Page 1

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

1


2

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial


SALAM REDAKSI

MEMBANGUN KEMBALI SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA ! Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan tahun 2012 ini kita semakin miris melihat mutu SDM Indonesia yang semakin rendah dibandingkan negara-negara lain. Sudah waktunya para guru harus terpanggil untuk “Cancut Tali Wondo� mengatasi masalah besar ini karena masa kini pangkat dan gaji guru sekarang ini sudah sangat baik dalam ukuran PNS Indonesia. Apalagi kalau dibandingkan dengan UPAH MINIMAL KABUPATEN/KOTA (UMK). Sudah waktunya para Guru PNS dituntut balik TANGGUNG JAWAB MEREKA UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN! Disamping itu ada PUNISHMENT buat Guru yang memble! (Yg kerjanya nggak mikir anak didik dan hanya mengejar pangkat dan gaji tinggi nir prestasi). Saya kira kita harus realistis bahwa anak didik itu terpilah dari IQ, EQ, AQ disamping SPIRITUAL QUOTIENT mereka. Ada murid yg cerdas, ada yang rajin dan sebaliknya ada yang kurang cerdas dan kurang rajin alias malas (dengan berbagai kombinasinya). Memang Anak Didik TIDAK HARUS DITUNTUT UNTUK LULUS ; akan tetapi sebaliknya GURU DAN LEMBAGA PENDIDIKAN JUGA TIDAK BOLEH DITUNTUT UNTUK MELULUSKAN ANAK DIDIK YANG TIDAK LAYAK DILULUSKAN DLM UJIAN (UNAS).

Tentu proses pendidikan dan persyaratan kelulusan sangat berbeda! Di Indonesia semua anak didik kita sama ratakan! Disamping itu anak didik tidak diberi kesempatan untuk menentukan pilihaannya sendiri! Sebagai ilustrasi pada th 1950-an (kita baru merdeka) Sistem pendidikan kita sudah mirip model Inggris (mungkin dengan flavor Belanda). Murid SD (dulu Sekolah Rakyat) 6 th, akan tetapi jika ada murid yg cemerlang ketika kelas 5 (lima) dia diperbolehkan untuk mengajukan diri mengikuti Ujian Penghabisan (UNAS). Murid yang cukupan saja kecerdasannya harus menunggu sampai selesai kelas 6 (enam) untuk boleh ikut ujian. Disamping itu untuk murid kelas 6 yang memang merasa TIDAK MAMPU LULUS UNAS diberikan SURAT KETERANGAN TAMAT BELAJAR! Mereka bisa melanjutkan ke sekolah vokasional. Misalnya SKN 2 TH, SKP (PUTRI) dan sebagainya. Mungkin saja kita bisa kembali ke SISTEM yang pernah kita jalani 50 tahun yang lalu dengan MODIFIKASI DAN IMPROVISASI untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan. Para pendidik, anak didik dan sistem pendidikan harus bekerja keras dan cerdas dalam harmoni yang padu. Surabaya ultino November 2012

Di negara anggota COMMONWEALTH mengikuti tradisi inggris anak didik dipersilahkan untuk memillih kelompok O LEVEL (Jalur biasa) atau A LEVEL (Jalur prestasi akademis). Murid-murid yang merasa tidak terlalu cerdas dan tidak siap belajar keras biasanya akan memilih O LEVEL (SEBAGIAN BESAR), sedangkan murid yang merasa cukup cerdas dan siap belajar keras akan memilih A LEVEL. Yang memilih O LEVEL tidak akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan setelah lulus akan mencari VOCATIONAL TRAINING untuk kemudiaan masuk ke dunia kerja sebagai TENAGA TRAMPIL! Sedangkan yang mengambil A LEVEL memang berusaha untuk melanjutkan pendidikkan yang lebih tinggi. Kedua level ini dibedakan sekali dalam konten dan kedalaman telaah pelajaran dan berat-ringannya soal ujian yang akan mereka tempuh. Selanjutnya ditingkat Universitas untuk mendapatkan gelar Bachelor para mahasiswa juga dipersilahkan memilih. ORDINARY DEGREE (tidak bisa melanjutkan ke jenjang Doktor) atau. HONOR DEGREE (Bisa melanjutkan ke jenjang doktor).

SOSIAL WARTA

Pelindung : Ny. Hj. R. Asijah Djoemra (Ketua Umum Yayasan BK3S Jatim) Penasehat : Drs. Machdar Somadisastra, Ny. Dra. Hj. Ami S. Poerwanto, Ny. Hj. Sri Murti Sutardjo Penanggung Jawab dan Pimpinan Redaksi: DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE Dewan Redaksi: Prof. DR. IR. Sunaryo, M.Pd., DR. Pinky Saptandari W, MA., Djumadi Ramelan, SH. Redaktur Pelaksana: Drs. Sutopo Wahyu Utomo, SH, MM., Drs. Moch. Ghozy, Dr. Asri Widjiastuti, M.Pd, Drs. Paito Staf Redaksi: Pri Handayani, Adi Saputro Tata Letak: Nafi Tata Usaha: Susanti Dewi, SE Iklan/Sponsorship: Dra. Hariyati , Farida Martarina

Fotografi dan sirkulasi: Team Sekretariat

Alamat Redaksi : Jl. Raya Tenggilis 10 Blok GG No. 10 Surabaya Telp : 031- 8411672, Fax : 031- 8498300 Website & e-mail: Website : http://bk3sjatim.org e-mail : sekretariat@bk3sjatim.org pengurus@bk3sjatim.org warta@bk3sjatim.org Edisi Edisi46 38//Juni Juli / 2012 2008 bk3s_jatim@yahoo.co.id warta sosial Ijin Terbit: ISSN No. 1410-1254

3


Sorotan

FEODALISME KEPEMIMPINAN VERSUS KEARIFAN LOKAL SEDULUR SIKEP DI ERA REFORMASI Oleh: Dr. Asri Widjiastuti,M.Pd. Sekretaris I BKKKS Provinsi Jawa Timur

Sejarah sosial, politik, dan budaya di Indonesia, selalu diliputi praktik feodalisme yang mewaris sejak zaman kerajaan. Dalam struktur yang menciptakan stratifikasi sosial yang timpang tersebut, masyarakat awam pribumi merupakan golongan mayoritas yang subordinat karena berada dalam dominasi dan hegemoni golongan elite kerajaan. Salah satu dampaknya, dalam kehidupan sosial dan ekonomi, praktik feodalisme memunculkan kultur patronase yang kental. Pola-pola patronklien atau yang biasa dikenal dengan patronase (patronage) yang dalam bahasa spanyol secara etimologi bermakna seseorang yang memiliki kekuasaan (power), status, wewenang dan pengaruh. Sedangkan klien bermakna bawahan atau orang yang diperintah dan yang disuruh. Pola aliansi patronklien dua kelompok komunitas atau individu di tengah masyarakat paternalis di era reformasi yang digulirkan tahun 1998 tidak mampu menggeser paradigma yang tidak sederajat, baik dari segi status, kekuasaan, maupun penghasilan. Tanpa disadari praktik feodalisme mendarah daging dan bertransformasi dalam berbagai ragam bentuk

4

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

dengan variasi jenis eksploitasi dan penekanan terhadap pihak klien yang menjadi pihak yang tidak punya pilihan. Kondisi ini yang menyebabkan Indonesia terjebak dalam retorika demokrasi dengan posisi Negara yang sedang berada di persimpangan jalan. Sumbatan demokrasi dan kedodorannya jalannya reformasi, menurut penilaian Freedom House sejak tahun 2010 telah terjadi kemunduran upaya penegakkan hukum, jaminan kebebasan sipil, dan perang melawan korupsi. Sumbatan lainnya buruknya infrastruktur, pengangguran, korupsi, kekerasan terhadap minoritas agama, lemahnya pendidikan, dan hancurnya ekologis. Proses reformasi kedodoran dan demokrasi rendah berdampak pada sangat sulitnya menemukan calon pemimpin kandidat presiden yang kredibel untuk pemilihan tahun 2014 di antara 240 juta penduduk Indonesia. Masih mungkinkah kita membangun negeri kita tercinta yang bernama Indonesia??? Ratu Adil atau Satrio Piningit harus segera dikeluarkan atau akankah kita temukan di masyarakat Samin yang memiliki nilai kehidupan universal dengan mengedepankan kejujuran, persaudaraan, kesederhanaan, dan menghargai alam. Mampukah kearifan lokal yang diusung oleh pengikut Samin Surosentiko atau Raden Kohar (1859-1914) tertutur melalui tradisi lisan yang bertransformasi ke dalam nilainilai moral masyarakat menepis negeri patron-klien bernama Indonesia, negeri dimana terbiasa menjajah bangsa sendiri. Negeri dengan praktik transaksional sehingga terbentuk ketergantungan di antara para pemangku kepentingan. A. Budaya Feodalistis VS Semangat Egaliter Pelembagaan nilai-nilai demokrasi harus segera berlangsung di dalam partai politik. Kualitas parpol sebagai pilar demokrasi di antaranya menghargai perbedaan pendapat dan sikap egaliter. Parpol menjadi sangat penting dengan system ketatanegaraan di Indonesia. Parpol sebagai produsen pemimpin di tingkat nasional dan daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Maraknya politik uang menjadi


Sorotan salah satu sebab utama hambatan proses rekruitmen politik sehat, kekurangan pasokan sosok berkualitas, dan sebagaian yang duduk di pucuk pimpinan disibukkan dengan upaya mencari uang untuk mengembalikan dan menjadi modal politik berikutnya. Menurut Zuhro sesuai hasil penelitiannya menunjukkan bahwa budaya feodalistis masih sangat kuat yang sangat bertentangan dengan semangat egaliter. Terminology bangku istana merupakan sebuah analogi yang digunakan bahwa mahasiswa yang kini duduk di bangku kuliah mampu mencapai titik tertinggi dari pencapaian karir dan pergerakan. Jika ia sebagai akademisi bagaimana kelebihan di bidang akademik akan mampu mengantarkan menjadi orang nomor satu. Praktik feodalistik tergambar jelas antara tokoh partai politik yang dikultuskan dengan ketua umum partai politik. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya pemaksaan penempatan tokoh pda posisi tertinggi dan anggota keluarga partai pada posisi terhormat. Sebutlah SBY di partai demokrat, Megawati di PDIP, dan Hilmi Aminudin di PKS yang diposisikan sebagai pucuk pimpinan. Tokoh yang dikultuskan ini merupakan sosok yang sangat dihormati dan hamper semua perkataan harus diikuti, ada semacam kepercayaan lebih kepada mereka. Praktik feodalisme juga melanda pegawai pemerintah dengan konsultan. Bentuk KKN masa kini dimana konsultan sangat bergantung pada wewenang atau kebijakan pejabat pemerintah. Kondisi ini menggambarkan bahwa konsep reformasi birokrasi belum dilakukan secara maksimal dan tidak ada dukungan institusi terhadap perbaikan regulasi. Masalah integritas dan moralitas aparatur Negara turut mendukung peningkatan korupsi, oleh karena itu perbaikan konsep regulasi dan birokrasi kekuasaan harus didukung oleh peningkatan moralitas. Salah satu kasus yang sangat menodai perjuangan kemerdekaan negeri tercinta bernama Indonesia adalah tertangkapnya seorang hakim Pengadilan Negeri sedang mengkonsumsi sabu yang mempertotonkan roboh dan keroposnya pilar kehakiman. Padahal profesi sang pengadil yang mengambil keputusan dengan irah-irah demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Belum lagi sejumlah hakim ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena terlibat suap atau jual beli perkara, atau menjadi perantara perkara. Keadilan dan hokum telah diperjualbelikan oleh korps toga hitam. Reformasi mengajarkan pada kita bahwa tidak hanya kekuasaan eksekutif dan legislatif saja yang rapuh tapi juga melanda yudikatif. Sudah saatnya Mahkamah agung dan Komisi Yudisial membersihkan kekuasaan kehakiman agar bangsa ini tidak mengalami kebangkrutan sebagai Negara hukum. B. Membangun Negeri Belajar dari Masyarakat Samin dan Suku Dayak Kearifan lokal sedulur sikep yakni masyarakat pengikut Samin Surosentiko atau Raden Kohar yang memiliki nilai moral kehidupan kejujuran, persaudaraan, kesederhanaan, dan menghargai alam. Kearifan ini tidak mengemuka tapi stigma negatif sebagai masyarakat pembangkang, nyamin atau berperilaku dan bersikap berbeda dari tatanan normal, miskin dan terpinggirkan. Stigma ini muncul di era penjajahan Hindia Belanda, para pengikut Samin Surosentiko adalah masyarakat yang anti membayar pajak dan memilih hidup di Hutan tetapi menjadi manusia yang merdeka daripada harus hidup di

tengah-tengah masyarakat yang terjajah. Kondisi saat ini masih berimbas ada kesan perlawanan terhadap hegemoni pemerintah. Masyarakat Samin tidak pernah mau menerima bantuan dari pemerintah. Masyarakat Samin lebih bangga dengan apa yang mereka miliki, mereka akan menolak bantuan dari orang lain termasuk pemerintah ketika mereka tidak membutuhkan. Menurut penuturan Pamong Desa Raskin tidak pernah diterima, bahkan bantuan Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk mengeraskan jalan masuk desa ditolak oleh masyarakat Sikep. Saat ini mereka tinggal di pelosok hutan dan pesedaan terutama di sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat Samin menanamkan nilai-nilai hidup dan moral melalui pendidikan yang paling dasar dalam lingkup keluarga dan berupaya mempertahankan tanah dan sawah karena memegang prinsip dari leluhur Samin,‌tanah Jowo iku tinggalane Yang Yo Yuten mulo kudu dikukuhi. Artinya tanah Jawa itu merupakan warisan nenek moyang atau leluhur yang harus dipertahankan. Prinsip keutamaan hidup yang diamati oleh Rosyid dari masyarakat Sedulur Sikep pada kejujuran. “Aja dengki srei, dahwen, kemeren, tukar padu, bedhog colong, begal kace aja dilakoni, apa maneh kutil jupuk, nemu wae emoh. (Jangan dengki, berbuat jahat, iri hati, bertengkar, merampok, mencuri, dan menjambret, mengambil barang yang bukan miliknya, termasuk jika menemukan barang). Melalui prinsip hidup ini, masyarakat Sedulur Sikep mendasarkan kehidupan pada nilai kejujuran dan kebenaran dalam konsep pandom urip (petunjuk hidup) yang mencakup angger-angger pratikel (hukum tindak tanduk), angger-angger pangucap (hukum berbicara), serta angger-angger lakonana (hukum perihal apa saja yang perlu dijalankan). Dua puluh anger-anger pratikel itu adalah drengki (dengki), srei (iri hati), panasten (gampang marah), colong (mencuri), petil (kikir), jumput (ambil sedikit), nemu (menemukan), dagang (berdagang), kulak (kulakan), mblantik (calo), mbakul (berjualan), nganakno duit (rentenir), mbjuk (berbohong), apus (bersiasat), akal (trik), krenah (nasehat buruk) dan ngampungi pernah (tidak membalas budi). Perilaku yang konsisten dan tetap menjunjung tinggi nilai moral ditunjukkan pada saat terjadi kebakaran pengeboran minyak di Cepu, perusahan memberikan dana kompensasi pada masyarakat yang terkena dampak. Masyarakat Sikep menolak menerima dana kompensasi. Mereka hanya mengatakan “opo tego sedulure kena musibah malah awake dhewe nrimo bantuan seka mereka, justru awake dhewe kudhu mbantu sedulur sing lagi susahâ€? (apa tega, ketika saudaranya terkena musibah, justru kita menerima bantuan dari mereka, justru kita yang seharusnya membantu saudara yang sedang susah). Konsep berpikir yang sederhana ini justru menjadi kelebihan masyarakat Sikep. Paling tidak mereka ingin berguna atau menjauhi konflik ketika itu memungkinkan. Masyarakat Samin/ Sikep menganggap bahwa semua orang adalah sedulur (saudara). Hal ini ditunjukkan bahwa semua rumah masyarakat Samin/Sikep tidak memiliki daun pintu. Mereka akan menerima siapa saja dengan hangat siapa saja yang berkunjung ke tempat tinggal mereka. Pokok-pokok ajaran Samin (Suyami, 2007) antara lain: (1) agama iku gaman, Adam pangucape, man gaman lanang (agama adalah senjata atau pegangan hidup), Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

5


Sorotan (2) aja drengki srei, tukar padu, dahpen, kemeren, Aja kutil jumput, bedhog nyolong (jangan mengganggu orang, jangan bertengkar, jangan suka iri hati, dan jangan suka mengambil milik orang lain), (3) sabar lan trokal, empun ngantos drengki srei, empun ngantos riyo sapada, empun ngantos pek-pinepek, kutil jumput bedhog nyolong.napa malih bedhog colong, napa milik barang, nemu barang teng dalan mawon kulo simpangi (berbuatlah sabar dan jangan sombong, jangan mengganggu orang, jangan takabur, jangan mengambil milik orang lain apalagi mencuri, mengambil barang sedangkan menjumpai barang tercecer di jalan dijauhi), (4) wong urip kudu ngerti uripe, sebab urip siji digawa saklawase (manusia hidup harus memahami kehidupannya, sebab hidup sama dengan roh dibawa selamanya), (5) wong enom mati uripe titip sing urip. Bayi uda nangis nger niku sukma ketemu raga. Dadi mulane wong niku mboten mati. Nek ninggal sandangan niku nggih. Kedah sabar lan trokal sing diarah turune. Dadi wong saklawase dadi wong (kalau anak muda meninggal dunia, rohnya dititipkan ke roh yang hidup. Bayi menangis itu tanda bertemunya roh dan raga. Karena roh orang yang meninggal tidaklah meninggal, hanya menanggalkan pakaiannya. Manusia hidup harus sabar dan tawakal untuk keturunannya. Jadi roh itu tidak mati, melainkan berkumpul dengan roh yang masih hidup. Sekali orang itu berbuat baik, selamanya akan menjadi orang baik), (6) pangucap saka lima bhundelane ana pitu lan pangucap saka sanga bundhelane ana pitu (ibaratnya orang berbicara dari angka lima berhenti pada angka tujuh. Angka Sembilan juga berhenti pada angka tujuh, ibaratnya manusia berbicara harus menjaga mulut). Bagi masyarakat sedulur sikep yang terpenting di dalam hidup adalah tabiat orang. Meskipun sebagai ulama, priyayi, pejabat beragama tetapi bertabiat tidak baik berarti buruk pekertinya. Manusia hidup yang terpenting bukan tampak lahir dan kata-kata muluk, melainkan isi hati dan perbuatan nyata. Menurut hasil interview Rosyid dengan sosok tokoh Sedulur Sikep Kudus bernama Budi Santoso (50) yang berprofesi sebagai petani dan pedagang yang tidak mengejar keuntungan. Falsafah “Tuno sathak bathi sanak� selalu dijunjung tinggi. Bagi mereka lebih penting memiliki banyak saudara walaupun harus kehilangan harta benda. Budi hanya menukar barang dagangannya berupa hasil pertanian dengan uang secukupnya. Dia berbaur dengan masyarakat lainnya yang menjabat sebagai ketua rukun tetangga dan pernah menjadi panitia pembangunan Masjid. Masyarakat Samin menambah keberagaman, keunikkan, dan memiliki jati diri. Kejujuran, persaudaraan, dan rasa mencintai alam yang mereka miliki akan membuat masih ada nilai moral yang dipegang teguh oleh masyarakat bangsa Indonesia. Sebagaimana masyarakat Samin suku Dayak juga memiliki tiga rumpun hukum adat Dayak yang mengatur kehidupan bersama di masyarakat. Pertama adalah adat badarah putih yang mengatur sanksi sosio-kultural, terutama yang terkait dengan kehidupan berumah tangga. Kedua, hukum adat badarah celah atau berdarah merah yang mengatur persoalan konflik yang disebabkan oleh perkelahian atau pembunuhan. Ketiga, adalah hukum adat nak manja hana

6

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

yang mengatur kesejahteraan dan etika pergaulan sehari-hari. Sesuai dengan hokum adat penyelesaian setiap konflik dalam masyarakat Dayak melalui pengurus adat yang lebih manusiawi. Implementasi hokum adat melalui koridor ada pemaafan dan rekonsiliasi, setelah sebelumnya pelaku yang bersalah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Masyarakat Dayak meyakini bahwa alam adalah rumah bagi semua makhluk, termasuk makhluk yang tidak kelihatan. Manusia tidak boleh memonopoli alam untuk kepentingannya sendiri. Masyarakat Dayak sangat menjunjung tinggi prinsip kebersamaan. Masyarakat Dayak memiliki ungkapan “Hidup di kandung adat, mati di kandung tanah�. Orang yang mematuhi adat adalah orang yang beradat, beradab, dan dianggap sebagai manusia sesungguhnya. Pemimpin yang beradat akan menciptakan perdamaian, dengan menyelesaikan akar penyebab konflik yaitu ketidakadilan, penindasan, diskriminasi, marjinalisasi, kebodohan, kemiskinan, dan kesewenangwenangan. C. Refleksi Kemenangan JOKOWI Kemenangan Jokowi-Basuki Tjahaya Purnama pada Pilkada DKI merefleksikan hasrat kuat rakyat Jakarta untuk berubah. Masyarakat lebih memilih kepemimpinan yang memiliki integritas, kesederhanaan, dan pro rakyat yang terbungkus dalam pelayanan publik yang universal dengan perhatian besar pada Indeks Pembangunan Manusia. Lima kunci yang menjadi indikator proses demokratisasi dan otonomi daerah. Pertama, ada siklus menetap terpeliharanya sikap status quo pada masyarakat Ibu Kota yang plural-urban. Masyarakat cerdas menilai antara jarak antara pernyataan dan kenyataan. Toleran apabila persoalan memang kompleks , tetapi akan kritis apabila mengada-ada atau tidak transparan. Kedua, kapabilitas dan integritas figure jauh lebih berharga disbanding partai. Ketiga, runtuhnya politik pencitraan. Keempat, media yang memihak. Proporsi-substansi pemberitaan media cetak, online dan elektronik, bahkan media social (Facbook, Twitter, BBM), Jokowi sebagai ikon baru figure publik. Kelima, tersedianya cadangan sumber kepemimpinan baru. Jokowi teguh berkonsentrasi pada layanan kebutuhan dasar: pendidikan-kesehatan-kesejahteraan. Kekuatannya terletak pada persuasi tanpa konflik ketika berkomitmen nguwongke, mengupayakan akses, memberdayakan kelompok marjinal (pedagang pasar tradisional, kaki lima, tunawisma, tukang becak, warung-warung kecil). Kilas balik kemenangan JOKOWI dalam keberagaman membuktikan bahwa seorang pemimpin membutuhkan moralitas, sikap tegas, tanpa pandang bulu, bertindak sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku. Bukan praktik demokrasi semu mengedepankan mayoritas tanpa menengok yang minoritas. Pemimpin ditengah kemajemukkan masyarakat juga harus bijaksana yang datang dari inisiatif diri sendiri yang kemungkinan tidak diatur dalam peraturan dan perundang-undangan. Pemimpin harus bijaksana dalam menilai dan mengambil keputusan. Belum sepuluh hari JOKOWI menjabat sudah melakukan berbagai terobosan untuk mengangkat masyarakat yang termarjinalkan dengan memanusiakan mereka, segala keputusan didasrkan pada keinginan dan perspektif masyarakat.


Sorotan

JANGAN LUPA PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA Machdar Somadisastra *)

Mendengar dan membaca berita pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negeri kita dalam masa reformasi sekarang ini cukup melegakan, pertumbuhan ekonomi sekitar 6-7%, tumbuhnya kelas menengah yang cukup besar walau sayang perilakunya masih konsumtif, mudah-mudahan kedepan menjadi lebih kreatif dan produktif. Munculnya orang-orang kaya baru yang cukup besar jumlahnya. Analisa pasar kendaraan roda empat pada tahun 2012 lesu ternyata tidak, sudah sejuta mobil terjual. Ditengah-tengah resesi ekonomi dinegerinegeri Eropa dan Amerika negeri kita dapat bertahan, padahal pada masa lalu karena krisis moneter negeri kita babak belur. Menurut beberapa pengamat kekuatan ekonomi Indonesia nomor

dua setelah China jadi sudah melampaui India dan Brazil, sekarang sudah melampaui Spanyol di Eropa. Berita terakhir yang menggembirakan investasi mencapai 229 trilyun, mudah-mudahan berita itu benar adanya sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Di balik itu banyak pula berita-berita sosial budaya yang memalukan, memilukan dan mengenaskan. Korupsi di mana-mana, di pusat dan didaerah-daerah, di tataran eksekutif, legislative bahkan di tataran yudikatif. Kabarnya KPK pun dirongrong juga, Alhamdulillah Undang-Undang Anti Korupsi tidak jadi direvisi, apa ada ya, yang tidak korupsi? Malu-maluin, rakyat kecil bingung dan bengong. Perdagangan narkoba dan ganja dari kelas kakap sampai kelas teri. Barang haram itu akan merusak generasi muda dalam pertumbuhannya. Mereka akan jadi generasi dungu dan bengong. Beritanya ada pejabat-pejabat konsumen narkoba.

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

7


Sorotan Pencurian, perampokan, penjambretan terjadi di mana-mana, di rumah, di jalan, di toko dan ditempat umum tidak kepalang tanggung ada yang mencuri minyak mentah dengan membobol pipa milik Pertamina, konon minyak mentah itu diolah kemudian diekspor. Kekerasan terjadi di mana-mana, dirumah, di tempat-tempat umum, ditempat-tempat sepi, juga di sekolah yang seharusnya tidak terjadi. Tawuran antar warga kampung, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar pelajar yang memakan korban jiwa terjadi juga di Ibukota. Berita tentang penangkapan teroris menghiasi halaman-halaman berbagai Koran di ibukota dan daerah-daerah. Berita-berita kecil seperti murid nyontek, kekerasan oleh guru, pencabulan murid perempuan oleh guru atau temannya, berbagai jenis penipuan dan pemalsuan seperti pemalsuan ijasah, pemalsuan uang, pemalsuan paspor haji, penipuan TKI/TKW, penipuan buku nikah, peniouan arisan dan lain-lain tidak dianggap sepele, tidak kalah pentingnya dengan berita-berita lainnya yang lebih besar yang kesemuanya mengacu kepada perilaku buruk yang tidak diharapkan. Pembangunan Nasional Indonesia adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat seluruhnya. Faktor manusia merupakan factor kunci, sebagai tujuan pembangunan dan sebagai sumber daya penggerak pembangunan, sudah selayaknya jika Pendidikan Nasional berperan paling depan dalam pembangunan manusia seutuhnya. Sekarang ini kita telah memiliki Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dilengkapi dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dengan kedua Undang-Undang itu diharapkan Pendidikan Nasional dapat melaksanakan fungsinya yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta perilaku bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa dan melaksanakan tujuannya yaitu untuk berkembangnya potensi-potensi diatas agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 2). Untuk melaksanakan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional itu diperlukan pendidik, guru dan dosen yang berkualitas. Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melaksanakan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada

8

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Perguruan Tinggi (Pasal 39 ayat 2). Mengingat status dan tenaganya diperlukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terencana dan terarah dan berkesinambungan serta perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Hingga saat ini Undang-Undang tentang guru dan dosen sudah mulai dilaksanakan mulai dengan program sertifikasi sehingga guru dan dosen memperoleh sertifikat. Ternyata cukup banyak guru dan dosen yang belum memperoleh sertifikat. Kemudian dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) secara nasional, yang lulus UKG ternyata sedikit, sangat mungkin faktor pendidik adalah salah satu faktor tidak tercapainya fungsi dan tujuan Sistem Pendidikan Nasional. Tentu saja ada faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pendidikan anak. Sebagaimana diketahui bahwa anak itu hidup dalam lingkungan sosial yaitu pertama lingkungan keluarga, kedua lingkungan sekolah, ketiga lingkungan kelompok sebaya dan keempat lingkungan bdan-badan kemasyarakatan. Di dalam keempat lingkungan sosial ini proses sosialisasi terjadi. Pengetahuan, ketrampilan sikap dan nilai-nilai beralih melalui dua jenis hubungan sosial yaitu melalui hubungan kesamaan (equalitanion relationship) dan hubungan kewibawaan (anthoritarion relationship). Kedua model hubungan sosial itu menjelma dalam proses peniruan (imitiation) contoh tauladan orang dewasa dalam ketiga lingkungan (keluarga, sekolah, badan-badan kemasyarakatan) dan teman dalam kelompok sebaya harus menjadi contoh, menjadi tauladan dari perilaku yang baik, perilaku yang beradab dan bermartabat, berakhlak mulia. Demikian pula halnya dalam struktur masyarakat, lapisan bawah menirukan perilaku, lapisan menengah dan lapisan atas (elite). Jika seperti sekarang ada di antara lapisan menengah dan lapisan atas, walaupun tidak banyak yang berperilaku tidak atau kurang baik, ini akan ditirukan oleh lapisan bawah. Siapa yang harus memperbaiki perilaku ini dalam masyarakat? Tidak hanya orang tua, pendidik dan orangorang dewasa lainnya, tapi juga dan yang terpenting adalah pemimpin-pemimpin ditingkat pusat, ditingkat daerah, baik pemimpin formal maupun pemimpin informal yang bertanggung jawab dalam Pembangunan Nasional dan Pembangunan Daerah, Pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan manusia seluruhnya. Sudah bagus dalam pembangunan ekonomi Tapi Jangan Lupa Pembangunan Sosial Budaya, Semoga. *) Penulis Adalah Relawan Sosial


Sorotan

TANPA PEREMPUAN TAK ADA PEMBANGUNAN Tanggal 22 Desember, Indonesia kembali merayakan Hari Ibu. Banyak orang memersepsikan Hari Ibu seperti Mother's Day di Barat yang ditujukan untuk menghormati ibu, segala jerih payahnya melahirkan dan membesarkan anak-anak, serta peran ibu di masyarakat. Tidak ada yang salah dengan keinginan menghormati peran ibu, tetapi Hari Ibu pada 22 Desember di Indonesia mengacu pada Kongres Perempuan I di Yogyakarta tahun 1928. Sekitar 1.000 perempuan hadir dalam kongres yang menuntut kolonialisme dihapus dari Indonesia dan mencatat peran perempuan dalam Kebangkitan Nasional. Pada saat hampir bersamaan, Bank Dunia mengeluarkan laporan tahunan. Untuk pertama kali laporan bertema kesetaraan jender. World Development Report 2012, Gender Equality and Development pada intinya menekankan dengan bukti diri sejumlah negara berkembang dan maju pentingnya kesetaraan jender dalam pembangunan. “Kesetaraan jender bagian dari pembangunan, tidak ada pembangunan tanpa kesetaraan jender,” ujar Co Director Bank Dunia untuk World Development Report on Gender Equa¬lity and Development Sudhir Shety dalam percakapan dengan Kompas di Jakarta, Selasa (20/12). Bukti di sejumlah negara, termasuk Indonesia, melibatkan perempuan dalam pembangunan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing negara dalam kompetisi global, dan meningkatkan kualitas manusia. Perempuan yang terlibat dalam pembangunan artinya berpendidikan lebih baik; memiliki akses terhadap sumber ekonomi, antara lain tanah dan kredit; dan karena itu memiliki pendapatan sendiri dan dapat mengontrol pendapatan itu. Pendapatan itu umumnya digunakan untuk kepentingan kesejahteraan keluarga, seperti pendidikan, makanan yang lebih baik, dan kesehatan anak-anak. Maryati (39), pengusaha batik Desa Gading, Kecamatan Pancur, Rembang, Jawa Tengah, mengaku hekat membuat batik dengan merek sendiri awal 2011 karena ingin anak sulungnya, Anip (18), bersekolah ke perguruan tinggi. “Saya tidak tamat SMP, tetapi saya ingin Anip jadi sarjana,” kata Maryati, Kamis. la terkendala modal karena tidak berani pinjam ke bank. “Di Rembang umumnya perempuan yang bekerja mencari nafkah. Mungkin karena tempatnya Ibu Kartini,” kata Maryati yang mengaku mengontrol penghasilannya. Di Desa Tanjung Morawa A, Tanjung Morawa, Sumatera Utara, bidan Dewi Susila (32) tergerak ikut mencegah penyebaran HIV/AIDS karena melihat anak-anak remaja di kampungnya datang ke puskesmas dengan penyakit kelamin. Dua ibu hamil yang ia tolong persalinannya meninggal karena AIDS. “Saya tidak bisa tinggal diam melihat keadaan itu. Jadi, saya juga belajar mengenali penularan HIV/AIDS,” katanya.

Setengah dan potensial Jumlah perempuan hampir separuh jumlah penduduk Indonesia. Namun, jumlah perempuan yang bekerja hanya 44,645 juta orang, sementara laki-laki 71,887 juta orang. Perempuan yang melek huruf 90,52 persen dan laki-laki 95,35 persen. Rata-rata lama sekolah perempuan hanya 7,5 tahun, sementara laki-laki 8,3 tahun (BPS, Agustus 2011). “Perempuan di Indonesia baru potensi, belum menjadi pelaku pembangunan," kata Shety. Ada banyak penyebab kesenjangan. Budaya, termasuk adat dan agama, salah satunya. Posisi perempuan di ruang publik semakin setara, tetapi perempuan mencurahkan waktu lebih banyak karena tuntutan budaya mengurus rumah tangga sehingga beban kerjanya lebih besar. Kekerasan tetap tinggi, di ruang publik dan di rumah tangga. Komnas Perempuan mencatat, 1998-2010 terjadi 93.960 kasus atau seperempat dari seluruh kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, dan perdagangan perempuan. Tingginya angka kematian ibu melahirkan, yakni 228, bisa disebabkan faktor budaya dan abainya pemerintah. Penularan HIV dari suami ke istri memperliliatkan lemahnya posisi perempuan terhadap laki-laki untuk hubungan yang aman. Fakta menunjukkan, perempuan harus ikut bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, keamanan di ruang publik tak terjamin, seperti pemerkosaan di kendaraan umum. Mempersempit kesenjangan pendidikan tidak cukup menjamin perempuan terlibat dalam pembangunan, Pemerintah harus menciptakan iklim yang membuat perempuan nyaman terlibat dalam pembangunan. Pernikahan usia muda seharusnya tak ada lagi karena dilarang UU Perkawinan. Pemerintah dapat menetapkan penyediaan tempat penitipan anak balita di pabrik sehingga buruh perempuan bisa bekeria tenang. Penyediaan kredit dibuat lebih ramah perempuan sehingga produktivitas meningkat. Namun, yang paling mendasar, kesetaraan adalah hak setiap warga negara seperti dijamin UUD 1945. Inilah peluang dan tantangan ke depan. (Ninuk M Pambudy-Dimuat Sebelumnya di Harian Kompas) Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

9


Sorotan Oleh Budi Darma *)

Mula - Mula Adalah Keprihatinan Acara Launching Buku dr Ario Djatmiko Dilema Bangsaku : Pandangan Seorang Dokter Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Rabu, 14 November 2012 PENGALAMAN PRIBADI Waktu ilu, begitu lulus sarjana dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada akhir tahun 1963, saya mendapat surat penempatan kerja sebagai PNS di IKIP Surabaya. Karena pada waktu itu belum mempunyai tempat tinggal, maka untuk sementara saya diinapkan di hotel. Pada suatu saat, lebih kurang jam 02:30 pagi, pintu kamar saya digedor-gedor. Begitu pintu saya buka, tampaklah beberapa lakilaki berwajah pucat dan penuh kekhawatiran, minta tolong untuk menyembuhkan seorang bayi yang pada waktu itu kejang-kejang. Kamar orang tua bayi itu kebetulan tidak jauh dan kamar saya. Tentu saja saya agak bingung, karena. bagaimana mungkin saya, seorang awam, menyembuhkan bayi kejang-kejang? Apa lagi, kata mereka, bayi sudah dalam keadaan sangat kritis, dan kalau tidak segera ditangani bisa fatal. Setelah terjadi tanya-jawab singkat, tahulah saya, bahwa mereka menganggap saya seorang dokter, karena dalam daftar penghuni hotel, nama saya tercatat dengan gelar “Drs” (“Doctorandus”), Tampaknya, bagi orang panik, seorang bergelar Drs pasti seorang dokter.

10

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Untunglah, saya kenal seorang dokter sungguhan dari Polri, dan kebetulan pula kamarnya tidak jauh dari kamar saya. Karena berbagai sebab, peristiwa ini tidak pernah lepas dari ingatan saya. Mengapa? Karena pada waku kecil saya pernah mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, akan tetapi karena kemampuan saya terbatas, cita-cita ini berhenti sebagai cita-cita belaka, dan tidak mungkin menjadi kenyataan. Mengapa ingin menjadi dokter? Karena pada waktu kecil saya diajak oleh teman saya dan ibunya berkunjung ke rumah sakit untuk menengok kerabatnya, ibu teman saya bersama teman saya mengajak ke rumah sakit untuk menengok kerabatnya. Pada waktu mereka sedang berbincang-bincang dengan kerabatnya, saya ngeloyor, lalu masuk ke sebuah ruangan besar penuh orang sakit. Salah seorang sakit itu dengan mata terpejam dan wajah menahan kesakitan merintih perlahan-lahan, tapi cukup jelas bagi saya: “Tuhan, hamba-Mu rela Kau ambil, daripada hamba-Mu menderita, Tuhan, ambillah hamba-Mu sekarang juga.”.


Sorotan Inilah katalisator yang mendorong saya untuk bercita-cita menjadi dokter, tapi, sekali lagi, gagal. Buah kegagalan : saya sangat hormat kepada dokter. Bagi saya, dokter adalah makhluk yang terpilih untuk melakukan pekerjaan mulia. Terceritalah, pada waktu menjadi mahasiswa, saya membaca banyak buku filsafat dan f'iksi Barat, dan tahulah saya, bahwa pada abad ke-39, ketika sistem feudalisme masih sangat kuat di Inggris, masyarakat menganggap bahwa orang-orang yang mempunyai profesi, termasuk dokter, bukanlah orang-orang terhormat. Seseorang dianggap terhormat manakala dia tidak punya profesi, karena orang ini berdarah biru, dan karena itu otomatis menjadi tuan tanah. Bacaan-bacaan bernada agak merendahkan martabat profesi dokter ini sama sekali tidak memengaruhi saya. Pendirian saya tetap: dokter adalah makhluk yang terpilih untuk melakukan pekerjaan mulia. MOTIVASI Tampaknya ada kesamaan antara Ario Djatmiko dan saya, meskipun kenyataannya saya berbeda dengan Ario Djatmiko. Saya ingin menjadi dokter karena pada waktu kecil saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri orang sakit yang sudah mencapai kulminasi keputus-asaan, sedangkan Ario Djatmiko memutuskan untuk menjadi dokler karena kedua orang tuanya dulu sakit keras. Saya gagat, tapi, karena Ario Djatmiko mempunyai kelebihan yang sama sekali tidak saya miliki, berhasillah Ario Djatmiko dalam menjalankan niatnya untuk menjadi dokter. Dan karena ibunda Ario Djatmiko menderita kanker, maka Ario Djatmiko pun bertekad untuk menjadi dokter bedah kanker. Seandainya ibunda Ario Djatmiko dulu tidak menderita kanker, tapi menderita penyakit lain, katakanlah jantung, mungkin Ario Djatmiko akan bertekad untuk menjadi dokter ahli jantung. Ario Djatmiko tidak sekedar berhenti menjadi dokter ahli bedah jantung, tapi juga, bersama saudara kembarnya, dokter Ario Djatmoko, berusaha meringankan penderitaan para pasien kanker dengan jalan mendirikan Rumah Sakit Onkologi Surabaya dengan konsep Boutique Hospital, sebuah rumah sakit khusus dengan sistem yang ramping dan efisien, dan siap mengantisipasi perubahan. SIKAP Seorang cendekiawan Inggris terkemuka, C.P. Snow, dalam ceramah "The rwo Cultures" (1959) mengeluh,

karena mayoritas cendekiawan hanya memikirkan bidang keahliannya masing-masing, tanpa minat untuk menengok ke ilmu-ilmu lain. Cendekiawan yang ideal, menurut C.P. Snow, menguasai ilmunya dengan baik, dan, untuk memperluas dan mempertajam wawasannya, juga menaruh perhatian pada ilmu-ilmu Sain, setidak-tidaknya secara komprehensif. Wawasan yang luas dan tajam akan membuat cendekiawan peka terhadap berbagai persoalan, khususnya persoalan sosial. Kemajuan ilmu tanpa kepekaan sosial bisa menimbulkan bahaya, karena pada dasarnya ilmu tidak mungkin dipisahkan dengan kehidupan masyarakat. Tidak mungkin ilmu berkembang sendirian di awang-awang tanpa pijakan, dan karena itu, orientasi ilmu mau tidak mau adalah realita sosial. C.P. Snow rnengeluh, dan tampaknya keluhan ini akan tetap menjadi keluhan. Studium Generale di universitasunivesitas pada akhir tahun 1960-an gagal, demikian juga Ilmu Budaya Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Alam Dasar, dan berbagai mata kuliah MKU lainnya pada dekade-dekade berikutnya. Semua mata kuliah itu, sebagai usaha untuk menjembatani berbagai bidang keahlian, hanya berjalan di atas kertas tapi tidak menyentuh tujuannya, yaitu memperluas dan mempertajam wawasan sebagai sarana untuk menggugah kepekaan sosial. Kepekaan sosial akan melahirkan keprihatinan sosial, dan bagi cendekiawan-cendekiawan tertentu, keprihatinan sosial bisa melahirkan sikap. Dalam ceramah pada pembukaan Sirikit School of Writing beberapa bulan yang lalu, Ario Djatmiko menyatakan, bahwa dia menulis karena dia mempunyai sikap. Artikel adalah wahana untuk menyatakan sikap terhadap berbagai masalah sosial. DILEMA Hakikat dilema adalah benturan dan berbagai kepentingan, dan karena umat manusia terpecah-belah oleh berbagai kepentingan, umat manusia tidak mungkin membebaskan din dari berbagai ddema. Kepentingan bisa muncui dalam berbagai bentuk, misalnya egoisme, keserakahan, harga diri, dan lain-lain. Tanpa egoisme, keserakahan, dan harga diri, kemungkinan besar tidak akan ada dilema yang signifikan. Apabila benturan berbagai kepentingan menemui jalan buntu, maka solusinya tidak lain adalah perang. Bukan hanya dalam buku ini, tapi juga dalam artikel mutakhir �Mencari Nilai Baru Pahlawan� (Jawa Pos, jum'at, 8 November 2012, Ario Djatmiko juga berbicara mengenai perang sebagai perwujudan dari benturan berbagai kepentingan.

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

11


Sorotan Sebagai pemerhati yang amat bagus terhadap mitologi, khususnya mitologi Yunani Kuno, dalam teori Arhetypal Criticism Carl Gustav Jung menekankan, bahwa para dewata dalam mitologi terbagi atas berbagai tipe, seperti misalnya tipe pendendam, tipe pemalas, tipe serakah, dan lain-lain. Tipe para dewata dalam mitologi pada hakikatnya sama dengan tipe umat manusia sekarang : ada orang yang suka dendam, ada orang malas, ada orang serakah, dan seterusnya. Masing-masing tipe mempunyai kepentingan sendiri, dan karena berbagai kepentingan itu berlawanan, timbullah dilema, sementara dilema bisa melahirkan perang. Dalam mitologi, benturan berbagai kepentingan ini dimulai ketika para dewata mengadakan pesta mewah di markas besar mereka, Gunung Olympus. Semua dewa dan dewi diundang, kecuali satu dewi yang tidak diundang, karena satu dewi ini terkenal sebagai trouble maker. Karena tidak diundang, maka dewi ini murka, laiu lahirlah idenya untuk membuat gara-gara. Dia ciptakan apel emas yang amat indah berbentuk bulat bagaikan bola, dan pada apel ini dia tulis kalimat pendek yang provokatif, yaitu “apel milik dia yang paling cantik di seluruh alam semesta.” Dengan lagak seperti seorang pemain bowling, dia gelindingkan apel emas itu, dan setelah menggelinding beberapa saat, apel itu berhenti dekat tiga dewi, yaitu Dewi Kekayaan, Dewi Kekuasaan, dan Dewi Cinta. Masing-masing dewi merasa paling cantik, dan karena itu masing-masing dewi menganggap bahwa apel emas itu adalah niiliknya. Maka terjadilah debat sengit yang sangat memalukau. Akhirnya Zeus, sebagai raja para dewa memutuskan, untuk meminta pendapat seseorang yang dianggap paling bijaksana di seluruh alam semesta, yaitu Raja Paris. Dewi Kekayaan mendakati Raja Paris, kemudian berbisik : “Kalau kau mau mengatakan bahwa saya dewi yang paling cantik, maka kamu akan menjadi makhluk paling kaya di seluruh alam semesta.” Raja Paris diam lalu Dewi Kekuasan berbisik : “Kalau kamu mau mengatakan bahwa sayalah dewi yang paling cantik, maka kamu akan menjadi makhluk paling berkuasa di seluruh alam semesta.” Raja Paris diam. Tibalah giliran Dewi Cinta. Maka berbisiklah Dewi Cinta : “Raja Paris, ketahuilah bahwa di seluruh alam semesta ini ada makhluk paling cantik dan tidak akan ada tandingannya sampai kapan pun, namanya Helen. Katakanlah bahwa sayalah dewi yang paling cantik, dan aku akan membuat Helen jatuh cinta kepada kamu.” Tanpa berpikir panjang Raja Paris menobatkan Dewi Cinta sebagai dewi yang paling cantik, dan dengan amat mudah Raja Paris menggondol Helen, isteri Raja Menelaus. Inilah awal

12

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

dari Perang Troya, sebuah perang berkepanjangan dari generasi ke generasi, memakan banyak korban jiwa, membuat banyak orang cacat dan menderita berkepanjangan, dan membumi hanguskan berbagai bangunan. Dunia tidak akan tenang. Situasi sebuah kawasan tertentu pada saat ini mungkin saja penuh kedamaian, tapi di kawasankawasan lain mungkin perang dahsyat sedang berkecamuk. Perang, baik sporadis maupun massif, tidak akan pernah berhenti. Perang jaman dahulu terbatas pada perang fisik. Tapi perang sekarang, sebagaimana diungkapkan oleh Ario Djatmiko, bisa bermetamorphose ke dalam berbagai bentuk. Ada perang tekhnologi, perang ekonomi, perang pemikiran, dan lain-lain. Perang teknologi harus dihadapi dengan teknologi yang lebih canggih, perang ekonomi dihadapi dengan kekuatan ekonomi, dan perang pemikiran dihadapi dengan pemikiran di atas ratarata. Sayang, menurut Ario Djatmiko, dalam berbagai bentuk perang ini Indonesia selalu kalah. Jumlah pesawat tempur Singapura negara kecil itu, misalnya jauh lebih banyak daripada milik Indonesia. Kita tidak pandai berdiplomasi, sembrono, salah, urus, dan sebagainya, itulah sebab mengapa kita sering kecolongan. Akibatnya, industri dalam negeri menjadi kerdil, pasar dikuasai oleh pihak-pihak luar, dan begitu banyak kekayaan Indonesia pun tidak bisa dinikmati oleh kita sendiri, tapi dinikmati pihak luar. Dan tenaga-tenaga kesehatan yang hebat pun akan berdatangan. Dalam buku ini Ario Djatmiko mengutip lebih dari sekali pendapat Publius Flavius Vegetius Renatus pada abad ke-4, yaitu “Si Vis Pacem, Para Belum,” (“bila ingin damai, siaplah berperang.”) Pada jaman dahulu, hanya ada satu macam perang, yaitu perang fisik. Sekarang keadaan sudah banyak berubah, dan karena itu ; sekali lagi, kita harus kuat dalam berdiplomasi, harus kuat dalam ekonomi, harus kuat dalam teklnologi, dan harus kuat dalam pemikiran. Perubahan jaman juga menuntut perubahan strategi. Dahulu misalnya, ayahanda Ario Djatmiko menyatakan, “you are what you produce.” Seseorang yang tidak menghasilkan apa-apa dengan sendirinya tidak akan menjadi apa-apa, dan seseorang yang bisa menghasilkan sesuatu akan mendapat tempat sesuai dengan apa yang dihasilkannya. Karena jaman sudah berubah. maka pertanyaan baru pun muncul, yaitu, apakah makna kata-kata “you are what you produce?” Seseorang yang hanya mampu “to produce” tidak akan menjadi apa-apa, selama dia tidak mampu “to sell what you produce.”


Sorotan JARAK ESTETIS Seorang filsuf Perancis, Jacques Derrida, menyatakan, bahwa jarak antara ujaran dan tulisan itu amat tipis, bagaikan jarak antara S dan Z, namun sebetulnya, jarak itu sangat jauh. Dalam. ujaran, seseorang bisa berkelit untuk menutupi kekurangannya dengan mengatakan “anu” dan “apa namanya?” dan lain-lain, sedangkan dalam menulis kelemahan ini tidak bisa ditutup-tutupi. Karena itulah, kemampuan bernalar secara intelektual lebih banyak ditandai oleh penulisan, dan bukan oleh ujaran. Setiap saat seseorang berhadapan dengan sesuatu, pasti orang ini akan mengadakan percakapan dengan dirinya sendiri. Katakanlah, pada waktu seseorang melihat gambar gedunggedung. berserakan dan mobil-mobil berjumpalitan, dia akan berujar kepada diriya sendiri: “mengerikan benar akibat badai super sandy ini.” Ujaran kepada diri sendiri bisa impulsif, bisa pula kontemplatif. Setelah seseorang berbiacara kepada dirinya sendiri, kalau dia berniat untuk menuangkan ujarannya dalam tulisan, barulah dia menulis. Sebuah tulisan, sementara itu, tidak mungkin keluar dari ujaran terhadap dirinya sendiri yang bersifat impulsif. Kendati seseorang bisa menulis dengan lancar, dia harus mempunyai modal penting, yaitu kontemplasi. Dengan adanya kontemplasi, maka ada jarak estetis antara penulis sebagai pemikir, dan tulisannya sebagai buah pemikirannya. Jarak estetis merupakan salah satu ciri menonjol dalam berbagai tulisan Ario Djatmiko. Untuk memperjelas makna “jarak estetis,” marilah kita bincangkan secara ringkas sebuah cerita pendek seorang mantan TKW di Hongkong, yang namanya tidak perlu diungkap. Dalam cerpennya, dia menceritakan pekerjaannya seharihari, yaitu mengurus cucian dan merawat burung, di sebuah apartment di lantai 9, bersebelahan dengan apartment lain juga di lantai 9. Setiap kali dia keluar untuk menuju ke tempat jemuran, dia merasa bahwa di apartment sebelah sana ada seseorang yang selalu mengintip melalui celah-celah korden, dan setiap kali dengan mendadak dia menoleh ke apartment tersebut, pasti korden tersebut dengan sangat tergesa-gesa ditutup. Akhirnya, pada suatu hari dia bertemu dengan seorang lakilaki muda, dan pada saat itu juga instinknya berkata, bahwa orang inilah yang selalu mengintip setiap kali dia ke luar ke tempat jemuran. Pertemuan tanpa sengaja ini disusul dengan berbagai pertemuan, sampai akhimya laki-laki ini berhasil mengajak TKW ini bertandang ke apartmentnya; Ternyata

laki-laki ini tidak lain adalah seorang pelukis, Lukisan tidak lain adalah barang mati, tapi karena pelukis ini hebat, maka semua lukisannya tampak hidup. Di antara sekian banyak lukisan itu ada sebuah lukisan burung, tapi belum selesai. Pelukis ini pun menjamu TKW ini dengan segelas minuman, dan setelah minum, TKW ini merasa pikirannya makin lama makin keruh, sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri. Ketika sudah sadar dan pikirannya sudah terang kembali, TKW ini terkejut tapi juga kagum, melihat lukisan burung yang tadi belum selesai sekarang sudah selesai. Sekali lagi, lukisan adalah barang mati, tapi karena pelukisnya sangat hebat, burung dalam lukisan itu tampak sedang berkelejatan untuk mempertahankan hidup. Setelah kembali ke apartementnya sendiri sadarlah TKW ini, bahwa tadi, ketika dia tidak sadarkan diri, pelukis ini mengambil kunci apartmentnya, kemudian lari bergegas ke apartmennya, untuk meracun burung peliharaan majikan TKW ini. Burung diracun, berkelejatan, akhirya mati. Pada waktu burung berkelejatan itulah pelukis ini dengan sigap membuat skets, lalu lari ke apartmentnya sendiri, dan menyelesaikan lukisannya yang tadi belum selesai. Adalah benar, bahwa penulis cerita pendek ini adalah bekas TKW, dan adalah benar dia tinggal di Hongkong pada seorang majikan yang baik. Tapi, adalah tidak benar bahwa sewaktu menjadi TKW tugasnya adalah merawat burung dan mencuci, dan tidak benar pula bahwa dia berkenalan dengan seorang pelukis hebat, apa lagi diracun. Inilah jarak estetis, dan kendati tulisan-tulisan Ario Djatmiko bukan fiksi, pada hakikatnya, menurut Derrida, sebuah tulisan, apa pun tulisan itu, pasti berawal dari percakapan dengan diri sendiri, dan begitu percakapan dengan diri sendiri itu menjadi sebuah tulisan, pada hakikatnya tulisan itu adalah sebuah narasi. Sama halnya dengan Derrida, seorang filsuf Amerika, George Santayana namanya, juga berpendapat bahwa sebuah tulisan pada hakikatnya adalah sebuah narasi, sementara narasi bisa berupa fiksi, bisa pula berupa non-fiksi. Sebuah narasi yang baik, sama halnya dengan musik yang baik, “ends not with a bang, but a murmur.” Akhir sebuah lagu yang baik bukanlah langsung stop, tapi “sustaining” dan meninggalkan gema Dalam menghadapi sebuah tulisan sebagai pencerminan pemikiran, “sustaining” dan “gema” ini menggiring pembaca untuk berkontemplasi. *) Budayana Guru Besar Emiritus UNESA)

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

13


Sorotan

Peringkat Sistem Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia

Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia, menurut tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson. Tempat pertama dan kedua diraih oleh Finlandia dan Korea Selatan. Ranking itu memadukan hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara 2006 dan 2010. Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Sedangkan Inggris menempati posisi keenam. Sir Michael Barber, penasihat pendidikan utama Pearson, mengatakan negara-negara yang berhasil memberikan status tinggi pada guru dan memiliki "budaya" pendidikan. Perbandingan internasional dalam dunia pendidikan telah menjadi semakin penting dan tabel liga terbaru ini berdasarkan pada serangkaian hasil tes global yang dikombinasikan dengan ukuran sistem pendidikan seperti jumlah orang yang dapat mengenyam pendidikan tingkat universitas. Gambaran komposit itu meletakkan Inggris dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan tes Pisa dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang juga merupakan salah satu tes dalam proses penyusunan ranking. Pertimbangan-pertimbangan dalam ranking ini diproduksi untuk Pearson oleh Economist Intelligence Unit. Kompetisi global Dua kekuatan utama pendidikan, yaitu Finlandia dan Korea Selatan, diikuti kemudian oleh tiga negara di Asia, yaitu Hong Kong, Jepang dan Singapura. Inggris yang dianggap sebagai sistem tunggal juga dinilai sebagai "di atas rata-rata" lebih baik dari Belanda, Selandia Baru,

14

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Kanada dan Irlandia. Keempat negara itu juga berada di atas kelompok ranking menengah termasuk Amerika Serikat, Jerman dan Prancis. Perbandingan ini diambil berdasarkan tes yang dilakukan setiap tiga atau empat tahun di berbagai bidang termasuk matematika, sains dan kesusasteraan serta memberikan sebuah gambaran yang semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian wilayah di Indonesia memiliki akses yang terbatas pada dunia pendidikan. Tetapi tujuan utamanya adalah memberikan pandangan multi dimensi dari pencapaian di dunia pendidikan dan menciptakan sebuah bank data yang akan diperbaharui dalam sebuah proyek Pearson bernama Learning Curve. Melihat dari sistem pendidikan yang berhasil, studi itu menyimpulkan bahwa mengeluarkan biaya adalah hal penting namun tidak sepenting memiliki budaya yang mendukung pendidikan. Studi itu mengatakan biaya adalah ukuran yang mudah tetapi yang lebih kompleks dampak yang lebih kompleks adalah perilaku masyarakat terhadap pendidikan, hal itu dapat membuat perbedaan besar. Kesuksesan negara-negara Asia dalam ranking ini merefleksikan nilai tinggi pendidikan dan pengharapan orang tua. Hal ini dapat menjadi faktor utama ketika keluarga bermigrasi ke negara lain, kata Pearson. Ada banyak perbedaan di antara kedua negara teratas yaitu Finlandia dan Korea Selatan, menurut laporan itu, tetapi faktor yang sama adalah keyakinan terhadap kepercayaan sosial atas pentingnya pendidikan dan “tujuan moral.� Kualitas guru Laporan itu juga menekankan pentingnya guru berkualitas tinggi dan perlunya mencari cara untuk merekrut staf terbaik. Hal ini meliputi status dan rasa hormat serta besaran gaji. Ranking itu menunjukkan bahwa tidak ada rantai penghubung jelas antara gaji tinggi dan performa yang lebih baik. Dan ada pula konsekwensi ekonomi langsung atas sistem pendidikan performa tinggi atau rendah, kata studi itu, terutama di ekonomi berbasis keterampilan dan global. Tetapi tidak ada keterangan jelas mengenai pengaruh manajemen sekolah dengan ranking pendidikan. Ranking untuk tingkat sekolah menunjukkan bahwa Finlandia dan Korea Selatan memiliki pilihan tingkat sekolah terendah. Namun Singapura, yang merupakan negara dengan performa tinggi, memiliki tingkat tertinggi. Sumber : http://m.tribunnews.com/2012/11/27/peringkatsistem-pendidikan-indonesia-terendah-di-dunia


Liputan Khusus

BKKKS PROV. JAWA TIMUR MENYELENGGARAKAN BUKA PUASA BERSAMA DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DAN PARA PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL

Bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah bulan yang indah dan bercahaya serta penuh barokah. Perlu bagi kita semua sebagai umat yang dikasihi Allah SWT harus meraih dengan segala kekuatan lahir dan bathin secara ikhlas. Pada bulan-bulan semacam ini semangat memberikan sesuatu untuk bersedekah dengan berlomba-lomba di masyarakat. Undangan buka puasa yang biasanya diikuti dengan memberikan sesuatu kepada orang-orang yang kurang mampu selalu dilaksanakan. Undangan perorangan atau kelompok peduli sosial seperti BKKKS Provinsi Jawa Timur selalu menyelenggarakan. Pada tahun ini BKKKS Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan buka puasa bersama pada tanggal 04 Agustus 2012 dengan peserta anak-anak panti asuhan, anak-anak disabilitas, para lansia, tukang sampah, penjaga palang pintu kereta api dan beberapa keluarga tidak mampu serta para penyandang eks penyakit kusta. Allah SWT berjanji bagi mereka yang berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain atau setiap sedekah kepada orang lain akan diganti yang berlipat lipat jumlahnya. Nabi adalah orang yang paling dermawan, kedermawanan nabi meningkat tatkala berada di bulan Ramadhan. Rosullullah SAW bersabda orang yang dermawan dekat dengan Allah SWT, dekat kepada surga, dekat kepada manusia dan jauh dari neraka. Kedekatan kepada Nya dengan ikhlas, jujur dan penuh iman. Bila kita rajin bersedekah Insya Allah berarti kita mensucikan diri kita dari dosa-dosa yang kita perbuat/kita miliki. Pribadi bersedekah adalah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain atau orang yang dermawan adalah orang yang bermanfaat kepada orang lain. Dermawan membagikan sebagain dari rezeki yang diperoleh berarti kita dekat dengan Allah SWT dan bila kita membagikan kepada orang banyak dengan ikhlas dan bersikap ramah, tersenyum maka orang akan senang bahkan orang akan mendoakan kita dengan baik, akan menyenangi kita dan Insya Allah kita akan dimudahkan oleh Allah SWT dalam segala hal. Allah SWT akan melipat gandakan apa yang telah disedekahkan. Ibarat sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan setiap butir menumbuhkan 100 biji, demikian Allah SWT melipatgandakan pahala kepada orang dermawan. Marilah kita jadikan diri kita sebagai orang-orang yang bermanfaat untuk

orang lain, kita kejar cahaya bulan Ramadhan yang hanya satu kali dalam setahun untuk bermanfaat kepada orang lain. BKKKS Provinsi Jawa Timur secara rutin setiap tahun menyelenggarakan dan mengagungkan bulan Ramadhan sebagai bulan yang indah, bercahaya dan penuh barokah. Buka Puasa bersama selain untuk melakukan kewajiban sebagai umat, juga merupakan silahturahim antar umat Islam antara kita semua si mampu dan si kurang mampu atau antara kaya dan miskin, berbaur bersama dengan makan bersama dengan makanan yang sama, sholat bersama sama tidak ada bedanya bahkan kesempatan pada bulan Ramadhan bersedekah atau berderma sebagian rezekinya yang diperoleh BKKKS Provinsi Jawa Timur dalam menjalankan kegiatan-kegiatan sosial yang telah menjadi program rutin bagi BKKKS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan semacam ini oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur selalu di selenggarakan untuk mengajak orang lain bersedekah bersama menjadi dermawan bersama. Program rutin ini tidak hanya buka puasa bersama tetapi juga dengan memberikan paket Ramadhan dan uang saku serta uang transport bagi anak-anak panti asuhan dan orang-orang yang kurang beruntung. Bantuan juga diberikan kepada para penyandang eks penyakit kusta di Tuban dan untuk menghargai pegawainya yang telah memberi pelayanan dengan ikhlas juga mendapat paket dan uang saku. Jumlah paket yang dibagikan + 1300 paket. Acara buka puasa bersama ini dimulai pukul 15.30 wib sore dengan mengandalkan music patrol biasanya untuk membangunkan orang-orang untuk sahur pada malam hari dengan berkeliling kampung dan merupakan tradisi dibulan Ramadhan bagi anak-anak. Pukul 15.15 anak-anak panti asuhan sudah datang, acara dimulai jam 15.55 dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran yang dibawakan oleh 2 anak Sekolah Dasar, kemudian dilanjutkan dengan doa dan laporan Ketua Panitia DR. Asri Widjiastuti, M. Pd. Penyerahan bingkisan secara simbolis pada pukul 16.45 oleh Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur yang diikuti dengan Ketua-Ketua dan ketua Umum Yayasan. Pada kesempatan acara tersebut disampaikan juga penyerahan penghargaan tokoh relawan sosial Jawa Timur yaitu Ibu Dra. Hj. Gadis Agung Prasmono dan Bapak Drs. Ec. H Haryanto Basuni. Perlu diketahui untuk relawan sosial kedua beliau ini tidak hanya menyumbang pada waktu kegiatan Buka Puasa Bersama, tetapi hampir seluruh kegiatan sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur, kedua beliau ini tidak pernah absen. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu BKKKS Provinsi Jawa Timur dalam penyelenggaraan acara buka puasa bersama kepada semua dermawan dan relawan yang telah menyisihkan sebagaian rezekinya serta bantuan materiil untuk membantu para duafa penyandang masalah sosial baik berupa uang, barang, pikiran dan tenaga. Acara diteruskan dengan uraian hikmah puasa oleh dai kecil yang bernama Abidatul Qoyyum dari Yayasan Umu Aiman Surabaya yang banyak mengutip surat-surat Al Baqoroh. Dengan semangat dai kecil menyampaikannya, kita semua mendengarkan terutama anak-anak kecil Panti Asuhan nampaknya kagum karena tidak biasa anak kecil berdakwah dengan Bersambung Ke Hal. 17

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

15


Liputan Khusus

HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR BKKKS PROVINSI JAWA TIMUR

Ramadhan sudah berlalu, banyak hikmah yang diperoleh dari Ramadhan terutama bagi kita-kita mulai dari orang tua/ Bapak/Ibu maupun pada anak dan cucu, setiap keluarga akan mengalami perubahan-perubahan dalam bersikap dan bertindak tanduk. Hikmah Ramadhan selain kita berpuasa sebulan penuh karena sebagai umat muslim hukumnya wajib, juga perubahanperubahan sikap perilaku dalam mendidik anak dan cucu serta orang-orang dewasa seperti : • Menumbuhkan semangat berbagi dan semangat memberi dengan ungkapan kata “tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”. • Membentuk jiwa dermawan baik pada orang dewasa maupun untuk anak seperti diingatkan pada bulan Ramadhan harus berbuat baik dan member sedekah pada orang lain yang tidak mampu. • Mengajarkan kepada anak kita semua niat yang ikhlas untuk berbuat sesuatu membagikan kebahagiaan kepada orang lain. • Mengajarkan sikap tidak sombong pada waktu memberi sesuatu kepada orang lain. • Mengajak anak-anak pergi ketempat tempat orang yang serba kekurangan sehingga dapat mengetuk hati si anak untuk peduli dan bersikap kasihan pada orang lain yang tidak mampu. • Menggerakkan hati kita semua dan anak untuk ikut menyisihkan uang saku/rezeki untuk bersedekah, berinfak dan bersodaqoh. Banyak makna yang diperoleh setiap tahun, tentunya harapan kita semua sifat-sifat yang sudah terbentuk pada bulan Ramadhan akan merupakan budaya hidup setiap hari tanpa menunggu Ramadhan yang akan datang. Ramadhan telah berlalu rasanya seperti pisah dan kehilangan sesuatu, tiba bulan yang disebut Hari Raya Idul Fitri, merupakan hari bahagia setelah menjalankan puasa 1 bulan penuh.

16

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Tanggal 23 Agustus 2012, hari pertama masuk, BKKKS Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Halal Bihalal antara para Pengurus Yayasan BK3S Jatim, BKKKS Provinsi Jawa Timur dan dengan para karyawan ditambah para pendamping Home Care yang telah menjadi keluarga besar BKKKS Provinsi Jawa Timur. Peserta hahalbihalal tersebut berjumlah + 100 orang dan bertempat di ruang pelatihan Yayasan BK3S Jawa Timur. Penyelenggaraan dilaksanakan pada awal setelah liburan selesai, kantor tutup s/d tanggal 22 Agustus 2012 dan pada tanggal 23 Agustus 2012 adalah hari pertama masuk, dimulai awal supaya tidak mengganggu jam kerja lain, rasanya setelah syawal, kegiatan BKKKS Provinsi Jawa Timur meningkat dismaping masih termasuk lebaran pada tanggal itu karena masih syawal. Acara halal bihalal walaupun hanya keluarga besar BKKKS Provinsi Jawa Timur saja, namun cukup meriah, disajikan untuk mengisi acara organ dan penyanyinya, acara pertama sambutan Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE, halal bihalal yang ada hanya di Indonesia walaupun di Al Quran tidak ada tapi sudah menjadi kontes sosial dan sudah menjadi budaya sosial yang turun temurun. Hari Raya di kota tidak semeriah hari raya di desa, dimana keluarga-keluarga bersama anak-anaknya saling berkunjung ke orang tua, ketetangga, kesanak saudara dengan berbondongbondong. Ditiap-tiap keluarga sudah disiapkan aneka ragam makanan dan kue-kue yang dibuatnya oleh masing-masing keluarga, ibaratnya pada hari raya Idul Fitri tidak ada satu keluarga pun yang kelaparan dan yang bersedih dengan saling memaafkan, saling silatuahim bersama dikarenakan silaturahim sudah merupakan budaya bangsa yang sangat kental disetiap keluarga Indonesia. Mudah-mudahan pada tahun depan kita masih bisa meneruskan dan bersilahturahim bersama masih kita teruskan perjuangan kita dibulan Ramadhan yang akan datang/ tahun depan. Pada acara selanjutnya Tauziah dari Bapak H. Ir. Budi Utomo yang berusia 40 tahun dan mempunyai pondok pesantren untuk anak-anak yatim di Kabupaten Gresik, beliau merupakan salah satu infestor Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bakti Makmur Indah dan secara kontinu member tauziah kepada para karyawan Bank Syariah Bakti Makmur Indah setiap hari jumat dan akan menyumbangkan secara professional kepada BKKKS Provinsi Jawa Timur dibidang kesejahteraan sosial. Menurut beliau bahwa halalbihalal adalah ibadah dan halalbihalal hanya berada di Indonesia. • Halalbihalal : abdah yaitu sesuatu yang berulang-ulang. • Abdah : ada yang baik ada yang tidak baik. • Di Malaysia juga ada halal bihalal dan supaya diketahui bahwa halalbihalal adalah warisan budaya dari kanjeng Sunan Kalijaga (salah satu sunan walisongo) dengan membuat ketupat dari janur (daun ketupat).


Liputan Khusus Bulan ruwah banyak orang membuat ketupat/lepet yang mempunyai makna : 1. Lebaran : Pasane Wes Bubar (Puasanya Sudah Selesai) a. Puasa mencegah hawa nafsu • Puasa sudah selesai, maka makan seenaknya • Menurut Bapak Budi banyak makan banyak mudarotnya • Terlambat ke masjid bahkan tidak ke masjid karena banyak makan malas • Ke masjid tetap terlambat biasanya didepan pada waktu puasa dapat dibelakang. b. Puasa membantu karakter disiplin Bila disiplin ini dilaksanakan di kantor-kantor Pemerintahan maka tidak ada orang miskin karena pengurangan anggaran (tidak bocor) dikarenakan Pemerintah disiplin. Bila disiplin masuk ke rohani kita maka akan baik semua tidak ada korupsi. 2. Leburan : hilang dosanya Yang dimaksud leburan ialah lebur dosanya Biasanya akhir Romadhon yang ramai adalah mall sehingga mereka lupa sholat taraweh karena menyongsong hari raya Idul Fitri banyak orang berbelanja sehingga ada yang mengorbankan sholat tarawih. Menurut ustad pada lebaran mohon ampun supaya hilang dosanya. • Urusan dengan manusia leburan mohon maaf. • Bila dalam meminta maaf manusia dengan manusia tidak mau mengampuni maka yang dosa manusianya, orang tidak mau memaafkan yang rugi kita sendiri dan diakhirat tetap akan diperhitungkan sampai saling memaafkan. Sambungan Hal. 15 lancar, yang tidak kalah menariknya adalah qosidah yang dipimpin oleh seorang disabilitas yang mengiringi lagu dengan memakai organ dan memberi aba - aba kepada para chosidah yang mengalunkan lagu-lagu sholawat Nabi. Adzan magrib berkumandang, para undangan dan anak-anak semua mulai buka puasa bersama dengan ta’jil yang disediakan panitia dan mulai mengambil air wudhu untuk sholat berjamaah. Sholat maghrib selesai dimulai buka puasa bersama dengan nasi kotak yang disediakan BKKKS Provinsi Jawa Timur tidak ada yang kecuali. Perlu diketahui bahwa kepedulian BKKKS Provinsi Jawa Timur untuk membantu keluarga kurang mampu bukan hanya dibulan Ramadhan saja, tetapi pada acara - acara lain dibidang kesejahteraan sosial secara rutin menjadi program BKKKS Provinsi Jawa Timur. Pada pelaksanaan program kesejahteraan sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur juga mengimbau serta menggerakkan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam kepedulian sosial bagi para duafa misalkan peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) pada bulan Desember, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, Hari Anak Nasional dan program lain dibidang kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur.

3. Luberan : Sodaqoh, luber artinya lebih atau kelebihan Misalkan pada malam lailatul qodar banyak orang mengharapkan rezeki, kebahagiaannya, sholatnya diterima Allah SWT. Contoh pada malam lailatul qodar yang biasanya jatuh pada putaran puasa 10 hari yang ketiga yaitu tanggal 21, 27 dan 29 yaitu : • • • •

Banyak orang mendapatkan amplop. Orang jualan bisa laku semua. Dimana-mana orang beri zakat dan fitrah. Di desa-desa/dikeluarga pada membagi uang lebaran kepada sanak, saudara kepada anak-anak kepada fakir miskin/duafa.

4. Laburan : tidak punya dosa atau kembali ke fitrah Pada hari raya Idul Fitri semua dosanya dilebur dimaafkan hingga tidak punya dosa kembali putih bersih tanpa ada noda. Ramadhan adalah mesin cuci karakter manusia. Acara akhirnya ditutup dengan doa oleh Bapak Ir. KH. Ir. Budi Utomo dilanjutkan bersalaman saling memaafkan dan beramah tamah. (Ibu Ami & Ibu Tjuk)

Dalam melaksanakannya BKKKS Provinsi Jawa Timur selalu memotivasi dan menggugah para dermawan untuk ikut serta peduli dalam kebersamaan untuk membantu mereka yang tidak mampu sosial ekonomi. Pada saat ini Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE sedang mendorong para generasi muda yang peduli berpartisipasi dibidang kesejahteraan sosial untuk bersama - sama meningkatkan kepeduliannya dibidang kesejahteraan sosial. Pengurus-pengurus dari BKKKS Provinsi Jawa Timur mulai beberapa generasi muda, sebagai penerus BKKKS Provinsi Jawa Timur mulai diikutsertakan dalam kegiatan kesejahteraan sosial, tentunya betul-betul yang punya kepedulian dan potensi untuk dapat meningkatkan program-program BKKKS Provinsi Jawa Timur secara tertib dan jujur serta ikhlas tidak ada pamrih apapun seperti pengurus yang sudah mulai lanjut usia yang ikhlas menyumbangkan apa yang dipunyai, pikiran, tenaga dan mengamalkan materinya di jalan Allah SWT. Selanjutnya dalam acara buka puasa bersama diteruskan dengan sholat tarawih, pada sholat tarawih banyak anak yang sudah pulang tetapi tetap dilanjutkan bersama undangan, pengurus dan para karyawan BKKKS Provinsi Jawa Timur. (Ibu Ami dan Ibu Tjuk)

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

17


Liputan Khusus

POSYANDU LANSIA HOME CARE BKKKS PROVINSI JAWA TIMUR •

Setelah berkali-kali diadakan konsultasi dengan Puskesmas Tenggilis Mejoyo Surabaya, maka Posyandu lansia Home Care telah terwujud. Posyandu Home Care dimulai pada tanggal 16 Juni 2012, yaitu minggu kedua pada hari Sabtu. Pada pembukaan pertama kali dibuka oleh dokter Puskesmas Tenggilis Mejoyo yaitu dokter Desy yang hadir pada pembukaan posyandu sejumlah 47 orang lansia, menurut dokter Desy bahwa posyandu ini telah memenuhi syarat karena yang hadir cukup banyak dan ini perlu dikembangkan terus, pada pembukaan Posyandu terdapat 3 orang dokter, 2 orang perawat, 1 orang bidan dan 2 orang bagian obat-obatan apoteker. Bagi lansia yang datang ke Posyandu gratis tidak membayar, asal bisa menunjukkan kartu penduduk, Jamkesmas atau membawa kartu keluarga. Pada pemeriksaan yang kedua jatuh pada tanggal 14 Juli 2012. Jumlah lansia yang datang tambah 5 orang lansia, jadi seluruhnya dengan yang terdaftar pada waktu pertama kali ada 52 orang lansia, nampaknya jumlah terus bertambah karena yang hadir bukan lansia home care saja tapi semua lansia yang berada disekitar Tenggilis Mulyo dapat datang ke Posyandu. Pada pemeriksaan yang kedua dari Puskesmas 2 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi1 orang perawat, 1 orang bidan, 2 orang apoteker, 2 orang bagian laboratorium. Khusus untuk laboratorium membayar dengan tarif murah karena penyelenggaraannya swasta. Pada umumnya keluhan dari pada lansia adalah badan tidak enak, cekot-cekot/linu-linu, diabet, tekanan darah tinggi. Setiap lansia selesai diperiksa diberi snack ringan untuk para lansia yang datang. Dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan Puskesmas dibantu 5 orang pendamping home care, yaitu tenaga yang berpengalaman melayani lansia, sehingga penyelenggaraan kesehatan lansia dapat berjalan tertib dan lancar. Tugas pendamping dalam pelaksanaan Posyandu lansia adalah :

18

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Menyiapkan keperluan-keperluan untuk posyandu seperti meja, kursi (untuk lansia) meja, kursi untuk pemeriksaan kesehatan. • Menyiapkan konsumsi untuk lansia (berupa kue) dan untuk petugas makan siang. • Mengundang para lansia yang mau berobat. • Menyiapkan potongan-potongan kertas untuk mengambil obat setelah diperiksa. • Menyiapkan buku-buku untuk pencatatan hasil pemeriksaan. • Menyiapkan timbangan berat badan dan alat ukur tinggi badan. • Membantu petugas Puskesmas dalam pemeriksaan kesehatan lansia mulai pendaftaran sampai dengan pemeriksaan lanjut. • Mengusahakan Jamkesmas bagi lansia dan kartu-kartu lain untuk pembebasan biaya. Pelaksanaan posyandu lansia sebulan sekali dimulai jam 10.00 pagi. Obat-obatan disiapkan oleh Puskesmas, pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas. Persiapanpersiapan lainnya oleh pendamping dibantu oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur. Sementara itu keperluan konsumsi dan perlengkapan untuk pemeriksaan kesehatan lansia seperti timbangan badan dan alat ukur tinggi badan disiapkan oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur dan disimpan oleh Pendamping. Setelah pemeriksaan dan diadakan wawancara dengan para lanjut usia maka tanggapan mereka adalah : 1. Berobat tidak jauh. 2. Bisa silahturahim dengan nenek-nenek lain. 3. Merupakan hiburan, karena bisa keluar rumah melihat pemandangan lain. 4. Ada konsumsi dan bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh cucunya. 5. Para lansia lebih terbuka pikirannya, mereka tidak takut diperiksa dokter. 6. Dokter dan perawatnya sabar-sabar.


Prof. Soetandyo Wignjosoebroto, MPA. Raih Yap Thiam Hien Award 2011 Sang Guru Sejati, Sosok Satria Pinandhita dengan Sifat Ambek Paramarta

Oleh Asri Wijiastuti Sekretaris I BKKKS Provinsi Jawa Timur “Wong Urip Iku Kanggo Nglumpulake Wong Sing Layat” “Guru: Digugu lan ditiru” Selamat ulang tahun ke 80 Pak Tandyo, tepatnya 19 November 1932 beliau dilahirkan di Madiun dari seorang ibu bernama R Rr Siti Nadiyah dan seorang ayah bernama Soekandar Wignjosoebroto yang berprofesi sebagai kepala di perusahaan kereta api. Semoga senantiasa Allah memberikan karunia sehat, bahagia, dan barakah umur, menjadi tauladan dan inspirasi bagi generasi dan pemimpin masa depan. Beliau menikah pada tahun 1965 dengan seorang istri bernama Asminingsih (alm) Dan diakruniai 3 orang putri (Sawitri Dharmastuti, Saraswati, dan Titisari Pratiwi) dan 5 cucu. Kuliah : Fakultas Hukum Unair, Mengambil bidang Public Affairdan Public Administration. 1973 mengambil Socio Legal Theories and Methods di Srilanka. Aktivitas : 1. Dosen di Unair sejak 1963. Pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga – FISIPUnair pada tahun 1977. 2. Banyak mengajar bidang Sosiologi (Sosiologi Hukum, Sosiologi Makro dll) Bergelar Profesor dan telah pensiun. 3. Tahun 1993, Pak Tandyo terpilih menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Selama dua periode membidangi Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM. 4. Sebagai Guru Besar pernah menjabat Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan di Universitas Airlangga, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, Sekretaris Konsursium Ilmu Sosial Depdikbud, Anggota Komnas Ham, dan Ketua Pengurus Perkumpulan Hukum dan Masyarakat (HUMA) 5. Banyak menulis jurnal ilmiah dan artikel yang menyangkut penegakan hukum dan dampak sosiologinya, menulis buku yang utama “Dari Hukum Kolonial ke Hukum Nasional (1940-1990)”, “Hukum: Paradigma, Metode dan Perkembangan Masalahnya”, “Desentralisasi pada Babak Akhir Kekuasaan Kolonial di Indonesia (1890-1940)” dan “Hukum dalam Masyarakat: Perkembangan dan Masalah”. Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 47 / November / 2012

warta warta sosial sosial

19 19


Perjumpaan saya dengan beliau karena tugas dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur untuk menulis beliau sebagai tokoh di majalah Warta Sosial. Kesan yang sangat mendalam dengan kepribadiaan yang sangat mempesona, Di meja yang terletak di pojok Ruang Dosen Sosiologi, beliau tengah menghadap laptop, menerima saya yang baru dikenal dengan kesan yang hangat dan terbuka layaknya bertemu seorang ayah. Sosok yang sangat mengagumkan dan membuat saya merasa malu dengan kinerja saya selama ini, beliau bercerita kurang lebih satu bulan silam beliau terkena stroke ringan setelah mengajar mahasiswa dari berbagai kota di hari Minggu, dimana hari Sabtu beliau menguji promovendus di Semarang. Dalam kondisi pemulihan kesehatan, beliau tetap menjalankan tugas sebagai seorang ilmuwan dan dengan rendah hati, sabar, dan egaliter beliau masih bersedia menerima saya selama 1 jam untuk berbincang sekaligus memohon kesediaan beliau untuk ditulis sebagai tokoh di majalah Warta Sosial. Beliau seorang Guru Besar yang tidak birokratis mempersilahkan untuk ditulis dengan mensarikan dari tulisan-tulisan beliau atau dari hasil wawancara singkat saya, atau bisa juga dari buku The Last Samurai yang dipersembahkan oleh Bagong Suyanto yang beliau berikan kepada saya. Beliau memanggil Pak Bagong yang mantan mahasiswa beliau sekaligus menjadi kolega sesama Dosen Sosiologi untuk meminta ijin memberikan buku yang diberikan ke pada beliau yang akan diberikan kepada saya. Sebuah hikmah dan keteladanan yang saya peroleh lantaran budi luhur terpuji yang beliau tunjukkan secara spontanitas, beliau seorang Guru Besar, sangat senior masih sangat menghargai karya dan pemberian orang lain meskipun mantan mahasiswanya. Bagi saya beliau adalah sosok Guru sejati yang melekat sifat keguruannya seperti yang ditulis oleh M Busyro Moqoddas yaitu, rendah hati, sabar, menghargai mahasiswa dan sesame, penyedekah ilmu, kriis konstruktif, dialogis, tidak mudah apalagi hobi memarahi sesame, egaliter. Guru yang tanpa kasara yang keluar dari mulutnyapun orang lain orang lain mendapatkan pengetahuan dari sang Guru lantaran budi pekerti yang terpuji. Guru yang dalam dirinya memberikan inspirasi dan daya kontemplasi akan masa depan masyarakat yang dicita-citakan bersama. Beliau juga mewujud sebagai sosok Satria Pinandhita di abad ke 21, yaitu seorang pengemban tugas kewajiban berwatak mulia layaknya seorang ulama, lebih mengutamakan kebajikan dan bersikap bijaksana, yang dapat mengambil keputusan secara bijak, benar, selaras dan melaksanakan keputusan tersebut secara konsekwen. Layaknya jelmaan Kresna di era modern yang masih mengedepankan kejujuran, membela kebenaran dan keadilan, kemiskinan dan kemanusiaan. Sikap yang beliau tunjukkan adalah sifat ambek paramarta, yang artinya beliau menjalani hidup dalam koridor menempuh perjalanan lahir dan batin yang didasari oleh pikiran dan perasaan yang baik, niat yang baik, dan perilaku yang bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan yang ada di dalamnya. Hal ini dijalani dengan keberpihakkan membela orang kecil diantaranya pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di dekat rumahnya di kawasan kampus Unair, Jalan Darmawangsa Surabaya. Ketika PKL digusur, belaiau membela yang sebetulnya mengganggu lingkungan rumahnya. Beliau melarang melakukan penertiban. Menurut beliau gangguan PKL yang diterimanya itu belumlah apa-apa dibandingkan dengan perjuangan PKL mencari makan demi hidup. Bantuan beliau hanya untuk memberikan support, terutama PKL memang harus memiliki kemauan untuk memperjuangkan kehiduppannya yang lebih baik. Buat Pak Tandyo kemanusiaan harus dikedepankan dibandingkan dengan ketenangan pribadinya.

20 20

Edisi / 2012 Edisi4746/ November / Juni / 2012

warta wartasosial sosial

Prof Soetandyo Raih Yap Thiam Hien Award 2011

Pak Tandyo menerima penghargaan Tap Thiam Hien 2011 karena keberpihakkan dan konsistensi sikap yang lebih membela keadilan social. Penghargaan juga melihat sisi komitmen memperjuangkan penegakkan hak asasi manusia. Menurut Todung Mulya Lubis, beliau lebih melihat hukum dalam konteks responsive law yang berpihak pada keadilan, dengan sikap yang tegas tetapi tidak terkesan konfrontatif. Menurut Todung, Soetandyo layak menerima Yap Thiam Hien Award karena kegiatannya membuka mata banyak orang soal realitas sosilogis HAM di Indonesia. ”Sikapnya tegas tetapi tidak terkesan konfrontatif. Saya sebagai aktivis HAM pada masa itu, terkadang tidak terlalu sabar menghadapi beliau. Tapi itulah karakter guru sejati. Dia tidak mengajak lawannya berkelahi. Dia menyadarkan lawannya bahwa kebenaran itu harus diuji dan dibela,” ujar Todung. Anggota dewan juri Siti Musdah Mulia mengatakan, Soetandyo memenuhi seluruh persyaratan. Soetandyo antara lain pernah membela pedagang kaki lima korban penggusuran di depan rumahnya di kawasan kampus Universitas Airlangga. ”Di masa pensiun, bapak ini tidak berhenti dari aktifitasnya. Perjuangannya di tataran pola pikir, mampu memberikan alternatif yang mendukung perubahan pandangan hukum,” kata Siti. Soetandyo menilai pemberian Yap Thiam Hien merupakan penghormatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Menurut dia, penghargaan ini beban berat yang harus dipikul. ”Perjuangan itulah masa depan jutaan manusia yang jaminan haknya tidak mesti. Tidak hanya eksis dalam lingkup kehidupan nasional dengan hak yang dijamin konstitusional, melainkan juga masa depan manusia dengan jaminan hak yang pasti dan bersifat universal,” ujar mantan Komisioner Komnas HAM ini. Soetandyo dipilih dari 24 nominasi, melalui sidang dewan juri yang terdiri dari mantan Duta Besar RI untuk PBB, Makarim Wibisono, dosen UIN Syarif Hidayatullah Siti Musdah Mulia, Guru Besar Psikologi UI Saparinah Sadli, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Maruarar Siahaan, Jurnalis senior Kompas Maria Hartiningsih, dan Ketua Yayasan Yap Thiam Hien Todung Mulya Lubis. Surat dari Pak Tandyo untuk Generasi Muda dan Calon Pemimpin Bangsa. Surat yang ditulis disini sesuai dengan tulisan Bagong Suyanto dalam buku The Last Samurai, surat ini akan diterbitkan dalam buku “Surat dari &Untuk Pemimpin” oleh Tempo Institute pada November 2012 sebagai bagian dari Program Menjadi Indonesia.Para pemimpin Indonesia masa depan, di manapun Anda sekalian berada. Terimalah salam antar-generasi dari saya untuk anda sekalian, saya, yang di antara para sahabat dan kerabat biasa dipanggil


Pak Tandyo, baru-baru ini diberi kesempatan oleh kakak-kakak dari Tempo Institute untuk menemui Anda sekalian lewat surat dengan memperkenalkan diri sebagai peminat kajian hukum dan sebagai pengamat perkembangan hak asasi manusia di negeri yang kita cintai ini. Bolehkah saya memulai surat ini dengan berkisah terlebih dahulu tentang bagaimana awal mula�keterlibatan� saya dalam kajian dan permasalahan hukum, khususnya hokum di Indonesia. Saya berkenalan dengan apa yang disebut hukum ini ketika pada tahun 1952, memasuki umur 20 tahun, saya memasuki pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Sebenarnya saya bisa memasuki pendidikan universiter ini pada umur yang lebih muda. Tetapi hal itu tidak mungkin karena di tengah berkecamukknya revolusi, saya tidak mungkin karena ditengah berkecamuknya revolusi, saya tidak bersekolah selama setahun lebih. Keluarga kami adalah keluarga Republiken, yaitu kaum yang sepanjang revolusi, dengan berbagai cara, menentang kembalinya kekuasaan Belanda di Indonesia. Ayah adalah seorang nasionalis yang melarang saya dan adik-adk saya bersekolah di sekolah yang didirikan oleh pemerintah Belanda, yang pada tahun 1948 dengan kekuatan militernya, di bawah komandan Kolonel van Ohl, menguasai kota Solo tempat kami sekeluarga pada waktu itu bermukim. Belajar hukum di bawah bimbingan para Guru Besar yang beroleh pendidikan hukumnya dari Universitas atau dari Sekolah Tinggi Hukum pada masa colonial, dan berdasarkan pembenaran yang diberikan oleh UUD 1945, hukum peninggalan Belanda masih dipakai sampai saat itu. Juga ajaran-ajaran yang mendasari. Ajaranajaran itu antara lain bahwa dalam kehidupan Negara hokum itu undang-undang harus dihormati dan ditaruh pada statusnya yang tertinggi, mengatasi aturan-aturan lain yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Hukum yang telah diundangkan sebagai hukum undang-undang harus ditegakkan sekalipun langit akan runtuh. Berdasarkan hukum, setiap orang dijamin berkedudukan sama di hadapan kekuasaan. Hukum akan menindak siapapun yang bersalah tanpa pandang bulu. Masih ada ajaran lagi dalam deretan doktrin hukum nasional yang harus saya pelajari dan yakini yang menyatakan bahwa hukum itu hanya berlaku sah apabila dibentuk berdasarkan kesepakatan dan tidak atas kehendak sepihak SI Dia yang berkekuasaan dengan segala titahnya. Pacta sunt servanda, demikian itu dalilnya di dalam bahasa Romawi. Rule of law and not the rule of man, begitu dalilnya dalam bahasa Inggris. Undang-undang harus ditaati karena undang-undang adalah law yang dihasilkan oleh kesepakatan rakyat melalui wakil-wakilnya. Kontrak atau akad harus dipegang teguh sebagai kaidah yang mengikat asal saja kontrak itu terbentuk berkat persetujuan dua pihak yang masing-masing tidak berada dalam keadaan terpaksa, terkecoh atau tersesatkan. Mempelajari aturan-aturan yang termuat dalam setiap undangundang, berikut doktrin yang menegaskan kebenaran hukum undang-undang itu, sungguh besar harapan dan keyakinan saya bahwa hukum yang berkitab-kitab itu, apabila diterapkan dengan benar, akan bisa menjamin kesejahteraan semua warga Negara tanpa kecuali. Tetapi pada suatu ketika, saya jadi berpikir ulang tentang “kehandalan� hukum yang berkitab-kitab itu, ialah ketika saya tanpa sengaja beroleh bacaan yang ditulis oleh seorang novelis Perancis, bernama Victor Hugo. Victor Hugo yang hidup antara tahun 1802 dan 1885, pada tahun 1862 menerbitkn sebuah novel berjudul Les Miserables.sesuai dengan judulnya, dia menulis nasib orang-orang melarat yang amat menderita dalam kehidupan hukum undang-undang yang terbit pada tahun 1862. Dikisahkan derita seorang lelaki malang yang semalaman tak bisa tidur karena terganggu jerit tangis bayi yang tak kunjung

henti. Bayi ini kelaparan. Susu ibunya tak keluar, karena si ibu ini juga sudah sekian hari tak makan. Lelaki yang buruh kecil ini kehilangan kerja dan tak punya simpanan karena upah buruh sehari pada waktu itu hanya cukup untuk beli roti sehari. Karena hatinya tak tahan lagi, malam itu juga ia keluar rumah untuk mencari roti, barangkali saja ada sisa roti di sampah kota yang masih bisa dimakan. Tidak menemukan roti di tong sampah, ia melihat roti tersaji di etalase toko. Apa boleh buat, jerit tangis bayi yang masih mengiang di telinganya menyebabkan dia nekat. Kaca etalase dipecah, dan roti segumpal diambil dan dilarikan pulang. Gerincing kaca pecah mengundang perhatian polisi yang tengah berpatroli. Melihat kelebat lelaki melarikan roti toko, polisi si penegak hukum lari mengejar dengan gesitnya. Si pencuri mencoba lepas dari kejaran polisi, tiba di rumah dan segera melemparkan roti ke gendongan bayi, dan mulut si perempuan sudah menganga untuk memasukkan roti ke mulutnya. Tapi polisi sang hamba hukum itu lebih cepat bergerak merampas roti untuk dibawa ke markas sebagai barang bukti. Si lelaki malang ditangkap dan diadili tiga hari kemudian. Di pengadilan, dihadapan hukum dan hakim, dia dituduh berdasarkan pasal pencurian dengan dua pemberatan. Pertama mencuri dengan perusakan, dan kedua mencuri barang produksi yang tengah diperdagangkan. Pidananya 6 tahun dengan tambahan 2 kali 2 tahun. Palu diketuk oleh hakim dengan hati dingin, sesuai dengan doktrin bahwa hakim hanya bekerja sebagai mulut yang menyuarakan bunyi undang-undang: le juge est uniquement la bouche que pronounce les paroles des lois. Roti yang dijadikan barang bukti dilempar ke sampah karena sudah berjamur. Hukum memang harus ditegakkan sekalipun langit akan runtuh, dan sekalipun aka nada dua manusia-seorang bayi dan ibunya-yang akan mati kelaparan. Sejak membaca novel Victor Hugo (dan satu lagi novel Andrreas Latzko, Marcia Reale) saya acap jadi termangu. Apakah mempelajari hukum yang berkitab berikut doktrinnya itu merupakan satu-satunya jawaban untuk menjamin damainya kehidupan? Sejauh ini, tidakkah novel-novel tulisan para insan sastra akan bisa lebih menggugah nurani untuk mencintai manusia dan kemanusiaan? Hukumnya hakim, ialah bunyi undang-undang yang ia suarakan (yang dalam bahasa latin diistilahkan lege) sudahlah sepatutnya kalau diberi ruh keadilan (ius) agar hukum tak merupakan kepanjangan tangan kekuasaan yang kasar, tetapi akan lebih bisa diterima sebagai fatwa filosofik kemanusiaan yang adil dan beradab. Sejak saat itu saya meyakini suatu asa yang perlu diindahkan. Ialah, bahwa mereka yang punya niat berkhidmat di bidang hukum dalam tugasnya sebagai pemimpin masa depan tak hanya harus mendalami hukum perundang-undangan sebagaimana yang tertulis dalam wujud deretan huruf-huruf mati berkitab-kitab. Lebih lanjut dari itu, ia juga sangat disunnahkan untuk membaca novel-novel bermutu yang berkisah tentang kehidupan manusia yang nyata. Victor Hugo dan banyak penulis novel klasik lainnya yang karyanya pernah saya baca pada masa itu- Fyodor Dostoyevsky, Luigi Pirandello, Rabindranath Tagore- memberikan kepada saya sisi-sisi lain dari kehidupan hukum yang membisikkan kearifan bahwa seorang pemimpin yang bekerja di suatu masyrakat hukum dan Negara hukum itu tak hanya harus bersetia untuk mnegakkan hukum tetapi lebih dari itu juga harus berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan kemanusiaan, demi para hamba Allah, siapapun tanpa kecuali. Selamat menempuh masa depan dengan penuh tanggungjawab. Allah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada Anda sekalian, pemimpin masa depan.

Edisi 47 / November Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

21


Liputan Khusus

STUDY BANDING BKKKS PROV. JABAR KE BKKKS PROV. JATIM

Tanggal 6 dan tanggal 7 November 2012 BK3S Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari BK3S Jawa Barat yang diketuai oleh Ibu Hj. R.Oyamah Sundarna TM, beliau adalah istri mantan Wagub Jawa Barat pada beberapa tahun yang lalu, Sampai sekarang. Ibu Oyamah masih aktif memimpin dan membimbing BK3S Jawa Barat. Beliau adalah merupakan contoh kepeduliannya terhadap kegiatan Kes Sos yang dilaksanakan oleh BK3S Jabar. Dan seperti inilah yang diharapkan oleh masyarakat , walaupun suami sudah tidak menjabat tetapi cinta kepada pekerjaannya, dengan dikerjakan sepenuh hati. Bukan menjadi ketua organisasi hanya pada waktu suami masih menjabat. Ibu Oyamah adalah pekerja sosial/relawan sosial tanpa pamrih, apa yang dilakukan adalah merupakan sesuatu yang keluar dari hati yang paling dalam dengan penuh tanggung jawab dan disiplin yang ramah. Pada tanggal 6 November 2012 tamu sudah sampai di BK3S dan menginap di penginapan BK3S Tenggilis Raya GG No. 10 Surabaya nampaknya tamu bermalam di BK3S merasa nyaman, sebelum acara penerimaan tamu dimulai ibu-ibu pengurus BK3s Jabar melihat keliling keberadaan fasilitas fasilitas yang dimiliki oleh BK3S Jawa Timur mulai dari Poliklinik, gedung kantor, ruang pelatihan s/d keadaan gedung pertemuan + jam 10.00 wib acara penerimaan tamu secara formal dimulai bertempat diruang rapat BK3S, jumlah tamu dari BK3S Jabar 10 orang termasuk ketua dan anggota serta sekretarias pribadi / sekretaruiat BK3S Jabar. Pada acara pertemuan disambut oleh semua pengurus baik Yayasan maupun Badan. Acara pertemuan adalah sambutan

22

Edisi4746/ November / Juni / 2012 Edisi / 2012

wartasosial sosial warta

selamat datang dari ketua Umum BK3S Jatim (Badan Koordinasi Kesejahteraan Sosial ) Bapak DR. Tjuk Kasturi Sukiadi dalam sambutan beliau menjelaskan mengenai kondisi BK3S Jatim. Bahwa BK3S Jatim ada dua mata tombak yang bekerja yaitu Badan dan Yayasan. Badan menurut beliau adalah sebagai penggerak aspirasi kesejateraan Sosial yang merupakan kegiatan operasional dibidang Usaha Kesejahteraan Sosial. Sedangkan mata tombak yang satunya adalah yayasan adalah pemilik aset dan yang memelihara serta mengelola aset sebaik baiknya dengan penuh tanggung jawab. Aset yang kita miliki adalah warisan dari pengurus sebelumnya, jadi aset ini bukan milik pengurus baik perorangan maupun kelompok tapi milik yayasan yang ada aturan sesuai undang undang yayasan yang berlaku ada komitmen dalam yayasan bahwa untuk mememiliki etikat baik menjaga agar tidak ada kesan bahwa yayasan milik perorongan maka setiap istri Gubernur baru dijadikan pembina yayasan. Saya sangat menghargai keberhasilan BK3S Jabar menjalin begitu mesra dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat sehingga setiap tahun selalu ada anggaran yang diperuntukan kegiatan BK3S Jawa Barat. BK3S Jatim tidak memperoleh anggaran rutin dari Pemerintah Provinsi oleh karena itu warisan dari pengurus yang lama betul betul kami kelola dengan hati hati disiplin dan tanggung jawab memang ada sebagaian dari aset yang berupa uang, kita simpan di Bank baik pemerintah maupun


Liputan Khusus swasta dengan harapan ada tambahan keuangan yang bisa dipakai untuk kegiatan operasional BK3S baik kesos maupun untuk biaya biaya lain untuk pemeliharaan dan tambahan aset. Dalam pelaksanaan kerja antara yayasan dengan badan maka diatur badan menyusun program Kesejahteraan Sosial beserta anggarannya yang kemudian diajukan kepada yayasan untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan yayasan, sedangkan untuk kegiatan- kegiatan yayasan yang berhubungan dengan kebutuhan yayasan dibuat oleh pengurus yayasan yang harus di ketahui oleh pengawas yayasan. Pengesahan rencana program Badan dan yayasan di syahkan dalam rapat tahunan oleh Pembina yayasan, untuk kegiatan baik Badan maupun yayasan betul-betul dikelola dengan baik dan proposional jadi tidak macam-macam oleh karena itu pengelola aset harus dipegang oleh orang-orang yang bertanggung jawab tidak main main perlu tangan-tangan yang baik, jujur, disiplin ada kemauan dan kemampuan serta bertanggung jawab. Oleh karena itu untuk kelanjutan hidupnya yayasan dan Badan diperlukan kaderkader muda pengurus yang dapat dan mampu jujur dan bersih yang bisa dititipi aset-aset ini beserta program kesejahteraan Sosial, sehingga tidak jadi rebutan, dan tidak dibuat, serta tidak dipergunakan program lain yang tidak sesuai dengan tujuan yayasan dan tujuan dripara pendiri yayasan. Perlu diketahui bahwa Bapak Tjuk menyampaikan juga bahwa beliau sudah tidak menjadi ketua yayasan sebagai pembina ketuanya sekarang adalah Bapak Wawan Setiawan,SH mentan ketua Notaris seluruh Jawa Timur. Khusus untuk mengkoordinasi K3S didaerah belum berhasil. Beberapa K3S masih ada yang hidup tapi kalau diundang kadang hadir kadang tidak /melaporkan pun tidak, dan ini semua karena adanya berlakunya undang undang no. 22 dan 25 tahun 2000/ tentang otonomi daerah yang kurang berperan oleh karena itu BK3S Jatim mengembangkan kemitraan dengan Orsos-Orsos pada setiap kegiatan sehingga skalanya lebih luas, dengan mengembangkan jejaring dan model dibidang kesejahteraan sosial seperti Home Care, tidak seperti di Korea dimana pendanaan untuk UKS oleh masyarakat berkembang dengan pesat. 50 tahun yang lalu kondisi Korea sama dengan Indonesia sama-sama under development, tapi sekarang Korea sudah sama dengan Jepang. Marilah kita terus maju saling asah asih dan asuh dan terima kasih atas kunjungannya. Selanjutnya diteruskan dengan sambutan Ibu Ketua BK3S Jabar yaitu Ibu Dra. Hj. R Oyama Sudarma TM. Dalam sambutannya beliau mengatakan bersyukur kehadirat Allah SWT bahwa kunjungan ini bisa terlaksana. Dikatakan bahwa antara BK3S Jatim dan BK3S Jabar ada satu ikatan batin

atau ada tali benang merahnya yang sama-sama selalu peduli dalam meningkatkan di bidang kesejahteraan Sosial selalu membantu bencana alam dimanapun berada antara Bapak Tjuk dan Ibu Oyama sama-samaduduk dalam kepengurusan DNIKS Jakarata beberapa tahun yang lalu. Pekerja Sosial merupakan investasi sosial yang merupakan ladang kita , Posdaya yang sekarang sedang dikembangkan oleh DNIKS, banyak yang kurang paham sehingga kurang berkembang. Apa yang dikatakan oleh Bapak Tjuk tentang generasi penerus kita juga sedang mencari pengganti kita nanti, yang harus bersih dan bertangung jawab jangantakut untuk menghadapi tantangngan dalam memecahkan masalah di masyarakat. Ibu Oyama ingin menghadapi nilai nilai budaya sampai tingkat grass road/ tingkat paling bawah karena itu merupakan mutiara-mutiara yang sangat peduli. Acara selanjutnya jam 13.00 setelah makan siang diteruskan kelapangan yaitu melihat Home Care yang di kelolo oleh para pendamping ada tiga orang lansia yang di kunjungi ketiga tiganya kondisinya amat sangat tidak mampu dan sakit2an kesan mereka sangat bangga dengan para pendamping yang masih muda muda tapi mempunyai jiwa dan dedikasi yang tinggi melayani para lansia yang kondisinya tidak sehat dengan segenap hati yang tulus pada hal bukan sanak saudaranya tapi hatinya para pendamping telah tertanam kepada kondisi para lansia seperti neneknya / orang tuanya sendiri, sasaran yang dipilih oleh BK3S adalah sangat tepat dan sasaranitulah yang harus kita garap kata Ketua Umum BK3S Jabar

Tanggal 7 November kunjungan diteruskan ke Madura selain untuk menikmati jembatan Suramadu yang panjang para tamu akan berziarah ke makam Kyai Kholil, selain itu juga melihat kota madura yang terkenal dengan batiknya. Pada hari itu pula rombongan tamu bertolak dari Surabaya menuju Bandung.

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

23


Liputan Khusus

BANTUAN ALAT ROLLATOR UNTUK PANTI WERDHA DI JATIM DAN KURSI RODA UNTUK HWDI JATIM DI BKKKS PROVINSI JAWA TIMUR

Jum’at tanggal 23 Oktober 2012 sebanyak 22 buah Rollator dan 4 / empat kursi Roda telah diserahkan kepada panti Wedha dan HWPDI Jatim. Rallator diperuntukkan bagi lansia yang diasuh dalam panti werdha dan kursi roda diperuntukan disabilitas penyandang tuna daksa yang tergabung dalam himpunan Wanita Disabilitas Indonesia di Jatim / HWPDI Jatim Rollatar semacam kursi roda tetapi bisa dijalankan sendiri oleh para Lansia tidak usah didorong orang lain. Rollatar dan kursi Roda adalah bantuan dari Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Pusat yang berlokasi di Jakarta ketuanya adalah Ibu Sri Soedarsono, beliau adalah relawan sosial yang sangat terkenal dengan berbagai kegiatan dibidang kesejahteraan sosial yang telah dilaksanakan dan dibinanya antara lain panti panti asuhan anak Panti Werdha, Panti panti bagi Disabilitas terutama anak anak anak Disabilitas Daksa, Netra, Bisu Tuli, Grahita dan juga Rumah singgah bagi anak jalanan, Panti penitipan Anak , Rumah Sakit semua digarapnya dengan ringan. Beliau termasuk relawan sosial internasional berbagai Negara terutama di Belanda dan Eropa, beberapa di Asia, jejaring beliau sangat luas didaerah maupun diluar Negeri. Bantuan Rollatar dan kursi Roda berasal dari Negeri Belanda. Pada acara penyerahan tersebut disambut dengan antusias oleh Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak Tjuk Kasturi Sukiadi SE. Pada acara penyerahan tersebut Bapak Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur mengatakan tugas BKKKS Provinsi Jawa Timur adalah berjenjang dan bermitra termasuk dengan Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Pusat. Maka pada hari ini secara berjenjang Ibu Sri selaku Ketua Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Pusat menyerahkan Rollatar 22 buah dan kursi Roda 4 buah ke BKKKS Provinsi Jawa Timur yang selanjutnya BKKKS

24

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Provinsi Jawa Timur menyerahkan kepada Panti Werdha dan HWDI di Jatim. Bantuan Rollator bagi Panti Werdha dengahn maksud, agar para lansia yang dibina dapat membantu dirinya sendiri untuk bergerak tanpa bantuan orang lain, bagi lansia yang tidak bisa jalan kemana-mana dengan bantuan Rollator untuk bisa keluar ruangan bisa melihat indahnya pemandangan diluar bisa bergerak sendiri dari ruangan satu ke ruangan lain, bahkan mungkin bisa belanja, bisa dibawa ke Mall dengan jalan sendiri. Ibu dan saudara sekalian ibu Sri ini sangat piawai mengembangkan jejaring kerja dengan siapapun baik perorangan/organisasi/kelompok kelompok perusahaan perusahaan baiki nasional maupun internasional dan hari ini beliau akan menyerahkan bantuan Rollator dan kursi roda secara berjenjang Penyerahan secara berjenjang banyak manfaatnya baik pembinaannya maupun pengawasan, mudah mudahan amal ibadah Ibu Sri dicatat dan diterima oleh Allah SWT kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan Ibu Sri untuk para Panti Werdha dan HWDI di Jatim. Selanjutnya pada kesempatan itu Ibu Sri juga menyampaikan informasi dan penjelasan bahwa Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Pusat didirikan bersama Ibu Nasution sebelum ada BKKKS dan DNIKS di Jakarta. Menurut beliau walaupun ibu lansia sudah jompo bukan berarti hanya berada dirumah saja tapi bisa menghirup hawa segar dan indah. Bantuan yang kami peroleh walaupun bekas tapi masih bagus sekali dan layak dipakai. Bantuan semacam ini selain diberikan di Jatim juga diberikan ke Panti Werdha, Jogjakarta, Bandung, Jakarta juga Batam, selanjutnya beliau mengatakan bahwa beliau juga pendiri Rumah Sakit Budi Mulya Tanah Abang dimana semua alat alat mendapat bantuan dari Negara Belanda, kita juga mendapat bantuan alat cuci darah, bila mana BKKKS memerlukan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, BKKKS melalui Poli BKKKS akan diberikan alat cuci darah yang dibutuhkan orang-orang yang tidak mampu dan harus ada tenaga yang mengoperasikan alat cuci darah. “Sekarang saya sudah tua, maka hanya mendidik melatih anak anak dan cucu agar dapat meneruskannya. Doa dari bapak dan Ibu serta para suster semua agar pekerjaan amal yang sedang saya jalankan dapat berjalan terus dan lancar�, terang ibu Sri. Acara diteruskan penyerahan bantuan Rollator dan Kursi Roda kepada yang berhak menerimanya serta kenang kenangan dari beberapa Panti Werdha dan HWDI juga dari BKKKS Provinsi Jawa Timur. (Ibu Ami)


KRONIK

Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2012

Tugu Pahlawan Surabaya yang berlokasi di Jl. Tugu Pahlawan Surabaya dan merupakan salah satu tempat bersejarah pada hari Sabtu, 07 Juli 2012 tampak begitu semarak dengan kehadiran ratusan anak-anak. Mereka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2012 yang diprakarsai oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat peduli kesejahteraan anak dengan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dengan tema “Anak Indonesia yang Sehat, Berprestasi dan Berakhlak Mulia.� Peserta kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 500 anak-anak dan undangan dari organisasi anak disekitar Kota Surabaya, mereka berpartisipasi dalam lomba-lomba yang diadakan, yakni lomba menghias dan melukis caping, lomba deklamasi, dan berbagai pentas seni. Peserta acara tersebut tidak hanya anakanak dari Panti Asuhan saja yang larut dalam kegembiraan ini, akan tetapi juga anak-anak dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) dan anak jalanan. Antusiasme tak hanya tampak pada para peserta juga para pengunjung Tugu Pahlawan. Dari beberapa penampilan karya seni terdapat salah satu penampilan yang cukup membuat bangga saat anak-anak dari Pondok Sosial Kalijudan membawakan nyanyian yang memberikan bukti bahwa meski memiliki keterbatasan fisik, tetapi mereka tidak akan pernah terhambat dalam berkreasi khususnya dalam bidang seni. Selain acara pentas seni dan perlombaan, terdapat acara pengenalan kembali permainan tradisional kepada para anak-

anak. Acara ini untuk mengingatkan kembali pada anak-anak tentang bermacam-macam permainan tradisional. Dalam acara permainan anak tradisional tersebut disiapkan berbagai macam permainan tradisional diantaranya, permainan gasing, ular tangga, gobak sodor, engkle, ular naga dan dakon. Setiap permainan dibagi-bagi, sehingga semuanya bisa ikut andil dan mencoba permainan-permainan tradisional yang ada. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas anak-anak. Disini juga diharapkan, generasi muda tumbuh sebagai generasi yang jujur, berprestasi dan kreatif sehingga menjadi lebih unggul. Sebelum acara pengenalan anak-anak pada permainan tradisional, dimulai dengan pelepasan ratusan burung yang mengajarkan anak-anak jika mereka tidak boleh menyakiti binatang dan harus membebaskan mereka hidup di alam bebas. Anak-anak sangat antusias mencoba segala permainan tradisional yang ada. Meskipun mereka saat ini sudah sangat banyak berbagai macam permainan yang canggih, tetapi mereka tetap tertarik dan terlihat menikmati setiap permainan tradisional. Pada akhir kegiatan ini telah terpilih 20 pemenang untuk seluruh kategori lomba. Masing-masing 10 untuk lomba menghias caping dan lomba deklamasi puisi. Mereka yang menang dalam lomba tersebut akan mendapatkan uang pembinaan dan peralatan sekolah.

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

25


KRONIK

Pelaksanaan Program Pelatihan Vokasional bagi Disabilitas

Kebersamaan, rasa saling peduli yang dikemas dalam peran serta masyarakat termasuk Perguruan Tinggi adalah salah satu faktor penting yang diharapkan dapat mengurangi beban permasalahan penyandang disabilitas yang semakin banyak dan kompleks. Berlatar pada pentingnya sikap - sikap tersebutlah, Pokja Paca Badan Koorrdinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan program pelatihan pembekalan vokasional sebagai upaya mewujudkan kemandirian bagi penyandang disabilitas melalui jejaring dengan FKKDAC, Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Jatim, Unesa. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 12 Juli 2012, pukul 10.00 13.00 Wib bertempat di Ruang Pelatihan Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya dengan materi Pembuatan Jelly Candy, Coklat dan Nugget Sayur. Pelatihan tersebut diselenggarakan secara gratis, dengan fasilitas Copy resep dan bahan praktek, bantuan transport, snack serta makan siang. Tujuannya dari kegiatn tersebut adalah untuk memberikan bekal bagi anak disabilitas agar memiliki ketrampilan sesuai kemampuan potensi dirinya melalui bimbingan guru-guru yang ada disekolah mereka.

26

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial


KRONIK

Muswil II PERTAPI DPW Jatim 2012

BKKKS Provinsi Jawa Timur merupakan rumah dari para disabilitas, hal ini ditandai dengan satu lagi kegiatan yang diselenggarakan di BKKKS Provinsi Jawa Timur yaitu MUSWIL Dewan Pengurus Wilayah Provinsi Jawa Timur Persatuan Tunanetra Ahli Pijat Indonesia (PERTAPI) selama 2 hari pada tanggal 15-16 Juli 2012. Peserta Muswil tersebut dari seluruh perwakilan anggota PERTAPI dari Kabupaten/kota di Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat kekompakan para penyandang disabilitas khususnya yang tergabung dalam komunitas Persatuan Ahli Pijat Indonesia DPW Provinsi Jawa Timur serta mengambil tema “Melalui Muswil II Pertapi Jawa Timur, Kita Tingkatkan Kualitas Dan Kreatifitas Permasiuran Yang Lebih Profesional.� Kegiatan tersebut berjalan cukup lanjar dengan dimulai pada hari minggu 15 Juli 2012 dengan agenda acara pembukaan dan sidang - sidang sampai malam hari dan bermalam di Penginapan Yayasan BK3S Jawa Timur. Pada keesokan harinya pada hari Senin tanggal 16 Juli 2012 dilaksanakan sidang kembali dan acara penutupan. Persatuan Ahli Pijat Indonesia (PERTAPI) sendiri merupakan organisasi yang telah mendapatkan pengakuan sebagai organisasi professional dengan Surat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1076/MENKES/SK/UV/2003.

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

27


KRONIK

PELATIHAN TATA BOGA BAGI TUNA NETRA

Keterbatasan bukan merupakan suatu halangan untuk berkarya, hal tersbeut tergambar dalam kegiatan pelatihan tata boga yang diperuntukkan untuk para tuna netra, dengan keterbatasan yang mereka miliki mereka selalu berupaya berkarya agar tidak menjadi semakin tidak berdaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh DPD Pertuni Jawa Timur pada tanggal 26-28 Oktober 2012 yang difasilitasi BKKKS Provinsi Jawa Timur di ruang pelatihan BKKKS Provinsi Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya. Kegiatan tersebut mengambil tema “Dengan pelatihan Tata Boga DPD Pertuni Jatim, Kita Tingkatkan Sumber Daya Manusia Tuna Netra Untuk Mencapai Keluarga Sejahtera.� Pelatihan diawali dengan demo masak dari salah satu trainer yang juga merupakan tuna netra dengan masak tempe goreng. Dalam pelatihan tersebut terlihat beberapa peserta pelatihan memotong beberapa bumbu walaupun belum begitu cekatan walau diajarkan beberapa saat sebelumnya. Tenyata walaupun memiliki keterbatasan penglihatan, peserta pelatihan diberikan kelebihan di beberapa indera yang lain seperti peraba, pendengaran, dan penciuman.

28

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial


KRONIK

PERINGATAN HARI PAHLAWAN TAHUN 2012 Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka memperingati hari Pahlawan Tahun 2012 ini BKKKS Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan Dialog Interaktif untuk generasi muda dengan tema “Pahlawan Muda Anti Narkoba”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 November 2012 Jam 09.00 wib s/d 12.00 wib bertempat di Gedung Pertemuan BK3S (Sasana Bhakti Tribuana Tungga Dewi) Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya. Pada kegiatan peringatan Hari Pahlawan tahun ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur serta menghadirkan testimoni dari anak mantan pengguna narkoba dan orang tua mantan pengguna narkoba. Sasaran peserta kegiatan peringatan hari Pahlawan adalah generasi muda yang pada tahun ini diwakili dari ratusan pelajar SMU/SMK dan SMP di Surabaya. Pada peringatan hari Pahlawan tahun ini sengaja mengambil tema tentang Narkoba karena semakin meluas dan berbahayanya narkoba merusak generasi muda Indonesia. Sebagai perbandingan saja pada 10 November 1945, ribuan jiwa putra bangsa gugur di Surabaya mempertahankan kemerdekaan dan mereka adalah para pahlawan bangsa, namun yang terjadi saat ini, setiap tahun ribuan nyawa rakyat Indonesia melayang akibat penyalahgunaan narkoba khususnya generasi muda. Berkaca pada hal tersebut memang penjajahan fisik sudah dilalui namun kita masih menghadapi ancaman penjajahan penyalahgunaan narkoba, oleh sebab itu dengan kegiatan dialog interaktif ini diharapkan generasi muda sadar akan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi diri sendiri dan keluarga.

RATUSAN TUNA DAKSA DI JAWA TIMUR MENDAPATKAN BANTUAN KAKI DAN TANGAN PALSU Kegiatan Pemberian kaki dan tangan palsu merupakan kerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (Permaseta FP UB), Lions Club, dan Leo Clubs Indonesia dan BKKKS Provinsi Jawa Timur dan beberapa organisasi sosial lainnya. Bantuan Pemasangan kaki dan palsu yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Permaseta ke-13, bertempat di gedung baru Fakultas Pertanian UB Malang, selama dua hari yaitu tanggal 24 - 25 November 2012. Sebelumnya para penyandang tuna daksa sudah melakukan pengukuran, dan pada tanggal tersebut siap pasang semua sesuai dengan ukuran. Kaki dan tangan palsu itu langsung dipasangkan kepada yang akan memakainya dan sudah ada tim yang memasangkan secara gratis, setelah dipasang langsung digerakkan layaknya tangan atau kaki asli. Setelah ini selama dua tahun pasca pemasangan, peserta juga bisa mengajukan permohonan untuk diganti kaki tangan palsu yang baru, karena setiap peserta akan mendapat kartu garansi. kaki-tangan palsu itu. Memperoleh kaki dan tangan palsu merupakan kebanggaan luar biasa bagi peserta tuna daksa. Salah satunya diakui Herianto, pria asal Surabaya yang berangkat ke Malang bersama-sama rombongan lainnya yang difasilitasi oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur dan didampingi Ketua Kelompok Kerja Penyandang Disabilitas BKKKS Provinsi Jawa Timur. Pria tersebut sangat gembira bisa memperoleh bantuan kaki palsu baru secara gratis. “Allhamdullilah senang sekali akhirnya saya bisa mendapat kaki palsu baru. Kaki palsu yang ada sekarang sudah kurang baik,” ujarnya. Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

29


liputan daerah

GRIYA CINTA KASIH Nama “Griya Cinta Kasih” sebagai lembaga kesejahteraan sosial di Kabupaten Jombang yang melaksanakan rehabilitasi sosial orang - orang sakit jiwa diresmikan oleh Pemerintah Daerah pada tahun 2008, tiga tahun setelah didirikan pada tahun 2005. Nama Lembaga Kesejahteraan Sosial yang hampir sama namanya yaitu “Rumah Kasih Sayang” yang melaksanakan rehabilitasi sosial untuk orang-orang retardasi mental di desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo yang diresmikan oleh Menteri Sosial pada tahun 2011. Kedua nama itu sama - sama bermaksud menyentuh naluri kemanusiaan yang paling dalam yaitu cinta sesama manusia yang merupakan fitrah illahiah. Semoga warga komunitas di sekitarnya peduli terhadap ikhtiar kedua lembaga ini. Sekelompok orang desa yang dipimpin oleh bapak Jamiin yang berprofesi sehari harinya sebagai pemborong bangunan, membicarakan tentang kegiatan pelayanan sosial. Dalam obrolan itu muncul pertanyaan masalah sosial apa yang belum ditangani di Jombang? kelompok itu serempak menjawab “orang gila”. Bapak Jamiin dan teman - temannya melihat “orang - orang gila” berkeliaran di Jombang. Tanpa pikir panjang lebar langsung mereka mendirikan griya cinta kasih dengan bangunan darurat terbuat dari bambu, bapak Jamiin dengan teman-temannya mulai bekerja melayani pasien-pasien sakit jiwa dengan motto “menolong tanpa pamrih”. Disamping banyak yang sembuh, pada saat - saat itu ada seorang yang meninggal. Oleh karena kejadian itu diselesaikan pula status hukum lembaga itu di notaris dengan nama “Yayasan Penuh Warna”. Penuh warna mengandung arti pasien dan keluarganya beragam suku bangsa, agama, politik, kelas sosial dan lain-lain. Berkah dari itu Pemkab Jombang menyumbang dana sebesar Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) dan dipakai untuk perbaikan bangunan. Dalam perjalanan seterusnya pasien tambah banyak, sedangkan logistik, khususnya bahan makanan sangat kekurangan dan tenaga tinggal bapak Jamiin sendirian. Pada malam hari yang sepi bapak Jamiin berdoa memohon bantuan

30

Edisi 46 47 / Juni November / 2012/ 2012

warta sosial

Allah SWT dan tenaga yang membantu mulai berdatangan dan ada hamba Allah SWT yang mengirim beras. Pada malam hari yang lain kedatangan orang perempuan yang memberitahukan mengirim bahan makanan yang sudah ditaruh di pinggir jalan. Setelah dicek dan mulai diangkat tidak tahu lagi kemana perempuan itu pergi. Suatu hari ada hamba Allah SWT yang meminta nomor rekening Bank Yayasan Penuh Warna, seleng beberapa hari ternyata pada rekening ada uang masuk Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) selanjutnya setiap rekening kosong sudah terisi lagi. Hingga sekarang donator ini belum dapat diketahui namanya. Dalam perkembanganya, satpol PP yang menangkap orang gila langsung ditaruh di sini, keluarga mengirim anggotanya yang sakit jiwa ke sini, ada yang orang mampu dan ada yang orang miskin dan ada pula yang tidak bertuan, jumlah penghuni saat ini berjumlah + 300 orang, semuanya di urus, Alhamdulillah sekarang sudah punya bangunan permanen bantuan dari Konjen Jepang dan punya ambulance dari Konjen Australia, “kami sudah beli tanah untuk perluasan, yang sekarang sebagaian dipergunakan untuk berternak sapi, berternak bebek, berternak ayam bagi para pasien yang sudah sembuh dan berminat”, “Allah SWT maha adil dan pemurah dan maha kasih sayang terhadap umatnya” kata bapak Jamiin. Sudah banyaknya klien yang sembuh merupakan modal tumbuhnya kepercayaan Pemerintah dan masyarakat terhadap Griya Cinta Kasih. Apa yang dikerjakan bapak Jamiin dengan teman-temannya terhadap klien sakit jiwa ini? Pertama kali datang klien dimasukkan ke dalam bangunan yang masih terbuat dari bambu, dimandikan dan ditenangkan, sementara itu pak Jamiin meminta keterangan dari orang tua atau keluarga klien dan keluarganya. Setelah ketahuan faktor - faktor penyebab gangguan kejiwaan serta status gangguan kejiwaannya, dilanjutkan dengan konsultasi antara Griya Cinta Kasih dengan orang tua atau keluarga yang menangani tindakan perawatan dan persyaratan yang diperlukan.


liputan daerah

Situasi Shelter Griya Cinta Kasih Orang tua atau keluarga klien terlebih dahulu menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan (bermaterai Rp. 6.000) anak atau keluarga kepada Griya Cinta Kasih untuk dilakukan perawatan dan tindakan sesuai dengan prosedur yang diterapkan, kemudian orang tua atau keluarga menerima Kartu Status Penderita yang mencantumkan nomor, nama, umur, jenis kelamin dan tanggal masuk. Hasil observasi awal yang meliputi : keluhan utama, riwayat pemeriksaan fisik, status gangguan kejiwaan (berat, sedang, ringan) dan tindakan perawatan awal. Orang tua atau keluarga sebagai Pihak Kedua menandatangani Surat Perjanjian (bermaterai Rp. 6.000) dengan Pihak pertama Griya Cinta Kasih.

10. Jika klien sakit yang membutuhkan perawatan medis lanjutan, maka Pihak Pertama akan merujuknya dan Pihak Kedua bersedia menanggung seluruh pembiayaan dan administrasinya. 11. Pihak Kedua berhak memperoleh kwitansi penerimaan sembako jika memberikan Sembako pada Pihak Pertama. 12. Tidak akan mengajukan tuntutan baik secara hukum, ekonomi maupun sosial terhadap Pihak Pertama jika terjadi hal - hal yang diluar dugaan dan kemampuan Pihak Pertama. 13. Pihak Kedua bersedia membuat Surat Kuasa penjemputan klien yang dilampiri foto copy identitas penerima kuasa jika penjemputan dilakukan oleh orang lain. 14. Sertakan foto berwarna klien 3 x 4 sebanyak 4 lembar. Isi dari perjanjian Pihak Pertama adalah : 1. Bertanggung jawab sebatas dalam hal proses perawatan klien selama dalam kepercayaan. 2. Tidak menjamin dan tidak memastikan kesembuhan klien. 3. Tidak meminta sesuatu dalam bentuk apapun untuk kepentingan pribadi dari salah satu anggota Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. 4. Tidak memberikan mandat kepada siapapun untuk meminta sesuatu dalam bentuk apapun pada Pihak Kedua.

Dari Surat Perjanjian itu khususnya pada butir 2, Pihak Pertama Isi dari perjanjian Pihak Kedua adalah : tidak memastikan dan tidak menjamin kesembuhan klien dan pada 1. Menyatakan dan menerangkan bahwa anak dan atau butir ke 12, Pihak Kedua tidak akan mengajukan tuntutan baik orang tersebut sedang menderita sakit mental dan secara hukum, ekonomi dan sosial, jika terjadi hal - hal yang diluar kejiwaan. dengan dan kemampuan Pihak Pertama, hal ini menunjukkan 2. Mengetahui, mengerti, memahami dan menyetujui bahwa kepercayaan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama semataseluruh proses tindakan perawatan yang dilakukan oleh mata karena maha kuasa - Nya Allah SWT sebagai pencipta dan Pihak Pertama. pemelihara umat manusia. Hal ini ditunjukkan pula hasil diagnosis 3. Menyerahkan, mempercayakan klien kepada Pihak Griya Cinta Kasih terhadap para klien bahwa gangguan jiwa pada Pertama untuk selanjutnya dilakukan tindakan dan klien diakibatkan gangguan hubungan manusia dengan Allah proses perawatan sesuai dengan prosedur yang SWT dan hubungan manusia dengan manusia. Para klien diajak dituangkan Pihak Pertama setelah musyawarah keluarga beristigfar, diajak sholat berjamaah, dzikir, sholat taubat dan dan diketahui oleh aparat desa dimana klien berasal. berdoa. Demikian juga orang tuanya atau keluarganya disamping 4. Sanggup menceritakan secara jujur dan terbuka tentang harus banyak bersodaqoh, menghormati dan mencintai sesama, latar belakang keluarga, kebiasaan sehari hari dan Habluminallah, Habluminannas. (A, MS) penyakit yang pernah atau sedang dideritanya. 5. Bersedia memenuhi seluruh persyaratan surat menyurat (Surat Pernyataan Penyerahan, Surat Persetujuan Tindakan dan Perawatan, Surat Kuasa Penjemputan, Surat Perjanjian, Surat Kuasa Penjemputan dengan lampiran foto copy KTP penanggung jawab dan berkas pendukung lainnya. 6. Akan mengusahakan semua kebutuhan harian (pakaian), perlengkapan mandi dan 20 kg beras setiap bulan. Jika tidak mampu akan diusulkan oleh Pihak Pertama. 7. Bersedia mengikuti dan mendukung semua proses atau terapi yang dilakukan Pihak pertama terhadap klien. 8. Bersedia menjenguk klien paling lambat 1 bulan 1 kali. 9. Apabila dalam kurun 2 bulan Pihak Kedua tidak menjenguk klien, Pihak Pertama akan mengembalikan Peternakan Salah Satu Bidang Kegiatan Untuk Pasien Griya Cinta Kasih klien pada Pihak Kedua. Edisi 47 Edisi / November 46 / Juni / 2012

warta sosial

31


teknologi sosial

MANFAAT CAHAYA (SINAR) MATAHARI TERHADAP MAKHLUK UNTUK SOSIAL MASYARAKAT Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Soenarjo. M. Pd Vitamin D sangat penting bagi kesehatan tulang karena berperan dalam penyerapan kalsium di lambung dan saluran pencernaan. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh kita tidak akan mampu menyerap kalsium dengan baik sehingga memiliki tulang yang lemah. Vitamin D adalah pro-hormon yang digunakan tubuh kita untuk mengangkut kalsium dari pencernaan melalui darah menuju ke tulang, jantung, otak, paru-paru dan organ lain yang memerlukannya. Vitamin D adalah vitamin yang larut di lemak yang secara alami hanya tersedia pada sedikit sekali jenis makanan. Vitamin D2 (ergocalciferol) terdapat pada beberapa tumbuhan dan jamur. Beberapa jenis ikan yang berlemak, seperti ikan cod, tuna dan salmon, mengandung vitamin D2 karena mereka memakan alga yang mengolah vitamin D dengan bantuan sinar matahari. “Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. (surat ke 91 Asy-syams ayt 1-3).; Wasy-syamsi wa duhaha, artinya demi matahari dan cahayanya di pagi hari (ayt 2): wal qamari iza talaha artinya dan bulan apabila mengiringinya (ayt 3), wan–nahari iza jalaha: dan siang apabila menampakkannya. dst. Secara filosofinya Apakah Sinar matahari itu bermanfaat bagi makhluk di dunia atau siapakah yang memanfaatkaan atau pemakai sinar matahari itu ? Secara logika yang menggunakan sinar matahari antaralain ummat manusia, khayawan, dan tumbuhan-tumbuhan atau tanaman, Selain itu untuk keperluan industry” Peranan cahaya dalam respirasi, fotorespirasi, menaikkan suhu .Peranan cahaya dalam transpirasi, transpirasi stomater, mekanisme bukaan stomataKebutuhan intensitas cahaya berbeda untuk setiap jenis tanaman, dikenal tiga tipe tanaman memiliki titik kompensasi cahaya rendah, dibatasi oleh tingginya fotorespirasi Tidak semua radiasi matahari mampu diserap tanaman, cahaya tampak, dg panjang gelombang 400 s/d 700 nm Faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang sampai ke bumi: sudut datang, panjang hari, komposis atmosfer Cahaya yang diserap daun 1-5% untuk fotosintesis, 75-85% untuk memanaskan daun dan transpirasi Tahukah anda, bahwa sebenarnya sinar matahari tidak mpernah mengandung vitamin D? Sebenarnya sinar matahari hanya membantu dalam proses pembentukkannya saja, mari kita ucapkan terimakasih kepada matahari… “Terima Kasih Matahari.”

32

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Sinar matahari merupakan sumber penghidupan bagi kita maupun makhluk hidup lainnya. Khusus bagi kita sangat dianjurkan loh untuk selalu memanfaatkan sinar matahari itu. Eits, tunggu dulu matahari yang dimaksud disini adalah matahari pagi loh. Berbeda dengan terik matahari disiang hari yang bila terlalu lama terpapar dibawahnya dapat menyebabkan kaknker kulit, Sinar matahari pagi justru mempunyai manfaat kesehatan baik bagi tubuh dan tulang kita. Mau tau apa saja manfaat dari sinar matahari pagi itu? yuk kita simak. pagi 480x360 Sinar Matahari Pagi Itu Sangat Bermanfaat Bukan jadi rahasia lagi kalau sinar matahari pagi itu mengandung Vitamin D merupakan sumber utama dari vitamin ini. Tulang kita sangat membutuhkan yang namanya vitamin D ini. Mau tahu kenapa sinar matahari pagi itu menghasilkan vitamin D?. Ketika sinar ultraviolet dari matahari disaring oleh kulit kita, sinar itu lalu mengubah kolestrol yang terdapat pada tubuhkita menjadi vitamin D selanjutnya otak dan tubuh memberikan sinyal kepada kolestrol dalam darah untuk keluar menuju kekulit sehingga kadar kolestrol dalam darah dapat dikontrol dengan baik. 5 menit berjemur dibawah sinar matahari pagi kita akan mendapatkan 400 unit vitamin D pada tubuh kita. Dengan bertambahnya vitamin D yang diserap dari sinar matahari, maka meningkat pulalah penyerapan kalsium di tubuh kita. Hal inilah yang dapat membentuk dan memperbaiki tulang kita. selain itu peningkatan kalsium di tubuh kita, juga dapat menhindari diri kita dari penyakit rakhitis dan osteomalacia. Sinar matahari juga merupakan insulin alam yang dapat mempermudahkan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. setelah


TEKNOLOGI SOSIAL glukosa berhasil diserap, tubuhpun terangsang untuk mengubah gula darah menjadi glycogen lalu disimpan di hati dan juga di otot. proses yang terjadi ini bermanfaat untuk menurunkan gula darah. autumn leaves 480x360 Sinar Matahari Pagi Itu Sangat Bermanfaat Selain manfaat diatas, sinar matahari juga mampu meningkatkan kebugaran pernafasan karena jumlah glikogen akan bertambah setelah berjemur di bawah terik matahari. Sinar matahari juga mampu membunuh bakteri penyakit, virus, dan juga jamur. Pada perawatan TBC, erysipelas, keracunan darah, peritonisis, pneumonia, mumps, dan asma, terapi sinar matahari sangat dibutuhkan. Bahkan beberapa dari virus penyebar kanker dapat dibinasakan oleh sinar ultraviolet ini. Infeksi jamur, termasuk candida, juga bakteri di udara bereaksi dan dapat dibinasakan oleh sinar matahari. Saat kulit terkena sinar matahari, terjadi penambahan sel darah putih, terutama limfosit, yang digunakan untuk menyerang penyakit. Secara tidak langsung antibodi-pun akan ikut meningkat dan dapat menambah kekebalan tubuh kita. Nah Guys, jangan malas bangun pagi ya. Juga jangan lupa sempatkan diri kita untuk berjemur di indahnya sinar matahari pagi. Mari kita sama-sama memanfaatkan kebaikan Tuhan kepada kita. MANFAAT SINAR MATAHARI UNTUK INDUSTRI Anda ingin membangkitkan listrik sendiri di rumah? Itu dimungkinkan dengan pemasangan panel surya / solar cell, panel surya mengubah tenaga sinar matahari menjadi listrik. Listrik tersebut disimpan di dalam aki, kemudian aki menghidupkan lampu, TV, pompa air, dan peralatan listrik lainnya.Dalam penggunaan panel surya / solar cell untuk membangkitkan listrik di rumah, ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan karena karakteristik dari panel surya / solar cell : 1. Panel surya / solar cell memerlukan sinar matahari. Tempatkan panel surya / solar cell pada posisi dimana tidak terhalangi oleh objek sepanjang pagi sampai sore. 2. Panel surya - solar cell menghasilkan listrik arus searah DC. 3. Untuk efisiensi yang lebih tinggi, gunakan lampu DC seperti lampu LED. 4. Instalasi kabel baru khusus untuk arus searah DC untuk perangkat berikut ini misalnya : lampu LED (Light Emiting Diode), TV, Charge HP, komputer, dll.

Sistem dengan menggunakan Electric Box System dan Solar System Generator untuk listrik perumahan maupun lampu penerangan jalan yang belum terjangkau listrik PLN, sistem yang kami buat mudah dipakai untuk kebutuhan seharihari, bahkan instalasinya pun sangat mudah (dapat dilakukan sendiri, tidak memerlukan teknisi). Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. (PT Tatacipta Mega Pelangi, diakses 10 Zulhijjah 1433) “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” Wa huwal-lazi khalaqal-laila wannahar wasy- syamsa wal-qamar, kullun fi falakiy yasbahun. (Al Qur’an, al-Anbiya’ 21:33) Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” Wasy-syamsu tajri li mustaqrril laha, zalika taqdirul ‘azizil-‘alim (Al Qur’an Yasin, 36:38) Bintang-bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ) pada seluruh langit dan dibumi yang terlihat, diprediksi sekitar 30 milyar trilliun (3×10²²) buah. Keluasan alam semesta diprediksi berdiameter 14.5 Milyar tahun cahaya, dimana 1 tahun cahaya (ly : light year) = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer). Bintang-bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ) pada seluruh langit dan dibumi yang terlihat, diprediksi sekitar 30 milyartrilliun (3×10²²) buah. Keluasan alam semesta diprediksi berdiameter 14.5 Milyar tahun cahaya, dimana 1 tahun cahaya (ly : light year) = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer). SINAR MATAHARI UNTUK PROSES PEMBUATAN GARAM.

Gambar 1 Solar cell yang menerima sinar matahari dirubah menjadi tenaga listrik

Sebenarnya penulis mendengar tantangan berita jika Negara Indonesia mengimport garam dari luar negeri , hal itu memalukan kita semua, sebab lahan Indonesia luas letak sangat strategis berada di garis katulistiwa yang artinya daerah-daerah tidak akan kuatir kekurangan sinar matahati., daerah pantai untuk lahan pembuatan garam cukup luas

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

33


teknologi sosial asalkan tanah yang dikelola untuk tempat pembuatan itu dipadatkan dulu supaya tidak bocor air laut tsb. Dengan usaha pemerintah untuk membangun industri garam penulis merasa senang atau rasanya senang sekali , dan kita tunggu hasilnya industri tsb semoga berhasil . Seperti penulis ketika masih menjadi mahasiswa pada tahun 1964-1965 pernah terlibat pembuatan garanm secara tradisioanal dengan bahan baku air laut di daerah Sememi antara Surabaya –Gersik., lahan tambak yang semula untuk proses pembuatan penggaraman sekarang sudah banya k yang alih fungsi menjadi gedung-gedung yang artinya lahan penggaraman sudah di timbun tanah urug (bhs jawa diurug). Nah sekarang usaha pemerintah harus yang inovatif serta kreatif untuk pengadaan proses pembuatan garam atau rakyat difungsikan lagi pembuatan yang berarti . Serta Kementrian Kelautan dan Perikanan (PKP) dan tim terpadu kementrian untuk meningkatkan swasembada garam nasional adalah tepat karena area atau daerah –daerah sprit Jab Cirebon, Idramayu (Jawa Barat), Rembang , Pati (Jawa Tengah); Tuban, Pamekasan, Gersik, Sampang, dan Sumenep (Jawa Timur), dan Nagekeo, Ende, (NTT), Secara tradisional, proses pembuatan garam di Aceh sangat sederhana. Seperti industri lokal yang ada di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen serta Program Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang dilaksanakan oleh pemerintah, KKP menargetkan .Pugar maupun meningkatkan produktivitas garam petani akan dapat meningkat out-putnya (gambar 3 petani garam sedang memisahkan kristal-kristal garam untuk dikumpulkan)

yang diproduksi oleh sekelompok perempuan ini tingkat penjualannya menurun drastis. Bahkan penjualan di pasar, di daerah sendiri saja susah walaupun sudah memiliki surat atas pengujian garam dari laboratorium. Saat ini, garam di Aceh berasal dari Jordania, Vietnam, India, Pakistan, dan Bangladesh. Masuknya garam impor membuat hidup petani garam lokal menderita. Mereka susah sekali menjual hasil produksi mereka agar bisa memenuhi kebutuhan hidup karena sudah marak sekali garam-garam yang berdatangan dari luar negeri ke Aceh. Jika dibayangkan, sayang sekali rasanya para petani itu. Sekelompok perempuan dari Bireuen yang mempertahankan produk warisan yaitu berupa produksi garam ala tradisional untuk menjaga keberlangsungan hidup di tengah gencarnya produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri. Kehancuran industri lokal bukan karena kualitasnya rendah tetapi karena tidak ada perhatian dan kebijakan dari pemerintah yang berpihak pada industri lokal tersebut. Seandainya saja ada perhatian dari pemerintah terhadap industri lokal tersebut maka kearifan produksi lokal akan meningkat.

“Saat ini, PT Cheetam Garam Indonesia telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pembangunan pabrik di Nagekeo. Nantinya, akan ada koperasi yang mengelola bahan baku garam dari petani dan dipasok ke perusahaan tersebut “Investasi untuk pembangunan pabrik garam tahap pertama di Nagekeo, Cheetam mengeluarkan dana sebesar US$15 juta,” katanya. Arthur menambahkan, selain memiliki potensi produksi garam dari air laut dengan proses penggaraman mengandalkan cahaya matahari (solar salt), daerah Nagekeo juga memiliki lahan-lahan berkadar garam tinggi yang bisa digunakan untuk produksigaram. Dengan garam beryodium (NaCl j) Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) pernah membantu para penyandang masalah rawan kekurangan garamberyodium yang disebut GAKY misalnya di daerah Kab Blitar antaralain Kec Kesamben, Garum, ,Ponggok, Binangun , Gandusari , dan Legok . Oleh karena itu sebenarnya garam sangat diperlukan untuk kebutuhan rakyat sehari-hari pada rumah tangga maupun untuk keperluan industrimisal pembuatan kecap, penyamaan kulit dsb Sebelum terbukanya pasar bebas di Indonesia, industri lokal ini sangat maju, bahkan hasil produksi garamnya terjual sampai ke Medan. Tapi kini, pasca terbukanya pasar bebas, garam

34

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

Gambar 2 Seorang Petani Garam sedang mengumpulkan kristal garam Simpulan manfaat cahaya (sinar) matahari terhadap makhluk untuk kebutuhan social masyarakat secara pendekatan empiris sangat bermanfaat sosial masyarakat. beberapa produksi atau hasil produksi dengan sinar matahari (solar energy) misalnya pengeringan padi atau gabah, proses pembuatan garan rakyat maupun garam beryodium, untuk pengeringan pengawetan ikan laut atauikan air tawar, sinar matahari (solar cell) dirubah menjadi tenaga listrik sehingga dapat bermanfaat untuk penerangan ,untuk keperluan rumahtangga, dan menggerakkan peralatan mesin dsb. Jadi secara global bahwa sinar matahari diperlukan sehari-sehari oleh ummat atau social masyarakat..


INFO

MAKNA GENDHING KETAWANG PUSPAWARNA 1. Bunga kencur penuh kekaguman, senantiasa menjadi buah bibir perawakan singset dan molek gayanya manis bila berbicara, menghanyutkan jiwa. 2. Bunga blimbing dipetik kembali ketebing, semu terang bercahaya, indah sekali dirimu, insan sebagai mustika, ratunya bunga, sarinya wanita. 3. Bunga duren dipandang sambil beristirahat, ramah pribadimu, tidak canggung cara berbicara, sangat menawan hati. 4. Bunga aren terkulai diatas tangkai selama aku memandangmu, mengarang tembang, akhirnya kurasakan kerinduan yang amat besar. 5. Bunga pisang, menjorok ditepian kolam, pantaslah nahwa kamu adalah keturunan bangsawan, penampilan selalu sopan santun, tidak tanduk sederhana. 6. Bunga jati disebarkan disekitar panti, diam tak bergerak diriku menanti kedatanganmu sungguh sangat tak terduga jikalau kau mengimbangi. 7. Bunga jambe mekar berbau harum diwaktu sore, sangat bahagia rasa hatiku, kedatangan dirimu, hatiku mengharap dan berdoa mendapatkan keselamatan. 8. Bunga kapas selalu patah jika dilayukan, kuat keinginanku harus menghaturkan sembah padamu menantikan apa yang menjadi kehendakmu takkan enggan melaksanakannya. 9. Bunga pandan berbutir-butir tersebar di lantai, kedatanganmu dikediamanku janganlah mempunyai maksud yang tidak baik karena aku pasrahkan jiwaku padamu. “Tembang Ketawang Puspawarna dikarang oleh KGPAA Mangkunegoro IV yang aslinya dalam bahasa Jawa�.

Edisi 47 / November / 2012

warta sosial

35


OASE

Mengapa Saya ? Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?" Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen grandslam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?" Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan. Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat. Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yang baik... "Kuda pemenang tidak tahu mngapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan. Yg dia tau, dia harus berlari krn dipukul dan sakit..!! Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau ibarat jokinya.. Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yg tidak enak, berpikirlah : Tuhan ingin engkau menang !!"

36

Edisi 47 46 / November Juni / 2012/ 2012

warta sosial


OASE

Refleksi : Paranoid dan Mengagungkan Diri Sendiri Dua orang Kristen tersesat di padang Gurun Sahara kehabisan makanan dan minuman. Beberapa hari kemudian dengan tubuh lemas karena sangat lapar dan haus keduanya melihat dari jauh ada sebuah masjid. Yang bernama Markus berkata kepada yang bernama Lukas, “Ada sebuah masjid di sana. Pasti di sana ada makanan dan minuman. Tetapi kita berdua harus mengubah nama Kristen kita menjadi nama-nama Islam. Kalau tidak, mereka akan membunuh kita berdua. Saya akan mengaku bernama Mohammad …” Yang bernama Lukas mengatakan, “Tidak, saya yakin mereka orang baik. Saya akan tetap memakai nama asli saya.” Singkat cerita keduanya sampai di halaman depan masjid bertemu dengan seorang Imam. Markus memperkenalkan diri: “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bapak Imam, nama saya Mohammad ….” Lukas berkata, “Syalom, Bapak Imam, nama saya Lukas.” Imam Masjid itu segera memanggil pembantunya dan berkata: “Segera bawa makanan dan minuman paling enak. Tetapi hanya untuk sahabat kita yang bernama Lukas ini saja,” kemudian dia memandang kepada Markus, dan berkata: “Mohammad, saya harap Anda tentu ingat bahwa sekarang bulan Puasa …!” REFLEKSI: Bersikap terlalu apriori dan paranoid akan merugikan dirimu sendiri. Seorang bule sedang berziarah di kuburan istrinya dengan membawa serangkai bunga segar. Setelah berdoa sebentar dia meletakkan rangkaian bunga tersebut di pusara almarhum istrinya. Tak jauh dari situ dia melihat seorang laki-laki Tionghoa juga sedang sembahyang di kuburan ayahnya. Setelah sembahyang dia melihat laki-laki Tionghoa itu meletakkan beberapa jenis makanan dan minuman di depan pusara almarhum ayahnya itu. Si bule tersenyum dan menggeleng-geleng kepala melihat ritual yang baginya ganjil itu. Dengan sedikit bernada mengejek dia berkata kepada laki-laki Tionghoa, “Kapan kira-kira ayahmu akan makan dan minum semuanya itu?” Laki-laki Tionghoa itu menjawab tenang: “Kira-kira waktunya sama dengan ketika istrimu mencium bungamu itu.” REFLEKSI : Sering kita terlalu mengagungkan diri sendiri, sering melihat keluar diri kita, suka menilai orang lain secara negatif, tanpa mau melihat bagaimana diri kita sendiri. From : danielht@rad.net.id

Edisi 47 Edisi / November 46 / Juni / 2012

warta sosial

37


kesehatan

Bakteri Mengintai di Tisu Toilet jumlah bakteri yang tinggi dalam produk kertas daur ulang dari jenis yang lain.Bakteri bisa berkembang di kertas daur ulang karena bahan tersebut mengandung bahan pengikat, seperti tepung dan pengisi yang berfungsi sebagai makanan. Sementara,setidaknya ditemukan 17 spesies bakteri yang terkandung dalam tisu toilet,sebagian besar bakteri termasuk dalam jenis bacillus.

Tisu toilet ternyata mengandung bakteri.Nah,untuk itu berhati-hatilah menggunakannya. Apalagi bagi Anda yang sedang sakit dan sedang memiliki fungsi kekebalan tubuh yang lemah. Menggunakan tisu toilet (paper towels) terbukti dapat menyebarkan penyakit berbahaya. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan,terdapat sejumlah bakteri pada tisu yang biasa tersedia di toilet umum meskipun belum terpakai. Penggunaan tisu ini dikhawatirkan bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit. Para peneliti menyatakan bakteri tersebut dapat berpindah ke tangan usai cuci tangan. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Infection Control.Meskipun belum ditemukan penyakit apa yang berhubungan dengan tisu toilet,penemuan ini penting. Khususnya bagi orang-orang yang tengah di rawat di ruang isolasi rumah sakit dan mereka dengan fungsi kekebalan tubuh lemah. Mereka harus berhati-hati saat kontak dengan kuman. Para peneliti di Laval University di Quebec City,Kanada, telah menguji enam merek tisu toilet yang banyak digunakan di toilet umum. Mereka menemukan bakteri di semua merek tisu tersebut. Dan,tisu yang terbuat dari serat daur ulang adalah yang paling terkontaminasi. Mereka memperingatkan bahwa tinjauan mereka tidak berarti bahwa tisu toilet tidak aman.Mereka hanya menginformasikan bahwa benda halus berwarna putih ini bisa menjadi sumber kontaminasi yang tidak diinginkan di lingkungan tertentu. Sebagai contoh, studi menunjukkan bahwa tisu toilet dapat menimbulkan bahaya bagi mereka dengan gangguan kekebalan tubuh. Dalam penelitian kami, konsentrasi bakteri di dalam kertas daur ulang adalah antara 100 sampai 1.000 kali lipat lebih tinggi daripada merek tisu yang terbuat dari pulp kayu biasa,tulis para peneliti. Lendir dari bakteri (bacterial slime) dikenal memang bisa mengganggu kerja pabrik kertas daur ulang membuat mesin berkarat dan merusak lembaran kertas. Para peneliti mengatakan, penemuan bakteri pada tisu toilet cocok dengan penelitian lain yang telah mencatat

38

Edisi 47 46 / November Juni / 2012/ 2012

warta sosial

Banyak strainbacillus dapat menghasilkan racun yang menyebabkan keracunan makanan. Satu merek tisu toilet terbukti mengandung bakteri bacillus cereus. Selain keracunan makanan, bacillus cereusberkaitan erat dengan penyakit infeksi mata,paru-paru,darah,dan sistem saraf pusat. Meskipun kandungan bacillus cereus yang ditemukan tidak akan membahayakan orang sehat, peneliti mencatat bahwa bakteri ini berbahaya bagi orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah,seperti bayi dan orang tua. Juga bagi orang-orang yang sedang mengonsumsi obatobatan yang menekan fungsi kekebalan tubuh mereka. Sejumlah pakar kuman mengatakan bahwa penelitian ini membuka mata semua orang. Temuan ini menarik karena kita tidak berpikir jika tisu toilet dapat terkontaminasi, kata Elizabeth Scott PhD,salah seorang direktur Center for Hygiene and Health in Home and Community di Simmons College, Boston,Amerika Serikat,seperti dilansir laman WebMD. Scott menuturkan,studi ini juga membuat penasaran tentang bakteri dalam jenis produk lain yang terbuat dari kertas. Itu membuat saya bertanya- tanya tentang tisu dapur (kitchen towels).Benda ini biasanya digunakan pada semua jenis kegiatan yang mengharuskan kontak langsung dengan makanan,misalnya menutup dan membungkus makanan,katanya dan bagaimana dengan tisu muka (facial tissues),yang selalu mengenai mata dan hidung kita?, tanya Scott. Saran bagi Pengguna Scott dan para ahli lainnya mencatat bahwa penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa tisu toilet menyebabkan orang menjadi sakit.Beranjak dari temuan itulah,maka para ahli setuju bahwa studi ini tidak harus menjadi alasan bagi orang sehat untuk menghindari penggunaan tisu toilet. Orang tidak boleh berpikir bahwa mereka lebih baik tidak mencuci tangan jika hanya tersedia tisu di dalam toilet umum untuk mengeringkan tangan usai cuci tangan, ujar Angela Golden DNP,presiden terpilih American Academy of Nurse Practitioners. Dia mengatakan,20 detik mencuci tangan dengan sabun dan air bersih masih menjadi aturan baku,terutama setelah kegiatan yang secara langsung meningkatkan paparan kuman, seperti memegang daging mentah.Golden mengemukakan bahwa mesin pengering tangan (air dryers), jika tersedia,menjadi pilihan paling sehat dan paling bertanggung jawab terhadap lingkungan daripada benda yang lain.


Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

1


Yayasan BK3S Jawa Timur

Sasana Bhakti Tribuana Tungga Dewi Informasi Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya Telp. (031) 8411672, 8472740 Faks. (031) 8498300 Situs : http://www.bk3sjatim.org/bkkks-convention-center.html e-mail : yayasan@bk3sjatim.org

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

1


Warta Sosial Edisi 47  

Warta Sosial Edisi 47

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you