Issuu on Google+

Koran Mingguan Terbit Setiap Hari Senin

website : www.bisnissurabaya.net

ECERAN Rp 2.500, HARGA LANGGANAN Rp 10.000

TELEPON : Iklan/Redaksi/Sirkulasi 031-5633456, 5668432 Faksimile : 031 - 5675240

EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012 P.055

Iwan Sunito

Punya Mimpi Besar

B

os yang satu ini memang memiliki mimpi besar membawa perusahaannya go public di bursa Australia pada 2016. Namun, tak ada yang menyangka, kalau pria kelahiran Surabaya yang kini menjadi komandan Crown International Holdings Group ini mengawali karirnya hanya dari ‘tukang gambar’. Iwan Sunito, pria lulusan Universitas New South Wales Australia bidang arsitektur ini memulai bisnis mandiri pada tahun 1996, setelah dua tahun sebelumnya menjadi tukang gambar di Cox Richardson Architects. “Cita-cita saya akan mencatatkan Crown di bursa dalam lima tahun ke depan. Ini penting untuk mengembangkan perusahaan, meski kepemilikan menjadi banyak,” ungkap Iwan. Tentu saja kesuksesan pria 45 tahun ini dalam membangun Crown tidak terjadi dalam semalam. Ia sudah meniti karier di bisnis properti sejak lulus kuliah di University of New South Wales (UNSW), Australia. Pada periode 1996, ia mulai mencari proyek dengan fokus awal di hunian mewah sekitar New South Wales. Seiring waktu bisnisnya berkembang dengan menggarap unit perumahan dan beberapa perkantoran. “Memang kuncinya kerjasama dan saya ajak temen-temen saya yang lebih senior. Dari situ justru baik, karena ada penggabungan skill, pengalaman dan capital. Dan saat ini bisa eksis, dimulai proyek Rp 280 miliar dan kini mencapai Rp 18 triliun,” tuturnya.

Berharap dari RIP

Surabaya, Gresik, Madura jadi Kawasan Terintegrasi Surabaya, BS Dalam waktu dekat kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dipastikan akan memiliki rencana induk pelabuhan (RIP). Banyak harapan muncul karena pengembangannya akan mencapai tiga

daerah secara integratif. Masing-masing adalah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan. Kepala Otoritas Pelabuhan III, I Nyoman Gde Saputra juga mengonfirmasi bahwa Pelabuhan Tan-

jung Perak akan segera memiliki RIP, meski pada 2006 kawasan pelabuhan itu telah memiliki rencana induk pengembangan pelabuhan. Bahkan, katanya, RIP Tanjung Perak yang baru akan segera selesai,

saat ini sudah berupa final review report-nya telah masuk dan dipelajari. “Semoga dalam waktu dekat bisa disah pemerintah sehingga menjadi bagian dari rencana induk pengembangan pelabuhan secara

Lebih Baik TOW jadi Terminal Petikemas

Majapahit Travel Fair 2012

Tak Sekadar Transit, tapi Destinasi Surabaya, BS - Jawa Timur terus berupaya menjadi daerah tujuan wisata dan bukan sekadar tempat transit bagi wisatawan mancanegara yang hendak ke Bali atau Yogyakarta. Salah satunya melalui Majapahit Travel Fair (MTF) 2012 yang digelar selama tiga hari di Grand City Convention Hall Surabaya. Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutannya menyatakan Jawa Timur kini tidak lagi sebagai tempat transit, tapi juga destinasi.

Dengan mengambil tema Enhancing Eco and Creative Tourism, MTF diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan serta kesempatan usaha melalui ekowisata dan industri pariwisata. “Sekarang ini Jawa Timur sudah jadi destinasi. Jalannya bagus, hinterland juga bagus. Pendapatan generate-nya juga meningkat,” katanya. Menurut Pakde Karwo industri pariwisata manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Pamer-Pak De Karwo memamerkan salah satu kekayaan budaya Jawa Timur di ajang Majapahit Travel Fair (MTF) 2012 di Grand City Convention Hall Surabaya.

Semoga dalam waktu dekat bisa disah pemerintah sehingga menjadi bagian dari rencana induk pengembangan pelabuhan secara nasional,”

nasional,” kata Nyoman kepada Bisnis. Dalam beberapa kesempatan, termasuk   ketika menjadi nara sumber dalam seminar yang digelar Bisnis Surabaya setahun lalu.

Surabaya, BS - Terhambatnya pemindahan trayek antar kota antar provinsi melalui jalur utara memunculkan pemikiran menarik dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur. Organisasi yang memang sangat berkepentingan dengan pengaturan jalur transportasi tersebut mengusulkan agar fungsi Terminal Osowilangan Surabaya dari terminal angkutan umum bus antarkota menjadi terminal angkutan petikemas. “Bahkan, surat usulan itu telah Organda kirim kepada Walikota Surabaya dengan tembusan Kementrian Perhubungan serta Dinas Perhubungan Jatim,” kata Ketua DPD Organda Jatim, Mustofa. Menurutnya pengalihfungsian ini berdasar

dengan landasan bahwa fasilitas Terminal Osowilangun itu tidak feasible atau menguntungkan dari sisi usaha angkutan bus antar kota mengingat tidak memadainya antara permintaan dan kebutuhan yang ada selama ini. “KeberadaanTerminal Osowilangun tidak menguntungkan, karena antara penawaran dan permintaan tidak berimbang. Itu terbukti penumpang sepi sedangkan armada angkutan bus antarkota banyak yang mangkrak. Organda tidak tahu dulunya proses studi kelayakannya seperti apa, karena sangat tidak feasible,” tegas Mustofa.

Soal Pansus KBS, Dewan Saling Tuding

Komisi A Sesalkan Sikap WW

Pusat polemik-Kebun Binatang Surabaya kini mulai menyeret sejumlah nama dalam konflik internal DPRD.

D.108

Kasus pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) makin meluas. Bahkan, kini sudah menjadi isu besar dan bahan tudingan di tubuh DPRD Surabaya terkait pembentukan Pansus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bahkan antaranggota sudah saling tuding memlesetkan rekomendasi

Kemendagri. Dari Komisi A misalnya. Usai melakukan kunjungan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mereka mujlai menaruh curiga bahwa Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana telah memelintir rekomendasi Kemendagri.

Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup anda. Yang pertama adalah bahwa tidak ada keajaiban. Yang lainnya adalah bahwa semuanya adalah keajaiban (Albert Einstein)

D.123


KOTA EDISI 51 /TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Jaga Udara, Gelar Uji Emisi Gratis Surabaya, BS - Guna menciptakan kualitas udara yang bersih sebagai perwujudan dari program langit biru, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan uji emisi bagi kendaraan bermotor serta layanan perbaikan ringan gratis di Taman Surya. Kegiatan tersebut dibuka Walikota Surabaya Tri Rismaharini pekan kemarin. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Eddi menjelaskan, uji emisi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke719. Selama Mei, Dishub bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya menggelar uji gas buang sebanyak dua kali, yakni pada (9/5) dan (23/5) di Taman Bungkul mulai pukul 08.00 WIB.

Uji emisi di Taman Surya mendapat respon cukup bagus dari masyarakat. Antusiasme warga terhadap program tersebut terbukti, dimana selama tiga jam pelaksanaan, dari pukul 09.00-12.00 WIB, tercatat sedikitnya 583 kendaran bermotor dengan rincian 357 mobil (bensin), 165 mobil (solar), 61 sepeda motor diuji kandungan emisi gas buangnya. “Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja, baik mobil pribadi maupun angkutan umum serta sepeda motor. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan keuntungan dengan adanya layanan perbaikan ringan. Kalau untuk sekedar penyetelan ringan tak perlu ke bengkel, di sini dilayani dengan gratis. Nanti yang di Taman Bungkul juga ada pelayanan serupa,” ujar

Eddi. Pada kesempatan itu walikota menyampaikan, Pemkot secara terusmenerus melakukan upaya pengelolaan lingkungan termasuk di antaranya pengelolaan sampah dan udara. Uji emisi adalah salah satu contoh pengelolaan udara di Surabaya yang menurut walikota sangat penting guna mengimbangi jumlah kendaraan yang terus meningkat beberapa tahun terakhir. “Pencemaran udara dapat berimbas pada kerusakan lingkungan yang berujung kerusakan organ tubuh manusia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat perlu berperan aktif bersama-sama menjaga kualitas udara. Paling tidak, masing-masing bertanggung jawab terhadap kualitas gas buang kendaraannya. Mari kita kelola

Asuransi Semesta untuk Puskesmas

BS/bayu

Model Urban Mendominasi Warna-warni gaya busana masyarakat urban biasanya didominasi para kaum hawa yang ingin tampil gaya dengan dipadupadankan dengan aksesoris yang lain dan timbul kesan yang kasual. Namun, busana pria pun bisa dipadupadankan bergaya etnik dan urban. Busana pria akan lebih tamapak bergaya urban dengan berani bermain warna dan di tambahkan beberapa aksesoris seperti sepatu dan ikat pinggang yang harus tampak lebih berani dan yang penting busana pria tetap harus balance. Desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode (APPMI) Bali Oka Diputra mengatakan, pria pun bisa bebas bermain-main dengan warna. “Perpaduan warna yang berani akan tetap bisa tampil lebih elegan daan tetap tidak meninggalkan unsur modis” ujar Oka Diputra. Pria juga harusnya percaya diri dengan busana berbahan dan motif etnik. Biasanya,

itu dengan baik agar kota ini jadi tempat hunian yang nyaman,” kata Risma. Kepala BLH Musdiq Ali Suhudi menuturkan, indikator kondisi udara di Surabaya saat ini berkisar pada skala baik-sedang. Hal itu diketahui melalui alat pemantau kualitas udara yang ada di sejumlah titik. Musdiq mengakui, kendaraan bermotor menduduki urutan pertama sebagai ‘penyumbang’ polusi udara, disusul industri pabrik di posisi kedua. Ia menambahkan, langkah antisipasi bisa dilakukan pada dua objek, yakni penghasil seperti contohnya uji emisi saat ini dan penyerap dengan cara penanaman pohon atau penghijauan. “Dengan begitu, kualitas udara perkotaan bisa tetap dijaga kualitasnya,” pungkasnya. (hdi)

Gratis - Uji emisi yang diselenggarakan Pemkot sebagai upaya menjaga kualitas udara.

Lomba Desain Baju Pria

2

di bagian furing blazer menggunakan bahan etnik supaya bisa dikenakan bolak-balik. “Pemakaian bahan etnik tetap bisa diaplikasikan tanpa keluar dari jalur,” tutur Oka yang sore ini menjadi juri bakal ada Men’s Wear Design Competition di Surabaya Fashion Parade Tunjungan Plaza, Jumat (4/5/2012). Menurut Oka, permainan warna dan bahan etnik di busana pria sah-sah saja diaplikasikan. Namun, dua unsur warna dan bahan harus balance. “Yang penting ada balance antara warna dan etnik. Antara busana atasan dan bawahan, dipadukan dengan alas kaki sepatu atau sandal,” tuturnya. Sementara itu pada lomba yang diikuti oleh puluhan desainer kelas pemula di Surabaya tersebut lebih banyak menampilkan model kasual yang ditambahkan beberapa unsur etnik seperti batik dan beberapa kain khas daerah untuk mempercantik ciptaannya. (bay)

Surabaya, BS - Kebijakan pemberlakuan asuransi semesta (asuransi kesehatan untuk rakyat miskin) ternyata tidak akan diberlakukan untuk rumah sakit (RS), termasuk RSU dr Soetomo Surabaya. Asuransi yang akan diberlakukan per Januari 2013 itu hanya mengcover biaya pengobatan di seluruh puskesmas pembantu dan puskesmas di Jatim. Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan hal tersebut usai sidang paripurna pandangan umum fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur di Gedung DPRD Jatim, Senin (30/4). “Memang dibatasi seperti itu. Kalau tidak dibatasi, kita khawatir tidak menemukan rumah sakit yang bagus. Sebaliknya, RSUD dr Soetomo akan menjadi puskesmas raksasa,” katanya. Pakde Karwo, panggilan akrabnya mengatakan, Ia tidak bisa membayangkan bila asuransi itu juga diberlakukan di RSU dr Soetomo, rumah sakit yang kini sudah mengalami overload pasien. “Sekarang aja sudah kelebihan pasiennya sudah parah, apalagi ditambah dengan asuransi,’’ terangnya. Pakde Karwo berdalih, kebijakan tersebut sengaja dibuat sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap RSUD

“ Memang dibatasi seperti itu. Kalau tidak dibatasi, kita khawatir tidak menemukan rumah sakit yang bagus. Sebaliknya, RSUD dr Soetomo akan menjadi puskesmas raksasa,” dr Soetomo dan mendukung pengembangan puskesmas. Ia melihat, bila kondisi RSU dr Soetomo seperti itu, maka puskesmas yang ada akan terus sulit berkembang. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Zainal Arifin, mendukung skema pemberlakuan asuransi. Menurutnya hal tersebut bisa untuk mengoptimalkan pustu dan puskesmas. ‘’Karena yang membuat mati puskesmas adalah tak ada masyarakat mau berobat,’’ jelasnya. Lebih lanjut Zainal berharap asuransi semesta tersebut akan menjadikan masyarakat seluruh Jatim mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa memandang statusnya. Zainal meminta, tidak ada double account. “Harus jeli, sehingga program yang maksudnya baik, malah justru menjadi masalah lagi,’’ terangnya. (dne)

Soekarwo

Menunggu Kepastian Pasar Koblen

Bekas RTM, Beromzet Rp 4 Miliar Semalam Bukan berita baru jika Surabaya memiliki banyak bangunan cagar budaya yang terbengkalai. Salah satunya adalah eks Rumah Tahanan Militer (RTM) Koblen. Lihat saja, di tanah tersebut hanya tersisa tembok batu kokoh dengan lima mercusuarnya yang keropos oleh waktu. Bahkan, sejak dua tahun belakangan, setiap malam terjadi transaksi yang mencapai empat milyar rupiah dari aktivitas perdagangan buah antara petani, pedagang dan tengkulak skala besar meramaikan malam di eks Rumah Tahanan Militer (RTM) Koblen. Disebut omzet setiap malam sebab transaksi perdagangan buah di pasar ini memang lebih banyak berlangsung pada malam hari. Pas dengan siklus perdagangan karena para pedagang eceran harus menjual buahnya di siang hari sehingga mereka harus kulakan buahnya di malam hari untuk memperoleh buah-buah yang segar. Direktur PT. Dwi Budi Wijaya (DBW) I Wayan Arcana, pengelola pasar buah Koblen mengungkapkan ada hampir 200 stand yang mengisi satu hektare tanah kosong di lokasi ini. “Sebelumnya mereka adalah pedagang buah yang

berjualan di beberapa lokasi, kemudian pindah diarea luar RTM. Sejak ada penertiban oleh pemerintah kota mereka kami beri tempat di dalam lokasi,” ungkapnya pada Bisnis Surabaya. Wayan mengklaim bahwa hampir seluruh jenis buah, baik lokal maupun impor ditransaksikan di pasar ini. Maka tak heran bila buah asal pasar ini diminati pusat-pusat perbelanjaan modern. “Mereka kulakan buah yang kualitas super atau A karena sesuai pangsa pasarnya di pasar modern. Sedangkan untuk buah kualitas B dan C banyak diminati pedagang eceran kelas bawah,” terang Wayan.

Diakui Wayan, pihaknya memang belum memperoleh ijin pengalihan fungsi bangunan yang digolongkan cagar budaya kelas c tersebut. Berdasarkan  rapat yang digelar 31 Desember 2010, telah disepakati bahwa PT Dwi budi Wijaya dipersilahkan untuk memanfaatkan lahan bekas rumah tahanan

militer itu. Dengan syarat, pihaknya harus melengkapi berbagai surat perijinan yang dibutuhkan “Kami memang belum mengantongi ijin. Sejak tahun 2010 kami sudah berusaha mengurusnya, namun berkas kami masih nyangkut di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Pemkot,” akunya.

Bangunan RTM sendiri merupakan bangunan cagar budaya kelas C yang artinya dapat diubah dengan tetap mempertahankan tampak bangunan utama. Dilanjutkan Wayan, Surat keterangan rencana kota (SKRK) diurus 19 Maret 2010, ijin cagar budaya diajukan pada Mei 2011, sedangkan PBB 24 Mei 2011. “Namun hingga hari ini tidak ada kejelasan,” lanjutnya. Terkait dengan protes warga yang terganggu akibat aktivitas pasar yang ramai sejak pukul 11 malam hing-

ga lima pagi dan aroma tidak sedap yang ditimbulkan, dimentahkan Wayan. “Warga mana yang protes? Kemarin waktu Komisi B DPRD Kota sidak, mereka lihat sendiri kenyataannya. Tidak ada bau yang ditimbulkan, bahkan ketua RW (Rukun Warga, red) III bertemu langsung dan menyampaikan 30 persen masyarakatnya bekerja di pasar buah ini,” katanya. Karena itu, pihaknya, berencana menjadikan Pasar Buah Koblen (PBK) sebagai pusat grosir buah-buah lokal dan impor kawasan

Indonesia timur. Dia menjamin artefak-artefak sejarah RTM takkan dihilangkan sebab hal itu akan menjadi kekuatan sendiri bagi PBK nantinya. “Oleh karena ini adalah cagar budaya, maka konsep pusat perkulakan Pasar Koblen nantinya akan kami kemas dalam bentuk wisata heritage. Masyarakat bisa menikmati warisan sejarah sekaligus menyaksikan transaksi grosir buah bernilai miliaran rupiah per malam,” tambah Wayan. PT DBW sendiri tercatat telah membeli lahan RTM melalui proses ruislag pada tahun 1990-an. Menurutnya, denyut perkembangan bisnis buah di pasar ini dapat dilihat dari tersedianya cold storage (ruang pendingin) yang dibangun oleh para pedagang sendiri. Terdapat 4 unit cold storage di lokasi ini untuk menampung buah-buah impor sehingga kesegaran-

nya tetap terjaga. “Nantinya setiap pedagang akan dilengkapi cold storage, dilokasi ini juga akan dibangun museum sejarah bangunan ex RTM dan penginapan bagi pedagang dari luar kota,” tambahnya. Seorang pedagang dari Bali, Komang yang sudah berdagang belasan tahun di Surabaya mendukung pembangunan pasar buah modern yang di gagas PT DBW. “Tempat ini mempermudah kami bertransaksi, karena tak hanya pedagang besar namun pedagang kecil, seperti yang membawa becak dan sepedapun membeli disini,” ungkap pedagang buah impor yang mampu mendapatkan omset hingga 400 juta rupiah permalam itu. Begitu pula dengan Wawan, pedagang buah semangka dan melon itu menyatakan senang dengan konsep yang ditawarkan PT DBW. “Sekarang saja sudah ramai, semua petani dan importer buah sudah menyetok barang ke sini. Apalagi nanti kalau menjadi pasar buah modern tentunya akan semakin ramai,” katanya. (dne)


3

EDISI 51 /TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Menunggu, RIP Tanjung Perak yang Terintegrasi Tiga Wilayah

Terkendala, Tujuh Bangkai Kapal dan Markas Militer

R

encana pengerukan kawasan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) terganjal tujuh bangkai kapal peninggalan zaman perang dunia. Keberadaan bangkai kapal itu menghambat Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Pelabuhan Tanjung Perak yang digodok Otoritas Pelabuhan (OP) III. Padahal, RIP Tanjung Perak saat ini

memasuki tahap laporan final, tinggal menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur/Jatim untuk diteruskan ke pemerintah untuk dijadikan dasar sebelum dikeluarkan Keputusan Presiden/ Keppres. Pengamat pelabuhan dari ITS, Saud Gurning, mengatakan, perlunya suatu pembenahan bila ingin melancarkan alur pengairan

di pelabuhan. Yakni harus saling mendukung satu sama lainnya untuk mewujudkan perairan alur tersebut. Meski saat ini terhambat keberadaan bangkai kapal untuk mewujudkan impian pelabuhan secara nasional itu, guna mendongkrak investor asing maupun local. ”Mereka (Otoritas Pelabuhan dan Pemerintah, red) duduk bersama agar persoalan tersebut bisa teratasi. Namun, persoalan saat ini masalah anggaran yang minim dari OP. Karena itu, faktor pembiayaan pengangkatan bangkai kapal harus dipikirkan bila tidak memiliki dana, hendaknya memberikan pada pihak swasta untuk mengelola,” Ujarnya. Hal itu, kata dia, karena demi kepentingan bersama untuk memajukan alur pelayaran barat Surabaya, yang sempat mandek dan saling menunggu antara pemerintah dengan OP. Alur APBS yang dibawahnya terdapat tujuh bangkai kapal perlu diangkat dengan biaya. Sebab pelayanan alur sangat penting. Karena bila

OP tidak memiliki anggaran, hendaknya dilimpahkan pada pihak swasta. Sebelumnya, OP III tidak memperbolehkan ada lagi perusahaan yang memiliki gudang di Rungkut dan Pasuruan. Semuanya harus memiliki gudang di kawasan Perak. Demikian juga, RIP juga harus tidak boleh ada aktivitas militer. Disinilah kendalanya RIP Pelabuhan Tanjung Perak. Ia berharap agar wacana itu tidak berhenti ditengah jalan. OP harus pro aktif untuk mengeluarkan kebijakan baru yang inovatif dalam pengembangan induk pelabuhan nasional. Salah satunya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Perlu segera mendapat penanganan agar wilayah Pelabuhan Tanjung Perak dan daerah penunjangnya seperti Gresik dan Bangkalan bisa menjadi maksimal, sebagai pintu gerbang arus logistik utama Indonesia Timur yang efisien. “Saat ini, pelaku usaha telah menerima kondisi yang ada

dengan ketidakefisienan.  Padahal bila APBS bisa direvitalisasi sesuai rencana menjadi 14 meter  dalamnya dan 200 meter lebarnya, kapal post ataupun super panamax berkapasitas 60.000100.000 GT  bisa sandar.  Inefisensi sebesar US$8-10 per ton bisa dieliminasi,” katanya. Sebelumnya Gubernur Jatim Soekarwo telah mengajukan tiga usulan infrastruktur untuk menunjang kelancaran arus logistik kepada pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan. Ketiga usulan proyek yang mesti dikerjakan itu, pertama proyek doble run-way Bandara Juanda dan revitalisasi layanan penumpang, kedua doble track jalur kereta api ruas Madiun-Surabaya serta revitalisasi APBS guna menopang RIP. Dengan konsorsium BUMNBUMD yang dipimpin Pelindo III untuk menggarap APBS yang sedikit lagi menuju RIP. Pemrov jatim beranggapan kontribusi ekspor dan impor Jatim terhadap nasional cukup tinggi. Sepanjang

2011 ini, ekspor barang dan jasa Jatim  bernilai Rp 439,9 triliun, angka tersebut mengalami pertumbuhan 17,27 persen dibandingkan tahun lalu. JikaAPBS dengan RIP terwujud, dipastikan pertumbuhan perdagangan, baik nilai maupun volumenya akan meningkat tajam. Dengan demikian, target pertumbuhan Jatim bisa mendekati double digit dalam beberapa tahun kedepan akan dapat diraih. ”Pada akhir 2012,  diharapkan pertumbuhan ekonomi Jatim bisa mencapai 7,5 persen. Apalagi bila sektor industri ini didukung oleh RIP. Sayangnya RIP, saat ini terhambat oleh bangkai kapal bekas peninggalan perang dunia, kini masih dalam penangananya solusi pembiayaan bangkai kapal itu,” kata pengamat ekonomi Unair Subagyo. Menurut dia, RIP akan menstabilkan dan kelancaran arus logistik di Jatim khusunya yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak menjadi vital, karena berdampak bagi kelancaran logistik di Ka-

Status Lahan RIP Harus Jelas Rencana induk pengembangan pelabuhan secara nasional, menjadi agenda utama Otoritas Pelabuhan III. Sedikitnya, ada lima pelabuhan yang sedang menggarap RIP termasuk Pelabuhan Tanjung Perak. Bila tidak ada penghambat, kawasan Tanjung Perak akan memiliki rencana induk pelabuhan (RIP) yang terintegrasi dengan tiga wilayah. Yakni, Gresik, Surabaya dan Madura. Meski sejak 2006 lalu kawasan pelabuhan telah memiliki rencana induk pengembangan pelabuhan. Informasi Bisnis Surabaya, bahwa RIP Tanjung Perak yang baru segera terealisasi, saat ini sudah mencapai final review report yang telah masuk di Pemprov Jatim untuk dikaji. Namun, buttom up RIP tersebut akan dipadukan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang ada di Jatim untuk disinergikan, guna mencapai induk pelabuhan nasional. Anggota  Komisi D DPRD Jatim, Nizar Zahro, mengatakan keberadaan RIP Tanjung Perak ini didedikasikan menjadi penyemangat agar Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam mengembangkan ka-

wasan sekitar kaki jembatan Surabaya-Madura itu. “Sehingga, pengembangan kawasan pelabuhan Tanjung Perak dalam bentuk RIP jelas akan terintegrasi dengan pengembangan wilayah Suramadu. Meski, semua rencana jelas masuk dalam RTRW Jatim,” katanya. Menurut dia, RIP jelas akan mendorong BPWS. Untuk itu RIP diharapkan segera bekerja lebih keras agar dapat terealisasi. Nizar, berharap semua pihak dapat menjadikan RIP sebagai momentum untuk menggaet investor. Karena produk kebijakan itu bisa memberikan kepastian hukum untuk proses investasi. Walaupun RIP seperti blue print untuk kawasan pelabuhan, dan telah disyahkan sebagai kebijakan akan sangat membantu untuk mem-push arus investasi. Khususnya di Madura. Ini jelas akan berdampak pada proses pembangunan daerah dan kesejahteraan. “Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, secara integratif akan dikembangkan yang akan mencakup Kota Surabaya, Kab Gresik dan Kab Bangkalan,” katanya. Bahkan, kata dia, Gubernur Jatim

Soekarwo, telah memberikan rekomendasi rancangan RIP tersebut dan kini sudah dibahas dalam bentuk final review report. ‘’Jadi hampir dipastikan semuanya clear,’’ tambah Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan III Tanjung Perak, I Nyoman Gde Saputra. Terlebih, Kab Gresik telah menetapkan wilayah utaranya sebagai kawasan penunjang industri maritim. Mengingat Bangkalan sendiri ada proyek Kota Pelabuhan MISI [Madura Industrial Seaport City] di Socah dan pelabuhan skala besar di Tanjung Bulu Pandan, Kecamatan Arosbaya. Pengamat pelabuhan, Saud Gurning, mengatakan pengembangan pelabuhan seyogyanya dilakukan di kawasan Lamongan dan Tuban yang lebih mengembangkan otoritas tersebut. Sebab, kawasan itu lebih mendukung bila dibanding kedua ka-

wasan, Gresik dan Madura. “Yang terpenting RIP tidak hanya indah diatas kertas saja, Otoritas pelabuhan harus pro aktif mencanangkan induk pelabuhan ini secara aktion harus didukung banyak pihak,” katanya Ia menambahkan, selama ini keberadaan lahan dari pelabuhan, hingga kini masih belum jelas keberadaan. Terutama, lahan pengairannya, apakah milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang masih menjadi perdebatan. Mestinya, kata dia pengembangan itu dilakukan di Lamongan dan Tuban karena ekspansi lebih tinggi bila dibandingkan dengan dua daerah yakni Madura dan Gresik. Sedangkan dua tahun terakhir ini di wilayah Lamongan dan Tuban potensi curah cargo lebih tinggi ekpansinya. Ia berharap, asumtif pengembangan jangan isa-

wasan Indonesia Timur. “Apabila distribusi barang dari Jatim terganggu, dampaknya akan ada kenaikan harga di daerah lain. Sebagai contoh, Kaltim, NTT dan NTB yang mengimpor berbagai keperluan masyarakatnya dari Jatim,” tambahnya. Ketua Umum Indonesian National Ships-owner Association (INSA) Cabang Surabaya Steven H. Lasawengen, menyatakan, sangat berkepentingan mendorong agar APBS bisa menopang RIP. Baik diperdalam maupun diperlebar dengan induk Pelabuhan Tanjung Perak guna mendongkrak distribusi pelabuhan ini. “Saat ini, tinggal goodwill pemerintah pusat untuk merealisasikan. Pelaku usaha khususnya operator pelayaran, merasa keterbatasan APBS bangkai kapal ini menghambat kenyamanan sektor usaha pelayaran termasuk pelaku usaha perdagangan. Bila kapal petikemas skala besar bisa masuk Perak otomatis akan berdampak positif bagi Jatim,” jelasnya.(ton)

pan belaka. Sebab kejelasan status lahan masih ngambang alias tidak jelas. Selama ini status lahan di OP masih menjadi perdebatan sengit. Apakah lahan itu dikuasai oleh perorangan, kelompok, pemerintah (Angkata Laut) atau mungkin negara/pemerintah yang menguasai lahan itu. “Bila ingin menarik investor yang terpenting saat ini RIP harus jelas terlebih dulu mengenai status lahannya. Investor tidak akan bisa minat bila status lahan belum jelas,” ujarnya. OP perlu mengadobsi wiyah-wilayah yang mampu berpotensi tinggi untuk mendulang investasi baik nasional bahkan internasional. Ia berharap OP setelah merealisasikan RIP hendaknya tidak berdiam diri. Melainkan, giat melakukan terobosan inovatif baru menyoal prioritas perkembangan untuk pelabuhan ini. “Ketidakpastian ini terjadi, karena tidak adanya komunikasi yang baik antara otoritas pelabuhan dengan pemerintah selama ini yang terkesan saling menunggu. Harus aktif memberikan kebijakan baru untuk mengembangkan pelabuhan di jatim ini,” pangkasnya.(ton)

Kolom Surabaya TV

Sindikat Mobil Rental

  Tim buru sergap/Buser Polres Pelabuhan Tanjung Perak, membongkar sindikat penggelapan mobil rental, yang beroperasi di Jawa Timur/Jatim dan Jawa Tengah/Jateng. Dari tangan pelaku tim buser mengamankan sembilan unit mobil rental berbagai merek. Penggelapan ini merupakan modus baru pencurian mobil yang dilakukan pelaku untuk menghindari hukuman berat, jika pelaku melakukan pencurian langsung, dengan cara merusak atau merampas mobil. Sembilan tersangka pelaku penggelapan mobil rental ini,

berhasil dibekuk tim buser Polres Pelabuhan Tanjung Perak, saat hendak menjual mobil keluar Surabaya, melalui pelabuhan tersebut. Dalam operasinya, pelaku meminjam mobil dari berbagai rental di luar Surabaya. Kemudian menjual mobil-mobil tersebut seharga Rp 25 juta hingga Rp 35 juta. Kepada calon pembelinya, pelaku mengaku mobil tersebut dijual dengan STNK saja. Pelaku beralasan BPKB masih dianggunkan untuk meyakinkan korbannya. Kasus ini merupakan modus

baru para pelaku pencurian mobil untuk menghindari hukuman berat. Pasalnya, sanksi penggelapan lebih ringan jika dibandingkan dengan pencurian dengan cara merusak atau merampas langsung. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo, mengatakan, polisi masih mengembangkan kasus ini. Mengingat sindikat ini telah beroperasi disekitar wilayah Jateng dan Jatim. Bahkan, hasil kejahatan pelaku diperkirakan lebih dari 40 unit mobil rental digelapkan. (bona)

ingan peyelenggaraan pelabuhan dan memberikan pedoman bagi pembangunan dan pengembangan pelabuhan. Penyelenggara pelabuhan wajib menyusun RIP di lokasi yang telah ditetapkan. R I P Gresik cu-

TOW  lumpuh Alur transportasi yang ada di Terminal Osowilangon/TOW lumpuh. Beberapa hari ini terakhir, TOW diduduki sopir bus antar kota antar propinsi/AKAP yang memarkir busnya berjajar di jalan keluar. Sehingga, jalan keluar bus terblokir. Tidak adanya aktifitas ini disebabkan semua bus memilih mogok hingga tuntutan dipenuhi.  Situasi TOW lumpuh, tanpa aktifitas menarik penumpang. Hal ini juga terjadi pada bus antar kota dalam propinsi/AKDP yang juga  memutuskan tidak beroperasi. Penyebabnya, karena banyaknya penumpang kesusahan mendapatkan angkutan, Sementara angkutan yang ada hanya angkot atau minibus yang tarifnya naik hingga tiga kali lipat.  Salah satu sopir bus, Hasan, mengatakan,

mogok yang dilakukan teman-temannya ini merupakan buntut dari ngototnya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang mengharuskan  bus lintas utara tetap masuk TOW sesuai surat dari Dirjen Perhubungan Darat per 1 Mei lalu.  Mulai 1 Mei lalu, semua bus lintas utara harus dan wajib masuk TOW. Peraturan tersebut tidak ditaati sopir bus lintas utara dengan alasan sarana dan prasarananya tidak memadai. Sebelum sarana dan prasarana dibenahi, para sopir lintas utara minta agar dimasukkan ke Terminal Purabaya. Sebagai bentuk protes, mereka menduduki TOW sejak 1 Mei lalu, kemarin. akibatnya para penumpang yang ingin bepergian kearah barat lewat Pantura seperti Tuban dan Bojonegoro menjadi keleleran karena tidak terlayani. (bona)

Kepala kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik menilai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sangat penting. Dengan adanya RIP, pembangunan yang berhubungan dengan kepelabuhanan akan tertata, dan tidak tumpang tindih. “Jadi investor tidak bisa bangun pelabuhan seenaknya, namun harus melihat RIP,” kata Kepala kantor Adpel Gresik,

Abdul Azis. Investor harus melihat peruntukan di kawasan yang diperbolehkan mendirikan bangunan fisik. Dan harus mengetahui kawasan yang tidak diperbolehkan. Menurut dia, penyusunan RIP sangat penting dan didasari pada UU 17/2008 tentang Pelayaran dan PP 61/2009 tentang Kepelabuhanan. Kedua peraturan ini mengatur untuk kepent-

kup luas, mulai dari muara Kali Lamong ke barat sampai Ujung Pangkah, dan sampai utara Karang Jamuang. Luasnya tertuang dalam Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) yang telah ditetapkan oleh SK Bersama Kemendagri dan Kemenhub no.169/1996 dan KM 63/1996. “Jadi wilayah Gresik lebih luas daripada Surabaya,” tambah bapak alumni

perkapalan ITS ini. Karena lumayan luas jajarannya, ia mengharap daerah lingkungan kepentingannya aman dan bebas dari hambatan. Dia menghimbau agar pihak terkait yang memiliki pipa di alur pelayaran segera membenahi. Karena sangat membahayakan draft kapal yang akan masuk ke pelabuhan Gresik dan juga Tanjung Perak. “Sebab kapal-kapal besar yang masuk ke Gresik lumayan banyak walau tidak sandar di pelabuhan umum tapi di dermaga khusus milik beberapa perusahaan,” paparnya. Di Gresik ada delapan Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Maspion, PT Smelting, PT Pertamina Aspal, PJB,DABN, PT Semen Gresik dan PT Wilmar Nabati. Kapal berbobot besar yang ke Gresik sering sandar di dermaga Petrokimia. Secara umum arus kunjungan kapal ke pelabuhan kota pudak ini lumayan ramai mencapai rata-rata 600 unit/ bulan. Jumlah ini meliputi kapal barang, kapal penumpang, tongkang batubara dan log serta curah. Dan sandar kapal tersebar di pelabuhan umun dan dermaga DUKS. (sam)


PENDIDIKAN EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Resensi Buku

Asisten Kepmenpora P Kunjungi Pasar Seni

4

Tessie Setiabudi dan Joshua Maruta

Mengupayakan Mulia di Saat Tua

Surabaya, BS - Ternyata Kementrian Olah Raga dan Kepemudaan tak hanya berfokus pada kegiatan olah raga, namun juga dalam berkesenian khususnya seni lukis. Dalam kunjungannya Asisten Deputi Bidang Pengembangan Penghargaan dan Promosi Kemenpora, Yuni Poerwanti, hari Rabu (9/5) mengungkapkan seni lukis punya potensi besar sehingga para pemuda yang berminat terhadap seni lukis perlu diasah terus untuk meningkatkan kwalitas karya mereka sambil memperkaya pengalaman. “Kehadiran para pemuda itu amat positif, mereka bisa berhadapan langsung dengan pasar. Ini pengalaman luar biasa untuk mereka,” kata Yuni di area Pasar Seni Lukis Indonesia 2012 di komplek Balai Pemuda, Surabaya Di tengah Pasar Seni Lukis Indonesia yang berlangsung tanggal 4 s/d 14 Mei 2012, Kemenpora mengundang 10 pemuda yang tahun lalu, bersama 90 pemuda lainnya dari seluruh Jawa Timur mengikuti workshop seni lukis untuk pemuda, yang juga digelar Kemenpora. Kesepuluh pemuda itu menampilkan karya-karya mereka di tengah-tengah karya para senior, untuk ditawarkan kepada masyarakat. Menurut Yuni Poerwanti, dengan tampilnya para pemuda itu bersama

Seni Lukis - salah seorang pengunjung sedang mengamati hasil karya seni lukis.

para pelukis yang lebih senior, maka mereka bisa belajar. “Mereka tampil bukan hanya untuk apresiasi, tapi juga untuk belajar. Kalau lukisan mereka akhirnya dibeli orang, mereka pasti akan terpacu untuk meningkatkan ke-

mampuan,” kaya Yuni yang didampingi Kabid Penghargaan Kepemudaan Samsudin dan Kabid Promosi Pemuda dan Olahraga Alman Hudri. Sementara itu Menteri BUMN Dahlan Iskan yang membuka PSLI

2012 menyarankan pimpinan BUMN juga meninjau PSLI 2012 untuk mendapatkan “oase” seperti yang dirasakan dirinya sehingga rasa penat menjadi hilang dengan menyaksikan dan mengoleksi lukisan yang ada. (dne)

Korban Lalin 80 Persen Mahasiswa

Surabaya, BS - Kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh utama masyarakat di Tanah Air. Ironisnya, 80 persen korbannya pengendara di usia 18-25 tahun yang sebagian besar adalah mahasiswa. Hal sangat mengkhawatirkan karena Indonesia terancam kekurangan penerus bangsa, karena angka lalu lintas di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal itu diungkapkan oleh Prof Haryo Sulistyarso, pakar transportasi yang juga dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang meneliti trend angka kecelakaan di jalan raya. Meskipun saat ini angka kecelakaan roda empat terlihat lebih besar, tetapi angka kematian akibat kecelakaan 80 persen adalah pengendara sepeda motor.  “Korbannya banyak juga yang mahasiswa kami, karena ITS juga berada tepat di jalan raya. Bahkan kami terpikir untuk menutup jalan raya yang ada di dalam kawasan kampus itu, tetapi tentunya itu bukan solusi yang terbaik,” ujar Haryo dalam seminar Sinergi Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Melalui Program Kemitraan yang digelar oleh Jasa Raharja, di gedung SCC kampus ITS, Rabu (9/5/2012). Melihat banyaknya trend mahasiswa yang jadi korban ini membuat Jasa Raharja semakin gencar untuk melakukan roadshow diberbagai kampus, usai di Universitas Katolik Universitas Widya Mandala Surabaya, hari ini giliran kampus ITS yang mendapatkan kesempatan. Menurut H Etang Edward Robani SE MM, Kepala Cabang Jasa Raharja Jatim, roadshow ke

Dialog - narasumber saat memberi pemaparan di depan mahasiswa.

kampus-kampus mampu memberikan wawasan dan pendidikan langsung pada generasi muda tentang perlunya menjaga keselamatan diri mereka. Dan ternyata roadshow yang lakukan secara kontiniu itu ternyata mampu menekan sedikit angka kecelakaan di Jatim. Dari catatan Jasa Raharja Cabang Jatim mencatat hingga akhir April tahun ini santunan yang mereka berikan hanya sekitar Rp 79,4 Miliar, angka ini menurun cukup besar dibandingkan di periode yang sama di tahun 2011 lalu yang mencapai Rp 87,1 Miliar. Dengan rincian total pembayaran santunan untuk korban meninggal sebesar Rp 45,5 Miliar sedangkan April tahun 2011 lalu total santunan yang dibayarkan untuk kematian adalah Rp 49,9 Miliar. Meskipun angka santunan menu-

Surat Pembaca ..

Bu Wali Jalanan ke Mall Macet Tu…! Kemacetan di Surabaya memang sungguh aneh, dibanyak kota besar kemacetan kerap terjadi dihari-hari dan jam kerja, namun di Surabaya kemacetan justru terlihat pada malam hari di akhir pekan, hebatnya lagi kemacetan yang terjadi itu ada pada jalan-jalan yang menuju kepusat perbelanjaan atau mall-mall di Surabaya sehingga aktifitas yang lainnya ikut tersendat. Apalagi bulan ini kota Surabaya dalam rangka

run tetapi kecelakaan lalu lintas tetap besar, setiap harinya kini ada 1 nyawa melayang di jalan raya, karena hingga akhir April sudah ada 132 orang yang meninggal. Hal itu juga dibenarkan oleh AKP Abdul Kadir, Kanit Laka Lantas, Dirlantas Polda Jatim, saat menjadi pembicara dalam acara seminar itu. Dimana pengendara yang paling beresiko memang pengendara roda dua karena berhadapan langsung dengan aspal saat terjatuh. Sehingga wajar jika kecelakaan yang berakibat fatal banyak terjadi pada pengendara kendaraan roda dua. “Apalagi kesadaran hukum orang Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain, sehingga kejadian kecelakaan terus semakin meningkat,” jelas Kadir dihadapan ratusan mahasiswa ITS. Hal itu juga diamini oleh Sumar-

menyambut hari jadinya dengan menggelar Surabaya Shoping Festifal yang di gelar di mall-mall dikota Surabaya sehingga semakin menambah kemacetan pada ruas-ruas jalan yang mengarah ke mall-mall. Coba saja kita lihat di jalan Darmo Bouleverd yang mengarah ke dua mall besar yakni PTC/Supermall dan Lenmarc, kemudian di jalan hayam wuruk untuk mall Sutos, serta jalan sekitar Royal Plaza. Mohon kepada ibu walikota dan instansi terkait untuk segera mengatasi kemacetan tersebut sehing-

sono, Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim, yang melihat hampir 80 persen kecelakaan terjadi di jalan raya yang padat penduduk. Hal itu sebenarnya bisa ditekan jika pengendara mau mematuhi rambu lalu lintas, dimana  aturannya sepeda didalam kota tak boleh lebih dari 40 Km per jam. “Sayangnya, saat ini masih banyak pengendara yang tahu rambu jalan tetapi tak melaksanakannya. Akibatnya, lihat saja sekarang banyak spanduk khusus berkendara yang bertebaran sehingga memadati ruasruas jalan, banyaknya spanduk ini pun ternyata tak membuat pengendara ingat untuk mengurangi kecepatannya. Ini Pekerjaan Rumah (PR) yang besar bagi kami, disamping harus mengedukasi para sopir dan pengusaha oto bus juga,” tandasnya.(bay)

ensiun Gaul, membaca judul artikel tersebut, banyak yang bertanyatanya, apakah orang yang telah Pensiun masih dapat dikategorikan sebagai orang yang gaul? Kata gaul di sini ternyata memiliki makna gaya hidup sehat dan bahagia, aktifitasnya bermanfaat, uangnya banyak dan lupanya sedikit. Bagaimana caranya? Tessie Setiabudi dan Joshua Maruta dalam bukunya yang berjudul Pensiun Gaul mengungkapkan tujuh langkah jitu mempersiapkan PHK, VRP atau Pensiun.Yang pertama adalah menyiapkan prapurnabakti secara positif. Yaitu mengubah paradigma, mengenal cara kerja otak dan mengevaluasi perjalanan spiritual. Kedua menjalani hidup sehat dan bahagia, melibatkan keluarga sejak masa transisi. Ketiga menentukan pilihan karir, kempat mengelola uang secara bijak, kelima mengenal kendaraan investasi, keenam bisnis internet sebagai salah satu pendapatan dan terakhir meninggalkan warisan yang baik. Dari ketujuhnya diterangkan, mengelola keuangan secara bijak merupakan poin yang cukup penting. Bagaimana menghilangkan konsep yang salah tentang uang, cara mengelola finansial tiap bulan dan gaya hidup dibahas gamblang dalam buku ini. Yang terpenting adalah mengetahui rapot finansial kita.

Nah, bagi Anda yang mau menikmati Pensiun Gaul, maka sekaranglah saat yang tepat harus memulai, bukan nanti atau esok. Dijelaskan rata-rata orang Indonesia akan menabung kalau ada uang lebih. Dan anehnya, sangat jarang sekali mereka memiliki uang lebih. Dan akibatnya, merekapun jarang menabung. Jadi, kapankah sebenarnya waktu yang tepat untuk menabung? Jawabnya adalah ketika pertama kali anda menerima uang. Seharusnya, anda sudah membuat rencana untuk menyisihkan beberapa persen pendapatan untuk menabung. (dne)

Jalur Tulis, Bebas Pilih Prodi

Juga Boleh Lintas Wilayah PTN

Surabaya, BS - Pendaftar seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur tulis yang dibuka 10 Mei lalu diberi kebebasan memilih program studi secara lintas wilayah PTN se-Indonesia. Hal tersebut diungkap Ketua Panitia Lokal 50 SNMPTN Surabaya Prof Achmad Syahrani Apt. “Kalau memilih satu prodi, maka pendaftar boleh memilih PTN manapun se-Indonesia, meski dia dari wilayah III (Surabaya), tapi kalau dia memilih lebih dari satu prodi, maka salah satu pilihan harus dari prodi di wilayah setempat,” ungkapnya.Didampingi Koordinator Bidang Humas Panitia Lokal 50 SNMPTN Surabaya Prof Imam Mustofa, Wakil Rektor I Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menjelaskan koordinator pelaksana SNMPTN dibagi empat wilayah. “Wilayah I adalah Sumatera, Wilayah II adalah Jakarta, Jabar, Banten, dan Kalimantan Barat, Wilayah III adalah Jateng, Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, serta Wilayah IV adalah Sulawesi dan Indonesia Timur,” katanya. PTN di Jatim masuk dalam Wilayah III. “Jadi, kalau pendaftar hanya memilih satu prodi, maka dia bisa memilih PTN dari seluruh wilayah, tapi kalau dia memilih 2-3 prodi, maka salah satu prodi harus dari Wilayah III,” terang Achmad Syahrani. Achmad Syahrani mengatakan pendaftar yang memilih jurusan IPA saja atau IPS saja bisa memilih maksimal dua prodi, sedangkan pendaftar yang memilih jurusan IPC (campuran atau IPA dan IPS) bisa memilih maksimal tiga prodi. “Untuk Lokal 50/Surabaya sendiri meliputi lima PTN yakni Unair, ITS, Unesa, Universitas Trunojoyo Madura, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya, tapi pendaftar bisa mendaftar secara online. Kalau ada yang tidak paham bisa datang ke Sekretariat SNMPTN Lokal 50/Surabaya di Gedung Serbaguna (GSG) Unair,” lanjutnya. Dijelaskan pendaftar bisa membayar ke Bank Mandiri yakni Rp150 ribu untuk pendaftar IPA/IPS saja dan Rp175 ribu untuk pendaftar IPC (IPA dan IPS), namun pendaftar prodi olahraga dan kesenian harus menambah biaya Rp150 ribu untuk ujian ketrampilan.’ “Nanti, petugas Bank Mandiri akan memberikan KAP (kode akses pendaftaran) dan pin untuk memulai pendaftaran secara online. Semua dokumen yang dimasukkan dalam pendaftaran secara online itu harus dibawa saat ujian tulis pada 12-13 Juni mendatang untuk verifikasi,” katanya. Pendaftaran dibuka mulai 10 Mei 2012 pukul 08.00 WIB hingga 31 Mei 2012 pukul 22.00 WIB. Ujian tertulis akan dilaksanakan pada 12-13 Juni 2012 dan ujian ketrampilan pada 14-15 Juni 2012. Sedangkan hasil ujian akan diumumkan pada 7 Juli pukul 19.00 WIB. Pada 2011 lalu, panitia lokal SNMPTN wilayah Surabaya menerima 30 ribuan pendaftar. Di Unair, jalur ujian tertulis mendapat jatah 20 persen atau 942 orang dari total daya tampung sebanyak 4.710 mahasiswa. (dne)

ga kota Surabaya semakin baik dalam menyambut usianya yang ke 719 nanti.

Hadi MN - Surabaya

Pembatas Jalan Jebol, Sengaja Dibiarkan atau Bagaimana? Keselamatan para pengguna jalan khususnya dijalan GunungSari bisa terancam, soalnya pembatas jalan yang berupa pagar dari besi dan beton untuk batas antara jalan dan kali sisi kiri atau sungai depan

Redaksi Bisnis Surabaya menerima kiriman pengaduan dari pembaca terkait masalah pelayanan publik, keluhan-keluhan dari masyarakat baik dari institusi pemerintah/Swasta. Baik melalui post maupun e-mail dengan disertai fotocopy identitas dan alamat yang lengkap.

Ukuran : 13.5 x 20 cm Tebal : 228 halaman Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Cover : Softcover

Jogoloyo jebol sehingga jika pengendara hilang kendali bisa langsung masuk ke sungai. Jika saya perhatikan jebolnya pembatas jalan itu sudah sangat lama, namun hingga kini belum ada perbaikan, sedangkan waktu itu pipa PDAM yang berjarak sekitar 500 M dari titik jembatan yang jebol, Ibu Walikota langsung datang untuk melihat. Apa sengaja dibiarkan begitu atau bagaimana? Mohon pada instansi terkait untuk segera memperbaiki sehingga pengendara tidak miris melihatnya.

Risky - Surabaya

Kirim ke Redaksi Mingguan Bisnis Surabaya d/a Ruko Permata Darmo Bintoro kav 22 – 23 Jln. Ketampon Surabaya. Fax (031) 5675240 atau editor_bisnis@yahoo.co.id

Pemimpim umum : ABG Satria Naradha, Penanggungjawab : Suryawan, Pemimpin Perusahaan : Nyoman Sudapet, Redaktur Pelaksana : Bambang Wiliarto, Redaktur : Edy Joko Pranoto, Sekretaris Redaksi : Suci Laraswati, Anggota Redaksi : Antonius Andhika, Bayu Murti, Dinie Pravita MD., Diyah Khoirunnisa, Iskandar Pribowo, M. Nafan Hadi, Putri Rahayu, Prawita Hutajulu, Gresik : Samudera Ghozuwan, Sidoarjo : Rino Tutuko, Malang : Teguh Windarto, Iklan/Marketing : Noor NH, Andika Purnomo, Sirkulasi : Kasnoto, Desain Grafis : Iwan Budi Hartanto, M. Hadi Widjaja, Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi : Permata Darmo Bintoro 22 -23 Jalan Ketampon Surabaya, Telp. 031 5668432, 5633456. Fax. 031 5675240. Email : editor_bisnis@yahoo.co.id, Perwakilan : Jalan Kepiting 100 X , Telp.0333 1417578 Banyuwangi, Jalan Kepundung 67 A, Telp. 0361 225764, 225765. Fax. 0361 227418 Denpasar, Jalan Palmerah Barat 21 F, Telp. 021 5357602. Fax. 021 5357605 Jakarta. Penerbit PT Tarukan Media Dharma. Iklan Peluang Emas Tarif Iklan Mini/Baris : Rp 11.000 (30 Karakter) minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Iklan Display B/W : Rp 10.000/mmk, Iklan Display Full Colour : Rp 15.000/mmk, Advertorial B/W : Rp 5.000/ mmk, Advertorial Colour : Rp 10.000/mmk, Iklan Keluarga/Sosial : Rp 5.000/mmk. Informasi dan Pemasangan Iklan Hubungi : 031 5668432/5633456, Fax. 031 5675240 • WARTAWAN BISNIS SURABAYA SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL , DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER


JAWA TIMUR EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

5

Triwulan I, Ekonomi Tumbuh Signifikan Sementara sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan 6,27 persen dan memberikan sumbangan sebesar 1,55 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan terendah sebesar 2,25 persen berkontribusi sebesar 0,39 persen. Struktur ekonomi Jatim di awal tahun 2012 tidak menga-

Surabaya, BS - Pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan I tahun 2012 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Mencapai mencapai 7,19 persen, dengan Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan Atas Harga Dasar Berlaku (AHDB) Rp 237,324 triliun.

K

endati laju pertumbuhannya sama dengan triwulan I 2011, tapi itu masih lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 6,3 persen.Jika dihitung secara quartal to quartal (q-to-q) terhadap triwulan IV 2011, ekonomi Jatim tumbuh 2,19 persen dan semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan negatif. Hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif, 52,34 persen. “Gejolak harga akibat rencana pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. Akibatnya, meski BBM tidak jadi naik, namun harga semua komoditas telanjur naik sekitar 10-20

persen,” ungkap  Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur (Jatim) Irlan Indrocahyo. Kencangnya laju pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu pertumbuhan positif di seluruh sektor menurut lapangan usaha yang ada. “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 13,01 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 10,18 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 9,69 persen, sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh 8,08 persen dan sektor pertanian mengalami pertumbuhan terendah sebesar 2,25 persen,” papar Irlan. Selain mengalami pertumbuhan tertinggi, beberapa sektor tersebut menjadi penyumbang

terbesar, sektor pengangkutan dan komunikasi berkontribusi sebesar 0,90 persen, konstruksi berkontribusi 0,30 persen, perdagangan hotel dan restoran sebesar 2,99 persen. “Sektor perdagangan masih tetap memberikan kontribusi terbesar, artinya hampir 40 persen pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran,” tegasnya.

Nakhoda Baru Organda Pelabuhan Gresik

paling banyak yaitu 97 suara, disusul Mulyono 13 suara dari total 110 suara anggota. Dalam kepengurusan periode sebelumnya Yasak duduk di koordinator seksi sosial dan Mulyono duduk sebagai sekretaris. Lebih lanjut Yasak memaparkan program kerja kedepan pihaknya terus melanjutkan program-program yang telah dirintis ketua lama. Juga lebih meningkatkan kegiatan sosial untuk anggota yang terkena musibah sakit atau yang meninggal. “ Kami juga ingin mengusahakan peremajaan armada-armada tua yang masih banyak dimiliki anggota,” tekad bapak asli dari Mojopuro Bungah Gresik ini. Armada truk yang ada di pelabuhan Gresik memang

sebagian tergolong berumur tua. Armada-armada ini melayani tujuan pengiriman barang cukup bervariatif, dari jarak terdekat ke sekitar daerah Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto dan yang sampai cukup jauh yaitu ke Semarang dan Bali. “Tapi dari semua tujuan yang ada 50 persennya tujuan ke Surabaya,” tambahnya. Sementara dari kantor Adpel Gresik yang diwakili Bukron menekankan pentingnya peremajaan armada angkutan ini. Pihaknya sering menemukan insiden di jalan raya Gresik –Surabaya seperti truk mogok atau terguling dialami truk-truk yang umurnya sudah tua. “Mohon pengurus baru turut memperhatikan faktor inilah, sehingga keselamatan di jalan lebih terjamin,” pesan Bukron. Saat ini total armada yang beroperasi di pelabuhan Gresik sekitar 250 truk terdiri dari truk biasa, engkel dan tronton. Dari jumlah tersebut 80 persen merupakan pemilik sekaligus juga merangkap sebagai sopir. (sam)

SPN DJP Jatim I Direlaunching Surabaya, BS - Direktorat Jenderal Pajak/DJP Jawa Timur I menerima pelaporan kewajiban pajak dari 264.792 orang di kawasan kerjanya per 30 April 2012 . Kepala Kantor Wilayah DJP Jatim I, Suharno menjelaskan pihaknya juga menerima pelaporan kewajiban pajak dari SPT Badan sebanyak 26.200. “Jumlah Wajib Pajak/WP Badan mencapai 57.474 perusahaan sedangkan jumlah WP Orang Pribadi di wilayah DJP Jatim I sebanyak 381.434 orang,” jelasnya. Selasa (02/05) lalu DJP Jatim I  re-launching Sensus Pajak Nasional/SPN. Agenda “re-launching” SPN tersebut, direalisasikan secara serentak pada hari dan jam yang sama di seluruh Indonesia guna menginformasikan kepada masyarakat tentang dimulainya kembali SPN. Suharno optimistis SPN meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat maupun pemangku

kepentingan sehingga bermuara mewujudkan Tri Dharma Perpajakan. “Dengan cara ini, kami ingin seluruh Wajib Pajak terdaftar, semua objek pajak dikenakan pajak, pelaksanaan kewajiban perpajakan dilaksanakan tepat waktu, dan tepat jumlah,” katanya. “Re-launching” Sensus Pajak Nasional tahun 2012, menandai dimulainya Sensus Pajak tahap kedua dan bertempat di Kanwil DJP JawaTimur I. SPN merupakan amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang termuat dalam Pidato Kenegaraan tanggal 16 Agustus 2011 atau saat penyampaian Nota Keuangan dan RUU APBN Tahun Anggaran 2012. “Upaya itu sekaligus untuk mengamankan sasaran penerimaan perpajakan termasuk melaksanakan reformasi peraturan undang-undang perpajakan. Bahkan, mengoptimalkan

74,60 persen. “Namun, ada enam sektor yang mengalami penurunan kontribusi, yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, sektor listrik gas dan air bersih, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa,” ujarnya. Adapun pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan I/2012 dibanding tri-

wulan IV/2011 mengalami pertumbuhan sebesar 2,19 persen. Kondisi ini juga lebih tinggi dari rerata nasional yang hanya mencapai 1,4 persen. “Pertumbuhan ini menunjukkan trend yang baik, dengan pertumbuhan ini, setidaknya target pertumbuhan ekonomi yang digadang-gadang Pemprov Jatim yakni 7,5 persen tahun ini bisa tercapai,” lanjut  Irlan. (dne)

Pengangguran Terbuka Turun Tipis

Haji Yasak

Gresik, BS - Roda kepemimpinan Organda Pelabuhan Gresik berputar lagi. Kali ini Haji Muhammad Yasak terpilih menjadi orang nomor satu di organisasi yang bergerak dibidang angkutan darat khususnya armada truk yang sehari-harinya beroperasi dari dan ke pelabuhan kota pudak itu. “Saya akan berusaha sekuat tenaga memperjuangkan aspirasi anggota mas, karena ini merupakan amanah anggota,” ucap Haji Muhammad Yasak Ketua Kelompok Kerja Unit (KKU) Organda pelabuhan Gresik usai acara pengukuhan pengurus baru periode 2012 – 2015 di gedung terminal penumpang pelabuhan Gresik Selasa lalu. Yasak mengggantikan Yoyok Anwari yang telah menjabat dua kali periode kepemimpinan sebelumnya. Dalam proses pemilihan ketua baru yang dilaksanakan seminggu sebelumnya itu muncul 2 kandidat Yasak dan Mulyono. Nama Yasak mengantongi suara

lami perubahan yang berarti dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Ada tiga sektor terbesar yang masih mendominasi, yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor industri pengolahan serta sektor pertanian. Sampai triwulan I/2012, ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,65 persen, naik dibanding 2011 di periode yang sama sebesar

penggalian potensi perpajakan,” terang Suharno. Di sisi lain, SPN merupakan program ekstensifikasi perpajakan yang dilakukan secara proaktif yaitu petugas pajak mendatangi subjek pajak secara langsung di lokasi, tempat usaha, dan atau tempat tinggal WP. Ke depan, langkah ini memudahkan pendataan kondisi umum tentang WP termasuk pemenuhan kewajiban perpajakannya, imbauan, dan penyuluhan tentang tata cara membayar dan melaporkan pajaknya. “Hasil dari kegiatan SPN akan melengkapi database tentang profil WP dan bermanfaat bagi DJP untuk meningkatkan kepatuhan kewajiban bayar pajak baik orang pribadi maupun badan usaha yang telah mampu membayar pajak,” tandas Suharno. (dne)

Sementara itu, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sepanjang triwulan I/2012 sedikit mengalami penurunan. Pada Februari 1012 mencapai 4,14 persen, turun dari TPT Agustus 2011 sebesar 4,16 persen atau turun sebesar 0,02 persen. Total angkatan kerja di wilayah Jatim mencapai 19,831 juta orang, naik dari Agustus 2011 yang mencapai 19,761 juta tenaga kerja. Kepala Badan Pusat statis-

tik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo, menjelaskan dari jumlah tersebut, yang sudah bekerja di berbagai sektor mencapai 19,021 juta tenaga kerja. Sementara sisanya sebesar 819.460 orang masih belum bekerja alias menjadi pengangguran. Jumlah pengangguran tersebut turun tipis dari posisi Agustus 2011 yang mencapai 821.546 orang. “Penurunan pengangguran ini lebih banyak dipengaruhi oleh adanya panen raya. Karena

panen raya menyebabkan tenaga kerja di sektor pertanian mampu memberikan kontribusi lebih besar,” jelasnya. Pada Februari 2012 tenaga kerja di sektor pertanian mencapai 7,683 juta atau sekitar 40,41 persen dari total tenaga kerja di Jatim yang mencapai 19,012 juta. Sementara kontribusi terbesar kedua adalah sektor perdagangan yang mampu menyerak sekitar 3,869 juta tenaga kerja atau sekitar 20,36 persen.

“Untuk industri pengolahan dan jasa kemasyarakatan masing-masing menyerap sekitar 2,591 juta tenaga kerja dan 2,659 juta tenaga kerja. Disusul tenaga kerja di sektor konstruksi yang mencapai 1,036 juta, turun dari Agustus tahun lalu yang mencapai sebesar 1,158 juta. Penyerapan tenaga kerja terendah adalah sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi,” papar Irlan. (dne)

Pengentasan Nelayan Ditiru Daerah Lain Gresik, BS - Untuk kali kesekian kabupaten Gresik dijadikan guru oleh kabupaten lain yang ingin menimba ilmu, Kali ini soal penanganan nelayan yang dinilai sebagian pihak cukup berhasil dan dapat diaplikasikan di daerah lain yang juga memiliki daerah pesisir. Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pemerintah kabupaten Gresik mendata nelayan yang belum sejahtera untuk kemudian dikerjasamakan dengan beberapa perusahan yang memiliki dana Corporate Sosial Responbility (CSR). Hal ini disampaikan oleh bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menerima Bupati Batubara, propinsi Sumatera Utara, Oka Aria Zulkarnain di Ruang Graita Eka Praja, Kamis lalu. Selain beberapa pimpinan SKPD pemerintah kabupaten Gresik, turut mendampingi bupati beberapa pengusaha dan perwakilan dari beberapa perusahaan papan atas di Gresik. Tampak hadir Direktur Utama Kelola Mina Laut (KLM) Najikh, perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, PT Petrosida Gresik, serta beberapa perusahaan lainnya.  Di Gresik saat ini ada 348 nelayan yang sudah didata dan diajukan kepada salah satu BUMN untuk mem-

Modal Kerja - Bupati Gresik Sambari Halim menyerahkan bantuan kepada nelayan Gresik.

peroleh bantuan dari penggunaan dana CSR perusahaan tersebut. ”Minimal kami mengajukan sebesar Rp. 5 Juta tiap nelayan untuk memperoleh bantuan sebagai tambahan modal kerja,” kata bupati kepada segenap rombongan tamu dari kabupaten Batubara. Rombongan bupati Batubara didampingi pejabat teras dari kabupaten setempat seperti ketua DPRD , Slamet Arifin, beberapa Ketua Komisi dan Ketua Fraksi DPRD, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kelautan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Koperasi, Industri dan UKM serta Kepala kantor Ketahanan Pangan kapupaten Batubara. Disamping menjelaskan kegiatan peningkatan kesejahteraan

nelayan, bupati juga memaparkan program terkait beberapa pembangunan di Gresik yang dapat dibilang sukses. “Sejak saya dilantik menjadi bupati Gresik, saya telah banyak melakukan pembangunan yang monumental, dan uniknya pembangunan itu hanya menggunakan sedikit dana dari APBD Gresik, selebihnya bantuan dari pemerintah pusat dan bantuan perusahaan,” jelasnya. Beberapa pembanguan yang dimaksud adalah pembangunan Wahana Ekspresi Pusponegoro, pembangunan ‘landmark’ Gresik berupa tugu selamat datang arah dari Surabaya. Pembangunan waduk, stadion, kolam renang, rumah sakit di Gresik selatan dan Pulau Bawean, bendung gerak

Sembayat. Terkait peningkatan kesejahteraan nelayan, bupati berencana membangun pelabuhan perikanan lengkap dengan cold storage.”Fasilitas cold storage ini berfungsi menyimpan hasil para nelayan agar nantinya tidak ada istilah harga jatuh, ikan murah karena musim ikan, dan mahal karena tidak musim ikan. Dan untuk nelayan di pulau Bawean, kami masih memikirkan pembangunan fasilitas ini, apakah ditempatkan di darat atau di lautan semacam kapal,“ papar Sambari. Selain beraudiensi dengan bupati, rombongan tamu dari kabupaten Batubara ini juga mengunjungi pabrik pengolahan ikan yang ada di Kompleks Industri Gresik (KIG). Kunjungan ke pabrik PT Kelola Mina Laut ini menurut bupati Batubara, sebagai pematangan persiapan rencana pembangunan industri serupa di wilayah kabupaten Batubara. “Sebagai kabupaten yang baru berumur 5 tahun, pemerintah pecahan dari Pemkab Asahan ini akan mencontoh semua yang ada di Gresi, hasil kunjungan ini nantinya akan kami terapkan di wilayah kami,” ujar Oka Aria Zulkarnain yang mengaku lahir di Solo itu. (sam)


IPTEK & TELEKOMUNIKASI EDISI 51 /TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Internet Murah Dongkrak Penjualan Modem

Enginer tak Bisa Berhenti jadi Enginer Sejak 2003, Noor Al azam (42) bergabung bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Awalnya sebagai sekretaris Jendral. Dan sekarang menjadi koordinator APJI Jawa Timur/Jatim hingga dua periode. Awal terbentuknya APJI karena ada masalah yang sama antar Internet Service Provider (ISP) atau penyedia jasa intenet. Masalah yang dihadapi adalah infrastruktur jasa telekomunikasi yang berpengaruh pada tarif internet. “Dimana APJI memiliki misi, membantu para anggota dalam menyediakan jasa internet yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Memasyarakatkan internet dalam menunjang pengembangan sumber daya manusia di Indonesia dan mendukung terciptanya peluang bisnis pengusaha Indonesia melalui penyediaan sarana informasi dan komunikasi global,” kata Noor. Sebagai coordinator APJI Jatim, ia bertugas menyelenggarakan komunikasi

dan konsultasi antar anggota. Antara anggota dengan pemerintah dan antara anggota dengan asosiasi/organisasi semitra dalam dan luar negeri, serta dunia usaha pada umumnya. “Sehingga, setiap ada masalah diselesaikan bersama-sama untuk memperjuangkan idealisme,” tambahnya. Selain sebagai koordinator APJI Jatim dia juga sebagai branch manager Radnet Surabaya. Yang bertugas mengatur cabang , bandwidth, dan infranstruktur. Awal bekerja di Radnet 1996 saat masih kuliah semester akhir di ITS. “Saya melamar sebagai technical support, dan diterima,” kenang Noor. Aktivis kelompok Linux Surabaya ini juga menjadi dosen tetap di perguruan tinggi swasta di Surabaya. Menurut alumnus magister managemen teknik ITS, ngajar setengah wajib, dengan ngajar harus belajar. “Kadang ada mahasiswa yang pertanyaannya saya tidak bisa jawab. Jadi disitulah saya juga harus belajar, dan pertanyaannya saya jawab minggu depan,” tambahnya. (prw)

Perang tarif internet yang dilakukan sejumlah operator, mendongkrak penjualan modem GSM di pasaran. Terlebih, tarif murah yang ditawarkan dibarengi kecepatan browsing yang cukup tinggi dalam beberapa bulan belakangan ini. Apalagi, harga modem kian terjangkau. “Sekarang ini sebagaian besar operator berlomba-lomba menurunkan tarif internet. Itu membuat masyarakat berlomba-lomba mencari alat pendukung,” kata sales modem, Vera. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada tahun lalu. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengandalkan koneksi Wi-Fi untuk berinternet, sekarang mereka mulai berpindah ke modem GSM/CDMA.

Terlebih sejak sejak operator berlomba menurunkan tarif internetnya dan banyaknya jumlah pemain operator. Tingginya penjulan modem GSM dapat diukur dari produk yang keluar. Rata-rata penjualan di toko sekitar 30 unit modem GSM/CDMA setiap bulan. Ia mengatakan, memiliki modem GSM. Pengguna

Beli BB, Gratis Tiket ke Bali Persaingan bisnis operator semakin ketat. Hal ini membuat sejumlah penyedia layanan komunikasi melakukan berbagai upaya untuk menarik minat konsumen. Salah satunya yang dilakukan PT XL Axiata Tbk dengan memasarkan paket program baru. Yakni, gratis paket Blackberry one bulanan dan tiket gratis liburan ke Bali, untuk setiap pembelian Blackberry di PTC Blackberry Center. Management Service XL East Region Martono, mengatakan, selain memberikan tarif murah, XL juga memberikan program menarik untuk pelanggannya. Program ini, XL menggandeng PTC Blackberry Centre. “Cara mendapatkan program ini sangat mudah. Cukup membeli Blackberry dengan tipe tertentu yang harganya minimal Rp 3 juta di PTC Blackberry Centre, pelanggan bisa mendapatkan paket BB One Bulanan selama 1 bulan dan berhak mendapatkan tiket pesawat Citilink gratis pergi-pulang Surabaya-Bali untuk penerbangan Agustus hingga Oktober mendatang.

6

Program ini berlaku untuk 150 pembeli pertama dan berlaku sejak 5 hingga 30 Mei,” katanya. Hingga kuartal pertama hingga Maret 2012, jumlah pelanggan XL di East Region mulai dari Jawa Timur/Jatim, Bali, Lombok, NTB dan NTT mengalami peningkatan dan mencapai angka lebih dari 10,7 juta pelanggan. Di Jatim, mengalami pertumbuhan 1,5 kali lipat di kuartal 1 (Q1). “Hal ini menunjukkan besarnya potensi pertumbuhan pelanggan Blackberry di Jatim,” jelasnya. Direktur PT Indo Pratama Sukses, pengelola PTC Gadget Centre, Seriwati Chandra, mengatakan, pihaknya sering bekerjasama dengan XL dalam peningkatan layanan konsumen. “Kali ini konsumen mendapat kes-

tidak direpotkan dengan mencari area hotspot untuk berinternet gratis. Cukup memasang modem GSM/ CDMA, mereka sudah bisa berinternet dimanapun berada. Apalagi kecepatan internet GSM/CDMA lebih cepat dibanding Wi-Fi yang selalu dipakai berbarengan. “Dengan harga yang terjangkau, modem tidak hanya dicari di kalangan

eksekutif saja yang mampu membelinya. Tetapi juga kalangan mahasiswa pelajar, atau umum,” katanya. Nita, sales sejenis lainnya mengungkapkan hal sama. Kini dengan adanya tren pengguna internet di kalangan masyarakat, membuat sejumlah operator berlomba merebut pasar dengan menawarkan tarif internet murah. Begitu juga para pemegang jenis modem, saling berlomba memberikan harga jual yang terjangkau. Semua kondisi membuat konsumen merasa diuntungkan dan transaksi pasar akan modem ini kian meningkat. “Modem, kini sudah dapat dengan harga Rp 140.000 per unit jauh lebih murah dari sebelumnya. Pilihan merek untuk modem

sendiri tersedia dengan cukup beragam. Sehingga konsumen diuntungkan,” katanya. Ada beberapa merek modem yang sering digunakan, yaitu Venus, FlexiNet, Vodafon, Se-yin, dan TelkomFlash. Harganya cukup bervariasi, tergantung jenis dan kualifikasi yang dibutuhkan. Harga mulai dari Rp 140.000 hingga Rp 550.000. Saat ini wireless yang paling diminati adalah 3G, karena kecepatannya lebih dibandingkan wireless lain seperti CDMA maupun GSM. “ Yang belum ada saat ini wireless yang bisa CDMA sekaligus GSM, ”. Tingginya peminat modem juga terbukti dari banyaknya konsumen ketika ada yang menjual modem dengan diskon besar-besaran. Tak tanggung-tanggung harga modem ada yang dibawah Rp 300.000. (prw)

Program Bundling Efektif Paket bundling tablet dengan TELKOMSELFlash. Paket bundling membuat harga produk terjangkau. Telkomsel bekerjasama dengan Mitra Komunikasi Nusantara (MKN) mengenalkan paket bundling komputer tablet CyrusAtomPad yang dilengkapi modem Cyrus

dilengkapi processor Cortex 1 GHz, HDMI output port yang memungkinkan pengguna melakukan koneksi keperangkat monitor maupun projector, serta memori internal berkapasitas 4 GB. Tablet ini memiliki fitur kamera 1.3 Mega-

MF288. Dengan membeli paket bundling senilai Rp 1.299.000, pelanggan Telkomsel bisa internetan melalui akses TELKOMSELFlash Unlimited gratis selama 3 bulan. Head of Direct Sales Metro Surabaya, Roeswandi, mengatakan, Telkomsel menyediakan berbagai pilihan paket bundling TELKOMSELFlash. “Kami berkomitmen menghadirkan akses mobile internet yang berkualitas. Seiring dengan penggelaran broadband city Telkomsel yang tersebar hingga 100 kota di Indonesia,” kata Roeswandi. Ia mengakui, sudah bekerja sama dengan puluhan produk dan menggarap semua segmen. Baik kelas bawah, menengah maupun atas. Produk murah bisa menyasar segmen pelajar, mahasiswa, guru, atau lainnya. Program bundling cukup efektif untuk mempercepat penetrasi pasar layanan data. Terutama masyarakat golongan menengah bawah. Cyrus AtomPad adalah perangkat komputer tablet dengan fitur layar 7 Inch Capacitive Multitouch yang berbasis sistem operasi android 2.3 Gingerbread. Smartphone ini

pixels serta dilengkapi dengan micro SD card berkapasitas hingga 32 GB. Director Business and Development MKN, Redi Sopyadi, menambahkan, melalui peluncuran Cyrus AtomPad diharapkan seluruh lapisan konsumen bisa menikmati komputer tablet terjangkau dengan kualitas terbaik. Pihaknya, juga melakukan distribusi lewat 42 jaringan Sales Corner GraPARI Telkomsel, Hypermart, dan Jaringan Ritel Outlet Cyrus. “Produk AtomPad yang diluncurkan kini terjual 100.000 unit. Pemasaran produk sebelumnya, TV Pad laku 200.000 unit. Management MKN menargetkan sampai akhir tahun terjual 500.000 unit AtomPad, termasuk empat produk baru yang segera dipasarkan,” kata Redi. Saat ini Telkomsel melayani 8,5 juta pelanggan TELKOMSELFlash. Telkomsel juga telah menghadirkan bandwith dengan kapasitas gateway internet internasional yang didukung jaringan 3G melalui lebih dari 10.000 Node B atau BTS 3G yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari Sumatera hingga wilayah Indonesia Timur. (prw)

empatan liburan ke Bali dengan tiket gratis pergi - pulang. Syaratnya membeli Blackberry tipe tertentu seperti Appolo, Orlando, Monza maupun Onix yang harganya diatas Rp 3 juta,’’terangnya. (prw)

BlackBerry Tak Tergoyahkan Demam Blackberry/BB masih mewabah masyarakat. Khususnya, kalangan anak muda hingga pelaku usaha. Ponsel jenis ini tergolong familiar dikalangan pelajar. Daya tarik ponsel dengan fitur spesifik yang memudahkan sesama pemakainya ini, bisa diandalkan dalam merebut penjualan bb pada semester awal 2012. Direktur PT Indo Pratama Sukses, pengelola PTC BlackBerry Center, Seriwati Chandra, mengatakan, permintaan pasar BB terus naik pada kisaran 25 persen hingga 30 persen per bulan. Mayoritas, penjualan BB middle high bisa mencapai 300 sampai 500 unit. Sedangkan BB middle-low dikisaran 100 hingga 200 unit. Ia menjelaskan, kehadiran gadget dengan OS Android maupun WhatsApp sama sekali tidak berimbas pada permintaan konsumen akan BlackBerry. Gadget hanya menjadi pendukung, setelah konsumen memiliki BlackBerry. Di PTC BlackBerry Center, konsumen bisa mendapatkan BlackBerry dengan garansi dari RIM (Research In Motion) dan bukan

dari toko. “Kehadiran BlackBerry tidak tergoyahkan. Apalagi dari RIM sendiri terus meluncurkan beragam varian BlackBerry secara konsisten,” katanya. Menurut dia, keberadaan PTC BlackBerry Center untuk memfasilitasi konsumen yang tinggal di kawasan Surabaya Barat. Tipe konsumen di wilayah ini sangat mempengaruhi penjualan BB middle high hingga 70 persen. Sedangkan BB middle low diangka 30 persen, umumnya dibeli untuk anak-anaknya. Manager Management Service XL East Region, Martono, membenarkan penjualan BlackBerry tidak terpengaruh dengan gadget Android maupun yang memiliki platform WhatsApp. Bahkan jumlah pelanggan BlackBerry XL terus mengalami peningkatan. “Kami targetkan pelanggan BlackBerry XL tahun ini naik double dikisaran 125 persen. Sampai saat ini jumlah pelanggan BlackBerry di Jawa Timur sebesar 343.000 dimana 125.000 pelanggan di Surabaya. Sampai kuartal I, pelanggan BlackBerry XL di Jatim tumbuh 1,5 kali lipat,” ujar Martono. Tingginya penjualan BlackBerry, kata dia,

juga mempengaruhi penggunaan layanan data XL. Penggunaan layanan data di Surabaya, 125.000 adalah pelanggan yang menggunakan BlackBerry, dan 61.000 pelanggan menggunakan gadget non BlackBerry. (prw)

Tak Tergoyahkan - BlackBerry masih mendominasi penjualan ponsel tahun 2012

Website Pertama di Surabaya

Online Shop, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Sebagai sarana untuk menunjang penjual dalam berbisnis online, Women Online Surabaya Community (WOSCA) membuat wibesite ksusus untuk perempuan Surabaya. Dengan mengajak melakukan bisnis secara online, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara tepat. Berbagai cara dilakukan untuk berjualan guna mencari uang. Teknologi, membantu penjual mempromosikan produk masing-masing. WOSCA membuat wibesite www.woscamall.com yang didukung D-Net. Berkumpulnya komunitas perempuan yang berbisnis dengan memanfaatkan internet, yang berdiri pada September 2011.

WOSCA beranggota sekitar 400 perempuan wirausaha. Komunitas ini terus mengembangkan diri dan memberdayakan orang lain yang mau diajak berbisnis. President WOSCA, Lilies mengatakan, kegiatan rutin bulanan WOSCA dengan menggelar bazar untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk para anggota kepada masyarakat. Serta menanamkan kepercayaan kepada public, bahwa ini merupakan online shop yang dapat dipercaya. Website ini berfungsi untuk memperluas jaringan dan pasar serta mengembangkan bisnis. WOSCA rutin mengadakan bazar untuk membangun citra trusted member serta menun-

Terobosan baru - WOSCA, website khusus untuk perempuan yang melakukan bisnis secara online yang baru diresmikan minggu lalu.

jukkan eksistensi dan kredibilitas online shop yang tergabung dalam WOSCA ini yang diikuti 30 anggota. Mereka menjual aneka produk seperti makanan, pakaian, aksesoris, sandal serta pernak-pernik hingga peralatan rumah tangga di Ciputra World Surabaya. “Kita ini harus berusaha bagaimana cara agar masyarakat percaya dan memanfaatkan online shop sebagai tempat berbelanja. Dengan mengadakan bazaar, tiap tiga bulan diberbagai lokasi di Surabaya, merupakan langkah untuk menjalin kepercayaan,” ujarnya. Pembeli, kata dia, bisa berinteraksi dengan pemilik online shop. Ini merupakan langkah

menunjukkan eksistensi dan kredibilitas online shop yang tergabung dalam WOSCA. Ia menjelaskan, website ini merupakan terobosan baru yang pertama di Surabaya. Bahkan di Indonesia. Woscamall.com berbasis komunitas perempuan dan mengusung konsep mall. Langkah ini menunjukkan perempuan bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan bisnis. Sesama anggota WOSCA juga bisa saling merekomendasikan toko masing-masing. Humas D-Net, Deasy Prasetyo, mendukung langkah tersebut karena melalui internet, perempuan bisa menghasilkan sesuatu yang memberi nilai tambah seperti bisnis online

shop. ”Di website tersebut ada data seluruh anggota dan produk yang dijual. Ini menguntungkan pihak penjual maupun calon pembeli,” terangnya. Sementara itu, calon pembeli tak perlu repot mencari barang yang diinginkan karena penjual sudah dikelompokkan berdasarkan barang yang dijual. Sementara itu, Bambang mendukung hadirnya website tersebut. Untuk memperluas jaringan dan pasar serta mengembangkan bisnis WOSCA. Tak lupa Bambang menyempatkan diri berkeliling stan. Ia berharap, dengan adanya teknologi online shop ini akan membawa efektifitas baik kepada penjual maupun pembeli. (diy)


WIRAUSAHA EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Dian Purwaningtyas

Alasan Memilih Usaha

Menjadi Bos bagi Diri Sendiri Mengapa ada seorang direktur perusahaan besar beralih profesi menjadi pengusaha warung bakso? Apa saja alasan orang meninggalkan posisi mapan untuk menjadi entrepreneur? Di saat banyak orang berlomba-lomba berkompetisi mengisi berbagai lowongan pekerjaan di perusahaan dan lembaga pemerintahan, ada sebagian orang yang seolah tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk itu semua. Mereka malah memilih membangun usaha sendiri.

B

elakangan ini, terutama saat situasi perekonomian semakin berat, banyak orang beralih profesi menjadi wirausahawan atau entrepreneur. Di pandangan mereka, berwirausaha memberikan peluang dan potensi yang jauh lebih besar ketimbang bekerja sebagai karyawan. Bahkan tak sedikit karyawan, yang sudah mapan sekalipun, mengundurkan diri dari perusahaannya dan membuka bisnis sendiri. Ada seorang seorang manajer keluar dari pekerjaannya lalu mendirikan warung bakso. Kepala bagian bengkel mengambil pensiun dini untuk membuka bengkel las. Malah ada direktur meninggalkan kursi empuknya untuk menjadi konsultan manajemen. Ada macam-macam alasan seseorang memilih menjadi entrepreneur. Ada yang karena kecewa pada perusahaan tempatnya bekerja. Ada yang ingin

mendapatkan penghasilan lebih. Ada pula yang memang sejak awal lebih tertarik menjadi entrepreneur. Ada lima alasan yang biasa diajukan orang-orang saat mereka memilih jalan hidup sebagai seorang entrepreneur.

1. Menjadi bos bagi diri sendiri.

Ini adalah alasan yang paling lazim dikutip. Seorang entrepreneur ingin mengambil keputusan-keputusan sendiri. Seperti keputusan memilih bisnis yang ingin dilakukan. Menentukan dengan siapa dan bagaimana menjalin hubungan. Memutuskan kapan bekerja dan kapan berlibur. Entrepreneur tidak mau bergantung pada orang lain. Lebih suka memerintah dan mempengaruhi orang lain. Intinya, dengan menjadi entrepreneur Anda mengendalikan hidup, waktu dan nasib Anda sendiri.

2. Mendapatkan peng- 4. Mendapatkan Kebehasilan lebih besar. basan. Perhatikan daftar orangorang terkaya dunia. Hampir seluruh nama didominasi oleh entrepreneur. Berbeda dengan seorang karyawan yang penghasilannya ditentukan oleh sistem (atau malah oleh atasannya), seorang entrepreneur dapat menciptakan penghasilan sesuai dengan angan-angan dan kerja kerasnya. Namun jangan salah sangka, seorang entrepreneur sejati bukanlah seseorang dengan keinginan untuk mengejar kekayaan dengan secepat-cepatnya dan sebesar-besarnya. Mereka justru lebih tertarik dengan alasan nomor tiga berikut ini.

3. Mewujudkan impian.

Entrepreneur adalah seseorang dengan gagasan dalam benaknya, penuh semangat dan bersedia bekerja keras untuk mewujudkannya. Entrepreneur adalah orang-orang kreatif. Proses memulai usaha, mendirikan perusahaan, menghasilkan produk, menjajakan sampai menjualnya ke konsumen adalah kegiatan kreatif yang disukai entrepreneur. Kenikmatan terbesar seorang entrepreneur adalah bila dapat menciptakan sesuatu yang disukai oleh masyarakat.

Beberapa orang beralih profesi menjadi entrepreneur dengan alasan ingin mendapatkan kebebasan. Mereka menganggap jam kerja kantor, sistem dan prosedur perusahaan, maupun kontrol dari atasan adalah hambatan-hambatan dalam hidup mereka. Namun sesungguhnya kebebasan seorang entrepreneur selalu dibarengi dengan tanggung jawab yang sangat besar untuk memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi pelanggannya. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan untuk memutuskan pekerjaan dan bisnis apa yang akan dijalankan, konsumen mana yang akan dilayani, sampai kehidupan apa yang ingin dijalani. Termasuk bebas dalam menerapkan nilai-nilai dan prinsip yang diyakini serta mewujudkan ide-ide.

5. Mendapatkan prestise dan penghargaan.

Apakah Anda pernah merasa tidak dihargai oleh perusahaan Anda? Dilecehkan oleh atasan? Diacuhkan oleh manajemen? Entrepreneur adalah orang-orang dengan kepercayaan diri yang tinggi serta mampu menghargai diri sendiri secara sehat. (jpr)

Ini adalah rubrik advertorial khusus yang mewadahi geliat aktifitas UKM di Jatim. Pola - pola aplikasi strategi bisnis, manajemen, SDM, dan marketing, diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pembaca. Tak kalah pentingnya, terobosan ini jadi sumbangsih serta motivator bagi kelompok pemula usaha.

Gun-Gunawan

Tetap Bangun Meski Berkali-kali Jatuh

Surabaya, BS - GunGunawan (39) meninggalkan Bandung Kota kelahirannya setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) lantaran melihat peluang bisnis yang cukup menjajikan di Kota Pahlawan. Bermodalkan nekat, Gunawan muda menawarkan produk pakaian buatan kota kelahirannya ke Surabaya. Dengan peluang yang teramat besar dan tak disia-siakan, bisnis Gunawan melesat dengan cepat dan pesat di Surabaya. “Saat itu lagi buming pakaian buatan Bandung yang saat itu menjadi tren senter pembuatan pakaian selain Jakarta. Oleh karena itu, bisnis saya berjalan dengan baik di sini,” terangnya. Lebih lanjut, Gunawan sendiri mulanya berbisnis di Surabaya hanya untuk menghilangkan kebosanan di Kota kelahirannya. Selain itu, ia memang bertekat keluar dari kota kelahirannya untuk menimba pengalaman dan menambah keseriusannya untuk mandiri dalam menjalani hidup. Namun demikian, setelah sembilan tahun merengkuh kesuksesan di dalam usahanya,

nasib menentukan garis lainnya. Krisis moneter yang melanda membuat usaha yang Gunawan geluti jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Sekali lagi Gunawan tak gentar dengan masalah yang ia hadapi. Ia kembali membuat usaha yang baru dan memulai lagi dari dasar. Gunawan menjalankan usaha kuliner masakan khas Daerah asalnya dengan harapan dapat memperknalkan masakan Daerah asalnya dan memajukan bisnisnya. Meski usaha kulinernya berjalan, tapi usaha barunya kini tak sememngairahkan bisnisnya yang dulu. Hingga akhirnya Gu-

nawan mulai tertarik pada barang-barang antik yang nantinya akan menjadi usahanya. Ketika ia memngunjungi sang teman Gunawan yang menjual barangbarang antik jiwa wirausaha dan naluri keingintahuannya mulai menggelitik dirinya. Gunawan pun mulai banyak bertanya tentang barang-barang antik yang dimiliki sang teman. Awalnya tak ada kenginan untuk menjual barang-barang antik yang ada dalam diri Gunawan adalah rasa penasaran yang kemudian menjadi hobi. Hingga akhirnya Gunawan pun memutuskan untuk mulai men-

coba berdagang barang-barang antik. “Saya memulainya dari membeli barang-barang antik yang termurah. Sefikit memang tapi cukup menghasilkan,” ujarnya. Lebih dalam, dua tahun membuka dua usaha akhirnya Gunawan memutuskan untuk tak lagi meneruskan usaha kuliner yang ia miliki dan mulai menseriusi usaha barang antiknya. Namun demikian beberapa rintanngan yang lazim dihadapi seorang wirausahawan menghampiri Gunawan. Beberapa kali Gunawan terkena tipu barang-barang yang ia beli ternyata tak sesuai. Namun Gunawan hanya menyikapi hal tersebut seolah hal biasa. “ Kegagalan adalah sebuah pembelajaran. Saya katakan itu bukanlah kerugian tapi sebuah pembelajaran,” ungkapnya. Berkat ketulusannya usaha barang antik Gunawan oun telah bertahan hingga sembilan tahun. Barang-barang antik pun telah menopang dan menunjang ekonominya. Barang-barang antik tidak dapat bernilai hanya saja beberapa barang yang sangat langka bisa bernilai belasan juta. (ndk)

7

Kuliner Meksiko Cocok dengan Lidah Jawa Mencoba dan membuat kuliner mancanegara merupakan hoby Dian Purwaningtyas sejak 2007 pilihannya jatuh pada pesona kuliner Amerika Latin alias Meksiko. Cita rasa pedas dan gurih diyakininya cocok dengan lidah Indonesia. Berawal dari Kafe Jepang dengan mengusung konsep dari mahasiswa untuk mahasiswa, Dian memulai bisnis kulinernya. Namun harus kandas di tengah jalan, “Setelah tujuh bulan beroperasi, Manajemennya kurang bagus dan ada perbedaan visi antara pemegang saham, akhirnya kafe terpaksa pindah tangan ke manajemen lain,” jelas Dian. Padahal Kafe Jepang Dian menawarkan 39 menu masakan khas Jepang yang sudah dimodifikasi. Sejak itulah, Dian mengulik resepresep dan kuliner khas dan unik dari berbagai belahan dunia. Hobinya menjelajah dunia maya secara tidak sengaja mengantar Dian mengenal makanan khas Amerika Latin, lebih tepatnya Meksiko. “Selama ini kita selalu disuguhi makanan oriental atau american junk food. Sejak itulah saya mengenal Taco, Nacho, Oregano, Black Pepper, Tortila dan Cilantro,” ceritanya. Masakan Meksiko yang kental rasa pedas dan gurih, diyakini Dian akan klop dengan lidah orang Indonesia. Maka pada November 2007 Mr.Tacoz lahir. Saat itu Mr.Tacoz harus bersaing dengan kebab atau crepes yang sedang tren, bahkan banyak yang mengira makanan Taco ini serupa dengan kebab atau crepes. Berjualan dari satu acara bazar ke bazar lainnya,

Dian Purwaningtyas dan suaminya bersama beberapa penghargaan yang pernah diraih.

adalah cara Dian mengenalkan produknya. Dengan modal Rp1,5 juta Dian gunakan untuk membeli gerobak bekas, peralatan memasak dan bahan awal. “Gerobak awal ini kemudian saya bawa ke Surabaya, karena pekerjaan suami disini,” lanjut isri dari Iin Budianto. Komunitas Tangan di Atas (TDA) menginspirasi Dian untuk melebarkan usahanya melalui sistem kemitraan semacam franchise. Kawan-kawan TDA banyak menularkan pengalaman sekaligus mengajarkan Dian tentang konsep franchise. Dari situ Dian baru mengerti bahwa franchise adalah salah satu cara mengembangkan usaha yang terkendala keterbatasan modal, apalagi menurutnya lebih lanjut, franchise menyimpan filosofi mengajak orang lain untuk samasama sukses. Januari 2009 Mr.Tacoz mulai melebarkan sayapnya melalui sistem franchise.  Seiring dengan itu, Mr.Tacoz-

pun terus berbenah diri, salah satunya dengan memperbaiki tampilan gerobak outletnya. Atap gerobak dibentuk menyerupai topi sombrero khas orang Meksiko, paduan warna merah, hijau dan kuning ditambah tata lampu sorot semakin menambah semarak. Ternyata rejeki datang tanpa diduga, pada 2009 pula Mr.Tacoz mendapat stand pameran gratis dari Departemen Perdagangan di International Franchise Fair (IFRA), kesempatan ini tentu tidak disia-siakan Mr.Tacoz untuk menarik pelanggannya. “IFRA menjadi momentum juga buat kami,  sekitar 150 pengunjung berminat untuk mengenal Mr.Tacoz lebih dalam dan 10 orang akhirnya bergabung, diantaranya adalah dari Surabaya, Bogor, Magelang, Jakarta dan Banjarbaru,” ujar Dian  yang namanya masuk dalam jajaran 10 besar nominasi Indonesia Woman Entrepreneur Franchise Award November 2009.(dne)

Pasutri Linda-Yusi

Buka Restaurant, Gara-Gara Anak Alergi

Surabaya, BS - Banyak alasan untuk memulai sebuah bisnis, mulai dari hobi, keinginan memperbaiki ekonomi, warisan usaha orang tua, dan masih banyak lainnya. Namun pasangan suami-istri yakni Linda Sari dan Yusi membuat sebuah usaha lantaran keinginan untuk menyenangkan hati sang anak yang menderita alergi. Linda dan Yusi, suami-istri ini membuat usaha kuliner makanan sehat lantaran didorong oleh keadaan sang anak yang tidak dapat mengkonsumsi makanan sembarangan. Oleh karena itu, Linda dan Yusi pun berinisiatif membuat usaha yang dapat membuat sang anak senang. “Anak kami yang bungsu Nanda, mempunyai penyakit alergi akut terhadap makanan berpengawat dan fetsin. Jika mengkonsumsi makanan tersebut Nanda akan sesak nafas dan timbul bintik-bintik merah di kulitnya. Selain itu, kami pun sedih melihat Nanda tidak bisa menikmati makanan dengan bebas seperti kawan-kawan sebayanya dan dari hal itulah ada keeinginan untuk membuat rumah makan untuk Nanda,” jelas Linda. Lebih lanjut, untuk memulainya Linda mulai mencoba berbagai resep jajanan jalanan yang dapat dijadikan sebuah usaha atau menu untuk dijajakkan di warung makanya nanti sekaligus memilih makanan yang disukai sang anak. Bebek goreng, ayam goreng, mie pangsit dan masih banyak jajanan lain yang selama ini tidak dapat dikosumsi sang anak masuk dalam daftar resep yang akan dibuat oleh Linda. Tidak mudah namun demikian juga tidak sulit menurut penuturan

Linda dalam membuat resep masakan yang sehat yaitu tanpa bahan pengawet dan sesuai dengan lidah para pelanggan nantinya. Untuk itu, Linda menyiasatinya dengan mentesterkan masakanya pada beberapa keponakannya dan

menjadikannya sebagai tester layaknya pelanggan asli. “Yang terberat dari membuka usaha ini adalah bagaimana cara mencocokkan lidah pelanggan sesuai dengan criteria masakan yang kami inginkan dan tidak kalah dengan jajanan atau makanan yang menggunakan bahan pengawet dan fetsin,” tuturnya. Lebih dalam, “Ketika usaha sudah didirikan yang selanjutnya adalah bagaimana cara agar pelanggan akan datang lagi dan membeli produk kami, itulah tantangannya. Namun demikian, dengan keuletan kesabaran, kami serahkan semua pada yang diatas. Rezeki sudah diatur, jadi kita hanya bisa berusaha sesuai dengan kemampuan kita,” papar Yusi.(ndk)


INDUSTRI & PERBANKAN

EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Konmuter, Tingkatkan Layanan Pelanggan PLN

Sorot - Aktivitas konsumen hendak memesan tiket konmuter lewat layanan secara online

PT PLN Distribusi Jawa Timur/ Jatim mengoperasikan 12 unit mobil Konmuter (Konsumen Mudah Terlayani) untuk meningkatkan layanan pelanggan di wilayah kerjanya. Dari 12 mobil Konmuter, sepuluh unit dioperasionalkan di Kawasan Metropolis, sedangkan 2 unit lainnya di Mojokerto. “Mobil Konmuter merupakan salah satu solusi untuk mempermudah kanal hubungan antara pelanggan dan PLN. Layanan ini memberi kemudahan permohonan pasang baru, perubahan daya, penyambungan sementara, pembelian token/stroom, dan pembayaran tagihan listrik,” kata General Manager/GM PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Haryanto WS kepada Bisnis Surabaya, disela-sela pengenalan Konmuter dan Bung Sigap (Nyambung Singkat Gak Pakai Suap) pekan lalu. Bung Sigap, merupakan kendaraan roda tiga untuk menindaklanjuti pelayanan teknis penyambungan pada pelanggan yang telah melakukan transaksi pembayaran dengan maksimal 5 hari. “Sehingga pelayanan penyambungan listrik lebih mudah, cepat dan

transparan,” tambahnya. Dengan kehadiran layanan Konmuter dan Bung Sigap, Haryanto, optimis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan kWh tahun ini sebesar 17 % atau lebih besar dari realisasi 2011 sebanyak 24.019.000 MWH. “Selama empat bulan pertama 2012, kami bisa menyambung listrik sebanyak 170.000 titik dari target penyambungan listrik tahun ini 800.000 titik di Jatim,” ujarnya. Direktur Operasi PLN Jawa Bali, IGA Ngurah Adnyana, menambahkan, layanan mobil konmuter adalah bentuk kerjasama PLN dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). “Mobil operasional yang dimiliki Kominfo sudah memiliki fasilitas lengkap, internet dan satelit tersedia. Tinggal ditumpangi akses yang behubungan dengan PLN, hanya menambah konten saja. Kami hanya menanggung setengah dari beaya operasional,”. (isp)

Dompet Impor Jadi Primadona

D

ibanding dompet kulit buatan lokal, wadah uang impor dari China dan Hongkong jadi primadona. Selain harga lebih murah, modelnya bervariatif. Sebelumnya, dompet impor tak diminati. Mungkin karena kulitnya (bahan) lebih tipis dibanding dompet buatan lokal. ‘’Saat ini, konsumen cenderung memilih dompet impor,” kata penjaga stan dompet impor di Darmo Trade Center (DTC) Yanti, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Wanita berambut panjang ini menyatakan, harga dompet lokal dengan impor tidak terpaut jauh. Antara Rp 25.000 sampai Rp 50.000. Dia mencontohkan, jika dompet kulit lokal harganya Rp 150.000, dompet impor harganya hanya Rp 100.000. “Ada juga yang harganya Rp 75.000. Itupun masih kami beri diskon,” sambungnya. Menurut dia, bukan hanya harga lebih murah, namun model dompet impor bervariatif. “Baik dompet pria maupun wanita, modelnya up date dan selalu mengikuti trend. Jadi konsumen tidak cepat bosan dan selalu ingin beli jika ada model baru,” tambahnya. Pengelola counter dompet kulit impor di Jembatan Merah Plaza (JMP), Atik, menambahkan, satu bulan terakhir peminat dompet impor meningkat. Satu hari bisa terjual dua sampai tiga dompet. Selain ibu rumah tangga, pembelinya didominasi kalangan remaja putra dan putri. Selain harga terjangkau, kata dia, diminatinya dompet impor ini karena model bervariatif dan selalu mengikuti trend. Dompet wanita misalnya, lebih kurang ada sepuluh model. Saat ini, kaum Hawa lebih menyukai dompet yang dilengkapi tempat atau saku hp karena simple. Wadahnyapun menyesuaikan jenis ponselnya. (isp)

8

Pelindo III Jamin Kelancaran Distribusi Pupuk PT Pelabuhan Indonesia III/Pelindo III menjamin kelancaran distribusi pupuk ke Kawasan Timur Indonesia (KTI). Salah satunya dengan memberikan jaminan ketersediaan tambatan di pelabuhan dengan Windows System untuk kapal-kapal pengangkut pupuk milik PT Pupuk Indonesia, terutama di Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik. Komitmen itu tertuang dalam kerjasama antara Pelindo III dan PT Pupuk Indonesia belum lama ini. Direktur Utama Pelindo III  Djarwo Surjanto, mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya ketersediaan tambatan ini, dan siap dengan pelayanan jasa kepelabuhanan lainnya seperti pelayanan jasa barang di dermaga dan jasa lapangan penumpukan, pelayanan jasa bongkar muat barang, serta pas pelabuhan, dan suplai air bersih ke kapal. “Apa yang kami lakukan ini merupakan wujud nyata dalam mendukung pembangunan di daerah. Peran pelabuhan sangat vital, mengingat sebagian besar distribusi logistik di Indonesia

Windows system - kesepatakan kerja sama antara PT Pelindo III dengan PT Pupuk indonesia guna menargetkan 600 ribu ton pupuk melalui Tanjung Perak.

menggunakan angkutan laut,” tambah bapak yag pernah menjadi Dirut Pelindo IV ini. Dengan demikian ketersediaan fasilitas baik berupa infrastruktur maupun peralatan, serta layanan yang baik di pelabuhan mutlak diperlukan guna memperlancar proses distribusi barang kepada masyarakat. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrif, mengatakan, seba-

gai perusahaan produsen sekaligus penyalur pupuk di Indoensia, pihaknya tengah berupaya untuk dapat menyalurkan produknya hingga keseluruh penjuru tanah air, terutama di KTI. Hal tersebut dilakukan mengingat kelangkaan pupuk masih sering ditemui disejumlah wilayah di Indonesia.  Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, I Nyoman Gde Saputra,

mendukung rencana kerjasama yang dilakukan oleh Pelindo III  dengan PT Pupuk Indonesia. Pihaknya meminta kepada Pelindo III untuk dapat menyediakan fasilitas bongkar muat sehingga target pembongkaran 5.00010.000 ton/hari dapat tercapai. Nyoman mengingatkan kepada PT Pupuk Indonesia untuk menyiapkan fasilitas pendukung berupa gudang dan angkutan distribusi. PT Pupuk Indonesia sendiri merupakan gabungan lima BUMN penghasil pupuk yang terdiri dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Perusahaan tersebut merupakan induk dari perusahaan pupuk di Indonesia dan diresmikan oleh Menteri Negara BUMN-Dahlan Iskan pada 18 April lalu. PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan dapat melakukan distribusi pupuk sebanyak 600 ribu ton melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (sam)

Modal Rp 5 Juta, Dapat Stan Plus

Bagi pedagang yang ingin melebarkan sayap maupun membuka usaha di Grosir Kapas Krampung (GKK) kini lebih mudah. Hanya berbekal SDM dan modal Rp 5 juta, calon pengusaha di pusat grosir itu mendapat fasilitas berupa stan sekaligus barang dagangan. “Ya, berbekal SDM dan modal sebesar itu, pedagang baru mendapat stan berikut aksesoris dan barang dagangan. Jadi, mereka tak perlu khawatir harus memenuhi tempat usahanya, “ kata Tenant Relation Kapas Krampung Plaza (KAZA) Surya Laikasari, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Wanita yang akrab disapa Ika ini mengatakan, untuk barang dagangan, pihak manajemen yang menentukan. “Barang dagangan itu nantinya berupa baju, baby dol, daster, kain dan sprei. Sebab, di lantai satu dan dua, kita konsen ke fashion,” tambahnya. Ia menjelaskan, bagi pedagang yang barang dagangannya mau dimix bisa. Itu tergantung dari negosiasi pedagang dengan marketing. Kendati hanya berbekal SDM dan modal yang cukup ringan, calon pedagang di GKK tidak bisa seenaknya membuka stan. Sebab, sebelum menempati tempat usahanya, ada perjanjian yang harus disepakati dengan manajemen setempat. Kesepakatan itu diantaranya,

Kesempatan - Nampak dari depan gedung kapas krampung disinilah tempat kesempatan para pedangang di sektor UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

pedagang harus membuka stan sesuai jadwal dan kontinue berdagang. Misalnya, buka pagi sampai siang, atau sore sampai malam. “Berda-

gang secara kontinue bukan berarti harus tiap hari buka. Soal libur mereka sendiri yang menentukan,” tutur Ika.

Menurut dia, pedagang yang satu, dua kali menutup stan akan ditolerir. Tetapi, jika sampai tiga atau berulang kali tidak berdagang, pihak manajemen akan memberi teguran.Menginjak tahun kedua, pedangang di GKK akan diberi pilihan. Ada dua opsi. Pertama, mereka akan meneruskan dengan cara sewa. Kedua membeli stan yang telah ditempati. Joel Siboro, dari bagian keuangan menambahkan, setelah pedagang menempati stan di GKK, pihaknya tidak akan melepas begitu saja. Apalagi bagi yang baru menerjuni usaha tersebut. “Kami akan arahkan ke grosir. Seandainya mereka kurang mengerti dimana belanja untuk memenuhi barang dagangan dan berapa harganya kita bantu. Karena kita juga bekerjasama dengan beberapa pedagang besar,” tuturnya. Setiap minggu, kata dia, ada lima pedagang baru yang gabung di GKK. Mulai dari yang ingin memperluas usaha, maupun pedagang yang baru terjun dibisnis ini. Di GKK lantai 2 terdapat sekitar 300 stan. Saat ini sudah terisi kurang lebih 210 stan. Sementara di lantai 3 terdapat 318 stan, dari jumlah itu sudah terisi 200 stan dan laku lebih kurang 70 stan. “Lantai dua dibawah pengelolaan PD Pasar Surya, kalau lantai tiga, baru kita. Kami coba sinkronkan kedua lantai itu sebagai grosir yang disebut Grosir Kapas Krampung,”. (isp)

Pedagang Garmen Kumpul di GKK

Pedagang garmen dari berbagai kota kumpul di Grosir Kapas Krampung (GKK). Mereka menggelar beragam barang dagangan, seperti pakaian anak, dewasa, sprei, sarung bantal, guling dan sejumlah barang lainnya. “Pasar grosir garmen di pelataran parkir GKK kami gelar tiap hari Selasa dan Rabu. Jam bukanyapun tidak lama, tergantung dari

pedagang yang ikut,” kata Tenant Relation Kapas Krampung Plaza (KAZA) Surya Laikasari, pekan lalu. Biasanya, kata dia, antara dua sampai tiga jam dari waktu buka, barang dagangan sudah habis terjual. “Dalam rentang waktu itu, barang dagangan yang mereka gelar sudah habis terjual atau hanya tersisa sedikit. Selain dari dalam,

pedagang dari luar Kota Surabaya juga ikut, lebih kurang sepuluh pedagang ikut dalam kegiatan itu,” tambahnya. Tujuan digelarnya pasar grosir garmen, kata dia, untuk menarik minat pedagang agar ikut bergabung mengisi stan-stan di lantai dua dan tiga. “Kita akan terus menggelar program ini agar lebih banyak pedagang yang bergabung,” ujarnya.

Salah seorang pedagang garmen dari Jombang, Riyanto, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Dia berharap, pasar grosir garmen yang digelar seminggu dua kali itu bisa terus berkelanjutan. “Hanya dua jam barang dagangan yang saya gelar disini habis terjual. Saya harap even ini berkelanjutan. Mungkin, kedepan saya akan gabung di GKK,”. (isp)

Rail Card, Pengganti Uang Tunai Kartu member KAI sebagai pengganti pembelian tiket secara tunai. Pemegang kartu tidak dikenai beaya administrasi bulanan. PT Bank Negara Indonesia (BNI) bersamasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) memasarkan Rail Card dan Rail Box di Stasiun Pasarturi dan Gubeng. Humas KAI Surabaya, Sri Winarto, mengatakan, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas model penjualan tiket Kereta Api yang mengarah pada pemanfaatan kemajuan teknologi informasi. Rail Card merupakan kartu prepaid yang diterbitkan BNI sebagai pengganti uang tunai yang merupakan hasil cobranding dengan kartu member KAI. Sedangkan Rail Box adalah mesin penjual tiket kereta api yang disediakan Telkom. Ditempatkan di Stasiun Gubeng dan Pasarturi. Transaksi melalui Rail Box menggunakan Rail Card atau kartu prepaid BNI yang telah terdaftar sebagai member kereta api. “Kartu ini, dapat digunakan sebagai alat pembayaran pembelian tiket Kereta Api dan berbelanja di merchant-merchant yang memasang logo BNI Prepaid. Rail Card dapat diisi ulang (top up)

melalui ATM BNI, merchant BNI dan mesin EDC BNI yang tersebar di loket-loket stasiun Kereta Api,” katanya. Selain itu, pemegang Rail Card mendapatkan fasilitas refund, bebas biaya administrasi bulanan, dan bebas saldo minimal. Kartu tersebut juga berfungsi sebagai Kartu Keanggotaan Kereta Api Frequent Passenger yaitu program yang diberikan KAI kepada pelanggan yang telah setia menggunakan jasa angkutan kereta api. Rail Card dan Rail Box merupakan salah satu sarana untuk lebih memberikan keleluasan nasabah dalam bertransaksi dan merupakan solusi yang tepat bagi BNI masuk ke market prepaid atau e-money dalam rangka meningkatkan advantage brand value. Selain itu, keberadaan BNI Prepaid mem-

Rail Card - Puncuk pimpinan BNI ketika memamerkan kartu Rail card yang memberi solusi bagi penguna kartu tersebut.

beri peluang dan keleluasaan untuk memacu ekspansi dan penetrasi pasar serta pelayanan yang lebih baik dan optimal kepada masyarakat. “Penambahan layanan baru ini bukan untuk menambah jumlah nasabah, tetapi membantu pemerintah dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan penumpang dalam melakukan transaksi tiket KA secara cepat, mudah dan aman,” jelasnya. Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, untuk mengikuti selera konsumen yang sudah akrab dengan teknologi informasi maka ke depan beli tiket atau pesan tiket KA dapat dilakukan kapan dan dimana saja termasuk  melalui Rail Card dan Rail Box  (Vending Machine) yang akan ditempatkan di stasiun maupun di pusat perbelanjaan atau mal-mal terdekat. Rail Card dapat mudah diperoleh di kantor-kantor cabang BNI dan Customer Service di stasiun Besar atau Channel lainnya.  Harga kartu perdana Rail Card mulai dari Rp 20.000, yang langsung dapat diisi ulang (top up) maksimal Rp1.000.000. (diy)


UMUM

EDISI 51 /TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Tiga HMC Bongkar 40.000 Ton Kedelai

Peningkatan kapasitas produksi di Pelabuhan Tanjung Perak dilakukan dengan penambahan peralatan bongkar muat berupa empat unit Harbour Mobile Crane (HMC) yang dioperasikan di Terminal Jamrud. DiTerminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Per-

Cargo Owner yang telah memberikan kepercayaan kepada Pelabuhan Tanjung Perak, serta rasa terima kasih juga disampaikan kepada Direktur Utama PT Jaskotama yang akan melakukan pembongkaran perdana menggunakan HMC.

ak, dilakukan pengoperasian perdana 3 unit Harbour Mobile Crane (HMC) untuk membongkar 40.000 ton kedelai dari kapal Azure berbendera Argentina. Nampaknya mimpi dan harapan Pelindo III cabang Pelabuhan Tanjung Perak untuk dapat meningkatkan produktivitas bongkar muat di Terminal Jamrud segera terwujud. General Manager/GM Pelindo III cabang Pelabuhan Tanjung Perak, I Putu Ariawan, mengatakan, dalam rangka meningkatkan produktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya untuk mengurangi waiting time kapal, Manajemen Pelindo III berupaya mendatangkan 7 unit HMC untuk memperkuat Terminal Jamrud.  Dimana keadaan eksisting saat ini telah datang 4 unit HMC yang siap beroperasi.  Tiga unit diantaranya telah digunakan untuk melakukan kegiatan bongkar perdana muatan curah kering dari kapal Azure yang memiliki panjang 225 meter, dengan draft kapal -8,5 LWS.  Kapal tersebut memuat 40.000 ton kedelai dari Argentina, dan diperkirakan kegiatan bongkar akan selesai dalam waktu 3-4 hari.  Adapun pelaksana kegiatan bongkar muat adalah PT Jaskotama yang merupakan konsorsium PBM di Terminal Jamrud Utara. “Saat ini kami sedang melaksanakan penguatan Dermaga Caisson di Jamrud Utara, pada kademeter 850, sepanjang 60 meter untuk fase pertama, yang sudah dimulai sejak satu minggu lalu.  Insyaallah 1-2 bulan ke depan, Dermaga Caisson sudah siap beroperasi,” kata Putu Ariawan. Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III, Djarwo Surjanto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada

“Pesan saya pendek saja, untuk PT Jaskotama kalau 40.000 ton kedelai ini bisa dibongkar dalam waktu 3 hari, itu Hebat,” katanya. Ia mengungkapkan, rencana yang bertahun-tahun lalu direncanakan dan dimimpikan, telah tewujud. “Mari kita bersama-sama mengerjakannya dengan baik, dan saya percaya sekali dengan adanya alat-alat ini, kinerja kita termasuk juga TKBM Pelabuhan Tanjung Perak akan semakin meningkat,” tambah Djarwo Surjanto. Adapun realisasi arus kapal, barang, dan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sampai dengan triwulan I/2012 mengalami peningkatan.  Untuk arus kapal, hingga bulan Maret 2012 tercatat sebanyak 3.573 unit atau setara dengan 16.780.422 Gross Tonage, arus barang dalam bentuk curah mencapai 4.021.525 ton, dan dalam bentuk petikemas mencapai 667.256 TEU’s.  Sedangkan untuk arus penumpang tercatat sebanyak 181.228 orang. Guna mendukung kelancaran arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Manajemen PT Pelindo III (Persero) berencana melakukan pengerukan kolam pelabuhan di enam titik, yakni di Jamrud Utara, Jamrud Selatan, Berlian Timur, Berlian Barat, Nilam, dan Mirah.  Ke enam titik tersebut saat ini memiliki kedalaman antara 8-10 meter LWS, dan rencananya akan diperdalam 1-2 meter LWS. Pelaksanaan pengerukan akan dilakukan oleh PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) dengan asumsi biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 42 miliar.  Diperkirakan endapan lumpur keenam titik tersebut mencapai 1,1 juta meter kubik. (bw)

9

Jual Miras Oplosan, Tujuh Cafe Digulung Ruang gerak pemilik cafe menjual minuman keras/miras oplosan atau tanpa label di warning Satpol PP Kota Surabaya. Pasalnya, seiring dengan tingginya peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban yang disebabkan banyaknya peredaran miras, satuan penegak perda tersebut kembali merazia sejumlah cafe di kawasan kota Surabaya yang disinyalir menjadi daerah penjualan miras oplosan tersebut. Lokasi yang disasar Satpol PP dalam operasi yang bersandi Operasi RHU dan Miras tersebut adalah kawasan Darmo Park Jalan Mayjen Sungkono. Hasilnya, petugas berhasil menyita puluhan pitcher dan botol serta dua jerigen berisi miras oplosan sebagai barang bukti. Miras-miras tersebut terpaksa diamankan Satpol PP lantaran sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena tidak mengantongi izin kesehatan. Pasalnya, kadar alkohol yang terkandung dalam miras sangat tinggi. Hal tersebut dibuktikan ketika petugas mencoba melakukan pembuktian dengan menyulut api pada sampel miras tersebut. Ternyata kadar api yang dihasilkan melebihi batas kewajaran, berbeda jika dibandingkan minuman beralkohol yang

Sulut- anggota Satpol PP kota Surabaya menunjukkan bahwa minuman tersebut berkadar alkohol sangat tinggi sehingga terbakar ketika disulut dengan api

berlabel izin kesehatan. Dari razia tersebut, sebanyak tujuh cafe kedapatan menjual minuman keras (miras) tak berizin. Ketujuh cafe yang dimaksud diantaranya Daichi Cafe, Emma Cafe, Defana, Jungle 1, Jungle 2, MM, dan M2. Kasie Pengawasan Satpol PP Surabaya joko Wiyono, mengatakan, pihaknya memang menargetkan operasi miras di kawasan tersebut. Hal itu seiring adanya laporan dari

masyarakat bahwa di daerah tersebut sering dipakai anak-anak muda bergerombol serta mabuk-mabukan. “Menindak lanjuti laporan tersebut, kami melakukan razia di lokasi. Dan memang benar, kami jumpai kumpulan anak-anak yang sebagian besar masih dibawah umur itu ngomongnya sudah ngelantur, semakin jelas bahwa mereka mabuk,” ujarnya. Sebagai aparat penegak Perda, pihaknya wajib me-

lindungi generasi muda dari hal-hal yang negatif. Untuk itu, Satpol PP merazia sejumlah cafe yang ada disana guna mengantisipasi penjualan miras tak berstandar kesehatan yang tentunya sangat membahayakan. “Penjualan miras liar jelas melanggar Perda No. 2 tahun 2008 tentang Kepariwisataan dan Perda No. 12 tahun 2003 tentang Perizinan dibidang kesehatan, tepatnya pasal 2 ayat

d,” imbuhnya. Guna memberantas penjualan miras liar, Joko, menghimbau bagi masyarakat yang mendapati kasus serupa, bisa segera melapor kepada Satpol PP Kota Surabaya. Petugas akan melakukan peninjauan di lapangan. Terkait barang bukti miras, selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk kemudian dilakukan persidangan. (hdi)

Barongsai Go Internasional Sejak Imlek menjadi hari libur nasional, banyak kegiatan yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Tionghoa. Salah satunya adalah Barongsai. Barongsai adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun lalu. Kesenian barongsai diperkirakan masuk Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari Cina Selatan. Barongsai mengalami masa keemasannya ketika zaman masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan diberbagai daerah di Indonesia dipastikan memiliki sebuah per-

Memukau - Penampilan peserta barongsai saat kejuaraan memperebutkan Piala Walikota Cub ke IV di ITC Surabaya.

kumpulan barongsai. Dari tahun ketahun, ada pro dan kontra terhadap keberadaan barongsai. Puncaknya saat

diresmikan imlek sebagai hari libur nasional. Selain dipertontonkan, barongsai juga dilombakan. Ketua panitia kejuaraan barong-

sai, Anies Rungkat, mengatakan, kejuaraan ini diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit baru. Serta mempertajam kemampuan

dan meningkatkan kualitas. Selain dari Surabaya, peserta yang mengikuti juga berasal dari beberapa kota diantaranya Jakarta, Makassar, Tarakan, Kudus, Tuban, Malang dan Pamekasan. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini juga untuk memeriahkan ulang tahun kota Surabaya. Beberapa kriteria yang dinilai diantaranya, kerjasama tim. Kejuaraan ini membutuhkan kerjasama tim. Seperti cara menyamakan gerakan didalam balutan sarung yang menyerupai Singa. Seperti berjalan, melompat, berlari dan beberapa gerakan lainnya. (diy)

Vonis Bebas Mantan Bupati Sidoarjo Ngadat di Pengadilan Tinggi Kasus korupsi kas daerah (Kasda) senilaiRp 2,3 miliar yang menyeret mantan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, ngandat di Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur/ Jatim. Pasalnya, berkas putusan bebas murni,Win Hendrarso, belum disodorkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Tak pelak membuat publik bertanya-tanya ada kekuatan apa dibenak mantan penguasa kabupaten Sidoarjo selama 10 tahun tersebut. Sudah satu bulan lebih berkas putusan bebas mantan Bupati Sido-

arjo, Win Hendrarso, mandek di Pengadilan Tinggi (PT) Jatim dan belum disampaikan ke  Pengadilan Tipikor Surabaya. Putusan yang membebaskan Win, dari dugaan korupsi Kas Daerah (Kasda) senilai Rp 2,3 miliar itu. “Saya belum menerima putusan bebas murni Win Hendrarso. Konon, putusan sudah ada sejak 5 April lalu. Tetapi kami sudah sebulan ini belum menerimanya,” kata Panitera Muda Pengadilan Tipikor, Suhada. Saat ini, pihaknya belum menerima hasil putusan bebas Win

Hendrarso. Sehingga belum bisa menyampaikan putusan tersebut kepada Jaksa maupun terdakwa yang bersangkutan. Tapi, segera mempertanyakan kapan PT segera menyampaikan putusan tersebut. Kekecewaan serupa juga dilontarkan, Gazalba Saleh selaku Juru bicara pengadilan Tipikor. Sebab Putusan PT karena dengan mudahnya membebaskan koruptor. PT seharusnya mempertimbangkan semua fakta-fakta persidangan yang ada ditingkat pertama, yaitu pada saat di Pengadilan Tipikor.

Win, kata dia, mestinya, tidak layak untuk menghirup udara bebas karena ada kerugian negara yang diakibatkan oleh Win. saat persidangan Tipikor, hakim dapat membuktikabn bahwa ada aliran dana ke DPRD Sidoarjo saat itu. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah memeriksa dan hasilnya ada aliran dana yang keluar tanpa prosedur. Humas PT Surabaya, Soerdarto, juga tidak dapat memastikan kapan putusan tersebut dapat segera dikirimkan ke Pengadilan Tipikor. Perlu ketelitian dalam pengetikan

berkas agar tidak terjadi kesalahan. Sehingga, putusan tersebut bisa disampaikan dengan sempurna ketika diterima oleh pihak Pengadilan Tipikor. Sementara, untuk kedua terdakwa lainnya yaitu Agus Dwi Handoko yang merupakan Bendahara Kasda Dispenda Sidoarjo dan Nunik Ariyani selaku mantan Kepala Dispenda Sidoarjo, juga belum ada putusan. Terhadap dua terdakwa ini majelis hakim PT Surabaya yang mempunyai wewenang untuk memutuskan. (ton)

Kolom Olah Raga.. Asian School Games Dihelat di Surabaya Eksistensi Surabaya dikancah internasional kembali nampak. Pasalnya kota pahlawan ini terpilih menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tingkat pelajar se-Asia Tenggara (Asian School Games). Kegiatan olah raga antar pelajar Asean ini diikuti tujuh Negara. Antara lain Indonesia, Vietnam, Brunei, Malay-

sia, Filipina, Singapura dan Thailand yang dihelat setiap tahun sekali. Untuk tahun ini, diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya dan Surabaya mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah. Kegiatan yang digelar mulai 28 Juni hingga 6 juli tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Drs. Sigit Sugiharsono Msi

Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA) Andi Malarangeng di komplek Jatim Expo yang juga di-

dampingi oleh Gubernur Jatim Soekarwo sedangkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini didaulat untuk menutup kegiatan di balai kota Surabaya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Drs. Sigit Sugiharsono Msi, mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan menjalin keakraban antar

pelajar se-Asia Tenggara serta sebagai penambah pengalaman dalam menghadapi ASEAN Games 2019 mendatang. “Kegiatan ini, bukan merupakan kegiatan prestasi. Namun, merupakan kegiatan untuk menjalin keakraban antar pelajar seAsia Tenggara serta untuk mempersiapkan dan me-

nambah pengalaman dalam menghadapi ASEAN Games 2019,” katanya. Kegiatan ini, kata dia, milik kemenpora dan Surabaya dipilih untuk menjadi penyelenggara karena dianggap layak, karena fasilitasnya memadai. Kegiatan sebelumnya dilaksanakan di Singapura. Rencananya 11 cabang

olah raga (Cabor) akan dipertandingkan. Antara lain, Track&Field (Atletik), Golf, Sepak Takraw, Badminton, Basket Ball, Volly Ball, Arestistic Gymnastic (Senam Lantai), Renang, Tenis Meja, Tenis dan Pencak Silat yang akan diikuti 1.540 peserta atlet putra dan putri  beserta tenaga official. (hdi)


LifeStyle10

EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Igga Mone

A

ktivitas yang padat, tak membuat Igga Mone, Public Relation Executif Garden Palace Hotel ini menyerah. Saat capek, wanita asal Malang ini mencoba untuk mandi dengan air hangat. Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh penting dilakukan supaya dapat menstabilkan pikiran. Saat lelah, pikiran jadi ikut lelah dan kurang berfungsi dengan baik. Sementara badan, menjadi pasif. Berbagai cara dilakukan orang untuk menjaga kondisi tubuhnya. Baik mengkonsumsi supplemen dan vitamin. Sebagai pekerja hotel, bekerja lebih dari jam kantor membuatnya cepat capek. Karena itu, bagaimana menjaga kesehatan dan kondisi fisik harus dilakukan?. Setelah seharian bekerja, pulang kemudian mandi dengan air hangat sering dilakukan. Kemudian, minum teh manis. Kebiasaan ini sering dilakukan Igga, saat merasa capek. “Rasa capek hilang setelah mandi air hangat. Tentunya ditemani dengan minum teh manis hangat. Emmmmm mantap loh,” kata perempuan kelahiran Juli 1985 itu. Setelah itu, baru tidur. “Setelah mandi dengan air hangat dan minum teh manis hangat baru saya tidur. Ini untuk menjaga kondisi saya supaya pagi bisa beraktivitas kembali,” ujarnya. Kebiasaan yang dilakukannya ini terbilang sederhana dan tradisional. Orang tuanya yang mengajarkannya. Bahkan, Igga, selalu melakukan itu saat pulang ke kampung halamannya. “Kalau saya pulang ke Malang, pasti minta diladenin sama mamaku. Padahal saya bisa nyiapin sendiri sih tapi enak diladeni,” kata Perempuan yang suka berdandan macow yang lebih suka memasak ketimbang datang kepasar sambil tertawa. Meski terbilang manja, perempuan yang berusia 26 tahun ini punya keinginan untuk menjadi owner. Baginya pekerjaan merupakan yang sebenarnya yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Namun, pekerjaan sebagai public relation executive dapat memberikan pengalaman dan pendidikan. “Saya pengen jadi owner hotel. Masa kita jadi bawahan terus,”. (diy)

Audisi Cowok Sehat dan Cewek Seksi

Mencari pria aktif modern dengan gaya hidup sehat dan perempuan berkarakter inspiringly sexy untuk dijadi model. Surabaya merupakan salah satu kota yang dipilih majalah lisensi dari Amerika Serikat untuk menggelar road show pemilihan Be Our cover (BOC) & MH Girl 2012.

Audisi mencari sosok, pria aktif modern yang layak tampil sebagai model dicover majalah sekaligus menjadi duta dalam menyebarkan gaya hidup sehat. Sedangkan, pemilihan MH Girl untuk mencari sosok perempuan berkarakter inspiringly sexy untuk dijadikan model majalah tersebut. Surabaya dipilih sebagai salah satu kota audisi karena masyarakatnya makin menyadari gaya hidup sehat dan banyak pria yang berdomisili di kota Pahlawan ini berpontensi memiliki tubuh ideal. Memiliki perut six packs, wajah menunjang dan smart sesuai kriteria untuk menjadi pemenang BOC. Redaktur Senior Mens Health Indonesia, Cahyo Agung Nugroho, menyatakan, audisi tahunan ini untuk mencari sosok pria aktif modern yang layak tampil sebagai model dicover majalah dan menjadi duta dalam menyebarkan gaya hidup sehat. Sedangkan, pemilihan MH Girl untuk mencari sosok perempuan berkarakter inspiringly sexy yang layak menjadi model dimajalah dan tampil sebagai pendukung pria BOC. 

Unit Stroke Diharapkan Jadi Stroke Centre

Siapkan - Salah satu perawat sedang mempersiapkan kamar di Unit Stroke

Surabaya, BS - Kebutuhan stroke yang sudah tidak lagi mengenal

pengetahuan akan kesehatan terutama untuk penyakit berat semisal stroke harus selalu terpenuhi, kini masyarakat tidak perlu khawatir lagi Unit stroke hadir untuk melengkapi kebutuhan masyarakat. Kehadiran unit Stroke juga diharapkan mampu menjadi bahan edukasi bagi masyarakat terhadap stroke. Semakin pesatnya tingkat konsumsi masyarakat dinegeri ini, membuat kesehatan masyarakat juga terancam. Alhasi, pertumbuhan penyakit kronik semakin meningkat. Berbagai upaya tentunya harus dilakukan untuk mencegah dan mengurangi banyaknya masyarakat yang terkena penyakit. Berpangkal dari serangan penyakit

usia, tidak hanya pada orang tua tetapi jugamenyerang pada anak muda. Berbagai macam carapun digalakkan mulai dari sosialisasi hingga penanganan lebih lanjut. Salah satu cara yang dilakukan RS. Husada Utama ini merupakan upaya untuk melengkapi kebutuhan masyarakat terhadap masalah stroke rumah sakit bertaraf internasional tersebut membuka unit stroke, kehadiran unit stroke tersebut diharapkan mampu menjadi stroke center. Menurut Chief Executive Officer (CEO), Prof, dr.R.Hariadi SpOG menjelaskan bahwa pelayanan stroke memang sudah ada sejak dulu, namun untuk melengkapinya diberikan unit stroke. “Tidak hanya pesiapan ruangan

dan peralatan namun juga perawatnya,” katanya saat peresmian Stroke Unit RS Husada Utama Surabaya beberapa waktu lalu. “Semua sudah mendapat pelatihan, karena harus ada pembekalan di unit stroke. Untuk itu diharapkan dengan adanya unit stroke bisa cepat menangani dan setelahnya minimal bisa sedikit membaik,” ujarnya. Ketua Unit Stroke, Isti Suharjanti, dr, SPS(K), berharap dengan adanya unit terpadu ini dapat meminimalisir angka penyakit stroke. Tak hanya itu, diharapkan kedepannya juga menjadikan pendidikan bagi masyarakat terkait penyakit stroke. Karena itu, pihaknya berupaya untuk mengedukasi kepada masyarakat akan bahaya stroke jika tidak segera diatasi. Menurut isti, penyakit stroke menduduki tingkat kedua setelah jantung. Sedangkan untuk dunia, Indonesia menduduki tingkat ketiga didunia untuk jumlah pasien stroke. Ditanya tentang perbedaannya dengan RS lainnya, tenyata tidak jauh beda. Namun pihaknya menonjolkan pelayanan dan komunikasi yang terjalin atau kekompakan dari masing-masing disiplin ilmu. Unit yang menggabungkan dari banyak disiplin ilmu ini diharapkan mampu bekerjasama dengan baik. (diy)

Men’s Health - Christian Sugiono dan para model cowok sehat sedang melihat majalah Men’s Health

Peserta pria, berusia 18 - 35 tahun dengan tinggi minimal 170 cm. Untuk perempuan berusia 18 - 25 tahun dengan tinggi minimal 165 cm. Setiap tahunnya, kualitas peserta terus meningkat. Ini menunjukkan makin banyak orang yang menerapkan gaya hidup sehat dan smart. Apalagi melihat kota Surabaya memiliki banyak pria sehat. Audisi di Surabaya diikuti peserta dari Surabaya maupun daerah lain. Diantaranya Jogja, Semarang, Bali dan Kalimantan. Ia berharap, Surabaya

bisa meloloskan wakilnya sebagai finalis untuk berlaga di grand final di Jakarta, Juli nanti. Peserta setiap kota akan diambil dua hingga empat finalis BOC untuk dikirim ke Jakarta. Untuk MH Girl, akan diambil 10 finalis dari keempat kota. Semua akan menjalani karantina selama 6 hari. Selama masa karantina, finalis akan mendapat pengetahuan dibidang gaya hidup sehat, kepribadian dan entertainment. Road show digelar diempat kota.

Tanpa Ariel, Peterpan tetap Eksis Peterpan tetap melakukan tour sambil menunggu Ariel, bebas. Tour tanpa Ariel merupakan salah satu ide terpidana. Setelah Ariel, bebas dan bergabung kembali, kemungkinan Peterpan akan merilis album baru dan berganti nama. Rasanya tak lengkap jika Peterpan tanpa sang vokalis Ariel. Namun, itulah yang terjadi belakangan ini. Band asal Bandung ini, nampaknya ingin tetap eksis sambil menunggu sang vokalis bebas. Yaaa, siapa sangka, vokalis Peterpan Nazril Ilham, yang akrab disapa Ariel, terkena kasus yang membuat vokalis itu harus berada dibalik jeruji besi. Namnun, semua itu tidak membuat Peterpan vakum. Walau tanpa Ariel, Uki dan kawankawan, tetap melakukan tour. Rangkaian tour berthema tribute to Peterpan adalah tour tanpa Ariel. Surabaya tak luput dari roadshow yang berkonsep indoor ini berkolaborasi dengan penyanyi lainnya. Diantaranya Andy Rif, Kikan (mantan vokalis Cokelat), dan Ari Lasso. Tentunya dengan intro yang berbeda. Tour yang sudah dilakukan didelapan kota ini dengan artis yang berbedabeda. Mereka membawakan lagu-lagu Peterpan lama. Saat show di Surabaya yang digelar di Penthouse, Uki, Reza, Lukman, dan David menyanyikan 12

Tetap Eksis - Peterpan tetap melakukan tour yang berkonsep indoor sambil menunggu Ariel kembali.

lagu. Bagaimana perasaannya, Peterpan manggung tanpa Ariel, ternyata mereka merasa kurang lengkap. “Vokalis merupakan ujung tombak. Namun, saat menunggu Ariel, bergabung kembali harus tetap eksis. Karena itu, kami mencoba melakukan kolaborasi. Ini juga merupakan ide dari Ariel,” kata Uki, gitaris Peterpan kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Menurut dia, even ini sebagai awal, agar kami lebih berkembang. Sambil menunggu Ariel kembali. “Kami mencoba melakukan sesuatu yang berbeda dan ini juga untuk Peterpan,” tambahnya. Peterpan yang dikabarkan berganti nama ini nampaknya akan dilakukan

Beri Energi pada Otak Inovasi susu pertumbuhan pertama di dunia dengan isomaltulosa yang memberikan energi lebih lama pada otak. Dengan susu pertumbuhan yang mengandung isomaltulosa dapat membantu tumbuh-kembangnya anak.

Peneliti utama dari Unit Riset Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Rini Sekartini SpA (K), mengatakan, isomaltulosa adalah jenis kandungan karbohidrat baik yang memiliki multifungsi. Yaitu, meningkatkan metabolisme karbohidrat dalam tubuh dan karbohidrat glikemiks rendah menyediakan energi tahan lama untuk otak. Karena otak tidak pernah tidur, maka membutuhkan nutrisi. Dengan berbasis karbohidrat yang telah teruji klinis dapat membantu kinerja kognitif anak terlama di Indonesia selama 90 tahun. Frisian Flag mengerti setiap tahapan usia memerlukan asupan nutrisi yang berbeda untuk pertumbuhannya. Susu pertumbuhan difortifikasi dengan isomaltulosa dan nutrisi lainnya secara tepat agar dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat penting pada tahapan usia

1 hingga 6 tahun. Consumer Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia, Patrick van der Aa, mengatakan, dengan adanya susu partumbuhan. Diharapkan mampu produk inovasi yang dapat membantu orangtua untuk membuka potensi anak sejak dini. Dibutuhkan nutrisi yang baik dan cukup dalam masa pertumbuhan anak, terutama untuk perkembangan otak mereka. Aktivitas fisik dan otak akan berfungsi dengan baik jika memperoleh energi yang tepat. Nutrisi yang diberikan orang tua melalui makanan belum cukup untuk mengisi energi otak anak maupun keperluan fisik mereka. Ini mengingat berat otak hanya 10 persen dari total berat badan. Namun, otak membutuhkan 40 persen dari total energi, termasuk saat tidur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, anak-anak memerlukan asupan

Ceria - Consumer Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia, Patrick van der Aa bersama anak-anak cerdas.

nutrisi yang mengandung isomaltulosa yang berasal dari bahan alami madu dan tebu. Isomaltulosa merupakan bentuk karbohidrat yang dilepaskan secara perlahan dalam darah yang membantu kinerja kognitif anak.

Diantaranya Jakarta, Makassar, Medan dan Surabaya serta kembali ke Jakarta. Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi. Di Surabaya, sekitar 40 orang mendaftar. Sedang di Jakarta tetap tertinggi dengan pendaftar 60 orang. Di Medan yang mendaftar sekitar 30 orang dan Makassar 50 orang. “Setiap tahun mengalami peningkatan pendaftar. Terbukti, dengan banyaknya pendaftar yang memiliki badan six packs. Juga kualitas pola hidup sehat ada peningkatan,”. (diy)

Selain pemberian nutrisi yang baik dan cukup untuk otak anak pada masa pertumbuhan, orang tua harus memperhatikan perkembangan anak secara aktif termasuk stimulasinya. Karena obisitas bisa terjadi karena lifestyle orang tua.

Gaya hidup orang tua mempengaruhi perilaku terhadap anak. Divisi Tumbuh Kembang Anak RS dr. Soetomo Surabaya dan IDAI Jatim, Dr. Ahmad Suryawan SpA (K), menjelaskan ada tiga hal yang harus

nanti setelah Ariel, keluar dari tahanan. Bersamaan dengan itu band yang sudah 12 tahun ini akan mengeluarkan album keenam yang merupakan album instrumental pada Mei mendatang. “Rencananya semua itu kami lakukan setelah Ariel, keluar dari penjara. Namun tidak merubah aliran musik dari Peterpan sendiri,” tambah Reza. Untuk pergantian nama ternyata sudah satu tahun belakangan mereka tak memakai nama Peterpan. Mereka memakai nama masing personil. “Hanya untuk event kali ini, kami memakai nama Tribute to Peterpan dari sahabat untuk sahabat yang dipersembahkan oleh Pro Mild. (diy)

diperhatikan pada anak. Diantaranya, bagaimana anak yang kelebihan gizi, bagaimana cara mempertahankan anak yang normal dan bagaimana terhadap anak yang kekurangan gizi. Nutrisi yang berlebih tanpa diimbangi aktivitas yang seimbang akan memicu obesitas pada anak. Dr. Tjhin Wiguna SpKJ dari Unit Riset Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan hasil riset yang dilakukan tim peneliti menunjukkan susu dengan isomaltulosa yang telah difortifikasi dengan vitamin dan mineral, dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan otak dan syaraf anak, memperkuat sistem imunitas, penyerapan nutrisi yang lebih baik serta pertumbuhan tulang, gigi dan otot. Dari total populasi balita 3,027,000 di Jawa Timur, data penelitian dari Dinas Kesehatan Jawa Timur tahun 2012 menunjukkan bahwa anak kekurangan gizi mencapai 12.3 persen dan anak yang bertubuh pendek mencapai 14.2 persen. Di sisi lain, 5.7 persen anakanak mengalami kelebihan gizi atau obesitas. (diy)


EDISI 51 /TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Berharap.........

(dari Hal 1)

Jadi Pemicu Pertumbuhan Madura Informasi ini jelas akan menjadi penyemangat agar Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam mengembangkan kawasan sekitar kaki jembatan Surabaya-Madura itu. Diharapkan agar semua pihak dapat menjadikan RIP itu sebagai momentum khususnya bagi investor karena produk kebijakan itu bisa memberikan kepastian hukum untuk proses investasi. Ibaratnya, RIP bisa menjadi blue print untuk kawasan pelabuhan, dan bila telah disahkan sebagai kebijakan akan sangat membantu untuk mempush arus investasi khususnya bagi Madura. Ini jelas akan berdampak pada proses pembangunan daerah dan kesejahteraan.

Ia memang menyampaikan betapa pentingnya RIP ini. Terutama untuk pengembangan Tanjung Perak selanjutnya. Secara khusus Nyoman mengungkapkan bila RIP ini juga telah disinergikan dengan RTRW yang ada di Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Bangkalan. “Bahkan Kab. Gresik telah menetapkan wilayah utaranya sebagai kawasan penunjang industri maritim. Untuk Kab. Bangkalan sendiri ini menjadi penting mengingat akan ada Proyek Kota Pelabuhan MISI (Madura Industrial Seaport City) di Socah dan pelabuhan skala besar di Tanjung Bulu Pandan, Kecamatan Arosbaya,” ungkapnya.

Tak Sekedar.........

Pihak Pelindo III, sebagai pengguna utama Pelabuhan sendiri sudah melakukan langkah-langkah strategis. Di antaranya, melakukan pengerukan di enam titik kolam Pelabuhan Tanjung Perak. Menurut General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak I Putu Anriawan, pihaknya juga akan menambah fasilitas pelabuhan seiring meningkatnya kapasitas produksi pelabuhan Tanjung Perak. Pelindo juga menambah empat unit peralatan bongkar muat berupa Harbour Mobile Crane (HMC) di terminal Jamrud Utara. Hal itu untuk mengurangi jam tunggu kapal untuk bongkar muatan. Sebelumnya, untuk opera-

(dari Hal 1)

Satu-satunya Event Internasional “Kalau pabrik, ada tax yang masuk terhadap pemerintah. Namun di sektor pariwisata 56 trilliun PDRB 2011 langsung dirasakan masyarakat. Inilah bagusnya sektor ini,” lanjut Karwo. Beroperasinya beberapa lapangan terbang di provinsi ini, salah satu langkah mempersingkat waktu perjalanan dari satu obyek wisata ke lokasi lain. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Jarianto mengatakan, dibukanya jalur penerbangan dari SurabayaBanyuwangi, Jakarta-Malang, diharapkan mampu meningkatkan minat turis asing berkunjung ke Jatim. ”Apalagi di provinsi dengan luas wilayah 47.922 kilometer persegi terdapat 763 obyek wisata,” paparnya. Menurut Jarianto, event MTF adalah satu-satunya event internasional yang diselengga-

Lebih Baik.........

rakan oleh Jatim dalam mengenalkan Jatim sebagai destinasi wisata. “Kalau tahun lalu total transaksi dari Bursa Pariwisata, Pameran Pariwisata, dan Travel Exchange mencapai sekitar Rp 27 miliar, pada tahun ini kami berharap bisa mencapai Rp 30 miliar,” lanjutnya saat mendampingi Pakde Karwo. Jarianto mengungkapkan, MTF 2012 diikuti oleh sekitar 58 buyer dari 20 negara, naik dari posisi tahun lalu yang hanya 22 buyer dari 6 negara. Sementara jumlah buyer dari dalam negeri mencapai 11 buyer, turun dari tahun lalu yang mencapai 36 buyer. “Kami memang berkonsentrasi undang buyer luar negeri, karena untuk dalam negeri harapan kami akan menjadi seller,” terangnya. Beberapa negara yang mengikuti MTF 2012 diantaran-

ya adalah Malaysia, Singapura, China, Korea Selatan, Jerman, Pakistan, Banglades, Nepal, Srilangka, Azerbaijan dan Kazakhstan. Sementara buyer dalam negeri diantaranya dari Jakarta, Medan, Lombok, Kalimantan, Denpasar, Semarang, dan Bandung. Adapun jumlah seller di tahun ini mencapai 58 orang, terbanyak dari Surabaya 26 industri. Sisanya, ada dari Badung sebanyak 7 industri, Malang 7 industri, Jakarta 5 industri, Banyuwangi, Batu, Bali-Lombok masing-masing 2 industri, serta Kalimantan timur, Pasuruan, Yogyakarta, Lamongan dan Jember, “Dan ada sekitar 40 industri perhotelan, restoran serta industri makanan dan minuman yang juga ikut berpartisipasi,” ujarnya. Dalam ajang ini memperke-

11

sional perdana, Pelindo telah mengoperasikan 3 unit HMC. Ketiga unit itu untuk membongkar 40.000 ton kedelai dari kapal Azure yang berbendera Argentina. Empat HMC lainnya siap dioperasikan I Putu menambahkan, pihaknya juga sedang melakukan penguatan di Dermaga Caisson di Jamrud Utara, pada kademeter 850, sepanjang 60 meter. Penguatan itu telah dilakukan seminggu lalu. Dan ditargetkan siap beroperasi 1 sampai 2 bulan kedepan. “Dalam 1 sampai 2 bulan kedepan, Dermaga Caisson sudah siap beroperasi,” katanya. Enam titik kolam yang segera dikeruk, yakni Jamrud Utara, Jamrud Selatan, Berlian Timur, Berlian Barat, Nilam, dan Mirah. PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) menyiapkan dana Rp 42 miliar tahun ini untuk melakukan pengerukan

kolam pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Sedikitnya terdapat enam titik kolam yang segera dikeruk, yakni Jamrud Utara, Jamrud Selatan, Berlian Timur, Berlian Barat, Nilam, dan Mirah.  Pengerukan dilakukan oleh PT Rukindo. Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menciptakan kelancaran arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengeruk kolam pelabuhan. Keenam titik yang segera dikeruk itu kini memiliki kedalaman antara 8-10 meter LWS dan rencananya akan diperdalam 1-2 meter LWS. Endapan lumpur pada keenam titik diperkirakan mencapai 1,1 juta meter kubik. ”Kami akan memberikan kelancaran arus kapal bagi pengguna jasa pelabuhan di Pelabuhan Tan-

jung Perak, kami sudah siapkan Rp42 miliar untuk pengerukan kolam pelabuhan pada tahun ini,” kata Djarwo, di Jakarta, hari ini. Realisasi arus kapal, barang, dan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang Triwulan I-2012 mengalami peningkatan.  Untuk arus kapal, hingga Maret 2012 tercatat sebanyak 3.573 unit atau setara dengan 16.780.422 Gross Tonage;  arus barang dalam bentuk curah mencapai 4.021.525 ton, dan dalam bentuk petikemas mencapai 667.256 TEU’s.  Sedangkan untuk arus penumpang tercatat 181.228 orang. Tentang RIP sendiri, saat ini, masih menunggu ijin dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Hal ini baru dapat terakses perkembanganperkembangan pelabuhan di daerah atau cabang di seluruh

Pelabuhan Indonesia III. Untuk memuluskan RIP Tanjung Perak, OP III melakukan pendekatan dengan DPRD Jatim dan ini sudah di Pansuskan. Setelah dibahas dan disyahkan DPRD, kemudian Gubernur Jatim menyesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar pengusaha tidak ragu berinvestasi di pelabuhan. Dengan adanya RIP di Pelabuhan Tanjung Perak agar transportasi kelautan lancar, perlu dan mendesak supaya kawasan APBS dikeruk, sehingga kapal besar  dapat berlabuh. Hanya saja sampai sekarang pengerukan APBS masih tergendala akibat bangkai kapal tersebut. Adanya bangkai kapal, untuk menuntaskan itu, OP akan melakukan audensi terhadap Mabes TNI AL dan dalam wilayah itu tidak boleh ada aktivitas militer. (jpr/dne) 

nalkan obyek wisata di Jatim antara lain Gunung Bromo, kebun teh Kalibaru di Kalisat, dan wisata religi makam Sunan Bonang di Tuban. “Industri pariwisata religi, selain wisata alam dan buatan ternyata memberi kontribusi besar terhadap kemajuan Jawa Timur. Ada jutaan orang setiap tahunnya mengunjungi sejumlah objek wisata religi. Termasuk, sejumlah makam kiai besar di Jawa Timur seperti Kiai Haji Abdurrahman Wahid di Cukir, Jombang,” lanjutnya. Sampai akhir tahun 2011 jumlah pengunjung makam Sunan Bonang menempati posisi pertama dengan jumlah 2.321.945 wisatawan, kemudian WBL(Wisata Bahari Lamongan) sebanyak 1.955.537 wisatawan, dan makam Maulana Malik Ibrahim sebanyak 1.439.389 wisatawan. Sementara wisatawan nusantara yang berkunjung ke provinsi yang memiliki obyek wisata seperti Pantai Lombang Sumenep, Pantai Klayar Pacitan,

Pantai Watu Ulo di Jember, dan Plengkung Banyuwangi, tiap tahun meningkat signifikan. Tahun 2010, wisatawan domestik yang mengunjungi Jatim mencapai 25 juta orang, 2011 sebanyak 27 juta orang, dan 2012 diharapkan bisa mencapai sekitar 30 juta orang. ”Memang wisatawan domestik umumnya mengunjungi obyek wisata religi seperti makam Wali Songo. Penawaran paket wisata diharapkan menarik wisatawan domestik lebih lama tinggal di Jatim,” tandasnya. Jarianto optimis jumlah wisatawan asing yang datang ke Jawa Timur akan naik  pada tahun ini hal ini dikarenakan ada 4 kapal pesiar yang akan masuk ke Jatim.”Bila dalam satu kapal pesiar bermuatan hampir 500 orang maka bisa dikalkulasi hampir 2000 wisatawan asing yang akan datang ke Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jatim jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim

melalui pintu masuk Juanda pada bulan Maret 2012 mencapai 16.257 orang atau naik 13,76 persen dibanding jumlah wisman bulan Februari 2012 yang sebanyak 14.290 orang. Secara kumulatif, jumlah wisman Maret 2012 mencapai 44.747 orang atau naik sebesar 6,58 persen dibanding jumlah wisman periode yang sama tahun 2011 yang mencapai 41.983 orang. Menurut kontribusinya, selama bulan Maret 2012 wisman kebangsaan Malaysia berperan 23,98 persen, kebangsaan Singapura sebesar 10,12 persen, kebangsaan China dan Jepang masing-masing sebesar 6,90 persen dan 3,54 persen, dan kebangsaan Taiwan berperan sebesar 3,20 persen terhadap jumlah wisman yang melalui pintu masuk Juanda, dengan kontribusi kelimanya sebesar 47,74 persen. General Manager Surabaya Plaza Hotel Yusak Anshori menilai MTF sebagagai kegiatan positif untuk mengenalkan potensi pariwisata jatim, hanya saja

masih ada kekurangan. “Selama 13 kali penyelenggaraan kegiatan ini malah terkesan kurang greget, seandainya saja permerintah juga mendukung promosi keluar tentunya pariwisata jatim akan melaju,” katanya ditemui disela pembukaan MTF. Pemprov harus mengingat bahwa bandara juanda merupakan salah satu dari lima bandara yang masuk dalam opensky policy yang dicanangkan pemerintah pusat. “Itu sudah ditetapkan dan akan dimulai 2015. Jika pemprov tidak jeli maka, Jatim hanya akan kembali menjadi tempat transit,” lanjut Yusak. Menurut mantan ketua PHRI Jatim ini, pemprov harus gencar mempromosikan pariwisata jatim. “Memang selama ini Malaysia merupakan wisatawan mancanegara terbesar yang datang ke jatim. Namun masih banyak potensial market lainnya yang dapat di gaet contohnya pasar Tiongkok,” tambah Ketua Dewan Pariwisata Indoneia (Depari) Jatim itu. (dne)

(dari Hal 1)

Mendukung Pengembangan RIP Keberadaan terminal itu sangat menguntungkan bila digunakan untuk sementara waktu sebagai terminal angkutan petikemas sambil menunggu demand and supply-nya “Usulan ini sebenarnya berbarengan menyambut akhir 2013 yang akan beroperasinya Terminal Multyporpuse Lamong Bay milik Pelindo III dan juga Rencana Induk Pelabuhan (RIP),” ujarnya. Diharapkan dengan beroperasinya Terminal Teluk Lamong yang kegiatannya berbasis bongkar muat barang serta petikemas maka dipastikan demand angkutan barang dan petikemas sangat besar di TOW ekonomi akan menggeliat kembali yang sempat mati itu. Setali tiga uang, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, M Said Sutomo meminta pemerintah kota mengkaji ulang pemindahan trayek bus pantai utara (pantura) jurusan Surabaya-Semarang dari Purabaya ke Terminal Tambak Osowilangun (TOW). Faktanya, bila tetap dipertahankan, masyarakat akan memilih menggunakan transportasi pribadi dengan alasan lebih efisien. Menurutnya, mengatakan konsumen ingin layanan publik di Terminal Purabaya tidak dipindah dan ingin dikembalikan seperti semula. Karena itu, dirinya meminta agar Pemkot Surabaya memikir ulang pemindahan trayek bus itu dari Purabaya ke TOW. Malasah lain,

Punya Mimpi.........

sosialisasi dan publikasi terkait pemindahan trayek dari Purabaya ke TOW sangat kurang. ”Kendala lain juga masih banyak, seperti jarak PurabayaTOW yang bisa ditempuh hingga 2 jam. Belum lagi kalau bus mangkal terlalu lama di terminal atau mencari penumpang di jalanan. Jadi, memindahkan trayek itu jelas bukan solusi,” kata Said. Dirinya menyarankan agar trayek bus yang ada di Terminal Purabaya tidak di pindah melainkan, penambahan dan perlengkapan trayek di TOW. Selama ini, sebagian masyarakat kesulitan bila hendak bepergian menuju daerah seperti Jember, Banyuwangi, Jogja serta Madura. Mestinya lebih dekat dengan TOW tidak harus menuju Purabaya. Menurutnya, lembaga yang dinaunginya hanya mengamodasi kepentingan masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan yang tidak terkoneksi ini. Menanggapi protes penumpang jalur Pantura tersebut, anggota DPRD Surabaya, Agus Santoso mengatakan tujuan dibangunnya TOW memang untuk menampung bus jalur Pantura. Dengan demikian, kemacetan yang kerap terjadi di bundaran Waru dan Medaeng sebagai imbas adanya Terminal Purabaya bisa diurai. ”Kami tidak bisa memperlebar akses di Medaeng karena itu sama saja dengan menggusur rumah warga. sebab, TOW dibuka agar bus tidak masuk ke Purabaya se-

mua,” jelas Agus Menyangkut besarnya biaya yang harus dikeluarkan penumpang, Agus mengatakan DPRD Surabaya masih mengkaji kemungkinan adanya tarif khusus bagi mahasiswa maupun pelajar. “Kami tetap mengupayakan yang terbaik agar penumpang juga tidak dirugikan,” katanya. Sementara Abdul Hamid (44), sopir bus Sinar Mandiri jurusan Surabaya-Semarang mengatakan, pihaknya menginginkan kembali lagi ke Terminal Purabaya setelah hampir seminggu mogok. Bagaimanapun juga para sopir tidak bisa dipaksa untuk pindah ke TOW, karena fasilitasnya sangat terbatas. “Kami ingin kembali lagi ke Purabaya karena tuntutan kami tidak dipenuhi oleh pengelola terminal TOW untuk segera melengkapi sarana prasarananya,” keluh salah satu sopir itu Hal senada juga dilontarkan Sopir bus Jaya Utama, Warsono Eko Bianto (43). Menurutnya, kebijakan ini hendaknya tidak terulang lagi untuk kedua kalinya sebab bukan saja sopir yang dirugikan masyarakat juga. Terlebih memindah trayek  itu tidak mudah karena menyangkut kepentingan beberapa pihak. “Seharusnya pemerintah mempetimbangkan dulu dan mengambil keputusan dengan musyawarah mufakat, tidak asal main paksa memindahkan trayek, jadinya seperti sekarang, semua menjadi korban,”kesal bapak tiga anak ini.(ton)

(dari Hal 1)

Gemar Pelajari Budaya Lokal Periode 1996 hingga 2004 menjadi tahap pembelajaran bagi perusahaan Crown International Holdings. Termasuk bagaimana mengkreasi pasar Australia yang pada waktu itu mengalami imbas Global Financial Crisis (GFC). Iwan mengungkapkan,

ada tiga hal yang membuatnya bisa bertahan di negeri orang dan meraih sukses. Pertama, mengerti sistem yang berlaku dan berhubungan baik dengan orang-orang yang berada di dalam sistem itu. Kedua, harus tahu positioning produk sendiri dan

menciptakan keunikan. Kunci ketiga, adalah mempelajari bahasa dan budaya lokal untuk bisa bergaul dan berbisnis lebih luas lagi. “Bagi yang terbatas dalam bahasa dan berarti network mereka juga terbatas,” ujar Iwan. (dne)

Parade Budaya - Parade Budaya dan bunga dalam rangka memperingati HUT Surabaya berlangsung marak. Masyarakat pun disuguhi atraksi-atraksi menarik dari peserta parade.

Komisi A.........

(dari Hal 1)

WW Dianggap Pelintir Rekomendasi Alasannya, Ketua yang sering dipanggil WW itu membentuk pansus tanpa didasari Program Legislasi Daerah (Prolegda). Mestinya, Pansus dibentuk melalui serangkaian daftar Prolegda yakni mendapatkan persetujuan badan legislatif (Banleg) DPRD Surabaya dengan bagian hukum pemkot Surabaya. Angggota komisi A DPRD Surabaya Erick Reginal Tahalele menyatakan pihaknya sudah menemui Biro Hukum Kemendagri Indra. Indra membantah pernyataan seperti yang disampaikan WW dalam paripurna, bahwa pembentukan Pansus Raperda PD KBS yang belum masuk ke dalam daftar Program Legislasi Daerah (Prolegda) tidak perlu diadakan rapat paripurna perubahan Prolegda. “Indra menyebutkan pernyataannya telah dipelintir WW. Bahkan pihak Kemendagri meminta Komisi A agar segera mengirimkan bukti

rekaman rapat paripurna ke Jakarta,” terangnya Terlebih, lanjut Erick, Kemendagri juga menginginkan proses pembentukan Pansus diluruskan mestinya sebelum Pansus dibentuk harus diawali dengan persetujuan bersama antara Badan Legislasi (Banleg) DPRD Surabaya dengan Bagian Hukum Pemkot Surabaya. “Mereka (biro hukum kemendagri, red ) meminta segera diluruskan karena jika diteruskan akan ada implikasi hukum dalam pembentukan pansus ini . Apalagi menyangkut penggunaan dana APBD dalam pembahasan raperda BUMD KBS ini,” kata politisi partai Golkar ini. Senada juga dikatakan Akhmad Suyanto, Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya membenarkan jika komisinya telah konsultasi ke Kemendagri. Maksud kedatangan itu, kata Suyanto hanya ingin menyelesaikan polemik pembentukan pansus

BUMD KBS. “Karena ada polemik dalam pembentukan pansus ini makanya kami konsultasi. Namun pihaknya menginginkan solusi jalan tengahnya,” ujarnya Menurut dia, adanya perbedaan persepsi antara kata disetujui Banleg-Bagian Hukum ataukah dengan pimpinan DPRD.  “Karena bila mengacu Permendagri, yang disetujui ini adalah Banleg dengan Bagian Hukum. Tanpa sebuah dengan otoritas Ketua, misalnya dalam persetujuan Perda antara Walikota dengan Ketua DPRD” terang politisi PKS ini. Sehingga persoalan ini, tambah dia, mestinya bisa diatasi hanya saja kemelut yang terjadi kali ini perbedaan persepsi kesalahpahaman antara Banleg dengan Bagian Hukum Pemkot. Sejatinya dengan berita acara saja sudah cukup, namun ini tidak dilakukan. Terpisah, ketua DPRD Kota Surabaya Wishnu Wardhana me-

nanggapi tudingan melintir rekom kemendagri dengan tenang. Bahkan WW beranggapan secara diplomatis mengatakan tidak boleh ada negara dalam negara. Artinya, tidak bisa Banleg meneken persetujuan bersama dengan Bagian Hukum. Apapun produknya, jika sudah membawa nama lembaga DPRD, maka yang keluar harus atas nama pimpinan DPRD. “Oleh karena itu, Banleg tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Banleg adalah bertugas memberi saran ke pimpinan. Karena Banleg mendapat tugas dari banmus,” kilah WW. .“Yang ada hanya keputusan DPRD. Mana ada keputusan Banleg. Sebab semua bertanggungjawab ada pada pimpinan,” sambung mantan ketua DPC partai democrat ini. Di sisi lain, kisruhnya pembentukan pansus KBS ini memicu keretakan di tubuh Pansus. Sebab Fraksi Partai Golkar (FPG) kabarnya akan menarik keanggotaannya di Pansus. Ini jika belum ada persetujuan bersama antara Banleg dengan Bagian Hukum.(ton)


Koran Mingguan

Berlangganan atau Pasang Iklan

Terbit Setiap Hari Senin

di

E-mail : webmail.bisnis-surabaya.com ECERAN Rp 2.500 HARGA LANGGANAN Rp 10.000

031-5633456

TELEPON : Iklan/Redaksi/Sirkulasi 031-5668432, 5633456 Faksimile : 031 - 5675240

EDISI 51/TAHUN 01, 14 - 20 MEI 2012

Parade Budaya Pikat Hati Warga

Kasek Pungli Dilindungi Surabaya, BS - Kasus pung-

Surabaya, BS - Warga Surabaya mendapat suguhan menarik pada Minggu pekan kemarin berupa Parade Budaya dan Bunga 2012. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-719. Animo masyarakat untuk menyaksikan event tahunan ini cukup tinggi. Bahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 12.30 WIB warga sudah mulai memadati area start di Tugu Pahlawan serta jalan-jalan yang menjadi rute parade hingga lokasi finish di Taman Surya. Padahal para peserta parade baru dilepas Walikota Surabaya Tri Rismaharini pukul 14.00 WIB. Apalagi cuaca yang relatif medung saat itu semakin membuat warga Kota Pahlawan tak ragu berduyun-duyun datang guna melihat secara langsung puluhan mobil hias dan atraksi yang disuguhkan peserta. “Saya sengaja datang mengajak keluarga karena ini moment yang tidak terlalu sering kita jumpai di sini. Sekalian itung-itung sebagai sarana rekreasi bareng anak-anak,” tutur Asikin (43) salah seorang warga yang menonton parade di Taman Surya. Menurutnya, yang menjadi daya

tarik Parade Budaya dan Bunga 2012 adalah desain mobil hias yang unik dan menarik. Masingmasing peserta memiliki konsep sendiri ditambah sejumlah atraksi yang mengiringinya semakin menambah nilai plus dari mobil itu. “Desainnya bagus-bagus, saya berharap event seperti ini lebih ditingkatkan lagi baik secara kualitas maupun jumlahnya,” imbuh ayah dua anak ini. Dengan mengambil tema “Semarak Surabaya dalam Keragaman Budaya”, Parade Budaya dan Bunga kali ini diikuti oleh 70 peserta, dengan rincian 40 diantaranya berupa mobil hias sedang sisanya marching band, tari-tarian daerah, fashion show, serta atraksi budaya. Peserta yang terlibat datang dari perguruan tinggi, sekolah, perusahaan, dan sejumlah instansi lainnya. Tak ketinggalan komunitas masyarakat Maluku, Papua, Arab, Pa-

dang, Tapanuli, Kawanua, dan Tiong Hoa. Sejumlah daerah di luar Surabaya juga turut berpartisipasi antara lain Pasuruan, Kota Waingin Timur, Sampang, Pamekasan, Bandung, Jember, dan Tulungagung. Sekretaris panitia HJKS 2012 Yayuk Eko Agustin mengatakan, Parade Budaya dan Bunga merupakan agenda tahunan Kota Surabaya yang dihelat untuk memperingati HJKS. Event ini merupakan salah satu ikon wisata yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya. “Dari tahun ke tahun, Kami selalu berupaya menyelenggarakan event yang terbaik bagi Kota Surabaya. Sebab, itu dapat menarik wisatawan untuk datang ke sini,” ungkapnya. Yayuk menambahkan, rangkaian kegiatan HJKS tak hanya parade ini saja. Masih banyak kegiatan-kegiatan lain selama sebulan ini yang pastinya tak kalah seru, misalnya Festival Rujak Uleg, Surabaya Shoping Festival (SSF), Urban Culture Festival dan masih banyak lagi. (hdi)

utan liar ‘pungli’ di Sekolah Dasar Negeri/ SDN Airlangga V dan VI Surabaya memasuki babak baru setelah Inpektorat dan Badan Kepegawaian diklat Pemkot Surabaya mulai geram dengan sikap kepala sekolah (kasek) Atiek Faroha. Isu lain, tersirat kabar bahwa ada seorang oknum anggota DPRD Surabaya menerima upeti dari yang bersangkutan serta disaksikan beberapa kasek di Jagir Surabaya terkait maslah tersebut. Ironisnya, tempat tersebut adalah diduga kantor dinas pendidikan kota Surabaya. Di samping itu, Kasek SDN Airlangga itu juga dibekingi oleh salah satu oknum wartawan dari media F. Dari keterangan sumber di lingkungan Inpektorat Surabaya yang enggan di sebutkan namanya ini menyebut ada oknum wartawan yang membekingi kasek berjilbab itu, saat kasek menjalani pemeriksaan jumat (4/5) lalu dikantor jalan sedap malam. ”Benar Mas, tadi Kasek itu (Atiek Faroha, red) datang ke kantor sini bersama wanita yang mengaku wartawan dari media F dia juga mengakui kalau dia (oknum wartawan, red) itu mantan PNS dari dikbud yang mengajukan pensiun dini,” kata sumber ini. Kasus ini menambah deretan catatan merah bagi Atiek Faroha selama menjabat kepala sekolah, sebelumnya kasus serupa juga dilakukannya saat menduduki jabatan kasek di SDN Kaliasin III pada tahun 2008 lalu. Kasus itu sempat menjadi sorotan publik lantaran atas laporan sejumlah wali murid ke Komisi D DPRD Surabaya menyebutkan, untuk biaya masuk ke SDN Kaliasin III dipaksa membayar uang masuk sebesar Rp1.800.000 per-siswa dengan tidak diberikan kwitansi pembayaran. Selain itu, adanya pungutan terhadap anak sekolah yang hendak melakukan mutasi dengan besaran biaya Rp3 juta lebih per siswanya. “Adanya dugaan mark up (penggelembungan) dana ekstrakurikuler, uang tarikan pembelian buku dan

Pungli - suasana sekolah SDN Airlangga V dan VI ditempat ini kasek Atiek Faroha kerap kali lakukan Pungutan terhadap siswa.

terakhir uang penerimaan siswa baru (PSB) yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, juga tidak dipertanggungjawabkan secara jelas,” kata mantan walimurid SDN Kaliasin III ini yang enggan namanya dikorankan.  Sementara kepala bidang Inspektur pembantu wilayah III Halim M Kamal menyatakan, saat ini proses pemeriksaan terhadapa Atiek Faroha masih berlangsung, yang nantinya hasil pemeriksaannya akan di serahkan kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Proses pemeriksaan terhadap kasek Atiek faroha masih terus berjalan mas, insyaAlloh minggu ini hasilnya kami serahkan ke bu wali,” ujar Halim Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yayuk Eko Agustin menyatakan persoalan itu oleh pihaknya sudah diserahkan pada pihak Inspektorat dan dinas pendidikan kota Surabaya, ia berharap agar kedua instansi tersebut untuk menindak tegas terhadap kasek yang sering kali melakukan pungutan terhadap siswa / wali murid Dirinya memahami, karakter Atiek faroha sejak dia (Yayuk Eko Agustin kini kepala BKD pemkot, red ) menduduki dinas pendidikan pada 1989 silam yang mengetahui persis track record kasek tersebut berulang kali gemar melakukan perbuatan melanggar aturan yang sama. “Persoalan itu sudah saya serahkan langsung pada dinas pendidikan dan Inspektorat Surabaya agar menindak tegas. Kasek yang bermasalah karena kasus ini tidak terjadi kali ini saja, namun berulang kali melakukan perbuatan yang sama, saya mema-

hami dia (Atiek Faroha, red) sejak saya dinas di lingkungan pendidikan,” ujarnya Lebih lanjut, dirinya mengakui jika kasek tersebut bila berhadapan dengannya, Atiek Faroha selalu menghindar.”Dia itu kalau ketemu saya selalu menghindar bahkan lari sambil menundukan kepalanya jika berhadapan dengan saya, untuk itu kita tunggu saja lah mas hasil pemeriksaanya di Inspektorat,” pangkas Yayuk. Sementara saat dikonfirmasi terkait permasalah pungutan itu kepala bidang ketenagakejaan dinas pendidikan Surabaya Yusuf Masruh tidak menjawab saat dihubungi lewat ponselnya bahkan saat Bisnis Surabaya menanyakan hal itu melalui pesan singkat juga tak di jawab oleh kabid yang menangani tenaga kerja di lingkungan pendidikan kota Surabaya ini. Serupa juga tidak terjawab saat Bisnis Surabaya konfirmasi kepala bidang pendidikan dasar dan pertama Eko, saat mengirimkan pesan singkatnya juga tidak ada jawabatan dari kabid pendidikan dasar dan pertama (Dikdas) dindik Surabaya. Bahkan saat Bisnis Surabaya menanyakan hal serupa kepada puncuk pimpinan pendidikan kota Surabaya M iksan pun juga menjawab baik melalui ponselnya maupun pesan singkatnya. Atas hal ini dindik Surabaya terkesan menutup diri menyanggkut persoalan pungli di sekolah bahkan tak pelak terkesan melindungi kasek dari perbuatan yang melangar hukum, yang berdampak korban pada wali murid sekolah SDN Airlangga itu.(ton)

bln -an / b r 0 50

5 Gdg TWIN TOWER, 5 lt, 374 Unit. Tersedia Type 18,24,28,30,36 & 48 Hunian executive Area parkir tiap gedung PDAM, PLN 900-1300 Watt Pendopo Serba Guna, fasum(mesjid, pasar, lap.olah raga futsal, jogging Track, tenis Meja, Aerobik)

Hubungi: Jl. Siwalankerto Timur V No.35 Surabaya (031) 8474010, 8474011 D.097


Edisi 51(14 - 20 Mei 2012)