Page 1


Daftar isi 01 02

DAFTAR ISI MEMBANGUN DISKUSI ISU TAMBANG KONTROVERSIAL

03

SIAP MENJADI KADER DI BIDANG KEILMIAHAN BERSAMA TFT

04

PEMBENTUKAN KARAKTER PENERUS BANGSA DIBANGUN DARI SPIN-ETAM

05 OPENING CEREMONY DIES NATALIS ITK 5 06 PERERAT SILAHTURAHMI MELALUI ISC PIN 2019 ANGKAT TEMA TENTANG 07 REVOLUSI INDUSTRI 4.0 -08

09

SAFE TRIP KEMBALI HADIR DI TANAH SAMBOJA

10

PERWAKILAN KELUARGA MAHASISWA ITK MENYAMPAIKAN ASPIRASINYA KE WALIKOTA BALIKPAPAN

11

ARTIKEL PEMENANG MAKSIMALIS

13

SALAM KM ITK

-12

01


MEMBANGUN DISKUSI ISU TAMBANG KONTROVERSIAL

M

emperingati Hari Bumi pada 22 April 2019 yang diperkirakan berusia 4,543 milyar tahun ini, tidak lepas dari kacamata masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kalimantan Timur, Bumi tempat kita berpijak saat ini mengalami berbagai macam permasalahan, mulai dari permasalahan iklim, bencana alam hingga permasalahan lingkungan. Salah satu isu lingkungan yang sempat hangat diperbincangkan oleh masyarakat ialah pertambangan di Kalimatan Timur. Pertambangan dan penggalian, khususnya batu bara memang masih menjadi primadona pemeran utama dalam struktur perekonomian Kalimantan Timur. Hingga triwulan III 2018, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, sektor utama ekonomi Kaltim ini memegang peranan 45,93 persen, terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Mencoba meningkatkan diskusi mengenai isu lingkungan, Kementerian Kajian Strategis sukses menyelenggarakan kegiatan Kastrat Berdiskusi (Kaskus) yang dilaksanakan Jumat (10/03) Jam 16.00 WITA di 301 A Kampus ITK. Tema yang

diusungkan ialah “Kaltim Sexy Tanpa Tambang” yang dihadiri oleh special speaker, Drs. H. Suryanto M.M (Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Kota Balikpapan) dan Pradarma Rupang (Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang Kaltim). Menurut staf Kementerian Kajian Strategis tujuan diadakannya Kaskus ialah untuk meningkatkan euphoria mahasiswa ITK dalam berdiskusi, mengkaji, mengambil keputusan, dan bersikap kritis dalam menyampaikan argumen. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua kali sebulan dengan tema yang berbeda-beda yang dikemas dengan pemaparan kajian, diskusi/musyawarah hingga penentuan sikap sebagai mahasiswa. “Mahasiswa ITK lumayan antusias dengan kaskus ini, dan saya berharap kaskus akan terus berjalan dan lebih aktif dalam menanggapi permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia sehingga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menuangkan pendapat kritisnya sehingga melatih soft skill mahasiswa itu sendiri”, pungkas Epifanus Eza selaku Dirjen Studi dan Pusat

02


Siap Menjadi Kader di Bidang Keilmiahan Bersama TFT

K

ementerian Riset dan Teknologi (Ristek) Kabinet Aspirasi KM ITK mengadakan kegiatan Training for Trainer (TFT) dengan tema “Menggali Potensi GenerasiMilenialdalam Era Revolusi Industri 4.0�. Pelatihan ini ditujukan untuk Mahasiswa ITK, khususnya angkatan 2017 dan 2018. Dengan adanya kegiatan TFT, diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pemandu keilmiahan serta mempersiapkan peserta TFT untuk menjadi kader keilmiahan. TFT dilaksanakan dalam tiga hari pada Jum'at (10/05), Sabtu (11/05), dan Minggu (12/05), dimulai pukul 08:00 hingga pukul 18:00 WITA. Hari pertama diisi dengan Technical Meeting, dimana peserta yang mengikuti kegiatan TFT akan diberi penjelasan tentang barang apa saja yang perlu dibawa, dan hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum kegiatan

03

berlangsung. Lalu, hari kedua diisi dengan pemaparan materi, dimana Kementerian Ristek Kabinet Aspirasi KM ITK mendatangkan para pemateri yang sangat handal dalam masing-masing bidang, seperti public speaking, cara menulis dengan baik dan benar, cara membuat proposal Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta menjadi mahasiswa yang berprestasi. Sehingga, output dari kegiatan TFT adalah peserta TFT mampu menjadi contoh pemandu keilmiahan. “Jadikan selalu apa yang kita dapat sebagai pelajaran, bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk orang banyak. Semoga teman-teman yang sudah ikut serta dalam kegiatan TFT 2019 bisa menyalurkan minat di bidang keilmiahan kepada masyarakat yang berada di dalam maupun luar kampus�, tutur Isah, selaku ketua pelaksana TFT 2019.


pembentukan karakter penerus bangsa dibangun dari

SPIN-ETAM

T

ema SPIn-ETAM kali ini ialah “ M e n g h a s i l k a n G e n e ra s i Penerus Bangsa yang Berakal dan Bertindak Sesuai Ahklak yang Mulia untuk Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 15 - 18 Agustus 2019 dengan jumlah mahasiswa angkatan 2019 sebanyak 950 orang. Pada acara penyambutan tahun ini, SPIn dan ETAM digabung menjadi satu rangkaian acara.

Dari segi konsep, pengabdian masyarakat yang pada tahun lalu dilakukan untuk masyarakat Karang Joang dengan memberikan tempat sampah daur ulang dan tahun ini difokuskan untuk menunjang prasarana kampus berupa penghijauan serta pembuatan tempat sampah yang ditempatkan di tiap masingmasing ruang kelas. Selain itu terdapat juga sesi dimana Presma Kabinet Aspirasi menyampaikan orasinya dengan lantang meyakinkan para mahasiswa bahwa mahasiswa harus senantiasa bergerak dan memiliki idealisme. Diakhir acara SPIn – E TA M , t e r d a p a t s i m u l a s i t o t a l menggunakan atribut pom-pom yang terbuat dari kertas minyak. Semua bekerja sama untuk membuat pom-pom sesuai dengan ketentuan yang diberikan. Kerja keras tidak cukup sampai di situ karena mereka akan berada di lapangan dengan kondisi cuaca yang terik dan berdesakan sehingga membutuhkan kerjasama extra pada hari di mana simulasi total dilaksanakan. Di sinilah esensi yang diharapkan, setelah mereka bekerjasama

dan bekerja keras hingga membuahkan hasil yaitu terlaksananya formasi pompom tersebut dengan bangga mereka ayunkan maju, mundur, angkat, turunkan begitu seterusnya mengikuti irama lagu yang mengalir. Kesan dan pesan untuk SPIn - ETAM selanjutnya ialah “Ciptakan inovasi yang jauh lebih baik dari yang sekarang, karena pada acara ini masih banyak kekurangan. Pahami tujuan apa yang harus diberikan ke peserta lalu implementasikan lewat kegiatan. Sehingga berjalannya acara ini bukan hanya sekedar formalitas semata. Untuk teman-teman mahasiswa, tetaplah idealis tapi juga realistis. Jangan takut apabila teman-teman benar, tapi takutlah bila merasa selalu benar. SPECTA adalah Solid, Peduli, Cerdas, Beriman dan Bertaqwa dan selamanya akan tetap seperti itu. Jalankan, bukan hanya teriakkan nilai-nilai tersebut. Karena itu adalah identitas yang membedakan kita dengan mahasiswa lainnya. SPECTA! Untuk Sang Pencipta dan Bumi Etam !�, ujar Rifqi Aditya Arkan

04


OPENING CEREMONY

DIES NATALIS ITK 5

O

pening Ceremony Dies Natalis ITK 5 (Lustrum Pertama) dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2019, bersamaan dengan dilaksanakannya acara SPECTA DAY. Opening Ceremony merupakan acara pertama dalam rangkaian Dies Natalis ITK 5. Acara ini dilaksanakan dalam rangka pembukaan Dies Natalis ITK 5 yang dilangsungkan untuk memperingati hari jadi ITKyangke-5. Tahun ini Dies Natalis ITK mengangkat tema “Berkarya untuk Bangsa”, dengan tema tersebut diharapkan dapat membangun semangat kebersamaan anak bangsa, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, ITK siap untuk menghadapi tantangan dan revolusi di masa depan dengan menciptakan dan mengembangkan karya, baik di bidang teknologi, seni budaya, olahraga,danwirausaha(entrepreneur)yang ramah lingkungan juga tetap melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah, khususnya KalimantanTimur. Perbedaan menarik acara Dies Natalis tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya,

05

terletak pada rangkaian acara. Pada tahun ini diselipkan rangkaian kegiatan di bidang senibudaya,untukmemberikansuasanabaru di Dies Natalis ITK. Serta sebagai salah satu cara untuk mewadahi Mahasiswa ITK yang berbakat di bidang seni budaya dan selanjutnya diharapkan menjadi cikal bakal berkembangnyaUKMdibidangsenibudaya. Terdapat total 8 rangkaian acara Dies Natalis ITK 5, diantaranya adalah Opening Ceremony, SPECTA DAY, ISC (ITK Sport Competition), ITK ART Competition, Sidang Senat, ITK MAC Competition & ITK Icon Competition, Talkshow, dan terakhir Gelora Seni, yang berlangsung mulai tanggal 17 Agustus2019sampai9November2019. “Saya memohon dukungan serta Do’a dari seluruh Civitas Akademika ITK agar acara ini dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan meriah. Serta harapan kedepannya semoga Dies Natalis tetap bisa eksis menjadi acara terbesar yang ada di ITK dan terus terdapat inovasi – inovasi baru dalam rangkaian acaranya.” ungkap Rafli Zulfikar A, selaku ketua Dies Natalis ITK 5.


06


PIN 2019 Angkat Tema Tentang

Revolusi Industri 4.0 PIN (Pejuang Inovasi Nasional) 2019 hadir kembali dengan mengusung tema “Rising Awarness for Industrial Revolution 4.0” yang dilaksanakan selama empat hari, yaitu pada tanggal 02 September – 05 September 2019. Acara ini dibuat sebagai wadah mahasiswa agar berkreasi di bidang teknologi sekaligus memperkenalkan ITK kepada khalayak luar. Rangkaian acara dimulai pada Senin, 02 September 2019 yang dibuka dengan Technical Meeting. Kemudian pelaksanaan lomba-lomba, fieldtrip yang berlokasi di Agro Wisata Kilometer 23 dan donor darah di Aula Gedung A Kampus ITK. Terakhir, pada hari Kamis, 05 September 2019 dilaksanakan Talk show di Auditorium Kampus ITK dengan tema 'Tantangan Pejuang Inovasi Dalam Revolusi Industri 4.0”. Talkshow ini menghadirkan empat,

07

orang pembicara, yaitu Prof. Ir. Budi Santosa, M.S., Ph.D selaku Rektor ITK, Andreas Senjaya selaku Co-Founder dan CEO iGrow serta Co-Founder Badr Interactive, Aswin Kosotali selaku Financial Technology Bank Indonesia, dan Emma Sri Martini sekalu Direktur Utama Telkomsel. Hal yang membuat acara PIN 2019 ini berbeda dari tahun sebelumnya adalah kehadiran Walikota Balikpapan beserta jajarannya di acara talkshow PIN 2019 sekaligus sebagai penutupan rangkaian acara. Kehadiran Walikota Balikpapan tersebut juga untuk melihat keadaan ITK yang mana akan diproyeksikan menjadi kampus besar di Balikpapan. Selain karena adanya kehadiran Walikota Balikpapan, adapun peserta debat kali ini seKalimantan Timur dan juga tambahan rangkaian acara berupa donor darah.


“Acara Pejuang Inovasi Nasional ini sangat baik, dimana acara ini juga acara rutin tiap tahun yang dilaksanakan oleh teknik elektro itk, acara ini juga bagus apabila terus dilaksanakan karena dapat memfasilitasi atau memberi penghargaan kepada mahasiswa se-Indonesia agar bisa berkreasi dan dapat mengenalkan ITK kepada siswa SMA/SMK di Kalimantan Timur, harapannya semoga acara PIN ini bisa terus dilaksanakan, untuk rangkaian acaranya mungkin bisa ditambahkan lomba-lomba yang menarik yang dapat membuat mahasiswa dan siswa lebih

berkreasi lagi dan utamanya semoga dari pihak kampus dan pemerintah bisa lebih mendukung untuk acara ini.� ujar Azhari Rizki Mahendra selaku ketua pelaksana acara PIN 2019.

08


09


PERWAKILAN KELUARGA MAHASISWA ITK MENYAMPAIKAN ASPIRASINYA KE WALIKOTA BALIKPAPAN

B

alikpapan – Minggu, 29 September 2019 KM ITK berhasil melakukan upaya Diplomasi kepada pihak eksekutif Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Upaya diplomasi ini dilakukan terkait hasil kajian KM ITK melalui Focus Group Discussion (FGD) mengenai UU KPK dan RKUHP yang diselenggarakan oleh Kementerian Kajian Strategis Kabinet Aspirasi 2019. Hasil aspirasi warga KM ITK disampaikan langsung kepada Wali Kota di Aula Rumah Dinas Walikota. Sebagai wakil pemerintah Rizal Effendi mengapresiasi dan menerima serta mendukung mahasiswa dalam menyapaikan aspirasinya kepada pemerintah. “Baik saja mahasiswa memperingatkan kepada pemerintah dan KPK biar nanti pemerintah juga dapat mempertimbangkan jangan sampai kebijakannya melemahkan KPK dan KPK juga harus ada pada koridornya, jangan sampai KPK diluar kendali, semoga pada tit ik ini dapat bertemu jalan tengahnya”, UngkapRizal.

Terkait hasil kajian KM ITK, “Saya sebagai Walikota suara saya merupakan keputusan bersama, hasil kajian ini akan dikaji kembali oleh tim hukum saya”, Jelas Rizal. Selain itu, Rizal juga menjelaskan bahwa ia telah mengusulkan agar ITK menjadi Proyek Strategis Nasional kepada Presiden Joko Widodo mengingat ITK merupakan Institut Kebanggaan Kaltim yang harus didukung pembangunannya dan dipersiapkan menjelang pemindahan Ibu Kota. Kedepannya Rizal berharap diskusi seperti ini tidak hanya dilakukan pada isu ini saja, namun juga terhadap isu lain yang menjadi keresahan mahasiswa salah satunya Perwali No. 60 Tahun 2016 tentang jam Operasional Kendaraan Angkutan Alat Berat, mahasiswa merasa resah dengan banyaknya peristiwa kecelakaan hingga merenggut nyawa mahasiswa ITK. Oleh karena itu dirasa perlu ada kajian dan diskusi lanjut mengenai penegakan Perwali ini.

10


PEMENANG MAKSIMALIS KEMENTERIAN KAJIAN STRATEGIS PERIODE MEI 2019 Kawasan Strategis Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara dalam Mendukung Perkembangan Ibu Kota Baru

Berdasarkan data Badan Pusat Statisik, Indonesia merupakan negara

dengan kondisi topografi sebagian besar bergelombang, berbukit

kepulauan terbesar di dunia. Jumlah penduduk Indonesia mencapai

dengan kelerengan landai hingga curam menyimpan kekayaan alam

(Bappenas), 2018. Dengan kepulauan terbesar di dunia, tidak diimbangi

berupa minyak bumi, gas alam, pertambangan, dan pertanian. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wialayh (RTRW) Kabupaten

dengan persebaran penduduk yang merata, hal ini dilihat dari data Badan

Penajam Paser Utara Tahun 2011-2031 Kawasan Strategis Kabupaten

Pusat Statistik tahun 2013 luas pulau Jawa dan Madura 6,96% dari luas

terfokus berdasarkan aspek ekonomi dan aspek lingkungan. Kawasan

265.000.000 jiwa berdasarkan Kementrian Perencanaan Pembangunana

daratan Indonesia di huni sebanyak 57,49% penduduk Indonesia. Dilihat

strategis ekonomi adalah kawasan KAPET, Kawasan Pariwisata,

dari pulau Kalimantan yang ditetapkan sebagai pulau terluas di Indonesia di

Pertambangan, dan Kehutanan. Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET)

huni sebanyak 5,8% dari jumlah penduduk Indonesia (Malta dkk, 2018).

berupa kawasan penagkaran rusa sambar atau rusa merah yang

Tidak meratanya persebaran penduduk di Indonesia dapat menimbulkan

terdapat di Desa Api-api Kecamatan Waru, dengan luas kawasan

berbagai macam persoalan, selain itu terkonsentasinya penduduk di suatu

penagkaran rusa sekitar 50 Ha. Merupakan salah satu komoditi

wilayah apabila tidak dukung dengan pemenuhan kebutuhannya akan

ekonomi terbesar di Penajam Paser Utara, hal ini dapat mendukung

berdampak buruk bagi lingkungan sosial. Kementrian PPN/Bappenas, menyatakan perlu adanya pemindahan ibu

lingkungan terdapat kawasan hutan mangrove, kawasan sempada

kota baru di luar pulau Jawa karena sebanyak 57,49% penduduk Indonesia

sungai, kawasan perlindungan hutan cagar alam (TAHURA). Adapun

terkonsentrasi di Pulau Jawa, kontribusi ekonomi Pulau Jawa terhadap PDB

berdasarkan Rencan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kutai

(Pendapatan Daerah Bruto) Nasional sebanyak 58,49%, terjadi krisis

Kartanegara Tahun 2012-2032 Kawasan Strategis Nasional di

ketersediaan air di Pulau Jawa, konversi lahan terbesar tejadi di Pulau Jawa,

Kabupaten Kutai Kartanegara adalah Kawasan Pengembangan

pertumbuhan urbanisasi yamg sangat tinggi, terjadi penurunan daya

Ekonomi Terpadu (KAPET) merupakan sebuah pendekatan untuk

dukung lingkungan dan besarnya kerugian ekonomi. Terdapat sumber daya

menterpadukan potensi kawasan untuk mempercepat pembangunan

potensional dari suatu wilayah yang belum berkembang dimaksimalkan dan

kawasan ekonomi melali pengembangan sector unggulan yang

dimanfaatkan dengan baik, sehingga meberi dampak positif terhadap

memberikan dampak pertumbuhan pada wilayah sekitar Samarinda –

pertumbuhan ekonomi nasional. Lokasi ibu kota negara yang terpilih

Loa Janan – Sanga-Sanga – Muara Jawa – Samboja – Balikpapan.

berpotensi dalam peningkatan perekonomian dalam berbagai sector dapat

Dengan demikian, pemindahan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan

menurunkan kesenjagan antar kelompok pendapatan, selain itu mendorong

Timur akan mendorong penurunan kesenjangan terutama di luar Pulau

peningkatan infrastruktur yang lebih baik. Kalimantan Timur merupakan lokasi calon ibu kota negara baru, luas

Jawa, serta mendorong perdangangan antar wilayah berdasarkan potensi sumber daya alam yang terdapat di Pulau Kalimantan serta

wilayah 127.346,92 km2, merupakan provinsi terluas keempat di Indonesia

menarik investasi. Pengembangan ekonomi pada sector non

berdasarkan Badan Pusat Statistik 2018. Terdapat 7 Kabupaten, dan 3 Kota

tradisional dapat meningkat jika diimbagi dengan peningkatan

yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur, merupakan salah satu

produktivitas, inovasi, dan teknologi. Dilihat dari Rencana Tata Ruang

gerbang pembangunan wilayah Indonesia terkhusus pada bagian Timur

Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara

menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah menentukan lokasi ibu kota

terdapat kawasan strategis yang mampu mendukung pembangunan

negara baru. Letak Ibu Kota baru yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara

Ibu kota Negara, serta bebas bencana gempa bumi, gungung berapi,

dengan luas 2.923,73 km2 dan Kutai Kartanegara 25.988,08 km2. Selain itu,

tsunami, banjir, erosi, dan kebakaran hutan. Oleh karena itu

kondisi topografi Kabupaten Penajam Paser Utara yang relatif datar diniliai

pemindahann ibu kota negara sudah sepatutunya dilakukan untuk

tidak berpotensi gempa dan erupsi. Sumber daya alam yang tersebar di

mengurangi kepadatan penduduk, mengatasi krisis ketersediaan, serta

Kabupaten Penajam Paser Utara yakni perkebunan, pertanian, perikanan,

pemerataan penduduk di Indonesia, dan pemerataan infrastruktur. Yuli Susanti (08171081), Perencanaan Wilayah dan Kota

perternakan, pertambngan, dan kehutan akan mendukung peningkatan perekonomian calon ibu kota baru. Adapun Kabupaten Kutai Kartanegara

11

pembangunan Ibu kota Baru. Kawasan strategis dalam aspek


Tantangan Millennials Menemukan Properti

I

nstitut Teknologi Kalimantan, dibangun di pinggiran Balikpapan, di lahan hutan Karang Joang. Kampung yang dulunya tak ramai, kian berubah menjadi permukiman para kawula muda. Ya, para mahasiswa ITK yang tiap tahun makin bertambah jumlahnya, menjadi ladang hijau bagi masyarakat sekitar. Mulai dari jasa pencuci baju, makanan sehari-hari, juga hal yang selalu menjadi prioritas saat menginjakkan kaki di kilo 15, hunian. Hunian di wilayah Karang Joang beragam bentuknya. Dulu cuma kos-kosan yang disewakan bersama rumah pemiliknya. Namun sekarang, penyedia jasa kos-kosan sudah sangat berkembang. Begitu pula dengan fasilitas yang diberikan. Wi-ďŹ , air, listrik, sudah jadi syarat utama. Meja belajar, kasur, dan lainnya masih bergantung pada si pemilik kos-kosan. Kontrakkan juga sudah banyak, cocok buat mereka yang ingin lebih punya privasi bersama teman-teman dekatnya. Harganya variatif. Dari Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 juga ada. Kembali lagi, tergantung bagaimana fasilitas yang disediakan. Buat yang mau lebih murah lagi, sekamar berdua bias jadi solusi. Tapi, pernah gak kalian kepikiran, “kalau seandainya uang kos aku kumpulin terus beli rumah, cukup gak ya?â€? Membeli property bukanlah hal yang mudah bagi anak m u d a . S e t i d a k ny a , b e g i t u l a h s t i g m a y a n g a d a . Perencanaan keuangan dan skala prioritas masih menjadi PR besar bagi kita. Kalau dihitung, dengan semua uang yang pernah aku keluarkan selama 3 tahun menjadi mahasiswi, mungkin aku sudah bisa mencicil tempat tinggal sendiri sekarang. Membeli property memang bukanlah hal yang mudah. Salah pilih, malah akan merepotkan untuk menjalankan aktivitas, juga membuat tidak nyaman bagi kita selaku penghuni. Negara maju seperti UK, Jepang, Hongkong, Singapura, dan Australia, memiliki harga property yang sangat tinggi. Kondisi ini sangat menyulitkan sebagian besar generasi Millennials untuk mendapatkan property. Hal yang mereka lakukan adalah menyewa atau mendaftarkan diri untuk mendapat subsidi hunian dari pemerintah. Gak heran, 5 sampai 10 tahun mendatang, akan banyak sekali Millennials yang masih tinggal sama orang tua. Sebenarnya apa sih yang menjadi kendala? Menurut Property for Millennials, program yang membantu Millennials dalam menemukan hunian, masalah kita adalah kendala dalam melakukan down payment. Generasi Millennials memiliki penghasilan yang cukup untuk membanyar cicilan, namun terkendala dalam pembayaran uang muka. Lalu pengajuan KPR atau KPA dari bank kerap kali ditolak dengan alasan cashow yang tidak sesuai standar dan history tunggakkan credit card. Hingga masalah klasik kita, keuangan yang lebih banyak digunakan untuk gaya hidup. A n t o n S i t o r u s , r e s e a r c h e r S av i l l s I n d o n e s i a mengungkapkan bahwa harga property yang mahal secara fundamental disebabkan karena faktor supply-demand, masalah kepemilikkan rumah yang tidak hanya dialami generasi sekarang, bahkan pemerintah pun sedang memikirkan masalah ini.

Akibat dari pertumbuhan harga properti yang terlalu cepat, tidak sejalan dengan pertumbuhan daya beli atau pertumbuhan pendapatan. Seperti yang sudah dijelasin tadi, pemerintah juga sedang berusaha untuk membantu generasi kita untuk memiliki hunian lewat berbagai macam program rumah murah. Untuk itu, mulai sekarang, kita harus jeli dengan naik-turun harga property, agar saat kita lulus dan bekerja, kita sudah bisa menerka-nerka hunian yang cocok dengan kita. Ga ada salahnya kok, mulai mempersiapkan perencanaan dan menyisihkan uang dari sekarang. Apalagi Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara telah terpilih menjadi ibukota yang baru. Dapat dibayangkan berapa harga lahan 5 tahun mendatang. Sebagai putra-putri daerah, jangan sampai kita tidak memiliki aset.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membedah kemana saja aliran uang kita pergi. Mulai dokumentasikan pengeluaran kita agar di waktu selanjutnya, kita sudah bisa merencanakan pengeluaran dengan skala prioritas yang tepat. Ga cuma buat punya rumah sendiri, dengan peka terhadap pertumbuhan property, kita juga bisa mewujudkan cita-cita orang tua kita yang saat ini mungkin belum memiliki hunian sendiri. Senangnya. Jadi, yuk mulai menabung untuk memiliki property dari sekarang. Enjellia P. B. P (10171025), Sistem Informasi

12


salam KM itk alka - Sistem informasi Buat 16 semangat tahun terakhirnya yo, khususnya SI 16 sudah siap mentalku ditinggal kalian wkw. 16 cepat-cepat dapat kerja biar jadi orang dalamku untuk link kerjaan hehe

Yunita Devi Djohan - Sistem Informasi Tetap semangat, jaga kesehatan dan manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Good Luck!

Tommy Lee - Teknik elektro Jangan pernah takut untuk memulai suatu tindakan, dan jangan pernah ragu untuk melanjutkannya.

Bima Oryza Sativa Maulana - Teknik Kelautan Hallo KM ITK Saya Bima Oryza Sativa Maulana, mahasiswa Prodi Teknik Kelautan 2019 Saya melihat KM ITK merasa kagum dan bangga karena KM ITK telah mengabdi untuk kemajuan seluruh anggotanya, saya berharap semoga KM ITK dapat terus berjuang demi kampus ITK dan semoga bisa berperan dalam kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi pengurus atau staf di KM ITK karena saya ingin mengabdi untuk kampus kita tercinta yakni Institut Teknologi Kalimantan Sekian terima kasih

Created by Kiky

khusnul

anggie

wendy

ghozi

Rosa Nabila

Yunita

kurnia

Aditya

tommy

Azam

Risma

Panji

Zein

with help of

our interns:

Erisa

iqbal

khoirul

hages

merly

Gita

aurelia

diah

risna

Design

Design

Design

Design

Design

journalist

journalist

journalist

journalist

Profile for Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan

BULLET.IN KM ITK 2019 EDISI 3  

BULLET.IN KM ITK 2019 EDISI 3