Page 1

TULISAN BAMBANG GUNAWAN 2012 126 S/D 150 126. MESTI OPERASI KATARAK 127. EKA DAN FRIED SERTA TAN JOE TIE DAN TAN JOE NIO 128. COBA WIFI SEBELUM OPERASI KATARAK 129. POTONG KATARAK SYUKURAN JOKOWI 130. POTONG KATARAK REPOT JUGA 131. CUPLIKAN EMPAT MENIT KOTBAH PENDETA FRIDA 132. HASIL OPERASI KATARAK 133. PEMULIHAN OPERASI KATARAK 134. TETES MATA SAMPAI KE BANDUNG 135. LANSIA MESRAH JAHJA WANGSASAPUTRA 136. PERHATIAN TERHADAP OPERASI KATARAK 137. HUTANG HARUS DIBAYAR 138. DINAH TANUATMADJA PENASARAN 139. SIKAP POSITIF DI TRANSJAKARTA 140. TERIMA KASIH UNTUK APRESIASI 141. USIA 68 TAHUN PAKAI KACA MATA KEMBALI 142. KANTIN PAK DARMAWI 143. JUSNI HILWAN PUNYA 139 LAMUNAN SEPEDA 144. REUNI 50 TAHUN LULUS SMA KANISIUS 145. ANDA SEMPAT DI KANISIUS JUGA 146. MANTAN PACAR SOFJAN WANANDI 147. MARIA MAGDALENA KOSASIH GURU EMAS DI KANISIUS 148. TERIMA KASIH JOKOWI DAN AHOK 149. IBU WANGSA REPORTER ANDA 150. BANG JEHA DAN IBU KHO DI KANISIUS


126. MESTI OPERASI KATARAK Tanggal 18 Mei 2010 saya pernah nulis tentang “USIA 66 TAHUN TANPA KACA MATA” ( bg440507.multiply.com/journal/item/129 ) ternyata bonus ini harus berakhir karena hari Senin, 17 September 2012, ketika ke dokter mata, Dr. Junaedi, Sp.M. di RSPIK, diperoleh diagnose bahwa mata kanan saya tinggal 20% fungsinya dan harus operasi Katarak. Bagaimana ketahuannya? Hari Minggu, 16 September 2012, saya mengantar istri saya, Nita Oen Tien, memperbaiki kaca mata di Pasar Baru. Lalu saya periksa mumpung gratis, ketahuan bahwa mata kanan tidak dapat diukur sedangkan mata kiri masih OK, ngetik ini juga tanpa kaca mata. Kenapa harus ke RSPIK? Karena anak saya, Alvina, kerja di RSPIK, jadi sudah merasa “at home” kalau di RSPIK, merasa lebih aman dan tenang, selain dapat diskon juga turut mempromosikan RSPIK melalui tulisan ini. Transportasi juga lebih mudah, pergi sendirian naik taksi dan pulangnya bersama Alvina, pulang kantor. Ada yang punya pengalaman dengan operasi Katarak? Sharing dong. Terima kasih sebelumnya. Bambang Gunawan, 18 September 2012 DAISY IMELDA: Mamiku juga bpr th lalu sdh operasi katarak. Cihu wkt bbrp bulan lalu operasikatarak di Eye Centre Kedoya DAVID RUSLI: hai pak bambang. selamat pagi. perkenalkan, nama saya david rusli. alumni ora et labora dan smak 2 pintu air. lulus sma tahun 1996, melanjutkan ke fe untar. kita pernah


bertemu beberapa kali, baik di ora et labora dan di smak 2. sehubungan tentang operasi katarak, mungkin boleh saya share pengalaman operasi katarak kedua orang tua saya. mereka sekarang berumur 73 tahun, dan baru saja menjalani operasi tahun 2012 ini. operasi dilakukan di jakarta eye center kedoya oleh dokter girsang. sebelumnya, mohon maaf, saya bukan dokter ataupun memiliki kompetensi medis. hal tersebut dibawah saya sampaikan hanya berdasarkan keterangan dari orang tua saja. operasi pengangkatan katarak dilakukan di kedua mata, secara bergantian dengan interval 2 minggu. proses pembersihan katarak dan penggantian lensa hanya memakan waktu kurang dari 10 menit untuk setiap mata. dan tidak terasa sakit. pasca operasi memang terasa kurang nyaman, seperti mata terasa kering dan merah. tetapi setelah 1-2 hari rasa tidak nyaman tersebut akan hilang dengan sendirinya. pada prinsipnya, tidak ada pantangan makan. yang harus sangat diperhatikan hanyalah tekanan darah dan kadar gula darah. setelah operasi, ibu saya bisa melihat dengan jelas, tanpa perlu menggunakan kacamata lagi. disebabkan kondisi mata terdahulu, ayah saya masih membutuhkan kacamata untuk melihat jauh dan dekat. biarpun begitu, bisa disampaikan bahwa penglihatan ayah sangat jauh membaik. demikian yang bisa saya sampaikan. rgds, david rusli 0818 977 306


127. EKA DAN FRIED SERTA TAN JOE TIE DAN TAN JOE NIO

Terima kasih kepada Ibu Anita Adidjaja yang telah memasang foto di atas pada Facebooknya. Saya memang sedang cari dalam satu foto ada Pak Eka dan Pak Fried yang sedang berbusana pakaian Jawa pada hari Sabtu, 15 September 2012, ketika peresmian gedung baru di Penabur Pembangunan. Apa sebabnya?


Pak Eka bangga sekali karena Pak Uripto Widjaja (88) masih kenal walaupun berpakaian seperti itu, padahal sehari-hari di SMPK 2 sering guru-guru muda keliru, tidak dapat bedakan yang mana Pak Eka dengan Pak Fried. Maklumlah karena sama-sama sudah lansia, sama-sama guru senior yang mengabdi di BPK PENABUR hampir 50 tahun. Jadi tidak heran kalau Sir Teguh tidak berhasil membedakan antara Tan Joe Tie dan Tan Tjoan Giok, karena keduanya sudah kembali ke Rumah Bapa di Surga. Kini ada yang menarik yaitu antara Tan Joe Tie, mantan Kepala SMPK 2, dan Tan Joe Nio, mantan Kepala SDK 2. Kalau lihat namanya terkesan kakak-adik. Ibu Tan Joe Nio (83) yang hadir pada peresmian gedung baru bercerita bahwa pernah menghukum anak Pak Tan Joe Tie yang jadi muridnya. Tidak lama kemudian Pak Tan Joe Tie datang menghadap Ibu Tan Joe Nio, sambil berkata: “Jangan galak-galak dengan keponakan sendiri, kita kan kakak-adik, hahahaha”. Ibu Juul Tan Joe Nio terkenal karena berhasil menerbitkan dua CD pengalamannya selama menjadi guru hanya dengan tulisan tangan dengan judul “One Day When We Were Young” dan “Secret Love”. Saya telah merayu agar Ibu Juul Tan Joe Nio menuliskan kesankesannya mengikuti peresmian gedung baru Penabur Pembangunan tetapi belum berhasil. “Ogah ah, lagi subuk”, katanya. Ada yang bisa bantu? Bambang Gunawan, 19 September 2012


128. COBA WIFI SEBELUM OPERASI KATARAK

Tahun 2007 ketika dirawat di RSPIK karena sakit DBD tetap bawa laptop untuk akses internet sambil infus. Tahun 2012 ketika ke Klinik Mata Nusantara Kebon Jeruk juga bawa laptop untuk coba wifi gratis yang bernama KMN di ruang tunggu. Senang karena lumayan cukup cepat. Sayang tidak bisa lama akses internetnya karena menunggu pemeriksaan awal, retinometri dan ketemu dr. Ricky tidak dibutuhkan waktu yang lama. Setelah berunding dengan istri dan anak-anak, kemungkinan mau operasi Katarak pada hari Jumat, 28 September 2012, karena kebetulan anak saya, Alvina, akan cuti.


Mungkin juga operasinya di KMN Kemayoran karena dr. Ricky melaksanakannya pada pagi hari. Sehari sebelumnya harus datang untuk persiapan operasi. Ngapain aja ya? Juga belum diputuskan mau ambil paket SILVER yang harganya Rp. 10.000.000,--. atau paket GOLD yang harganya Rp. 11.300.000,--. Ada yang punya pengalaman untuk hal ini? Benarkah beda harga maka beda manfaatnya? Bambang Gunawan, 20 September 2012


129. POTONG KATARAK SYUKURAN JOKOWI Gembira sekali pada hari Kamis, 20 September 2012, sudah ada keputusan bahwa JOKOWI – AHOK menang, lebih gembira karena FOKE – NARA punya JIWA BESAR langsung mengakui kekalahannya. KAGUM kepada JOKOWI yang perintahkan tidak boleh pawai walaupun mobil B 1 JKW sudah disediakan. Semula saya minta operasi Katarak hari Jumat, 28 September 2012, kebetulan anak saya, Alvina, cuti, juga sekalian antisipasi terjadinya kerusuhan setelah PILKADA. Tetapi ternyata tanggal 28 September 2012, dr. Ricky, yang akan operasi Katarak tidak dapat karena akan ke Manado, maka saya putuskan dipercepat saja operasi Katarak sekalian syukuran Jokowi. Ingin meniru yang syukuran potong kumis dan syukuran potong rambut maka saya syukuran potong Katarak. Hari ini, Jumat, 21 September 2012, saya akan ke KMN Kemayoran untuk melakukan persiapan operasi, semoga Senin, 24 September 2012, bisa potong Katarak untuk SYUKURAN JOKOWI. Mohon doanya. Bambang Gunawan, 21 September 2012


130. POTONG KATARAK REPOT JUGA Harus berdua seperti ketentuan di bawah ini yaitu No. 4, pasien harus didampingi oleh keluarga atau teman.

Kalau pada hari Jumat, 21 September 2012, masih bisa sendirian walaupun harus pindah tempat atau kamar sampai lima kali. Banyak yang diperiksa seperti terlihat pada kwitansi di bawah ini:


Kemudian ada obat tetes mata yang sudah mulai ditetes satu hari sebelumnya yaitu Minggu, 23 September 2012 dan pada hari Senin, 24 September 2012, pada hari operasi, dua jam sebelum operasi mulai Pk. 06.35, setiap 10 menit harus dua tetes pada mata kanan.

Berarti tidak bisa naik sepeda, harus naik mobil karena dalam mobil harus terus ditetes setiap 10 menit. Metode lama seperti yang pernah saya baca di salah satu blog, ada dilaporkan dua jam sebelumnya sudah harus berada di rumah sakit. Rupanya untuk ditetes setiap 10 menit. Semoga semua berjalan dengan lancar.


Bambang Gunawan, 22 September 2012


131. CUPLIKAN EMPAT MENIT KOTBAH PENDETA FRIDA

Menarik sekali mendengar kembali cuplikan empat menit kotbah Pdt Frida S. pada peresmian Penabur Pembangunan, hari Sabtu, 15 September 2012. Terima kasih kepada Pak Subandi yang shooting video ini dan terima kasih kepada Sir Teguh yang mengurus proses permintaan ini. Apa yang dikotbahkan? Berasal dari tulisan ini: Hari Senin, 30 Juli 2012, Pk. 15.00, Pak Uripto Widjaja (88) mampir ke SMPK 2 PENABUR PEMBANGUNAN. Bagaimana bisa terjadi? Setelah membaca komentar Ongkie Hananto di Facebook sbb: “Kalau sekarang mata ditutup, kemudian di lepas di depan gedung ini, waktu lihat saya pikir saya ada di tengah Manhattan New York atau CBD Shanghai- dimana arsitekturnya keren banget. Wah !!” Pak Uripto Widjaja kirim email: From: Uripto Widjaja Date: 2012/7/28 “Oh ya segitu hebatnya! Mau lihat! Masih ada tukang soto nya ga?”


Silakan lihat sendiri videonya, terima kasih. Bambang Gunawan, 22 September 2012


132. HASIL OPERASI KATARAK

Pada tahun 2012, usia 68 tahun, terpaksa operasi katarak karena penglihatan mata kanan tinggal 20% menurut dr. Junaedi Sp.M. dari RSPIK. Pada tahun 2005, usia 61 tahun, jatuh pukul dua pagi di kamar tidur karena bangun mendadak, dapat enam jahitan. Masuk usia 60 tahun lengkap sudah kedua mata bermasalah. Banyak pengalaman menarik ketika operasi katarak pada hari Senin, tanggal 24 September 2012, di KMN Kemayoran. Pengalaman pertama pakai seragam untuk kamar operasi seperti terlihat di bawah ini:


Proses operasi katarak dengan teknik FAKO berlangsung cepat tanpa rasa sakit, takut atau waswas. Yang terlihat selama operasi hanya sinar lampu saja. Berikut ini petunjuk pasca operasi:


Ketika tiba di lantai 8 KMN Kemayoran langsung dipasang gelang identitas di tangan kanan dan dipersilakan nunggu di lantai 6 karena tersedia snack dan kopi atau teh. Surprise karena di lantai 6 sudah nunggu besan saya yaitu Bapak Hidajat Asikin untuk memberikan mental support serta bawa sarapan pagi. Keyang deh perut makan bacang. Terima kasih kepada Bapak Hidajat Asikin, benar-benar peristiwa yang tidak terlupakan. Surprise lain berasal dari mantan murid SMPK 5 tahun 1971-1973 yang mengumpulkan dana cukup besar untuk bantu operasi katarak ini. Melalui BBM tertulis sbb: “Dari kami yg mengasihi bapak Bambang dan ibu Nita: 1. Nani, 2. Cynthia, 3. Hendra, 4. Maria, 5. Age, 6. Li Phin, 7. Bun Yoeng, 8. Muljati, 9. Kth, 10. Lanny, 11. Jana, 12. Selvy, 13. Wir, 14. Mei Ling, 15. Sin Ming, 16. Willy, 17. Lilasari, 18. Wk, 19. Han Lun, 20. Lena. Semoga cepat pulih. •.ĜöϑвĹєƾƾ ў<3Ů °•” LUAR BIASA, ada 20 mantan murid dan hanya beberapa hari saja mengumpulkannya, berkat coordinator oleh Lena Santosa. Terima kasih untuk sumbangan ini yang sebelumnya sudah dicegah. Hanya Tuhan Yang Maha Besar yang akan membalasnya kepada mantan murid yang tersayang ini. Selasa, 25 September 2012, control pertama pasca operasi. Ada dua pantangan selama satu bulan kata dr. Ricky Sp.M. yaitu tidak boleh berenang dan tidak boleh kucek mata. Bagaimana kini penglihatan mata kanan? Tentu sudah jelas kembali bahkan lebih jelas dari mata kiri yang sudah mulai ada katarak. Hanya untuk lihat dekat masih tetap lebih bagus pada mata kiri. Kenapa ya? Sebagai penutup, sekali lagi diucapkan terima kasih kepada dr. Junaedi Sp.M. dari RSPIK dan dr. Ricky Sp.M. dari KMN Kemayoran. Juga terima kasih kepada istri tercinta Nita Oen Tien, anak-anak Alvina dan Sophia, mantu-mantu Hidajat dan Gunawan, serta cucucucu Gwen dan Joel, yang selalu membantu untuk operasi ini. Juga


tidak lupa THANKS GOD, berkat ENGKAU semua hal ini bisa terjadi. Semoga bisa menjadi berkat buat banyak orang. Bambang Gunawan, 25 September 2012


133. PEMULIHAN OPERASI KATARAK Pada hari Senin, 24 September 2012, lensa mata kanan saya yang keruh diganti dengan lensa baru maka saya peroleh ID Card sbb:

Kemudian selama 15 hari saya harus tetes mata 6x sehari dengan menggunakan kedua obat tetes mata di bawah ini. Yang mana lebih dahulu tidak masalah, tetapi obat mata tetes kedua harus diberikan dengan beda waktu minimal 10 menit. Kedua obat mata ini hanya boleh digunakan dalam waktu 24 jam setelah dibuka, jadi habis atau tidak habis harus dibuang.


Kalau operasi hanya berlangsung setengah jam saja tetapi untuk pemulihannya lebih lama dan butuh kesabaran. Logislah karena tubuh atau mata kita perlu adaptasi dengan lensa baru buatan manusia ini. Semula saya selalu takut dan ngeri kalau dengar cerita tante saya yang harus operasi katarak. Ketika mendapat kenyataan bahwa mata kanan saya fungsinya tinggal 20% dan harus diganti lensanya maka menjadi nekat karena tidak punya cadangan lagi, mata saya tinggal satu.


Tetapi bagi yang takut ada info “MENGOBATI MATA SECARA ALAMI TANPA OPERASI” pada alamat: http://www.terapimata.com/operasi_katarak.htm Ada yang pernah coba? Saya juga butuh untuk mata kiri yang sudah mulai ada katarak. Bambang Gunawan, 28 September 2012


134. TETES MATA SAMPAI KE BANDUNG Setelah operasi katarak yang paling membosankan ialah harus tetes mata tiga jam sekali dengan dua macam obat tetes mata yang berjarak 10 menit, selama 15 hari. Ketika anak saya, Alvina, ngajak ke Bandung, mau ikut, karena tetes matanya bisa dilaksanakan di dalam mobil. Kebetulan saya jarang ke Bandung, lebih banyak ke Surabaya. Dua hari keliling kota Bandung punya kesan tersendiri. Memang sudah mulai macet dan jalanan dibuat satu arah. Banyak hal yang saya lihat seperti pohon-pohon besar masih banyak, rumah-rumah lama dengan pekarangannya yang luas, juga selalu saya lihat ada yang naik sepeda. Surprise lihat ada TAMAN LANSIA di Bandung. Buat saya ini menarik karena tidak pernah ketemu ada TAMAN LANSIA di Jakarta. Yang berkesan, Sabtu, 29 September 2012, Gunawan Candra, Alvina Gunawan dan Joel, ajak opa dan oma makan malam di Sapulidi, Cihideung, Lembang, Bandung.


Senin, 1 Oktober 2012, control mata kanan setelah operasi selama seminggu dan menurut Dr. Ricky cukup baik adjustment process pada lensa mata yang baru dipasang. Obat tetes mata harus terus dipakai sampai habis, kemudian control lagi pada hari Rabu, 24 Oktober 2012. Terima kasih untuk dukungan doa kepada teman-teman yang telah memberikan perhatiannya. Sekali lagi terima kasih kepada mantan murid SMPK 5 tahun 19711973 yang mengumpulkan dana cukup besar untuk bantu operasi katarak ini. Melalui BBM tertulis sbb: “Dari kami yg mengasihi bapak Bambang dan ibu Nita: 1. Nani, 2. Cynthia, 3. Hendra, 4. Maria, 5. Age, 6. Li Phin, 7. Bun Yoeng, 8. Muljati, 9. Kth, 10. Lanny, 11. Jana, 12. Selvy, 13. Wir, 14. Mei Ling, 15. Sin Ming, 16. Willy, 17. Lilasari, 18. Wk, 19. Han Lun, 20. Lena. Semoga cepat pulih. •.ĜöϑвĹєƾƾ ў<3Ů °•” Kalau penglihatan mata kanan saya sudah pulih 100% bahkan lebih baik dan lebih jelas dari pada mata kiri yang sudah mulai ada katarak. Tetapi ada seorang bapak yang operasi pada hari yang sama tetap belum pulih, mungkin usia sudah 81 tahun dan lensa plus yang digunakan sebelumnya terlalu tebal. Itu alasan yang diberikan dokter. THANKS GOD untuk kondisi saya ini. Bambang Gunawan, 2 Oktober 2012


135. LANSIA MESRAH JAHJA WANGSASAPUTRA

Pak Jahja Wangsasaputra lahir pada tanggal 24 September 1931. Didit Aditya Sunarko dengan teman-temannya di Alumni SMAK I Pintu Air SMPK II Pembangunan, merayakannya pada hari Jumat, tanggal 5 Oktober 2012 di SAMUDRA SUKI, Seafood & Suki restaurant, Lantai 3 B-07 Taman Anggerek Mall, Jl. S. Parman kav. 21, Telp. (021) 5639388, JAKARTA BARAT. Apa yang menarik dari peristiwa ini? Pak OTE (panggilan akrab) yang menjadi guru di SMAK 1 (1962-1994) dan SMAK 3 (1962-1978) masih diingat oleh mantan murid-muridnya. Ini yang LUAR BIASA !!!!!!! Karena saya bukan alumnus SMAK 1 maupun SMAK 3 berarti tidak pernah menjadi murid Pak OTE. Tidak punya kenangan khusus.


Tetapi dengan istri Pak OTE yang biasa dipanggil Ibu Wangsa, saya kenal baik karena pernah sama-sama sebagai redaksi di majalah BERITA KPS JAKARTA. Kira-kira tahun 1973 saya mengusulkan agar ada majalah yang bisa menjadi forum komunikasi antar pengurus, kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua murid. Kebetulan Ibu Wangsa rajin sekali mengirimkan tulisan maka ditawarkan agar ikut partisipasi sebagai redaksi. Sejak itu saya selalu kerjasama dengan Ibu Wangsa di majalah BERITA KPS JAKARTA, hanya sayang kini saya tidak punya arsipnya. Saya dengar Ibu Wangsa rajin menyimpan arsip lengkap dengan foto-foto. Bagaimana kalau ditawarkan untuk dipublikasikan tulisannya? Contoh soal yang bagus adalah Ibu Juul Tan Joe Nio (83) dengan hasil karyanya dua CD yaitu One Day When We Were Young dan Secret Love. Serta Ibu Vilma K. Gunadi (80) pada usia senja sangat aktif di Facebook dan punya blog pada alamat http://vilmakie.multiply.com (sayang mulai 1 Desember 2012 alamat ini tidak bisa diakses). Bambang Gunawan, 7 Oktober 2012


136. PERHATIAN TERHADAP OPERASI KATARAK Saya tidak akan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada temanteman yang telah memberikan perhatian dan doa terhadap operasi katarak. Karena banyak maka tidak mungkin disebutkan satu persatu tetapi yang pasti semua sudah dicapture dan disave untuk dokumentasi buat anak dan cucu. Dari sekian banyak tentu ada yang menarik. Kathryn Effendi dari Jepang pada tanggal 19 September 2012 menulis sbb: “Halo Om Kode, sorry telat responnya. Dulu papi juga operasi katarak di KMN, dengan dr. Hadi Prakoso. Jika betul katarak dan mau operasi, diskusikan juga dengan dokternya tehnik apa yg diambil. Sekarang sih umumnya pakai cara baru fako, cepet jadinya. Tapi ada beberapa dokter yang pakai tehnik lama karena sudah terbiasa dan lebih nyaman. Terserah pasien dan dokternya. BTW, sekedar info, dulu papa mertua sempat operasi katarak di Sby, dan lagi gak beruntung ...lensa jatuh ke belakang retina. Dilarikan ke Jkt karena yg bisa menangani di Jkt, kebetulan ada di KMN, dr. Sjakon Tahija (ahli retina). Jadi menurut saya, om Kode kalau operasi di KMN OK :)” Informasi dari Kathryn Effendi ini yang membulat tekad untuk operasi di KMN, kemudian pilih yang di Kemayoran karena operasinya pagi hari. Juga menarik pesan dari Amelia Widjaja pada tanggal 21 September 2012: “Saya doakan pasti operasinya berjalan dengan baik dan berhasil, mata terang kembali seperti mata Musa, abis oparasi jangan gunjang ganjing dulu pa, hati2 debu.Jbu”. Betul sekali tidak boleh gunjang ganjing dulu dan tidak boleh dikucekkucek selama satu bulan sehingga harus hati-hati dengan debu.


Yang mengharukan dari Lena Santosa pada tanggal 21 September 2012: “Jadi hari Senin nanti sama siapa Pak dan jam brp operasi nya?” Senin, 24 September 2012, siang hari, Lena Santosa telepon memberitahukan supirnya kecelakaan sehingga tidak bisa datang. Walaupun demikian tetap mengkoordinir mantan murid SMPK 5 tahun 1971-1973 yang mengumpulkan dana cukup besar untuk bantu operasi katarak ini. Melalui BBM tertulis sbb: “Dari kami yg mengasihi bapak Bambang dan ibu Nita: 1. Nani, 2. Cynthia, 3. Hendra, 4. Maria, 5. Age, 6. Li Phin, 7. Bun Yoeng, 8. Muljati, 9. Kth, 10. Lanny, 11. Jana, 12. Selvy, 13. Wir, 14. Mei Ling, 15. Sin Ming, 16. Willy, 17. Lilasari, 18. Wk, 19. Han Lun, 20. Lena. Semoga cepat pulih. •.ĜöϑвĹєƾƾ ў<3Ů °•” Sekali lagi terima kasih untuk bantuan ini. Anak saya, Sophia Gunawan, ketika membaca laporan “HASIL OPERASI KATARAK” langsung menulis pada hari Rabu, tanggal 26 September 2012 sbb: “Papi.. Jangan main komp dulu..tahan bentar.. At least for a week..” Tjia Swan Tik ketika membaca laporan “PEMULIHAN OPERASI KATARAK” langsung menulis pada tanggal 29 September 2012 sbb: “Pak BG khan belum boleh buka komputer......!!!! Sebulan setelah operasi akan enak buat lihat, pakai kacamata hitam ga?” Operasi Katarak dilakukan pada hari Senin, 24 September 2012, sebulan kemudian yaitu pada hari Rabu, 24 Oktober 2012, sudah dijadwalkan untuk cek ulang mata kanan yang telah dioperasi. Buat pasien memang butuh kesabaran untuk nunggu adjustment process selama satu bulan dan untuk dokter serta KMN perlu ketelitian sehingga harus dicek terus menerus. Kemarin, Senin, 8 Oktober 2012, ada telepon lagi dari KMN menanyakan kondisi mata setelah operasi. Rupanya dipantau terus menerus. Terima kasih. Bambang Gunawan, 9 September 2012


137. HUTANG HARUS DIBAYAR

Surprise, kagum dan terharu ketika Fani (istri Hadi Kurnia, Yoe Lee) ke rumah saya pada hari Kamis, 18 Oktober 2012, Pk. 20.30 malam, untuk mengembalikan uang pembelian obat di Apotik Roxy senilai Rp. 14.000,--. (Empat belas ribu rupiah). Alasannya: HUTANG HARUS DIBAYAR Luar biasa, nilai-nilai yang dianut dan masih tertanam dalam dirinya. Terus terang saya salut dan semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran atau menjadi berkat untuk orang lain.


Suaminya, Hadi Kurnia atau Yoe Lee, pernah menjadi murid saya di SMPK V tahun 1971-1973. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah saya, tetangga. Hari Rabu siang, tanggal 17 Oktober 2012, ketika mau jemput cucu ketemu Hadi Kurnia yang sedang membutuhkan uang sebesar Rp. 15.000,--. untuk beli obat karena istrinya kena air panas. Semula saya ragu-ragu untuk memberikan karena punya pengalaman selalu beli rokok kalau Hadi Kurnia punya uang. Tetapi karena alasannya untuk beli obat maka terpaksa diberikan. Saya hanya bisa berdoa, semoga bukan penipuan, ketika melihat Hadi Kurnia langsung lari bawa uang kearah Apotik Roxy. Pulang jemput cucu, di rumah saya sudah terletak bukti pembelian obat serta kembalian seribu rupiah. Saya langsung kagum dan salut, rupanya sudah ada perubahan dalam diri Hadi Kurnia saat ini. Lebih kagum lagi ketika istri Hadi Kurnia mau mengembalikan uang tersebut. Semoga peristiwa ini bisa menjadi berkat dan pembelajaran buat siapa saja. Bambang Gunawan, 19 Oktober 2012


138. DINAH TANUATMADJA PENASARAN

Ibu Dinah Tanuatmadja pada tahun 2012 adalah salah satu guru senior di BPK PENABUR Jakarta, masa kerjanya sudah puluhan tahun, dimulai sebagai guru Bahasa Inggris di SMEAK dan pernah menjabat sebagai Kepala SMEAK sebelum ditutup. Hubungan dengan mantan murid cukup erat. Bagaimana hubungan dengan guru lain? Tentu jawabannya pasti bisa ditebak juga ERAT. Karena itulah pada hari Selasa, 23 Oktober 2012, saya bikin Ibu Dinah penasaran mencari guru yang sama-sama berasal dari Tuban. Ibu Dinah lahir di Tuban tetapi besar di Jatibarang dan Cirebon. Papinya yang dikenal sama mantan murid, dipanggil Chien Shien Sen, guru di Tuban. Wah, keturunan pendidik ya? Tentu saja yang bikin Ibu Dinah penasaran karena pada hari Sabtu, 27 Maret 2010, guru tersebut datang pada pesta penikahan anaknya Ibu Dinah. Jadi keterlaluan ya kalau sampai Ibu Dinah tidak kenal. Apalagi sama-sama berkarya di BPK PENABUR. Siapakah guru tersebut?


Foto di atas dibuat pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 di tempat pestanya Ibu Dinah. Guru tersebut adalah nomor tiga dari kiri, namanya Thomas Wibowo Agung, mantan Kepala SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya, lahir di Tuban, bahkan SD, SMP dan SMA juga di Tuban. Semoga Ibu Dinah tidak penasaran lagi. Bambang Gunawan, 24 Oktober 2012


139. SIKAP POSITIF DI TRANSJAKARTA Tidak tiap hari saya naik BUSWAY atau TRANSJAKARTA, jadi pengalaman ini mungkin hanya kebetulan saja. Tetapi karena banyak yang positif dan bisa menjadi contoh maka sebaiknya dituliskan agar bisa terus dipertahankan. Ada tiga yang harus saya ucapkan terima kasih yaitu PENUMPANG, PETUGAS dan KONDEKTUR. 1. PENUMPANG TRANSJAKARTA Kejadian ini terjadi pada pada bulan November 2009 tetapi baru ditulis pada tanggal 12 Januari 2010, bisa dibaca pada alamat: http://www.oel.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=45 4&Itemid=30 dengan judul BUDI PEKERTI DI ZI GUI DAN BUSWAY. Inti ceritanya sbb: “Belum satu menit berdiri, seorang gadis muda memberikan tempat duduknya kepada saya dan dia sendiri berdiri. Wah, buat saya tentu senang tetapi juga ada perasaan tidak enak karena yang memberikan tempat duduknya adalah seorang perempuan.” 2. PETUGAS TRANSJAKARTA Khusus tentang petugas Transjakarta di Halte Harmoni dan masih bisa dibaca pada alamat: http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/27/terimakasih-untuk-sikap-positif-di-busway/ Inti ceritanya sbb: “Lihat dengan mata kepala sendiri petugas minta lansia yang ada di depan saya keluar dari antrian untuk pindah ke depan. Karena saya juga sudah lansia, tentu ikutan tanpa diminta. Sejak itu kalau tiba di Harmoni dan lihat antrian panjang ke Cengkareng, saya selalu maju ke depan, tidak ikut antri. Ada kejadian mengharukan pada hari Selasa, 25 Oktober 2011. Saat itu saya hanya sendirian tidak ikut antri. Tetap saja petugas panggil saya untuk naik lebih dahulu. “


3. KONDEKTUR TRANSJAKARTA Kali ini tentang kondektur Transjakarta, kejadiannya pada hari Selasa, 23 Oktober 2012. Pada hari Rabu, 24 Oktober 2012, iseng nulis di Facebook sbb: â&#x20AC;&#x153;Kemarin saya pulang naik Trans Jakarta, ketika ke arah Kali Deres, penuh sekali. Dengan sopan kondektur menawarkan untuk mencarikan tempat duduk. Saya tolak karena akan turun di Sumber Waras, maka dipersilahkan berdiri disampingnya di tempat yang lebih aman. Sepanjang perjalanan beliau tanya, umur berapa, kerja di mana. Rupanya kagum sudah lansia masih tetap bekerja, bawa tas cukup berat karena isinya netbook. Terima kasih kepada kondektur Trans Jakarta yang sopan dan baik hati. Sikap simpatik ini sering saya peroleh, rupanya sudah membudaya. Silakan dipertahankan. Sekali lagi terima kasih untuk bantuannya.â&#x20AC;? Tidak terduga, hanya sehari ada 34 yang memberikan tanda LIKE alias JEMPOL dan ada enam komentar yang ditulis. Semoga SIKAP POSITIF DI TRANSJAKARTA ini tetap bisa dipertahankan walaupun akan ditambah 1000 busway. Sekali lagi terima kasih kepada penumpang, petugas dan kondektur yang masih punya hati nurahi yang positif tersebut. Bambang Gunawan, 25 Oktober 2012 Telah diterbitkan di: http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/25/sikap-positif-di-transjakarta503976.html


140. TERIMA KASIH UNTUK APRESIASI Terima kasih untuk apresiasi kepada :

Debora T Santoso Pak BG ini sebenarnya masih diperlukan lho oleh Penabur...Sangat kreatif dan gak gaptek punya modelnya...

Andre Matondang memang betul, bapak bambang sebenarnya masih diperlukan di penabur.

Ongkie Hananto Old soldiers NEVER die ! they just fade away...and hopefully one day Mac Arthur Douglas Bambang Gunawan will say " I shall return" Komentar-komentar di atas disampaikan di Facebook untuk tulisan DUA MANTAN GURU YANG KREATIF dan SEJARAH DOMAIN NAME BPK PENABUR Bambang Gunawan, 27 Oktober 2012 Dipasang di: http://bambanggunawan.blogspot.com/


141. USIA 68 TAHUN PAKAI KACA MATA KEMBALI Tahun 2010 pernah nulis tentang USIA 66 TAHUN TANPA KACA MATA. Ternyata hanya bertahan dua tahun, tahun 2012 pakai kaca mata kembali seperti terlihat di bawah ini:

Tahun 2012 kalau kita kondangan pernikahan selalu disediakan fasilitas bikin foto untuk tamu. Rupanya sedang MODE atau TREND cara seperti ini. Berkat kemajuan teknologi, setelah foto langsung boleh bawa pulang hasilnya. Terima kasih kepada Gibson Lie dan Yoan Devina yang menyediakan pada hari pernikahan, Sabtu, 27 Oktober 2012. Kebetulan penulis operasi Katarak, Senin, 24 September 2012, akibatnya kaca mata lama tidak bisa dipakai, alias berubah ukurannya. Kaca mata baru, selesai Jumat, 26 Oktober 2012. Untuk uji coba dipakai pada saat kondangan. Hasilnya seperti foto di atas. Ketika dipasang di Facebook, kaget banyak komentar:


Terima kasih kepada nama-nama di atas untuk perhatiannya. Bambang Gunawan, 28 Oktober 2012


142. KANTIN PAK DARMAWI

Terima kasih kepada Lieke Handoko yang telah membuatkan foto Pak Darmawi (kanan) pada hari Selasa, 30 Oktober 2012. Bandingkan dengan foto kiri yang dibuat pada tahun 1996 ketika Pak Darmawi masih aktif sebagai guru di SMPK 1 Pintu Air, belum pensiun. Ada perubahan? Usia Pak Darmawi pada tahun 2012 ini mencapai 71 tahun. Luar biasa semangat hidupnya sehingga terlihat awet muda. Saya kenal Pak Darmawi pada tahun 1970 ketika saya menjadi guru di SMPK 5 sore Pembangunan. Pak Darmawi tinggal di mess guru Jalan Pembangunan III/1A, Jakarta Pusat. Jadi sering ketemu dan ngobrol. Kemudian saya kaget ketika lihat Pak Darmawi pada tahun 2002 di kantin SMPK Muara Karang. Sempat terlontar pertanyaan bodoh kepada Pak Darmawi: â&#x20AC;&#x153;Enakan mana sebelum pensiun atau sesudah pensiun?â&#x20AC;?. Maklumlah waktu itu saya belum pensiun.


Gembira sekali ketika tahu bahwa pada tahun 2012 ini Pak Darmawi punya kantin di SMAK 1 Tanjung Duren dan masih sehat seperti terlihat pada foto di atas. Sedih ketika dengar info bahwa Pak Darmawi kena denda karena terlambat bayar sewa kantin sebab uangnya dibutuhkan untuk bayar sekolah anaknya. Timbul motivasi untuk menulis ini sekalian mempromosikan kantin Pak Darmawi, mungkin ada mantan murid Pak Darmawi yang mau mampir kalau kebetulan ke SMAK 1 Tanjung Duren. Semoga tidak terulang ada mantan guru yang meninggal dengan diagnose MAL NUTRITION alias KURANG GIZI. Bambang Gunawan, 30 Oktober 2012


143. JUSNI HILWAN PUNYA 139 LAMUNAN SEPEDA

Karena akan ketemu pada REUNI AKBAR 50 Tahun Meninggalkan CC pada hari Sabtu, 3 Nopember 2012, maka berkunjung ke http://blog.hilwan.com/ Kaget melihat laporan Jusni Hilwan sebanyak 139 seri LAMUNAN SEPEDA. Terus terang bacanya tidak cukup satu hari. Masih banyak tulisan lain. Supaya tidak penasaran dan semoga memotivasi untuk membaca maka sengaja saya kutip alinea terakhir pada seri No. 139, sbb: â&#x20AC;&#x153;Lamunan kuteruskan sambil tetap ngenjot di belakang isteriku. Di tanjakan panjang menjelang Don Mills South menuju Taylor Creek Park kulihat ia mulai memainkan mengecilkan persnelingnya. Meskipun pada saat itu kami sudah menempuh lebih dari 30 km, ia masih cukup


fit alias ia tidak perlu sampai memakai persneling terendah. Itulah manfaatnya portaging :-). Ya, memang kami lebih fit dibandingkan dengan di awal musim semi tentunya, ketika kita semua yang tinggal di Kanada baru keluar dari kepompong musim dingin. "Hebat loe kuat," kataku memujinya melihat ia tetap memakai persneling di bagian tengah. Ya, ia perlu kusemangati sebab portaging yang berikutnya yang akan kami lakukan bersama 9 wong sinting lainnya tidak mainmain, 3 km mengangkat beban puluhan kilo. Bagusnya, yup kita selalu perlu mencari yang positif, suhu sudah sejuk seperti kemarin kami bersepeda, tidak ada lagi serangga pengganggu. Tubuh juga tidak sampai berkeringat banyak meskipun di beberapa etappe kami harus mengenjot menanjak. Minuman cukup sebotol karena tidak terlalu haus kepanasan, kulit tidak perlu lagi dilaburi sun-tan-lotion. Pokoknya, berolahraga di saat-saat sekarang, esok musim rontok dimulai, ideal sekali. Sampai berjumpa di lamunan berikutnya, bai bai lam lekom.â&#x20AC;? Yang menarik ialah suami istri ini senang naik sepeda dan saya sedang kumpulkan foto suami istri naik sepeda. Bambang Gunawan, 1 November 2012


144. REUNI 50 TAHUN LULUS SMA KANISIUS

FOTO BERSAMA REUNI AKBAR 50 Tahun Meninggalkan CC yang diadakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Nopember 2012, Tempat: Villa Kusumo AM (CC62), Megamendung, Cilember.

Mula-mula saya ragu-ragu untuk ikut reuni ini karena teman dekat yang sekelas semasa di SMA Kanisius tidak bisa hadir. Yoe Lok yang tinggal di Roxy, tempat saya makan nasi uduk sebelum berangkat ke Kanisius sudah pindah ke Australia. Soey Hok yang selalu pergi samasama kalau les ke rumah Pak Wahab sudah pindah ke Belgia. Boen Liok yang tinggal di Jalan Biak sudah sulit diketemukan. Michael yang tinggal di Jalan Ketapang juga tidak tahu ada di mana. Beberapa tahun lalu saya pernah kagum ketika membantu publikasi persiapan reuni akbar 50 tahun meninggalkan PAHOA oleh alumni PAHOA. Kini tahun 2012 terjadi pada diri saya sendiri maka nekat daftar. Ternyata tidak sia-sia, Boen Po yang kini bernama Lukas Juwono


langsung ingat bahwa saya punya julukan HWESHIO di CC. Terus terang saya sendiri sudah lupa. Memang oleh Pak Taryo yang waktu itu sedang gemar baca cerita silat, saya pernah dapat julukan HWESHIO. Luar biasa Boen Po ini masih ingat walaupun sudah 50 tahun. Saya langsung telepon Boen Po dan ngobrol pengalaman semasa di SMA Kanisius.

Kenangan manis ketika reuni ialah istri saya, Nita Oen Tien, membantu guru saya, Pak Murjoto (85), ketika makan siang. Di Kanisius terkenal ada TRIO yang kalau mau masuk kelas selalu berjalan bertiga yaitu Pak Taryo, Pak Wahab dan Pak Murjoto. Pak Taryo dan Pak Wahab sudah kembali ke rumah Bapa di Surga. Kini tinggal Pak Murjoto yang sudah sepuh tetapi masih tetap semangat untuk ikut hadir pada reuni ini. Terima kasih untuk kerja keras panitia bahkan sampai baru bisa tidur Pk. 2.00 dini hari, agar reuni berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan yang Maha Esa dapat membalas seluruh kebaikan ini. Bambang Gunawan, 4 November 2012 DARI TAN SOEY HOK, 5 November 2012: Hallo Beng Lian yang baik. Banyak -banyak terima kasih atas laporan dan photo-photo juga videonya yang bagus itu; Kalau ada lagi tolong dikirim dong.


Sedikit Informatie: Menggenai Michael Oey Tjiang Eng.: Saya beberapa waktu yang lalu diberitahu oleh seorang dosen di Uni Mustopo; bahwa Michael beberapa waktu yang lalu sudah meninggal dunia ( persisnya dia tidak inggat lagi ) karena kanker usus besar. Benar-benar sesuatu hal yang sangat menggagetkan, tapi ya itu lah hidup di dunia ini. Sorry yah Beng Lian atas berita yang tidak enak ini. Salam dari Belgia yang sekarang lagi dingin. Soey Hok.

Dari Bambang Kurnia (Liem Yoe Lok), 10 November 2012: Wah,seru yah reuninya, sayang saya ga bisa datang, P Muryoto msh sehat yah kelihatannya masih sama. Thanks sama cerita2 nya dan foto2nya. Salam sama semuanya - J Lok Dari Bambang Kurnia (Liem Yoe Lok), 11 November 2012: wah, lihat videonya, bagus semuanya santai2 aja duduk dengarin cerita2 nya. DAFTAR VIDEO REUNI 50 TAHUN LULUS SMA KANISIUS Video REUNI AKBAR 50 Tahun Meninggalkan CC yang diadakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Nopember 2012, Tempat: Villa Kusumo AM (CC62), Megamendung, Cilember.


Video kata SAMBUTAN PAKKJ dapat dilihat pada alamat: http://youtu.be/g2FIujlkAmw

Video PELEPASAN BALON CC60-65 bisa dilihat pada alamat: http://youtu.be/kCwayCfIYsw


Video SAMBUTAN PAK MURJOTO ada di: http://youtu.be/LMfIrIhJrqw

Video KOMENTAR WIMAR WITULAR 1 ada di: http://youtu.be/WS_PksIk7E

Video KOMENTAR WIMAR WITULAR 2 ada di: http://youtu.be/JGQNJ9k8vHc

Video KOMENTAR WIMAR WITULAR 3 ada di: http://youtu.be/E79AVkG6c4k

Video POTONG TUMPENG ada di: http://youtu.be/hdaWPeTEfIg


Video SAMBUTAN PAK PANCO ada di: http://youtu.be/pHGG9KcjZO4


145. ANDA SEMPAT DI KANISIUS JUGA Pertanyaan seperti itu bukan hanya dari Jusni Hilwan yang dikirimkan via email pada tanggal 1 November 2012: â&#x20AC;&#x153;Alo Pak Bambang, pa kabar, saya udah 2 mingguan di Batavia. Semoga ketemu Sabtu nanti. Anda sempat di Kanisius juga? Fajar, saya kenal Bambang lewat almarhum Lucas Putuhena waktu kami masih di ParokiNet.â&#x20AC;? Masih banyak lagi yang lain yang heran saya alumus Kanisius, karena mengira saya alumnus SMAK 1. Bekerja selama 36 tahun di BPK PENABUR maka logis lebih banyak kenal dengan alumnus SMAK 1 seperti Fajar Priyanto ini:

Dari tahun 1996 sampai dengan tahun 2006, setiap ada acara reuni SMAK1 atau sekolah Penabur yang lain saya selalu datang untuk


meliput dan kemudian dipasang di website BPK PENABUR. Maka logis kalau saya lebih banyak kenal dengan alumni BPK PENABUR dari pada alumni Kanisius. Tahun 2007 karena kembali naik sepeda maka ikutan CANIGOWES, barulah mulai kenal dengan alumni Kanisius, tetapi bukan yang sepantaran saya karena anggota CANIGOWES adalah anak-anak muda. Tidak heran sampai kini saya masih menjadi anggota tertua di Canigowes. Tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 saya sempat membantu Sekolah Terpadu PAHOA di Gading Serpong yang didirikan oleh alumni PAHOA. Kalau alumni bikin REUNI adalah BIASA tetapi ada alumni bikin SEKOLAH, ini baru LUAR BIASA. Tahun 2012 saya benar-benar kembali ke alma mater saya di Kanisius maka tidak heran kalau sambutan dari PAKKJ selama 11 menit saya rekam lengkap dan dapat dilihat pada alamat: http://youtu.be/g2FIujlkAmw Bambang Gunawan, 5 November 2012


146. MANTAN PACAR SOFJAN WANANDI

Ketika sedang jalan kaki menuju tempat tanam pohon, saya sempat negur Sofjan Wanandi: “Bian Koen, saya masih family dengan Nancy yang dulu tinggal di Jalan Kartini 5”. Apa jawabnya? “Mantan pacar, ngaku dosa”. Kagum dengan terus terang dan keterbukaan dari Sofjan Wanandi. Saya bisa masuk ke Kanisius berkat bantuan dari kakaknya Nancy yaitu Tjoa Djie Goan (Tony Tjoa) yang sudah kelas 3 SMA Kanisius pada tahun 1961. Beberapa bulan saya sempat sekolah di SMA Budhaya, Kramat Raya. Kebetulan di kelas 1E ada yang keluar maka saya bisa pindah ke Kanisius. Saya waktu SMP di Xaverius, Bandar Lampung dan baru SMA ke Kanisius di Jakarta. Dari kampung ke kota besar. Bantuan orang tua Nancy dengan kakak adiknya besar sekali untuk diri saya. Nancy yang


waktu itu sekolah di SMA Santa Ursula selalu mengajak saya kalau belajar dengan teman-temannya. Yang menarik kemudian saya dengan Nancy sama-sama masuk ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 1963. Waktu di pelonco saya nginap di rumah Nancy sehingga ada foto di atas. Yang sebelah kanan saya adalah Nancy, mantan pacar Liem Bian Koen. Lima puluh tahun kemudian, Liem Bian Koen (Sofjan Wanandi) mewakili CC60 tanam pohon pada REUNI AKBAR 50 Tahun Meninggalkan CC yang diadakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Nopember 2012, Tempat: Villa Kusumo AM (CC62), Megamendung, Cilember.

Usia boleh terus bertambah tua tetapi kenangan manis masa muda tetap tidak terlupakan.


Bambang Gunawan, 6 November 2012


147. MARIA MAGDALENA KOSASIH GURU EMAS DI KANISIUS

Ibu Maria Magdalena Kosasih mulai mengajar di Kolese Kanisius tahun 1963, tepat tahun saya lulus, jadi tidak pernah mengajar saya. Baru kenal dan baru ketemu di dalam bus menuju REUNI AKBAR 50 Tahun Meninggalkan CC yang diadakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Nopember 2012, Tempat: Villa Kusumo AM (CC62), Megamendung, Cilember. Berkat bantuan Ibu Kho (nama lamanya) maka nama-nama guru CC di bawah ini menjadi lengkap. Inilah hasil komunikasi selama dalam bus.


Terima kasih untuk bantuannya. Menurut Ibu Kho, foto di atas dibuat ketika reuni CC65 sekitar tahun 1997 atau 1998. Dady Hertania menulis di Facebook sbb: â&#x20AC;&#x153;Mas Adhi, ibu Kho ikut ya, sekalian ulang tahun di sana ya?â&#x20AC;?. Benar, dalam bus dinyanyikan lagu Happy Birthday karena Ibu Kho ulang tahun ke 75 pada hari Jumat, 2 November 2012. Yang lebih menarik buat saya adalah tahun 2013 Ibu Kho akan genap 50 tahun menjadi guru di Kolese Kanisius, berarti menjadi GURU EMAS dan ini jarang terjadi. Di BPK PENABUR baru satu yang berhasil mengabdi sampai dengan 50 tahun yaitu Ibu Christien Liem, juga guru Bahasa Inggris. Tetapi sayang sudah kembali ke Rumah Bapa di Surga. Kita tunggu ada pesta apa untuk Ibu Maria Magdalena Kosasih tahun depan di Kanisius. Bambang Gunawan, 6 November 2012


Yanthy W. Lukman, 6 November 2012: Bang, ibu Kho dengan beberapa guru sudah pernah datang ke reuni angkatan si Wir, di rumah Surya beberapa bulan yang lalu. Waktu itu kebetulan saya ikut, saya juga bertemu beliau. Angkatan Wir reuni sering sekali, kalau gak salah 6 bulan sekali. Kusumo AM, 10 November 2012: Wah ini dokumentasi yang sangat penting banyak guru yang sudah tiada.


148. TERIMA KASIH JOKOWI DAN AHOK Sebelumnya saya sudah nulis tentang SIKAP POSITIF DI TRANSJAKARTA ( http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/25/sikap-positif-di-transjakarta503976.html ) dan khusus tentang petugas Transjakarta di Halte Harmoni ( http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/27/terima-kasihuntuk-sikap-positif-di-busway/ ). Pulang dari Ora et Labora, Panglima Polim, pada hari Selasa, 6 November 2012, Pk. 15.00, ada pengalaman menarik dan perkembangan yang positif dari TRANSJAKARTA maka dengan hati yang tulus harus mengucapkan terima kasih kepada JOKOWI dan AHOK. Tiba di terminal Blok M, kaget koq sepi? Tidak lama kemudian busway datang dan saya masuk, tidak penuh. Tiba di Harmoni, busway ke Sumber Waras sudah menunggu, juga tidak penuh. Mengagumkan, selama naik busway baru terjadi sekali ini. Semoga ini bukan karena kebetulan tetapi memang sudah ada perbaikan. Terima kasih kepada JOKOWI dan AHOK yang akan terus menerus meningkatkan pelayanan transportasi yang cepat dan nyaman bagi masyarakat. Bambang Gunawan, 7 November 2012 Juga bisa dibaca di: http://jakarta.kompasiana.com/transportasi/2012/11/07/terima-kasihjokowi-dan-ahok-507149.html


149. IBU WANGSA REPORTER ANDA

Pada tanggal 7 Oktober 2012, saya ada menulis LANSIA MESRAH JAHJA WANGSASAPUTRA karena mendapatkan foto di atas dari Didit Aditya Sunarko di group FB Alumni SMAK I Pintu Air - SMPK II Pembangunan.


Saya menerangkan bahwa saya banyak kerjasama dengan Ibu Wangsa di majalah BERITA KPS JAKARTA. Sayang hard copy majalah tersebut, saya sudah tidak punya tetapi soft copy ketika dicari ketemu yaitu pada tahun 1998 bulan ketiga ada laporan tentang profl Pendeta Meitha Sartika, M.Th., M.Th.

Laporan tersebut dibuat oleh Ibu Wangsa karena spesialisasinya menulis profil para alumni BPK PENABUR yang sukses. Ciri khasnya ialah ada kode (RA) diakhir tulisannya. Semula saya mengira singkatan dari REPORTER ANDA tetapi kemudian yang benar adalah RIANY ANANDA yang berasal dari nama putrinya yaitu FANNY RIANY, istri dari Tikky Suwantikno (Direktur Ora et Labora). Mengenai masa kerja Ibu Wangsa oleh Pak Wangsa ditulis sbb: “Pensiun tahun 2000 bertugas kira-kira 10 tahunan”’


Menurut saya lebih dari 10 tahun karena pada tahun 1984 ketika saya menuliskan laporan keliling Eropa ( http://issuu.com/bg440507/docs/bg1984 ) untuk Berita KPS, Ibu Wangsa datang ke kantor saya ketika masih di Jalan Pembangunan dan berkata: â&#x20AC;&#x153;Baca cerita ke Eropa seperti baca cerita silatâ&#x20AC;?. Berarti tahun 1984 Ibu Wangsa sudah menjadi redaksi Berita KPS. Jang pasti antara tahun 1998-2000 saya masih punya soft copy dari majalah Berita KPS Jakarta. Ada yang bisa bantu untuk sebelum tahun 1998? Saya tanya ke Perpustakaan SMPK 2, sudah tidak ada. Bambang Gunawan, 8 November 2012


150. BANG JEHA DAN IBU KHO DI KANISIUS Bang JEHA (Jusni Hilwan) punya kemampuan luar biasa dalam menulis. Tulisannya selalu dalam bentuk serial yang panjang sekali sehingga butuh waktu lama untuk baca. Menarik sekali membaca laporan ketika JH ikut REUNI AKBAR 50 Tahun Meninggalkan CC yang diadakan pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Nopember 2012, Tempat: Villa Kusumo AM (CC62), Megamendung, Cilember. Gembira sekali JH bisa ketemu dengan Ibu Kho (MARIA MAGDALENA KOSASIH) seperti terlihat pada foto ini:

Ibu Kho bersama murid favoritnya :-)


Sahabat-sahabat JH sekelas seangkatan di SMA Kanisius Berikut ini kutipan dari Nostalgia Indonesia # 12 kreasi JH:

Reuni sekolah itu sesuatu yang pakai istilah bule 'love and hate'. Ada yang demen banget, ada yang ngeri, enggan sekali ikutan reuni. Cemmacem alasan masing-masing. Yang demen umumnya karena terpenuhi kebutuhan 'love and belonging' mereka disamping kebutuhan 'power', yakni karena mereka PD, alumni yang sukses dan hepi dari skul bersangkutan. Yang tidak PD, yang minder karena seringnya ditabokin Pak Taryo, ambil satu contoh saja dari seorang guru galak di SMA Kanisius, tentu ogah ikutan acara reuni. Atau kalau ia sering diseterap Pak Harun guru olahraga, lari keliling lapangan. Tak heran kalau ia trauma sebel ngeliat sang lapangan meski ketika saya terakhir ke CC, sudah ciut banget luasnya.


Saya tak pernah ikut reuni dimana yang hadir sampai seratusan orang, termasuk isteri. Oleh karena itu ketika Pakde Soes, panggilan akrab kami prensnya di IBM kepada Soesilohadi Padmosepoetro menginformasikan akan adanya reuni (cuma) angkatan 60-65 CC di tanggal 3 Nopember 2012, tanggal dimana saya akan ada di Jakarta, langsung saya mendaftar. Tujuan saya cuma sedikit kebutuhan L&B dan nostalgia, siapa tahu ketemu si Liong Hwa teman kempingku, siapa tahu ketemu si Azis Arifin, sahabat ngelencer nonton pilem di bioskop murah Podium di sebelah Garden Hall (sekarang jadi Taman Ismail Marzuki), siapa tahu ketemu si Rosihan, sohib piknik ke luar kota ketika kami masih bersekolah. Ketemulah hamba dengan semua mereka plus bonus mendapatkan info-info terkini dari salah satu pren yang bawel tapi kuat KKN-nya, si Bian Hoey alias Rudy Wanandi. Acara nostalgia di Cilember, tak jauh dari Megamendung menjelang Puncak berlangsung cukup rapi dan tak memalukan para panitia, anakanak CC angkatan tuwek alias 62-an :-). Selain itu kami semua ganti baju pakai seragam supaya tidak kelihatan lagi yang mana pakai batik MangDu yang mana ex Batik Keris :-). Seriusan, kaga ada lah yang datang gaya-gayaan pakai baju keren. Si Bian Koen aka Sofyan Wanandi datang dengan baju agak lusuh, sopir ente kemungkinan lebih keren penampilannya :-). Di perumpian reuni gitu, semua saling panggil nama, elu gua, seperti ketika kami masih skul di Menteng Raya. Beberapa tokoh ex CC 60-65 yang sudah jadi bos-bos tampak hadir, termasuk guru ilmu alam Pak Muryoto, guru Inggris Ibu Kho. Yang istimewa Pak Muryoto masih kelihatan sehat, umur 84 dan katanya masih naik sepeda. Pantesan :-). Ibu Kho yang mulai mengajar kami di tahun 1963, sampai hari ini masih mengajar Inggris di kelas 3 SMA. Bayangkan jumlah muridnya selama 50 tahun ngajar, en toh beliau masih ingat nama bagus saya, namaku di SMA, lantaran saya tak


pernah nyontek di dalam pelajaran Bahasa Inggris :-). Saya sempat ngobrol sebentar dan bertanya bagaimana mutu pelajaran Bahasa Inggris di CC sekarang ini. Katanya, sudah payah mutunya, banyak yang sudah tidak diajarkan lagi. Anak-anak sekarang cuma mahir(an) berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi grammar mereka payah, bukan salah Ibu Kho :-). Terima kasih kepada JH untuk kiriman foto dan serial Nostalgia Indonesia. Memang perlu banyak belajar kepada JH agar bisa pandai menulis. Bambang Gunawan, 9 November 2012

TULISAN BG 2012 (126-150)  

Kumpulan tulisan Bambang Gunawan 2012 (126-150)

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you