Issuu on Google+


Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

2

Sekilas Sulawesi

Salam Bisnis Sulawesi ! Pertanyaan sulit kami hadapi, saat diberi amanah untuk mendirikan sebuah media di pulau Sulawesi, ditengah kuatnya media yang lebih dulu ada. Apakah media bisnis Sulawesi akan menjadi pesaing baru ?. Melihat perkembangan media yang sudah ada sebelumnya, hampir semua berada di level tertinggi untuk oplah, share iklan, bahkan sudah memiliki dewan pembaca yang umurnya sudah cukup lama. Dibandingkan dengan kami, Bisnis Sulawesi, adalah media yang baru masuk di medio 2012, belumlah bisa dikatakan sebagai pesaing. Pertanyaan lain yang ada, apakah kami bisa bersaing?. Untuk pertanyaan ini, kami menganggap adalah sebuah tantangan, yang berarti jika kami punya kesempatan dan kekuatan untuk bersaing, dengan media yang sudah ada. Dengan dukungan dari jaringan Bali Post, ini bisa menjadi sebuah modal tinggi untuk menumbuhkan kepercayaan diri, memasuki daftar media koran yang ada. Selain itu, segmen yang kami miliki saat ini belum terlalu di perhatikan oleh media lain, yakni bisnis, ekonomi dan keuangan. Kami memilih segmen ini, bukan karena belum ada media koran yang belum menerbitkan berita di segmen itu, namun, dengan melihat potensi pulau Sulawesi sebagai pulau yang menjadi kekuatan ekonomi masa depan setelah bagian barat dan tengah indonesia. Alasan ini, kami menganggap sangat masuk akal, jika dilihat dari 6 provinsi yang ada di pulau Sulawesi. Tiga diantaranya Sulsel, Gorontalao dan Sulawesi utara, adalah provinsi yang tingkat pertumbuhan ekonominya berkisar 6 - 8 persen. Selebihnya, saat ini dalam progres menuju ke tingkat ekonomi pertumbuhan yang makin baik. Posisi dan peranan pulau Sulawesi dalam pengembangan pembangunan perekonomian di Indonesia sangatlah vital. Hal ini di buktikan dengan di fungsikannya bandara international Sultan Hasanuddin, Makassar sebagai ‘’Economic Gateway’’ untuk kawasan timur Indonesia. Dan ini juga bisa diartikan bahwa kawasan timur Indonesia sudah tidak bisa dianggap kawasan tertinggal dalam pengembangan ekonomi bisnis nasional dan internasional saat ini. Kawasan Indonesia timur sudah menjadi titik baru dalam peta pembangunan sektor ekonomi bisnis. Penulisan dengan prinsip keakuratan data, penyajian fakta berimbang dan mencakup seluruh aspek, adalah salah satu ciri khas Bisnis Sulawesi. Sebab itu, kami terus mengumpulkan seluruh informasi dan data, bukan hanya satu provinsi saja, tapi seluruh provinsi yang ada di pulau Sulawesi. Berpusat di Makassar, Bisnis Sulawesi juga menghadirkan berita dari Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Kami menyediakan khusus 1 halaman untuk 1 provinsi, di mana seluruh berita tetap disajikan dengan prinsip utama penulisan Bisnis Sulawesi. Selain penyajian berita, kami ingin sampaikan satu rahasia kepada anda pembaca, bahwa, kekuatan tersembunyi yang kami andalkan adalah riset. Anda sebagai pembaca tentu bisa tahu, mana koran yang bermutu, mana yang tidak, anda dapat melihatnya dengan membaca beritanya, apakah ini sudah benar ? Tentu untuk menjawab itu, kami mempunyai cukup waktu untuk membuat riset sebelum penulisan berita, sebab, kami tak ingin anda mendapatkan kesalahan informasi, yang bisa mengakibatkan hal tidak baik, apalagi hal yang fatal. Sebab itu, keberadaan riset sungguh sangat diperlukan untuk keberadaan media, tentu bukan saja hanya sekadar memiliki bidang penelitian dan pengembangan, yang hanya berkutat melakukan kategorisasi data, tapi seharusnya juga melakukan uji teoritik, serta aplikasinya. Pada akhirnya, bisnis sulawesi hadir bukan untuk menjadi pesaing, tetapi hadir untuk menjadi referensi bisnis terpercaya, bagi anda yang menjadi warga pulau Sulawesi. Sudah seharusnya kami bisa berbangga dengan anda sebagai pembaca, bersama untuk menuju kemakmuran serta pembangunan ekonomi yang baik. Bisnis Sulawesi tentunya terus berusaha memberi bacaan berkualitas, sehingga tak perlu diragukan lagi dalam keseriusan kami untuk melakukan penyempurnaan-penyempurnaan. Untuk itu, kami terbuka menerima informasi, masukan dan saran dari pembaca tercinta melalui email : info@ bisnissulawesi.com, redaksi@bisnissulawesi.com atau melalui sms di no telp (0411) 5318686.

Redaksi

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang beribukota di Palu. Luas provinsi ini mencapai 68.089,83 kilometer persegi (km²). Provinsi Sulawesi Tengah memiliki kekayaan budaya yang telah diwariskan secara turun temurun. Karena banyak kelompok etnis mendiami Sulawesi Tengah, maka terdapat pula banyak perbedaan di antara etnis tersebut yang merupakan kekhasan yang harmonis dalam masyarakat. Juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Gorontalo resmi menjadi provinsi sejak 16 Februari 2001, mempunyai wilayah di sebagian wilayah utara Pulau Sulawesi. Oleh karenanya gambaran kehidupan masyarakat Gorontalo tidak banyak berbeda dengan provinsi disekitarnya. Letak geografis yang berbeda-beda, dataran, pantai dan danau serta sungai menyebabkan potensi desa/ kelurahan, mata pencaharian, maupun perilaku penduduk juga berbeda. Di desa pantai misalnya, sebagian besar mata pencaharian sebagai nelayan. Sedangkan penduduk di desa dataran maupun perbukitan banyak bertani. Provinsi Gorontalo dikenal kaya akan eksotisme ala timur Indonesia. Satu di antaranya pantai dengan rangkaian nyiur melambai atau makanan khas berbahan dasar jagung.

Sulawesi Utara Provinsi Sulawesi Utara dalam prospektif regional maupun internasional berada pada posisi sangat strategis karena terletak di bibir Pasifik (Pasifik Rim) yang secara langsung berhadapan dengan Negaranegara Asia Timur dan Negara-negara Pasifik, sehingga menjadi lintasan antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia serta dua Samudera yaitu Samudera India dan Pasifik. Posisi strategis ini menjadikan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia ke Pasifik dan memiliki potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dalam AFTA. Komoditi tanaman perkebunan yang potensial di provinsi ini adalah kelapa, cengkeh, pala, kopi, kakao dan vanilli. Sektor Perikanan juga termasuk unggulan.

Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang merupakan pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi Provinsi ke-33 yang diresmikan 5 Oktober 2004. Sulbar terletak di posisi silang dari segitiga emas Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah, serta langsung menghadap rute berlayar nasional dan internasional selat Makassar. Beribukota Mamuju yang menyimpan sejuta khazanah. Letaknya strategis, wilayah luas dengan kekayaan alam melimpah. Sebagaimana provinsi lain di Pulau Sulawesi, Sulbar juga penghasil kakao, kopi robusta/arabika, cengkeh dan kelapa. Di sektor pertambangan Sulbar mengandung emas, batubara dan minyak bumi. Sebagai daerah yang mengandung minyak bumi, ironis karena beberapa waktu lalu Sulbar sempat menghadapi kesulitan bahan bakar minyak (BBM). Diakibatkan putusnya jembatan Pinrang, Sulawesi Selatan yang menjadi jalur lintas Sulsel-Sulbar.

Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan dengan ibukota Ujung Pandang merupakan jalur distribusi utama bahan-bahan kebutuhan pokok dan perdagangan ke propinsi-propinsi lainnya di wilayah Indonesia Bagian Timur, dengan pelabuhan laut Pangkalan Sukarno, dan pelabuhan udara Internasional Bandara Hasanuddin yang masing-masing terbesar di wilayah Kawasan Timur Indonesia. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki Kawasan Industri dengan status BUMN dengan luasan hingga ratusan hektar.

Sulawesi Tenggara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terbentuk lewat UU No. 13 tahun 1964, sebagai pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara. Sedangkan induknya berganti nama menjadi Sulawesi Tenggara terdiri dari Jazirah dan Kepulauan dengan luas wilayah 38.140 km2. dan wilayah perairan (laut) diperkirakan 110.000 km2 atau sekitar 2,8 kali lebih luas dibanding dengan daratan. Suatu perbandingan kepemilikan sumber daya alam antara laut dan darat yang merupakan suatu potensi sumber daya alam yang menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat. Selain itu letak Sulawesi Tenggara yang berada pada garis Wallasea (Wallacea), mengakibatkan hidupnya berbagai jenis flora dan fauna endemik, yang juga merupakan potensi sumber daya ekonomi untuk dikelola secara langsung maupun dalam bentuk jasa parawisata.

Pemimpin Umum /Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Bali Putra Ariawan Pemimpin Perusahaan : Ni Luh Puspa Redaktur : Andry Mardian Anggota Redaksi : Andry Mardian, Zulfa Syam, Boni Maryono Sulawesi Tengah : Ayu Mirayanti, Agus Sudastra Sulawesi Utara : Yusak Imanuel, Gorontalo : Monalisa Sumitra Desain Grafis/ Fotografer : Sapriady Putra Alamat Redaksi /Iklan : Kompleks Gedung RRI Makassar (Gdng. Belakang Kantor RRI) Jalan Riburane No. 3 Makassar, Sulawesi Selatan, Telp. (0411) 5318686 redaksi@bisnissulawesi.com Marketing Iklan / Administrasi : Ni LUh Puspa, Dahlia (Layanan Iklan 09.30 – 16.30 Wita Setiap Hari Kerja) marketing@bisnissulawesi.com Tarif Iklan: Iklan baris Rp. 15.000/Baris (Minimum 2 Baris, Maksimun 10 Baris, Per Baris Maksimun 30 Karakter) Iklan Display BW Rp. 15,000,-/Mmk Iklan Display Full Colour Rp. 20,000,-/Mmk Advertorial BW Rp. 17,000,-/Mmk Advertorial Colour Rp.25,000,-/Mmk Iklan Keluarga/Sosial Rp. 10,000,-/Mmk iklan@bisnissulawesi.com Sirkulasi : Risma, Amna, Juna Alamat Bagian Langganan : Kompleks Gedung RRI Makassar Harga Langganan : Rp. 10,000,-/Bln, Pembayaran Dimuka Harga Eceran Rp. 2,500,- sirkulasi@bisnissulawesi.com Terbit Mingguan Penerbit PT Bali Post


Ekbis / Perbankan

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

3

Konsultasi Bisnis Oleh

Ketut Arnawa

Mengambil Hati Pelanggan Bisnis Sulawesi/ady

NASABAH - Seorang nasabah sedang mengisi form penerbitan kartu kredit

Perketat Kartu Kredit

Dunia Service dan Marketing adalah disiplin ilmu yang searah dan saling melengkapi dan marketer berusaha searif, sekreatif mungkin, mengambil hati customernya Topic pembahasan dari diskusi yang perlu diangkat tentang New Wave Marketing, dimana muncul kekuatan baru. Posisi The Senior ‘disodok’ oleh The Youth. Kaum Pria (The Man) semakin ‘tersudut’ dan di ‘sodok’ kaum wanita (The Women), peranan The Citizen tergeser The Netizen. Inilah yang saya sebut The Anatomy of New Wave Culture.

Makassar (Bisnis Sulawesi) – Setiap Bank atau penerbit kartu kredit wajib memperketat sejumlah hal terkait penerbitan kartu kredit. Bank harus melakukan aktivitas dengan asas kehati-hatian. Karena, melihat hasil penelitian BI, ditemukan banyak pengguna kartu kredit yang memiliki lebih dari satu kartu yang tentunya sangat beresiko, terutama bagi pemegang kartu berpenghasilan kecil. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Surat Edaran (SE) 11/10/DASP tentang perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) terkait penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK). SE itu sebetulnya direncanakan terbit akhir Januari 2012 namun baru dikeluarkan per 7 Juni 2012 yang merupakan pelaksana Peraturan BI (PBI) 14/2/PBI/2012 ( pengganti Peraturan BI 11/11/PBI/2009). Dengan SEBI ini, setiap Bank/penerbit kartu kredit wajib memperketat sejumlah hal terkait penerbitan kartu kredit. Diantaranya usia calon pemegang kartu (minimal 21 tahun/ telah kawin untuk kartu utama dan minimum 17 tahun/telah kawin untuk kartu tambahan). Pendapatan minimum Rp 3 juta/bulan. maksimum memiliki kartu dari 2 penerbit dengan total plafon 3 kali pendapatan per bulan. utamanya bagi calon pemegang kartu berpendapatan di bawah Rp 10 juta/bulan serta pengaturan beberapa hal lain. Senior Economist BI, Gusti Raizal Eka P menyatakan, Bank memang seharusnya melakukan aktivitas dengan asas kehatihatian. Banyak pengguna kartu kredit memiliki lebih dari satu kartu. Itu kata Raizal, memang tak masalah kalau penghasilan besar. ‘’Tetapi bisa beresiko bagi pemegang yang penghasilannya kecil,’’ katanya. Selama ini, siapa pun boleh menggunakan kartu kredit yang artinya bisa saja seorang memiliki plafon kartu kredit jauh melebihi penghasilannya sendiri. ‘’Jika masih menggunakan ketentuan lama, ini yang berbahaya bagi nasabah. Karena bisa

menjerat, ketika kartu kreditnya tidak bisa dimanfaatkan tepat waktu. Piutangnya bisa bertambah,’’ tambah Raizal. Dikatakan, ketentuan penerapan prinsip kehati-hatian seperti usia calon pemegang kartu, pendapatan, plafon kredit, jumlah kartu, dan lainnya diberlakukan efektif per 1 Januari 2013. Sementara ketentuan migrasi teknologi tanda tangan menjadi PIN paling kurang enam digit untuk transaksi kartu kredit, paling lambat 31 Desember 2014. Sehingga per 1 Januari 2015 penggunaan PIN bisa diimplementasikan secara penuh. Tak Berlebihan

Bank Negara Indonesia (BNI) mengaku mendukung kebijakan BI untuk pembatasan kartu kredit. Tetapi BNI tidak menanggapi berlebihan. Menurut Misbahuddin Bahru, pemimpin Sentra Bisnis Kartu Makassar, sampai saat ini BNI masih berjalan natural. Untuk BNI wilayah Makassar yang me-

liputi Sulawesi, Maluku, Papua, pemegang kartu kredit saat ini berjumlah 200.000 orang dan 70 persennya merupakan pemegang kartu dari Wilayah Makassar. Dia berharap kebijakan BI mesti memiliki landasan kuat yang tetap bisa menguntungkan bagi perbankan maupun nasabah. ‘’Bank Indonesia juga harus betul-betul siap dalam penerapan kebijakan ini,’’ harap Misbah. Berbicara masalah resiko, Misbah mengakui memang pemegang kartu cukup beresiko, utamanya mereka yang berpenghasilan kecil. ‘’Apalagi masyarakat memiliki gaya hidup yang berbeda yang kadang bisa memiliki lebih dari 2 kartu,’’ sebutnya. Sementara itu, dua Bank lain (BCA dan Mandiri), hingga tulisan ini diterbitkan, belum bersedia memberi kejelasan. Bank BCA bahkan tetap tidak merespon kendati konfirmasi dilakukan dengan bersurat resmi sebagaimana permintaan mereka. Bagian Marketing Bank Mandiri yang ditemui juga tak memberikan jawaban representatif. (ufa/luh)

Bisnis Sulawesi/ady

KARTU KREDIT - Selama ini, siapa pun boleh menggunakan kartu kredit yang memiliki plafon kartu kredit jauh melebihi penghasilannya.

The Senior vs The Youth Semua orang, termasuk para senior sudah maklum, ‘’The World is Flat’’ sudah jadi kitab suci baru, dimana teknologi New Wave sudah mengambil alih peran teknologi yang bersifat Legacy. Sayangnya, seringkali para senior masih mempertahankan bahwa merekalah penentu kebenaran dunia. Kebiasaan untuk memberikan ‘’vertical advice’’ pada orang lebih mudah susah di ubah. Padahal, teknologi New Wave yang bersifat horizontal sudah mampu menjadi penggerak untuk menemukan wisdom baru. Ketika para senior tidak mau menerima kenyataan baru itu, maka timbul kegelisahan diantara kelompok The Youth yang lebih aman pada situasi baru itu. Pemuda atau The Youth seolah menemukan cara baru untuk tidak harus sekadar mengikuti The Senior. Kaum pemuda yang gelisah juga tidak puas dengan seniornya yang mempunyai asumsi-asumsi yang sebenarnya usang. Jika senior mendapatkan kebenarannya lewat pengalaman masa lalu, pemuda justru berani mencoba asumsi baru dengan mengacu pada masa depan. Tidak seperti senior

yang terpacu pada paradigma lama, pemuda berani malakukan perubahan. Karena itu, dalam diagram Anatomy of New Wave Culture, saya gambarkan kaum pemuda sebagai pihak yang berani ‘’leading the mind’’ (lihat gambar). Kenapa mereka bisa melakukannya? Karena mereka selalu melakukan ‘’sense and respond’’ bukan ‘’command and control’’ seperti yang pernah dilakukan para Senior. Mereka yang muda selalu lebih sensitive terhadap perubahan dan selalu berani merespon suatu perubahan dengan cepat dan seringkali dengan cara yang sama sekali baru. Senior seringkali berusaha mengabaikan perubahan dan selalu berusaha ‘’mengajari’’ dan ‘’mengendalikan’’ situasi baru dengan cara lama. Akibatnya? seringkali mereka yang relative lebih tua (the senior) jadi ‘’tersudut’’ sedangkan mereka yang muda (the youth) yang menyodok. Antara the youth and the senior, sebenarnya sangat dibutuhkan. Keberanian the youth untuk ‘’leading the mind’’ akan sempurna ketika dipadukan dengan pengalaman the senior.

bersambung...”The Man vs The Woman” di edisi 2


Indepth

4

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Yakin, Gas Naik MESKI pemerintah menunda kenaikan bahan bakar gas tabung elpiji 3 dan 12 kg, namun masyarakat tetap khawatir akan terjadi kenaikan harga di pasar eceran. Jelang ramadhan 2012, permintaan akan tabung gas meningkat tajam, seiring dengan na-iknya frekuensi produksi industri makanan dan minuman, baik level pabrik maupun rumah tangga. Meningkatnya permintaan, sesuai hukum pasar, maka harga tabung gas diperkirakan naik disesuaikan dengan harga pasar. Beberapa penyebabnya antara lain, masih adanya dugaan oknum yang bermain di sektor distribusi tabung gas, yang mempunyai kesempatan untuk menimbun barang, sehingga tabung gas langka di pasaran. Lainnya, pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi harga setelah tabung gas sampai di tingkat pengecer. Kekhawatiran ini diungkapkan salah seorang warga di jalan Andalas, Makassar, Ilfie (32) Sabtu 14 Juli 2012, yang mengatakan, harga tabung gas tetap akan naik di tingkat pasar masyarakat kecil. ‘’Tabung gas sangat dibutuhkan bukan oleh penjual makanan saja, tapi juga rumah tangga, maka bisa dipastikan harga akan naik karena banyak yang cari,’’ Ungkapnya. Kekhawatiran warga ini, berbanding terbalik dengan optimisme pemerintah, seperti yang diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang. Menyusul adanya penundaan harga gas oleh pemerintah pusat, maka pemerintah daerah akan melakukan pengawasan. ‘’Tim pengawasan yang dibentuk pemprov Sulsel, akan mengawasi distribusi barang dan harga’’ tegasnya. Meski demikian, pemerintah tidak memiliki kewenan-

Bisnis Sulawesi/ady

YAKIN - Meski pemerintah menunda kenaikan bahan bakar gas tabung elpiji 3 dan 12 kg, namun masyarakat tetap khawatir akan terjadi kenaikan harga di pasar eceran. nyana, kamis pekan lalu. Gde Daya Mineral Jero Wacik menegan untuk memberi sanksi syarakat akan membeli tabung gas meskipun harganya mahal. mengatakan, Perusahaan Gas gaskan, harga Gas akan ditetapkepada pihak-pihak yang menNegara (PGN) menaikkan harga kan naik per September 2012. jual tabung gas dengan harga ‘’Bisa diperkirakan harga gas akan naik menjadi Rp 20 ribu gas untuk konsumen industri Kebijakan pemerintah pusat ini tinggi saat bulan ramadhan. sebesar 55 persen mulai Bulan berdasarkan jumlah stok gas sampai Rp 25 ribu per tabung Sementara warga lainnya Mei 2012, hal ini terjadi sebagai yang mencukupi sampai lebayang dimintai tanggapan menge- gas 3 kg,’’ cetusnya. akibat dari kenaikan harga beli ran mendatang. Harga tabung nai penundaan harga tabung gas Data yang diperoleh mengenai rencana kenaikan harga gas PGN dari Kontraktor Kon- gas 3 kg saat ini berkisar Rp 13. ini, Izki Amir (26), tidak meyakigas ini, diungkapkan oleh Divisi trak Kerja Sama (KKKS) sekitar 500 - Rp 15.000, sementara unni bahwa pelaksanaan kebijakan tuk tabung gas 12 kg berkisar Rp 200 persen dari April 2012 lalu. penundaan harga gas tersebut Humas dan Formalitas Badan Sementara, Pemerintah me- 69.000 - Rp 72.000/tabung. (and) bisa terjadi. Karena, di saat Pelaksana Kegiatan Hulu Minlalui Menteri Energi Sumber terjadi kelangkaan, maka ma- yak dan Gas Bumi Gde Prad-

Pengecer Gula Khawatir Stok Langka Makassar (Bisnis Sulawesi) Penjatahan peredaran gula oleh distributor untuk Pulau Sulawesi, bisa mengakibatkan terjadinya permainan harga. Sejumlah pengecer yakin, harga makin naik di Bulan Ramadhan. Pemilik pengecer penjualan gula dan terigu UD Anatha, Faradiba Natsir mengatakan, penjatahan pembelian gula dan terigu dari distributor PT. Makassar Te’ne, belum dihapus. Akibatnya, usaha miliknya hanya bisa menyediakan 100 sak stok gula untuk penjualan bulan Juli saja. Itupun sudah separuh yang terjual ke masyarakat. Sementara, pemesanan stok untuk persiapan kebutuhan bulan Ramadhan sudah dikirimkan, namun dari pihak distributor tidak menjanjikan akan memenuhi pemesanan tersebut. ‘’Kami tidak diberi alasan pasti, mengapa pemesanan stok untuk Ramadhan belum bisa dipenuhi,’’ keluhnya. Faradiba menjelaskan, penjatahan ini sudah berlangsung sejak Janu-

ari 2012, dan belum ada tanda kalau jumlah pemesanan bisa naik dari biasanya. Padahal, kenaikan pemesanan ini harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat di Bulan Ramadhan. Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu (APEGTI) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), sudah memperingatkan, bahwa kebijakan penjatahan yang dilakukan oleh sejumlah distributor adalah tindakan curang. Menurut APEGTI Sulsel, penjatahan itu bisa menjadi celah bagi distributor untuk mengurangi volume sirkulasi gula, dan menahan stok gula yang harus di ambil dari pabrik gula Kabupaten Takalar. Dengan cara ini, distributor bisa memainkan harga ke pengecer dengan alasan stok berkurang. Seterusnya, KPPU Makassar menganggap, tindakan penjatahan ini bisa ditelusuri menjadi celah kejahatan ekonomi yang disengaja, dan dapat diberi sanksi. (and)

Tim Pengawasan Harga Disiagakan JELANG Bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan akan naik, melahirkan kekhawatiran masyarakat. Pemerintah berperan membentuk tim pengawasan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap perdagangan tak lazim. Berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, pemerintah dapat memberi perlindungan terhadap masyarakat dengan mengawasi dan menindak perdagangan yang merugikan masyarakat di pasar fisik barang dan jasa. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang telah memberi ketegasan, bahwa pemerintah sangat serius untuk melakukan tindakan, jika di pasar terjadi lonjakan harga atau kelangkaan barang yang tidak lazim. Pembentukan tim ini akan di pelopori oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan di teruskan ke tingkat Kabupaten dan Kota. ‘’Setiap tahun, memang diakui terjadi peningkatan harga karena tingginya permintaan masyarakat. Karena itu pemerintah harus segera membentuk tim pengawasan,’’ tegasnya. Tim Pengawasan akan di

Bisnis Sulawesi/ady

PENGAWASAN - Harga naik, melahirkan kekhawatiran masyarakat. Pemerintah berperan melakukan pengawasan dan penindakan terhadap perdagangan tak lazim. bawah kordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, bertugas melaporkan perkembangan harga terkait sembilan kebutuhan pokok per harinya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo menyampaikan kepentingan pemerintah berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen, harus bisa melindungi masyarakat dari ulah oknum di perdagangan barang dan jasa, yang mencoba mempermainkan harga. Apalagi di Bulan Ramadhan nanti. ‘’Kami melakukannya setiap tahun, dan

nantinya akan di lakukan secara rutin ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten dan kota,’’ jelasnya. Selain melakukan pengawasan, pemerintah melalui dinas yang ada tiap daerah, juga menerima aduan masyarakat tentang lonjakan harga yang dinilai tak lazim. Ini diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 235 Tahun 2001. ‘’Masyarakat bisa memberikan informasi, baik melalui dinas atau tim yang turun di lapangan,’’ imbuh Irman. (and)


Sulawesi Selatan Rebutan Dana Mobil Lokal Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Makassar (Bisnis Sulawesi) Janji Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan dana perakitan mobil lokal Moko kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), masih terus diupayakan. Pasalnya, dana itu rupanya juga diincar oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT-Serpong). Melalui Kementerian Perindustrian, Pemprov Sulsel dijanjikan bantuan dana sebesar Rp 2,5 Miliar untuk menambah dana APBD yang telah digunakan perakitan Mobil Toko (MOKO). Dana yang kini terus di lobi oleh Pemprov Sulsel rupanya masih harus menunggu kepastian dari Kementrian Perindustrian, karena permohonan bantuan dana untuk pembuatan mobil lokal juga di ajukan oleh BPPT dalam program Mobil Nasional (mobnas). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, dana tersebut masih status ditunda, menunggu keputusan dari Kementerian. ‘’Dana itu masih diberi tanda bintang,’’ ungkapnya. Bantuan dana tersebut jika didapatkan oleh Pemprov Sulsel,

rencananya akan membeli peralatan pencetakan baja pembuatan bodi Moko, yang ditempatkan di Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Logam, yang berlokasi di Kawasan Tol Makassar. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembelian bahan baku baja, demi memenuhi permintaan pasar terhadap Moko, yang kini sudah inden sebanyak 300 unit. Sementara itu, Program Mobnas yang didukung oleh BPPT, saat ini tengah memikirkan untuk mendampingi kelanjutan penyempurnaan mobil buatan siswa SMK Solo, yang bernama ESEMKA. Pascamobil ESEMKA ini dinyatakan belum lulus uji emisi, BPPT berencana untuk membantu penyempurnaannya di bagian konversi katalis dan sistem injeksi. Menurut Kepala

Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi BPPT Prawoto, BPPT sudah membantu melakukan improvisasi mobil ESEMKA, untuk memenuhi standar emisi yang ditentukan. ‘’Meski uji emisi mobil ESEMKA belum resmi, namun masih dapat dilakukan improvisasi,’’ katanya. Di Sulsel sendiri, perakitan Moko dimulai sejak 2011 lalu dan telah memproduksi sebanyak 50 unit, yang menggunakan anggaran sebesar Rp 18, 2 Miliar, Rp 3 miliar melalui penganggaran APBD Pokok Sulsel 2011. Tahun 2012, penganggaran dilanjutkan hingga bisa memproduksi sebanyak 40 unit yang sudah dipasarkan ke sejumlah Usaha kecil menengah (UKM) di kabupaten/kota di Sulsel. Moko diyakini mempunyai prospek yang baik, pemprov berencana, tidak lagi menggunakan dana dari APBD Tahun 2013 mendatang. Karena Selain mengharapkan bantuan dana dari pemerintah pusat, juga akan dijalin kerjasama dengan Lembaga Pembiayaan untuk produksi Moko. (and)

Mendorong Ekonomi Melalui Informasi

Makassar (Bisnis Sulawesi) – Secara umum informasi menunjang segala hal, termasuk dapat mendorong perkembangan ekonomi yang lebih cepat. Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo saat menerima penyerahan 105 unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) kepada seluruh kabupaten dan kota di Sulsel di Karebosi pekan lalu. Bagaimanapun kata Syahrul, berbagai hal yang bisa memberikan perubahan adalah sesuatu yang memiliki nilai tambah yakni informasi itu tersampaikan dengan baik ke seluruh masyarakat hingga ke pelosok-pelosok. Penyerahan dilakukan Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya. Dr. Suprawoto mewakili Kementerian Kominfo menyebutkan, MPLIK diserahkan agar dapat memudahkan masyarakat mendapatkan ak-

Makassar (Bisnis Sulawesi) Pasar kain sutra asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), kian hari mengalami penurunan penjualan. Padahal, sutra asal Sulsel ini adalah andalan produk domestik Sulsel, yang juga diharapkan bisa dibeli oleh wisatawan mancanegara. Pemilik Toko Sutra Indah Hilton Kabupaten Wajo, Hj. Marhaeny, mengeluhkan lesunya penjualan kain sutra setahun belakangan ini. Secara umum, pembeli yang datang ke toko sutra miliknya, hanyalah masyarakat Kabupaten Wajo dan sekitar, dengan sesekali masyarakat yang datang berkunjung ke daerahnya. Keadaan tersebut tidak seimbang dengan jumlah stok sutra yang terpajang. Pembeli yang datang, kebanyakan membeli kain sutra untuk keperluan pembuatan seragam pernikahan, ini terlihat ketika Bisnis Sulawesi berkunjung pada Rabu, 11 Juli 2012 pekan lalu. Jenis kain sutra yang banyak dicari, yakni kain sutra meteran,

Bisnis Sulawesi/ady

INFORMASI - MPLIK diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan akses informasi. ses informasi. Juga meratakan akses internet sehingga menjadi solusi untuk daerah terpencil agar tak semakin terkucil. Ini merupakan program kewajiban pelayanan universal Kominfo. Juga bentuk pelaksa-

naan CSR (Corporate Social Responsibility) dari penyelenggara telekomunikasi di Indonesia berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah sebesar 1,5 persen dari kontribusi penyelenggara telekomunikasi. (ufa)

5

Bisnis Sulawesi/ ady

BUKA PINTU - Peresmian culture port, membuka pintu bagi kebudayaan Sulawesi Selatan.

‘’Culture Port’’

Menuju Visit South Sulawesi 2012

SEBAGAI pintu gerbang masuknya wisatawan, bandara harus dipoles lebih menarik untuk mengenalkan produk pariwisata dan kerajinan daerah. Seperti dilakukan Angkasa Pura I (Persero) di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan ‘’culture port’’ yang diresmikan, Senin (9/7) lalu. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Rachman Safrie menyebutkan, culture port merupakan salah satu konsep Airport yang berbudaya. Sulsel pun memiliki daya tarik kesenian daerah yang beranekaragam. Apa yang ditampilkan melalui culture port diharapkan bisa terpromosikan secara berkelanjutan dari mulut ke mulut untuk mempromosikan kebudayaan daerah. ‘’Airport kelas dunia sudah mengadopsi hal seperti itu,’’ sebutnya. Penumpang bisa menyaksikan beragam pertunjukan kesenian atau tari-tarian khas Su-

lawesi setiap minggu sekali secara live. Penumpang juga bisa melihat pameran kerajinan kesenian bahkan dihad-

irkan langsung pengrajinnya. Ke depan, target angkasa pura setara dengan angkasa pura besar di Asia, dengan sasaran turis. ’’Adanya culture port, berarti

mendukung program pemerintah yakni Visit South Sulawesi 2012,’’ tambahnya. Jika program terpromosikan dengan baik dan turis berdatangan, airport tentu semakin bagus. Turis semakin banyak, otomatis mendatangkan benefit bagi angkasa pura. Kepala Dinas Pariwisata

Sulses, Syuaib Malombassi menyebutkan, culture port membuat Sulsel selangkah lebih maju dan membuka pintu bagi kebudayaan Sulsel.

Dalam program itu ditampilkan berbagai jenis kesenian dan kebudayaan Sulsel secara reguler. Dilengkapi pameran produk kerajinan tangan (Handycraft) khas Sulsel. Sementara itu, jumlah penumpang dari dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar Juli ini meningkat 10 hingga 15 persen menyusul liburan sekolah. Pergerakan penumpang domestik periode Maret - April tahun ini meningkat, dari 685.417 orang menjadi 688.081 orang. Rata-rata 22.279 penumpang per hari. Pergerakan pesawat mencapai 220 penerbangan setiap hari. Dengan frekuensi penerbangan domestik 32 penerbangan, dan dua penerbangan internasional. (ady)

Pasar Tenun Sutra Lesu

yang harganya berkisar Rp. 40 ribu - Rp. 110 ribu per meter. ‘’Rata-rata pembeli saya, membeli untuk seragam pernikahan, yang biasanya ramai setelah panen sawah atau kebun,’’ keluhpedagang berusia 38 tahun itu. Sementara, kunjungan dari wisatawan asing hanya sesekali datang, dan belum tentu membeli kain sutra miliknya. Seorang pembeli yang diwawancarai Bisnis Sulawesi, Sumeisita (40) mengatakan, membeli kain sutra meteran, karena kebetulan sedang berkunjung di Kabupaten Wajo dan mendapat rekomendasi membeli di Toko Sutra Indah Hilton. Sumeisita mengaku cukup puas membeli kain sutra tersebut, karena kualitasnya yang baik, serta harganya masih terjangkau. ‘’Saya membandingkan beberapa kain sutra, dan saya mendapat kain sutra yang baik di sini,’’ ujarnya. Letak toko milik Hj. Marhaeny yang berada di luar pasar Sentral Kabupaten Wajo, kondisinya

tidak lebih sama dengan penjual yang berada di dalam pasar, merasakan kelesuan penjualan. Bisnis Sulawesi memantau penjualan kain sutra di pasar sentral, pembeli yang datang secara umum, kalau bukan keluarga,

yang datang masyarakat sekitar. Wisatawan asing tidak terlihat sama sekali. Sementara, kondisi pasar sentral dalam keadaan baik, nyaman dan tertata rapi. Salah seorang penjual kain sutra, H.Burhan (51), upaya lain

Bisnis Sulawesi/ Ady

LESU - Sutra merupakan andalan produk domestik Sulsel, yang juga diharapkan bisa dibeli wisatawan mancanegara. Sayang kondisinya saat ini lesu

untuk meningkatkan penjualan kain sutra miliknya, dengan mengirimkan beberapa gulungan kain sutra ke pasar sentral Kota Makassar. ‘’Kebetulan ada keluarga punya toko di situ, biasanya dikirim karena permintaan tambah stok,’’ ucapnya. Kondisi penjualan kain sutra andalan Sulsel ini, secara umum tidak mengalami peningkatan signifikan. Dari Pemerintah Kabupaten Wajo, dalam APBD Tahun 2012, tetap menganggarkan untuk mendorong peningkatan produksi. Tahun 2012, yang disasar adalah peningkatan infrastruktur akses jalan desa ke kota, untuk mempercepat distribusi. Karena untuk produksi tenun sendiri, sistemnya sudah berjalan karena penambahan modal dan keterampilan yang diberikan oleh pemda. Selebihnya, masyarakat dan Pemda Kabupaten Wajo berharap, yang berkunjung untuk membeli kain sutra, bukan hanya wisatawan domestik, namun juga wisatawan asing. (and)


Sulawesi Barat

6

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Pasokan Gas dan BBM Lancar Mamuju (Bisnis Sulawesi) Kekhawatiran Masyarakat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan kelangkaan LPG dan Bahan Bakar Minyak (BBM), tidak berlangsung lama. Kondisi jembatan penghubung Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Sulbar di Kabupaten Pinrang, berangsur membaik. Pascarubuhnya jembatan di Kabupaten Pinrang 5 Juli 2012 lalu, sejumlah distribusi kebutuhan pokok masyarakat terhambat. Jembatan ini terletak di Kecamatan Pajalele, kondisinya sudah bisa dilalui truk bermuatan kebutuhan pokok, seperti gas LPG dan BBM. Sales Representatif LPG Pertamina Region VI Makassar Taufikurrahman mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan perbaikan jembatan tersebut. Pasalnya, jalur yang menjadi Trans-Sulawesi ini adalah jalur distribusi utama pasokan gas LPG ke Sulawesi Barat, termasuk Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). ‘’Kami mengapresiasi kecepatan pemerintah daerah setempat untuk melakukan inisiatif penimbunan sungai Pajalele, agar bisa dilalui truk distribusi gas LPG,’’ ujarnya. Sebelumnya, Taufik mencemaskan kondisi jembatan tersebut, karena untuk memasok gas melalui jalur alternatif melalui hutan di Kabupaten Pinrang, berjarak 20 kilometer, itu bisa memperlambat distribusi dan penambahan biaya angkut. Belum lagi soal keamanan distribusi.

Pasokan gas LPG yang sempat terhambat beberapa hari, tertolong dengan masih tersedianya buffer stock gas LPG yang masih ada di agen. Sehingga meski terlambat, namun kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi. Taufikurrahman menjelaskan, kabar mengenai kekhawatiran masyarakat Sulbar tentang kelangkaan pasokan, sebenarnya disebabkan oleh kepanikan masyarakat, pascarubuhnya jembatan itu. Namun, itu tidak berlangsung lama, karena jalur jembatan tersebut sudah bisa dilalui, meski dalam kondisi darurat. Dari laporan sejumlah perusahaan agen LPG Pertamina, distribusi melakukan penyesuaian waktu dan jalur secara cepat sehingga masalah pasokan ini teratasi dengan baik. Sementara itu, untuk pasokan BBM yang sempat langka di Kabupaten Polewali dan Majene, Sulbar, kini sudah kembali lancar. Sebelumnya, mengantisipasi kelangkaan stok, distribusi BBM dilakukan dengan cara mengirim dengan mobil tanki berukuran kecil yakni 5 kilo liter, melalui jalur memutar. Selain itu, BBM yang selama ini dikirim dari depot Kabupaten Pare-pare, dialihkan sementara

Bisnis Sulawesi/ady

LANCAR - Pengisian BBM di salah satu SPBU. Pendistribusian gas ke Sulawesi Barat yang sempat terhambat pascaambruknya jembatan di Pinrang, kini kembali lancar. dari Depot Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Ini dijelaskan oleh Penjabat Sementara Eksternal Relation Pertamina Region VI Makassar Umar Ibnu H. Dari keterangan Umar, pertamina melakukan antisipasi secepat mungkin, sembari menunggu jalur di Kabupaten Pinrang bisa pulih. Namun dengan kondisi jembatan darurat saat ini, bisa kembali menggunakan mobil tanki ukuran besar, meski mengalami keterlambatan karena mendapat antrian jalur. ‘’Sementara, jalur pengiriman dari Depot Kabupaten Donggala masih

tetap dilakukan,’’ tambahnya. Selain antisipasi pascarubuhnya jembatan di Kabupaten Pinrang, Umar memberikan penjelasan

tambahan mengenai pasokan BBM jelang Ramadhan dan Lebaran. Pertamina setiap jelang Ramadhan membentuk Satuan Tugas (satgas),

yang bertugas mengawasi distribusi BBM. Satgas ini akan mengawal perkembangan permintaan masyarakat akan BBM selama 24 jam penuh, termasuk memastikan penambahan quota BBM setiap daerah yang dinaikkan menjadi 10 persen, dari kebutuhan normal. (and)

Lowongan Mari bergabung menjadi wartawan Wilayah Sulbar di mingguan Bisnis Sulawesi jika anda memenuhi syarat sbb; 1.Pendidikan D3, S1 semua jurusan 2.Umur maksimal 25 tahun 3.Belum menikah 4.Pekerja keras dan menyukai tugas di lapangan 5.Memiliki Sim C Kirimkan segera lamaran lengkap ke info@bisnissulawesi.com Atau hrd@bisnissulawesi.com (isi kode wartawan)

dfc070011


Sulawesi Utara

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Bisnis Sulawesi/cat

Kurang, Perluasan Lapangan Kerja di Sektor Pertanian

Hanny Sondakh Manado (Bisnis Sulawesi) Perluasan lapangan kerja untuk kegiatan pertanian, khususnya bercocok tanam di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Bitung, tergolong kurang dan tidak serius. Masyarakat banyak mengabaikan lahan perkebunan untuk tumpuan hidup. Sehingga banyak lahan tidak tergarap. Padahal sangat produktif. Itu diakui Wali Kota Bitung Hanny Sondakh. Pemerintah Kota Bitung kata dia, harus bekerja keras mendo-

rong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan berbagai strategi dan kebijakan. Termasuk membuka pola kemitraan dan membantu petani. ‘’Kebutuhan hasil pertanian dalam negeri sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan pangan nasional ditengah krisis pangan dunia. Kita juga tidak terus menerus bergantung dengan impor pangan luar negeri,’’ ujarnya. Hanny Sondakh mengajak seluruh komponen masyarakat mencintai tanah dan segera membentuk kelompok untuk membuka lahan tidur untuk kemudian dimanfaatkan dengan baik. ‘’Target kami tahun ini dapat membuka lahan tidur seluas 250 hektar,’’ tandasnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bitung Xaverius Danes mengatakan, di Kelurahan Tanjung Merah, kegiatan padat karya melalui panen padi sawah, dikelola 4 kelompok dengan anggota 88 petani. Luas lahan yang digarap 4 hektar. Kegiatan padat karya dilakukan untuk perluasan lapangan kerja baru dan membantu meningkatkan kesejahteraan hidup petani. (cat)

7

Belanda, Ekspor Terbesar Sulut Manado (Bisnis Sulawesi) Selama periode Januari-Mei 2012, Belanda merupakan negara tujuan ekspor yang mengalami peningkatan terbesar komuditi Sulawesi Utara (Sulut) yakni 109,8 juta Dollar Amerika. Demikian dikatakan Kepala BPS Sulut, Dantes Simbolon pada sebuah kesempatan di Manado belum lama ini.  Komuditi yang banyak di ekspor ke Belanda salah satunya kayu kelapa. Permintaan produk turunan kelapa semakin meluas,dengan dimulainya ekspor kayu kelapa ke Belanda awal April 2011. Ekspor kayu kelapa memang merupakan jenis baru saat itu. Sebelumnya didominasi minyak kelapa kasar. Ekspor ke Belanda berlangsung kontinu dengan jenis komuditi yang bervariasi. Hal itu, menjadi peluang besar pelaku usaha di Sulut terutama memanfaatkan tanaman kelapa berusia tua yang tidak lagi produktif. Apalagi, kayu kelapa terkenal kualitasnya yang sangat baik dan bertahan dalam waktu

lama. Sepanjang tidak terkena air. Kayu kelapa bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis mebel, gazebo, rumah tinggal dan lainnya. Selain Belanda, Cina merupakan negara ekspor terbesar kedua. Cina memberikan andil ekspor 17,38 persen. Kemudian Amerika Serikat dan Korea Selatan. Sementara itu, nilai impor Sulut Mei 2012 meningkat 162,27 persen. April 2012, nilai impor Sulut 10,5 juta Dollar Amerika menjadi 27,7 juta Dollar pada Mei 2012. Dari tahun ke tahun,peningkatannya bahkan 627,46 persen. Secara kumulatif Januari-

Mei 2012, nilai impor Sulut mencapai 55,8 juta Dollar Amerika. Menurun 24,69 persen dibandingkan periode sama tahun 2011 yang mencapai 74,1 juta Dollar Amerika. Penurunan impor

terbesar terjadi pada komoditi benda-benda dari besi dan baja, kemudian bahan kimia organik. Komoditi kapal laut mengambil peran terbesar

terhadap total impor yakni 42,28 persen. Cina berkontribusi besar terhadap total impor yakni 35,34 persen dengan nilai 14,3 juta Dollar Amerika. Kemudian Malaysia 23,32 persen, Thailand 12,65 persen dan Australia 12,07 persen. (cat)

Lintas Manado Jual Produk UKM Melalui Internet

PENGUSAHA kecil dan menengah (UKM) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) terus digenjot agar mampu memasarkan produk melalui internet. Bagaimanapun semua aktivitas kehidupan saat ini tak bisa lepas dari internet. Untuk hal itu, sebanyak 30 mitra binaan/pengusaha kecil menengah (UKM) dilatih internet dan web block. Pelatihan digelar PT Telkom Manado awal Juli lalu. Materi pelatihan diberikan Koordintor Instruktur dan juga Manajer Informasi Sistem PT Telkom Manado, Christian Sarionsong. Ketua Panitia sekaligus koordinator PKBL Telkom Manado, Fattah Jusuf Roy kepada Bisnis Sulawesi menyebutkan, pelatihan digelar agar mitra binaan lebih meningkatkan pengetahuannya dibidang internet dan web block sehingga bermanfaat untuk peningkatan penjualan prodak. Pelatihan dibuka Manager Area Network PT Telkom Manado, Patrice Beslar Lumumba dan diharapkan menjadi spirit meningkatkan hasil usaha mitra binaan. (cat)

Bisnis Sulawesi/cat

Bisnis Sulawesi/cat

EKSPOR - Komuditi yang banyak di ekspor ke Belanda salah satunya kayu kelapa

Tren Wisman ke Sulut Menurun Manado (Bisnis Sulawesi) – Tren wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan terjadinya penurunan. Itu terlihat dari data kunjungan Wisman bulan April-Mei 2012. Pada Mei 2012, Wisman yang datang ke Sulut 1.442 orang menurun 13,60 persen dibanding April 2012 sebanyak 1.669 orang. Bukan hanya itu, jumlah kedatangan wisatawan yang datang menginap di Sulut dari tahun ke tahun juga menurun. Mei 2011, sebanyak 16.567 tamu menginap dan periode Mei 2012, 15.350 orang (turun 7,35 persen). Namun, jika dilihat dari bu-

Permintaan Ubi Meningkat Di Pasaran Rp 5.000/Kg

UBI kini menjadi makanan yang disukai masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Selain baik untuk dikonsumsi karena kandungan karbohidratnya yang tinggi sehingga menyehatkan, ubi juga diolah menjadi berbagai produk pangan. Di Kota Manado, kripik ubi menjadi salah satu yang digemari warga. Makin diminatinya ubi, membuat komoditi ini hadir lebih modern. Permintaan juga terus meningkat dengan harga di pasaran Rp 5.000/kg. Keberadaan ubi juga tak lagi hanya di warung-warung kecil, sejumlah restoran dan tempat makan modern bahkan menjadi-

kan ubi sebagai salah menu utamanya. ‘’Saya suka datang kesini, karena ada menu ubi goreng yang diolah sedemikian rupa sehingga sangat nikmat,’’ ujar Stevi, pengunjung Dante Cafe di Mantos. Tak beda dengan Stevi, Andre juga rutin mengunjungi Food Court Mantos karena salah satu menunya, Kuah Dedah Sitaro yang khas dan disajikan bersama ubi. Beberapa warga Manado lain mengaku makan Tinutuan tidak lengkap jika tanpa ubi. Kini tanaman ubi semakin diminati sebagai makanan. Hal itu berimbas semakin tingginya permintaan akan hasil tana-

man yang satu itu. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut merilis, produksi ubi di Sulut bisa mencapai 116 ton lebih dalam setahun. Angka ini merupakan gabungan produksi

ubi kayu 70.147 ton dan ubi jalar 46.266 ton. Hampir semua kabupaten/ kota di Sulut menanam ubi. Namun,

daerah-daerah sebagai penghasil utama ubi utamanya daerah Nusa Utara, khususnya kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro serta Kabupaten Ta-

laud. Tingginya permintaan ubi, membuat harga ubi menjadi lebih mahal. Di pasar tradisional Kota Manado, harga ubi mencapai Rp 5000 per kilogram. (cat)

lan ke bulan, tingkat hunian kamar hotel berbintang meningkat 3,38 poin. April 2012 tingkat hunian kamar 49,30 persen sedangkan Mei 2012 mencapai 53,73 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon beberapa waktu. Dia menyebutkan, dari 15.350 tamu yang datang menginap ke Sulut hingga Mei 2012, dominan merupakan tamu domestik yakni 14.500 orang. Sedangkan mancanegara 850 orang. Wisman yang datang ke Sulut didominasi warga Amerika (195 orang), kemudian Jerman (188 orang), dan Singapura 161 orang dan lainnya. (cat)

Lowongan Mari bergabung menjadi wartawan Wilayah Sulut dan Gorontalo di mingguan Bisnis Sulawesi jika anda memenuhi syarat sbb; 1.Pendidikan D3, S1 semua jurusan 2.Umur maksimal 25 tahun 3.Belum menikah 4.Pekerja keras dan menyukai tugas di lapangan 5.Memiliki Sim C Kirimkan segera lamaran lengkap ke info@bisnissulawesi.com Atau hrd@bisnissulawesi.com (isi kode wartawan)

Harga Bawang Terus Naik HARGA bawang di sejumlah pasar tradisional di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) terus merangkak naik. Terutama bawang putih. Semula Rp 18 ribu, saat ini mencapai Rp 24 ribu per kilogram. Kenaikan harga bawang ini, menyusul kenaikan harga cabai rawit yang sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. ‘’Harga bawang putih naik sejak minggu lalu dan saat ini sudah Rp 24 ribu per kilogram,’’ kata Mais, seorang pedagang bawang di pasar bersehati, Rabu (11/7) lalu. Kenaikan harga bawang putih, disebabkan kurangnya stok yang ada dipasaran. itu juga diakui Ibu Mey, pedagang bawang lainnya. Dia menjual bawang

putih stok yang lama. Karena jika menjual bawang putih stok baru, harganya bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram. ‘’Tetapi, stok bawang putih juga sangat kurang. Tidak tahu mau ambil dimana,’’ akunya. Kurangnya stok bawang putih, kata Ibu Mey, membuat harga bawang putih akan terus meningkat utamanya saat memasuki bulan puasa. Sementara itu beberapa kebutuhan pokok lain saat ini masih stabil karena sudah menda-

hului mengalami kenaikan. Seperti harga cabai merah berkisar antara Rp 24 ribu- Rp 26 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah Rp16

ribu per kilogram dan tomat Rp 4 ribu per kilogram. (cat)


techno

8

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Surface, Tablet Berbasis Windows Pertama dari Microsoft Spesifikasi dari dua versi windows surface yang seperti dilansir oleh cnet :

MICROSOFT yang selama ini identik dengan penyedia OS Windows untuk PC dan Windows Phone untuk ponsel akhirnya meluncurkan tablet berbasis windows pertamanya. Microsoft baru saja mengumumkan produk tablet buatannya yang diberinama Surface. Ini akan menjadi perangkat Microsoft untuk menyaingi Apple iPad. Saat memperkenalkan Surface di sebuah acar khusus di Los Angles, CEO Microsoft Steve Ballmer, mengakui Surface diluncurkan untuk mendukung Windows 8. Tabl e t

ini hadir dalam dua versi, yang satu menjalankan sistem operasi Windows 8 Pro (surface Pro) yang menggunakan chip dari intelcorp, dan satu lagi dibekali dengan Windows RT yang menggunakan chip ARM yang biasanya terdapat pada sistem operasi berbasis Android. Sedikit tambahan tentang Windows RT yang merupakan singkatan dari Runtime adalah sistem operasi komputer mainstream pertama dari Microsoft yang akan dibangun untuk per-

angkat layar sentuh dan smartphone. Keduanya akan dilengkap cover lipat yang juga berfungsi sebagai keyboard. Belum diketahui pasti berapa harga yang ditawarkan Microsoft untuk tablet besutannya tersebut. Termasuk di Negara mana saja tablet Surface akan tersedia. Meski begitu, kemun-

culan Surface disambut pasar secara antusias. Surface diinformasikan akan tersedia sekitar 3 bulan setelah Windows 8 resmi diluncurkan. Itu artinya sekitar akhir tahun 2012 atau awal tahun 2013. Untuk harga, Microsoft hanya berkomentar harganya tidak akan berbeda jauh dibandingkan harga Ultrabook. Melihat harga Ultrabook saatini, diperkirakan Surface akan berada di kisaran Rp 7 jutaan. (net)

Microsoft Surface dengan Windows RT

Microsoft Surface   dengan Windows 8 Pro

OS

Windows RT

Windows 8 Pro

Light(1)

676 g

903 g

Thin(2)

9.3 mm

13.5 mm

Clear

10.6” ClearType HD Display

10.6-inch ClearType Full HD Display

Energized

31.5 W-h

42 W-h

Connected

microSD, USB 2.0, Micro microSDXC, USB 3.0, Mini HD Video, 2×2 MIMO an- DisplayPort Video, 2×2 tennae MIMO antennae

Productive

Office ‘15’ Apps, Touch Cover, Type Cover

Touch Cover, Type Cover, Pen with Palm Block

Practical

VaporMg Case & Stand

VaporMg Case & Stand

Configurable

32 GB, 64 GB

64 GB, 128 GB

(net)

dfc070021


Hobi &Lifestyle

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

9

Tampil Beda dengan Moge MOTOR gede (Moge) belakangan makin digandrungi anak muda atau mereka yang berjiwa muda dan sporty. Di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), sejumlah anak muda bergabung membentuk komunitas moge yang pada hari-hari tertentu touring bersama dan mengikuti kontes. Selain meningkatkan kepercayaan diri, menunggang moge juga menjadi impian mereka untuk tampil beda sekaligus menghilangkan kejenuhan mengendarai sepeda

motor yang itu-itu saja (standar). Hanya saja, tak semua dari mereka mampu membeli moge jenis Harley Davidson atau sejenisnya yang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Salah satu yang bisa mereka lakukan untuk memenuhi hasrat menunggang moge, ya, dengan jalan modifikasi. Tentu tak semua jenis sepeda motor standar bisa dimodif untuk mendapatkan hasil maksimal. Diantaranya sepeda motor sejenis Yamaha Vixion, Byson, Scorpio, Honda Tiger 2000, Tiger New, dan Suzuki Thunder. Semuanya juga kembali

pada tabungan. Bagaimanapun, untuk memenuhi keinginan menunggang moge, biaya pasti besar. Sebagaimana lakilaki yang satu ini, Muh. Ridwan. Dia merogoh kantongnya lebih dalam untuk mendapatkan kepuasan yang sebanding. Mahasiswa semester VII Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Tadulako itu mengeluarkan sedikitnya Rp 5 juta biaya untuk menyulap Suzuki Thundernya menjadi moge sesuai keinginannya. Dengan biaya itu, Ridwan merubah Suzuki Thundernya menjadi model Stright Fighter dengan tangki bahan bakar diperbesar dan bagian belakang dirubah model Kawasaki Ninja 250 CC. Untuk mendapatkan hasil itu, anak pertama dari tiga bersaudara itu menunggu dua sampai tiga minggu. ‘’Saya memang suka modifikasi motor kesayangan,’’ ujar penghobi olahraga itu. Selain hobi, memodifikasi motor dilakukan juga karena ingin tampil beda sekaligus meng-

Mamuju dan lainnya. ‘’Usai Ramadhan, kami berencana touring ke Manado dan Gorontalo,’’ ujar Ridwan. (gus)

hilangkan kejenuhan mengendarai sepeda motor standar. ‘’Juga mempersiapkan diri ikut kontes,’’ sebutnya. Saat ini, Ridwan bergabung di STC (Sulawesi Thunder Club). Bersekretariat di Jalan Yojokodi, Palu untuk mereka kumpulkumpul setiap Rabu Malam. Bersama STC, Ridwan kerap touring menjelajah beberapa kabupaten/ kota di Sulawesi Tengahbahkan Sulawesi B a r a t seperti Luwuk, P o s o ,

Ridwan

Spare Part yang umum dibutuhkan untuk modif Lengan Ayun Mono Shock

Rp 1,200,000,-

Spakboard Ninja 250 Cc

Rp 80,000,-

Ban Batlax Type 160/70-17

Rp 1,100,000,-

Ban Batlax Type 120/70-17

Rp 800,000,-

Ban Swallow Type 160/70-17

Rp 650,000,-

Ban Swallow Type 120/70-17

Rp 320,000,-

Knalpot Nobi Racing

Rp 390,000,-

Up Set Down Merk Red It

Rp 2,600,000,-

Lampu Depan Vario Techno

Rp 190,000,-

Lampu Depan Vario Biasa

Rp 160,000,-

Lampu Depan Ninja Rr

Rp 800,000,-

Lampu Depan Byson

Rp 300,000,-

Lampu Depan Mio Sporty

Rp 150,000,-

Lampu Belakang Honda Revo

Rp 120,000,-

Lampu Belakang Ninja 250 Cc

Rp 250,000,-

Jeli Melihat Peluang MAKIN digandrunginya motor gede (Moge) oleh anak muda, membuat pesanan modifikasi sepeda motor ke bengkel semakin meningkat. Itu tentu potensial untuk digarap oleh pemilik bengkel. Salah satu yang jeli melihat peluang emas tersebut, Candra Tri Sulistyanto pemilik bengkel Can’s Motor di Jalan Touwa 128 Kelurahan Birobuli Selatan, Palu Selatan. Laki-laki yang akrab disapa Om Can sudah banyak memodifikasi kendaraan standar seperti Yamaha Vixion, Byson, Scorpio, Honda Tiger 2000, Tiger New, dan Suzuki Tunder, menjadi Moge. Bukan hanya sebagai pemilik bengkel, Om Can juga turun langsung sebagai montir. Memanfaatkan ilmu saat kursus otomotif di Temanggung, Jawa Tengah tahun 1997. Can’s Mo-

tor merupakan bengkel spesialis fiberglass dan perakitan moge yang berdiri delapan tahun silam (tahun 2003). Kini, sudah mendapat tempat tersendiri di hati pencinta Moge karena kualitasnya. Terhitung sudah puluhan moge dirakit. Seperti diakui penghobi moge langganan Can’s Motor, Petrus dan Muh. Ridwan. Petrus menyulap Yamaha Byson miliknya. ‘’Di Can’s Motor hasil kerjanya rapi dan kualitas fiber yang digunakan bagus,’’ kata Petrus. Hal sama juga dikatakan Ridwan yang menyulap Suzuki Thunder miliknya menjadi model Stright Fighter. Model-model yang dibuat Om Can, disesuaikan dengan permintaan pemilik motor. Namun yang umum ditawarkan jenis/ model ‘’Stright Fighter’’ dan ‘’Full Fearing’’. Soal biaya, bergantung

dari model juga disesuaikan dengan tingkat kerumitan. ‘’Kalau mengerjakan model full fearing, biayanya Rp 8-10 juta. Kalau Stright Fighter butuh biaya lebih besar Rp 13-15 juta. Itupun kalau menggunakan bahan baku lokal. Kalau menggunakan bahan limbah import, bisa habis Rp 30 juta,’’ katanya. Om Can bisa menyelesaikan 2-3 unit moge jenis full fearing dalam sebulan dan satu atau dua unit untuk jenis stright fighter. ‘’Pembuatan model stright fighter lebih rumit. Sehingga waktunya lebih lama dan biayanya lebih besar,’’ sebutnya. Modif Sebagian Mereka yang memiliki dana terbatas, bisa memodifikasi sebagian, bagian depan atau belakang. Modifikasi hanya bagian depan motor dengan model full

fearing, menghabiskan dana hanya Rp 4-5 juta. ‘’Jika merubah sisi belakang saja, lebih murah. Sekitar Rp 1 juta,’’ tambahnya. Om Can mengakui keterampilan anak buahnya masih terbatas. Belum mampu merakit moge yang tergolong rumit sehingga Om Can sendiri harus turun tangan melayani pelanggan. Om Can juga menghadapi beberapa kendala lain seperti kesulitan bahan baku yang sesuai permintaan pemilik motor. Terutama bahan baku yang harus di import/didatangkan dari luar. ‘’Saya juga hanya pu-

Bisnis Sulawesi/Ist

Sumber : Can’s Motor

nya tiga karyawan. Kadang kewalahan memenuhi permintaan pemilik motor,’’ katanya. (gus)


Sulawesi Tengah

10

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Bisnis Sulawesi/gus

Andalan Perekonomian Harga Naik, Masyarakat Harus Lebih Selektif

Nyoman Selamet BERBICARA potensi pariwisata Sulawesi Tengah, secara umum masih proses pembangunan atau pengembangan program-program yang dicanangkan untuk peningkatan kepariwisataan. Ke depan, pariwasata diharapkan menjadi salah satu potensi andalan untuk peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat. Semua pihak sudah mengakui, Sulteng memiliki potensi pariwisata yang luar biasa bagus. Utamannya wisata bahari yang tak hanya dikenal di Indonesia, juga di dunia. Salah satunya Togean yang memiliki Karang Segitiga yang hanya ada di Indonesia dan Australia. Itu dikatakan Sekretaris Komisi 4 DPRD Sulteng, Nyoman Selamet kepada Bisnis Sulawesi di Palu. Anggota DPRD dari Partai PDI-P itu mengakui, masih banyak yang harus dibenahi untuk pengembangan pariwisata Sulteng. Diantaranya infrastruktur pariwisata, SDM, penataan objek dan pengalokasian anggaran. Terkait SDM, dalam hal pelayanan masih banyak dikeluhkan. Terutama pelayanan ho-

tel dan restoran. Sehingga dipandang penting digelar pelatihan-pelatihan melibatkan pengajar yang ahli di bidang kepariwisataan. Peluang selebar-lebarnya juga harus diberikan kepada warga lokal dengan cara mempermudah perizinan, pelayanan dan pemberian sarana-prasarana yang baik. Sehingga pengembangan pariwisata nantinya tidak menjadikan warga setempat hanya sebagai penonton atau hanya sebatas bekerja sebagai tukang kebun, cleaning servis. Melainkan sebagai leader atau berada di top manajemen. ‘’Harus diakui, di Sulteng sangat kurang orang yang tertarik terjun ke pariwisata,’’ sebut wakil rakyat dari daerah pemilihan Luwuk itu seraya menyebutkan, Sulteng perlu mengembangkan pariwisata yang mudah terjangkau. Bukan hanya wisata bahari, juga wisata perbukitan dan perkebunan (Agrowisata). Untuk mempermudah akses kunjungan ke Sulteng, perlu juga ada kebijakan pemerintah dalam hal perhubungan. Misalnya dengan menyediakan penerbangan langsung. Tanpa harus transit terlebih dahulu di daerah lain. Sebagai barometer Sulteng, Kota Palu juga harus dibenahi. Bandaranya, infrastrukturnya dan lain sebagainya. Juga mempersiapkan masyarakat Sulteng yang siap dalam pengembangan pariwisata. Minimal siap menjaga rasa aman, kebersihan lingkungan yang notabena indikator penting dalam pariwisata. Dari segi pengalokasian anggaran, dewan juga terus mendesak agar terus ditingkatkan, kendati saat ini pariwisata bukan menjadi prioritas pembangunan Sulteng. Sebagaimana Bali. (gus)

Palu (Bisnis Sulawesi) Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang puasa, menjadi agenda rutin yang harus dihadapi masyarakat sebagai konsumen. ‘’Kebiasaan buruk’’ itu jelas berdampak bagi ekonomi warga. Ironisnya, kenaikan harga sering terjadi jauh sebelum masuk bulan puasa. Seperti tahun ini, bulan puasa berlangsung Juli. Namun kenaikan harga terjadi sejak Juni. Itu terlihat di beberapa pasar tradisional di Kota Palu dan beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah. Di pasar Masomba, salah satu pasar tradisional di Kota Palu misalnya. Harga kebutuhan masyarakat melambung tinggi. Sakinah, seorang pedagang menyebutkan, bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya Rp 15 ribu/kilogram, menjelang puasa naik menjadi Rp 25 ribu/ kilogram. Gula pasir dan gula

merah dari Rp 12 ribu menjadi Rp 13-14 ribu rupiah/kilogram. Di pasar modern di jalan Gusti Ngurah Rai, harga juga naik. Beras yang dulunya Rp 370 ribu menjadi Rp 390 ribu/50 kilogram. Nelwati, seorang penjual sembako menuturkan, kenaikan harga terjadi di hampir semua kebutuhan pokok masyarakat. Dia khawatir akan kesulitan menjual dagangannya karena berkurangnya pembeli. Pasar tradisional di kabupaten Parigi Moutong tepatnya di pasar Tolai juga terjadi kenaikan harga. Bahkan sejak awal Juni 2012. Kendati demikian, pasar ini tetap ramai dikunjungi pembeli. Karena merupakan sentral pasar tradisional di kabupaten Parigi Moutong. Seorang pedagang sembako, Ningsih mengatakan, kenaikan harga biasanya terjadi awal bulan puasa.

Namun, kali ini lebih maju. Pengeluaran masyarakat tentu lebih banyak yang berimbas pada perekonomian keluarga mereka. Apalagi saat kenaikan harga, penghasilan keluarga tetap sama dengan sebelumnya. Ini dirasakan Santi, pengunjung pasar. Dia harus mempersiapkan uang lebih banyak. Jika biasanya dengan Rp 50-100 ribu cukup memenuhi kebutuhan dapur, kini butuh dua kali lipat. ‘’Kalau tak ada uang lebih, ya, harus pintar memprioritaskan kebutuhan dan lebih irit,’’ ujarnya. Kenaikan harga selalu terjadi menjelang puasa, juga ketika ada isu kenaikan BBM, kenaikan gaji PNS dan beberapa hal lain. Santi berharap, ada peran pemerintah untuk menangani lonjakan harga sehingga tidak mencekik warga. (gus)

Sidak Pasar dan Bentuk Tim Sementara itu, pihak pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, menggelar pasar murah untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako di pasaran. Dengan pasar murah, harga sembako diharapkan terjangkau masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah segingga meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. ‘’Pasar murah diantaranya kami gelar di Jalan S. Parman (Depan Kantor Disperindag). Biasa juga di Balai Kota Utara samping Kantor Wali Kota Palu,’’ ungkap Kepala Bidang Sarana Disperindag Kota Palu, Danu Saputra.

Pemerintah juga membentuk tim yang nantinya melakukan pengawasan dan pemantauan perkembangan harga di pasaran, baik pasar tradisional maupun modern. Ketika ditemui lonjakan harga tak wajar, tim bertugas merumuskan apakah harga ditekan/ harus diturunkan kembali atau merumuskan alternatif lain. ‘’Apapun kebijakan yang diambil nantinya, tergantung keputusan tim dalam rapat,’’ ungkapnya. Tim khusus itu, dijadwalkan rutin setiap bulan atau minimal tiga bulan sekali turun ke pasar-pasar melakukan pemantauan. (gus) Bisnis Sulawesi/gus

NAIK - menjelang puasa, kenikkan harga sembako di Pasar Masomba Palu terjadi sejak pertengahan Juni 2012.

dfc070031

Industri Kerajinan Rotan Menggembirakan DENGAN luas hutan 4.394.932 ha, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memiliki potensi rotan cukup besar. Rotan menjadi bahan baku industri mebel dan kerajinan lain. Rotan diandalkan sebagai produk UMKM yang dapat memenuhi permintaan pasar lokal, regional bahkan pasar ekspor. Saat ini produk rotan Sulteng baru memenuhi pasar lokal dan regional. Itu artinya, peluang masih cukup terbuka dari industri ini. Baik penyerapan tenaga kerja guna mengurangi pengangguran maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berimbas penurunan angka kemiskinan. Namun peluang itu rupanya belum tergarap maksimal. Terbukti, banyak pengrajin kekurangan tenaga kerja sehingga kewalahan menangani pesanan. Sahril, pengrajin yang melihat potensi rotan sebagai ladang bisnisnya sejak tahun 2008. Dia

membangun ‘’UD Palunesia’’ di kawasan jalan RE Martadinata Tondo. Banyaknya permintaan (rata-rata 9 set produk/bulan), membuatnya kewalahan. Dengan 15 karyawan, Sahril hanya mampu memproduksi 5 set/bulan. Pengusaha mebel ‘’Subur’’, Yusuf juga sama. Pelanggannya tak hanya dari Sulteng. Juga dari Gorontalo. Dia harus memenuhi 8 set pesanan berupa meja maupun barang lain setiap bulan. Dari usahanya, Sahril memperoleh keuntungan Rp 5 juta/ bulan. Sedangkan Yusuf, antara Rp 10-15 juta. Tingginya permintaan produk berbahan rotan, diakui Sahril dan Yusuf, imbas kebijakan pemprov Sulteng yang mewajibkan instansi pemerintah minimal memiliki dua meja atau alat lain berbahan rotan. Rotan didatangkan dari berbagai kabupaten di Sulteng. Larangan kepada petani mengek-

spor rotan yang belum diolah, juga memudahkan pengrajin memperoleh rotan dari daerah sendiri. Rotan lebih unggul dibanding kayu. Lebih ringan, kuat, elastis, dan lebih murah. Namun, gampang terserang rayap jika perawatannya kurang bagus. Rotan diolah menjadi berbagai produk kebutuhan masyarakat mulai meja, kursi, lemari, rak, alat dapur, perlengkapan interior rumah hingga hotel. Di Sulteng, terdapat 38 jenis rotan yang teridentifikasi potensial dikomersilkan. Sedangkan yang telah diperdagangkan, rotan lambang, batang, tohiti, merah, ronti, susu, rotan umbul. Data Kementerian Perdagangan, ekspor produk rotan jadi (Januari-Maret 2012) meningkat 36 persen dibanding periode sama tahun lalu. Hal itu tentu menggembirakan bagi pengrajin. Termasuk pengrajin Sulteng. Rotan komuditi hasil hutan, komoditas yang mengalami volume

Bisnis Sulawesi/gus

MENGGEMBIRAKAN - ekspor produk rotan jadi (Januari-Maret 2012) meningkat 36 persen tentu menggembirakan bagi pengrajin. pertumbuhan ekspor keenam, 4,32 persen dengan nilai 3,03 miliar dolar AS. Naik 100 juta dolar AS dibanding periode sama 2011. Produk hasil hutan berada diurutan keenam setelah sawit, otomotif, kakao dan udang. Khusus di Kota Palu sebagaimana dikatakan Kabid Sarana Disperindag Kota Palu, Danu

Saputra, saat ini terdapat 300 pengrajin rotan aktif. Disperindag sangat mendukung pengembangan industri ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Membantu pengrajin dalam penyiapan bahan baku dan saranaprasarana dengan membentuk koperasi ‘’Kopinkra’’. (gus)


Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

Gorontalo

11

dfc070041

dfc070071


12

Sulawesi Tenggara

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

dfc070061

dfc070051


Usaha Kita

Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

13

Sukses Berbisnis ala Andi Mattuju

Banyak Action dan Tanya Hati BAGAIMANA memulai usaha?, Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang ingin memiliki sebuah usaha baru. Bagi sebagian orang, mengawali sebuah usaha memang sangatlah sulit. Tetapi, ada juga sebagian yang menyatakan sebetulnya memulai suatu usaha itu mudah dan gratis. Syaratnya, mulailah dengan sebuah ‘’mimpi’’. Banyak action dan bertanya pada hati. ‘’Mimpi’’ dapat menciptakan ide bisnis yang kemudian diolah menjadi sebuah peluang usaha yang menguntungkan. Membangun usaha juga tentunya menyesuaikan dengan kemampuan, minat atau bakat yang dimiliki. Tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang tersedia. Banyak pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang disukai. Mengembangkan bisnis dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan. Seperti dilakukan Andi Syahwal Mattuju yang gemar fotografi dan cinematografi. Cita-citanya memiliki usaha yang bersentuhan dengan fotografi dan cinematografi kini sudah dimiliki dengan omset yang tak kecil. Memiliki usaha dengan omset besar, tidak digapai Andi Mattuju dengan mudah. Awalnya, modal menjadi kendala. Keinginan memulai usaha, dia tawarkan ke organisasi yang diikuti sekaligus meminta bantuan pendanaan. Kebetulan, karena hobinya, Andi Mattuju bergabung dengan komunitas ‘’Ikatan Fotografer Makassar’’. Tetapi, permohonan dana yang diajukan tidak mendapat tanggapan karena belum dilihat secara nyata hasil kerjanya. Andi tidak putus asa dan tahun 2004 dia memulai dengan menjadi pekerja lepas (freelance)

dari studio ke studio di Makassar hingga tahun 2005. Dilanjutkan menjadi pekerja freelance di sebuah event creative hingga tahun 2007. Tekun bekerja freelance, membuat laki-laki 25 tahun itu menghasilkan karya yang bagus dan kreatif yang membuatnya mendapat pengakuan. Organisasi yang menaunginya pun meminjaminya modal dan kamera untuk membuka usaha sendiri. Tahun 2007, dia membuka studio dengan mencetak kartu nama. Dari usaha yang dijalankan, Sarjana Manajemen Perpajakan itu meraih penghargaan ‘’Wirausaha Muda Mandiri tahun 2011’’. Sejak itulah bank mulai memberikan kepercayaan dengan menyalurkan pinjaman. Konsumen yang menggunakan jasa atau meminati usahanya juga semakin banyak. Usahanya berkembang, tak lantas membuat Andi Mattuju puas. Dia kembali merintis usaha baru ‘’Burger 79’’ dan ‘’creative’’ tahun 2012. Saat ini, dia mempekerjakan sedikitnya 136 karyawan (tetap dan freelance) dengan omset usaha antara Rp 40-60 juta per bulan untuk usaha studio foto dan cinematografi, antara Rp 60-70 juta untuk ‘’burger 79’’ dan nilai kontrak ter-

ANTREAN - Antrean di salah satu stan Burger 79

Bisnis Sulawesi/Ist

Quotes “Business is more exciting than any game.” - Lord Beaverbrook -

Bisnis Sulawesi/amn

Andi Mattuju besar hingga Rp 380 juta untuk jasa creative. Pasarannya (khusus Fotografi dan Cinematografi) hingga ke luar negeri seperti Sandiago, California, India dan Sydney. ‘’Intinya, untuk membuka usaha, jangan terlalu banyak mikir. Tetapi action,’’ ujarnya seraya menyebutkan, kiat sukses memulai bisnis juga harus teguh pendirian. ‘’Tanyakan pada hati, bukan pada orang lain. Disamping wajib memperbaiki hubungan dengan keluarga dan tuhan’’ tambahnya. Kehati-hatian dengan karyawan juga penting kata Andi Mattuju. Karena anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan H. Andi Burhanuddin Abdullah-Hj Andi Nusdiana itu memiliki pengalaman buruk dengan karyawannya yang nakal. Usaha yang dijalankan nyaris bangkrut karena uang usaha dibawa kabur oknum karyawannya. Apapun hambatan atau kegagalan dalam berusaha kata dia memang harus dihadapi, dihayati bahkan harus dinikmati. Karena membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah. Hambatan dan resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. ‘’Hati-hati penting, karena sesuai pengalaman saya nyaris bangkrut karena seorang karyawan melarikan uang. Namun harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada. Tanpa disadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat,’’ katanya.

Biodata Nama Kelahiran Pendidikan Isteri Anak

: : : : :

Andi Syahwal Mattuju Ujung Pandang, 19 Juni 1987 Sarjana Manajemen Perpajakan Nurfadhila Jufri, ST Andi Azkadina Zahirah mattuju

Selain itu, membuat visi dan misi yang jelas juga tak kalah penting, sehingga tujuan dan langkah terkonsep dengan baik guna menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Adanya tujuan usaha akan mempengaruhi kinerja dan hasil usaha, sekecil apapun usaha yang dijalani. Tetapi, sebaik apapun visi dan misi serta ide bisnis yang dimiliki, tidak akan pernah menjadi usa-

ha yang sukses jika tidak segera ditindaklanjuti.’’Makanya, saya bilang jangan banyak mikir tetapi action. Usaha yang direncanakan harus dimulai dengan penuh keyakinan dan ketekunan. Karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan, perjalanan dan kerja keras yang cukup panjang,’’ tambahnya. (amn)

KESIBUKAN - Kesibukan di studio mattuju

Bisnis Sulawesi/amn

Lowongan

Mari bergabung di Mingguan Bisnis Sulawesi jika anda memenuhi syarat sbb Sopir/ Distribusi

1.Pendidikan minimal SMA 2.Usia maksimal 25 tahun 3. Sim A 4.Tidak merokok

Design Grafis

1.Menguasai aplikasi grafis (Coreldraw,InDesign, Photoshop) 2.Usia maksimal 25 tahun 3.Tidak Merokok

Litbang / Pusat Data

1.Pendidikan minimal D3 / S1 2.Pria / wanita usia maksimal 25 tahun 3.Kreatif, mampu berpikir strategis, Networking luas dan pintar bersosialisasi 4.Akrab dengan internet

Kirimkan segera lamaran lengkap ke info@bisnissulawesi.com Atau hrd@bisnissulawesi.com (isi kode desain grafis, Sopir/Distribusi dan Litbang / Pusat Data)


Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

14

DPD REI

Tak Setuju DP KPR 30 Persen

dibangunnya di tengah Kota Makassar, tersisa 14 unit. Bahkan saat ini sedang menggarap proyek condotel. ‘’Memang, awalnya calon pembeli kaget. Kami berusaha memberi penjelasan dan mencarikan solusi, salah satunya keringanan berupa DP yang bisa diangsur,’’ tutur Marlon. Solusi sama dilakukan Ari,

bahkan dia berencana menalangi 10 persen dana calon pembelinya yang bisa dikembalikan dengan cara diangsur. Hanya saja, solusi pengembang, ditanggapi negatif Ketua Perhimpunan Real Estate Indonesia (REI) DPD Sulsel, Raymond Arfandi. Raymond justeru khawatir solusi itu lebih riskan. Misalnya, ada calon pembeli hanya punya uang cash Rp 60 juta. Sebenarnya dengan uang itu sudah bisa memiliki rumah, tetapi karena aturan baru, calon pembeli mesti mencari Rp 30 juta lagi. Akhirnya calon pembeli meminjam ke pihak lain. ‘’Nah, hal itulah potensial memacetkan KPR. Karena calon pembeli punya beban ganda, yakni menjalani KPR dan harus membayar pinjaman ke pihak lain tadi,” terang

Raymond. Berlakunya kebijakan baru berpotensi menghambat calon pembeli. Terutama yang berpendapatan tetap seperti karyawan dan pegawai negeri sipil. Raymond pun tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Tidak populis karena secara langsung membatasi keinginan masyarakat memiliki rumah mewah. Mengingat rumah tipe 70 ke atas sudah menjadi trend kalangan menengah ke bawah. Tidak lagi hanya kalangan atas. Kebijakan itu juga dinilai kurang tepat karena rumah mewah di Makassar dengan kota besar lain di Indonesia, harganya tidak sama. ‘’Rumah tipe 70 ke atas di Tanjung Bunga harganya beda dengan tipe sama di daerah Samata,’’ katanya. (ufa)

harga properti agunan turun di bawah kredit yang diberikan. ‘’Itulah resiko yang dikhawatirkan BI,’’ tambahnya. Data perkembangan properti residensial per Desember 2011 (Survei BI), menunjukkan dari 14 wilayah yang dijadikan sampel, terdapat 5 wilayah dengan kenaikan harga tertinggi yakni Surabaya, Makassar, Bandung, Yogyakarta dan Manado. Tipe rumah di atas tipe 70 mengala-

mi pertumbuhan paling tinggi, 45,37 persen. Jauh di atas angka pertumbuhan KPR (33,12 persen) yang juga sudah tinggi di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan (24,9 persen). Karenanya, rumah tipe mewah lebih mendesak untuk diatur. BI menetapkan angka DP minimal 30 persen dianggap masih terjangkau masyarakat yang membutuhkan hunian mewah (menengah ke atas). Angka ini di-

harapkan dapat memberi buffer memadai bagi bank dalam pemberian KPR. Angka ini dianggap aman karena KPR terlindungi nilai agunan lebih tinggi dari nilai kredit. Dengan DP besar, masyarakat juga berinvestasi lebih besar sehinga tidak akan mengabaikan kewajibannya. Dari data semester I tahun 2011, 89.40 persen produk properti yang ditawarkan terserap pasar. Namun tidak semuanya dimanfaatkan untuk hunian. Sekitar 20 persen diperkirakan digunakan sebagai alat spekulasi. ‘’BI membuat aturan berdasarkan fakta di lapangan. Melihat krisis di Amerika garagara kredit properti macet. Kami berharap yang membeli properti benar-bebanr orang yang membutuhkan bukan spekulan,’’ tandas Raizal. Ketua Perhimpunan REI DPD Sulsel, Raymond tak menampik adanya kesan di masyarakat lebih baik membeli properti (tanah, rumah) dibanding menyimpan uang di Bank. Trend peningkatan harga membuat masyarakat cenderung berinvestasi properti. Tidak ada aturan melarang orang berinvestasi di properti. ‘’Yang harusnya dilakukan pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak terpusat pada Kota Makassar saja, salah satunya mewujudkan kota Maminasata,’’ jelasnya. Kredit macet kata Raymond tidak ditentukan besarnya DP melainkan sistem KPR perbankan. Salah satunya, bagaimana bank menganalisa calon nasabah, apakah bisa menyelesaikan cicilan sampai selesai atau tidak. ‘’Kami berharap kebijakan itu dievaluasi. Disesuaikan kembali setelah triwulan pertama jika targetnya tidak tercapai,’’ desaknya. Pada akhirnya masing-masing pihak memang mesti menyesuaikan diri akibat kebijakan baru ini. Perbankan wajib memperbaharui prosedur peminjaman KPR, developer mesti jeli melihat celah kebutuhan masyarakat. Begitu juga masyarakat sebagai calon pembeli, harus bijak menentukan keputusan KPR. (ufa)

Makassar (Bisnis Sulawesi) Hampir sebulan Bank Indonesia (BI) memberlakukan kebijakan baru angka Loan To Value (LTV) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maksimal 70 persen untuk rumah huni di atas tipe 70. Namun, DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Lantas, apa sebetulnya latar belakang diberlakukannya kebijakan itu? Dan bagaimana nasib developer (pengembang) lokal Makassar? Pengembang lokal Makassar, Andi Muhammad Azhary Nur mengaku tak menyangka kebijakan pembatasan DP minimal 30 persen diberlakukan BI. Direktur Utama PT Saomi Makkarennu yang akrab disapa Ari itu mengaku sekitar lima puluhan unit rumahnya terkena kebijakan tersebut. Mengingat sebelumnya, pemasaran difokuskan di tipe 45 dan 60. Proyek perumahan yang sedang digarap diantaranya berlokasi di Daya, sebuah kawasan huni alternatif di pinggir Kota

Makassar. Jumlahnya 140 unit dominan tipe 45 dan 60, selebihnya tipe 80. Untuk tipe 80, dijual Rp 485 juta. Proyek yang direncanakan rampung akhir tahun depan, sangat diminati kalangan menengah ke bawah Ari mengatakan sebenarnya calon pembeli mampu menunaikan angsuran.Namun kesulitan membayar uang muka jumlah besar. ‘’Hampir semua calon pembeli kami tidak menerima kebijakan itu karena mereka mampu bayar angsuran tetapi tak punya uang cash,’’ ungkap

Hasil pengamatan Bank Indonesia (BI) tahun 2002-2011 berdasarkan historical trend, terlihat bahwa terdapat keterkaitan erat antara kenaikan kredit properti dengan kenaikan harga properti. Kredit properti naik, otomatis harga properti ikut naik begitu sebaliknya. Karena itu penentuan LTV dapat mengerem laju pertumbuhan KPR sehingga dapat menekan tingginya harga properti. ‘’Kalau

pertumbuhannya cukup tinggi, beresiko bagi perbankan,’’ ujar Gusti Raizal Eka Senior Economist BI. Secara historis, harga properti yang terlalu tinggi biasanya terkoreksi kembali ke harga rata-rata. Dengan kata lain, harga sudah terlampau tinggi, kemungkinan terkoreksi ke level rendah. Harga properti tinggi dan dijadikan agunan kredit kepada bank, berpotensi merugikan bank bila

Ari. Marlon Sinaga, Direktur

Pengembangan Multiniaga Group, developer lokal lainnya mengaku tidak terlalu risau. Proyek hunian mewah yang

“Screening Mechanism” ala BI

Bisnis Sulawesi/dok

LEBIH BAIK - Kecendrungan masyarakat saat ini lebih baik membeli properti (tanah, rumah) dibanding menyimpan uang di Bank.


Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

15

Menu Sehat Buka Puasa Dan Santap Sahur

DIAWAL bulan puasa, tentu tubuh kita belum sepenuhnya beradaptasi dengan kondisi seharian menahan lapar dan haus dan hal tersebut sangatlah wajar. Satu hal terpenting, menjaga kondisi tubuh agar sehat sehingga dapat terus menjalankan ibadah puasa hingga datangnya lebaran. Setiap daerah di Indonesia mempunyai berbagai benda peninggalan kebiasaan, termasuk kebiasaan dalam mengkonsumsi makanan dengan bahan dasar tumbuh-tumbuhan dan hewan lokal dengan proses pengolahan secara alami. Memiliki kekayaan makanan khas yang bervariasi juga menjadi salah satu keuntungan negara dengan beragam adat dan budaya seperti Indonesia. Makanan khas Sulawesi misalnya. Umumnya memiliki rasa lebih kuat dan pedas. Beda dengan makanan khas Jawa Tengah yang cenderung manis, atau Sumatera Barat yang pedas dan bersantan. Ragam rasa ini jelas sangat memanjakan lidah penikmat & (kuliner). Berikut beberapa makanan khas sulawesi yang sangat pantas dicicipi Bubur Tinutuan (Bubur Manado)

Pisang Ijo

Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, wwwwwwwtidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Makanya, makanan ini tak hanya lezat, juga memiliki kandungan gizi yang lengkap. Dalam bubur Manado ini ada ikan cakalang fufu dan beragam sayuran (bayam, kangkung, daun gedi dan kemangi). Biasa dimakan untuk sarapan pagi dan disajikan dengan menggunakan dabu-dabu (sambal) terasi) beserta berbagai pelengkap hidangannya.

Berburu menu berbuka puasa, seolah menjadi hal wajib dilakukan di bulan Ramadhan. Di Makassar, Sulawesi selatan salah satu menu yang menjadi primadona adalah Pisang ijo. Makanan berbahan dasar pisang raja atau pisang kepok, berbalut adonan tepung beras berwarna hijau. Makanan ini cocok dijadikan hidangan penutup atau selingan. Disajikan dengan kuah santan kental yang manis. Sakarang terdapat banyak varian rasa saus santan, mulai rasa vanilla, stroberi, cokelat hingga durian. Dapat dimakan dalam keadaan hangat atau dingin ditambah potongan es batu. Kepopuleran makanan khas Sulawesi Selatan ini membuatnya banyak ditemui banyak kota besar di luar Sulawesi Selatan. Namun, jika kebetulan sedang berlibur ke Sujangan lupa mencicipinya langsung. Karena rasanya pasti lebih maknyosss…

di lawesi,

Kaledo

Sayur ikan dengan kuah asam yang kental, berwarna kuning, dan lumayan berminyak. Paling enak disantap saat panas, biasanya pallu’mara jadi makanan berat pada saat berbuka puasa. Tidak sulit untuk memdapatk a n makanan ini karena banyak dijadikan menu dirumah-rumah makan yang ada di sulawesi tengah. Selamat mencoba!

Jangan mengaku pernah menginjakkan kaki di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, jika belum mencicipi kaledo. Masakan khas Sulawesi Tengah ini termasuk jenis masakan berkuah bening agak kekuning-kuningan dengan rasa yang sangat khas, yakni asem gurih dan pedas. Pada awalnya, masakan ini hanya berbahan baku tulang kaki sapi dengan sedikit dagingnya. Namun, karena penjual kaledo semakin banyak, sehingga tulang kaki sapi semakin sulit didapatkan. Untuk menggantikan tulang kaki tersebut, maka tulang belakang sapi pun disertakan sebagai tambahan bahan utama. Sop kaledo sangat segar rasanya, bisa jadi menu berbuka ataupun untuk santap sahur. Tetapi berhati-hatilah dengan rasa pedasnya!. Kaledo juga banyak dihidangkan masyarakat Sulawesi Tengah pada saat lebaran (Idul Fitri maupun Idul Adha) yang disajikan dengan burasa (beras diberi air santan dan dibungkus daun pisang, lalu direbus). Selain itu, makanan khas ini juga sangat cocok disantap bersama nasih putih, singkong atau jagung rebus. Bagi yang mengidap tekanan darah tinggi dan asam urat, sebaiknya lebih berhati-hati. Jangan sampai makan kaledo melebihi porsi yang semestinya.

Coto Makassar

Binthe Biluhuta

Seperti namanya, coto Makassar atau coto mangkasara ini merupakan makanan berkuah khas Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan berkuah santan ini menggunakan bahan utama daging dan jeroan sapi. Dimakan bersama ketupat dan tauco. Rata-rata masyarakat Sulawesi Selatan bisa membuat coto Makassar. Utamanya dibuat saat ada event Lebaran Haji, Idul Fitri atau event lain.

Binthe Biluhuta merupakan makanan khas Gorontalo yang ada sejak masa lampau. Makanan ini diwariskan secara turun temurun oleh tetua Gorontalo. Pada masyarakat Gorontalo, Binthe Biluhuta atau yang sering dikenal dengan sebutan “milu siram” merupakan makanan yang sangat unik. Makanan ini berbahan dasar jagung dan beberapa rempah-rempah sebagai penyedap. Makanan ini merupakan salah satu daftar makanan yang paling digemari di Gorontalo bahkan termasuk makanan pokok mempunyai nilai gizi tinggi, baik karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Makanan ini mirip seperti sup atau bubur, sehingga pas dijadikan sebagai pengganjal perut saat buka puasa tiba.

Pallu’mara

Direktori Jl. Kerukunan Selatan I No. 169, BTP. Makassar Mobile : +6281342337447/ +628152500455 www.makassarrentalmobil.com

Jl. Maccini Raya No. 142B Telp : 085255308114

Jasa Antar Jemput Barang

Jl. Hertasning Timur No. 9 - Makassar telp : 081392834934 email : duriansbar@yahoo.com facebook: duriansbar twitter : @duriansbar

Agen resmi Produk busana muslim merk Razha

(0411) 869572 PIC : Khaidir (081242999302) Aris (085398050515

Telp. (0411) 2582323


Edisi 1 I 23 - 29 Juli 2012

16

Shocking Colour Fashion Muslimah BULAN Ramadhan telah tiba. Biasanya ada trend baru untuk fashion muslimah. Mau ikut trend? ini dia beritanya. Gaya berbusana muslimah saat ini sedang menjadi mode, apalagi pada Bulan Ramadhan, kegiatan akan makin banyak, membutuhkan style yang pas pula. Bisnis Sulawesi menurunkan informasi bagi anda muslimah yang membutuhkan referensi gaya busana muslimah yang cocok dan harganya pas di kantong. Trend busana Muslimah Tahun 2012 ini diperkirakan akan banyak permainan warna, mulai dari jilbab, baju hingga aksesorisnya. Warna yang mencolok seperti pink, merah, oranye, atau kuning akan banyak digunakan bagian jilbab muslimah. Selain warna, cara memakai jilbab pun, ada perkembangan trend, seperti dengan cara turban, berupa juntaian kerudung yang dililit di kepala, biasanya dihiasi dengan sejumlah aksesoris cincin berkukuran besar. Sementara, cara lain disebut Street Style, cara ini dengan memodifikasi lilitan di bagian bawah leher, dan dipadankan dengan warna pakaian yang cenderung abstrak dan polos, seperti warna hitam abu-abu. Pilihan busana muslim yang nyaman , salah satunya bisa ditentukan oleh bahan busana yang digunakan. Pilihan bahan katun misalnya, sangat cocok digunakan oleh penikmat busana muslim yang tinggal di daerah tropis. Saat ini, model busana muslim di Indonesia berkembang pesat. Para desainer busana muslim sebelumnya cenderung menggunakan warna aman. Kini, mereka mulai banyak menggunakan warna terang. Warna-warna yang sebelumnya jarang muncul seperti shocking pink misalnya. Pasmina dan Kaftan

Bisnis Sulawesi/dok pribadi

Trend Warna int

Untuk muslimah yang sering melakukan kegiatan, warna mencolok menjadi trend saat ini, untuk bagian jilbab. warna yang terang dan bertabrakan dengan warna baju yang polos, bisa menjadi pilihan anda, padanan warna pink misalnya, bisa di gabungkan warna jilbab pink, dan baju berwarna biru tanpa hiasan. untuk mengakali hiasan pada baju, disarankan memkai baju two pieces, agar lebih bergaya. Sementara untuk anda yang menyukai street style, bisa memakai jilbab panjang yang bermotif batik sementara bajunya dipadankan dengan warna polos dan abstrak tidak mencolok.

Bisnis Sulawesi/dok pribadi

Untuk gaya yang lebih modis, anda bisa menjadikan pasmina sebagai tampilan saat beraktifitas secara resmi atau tidak. Pasmina adalah jilbab panjang yang berbentuk selendang, dapat dikreasikan sesuai dengan jenis acara yang akan diikuti. Sementara Kaftan biasanya mengikuti pasmina, sebagai busana gamis ala arabian yang di percantik dengan sejumlah aksesoris belt (ikat pinggang), payet di sekitar leher dan dada dan kalung yang berbentuk hiasan yang lebar.

Bisnis Sulawesi/dok

int

Trend Bahan Setiap busana muslim, banyak yang mencari agar pemakaian tidak merepotkan si empunya, syaratnya nyaman dan tidak panas. Banyak bahan kain untuk jilbab dan busana yang beredar di pasaran saat ini. Bahan kain yang nyaman itu antara lain katun, sifon, rayon dan jersey.

MENINGKAT - Kebutuhan masyarakat terhadap busana muslim pada saat bulan ramadhan pasti mengalami peningkatan. Yang tentunya memberi imbas positif bagi keberadaan toko-toko yang menjajakan busana muslim dan aksesorisnya.

Bisnis Sulawesi/dok


Bisnis Sulawesi Edisi 1