciptakan prasangka buruk bagi sang ‘jagoan’ di skul,’’ katanya. Sama dengan Saripah. Temen-temen di skul and guru nggak juga memperlakukan sama terhadap siswa ‘jagoan’ di skul dengan siswa laennya. ‘’Aku juga nggak setuju kalo ada diskriminasi di skul atas dasar apapun. Untung skulku nggak memberi perlakuan berbeda pada muridmuridnya. Semua sama,’’ tutur siswi kelas XII yang mengambil jurusan Bahasa di SMAN 6 Kota Jambi ini. Gimana dengan para siswa ‘jagoan’ di skul yang mampu mengharumkan nama almamaternya? ‘’Wah, itu kasusnya beda. Mereka tetep aja bakal dapet penghargaan juga dari skul sebagai rasa terima kasih. Namun nggak sampe berlebihan, seperti

Gua punya temen ‘jagoan’ di skul, tapi dia nggak pelit and nggak sombong sama temen-temen laennya. Kalo ada pekerjaan tugas yang kami sulit ngerjainnya, pasti dia mo nolongin. Makanya, ia sering mendapet pujian ama temen and guru-guru kami di skul. Pujian untuk si manusia super di skul, bagiku wajarrr, kok. (6elis/emy) RIRIN SEPTIANI S/ XII IPA 1 Jelas punya donk temen ‘jagoan’ di skul. Skulku! Namun, meski temenku itu udah sering memenangkan kejuaraan science, temenku itu nggak pernah dianggep beda kok ama anak-anak yang laen. Kalo ia pernah ngelakuin kesalahan, ya bakal kena hukuman juga. Nggak ada tuh yang namannya istilah anak kesayangan. (6elis/emy)

memberi perlakuan khusus,’’ sahutnya. Tapi ada loh bintang kelas ato manusia super di skul sering jadi langganan pujian para guru and temen-temen. Menurut kamoe? ‘’Kalo buatku sech wajar aja. Siswa or siswi yang dianggep ‘jagoan’ punya banyak prestasi. Pujian pantas dilayangkan untuknya,’’ tutup Mukti Ari dari kelas XII IPA 1 SMAN 6 Kota Jambi ini. (6elis/emy)

18

rabu, 18 november 2009

Jambi Ekspres

TEBO - BUNGO - MERANGIN - KERINCI - SAROLANGUN

Jawa Pos National Network (JPNN)

Rekaman Fee Proyek Kembali Memanas Kapolres : Perekam Bisa Dikenakan Ancaman 10 Tahun Penjara BANGKO- Pasca pemanggilan Nasrim, Kabid Cipta Karya Dinas PUP Merangin oleh DPRD Merangin dan pernyataan maaf Nasrim kepada anggota Dewan, ternyata kasus rekaman tersebut belum selesai malah semakin memanas. Kini kasus rekaman bagi-bagi fee proyek di Dinas PUP untuk Dewan tersebut sudah didalami oleh Polisi dan kini

tahap Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan). Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Merangin, AKBP Bagas Uji Nugroho Sik dihadapan wartawan. Bagas mengatakan, saat ini Polisi masih mengumpulkan data dan belum bisa menyimpulkan kalau kasus tersebut ada unsur pidananya, karena kita harus meminta keterangan kesemua pihak, kepada perekam Mandri, Nasrim dan juga pada SR selaku dewan periode 2004-2009. ‘’Kita saat ini masih mengumpulkan data dan keterangan, dan

belum menentukan apakah kasus rekaman fee dewan ini ada unsur pidananya, dan kita juga akan mendalami mengapa siperekam menyadap omongan Nasrim dan jika itu menyalahi ketentuan, perekam akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan pasal 31 UU No 11 tahun 2008 tentang Telekomunikasi dan diancam hukuman penjara 10 tahun atau denda 800 juta, apalagi siperekam juga menyebarluaskan rekaman tersebut pada orang lain,”ungkap Bagas. Untuk saat ini, kita belum menHBA NYETIR MOBIL: Seusai penyerahan bantuan mobil pelayanan KB, Bupati HBA langsung menduduki kursi sopir guna memeriksa kelengkapan mobil.

ZULFAHMI/JAMBI EKSPRES

HBA Serahkan Mobil KB Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

lensa merangin Budi Ajukan Permohonan Berhenti BANGKO– Budhi Vrihaspathi Jauhari yang diberitakan sudah tidak pernah masuk kerja sejak tahun 2003 lalu tapi masih tetap mengambil gaji, akhirnya memberikan komentar terkait pemberitaan dirinya selama ini disemua media masa. Budhi mengatakan terkait pemberitaan tersebut dirinya dengan resmi telah mengajukan surat permohonan berhenti yang ditanda tangani diatas materai tertanggal 16 November 2009 dan telah diserahkan kepada Bupati H Nalim dan Kepala Diknas Merangin Fauzi Ismail, SPd. Menurut Budhi surat permohonan tersebut telah ditembuskannya kepada Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala BAKN Pusat dan Kepala BAKN Sumbagsel. Dan saat ini Budhi menyatakan siap jika harus berhenti jadi PNS. Namun untuk memberhentikan seorang PNS itu bukan semudah membalik telapak tangan, banyak aturan yang harus dilalui. Selain menyatakan siap mundur dan dipecat dari PNS, Budhi yang notabene adalah koordinator KOPSAD ini juga menyayangkan pernyataan Kepala Diknas Merangin Fauzi, SpPd yang telah membeberkan kasus ini ke Media Massa. Seyogyanya kata Budhi, sebagai pimpinan dan atasan yang bijak, Fauzi memanggil dirinya dengan cara baik-baik. ‘’Seharusnya Fauzi memanggil saya selaku bawahan, dan memberikan nasehat, dan diproses kesalahan saya, jika memang tidak bisa dibina, baru dibinasak an,”katanya.(mil)

lensa kerinci 2010, Kebagian PNPM Rp 9,25 M SUNGAIPENUH – Pada tahun 2009 ini, Pemkab Kerinci mendapatkan percekikan dana PNPM-MP yang dilaksanakan di enam Kecamatan dengan nilai total BLM sebesar Rp 8,7 Miliar yang tersebar di 77 Desa. Sedangkan untuk tahun 2010 mendatang sesuai dengan rencana alokasi PNPMMP yang telah disampaikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemkab Kerinci telah mengalokasikan dana PNPM-MP Kabupaten Kerinci sebesar Rp 9,25 Miliar untuk dibagikan ke enam Kecamatan nantinya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Kerinci ketika membuka secara resmi Semiloka DPRD dan SKPD Lokasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan tahun anggaran 2009. Semiloka tersebut digelar di Hotel Aroma kemarin. Acara tersebut juga di hadiri oleh sejumlah anggota DPRD, unsur muspida dan kader PNPM. Dalam sambutannya Bupati Kerinci mengungkapkan, untuk saat ini PNPM-MP telah memberikan hasil seperti dasar-dasar penguatan masyarakat melalui pemberdayaan dan pembangunan partisipatif, disisi lain bidang sarana dan prasarana telah diperoleh sebesar 72 persen, bidang Pendidikan satu persen, bidang kesehatan tiga persen dan simpan pinjam kelompok 24 persen. “Program PNPM ini telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah termasuk di Kerinci, terlebih tenaga kerja juga banyak diserap dari program ini,” ucap Murasman.(wdo)

untuk digunakan di tingkat kota hingga desa dalam rangka penyuluhan KB secara gratis untuk membantu masyarakat. SAROLANGUN- Bupati Sa‘’KB sangat berguna bagi kelurolangun H Hasan Basri Agus arga, salah satunya meningkatkan (HBA) kemarin menyerahkan ekonomi dan taraf hidup keluarga. satu unit kendaraan (mobil)  Ada baiknya melaksanakan proPelayanan KB ke Dra Eni Hari- gram KB dengan moto dua anak ati, Kepala Badan Pemberdayaan cukup, hal itu salah satu program Perempuan dan KB (BPPKB) dari pemerintah disamping menSarolangun. Pada harian ini HBA gantisipasi melonjaknya angka mengatakan, kendaraan pelay- penduduk,’’ungkap HBA. anan KB sangatlah bermanfaat Sementara itu, Dra Eni Hariati

Kepala BPPKB Sarolangun saat dimintai keterangannya mengaku di tahun 2008 kurang lebih 8.000 keluarga sudah ber-KB. Untuk tahun 2009, katanya, ditargetkan 9.000 keluarga ber-KB. ‘’Dengan adanya bantuan satu unit kendaraan pelayanan KB yang merupakan bantuan dari pusat melalui dana DAK, maka pelayanan KB dapat ditingkatkan dari perkotaan hingga pedesaan,’’ungkap Eni Hariati.(fah)

gatakan kalau kasus ini mengandung unsur pidana, karena Kapolres belum mendengar secara langsung isi rekaman pembicaraan antara Nasrim dan Mandri yang tidak lain adalah kontraktor. ‘’Saya sendiri sampai sekarang belum mendengar isi rekaman itu, dan tentunya belum bisa menyimpulkan sesuatu tanpa mengetahui kasusnya dan kita akan tangani kasus ini dan mencari informasi dan data dari perekam, Nasrim dan SR,”kata Bagas. Sebelumnya, Nasrim dengan tegas telah mengakui kalau reka-

man bagi-bagi fee dewan itu memang suaranya dan dirinya tidak bermaksud menyudutkan dewan ataupun siapa-siapa, tapi dirinya hanya menjelaskan semua yang terjadi di Cipta Karya dan Nasrim sudah dengan berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada dewan. ‘’Saat ini tidak ada laporan yang harus ditindaklanjuti terkait kasus rekaman ini, jika ada laporan baik dari perekam ataupun dari Nasrim tentunya Polisi akan menindaklanjutinya dengan cepat,”tandas Bagas. (mil)

Derap Tebo membangun Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung

Realisasi PBB Tebo Baru Capai 72 Persen MUARATEBO-HinggaakhirOktober, tagihan PBB Kabupaten Tebo masih 28 persen lagi. Jika dinominalkan masih ada sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan realisasinya sekitar Rp 27 miliar atau 72 persen. Hal ini diungkapkan Indones, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Tebo, saat ditemui Jambi Ekspres, kemarin (17/11).  Dikatakannya, dari laporan pihak Perbankan yang masuk ke DPPKAD per 30 Oktober lalu, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Tebo baru mencapai Rp 27,3 miliar. “Angka tersebut hanya berkisar 72 persen dari target yang sudah dicanangkan dalam ABT, sebesar 37 Miliar,” ujarnya.  Lebih rinci Indones menjelaskan, angka sebesar Rp 27,3 miliar tersebut berasal dari 5 sub sektor pajak. Yakni, sektor pedesaan dan perkotaan menyumbang Rp 556 juta, sektor kehutanan sebesar Rp 74 juta. Dan sektor perkebunan menyumbang Rp 1,4 miliar, sektor pengembalian PBB dari pusat ke daerah sebesar Rp 2,9 miliar, sedangkan yang terbesar berasal dari sektor pertambangan, yakni Rp 19

miliar maka totalnya Rp 27, 3 Miliar. “Itulah, kondisi realisasi PBB untuk tahun ini,” tegasnya.  Artinya kata Indones, jika kembali kepada target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 37 miliar, maka masih ada kewajiban yang belum tuntas untuk terus diupayakan, sekitar Rp 10 miliar, selama kurang lebih dua bulan ke depan.   Disinggung mengenai, kendala yang dihadapi, dengan tegas ia menyebutkan, kendalanya berasal dari lemahnya kinerja para petugas penagih wajib pajak yang ada di SKPD masing-masing. Menurut Indones,DPPKAD,tidak turun langsung menagih para pewajib pajak, namun aliran pajak berasal dari para petugas penagih tersebut. Kemudian melalui Dinas setorkan ke Bank, dan pihak kita hanya menerima laporan dari pihak perbankan saja. “Jadi, bukan kesalahan dari pihak kita,” tuturnya.  Namun, terkait kondisi tersebut, Indones, mengatakan, bahwa pihaknya sudah berupaya mengantisipasi hal tersebut, dengan jalan melakukan koordinasi dengan para kepala SKPD. Ia berharap, dengan langkah tersebut maka para petugas penagih bisa digenjot kinerjanya, dan tentunya target akan tercapai. (pay)

Melihat Kondisi Jalan Sungaipenuh Tapan di Musim Hujan

Alat Berat Disiagakan, Seminggu Bisa Longsor Berkali-kali Jalan Sungaipenuh Tapan merupakan jalan ekonomi bagi masyarakat Kerinci dan Kota Sungaipenuh. Jika jalan ini longsor ekonomi masyarakat sedikit agak sendat. Seperti kejadian dalam pekan ini jalan Sungaipenuh Tapan sudah mengalami longsor sebanyak dua kali. WIRDIANTO, SUNGAIPENUH Jalur Sungaipenuh Tapan atau dari Kota Sungaipenuh menuju Tapan Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat rawan

akan bahaya tanah longsor. Terlebih pada musim hujan, dipastikan ada beberapa longsor tebing yang terjadi di sepanjang jalan. Bahkan tahun lalu ada sekitar 30 longsor yang terjadi di sepanjang jalan tersebut. Demikian pula tahun ini, pemerintah terutama Dinas PU mulai mewaspada hal itu. Setidaknya dalam seminggu terakhir ini dijalur Sungaipenuh Tapan via Pesisir Selatan sudah dua kali terjadi longsor tebing yakni Selasa dan Kamis kemarin, tepatnya di kilometer 26 dan 27 arah ke perbatasan atau di daerah Sungai Kunyit. Beruntung alat berat dengan cepat dikerahkan

WIRDIANTO/JAMBI EKSPRES

LONGSOR : Alat berat sedang membuang longsoran dari badan jalan, di jalur Sungaipenuh Tapan, beberapa waktu lalu.

ke lokasi longsor sehingga jalan tersebut kembali bisa dilalui dengan cepat.

“Memang benar jalur Sungaipenuh Tapan sangat rawan akan bahaya longsor tebing, bah-

kan hingga ke perbatasan atau kilo meter 33, buktinya seminggu ini sudah dua kali terjadi longsor tebing,” terang Pengawas PT PKK, Ir Dadang, yang baru saja membersihkan longsor puncak. Kewaspadaan ini semakin diperketat karena menjelang lebaran Idul Adha. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan disepanjang jalan Sungaipenuh Tapan dan sangat rawan akan bahaya longsor terlebih dari kilometer 26 hingga ke perbatasan lantaran diatas badan jalan adalah bukit berbatu. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah mendapatkan perintah dari PU Provinsi untuk selalu mensiagakan alat berat di puncak. (***)

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

batanghari Pemprov  Bantu Dana Cetak 300 Hektare Sawah MUARABULIAN- Masih kurangnya dana yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk percetakan areal persawahan baru yang luas tanahnya sekitar 300 Hektare di Desa Olak Kecamatan Batanghari, mendapat tanggapan dari Pemprov Jambi. Bahkan, dana Zulkifli Nurdin tersebut akan ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Kepastian tersebut disampaikan langsung Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin saat memberi kata sambutan pada acara Hari Pangan Sedunia (HSP) tingkat Provinsi Jambi di Desa Olak, Senin kemarin. Dikatakan Gubernur,  untuk pembukaan areal persawahan baru yang luasnya sekitar 300 hektare di Desa Olak dananya akan ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi jambi. “Pemerintah akan bantu dana untuk percetakan areal persawahan baru yang luasnya 300 hektare di Desa Olak,”ujar Gubernur. Diakuinya, Pemerintah Batanghari dalam meningkatkan ketahanan pangan sangat bagus dan baik. Hal ini terbukti dimana Pemerintah Kabupaten Batanghari telah berhasil menekan angka kemiskinan dalam masyarakat. Sebagaimana kita ketahui pada tahun 2006 lalu jumlah angka kemiskinan di Desa Olak tercatat 174 KK , namun tahun 2009 ini menurun 79 KK. “ Dalam kurun waktu 3 tahun pemerintah Batanghari telah bisa menekan angka kemiskinan di Desa Olak sebesar 65%. Ini patut menjadi contoh bagi kita semua,”tukas  Gubernur lagi. (fri)

muarojambi Belum Sebulan Dilantik, DPRD Muarojambi Pelesir ke Jawa SENGETI - Seluruh anggota DPRD Kabupaten Muarojambi, saat ini sedang melakukan study banding ke Jawa. Tak ayal, seluruh ruangan anggota dewan kemarin terlihat kosong dari aktivitas dewan. ‘’Ya, anggota dewan Senin kemarin seluruhnya berangkat study banding ke jawa dan salah satunya ke Demak dan Magelang,’’tutur Humas DPRD Muarojambi Daiman, kepada wartawan kemarin. Daiman mengatakan, anggota dewan ini keberangkatannya dibagi tiga kelompok. ‘’Tujuan anggota dewan berangkat untuk melakukan konsultasi dan koordinasi antara anggota dewan di daerah lain. Tapi, berapa lama mereka melakukan study banding saya tidak tahu pasti,’’kata Daiman. Diharapkan sepulangnya para wakil rakyat dari study banding tersebut dapat menghasilkan kemajuan bagi Kabupaten Muarojambi, sehingga kepergian anggota dewan ke daerah lain tidak sia-sia. Mengingat berapa banyak dana yang dikeluarkan untuk membiayai study banding tersebut. (imm)

tanjab barat Truk Tonase Besar Dilarang Masuk Kota KUALATUNGKAL - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar), melarang truck bertonase besar masuk ke Kota Kualatungkal.  Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika Tanjabar, F Zebua, yang dikonfirmasi wartawan mengatakan peraturan ini dilakukan sesuai dengan  amanah Perda Nomor 9 tahun 2006, dimana Perda menyebutkan melarang truk bertonase besar melebihi kapasitas bobot angkut di atas 5 ton untuk masuk kota. Menurut Zebua, pihaknya tidak asal memperlakukan larangan truk masuk kota, namun memiliki dasar hukum yang kuat sebagaimana yang diatur dalam Perda Nomor 9 tahun 2006. “Kita tidak sembarangan melarang truk masuk kota, ada ketentuannya. Sehingga setelah hangar selesai dibangun yang dengan fasilitas yang ada ini, melalui proses sosialisasi guna pemberlakukan ketentuan tersebut. Selain itu kita adakan pertemuan dengan pengusaha angkutan dan ekspeditur, sambil finising fasilitas bongkar muat, sehingga pembatasan tonase masuk kota diberlakukan mulai 9 November, sementara ini masih tahap uji coba,”ungkapnya. (zir)

rabu, 18 november 2009

BATANGHARI - MUAROJAMBI - TANJAB BARAT - TANJAB TIMUR

19

Subsidi Raskin Bakal Dihentikan

Akibat Terjadi Tumpang Tindih Subsidi

MUARASABAK- Subsidi harga beras miskin (raskin) bakal segera dihentikan. Dari rapat koordinasi Pemkab Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) bersama Pemprov Jambi, mencuat usulan penghentian pemberian subsidi harga Raskin yang dilakukan Pemkab maupun Pemprov. Kepala Bagian Ekonomi Setda Tanjabtim, Enizwar, mengungkapkan rencana penghentian subsidi harga raskin ini untuk

menghindari tumpang tindih subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Ia mencontohkan subsidi harga yang diberikan pemerintah pusat dari harga Rp.4.600/Kg disubsidi menjadi Rp1.600/Kg. Dari harga tersebut, Pemkab dan Pemprov Jambi mensubsidi harga lagi sebesar Rp 600/Kg. Jadi harga yang sampai ke warga sebesar Rp 1000/Kg. ‘’Nah ini yang kita maksudkan jangan sampai ada subsidi diatas subsidi. Makanya kami mengusulkan untuk mengganti subsidi ke yang lain,’’kata Enizwar. Seraya mengatakan, penghentian

subsidi ini sendiri belum final karena masih akan dibahas di Pemprov Jambi. Eniwar menambahkan, Pemkab Tanjabtim rencananya mengusulkan akan mensubsidi raskin dibidang transportasi yang akan dilakukan dari titik distribusi hingga titik penerima manfaat. ‘’Subsidi ini sebelumnya sudah kita lakukan,’’sebutnya. Subsidi transportasi raskin yang diberikan sebelumnya dimasukkan langsung ke dalam Alokasi Dana Desa (ADD) dengan kisaran dana sebesar Rp 400 Juta. Dana ini, jelas Enizwar, akan dievaluasi lagi sehingga dapat diketahui

perkembangan dari berapa sesungguhnya alokasi dana yang dibutuhkan untuk subsidi raskin disetiap desa dan kecamatan secara keseluruhan. ‘’Hasil evaluasi ini akan kita kaji lagi. Jadi, jika dana itu kurang akan dilakukan penambahan pada tahun anggaran 2010 nanti,’’ katanya. Rencana dan hasil evaluasi ini akan disampaikan ke DPRD Tanjabtim dan dibahas guna pengesahan. Namun, Pemkab berharap dengan pemberian subsidi transportasi ini pihak kecamatan maupun desa jadi tidak terbebani dengan biaya transportasi sehing-

ga pendistribusian raskin dapat berjalan lancar. Sementara itu, untuk pelaksanaan pendistribusian raskin hingga bulan November ini tidak menemui kendala. ‘’Kita tidak ada tunggakan,’’tegasnya. Lantas apakah akan ada penambahan atau pengurangan jumlah penerima raskin tahun 2010 nanti? Enizwar menjelaskan, jumlah penerima raskin tahun 2009 sebanyak 17.043 belum bisa diprediksikan bertambah atau berkurang karena akan dilakukan terlebih dahulu verivikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).  ‘’Kita tunggu dulu hasilnya,’’tandasnya. (bim)

Bupati Panen Perdana Program OPL

RADEN JURFI/JE

EFISIEN: Pelaku usaha atau warga yang akan mengurus perizinan di kantor BPTSP Batanghari, kemarin.

Syarat Lengkap, Izin di BPTSP Batanghari Bisa Ditunggu

MUARABULIAN - Bukan hanya jadi yang terbaik di tingkat Nasional dan jadi pusat studi banding di tingkat Provinsi Jambi, akan tetapi Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Kabupaten Batanghari, dalam kepengurusan izinnya dapat di tunggu, asalkan persyaratan yang ada lengkap. Hal itu disampaikan Kepala Dinas BPTSP Batanghari, Erwan, ketika dikonfirmasi Koran ini di ruang kerjanya kemarin. Dijelaskannya, dalam pengurusan izin di BPTSP Batanghari dapat diselesaikan dengan cepat, asalkan pelaku usaha maupun masyarakat sudah melengkapi persyaratan yang ada. “ Yang jelas, kami di BPTSP Batanghari punya kepastian biaya serta standar waktu penyelesaian izin. Bahkan, ngurus izin bisa ditunggu

asalkan syaratnya lengkap dan juga melihat izin apa yang akan diurus pelaku usaha maupun masyarakat itu sendiri,” ungkap Erwan, seraya mengatakan diantara persyaratan yang ada yaitu membayar retribusi yang sudah menjadi kewajiban yang sesuai dengan Perda yang berlaku.  Erwan mengatakan, standar waktu yang dimiliki BPTSP Batanghari dalam kepengurusan izin tersebut ada yang tiga hari dan maksimal 14 hari tergantung dari izin yang akan pelaku usaha urus. Akan tetapi, jika persyaratan lengkap pembuatan izin kemungkinan dapat di tunggu. “Pokoknya kita melakukan semaksimal mungkin mengenai izin ini. Bahkan sosialisasi akan izin ini terus kita lakukan dari tingkat kecamatan hingga pedesaan,”jelas Erwan. Sekedar diketahui, jika

tidak ada arah melintang tahun 2010 nanti BPTSP Batanghari demi memaksimalkan fungsi BPTSP di tengah masyarakat dan agar masyarakat mengetahui bahwa BPTSP memiliki kepastian biaya dan standar waktu yang sudah sesuai dengan Perda. BPTSP juga akan melakukan penyuluhan langsung ke desa- desa bukan hanya Kadesnya maupun tokoh masyarakatnya semata. Lebih jauh lagi, BPTSP juga akan membagikan selebaran tentang BPTSP Batanghari, khususnya masalah kepengurusan izin agar masyarakat bawah mengetahuinya. Sementara itu, dalam penyuluhan yang rencananya akan dilakukan tahun 2010 nanti itu akan dilakukan di 8 kecamatan.(fri/adv)

SENGETI - Bupati Muarojambi, H Burhanuddin Mahir SH, melakukan panen perdana dilahan persawahan program Optimasi Lahan Tidur (OPL) di Desa Arang-arang, Jumat (13/11). Bupati mengaku bangga dengan upaya yang dilakukan oleh Pemkab yang telah membuka usaha masyarakat melalui bidang pertanian. “Ke depan diharapkan dukungan semua pihak, terutama legislatif agar program ini bisa berlanjut ditahun depan,”ungkap Bupati. Dia mengatakan dengan program OPL ini, diharapkan upaya Pemkab untuk menciptakan Muarojambi swasembada beras

ditahun 2011 dapat terwujud. “Ini juga dalam upaya menciptakan ketahanan pangan di Muarojambi dan Provinsi Jambi,”sebutnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Muarojambi, M Junaidi SP, mengatakan areal OPL yang difungsikan seluas 170 hektare saat ini telah membantu masyarakat Muarojambi. “Sedangkan di Desa Arang-arang, ada 40 hektare lahan tidur yang dibuat menjadi sawah produktif,”sebutnya. Usai panen perdana tesebut, Bupati Burhanuddin kemudian meresmikan pemakaian Gedung Kantor Desa Arang-arang. (imm/adv)

IKMAL M/JE

PANEN PADI: Bupati Muarojambi, H Burhanuddin Mahir, didampingi Kadis Pertanian Tanaman Pangan, Junaidi SP, saat melakukan panen perdana padi sawah di lahan OPL Desa Arang-arang kemarin.

Melihat Pembangunan Bidang Kesehatan di Muarojambi

Konsisten Bangun Kesehatan, Sabet Manggala Karya Bakti Husada Arutala Komitmen Pemkab Muarojambi di bawah pimpinan Bupati H Burhanuddin Mahir, membangun bidang kesehatan berbuahkan penghargaan. Tak tanggung-tanggung, penghargaan tertinggi “Manggala Karya Bakti Husada Arutala” diraih dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. IKMAL M, Sengeti KURANG setengah tahun mendapat penghargaan Saty-

alancana bidang Pembangunan, Muarojambi kembali mendapat penghargaan. Kali ini Penghargaan  “Manggala Karya Bakti Husada Arutala” diraih dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan ini didasarkan pada beberapa indikator antara lain pencapaian prioritas program kesehatan di Kabupaten Muarojambi Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh

IKMAL/JE

PRESTASI: Bupati Muarojambi, H Burhanuddin Mahir, saat menerima penghargaan dan ucapan selamat dari Menkes RI, Endang R. Sedyaningsih, di gedung Depkes Kamis malam.

Menteri Kesehatan RI, Endang R. Sedyaningsih, kepada Bupati Muarojambi, H Burhanuddin Mahir SH,  di Gedung Departemen Kesehatan, Jakarta, Kamis malam (12/11).

Penghargaan ini tentu semakin melengkapi koleksi penghargaan yang diterima Burhanuddin Mahir atas nama Pemkab Muarojambi selama masa jabatan belum mencapai 5 tahun ini. Senyum mengem-

bang nampak di wajah orang nomor satu di Bumi Sailun Salimbai  itu usai menerima penghargaan. “Kita bangga upaya pembangunan kesehatan yang kita lakukan mendapat apresiasi dari Menkes. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi dorongan lebih baik lagi bagi Pemkab Muarojambi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mewujudkan Muarojambi Sehat,”katanya dengan ceria. Burhanuddin mengatakan, salah satu indikator yang mengantarkan Muarojambi mendapatkan penghargaan itu adalah pengalokasian dana block grant untuk Puskesmas dari APBD sebanyak Rp 2.499.144.445. “Kemudian tim penggerak PKK kita berhasil menghidupkan Posyandu dan pola hidup sehat,”timpalnya. Burhanuddin mengucapkan terima kasihnya kepada segenap lapisan masyarakat Kabupaten Muarojambi yang telah membantu dan mendukung program pemerintah Muarojambi, khususnya bidang kesehatan. “Tanpa dukungan masyarakat, penghargaan tidak akan diraih. Karena itu, mari tingkatkan kerjasama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga,”ajaknya. Dia berjanji konsistensi Pemkab Muarojambi dalam pembangunan kesehatan akan terus ditingkatkan. Di sisi lain, keberhasilan Kabupaten Muarojambi  dalam meraih penghargaan di bidang kesehatan mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Muarojambi, Abdul Manap M.Kes. Ia mengatakan bahwa penghargaan itu tidak lepas dari partisipasi masyarakat Kabupaten Muarojambi yang sangat tinggi, khususnya dari insan-insan kesehatan. Juga berkat peran camat sebagai tangan kanan Bupati dalam membina masyarakat. “Masyarakat telah berupaya sungguh-sungguh memperbaiki dirinya dengan melaksanakan program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan. Sebagus apa pun program pemerintah, jika tidak didukung masyarakat tidak akan berhasil,”katanya. (***)

20

selasa, 18 november 2009

Rini Idol

Seneng Putus Nyambung Sempat putus nyambung dengan vokalis band Drive, Anji, Rini Idol segera melepas masa lajangnya. Cewek yang mempunyai bakat menyanyi sejak kecil itu, dikabarkan segera bertunangan. ‘’Aku sedang memulai hubungan yang baru dengan Anji. Kebetulan aku menjalani pacaran dengan putus-nyambung. Soal tunangan, aku nggak tahu, berita dari mana?’’ tanya Rini ditemui seusai tampil di studio Dahsyat RCTI, kemarin. Rini mengakui jika hubungannya dengan vokalis flamboyan itu memang acapkali putus-nyambung. ‘’Ya putus-nyambung, putus-nyambung, kayak lagunya Raffi (Bukan Bintang Biasa),’’ seloroh Rini. Jebolan Indonesia Idol 4 itu beralasan, gaya pacaran putus-nyambung merupakan cara menentukan masa depan. Karenanya, ungkap Rini, ia senantiasa mengoreksi diri sebelum memutuskan untuk melangkah ke tahap yang lebih serius lagi. ‘’Saat ini kita baik baik saja. Kami sedang berusaha untuk saling memperbaiki kesalahan yang kemarin,’’ ujar pelantun lagu Aku Bukan Boneka itu. Saat ini, cewek kelahiran Medan, 28 April 1990 itu mengaku konsentrasi meraih cita-cita. ‘’Kita masih dalam status pacaran, karena masih banyak yang saya kejar, termasuk karier. Jadi itu hanya gosip, kalau kita dibilang tunangan, apalagi menikah,’’ papar penyanyi yang pernah menjadi backing vocal Keith Martin itu. (cr-1/gie)

Luna Maya

Film 2012 Jangan Dipermasalahkan Berbeda dengan Ayu Azhari dan Andi Soraya, Luna Maya yang sudah menonton film bertemakan kiamat ‘2012’ menganggap film tersebut sangat biasa. Adanya kontroversi membuat Luna bingung mengapa masyarakat dilarang menonton. ‘’Kenapa harus dilarang, itu hanya hiburan. Malah yang lebih seram Knowing (film bertemakan kiamat lainnya-red),’’ kata Luna di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/11). Masih menurut pacar Ariel ‘Peterpan’, film ‘2012’ dinilainya terlalu banyak adegan yang didramatisir. ‘’Terlalu Amerika sekali,’’ imbuhnya. Bagi presenter Dahsyat, atas dasar hiburan, semestinya film tersebut tidak usah dipermasalahkan. ‘’Nggak usah diboikot-boikot segala, dilaranglarang, biasa aja filmnya,’’ ujar Luna. (bit)

Cynthiara Alona

Tolak Main Film Porno Image seksi dari bintang film dan sinetron Cynthiara Alona memang sudah tenar seantero jagad raya. Hal ini terbukti ketika Alona ditawari main film semi porno yang bergenre horor. Menurut Alona, dirinya ditawari main film tersebut oleh sebuah PH di Thailand yang melihat kemolekan tubuh Alona lewat internet. ‘’Aku ditawarin waktu itu film horor Thailand. Mereka tahu aku dari internet, harus adegan ranjang, horor semi bokep, aku gak mau,’’ ujar Alona saat ditemui di syukuran film HANTU BINAL JEMBATAN SEMANGGI di Jakarta Selatan. Meskipun Alona ditawari main film horor semi porno dengan harga saat tinggi, tapi Alona tidak mau menerima tawaran tersebut. Dirinya takut didamprat oleh keluarganya yang selalu menemaninya syuting. ‘’Dikasih fee-nya gede banget tapi nggaklah. Bisa dihajar ama keluargaku. Walau image aku seperti itu tapi ada batas-batasnya,’’ terang Alona. (kpl/buj/npy)

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

Jambi Ekspres

RABU, 18 november 2009

Jawa Pos National Network (JPNN)

21

IKLAN HOTEL

IKLAN HOTEL

Kursus Kue

Valentine

Bersama Ibu Lina Christianty Jl. Mangkubumi No. 20 (Lrg. Duren) Talang Banjar - Jambi. Telp. 0741-24132/7554311 - - - - - - - - - - - - -

Jumat, 6-11-09 Jam 13.30 – Sls COOKIES SPESIAL LADY FINGER Sabtu, 17-11-07, Jam 13.30 – Ssl CAKE CLASSIC EKONOMIS Minggu, 18-11-09, Jam 13.30 – Ssl ANEKA PHIA GURIH RENYAH UTK USAHA Senin - Selasa, 9-11-09 s/d 10-11 PAKET MENGHIAS KUE 1 Rabu, 11-11-09, Jam 13.30 – Sls ANEKA CAKE SELEMBUT KAPAS Kamis, 12-11-03, JAM 13.30-Sls ANEKA PUDUNG MENGGUGAH SELERA Jumat – Sabtu, 13-11-09 s/d 14-11, Jam 11.00-Sls PAKET MENGHIAS KUE 2 Minggu, 15-11-09 Jam 10.30-Sls ANEKA CUP CAKE LUCU DAN UNIK Senin, 16-11-09 Jam 13.30 – Sls ANEKA KUE BASAH MODERN MASA KINI Selasa, 17-11-09. Jam 13.30 – Sls ANEKA SNACK BOX TERUNIK & TERBARU Rabu, 18-11-09, Jam 13.30 – Sls ANEKA BOLU GULUNG HALUS Kamis, 19-11-09, Jam 13-30 – Sls ANEKA ROTI BENTUK BINATANG Jumat, 20-11-09, Jam 13.30 - Sls CAKE MARMER FAVORIT PALING GRESS DI JAKARTA MUD

135.300 145.000 150.000 500.000 140.000 135.000 600.000 175.000 135.000 145.000 145.000 200.000

150.000

HEBOH !! Daftar 10 Paket Kursus Kue Lunas Berhadiah Kalung Liontin, Anting Mutiara

KLIK : http://jambiekspres.co.id

22

rabu, 18 november 2009

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

Jambi Ekspres http://www.jambiekspres.co.id

SIUPP: 732/SK/Menpen/SIUPP/1998, Dirintis oleh PT Jambi Press Intermedia

General Manager/ Pemimpin Perusahaan : Sarkawi Dewan Redaksi: Sarkawi, Suardi Sukiman, Muchtadi Puteranusa, Ulil Amri Pimpinan Redaksi: Agus Dini Putra Redaktur Pelaksana: Setya Novanto, Redaktur: Eddy Mulyady Asisten Redaktur: Aswan Hidayat, M. Haramen, Indrawan Setyadi, Zainuddin Staf Redaksi: Misrianti, Toni Evaidi, Dona Piscesika, Raden Surahman, M. Akta, Pirma Satria, Joniyanto. Fotografer: Zulfahmi, M. Ridwan. Sekretaris Redaksi: M Chaidir. Wartawan daerah: Ahmad Muzir (Ta­n­jungjabung Barat), Beni Murdani (Tanjungjabung Timur), (Tebo), Yuneldi Yunis Koto (Merangin), Ikmal Mardiansyah (Muaro Jambi), Wirdianto (Kerinci), (Bungo), Iwan MS (Sarolangun), Raden Jufri (Batanghari). Teknologi Informasi: Hono Prihartantio (Kabag), Pracetak, M. Syukri (Kabag), Robi Harja, Asyhadi, Iklan: Subiantoro (Kabag), Edi Purnomo, Fitria Rosa, Riani W Desain Iklan: Pratama D.P, Keuangan: Eka Wahyu Setyaningsih (Kabag), Sutridawati (Kasir) Pemasaran: Nurdin (Kabag), Hamdan Ekspedisi: Helmi, Dodi, Arifin Piutang: Ertati (Kabag), Darwis Effendi, Fajar. Even & Promosi: Saman (Kabag), Erpen. Umum: Subiantoro, Rahmat Budiman Harga langganan : Rp 87.500,-/bulan (luar kota tambah ongkos kirim). Harga eceran Rp 3.500,-.Tarif iklan: Display (umum) Rp 25.000,-/mm kolom, Iklan warna Rp 40.000,- Full Colour Hal 1 Rp. 80.000,- Rekening BNI Cabang Jambi AC 006.9887004, Bank Mandiri, 110.0001132627, Bank BCA ,119.1385123. Alamat : Graha Pena Jambi Ekspres Jl Pattimura No.35 Km 8 Kenali Besar, Jambi. Telp Redaksi (0741) 65724, Iklan, Pemasaran (0741) 668844, 64940 Fax (0741) 667338. Perwakilan Jakarta (Ali Mulyono) Graha Pena Lantai 6. Jln Kebayoran Lama No. 12 Jakarta Selatan (021) 53699580, HP 0817744663 Penerbit PT Wahana Semesta Jambi Pembina Manajemen : Dahlan Iskan, Komisaris Utama : H Alwi Hamu, Komisaris: Dwi Nurmawan, Lukman Setiawan, Sakti Alam Watir, Direktur Utama: Suparno Wonokromo, Direktur: Sarkawi, Percetakan: PT Jambi Press Intermedia. Kami menerima tulisan berupa opini, surat pembaca, Kirimkan ke Graha Pena Jambi Ekspres, Jl Pattimura No.35 Km 8 Kenali Besar, Jambi. Telp Redaksi, Iklan, Pemasaran (0741) 668844, 64940 Fax (0741) 667338, email: redaksi@jambiekspres.co.id / jambiekspres@yahoo.com / je_printad@yahoo.com / je_iklan@yahoo.com setiap jam kerja, dan lampirkan identitas diri. q Wartawan Jambi Ekspres dilarang meminta ataupun menerima uang maupun barang dari sumber berita. q Wartawan Jambi Ekspres dibekali ID Card / surat tugas saat melakukan tugasnya.

T ajuk Rencana Tata Ekonomi Baru PERTEMUAN 21 pemimpin negara Asia- Pasifik di Singapura berakhir Ahad lalu (15/11). Acara tahunan yang dibingkai dalam forum APEC atau Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik itu menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Di antaranya, ke-21 negara bertekad menata ulang ekonomi dunia setelah terjadi krisis finansial serta sepakat menolak proteksionisme dan ekonomi gaya lama. APEC juga akan memacu terjadinya sistem perdagangan multilateral serta mempercepat integrasi ekonomi regional. Kemudian, mendorong perlawanan terhadap korupsi, membentuk pemerintahan yang luwes dan transparan, dan melakukan upaya-upaya revitalisasi atas ketahanan negara-negara anggota. Di antara sekian banyak kesepakatan itu, pencabutan proteksionisme bisa jadi yang paling sensitif. Maklum, isu itu kembali hot setelah dunia ditimpa krisis finansial. Saat ini, ketika perekonomian global sedang lesu darah, banyak negara ramai-ramai memproteksi perekonomiannya. Bukan hanya negara berkembang, negara maju pun dengan terang-terangan telah melindungi perekonomian domestik dari serbuan produk asing. Nah, di sinilah persoalannya. Indonesia dan negara-negara berkembang kerap tak kuasa menahan tekanan negara-negara maju. Bisa jadi, mereka telah mencabut berbagai bentuk proteksi ekonomi. Seperti pembebasan tarif, bea masuk, dan kuota barang atau jasa. Tapi, saat ini justru banyak muncul proteksi gaya baru yang disematkan negara maju. Misalnya, produk atau jasa dari negara berkembang mesti lulus sertifikasi tertentu. Seperti ramah lingkungan, tidak berlawanan dengan HAM, hingga sertifikat mutu yang kerap dikeluarkan konsultan dari negara maju. Jadi, bukan tak mungkin terjadi konflik kepentingan. Dalam kerangka ekonomi, pencabutan proteksionisme adalah salah satu manifestasi pasar bebas. Sebagai anggota berbagai kerja sama ekonomi internasional, Indonesia mau tak mau mesti tercebur ke dalamnya. Berlakunya pasar bebas membuat sekat-sekat geografis dan administratif sebuah negara tereduksi. Memang tidak selamanya kompetisi perdagangan bebas bernilai buruk. Justru kompetisi yang sehat akan menciptakan pemain-pemain ekonomi yang berkualitas. Syaratnya, kompetisi dilakukan seimbang dan tiap pemain punya kemampuan merata. Berkaca dari hal itu, Indonesia diperkirakan merugi bila liberalisasi perdagangan diterapkan sekarang. Sebab, kondisi pasar domestik belum kompetitif jika dibandingkan dengan negara anggota yang lain. Akibatnya, barang dan jasa asing akan menekan produk dalam negeri. Memang, masuknya produk asing itu awalnya membuat masyarakat sebagai konsumen senang. Tapi, dalam jangka panjang, itu akan menjerumuskan bangsa ini menjadi objek negara lain. Mumpung masih ada waktu, pemerintah mesti melakukan persiapan matang agar ketika pasar bebas berlaku kelak, ekonomi lokal sudah siap. Sektor-sektor ekonomi yang punya keunggulan kompetitf harus ditumbuhkembangkan. Dengan demikian, berlakunya pasar bebas malah bisa meningkatkan perekonomian nasional. (*) Pembaca yang budiman, Jambi Ekspres membuat rubrik baru Rakyat Bicara. Rubrik tersebut berupa layanan SMS dengan pembaca maupun relasi yang isinya untuk kepentingan umum yakni masalah atau masukan layanan PDAM, PLN, Telkom, kondisi jalan, sekolah, kebersihan, pasar serta pengurusan izin yakni, SIM, STNK, IMB, dan SITU. Silakan SMS ke 0812-74060791 dengan bahasa yang singkat, jelas dan tidak berbau SARA. Redaksi Jambi Ekspres berhak mengedit SMS yang akan dimuat dengan tidak mengurangi isi subtansinya. Masalah atau masukan dari pembaca dan relasi akan dijawab pihak terkait satu hari sesudah SMS dimuat di koran ini. Nomor HP Anda tidak dimuat seluruhnya. (*)

Kaki Lima di Mr Asaat Merajalela YANG Terhormat Camat Pasar. Kenapa kaki lima di kawasan Mr Asaat sudah merajalela dan mengganggu, tapi tidak ada tindakan dari aparat. Kalau tidak sanggup ngatur mundur aja pak! Masih banyak pejabat lain yang mampu . +62816397xxx

Minta Transparan Rekrutmen CPNS YANG Terhormat Gubernur Jambi. Mohon saat rekrutmen CPNS tahun 2009 ini lebih transparan. Karena, ditahun-tahun sebelumnya mereka yang lolos rata-rata anak pejabat atau kolega pejabat, terimakasih. +628117408xxx

Tempat Sampah di Sepanjang Jalan Pattimura YANG Terhormat Walikota Jambi. Bagaimana penanganan tempat-tempat sampah di pinggir sepanjang jalan Pattimura pasca perbaikan jalan? Seharusnya harus cepat dipikirkan daripada rakyat nanti membuang sampah ditengah jalan raya, terimakasih. +628117407xxx

KPK : Bagaikan Anak yang Tak Diinginkan SEMAKIN tegas kebenarannya apa yang tergores di otak Plato dan ia menginformasikan kepada murid-muridnya bahwa manusia itu zoo politicon Pemikiran jenius Plato, tambah direnungkan menjadikan otak kita terusik. Kenapa? ungkapan singkat dan padat itu, bila diperhadapkan dengan perseteruan antara Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK yang diperuncing tajam dan menyayat oleh pecundang hukum (black lawyer) di negeri ini, tidak terbantahkan lagi. Zoo politicon secara etimologi berarti manusia adalah “binatang” yang saling berkepentingan. Karena kepentingan baik secara individual maupun secara institusional manusia dapat saling membantu dan pada giliran yang lain dapat pula saling mengalahkan. Kenyataan seperti inilah, agaknya yang membuat Ibnu Taimiyyah, pemikir politik Islam, melegitimasi ucapan Plato sebagai kelanjutan dari sepak terjang manusia seperti zoo politicon, agar tersalurkan dengan baik memerlukan institusi yang disebut pemerintahan. Karena katanya, sepanjang manusia bisa hidup berkeadilan dan berdampingan dengan damai, maka tidak perlu ada pemerintah. Justru ternyata, manusia itu sarat kepentingan, sulit diatur dan tidak jarang melanggar hukum, maka pemerintahan yang tegas merupakan kemutlakan. Dikatakan demikian, sebab pemerintahan yang baik tidak lepas dari unsur: 1) institusi/lembaga penegak aturan; 2) manusia/sumber daya penegak hukum; 3)

Oleh : H. Adrianus Chatib* aturan-aturan/perundang-undangan hukum yang tegas dan lugas (jangan terlalu banyak pasal karet). Ketiga hal itu adalah three in one; tidak bisa dipisahkan, hanya dapat dibedakan.Artinya, ketiga unsur tersebut harus bersenergi. Institusi penegak hukum di negeri kita yang lahir berdasarkan UUD 1945 adalah kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Tiga institusi ini lahir dari rahim ibu pertiwi. Bagaikan anak, tiga institusi ini telah dibesarkan dan dididik oleh ibu pertiwi sejak ia lahir sampai dengan dewasa. Namun demikian, apakah dis ebabkan s alah didik, atau faktor lingkungan yang dipandang budaya padahal yang sebenarnya tidak dan lain sebagainya, tiga anak (kepolisian, kejaksaan, pengadilan) tidak tumbuh dan berkembang dewasa sebagaimana diharapkan ibubapaknya. Entah lantaran apa, 3 (tiga) anak harapan masa depan ibu/bapaknya (baca: ibu pertiwi) menjadi “anak nakal”. Tidak sekedar nakal, tapi mereka sedang menjadi “ extra ordinary nakal”, sehingga dambaan ibu/bapak menjadi pupus sudah. Patah hati sang ibu/bapak mendidik anaknya, karena apapun bentuk sanksi dan upaya meluruskannya yang diberikan, tetap diabaikan sang anak. Akhirnya, ibu/ bapak ingat do’a Nabi Zakaria (baca: tidak persis sama), bagaimana agar keduanya dikaruniai anak lagi yang bisa membantu dia mengurus

negara dan diharapkan anak yang lahir itu nanti bukan anak yang nakal. Do’a sang ibu/bapak terkabul. Ibunya hamil. Tapi apa yang terjadi, kehamilan ibu sangat tidak dikehendaki oleh 3 bersaudara yang sudah d u l u a n l a h i r. . A p a boleh buat, sang ibu su dah telanjur hamil. Dengan sendirinya, protes terhadap kehamilan ibunya setiap hari mendapat intimidasi dari ketiga anaknya. Berbagai upaya dilakukan sang anak agar ibunya menggugurkan kandungannya dengan alasan :”masak kami punya adik lagi,sementara ibu sudah tua”. Jawab ibu : “memang kami sudah tua”, tapi kamu sekalian ternyata tidak dapat diharapkan yang kami betul-betul mengharapkannya untuk menjalankan tugas kepemerintahan dengan baik bila kelak kami telah tiada maupun disaat kami sudah tua renta seperti sekarang ini. Akhirnya, lahirlah bayi mungil yang sangat didambakan oleh kedua orang ibu/ bapaknya. Pendek cerita, sejak kecil sampai dengan akan memasuki usia dewasa, silih berganti cobaan ditimpakan oleh kakak-kakaknya kepada si bungsu ini. Tidak tanggungtanggung cobaan itu, mulai dari tuduhan bahwa adiknya adalah “anak haram” sampai

pada tuduhan bahwa ia telah mencuri barang orang dan menilep titipan orang yang dipercayakan kepadanya. Kisah ini mirip dengan sejarah Nabi Yusuf bin Daud dengan 11 orang saudaranya yang tidak menginginkan kehadiran Nabi Yusuf ditengah-tengah mereka; sekalipun kita tahu dan semua orang tahu bahwa Nabi Yusuf lah yang meluruskan ketatanegaraan/ pemerintahan di negerinya yang sudah carut-marut yang oleh tangan dingin dan ketegasan Yusuf dalam menegakkan hukum, negerinya menjadi makmur dan berwibawa. Seharusnya tidak boleh terjadi tapi nyatanya demikian, karena sang ibu/bapak sibuk dengan urusannya, tidak sempat mendidik anak dengan baik (baca: saudara-saudara Yusuf), maka ketika terjadi tuduhan bahwa anak bungsunya menggelapkan barang orang, ia minta pula orang lain untuk meneliti apakah benar si bungsu maling atau hanya sekadar karangan bohong kakak-kakaknya saja. Anehnya pula pernyataan kakak-kakaknya yang menyudutkan si bungsu didukung pula oleh warga dan tetangga yang punya kepentingan khusus dalam mencari keuntungan ketika air keruh. Dari hari ke hari ada saja yang memperso-

alkannya yang bermuara pada ketidak-relaan mereka pada si bungsu untuk lahir. Kisahnya belum selesai sampai disini, akan tetapi yang sudah jelas dan pasti dapat disimpulkan adalah bahwa: 1) pada perseteruan antara kakak beradik ada orang yang bersorak-sorai bergembira ria di luar rumah yang ingin betul agar keluarga ini berantakan dan hancur secepatnya. Dengan hancurnya keluarga tersebut, maka hidup “tanpa aturan” yang diinginkan mereka akan “berbuah manis lagi”; 2) perseteruan ini merupakan jalan yang dibukakan oleh Allah agar penegakan hukum dan pembenahan peradilan di negeri ini secepatnya ditangani dengan serius Untuk itu, wahai orang yang punya otak dan hati, yang sesuai kata dan perbuatan, yang jangan ada dusta diantara kita berfikirlah secara cerdas, cermat dan akurat. Benarkah KPK bagaikan anak yang tak diinginkan untuk lahir ? kita tunggu perkembangan selanjutnya. Allahu ‘alam bi al-shawab. *) Prof. Dr. H. Adrianus Chatib, S.S., M.Hum adalah Guru Besar dalam Ilmu Sejarah dan Pemikiran dalam Islam pada Program Pascasarjana IAIN Sulthan Thaha Saifuddin dan Guru Besar pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Diniyyah al-Azhar Jambi.

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

Tiga - ------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 13

uang jaminan pelaksanaan sebesar 5 %, uang muka harus dikembalikan sebesar 20 % dan denda 5 % dari total anggaran yang telah ditenderkan senilai diatas Rp. 1 Miliar,” tegas Hanif. Ditambahkannya, kalaupun nanti sesudah koordinasi dengan pihak terkait tidak ditemukan persoalan hukum, maka tidak ada waktu untuk melanjutkan proyek tersebut. “Sudah jelas akan batal, tak ada waktu lagi bagi rekanan untuk menyelesaikan kegagalan ini,” ujar Hanif. Saat ditanyakan siapa saja pemilik 3 perusahaan yang memenangkan tender dalam gagalnya program pengadaan bibit sapi tersebut, Hanif belum bisa menjawab. “Untuk sekarang belum bisa kita beberkan siapa ketiga rekanan tersebut, karena masih kan dikaji fakta hukumnya,” ucap Hanif. Apakah DPRD sudah ada tindak lanjut mengenai persoalan ini. “Kita belum menyampaikan ke DPRD, dan lagian DPRD

kan lagi studi banding ke NTB.” pungkas Hanif. Sementara itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Wahab Hasyab. Dia mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan kegagalan program pengadaan sapi tersebut. “Senin depan tanggal 23 November kita akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memanggil pihak Disnak dan rekanan,” ujar Wahab saat dihubungi via telepon kemarin Selasa (17/11). Ditambahkannya, ini juga kesalahan pihak Disnak Provinsi Jambi yang mengambil sapi dari daerah Sumbawa bukan dari Lombok. “Seharusnya pihak Disnak mengambil sapi dari Lombok bukan di Mataram. Karena selisih 2 hari jaraknya daerah tersebut dan harga biaya transportasi yang dikeluarkan juga bisa murah. Entah alasan apa pihak Disnak mengambil sapi dari tempat yang jauh,” pungkas Wahab.(cr3)

THL --------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 13

berinisiatif untuk membantu mencarikan solusinya,’’ jelas Politisi daerah pemilihan Jambi Timur ini. Dijelaskannya, sebanyak 12 orang THL TB tersebut, menuntut agar pemerintah Kota Jambi membayar honor mereka selama dua bulan terakhir sebanyak Rp. 1 juta perorang. Dan itu Kata Zayadi sesuai dengan kesepakatan yang pernah dibuat antara para THL TB dengan walikota Jambi di bagan pete. ‘’Kata Para THL TB itu sudah pernah di sepekati dengan walikota dan itu yang ditulis oleh para THL TB pada surat yang ditujukan kepada kami,’’ ujarnya. Ditanya tentang jumlah tuntutan mereka, Zayadi menyebutkan, secara keseluruhan para 12 THL TB tersebut hanya menuntut uang

sebanyak Rp. 24 Juta untuk honor mereka sebanyak 12 orang. ‘’Kalau semuanya dikalikan 12 orang untuk dua bukan hanya 24 juta,’’ sebutnya. Selain itu, para THL TB tersebut juga menuntut agar kontrak kerja mereka bisa ditambah dan juga tuntutan untuk bisa diangkat sebagai Pegawai negeri sipil. Zayadi menanggapi kalau soal itu lihat dulu aturan yang berlaku. ‘’Kalau untuk tuntutan itu kita lihat aturan yang berlaku, dan itu langsung dengan eksekutif,’’ tegasnya. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ir. Teguh Wiyuno, MM mengatakan akan langsung mengkongsultasikan kepada Walikota Jambi dan Sekda terkait hal ini agar bisa selesai tanpa ada persoalan. (ika)

Beli --------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 13

Dia juga mengatakan, agar warga yang membutuhkan hewan ternak untuk membeli hewan ternak di lokasi penjualan yang memliki label Sehat. ‘’Kita sudah memberikan label sehat di lokasi yang sudah kita pantau. Dan itu tandanya semua hewan disana sudah dalam keadaan sehat dan dapat dijadikan hewan kurban,’’ jelasnya. Menurutnya, ada tiga tujuan turun ke lapangan kemarin, pertama untuk mengetahui jumlah stok yang ada pada pedagang, kemudian pemeriksaan kesehatan hewan dan yang terakhir adalah pengawasan kesehatan. Sehingga daging hewan benar-

benar aman sehat utuh dan halal (Asuh). “Yang paling dikhawatirkan adalah Antrhak, namun itu tidak ditemukan. Kalau penyakit ringan seperti pilek ada kita temukan, namun sudah langsung diberi obat oleh dokter hewan kita,” jelasnya. Dijelaskannya, saat ini pihaknya akan turun terus menerus untuk memantau di setiap waktu peredaran hewan kurban tersebut. ‘’Kita sudah siapkan petugas di kecamatan untuk memantau hewan ternak yang beredar dan juga jumlah hewan ternak yang akan dipotong,’’ pungkasnya. (ika)

Ratusan --------------------------------------------Sambungan Dari Hal 13

‘’Semua lomba ini khusus untuk para guru yang mewakili 6 pengurus PGRI kecamatan di Kota Jambi,’’ terangnya. Pada acara puncak kata Rifai, pemberian hadiah juga akan dibarengi dengan acara pencanangan guru Favorit Jambi Ekspres 2010 yang akan dilaksanakan di depan kantor Walikota Jambi pada hari

Minggu (13/12) mendatang. ‘’Nanti akan dilaksanakan, senam, jalan santai, dan pemberian doorprize dan masih banyak lagi acara lainnya dan turut hadir langsung Walikota Jambi untuk memberikan hadian secara langsung dan mencanangkan guru favorit Jambi Ekspres 2010 untuk Kota Jambi,’’ pungkas Rifa’i. (ika)

Dari --------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 13

terbaik kepada seluruh pelanggan,” tandas wanita yang menamatkan S1 nya pada prodi Kimia FKIP Unja dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (SPd) ini. Baginya kepuasan pelanggan mutlak untuk diberikan. Dan ia yakin, kendati banyak sekali restoran atau usaha sejenis yang sudah punya nama dibandingkan restorannya, Restoran Kiniko punya pangsa tersendiri. “Kita sama sekali tak menanggap rumah makan dan restoran lain sebagai kompetitor,” ujar wanita kelahiran Batu Sangkar, 20 Desember 1967.

Yakin dengan pangsa pasar yang sudah ada, Restoran Kiniko dikatakan pengusaha catering ini memiliki keunikan tersendiri. Dengan pelayanan yang cepat dan cita rasa makanan yang beda, dikatakannya menjadi keunggulan restoran yang ia kelola. “Sebelum berbentuk Restoran, Kiniko dulunya rumah makan. Jadi saya yakin pelanggan lama kita akan kembali dan sudah rindu akan masakan kita,” jelas, Des yang mengakui jika kepintaran memasak yang ia peroleh didapat secara turun temurun dari orang tua ini.***

RABU, 18 NOVEMBER 2009

HALAMAN SAMBUNGAN

23

Proyek Sambungan Dari Hal 13

Safruddin, pada pantauan dilapangan, proyek multiyears tersebut baru selesai hanya 86 %. ‘’Banyak sekali yang belum ada, diantaranya adalah listrik, keramik juga belum, dan masih banyak lagi yang lainnya yang belum. Seharusnya sudah selesai dengan anggaran yang sebanyak itu,’’ jelasnya. Dia menyebutkan, meskipun ada sejumlah dana yang belum dibayarkan kepada pihak ketiga sebesar Rp. 9,1 M, namun untuk anggaran yang sudah dibayarkan selama ini, seharusnya juga su-

dah selesai. ‘’Kita akan bayarkan anggaran tersebut jika memang beberapa pekerjaaan yang belum selesai akan diselesaikan menjelang akhir November ini, dan pekerjaan itu sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakannya,’’ tukasnya. Ditanya bagaimana dengan anggaran yang akan dibayarkan untuk menutupi sisa dana yang belum dibayar. Safruddin mengaku akan sangat hati-hati dalam menganggarkan di APBD 2010. ‘’Kita akan sangat berhati-hati untuk tahun 2010. anggaran yang sangat beasr itu sangat mengu-

ras keuangan Kota Jambi, asas manfaatnya juga kalau dilihat tidak ada dan belum optimal,’’ sebutnya. Soal rumah sakit, politisi PKS juga dengan keras menyorotinya dia menyebutkan meskipun secara fisik sudah nampak pembangunannya. Namun dana yang dibutuhkan untuk RSU kota Jambi ini akan sanbat banyak dibutuhkan. ‘’Itu nantinya akan dari APBD, banyak yang belum ada, fasilitas, dokter,’’ terangnya. Labih jauh, dia menyinggung tentang perencanaan awal dari

perencanaan pembangunan RSU Kota Jambi ini. “Sangat jelas kalau perencanaan dalam pembangunan RSU ini sangat lemah, makanya hingga saat ini belum maksimal,’’ ucapnya. Sementara itu, ketua Fraksi Indonesia Bersatu DPRD Kota Jambi Putra Abshor juga mengatakan hal senada. Menurutnya pembangunan yang menghabiskan dana rakyat yang tida sedikit itu, sangat jauh dari harapan yang di inginkan. Dia malah menyebutkan proyek yang saat ini menyita perhatian ini merupakan salah satu proyek yang men-

gada-ngada. ‘’Apakah mungkin pedagang akan dialihkan untuk menjajakan dagangannya di pasar induk tersebut,’’ tanyanya. Lagi-lagi, perencanaan disebut sebagai penyebab tidak sesuainya anggaran dengan kenyataannya dilapangan. Untuk RSU Kota Jambi, disebutkan oleh Putra Abshor, sangat jelas tanpa adanya perencanaan yang matang. Dia menilai, jika untuk pembangunan fisik sudah menghabiskan dana sekitar Rp. 106 M sedangkan untuk kebutuhan lainnya tidak ada lagi dana yang bisa digunakan lagi. (ika)

industri pengolahan, baik di provinsi, maupun skala nasional. Dikatakannya, kawasan JAIP merupakan embrio untuk kelahiran sebuah kawasan industri. ‘’Artinya, upaya pengembangan JAIP diharapkan sejalan dengan kebijakan terkait di tingkat nasional, khususnya kebijakan sektor industri, dimana difokuskan dengan membangun daya saing sektor industri yang berkelanjutan di pasar domestik dan internasional,’’ ucapnya. Lebih jauh di katakannya, kawasan JAIP merupakan kawasan ekonomi yang memiliki fasilitas dan insentif khusus untuk mengintegrasikan seluruh aktivitas ekonomi dari hulu hingga ke hilir. Ini dilakukan dengan mengedepankan konsep cluster industri yang berbasiskan pada

kekhususan komoditi. ‘’Secara umum, tujuan pembangunan kawasan JAIP untuk mempercepat pertumbuhan industri pengolahan hasil-hasil pertanian dalam arti luas. Selain itu, juga memberikan kemudahan bagi kegiatan industri,’’ tukasnya. BKPMD sendiri katanya, akan berusaha untuk menginformasi kegiatan JAIP ini ke berbagai stakeholder. Dan juga memantapkan rencana JAIP tersebut katanya, dengan didukung oleh lembaga pembiayaan ekspor. ‘’Secara produksi, Jambi sudah butuh pelabuhan. Kalau kita lihat CPO saja, ada 1 juta ton per tahun harus keluar dari Jambi,’’ ujar Saut. Saut sendiri berkeyakinan dalam tempo yang tidak berpuluh-puluh tahun, rencana pem-

bangunan JAIP ini bisa diselesaikan. ‘’Dalam pembangunan ini, kita tentunya bekerjasama dengan pihak swasta, investor swasta dan goverment,’’ terangnya. Dan sekarang ini katanya, yang menjadi kelemahan sekarang ini adalah, siapa yang akan mengurus JAIP itu nantinya. Dan dia sendiri menyarankan agar JAIP ini nantinya bisa diurus oleh sebuah badan. ‘’Mengenai bentuknya bagaimana, ini akan kita koordinasikan terlebih dahulu,’’ ujarnya. Sementara itu, dalam Workshop dan Sosialisasi kawasan JAIP kemarin dihadirikan pembicara dari pusat yakni Uke M Husein SSi MPP, mewakili Direktur Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Bappedana, Dr Arifin Indra Su-

listiyanto MBA sebagai Direktur Pelaksana Senior Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Ir Saut Hilser Sihite MTP mewakili Ketua BKPMD Provinsi Jambi, Dr Roberto Akyuwen dari PT Ganes Engineering Consultant dengan moderator Dr Sayid Syekh, SE MS. ‘’Tujuan kegiatan ini menyebarluaskan informasi tentang rencana implementasi JAIP, menjaring penyempurnaan desain kebijakan JAIP, membangun dukungan stakeholder,’’ sebut Saut. Output dari kegiatan ini sendiri diharapkan tersebarnya informasi tentang JAIP kepada masyarakat, desain JAIP yang lebih komprehensif, meningkatnya pemahaman publik dan meningkatnya dukungan publik bagi implementasi JAIP. (arm)

Jambi ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Sambungan Dari Hal 13

Provinsi Jambi, Ir Saut Hilser Sihite MTP, kepada wartawan kemarin. ‘’Sesuai dengan rencana pembangunan Jambi, sejak pelita V, kita menetapkan pantai timur sebagai sebagai agen dan ending pembangunan Jambi. Oleh karena itu, sejak tahun 1990-an, kita mulai buka kawasan pantai timur Jambi. Dalam perjalanannya, sekitar tahun 2006-2007, kita berencana membangunan JAIP di kawasan pantai timur tersebut,’’ ungkapnya. Konsep JAIP ini katanya, adalah sebuah gagasan yang diharapkan mampu mengatasi keterbatasan pengembangan sektor pertanian dan kondisi sosial ekonomi petani sekaligus menjawab tantangan sektor

24

RABU, 18 NOVEMBER 2009

Jambi Ekspres

Jawa Pos National Network (JPNN)

FOTO-FOTO: M SODIQ/JAMBI EKSPRES

SIBUK: Keluarga Ahmad Thaifur harus memenuhi tangan kiri dan kanannya membawa belanjaan.

Belanja Gratis Keluarga Ahmad Thaifur Bersama Jambi Ekspres

Semangat Tetap Tinggi, Meski Melelahkan Mendapat rezeki nomplok adalah keinginan semua orang. Termasuk Keluarga Ahmad Thaifur ini. Mengaku sempat kelelahan selama berbelanja, tapi mereka melakukannya dengan semangat membara.

Nama

: Ahmad Thaifur (Guru dan Mahasiswa) Istri : Isyatul Mardiyah (PNS Ma. Jambi) Marya Kiptiyah : Adik Bahriyah : Adik Murni Canis : Sepupu Suryadi : Adik

PERASAAN senang, cemas dan gugup dirasakan oleh Ahmad Thaifur dan keluarga. Pasalnya mereka mendapat berkah dari Jambi Ekspres. Koran pelopor belanja gratis di Jambi ini memberikan hadiah belanja gratis kepada keluarga pelanggan Jambi Ekspres ini. Dilakukan Jumat (13/11) lalu, keluarga Thaifur langsung boyongan ke Tropi sebagai venue belanja gratis ini. Seorang guru yang tinggal di RT 56 Perumahan Kembar Lestari, Kelurahan Kenali Besar Kotabaru itu sangat antusias mendapat berkah itu. Menggandeng JEKTV, shopping berjalan meriah. Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB di Toko Buku Tropi tersebut berlangsung heboh. Ahmad Thaifur bersama sang istri dan empat orang keluarganya tampak sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara. Padahal perasaan guru SMK Pembina Tribakti itu bercampur baur antara senang, cemas dan gugup. “Perasaan saya

MEMBAYAR: Pembayaran yang dilakukan di kassa 7 ikut membuat pengunjung tertarik perhatiannya.

sekarang campur baur, antara senang, cemas dan gugup,”ujarnya sesaat sebelum memulai. Sesaat setelah MR Black sebagai Master Shopping Jambi memberikan daftar belanja kepada keluarga Ahmad Thaifur, mereka pun langsung bergegas memulai mencari barang belanjaan wajibnya. Mereka berkeliling ke berbagai gerai mencari barang belanjaan yang sudah ditetapkan tim shopping. Di antara barang-barang belanjaan wajib yang harus dibeli

adalah Kopi AAA, beras, buku tulis Alldo, Coca-Cola, Garam Tiga Bola, Rinso, Kopi Torabika, Teh Cap Singa, Teh Sari Murni dan Indomie. Kehebohan bukan hanya terasa di Keluarga Thaifur. Pengunjung Tropi yang waktu itu berjejal juga terlihat menikmati belanja keluarga ini. Para pengunjung yang sedang asyik berbelanja spontan banyak yang berhenti untuk sekadar melihat keluarga Ahmad Thaifur berlarian kesana

kemari mencari belanjaan. Ahmad Thaifur dan keluarga pun tak menghiraukan para pengunjug yang tengah asyik menyimak mereka. Keluarga Ahmad tampak sangat bersemangat mencari bahan belanjaannya. Sangking semangatnya Ahmad Thaifur tak menghiraukan dirinya hampir terjatuh. Setelah sepuluh bahan belanjaan wajib didapat, mereka sekeluarga pun bergegas mencari barang-barang lain guna mencu-

kupi nilai harga belanjaan yang diberikan sebesar Rp 500 ribu. Menit demi menit keluarga Ahmad sibuk mencari barang belanjaan. Di antaranya buah-buahan, berbagai makanan dan bahan-bahan kebutuhan kelaurga lainnya. Mereka sekeluarga bahkan rela naik turun tangga untuk mencari bahan belanjaan. Hingga batas waktu lima menit yang diberikan, mereka akhirnya membawa barang-barang belanjaan menuju kassa 7 untuk dihitung. Berdasarkan jumlah hitungan ternyata keluarga Ahmad Thaifur berhasil menghabiskan semua nilai belanjaan yang berjumlah Rp 500 ribu. Ternyata semangat membara keluarga ini berbelanja membuat belanjaan mereka melebihi yang ditetapkan. Mereka kelebihan sehingga menjadi Rp 531 ribu. Tak urung, keluarga ini pun harus nombok untuk menutup kekurangan itu. Kocek Ahmad Thaifur pun harus rela berkurang Rp 31 ribu untuk menutup kekurangan itu. “Tak semudah yang dibayangkan, dan cukup melelahkan. Tapi kami sangat bahagia,” ungkapnya usai acara. Selain itu Ahamd Thaifur dalam kesempatan itu juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Jambi Ekspres dan JEK TV dan juga Tropi. “Kami sangat berterima kasih kepada Jambi Ekspres, JEK TV semoga peminatnya semakin banyak, begitu juga dengan Toko Tropi semoga semakin banyak yang berbelanja disini,” pungkasnya.(ril)

Rela Tinggalkan Kuliah, Demi Shopping Gratis

ANGKUT BERAS: Beras sekarung tak lupa menjadi barang belanjaan.

BERBURU: Salah satu anggota Keluarga Ahmad Thaifur langsung berlari begitu waktu shopping dimulai.

PENGORBANAN harus dilakukan Ahmad Thaifur saat mendapat kesempatan berbelanja gratis. Guru sekolah ini ternyata masih kuliah di STAI Maarif, Jambi. Bahkan hari dimana ia harus shopping bersama Jambi Ekspres dan JEK TV itu ia punya jadwal penting di kuliahnya. Ia harus tampil maju makalah di Jumat 13 November itu. “Sebenarnya hari ini saya ada tugas tampil makalah. Tapi karena dapat kesempatan ini, maka saya terpaksa meninggalkannya dulu untuk sementara,”tuturnya waktu itu. Bukan tanpa alasan ia meninggalkan sementara perkualiahannya ini. Menurutnya acara ini adalah kesempatan yang mungkin tidak datang untuk kedua kalinya. Maka dari itu ia beranggapan ke-

sempatan emas ini jangan sampai terlewatkan. “Ini kan kesempatan yang mungkin tidak datang kedua kalinya, jadi rugi jika kita tidak ikut. Lain jika ada hal yang sangat penting,” bebernya. Hal senada juga dikatakan sang istri yang bernama lengkap Isyatul Mardiyah. Dia juga merasa sangat bahagia dalam mengikuti acara tersebut. Bersama Marya Kiptiyah, Bahriyah, Murni Canis dan Suryadi, keluarganya yang juga PNS di Dinas Pertanian Muarojambi, mereka rela berkeringat berlarian mencari barang- barang belanjaan. “Bingung juga karena dikejar waktu, tapi kami terasa sangat bahagia, dan berharap acara dan program ini tetap berlanjut,” katanya.(ril)


Jambi Ekspres | Rabu, 18 November 2009