Issuu on Google+

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

1


2

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial


SALAM REDAKSI

KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN PERGESERAN BUDAYA Sebulan yang lalu kita digegerkan oleh hiruk pikuk akan kemungkinan mentasnya Lady Gaga di Jakarta. Terjadi pro dan kontra dan akhirnya pihak yang kontra lebih didengar oleh pemerintah dan konser itu batal berlangsung. Indonesia yang secara ekonomi semakin maju meskipun pemerataan semakin lebih jauh panggang dari api telah membuat paling tidak ada 5 juta orang yang kemampuan rata-rata ekonominya sudah hampir sama dengan penduduk Singapura. Dari 5 juta tersebut paling kurang sebanyak 2,5 juta adalah penduduk elite dikawasan Jabodetabek. Tidak mengherankan bahwa selera budaya dari mereka ini sudah tidak berbeda dengan selera penduduk Metroplis Dunia ditempat lain. Remaja mereka lebih gandrung akan Lady Gaga dan besar kemungkinan tidak pernah kenal siapa itu AT Mahmud dan Ibu Sud. Jangan ditanya apakah mereka piawai menyanyikan lagu lagu nasional yang dahulu dikenal sebagai Sapta Swara Tama. Ketika para pengritik Lady Gaga mengatakan bahwa penyanyi “SUPER KONTEMPORER” asal AS ini sangat Seronok dan Jorok maka para pembelanya mengatakan bahwa acara “Cokek, Dangdut , Gandrung Banyuwangi, Jaipong dan lain lain yang dipentaskan di kampong kampong sampai kepelosok Indonesia juga tidak kalah jorok dan seronoknya. Kita harus akui bahwa sejak lebih dari sepuluh tahun ini telah bermunculan Lady Gaga –Lady Gaga lokal hampir diseluruh Indonesia. Juga tampilan artis artis penyanyi dan penari kita di layar kaca tidak “kalah berani” dibandingkan dengan artis dunia manapun. Kotak Pandora yang dibuka oleh Reformasi nampaknya dimanfaatkan dengan hebat oleh para penggiat budaya dan mereka mereka yang hidup dari industri hiburan. Pertanyaan kita adalah apakah kita yang larut oleh terpaan gelombang globalisasi budaya dunia yang sebut saja sebagai “LADY GAGAISM” atau memang dari sononya budaya kita juga penuh dengan kejorokan dan kesronokan? Jawaban kita tentu adalah lebih pada penyebab yang disebutkan diawal kalimat. Bukankan nenek moyang kita sangat bangga akan

“BUDAYA ADILUHUNG”. Lalu dimanakan gerangan sisa sisanya ? Yang kita lihat di kampong pelosok di Bogor bukan lagi Neneng Salmiah berjoget Jaipong tetapi Lady Gaga lokal yang mengeksploitir sex appealnya dalam berjaipong. Tidak dapat dipungkuri bahwa Revolusi Teknologi Informasi telah membuat semua orang bias melihat perkembangan yang terjadi diseluruh dunia pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Tanpa ada upaya untuk meningkatkan daya tahan budaya bangsa Indonesia maka kemajuan teknologi akan serta merta direspons dengan melakukakn pergeseran budaya. Termasuk budaya menerabas dan jalan pintas yang tidak memperhatikan perlunya proses untuk mencapai kemajuan, Tidak mengherankan manakala anak anak kita didesa bukan bertambah bersemangat untuk belajar dan menuntut ilmu untuk hari depan yang lebih baik meskipun sudah tersedia ponsel dan dvd. Surabaya, Juni 2012

SOSIAL WARTA

Pelindung : Ny. Hj. R. Asijah Djoemra (Ketua Umum Yayasan BK3S Jatim) Penasehat : Drs. Machdar Somadisastra, Ny. Dra. Hj. Ami S. Poerwanto, Ny. Hj. Sri Murti Sutardjo Penanggung Jawab dan Pemimpin Redaksi: DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE Dewan Redaksi: Prof. DR. IR. Sunaryo, M.Pd., Dra. Pinky Saptandari W, MA., Djumadi Ramelan, SH. Redaktur Pelaksana: Drs. Sutopo Wahyu Utomo, SH, MM., Drs. Moch. Ghozy, Dr. Asri Widjiastuti, M.Pd, Drs. Paito Staf Redaksi: Adi Saputro Tata Letak: Nafi Tata Usaha: Dra. Dyah Purnamasari K. W Iklan/Sponsorship: Dra. Hariyati , Farida Martarina

Fotografi dan sirkulasi: Team Sekretariat Alamat Redaksi : Jl. Raya Tenggilis 10 Blok GG No. 10 Surabaya Telp : 031- 8411672, Fax : 031- 8498300 Website & e-mail: Website : http://bk3sjatim.org e-mail : sekretariat@bk3sjatim.org pengurus@bk3sjatim.org warta@bk3sjatim.org bk3s_jatim@yahoo.co.id

Edisi Edisi46 38//Juni Juli / 2012 2008

Ijin Terbit: ISSN No. 1410-1254 warta sosial

3


Kirimkan komentar anda ke Redaksi Jl. Raya Tenggilis Blok GG No 10 Surabaya, http://bk3sjatim.org email: sekretariat@bk3sjatim.org

Surat Pembaca

ucapan terimakasih Dengan hormat, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya untuk kita semua, sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sehubungan dengan telah diselenggarakannya acara Sarasehan penyamaan Persepsi tentang SIM D sesuai UU No. 22 Tahun 2009 pada hari Rabu, 16 Mei 2012 di BKKKS Provinsi Jawa Timur, kami segenap panitia dan pengurus DMI Jawa Timur mengucapkan banyak terimakasih kepada : “BKKKS Provinsi Jawa Timur� Atas semua bantuan dan fasilitas kepada kami, sehingga acara Sarasehan Persepsi tentang SIM D berjalan dengan lancar dan sukses seperti yang kita harapkan.

4

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Apabila ada kesalahan dan kekhilafan yang tidak kami sengaja dalam pelaksanaan acara tersebut kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan banyak terima kasih. Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Jawa Timur Jl. Keputih III E/37 Surabaya Telp. (031) 70811979

Jawaban : BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur selalu peduli terhadap masalah penyandang disabilitas, semoga apa yang dicita-citakan para penyandang disabilitas dapat terpenuhi.


Sorotan

ANALISIS KRITIS TELEPHONE GENGGAM DAN TRANSFORMASI ETIKA SOSIAL Oleh: Dr. Asri Wijiastuti,M.Pd. *)

Telephone genggam atau yang biasa dikenal dengan Handphone (HP) merupakan salah satu perkembangan teknologi komunikasi di era global. Bagaikan dua sisi mata uang, satu sisi memberikan dampak pada transformasi sosial dalam hal yang positive. Sisi yang lain menjadi boomerang bagi kehidupan sosial masyarakat terutama kehidupan ekonomi dan etika sosial.

Telephone genggam tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi tetapi juga dipergunakan untuk merekam baik suara ataupun gambar, mengambil foto, mengirim pesan singkat (sms), MP3, internet, dan pemandu peta perjalanan (GPS) sehingga menjadi sarana multimedia. Keberadaan telephone

genggam mampu mengendalikan pikiran orang dan menjadi imperialisme budaya terutama etika sosial. Orang yang membawa HP tidak lagi memperhatikan orang yang berada di sebelahnya dan cenderung mengabaikan, mereka cenderung bercakap-cakap sendiri, sibuk sms atau chating. HP dipergunakan untuk sarana menyontek dan mengakses pornografi bagi kalangan remaja. HP mampu mendegradasi etika dalam diri remaja bahkan menjadi abrasi bagi lingkungan sosialnya. Memiliki HP menjadi kebutuhan primer di Indonesia, kurang lebih 60 juta pengguna dengan pertumbuhan 22,3%. Pengguna HP dari kalangan dewasa sampai anak-anak. Di salah satu sekolah SD, 80% siswa kelas 4-6 memiliki HP dengan alasan memperlancar komunikasi dengan orangtua. Perilaku konsumtif juga mudah terpicu dalam penggunaan HP. Begitu seringnya muncul jenis HP baru, yang tidak hanya menawarkan teknologi yang mutakhir tapi juga design baru yang disesuaikan dengan selera konsumen, sehingga menarik minat pengguna untuk gonta-ganti HP. Belum lagi pemborosan pulsa karena adanya berbagai program yang mengundang pengguna HP untuk berpartisipasi dengan pulsa premium yang biayanya 10 kali lipat pulsa biasa. Selain dampak negatif di atas, penggunaan HP pada anak juga rentan terhadap bahaya. Baik bahaya perampokan maupun bahaya terhadap otak yang ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik HP. Perkembangan Telephone Genggam Telepon genggam atau Handphone adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line sehingga konvesional namun

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

5


Sorotan dapat dibawa keman-mana ( portable ) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel ( nirkabel, wireless ). Generasi pertama system selular Analog yaitu AMPS ( Advance Mobile Phone Service ). Versi dari AMPS dikenal sebagai Narrowband Advance Mobile Phone Service ( NAMPS ) yang menggabungkan teknologi digital, sehingga system ini dapat digunakan untuk membawa tiga kali lebih besar kapasitas pada setiap panggilan versinya. Pada tahun 1981 muncul NMT ( Nordic Mobile Telephone System ). Pada tahun 1982 muncullah GSM ( Global System For Mobile Communination ). Pada tahun 1990 jaringan Amerika Utara bergabung membentuk standarisasi IS-54B dimana standarisasi ini adalah yang pertama kali menggunakan dual mode seluler berdasarkan teknik penyebaran spectrum untuk meningkatkan kapasitas yang disebut IS-95. Dengan menggunakan protocol AMPS sebagai defaultnya, akan tetapi mempunyai cara kerja SEC. Normal yang berbeda dengan analaog selular serta lebih canggih disbanding IS-54. Pada awalnya disebutkan bahwa yang menggunakan teknologi sistem Code Division Multiple. Access ( CDMA ) secara digital akan meningkatkan kapasitas hingga 10 sampai 20 kali pada sistem selularnya. Meskipun konsep tersebut mengedankan hal inilah yang menjadikan sistem berdasarkan CDMA menjadi metode transmisi pilihan pada pemasangan-pemasangan baru di atas sistem CDMA. Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu GSM dan CDMA tetapi sekarang ada era generasi baru Handphone yaitu era generasi ke-3 ( 3G ). Ponsel generasi ini juga disebut 3G, fiturnya adalah memungkinkan operator jaringan untuk memberi para pengguna ponsel ini memiliki jangkauan yang lebih luas,termasuk internet dan Video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Generasi keempat: HP generasi ini juga disebut 4G.4G merupakan sistem HP yang menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro),CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dll. Sistem 4G berdasarkan k e r a g a m a n j a r i n g a n I P, y a n g m e m u n g k i n k a n pengguna untuk menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line, dan lainnya.

6

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Generasi keempat: HP generasi ini juga disebut 4G.4G merupakan sistem HP yang menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (wiBro),CDMa, wireless laN, Bluetooth, dll. sistem 4G berdasarkan keragaman jaringan iP,yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line, dan lainnya.

2.

Penggunaan Telephone Genggam di Kalangan Mahasiswa Penggunaan telephone genggam dipilih sampel mahasiswa sejumlah 138 mahasiswa angkatan 2010 dan 2011. Penggunaan HP ditinjau dari Penggunaan Telephone Genggam di Kalangan Mahasiswa kebutuhan pulsa frekuensi, lamanya menggunakan, Penggunaan telephone genggam dipilih sampel mahasiswa mahasiswa per bulan, manfaat, dampak positifsejumlah dan138negative angkatan 2010 dan 2011. Penggunaan HP ditinjau dari frekuensi, lamanya menggunakan, a. pulsaFrekuensi Penggunaan kebutuhan per bulan, manfaat, dampak positif danHP negative a. Frekuensi Penggunaan HP

Tabel 1 Frekuensi Penggunaan Ponsel Dalam 1 Hari No. Uraian F 1. sMs: a. < 50 30 b. 50-100 108 2. telephone: a. 1-5 kali/minggu 79 b. 1-5 kali/hari 59 3. Browsing ilmu 80 4. add to Facebook 89 n=138 sumber : Hasil angket

% 41,40 78,26 57,24 42,75 57,97 64,49

Dari tabel di atas terlihat bahwa sebanyak 108 orang (78,26%) responden frekuensi penggunaan HP untuk sms dalam sehari 50-100 sms, disini para mahasiswa ini termasuk orang yang sering berkomunikasi dengan sahabat, pacar, dan teman sebesar 70% dan ke orangtua 50% dengan materi curhat sebesar 70%, ngobrol 45%, dan diskusi keilmuan sebesar 20% atau bahkan bisa jadi mereka termasuk orang yang keranjingan HP, sehingga HP miliknya merupakan barang yang sangat berharga dan penolong dalam kehidupannya atau bisa juga karena mereka memiliki HP baru dan tersedia pulsa yang banyak sehingga mereka lebih sering frekuensi berkomunikasi dengan temannya meskipun di sekolah mereka sudah bertemu seharian. sedangkan sebanyak 30 orang (41,40%) responden penggunaan HPnya <50 sms, mereka rata-rata memiliki pulsa terbatas sehingga mereka jarang menggunakan HP untuk berkomunikasi melalui sms dengan sesamanya, atau karena mereka sudah seharian bertemu dan bercakap-cakap seharian di kampus membicarakan berbagai hal, sehingga HP mereka jarang pemakaiannya.

Dari tabel di atas terlihat bahwa sebanyak 108 orang (78,26%) responden frekuensi penggunaan HP untuk sms dalam sehari 50-100 sms, disini para mahasiswa ini termasuk orang yang sering berkomunikasi dengan sahabat, pacar, dan teman sebesar 70% dan ke orangtua 50% dengan materi curhat sebesar 70%, ngobrol 45%, dan diskusi keilmuan sebesar 20% atau bahkan bisa jadi sebanyak 49 termasuk orang (42,75%)orang respondenyang menggunakan HP untuk berkomunikasi melalui mereka keranjingan HP, sehingga telphone sebanyak 1-5 kali/hari, disini mereka termasuk mahasiswa yang senang HP miliknya barang yang sangat berharga berkomunikasi dengan merupakan HP melalui menelephone langsung. sedangkan sebanyak 79 orang (57,24%) dengan frekuensi 1-5 kali/minggu. Penggunaan untuk browsing ilmu sebanyak 80 dan penolong bisa(64,49%). juga orang responden (57,97%).dalam Penggunaankehidupannya untuk facebook sebanyak atau 89 responden Dari frekuensimereka penggunaan HP ternyata cukupHP tinggibaru yang menggunakan persentasenya yang karena memiliki dan tersedia pulsa memakai kategori sms dan facebook bila dibandingkan dengan yang digunakan untuk telephone banyak perbedaannyasehingga sangat signifikan. yang mereka lebih sering frekuensi berkomunikasi dengan temannya meskipun di sekolah mereka sudah bertemu seharian. Sedangkan sebanyak 30 orang (41,40%) responden penggunaan HPnya <50 sms, mereka rata-rata memiliki pulsa terbatas sehingga mereka jarang menggunakan HP untuk berkomunikasi melalui sms dengan sesamanya, atau karena mereka sudah seharian bertemu dan bercakapcakap seharian di kampus membicarakan berbagai hal, sehingga HP mereka jarang pemakaiannya. Sebanyak 49 orang (42,75%) responden menggunakan HP untuk berkomunikasi melalui telphone sebanyak 1-5 kali/hari, disini mereka termasuk mahasiswa yang senang berkomunikasi dengan HP melalui menelephone langsung. Sedangkan sebanyak 79 orang (57,24%) dengan frekuensi 1-5 kali/minggu. Penggunaan untuk browsing ilmu sebanyak 80 orang responden (57,97%). Penggunaan untuk facebook sebanyak 89 responden (64,49%). Dari frekuensi penggunaan HP ternyata cukup tinggi yang menggunakan persentasenya yang memakai kategori sms dan facebook bila dibandingkan dengan yang digunakan untuk telephone perbedaannya sangat signifikan.


b. Kebutuhan Pulsa

b. Kebutuhan Pulsa Kebutuhan pulsa yang dipakai dalam satu bulan dari Kebutuhan pulsa yang dipakai dalam satu bulan dari sejumlah 138 mahasiswa dapat sejumlah 138 mahasiswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2 Pulsa Yang Dipakai dalam 1 Bulan No. Uraian f % 1. < rp 25.000,52 37,68 2. rp. 25.000,- - rp 47 34,05 3. 50.000,36 26,08 4. rp. 50.000,- -rp 3 2,17 100.000,>rp. 100.000,138 100 Jumlah n=138 sumber : Hasil angket

Daridi tabel di atas52ternyata 52 orang (37,68%) responden Dari tabel atas ternyata orang (37,68%) responden dalam sebulan mereka menghabiskan pulsa sebanyak <rp 25.000,- dari hasil wawancara, kebanyakan mereka dalam sebulan mereka menghabiskan pulsa sebanyak menggunakan fasilitas bonus pulsa baik untuk sMs atau menelepon langsung, mereka memilih memakai fasilitas karena relatif murah dankebanyakan jatah dari orang tuamereka pun hanya <Rp 25.000,daribonus hasil wawancara, berkisar rp 25.000,- per bulannya,sehingga penggunaan pulsa ini merupakan salah satu menggunakan fasilitas bonus pulsa baik untuk SMS pilihan yang tepat, sedangkan sebanyak 47 orang (34,05%) responden dalam 1atau bulan menghabiskan pulsa rp. 25.000,- -mereka rp 50.000,- memilih mereka ini mendapat jatah untuk membeli menelepon langsung, memakai fasilitas pulsa dari orang tua sebanyak itu, di samping itu mereka senang menelepon langsung untuk bonus karena relatif murah danmereka jatahjuga daribanyak orangberkomunikasi tua pun hanya berkomunikasi, sehingga dalam hal ini dengan mengirim sMs kepada sesamanya bahkan dengan keluarga jauh sekali pun. berkisar Rp 25.000,per bulannya,sehingga penggunaan sebanyak 36 orang (26,08%) responden dalam 1 bulan menghabiskan pulsa kurang lebih rp 100.000,bagi ukuran mahasiswa pengeluaran ini terhitung cukup sedangkan besar mengingat pulsa ini merupakan salah satu pilihan yang tepat, mereka masih minta ke orangtua, namun mengingat mahasiswa termasuk dari kalangan sebanyak 47 orang (34,05%) responden dalam 1 bulan menengah ke atas sehingga bagi sebagian mahasiswa pulsa rp 100.000,- bukan hal yang mewah atau besar, apapulsa lagi kalau mereka memang mendapat jatah dari orang tuanya menghabiskan Rp. 25.000,- Rp 50.000,mereka sebesar itu dan komunikasi yang dilakukan mereka intensitasnya cukup tinggi, namun bila ini mendapat jatahukuran untuk membeli dari pada orang dilihat dari segi kebutuhan mahasiswa merekapulsa ini tergolong yang tua suka melakukan telepon langsung melalui HPnya dengan waktu lebih dari 15 menit dalam 1 hari sebanyak itu, di samping itu mereka senang menelepon dan komunikasi yang mereka lakukan pun tidak melihat hal penting atau tidak, yang penting mereka berkomunikasi tanpa melihat pulsa yang dihabiskan. dalam hal ini langsung untuk berkomunikasi, sehingga

merekaGenggam juga banyak berkomunikasi 3. Telephone dan Transformasi Sosial

dengan mengirim SMS kepada sesamanya bahkan dengan keluarga jauh sekali pun. Pergeseran Fungsi Handphone dari Komunikasi ke Hiburan pada saat Belajar Sebanyak orangmisalnya, (26,08%) 1 yaitu dari komunikasi 36 ke hiburan musik, responden game, internet, dalam dan kamera. Pada umumnya remaja suka mendengarkan musik sehingga pada saat berkembangnya bulan menghabiskan pulsa kurang lebih Rp 100.000,teknologi handphone yang berisi fasilitas music player (pemutar musik) merekapun tidak menyia-nyiakan tersebut. Mereka cenderung menggunakan fasilitascukup tersebut bagi ukuranfasilitas mahasiswa pengeluaran ini terhitung daripada komunikasi. remaja juga cenderung menggunakan fasilitas game karena game di besar mengingat mereka masih minta ke orangtua, handphone itu dapat dimainkan dimana saja mereka berada asalkan mereka membawa handphone membuat kecanduan. internet adalah sebuah media yang memberikan namun dan mengingat mahasiswa termasuk daridapat kalangan informasi mengenai apa saja yang ingin diketahui oleh seseorang. Dewasa ini semakin menengah atas sehingga sebagian mahasiswa banyak handphoneke yang menawarkan fasilitasbagi internet, sehingga banyak remaja yang tertarik untuk memiliki handphone tersebut. Karena keasyikan browsing internet pada pulsa Rp 100.000,- bukan hal yang mewah atau besar, handphone maka seringkali lupa akan kewajibannya untuk belajar. Konsumtif, adalah salah satu kemunculan teleponmemang seluler. Masyarakat menjadi sangat peka dari dengan apapengaruh lagi dari kalau mereka mendapat jatah perkembangan telepon seluler. Baik dari sisi konsumen bahkan produsen. Dikalangan orang tuanya sebesar itu dan komunikasi yang dilakukan produsen juga muncul dunia industri yang baru, saat ini sangat banyak sekali providerprovider baru intensitasnya yang bermunculan. Provider-provider lama pun juga semakin mereka cukup tinggi, namun bilamenancapkan dilihat kuku-kukunya diindustri provider telepon seluler, sehingga persaingan menjadi sangat ketat dari segi kebutuhan ukuran mahasiswa mereka ini dan perang tarif pun terjadi. Harga pulsa untuk operasional telepon seluler menjadi semakin murah, sehingga masyarakat sebagai konsumen pun menjadi semakin konsumtif karena itu. tergolong pada yang suka melakukan telepon langsung terdapat hubungan antara konsumen dan provider dalam pengaruh sifat konsumtif dari penggunaan seluler. melalui telepon HPnya dengan waktu lebih dari 15 menit dalam 1 hari dan komunikasi yang mereka lakukan pun tidak melihat hal penting atau tidak, yang penting mereka berkomunikasi tanpa melihat pulsa yang dihabiskan. Telephone Genggam dan Transformasi Sosial Pergeseran Fungsi Handphone dari Komunikasi ke Hiburan pada Saat Belajar yaitu dari komunikasi ke hiburan misalnya, musik, game, internet, dan kamera. Pada umumnya remaja suka mendengarkan musik sehingga pada saat berkembangnya teknologi handphone yang berisi fasilitas music player (pemutar musik) merekapun tidak menyia-nyiakan fasilitas tersebut. Mereka cenderung menggunakan fasilitas tersebut daripada komunikasi. Remaja juga cenderung menggunakan fasilitas game karena game di handphone itu dapat dimainkan dimana saja mereka berada asalkan mereka membawa handphone dan membuat kecanduan. Internet adalah sebuah media

yang dapat memberikan informasi mengenai apa saja yang ingin diketahui oleh seseorang. Dewasa ini semakin banyak handphone yang menawarkan fasilitas internet, sehingga banyak remaja yang tertarik untuk memiliki handphone tersebut. Karena keasyikan browsing internet pada handphone maka seringkali lupa akan kewajibannya untuk belajar. Konsumtif, adalah salah satu pengaruh dari kemunculan telepon seluler. Masyarakat menjadi sangat peka dengan perkembangan telepon seluler. Baik dari sisi konsumen bahkan produsen. Dikalangan produsen juga muncul dunia industri yang baru, saat ini sangat banyak sekali provider-provider baru yang bermunculan. Provider-provider lama pun juga semakin menancapkan kuku-kukunya diindustri provider telepon seluler, sehingga persaingan menjadi sangat ketat dan perang tarif pun terjadi. Harga pulsa untuk operasional telepon seluler menjadi semakin murah, sehingga masyarakat sebagai konsumen pun menjadi semakin konsumtif karena itu. Terdapat hubungan antara konsumen dan provider dalam pengaruh sifat konsumtif dari penggunaan telepon seluler. Bukan hanya dalam penggunaan operasional telepon seluler, berkembangnya teknologi dan jenis-jenis yang semakin modern yaitu yang paling mutakhir dari 3G ke 4G membuat konsumen menjadi semakin konsumtif. Konsumen secara aktif terus menerus mengikuti perkembangan teknologi telepon seluler dengan berbagai alasan. Dari orang yang tidak ingin dikatakan ketinggalan zaman, orang yang hanya menggunakan perkembangan teknologi hanya untuk prestise, hingga orang yang benar-benar memanfaatkan perkembangan telepon seluler untuk meningkatkan produktifitas serta efisiensi dalam pekerjaannya. Pengaruh lainnya adalah hilang batasan ruang dan waktu. Kedua hal tersebut merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam globalisasi. Dengan muncul dan semakin berkembangnya telepon seluler membuat privasi seseorang semakin terganggu. Orang yang memilki telepon seluler dapat dihubungi dimanapun dan kapanpun, dengan syarat tidak terjadi kesalahan teknis dalam penggunaannya seperti tidak ada jaringan, baterai telepon seluler habis, dan pulsa habis. Hal ini bisa menjadi sebuah hal yang positif namun bisa juga menjadi hal yang negatif, tinggal bagaimana kita memposisikan penggunaan telepon seluler sesuai dengan etika. Apabila handphone digunakan untuk mengganggu privasi seseorang, seperti dengan menelpon tengah malam padahal tidak ada kepentingan dan mengganggu tidur, menelpon saat sedang beribadah sehingga mengganggu kekusyukan, dan lain sebagainya. Penggunaan telepon seluler dapat bernilai positif jika digunakan sesuai dengan kebutuhan dan etika, seperti untuk memperlancar urusan pekerjaan menggunakan telepon seluler untuk berkomunikasi saat jam kerja, memberitakan hal-hal penting dan harus diketahui saat itu juga, dan lain sebagainya. Banyak kalangan masyarakat yang beranggapan dengan muncul dan berkembangnya telepon seluler membuat nilai-nilai sosial yang ada masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang berjiwa kekeluargaan dan gotong royong menjadi luntur. Bersambung ke halaman 11 Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

7


Sorotan Djoko Widijanto *

PEMIMPIN dan KARAKTER CINTA

Menuju detik-detik pesta demokrasi atau pemilihan umum di negeri ini, semua calon akan menampakkan diri dan menyajikan janji politik yang terasa nyata di mata rakyat. Rencana perubahan dalam berbagai sektor pembangunan yang ada menjadi ‘pendewaan’. Jargon politik sangat dominan mengatas-namakan rakyat kecil terutama mereka yang tertindas. Sudah membudaya apabila tim pemenangan calon pemimpin, baik bupati atau wali kota, gubernur hingga nantinya presiden menggunakan langkah tersebut. Realita perubahan sangat diharapkan oleh rakyat kecil, terutama mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Masyarakat urban tanpa status, pengemis, gelandangan dan musisi jalanan yang belum sejahtera cenderung dikategorikan sebagai ‘kerikil pembangunan’. Simpati politik yang diharapkan oleh para calon melalui tim pemenangannya, tampil pandai dalam menggugah hati khalayak umum.

8

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Pemimpin yang pada akhirnya menentukan apakah sebuah bangsa menjadi besar atau kerdil (Louis Allen: 1964). Bangsa Indonesia butuh pemimpin yang bisa mengangkat rakyat dari keterpurukan hidup. Bukan hanya figur yang terpampang dengan gaya nan elegant/eksklusif, namun sulit untuk merealisasikan kepentingan rakyat kecil yang ‘cukup’ sebatas kelas ekonomi. Kemiskinan dan kebodohan rakyat kecil semakin tinggi setiap tahunnya. Indikator penilaian ini tak lain dari problematika bangsa yang meningkat tanpa penyelesaian tuntas (minimal memuaskan rakyat). Kepemimpinan bangsa Indonesia beriringan dengan kondisi bangsa saat ini. Semakin banyak yang tidak percaya kepada para pemimpinnya, semakin tinggi pula tingkat ketidakpuasan umum atas kinerja pemimpin dalam merealisasikan janji politiknya. Rakyat tetap menjadi subyek yang paling dirugikan. Maju dan berkembangnya bangsa ini, terletak pada sikap, komitmen dan pola kemempinan yang ada. Rakyat sudah memberikan amanah tiap kali pesta demokrasi digelar sebagai kontrak politik oleh seorang J.J.Rousseau lebih dikenal sebagai kontak sosial (du contract social).


Gugatan terhadap lambannya perubahan telah menjadi dasar penyepelean kontrak sosial tersebut. Salahkah jika rakyat mencaci-maki pemimpin(?). Dalam konsep demokrasi hal tersebut tetap menjadi kewajaran sebagai salah satu hak mengeluarkan pendapat. Adanya aksi massa atau demonstrasi menandakan pintu demokrasi yang sehat, di satu sisi juga terdapat indikator penilaian, fluktuasi ketidakpuasan umum. Kebijakan yang diterapakan tidak lepas dari kontrol sosial yang menjadi gugatan rakyat. Gugatan rakyat tidak lepas dari rasa cinta yang hilang dari seorang pemimpin yang telah terpilih. Sikap kooperatif rakyat kecil mudah terbentuk dengan realita perubahan hidup berkesinambungan ke arah yang lebih pasti. Realita perubahan tersebut tentunya searah dengan meningkatnya kesejahteraan umum, khususnya berkurangnya angka kemiskinan dan kebodohan. Jiwa berontak atau protes dalam aksi massa hingga menjadi gugatan rakyat akan terbentuk seiring menipisnya rasa cinta mereka terhadap figur yang diharapkan bisa merubah. Pasca reformasi 1998 hingga Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) II saat ini banyak sekali aksi massa yang berskala lokal hingga nasional. Kenaikan BBM yang berujung dengan ketidakpastiaan rencana kebijakan baru, terhadap suplay BBM bagi rakyat menjadi tolak ukur terhadap banyaknya pertimbangan yang merugikan rakyat. Tidak salah jika pemerintah menjadi terdakwa dalam kasus pembodohan massal. Dalam UUD 1945, menyebutkan bahwa seluruh sumber daya alam yang terkandung, diutamakan untuk hajat hidup orang banyak, dalam hal ini warga negara Indonesia. Jiwa dalam kepemimpinan akan menjadi karakter tersendiri bagi seorang figur pemimpin. Kata “cinta” bukan menjadi hal yang romantis dalam kepemimpinan atau mempersempit nilai kepemimpinan dalam satu bidang saja. Lantangnya seorang Soekarno dan Sahrir serta Tan Malaka, hingga KH.Agus Salim, menampakkan kecintaan diri mereka terhadap bangsa Indonesia. Mereka terpilih sebagai aktor perjuangan bukan karena keterpaksaan, namun jiwa yang tergugah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Buktinya berbagai macam strategi untuk memecah belah konsep NKRI bisa dilawan dan dipertahankan. Karakter cinta menjadi hal utama dalam menjalankan kebijakan oleh seorang pemimpin. Sejauh mana kita bisa menilai pemegangan karakter cinta seorang pemimpin(?). Layaknya kita berkaca pada model kepemimpinan lokal. Semua kepala suku yang ada di nusantara setelah dilantik menjadi kepala suku, maka dia tidak lagi menganggap kepentingan dirinya sebagai kepentingan yang utama, namun kepentingan anggota suku sebagai kepentingan utamanya. Fasilitas dan penghormatan seorang kepala suku menjadi penghormatan atas anggota suku yang mencintainya. Tidak ada seorang kepala suku yang bersembunyi saat ada bencana, baik peperangan maupun alamiah. Hal tersebut terurai dalam makna cinta oleh

seorang yang berstatus Ksatria (Satria). Sekecil apapun permasalahan anggota sukunya, kepala suku menjadi tempat penyelesaian masalah sebijak mungkin. Menyatukan beragam budaya nusantara dalam satu kepemimpinan dari tingkat lokal hingga nasional di masa modern, memang tidak mudah. Selama karakter cinta seorang pemimpin kepada rakyat kecil telah teruji, maka sebesar apapun permasalahan yang terjadi, pasti turut gelisah, bukan sekedar mengobral kata ‘duka’ dan ‘sumbangsih’ semata. Musisi senior Iwan Fals, menyayikan lagu rakyat yang berjudul “Ethiopia” dimana salah satu syairnya “obrolan kita di meja makan, tentang mereka yang kelaparan”, menandakan bahwa sebagai seorang pemimpin harus bisa merasakan pahit getirnya kondisi bangsa. Memang kita tidak berharap bencana kelaparan terjadi di Indonesia, akan tetapi tingginya angka kemiskinan secara tidak langsung menandakan tumbuhnya “budaya lapar”. Meningkatnya angka korupsi serta kasus korupsi yang tidak terungkap dengan jelas, juga menandakan “budaya lapar” akan perut pribadi. Dimana rasa cinta seseorang yang ingin menjadi pemimpin kalau sejak awal sudah membudayakan “tradisi lapar”. Parfum nan wangi tidak bisa membendung bau kotor sejati dikala menyandang gelar “tikus kantor”. Korupsi informasi dalam tragedi Shukoi terlihat jelas. Informasi yang disajikan oleh media masih berkutat pada hal ekskavasi korban dan semakin mengkaburkan kronologi kecelakaan tersebut. Sebelumnya juga terdapat asas praduga sebagai pisau analisis yang berhubungan dengan konspirasi internasional mengenai ‘peperangan’ Boeing dengan Shukoi dalam ranah marketing produk. Jangan sampai khalayak umum tertidur (bisa jadi ditidurkan) dengan adanya konspirasi tersebut. Pernyataan ‘spekulasi’ secara tidak tidak langsung menghapus pembelajaran politik bagi rakyat tentang konspirasi internasional. Perlu kesadaran nasionalis untuk menggugat status teritorial Indonesia yang telah menjadi ‘obyek’ peperangan dua kutub yang berseberangan tersebut. Satu kata untuk cinta pada Indonesia, memperkokoh pemegangan nilai-nilai Sumpah Pemuda 1928. Tragedi Shukoi di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, menjadi pertanyaan tersendiri, mengapa harus mereka yang menjadi korban(?), terutama warga negara Indonesia. Memang tidak ada kaitannya dan tidak berusaha mengkait-kaitkan, namun tetap bisa menjadi landasan bahwa Tragedi Shukoi memilukan bangsa kita. Di tengah promosi produk pesawat Rusia, justru menjadi duka bangsa kita. Bukankah hal yang diuji-cobakan belum tentu menjadi jaminan(?). Pemimpin bangsa kita saat ini perlu menetapkan landasan berpikir cinta yang tetap berimbang (patent). Bahwa bangsa kita tidak untuk diuji-cobakan, mengingat jaminan hidup dan mati tidak berada di tangan manusia, guna membendung pen-dewa-an terhadap jaminan asuransi. Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

9


Sorotan Karakter kepemimpinan terkini, selain perubahan kesejahteraan hidup bagi rakyat juga perlu adanya jaminan cinta kasih terhadap sesama. Kasus genk motor dan pertikaian antar suporter sepak bola, menjadi indikator masih minimnya cinta sesama individu atau golongan. Belum lagi masalah konflik pertikaian berdarah di beberapa tempat, antara lain kasus Mesuji, konflik Solo dan Makassar hingga yang terbaru konflik Ambon. Jaminan cinta oleh seorang pemimpin belum memiliki standarisasi. Kesepakantan yang dibuat dalam mengawali karir sebagai pemimpin belum bisa menjadi jaminan pemegangan nilai, mengingat karakter merupakan hal yang abstrak atau profan. Kesepakatan yang ada lebih kokoh dengan bertemunya pemegangan adat dan budaya. Seperti budaya ‘rumongso’ atau turut merasakan, budaya ini lebih menekankan pada aspek psikologi sosial. Cinta sebagai aspek jiwa yang berkaitan dengan peran dan posisi individu yang saling berkaitan. Setiap pemimpin yang hebat lebih banyak memiliki pengalaman menyelesaikan dari pada lari (masa bodoh) dengan masalah rakyat. Hal tersebut bisa melebur ‘warisan’ konflik yang pernah terjadi. Menumbuhkan cinta dengan beragam pola dan budaya sebagai karakter pemimpin merupakan seni dalam politik. Suatu hal yang mudah dan sepertinya sepele, namun belum tentu mudah untuk diwujudkan, perlu prioritas nyata yang seimbang hingga menjadi aspek keguyuban (geimenscaft) yang membudaya. Salah satu ikon budaya Jawa mengajarkan “tata tentrem karta raharja”, yang artinya kurang lebih, menjaga ketentraman untuk kebaikan bersama. ‘Ketentraman’ bukan kata sifat yang berbentuk kuantitatif saja, namun lebih pada nilai kualitatif yang menopang kerukunan dan keguyuban dalam kebhinekaan bangsa. Semua budaya lokal yang ada di nusantara, tentunya mengajarkan kebersamaan dan kerukunan antar warga. Dua hal ini tidak berada di mulut semata, namun tersemat di hati dan sudah pada tingkat kesadaran pemegangan nilai. Seseorang yang ingin menjadi pemimpin wajib lulus dalam hal ini dengan pengakuan publik. ‘Cinta’ merupakan hal yang sangat fluktuatif yang beriringan dengan rasa ‘benci’. Saat pertama kali menduduki kursi kepemimpinan, seorang pemimpin bisa menampakkan rasa cinta yang tinggi pada rakyatnya, setinggi rasa cintanya pada bangsa dan negara. Pada satu sisi beriringan dengan ujian berupa kepentingan pribadi atau golongan. Fase tersebut akan mengikis rasa cinta yang semula di atas ratarata, menjadi pemudaran nilai-nilai cinta. Sudah selayaknya kita mengembalikan hakikat ‘cinta’ yang saat ini telah menjadi beban, bahkan tanggung jawab yang tergugat. Telah menjadi ‘penyakit’ kepemimpinan modern saat ini, intensitas cinta terhadap rakyat lebih menampakkan ‘langkah turun tangga’, seiring dengan masa jabatan yang akan berakhir. Rakyat hanya bisa menyerah dikala sosok pemimpin yang tidak diharapkan hadir kembali, mengingat cinta tidak ada dalam jual-beli suara (money politic). Sebenci apapun rakyat pada sang pemimpin, mereka tetap menjalankan kebijakan yang diperintahkan. Inilah bukti

10

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

bahwa rakyat bukanlah subyek yang tidak punya cinta. Saat rasa cinta dan benci tidak lagi beriringan maka yang hadir adalah penjajahan kepemimpinan, istilah yang lebih tepat yaitu kemasabodohan. E. Weisel menyatakan bahwa kejahatan yang terbesar adalah kemasabodohan. Saat menampakkan wajah sebagai calon pemimpin maka seorang publik figur akan (terbiasa) mengumbar kharisma, dan menjadi rutinitas saat menduduki ‘tahta kepemimpinan’. Perlu kita ingat bahwa sifat kharismatik seseorang tidak bisa dinilai dari pencitraan semata, akan tetapi lebih kuat pada sentuhan hati dalam realita keterdekatan dengan rakyat kecil. Dalam ranah politik pencitraan, figur calon pemimpin memang harus dipromosikan. Setelah ‘pertarungan politik’ berakhir, bukan sekedar menjalankan politik etis (politik balas budi) terhadap rival politiknya, namun konsentrasi dengan permasalahan rakyat. Perubahan sesegera mungkin diharapkan khalayak umum. Langkah dan realita kebijakan yang bisa merubah kondisi, merupakan pencitraan yang sebenarnya. Antara janji dan realita politik melebur menjadi tanggung jawab dari amanah rakyat. Kebanggaan akan kursi kepemimpinan merupakan seni bercinta dalam konteks pengabdian diri kepada bangsa dan negara. Merujuk cerita sejarah kebesaran karir Ken Arok yang sebelumnya adalah sosok ‘berandal’ yang membunuh Bupati Tumapel, Tunggul Ametung, dan mendirikan kerajaan besar Singosari dan berlanjut menjadi Kerajaan Majapahit pada abad ke-13. (dalam Kitab Pararton). Hal yang bisa dipetik dalam sejarah masa lalu tersebut adalah seburuk apapun sikap dan prilaku seseorang, saat dirinya menjadi pemimpin maka rasa memiliki rakyat akan tumbuh dengan sendirinya. Tolak ukur keditaktoran akan terjawab pada banyaknya pemberontakan yang terjadi saat dia memimpin, pada ruang inilah unsur cinta sang raja bermain. Sama halnya pada era modern saat ini, rakyat kecil tidak mudah untuk mau menjalankan aksi massa apabila dirinya tidak merasa tertekan dengan beban hidup. Selama tolak ukur kesejahteraan terutama kemakmuran dan pendidikan stabil, maka manuver politik berbentuk aksi massa akan lebih minim dan terarah, sehingga tidak akan berujung pada konflik berdarah. Kasus terkini masih berkutat pada korban yang berjatuhan dari angka nominal lokal kecil menjadi massal secara nasional. Mendeteksi ketidakpuasan umum dengan cepat dan tanggap, merupakan unsur cinta dalam seni kepemimpinan. Hati pemimpin tidak untuk dibandrol artinya, semua yang berkepentingan dan mendikte seorang pemimpin harus segera dihentikan. Berkata cinta bukan hal yang terpaksa, dan menjalani cinta bukan hal yang menegangkan, justru penuh kasih sayang. Tragedi kudeta G.30.S 1965 (Gestapu) yang melibatkan beberapa oknum PKI dan TNI di era Orde Lama, menandai berdirinya Orde Baru menjadi catatan sejarah hangusnya unsur cinta dalam politik yang banyak memakan korban dari rakyat kecil terutama para petani yang dicap sebagai PKI. Dalam peristiwa ini telah muncul konspirasi buta (kudeta) dan matinya cinta. Kekuasaan


memang ajang perebutan, unsur cinta akan tumbuh dalam tonggak politik yang bijak dan mati dalam cengkraman diktaktor. Orde Baru yang melambungkan nama Soeharto tak ubahnya dengan cinta yang mati, dimana semua orang yang berseberangan dengannya tidak memiliki jaminan keselamatan. Tragedi Gestapu 1965 dan tragedi Malari 1974 telah menjadi pondasi terjadinya reformasi 1998. Hati seorang pemimpin tidak mungkin membentuk watak ‘tangan besi’, namun metamorfosa kepentingan mengatas-namakan nama rakyat telah mematikan ketulusan hatinya. Dampak dari politik ‘cinta palsu’ era Orde Baru masih sulit dihapuskan karena telah mengakar hingga kesadaran cinta mengalami metamorfosa dari bentuk aslinya. Diakui atau tidak, kebingungan yang ada saat menilai sosok Soeharto menjadi indikator metamorfosa tersebut. Karakter merupakan menjadi bagian terdepan dalam menilai kepemimpinan (Zainal Soedjais: 2002). Rosabeth Moss-Kanter mengedepankan individu dengan karakter sebagai individu yang unggul. Antony F Sands menyatakan ‘karakter’ (character) adalah integritas, kejujuran, respek, dan kepercayaan yang konsisten. Nilai tersebut tidak jauh beda dengan ajaran Ki Hajar Dewantara yang mengajarkan “ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”, yang berarti di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberi dorongan.

Tanpa nilai-nilai cinta yang nyata semua itu akan terasa berat dan hanya sementara saja, hingga tidak salah jika rakyat tidak bisa berdikari (empowered). Sosok pemimpin yang didambakan saat ini adalah siapa yang bisa menjadikan rakyat berdaya, bukan pemimpin yang pandai berupaya. Daya cinta kepada bangsa dan negara bisa kita lihat pada sosok Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memberikan kursi kepresidenan kepada Megawati Soekarno Putri dengan ikhlas. Hal itu menjadi bukti perwujudan cinta dari seorang tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) dengan kelekar “gitu aja kok repot”. Sosok Gus Dur yang bisa meredam rakyat pendukungnya menjadi catatan sejarah bahwa perebutan kekuasaan tidak harus meneteskan darah. Seni dalam kepemimpinan dapat merajut nilainilai politik dan bisa menyajikan etestika bagi semua, mengingat manusia sebagai makhluk yang berpolitik (zoon politicon). Sudah selayaknya seorang yang berjiwa besar, terlebih mereka yang sedang menjadi (termasuk berambisi) pemimpin, bisa tidur pulas dan bermimpi indah. Surabaya, 21/05/2012 *Djoko Widijanto, Penulis lepas Sosial dan Sejarah-Budaya, Mantan Sekjend Studi Kajian Kebangsaan (SKAK) Unesa 2006-2007, Ketua Komunitas Jejak Sejarah (KJS) Surabaya. Sekarang menjadi partner honorer di Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT). e-mail: widijanto.dj@gmail.com

Sambungan dari halaman 7 Sebelum muncul telepon seluler, orang-orang selalu melakukan komunikasi secara langsung dengan tatap muka dalam penyampaian pesan, sehingga rasa kekeluargaan semakin terasa erat karena ada hubungan secara emosional. Sedangkan saat ini, untuk menghubungi tetangga yang bersebelahan rumah pun menggunakan telepon seluler. Dengan label efektifitas, membuat penggunaan telepon seluler lebih digemari oleh masyarakat. Namun disisi lain nilai-nilai sosial dan kekeluargaan semakin luntur. Pertemuan-pertemuan tatap muka menjadi semakin jarang. Secara emosional memang sudah sangat berbeda antara komunikasi secara tatap muka denganmenggunakan telepon seluler, dengan menggunakan telepon seluler kita tidak dapat mengetahui kondisi emosional dan psikologis dari lawan bicara.

Kesimpulan 1. Fungsi utama telephone genggam adalah sebagai sarana komunikasi 2. P e r k e m b a n g a n d a n k e m a j u a n telephone genggam mengakibatkan fungsi telephone genggam mengalami pergeseran yaitu menjadi media game, mendengarkan music, kamera, dan internet 3. Dampak positif telephone genggam adalah memudahkan komunikasi 4. Dampak negative telephone genggam adalah mengganggu aktivitas belajar, konsumtif, hilang batasan ruang dan waktu, lunturnya nilai-nilai kekeluargaan

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

11


Sorotan Ario Djatmiko *

Bangunlah Jiwanya Bangunlah Nalarnya

Semangat “guyon” bangsa kita sering mengagumkan. Tidak mengenal tempat, waktu dan terkadang tidak mengenal kepatutan. Disetiap pertemuan, acara ger-geran hampir selalu terlihat. Pidato penjabat, politik bahkan acara ilmiah, selipan joke tampaknya merupakan menu wajib. Inilah yang tidak tampak dibangsa lain. Seorang profesor disebuah seminar melempar sebuah joke: ”Kalau ada lelang otak, yang paling mahal pasti otak orang Indonesia. Bukan otak orang Amerika, Jepang, Tionghoa apalagi orang India. Mengapa? Otak manusia Indonesia selalu segar, sebab amat jarang dipakai”. Joke getir sang profesor, amat menganiaya bathin! Tetapi saya terkejut, gemuruh tawa keras diseluruh sudut ruangan. Joke getir itu saya dengar 20 tahun

12

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

lalu. Soal mengolok bangsa sendiri, memang kitalah jagonya. Kian hari, joke serupa kian sering terdengar. Teknologi yang seharusnya membuat kita lebih produktif, tetapi ditangan bangsa kita bisa berbeda. Kehadiran SMS, membuat kebiasaan menghina bangsa sendiri berkembang pesat dan kian tidak bertanggung jawab. Proses destruksi nilai berlangsung terus tanpa jeda. Dan, masyarakat seakan mati rasa atau bahkan mungkin kita sudah bisa ikut tertawa! FAKTA BERBICARA Bulan lalu, sahabat orang Belanda, yang menghabiskan sisa hidupnya untuk kemanusiaan, berkunjung dan murung. ”Bangsa ini tidak seharusnya hidup seperti ini. Anda lihat bumi Kalimantan hancur lebur. Bayangkan, Indonesia tercatat pengekspor batubara nomor 2 didunia, padahal cadangan batubaranya hanya no 16. Masuk akalkah, negeri Tiongkok yang cadangan batubaranya nomor 3 didunia, 114 500 juta ton harus impor batubara dari Indonesia yang


cadangan batubaranya hanya 5.370 juta ton. Jelas, mereka amat menjaga kelestarian alamnya dan begitu meng-eman cadangan batubaranya. Sebaliknya negara Anda mengumbar cadangan yang tidak seberapa. Dan, membiarkan mereka mengaduk-aduk bumi negeri ini. Bagaimana mungkin, negeri yang begitu subur, harus sepenuhnya tergantung import pangan? Laut begitu luas, harus impor ikan? Anda pernah melihat, anak manusia negeri ini yang berebut makan dengan hewan piaraannya? Makanan babi!”. Lirih dia berkata: ”Saya tidak mengerti bagaimana elit negeri ini memimpin? Akalnya tidak dipakai atau mereka tidak punya nurani?” Nah, apakah kita harus marah? Dia tidak sedang menghina, air matanya mengambang. Ia mengingatkan, betapa abai-nya pemimpin kita akan nasib negeri ini. NURANI DAN NALAR Pasti ada yang salah dinegeri ini, si Belanda menyebut dua hal: Akal dan nurani. Dua hal itulah yang membuat kita, manusia, berbeda dengan mahluk lain. Akal adalah proses berfikir yang merupakan bagian dari nalar. Nalar adalah proses yang kompleks, cermat, menyeluruh dalam mempertimbangkan segala segi guna memecahkan masalah. Nalar adalah sarana bertahan hidup ditengah lingkungan yang terus berubah dan penuh tantangan ini. Dan, nalarlah yang membuat manusia menjadi penguasa dimuka bumi. Pidato penting Churchill 1943, dimimbar Harvard University:” Brain power is really the future of a nation”. Kini, diera ini, kekuatan otak sungguh tak berbatas lagi. Pengetahuan, kecerdasan, kekuatan otak bukanlah hal yang datang dengan sendirinya. Harus dicari, dikejar dan terus dilatih dengan benar. Albert Einstein, mengingatkan: ” Thinking is hard work; that’s why so few do it”. Mengasah otak adalah urusan survival bangsa, jelas soal ini bukan sebatas hanya urusan individu. Ini sepenuhnya urusan Negara! Pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas kualitas pendidikan dan akses rakyat meraih pendidikan terbaik. Namun yang tampak sehari hari jauh dari semestinya. Banyolan konyol di TV kian marak tak terbendung. Dan, rakyat kita sibuk tertawa, lupa mengasah otak, miris! Sampai disini, semakin jelas ada yang salah dinegeri ini. Minggu lalu, saya terpaku melihat moto pendidikan di sekolah modern negeri jiran, Malaysia: “No education without global standard”. Ide cemerlang, SM Science, program khusus untuk melahirkan world class leader. Negara memanggil bumi putra pintar, unggul dan menjamin akses mereka kependidikan terbaik dunia. Disanalah, spirit kebangsaan ditanam, Malaysia membangun bangsanya dengan seksama dan siap melangkah kedepan. Sebaliknya, kita terjebak dalam kemelut tak berkesudahan. Jurang kaya miskin didunia

pendidikan kian menganga lebar. Disaat kita berkutat dengan -gedung sekolah ambruk, minimnya sarana, kualitas guru yang kian memprihatinkan-, sekolah berlabel Internasional dinegeri ini angkuh berdiri dan tak terjangkau. Spirit kebangsaan dalam memintarkan bangsa kian memudar dan uang sepenuhnya bicara. BATAS NALAR Herbert A Simon menulis: “Nalar adalah alat belaka. Nalar tidak menentukan tujuan hidup; paling banter ia hanya memberitahu bagaimana cara kita sampai kesana. Nalar ibarat senjata sewaan, dapat digunakan untuk mencapai tujuan apa saja, baik atau buruk”. Benar, akal dan nurani adalah dua hal yang berbeda. Tampaknya, uji nurani dinegeri ini tak pernah dilaksanakan dengan seksama. Inilah, yang membuat kemelut tak kunjung berahir. Dokter pandai belum tentu dokter baik. Begitu juga profesi lain, ahli hukum, politikus, polisi bahkan ahli agama sekalipun. Socrates, ribuan tahun lalu mengingatkan: ”Nurani yang baik, mengarahkan untuk berbuat baik. Nurani yang jahat, sebaliknya. Batas benarsalah ada dinurani, bukan dinalar. Bukan berarti orang yang nuraninya baik tidak pernah berbuat salah. Pernah, manakala dia tidak tahu mana yang lebih benar. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar”. Masa depan negeri ini mengkilap, begitu kata para pakar ekonomi dari dalam dan luar negeri. Benarkah? Namun, potret negeri ini bercerita lain. Kisah -Mallinda Dee dan Nunun yang kini selalu tampil berkerudung, Nazarudin, Anas, Gayus, Century, ambrolnya jembatan Kukar, pembantaian Mesuji, ricuh Freeport, setiap hari bunuh diri, 175 kepala daerah korupsi, perampokan pembunuhan kian sadis, daftar kejahatan kian panjang -, menjelaskan, negeri ini sedang berjalan kearah yang salah. Tahun lalu, seorang ahli ekonomi ternama mengawali tulisannya dengan joke: “Alkisah, semua kepala negara dipanggil Tuhan. Mereka diberi kesempatan bertanya, kapan negeri mereka akan makmur? Saat presiden Amerika keluar dari kamar Tuhan, dia menangis, 10 tahun lagi. PM Jepang, juga menangis, 12 tahun lagi. PM Italia menangis lebih keras, 20 tahun lagi. Tetapi saat giliran Indonesia, ditunggu lama tidak juga keluar. Mengejutkan, yang keluar bukan presiden Indonesia tetapi Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. Benar, derita negeri ini masih akan panjang, mungkin tanpa ahir. Nah, masih bisakah Anda tertawa? * Ario Djatmiko. Staff Pengajar FK UNAIR.

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

13


Sorotan Drs. Machdar Somadisastra *

Teknologi dan Perkembangan Masyarakat Bangsa atau masyarakat Indonesia yang sekarang ini adalah gabungan atau integrasi masyarakat-masyarakat etnis lokal hasil perjuangan politik dan perjuangan bersenjata melawan Pemerintah kolonial masa lalu. Masyarakat-masyarakat etnis lokal bangsa dengan beragam budaya itu hidup di kepulauan Nusantara, di pulau-pulau besar dan di pulau-pulau kecil, ada yang hidup di dataran tinggi atau pegunungan, didataran rendah, didaerah aliran sungai, di tepi pantai dan juga yang hidup di pantai di perahuperahu. Interaksi masyarakat etnis lokal dengan alam sekitarnya melahirkan kebudayaan, etnis lokal yang berwujud system nilai atau sering disebut system budaya yang menjadi pedoman perilaku etnis itu, system sosial atau perilaku etnis itu dan materi kebudayaan yang merupakan hasil perilaku etnis itu. Salah satu materi kebudayaan yang berkaitan dengan kemajuan masyarakatnya adalah teknologi yaitu peralatan yang dilahirkan atas interaksi pikiran perasaan dengan kondisi alam sekitar seperti teknologi pendirian bangunan umum dan tempat tinggal, tehnik bertani, tehnik beternak, tehnik menangkap ikan dan memelihara ikan, tehnik pembuatan alat-alat transportasi didaratan dan diperairan/lautan, tehnik komunikasi dan lain-lain. Jauh sebelumnya masyarakat-masyarakat etnis lokal ini sudah bersinggungan dengan budaya-budaya asing yang datang dari Asia Barat, Asia Timur, Timur Tengah dan Eropa Barat. Cukup banyak elemen-elemen kebudayaan asing itu yang dapat diterima oleh budaya lokal karena dapat bersambung dengan lemen-elemen kebudayaan lokal dan ada pula elemen kebudayaan asing langsung masuk “berdampingan” dengan elemen kebudayaan lokal seperti tehnik bangunan jembatan besi beton

14

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

berdampingan dengan jembatan kayu/bambu, tehnik bangunan rumah tembok dengan rumah dari kayu dan bambu, motor dan mobil berdampingan dengan pedati dan delman, kapal api (uap) berdampingan dengan kapal kayu/layar, telepon berdampingan dengan kentongan dan bedug, huruf latin dan arab berdampingan degan huruf lokal (Jawa, Sunda, Bugis dll), kapal terbang, kereta api, listrik, dna uang sebagai alat tukar perdanganan diterima di seantero budaya local. Dengan diterimanya dan masuknya elemen-elemen kebudayaan asing itu di satu sisi dan di sisi lain berlaku poliitk kebudayaan Nasional Indonesia maka kebudayaan Indonesia yang merupakan integrasi dari berbagai kebudayaan itu makin tumbuh dan berkembang. Dampak tehnologi yang pertama kali dirasakan dalam masyarakat perekonomian pedesaan adalah masuknya uang kepada masyarakat pertanian khususnya pertanian padi di Pulau Jawa. Semula pekerjaan dalampertanian padi dilakukan dengan system “saya” atau “sambutan”. Untuk pekerjaan mencangkul, menanam dan menyiangi. Pada suatu saat para petani mengerjakan sawah petani A, pada saat lain menggarap lahan petani B. Demikian sistemnya hingga lahan semua selesai terolah. Pekerjaan kolektif ini merupakan pekerjaan gotong-royong, Setelah unsur uang masuk, rumah tangga ekonomi tertutup menjadi rumah tangga terbuka atau rumah tangga keuangan dan mulai berlaku system perburuhan dalam pertanian. Kemudian dalam perkembangannya penggarapan tanah, mulai dikerjakan oleh kerbau dengan 1 atau 2 orang tenaga manusia, lapangan kerja buruh tani makin sempit. Pekerjaan panen padi yang semula dikerjakan perempuan dengan system “bawom” (10 untuk yang punya dan 1 untuk yang bekerja) akhirnya tercabut setelah panen dilaksanakan oleh laki-laki dengan menggunakan sabit. Demikian juga pekerjaan perempuan menumbuk padi telah tergeser oleh huler atau slep beras. Jika semula menir, katul dan dedek serta beras upah numbuk padi terbawa ke rumah, sekarang menir, katul dan dedek sudah jadi milik pengusaha slep beras, buruh tani perempuan kebilangan pekerjaan dan dedek untuk ternak ayamnya dan terpaksa membeli di slep beras.


Jika awalnya pengangguran di pedesaan merupakan pengangguran tak kentara dan terselubung oleh system bagi hasil maka dalam perkembangan akhirnya menjadi penggangguran terbuka. Salah satu jalan keluar yang ditempuh adalah arus urbanisasi masyarakat pedesaan ke perkotaan yang cukup besar di samping transmigrasi yang sangat kecil. Penduduk pendatang dari pedesaan ini sebagaian besar tidak memiliki ketrampilan atau keahlian yang diperlukan untuk kehidupan kota sebagai pusat kegiatan administrasi, jasa, perdagangan dan industri. Sebagain besar mereka mengadu untung memasuki sektor informal dan bertempat tinggal dipermukiman liar dan kumuh. Pemerintah kota memutar otak untuk mengatasi masalah yang sudah ada di kota pun belum terselesaikan seperti masalah lapangan kerja, masalah perumahan rakyat, masalah transportasi, masalah lingkungan hidup dan masalah yang berkaitan dengan sikap mental atau orientasi hidup masyarakat akibat dampak tehnologi yang berkembang sangat cepat. Penduduk Indonesia ini tumbuh dengan cepat, sementara pendidikan sebagaian besar dibawah Sekolah Dasar, sehingga pengetahuan ketrampilan dan sikapnya “tidak siap” menghadapi perkembangan tehnologi yang sedang berlangsung. Masyarakat Indonesia adalah pembeli atau pengguna tehnologi, bukan pembuat tehnologi, msayarakat Indonesia berkembang menjadi msayarakat konsumen dari berbagai produk tehnologi negara-negara di dunia. Dalam pada itu orientasi hidup masyarakat Indonesia telah menjadi matrealistik dan konsumtif sementara itu legislasi dari pemerintah sendiri belum sepenuhnya dapat efektif. Dampak tehnologi yang pada saat ini perlu diwaspadai agar tidak berlarut-larut berpengaruh negative terhadap masyarakat adalah kendaraan bermotor dan handphone. Pada saat ini kita sudah mulai kewalahan dengan jumlah dan jenis kendaraan bermotor yang beroprasi di jalan-jalan, seiring dengan terjadinya perbaikan perekonomian yang berdampak terhadap daya beli masyarakat, khususnya lapisan menengah, yang sudah membeli kendaraan bermotor roda empat atau mobil dan lapisan menengah ke bawah yang sudah sanggup membeli sepeda motor, maka kendaraan pribadi ikut memadati semua ruas jalan di dalam maupun diluar kota. Oleh karena ruas jalan terbatas dan rendahnya disiplin pengendara maka kemacetan lalulintas terjadi di mana-mana, diluar kota, di jalan tol, di pintu tol dan lain-lain yang lebih mengerikan sering terjadinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Bukan hanya bencana atau kejahatan dan kekerasan yang menyebabkan kematian, tetapi juga kecelakaan lalulintas cukup banyak memakan korban. Angkutan umum yang aman dan nyaman “tinggal slogan” dan banyak orang sudah tidak melirik lagi, karena banyak orang sudah memiliki mobil dan sepeda motor pribadi. Sejak dari rumah sampai tempat kerja atau sekolah/kuliah langsung naik mobil atau sepeda motor, yang dirasakan mereka lebih efektif dan efisien. Tapi bagimana dengan “kesemrawutan” kemacetan dan kecelakaan dijalan diakibatkan melonjaknya jumlah dan jenis kendaraan serta ketidakdisiplinan pengendara? Konon cukup banyak pengendara sepeda motor yang tidak punya Surat Ijin Mengemudi (SIM), masalah ini terpulang kepada Pemerintah dan rakyat, solusinya regulasi dan pengaturan dari Pemerintah sehingga rakyat mengikuti

peraturan itu dengan sadar sesuai dengan ruas jalan yang tersedia diperlukan pengaturan jumlah dan jenis kendaraan yang lalulalang di jalan. “Angkutan umum yang nyaman dan aman” harus direalisasikan sehingga tidak perlu bawa kendaraan sendiri. Penduduk usia lanjut dan anak-anak di bawah umur 17 tahun memerlukannya disamping golongan penduduk lainnya. Produk tehnologi kedua yang perlu kita waspadai pemakaiannya adalah handphone (HP). Prof. Koentjaraningrat, bapak antropologi Indonesia berkata : “tehnologi itu ibarat pisau tergantung kepada yang memanfaatkannya bisa untuk kebaikan dan bisa juga untuk kejelekan”. Pisau itu bisa digunakan ngiris daging, ikan dan lain-lain dan bisa juga untuk mencederai atau menusuk orang. HP dengan berbagai jenis merek produk dalam dan luar negeri dari harga yang termahal sampai yang termurah dipasarkan di galeri-galeri bergengsi sampai digelar di emperan toko laris manis. Jika pada satu saat ada obral HP merk bergengsi, anak-ank muda rela berdesakan ngantri untuk dapat membeli HP bergengsi yang jadi idolanya. Hampir semua golongan umur, lansia, dewasa, pemuda dan anak-anak di kota dan juga di pedesaan “bermain” HP. HP adalah alat komunikasi audio dan visual antara orang dengan orang, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Komunikasi antar orang itu baik dalam bentuk telpon atau SMS dalam kaitan dengan pekerjaan, bisnis, organisasi, pertemanan, keluarga dan lain-lain. aJika HP dipergunakan oleh orang yang “tepat’ tentu sesuai dengan fungsinya dan azas tehnologi, cepat, efektif dan efisien sehingga memperlancar pekerjaan, memperlancar bisnis, memperlancar jalannya organisasi, mempercepat pertemuan dan kekeluargaan dan lain-lain. Jika dipergunakan oleh orang yang “tidak tepat”, HP itu dipakai ngobrol, gossip dan lain-lain. Saking sibuknya ngobrol, pulsa habis, karena masih ngobrol, beli lagi pulsa Rp. 11.000 lama-lama ngobrol habis baterai, charge baterai, beli pulsa, beli pulsa, charge baterai, berapa pengeluaran? Hasilnya? Tidak produktif, sangat konsumtif penghamburan uang. Bagaimana dengan akan-anak, dalam HP itu ada mainan yang mengasikkan bagi anak-anak. Mereka tekun dengan mainan di HP nya, lagi-lagi habis baterai, charge lagi, lagi-lagi duit. Boros, rugi banyak karena asik game di HP lupa Pekerjaan Rumah (PR) nya dari sekolah. Kemudian jika HP itu dipergunakan oleh orang yang bertujuan tidak baik, merusak untuk kejahatan. Cukup banyak orang-orang yang tertipu dengan SMS yang memberitahukan dapat hadiah dari perusahaan-perusahaan tertentu dan diminta nomor rekening yang dikirm SMS. Penulis sendiri, sudah beberapa kali mendapat SMS semacam ini. Konon dalam penyelidikan korupsi, juga muncul penggunaan BBM sebagai alat bukti. Berkembangnya tehnologi yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai kegiatan sangat tergantung kepada niat pemakainnya, untuk kebaikan atau keburukan, bisa berhemat atau pemborosan. Bagaimana kegiatan lebih efektif dan efisien dan dapat memelihara kebersamaan dalam kehidupan. *) Relawan Sosial.

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

15


Liputan Khusus

SOSIALISASI KESEHATAN DAN GIZI BAGI PARA LANSIA DAN PENGELOLA LANSIA PADA ACARA MEMPERINGATI HALUNAS 2012

Dalam rangka Hari Lansia Nasional (HALUNAS) tahun 2012, BKKKS Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan serangkaian kegiatan pada peringatan HALUNAS tahun 2012 yang telah dilaksanakan puncaknya pada tanggal 26 Mei 2012 di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No.10 Surabaya. Sosialisasi Kesehatan dan Gizi Lansia yang dilaksanakan pada hari Rabu, 09 Mei 2012 di gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya merupakan salah satu program kegiatan dari Pokja Lansia BKKKS Provinsi Jawa Timur yang pelaksanaannya dikaitkan dengan acara memperingati Hari Lansia tahun 2012, jadi kegiatan sosialisasi mengawali kegiatan hari lansia tahun 2012. Pada acara sosialisasi tersebut diikuti + 100 orang yang terdiri dari 15 orsos lansia masing-masing 2 orang dan 15 Karang werdha masing-masing 2 orang dan 25 orang pendamping lansia Home Care Tenggilis Mejoyo yang memberi pelayanan para lansia disekitar Kelurahan Tenggilis Mejoyo, juga diikuti para Pengurus dan Pembina Home Care. Acara dimulai dengan pendaftaran peserta sekitar jam 08.30 dan jam 10.00 dibuka oleh ketua Umum BKKKS Jatim. Dalam sambutan beliau menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan lansia, menurut beliau setiap orang akan menjadi tua, oleh karena itu kita harus mempunyai cita-cita yaitu muda bersuka cita, tua hidup bahagia dan masuk surge kemudian kita harus siap dan ikhlas dipanggil yang maha kuasa yaitu Allah SWT.

16

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Jangan sampai kita tua terus masuk rumah sakit, kesehatan kita harus kita jaga dan makan harus dijaga, ternyata betul bila makan kita sehat maka kita percaya bisa mencapai umur panjang, saya sekarang berusaha untuk menata makan kita supaya berat badan seimbang dengan metode natural food green dengan mengatur pola makan kita dengan baik dan teratur sehingga berat badan saya bisa turun + 9 kg dalam waktu 3 bulan, jadi pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan/kebugaran seseorang. Para rekan-rekan Karang Werda, Orsos lansia dan para pendamping Home Care, BKKKS Provinsi Jawa Timur mempunyai contoh percobaan pelayanan lansia yang berbasis masyarakat dan keluarga yaitu Home Care lansia di Tenggilis Mejoyo, program ini sudah berjalan 3 tahun, Home Care lansia yang berbasis masyarakat dan keluarga dalam pelayanannya memanfaatkan relawan masyarakat sebagai pendamping dan para keluarga sendiri harus bertanggung jawab kepada orang tuanya/lansia. Program ini lebih murah dan mudah bila dibandingkan dengan system panti sosial dan Home Care adalah model yang paling cocok untuk menangani dan melayani lansia yang tidak potensial. Selanjutnya acara sosialisasi didahului dengan pembicara pertama yaitu Prof. DR. Marlena. SPJ dari Sub Komite Geriatri RSUD dr. Soetomo Surabaya. Menurut beliau jadilah kita semua sebagai lansia primadona yaitu penuaan yang sukses (successful aging) artinya menjadi tua yang : 1. Mandiri : mandiri fisik aktifitas semaksimal mungkin, mandiri psychis bila ada masalah ada pemecahannya (solusinya), mandiri sosial tidak tergantung pada orang lain, ceria, nudah beradaptasi, daya juang besar, tenang, suka menolong, intropeksi, inofatif dan daya kasih sayang. 2. Produktif : punya keahlian, ketrampilan, suka menolong, menjadi tumpuan baik keluarga, masyarakat handai taulan. 3. Beriman dan bertaqwa, hidup penuh makna (tutur, sawur, sembur) selaras dengan kehidupan beragama hidup seolah olah akhir hayat, mendekat pada Allah SWT, perbanyak amal ibadah.


Selanjutnya beliau mengatakan upaya dari sudut spiritual, hidup penuh makna, siapkan surat wasiat, hidup harus selaras dengan kehidupan beragama, selesaikan tugas dunia sebagai spiritual terapi. Upaya dari sudut sosial pertahankan kwan lama jangan ditinggalkan karena bisa untuk curhat mengurangi beban jiwa, solusi terpenting ngobrol untuk memberikan fungsi otak agar tetap ceria berperan. Sebetulnya walau kita tua yang muda masih membutuhkan misalnya : jadi penasehat, Pembina, pengurus yayasan sosial atau jadi RT/RW atau Ketua Pengajian. Disamping itu para orang tua masih tetap terpakai secara eksklusif yaitu memberi tutur, sawur dan sembur, sehingga kalau kita mati tetap dikenang kebaikan dan jasanya sehingga kita didoakan. Jalan kunci untuk menuju surge hidup seolah olah akhir hayat, mendekat kepada Allah SWT serta perbanyak amal ibadah karena kehidupan tidak bisa diputar kembali. Hanya pengampunan dari yang pernah tersakiti terutama dan pengampunannya yang kita pintakan. Acara selanjutnya pada sosialisasi tersebut diberikan juga penjelasan tentang gizi terutama bagi para lansia dan kepada peserta yang member pelayanan kepada para lansia dan mereka yang pra lansia yang hadir sebagai peserta. Penyampaian mengenai gizi dan kesehatan lansia disampaikan oleh dr. Novira Widayanti dr. Sp.PD juga dokter Komite Geriatri RSUD. Dr. Soetomo Surabaya mengatakan bahwa orang dikatakan sehat menurut UU No. 26 Tahun 2009 tentang kesehatan ialah keadaan sehat jasmani, rohani, sosial dan hidup produktif secara sosial dan ekonomi secara mandiri dan aktifitas dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena setiap orang lansia perlu mempunyai citacita menuju usia sehat (Healty Aging) untuk itu hindari pola hidup tidak sehat, gizi harus seimbang, melakukan aktifitas fisik dan olahraga serta pemeriksaan kesehatan secara teratur/berkala. • Gaya hidup tidak sehat misalnya makanan tinggi kolesterol penyebab obesitas dan diabetes mellitus. • Makanan tinggi lemak Hiperlipidemi, makanan tinggi garam penyebab Hypertensi, makanan rendah serat penyebab kanker usus, makanan kurang kalsium penyebab osteoporosis dan menggunakan bahan perasa, penyedap, pengawet, pewarna buatan adanya radikal bebas adalah tidak baik bagi para lansia. • Sedangkan gizi seimbang bagi lansia adalah konsumsi makanan yang cukup dan simbang akan bermanfaat bagi lansia terutama yang tidak terkena penyakit-penyakit degenerative atau penyakit lainnya. Masalah gizi pada usia lanjut merupakan rangkaian proses masalah gizi sejak usia muda yang timbul setelah

tua. Masalah gizi bagi usia lanjut yaitu masalah gizi bagi usia lanjut yaitu masalah gizi kurang atau gizi lebih. Kegemukan memacu timbulnya penyakit degenratif (penyakit jantung koroner, hipertensi, DM, rematik dll). Melakukan aktifitas fisik dan olah raga yang dapat dilakukan usia lanjut yaitu melakukan pekerjaan rumah, berjalan jalan, jogging atau lari lari kecil, senam lansia dan dimungkinkan berenang, aktifitas ini merupakan gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energy, olah raga akan meningkatkan kebugaran jasmani tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Yang lebih penting lagi pemeriksaan kesehatan berkala dan teratur, pemeriksaan kesehatan berkala akan mengetahui kesehatan dini, mengetahui kelainan-kelainan secara dini, megobati sesegera mungkin memperoleh informasi tentang apa yang seharusnya tidak boleh dan bagaimana melakukannya. Kita semua ingin menjadi lansia hidup bahagia dengan: • Menghindari berat badan yang berlebihan. • Mengatur makanan seimbang. • Mempunyai kegiatan-kegiatan hobi yang bermanfaat hingga masih berguna. • Gerak badan teratur, iman dan taqwa ditingkatkan, memeriksa kesehatan secara teratur. Terakhir penjelasan dari dokter Frida Dwi Wahyuni, SKM. Beliau mengatakan bahwa makanan dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan, karena dalam makanan terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan metabolism. Perubahan fisiologis yang terjadi pada lansia sangat berpengaruh pada asupan gizi yang dibutuhkan makanan adalah sumber-sumber tenaga, sumber zat pembangunan, sumber zat pengatur karena itu dalam kita makan harus memperhatikan gizi seimbang yaitu mengandung gizi beraneka ragam, mengandung kalori yang dikonsumsi 50% dari karbohidrat komplet (sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian) jumlah lemak dibatasi tinggi serat, kalsium, zat besi, membatasi penggunaan garam, bahan makanan yang baik adalah bahan makanan segar dan mudah dicerna hindari bahan makanan yang mengandung alcohol makan makanan yang mudah dikunyah, ditelan dan dicerna. Demikian beberapa sosialisasi tentang kesehatan dan gizi lansia, bila hasil ini betul-betul diterapkan dan dilakukan Insya Allah semua lansia akan tetap sehat dan produktif, mandiri, cita-cita lansia sehat, bahagia dan masuk surga yang merupakan cita-cita primadona para lansia akan tercapai. Pada kesempatan tersebut diadakan Tanya jawab tapi karena waktu sangat terbatas maka hanya beberapa lansia yang diberi kesempatan. Nampaknya para peserta sangat tertarik oleh kesehatan dan gizi dari RSUD dr. Soetomo Surabaya, karena sangat jelas dan mudah diterima oleh para peserta yang rata-rata juga lansia, akhir acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Prof. Dr. Ir. Soenarjo, M. Pd. (Ibu Ami & Ibu Tjuk)

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

17


Liputan Khusus

SERASEHAN PENYAMAAN PERSEPSI TENTANG SIM D SESUAI UU. 22 TAHUN 2009 Surat Ijin Mengemudi D berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat (UU. No. 22 tahun 2009 pasal 80) DMI (Disable Motorcycle Indonesia) adalah komunitas pengguna motor yang di modifikasi secara khusus bagi disabilitas/penyandang cacat. DMI berdiri pada tanggal 27 November 2009. Di usia yang masih muda ini DMI sudah ada di 13 Kota di Jawa Timur. Komunitas ini berdiri dilatar belakangi oleh keinginan teman-teman disabilitas yang pengguna motor roda tiga yang ada di surabaya dan sidoarjo yang ingin mempunyai wadah/tempat berkumpul untuk mendiskusikan seputar motor kami, terutama tentang hak-hak kami dalam berlalu lintas yang saat itu masih belum kami dapatkan yaitu SIM untuk penyandang cacat. Perjuangan kami dalam mendapatkan SIM D butuh waktu yang sangat panjang, secara pribadi saya memperjuangkan sejak saya mempunyai motor roda tiga pada tahun 2005 (sekitar 7 tahun). Dan Alhamdullillah perjuangan panjang kami tidak sia-sia pada tanggal 15 Desember 2011 kemarin teman-teman DMI Surabaya telah berhasil dan sukses mendapatkan SIM D, dan pada bulan-bulan berikutnya di ikuti oleh kota-kota lain di Jawa timur. kami sadar bahwa kami bukan yang pertama yang bisa mendapatkan SIM D akan tetapi kami yakin kami bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi teman disabilitas yang di kota lain Akan tetapi dalam perjalanan waktu telah terjadi perbedaan persepsi tentang SIM D. Dimana kata “kendaraan khusus” dan “penyandang cacat” masih diartikan sempit, di beberapa kota kami mendapatkan laporan bahwa yang bisa mendapatkan SIM D hanya motor roda 3, penyandang disabilitas yang menggunakan roda dua tidak bisa mendapatkan SIM D, padahal beberapa motor teman-teman sudah ada modifikasi ringan di beberapa bagian. Bisa mendapatkan SIM tapi yang diperolehnya SIM C. PAdahal di UU no. 22 tahun 2009 tidak pernah berbicara roda yang ada adalah kendaraan khusus. Sedang kata penyandang cacat juga masih sangat umum, penyandang cacat yang mana? Berangkat dari permasalahan tersebut kami mencoba mengadakan kegiatan ini. Kegiatan yang difasilitasi sepenuhnya oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur dan telah dilaksanakan di Ruang Pelatihan BKKKS Provinsi Jawa Timur pada Hari Rabu, 16 Mei 2012 tersebut telah memperoleh hasil yaitu mulai ada

18

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

titik terang dan jawaban yang selama ini di tunggutunggu oleh teman-teman disabilitas di Jawa timur khususnya di Surabaya tentang SIM D. Alhamdulillah para narasumber yang kita undang semuanya bisa hadir dan memaparkan materinya dengan baik dan gamblang, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang benar. Perbedaan penafsiran terhadap bunyi UU tersebut. Dimana kata “kendaraan khusus” dan “penyandang cacat” yang sebelumnya masih diartikan sempit sudah mulai dipahami dengan baik. Beberapa point yang dapat kami simpulkan diantaranya adalah : 1. SIM D berlaku untuk semua penyandang cacat 2. Akan diusulkan SIM untuk disabilitas Tuna Rungu Wicara 3. SIM D yang diperoleh teman2 dengan biaya Rp. 50.000,- belum termasuk asuransi, dan harus membayar sebesar Rp. 30.000 di loket Bhakti Bayangkari Polres setempat 4. Kedepannya SIM D akan dibagi menjadi : - SIM D untuk pengemudi motor roda3 - SIM D1 untuk pengemudi motor roda4 - SIM D2 untuk pengemudi motor roda2 Sumber : Abdul Sakur Syakur (Ketua DMI Jawa Timur)


Dalam rangka memperingati hari Kartini tanggal 21 April tahun 2012 Majalah Warta Sosial mengangkat sosok tokoh nasional, salah seorang perempuan inspiratif Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ditengah-tengah kesibukan sebagai Menteri yang mengurus persoalan perempuan dan anak Indonesia, ibu Linda bersedia untuk wawancara dengan majalah Warta Sosial. Bu Linda merupakan sosok yang inspiratif karena memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas. Dilahirkan di Bandung tanggal 15 November 1951, Ibu Linda yang memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ilmu Politik pernah menjadi anggota DPR RI tahun 1992-1997. Ibu Linda termasuk Menteri yang unik, karena pernah menjadi anak Menteri ketika ayahnya M. Taher menjabat sebagai Menteri Pariwisata & Telekomunikasi, pernah juga menjadi isteri Menteri ketika sang suami, bapak Agum Gumelar menjadi Menteri Perhubungan. Berikut adalah hasil wawancara dengan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar seputar permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak Indonesia. Bagaimana Ibu melihat peran perempuan Indonesia pada masa kini, kemajuan apa sajakah yang telah dicapai? Sudah banyak kemajuan yang dicapai, walaupun masih ada kendala akibat ketidak setaraan gender yang masih kuat dalam masyarakat. Untuk bisa mencapai kemajuan sebagaimana yang diharapkan, perempuan harus mampu memberdayakan diri, membangun self empowerment yang tidak hanya berguna bagi dirinya, namun juga bagi keluarga bangsa dan Negara. Dengan berbagai kebijakan dan program Pemerintah dan dukungan berbagai organisasi, termasuk organisasi perempuan yang tersebar hingga ke akar rumput, telah banyak kemajuan yang dicapai. Masyarakat juga mulai banyak yang menyadari betapa pentingnya Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

19


kesetaraan gender serta pentingnya perempuan berpartisipasi dalam semua bidang pembangunan termasuk meningkatkan partisipasi politik untuk dapat mempengaruhi keputusan atau kebijakan pembangunan. Disinilah penting untuk mendorong implementasi strategi pengarusutamaan gender (PUG) dalam pembangunan yang dimaksudkan untuk memberi peluang yang bagi lakilaki dan perempuan untuk terlibat aktif maupun menerima manfaat pembangunan. Strategi PUG dimaksudkan membuka peluang bagi perempuan untuk dapat maju dan berkembang mengisi pembangunan sebagaimana halnya laki-laki. Sejauhmana kemajuan teknologi bermanfaat, mendukung upaya-upaya pemberdayaan perempuan, tumbuh kembang dan perlindungan anak? Dengan teknologi, kita dapat melakukan apa saja sesuai keinginan kita. Teknologi akan bermanfaat jika digunakan untuk kemaslahatan manusia. Teknologi informasi merupakan teknologi yang paling dekat dengan masyarakat, dan menjadi sarana strategis dalam mendukung upaya-upaya pemberdayaan perempuan, tumbuh kembang anak dan perlindungan anak. Melalui teknologi akan membantu mensosialisasikan tentang apa yang dilakukan oleh perempuan, memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana tumbuh kembang dan perlindungan anak sesuai dengan hak-hak anak. Program fasilitasi Radio Komunitas yang dilaksanakan oleh KPP&PA di beberapa daerah terbukti membantu meningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat sampai dengan level akar rumput terhadap kebijakan dan program-program pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak. Kebijakan dan program apa sajakah yang telah dan akan dilaksanakan KPP-PA dalam pemanfaatan kemajuan teknologi untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan? Kementerian PP-PA telah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya adalah: (a) Peraturan Menteri atau Permen No.31/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Penelitian Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; (b) Nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan KPPPA tentang Pemberdayaan Perermpuan dalam rangka mewujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); serta (c) Strategi Pendayagunaan TIK untuk sosialisasi kesetaraan gender Masyarakat kota, dalam hal ini perempuan, tentu sangat berbeda kebutuhannya dengan masyarakat pedesaan. Di kota seperti jakarta dan kota besar lainnya, masyarakat sudah sangat terbiasa, bahkan bergantung pada teknologi informasi ini. Sementara masyarakat pedesaan, karena letak geografis, keterbatasan akses jaringan, masih melihat jaringan global sebagai hal baru.

20 20

Edisi Edisi4646/ Juni / Juni/ 2012 / 2012

warta wartasosial sosial

Perempuan membutuhkan teknologi tepat guna, termasuk teknologi informasi yang responsif gender dan ramah lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Melalui akses komunikasi seperti jaringan internet, kaum perempuan dapat mencari informasi tentang perbandingan harga, suplai barang, informasi kesehatan, serta membangun jaringan kerja dengan pihak lain yang dapat meningkatkan omset usaha serta lingkup usaha hingga ke skala nasional dan internasional. Terkait dengan perlindungan perempuan dan anak, informasi yang didapat dan data soal trafiking dan kekerasan terhadap anak via internet akan menjadi informasi berharga buat kaum ibu dan masyarakat, sehingga sang ibu dapat memberikan edukasi lanjutan kepada anggota keluarganya, terutama anak-anaknya, soal bahaya kekerasan terhadap anak melalui internet. Untuk itu KPP & PA merasa perlu untuk memberikan fasilitasi dan advokasi serta sosialisasi terkait pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, khususnya Teknologi Informasi Komunikasi. Bekerjasama dengan Kominfo, KPP&PA telah membuat modul pelatihan untuk ibu-ibu, yang sudah mulai dicoba di Pekalongan, Palembang dan juga Nusa Tenggara Timur untuk tahun ini. Selain memiliki sisi positif, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi juga memiliki dampak buruk yang cukup mengkhawatirkan dengan maraknya trafiking, kekerasan, dan lain-lain. Apa pandangan Ibu dan kebijakan yang dibuat untuk menyikapi hal tersebut? Yang harus diawasi dan pahami dampak negatifnya seperti penipuan, pencurian data lewat internet, dan lainlain. Pemahamannya adalah bahwa kita harus waspada dan jangan mudah percaya begitu saja dengan tawaran bisnis dan penjualan barang lewat dunia maya, termasuk tawaran yang mengarah pada trafiking. Dengan demikian, baik Pemerintah maupun masyarakat sama-sama memiliki tanggungjawab untuk mengangkat dan mengoptimalkan sisi positif dari penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Serta bertanggung jawab untuk menekan segi negatif penggunaan teknologi informasi komunikasi tersebut. Perubahan sosial budaya yang sangat cepat juga berpengaruh terhadap ketahanan keluarga. Apa pandangan ibu perihal ini, dan upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan KPP-PA? Sistem sosial budaya merupakan bagian mendasar dari kehidupan manusia di mana konstruksi sosial budaya berpengaruh kuat terhadap pembagian peran dan relasi gender laki-laki dan perempuan. Karenanya, KPP&PA merasakan perlunya membuat program yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. Sistem sosial budaya merupakan ranah yang sangat strategis dalam upaya melakukan proses-proses pemberdayaan termasuk dalam keluarga. Jika dalam sebuah keluarga mempunyai kultur


kesetaraan maka akan semakin kuat ketahanan keluarga tersebut. KPP & PA telah mengeluarkan Strategi Nasional Sosial Budaya untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender yang diharapkan dapat memberikan penyadaran sosial, bahwa pembangunan pemberdayaan perempuan merupakan sebuah komitmen nasional untuk membangun sumber daya manusia secara optimal. Selain itu, juga melakukan sosialisasi tentang nilai-nilai pekerti luhur budaya bangsa kepada semua organisasi masyarakat dan stakeholder dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga yang pada akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi SDM yang unggul. Suatu upaya yang terintegrasi dengan kebijakan dan program tumbuh kembang anak dan perlindungan anak.

berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan rasa cinta kepada tanah air. Melalui kegiatan mendongeng, membuat dan membaca cerita rakyat, lomba menyanyi lagu daerah dan perjuangan, melestarikan dolanan tradisional, dan berbagai kegiatan lain, diharapkan dapat mendorong berbagai upaya membangun cinta tanah air. Anak-anak Indonesia diharapkan menjadi anak yang maju berdasarkan kemampuan mengelola teknologi namun tetap bangga dan mencintai budaya dan tanah air Indonesia, dan tentunya diharapkan tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dalam hal inilah para orangtua diharapkan dapat memperbaiki kualitas pola asuh menjadi pola asuh yang mampu membangun kemandirian dan kecerdasan anak, serta memperkuat rasa cinta dan kepedulian anak terhadap tanah air dan sesama.

Ditengarai bahwa banyak keluarga TKI yang sukses secara ekonomi, namun mengalami kerapuhan dalam ketahanan keluarga. Apa yang telah dan akan dilakukan KPP-PA untuk membantu mengatasi hal tersebut? KPP & PA telah mengeluarkan Peraturan Menteri atau Permen Nomor 20 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Bina Keluarga TKI yang merupakan upaya daerah dan masyarakat memberdayakan ekonomi, menjaga keharmonisan, dan melindungi anak keluarga TKI. Semua itu untuk mewujudkan tercapainya ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Ruang lingkup Kebijakan Bina Keluarga TKI meliputi langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan bina keluarga TKI yang meliputi pemberdayaan ekonomi ketahanan dan kesejahteraan keluarga, dan perlindungan anak. Melalui program Bina Keluarga TKI diharapkan dapat menjadi sarana pencapaian percepatan upaya-upaya yang bertujuan untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan tenaga kerja serta upaya-upaya yang bertujuan mendukung tumbuhkembang dan perlindungan anak.

Penutup Semoga hasil wawancara dengan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, satu dari empat perempuan yang diangkat menjadi Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Setidaknya diharapkan dapat menambah pemahaman kita semua perihal lingkup tugas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak yang sangat kompleks, serta membutuhkan komitmen politik yang kuat serta dukungan peranserta masyarakat.

Ibu dikenal sebagai tokoh yang cinta tanah air dan memiliki semangat NKRI yang sangat luar biasa. Sebagai Menteri yang memiliki tugas untuk tumbuh kembang dan perlindungan anak, apa gagasan Ibu agar semangat NKRI dapat diajarkan kepada anak-anak bangsa? Upaya apa saja yang harus dilakukan agar orangtua (ayah dan ibu) dapat meningkatkan kualitas pola asuh agar anakanak dapat tumbuh kembang menuju kepada kemajuan sesuai tuntutan perubahan jaman, namun tidak menjadi kehilangan jati diri sebagai anak Indonesia. Persoalan tumbuh kembang dan perlindungan anak tidak bisa diatasi hanya oleh Pemerintah, tetapi juga menuntut adanya peran keluarga, masyarakat, dan dunia usaha. Semua pihak harus saling bahu membahu dan bermitra dalam mengatasi berbagai permasalahan anak di Indonesia. Dan nilai-nilai kesatuan dan persatuan harus terus ditumbuhkembangkan ditengah-tengah masyarakat, sehingga kebersamaan dalam mengatasi masalah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. NKRI merupakan harga mati bagi seluruh rakyat Indonesia, karenanya harus dilakukan

*) ditulis oleh Pinky Saptandari untuk kolom Tokoh Majalah Warta Sosial BK3S Jawa Timur.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. DATA DIRI 1. Nama : Linda Amalia Sari Gumelar 2. Jabatan : Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 3. Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 15 November 1951 4. Agama : Islam 5. Alamat a. Rumah : Jl. Panglima Polim III/146 Kebayoran Baru, Jakarta 12160 Telp: 021 – 7203692; Fax: 021 – 7256716 b. Kantor : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat 10110 Telp: 021 – 3805539; Fax: 021 – 3810052 6. Nama Suami : Agum Gumelar II. PENDIDIKAN SARJANA ILMU POLITIK Tahun 1995 III. PENGALAMAN PEKERJAAN a. Anggota DPR RI (Komisi I; kemudian Komisi VIII) b. Anggota MPR RI c. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

1992-1997 1998 2009-Sekarang

IV. PENGALAMAN ORGANISASI a. KOWANI (KONGRES WANITA INDONESIA) 1. Ketua Umum KOWANI 2004-2009 2. Wakil Ketua ASEAN Council of Women Organization (ACWO) 2008-2009 3. Sekjen ASEAN Council of Women Organization (ACWO) 2006-2008 4. Ketua KOWANI 1999-2004 5. Ketua Yayasan Kesejahteraan Anak dan Remaja KOWANI 1994-1999 b. PERIP (PERSATUAN ISTERI PURNAWIRAWAN) Ketua Umum Persatuan Isteri Purnawirawan c. LAIN – LAIN 1. Ketua Dewan Pembina Rumah Pesona Kain 2. Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (Jakarta Breast Health Foundation) 3. Dewan Pembina Yayasan Onkologi Anak Indonesia

2002-sekarang 2007-sekarang 2004-2009 2006-2009

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

21


Oleh Dr. Asri Widjiastuti,M.Pd. Sekretaris I BKKKS

Asrorul Masis lahir pada tanggal 29 Agustus 1983 di Jember dari seorang Ibu bernama Cholifah dan seorang ayah PNS di Dinas Pendidikan bernama M. Sholeh. Di kota kecil yang terkenal dengan kebun kopi dan permen tapenya inilah Mais dibesarkan di lingkungan keluarga yang cukup harmonis. Mais memiliki satu saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki penyandang disabilitas fisik namun memiliki semangat yang tinggi untuk meraih cita-cita menjadi sosok yang mandiri.

22

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial


Disabilitas bukan halangan untuk maju dan berkarya. Mais tumbuh menjadi pemuda yang percaya diri meskipun dikarunia hidup tanpa kaki, meskipun pada awalnya merasa minder untuk bergaul dengan teman main di lingkungan sekolah dan rumahnya. Keluarga terutama ibunda selalu memberikan motivasi bahwa semua manusia sama dihadapan Tuhan. Orangtua selalu berpesan untuk selalu ceria dan menghargai orang lain sebagai modal menghadapi hidup lebih mudah. Riwayat Pendidikan Mais lulus SD di Sekolah Dasar Luar Biasa pada Tahun 1996. Berbekal prestasi akademik yang bagus maka Mais melanjutkan ke SMPN 5 Jember dan lulus pada tahun 1999. Perjuangan untuk beradaptasi dengan teman-teman yang non disabilitas dapat dilalui dengan baik, meskipun belum ada program sekolah inklusif. Sejak duduk di SMAN 4 di kota Jember, ia telah tertarik pada organisasi dan lulus pada Tahun 2002. Mais yang cerdas berhasil berkompetisi dan di terima di Universitas Negeri Jember, jurusan teknik elektro. Pada tahun 2008 berhasil lulus terbaik dengan IPK 3,5. Selain jurusan elektro Mais juga mengikuti kuliah di jurusan pendidikan dan lulus dengan predikat terbaik, yaitu IPK 3,72. Sejak tahun 2010, Mais mengikuti kuliah program Magister Pendidikan Luar Biasa. Pada tahun 2011 Mais mendapat kesempatan presentasi hasil penelitian tim mahasiswa S2 PLB Unesa di Khon Kaen University of Thailland. Perkembangan studi S2 saat ini sudah sampai pada tahap ujian komprehensive. Riwayat pekerjaan Asrorul Mais memulai mengabdikan diri dan menyumbangkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan mengajar IT di YPAC Jember pada tahun 2007. Mais juga mengajar IT di SLB-B & Autis TPA Jember. Meskipun hidup dengan karunia tanpa kaki tidak menghalangi Mais untuk mobile mengajar di berbagai sekolahan termasuk SMK Inklusi TPA Jember dan menjadi dosen luar biasa di IKIP PGRI Prodi PLB Jember. Wujud kemandirian dan kegigihan memperjuangkan hidup dan mengabdikan serta menyumbangkan ilmu yang diperoleh, Mais membuka warnet yang ramah anak yaitu mengajarkan bagaimana menggunakan warnet secara optimal untuk kepentingan keilmuan.

Bangil, Malang, Solo, dan Cibinong, selain itu Perpenca berperan sebagai penyedia klien dan mitra dalam memberikan saran kepada Dinas Sosial Jember dalam rangka pelatihan bagi penyandang cacat. Organisasi yang berdiri sejak 9 Juli 2003 ini juga menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengacara dan lembaga perlindungan ibu dan anak setempat guna membantu dan mendampingi dalam proses hukum yang berkenaan dengan penyandang cacat. Perpenca juga membantu mengkoordinasi proses pembuatan SIM khusus bagi penyandang cacat (SIM D). Organisasi yang meiliki anggota 300 orang dari seluruh komponen ketunaan ini juga melakukan hearing deingan DPRD Jember dan Bupati Jember dalam rangka memperjuangkan Perda Peningkatan Harkat dan Martabat Penyandang Cacat. Kiprah Perpenca semakin meluas dengan adanya jalinan kerja sama dengan KONI Jember dalam mensukseskan HAORNAS dengan mengadakan lomba khusus bagi penyandang cacat. Dalam rangka memperingati HIPENCA, PERPENCA melakukan koordinasi dengan organisasi kecacatan lain seperti Pertuni, Perturi, Gerkatin, ITMI dan LSM simpatisan lain guna suksesnya acara tersebut.

Riwayat organisasi Mais aktif dalam organisasi Persatuan Penyandang Cacat (PERPENCA) Jember yang memiliki visi keselarasan, pemberdayaan, kemandirian, kesejahteraan. Di organisasi tersebut Mais berkedudukan sebagai salah satu dari dewan pendiri dan saat ini dipercaya sebagai dewan penasihat organisasi. Sebagai salah satu organisasi yang bermitra dengan dinas sosial Kabupaten Jember, Perpenca semakin melebarkan sayapnya dan menjalin kerjasama dengan Panti Rehabilitasi Sosial Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

23


Liputan Khusus

PERINGATAN HARI LANJUT USIA NASIONAL TAHUN 2012 Seperti pada tahun-tahun yang lalu BKKKS Provinsi Jawa Timur belum pernah absen untuk menyelenggarakan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (Halunas). Peringatan digelar di Gedung dan Halaman Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya. Tema dari peringatan Halunas tahun 2012 adalah Memelihara Dan Memperkuat Keluarga Dan Masyarakat Demi Kebahagiaan Hidup Lanjut Usia. Acara Halunas diikuti oleh organisasi lansia maupun perorangan, jumlah yang mengikuti pada acara tersebut sebanyak + 1.500 dengan jumlah 57 karang werdha/ paguyuban lansia. Acara puncak dilaksanakan tanggal 26 mei 2012, sebelumnya acara puncak telah digelar juga acara sosialisasi kesehatan dan gizi lansia yang diselenggarakan pada tanggal 09 mei 2012 dengan peserta yang hadir sejumlah + 100 orang peserta dengan pembicara dokter dari Sub Komite Geriatri RSUD. Dr. Soetomo. Tanggal 26 Mei 2012 diselenggarakan acara puncak dengan dimulai dari laporan dari Ketua Panitia Halunas Ibu Mieke Sri Kristiarini Winarno, SE serta dibuka dengan Sambutan Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa acara hari lansia ini BKKKS Provinsi Jawa Timur tidak pernah absen dan selalu menyelenggarakan dengan baik bahkan pesertanya setiap tahun bertambah, begitu juga acara-acaranya yang digelar dengan maksud supaya para lansia ikut menikmati hari ulang tahunnya dan bertemu dengan teman sejawat, menambah keakraban antara para lansia. Pada akhir sambutan didengarkan yelyel â&#x20AC;&#x153;Lansia ----- Sehat, BKKKS Provinsi Jawa Timur -------- Luar Biasa.â&#x20AC;? Selepas sambutan Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur dilanjutkan dengan senam pemanasan diteruskan jalan sehat yang diberangkatkan oleh Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur, Ketua Umum Yayasan BK3S Jatim, Ketua Umum IRSI Jatim. Jalan sehat diberangkatkan jam 06.15 dengan jarak tempuh + 3 km (PP) dari halaman Yayasan BK3S Jatim dan peserta mulai masuk halaman kembali sekitar pukul 07.30 dengan menyerahkan kupon hadiah kepada para petugas untuk diundi. Untuk doorprise panitia menyediakan sebanyak 300 buah dan untuk hadiah utama disediakan 11 buah yaitu : TV LCD 22â&#x20AC;?, Stereo Auido System, DVD Player, Magic Com 2 L, Stand Fan, Fan Box, Blender, Dispenser, Sandwich Toster, Setrika Listrik, Radio Portable. Disamping diadakan jalan sehat diadakan juga beberapa perlombaan yaitu : lomba vocal group lansia dengan peserta sebanyak 168 orang yang melibatkan 19 paguyuban/karang werdha/organisasi lansia, lomba senam lansia bugar dengan peserta sebanyak 119 orang yang melibatkan 16 paguyuban/ karang werdha/organisasi lansia. Selain perlombaan juga diadakan bazaar/pasar murah dengan peserta 14 stand yang menjual beraneka macam.

24

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Untuk perlombaaan Panitia menyediakan hadiah sebagai berikut : 1. Lomba Vocal Group - Juara I : Rp. 1.500.000 : KW. Puskesmas Balongsari - Juara II : Rp. 1.250.000 : KW. Arumdalu - Juara III : Rp. 1.000.000 : IIDI Cabang Surabaya - Harapan I : Rp. 750.000 : KW. Sapto Raharjo - Harapan II : Rp. 500.000 : KW. Gatotkaca 2. Lomba Senam Lansia Bugar - Juara I : Rp. 1.500.000 : KW. Arumdalu - Juara II : Rp. 1.250.000 : KW. Sapto Raharjo - Juara III : Rp. 1.000.000 : KW. Temen Tinemu - Harapan I : Rp. 750.000 : K.W. Masjid Agung Putri - Harapan II : Rp. 500.000 : KW. Sawunggaling Acara perlombaan diselenggarakan didalam gedung sedang acara hiburan diselengrakan di halaman gedung. BKKKS Provinsi Jawa Timur menyediakan music lengkap dengan penyanyinya. Karena acara bebas maka siapapun boleh menyumbangkan suara merdunya dengan disertai pula para peserta Halunas ikut berjoget. Pada acara bebas tersebut ada yang membaca puisi antara lain dari Karang Werdha Gatotkaca (Dirgantara Blok B XI-22 Lesan Puro Malang) Selain serangkaian acara tersebut juga diselenggarakan acara pengobatan gratis didalam ruangan dengan jumlah pengunjung pengobatan gratis + 180 orang dengan jumlah yang banyak berobat dari Diabetes Melitus/DB 80 orang. Penyelenggaraan pengobatan gratis bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, RSUD. Dr. Soetomo, Puskesmas Tenggilis Mejoyo. Obat-obatan dan dokter berasal dari Puskesmas Tenggilis Mejoyo, Poliklinik Yayasan BK3S Jatim, dan RSUD. Dr. Soetomo. Jumlah dokter Poliklinik Yayasan BK3S Jatim sebanyak 4 orang dan 2 orang perawat, dari Puskesmas Tenggilis Mejoyo 2 orang dokter, 2 orang perawat dan 2 orang farmasi, dari RSUD dr. Soetomo 13 orang dokter dengan berbagai macam bidang keahliaan. Acara secara keseluruhan selesai pukul 12.00. (Ibu Ami & Ibu Tjuk).


Observation Study Tour Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi dan Kabupaten/ Kota Se Sumatera Barat dan Posdaya Pemkot Palu Provinsi Sulawesi Tengah Di BKKKS ProV. Jawa Timur

Dalam rangka study banding Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi dan Kabupaten/ Kota Se Sumatera Barat dan Posdaya Pemkot Palu Provinsi Sulawesi Tengah ke BKKKS Provinsi Jawa Timur pada tanggal 08 mei 2012 s/d tanggal 10 Mei 2012 telah diadakan kunjungan/peninjauan ke beberapa kegiatan usaha kesejahteraan sosial di Jawa Timur utamanya di Surabaya. Tanggal 08 Mei 2012 jamuan makan malam penerimaan tamu, pada acara tersebut diterima oleh Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur. Sebelum acara dimulai ditampilkan performance tari-tarian dari anak disable yaitu anak tuna runggu wicara dari SLB Karya Mulya Surabaya. Selanjutnya acara dibuka oleh Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE, pada acara sambutan tersebut Ketua Umum menjelaskan tentang Yayasan BK3S Jatim dan Home Care yang akan ditinjau kemudian sambutan dilanjutkan dengan masing-masing Ketua LKKS Sumatera Barat dan Ketua Kader Posdaya Kota Palu, masing-masing memberi informasi tentang kegiatan-kegiatan kesejahteraan sosial dan Posdaya yang sedang dilaksanakan di masing-masing daerahnya. Karena Jawa Timur merupakan Provinsi yang Yayasan BK3S nya sudah berjalan baik dan posdayanya cukup menantang untuk ditinjau, maka DNIKS menganjurkan untuk mengadakan study banding ke Jawa Timur karena program-programnya sudah berjalan lancar bahkan BKKKS bukan hanya Badan tapi sudah berbentuk Yayasan sesuai dengan Undang-Undang Yayasan yang baru tahun 2010.

Disamping sudah berbentuk Yayasan, BKKKS Provinsi Jawa Timur mempunyai aset yang cukup baik yang dapat mendatangkan dana untuk membiayai program-program kegiatan dibidang kesejahteraan sosial, bahkan pembiayaan untuk program-program tersebut mandiri tidak mendapat dana/anggaran dari pemerintah kecuali Home Care lansia sebagaian mendapat anggaran dari Kementerian Sosial. Dalam acara study banding tersebut salah satu yang dilihat selain Posdaya Margorukun, Kampung Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan Kota Surabaya juga meninjau Home Care lansia BKKKS Provinsi Jawa Timur di Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya. Pada acara kunjungan Home Care lansia di Tenggilis Mejoyo bertempat di 2 wilayah yaitu Tenggilis Mulyo bertempat di RW VI dan Tenggilis Lama & Kauman yang bertempat di rumah singgah belajar anak-anak yang dikelola oleh mahasiswa Unesa. Pada maisng-masing tempat diterima oleh para pendamping Home Care lansia dan dijelaskan oleh para pendamping sendiri, selanjutnya kunjungan diteruskan ke beberapa rumah para lansia, melihat dari dekat kondisi lansia yang dibina. Pada kesempatan tersebut ditunjukkan beberapa permakanan bagi lansia yang disiapkan oleh para pendamping. Acara kunjungan ke Home Care lansia s/d jam 14.00 siang yang kemudian dilanjutkan ke SLB Karya Mulya Surabaya dan pada malam hari sebagain rombongan mengikuti kegiatan â&#x20AC;?SEMANGGIâ&#x20AC;? di TVRI dan sebagai lagi mengikuti jamuan makan malam di BKKKS Provinsi Jawa Timur. (Ibu Ami & Ibu Tjuk).

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

25


Liputan Khusus

PENYALURAN BANTUAN SOSIAL PERMAKANAN DAN PENINGKATAN GIZI DARI KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA UNTUK PARA LANJUT USIA DI KELURAHAN TENGGILIS MEJOYO KEC.TENGGILIS MEJOYO KOTA SURABAYA

Pada tanggal 08 Februari 2012 bertempat di ruang pelatihan Yayasan BK3S Jawa Timur telah dilaksanakan penyaluran dana bantuan untuk para lanjut usia, kegiatan bantuan ini merupakan bantuan sosial peningkatan gizi atau tambahan permakanan melalui program pelayanan sosial luar panti/Home Care. Adapun bantuan diperuntukkan para lanjut usia yang belum pernah tersentuh oleh pelayanan dan kondisi tidak mampu, miskin dan tidak mempunyai penghasilan tetap dan bergantung pada bantuan orang lain. Bantuan ini diberikan kepada para lanjut usia diluar panti, Besarnya bantuan permakanan untuk para lanjut usia perorang Rp. 600.000 untuk selama 2 bulan untuk masing-masing lansia. Dana bantuan digunakan untuk meningkatkan gizi lanjut usia yaitu untuk lauk pauk (beras, susu, telor, ikan, gula, kopi, minyak, sayur mayur) pakaian dan kebersihan lanjut usia sabun, odol, handuk, dll). Pada acara tersebut dijelaskan oleh Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur bahwa agar bantuan ini betul-betul dipergunakan, jangan sampai digoda oleh cucunya untuk beli handphone, maka diharapkan agar bantuan ini dimanfaatkan secara benar sesuai dengan kebutuhan lansia, sehingga

26

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

para lansia mampu mempertahankan kesehatannya dengan baik. Bantuan lansia ini tidak luput dari keberhasilan Yayasan BK3S Jawa Timur dalam menyelenggarakan Home Care yang sudah berjalan selama 3 tahun dan bantuan kali ini bukan seperti bantuan BLT yang sasarannya kurang tepat, tetapi bantuan ini betulbetul kena sasaran sesuai yang diinginkan oleh Kementerian Sosial. Perlu diketahui bahwa Yayasan BK3S Jawa Timur mengajukan permohonan bantuan ini untuk 110 orang lansia dan telah diselenggarakan untuk Surabaya dengan wilayah di kelurahan Tenggilis Mejoyo 60 orang lansia sedangkan 50 orang lansia disalurkan ke Kabupaten Gresik yang meliputi 4 Desa dari 2 Kecamatan. (Ibu Ami & Ibu Tjuk).


50 ORANG LANSIA DI KABUPATEN GRESIK MENERIMA BANTUAN PERMAKANAN & PENINGKATAN GIZI DARI KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan terhadap para lansia di masyarakat (non panti) yang belum pernah mendapatkan pelayanan sosial, Pemerintah melalui Kemneterian Sosial Republik Indonesia member bantuan permakanan lewat BKKKS Provinsi Jawa Timur, jumlah seluruhnya 110 orang lansia tidak mampu/miskin. Bantuan diberikan kepada 2 wilayah yaitu di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, di Kota Surabaya diberikan di kelurahan Tenggilis Mejoyo sejumlah 60 orang lansia dan di Kabupaten Gresik di 4 Desa dari 2 Kecamatan dengan jumlah 50 orang lansia. Jumlah bantuan masing-masing @ Rp. 600.000 (Enam Ratus Ribu Rupiah) untuk biaya makan dan peningkatan gizi selama 2 bulan. Bantuan pelayanan ini dalam rangka peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial lanjut usia dan gizi. Untuk melindungi terjadinya resiko besar maka bantuan diberikan lewat BKKKS Provinsi Jawa Timur, selanjutnya penyaluran bantuan langsung kepada para lansia diketahui oleh Dinas Sosial Pembina Tingkat Provinsi, Kabupaten/ Kota maupun yang bersangkutan dan dibina serta diawasi oleh para pendamping dan PSM sebagai relawan tingkat Kelurahan/Desa, supaya penggunaan bantuan tersebut terarah tepat sasaran dan bermanfaat secara benar. Bantuan 110 orang lansia dikhususkan untuk para lansia yang belum pernah mendapatkan pelayanan dengan system Home Care seperti yang sekarang juga dikelola oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur dan sudah berjalan selama 3 tahun. Hadir pada acara penyaluran bantuan tersebut Wakil Bupati Gresik Bapak Drs. H. Moh. Qosim, M.Si, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Gresik Bapak DRS. H. Chumaidi Ma'un, para Camat dan Kepala Desa yang akan menerima. Bapak Wakil Bupati Gresik memberikan sambutan bahwa sangatlah besar jasa para orang tua yang sudah memberikan materi, tenaga dan pikirannya untuk para anak-anaknya, anak muda yang

berhasil tidak lepas dari bimbingan para orang tua, oleh karena itu para anak muda harus berterima kasih, mendoakan kepada para orang tua dan harus menghargai jasa-jasa orang tua yang begitu besar. Selanjutnya dikatakan bahwa menghormati dan menghargai orang tua adalah wajib bagi anak-anak muda, anak-anak muda berhasil karena doa dan bimbingan orang tua, Gusti Allah SWT selalu memberi barokah kepada anak-anak muda yang menghargai dan menghormati orang tua. Selanjutnya Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Gresik Bapak DRS. H. Chumaidi Ma'un, member sambutan bahwa di Kabupaten Gresik masih banyak penyandang masalah kesejahteraan sosial, terutama anak jalanan, oleh karena itu anggaran APBD memprioritaskan untuk masalah sosial, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Gresik menurut beliau + 57.558 orang. Bapak Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE pada acara penyerahan bantuan tersebut sangat menyanjung serta berterimakasih atas perhatian Bapak Wakil Bupati yang sangat memperhatikan para lansia sebagai umat yang harus diperhatikan, dihormati dan dibantu terutama yang tidak mampu/miskin. Beliau menginformasikan bahwa BKKKS Provinsi Jawa Timur memberikan pelayanan kepada para lansia dengan system Home Care dan ini merupakan pilot project yang perlu dikembangkan secara luas. Home Care pelayanan lanjut usia berbasis keluarga dan masyarakat dan keberadaannya diwilayah yang jumlah lansia tidak mampu cukup banyak untuk penanganan Home Care perlu pendamping yang akan membina, mengawasi para lansia yang membutuhkan bantuan. Pendamping adalah relawan berasal dari masyarakat yang mempunyai kepedulian kepada lanjut usia. Home Care ini pelayanan lansia yang paling cocok untuk Indonesia karena keberadaannya yang ada dilingkungan keluarga sendiridan dimasyarakat, oleh karena itu bila setiap Kecamatan mempunyai Home Care maka tidak akan ada orang tua yang terlantar, perlu diketahui dalam penanganan Home Care, Kepala Desa/Lurah sangat berpengaruh dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia sebagai warganya. Selain penyaluran bantuan dari kementerian Sosial yang berupa uang lewat BKKKS Provinsi Jawa Timur, pada acara tersebut dari Badan Amil Zakat memberikan bantuan juga berupa sembako kepada 50 orang lansia, pelaksanaan kegiatan tersebut pada tanggal 16 Februari 2012. (Ibu Ami & Ibu Tjuk).

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

27


kronik

Bakti Sosial Bantuan Kaki Palsu

Berbagai macam wujah bahagia tak mampu disembunyikan puluhan orang penyandang tuna daksa. Pasalnya mereka mendapat bantuan kaki palsu. Para penyandang cacat ini langsung mencocokkan kaki cacatnya dengan kaki palsu pemberian organisasi kemanusiaan Lion Club. Flasmawati (22) contohnya yang mengaku sangat bahagia mendapat bantuan kaki palsu ini. Wanita asal Kabupaten Lumajang ini telah menderita cacat sejak dia lahir. Selama 22 tahun, Flasmawati beraktivitas dengan satu kaki kanannya. Keadaan ekonomi memaksa Flasmawati untuk mengurungkan niatnya untuk membeli kaki palsu. "Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini, setidaknya, aktivitas saya bisa terbantu dengan dua kaki," kata

28

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Flasmawati saat ikut hadir di dalam acara tersebut di BKKKS Provinsi Jawa Timur, JL. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, Senin (27/2/2012). Sebanyak 80 buah kaki palsu yang dibagikan secara gratis ini terdiri dari berbagai ukuran. Mulai dari kaki palsu selutut hingga yang berukuran sepangkal paha (satu kaki utuh). Semuanya itu juga disediakan untuk penyandang tuna daksa berumur balita, anak-anak hingga remaja atau dewasa. Menurut informasi Ketua Pelaksana Lion Club, bantuan pemberian kaki palsu gratis ini memang masih terus dilaksanakan di wilayah Jatim. Sebab, harga kaki palsu di pasaran sering kali tak terjangkau isi kantong para penyandang tuna daksa. "Penyandang tuna daksa di Jatim banyak yang berada di bawah garis ekonomi," tutur Waty Noer, Ketua Pelaksana dari Lion Club.


kronik

FKKDAC Kab. Gresik Kunjungi BKKKS Prov. Jatim

Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Cacat atau disingkat dengan FKKDAC adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan sebagai kepanjangan tangan pemerintah untuk keluarga penyandang cacat baik sekolah yang formal maupun non formal, organisasi ini masih tergolong baru namun di Provinsi Jawa Timur namun sudah ada 16 Cabang FKKDAC di tingkat Kabupaten/ Kota. Sebagai wujud nyata kiprah dari FKKDAC di Provinsi Jawa Timur, kali ini FKKDAC Kabupaten Gresik, Tim SLB kemala Bhayangkari Kabupaten Gresik dan PLB UNESA menyelenggarakan kunjungan dibeberapa daerah di Surabaya antara lain BKKKS Provinsi Jawa Timur, YPAC Surabaya dan Kebun Binatang Surabaya pada tanggal 04 Maret 2012.

Menurut keterangan Ibu Siti Fatimah selaku bendahara FKKDAC Kab. Gresik “Tujuan dari acara tersebut adalah agar para anak penyandang cacat mengetahui dunia luar, lebih mengenalkan lingkungan dan mengajak refresing”. Selain itu “harapan kedepan adalah agar anak-anak dapat menerima pelayanan yang sama dengan anak normal dan anak ini perlu diperlakukan yang sama dengan anak yang lain” lanjut beliau. Peserta dalam kunjungan tersebut ternyata merupakan anak asuh dari program home scholling dari PLB UNESA sebanyak + 20 anak dari 1 Desa yang tidak mampu bersekolah secara formal serta Tim SLB kemala Bhayangkari Kabupaten Gresik yang menampilkan seni hadrah. Di Kabupaten Gresik sendiri saat ini sudah ada + 160 orang tua penyandang cacat yang terdiri dari 2 lembaga.

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

29


liputan daerah

RUMAH SAKIT KUSTA SUMBER GLAGAH MOJOKERTO DAN PERANANNYA Drs. Machdar Somadisastra *)

Adalah kegiatan rutin, jika Pengurus dan relawan sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur mencari informasi dan berkomunikasi untuk berjaringan dengan berbagai instansi Pemerintah dan Swasta dalam rangka pelayanan sosial terhadap penyandang masalah sosial. Pada tahun 2011 dan 2012 ini BKKKS Provinsi Jawa Timur mengidentifikasi kebutuhan akan kaki dan tangan buatan (palsu) dari penyandang disable sejak lahir, karena penyakit maupun karena kecelakaan.

30

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

Salah satu informasi yang sampai di BKKKS Provinsi Jawa Timur adalah bahwa di Rumah Sakit Kusta Sumber Glagah Mojokerto Jawa Timur ada pelayanan prothesa. Berangkatlah Pengurus dan relawan BKKKS Provinsi Jawa Timur dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE menuju Rumah Sakit Kusta tersebut yang beralamat di dusun Sumberglagah Desa Tanjung Kenongo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Rumah Sakit ini sudah berumur 60 tahun , didirikan tanggal 29 November 1952. Gedung yang luasnya 2400,16 m2 cukup megah dengan suasana cat yang cerah dan meriah di atas tanah seluas 19.000 m2. Rombongan BKKKS Provinsi Jawa Timur diterima dengan hangat dan ramah oleh Kepala Rumah Sakit dr. Nanang Koesnartedjo beserta stafnya di ruangan


pertemuan yang menyenangkan. Dimulai dengan menjelaskan landasan operasional Rumah Sakit yaitu 1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.07.06/III/249/2008 tentang Pemberian Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit Khusus. 2) Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medis DEPKES RI no.HK.03.05/III/1758/08 tentang Izin Melaksanakan Pelayanan Umum di Rumah Sakit Khusus. 3) Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 118, tanggal 25 Agustus 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 4) Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/529/ KPTS/013/2009, tanggal 23 Desember 2009, Tentang Penetapan 9 (sembilan) Unit Pelaksana Tehnis pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai Rumah Sakit khusus dan mendapat izin untuk pelayanan umum. Rumah Sakit ini mempunyai 13 jenis pelayanan masing-masing : gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, laboratorium klinik, kamar operasi, farmasi, gizi, rehabilitasi medik & akupunktur, radiologi, rekam medis, IPS RS, laundry dan prothese. Untuk melaksanakan kegiatan ini dipekerjakan 169 personel dan 57 orang di antaranya non PNS, Profesi, dari tenaga tersebut adalah 10 orang dokter, 1 orang sarjana keperawatan, 1 orang apoteker, 1 orang sarjana kesehatan gigi, rekam medis, anesthesia, analis kesehatan, gizi, fisioterapi, radiologi, MARS, ortotik, prostetik, Sarjana Hukum dan Srajana Ekonomi/Akuntansi serta tenaga-tenaga lainnya. Rumah Sakit ini dibantu oleh 16 orang Dokter Konsultan Ahli yang punya komitmen tinggi pada pasien kusta yaitu spesialis-spesialis : penyakit syaraf, penyakit dalam, jantung pembuluh darah, rehab medic, spesialis, bedah mulut, bedah plastic, bedah orthopedic, bedah urology, obsetri genecology, kulit dan kelamin, anasthesi, spesialis radiologi, head & neak, bedah anak, bedah oncology dan bedah recontruksi kusta. Sumber daya lansia Rumah Sakit ini berada dalam system learning and group untuk meningkatkan aspekaspek knowledge skill, perilaku dan komitmen melalui jalur pendidikan, berbagai diklat dan job training di dalam dan di luar Rumah Sakit Glagah. Rumah Sakit Sumber Glagah merupakan asset Pemerinyah Provinsi Jawa Timur dan menjadi rujukan kusta Indonesia Timur di bidang promotive, preventive, kurative dan rehabilitative penyakit kusta. Peran yang sangat berari diantaranya produksi prothese. Untuk Provinsi Jawa Timur tahun 2009 sebanyak 363 prothese, kegiatan survey kebutuhan dan harapan masyarakat dan penderita kusta pelayanan rumah sakit khusus Sumber Glagah dan deteksi mycrobactorium lepra dengan sesologi sarologi sasaran 2456 anak di sekolah di kepulauan Raas tahun 2009 dan 2010.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Setyaningsih mewanti-wanti bahwa Indonesia berada di peringkat 3 (tiga) dunia sebagai Negara utama penyandang kasus baru kusta setelah India dan Brasil. Penularan penyakit infeksi bakteri itu yang bisa membuat cacat penderitanya, karena dapat merusak kulit, syaraf, mata dan organ tubuh lainnya. Selain itu kusta juga kembali melanda Negara-negara di Asia Tenggara. Menteri Kesehatan meminta seluruh jajaran Kementerian Kesehatan dan jajaran Pemerintah terkait, bersama organisasi profesi kesehatan, LSM serta unsur masyarakat lainnya bekerja dan berfikir keras untuk mengatasi berbagai hambatan dan tantangan dalam mengendalikan penyakit ini (sumber Viva News Senin, 27 Februari 2012) Dalam rangka meningkatkan darma bhakti Rumah Sakit Kusta Sumber Glagah menghadapi 3 (tiga) masalah yaitu : (1) Jalan yang menuju Rumah Sakit yang sempit dan transportasi umum belum ada, (2) Kesulitan dalam administrasi dan birokrasi, (3) Produksi prothese tangan dan kaki di Rumah Sakit Sumber Glagah bertaraf internasional dan masyarakat di Jawa Timur banyak yang membutuhkan, tetapi sampai saat ini pemanfaatan produksi tersebut masih rendah oleh masyarakat dikarenakan birokrasi rumah sakit dengan Kabupaten/ Kota yang ada di Jawa Timur. Mudah-mudahan cepat terselesaikan. *) Relawan Sosial.

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

31


teknologi sosial

dampak Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Budaya Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Soenarjo. M. Pd Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi). Mulai dari gambargambar yang tak bermakna di dinding-dinding, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama INTERNET. Informasi yang disampaikan pun berkembang. Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik bertempur. Masa Pra-Sejarah 3000 SM Pada awalnya Teknologi Informasi yang dikembangkan manusia pada masa itu berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan informasi yang mereka dapatkan pada dindingdinding gua, tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa itu mereka mulai melakukan pengidentifikasian benda-benda yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal dan mewakilinya dengan bentuk-bentuk yang kemudian mereka lukis pada dinding gua tempat mereka tinggal, karena kemampuan mereka dalam berbahasa hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan isyarat tangan sebagai bentuk awal komunikasi mereka pada masa itu. Perkembangan selanjutnya adalah diciptakan dan digunakannya alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya. Pada masa itu Teknologi Informasi belum menjadi teknologi masal seperti yang kita kenal sekarang ini, teknologi informasi masih digunakan oleh kalangan-kalangan terbatas saja, digunakan pada saat-saat khusus, dan mahal. Untuk yang pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda(penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat dan bahasa. 2900 SM Penggunakan Huruf Hierogliph pada bangsa Mesir Kuno. Hierogliph merupakan bahasa simbol dimana setiap ungkapan di wakili oleh simbol yang berbeda, yang ketika digabungkan menjadi satu akan mempunyai cara pengucapan dan arti yang berbeda, bentuk tulisan dan bahasa hierogliph ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria. Serat Papyrus digunakan sebagai kertas. Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar sungai Nil ini menjadi

32

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

media menulis/media informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya digunakan sebagai media informasi. Bangsa Cina menemukan Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa itu adalah kertas yang kita kenal sekarang, kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring,dicuci kemudian diratakan dan dikeringkan, penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan system Cap. Masa Modern 1400 Mesin Cetak yang menggunakan plat huruf yang tebuat dari besi yang bisa diganti-ganti dalam bingkai yang tebuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Gutenberg. Masa Modern 1400- 1830 .Augusta Lady Byron Menulis program komputer yang pertama didunia berkerjasama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical-nya. Yang didesain mampu memasukan data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum komputer digital pertama ENIAC I dibentuk. Tahun 1837 Samuel Morse mengembangkan Telegraph dan bahasa kode Morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara 2 tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan Penerimaan Informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu. Pada tahun 1400-1899 Dipergunakan sistem penyimpanan dalam Tape (pita) Magnetis yang pertama. 1923 Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama.1940 Dimulainya pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi pada masa Perang Dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape. Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan Hypertext. (1945), dan Komputer digital pertama didunia ENIAC I dikembangkan.(1946) .Para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.(1948) Jean Hoerni mengembangkan transistor Planar. Teknologi ini memungkinkan pengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping kecil kristal silikon. USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan sputnik sebagai satelit bumi buatan yang pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Projects Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dalam bidang Militer.


Rand Paul Barand, dari perusahaan RAND, ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang Nuklir (1962). Sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah.dengan kekuatan 50Kbps.Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertama. (1972) Tahun 1973 – 1990 ,Istilah INTERNET diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian difkenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA, 1981 National Science Foundation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah Server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway. Sejak 1991 Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. 1992 pembentukan komunitas Internet, dan diperkenalkannya istilah World Wide Web oleh CERN. 1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan Internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), Jasa Registrasi (oleh Network Solution Inc,), dan jasa Informasi (oleh General Atomics/ CERFnet),1994 pertumbuhan Internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah kedalam segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. 1995. Perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone, langkah ini memulai pengembangan Teknologi Informasi khususnya Internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dari masa ke masa mulai dari masa Prasejarah sampai saat ini semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi tersebut telah menciptakan suatu revolusi yang disebut dengan revolusi informasi. perkembangan informasi dunia sekarang terikat menjadi satu oleh sistem elektronik yang menyalurkan berita dan data dengan kecepatan cahaya ke seluruh dunia Berbagai aplikasi peralatan informai dan Teknologi (IT) di segala bidang ada segi yang positif dan negative. Tentunya yang kita harapkan maupun target penggunaan alat IT tesebut adalah yang positip serta bermannfaat bagi ummat. Apabila ada penggunaan alat informatika komunikasi misalnya HP atau telpon genggam untuk informasi yang lebih akurat makan dampaknya adalah positip atau bagus, termasuk penggunaan notebook atau latop.

Arti Budaya Menurut Pakar Prof. Koentjaraningrat Di lihat asal katanya, kata “budaya” sudah menggambarkan betapa luasnya cakupan makna yang terkandung di dalamnya. Menurut Prof. Koentjaraningrat, seorang Antropolog kenamaan Indonesia, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta; buddhayah, yaitu bentuk jamak dari kata “buddhi” atau budi dan akal. Dari asal kata ini, budaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan budi atau akal dan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal dan budi tersebut. Sidi Gazalba Itulah mengapa, dengan mengacu pada asal kata ini, Sidi Gazalba mengartikan budaya sebagai cara berpikir dan merasa untuk kemudian dinyatakan dalam seluruh kehidupan sekelompok manusia yang membentuk masyarakat dalam suatu ruang dan waktu tertentu.

Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Demikian pula Sumardjan dan Soelaeman Soemardi, mereka mengartikan budaya sebagai “semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat”. Dengan demikian, budaya atau kebudayaan memiliki makna yang sangat luas dan seolah tidak ada batasnya. Ia mencakup berbagai dimensi kehidupan manusia yang lahir sebagai hasil olah akal dan budi, mulai yang terkecil hingga yang terbesar; mulai dari tata cara makan atau arti budaya yang diungkapkan para sarjana. Dalam buku Culture: A Critical Review of Concepts and Definitions misalnya, David Kroeber dan Kluckhohn menghimpun sekitar 160 definisi budaya yang diungkapkan para ilmuwan. Dari sekian banyak definisi ini, tidak ada satu pun definisi yang mampu menghimpun semua kompleksitas dari budaya. Setiap definisi hanya menekankan pada satu atau beberapa aspek saja dari kebudayaan. Edward Burnett Tylor Sebagai contoh, Edward Burnett Tylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan kompleks pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan-kemampuan dan kebiasaan- kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat (Soekanto, 2000: 172). Dengan demikian, menurut Tylor, kebudayaan mencakup segala sesuatu yang diperoleh atau yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Hal senada diungkapkan pula oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat, bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Clifford Geertz Hal ini sedikit berbeda dengan yang diungkapkan oleh Clifford Geertz. Penulis buku Abangan, Santri, Priyaydi dalam Masyarakat Jawa ini mengartikan kebudayaan sebagai sebuah sistem berupa konsepsi - konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik sehingga dengan cara inilah manusia mampu berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan serta sikapnya terhadap kehidupan. (Abdullah, 2006:1). Di sini, Geertz menekankan kebudayaan sebagai sekumpulan ide sebagai proses kreatif dari akal budi yang diwariskan dan kemudian mewarnai kehidupan sebuah masyarakat. Walaupun definisi-definisi tentang kebudayaan memiliki perbedaan sudut pandang, akan tetapi setiap definisi menyimpulkan kesamaan, yaitu bahwa kebudayaan adalah ciptaan manusia. Dengan demikian, tidak ada budaya tanpa manusia dan tidak ada manusia tanpa budaya. Manusia dan budaya bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kemajuan teknologi informasi dan komimikasi saat ini telah nienimbulkan pengaruh terhadap perkembangan/budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri. Oleh karena itu Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa. Maka sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa tidak ada salahnya untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita yang sekarang semakin terkikis oleh budaya bangsa lain akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

33


oase

Wejangan Untuk Para Pemimpin HASTHA BRATA Seusai perang besar di negeri Alengka kini tibalah saatnya Ramawijaya menobatkan Wibisana sebagai raja menggantikan kakanda Prabu Rahwana. Wibisana diminta Prabu Ramawijaya memulihkan kembali wibawa negeri Alengka yang telah hancur karena perbuatan Rahwana agar rakyat kembali hidup sejahtera dan bahagia. Semasa Alengka dibawah kekuasaan Rahwana rakyat hidup menderita dan penuh sengsara seluruh negeri seolah-olah terlanda bisa Wibisana diharapkan dapat menjadi penawarnya. Dalam menjalan pemerintahan di negeri Alengka Wibisana hendaklah meneladan delapan dewa: yaitu Dewa Indra, Dewa Surya, Dewa Bayu, Dewa Kuwera Dewa Baruna, Dewa Yama, Dewa Candra, dan Dewa Brama. Dewa Indra adalah dewa keindahan dan kemuliaan seorang raja hendaklah menebarkan wewangian menghujani dana merata hingga seluruh kerajaan sifat tercela dan angkara haruslah dihindarkan. Dewa Surya adalah dewa penerangan dunia menyinari kegelapan semesta dengan cahayanya memberi energi kehidupan kepada makhluk mayapada oleh karenanya penguasa memberi pencerahan rakyatnya membangkitkan semangat beribadah dan berkarya memecahkan segala persoalan penuh dengan bijaksana. Dewa Bayu disebut pula Hyang Batara Pawana sosok dewa yang gagah perkasa dan bersahaja juga teguh pendirian dan tegas penuh wibawa sebab itu penguasa harus tampil gagah perkasa, teguh pada pendirian dan tegas berwibawa, hidup bersahaja agar rakyat selamat sentosa.

34

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial


Dewa Kuwera adalah putra ketiga Hyang Batara Ismaya suka memberi petunjuk, fatwa, dan pahala pada dunia penguasa juga hendaknya suka memberi petunjuk dan fatwa serta tidak segan-segannya memberi pahala bagi rakyatnya. Dewa Baruna bertugas menjaga keselamatan isi samudra yang mampu menampung berbagai aliran sungai yang ada demikian halnya penguasa dapat menjaga keselamatan negara mampu menampung berbagai persoalan dan tidak meluap emosinya. Dewa Yama adalah dewa penjabut nyawa dan penguasa neraka tugas lainnya adalah memberantas semua perbuatan angkara seharusnya penguasa juga tidak membiarkan rusaknya negara yang disebabkan oleh kejahatan dan tindak angkara murka perusuh, teroris, dan koruptor dibasmi hingga ke akar-akarnya. Dewa Candra adalah dewa penerang di malam gelap gulita sinar cahayanya sejuk tenang dan tidak menyilaukan mata hendaknya penguasa memberi pencerahan saat rakyat duka kebijakan yang tenang menyejukkan membuat rakyat bahagia. Dewa Brama adalah dewa penguasa api dan semua sifat panas setiap hari menerangi kegelapan dan membangkitkan agar tidak lemas penguasa berkewajiban membangkit semangat rakyat agar tidak malas kerja keras membangun negara dan bangsa agar hidup lebih puas. Demikian wejangan Ramawijaya kepada Gunawan Wibisana ditulis oleh Pujangga Jawa R.Ng. Jasadipoera dalam Serat Rama agar seorang penguasa kapan dan di mana pun berada tidak terlena penguasa senantiasa menjaga keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Bekasi, 5 Oktober 2010 Satrio Arismunandar (diunduh dari Facebook)

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

35


puisi

PESAN LANSIA Sosokku lansia, semangatku tak loyo tetap menyala Anganku tak pernah pudar, perjuangan para pahlawan tetap tergambar Sungguh rekaman hati ini masih menyimpan Alun kridatama para pahlawan Nebarkan wangi sebagai kusuma negeri Akhir hayat, gugur di medan bakti, di hariban pertiwi Laksana intan baiduri jasanya indah terpatri Aus renta usia hamba tapi tak lama jiwa beta Norma perkasa satria pejuang tetap terbayang Segar ingatanku mengenang Indahnya kesatuan, kebersamaan dalam berjuang Ajang kemerdekaan Indonesia terjelang Gemilang kemerdekaan, anugerah Illahi, talah diisi sesuai usia kemerdekaan tahun kita miliki Anak cucuku….kekasih hati….renungkan….apa yang terjadi selama ini Tuduh menuduh, saling menjegal, cerai berai tiada henti lupa Sabang sampai Marauke Bhineka Tunggal Ika semboyannya yang hakiki Ulah sebagaian orang pongah, ingin memisahkan diri dari NKRI Tak ingat lagi dengan ikrar Sumpah Pemuda Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa INDONESIA Kemelut, Korupsi, sengketa bertebaran dimana-mana Ananda putera puteri dikaulah pemuda harapan bunda, Engkaulah perisai Negara, tameng bangsa Camkan permohonan hamba, permohonan dan pesan lansia Ajak mereka sudara kita yang lupa, untuk sadar, mawas diri Kembali ke pangkauan Pertiwi berbakti O…ananda, permata hati, tetaplah tegar, tangguh dan jeli Tanggon, trengginas, terampil dengan karya suci dan prestasi Atur dan rapatkan barisan, kawal Negara, tegak dan amalkan PANCASILA Mari ajak seluruh komponen mengisi kemerdekaan, membangun INDONESIA Angkat derajat, martabat dan citra bangsa Lupakan pertikaian, beda suku, ras dan agama Agar dama, makmur sejahtera Negara kita Nuansa, dambaan seluruh warga Gotong royong bersatu padu, tekad menggelora kunci keberhasilan kita Digubah dan dibacakan oleh Ibu S. W. Soedjono (Ketua Karang Werdha Gatotkaca Dirgantara Permai Lesanpuro Malang) dalam acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2012 diselenggarakan oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur di Surabaya pada tanggal 26 Mei 2012.

36

Edisi 44 46 / Juni / 2011 2012

warta sosial


MENGENANGMU Puisi ini persembahan untuk sahabat kita terkasih almarhumah Mbak Peni Budiati Kemarin aku lewat depan rumahmu, Sepi Rumah bercat putih itu sunyi, Beku Tak lagi ramah seperti dulu Saat kau ada di sana Lalu aku datang ke tempat kau berada kini Sebentuk pusara, gundukan tanah, tampak basah Tersiram air hujan semalam Menitik air mataku, Mengenangmu Sama saat ribuan tetes air mata mengalir Menangisi keberangkatanmu kala itu Ke peristirahatan terakhirmu Sahabat Belum genap setahunkau tiada Begitu banyak kebaikan kau tinggalkan Persahabatan yang tulus Persaudaraan yang ikhlas Kebersamaan yang hakiki Engkaulah pemersatu segala beda di antara kami Hari ini aku merindukamnu Hari ini aku kembali teringat padamu Senyummu dalam menjalani hidup Kegigihanmu melawan duka dan kesendirian Sungguh sadarkan kami Betapa kami sangat kehilanganmu Dan berharap kau ada di sini Pada saat-saat bahagia seperti ini Adakah kau tahu wahai sahabat terkasih ? Hari ini Sekumpulan doa dari sahabat-sahabatmu Dan orang-orang yang mengasihimu Tertuju hanya untukmu semata Tuhan, telah kau ambil seorang sahabat untuk kembali ke pangkuan-Mu Seorang yang sangat baik, yang sangat peduli pada sesama Dan penuh kasih Tuhan, tempatkanlah dia di surgamu yang indah Karena dia memang pantas berada di sana Sahabat Kan ku kenang kau, selamanya Bahagialah kau di alam baqa sana Seperti halnya saat kau bahagia selama di dunia fana Puisi yang disusun dan dibacakan oleh Ibu Wiwik (Pengurus HWDI) Cabang Malang sebagai â&#x20AC;&#x153;Tribute To Mbak Peniâ&#x20AC;? dalam acara Pelantikan Pengurus HWDI Jawa Timur Cabang Makang Kota dan Kabupaten, Kediri Kota dan Kabupaten, Tulungagung dan Sidoarjo di Malang pada hari Minggu tanggal 20 Mei 2012.

Edisi 46 44 / Juni / 2012 2011

warta sosial

37


kesehatan

TEMULAWAK 1000 KHASIAT SEBAGAI ICON NASIONAL Telah dilakukan Pencanangan Gerakan Nasional Minum Temulawak (GNMT) oleh Pemerintah RI di Keraton Yogyakarta pada tanggal 14 Juli 2005. Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang sangat popular. Temulawak atau Curcuma Xanthorhiza sebenarnya sejak jaman nenek moyang sudah digunakan sebagai perangsang nafsu makan terutama anak anak, penurun panas, perut kembung, diare dan mengobati sakit kuning atau hepatitis. Tanaman tropis ini juga biasa digunakan sebagai bumbu dapur yang juga diketahui bisa menurunkan lemak darah, menghambat penggumpalan darah sebagai antioksidan, dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya imun. Beberapa manfaat tersebut kemudian akhirnya terbukti secara klinis karena minyak atsiri yang terkandung pada temulawak serta senyawa berwarna kuning golongan kurkuminoid, dapat memperbaiki sel sel dari zat zat beracun. Sementara salah satu komponen minyak atsiri pada temulawak, mengandung xanthorrhizol adalah antikanker, terutama kanker payudara. Memperhatikan potensi khasiat senyawasenyawa yang terdapat pada temulawak dan hasilhasil penelitian, temulawak banyak dikembangkan dan diproduksi baik oleh industri jamu dan pabrik farmasi. untuk meningkatkan kesehatan dan pencegahan serta pengobatan penyakit). Untuk meningkatkan kesehatan, misalnya temulawak dapat dipakai sebagai tonikum dan penambah nafsu makan. Untuk pencegahan serta pengobatan penyakit, rekombinasi kurkuminoid minyak atsiri baik untuk penyakit hati, sebagai minuman kesehatan temulawak (komponen-komponen kimianya) dapat dicampur dengan madu, hingga diperoleh minuman madu temulawak yang menyehatkan. Tanaman berbatang semu dengan tinggi tidak lebih dari 2meter ini, rimpangnya mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia sangat manjur

38

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

untuk memelihara kesehatan fungsi hati, anti radang dan nyeri sendi, menormalkan lemak darah termasuk menekan kolesterol sehingga dapat mencegah serangan jantung. diabetet mellitus juga memiliki aktivitas antibakeri tertinggi dalam melawan bakteri jenis Streptococcus.mutans, penyebab karies gigi. (gigi berdarah dan lepasnya gigi). Tanaman yang nrimpangnya beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit berfungsi untuk meningkatkan aliran empedu dari kandung empedu ke hati. Cairan empedu yang pahit berwarna hijau tersebut berfungsi dalam proses penyerapan makanan agar tidak terganggu sehingga bisa mengontrol untuk menormalkan kolesterol dalam darah. Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak untuk dibuat jamu godog. sebagai jamu kini diketahui khasiat dan kemampuannya sesuai dengan tuntutan kemajuan ilmu kedokteran modern. Hasil olahan temulawak dapat berupa rimpang (industri obat nasional), pati (industri makanan), zat warna (industri makanan, kosmetik, tekstil, farmasi), oleoresin (industri makanan),kurkuminoid, minyak atsiri (industri farmasi dan makanan), simplisia berbagai jenis minuman (lmun berkarbonat, minuman non karbonat, sirup, bir). Meskipun temulawak sangat bermanfaat untuk kesehatan, tetap saja harus berhati hati dengan dosis dan cara pengolahannya. Jangan sampai karena salah mengolah temulawak berakibat salah manfaat. Sumber : dr Arjanto poli herbal RSUD dr Soetomo


Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

1


Yayasan BK3S Convention Center Informasi Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya Telp. (031) 8411672, 8472740 Faks. (031) 8498300 Situs : http://www.bk3sjatim.org/bkkks-convention-center.html e-mail : yayasan@bk3sjatim.org

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

1


Warta Sosial Edisi 46 Juni 2012