Page 1

Kenapa BLAENinDONESIA?

SUARA LINGKARAN KEBERSAMAAN

Sekilas Catatan Sejarah Gerakan Generasi Muda Blaen Indonesia AWAL tahun 2000-an, Desa Tajinan sempat digegerkan munculnya sebuah perkumpulan generasi muda dengan pelbagai aktifitasnya. Pada waktu itu, lebih akrab dikenal seagai BLAENZ dengan semangat kebersamaannya. Diakui atau tidak, para generasi muda yang selanjutnya juga dikenal dengan RISBOS (Remaja Islam Boemi Sholawat) sebagai nama resminya, mampu memberikan warna tersendiri pada daerah di wilayah Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur ini. Dalam bidang keagamaan; RISBOS aktif melaksanakan pembacaan Yasin dan Tahlil yang rutin dilaksanakan setiap malam Jum'at dengan berkeliling ke rumah-rumah anggota yang jumlahnya mencapai seratus orang lebih, RISBOS juga kerap menggelar pengajian umum dan merintis gerak jalan bersholawat dalam rangka hari-hari besar Islam, serta aktif dalam kegiatan Masjid Besar "Nur Ismail" Tajinan. Dalam bidang minat bakat; RISBOS pun aktif dalam pembinaan olahraga dengan SSB (Sekolah Sepak Bola) yang dikelola semi profesional, termasuk aktif dalam berbagai turnamen sepakbola. Selain itu, pada bidang sosial kemasyarakatan; RISBOS pun aktif dalam beragam kegiatan menyambut hari-hari besar nasional, juga melaksanakan kegiatan sunatan massal dan pengobatan gratis bagi warga kurang mampu, serta mungkin masih banyak lagi beragam kegiatan sosial lainnya yang tidak sempat tercatat dan terdokumentasi dengan rapi selama ini. Meski cukup disayangkan, hampir semua kegiatan tersebut sempat terhenti dan menghilang begitu saja dalam beberapa tahun terakhir dengan beragam alasannya (seperti; karena masalah klasik kebutuhan ekonomi dari anggota yang harus bekerja dan tinggal di luar daerah, beberapa mulai berkeluarga, carut-marut managemen pengelolaan, serta berbagai alasan lainnya). Dengan kata lain, dalam beberapa waktu tahun silam generasi muda Desa Tajinan ini sempat bangga merayakan indahnya cahaya kebersamaan, pun meski celakanya sempat terlena di balik gelapnya peradaban manusia yang tidak jelas lagi arah dan tujuan. Namun, Alhamdulillah, dengan cahaya cintanya ternyata Tuhan kembali menumbuhkan bibitbibit generasi muda desa ini untuk lebih berani lagi menantang "budaya omong kosong" dan kerasnya gemerlap dunia. Lantaran, dalam beberapa bulan -

terakhir mulai pertengahan tahun 2012 lalu, bermodal semangat kebersamaan dan kesederhanaan, beberapa sahabat muda dengan membawa istilah NEW BLAENZ kembali merintis dan rutin melaksanakan kegiatan bertajuk RETAG (Remaja Yasin dan Tahlil Generasi Muda) yang juga secara konsisten digelar setiap hari Kamis atau malam Jum'at, konsepnya juga dengan berkeliling di rumah-rumah anggota. Selain itu, NEW BLAENZ mencoba kembali aktif pada beberapa kegiatan kemasyarakatan; seperti dalam Festival Obor pada akhir tahun 2012. Namun, NEW BLAENZ pun sempat menemui sejumlah kendala yang untungnya tidak sampai mengurangi semangatnya. Bahkan, seolah mampu menjadi energi positif tersendiri yang mampu menggugah kesadaran beberapa sahabat lain (yang dulu aktif dalam RISBOS) untuk kembali terbangun dari tidur panjangnya. Memasuki tahun 2013, melalui sejumlah pertemuan dan pembahasan khusus terkait gerakan generasi muda Desa Tajinan ini, maka muncullah format baru yang semoga lebih jelas dan bermanfaat dengan istilah "Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA". Yakni, dengan belajar merubah pola berpikir, sehingga lingkaran kebersamaan ini berjalan lebih tertata dan jelas manfaatnya. Mulai dari pengelolaan manajemen, mempertegas arah gerakan, sadar dokumentasi, serta beragam aktifitas lainnya. Pada prinsipnya; dalam lingkaran kebersamaan ini selalu berusaha memposisikan Tuhan YME sebagai yang paling utama, bersamasama berusaha menjalani hidup yang lebih bermanfaat, belajar menjadi generasi muda yang "wani ora usum" atau "berani berbeda dengan dasar dan tujuan yang lebih jelas", bersama-sama belajar membaca (baik Buku, Lingkungan, dan diri sendiri), berusaha mengedepankan etika saat melakukan aktifitas bersama mau pun pribadi, serta menjadi generasi yang lebih mandiri dalam segala kesederhanaan dan keterbatasan. Untuk itu, sadar sebagai generasi muda Desa Tajinan dan bagian dari Indonesia, dengan semangat kebersamaan BLAENinDONESIA berusaha melaksanakan aktivitas positif dan bermanfaat bagi semua di sekitarnya. Pastinya, dengan harapan mampu menjadi jembatan untuk berhijrah menuju peradaban manusia yang lebih benar, baik dan indah bagi semua. (ImamTantowi/S-BI)

TERBIT PERIODIKAL 2 MINGGUAN / 18 APRIL 2013

#1

GRATIS SEBAGAIMANA MATAHARI YANG TAK KENAL LELAH DAN TANPA PAMRIH MENYINARI DUNIA

(ilustrasi: AkhmadFarhan/S-BI)

EDITORIAL SUARA BLAENinDONESIA; merupakan salah satu bentuk media komunikasi dan informasi sahabatsahabat Lingkaran Kebersamaan Blaen Indonesia. Mengedepankan berbagi dan olah kreasi, kami berusaha mempercepat perubahan pada dunia, terlebih kampung halaman. Bagi kami, hidup bukan lah sekedar eksis menjadi sekrup dari mesin besar sosial. Lebih dari itu, bersama-sama kami ingin membuat kehidupan ini lebih menarik dan penuh perayaan atasnya. Hingga, bersama-sama mampu menuju peradaban lain dari hari ini-yang lebih benar, baik dan indah bagi semua.

Hidup semakin absurd. Dunia khayalan semakin indah untuk ditinggali, sementara kenyataan hanya berarti sesuatu yang menyesakkan. Budaya instan dan omong kosong semakin menjadi, bahkan kehidupan kampung halaman pun tak ramah lagi, generasi dipaksa menghadapi jurang-jurang kelam tanpa arah dan kepastian. Pada edisi perdananya, media ini memberi salam bagi semua yang masih mencoba untuk tetap menjadi manusia. Dengan segala kerendahan dan semangat yang membuncah, kami pun berusaha mengajak sahabat-sahabat BLAENinDONESIA dan siapa saja yang mau untuk berjejaring dalam lingkaran kebersamaan menuju peradaban lain dari hari ini-yang lebih benar, baik dan indah bagi semua.

TIM REDAKSI : ImamTantowi, MuhammadZaini, AkhmadFarhan, ArifWidodo, HamzahMasykur 089660467083 I blaenindonesia@gmail.com I www.blaenindonesia.wordpress.com


Bersih Desa, Dapat Pahala?

SUARA BLAENinDONESIA, EDISI: #1 / 18 April 2013

Sebuah Inspirasi Gerakan BLAENinDONESIA PEDULI Bersih Desa? APA, tanggapan anda saat mendengar istilah Bersih Desa. Mungkin, kecenderungan justru melemparkan beberapa pertanyaan sebagai bentuk jawabannya. Aneh, tapi itu lah kenyataannya. Di antaranya, seperti pertanyaan, ada hiburan apa saja dalam agenda bersih desa tersebut dan beragam pertanyaan lainnya. Dengan kata lain, budaya konsumtif tumbuh subur dalam lingkungan kita, di mana banyak warga yang ternyata lebih memposisikan diri sebagai penikmat serta enggan turut aktif demi kebaikan kampung halamannya sendiri tersebut. Alasannya, terkadang cukup klasik, karena hal itu dianggap sudah menjadi tanggung jawab pihak perangkat desa saja. Meski tidak menutup kemungkinan, masih ada beberapa warga yang turut aktif mensukseskan bersih desa, namun dengan jumlah dan peran yang tidak begitu signifikan. Padahal, bersih desa, bisa diartikan sebagai salah satu bentuk rasa syukur warga setempat atas segala nikmat dan karunia dari sang pencipta, yakni Tuhan YME. Selain itu, juga bentuk upaya menghindarkan desa dari bencana di luar batas kemampuan manusia. Karenanya, wajar jika banyak pihak sengaja melaksanakan beragam kegiatan hingga perayaan sebagai bentuk selamatan desanya tersebut. Bahkan, tidak sedikit biaya yang harus digelontorkan, terlebih dengan ambisi serta gengsi agar terlihat lebih mewah dan meriah. *** Takut? KENAPA, perubahan terkadang terasa begitu menakutkan, terlebih dengan bayangan pesimis dan arah negatif. Meski, perubahan pun cukup indah dan menyenangkan dengan hal-hal positif yang ada. Padahal, sadar atau tidak, sebagai manusia yang memang diciptakan Tuhan sebagai makhluk dinamis (tidak seperti malaikat dan setan yang bersifat statis), pastinya perubahan tidak mungkin dapat dihindari dalam kehidupan ini. Apa pun, dan bagaimana pun itu bentuknya. Pagi menjadi siang, bergerak menuju sore dan malam, terus berputar tanpa ada yang memastikan kapan berakhir. Waktu pun terus berjalan, dan tak seorang pun yang mampu menghentikannya. Bahkan dengan segala kecanggihan teknologi, tidak ada jaminan manusia mampu menghentikan waktu itu sendiri, kecuali Tuhan YME. Dalam istilah agama; umat Islam bisa memandang perubahan sebagai sebuah hijrah, atau istilah lain bagi umat non muslim dengan keyakinannya masing-masing. Dalam bahasa nasionalisme kebangsaan; perubahan bisa dikenal dalam bentuk perjuangan kemerdekaan, revolusi, reformasi, dan masih banyak lagi lainnya.

Jadi, yang terpenting, bagaimana kita bisa memposisikan dan menghargai perubahan itu sebagai sebuah proses dengan harapan positif. Dengan kata lain,- meski tidak mudah, tetap optimis dan jangan pernah takut menghadapi perubahan, walau sesederhana atau sekecil apa pun perubahan itu sendiri. *** Melawan Diam? BERMODAL semangat positif akan perubahan, sahabat-sahabat BLENinDONESIA ternyata memiliki beberapa pandangan yang sedikit berbeda dengan kecenderungan masyarakat sekitar. Di antaranya, seperti dalam istilah Bersih Desa tersebut. Karena, dalam pandangan BLAENinDONESIA, Bersih Desa bukan sekedar agenda tahunan dengan beragam kegiatan dan perayaan atasnya, namun lebih pada bagaimana dalam setiap waktu merasa memiliki dan mencintai lingkungan kita. Lebih-lebih, dengan beragam aktifitas positif dan bermanfaat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME. Sementara itu, seperti tak bisa dipungkiri lagi, bahwa kondisi Desa Tajinan sendiri hingga sekarang bisa dikatakan belum sesuai harapan banyak pihak yang mendambakan sebuah peradaban manusia yang lebih tertata dengan baik dan nyaman untuk lingkungan kehidupan. Diakui atau tidak, masih cukup banyak kekurangan di berbagai lini untuk mencapai kehidupan yang lebih benar, baik dan indah bagi semua. Sayangnya, selama ini kecenderungan masyarakat sendiri menanggapi masalah-masalah yang ada cukup dengan sebatas omongan saja, tanpa ada tindakan nyata untuk melakukan perubahan. Atau, perubahan dianggap sebagai tanggung jawab dari pihak pemerintah, sehingga masyarakat hanya bisa diam dan mau tidak mau harus menanggung akibat negatif dari segala permasalahan tersebut. Di lain sisi, melihat kondisi sekitar, sahabatsahabat Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA tetap berusaha berpikir positif dan merasa sadar akan tanggungjawabnya sebagai generasi muda di daerah ini. Terlebih, dengan salah satu program barunya yang bisa disebut dengan istilah BLAENinDONESIA PEDULI, maka lingkaran kebersamaan ini diharapkan mampu berperan aktif dalam mempercepat proses perubahan ke arah yang lebih baik di Desa Tajinan dan sekitarnya. Karena itu, dengan ucapan “Bismillah”, sahabat-sahabat Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA telah mempersiapkan sejumlah aktivitas untuk menyumbangkan sedikit perubahan nyata di Desa Tajinan. Yakni, melaksanakan agenda “Bersih Desa, Dapat Pahala”. Konsepnya; bersamasama sahabat BLAENinDONESIA secara langsung melakukan aktifitas bersih-bersih di beberapa titik-

PEDULI

dalam lingkungan Desa Tajinan, jika memungkinkan juga akan melakukan pengecatan atau pembenahan sejumlah fasilitas umum yang selama ini mungkin kurang diperhatikan banyak pihak dan bisa saja dianggap sepele atau tidak penting, serta beberapa aktifitas lain yang semoga benar-benar bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Secara teknis, direncanakan bisa konsisten dilaksanakan rutin 2 minggu sekali, selama beberapa jam di hari Minggu pagi. Tapi, kenapa harus menggunakan istilah “Bersih Desa, Dapat Pahala”? Jawabannya cukup sederhana; Bersih Desa tersebut bisa diartikan sebagai bentuk nyata rasa syukur sahabat-sahabat Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA kepada Tuhan YME, sedangkan Dapat Pahala sendiri bisa berarti sebagai penyemangat sekaligus pengingat kita bersama bahwa hanya kepada-Nya (Tuhan YME) lah manusia pantas menaruh segala harapannya.

Jadi, sahabat-sahabat Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA berusaha dan belajar ikhlas dalam aktivitas bersih-bersih tersebut, termasuk tidak ada tendensi atau kepentingan duniawi (seperti berharap adanya pujian dari sesama manusia, mendapat keuntungan materi, atau bentuk-bentuk kenikmatan duniawi lainnya). Ya , b e b e r a p a p e m i k i r a n t e r s e b u t merupakan hasil diskusi dan perenungan beberapa sahabat dari BLAENinDONESIA saat berusaha sejenak melihat carut-marut kondisi kehidupan di sekiktar kita, khususnya Desa Tajinan. Sebuah desa, sekaligus Ibu Kota kecamatan dari salah satu daerah di Kabupaten Malang yang nampaknya lebih akrab dikenal media massa dengan beragam kasus kriminalnya, atau kita masih bisa sedikit bangga mengingat salah satu tagline dari radio lokal yang sempat melambungkan daerah ini sebagai "Kota Santri" dalam beberapa tahun silam. (TIM/S-BI)

BLAENinDONESIA PEDULI? Sebuah Gerakan Nyata atau Bentuk Luapan Cinta Generasi Muda Desa Tajinan COBA, lihat lebih dekat kondisi sekitar kita? Jujur saja, masih kah kita mampu menutupi segala permasalahan yang seolah mengaburkan pandangan akan carut-marut kenyataan di daerah ini. Atau, hanya cukup bisa diam seribu bahasa, hingga dengan pesimis lebih baik diam-diam kita melangkahkan kaki dan secara perlahan meninggalkan kampung halaman yang sepertinya tak menarik lagi untuk ditinggali. Lantas, apa yang bisa dan akan kita lakukan dengan kondisi yang ada sekarang. Ya, sadar sebagai generasi muda yang selalu berusaha berfikir positif, wajar jika BLAENinDONESIA coba menjawab kondisi carut-marut kondisi daerah ini dengan harapan dan tindakan yang lebih nyata. Bahkan, meski dengan segala kesederhanaan dan keterbatasan yang ada. Yakni, dengan mulai merintis dan melaksanakan program BLAENinDONESIA Peduli. BLAENinDONESIA Peduli, adalah salah satu program pengembangan pada bidang sosial dari lingkaran kebersaman generasi muda Desa Tajinan ini. Salah satu bentuk teknisnya, seperti kegiatan “Bersih Desa, Dapat Pahala” yang rencananya mulai digelar pada hari Minggu 21 April 2013 dengan aktivitas bersih-bersih bersama di area Pemakaman Umum Desa Tajinan, yang semoga bisa rutin dilaksanakan setiap 2 minggu sekali dengan beberapa aktifitas serta sejumlah lokasi lainnya. Selain itu, BLAENinDONESIA Peduli diharapkan nantinya bakal terus berkembang sesuai kondisi dan kemampuan sahabat-sahabat dalam lingkaran kebersamaan ini. BLAENinDONESIA Peduli; juga bisa dikatakan sebagai bentuk realisasi “Amal Sholeh” dari sahabat-sahabat dalam lingkaran kebersamaan ini, selain program RETAG (Remaja Yasin dan Tahlil Generasi Muda BLAENinDONESIA) sebagai bentuk realisasi “Dzikir” yang rutin dilaksanakan setiap Malam Jum'at, serta tidak lupa sahabat-sahabat BLAENinDONESIA pun selalu belajar sebagai realisasi “Fikir” yang bisa merubah pola berpikir dengan dasar-dasar dan keyakinan lebih jelas. BLAENinDONESIA Peduli; merupakan salah satu format baru gerakan generasi Desa Tajinan. Konsepnya, melaksanakan kegiatan yang lebih jelas manfaatnya bagi lingkungan sekitar meski terlihat cukup sederhana, bergerak apa adanya dan tidak mengada-ada. Bahkan, andai saja suatu saat tidak ada dana sebagai pendukungnya, diusahakan program tetap bisa rutin dilaksanakan bermodal waktu dan tenaga yang dimiliki sahabat-sahabat lingkaran kebersamaan ini. Bisa dikatakan, BLAENinDONESIA Peduli ini sebagai salah satu bentuk pengganti kegiatan-kegiatan dari RISBOS yang meski sebelumnya cenderung terlihat lebih gebyar dengan pengeluaran biaya cukup besar, namun tak jarang terasa dipaksakan untuk melaksanakannya. (TIM/S-BI)

SUARA BLAENinDONESIA #1  
SUARA BLAENinDONESIA #1  

Media informasi dan komunikasi Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA

Advertisement