Issuu on Google+

KETEMU IBU DOLLY, PENSIUNAN ORA et LABORA Mulai bulan Oktober 2006, saya resmi membantu Ora et Labora seminggu 2 kali yaitu pada hari Rabu dan Jumat, sisa hari bisa dikerjakan dari rumah, biaya akses internet digantikan oleh Ora et Labora. Karena banyak pengalaman dengan alumni BPK PENABUR maka pengalaman ini ditransfer ke Ora et Labora yang telah berumur 40 tahun. Dari Samuel Matondang, Ketua Ikatan Alumni Ora et Labora, dikirimkan daftar milis dari alumni Ora et Labora yang segera dipasang di web Ora et Labora. Rupanya ada milis yang tertinggal, terbukti ada e-mail di bawah ini. Dengan subject: "milis alumni 1972" tiba-tiba ada e-mail masuk From: Ramon Pratomo , To: Yayasan(at)sekolahoraetlabora.com, pada Date: 2006-12-10 22:18, dengan isi yang sangat singkat, hanya tertulis sbb: smp_oetl_1972@yahoogroups.com Ketika mencoba subscribe ke milis tsb, dapat jawaban dengan permintaan: "Tolong identitas Anda", From: so so , Date: 2006-12-15 15:18, dengan isi surat sbb: Yth Sdr/i "bg", Ma'af, boleh saya tau identitas lengkap Anda? Karena kalau saya belum mengetahui siapa Anda (nama, tahun berapa di OetL dsb), saya belum dapat memasukkan Anda ke dalam milis ini sebagai anggota. Saya tunggu jawaban Anda ya. moderator, Mia Singgih (SMP OetL'72) Yang menarik dan berbeda dengan milis alumni Ora et Labora yang lain adalah dipasangnya foto kelas seperti di bawah ini dan hebatnya nama-nama siswa-siswi hampir lengkap walaupun mereka sudah berpisah selama k.l. 30 tahun.


DERETAN ATAS: 1. Joky, 2. Gerdy, 3. Awan Susanto, 4. Harjadi Setyanto, 5. ....... (ngumpet), 6. ....... (tidak ingat), 7. Dudi Askadianto (nunduk), 8. Celcius (keponakan Ibu Dolly), 9. Franklin Likumahua, 10. Bareno Tjindomato, 11. Adi Nurulah, 12. Ramon Pratomo. DERETAN TENGAH: 1. Ricky (Tjatjok) Hamzah, 2. Pudiasto Utomo, 3. Lim Tjie Sien, 4. Lim Tjie Ming, 5. Ari Armunando, 6. Lydiawati, 7. Irawati, 8. Bu Dolly, 9. Kimmy, 10. Norma Mantik, 11. Alba, 12. Merry, 13. An Tjubianto, 14. Mia Singgih, 15. Kim (anak Ibu Han yang KepSek waktu itu). DERETAN BAWAH: 1. Reggy Loen, 2. Ridawaty Nasution, 3. Francisca Nanlohy, 4. Deane Parengkuan, 5. Henny, 6. Ratna, 7. Linawati, 8. Rita Sihombing, 9. Nanan, 10. Melowati , 11. Sumi Ambarman, 12. Lianawati, 13. Astari Widayati, 14. Marti Denso

KATA PENGANTAR MILIS Teman-teman, selamat datang di milis SMP Ora et Labora lulusan tahun 1972 ini. Lebih dari 30 tahun telah berlalu sejak kita duduk di bangku sekolah bergedung setengah papan itu. Masih ingat kan? Pasti banyak cerita mau pun pengalaman yang bisa kita kisahkan mau pun bagikan di antara kita. Yuk kita rame2 nostalgia en bagi cerita di sini. Selamat bergabung! Semoga milis ini bisa mempererat persahabatan di antara kita, juga bermanfaat, hangat dan meriah tentunya ... Group Email Addresses


Post message:smp_oetl_1972@yahoogroups.com Subscribe: smp_oetl_1972-subscribe@yahoogroups.com Unsubscribe: smp_oetl_1972-unsubscribe@yahoogroups.com List owner: smp_oetl_1972-owner@yahoogroups.com Foto-foto dibawah ini dikutip dari http://ph.groups.yahoo.com/group/smp_oetl_1972/photos/browse/cb48

FOTO-FOTO DULU KETIKA SMP

Rok mini By: gue_aja_yah Posted: Dec 13, 2005 Di rumah An Tjubianto Resolution: 800 x 547 By: gue_aja_yah Tari giring2 Size: 24 KB Posted: Dec 13, 2005 By: gue_aja_yah Duduk di depan ka-ki: Mia Resolution: 480 x 415 Posted: Kimmy - Sumi (tidak berseragam Size: 34 KB Dec 13, 2005 - rok mini smua ... mungkin Duduk ki-ka: Irawati Resolution: 535 x karena kami sudah merasa Nanan - An Tjubianto 800 senior/kelas III SMP, jadi Berdiri ki-ka: Kim Size: 25 KB masanya merasa sok tau dan ingin Lidyawati - Alba - Ratna - Ki-ka: Mia Singgih melawan ... haha!); sementara Mia Singgih - Kimmy - Irawati - Norma yang lain yang berseragam putihAstari Widayanti - Lim mantik - Francisca putih adik kelas. Duduk di Tjie Sien - Sumi Nanlohy belakang saya: Irawati (entah Ambarman - Awan kenapa dia masih ingin Ricky/Tjatjok - Gerdy berseragam ... seingat saya dia memang anak yang baik ... hehe!)

FOTO-FOTO KINI / SEKARANG


Sumi cs - Jkt'01 By: gue_aja_yah Posted: Dec 13, 2005 Resolution: 800 x 372 Size: 20 KB Ki-ka --> Ramon, Francisca, Adi, Sumi, Bareno, Ari

reuni 2006 Comedy Cafe rame2 - 2003 Comedy Cafe By: gue_aja_yah By: gue_aja_yah Posted: Dec 13, 2005 Posted: Sep 2, 2006 Resolution: 639 x 400 Resolution: 700 x Size: 25 KB 593 Berdiri ki-ka --> Ramon, Size: 33 KB Awan, Deane, Iwan, Reggy Ki-ka --> Adi, Awan, Loen, Harjadi Duduk ki-ka Ari, Astari, Tjatjok --> Ari, Adi, Mia (Ricky), Sumi, Ramon, Harjadi

Foto-foto masa kini / sekarang sebenarnya ada 10 foto, bila ingin lihat semua silakan klik: http://ph.groups.yahoo.com/group/smp_oetl_1972/photos/browse/cb48

KOMENTAR-KOMENTAR Date: Monday 18 December 2006 18:45 From: Shin Bernard Puji Tuhan, Akhirnya ada sekumpulan alumni angkatan 70-an yang bisa kita temui....Salam kenal buat teman teman angkatan ''72 (atau mungkin lebih tepatnya Bapak2 dan Ibu2 saya yach...karena saya belum lahir di tahun itu...). Pak Samuel, yang ini boleh di follow up yach...Untuk data-data angkatan 70-an mohon bersabar karena saya masih mencaricari di tumpukan buku-buku induk yang sudah berganti warna menjadi coklat. Semoga bisa ketemu... GBU. Shin Bernard HUMAS YPK Ora et Labora (021) 68204037 www.sekolahoraetlabora.com www.shinbernard.blogspot.com Date: Thursday 21 December 2006 11:05 From: "Gerdy" Dear All, Iya deh saya mulai ikutan ya, boleh ngga? Seingat saya waktu itu kita sempat pakai kelas yang diatas , setiap hari ada aja tugas untuk membawa taplak dan lain-lain kebutuhan ruangan kelas dan yang paling sering saya jalanin yaitu nyapu ruangan


kelas sesudah bubaran kelas. Tapi mula pertama pekenankan saya beritahukan bahwa saya Gerdy, kepada rekanrekan yang baru gabung dari milis seberang. Kemudian kalian semua masih ingat ngga, ketika Ibu Han masuk kelas untuk periksa baju dan kuku, wah terasa banget ya mencekamnya, tapi untung aja kita masih pada dijalur standart sehingga ngga banyak banget yang dihukum. Belum lagi dengan rajinnya kita beli combro dekat toilet belakang atau beli makanan diluar pagar yang sebelah kanan sekolah kalau kita berdiri menghadap sekolah. Yang saya juga masih ingat kalau lagi belajar ilmu ukur yang diajar oleh Ibu Han, wah rasanya waktu berjalan lambat sekali dan tambah susah aja dicernanya. Nah itu dulu ya sekelumit yang bisa saya ingat saat ini , semoga bisa memicu ingatan teman-teman sekalian. Salam Gerdy

RABU, 27-12-2006, KE RUMAH IBU DOLLY Kabar gembira karena saya berhasil ketemu rumah ibu Dolly yaitu di Kompleks Garuda, Jalan Krida I/22, RT 08 RW 01, Kemayoran, teleponnya 021 4269536. Saya datang bersama dengan Pak Tikky, walaupun agak sulit mencarinya sehingga sempat nyasar akhirnya ketemu juga. Ketika ketemu Ibu Dolly sedang tidur dan kami dipersilakan masuk ke kamarnya. Ibu Dolly lalu duduk dan saya duduk di sebelahnya sambil memerlihatkan print out power point yang sudah saya bawa. Ketika saya sebut nama Mia Singgih, langsung Ibu Dolly bilang ingat karena beberapa kali ketemu di Blok M. Seingatnya Mia pernah jadi mahasiswa Sastra Cina di UI, lalu kerja di kedutaan agar bisa keluar negeri dan kakaknya Mia adalah seorang pilot. Benar demikian? Karena print out hanya hitam putih lalu saya tawarkan untuk melihat di komputer laptop maka Ibu Dolly dituntun oleh keponakannya keluar ke ruang tamu. Memang kemudian Ibu Dolly senang sekali melihat foto=foto murid=muridnya angkatan tahun 1972 dan bertanya bagaimana saya bisa dapatkan semua tsb. Mula-mula Pak Tikky hubungin Teguh Santoso, dinasti 3 Teguhs era tahun 84-90, untuk bicara via telepon dengan Ibu Dolly. Kemudian Pak Tikky juga menghubungi Ibu Kartini untuk bicara via telepon. Memang sudah setahun terakhir ini ibu Dolly tidak pernah ke Panglima Polim. Saya juga berhasil memperlihatkan foto keluarga dan email terakhir dari Mia yang saya terima sebelum berangkat ke rumah Ibu Dolly.


Hasilnya Ibu Dolly yang sedang sakit langsung sembuh dan ketika kami mau pulang Ibu Dolly sudah bisa berdiri dan jalan sendiri menghantarkan kami keluar rumah. Kata ibu Dolly ini benar-benar hadiah Natal yang indah kebetulan juga Teguh Santoso titip sejumlah uang untuk Ibu Dolly. Sangat dianjurkan untuk ikut telepon Ibu Dolly di rumahnya pada no 021 4269536. Ibu Dolly juga sempat nulis surat dalam tulisan tangan dan bahasa Inggris. (BG) Thu, December 28, 2006 6:50 am Pak Bambang yb, Terima kasih untuk cerita ttg pertemuan dengan Ibu Dolly. Sangat menyentuh bahagia campur haru. Saya cc juga ke milis OetL 1972, supaya temen2 yang lain juga tahu berita ttg Ibu Dolly. Siapa tahu temen2 yang di Jakarta bisa menelpon, atau bahkan mengunjungi Ibu Dolly di rumahnya. Pasti Ibu Dolly akan senang sekali. Bukan Pak, saya kuliahnya bukan di Sastra Cina UI tapi di Sastra Inggris. Yang kuliah di Sastra Cina itu adik saya, Rini Singgih, dan dia juga yang bekerja untuk Deplu dan sekarang bertugas di Belgia sebagai Wakil Dubes. Mungkin Ibu Dolly bingung, karena kami kakak-beradik di Ora et Labora semua. Dan benar, saya punya kakak seorang pilot, namanya Ari Singgih (ini yang waktu itu Tjatjok bilang sekelas dengan kakaknya). Ari juga sekelas dengan Waluyo Ambarman (kakaknya Sumi) di Ora et Labora dulu. Iya kan, Sumi? OK Pak Bambang, I'm looking forward to seeing the photos and to reading Ibu Dolly's letter. Please let me know when they've been uploaded. Thank you ... PS: temen2, kalo sempet tolong telpon Ibu Dolly yaa ... atau malahan mungkin barengan janjian untuk ke rumahnya, pasti seneng deh Ibu Dolly. Ayo donk Ari, Ramon, Tjatjok, Astari, Harjadi, Gerdy ... rame2 nengokin ... :0) salam terima kasih, *miasinggih*

Surat dari Ibu Dolly untuk Mia Singgih langsung dibuat dengan tulisan tangan, silakan klik agar terlihat lebih besar. (so so, Thu Dec 28 15:59:56 2006) Trima kasih Pak Bambang ... mengharukan ya ... Nanti kalo saya ke Indonesia lagi, saya akan ajak temen2 juga untuk mengunjungi beliau ... Sekali lagi terima kasih ... *miasinggih*

DI RUMAH IBU DOLLY


From: "so so" Date: Sat, January 6, 2007 4:51 pm Susah saya menahan airmata saya melihat foto2 kunjungan Pak Bambang dan Pak Tikky ke rumah Ibu Dolly. Terima kasih banyak! Beliau memang kelihatan kurus sekali. Saya berharap beliau akan cepat sembuh dan nanti kalau saya datang ke Jkt sempat bertemu lagi. Saya sedang mencoba untuk 'book' tiket ke Jkt, ancer2nya akhir Juli sampai akhir Agustus. salam, *miasinggih*

IBU DOLLY DI RUMAH SAKIT Sejak tanggal 1 Januari 2007 Ibu Dolly dirawat di RSPAD Gatot Subroto, paviliun Kartina, berikut ini foto-foto yang dibuat pada tanggal 9 Januari 2007.


Jalan Makian, Roxy, Cideng

CERITA LUCU GARAGARA TUKANG ROTI

Apartemen MGR1, Tanjung Duren

Pada web B2W saya ada nulis "Setelah 50 tahun naik sepeda lagi", karena kini umur saya sudah 62 tahun. Pada hari Senin pagi, tanggal 27 November 2006, terjadi cerita lucu. Ketika mau berangkat pakai sepeda, lengkap dengan celana pendek, sarung tangan, masker, kaca mata hitam dan helm, istri saya beli roti di depan rumah. Tukang roti tanya ke istri saya sambil nunjuk ke saya: "Anaknya ya yang paling besar?". Hahahaha, rupanya tukang roti tidak melihat bahwa yang mau naik sepeda itu sudah opa-opa. Bambang Gunawan Posted by: "Tekad Adiyono" Mon Nov 27, 2006 12:43 am (PST) artinya : bersepedah itu bikin awet muda ??.. lahh tkg roti aja ketipuuu.. pak Bambang, boleh tau tinggal dimana & tadi itu mau kemana ?.. Opa-opa tapi yg penting berjiwa muda.. Wah ada yg lebih tua dari omMbahJokosuKembenKembang2.. BG: Saya tinggal di Jalan Makian, Belakang Roxy Mas, Cideng, Jakarta Pusat dan mau ke Apartemen MGR1 di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Posted by: "harunjo" Mon Nov 27, 2006 12:45 am (PST) O berarti om bambang itu sepeda genic, kalo naek speda keliatan awet muda gituu looo Posted by: "Barli" Mon Nov 27, 2006 1:30 am (PST) ha ha ha , lucu banget barli BIKE


Posted by: "edwin jayandaru" Mon Nov 27, 2006 1:40 am (PST) Wuahhhh hua-....hua......luuuucuuuuu buanget tapi yg lebih penting itu lah manfaatnya naik sepeda selalu sehat segar dan merasa selalu muda, juga dikira masih muda......hheee salam genjot dari utara Edwin Jay Dari: "Romy" Tanggal: Mon, 27 Nov 2006 17:21:12 +0700 Wakakakakakakak , lucu benget ceritanya -romee- ( bikerfromsummit ) rivo - Tukang Roti Author | 27-11-2006 18:27:40 Huehuehue!!! Berarti oom Bambang memang masih berpostur remaja dong! Masih bagus, oom. Saya sampai sekarang masih dipanggil tukang ojeg atau tukang somay sama teman2 kantor...

SOBRON AIDIT DI GKI SAMANHUDI Puji Tuhan, pada hari hari Minggu, 24 September 2006 di kebaktian ke-2, Sobron Aidit ikut beribadah di GKI Samanhudi. Sebelum kebaktian Sobron Aidit sempat memberikan kesaksian tentang gerejanya di Perancis yang jumlah jemaatnya hanya sekitar 150 orang. Selesai kebaktian jemaat GKI Samanhudi mendapat kesempatan minta tanda tangan adik D.N. Aidit pada buku CATATAN SPRIRITUAL SOSOK SOBRON AIDIT tentang ihwalnya menjadi Kristen.

Siapakah Sobron Aidit? Sobron Aidit dilahirkan 2 Juni 1934 di Belitung, Sumatera Selatan, dan meninggalkan Indonesia pada 1963 untuk bekerja di Tiongkok. Pada tahun 1965 terjadi peristiwa besar apa yang disebut G30S. Orang-orang yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia ditangkapi dan yang tinggal di luar negeri terhalang pulang. Adik kandung DN Aidit itu termasuk di antaranya.

Ke Tiongkok


Sebelum berangkat ke luar negeri adik Ketua CC PKI ini bekerja sebagai guru/dosen dan wartawan. Dia antara lain mengajar di sekolah SMA THHK (Tiong Hoa Hwee Kwan) dan di Akademi Sastra Multatuli, yang didirikannya bersama Prof. Bakri Siregar. Sebagai jurnalis dia bekerja antara lain untuk Harian Rakyat dan Bintang Timur. Pada 1963 Sobron berangkat ke Tiongkok. Di sana dia tetap bekerja di bidang pengajaran bahasa dan sebagai jurnalis antara lain di Peking Review. Pada saat Gerakan RBKP (Revolusi Besar Kebudayaan Proletar) dia berhenti bekerja dan disuruh turba (turun ke bawah). Seusai RBKP tahun 1979 Sobron bekerja di Radio Peking sebagai penyiar dan redaktur.

Pindah ke Paris Setelah habis kontrak pada tahun 1980 Sobron mau pergi dari Tiongkok tapi belum tahu mau ke mana. Dia ingat pesan alhmarhumah istrinya yang mengatakan: "Pergilah dari sini!." Semula terpikir mau ke negara yang berbahasa Inggris seperti Kanada. Sempat juga terpikir mau ke Hongkong, tapi takut diekstradisi ke Indonesia. Terus ada yang mengusulkan agar ke Paris saja karena di sana belum banyak orang Indonesia. Akhirnya dia berangkat ke Paris padahal sangat buta soal Prancis. "Kami nggak tahu dunia Paris itu. Satu patah bahasa pun ndak tahu," tandas Sobron. Begitu tiba di negeri itu, dia dikursuskan bahasa Prancis di semacam pusat penampungan para pengungsi. Setelah itu mereka dilepas untuk berdikari.

Membuka restoran Indonesia Lalu muncul beberapa ide antara lain untuk membuka toko buku, toko rempahrempah atau warung keliling. Tapi semua ini tidak bisa menyuplai lowongan kerja yang banyak, karena mereka berjumlah 11 orang. Akhirnya diputuskan untuk


mendirikan restoran Indonesia secara kolektif. Alasannya karena restoran banyak menyerap tenaga kerja dan dinilai bisa menguntungkan. Selama enam bulan tiap hari pak Sobron bersama sesepunya pak Umar Said mencari lokasi untuk dijadikan restoran. Untuk mengerti soal menu mereka mendatangi restoran-restoran yang ada. Menunya kadang-kadang mereka bawa untuk dianalisa. Selain itu mereka juga mempelajari strategi letak restoran. "Apakah di sekitar itu banyak pegawai, buruh, mahasiswa dan lain-lain." jelas pria kelahiran Belitung ini. Kebanyakan dari mereka tidak ada yang berpengalaman membeli dan mengelola restoran. Tapi untungnya mereka dibantu oleh temanteman orang Prancis. Beberapa kali mereka hampir mengambil alih beberapa restoran tapi dibatalkan, karena berbagai alasan. Misalnya, karena tempatnya dekat lokasi pelacuran atau karena gedungnya akan digusur. Sobron: "Jadi, yang nggak jadi ini beberapa kali." Akhirnya mereka menemukan sebuah restoran yang cocok lokasinya. Namanya restoran Madras. 'Orangnya sudah tua-tua, nggak mau lagi mengurusnya," tutur Sobron. Lokasi restoran ini sangat strategis dan menguntungkan, karena tempat itu ramai dilewati orang dan di kawasan tempat orang makan. Itu 'bubu' yang baik sekali telaknya. Kalau bahasa Belitung kami, sebuah 'sero' yang letaknya sangat strategis untuk ikan masuk." tegas sastrawan ini. Maka pada 14 Desember 1982 berdirilah sebuah restoran "Indonesia" di pusat keramaian kota Paris.

Kolektif Restoran ini adalah restoran kolektif yang dananya dipinjam dari bermacammacam sumber, terutama dari Belanda. Tapi ada juga sumbangan misalnya dari gereja Katolik. Selain itu para pendiri restoran, yang tediri dari enam orang, juga menggunakan uang tunjangan selama dua tahun yang diterima dari pemerintah Prancis. "Jadi kami beberapa orang, enam orang pada waktu itu, disatukan menjadi uang kami punya hak dua tahun itu ditumpukkan." tandas Sobron dengan semangat. Di samping itu mereka juga mendapat bantuan dari teman-teman termasuk teman-teman orang Prancis. Mereka mendapat simpati dan bantuan dari orang Prancis karena mereka menciptakan kerja untuk para pelarian politik. Ini berarti mengurangi beban pemerintah Prancis. Ini semua berkat kesungguhan dan kejujuran, sehingga rakyat dan pemerintah Prancis sangat simpati. Sobron: "Bung barangkali sudah tahu bahwa presiden Mitterand sangat bersimpati. Sampai istri presiden enam atau tujuh kali makan di situ." tandas Sobron dengan semangat yang sama.

Diboikot dan diprovokasi Sebelum lengsernya Soeharto sangat jarang orang dari Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) makan di restoran itu. Malah ada semacam seruan dari menlu Mochtar Kusumaatmaja agar para diplomat tidak makan di restoran "orang-orang PKI" itu. Tapi menurut Sobron ada saja diplomat yang diam-diam makan di sana. Sobron: "Orang yang mau makan itu tidak berpolitik. Pokoknya enak. Mereka


tetap mau makan ke restoran kami, "ujar Sobron. Pihak restoran tentu saja menyambut mereka dengan baik. Namun ada juga di antara para diplomat itu yang sinis. Pernah seorang diplomat menanyakan kenapa bahan makanannya dibeli di Belanda, bukan di Indonesia. Ketika dijawab: "Karena itu tidak praktis", mereka berkata bernada provokatif: "Ah bilang aja kalo takut pulang, " cerita Sobron. Tapi para pemilik restoran berusaha agar jangan terpancing.

Pasca Soeharto, hubungan membaik Namun setelah Soeharto tumbang, hubungan antara para pemilik restoran itu dengan KBRI sangat baik. Sobron: "Pernah baru-baru ini dua dubes sekaligus, dari Belanda sama dari Prancis, dua-dua datang," tutur Sobron. Jadi hubungannya sangat baik. Karena apa? "Karena kami tidak pernah memusuhi mereka. Yang memusuhi kami mereka," jawabnya. Lagi pula sifat ramah tamah dan baik hati harus dimiliki oleh orang restoran. "Itulah yang diajarkan kepada kami selama puluhan tahun ini," tegas Sobron. Demikianlah kisah Sobron Aidit seperti yang tertulis pada http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/migrasi051003/sobron_aidit1 Baca juga ulasan Pdt. Andar Ismail tentang Sobron Aidit pada: http://www.suarapembaruan.com/News/2006/06/10/Editor/edit03.htm Bagi jemaat GKI Samanhudi yang masih membutuhkan buku CATATAN SPRIRITUAL SOSOK SOBRON AIDIT dapat membelinya pada toko buku GKI Samanhudi. Bambang Gunawan, 24 September 2006

Selamat bertemu kembali dari Edith Visser-Go Date: Friday 15 September 2006 01:27 From: "casagracia Visser" Pak Bambang yang terhormat, Setelah lebih dari 6 bulan tidak ada hubungan internet, karena persoalan dengan providers, maka syukurlah sekarang sudah bisa lagi menghubungi semua saudara. Saya harap selama ini semua saudara-saudara BPK PENABUR ada dalam keadaan baik begitupula kami di Belanda, semua oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Kemarin tgl; 13 september kami, yaitu Rainy Syarif, Nari dan saya mengadakan satu pertemuan (reuni) kecil di Amsterdam. Syukur kepada Tuhan, bahwa setelah lebih dari 40 tahun kami diijinkan boleh bertemu dan pertemuan kami sangat indah sekali dan bila ada hayat dikandung badan, maka kami rindu untuk sekali-sekali, walaupun masing-masing ada kesibukannya sendiri-sendiri, namun boleh membikin waktu


untuk saling menjenguk satu dengan yang lain. Apalagi di perantauan baiklah bila ada saling mengingat satu dengan yang lain. Bersama ini saya titipkan foto kami bertiga dan bila tidak merepotkan pak Bambang ada permohonan dari Rainy apakah pak Bambang boleh mengkopikan fotonya Rainy untuk disampaikan kepada ibu Tan (Gan). Sebelumnya kami mengucapkan beriburibu terima kasih atas kesudian dan kebaikan pak Bambang. Salam kami bagi semua saudara-saudara bpk Penabur. Tuhan memberkati pak Bambang dan semua di sini dan tak lupa juga hormat kami bagi pak Uripto. Salam sejahtera dalam Yesus Kristus, Edith Visser-Go, Rainy Syarif dan Nari.

TEACHING EUROPE TO TEACHERS Berbahagialah guru-guru bahasa Eropa yang selalu diundang pada seminar TET (Teaching Europe to Teachers). Penulis yang bukan guru bahasa beruntung boleh ikut serta pada hari Minggu, tanggal 10 September 2006 bertempat di InterContinental Midplaza. Seminar yang diawali oleh kata sambutan Prof. Mike Hardy, Direktur British Council Indonesia, membahas masalah Education in Europe dan kali ini khusus tentang pendidikan di Finlandia dan Inggris Raya. Penduduk Indonesia tentu tidak asing lagi dengan handphone merk NOKIA, tetapi belum tentu tahu banyak tentang negara Finlandia dengan kantor pusat Nokia di kota Espoo. Karena itu timbul rasa penasaran dan ingin tahu betapa hebatnya


negara Finlandia khususnya sistem pendidikannya. Informasi lebih lanjut bisa dilihat pada alamat: http://virtual.finland.fi Mengenai sistem pendidikan di Inggris Raya yang disampaikan oleh Andrias Soesilo, bagi penulis tidak menimbulkan penasaran dan ingin tahu karena sudah banyak dengar. Yang menarik pada diskusi ialah sistem pendidikan di Inggris Raya adalah mahal karena itu siap mental untuk tidak balik modal, walaupun keuntungan lain tetap masih banyak. Yang paling berkesan untuk penulis adalah pemutaran video dan presentasi Erasmus Mundus. Syukurlah ada kesulitan teknis ketika video mau ditampilkan sehingga panitia mengisi acara dengan wawancara langsung (life) dengan Wiratna, dari Indonesia, yang menjadi pemain utama di video Erasmus Mundus. Kalau lihat dari sudut usia Wiratna lebih cocok jadi anak penulis maka tidak dapat dibendung rasa bangga dari seorang ayah ketika menyaksikan video Erasmus Mundos tsb. Informasi lebih lanjut tentang Erasmus Mundus ini bisa dilihat pada alamat: http://www.delidn.ec.europa.eu Brosur elektronik yang besarnya 690 KB dapat didownload, silakan klik brosur_erasmus_mundus.doc Presentasi power point yang besarnya 1.759 KB dapat didownload, silakan klik: presentasi_erasmus_mundus.ppt Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan presentasi Delphe oleh Maggie Dewiyani, British Council dan Diskusi Panel dengan tema Globalisasi Pendidikan: "Studi Kasus Eropa" oleh Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, Prof. Dr. Fuand Hassan, Prof. Dr. Conny Semiawan dan Mrs Ilona Kruger-Rechmann, M.A. Selain guru-guru bahasa Eropa sebenarnya seminar ini juga perlu untuk guru-guru Bimbingan & Konseling maka sayang sekali karena penulis tidak ikut pada seminar-seminar sebelumnya yaitu 11.12.2005 di Goethe Haus, 5.2.2006 di Hotel Grand Kemang, 2.4.2006 di Intituto Italiano Di Cultura, 2.7.2006 di Erasmus Huis. Maka jangan sampai tidak ikut kalau dapat undangan pada 10.12.2006 di Goethe Haus, Jakarta, tentang Central European Countries, Jerman, Rep. Ceko, Polandia, Slovakia. Belajar di Eropa memang menarik karena jaraknya antar negara dekat tetapi kebudayaannya sudah berbeda sekali. Menyenangkan kalau dapat bea siswa Erasmus Mundus, bisa kuliah satu semester di Jerman dan satu semester berikutnya di Spanyol. Bisa kuliah sambil jalan-jalan tentu asyik seperti yang pernah penulis lakukan pada tahun 1984 lihat http://bg.penabur.org/eropa/


Bambang Gunawan, 11 September 2006

KOMENTAR Date: Monday 11 September 2006 10:39 From: Destriani.NUGROHO Terima kasih Pak Bambang. CD-nya sedang kami perbanyak dan Insya Allah segera dikirim ke alamat Bapak kalau sudah jadi. Senang sekali membaca laporan Bapak, bahasanya lancar dan enak dibaca. Saya tidak punya tambahan apa-apa atas penulisan laporan Bapak yang sudah bagus itu. Salam hormat dan selamat berkarya.

KEPALA SEKOLAH NAIK SEPEDA KE SEKOLAH

Dalam dunia pendidikan di Jakarta biasanya yang naik sepeda adalah "pesuruh" sekolah. Maka luar biasa sekali kalau ketemu Kepala Sekolah naik sepeda. Ini terjadi di TKK Ora et Labora Bumi Serpong Damai dalam diri Ibu Sulistyowati yang setiap hari selalu Bike to Work (B2W) dan sudah berlangsung selama 3 (tiga) tahun. Alasan utama naik sepeda karena HEMAT dan yang menarik serta mengesankan ialah menjadi terkenal di lingkungan sekitar rumahnya sebagai ibu guru yang suka naik sepeda. Demikianlah tutur ibu guru yang punya koleksi 4 (empat) sepeda di rumahnya.


Tempat parkir sepeda sekolah Ora et Labora di Bumi Serpong Damai digabung dengan tempat parkir motor. Pada hari Kamis, tanggal 7 September 2006, ada k.l. 30 sepeda yang parkir. Cukup banyak kalau dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di Jakarta.

BIKE TO SCHOOL WAKTU SUMPAH PEMUDA Sehubungan dengan bukti di atas, timbul ide, bagaimana kalau kampanye Bike to School diadakan pada hari Sumpah Pemuda, bulan depan, 28 Oktober 2006 ? Waktu masih ada satu bulan lebih untuk melakukan pendekatan kepada sekolahsekolah yang kita kenal. Kalau sekolah tsb berminat maka pada 28 Oktober 2006 tsb diminta sebanyak mungkin murid dan guru datang ke sekolah dengan naik sepeda. Tiap sekolah kemudian diminta melaporkan dan membuat fotonya yang akan dimuat pada web B2W. Kalau ada koran atau TV yang mau melaporkan kegiatan ini lebih baik lagi. Mungkin tidak perlu kota Jakarta saja, kota-kota lain yang mau ikut juga silakan. Ada baiknya pengurus B2W menyediakan sertifikat keikutsertaan sekolah tsb karena ini penting bagi sekolah tsb waktu diakreditasi. Hanya sayang 28 Oktober 2006 jatuh pada hari Sabtu dan sudah banyak sekolah yang libur pada hari Sabtu. Untuk sekolah yang libur hari Sabtu boleh melaksanakannya pada hari Senin, 30 Oktober 2006, sekalian upacara hari Senin. Lebih baik lagi kalau ada anggota B2W yang memantau dan menyaksikan sendiri di sekolah-sekolah tsb. Misal sekalian mengantarkan anaknya ke sekolah. Kelemahan dari acara ini ialah banyak anak-anak yang tidak bisa naik sepeda. Seperti anak saya yang sudah berumur 24 tahun bisa stir mobil tetapi naik sepeda tidak bisa. Sehingga dia sempat ngomel masa setelah umur 24 baru belajar naik sepeda. Mohon pendapat untuk ide ini.


Sayang sekali, Pojok Kompas 7 September 2006, tertulis: "Kampanye Yogyakarta jadi kota sepeda sepi peminat". Apakah kampanye Bike to School juga demikian? Kita coba saja, memang perlu banyak kesabaran. Perjuangan masih panjang. Bambang Gunawan, 14 September 2006

Komentar-komentar Dari: mohammad_edwin Tanggal: Fri, 8 Sep 2006 08:43:01 +0700 Topik: Re: [b2w-indonesia] BIKE TO SCHOOL WAKTU SUMPAH PEMUDA Hayo nih....ada Pak Guru yg nantangin B2W buwat kampanye..... Kalau saya kampanye terselubung, pak... di hari sabtu dan minggu saat anak smp di komplek saya libur, mreka [tetangga] saya ajak untuk bersepeda [offroad] di JPG, jika ggak punya sepeda, saya pinjamkan dulu, sampai disana saya crita menyoal part sepeda sampai merakit sepeda dgn harga murah dan bisa utk offroad maupun onroad. Saya crita begitu dengan bumbu, daripada kalian beli handphone yg harganya 1jt atau 2jt tetapi tiap bulan minta pulsa sama ortu, mending duitnya utk rakit sepeda, tiap bulan pulsanya bisa untuk upgrade sepeda.... Jika di hari kerja saat saya ber B2W sengaja setiap pulang kerja, walau malam hari saya selalu berkeliling RW dulu, skalian cooling down, lampu yg kelap kelip khan bikin perhatian orang tuh, nahhh...anak2 sekolah yg biasanya nongkrong di warung khan jadi teralih perhatiannya tuh, saya berhenti disana trus crita lagi deh soal b2w.... sampai sekarang sudah banyak juga tetangga yg ber bike to school, malah mreka tanya kapan Tag Bike To School jadi? Soalnya saya pernah janji untuk bikin Tag tersebut, tetapi belum juga, karena saya ggak bisa gambar designnya.... Jika dibikin konseling Bike To School ke tiap sekolah, saya rasa sasaran yg termudah adalah SD dan SMP, karena untuk dibelikan sepeda mreka masih diperbolehkan dan untuk motor jelas ggak boleh... Kapan nih? gw siap deh jadi konselor [orang yg ngelakuin konseling-betul ggak?] Anak MTB-indonesia, Esa juga suka ber Bike To School tuh! bisa jadi contoh dia.... BRgrds Mohammad Ali Edwin Dari: "idwan mohamad" Tanggal: Fri, 8 Sep 2006 08:26:02 +0700 Topik: Re: [b2w-indonesia] BIKE TO SCHOOL WAKTU SUMPAH PEMUDA Setuju!, pak Bambang !, tapi... (ada tapinya nih) bukannya tgl 28 Oktober itu masih dalam suasana lebaran?. Kalo gak benar (berarti salah), tgl 24-25 Oktober itu Hari Raya Iedul Fitri. Dan biasanya sepanjang seminggu setelahnya kaum muslim masih merayakannya. Ada yang masih mudik, ada yang masih wara-wiri ketemu sodara di kota dan kampung halaman, dan... sekolah pun rasanya belum full benar belajar, bahkan sekolah anak saya masih libur tuh!. Kalo tgl 10 Nopember 2006 gimana?. Hari Pahlawan. Cocok kali yee... Biar persiapannya lebih panjang. Bisa ngundang media dan sponsor. Tapi yang utama biar ngefek sama anak-anak. Gitu pak... ini cuma masukan aja pak ... salam gowes


Date: Friday 08 September 2006 11:57 From: "James Ridwan Hariman" om BG ... sebagai salah satu alumni Penabur, ane siap mendukung. best regards, james Sep13, AT 11:37 AM bonny said... contoh bwt anak didiknya nih menjadikan murid2 sehat berolah raga nih bravo.... bro.. Sep13, AT 12:42 PM harunjo said... semoga menjadi teladan untuk guru2 yang lain Sep13, AT 02:23 PM adietw said... Hiks2.. gw jadi terharu sama si Ibu ini..!! Inget banget waktu SMA wakil kepala sekolah gw (cewe 2 orang) naek mobil, kepala sekolah malah naek ojeg. Akhirnya bannya dikempesin ma tmn2!! Huahahhakakaka.. Sep13, AT 03:39 PM, dianhidayati said... wah kita sama dong bu... saya juga pengajar di Bandung. Saya baru 2 bulan nih.. Salut buat ibu. Sep13, AT 04:30 PM, kedip3x said... guru agama di sma gue naek mersi 300CE, top banget ye Sep14, AT 09:45 AM bgunawan said... Usul agar sepeda-sepeda di sekolah Ora et Labora tsb diberikan bike tag B2W, untuk promosi B2W. Bisa diperoleh di mana? Sep14, AT 09:51 AM bonny said... coba buat penggurus buat tag bike to school,campus, di bagiin tiap sekolah nih biar kita peduli nih perli banget nih


SETELAH 50 TAHUN NAIK SEPEDA LAGI

Terima kasih Tuhan bahwa hari Minggu, tanggal 27 Agustus 2006, saya berhasil beli sepeda untuk mencoba Bike to Work (B2W). Untuk membeli sepeda ini memang ada sedikit pergumulan karena 50 tahun tidak pernah naik sepeda (terakhir naik sepeda ketika SMP/SD), apakah masih bisa? Itulah kekuatiran istri saya karena usia saya sudah 62 tahun. (Tolong angkat tangan kalau usia Anda lebih tua dari saya). Tetapi setelah membaca laporan dari LIPUTAN 6 SCTV tentang kegiatan B2W pada hari Jumat, 25 Agustus 2006, motivasi untuk beli sepeda makin kuat. Terima kasih kepada Srintil, Hendro Purwanto dan Budissimo yang telah menjawab e-mail saya pada milis b2w-indonesia. Selanjutnya dengan Budissimo terjadi komunikasi via japri lebih sering bahkan Budissimo menawarkan saya datang pada hari Jumat, 25 Agustus 2006 tsb. Tentu menyesal juga tidak datang ketika tahu bahwa pesertanya telah mencapai angka 1000, maklumlah hari itu saya belum punya sepeda. Hari Senin, 28 Agustus 2006, segera dicoba untuk B2W (Bike to Work). Wah, ternyata walaupun sudah ambil rute paling singkat yaitu Jalan Makian, Roxy Mas, Roxy Square, RS Sumber Waras, Trisakti, UNTAR, Gelong, lalu nyeberang lewat jembatan, tetap saja hasilnya basah kuyup dan badan lemes. Maklumlah mungkin sudah tua. Sedihnya, begitu sampai di Apartemen MGR1, Tanjung Duren, langsung ban belakang kempes. Pengalaman pertama B2W yang kurang menyenangkan. Tetapi tidak boleh putus asa.


Pengalaman berikutnya yang kedua dan ketiga tidak ada masalah, bahkan kini telah ketemu jalan yang lebih singkat yaitu melalui Jalan Tawakal di belakang Trisaksi dan UNTAR. Jalanan tidak ramai serta banyak pohon sehingga lebih teduh. Pulangnya melalui jembatan Tomang, wah ngos-ngosan juga ngenjot naik jembatan. Terpaksa yang ketiga sepeda dituntun saja ketika naik jembatan Tomang. Terima kasih kepada Pak Tikky yang telah mengabadikan foto ini.

Karena tempat beli sepeda yaitu di PD MINI, Roxy Mas, hari Senin tutup, terpaksa baru hari Selasa, 29 Agustus 2006, memperbaiki sepeda, syukurlah sepeda tsb bisa masuk di Suzuki Karimun. Walaupun bocor kena paku tetapi oleh PD MINI tetap mengganti ban dalam dengan yang baru dan gratis, rupanya dia malu juga baru beli sepeda satu hari ban sudah kempes. Karena service yang bagus itu maka Ibu Nita, istri saya juga ikut beli sepeda untuk ke pasar. Uji coba telah dilakukan pada hari Rabu, 30 Agustus 2006, terlihat pada foto kiri Ibu Nita baru pulang dari Pasar Petojo dengan belanjaan yang cukup banyak. Pengalaman pertama ke pasar naik sepeda yaitu tidak boleh serakah beli banyak barang (ada 7,5 kg di keranjang depan) karena stang stir jadi berat sehingga sukar dikendalikan. Bambang Gunawan, 30 Agustus 2006

KOMENTAR-KOMENTAR Dari: "W T T" Tanggal: Tue, 29 Aug 2006 19:27:06 -0700 (PDT) Saya sangat salut Oom Gun...... Di Tanjung barat juga ada beberapa B2Wer yang masih aktif di usia menjelang 60..... cuma mereka gak join di milis. Sekali-sekali juga masih ngajakin touring ke gunung. Tetap semangat Oom Gun dan hati2 di jalan. WTT Wani Tekan Tuo Dari: "harun jonatan" Tanggal: Tue, 29 Aug 2006 20:16:27 +0700


hallo pak bambang gunawan, bapak orang penabur ya? saya juga dari sd sampai smp di penabur, saya dari keluarga jonatan, om saya pernah jadi pengurus penabur hadi martono, mama saya juga aktif di gki jabar pondok gede, Lina Pakan, papa saya sendiri petrus jonatan Nah papa saya sekarang umur 56 tahun dia sekarang pensiun dan ngajar it di kampung mama di tana toraja..sekarang dia tiap hari naek sepeda, kalau dulu juga waktu di jakarta suka nekat kelapa gading pondok gede hehe mungkin pernah kenal? Salam kenal pak bambang! Dari: "Arie Reynaldi" Tanggal: Wed, 30 Aug 2006 09:12:53 +0700 Jadi inget cerita orang tua saya.. jaman kuliah di bandung juga naik sepeda.. menurut saya naik sepeda kayak b2w lebih baik daripada naik sepeda statis.. Dari: "Hendro Purwanto" Tanggal: Wed, 30 Aug 2006 10:01:30 +0700 Om Gun, Sekedar info, mungkin ada baiknya mulai menghitung detak jantung (heart rate) selama genjot, karena nilai maksimum detak jantung dibatasi oleh umur. Kalau mau lebih akurat, bisa pake Heart Rate Monitor (misalnya merk sigma, polar dsb). Jadi kalo suatu hari kelewat semangat genjot, ada yg ngingetin (alarmnya bunyi). Rgds Hendro Purwanto, -B2WerTanjungBaratyangbelom60taonFrom: riptogatut Tanggal: Wed, 30 Aug 2006 10:07:00 +0800 (CST) keplok3x......*sambil standing ovation*..... alhamdullilah ya um usia 62 masi bisa gowez.....ck ck ck.... qt qt yg kliatan jadi 'muda' tambah suntikan smangat niy... crita rute dunk um...eh pakde!...ups eyang!....hehehe setelah 50 th bok!!!.....salute...salute... salam anget, [rg] Subject: Bisa Barengan Kalo Minggu Nich...... Date: Thursday 31 August 2006 08:46 From: "cengky" Hallo pak.Bambang, apa kabar? Wah melihat p.Bambang sudah 50 tahun baru naik sepeda lagi saya jadi mau keluarin sepeda saya lagi nich....mumpung baru absen 2 tahun.......tapi bisanya hanya hari minggu pagi saja......untuk olah raga 4 tahun yang lalu sewaktu saya masih jor-joran naik sepeda ketika barengan dengan group oom-oom dari Karawang yang start dari Karawang menuju Cariu p.p sekitar 85 km ada seorang oom berumur 62 tahun yang bercerita adanya 'pengapuran' yang hilang setelah dia rutin bersepeda dan pada waktu tanjakan kedua kaki saya kraam sampai tidak bisa duduk atau berdiri tegak, oom tersebut dengan santainya masih mengajuh menanjakan dengan tanjakan yang curam dan berkerikil........dengan udara yang cukup menyengat..... Kapan kita bersepeda santai nich p.Bambang?Sementara ini sepeda saya di gantung terus karena tidak ada teman dan malas bangunnya kalau hari MInggu....... Sampai jumpa p.Bambang Cengky R Date: Thursday 31 August 2006 10:10 From: Prof. Dr. Arief Budiman yang baru mendapatkan penghargaan Achmad


Bakrie 2006 Bambang, Wah, bagus foto anda dan isteri naik sepeda. Ya, saya memang naik sepeda dulu ketika pacaran. Waktu kuliah, naik sepeda dari Kebun Jeruk (dekat Glodok) sampai ke Salemba. Baru sesudah kerja di Yayasan Indonesia (akhir tahun 1960an) saya mampu beli skuter Vespa. Sampai sekarang Vespanya masih ada di Salatiga dan masih saya pakai kalau pulang kesana sekarang. Di Melbourne saya juga naik sepeda ketika baru datang. Tapi karena agak berbahaya harus lewat jalan2 besar, sekarang sepedanya sudah saya jual murah untuk amal. Jadi naik mobil sekarang. Sayang sekali saya tidak menyimpan foto2 jaman naik sepeda dulu. Salut untuk usaha anda yang aneh2, tapi sangat berguna. Salam, Arief Aug, 31, 2006 at 03:03 pm harunjo said... om kok istrinya ga di kasih helmet sih? safty first om Aug, 31, 2006 at 03:56 pm azis said... om semoga dengan B2W sehat selalu...makin lama makin ...kuat gowesannya Aug, 31, 2006 at 04:57 pm awan said... om jangan putusa asa.maju terus pantang kendur. saya sering liat kok orang dari bantul walau hampir 65th masih nyepeda bahkan sepedanya pakai kronjot (kranjang bambu) di taruh dibelakang. yang penting semangat maju terus pantang kendurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr Sep, 01, 2006 at 10:02 am ayahwa said... salut buat om Bambang, semoga saya bisa segera mengikuti jejaknya. Sep, 01, 2006 at 10:03 am Nirwana said... Wah... Salut degh, Om!! Belum apa-apa dah dapet downline temen tidur. Hebat..!! Genjot santai aja, Om..!! Nikmati gowesannya. Tante Nita ntar dikasiy helmet juga ya... Selamat & tetebh semangat!!! Sep, 01, 2006 at 10:07 am herlingwenas said... om, salut ... jangan menyerah. Sep, 01, 2006 at 12:01 pm airfree said... Salut n proficiat om..Semangat Om yg hebat bikin kita yg lebih muda jadi minder. Awal saya ber-B2W-ria juga gara2 malu dan diracuni sama mertua, karena dia lebih duluan ngegowes. Tetap semangat ya Om... 4a. Re: Cerita lucu Posted by: "Tekad Adiyono" omtekad@yahoo.com  omtekad Mon Nov 27, 2006 12:43 am (PST) artinya : bersepedah itu bikin awet muda ??.. lahh tkg roti aja ketipuuu.. pakBambang, boleh tau tinggal dimana & tadi itu mau kemana ?.. Opa-opa tapi yg


penting berjiwa muda.. Wah ada yg lebih tua dari omMbahJokosuKembenKembang2.. --- In b2w-indonesia@yahoogroups.com, "bg440507" wrote: > > Pada web B2W saya ada nulis "Setelah 50 tahun naik sepeda lagi", > karena kini umur saya sudah 62 tahun. Tadi pagi ada cerita lucu. > > Ketika mau berangkat pakai sepeda, lengkap dengan celana pendek, > sarung tangan, masker, kaca mata hitam dan helm, istri saya beli roti > di depan rumah. Tukang roti tanya ke istri saya sambil nunjuk ke saya: > "Anaknya ya yang paling besar?". > > Hahahaha, rupanya tukang roti tidak melihat bahwa yang mau naik sepeda > itu sudah opa-opa. > > Bambang Gunawan > Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (47) 4b. Re: Cerita lucu Posted by: "harunjo" harunjo@yahoo.com  harunjo Mon Nov 27, 2006 12:45 am (PST) O berarti om bambang itu sepeda genic, kalo naek speda keliatan awet muda gituu looo --- In b2w-indonesia@yahoogroups.com, "bg440507" wrote: > > Pada web B2W saya ada nulis "Setelah 50 tahun naik sepeda lagi", > karena kini umur saya sudah 62 tahun. Tadi pagi ada cerita lucu. > > Ketika mau berangkat pakai sepeda, lengkap dengan celana pendek, > sarung tangan, masker, kaca mata hitam dan helm, istri saya beli roti > di depan rumah. Tukang roti tanya ke istri saya sambil nunjuk ke saya: > "Anaknya ya yang paling besar?". > > Hahahaha, rupanya tukang roti tidak melihat bahwa yang mau naik sepeda > itu sudah opaopa. > > Bambang Gunawan > Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (47) 4c. Re: Cerita lucu Posted by: "Barli" barli@indocater.co.id  barlians Mon Nov 27, 2006 1:30 am (PST) ha ha ha , lucu banget barli BIKE ----- Original Message ----- From: bg440507 To: b2windonesia@yahoogroups.com Sent: Monday, November 27, 2006 3:28 PM Subject: [b2w-indonesia] Cerita lucu Pada web B2W saya ada nulis "Setelah 50 tahun naik sepeda lagi", karena kini umur saya sudah 62 tahun. Tadi pagi ada cerita lucu. Ketika mau berangkat pakai sepeda, lengkap dengan celana pendek, sarung tangan, masker, kaca mata hitam dan helm, istri saya beli roti di depan rumah. Tukang roti tanya ke istri saya sambil nunjuk ke saya: "Anaknya ya yang paling besar?". Hahahaha, rupanya tukang roti tidak melihat bahwa yang mau naik sepeda itu sudah opa-opa. Bambang Gunawan Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (47) 4d. Re: Cerita lucu Posted by: "edwin jayandaru" jayandaru_edwin@yahoo.com.sg  jayandaru_edwin Mon Nov 27, 2006 1:40 am (PST) Wuahhhh hua-....hua......luuuucuuuuu buanget tapi yg lebih penting itu lah manfaatnya naik sepeda selalu sehat segar dan merasa selalu muda, juga dikira masih muda......hheee salam genjot dari utara Edwin Jay rli@indocater.co.id> wrote: ha ha ha , lucu banget barli BIKE ----- Original Message ----- From: bg440507 To: b2w-indonesia@yahoogroups.com Sent: Monday, November 27, 2006 3:28 PM Subject: [b2w-indonesia] Cerita lucu Pada web B2W saya ada nulis "Setelah 50 tahun naik sepeda lagi", karena kini umur saya sudah 62 tahun. Tadi pagi ada cerita lucu. Ketika mau berangkat pakai sepeda, lengkap dengan celana pendek, sarung tangan, masker, kaca mata hitam dan helm, istri saya beli roti di depan rumah. Tukang roti tanya ke istri saya sambil nunjuk ke saya: "Anaknya ya yang paling besar?". Hahahaha, rupanya tukang roti tidak melihat bahwa yang mau naik sepeda itu sudah opa-opa. Bambang Gunawan --------------------------------- Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (47)


BERMINAT B2W (BIKE TO WORK) Tahu B2W dari Kompas, kemudian mencoba masuk ke http://www.b2windonesia.or.id lalu ikutan milisnya b2w-indonesia@yahoogroups.com Wah, ternyata ramai sekali. Ketika baca e-mail di bawah ini, timbul minat untuk kirim e-mail. Subject: [b2w-indonesia] Salam Kenal Date: Tuesday 22 August 2006 14:43 From: M Ilyas Thaha Salam Kenal semuanya ....!!! Saya baru bergabung di mailing list ini, saya berdomisili di slipi jakarta barat, dan bekerja di Kemang, ada beberapa hal yang pingin saya tanyakan kepada rekan-rekan yang sudah lama memakai sepeda, maklum bersepeda di kota Jakarta dengan bersepeda di kampung sangat beda. 1. Apa saja yang perlu saya persiapkan kalau ingin mengikuti kegiatan bike to work ini? maklum kalau saya bersepeda di kampung gak pake helm-2 segala. 2. Apakah ada rekan-rekan yang berdomisili di slipi tepatnya di kemanggisan? 3. Apakah mungkin saya bersepeka ke kantor sedangkan jarak antara rumah ke kantor sekitar 13 km? apakah ada rekan-rekan yang lebih jauh rumahnya dibanding saya? 4. Apa kegiatan rutin komunitas ini? Ini saja pertanyaan, mohon maaf bagi yang tidak berkenan, karena saya baru ikutan ......!!! Salam Kenal www.ilyasthaha.web.id Inilah e-mail yang saya kirimkan. Date: Tuesday 22 August 2006 15:10 From: Bambang Gunawan Salam kenal juga. Sama saya juga baru ikutan milis ini. Saya mulai tertarik B2W ketika baca berita kegiatannya di Kompas beberapa waktu yang lalu. Sekarang saya lagi siap-siap mau beli sepeda, hanya masih ragu-ragu karena umur saya sudah 62 tahun, apakah ada yang setua saya ini ikutan milis ini? Rumah saya di belakang Roxy Mas dan kantor saya ada di Apartemen MGR1, Tanjung Duren, jadi hanya k.l. 5 km. Beberapa tahun lalu masih kuat jalan kaki pulang pergi yang membutuhkan waktu 45 menit. Kini sudah tidak kuat lagi maka mau pakai sepeda. Terima kasih kalau ada yang mau menjawab. Ternyata langsung dapat jawaban-jawaban yang sangat simpatik. Terima kasih kepada penulis e-mail di bawah ini yang telah meluangkan waktu dan menyampaikan ide-idenya yang menarik.


Date: Tuesday 22 August 2006 15:19 From: Srintil Hwadugh...!! Huebat.. huebat..!! Yang paling tua sapa ya di komunitas kita?. Kalo gak salah dah ada siy yang usianya 60 tahunan. Pokoke.. genjotnya santai aja, gak usah ngoyo.. Lumayan, buat latihan jantung. Jaraknya khan gak terlalu jauh. Mmmm.. kalo mo diskusi soal sepeda, atau nganter survey harga.. sila posting di sini.. Pasti banyak men-temen yg mo nemenin. ^_^calamcejutahcepedah Date: Tuesday 22 August 2006 15:32 From: "Hendro Purwanto" Salam kenal juga Om Bambang.... Di sini ada Aki Supri ama PakDhe Mbah Djoko...Trus ada Om Tekad yang sebenernya juga udah 60-an...tapi nyamar jadi anak muda.....hehehe Waduh...jarak rumah-kantor kok deket banget yah...kalo sekedar untuk transport, pake sepeda mungkin hanya 10 menit. Tapi mungkin nilai olah-raganya agak kurang.....gimana kalo diputerin agak jauhan dikit. Misalnya lewat tomang. Rgds Hendro Purwanto From: "budissimo!" Pagi Pak Bambang, Dibelakang RoxyMas disebelah mananya Pak? Saya di Tanah Abang 2 -budi Bambang Gunawan, 23 Agustus 2006

KESAKSIAN DAVID PONTOH, ANGGOTA GKI CIPINANG INDAH Puji Tuhan! Terima kasih kepada Wawat Kurniawan yang telah kerja keras dan susah payah sehingga www.gki-samanhudi.or.id dapat tercipta seperti sekarang ini. Puji syukur kepada Tuhan, ada kesaksian yang positif dari anggota GKI Cipinang Indah yaitu David Pontoh, pakar IT (Information Technology) yang memiliki domain khusus untuk keluarganya pada alamat: http://www.davidpontoh.com Berikut ini kesaksian dari suami Tetty M Hutabarat, penatua GKI Cipinang Indah. Date: Thursday 27 July 2006 09:22 From: "Pontoh, David"


Okay Pak, selamat melayani di Samanhudi, pantas website gki samanhudi bagus sekali. GBU. Date: Wednesday 02 August 2006 09:32 From: "Pontoh, David" Web-site GKI Samanhudi benar bagus Pak, informative sekali dan komunikatif. Cerita tentang Yohanes Hemawarman sudah saya baca. Yang saya anggap bagus di situs samanhudi, jemaat bisa konseling online dengan pendeta. Mungkin problemnya keluarga Indonesia belum banyak memanfaatkan teknologi khususnya internet karena masih relative mahal. David Pontoh juga orang tua murid BPK PENABUR. Berikut ini kesaksiannya untuk masalah IT di BPK PENABUR. Ada baiknya tulisan di bawah ini tidak dilihat sebagai kritik dan lebih baik selalu POSITIVE THINKING sehingga kesaksian ini menjadi TANTANGAN yang harus dicapai, apalagi pada akhir tahun 2006 akan ada penggantian pengurus BPK PENABUR. Date: Friday 04 August 2006 12:50 From: "Pontoh, David" Selamat siang Bapak-bapak, Saya ingat pernah ada polling di BPK PENABUR, kalau tidak salah apakah sudah perlu di sekolah-sekolah BPK PENABUR dipasang wireless (hotspot) seperti itu. Baca itu kesimpulan saya persekolahan BPK PENABUR memang sudah sangat maju dengan IT dan pasti dengan pengurus, pegawai, dan kepsek/guru-guru BPK PENABUR yang sudah memanfaatkan technology untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Saya membayangkan guru-gurunya pakai pc/laptop yg tidak perlu sibuk cari kabel koneksi terus ada tugas, file tinggal send lewat Bluetooth dll. PR siswa tinggal ambil di website atau bawa flashdisk untuk dicopy. Juga informasi tentang kemajuan/masalah anak didik tinggal diemail ke orang tua bersangkutan tetapi ternyata kesimpulan saya masih salah. Contoh sederhana data siswa, setiap tahun siswa disuruh mengisi formulir mulai dari nama, no siswa, alamat , agama , data orang tua dll yang menurut saya harusnya sudah ada Database Siswa. Setiap tahun tinggal minta konfirmasi kalau ada perubahan (paling alamat atau telp yang sering ganti). Nama, no, dan lain2 harusnya sama. Saya hitung-hitung anak saya yang kelas 9 SMP sudah 11 (sebelas) kali mengisi data siswa dan orang tua. Kalau Pak Bambang Gunawan saya mengenal lebih banyak melalui artikel/berita yang diposting di berbagai website. Dulu saya kira semua karyawan/guru BPK PENABUR, pengurus, seperti pak BG, ternyata saya salah kesimpulan lagi. Sampai saya bangga anak-anak saya bisa menikmati pendidikan di BPK PENABUR walaupun kondisi keuangan keluarga pas-pasan untuk hidup di Jakarta. Terima kasih untuk waktunya lagi untuk mau bersharing ria. david Tentu saja kesaksian David Pontoh di atas bisa memancing pro dan kontra. Masukan yang positif atau kesaksian yang positif bisa disampaikan pada alamat: http://www.gki-samanhudi.or.id/gki.forum/ dalam rubrik KESAKSIAN.


Terima kasih dan semoga Tuhan selalu memberkati pelayanan kita baik di GKI maupun di BPK PENABUR. (BG).

BERKAT KEMURAHAN TUHAN, BISA KELILING DUNIA Johanes Hemawarman mantan jemaat GKI Samanhudi, kini tinggal di Amerika Serikat tetapi selalu komunikasi dengan Ketua Pokja Website GKI Samanhudi, sudah seperti saudara, sehingga tidak salah kalau ceritanya dimuat di website GKI Samanhudi ini. Kebetulan ceritanya bersifat universal dan menarik bagi siapa saja. Pada tahun 1988 Johanes Hemawarman datang minta tolong anaknya, Ricky, diperiksa secara psikologis atas permintaan Kepala TKK di Sunrise Garden. Hubungan yang semula bersifat bisnis dan sementara, kemudian berkembang menjadi hubungan yang bersifat abadi. Yang menarik adalah Johanes Hemawarman selalu berkata bahwa ini semua ini adalah berkat kemurahan Tuhan. Pada tahun 1990 keluarga Johanes Hemawarman pindah ke Amerika Serikat. Seharusnya hubungan yang semula bersifat bisnis ini selesai. Tetapi keluarga Johanes Hemawarman setiap tahun selalu mengirimkan laporan lengkap dengan foto-foto kegiatan anak-anaknya. Bahkan ketika tahun 1992 ke Jakarta juga meluangkan waktu mampir ke rumah penulis. Pada tahun 1996 hubungan dengan keluarga Johanes Hemawarman menjadi lebih erat berkat adanya internet. Kalau tahun-tahun sebelumnya laporan dan foto-foto selalu dikirimkan via kantor pos maka mulai tahun 1996 laporan dan foto-foto dikirimkan via e-mail. Pada tahun 2002 Ricky yang ketika mau masuk TKK diragukan, dilaporkan bergabung di USAF (Angkatan Udara Amerika Serikat). Juga masuk laporan lengkap dengan foto-foto ketika keluarga ini ke Eropa dan Hawai. Pada tahun 2003 Ricky ikut wisuda USAF dan tanggal 1 Maret 2003 dalam buku dengan judul 50 TAHUN PERJALANAN EMAS PENDIDIKAN PSIKOLOGI UI, DARI YANG PERTAMA KE YANG UTAMA yang diluncurkan di Fakultas Psikologi UI, Depok, pada halaman 165 & 166 dapat dibaca kisah dari Ricky ini secara singkat. Date: Tue, 21 Jan 2003, From: Prof. Dr. Sarlito, mBang, ceritamu very good. Mudah2an masih keburu aku susulin ke seksi buku (Magda Wenas). Pada tahun 2004 Johanes Hemawarman melaporkan perjalanannya ke Eropa, Cina, New Zealand, Canada dan Alaska. Luar biasa! Semua ini memungkinan karena kemurahan Tuhan, katanya. Pada tahun 2005 masuk lagi laporan ke WHITE HOUSE, CAPITOL HILL, OTTAWA, NIAGARA kemudian CATATAN PERJALANAN DARI AMSTERDAM


KE PRAHA DENGAN BIS VAN NOOD. Pada tahun 2006 ada laporan lengkap dengan foto yaitu 1. Amber Room at Catherine Palace and the mystery of the whereabouts of its original one 2. Greetings from Tallinn, Estonia the former Soviet Unions state 3. Peterhof which literally means Peters yard 4. Amazing things Inside the Peterhof 5. Greetings from the beautiful Stockholm 6. The Other Face of Stockholm 7. Swedish Sea gulls welcoming visitors and Ice bar in Stockholm 8. Swedish Vasa Warship - the biggest Engineering disaster in the 17th century 9. St. Peter and Paul Fortress 10. Catherine Palace, St. Petersburg and its history 11. St. Petersburg in a glimpse 12. St. Petersburg from the waterways and Other interesting sites 13. The Sibelius Monument - Hensinki, Finland 14. The History of St. Isaacs Cathedral 15. Churches in Helsinki, Finland 16. Greetings from Kobenhavn 17. Nyhavn - the famous and frequently-visited tourists site in Copenhagen & surroundings Mantan orang tua murid BPK PENABUR Jakarta ini juga telah menyumbangkan 21 pengalamannya mengenai pendidikan di USA mulai dari judul "Sekolah Gratis" sampai dengan "Sekolah di Amerika Serikat Mengatasi Masalah Uang". Memang luar biasa kisah hidupnya serta laporannya dan semua ini selalu dikatakannya adalah berkat kemurahan Tuhan. Baca lebih lengkap pada http://nita.penabur.org/ (Bambang Gunawan, 23 Juli 2006). KOMENTAR Date: Tuesday 25 July 2006 23:31 From: "Hemawarman, Johanes \(Arcadia\)" Pak Bambang, saya sudah lihat. Sedikit koreksi: saya sebenarnya mantan jemaat GKI Samanhudi, disidi oleh Pdt. Paul Suraji. Dengan kehadiran Anda di Website GKI Samanhudi saya yakin makin banyak ide baru yang muncul, saya salut dengan kreatifitas Anda dan kerja keras yang tak kenal lelah. Waktu berharga yang telah dicurahkan tidaklah sia-sia, karena apa yang telah Anda kerjakan telah membawa berkat buat banyak orang. Anda sudah memakai talenta yang diberikan Tuhan secara khusus dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Tuhan berkati semua pelayanan Anda!!! Salam, Johanes.


THOMAS ADIDJAJA & GKI SAMANHUDI Tahun 2006 web GKI Samanhudi bangkit kembali. Salah satu manfaatnya ialah ketemu kembali dengan Thomas Adidjaja yang telah pindah ke Amerika Serikat sejak tahun 1989. Berikut ini komentarnya. From: "Thomas Adidjaja" Date: Mon, 26 Jun 2006 17:54:35 +0000 Halo juga pak Bambang Gunawan, Salam dari Amerik, luar biasa, saya senang dengan adanya website ini jadi bisa kembali mengenal GKI Samanhudi/Krekot 28. Karena saya juga dibesarkan di situ. Website ini akan saya teruskan kepada bekas anggota GKI yang mungkin masih kangen mendengar/mengetahui ex jemaat nya. Apa boleh saya berikan beberapa masukan ? Teriring salam dan doa dari kami sekeluarga. GBU Thomas Adidjaja. Thomas Adidjaja bilang "karena saya juga dibesarkan di situ", tentu saja karena ketika remaja rumah Thomas Adidjaja di Jalan Pintu Air IV adalah dekat sekali dengan GKI Samanhudi. Berikut ini masukan yang telah diberikan. From: "Thomas Adidjaja" Date: Wed, 28 Jun 2006 01:00:38 +0000 Tadinya gedung GKI Samanhudi/Krekot belum berbentuk seperti itu (yang terlihat difoto sekarang ini), gedung ini terdiri dari beberapa ruangan, yang tadinya dipakai untuk kantor BPK JABAR, dan karena adanya ruangan-ruangan, maka juga dipakai untuk sekolah SMEAK, bisa tanya sdr Lim Dji Koen, yang pernah menjadi murid di situ.

Foto kiri adalah GKI Samanhudi ketika Thomas Adidjaja masih remaja. Foto kanan adalah GKI Samanhudi tahun 2006.


Pada hari Sabtu beberapa ruangan dipakai untuk kegiatan Kepanduan Putra anggota PERKETI (Perkumpulan Kepanduan Tionghoa) dan untuk Kepanduan Putri (Perkumpulan Kepanduan Putri). Untuk mendapatkan keterangan lebih jelas untuk Putra dapat ditanyakan Tan Tjin Keng/Lowry dan ibu, yang juga salah satu anggota Kepanduan Putri. Pada hari minggu selain digunakan juga kegiatan pemuda, sekolah minggu, koor baru terbentuk th 56 setelah GKI Kelintji, dbp "Tji Ong Bik Lian, (PDT Sebaja dari Semarang) yang pada wkt itu sedang kuliah di STT Pegangsaan, yang kemudian diteruskan oleh Elga Oey dan kel. bersama Oom Lie Kok Dhiam yang mengabdikan dirinya sampai akhir hayatnya, Anda dapat memperoleh keterangan dari sdr Frans Tumiwa. Pramuka baru dimulai kembali setelah mendapat keterangan masih mempunyai dasar Kepanduan pada 40 tahun yang lalu. Mungkin ini sekedar penambahan sedikit informasi, untuk mengetahui sejarah GKI Samanhudi yang lebih lengkap. Ketika ditanyakan masalah cucu, berikut ini jawabannya. Selain pembina kepramukaan di BPK PENABUR Jakarta maupun di GKI Samanhudi, Thomas Adidjaja terkenal sebagai ahli pijat (physiotherapy) dan selalu membantu ketika anak saya membutuhkan. From: "Thomas Adidjaja" Date: Thu, 29 Jun 2006 06:46:40 +0000 Cucu, baru dua bisa lihat di web site anak saya adidjaja.com di situ ada deh. Anak-anak Anda sudah besar, dan saya ngga tahu deh yang mana itu, yang pernah saya urut, yang tadinya mau main selagi diurut eh lama-lama jadi musuhan alias ngga mau diurut lagi hahaha, sekarang sudah jadi sarjana yang cantik-cantik, ketemu sih pasti ngga kenalin.

Inilah Sophia yang ketika kecil langganan Thomas Adidjaja untuk dipijat.

Kalau Thomas Adidjaja aktif dalam hal pijat memijat serta kepramukaan maka istrinya yang terkenal dengan nama Ibu Poppy adalah guru agama di BPK PENABUR Jakarta. Setelah sekian tahun tidak berjumpa, kalau lihat foto di bawah ini memang tidak banyak berubah. From: "Thomas Adidjaja" Date: Thu, 29 Jun 2006 17:24:30 +0000 Yang pakai baju ungu itu istri saya sedangkan yang pakai baju merah itu ipar saya.


Saya ada usul, untuk gereja menolong bekas/anggota yang sudah lama yang tercecer, dalam keadaan menyedihkan. misalnya sdr Lim Hok Liang, dulu pernah juara pingpong Indonesia th 1960an dan pernah membina regu pemuda di GKI Samanhudi, karena iapun anggota pemuda kita dan pernah menjadi pelatih pingpong PPK Krekot pada jaman-nya itu, selain itu iapun pernah menjadi anggota setia koor Hosiana, sekarang dalam keadaan cukup menyedihkan, karena matanya buta ayam, tidak melihat jauh, hanya kurang lebih 1 meter. Mungkin gereja bisa reach-out anggota/exanggota yang terlantar karena itu juga termasuk mencari yang terhilang. Kalau saya dapat ingat lagi beberapa hal nostalgia mungkin akan saya bagikan lagi, maklum umur sudah usur. Thanks for the attention. God Richly Bless You Thomas Adidjaja selain banyak membantu keluarga saya dalam hal pijat memijat, juga secara rutin memijat Ibu Sadikin yang pada tahun 1980-an sebagai Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan di BPK PENABUR Jakarta. Kelihatannya hubungan antara Ibu Sadikin dan Thomas Adidjaja erat sekali, hal ini terungkap dari cerita di bawah ini. From: "Thomas Adidjaja" Date: Fri, 30 Jun 2006 02:58:36 +0000

Rupanya Ibu Sadikin menunggu kedatangan saya, itu yang saya percaya, karena setelah saya menjenguknya, di RS yang dekat jl tol menuju Tangerang dan saya katakan ini saya, Thomas, saya pegang tangannya dan kelihatannya dia lega. Keesokan harinya saya dengar beliau pulang kerumah Bapa di sorga dan di RS ST Caroulus dimana jenasahnya, sebelum penguburan saya juga sempat hadir, tapi tak sampai kekuburan. Anda pada waktu itu sangat sibuk, jadi yah cuma saya liatin aja dari jauh, begitu. Jadi jangan heran kalau saya tahu banyak, juga tentang anda dan Oen Tien anak Pintu Air V itu. Mau tahu apa lagi? sorry, engga nantang lho. Saya mau coba membantu untuk sejarah GKI Samanhudi aja kok, akan saya bantu seingat saya.


Sebelum dibangun jadi gereja Gg Klinci juga saya pernah datang ke rumah tsb, rumah tua yang tak berpenghuni. From: "Thomas Adidjaja" Date: Fri, 30 Jun 2006 04:11:56 +0000 Anak saya cuma 4, jangan ditambahin donk. Tuhan masih perbolehkan saya mijat di Amerik. Kalau didalam Dia mah kita tinggal ikut saja, dimana pun kita harus berjuang. Kalau diceritakan memang panjang, karena kita tahu-tahu 17 tahun disini. Anak-anak 16 tahun, karena saya berangkat tepat tgl 17 Agustus, setelah upacara penaikan bendera dengan Pramuka, siang itu saya meninggalkan Indonesia. 6 bln kemudian istri dan anak-anak menyusul (Februari 14). Dengan berkat Tuhan anak-anak bisa menyelesaikan pendidikannya, anak saya yang perempuan ambil jurusan Psychology dan Education. Sekarang jelas bahwa saya kenal anda sekeluarga, hahaha Sungguh gembira membaca cerita di atas dari Thomas Adidjaja. Lebih gembira lagi kalau Thomas Adidjaja mau cerita suka duka hidup di Amerika Serikat, di negeri orang, apalagi harus bawa 4 (empat) orang anak yang masih kecil. Ini tentu suatu perbuatan yang luar biasa. Mari kita tunggu cerita berikutnya dari Thomas Adidjaja. Bambang Gunawan, 1 Juli 2006.

WEB GKI SAMANHUDI BANGKIT KEMBALI Tahun 1995 adalah awal dari penulis tahu internet. Tahun 1996 mulai ada web BPK PENABUR, web CYBERGKI dan web UKRIDA yang numpang di server University of Wiscounsin. Tahun 1997 ISP Bitnet menawarkan pindah keservernya sambil membuatkan domain bpkpenabur.or.id ; gki.or.id dan ukrida.ac.id maka mulailah GKI Samanhudi memiliki web yang sederhana dengan alamat http://www.gki.or.id/samanhudi/ Ada kejadian menarik ketika penulis diminta ceramah untuk Komisi Pelawat pada tanggal 28 Juli 1996. Beberapa hari setelah foto-foto dipasang di website GKI Samanhudi, penulis bertemu dengan teman sejawat seorang psikolog yang bernama Dra. Yanthy dan menceritakan bahwa maminya yang bernama Ruth Rustinah Nadipurwa Kabul bangga sekali karena fotonya akan dipasang di internet dan mau telepon cucunya di Australia suruh lihat. Penulis surprise sekali dengan cerita tsb karena tidak menduga sama sekali Dra Yanthy yang beragama Katholik memiliki mami yang menjadi pelawat yang aktif di GKI Samanhudi. Sayang Oma Ruth Rustinah Nadipurwa Kabul telah


kembali ke rumah Bapa di Surga. Amin.

Surprise lain yang tidak terduga ternyata ada ibunda dari Pak Wawat Kurniawan (perancang web GKI Samanhudi yang baru) yaitu Ibu Elly Arifin, hadir pada tanggal 28 Juli 1996 tersebut. Syukurlah setelah 10 tahun foto ini masih ada.

Pada ICW edisi 79 (20-9-2000) http://www.sabda.org/publikasi/icw/0079/ ada tertulis sbb: Situs Gereja Kristen Samanhudi ini memuat banyak sekali informasi. Yang unik, gereja ini meletakkan informasi tentang 130 tahun Pekabaran Injil GKI di Jakarta di halaman utamanya, sedangkan menu- menu yang ada dalam Situs ini disusun dalam sebuah frame. Menu-menu tersebut dibagi dalam enam bagian. Bagian pertama berisi informasi seputar 130 tahun Pekabaran Injil GKI di Jakarta, bagian kedua adalah Sejarah GKI Samanhudi, diikuti dengan satu bagian tanpa nama :). Setelah itu ada bagian Peranan yang mengulas tentang pelayanan GKI Samanhudi, diteruskan dengan bagian informasi tentang Komisi Remaja GKI Samanhudi yang bernama Kelinci :) dan informasi buletin mereka. Terakhir adalah bagian link ke Situs GKI lainnya. Sayang sekali tahun-tahun berikutnya web GKI Samanhudi statusnya mati tidak tapi hidup enggan karena tidak ada yang meneruskan. Awal 2006 adalah awal kebangkitan kembali web GKI Samanhudi. Ketika bertemu dengan Pdt Iwan Tri Wakhyudi di PERANAN, Pdt. Iwan ada menanyakan hal ini dan punya keinginan untuk membangkitkan kembali. Pertemuan berikutnya diperoleh kartu nama Pak Wawat Kurniawan dari Web Inovation. Berkat kerja keras dari Pak Wawat Kurniawan maka terbentuklah GKI Samanhudi Online pada alamat: http://www.gki-samanhudi.or.id

Hanya dalam waktu satu minggu di bulan Juni 2006, kalau search kata "gki-samanhudi" sudah keluar di http://www.google.com dan ada di paling atas. Silakan klik image di sebelah ini untuk lihat lebih besar.

Yang menarik adalah Debby Soraya Dewi pada 6/7/2006 4:53:18 PM dengan IP ADDRESS 203.194.70.65 menulis pada buku tamu sbb: "Website gereja yang terbaik yang pernah kubuka. Awal yang baik. Mudah2an lebih banyak umat kristiani yang akan membantu untuk mengembangkan Website yang bagus ini."


Agar terus berkembang GKI Samanhudi online ini, perlu dipikirkan dan disiapkan faktor berikut ini: 1. CONTENT IS THE KING, jadi masalah content ini harus menjadi tanggungjawab bersama dikerjakan secara gotong royong 2. PERLU REPORTER, ada staf khusus yang bertugas meliput kegiatankegiatan di lingkungan GKI Samanhudi 3. PERLU AKSES INTERNET BROADBAND UNLIMITED, dilakukan secara bertahap. Tahap 1: ADSL limited, k.l. Rp. 300.000.- sebulan 4. PERLU PELATIHAN KHUSUS UNTUK PENDETA yang akan melayani konsultasi via chating 5. PERLU KOMPUTER & SCANNER yang dapat dipakai bersama untuk melengkapi content Bambang Gunawan, 15 Juni 2006

KOMENTAR-KOMENTAR From: "ongkie hananto" dari Australia Date: Tue, 20 Jun 2006 05:47:59 +0700 Dear Bambang, Udah diliat dari waktu itu. Bagus loh. Very organized. Kelihatan yang bikin profesionil .. Saya lagi di Perth sampai awal Juli. dingiiin. Hari minggu y a d , saya akan ketemu dengan "Geng" GKI Perth. Nanti akan saya share soal website Samanhudi ya. Salam, Ongkie Hananto From: "hetty paskah" dari USA Date: Mon, 19 Jun 2006 22:10:05 -0500 Hallo bambang; Sorry baru bisa di balas sekarang , sebab saya pindahan Wah gerejanya tambah megah saja, bagus, tinggi lagi. Saya sudah print dan dipajang di gereja, ada beberapa anggota dari GKI Samanhudi juga jadi mereka bisa lihat. Ok sampai lain kali salam buat Nita & anak2 . Oh ya Pak Reginald juga lagi pindahan ( ke Colorado) tapi hari Sabtu ini dia turun ke LA, saya juga Sabtu ini ke LA karena ada pernikahan anaknya Dr Lazuardi (Ex murid KPS juga) Cerita nya lain kali ya sebab saya masih sibuk beberes,Bye.. From: "Thomas Adidjaja" Date: Mon, 26 Jun 2006 17:54:35 +0000 Halo juga pak Bambang Gunawan, Salam dari Amerik, luar biasa, saya senang dengan adanya website ini jadi bisa kembali mengenal GKI Samanhudi/Krekot 28. Karena saya juga dibesarkan di situ. Website ini akan saya teruskan kepada bekas anggota GKI yang mungkin masih


kangen mendengar/mengetahui ex jemaat nya. Apa boleh saya berikan beberapa masukan ? teriring salam dan doa dari kami sekeluarga. GRBU Thomas Adidjaja. From: "Thomas Adidjaja" Date: Wed, 28 Jun 2006 01:00:38 +0000 Tadinya gedung GKI Samanhudi/Krekot belum berbentuk seperti itu (yang terlihat difoto sekarang ini), gedung ini terdiri dari beberapa ruangan, yang tadinya dipakai untuk kantor BPK JABAR, dan karena adanya ruangan- ruangan, maka juga dipakai untuk sekolah SMEAK, bisa tanya sdr Lim Dji Koen, yang pernah menjadi murid di situ. Dan pada hari Sabtu beberapa ruangan dipakai untuk kegiatan Kepanduan Putra anggota PERKETI (Perkumpulan kepanduan Tionghoa) dan untuk kepanduan Putri (Perkumpulan Kepanduan Putri. untuk mendapatkan keterangan lebih jelas untuk Putra dapat ditanyakan Tan Tjin Keng/Lowry dan ibu, yang juga salah satu anggota Kepanduan Putri. Pada hari minggu selain digunakan juga kegiatan pemuda, sekolah minggu, koor baru terbentuk th 56 setelah GKI Kelintji, dbp "Tji Ong Bik Lian, (PDT Sebaja dari Semarang)yang pada wkt itu sedang kuliah di STT Pegangsaan, yang kemudian diteruskan oleh Elga Oey dan kel. bersama Oom Lie Kok Dhiam yang mengabdikan dirinya sampai akhir hayatnya Anda dapat memperoleh keterangan dari sdr Frans Tumiwa. Pramuka baru dimulai kembali setelah mendapat keterangan masih mempunyai dasar Kepanduan pada 40 tahun yang lalu. Mungkin ini sekedar penambahan sedikit informasi, untuk mengetahui sejarah GKI Samanhudi yang lebih lengkap. From: "Farida Sie" Date: Fri, 30 Jun 2006 18:46:33 +0000 Hallo Bambang, Wah.... saya terharu sekali, bisa dpt berita yg hebat sekali bhw GKI-Samanhudi ada websitenya sendiri. Saya sdh coba2 lihat/baca dan benar2 bersyukur melihat ex-gereja saya ini begitu hebat dibandingkan dgn gereja2 di sini. Waktu december 2005/jan 2006 kami ke Jakarta, kami sdh merasa kagum sekali, Tuhan bekerja melalui saudara2 semua yg selalu berusaha memajukan pelayanan di gereja Samanhudi. Tuhan memberkati kalian dgn segala pekerjaan2 kalian. Saat ini saya sedang banyak hambatan/sakit krn RSI - tangan kanan, sebab setiap hr kerja dgn computer, makanya saya tidak bisa terlalu lama melihat dan membuka semua bagian dr website tsb. Saya melihat hebat sekali dan kagum rasanya dan bangga juga tentunya, saya akan beritahukan suami (Hendra) dan teman2 ex-anggota GKI-Kelinci/Samanhudi juga ttg hal ini. Nah, banyak success dgn segala usaha kalian utk memajukan pelayanan dll di GKISamanhudi, Tuhan memberkati dan kami akan dukung terus di dalam doa. Sampaikan salam kami juga utk Oen Tien Nio (Ibu Nita) teman baik saya juga saya rasa Annelies Ranti juga sekarang sdg berlibur di Jakarta, mungkin kalian akan bertemu dgnnya dan kl dia kembali kami akan dengar cerita2-nya lagi.


Salam dan doa kami selalu, Hendra dan Farida Sie.

ZAINOEL DENGAN WORKSHOP SUKSES MERAIH MASA DEPAN DAMBAAN Workshop Sehari dengan topik-topik: • Cita-cita adalah Anugerah • Kenal Diri: Langkah Awal Menggapai Cita-cita • Memandang Masa depan, Menempatkan diri dan Merencanakan Hidup Sukses • Orang Lain Bisa, Aku pun Bisa! Membangun Semangat Melangkah Maju • Mengungkap Kekuatan dari Dalam diri • Membulatkan Tekad Meraih Masa Depan Dambaan Profil Pelatih / Fasilitator: 1. Zainoel B. Biran, Psikolog, Pengajar Fakultas Psikologi UI, Konsultan, Konselor, Pelatih, Peneliti 2. Sri Hastari Z. B., Psikolog, Berpengalaman praktis di bidang Human Resources 3. Dr. Yanto Avianto, Dokter sekaligus pendiri dan pelatih Nusa PersadaNUSAHealth Alamat: Jalan Kebumen No. 3, Menteng, Jakarta Pusat. Telepon: 021-3905694 / 31907827 Fax: 021-3905694 E-mail: daya_insani@yahoo.co.id

Zainoel sedang menyampaikan pentingnya mengawali pembentukan cita-cita dengan mengenal diri sebaik mungkin

Remaja sedang berdiskusi tentang simbol representasi diri masing-masing sebagai bagian dari upaya pengenalan diri (Siapa aku?)


Uji kekuatan pikiran (Bandul berputarlah mengikuti kehendakku!)

Uji keberanian dan kegigihan: Kutiup engkau sampai pecah!

Bersama visualisasikan cita-cita di alam pikiran dan kemudian tanamkan di dalam hati

Momen gembira, usai rangkaian kegiatan pelatihan (Keyakinan telah bersemayam di dalam diri: Aku punya cita-cita yang nyata dan yakin akan mampu meraihnya dengan usaha sendiri!)

Para peserta sarjana tengah serius mendengarkan penjelasan tentang karakteristik kepribadian (Bagaimana gaya pribadiku?)

FOTO DARI TUMENGGUNG


Date: Monday 01 May 2006 12:31 From: Joe Tumenggung Beng, thank you, sayang ya, aku tidak bisa datang, memang sudah kangen juga temui teman-teman jaman dulu. Tapi OK still another time. Hanya telpun Asther dari Medan dan kebetulan waktu dia mau pulang saya masih di Surabaya, sehingga tidak dapat ketemu. Maklum Beng kuli, tidak tentu schedulenya, nanti hari Kamis ini ke Surabaya lagi dan ke Kupang. Demikian, sorry banget tidak dapat ketemu teman-2 lama. Ini foto keluarga gua yang dibuat tahun 2001 dan 2005.

Family of J.Tumenggung taken January 2001 (copy 2904-06), Mathilde, Jack Bara (grand son 4 years), Adeline (Jack mother), me, Tatiana (second daughter)

Family of J.Tumenggung taken January 2005 (copy 29-04-06) Adeline (first daughter), Mathilde, Me, Tatiana (second daughter), Jack (grand son 8 yrs)

Date: Friday 28 April 2006 13:31 From: "A.Hardy" Dear Bambang, Ya, saya ingat sekali sama Tumenggung.....yang hitam manis dan ramah. Menikah dengan Trees atau kakaknya(?) dari Toko Amicitia yang jualan alat2 perkantoran di Jl. Kramat Raya 100. Baca judul subyek: "Ada yang ingat....." bikin saya kaget dan buru2 buka e-mailnya. Ternyata maksudnya beliau sudah "ditemukan kembali" ha ha ha .... Ingat ada e-mail sebelumnya yang menganjurkan kita segera reuni, mumpung masih bisa.......dan memang betul sekali pesan ini.... Terima kasih. Salam, Anton Date: Friday 28 April 2006 17:01 From: "Ibnu Hajar Lubis" Beng, Gue sudah lama kagak pernah ketemu Tumenggung sejak tamat dari F.Psi UI.Gue cuma pernah baca berita di koran Kompas waktu ia pension dari Direktur penerbangan sipil. Gue juga ketemu Tjong Lien & Threes waktu mereka ngawinin anaknya tapi gue juga kagak ketemu Tumenggung padahal mereka kan iparan tuh. Lhu gimane ? Baik baik kan. Warmest regards ya, Ibnu. Date: Saturday 29 April 2006 07:00 From: sarwono


Tumenggung? Saya ingat sekali. Yang paling tinggi besar, item kumis. Seperti Bima. Dia ceritera apa aja? Sarlito Date: Tuesday 02 May 2006 18:02 From: "Frans" Hello Mas Tumenggung, masih ingat gue tidak? Saya di sebelah kiri anda ketika mendaki gunung Gede dengan anak-anak PMKRI. Gila juga habis puluhan tahun bisa ketemu lagi di cyber space. Salam dari gue, Frans Lasut

Foto bisa diklik agar terlihat lebih besar From: Ibnu Hajar Lubis Sent: Wednesday, 3 May 2006 11:00 AM Bambang & Frans Lasut, Kalau wajah Tumenggung memang sama pada waktu masih kuliah dulu khususnya kumisnya yang tebal dan saya ingat ia orang yang sangat penuh dengan ide ide yang fresh.Tetapi setelah puluhan tahun tidak pernah ketemu saya enggak bisa membayangkan apakah perbedaan itu cukup significant atau tidak. Saya hanya bisa membayang kalau orang-orang yang mendekati usia 70 tahun yah tentu banyak kemunduran baik fisik maupun mentalnya. Semoga dia tidak begitu yang Bang..he..he.. Salam saya untuk Tumenggung,Frans Lasut,Anton dan Bambang. Terima kasih atas bisa terjadi komunikasi yang sangat berharga ini walaupun untuk sekedar pelipur lara mengenang masa masa lalu. Karena menurut pak Singgih masa lalu itu kadang2 perlu untuk dikenang untuk menghibur diri sebagai pelipur lara agar stress dapat dalam sekejap terlupakan sementara. Wassalam, Ibnu Hadjar,angkatan '64 Date: Fri, 05 May 2006 00:40:28 -0700 (PDT) From: "A.Hardy" Halo Oom Joe, Ibnu, Frans, Bambang, Senang juga ya....sesudah sekian puluh tahun kita masih bisa bertemu lagi, walau lewat e-mail dan web, berkat Bambang, yang sudah lama menekuni bidang maya ini. Terima kasih banyak ya Bambang! Sayang nggak bisa temu muka langsung dengan semuanya sekaligus, maksudnya berada dalam satu ruangan bersama; apalagi melihat foto Ibnu yang kini malah lebih keren dibanding sewaktu masih sama2 mahasiswa :-) Tapi dulu juga keren kok Ibnu.....kalu nggak salah pake seragam AL ya?! Oom Joe juga, kalu ketemu di jalan, pasti aku pangling. Tapi foto 2005 malah lebih


mirip wajah tempo dulu, dibanding foto yang lebih tua :-) Bambang dan Frans cuma sedikit berubah....tambah gimana gitu..... dan aku sendiri yah semakin keriput.... keciput...ha ha ha .... dan 2 tahun lagi sudah mesti ambil pensiun juga. Salam hangat dari Vancouver, On Fri, 5 May 2006, Frans wrote: Hello gyes memang times flies kita pun banyak berubah dari rupa sampai adatnya pun. Sejak gue pesiun bini gue ngomel katanya urusan rumah teritori dia. he he he. Tetapi anehnya tanpa pasangan rasanya hidup ada kurangnya. Omelan he he he OK salam and keep in touch ya. FJL Date: Thursday 11 May 2006 03:42 From: kiki.tamkei Toronto, 10 Mei 2006 Hi Beng: Aku masing inget bener sama Pak Tumenggung. Tinggi-tinggi kan orangnya. Pokoknya ingetnya sewaktu kuliah ada 2 orang bapak-bapak, yang satu Pater Lie, yang satunya Pak Tumenggung. Beng, tolong bilang sama teman-teman sementara jangan pakai e-mailku yang ini. Banyak problem akhir-akhir ini, tidak bisa membuka e-mail, dst, dst. Saya sudah kirim ke Etty balasan e-mail, rupanya dia tidak terima, kok enggak ada balasannya lagi. Trims ya Beng, Wassalam, Kiki

BUTA TAPI JAGO IT Mencari orang normal, tidak buta, tetapi gagap teknologi (gatek) tidak sulit. Dalam kalangan pendidikan, sekolah, masih banyak diketemukan. Tetapi orang buta atau tuna netra, jago komputer atau IT adalah langka. Bukti nyata penulis ketemu ketika mengikuti Seminar KIAT MENULIS DAN STRATEGI BISNIS = PENULIS TI, pada hari Sabtu, 29 April 2006, di Roxy Square. Bagaimana ceritanya? Untuk ikut Seminar KIAT MENULIS DAN STRATEGI BISNIS PENULIS TI, diajak oleh Fajar Priyanto ( http://www.arinet.org ), semua proses pendaftaran dan pembayaran diurusnya. Mr. Hokky (Soegiarto Santoso), Ketua panitia, langsung menodong penulis untuk duduk di bangku paling depan. Kemudian, ternyata yang duduk di sebelah penulis adalah orang buta, namanya Rama. Tentu saja kaget ketika Rama memdemokan kemahirannya kepada seluruh peserta seminar.


Begitu turun dari podium, langsung Rama jadi "bintang" karena banyak wartawan yang melakukan wawancara. Usia Rama 25 tahun sedang usia penulis 62 tahun. Karena duduk di sebelah Rama, ada seseorang bertanya kepada penulis: "Apakah Bapak adalah orang tua dari Rama?". Rupanya wajah tua penulis sudah tidak dapat disembunyikan lagi. Satu jam sebelumnya Mr. Hokky juga bertanya sambil menunjuk kepada Fajar: "Anaknya Pak?". Rama datang ke seminar mewakili Yayasan Mitra Netra, suatu organisasi nirlaba yang didirikan di jakarta pada tanggal 14 Mei 1991 dengan tiga program utama sbb: 1. Mendorong terwujudnya sistem pendidikan inklusi bagi tunanetra dengan menyediakan sarana serta layanan khusus yang dibutuhkan 2. Mengembangkan akses teknologi informasi bagi tunanetra 3. Mengembangkan diversifikasi peluang kerja bagi tuanetra Rama menggunakan notebook merk ACER. Selain penulis, Mr. Hokky juga penasaran karena sama-sama ngintip notebook yang digunakan Rama. Ternyata sama seperti notebook yang digunakan oleh orang tidak buta, hanya dilengkapi dengan program SCREEN READER yang akan bersuara setiap Rama mengetik suatu huruf. Hebatnya Rama bisa ngetik dengan cepat sekali dan tanpa salah. Posisi huruf di keyboard sudah Rama hafal. Kebetulan ada SMS masuk ke dalam HP penulis. Segera timbul ide untuk tanya: "Apakah Rama juga bisa pakai SMS?". Tanpa malu dengan dengan penuh PD (Percaya Diri) Rama mengeluarkan HP dari kantongnya dan demo kirim SMS. Luar biasa, huruf-huruf di HP juga tidak masalah bagi Rama ini. Tentu saja masih ada keterbatasan dan butuh bantuan orang yang bisa melihat. Ketika sampai pada acara door price, Rama meminta bantuan penulis untuk menyebutkan nomor undiannya yang ada dibalik tanda peserta. Saya bertanya, tidak bisa dirabah ya? Benar, kata Rama. Masih banyak Rama yang buta sejak lahir, tidak salah kalau Yayasan Mitra Netra mengundang masyarakat berpartisipasi dalam bentuk: 1. Untuk kalangan penerbit dan penulis, partisipasi berupa penyerahan soft copy buku yang diterbitkan atau yang ditulis ke YAYASAN MITRA NETRA 2. Untuk masyarakat luas, partisipasi dilakukan dengan menjadi RELAWAN untuk mengetik ulang buku-buku populer, dan menyerahkan soft copy hasil ketikan tersebut ke YAYASAN MITRA NETRA Silakan kirimkan ke netra@dnet.net.id atau humas_ymn@mitranetra.or.id dan bila ingin tahu lebih banyak silakan klik http://www.mitranetra.or.id


Rama sendiri punya website yaitu http://www.ramaditya.com dengan e-mail rama@ramaditya.com bahkan Rama nantang chatting di www.skype.com Mau coba? Silakan. (BG) (Pada foto di bawah ini, penulis paling kiri dan tulisan ini telah dimuat di http://www.giss-edu.com/Default.aspx?tabid=218 sejak 1 Mei 2006)


Subject: Terima kasih buat Pak Bambang Gunawan Date: Wed, 3 May 2006 08:16:34 +0700 Pak Bambang Gunawan, Terima kasih atas kehadirannya mengikuti seminar "KIAT MENULIS DAN STRATEGI BISNIS PENULIS TI", saya senang dapat berjumpa lagi dengan bapak, sebab memang sudah lama sekali tidak berjumpa. Saya memang sengaja mengajak bapak duduk di sebalah Rama, sebab saya sudah pernah berjumpa dengan Rama sebanyak 2 kali di kantor Kementerian KOMINFO, bahkan saya sudah melihat sendiri kemahiran Rama tentang IT, selain agar Pak Bambang dapat secara langsung berbincang-bincang dengan Rama, saya sendiri harus melayani para tamu dan undangan yang banyak sekali hadir di acara tersebut, dari pihak Yayasan Mitra Netra juga hadir Ibu Aria Indrawati. Terlampir sebagian foto-foto dokumentasinya (nanti saya tambahkan lagi) dan sekalian saya sertakan beberapa e-mail address, termasuk kepada Pak Alexander Zurrie yang mungkin membutuhkan foto-fotonya, sebab memang sebelumnya telah meminta foto-fotonya. Mohon rekan-rekan dapat membantu mengirimkan kepada rekan-rekan yang lainnya, yang mungkin juga membutuhkan foto-foto dokumentasinya, memang belum semuanya saya kirimkan, harap maklum. Bersama ini, saya sertakan juga foto dokumentasi saat peluncuran Web Accessibility oleh Yayasan Mitra Netra di Kominfo pada tanggal 31 Maret 2005 tahun yang lalu, terlihat Rama sedang memberikan presentasinya. Terima kasih. Salam, Mr.Hoky / Soegiharto Santoso. ATMCOM / MASTERDATA /


NOTEBOOK88. BISKOM - Majalah Mitra Komunitas Telematika. www.biskommajalah.com www.masterdataonline.com

ASTHER DI JAKARTA 2006 From: asther Sent: Tuesday, May 09, 2006 8:36 PM Hi BAMBANG, Ini photo photo reunie di Pondok Indah Food Court, 28 April 2006 dengan Seno, Yanti, Ibnu, Grace Lumenta dan Asikin Kurnia. Kita ngobrol sampai djam 4 sore. Ada sadja topic ngga pernah kekurangan. Just like old times. Di photo ada djuga suami saja Harlan dan anak saja Michael, sebelahnja Ahoe. Deppy datang keesokannja sebelum saja berangkat ke Airport. Dia bilang keliling keliling food court ngga bisa ketemu kita. Anyway both reunions, on April 23 (with Zainoel, Tari, Endang, Murni, Etty, Irma and hubby, and Bambang and wife) and April 28 were so nice. We all "clicked" just like we saw each other only yesterday, not 32 years ago. Short but sweet ! I really enjoyed it. Thanks to Irma, Bambang and Grace who made it possible ! Irma was right, kalau reunie gede gede-an, ngga sempat ngobrol dengan semua. Lebih sering reunie ketjil ketjil-an lebih baik, we are all not getting any younger, let's stay in touch with each other more. Kalau ada jang ke US, nengok anak dsb. kita jang ada di US bisa usahakan kumpul kumpul disini. Thanks again ! bye, asther

FOTO-FOTO 28 APRIL 2006


FOTO-FOTO 23 APRIL 2006


Pada hari Minggu, tanggal 23 April 2006, bertempat di Bakmi PERMATA, Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, telah diadakan reuni kecil dengan sponsor Irma. Pada foto terakhir di atas, itulah yang hadir, terlihat (berdiri dari kiri) Irma, Nita (Istri Bambang Gunawan), Tari, Zainul, Endang, suami Irma dan di depannya adalah Etty. Yang duduk dari kiri adalah Murni dan sebelahnya Asther yang jadi bintang tamu hari itu. Pertemuan berikutnya akan diadakan di Food Court Pondok Indah Mall 2, hari Jumat, Pk. 12.00, tanggal 28 April 2006. From Irma at 8:42 AM 4/24/2006 via SMS U R D best! Thank U utk kasih yang diberikan. GBU. Irma From Grace Lumenta at 9:13 AM 4/24/2006 via SMS Waduh Beng2 kok ga ada difoto? Nita tambah cantik aja, kasi resepnya donk! OK, nti jumat kita hrs gantian motret spy Bambang juga trdokumentasikan OK? Thx GBU


From: Tien Sada Sent: Monday, April 24, 2006 11:54 AM Hello Etty, Baru dapat email address kamu dari si Beng, achirnya bisa ngobrol per internet. Senang benar saya lihat photo kamu dan Murni ber-sama2 Asther. Kamu berdua masih sibuk ngurusin itu Universitas Terbuka (gue lupa apa namanya)? Saya sedih kalau ingat si Pam sekarang sudah tidak ada, 11 tahun yang lalu kita masih kumpul2 di Ancol, ingat engga? Kalau kamu punya email addressnya si Murni tolong kasi tau saya ya, kelihatannya kalian masih sama saja seperti dulu, kapan main2 ke USA? Saya kan ceritanya sudah pensiun tahun 2001 yang lalu, beberes rumah beberapa bulan, lalu saya iseng2 jadi licensed real estate sales agent, calo tukang jual beli rumah, bayangin si Tien yang "pendiam" suruh jual kecap jual beli rumah, haha... Eh, bilang sama Murni saya rindu padanya (seperti judul lagu lama saja), dan salam hangat juga buat si Irma Pane (Reineker), Endang, Zainoel, Tari dan Beng. P.S. hampir lupa, salam buat tuan Masputra! Date: Monday 24 April 2006 13:35 From: "A.Hardy" Dear Irma, Bambang dan Semua Teman, Thanks buat sharing foto pertemuan kembali bersama Asther; biarpun camerahp....tapi lumayan juga ya.... Sayang banyak teman lainnya belum bisa ikutan. Duh...pengen juga nih reuni-an....tapi belum tau kapan bisanya. Bagaimana kalau kalian yang di Jkt., atau yang di kota/negara lainnya, datang ke Vancouver? Kan katanya Vancouver dapat urutan No.3 di dunia: terbaik buat tinggal, sesudah Geneva & Zurich. Dan kita traktir deh :-) Salam buat semuanya ya, Anton Date: Monday 24 April 2006 16:11 From: Irma Reuneker Dear Semua, Ya memang sangat menyenangkan untuk bertemu kembali dengan Asther setelah 34 tahun ( Dia ke US th 1972). Kalau saya boleh kutip kata-katanya Asther: Setiap tahun kita kehilangan teman-2 kita untuk selama-lamanya, jadi jangan tunggu sampai tahun..... untuk ketemuan. Jangan ditunda, dan enjoy apa yang bisa dinikmati sekarang. Lihat saja dengan teman kita Drajat, yang sudah terbaring menurut Seno(baru ke RSnya) sudah tidak sadar, padahal waktu reunian dirumah Elly December '05 masih segar bugar. Umur memang tidak ditangan kita, tetapi we can make the best of our lives while we can. Lets all say a prayer for Drajat, may the good Lord grant him what is best for him. Salam untuk semua, God Bless You all, Irma Date: Monday 24 April 2006 17:15 From: yanti sugarda


Dear Irma, Anton,and Bambang, Thanks for the news about Asther. I regret not being able to see her when you had the little reunion. Soalnya keluar kota. Kapan mau ketemu lagi? Ingin sekali ketemu. Regards, Yanti Date: Monday 24 April 2006 20:55 From: kiki.tamkei Toronto, 24 April 2006 Halo Beng dan teman-teman yang selalu kukangeni: Asyiiiiiik sekali reuni kecilkecilan. Saya selalu timbul rasa yang negatif, yaitu rasa ngiri tidak ikut serta. Aduh kalau sekaya Donald Trump, saya udah naik private jet ke Jakarta. Tidak tunggutunggu ngumpulin duit dulu, cari karcis yang termurah, dsb,dsb. Aduh temen setingkatkau kok ya rupanya masih sama aja. Bravo. Ini termasuk Etty, Murni (terus makmur ya si Murni ini), Tari. Salam kangeen dan sayaaang dari Scarborough, Ontario. Kiki Tamkei

FOTO-FOTO DARI ASTHER From asutandi Wed Mar 1 11:12:13 2006 Hi Bambang, Enclosed adalah photo photo teman teman FPSY 39 tahun j.l jang saja ketemu dirumah dan minta anak saja scan. Hope we get more pictures from our other friends. Saja ingat dulu ada teman baik saja, beberapa tingkat lebih senior namanja Harti Sulistiyo. Anybody knows where she is ? Please let me know. Thanks, asther From: "Sara Zywicki" To: "Asther Sutandi" Sent: Monday, February 27, 2006 10:55 AM Subject: scanned picture sheets > Mom, > Here are your scanned pictures. They should print out > clearly if you email them to Indonesia. > Sara

BINA RIA 20 SEPTEMBER 1967


Date: Friday 03 March 2006 00:44 From: Lenygan Hi Bambang, Terima kasih untuk email anda.....wah..senang banget bisa lihat foto2 lagi dari teman2 Psy. Rupanya Asther bawa semua foto2 tsb .....sungguh a treasure of beautiful memories..jaman kita masih pada muda...dan sebagai mahasiswa ..moto hidup waktu itu adalah: " buku, pesta dan cinta ". Ingatkah anda2 akan lagu " Rosemarie".: Studenten sind studenten, sie haben nimmer centen aber sie sind eine madel treu...valeri-valdera.ha.ha.ha Saya sudah kirim foto2 saya kepada Tien untuk dikirim kepada anda untuk dimuat di Penabur. .Jadi, tunggu tanggal main-nya... Kami juga ingin lihat foto2 Bambang sendiri dengan keluargamu..would be nice 'Kan, kalau ada Reunion Psy..( siapa tahu ) .sedikitnya kita sudah lihat foto2 waktu muda ( before) and after.. Memang saya kira untuk mewujutkan Psy- Reunion perlu sponsor / inisiatif dari teman2 Psy kita di Indonesia, karena untuk reunion sebaiknya di Indonesia daripada di tempat lain. Nah, Bambang, sekali lagi thanks a lot for all your contribution. Salam hangat ( dari negeri dingin ini...katanya menurut weather forecast akan ada freezing rain / snow/ ice pellets hari ini ) Leny.


Date: Friday 03 March 2006 02:00 From: Tien Sada Dear Leny, Saya sedang diluar kota, tgl. 2/24 pergi ke Houston visiting David beberapa hari, lalu ke California visiting Bram, akan kembali Minggu 3/5 malam. Maka itu saya belum terima/lihat kiriman photo2 dari kamu. Mungkin minggu depan baru akan uruskan itu scanning photos... Saya juga ada photo2 lama, nanti dikirim barengan. By the way, itu photo Aster sedang praktek Ilmu Faal, dia bilang dia lupa yang dua orang, LOL (laughing out loud), yang dia lupa itu salah satu adalah saya, yang disamping Rudy Lie itu.... haha... Have a nice day!


FOTO-FOTO 1968 DARI LENY GAN Silakan klik foto agar terlihat lebih besar. Mohon bantuan untuk melengkapi keterangan foto di bawah ini.


Sedang duduk2 diketinggian (Sumatra, Danau Toba (Akamigas-1969) kiri-kanan: Lembana, Dewi, Maudy, Leny, Hana.

Didepan rumah Mathilde Tjioe ( 1965 ?), berdiri kiri-kanan: Koo Loan Eng, Mathilde, Leny, Hetty, duduk: Swanny Tan, Euw Jong Thong Hauw

TIEN: Dari kiri kekanan: Els (istri Bob Barnabas), Beatrice (anak Els & Bob), Bob Barnabas, Kiki Tamkei, Pak Singgih, Leny Gan. Date: Wednesday 08 March 2006 19:12 From: "Singgih D. Gunarsa" Beng, Terima kasih untuk foto2-nya. Betul sekali pada tanggal 21 Agustus 1981, saya dijamu makan di rumah Leny di Toronto. Waktu itu saya berulang tahun dan Leny bersama Kiki secara surprise merayakannya dengan taart dan makanan lain. Ternyata waktu itu saya masih gondrong ya! Beng, juga foto2 lain sudah saya lihat termasuk Tien Seliwinata (Sada) yang masih tetap cantik. Salam saya untuk mereka, khususnya "menantu" saya Raymond. Pak Singgih


Foto di Bogor, rumah orang tua Sarlito ( 1964?) workshop dg Pak Yap Kie Hien, berdiri dari kiri ke kanan: Pak Yap Kie Hien, Tjan Tek Hauw, Leny, Dewi, Jeanne Oey, Isti, Sri Saltati, Retno, Abdul Aziz Achyadi, Ong Tiek Hiem (our photographer). berlutut : (kiri-kanan) Sarlito, Lembana, Leila Chaerani, Sukiat, Arif Budiman Date: Friday 10 March 2006 09:24 From: Arief Budiman Bambang, Orang diantara Retno dan Tiek Hiem adalah Abdul Aziz Achyadi, mahasiswa angkatan saya (1961). Setelah lulus dia bekerja menjadi psikolog TNI di Bandung. Dia dari Cirebon, pendidikan dulunya di pesantren. Salam, Arief

Graduation Photo 1: dari kiri kekanan: Sarlito, Mas Tos, Isti, Enoch, Ilse, Nusjirwan, (?).., Leny, (1967), Leng Tjoen, Engeline Bonang, Lieke Walujo

Graduation Photo 2: dari kiri- kanan: Sarlito, Engeline, (?), Ilse, Leny, Murtono, Enoch, Nusjirwan.


Fakultas Psy UI 1992: dari Kiri-kanan: Hetty Ang, Hartanto, Mbah Aci, Hera Lestari, Leny, Mbah Mimi

Fakultas Psy UI 1989 kiri-kanan: Ang Tjoan Hoe, Lembana Yogapranata, Engeline Bonang, Leny, Decy (teman yang antar Leny), Ilse, John (Leny's husband)

Fakultas Psy UI 1989 kiri-kanan: Sarlito, Mbah Aci, Leny, Istiqomah, John Date: Thursday 09 March 2006 08:15 From: "Ibnu Hajar Lubis" Beng, Terima kasih atas informasinya yang saya yakin sangat berharga sekali karena kita bisa melihat kebelakang masa-masa lalu kita, namun saya sendiri belum bisa memberikan keterangan dari photo-photo tersebut melihat perbedaan waktu kejadian yang telah demikian lamanya.Tetapi bagaimanapun ini merupakan hiburan tersendiri untuk saya khususnya. Sekali lagi terima kasih ya Beng, tanpa inisiatif datang dari anda, semua yang telah berjalan ini tampaknya menjadi mustahil adanya. Salam hangat kepada semua teman-teman semua khususnya anda sendiri, Ibnu Hadjar.

REUNI SMPK 1 ANGKATAN 1982


From: "H. P. Gouw" Date: Fri, 5 May 2006 08:48:07 +0200 Yth pak Bambang, Maaf pak Bambang kalau email balasannya cukup lama. Karena saya juga menunggu foto2 kiriman dari teman2. Ini ada 2 foto tambahan reuni kemarin, tinggal dipilih deh mana yg lbh jelas...:-) Untuk keterangannya: Reuni SMPKI angkatan 1982 diadakan pada tgl 22 April 2006 yl di Rest. Pulau Dua Senayan, Ruang Nias pada jam 11 - 14.15. Ada 8 guru yg hadir: Pak Eddy, Pak Dar, Pak Urip, Pak Yahja, Bu Hartati, Pak Naman, Pak Herman dan Pak Alex. Kelas 3A ada 12 siswa yang hadir. Kelas 3B ada 8 siswa Kelas 3C ada 13 siswa Kelas 3D ada 10 siswa. Sayang kami tidak tau nama2 yg hadir. Terima kasih pak Bambang, sekian email saya. Tuhan memberkati, salam hangat, Irawati Kusuma Kurniadi ex alumni SMPKI-1982

Klik foto agar terlihat lebih besar

INA DAMAJANTI MENCARI GURUGURUNYA

Kebahagiaan dari seorang guru ialah kalau masih diingat oleh murid-muridnya. Maka segera ditindaklanjuti ketika dapat e-mail berikut ini.


Date: Wednesday 15 February 2006 04:50 From: Ina Damajanti This is an enquiry e-mail via http://www.bpkpenabur.or.id/staff/ph from: Ina Damajanti Saya br ketemu website ini. Saya jg ingin jd anggota website ini. Saya lulusan th 1981/82. Msh adakah guru2 yg bisa saya hubungi? Spt Pak Dar, Pak Yahya, Pak Eddy. Saya sangat mengharapkan balasan moderator. Terima kasih sebelum nya. Date: Wednesday 15 February 2006 08:59 From: Ina Darmawan Dear Bambang, Tentu donk... saya jg dr sekolah itu. Sayang sekali guru2 tdk bisa dihubungi. Kalau Pak Zega gimana, apa msh mengajar? Ibu Laura? Narman (dulu guru Fisika)? Pak Sitorus? Saya jg mencari teman2 seangkatan saya dulu, barangkali mrk ada disini? Kita punya milis khusus kelas kami(3D) angkatan 81/82. Sejak kapan website ini ada? Bambang sendiri dr angkatan thn brp? Saya skrg tinggal di Australia. Bagaimana ya caranya menghubungi guru2? Apalagi yg msh mengajar macam Pak Eddy? Saya tdk keberatan menelpon beliau, jika diperbolehkan mendapatkan nomor tlp nya, baik di sekolah maupun di rmh nya. Terima kasih seblm nya. Ina Date: Wednesday 15 February 2006 09:44 From: Ina Darmawan Pak Bambang, Aduh... maaf sekali, atas kelancangan saya memanggil nama saja. Ternyata Pak Bambang jelas senior sekali di KPS. Terima kasih jg utk tlp Pak Eddy di sekolah, nanti coba saya hubungi beliau. Saya di Australia sdh sejak thn 1985, sehabis lulus dr SMAK 1, sampai skrg. Dulu ayah saya (Tan Bek Lok) jg dr Pintu Air (sekolah yg sama), tp tdk jelas dr SMP atau SMA nya, tp dia seangkatan dgn Pak Anton (Keng An) yg jd guru matematika di SMAK 1, Pak Sajuti Gunawan adalah bekas salah satu gurunya jg. Saya tunggu nomor tlp guru2 yg lain, jika msh ada. Terima kasih sekali lg atas bantuan Pak Bambang. Ina Date: Wednesday 15 February 2006 18:10 From: Ina Darmawan Pak Bambang, Saya td sdh interlokal ke nomor yg Bapak berikan, yaitu ke SMPK 4 di Klp. Gading. Ternyata Pak Eddy sdh pindah ke SMPK 2. Saya minta no. tlp sekolah tsb. Saya interlokal lg, wah... yg menerima tlp nya merasa perlu meng interview dulu..ha...ha..ha..., mungkin dikira saya cuma ngaku2 saja bekas murid Pak Eddy. Sampe ditanya kepsek saya dulu siapa? Tentu donk Pak Kiting. Trus saya disuruh menunggu... ting tong.... ting tong.... saya dikasih lagu, astaga... ini interlokal (saya lupa bilang)! Akhirnya Pak Eddy sendiri yg menjawab, saya msh kenal suara khas nya. Aduh... saya girang setengah mati, sampai keluar air mata saking senangnya. Sebalik nya Pak Eddy bingung, tdk kenalin saya ini 'Ina' yg mana. Sampai saya sebutkan satu persatu teman2 seangkatan saya, tp msh blm bisa di ingat dia. Tapi Pak Eddy jg senang sekali menerima tlp saya, kita ngobrol2 setengah jam mungkin. Saya godain dia, dulu dia anggap saya ini 'anak emas' nya, krn saya pintar bhs. Inggris, skrg koq lupa? Berarti dulu omongannya bohong belaka, dia terbahak-bahak. Akhirnya stlh beberapa lama dia mulai inget siapa saya, dia bilang cara saya bicara itu yg dia inget. Saya minta no. hp dia dan nomor2 tlp guru2 lainnya yg dia punya. Dia berjanji mau sms ke saya ttg nomor2 tlp guru2 yg dia ada, sepulangnya ke rmh. Nanti


kalau sdh dpt guru2 yg lain, saya laporkan ke Pak Bambang lg he..he..he.., harap tdk bosan mendengarkan ocehan saya ini. Terima kasih atas bantuan Pak Bambang. Oya... biarpun Pak Eddy sdh berjanji, saya tetap menunggu hasil dr Ibu Kiki, supaya saya punya 'hasil' sebanyak-banyaknya. Ina Date: Thursday 16 February 2006 09:27 From: "Rosi" Beberapa waktu lalu saya 2 kali mengunjungi Pak Yahya di Bogor. Ketika bincangbincang beliau banyak cerita kenangan indah ketika masih aktif di BPK PENABUR. Beliau pasti sangat senang kalau mantan muridnya masih ingat. Ini alamat lengkap Pak Yahya : Jl. Bukit Cimanggu Villa M3 No. 23 BOGOR. Telp. (0251) 7532281 ; HP. 08128574016. Rosi Staf PH BPK PENABUR Date: Thursday 16 February 2006 14:50 From: Anne Lies Ranti Hallo Rosi, Senang membaca banyaknya perhatian kepada para pensiunan BPK PENABUR Jakarta. Tentu hati mereka juga bahagia karena diingat murid dan rekannya. Saya masih ingat dan terbayang bapak-bapak kepala sekolah yang kerenkeren ini, Pak Yahya dan Pak Eddy. Mereka itu komandan lapangan yang handal dan tanggguh pada masanya merupakan aset penting dari yayasan. Salam untuk mereka. GBU, Anne L.Ranti Date: Friday 17 February 2006 03:10 From: Ina Darmawan Pak Bambang, Mengenai guru2 SMAK 1, saya melihat kemarin di website nya, hanya tinggal Pak Syahril Hamzah saja yg msh aktif disana. Jg krn kita punya milis SMAK 1 angkatan th 1985, mrk lbh aktif mencari, jd saya jg kebagian info2 dr mrk. Sedangkan utk SMPK 1, blm ada. Jg krn kami sdh lbh lama berpisah, saya coba2 saja peruntungan saya dlm melacak. Oya... SMAK 1 angkatan saya br Oktober kemarin reuni. Kalau Pak Bambang mau lihat foto2nya & aktivitas2 milis, bisa hubungi moderator kita Hendro. Emailnya: hendro-hw@......... Kemarin Pak Eddy sdh menepati janjinya, saya mendptkan tlp Pak Urip, Pak Dar, Pak Alex & Ibu Hartati. Yg br saya coba Pak Urip & Pak Dar, ketemu mrk. Senang nya bukan main. Sayang dgn Pak Dar tdk bisa lama2, krn Pak Dar bilang dia sibuk bukan kepalang mempersiapkan bahan2 makanan utk kantinnya. Mengenai foto, coba nanti saya carikan yg pose nya lumayan ha...ha...., soalnya selama ini ga ada yg meyakinkan. Ina Date: Friday 17 February 2006 04:40 From: Ina Darmawan Pak Bambang, Stlh memilah-milah foto, rasanya ini yg paling paten he..he..he...., ini jg foto jaman dulu, msh keren. Tp plg tdk msh bisa 'jog memory' teman2/guru2 se angkatan. Suami saya, Harry Darmawan jg dr SMPK 1, tp dia 2 thn di atas saya. Cuma waktu kita SMAK 1, kita sekelas di kls 1 nya. Ina Subject: Milis SMPK 1 kelas 3D Date: Friday 17 February 2006 16:29 From: Ina Darmawan Pak Bambang Gunawan, Wah... saya minta maaf sebesarnya sama Bapak, saya salah


kasih alamat Hendro, seharusnya: hendro_hw@....... Mungkin saya lupa pencet caps lock nya. Bersama ini saya jg mau memperkenalkan milis kami, khusus kelas kami, dgn Eddy Sumardi sbg moderator nya dan Irawaty sbg wakil moderator nya. Cerita2 dan data2 ttg guru2 yg sdh saya temukan, sdh saya tuangkan di milis. Nanti saya mau cerita lg soal Pak Yahya, yg br saya temukan atas bantuan Ibu Rosi. Benar kata Pak Bambang, Pak Dar sendiri semalam bilang ke saya, dia kurusan, cape katanya. Tp mau bagaimana, anak2 msh kecil2, msh perlu biaya. Tadi Eddy mengusulkan mau menyumbang ke guru2, terutama utk Pak Dar yg mungkin sangat membutuhkan melebihi guru2 lainnya. Saya jg merasa sedih, walaupun obrolan kita semalam penuh canda, tp fakta nya tetap 'bleak'. Pak Dar itu guru yg luar biasa memory nya, dia tanya nama tengah saya siapa? Saya sebutkan, langsung dia tahu, kira2 saya itu yg mana. Tdk heran dia jd guru sejarah. Saya jg prihatin dgn keadaan Pak Zega, yg katanya kena stroke sampai 5 kali, skrg omongpun tdk bisa, bgt menurut cerita Pak Dar & Pak Urip. Apa Pak Bambang dpt mencarikan alamat Pak Zega? Barangkali kita msh bisa berkirim surat dgn beliau. Kembali ke Pak Dar, dia bilang terima kasih berulang-ulang ke saya krn saya msh mengingatnya, itu bikin saya sedih bukan main. Bagaimana kita bisa melupakan Pak Dar? Saya bilang padanya, pernah menjadi anak didiknya adalah suatu kehormatan utk saya. Pak Yahya pun mungkin skrg dlm keadaan tdk sehat, spt nya itu kesimpulan saya, membaca dr balasan sms nya. Ina

FOTO-FOTO DARI IBNU HAJAR LUBIS Beng, Ini kenang2an dengan pak Slamet Iman Santoso tapi saya lupa waktu dimana ini ya? Disitu yang berdiri dari kiri kekanan ada saya (Ibnu),Aziz,Maudy,Wisma (yg baru jadi Prof.) pak Slamet, Kim Kwie, Fatma, Asikin, Tjoen Hian dan pak Kanda. Yang duduk didepan tentu semua kenal kan,kang Hanna Djumhana dan alm. Sukiyat.

Ini adalah Bintarto Irsan (Ibing),Maudy dan gue. Inilagi tentir mau tentamen Psi.Umum dari Ibu Saparinah Sadli.


Ini adalah angkatan ’64 kecuali Nana Agus. Dari kiri Wisnubroto,Loorny Hermiati,Alm Pamugari,Nana Agus,Kim Kwie,Kiki S, Maudy Lie, Ali Djahri,Harry Victor dan Maryuniwati.Photo ini saya ambil waktu inagurasi angkatan ’64 di aula UI Jl.Salemba 4,Jakarta.

Di sini dari kiri saya (ibnu), Harry Victor, Wisnubroto dan Maryuniwati. Yang lainya saya juga lupa siapa ya. Ini di Salemba 4 waktu inagurasi.

Date: Tue, 16 May 2006 21:47:20 -0700 (PDT) From: Joe Tumenggung Dear Beng, Thank you berat lho Beng, banyak benar yang kita dapat ketahui tentang teman lama, meskipun ada yang erat ada yang kurang. Tapi pada dasarnya kita saling berhubungan satu sama lain. Ibnu sekarang ada dimana? Apa ada di JKT, SUB atau luar neg.? Beng, salam ya buat keluarga, GBU, Joe Tumenggung Date: Tuesday 14 February 2006 18:25 From: "Ibnu Hajar Lubis" Beng, Ente ada dimana sekarang? Gue lihat2 photo2 itu luaaarr biasa dimana semua bisa hadir.Pada waktu itu sebenarnya Ibing udeh telepon gue tapi sebelah rumah gue mau naik haji dan minta gue hadir karena gue ketua komplek dimana gue tinggal.Jadi dengan sangat menyesal gue bilang sama Ibing sorry Bing gue sebenarnya mau hadir tetapi krn hal itu jadi gue tidak jadi.Lain kali kalau-kalau ada rencana lagi.Terima kasih ya dan kalau ada alamat email Asther tolong kasih gue dong. Thanks, Ibnu Hadjar. Date: Wednesday 15 February 2006 12:42 From: "Ibnu Hajar Lubis" Beng, Gue sudah pension dan sekarang bantu-bantu memberi konsultasi dan kebetulan sekarang di groupnya Dharmawangsa.Tapi ini bukan Dharmawangsa rumah sakit jiwa tempat kita stage dulu waktu jamuan mahasiswa. Gilee beneeer.Adress emailnya Asther ente tahu Beng? Best regards, Ibnu Hadjar. Date: Wednesday 15 February 2006 18:54 From: "Ibnu Hajar Lubis" Beng, Ini photo gue dan nanti gue mau cari photo2 jaman kita masih di F.Psy ya.


Terima kasih ya.Lhu memang bener2 hebat tetap care kepada teman2 dan usaha ini pasti membuat network kita semakin asyik saja ya. Really completely very helpful for all of us to communicate each other. Terima kasih ya, Ibnu Hadjar. Date: Thursday 16 February 2006 09:50 From: "Ibnu Hajar Lubis" Beng, Terima kasih atas dimuatnya photo dimaksud.Sebenarnya bukan makmur Beng orang sudah pension bagaimana makmur. Seperti kata si Kiki sekarang space kita menjadi terbatas. Beng,tapi saya akan cari photo2 yang anda maksudkan yq dulu2 maupun dengan keluarga.Terima kasih ya. Regards, Ibnu Hadjar. Date: Thursday 16 February 2006 09:56 From: sarwono@.... FOTONYA IBNU KHAS, BERWAJAH "WIRASWASTA", artinya Perwira (AL) jadi Swasta (Unilever)...hahaha... Sarlito Date: Thursday 16 February 2006 13:20 From: "A.Hardy" Thanks a lot Bambang dan Ibnu buat fotonya. Berkat usaha Bambang, kita jadi bisa ikut lihat teman2 pada masa kini; dan saya juga nggak akan kenali Ibnu dalam wajah kini. Terima kasih juga untuk pemasangan foto pertemuan Irma Reuneker dengan Frans Lasut di Melbourne. Salam, anton

SMPK 3 dan LINUX Pada hari Sabtu, tanggal 11 Juni 2005, ketika diadakan Temu Kangen Alumni SMPK 3 BPK PENABUR Jakarta, angkatan tahun 1977, 1979 dan 1980 ada dipresentasikan powerpoint tentang kegiatan siswa-siswi SMPK 3 jaman dulu. Lucu-lucu sekali melihat foto-foto tsb. Maka segera penulis minta dicopykan filenya. Hanya sayang ketika mau dibuka di komputer penulis tidak bisa walaupun sudah dicoba dari versi powerpoint yang paling kuno yaitu Ms Office 98, lalu Ms Office XP bahkan sampai dengan Ms Office 2003. Karena tidak bisa dibuka maka penulis tidak berani pasang di web. Tanggal 11 February 2006, 8 (delapan) bulan kemudian, iseng-iseng buka file powerpoint tsb menggunakan program presentation yang ada di LINUX SUSE 10.0 yaitu IMPRESS. Apa yang terjadi? Aneh bin ajaib, file powerpoint yang tidak bisa dibuka oleh Office dari Microsoft kini bisa terbuka. Segera cepat-cepat export ke PDF dan kini karena berbentuk PDF maka bisa dibuka di OS Microsoft. Kemudian dicoba save as ke powerpoint versi Microsoft, barulah kini bisa dibuka dari Windowsnya Microsoft.


File ini langsung dicaputre dari Linux Suse 10.0 setelah berhasil dibuka oleh program Impress. Klik image tsb agar terlihat lebih besar. Bila butuh file dalam format PDF yang besarnya 60.066 KB, silakan klik: INI dan bila ingin file powerpoint yang sudah bisa dibuka oleh Microsoft yang besarnya 82,795 KB, silakan klik: INI

Memang SMPK 3 BPK PENABUR Jakarta yang terletak di Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat, banyak sekali menyimpan kenangan. Kisah berikut ini juga menarik untuk dibaca. (Bambang Gunawan, 12-2-2006). Subject: Kilas Balik 1977 - 1984 Date: Monday 30 January 2006 21:26 From: "cengky" Saya punya pengalaman menarik dan sampai saat ini tidak akan terlupakan....tahun 1977 saya sekolah di SMPK III Diponegoro........ Ibu Lydia Halim : Kepala Sekolah yang sangat di 'takut'i......tahun 1980/1981 kelas 3 kalau tidak salah karena ada penambahan 6 bulan peraturan semester Desember ke Juni......Saya di Kelas 3 A dengan wali kelas Ibu Dina (apa kabarnya?) yang 'hopeng' banget dengan Ibu Lydia H, saya tahu karena sering menginap di rumah Ibu Lydia H di jalan Duyung yang tidak terlalu jauh dengan rumah saya dan saya 1 gereja dengan beliau di GKI Layur. Bulannya apa saya sudah lupa, saya dan teman2 saya mempunyai niat jahil untuk guru2 yang tidak kami sukai dengan memberikan beberapa tetes minyak angin di bangku guru supaya bilamana mengajar bakal tidak kerasan.......termasuk Bpk.Bachrudin guru sejarah........kejadian tersebut terus berulang sekitar 1-2 minggu sampai seorang guru mungkin melapor kepada ibu Lydia dan kami diultimatum 1 kelas untuk mengaku siapa yang biang keladinya........Saya dan 2 orang kawan saya maju sebagai 'pahlawan' kesiangan.....karena kami mikir bahwa hukumannya mungkin hanya omelan atau paling apes 'jewer' kuping.......tapi tidak tahunya ibu Lydia membeli Minyak angin yang botolnya paling besar dan di ruang guru kami bertiga dituangkan bergantian sampai habis isi minyak angin tersebut.........panas sekali rasanya badan ini.........menyesal juga kita jadi 'pahlawan' sekelas......... Sesudah itu kami kembali kekelas dan teman2 sekelas membantu kami untuk mengganti baju dan membersihkan sekujur badan kami...... Tapi kami tidak dendam tapi merupakan kejadian yang tetap 'lucu'........sampai sekarang......Karena ibu Lydia H saya anggap bukan hanya sebagai KepSek saja tapi sebagai ibu saya sendiri karena membimbing saya secara profesional maupun secara pribadi di kala beliau tahu akan persoalan pribadi saya pada waktu itu...... Ibu Dina: Saya selalu merindukannya..........beliau sempat mengajurkan saya untuk


melanjutkan ke SMAK 3 karena nilai saya cukup tetapi saya tetap ngotot untuk ke SMAK 2 karena saya ingin jurusan IPA dan takut tentang cerita Ibu Naomi T............... Ibu Sally Suherman: Wali Kelas saya sewaktu kelas 1 di SMPK III Diponegoro, tanpa beliau mungkin saya tidak pernah sampai di kelas 2 karena sering bolos dan tertolong dengan perpanjangan waktu 6 bulan perubahan peraturan pemrintah..........(Mohon e-mail beliau) Tahun 1981 saya SMAK 2 Gunung Sahari......... Bapak Januar......... Menjewer kuping saya pada saat istirahat karena beliau sidak kekantin yang saya sedang seorang diri merokok (yg lain sudah membuang krn sudah tahu)............Ha....ha......ha.. saya tahu beliau sayang saya karena di saat pesta perpisahan IPA di Putri Duyung beliau selalu minta ditemani di mejanya dengan P.Gouw...... Salam untuk semuanya......guru-guruku dari tahun 1977 s/d 1984 di SMPK 3 dan SMAK 2, saya selalu merindukannya karena saya sekarang ini karena mereka.....dan bagaimana kabar BrassBand Penabur?Pramuka SMP K 3 dengan Gudep 333/334....pioner pramuka Penabur tahun 1977 dengan ibu Dedeh & Ka.Yulius?????Tahun 1982 BPK Penabur sudah ikut serta di Jambore Daerah dan Jambore Nasional...............Surachman Rachman (Cengky)

KOMENTAR Date: Saturday 04 February 2006 03:02 From: Anne Lies Ranti Salam, Seru baca kisah Cengky dengan para guru. Kita saja (yang kenal) bisa senang membacanya, apalagi para guru yang berperan itu. Sebagai mantan guru saya juga senang kalau dengar mereka yang dulu kita didik bercerita bagaimana "aktivitas" pada masa itu. Karena itu memang kita ingin mereka itu bisa mendapatkan kisahkisah itu. Entah tercapai atau tidak keinginan untuk bisa menjangkau mereka melalui jalur internet. Hayo, siapa yang mau mensukseskannya? GBU, Anne L.Ranti Date: Monday 06 February 2006 17:42 From: "Uripto Widjaja" <uwidjaja@galva.co.id Dear all, Aku setuju usul dari Anne, karena aku pun senang baca tulisan seperti yg dituls Cengki, aku tunggu tulisan2 lain. God Bless us all. Syalom, Uwidjaja.

FOTO DARI SARLITO


Date: Friday 10 February 2006 10:10 From: sarwono Beng, Isa dan Anton kirim foto masing-masing ke email pribadi saya (mungkin ke yang lain juga). Isa minta foto-foto terbaru saya untuk update wajah kriminal yang sudah 45 tahun gak ketemu. Tapi saya pikir bagusnya saya kirim saja ke anda buat di upload di website, biar banyak yang bisa lihat. Saya akan kirim dalam 3 email: Gambar 1. Wajahku dipotret sekitar seminggu yang lalu. Beda kan? (BG: Foto bisa diklik agar terlihat lebih besar).

Date: Friday 10 February 2006 10:12 From: sarwono Ini saya main band. Nama band-nya The Professors Band, karena anggotanya semuanya adalah dosen dan professor UI. Saya main saxophone. Di sebelah kanan, penyanyi yang cantik itu adalah anak saya Astrid Novianti, SPsi, MSc, psikolog, yang waktu itu juga dosen di FPsi UI (sekarang sudah check out dari UI, karena dapat job yang lebih gede gajinya hahaha.) Foto keluargaku waktu ziarah ke makam ayahku lebaran yang lalu: dari kiri ke kanan: Untung Saryanto (grafis disainer, dosen di Politeknik Jakarta jurusan Grafika), Astrid Novianti, MSc, psikolog (alumni FPsi UI, dan Universitas Groningen Belanda, dulu pernah jadi dosen FPsi, tetapi sekarang kerja di Biro Penelitian di Jakarta), Dimas Aditya, SH (bungsu, alumni FH UI, sekarang kerja di sebuah bank Korea di Jakarta), duduk: Pripit, isteriku yang masih cantik aja (semua masih pada kenal kan?).


Saya dan cucu saya, 6 tahun (anaknya Astrid)

ISA ISMAIL, 1962 FPsiUI From: Yohan Sumaiku Date: 01 Jun 2004 15:13:09 -0400 Pak Isa dan Pak Bambang yth.: Berikut ini saya kirimkan tiga buah foto ketika kita selesai lunch di Holiday Inn. Senang sekali ngobrol-ngobrol dengan Pak Isa, mudah-mudahan dilain waktu kita bisa jumpa lagi. Pak Bambang, foto-foto ini dibuat setelah selesai wawancara "Salam VOA" untuk JTV. Pak Isa mengundang saya makan siang direstoran didalam hotel Holiday Inn tempat saya bermalam. Kebetulan hari itu adalah hari besar liburan "Memorial Day" (kalo tak salah, sama dengan hari Veteran deh), jadi ada balon-balon plastik pakai bintang merah biru. Sekian dahulu dan salam sejahtera, Yohan Sumaiku

Yohan Sumaiku dan Isa Ismail, wartawan VOA, teman lama Bambang Gunawan.


Kiri: Isa Ismail tahun 2004, kanan: Isa Ismail tahun 1985

Balon-balon plastik pakai bintang merah biru "Memorial Day"

1995 BERKAT INTERNET, SETELAH 30 TAHUN KETEMU TEMAN LAMA Ketika pertama kali diperkenalkan Internet oleh Pdt. Dr. Robby Chandra, ada informasi yang disampaikannya ialah berkat Internet kita bisa bertemu teman lama. Hal ini ternyata terjadi juga dengan penulis, bahkan tidak tangung-tangung teman yang tidak pernah jumpa setelah lebih dari 30 tahun. Ketika buka electronic mail pada tgl. 21 Oktober 1995, tiba-tiba terbaca surat sbb: "Hallo bung Gunawan! Saya lihat nama Anda dalam daftar alumni Kanisius. Mungkin kita pernah kenal? Saya tamatan tahun 1962 dari SMA bagian A. Anda dari bagian apa? Apakah Anda tahu kalau ada kawan-kawan lain dari angkatan 62/63 yang masih hidup dan bisa dihubungi? Saya sekarang tinggal di Washington. Dulu saya bekerja sebagai koresponden berbagai kantor berita asing di Jakarta. Salam, Isa (iismail@VOA.GOV, isa@eap.VOA.GOV)". Wah, kaget juga dapat surat dari Washington, Amerika Serikat, rasanya selama ini nggak punya teman tinggal di sana. Dengan penuh rasa ingin tahu yang besar segera surat tersebut dijawab. Esok hari, tgl. 22 Oktober 1995 diperoleh elektronic mail lagi sbb: "Bung Gunawan, terima


kasih atas jawaban Anda yang datang cepat ke layar saya. Saya sudah tinggal di Washington selama 10 tahun terakhir ini, dan bekerja pada radio Suara Amerika. Sebelum itu saya di Boston. Jadi kalau Anda mau dengar suara saya, silahkan setel radio Anda tiap hari jam 6:30 sampai 7:30 sore wib. Lucu juga, ya. Sebab saya dulu sekolah di Fak. Psikologi. Saya kenal Arif Budiman, yang satu tingkat lebih tua dari saya di Fak. Psikologi. Dia sekarang sedang di Australia, bersama rekannya George Aditjondro, yang sedang dimusuhin oleh para jenderal. Saya yakin Anda kenal Nana Agus-Mahdi, pembantu dekan urusan entah-apa di Fakultas Psikologi?. Dr Indrajaya itu nama dulunya siapa......? Bukankah dia anaknya dr Inyo Beng Liong yang dulu tinggal di Tanah Abang 2? Saya kira saya masih ingat wajah Anda; coba sih tolong kirimkan fotomu untuk menyegarkan ingatan saya. Alamat saya: ISA ISMAIL, 5512 FISKE PLACE, ALEXANDRIA, VA 22312, USA. Sampai e-mail berikutnya! Isa" Wah, jadi malu rasanya karena dia bilang: "Saya kira saya masih ingat wajah Anda", setelah lebih dari 30 tahun tidak pernah bertemu. Rasa penasaran dan ingin tahu begitu menggebu-gebu maka segera kirim elektronic mail ke Arief Budiman di Australia untuk menanyakan tentang Isa Ismail tersebut. Tgl. 23 Oktober 1995 masuk jawaban dari Arief Budiman sbb: "Isa Ismail dulu anak Kanisius, kemudian masuk Psikologi. Kalau tidak salah tidak tamat. Orangnya tinggi, kurus dan putih. Rambutnya pendek, hampir botak. Tingkah lakunya aneh, tapi cukup pintar. Karena tidak lama di F.Psi. mungkin Anda lupa dengan dia. Dia kemudian jadi wartawan untuk kantor berita asing di Jakarta. Itu saja yang bisa saya katakan. Arief Budiman." Setelah mendapatkan penjelasan dari Arief Budiman seperti tersebut di atas segera kirim elektronic mail kepada Isa Ismail sbb: "Bung Isa yang baik, Saya sudah siapkan foto saya, kalau pakai file BMP besarnya 112.406 byte tetapi kalau pakai JPG besarnya jadi 205.339 byte. Mau pilih yang mana? Dari Arief Budiman saya sudah dapat kabar bahwa dia masih ingat Anda. Terus terang saya sendiri sudah lupa wajah Anda. Tolong juga kirimkan foto Anda dong, via Internet saja sebab kalau via kantor pos itu namanya sudah balik ke cara kuno lagi. Tidak canggih. Mohon kabar!". Sayang, elektronic mail yang diperoleh dari Isa Ismail berbunyi sbb: "Bung Bambang, wah, giliran saya yang jadi malu, nih. Komputer yang saya pakai, khusus untuk pengolah kata doang, jadi saya kira tidak bisa dipakai untuk kirim foto. Kirim deh potretnya pakai pos udara saja. Saya juga akan kirim dengan cara sama, ya, kirakira 8/9 hari sampai kalau Anda kirim sekarang. Salam, Isa" Demikianlah sebuah kisah dari anak manusia di dunia ini yang sudah tidak pernah bertemu lebih dari 30 tahun tetapi berkat Internet bisa bertemu kembali. Tetapi sayang menurut kabar angin, pihak yang berwajib kabarnya lagi siap-siap untuk menyensor internet traffic yang masuk ke Indonesia, dan sekaligus mengenakan semacam kontribusi untuk para pengguna internet. Bahkan kabarnya juga ada yang mengusulkan agar parabola dilarang dipasang di rumah-rumah. Kalau demikian, alangkah sedihnya hidup ini? Tgl. 30 Oktober 1995, Bambang Gunawan


FOTO DARI FRANS LASUT

Hello guys, Saya jadi bongkar kumpulan photo-photo ku yang tempo doeloe. Saya ketemu dua buah, satu Irma Tan dan satu lagi diwaktu mapram tetapi nama mereka aku udah lupa. Udah makan gingko biloba tetapi otak ku tetap buntu. Kalau ada yang kenal mereka kasih tahu saya yah. Yang pakai pakaian militer itu saya.

Yang pakai kemeja kotak-kotak adalah saya, istri saya dan teman kami. Regards, FJL


Frans Lasut dengan Irma Pane di Olinda in the Dandenong mountains, makan Ausie Pie. Pie semacam pastry dengan isi daging yang sudah digiling halus. Jadi dagingnya lembek sekali seperti bubur. Ada yang tidak suka makan daging giling yang seperti bubur. Ada pie daging buaya, liver dsb. Tetapi Ausie Pies di Jepang mulai terkenal sekali. Date: Saturday 04 February 2006 01:58 From: Tien Sada Hello everyone, Wouldn't it be nice kalau kita alumni2 yang di USA & Canada bisa ber-sama2 berkunjung ke Indonesia, lalu reunian ber-sama2. Toch umumnya kita either sudah pensiunan atau semi retired. Kiki, kamu tahun ini atau tahun depan pensiunannya? How about you Trees? Aster is retired, so am I (semi-retired). Irma (Pane), I hope you have a good time at the wedding in Melbourne. Ingat engga Irm, waktu tahun 1990 kita reuni kumpul2 dirumah si Pam (bless her soul, I'm still sad about her passing), we teased you that you dyed your hair grey while we all still have our natural hair color... haha.. Padahal kita yang genit2 nge-tjat rambut kecuali anda sendiri who looks great in grey hair. Tahun 1995 kita kumpul2 lagi di Ancol, at the vacation home of Ibing, mungkin Irma tidak datang ya? Waktu itu ada Maudy Lie dari Australia, do you get in touch with her? Kalau ketemu Frans Lasut salam ya, dia kan menikah dengan Lessie bukan? Sama2 PMKRI Kebayoran. Frans orangnya baik betul. Hi Elly, saya sih masih ingat dengan kamu, saya bilang sama Leny: "Elly, dulu namanya Elly Jahya, satu tingkat diatas saya, hitam2 manis sekali..". You look the same, tidak berubah sama sekali. Saya tidak ingat banyak tentang Elly menikah dengan oomnya Sylvia Nainggolan. My best regards to Sylvia if you meet or talk to them, haven't seen them since I left for USA in 1972. Anton, of course I remember you, dukati merah... Irma Tan menikah dg. Dr. Hanafi Bintarto (dulu dr. Tjiong Han Bin), rasanya belum lama dia pacar2an dengan Han Bin itu. Sayapun sudah lama tidak berhubungan dengan dia, terachir ngomong pertelpon tahun 1995, barangkali. I am still getting in touch with Yanti Sugarda, kalau ke Indonesia selalu sempat ketemua dia. I miss Murni, she is the lady we called the barometer kesabaran. How time flies, tahu2 40 tahun telah berlalu.


Date: Saturday 04 February 2006 22:16 From: Lenygan Hi Tien, Received your e-mail.with thanks You know, I was also thinking...it would be so nice if this re-union ( Fak. Psy ) could be realized...tentu di Indonesia..di Jakarta or Depok.. Wah, pasti saya mau ikut deh. Saya sudah retired anyway sejak July1 /05 dan suami saya John akan join the retiree's club soon..jadi tidal ada masalah untuk jalan2/ reuni dll ...yang penting ialah bisa mempertahankan kesehatan kita semua..bisa jalan2 selama bisa ayun2 kaki.. May be we all can work on this plan.... Dan tentu dari sekarang mesti simpan2 uang nih, habis sudah pensiun...no employment income anymore... I would love to see all of you. Dulu masih sempat ke Depok ada 2 kali ..bertemu dengan Ilse, di Bag. Experiment dan sempat kunjungi pula Bag. Anak/ Clinis/Perusahaan. Kalau tidak salah, last year or 2 years ago , Sarlito berkunjung ke Toronto, saya sempat menemuinya di Konsulat Indonesia..ada session Psy dan sempat lihat ia menari poco2 lagi. Saya masih sempat memperlihatkan foto2 tua ketika kuliah di Fak.Psy Ada foto ketika kami semua lulus Psy 1067 dan saya masih punya foto2 ketika tingkat saya participate workshop dari Pak Yap Kie Hien dirumah Sarlito di Bogor...sungguh kenangan manis...Kami berterima kasih kepada orang tua Sarlito yang bersedia menampung kami semua.. Teringat pula bahwa Arif dan Leila juga pernah mampir dirumah kami, tahun 1974/1975, waktu itu tinggal di Galena Crs.-Mississauga, Ontario. Juga Ny. Sie Pek Giok mampir dirumah ini. Beberapa tahun setelah itu, Pak Singgih mampir dirumah kami yang kedua: Council Ring Road..saya pula undang Kiki dan Bob Barnabas waktu itu. Tahun 2003, Juni kami ke Jakarta untuk kunyungi Ibu John di Jakarta ( sekarang telah meninggal dunia ) dan kami sempat makan lunch sama2 Bapak Pekert dan Angela, Ilse dan Mbah Mimi di Plaza Kelapa Gading ( kalau enggak salah ) Karena tidak sempat dapat ride ke Depok, maka tahun itu tidak sempat mampir di Fak. Psy By the way, saya ada terima 2 atau 3 kali undangan dari Lieke Waluyo untuk ikuti seminar di Jakarta....wah kalau ada sayap sih, bisa terbang langsung untuk participasi disana. Nah, folks, sekian dulu Salam hangat dari Leny.Date: Monday 06 February 2006 08:03 From: Arief Budiman Dear Frans & Janny, Saya ikuti kiriman anda tentang pertemuan Psy UI. Meski banyak yang sudah tidak kenal (mereka angkatan muda), tetap saja terasa "home sick" ya. Ingat jaman dulu waktu muda (meski sekarang tetap ngaku muda juga). Kalau ada berita2 seperti itu lagi, tolong kirim ke kami berdua. Salam kepada si Bambang. Dia adalah orang yang paling cekatan yang membuat banyak hal yang mustahil bisa terlaksana. Rupanya sampai sekarang dia belum


berubah. Selalu bekerja tanpa menonjolkan diri. Persis kayak malaikat, ya. Sementara sekian dulu. Arief Date: Thursday 09 February 2006 20:23 From: "Uripto Widjaja" Dear Bambang, Memang kan saya selalu katakan bahwa Bambang itu adalah mahluk langkah, perlu diawetkan! Kita patut bersyukur jika kita bisa berguna untuk siapapun sampai ..............! Setuju kan? Syalom Uwidjaja. Date: Thursday 09 February 2006 22:21 From: Anne Lies Ranti Bang, Malaikat seharusnya tidak pensiun, tapi kenyataan Anda memang demikian tidak pensiun dari urusan membantu orang lain. GBU, Anne. Date: Friday 10 February 2006 07:20 From: "Andre Matondang" Setuju! Bahwa yang namanya Bambang Gunawan adalah sangat berguna dan merupakan makhluk yang sangat sangat langka di dunia ini. Bahkan mencari fosil lebih mudah dari pada Bambang milik kita bersama yang satu ini. Andre Date: Monday 06 February 2006 23:51 From: Isa Ismail hallo bung gunawan: wah, terima kasih untuk pajangan fotonya bersama frans. sudah lama kita tidak ngobrol. saya masih di washington sono, cuap-cuap tiap hari. tapi belakangan ini saya prihatin karena pemerintah inmdonesia agaknya mulai lagi menjalankan sensor pers dengan PP yang melarang radio dan tv lokal me-relay langsung siaran warta berita dari radio luar negeri. apa ini bukan langkah mundur? isa Date: Tuesday 07 February 2006 00:23 From: asutandi Hi Bambang, Saja terachir bertemu Arief, Leila dan anak anaknja di Boston, Massachusetts. Kira kira tahun 1975 waktu kita tinggal di Boston. Sudah lama djuga. Hari ini Rudy Lie (pater Lie) HUT ke 70. Kita disini semua kirim kartu, sewaktu Christmas dapat secret note dari isterinja supaja kita semua surprise Rudy dengan kartu hut ke 70.(February tanggal 7). Mungkin kita bisa email selamat HUT via Penabur Apa kabarnja Ibnu Hadjar, tahun 1994 saja pernah ketemu di Jakarta dengan Ibnu, waktu itu kalau tidak salah dia bekerdja di Unilever. Masih banjak sebenarnja teman teman jang belum join Penabur, a.l. Herman Hidajat, Henk, Joseph Tumenggung, Roy,Wisnu, Rully, Murni, Ketjik Saja sekarang tidak dirumah. Nanti kalau kembali saja mau tjari photo photo lama sewaktu di FPsy dan MAPALA. Talk to you later, asther

FOTO DARI TIEN SADA


Dear Beng, Apa kabar? Semoga baik2 saja. Pada hari pertama Tahun Baru ini, January 1, 2006, Kiki dan suaminya Raymond, Bob dan istrinya Els, saya dan suami Rudy berkunjung kerumah Leny Gan (suami: John Gan). Leny masak special untuk kita semua, makanan Indonesia rupa2, enak2 sekali. Menu utama lontong cap gomeh, lebih enak daripada yang di Jakarta, haha.. We all had a great time, ngobrol ngalor ngidul, just like waktu dulu masa kuliah di Diponegoro 52, lupa kalau sekarang kita sudah nenek2 dan kakek2. Bersama ini saya lampirkan photo kami berempat.

Dari kiri kekanan: Leny Gan (aka Leny Tan, dia kalau tidak salah 2 tingkat diatas Kiki), Tien Sada, Bob Barnabas (aka Bob Lie, dia entah berapa tingkat diatas Kiki, pokoknya very senior dah), Kiki Tamkei. Saya juga ada photo2 lama waktu di Psychologi dulu, nanti kalau ketemu saya akan scan dan kirimkan ke kamu juga.


Salam untuk Beng sekeluarga dan teman2 Psychologi. ~ tien ~ DARI LENY GAN (LENY TAN, LELIANI CHANDRA) Hello Beng, Terima kasih untuk e-mail yang saya telah terima.. Memang saya tidak bisa access sebelumnya. Saya masih ingat sama anda....masih bisa bayangkan rupa anda lho Saya satu lichting sama Hok Djien ( Arif Budiman), Sarlito Wirawan, Leila Chaerani, Hetty Ang, Swanny Tan. Mathilda Tjioe Saya assistant di bagian Anak2, dibawah Dra. Sie Pek Giok lalu dibawah asuhan pak Singgih Gunarsa.bekerja sama2 dengan Lola, Aci, Mbah Mimi. Berangkat ke Toronto bulan Juni 1970 dan menikah di Torornto. Ny. Sie Pek Giok / Pak Singgih masih sempat kunjungi kami di Torornto, lupa tahun berapa. ( em,em.. sudah jadi senior citizen nih , kena symptom AAMI..( Age Associated Memory Impairment ) ..biar deh asal still young at heart, dan masih bisa line-dancing hampir setiap minggu dan main mahjong sama teman2 disini.) Saya satu tahun dibawah si Leng Tjoen, Ilse, Imelda Tjiam Ay Hwa, Angela Pekerti Wah, saya senang sekali bisa ada hubungan lagi dengan Fak. Psy Beberapa tahun yang lalu, masih sempat pergi ke Depok untuk kunjungi Fak Psy dan bertemu dengan Ny. Munandar, A-Hoe ,Sarlito, Lola. Saya selalu hubungan dengan Tien / Rudy dan senang dapat berita2 dari Fak. Psy. Sekian dulu deh, salam kepada Beng dan kelurga serta tolong kirim salam kepada teman2 di Fak. Psychologi. Leny Gan ( aka Leny Tan, aka Leliani Chandra ) DARI ELLY HUTABARAT Beng, Thanks. Walaupun saya tidak dapat hadir pada waktu Dies, berkat keahlian dan usaha anda, saya dapat menikmati foto teman2 dan dosen2 kita di hari senja ini. Aku kagum atas konsistensi anda untuk memelihara persahabatan kita melalui website. Jangan bosan ya Beng. Kalau anda mogok, kita akan kehilangan jejak dimana dan bagaimana keadaan teman2 kita. Teman2, saya Elly Yahya jadi Elly Hutabarat karena di "curi" orang Tapanuli (pamannya Sylvia Nainggolan) yang sekarang sudah tiada. Anak saya 3 laki2, satu dipanggil Tuhan 9 tahun yang lalu. Yang dua sudah bekerja semua, keduanya di bidang bisnis. Saya masuk di FPsy tahun 1963 tetapi tidak sampai menyelesaikan kuliah karena menikah dan sibuk melahirkan serta dilanjutkan dengan membesarkan anak2. Saya masih bekerja sampai sekarang (61 tahun) tapi tidak terlalu giat seperti dulu. Siap2 membiasakan dan melatih diri mengisi waktu kalau dirumah seharian, walau sampai hari ini belum niat pensiun. Bulan Desember yang lalu saya beruntung mendapat kesempatan untuk ketempatan reuni kecil teman2 angkatan 62 sampai 65. Senangnya bukan main jumpa teman2 yang sebagian besar sudah 40 tahun tidak jumpa. Bagi Leny, Tien, Bob dan Kiki kalau kebetulan "pulang kampung" tolong beri kabar. Siapa tahu kita bisa organize sesuatu. Begitu juga teman2 yang tidak tinggal


di Indonesia. Salam, Elly DARI ANTON HARDY (ANTON GHO) Halo Bambang dan teman2 semuanya, Terima kasih bisa ikutan lihat foto Leny, Tien, Bob dan Kiki. Leny, dari kembang Sepatu, yang sudah lama nggak ketemu, walau tinggal di negara yang sama, tapi jauhnya melebihi jarak Jakarta ke Hongkong :--( Tien, dan Kiki, memang nggak berubah....nggak bisa dipanggil oma dong....masih begitu muda. Maaf, saya rasa Bob bukan Bob Oey dari Sukabumi kan? (BG: Bob Barnabas dan Bob Oey memang beda. Bob Oey tinggal di Jakarta dan sempat hadir waktu reuni di rumah Elly Yahya) Memang suatu idee cemerlang dari Bambang buat adakan web-site sehingga semua teman FPsy masih bisa saling "ketemu" saling kontak, walau sebagian hanya melalui web. Thanks a lot Bambang. Bagi yang mungkin lupa, saking lamo indak basuo....saya Anton Hardy, d/h Anton Gho dan kena Sing2 elat elot ikan asin sambel kolot......th.1963, dengan Elly sebagai Jendril & Aldo sebagai Jendral. Kenangan manis di Mapram FPsy. :-) Sejak th.1990 tinggal di Vancouver-BC, Canada Senang juga kalau bisa ketemu teman2 lainnya lagi seperti Elly, Bambang dll. tapi belum tau kapan bisa ke Jkt. lagi. Bila ada teman yang akan ke Vancouver, untuk liburan, bisnis dll. silahkan mampir, atau kalau perlu penjemputan/penginapan seadanya, silahkan e-mail ke saya. Salam hangat pada teman2 semuanya, anton DARI TIEN YANG NGOMEL Wah gimana sih kamu Beng, mau ngikutin saya yang lupa melulu, sudah pikun ya? Masa balas email tapi tidak ada email addr. saya, Leny kasih tahu saya bahwa ada email dari Bambang, lalu saya minta dia forward jawabannya kalau itu email adalah group letter. Nah dia forwarded ke saya ini, saya lihat nama saya tidak ada di kolam recipient itu. Waktu kumpul2 itu saya bilang kita mesti bikin photo nih, supaya photonya bisa dipost di ruangan "reuni di internet" di website anda. Sebetulnya Asther, Trees, Kiki, Leny, Bob dan saya ada rencana mau reuni kecil2an, antara teman2 yang di USA & Canada. Sudah mulai rencana entah beberapa tahun yang lalu, tapi tidak kejadian2, maklum pada bawel2, yang satu tidak bisa, yang satu lagi ada urusan.... But one of these days, we will. haha.... Sekian dulu ya, sampai lain kali... Date: Wednesday 01 February 2006 05:46 From: Sarlito Bob Barnabas (kalau gak salah d/h Bob Barnabas Lie Tek Hoat?) kok masih nampak seperti dulu, cuma lebih gagah (mature?) sarlito


IRWAN HADI MEMPERPANJANG KEMBALI DOMAIN PENABUR.ORG Ada pepata berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Bagi saya, Irwan Hadi adalah pahlawan dalam bidang IT bagi BPK PENABUR karena banyak jasanya tanpa diminta. Awal Desember 2005, Dahliani, staf e-learning Sistek BPK PENABUR Jakarta, dari Belanda melaporkan bahwa tidak berhasil kirim e-mail kepada saya melalui alamat bg@penabur.org Tetapi herannya beberapa hari kemudian dan seterusnya, e-mail bg@penabur.org balik normal kembali. Kebetulan? Ternyata tidak, karena pada Januari 2006 ketika diperiksa pada alamat: http://www.gkg.net/whois/ terbukti Irwan Hadi tanpa diminta telah memperpanjang kembali domain penabur.org Segera dikirimkan e-mail ucapan terima kasih atas usaha dan sumbangan ini yang sudah dilakukan terus menerus sejak tahun 2000 dan inilah jawabannya: â&#x20AC;&#x153;Samasama Pak Bambang. Saya semenjak lulus dari USU sekarang nggak gitu aktif di mailing list/internet. Sekarang lebih banyak jadi pasif reader. Anyway, sekarang saya kerja di Envirocare, sebagai system Engineer untuk design + implement IT infrastructurenya mereka. Rencana sih pelan pelan ingin jadi embedded programmer/designer (contoh firmware untuk Cisco Router, Switch), atau jadi Linux driver programmer. Untuk bidang IT kan kalau projeknya sudah beres ya sudah nggak ada kerjaan. Terus tahun ini berarti sudah 6 tahun saya di US non-stop tanpa pulang ke Indo. Nggak gitu rindu sih, soalnya tiap hari bisa tahu situasi di Jakarta, dsb. melalui detik.com, kompas.com, suarapembaruan.com. Lagipula nggak semudah itu untuk ninggalin kerjaan selama beberapa minggu non-stop, terutama kalau ada server yang mengalami masalah. Kantor sih tidak memaksakan seperti itu, tapi sayanya saja yang kurang sreg untuk ninggalin kantor selama beberapa minggu. Saya kerja sampai berjam jam itu sebetulnya bukan kerja pontang panting. Tapi lebih ke duduk-duduk cari informasi baru, baca perkembangan baru, baca buku, dsb. Untuk setup Linux / Windows server sebagai Web server, dsb. itu sih selesai dalam < 2 jam. Setup mail server + configurenya paling cuman 10 menit.â&#x20AC;? Apa saja jasa yang telah disumbangkan oleh Irwan Hadi kepada BPK PENABUR? 1. Tahun 1997, Irwan Hadi ketika masih siswa SMAK 3 BPK PENABUR Jakarta menulis artikel yang dimuat dalam majalah Berita PENABUR Jakarta tentang: PEMASANGAN INTERNET DI SEKOLAH 2. Tanggal 1 Februari 2000, Irwan Hadi ketika menjadi mahasiswa UNIKA ATMAJAYA menganjurkan meninjau internet ATMAJAYA, baca laporan MELIHAT INTERNET ATMA JAYA


3. Tanggal 23 Maret 2000 Irwan Hadi setiap hari membantu setup server sebagai web server dan mail server dan pada tanggal 7 April 2000 program e-mail sudah dapat difungsikan kemudian sampai tahun 2004 terus menerus Irwan Hadi maintain jarak jauh ketika menjadi mahasiswa di Utah State University. Baca laporan: SERVER BARU BPK PENABUR JAKARTA 4. Sejak 7 Desember 2000 hingga 7 Desember 2006 Irwan Hadi menyumbangkan domain penabur.org Baca laporan: DOMAIN PENABUR.ORG 5. Tahun 2001, Irwan Hadi memperjuangkan agar SMKK 2 (STMK) bisa beli BUKU CCNA dengan harga murah. Baca laporan BUKU TODD LAMMLE, harga resmi buku CCNA, Cisco Certified Network Associate, Study Guide by Todd Lammle adalah U.S. $49.99. Khusus untuk BPK PENABUR hanya: US$18.50 6. Irwan Hadi punya gagasan yang luar biasa yang dinamakan PENABURNET. Hanya sayang karena tidak mendapat dukungan dari banyak pihak maka kini hanya tinggal impian saja. Baca laporan WELCOME TO GAGASAN PENABUR-NET 7. Masih banyak gagasan dari Irwah Hadi yang disumbangkan kepada BPK PENABUR, yaitu: DESAIN KOMPLEKS TANJUNG DUREN DESAIN LAB. KOMPUTER IDEAL DESAIN NETWORK SMUK 3 MAIN SWITCH MAIN DISTRIBUTIONS SEGITIGA EMAS PENDIDIKAN-NET Kalau melihat kepada PRESTASI IRWAN HADI, Puji Tuhan bahwa BPK PENABUR memiliki alumni yang luar biasa. Semoga tulisan ini dapat menjadi teladan bagi generasi muda di lingkungan BPK PENABUR. Bambang Gunawan, 29 Januari 2006

FOTO LUAR NEGERI From: tikky@bpkpenabur.or.id Date: Fri, January 6, 2006 11:01 am Hallo pak Bambang, berikut saya kirimkan foto luar negeri yang pernah saya janjikan itu, selamat menikmati.


Foto di atas dibuat oleh Pak Tikky dari BPK PENABUR Sukabumi. Bagaimana komentar dari Pak Yohan Sumaiku yang tinggal di Golden, Colorado, USA? YS: Saya sudah tahu kalau Pak Bambang dari dahulu juga selalu humble dan modest. Memang betul di luar negeri, tetapi nggak mau ngaku. Tolong deh Pak Bambang dikasih tahu saja dimana ini? Setahu saya sih ini adanya di Disney Land Los Angeles. Mungkin Pak Bambang lagi jalan-jalan sendirian nggak mau ketahuan ibu dirumah. salam, Yohan Kini, bagaimana komentar dari Sir Teguh yang karena pindah ke Bandung maka lebih cocok dipanggil Kang Teguh. From: "Teguh Santoso" Sent: Sunday, January 08, 2006 8:32 AM TEGUH: Waduh, enaknya! ;) Agak2 mirip apartment Green Hill di Singapore, tempat oom saya tinggal. Tetapi kata pak Yohan di L.A.? Acara apa neh, pak BG? He he ... none of my business, yah? Kemudian kepada Kang Teguh dikirimkan foto di bawah ini dan bagaimana komentarnya?

From: "Teguh Santoso" <uget1st@bpkpenabur.or.id> Sent: Monday, January 09, 2006 2:34 PM


Waduh, mesra oooy dg. bu Nita, he he ... Memang mestinya dari dulu gitu, pak, jalan2 sambil mengenang honeymoon dulu yang gak ke L.N. ;) Luar biasa jadi tidak salah kalau Pak Tikky menuliskan komentar dengan tema FOTO LUAR NEGERI. Bambang Gunawan, 11 Januari 2006

From: "Teguh Santoso" Sent: Thursday, January 12, 2006 7:57 PM Wah, awet muda dah, apalagi pake jeans! Seperti zaman di Kanisius dulu, nge-gaul. ;)

From: "Dahliani Surya" Sent: Friday, January 13, 2006 8:23 AM wah lucu banget pak haha... emang gak keliatan seperti Jakarta sih pak. kalau saya nanti jadi tinggal disitu, saya bisa kirim foto ke teman2 di belanda pasti mereka pada iri dan pingin hidup dan kerja di Indo kali aja mereka pikir appartement di Jakarta murah nyatanya Dahliani baru 1,5 thn kerja (sampai juli 2007) sdh bisa beli appartement mewah hahaha.... From: Rosi Sent: Friday, January 13, 2006 9:47 AM He....he...., ternyata ada yang terkecoh dengan Foto Luar Negeri nya Pak Bambang. Sebenarnya Pak Bambang itu pengen juga sih keluar negeri untuk jalan-jalan ke Disney Land LA atau ke Singapore, tapi kapan yah... Ada yang mau jadi donor ??? Foto itu diambil Pak Tikky di lokasi apertemen yang ada di depan Kantor PH BPK PENABUR. From: "Rizal A. Tandrio" Sent: Tuesday, January 17, 2006 11:17 PM rat : buset dah, itu kan foto pak BG & Ibu Nita di apartemen depan UKRIDA kok pada ngak nyadar seh? hehehe .... mentang2 apartemen-nya masih baru dan ada kolam renangnya semua menduga pak BG & Ibu Nita lagi honeymoon ke luar negeri, saya mah ngak terkecoh dah, hehehe......... salam, Rizal A. Tandrio

WINXP & SUSE 10.0 SATU HARD DISK Masalah yang paling tidak enak saat ini (tahun 2006) kalau pakai programprogram Microsoft ialah kena virus. Akibatnya hard disk harus diformat ulang dan


program WinXP harus diiinstall kembali. Buang waktu dan buang tenaga. Ada komputer yang harus diformat dan diinstall ulang tiap dua bulan sekali. Jadi sangat menjengkelkan. Untuk mengatasinya beberapa tahun terakhir ini penulis selalu menggunakan dual OS (Operating Systems) dalam satu hard disk. Pengalaman apa saja yang telah diperoleh? Sebelum bisa install dual OS pada satu hard disk, digunakan 2 hard disk. Hard disk pertama khusus untuk Windows dan hard disk kedua khusus untuk LINUX. Distro yang pernah dipakai ialah Mandrake yang kemudian berubah nama menjadi Mandrika dan Redhat yang kemudian berubah nama menjadi Fedora Core. Karena berbeda hard disk tentu intallnya lebih mudah sebab jauh lebih sederhana. Beda kalau dual OS pada satu hard disk, terpaksa harus menyediakan partisi khusus untuk windows dan partisi khusus untuk LINUX. Bulan Desember 2005 Fajar Priyanto, mantan Kabag Sistek BPK PENABUR Jakarta, meminjamkan LINUX SUSE 10.0 yang terdiri dari 5 CD. Mula-mula tidak tertarik karena sudah biasa pakai FC4 (Fedora Core 4). Tetapi ketika mencoba bikin dual OS dengan FC4 cukup repot. Iseng-iseng ganti dengan Suse 10.0 dan kaget karena bisa otomatis bikin partisi khusus untuk Windows dan khusus untuk LINUX SUSE tsb. Akibatnya 4 hard disk yang dimiliki penulis semuanya sudah diinstall dual OS yaitu WinXP dan Suse 10.0. Dua berada dalam desktop Pentium 4 yaitu 40 GB dan 60 GB, dua lagi masing-masing ada di laptop (desknote ECS 20 GB dan notebook BENQ 40 GB). Bagaimana kalau komputer di lingkungan BPK PENABUR menggunakan DUAL OS? 1. Kapasitas hard disk saat ini (tahun 2006) sudah besar sekali, minimum 40 GB. Dari pada hard disk tsb lebih banyak kosong lebih baik dipasang dual OS. 2. Kalau program Windows kena virus masih ada cadangan program LINUX yang biasanya tahan virus. 3. Harga program-program LINUX jauh lebih murah dibandingkan dengan program-program Windows dari Microsoft. 4. Program Office di LINUX sudah berkembang cukup maju. 5. Untuk browsing di internet dan mengunakan e-mail lebih aman kalau pakai LINUX. 6. Microsoft School Agreement (2005-2009, USD 62.500) berlaku 5 (lima) tahun, tidak untuk selama-lamanya. Kalau ingin lebih murah 5 (lima) tahun berikutnya lebih baik belajar LINUX dari sekarang. Tentu semua ini tergantung dari warga BPK PENABUR sendiri, mau terus tergantung dan bayar terus dalam jumlah besar ke Microsoft atau mau hemat dengan pakai program-program LINUX. Untuk buat tulisan ini penulis menggunakan program Web Page Creation yang terdapat di LINUX SUSE 10.0. Bambang Gunawan, 8 Januari 2006



(2006) PDF: TULISAN BG 2006