Page 7

PELABUHAN EDISI 105 /TAHUN 02, 27 MEI - 2 JUNI 2013

Bupati Harapkan Pelabuhan Kalimireng Gresik Segera Dimulai Lahan yang sudah dibebaskan 1.050 Ha

P

embangunan pelabuhan baru di wilayah Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, akan segera terwujud. Dan kehadiran pelabuhan internasional ini diharapkan oleh banyak pihak khususnya pelaku ekonomi. Tak terkecuali pula oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. “Untuk itu saya mohon pada investor segera memulai pembangunan pelabuhan itu, jangan menunggu tanah dibebaskan semua,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto usai upacara persiapan pembangunan pelabuhan di Banyutami Manyar, Senin (20/5) lalu. Desa Banyutami merupakan calon lokasi pelabuhan Kalimireng. Menurut Sambari sampai saat ini tanah yang telah berhasil dibebaskan sudah mencapai 1.050 hektar. Pembebasan seluas itu tidaklah mudah di-

PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak kembali melakukan penyegaran pejabat strukturalnya. Langkah ini ditempuh agar bisa meningkatkan kinerja pegawai dan menghilangkan rasa jenuh karena lama menjabat di kursi tertentu. Jabatan yang mengalami penyegaran yaitu Manager Teknik yang sebelumnya dipegang

Pembangunan pelabuhan Kalimireng hampir sama dengan Teluk Lamong, memerlukan trestle untuk mencari kedalaman laut.

lakukan, tapi dengan semangat tinggi akhirnya terbebas juga. Pihaknya juga terus melaku-

kan upaya pembebasan sampai mencapai 2.500 hektar. “Segeralah bangun pelabu-

han itu, karena keberadaan pelabuhan akan memiliki dampak yang luar biasa,” tam-

bah Sambari. Dengan adanya pelabuhan itu diperkirakan akan bisa menyerap sebanyak

5.000 tenaga kerja baru. Belum lagi multiplayer effect yang lain seperti munculnya usaha perkantoran, warung makan, transportasi dan sebaginya. Bupati Gresik, Sambari juga mengatakan, pembangunan pelabuhan baru itu juga akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gresik. “Jika pelabuhan Kalimireng terealisasi juga akan menjadikan Gresik sebagai kota pelabuhan besar di kawasan Asia Pasifik, sebab keberadaan pelabuhan baru itu akan mampu menjadi sandaran kapal-kapal besar, seperti kapal sekelas Panamax berbobot mati 60 ribu ton,” katanya. Ia menjelaskan keberadaan kapal besar yang akan menuju Asia Pasifik tidak perlu singgah ke Singapura, namun bisa langsung bersandar ke pelabuhan Kalimireng. Sebelumnya, Direktur Pelindo III, Djarwo Suryanto, mengatakan meski agak terlambat, proses pembangunan pelabuhan telah dimulai pekan lalu. “Saya optimistis bisa segera

Penyegaran, 2 Manajer Pelindo Tanjung Perak Diganti

oleh Sumarmo kini bertukar posisi dengan Danurwasa yang sebelumnya menjabat sebagai Pengawas Bidang III di Satuan Pengawasan Intern (SPI) kantor direksi. Acara sertijab dilakukan di kantor Pelindo cabang Tanjung Perak Kamis (23/5) lalu. Dan berikutnya Mulia Dharma yang selanjutnya akan diperbantukan di PT Berkah

Kawasan Manyar Sejahtera telah menyerahkan jabatan Manager Keuangan kepada Sapto Wasono Soebagio, yang sebelumnya menjabat sebagai Pengawas Bidang II di Satuan Pengawasan Intern. Dalam acara serah terima jabatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian penghargaan sebagai tanda terima kasih peru-

sahaan kepada 42 orang pegawai purna tugas yang telah melaksanakan tugas, dedikasi, serta loyalitas tinggi kepada perusahaan. General Manager PT Pelindo III Cab Tanjung Perak, Rismarture menyampaikan ucapan selamat atas promosi jabatan baru kepada para manager yang baru di pelabuhan Tanjung Perak, serta menyampaikan rasa terima

kasihnya kepada pejabat lama, atas dedikasinya selama menjabat di Pelabuhan Tanjung Perak. “Managemen PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak melepas serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pegawai yang telah memasuki masa purna tugas, atas segala darma bakti dan loyalitas selama bekerja di Pelindo III Ca-

bang Tanjung Perak,” pesan yang disampaikan Rismarture kepada pegawai purna tugas. Upacara sertijab yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh pejabat struktural Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak dan kantor pusat, para pegawai purna tugas Pelindo III Cabang Tanjung Perak, dan pengurus Perispindo III Cabang

7

terealisasi, dan nantinya akan menjadikan kota Gresik sebagai kota industri hebat di kawasan regional Asean,” katanya. Ia menjelaskan keberadaan pelabuhan baru itu berbeda dengan pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, pelabuhan ini akan memiliki spesifikasi tersendiri. Selama ini di Gresik sudah ada pelabuhan , namun pelabuhan khusus seperti pelabuhan untuk bongkar minyak, gas, alumunium , disamping pelabuhan umum. “Dalam proyek pembangunan pelabuhan ini , kami bekerja sama dengan kontraktor AKR dan BJTI, dan nilai investasi pembangunannya mencapai sekitar Rp7 triliun,” jelasnya. Ia berharap, bisa segera memulai pembangunannya, sebab dalam waktu setahun ini Pelindo III juga akan menyiapkan prasana dasar. “Kami bersama mitra strategis sudah menyiapkan dana Rp7 triliun untuk pembangunan proyek pelabuhan internasional ini, dan kini kami menyiapkan prasarana dasar terlebih dahulu,” katanya.(sam)

Tanjung Perak. Harapan General Manajer Pelindo III Cabang Tanjung Perak, dengan adanya penyegaran pejabat struktural dapat memberikan kontribusi lebih untuk majunya pelabuhan Tanjung Perak, sehingga pelayanan dan produktifitas pelabuhan, serta semangat kerja dapat lebih meningkat.(sam)

Capt.H.Renaldo S

K

Harus Legowo

etika mengawali pembicaraan dengan Renaldo ada kejadian unik yang menyita perhatian. Sebuah kapal yang baru memasuki ujung muara kalimas tiba tiba berbalik 180 derajat. Sang Nahkoda nampaknya begitu mahir sekali memutar kapalnya, walaupun panjang kapal hampir selebar sungai. Renaldo nampak tergopoh gopoh, memanggil anak buahnya. Tetapi ketika hal itu ditanyakan, ia malah tertawa terpingkal pingkal. Tentu saja pertanyaan ini dinggap lucu dan nggak nyambung oleh Renaldo yang pernah menjadi nahkoda Kapal Alam Acapulco yang melintasi Amerika hingga Mexico. Namun itulah sosok dari Capt. H. Renaldo S, lugas, tegas, serius tapi kadang ketawanya keluar lepas keras, disela -sela pembicaraanya dengan Bisnis Surabaya. Adalah Renaldo yang kini kesehariannya, sebagai Kasi Tertib Berlayar ( dulu Kasi Kesyahbandaran – Kasi Laik Berlayar – red ) di kantor Syahbandar Tanjung Perak Surabaya , nampaknya memulai karirnya agak berliku. Selepas kuliah di Akademi Ilmu Pelayaran ( AIP ) angkatan 35 di Jakarta pada tahun 1992 , ia tidak langsung menjadi PNS, tetapi malahan mendapat beasiswa untuk berlayar dengan kapal Singapura, sebagai kadet sampai menjadi perwira. Selanjutnya ia pindah di perusahaan kapal curah selama 7 tahun

sampai menjadi nahkoda. Kemudian diteruskan di perusahaan bongkar muat sebagai Port Captain selama 1 tahun, sebelum akhirnya masuk ke Departemen Perhubungan pada tahun 2002. Di Departemen Perhubungan Pusat ini, Renaldo mulanya bertugas di Direktorat Perkapalan dan Kelautan pada tahun 2006 dan diteruskan bertugas di Tanjung Priok sebagai Marine Inspektur pada tahun 2008. Namun nampaknya disini ia tidak terlalu lama, bapak 1 putra 1 putri dan berdarah minang ini kemudian ditugaskan sebagai Kepala Kantor Adpel kelas IV di Rengat Riau Sumatera Tengah. Dan barulah pada tahun 2010 ia bertugas di Kesyabandaran Tanjung Perak Surabaya. Seiring dalam perjalanan tugasnya , Renaldo yang kelahiran Jakarta 41 tahun silam , dan membawahi 30 staf ini, selalu menekankan adanya kebersamaan. “ Kita tidak dapat hidup dan bekerja tanpa bantuan orang lain. Semua yang terjalin pasti ada sangkut pautnya, sehingga tidak monoton. Kita tidak bisa hebat sendiri atau pinter sendiri. Sebagai pimpinan sekalipun ka-

Anjungan

D.313

lau ada pendapat anak buah yang baik, tentu kita pakai, “ tutur Renaldo. Renaldo yang punya hoby membaca dan pernah mendapatkan pendidikan di Yokohama dan Okinawa Jepang ini, juga selalu mengingatkan tentang unsur keseimbangan, keharmonisan dan keselarasan dalam menjalani hidup ini. “ Kita ini harus legowo dan iklas dalam menyikapi segala sesuatu, “ tambahnya. Tentu yang disampaikan bapak bertubuh tegap ini tidak berlebihan, sebab memang inilah yang terlihat. Pada saat adzan berkumandang baik dhuhur, azhar ataupun Magrib, ia selalu “ on time “ mengajak stafnya atau siapapun yang ada didekatnya ke musholla waktu itu. Sebab menurutnya Mushola itu harus selalu dipakai unutk sholat. Ya, barangkali inilah darah masyarakat Minang yang Islami, telah melekat kuat dalam dirinya. Dan sebagai mantan nahkoda yang harus membawa kapal selamat sampai ditujuan, nampaknya iapun sering menjadi imam pada waktu sholat berjamaah. ( win )

Edisi 105 (27 mei-2juni 2013)  

Edisi 105 (27 mei-2juni 2013)

Advertisement