Page 1

UNTUK KALANGAN SENDIRI

NO. 8 THN. III Edisi April - Juni 2005

tpjap01-09-p65.p65

1

4/7/2005, 10:55 AM


No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Serambi

Redaksi PENANGGUNGJAWAB: Christian Handoyo ANGGOTA: Haryono Sunityo Ratnawati Hadiwirawan Winny Setiaatmadja REDAKSI: Daisy Imelda Eka Natanael Sih Retno Hastuti TATA LETAK: Max. Wahyudiana Susanta DESAIN WEB: Elan Rilson Saragih PENERBIT: BPK PENABUR JAKARTA ALAMAT REDAKSI: Gedung SMUK 1 Lantai 7, Jalan Tanjung Duren Raya 4, Jakarta, 11470, TELP: (021) 5666965-7, Faks.: (021) 5666965 Eks. 105. http://tpj.bpkpenabur.or.id E-mail:tpj@bpkpenabur.or.id

W

e are the reason that He gave his life, we are the reason that He suffered and died – We Are The Reason by David Meece (Album Oddysey). Jumat Agung dan Paskah menjadi suatu momen dimana kita harus benar-benar menyadari bahwa karena kasihNya pada umat manusia Yesus Kristus telah rela menderita dan mati di kayu salib. Dan karena Dia telah bangkit dan hidup, kita pun hidup dan ada hari esok. Hal inilah yang harus selalu menjadi inspirasi hidup kita. Pengorbanan Kristus juga merupakan teladan bagi dunia, ini merupakan tema renungan kali ini yang dikupas oleh Pdt. Samuel Lie dari GKI Surya Utama. Pada kolom profil, kami mengangkat tentang SMAK 2 BPK PENABUR JAKARTA, mulai dari sejarahnya dan segala aktivitas serta prestasi yang sudah diraih hingga saat ini. Sebagai bentuk kepedulian insan PENABUR terhadap bencana tsunami yang melanda di Aceh dan Sumatera Utara, PENABUR CHILDREN CHORUS (PCC) dan tujuh paduan suara lain di Jakarta mengadakan Konser Doa dan Malam Dana Bagi Korban Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami. Siswa SMAK 4 membantu Tim Kemanusiaan GKI dengan memasukkan barang-barang yang akan disalurkan ke Aceh. Selain itu ada juga berita mengenai Kevin Soedyatmiko, siswa SDK 6 BPK PENABUR JAKARTA yang berprestasi di Bidang Matematika dan mendapat pengakuan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Program Radio PENABUR yakni P’ on Air akan mengudara melalui RPK 96.3 FM pada bulan April 2005. Informasi selengkapnya lihat di halaman ini. Bagi anda penggemar tulisan Dr. Andar Ismail, beliau kali ini kembali menyapa kita dengan tulisannya yang berjudul “Si Bebek Jelek”. Juga ada berita seputar perayaan paskah di sekolah-sekolah dan aneka kegiatan lain yang sayang bila dilewatkan. Akhir kata selamat Paskah dan selamat membaca.

APRIL 2 16 9 22-23 22-24

: Lomba Membuat Poster NAPZA dan HIV/AIDS Pada Layang-layang : Paskah Guru dan Karyawan : Lomba Poco-poco Guru dan Karyawan : Seminar Pendidikan Seksualitas di Usia Dini Bagi Orang Tua TK dan SD : Ekspedisi ANC peserta perunggu : Ekspedisi ANC peserta perak dan emas

JUNI 20 – 25 : Spirit Jenjang SMP dan SLTA (Base Camp di Wisma Energi dan Listrik, TMII) 23 – 25 : Spirit Jenjang SD (Base Camp di Wisma Energi dan Listrik, TMII)

Jenjang SLTA Bagi yang beruntung akan mendapatkan uang sebesar Rp100.000. SOAL Diketahui ABC dengan luarnya CF dan BG garis-garis tinggi. H titik tinggi. M tengah-tengah CH. l sumbu CH. O pusat luar. Buktikan : C titik pusat singgung DEO

_________________________ * Oplah tabloid: 30.000 eks.

Redaksi menerima tulisan berupa artikel berbagai topik, kegiatan sekolah PENABUR, puisi, dan cerpen. Tulisan dikirimkan lewat email: tpj@bpkpenabur.or.id. Redaksi berhak melakukan perubahan jika dipandang perlu. Tersedia honor.

Dra. Daisy Imelda (Kabag. Humas) menyerahkan hadiah uang tunai kepada Leoni , pemenang Lomba Cipta Nama Program Radio PENABUR.

KUISAsuhan MATEMATIKA : nugroho

IKL AN Telepon saja di 5666965-7, Ext. 106, 129 dan 286. Hubungi: Retno, Ika dan Yudi

Dalam rangka mempromosikan program ini, Bagian Humas BPK PENABUR JAKARTA mengadakan perekrutan penyiar yang diambil dari para siswa SMAK. Selain itu diadakan juga Lomba Cipta Nama Program Radio PENABUR yang terbuka untuk semua insan PENABUR, dengan maksud menumbuhkan “sense of belonging” pada program ini. Setelah melalui seleksi akhirnya terpilihlah nama “Pioner” yang merupakan ide dari Leoni, siswi kelas 2 S 3 SMAK 3, yang berhak atas hadiah senilai Rp250.000. Jangan lupa untuk tune in ya, kami tunggu. ***

Hot Line

Ingin pasang iklan di Tabloid PENABUR JAKARTA?

D

emikian nama program radio PENABUR - P on air (baca: pioner) yang rencananya akan mulai siaran tanggal 10 April 2005, pukul 15.00 WIB, setiap hari Minggu melalui Radio Pelita Kasih FM 96.3. Adapun tujuan dari program ini sebagai sarana komunikasi antara BPK PENABUR JAKARTA dengan para siswa, orang tua siswa dan masyarakat, media informasi pengajaran dan juga sebagai wadah penyaluran kreativitas dan bakat para siswa, guru serta karyawan. P on air akan mengangkat topik-topik yang akrab dengan kehidupan sehari-hari kita, antara lain seperti dunia remaja, pendidikan, kehidupan sekolah dll. Juga ada acara song request dan curhat on air nya lho.

2

silang

MENDATAR: 1. Berhubungan dengan sesuatu yang berputar dengan sendirinya (seperti motor dan sebagainya). 4. Galangan kapal. 5. Kantor berita Inggris. 6. Keadaan yang genting. 8. Uji. 10. Ukuran kecepatan film. 11. Pesepak bola legendaris asal Brasil. 12. Bagian yang utama. 13. Alat untuk menulis dengan tinta. 14. Gelar master administrasi. 16. Misal. 17. Buah mahal. 18. Stasiun TV swasta di Indonesia. 19. Lensa tipis untuk mata. MENURUN: 1.Zat asam. 2. Kode. 3. Gerakan lentur pada persendian. 7. Hal, soal (Inggris). 9. Nama dahulu Thailand. 10. Kota di AS. 11. Hal - hal sepele. 15. Tak bercahaya. Silakan Anda menjawab dan tempelkan jawaban pada kartu pos, lalu kirimkan ke alamat Tabloid PENABUR Jakarta, Gedung SMUK 1, Lantai 7, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta, 11470.

PEMENANG TEKA-TEKI SILANG Bagi pemenang di Jabotabek, harap mengambil sendiri hadiahnya di: Kantor Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, Jl. Tanjung Duren Raya 4, Jakarta Barat, tiap hari kerja: Senin s.d. Jumat, pukul 07.30 - 15.30 WIB. dan Sabtu, pukul 07.30 - 12.30 WIB. Jangan lupa membawa identitas diri Anda. Bagi pemenang yang tinggal di luar wilayah Jabotabek, hadiah akan dikirimkan ke alamat Anda.

di TPJ No.7 THN II Edisi Jan-Maret 2005

* Hermin H. d.a. BPK PENABUR Cimahi Jln. Citeureup 75 Cimahi.

2 tpjap01-09-p65.p65

Teka-teki

4/7/2005, 10:56 AM


Renungan

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

ka ia melihat cara mati Kristus itu demikian, maka ia berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”. Aneh. Bagi imam-imam kepala dan ahli Taurat, salib justru membuktikan Yesus bukan Anak Allah, sebab Mesias tidak akan mati disalibkan. Tapi tidak demikian bagi kepala legiun Romawi ini. Apakah cuma kegelapan dan gempa yang membuat sampai pada pengakuan itu? Tentu ada sesuatu yang terlebih dulu melatarbelakangi pemandangannya pada salib Kristus.

P

ernahkah Anda melihat kegelapan selama tiga jam di siang hari bolong yang mengiringi kematian seseorang? Kemudian tirai rumah Anda tiba-tiba sobek dari atas ke bawah. Lalu terjadi gempa bumi dan kuburan-kuburan terbuka? Kalau pernah, pasti Anda melihatnya di film-film horor. Tapi Alkitab telah menceritakan ini: terjadinya kegelapan selama tiga jam; gempa bumi dan tirai Bait Allah sobek dari atas ke bawah saat Yesus mati disalibkan. Seolah-olah alam protes dan berkabung, mengapa Hakim Segenap Bumi harus diadili secara tidak adil, disengsarakan dan disalibkan oleh orang-orang yang berdosa. Di depan salib Kristus manusia dihadapkan kepada dua pilihan: menerima atau menolak. Tidak bisa kedua-duanya, tidak bisa bersikap netral. Kedua sikap ini terlihat dari dua macam orang yang ada di sekitar salib Kristus itu. Siapakah mereka?

Bacaan: Markus 15:33-39 Nas: “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat matiNya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” – Markus 15:39

Pertama adalah orangorang yang mengolok-olok Ye-

sus. Barangkali mereka memang tidak tahu apa artinya seruan “Eloi Eloi, lama sabakhtani”, tapi ketidaktahuan itu justru dipakai untuk mengolok Yesus: “Lihat, Ia memanggil Elia… Baiklah kita tunggu saja, apakah Elia datang untuk menurunkan Dia”. Siapakah mereka ini? Alkitab hanya menjelaskan bahwa mereka adalah bagian dari orang-orang yang berdiri di situ. Mungkin para ahli Taurat, orang Farisi atau mereka yang memusuhi Yesus. Kalau mereka ada di sekitar salib Yesus tentunya mereka juga ikut melihat kegelapan dan merasakan gempa bumi itu. Barangkali mereka terkejut atas kejadian itu. Tetapi bagi mereka, kejadian alam yang dahsyat itu tidak ada hubungan apa-apa dengan orang yang disalibkan. Kedua, seorang kepala pasukan, prajurit Romawi yang militan, komandan dari 100 orang prajurit. Barangkali ia sudah sering melihat orang mati disalibkan atau dihukum mati, tetapi kali ini yang ia lihat berbeda. Alkitab mengatakan bahwa keti-

Perubahan itu tidak mudah dan mengandung risiko. Inilah konsekuensi menjadi murid Kristus. Tidak ada orang Kristen yang bebas dari salib. Yesus menegaskan bahwa pengikutnya harus menyangkal diri dan memikul salibnya (Mat 16:24). Bukan pikul salib Kristus, tapi salib kita sendiri. Salib adalah konsekuensi penderitaan yang harus kita terima sebagai seorang murid Kristus. Kerelaan dan ketaatBarangkali pada mulanya ia an kita sangat dipengaruhi oleh bukan hanya melihat tapi juga cara pandang kita terhadap penikut berpartisipasi dalam penyik- deritaan Yesus. Ia menderita busaan Yesus, namun ia memper- kan karena kesalahan-Nya senhatikan: tidak satu kali pun Yediri, tetapi kesalahan dan dosa sus mengumpat atau mengutuk, orang lain. melainkan justru mengampuni. Semua perkataan Yesus di kayu Coba bayangkan, kalau kita salib adalah kata-kata yang pe- kena getahnya padahal tidak menuh perhatian dan pengampun- megang nangkanya, apakah kita an. Pemandangan ini telah akan berdiam diri? Barangkali menggelitik hatinya. Salib telah kita akan protes dan membela mengubah sanubarinya hingga diri. Tapi tidak demikian dengan sampai pada pengakuan, “Sung- Yesus, “getah” yang pahit itu diguh, orang ini adalah Anak Altanggungnya dengan rela dan lah!”. penuh pengampunan. Keteladanan inilah yang mengubah Pengakuan ini tidak berhenti hati dan sikap prajurit Romawi di situ, tapi punya konsekuensi- tadi. Keteladanan ini pula yang konsekuensi yang tidak sedikit sanggup mengubah dan memdalam tugas pekerjaannya, sikap pengaruhi hidup kita, agar kita dan perbuatannya. Pasalnya, tegar dan tetap setia dalam penbagi seorang prajurit Romawi deritaan. Sungguh, penderitaantelah terikat sumpah setia kepa- Nya telah menjadi teladan bagi da kaisar, sebagai titisan dewa. dunia ini. Tapi sekarang ia harus mengakui bahwa tidak ada kuasa lain yang lebih besar dari Sang Anak Allah. Ia harus lebih taat kepada Allah daripada kepada kaisar. Pengakuan itu juga merubah way of life-nya, bahwa kuasa yang sebenarnya datang bukan karena kekuatan atau keperkasaan, tapi kasih yang tulus ikhlas. Sebagai seorang prajurit Pdt. Samuel Lie mungkin sudah terbiasa main (GKI Surya Utama)

Jika Tuhan Kita pasti merasa takut Jika Tuhan tidak menjaga kita ... Kita pasti merasa kuatir Jika Tuhan tidak sanggup memberi kebutuhan kita … Kita pasti bekerja membanting tulang Jika Tuhan bukan Gembala kita ... Kita pasti merasa bimbang JIka Tuhan tidak setia ... Kita pasti merasa sedih Jika Tuhan tidak bangkit

3 tpjap01-09-p65.p65

3

pukul, bentak, gampar. Tapi sekarang salib Kristus sudah mengubah segalanya.

4/7/2005, 10:55 AM


Khusus

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005 kehadiran Tuhan sendiri. Muka memang penting. Rekaman ingatan akan seseorang biasanya didasarkan pada ingatan akan muka orang tersebut. Kenyataan yang cukup mengejutkan adalah ketika ingatan akan muka seseorang muncul dalam pikiran, maka akan muncul juga suatu spirit atau semangat tertentu. Semangat itu dapat saja negatif dan dapat pula positif. Contoh kisah semangat yang

“Setahun setelah Pak Riadi meninggal, tidak disangka, Bu Saras juga meninggal secara mendadak karena darah tingginya kambuh. Sungguh menyedihkan! Apalagi melihat Laras yang berteriak histeris. Ia anak yang paling disayang. Sejak itu, kalau ketemu saya ataupun Bapak, ia membuang muka. Sepertinya ia benci.”

D

S

eorang anak berusia delapan tahun mengajak ibunya bermain teka-teki demikian, “Apa yang diberi gambar dan diwarnai, tetapi jika dimakan tidak enak?” Setelah diam beberapa saat untuk memberi kesempatan kepada ibunya, anak itu berkata lagi, “Menyerah atau belum. Ayo ma aku akan menghitung sampai sepuluh”. Kemudian dia memulainya, “Satu, dua, tiga, empat, ayo ma jawab, li…ma, e…nam, tu…juh, de…” Ibunya mengatakan, “Menyerah, menyerah, karena tidak tahu jawabannya.” Lalu anak itu tertawa sambil berteriak, “Telur”. Ibunya hanya tersenyum. Mungkin Anda bertanya-tanya dalam hati, mengapa jawabannya “telur?” Menurut anak kecil itu, jawaban teka-teki ini mudah, tetapi mengapa ibunya tidak dapat menjawabnya. Apabila Anda dan saya diberi teka-teki semacam ini, maka barangkali kita juga berpikir terlalu jauh untuk mencari jawabannya. Mengapa jawabannya “telur?” Di sini letak persoalannya. Pesan guru sekolah minggu agar telur yang telah dihias, jangan dibuang tetapi boleh dimakan. Tentu saja anak itu langsung bereaksi di dalam hatinya, “Aku tidak suka telur, aku benci telur” Acara menghias telur di hari Paskah memang membawa keasyikan tersendiri. Telur ayam atau bebek dengan bentuknya yang khas, diberi warna dan dilukis, bahkan dilengkapi tambahan bahan seperti kertas warna, dll., sehingga telur menjadi tampak cantik dan indah. Namun bagi yang tidak suka makan telur seperti anak kecil di atas, tetap saja tidak tertarik sekalipun dihias dengan bagus. Apabila acara menghias telur secara rutin dilakukan di sekolah Minggu pada hari Paskah, maka kapan manusia secara rutin menghias diri? Umumnya setiap hari. Manusia menyisir rambut, melangsingkan tubuh, merias wajah, berpakaian rapih, dst., agar penampilannya cantik dan tampan. Namun sayang seribu kali sayang, apabila manusia menghias diri hanya pada bagian luar. Sedangkan bagian dalam, yaitu hati seringkali terlupakan. Betapa sering kita bertemu dengan manusia-manusia seperti itu. Manusia berwajah saleh, berperilaku manis dan sopan, bertutur kata lemah lembut, tetapi hatinya menyimpan segunung kebencian dan dendam. Hal yang paling menonjol dari manusia demikian adalah gemar menjelekkan orang lain, berpura-pura menjadi malaikat penolong, tetapi sebenarnya sedang mencari kesempatan untuk menghancurkan orang lain. Terhadap manusia seperti itu, Tuhan Yesus mengatakan, “Seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Mat. 7:15). Bukankah manusia semacam itu sering dijumpai dalam pelayanan. Manusia berperilaku manis dan sopan, bertutur kata lemah lembut, dengan tindakannya mengatasnamakan Tuhan Yesus, tetapi berhati penuh kebencian dan dendam yang diumpamakan seperti berhati serigala. Kebencian dan dendam telah berakar, bertumbuh dan berbuah lebat di hati manusia dari generasi ke generasi. Bukankah Yesus berjumpa dengan manusia-manusia seperti ini? Para penulis kitab-kitab Injil dengan gamblang mengatakan, “Ia (Pilatus) memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus, karena dengki” (Mat. 27:18; Mrk. 15:10). Betapa mengherankan para imam kepala yang setiap hari melakukan tindakan dengan mengatasnamakan Allah, tetapi hatinya berisi segunung dengki. Dengki atau iri hati telah melebur menjadi satu dengan kebencian, dendam, dan kelicikan, sehingga mereka tidak mampu lagi melihat kebenaran yang sesungguhnya. Dengan berteriak penuh emosi, mereka memilih Barabas dibebaskan. Setelah itu, mereka melampiaskan semua kebencian dan dendam kepada Yesus sampai emosi mereka benar-benar terpuaskan. Penulis Injil Lukas dengan jelas mengatakan, “Yesus diserahkan kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya” (Luk. 23:25). Betapa menyeramkan apabila hati nurani telah dikuasai oleh kebencian, dendam, dan kelicikan. Siapa saja dapat dikuasainya, tidak terkecuali pengikut para imam kepala, dan umat Allah yang sehari-hari rajin berbakti kepada-Nya. Kembali soal menghias. Apabila telur dihias pada hari Paskah, maka pada bagian mana saja dari manusia yang perlu dihias setiap hari? Tentu saja semuanya, yaitu luar dan dalam (hati). Yesus telah bangkit dari mati. Marilah dengan semangat kebangkitan-Nya, kita menghias hati dengan membuang sampah yang tidak berguna, dan mengisi dengan hal yang baik. Biarlah manusia yang berwajah saleh, berperilaku manis dan sopan, bertutur kata lemah lembut, di dalam hatinya ada belas kasih, pengampunan, kemurahan, kebaikan, kerendahan, dst. Apabila hal ini mau dijadikan teka-teki, maka kira-kira seperti apa bunyi teka-tekinya? Barangkali kita harus bertanya kepada anak kecil di atas? Pdt. Rosali Setiawan M.Th Pendeta Sekolah BPK PENABUR JAKARTA

emikian penggalan sebuah cerita yang dimuat di sebuah majalah online beberapa waktu yang lalu. Di dalam penggalan cerita tersebut, terdapat is tilah “membuang muka”, sebuah istilah yang sering dipergunakan sebagai ekspresi suatu sikap atau perasaan tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “membuang muka” berarti: 1. berpaling (tidak sudi melihat); 2. tidak suka; 3. tidak menghiraukan. Di samping ungkapan tersebut, ada cukup banyak istilah dalam kosakata bahasa Indonesia yang memakai kata “muka”, antara lain: kehilangan muka, mencari muka, muka tebal, dan sebagainya. Dalam banyak kebudayaan, muka atau wajah dianggap sebagai sesuatu yang istimewa. Bahkan tidak jarang orang memperlakukan muka sebagai representasi dari seseorang tertentu. Perhatikan saja, berapa banyak kartu pengenal, sertifikat ataupun ijazah yang mengharuskan adanya pasfoto muka. Belum lagi foto atau gambar buronan yang disebarluaskan di berbagai media, yang tentu saja merupakan foto atau gambar muka buronan tersebut. Contoh lain yang memperlihatkan mengenai keistimewaan muka atau wajah dapat dirujuk pada kebudayaan Yahudi sebagaimana terekam di banyak bagian Alkitab Perjanjian Lama. Salah satunya yang banyak dikenal adalah rumusan kalimat berkat Imamat yang berbunyi: …Tuhan menghadapkan wajahNya kepada kita…, Tuhan menyinari kita dengan wajahNya. Pada rumusan tersebut, muka atau wajah bahkan dianggap melambangkan

Anak-anak di KDM bersukacita mengikuti acara permainan dan aneka kuis. Tampak pada gambar, Bapak Winata (Ka. SMAK 3 - kanan).

_____________________________________________________

T

iba-tiba saja ada sentuhan ringan di lengan kiriku, spontan aku menoleh, seorang anak laki-laki remaja berkata, “Bu! Bu! Ini hadiahnya lebih!” Sejenak kutatap wajahnya, kupegang bahunya, “Kau anak jujur!” Ia tersenyum manis. Cerita di atas merupakan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi di Kampus Diakonia Modern (KDM) pada hari Kamis, tanggal 27 Januari 2005. Dalam rangka bakti sosial NATAL, perwakilan keluarga SMAK 3, SMPK 3, SDK 1, SDK 3, SDK 9, TKK 1, TKK 7, dan TKK 9, didampingi Ibu Lanny Prayogo (Pengurus BPK PENABUR Jakarta), berkunjung ke sana. Tujuan kami ke KDM adalah untuk mengenal lebih dekat apa dan bagaimana kehidupan saudara-saudara dan anak-anak di KDM, serta untuk berbagi kasih. Di sana kami berbagi kasih

Mengapa

MEMBUANG MUKA? negatif misalnya orang yang hatinya mendadak menjadi panas oleh perasaan dendam yang tiba-tiba meluap ketika melihat sebuah foto tertentu. Rupanya orang tersebut mengkaitkan foto yang ia lihat dengan rekaman pengalaman menyakitkan yang pernah ia rasakan sebelumnya. Sedangkan contoh kisah semangat yang positif misalnya orang yang tiba-tiba mengurungkan niat jahat yang telah direncanakan karena ingatan akan wajah Ibunya yang tiba-tiba muncul di dalam pikirannya. Kisah yang terakhir ini sungguh-sungguh terjadi dan pernah dipublikasikan di sebuah media. Di dalam kehidupan keluarga, rasanya tidak dapat dibayangkan bahwa kita tiba-tiba lupa muka dari anggota keluarga yang lain. Yang sering terjadi justru kita mengingat muka seorang kerabat kita yang jarang bertemu, namun lupa namanya. Pernahkah Anda sebagai orang tua bertanya dalam hati, kirakira semangat apa yang muncul dalam benak anak Anda ketika mereka teringat akan wajah Anda. Semangat yang positif tentu tidak dapat hadir begitu saja, na-

4

ingatan anak. Jika Anda memiliki muka yang selalu masam, kusut dan cemberut, barangkali pilihan untuk membuang muka adalah pilihan yang sangat tepat. Namun jika Anda ingin ada semangat positif yang muncul ketika muka Anda muncul dalam ingatan anak Anda, maka Anda harus berpikir dua kali untuk “membuang muka”. Bukankah pendidikan nilai di tengah keluarga pun baru dapat terlaksana dengan baik pada saat Anda “menghadapkan wajah Anda kepada anak Anda”. Renungkanlah sekarang: sudah maksimalkah Anda memanfaatkan muka Anda untuk mendidik anak Anda serta menanamkan semangat yang positif kepada anak Anda? Judha Semal Irianto Staf Bagian Layanan Siswa BPK PENABUR Jakarta

sekolah, berupa perlengkapan sekolah, seperti: alat tulis, tas sekolah, tempat makan, dan botol air. Selain itu kami juga membagikan parsel mungil yang berisi makanan. Acara diakhiri dengan pemberian kenangkenangan sebagai tanda kasih dari siswa-siswi PENABUR kepada anak-anak KDM. Inilah sekilas profil dan sejarah singkat KDM. KDM merupakan singkatan dari Kampus Diakonia Modern. Kampus yang terletak di daerah Pondok Gede tepatnya di Jalan Kampung Raden, Desa Jatiranggon - Bekasi tersebut, adalah salah satu tempat untuk mengembangkan hak belajar seorang anak. Diakonia diambil dari bahasa Yunani yang berarti pelayanan. Sedangkan modern mengandung makna suatu zaman yang penuh tantangan dengan segala aspeknya dalam banyak acara, diantaranya terhadap manusia. kebaktian bersama yang dipimpin KDM terbentuk sebagai yaoleh Bapak Andreas Wijanarko, yasan, didirikan tanggal 24 Januari S.Si. (Guru Agama SDK 3), dengan 1972 oleh Dr. Solagratio Setiawibamengambil tema dari Galatia 6:2-4. wa Lumy, S.Th. dan kawan-kawan. Beberapa permainan dan aneka KDM sangat diperlukan oleh anakkuis berhadiah menjadi acara kami anak jalanan sebagai pengganti keselanjutnya. Permainan dipandu luarga mereka. Bapak Lumy meoleh siswa-siswi SMAK 3, sementa- ninggal dunia pada tahun 2002 dan ra Ibu Sylvi dan Bapak Alex berdimakamkan di halaman KDM. tindak sebagai pewara. Kevin, Moto KDM yang sangat menyensiswa SDK 3, memeriahkan acara tuh “KDM adalah tempat belajar dengan permainan biolanya. Tidak bagi seorang orang, terutama ketinggalan siswa-siswi dari KDM belajar untuk mengasihi dan mepun ikut mengisi acara dengan pada layani Tuhan serta sesama dengan hari itu, dengan menampilkan alun- apa yang dimilikinya.” an suara yang indah nan merdu. Sudahkah kita menjadi pelaku Sebagai ungkapan syukur dan firman? bentuk peduli pada sesama, kami memberikan sumbangan yang diNetty Yusuf (Ka. TKK 1) & kumpulkan dari masing-masing Erna Harmadji (Ka. SDK 1)

4 tpjap01-09-p65.p65

mun tergantung pada kualitas setiap pengalaman yang terjadi, baik pada saat orang tua bertemu ataupun tidak bertemu dengan anak. Kadang-kadang orang tua tanpa sadar telah “membuang muka” terhadap anaknya, yaitu ketika orang tua tidak peduli atau tidak mau tahu terhadap apa yang sedang dirasakan oleh anaknya. Dalam situasi seperti ini, wajah orang tua sebagai sosok yang bijaksana dan penuh kasih benar-benar menghilang dari

4/7/2005, 10:56 AM


Profil Sekolah

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005 etika matahari mulai bang kit dari peraduannya, semburat merah membuka tirai malam, kendaraan datang pergi silih berganti, remaja berseragam mulai berdatangan. Itulah pemandangan rutinitas setiap pagi di “kampus” SMAK 2 BPK PENABUR JAKARTA, Jalan Pintu Air Raya No. 11, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Jika Anda memasuki areal tersebut, setelah melewati pintu gerbang pertama dan kedua, di hadapan Anda terbentang halaman seluas 144 m2. Di sekelilingnya, terdapat bangunan gedung SMPK 1. Di belakang bangunan tersebut, berdiri kokoh bangunan gedung SMAK 2, di atas areal tanah seluas 1.708 m2 .

K

PERSONAL

RIWAYATMU DULU

Visi SMAK 2 yaitu “Lulusan SMAK 2 BPK PENABUR mampu menggunakan peluang untuk mengembangkan potensi diri dalam bidang usaha dan pekerjaan”. Sedang Misinya yaitu “Membentuk siswa SMA Kristen 2 BPK PENABUR, agar mempunyai wawasan kemandirian melalui proses pembelajaran berbagai disiplin ilmu dan materi bisnis yang berdasarkan Nilai-nilai Kristiani”

SMAK 2 telah beberapa kali ganti Kepala Sekolah. Pertama Oey Kiem An, sejak tahun 1955 sampai 1965, kedua Drs. G Latuheru sampai tahun 1983, ketiga Drs. Nugroho Kristianto sampai tahun 1999. Saat ini, Kepala Sekolah SMAK 2 dijabat oleh Devi S. Tanumihardja, S.Sos., sedang Wakil Kepala Sekolah, dijabat oleh Dra. Siti Widiyastuti untuk Bidang Kurikulum, Drs. Antonius Susanto untuk Bidang Kesiswaan dan Drs. John Saragih, M.M. untuk Bidang Administrasi dan Sarana Prasarana. Jumlah guru seluruhnya 43 orang, terdiri dari 29 guru tetap (67,4%) dan 14 orang guru tidak tetap (32,56%). Guru laki-laki berjumlah 21 orang dan guru perempuan 22 orang. Guru bidang studi IPA 14 orang dan IPS 29 orang. Rasio jumlah guru dan siswa adalah 1 berbanding 12. Dari 29 guru tetap hanya 4 orang (13,79%) yang masa kerjanya di bawah 5 tahun, lainnya diatas 5 tahun (86,21%), bahkan ada 5 orang (17,24%) yang sudah lebih dari 25 tahun. Masa kerja tersebut menunjukkan bahwa pada umumnya guru-guru SMAK 2 adalah guru-guru senior. Faktor usia tidak menyurutkan semangat pengabdiannya untuk ikut serta mencerdaskan bangsa. Pengalamannya, menjadikan SMAK 2 tetap “eksis”, di tengah menjamurnya berbagai lembaga pendidikan SMA di Jakarta. Selain guru, jumlah karyawan yang menangani Tata Usaha dua orang, perpustakaan dua orang dan pesuruh tiga orang.

SARANA & PRASARANA

SISWA

Didirikan pada tahun 1954. Tokohtokoh yang berperan antara lain Oey Kiem An, Drs. Oey Kiem Liong, Ang Liem Tjiang, Kwik Liong Tjoan dan Theng Kwat Tiong. Pada awal mulanya SMAK 1 dan SMAK 2 menggunakan ruang kelas yang sama di Jalan Pintu Air Raya No. 11. SMAK 1 masuk pagi, SMAK 2 masuk siang. Dalam perjalanan “kariernya”, walaupun hanya sebentar, SMAK 2 pernah menjadi sekolah siang di Jalan Gunung Sahari Raya No. 90. Setelah SMAK 1 pindah ke Tanjung Duren, pada tahun 1990 maka gedung di Jalan Pintu Air Raya tersebut sepenuhnya digunakan oleh SMAK 2. Semenjak itu SMAK 2 berubah menjadi sekolah pagi. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa cikal bakal berkembangnya lembaga pendidikan menengah di lingkungan BPK PENABUR Jakarta, berawal dari lokasi yang ditempati SMAK 2 sekarang ini. Sudah barang tentu, SMAK 2 termasuk salah satu pelaku sejarahnya.

VISI DAN MISI

SMAK 2 menempati bangunan gedung empat lantai seluas 1.288 m 2, mempunyai 15 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang guru, ruang tamu, ruang Laboratorium fisika, kimia, biologi, bahasa Inggris, komputer, ruang musik dan lapangan olah raga. Juga tersedia ruang data dan layanan bimbingan konseling, ruang multi media merupakan salah satu yang terbaik di SMAK BPK PENABUR, ruang UKS, ruang serba guna/aula serta ruang OSIS.

bantu pekerjaan sehari-hari penduduk setempat, ada yang ke sawah, pasar, memasak, memelihara ternak dan sebagainya. Siswa juga memberikan bantuan kepada SMAK Sidareja berupa dana untuk uang sekolah 15 siswa berprestasi atau berupa barang seperti komputer, alat-alat band dan mesin jahit. Dengan bantuan tersebut dimaksudkan fasilitas SMAK Sidareja menjadi relatif lebih lengkap. Hal ini berdampak positif bagi minat siswa setempat untuk belajar di SMAK tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan siswa SMAK 2 pada realita kehidupan masyarakat lapis bawah di pedesaan, mengetahui dan belajar untuk merasakan betapa sulitnya kehidupan rekan-rekannya yang serba terbatas. Program adik asuh mendorong siswa SMAK Sidareja untuk berprestasi. Bagi siswa yang memperoleh rangking pertama, diberikan kesempatan ke Jakarta selama beberapa hari, biaya ditanggung oleh SMAK 2. Mereka ikut belajar di kelas, rekreasi pada hari libur dan tinggal di rumah beberapa siswa SMAK 2. 2. Bakti Sosial di Panti Wreda Kristen Hana. Kegiatan ini dilakukan setiap bulan secara bergantian oleh setiap kelas. Selama tahun 2004, dari 15 kelas telah dilakukan 15 kali bakti sosial. Bentuk kegiatannya yaitu membantu pekerjaan sehari-hari di Panti, seperti menyapu, mengepel, membantu membersihkan halaman dan sebagainya. Selain itu, memberikan bantuan berupa barang antara lain televisi, beras, susu dan makanan kecil. Siswa juga membuat acara untuk menghibur penghuni panti. Biaya untuk semua kegiatan tersebut seluruhnya dari siswa.

Jumlah siswa pada tahun ajaran 2004/2005 sebanyak 510 orang. Kelas 10 berjumlah 155 orang (30,39%), Kelas 2 sebanyak 195 orang (38,24%) dan Kelas 3 berjumlah 160 orang (31,37%). Siswa laki-laki berjumlah 241 orang dan perempuan 269 orang. Dilihat dari segi disiplin, rata-rata tingkat kehadiran siswa mencapai 97,6%. Pada tahun 2004, jumlah siswa yang lulus mencapai 83% dari jumlah siswa yang diterima. Alumni SMAK 2 telah menyebar ke 3. Aksi Sosial berbagai profesi, bahkan diantaranya Berupa pemberian bingkisan keSarana prasarana tersebut diduku- ada yang mengabdikan dirinya menjapada Petugas Parkir, Satpam, Cleaning ng fasilitas pos keamanan, gudang, di guru di SMAK BPK PENABUR. Service dan orang-orang di sekitar kantin, kamar mandi, toilet, dan jaringsekolah, dilakukan setiap Hari Raya Idul an instalasi air bersih, listrik, telepon, PROGRAM UNGGULAN Fitri, Natal dan Paskah. Kegiatan Aksi internet serta radio sekolah. SMAK 2 mempunyai beberapa sosial lainnya berupa kunjungan dan Di ruang perpustakaan tersedia Program Unggulan. Tujuannya untuk pemberian bantuan uang atau barang koleksi 10.158 buku dan 394 koleksi menumbuhkan dan mengembangkan ke beberapa tempat atas biaya siswa kaset, CD, VCD dan DVD. Pada ruang semangat kebersamaan serta ke- sendiri. Tempat yang dikunjungi anmusik tersedia alat-alat kesenian beru- pedulian sosial yang tinggi. Program tara lain Rumah Pensiunan Guru, Kampa gitar, tambourine, piano dan alat- tersebut adalah sebagai berikut: pung Pemulung, Gereja Terpencil, Panalat band lainnya berikut sound system. 1. Sahabat Masa Depan (Adik Asuh). ti Cacat Ganda “Rawinala”, Panti Di laboratorium komputer tersedia 40 Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Asuhan, Penyapu Jalanan, Rumah unit komputer siap pakai dan di ruang tahun, bekerja sama dengan SMAK di Karyawan, Rumah Cleaning Service dan multi media tersedia 12 komputer, TV, Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah. Siswa Tempat Rehabilitasi Narkoba. VCD, LCD dan sound system yang ber- SMAK 2 selama beberapa hari bermanfaat dalam proses belajar meng- kunjung (Live-in) di SMAK Sidareja dan 4. Pengembangan Wawasan Siswa ajar. tinggal di rumah siswa. Mereka mem- Hal ini dilaksanakan dengan meren-

Bakti sosial di PWK Hana. Tampak pada gambar, siswa SMAK 2 sedang membersihkan kaca di PWK Hana. _____________________________

Kegiatan live - in di SMAK Sidareja. Tampak siswa SMAK 2 (berdiri dari kiri: Margareth Ines, Mariane, Marisa) saat tinggal di rumah salah satu siswa SMAK Sidareja.

canakan dan memberikan ceramahceramah bisnis, misalnya tentang: design, lingkungan hidup, teknik sipil, kedokteran dan lain-lain secara teratur (per jenjang kelas 4–5 kali per tahun). 5. Kerja Sama Dengan Punahou School Honolulu Hawaii. Tiap tahun SMAK 2 mendapat kesempatan mengirim siswa/guru untuk mengikuti PAN PACIFIC PROGRAM selama lima minggu untuk siswa dan dua minggu untuk guru. Semua biaya selama mengikuti program tersebut gratis, kecuali tiket pesawat. Tahun 2004 yang lalu Ibu Christina Siagian (Guru Bahasa Inggris) dan Gita E. Widjaja (kls. II A2) mendapat kesempatan istimewa ini. Programnya sangat menarik, inovatif dan nilai-nilai Kristiani mewarnai semua kegiatan di sana. Tahun 2005 SMAK 2 juga mendapat kesempatan lagi mengirim dua siswa dan satu guru untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.

Christina Siagian (Guru SMAK 2 - dari kiri no.5) mengikuti PAN Pacific Program di Hawaii. _____________________________________________________________________________

Gandhi Memorial School 2. Juara 1 Lomba Menghias Keramik di Gandhi Memorial School 3. Juara 2 Lomba Ilustrasi Cerita Anak di Kegiatan yang dilakukan antara British Council lain belajar bahasa Jepang, Jerman, 4. Juara 2 IBI Futsal Putri Inggris dan Mandarin. Kegiatan olah- 5. Juara 2 SPH Cup Bola Voli Putra raga yaitu volley, basket, bulu tangkis, 6. Juara 2 Tarakanita Cup Voli Putra tenis meja, lari, senam lantai dan aero- 7. Juara 3 SPH Cup Bola Voli Putri bik. Kegiatan kesenian berupa padu- 8. Juara 3 Bola Volley SMUK Ketapang Cup an suara, tari, modern dance, musik, lukis. 9. Jessica, siswa 2S-3 tahun 2004 memenangkan lomba mengarang dengan Selain itu juga ada kegiatan KIR, PMR tema “Bila saya menjadi Kepala Sekolah” dan animasi. Khusus kegiatan Paskidan mendapatkan hadiah berlibur ke Ausbra, siswa dilatih langsung oleh betralia selama 1 minggu dari Fortrust Educaberapa orang anggota TNI Angkatan tion Service.

KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

PENINGKATAN KINERJA Dalam upaya peningkatan kualitas kinerja, telah dilakukan kegiatan studi banding ke SMA Petra 2 di Sura-

5 tpjap01-09-p65.p65

5

MERAJUT MASA DEPAN

Ibarat batu karang di tengah lautan, meski diterpa badai setinggi gunung, dihantam gelombang tiada henti, SMAK 2 tetap kokoh, tegak berdiri, mengemban tugas, menebar ilmu bagi putra-putri pertiwi. Menyikapi tantangan masa depan, menghadapi persaingan kemampuan individu yang semakin ketat, SMAK 2 telah menyiapkan instrumen-instrumen untuk pengembangan kemampuan guru dan pembekalan siswa. Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab tuntutan kebutuhan pendidikan dan tenaga kerja di masa depan. Demikian sekilas tentang SMAK 2, dari dulu hingga kini. Semoga hari-hari CIRI KHAS yang akan datang lebih baik dari hari SMAK 2 mengembangkan kemam- ini. (Retno Utami – Guru Kimia SMAK 2) puan berbahasa, terutama Inggris, Jer- ** man, Jepang dan Mandarin. Kegiatan English Day dilakukan setiap hari Rabu. Sekolah menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yaitu UPI untuk native speaker bahasa Inggris dan PRESTASI Xiaoxing untuk bahasa Mandarin. Khusus Bahasa Inggris, titik beratnya Prestasi siswa dalam lomba yang diadakan pada English for Business. Berkaitan de- oleh BPK PENABUR yaitu: ngan itu, secara berkala dilakukan se- 1. Juara 1 SMAK 3 Cup Bola Voli Putri minar bisnis, untuk membuka wawasan 2. Juara 2 SMAK 2 Cup Voli Putra 3. Juara 2 SMAK 2 Cup Voli Putri siswa tentang dunia bisnis. Untuk pelatihan komputer dijalin 4. Juara 2 SMAK 3 Cup Bola Basket Putri kerja sama dengan CTC. Seminar 5. Juara 3 Lomba band GS Olympic (Andrew Kelas 3 IPS dkk.) pengembangan dilakukan bekerjasama 6. Juara 3 SMAK 3 Cup Bola Basket Putra dengan UPH, BINUS dan IBII. 7. Juara 3 SMAK 1 Cup Basket Putri Kerjasama juga dilakukan dengan 8. Juara 2 Jumbara PMR pada tahun 2003 lembaga non pendidikan, dalam bentuk penyelenggaraan seminar, meman- Prestasi siswa dalam berbagai lomba yang faatkan nara sumber orang tua murid diadakan di luar BPK PENABUR yaitu: dan pelatihan komputer oleh alumni. 1. Juara 1 Lomba Melukis Layang-layang di

Darat. Di bidang keagamaan, sekolah melaksanakan kegiatan retreat, persekutuan doa, katekisasi, kebaktian siswa dan guru. Siswa-siswi SMAK 2 saat berlatih Paskibra.

baya, SMAN 3 di Malang, SMAN 1 di Denpasar dan Australia School di Pasar Minggu. Upaya lainnya dengan mengikutsertakan guru dalam berbagai kegiatan pelatihan dan penataran baik dari BPK PENABUR maupun dari lembaga pendidikan yang lain.

4/7/2005, 10:56 AM

Prestasi lainnya yaitu Jhon Saragih menjadi Teacher Of The Year Tahun 2004 Tingkat BPK PENABUR, Lili Suatini menjadi The Best Performance dan Sunaryo, Juara Bidang Infokom tahun 2003 Tingkat DKI Jakarta. Berdasarkan hasil penilaian Tim Akreditasi Kanwil Depdiknas DKI Jakarta, Nilai Akreditasi SMAK 2 mencapai peringkat A, dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu 97,55 (Desember 2004).


Guru & Karyawan

B

ukan keinginanku untuk lahir dengan rupa berbeda dari saudarasaudaraku! Tetapi mengapa mereka mengejekku? Mengapa aku disebut Si Bebek Jelek? Apakah berbeda itu salah? Haruskah semua sama dan serupa?” Demikian keluh seekor anak bebek yang baru menetas tiga hari lalu. Tak lama kemudian Si Bebek Jelek melihat teman-teman dan saudara-saudaranya bermain. Cepat-cepat ia bergabung. Tetapi mereka langsung membentak, “Rupamu beda dari kami! Mukamu aneh! Badanmu besar! Jangan ikut bermain dengan kami! Pergi dari sini!” Hanya induk bebek yang tidak ikut mencemoohkan. Katanya, “Biar rupanya jelek, namun watak dan perangainya bagus. Lagipula ia lebih pandai berenang dari yang lain. Memang ia berbeda, sebab ia menetas dari telur yang paling besar, dan terlambat beberapa hari.” Tetapi kata-kata bijak dari Induk Bebek tidak digubris. Perlakuan menyakitkan hati terhadap Si Bebek Jelek berlangsung terus. Ia diejek, dihina dan ditertawakan. Ia dimaki, ditendang dan dikucilkan. Ia hanya bisa meratap, “Apa salahku? Salahku cuma satu, yaitu aku berbeda.” Demikian gubah-ringkas sebuah adegan cerita “Si Bebek Jelek” dalam salah satu dari puluhan buku karangan Hans Christian Anderson (1805-1875). Tahun 2005 ini sekolah-sekolah di seluruh dunia merayakan 200 Tahun Hans Christian Andersen

dengan menghidupkan kembali ratusan karya ceritanya. Beberapa minggu kemudian Si Bebek Jelek betul-betul merasa terpukul karena terusmenerus ditolak dan dimusuhi. Lalu selama berhari-hari ia menyendiri di bawah alang-alang di tepi danau. Pada suatu pagi dari celah alang-alang Si Bebek Jelek melihat tiga ekor angsa berenang. Aduh, anggun sekali angsaangsa itu. Bulunya putih bersih. Lehernya tinggi. Sayapnya terlipat rapi. Ekornya lancip menjulang. Sungguh mempesona! “Aku akan berenang mendekati mereka. Tak jadi soal kalau nanti aku dimaki dan diusir.” Si Bebek Jelek turun ke danau. Matanya tak berkedip menatapi ketiga angsa itu. Ia berenang sambil terus memandangi ketiga angsa itu. Ketika Si Bebek Jelek hendak membenamkan kepalanya

W

here were you when the event occurred?” (“Dimana kamu berada pada saat kejadian bencana itu terjadi?”) merupakan pertanyaan penting yang perlu diajukan oleh seorang konselor/terapis kepada seseorang yang mengalami trauma sebagai awal konseling untuk proses penyembuhannya. Pertanyaan ini berulang kali diungkapkan Warren L. Dale kepada sekitar 20 peserta pelatihan dua hari “Penanganan trauma pada anak dan remaja” pada tanggal 9 – 10 Maret lalu di aula GKI Kayu Putih, Jakarta Timur.

kejadian itu dan ia dapat menceritakan kembali kejadian itu secara detail dan menyeluruh. Warren memberi contoh, dalam suatu proses konseling, ia pernah bertanya kepada kliennya, wanita yang sudah berumur (75 tahun): “Dimana kamu berada pada saat bencana itu terjadi?” Wanita tua itu menjawab: “Di dapur, saya sedang menyeduh kopi”. Warren bertanya lagi: “Apakah ada yang kamu ingat, misalnya adakah bunyi-bunyian/suara yang kamu dengar?” “Ya, saya dengar bunyi sebuah truk yang sedang berjalan kencang”, jawab kliennya. Warren melanjutkan, “Ketika kamu Menurut pendeta yang sehari- melihat ke belakang, apa yang kamu harinya melayani di California, ingat terlintas dalam pikiranmu”. Amerika dan telah berpengalaman “Hidup saya sudah berakhir”, jamelakukan pelatihan untuk “Trauma wabnya lagi. “Jadi dalam pikiranmu Counselling” di berbagai negara pada saat kejadian itu terjadi bahseperti El-Salvador, Kosovo, Bosnia wa hidupmu sudah berakhir”, Wardan Srilangka, adalah penting bagi ren mengulang perkataan wanita klien/penderita trauma untuk dapat itu. bercerita dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya tentang kePada kasus di atas, wanita tua jadian traumatik yang dialaminya. itu seringkali seluruh tubuhnya Sebagai seorang konselor/terapis, gemetar apabila ia mencium aroma kita perlu bertanya kepada klien kopi yang sudah diseduh. Ketika ia “Apabila kamu melihat ke belakang mencium aroma kopi itu, seolah(seolah-olah ia melihat kembali keja- olah mengingatkan dirinya bahwa ia sedang dalam keadaan bahaya lagi. dian itu), apa yang kamu ingat, Menurut Warren sebagai seorang rasakan, dengar, lihat, cium/baui konselor/terapis, kita perlu mengdan apa yang kamu pikir. Hal ini perlu untuk merangsang semua in- ingatkan dan meminta kepadanya deranya untuk mengingatkan pada agar ia pada saat itu (pada saat

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

100 TAHUN HANS CHRISTIAN ANDERSEN

Si Bebek

Jelek

ke dalam air untuk minum, tibatiba ia terkejut. Siapa itu? Ada angsa anggun tercermin di permukaan air. Diperhatikannya cerminan air itu. Siapa angsa itu? Digerak-gerakannya kepalanya. Ternyata itu cerminan wajahnya sendiri! Ia bingung dan heran. Ia telah berubah menjadi angsa yang indah dan anggun! Kemudian secara tiba-tiba Andersen menulis kalimat yang penuh muatan makna: “Het doet er niet toe of men in een eendenhof is geboren, als men maar uit een zwanenei gekomen is.” Artinya: Tidak soal bahwa orang lahir di kandang bebek, yang penting ia berasal dari telur angsa.”

proses konseling dilakukan) melihat ke sekelilingnya dan mengenali orang-orang yang berada bersamanya. Ia berada bersama orangorang yang aman, tempat yang aman, jauh dari perang/bencana, dan kemudian katakan dengan lembut kepada dirimu sendiri “Ini adalah secangkir kopi pada saat ini dan itu adalah secangkir kopi dimasa yang lalu”. Pendeta Warren mengatakan ada empat faktor yang mempengaruhi seseorang mengalami trauma. Pertama, tipe trauma yang dialami seseorang. Trauma yang disebabkan oleh bencana alam pada umumnya lebih mudah disembuhkan daripada trauma yang disebabkan oleh karena perlakuan manusia kepada seseorang, misal pemerkosaan atau percobaan bunuh diri. Kedua, perbedaan individual. Hal ini juga meliputi antara lain usia, tipe kepribadian, pengalaman masa lalu dan pelatihan-pelatihan yang pernah diperoleh seseorang. Trauma yang dialami seorang anak berusia empat tahun akan lebih berakibat buruk daripada yang dialami seorang remaja berusia 15 tahun. Ketiga, sistem pendukung/support system. Ada atau tidak adanya kelompok sahabat, kelompok teman gereja atau kelompok keluarga yang menerima, menemani dan mendu-

Apa kandungan kalimat Andersen itu? Pertama, filsafat pedagogi nativism yang meyakini bahwa watak dan perangai kita lebih banyak merupakan bawaan dari lahir. Kedua, filsafat teologi metamorfisme. Rasul Paulus menulis, “…kita diubah (Yun. metamorphoumeta) menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar” (2Kor. 3:18). Ia juga menulis, “…sampai rupa (Yun. morphote) Kristus menjadi nyata di dalam kamu” (Gal. 4:19). Demikian pula, “…mereka juga ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa (Yun. sum-morphous) dengan gambaran Anak-Nya …” (Rm. 8:29). Memang tidak ada perikop surat Paulus yang merupakan sistematika teologi metamorfisme. Yang ada hanyalah beberapa ayat terpisah yang terselip di bawah tema lain. Inti teologi itu adalah: Kita diciptakan dalam rupa Kristus. Oleh dosa rupa itu menjadi rusak. Namun rupa yang rusak itu dipulihkan dalam Kerajaan Allah yaitu kehidupan yang menatap pada kehendak Allah. Lalu apa yang diperbuat Si Bebek Jelek? Meskipun masih bingung dan heran, ia cepatcepat berenang mendekati ke-

6

Dr. Andar Ismail Doktor Filsafat Pedagogi, Mantan Pengurus BPK PENABUR Pusat dan BPK PENABUR Jakarta.

Dimanakah Kamu Berada

Saat

Itu? dengan seseorang yang mengalami langsung tertimpa reruntuhan bagunan-bangunan di luar stadion akibat bencana alam.

Pelatihan ini diikuti oleh tiga orang dari Bagian Layanan Siswa, Djudjun D.S., Lisa Kumalanty, Dekrita M.R. Tobing dan Guru BK, Triana. Warren L. Dale juga akan mengunjungi Aceh dan memberikan pelatihan yang sama pada minggu itu juga. kungnya sehingga ia dapat selalu merasa aman bersama-sama mereka. Dan ke empat, “initial response”. Bagaimana respon awal seseorang dalam bereaksi terhadap suatu kejadian juga mempengaruhi dalam atau ringannya seseorang mengalami trauma. Seseorang yang sedang menyaksikan pertandingan sepakbola di sebuah stadion tentu akan menampilkan respon yang berbeda

6 tpjap01-09-p65.p65

tiga angsa itu. Ternyata mereka menyambut dia dengan girang. Mereka mengelilingi dia dan menciuminya. Apa yang selanjutnya terjadi dengan Si Bebek Jelek? Andersen merangkumnya dengan sebuah kalimat yang memulihkan masa lalu yang buruk dengan masa kini yang baik: “Hij voelde zich blij over al de nood en de wederwaardigheden die hij had doorleefd; nu waarderrde hij juist het geluk en al de heerlijkheid die hij genoot.” Artinya Ia gembira dengan segala susah dan derita yang telah dilewatinya; kini hal itu justru membuat dia mensyukuri kebahagiaan dan kesenangan yang dirasakannya.

4/7/2005, 10:56 AM

Dekrita M.R. Tobing Bagian Layanan Siswa


Guru & Karyawan

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005 Beauty Class Bagi Karyawati Sekretariat BPK PENABUR Jakarta

Bagaimana Sih ...

Berpenampilan Oke Di Tempat Kerja ?

T

ahukah Anda bahwa penampilan ternyata berperan penting di dunia kerja. Apalagi di zaman sekarang dimana persaingan semakin ketat. Anda perlu menampilkan citra diri yang lebih positif untuk mampu menembus persaingan. Karena, siapapun mengakui bahwa orang yang berpenampilan baik biasanya lebih enak dipandang, dihargai, dan membuat orang lain terkesan. Lingkungan pun akan mengenali Anda karena citra penampilan Anda yang positif. Coba Anda bayangkan bila setiap orang di kantor Anda memiliki citra penampilan yang positif. Tidakkah ini juga akan berpengaruh terhadap citra dari kantor atau perusahaan tempat Anda bekerja? Untuk itulah kemudian Bagian Humas BPK PENABUR Jakarta menyelenggarakan pelatihan “Beauty Class” bagi karyawati Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, tanggal 19 dan 26 Februari 2005 lalu. Pelatihan ini disampaikan oleh Tim Artistik Martha Tilaar, yakni: Eva, Cika, Azizah, dan Dona. Pelatihan dibagi dalam dua sesi yakni teori dan praktek. Teori yang disampaikan yakni tentang Etiket dan Kulit. Menurut Eva, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan. Ia mengajarkan mengenai sikap berdiri yang baik yakni

arah kaki membentuk jam 12 lebih 10 menit atau jam 12 kurang 10 menit. Ia juga mengajarkan tentang sikap duduk dan cara berjalan yang baik. “Berjalanlah lurus dengan jarak langkah kaki kira-kira 10 cm dan pandangan lurus ke depan,” jelas Eva sambil memberikan contoh. Peserta pun kemudian diajak untuk mempraktekkannya bersama. “ Wah … ternyata susah juga ya … untuk melakukan yang baik dan benar,” komentar beberapa peserta. Mengenai kulit, Eva menjelaskan bahwa kulit adalah lapisan luar dari tubuh kita yang paling lebar. Kebutuhan kulit untuk setiap orang berbeda tergantung usia (20, 30, dan 40 tahun) dan jenis kulit (normal, berminyak, atau kering). Oleh karena itu, perawatannya pun juga berbeda. Demikian pula dengan produk kosmetika yang digunakan. Ia menambahkan bahwa perawatan kulit paling mendasar adalah dengan membersihkan muka. Kemudian Azizah dan Dona melanjutkan acara dengan memberikan penjelasan tentang bagaimana menutupi kekurangan yang ada pada wajah kita, yakni dengan menggunakan kosmetika. Peserta diajak mengikuti instruksi fasilitor untuk mempraktekkan cara merias wajah, dan juga menata

rambut. Pelatihan Beauty Class mendapat sambutan baik dari peserta. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya menjadi lebih tahu bagaimana berkepribadian yang baik dan cara merawat wajah yang benar,” tutur Dwi Rosita Indirawati (Staf Bagian Umum). Hal yang sama dikemukakan oleh Windy (Staf Bagian Keuangan). Ia mengaku pelatihan ini sangat berguna karena menambah wawasan tentang kecantikan dan kepribadian. Mereka berharap Bagian Humas dapat kembali menyelenggarakan pelatihan ini, juga pelatihan lain seperti cara memadupadankan pakaian. Dra. Daisy Imelda (Kabag. Humas) berharap melalui kegiatan ini karyawati Sekretariat BPK PENABUR JAKARTA dapat mengetahui bagaimana merawat kulit yang benar, dapat tampil lebih baik dan percaya diri sehingga dengan citra penampilan karyawan yang positif, citra BPK PENABUR pun dapat meningkat. *** (Na2)

There are no ugly women, there only women who do not know how to look pretty.

HUT KE- 34 SMK KRISTEN 1 BPK PENABUR JAKARTA

T

epat tanggal 11 Januari 2005 lalu, SMKK 1 BPK PENABUR Jakarta genap berusia 34 tahun. Untuk memperingatinya, SMKK 1 PENABUR menyelenggarakan Ibadah Syukur yang dilaksanakan tanggal 29 Januari 2005, di Gedung SMAK 1, Lantai 7, Jalan Tanjung Duren Raya 4, Jakarta Barat. Dalam ibadah tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Untung Ongkowidjaya (Penanggung jawab yayasan komunikasi bersama – Renungan harian). Dalam renungannya yang diambil dari 1 Tes. 5:16-18, ia meyampaikan bahwa kita harus senantiasa bersyukur di dalam kehidupan kita. Oleh karena, orang yang bersyukur adalah orang yang dapat menghayati apa yang dia terima dalam hidupnya (suka maupun duka). Dengan bersyukur kita dimampukan untuk selalu bersukacita dan berdoa. Acara kemudian dilanjutkan dengan perayaan. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMKK 1, Dra. Minar Pakpahan, yang kemudian potongan tersebut diserahkan kepada Ibu Sonya (Guru). Perayaan HUT ke-34 SMKK 1 dimeriahkan dengan penampilan seni siswa-siswi SMKK 1 seperti tarian,

Suasana kebaktian HUT ke-34 SMK Kristen 1 ____________________

pembacaan puisi, dan persembahan lagu. Selain itu, siswa-siswi SMKK 1 juga menyuguhkan drama berbahasa Inggris yang berjudul “The Necklace”. **

S

elaku salah satu pengajar bahasa Mandarin tingkat SMP di PENABUR, saya mengucapkan selamat atas kesuksesan penyelenggaraan “Chinese New Year Celebration 2005” yang diadakan oleh SMPK 6, Muara Karang pada tanggal 25 Februari 2005. Acara pembukaan yang dimeriahkan dengan pertunjukkan barongsai yang semarak dengan nuansa Imlek, mengakrabkan siswa dengan kebudayaan Chinese yang merupakan salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia. Melalui lomba karaoke, lomba melukis, lomba peragaan busana, lomba bercerita baik tingkat SD maupun SMP diharapkan lebih mengangkat minat siswa dalam belajar Mandarin, dengan demikian dapat meningkatkan taraf pengetahuan Mandarin. Seperti kita semua sadari di era globalisasi kini, Mandarin menjadi bahasa dunia yang sejajar dengan bahasa Inggris. Tidak saja suku Chinese yang belajar, tetapi juga berbagai bangsa di dunia beramai-ramai mempelajarinya untuk kepentingan multiguna. Bahasa merupakan alat komunikasi, untuk dapat berkomunikasi dengan baik kita perlu mempelajari tehnik bahasa tersebut dengan benar. Hal yang sangat mendasar dalam bahasa Mandarin yaitu pengucapan lafal dan nada yang benar. Hal ini pula yang menjadi penilaian juri dalam lomba. Saya sempat menyimak jalannya perlombaan baca cerita tingkat SMP yang terdiri dari 32 peserta dari 13 sekolah. Cukup mengagumkan bahwa para peserta sebagian besar dapat membawakannya dengan lafal yang sangat baik, meski ada juga beberapa yang masih harus banyak belajar. Betapapun seorang siswa dapat mengenal, menulis dan mengerti suatu kalimat dengan mahir, namun bila pengucapan lafal tidak tepat maka penyampaian makna dalam kalimat tersebut akan sulit dimengerti. Begitu pula ketika mendengarkan orang lain bicara, siswa tersebut kesulitan menangkap karena kebiasaan yang keliru yang tidak sesuai dengan standar. Dengan demikian menghambat komunikasi itu sendiri. Langkah awal seseorang mempelajari Mandarin yaitu mengenal dengan baik pengucapan 21 konsonan dengan kombinasi 39 vokal ditambah 4 nada. Sebenarnya sederhana, tetapi banyak orang meremehkannya dan tidak mau memperhatikan karena mengira sulit. Para siswa janganlah takut belajar Mandarin, semuanya menjadi mudah kalau kita memperhatikan dengan baik teknik lafalnya. Pergunakan waktu sebaik-baiknya, aktif membaca, banyak mendengar dan jangan takut untuk berbicara.

Persembahan lagu oleh siswa.

Melanie Lukman SMPK 7

_______________________________________

7 tpjap01-09-p65.p65

7

4/7/2005, 10:57 AM


Guru & Karyawan

KEBERSAMAAN GURU, NATIVE SPEAKERS dan KARYAWAN SMAK BPK PENABUR JAKARTA - Tahun 2005

A

Native Speakers of English dari UPI - UKRIDA PENABUR International (dari kiri: Terry, Lynda, Nick, dan Martin), mengikuti acara ini.

cara kebersamaan guru dan karyawan SMAK BPK PENABUR tahun ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2005 di Pasir Putih, Bogor. SMAK 7 terpilih untuk menjadi panitia acara guru dan karyawan tersebut di samping menjadi panitia Cross Camp (dahulu Jumbara) SMP dan SMA BPK PENABUR Jakarta, 18-20 Maret. Tahun yang sangat sibuk! Belum lagi I.T. Camp, 1-2 April. Acara kebersamaan ini diikuti oleh 219 peserta. Sebagian suasana terekam di: http:// www.geocities.com/uget1st/ pasirmukti/gathering.htm. Para peserta berangkat bersama-sama dari Tanjung Duren dengan tujuh bus pariwisata pada pukul 08.00 WIB. Pukul 09.30 WIB rombongan tiba di lokasi. Acara pertama dibuka oleh Djudjun D.S. (Kabid. Kerohanian BPK PENABUR Jakarta) dengan Kebaktian pagi. 1 Kor 1:12 menjadi bacaan utama dalam kebaktian ini. Intinya adalah mengingatkan kepada kita bahwa dalam kondisi apapun warga BPK PENABUR harus tetap bersatu untuk kemuliaan nama Tuhan, yang sesuai dengan tema

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

kebersamaan, yakni “One Spirit, One Goal” (Satu Semangat, Satu Tujuan). Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Elika Dwi Murwani, Kajeng. SMAK, serta ucapan terima kasih dari Endang Setyowati, Kasek SMAK 7, kepada wakil dari penerbit Erlangga yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Selanjutnya peserta kebersamaan masuk dalam kelompok masing-masing dan diajak keliling lokasi wisata. Kebersamaan terasa sekali saat guru dan karyawan berbagai sekolah serta enam native speakers of English dari institusi UPI (UKRIDA PENABUR International) yang dipimpin Lynda Herd, menyatu dalam berbagai kelompok, yang diberi nama buah-buahan, seperti anggur, pisang dan apel. Banyak pohon buah-buahan, tapi sayang tidak semua berbuah. Para peserta diperbolehkan memetiknya tetapi tidak mencicipinya sebelum menimbang buah tersebut dan membayarnya (tapi ada beberapa yang nekat, lho!). Tour guide juga mengajak peserta ke greenhouse, kolam ikan 1/3 ukuran kolam renang Olympics dan ke kolam pancing ikan. Pukul 11.30 WIB semua peserta tiba di lokasi kembali. Sambil melepas lelah peserta kebersamaam dihibur oleh alunan suara Yahya, Guru Komputer Akuntansi SMAK 7, dengan lagunya “Karena Cinta”. Door prize dari event organizer yang melaksanakan acara ini diberikan kepada peserta yang mempunyai gantungan kunci paling banyak dan yang memiliki lubang ikat pinggang paling banyak (yaitu: Bapak Djudjun). Sayang sekali, cuaca kurang bersahabat dengan acara kami. Tiba-tiba hujan turun dengan deras ketika para peserta sedang makan siang. Hal ini tentu saja mengakibatkan beberapa acara terganggu dan bahkan dibatalkan. Tapi hal ini tidak mematahkan

semangat kebersamaan guru-guru pria ketika mereka ditawari main bola. Bahkan kami kedatangan pemain import yaitu Terry Collins dan putranya, Martin Fitzgerald, dan Nick Parker-Smith (Native speakers UPI), yang semangat sekali mengikuti permainan. Tapi sepertinya acara ini lebih cocok dinamakan mandi lumpur daripada sepakbola. CLICK: http:// www.geocities.com/uget1st/ pasirmukti/mud-soccer.jpg. Acara berlangsung kurang lebih 30 menit. Rupanya tidak semua peserta mempunyai semangat kebersamaan seperti para pemain sepakbola sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang tidak berpartisipasi dalam game selanjutnya. Meskipun tidak semua peserta kebersamaan ikut game, tapi acara tetap berlangsung. Salah satu game adalah Uka-uka, dimana beberapa peserta yang terbagi dalam kelompok berebut untuk berdiri dalam satu tikar, dan tikar itu akan dilipat makin lama makin kecil lipatannya. Permainan yang merupakan game penutup acara ini adalah bermain bola tidak dengan kaki seperti biasanya, tetapi dengan menggunakan kaos kaki (stocking) dengan bola di dalamnya dan diikatkan di pinggang masing-masing peserta. Semua peserta mendapatkan hadiah dalam game ini (asal mau berebut!). Acara terakhir adalah berebut hadiah yang diangkat tinggi-tinggi oleh native

speakers, meskipun hadiahnya sangat sederhana tapi para pemain sangat antusias untuk memilikinya. Banyak diantara mereka yang harus rela bajunya kotor oleh lumpur dan basah oleh hujan, sehingga beberapa peserta yang berhasil merebut banyak hadiah tidak ubahnya seperti pulang dari belanja peralatan di pasar. Acara berakhir pukul 12.50 WIB dan ditutup doa oleh ketua penyelenggara Kebersamaan guru dan karyawan 2005, Kristanto (Wakakur SMAK 7). Para peserta pulang dengan bus yang sudah diatur dalam beberapa tujuan. Mereka tampak lelah, hal ini terlihat dari mereka yang tidur dengan nyenyak selama dalam perjalanan. Semoga semangat kebersamaan hari ini tidak berlalu begitu saja bersama dengan mimpi mereka. Sampai jumpa di acara kebersamaan tahun yang akan datang! Akhirnya, sebagai oleholeh dari panitia SMAK 7, sekolah yang berbasis I.T., tiap sekolah mendapatkan CD via para kepala sekolah, yang berisi fotofoto dan cuplikan video, yang pengeditan dan penggandaannya oleh Vincent, Guru Seni Lukis SMAK 7.** Rita Darmaningsih, S. Pd. (SMAK 7 BPK PENABUR Jakarta) ___________________________ Guru-guru pria bermain bola dibawah rintik hujan.

Kunjungan Tim Regional

THE DUKE OF EDINBURGH’S AWARD SCHEME ASIA PASIFIC ke PENABUR

B T

im Regional The Duke of Edinburgh’s Award Scheme Asia Pasific (di Indonesia: Adikarsa Nugraha Cestita - ANC) mengadakan kunjungan ke Sekretariat BPK PENABUR JAKARTA, Jalan Tanjung Duren Raya 4, Jakarta Barat, tanggal 24 Februari 2005. Tim ini diwakili oleh Sue Walker (President Director The Duke of Edinburgh’s Award Asia Pasific) dan James Soh (Coordinator Executive National Youth Achievement Award Council Singapore), didampingi Koordinator ANC Indonesia, Amyra Sindukusumo, dan Wakil Koordinator ANC Nasional, Rita S. Rombongan diterima oleh Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta), Dra. Seminari (Kabid. Kegiatan Siswa BPK PENABUR Jakarta), dan Leader ANC PENABUR. Hadir pula

Anggota ANC PENABUR menyerahkan laporan ekspedisi kepada Sue Walker, President Director The Duke of Edinburgh’s Award Asia Pasific.

_____________________________________________

dalam acara ini, perwakilan anggota ANC BPK PENABUR Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan acara diskusi, dipandu Amyra Sindukusumo dan Thomas Kristo (Leader ANC BPK PENABUR Jakarta). Anggota dan leader ANC, serta aparat BPK PENABUR JAKARTA berkesempatan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kegiatan ANC di Australia dan Singapura, serta membagikan aktivitas mereka dalam kegiatan ANC di PENABUR. *** (Na2)

PK PENABUR Jakarta bekerja sama dengan PT. In tan Pariwara menyelenggarakan seminar sehari “Pembelajaran Matematika yang Efektif Sesuai Dengan Kurikulum 2004”, pada tanggal 19 Maret 2005 di Gedung SMAK 1, Lantai 8, Jalan Tanjung Duren Raya 4, Jakarta Barat. Sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Dr. Wono Setya Budhi (Departemen Matematika, FMIPA, ITB). Ia membawakan makalah berjudul “Matematika, Tujuan Pengajaran dan Kegiatannya”. Mengapa harus belajar matematika? Menurut Wono karena matematika berguna untuk kehidupan. Dengan matematika, hidup menjadi lebih memuaskan dan menjadi lebih baik. Sebagai contoh: dalam membeli pilihan dengan kredit. Matematika juga berguna di tempat kerja. Banyak sekali pekerjaan yang makin memerlukan Matematika. Contoh: membagi kertas menjadi potongan dengan mengurangi yang terbuang. Selain itu, Matematika juga berguna untuk sains dan teknologi. Banyak sekali ilmu yang tergantung pada matematika, mulai dari Fisika, Teknik dan bahkan Ilmu Sosial. Kegiatan di Matematika adalah menyelesaikan problem. Apa

Matematika T U J UA N P E N G A J A R A N DAN KEGIATANNYA

itu problem? Mencari fase akhir (mencari jawab), kalau perlu harus menciptakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam kesempatan tersebut juga membahas tentang bagaimana kita harus belajar Matematika. Seminar tersebut diikuti oleh SD Kristen se-Jakarta, BPK PENABUR daerah, tamu dari Pontianak, Banjarmasin, Samarinda dan Surabaya. Acara dibuka oleh Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana BPK PENABUR JAKARTA). Dalam sambutannya, ia berharap seminar ini membuka wawasan dan menambah pengetahuan guru

8 tpjap01-09-p65.p65

8

4/7/2005, 10:57 AM

Dr. Wono Setya Budhi, pembicara seminar. _____________________

sehingga mereka dapat memberikan yang terbaik bagi anak didik agar di kemudian hari menjadi SDM yang berkualitas. *** (Na2)


Guru & Karyawan

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

to strive the best” as its theme SMAK 1 students gave a great contribution for the success of this program. The Students Science Exhibition and Competition got such remarkable response from the audience. Their experiments and new inventions such as; automatic fish feeding machine, radio helmet, corn milk, magnetic belt, etc. really attracted people’s attention. Other experiments shown are “the influence of addictive substance to the machine motor process”, “the influence of the aspartame to the mouse life”, “the effectiveness of hand sanitizer compared to lime orange compound”, etc. Finally Happy Mail from Class X5 won the first prize, Extraordinary Toothbrush from X 4 won the second prize, Super Instant Noodle took the third prize and Seaweed Snack from X 8 took the favorite prize. For the second grade; The Influence of Natural Substance as Pesticide (2 IPA 5) won the first prize, The Influence of Variety Chemicals Substance to

ISS UES Integrating Sports and Science under SMUKIE

E

xperts say that education lasts for a whole life long to all human beings. It means that human beings as a whole learn and educate themselves forever. To support this, school takes the most important role to educate people, to support their mind, and also to give them ‘ransom’ to face the ‘real life’ and to be more civilized. On the other hand a school duty is not just broadening the mind but also balancing the mind and the body because in the healthy body there would be a healthy mind and soul. Based on this point of view, SMAK 1, one of the best Christian schools in Jakarta held an event as the combination of education and sport. The combination was formed under SMAK 1 CUP, that took ISSUES; Integrating Sports and Science under Smukie as its theme. As what SMAK 1 principle, Dra. Duma MS. Hutahaean, said; sports is the main part of the learning process because it touches the development of character of each individual, such as sport motivation, team work, consistency and also game rule or competing with fair manner. Beside that SMAK 1 also held mathematics competition for junior high school for all Jabotabek area. In general ISSUE as a theme for

Basket Ball Competition

SMAK 1 Cup intended to support all students to achieve the best, to reach higher achievement and to compete in fair manner. SMAK 1 Cup was held from January 27th to February 5th 2005 at SMAK I Tanjung Duren Raya 4, West Jakarta. After the opening ceremony, some sports competitions were held such as basket ball, volley ball, futsal and also modern dance. This event got a very enthusiastic support from SMAK I students as well as students outside SMAK 1 such as SMA ABSIS, SMA IPEKA HIGH, SMA TARAKANITA,SMA ST. ANDREAS etc. Finally after having a great motivation and struggling to achieve the best, the result of the competition are as follows:

COMPETITION FIRST WINNER SECOND WINNER Male basket ball SMA Tarsisius SMA Almasih Female basket ball SMAK I BPK PENABUR SMAK Yusuf Male volley ball SMAK Tarakanita II SMAK I BPK PENABUR Female volley ball SMAK Tarakanita II SMAK I BPK PENABUR Futsal SMA SMAN 24 SMAK Vianney Futsal SMP SMPK V (A) BPK PENABUR SMP Pelita Modern dance SMA Bina Nusantara SMAK I BPK PENABUR (B) Mathematics SMPK IPEKA Pluit SMPK IPEKA Sunter

P

ada acara studi banding jenjang SD BPK PENABUR Jakarta ke Yogyakarta, Magelang dan Salatiga pada tanggal 18 s.d. 20 Januari 2005 lalu, dilaksanakan pula safari aksi sosial ke tiga sekolah di Jawa Tengah dan Sekretariat Sahabat Gloria Graha. Berikut ini laporan yang bisa Anda simak. Pagi itu, Selasa tanggal 18 Januari 2005 kira-kira pukul 09.00 WIB, kami Kepala SD, Guru SD, Kajeng SD, berjumlah 19 orang meluncur dengan bus ukuran sedang menuju SD Kristen Widodo, Plampang, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta . Tiba di tempat, kami disambut dengan ramah oleh Bapak Magino (Kasek) dan enam orang guru yang sudah berusia lanjut, Bapak Pendeta, dan Bapak Pengurus. Walaupun rintik gerimis turun, sambutan mereka terasa hangat penuh kekeluargaan. Bangunan sekolah ini sedang direnovasi secara sederhana, sebelumnya keadaan sekolah ini sangat memprihatinkan. Jumlah siswa kelas 1 s.d. kelas 6 hanya 52 orang. Para pengurus sekolah ini adalah anggota majelis Gereja Kristen Jawa (GKJ). Masyarakat sekitar sekolah menerima baik keberadaan sekolah Kristen ini. Semenjak berdiri (1967) sampai saat ini tidak ada protes terhadap program kegiatan kerohanian Kristen yang dilaksanakan. Kepercayaan masyarakat kepada SD Kristen Widodo juga terbukti dari para alumninya yang tetap menyekolahkan anak cucu mereka di sekolah ini.

Almost simultaneously with the final sport competition, SMAK I also held junior mathematics competition. This competition was held in February 4th to 5th 2005 and it was held to make mathematics becomes a challenging, easy and more fun subject. This competition was followed by 32 teams. The result can be seen in the table.

Modern Dance Competition

On the closing day, February 5th 2005 SMAK 1 held its Open Day. The aim was to give opportunity to the students to develop their creativity on one hand and the other was to give opportunity to students’ parents to examined the development and the progress that this school has done so far. By having “ Be tough

THIRD WINNER FOURTH WINNER SMA Kalam Kudus IPEKA High SMAK V BPK PENABUR SMAK IV BPK PENABUR SMAK Diakonia SMPK V BPK PENABUR SMAK I BPK PENABUR (A) SMPK Bunda Hati Kudus SMPK IPEKA Puri Mathematics Competition Winners

Safari Aksi Sosial

Sekolah ini berdiri sejak tahun 1965. Belum ada tanda-tanda untuk direnovasi, padahal bangunan sekolah ini dan peralatannya sangat memprihatinkan. Jumlah siswa 58 orang, 90% beragama Kristen (GKJ) sisanya Katholik dan Islam. Dalam kebersahajaan mereka menyambut kami. Ada kata-kata Bapak Wakijo yang terus terngiangngiang, “Sudah lama kami berdoa memohon pertolongan Tuhan, hari ini Tuhan memberikan mujizat buat kami. Rombongan PENABUR jauhjauh datang dari Jakarta, Tuhan Yesus Kristus pasti yang menggerakkan hati Bapak dan Ibu sekalian.” (Akh … Pak Wakijo, kami terharu sekaligus tersanjung). Segala puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus. Dalam kesempatan ini, rombongan kami, diwakili oleh Ibu Erna Harmadji dan Ibu Debora E. Kana menyerahkan sumbangan pelaksanaan pendidikan. Semoga digunakan dengan baik untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di daripada kaki mereka. sekolah tersebut. Dalam suasana silaturahmi, Kemudian bus kami melaju merombongan kami diwakili Ibu Lisia nuju Imogiri, tempat pemakaman Setiadi dan Ibu Debora E. Kana raja-raja. Karena hari sudah agak menyerahkan sumbangan pelaksa- sore sekitar pukul 15.00 kami memnaan pendidikan dengan harapan batalkan diri mengunjungi tempat kiranya sumbangan ini dapat bertersebut. manfaat. Kami menuju sekolah negeri Setelah itu kami kembali meyaitu TKK Banyu Sumurup disekitar luncur ke target kedua hari ini, yaitu daerah itu. Di tempat ini, kami lesehSD BOBKRI Minggir karena sesuai an, disambut oleh Kasek, Pengawas, dengan namanya letak bangunan guru-guru, Wakil Kades, RW, RT, sekolah ini memang di pinggir. Kami dan sesepuh lainnya. Kedatangan disambut oleh Bapak Wakijo kami ke tempat ini secara spontan, (Kasek) dan enam orang guru. kami hanya ingin menunjukkan

Di Antara Studi Banding

Foto bersama siswa-siswi SD Kristen Widodo, Plampang, Kokap, Kulon Progro - Yogyakarta dan beberapa kepala SD BPK PENABUR JAKARTA, sesaat setelah acara pemberian sumbangan pelaksanaan pendidikan oleh BPK PENABUR JAKARTA. _____________________________________________

Ada hal menarik yang menggelitik hati nurani. Tidak semua siswa memakai sepatu. Banyak yang bersekolah tanpa alas kaki. Bahkan ada yang menenteng sepatunya karena hari hujan, seolaholah mereka ingin mengatakan bahwa mereka lebih sayang sepatu

9 tpjap01-09-p65.p65

9

the Reaction Oil in the Water (2 IPA 2) took the second prize and finally the third prize was taken by 2 IPA 4 with their research The Difference between Traditional and Chemical Medicine to Cure Diabetes Mellitus. For social class The effect of KBK for Teachers and Students in SMAK I BPK PENABUR (2 IPS 2) won the first prize, The Accuracy of Talent and Interest Test in SMAK I BPK PENABUR ( 2 IPS 3 ) won the second prize and The Influence of 5-School Day to the Students Achievement (2 IPS 3) got the third prize and the favorite was taken by 2 IPA 5 with their research Botany Oil for Biodiesel Production. Beside the Students Science Exhibition and Competition, two seminars and talk shows were held. To make the event more interesting, the committee invited Bona, one of Indonesian Idol Finalist as a representative from young and active figure nowadays. By: Michael Kaprist SMAK 1 English Teacher

4/7/2005, 12:48 PM

kasih Kristus yang tidak membedabedakan umat manusia. Dalam kesempatan ini, rombongan kami diwakili Ibu Effy S. Kirana dan Ibu Debora E. Kana menyerahkan sumbangan pelaksanaan pendidikan. Tuhan menjadikan kami saluran berkat untuk sesama umat Kristiani dan nonkristiani. Nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Esok siang sekitar pukul 12.00 WIB kami mengunjungi Sekretariat Sahabat GLORIA GRAHA di jalan Faridan M. Noto No. 19 Yogyakarta. Tempat ini berfungsi sebagai kantor, percetakan sekaligus penjualan buku-buku rohani. Moto Gloria Graha dalam pelayanan beasiswa untuk anak-anak yang tidak mampu yaitu “MENYEKOLAHKAN ANAK SENDIRI ADALAH NALURI, MENYEKOLAH KAN ANAK ORANG LAIN ADALAH NURANI.” Dalam kesempatan ini, rombongan kami diwakili oleh Ibu Debora E. Kana menyerahkan sumbangan untuk pelayanan beasiswa bagi siswa-siswi tidak mampu di sekolah-sekolah Kristen yang sangat miskin. Penyaluran dana melalui Sahabat GLORIA GRAHA akan dilaporkan kemudian. Sesuai dengan moto Yayasan BPK PENABUR yaitu “IMAN, ILMU, dan PELAYANAN”, kiranya PENABUR menjadi saluran berkat bagi banyak orang di kota maupun di desa dan KASIH TUHAN YESUS KRISTUS dapat ditabur sepanjang hidup. Erna Harmadji, Ka. SDK 1


Guru & Karyawan

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005 Workshop Resensi Buku Bagi Pustakawan TKK s.d. SLTAK PENABUR Jakarta

Ayo Berlatih Membuat

B Oleh : Andyarto Surjana *)

Kalau tujuan UN

K

etika Anda menanyakan kepada se- mengukur dan kian banyak orang mengenai UN (ujian nasional), dapat dipastikan ada yang menilai setuju dan ada yang tidak setuju. Hal itu, wajar-wajar saja. Oleh karena itu bukan kompetensi ilmu persoalan setuju atau tidak, akan tetapi apa manfaat UN bagi sekolah terutama peserta didik. Kalau pun tidak setuju toh pengetahuan pemerintah sudah mengeluarkan peraturan No.1 tahun 2005 tentang Ujian Nasiodan teknologi nal tahun pelajaran 2004/2005. UN diadakan dua kali, UN pertama dijadwalkan peserta didik, untuk SMA/SMK tanggal 9-11 Mei 2005 dan SMP tanggal 6-8 Juni 2005. Sedangmaka hal itu kan bagi peserta didik yang belum lulus pada UN pertama dapat mengikuti UN sebenarnya kedua yang akan dilaksanakan antara minggu kedua bulan Oktober dan minggu pertama bulan November 2005. Ini berarti cukup dilakukan sekolah harus siap dan menyiapkan peserta didik untuk mengikuti UN. sebagai ujian Bagi sekolah UN hanyalah salah satu macam evaluasi hasil belajar. Bukan sekolah (US) barang baru, karena evaluasi hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang sekolah yang dinamakan ujian akhir tetap harus dilakukan sekolah ada UN ataupun tidak. Hanya saja pertanyaannya apakah ujian akhir ini perlu dilakukan secara nasional (UN) atau cukup ujian sekolah (US)? Untuk itu marilah kita cermati apa tujuan dan fungsi UN seperti tercantum dalam Permendiknas. Tujuan UN yaitu mengukur dan menilai kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi peserta didik pada mata pelajaran yang ditentukan dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan (Permendiknas No.1/2005 pasal 3). Kalau tujuan UN mengukur dan menilai kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi peserta didik, maka hal itu sebenarnya cukup dilakukan sebagai ujian sekolah (US). Mengukur dan menilai kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar-mengajar (KBM) selama peserta didik bersekolah dalam menyelesaikan satu jenjang sekolah. Apalagi UN hanya menguji tiga mata pelajaran. Kalaupun tujuan UN dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan, pertanyaannya apakah UN perlu sebagai ujian akhir ? Selanjutnya kita cermati pasal 4 pada Permendiknas yang sama bahwa kegunaan UN sebagai dasar untuk : a) penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, b) pertimbangan dalam penerimaan peserta didik baru pada jenjang pendidikan selanjutnya, c) pertimbangan dalam pemetaan mutu pendidikan secara nasional, dan d) pertimbangan dalam akreditasi satuan pendidikan. Sukar diterima bahwa nilai UN yang tiga mata pelajaran digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Bagaimana mungkin tiga mata pelajaran menentukan kelulusan (baca nasib) peserta didik yang telah mengikuti KBM selama tiga tahun. Demikian pula dengan tiga fungsi lainnya yang digunakan sebagai dasar pertimbangan. Apa benar nilai UN benar-benar berperan dalam penerimaan peserta didik pada jenjang pendidikan selanjutnya, terutama di perguruan tinggi (PT)? Apakah cukup tinggi kontribusi nilai UN dalam pemetaan mutu pendidikan dan akreditasi satuan pendidikan. Penerimaan peserta didik baru pada jenjang SMA/SMK memang menggunakan NEM/nilai UAN (sekarang nilai UN) yang diperoleh peserta didik SMP sebagai seleksi. Namun ini pun apabila peminatnya lebih tinggi dari daya tampung sekolah tersebut. Namun penerimaan mahasiswa baru pada PT berdasarkan pada tes masuk. Bahkan sejak beberapa tahun yang lalu banyak PT swasta menerima mahasiswa baru melalui tes masuk yang diadakan sebelum peserta tes mengikuti ujian akhir sekolah. Dengan demikian ujian akhir hanyalah sebagai pelengkap saja. Dalam hal pemetaan mutu pendidikan tidak seharusnya mengambil momen ujian akhir, karena pada ujian akhir kita mengukur dan menilai kompetensi peserta didik yang sangat dipengaruhi oleh bahan ajar dan bahan belajar yang dikuasai peserta didik, yang berkaitan erat dengan kualitas KBM yang dilaksanakan sekolah. Selain itu kita ketahui kondisi KBM di satu wilayah dengan wilayah lainnya di Indonesia sangat berbeda-beda.

Kesimpulan Pertama, manfaat UN bagi sekolah dan peserta didik sedikit sekali. Oleh karena itu yang lebih tepat diselenggarakan adalah ujian akhir sekolah (US) bukan UN. Kedua, untuk kepentingan pemerintah dalam pemetaan mutu pendidikan dll. dapat dilakukan tes yang bersifat nasional tidak harus mengambil momen ujian akhir. Ketiga, kualitas peserta didik sangat dipengaruhi oleh kualitas sekolah yang termasuk didalamnya adalah KBM, guru, dan sarana pembelajaran. Oleh karena itu peran pemerintah dalam menjamin sekolah yang berkualitas melalui akreditasi, harus benar-benar dapat mengukur kualitas sekolah. ** *) Magister administrasi/manajemen pendidikan * Penulis adalah mantan Kepala Bidang Pendidikan di Kantor PH BPK PENABUR

agian Layanan Siswa BPK PENABUR JAKARTA memberikan pembekalan cara membuat resensi buku bagi pustakawan dari jenjang TKK s.d. SLTAK BPK PENABUR JAKARTA. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk workshop, berlangsung tanggal 26 Januari 2005 bagi pustakawan TKK dan SDK, dan tanggal 28 Januari 2005 bagi pustakawan SMPK dan SLTAK.

Resensi Buku

Sebagai fasilitator dalam workshop ini adalah Yuli Kwartolo, S.Pd. (Bagian P4 BPK PENABUR JAKARTA). Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan mengenai pengertian resensi, yaitu melihat kembali, yang kemudian artinya menjadi luas yakni mengatakan kembali secara tertulis apa yang dilihatnya dengan cara tertentu. Ia juga mengupas tentang tujuan resensi yakni untuk kepentingan bisnis, agar buku dikenal luas, untuk menilai buku (kebaikan, kekurangan, manfaat), dan sebagai daya tarik. Ia menambahkan bahwa dalam resensi harus ada unsur-unsur: judul resensi, data buku, pembukaan (bisa dimulai dengan memperkenalkan pengarang, memaparkan keunikan buku, merumuskan tema buku, mengungkapkan kelemahan buku, membuka dialog),

B

2. Resensi dengan tujuan agar orang/siswa/guru tahu tentang buku-buku yang baru dibeli/terbit. Panjang resensi satu halaman folio/kwarto. Performance resensi perlu diperhatikan supaya menarik. Tugas pustakawan termasuk dalam jenis kedua ini.

Yuli Kwartolo, S.Pd. - fasilitator pernyataan resensi buku (isi buku secara bernas, ulasan singkat, keunggulan, kelemahan, tinjauan bahasa, kesalahan cetak), dan penutup (penting untuk siapa dan mengapa).

10

Dalam kesempatan tersebut, para peserta workshop juga mempraktekkan materi yang telah mereka dapatkan yakni membuat resensi sederhana untuk kepentingan mereka sendiri (pustakawan), dan warga sekolah (guru dan siswa). Semoga workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Pustakawan BPK PENABUR JAKARTA dalam membuat resensi buku. *** (Na2)

Dra. Charlotte Priatna (tengah), diapit oleh pembicara dari Tim Sahabat Peduli

agaimana tanggapan Anda ketika anak Anda tanpa diduga mengajukan pertanyaan yang dihindari orang tua? Sebagian dari Anda mungkin tidak siap menghadapi masalah ini. Orang tua sering tidak menjawab dan cenderung membiarkan anak tidak tahu. Namun, apakah sikap orang tua seperti ini dapat dibenarkan? Untuk memberikan informasi yang benar bagaimana seharusnya sikap orang tua ketika anak mengajukan pertanyaan yang selama ini dihindari, Bagian Layanan Siswa menyelenggarakan seminar pendidikan “Peran Orang Tua dalam Perkembangan Seksualitas Anak”. Seminar yang diperuntukkan bagi orang tua siswa TKK dan SDK BPK PENABUR Jakarta tersebut, berlangsung tanggal 19 Maret 2005 di GKI Kanaan Modernland. Sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Dra. Charlotte Priatna, seorang ahli pendidikan yang telah banyak memberikan bimbingan kepada orang tua tentang cara mendidik anak dengan cara Allah,dan Tim Sahabat Peduli. Seminar ini membahas tentang pentingnya peran orang tua dalam perkembangan seksualitas anak, memberikan panduan praktis mengenai bagaimana menjawab pertanyaan anak yang dihindari para orang tua, serta bagaimana melindungi anak dari

pornografi dan kejahatan sosial. Menurut Charlotte, peran orang tua dalam memberikan pendidikan seks kepada anak-anaknya: Pendidikan seks harus di dasarkan pada rasa saling percaya karena seks bersifat pribadi (terjalin hubungan emosional antara anak dan orang tua). Menjelaskan dengan komuni kasi terbuka, terus terang dalam suasana akrab, hangat, rileks, wajar yang memberi rasa aman dan menghindari judgment negatif.

1 2 3 4 5 6 7

Menjadi orang ”pertama” yang memberi landasan kebenaran tentang seks.

Peka dan tahu kapan anak membutuhkan penjelasan mengenai seks (Siapa yang ditanya, dialah yang harus menjawab). Dapat lebih mudah mengawa si dan mengontrol kehidupan anak-anak mereka (pergaulan, media massa, dll.). Pendidikan anak (termasuk pendidikan seks) harus dimulai sedini mungkin (dari kandungan hingga akhir hayat). Orang tua dapat menjadi con toh yang jelas dan nyata dalam menjunjung tinggi nilai kemurnian dan komitmen orang tua

10 tpjap10-17-p65.p65

Menurutnya terdapat dua jenis resensi: 1. Resensi dengan tujuan menilai, biasanya antara 1 – 3 halaman folio/kwarto. Jenis ini memberi rekomendasi tentang keberadaan sebuah buku. Didalamnya terdapat aspek bisnis.

4/7/2005, 11:10 AM

sebagai suami istri. Saran praktis yang diberikan Charlotte untuk orang tua ketika anak mengajukan pertanyaan yang dihindari, adalah sbb.:  Gunakan alat peraga (bantuan buku, gambar, film atau perumpamaan) sesuai dengan tingkat pemahaman anak.  Simak pertanyaan anak sebelum menjawab, tanyakan konteks dan alasan ia menanyakan hal tersebut. Usahakan selalu menjawab kendati pertanyaan terus diulang-ulang (jangan kesal dan bingung).  Alihkan perhatian kepada hal-hal yang lebih menarik dan produktif, jika anak melakukan perilaku seksual yang tidak wajar (memegang alat kelamin, melakukan permainan eksploratif)  Kenali teman sepergaulannya dan amati lingkungan sekitar dimana anak melakukan aktivitas sehari-hari (sekolah, tempat les, dsb.)  Kontrol bacaan dan film yang ditonton anak. Bagian Layanan Siswa berharap seminar ini bermanfaat bagi orang tua untuk dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. ***(NA2).


Khusus

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005 CERPEN

P

Aku tidak dapat lagi mendengar perkataan ibu Rita selanjutnya, karena hari yang tadinya cerah dan terang benderang tiba-tiba saja berubah dan terasa jadi kelam dan gelap

agi itu aku bersama ibu duduk di bangku belakang ruang kebaktian. Sambil menunggu kebaktian Paskah dimulai, tiba-tiba pikiranku menerawang ke peristiwa yang menghancurleburkan hatiku. Biar pun telah dua tahun berlalu, peristiwa Rabu kelabu itu seakan baru kemarin terjadi. Peristiwa itu begitu cepat berlalu, secepat ia datang. Begitu tiba-tiba. Begitu tidak disangka-sangka. Rabu pagi itu, seperti biasa aku dan kedua orangtuaku sarapan pagi bersama. Ibu selalu bangun lebih pagi dari aku dan ayah. Biar pun ada seorang pembantu di rumah, ibu lebih suka menyiapkan sendiri sarapan pagi untuk kami. Sepertinya, itulah kegembiraan ibu pada setiap hari baru. Sarapan pagi bersama, sebelum ayah pergi ke kantor sambil mengantar aku lebih dulu ke sekolah. Percakapan kami di meja makan pun secerah pagi hari itu. Ada canda dan tawa. Ayah malah sempat melontarkan janji, bahwa ia akan menghadiahi aku sebuah handphone sesuai keinginanku bila dari ulanganulangan harianku di semester 2 kelas 2 SMA aku mendapat nilai 10 lebih banyak dari yang telah kuperoleh di semester 1. “Betul, nih, Yah? Nanti udah susah-susah aku belajar dan dapet nilai 10, eh taunya ayah bilang itu sih cuma guyonan aja!”, tanyaku setengah gembira, setengah kurang percaya. “Rani, Rani!”, begitu ayah suka memanggil kependekan dari namaku, Maharani. “Kapan ayah janji kepadamu dan tidak menepatinya? Kalo ayah janji, so pastilah, ayah akan menepatinya lagi!” Biasanya ibu akan rnenyela dan menyatakan ketidaksetujuannya, bila ayah memberi janji-janji yang berlebihan. Tapi, pagi itu, ia hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan percakapan ayah dengan aku, Senyum persetujuan ibu, pikirku. Janji ayah membuat aku lebih bersemangat mengikuti setiap pelajaran dan ulangan di sekolah. Kebetulan pada hari itu, di sekolah, bukan hanya ada satu ulangan dari mata pelajaran Biologi, tetapi juga akan dibagikan hasil ulangan matematika. Mata pelajaran kesukaanku! Aku sampai tak sabar lagi menunggu mata

pelajaran matematika tiba. Ingin tahu, berapa sih nilai ulangan matematikaku kemarin. Mata pelajaran matematika pun tiba. Wajah Pak Ricky, guru matematikaku, tampak tidak seperti biasanya, serius. Kali ini, seperti habis menang undian berhadiah. Wajahnya cerah, berseri-seri. “Wah, cocok, dengan terangnya sinar matahari di siang hari bolong ini! Tumben!”, kataku dalam hati. “Selamat siang, anakanak!”, sapa Pak Ricky sambil berjalan masuk kelas dengan tangan kirinya memegang buku pelajaran, dan lengan kanannya mengapit setumpuk kertas hasil ulangan. “Selamat siang, Pak!”, sahut semua anak di kelasku. “Sebelum melanjutkan pelajaran Matematika, Bapak akan membagikan terlebih dahulu hasil ulangan kalian! Kali ini Bapak senang, karena hasilnya secara umum lebih baik daripada hasil ulangan sebelumnya! Pertama-tama “… Maharani …” “Ya, Pak!”, jawabku, sambil bangun dari tempat duduk dan berjalan maju ke depan kelas. “Kamu kembali berhasil dapat nilai 10! Pertahankan terus nilaimu dalam ulanganulangan berikutnya!”, kata Pak Ricky sambil menyodorkan kertas hasil ulanganku. Segera kusabet kertas ulanganku dengan penuh kegembiraan, sambil bersorak dalam hati: “Hore, Yah! Nilai 10-ku tambah satu! Kayaknya, ayah ngga lama lagi mesti kasih aku handphone baru kesukaanku!”, Sambil duduk kembali dan memperhatikan teman-temanku yang lain dibagikan kertas hasil ulangannya oleh Pak Ricky, tibatiba saja pintu kelasku terdengar diketok orang. “Tok, tok, tok! Permisi sebentar, Pak Ricky!” Terdengar suara seorang perempuan. Kalau tidak salah, suara Ibu Rita, kepala sekolahku. “O ya, Bu! Ada apa?”, begitu kata Pak Ricky, ketika daun pintu dibuka, ternyata benar yang datang adalah Ibu Rita. Berduaan mereka sempat berbisik-bisik serius selama kurang lebih 4 - 5 menit. Selanjutnya, “Maharani!”, begitu namaku dipanggil lagi oleh Pak Ricky yang masih berdiri bersama dengan ibu Rita. “Kamu boleh pulang lebih dahulu hari ini! Ibu Rita akan mengantar kamu pulang ke rumahmu! Cepat bereskan tasmu!”, tambah Pak Ricky, sebelum aku sempat bertanya ada apa dan karena apa. Aku hanya bisa menurut saja. Sambil berjalan dengan tas

sekolahku menuju ke kantor kepala sekolah, Ibu Rita memelukku. Sebelum aku sempat bertanya ada apa sebenarnya sehingga aku harus pulang duluan, ia berkata lembut tapi dengan nada suara bergetar, “Rani, apa kamu pernah dengar dan percaya kepada perkataan Yesus yang berkata “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati?” “Iya, Bu! Saya pernah dengar dan percaya kepada perkataan-Nya!”, jawabku sambil bertanya dalam hati, “Sebenarnya, ada apa sih, Bu? Cepet aja bilangin!”. Tapi, aku tetap berusaha kelihatan biasa-biasa saja. “Begini, Rani!”, lanjut ibu Rita dengan nada suara masih bergetar, “Baru saja ibu mendapat telepon dari ibumu ...” “Ada apa, Bu? Ibu telepon apa?”, tanyaku, tanpa dapat menahan diri lagi, sebab ibuku tidak biasanya menelepon aku di sekolah. “Ya, ... tadi ibumu memberitahu, bahwa ayahmu telah meninggal secara mendadak di kantornya! la terkena serangan jantung yang mematikan dan... “ Aku tidak dapat lagi mendengar perkataan ibu Rita selanjutnya, karena hari yang tadinya cerah dan terang benderang tiba-tiba saja berubah dan terasa jadi kelam dan gelap. Aku syok! Aku tak tahu apa-apa lagi! Belakangan aku ketahui, bahwa aku jatuh pingsan dalam pelukan ibu Rita. Ketika sadar, aku sudah di rumah. Tidak lagi dalam pelukan ibu Rita, tapi dalam pelukan ibu yang sedang berlinang air mata. Aku pun segera menyadari, bahwa ayahku sungguh-sungguh sudah meninggal. Meninggalkan kami berdua, aku dan ibu. Aku pun tak dapat membendung tangisku. Aku menangis sehabishabisnya, sambil berpelukan dengan ibuku. Dan, berdua kami memeluk jenasah ayah yang hanya diam terbujur kaku. Mungkin karena lelah, sehabis menangis terusmenerus. Apa lagi, ketika sanak keluarga dan teman-teman sekolahku datang dan satu per satu menyampaikan bela sungkawanya. Aku sempat sebentar lelap tertidur. Dan, dalam tidurku, aku bertemu dengan ayahku. Oh, betapa girangnya! Ternyata, ia tidak

11 tpjap10-17-p65.p65

11

4/7/2005, 11:10 AM

mati! Ia hidup! Ia ada di satu taman terang benderang yang amat indah dan penuh suasana damai sejahtera. Ayahku yang menyapa aku terlebih dahulu. “Rani!”, panggil ayahku dengan suara yang lembut, “Ayah senang sekali ada di sini! Di sini semua orang tidak kenaI susah lagi! Di sini pun orang tidak perlu handphone! Kalau tiba waktunya, kamu dan ibu pun suatu hari akan ketemu ayah lagi di sini. Bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya! Jangan tangisin ayah terus, ya! Nanti, ayah bisa ikut sedih! Janji, ya!” “Baik, Yah, ... aku janji! Tapi, ... bisakah aku tidak menangis terus, ... bisakah...?”, dan aku terbangun sambil menjumpai diriku lagi menangis, dan dikelilingi oleh ibu dan sanak keluarga yang memeluk dan menenangkan aku saling bergantian. Anehnya, setelah berjumpa dengan ayah dalam mimpi, hatiku agak terhibur. Aku malah dapat lebih tabah dan tegar daripada ibu dalam menjalani acara demi acara penghiburan sampai jenasah ayah dimakamkan di TPU Pondok Rangon. Sejak itu, hidupku dan hidup ibuku tidak pernah sama lagi. Kami saling menguatkan satu sama lain, agar lebih mampu menjalani hidup ini. Untuk mengurangi kesedihannya, ibu bekerja di suatu kantor sebuah perusahaan. Di sela-sela waktunya, ia juga rajin ikut dalam pelbagai kegiatan pelayanan di gereja. Sedang, aku tetap berusaha untuk rajin dan tekun belajar, tidak kurang dari sewaktu ayah masih ada bersama kami. Tapi, semangat belajarku sekarang bukan lagi demi hand phone, tetapi demi ayah! Tahu-tahu, saya tersentak oleh suara nyanyian jemaat. Ternyata, kebaktian Paskah telah dimulai. Kotbah Pendeta dalam kebaktian Paskah seolah mengingatkan pertemuanku dengan ayahku dalam mimpi, ketika Pendeta mengatakan: “Ingatlah! Kristus telah bangkit dari antara orang mati sebagai yang pertama dari orang-orang yang telah meninggal! Setelah diri-Nya, menyusul kebangkitan setiap orang yang percaya kepadaNya dalam kematiannya! Inilah penghiburan dan pengharapan kita dalam kematian kita dan kekasih kita! Hiduplah dalam penghiburan dan pengharapan ini!” Dalam hatiku, aku menyahut, “Benar, Pak Pendeta! Karena Kristus bangkit dari kematian-Nya dan hidup, ayahku pun telah bangkit dari kematiannya dan tetap hidup! Bahkan hidup selamanya dengan Tuhannya di taman yang sungguh amat indah tiada taranya! Cuma, di sana... tidak ada Handphone!” LARAS PUTRIASIH SMPK 112C/18


Khusus

B

encana alam maha dahsyat di penghujung tahun 2004, hingga kini masih menyisakan banyak derita. Keadaan ini telah menggugah hati sebagian anak negeri yang tergabung dalam paduan suara kristiani untuk turut berkarya nyata dalam aksi kemanusiaan dengan berbagi kasih memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Mereka adalah PCC (PENABUR Children Chorus) bersama tujuh paduan suara dari Jakarta yakni PS Sancta Caecilia – Katedral; PS Keluarga Kudus Nazaret - Paroki Santo Thomas Rasul, Bojong Indah; Impromptu Singers; Seven Chorale (paduan suara alumni PCC – SMPK 7 BPK PENABUR); Chairana Choir - Paroki St. Leo Agung, Jatibening; PS Vox Unita - Paroki Rasul Barnabas, Pamulang; dan PS Vox Angelorum Paroki MBK, Tomang. Kepedulian mereka diwujudkan dengan menyelenggarakan “Konser Doa dan Malam Dana Bagi Korban Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Nias.” Acara tersebut berlangsung tanggal 4 Februari 2005, di Gereja Maria Bunda Karmel, Jalan Karmel Raya No. 2, Kemanggisan, Jakarta Barat. Konser dimulai sekitar pu-kul

A

pa iya sih SMAK IV BPK PENABUR Jakarta ke Aceh? Yang bener? Emang bener … tapi secara nggak langsung kok. Gimana ceritanya tuh? Waktu itu sekolah baru saja masuk setelah liburan Natal 2004 dan Tahun Baru 2005. Tim Kemanusiaan GKI memerlukan tempat yang strategis sebagai posko untuk menampung banyak sekali bantuan-bantuan dari berbagai pihak untuk korban tsunami di Aceh dan Sumut. Pilihan tertuju pada GKI Surya Utama. Jadilah GKI Surya Utama sibuk menerima berbagai macam barang-barang bantuan mulai dari pakaian, air mineral, kompor, Indomie dll. Ruang rapat dan basement GKI Surya Utama menjadi penuh seketika. Barang semakin menumpuk dan harus segera diteruskan ke lokasi. Rencananya pada hari Kamis, 6 Januari 2005 barang-barang tersebut akan dimasukkan ke kontainer untuk diberangkatkan ke Aceh. Muncul masalah, siapa yang akan menyortir, mengepak, dan memberi label barang-barang tsb? Maka pada hari Rabu siang beberapa orang termasuk Pdt. Adiyanto Suryadi dan beberapa orang pemuda/ remaja dari GKI Kavling Polri dan Surya Utama mulai bekerja, namun yang bisa dihasilkan hanya sedikit saja. Darimana bisa mendapat tenaga relawan dalam waktu sesegera mungkin? Yang paling mungkin adalah SMAK IV. Maka Pdt. Ronny Nathanael sebagai

20.15 WIB, dibagi dalam dua babak besar. Babak I bertemakan “persembahan bagi para korban” yang menampilkan lagu-lagu yang mendoakan para korban ataupun berkisah mengenai kematian dan kehidupan abadi. Kemudian pada babak II mengangkat tema “perenungan bagi kita semua”, menampilkan lagu-lagu perenungan dan pertobatan, tentang harapan dan ajakan untuk ikut membantu dan berkarya. Format acara diawali dengan sebuah renungan, kemudian disusul dengan penampilan berbagai lagu yang dibawakan secara bergantian oleh beberapa paduan suara yang diselingi puisi, doa, dan renungan singkat. Selain itu ditampilkan beberapa slide foto yang mengiringi persembahan setiap lagu, melalui layar besar di kiri dan kanan altar. Acara dilanjutkan dengan aksi pengumpulan kolekte (persembahan). Seluruh dana keuntungan yang terkumpul melalui acara ini ditujukan untuk membantu kegiatan restorasi dan perbaikan kehidupan penduduk Nias pasca bencana alam, yang disalurkan melalui: Pastor Marinus Telaumbanua OFM Cap. , Ketua Propinsialat Kapusin St. Fidelis Sibolga, yang beralamatkan di Kotak

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Pos 1, GUNUNGSITOLI (Pulau Nias), 22812, Sumatera Utara. Dana yang disumbangkan sebesar Rp. 46.722.500,-. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penyerahan dana secara simbolis kepada Rm. Fidelis OFM Cap. yang hadir di acara ini. Menurut Henry Sutjipto (Ketua Panitia – Dirigen PS Vox Angelorum), tujuan dari acara ini adalah menghimpun doa bersama dalam bentuk yang lebih universal (bahasa lagu) dari umat kristiani untuk para korban bencana alam, menyampaikan perenungan dan ajakan pertobatan bagi kita semua yang masih diberi kesempatan untuk hidup dengan lebih layak, mengajak umat untuk tidak hanya prihatin namun mau turut serta membagikan harapan dan melakukan karya nyata melalui penggalangan dana. Pemberian bantuan difokuskan pada pembangunan kembali 100-an rumah penduduk yang hancur (atas koordasi dengan pemda setempat), pembelian perahu dan alat-alat nelayan, pemberian bibit tanaman coklat, pupuk dan alat-alat pertanian, pembagian modal kerja, pemberian beasiswa, pembangunan pusat-pusat

kegiatan masyarakat, dll. Seluruh dana keuntungan yang terkumpul melalui acara ini ditujukan untuk membantu kegiatan restorasi dan perbaikan kehidupan penduduk Nias pasca bencana alam, yang disalurkan melalui: Pastor Marinus Telaumbanua OFM Cap. , Ketua Propinsialat Kapusin St. Fidelis Sibolga, yang beralamatkan di Kotak Pos 1, GUNUNGSITOLI (Pulau Nias), 22812, Sumatera Utara. Dana yang disumbangkan sebesar Rp.46.722.500,-. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penyerahan dana secara simbolis kepada Rm. Fidelis OFM Cap. yang hadir di acara ini. Konser dihadiri sekitar 850

Tapi kasihan khan kalau diminta terus-terusan. Mereka sendiri menawarkan diri ‘kalau masih perlu bantuan, kami siap membantu!’ Beruntunglah Pak Hendro punya anak didik yang bersedia menawarkan diri untuk memberi bantuan. Memang mereka tidak bekerja sendiri, mereka bekerja sama dengan beberapa remajapemuda dari GKI Surya Utama. Mereka bekerja dengan semangat tanpa henti dan sesekali masih sempat terdengar gurauan. Penasaran juga… kok mau dan bersemangat ya …. Padahal lumayan lho capeknya. Mereka juga ngaku kalau keesokan harinya jadi-jadi pada pegel-pegel. Tergelitik oleh rasa ingin tahu, kenapa sih mereka kok mau ngebantuin padahal khan lagi sekolah? Ada yang menjawab ‘khan kita-kita nggak bisa menolong langsung ke Aceh, jadi menolong di sini saja agar bantuan bisa cepat sampai ke Aceh’. Bener juga ya … itu khan sama saja dengan menjadi relawan Aceh walaupun tidak secara langsung. Ada juga yang mengatakan selama ini kalau sekolah membantu korban bencana dengan cara mengumpulkan uang atau

angkat dos air mineral… lumayan berat tuh. Saya sempat mencoba untuk mengangkatnya tapi dos itu nggak bergerak sama sekali saking beratnya. Sudah selesai? Belum lho… !! Tanggal 10 Januari ‘05 lebih seru lagi sebab yang mau diisi itu dua kontainer. Sekali lagi Pdt. Ronny N. menghubungi Kepala SMAK 4 untuk meminta bala ‘Komandan’ lapangan melalui bantuan. Kali ini yang dikirim lebih panitia dadakan segera mengbanyak dari yang semula, rata-rata hubungi Kepala Sekolah SMAK IV, kelas 1-2. Mengapa bukan tim Hendro Suwarsono. Tak lama keyang pertama? Gantian dong !! mudian datanglah bala bantuan Emang sih tim pertama yang kelas dari siswa-siswi kelas 3 SMAK IV. 3 itu masih bersedia untuk menMereka bekerja dengan cepat, jadi relawan. Tim pertama ini mewes….wes….wes ¼ bagian beres. mang lebih kompak dan energik. Mereka bekerja mulai pukul 15.00 – 18.00 WIB. Hari Kamis pun mereka diminta lagi bantuannya untuk meneruskan pekerjaan yang belum selesai dan sekaligus mengangkat ke kontainer. Mereka bekerja dari pukul 11.00 – 17.30 WIB. Luar biasa, sampai keringatan dan ngos-ngosan. Mereka tidak dibiarkan kecapaian dan kelaparan. GKI Surya Utama bukan hanya menyediakan tempat, tenaga tetapi juga konsumsi bagi para relawan ‘Aceh’ ini. Selama dua hari harus angkat-angkat barang … kebayang khan capenya. Gak apa-apa deh latihan membentuk otot. Kalau ngangkat dos indomie yang digabung jadi empat masih nggak Siswa SMAK 4 bersama Remaja/Pemuda masalah, sebab enteng, tapi kalau GKI Surya Utama mengangkut barang ke angkat dos yang besar-besar yang kontainer 1 harus diangkat dua orang, atau

12 tpjap10-17-p65.p65

12

4/7/2005, 11:11 AM

Penampilang Koor Gabungan oleh perwakilan dari semua peserta pengisi acara, membawakan lagu tema “Bangkitlah Negriku” karya Hesty Moeradi. ____________________________ hadirin plus pengisi acara yang berjumlah 320 orang. Sebagian besar penonton tetap setia mengikuti acara hingga akhir, yang berlangsung sekitar 2,5 jam. Acara ditutup dengan penampilan koor gabungan, yang diwakili dari semua peserta pengisi acara. Koor gabungan ini membawakan lagu tema konser yakni “Bangkitlah Negriku”, karya Hesty Moeradi. *** (Na2).

barang. Nah … kalau uang dapatnya dari Ortu. Sekarang kita juga mau nyumbang dari diri kita sendiri yaitu tenaga, jadi kerasa gitu ..!! Ceille …. Saluuuuuut deh. Tapi ada juga yang jujur (janganjangan ini sebenarnya merupakan jawaban hampir semua siswa)…’ jujur aja ya … dengan menjadi relawan ini kita punya kesempatan keluar sekolah.. nggak ikut pelajaran’. Ha….. ha … ha…. keluar dah aslinya. Jujur juga enggak apa-apa kok. Alasan yang itu sudah ketebak kok, alasan yang biasa ada di dalam diri pelajar pada umumnya, tapi mereka tahu kalau alasan itu salah. Sekalipun sebelumnya punya motivasi yang salah tetapi mereka tahu apa yang mereka lakukan sangat berarti bagi para korban bencana tsunami di Aceh. Semakin cepat dikirim bantuan tersebut semakin cepat bantuan sampai ke tempat. Yang penting mereka tahu dan menyadari bahwa mereka telah ikut berpartisipasi menolong sesamanya yang mengalami penderitaan karena tsunami. Mereka telah menjadi tangan dan kaki Tuhan bagi sesama. Mereka telah pergi ke Aceh sekalipun hanya lewat kontainer. Thea/GKI Surya Utama/Mrt’05

Tampak pada gambar, saat pembagian tugas mengangkat barang dan membuat poster Tim GKI


Khusus

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

P

askah merupakan perintah tahunan yang dilakukan oleh umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Yesus. Dalam perspektif penanggalan, Paskah merupakan perayaan yang berpindah (movable feast) karena Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya. Sejarah Paskah terkait erat dengan perayaan Passover dan Musim Semi. Passover merupakan festival tahunan kaum Yahudi yang dirayakan selama delapan hari untuk memperingati hari Exodus bangsa Israel dari Mesir di bawah pimpinan Musa. Dalam penanggalan Yahudi, Passover diperingati dari tanggal 14-22 pada bulan Nisan yang merupakan bulan ke-7 dalam Penanggalan Lunisolar Yahudi. Dalam penanggalan agama Yahudi, Nisan dianggap sebagai bulan pertama dan sering dirayakan sebagai Tahun Baru Raja. Dalam penanggalan Masehi, bulan Nisan terjadi antara bulan Maret dan April dimana waktu ketika matahari berada di titik Vernal EQuinok (tanggal 21 Maret) berada dalam bulan Nisan. Kata “Paskah” sendiri diyakini berasal dari Pesach (Passover). Sedang easter yang merupakan kata lain dari Paskah dipercaya berasal dari kata Eostre yang merupakan nama Dewi Musim-Semi dan Kesuburan. Perayaan Eostre yang dirayakan tepat pada saat matahari berada di titik musim semi (Vernal Equinox) mempunyai maskot kelinci dan telur berwarna. Kelinci menggambarkan kesuburan dan telur berwarna menggambarkan cahaya matahari yang kembali menyinari bumi. Umat Nasrani merayakan Paskah dengan menghadiri kebaktian/ misa, melakukan puasa, mengenakan pakaian baru yang terbaik, dan membuat perayaan dengan menggunakan kelinci dan telur-telur yang dihias. Tampaknya dimanapun telur dan Paskah seakan sudah menjadi kesatuan. Kalau di Indonesia, tradisi menghias dan mencari telur sangat mungkin dibawa oleh orang Belanda. Lalu, dari mana dan sejak kapan tradisi itu muncul di Bumi ini? Berbagai situs di Internet antara lain menyebutkan, telur dan kelinci menjadi bagian dari rangkaian hari Paskah sebab telur sejak zaman kuno sudah dianggap sebagai simbol kehidupan baru dan harapan. Situs The Detroit News menyebutkan, telur sebagai lambang kehidupan baru sudah ada di berbagai belahan dunia, seperti Mesir dan Persia, bahkan sebelum kelahiran Yesus. Hari Paskah dengan simbolisasi telur diperkirakan muncul karena orang melihat kaitan antara semangat Paskah dengan memperbarui makna hidup. Biasanya warna yang digunakan untuk menghias telur Paskah adalah warna-warna cerah sebagai representasi musim semi di daratan Eropa. Meski ada pula kebiasaan yang lebih khas, misalnya, beterapa negara Eropa, seperti Yunani, suka warna merah karena ini melambangkan darah Yesus, sementara sebagian negara Eropa lain, misalnya, Jerman dan Austria, memilih dominasi wama hijau karena mencerminkan perjamuan terakhir. Sementara kelinci diperkirakan berasal dari Jerman sebab pada awal tahun 1700-1800-an orang Jerman sudah membuat kue dan gulagula berbentuk kelinci. Kelinci adalah hewan yang melambangkan kesuburan karena mudah berkembang biak. Kelinci juga dianggap sebagai hewan tanpa dosa dan lemah karena hanya mampu meloncat untuk menghindari musuhnya. Kata Paskah yang dalam bahasa Inggris disebut Easter, konon diambil dari mitologi nama dewa yang melambangkan kesuburan, yaitu Dewi Eostre/Oestar. Sang

dengan mengutus putra-Nya kepada kita dan atas kasih Yesus yang luar biasa sehingga ia mau meninggalkan kemuliaan surgawi dan mati demi kita? Sudahkah kita menunjukkan cukup balas budi kepada kasih Allah dan Yesus? Ya, peristiwa ini adalah peristiwa yang tepat untuk melakukan refleksi secara jujur dan merendahkan hati untuk menyelaraskan jalan-jalan kita. Jadi, menurut saya, paskah bukanlah sekadar ritual keagamaan maupun kemeriahan pesta sematamata, tetapi memiliki makna yang lebih dalam, yaitu mengenai penghargaan dan penghayatan terhadap kasih dan pengorbanan yang diTuhan sehingga hidup saya semakin hari oleh setunjukkan oleh Allah dan Putramakin sempurna di hadapan Allah. Semoga Paskah Nya. (Siswa SMAK 7) “Karena begitu besar kasih Sebelum mengikuti katekisasi, Paskah bagi saya tahun ini bisa membawa berkat bagi kita semua dan pengorbanan Yesus di kayu salib tidak sia-sia. Allah akan dunia ini, sehingga Ia hanya sebatas mengikuti ibadah subuh dan lomba telah mengaruniakan Anak-Nya mencari telur. Tapi kini setelah mengaku percaya yang tunggal, supaya setiap melalui sidi jemaat, saya lebih dapat mendalami arti orang yang percaya kepada-Nya (Guru SMPK 7) Paskah yang sebenarnya dan lebih merasakan pentidak binasa, melainkan beroleh deritaan Tuhan Yesus dalam perwujudannya sebagai Makna Paskah bagi saya adalah hidup yang kekal.” (Yohanes manusia yang merasakan rasa takut menghadapi kebukti cinta Tuhan kepada umat3:16) matian terutama di saat-saat malam perjamuan, serNya yang telah mengutus putraLantas, bagaimana kita dapat ta mengucapkan syukur karena begitu besar kasih Nya untuk menebus dosa manuAllah kepada kita manusia berdosa. sia dengan kematian-Nya di kayu menunjukkan penghargaan kita terBagi saya, makna Paskah adalah kesaksian salib dan memberikan kehidupan sebut? Pertama, kita harus memahami arti penting dari pengorbanyata atas penebusan dosa manusia melalui penkekal dengan kebangkitan-Nya nan Yesus. Arti penting pederitaan dan kematian di kayu salib sampai dengan dari kayu salib. Saya berharap kemenangan atas kuasa maut melalui kebangkitan- pada Paskah tahun ini, saya dan keluarga dapat me- ngorbanan Yesus adalah untuk menebus kita dari dosa, dengan Nya. Biasanya, saat Paskah, saya mengikuti ibadah rayakan dan merasakan arti Paskah dengan lebih Paskah subuh dan ikut berbagai lomba maupun ba- baik, serta dapat meneladani kasih Kristus yang mau demikian kematian-Nya berfungsi sebagai sarana untuk membuka zar sebagai bentuk ungkapan sukacita atas berita berkorban bagi orang lain. Bagi umat Kristiani pada jalan keselamatan, sehingga setiap kebangkitan Tuhan Yesus. Pada Paskah tahun ini, umumnya saya berharap agar kita semua dapat meorang yang beriman terhadap saya mengharapkan dengan berbagai kejadian senyebarkan dan menampakkan kasih Kristus kepada perti gempa, tsunami, dll., setiap orang yang mengsesama melalui kehidupan dan tugas pekerjaan kita. darah-Nya yang dicurahkan dan bertindak selaras dengan imannya alami penderitaan, pergumulan, maupun musibah itu, dapat diselamatkan dan memdapat menjalaninya dengan selalu bersandar dan peroleh kehidupan kekal. Jadi, jelas berharap kepada janji Tuhan sebagai juru selamat bahwa sikap yang paling tepat unyang telah dibuktikan dengan kebangkitan Tuhan (Guru TKK 3) tuk menunjukkan penghargaan kita Yesus dan kemenangan-Nya melawan kuasa maut. Makna paskah bagi saya adalah terhadap pengorbanan tersebut suatu pengorbanan yang luar biadalah dengan menghargai anugeasa karena Tuhan Yesus rela dirah keselamatan itu sendiri, yang salib untuk menebus dosa manudiwujudkan dengan sikap dan cara (Guru SMKK 2 dan SMPK Kota Modern) sia. Dia yang tidak berdosa, mau hidup yang selaras dengan tuntutmenggantikan hukuman yang sean ilahi sehingga kita memenuhi Makna Paskah bagi saya adalah harusnya diterima manusia. Bahsyarat untuk diselamatkan. Kita damemahami dan memaknai akan kan tidak saja kita telah disepat melakukan itu dengan menpengorbanan Yesus Kristus di lamatkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus di kayu kayu salib. Menurut saya pengor- salib, kita juga telah dikuduskan satu kali untuk sela- junjung tinggi moral, misalnya dengan hidup jujur, rajin bekerja dan banan Yesus di kayu salib itu ma-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. belajar, dan melakukan pelayanan. merupakan karya yang sangat Di hari paskah, biasanya saya dan keluarga mengHal-hal ini jangan hanya kita tunagung, terbesar, dan terbaik bagi ikuti ibadah subuh di gereja, kemudian saya menejukkan secara musiman, hanya saat manusia, sebab dengan pengor- mani anak-anak mengikuti acara Paskah lainnya. Paskah saja, tetapi harus kita pelibanan-Nya, hubungan manusia Saya berharap agar saya dapat meneladani sikap hara setiap hari. dengan Allah dapat diperbaharui hidup Tuhan Yesus, untuk lebih memperhatikan “Bukan setiap orang yang dan mendamaikan manusia dengan Allah. Di atas orang-orang yang ada di sekitar saya terutama anakberseru kepada-Ku: Tuhan, Tukayu salib, Tuhan Yesus menggenapkan karya keanak didik saya. Saya ingin lebih baik lagi melayani han! Akan masuk ke dalam Keraselamatan-Nya bagi umat manusia. mereka sehingga melalui tutur kata dan tindakan sajaan Sorga, melainkan dia yang Sama seperti tahun-tahun lalu, di hari Paskah ya, anak-anak pun dapat mengenal cinta kasih melakukan kehendak Bapa-Ku biasanya kami sekeluarga beribadah di gereja, dan Tuhan. yang di sorga.”. (Matius 7:21) anak-anak mengikuti acara menghias telur serta Saya berharap bahwa di masa berbagai perlombaan lain. Saya juga mengucapkan yang akan datang kita dapat lebih “Selamat Paskah” kepada beberapa kerabat, meningkatkan toleransi antarumat saudara jauh, dan rekan kerja. (Siswa Kelas VI A SDK 7) beragama dan lebih menghargai Saya berharap, Paskah kali ini menjadi sesuatu Paskah adalah kemenangan/kehak kebebasan beragama. Kita dayang sakral dan dapat dimaknai serta dihayati oleh bangkitan Tuhan Yesus, yang be- pat lebih menghormati pilihan sesemua umat Nasrani, juga Guru, Karyawan, serta rarti juga kemenangan bagi kita tiap individu mengenai kePengurus BPK PENABUR JAKARTA. umat yang percaya kepada Tupercayaan atau agama yang dipilihhan. Saya tidak melakukan hal nya berdasarkan hati nuraninya yang khusus di hari Paskah. sendiri, dan memberikan kebebasan (Siswa Kelas 2 SMPK 3) Biasanya, saya dan keluarga ke kepada para pemeluk agama terPaskah adalah hari dimana Yegereja untuk merayakannya. Saya sebut untuk dapat mengekspresisus membuktikan bahwa Dia bi- mengusulkan agar pada Paskah tahun ini, SDK 7 kan imannya dalam bentuk ibadah sa menang atas maut, dengan menyelenggarakan perayaan Paskah dengan melitanpa diganggu dan dalam suasana kebangkitan-Nya dari antara batkan siswa-siswi kelas VI untuk mengisi acara, tenang, aman, dan damai, yang seorang mati. Ini berarti kemenang- mendekorasi ruangan, dll., karena pada Paskah sungguhnya adalah hak asasi dari an juga bagi umat yang percaya tahun lalu, siswa-siswi kelas V dan VI hanya berlomsetiap individu. kepada-Nya. Biasanya, di hari ba untuk membuat mading. Pada hari Paskah ini, Delly Paskah saya mengikuti ibadah saya berharap kehidupan saya, keluarga saya, dan Siswa Kelas 3 IPS SMAK subuh pukul 06.00 WIB. Saya harap pada Paskah teman-teman saya menjadi lebih baik lagi dengan PENABUR Gading Serpong

dewi dikisahkan memilih kelinci sebagai maskotnya. Fakta dibuatnya Paskah sebagai hari besar agama Nasrani di Indonesia merupakan cerminan dari pengakuan dan penghargaan pemerintah terhadap agama Kristen. Hal ini juga menjadi simbol kepada dunia Internasional bahwa negara Indonesia adalah negara yang menghargai kebebasan beragama

dan memiliki tingkat kerukunan beragama yang tinggi. Untuk tujuan ini jugalah dibangun Mesjid Istiqlal berseberangan dengan Katedral di kawasan Istana Merdeka. Dengan diakuinya Paskah, Indonesia memberi kesan yang baik di mata dunia bahwa negara kita adalah negara, yang meski mayoritas penduduknya beragama Islam, memiliki toleransi beragama yang tinggi.

Saat memperingati kematian dan kebangkitan Yesus merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk bercermin ke dalam diri kita sendiri. Apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita selama ini? Apakah kita telah memuliakan Allah dengan cara hidup kita? Apakah keputusankeputusan yang kita ambil menunjukkan penghargaan yang dalam atas kasih Allah yang begitu besar

Makna Paskah Bagi Kami

Febrina maharani D.

Yustina Titik Purwanti

Ester Rahayu

Ir. John Kennedy, S. Kom

Betari Andika Setiawan

G.T. Yoshiko D.

kali ini, saya dapat lebih mendekatkan diri kepada

hidup menurut jalan yang diperintahkan Tuhan.

Referensi tentang sejarah Paskah: www.kompas.com

13 tpjap10-17-p65.p65

13

4/7/2005, 11:11 AM


Dari Siswa Untuk Siswa - TK

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Kebangkitan

Paskah Dalam kubur yang sunyi dan senyap Yesus terbaring senyap Di pagi hari kubur terbuka dan kosong Yesus bangkit, maut dikalahkan-Nya Yesus bangkit kalahkan maut Kuasa iblis ditaklukkan-Nya Dia sungguh anak Allah maha kuasa Ajaib kuasa kebangkitan-Nya Yesus, Kau telah bebaskanku dari dosa Yesus, Kau telah beri hidup baru untukku Ku mau rayakan kemenangan-Mu Ku mau bersukacita dan berserah pada-Mu Hidup dan masa mudaku Kupakai untuk kemuliaan-Mu Tuk beritakan ajaib kuasa-Mu Kau Allahku yang bangkit dan menang

Juru Selamat Paskah … Betapa berharganya hari Paskah ini Juru selamat kita telah bangkit, Ia mati untuk menebus dosa manusia

Hanya dialah yang mau berkorban Agar kita tidak terperangkap dalam dosa Dimatanya … kita semua sama Lihatlah … Betapa baiknya Tuhan kita Tuhan … Kau begitu mulia dan begitu baik Betapa besar kasih-Mu Kau mengasihi semua manusia Kita patut bersyukur kepada-Nya Karena … Tanpa kedatangan-Nya, Kita tidak bisa hidup seperti sekarang Terima kasih Tuhan … Karya: Enjelika Siswa SDK 1

Karya: Christian DP Siswa Kelas 5B SDK 1

ari Sabtu, tanggal 12 Februari 2005 adalah hari yang sangat menyenangkan bagi siswa TK Kristen PENABUR Cikarang Baru (CKB). Pada hari itu ada lima orang siswa yang mewakili TKK CKB untuk mengikuti Lomba Mewarnai di tingkat TK, Kecamatan Cikarang Utara. Anak-anak yang terpilih itu antara lain: Katherine, Eileen, Christy, Maria dan Amara. Mereka bersemangat dan sangat bahagia. Pada waktu kertas gambar diberikan mereka senang sekali dan langsung saja diwarnai. Tanpa menghiraukan ibu guru dan orang tuanya, mereka berharap mendapat kemenangan dan meminta orang tuanya untuk menunggu hasil dari para juri yang menilai. Tiba waktunya juri membacakan hasil pemenang Lomba Mewarnai. Dari 350 peserta akhirnya TKK PENABUR CKB mewakili yang lainnya. Terpilihlah Katherine sebagai Juara II. Mereka semua ikut bahagia karena salah satu temannya ada yang menjadi pemenang sambil bersorak “Hore… hore… teman kita menang”. Mereka yang tidak menang tidak sedih karena masih ada teman yang mewakili mereka dari TKK CKB. Dengan bangga Katherine memegang piala itu dan juga membawa beberapa hadiah lainnya. Kami Guru-guru TKK CKB terus berharap siswa-siswi TKK CKB dapat mengembangkan potensi dan kreativitas mereka. Selamat ya Katherine…… Tuhan Memberkati … .

H

alam rangka meningkatkan pemahaman anak pada iman Kristiani, Sekolah TKK PENABUR Cikarang Baru (CKB) mengadakan kegiatan kebaktian anak. Acara yang diadakan pada tanggal 27 Februari 2005 ini diikuti oleh seluruh siswa/siswi KB-TKK PENABUR CKB. Kebaktian yang bertema “Rendah Hati disenangi Tuhan” ini membawa anak-anak untuk belajar mengetahui apa saja yang telah Tuhan berikan bagi diri kita. Pendeta Suryadi (GKI Lippo Cikarang) yang memimpin kebaktian ini juga memberikan arahan pada anak-anak bahwa Tuhan telah memberikan kelebihan dan kekurangan bagi semua ciptaannya. “Karena itu semua berasal dari Tuhan, maka hendaknya kelebihan itu tidak membuat kita sombong; dan sebaliknya kekurangan kita tidak boleh membuat kita rendah diri”, begitu pesan Pendeta Suryadi. Ada suatu kejadian lucu, yaitu pada waktu Pendeta Suryadi menanyakan kepada anak-anak apa saja kelebihan mereka, hampir semua anak menjawab bahwa kelebihan mereka adalah menyanyi. Rupanya anak-anak di TKK PENABUR CKB suka me-

D

nyanyi. Hal itu pun segera dibuktikan oleh Pendeta Suryadi yang pintar bermain gitar ini, sewaktu mengiringi lagu-lagu pujian yang dinyanyikan mereka dengan sukacita. Endah Dwi Wulandari, S.Pd. Guru TKK PENABUR Cikarang Baru

Gina Bertha Ginting, S.Pd, Guru TKK Cikarang Baru

Pendeta Suryadi (GKI Lippo Cikarang) sedang membawakan cerita bagi siswa-siswi TKK PENABUR Cikarang Baru.

______________________________________

14 tpjap10-17-p65.p65

14

4/7/2005, 11:12 AM

Katherine dengan bangga menunjukkan piala juara II Lomba Mewarnai Gambar.

T I N G K A T TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN CIKARANG UTARA

______________________________ Siswa-siswi TKK Cikarang Baru (deretan depan) sedang mengikuti lomba mewarnai gambar.


Dari Siswa Untuk Siswa - TK

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

K e g i a t a n

Sekolah

TK Kristen 3 BPK PENABUR JAKARTA

S

etelah melewati satu semester, bermain, bereksplorasi dan bereksperimen di lingkungan Halimun, hal ini membuat jenuh anak-anak dan kami sendiri. Kejenuhan terhadap situasi, lingkungan dan orang-orang sekitar membuat kami berencana untuk beranjak keluar lingkungan. Oleh karena itu tersusunlah rencana Field Trip ke McDonald’s Pasaraya dan Carrefour MT. Haryono yang kami laksanakan pada hari Rabu 9 Maret 2005. Kegiatan ini dilangsungkan untuk para siswa TK A dan B, guru dan satpam.

alat yang dipergunakan untuk operasional resto cepat saji itu. Seperti peralatan yang dipakai untuk membuat dan menyajikan “beef burger”.

telah disambut oleh staf Carrefour, anak-anak dibagi atas lima grup dan masing-masing anak diberikan sebuah keranjang dan uang senilai Rp5.000.

Di Counter Area, anakanak mendapat penjelasan mengenai cara menerima order dari tamu serta menyajikan makanan dan minuman yang telah dipesan. Anak-anak juga mendapat kesempatan untuk menyajikan es cream bagi mereka sendiri.

Kemudian mereka diberi kebebasan untuk berbelanja barang senilai uang yang diberikan. Dan mereka juga harus antri saat membayar di kasir. Hal ini bertujuan mengajarkan kemandirian kepada anak sedari dini.

Setelah dari McDonald’s, tujuan kami selanjutnya adalah Carrefour MT Haryono. Di sepanjang perjalanan kami Rabu, 9 Maret 2005, sekitar menghimbau anak-anak pukul 08.00 anak-anak sudah supaya mengamati kendaraan berkumpul di sekolah. Sebelum yang ada di jalan raya. Supaya berangkat tidak lupa kami mereka lebih memahami berdoa. Setelah itu para guru pelajaran transportasi yang memberikan pengarahan supaya diajarkan di kelas. anak-anak bisa mengikuti kegiatan dengan lancar. Pukul 11.00 kami tiba di Carrefour MT Haryono. SeSetibanya di McDonald's Pasaraya Manggarai, kami disambut dua pramusaji dengan ramah.

Kebaktian Anak program pemanfaatan multi media 18 Februari 2005 Kebaktian siswa TKK 3, dilakukan 2 bulan sekali di GKI Cipinang Indah, hal ini bertujuan tujuan untuk memupuk dan mengembangkan iman anak dari sejak usia dini.

di TKK 3. Orang tua sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka berdialog dengan para guru menanyakan bagaimana cara mengajar dan penggunaan media – media tersebut. Hal ini sangat bermanfaat karena memberi wawasan kePartisipasi pada orang tua mengenai sistem Orang Tua Murid pembelajaran di TK Kristen 3, se25 Februari 2005 hingga kemudian dapat terjadi TKK 3 mengundang orang tua kesesuaian pembelajaran yang murid sebagai nara sumber untuk diberikan orang tua di rumah deberbicara di kelas mengenai pro- ngan guru di sekolah. fesi, budaya, dll.Kegiatan ini dilakukan satu bulan sekali.

Seminar Lomba Untuk Orang Tua Senam Ceria

Sungguh merupakan satu hari menyenangkan bagi anakanak, karena mereka bisa belajar mengenai operasional suatu restoran dan cara belanja di pasar swalayan.

26 Februari 2005 Pada kesempatan ini diadakan seminar dan workshop untuk orang tuia siswa dengan judul “Menjalin Cakrawala Berpikir Anak Kritis “.

Tetty MHS , Guru TKK 9

23 Maret 2005 Pada tanggal 23 Maret 2005 diadakan lomba Senam Cerdas Ceria untuk anak TKK 3, lomba diadakan khusus intern bagi siswa TKK 3. Di kelas TK A dan B terdapat 8 regu yang masing-masing Open House terdiri dari 10 anak yang mewakili 19 Maret 2005 kelasnya. Manfaat dari kegiatan TKK 3 mengundang orang tua ini supaya anak gemar berolahraga murid untuk melihat pemutaran sehingga dapat menjaga kesehaVCD profil sekolah unggulan tan tubuh. ** TKK 3. Hal ini dimaskudkan untuk melaporkan kegiatan belajar mengajar di TKK 3. Pada itu di____________________ pamerkan pula berbagai macam media untuk pembelajaran TK Orang tua siswa TKK 3 dengan Kristen 3 sesuai dengan bidang antusias menanyakan pengenalan di TK, hasil kegiatan berbagai macam media pemfield trip, prestasi guru dan belajaran di TKK 3 siswa (dalam dan luar PENAyang dipamerkan BUR), program – program sekolah dan ekstrakulikuler, juga pada Open House TKK 3.

Selama kegiatan di McDonald’s, anak-anak dibagi menjadi empat grup dengan satu grup terdiri dari 12 anak. Masing-masing grup mengunjungi dapur McDonald's, Counter - Area, dan ruangan ruang pendingin makanan yang dipandu oleh Kak Wiwin dan Kak Dewi dari McDonald’s. Anak-anak diperkenalkan dengan semua

PERAYAAN PASKAH DI TKK PENABUR Gading Serpong

S

iswa-siswi KB-TKK PENABUR Gading Serpong merayakan Paskah pada hari Rabu, 23 Maret 2005 lalu di lobi sekolah. Paskah yang mengangkat tema “Bangkit dan Hidup” ini, dimeriahkan dengan paduan suara, permainan angklung dan tablo Paskah oleh siswa-siswi TKK PENABUR Gading Serpong. Tablo Paskah menceritakan tentang kematian dan kebangkitan

Tuhan Yesus. Dalam tablo tersebut digambarkan bagaimana ketika Tuhan Yesus membasuh kaki ke-12 murid-muridnya, perjamuan terakhir, dan bagaimana Yesus mati di kayu salib. Setelah acara perayaan, siswasiswi TKK PENABUR Gading Serpong mengikuti berbagai lomba seperti: lomba mencari telur dan lomba mengumpulkan telur di air. Selain itu, ada pula lomba membuat

keranjang Paskah bersama keluarga yang dilaksanakan sebelum perayaan Paskah. Siswa-siswi TKK PENABUR Gading Serpong mengikuti acara Paskah dengan sukacita. Di akhir acara, semua siswa mendapatkan hadiah berupa kaos bertuliskan “Happy Easter”, coklat telur/ kelinci, dan keranjang berisi telur paskah yang dibuat oleh guru TKK PENABUR Gading Serpong.

Tablo Paskah oleh siswa-siswi TKK PENABUR Gading Serpong

________________________ Semoga Paskah tahun ini dapat menjadi berkat bagi siswa-siswi TKK PENABUR Gading Serpong.*** TKK PENABUR Gading Serpong

15 tpjap10-17-p65.p65

15

4/7/2005, 11:11 AM

Lomba mencari telur


Dari Siswa Untuk Siswa - SD

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

KEVIN SOEDYATMIKO

SISWA SDK VI PENABUR

SI SI JENIUS YANG BERPRESTASI DI BIDANG MATEMATIKA

“Disiplin yang tinggi, pantang menyerah, belajar dan berdoa adalah kunci sukses meraih prestasi,” ujar K S, demikian panggilan Kevin Soedyatmiko oleh teman-teman sekelasnya. Bocah yang baru menjalani Test IQ Februari 2005 lalu dan memperoleh Score 154 yang berarti jenius ini, acapkali mengikuti berbagai lomba atau kompetisi pada bidang Matematika bak seorang pelari maraton. Tips-nya ketika mengikuti lomba adalah persiapan yang matang dan kondisi tubuh yang prima. Pengalamannya, dalam suatu lomba, ia pernah mendapatkan hasil yang tidak diharapkan, karena pada saat itu ia batukbatuk dan demam. Menikmati suatu proses dan usaha selain pencapaian prestasi adalah faktor yang amat penting untuk membantu menyikapi keberhasilan ataupun kegagalan di masa akan datang. Terkini, Kevin yang saat ini duduk di Kelas 6 SDK VI BPK PENABUR Kelapa Gading Permai Jakarta Utara, diminta untuk mengikuti seleksi calon peserta Olimpiade Sains Nasional 2005 tingkat SMP. Olimpiade tersebut diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional yang merupakan kalender tahunan DEPDIKNAS dan rencananya akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Agustus/September 2005 dimana Kevin saat itu sudah menjadi siswa SMP kelas 1. “Canggung nggak Vin berkompetisi dengan kakak kelas kamu yang duduk di kelas 1 dan 2 SMP”, tanya beberapa temannya. “Enggak ah, asal kita mau dengan sungguh-sungguh berlatih dan punya komitmen yang tinggi, mudah-mudahan saya dapat lolos mewakili

Kevin berfoto bersama Jaya Suprana, sesaat setelah menerima penghargaan sebagai pemegang Rekor Indonesia MURI no. 1371 bidang Matematika siswa termuda pertama. _______________________________________ sekolahku dan propinsi DKI pada ajang kompetisi OSN (Olimpiade Sains Nasional) tahun 2005 ini dan juga dapat meraih Medali Emas”, ujar Kevin yang ternyata adalah peraih Medali Emas, Tropi Juara Umum dan Tropi The Best Explorasi pada Olimpiade Sains Nasional Agustus 2004 lalu untuk tingkat SD. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kursus yang diikutinya mengkategorikan Kevin pada kelas SMU, demikian pula dengan kursus matematika MATHMASTER, Kevin malahan diikutsertakan pada kelas cepat tingkat SMU. Pengalaman yang menarik satu kelas dengan teman SMP dan SMU di Kursus MathMaster tersebut adalah seringkali Kevin disuruh maju ke depan kelas untuk menyelesaikan soal yang sulit dan tidak terjawab oleh teman-temannya, bahkan pada test yang dilakukan, Kevin memperoleh peringkat I dan peringkat II diperoleh Siswa SMU Kelas 3 dengan perbedaan nilai yang cukup menyolok. Untuk ajang lomba Matematika metoda Sakamoto pada tingkat Nasional yang diselenggarakan 27 Februari 2005 lalu, Kevin berhasil memperoleh Juara I dengan menyisihkan peserta-peserta lainnya dari propinsi-propinsi di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan Metoda Sakamoto. Tahun lalu di bulan Maret 2004, pada kompetisi serupa di tingkat International yang diadakan di Bangkok Thailand, Kevin memperoleh predikat The Best Use of The Sakamoto Method, yang dianugerahkan langsung oleh MR. Sakamoto, pendiri metoda Sakamoto Dunia sekaligus President of The Education System, Pte, Ltd, Jepang, yang membawa Kevin menjadi pemegang Rekor Indonesia MURI no.1371 bidang Matematika - siswa termuda pertama. ***

S

uatu hari di sekolahku SDK 6, Ibu Ifin (Wali kelas) memilih beberapa anak untuk mengikuti pemilihan AGIN (Anak Gemilang Indonesia NutriSari) 2004 yang diadakan oleh PT. Nutrifood Indonesia SBU. Aku termasuk murid yang terpilih. Walaupun syarat-syaratnya berat, tetap aku penuhi, yaitu: a. Murid kelas 4 & 5. b. Ranking 5 besar di kelas. c. Prestasi di bidang seni budaya & olahraga. Kami harus membuat opini singkat mengenai “Apa Yang Akan Kuberikan Untuk Bangsaku?” Dan opiniku berjudul “CitaCita dan Pengabdianku”. Setelah kupenuhi syarat-syaratnya serta bukti prestasiku, aku menyerahkan semua itu ke wali kelasku. Liburan kenaikan kelas telah tiba, aku sangat terkejut ketika mamaku mendapat telepon dan surat yang menyatakan bahwa aku lolos seleksi tahap pertama, di mana aku termasuk 150 siswa-siswi yang terpilih dari 670 siswa-siswi yang ikut seleksi dari lima kota besar di seluruh Indonesia. Aku bersyukur sekali pada Tuhan Yesus,karena aku dapat lolos pada saat proses administratif dan screening. Aku dipanggil langsung ke PT.Nutrifood untuk mengikuti seleksi tahap kedua, yang meliputi kegiatan games, psycotest, dan interview. Kriterianya adalah anak sehat, cerdas, aktif, dinamis, peduli terhadap lingkungan, teman sekitar, serta mempunyai potensi kepemimpinan. Setelah mengikuti seleksi tahap kedua ini, aku sudah cukup bangga dan bersyukur. Karena dapat pengalaman mengunjungi PT. Nutrifood dan dapat hadiah NutriSari pula lho !!!!!! Setelah tiga minggu kemudian,aku sangat senang karena papaku mendapatkan pemberitahuan dari pihak NutriSari

bahwa aku lolos seleksi tahap terakhir. Namaku di majalah anakanak dan media massa lain. Aku termasuk 32 anak yang terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti tahap karantina di SLDC, Sentul, dari tanggal 13 -17 Juli 2004. Ibu Ribka Tanaraga (Kepala Sekolah), serta wali kelasku (Ibu Puji Lestari) memberikan izin untuk aku mengikuti karantina tersebut. Saat karantina, kami dibimbing oleh EO dari tim “Kideku”. Kami diajarkan berbagai hal, seperti: mencari jejak, tinggi badan seseorang, karena tema dari karantina

16

tersebut adalah untuk mencari “Tersangka Pencuri Formula Terbaru NutriSari”. Kami juga diajarkan koreografi untuk tampil pada saat malam puncak AGIN di Wisma Bidakara pada tanggal 17 Juli 2004 bersama Joshua, Natasha, Purwacaraka Band, Operet Sangrilla, dll. dengan dipandu oleh MC Venita Daben dan Ferly Junandar. Kegiatan AGIN 2004 ini ditayangkan di TV 7 sebanyak empat episode, untuk masa karantina dan satu episode khusus untuk acara malam penobatan AGIN 2004. Aku merasa bangga dan senang sekali karena aku dapat mewakili sekolahku, SDK 6 sebagai finalis AGIN 2004. Selain itu, aku juga mendapat piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Bapak A.Malik Fadjar (Menteri Pendidikan Nasional) dan Bapak Iman Progoharbowo (Managing Director NutriSari) dan hadiah dari para sponsor berupa barang, uang serta piala dari NutriSari. Selain itu Aku juga mendapat banyak teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Aku bersyukur sekali kepada Tuhan Yesus, yang telah memberikan pengalaman indah yang tak terlupakan.

Jeannette Regina Tani SDK 6.

16 tpjap10-17-p65.p65

Jeannette (no. 1 dari kanan) bersama teman-temannya di acara AGIN

Jeannette berpose bersama sang ayah tercinta

4/7/2005, 11:12 AM


No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Apa itu “Perkaju ? Sejenis makanan atau minuman? Atau jenis game baru di komputer ?

P

erkaju mungkin agak asing di telinga kita, istilah dalam bahasa Indonesia atau bukan? Pembaca, Perkaju adalah singkatan dari “Perkemahan Kamis Jumat”, biasanya dalam kegiatan pramuka dikenal dengan kegiatan Persami yaitu perkemahan Sabtu Minggu. Mengapa diberi nama Perkaju karena kegiatan perkemahan kali ini diadakan hari Kamis dan Jumat tepatnya tanggal 10 s.d 11 Maret 2005. Perkemahan kali ini diadakan di sekolah tercinta yaitu di SD Kristen 11. Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan upacara pembukaan. Upacara pembukaan berlangsung tertib, diikuti semua peserta, guru – guru pembimbing, kakak – kakak pembina, serta kepala sekolah. Lindawati Djaya (kepala SDK 11) melepaskan balon sebagai tanda pembukaan acara. Kemudian dilanjutkan dengan acara “Seberapa Besar Usahamu? Pada kegiatan ini para peserta secara berkelompok berjualan makanan dan minuman kepada warga di sekitar. Acara ini cukup seru karena semua peserta bersemangat untuk menjual habis barang dagangannya. Bila mereka dapat menghabiskan barang da-

P

ada tanggal 31 Januari 2005, sekolah kami mengadakan karyawisata untuk siswa-siswi kelas 5 ke Kampung Wisata Cinangneng – Bogor Jawa Barat. Peserta wisata adalah siswa-siswi kelas 5A dan 5B didampingi beberapa guru, yang kemudian setiap kelas dibagi menjadi 4 kelompok. Ada banyak hal yang bisa dilihat dan dipelajari di sana seperti melihat bermacam kerajinan dan usaha kecil seperti: a) Pengrajin atap rumbia b) Pengrajin bongsang dan keranjang bambu c) Pengrajin wayang golek d) Pengrajin obor e) Pengrajin gendang f) Pengrajin asbak dan tempat lampu dari bambu g) Pengrajin dinding dari bambu h) Usaha kecil pembuatan tas i) Usaha kecil pembuatan jaket j) Usaha kecil pengasapan ikan tongkol

Dari Siswa Untuk Siswa - SD

PERKAJU

suara yang menakutkan. Suasana begitu mencekam sebagian peserta menyanyikan lagu “Dalam Nama Yesus”, tetapi ada juga yang berteriak “Ijo ! Ijo !” Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian peserta. Acara hari itu diakhiri dengan reBom air di sini adalah kantung fleksi setelah itu para peserta plastik bening yang diisi air. Acara beristirahat. berlangsung dengan seru karena Keesokan harinya peserta para peserta senang sekali bisa mengikuti acara ‘Wide Game”. bermain air. Setelah selesai perDalam kegiatan ini mereka harus mainan mereka harus memasak melalui beberapa pos dan meuntuk makan malam mereka lakukan perintah yang telah disendiri, juga harus menyiapkan ru- siapkan di setiap pos. Para ang tidur untuk mereka bermalam. peserta dilatih kekompakan dan Ada beberapa kejadian lucu dalam keterampilan dalam kepramukegiatan memasak. Rupanya kaan. Kegiatan Perkaju diakhiri banyak peserta yang tidak bisa dengan upacara penutupan dan memasak baik peserta putra mau- pembagian hadiah bagi kelompun putri. Ada yang ketakutan pok yang paling banyak mendaterkena minyak goreng, ada yang pat poin, serta acara door prize. tidak bisa mengupas bawang Walaupun terlihat lelah karena merah, ada yang tidak bisa mebegitu banyak kegiatan yang hamasak nasi, menggoreng telur rus diikuti, namun senyum tetap yang sangat mudah pun banyak terlihat di wajah para pembina. yang gosong. Terima kasih untuk Kak Alex, Kak Setelah selesai makan Eben, dan Kak Irwan juga juga malam, acara selanjutnya adalah kepada Ketua Panitia Kak Widi, “Api Unggun” dan “Kafe” di mana semua panitia dan guru – guru setiap kelompok menampilkan pembimbing yang terlibat. Seketerampilan mereka baik bermoga acara ini dapat bernyanyi, menari, dan berkaraoke. langsung kembali di tahun yang Kemudian peserta mengikuti akan datang. Sampai jumpa di acara mencari Harta Karun di “Perkaju” berikutnya! mana setiap kelompok harus menemukan harta karun yang tersembunyi. Acara ini begitu menakutkan dan menegangkan karena mereka harus melewati Susanty Magdalena lorong yang gelap dan suara – Guru SD Kristen 11

SD KRISTEN 11

gangannya mereka akan mendapat poin yang cukup besar. Padahal cuaca begitu panas dan sinar matahari menyengat. Mereka menawarkan dagangannya dengan sedikit merayu dan ada beberapa anak pintar mereka menjual barang dagangannya kepada orang tua dan tantenya yang bertempat tinggal di sekitar sekolah. Ada beberapa kelompok yang juga menawarkan barang dagangannya kepada guru – guru SMPK 7

maupun SMUK 4 yang pada waktu itu belum pulang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada siswa bahwa mencari uang itu tidak mudah, sehingga mereka diharapkan dapat menghargai kerja keras orang tua mereka selama ini. Acara berikutnya adalah Bom Air di mana setiap anggota kelompok harus melindungi guru pembimbingnya dari serbuan bom air yang dilempar oleh kelompok lain.

Poelang Kampoeng didampingi seorang guru. Desa Cinangneng ngan Di setiap tempat kegiatan ada sekakak pembina dari CinangKarya Wisata Siswa-siswi Kelas 5 SDK 3 orang neng yang memimpin acara. Kelompok kami didampingi

_________________________________ Oleh : Kezia Gianina Frederika Wairata, VA. oleh Ibu Wahyu yang turut serta _________________________________________________________ melakukan kegiatan seperti membuat nasi timbel. Pengalaman bepegangan pada seutas tali yang kerja bersama dengan guru ini terikat pada pohon di sisi sungai sangat mengasyikan. dan ujung satunya terikat pada pohon di seberang sungai. Sampai di Kami juga mempelajari beberapa seberang sungai ada dua kegiatan tanaman dengan manfaatnya, yang cukup menarik yaitu meseperti: nanam padi dan memandikan ker Kembang sepatu, selain Juga ada budidaya ikan air bau di sungai yang mengakibatkan bunganya yang menarik untuk tawar dan belajar menanam berkaki dan baju menjadi kotor. Kami menghiasi kebun dapat juga macam tanaman. harus mengganti baju dan mencuci digunakan untuk menyemir Walaupun tidak semua itu tangan serta kaki, sebelum makan sepatu dapat kami lihat dan pelajari karena siang bersama-sama. Bagi yang  Sereh selain untuk masak waktu yang terbatas, tetapi cukup sudah selesai makan siang diberiadalah juga tanaman obat banyak pengalaman dan pengekan kesempatan untuk membeli  Jambu Batu tidak hanya enak Wah ... senangnya tahuan baru yang kami peroleh. oleh-oleh, seperti obor bambu, gadimakan tetapi juga dapat dapat belajar Obyek yang sempat kami kunjungi yung dari batok kelapa dan lainmengobati sakit perut menari Jaipong  Belimbing adalah buah yang dan amati antara lain: bukit dan gu- lain. nung, penggilingan padi, kebun Setelah makan siang setiap kesegar serta dapat menurunkan warga setempat, beberapa kerajinan lompok berjalan sendiri, lalu belajar tekanan darah dan kesenian. Pada saat jalan berdalam kelompok pun dilakukan dekeliling dalam kelompok besar, kami Selain bertanam kegiatan seni diberi penjelasan tentang bermacam pun sangat beraneka. Kami dapat tanaman seperti : kesempatan  Paku jejer  Anggrek Bulan  Belajar menyanyi lagu baru  Pisang Hias yaitu “Tanah Sunda”  Belajar menari Jaipong  Pisang-pisangan  Berlatih memainkan angklung Serta beberapa macam pohon buahdengan lagu “Burung Kakak buahan seperti: Tua”  Pohon Nangka  Bermain Gamelan.  Pohon Rambutan Setelah berkeliling kami beristirahat di rumah warga yang dengan ramah menerima kami dan bahkan memberikan minuman air putih dan juga beberapa jenis makanan seperti: opak. Setelah beristirahat, kami menyeberangi sungai dengan ber-

Kami dibagi lagi menjadi dua kelompok sesuai dengan banyak-

Melihat-lihat aneka macam Wayang Golek

17 tpjap10-17-p65.p65

17

4/7/2005, 11:12 AM

nya alat yang tersedia. Bersama teman-teman sekelompok yaitu Katrin, Kezia Chi, Marsha dan Michael Hans kami mendapat giliran memainkan gamelan dan saya bertugas membunyikan Gong. Kegiatan ini sangat mengesankan karena saya memang senang memainkan alat-alat musik. Itu sebabnya kesempatan ini sangat menyenangkan.  Membuat wayang dari batang dan daun singkong, mengajarkan kami bahwa banyak hal yang bisa dilakukan dengan bahan-bahan dari alam. Karyawisata ini bukan hanya menambah pengetahuan tetapi juga memberi banyak manfaat seperti: 1. Memberi pengalaman baru yang tidak mungkin kami dapati dari belajar di kelas 2. Mengenal budaya dan cara hidup yang berbeda 3. Menolong kami mencintai alam yang sangat luas dan kaya 4. Mengerti pentingnya alam dan lingkungan yang banyak manfaatnya bagi manusia Saya berharap kegiatan karyawisata seperti ini dapat terus dilakukan pada kesempatan lain dengan tujuan wisata yang lain lagi sehingga menambah banyak pengetahuan dan pengalaman bagi siswa-siswi SDK PENABUR. Jakarta, 12 Februari 2005


Dari Siswa Untuk Siswa - SMP

______________________________ ATAS: Salah satu peserta lomba Majalah Dinding Bahasa Inggris jenjang SD menunjukkan hasil karya mereka. BAWAH: Penampilan tari SMPK PENABUR Gading Serpong (Juara 2) dalam Lomba Tari Ekspresi.

(Panitia Orang tua), dan Patricia Handoyo (Panitia Siswa), mencoba melebarkan sayap dengan mengundang lebih banyak sekolah baik di lingkungan BPK PENABUR maupun Tangerang, dan juga menambah beberapa bidang lomba. Fokus kegiatan di tahun ini adalah “Art and Sport “. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah sbb.:

1. Lomba antar sekolah yang meliputi: A. Jenjang SD a. Lomba majalah dinding bahasa Inggris b. Lomba lukisan geometri c. Gundam Competition B. Jenjang SMP a. Lomba Basket b. Lomba Tenis meja c. Lomba Tari Ekspresi d. Lomba lukisan Geometri e. Gundam Competition bekerja sama dengan G-Base Gundam f. Lomba cerdas cermat Matematika (dalam Bahasa Inggris - khusus anak SMPK Gading Serpong)

B

ulan Februari 2005, SMP Kristen Gading Serpong BPK PENABUR Jakarta kembali mengelar kegiatan akbar Gading Serpong Olympic 2005 (GSO’ 05). Kegiatan yang bertempat di SMPK Gading Serpong PENABUR ini dilaksanakan dari tanggal 14 - 19 Februari 2005. Berbeda dari tahun yang lalu, pada tahun ini panitia GSO’ 05 yang diketuai oleh Rosaline Agnes (Panitia Guru), Yusuf Setyawan

M

emasuki bulan kedua tahun 2005, SMPK 6 PENABUR Muara Karang menyelenggarakan beberapa kegiatan, diawali dengan pelantikan PMR SMPK 6 yang diikuti oleh 44 anggota Junior dan 20 anggota senior. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 5 s.d. 6 Februari 2005 (dua hari satu malam), bertempat di SMPK 6. Sebelum anggota junior dilantik mereka menjalani berbagai tes praktek seperti P3K, Team Work Building, pembuatan tandu, pembalutan, dapur umum dan jurit malam. Selanjutnya OSIS SMPK 6 dibawah kepemimpinan Lydia mengadakan perayaan hari kasih sayang atau Valentine Day yang diselenggarakan tepat tanggal 14 Februari. Dalam kegiatan ini dilaksanakan beberapa lomba antara lain membuat coklat, menghias parsel, membuat majalah dinding, membuat kartu ucapan dan lomba lari beregu dengan kaki sebelah diikat dengan teman mainnya. Pakaian yang dikenakan baik oleh siswa maupun guru dalam kegiatan bebas tetapi dengan motif warna pink. Acara ini dibuka dengan kebaktian dan firman Tuhan dibawakan Ester Junianti (Kepala SMPK 6). Kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup band SMPK 6 dan drama yang dimainkan oleh OSIS SMPK 6 PENABUR Muara Karang. SMPK 6 Memiliki program rutin yaitu mengadakan lomba futsal, yang kali ini diketuai oleh

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005 JENIS PERLOMBAAN dan YANG MENJUARAINYA Jenis Lomba Juara Sekolah MADING bhs Inggris 1 SDK 7 PENABUR 2 SDK 11 PENABUR

tua dan siswa. Sedangkan bagi siswa, panitia mengelar dua kegiatan workshop yakni: 2.1 Workshop dengan yayasan Pelangi, membahas tentang sex education: masalah reproduksi 2.2 Workshop dengan british council, membahas program untuk link ke U. K.

Lukisan geometri

1

SDK 7 PENABUR

Lomba Basket Putra

1 2 3

SMP Tarsisius SMP 7 PENABUR SMP Islamic Village

2 3

1 SMP RICCI SMP Negeri 4 Tangerang SMP Santa Ursula

1 2 3

Kevin (SMPK 7 PENABUR) Christoper ( SMPK Gading Serpong ) Dikcy P. (SMP Notherdam )

1 2 3

Marvina (SMP Notherdam) Isabella (SMPK Modern Land PENABUR) Sandra (SMPK 7 PENABUR )

1 2 3

SMPK 5 PENABUR SMPK Gading Serpong SMPK 4 PENABUR

1 2

SMPK 1 PENABUR SMPK Gading Serpong SMP Negeri 5 Serpong

Lomba Basket Putri

Lomba Tennis Meja putra

3. Bazaar

Bazaar dilaksanakan selama empat hari dengan menghadirkan 27 stand, yang terdiri dari stand Lomba Tenis Meja Putri makanan, minuman, pakaian, pendidikan ( E.F., Digikids, Nucleus), juga dari produk lainnya. Lomba Tari Kreasi Akhir dari kegiatan pada tanggal 19 Februari 2005, dilaksanakan pembagian piala, Lomba Lukisan Geometri sertifikat dan uang pembinaan bagi sang juara lomba. Peraih juara di acara GSO ’05 dapat Anda Juara Favorit simak pada tabel. SMPK Gading Serpong PENABUR berharap di tahun yang menyelenggarakan GSO dengan lebih baik dan dapat menjadi menyinari lingkungan sekitarnya. Sampai jumpa di GSO - 2006.

Thomas Kristo M Kepala SMPK Gading Serpong BPK PENABUR Jakarta

2. Seminar Bagi Orang Tua dan Workshop Students Seminar dilaksanakan pada hari Sabtu 19 Februari 2005 dengan mengangkat masalah “Discipline Parents, Discipline Kids” dengan pembicara Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana BPK PENABUR), dan moderator Maria Hadiprodjo (Majelis Jemaat GKI Surya Utama). Seminar digelar dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan perwakilan orang

Atas: Ibu Dewi (Perwakilan dari panitia orang tua) menutup kegiatan GSO 2005.

SAMPING: Peserta lomba basket bertanding dengan sportif

SMPK 6 & ANEKA KEGIATAN di Bulan Februari Raiders Marpaung. Acara dibuka Ester Junianti dan dimeriahkan Cheer Leaders SMPK 6. Penyelenggaraan Futsal SMPK 6 Cup sudah memasuki tahun ketiga. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 16 s.d. 23 Februari, diikuti oleh 16 tim pria, 8 tim wanita jenjang SMP, dan 8 tim jenjang SD. Berikut ini adalah juara dalam Lomba Futsal: Juara Pria Jenjang SMP: Juara I : Tim Futsal SMP Pusaka Abadi Juara II : Tim Futsal SMPK 8 PENABUR Juara III : Tim Futsal SMPN 261 A Top Score: Zainudin SMPN 261 A Juara Wanita Jenjang Juara I : Tim Futsal Juara II : Tim Futsal Juara III : Tim Futsal Top Score: Laura

SMP: SMPK 5 PENABUR SMPK 7 PENABUR SMP IPEKA Tomang SMPK 5 PENABUR

Juara Jenjang SD: Juara I : Tim Futsal SD Pelita II Juara II : Tim Futsal Pelita I Juara III : Tim Futsal SDK 6 PENABUR Top Score: Vincent SD Pelita II

Kegiatan SMPK 6 di bulan Februari diakhiri dengan Chinese New Year Celebrition yang diketuai oleh BP. Mc. Sius Sri mulyono. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka ikut berpartisipasi merayakan hari Imlek, dilaksanakan pada tanggal 25 Februari. Kegiatan yang dibuka oleh Ester Junianti (Kepala SMPK 6) tersebut, dimeriahkan dengan atraksi barongsai yang sengaja diundang oleh panitia dan penampilan modern dance, serta kolintang SMPK 6. Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan itu kami juga menyelenggarakan bazar dengan membuka 21 stand. Kegiatan ini diliput oleh wartawan Metro TV dan dua Koran yaitu Internasional News dan World News. Hadir pula dalam kegiatan ini Ester Lesmana (Kepala Jenjang SMPK), drg. Rini Suherman (Wali Penghubung) dan Sunaryati (Pengawas Sekolah). Acara tampak lebih hidup dan meriah karena dilengkapi dengan dekorasi panggung yang terkesan mewah dan hiasan pendukung di sepanjang ko-

Kegiatan pelantikan PMR 2005. Tampak pada gambar PMR SMPK 6 sedang mengangkat pasien dengan menggunakan tandu yang mereka buat

18

ridor sekolah bahkan didukung pula dengan mading-mading siswa yang dipajang sekitar lingkungan SMPK 6 dengan tema Gong Xi Fa Cai. Dalam kegiatan Chinese New Year Celebrition ini dilombakan antara lain: karaoke lagu mandarin, peragaan busana koko dan cici, lukis dan bercerita dalam bahasa mandarin, diikuti baik jenjang SMP maupun SD PENABUR dan juga sekolah-sekolah lainnya. Sebagai juaranya adalah: Juara Karaoke SMP: Juara I : Angelina SMPK 7 PENABUR Juara II : Astrid SMPK 2 PENABUR Juara III : GT. Yoshiko SMPK 3 PENABUR Juara Karaoke SD: Juara I : Chathelia Juara II : Yenny H. Juara III : Tresia

SDK 1 PENABUR SD IPEKA Pluit SD IPEKA Pluit

Juara Bercerita SMP: Juara I : Alice SMP Permata Indah Juara II : Jajang SMP 7 PENABUR Juara III : Eunike SMP IPEKA Pluit

Esther Junianti (Ka. SMPK 6) membuka SMPK 6 Cup 3 dengan menendang bola ke gawang

Para juara lomba dalam kegiatan Chinesse New Year Celebration

18 tpjap18-24-p65.p65

akan datang dapat kembali saluran berkat bagai mercusuar yang

4/7/2005, 11:21 AM

Juara Bercerita SD: Juara I : Cynthia Juara II : Nadia Juara III : Charity Juara Melukis SMP: Juara I : Claudia Juara II : Elisabeth Juara III : Nicholas

SD IPEKA Pluit SD IPEKA Pluit SD Permata Indah SMPK 1 PENABUR SMPK 1 PENABUR SMPK 6 PENABUR

Juara Melukis SD: Juara I : Andriella SDK 1 PENABUR Juara II : Vincent SD IPEKA Pluit Juara III : Christoper SD IPEKA Pluit

Sih Widayati, Wakasis SMPK 6


Dari Siswa Untuk Siswa - SMP

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

PRESTASI SMPK 3 RENATA TOBING

JUARA III LOMBA IDOLA REMAJA

P

ada Tanggal 18 s/d 20 Maret 2005, SMAK 7 BPK PENABUR mengadakan kegiatan CROSS Camp yang bertemakan QUICK (Quality, Unity, Integrity, Charity, and Kindly), berlokasi di Buperta Cibubur. Apa sih CROSS Camp itu? CROSS Camp adalah singkatan dari Creative of Social Spirit, merupakan kegiatan kepalang merahan yang diikuti oleh anggota PMR (Palang Merah Remaja) dari 11 SMPK dan 5 SMAK BPK PENABUR Jakarta, termasuk peserta dari SMPK Cirebon. Kegiatan CROSS Camp ini merupakan program dari BPK PENABUR Pusat yang dirancang untuk dilakukan tiap dua tahun sekali, dan SMAK 7 mendapat kehormatan untuk menjadi panitia pelaksana acara tersebut. Ini adalah CROSS Camp pertama yang diselenggarakan oleh BPK PENABUR, dan untuk CROSS Camp berikutnya, telah ditunjuk SMAK 4 BPK PENABUR sebagai panitia pelaksana. Peserta yang ikut terdiri dari 16 Sekolah BPK PENABUR (SMPK 1, SMPK 2, SMPK 3, SMPK 4, SMPK5, SMPK6, SMPK 7, SMPK 8, SMPK Gading Serpong, SMPK Modernland, SMPK 1 Cirebon, SMAK 3, SMAK 4, SMAK 5, SMAK Gading Serpong, dan SMAK 7), berjumlah 297 orang peserta, 32 guru pendamping, dan 16 pelatih PMR. Seluruh perlombaan dinilai oleh tim juri dari PMI Jakarta, ditambah beberapa guru dari SMAK 7. Kegiatan / acara yang dilakukan: Pada hari pertama:  Peserta berkumpul dan mengikuti upacara pembukaan.

 Workshop refleksi dibawakan oleh Prof.Dr.H. Nurulyakin

 Workshop Ovitrap pem

bicara dari Dinas Kesehatan Lingkungan Jakarta Timur. Workshop Napza dari Yakita

 Lomba Perawatan Keluarga (PK)

 Fun Games = Memindahkan

air dari ember, memindahkan pasak

Pada hari kedua:  Olah raga pagi  Lomba Dapur Umum (DU)  Lomba Pertolongan Pertama (PP)  Lomba Ketangkasan PP  Fun games = Polo games, ball games, tarik tambang, lomba poster  Malam kesenian yang mempertunjukkan kreativitas masing-masing sekolah

D

Adapun pemenang lomba-lomba tersebut adalah:

Pemenang lomba-lomba tingkat Wira (SMA) Lomba Juara I Juara II Juara III PK SMAK 5 SMAK 4 SMAK 3 PP SMAK 5 SMAK 7 SMAK 4 Ketangkasan PP SMAK 3 SMAK 4 SMAK 7 Dapur Umum SMAK 4 SMAK 7 SMAK GS Cerdas Cermat SMAK 4 SMAK 7 SMAK 3 Tandu Darurat Putra SMAK GS SMAK 3 SMAK 5 Tandu Darurat Putri SMAK 3 SMAK 5 SMAK GS Tandu Darurat Camp. SMAK 3 SMAK 4 SMAK 5

Pada hari ketiga:  Olah raga pagi  Lomba Tandu Darurat  Lomba Cerdas Cermat  Upacara penutup dan pembagian hadiah Diharapkan melalui kegiatan ini, kerjasama dan persahabatan antar PMR sekolah BPK PENABUR dapat terjalin dengan baik, serta meningkatkan kemampuan anggota PMR dalam hal kepalangmerahan, kreativitas, dan jiwa sosial. (vina) ***

KOMPETISI MATEMATIKA SE-JABOTABEK TINGKAT SEKOLAH DASAR alam rangka meningkatkan rasa cinta siswa pada Matematika dan untuk mengasah kemampuan berpikir matematis siswa, maka SMPK 2 meng- adakan KOMPETISI MATEMATIKA tingkat SD seJABOTABEK. Kegiatan yang bermanfaat ini rupanya sangat diminati oleh banyak siswa SD, sehingga dilaksanakan setiap tahun. Kompetisi pertama diadakan tahun 2002 dengan jumlah peserta 215 siswa. Kompetisi kedua diadakan tahun 2003 dengan jumlah peserta 485 siswa. Sedangkan kompetisi ketiga pada tahun 2004 dengan 331 peserta dan kompetisi keempat dengan 332 peserta diselenggarakan pada tanggal 29 Januari dan 5 Februari 2005. Berikut ini diuraikan tentang persiapan dan pelaksanaan kompetisi Matematika yang keempat. Pada bulan Desember, beberapa guru yang terlibat aktif, antara lain Eka Susanto, Sukoto, S.Si., Siegfriadi D., Mahsavira, S.Pd., Dra. Ibena Gulo, Yohanes S.Pd., Vincentius, S.Pd., mulai menyusun program kerja, seperti: penentuan tanggal yang tepat, anggaran yang diperlukan, besar hadiah yang akan dibagikan dll. Bulan Januari, proposal dikirim kepada semua SD swasta se-Jabotabek. Pendaftar pertama adalah SDK Gading Serpong BPK PENABUR, lalu disusul oleh SD PENABUR lainnya, juga SD Katholik di DKI maupun Tangerang. Sekolah

Lomba tandu darurat

dengan jumlah peserta terbesar adalah SD Santa Ursula Jakarta Pusat, yakni 60 siswa, masih ditambah lagi lima peserta dari SD Ursula Bumi Serpong Damai. Ada pula beberapa siswa yang berani mendaftar atas nama pribadi, jadi bukan diutus oleh sekolahnya. Tampak para siswa ini sangat serius dalam menghadapi lomba. Mereka mengadakan latihan khusus dengan guru Matematika di sekolah masing- masing. Beberapa sekolah bahkan mendatangkan ahli Matematika untuk membina siswa-siswi mereka. Adapula siswa yang berlatih sendiri dengan mengerjakan soal-soal dari buku Siap Kompetisi Jilid 1,2 dan 3 yang disusun oleh Eka Susanto. Babak semifinal diselenggarakan dengan menyajikan 35 soal pilihan ganda dalam waktu dua jam. Nilai yang dicapai oleh peserta diumumkan pada hari itu juga. Sementara panitia bekerja keras mengolah nilai, maka para peserta lomba dipersilakan menunggu di aula SMPK 2, sambil menikmati hidangan makan siang dan menyaksikan atraksi seni dari siswasiswi SMPK 2 yang dipandu oleh guru seni musik SMPK 2, Ibu Easter Hutagalung, S.Pd. Pertunjukan yang ditampilkan antara lain: vocal grup yang dilatih oleh Ibu Siswati, tari-tarian tradisional dan modern yang dilatih oleh Ibu Evie dan Suryanto, pertunjukan kolintang, ensambel, dll.

Pemenang lomba-lomba tingkat Madya (SMP) Lomba Juara I Juara II PK SMPK 8 SMPK 2 PP SMPK 7 SMPK 2 Ketangkasan PP SMPK 4 SMPK 1 Dapur Umum SMPK 4 SMPK 5 Cerdas Cermat SMPK 7 SMPK Ml. Tandu Darurat Putra SMPK 2 SMPK 1 Cirebon Tandu Darurat Putri SMPK 2 SMPK 1 Tandu Darurat Camp. SMPK 7 SMPK 2

Juara III SMPK 3 SMPK 6 SMPK 5 SMPK 5 SMPK 2 SMPK 3 SMPK 7 SMPK 5

Berawal dari mendaftar di acara IDOLA REMAJA, Ajang Kontes Penyanyi Remaja Pelajar Usia 11 – 18 Tahun, yang diselenggarakan oleh SMP Santa Theresia dan Mitra Serviam bekerja sama dengan puluhan sponsor, Renata Tobing akhirnya terseleksi untuk mengikuti audisi pada tanggal 5 dan 6 Februari 2005. Audisi diikuti oleh 260 peserta perseorangan dan 40 peserta grup dari 103 sekolah se-Jabotabek. Pelajar dari 21 SD, 48 SMP, 33 SMA, dan 1 perguruan tinggi telah berpartisipasi dalam Lomba Menyanyi IDOLA REMAJA tersebut. Selanjutnya, setelah dilakukan tahap audisi, tersaringlah sebanyak sepuluh finalis perseorangan dan lima finalis grup yang akan bertarung dalam Grand Final di Auditorium BPPT Jalan M.H. Thamrin pada tanggal 19 Februari 2005. Dari kesepuluh finalis perseorangan tersebut, Renata Tobing dari SMPK 3 BPK PENABUR adalah salah satunya. Lagu pilihannya saat audisi “When You Believe” yang dibawakan Mariah Carey akhirnya mengantarkan anak ke-2 dari 3 bersaudara keluarga Marwahal Tobing ini ke Grand Final. Juri pada saat audisi dan pada saat Grand Final ada empat orang yaitu, Bornok Hutauruk, Mayong Suryo Laksono, Nina “WARNA’’, dan Desiyanti Hariana dari Majalah Gadis. Akan tetapi, juri yang memberikan komentar-komentar kepada para finalis tidak akan menentukan kemenangan mereka karena pemilihan pemenang sepenuhnya dilakukan oleh para penonton melalui SMS yang dikirim ke nomor tertentu. Pada saat Grand Final, Renata yang mengenakan busana dan aksesoris dari sponsor menyanyikan lagu lama “I Know I’ll Never Love This Way Again” yang dipopulerkan oleh Dionne Warwick tampil sangat memikat. Suaranya luar biasa. Juri pun terlena dibuatnya. Saya sendiri sampai lupa mengambil gambarnya. Akhirnya, setelah para bintang tamu seperti Albert AFI Junior, Helena, Bona Indonesian Idol, ADA Band, dan Master Q Band tampil satu per satu, pengumuman yang ditunggu-tunggu para finalis pun tibalah. Juara I dari SMP St. Theresia, II dari SD Al-Azhar, dan III dari SMPK 3 BPK PENABUR, Renata Tobing. Saya dan teman saya dari SMPK 3 berharap Renata menjadi juara II setelah tuan rumah, tapi apa daya karena polling SMS yang menentukan. Namun demikian, Renata sudah berusaha sebaikbaiknya dan sama sekali tidak mengecewakan. Semoga keberhasilannya kali ini menjadi awal untuk meniti kariernya di masa depan. Proficiat Renata!!! Yohana Ipsita Guru Bahasa Indonesia SMPK 3 PENABUR

Enam Besar Babak Penyisihan Mendapatkan Hadiah Uang @ Rp. 100.000,00, Yaitu : 1 2 3 4 5 6

Nama

Sekolah

Nilai

Tobi Moektijono Wilson Kurniawan Kevin Soedyatmiko Christian Wiraja Pamela Anggoro Nathania Irene

SD Santa Maria SD Tunas Karya II SDK 6 BPK PENABUR SD Santa Theresia SDK Ipeka Puri SDK 2 BPK PENABUR

9,41 9,41 9,02 9,02 8,83 8,83

Babak final diselenggarakan 1 minggu berikutnya dengan 8 soal esai dalam waktu 21 jam. Karena hasil lomba diumumkan pada hari yang sama juga, maka kembali panitia bekerja keras, dalam waktu singkat harus memeriksa jawaban esai 130 peserta babak final. Lembar kerja pe-

serta dikoreksi secara cermat oleh empat guru Matematika SMPK 2 yaitu, Bapak Eka, Fried, Sukoto, dan Ibu Ira. Nilai langsung diinput dengan cepat ke dalam komputer oleh Bapak Sukoto dan Ibu Ika, kemudian diumumkan beserta penyerahan piala dan hadiah uang tunai.

BERIKUT DAFTAR NAMA PEMENANG KOMPETISI MATEMATIKA 4: NAMA SEKOLAH NILAI HADIAH 1 Tobi Moektijono 2 Wilson Kurniawan 3 Mascellia Tiffany A 4 Christian Wiraja 5 Kevin Soedyatmiko 6 Nathania Irene 7 Melissa 8 Jeremiah 9 James Kristianto 10 Theo Fanuela 11 Acacia Hans Leroy 12 Stefanus 13 Neil Evan 14 Brahmantyo Handi 15 Evan Laksono 16 Hewitt 17 Steven Arifianto 18 Nadia Ingrida 19 Pamela Anggoro 20 Geoffrey

SD Santa Maria SD Tunas Karya SDK 2 BPK PENABUR SD Santa Theresia SDK 6 BPK PENABUR SDK 2 BPK PENABUR SD Santa Maria SDK Ipeka Pluit SD Regina Pacis SDK 11 BPK PENABUR SDK 2 BPK PENABUR SD Kalam Kudus 1 SDK 11 BPK PENABUR SD Santa Theresia SDK Ipeka Tomang SD Tunas Karya SDK 8 BPK PENABUR SDK 6 BPK PENABUR SDK Ipeka Puri Sd Santa Theresia

800 798 721 713 688 660 643 626 595 589 567 561 536 520 519 507 504 494 466 457

Rp. 3.000.000,00 Rp. 2.000.000,00 Rp.1.000.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00

Tobi, sang juara, saat mengerjakan soal pada babak final

Demikianlah uraian singkat tentang pelaksanaan kompetisi Matematika tingkat SD. Selamat kepada para pemenang. Terima kasih juga kepada Yayasan BPK PENABUR JAKARTA yang telah memberikan kepercayaan serta memberikan dukungan dana untuk terselenggaranya kompetisi ini. Mahsavira Pranoto, S.Pd. Guru Matematika SMPK 2

KANAN: Peserta sedang mengerjakan soal pada babak penyisihan KIRI: Para pemenang berfoto bersama panitia

19 tpjap18-24-p65.p65

19

4/7/2005, 11:22 AM


Dari Siswa Untuk Siswa - SMA

M

enulis atau mengarang bagi sebagian besar orang bukanlah pekerjaan gampang. Bahkan banyak orang mengatakan, menulis itu sulit. Namun, tidak demikian buat Sanny Lie, siswa kelas 1 SMKK 1 (SMEAK) BPK PENABUR Jakarta. Menulis justru menjadi salah satu hobinya. Sejak duduk di bangku SD, gadis kelahiran Jakarta, 4 Agustus 1988 ini, selalu mengisi waktu luangnya dengan menulis. “Saya suka menulis karena saya sangat suka mengkhayal dan saya ingin menuangkan khayalan tersebut ke dalam tulisan. Saya juga suka mencairkan ide-ide yang ada di kepala saya,” tutur Sanny. Kini, hobinya telah membuahkan prestasi. Novel hasil karyanya yang berjudul Just for Girls (147 halaman), pada pertengahan September 2004 lalu diterbitkan oleh PT. Grasindo, salah satu penerbit besar di Indonesia. Sanny menulis novel ini dalam waktu kurang lebih tiga bulan. Awalnya, pengagum Fira Basuki, Agnes Jessica, dan Dewi Lestari ini hanya menyimpan cerita yang ditulisnya (± 100 halaman) di komputer. Suatu hari, ia mendapatkan alamat e-mail editor Grasindo dan ia pun memberanikan diri untuk mengirimkan naskahnya lewat e-mail. Naskah tersebut tidak begitu saja diterima oleh

PT. Grasindo. “Naskah saya dikembalikan sampai tiga kali untuk direvisi. Setelah yang ketiga, baru deh … naskah saya diterima,” kata penggemar warna hitam, hijau stabilo, biru, dan silver ini.

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Sanny Lie - Siswa SMKK 1 PENABUR

Pengarang Muda

Berbakat

Menurut Sanny, yang menarik dari novel ini adalah ceritanya, yakni mengenai persahabatan dan percintaan yang amat berkuasa dalam kehidupan ini. Untuk itu, kita tama, tentukan tema ceritanya. tidak boleh meremehkan kekuatan Kemudian tuangkan semua yang persahabatan dan percintaan itu. ada di kepala kita ke dalam tulisan. Bacalah tulisan berulang-ulang, dan Novel Just for Girls susun strukturnya,” jelas Sanny. menceritakan seorang gadis yang Bila ide tidak muncul saat kita baru pindah dari Bandung dan sedang menyelesaikan tulisan, sekolah di Jakarta. Saat sekolah di jangan putus asa. Lakukan seperti Jakarta inilah gadis ini menemukan yang dilakukan Sanny, berikut ini: sahabat-sahabat dan laki-laki yang ambil nafas panjang, istirahatkan awalnya ingin mempermainkan pikiran, cari-cari referensi dari media gadis itu tapi justru pada akhirnya apa saja tentang tulisan yang akan laki-laki ini benar-benar jatuh cinta. dibuat, dan tidur yang cukup. Akan tetapi, cinta mereka terbentur Setelah rileks, mulailah menulis lagi. jarak karena gadis tersebut harus pergi ke Singapura. Pelajaran Disamping menulis, Sanny juga berharga yang dapat diambil dari hobi nonton, main basket, dan novel ini adalah bahwa kita tidak jalan-jalan. Prestasinya pun tak boleh mempermainkan perasaan hanya di bidang menulis. Prestasi orang lain. Kita hendaknya lain yang telah diraihnya antara menghargai persahabatan karena lain: Juara II Lomba Pidato sesahabatlah yang berada di PENABUR (Tahun 2000), Juara ‘belakang’ kita ketika kita sedang harapan II Lomba Lukis se‘down’. PENABUR (Tahun 1995), Juara III Lomba Baca Puisi se-Kotamadya Berbicara tentang bagaimana Jakarta Pusat (Tahun 2000), Juara menulis dengan mudah, Sanny Harapan III Lomba Baca Puisi semembagikan kiat-kiatnya. “Pertama- propinsi DKI Jakarta (Tahun 2000),

W O R K S H O P

Karya Ilmiah

STUDI BANDING GURU DAN KARYAWAN SMAK 2 BPK PENABUR CIREBON di SMA KRISTEN 2 BPK PENABUR JAKARTA

Jenjang SLTA BPK PENABUR Jakarta

T D

alam rangka melatih siswa untuk menjadi peneliti yang handal, Bidang Kegiatan Siswa, Bagian Layanan Siswa BPK PENABUR JAKARTA menyelenggarakan Workshop Karya Ilmiah Jenjang SLTA pada tanggal 3 Maret 2005 lalu. Acara tersebut berlangsung di Sekretariat BPK PENABUR JAKARTA, Jalan Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta Barat. Workshop diikuti oleh peserta aktif, yakni peserta yang telah membuat karya ilmiah dan mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan peserta dan fasilitator, serta peserta pasif, yakni peserta yang hadir dalam workshop untuk mengkaji bersama hasil penelitian peserta aktif. Workshop dibagi dalam tiga bidang. Pertama, Bidang Sains, dengan fasilitator Dra. JRE Kaligis, M.Sc. (Pusat Peragaan Iptek TMII), diikuti dua kelompok dari SMAK 1. Mereka mempresentasikan karya ilmiah mereka yang berjudul: “Pengaruh Magnet Terhadap Pertumbuhan Kecambah” dan “Analisis Penggunaan Zat Adiktif Terhadap Kinerja Motor”. Kedua, Bidang Sosial, dengan fasilitator Dr. BP Sitepu, diikuti dua kelompok dari SMAK 4. Mereka mempresentasikan karya ilmiah mereka yang berjudul: “Hubungan Kekeluargaan Antarnarapidana di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan” dan “Sosialisasi Antarpenghuni Lembaga Pemasyarakatan Anak-anak Tangerang”. Ketiga, Bidang Teknologi, dengan fasilitator Drs. Martahan Tambunan (LIPI), diikuti dua kelompok dari SMAK 7. Mereka mempresentasikan karya ilmiah mereka yang berjudul: “Biji Kelor Penjernih Air” dan Pengaruh Minuman Bersoda dan Fluoride Terhadap Kesehatan Gigi”. Setelah peserta aktif melakukan presentasi, peserta pasif (perwakilan siswa SLTA PENABUR lain: SMAK 2, SMAK 3, SMAK 5, SMAK Gading Serpong, SMKK 1, SMKK 2, dan SMFK, serta guru pembimbing pembuatan karya ilmiah) dan fasilitator memberikan tanggapan atau masukan terhadap karya ilmiah yang dipresentasikan. Acara ini dibuka oleh Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana BPK PENABUR JAKARTA). Dalam kata sambutannya, ia mengatakan bahwa workshop karya ilmiah ini sangat baik, sejalan dengan visi BPK PENABUR yakni menjadi lembaga pendidikan Kristen unggul dalam iman, ilmu, dan pelayanan. Ia berharap kegiatan ini melatih siswa untuk menjadi peneliti yang handal dan di kemudian hari nanti hasil penelitian mereka berguna untuk kepentingan masyarakat. *** (Na2)

sini memang wadahnya,” ungkap Sanny. Menurutnya, SMKK 1keren karena menghasilkan orang-orang yang siap kerja. Walaupun tidak menutup kemungkinan lulusan SMKK 1 melanjutkan kuliah, tapi lulusan SMKK 1tentu sudah punya modal untuk kerja karena di SMKK 1ada praktek kerja. Sanny tinggal di Jalan Kebon Jeruk III No. 78C bersama kedua orang tuanya yakni Lie Ho Shian (ayah) dan Tan Soeat Ching (ibu), serta Lanny Lie (kakak). Ia sangat menyukai binatang peliharaan dan memenangkan beberapa lomba terutama anjing. Tak tanggungbasket antarklub atau sekolah. tanggung, 10 anjing (Cloud, Marlon, Juve, Lucky, Happy, Hoki, Gadis manis yang bercita-cita Moka, Grey, Chiripa, dan Pino) menjadi orang sukses dan bahagia dipeliharanya. ini, adalah alumni TKK 2 tahun Di akhir pembicaraan, ia 1995, SDK 2 tahun 2001, dan SMPK berpesan untuk teman-teman di 2 tahun 2004. Ia sangat menikmati BPK PENABUR JAKARTA agar bersekolah di PENABUR. Demikian jangan pernah takut dan malu pula sekarang saat ia bersekolah di mencoba hal baru dan jangan takut SMKK 1. “Sekolah di SMKK 1 tuh kalau mau melakukan sesuatu yang asyik banget, kita bisa menuangkan lain dari orang lain asal itu positif. segala hal yang positif karena di *** (Na2)

untutan penyelenggaraan pendidikan yang baik dan berkualitas saat ini menjadi topik utama yang harus disikapi seluruh komponen pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan yang baik pada akhirnya akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah atau institusi penyelenggara pendidikan seiring dengan diterapkannya Kurikulum Berbasis Kompotensi. Bertolak dari pemikiran di atas, untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada siswa agar terwujud suatu sistem pendidikan yang baik dan bermutu, sangat dibutuhkan kemampuan improvisasi dan sinergisme dari semua komponen yang ada di sekolah atau institusi penyelenggara pendidikan tersebut. Dalam upaya mengembangkan kemampuan dan wawasan guru / karyawan tentang implementasi KBK, pembentukan kultur dan manajemen sekolah dengan layanan pendidikan yang baik dan professional, pembentukan skenario pembinaan siswa yang mengembangkan prestasi nonakademik, maka SMAK 2 BPK PENABUR Cirebon,di mana sekolah ini akan menerapkan KBK mulai tahun ajaran 2005 / 2006 yang akan datang, mengadakan “Studi Banding” atau lebih tepat dikatakan kunjungan untuk berbagi

pengalaman ke SMAK 2 BPK PENABUR Pintu Air JAKARTA. Kunjungan tersebut diadakan pada hari Jumat, 11 Februari 2005 dengan jumlah 22 orang, terdiri atas Kepala SMAK 2 BPK PENABUR Cirebon (Ubrodiyanto,S.Pd.), 15 orang guru /tenaga pengajar, satu orang tata usaha, satu orang teknisi perpustakaan, dua orang pesuruh, dua orang Kepala Sekolah dari SMP Kristen BPK PENABUR Cirebon. Rombongan tiba di SMAK 2 BPK PENABUR JAKARTA pukul 09.00 WIB. Acara dimulai dengan doa oleh Ibu Yekti, dilanjutkan sambutan dari Ibu Devi (Kepala SMAK 2 BPK PENABUR JAKARTA) sekaligus memperkenalkan wakasek dan para guru, sambutan dari Bapak Budiyanto (Bidang Pengembangan Pendidikan mewakili Pengurus BPK PENABUR JAKARTA), serta sepatah kata dari Bapak Ubrodiyanto (Kepala SMAK 2 BPK PENABUR Cirebon) yang diikuti dengan memperkenalkan semua anggota rombongan. Sesuai dengan misi utama kunjungan, yaitu untuk menggali lebih dalam tentang penerapan KBK, sarana dan prasana, serta belajar lima hari kerja, maka Wakasek Kurikulum (Dra. Siti Widiyastuti) menjelaskan tentang KBK serta bagaimana penerapan KBK

20 tpjap18-24-p65.p65

20

4/7/2005, 11:22 AM

yang sudah dan sedang dijalankan di SMAK 2 BPK PENABUR JAKARTA (dimana baru tahun pertama pelaksanaannya di BPK PENABUR JAKARTA). Sedangkan penjelasan tentang sarana dan prasarana disampaikan oleh Drs. Jhon Salmar Saragih, M.M. selaku wakasek Admin dan Sarana Prasarana. Program belajar lima hari, langsung disampaikan oleh Bapak Budyanto. Tanya jawab diadakan setelah penjelasan-penjelasan berakhir. Rombongan begitu antusias untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang pelaksanaan KBK. Hal ini terlihat dengan begitu banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada Ibu Devi dan para Wakasek. Dalam acara tour sekolah, rombongan dibagi menjadi lima kelompok. Masingmasing kelompok dipimpin oleh satu orang guru penanggung jawab laboratorium. Acara ini berakhir pada pukul 13.30 WIB. Pengalaman adalah guru yang paling berharga dalam hidup.Semoga pengalaman yang sedikit ini dapat menghasilkan hal yang lebih besar demi kemuliaan nama Tuhan.

Dra. Elita Manurung Guru SMAK 2 BPK PENABUR


Dari Siswa Untuk Siswa - SMA

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Calon Asisten Apoteker

Berapresiasi

Seni S D

alam rangka Tahun Seni BPK PENABUR JAKARTA 2005, Sekolah Menengah Farmasi Kristen (SMFK) mengadakan acara Art Day dengan tema “Love for Health” pada Sabtu, 19 Februari 2005. Selain lomba modern dance’s, karaoke lagu daerah dan lagu mancanegara, acara yang berlangsung dari pukul 09.00 - 15.00 WIB ini diisi juga dengan pementasan berbagai bentuk seni seperti Band dari Cheryl, trio, parodi, dan tari-tarian. Penarikan doorprice ikut menambah semarak acara Art Day ini. SMFK sebagai penyelenggara kegiatan tidak ikut menjadi peserta lomba. Dalam kesempatan tersebut, SMFK mengisi tari modern dan nyanyi, bahkan Pak Fudiman (guru) tampil menyanyi solo dengan merdu. Penampilan peserta lomba baik Modern Dance’s, karaoke lagu daerah maupun karaoke lagu mancanegara tampak mantap dan cukup seimbang sehingga juri cukup bingung menentukan pemenang dari masingmasing lomba dari yang hanya diambil juara 1 dan 2 saja. Rasa haru sekaligus bangga memenuhi dada saya, ketika menghadiri acara tersebut. Bagaimana tidak?! Sekolah yang siswanya tidak lebih dari 100 orang tersebut dapat menyelenggarakan pentas seni cukup berbobot, dan terbilang sukses untuk sebuah gawe perdana. Tidak tanggung-tanggung mereka bekerja dan berkarya, dengan melibatkan semua sekolah farmasi di DKI. Untuk itu, ucapan terimakasih perlu kita sampaikan kepada SMF IKIFA, SMF LPK, SMF DITKESAD,

SMF CANDRA NAYA, SMF CARAKA NUSANTARA, SMF TUNAS BANGSA yang telah mendukung acara ini dengan keterlibatannya sebagai peserta lomba, pengisi acara atau sekedar menjadi penonton atau suporter. Tak lupa terima kasih pula untuk kehadiran kepala sekolah Dra. Susilowati, Apt. (SMF CANDRA NAYA), Drs. Hendra Yuliansyah, Apt. (SMF DITKESAD), dan Drs. Hendrananto, Apt. (SMF CARAKA NUSANTARA). Data pengunjung/peserta Art Day yang tercatat oleh panitia adalah 398 orang, terdiri dari 60 orang pengisi acara, 245 tamu (SMF se-DKI dan alumni), dan 93 orang tuan rumah. Itulah wujud persahabatan dan persaudaraan yang amat indah untuk terus di-

bina dan dipertahankan sebagai sesama sekolah farmasi yang tidak memandang latar belakang agama, suku, dan ras. Semua tampak menyatu menikmati rangkaian acara yang berlangsung hampir tujuh jam dengan sukacita. Para muda yang dianggap hanya bisa meracik obat atau resep itu, ternyata hebat pula dalam berapresiasi seni. Tentu semua itu tidak terlepas dari kerja keras dan bimbingan R.Y. Bambang Purwono (Wakil Kesiswaan dan ketua panitia), Jeanny (Pembina OSIS), dukungan Kepala Sekolah dan guru, serta semangat membara dari Pengurus OSIS SMFK BPK PENABUR JAKARTA dan terutama karena campur tangan Tuhan sendiri. Semoga kegiatan ini dapat membina dan menyalurkan bakat dan minat siswa di bidang seni sekaligus melatih siswa untuk mengelola kegiatan dengan baik. Itulah harapan dari Dra.Chrisanty, Apt. (Kepala SMFK) dalam sambutan pembukaan juga dapat terwujud, dimana ia mengatakan bahwa melalui apresiasi seni, jiwa kita pun dapat menjadi sehat. Jadi bukan hanya urusan obat untuk kesehatan tubuh yang harus dipersiapkan para asisten apoteker, seni yang menyehatkan jiwa pun perlu dimiliki, ingat “MENS SANA IN CORPORE SANO!”. Kita angkat topi untuk kesuksesan Art Day SMFK. Berkaryalah terus dan tingkatkan prestasimu! Seminari Darmanto Bidang Kegiatan SiswaBagian Layanan Siswa ______________________________ ATAS: Modern Dance SMFK PENABUR tampil sebagai pengisi acara

BAWAH: Dra. Chrisanty, Apt. (Ka. SMFK PENABUR) meyerahkan piala kepada pemenang lomba

TIM AKUNTANSI SMAK 3 BPK PENABUR

T A H U N

2 0 0 4 - 2 0 0 5

S

udah sejak lama terdapat berbagai kompetisi akuntan si tingkat SMA/SMEA yang diadakan oleh berbagai Universitas di Indonesia. SMAK 3 menjawab tantangan kompetisi tersebut dengan membentuk tim akuntansi setiap tahunnya. Untuk tahun 2004-2005 ini, Tim akuntansi SMAK 3 terdiri dari 13 murid yang dibagi dalam empat grup yang dipimpin oleh tiga orang guru. Tim SMAK 3 mengikuti tujuh lomba akuntansi dan satu lomba ekonomi. Dari delapan lomba ini SMAK 3 berhasil membawa pulang 18 piala. Prestasi ini tergolong luar biasa karena dari semua tim akuntansi SMAK 3, baru tahun ini bisa mendapatkan piala sebanyak itu, apalagi kompetisi semakin ketat tiap tahunnya, dimana berbagai sekolah unggulan saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Rival kami yang kami rasa berat adalah SMAK 1 dan SMAK Yusuf. Apabila kami menghadapi mereka kami selalu memberikan 110% kemampuan kami. Prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah, persiapannya terbilang cukup berat, dimana kami terus berlatih sampai kami yakin telah menguasai semua pelajaran dengan baik. Dengan persiapan tersebut kami selalu maju ke kompetisi dengan percaya diri dan bermental baja. Kami juga selalu diajarkan untuk tidak pernah sombong dan mengandalkan diri sendiri. Kami selalu berserah pada Tuhan Yesus, karena kami tahu bahwa kemampuan kami bukanlah apa-apa. Tergabung dalam tim Akuntansi SMAK 3 merupakan pengala-

man yang sangat berharga, dimana kami dibentuk menjadi manusia yang bermental juara, tetapi juga tetap selalu berserah pada Tuhan. Ini merupakan pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Terima kasih SMAK 3!!**

Tim Akuntansi SMAK 3 BPK PENABUR JAKARTA

______________________________

PROFIL TIM Guru: Z.J. Pallo, Enche Hartana, Ratna,Albine S. Pakpahan. Anggota: Ivan Nikolas (3 sos), Steffi (3 sos), Agustinus (3 sos), Ricky A.S. (3 sos), Yolanda Roseli (3 sos), Marcella Johana (3 sos), Henry Y. F. (3 sos), Kristin Ong (3 sos), Natalia (3 sos), Clara (3 sos), Liandra (2 sos), Vina (2 sos), Meike (2 sos). Prestasi: Juara 2 Lomba Akuntasi Tingkat Nasional Universitas Padjajaran, Bandung. Juara 1 dan 2 Lomba Akuntasi Universitas Tarumanegara. Juara 1, 2 dan 3 Kanaan Accounting Competition. Juara 1, 2 dan 3 Lomba Akuntansi STIE IBII. Juara 1 dan 2 Lomba Akuntansi UNIKA Atma Jaya. Juara 2 dan 3 Lomba Akuntansi STIE Supra. Juara 1, 3 dan Harapan 1 Lomba Akuntansi Tingkat Nasional Universitas Parahyangan, Bandung.

Going One With

Nature

L

ast Month, on February 18th through 25th, the third class of SMAK 5 BPK PENABUR went to Salatiga and Jogjakarta to have a livein and study tour program. This program was done as a realization of SMAK5’s motto: Leadership. The program itself was organized by the third class students in cooperation with Binawarga. It is an organization which gives us, the students of SMAK 5 lessons about leadership. The live-in and study tour program was organized by 3 classes: 3 Social 2, 3 Social 3 and 3 Science 2. This program lasted for 5 days. We were devided into two big groups, social class and science class. In this program students from the third class should live among the villagers. The villages are located at the foot of Mt. Merbabu. All of the students live in the two villages, Cuntel and Ngaduman. We stayed there for 3 days and 2 nights. While we were staying in the villages, we were socializing with the local residents. We also played games, worshipped God and shared our story together. Leaving the villages we visited 2 Universities in Jogjakarta. Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) and Universitas Gajah Mada (UGM). They are well-known universities in Indonesia also we got a chance to go to Malioboro. A famous place in Jogjakarta. To Shop of course. What else would it be ? As for the schedule of the trip, the social classes went to the villages first on February 18th then the social classes met the science classes in Jogjakarta on February 21st. Together we stayed at Kaliurang, a resort in Jogyakarta for 2 nights. The science classes continued their way to the villages while the social classes went home. For me, participating in this program is really a great experience. I am from the social class and I stayed at Cuntel. In this program I learn to know how the village people live, do their daily activities and what they do as a living. As far as I know, their jobs are various but still in one sector, agriculture. Since there are no factories, they don’t have any choice but to work on the soil. Some of them have side jobs like being a teacher but they commonly work as a farmer and raise cattle, others run their own corn field. I stayed at the family of Mr. Idris. Actually, I had a slight problem about the language used there. The people in the village use Javanese language. This rule was the same as in Mr. Idris’ family but luckily Mr. Idris is a teacher so he knows a bit more about Indonesian Language. In the village I played a game called ‘A Family Secret’. In this game I was asked a few questions about ‘my family’ I stayed with. The questions were various from ‘What is your father’s name?’ until ‘What year did they get married?’. They were kind tough questions but if I I could answer, it means I was familiar with ‘ my family.’ Similar questions were also asked to ‘my family’. ‘Where do your kids come from ?’ or ‘What is the favorite food of your son ?’. It was a real good time to spend with the family. The next day, the local residents played ‘The kid’s Olympiad’ and ‘Healthy baby contest’. These competitions were meant for the local residents. In the Olympiad game , kids from age 5-15 were gathered to play. The Olympiad was divided into 5 posts with different level of difficulty. In Healthy baby contest, babies from the local residents were measured for their weight, height and ability. At the 3rd day I said goodbye to my family and went to Kopeng station to go to Jogjakarta. In Jogjakarta, I stayed at ‘Taman Eden’ villa. It was not a real good for the meal but it’s nice staying there. Then we went to UKDW to see their presentation about their university and I got a chance to do a side activity. My side activity was to make wine from juices of fruits. I used papaya for my experiment. The papaya juice was mixed up with saccaromices cerevicae, some kind of bacteria to fermentate the juice, some ‘toge’ (bean sprout) extract and a lot of sugar. This process actually took about a week, so UKDW has prepared some sample for us to enjoy. In the bio lab there was a 9 % wine and a distillated one with 40 % of alcohol . Some friends learnt how to make batik and the others , ceramics. The next day we went to UGM. It was just a short visit. In the end of our visit in Jogjakarta we went to Malioboro (Yeah…). we were given 4 hours to spend and then we went back home by bus to Jakarta. Bye….bye Jogja and Malioboro. Along the way home, most of us got exhausted and fell into a sound sleep. I think those moments are unforgettable. I could feel how the village people live in peaceful and quiet life. It is quite different from our bustling life in this metropolitan city.

Aji Pribadi Henoch 3 IPS 3 SMAK 5 Kelapa Gading

21 tpjap18-24-p65.p65

21

4/7/2005, 11:23 AM


Guru dan Karyawan

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Pencegahan

Penyakit

Jantung

dan Pembuluh Darah ------------------------------------------------------------ Bagian kedua ntuk pencegahan timbulnya penyakit kardiovasku lar/CVD ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti: 1. Perubahan gaya hidup, 2. Aktivitas fisik, 3. Pengendalian faktor risiko. Poin 1. Perubahan gaya hidup, telah diba-

U

has pada bagian pertama.

2. Aktivitas fisik Studi tentang adanya hubungan aktivitas fisik dengan penyakit jantung koroner mulai diteliti lebih dari 50 tahun yang lalu dan masih terus dilakukan sampai sekarang dimana sebagian besar menunjukkan penurunan angka kejadian penyakit jantung koroner, serangan jantung dan penurunan tingkat kematian. Beberapa studi menunjukkan aktivitas fisik memberikan perbaikan pada faktor risiko yang mempercepat terjadinya penyakit jantung koroner seperti menurunkan berat badan pada obesitas, mengontrol tekanan darah pada hipertensi, memperbaiki toleransi gula pada diabetes, mengontrol kadar kolesterol, mengurangi stres atau ketegangan pikiran. Manfaat lain dari aktivitas fisik adalah perbaikan sistem kerja jantung dan pembuluh darah dengan meningkatkan efisiensi kerja jantung, mengurangi keluhan nyeri dada, melebarkan pembuluh darah, membuat kolateral atau jalan baru bila sudah terjadi penyempitan atau penyumbatan, mencegah timbulnya penggumpalam darah dan meningkatkan kesegaran jasmani.

2.1.Derajat Latihan Fisik Latihan fisik yang dilakukan harus aman dan berisiko rendah terhadap terjadinya kecelakaan atau bahaya. Latihan fisik yang dilakukan tidak boleh melebihi laju jantung maksimal yang biasanya ditentukan dari denyut jantung dengan rumus: 220 – umur. Untuk memulai latihan fisik yang teratur perlu diketahui status kliniknya, apakah ada penyakit jantung koroner atau tidak, adakah faktor-faktor risiko aterosklerosis. Jika tidak ada bukti atau riwayat penyakit jantung program latihan tidak memerlukan pemantauan. Latihan fisik tidak boleh dilakukan pada saat tubuh tidak sehat misalnya: demam, nyeri dada, baru sembuh dari sakit, kurang tidur. Latihan fisik yang sudah dijalankan juga harus dihentikan jika timbul nyeri dada, sesak nafas, pusing atau bila denyut nadi latihan sudah tercapai dan jangka waktu latihan sudah terpenuhi.

2.2. Program Latihan Bentuk olahraga dan latihan fisik sangat banyak dan bervariasi, yang paling sederhana, praktis dan murah adalah jalan kaki, jogging, dan lari. Bagi orang yang baru memulai dianjurkan melakukannya secara bertahap dengan sasaran mampu berjalan mencapai enam kilometer dalam satu jam.

oleh: dr. Agus Sinatrawan

2.3. Program Pemeliharaan Umur (Th)

Program Latihan

< 20 20-29 30-39 40-49 50-59 > 60

Lari Lari Joging-Lari Jalan Cepat-Joging Jalan Cepat Jalan

Nadi/Laju Latihan(satu menit) 150-180 140-170 130-160 120-150 110-140 100-130

2.4. Target Program Latihan Latihan fisik dilakukan minimal tiga hari perminggu selama 30 menit atau 5 hari perminggu jika ingin mendapat hasil maksimal. Peningkatan kemampuan fisik 30% dapat dilihat setelah berlatih 4 – 6 minggu dan hasil yang optimal dicapai setelah 6 bulan.

3. Pengendalian Faktor Risiko 3.1. Tekanan Darah Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (CVD) meningkat sejalan dengan peningkatan tekanan darah. Pemberian obat sebaiknya segera dilakukan pada individu yang memiliki risiko CVD dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Bila tidak memiliki risiko CVD belum memerlukan obat, melainkan dianjurkan perubahan gaya hidup.

3.2. Lipid Plasma Termasuk dalam lipid plasma adalah kolesterol, trigliserid, dan fosfolipid. Untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah maka nilai kolesterol total harus dibawah 190 mg/dL dan LDL kolesterol di bawah 115 mg/dL. Pada penderita CVD dan diabetes akan lebih rendah kolesterol total di bawah 175 mg/dL dan LDL kolesterol di bawah 100 mg/dL.

3.3. Diabetes Melitus Bertambah parahnya kencing manis dapat dicegah atau ditunda dengan cara intervensi gaya hidup pada individu dengan gangguan toleransi glukosa. Target pengobatan untuk tekanan darah dan lipid/lemak pada penderita kencing manis lebih ketat (lihat tabel di bawah). Target Pengobatan pada Penderita Diabetes Target HbA1c % < 6.1 Gula darah plasma Puasa (mg/dL) <110 Gula darah kapiler Puasa/2 jam PP (mg/dL) 70-90/70-135 Tekanan Darah mmHg 130/80 Kolesterol Total mg/dL <175 LDL-kolesterol mg/dL <100

3.4. Sindroma Metabolik

Diagnosa sindroma metabolik ditegakkan bila terdapat tiga atau lebih kriteria di bawah ini: a. Lingkar pinggang > 90 cm pada laki-laki, > 80 cm pada perempuan Contoh sebagai berikut: b. Trigliserida ≥150mg/dL  Minggu pertama: berjalan kaki 30 menit tanpa memc. HDL < 40 mg/dL pada laki-laki atau < 50 mg/dL pada perhatikan jarak tempuh sebanyak 3 – 4 kali seminggu. perempuan  Minggu kedua dan seterusnya: berjalan kaki 30 menit dengan target jarak tempuh tiga kilometer (mungkin di- d. Tekanan darah ≥130/85 mmHg e. Glukosa plasma ≥ 110 mg/dL capai pada minggu kedelapan atau lebih) Penderita sindroma metabolik memiliki risiko CVD  Jika target telah tercapai dilanjutkan dengan menambah waktu berjalan 5 – 10 menit setiap minggu sehing- yang tinggi. Gaya hidup memegang pengaruh penting pada sindroma ini, sehingga perubahan gaya hidup perlu ga mencapai 60 menit pada minggu ke-12 sampai diawasi dengan ketat terutama usaha menurunkan berat minggu ke-24. badan dan meningkatkan aktivitas fisik.  Pertahankan program latihan ini dengan program peDikutip dari Buku Pedoman Penyakit Jantung Koroner Persatuan Dokmeliharaan. ter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia Cabang Banten.

Anda ingin berbagi masalah? Ajukan kepada:

Dra. Daisy Imelda ________________________________ Tulisk an pada sampul kkiri iri aatas: tas: uliskan

PSIKOLOGI

Aturan Batasan Jam Malam,

Perlukah? Ibu Daisy yth, Saya mempunyai dua orang anak, usia 17 dan 10 tahun. Sejak mereka kecil sudah ditetapkan aturan di rumah tentang batasan jam apabila mereka mau pergi keluar bersama temantemannya. Ketika anak sulung saya masih duduk di bangku SD sampai SMP, saya tidak terlalu banyak menghadapi masalah dengan

“jam keluar” mereka. Ketika ia duduk di bangku SMP, rata-rata pesta ulang tahun dirayakan di siang hari. Akan tetapi setelah ia duduk di bangku SMA, apalagi saat ini usia 17 tahun, banyak sekali teman-temannya yang merayakan pesta ulang tahun di malam hari dan pada saat malam minggu atau malam libur, di tempat-tempat besar seperti hotel dan sebagainya. Saya merasakan cukup sering terjadi perselisihan pendapat tentang aturan jam malam ini. Anak saya protes apabila ia diharapkan sudah sampai rumah pada jam 9 malam. Sedangkan seperti Ibu tahu, keamanan saat ini cukup rawan dan saya juga tidak berani melepas anak saya untuk pulang diantar temannya. Kalau saya mengizinkan ia untuk pulang lebih malam, bagaimana apabila adiknya protes dan merasa saya tidak adil dan berat sebelah. Dan juga apabila dilihat dari segi keamanan, apakah saya dapat melepas begitu saja ia diantar oleh temannya? Kiranya Ibu dapat memberi jalan keluar yang dapat membantu saya untuk dapat mengatasi permasalahan yang sepele tetapi cukup merisaukan ini. Terimakasih atas perhatian Ibu. Salam, Ibu Nani

B

PK PENABUR JAKARTA bekerja sama dengan Mal Ciputra, Radio Sonora, Rotary Club Jakarta Sentral dan Yayasan Cinta Anak Bangsa mengadakan Lomba Kreasi Stop NAPZA dan Peduli HIV/ AIDS 2005. Kreasi-kreasi yang dilombakan terbuka untuk umum dan mengambil tema “Anak Gaul Bebas NARKOBA dan HIV/AIDS”, antara lain: Lomba Yel-yel, Lomba Pidato, dan Lomba Poster Pada Layang-Layang. Lomba yel-yel diikuti sembilan peserta dari SMP, diadakan pada 29 Maret 2005 berlokasi di SMAK 7 BPK PENABUR JAKARTA – Cipinang. Sedangkan Lomba Pidato diikuti 15 peserta SLTA dan diadakan pada 30 Maret 2005 di Aula SMAK 1 BPK PENABUR JAKARTA - Tanjung Duren. Masing-masing finalis yang berhasil masuk lima nominator, tampil kembali pada acara Lomba Lukis Poster Pada Layang-layang, di Mal Ciputra Jakarta pada 2 April 2005. Lomba Poster Pada Layang-layang yang diikuti oleh 714 peserta dari berbagai sekolah ini berhasil masuk rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan kategori layang-layang terbanyak. Piagam rekor MURI diberikan langsung oleh Ketua MURI Jaya Suprana kepada Mal Ciputra (diterima oleh Bapak Agus Rusli - Deputy General Manager dan Bapak Winfrid Prayogi Hasil lomba KREASI STOP NAPZA & PEDULI AIDS 2005 LOMBA YEL-YEL Jenjang SMP Juara 1 Tim SMP Negeri 49, Jakarta Timur 2 Tim SMPK Kota Modern BPK PENABUR JAKARTA 3 Tim SMPK 8 Bintaro BPK PENABUR JAKARTA LOMBA PIDATO Jenjang SLTA Juara 1 Ayu, IPEKA Sunter 2 Chrysilla Calistania, SMAK 3 BPK PENABUR JAKARTA 3 Natasya Karina, IPEKA Puri Harapan 1 Steffy Gunawan, SMA Permai Harapan 2 Rionaldo Anthonius, SMAK 7 BPK PENABUR JAKARTA

22

___________________________________________ Direktur Pelaksana BPK PENABUR JAKARTA). Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengekspresikan pengetahuan dan pendapatnya tentang upaya pencegahan dan penanggulangan NARKOBA dan HIV/AIDS untuk kelompok sebayanya, menjadi sarana komunikasi, informasi, dan edukasi untuk para peserta, guru - karyawan, orang tua siswa dan masyarakat umum. Yang pasti tetap gaul tanpa NARKOBA dan HIV/AIDS*** (Rhe).

LOMBA POSTER pada LAYANG-LAYANG (lomba tanggal 2 April 2005 di Mal Ciputra, Jakarta Barat) A. JENJANG SD Juara 1 Cindy Maureen, SDK 3 Gunung Sahari 2 Mico Prasetya, SDK 6 Kelapa Gading 3 Brandon, SD Jubilee School Harapan 1 Bryan Sutandar, SD Bellarminus Harapan 2 Grace, SDK Gading Serpong Harapan 3 Ferdi Danu Tirto, SD Vincentsius B. JENJANG SMP Juara 1 Anne Aristia, SMP Santa Ursula 2 Novita Purnama Sari, SMP Kesatuan 3 Fria Putri, SMA Negeri 2 Bekasi Harapan 1 Cahyo, SMP Negeri 1 Bekasi Harapan 2 Esther, SMPK 2 Pembangunan Harapan 3 Veronica Yoan Putri, Lab School Rawamangun C . J E N J A N G S LTA Juara 1 Eunike, SMAK Gading Serpong 2 Esther, IPEKA Sunter 3 Priscilla, IPEKA Sunter Harapan 1 Yohanes T., SMAK 5 Kelapa Gading Harapan 2 Mariana Jessica, SMA Marsudirini Harapan 3 Morina SMAK 5 Kelapa Gading

Ibu Nani yang sedang risau, Hal terpenting yang diperlukan anak dari orang tuanya adalah cinta. Akan tetapi bukan berarti kalau kita mencintai anak, mereka boleh melakukan segala sesuatu tanpa aturan. Untuk mendapatkan perilaku yang diharapkan, tentu saja diperlukan aturan. Baik itu aturan belajar, bermain, aturan sekolah, pergaulan, dan lain sebagainya. Apa guna aturan? Kadang-kadang kita merasa dibatasi dengan adanya aturan dan merasa kurang nyaman karena dikekang oleh batasan-batasan yang ada. Dan ini menimbulkan perasaan tidak enak bagi orang dewasa. Hal ini membuat kita berpikir pasti anak-anak juga merasa tidak enak .Oleh karena itu terkadang kita merasa tidak perlu membuat aturan yang menyebabkan anak merasa tidak enak. Pernyataaan ini tidak sepenuhnya benar. Bahwa ada rasa dibatasi dan tidak

bebas karena ada aturan, pasti dirasakan anak. Akan tetapi di sisi lain, aturan juga membuat mereka merasa aman dan nyaman. Jadi batasan ternyata dapat membuat dua efek. Ternyata keluarga yang tidak memiliki aturan yang jelas, membuat anak tumbuh dalam situasi tidak enak, tidak nyaman dan penuh kekacauan. Mereka tidak mengerti apakah yang mereka lakukan itu baik atau buruk, boleh atau tidak. Dan karena kita hidup dalam masyarakat sosial yang segala sesuatunya memiliki norma dan aturan-aturan yang selain universal juga khusus, tentu saja ketidakjelasan aturan dapat menyebabkan anak sulit beradaptasi dan diterima oleh lingkungan sekitarnya. Diharapkan dengan awalnya anak menerima aturan karena kendali eksternal, lambat laun akan tumbuh dari dalam dirinya kendali internal untuk mengatur dirinya sendiri.

22 tpjap18-24-p65.p65

Salah satu peserta lomba sedang asyik membuat poster pada layang-layangnya

4/7/2005, 1:46 PM

Jaya Suprana menyerahkan piagam penghargaan MURI kepada BPK PENABUR JAKARTA yang diwakili oleh Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana - tengah) atas prestasinya sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan poster Layang-layang terbanyak

Dengan berkembangnya anak, orang tua juga harus dengan bijak dapat meninjau kembali aturan yang ditetapkan dan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Dalam hal ini komunikasi merupakan faktor kunci dalam meninjau ulang maupun bernegosiasi dengan anak. Ibu tidak usah kuatir akan disebut tidak adil oleh anak yang lebih kecil karena adil bukan berarti harus menyamaratakan segala sesuatunya. Adil apabila kita memberikan sesuatu sesuai dengan kebutuhan. Mengenai jam malam, setiap rumah tangga dapat mempunyai aturan yang berbeda-beda. Ibu dapat saja mengubah aturan jam malam yang ditetapkan setelah ada kesepakatan antara Ibu dengan remaja Ibu. Mengenai kekuatiran Ibu apabila malam hari diantar temannya, Ibu dapat menjemputnya sendiri sehingga keamanan lebih terjamin. Mudah-mudahan jawaban ini dapat memberi masukan berarti dan dapat membantu masalah yang Ibu hadapi.

Salam


Tip

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

PENABUR

Forum Ekspresikan dirimu secara online:

berdiskusi, berdebat, bercanda, belajar, berkenalan H

sinilah para moderator berperan. Moderator bertugas memandu jalannya diskusi dengan berpegang pada aturan-aturan yang ada tersebut. Berikut ini adalah beberapa moderator kita:——> Masukan gambar modtiger74.jpg, mod-mttech.jpg, modgunz.jpg, mod-iwan.jpg, mod-sondakh.jpg, modmgassassin.jpg, modm4y4tidup.jpg Wah asyik juga yah jadi moderator. Saya juga berminat, bagaimana caranya? Syarat jadi moderator mudah-mudah susah, yaitu: 1. Mesti rajin cek forum, minimal 1 hari sekali. alo rekan-rekan, sudah 2. Bisa menimbang mana yang tahukah kamu bahwa insan baik dan tidak berdasarkan PENABUR (atau bahasa aturan-aturan forum. kerennya: PENABURian) punya 3. Bisa tegas. wadah diskusi online yang asyik? Websitenya ada di http:// www.bpkpenabur.or.id/forum atau pendeknya: http://forum.penabur.orgForum ini tidak terbatas pada PENABUR Jakarta, namun juga untuk PENABUR luar Jakarta, seperti Bandung, Bogor, Cirebon, dll. Forum dibagi per-sekolah. Jadi masing-masing sekolah mempunyai bagiannya tersendiri. Untuk kegiatan yang bersifat lintas-sekolah, disediakan pula yang namanya Inter-school Forum.Di forum ini kita bisa saling berdiskusi mengenai apa saja. Mulai dari masalah pelajaran, game, curhat, sampai gosip-gosip terbaru. Juga dilengkapi dengan polling yang menarik. Contohcontohnya adalah diskusi seputar: ”Sebaiknya mau masuk Sos atau IPA?”, “Diary peserta Forum”, “5 Words game”, “Jacket SMAK 1”, “Bagaimana caranya ikutan OSIS?”, dll. Asyik kan? Pokoknya bebas, tapi bertanggung jawab. Dalam artian ada aturan-aturan umum yang harus dipatuhi oleh setiap peserta.

tuk aktivasi accountnya. Jadi ketika mendaftar, user harus menggunakan email yang valid. 5. Custom avatar. Jadi para pe serta forum selain bisa memilih avatar dari gallery yang ada, dapat juga menggunakan avatar favoritnya sendiri. 6. Custom signature. Ingin menunjukkan jati diri? Punya favorit wise words? Tidak masalah, masukkan ke footer messagemu dengan custom signature. Rencana ke depan Cukup banyak rencana dan usulan yang diungkapkan oleh para peserta forum saat ini, seperti copy darat, membuat jaket, kaos, dan topi dengan disain logo terbaru, dll. Hal-hal tersebut tentu sangat menarik dan kita memang sedang serius berusaha untuk mewujudkannya. Bagi kamu yang punya hobi design, cobalah mendesign logo Forum PENABUR, dan kirim ke forum@bpkpenabur.or.id. Ayo bergabung dan bertemu teman-teman baru. So? Jangan tunda lagi. Segeralah bergabung, ungkapkan ekspresimu. Berdiskusi, berdebat, bercanda. Make new friends from around the PENABUR World. Buka alamat ini http:// www.bpkpenabur.or.id/forum atau http://forum.PENABUR.org Fajar Priyanto, Kabag Sistek

P

Sih?

ernahkah kalian mendapat nilai jelek di rapor, padahal kalian merasa bahwa kalian sudah belajar dengan giat? Bagaimana perasaan kalian? Sedih? Kalau kita mendapatkan nilai jelek (ulangan, rapor, dll.), sebaiknya kita jangan putus asa. Cobalah cari tahu, mengapa kita bisa dapat nilai jelek? Apakah ada yang salah dengan cara belajar kita? Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, oleh karena itu cobalah kalian cari cara belajar bagaimana yang cocok untuk kalian! Kalau kalian belum mendapatkan cara belajar yang baik, berikut ini ada beberapa tips belajar yang bisa kalian coba terapkan pada diri kalian:

Suasana yang Nyaman Ciptakanlah suasana yang senyaman mungkin di rumah kalian, supaya kalian dapat belajar dengan baik. Kasih sayang dan disiplin dari orang tua memiliki peran yang besar sehingga masalah yang dialami anak tidak berkembang menjadi lebih besar lagi. Buatlah ruang belajar kalian sedemikian nyaman yang dapat menambah semangat belajar kalian (buku tersusun rapih, tidak terlalu ramai, diberi hiasan-hiasan yang menarik, dll.)

Cobalah untuk tidak memilih-milih pelajaran apa yang kalian suka atau tidak suka. Tanamkanlah dalam diri kalian bahwa semua pelajaran menyenangkan. Dengan demikian kalian akan semakin mudah menerima semua pelajaran yang diberikan oleh guru.

Bertanya Jika kalian tidak mengerti dengan apa yang telah diajarkan di kelas, cobalah untuk berani bertanya pada guru kalian. Ada pepatah “Malu bertanya sesat di jalan”. Daripada kalian tidak mengerti sama sekali lebih baik kalian bertanya supaya menjadi bisa.

Membuat Jadwal Kegiatan Buatlah jadwal kegiatan kalian sehari-hari supaya kalian dapat mengatur waktu kalian dengan baik. Setelah kalian membuat jadwal kegiatan kalian, cobalah untuk kalian laksanakan dengan sungguhsungguh setiap hari, dengan demikian kalian akan terbiasa untuk tertib dalam mengatur waktu, khususnya waktu untuk belajar.

Mengulang Materi Pelajaran Setelah kalian mendapatkan pelajaran di sekolah, cobalah untuk mengulang materi pelajaran tersebut di rumah, apalagi kalau kalian termasuk orang yang mudah lupa. Bacalah beberapa kali pelajaran yang sudah diberikan oleh guru di sekolah (pulang sekolah, malam hari sebelum tidur, atau pagi hari sebelum berangkat sekolah). Dengan demikian, kalian akan lebih mudah mengingat materi pelajaran yang sudah diberikan. Tips belajar di atas dapat kalian coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cobalah dengan penuh kesabaran dan ketekunan, tanamkan dalam diri bahwa kalian BISA!!! Selamat Mencoba dan Selamat Belajar! Tuhan Memberkati….. Antonius WSW, S.Psi

Guru BK SDK 10

Lunch Box

Isi Salad Tuna

Gimana

Semua Pelajaran Menyenangkan

ATURAN FORUM Dalam hati kalian pasti protes, “Wah aturan? Bete deh....” Tidak juga kok, sebab aturannya sederhana dan tidak ketat-ketat banget, yaitu:Kalian bebas mengutarakan segala opini di dalam forum ini. Namun begitu kiranya beberapa rambu-rambu ini ditaati: Feature-feature Forum 1. Dilarang menyinggung SARA 1. Sistem ranking. Untuk meng(Suku, Agama, Ras, dan Antar hargai para peserta forum yang Golongan). aktif, kita memakai sistem ran2. Dilarang menggunakan kataking. Jadi semakin sering kakata kasar atau kotor. mu posting, maka ranking ka3. Dilarang menyebarkan fitnah mu akan meningkat. Mulai dari atau berita tidak benar terhadap warga biasa, warga senior, waorang lain. kil kepala suku, kepala suku, 4. Dilarang flooding baik dalam local ruler, regional ruler, dll... bentuk thread maupun isinya. 2. Gallery foto. Nah ini yang juga asyik. Kamu bisa membuat alPostingan yang melanggar hal tersebum foto sendiri di dalam fobut akan segera dihapus dan bila rum. Temanya bebas, seperti berlanjut, maka user yang bersangscreenshot game-game favorit kutan akan diblack list. That’s all. kamu, screenshot film animasi Thanks.Nah, ok kan aturannya? paling cool, dll.... 3. Private message, untuk meMODERATOR ngirimkan pesan pribadi ke peSelanjutnya kalian pasti berserta lainnya. tanya, lalu bagaimana caranya 4. Confirmed registration. Setiap agar Forum PENABUR ini dapat user yang mendaftar akan diberjalan dengan bebas namun kirimkan email konfirmasi untetap bertanggung jawab? Di-

Roti Gulung

Cara Belajar...,

Bahan: 8 lembar roti tawar 8 lembar daun selada

Bahan Isi: 2 sdm margarin 175 gr tuna kalengan siap pakai, titiskan, cabik-cabik 200 gr jagung manis beku, rebus sebentar, tiriskan 1/2 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 8 sdm mayones siap pakai

1

. Buat Isi: Panaskan marga rin hingga meleleh, masuk kan tuna dan jagung manis, tumis hingga berbau harum. Tambahkan garam dan merica, aduk, masak selama lima menit. Angkat, pindahkan ke dalam mangkuk, tunggu hingga dingin. Campur mayones dengan tuna, aduk hingga tercampur rata. Bagi adonan menjadi delapan bagian.

23 tpjap18-24-p65.p65

23

4/7/2005, 12:52 PM

2 3 4

. Siapkan roti tawar, alasi setiap lembar roti tawar dengan selembar daun selada.

Cara membuat:

. Isi setiap lembar roti tawar dengan satu bagian adonan isi. Gulung roti tawar.

. Bungkus roti tawar dengan plastik wrap, dan siap dijadi kan sebagai bekal sekolah. Porsi: 4 porsi


Oleh-oleh Dari Luar

No. 8 THN III Edisi April - Juni 2005

Pengalamanku Mengikuti

Sunburst Youth Camp

ini tidak begitu istimewa dibandingkan dengan kebun binatang di Indonesia yang memang kaya dengan berbagai jenis binatang di dunia. Tak terasa hari sudah larut malam, kami pulang ke hotel dan sebagian besar peserta langsung terlelap dikamarnya masing-masing. Hari kelima SYC merupakan hari yang sangat menyenangkan. Pada hari ini

Singapore 2004

P

ada tanggal 11-19 Desember 2004, Singapura kembali mengadakan Sunburst Youth Camp dengan mengundang seluruh negara ASEAN, Cina, India dan Inggris. Dalam kesempatan ini saya terpilih sebagai satu dari sepuluh delegasi Indonesia setelah mengikuti tes yang diberikan DEPDIKNAS. Pada awalnya Depdiknas meminta sekolah-sekolah unggulan di Jawa-bali untuk mengirimkan dua wakilnya untuk mengikuti tes kualifikasi. Tes itu meliputi tes IQ, tes kreativitas, tes kepribadian, toefl test dan problem solving tes. Setelah itu mereka mengambil sepuluh rangking teratas untuk menjadi delegasi Indonesia. Dalam rangka mempersiapkan diri, saya dan teman-teman diharuskan berkumpul untuk mempersiapkan acara yang akan ditampilkan. Persiapan ini dibagi dalam dua sesi yang masing-masing dilaksanakan tiga hari. Setelah mengikuti latihan ini maka pada tanggal 11 Desember 2004 kami pergi ke Singapura. Saat kami sampai di Singapura, panitia langsung menjemput kami dan membawa kami ke RELC Hotel yang menjadi tempat menginap kami selama di sana. Sesampainya di sana suasana persahabatan sangat kental, kami disambut dengan hangat oleh teman-teman dari Singapura. Setelah itu masing-masing delegasi diberikan kamar secara acak, sehingga dalam satu kamar tidak ada dua orang yang berasal dari negara yang sama. Teman sekamar saya berasal dari Brunei dan Singapura. Pada malam harinya panitia mengadakan welcome dinner dan pada kesempatan ini semua peserta saling berkenalan. Setelah makan malam kami semua pergi ke Orchard Road yang lokasinya sangat dekat dengan hotel kami. Pada hari ini saya sangat terkesan dengan semua peserta yang ada karena mereka semua sangat bersahabat. Saat itu, saya sudah dapat menduga kalau hari-hari di sini pasti akan sangat menyenangkan. Pada hari kedua kami semua pergi ke Pulau Ubin untuk outbonding. Namun sangat disayangkan cuaca pada hari tidak mendukung, hujan sudah turun dari pagi hari sehingga kami tidak bisa menggunakan

semua fasilitas outdoor. Walaupun demikian kami sangat senang dengan acara ini, kami semua dibagi menjadi sepuluh grup yang masing-masing terdiri dari 16 orang. Kami disuguhkan permainan-permainan yang mengajarkan kami untuk bekerja sama, pantang menyerah dan melakukan yang terbaik, antara lain: puzzle games, river raft dan wall climbing. Dengan adanya acara ini kami makin mengenal satu sama lain, sehingga walaupun badan terasa letih kami tetap menikmatinya. Kami kembali dari Pulau Ubin pada sore hari. Pada malam harinya saya bersama delegasi Indonesia dan delegasi Inggris pergi ke Mustapha Centre untuk melihat-lihat dan membeli merchandise. Pada tanggal 13 Desember 2004 yang merupakan hari ke-3 SYC, setiap Negara mempresentasikan tata cara kehidupan remaja di negaranya masingmasing. Setelah itu setiap negara membuka stand yang menyediakan informasi mengenai negaranya. Pada hari ini saya banyak belajar mengenai kebudayaankebudayaan negara lain, dan saya juga belajar untuk selalu bangga dengan kebudayaan Indonesia. Pada malam harinya saya dan beberapa teman dari Singapura, Inggris dan Vietnam kembali pergi ke Orchard Road untuk mengisi waktu luang. Suasana Natal sangat kental dengan adanya dekorasi khas Natal di sepanjang jalan ini. Hari ke-4 SYC dimulai dengan mengunjungi Nanyang Technological University. Mereka memperkenalkan universitas berbasis teknologi yang mereka

klaim sebagai universitas teknik terbaik di Asia Tenggara. Di sini kami diperlihatkan bagaimana suasana belajar di berbagai jurusan, mulai dari Teknik Sipil, Arsitektur sampai jurusan Teknik Informatika yang sedang mempunyai proyek pembuatan robot. Dari sini kami dapat melihat betapa besarnya perhatian pemerintah Singapura pada pendidikan rakyatnya. Mereka sadar akan pentingnya pendidikan, oleh karena itu mereka sa ngat mendukung setiap warganya untuk bersekolah dengan berbagai kemudahan-kemudahan yang mereka berikan seperti beasiswa, keringanan uang sekolah dan student loan. Saya melihat apabila Indonesia tidak segera melakukan perbaikan pada sistem pendidikannya dengan tidak mempermudah rakyat kecil untuk mengenyam pendidikan, maka pada era globalisasi, Indonesia akan jauh tertinggal oleh Negara-negara yang lebih memperhatikan pendidikan. Dari NTU kami berangkat ke Singapore Science Center. Pemerintah Singapura merancang tempat ini sebagai taman ilmu pengetahuan yang menarik bagi setiap orang terutama anak-anak kecil. Di sini kami diajak menonton teater tiga dimensi, tetapi sebagian besar peserta malah terlihat tertidur, bukan karena pertunjukan yang membosankan, tetapi karena rasa ngantuk dan letih karena jadwal kami yang padat. Dari science center kami kembali ke hotel untuk makan malam. Setelah itu kami langsung berangkat lagi menuju kebun binatang untuk bersafari malam. Bagi saya tempat

Ivan (duduk di deretan depan-paling kiri) sedang mengikuti salah satu acara di Sunburst Youth Camp.

kami berangkat ke Pulau Sentosa. Kami di sini dari pagi hari sampai larut malam. Kami semua menikmati semua fasilitas yang ada seperti kereta gantung, dolphin show, pantai, 3D cinema, dan musical fountain yang merupakan salah satu pertunjukan air mancur yang terindah di dunia. Kami sangat menikmati hari ini sehingga kami sama sekali tidak merasakan kalau waktu sudah larut malam. Akhirnya kami pulang menuju penginapan dan langsung beristirahat. Pada hari keenam kegiatan kami hanya mengunjungi pihak sponsor acara ini, yaitu Singapore National Printing dan Singapore Technology Electronics. Hari ini terasa membosankan, tetapi mau tidak mau kami tetap harus menghargai pihak sponsor karena tanpa mereka acara ini tidak akan ada. Kegiatan hari ini hanya sampai sore hari, dan setelah itu merupakan acara bebas. Sebagian besar peserta memanfaatkan waktu ini untuk berjalan-jalan bersama teman-teman. Saya sendiri pergi bersama teman-teman dari Singapura, Kamboja, Thailand dan UK. Kami pergi ke bioskop, lalu menghabiskan malam hari itu dengan berbincang-bincang sambil berjalan-jalan tanpa arah. Setelah larut malam kami harus kembali lagi ke penginapan. Pada hari ketujuh ini kami mulai merasakan kalau sebentar lagi kami akan berpisah. Oleh karena itu, kami tidak akan menyia-nyiakan sisa waktu kami yang tinggal tiga hari ini. Hari Jumat ini kegiatan kami adalah tur keliling Singapura, dimana kami dibagi dalam beberapa kelompok kecil

24 tpjap18-24-p65.p65

24

4/7/2005, 2:10 PM

yang dipimpin oleh dua orang teman dari Singapura. Kami pergi ke botanical garden, museum, galeri seni, China Town, mal dan berkumpul kembali dengan semua peserta pada sore harinya di Orchard Road. Hari ini bisa dibilang hari bebas karena kami tidak terikat dengan kegiatan apapun. Pada malam harinya saya meluangkan waktu dengan teman-teman dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kami makan malam bersama di suatu food court di daerah Orchard. Tak terasa setelah makan malam dan berbincang-bincang hari sudah larut malam, karena itu kami kembali ke tempat penginapan kami. Tak terasa sekarang sudah tanggal 18 Desember 2004 yang merupakan hari terakhir sebelum kepulangan kami esok hari. Pada pagi hari ini kami pergi ke Taman Burung Sungai: Buloh Wetland Reserve, tetapi kami kurang beruntung karena sangat sedikit burung yang sedang berada di sana pada hari ini. Dari sini kami langsung menuju penginapan kami dan mulai mempersiapkan acara yang akan kami tampilkan pada sore hari ini dalam acara cultural night. Pada acara ini semua Negara peserta mempertunjukan kebudayaan daerahnya dalam bentuk tarian dan drama. Indonesia sendiri menampilkan tari piring yang sudah kami persiapkan dengan matang. Setelah acara ini selesai kami langsung mengikuti farewell dinner. Sebagian besar peserta tampak sedih karena harus berpisah, bahkan tak sedikit dari mereka yang sampai mengeluarkan air mata sebagai tanda betapa mereka akan sangat merindukan saat-saat kami bersama dalam acara ini. Pada acara ini para peserta juga saling bertukar hadiah. Pada hari yang kesembilan ini semua peserta dijadwalkam kembali ke negaranya masing-masing. Indonesia mendapat jadwal penerbangan ke Jakarta pada pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 18.00 WIB kami sudah sampai di Jakarta, dan dari bandara sebagian dari kami langsung dijemput oleh keluarga. Dari acara ini saya belajar bahwa perbedaan kewarganegaraan bukanlah suatu perisai yang memisahkan setiap orang untuk menjalin persahabatan. Dengan mengikuti acara ini saya banyak mendapat sahabat baru dari banyak negara, saya juga mendapat pengalaman menikmati waktu bersama mereka, dan saya dapat menilai sampai dimana kompetensi SDM Indonesia dibandingkan negara-negara lain. Saya sadar bahwa saya sangat beruntung karena mendapat kesempatan untuk mengikuti acara yang belum tentu bisa terulang kembali. Inti dari acara ini adalah suatu persahabatan yang mengikat hati kami yang membuat para peserta yakin bahwa suatu saat nanti kami akan berkumpul lagi dalam acara reuni alumni SYC 2004. Ivan Nikolas Siswa SMAK 3 BPK PENABUR Indonesian delegate of SYC 2004

TPJ no.8.III April-Juni 2005  

TPJ no.8.III April-Juni 2005

Advertisement