Page 1

Bagaimana Menghargai

Keunikan Anak? ... 3

Tahun Ilmiah BPK PENABUR Jakarta

BPK PENABUR Jakarta ... 10

Penerapan Kurikulum

Cambrigde

di Kelas Internasional Jenjang SD dan SMP ... 24


No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

PENANGGUNGJAWAB: Robert Robianto Anggota: Iwanho Redaksi: Daisy Imelda Eka Natanael Sih Retno Hastuti Tata Letak: Max. Wahyudiana S. Desain Web: Elan Rilson Saragih Penerbit: BPK PENABUR Jakarta Alamat Redaksi: Gedung SMUK 1 Lantai 7, Jln. Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta, 11470, Telp: (021) 5666965-7, Faks.: (021) 5666970 Homepage: tpj.bpkpenabur.or.id E-mail: tpj@bpkpenabur.or.id

Redaksi Tabloid Penabur Jakarta (TPJ) mengucapkan Selamat Paskah bagi segenap insan PENABUR. Semoga pengorbanan dan cinta kasih Yesus Kristus di kayu salib menjadi teladan dalam kehidupan kita. Amin. Pada edisi April 2007 ini, TPJ mengangkat tema ”Mendidik Anak Kembar”. Kami menurunkan artikel ”Menumbuhkan Kemandirian Pada Si Kembar”, yang merupakan hasil wawancara kami dengan Dr. Seto Mulyadi, atau lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto. Anak-anak yang Tuhan anugerahkan dalam kehidupan orangtua diciptakan Tuhan dengan berbagai keunikan. Mereka diciptakan Tuhan dengan kemampuan dan kepandaian yang berbeda satu sama lain dan kita tidak bisa menuntut kemampuan yang sama persis dari dua atau tiga anak karena mereka memiliki karakternya sendiri. Bagaimana kita seharusnya sebagai orangtua menghargai keunikan dari anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita? Baca renungan “Bagaimana Menghargai Keunikan Anak?”, yang ditulis oleh Pdt. Engeline Chandra. Selain itu, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, tepat rasanya bila kita juga menelaah artikel “Mengakomodasi Pendidikan Terbuka dan Belajar Mandiri ke Dalam Sistem Pendidikan Nasional” yang kami sajikan pada edisi ini. Jangan lewatkan reportase aneka kegiatan di BPK PENABUR Jakarta seperti: Tahun Ilmiah, Creative Math Competition 2007 - SDK 11, Seminar Smart Parenting, Dental Expo, serta berbagai liputan dari jenjang dari TK sampai SLTA.

APRIL

Ada juga informasi mengenai ”Penerapan Kurikulum Cambridge di Kelas Internasional Jenjang SD dan SMP”serta perkembangan pembangunan gedunggedung sekolah BPK PENABUR Jakarta.

7, 8 8, 9 18-20 21-24

Selamat membaca.

2 4 11

12 12, 13, 14 14, 28 14, 28 16 20, 23 21 24 25 27, 28

Juni

Pelatihan Guru Bahasa Inggris Jenjang SMP Diklat Matematika jenjang SMA Diklat Matematika Jenjang SMP dan SMA Diklat Kimia Jenjang SMA Character Building Bagi Pustakawan dan Teknisi Classroom Management Guru Bilingual Jenjang TK Pelatihan Kurikulum Bilingual Bagi Guru TKK 3 Pelatihan Guru Bahasa Inggris Jenjang SMP Pelatihan EQ Tingkat Lanjut Bagi Guru TK Paskah Guru dan Karyawan Kepedulian Sosial Donor Darah Diklat Matematika Jenjang SMP Pelatihan Guru Matematika Jenjang SMA Retret Karyawan Sekretariat

Jambore Pramuka Penggalang di Cibubur Cross Camp/Jumbara PMR di Cibubur Spirit Bagi Siswa Jenjang SD Spirit bagi Siswa Jenjang SMP dan SMA

MENURUN: 1. 2. 3. 4. 5. 9. 10. 12. 13. 14. 16. 18.

MENDATAR: 1. Suci. 6. Hari sebelum hari ini. 7. Tiga. 8. Gigi yang runcing. 11. Badan. 14. Polip. 15. Apa yang tertinggal. 17. Akurat. 21. Nama sebelum SMU. 22. Jaminan. 23. Sebutan patung atau gambar Yesus yang sudah meninggal dipangku oleh Maria (ibunya). Silakan Anda menjawab dan tempelkan jawaban pada kartu pos, lalu kirimkan ke alamat Tabloid PENABUR Jakarta, Gedung SMUK 1, Lantai 7, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta, 11470.

19. 20.

Bagi pemenang di Jabotabek, harap mengambil sendiri hadiahnya di: Kantor Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, Jl. Tanjung Duren Raya no.4, Jakarta Barat, tiap hari kerja: Senin s.d. Jumat, pukul 07.30 - 15.30 WIB. dan Sabtu, pukul 07.30 - 12.30 WIB. Jangan lupa membawa identitas diri Anda. Bagi pemenang yang tinggal di luar wilayah Jabotabek, hadiah akan dikirimkan ke alamat Anda.

Guru agama Kristen. Uang. Kedudukan atau hasil pertandingan. Kepercayaan. Pegunungan di Wonosobo-Jawa Tengah. Pribumi Papua. Besar (Inggris). Simbol kimia unsur alumunium. Tokoh cerita 1001 malam. Negara maju. Dalam keadaan enak dipandang. Gunung berapi di pulau Sicilia-Italia. Kependekan ibidem Aliran.

Rp.100.000

Redaksi menerima tulisan berupa artikel berbagai topik, kegiatan sekolah PENABUR, puisi, dan cerpen. Tulisan dikirimkan lewat email: tpj@bpkpenabur.or.id. Redaksi berhak melakukan perubahan jika dipandang perlu. Tersedia honor.

Ket. Kulit Muka ________________ Ingin pasang iklan di

Tabloid PENABUR Jakarta? ----------------------------------------------------------------Telepon saja di 5666 965 - 67 eks. 115 dan 113 Hubungi: Nana dan Yudi *Oplah tabloid: 25.000 eks.

Grashela Kusuma dan Grasheli Kusuma, Siswa kelas 6 SDK 11 BPK PENABUR Jakarta.


No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

Gerry duduk di dalam traktor. Rasanya nyaman saat jari-jemarinya menggenggam kemudi yang besar itu. “Sungguh hari yang menyenangkan!” pikirnya. Mengumpulkan jerami di pagi hari yang cerah seperti ini sangat mengasyikkan. Bila cuaca tetap seperti ini, mereka akan dapat menyimpan seluruh jerami sebelum awan hujan mengintip di kaki langit. Gerry menoleh ke belakang dan melihat kedua sepupunya sedang bermain di gerobak yang ditarik oleh traktornya. Gerry kesal setiap kali libur musim panas, ayahnya selalu mengundang sepupunya untuk tinggal bersama mereka. Ketika hampir mencapai ladang, Gerry melihat ayahnya sedang mengikat jerami dengan peralatan khusus, dan melempar jerami yang telah diikat itu ke dalam gerobak di belakang traktor ayahnya. Gerry berhenti di belakang traktor ayahnya. “Kenapa kamu begitu lambat?“ ayahnya bertanya. Tanpa menunggu jawaban, ayah melompat untuk melepaskan gerobak Gerry. Gadis itu menarik rem dan turun untuk membantu, tetapi ayahnya masih bersikap tidak sabaran. “Seharusnya kamu jadi anak laki-laki saja,“ gerutunya. “Kamu tidak pernah bisa bekerja seperti anak laki-laki“. Air mata menggenang di pelupuk mata Gerry. Sudah berkali-kali ia berkata kepada ayahnya. “Aku tidak bisa mengubah kenyataan bahwa aku dilahirkan sebagai perempuan“. *** epenggal cerita ini adalah proyeksi ke­ hidupan manusia. Berapa banyak orangtua yang tidak bisa menerima anaknya apa adanya. Anak dianggap sebagai “sesuatu” yang dapat ia bentuk se­ maunya sendiri. Akibatnya anak dituntut untuk me­ menuhi semua impian orangtua, yang tentunya dikatakan bahwa impian itu baik adanya. Secara jujur orangtua manakah yang tidak ingin melihat anaknya bahagia? Orangtua manakah yang tidak ingin melihat asuhan­ nya tumbuh sesuai dengan harapannya? Orangtua ma­ na pula yang tidak kecewa melihat putra-putrinya gagal tumbuh dan berkembang dengan baik? Orangtua pada umumnya akan berusaha sekuat tenaga menjadikan anakanaknya hidup bahagia. Orangtua pada umumnya akan berusaha sebaikbaiknya memberikan apa yang mereka miliki untuk kebahagiaan anak-anaknya. Akan tetapi hal ini bukan berarti secara otomatis orangtua dapat melakukan hal yang tidak selayaknya mereka lakukan. Dasar pemikiran mereka benar adanya, namun yang sering terjadi adalah cara pende­ katan yang mereka lakukan kurang atau tidak sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Sering orangtua

lupa bahwa anak-anak juga memiliki karakter, sifat, ke­ pribadian, kemampuan, talenta. Seorang anak dilahir­ kan unik! Pemahaman yang demikian membuat ada berbagai pendapat mengenai pendidikan seorang anak. Seorang filsuf yang bernama John Locke, akhir abad ke-17, mengatakan bahwa anak-anak secara lahiriah tidak buruk, tetapi sebaliknya mereka seperti selembar “kertas kosong”. Locke yakin bahwa pengalaman masa anak-anak penting dalam menentu­ kan karakteristik orang de­ wasa. Cara pandang ini masih banyak dianut sampai saat ini, dan cara pandang ini yang mendasa­ ri tindakan orangtua untuk menaruh dan mewujudkan “mimpi-mimpi” mereka ke dalam diri anak-anak mere­ ka. Namun pada abad ke18 muncul pandangan kedua yang dikemukakan oleh seorang filsuf kelahiran Swiss bernama Jean Jacques Rousseau, ia mene­ kankan bahwa anak-anak pada dasarnya baik. Karena itu seharusnya diperboleh­ kan untuk bertumbuh se­ cara alamiah dengan pan­ tauan atau pembatasan dari orangtua. Artinya, se­ orang anak memiliki karak­ ter/kepribadian yang telah terbentuk dan pada dasarnya adalah mereka memiliki karakter yang

baik.

Berdasarkan pemahaman yang berkembang ini seorang pakar psikologi Swiss bernama Jean Piaget (1896-1980) menekankan bahwa anak-anak mem­ bangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri; informasi tidak sekedar di­ tuangkan ke dalam pikiran mereka dari lingkungan. Piaget yakin bahwa anakanak menyesuaikan pemikiran mereka untuk mencakup gagasangagasan baru. Kedua pandangan yang muncul ini mau mengatakan bahwa masa anak-anak adalah periode kehidupan yang sangat penting dan unik. Masa anak-anak tidak lagi dapat dilihat sebagai suatu masa “tunggu“ yang tidak menyenangkan, tetapi masa anak-anak sebagai suatu masa pertumbuhan dan perubahan yang khusus. Keunikan dan kepel­ bagaian ini bukan hanya terdapat dalam kepribadi­ an atau karakter seorang anak, tetapi juga dalam ke­ mampuan mereka. Pema­ haman ini baru berkembang pada sekitar tahun 80-an. Seorang psikolog perkembangan yakni Howard Gardner yakin ada delapan tipe in­ telegensi: verbal (bahasa), matematis, kemampuan untuk menganalisis dunia secara spasial (ability to spatially analyze the world), keterampilan gerakan, keterampilan yang berwawasan untuk menganalisis diri kita sendiri, keterampilan yang penuh wawasan untuk menganalisis orang lain, keterampilan seni (musik, art, dsb) dan keterampilan moral. Memperhatikan pe­ mahaman yang baru ini, maka biarlah kita sebagai orangtua menyadari bahwa anak-anak itu dikatakan berhasil dan pintar bukan hanya ketika memiliki satu kemampuan saja yakni matematis. Sehingga se­ mua orangtua berlombalomba “membuat“ anaknya menjadi berhasil dengan menekankan satu sisi, sisi matematis. Tetapi kemam­ puan anak itu juga beragam dan ketika mereka dapat diarahkan dengan baik sesuai dengan ke­

mampuan mereka maka mereka juga dapat dikata­ kan sebagai anak yang “berhasil“. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 12:12-20 juga mengatakan hal yang sama, memang tidak secara lang­ sung firman ini berbicara mengenai karakter dan ke­ mampuan seorang anak. Memang pada awalnya bagian ini berbicara mengenai kesatuan jemaat, yang terdiri atas berbagai bangsa dan karunia. Tetapi biarlah pada saat ini kita melihatnya melalui kaca­ mata keunikan seorang manusia. Rasul Paulus jarang sekali menggunakan se­ buah gambaran dengan demikian rinci dan jelas seperti yang dilakukannya dalam ayat 14-16; akibat­ nya ayat-ayat ini sudah dengan sendirinya jelas. Tubuh manusia sebagai or­ ganisme yang sangat kompleks tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Karena kaki bu­ kan tangan tidak mungkin berarti bahwa ia tidak ter­ masuk tubuh. Tak satu ang­ gota tubuh pun yang tidak termasuk tubuh dibandingkan dengan yang lainnya. Hal yang sama dengan alat perasa kita; baik telinga maupun mata adalah indera-indera pera­ sa yang sangat penting karena fungsi-fungsinya masing-masing yang unik. Dari sini kita belajar bahwa Tuhan telah mem­ berikan keunikan masing-

Anak-anak diciptakan Tuhan dengan kemampuan dan kepandaian yang berbeda satu sama lain, kita tidak bisa menuntut kemampuan yang sama persis dari dua atau tiga anak, mereka memiliki karakternya sendiri. masing pada anggota tu­ buh. Di mana setiap ang­ gota tubuh dan indera manusia itu memiliki ben­ tuk sendiri, memiliki fungsinya sendiri dan me­ miliki kemampuannya sendiri. Demikian pula kita manusia, kita adalah ang­ gota-anggota tubuh Kris­ tus, yang tentunya dicipta­ kan dengan pelbagai keunikan, yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Anak-anak yang Tu­ han anugerahkan dalam kehidupan orangtua juga diciptakan Tuhan dengan berbagai keunikan. Mereka diciptakan Tuhan dengan kemampuan dan kepandaian yang berbeda satu sama lain, kita tidak bisa menun­ tut kemampuan yang sama persis dari dua atau tiga anak, mereka memiliki karakternya sendiri. Yang dibutuhkan mereka adalah dorongan dan dukungan dari orangtua untuk mengembangkan kemam­ puan mereka seoptimal mungkin. Oleh karena itu

marilah kita menghargai setiap anak apa adanya dengan segala keunikan yang mereka miliki. Dengan menghargai kemam­ puan anak pribadi lepas pribadi berarti kita juga menghargai ciptaan Tuhan yang memang telah dijadi­ kan oleh Tuhan sungguh amat baik (bnd. Kej. 1:31). Jangan pernah kita mem­ banding-bandingkan antara satu anak dengan anak yang lain atau bahkan menuntut mereka agar menjadi seperti yang kita impikan. Mereka adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sungguh-sungguh un­ ik. Kiranya Tuhan member­ kati dan menolong kita orangtua dan guru dalam mengembangkan keunikan dan kemampuan anakanak kita dengan baik.

Pdt. Engeline Chandra

GKI Kepa Duri


4 Dapat masuk ke universitas top dunia

seperti Harvard, Stanford, Yale, MIT, dan Oxford bahkan dengan beasiswa tentu menjadi dambaan semua orang. Untuk memberikan informasi tentang kiat-kiat agar dapat masuk universitas top dunia, BPK PENABUR Jakarta mengadakan seminar bertajuk “Kiat Ampuh Menembus Universitas Bergengsi Dunia Sekaligus Mendapatkan Beasiswa” pada Kamis, 1 Maret 2007 di Hotel Peninsula, Jakarta.

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Pembicara seminar adalah Philip Purnama, MBA (Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., Alumnus Universitas Harvard), Prof. Yohanes Surya, Ph.D. (Pendiri Surya Institute, Ketua Umum Yayasan TOFI, Rektor Universitas Multi Media Nusantara, dan Alumnus The College of Williams & Mary, Virginia 1994), dan Ir. Robert Robianto (Ketua BPK PENABUR Jakarta). Sebagai moderator, Chris Maryadi SB, ACCA, M.Com (Pengurus BPK PENABUR Jakarta).

Dalam seminar tersebut Philip Purnama membawakan sesi pertama yaitu “Bagaimana Universitas Harvard Membuka Jendela Sukses Saya?” Ia membahas tuntas tentang berbagai hal yang harus dipersiapkan jika seorang siswa di Indonesia ingin masuk ke universitas bergengsi tingkat dunia, kehidupan belajar di kampus hingga sukses diwisuda, serta faktor kunci sukses menerapkan ilmu dari Harvard dalam lingkungan kerja. Sesi kedua “Pendidikan Khusus Untuk Siswa SMU Berbakat dan Berintelektual Tinggi” dibawakan Yohanes Surya. Ia menyampaikan tentang pengertian, indikasi, dan potensi anak berbakat, hambatan dan kendala yang dihadapi anak jenius dalam pendidikan, serta bagaimana memotivasi anak berbakat. Yohanes membagikan pengalamannya dalam memotivasi anak TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia). Menurutnya, untuk me-

motivasi anak berbakat adalah dengan krilangkun yaitu menempatkan anak pada kondisi kritis, melangkah dengan strategi, dan tekun melakukan itu sampai terakhir. Pasti mestakung (semesta mendukung) terjadi. Sesi ketiga, Robert Robianto membagikan “Pengalaman Sekolah BPK PENABUR Jakarta MenPerusahaan berkomunikasi dapat menggunakan media cetak, koran, berbagai teknologi audio visual, satelit dan penayangan. 3. Marketing: Lulusan dipersiapkan mampu membuat konsep pemasaran tentang berbagai jenis usaha dan juga berperan dalam fungsi pemasaran termasuk didalamnya analisa dan riset pasar, perencanaan, koordinasi, harga, promosi, iklan dan jalur distribusi sebuah produk. Pekerjaan di bagian pemasaran meliputi analisa pasar (termasuk para pelanggan, pesaing, lingkungan sekitar) dan mengolah informasi menjadi tujuan dan strategi kegiatan pemasaran untuk merk dan produk perusahaan.

Saat ini jika ditanyakan kepada seorang siswa,

ingin bekerja dengan profesi apa di kemudian hari, tidak sedikit yang punya keinginan berprofesi PR (Public Relations) atau Humas. Guru Pembimbing SLTA berusaha mendapatkan informasi yang tepat mengenai profesi ini. Selasa, 27 Maret 2007 guru pembimbing SLTA berkunjung ke Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations (STIKOM LSPR) yang terletak di Kampus A: Wisma Dharmala Sakti - Lt 6. Jl. Jend. Sudirman Kav 32 Jakarta. Kami disambut oleh Ms. Angel, PR dari STIKOM LSPR, Ms. Katrina dan Mr. Martinus. Dalam kunjungan tersebut, kami mendapat informasi mengenai dunia kehumasan pada umum-

nya. Selain itu kami juga mendapat penjelasan tentang program studi dari Ilmu Komunikasi yaitu antara lain: 1. Public Relations: Mempersiapkan lulusan mampu membuat strategi dan rencana kegiatan PR yang dapat menaikkan citra sebuah perusahaan. Banyak organisasi menggunakan jasa humas profesional, sebagai staf intern (in house) maupun menggunakan konsultan atau perwakilan lepas (freelance representative). Humas adalah salah satu alat manajemen untuk mengevaluasi sikap atau tanggapan khalayak. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, diciptakan kebijakan dan prosedur yang disesuaikan dengan keinginan serta kepentingan khalayak tersebut. Perusahaan dapat melaksanakan program

atau melaksanakan tindakan agar diterima dan dipahami oleh khalayak luas. Di saat krisis, Humas dapat menjelaskan, membela, mempromosikan atau membuka kebijakan perusahaan kepada pihak tertentu agar pihak tersebut benar-benar mengerti apa yang ingin disampaikan oleh organisasi melalui program-program kerjanya. 2. Mass Communication: Lulusannya diharapkan mempunyai kemampuan di bidang komunikasi massa. Fokus pengajaran pada studi komunikasi dan media massa. Apabila sebuah organisasi menggunakan teknologi sebagai media untuk berkomunikasi dengan khalayak luas, maka organisasi tersebut dikatakan telah melakukan komunikasi massa.

4. Advertising: Lulusan dipersiapkan untuk dapat mengaplikasikan teknik periklanan juga teknik kreatifnya. Dalam bidang periklanan ada tiga jenis perusahaan: pihak yang bertalian (para pengiklan), pihak yang membuat iklan (agen periklanan), serta pihak yang menampilkan iklan tersebut (media). Semoga informasi ini dapat bermanfaat.***

dampingi Siswa BPK PENABUR Memasuki Universitas Top Dunia (University of Tokyo, Stanford, MIT).” Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rencana BPK PENABUR Jakarta membuka Brilliant Class pada Juli 2007 di SMAK PENABUR Gading Serpong, Tangerang. Program yang bekerja sama dengan Surya

Institute tersebut merupakan program pendidikan khusus bagi siswa SMA yang berbakat dan memiliki IQ di atas 150. Informasi lebih lanjut mengenai program Brilliant Class dapat dilihat di: www.bpkpenabur.or.id E-mail: brilliant@bpkpenabur.or.id

Telp.: 021-5666965-66, Eks: 121-127.***(Na2)

Bidang Kegiatan Siswa Bagian Layanan Siswa BPK PENABUR Jakarta telah menyelenggarakan beberapa kegiatan. Yuuk kita simak liputannya: LDK PENGURUS DAN PEMBINA OSIS SMPK BPK PENABUR Jakarta

Kegiatan berlangsung pada 11 – 12 Januari 2007 di Camp Pringayu Ciawi, diikuti oleh 50 Pengurus OSIS SMPK dan 18 Pembina OSIS SMPK BPK PENABUR Jakarta. Sebagai pembicara adalah Tim Pepolor Adventure Camp.

Peserta LDK OSIS SMPK sedang mengerjakan FINAL PROJECT “Menara PENABUR”.

LDK PENGURUS DAN PEMBINA OSIS SLTAK BPK PENABUR Jakarta

Kegiatan berlangsung pada 16 – 17 Januari 2007 di Camp Pringayu Ciawi, diikuti oleh 40 Pengurus OSIS SLTAK dan Pembina OSIS SLTAK BPK PENABUR Jakarta. Sebagai pembicara adalah Tim Pepolor Adventure Camp.***

_________________ Sumber:

1. Wawancara dengan Ms. Katrina Tan (Marketing Director) dan Mr. Martinus Lomanto (Marketing Executive). 2. Guidance to Exiting Career STIKOM LSPR.

_________________

Gratia Rompis, S.Psi Guru Pembimbing SMKK I dan SMF BPK PENABUR Jakarta

Terjun ke dalam kolam dan berdiri di depan Rakit PENABUR adalah ungkapan rasa puas Peserta LDK SLTAK yang berhasil menyelesaikan FINAL PROJECT “Rakit PENABUR” yang dibuat dari ban, bamboo, dan tali.


SEJARAH BERDIRINYA

================== SMPK PENABUR Bintaro Jaya semula bernama SMPK 8 BPK PENABUR Jakarta, berdiri pada tahun 1993 di bawah Yayasan BPK PENABUR Jakarta. Pada awalnya, SMPK PENABUR Bintaro Jaya berlokasi di Kompleks Bumi Bintaro Permai. Oleh karena lokasi sekolah diminta pemerintah untuk pembangunan sarana umum yakni jalan tol, maka pada tahun pelajaran 2003/2004 sekolah ini menempati gedung sementara di Kawasan Bintaro Trade Center, sebelum akhirnya resmi pindah pada tahun pelajaran 2004/2005 ke lokasi baru yaitu di Jl. Panglima Polim A 6 No. 1 Kawasan Sub Sentra Niaga Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang, Banten. Di lokasi lahan seluas 2,88 hektar tersebut dibangun sekolah BPK PENABUR Jakarta berlantai empat yang digunakan oleh tiga jenjang sekolah yakni TKK, SDK, dan SMPK PENABUR Bintaro Jaya. Jenjang SMPK sebagian besar menempati lantai empat. SMPK PENABUR Bintaro Jaya dapat tetap eksis, semakin berkembang dan berprestasi salah satunya karena didukung oleh kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh. Kepemimpinan SMPK PENABUR Bintaro Jaya pada tahun 1993 - 2000 adalah Rahman Bone dan tahun 2000 sampai sekarang dipimpin oleh Dra. Nurshinta, B.M. Dalam menjalankan tugasnya, mereka dibantu oleh guru dan karyawan yang kompeten dibidangnya.

Visi

Menjadi Lembaga Pendidikan Kristen Unggul Dalam Iman, Ilmu, dan Pelayanan

Misi

Membimbing Peserta Didik Menjadi Warga Negara Berbudi Pekerti Luhur yang Cinta Tanah Air Berdasarkan Nilai-nilai Kristiani

PROGRAM SEKOLAH

NO 1 2 3 4 5 6 7

8 9

JENIS LOMBA Speech Contest Lomba Melukis Mini Soccer Kompetisi IPA Futsal Starsport Lomba Story Telling Lari 100 m Putra Lari 100 m Putri Tolak Peluru Putra Lari Estafet Putra Lari Estafet Putri Olimpiade IPTEK Kreativitas Komputer Presentasi Kreativitas Komputer Web Design

5

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

Profil Sekolah

PENYELENGGARA SMP se-Jabotabek Jakarta Japanese School SMPK 4 BPK PENABUR Jakarta SMAK 1 BPK PENABUR Jakarta SMPK 7 BPK PENABUR Jakarta SMAK 4 BPK PENABUR Jakarta BPK PENABUR Jakarta BPK PENABUR Jakarta BPK PENABUR Jakarta BPK PENABUR Jakarta BPK PENABUR Jakarta SMP Pembangunan Jaya

PRESTASI Juara III Juara Harapan Juara I Juara III Juara I Juara I Juara I Juara I Juara III Juara III Juara II Juara I

BPK PENABUR Jakarta

Juara II

BPK PENABUR Jakarta

Juara II

SMPK PENABUR Bintaro Jaya melaksanakan program sekolah reguler dimana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dalam lima hari kerja, dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga 14.30 WIB. KBM dikemas dengan metode Creative Teaching Learning (CTL) dalam suasana kegembiraan dan ilmiah. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2006 yakni kurikulum yang menitikberatkan pada pengembangan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Siswa juga mendapat kesempatan untuk belajar dari pengamatan langsung

yakni dengan kegiatan karyawisata, misalnya dengan berkunjung ke kapal perang TNI AL, Little Farmer untuk belajar perkebunan dan pertanian, dll. Untuk menanamkan dan mengembangkan nilainilai kristiani, siswa dan guru mengikuti renungan pagi setiap hari, kebaktian setiap hari Kamis, kebaktian paskah dan natal, serta retret (khusus bagi siswa kelas 8). Selain itu, siswa juga mendapatkan Character Formation Program (dulu: Program Bina Pribadi) untuk membentuk karakter yang utuh dan tangguh. Pembinaan karakter siswa juga mendapat perhatian, yakni dengan menyelenggarakan Program Bina Karakter bagi siswa baru bekerja sama dengan Brigade Marinir. Untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, Pengurus OSIS secara rutin mendapatkan pelatihan seperti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), dll. SMPK PENABUR Bintaro Jaya secara rutin juga mengadakan pendalaman dan pemantapan materi pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional yakni pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ma-

tematika bagi siswa kelas 9. Diharapkan melalui kegiatan ini, lulusan SMPK PENABUR Bintaro mendapat prestasi yang lebih baik. Program 3 S (Senyum, Sapa, dan Santun) diterapkan oleh OSIS yakni dengan menyambut siswa-siswi yang datang dengan bahasa berbeda setiap harinya (bahasa Indonesia, Ibrani, Inggris, Mandarin, Indonesia). Program Kelompok Kepedulian Orangtua (KKO) diadakan 8 kali setiap tahun dengan menghadirkan pembicara dari orangtua murid maupun dari luar sekolah yang kompeten terhadap perkembangan pendidikan dan dunia remaja. Guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan secara kontinu setiap tahun mendapatkan pelatihan dari nara sumber untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam menjalankan KBM. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, SMPK PENABUR Bintaro Jaya memberikan beasiswa kepada siswa SD dan SMP negeri maupun swasta di Kecamatan Pondok Aren.*** (Edi

Siregar)

FASILITAS

KBM di SMPK PENABUR Bintaro Jaya dapat berjalan baik karena didukung fasilitas yang memadai, antara lain: Ruang kelas yang ber-AC Laboratorium (Komputer dan IPA) Perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap dan komputer yang dapat mengakses internet. Lapangan olahraga basket dan sepak bola Ruang Konseling, Ruang Serbaguna, Ruang Audio Visual Sarana Multi Media

EKSKUL

Kepribadian siswa dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler, yaitu: Robotic Seni Peran Bola Basket Futsal Karate Paskibraka Ansambel Pramuka


Guru&Karyawan

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Liputan dari TKK Bilingual BPK PENABUR Jakarta

TKK 6

Peran nanny atau pengasuh di masa kini amat dibutuhkan orangtua terutama bagi mereka yang bekerja. Nanny atau pengasuh, secara tidak langsung adalah “second hand” para orangtua dalam merawat, menjaga, dan juga mendidik anak-anak. Oleh karena itu, tuntutan dan harapan para orangtua untuk memiliki nanny handal sangat besar. Mengamati persoalan tersebut, TKK Bilingual BPK PENABUR Jakarta mengadakan Nanny Program yang diharapkan dapat membantu para pengasuh untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam merawat, menjaga, dan juga mendidik anak-anak.

BPK PENABUR Jakarta mengadakan Pelatihan Pengasuh (Nanny) dua kali setiap tahun ajaran untuk Play Group (PG) dan Kindergarten 1 (K1). Pada tahun ajaran 2006-2007, pelatihan yang diberikan adalah sbb.:

Play Group

Pelatihan pertama pada 23 Agustus 2006, para pengasuh dilatih menyanyi lagu bahasa Inggris yang diajarkan di kelas PG dan mendapat penjelasan tentang Class Rule (START yakni S: Speak softly, T: Throw rubbish in a rubbishbin, A: Ask permission when going out, R: Raise hand before talking, T: Tidy up after working). Pelatihan kedua pada 10 November 2006, para pengasuh dilatih menyanyi lagu bahasa Inggris yang diajarkan di kelas PG dan mendapat penjelasan tentang Small Motorik Skill (SMS) yakni bagaimana mengajarkan pada anak menjumput dan cara memegang sendok/pensil.

Kindergarten 1

Pelatihan pertama pada 11 Agustus 2006, para pengasuh dilatih menyanyi lagu bahasa Inggris yang diajarkan di kelas K1 dan mendapat penjelasan Class Rule (SPARK yakni S: Speak properly, P: Praise god all the time, A: be Attentive, R: be Responsible and Respectful, K: be Kind).** (TKK 6)

TKK 11 B P K PENABUR Jakarta meng-

adakan Pelatihan Nanny dua kali setiap tahun ajaran. Pada tahun ajaran 2006-2007, Pelatihan Nanny bertajuk Smart Nanny, Smart Kid (Nanny Cermat, Anak Hebat). Pelatihan pertama pada 11 Agustus 2006, membahas topik “Pola Makan Sehat dan Pola Tidur Tepat”. Para pengasuh dalam kesempatan tersebut mendapat penjelasan tentang perlunya memperhatikan setiap asupan makanan yang akan diberikan kepada anak-anak dan juga memperhatikan

kebersihan alat makan terutama tempat makan, sendok, garpu, serta botol minum. Para pengasuh juga mendapat penjelasan tentang pola tidur tepat bagi anak yang berguna untuk mengembalikan energi mereka sehingga anak tidak mudah capai, uring-uringan, dan mudah lelah. Pelatihan kedua pada 16 Maret 2007, membahas topik “Tips Sehat Bekal Anak Hebat”. Kali ini, pengasuh mendapat penjelasan bagai-

TKK

berhubungan dengan sekolah kepada majikannya.

PENABUR Gading Serpong mengadakan Seminar Pengasuh untuk yang pertama kali dengan tema Menjadi Pengasuh yang Handal pada 1 Februari 2007. Materi yang disampaikan adalah:

pengasuh tetap berusaha keras mengucapkan hanyu pinyin yang diajarkan oleh Laoshi.

Kesehatan Gigi (drg. Megawati)

Pola Pengasuhan (Tri Handayani, S.Pd.)

Para pengasuh mendapatkan penjelasan tentang pentingnya kesehatan gigi anak serta cara-cara untuk menjaga kesehatan gigi.

Membaca Mandarin (Laoshi Yanti)

Meskipun tersendat dan agak kurang paham maknanya, tapi terlihat para

mana memilih bekal sehat bagi anak seperti perlunya memperhatikan label dan waktu kadaluwarsa pada makanan yang akan diberikan kepada anak. Pada kesempatan yang sama, para pengasuh juga mengikuti “Lomba Kreativitas”. Dengan menggunakan Tango, mereka menciptakan berbagai macam bentuk. Melalui kegiatan ini, TKK 11 BPK PENABUR Jakarta berharap dapat meningkatkan kreativitas para pengasuh dalam mendidik anak. (TKK 11) ***

Para pengasuh mendapatkan penjelasan tentang pola pengasuhan yang benar, tidak hanya sekedar menjaga anak tetapi bagaimana pengasuh dapat menggali potensi kecerdasan anak asuhnya, seperti: melatih anak untuk disiplin, mandiri, dan sopan serta dapat menyampaikan hal-hal penting yang

Kreativitas Menata Bekal Anak (Dinar Martha, A.Md.)

Para pengasuh mendapatkan penjelasan tentang bagaimana menata bekal anak yang kreatif dan menarik, dengan nilai gizi yang cukup bagi anak dalam masa pertumbuhan. Hal ini disebabkan karena tidak selamanya makanan yang bergizi itu dapat menggugah selera. Untuk itu, diperlukan kreativitas dalam menata bekal anak. Selain itu, pengasuh juga mendapat penjelasan tentang kebiasaan makan yang baik.(TKK GS).**

Program ini mendapat sambutan positif dari orangtua siswa. Orangtua sangat berterima kasih kepada pihak sekolah karena telah memberikan pengetahuan dan wawasan bagi para pengasuh anak-anak mereka. **


Guru&Karyawan

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

Bulan Keluarga

di SDK PENABUR Gading Serpong erkaitan dengan Hari Valentine, SDK PENABUR Gading Serpong mengadakan Bulan Keluarga. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kasih dan kepedulian sekolah kepada anak didik dan orangtua siswa yakni dengan memberikan informasi-informasi dalam bentuk Seminar dan Talkshow. Kegiatan dimulai pada tanggal 27 Januari 2007 yaitu Seminar Sex Education Pra Remaja yang disampaikan oleh Guru BK SDK PENABUR Gading Serpong, Josephine Jeanne dan Budiyati. Kemudian dilanjutkan dengan Seminar Sex Education untuk siswa kelas 5 pada tanggal 7 – 9 Februari 2007, disampaikan oleh Johan, Guru BK SDK PENABUR Kota Modern dan Henny, Guru SDK PENABUR Bintaro Jaya. Bagi orangtua siswa, diadakan Seminar “Gangguan Emosi dan Perilaku Pada Masa Kanak dan Remaja” pada tanggal 3 Februari 2007, disampaikan oleh Dr. Ika Widyawati, Sp.KJ (Psikiater Anak dan Remaja). Selain itu bagi orangtua siswa kelas 3 dan 4, juga diadakan Talkshow “Hak Asasi Anak vs Ambisi O r a n g t u a , disampaikan oleh Pdt. Dra. Linawati H. Bulan keluarga ditutup dengan acara “Family Game” yang mengikutsertakan orangtua siswa dan siswa kelas 1 – 6. ***

Bencana

ini memang menyesakkan dada. Sebagai wujud kasih dan kepedulian terhadap korban banjir, Yayasan BPK PENABUR Jakarta dan Koperasi Guru/Karyawan BPK PENABUR Jakarta memberikan bantuan dana kepada 335 Guru dan Karyawan BPK PENABUR Jakarta yang mengalami bencana banjir. “Semua orang tentu tidak ada yang mau mengalami bencana banjir. Tapi itulah yang terjadi pada keluarga saya bulan Februari lalu. Tuhan punya rencana lain dan rencana

Tuhan itu indah buat keluarga kami. Melalui musibah banjir ini, saya kembali boleh melihat bahwa Tuhan itu baik bahkan amat baik. Ketika beberapa harta benda kami harus terhilang, saat itu Tuhan menggantinya dengan memberikan yang lebih baik untuk keluarga kami lewat tangan orangorang yang mengasihi kami. Ketika saat itu suami saya yang biasanya bekerja di luar daerah sedang tidak bekerja, Tuhan memakai dia untuk menggendong saya dan anak-anak saya ke atap rumah sehingga

Tuhan, bila aku terlelap pada malam yang getap Bukan karena pembaringan dan kamarku yang gemerlap Aku tahu Tuhan, Kau yang ulurkan tangan-Mu Kau buatku terlelap 'tuk dapat pemulihan-Mu Tuhan, bila aku bisa buka mata pagi ini Aku sadari Kau masih bermurah hati Kau bukakan kelopak mataku Tidak, 'tuk selamanya terpejam mataku Tuhan, ketika aku bisa bangun pagi ini Aku yakin ini berkat kasih-Mu yang abadi Memperpanjang tali nafasku yang tipis Kau berkatiku dengan kasih tak habis Tuhan, ketika aku disambut mentari pagi Aku mengerti, Engkau masih beri-ku hari Hari baru dan kekuatan baru Kau beri Beri-ku kesempatan 'tuk mengabdi Tuhan, ketika aku masih diberi kesempatan Biarlah tanggung jawab yang Kau beri kutunaikan Pakai aku Tuhan, sebagai hamba bijak-Mu Ajar aku Tuhan untuk lebih mengenal-Mu Tuhan, ketika aku berkarya Ingatkan aku sebagai kitab-Mu Ajar aku untuk membuka hati Kuatkan aku dengan Roh-Mu Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu Hari ini Kau perbaharui hatiku Aku tahu pasti, Kau berkati murid-muridku Langkahku menjadi teguh dan pasti

Budiyati dan Josephine Jeanne Guru BK SDK PENABUR Gading Serpong

Hujan deras yang mengguyur Jakarta awal Februari 2007 telah mengakibatkan kota Jakarta dan kota-kota disekitarnya seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok tergenang banjir dengan beragam ketinggian. Ribuan orang kehilangan harta benda bahkan diantaranya kehilangan sanak saudara. Dan diantara para korban itu adalah Guru dan Karyawan BPK PENABUR Jakarta.

PENGUASA HIDUPKU

Karya: Esther Kartika, S.Pd. Ka. SDK 4 BPK PENABUR Jakarta

kami selamat. Kejadian ini membuat saya tak henti untuk bersyukur kepada Tuhan Yesus. Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan doa dan bantu-an yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang telah banyak membantu kami yaitu Yayasan BPK PENABUR Jakarta dan Koperasi Guru/Karyawan BPK PENABUR Jakarta. Selain itu juga kepada Tim Peduli Banjir TKK dan SDK PENABUR Kota Modern, Orangtua Siswa TKK dan SDK PENABUR Kota Modern, Tim Peduli Banjir SDK PENABUR Gading

Serpong, dan Tim Peduli Banjir GKI Karet – Tangerang (dibawah pimpinan Pdt . Rasid Rachman), Tim Peduli Banjir IGTKI – PGRI Tangerang, Tim Peduli Banjir d r. K i a r a K a r i t a s Montessori School, seorang sahabat baik yang memberi tumpangan untuk keluarga kami tinggal dirumahnya 3 minggu, dan semua pihak yang selalu mendukung kami yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan memberkati mereka semua,” tutur Elisabeth Marsaulina, Guru TKK PENABUR Kota Modern yang dalam bencana ini rumahnya di Perumnas III Karawaci, Tangerang, tergenang banjir sedalam 200 cm. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BPK PENABUR Jakarta yang telah bersimpati kepada para korban bencana dengan

memberikan bantuan kepada kami,” kata Elvira Dwi, Guru TKK 6 BPK PENABUR Jakarta. Dalam bencana ini rumah Elvira di Kompleks Depnaker Blok A No. 179, Pekayon, Bekasi Selatan, tergenang banjir sedalam 300 cm. “Saya bersyukur BPK PENABUR Jakarta peduli kepada guru/karyawan yang tertimpa bencana. Kami dikunjungi dan

mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban kami. Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada BPK PENABUR Jakarta,” tutur Sugiantoro,

Karyawan Bagian Umum Area Barat. Dalam bencana banjir yang lalu,

rumahnya di Perum Pondok Gede Permai, tergenang banjir setinggi atap rumah. Semoga kasih dan kepedulian BPK PENABUR Jakarta dapat meringankan beban dari saudarasaudara kita yang tertimpa bencana.***(Na2)


Guru&Karyawan

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Although young children are capable of many things on their early age, it is also important to keep in mind what they are unable to do….yet. Dan Hodgins (1996) has developed a list of significant considerations, and Upi Banuarea (2006) also gives some recommended practices to deal with the situation, which are presented here: Although young chil­ dren are capable of many things on their early age (2 - 5 years), it is also impor­ tant to keep in mind what they are unable to do….yet. Dan Hodgins (1996) has developed a list of signifi­ cant considerations, and Upi Banuarea (2006) also gives some recommended practices to deal with the situation, which are pre­ sented here: I can’t share Children use pos­ session of objects as a device to understand au­ tonomy. Just as babbling comes before talking, so owning comes before shar­ ing. To share fully, a child must first fully possess. This is an important skill that teachers should encourage and many young children will continue to struggle with sharing throughout the early childhood years. Recommended practice: Parent or sibling or friends or other adults should respect on children belongings. If there is a cake or other meal that belongs to him/her, let the child has it. If you have another slice of cake or other meal, keep practicing in front of the child to cut the cake into slices and give each slice to each per­ son especially siblings or friends. Teach him/her to share that would multiple the joys. Then ask the per­ sons to show in front of the child that they are hap­ py and thankful of what they get.

1

I can’t say, “I’m sorry” and mean it Saying “I’m sorry” has little meaning to the young child. To say, “I’m sorry” and understand what you are saying, you must also be able to under­ stand how the other per­ son feels. It is difficult for young children to see things from another per­ son’s perspective. There­ fore, saying “I’m sorry” has little meaning at this age.

2

Recommended practice: Every time inappropriate behavior occurs, whoever done it, parent or caregiver should practice to say “I’m sorry” in front of the chil­ dren. Ineffectiveness could occur for this case, but the children learn important thing: the habit of apolo­ gize and the sensitivity to­

wards other feelings’. I can’t focus on more than one task at a time “Pick up your toys, put on your shoes, and wash your face; we are going out to play”. This command has three more tasks than a young child is able to focus on. Most young children will remember the last task of the task most important to them. With the above command, all the child may focus on is that he/she is going out to play. Develop­ mentally, young children have difficulty holding in memory more than one direction at a time. It is only toward the end of the early childhood years that they are ready for two or more directions presented together.

3

Recommended practice: Parent or caregiver should say something eas­ ier to act for the child at the right moment. It would be better you demonstrate the task in front of the child. Remember, every child is a great imitator. They will imitate you pretty soon. I can’t process negative com­ mands If a child reaches to put his/her finger in an electric wall outlet, and you say, “don’t”, the child is con­ fused because he/she doesn’t know how to re­ verse their action. Saying, “Pull your hand back, that dangerous” gives the child a positive action to take. “Don’t slam the door!”, or “Don’t run in the hallway!” generally produces poor results in young children. It is hard for them to pro­ cess this information. It is much more productive to state things more positively: “Please, walk in the hall­ ways”.

4

Recommended practice: We use negative com­ mands because it is some­ thing easier to say upon our intention. Nevertheless, parent or caregiver should practice to see every single moment using positive commands and sentences to encourage and support the children. It might be difficult for the first time, but promise to yourself to make some corrections if you failed to use positive commands. Take the posi­

Recommended Practices for Parents to deal with the Situation Dan Hodgins (1996) and Upi Banuarea (2006)

tive commands as the style of your words such as: “my good girl will be do nice thing such as…... (Name the attitude you wish the chil­ dren to learn) “Or “my dearest son will sorry if doing these unnecessary things” (don’t detail these unnecessary things, let the child feel it). I can’t sit still for very long Young children are often told to sit still, while their bodies are telling them to move. When the large muscles in a pre­ schooler’s arms and legs are growing rapidly, they cry out for exercise. As a result, preschoolers feel a need to move about. Con­ trolling the natural tenden­ cy to move is difficult for young children. So sitting still in a chair or on the floor won’t last for long during the early childhood years.

5

Recommended practice: If we can’t expect the children to sit still very long, it doesn’t mean that the children can not sit still at all. The children need something that attracts their attention to make them sit still, even though not to long. Playing with blocks or puzzle would be some of ideas that absorb­ ing their energy. I can’t tell the dif­ ference between reality and fantasy When a child has a bad dream, it is very real to him or her. Telling a child not to be a “baby” does not help. Playing fantasy is real for the child and very im­ portant for control and de­ velopment. From the vio­ lence viewed on TV to the fantasy world of masks and costumes, the young child has difficulty sorting through what is real and what is not. This confusion may lead to fear, frustra­ tion or tears.

6

Recommended practice: Parent or caregiver shouldn’t urge the child to understand the difference between reality and fanta­ sy. So, instead of you give comments on how can be chicken has 4 legs, it is bet­ ter to show your support on how the child has tried to describe something through picture or drawing. Say these for example:” wonderful works of lines, what color is it?” or: “I love your drawing more and more, can you tell me what it is?” The main point is the child has your support and nurture upon their pace.

I can’t express myself in words very well Children resort to physical means of communication because they often don’t have the verbal skills to express frustration and oth­ er feelings. You can help by giving the child words to use. Physical means of communication are easier for young children because they haven’t developed strong verbal skills. They need assistance in learning to use appropriate words to take the place of physi­ cal actions.

7

Recommended practice: Parent or caregiver should give the words to help children express themselves in verbal com­ munication, but don’t stop their energy to play. For instance, if the children jump over here and there, they are trying to show you that they feel exciting. Tell them, “O, you feel very ex­ cited...” Or when the chil­ dren show their smile upset down, tell them, “It must be something wrong with your smile. It’s missing from your face. Do you feel sad?” Parent or caregiver gives the correct vocabu­ lary for their expressive feelings. I can’t wait Try not to put chil­ dren in situations where they have to wait for long periods of time. Waiting often makes taking turns difficult. Taking turns with a toy or piece of equipment is difficult at this age. Children should not be kept waiting for long periods of time.

8

Recommended practice: If the children have to wait, try to give children other activity that kills the time. The activity should be finished in a few minutes, simple and not tak­ ing their much attention. Some of them could be: pointing and naming some objects around you, or dis­ cuss the object shapes, col­ or or texture or sing some of their favorite. Or, you may ask them to remem­ ber simple Bible verses and repeat to say it after and after, until you walk back in. I can’t remember what you told me Most children re­ member only what is im­ portant to them. A child may not remember that you just told them to walk, and not to run, while in­ doors. Adults often forget

9

that children having trou­ ble remembering.

children when they are ready.

Recommended practice: Parent or caregiver should try to make some repetitions to give main meaning of the message that you wish the children to understand/remember. Using sign pictures would be helpful, or bells ring or sounds of spoon and dish means meal time. Or ges­ tures to help them remem­ ber what they should do: ‘sshhh’ to be quiet or sing lullaby to click their mind about sleeping time.

Recommended practice: Parent or caregiver should understand that ev­ ery child reaches his/her own milestone. Take out you children if they are doing inappropriate behav­ ior among other children. Set them back again if they are ready.

I can’t measure When you want a child to pour a glass of milk or juice and you hand him/her a full pitcher, expect the child to pour all the milk into the glass, even if it pours all over the floor or table. Young children do not un­ derstand that all of the milk will not fit into the glass and so keep pouring until it’s too late. Recommended practice: Instead of expecting the young children pour a glass of milk or juice properly, parent or caregiver use the moment to show the amount of something; or talk about size, length, or volume. One simple thing that easy for the children about measure is their heights; practice to com­ pare their heights one an­ other periodically. I can’t tell you the truth when you set me up If you see a child do some­ thing inappropriate, and you ask if he/she has done it, the child will probably deny it. Don’t ask the child if you know what hap­ pened. That only sets them up for failure. Recommended practice: Parent or caregiver should use the moment to tell the expected appropri­ ate behavior instead of keep asking the child what he/she was done. Then the child will learn what he/she should do next time. When the children do something inappropriate, there could be some clues on the messy room or wet floor or dirty clothes or a little bit pain/injury on the chil­ dren’s body. I can’t play with other children until I’m ready Children go through differ­ ent stages of social interac­ tion. If allowed to grow at their own pace, they will begin to interact with other

I don’t understand right and wrong Because young children don’t understand cause and effect relation­ ships, they can’t fully un­ derstand right and wrong. A young child does not un­ derstand intentional versus unintentional actions, can only see issues from his/her own perspective, and views issues as black and white. Recommended practice: The child observes about right or wrong considering to other people. Parent should be careful of what they say or do according to the right or wrong way. Every time the child get something on right way, give them a big applause or a hug; this will strength­ en the mental of “I’m doing right”. I can’t be ready until I’m ready Children all grow and develop at different rates. Don’t compare chil­ dren or force them to do things before they are ready. Recommended practice: Parent or caregiver should give appropriate time to the children to be ready at their time. Rather than rush them to be ready, help them to be ready. To some children who need longer time to be ready, we must get them earlier than other who needs shorter time to be ready. Conclusion: The children have their human rights to reach the milestones on their pace. Parent play important role to become a model in front of the children to show how to do what the children can’t do, yet. These two must go on together harmoniously. _________________ Dan Hodgins writes from Flint, Michigan where he is coordinator of the child development program at Mott Community College.

Upi Banuarea writes from her own experience as mother from 2 toddlers; she is also a children education

observer _____________________


Guru&Karyawan Pendahuluan

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diuraikan mengenai satuan pendidikan yang merupakan kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Tiga jenis pendidikan ini merupakan jalur atau jalan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Dari ketiga jenis pendidikan di atas, kecenderungan yang ada pendidikan formallah yang paling mendapat perhatian dan mendapat akreditasi pemerintah. Hal ini wajar karena jenis pendidikan ini penyelenggaraannya mencakup skala nasional dari semua jenjang. Pada tataran ini pemerintah mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pelaksanaannya. Akan tetapi sejalan dengan kecenderungan global, tingkat pengetahuan masyarakat yang semakin luas, mendalam, dan ”modern” yang kadangkala mendahului kebijakan pemerintah, ditambah lagi dengan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin hari semakin canggih, sudah saatnya pemerintah mulai memfokuskan perhatian dan mengakui jenis pendidilan informal. Pendidikan informal yang penulis maksud adalah jenis pendidikan terbuka dan mandiri. Jika hal ini dijalankan, maka tidak akan ada lagi berita yang menyatakan sebagian anak bangsa masih ada yang tidak memperoleh layanan pendidikan. Kalau keadaan ini masih saja terjadi, maka kita dapat mengatakan pemerintah gagal mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Pendidikan merupakan tempat yang tepat untuk membentuk masyarakat belajar (learning society). Mereka harus memperoleh pendidikan apa saja, dari siapa saja, di mana saja, pada jalur dan jenjang yang mana saja dan kapan saja, yang sesuai dengan kebutuhan pribadi serta selaras dengan kebutuhan pembangunan dan lingkungan.1 Dalam kerangka inilah, artikel ini ada, dan secara khusus akan membahas mengenai pendidikan terbuka dan mandiri sebagai salah satu alternatif penyelengaraan pendidikan di republik ini.

Hakikat Pendidikan Terbuka dan Mandiri

Pada hakikatnya pendidikan terbuka dan mandiri mengandung konsep dasar yang sama, yaitu pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat yang berorientasikan pada kepentingan, kondisi dan karakteristik pemelajar (peserta didik) dan berbagai pola belajar dengan menggunakan aneka sumber belajar. Pendidikan sepanjang hayat me-

rupakan salah satu bentuk hak asasi manusia, yaitu bahwa setiap manusia mulai dari kandungan hingga liang lahat berhak untuk memperoleh apa yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya sesuai norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sistem pendidikan sepanjang hayat menjamin kebebasan setiap peserta didik untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan karakteristiknya secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing. Pengakuan atas hasil pendidikan sepanjang hayat ini tidak didasarkan pada adanya ijazah, diploma atau sertifikat, melainkan lebih didasarkan pada pengakuan oleh masyarakat, dari masyarakat, atas kinerja peserta pemelajar di masyarakat. Sistem pendidikan terbuka dan mandiri berusaha memberdayakan pemelajar dengan berorientasi kepada kepentingan, kondisi dan karakteristik mereka, diselenggarakan dengan berbagai pola pilihan kegiatan pembelajaran, serta dengan digunakannya berbagai sumber belajar. Pendidikan terbuka harus memungkinkan perkembangan potensi pemelajar dengan optimal sesuai dengan kondisi mereka masing-masing.2

Prinsip Pendidikan Terbuka dan Mandiri

Pendidikan terbuka dan mandiri diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip kebebasan, kemandirian, keluwesan, mobilitas dan efisiensi. Prinsip kebebasan diwujudkan dengan adanya sistem pendidikan secara bebas untuk diikuti oleh siapa saja yang berbeda kondisi dan karakteristik masing-masing; Prinsip kemandirian diwujudkan dengan adanya kurikulum atau program pendidikan yang memungkinkan untuk dapat dipelajari secara mandiri (independent learning), belajar perorangan ataupun dalam kelompok sebaya, dengan sesedikit mungkin bantuan dari guru atau tenaga kependidikan lain; Prinsip keluwesan, diwujudkan dengan dimungkinkannya peserta didik untuk memulai mengakses sumber belajar, mengatur jadwal dan kegiatan belajar, mengikuti ujian atau penilaian kemajuan belajar dan mengakhiri pendidikannya di luar ketentuan batasan waktu dan tahun ajaran; Prinsip keterkinian (immediacy) diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran dan sumber belajar pada saat diperlukan (just-intime); Prinsip kesesuaian diwujudkan dengan adanya program belajar yang terkait langsung dengan kebutuhan pribadi maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan masyarakat; Prinsip mobilitas diwujudkan dengan adanya kesempatan untuk berpindah lokasi, jenis, jalur dan jenjang pendidikan yang setara atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setelah memenuhi persyaratan kompetensi yang diperlukan; Prinsip efisiensi diwujudkan dengan pendayagunaan berbagai

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

Mengakomodasi Pendidikan Terbuka dan Belajar Mandiri Ke Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Suatu Catatan Kecil Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional) Oleh: Yuli Kwartolo macam sumber daya dan teknologi yang tersedia dengan seoptimal mungkin.

Landasan Perkembangan Pendidikan Terbuka dan Mandiri

Sistem pendidikan terbuka dan mandiri memiliki landasan perkembangan tersendiri baik dari segi ontologi, epistemologi dan aksiologi. Landasan Ontologi adalah, bahwa pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan yang berbeda. Manusia mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri secara berbeda; mampu berkembang sesuai dengan potensi genetika dan lingkungannya; serta mempunyai keluwesan untuk mengubah dan membentuk kepribadiannya. Landasan Epistemologi, adalah jawaban bagaimana sistem pendidikan ini dapat terselenggara, yaitu dengan memberdayakan lembaga masyarakat, termasuk keluarga, untuk mengembangkan, memilih dan atau memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dengan mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal. Landasan Aksiologi, adalah asas manfaat yang diperoleh pemelajar. Asas manfaat itu meliputi pemelajar dapat mengikuti pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan; dapat memilih program pendidikan yang diminati dan yang memberi kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya seoptimal mungkin.

Homeschooling dan Belajar Mandiri

Homeschooling atau bersekolah di rumah dan belajar mandiri merupakan dua bentuk alternatif pendidikan di luar jenis pendidikan formal dan non formal. Menurut berbagai sumber yang penulis baca, homeshooling sudah berkembang di Amerika Serikat dan mempunyai kurikulum sendiri, bahkan di-

akui oleh pemerintah. Menurut informasi yang ada di http://www.seniorsnews.co.id/ (sekolah rumah lebih fleksibel), data dari National Household Education Surveys Program (NHES) yang dikutip dari National Center for Education Statistics Amerika Serikat, ada sekitar 1,1 juta anak yang belajar di rumah pada tahun 2003. Empat tahun sebelumnya, tahun 1999, baru sekitar 850 ribu anak (sekitar 1,7 persen dari populasi usia sekolah) yang bersekolah di rumah. Berarti terjadi peningkatan sekitar 0,5 persen. Beberapa alasan yang mendasari pelaksanaan homeschooling di AS antara lain adalah: 1) pengawasan preventif yang dilakukan orang tua terhadap anaknya mengingat sekolah menjadi tempat perkelahian dan peredaran obat bius; 2) fleksibelitas yang memungkinkan orangtua memberikan palajaran sesuai dengan minat anaknya; 3) fleksibelitas dalam pengaturan waktu belajar anak; 4) ingin memberikan pendidikan agama dan moralitas secara lebih intensif kepada anakanaknya. Ery Sukresno, seorang konsultan pendidikan pada Sumayyah Training dan Consultant memberikan beberapa alasan berkaitan dengan homeschooling, yaitu: 1) profesi orangtua yang sering berpindah-pindah; 2) memberikan keleluasaan waktu, tempat, dan bagaimana proses pembelajaran berlangsung; 3) mempertahankan akidah dan ritual keagamaan anak; 4) menjauhkan anak dari lingkungan sekolah yang semakin membahayakan; dan 5) meningkatkan jalinan yang kuat dan hangat dalam keluarga. Menurut pakar pendidikan Arief Rachman, homeshooling atau belajar di rumah sebenarnya tidak ada bedanya dengan pendidikan di sekolah. Penyampaiannya saja yang berbeda, karena di rumah menggunakan pendekatan yang personal. Bersekolah di rumah mengembalikan konsep dasar pendidikan, yakni pada keluarga, bukan pihak

lain seperti sekolah. Anak menjadi mandiri dan hubungan dengan keluarganya menjadi harmonis. Sekarang apa yang dimaksud dengan belajar mandiri? Belajar mandiri dapat diartikan sebagai sebuah proses, metode, dan sebuah filsafat pendidikan dengan mana pemelajar memperoleh pengetahuan dengan usahanya sendiri dan mengembangkan kemampuan untuk penilaian atau kritik (Philip Candy, 1991). Dalam bahasa Inggris dikenal beberapa istilah, seperti Â’autonomous learningÂ’, Â’independent learningÂ’, Â’independent studyÂ’, individualized instructionÂ’, atau Â’self-directed learningÂ’. Pada dasarnya, hakikat belajar mandiri adalah perhatian pada kebutuhan pemelajar. Idealnya pemelajar dapat mengontrol langkah kemajuan mereka sendiri melalui instruksi-instruksi, dengan penggunaan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan keterampilan masing-masing.3 Konkritnya, sistem belajar mandiri sebagai suatu sistem yang dapat dipandang sebagai struktur, proses, maupun produk.4 Sebagai struktur maksudnya adalah adanya suatu susunan dengan hirarki tertentu. Sebagai proses adalah adanya tata cara atau prosedur yang runtut, sedangkan sebagai produk adalah adanya hasil atau wujud yang bermanfaat. Sistem belajar mandiri merupakan sebuah alternatif bagi siapapun yang ingin mencoba cara belajar atau bersekolah yang berbeda dari yang selama ini dikenal. Kemampuan dan kompetensi yang berbeda-beda dalam setiap individu, termasuk dalam menuntut ilmu melahirkan sistem persekolahan konvensional yang penuh dengan peraturan spesifik, mengekang, ketat dari penyelenggara sekolah. Intinya, belajar mandiri ingin memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat, baik bagi mereka yang tidak bisa ataupun tidak ingin belajar di sekolah formal. Selama ini, pengakuan dan penilaian terhadap keberhasilan seseorang dalam bidang pendidikan hanya terbatas pada selembar kertas yang disebut ijazah atau sertifikat dan gelar akademik. Penilaian dan pengakuan semacam ini tidaklah salah, namun kurang akurat bila kita menginginkan seseorang memiliki kompetensi atau profesionalisme dalam bidangbidang tertentu. Selain itu, penilaian tersebut juga tidak memberi kesempatan kepada orang-orang yang memiliki kompetensi dalam bidang tertentu, namun tidak memiliki ijazah. Mereka itu adalah kelompok masyarakat yang memiliki kompetensi sangat tinggi berkat belajar mandiri. Dapat disebutkan di sini orang seperi Bob Sadino dan Lim Swie Long tidak pernah mengenyam pendidikan formal, namun kemampuannya, profesionalnya melebihi orangorang yang memperoleh gelar pendidikan sampai berpuluhpuluh. Kepakarannya diakui masyarakat dan pemerintah. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk memberi akreditasi atau penilaian ter-

hadap hasil belajar mandiri antara lain: 1) wawancara, 2) tes praktik; 3) tes baku (tes standar); 4) portofolio; 5) kolokium (terdapat suatu diskusi yang mendalam tentang suatu topik tertentu, antara peserta diskusi dengan para ahli untuk mengungkapkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan pemelajar yang sedang dinilai); 6) pengakuan publik (biasanya bentuk pengakuan ini diberikan kepada individual yang telah mempunyai segudang pengalaman dari hasil belajar mandirinya).

Penutup

Mengingat banyaknya warga masyarakat Indonesia yang tidak semuanya memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan atau tidak tertampung di sekolah, ditambah lagi dengan warga masyarakat yang menginginkan pendidikan lanjutan, maka penyelenggaraan pendidikan terbuka dan belajar mandiri merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Lebih dari itu adalah untuk membantu mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) atau masyarakat berpengetahuan (knowledge society) sebagai salah satu indikator kemajuan suatu bangsa. Homeschooling dan belajar mandiri adalah suatu fakta yang terjadi di tengahtengah kita. Oleh karena itu pemerintah harus bangga dan mendukung kegiatan ini, sebab sebagian beban pemerintah dalam bidang pendidikan terbagi dengan masyarakat, keluarga, dan individu-individu tertentu. Sudah seharusnyalah praktik pendidikan seperti itu diakomodasi atau diakui secara legal formal. Sehingga homeschooling dan belajar mandiri menjadi bagian dari sebuah sistem pendidikan nasional. Keberadaannya tidak akan mengancam bangunan struktur dan sistem pendidikan yang berlaku di negeri ini. Pendidikan terbuka seperti homeschooling dan belajar mandiri berkontribusi dalam mencapai apa yang ditetapkan oleh UNESCO (1996) dengan empat pilar pendidikan, yaitu: (1) belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan (learning to know); (2) belajar untuk menguasai keterampilan (learning to do); (3) belajar untuk hidup bermasyarakat (learning to live together); dan (4) belajar untuk mengembangkan diri secara masksimal (learning to be).*** Daftar Pustaka: 1

2 3

4

Yusufhadi Miarso., Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, 2005, halaman 614. Miarso, ibid., p.304 Gagne et al, 1992, dalam a hypertext history of Instructional Design. Miarso, cop it., p.251

Yuli Kwartolo, Pemerhati masalah pendidikan.


10

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Guru&Karyawan

BPK PENABUR Jakarta menetapkan tahun pelajaran 2006-2007 sebagai Tahun Ilmiah. Dalam acara yang mengangkat tema “Mengembangkan Sikap Tanggung jawab, Setia, dan Baik Hati Melalui Pola Pikir Ilmiah”, digelar berbagai kegiatan yang terbagi dalam empat kegiatan pokok yakni lomba, seminar, workshop, dan puncak acara.

Jenjang TK

Lomba Cerita Berdasarkan Pengamatan (Kategori A) _________________________

Lomba Cerita

Berdasarkan Pengamatan ________________________ Lomba Cerita berlangsung pada 29 Januari 2007 di Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Lomba diikuti oleh 28 peserta yang terdiri atas siswa-siswi TK B dari 14 TKK BPK PENABUR Jakarta. Dalam lomba tersebut, peserta dibekali uang sebesar Rp. 10.000,- untuk berbelanja di Pasar Swalayan Hero, Tanjung Duren. Kemudian peserta menceritakan kembali pengalaman mereka berbelanja dan apa saja

yang mereka amati dalam kegiatan tersebut. Juri dalam lomba ini adalah DR. Anggani Sudono (Staf Ahli Pendidikan Usia Dini UNJ), Ratnawati H. Wirawan, M.Th.(Mantan Pengurus BPK PENABUR Jakarta periode 2002-2006), dan Dian Kurnia, S.Pd. (Kabag. Layanan Siswa)

Lomba cerita berlangsung pada 22 Februari 2007 di Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Lomba diikuti oleh 26 peserta yang terdiri atas siswa-siswi kelas 1 dan 2 dari 13 SDK BPK PENABUR Jakarta.

membeli tiket pulang dan pergi naik Bus Trans Jakarta. Kemudian peserta menceritakan kembali pengalaman mereka naik Bus Trans Jakarta dan apa saja yang mereka amati dalam kegiatan tersebut.

Dalam lomba tersebut, peserta melakukan pengamatan dengan naik Bus Trans Jakarta rute Kalideres Blok M (pulang pergi) pada 21 Februari 2007. Mereka dibekali uang sebesar Rp. 3500,- untuk

Juri dalam lomba ini adalah Dra. Endang Setyowati, M.Pd. (Fasilitator Character Building, Mantan Kabid. BK BPK PENABUR Jakarta), Dra. Elisabeth Yuli Istuti (Kabid. Personalia - Bagian SDM BPK PENABUR Jakarta), dan Dian Kurnia, S.Pd (Kabag. Layanan Siswa).

Jenjang SD Lomba Karya Tulis Ilimiah Kategori B

(Kls 3-4) & Kategori C (Kls 5-6) ___________________

Lomba berlangsung pada 28 Februari 2007 (Presentasi Karya Ilmiah) di SMAK 1 Lantai 7, Jalan Tanjung Duren raya 4 Jakarta Barat. Kategori B diikuti oleh 13 kelompok kelas 3-4 dari 13 SDK. Juri dalam lomba ini adalah Sianny Dewi, S.Pd. (Mantan Kajeng TKK BPK PENABUR Jakarta), Yuli Kwartolo, S.Pd (Staf P4 BPK PENABUR Jakarta), dan Dian Kurnia, S.Pd. (Kabag. Layanan Siswa). Kategori C diikuti oleh 13 kelompok kelas 5-6 dari 13 SDK. Juri dalam lomba ini adalah Dra. Vitriyani Priyadarsina, M.Pd (dari Lembaga Pendidikan Pancaran Berkat dan Mantan Kabag. Akademik BPK PENABUR Jakarta), Drs. Satijan, M.Pd. (Waka Admin SMAK 1), dan Ir. Ferry Allan Purba, (Kabid. Umum Area Barat BPK PENABUR Jakarta). ***

Jenjang SMP

L o m b a

Robotics _____________

Kegiatan berlangsung pada Rabu, 28 Februari 2007 di Aula SMAK 1, Jl. Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Lomba Robotic terdiri atas Soccer Robo dan Navigation Master yang masingmasing diikuti oleh 7 kelompok (@ 3 orang) dari 7 SMPK. Juara 1 Navigation Master akan diikutsertakan dalam Kompetisi lima negara yaitu Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam dan Australia pada 24-25 Mei 2007 di Singapura, sedangkan Juara 1 Soccer Robo akan mengikuti kompetisi pada November 07 di Singapura. Tim juri lomba Robotic ini adalah Prof. Ng Geok See (dari IT Leasure Singapura), Drs. Hotben Situmorang, MBA dan Dra. Rachel Ninik Sintiani, M.Pd. (P4 BPK PENABUR Jakarta).

Lomba Karya Tulis Ilmiah ________________ Lomba Karya Tulis Ilmiah ini terdiri atas Bidang Sains dan Bidang Humaniora. Karya Bidang Sains berjumlah 18 karya, yang kemudian terpilih 5 karya menjadi finalis untuk

dipresentasikan dan diambil 3 karya yang mendapat nilai tertinggi berdasarkan penilaian juri yang terdiri atas Dra JRE Kaligis, M.Sc (Pusat Peragaan TMII, dan dosen UNJ), Dra. Endang Setyowati (Ka. SMAK 7) dan Matius Biu Sarra, S.Pd (Guru SMAK 1). Sedangkan Bidang Sosial, diterima hanya 4 karya, yang keempatnya dipresentasikan dan diambil 1 karya yang berhasil mencapai nilai tertinggi. Juri dalam lomba ini adalah Ronny Gunawan,MA., M.Pd., M.Th (PUDEK I FKIPUKI), Dra. Vitriyani Priyadarsina, M.Pd.(dari Lembaga Pendidikan Pancaran Berkat & Mantan Kabag. Akademik BPK PENABUR Jakarta), dan Ernilawati, S.Sos (Guru SMAK 5). Presentasi karya ilmiah dilaksanakan pada 27 Maret 2007 di Jl. Tanjung Duren Raya No. 4 Jakarta Barat.

Lomba Stan Informasi NAPZA ______________________ Diikuti oleh 10 kelompok masing-masing terdiri atas 5 orang dan dipilih 3 kelompok terbaik. Lomba dilaksanakan pada 29 Maret 2007 di Aula SMAK 1, dengan juri: dr. Rudi Nuriadi, D. Nutr.( Anggota Tim HIV/AIDS Perwakilan WHO di Indonesia), Ir. Sri Utami (Kabid. Pencegahan Narkotika Sekolah & Perguruan Ting-gi dari Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta) dan Djudjun D. Supriyadi, S.Th. (Kabid. Kerohanian BPK PENABUR Jakarta). Selain menerima hadiah dari panitia, juara 1-3 juga menerima Piala dari Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta yang akan diserahkan oleh Ketua BNP Bapak Fauzi Bowo, yang diwakili oleh Ketua Pelaksana Harian dr. Sudirman, Sp. Kj.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Lomba Karya Tulis Ilmiah terdiri atas Bidang Sains dan Bidang Humaniora. Karya Bidang Sains berjumlah 13 buah, oleh tim juri yang terdiri atas Drs. Widia Nursiyanto, M.Sc., (Sekjen TOFI), Ir. Sylvia Wirawati, M.T. (Pengurus Harian BPK PENABUR), dan Ferry Marwanti, S.P., M.Si.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Guru dan Karyawan

Lomba diikuti oleh 77 peserta, yang kemudian dipilih 10 finalis untuk menentukan juara I-III dan harapan I-III. Juri berasal dari luar BPK PENABUR yaitu: Pdt. DR. Robert Borong (Rektor STT Jakarta), Drs. R. Setyawan Gunadi, M.M (Dosen Prasetiya Mulya dan Mantan Pengurus BPK PENABUR Jakarta) dan DR Georgina Maria Tinungki, M.Si

(Guru SMPK PENABUR Gading Serpong), terpilih 3 karya menjadi finalis untuk dipresentasikan dan kemudian ditentukan peringkatnya. Sedangkan Bidang Humaniora berjumlah 12 karya, dan oleh tim juri yang terdiri atas DR. BP Sitepu (dosen UNJ, UKI dan UKRIDA), Dra. Imma Helianti Kusuma, M.Pd. (P4 BPK PENABUR Jakarta), dan Drs. Hotben Situmorang, MBA (P4 BPK PENABUR Jakarta) terpilih 5 karya untuk dipresentasikan dan diambil 3 karya nilai tertinggi. Presentasi karya ilmiah baik sains maupun humaniora dilaksanakan pada 26 Maret 2007

(Dosen Pasca Sarjana UKRIDA).

SEMINAR ILMIAH

Seminar Ilmiah berlangsung pada 23 Maret 2007 di Aula SMAK 7 Cipinang Indah, dihadiri oleh sekitar 250 peserta guru dan siswa SMPKSLTAK BPK PENABUR Jakarta. Topik seminar adalah “Mengembangkan Pola Berpikir Ilmiah” dengan pembicara Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM (Pendiri

di Ged. E UKRIDA Lt. 5, Jl. Tanjung Duren Raya No. 4 Jakarta Barat.

Lomba Stan Informasi Peduli HIV/AIDS

Lomba diikuti oleh 8 kelompok (masing-masing terdiri atas 5 siswa), berlangsung pada 29 Maret 2007 di Aula SMAK 1. Juri dalam lomba ini adalah Husein Habsyi, S.KM., M.HComm (dari Yayasan Pelita Ilmu), Drs. Marsudi (Kabid. Monitoring & Evaluasi dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah DKI Jakarta), dan dr. Agus Sinatrawan (Penanggungjawab Balai Pengobatan BPK PENABUR Jakarta). Selain menerima hadiah dari panitia, juara I - III juga menerima Piala dari Badan Narkotika Propinsi DKI Jakarta yang diserahkan oleh Ketua BNP Bapak Fauzi Bowo, diwakili oleh Ketua Pelaksana Harian dr. Sudirman, Sp. Kj.** Kelompok Ilmiah Remaja dan Pengajar SMA K Regina Pacis).

WORKSHOP ILMIAH

Workshop Ilmiah “Membimbing Siswa Menulis Karya Ilmiah” berlangsung pada 23 Maret 2007 di SMAK 7, Cipinang Indah. Workshop yang berlangsung selama 3 jam ini diikuti oleh 63 orang Guru SMPK-SLTAK dengan fasilitator Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM.***


Guru&Karyawan

11

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

Tahun Ilmiah BPK PENABUR Jakarta ditutup

dengan acara puncak yakni Kebaktian Syukur dan Pengumuman Pemenang Lomba pada 30 Maret 2007 di Gedung SMAK 1, Lantai 8, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Kebaktian Syukur dilayani oleh Pdt. Simon Stevie (GKI Kanaan), dengan liturgos, Rachel Ninik S. (Bagian Pendidikan). Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Simon Stevie mendasari renungan dengan pembacaan Firman Tuhan dari Matius 25:21 dan Filipi 4:5. Ia mengatakan kepada para nominator yang hadir dalam Puncak Acara bahwa semua karya yang telah mereka buat/persembahkan dalam rangka Tahun Ilmiah BPK PENABUR Jakarta, hendaknya dipakai sebagai alat untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab,

setia, dan baik hati. Ir. Budi Tarbudin, MBA (Ketua Umum Tahun Ilmiah - Pengurus) dalam kata sambutannya di acara ini menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka Tahun Ilmiah dapat terlaksana dengan baik. Namun panitia ingin menyampaikan keprihatinan mengenai Lomba karya Ilmiah Jenjang SMPK dan SLTAK, dimana dalam segi jumlah maupun mutu dinilai masih belum memenuhi harapan. Untuk itu, ia mengatakan pengurus, pejabat struktural, kepala sekolah, dan guru BPK PENABUR

PEMENANG LOMBA BERCERITA JENJANG TKK JUARA NAMA SEKOLAH I Darrel Daniel TKK 8 II Nathania Benita TKK 8 III Christopher P. TKK PENABUR Kota Modern Har. I Jason Utomo TKK 11 Har. II Valerie Myra TKK 2 Har. III Joshua William TKK PENABUR Gading Serpong PEMENANG LOMBA BERCERITA JENJANG SD Kategori A: Kelas 1 dan 2 JUARA NAMA SEKOLAH I Jamestee SDK PENABUR Gading Serpong II Blessdy SDK 3 III Stella Nimas GT SDK PENABUR Kota Modern Har. I Otniel Wijaya SDK 1 Har. II Febe Monika SDK 2 Har. III Emmanuela Vania SDK PENABUR Gading Serpong PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH JENJANG SD Kategori B: Kelas 3 dan 4 JUARA NAMA SEKOLAH I Janice, Monika, Yesika SDK 11 SDK 4

III

Gilberta, Joanna, Tobias

SDK PENABUR Gading Serpong

III

bukan hanya perlu memotivasi siswa, tetapi juga perlu memfasilitasi dalam bentuk sarana, pelatihan, nara sumber, dan wadah yang nyata untuk menyusun karya ilmiah. Atas nama panitia ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik. Selamat kepada para nominator dan pemenang lomba.

Mewakili Pengurus BPK PENABUR Jakarta, Ir. Andreas Kartawinata Pemenang Lomba Stan Informasi Peduli HIV/AIDS mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat berlangsung, kepada siswa dan guru/karyawan yang telah ikut berpartisipasi dengan mengikuti lomba, serta kepada guru pembimbing yang telah membimbing para siswa, dan selamat kepada para nominator dan pemenang Pemenang Lomba Karya Tulis Kategori Guru/Karyawan lomba.

Pemenang Lomba Karya Ilmiah Jenjang SD

Giraldin, Ayu, Hutama

Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Jenjang SD Kategori C: Kelas 5 dan 6 JUARA NAMA SEKOLAH I Angelynn, Stephanie, SDK 11 Yohana II Samuel, Clara, Jeanetta SDK 9

dr. Sudirman, Sp.Kj menyerahkan piala dari BNP DKI Jakarta kepada pemenang Lomba Stan Informasi Peduli HIV/AIDS Jenjang SLTA _______________________________________________

Pemenang Lomba Robotics

II

Hadir dalam acara ini, dr. Sudirman, Sp.Kj. (Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Propinsi (BNP) DKI Jakarta) mewakili Dr. Ing. H. Fauzi Bowo (Ketua BNP – Wakil Gubernur DKI Jakarta), yang pada kesempatan tersebut menyerahkan piala dari BNP DKI Jakarta kepada Pemenang Lomba Stan Informasi NAPZA

(Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Zat Adiktif) Jenjang SMPK dan Pemenang Lomba Stan Informasi Peduli HIV/AIDS Jenjang SLTAK. Ia mengatakan Bapak Fauzi Wibowo memuji program pencegahan NAPZA yang telah dilakukan oleh BPK PENABUR dan meminta ia untuk melihat sendiri apa yang telah dilakukan BPK PENABUR. Kegiatan pencegahan NAPZA merupakan kegiatan positif dan BNP akan memberikan dukungan penuh. Ia berharap BPK PENABUR dapat menjadi Center of Treatment Prevention, yang diikuti oleh sekolahsekolah lain di DKI Jakarta. Dengan sistem pencegahan berkelanjutan dari SD sampai SLTA, BPK PENABUR pada tahuntahun yang akan datang menjadi sekolah bebas narkoba. Acara dimeriahkan dengan tarian tradisional, modern dance, serta kolaborasi tarian, paduan suara, teater, dan ansambel musik yang dibawakan apik oleh 135 siswa-siswi yang tergabung dalam Sanggar Seni BPK PENABUR Jakarta (Sanggar Seni Gunung Sahari, Kelapa Gading, Cipinang, Sunrise, dan Gading Serpong). ***(Na2)

-------------------------------

Jevi, Kristabella, Tiffani

SDK 3

Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Jenjang SMP Bidang Sains JUARA NAMA SEKOLAH I Devina, Grace, Melia SMPK 7 II

Ananda, Natasha, Taradita

SMPK 8

III

Reynaldi, Yohana, Agustin

SMPK 4

Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Jenjang SMP Bidang Humaniora JUARA NAMA SEKOLAH I Cynthia Kurniawan SMPK 1

JUDUL Tsunami Sang Gelombang Pembunuh Pengaruh Aktivitas Perambahan Hutan Terhadap Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia Bencana Tsunami di Aceh, 26 Desember 2006

JUDUL Gempa di Yogyakarta Bencana Alam yang Melanda Indonesia adalah Duka Kita Semua Tangisan di Negeri Rawan Bencana

JUDUL Pengganti Air Abu Sebagai Pengenyal dan Pengawet dalam Pembuatan Mie Basah Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Kesegaran Bayam yang Disimpan Dalam Lemari Pendingin Pengaruh Air Limbah Tempe Terhadap Fisiologi, Pertumbuhan, dan Struktur Anatomi Batang Tanaman Kangkung Dalam Kultur Hidroponik

JUDUL Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Peningkatan Minat Belajar Siswa

Pemenang Lomba Stan Informasi NAPZA Jenjang SMP JUARA NAMA SEKOLAH I Hedista, Cindy, Febiola, SMPK 6 Jefferson, Michael II Sofia, Angellica, Florentina, Desilia, Kevin SMPK PENABUR Bintaro Jaya III Jenifer, Raymond, SMPK 7 Karnika, Dion, Laura Pemenang Lomba Stan Informasi Peduli HIV/AIDS Jenjang SLTA JUARA NAMA SEKOLAH I Bryan, Rafica, Hendro, SMAK 1 Leah, Angelina Danny, Sabina, Putu Surya, SMAK PENABUR Gading Serpong II Clarissa, Felicia III Jeremia, Hans, Michael, SMAK 4 Betsaida, Ruth Pemenang Lomba Robotics Jenjang SMP Kategori Navigator Master JUARA NAMA I Alvin Suadana, Ionanes Julio, Jonathan K. II Louis Kartason, Joshia S, Yogi Hamdani III Glen, L. Gees, Calvin Pemenang Lomba Robotics Jenjang SMP Kategori Soccer Master JUARA NAMA I Diga W, Shanti, Ignatius II F. Stephen, Andreas W., Gani Lahirin III Christopher, Edgar, Yoshua Top Scorer

SEKOLAH SMPK 4 SMPK PENABUR Gading Serpong SMPK 5

SEKOLAH SMPK 4 (B) SMPK 4 (A) SMPK 6 (B)

: SMPK 4

Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Jenjang SLTA Bidang Sains JUARA NAMA SEKOLAH I Dhamma, Hilber, SMAK 4 Jonathan II Gregorius, Grennady, SMAK 1 Yonatan III Mario, Reisa, SMAK 1 Yossi Stevan Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Jenjang SLTA Bidang Humaniora JUARA NAMA SEKOLAH I Yunita, Michelle, Fenny SMAK 5 II

Savrina, Hana, Vera

SMAK 5

III

Ananda, Hana, Imelda

SMAK 7

Pemenang Lomba Karya Tulis Untuk Guru/Karyawan JUARA NAMA SEKOLAH I Iyun A. Antonio SMKK 1

II

Keke Taruli Aritonang

SMPK 1

III

Erna Harmadji

SDK 1

Har. I

Theresia Merry Christin

SDK 11

Har. II

Siwi Tri Wahyuningtyas

SMAK 3

Har. III

Elisabeth Marsaulina

TKK PENABUR Kota Modern

JUDUL Kol Merah Sebagai Indikator Asam Basa Pengaruh Gelombang Ultrasonik Terhadap Alga Pengaruh Berbagai Macam Bahan Baku Serta Proses Pembuatan Arang Terhadap Kualitas Arang

JUDUL Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Kecil di Lingkungan Sekolah BPK PENABUR Kelapa Gading Sosialisasi Program “Sahabat Masa Depan” Dalam Melatih Kepedulian Siswa Kehidupan Masyarakat Pemukiman Kumuh di Daerah Cipinang Jakarta Timur JUDUL Hubungan Antara harapan Orangtua Dengan Kenyataan Tanggung Jawab Terhadap Perkembangan karakter Anak Didik Upaya Mengembangkan Nilai, Moral, dan Sikap Siswa Melalui Kegiatan Membaca dan Mendongeng Warna Karakter Anak Didik Merupakan Kombinasi Warna Karakter Para Pendidiknya Membentuk Perilaku Siswa Melalui Dongeng Guru Sebagai Penentu Arah Perkembangan Karakter Siswa Membangun Karakter Anak Usia Dini Melalui Latihan-latihan Praktis Kehidupan


12

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Mendidik Anak Kembar

Chicha

pulang dari sekolah dengan wajah cemberut. Ia langsung masuk kamar dan menutup pintu dengan membantingnya. Berbeda dengan kembarannya, Chika, yang wajahnya tampak berseriseri dan sesekali bersenandung kecil. Ibunya pun tampak heran melihat kedua putri kembarnya yang hari ini berbeda kelakuan. Chicha tampak sedih dan sebaliknya Chika riang gembira. Ada apa gerangan? Sang ibu pun mengetok pintu kamar si kembar dan menemui Chicha yang sedang menelungkupkan mukanya ke bantal. “Chicha, ada apa dengan kamu hari ini nak?” Tanya sang Ibu. “Aku gagal mah”, ujar Chicha. Sementara itu, Chika yang berdiri di belakang punggung sang ibu tersenyum bangga sambil memperlihatkan surat dari sekolah yang menyatakan bahwa ia lolos seleksi untuk mewakili sekolah dalam Lomba Pidato tingkat propinsi diwilayahnya.***

Kasus seperti di atas mungkin pernah Anda temui atau bahkan alami sendiri. Si kembar merasa tidak sama dari kembarannya. Kembarannya lebih pandai tentang sesuatu hal dibanding dirinya. Kenyataan ini kemudian membuat si kembar menjadi rendah diri. Lantas bagaimana kita sebagai orangtua menyikapi hal tersebut? Apa kiat-kiat untuk menghadapi si kembar agar mereka tumbuh sebagai individu yang mandiri dan bertanggung jawab. Menurut Dr. Seto Mulyadi, atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Seto (Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Nakula Sadewa yang juga seorang psikolog), kemandirian bukan hanya sekedar berkaitan dengan hal-hal yang bersifat fisik seperti mandi

sendiri, memakai baju sendiri, makan sendiri, dsb. Namun juga berkaitan dengan hal-hal yang bersifat psikologis, seperti kemampuan untuk menentukan pilihan atau keputusan berdasarkan pertimbangannya sendiri. Pada anak kembar dimana mereka sejak usia bayi selalu bersama-sama, kemudian ditambah dengan perlakuan orangtua yang berlebihan dengan selalu membuatnya sama, seperti: baju selalu sama, potongan rambut sama, dsb., akan menciptakan ketergantungan yang tidak wajar lagi pada anak kembar. Mereka akan terkondisi untuk selalu bersama-sama dan akhirnya menjadi sulit untuk berdiri sendiri. Anak-anak yang memiliki ketergantungan

berlebihan terhadap orang lain biasanya akan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Dia tidak dapat mengembangkan kemampuannya untuk mengambil keputusan, menjadi tidak berdaya dan semua perilakunya cenderung dipengaruhi oleh orang lain tempat ia bergantung. Keadaan ini tentu akan sangat merugikan perkembangan mereka pada usia menjelang remaja atau dewasa kelak. Oleh karena pada saat mereka harus tampil sebagai individu yang berdiri sendiri, mereka menjadi sulit untuk dipisahkan. Seiring dengan datangnya masa remaja, muncul pula keinginan untuk semakin mandiri dan mengembangkan individualitasnya masing-masing. Bagi remaja kembar, kebutuhan pengembangan individualitas ini dirasakan lebih kompleks karena di satu sisi mereka harus mengenali dirinya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain, namun di sisi lain mereka juga harus mengenali diri mereka sendiri dalam hubungan dengan pasangan kembarnya. Mereka harus belajar menerima kenyataan bahwa di satu sisi mereka harus tumbuh menjadi individu yang unik dengan segala kebebasannya, namun di sisi lain mereka juga tumbuh sebagai anak kembar yang memiliki berbagai kesamaan dalam hal-hal tertentu. Untuk itu,

dukungan orangtua terhadap proses kemandirian anak kembar di masa remaja dirasakan sangat penting. Kak Seto yang juga adalah anak kembar ini mengingatkan bahwa ada tiga peristiwa berbeda yang akan dihadapi oleh setiap pasangan kembar dalam hidupnya, yaitu perkawinan, pekerjaan, dan kematian. Dalam suatu perkawinan, setiap orang akan menemukan jodohnya masing-masing dan umumnya adalah pasangan hidup yang berbeda. Begitu pula dengan pekerjaan. Tidak mudah bagi orang kembar mendapatkan suatu pekerjaan di tempat yang sama. Dan kematian, masing-masing akan menempuh waktunya sendirisendiri. Apabila sejak usia dini mereka mengembangkan saling ketergantungan yang berlebihan, maka tidak tertutup kemungkinan setelah dewasa keduanya akan terganggu atas ketiga peristiwa tersebut. Untuk itu, orangtua perlu mengkondisikan sejak awal agar si kembar tidak tergantung satu sama lain secara berlebihan. Kemandirian perlu ditumbuhkan pada anak kembar sejak usia dini. Pada mereka ditanamkan bahwa sekalipun mereka anak kembar, mereka tetap dua individu yang berbeda. Dua individu yang unik dan masing-masing bisa memiliki selera atau keinginan

Kembar Identik vs Kembar Fraternal

Kembar identik atau Monozygotic (MZ) atau kembar Kembar fraternal atau non identik atau Dizygotic satu telur yaitu jenis kembar yang pada masa kehamilan sama dengan awal kehamilan anak tunggal biasa, yaitu satu telur yang telah dibuahi oleh satu sperma menjadi satu zigot. Namun kemudian oleh suatu sebab yang belum diketahui sampai saat ini, sel telur yang telah dibuahi ini membelah menjadi dua zigot yang identik. Dua zigot inilah yang kelak akan lahir menjadi sepasang bayi kembar identik. Pada kembar identik, karena berasal dari gen yang sama, maka dapat dipastikan akan berjenis kelamin sama pula. Pada mereka akan dijumpai ciri-ciri jasmaniah yang mirip satu sama lain.***

(DZ) atau kembar dua telur. Kembar fraternal dimungkinkan karena pada suatu siklus haid seorang ibu dapat dihasilkan dua sel telur sekaligus yang siap untuk dibuahi. Karena berasal dari dua sel telur, sebenarnya kedua bayi kembar ini adalah seperti kakak beradik biasa yang lahir pada saat yang sama. Kembar jenis ini dapat pula terjadi melalui pembuahan pada saat yang berbeda namun tetap dalam satu siklus haid yang sama. Kejadian ini sering disebut sebagai super fekundasi. Penampilan kembar fraternal umumnya tidak semirip pasangan kembar identik.***

yang berbeda. Salah satu cara untuk menumbuhkan kemandirian adalah dengan memberikan pengalaman yang berbeda pada masing-masing anak. Misalnya, salah satu anak ikut ibu pergi ke hypermarket dan yang lain ikut ayah ke toko buku. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi anak kembar:

1.

Keinginan yang kuat untuk mandiri dan tampil dengan segala ciri kepribadiannya yang unik perlu didukung oleh orangtua, agar masingmasing dapat memiliki konsep diri yang positif dan dapat berkembang secara lebih optimal. Masingmasing ingin dipanggil dengan nama dan identitasnya yang khas, bukan sebagai kesatuan dengan saudara kembarnya.

2.

Dalam mewujudkan individualitasnya, anak kembar sungguh tidak ingin dibandingbandingkan satu sama lain. Apabila mereka ditemukan berbeda, orang cenderung akan memperbandingkan perbedaannya dan kemudian mencari-cari kekurangan salah satu pihak. Hal ini tentu dirasakan sangat mengancam rasa aman si kembar secara psikologis.

3.

Salah satu tahap mengembangkan kemandirian si kembar, kadang-kadang timbul perasaan benci pada pasangan kembarnya yang ditandai dengan pertengkaran di antara mereka. Hal ini hendaknya tetap dilihat secara wajar. Orangtua tidak perlu

khawatir secara berlebihan, karena umumnya konflik semacam ini tidak berlangsung lama dan akan segera mereda seiring dengan makin matangnya usia si kembar.

4.

Apabila salah satu tampil lebih unggul atau lebih populer dibandingkan dengan pasangan kembarnya, kadang-kadang muncul rasa cemburu di antara mereka. Hal ini pun wajar. Orangtua tidak perlu berambisi agar keduanya bisa tampil dan berprestasi persis sama. Justru karena mereka harus tumbuh secara mandiri, maka orangtua perlu meyakinkan kepada si kembar bahwa mereka tumbuh dan berkembang dengan irama dan gaya masing-masing. Si kembar sendiri perlu diajak juga untuk tidak saling membandingkan dengan pasangan kembarnya, namun memusatkan perhatian pada pengembangan diri masing-masing agar maju dan berkembang secara optimal.

5.

Tidak dapat dihindari munculnya persaingan di antara si kembar. Apabila orangtua mengarahkan mereka untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang berbeda, maka persaingan di antara mereka juga dapat berkembang secara positif. Artinya masing-masing tetap dapat meraih prestasi tertinggi untuk dua kegiatan yang berbeda. Namun tidak tertutup kemungkinan untuk bidang yang sama pun mereka tetap bisa saling memotivasi prestasi masingmasing. Selamat mendidik si kembar menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab. ***(Na2 & Jcx)

Sumber:

* Wawancara dengan Dr. Seto Mulyadi * Dr. Seto Mulyadi. (1996). Kiat Menghadapi Anak Kembar. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.


13

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007 Ternyata di BPK PENABUR Jakarta banyak anak kembar lho ... Di SDK 11 BPK PENABUR Jakarta saja ada sebelas pasang anak kembar, dua diantaranya kembar tiga. Bagaimana sih kehidupan mereka sebagai anak kembar? Apa saja hal unik yang mereka alami? Yuuk kita simak hasil wawancara redaksi TPJ.

Riani Tricahya (5C) & Joti Reinaldo (6B) Aryadi Darma (5A) dan Joti Reinaldi (6A) Kami senang jadi anak kembar karena jadi punya teman main. Kami juga dapat saling membantu, misalnya kalau salah satu diantara kami ketinggalan alat tulis, kami dapat saling meminjam. Asyik khan ...? Meskipun kami kembar, tapi kami nggak selalu sama. Ini mungkin juga karena kami beda jenis kelamin ya ... Nggak lucu khan kalau potongan rambut sama ... , kami khan kembar cowok cewek. Riani dan Aryadi punya hobi sama yakni olahraga. Riani suka basket

Ditanya senang nggak jadi anak kembar? Tentu saja kami senang karena punya teman main dan berantem, he ... he... Tapi kami berantem nggak lama kok hanya lima menit. Dulu kami selalu mempunyai barang-barang yang sama mulai dari baju, sepatu, dsb. Namun seiring perjalanan waktu, saat usia kami menginjak 7 tahun, kami minta pada orangtua kami agar tidak membelikan segala sesuatu yang sama. “Kami nggak suka aja,” kata Aldo dan Aldi kompak. Ba-

Michaella C. Hadi (4A) dan Mellisa C. Hadi (4D)

“Coba tebak, saya Michaella atau Mellisa,” kata si kembar. Pasti susah membedakan kami soalnya mulai dari wajah, potongan rambut, baju, sepatu, dan hampir semua yang kami miliki, sama. Kami sih suka aja. Hobi kami sama lho suka baca, tapi Michaela suka baca komik sementara Mellisa suka baca novel. Kami sering mengalami kejadian unik, misalnya kalau salah satu diantara kami sakit, maka esok harinya kembaran kami sakit. Kami sangat senang jadi anak kembar. “Punya teman main,” kata keduanya kompak.

Grashela Kusuma (6C) dan Grasheli Kusuma (6B)

Meskipun hampir semua yang kami punya sama, tapi untuk warna, kami punya kesukaan warna yang berbeda, Shela suka warna biru tapi Sheli suka warna pink. Pernah suatu kali Shela dapat nilai lebih tinggi dari Sheli. “Aku nggak pa ... pa ... Tapi aku ingin lain kali kalau ulangan dapat nilai

Nadya Priguna (4A), Ervin Priguna (4C), dan Irvin Priguna (4D) Kami sering mengalami kejadian unik, misalnya kalau salah satu diantara kami sakit, yang lain ikut sakit. Hobi kami bertiga beda lho, Nadya suka main komputer dan lego, Ervin suka olahraga, dan Irvin suka berenang, main komputer dan lego. Kami senang jadi anak kembar karena kami jadi

punya teman main. Di rumah kami suka bertanding main komputer. Seru ... asyik ...

Caren Putri W, Cindy Putri W., dan Cynthia W. (5D) Hampir semua yang kami punya sama. Baju, sepatu, tas, dll., semua sama. Menurut orangtua

Mewarnai Gambar. Aku sangat senang dapat menjadi juara,” tutur Karen. “Aku juga senang Karen juara dan aku pengin juga juara kayak dia,” ungkap Kaycee.

kami ada yang punya prestasi lebih, kami kembarannya justru bangga. Kami nggak merasa rendah diri dengan kembaran kami. “Kalau kembaran kami berprestasi, kami kembarannya terpacu untuk punya prestasi yang sama. Caranya, dengan belajar bareng,” tutur Caren.

Sarah (6C) dan Sonia (6D)

“Apa yang dimiliki Sarah itu sama dengan yang aku miliki, kecuali warnanya beda,” tutur Sonia. Seringkali kami mengalami kejadian-kejadian unik. Pernah dalam suatu ulangan untuk mata pelajaran yang sama, kami mendapat nilai sama, dengan salah yang sama pada nomor soal yang sama juga. Kejadian unik lain, kalau diantara kami salah satu sakit, pasti yang lain juga sakit.

dan Aryadi suka sepakbola. “Aku pernah jadi juara lomba basket,” tutur Riani. “Meskipun aku belum pernah juara di bidang sepakbola, tapi aku nggak iri dengan prestasi saudara kembarku,” tutur Aryadi.

***

nyak orang yang suka ketukar lho menyebut nama kami ... Asal tahu aja ya ... untuk membedakan kami berdua itu dengan meminta kami nyanyi. Mengapa? Karena suara kami memang beda, suara Aldo lebih berat sementara Aldi lebih merdu.

yang sama seperti Shela. Caranya ... ya aku minta ajarin sama Shela,” ujar Sheli.

kami, hal ini agar memudahkan mereka untuk mengontrol kami, misalnya saat di mal. Kami senang jadi anak kembar karena jadi punya teman bermain dan kami dapat saling membantu ketika ada tugas misalnya membuat prakarya. Kadang kami juga berantem, tapi nggak lama juga sudah baikan lagi. Bila diantara

Karen (1B) dan Kaycee (1D)

Kami senang jadi anak kembar karena bisa main bersama. Kami punya hobi yang sama juga lho ..., yaitu main piano. “Aku juga punya hobi olahraga dan menggambar. Aku pernah juara I Lomba Lari Estafet dan Juara Harapan II

Jason (1B) dan James (1D)

“Jadi anak kembar? Senang dong ..., kami bisa main sama-sama, berangkat sekolah sama-sama, dsb,” ungkap Jason dan James. Kami juga punya kesukaan yang sama, yaitu olahraga. Kami berdua pernah menjadi juara Lomba Lari dan Lomba Menyanyi. “Untuk membedakan kami berdua, lihat saja wajah kami. Jason punya tahi lalat di dekat matanya,” tutur James.

Reinhard (Kelas 1B) dan Raymond (1D)

Kami senang jadi anak kembar karena punya teman main. Meskipun kembar, kami memiliki tinggi badan yang berbeda. Raymond lebih tinggi dari Reinhard. Ukuran sepatu kami juga beda lho. “Tapi nggak pa pa ..., soalnya biar nggak ketukar khan kalo beda,” tutur Reinhard dan Raymond kompak.**(Na2 & JCX)


No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Dari Siswa ke Siswa - TK

Lebih Dekat Dengan Lingkungan sehari pada bulan Januari 2007. Mereka ikut menanam benih buah jambu kelutuk, benih buah mangga, dan benih buah jeruk di Aduh Taman Buah Mekar senangnya, Sari, Cileungsi. siswa TK A dan TK Pulang dari sana, B menjadi petani semua siswa

membawa oleh-oleh satu pot yang berisi benih buah yang tadi ditanam dan satu buah melon yang kita petik sendiri dari pohonnya. Wah ... capek deh, tapi semua senang dapat pengalaman baru.

Cooking

Untuk meningkatkan kembali kemampuan siswa dalam mengungkapkan kembali cerita yang telah dibaca/didengar, serta untuk mengembangkan kepribadian siswa, TKK PENABUR Gading Serpong mengadakan Lomba Cerita Agama untuk siswa-siswi jenjang TK A dan TK B pada 14 Maret 2007. Ternyata banyak juga siswa-siswi yang berminat mengikuti lomba tersebut. Mereka diminta untuk memilih satu diantara judul cerita berikut ini:

Mmmm yummy ..., Mama C. Aaron (TK B) tanggal 16 Februari 2007 lalu mengajak kita memasak spaghetti lho ..., makanan khas dari Itali. Sebelum diolah, bahan-bahan yang akan dimasak diperkenalkan lebih dahulu ke siswa, yang pasti ada spaghetti, lalu paprika merah dan hijau, keju, tomat, bawang Bombay, dll. Siswa juga boleh mencoba ikut memotong-motong sosis. Setelah spaghetti selesai dimasak, hasilnya wah yummy banget deh ... Terima kasih ya Mama Aaron ...

Pemenang Lomba Cerita Agama Jenjang TK A Juara I Juara II Juara III Harapan I Harapan II Harapan III

: Matthew Kurnia (A3) : Jason Samuel R. (A3) : Thian, Daniel Iskandar (A5) : Amabel Angel Louis (A4) : Priscilla D. (A3) : Alexander (A5)

Jenjang TK B Juara I Juara II Juara III Harapan I Harapan II Harapan III

: Joshua Williams (B1) : Jennifer Kenly (B6) : Erich Solomon S (B5) : Laurentia Ellen (B3) : Aloysius Andrew J. (B6) : Jessica Jesslyn Cerelia (B5)

Oleh: Tim Buletin TKK PENABUR Gading Serpong

kuda ... Tema pelajaran TK A minggu ini adalah Kendaraan di Darat. Jadi TKK 8 ingin mengenalkan salah satu kendaraan di darat yaitu delman. Tanggal 23 Maret 2007 siswa TK A senang sekali naik delman, meskipun hanya keliling kompleks sekolah delman, Bu ...,” kata salah satu siswa yang tidak mau turun dari delman karena masih mau ikut keliling.

Bahtera Nuh Samuel Dipanggil Allah Yunus dan Ikan Besar

Anak yang Hilang Daniel Didalam Gua Singa Orang Samaria yang Baik Hati Ada yang tampil dengan alat peraga lengkap dalam menceritakan tokoh Alkitab tersebut, ada juga yang malu-malu. Namun semua berusaha tampil sebaik mungkin.***

Tuk tik tak tik tuk tik tak ... suara sepatu

di Cawang. “Ibu, aku masih mau naik

TK A:

TK B:

Eksplorasi

Kebaktian Siswa

Pada tanggal 23 Februari 2007 siswa-siswi TKK 8 mengikuti kebaktian siswa di GKI Cawang. Kebaktian dipimpin oleh Guru Sekolah Minggu GKI Cawang. Tidak ada yang malas lho mengikut kebaktian di gereja, untuk memuji Tuhan dan mendengarkan cerita alkitab.*** (TKK 8)


Dari Siswa ke Siswa - TK

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

TKK 1

Peringatan Tahun Baru Cina yang biasa dikenal dengan Imlek, di TKK 11 sekaligus digunakan untuk memperkenalkan budaya Cina yakni “Barongsai.” Pagi itu tanggal 19 Februari 2007, di TKK 11 merah menyala karena

FKei ePT.l dOrang T rTua ip

kami semua memakai pakaian bernuansa merah dan siap menyaksikan pertunjukan Barongsai. “Ini angpao untuk Barongsai ....,” seru anak-anak sambil mengacung-acungkan angpao ke arah Barongsai.

(Pabrik Wafer Tango)

“Asyik ... kita mau jalan-jalan ke Pabrik Wafer,” seru siswa-siswi TK A kegirangan. Ya, hari itu tepatnya tanggal 12 Desember 2006 siswa-siswi TK A di TKK 1 BPK PENABUR Jakarta semua bersukacita karena akan mengikuti field trip ke tempat pembuatan wafer tango produksi PT. Orang Tua. Di tempat ini, para siswa menyaksikan film tentang hasil produksi dari PT. Orang Tua, mengikuti kuis dan mengunjungi pabrik pembuatan wafer tango. Mereka tampak kagum dan heran melihat cara pembuatan wafer yang menggunakan peralatan yang canggih. Field trip pun usai, semua anak senang dan pulang dengan membawa bingkisan yang diberikan perusahaan ini. *** (TKK 1)

Siswa K1 bersorak kegirangan karena mereka belajar menanam. Kegiatan yang berlangsung di bulan Januari tersebut adalah menanam biji kangkung dan tanaman tersebut boleh dibawa pulang setelah empat hari.

Asyiknya Berbelanja

“Sayur ...sayur...,” “Bang beli dong sayurnya,” “Sayur Bayam berapa?”, Rp. 1000,- dapat tidak, Bang?,” kata anak-anak TKK 11. Seru banget kegiatan pada tanggal 9 Maret 2007. Masing-

masing siswa mau memilih dan berbelanja sayuran juga lauk pauk seperti: bayam, cabe, dan tempe. Bahan sayur yang mereka beli kemudian dimasak dan dinikmatik bersama. Woow ... sedapnya ...

dalam acara Open school di TKK 6 pada hari Sabtu, 13 Januari 2007. Pada acara open school ini kami juga mementaskan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas untuk program bilingual seperti: assembly, singing, phonics, rhyme, (Humpty Dumpy, Two little dicky bird, “Hallo! I’m Victor vole. I’m swim in the river too” itulah dll), alat-alat yang digunakan dalam proses sedikit cuplikan dari pementasan drama Dilly the mengajar pun kami Duckling yang dipentaskan pamerkan beserta hasil karya anak.

OPEN SCHOOL

Phonics Training for Parents

T KK 11 pada tanggal 24 Maret 2007 menyelenggarakan Phonics Training bagi orangtua siswa. Acara menghadirkan nara sumber Ms. Ester Kurniawati. Dalam kesempata tersebut, guru melakukan demo “Micro Teaching.”** (TKK 11).

TKK 2

Orang tua cukup antusias datang pada acara ini dan mereka memberikan pujian “bagus”, atas semua hal yang sudah dilakukan, pertahankan, maju terus TKK 6, God Bless you.

Peringatan Tahun Baru Cina

Siswa-siswi TKK 2 sangat senang mengikuti lomba dalam rangka peringatan Tahun Baru Cina yang diselenggarakan TKK 2 dan SDK 2 pada 19 Februari 2007. Tampak pada gambar, para pemenang lomba fashion show.

“TEATER MINI” K2 “Daud, ayah perlu kamu untuk membantu menggembalakan domba, maukah kamu melaku­ kannya untuk ayah?” Kata-kata di atas adalah cuplikan dari naskah drama yang berjudul “Daud mengalahkan Goli­ at”, ini adalah salah satu drama mini yang di­ pentaskan oleh anak-anak Kindergarten 2 (K2). di TKK 6 dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dengan tema “Tuhan memampukan manusia untuk menciptakan kesenian” dengan sub-tema “Teater” ,menggunakan metode bermain peran (dramatisasi). Dalam mementaskan drama anak-anak dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok me­ mentaskan drama sesuai judul yang sudah diten­ tukan. Anak-anak yang tidak/belum pentas, menonton drama yang dimainkan oleh temannya dengan terlebih dahulu membeli tiket di loket yang ada di luar kelas dekat pintu masuk, anak-anak diberi cap, tanda masuk teater mini. Dengan keterlibatan langsung pada kegiatan belajar mengajar, tujuan pengajaran akan lebih mudah ditangkap oleh anak. Anak dengan gem­ bira memerankan tokoh-tokoh yang ada di nas­ kah lalu dipentaskan di atas panggung. Betapa antusias dan cerianya mereka. Tingkatkan bakat aktingmu nak…. Tuhan memberkati!***

Lomba Menari

Peringatan Tahun Baru Imlek di TKK 6 dilakukan dengan mengadakan berbagai lomba pada Senin, 26 Februari 2007 di Aula TKK 6, Jl. Hibrida Raya Blok QA3, Kelapa Gading. Lomba-lomba yang digelar adalah Lomba Membuat dan Menghias

Lampion bagi siswa K1 (Kindergarten 1), Lomba Membentuk Dengan Plastisin (Malam) “Ornamen-ornamen Chinese” bagi siswa K2 (Kindergarten 2), serta Lomba Membuat dan Menghias Angpao bagi siswa PG (Play Group). Lomba berlangsung seru, dilakukan bersama orangtua. Siswa dan orangtua bekerja sama, saling membagi tugas untuk menghasilkan karya terbaik. Khusus bagi siswa yang orangtuanya tidak dapat hadir, tetap dapat ikut lomba. Siswa-siswi tersebut dikelompokkan menjadi satu dan berlomba antarkelas. Acara ini dimeriahkan dengan tarian dan nyanyian yang dibawakan apik oleh siswa-siswi TKK 6. ***

Ini lho penampilan kami dalam Lomba Tingkat Kotamadya Jakarta Pusat di Taman Wiladatika, Cibubur pada tanggal 10 Maret 2007.

Wisata Buku Siswa-siswi TK A

dan TK B mengikuti kegiatan “Wisata Buku” ke Gramedia pada tanggal 16 dan 23 Maret 2007. Mereka mengikuti kegiatan antara lain story telling dan membuat majalah.** TKK 2


No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Sejak kedua orangtua saya meninggal dunia, saya sangat sedih karena berpisah dari orang yang saya cintai. Puji Tuhan masih ada orang yang memperhatikan saya dan dua orang adik saya dengan membiayai keperluan sekolah saya. Saya masih ingin sekali bersekolah agar citacita saya berhasil. Saya berterima kasih atas pertolongan donator dan gereja untuk memperhatikan keperluan sekolah saya. Terima kasih yang tak terhingga kepada Yayasan BPK PENABUR Jakarta karena kami, saya dan dua adik saya dibebaskan dari membayar uang sekolah. Terima kasih untuk Ibu Esther kartika sebagai Kepala SDK 4 yang telah mengupayakan semua ini. Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan orang untuk membantu keperluan saya dan dua adik saya untuk tetap bersekolah di BPK PENABUR Jakarta. Tuhan memberkati. Anthony C. SDK 4 BPK PENABUR Jakarta

PENGALAMANKU MENGIKUTI PELATIHAN OLIMPIADE MIPA DI CIPAYUNG Namaku adalah Samuel Kosasih. Aku biasa

dipanggil Sem. Aku mengikuti pelatihan Olimpiade MIPA selama tiga hari dari tanggal 21 – 23 Maret di PKG Rawa Bunga, Jakarta Timur. Pelatihan tersebut merupakan proses seleksi di tingkat propinsi DKI Jakarta untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat nasional. Peserta pelatihan di Cipayung berjumlah 50 peserta yang merupakan peserta terbaik yang telah mengikuti proses seleksi dari 90 peserta. Saat itu, aku berada pada peringkat ke-33. Dalam pelatihan di Cipayung, aku sangat senang karena setelah mengikuti beberapa tes, ternyata peringkatku naik menjadi peringkat ke-6. Pembinaan di Cipayung? Keren! Di sana banyak sekali pengalaman baru yang kudapatkan. Aku juga mendapat teman baru. Ada James (dari St. Ursula), Harvin (SDK 6), Malvin (SDK 10), dan Luthfi (SD AIAzhar). Mereka ini adalah teman - teman sekamarku. Hari-hari yang kulewati begitu panjang. Aku pun mulai merasa "terkekang". Selalu diawasi guru, tidak boleh keluar hotel (hotelnya mirip vila ... Iho), dan pastinya, harus selalu belajar. Ketika aku capek karena belajar terus, kadang aku cari hiburan dengan main game di Hpku. Itu pun waktunya dibatasi oleh panitia. Tapi, rasa capek itu semua hilang ketika bertemu dengan teman-temanku. Kami belajar bersama (kadangkadang) saat ada waktu luang dan belajar formal (dengan Pembina) rutin tiap hari. Kira - kira 3/4 hari digunakan untuk belajar. Kami mendapat materi pelajaran dari Pembina yaitu Biologi, Fisika, dan Alam. Semua dengan mudah kami serap. Terkadang, aku mengalami kesulitan, tapi Tim Pembina selalu sedia menolong aku dan teman-temanku. Oh ya, di sana kami harus serba mandiri. Disiplin ketat juga diperlakukan bagi setiap orang tanpa terkecuali. Well, meskipun banyak suka duka, tapi ini adalah sebuah pengalaman menarik yang tak terlupakan dan sebuah kado untukku. Penulis: Samuel Kosasih, Kelas V SDK 9 PENABUR

Dari Siswa ke Siswa - SD

Peserta Lomba Cerita saat membawakan cerita tentang pengalaman sakit gigi yang paling tidak menyenangkan.

Peringatan HUT ke-30 UKGS (Usaha Kesehatan

Gigi Sekolah) BPK PENABUR Jakarta dilakukan dengan mengadakan PENABUR Dental Expo (Pe De) 2007 Jenjang TK – SD pada Sabtu, 17 Maret 2007 di Gedung SMAK 1, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Dengan tema U’ll Get Cheerful Smile With Us, Pe De 2007 dimeriahkan berbagai acara menarik yakni Lomba Mengarang bertema Kesehatan Gigi, Lomba Bercerita, Lomba Mewarnai Gigi Gips, Lomba Sikat Gigi 3 Menit, Pemeriksaan Risiko Gigi Berlubang dan Pencegahannya, Kantin Sehat “Ramah Gigi”, Games Basmi Kuman, dan ajang adu games lainnya. Dalam acara ini, sekaligus diresmikan logo baru dari UKGS yakni ”Smilling Unit” UKGS BPK PENABUR Jakarta. UKGS mulai aktif melakukan kegiatannya pada awal Februari 1977, diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dari umur 6 - 14 tahun. Dalam perkembangannya, terjadi perubahan kedudukan UKGS, yang dahulunya terpusat, otonom; saat ini menjadi bagian yang terintegrasi dengan Sekolah Dasar dan Bagian Layanan Siswa. Pada ulang tahunnya yang ke-30, Smilling Unit UKGS BPK PENABUR Jakarta bertekad

Tahukah kamu apa itu hidroponik? Kami, Tim Sains dari SDK 3 melakukan percobaan mengenai cara penanaman tanpa media tanah yang biasa disebut hidroponik. Hidroponik berasal dari bahasa Greek dengan arti air yang bekerja. Dalam sistem hidroponik, akar tanaman bergantung kepada nutrient yang terkandung dalam air. Karena sistemnya yang unik dan modern, membuat kami tertarik pada penanaman dengan sistem hidroponik. Kami menyadari akan keadaan kota metropolitan yang lahannya sudah semakin sempit. Itulah

meningkatkan kinerja untuk memenuhi harapan semua pihak, yaitu pihak yayasan, pengurus, sekolah, murid, dan orangtua murid, dengan menjadikan logo “Smilling Unit” sebagai simbol dimulainya: Gerakan “senyum” Pendidikan dan latihan profesional kedokteran gigi mutakhir dan penerapannya terutama upaya preventif dan deteksi dini disertai perawatan yang tidak menyakitkan Melengkapi sarana prasarana sesuai beban kerja setiap SDK Komputerisasi pencatatan dan laporan, untuk dimungkinkan audit medis Integrasi UKGS dengan masyarakat sekolah dalam bentuk penyelenggaraan “open house” bersama, agar masyarakat sekolah merasakan memiliki UKGS (rencananya open house semacam “PENABUR Dental Expo” dilakukan setiap dua tahun dibawah koordinasi kepala sekolah/UKGS – digilir menurut kesiapan SDK bersangkutan).

Hadir dalam acara ini antara lain Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D. (Depdiknas), drg. Andreas Adyatmaka, M.Sc., Drg. Dewi Kartini Sari, M Kes (Depkes), Prof. Dr. Budiharto, drg, SKM (UI), Drg. Henry Setyawan, MS (Undip), SR. Drg. Be Kien Nio (Yayasan Kesehatan Gigi Indonesia), Pengurus, Kepala SDK dan TKK, serta Karyawan Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, dan orangtua siswa. *** (Na2)

sebabnya mengapa orang-orang berusaha mencari solusi yang tepat dalam mengatasi hal tersebut. Menurut pengamatan yang kami lakukan, ternyata hidroponik bisa menggunakan media busa, sabut, jelly, batu koral, sekam, dll. Sedangkan pada percobaan kami, hanya menggunakan sekam yang mudah ditemukan. Menurut orang-orang, kata hidroponik identik dengan “kemahalannya”. Tetapi kenyataannya, tidak diperlukan biaya yang mahal. Bahkan proses penanamannya tidak terlalu sulit dan lama. Tidak semua tanaman dapat ditanam dengan sistem hidroponik. Hanya tanaman yang tidak berserat kayu/berkambium. Beberapa

tumbuhan yang telah kami coba diantaranya adalah tomat kecil, cabai, kangkung, dan pak coy. Menanam cabai dan tomat kecil memerlukan waktu yang agak lama. Sedangkan kangkung dan pak coy hanya memerlukan waktu panen 30 hari. Berikut ini merupakan langkah-langkah penanaman hidroponik yang telah kami lakukan: 1. Sediakan bahan dan alat seperti: bibit tanaman, pupuk hidroponik, gabus, gelas plastik, wadah plastik, solder, cutter. 2. Lubangi gabus dengan cutter sesuai dengan ukuran gelas. 3. Lubangi gelas plastic menggunakan besi panas atau solder agar air dapat diserap sekam. 4. Letakkan gelas plastik di gabus yang telah dilubangi. 5. Tuanglah air yang

Pembukaan Pe De 2007 ditandai dengan pengguntingan pita dan pemukulan gong. Tampak pada gambar, Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D. (Depdiknas) saat memukul gong.

PERESMIAN LOGO SMILLING UNIT UKGS BPK PENABUR JAKARTA. Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana) menyikat logo Smilling Unit UKGS BPK PENABUR Jakarta sebagai tanda peresmian logo.

dr. gigi saat memeriksa risiko gigi berlubang dan pencegahannya.

mengandung pupuk (khusus hidroponik) ke dalam wadah tempat gabus diletakkan. 6. Isi gelas plastik dengan sekam/gabah sebanyak seperempat gelas. 7. Letakkan benih tanaman di setiap gelas. Inilah seluruh pengamatan dan percobaan kami tentang hidroponik. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Kami juga mengharapkan teman-teman semua dapat mencoba menanam dengan cara hidroponik di rumah agar Jakarta menjadi hijau.

Penulis: Adelin (6C), Jevi (6A), Kristabella (6B), Tiffany (6C), Siswa SDK 3 BPK PENABUR Jakarta


Dari Siswa ke Siswa - SD

No.Edisi 16April THN. V - Juni 2007

Prestasi SDK PENABUR Bintaro Jaya -----------------------------------------------------------

Hai teman-teman .... baru saja siswa-siswi SDK PENABUR Bintaro Jaya meraih berbagai prestasi membanggakan lho. Apa saja sih prestasi mereka? Yuuk kita simak ...

Franchezka Padilla (Siswa Kelas 6)

D

alam rangka Tahun Ilmiah BPK PENABUR Jakarta, SDK 11 menyelenggarakan Creative Math Competition (CMC) 2007 tingkat SD se-Jabotabek tanggal 3 dan 10 Maret 2007 hasil kerja sama dengan Surya Institute. Dengan tema “Asyiknya Matematika Dengan Creative Math Competition”, CMC 2007 diikuti

1541 peserta SD kelas 1 s.d. 6 dari 60 sekolah yang memperebutkan piala, piagam, hadiah uang, serta voucher dari sponsor. CMC 2007 juga berhasil memecahkan rekor MURI sebagai peserta Lomba Matematika Terbanyak. Dalam kompetisi ini, peserta mengikuti Tes Babak Penyisihan Tahap I pada Sabtu, 3 Maret 2007. Lima puluh peserta terbaik kemudian mengikuti Tes

Babak Penyisihan Tahap II untuk menentukan 10 peserta terbaik yang berhak mengikuti Babak Final pada Sabtu, 10 Maret 2007. Menurut Lindawati Djaja, S.Pd., Kepala SDK 11 BPK PENABUR Jakarta, Matematika merupakan bidang ilmu yang menjadi salah satu dasar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui CMC 2007 ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan matematis anak dan memupuk rasa senang terhadap pelajaran Matematika supaya mereka memiliki kompetensi yang cukup untuk menanggapi setiap perubahan/kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kesempatan tersebut, Ir. Winfrid Pra-

yogi, Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta, menyambut gembira dilaksanakannya kompetisi ini. Ia berharap melalui kompetisi ini akan lahir anakanak yang mencintai Matematika dan berguna bagi nusa dan bangsa. Ir. Robert Robianto, Ketua BPK PENABUR Jakarta, mengatakan kepada peserta lomba agar menjadikan kompetisi ini sebagai ajang untuk berlatih menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Untuk itu, berlatihlah dengan tekun dan berlombalah dengan sportif. Hadir juga dalam acara ini Prof. Yohanes Surya, Ph.D (Pembina Yayasan Surya Institute). Ia berharap melalui acara ini akan lahir juara-juara dunia. Semoga. *** (Na2)

Cezka demikian ia biasa dipanggil, meraih Juara I Lomba Story Telling yang diselenggarakan Sekolah Pembangunan Jaya pada 17 Februari 2007. Ia membawakan naskah yang berjudul “The Legend of Princes Green”. Dalam lomba itu, Cezka telah berhasil menyingkirkan 17 peserta dari 18 sekolah dengan skor nilai 568. Juara II dan III direbut SD Al Azhar.

Nadya Naulita (Siswa Kelas 5)

Nadya meraih Juara I Lomba Menggambar Dengan Komputer yang juga diselenggarakan Sekolah Pembangunan Jaya pada 17 Februari 2007. Sebenarnya, lomba ini bukan yang pertama kali diikuti Nadya karena ia pernah mengikuti lomba serupa saat kelas 4 SD. Kali ini dengan modal pengalaman, ia dapat mempersembahkan karya terbaik dan menyabet Juara I. Lomba Gambar yang mengangkat tema Bencana Alam tersebut, diikuti 18 sekolah peserta.

Juara III Lomba Catur Tingkat SD

Di SDK PENABUR Bintaro Jaya ada ekskul catur yang cukup banyak diikuti siswa-siswi dari kelas 3 s.d. 6. Pada 25 Februari 2007 lalu, untuk pertama kalinya sekolah ini mengikuti Lomba Catur Tingkat Usia Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Sekolah Catur Utut Adianto. Dengan menurunkan satu regu pecatur yang terdiri atas lima siswa, sekolah ini berhasil merebut Juara III. PEMENANG TINGKAT KELAS 6. Depan kika: Nadia Benedicta (SDK 4 BPK PENABUR Jakarta) – Peringkat X), Natasha Thea (SDK 6 BPK

PENABUR Jakarta – Peringkat IX), Stephen Sanjaya (SD Regina pacis, Jakarta – Peringkat VIII), Brandon (SD Jubilee, Jakarta – Peringkat VII), Jansen Wangsa (SDK 1 BPK PENABUR Jakarta – Juara Harapan III), Jessica Handojo (SD Santa Maria, Jakarta – Juara Harapan II), Yosua (SDK 6 BPK PENABUR Jakarta –Juara Harapan I), Bivan Alzacky (SD Tunas Karya II, Jakarta – Juara III), Maximilian Sutanto (SDK PENABUR Gading Serpong, Tangerang – Juara II), dan Nathan Darius (SDK Tirta Marta BPK PENABUR – Juara I). Belakang kika: Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta), drg. Liza Waluyo (Pengurus BPK PENABUR Jakarta), Evi H Trisna, ST, M.Ed. (Direktur Surya Institute), Prof. Yohanes Surya, Ph.D. (Pembina Yayasan Surya Institute), Ir. Robert Robianto (Ketua BPK PENABUR Jakarta), dan Lindawati Djaja, S.Pd. (Kepala SDK 11 BPK PENABUR Jakarta).

Juara Harapan Lomba Bola Basket

Regu Bola Basket SDK PENABUR Bintaro Jaya yang berlaga di RICCI CUP ke-7 merebut Juara Harapan .*** (A. Supriyanto)

SDK 3 SIL Bagi Siswa Kelas 3

Field Trip ke Pabrik Susu Cimori

Karyawisata ke Taman Safari

Siswa-siswi kelas 3 dan 4 SDK 3 mengadakan Field Trip ke Pabrik Susu Cimori, Cisarua, Bogor pada 22 Maret 2007. Sebelumnya, mereka juga mengunjungi peternakan sapi untuk melihat proses pemerahan susu sapi. Tampak pada gambar, siswa SDK 3 mencoba memerah susu sapi. “Lihat ..., aku bisa memerah susu sapi ... Satu hari sapi ini diperah tiga kali dan setiap kali pemerahan dapat menghasilkan 10 – 15 liter susu lho ...”, kata siswa SDK 3.

Siswa – siswi kelas 1 dan 2 SDK 3 mengikuti karyawisata ke Taman Safari, Cisarua, Jawa Barat pada 28 Februari 2007. Semua senang karena dapat menyaksikan pertunjukan aneka satwa, seperti pertunjukan macan, singa laut, dan juga berbagai jenis hewan yang bebas berkeliaran dari dalam bus. “Wah ... gajahnya ternyata besar sekali ya ...,” seru anakanak senang menyaksikan binatang gajah.** (SDK 3)

SDK 6 menyelenggarakan SIL (Sekolah Injil Liburan) atau yang biasa dikenal dengan istilah Happy Weekend bagi siswa kelas 3 pada 27 Januari 2007. Dalam kegiatan rohani tersebut, siswa-siswi mempelajari firman Tuhan secara lebih mendalam disertai dengan aktivitasaktivitas yang mengasyikkan yakni di Pos Responsibility, Pos Kindness, dan Pos Faithfulness.

Berkunjung ke Paparons Pizza

Siswa-siswi kelas 2 SDK 6 berkunjung ke Paparons Pizza di Sport Mal, Kelapa Gading pada 19, 20, dan 21 Februari 2007. Anak-anak sangat senang ikut kegiatan ini karena selain mendapat pengetahuan tentang bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pizza serta cara membuat pizza, mereka juga mendapat pengalaman naik angkutan umum. “Wah ... enak juga ya naik

angkutan umum,” seru beberapa anak yang baru pertama kali naik angkutan umum.

Semarak Chinese New Year di SDK 6

Peringatan Tahun Baru Cina sangat meriah di SDK 6. Nuansa oriental telah mewarnai sekolah ini sebelum perayaan Imlek tiba, tanggal 19 Maret 2007. Siswa, guru, dan karyawan berpakaian oriental. Semua siswa mengikuti aneka perlombaan yang digelar seperti melukis kipas, fashion show, mewarnai gambar, vocal grup, menyanyi solo, dan membuat lampion.***(SDK 6)

Rona Merah Ceria Lambang Semangat Baru di SDK 2

Nuansa Merah mewarnai SDK 2 pada 19 Februari 2007 Lampu-lampu lampion karya siswa tergantung indah di sekitar area sekolah, bunga-bunga sakura merah muda buatan tangan guru terpaut indah di sisi panggung pementasan siswa, dan di sana-sini terdengar ucapan Gong Xi Fa Cai. Ya, sekolah yang terletak di Jl. Pembangunan 1/23 ini sedang merayakan Hari Raya Imlek (Tahun Baru Cina). Acara dimeriahkan dengan pertunjukan drumband dan aneka lomba yang diikuti siswa TKK 2 dan SDK 2 seperti fashion show, menyanyi, bercerita, dan puisi dalam bahasa Mandarin. *** (SDK 2)


No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

SMPK

BPK PENABUR Jakarta mengadakan 5-Day School Exchange Program yakni pertukaran pelajar ke Singapura. Kegiatan bersama yang didanai oleh orangtua siswa ini dilaksanakan pada 19 – 23 Maret 2007. Kegiatan diikuti oleh 164 siswa dari SMPK 2, SMPK 4, SMPK 5, SMPK 6, SMPK Kota Modern, dan SMPK Bintaro Jaya. Mereka didampingi 13 guru pembimbing. Selama di Singapura, rombongan tinggal di dua tempat yakni di Aloha Changi Resort, 30 Netheravon Road – Singapore 508522 dan Resort Downtown East, 1 Pasir Ris Close Singapore 519599. Dalam kegiatan tersebut para siswa mengikuti School Exchange Program di tiga sekolah. Siswa SMPK 6, Kota Modern, dan Bintaro Jaya di YISHUN SECONDARY SCHOOL, 4, Yishun Street 71, 768516; siswa SMPK 2 dan 5 di ANGLO CHINESE SCHOOL (International), 61 Jalan Hitam Manis

Singapore, 278475; dan siswa SMPK 4 di NGEE ANN SECONDARY SCHOOL, 1, Tampines Street 32, 529283. Selama tiga hari di sekolah, siswa masuk kelas sesuai dengan level/kelas mereka. Dari pagi hingga siang, siswa masuk di kelas untuk mengikuti beberapa mata pelajaran, seperti: Mathematics, Physics/ Fisika, Biology, Chemistry, English, Mandarin, bahkan beberapa siswa juga mengikuti PE (Physical Education/pelajaran Olahraga) dan CCA (CoCuricular Activity). Sementara itu, guruguru BPK PENABUR Jakarta juga diberi kesempatan untuk masuk kelas sesuai dengan bidangnya masing-masing dan melakukan interaksi dengan siswa dan guru Singapura dalam pembelajaran.

Banyak pengetahuan dan wawasan baru serta pengalaman yang kami dapatkan. Harapan kami, apa yang baik dari Singapura dapat dikembangkan di sekolah BPK PENABUR Jakarta, guna meningkatkan kualitas baik pembelajaran maupun guru dan siswa. Selain itu, program ini juga dapat berlanjut di tahun yang akan datang, khususnya bagi sekolah-sekolah yang belum mengikuti kegiatan ini. Thomas Kristo M. Ka. SMPK PENABUR Gading Serpong

Sedangkan para kepala sekolah melakukan kegiatan antara lain kunjungan ke sekolah-sekolah tempat para siswa belajar serta ke St. Joseph International School.

SMPK PENABUR Gading Serpong

Namaku Stella Aldora Khodiat, siswa kelas 7 C SMPK PENABUR Bintaro. Aku

Karyawisata Kelas 7

Kegiatan karya wisata merupakan kegiatan wajib bagi siswa kelas 7, dilaksanakan pada 26 Januari 2007 di daerah Bandung. Para siswa berkunjung ke tempat pemerahan susu, pengolahan bioteknik, mempelajari tentang unggas dan ternak (ayam, kelinci), mempelajari botani, dan bermain musik angklung di Saung Angklung Mang Ujo.***

Seminar Orangtua dan Anak

Program kerja dari KKO SMPK PENABUR Gading Serpong, salah satunya adalah Seminar Bagi Orangtua dan Siswa. Kali ini, seminar dibawakan oleh Ir. Martin Elvis yang membahas " Ada Apa Dengan Multimedia ". Ia mengupas tuntas mengenai dampak-dampak yang mungkin timbul dari penggunaan multimedia yang kini telah menjamur dan sangat canggih, serta bagaimana orangtua mampu menyikapi hal tersebut. Seminar yang diketuai oleh orangtua siswa tersebut diikuti kurang lebih 150 peserta seminar. Seminar dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama untuk orang tua, sesi kedua untuk para siswa, dan sesi ketiga untuk orangtua dan siswa.***

Perpustakaan Aktif

Perpustakaan SMPK PENABUR Gading Serpong dijadikan proyek oleh Bagian Layanan Siswa dalam hal Pengelolaan Perpustakaan Aktif. Berkaitan dengan hal tersebut, pada 10 Maret 2007, perpustakaan mengadakan workshop "Creative Writing" yakni pelatihan bagaimana menulis kreatif. Kegiatan yang dibimbing oleh seorang penulis senior, Naning Pranoto, dari Raya Kultura - Persada Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, diikuti oleh siswa dan beberapa guru serta karyawan. Perpustakaana aktif ini memiliki berbagai macam bentuk kegiatan setiap satu bulan sekali.***

adalah salah satu peserta School Exchange Program atau pertukaran pelajar ke Singapura yang dilaksanakan jenjang SMP BPK PENABUR Jakarta pada 19 – 23 Maret 2007. Pada mulanya saya ragu untuk mengikuti program ini. Kenapa? Karena ini adalah pertama kalinya saya berangkat ke luar negeri tanpa orangtua, lalu timbul perasaan cemas dan takut di hati saya, jika passport saya hilang bagaimana; jika saya tidak bisa bangun pagi bagaimana; jika saya tidak bisa mengikuti kelas di Singapura bagaimana; jika saya ketinggalan dan hilang diOrchard bagaimana? Pertanyaan-pertanyaan dan rasa takut terus berkecamuk dalam pikiran saya. Tapi Puji Tuhan, orangtua begitu mendukung program ini dan menjelaskan berbagai manfaat yang bisa aku peroleh dengan mengikuti program ini. Aku pun akhirnya mendaftar untuk mengikuti program ini. Dengan mantap, aku berangkat ke Singapura tanggal 19 Maret 2007. Setibanya di Singapura, dengan naik bus kami (peserta school exchange program) berkunjung antara lain: ke Singapore National Library, Tour of Esplanade Theatres by the bay (‘The Durian’), Dinner di ‘Lau Pa Sat’ Food Centre, lalu check in di Resort Down Town East (sebagian menginap di Aloha Changi Resort). Hari ke-2 sampai hari ke-4 aku dan temanteman dari SMPK 6 dan SMPK PENABUR Kota Modern, masuk kelas di Yishun Secondary School, sebagian ada di Ngee Ann Secondary School. Setiap siswa/i BPK PENABUR Jakarta

mendapat siswa pendamping (Buddy) dan aku mendapat Buddy berkebangsaan India bernama SONIYAN. Dengan seragam sekolah BPK PENABUR Jakarta, kami duduk berdampingan dengan anakanak yang berseragam Sekolah Yishun dan merasakan suasana classroom experience. (Belajar Math, Science, Sport, Mother Tongue Project) sampai makan siang di kantin sekolah. Selepas sekolah kami diajak berkeliling antara lain: ke Sentosa Islands, Singapore Science Centre, nonton Musical Fountain Show, Singapore Zoo, belanja di Orchard, naik MRT akhirnya pada hari ke-5 atau tanggal 23 Maret 2007 dengan menyesal kami harus berpisah dengan teman-teman kami harus kembali ke Jakarta. Aku sangat senang dapat mengikuti program ini karena banyak sekali manfaat yang kudapatkan antara lain: jadi lebih mandiri, mendapatkan pengalaman pembelajaran hal-hal baru di sekolah asing/luar negri, banyak teman baru, mempraktekkan berbicara bahasa Inggris/Mandarin, mempelajari science dan geografi. Sekali lagi aku mengucap syukur pada Tuhan bisa ikut 5-Day School Exchange Program ini. Terima kasih untuk para official, guru dan orangtua yang sudah mendukung program ini. Apabila tahun depan diadakan program serupa lagi, siapa takut?

By. Stella Aldora Khodiat


No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

GRACIA, siapa yang tak kenal siswi kelas

9C SMPK PENABUR Bintaro Jaya ini. Anaknya pendiam tapi pintar dan tekun. Pada kompetisi IPA tingkat DKI Jakarta pada 25 Februari 2007, yang diadakan Depdikbud. Ia berhasil meraih Juara ke-2 untuk kategori kelas 9. Prestasi ini tidak diraih dengan mudah, Gracia sudah melewati tes yang

GONG XI FA CAI Tentu kita semua sudah mengetahui arti kalimat di atas. Dalam rangka memperingati tahun baru Cina (Imlek) SMPK 6 PENABUR bekerja sama dengan SDK 10 dan TKK 10 PENABUR Jakarta mengadakan acara bertajuk “Chinese New Year Celebration”. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun dan pada tahun 2007 ini sudah ke-3 kalinya. Acara berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh TKK, SDK dan SMPK PENABUR serta sekolah-sekolah swasta di

Jakarta dan sekitarnya Seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Februari, tetapi karena banjir melanda wilayah Jakarta, maka diundur pelaksanaannya yaitu menjadi tanggal 22 dan 23 Februari 2007. Pada hari pertama, kegiatan ini dibuka dengan pertunjukan oleh siswasiswi TKK, SDK dan SMPK PENABUR Kompleks Muara Karang dilanjutkan dengan pertunjukan Barongsai yang selalu ditunggu-tunggu. Kajeng SMPK, Ibu Ester Lesmana

berkenan membuka kegiatan Chinese New Year Celebration ini, diikuti pengguntingan balon oleh wali sekolah yaitu Ibu Rini S. Setelah itu, dilaksanakan lomba yaitu: Karaoke tingkat TK, SD dan SMP Bercerita tingkat TK, SD dan SMP Menulis Indah tingkat SMP Pada hari ke-2 dilaksanakan acara sbb.: Fashion Show tingkat TK dan SD Melukis tingkat SD

kelas kecil, SD kelas besar dan SMP Penutupan dan pembagian hadiah Acara berlangsung meriah karena SMPK 6 dalam kesempatan tersebut sekaligus menyelenggarakan Open School dan Bazar. Harapan kami, semoga di tahun mendatang SMPK 6 dapat mengadakan perayaan dengan lebih baik. GONG XI FA CAI Adesta Kesiswaan

Lomba PBB Tongkat Untuk Pramuka

& Lomba PMR Se-Tangerang

SMPK PENABUR Gading Serpong untuk kedua kalinya

mengadakan Lomba PBB Tongkat bagi anggota pramuka dan Lomba Membuat Tandu Darurat bagi anggota PMR tingkat SMP pada Sabtu, 17 Februari 2007 di Serpong Plaza, Jalan Raya Serpong, Tangerang. Lomba diikuti oleh 28 regu Pramuka dan 32 regu PMR dari sekolah-sekolah baik BPK PENABUR Jakarta maupun sekolahsekolah di wilayah Tangerang. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ka. SMPK PENABUR Gading Serpong, Drs. Thomas Kristo. Dalam sambutannya ia mengatakan kepada peserta lomba agar tidak menjadikan lomba ini sebagai ajang yang hanya sekedar untuk mencari piala, namun lebih dari itu yakni untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas anggota Pramuka dan PMR, meningkatkan persahabatan antarsekolah di BPK PENABUR Jakarta maupun di wilayah Tangerang serta memasyarakatkan

kegiatan PMR dan Pramuka. Semua peserta berusaha memberikan yang terbaik dalam perlombaan tersebut. Juara lomba kali ini adalah sbb.:

Salam Pramuka - PMR.*** Thomas Kristo M Ka. SMPK PENABUR Gading Serpong

Juara Lomba Juara Lomba Tandu Darurat PBB Tongkat

dilakukan di tingkat kecamatan dan kodya. Gracia membawa pulang piala, piagam dan sejumlah uang. Prestasi ini tentu saja sangat membanggakan dan diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa-siswi SMPK 6 supaya lebih giat, tekun dan meraih prestasi setinggi mungkin. Adesta Kesiswaan

Lomba Seni III SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta

SMPK 2

BPK PENABUR Jakarta mengadakan Lomba Seni III pada 10 Maret 2007. Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menabur Damai Melalui Seni” tersebut, digelar Lomba Menyanyi dan Lomba Tari. Lomba Menyanyi diikuti oleh 37 peserta dan Lomba Tari diikuti oleh 16 grup yang berasal dari 16 sekolah. Kegiatan lomba memperebutkan total hadiah +-Rp. 7. 000.000,-.***

Di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan

Ujian Nasional dan situasi banjir yang sempat melanda kawasan Kelapa Gading, SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta bersyukur dapat sukses menyelenggarakan “BAND, SCIENCE PRODUCT, TRADITIONAL DANCE AND POSTER COMPETITION 2007” Tingkat SMP se-DKI Jakarta tanggal 9 dan 10 Maret 2007. Kegiatan ini kemudian disebut “Garasi P4” (Gaya, Rasio, Kreasi SMPK 4). Acara yang memperlombakan Band, Science Product, Tari Tradisional dan Poster tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua BPK PENABUR Jakarta, Ir. Robert Robianto. Menurut Niswanto Purnomo (Ketua Panitia - Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan), pada Garasi P4 2007, Lomba Band diikuti oleh 14 peserta, Lomba Poster diikuti oleh 40 peserta, Lomba

Science Product diikuti oleh 5 peserta dan Lomba Tari Tradisional diikuti oleh 8 peserta. Adapun dewan juri terdiri atas para pakar dibidangnya masing-masing seperti Dosen-Dosen Seni dari UNJ, Purwacaraka Music Studio, dan Guru-guru Science yang berpengalaman di Jakarta. Dalam kesempatan ini, Lomba Tari Tradisional dan Lomba Band memperebutkan Piala Bergilir dari Direktur Pendidikan Luar Biasa Jakarta dan pada tahun 2007 kedua piala tersebut direbut oleh SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta. Congratulation! Thomas Susanto,S.T., Kepala SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta, berharap kompetisi ini dapat menjalin hubungan persaudaraan antarsekolah-sekolah peserta.***

Robertus D.H. Guru Matematika SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta

Pemenang Lomba Garasi P4 2007

Lomba Science Product: Juara I : SMP Negeri 252 Jakarta Juara II : SMP Kristen 2 BPK PENABUR Jakarta Juara III : SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta

Lomba Tandu Darurat Putra (mata terbuka) Juara 1 : SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta Juara 2 : SMPK PENABUR Gading Serpong Juara 3 : SMPK PENABUR Kota Modern

Kelompok Putra. Juara 1 : SMP Negeri 1 Curug Tangerang Juara 2 : SMPK 7 BPK PENABUR Jakarta Juara 3 : SMPK PENABUR Kota Modern

Lomba Tari Tradisional: Juara I : SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta Juara II : SMP LAB SCHOOL Jakarta Juara III : SMP Negeri 252 Jakarta

Lomba Tandu Darurat Putri (mata terbuka) Juara 1 : SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta Juara 2 : SMPK PENABUR Gading Serpong Juara 3 : SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta

Kelompok Putri. Juara 1 : SMP Negeri 1 Curug Tangerang Juara 2 : SMP Negeri 2 Curug Tangerang Juara 3 : SMPK PENABUR Gading Serpong.

Lomba Poster: Juara I : Jovita (SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta) Juara II : Andrea (SMP Kristen 1 BPK PENABUR Jakarta) Juara III : Jenifer (SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta)

Lomba Tandu Darurat Campuran (mata tertutup) Juara 1 : SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta Juara 2 : SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta Juara 3 : SMPK BPK PENABUR Gading Serpong

Lomba Band: Juara I : SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta Juara II : SMP Negeri 19 Jakarta Juara III : SMP Kristen 4 BPK PENABUR Jakarta


20 wal Tahun 2007, mengawali Semes-ter Genap Tahun Ajaran2006/2007, ter-hitung sejak 18 Januari s.d. 16 Februari 2007, dari 9 lomba yang diikuti siswa-siswi SMAK 3 semua meraih JUARA I. Bahkan, dalam beberapa lomba memboyong Juara I, II, juga Juara III. Mulai dari Lomba Akuntasi, Ekonomi, Biologi, Debat Bahasa Inggris, Cepat Tepat Kimia, s. d. Lomba Pidato Bahasa Mandarin, dari tingkat sekolah sampai dengan tingkat nasional. Salah satu kejuaraan yang diikuti siswa SMAK 3 bahkan diliput oleh salah satu Harian Ibukota yaitu Seputar Indonesia edisi Senin, 29 Januari 2007 dalam rubrik yang berjudul “Belajar Berbisnis dan Berinvestasi.” Tim Akuntasi SMAK 3 yang terdiri atas Gabriela Yosefina,Willy Franswijaya, dan Eka Christina, siswa kelas XII IPS, berhasil mengalahkan tidak kurang dari 43 tim dari 23 sekolah se-Jabodetabek dalam D”ABC Binus Internasional dan meraih Juara I. Artikel yang sama diturunkan oleh majalah remaja, Gaul, edisi Selasa, 20 Februari 2007. Berita-berita tersebut tentunya sangat membanggakan karena mereka mengharumkan nama sekolah, khususnya Yayasan BPK PENABUR Jakarta. The Accounting Business Competition

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007 (D”ABC) adalah kompetisi nasional bidang Bisnis dan Akuntansi dalam bahasa Inggris yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Binus Internasional dan diikuti oleh siswa SMAK 3. Selain itu,Tim Akuntansi /Ekonomi SMAK 3 juga mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh IBBII,Universitas Parahyangan Bandung, Prasetya Mulya dan semua lomba yang diikuti itu berhasil meraih Juara I. Lomba yang diadakan di Universitas Parahyangan adalah Lomba Tingkat Nasional dan diikuti oleh siswa-siswa dari daerah seperti Palembang, Malang, serta Semarang. Ada beberapa lomba yang juga berhasil mendapatkan Juara II, Juara III dan Juara Harapan selain Juara I. Siswa SMAK 3 tidak hanya berjaya dalam lomba Akuntansi/Ekonomi, tetapi juga berhasil meraih Juara I dalam bidang IPA, seperti dalam lomba Madspin Biologi Universitas Indonesia yang diikuti oleh 250 siswa, Lomba Cepat Tepat Kimia oleh Universitas Indonesia, Chekom Chemical and Technology Competition yang juga dilaksanakan di Universitas Indonesia. Tim SMAK 3 berhasil mendapatkan gelar Juara Umum. Siswa SMAK 3 juga berprestasi dalam bidang bahasa khususnya bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.

TIM Debat SMAK 3 yang diwakili oleh Pangus, Feliana, dan Lauralia kembali meraih Juara I dalam Lomba Debate Inggris yang diselenggarakan oleh Colose Canisius bahkan Pangus, siswa kelas XII IPA terpilih sebagai The Best Speaker dalam lomba ini. Juri pada lomba ini bukan orangorang sembarangan, tetapi ada nama-nama beken seperti, Sarwono Kusumaatmaja, Wimar Witular, Moh. Sobari, dll. Sedangkan Nicolas berjaya dalam Lomba Pidato Mandarin se-Jabodetabek dengan lagi-lagi mempersembahkan Juara I untuk SMAK 3. Semua prestasi luar biasa bisa terwujud berkat doa, kerja keras, dan kerja sama yang terus-menerus dari semua pihak. Semoga prestasi ini dapat memotivasi siswa lain agar lebih LOMBA berprestasi di hari-hari Business Plan Prasetya Mulya mendatang. Maju dan terus berjaya SMAK 3 BPK PENABUR Jakarta ! HILDA MUTHIA

Guru Bahasa Indonesia SMAK 3

TINGKAT HASIL

KETERANGAN

Jabodetabek

Juara 1

Feliana, Gaby, I Ketut Adi, Hendrawan

ABC Binus Internasional

Nasional

Juara 1 Juara 3

Gaby, Willy, Eka Monika, Nellsen, Siti Juwita

Lomba Saham IBII

Jabodetabek

Juara 1

I Ketut Adi Putra, Steffiane

Lomba Madspin Biologi UI

Nasional

Juara 1 Har. 2

Frans Kevin Reggie Surya

Lomba Debate Inggris Colose Canisius

Jabodetabek

Juara 1

Pangus, Feliana, Lauralia Pangus (Best Speaker)

Lomba Akuntansi IBII

Jabodetabek

Juara 1

Natalia, Monika, Nellsen

Lomba Akuntansi Parahyangan Nasional Bandung

Juara 1 Har. 1

Sanny, I Ketut Adi Putra, Claudya Gaby, Willy, Eka

Lomba Cepat Tepat Kimia UI Depok

Nasional

Juara 1 Juara 3

Anthony, Pangus, Leonardi Evelyn, Frans Kevin, Kosasih

Chekom Chemical and Technology Competition

Nasional

Juara 2

Veronica, Marilyn

Lomba Pidato Mandarin

Jabodetabek

Juara 1

Nicolas (Sumber: Wakakur SMAK 3)

aya sangat senang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda untuk melanjutkan studi ke The Hague University (University of Den Haag) di Belanda. “Tanpa adanya beasiswa ini saya tidak akan berpikir untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus untuk kesempatan yang Dia berikan buat saya, kepada keluarga yang selalu memberikan dukungan, dan kepada Pemerintah Indonesia dan Belanda yang telah mengadakan program kerja sama ini” tutur Tessa Ayuningtyas Sugito, Siswa Kelas 12 IPA 1 SMAK 2 BPK PENABUR Jakarta. Bentuk beasiswa yang saya terima adalah “free tuition fee” tidak termasuk biaya hidup. Tetapi saat ini saya baru mendapat 50% potongan karena lolos tes yang diadakan universitas tersebut. 50% berikutnya

biasanya diperoleh dengan membuat karangan. Saya mengetahui informasi tentang adanya beasiswa tersebut sekitar awal Agustus 2006 dari NEC (Netherland Education Centre) setelah mencari tahu sebelumnya lewat kedutaan Belanda. Saat itu saya mendaftar program beasiswa ini. Pada 9 September 2006 saya menghubungi NEC dan NEC memberitahukan bahwa perwakilan dari Den Haag sedang berada di Indonesia untuk menguji siswa-siswi yang mendaftar. Jadi saya mengikuti proses seleksi pada hari itu tanpa persiapan. Saya pun menuju Hotel Mulia Senayan dengan membawa beberapa persyaratan yang harus saya penuhi yakni foto kopi rapor kelas X dan XI, akta lahir, rekomendasi dari kepala sekolah, dan foto 4 x 6 (4 lembar) dan langsung mengikuti proses

seleksi yakni wawancara dengan perwakilan dari Den Haag University, Mr. Joseph Morin. Saat itu saya ditanya antara lain tentang

Tessa: Raih Beasiswa dari Pemerintah Belanda

“The Hague University”

alasan kenapa ingin sekolah di Den Haag University, cita-cita setelah lulus S1, persetujuan orangtua. Kemudian saya mengikuti ujian tertulis selama tiga jam untuk menjawab soalsoal yang diberikan. Soalnya seperti pada tes IELTS/TOEFL. Menurut saya, tes tersebut tidak terlalu sulit. Dari 40 soal yang ada, saya benar 31 dan mendapat predikat “very good”. Beasiswa dari Pemerintah Belanda tersebut diberikan kepada kurang lebih 100 orang, tidak hanya untuk program S1 namun juga S2. Siswa BPK PENABUR Jakarta lain yang juga mendapatkan beasiswa ini adalah Marcel

Linggatama (SMAK 3), Yohanes dan Ivan Samuel (SMAK 5). Saya berharap di waktu yang akan datang SMAK 2 dan SMAK BPK PENABUR Jakarta lainnya dapat mengikutsertakan universitas ini pada saat acara Edu Fair. Kenapa? Karena biaya kuliah di Belanda tidak semahal dibanding dengan negaranegara lain. Kuliah tahun pertama rata-rata sebesar 10.000 euro sudah termasuk tempat tinggal. Untuk tahun kedua dan seterusnya biaya yang dikeluarkan biasanya lebih murah dibanding tahun pertama. Saya juga berharap

dengan kuliah di The Hague University, saya dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik dan dapat menerapkan ilmu yang saya peroleh di Indonesia. *** (Na2)


21

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

SMAK 4 PEDULI KORBAN BANJIR

Pada tahun 2007 ini, SMAK PENABUR Gading Serpong (GS) genap berusia delapan (8) tahun.

Suatu sukacita luar biasa bagi kita sebagai bagian dari keluarga BPK PENABUR Jakarta, khususnya SMAK PENABUR GS, karena bertepatan dengan usia yang ke-8, gedung baru SMAK PENABUR GS telah berdiri dengan megah, mendekati proses finishing. Merefleksi kembali perjalanan selama ini, keberadaan gedung SMAK PENABUR GS memang sudah lama ditunggu-tunggu. Tahun-tahun yang cukup berat yaitu tahun 2002-2003 harus dilalui para guru yakni mondar-mandir/moving dari Kota Modern ke Gading Serpong dan sebaliknya karena guru yang mengajar di SMAK 6 dan GS adalah guru yang sama. Saat itu kelas 2 dan 3 masih berada di Kota Modern, sementara kelas 1 sudah berada di Gading Serpong. Namun dedikasi dan loyalitas guru membuat tantangan yang berat tersebut akhirnya dapat teratasi. Tentu kita patut mensyukuri keberadaan gedung tersebut sebagai berkat dari Tuhan di hari jadinya yang ke-8, setelah sekian lama SMAK PENABUR GS (dulu SMAK 6) belum memiliki gedung sendiri sehingga harus bergabung dengan SMPK PENABUR Kota Modern sejak 1999 – 2003 dan bergabung dengan SMPK PENABUR GS sampai saat ini. Peringatan HUT ke-8 SMAK PENABUR GS dilaksanakan dengan menggelar berbagai kegiatan yakni:

Science Competition

Science Competition ber­ langsung pada 1 s.d. 5 Februari 2007. Dalam acara ini digelar Lomba Math Smart, Spelling Bee, dan Animasi. Kompetisi ini mempere­ butkan total hadiah sebesar Rp. 10.000.000,-.

Festival Vocal Grup Gerejawi

kali digelar SMAK PENABUR GS. Dengan menggandeng GKI Gading Serpong sebagai partner kerja serta berbagai sponsor­ ship pendukung, acara tersebut digelar dengan bertempat di Ge­ dung Heartline, Lippo Karawaci, Tangerang pada 3 Februari 2007. Acara diikuti 12 grup yang mewakili gereja masing-masing dan memperebutkan total hadi­ ah Rp. 7.500.000,-

Festival ini merupakan event besar yang baru pertama

Lo Sing Kim, Kepala SMAK PENABUR GS sedang memotong kue HUT ke-8. _____________________________________________

Kebaktian Syukur

Puncak acara digelar dengan kebaktian syukur ulang tahun ke-8 SMAK PENABUR GS yang dilaksanakan tanggal 24 Februari 2007 di gedung baru. Kebaktian dipimpin Pdt. Em. R.A.S. Pandiangan (GKI Perniagaan) dan mengangkat tema Bertumbuh, Berkreasi, dan Berprestasi Dalam Ucapan Syukur. Acara dimeriahkan antara lain dengan penampilan Paduan Suara Siswa sebanyak 145 personil dengan iringan

Orkestra SMAK PENABUR GS, Paduan Suara Ekklesia (GKI Gading Serpong), dan tarian. Acara dihadiri oleh siswa, guru/karyawan serta mantan guru, pengurus, Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, orangtua siswa, sponsorship, dan perwakilan alumnus angkatan 1 sampai 5 yang cukup menghangatkan suasana.***

eberapa waktu yang lalu, sebagian besar wilayah Jakarta tertimpa musibah banjir. Hujan yang tak henti-hentinya mengguyur kota Jakarta membuat banjir yang berlangsung kurang lebih selama seminggu, sejak hari Jumat tanggal 2 Februari 2007. Banjir mungkin terlihat seperti permasalahan yang sepele, namun akibat dan kendala yang disebabkan seolah membuat kegiatan di kota metropolitan ini lumpuh sejenak. Sehubungan dengan musibah ini, pada hari Sabtu, tanggal 10 Februari 2007, empat tenaga sukarelawan dari Pramuka Penegak Gudep 5163-5164 untuk mewakili SMAK 4 BPK PENABUR Jakarta dalam kegiatan ‘Gerakan 1.000 Relawan Peduli Kebersihan’ yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga peduli korban banjir seperti Bank Indonesia, BAZNAZ, Dompet Dhuafa, dan lain-lain. kegiatan ini bertujuan untuk membantu korban banjir di beberapa wilayah Jakarta. Beberapa menteri dan artis turut hadir dalam pembukaan dan penutupan acara, diantaranya adalah Menteri BUMN, artis

Maia Ahmad dan Mulan Kwok. Sukarelawan dari SMAK 4 ditempatkan di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di wilayah Maggarai. Tugas pertama kami setelah tiba di lokasi adalah mengangkut kayu-kayu dari atas truk. Beberapa jam kemudian, kami bertugas membersihkan jalanan dari pecahan-pecahan kaca, barang-barang warga yang terhanyut, lumpur, dan sampah lainnya. dalam proses pembersihan tersebut, kami bekerja sama dengan pasukan TNI AL, Marinir, pemadam kebakaran, dan beberapa sukarelawan lainnya. Beberapa alat yang digunakan, antara lain adalah sekop, cangkul, garpu ladang, dan berbagai alat lain. Kegiatan ini tidak sesulit yang terbayangkan serta tidak semudah yang terlihat. Namun demikian, suatu hal yang dapat dijadikan makna positif dari aksi sosial ini, yaitu ketulusan dalam menolong sesama tanpa membedabedakan status yang juga merupakan wujud dari kasih terhadap sesama, terutama yang sedang membutuhkan uluran tangan.***

Salute to One Simple Word Called Love Pemenang Festival Vocal Grup Gerejawi bersama kepala sekolah, dewan juri, dan panitia.

Pemenang Lomba Animasi.

SMAK 4 mengadakan kegiatan Valentine’s Day yang bertemakan “Salute to One Simple Word Called Love ...” pada 14 Februari 2007. Acara ini hadir dalam bentuk stanstan yang dibuka oleh setiap kelas, SMAK 4 original live music performances, pembacaan puisi serta band dari Bapak Ibu Guru. *** (Ruth Yenny Hutabarat, XI IPS 1, SMAK 4).

Prestasi Tim Jurnalistik

Tim Jurnalistik SMAK 5 meraih Juara I dalam lomba Newsboard (koran dinding) di ajang Canisius English Competition pada 27 dan 28 Januari 2007. Koran dinding tersebut ditulis dalam bahasa Inggris. Sebagai hadiah, tim ini mendapatkan piala, sertifikat, dan kesempatan untuk mengikuti English Journalism Workshop dari British Council. (Angela Epiphani, XI S-1)

Sebentuk Uluran Kasih Untuk Sesama

Pada 19-24 Februari, SMAK 5 BPK PENABUR menyelenggarakan

SMAK 5 Competition. Acara ini diisi dengan rangkaian kegiatan, seperti lomba-lomba, workshop hasil kerjasama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), dan temu pengarang. Lomba-lomba yang diadakan adalah debat sosial, debating, musikalisasi puisi, dan desain grafis (hasil kerja sama dengan Uniprep). Lomba-lomba ini diikuti oleh sekolahsekolah setingkat SMA/sederajat dari berbagai daerah di Jakarta. SMAK 5 sendiri tidak menurunkan timnya untuk mengikuti perlombaan di kompetisi ini, kecuali untuk lomba desain grafis. Berdasarkan juara 1-3, berikut para juara: Tarakanita 2, SMAK 3, SMAK 7 (Debating); Don Bosco II, Mahatma Gading, Fons Vitae 1 (Debat Sosial); SMAK 4, SMAK 3, MA Pembangunan UIN (Musikalisasi Puisi); Clarissa Amabel dari SMAK 5, Joy dari SMAK GS, Evan Fardoni dari SMAK 5 (Desain

Grafis). Pada 19-21 Februari, UMN melalui Workshop Multimedia memberikan pelatihan dan pengetahuan berharga kepada para peserta tentang video editing, e-card design, dan fotografi. Workshop ini mendapat sambutan dari warga SMAK 5, terbukti dengan banyaknya siswa yang mendaftar, terutama untuk video editing. Pada 23 Februari, giliran Agnes Jessica, pengarang novel Maharani, yang menyambangi warga SMAK 5 dalam rangka acara temu pengarang. Acara yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan salah satu sarana untuk menambah wawasan para siswa mengenai karya sastra. Closing ceremony yang digelar pada 24 Februari di aula TKK 6 BPK PENABUR menampilkan Blacklist, The Avatars, dan pengisi acara lainnya. Di pertengahan acara, trofi dibagikan untuk para juara. Di acara ini juga hadir perwakilan dari Uniprep untuk memberikan penghargaan kepada para

pemenang desain grafis. Penampilan dari Blacklist (band SMAK 5) dengan lagu Kemenangan Hati menandai berakhirnya acara ini. Pada awalnya, SMAK 5 Competition memang sempat membuat panitia ketar-ketir. Persiapan dengan waktu mepet dan banyaknya kendala yang dihadapi membuat keraguan sempat membayangi acara ini. Apalagi, banjir yang melanda Jakarta membuat acara yang semula dijadwalkan pada 3-10 Februari harus diundur. Namun, itu semua ditebus dengan kerja keras panitia. Sejak 19 Februari, semua panitia bekerja secara serius sesuai dengan tugasnya masing-masing demi lancarnya rangkaian kegiatan yang diadakan. Bagaimanapun juga, biarlah itu semua menjadi bahan pembelajaran bagi SMAK 5. Pada tahun-tahun berikutnya, semoga acara semacam ini bisa menjadi acara spesial tidak hanya bagi warga SMAK 5, tetapi juga untuk semua sekolah peserta. (Angela Epiphani, XI S-1).***

Siswa-siswi SMAK 5 memberikan sebentuk uluran kasih untuk sesama dalam program “Mencerdaskan Anak Bangsa” yakni dengan menjadi “guru kecil” yang memberi para murid SD Jembatan Baru pelajaran tambahan Matematika dan Bahasa Inggris. Kegiatan yang merupakan salah satu program OSIS bidang tujuh yang sudah dilakukan SMAK turun-temurun dari tahun ke tahun tersebut dilakukan setiap hari Sabtu di minggu kedua dan keempat tiap bulan. (Jessie Wira Atmadja –X5, Sonia Dermawan – XISI SMAK 5)

Seminar True Love

Untuk memperingati Hari Valentine, SMAK 5 pada 16 Februari 2007 mengadakan seminar bagi siswa dengan tema True Love yang menghadirkan narasumber Alex Luimondang, S.Th. dan menghadirkan bintang tamu artis Marcelino Lefrandt dan Surya Winata, S.Pd. (Kepala SMAK 5). Seminar yang diberi judul AMORE ini mengupas seputar gaya berpacaran remaja saat ini yang cenderung lebih terbuka dalam mengekspresikan kasih sayangnya di muka umum, cinta “monyet” dan cinta sejati, serta komitmen dalam memulai sebuah hubungan. (Margaretha Widyastuti)

Sarasehan Orangtua

Kelas XII A-4 mengadakan sarasehan orangtua bertajuk Building Our Children’s Effort pada 17 Maret 2007 bertepatan dengan pembagian rapor paruh semester genap. Acara ini menghadirkan narasumber Dra. Clara Istiwidarum Kriswanto, MA., CPBC., (CEO dan Managing Partner di Jagadnita Consulting). (Margaretha Widyastuti).***


22

Konsultasi

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Anda ingin berbagi masalah? Ajukan kepada:

Dra. Daisy Imelda, Psi.

Tuliskan pada sampul kiri atas: Psikologi Semakin dini usia anak di dalam mempelajari aturan, diharapkan proses internalisasinya semakin ’mudah’. Dengan demikian anak tidak merasa terbeban mengikuti aturan yang diberikan oleh ortu karena mereka merasa hal itu sudah memang seharusnya dilakukan. Oleh karena di dalam menyerap dan mengerti

Yth Ibu Daisy,

Saya mempunyai dua orang anak perempuan, usia 12 tahun dan 7 tahun. Masalah yang saya hadapi ialah anak saya yang sulung tampaknya ’cuek’ dan kurang memiliki tanggung jawab terhadap aturan-aturan maupun barangbarang miliknya. Kami kebetulan tidak memakai pembantu sehingga saya merasa ’direpotkan’ sekali dengan tingkah laku anak saya ini. Misalnya saja kami sudah mengatakan untuk memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci setelah mandi, akan tetapi yang terjadi ialah baju kotor tetap saja ditinggal di kamar mandi dan tidak dibawa ke luar. Kalau ditegur, iya berusaha menghindar dengan melakukan pekerjaan lain yang berakibat saya juga lebih emosi dan menaikkan suara. Apabila ia melakukannya, itu pun biasanya hanya dilakukan pada saat ditegur saja dan besoknya tidak dilakukan lagi. Hal ini berulang terus dan menyebabkan kami kesulitan menemukan cara untuk mengatur anak kami. Demikian juga apabila ia selesai belajar, ia tidak membereskan bukubukunya dan meninggalkan begitu saja di lantai. Untuk belajar pun harus selalu diingatkan. Walaupun ada ulangan, ia tampaknya santai saja dan tidak terlihat keseriusannya dalam mempersiapkan diri. Prestasinya sejak kelas 3 sampai kelas 6 selalu berada dalam 10 besar dari 43 siswa. Apa yang harus saya lakukan agar ia dapat memiliki rasa tanggung jawab baik dalam belajar maupun dalam kehidupan sehari-hari? Terimakasih atas perhatian Ibu.

Anne, Jakarta

Ibu Anne,

Dalam menerapkan suatu aturan atau disiplin, beberapa hal yang perlu diperhatikan : - Aturan harus jelas - Contoh dari orangtua (ortu) dalam penerapan aturan merupakan cara yang paling efektif - Konsistensi dari pihak ortu dalam menjalankan aturan tersebut - Kesabaran, ’ketelatenan’, di dalam memperkenalkan aturan kepada anak - Cara yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak

aturan di dalam rumah, dibutuhkan proses. Proses inilah yang memerlukan waktu, pengertian dan juga pemahaman mengapa aturan di satu rumah berbeda dengan rumah lainnya. Peran ortu sangat besar untuk menjelaskan kepada anak mengapa aturan tersebut dibuat. Penjelasan kepada anak balita dan anak remaja memiliki strategi yang berbeda. Sekarang ini, Anda memiliki putri yang sudah memasuki usia remaja. Cara yang cukup efektif adalah dengan membuka suatu dialog dengan menyampaikan apa yang diharapkan

Anda darinya dan bagaimana tangapannya akan hal tersebut. Apabila berkembang pertanyaanpertanyaan dari remaja Anda, jawablah dengan apa adanya tanpa memasukkan unsur-unsur tuduhan (misalnya: ’memang kamu malas, selalu membantah’, dsb.), yang malah akan membawa kepada perdebatan lain yang akan menimbulkan masalah baru. Diharapkan dengan dibawanya anak ke dalam situasi yang dihadapi di rumah, anak dapat mengerti mengapa ia dituntut untuk melakukan hal tersebut. Satu hal yang harus disiapkan sebelum Anda mulai dialog ini ialah pastikan kondisi emosi Anda berada dalam titik OK dan ajaklah juga suami untuk membicarakan ini bersama-sama dengan anak tanpa ada kesan ’menghakimi’. Mengenai keluhan Anda tentang waktu belajar anak, perlu dipahami bahwa masingmasing orang memiliki gaya tersendiri dalam belajar. Sejauh prestasi yang diperolehnya masih dapat diterima, ortu diharapkan dapat menerima dan menghargai gaya belajar anak. Prestasi anak Anda saat ini menduduki ranking 10 dari 43 siswa dikelasnya. Prestasi ini seyogyanya diapresiasi ortu dengan memberikan support untuk lebih memacu anak, dan bukannya mempermasalahkan dengan cara belajar yang ’diinginkan’ oleh ortu. Demikian Ibu Anne, kiranya jawaban ini dapat membantu Ibu. Salam, Daisy

Sejak dulu telah

diketahui ada hubungan antara kesehatan gigi yang baik dengan pemilihan makanan yang sehat. Bertahun-tahun, Asosiasi Dokter Gigi di Amerika menyarankan agar anak dan orang dewasa membatasi kebiasaan ngemil diantara waktu makan besar, dan seandainya perlu mengkonsumsi makanan ringan, pilihlah makanan ringan yang bernutrisi. Ibaratnya, badan kita adalah seperti mesin yang rumit, yang memerlukan perhatian setiap hari supaya dapat bekerja dengan baik. Tanpa olahraga dan makanan seimbang, tubuh kita ibarat mesin tidak mendapatkan bahan bakar, sehingga tidak dapat berfungsi dengan efisien, akibatnya tubuh menjadi lemah dan tidak mampu mengatasi penyakit ataupun infeksi. Makanan yang kita pilih sebagai bahan bakar, mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan, termasuk mempengaruhi kesehatan gigi dan gusi. Anda dapat lihat Panduan Piramida Makanan yang disarankan oleh ahli gizi pada gambar.

Gula dan Gigi berlubang Pola makan dan pemilihan makanan pada anak dan remaja merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan gigi berlubang. Asam hasil fermentasi kuman yang berada pada lapisan lengket yang melingkupi gigi, sering disebut plak, merupakan penyebab gigi berlubang. Setiap kali kuman berkontak dengan gula di dalam mulut, dihasilkanlah asam. Asam akan menyerang gigi selama 20 menit atau lebih. Hal ini jika berlangsung berkepanjangan akan mengakibatkan larutnya mineral- mineral gigi dan lama-kelamaan gigi yang rapuh akan berlubang. Panduan Piramida Makanan menyarankan untuk membatasi ngemil minuman ringan dan makanan manis, karena makanan manis ini bersifat mengenyangkan. Jika sudah kenyang, akibatnya anak malas makan makanan utama yang sehat. Minuman ringan bersoda juga diperkirakan merupakan sumber gula tambahan yang paling besar. Penduduk Amerika minum 53 gallon soft drink per orang selama tahun 2000. Jumlah ini mengalahkan minuman lain, ter-

masuk susu, bir, kopi, dan air. Satu diantara 4 jenis minuman yang dikonsumsi di Amerika adalah soft drink, dan jelas bahwa konsumsi soft drink telah menggantikan berbagai minuman dan makanan bernutrisi dari diet seseorang. Beberapa soft drink yang non diet mengandung 11 sendok gula perkemasan. Meskipun hanya sedikit literatur yang mempelajari peran soft drink dalam terjadinya lubang gigi, namun jelas bahwa peningkatan asupan gula akan meningkatkan risiko gigi berlubang. Ada beberapa studi yang membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara konsumsi soft drink mengandung gula dengan risiko gigi berlubang. Kebanyakan soft drink mengandung asam fosfat dan asam sitrat. Jika gigi terendam asam dalam jangka waktu lama, akan menyebabkan larutnya mineral dari gigi, disebut ”erosi”, yaitu larutnya jaringan keras dari permukaan gigi. Asam dalam makanan dan minuman mempunyai peran yang besar terhadap terjadinya erosi gigi, yang selanjutnya dapat menimbulkan masalah hipersensitif pada gigi. Soft drink diet menggunakan pemanis buatan selain gula. Minuman ini juga asam dan meningkatkan risiko erosi gigi.

Memenangkan Pertempuran Melawan Plak: H

G F

E

D A

C B

SOAL

Seekor cicak ingin merayap dari A ke G melalui sisi balok ini. Ia ingin perjalanan terpendek. Coba tolong cicak ini menghitung jarak terpendek? Kirimkan jawaban Anda melalui Kartu Pos atau dapat diantar langsung ke alamat Redaksi. Bagi yang beruntung akan mendapatkan hadiah berupa uang Rp.100.000,-

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah gigi berlubang: 1. Hindari ngemil diantara waktu makan utama 2. Jika harus ngemil, pilihlah snack yang sehat 3. Kurangi frekuensi makan makanan yang manis dan tidak bernutrisi. 4. Sikat gigi dua kali sehari 5. Kontrol teratur ke dokter gigi

(Disadur bebas dari Journal of American Dental Association, vol 133, April 2002, oleh drg. Irene Adyatmaka)


Tips

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

Ayo belajar !…Kamu sudah belajar belum ?.. Itulah kalimat yang seringkali didengar oleh anakanak kita. Bagi sebagian dari kita, kalimat ini bukanlah hal yang menyenangkan. Bukan karena malas, namun karena hasil prestasi yang didapat kadang-kadang tidaklah seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Banyak dari mereka berkata.”Saya sudah belajar sungguh-sungguh, tapi ulangan tidak bisa”. Hal ini membawa keputusasaan bagi banyak anak dan orangtua. Sehingga ketika masalah ini timbul yang terjadi adalah keadaan yang saling menyalahkan dan menjadi permasalahan yang tidak pernah selesai.

membaca materi sendiri ataupun dengan membuat ringkasan dengan tulisannya sendiri, dan akan lebih maksimal bila disertai tanda atau garis warna pada katakata penting pada buku cetak. c. Kinestetik; tipe ini adalah orang yang sulit duduk diam pada waktu yang lama, mudah tertidur, mudah bosan sehingga berakibat pada daya konsentrasi yang tidak sebaik dua tipe di atas. Orang dengan tipe ini sebaiknya lebih banyak membuat ringkasan dan membuat latihan soal, karena ketika anggota tubuhnya (misal: tangan) bergerak maka saat itulah otaknya berfungsi maksimal

2. Menjaga Kesehatan dan Kesegaran Fisik

Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan beberapa langkah, yaitu: 1. Dengan Mengenali Gaya Belajar

dari setiap individu, diharapkan setiap dari kita memiliki gaya belajar yang mungkin berbeda dengan orang lain sekalipun anak kembar, itulah keunikan yang Tuhan ciptakan untuk kita. Secara umum gaya belajar terbagi atas tiga: a. Audio; orang yang gaya belajarnya cenderung audio biasanya memiliki ke-

Tanggal

21 April 1879 seorang hawa lahir di Jepara, Jawa Tengah. Dengan bangga, sang ibunda memberikan beliau sebuah nama yaitu Raden Ajeng Kartini, atau lebih dikenal dengan sebutan nama R.A Kartini. Kartini yang hanya lulusan E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar merasa tidak puas dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, beliau tidak dapat melaksanakan niatnya karena saat itu kaum perempuan tidak diizinkan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Dari sanalah awal perjuangan Kartini dimulai.

mampuan menangkap pelajaran dengan cara mendengarkan penjelasan guru. Orang seperti ini biasanya cukup duduk di kelas dan mendengarkan dengan tenang penjelasan guru, akan membuatnya memahami materi yang sedang dipelajari dengan baik. b. Visual; orang yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual akan lebih mudah memahami materi dengan duduk diam

Kartini kemudian berusaha membuat sekolah untuk gadis remaja. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-cuma. Cita-cita beliau tidak sampai disitu saja. Kartini tetap memperjuangkan hak para perempuan untuk mendapatkan penghidupan layak dan terutama kebebasan. Semasa Kartini hidup, beliau dikenal sebagai sosok yang senang bergaul. Kartini juga senang mengirim surat kepada teman-temannya dan setelah beliau meninggal surat-surat tersebut dikumpulkan lalu disatukan dan diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku inilah yang menjadi motivasi para perempuan untuk mengeluarkan pendapat-pendapat mereka. Arti sosok Kartini bagi saya cukup dalam. Beliau adalah seorang perempuan yang luar biasa. Dengan

Tidak bisa disangkal lagi bahwa kesehatan sangatlah berpengaruh pada proses Belajar. Oleh karena itu, vitamin dan makanan bergizi adalah sesuatu yang mutlak dikonsumsi. Seseorang dikatakan sehat namun tidak segar dapat dikarenakan kelelahan akibat aktivitas yang banyak maupun kejenuhan akan aktivitas yang harus dihadapinya. Di saat itu, refreshing juga diperlukan dalam porsi yang tepat.

3. Melakukan “ Time Out “ Pada Saat Belajar Daya konsentrasi manusia pada saat belajar maksimal 2 (dua) jam dan setelah itu manusia akan menjadi jenuh. Yang dapat kita lakukan bila kita mulai merasa jenuh adalah berhenti sejenak, tinggalkan situasi belajarmu di rumah selama 5 – 10 menit, cucilah mukamu, minumlah segelas

kegigihan dan semangat pantang menyerah, Kartini mampu mematahkan belenggu diskriminasi. Ideidenya membuat saya kagum karena dengan ide itulah kita para perempuan bisa memiliki kebebasan salah satunya adalah mengenyam pendidikan tinggi seperti sekarang ini. Walaupun demikian, saya merasa Kartini pasti menangis bila ia melihat saat ini masih banyak terdapat penindasan dan ketidakadilan terhadap kaum perempuan. Sosok Kartini, juga memiliki arti yang dalam bagi teman-teman saya. Menurut Mimi (Siswi di First Toapayoh, Singapore), Kartini memiliki pengaruh yang besar yakni mempelopori para perempuan untuk bersekolah di jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan menurut Yohanes (University of Washington Seattle, US), peran Kartini sangat besar yakni mempelopori kaum perempuan untuk berpikir maju dan elegan. Yohanna (University of Queensland, Brisbane) adalah salah satu orang yang mengidolakan

air putih, dan setelah merasa lebih segar mulailah belajar kembali.

4. Melakukan Persiapan Mental

Banyak dari kita mendapatkan hasil yang kurang maksimal bukan karena tidak belajar, namun dikarenakan faktor panik dan kecerobohan pada saat ulangan. Kedua faktor ini sangatlah mengganggu. Satu hal yang harus kita tanamkan adalah kita akan bisa mengerjakan soal-soal ulangan bila kita sudah belajar. Kecerobohan pada saat mengerjakan soal ulangan dapat terjadi karena panik dan meremehkan soal yang dihadapi. Ketelitian tidaklah datang dengan sendirinya namun haruslah dilatih terus-menerus. Pada saat mengerjakan soal ulangan orang dengan tipe visual sebaiknya membaca soal dengan berkalikali dalam hati sehingga paham benar, sedangkan orang tipe audio pada saat membaca soal ulangan bacalah sedikit mengeluarkan suara sehingga membantu pemahaman pada soal, dan yang terakhir adalah orang yang kecenderungan tipe kinestetik, mulailah membaca sambil mencoret-coret isi materi yang dihadapi dan ingatlah JANGAN PANIK!

5. Mulailah Segala Sesuatunya Dari “DIA”

yaitu TUHAN kita YESUS KRISTUS dengan DOA , mintalah HIKMAT pada-NYA

Sumber: 1. Colin , Rose, Kuasai Lebih Cepat: Buku Pintar Accelerated Learning,1999 2. Beberapa artikel dari Bimbingan Konseling

Yenny Mangoendaan Guru BK SMAK 1 BPK PENABUR Jakarta

Kartini. Ia melihat sosok Kartini sebagai salah satu tokoh pemikir yang brilliant karena pada zamannya beliau mampu berpikir cerdas dan maju supaya kaum perempuan mendapat kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari seorang Kartini. Ketika menghadapi suatu ketidakadilan, dibutuhkan pengorbanan, kegigihan, dan semangat pantang menyerah. Melalui tulisan ini, saya berharap dapat mengembalikan semangat juang Kartini. Selamat Hari Kartini guys. Stephanie Susanto Siswi SMAK 2 BPK PENABUR Jakarta

It's Time to X-Press

uR self Freely

Holiday is coming ... It’s time to express ur self

freely ... Setelah sekian lama bercape-cape ria dengan sejuta aktivitas, akhirnya tiba juga saatnya buat bersantaisantai ria dan mengek­ spresikan diri sebebas mu­ ngkin ... Ayo gunakan waktu liburanmuww seefektif mungkin dan isi denqan kegiatankegiatan yang oke, salah satunya dengan berlibur ke luar negeri atau ke luar kota ... Baik berlibur ke luar negeri maupun ke luar kota benernya sama saja dan nggak jadi masalah, yang penting express ur self freely ... Ajak temen-temen ataupun keluarga se­ banyak mungkin biar acara berliburnya jadi makin seru... Booking tempat yang oke buat menginap (penting buanggett tucHH ! ! !) Jangan lupa ke supermarket buat belanja ‘SEM­ BAMIL’ (sembilan bahan cemilan) Siapkan kendaraan yang akan dipakai buat berlibur seaman dan senyaman mungkin (apalagi buat yang mau bepergian jauh) Bawa baju terbaikmuww buat ngeceng (sapatau kan dapet gebetan baru, ya itung-itung sambil menyelam minum air) hehe Jangan lupa bawa uang secukupnya . Sebaiknya bawalah jaket buat menghangatkan, kalikali aja dingin ... (itung-itung sedia payung sebelum hujan) Biar tambah ciihuuiiii bawalah alat barbeQ, dagingdaging berkualitas dan nggak ketinggalan kembang api ... At last, hal yang paling penting dan kudu serta wajib dilakukan adalah berdoa minta perlindungan Tuhan karena manusia bisa berencana, tapi yang menentukan semuanya tetaplah Tuhan ...

Buat yang mau berlibur ke luar kota sebaiknya:

Siapkan paspor dan visa sebaiknya dari tiga bulan sebelumnya ... Beli tiket pesawat dari jauh-jauh hari biar nggak keabisan ... Siapkan baju hangat tertebal di dunia (apalagi bagi yang mau berlibur ke kutub) hehe ... Ajak beberapa taman dan keluarga ... (Jangan terlalu banyak, ntar dikira TKI lagi) hehe ... Booking tempat menginap yang oke dan dekat dengan tempat-tempat hiburan) Sebaiknya bawalah peta negara yang akan dijadikan tempat berlibur (agar tak tersesat) Siapkan barang-barang yang akan dibawa (sebaiknya dari satu minggu sebelum keberangkatan biar tidak ada yang ketinggalan) Sebaiknya bawalah tas atau koper yang besar ‘ (supaya bisa memuat oleh-oleh yang dibawa nanti saat pulang) hehe ... Siapkan uang yang lebih buat jaga-jaga ... At last, jangan lupa berdoa ya ! ! !

Sedangkan bagi yang mau berlibur ke luar negeri, persiapannya lebih sedikit repot dibanding berlibur ke luar kota, antara lain:

Mendekor ulang kamar dan rumahmuww ... Menginap di rumah temen yang senasib sepenanggungan dengan kita ataupun se­ baliknya mengajak teman untuk menginap di runah ... Belajar sesuatu yang baru dan mengasikkan ... Cari pekerjaan sampingan (lumayan buanggett lho bisa mengisi waktu luang, menambah pengalaman baru dan yang pastinya menambah ‘KANTONG’ ... hehe ... Berolahraga (berenang, lari pagi, basket, volley, loncat-loncat pager rumah juga boleh koq yang penting express ur self freely hehe) Buat kue bareng temen ataupun keluarga Buat benda-benda unik dari barang-barang bekas (sapa tau bisa nyaingin Alexander Graham Bell ... hehe)

Bagi yang nggak berlibur ke luar kota maupun ke luar negeri janganlah bersedih dan khawatir ... Hariharimuww juga bisa menyenangkan koq, yang penting express ur self freely, misalnya dengan:

So, buat yang mau berlibur ke luar negeri, ke luar kota ataupun yang nggak kemana-mana yang paling penting don’t forget to express ur self freely ... Enjoy uR holiday ... A_A’

‘gladys’ Siswi SMAK 4 BPK PENABUR Jakarta


24

No. 16 THN. V Edisi April - Juni 2007

BPK PENABUR Jakarta pada tahun ajaran

Sekolah BPK PENABUR Jakarta yang melaksanakan kelas Internasional pada tahun ajaran 2007/2008 adalah:

Jenjang SMA (A Level): SMAK 1 Tanjung Duren SMAK 5 Kelapa Gading Jenjang SMP (IGCSE): SMPK 4 Kelapa Gading SMPK Gading Serpong SMPK 8 Tanjung Duren Jenjang SD (Cambridge Primary Curriculum Framework): SDK 6 Kelapa Gading

2007/2008 tidak hanya membuka kelas Internasional pada jenjang SMA saja, namun juga pada jenjang SMP dan SD. Diadakannya kelas Internasional tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan siswa SMP dan SD BPK PENABUR khususnya yang akan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang menggunakan kurikulum Internasional. Kelas Internasional pada jenjang SMP dan SD juga akan menggunakan kurikulum Cambridge. Jenjang SMP menggunakan kurikulum Cambridge IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) dan jenjang SD menggunakan kurikulum Cambridge Primary dan ICT (Information Communications Technology). Mengapa menggunakan kurikulum Cambridge? Ada beberapa alasan: Pertama, sertifikat Cambridge mendapat pengakuan Internasional lebih dari 150 negara. Dengan sertifikat ini se-

seorang dapat dengan mudah melanjutkan studi ke universitas terkemuka di seluruh dunia tanpa harus mengikuti Foundation Program. Kedua, kurikulum Cambridge diakui dan terbukti membawa perubahan dalam desain pembelajaran. Proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas karena lebih mengedepankan konsep. Ketiga, sejak Agustus 2006 BPK PENABUR Jakarta telah menjadi salah satu Cambridge International Centre di Indonesia dimana siswa (tidak hanya dari BPK PENABUR Jakarta tetapi siswa dari sekolah manapun) dapat mengikuti Cambridge International Examination di BPK PENABUR Jakarta. Program kelas Internasional untuk jenjang SMP dan SD berbeda dengan program yang telah dilaksanakan di jenjang SMA. Pada jenjang SD dan SMP, menerapkan dual degree yang berarti di samping mengikuti ujian dari Cambridge, bagi siswa yang berminat untuk mendapatkan ijazah nasional, dapat juga mengikuti ujian na-

Berkomitmen dalam penyediaan

sarana belajar mengajar yang berkualitas

sional. Untuk dapat mengikuti ujian nasional, di samping mendapatkan mata pelajaran kurikulum Cambridge, siswa mendapatkan mata pelajaran yang akan diujikan dalam bahasa Indonesia. Jadi, bagi siswa SD dan SMP kelas Internasional masih dimungkinkan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi di kelas reguler. Sementara itu, kelas Internasional pada jenjang SMA hanya menerapkan single degree, artinya siswa hanya mengikuti ujian dari Cambridge. Mengapa? Karena kelas Internasional jenjang SMA memang hanya ditujukan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. Untuk itu, di kelas Internasional jenjang SMA, siswa hanya mendapatkan pelajaran yang akan diujikan oleh Cambridge. Waktu belajar yang dibutuhkan oleh siswa jenjang SMP kelas Internasional (IGCSE) adalah empat tahun. Siswa yang telah lulus ujian IGCSE dapat melanjutkan studi ke jenjang SMA kelas Internasional (A-Level) selama

dua tahun. Sedangkan untuk jenjang SD, waktu belajar yang diperlukan sama dengan kelas reguler yakni enam tahun. Siswa dididik oleh tenaga-tenaga pengajar profesional yang kompeten dibidangnya. Guru-gurunya tandem, artinya, di setiap kelas ada dua guru, yakni guru yang mempunyai pengalaman mengajar dengan kurikulum Cambridge dan guru BPK PENABUR Jakarta yang telah lulus seleksi sebagai guru kelas Internasional dan menerima pelatihanpelatihan secara berkesinambungan. Setiap kelas terdiri atas 20-32 siswa dan dilengkapi sarana belajar komputer. Selain itu, setiap siswa juga mendapat locker untuk menyimpan barangbarang mereka. Ingin tahu informasi lebih lanjut tentang kelas Internasional? Hubungi: BPK PENABUR Jakarta, telepon: (021)- 5666965-6, Eks. 126 (Rachel Ninik S.). *** (Na2)

TPJ no.16.V April-Juni 2007  

TPJ no.16.V April-Juni 2007

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you