Issuu on Google+

ISSN:0215-206X

STT:SK Menpen No.1147/SK/Ditjen PPG/STT/1987 Tgl.27 Oktober 1987

No. 264 /TH.XXIII/Juli/2010


2 BESTARI

JENDELA

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Salam Redaksi

Arti Sebuah Gelar Agent of Change Mahasiswa sebagai agent of change?, seperti apakah gambaran sosok agen perubahan yang di gaungkan dari dahulu kala. Jika melihat realita saat ini, mereka yang di gelari sebagai agen perubahan malah menampakkan diri layaknya seorang preman jalanan. Kenapa? Aksi anarki berupa pelembaran batu, perusakan, bahkan penjarahan pun mereka lakoni saat melancarkan demonstrasi. Masyarakat yang seharusnya mereka lindungi secara mental malah mereka buat ketakutan akan adanya demonstrasi. Di benak masyarakat, hal pertama yang akan muncul ketika mendengar kata mahasiswa adalah demonstrasi, kerusuhan, anarki, dan korban luka. Ketakutan masyarakat akan mahasiswa membuat para orang tua melarang anaknya untuk bergabung dalam organisasi-organisasi intra atau ekstra kampus, yang mana para orang tua beranggapan bahwa dari berorganisasilah anakanaknya nantinya akan ikut melakukan aksi demonstrasi yang identik dengan anarki. Sehingga banyak mahasiswa baru di wanti-wanti oleh orang tuanya sebelum masuk ke perguruan tinggi untuk tidak terjun ke dalam organisasi apapun. Ketakutan-ketakutan tersebut yang membuat mahasiswa zaman sekarang tidak memilih masuk organisasi karena larangan-larangan tersebut, sehingga kebanyakan mereka malah terjebak dalam perilaku hedonis yang cenderung pada kesenangan dunia semata. Padahal organisasi adalah tempat bagi para mahasiswa untuk mengembangkan softskills mereka yang nantinya akan mereka gunakan minimal saat melaksanakan salah satu tugas kampus yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau dalam cakupan luasnya melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Berorganisasi memang ada baik dan buruknya, ada proses seleksi alam, dan ada juga pembentukan mental, semua harus dilakoni oleh mereka yang berorganisasi dalam mendapatkan softskills yang mereka impikan saat mereka memilih salah satu organisasi. Setelah semua proses dalam meraih softskills yang mereka impikan terlalui, mereka dapat terjun ke masyarakat untuk membuktikan kebenaran akan gelar agen perubahan yang “selama ini� mereka sandang. Untuk lebih lengkapnya pembaca dapat membacanya di rubrik Laporan Utama edisi Juli kali ini, selain membahas mengenai hal tersebut diatas Bestari edisi Juli kali ini menghadirkan wisata petik buah yang ada di sekitar Malang yang biasanya kita hanya menjumpainya di Taman Buah Mekar Sari Bogor yang dikemas secara spesial dalam rubrik Pernik Malang. Pengangkatan dua guru besar secara sekaligus juga dilaksanakan UMM pada bulan Juli ini, sekaligus menambah jumlah guru besar di UMM. Di rubrik Serambi Kampus kami mencoba menghadirkan salah satu usaha UMM dalam menyediakan tanaman organik yang digunakan juga sebagai lahan praktek langsung mahasiswa dalam mempelajari pengembangan tanaman organik, sehingga nantinya diharapkan bisa menyuplai rumah-rumah hingga supermarket. Redaksi Pelaksana

Dapur p Red Redaksi daks da k i

deden/Bestari

Tanggung jawab: walaupun musim liburan sudah melanda, reporter Bestari tetap menjalankan amanah yang dibebankan pada mereka(29/7).

Cover Design: M. Zakiya Al Khalim Foto: Heny Tri Novianti

Zack/Bestari Zack/Bestar

TERA

Bakti Kaum Intelektual untuk Masyarakat Kata intelektual selalu lekat dengan sosok yang cerdas, inovatif, produktif, mampu memberikan solusi terhadap setiap permasalahan dengan sempurna, idealis, energik, memiliki pikiran murni, bercita-cita tinggi dan semangat berjuang membangun negeri yang menggelora serta memiliki komitmen yang tidak terpatahkan. Jika ini fakta yang sesungguhnya, maka para intelektual adalah menjadi sumber daya manusia Indonesia yang dapat digerakkan untuk membangun bangsa. Berbicara tentang sosok intelektual pertanyaan yang bisa dikemukakan adalah siapa yang pantas disebut kaum intelektual? Apakah dosen, sarjana, aktivis mahasiswa, pengamat, pekerja LSM, atau setiap orang yang bergelar tertentu secara akademik? bahkan, petani dan tukang becak yang bisa membaca teks di televisi atau koran pun juga tergolong kaum intelektual jika indikatornya adalah melek huruf. Jika Coser (1965) mendefinisikan intelektual sebagai orang-orang berilmu yang tidak pernah merasa puas menerima kenyataan sebagaimana adanya, mereka selalu berpikir soal alternatif terbaik dari segala hal yang oleh masyarakat sudah dianggap baik, maka masyarakat umum memberikan istilah intelektual sebagai kelompok ilmuwan dan para akademisi tanpa memberikan ukuran potensi yang dimilikinya. Pertanyaan yang lebih penting diketengahkan dibanding pertanyaan tentang pengertian atau istilah intelektual adalah peran apakah yang dapat diberikan oleh para intelektual bagi masyarakatnya? Secara kuantitas, jumlah golongan intelektual sulit dikalkulasi secara matematis dari 220 juta lebih rakyat Indonesia. Jika mengacu pada SDM lulusan sekolahan, mereka justru kelompok minoritas. Buktinya, hanya sedikit anak bangsa yang bisa sekolah sekaligus lulus seleksi pendidikan formal. Lebih sedikit lagi, anak bangsa yang mampu melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi karena mahalnya pendidikan. Kaum intelektual memang bukan satu-satunya golongan yang paling bertanggung jawab mengatasi persoalan kebangsaan. Tapi perlu diingat, pengelola negara dan policy maker adalah orang yang rata-rata dapat dipastikan berangkat dari lokus intelektualitas. Jika bangsa ini rusak, kelompok intelektual sudah barang tentu menjadi tertuduh pertama. Mengingat, sosok intelektual senantiasa di-gadhang-gadhang menjadi

pionir utama dalam menapaki perubahan. Peran intelektual sejatinya adalah memberi kritik konstruktif-transformatif di ruang sosial, sebab kritik adalah mekanisme efektif untuk menjalankan kontrol. Sasarannya bisa kekuasaan, bisa pula rakyat sendiri. Ia bernilai positif untuk mendorong sesuatu yang terjadi di dalam masyarakat untuk kembali ke kriteria yang dipandang ideal dan wajar. Selama tiga dasawarsa terakhir, kita hanya menemukan intelektual Indonesia yang berada dalam dua kutub yang berhadapan secara diametral. Kutub satu mengambil posisi berpihak pada kepentingan rakyat dengan sangat fanatik (idealis) dan kutub satunya mengekor kepentingan penguasa dengan ideology developmentalisme-nya secara sistemik. Di luar keduanya, memang ada satu kutub lagi, yakni intelektual yang ‘mengambang’ dan netral. Kelompok terakhir ini biasanya cenderung oportunis; berpihak pada sisi yang lebih menguntungkan. Kepekaan para intelektual terhadap masalah yang harus dipecahkan di tengahtengah masyarakat, baik masalah sosial, lingkungan, hukum, pendidikan, ekonomi, keamanan dan pertahanan dan banyak lagi tentu tidak bisa datang secara instant. Kepekaan seperti ini harus dilatih dan dikelola serta diperoleh melalui pembinaan kepribadian dan kepemimpinan di lingkungan pendidikan dan masyarakatnya, bahkan hal ini banyak dilakukan oleh perguruan tinggi untuk memberikan penguatan soft skill kepada intelektual muda (baca: mahasiswa) selama belajar di jenjang akademiknya. Arah dari kegiatan ini selalu bertujuan untuk mendorong peningkatan peran para intelektual ketika harus terjun di masyarakat. Arbi Sanit menyoroti adanya empat faktor pendorong dalam peningkatan peran mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Pertama; sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai cakrawala yang luas di antara masyarakat. Kedua; sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang di antara angkatan muda. Ketiga; kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.

Keberagaman menjadikan kaum intelektual atau mahasiswa lebih sigap. Keempat; mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda. Ke-empat point yang telah di sebutkan diatas mendasari betapa peran seorang mahasiswa atau intelektual memang sangat di perlukan, terutama dalam baktinya membangun masyarakat Indonesia. Sebagai negara maritim dan agraris, Indonesia belum selesai membangun wilayah desa atau kelurahan yang menjadi kekuatan prioritas negara. Mengapa demikian? Karena seluruh potensi kebutuhan dasar hidup manusia Indonesia adanya di desa dan kelurahan. Desa dan kelurahanlah yang menyuplai kebutuhan dasar tersebut, yang telah kita istilahkan dengan lima kebutuhan dasar pokok. Jika kita jujur melihat dengan kacamata yang lebih dalam dan detail, maka kita akan menemukan, bahwa sesungguhnya, desa, dari waktu ke waktu pembangunannya sepertinya tidak beranjak atau kalaupun ada perkembangannya dengan laju yang lambat. Perbedaan perkembangan ini semakin jelas jika kita menggunakan dikotomi Kawasan Barat, Jawa-Bali, Kawasan Timur Indonesia (KTI) akan kita temukan perbedaan yang sangat jelas. Upaya pemerintah dengan program yang dimiliki untuk membangun pedesaan dan kelurahan sudah sangat jelas. Bila dahulu ada PPK (Program Pengembangan Kecamatan) yang diluncurkan oleh Kementrian Dalam Negeri sekarang diintegrasikan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) menjadi PNPM Perdesaan, hanyalah membangun infrastruktur berupa jalan, jembatan, selokan, ataupun plengsengan, tempat sampah, optimalisasi sumber air dan lain sebagainya. Namun sejatinya yang dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan tidak hanya itu saja. Skala prioritas yang juga harus disentuh adalah bagaimana mengurangi urbanisasi khususnya para intelektual yang berasal dari desa, sehingga dapat memberikan ilmunya untuk membangun desa maupun kelurahan menjadi lebih maju. Atok Miftachul Hudha Kepala Biro Kemahasiswaan UMM

Penanggungjawab: Muhadjir Effendy. Pengarah: Mursidi, Sujono. Pemimpin Redaksi: Joko Widodo. Pemimpin Usaha: Agus Santoso. Wakil Pemimpin Redaksi: Nurudin. Sidang Redaksi: Santi Prastiyowati, Cekli Setya Pratiwi, Moch. Wakid, Warsono, Hany Handajani, Azhar Muttaqin, M. Salis Yuniardi, Nur Alif M, Djoni Djunaedi, Sugeng Puji Leksono, Indah Dwi Pratiwi. Redaksi Pelaksana: Nur Alifah, Devi Anggraini O., Silvia Ramadhani, M. Zakiya Al Khalim Staf Redaksi/Reporter: Ropidin, Fibriana Eka C., Siti Yuliana, Annisa Rosyidah, Ika Romika, Nina Nurruwaida A.P., M. Rajab. Setting Lay-Out/Desain Grafis: M. Zakiya Al Khalim. Tata Usaha/Sirkulasi: Siswanto. Redaksi menerima tulisan para akademis Mahasiswa dan Praktisi melalui karya tulis secara bebas dan kreatif. Tulisan tidak selalu mencerminkan pendapat redaksi. Tulisan yang dimuat akan mendapatkan imbalan. Redaksi berhak menyunting tulisan yang akan dimuat tanpa merubah isi. Pengiriman tulisan Paling lambat tanggal 10 tiap bulan. Iklan baris Rp.5000/brs, maksimal 5

BESTARI

baris. Iklan Kolom: minimal 1/16 halaman Rp. 155.000 (bw). Ukuran lain, silahkan datang ke kantor Redaksi Bestari. Isi di luar tanggung jawab percetakan. Biaya ganti cetak Rp. 1.750/eks

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

ISSN:0215-206X

STT:SK Menpen No.1147/SK/Ditjen PPG/STT/1987 Tgl.27 Oktober 1987

Gedung Student Center Lt. 1 Kampus III UMM, Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Telp. (0341) 464318 Psw. 199 Fax. (0341) 464320 e-mail: redaktur_bestari@yahoo.com, homepage: bestari.umm.ac.id


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

SERAMBI KAMPUS

3

Tanaman Organik, Untungkan Kampus dan Mahasiswa Mendapatkan makanan sehat, aman, dan halal di tengah keegoisan pasar bebas seperti saat ini menjadi hal yang sulit dilakukan. Sebagai langkah awal untuk menepis anggapan tersebut, UMM mencanangkan program “University Farm” yang sudah berjalan sekitar tiga tahun terakhir. Fakultas Peternakan dan Perikanan khususnya Jurusan Agronomi Program Studi Agroteknologi diberi kepercayaan untuk mengelola program University Farm ini.

bagaimana cara menanam di pot dan perawatan tanaman efektif lainnya. Fatimah juga menjelaskan beberapa hambatan yang terlihat pada pelaksanaan program ini, salah satunya pengelolaan masih ditangani oleh dosen, bukan pakar atau ahlinya khusus untuk masalah teknik pemasaran, sehingga persoalan pemasaran hasil panen belum optimal. Menurutnya, hambatan itu dapat diminimalkan dengan direkrutnya orang yang benar-benar dari ahli Menurut Ketua Jurusan Agronodi bidang marketing. mi, Fatimah Nursandi, pada Terdapat beberapa tujuan awalnya program ini lahir atas dari dicanangkannya program inisiatif Fakultas yang menyadari University Farm ini, di antaranya; adanya banyak peluang dan lahan Profit oriented, menurut Fatimah yang belum termanfaatkan secara hal ini penting karena pengelolaan optimal yang dimiliki kampus program ini juga membutuhkan deden/Bestari ini. Selain itu, tersedia pula dana yang tidak sedikit, juga untuk laboratorium-laboratorium yang Kebun Organik: Cabai (Capsicum frutescens) yang merupakan salah satu tanaman yang ada di melatih kemandirian. Tujuan kebun organik. mampu menunjang program ini. lainnya adalah untuk peningkatan Menurut Fatimah, laboratorium Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada padi semi organik yang lahannya keahlian mahasiswa dan upaya tersebut hanya digunakan saat program revitalisasi pertanian untuk terdapat di daerah Pendem, kebun pencitraan bahwa kuliah di fakultas praktikum mahasiswa saja, ketika mengembangkan Kitching Farm milik UMM. Produk padi ini masih ini tidak hanya mengajarkan teori, praktikum selesai tidak ada perawatan sekitar 450 juta. Sampai sejauh ini mengandung unsur kimia karena tetapi juga praktek. lebih lanjut. “Inisiatif tersebut proposal sudah disetujui, tetapi masih sebagian pupuk masih menggunakan Harapan dari pengelolaan unit disambut baik oleh pihak universitas, menunggu dana turun. usaha ini, nantinya dapat menbahan kimia. bahkan didukung penuh dan Program lain adalah kebun apel semi distribusikan baik sumber daya dipercayakan pada kami,” ungkap ibu Program Integritas University Farm organik yang masih dibantu bahan manusia dan keahlian yang dimiliempat anak itu. University Farm bertugas mengem- kimia dalam proses pertumbuhannya. ki mahasiwa sehingga mampu Salah satu program dalam Univer- bangkan unit-unit usaha yang Bahan kimia ini digunakan dengan menerapkan ilmunya pada unit sity Farm ini adalah program tana- ada dalam Fakultas ini. Terdapat cara penyemprotan pada bagian daun usaha yang ada. Keuntungan man organik yang terdiri dari bebe- enam program studi (Prodi) yang dan buah yang secara langsung diserang sebagian akan dimasukkan sebagai rapa jenis tanaman, di antaranya; menjalankan program ini yaitu; hama. Sedangkan untuk tanah sudah tambahan kas untuk pengelolaan sayur organik, padi organik, dan apel Agroteknologi, Agrobisnis, THP menggunakan pupuk alami yaitu unit usaha, sehingga tunjangan dana semi-organik. Selain tanaman organik (Teknologi Hasil Pangan) atau pupuk kandang yang diolah secara yang diterima tidak hanya berasal University Farm juga memiliki unit Agroindustri, Kehutanan, Peterna- alami dengan bahan organik. dari mahasiswa, tetapi juga dari yang mengelola tanaman hias yang kan, dan Perikanan. Keenam prohasil perputaran program ini. dapat dijumpai di Green House. Di samping mengharapkan agar ke gram studi tersebut terintegrasi dalam Sama-sama Untung Di samping itu, University Farm pelaksanaan program ini. Keuntungan yang didapat selain depannya unit usaha ini benar-benar bekerjasama juga dengan Peternakan Misalnya, Agrobisnis pada pema- pengembangan keahlian mahasiswa berkembang, ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan unit-unit saran hasil panen, sedangkan THP dalam pertanian dan peternakan juga untuk merubah paradigma berfikir farm lain, seperti pengelolaan pupuk pada pengelolaan meminimalkan dapat menghasilkan nilai profit bagi masyarakat tentang masa depan kandang dan produksi telur organik. limbah hingga nol. Demikian pula kampus dan juga sebagai nilai promosi bidang keilmuan pertanian dan Hal ini sebagai nilai tambah dan untuk dengan yang lainnya, mengelola bagi pariwisata yang terintegrasi peternakan yang dianggap tidak menggali serta lebih meningkatkan sesuai dengan bidangnya masing- dengan Pusat Studi Lingkungan dan begitu menjanjikan. keahlian mahasiswa Pertanian dan masing. Program yang dimasukkan sebagai Kependudukan (PSLK). “Promosi Peternakan. Lebih lanjut Fatimah menerangkan, kampus misalnya dengan diadakannya mata kuliah kewirausahaan ini Menurut isteri dari Untung khusus program sayur organik ini wisata kampus. Wisata kampus ini pada akhirnya memang tidak hanya Santoso yang juga dosen Jurusan sudah berjalan sejak tahun 2007 telah dikunjungi oleh siswa baik SD, menguntungkan kampus. Bagi Agronomi itu, Fakultas Pertanian hingga saat ini. Panen sayur organik SMP, maupun SMA,” jelas wanita asal mahasiswi asal Bangil, Chusnun, dan Peternakan mendapat kucuran dilakukan setiap hari Selasa dan Banyuwangi itu. mata kuliah kewirausahaan dirasa dana dari Direktorat Jendral Kamis. Selanjutnya adalah produk Dalam kunjungan itu siswa diajarkan sangat penting, terutama melatih

berwirausaha, khususnya melatih mental. “Untuk mata kuliah ini ada kewajiban setiap hari Senin sampai Kamis selama tiga minggu kita jualan terus. Harga sudah ditentukan dan kita tinggal ambil buahnya di Agribisnis. Keuntungannya kita ambil terserah kita,” ungkap mahasiswi semester dua Jurusan THP itu. Senada dengan Chusnun, Fathur Rahman, mahasiswa asal Probolinggo yang juga mengambil Jurusan THP mengakui, baginya praktik kewirausahaan ini tidak sebatas praktikum saja, tetapi ini akan bermanfaat untuk ke depannya. “Melatih untuk terjun langsung ke lapangan, mengetahui bagaimana kondisi di lapangan dan banyaknya tantangan yang dihadapi saat menawarkan dagangan ke orang lain agar mereka mau membelinya,” ungkapnya antusias. Minat Masih Rendah Sementara itu, sampai sejauh ini, hasil panen sayur organik ini biasa dipasarkan ke dosen-dosen, karyawan, dan juga mahasiswa. UMM Inn yang merupakan profit center kampus juga menjadi pelanggan tetap sayur organik tersebut. Selain itu, pemasaran juga sudah merambah keluar kampus, seperti Swalayan Mitra. Tak tanggung-tanggung, mahasiswa juga menjualnya di kampus lain, salah satunya di Widyagama. Menurut Hartini, salah seorang karyawan yang sudah bekerja selama kurang lebih sepuluh tahun di swalayan Mitra, UMM memang sering mengirimkan sayur organik di swalayan itu, “Biasanya sayuran seperti sawi, tomat, dan terong,” ujarnya ramah. Untuk masalah minat konsumen terhadap sayur organik ini, menurut Hartini memang masih kurang dibandingkan sayur biasa (non-organik). “Mungkin karena harganya yang lebih mahal dan paketannya yang terlalu besar dan banyak. Orang-orang biasanya suka membeli sesuai kebutuhan. Kalau kebanyakan takutnya malah busuk,” demikian ungkap karyawan asal Malang itu. nin, p_ita/gel/stw.

Siapkan Biofarm untuk Tanaman Organik Selain harganya lebih mahal dari tanaman biasa, tanaman organik membutuhkan perawatan yang tidak biasa pula. Lalu bagaimanakah sistem pengelolaan serta perkembangan tanaman organik di UMM? Kemudian, bagaimana pula rencana ke depan dalam meningkatkan kualitas tanaman organik ini? Berikut wawancara reporter Bestari, i Agus Setiawan, dengan penanggungjawab Program University Farm khusus program tanaman organik, Ir. Machmudi, M.Si.

Apa saja ciri yang membedakan tanaman organik dengan tanaman lain yang bukan organik? Tanaman organik biasanya sangat disukai oleh hama karena rasa nya yang enak. Sedangkan pada jenis tamanan anorganik sangat tidak disukai oleh hama. Hal ini karena tumbuhan yang bukan organik diberi bahan kimia seperti pes tisid a

Machmudi

yang membuat hama menjauhi tanaman tersebut. Ciri lain pada tanaman yang bukan organik, saat setelah panen pada sayuran terdapat endapan putih yang tidak bisa hilang dan endapan itu ada karena penggunaan bahan kimia. Jenis tanaman tanama organik apa saja yang saat ini sedang sedan diprogramkan? Saat ini, Fakultas Pertanian dan Peternakan bekerjasama dengan University Farm telah memproduksi F beberapa jenis tanaman organik j seperti sayuran sayur organik, padi organik dan apel semi-organik. Tanaman sayuran sudah 99 % bisa disebut sud tanaman organik, tanaman padi o sudah dapat dikatakan 85% organik, sedangkan apel masih semi-organik yang nantinya nantin diharapkan juga dapat menjadi tanaman organik. tana

Khusus apel semi-organik, jenis apel apa saja yang sudah pernah ditanam dan bahan apa saja yang digunakan untuk menghasilkan tanaman organik orga ini? Jenis apel yang saat Je ini ditanam adalah apel Rome Rom Beauty, Apel Ana, Apel Manalagi, dan Ap Apel A Australi. Untuk menghasilkan tanaman m umam/Bestari

organik ini kami menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang. Mengelola pupuk tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu lama, sehingga memang kurang efisien. Oleh karena itu, kami saat ini sudah memiliki produk yang nantinya akan diluncurkan berupa botolan dan berupa cairan untuk mempercepat fermentasi bahan pupuk organik tersebut dan dapat mendegradasikan bahan organik. Produk ini seperti produk yang berasal dari luar negeri EM Pack, tetapi lebih bagus. Kita juga mempunyai bahan bio starter yang tidak mengandung bahan kimia. Bio starter adalah bakteri pendegradasi bahan organik. Contohnya, kotoran sapi yang baru keluar langsung dicampur dengan Biofarm. Dalam jangka waktu tiga sampai lima hari sudah tidak berbau. Tidak harus menunggu waktu lama karena pada umumnya ketika kotoran sapi itu baru keluar proses fermentasinya hingga 21 hari. Akan tetapi, Biofarm ini hanya membutuhkan rentangan waktu tiga sampai lima hari saja. Manfaat lain dari Biofarm ini tidak pada tanaman saja tapi juga pada ternak dan perikanan.

Berapa kali masa panen apel semiorganik tersebut dalam setahun? Panen buah apel ini dilakukan dua kali setahun. Perawatan buah apel tidak tergantung musim, akan tetapi juga harus melihat kondisi dari tanaman itu sendiri. Ada rentang waktu yang harus disediakan agar apel istirahat, umumnya mencapai satu sampai dua bulan. Apa harapan Anda? Ingin memproduksi hasil pertanian secara luas, tidak hanya tanaman, tapi seluruh produk yang kita hasilkan itu mempunyai nuansa organik apakah pada telurnya atau yang lainnya. Kalau kita mampu misalkan pada ayam potong, kita akan ke sana juga. Dengan teknologi yang kita miliki, kita dapat membuat pakan sendiri yang manfaatnya bisa sangat luas. Jadi, mimpi saya yaitu ingin memproduksi pertanian dalam arti luas, apakah itu ikan, telur, maupun ayam. Itu semua berdasarkan prinsipprinsip pengolahan. Oleh karena itu, pengolahan seperti itu disebut integrated farm, ada perputaran di situ. Contohnya, kotoran ayam atau kotoran sapi diolah menjadi pupuk dan dimasukkan ke daerah pertanian. p_stw


4 BESTARI

SUARA KAMPUS

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Beasiswa UMM untuk 400 Mahasiswa

Menunjukkan perhatiannya terhadap prestasi mahasiswanya, UMM menambah kuota penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Beasiswa Bantuan Mahasiswa (BBM). Bertempat di Ruang Teater Dome UMM (2/7), sebanyak 400 mahasiswa UMM menerima beasiswa. Hal itu menjadi angin segar bagi mahasiswa UMM untuk berlombalomba menunjukkan prestasi. “Kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Mahasiswa harus cekatan meng-update informasi jika tidak ingin ketinggalan kesempatan. Banyak yang berprestasi tapi kalah cepat akses informasi, dan akhirnya tidak dapat beasiswa,” ujar Kepala Biro Kemahasiswaan UMM, Atok Miftahul Huda saat memberikan sambutannya. Seluruh mahasiswa penerima beasiswa diwajibkan membuat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), y g bertujuan j y yang untuk memberdayakan

Muhadjir:

fidha/Bestari

Wajib Buat PKM: Salah satu penerima beasiswa menandatangani MoU di Teater DOME UMM (2/7).

mahasiswa lebih jauh lagi. ”Bukan cuma prestasi yang kami inginkan melainkan juga kreativitas dari mahasiswa tersebut, toh semua itu untuk mereka sendiri,” tambah Atok. Di akhir sambutannya, y Atok mene-

gaskan, dengan adanya kewajiban membuat PKM bagi penerima beasiswa PPA/BBM tersebut, mahasiswa UMM diharapkan mempunyai kapasitas lebih. p_jov

UMM, Duta PTS dalam Pimnas 2010 UMM kembali mengadakan pengarahan bagi Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UMM, kali ini bagi mereka yang lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Bertempat di Ruang Sidang Pembantu Rektor (PR) III Gedung Student Center (28/6), sebanyak 11 tim hadir untuk menyimak arahan dari pihak kampus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan jumlah tim lolos Pimnas tahun 2009. Jika pada tahun lalu hanya delapan tim, tahun ini Kampus Putih akan mengirimkan 11 timnya dalam ajang Pimnas yang digelar di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali pada 20-23 Juli. “Kita patut bersyukur, karena kita yang paling banyak lolos ke Pimnas. Yang paling membanggakan, jumlah ini membuat UMM unggul dibanding Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain se-Indonesia. Bahkan, beberapa universitas negeri ternama pun berhasil diungguli UMM,” ungkap PR III UMM, Joko Widodo.

Joko mengungkapkan, peserta Pimnas dari UMM tidak semata menjadi perwakilan UMM, melainkan juga sebagai duta PTS. “Jangan pernah grogi untuk tampil di Pimnas, karena kalian adalah duta PTS yang akan melawan perguruan tinggi negeri lain,” ungkap Joko menyemangati di sela-sela pengarahan. Sebelum berangkat ke Bali, sejumlah dosen berpengalaman ditugaskan untuk mendampingi kesebelas tim tersebut dalam mempersiapkan diri menghadapi Pimnas. Salah satu dosen pendamping, Husamah mengungkapkan, peserta Pimnas akan dipersiapkan dari segi penguasaan materi, kekompakan, teknik presentasi, serta kepercayaan diri untuk bisa tampil optimal. Ia mengungkapkan, sebagai pendamping, ia siap membekali para peserta dengan kemampuan terbaiknya, sesuai yang diamanahkan kampus. “Targetnya adalah mampu memperoleh medali. Keberhasilan UMM nantinya diharapkan akan menjadi spirit bagi PTS lain,” tandas dosen Jurusan Biologi itu. m_mam

“Rancang Ulang Kurikulum Kuliah Kewirausahaan”

Kemampuan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan perlu mendapat perhatian dari kampus. Hal itu mengilhami diselenggarakannya pertemuan dosen pendamping Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seMalang dan Blitar. Kegiatan yang bekerja sama dengan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII itu digelar di Ruang Sidang Rektor UMM (10/6). Rektor UMM, Muhadjir Effendy menegaskan perlunya mahasiswa memiliki jaringan usaha hingga keluar kampus, bahkan keluar daerah. “Mahasiswa sepatutnya tidak hanya mampu mengelola suatu bibit hingga menjadi unggul, namun juga dapat memasarkan bibit tersebut dengan

baik,” paparnya Menurutnya, kewirausahaan sama halnya dengan bentuk penelitian yang dilandasi pendidikan akademik, namun ada aspek kepemimpinannya. ”Saat ini materi kepemimpinan diperlukan dalam menjalankan usaha, namun hampir tidak ada dalam setiap kurikulum pendidikan,” tukasnya. Kurang terstrukturnya kurikulum perkuliahan kewirausahaan dan kepemimpinan bagi mahasiswa dianggap Muhadjir sebagai masalah makro, sehingga dapat mempengaruhi struktur pendidikan. “Penting untuk mengcreate program ini secara kreatif dalam membina mahasiswa di bidang wirausaha. Tentunya, ada kebanggaan tersendiri bila mempunyai mahasiswa yang multiplayer dan mampu

memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat,” paparnya. Acara itu dihadiri perwakilan dari beberapa PTS Malang dan Blitar. Diantaranya Institut Teknologi Nasional, Universitas Islam Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Kanjuruhan, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Informatika (STIKI), STT- STIKMA Internasional Malang, serta Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIK) Blitar. Perwakilan STT STIKMA Internasional Malang, Endang Karyawati berharap ada tindak lanjut bagi pertemuan yang baru pertama kali digelar itu. “Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung menjadi suatu paguyuban yang rukun,” terang Endang yang berprofesi sebagai dosen itu. fbr*

Sosialisasi Beban Kerja Dosen

Sertifikasi untuk Profesionalisme “Evaluasi ini bukan sekadar sunah, melainkan wajib bagi semua dosen,” tegas Pembantu Rektor I UMM, Sujono, saat membuka Sosialisasi Beban Kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (1/7). Acara yang digelar di Ruang Teater Dome UMM itu diikuti 435 dosen tetap dari 43 jurusan yang ada di UMM. Kepala Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) UMM, Wahyu Widodo, menjelaskan kegiatan tersebut diadakan mengingat tanggung jawab dosen yang semakin berat. Tugas dosen menurutnya bukan hanya menyampaikan materi kepada mahasiswa, tetapi juga melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berisi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. ”Oleh karena itu, beban kerja dosen harus terdistribusi secara proporsional dan terukur,” katanya. Hal senada disampaikan perwakilan Tim Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Djoko Kustono saat menyampaikan materi bertajuk Sosialisasi Beban Kerja Dosen dan TOT (Training Of Trainer) Assessor. “Tujuan kegiatan ini antara lain

fidha/Bestari

Demi Profesionalisme: sosialisasi beban kerja dosen oleh tim divisi ketenagaan dikti Djoko Kustono pada seluruh dosen UMM di Ruang Teater Dome UMM.

untuk meningkatkan profesionalisme dosen, meningkatkan proses dan hasil pendidikan, menilai akuntabilitas kinerja dosen di perguruan tinggi, meningkatkan atmosfer akademik di semua jenjang perguruan tinggi, dan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, semua dosen harus ikut sertifikasi,

khususnya lulusan S2,” paparnya. Dosen Universitas Negeri Malang itu menambahkan, ada lima prinsip evaluasi tugas utama dosen yaitu berbasis evaluasi diri; saling asah, asih dan asuh; meningkatkan profesionalisme dosen; meningkatkan atmosfer akademik; dan mendorong kemandirian perguruan tinggi. p_lin

umam/Bestari

Lolos Pimnas: PR III UMM, Joko Widodo di dampingi Kabag Penalaran Agus Santoso, saat memberi pengarahan kepada para peserta PIMNAS 2010.

EJC - Jurusan Manajemen

Kelas Khusus untuk Tingkatkan Daya Saing Kerja Menjadi salah satu jurusan terpilih dalam Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) 2010, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) UMM menyelenggarakan Kuliah Perdana Teaching Grant berbasis Student Centered Learning (SCL). Acara yang bertempat di Ruang Sidang FE (19/7) itu menghadirkan Kepala Language Center (LC) UMM, Dwi Poedji Astuti sebagai pembicara. Di hadapan sekitar 30 mahasiswa, Poedji membahas pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Ia beranggapan bahwa banyak mahasiswa kurang percaya diri dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggrisnya. “Sebenarnya kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa sudah bagus, hanya saja mereka takut mengucapkanya,” ungkap Dosen Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM itu. Lebih lanjut, Poedji menegaskan pentingnya penguasaan komunikasi dalam Bahasa Inggris sebagai salah satu modal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

“Selain itu, bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa yang dapat menghubungkan semua negara,” tandasnya. Ketua Jurusan Manajemen, Aniek Rumijati mengungkapkan Jurusan Manajemen UMM berkesempatan mengembangkan tingkat penguasaan kosakata bahasa Inggris mahasiswa melalui program English for Job Conversation (EJC) yang mulai dicanangkan tahun ini. Program yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) itu dipelopori salah satu dosen FE, Ratih Juliati. Pesertanya adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Manajemen Pemasaran yang diampu Ratih. EJC diaplikasikan dalam kelaskelas khusus mahasiswa dengan sistem yang berbeda dari kelas regular. Pembelajaran dalam kelas percobaan tersebut menggunakan sistem yang merangsang mahasiswa untuk lebih aktif menggunakan bahasa Inggris. “Secara bertahap, dalam setiap interaksi di kelas mahasiswa dilatih untuk selalu menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya. p_fjr


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

SUARA KAMPUS Pendidikan dan LaƟhan Profesi Guru

Mengajar Bukan Sekadar Habbit

U

MM menjadi universitas yang ditunjuk secara resmi oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk menjadi penyelenggara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 44. Kegiatan yang bertempat di Rusunawa UMM (1-9/7) itu diikuti 61 peserta dari Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar. Sambutan dan pembukaan pelatihan disampaikan Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) UMM, M. Syaifuddin. “UMM selalu menekankan, jangan sampai ada guru yang terbebani dengan portofolio,” paparnya di selasela sambutan. Pria asal Sumenep itu memaparkan bahwa guru yang mengikuti PLPG memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan guru yang tidak mengikuti PLPG. Dalam acara pembukaan, beberapa peserta mengungkapkan ketakutan mereka terhadap materi-materi yang akan diterima selama sembilan hari ke depan. Menyikapi hal tersebut, Syaifuddin berpesan agar para peserta menganggap pelatihan tersebut seba-

Serius: Peserta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru serius mengikuti pembukaan acara tersebut yang diadakan di Rusunawa

deden/Bestari

gaii kegiatan k i sharing h d dan mencarii pengetahuan. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang pengembangan profesionalitas guru yang juga disampaikan oleh Syaifuddin. “Paradigma kebanyakan guru menganggap aktivitas mengajar sebagai habbit (kebiasaan. red) saja,” papar dosen Matematika UMM itu. Ia juga mengungkapkan bahwa diperlukan inovasi pembelajaran karena jenis tindakan

k b l j siswa. guru menentukan belajar Selama sembilan hari, peserta mendapatkan materi tentang pembelajaran, seperti profesionalitas guru, pembuatan rancangan pengajaran, strategi pembelajaran, dan lain sebagainya. Tidak hanya disampaikan oleh dosen dari UMM, materi PLPG juga diisi oleh dosen dari universitas lain, seperti Universitas Islam Malang, Universitas Wisnuwardhana Malang, dan STKIP PGRI Blitar. p_emy

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) FPP UMM

Inovasi Pengelolaan Kekayaan Alam untuk Bangsa Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA/SMK/MA yang diselenggarakan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) UMM (15/7) men dapat sambutan yang baik dari pelajar Indonesia. Hal itu terbukti dengan membludaknya jumlah peserta yang mengirimkan naskah LKTI-nya sejak awal Juni lalu. Tercatat 100 lebih naskah LKTI telah diterima FPP. Naskah-naskah itu berasal dari SMA/SMK/MA se-Indonesia, di antaranya SMK Arsy Baruno Indonesia (Situbondo), SMAN 1 Rajasa (Madura), SMAN 1 Pamekasan, SMK Negeri 1 Grujukan (Bondowoso), SMAN 2 Probolinggo, SMAN 1 Krembung (Sidoarjo), SMK Negeri Wonosalam (Jombang), SMAN 1 Rengel Tuban, SMA Muhammadiyah 1 Babat (Lamongan), SMAN 4 Surakarta,

SMAN 4 Semarang, SMA Negeri 2 Cilacap, dan puluhan lainnya. Menurut Dekan FPP, Damat, antusias peserta lomba tidak lepas dari ketertarikan dan keterlibatan mereka dalam bidang pertanianpeternakan. Hal itu, tambahnya, diwujudkan dengan karya tulis mereka yang telah diikutsertakan dalam lomba karya tulis bertema pertanian-peternakan yang diadakan FPP UMM. ”Pada era globalisasi sekarang ini, setidaknya terdapat lima masalah besar yang dihadapi hampir semua negara dunia, yaitu ledakan penduduk, krisis pangan, krisis energi, krisis ekologi (kerusakan lingkungan), dan global warming,” paparnya. Untuk itu, tambahnya, penting untuk mewacanakan hal tersebut kepada para penerus bangsa agar

melalui karya tulisnya mereka dapat menemukan hal-hal baru yang inovatif dan kreatif terkait pengelolaan kekayaan alam maupun pendayagunaan manusianya melalui LKTI tersebut. Selain itu, pengembangan di bidang agribisnis pertanian, peterna kan, perikanan, dan kehutanan yang meliputi rekayasa gene tik, pengem bangan teknologi pengolahan hasil dan pemasaran produk dapat berpe ran penting dalam meminima lisir ber ba gai persoalan di atas. ”Tidak dapat dipungkiri bahwa komoditas per tanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan memiliki demand (per mintaan. red) yang sangat meng gairahkan. Ini menjadi penting untuk menghadapi perdagangan bebas pada tahun 2010 nanti,” pungkasnya. sya

PerganƟan Pengurus FDI Periode 2009-2011

Saatnya Angkatan Muda Memimpin Sebanyak 30-an anggota Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM berkumpul di Taman Baca Rektorat dalam rangka memilih ketua sekaligus membentuk kepengurusan baru periode 2010-2011 (26/6). Meski dikemas secara sederhana, para anggota FDI tampak bersemangat mengikuti proses pemilihan tersebut. Pada pemilihan periode ini, seluruh kandidat calon ketua anggota FDI berasal dari angkatan 2008. Lazuarna Rahmawati mengungkapkan hal tersebut sudah disepakati karena mahasiswa angkatan 2008 belum disibukkan oleh aktivitas di luar perkuliahan, seperti Kuliah Kerja Nyata, sehingga dapat lebih fokus menjalankan program FDI. “Kita tidak ingin mengulangi kesalahan tahun kemarin,” tandas mahasiswa Akuntansi angkatan 2006 yang juga menjabar sebagai ketua FDI periode 2009/2010 itu. Dalam acara tersebut, mahasiswa Sosiologi FISIP 2008, Moh. Sarif Hidayatullah akhirnya terpilih sebagai Ketua I FDI periode 2010-

umam/Bestari

Regenerasi: Pemilihan kepengurusan baru UKM FDI periode 2010/2011 dilakukan secara sederhana di taman baca gedung eks. peternakan(26/6)

2011, sementara ketua II dijabat mahasiswi Jurusan Biologi FKIP angkatan 2008, Faurelia Nevidayanti. Setelah ditetapkan menjadi ketua, keduanya langsung menyusun formasi kepengurusan FDI untuk periode 2010-2011. Sarif mengatakan, menjadi ketua FDI adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan yang luar biasa. Baginya, FDI adalah organisasi muda

yang kaya akan prestasi. “Dan saya harus mampu mengembangkan tradisi ini,” ungkap Sarif. Ia juga berjanji akan menjalankan beberapa agenda yang belum dapat direalisasikan pada periode sebelumnya, yakni Pekan Inovasi dan Karya Ilmiah Remaja (PIKIR) tingkat Jawa Timur. “Tidak hanya itu, FDI juga harus bisa menerbitkan buku,” paparnya optimis. m_mam

5

Lokakarya Jurnal Ilmiah - FPP

Revisi Jurnal, Penuhi Standar Akreditasi

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DP2M-Dikti) mengadakan Lokakarya Pengelolaan Naskah Jurnal Ilmiah di Ruang 209 GKB I (14-17/7). Lokakarya tersebut merupakan program hibah jurnal yang memenuhi standar mutu dan tata kelola nasional 2010. Perwakilan Dikti, Ali Saukah dan perwakilan pembina jurnal, Rosma Hasibuan hadir sebagai pengisi materi. Menurut ketua pelaksana lokakarya dan ketua dewan redaksi, Wahyu Widodo, acara tersebut bertujuan mengembangkan jurnal yang dimiliki FPP agar mendapatkan akreditasi dari Dikti. Jurnal yang dimiliki FPP saat ini adalah jurnal Protein, namun pada tahun 2009 jurnal tersebut belum mendapatkan akreditasi ketika didaftarkan ke Dikti. “Kegagalan itu disebabkan oleh belum terpenuhinya standar yang disyaratkan dalam jurnal Protein,” ungkap Wahyu.

Karena nama jurnal tersebut kurang sesuai dengan keilmuan yang ada di FPP, maka Wahyu berencana meniadakan jurnal Protein dan melahirkan dua jurnal baru, yaitu Jurnal Fakultas Ilmu Perikanan dan Jurnal Fakultas Ilmu Peternakan. “Dengan dua jurnal tersebut, target kita untuk meningkatkan kualitas jurnal dapat tercapai,” tuturnya. Sementara itu, sekretaris pelaksana kegiatan, Hany Handajani menuturkan bahwa jurnal Protein per nah mendapatkan akreditasi pada tahun 2002-2005. Namun aturan baru tahun 2006 membuat jurnal tersebut belum bisa terakreditasi. “Menurut Dikti, jurnal Protein layak untuk dikembangkan. Untuk itulah diadakan lokakarya ini,” paparnya. Dihadiri seluruh dosen FPP, lokakarya selama empat hari tersebut berisi materi dan praktik. Setelah diadakannya lokakarya tersebut, Wahyu berharap agar seluruh dosen FPP mau berperan serta terlibat aktif untuk menulis dan mengisi jurnal yang akan diterbitkan oleh FPP nantinya. p_ddn

umam/Bestari

Pemateri dari Dikti: Ali Saukah (kiri) memberikan penjelasan mengenai ramburambu baru akreditasi jurnal.

Rapat Kerja Pengurus Lembaga Intra FKIP

Waspadai “Perusuh” dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM-FKIP) mengadakan Rapat Kerja (Raker) Periode 2010-2011 yang bertempat di Ruang Aula Masjid A.R. Fachruddin lantai 1, (30/6). Kegiatan itu diantaranya berisi penyusunan program kegiatan selama satu tahun ke depan. “Agar program yang telah direncanakan sesuai dengan visi dan misi yang diusung, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa FKIP,” tutur Ketua BEM FKIP terpilih, Adhitya Wiraga Dwi Satria, mahasiswa PGSD angkatan 2008. Rapat kerja itu dihadiri oleh Dekan FKIP, Fauzan dan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi (Himabio), HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia (Bahtera), HMJ Bahasa Inggris (Progressio), dan HMJ Civic Hukum (Civicus), serta perwakilan Senat Fakultas (Sefa). Dekan FKIP, Fauzan berpesan agar kinerja dan stabilitas BEM nantinya tidak terganggu oleh satu dua orang. “Jangan sampai institusi mahasiswa yang namanya

BEM ini hanya direcoki atau diganggu stabilitas perjalanannya oleh satu dua orang dalam kepengurusannya,” ujarnya. Keesokan harinya (1/7), di tempat yang sama dilaksanakan Raker HMJ Bahtera yang diikuti 73 orang pengurus baru. Ketua HMJ Bahtera, Ahmad Susanto menuturkan, rapat kerja tersebut bertujuan mencocokkan bagaimana rancangan dan program kerja untuk kepengurusan HMJ Bahtera kedepannya. ”Ada lima bidang yang terbagi dalam HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia, tapi kami lebih menekankan dalam bidang sosial, seni, satra, dan budaya serta penerbitan sebagai backround jurusan,” tuturnya. Mahasiswa angkatan 2009 itu menambahkan, pihak jurusan sebaiknya memberikan perhatian lebih terhadap fungsi dari fungsionaris sebagai wadah aspirasi dan kreativitas mahasiswa. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, tambahnya, jurusan juga harus memberikan kontribusi pada masing-masing mahasiswa yang berprestasi. p_ stw /zar


6 BESTARI

SUARA KAMPUS

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Lama Pengerjaan Skripsi Pengaruhi Daya Saing Mahasiswa

Untuk meningkatkan daya saing lulusannya, UMM menghadirkan Direktur Pengembangan Akademik Universitas Indonesia (UI), Dwita S. Marsudiantoro untuk menyosialisasikan strategi pengembangan akademik dalam upaya mempercepat masa tugas akhir mahasiswa (30/6). Bertempat di Ruang Sidang Rektor UMM, acara yang termasuk dalam

agenda Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) itu membedah manajemen tugas akhir atau skripsi. Menurutnya, mahasiswa memakan waktu relatif lama dalam menyelesaikan skripsi. Masalah ini harus mendapat perhatian serius dari institusi (UMM. red) karena berdampak terhadap daya saing lulusan nantinya. Ia juga memaparkan, data yang

ia peroleh menunjukkan kurang berimbangnya jumlah dosen dan mahasiswa sehingga menyebabkan proses pembelajaran yang kurang efektif. Wanita berkacamata itu juga menyoroti kurangnya pustaka sebagai bahan referensi mahasiswa. “Mahasiswa perlu dilatih sejak awal untuk melakukan penelitian agar nantinya tidak menemui kesulitan dalam

Berguru Kepabeanan pada Disperindag

Prevensi Lahirnya "Gayus-gayus" Baru Berbagi pengetahuan: Kepala BEI Surabaya, Samsul Bahrun memberikan pelatihan prosedur ekspor bagi mahasiswa Akuntansi UMM.

umam/Bestari

karena sebagian besar dokumen sekarang diisi secara online,” kata Ferdy. Selain tes penilaian, pelatihan tersebut juga berisi materi tentang tahap-tahap ekspor, sistem pembayaran ekspor, latihan membaca dan memahami L/C serta kepabeanan. Materi tersebut disampaikan oleh beberapa praktisi seperti Budiarto (Disperindag Jatim), Samsul Bachrun (Kepala BEI Surabaya), serta Ahmad Idris dan Sri Manto (Kantor Bea Cukai Tanjung Perak). Di akhir pelatihan, dipilih satu peserta terbaik dari masing-masing p g g

“Kami (jurusan. red) mengakui selama ini mahasiswa masih kurang aktif, sehingga kurang dilibatkan dalam penelitian dosen,” ungkap ibu tiga orang anak itu. “Dengan menerapkan strategi itu, diharapkan mahasiswa dapat menempuh masa studi normal yakni delapan semester serta mempunyai daya saing sehingga mempersingkat masa tunggu setelah lulus nanti,” harapnya. p_fjr

PelaƟhan Perpajakan Brevet ABC

PelaƟhan Prosedur Ekspor p – Akuntansi UMM

Menutup serangkaian kegiatan peningkatan nilai tambah mahasiswa Akuntansi FE UMM, Lab. Akuntansi menyelenggarakan Pelatihan Prosedur Ekspor (29/6-1/7). Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Pelatihan dan Promosi Ekspor (P3E) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Pelatihan yang berlangsung di GKB II itu diikuti 70 mahasiswa Akuntansi angkatan 2006 hingga 2009. Peserta dibagi ke dalam dua kelas, masing-masing berisi 35 mahasiswa. Dalam tiap kelas dihadirkan satu orang pembicara dari Disperindag Jatim yang bertugas mengatur pelaksanaan pelatihan sekaligus merekam aktivitas peserta selama pelatihan. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu poin penilaian kelulusan peserta, di samping nilai pre test dan post test. Menurut Ketua Panitia, Ferdy Pramana, pelatihan tersebut rencananya diakhiri dengan kunjungan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya untuk melihat aplikasi pengisian dokumen ekspor secara langsung. “Namun setelah berdiskusi dengan pihak UPT P3E Surabaya, kunjungan ditiadakan

menyusun skripsinya,” paparnya. Sementara itu, Ketua Jurusan Manajemen, Aniek Rumijati memaparkan, pihak universitas sudah mulai menerapkan kurikulum yang berorientasi pada percepatan skripsi mahasiswa. Kurikulum tersebut disusun untuk mendorong mahasiswa lebih aktif dan tidak malas-malasan dalam mengerjakan tugas akhirnya.

kelas. Keduanya berhak atas hadiah berupa paket wisata ke Wisata Bahari Lamongan bersama asisten Lab. Akuntansi, (2/8) mendatang, atau diskon 20 persen untuk mengikuti Workshop Akuntansi Syari’ah atau Brevet Pajak yang juga diselenggarakan Lab. Akuntansi. Kepala Lab. Akuntansi FE UMM, Ihyaul Ulum mengungkapkan, kerja sama Akuntansi UMM dengan UPT P3E tidak terbatas pada pelatihan tersebut. “Kontrak perjanjiannya dibuat untuk masa berlaku empat tahun,” ujarnya. j y pp_lin

KKN Semester Ganjil 2020/2011

Sebagai pengemban amanat Program Studi Akuntansi FE UMM untuk menyelenggarakan serangkaian aktivitas Student’s Added Value Program (SADAP), Laboratorium Akuntansi bekerja sama dengan Tridaya Corporation (TDC) menggelar Pelatihan Perpajakan Brevet ABC Angkatan V (5/4-7/6). Pelatihan tersebut diikuti 57 mahasiswa Akuntansi angkatan 2006 hingga 2009. Pada sesi pembukaan, Ihyaul Ulum selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan bahwa pelatihan ini tidak dimaksudkan untuk mencetak “Gayus” baru di sektor perpajakan. “Pelatihan ini untuk menghindari lahirnya ‘Gayus-Gayus’ yang culas,” terang dosen pengampu mata kuliah Perpajakan itu. Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Akuntansi, Siti Zubaidah juga menegaskan bahwa Brevet Pajak tersebut menjadi salah satu program unggulan Akuntansi UMM agar lulusannya tidak pulang dengan berbekal ijazah dan transkrip nilai saja, namun juga sertifikat dan keterampilan yang mantap untuk bersaing dengan lulusan Akuntansi dari perguruan tinggi lain. “Jangan

minder, alumni Akuntansi UMM tidak lebih rendah daya tawarnya dengan alumni dari PTN, apalagi status akreditasi kita sekarang sudah A,” ujar Ida, sapaan akrab Zubaidah. Selain materi perpajakan, peserta pelatihan juga mendapatkan souvenir berupa kaos pelatihan warna hitam-merah dengan label “Brevet Pajak”. “Kaos ini sekaligus menjadi media iklan bahwa Lab. Akuntansi mempunyai kegiatan rutin berupa Pelatihan Perpajakan Brevet ABC, sehingga lebih mudah ‘menjualnya’ kepada mahasiswa angkatan berikutnya,” terang koordinator perlengkapan, Chaidir Bustomi. Di akhir acara, peserta menerima empat sertifikat, yakni tiga sertifikat Brevet A, B, dan C lengkap dengan nilai akhir, dan satu sertifikat bonus Pelatihan Implementasi Balanced Scorecard. Dalam kesempatan tersebut, terpilih dua peserta terbaik, yaitu Akhmad Junaidi dan Heru Budi Santoso, keduanya mahasiswa angkatan 2006. “Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini jangan dijadikan bekal untuk menjadi Gayus, ya,” pesan Pembantu Dekan I FE UMM, Sandra Irawati. p_lin

HI Belajar B l j Diplomasi Di l i

Sidang PBB ala Mahasiswa

Jumlah Peserta Meningkat, UMM Beri Ekstra Pembekalan Pelepasan 1406 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester ganjil berlangsung di Hall Dome UMM (29/6). Para peserta KKN tersebut dilepas secara langsung oleh Rektor UMM, Muhadjir Effendy. Dalam sambutannya, Muhadjir menyampaikan pesan kepada peserta KKN yang akan tersebar dalam puluhan lokasi pengabdian itu. “KKN UMM yang Saudara-saudara laksanakan adalah untuk memberikan kesan positif kepada masyarakat, dan untuk menjaga nama baik almamater,” pesannya di hadapan

ribuan mahasiswa yang memenuhi tribun Dome. Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN, Amir Syarifuddin mengungkapkan, jumlah peserta KKN yang meningkat kali ini memberikan konsekuensi pekerjaan ekstra bagi Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) UMM. Semakin banyak mahasiswa yang terjun ke masyarakat, tambahnya, semakin berat persiapan dan pembekalan yang harus dilakukan dan diberikan. Amir menjelaskan, dibutuhkan porsi pembekalan yang lebih banyak

daripada sebelumnya. “Kalau biasanya lima pembekalan sudah cukup, sekarang butuh tujuh hingga delapan kali pembekalan,” aku dosen Jurusan Kehutanan itu. Tak hanya penambahan dalam hal pembekalan, sasaran lokasi KKN pun ditambah. Bila sebelumnya hanya ada 40 lokasi, saat ini bertambah menjadi 49 hingga 50 lokasi. ”Hal tersebut (kemudahan dalam menambah lokasi KKN. red) tak luput dari adanya kerja sama yang dibangun UMM dengan pemerintah di Jawa timur,” pungkas Amir. p_jov

Ajak Siswa Belajar Kerjasama Lewat Games Menyadari pentingnya pendidikan karakter dan kedisiplinan, Wakil Ketua (Waka) Kurikulum SLTP Muhammadiyah 06 DAU, Junari mengajak seluruh siswanya mengikuti outbound di Kampus Putih. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan tim trainer Bimbingan Konseling (BK) UMM (17/7). “Acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan kedisiplinan siswa,” ungkap Junari. Outbound yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga pukul v16.00 tersebut diawali dengan perkenalan siswa baru dan pembagian kelompok games yang dilakukan di stadion UMM. deden/Bestari Selanjutnya, seluruh games dipusatkan di halaman par- Tiup sampai finish: Seorang siswa SLTP Muhammadikir Masjid A.R. Fachruddin. yah 06 meniup bola dalam salah satu permainan out bond.

“Outbound ini juga merupakan rangkaian acara masa orientasi siswa,” Junari menambahkan. Tim trainer menyiapkan lima pos dengan permainan yang berbedabeda yaitu moving balls, blow on the balls, save the ball, gegana, dan kugapai mimpiku. Salah satu trainer, Shelli Indra mengatakan bahwa makna yang ditonjolkan dari games tersebut adalah kerjasama tim, strategi, dan nilai prestasi siswa. Sekitar 300 siswa SLTP Muhammadiyah 06 Dau dari berbagai angkatan yang mengikuti outbound tampak semangat dan gembira dalam mengikuti berbagai games yang diberikan tim trainer. “Enak, bisa jadi lebih dekat dengan temanteman lainnya,” tutur Alvian Syahril Rahmatullah, salah seorang peserta outbound sambil tersenyum. m_mam

deden/Bestari

Serius: Para mahsiswa HI-UMM sedang melaksanakan simulasi sidang PBB di aula BAU

Sekitar 150 mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2009 mengadakan Simulasi Sidang Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Aula BAU (26/6). Simulasi tersebut merupakan praktik mata kuliah Organisasi dan Administrasi Internasional. Simulasi diatur sedemikian rupa sehingga mirip dengan sidang aslinya. Diungkapkan dosen pengampu mata kuliah Organisasi dan Administrasi Internasional, Ruli Inayah Ramadhan, melalui sidang mahasiswa diharapkan belajar adab dan etika dalam berkomunikasi di dunia internasional. “Sidang ini merupakan miniatur sidang PBB yang digelar di Bali belum lama ini. Tema yang diangkat pun sama, yaitu tentang perubahan iklim,” tambahnya. Sidang yang dilaksanakan selama empat jam tersebut menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Negara peserta sidang serta pengaturan posisi dan ruang juga mengacu pada sidang di Bali. “Agar

tidak kacau, kami melakukan latihan dua tiga kali sebelumnya. Seluruh peserta harus benar-benar memahami perannya agar sidang fokus dan tidak melebar,” tuturnya. Saat sidang, mahasiswa harus menaati rambu-rambu karakter dan sifat negara yang diperankannya. Semua keputusan dan kebijakan, tambah Ruli, harus sama dengan keputusan saat sidang di Bali. Ruli menambahkan, setiap peserta sidang memiliki kesempatan berbicara. “Tapi, seperti biasa, ada seleksi alam. Jadi pasti ada yang memilih untuk diam,” ungkapnya. Ruli menambahkan, karena terlalu bersemangat dan aktif, mahasiswa terkesan “telanjang” dalam melobi. Mahasiswa masih perlu belajar etika berdiplomasi. “Memang, berbicara dalam konferensi setingkat dunia perlu banyak latihan. Saya berharap, nantinya mahasiswa tidak merasa asing jika harus mengikuti pertemuan dan sidang di level internasional,” pungkasnya. m_abi


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

SUARA KAMPUS

Kritisi Media Lewat Buku M

ahasiswa Ilmu Komunikasi UMM kembali melaunching dua buku berjudul Menelanjangi Infotainment dan Media-Media Pembunuh Masyarakat di Coffee Time (26/6). Kedua buku yang rampung dalam waktu satu bulan tersebut merupakan kumpulan tulisan mahasiswa Komunikasi 2008. Menurut ketua pelaksana acara, Tri Prabowo, kedua buku tersebut merupakan bukti nyata eksistensi mahasiswa Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik UMM. Pria yang akrab disapa Sony itu berharap, generasi lain mampu menelurkan buku yang lebih baik. “Semoga masyarakat juga semakin sadar akan dampak media. Kesadaran itu dapat memunculkan kritik untuk membangun dan memperbaiki media,” paparnya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pembantu Dekan I FISIP, Saiman untuk meresmikan terbentuknya Journalistic Club, kelompok mahasiswa Jurnalistik UMM bentukan para penulis kedua buku tersebut. Saiman mengungkapkan, secara pribadi ia merasa iri karena mahasiswa jurnalistik memiliki motivasi kuat untuk

Karya Mahasiswa: (Dari kiri) Tri Bowo, Abdi Purmono, dan Nurudin dalam launching buku karya mahasiswa Komunikasi.

heny/Bestari

menuliskan gagasannya. “Buku li k k mampu menunjukkan keberadaan seseorang kendati ia telah mati,” tambahnya. Acara tersebut dihadiri dua pemateri yaitu dosen pembimbing penyusunan buku, Nurudin dan pengkritik dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Abdi Purmono. Nurudin mengungkapkan, pembuatan buku tersebut tergolong cepat. “Mahasiswa yang awalnya merasa takut akhirnya mampu menulis, mengedit, hingga membuat halaman sampul secara mandiri,” ujarnya bangga.

“Yang penting adalah i d l h prosesnya, bukan hasil akhirnya,” tambah dosen asal Bantul Yogyakarta itu. Secara kritis, Abdi menyampaikan beberapa kekurangan kedua buku, seperti kemiripan dalam beberapa konsep. Namun, ia memberikan penilaian tersendiri atas kreativitas mahasiswa itu. Konsep-konsep yang diangkat dalam buku tersebut merupakan konsep yang biasa dibahas AJI. “Saya mau menjadi dosen di UMM karena saya lihat mahasiswanya kreatif. Motto saya, terbitkanlah atau tidur saja,” pesannya. m_abi

KompeƟsi Divisi 1 Persema

PS UMM Semakin Dekat dengan Gelar Juara Target Persatuan Sepak Bola (PS) UMM untuk menjadi juara pada kompetisi Divisi 1 Persema semakin dekat untuk diraih. Hal ini bisa dipastikan setelah PS UMM mendapatkan poin penuh (3) setelah menang 2-1 atas PS Maha Putra, sebuah klub sepak bola yang juga asal Malang, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Universitas Negeri Malang (7/7). Kemenangan tersebut membuat PS UMM semakin kokoh di puncak klasemen dengan total 22 poin dari 8 pertandingan. Prestasi membanggakan tersebut tidak terlepas dari perjuangan keras yang dilakukan PS UMM untuk tampil menawan di lapangan hijau. Dalam pertandingan tersebut, PS UMM sempat tertinggal 1-0 lewat gol penalti pada menit ke-7, namun PS UMM berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dilesakkan Iradat Taqwa pada menit ke-25. Tidak lama kemudian, Ary Agung Wicaksono berhasil menyarangkan y g bola ke

gawang PS Maha Putra, sehingga skor menjadi 2-1. Memasuki babak kedua, tensi permainan semakin meningkat dikarenakan kedua tim sama-sama ingin mencuri poin. Tidak heran jika wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning kepada beberapa pemain. Namun, kekokohan dari pertahanan PS UMM tidak membuat PS Maha Putra berhasil mencetak gol balasan. Hingga peluit panjang ditiup mengakhiri pertandingan, skor akhir tetap 2-1. Kemenangan atas PS Maha Putra membuat bangga seluruh pemain beserta official team PS UMM, sehingga memperdekat klub sepak bola UMM tersebut pada gelar juara. “Kemenangan ini akan membuat langkah PS UMM semakin dekat dengan target juara, dan semoga PS UMM bisa segera mengunci gelar,” ungkap Yunan Syaifullah, pembina UKM dan Manajer Sepak Bola UMM. m_mam Starting line up: Para starting line up PS UMM 2000 sebelum berlaga melawan PS Maha Putra

Sidang Tahunan Focus XVIII

Optimalkan Pendidikan Anggota Muda Sebagaimana organisasi lainnya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Focus UMM mengadakan Sidang Anggota Tahunan (Sidat) yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus harian sekaligus sebagai evaluasi terhadap hasil kerja mereka selama satu tahun periode kepengurusan. Mengusung tema “Change for Better” Acara yang diadakan di GKB II (1-4/7) itu dihadiri kurang lebih 35 anggota Focus. “Sidat Focus diadakan untuk meregenerasi kepengurusan dan

melihat hal-hal apa saja yang kurang selama periode kemarin,” ujar ketua pelaksana, Metrika Woro Anjari. Selama Sidat tersebut berlangsung, salah satu hal yang menjadi sorotan dalam pembahasan program kerja adalah pendidikan anggota muda periode 2010-2011. Pendidikan bagi anggota muda, menurut Anjari sangat diperlukan agar Focus dapat mengoptimalkan kualitasnya sebagai salah satu UKM yang produktif di lingkungan UMM. “Sesuai dengan tema yang kami angkat, Sidat ini

diharapkan bisa membawa perubahan yang mengarah pada sesuatu yang lebih baik,” tambah mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut. Selama ini, tambahnya, anggota Focus telah menghadapi banyak kendala, diantaranya keterbatasan waktu yang mengurangi kinerja mereka selama masa kepengurusan. “Karena kesibukan yang berbeda, masing-masing anggota harus lebih memprioritaskan salah satunya, antara berorganisasi atau mengejar nilai akademis di kelas,” pungkas mahasiswa angkatan 2007 itu tegas. p_zar

Kuliah Tamu Ilmu Pemerintahan

Otonomi Daerah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sejak tahun 1999, Daerah Otonom Baru (DOB) di Indonesia bertambah sebanyak 205 kota atau kabupaten. Fenomena maraknya pemekaran wilayah ini dikemukakan oleh Pratikno, Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kuliah tamu Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UMM (19/6) yang diselenggarakan di Hall Cokroaminoto UMM Inn. Hingga tahun 2010 kini, disampaikan Pratikno, telah ada 524 DOB ditambah 158 berkas pengajuan DOB lainnya yang masih menumpuk di meja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Mulai tahun 2001, sudah banyak daerah

yang mengajukan otonomisasi. Para elit daerah merasa lebih mengerti potensi di daerahya,” ungkap Pratikno dalam kuliah yang dihadiri dosen dan mahasiswa FISIP UMM itu. Ia menambahkan, Dana Alokasi Umum (DAU) yang dikucurkan pemerintah untuk sebuah DOB mencapai 200 miliar rupiah. Dana tersebut digunakan untuk operasionalisasi kabupaten atau kota baru berupa pembangunan infrastruktur yang mengutamakan sektor pelayanan publik. “Itu berarti pemerintah sangat mendukung otonomi daerah. Akan tercipta banyak peluang baru untuk menjadi pegawai negeri dan akan muncul elit-elit politik baru di daerah,” imbuh dosen yang pernah menjabat

Tim Ahli Kemendagri tersebut. Sementara itu, Dekan FISIP UMM, Wahyudi menambahkan bahwa pemekaran wilayah berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Banyak dimensi yang akan dipengaruhi karena pemekaran wilayah tersebut, salah satunya adalah dimensi sosiologis yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya. “Untuk menjadi bangsa yang kuat dalam sektor ekonomi, bermartabat secara politik, aktif dan ekspansif, setiap daerah harus berani menjadi derah otonom. Dengan begitu, masyarakat setempat akan menjadi pemimpin daerahnya sendiri,” pungkas Pratikno. p_fjr

7

deden/Bestari

Kampus Putih Jadi Idola di Pekalongan

Kampus Putih kembali didatangi pelajar-pelajar Indonesia untuk fieldtrip, sebuah kegiatan pembelajaran langsung ke lapangan. Kali ini, Sekolah Menengah Keguruan (SMK) Gatra Praja dari Pekalongan Jawa Tengah bersama 80 siswanya berkesempatan melihat peraih Anugerah Kampus Unggulan itu dari dekat (23/6). Wakil Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru, Ermanu Azizul Hakim mewakili UMM menyambut rombongan tersebut di Dome UMM. Ia memberikan pengarahan dan informasi mengenai Kampus Putih kepada pelajar kelas X itu. Diantaranya, ia menjelaskan fasilitas-fasilitas yang dimiliki UMM serta prestasi-prestasi yang pernah diraih, baik oleh mahasiswa maupun dosen. “Untuk memenuhi kebutuhan belajar mandiri mahasiswa, kampus ini menyediakan sarana prasarana yang mendukung kegiatan belajar mandiri, seperti laboratorium yang

bisa digunakan kapan saja,” papar pria asal Brebes itu. Subejo Santoso selaku guru pendamping fieldtrip mengaku bangga bisa melihat UMM secara langsung. Diungkapkannya, nama UMM sudah berkibar dan dikagumi banyak orang di daerahnya. “Di Pekalongan, banyak siswa yang ingin melanjutkan kuliah di sini (UMM. red). Untuk itu, saya bawa anak-anak ke sini langsung untuk melihat sendiri,” paparnya antusias. Guru bidang otomotif itu mengaku sangat senang dengan sambutan yang diberikan pihak UMM. Keramahan yang ditunjukkan UMM dalam menyambut rombongannya, menurut Subejo merupakan ciri tersendiri yang dimiliki UMM sehingga semakin menambah kekagumannya. “Saya sangat mengagumi kampus ini. Selain tatanan bangunannya indah, ternyata pihak kampus juga sangat antusias menyambut kami,” pungkasnya. p_emy

Upgrading dan PelanƟkan Dewan Racana Pramuka UMM

Sah Usai Siraman Bertempat di Aula Teknik UMM, sebanyak 52 calon Dewan Racana UMM mendapat pembekalan. Kegiatan yang biasa dikenal dengan istilah upgrading itu bertujuan memantapkan calon Dewan Racana dalam hal berorganisasi (26/6). “Dewan Racana di sini bertugas sebagai pengurus organisasi,” tutur M. Amin Taufiqurrahman yang menjabat sebagai Pemangku Adat (penasehat) Racana UMM. Pria asal Jombang itu mengungkapkan bahwa acara sengaja Khidmat: Pergantian pengurus baru yang menggunakan tradisi atau adat diisi materi-materi yang diharapkan siraman dalam upacara pelantikannya.

akan memantapkan pemahaman dan kemampuan calon dewan dalam berorganisasi. Materi yang disampaikan berisi tentang kepemimpinan, keadatan, manajemen konflik, program kerja, dan keorganisasian pramuka. Materi kepemimpinan disampaikan oleh Kepala Jurusan PGSD, Ichsan Ansyory yang juga aktivis Pramuka semasa mahasiswa. Materi tersebut berisi tentang pembentukan jiwa kepemimpinan. Sementara itu, materi manajemen konflik disampaikan oleh Yoyon Supriyadi, dosen Psikologi UMM

yang juga alumni Racana UMM. “Dengan materi ini, diharapkan para calon Dewan Racana mampu menyelesaikan konflik yang ada dalam organisasi nanti,” harap Yoyon. Setelah mendapat materi yang cukup luas, para calon Dewan Racana dibawa ke helipad UMM untuk dilantik sebagai Dewan Racana yang baru. Unik dan berbeda dengan organisasi lain, racana yang dikenal dengan Racana Ahmad Dahlan dan Siti Walidah itu menggunakan tradisi atau adat siraman dalam upacara pelantikannya. p_emy


8 BESTARI

SUARA KAMPUS

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Tambah Dua Guru Besar, UMM Kian Kokoh S

etelah pada bulan lalu mengukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam, Tobroni (12/6), UMM semakin mantap memperkokoh diri dengan dikukuhkannya dua guru besar Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) yakni Doktor Bidang Penyakit Tumbuhan, Dyah Roeswitawati dan Doktor Bidang Penyuluhan Pembangunan, Jabal Tarik Ibrahim (17/7). Pengukuhan keduanya menambah jumlah guru besar di Kampus Putih yang kini menjadi 17 orang. Bertempat di Ruang Teater Dome UMM, Acara yang dihadiri Rektor UMM, Muhadjir Effendy tersebut berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Muhadjir menegaskan bahwa pengukuhan dua guru besar sekaligus dalam waktu bersamaan sama sekali tidak mengurangi kewibawaan dan kehormataan momen tersebut. “Acara ini sebagai bentuk kehormatan dan kebanggaan kami (UMM. red). Bertambahnya dua profesor di UMM semakin memper-

kuat kualitas akademik dan keilmuan di kampus ini,” ungkapnya.

gaan tersendiri karena keduanya berasal dari FPP dengan jumlah

fakultas pelopor pembangunan infrastruktur pertanian yang menghasilkan

heny/Bestari

Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim MSi. Prof. Dr. Ir. Hj. Dyah Roeswitawati MS. Bagi Muhadjir, pengukuhan dua guru besar tersebut menjadi kebang-

guru besar terbanyak dari seluruh fakultas yang ada. “FPP merupakan

komoditas organik di UMM. Hasilnya, UMM menjadi penyuplai bahan

makanan ke UMM Inn, misalnya telur bebas kolesterol, sayuran organik, beras, buah-buahan organik, dan lain sebagainya,” ujar Muhadjir bangga. Melengkapi pengukuhannya sebagai guru besar, Jabal Tarik Ibrahim berorasi mengenai Ketahanan Pangan bagi Masyarakat dan Bangsa Indonesia. Beberapa langkah untuk mencapai kemantapan ketahanan pangan ditawarkan dosen Agribisnis tersebut, diantaranya pemantapan penanganan kelaparan dan kemiskinan, pemantapan ketersediaan pangan, pemantapan distribusi pangan, dan pemantapan konsumsi. Sedikit berbeda, dengan mengusung isu perbaikan ekonomi, Dyah Roeswitawati mengangkat Peranan Agents Pengendali Hayati dalam Upaya Peningkatan Ekonomi melalui Sistem Pertanian Organik dalam orasi ilmiahnya. “Pengukuhan Dyah sebagai guru besar adalah berita gembira bagi keluarga besar Perpustakaan UMM. Karena wanita asal Kediri tersebut yang juga menjabat Kepala Perpustakaan,” ungkap Muhadjir. p_jov

Kurang Perhatian, Pertahanan Indonesia Terancam K b Keterbatasan anggaran, menurut Purnomo, membuat Indonesia belum bisa memiliki kekuatan pertahanan ideal. Apalagi, lanjut dia, ancaman yang merongrong kedaulatan Indonesia tak hanya datang dari militer negara lain, melainkan juga nonmiliter. Bahkan, ungkap Purnomo, ancaman nonfisik juga terus bermunculan, misalnya kejahatan cyber, kelangkaan energi, dan krisis pangan akibat ekonomi global. “Tugas utama kita adalah membangun kekuatan untuk menangkal ancaman,” tegas heny/Bestari Purnomo. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Cindera mata : usai menjadi Keynote Speaker Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro Mineral (ESDM) RI itu (Kanan), menerima cindera mata dari Rektor UMM. berharap, berbagai hal yang Menteri Pertahanan RI, PurnoMEF adalah standar kekuatan diperoleh dalam seminar nasional mo Yusgiantoro berbicara tentang pokok yang diakibatkan oleh sedi- tersebut dapat menjadi masukan pertahanan negara Indonesia yang kitnya anggaran pemerintah. Ia juga yang berharga bagi Kementerian Persaat ini sedang mengalami anca- menyebut ancaman lain seperti tero- tahanan Indonesia. man global. Menurutnya, postur ris, isu perbatasan, separatis, hingSenada, pengamat politik dan pertahanan militer Tentara Nasional ga keamanan maritim yang terus militer, Salim Said menyebutkan, Indonesia (TNI) yang masih jauh meningkat semakin mempengaruhi syarat terpeliharanya keamanan dari ketentuan Minimum Essential pertahanan negara. “Apalagi Indonesia adalah terlindungnya negaForce (MEF) adalah penyebab kekuatan militer juga belum ideal ra dari ancaman luar serta terjaganya utama masalah pertahanan negara sehingga membuat negara ini ketertiban dalam negeri. Kemampuan Indonesia. Pandangan tersebut berada dalam ancaman nyata, baik menangkal ancaman dari luar, menudiungkapkannya dalam Seminar dari dalam maupun luar,” terang rutnya, mensyaratkan militer handal Nasional Pertahanan Negara di Purnomo saat menjadi keynote dengan persenjataan yang mutakhir. Dome UMM (13/7). speaker. “Di samping penguasaan teknologi,

UMM Blak-blakan Soal Dana Erasmus Mundus Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) UMM mengundang 30 wali penerima beasiswa Erasmus Mundus di Ruang Sidang Rektor (13/7). Pertemuan tersebut bertujuan memperkenalkan program Erasmus Mundus agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. Untuk itu, BKLN telah melayangkan surat ke Bupati atau Walikota asal penerima beasiswa. Surat tersebut bertujuan menghindari penipuan yang kerap muncul dengan mengatasnamakan beasiswa luar negeri. Menurut Ketua BKLN, Suparto, UMM selalu terbuka terhadap berbagai hal agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Apalagi mengenai pendanaan, itu hal yang

paling sensitif. Para wali diharapkan mengetahui kebutuhan dana yang perlu disediakan sebagai bekal kuliah di Eropa,” ungkapnya. Namun, Suparto juga meyakinkan para wali bahwasanya beasiswa tersebut memberikan bantuan hampir 90 persen dari biaya total. Semua kebutuhan hidup, tambahnya, ditanggung oleh Uni Eropa. “Ini program yang sangat prestisius. Tidak semua perguruan tinggi di Indonesia mengikutinya. Kendati begitu, mahasiswa harus menyediakan dana mandiri untuk pembuatan paspor dan visa,” jelasnya. Selain itu, Suparto juga mengingatkan untuk memberikan dana cadangan kepada putranya. Berda-

sarkan pengalaman, katanya, perlu persiapan dana ketika uang dari Uni Eropa belum turun pada awal kedatangan. “Tak usah membawa uang terlalu banyak. Cukup sekitar $ 400 (sekitar Rp 4 juta) hingga $ 500 (sekitar Rp 5 juta) saja. Itu juga digunakan saat darurat. Semoga Uni Eropa tidak telat mengucurkan dananya,” terangnya. Ia juga mengupayakan adanya double degree atau twinning program bagi mahasiswa S2. Namun, hanya ada pemberian sertifikat bagi mahasiswa S1. “Nanti akan ada tanda khusus di ijazah untuk mata kuliah yang ditempuh di Eropa. Itu bekal yang sangat baik untuk melamar kerja,” pungkasnya. m_abi

antisipasi terhadap ancaman nonmiliter juga meski dikuasai bangsa ini. Jika itu terealisasi, bangsa ini akan aman dari berbagai ancaman, baik dari luar maupun dari dalam,” terangnya. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Republik Ceko itu melanjutkan, dalam menghadapi ancaman dari luar yang bersifat nonmiliter, TNI dengan peralatan secanggih apapun takkan memadai dan takkan mampu menangkal segala serangan yang bertujuan melemahkan kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pemerintah harus memiliki barisan intelijen yang canggih, serta memiliki keterampilan teknologi pendeteksi dini yang bermutu sehingga ancaman tersebut bisa ditangani sejak

dini,” papar Guru Besar FISIP UMM itu. Rektor UMM, Muhadjir Effendy menyebutkan, kekuatan militer sebagai penjaga pertahanan NKRI sangat jauh dari kata layak. Ia menyatakan, sebagai negara terbesar keempat dunia, Indonesia hanya menduduki posisi ke-34 dalam jumlah alokasi anggaran pertahanan negara. Oleh karena itu, Muhadjir menjelaskan bahwa seminar yang dihadiri kalangan TNI, Polri, perguruan tinggi, partai politik, dan masyarakat sipil itu merupakan wujud perhatian UMM terkait pertahanan negara. “Walaupun kecil, tapi ini bentuk keseriusan UMM untuk ikut serta dalam pertahanan negara,” terang Muhadjir. m_mam/p_lin

Lomba Penulisan ArƟkel dan Debat KonsƟtusi

Pertama Jadi Peserta, UMM Juara Untuk pertama kalinya, UMM berhasil menjadi Juara I Penulisan Artikel Hukum Nasional dan Juara II Lomba Debat konstitusi Perguruan Tinggi se-Indonesia. Kegiatan bertema ”Urgensi Pemberantasan Mafia Hukum” tersebut diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya (5-7/6). Perlombaan yang merupakan tindak lanjut dari seminar lokakarya itu diikuti lebih dari 17 universitas seIndonesia, diantaranya Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Air Langga (Unair), Universitas Trisakti, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Solo (UNS), dan UMM. UMM mendelegasikan tiga mahasiswanya pada dua perlombaan tersebut, yakni Ahmad Irawan (mahasiswa Hukum, 2008), Prahesti Sekar Kumandhani (Ilmu Komunikasi, 2007), dan Nasrudin (Hukum, 2008). Dalam lomba debat konstitusi, UMM berhasil menjadi juara II setelah dikalahkan oleh tim dari

Unair. ”Saya kira Unair persiapannya lebih matang dan jam terbangnya tinggi. Kami (UMM.Red) yang baru mengikuti perlombaan tahun ini tidak menyangka akan masuk sebagai juara yang mewakili regional IV bersama Unair, meski kami berada di posisi kedua,” terang Ahmad bangga. Ahmad yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FH UMM menambahkan, kemenangan FH UMM sebagai juara I dalam Lomba Penulisan Artikel Hukum Nasional lebih dikarenakan penguasaan permasalahan yang menyeluruh hingga akarnya. ”Kemenangan kami terletak pada kemampuan memahami, menguasai, dan menggambarkan fenomena mafia hukum secara kompleks dalam bentuk tulisan yang strukturnya enak dibaca,” ungkap mahasiswa asal Sulawesi Selatan itu. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (SekjenMK) Janedjri M. Gaffar mengingatkan para pemenang lomba untuk tidak ‘besar kepala’ karena lomba yang sesungguhnya nanti berada di MK. ”Lomba ini bukanlah apa-apa. Persiapkan diri kalian untuk kompetisi yang sebenarnya di Jakarta, karena perlombaan nanti akan lebih menantang dari sekedar ini,” tantangnya. p_zar


BESTARI No. 263/TH.XXIII/Juli/2010

SKETSA

Manajemen Diri untuk Berjuta Prestasi

Berpegang pengaturan jadwal kegiatan, manajemen diri yang baik, dan sifat tawakkal kepada Allah SWT, Sugiarti, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) terpilih sebagai Dosen Berprestasi 2010. osen yang diangkat menjadi tenaga pengajar tetap di UMM sejak tahun 1987 ini telah banyak menoreh prestasi. “Keberhasila saya saat ini tidaklah lepas dari peranan orang-orang terdekat. Saya mendapat banyak dukungan dari keluarga, karena prinsip keluarga saya adalah saling mensupport antara satu dengan lainnya,” tandasnya. Sebelum menyandang gelar Dosen Berprestasi 2010, wanita kelahiran 50 tahun lalu ini telah lama

aktif dan mengukir prestasi di berbagai bidang. Dikisahkan Sugiarti, selain sibuk mengajar, ia juga banyak menulis karya ilmiah. Beberapa diantaranya pernah dimuat di Jurnal Semiotika Fakultas Sastra Universitas Jember, Jurnal Diksi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogjakarta dan beberapa jurnal lainnya. Wanita yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebudayaan UMM itu juga pernah beberapa kali mempresentasikan karya ilmiah di forum nasional maupun internasional. “Saya mempresentasikan sebuah karya pada even seminar internasional tentang Woman and Sector Public di Denpasar,.”akunya. Selain aktif menulis dan melakukan penelitian, wanita yang memegang motto hidup Nama lengkap : Dr. Sugiarti. M.Si “Harus Bermanfaat Tempat tgl lahir : Blitar, 27 Agustus 1960 bagi Orang Lain” Alamat di malang : Jalan Sigura-gura blok D No 6.A ini juga meraih Lulusan Terbaik S3 Riwayat pendidikan Universitas Uda1. SD Bojong yana. Hebatnya, 2. SMP Wlingi Sugiarti berhasil 3. SPGN Blitar menyelesaikan 4. S-1 Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember studi S3 nya hanya 5. S-2 pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Malang dalam waktu dua 6. S-3 pasca sarjana Universitas Udayana Denpasar setengah tahun. “Saya mendapatkan Pengalaman organisasi beasiswa untuk 1. Anggota Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) Kota tiga tahun tapi bisa Malang lulus dalam waktu 2. Anggota Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa timur dua tahun setengah 3. Anggota Pimpinan MUI Kota Malang dengan nilai cum 4. Ka. Pusat Studi Wanita & Kemasyarakatan (PSWK)UMM 1993-2000 laude, hingga tampil 5. Ka. Lembaga Kebudayaan UMM 2000-2003 sebagai wisudawan 6. Ka. Lembaga Kebudayaan UMM 2010-sekarang terbaik ” tutur Sugiarti bangga. Prestasi Aktif di 1. Lulusan Terbaik 1 Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar dunia akademik, 2. Dosen Berprestasi UMM Tahun 2010. lantas tidak menjadikan Sugiarti Motto hidup mengabaikan Hidup harus bermanfaat bagi orang lain k e h i d u p a n

Biodata

sosialnya. Disela-sela kesibukanya mengajar di kampus, wanita kelahiran Blitar, 50 tahun silam ini masih menyempatkan diri aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia berkiprah dan mendedikasikan dirinya dalam berbagai macam kegiatan positif, seperti membina pelatihan menulis cerita untuk siswa berbagai jendang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.” Saya ingin menularkan ilmu saya kepada mereka, karena saya lihat selama ini mereka kurang mendapatkan sentuhan dari pihak yang berkompeten,” tegasnya. Berbagi pengalamanya studi S3 nya, mantan kepala PSWK UMM periode 1993-2000 ini menuturkan banyak pengalaman yang ia dapatkan selama menempuh studi di Pulau Dewata tersebut. “Meskipun di Denpasar yang mayoritas penduduknya non muslim, hal tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk terus belajar. Bahkan, situasi ini justru merupakan sarana bagi saya untuk memperkenalkan citra Islam lebih baik,” begitu ungkap istri Bambang Widagdo tersebut kepada Bestari. Sugiarti menambahkan, dengan jalan ini ia berkesempatan untuk dapat mengenalkan Islam yang saling menghormati dan bertoleransi tinggi kepada orang-orang non muslim. “Alhamdulillah saya diterima dengan baik disana, baik di kalangan teman sejawat maupun para dosen yang umumnya berbeda keyakinan dengan saya,”papar perempuan yang hobi membaca tersebut. Lebih lanjut membagi pengalaman, menurut Sugiarti, sikap toleransi dan sosialis sangat menjadi poin utama yang harus dipegang dalam perjalanan hidup kita, dimanapun kita berada dan kepada siapapun, karena dengan sikap itulah kita akan dihargai, “Bahkan mereka menganggap saya bagian dari keluarga mereka sendiri,” ujar perempuan yang bergelar doktor itu. Bagi perempuan yang juga gemar berolah raga itu, aktif di kampus sebagai akademisi saja tidaklah

cukup. Inilah alasan Sugiarti juga merambah organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. Aplikasi dari jiwa sosial Sugiarti ini, juga nampak dari kepercayaan yang diberikan oleh orang-orang disekitarnya hingga wanita ramah ini diamanahi sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Di akhir perbincangan dengan Bestari, Sugiarti membagi beberapa pegangan hidupnya. “Hendaknya kita hidup untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama dan teruslah berusaha untuk selalu bertawakal kepada Allah dalam kondisi apapun juga,”pungkasnya. p_awi

Sugiarti

Disiplin Berkarya, Ciptakan Kenangan Indah

Disiplin itu indah, karena itu hiduplah dengan penuh disiplin. Itulah motto hidup dari Ifan Prasetya Yuda, mahasiswa program pendidikan Biologi yang meraih Juara II Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2010. Mantan peserta Pelayaran Kebangsaan Tahun 2008 ini berpendapat bahwa kewajiban seorang mahasiswa adalah hidup disiplin dan terus berprestasi. “Tidak bisa dikatakan mahasiswa apabila belum menghasilkan suatu karya,” ujar pemuda yang akrab disapa Ifan tersebut. Bermula dari prinsip itulah, berbagai m a c a m kegiatan mahasiswa

Ifan Prasetya Yuda umam/Bestari

mulai tingkat lokal hingga nasional dapat ia ikuti sebut saja Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS), Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) Tingkat Jawa Timur, Pelayaran Kebangsaan dan ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas. Menilik sedikit sejarah hidupnya, sebelum menuntut ilmu di kampus putih Ifan sempat menjajal dunia kemiliteran yang menjadi cita-citanya sejak kecil. Sosok sang ayah melekat kuat pada dirinya, menjadi alasan utamanya mengikuti karier ayah yang berprofesi

sebagai tentara. Tidak ingin cita-citanya hanya sbatas khayalan, setelah lulus SMA sedikitnya sebanyak tiga kali Ifan mengikuti seleksi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Manusia hanya mampu merencanakan, Tuhan lah yang memutuskan. Nampaknya, sang dewi fortuna sedang tidak memihak Ifan untuk melanjutkan perjuangan sang ayah. Tiga kali gagal menembus gerbang awal citacitanya, Ifan memutuskan untuk menata kembali hidupnya. Setelah setahun berselang dan tidak memiliki kegiatan yang berarti, akhirnya pada 2006 sosok pemuda aktivis tersebut memberanikan Nama : Ifan Prasetya Yuda diri melanjutkan Jurusan : Pendidikan Biologi p e n d i d i k a n n ya TTL : Singaraja, 27 Februari 1987 di UMM. “Jujur, Hobby : Menulis saya sempat takut dan beranggapan Riwayat Pendidikan : bahwa dunia SDN 2 Tegal Badeng Barat 1993-1999 mahasiswa itu SMPN 2 Negara 1999-2002 dipenuhi pergaulan MAN Negara 2002-2005 buruk, tidak ada UMM S1 Pendidikan Biologi 2006 - sekarang aktivitas yang lebih bermanfaat selain Pengalaman Organisasi : tawuran,” tutur pria kelahiran Bali Kabid Humas HMJ Biologi 2007-2008 tersebut. Namun, Alumni Peserta Pelayaran Kebangsaan 2008 anggapan itu Alumni peserta PIMNAS 2008 berubah ketika Ketua Forum Diskusi Ilmiah (FDI) 2009-2010 Ifan mulai bergelut di Himpunan Presatsi yang pernah diraih : Mahasiswa Jurusan Finalis PIMNAS 2008 Biologi dan Forum Finalis LKTIM Provinsi Jawa timur 2008 Diskusi Ilmiah Juara II LKTIM Provinsi Jawa timur 2009 (FDI). Bahkan, Juara II Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2010 keputusannya bergabung dengan Motto FDI menjadi awal Disiplin itu indah, hiduplah dengan penuh disiplin per jalanannya

Biodata

9

mendapatkan penghargaan demi penghargaan di tataran lokal maupun nasional. Salah satu yang diraihnya adalah penghargaan sebagai Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) Tingkat Provinsi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Perlombaan itu diikuti oleh puluhan tim yang mewakili almamaternya masing – masing dalam berbagai bidang yaitu IPA, IPS dan Pendidikan. Optimis dengan kemampuan timnya, Ifan dan teman-teman yang menggeluti bidang IPA mengangkat tema Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) by Jamur Dewa. Alhasil, dalam perlombaan tersebut Ifan beserta timnya berhasil meraih Juara II, berkat kesungguhan ia dan teman - temannya. “Saya tidak pernah menyangka sedikitpun bisa meraih juara dua karena persaingan yang sangat ketat diantara seluruh peserta lomba,” ungkap pria murah senyum tersebut. Kegiatan lain yang sangat berkesan menurut Ifan adalah sebagai peserta Pelayaran Kebangsaan. “Saat itu SC menghubungi saya, bahwa ada pelayaran kebangsaan dan membuka peluang menjadi peserta,” tuturnya mengisahkan. Demi mendapatkan pengalaman yang bermanfaat, Ifan tidak menyia-yiakan kesempatan itu. Berawal dari artikel kelautan yang ia tulis, akhirnya Ifan menjadi satu-satunya dari 43 mahasiswa peserta pelayaran kebangsaan dari UMM. Dari sekian banyak kegiatan yang pernah diikutinya, Ifan merasa banyak ilmu yang dapat dipetik. Hl ini ia tegaskan, berlaku pula bagi siapa saja yang senang mengikuti kegiatan bermanfaat. “Dari pelayaran itu, saya bisa bertukar pengalaman dan ilmu dari peserta lain. Selain itu, yang terpenting adalah

deden/Bestari

saya dapat mengetahui bagaimana cara memperbaiki lingkungan yang terkena bencana,“tuturnya berkisah. Kegiatan selama sepuluh hari dengan misi riset dan penelitian tentang pengaruh letusan Krakatau tersebut sangat berkesan bagi Ifan. “Dari pelayaran kebangsaan 2008, saya jadi mengetahui jalannya riset secara benar, dan mendapatkan pembimbing dari orang-orang LIPI yang tentunya memang pakar dalam penelitian,” ungkap Ifan yang mengaku pengalamannya itu dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan skripsinya Saat ditemui Bestari disela-sela kesibukannya, Ifan mengaku bahwa untuk bisa melakukan semua itu ia hanya menerapkan prinsip hidup disiplin. Keteladanan dari sang ibu yang selalu mengajarkan kedisiplinan yang sejak kecil berusaha dicerminkan oleh Ifan dalam segala bentuk aktivitas. “Sebagai anak sulung dari ketiga bersaudara, saya berusaha menjadi seorang figur yang baik dan dapat dicontoh oleh adikadik saya,”tutur mahasiswa yang senang membaca itu. Apapun yang diraih Ifan hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan orang-orang disekelilingnya. Ia merasa sangat berterima kasih kepada keluarga, dosen, dan teman-temannya. Tak lupa pula ia menyampaikan pesan agar para mahasiswa terus berkarya. “Perbanyaklah karya tulis, karena dari situ kita bisa eksis baik di tataran lokal hingga nasional dan jangan segan-segan untuk melakukan yang terbaik, sebab hal terbaik merupakan kenangan indah yang sulit kita lupakan,” pungkasnya. p_tri


10 BESTARI

SUARA KAMPUS

No. 264 /TH.XXIII/Juli/2010

PelanƟkan Pengurus Lembaga Intra FKIP

Fauzan:

"Harus Siap Dicaci dan Dimaki" Bertempat di Lorong Lantai 1 Masjid A.R. Fachruddin (27/6), seluruh fungsionaris terpilih lembaga intra FKIP UMM periode 2010-2011 secara resmi dilantik oleh Fauzan, Dekan FKIP UMM. Meski acara pelantikan tersebut terlihat sederhana, namun seluruh fungsionaris tampak khidmat mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Dalam pidatonya, Fauzan mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah bersedia menjadi pengurus lembaga intra. “Selamat kepada saudara-saudara karena telah menginfakkan diri menjadi fungsionaris lembaga intra,” ucapnya. Fauzan juga mengungkapkan bahwa organisasi adalah media pembelajaran hidup di dunia yang sebenarnya. “Dalam organisasi, kalian harus siap untuk dicaci dan dimaki, seperti itulah dunia yang sesungguhnya,” ungkapnya. Di akhir pidatonya, Fauzan berharap seluruh pengurus lembaga intra FKIP bisa menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa lainnya. “jangan hanya menjadi teladan dalam berprilaku, namun juga dalam bidang akademik,” pesannya.

Amanah baru: Dekan FKIP, Fauzan (tengah) saat menghadiri pelantikan fungsionaris lembaga intra FKIP.

umam/Bestari

Sementara itu, Gubernur Mahasiswa FKIP terpilih, Aditya, memandang jabatan Ketua BEM Fakultas sebagai amanah yang lebih besar daripada di tingkat jurusan. Dalam kepemimpinan yang akan dijalankannya, Aditya menargetkan untuk bisa menata manajemen organisasi yang kondusif. “Dengan penataan

organisasi yang kondusif, kita bisa memaksimalkan agenda-agenda dalam proker (program kerja. red) yang akan kita laksanakan nanti,” ungkapnya. Mahasiswa PGSD semester IV itu juga berharap kepada seluruh mahasiswa FKIP agar bisa ikut andil dan menyukseskan agenda-agenda tersebut. m_mam _

Membaca Perjuangan Ahmad Dahlan Lewat Novel Menyambut semarak Muktamar Seabad Muhammadiyah, Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Malang dan percetakan Grafindo selenggarakan Bedah Novel Jejak Sang Pencerah (26/6). “Kita berusaha menggairahkan masyarakat dalam menyambut Muktamar Satu Abad Muhammadiyah,” tutur dosen Syariah Fakultas Agama Islam UMM, Pradana Boy dalam sambutannya. Jejak Sang Pencerah adalah novel yang mengupas secara utuh jejak pemikiran dan perjuangan KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor itu dihadiri sang penulis novel, Didik l. Hariri dan dosen Pendidikan dan Sastra Indonesia, Ajang Budiman sebagai pembanding. “Kekaguman saya kepada KH. Ahmad Dahlan

adalah dari sepak terjangnya dalam memperjuangkan ide-ide kemuhammadiyahan,” ungkap Didik. Dalam kesempatan tersebut, Didik juga mengungkapkan bahwa alasannya menuangkan biografi Ahmad Dahlan melalui novel adalah karena sifatnya yang ‘ringan’. “Novel lebih ringan tanggung jawab akademiknya dibanding buku biografi. “Selain itu, novel lebih enak dibaca dan perjalanan KH. Ahmad Dahlan bisa lebih hidup,” tambahnya. Ajang mengatakan, novel Jejak Sang Pencerah ditulis untuk menghidupkan tubuh dan karakter, namun bukan faktual. “Memang tidak semuanya fiksi, tapi ini semua bertolak (berangkat. red) dari fakta,” tuturnya. Ia menyebut novel yang menuliskan jejak perjalanan KH. Ahmad Dahlan itu sebagai salah satu novel yang menginspirasi. m_mam

Tentang Muhammadiyah: Selain membedah novel "Sang Pencerah," bukubuku tentang Ahmad Dahlan juga ikut diterbitkan.

RAT Kine Club

Imbangi Prestasi dengan Perbaikan Internal

deden/Bestari

Jangan cepat puas : Arif Budi, pembina Kine Club saat memberikan sambutan pada pembukaan RAT.

Kepala Biro Kemahasiswaan UMM, Atok Miftahul Huda menyatakan apresiasinya pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Klub yang dinilainya luar biasa karena mampu meraih banyak prestasi. Hal itu diungkapkannya pada sambutan pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kine Klub (9-10/7) di Aula

BAU UMM. Namun, Atok, sapaan akrabnya, juga mengingatkan Kine Club untuk terus mempertahankan prestasi yang pernah diraihnya. Salah satu prestasi membanggakan yang disandang Kine Club adalah Juara I Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminal) 2010 tangkai lomba film belum lama

ini. Menurut Atok, mempertahankan sebuah prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya. Sementara itu, Ketua Umum Kine Klub, Vicky Arief menambahkan bahwa meski Kine Club telah memiliki banyak prestasi, UKM tersebut tetap harus banyak berbenah. “Rencana kami ke depan adalah memperbaiki internal UKM. Bukan karena selama ini Kine tidak baik, melainkan untuk memperbaiki kekurangan,” ujar mahasiswa Komunikasi angkatan 2008 itu. Dalam rapat tersebut, para anggota dan pengurus Kine Klub mengevaluasi kepengurusan tahun lalu, termasuk kinerja kepengurusan yang dirasa perlu ditingkatkan. Terkait pewarisan estafet kepengurusan, Vicky menjelaskan kriteria penilaian calon yang didasarkan pada jiwa kepemimpinan calon ketua umum. “Dia harus bisa mengayomi pengurus dan anggota, juga harus mampu melihat kendala apa saja yang Kine hadapi,” tandasnya. p_zar

PelanƟkan lembaga Intra FAI

M. Syarief:

"Lakukan Sesuatu yang Tak Terlupakan" Fakultas Agama Islam (FAI) melantik para pengurus lembaga intra periode 2010/2011 (30/6). Acara yang diselenggarakan di Aula Lantai 2 Masjid A.R. Fachruddin itu ditandai dengan serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru. Hadir dalam pelantikan itu, Dekan FAI, Sunarto; Pembantu Dekan III, M. Syarief, dan beberapa dosen yang turut menyaksikan serah terima jabatan itu. “Saya berharap apa yang Anda perbuat nanti dapat menjadi sesuatu yang tidak dapat dilupakan, tentunya sesuatu yang positif,” harap Sunarto. Pada kesempatan itu, kepengurusan yang dilantik meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Bemfa) yang diketuai Ramanda Rhudwi Hantoro (mahasiswa Tarbiyah 2007), Senat Fakultas (Sefa) yang diketuai Pita Anjarsari (Tarbiyah 2007), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), serta

deden/Bestari

Peresmian: Dekan FAI, Sunarto didampingi M.syarif, Pembantu Dekan III FAI, menandatangani surat peresmian kepengurusan baru Lembaga Intra FAI

beberapa Lembaga Seni Otonom (LSO) seperti Forum Studi Islam (Forsifa), Alif (LSO bidang seni Islam), dan Fagama, (LSO bidang olah raga). Ketua Komisi Pemilu Raya FAI, Muhammad Luthfi mengungkapkan bahwa kualitas keilmuan dan partisi-

pasi mahasiswa dalam berpolitik semakin menurun. Untuk itu, dalam pelantikan kali ini, ia menekankan pada semua pengurus untuk meningkatkan kualitas keilmuan, pergerakan, dan kinerja yang lebih baik. p_emy

deden/Bestari

Persiapan P i Pi Pimnas 2010

Mantapkan Presentasi, UMM Yakin Masuk Final

Sebagai bentuk perhatian dan keseriusan UMM terhadap sebelas tim yang mewakili Kampus Putih dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), digelar simulasi presentasi masingmasing karya (14/7) di lantai I Masjid A.R. Fachruddin. Kesebelas kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut terdiri dari empat PKM Kewirausahaan (PKM-K), dua PKM Penelitian (PKM-P), satu PKM Teknologi (PKM-T), dan empat PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT). Mereka dikumpulkan untuk memantapkan kemampuan presentasi masing-masing tim di hadapan para penguji. Dalam simulasi tersebut, masing-masing tim diharuskan mempresentasikan PKM-nya dalam waktu 15 menit. Salah satu penguji, Maftuchah

mengungkapkan bahwa presentasi menyumbangkan nilai terbesar dalam penilaian Pimnas, yakni 70 persen. Wanita yang juga aktif di Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM itu berharap tim UMM mampu meraih nilai terbesar dalam presentasi. “Jika presentasinya bagus, sesuai dengan waktu yang ditentukan, dan mencakup semua isi PKM-nya, maka kemungkinan besar akan lolos ke tingkatan atau tahap selanjutnya,” tekan Maftuchah. Melihat besarnya poin presentasi tersebut, pihak UMM menyiapkan senjata pamungkas dengan memberikan pelatihan presentasi sebanyak mungkin. “Sebelum berangkat bertanding, masing-masing tim diberi pelatihan presentasi sebanyak tiga kali dalam tiga kesempatan berbeda,” tandas wanita berjilbab itu. p_emy


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

SUARA KAMPUS

Lokakarya LK

SPMB UMM 2010-2011

Jadi Favorit, UMM Tak Abaikan Kualitas

Membludaknya calon mahasiswa peserta tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2010-2011 UMM Gelombang II semakin memantapkan UMM sebagai universitas swasta terfavorit di mata masyarakat . Sebanyak 3.821 calon mahasiswa memenuhi beberapa lokasi pelaksanaan tes yang disediakan UMM (12/7). Dari data Unit Pelaksana Teknis (UPT) PMB UMM, jumlah tersebut mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun lalu yaitu sebesar 25 persen. Jika dibandingkan dengan Tes SPMB Gelombang I, jumlahnya meningkat hingga 50 persen sehingga harus dilakukan penambahan lokasi tes di Aula Lantai 1 Masjid A.R. Fachruddin, Gedung Kuliah Bersama (GKB) I, GKB II, dan Aula BAU. “Meski semakin banyak calon mahasiswa yang mengikuti Tes SPMB UMM, kualitas mahasiswa baru tetap kami prioritaskan,” kata Kepala UPT-PMB, Wasis. Ia menambahkan, UMM tidak terpengaruh dengan tren perguruan tinggi negeri (PTN) yang menambah kuota penerimaan mahasiswa baru (maba) dengan berbagai jalur. ”Kami tetap percaya diri dengan sistem lama karena menurut kami pe-

Karawitan, Gamelan, dan Pusat Informasi Riset Nasional

heny/Bestari

Penuhi Dome : Peserta tes tulis masuk UMM gelombang II penuhi Hall Dome .

ningkatan kualitas lah yang lebih penting,” ujarnya. Ketatnya persaingan pada jurusan-jurusan tertentu diharapkan Wasis tidak menyurutkan niat para calon mahasiswa yang gagal lolos pada gelombang II untuk kembali mengikuti tes di gelombang III. “Dengan persiapan yang lebih baik atau memilih jurusan lain, insya Allah masih terbuka lebar kesempatan untuk menjadi ma-

hasiswa UMM,” tandasnya. UMM menjadi pilihan pertama bagi sebagian besar calon maba seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencari universitas bermutu dan berkualitas dengan biaya terjangkau. “Yang penting kualitas, bukan soal PTN atau PTS. Biaya PTN toh lebih mahal daripada swasta,” kata Muzayyin, pria asal Tuban yang ikut mengantarkan anaknya. p_jov

TOT Beban Kerja Dosen

Sinkronisasi Tugas Dosen dengan Tri Dharma Training of trainers: Pelatihan bagi pelatih beban kerja dosen oleh tim divisi ketenagaan dikti Djoko Kustono pada Kamis (1/7) di Aula Sidang Rektor. fidha/Bestari

Dalam rangka menyelaraskan tugas dosen dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT), Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) UMM menyelenggarakan “Training of Trainers (TOT) Beban Kerja Dosen Evaluasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi UMM”. Bertempat di Ruang Sidang Rektor UMM, (1/7), anggota tim Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Djoko Kustono hadir guna membahas tugas dan beban kerja dosen

sebagai perwujudan Tri Dharma PT. Menurutnya, penilaian tugas utama dosen berprinsip pada evaluasi diri dan saling asah, asih dan asuh. Prinsip ini ditujukan untuk meningkatkan atmosfer akademik di semua jenjang PT, mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional, serta dapat menilai tanggung jawab kinerja dosen di PT. Lebih lanjut, Djoko menegaskan bahwa untuk menunjang Tri Dharma PT, dosen harus menunjukkan perfor-

mance yang baik dalam melaksanakan tugas dan beban kerjanya. “Untuk itu, pihak institusi secara berkala perlu mengevaluasi kinerja dosen tersebut. Perguruan tinggi dapat menentukan sendiri periode evaluasi, semesteran atau tahunan,” jelasnya. Dosen Universitas Negeri Malang itu menambahakan bahwa dalam keadaan tertentu institusi dapat melakukan evaluasi beban kerja dosen setiap diperlukan. Namun, laporan kepada Dikti dilakukan setiap tahun. Pihak pelaksana evaluasi adalah struktur kelembagaan yang ada dan melekat pada sistem di PT yang bersangkutan, misalnya Lembaga Penjaminan Mutu, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) atau yang lain. “Dosen yang melakukan penilaian tersebut disebut asesor, yang berasal dari institusi itu sendiri dan telah mendapatkan legalitas dari Ditjen Dikti,” jelasnya. Ketua Pelaksana TOT, Harun Rasyid menyebutkan, UMM memiliki 22 asesor yang telah mempunyai Nomor Identifikasi Registrasi Asesor (NIRA) dan 38 dosen lainnya yang sedang dalam pencalonan. pmg_fjr

Pemantapan Mental Pendamping dan Trainer P2KK

Mental Kuat, Bekal Utama Pendamping

Bertempat di Aula Lantai I Masjid A.R. Fachruddin, para pendamping dan trainer Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) tahun 2010/2011 mengikuti kegiatan pemantapan mental (15/7), sebelum mereka diturunkan untuk mendampingi para mahasiswa baru UMM. Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari 12 trainer dan 48 pendamping tersebut sengaja dikumpulkan agar mampu bekerja secara maksimal selama bertugas di P2KK nanti. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, trainer tahun ini merupakan alumni UMM, sedangkan para pendamping berasal dari mahasiswa UMM semester akhir. Pembukaan dihadiri oleh Pembantu Rektor III, Joko Widodo. Joko mengungkapkan, pendamping dan trainer harus memiliki persiapan mental yang kuat mengingat setiap maha-

Pembekalan: persiapan dan pemantapan mental para trainer P2KK 2010-2011.

deden/Bestari

siswa baru memiliki karakter yang berbeda-beda. “Mengajar merupakan seni. Artinya, setiap orang pasti memiliki cara mengajar yang berbeda-beda,” tambahnya di sela-sela sambutan. Dia juga berharap agar para

11

pendamping ikhlas dalam melaksanakan tugas nya. “Kita kuatkan mental, satukan tekad, mudahmudahan semua yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT,” harapnya menyemangati para pendamping dan trainer. p_emy

Keinginan kuat Lembaga Kebudayaan (LK) UMM untuk selalu mengembangkan diri dan berbuat untuk negeri dibuktikan lembaga tersebut dengan menggelar lokakarya di Aula Lantai 1 Masjid A.R. Fachruddin (21/7). Lokakarya tersebut berisi penyusunan rencana dan program kerja LK sepuluh tahun kedepan (2010-2020). Lokakarya tersebut mengundang beberapa dosen dari seluruh fakultas di UMM. Tujuannya agar terwujud sebuah program kerja yang tidak hanya melibatkan tim LK namun juga kalangan lain yang ada di lingkungan UMM. Sugiarti selaku Ketua LK dalam sambutannya menerangkan bahwa LK UMM merupakan lembaga yang memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam pengembangan budaya, baik di dalam maupun di luar kampus. ”Sebenarnya banyak yang harus kita jalankan bersama, diantaranya kerjasama antar PTN dan PTS (perguruan tinggi negeri dan swasta. red) untuk mengoptimalkan potensi pada institusi sebagai strategi kohesif,” jelas wanita murah senyum itu. LK, yang mempunyai visi dan misi menjadikan LK sebagai center of excellent dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,

juga ingin menjadikan dirinya pusat informasi riset kebudayaan nasional. Untuk itu, program kerja LK nantinya akan dibagi ke dalam tiga divisi, yaitu Divisi Kajian Ilmiah dan Jurnal yang akan mengelola dan mengadakan kajian-kajian ilmiah mengenai kebudayaan, Divisi Pelestarian Budaya dan Pertunjukan, serta Divisi Pengembangan Budaya dan Pariwisata yang bertugas mengembangkan wisata di kampus UMM. Selain menyusun rencana dan program kerja, tujuan lain dari kegiatan tersebut adalah ingin menghapus paradigma lama tentang LK, yakni paradigma yang beranggapan bahwa LK identik dengan gamelan dan karawitan. Hal itu diungkapkan ketua pelaksana lokakarya, Andi Syaiful Amal. “Selama ini, dosen dan karyawan UMM menganggap LK hanya sebagai lembaga yang identik dengan karawitan dan gamelan. Paradigma tersebut harus segera disingkirkan, karena LK tidak hanya bergerak dalam bidang itu saja,” tegas pria asal Malang tersebut. Pria yang juga aktif mengajar sebagai dosen Jurusan Teknik Sipil UMM itu juga berharap nantinya LK dapat menghasilkan sebuah produk berupa rencana strategis. p_emy/zar

deden/Bestari

Buktikan eksistensi: Lembaga Kebudayaan menggelar lokakarya mengenai program kerja mereka selama sepuluh tahun kedepan (21/7)

Teknik Melemah, FISIP Tetap di Puncak

Muhammadiyah Volley Ball Team (MVBT) selenggarakan putaran final dalam ajang Simkorsenal (Musim Kompetisi Olahraga, Seni, dan Penalaran) 2010 di lapangan voli UMM (2/6). Berbeda dengan tahun sebelumnya, beberapa fakultas mengerahkan sejumlah mahasiswa baru (maba) sebagai tim utama. Final kategori putra mempertemukan Fakultas Hukum dengan Fakultas Ekonomi. Berbekal amunisi baru, Hukum berhasil menekuk lutut Ekonomi dengan skor telak 3:1. Ketua panitia, Rinas Aldilaga mengungkapkan, tahun ini Hukum menyusun ulang pemain dan strategi tim. “Mereka memiliki maba berkualitas. Pola permainannya pun baru. Sehingga lawan sulit menebak pergerakannya,” tutur mahasiswa semester 6 tersebut. Berbeda dengan Hukum, tim unggulan Fakultas Teknik justru mengalami penurunan kualitas permainan. Juara Rektor Cup 2009 itu hanya mampu bertengger di posisi ketiga. Menurut pria yang akrab disapa Aldi tersebut, berkurangnya

kerja sama tim menjadi faktor utama kekalahan Teknik. “Sebagian besar pemain tak mengalami perubahan. Sayang, mereka tak mampu menjaga kekompakan tim,” tambahnya. Untuk kategori putri, juara Rektor Cup 2009, FISIP, ditantang tim unggulan FKIP. Namun, pertahanan dan perlawanan peraih juara tiga kali berturut-turut tersebut tak mampu dibendung tim voli FKIP. FISIP akhirnya menumbangkan FKIP dengan skor 3:1. “Dari tahun ke tahun, FISIP mampu menjaga kualitas tim. Tak hanya kekompakan, skill individu pemain FISIP tak perlu diragukan,” terang mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris tersebut. Sedangkan tim Ekonomi harus puas sebagai juara III. Selain sebagai ajang kompetisi, Simkorsenal merupakan wadah bagi MVBT untuk mencari bibit-bibit unggul baru. “Maba yang bagus akan kami rekrut untuk regenerasi,” pungkasnya. Konsistensi tim, tambahnya, perlu dijaga agar permainan tak mengalami kemerosotan. m_abi*


12 BESTARI

LAPORAN UTAMA

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010 Menilik Pendidikan dan Perannya y dalam Masyarakat y

Berkarya Bersama Membangun Bangsa Pendidikan pada dasarnya sebagai media mencerdaskan kehidupan masyarakat dan membawa bangsa pada era pencerahan, bukan diorientasikan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dengan mengejar gelar atau pekerjaan semata.

P

endidikan tidak hanya untuk mencari ilmu dan pengetahuan, namun juga moral dan budi pekerti yang luhur. Hal itu diungkapkan oleh Tobroni, Guru Besar Fakultas Agama Islam (FAI) UMM bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam. Menurutnya, pendidikan yang dimulai sejak tingkat dasar, menengah, maupun atas bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan hari esok. Kesiapan tersebut lebih dikhususkan dalam bentuk perilaku siswa didik itu sendiri. “Intinya, pendidikan itu tidak hanya sekadar sekolah yang serba formal, tetapi di dalamnya juga dimasukkan pendidikan moral sebagai bekal siswa sehingga siswa akan menjadi manusia yang peka terhadap berbagai fenomena di sekelilingnya,” papar Tobroni. Tobroni juga menjelaskan, dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sikdisnas) tahun 2003 No. 20 menyebutkan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya mengejar akademik, namun juga menjadikan peserta didik sebagai manusia yang beriman dan berakhlak mulia. “Memang pada kenyataanya terkadang rumusan undang-undang itu hanya dianggap bersifat simbolik saja. Seringkali hal itu tidak diperhatikan dan tidak dibahas,” jelas pria yang pengukuhannya sebagai guru besar dilakukan Juni lalu itu. Prestasi Akademik Saja Tidak Cukup Tobroni mengungkapkan, kebanyakan orang tua beranggapan bahwa menyekolahkan anak hanya bertujuan mengejar prestasi, kepintaran, dan bisa mendapatkan pekerjaan yang baik saat lulus nanti. Padahal, ada hal mendasar yang lebih penting dari tujuan sesaat tersebut yaitu beriman dan memiliki moral yang baik sebagai bekal untuk hidup di masyarakat. Menurut Tobroni, pendidikan moral di sekolah-sekolah dari tingkat dasar sampai dengan tingkat atas sebenarnya sudah dilaksanakan oleh pihak sekolah. Namun, hal tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan pendidikan yang berhubungan dengan akademik. Toroni menambahkan, tanggung jawab pendidikan moral di sekolah tidak hanya pada guru agama saja tetapi juga kepala sekolah. “Jika kepala sekolah bisa mengarahkan dengan baik, maka pendidikan moral bisa berjalan dengan lancar di sekolah itu,” tambahnya. Selain kepala sekolah, dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tobroni menjelaskan bahwa peran pemerintah juga tidak kalah pentingnya. Menurutnya, pemerintah harus melayani dengan adil setiap warga negaranya dalam menempuh pendidikan. Sementara itu, pendidikan di Indonesia masih banyak masalah seperti kesenjangan, mutu, maupun relevansi pendidikan itu sendiri. “Ada swasta dan negeri, ada sekolah grade A, B, C, dan yang lainnya,” paparnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini mutu pendidikan di Indonesia tidak merata, ada sekolah yang sangat maju dan ada pula sekolah yang masih tertinggal. Selain itu, relevansi pendidikan dengan persoalan anak didik dalam menghadapi masa depan masih sangat kurang. Masyarakat saat ini telah terjebak dalam kehidupan yang instan. Masyarakat menganggap pendidikan sebagai investasi yang nantinya akan

kembali ketika sudah mendapatkan pekerjaan. “Masyarakat banyak yang memburu kehidupan instan itu untuk saat ini,” jelas Tobroni. Dibutuhkan Lulusan Kuliah, lulus, kemudian mencari pekerjaan yang layak, mapan, kalau bisa dengan penghasilan yang memuaskan. Demikian harapan sebagian besar mereka yang menuntut ilmu di tingkat pendidikan tinggi. Namun, sebenarnya ada kewajiban turut serta mengamalkan ilmunya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan juga untuk pemberdayaan masyarakat. Rohmat Santoso, Kepala Desa Junrejo Batu yang melihat kondisi masyarakatnya sekarang, berharap jika kalangan terdidik yang mendalami ilmu terkait dengan mata pencaharian masyarakat di desanya bisa membantu menyalurkan ilmunya. Menurut pria kelahiran 1968 tersebut, pengabdian di bidang pertanian, peternakan, dan industri kecil sebagai sektor utama di Junrejo sangat dibutuhkan. “Masyarakat kami bisa dikatakan masih tradisional. Kami menunggu kontribusi lulusan yang sampai saat ini terbilang masih sangat kecil,” ujarnya. Senada dengan Rohmat, Suwito, Kepala Desa Kepuharjo Karangploso Malang, mengatakan kalau kebanyakan lulusan terdidik justru tidak tinggal. “Mereka semua pergi ke kota,” tukasnya. Ia berharap lulusan pendidikan tinggi dapat membantu meningkatkan sumber daya manusia khususnya pada bidang wirausaha untuk mengurangi pengangguran karena sebagian besar warga Kepuharjo adalah buruh pabrik, buruh tani, atau buruh bangunan. Sementara itu, menurut Faridi, Pembantu Dekan II FAI UMM, lulusan terdidik selayaknya mampu memberikan kontribusi terhadap terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT 06/RW 04 Merjosari, Lowokwaru Malang tersebutnya mencontohkan banyak bidang yang bisa diterjuni di masyarakat, misalnya lulusan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bisa memberikan penyadaran masyarakat terhadap peran politik, mahasiswa dari bidang ilmu agama bisa memberikan penanaman nilai-nilai agama, mahasiswa pertanian dan peternakan juga bisa memberikan penanaman bagaimana cara bertani dan beternak yang baik. Namun, Faridi melihat belum ada penghubung antara masyarakat dengan kalangan terdidik utamanya lulusan. “Di satu sisi mahasiswa takut terjun ke masyarakat karena ada keraguan tidak diterima oleh masyarakat, di sisi lain masyarakat masih menganggap mahasiswa adalah kelompok elit,” tegas pria yang telah delapan tahun menjadi ketua RT tersebut. Bisa Dimulai Sejak Kuliah Sementara itu, peran serta kalangan terdidik semenjak masih menempuh pendidikan tinggi juga penting. Hal itu diungkap Hartono, Ketua RW 01 yang juga tetangga RW Faridi, mengatakan sekarang ini ada penurunan minat mahasiswa untuk terjun di masyarakat. Menurutnya, sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, seperti aktif di karang taruna, bidang olah raga, mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA),

aktif pada Lembaga Pemberdayaaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), atau sekadar memberi pemikiran kreatif untuk lingkungan. Melihat hal ini, Abdulah Masmuh, Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), mengungkapkan di situlah pentingnya organisasi bagi mahasiswa. Organisasi merupakan media atau wahana menempa diri agar menjadi pribadi matang. Ketika lulus dan terjun ke masyarakat, mereka sudah siap karena sudah ada bekal. Dalam organisasi seseorang dilatih merencanakan setiap aktivitas dan belajar menemukan pemecahan terhadap masalah pribadi maupun sosial. “Ruh organisasi itu kan manajemen. Jadi, bagaimana kita mengendalikan diri sendiri dan menemukan pemecahan terhadap masalah yang ada. Mahasiswa tidak boleh ‘murni’ hanya mengetahui teori karena dalam masyarakat yang diperlukan lebih dari itu,” terangnya. Pria yang akrab disapa Masmuh itu menjelaskan perbedaan mahasiswa ‘murni’ dan aktivis akan terlihat setelah lulus dari perguruan tinggi. Mahasiswa murni yang hanya belajar biasanya hanya berputar pada dunia pekerjaan dan rumah tangga. Prestasi orang-orang tersebut hanya berorientasi pada jabatan, seperti promosi atau kenaikan jenjang karir. Sebaliknya, aktivis akan mempunyai dunia yang lebih luas di luar pekerjaan. Mereka akan mencari kegiatan sosial yang banyak mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas, misalnya melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau lembaga sosial lain. Menurut Masmuh, aktivis yang baik adalah ketika mampu berprestasi dalam dunia kerja dan masyarakat. Sarjana tersebut harus mempunyai profesionalisme tinggi dan social sensitivity. Artinya, aktivis juga kurang baik kalau hanya murni mengurusi kegiatan saja karena mereka juga harus melihat ke depan. “Keluarganya kelak kan juga menginginkan pekerjaan yang mendatangkan finansial. Jadi bekerjalah, tapi jangan menutup mata dari lingkungan sosial,” tegasnya. Masmuh menambahkan, prosentase mahasiswa yang setelah lulus lebih memilih mengabdi pada masyarakat memang ada walaupun kecil. Biasanya, dengan idealismenya, mereka membentuk komunitas baru yang menjadi wadah pemberdayaan

p_riz / Bestari

masyarakat. Masmuh menyayangkan, sekarang ini pola pikir mahasiswa sudah dipengaruhi paradigma sosial yang menyatakan selepas kuliah adalah bekerja, bukan lagi beraktivitas yang tidak mendatangkan keuntungan finansial. Bahkan, sebagian mahasiswa salah beranggapan bahwa membahagiakan orang tua itu cukup dengan memberi orang tua kehidupan finansial yang layak. “Padahal, orang tua juga bahagia kalau melihat anaknya bisa bermanfaat untuk sesama dan lingkungan sosialnya,” pungkasnya. Sementara itu, diakui juga oleh Muhammad Jakfar Sodiq yang aktif di LSM Youth Enterpreneurship (YES), seseorang yang menerjunkan diri pada aktivitas selain akademik saja akan lebih memiliki ketangguhan diri dibandingkan dengan mahasiswa biasa karena ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan maka seorang aktivis justru melihat itu adalah sebuah tantangan yang mengantarkan menuju pendewasaan. “Kita juga akan memiliki banyak jaringan sehingga ketika kita memiliki kesulitan akan lebih mudah diselesaikan,” ujarnya. Senada dengan Jakfar, Luthfi Jayadi Kurniawan , Ketua Dewan Pengurus Malang Corruption Watch (MCW) yang banyak merekrut tenaga dari kalangan mahasiswa mengatakan bahwa menjadi seorang aktivis memiliki banyak kelebihan. “Kedewasaan berpikir dan bersikap serta munculnya kesadaran sebagai manusia yang memanusiakan manusia,” paparnya. Lebih lanjut pria yang akrab disapa Luthfi tersebut menjelaskan, dengan menjadi seorang aktivis ketika masih berstatus mahasiswa bisa dijadikan bekal sebagai langkah untuk

aktif di masyarakat juga nantinya. Ia memisalkan, mahasiswa yang aktif di MCW tidak hanya bergerak seputar korupsi saja melainkan juga pada masyarakat peduli pendidikan, aliansi peduli lingkungan, koalisi masyarakat untuk mendapatkan informasi, dan masih banyak hal lainnya. Syaratnya Kepedulian Bagaimanapun, untuk bisa terjun dan berperan di masyarakat dengan baik dibutuhkan satu hal, rasa kepedulian. Kepedulian ini menjadi dasar utama untuk bisa mengabdi di masyarakat. Hal ini dibenarkan Nur Hadi, sekretaris Desa Tlekung, Kota Batu ketika ditemui di kantornya. Hadi bisa jadi termasuk yang beruntung. Ia bersyukur karena warga desanya yang menempuh pendidikan tinggi sampai saat ini sebagian besar kembali untuk bersama-sama dengan warga lain membangun desanya. Kebanyakan mereka aktif pada pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Desa Tlekung merupakan salah satu dari dua desa termiskin di Kota Batu, sehingga dengan adanya BUMDes tersebut sangat membantu masyarakat kami yang miskin,” tandas pria 41 tahun tersebut. Selain itu, ada juga yang bergabung di kelompok tani desa yang dulu merupakan laboratorium Fakultas Psikologi UMM. Hadi menambahkan, saat ini Desa Tlekung menjadi tujuan studi pemerintah luar Jawa, seperti Sulawesi dan Halmahera. Hal tersebut tidak lepas dari kontribusi kalangan terdidik asal desanya sehingga desa Tlekung juga meraih peringkat pertama propinsi terkait pada pengelolaan keuangan, sektor ekonomi BUMDes, tata cara musyawarah pembangunan, serta pembuatan peraturan desa. rjb/m_ros/p_ben/jam


BESTARI Suplemen No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

BESTARI Suplemen

Buka Wacana, Datangkan Anas

Agustus A iinii UMM menggelar l prosesii wisuda i d periode III tahun 2010 (7/8) yang diikuti sebanyak 811 wisudawan-wisudawati. Warsono, ketua panitia wisuda, ketika dikonfirmasi terkait persiapan prosesi wisuda mengungkapkan semua sudah siap dan hanya menunggu pelaksanaannya saja. “Persiapan tiap seksi kepanitiaan sudah sangat matang,” ungkap Ketua Laboratorium Komputer Fakultas Ekonomi itu. Menurut pria asal Temanggung, Jawa

Tengah itu, wisuda kali ini T aakan dimeriahkan dengan dila launching-nya produk pakan kelinci “Biskuit Kelinci” yang k m merupakan hasil penelitian dosen Fakultas Peternakan Perikanan F UMM. “Selain launching pakan U k kelinci, juga ada rencana untuk penyerahan p secara formal ssertifikasi ISO 9001: 2008,” jelas pria yang tinggal di Jl. je Margobasuki, Kecamatan Dau, M M Malang itu. Sementara itu, jika tidak m mengalami kendala, orasi wisuda kali ini akan mendatangkan k Ketua Umum Partai Demokrat, K dok. Internet A Anas Urbaningrum. Anas akan menyampaikan tentang peran partai politik dalam pembentukan karakter bangsa. “Yang lain sudah pernah kita datangkan semua seperti dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ini juga tidak ada hubungannya dengan kepentingan politik apapun,” tambah lulusan Magister Manajemen UMM itu seraya menekankan pentingnya membuka wacana politik Indonesia. m_rif

Sukseskan Acara, Libatkan Tenaga Mahasiswa Acara wisuda di Universitas Muhammadiyah Malang kini selalu digelar setiap tiga bulan sekali. Sedikitnya jarak waktu pelaksanaan wisuda per periodenya ini mau tidak mau membutuhkan persiapan yang tidak ringan. Salah satu faktor kesuksesan pelaksanaannya adalah dengan melibatkan pula tenaga mahasiswa. Vivin Nur Kholis, demikian nama salah satu mahasiswa magang di Laboratorium Komunikasi yang kali ini ditugaskan menjadi kameraman wisuda. Agar tugas yang dipercayakan padanya berjalan lancar saat acara, mahasiswa semester tujuh tersebut bersama empat rekannya yang lain mengaku selalu melakukan persiapan sehari sebelumnya baik secara teknis ataupun nonteknis. Persiapan teknisnya meliputi pengecekan perlengkapan shooting, sedangkan persiapan nonteknisnya yaitu melakukan diskusi mengenai angle atau sudut apa yang harus diambil pada saat wisuda berlangsung. Namun, secara teknis terkadang proses shooting acara wisuda tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Pihak panitia kadang memiliki permintaan yang berbeda-beda mengenai angle pengambilan gambar wisuda “Panitia kadang meminta kita untuk mengambil gambar tokoh yang sedang berpidato secara terus-menerus. Namun kadang kita juga sedikit nakal dengan memberikan selingan gambar para peserta agar tidak monoton,” papar pria asal Pasuruan itu sembari tersenyum. Walaupun demikian, Vivin beserta teman satu timnya selalu bekerja profesional. Vivin dan tim selalu memegang teguh prinsip kerja

sama agar mendapatkan hasil shooting yangg memuaskan. Mahasiswa berusia 23 tahun tersebutt mengungkapkan, ia merasa senang dan banggaa menjadi salah satu kameraman acara wisudaa u UMM. Dengan menjadi kameraman, ia mengaku bisa mendapatkan banyak pengalaman baru. Hal senada diungkap Zumrotul Novita Sari, Master of Ceremony (MC) acara wisuda UMM. Mahasiswa yang biasa dipanggil Vita tersebutt mengungkapkan saat pertama kali menjadi MC dii acara wisuda, beberapa hari sebelumnya ia seringg bicara sendiri di depan kaca. Hal itu dilakukannyaa untuk melatih kosakata dan ekspresinya agar sesuaii dengan acara. Mahasiswa yang juga semester tujuh Jurusan n Ilmu Komunikasi itu sudah sejak semesterr dua menjadi MC wisuda UMM. Karenaa k pengalamannya selama ini, Vita mengaku tidak memerlukan persiapan khusus menjelang wisuda. “Sekarang cukup persiapan fisik aja. Selain itu, jaga badan biar gak gendut karena kalau kelihatan n n tembem kan malu,” ujar mahasiswi asal Tuban tersebut. Sama halnya dengan Vivin, meski tugasnyaa hanya menyampaikan kata-kata, Vita jugaa pernah menemui kendala. “Kalau ada rencanaa untuk mempersembahkan sebuah penampilan dii panggung kemudian tidak jadi tampil, saya haruss n bisa mengalihkan perhatian dengan menyebutkan profil kampus atau yang lainnya. Jadi, memangg harus berwawasan luas dan kreatif kalau jadi MC,” pungkas perempuan yang berharap bisa menjadii MC di depan Presiden RI tersebut. m_ros

Dokumentasi: Unit produksi siaran televisi milik UMM sangat dibuthkan untuk dokumentasi.

heny/Bestari

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Berkesempatan Jadi Dosen Tidak ada prestasi yang tidak dihargai dan tidak ada pelanggaran yang tidak diberi sanksi. Demikian hal yang berlaku di UMM selama ini dan selalu ditekankan oleh Pembantu Rektor III, Joko Widodo kepada semua sivitas akademika. Untuk mendorong mahasiswa berpacu dalam prestasi, UMM juga memiliki cara tersendiri. “UMM selalu memberikan penghargaan bagi mahasiswa dengan nilai akademik tinggi,” ungkap Sujono selaku Pembantu Rektor I. Sebagai bukti kerja keras mahasiswa, kampus pun memberikan sertifikat khusus. Sertifikat yang menunjukkan prestasi mahasiswa tersebut diberikan di tiap semester bagi pemegang Indeks Prestasi (IP) tertinggi di jurusan masing-masing dan di setiap periode wisuda. “Semoga ini bisa mempermudah mahasiswa nantinya di mana saja mereka ingin melanjutkan studi ataupun mencari pekerjaan,” papar Sujono. Selain sertifikat, masih ada iming-iming

lain. Sujono menambahkan, jika memiliki nilai kemampuan TOEFL yang baik sekaligus menjadi wisudawan terbaik, akan ada kesempatan menjadi dosen di fakultasnya. “Dengan pertimbanganpertimbangan tertentu juga pastinya,” ujarnya. Guru Besar Pertanian itu menambahkan bahwa persyaratan menjadi lulusan terbaik adalah wisudawan harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan mampu lulus tepat waktu. Untuk tingkat Strata 1 (S1) maksimal menempuh studi 10 semester, bagi program D3 maksimal menempuh enam semester, sedangkan pascasarjana (S2) maksimal lima semester. Sementara itu, Warsono selaku Ketua Panitia Wisuda Periode III tahun 2010 juga menyatakan orang tua lulusan terbaik mendapat kehormatan duduk di bangku VIP. “Ini bisa menjadi kebanggaan luar biasa bagi orang tua,” ungkapnya. m_neh/rif

Berawal dari Hobi, Kini Jadi Profesi

Siapapun tidak ingin melewatkan momen penting dalam hidupnya untuk diabadikan agar dapat dikenang dikemudian hari. Sama halnya dengan prosesi wisuda di UMM yang tak pernah terlewatkan dari proses dokumentasi. Di kampus Putih ini, tim yang dipercaya untuk mendokumentasikan prosesi sakral kelulusan mahasiswa itu adalah Lembaga Semi Otonom (LSO) Jufoc yang merupakan LSO dari Jurusan Komunikasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi “Focus”. Dua organisasi yang merupakan komunitas pecinta fotografi tersebut siap bekerja sama dengan panitia untuk mendokumentasikan setiap peristiwa penting yang terjadi selama acara wisuda. Karena wisuda dilaksanakan empat kali dalam setahun, masing-masing tim akan bekerja secara bergantian. Tim Focus menangani pendokumentasian wisuda periode satu dan tiga, sedangkan tim Jufoc mendapatkan bagian periode dua dan empat. Saat dikonfirmasi, Dedik Suharmanto, Ketua Focus periode 2010-2011, mengaku senang bisa bekerja sama dengan panitia wisuda untuk mengabadikan momen-momen penting selama wisuda. “Selain sebagai ajang pembelajaran, kerja sama ini bermanfaat sebagai salah satu cara menambah uangg kas kami,” jjelasnya. y

Mahasiswa asal Kota Batu tersebut menambahkan, persiapan yang dilakukan biasanya meliputi survai lokasi, praktik di lapangan untuk mengasah kepekaan fotografer di setiap momennya, serta sewa perlengkapan foto untuk memaksimalkan hasil pemotretan. Sementara itu, ketua Jufoc periode 20102011, Abang Zulfan Ramadhan, menjelaskan bahwa dalam satu tim yang diterjunkan terdapat 10 hingga 15 personil. “Nantinya mereka akan dipecah untuk tiga bagian wilayah,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Abang itu. Tiga wilayah tersebut meliputi kegiatan memotret di area luar Hall Dome, memotret tiap rundown acara di dalam area Hall Dome, dan prosesi saat rektor mewisuda para mahasiswa. Selain bekerja sama dengan panitia, dua organisasi fotografi UMM tersebut tidak melewatkan kesempatan untuk menguji kemampuan dengan membuka foto komersial di setiap gelaran periode wisuda. “Kami tidak takut bersaing dengan juru foto dari luar karena kami yakin dengan kemampuan yang kami miliki,” papar Abang. Menurut mahasiswa Ilmu Komunikasi itu, meskipun masih menyandang status mahasiswa, stannya lebih banyak dikunjungi oleh para wisudawan, bahkan tidak jarang mengungguli stan foto lain dari luar kampus. p_neh p p 

PENGUMUMAN PENGAJUAN PROPOSAL PKM TAHUN 2010

Telah dibuka kesempatan bagi segenap mahasiswa UMM untuk mengajukan proposal PKM ke DP2M Ditjen Dikti dengan persyaratan administratif sbb: 1. Peserta program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah kelompok mahasiswa yang sedang mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma secara aktif. 2. Seorang mahasiswa hanya diperkenankan masuk maksimal 2 (dua) usul proposal PKM, yaitu sebagai ketua dan anggota atau kedua-duanya sebagai anggota pada usul proposal berbeda. 3. Setiap usul proposal dibuat rangkap 3 (tiga) jilid langsung (PKM-P warna PUTIH; PKM-T warna BIRU; PKM-M warna MERAH; PKM-K warna KUNING) sertakan soft copy file MS-Word tersebut pada CD yang ditempeli label dengan format DOC atau RTF dan batas waktu pengajuan usulan proposal Tahap II selambat-lambatnya tanggal 2 Oktober 2010 diserahkan ke Bagian Penalaran Biro Kemahasiswa Gedung Student Center Lantai 1 Kampus III UMM. KRITERIA PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM)

No

KRITERIA PKMP

JENIS KEGIATAN PKMT *) PKMK

PKMM *)

1.

Inti Kegiatan

Karya kreatif, inovatif dalam penelitian

Karya kreatif, inovatif dalam menciptakan karya teknologi

Karya kreatif, inovatif dalam membuka peluang usaha

2.

Materi Kegiatan Jumlah Anggota Alokasi Pendanaan Maksimal Luaran

Sesuai bidang ilmu, lintas bidang dianjurkan 3 – 5 orang

Semua bidang ilmu atau yang relevan

3.

Sesuai bidang ilmu, lintas bidang ilmu 3 – 5 orang

3 – 5 orang

Karya kreatif, inovatif dalam membantu masyarakat Semua bidang ilmu atau yang relevan 3 – 5 orang

Biaya Maks Rp. 10 juta

Biaya Maks Rp. 10 juta

Biaya Maks Rp. 10 juta

Biaya Maks Rp. 10 juta

Artikel, paten

Paten, model desain, piranti lunak, jasa

Barang dan jasa komersial

Jasa, desain, barang

4.

5.

Catatan:

*) Wajib menyertakan Surat Pernyataan Kesediaan (dengan materei yang berlaku Rp. 6.000,-) dari pihak mitra yang disebutkan Malang, 4 Agustus 2010 Pembantu Rektor III,

Drs. Joko Widodo, M.Si.


B BESTARI

Suplemen

Nama Wisudawan

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Daftar Nama Wisudawan/wisudawati Periode III Tahun 2010 Program Diploma Tiga (D-III), Strata Satu (S-1), dan Strata Dua (S-2) Universitas Muhammadiyah Malang Dengan ini kami laporkan hasil kelulusan Program Diploma Tiga (D-III), Program Strata Satu (S-1), dan program Strata Dua (S-2) Periode III tahun 2010 berdasarkan Yudisium serta hasil Rapat Pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 31 Juli 2010. Jumlah seluruh lulusan pada periode III 2010 adalah sebanyak 810 orang yang terdiri dari 376 wisudawan dan 434 wisudawati. PROGRAM DIPLOMA III (D-III) D-3 Keperawatan Oktamia Rahmawardhani Graffiti Saraswati Nurul Emilia Vinsa Pradina Eny Mawati Yuyun Indryati Lalu Salman Alim Riza Octa Olivia Zaitun Indah Lestari Ayu Noviana Rahma Sari Ayu Noviani Rahmasari Andrie Hermanto Niken Wahyuni Pipit Mu’azaroh Fathorrahman Yetti Muliana Yulikah Yuliyanti Puspitarini Merieta Purnamasari Ita Catur Rahayu Yunia Arisanti Ahmad Fuad Adlan Izzatul Hayati Dina Fravitasiwi Prima Zakaria Dwi Panglipuring Tyas Fitriani Dhimarhaen Avila Elisa Sulistia Fitri Andrias Wulansari Oda Purnamawati Ismieta Izzati Jumiati M. Wahib Mariyati Ningsih Ach. Holifi D3-Keuangan dan Perbankan Moch. Adityawarman Hillal Nurul Aini Mataan Ilachin M. Qadhafi Tri Madani Unggul Bayu Aji Mega Aprillia Karina Putri Wulandari Guritno Dwi Prasongko Yatri Anis Andapsari Moh. Elvin Azhar Abdul Wahid Mochammad Dhana Arbianto Program S-I Fakultas Agama Islam Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) Ika Romika Mawaddati Hendry Oktavianus Muhammad Yunus Nadhifah Melly Kustina Rubiyanti Nashrudin Syariah Salman Anshori Firdaus Wigati Eka Puspita Whisnu Wardhani Inayah Yusdeni Fazeriadie FISIP Kesejahteraan Sosial Rahmat Abd. Fatah Dewi Pramitha Indriyanti Lilis Indayani Effendy Mochtar Saputro Toha Luqoni Ilmu Komunikasi Tis’atul Zahro Vella Agustin Ningrum Tutik Nurdiana Siti Yuliana Lifiya Sandra Erlina Nur’aini Rochmawati Nikken Windya Rosa Dessy Indah Wijayanti Nugroho Rubiyanto Saputra Esyi Asyanti Kenyo Primagati Ariska Trihartantyo Muhammad Iqbal Hambali Annas Muhajirin Koko Maulana Aryo Herbasworo Ahmad Hairul Anam Kharisma Tri Saputra

Adhy Prasetyo Wicaksono Ayu Puspita Sari Adi Sujatmiko Arif Priawibowo Erwin Arsana Julianti Kerinci Lelyana Nilasari Erfannudin Khoir Khoirul Rusydi Ditha Septelina Siti Hardianti M. Heri Wahyudi Rano Trianjaya Karina Aprilia Prihandini Amri Nur Fajar Kurniawan Arieza Vika Setyani Devi Rosita Andriani Dany Sandi Setiawan Miftachul Choiriyah Mungky Mintriari Intan Febriana Kusuma Dewi Laili Farida Hanum Tunggul Indra Wirawan Sulistyo Utomo Radityo Jufriansah Septinda Ayu Pramitasari Fita Widati Winda Lestari Putri Dyah Ayu Paramita Sari Sri Agustina Amirtha Andi Putri Kartika Dewi Lestari Tutut Murdiyani Muzayyamah Nicky Kusuma Endylistyanta Eliza Kholifa Sari Findha Puspita Dewi Aji Saputri Zulmiyah Rahmadhani Arsad Nizar Al Hamidi Diah Ayu Putriani Hidayatul Ilahiyah Achmad Fajar Maulana Ningrum Ayu Miranti Ratih Widyawati Lies Retno Wulandini Mustofatun Ridza Alief Rosyita Zaenani Ginarsi Restu Anjarmita Angel Pramitasari Reny Widya Sari Edhy Kurniawinata Susbandara S. Alief Kadek Zhindy Agata Inna Minnurika Vicky Sri Rahayu Anggraini Pravitasari Fuji Sutanto Mada Malik Hakim Ilmu Pemerintahan Iman Hidayat Indra Danu Prasetya Putra Eka Pranata Febriantara Gina Wahyuni Farysah Bahalwan Risang Andhi Kusuma Wahyuni Dony Sosiologi Martha Syailendra Rifqi Khairul Anam Rikha Rakhmani Ingga Lepa Sari Novi Maya Rosita Mursid Efendi Hubungan Internasional Inggried Christhiansend Purnomo Putri Sukri Abdullah Ria Erilina Kadhavi Illahi Robby Jaya Frakasta Fitriah Rahmawati Saleh Abdullah Sagran Muhammad Nur Fajrin Ismah Rustam Sinta Yuningtias Flaviano Moniz Leao Nurina Firda Maulidia Halimatus Sakdiyah Meutia Galuh Rizqi FKIP Pendidikan Matematika Arif Rusman Ringgit Agni Susilo Maltufah

Raeni Tiasma An’am Yuliana Fathiasari Eka Rezeki Amalia Herlina Hidayati Ulil Amry Diah Rahmawati Haniyah Ariandi Ryan Kahfi Novy Dwi Febriyanti Huwaidah Wahiddin Akhmad Mukhlis Eko Riyanto Alpiansyah Sunu Dwi Lestari Rif ’ah Fathiniyah Nufus Sultoniyah Ria Febrina Sri Agustinah Siti Hotijah Nurul Inayah Yunita Eka Idariani Binti Nurhayati Heri Siswanto Pendidikan Biologi Zaqia Nur Fajarini Ayu Diah Apriliyanti Alviyani Melayanti Siti Maisaroh Mustati’ah Eta Maqfirowati Wulan Septina Widhiarti Dwi Utariningsih Tafwidhia Valensia Alim St. Muthmainnah Yusuf Yeni Puspita Sari Wuri Eka Octavi Rima Wilujeng Ekowati Dian Agustina Riana Dyah Suryaningrum Miftakhur Rokhmi Jun Shafiyah Andrian Septa Sari Setiya Titin Niawati Inda Hariani Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Halimatus Sakdiyah Wiwik Kristina Muhammad Gufron Ria Yulia Wijayanti Ekky Cintyaresi Sendilatta Sukhrotul Alfiah Edin Parwati M. Isnaini Faujiyani Sumita Faizin Ria Komalasari Tri Antiningsih Astuti Ana Syarifatul Aini Dya Fajrinasari Radfan Faisal Verina Raras Maya Arifatu Faizun Riza Fahmi Kuntum Fianningsih Rudi Sulistio Ine Erna Andriana Arif Setiawan Yzeni Rahmawati Trianto Erwin Darmawan Ikrar Setyanegara Eni Mukorimah Nita Yanuar Tanti Fetrina Rahma Dewi Pendidikan Bahasa Inggris Kur’anis Akadiyah Ningsih Raden Roro Dian Rusminingrum Fatimah Zahro Fika Febrianti Endang Haryani Agus Wariyanti Megawati Yuslih Taing Tri Kusumawati Handayani Prita Indriawati Hayat Aonurrahman Linda Mayasari Gheiarani Kreshna Wardhani Faidah Fajriyah Norma Yuli

PPKn Kalisom Arif Aptiko Evit Eko Prayitno PGSD Pratiwi Kaswasih Yeny Shirot Pudji Lestari Ainin Nurjanah Triyati Yayuk Suhartik Sukadi Anita Lesmana Siti Nurkhosidah Anik Wijayanti Dewi Catur Purwanti Endang Suryaningsih Samsu Siti Halimah Mohammad Bahrudin Sudiono Sigit Hadirianto Suroyo Erli Puji Rahayu Emmy Widyaningsih Sudjadi Hartini Sri Mulyani Siti Asiah Endang Mulyowati Muhammad Cholil Akmad Chostholani Basuki Hari Patriadi Kusnan Budyo Utomo Zainuddin Pratomo Yugo Eni Us Ullah Muhtadin Salim Tri Anita Sulistyowati Kamilah Ely Endahwati Rustyalusi Nurhayatin Nurani Heri Sismarjono Fitrianto Halimah Herry Fitrianto Linda Tri Hardiani Enik Purwaningsih Erlin Eka Sayekti Sigit Priyo Utomo Mukamat Soni Arin Dwi Wijayanti Estuwidi Indiarti Rina Kusnia Abdul Ghofur Wahyu Susilowati Suliani Wida Yunia Rahayu Mokhammad Setiyawan Wiwid Prasetianingrum Tati Maimona Muhammad Imsa Fajar Noviansyah Siti Masriah Didik Wahyu Mulyo Utomo Eny Iswatin Susiatin Dwi Ernawati Puji Iswanto Dwi Sumarsono Siti Naimah Nunung Purwaningsih Siti Muawanah Suhadi Tria Yanu Sulistiyani Suhartin Aswadi Nyami Tinarni Hocimin Djumijati Pardi Hadi Purwanto Warsini Sundari Sapawi Mokh. Maskur Suhardono Sunggito Gunowo Juwari Budi Utomo Eny Susanti Ya’kub Happy Setya Kurniatik Nilla Tripriyana

FAKULTAS HUKUM Ilmu Hukum Dihan Maharinta Elsa Fransiska Marhasyim Susanto Taufiq Effendy Prayuda Rudy Nurcahya M. Syaifuddin Sunandar Rizqi Sufiyan Aulia Nugraha Febry Dhananjaya Setya Negara Dian Nila Asri Utami Moh. Danies Kurniartha Deni Dwi Sasongko Hakiki Budi Setyawan Joko Sugiarto Afif Rosadiansyah Renny Restty Oktavina Tommya M. Mahrus Ali Tri Danang Wardi Sembodo Wigati Eka Puspita Whisnu Wardhani Inayah Rahmatullah Hanafi Germano Guterres Ramos Rifka Fajriana Anastasia Fiki Teguh Nurprasetyo Imam Fachrudin Anggara Maihendra Nuswantoro Putro Irmanzah Junieus Prianto Handoko Tri Wicahyo Asmatul Bariroh Amalia Santi Rahayu Berlianti Aryuni Devi Andre Zuhandika Zhiaul Haq Irfan Fathoni Mega Fandita Sari Yudha Pratama Putra Candra Aris Vandha Rakhman Adi Cahyono Moh. Ali Romdhon FAKULTAS TEKNIK Teknik Mesin Ainur Ridho Didi Ari Prayudi Achmad Efendi Ferry Adam Wardhana Aswin Suryansyah Andri Purwanto Misbahul Latif Moh. Fachrul Rozzi Septian Hadi Iftub Usman Puasa Mohamad Aufilfilah Pujiono Teguh Gito Wicahyo Putro Adid Mufid Nurlaksono Endy Firdian Rengki Refkiandi Muhamad Rozie Pradana Firstiadi Rachman Widodo Noor Siswantoro Muhammad Zia Hakiki Kaspul Anwar Adie Pranama Nurhadi Irawan Muhammad Reza Anshari Eko Margianto Agus Aritonang Teknik Sipil Hendri Isdiantoro Adam Wijaya Rangga Wicaksana Putra Andri Prastyo Mochamad Rosyid Faris Rakhmat Hidayat Moh. Afif Khoirudin Is Mayona Siahaya Adriano Azza Ganda Satria Maulidin Moch. Zainuddin Andri Candra Widyarto Hery Ferdiansyah Teknik Elektro Fatoni Harianto Hadi Satria Fandy Dwi Arsono Dwirokhman Awan Kurniawan Ade Rahmawan Pino Friendyka Mochamad Irfan Sazaly Mas Ahmad Baihaqi Dedi Kamarullah Kisran


BESTARI Suplemen

Nama Wisudawan Mira Dona Dina Yulida Ali Rosyadi Ernawati Dian Yudha Prasetiawan Kurnia Tri Hartanto M. Adya Nugraha Nurul Yakin Dunan Nurul Furqon Mukhamad Zamrhoni Rahma Fitria Ariani Ali Mustofa Apandi ‘Ammar Lelo Andiko Arriva As-sunayniy Sutrisno Hadi Wibowo Greato Kurniawan Dadang Pratama Putra Eko Herman Filihanto Abdul Aziz Bayu Ferdyan Abdul Hakim Heru Budiman Bambang Tamayana Dewi Citra Widiarti Teknik Industri Indra Perdana Erri Widyanto Andri Kurniawan Sugito Ardhi Wardono Muhammad Syukri Sadimantara Teknik Informatika Ukur Farabi Sri Dwi Kurnianingsih Eko Efriyanto Yuyut Ika Indrawati Dwi Putri Astanti Rizal Fasa Nograha Jihan Soraya Nina Agrivida Assadiq Yani Susilowati Uswatun Rodhotul Lukluk Yunita Prastyaningsih Muhammad Arif Aminuddin Dwi Sari Widyowaty Novi Indrayani Arif Susanto Adi Darmawan FAKULTAS EKONOMI Manajemen Andy Catur Setiawan Rocky Dwi Hadi Saputra Mahfud Effendi Dino Yustiawan Mas’ud Bagus Nugroho Didit Agung Prabowo Agung Jaenuri Shofan Afid Faridho Kandri Prasetyo Budiman Karunia Desy Lintangsari Hendri Anugerah Sugiharta Moch. Taufiqi Ridwan Adi Kurniawan Muhammad Fakhrur Rizal Kemala Hasanah Muhammad Ubab Dany Suharmanto Wendra Sidarta Mohammad Nur Syaifullah Fepi Irianto Hermawan Dwi Nurdiansyah Zaenal Arifin Andik Krisgianto Neneng Yuli Ratnawanti Nila Fitrikasari Soldi Roali Much. Lutfi Alfatah Mochamad Hilmi Isnan Watoni Andi Sahrezha Risa Purnama Sari Aziz Irmawan Domi Suryono Mochamad Dino Avelino Zainul Muttaqin Lukman Hakim Fifil Khoironi Sri Rahayu Fidianingsih Rimbi Afni Esa Dia Burhan Utami Haris Muda Anjat Arohman Alviana Elin Kumala Sari Lalu Heru Iswandi Nina Tri Cahya Aryanti Widha Kurniasari Erien Artanesyia Rr Yulaicha Diana Kusumawati Triyogo Adiwinoto Arya Fajar Nugroho Yoppy Christanto Mar’ie Mohamad Intan Azizah Jauharoh Ana Fitriani Prasetyo Agus Wicaksono Sindy Pramitasari Andri Ahmad Fandy Adi Putra Hendra Wijanarko Sulis Setiana R. Wendy Candra Prabowo Suci Fitriany Dewi

Dicky Pranadipa Haqqun Abdul Haqqi Multazam Muhammad Mahbub Putra Fajar Akuntansi Lazuarna Rahmawati Nur Fajar Wahyuningsih Dewi Irawati Helmi Bakhtiar Ratna Lestari Agung Budhi Laksono Riza Septian Agus Yoni Indrawan Dedy Yuliansyah Birrul Waalidaini Yohan Fardhani Sanusi Rita Anjarwati Adi Nugraha Supriyadi Dwi Laksono Hidayat Deves Ahcirta Syafri Firmanda Ardhy Susantoro Wijaya Viddy Oktaviyanto Raharjo Bagus Pribadi Sendra Rosalita Yunita Kusumaningtyas Elis Astriani Tomin Rahma Dhaniyanti Mayasari Dwi Agustina Prawira Adi Brata Hendra Arafat Sisca Bateria Anggraini Rinaldi Imawansyah Gusti Putri Ahayu Dewanti Septy Ragali Andryati Fitria Dwi Hadi Saputra Amelia Nurazizah Meilani Kartika Sari Huzaiva Hapsa Hentihu Regowo Haryo Widagdo Yoserizal Sharifullah Atika Bunga Sasmita Novianto Adi Cahyono Maya Widianti Wulan Prihantini Syaiful Arifin Nurul Muslikhah Yeni Ufiana Siti Maftuhaturrizqiyah Lilik Winarti Asmaul Khusnah Muhammad Zacky Riska Rahmawati Tanicka Eka Ratna Mega Dewi Irawanning Prima Ade Mirza Aulia Muhammad Hijroh Wicaksono Ernawati Amir Shalma Binti Mohamad Syafii Wiwin Eniwati Peppy Mulyanty Dwi Susanti Egie Pramana Nik Marokha . RN Nunung Ariani Jian Ambarwati Widatul Mila Wasilaturrofiah Wahid Frasinata Nurul Aini Ririn Safitri Arianti Ferian Prawita Sari Nanik Nurhayati Cicik Pujianning Rahayu Yenni Sasmito Ulfa Fauziyah Evi Tifani Novianti Eka Bagus Prasetya Ayu Rochma Swarna Khodarina Lidya Tri Rezeki Dewi Mayasari Ihya’ Ulumiddin Reni Rahmawati Aries Darmayuda Intan Hervika Sari M. Darul Siska Wiwit Yuliani Novi Fajar Riawati Nurul Fajariyah A Mei Fitria Linda Rosanti Maya Agustina Aris Toto Raharjo Khairunnisah Wiwin Dwi Arti Lestari Fitria Purwitasari Mohammad Tamin Mukhammad Rhodian Syarif Risna Wijaya Efi Nofiana Choiruman Nimroh Tsani Septiari Anggraeni Syaiful Anam Atina Rokhmani Putri Rizky Febry Priyo Utomo R. Nor Laeli Rani Mahadhi Ika Tri Wulandari Siti Rochmah Monica Septi Andriyani Nofrina Nurtiwiyana Wahyu Setiawan

Dwi Nur Faridianto Galih Prasetyo Aji Novi Putri Anggreani Friga Liantina Ponco Bayu Handono Faesal Arief Firdaus Qushaifin Hadi Siti Fitri Sholikhah Setiaji Yulistino Safitri Meirina Luluk Mauludiyah Fentry Novia Rinkasari Fanny Yuniarty Sabar Serli Wijayanti Rinda Eldiya Inge Viyulita Daroyani Anwar Muntaha Rifa Atul Mahmudah Mochammad Alfian Haris Hanum Rizkiyah Catur Handono

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Ahmadin Wimpi Manikam

Produksi Ternak M. Fitrotul Huda Fahrul Budi Prasetyo Robianto Novian Maulida Anggithasari Soraya Hambar Dwi Cahyanto Asnawi Hadi Adi Kurniawan Deni Eriawan Dwi Sutrisno Budidaya Perairan Wildan Zaqi Maria de Assunção Dias Ximenes Benedito Manuel Alves

Ekonomi Pembangunan Suhartini Atik Susilowati Ikayati Erwin Syahputra Riyadi Nurrohman Sofi Indra Permana Riska Ardiastuti Fandi Sofyan Ganjar Putri Nastiti Nada Ulviani Manda Durisandi Cardinalia Vina Nurdiati Andi Rachman Setyawan Prastiwi Dwi Hardini Mahendra Dwi Prihartomo Astri Widiantini Ulfarida Nila Trinaning Lestari Khoirunnisa’ Arrohmah Agung Dwi Prasetyo Yuli Novi Ariyanti Firman Fandi Liswandana FAKULTAS PERTANIAN - PERIKANAN Agronomi Pria Kukuh Jayalaras Teguh Mulyanto Sulistyowati Kristiyoningsih Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis) Ardiansyah Sandi Indriantoro Agung Pinaringan Sujalu Erwan Eko Raharjo Yohan Gusyanto Ismael Karepesina Kresno Pujo Wibowo Muhamad Iqbal Sumby Teknologi Hasil Pertanian Zainul Arif Khoirul Daroji Nurul Huda Budidaya Hutan Dwi Nur Widiyantoro Achmad Susanto Dwi Indah Puspita Sari

FAKULTAS PSIKOLOGI Psikologi Adi Wicaksono Triwidigdo Dito Adi Nugroho Dian Qomariah Suhut Krisnawan Setia Hati Wicaksana Dyah Ayu Anom Sari Bipsta Karel Agung Dewi Kartika Sari Farah Hilda Rosanti Muh. Ihsan Rahmat Baharuddin Aulia Mufti Fatchi Bakry Isnaningsih Madjuk Restuti Putri Yuliandini Rifana Aisyah WR Aditya Evan Wahyu Pratama Indrayani Adiestya Herlis Erlina Dani Sugiarto Rahayu Purwidianti Ugik Rohmat Jamil Frengky Yugo Kasih Hariyanto Yanuar Rizki Maulana Yurin Syaiftiani Rachmad Affandi Eka Meina Rahmawati Sabrina Mahfoed Eni Qoriani Ray Ninuk Herawati Tohir Radhityas Fitri Normalasari Nidya Rizky Selvera Hurriatul Fikriah Dessy Hendri Fika Citra Resmi Ninik Duarma Putri Muthia Aryuni Khoirul Arifin FAKULTAS ILMU KESEHATAN Farmasi Nurul Farisa Dita Febrinasari Asri Julia Sukmaningrum Dina Anwar Masita Rinaldia Rani Mumpuni Rahayu Wina Setya Wirasti Sekar Uli Fatmarini Cyntiya Rahmawati Ana Isnaniyah Furaida Arifiani Khoirun Nisa’

Surayya Indah Wahyuni Bagas Adi Nugraha Heru Prabowo Hadi Yulia Rahmawati Lisa Narulita Sandra Apriani Nining Swatiningsih Hanna Mustafa Al’atas Rizal Affandi

C

Ilmu Keperawatan Erni Sundari Dessy Rindiyanti Harista Endah Setiyorini Rindi Kinanti Limufita Cahya Mareta Anis Khilya Khasnatil Laily Ifatul Afifah Elief Yuniarti Muhamad Sholikhin Sri Untari FAKULTAS KEDOKTERAN Kedokteran Natasya Sintawati Samsul Arif Nurul Aini Ivan Indrianto Hendik Kurniawan Eko Ardianto Margiono Anita Fanani Meitufis Pramulyaningsari Anton Komala Muhammad Fariz Pamela Kartikaratri Maharani Hidayati Khoirunnisa’ Nurul Hidayah Muhammad Shodiq Adi Habibi Deby Ariesta Fatma Dyah Ayu Rina Puspita Riska Elfira Ika Listyarini Asep Harirohman PROGRAM S-II (PASCASARJANA) Ilmu Agama Islam Nurzaini Sosiologi Mufidah Nur El Yatimah Emy Sri Purwani Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Sri Astutin Sri Wulan Romdaniyah Eka Mustikawati Yeni Sugiati Ilmu Hukum Syamsul Sukmono Edy Leni Dwi Nurmala Manajemen M. Anang Nur Hidayat Agribisnis Zaki Muhammad Wijaya Bagus Haryo Wibowo Kusumo Fanny Widadie Sugeng

Selamat dan Sukses Berikut kami sampaikan nama-nama wisudawan/wisudawati terbaik di tiap fakultas periode III tahun 2010

Universitas Muhammadiyah Malang NAMA MAHASISWA

FAKULTAS/PRODI

IPK

Mataan Ilachin, A.Md.

D-III Keuangan dan Perbankan

3,59

Inggried Christhiansend P. P., S.IP.

ISIP/ Ilmu Hubungan Internasional

3,92

Dwi Sari Widyowaty, S.Kom.

Teknik/ Teknik Informatika

3,86

Nila Trinaning Lestari, S.E.

Ekonomi/ Ekonomi Pembangunan

3,86

Zaqia Nur Fajarini, S.Pd.

KIP/ Pendidikan Biologi

3,86

Ika Romika Mawaddati, S.Pd.I.

Agama Islam/ Pendidikan Agama Islam

3,82

Ahmadin, S.Hut.

Pertanian Peternakan/ Budidaya Hutan

3,75

Ray Ninuk Herawati Tohir, S.Psi.

Psikologi/ Psikologi

3,67

Dita Febrinasari, S.Farm.

Ilmu Kesehatan/ Farmasi

3,58

Rifka Fajriana Anastasia, S.H.

Hukum/ Ilmu Hukum

3,55

Fanny Widadie, M.Agr.

Magister Agribisnis

3,90


D BESTARI

Suplemen Suplement

Siapa Dia

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Alumni Sukses

Sarjana Teknik, Berjaya di Dunia Perbankan ”Mengelola hidup dan merencanakan masa depan”. Prinsip ini menjadi kunci awal kesuksesan Indra Laksamana, Manajer Koperasi Agro Niaga Indonesia Syariah (KANINDO). Selain KANINDO, alumni Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik tahun 1997 ini juga bekerja sama dengan temantemannya untuk membangun lembagalembaga keuangan syariah lainnya. Salah satu-

saya persiapkan untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti,” ujar pria yang hobi membaca dan olahraga ini. Semangat Indra untuk mengikuti berbagai kursus dan pelatihan kerja di masa kuliah, ternyata belum mampu merayu dewi fortuna untuk mengayunkan tongkat di awal tahun kelulusannya. Bertepatan dengan krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997, Indra tak kunjung juga mendapatkan pekerjaan. “Itu adalah masamasa sulit dimana krisis moneter menyebabkan banyak karyawan di pecat serta peluang kerja semakin sempit,” tuturnya menerawang. Berada dalam kondidi ekonomi yang tidak stabil, tak lantas membuat laki-laki yang mempunyai motto hidup “Bersungguhsungguh dan tekun” ini patah arang. Bahkan fenomena krisis moneter pada saat itu dijadikannya sebagai pemicu semangat untuk lebih tekun dan berusaha lebih keras. Bermodal keberanian dan cita-cita yang tak pernah padam, pria ramah Indra lantas mencoba keahlian di luar basic education-nya yakni mengikuti pelatihan lembaga keuangan syariah yang diselenggarakan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selama tiga hari. “Memang tidak ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang saya pelajari semasa kuliah, namun saya melihat potensi ke depan yang semakin bagus pada sektor ini,” tutur bapak tiga orang putra tersebut. Merasa telah mempunyai cukup ketrampilan dalam keilmuan ekonomi syariah, laki-laki berkulit putih ini bergabung pada lembaga keuangan Baitul Mal wa Tammil Cabang Dinoyo sebagai Account Officer (AO) yang menangani pemasaran. Seiring berjalannya waktu, kepiawaiannya menangani para customer berhasil mengantar Indra menduduki jabatan manajer. Hingga sampai saat ini, Indra dapat menduduki jabatan ketua di BMT itu dan usaha ini pun semakin berkembang pesat. ”Tugas saya di BMT saat ini membina BMT lain di kota Malang supaya mampu mengepakkan sayapnya lebih lebar dan dikenal masyarakat deden/Bestari ssecara luas,” urainya. Tak lekas puas dengan hasil yang didapat, laki-laki yang b bermukim di Perum. Muara Sarana Indah Blok H-18 Dau M Malang ini bekerjasama dengan lima orang rekan kerjanya di nya Lembaga Keuangan Baitul Mal wa Tammil (BMT) yang BMT membentuk usaha kecil yaitu Koperasi Agro Niaga Indonesia tersebar di beberapa tempat di Kota Malang. Syariah yang lebih dikenal dengan nama KANINDO. “Kalau di Karir laki-laki kelahiran Jepara itu dimulai sejak dirinya duduk BMT, saya hanya mengembangkan saja, tetapi di KANINDO di bangku kuliah. Semasa menjadi mahasiswa, Indra demikian saya memulai semua dari nol, kami berlima yang membentuk dan sapaan akrabnya, sering mengikuti beberapa kursus dan pelatihan mengawalinya,” tuturnya bersemangat. Berdiri sejak 12 tahun otomotif yang diadakan di dalam maupun luar kampus. Tidak lalu, tepatnya pada tahun 1998 Indra dan rekan-rekan kerjanya hanya sekedar belajar, untuk menunjang skill-nya di dunia kerja, berhasil mengembangkan KANINDO dengan pesat. Hingga saat laki-laki putra pasangan Arif Sarwohadi dan Siti Juwariyah itu juga ini sebanyak 45 karyawan bekerja pada koperasi bentukan Indra bergabung dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari. “Semua itu tersebut. Tidak hanya itu, laki-laki kelahiran 12 September 1972

Indra Laksamana

itu juga telah berhasil mengembangkan beberapa cabang di daerah kota malang, yaitu di DAU, Pujon, Wonsari (Gunung Kawi), Wajak, Wagir, Kepanjen, dan Singosari. Lebih lanjut, laki-laki yang fokus pada dunia ekonomi syariah ini menjelaskan bahwa tujuan usaha koperasinya ialah memperkenalkan dan mensosialisasikan sistem operasional ekonomi syariah kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga yang dibangun. “Pada dasarnya sistem tersebut sudah banyak dijalankan oleh masyarakat, tapi belum terorganisir dengan baik. Contohnya kerjasama antara pemilik lahan dan pengolah bibit yang nanti hasil panennya akan dibagi,” ungkapnya. Lebih lanjut, laki-laki yang hobi menbaca buku-buku masalah ekonomi itu menambahkan bahwa sasaran utama usahanya adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Hal ini untuk mengembangkan potensi-potensi mereka di bidang ekonomi agar lebih terorganisir. “Lembaga-lembaga ini juga dapat membuka peluang kepada para alumni yang ingin mengembangkan perekonomiannya melalui sistem operasional ekonomi syariah,”tandasnya meyakinkan. Berbagi tips suksesnya, laki-laki yang mengidolakan Bill Gates itu mengurai resepnya menjalani hidup. “Hidup harus direncanakan jauh-jauh hari. Banyak orang-orang sukses yang mengkonsep dan merencanakan hidup mereka sebelumnya, sehingga mampu menghasilkan karya-karya besar,” tegasnya serius. m_ufa

BIODATA Nama TTL Alamat Rumah

: Indra Laksamana, ST : Jepara, 12 Sepetenber 1972 : Perum. Muara Sarana Indah Blok H-18 Dau Malang

Riwayat Pendidikan: # SD Muhammadiyah Jepara (1985) # SMP Negeri 1 Jepara (1988) # Madrasah Aliyah Negeri Kudus (1991) # Universitas Muhammadiyah Malang (1997) Pengalaman Organisasi: - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin - Senat Fakultas Teknik Pengalaman Kerja: • BMT Sarana Wiraswasta Muslim • Koperasi Agro Niaga Indonesia Syariah Motto: Bersungguh-sungguh dan tekun

Terbaik Strata-2

Sukses Jika Bermanfaat Bagi Masyarakat Berawal dari keinginan untuk meng- orang lain lewat tulisan,”akunya sederhana. embangkan lahan pertanian milik orangtuanya, Selain ingin selalu bermanfaat bagi orang Fanny Widadie memutuskan untuk memper- lain, pria lajang ini mengemukakan bahwa dalam ilmu agribisnis. Tak main-main, dirinya adalah tipe orang yang memperkesungguhannya menuntut ilmu terutama hitungkan waktu, karenanya Fanny terus demi memanfaatkan potensi lahan pertanian berupaya menghasilkan berbagai karya. Masa di Jombang mengantarnya meraih predikat muda tak akan datang dua kali, oleh karena Wisudawan Terbaik Sarjana Strata 2 UMM itu di usia produktifnya sejumlah media cetak Wisuda Periode III UMM. telah menjadi langganan tempat dimuat artikelBerpegang prinsip bahwa hidup hanya sekali artikel hasil karyanya. Selain itu, lulusan terbaik dan harus digunakan semaksimal mungkin Magister Agribisnis itu menceritakan bahwa agar bermanfaat bagi orang lain, pria kelahiran dirinya sering mengikuti lomba penulisan Jombang ini mempercayai bahwa kesuksesan ilmiah. Menurutnya, memang sudah seharusnya yang sebenarnya adalah ketika kesuksesan itu mahasiswa menjadi kaum intelektual yang juga bermanfaat bagi orang lain. “Setiap usaha menyumbangkan ilmunya lewat tulisan. kita harus dapat membuahkan hasil bagi bangsa Sederet prestasi menulis yang ditorehkan anak atau paling tidak keluarga khususnya orang bungsu dari 4 bersaudara ini, membuat keinginan tua,”tandasnya. untuk memperdalam ilmu agribisnis berjalan Terlahir dalam kondisi keluarga yang lebih mulus. Berhasil menyelesaikan program S1 sederhana, memunculkan keinginan dalam nya, pria yang berasal dari Desa Mojowarno itu diri alumnus SMA Negeri 3 Jombang mencari beasiswa S2. Pucuk dicinta ulam tiba. itu untuk memperbaiki kehidupan ke- Sesaat setelah gelar SP disandangnya, UMM luarganya. Hal ini ia buktikan dengan membuka kesempatan untuk mendapatkan aktif menghasilkan berbagai macam beasiswa S2 untuk fresh graduate. Tak ingin karya tulis ilmiah sewaktu menem- melewatkan peluang emas, Fanny mencoba mengpuh pendidikan n ajukan diri untuk S1. Mengisii mendapatkan beam beberapa ko-siswa tersebut. lom opinii Nama : Fanny Widadie, SP, M.Agr. “Akhirnya saya : Jombang, 6 juni 1985 di mediaa TTL diterima dan c e t a k Alamat : Jl. Pahlawan 68 Mojowarno-Jombang m e n j a l a n k a n hingga perkuliahan sambil p m e l e n g - Riwayat Pendidikan: bekerja,”kisahnya. b SMA Nergeri 3 Jombang gang kee S1 Agribisnis Universitas Brawijaya Malang Dalam keseajang PIMNAS S S2 Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang h hariannya pria pun pernah iaa rramah ini bekerjalani. “Senangg Pengalaman Organisasi : jja keras untuk rasanya dapatt Anggota Forum Studi Islam (Fosi) UMM membiayai biaya m Dok. Pribadi menuliskan kuliahnya sendik Motto: n hasil pemikiran rri. Kondisi orang dan berbagii Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa ttua yang sudah berguna bagi orang lain ilmu dengan n semakin berumur,

BIODATA

Fanny Widadie, SP, M.Agr.

membuatnya tak ingin lagi menambah beban. Ia bahkan berusaha untuk membiayai seluruh keperluan hidupnya dengan beasiswa dan menjadi konsultan penelitian di perguruan tinggi. “Ibu sudah tua, jadi saya tidak ingin membenani,” paparnya Dikisahkan Fanny, sebelum bekerja dirinya sempat aktif sebagai anggota lembaga dakwah kampus Forum Studi Islam (Fosi) sewaktu S2, namun setelah 1 tahun kuliah dirinya direkrut kerja oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Kesibukan baru ini membuat kuliah pria yang pernah menjadi kandidat penerima beasiswa SUMMIT itu menjadi lebih berat. Setiap akhir minggu dirinya harus pulang pergi JemberMalang untuk dapat menyelesaikan kuliah dengan baik. Praktis manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting bagi keseimbangan hidupnya. Kendati turut menyita waktu, tenaga, dan pikiran namun pekerjaan Fanny justru membantu pengerjaan tugasnya selama menyelesaikan S2. Pria kelahiran bulan juni itu bahkan mengaku bahwa kebanyakan tugas yang diterimanya seperti makalah, paper, dan karya tulis lainnya berhubungan erat dengan pekerjaannya. Lebih dari itu thesisnya yang mengangkat Model Ekonomi Perberasan: Analisis Integrasi Pasar dan Simulasi Pengaruh Kebijakan Pemerintah Terhadap Harga Beras, banyak terbantu dengan pekerjaan yang ia tekuni. Tidak ada usaha yang sia-sia. Dengan jerih payahnya bekerja sambil kuliah, Fanny berhasil menjadi lulusan S2 terbaik pada wisuda kali ini. Ia pun mengaku tak menyangka bisa mendapatkannya karena banyak teman sejawat lain yang lebih berprestasi. ”Saya sedikit tercengang ketika mengetahui kabar bahwa dinobatkan sebagai lulusan S2 terbaik. Alhamdulillah paling tidak bisa jadi oleholeh bagi orang tua,”paparnya sembari tersenyum.m_phi


BESTARI Suplement

Siapa Dia

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

E

Terbaik Strata-1

Pengusaha Muda yang “Besar” karena Doa Sekilas tak ada yang istimewa pada sosok bersahaja bernama Inggried Christhiansend Purnomo Putri, Wisudawan Terbaik Strata 1 Wisuda Periode III Tahun 2010. Dibesarkan dalam keluarga yang menaruh antusias besar pada bidang politik, gadis kelahiran 5 April 1987 ini memilih Jurusan Hubungan Internasional (HI) UMM untuk menempuh studi S1 nya. “Karena tertarik dalam bidang politik, mempelajari HI tidak membebani saya sama sekali,”terang gadis yang terampil berbahasa Perancis itu. Setelah aktif menjadi mahasiswa sosok yang gemar membaca itu menyempatkan diri untuk bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) UMM. Selain itu, rasa antusiasnya mendalami ilmu agama juga mendorongnya aktif mengikuti kajian keagamaan di UKM Kerohanian Jama’ah AR Fachruddin (JF). Bukan hanya aktif berorganisasi, wanita yang akrab disapa Inggried itu juga kerap menghabiskan masa liburannya dengan kerja paruh waktu di berbagai perusahaan di Malang. Aktivitas tersebut memberinya pengalaman dan keuntungan finansial sebagai customer sevice. Selain itu, dari pengalaman kerjanya ia juga mendapatkan ketrampilan menghadapi orang lain. Menilik sejenak masa lalunya, anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Heru Purnomo dan Lasmi tersebut ternyata telah berulangg kali y

Terbaik Diploma-3

mengantongi prestasi akademik semenjak SMU. Deretan prestasi yang berhasil disabet antara lain sepuluh besar nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) se-Jawa Timur, dan peraih Indeks Prestasi (IP) tertinggi di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) delapan kali berturut-turut. Dibalik prestasinya, gadis kelahiran Pacitan ini mengaku keberhasilannya selama ini tidak luput dari motivasi kedua orang tua yang menekankan gadis bungsunya untuk menjaga shalat lima waktu dan membiasakan puasa sunnah senin-kamis. “Orang tua ku selalu mengatakan bahwa hidup harus mengalir seperti air, terus berusaha dan berdoa untuk mendapatkan hasil yang terbaik,”ungkap perempuan berjilbab tersebut. Meski sebelumnya sibuk menyelesaikan skripsi, Inggrid mengaku disela-sela waktu tersebut dirinya juga bekerja sebagai tenaga part time di perpustakaan pusat UMM. Selain itu, sesuai dengan cita-citanya lajang yang juga memiliki hobi membaca novel ini juga tengah menjalankan usaha rumah makan seafood yang dirintisnya sejak tahun 2007 di tanah kelahirannya, Pacitan. Usaha yang bermodal tabungan pribadinya itu sempat mengalami jatuh bangun di awal masa perintisannya. Namun, berkat keuletannya dan dukungan pihak keluarganya rumah makan tersebut kini telah berkembang. Selain tertarik di dunia kewirausahaan ggadis

BIODATA Nama Lengkap: Inggried Christhiansend Purnomo Putri TTL Pacitan, 5 April 1987 Nama Ayah Heru Purnama Nama Ibu Lasmi Riwayat Pendidikan SMUN 1 Pacitan 2002-2005 Hubungan Internasional UMM angkatan 2006 Pengalaman Organisasi HMJ Himahi UMM sebagai Ketua Bidang Keilmuan Motto Jangan pernah menyerah selama masih ada semangat dan harapan, karena hidup akan selalu penuh kejutan.

h itu i juga j iliki minat i d dunia d i ramah memiliki pada politik dan hukum. Ketertarikan mantan anggota UKM-K JF itu pada dua bidang tersebut berawal dari kebiasaan sang ayah menyimak berita setiap pagi dan sore. Bak pepatah mengatakan “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, tak mengherankan sosok yang unggul dibidang ilmu eksak itu lebih memilih untuk mendalami ilmu yang terkait politik dan hukum. Ditanya tentang kunci sukses dalam menjalani segala kegiatan dalam hidupnya, Inggried membagi satu lagi resep yang j y “Prinsip p menjadi motivator keberhasilannya.

deden/Bestari

Inggried C. P. Putri hidupku melakukan yang terbaik, banyakbanyak berdoa dan menerima hasilnya dengan ikhlas,”ungkapnya. m_ihe

Orang Tua Motivasi Utama

Di tengah aktivitas kuliah yang menjemukan, pilihan alumnus SMA Islam Malang itu motivasi dari orang-orang terdekat dapat untuk masuk di D3 Keuangan dan menjadi obat mujarab pengembali semangat. Perbankan berawal dari coba-coba. Hal ini juga yang kerap dilakukan oleh pemilik Mantan aktivis mahasiswa ini nama lengkap Mata’an Ilachim. Gadis kelahiran mengaku bahwa awalnya sempat 23 tahun silam ini mengaku ketika motivasinya bingung ketika memilih jurusan. untuk kuliah mengendur, ia kerap mengingat “Meski demikian saya percaya adanya kesungguhan orang-orang terdekat disekitarnya. “Kalau lagi dengan males kuliah, saya sering mengingat-ingat orang jurusan apapun tidak jadi masalah. tua di rumah. Biaya yang dikeluarkan sudah Yang terpenting berusaha dengan banyak, masa’ saya nggak niat kuliah?” ungkap maksimal sehingga dapat perempuan yang akrab disapaa n Illa itu. Ia juga menambahkan BIODATA adanya saudara-saudara yangg : Mata’an Ilachim, A.Md n Nama peduli serta teman-teman TTL : Malang, 25 Juli 1987 yang sangat mendukung jugaa Alamat Asal : Jl. Sawojajar gg 17 no 36 menimbulkan semangat yangg luar biasa di dalam dirinya.. Riwayat pendidikan: “Support dari orang-orangg SMA Islam Malang D3 Manajemen Keuangan dan perbankan UMM terdekat, membuat sayaa m Riwayat Organisasi: mampu bekerja keras dalam Himapro 2007-2008 hidup,”ujarnya. Sekretaris bidang keislaman Himapro 2008-2009 Dibalik kesuksesannyaa Ketua bidang keislaman Himapro 2009-2010 n meraih predikat Wisudawan Motto : Terbaik Diploma 3 Wisudaa Banyak Teman Banyak Rezeki Periode III UMM, ternyataa

memberikan hasil terbaik untuk orang tua,”ujarnya percaya diri. Disinggung mengenai keberhasilannya menjadi yang terbaik di program diploma, anak ke 8 dari 9 bersaudara ini mengaku tidak menyangka sama sekali prestasi membanggakan tersebut dapat diraihnya. Ia bahkan terbilang santai menjalani perkuliahan, tidak ada ambisi yang begitu besar untuk menjadi yang terbaik, demikian pula dengan orang tuanya. “Mereka (orang tua. Red.) selalu memberikan kebebasan, tidak pernah ada tuntutan untuk menjadi yang terbaik,” tandasnya. Kendati demikian ia merasa senang dan bersyukur karena telah dapat membanggakan Dok. Pribadi keluarga dengan memberikan prestasi m Mata’an Ilachim yang gemilang. y

Saat ditanya tentang resep yang suksesnya perempuan asli Kota Malang itu menuturkan bahwa baginya yang terpenting adalah saat dosen menerangkan materi di dalam kelas. “Saya lebih suka memperhatikan materi saat di kelas, dibandingkan mencatat dan belajar semalaman dirumah,” tuturnya. Selain itu tips di atas, gadis ramah ini juga mengaku dekat dengan para dosen dan sering mengadakan sharing ketika mengalami kesulitan di perkuliahan. Hal tersebut mujarab dan menjadi lahan subur bagi Illa mendapatkan solusi dari berbagai kesulitan. Tidak hanya berprestasi di dunia akademik, Illa juga mampu aktif di dunia kerja. Saat ini gadis ayu mantan aktivis ini telah bekerja di Koperasi Kanindo Syariah. Keberhasilannya mendapatkan pekerjaan itu, lagi-lagi karena keuletannya menyerap materi perkuliahan. “Saya beruntung karena banyak materi perbankan semasa kuliah yang diujikan dalam tes dan Alhamdulillah akhirnya saya diterima. Semoga hal ini dapat sedikit menebus jerih payah orang tua yang selama ini selalu menyertai langkah putranya,”ujarnya bangga. m_phi


F BESTARI

Suplemen

Pidato Rektor

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Pidato Rektor dalam Wisuda Ke-57 Periode III Tahun 2010 Program Ahli Madya, Sarjana Strata I, dan Sarjana Strata 2 Universitas Muhammadiyah Malang

Jargon “Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa” Kawal Kiprah Pengabdian UMM perjuangan kemasyarakatan, khususnya dalam bidang pendidikan. Pengabdian dan perjuangan tersebut tak hanya terbatas pada tataran regional, melainkan sampai pada tingkat nasional dan bahkan mengarah pada level global. Maka, bukan hal yang terlalu ambisius dan mengada-ada manakala UMM membuat jargon lembaga “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”. Selama satu abad, Muhammadiyah telah menjadi sebuah gerakan sosial keagamaan yang tak kenal lelah mengabdi kepada bangsa dan selalu mendorong masyarakat menuju peradaban utama. Dalam kurun separuh perjalanannya itu, UMM telah mengisinya sehingga menjadi salah satu kebanggaan warga Muhammadiyah karena berhasil mencetak prestasi dan alumni yang senantiasa mengabdi heny/Bestari kepada umat dan bangsa.

Muhadjir Effendy Penyematan gelar kelulusan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban UMM kepada publik atas terselenggaranya pendidikan yang telah diselesaikan dengan baik oleh para peserta didiknya. Para sarjana baru kemudian diharapkan menyandang gelar itu dengan penuh percaya diri baik untuk bekerja atau melanjutkan studi. Sebab, para sarjana baru dalam momen wisuda adalah orang yang sangat beruntung mengingat tidak semua orang memiliki kesempatan dan kemampuan berkuliah, pun tidak semua yang kuliah memperoleh perguruan tinggi berkualitas sesuai keinginan. Menjadi lulusan UMM adalah sesuatu yang patut disyukuri, karena dari perguruan tinggi ini tidak hanya diperoleh pendidikan yang mencerdaskan secara intelektual tetapi juga pergulatan yang mendukung pembentukan kepribadian, moral, kepemimpinan, dan profesionalisme. Penyelenggaraan wisuda kali ini hanya berselang satu bulan setelah pelaksanaan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Jogjakarta 3-8 Juli yang lalu. Muhammadiyah kini mulai menapaki abad ke-2. Untuk itu, refleksi perjalanan Muhammadiyah menjadi bagian dari momen penataan ulang pengabdian UMM. Kampus Putih yang berada di bawah naungan Muhammadiyah sudah tentu turut menapaki dan menjadi bagian, bahkan sebagai garda depan, dalam kiprah pengabdian dan

Semakin Sarat Prestasi Selain sebagai “ritual” penyematan gelar kelulusan, momentum wisuda merupakan ajang silaturahmi antara UMM dengan orang tua, wali, dan masyarakat umum. Selain itu, momentum wisuda menjadi waktu yang tepat untuk menyampaikan pokok-pokok informasi perkembangan UMM dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. UMM berhasil menjadi Universitas Paling Unggul versi Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII sejak tahun 2008. Dalam bulan ini, UMM berbangga hati berkaitan dengan peringkat UMM dalam webometric yang menempati urutan 17 dari seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Webometric adalah sistem pemeringkatan perguruan tinggi tingkat dunia berdasarkan website yang dimiliki. Untuk tingkat dunia, UMM berada di peringkat 2.310 dari 12.000 perguruan tinggi. Artinya UMM ada di kelompok tengah-atas atau atas-bawah. Dengan demikian, di antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang lain, UMM menduduki peringkat pertama. Dengan demikian, UMM telah relatif setara dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi bonafid lainnya. Artinya, dikotomi PTN-PTS sudah semakin luntur, di samping masyarakat semakin kritis dan selektif dalam memilih perguruan tinggi. Dalam benak mereka, pilihan tidak lagi soal PTS atau PTN, tetapi soal kualitas. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan

mutu itulah UMM senantiasa berusaha menaikkan status akreditasi program studi dan institusinya sebagai ukuran formal. Selain itu, kinerja dosen dipacu dan dikontrol oleh Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) yang bertugas memantau, melaporkan, dan membangun kapasitas sumber daya dosen. Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana perkuliahan serta laboratorium semakin ditingkatkan dengan tunjangan multimedia dan sarana information technology (IT). Tak Lelah Mengabdi Selama ini UMM memiliki produktivitas tinggi dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian dan pengabdian tersebut digiatkan melalui sumber pendanaan dari eksternal maupun internal yang disalurkan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) UMM serta dana blockgrant yang diberikan kepada fakultas. Hingga saat ini, UMM masih tercatat sebagai PTS paling produktif di Indonesia. Oleh karena produktivitas tersebut, UMM termasuk salah satu universitas yang digandeng tiga Kementerian sekaligus, yaitu Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Kementrian Hukum dan HAM, serta Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dalam mengembangkan perlindungan temuan ilmiah yang disebut sebagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI). Salah satu bukti keseriusan UMM di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat diantaranya; UMM sudah menghasilkan produk paten yang berasal dari penelitian salah satu dosen jurusan Peternakan. Produk tersebut diberi merk dagang BICI (Biskuit Kelinci). Bersamaan dengan momentum wisuda kali ini, BICI di-launching sebagai merk dagang milik UMM. Pendidikan dan Penempaan Berbagai Aspek UMM adalah lembaga pendidikan yang berbasis nilai-nilai relejiusitas. Mengingat heterogenitas mahasiswa UMM, maka masingmasing mahasiswa diwajibkan mengikuti Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) dalam rangka pemberian bekal kepemimpinan, mengisi kesadaran dan mewarnai kepribadiannya. Selain itu, strategi pembinaan kemahasiswaan yang diterapkan UMM adalah dengan terus memupuk etos kepemimpinan, kerja keras dan kompetisi serta memfasilitasi aktivitas kemahasiswaan. Bagi mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu, disediakan ribuan beasiswa untuk mengapresiasi dan meringankan beban biaya studi mereka. Hingga saat ini, cara tersebut telah berhasil mencetak

mahasiswa-mahasiswa berprestasi dalam berbagai bidang. Di luar itu semua, atmosfer dan spirit kewirausahaan mahasiswa juga terus dibangun. Aktivitas Pasar Minggu Pagi yang digelar di halaman parkir masjid A.R. Fachruddin telah berjalan sekitar tiga bulan dan menjadi salah satu sarana penempaan keterampilan enterpreneurship mahasiswa. Eksis dengan Kerjasama Internasional Unit-unit profit universitas seperti hotel pendidikan UMM Inn, UMM Bookstore, UMM Dome, perbengkelan, showroom tanaman hias dan produk pertanian organik, unit produksi bioteknologi, asrama mahasiswa Rusunawa, dan yang sedang dibangun; Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) serta rumah sakit pendidikan, di satu sisi sebagai laboratorium riil, disisi lain dimaksudkan menghasilkan profit untuk membantu keuangan lembaga sehingga dapat meringankan beban biaya mahasiswa. Dalam bidang kerjasama luar negeri, UMM terus menambah mahasiswa asing serta melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen ke luar negeri. Melalui Erasmus Mundus External Cooperation Windows Programme, UMM telah mengirim 31 orang mahasiswa dan 7 orang dosen ke beberapa universitas di Eropa dengan biaya dari Komisi Uni Eropa. Di Indonesia, UMM adalah satu di antara tiga universitas yang masuk dalam konsorsium tersebut, selain Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Airlangga (Unair). Sementara itu, program-program kerjasama di bidang pembelajaran juga masih tetap berlangsung dengan negara-negara Timur Tengah dan Australia. Dalam Australian Consortium for in Country Indonesian Studies (ACICIS), selain mahasiswa asal Australia, mahasiswa Inggris dan Amerika Serikat juga dimungkinkan untuk melakukan studi di UMM. Sedangkan kerjasama dengan negara Timur Tengah diwujudkan UMM bersama Yayasan Muassasah Riyadh, Saudi Arabia dengan mengadakan kesepahaman tentang topik pendidikan Islam. Kerjasama tersebut menambah varian wajah multikultural mahasiswa UMM yang juga diwarnai dengan wajah Timor Leste, Malaysia, Singapura, dan lain sebagainya. Untuk itu, kedepannya jangkauan kerjasama tersebut akan semakin meluas. Untuk itu semua, UMM mengundang masyarakat luas untuk memilih salah satu program studi di UMM sebagai tempat studi yang tepat, karena UMM berkomitmen untuk mengemban amanah pendidikan sebaik mungkin, berorientasi pada kualitas dan menjunjung tinggi profesionalisme. Data Diolah oleh : Yunita Nikmatul Mufidah


BESTARI Suplemen

UMM Facilites Pusat Peragaan agaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) UMM

Wujudkan Masyarakat Paham Iptek

umam/Bestari

Lab. Puspa Iptek: Fasilitas bagi peserta wisata kampus dengan berbagai teknologi baru.

Jika Anda pernah mendengar atau bahkan pernah berkunjung ke Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Anda tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berkunjung ke sana. Sejak delapan tahun yang lalu tepatnya pada 2 Maret 2002, UMM secara resmi mendirikan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) yang diresmikan oleh Ir. M. Hatta Rajasa yang menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek). Puspa Iptek UMM sendiri merupakan sarana pendidikan luar sekolah yang menyampaikan informasi perkembangan Iptek. Puspa Iptek didirikan sebagai media dan sarana pembelajaran yang menyenangkan melalui peragaan-peragaan sederhana, karena para pengunjung atau

pelajar langsung disuguhi dengan alat peraga sesuai dengan kebutuhan ilmu pengetahuan yang tengah mereka pelajari. Para pengunjung Puspa Iptek dapat belajar dan mengenali beragam alat peraga iptek melalui peragaan yang interaktif, yakni dapat disentuh dan dimainkan. Melalui interaksi ini pengunjung diharapkan terdorong untuk berpikir tentang Apa, Mengapa, dan Bagaimana Iptek bisa digali dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia Melalui beragam alat peraga koleksi Puspa Iptek, pengunjung mendapatkan kesempatan mempelajari kekayaan Iptek secara mandiri. Sehingga di sini pembelajaran tidak sekedar melalui proses mengingat dan mengulang tetapi juga melalui proses akomodasi dan asimilasi. Digawangi oleh Muhammad Jufri, Dosen Fakultas Teknik UMM, Puspa

Iptek diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan untuk segala umur dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga masyarakat umum. Jufri melanjutkan selama ini tidak sedikit pengunjung dari para pengajar ataupun instansi sekolah yang memesan alat peraga dari Puspa Iptek guna menunjang pembelajaran meteri di sekolah. Saat ini terdapat lebih dari 16 buah alat-alat peraga Iptek sederhana yang menjadi koleksi Puspa Iptek. Dari miniatur rangkaian baterai seri dan parallel hingga miniatur Green House dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Alat peraga terbaru koleksi puspa iptek adalah Viskositas. Viskositas merupakan alat untuk mengukur kekentalan zat cair. Dengan alat ini bisa dilihat perbedaan kekentalan (viskositas) antar Air dan Minyak, serta zat cair lainnya. Sedangkan alat peraga yang masih berada dalam proses pembuatan yakni Ossiloscop. Alat ini adalah alat peraga yang berfungsi untuk mengetahui peristiwa terbentuknya gelombang. Sebanyak kurang lebih 80 persen dari alat peraga koleksi Puspa iptek merupakan hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UMM, hasil karya ini bersumber dari tugas dan juga hobi beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mekatron di FT UMM. Puspa Iptek dan koleksi-koleksinya selalu unjuk gigi dalam berbagai Roadshow Penerimaan Mahasiswa Baru, dan menjadi salah satu tempat kunjungan utama dalam program Wisata Kampus UMM. m_ynm

Perpustakaan dengan Sejuta Fasilitas Perpustakaan selalu hanya diidentikkan dengan kumpulan buku, tapi anggapan tersebut tidak berlaku untuk Perpustakaan Pusat di UMM. Pemanfaatan dan penataan lokasi yang apik membuat perpustakaan pusat yang berdiri diatas lahan seluas 4.960 M2 di kampus III UMM ini terlihat megah dan menarik. Tidak hanya koleksi buku di perpustakaan ini mencapai lebih dari 140 ribu eksemplar buku cetak, namun juga terdapat American Corner dan Iran Corner yang berfungsi sebagai media perantara antara mahasiswa dan negara yang diwakili keberadaannya oleh corner-corner tersebut, yang mana kedua corner tersebut tidak akan banyak ditemui di kampus-kampus lain di Indonesia. Selain koleksi berupa buku cetak, UMM menyediakan pula

Perpustakaan Digital yang biasa disebut dengan Digital Library (Digilib). Digilib sendiri memuat penelitian serta karya ilmiah dosen dan mahasiswa UMM, Digilib yang terdapat di UMM ini juga terkoneksi dengan kampus-kampus lain yang tergabung dalam Indonesia Digital Library Network (IDLN). Dengan adanya interkoneksi tersebut memungkinkan masyarakat dapat mengakses skripsi, penelitian dan karya ilmiah dosen dan mahasiswa UMM di seluruh dunia. Fasilitas Digilib tersebut juga terkoneksi langsung dengan beberapa perpustakaan milik beberapa Pemerintahan Daerah di Indonesia. Tidak mau ketinggalan perkembangan zaman yang serba online dan digital, perpustakaan UMM melengkapi fasilitasnya dengan layanan

umam/Bestari

Fasilitas lengkap: Perpustakaan pusat UMM dilengkapi dengan American Corner dan Iran Corner.

mandiri, layanan ini didukung dengan software LAser, yang mana peminjam bisa melakukan transaksi peminjaman tanpa harus di input secara manual oleh petugas. Tidak hanya aktivitas peminjaman saja, aktivitas pengelolaan buku serta administrasi yang berkenaan dengan perpustakaan dikelola juga dengan software ini, yang mana software tersebut merupakan ciptaan Alumni UMM sendiri. Software serupa diberikan juga kepada beberapa universitas lainnya. Untuk semakin memanjakan dan mempermudah pelanggannya, Perpustakaan Pusat UMM ini juga didukung dengan layanan SMS, Layanan tersebut merupakan terobosan terbaru UMM yang telah dilaksanakan sejak 2008. Sejak saat itu, mahasiswa dapat mengakses penelusuran koleksi, pemesanan buku, perpanjangan buku, status pinjaman, penggantian PIC dan kotak saran yang dilakukan melalui SMS. Layanan SMS Perpustakaan ini tidak dipungut biaya, dan merupakan wujud pelayanan maksimal dari perpustakaan. Keseluruhan layanan digital tersebut dikelola oleh tenaga yang mahir dan berpengalaman, sehingga membuahkan layanan yang benar-benar memuaskan. Kualitas perpustakaan UMM ini mendapat apresiasi dari berbagai Perguruan Tinggi(PT) lain, hal tersebut ditunjukkan dengan seringnya studi banding atau kunjungan PT baik dari PT negeri maupun swasta di perpustakaan UMM. Acungan jempol selalu diberikan oleh para pengunjung atas fasilitas dan inventarisasi yang baik dari pengelola perpustakaan sendiri saat studi banding di perpustakaan UMM. m_phi

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

G

Masjid A.R. Fachruddin UMM

Graha Serba Guna yang Tak Kenal Jam Kerja

Sebagai universitas berbasis Islam, UMM memiliki masjid sebagai pusat kegiatan keislamannya, selain aktivitas ibadah tentu saja. Masjid kebanggaan UMM, Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin berfungsi lebih dari itu semua. Selain sebagai penegas identitas islami Kampus Putih, fasilitas peribadatan, dan pusat kegiatan dan kajian Islam, Masjid A.R. Fachruddin menampung banyak aktivitas penunjang akademik lainnya. Lokasi Masjid A.R. Fachruddin yang sangat strategis, yakni di jalan raya Tlogomas—jalan utama penghubung Malang-Batu, membuatnya kerap dijadikan tempat singgah masyarakat yang berwisata ke Kota Wisata Batu dan menjadikannya jujugan wisata tambahan. Nama A.R. Fachruddin sendiri diambil dari nama tokoh Islam Indonesia kelahiran Yogyakarta yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah (1968-1990). Masjid A.R. Fachruddin yang dibangun pada tahun 1995 dan diresmikan oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie pada 1998 itu mempunyai lima lantai. Area masjid yang difungsikan sebagai tempat sholat berada di lantai tiga dan empat, dengan kapasitas 5000 jamaah. Tiga lantai lainnya difungsikan sebagai perkantoran, perpustakaan, laboratorium, juga kantin dan aula. Mirip graha serba guna. Di lantai dasar, terdapat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan berupa poliklinik yang berfungsi sebagai balai pengobatan khususnya bagi sivitas akademika UMM. Selain itu, terdapat pula dua kantor cabang bank, BNI dan Jatim, yang memudahkan transaksi keuangan termasuk pembayaran biaya kuliah mahasiswa; kantor radio Utama Mega Media (UMM) FM; kantor UPT Bimbingan dan Konseling (BK), Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum, dan Markaz

Dakwah wa Khidmatul Mujtama’ (MDKM); laboratorium (lab.) jurusan Ilmu Pemerintahan (Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan), Sosiologi Industri, Kesejahteraan Sosial, dan Hubungan Internasional; ruang seminar, ruang kuliah multimedia untuk program AlIslam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta Unit Koperasi Karyawan. Adapun lantai dua difungsikan sebagai perkantoran bagi Badan Pemakmuran Masjid (PPM), Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF), dosen AIK, pelayanan AIK, perpustakaan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamaah A.R. Fachruddin (JF). Selain itu, di lantai yang sama terdapat pula Lab. Bahasa Arab dan Psikologi, ruang seminar, ruang kelas AIK serta tempat wudlu. Lantai tiga dan empat, selain difungsikan sebagai tempat ibadah, juga dilengkapi 12 ruang kelas perkuliahan AIK. Sedangkan lantai lima digunakan untuk perkuliahan D2 Bahasa Arab Ma’had Abdur Rahman bin ‘Auf dan juga Lab. Psikologi. Tak heran, Masjid A.R. Fachruddin menjadi pusat kegiatan yang tak pernah sepi. Di lantai satu misalnya, dari ruang siaran UMM FM tak pernah berhenti mengudara. Radio milik Kampus Putih itu dikelola oleh para penyiar yang terdiri dari mahasiswa UMM. Tak cukup hanya sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan, Masjid A.R. Fachruddin juga menjadi titik awal berbagai gerakan dakwah dan pengabdian Muhammadiyah bagi masyarakat. Sebut saja PSIF, MDKM, atau UKM JF yang aktif melakukan diskusi dan kajian-kajian sebagai wujud gerakan intelektual sivitas UMM, yang juga sekaligus berfungsi meningkatkan pemberdayaan mahasiswa untuk berkiprah secara langsung dalam dakwah islamiyah. Hal tersebut didukung pula oleh keberadaan perpustakaan di lantai dua masjid yang dapat dikunjungi siapapun karena tidak terbatas hanya bagi mahasiswanya. m_fik

Selamat dan Sukses Outgoing Students

Erasmus Mundus External Cooperation Window (Emecw) "Bridging The Gap" 2009-2013

Universitas Muhammadiyah Malang NO

NAME

DEPARTMENT

1

TrisakƟ Handayani

Civic Hukum

2

Fardini Sabilah

Bhs. Inggris

3

Dian Kurniasari

Bhs. Inggris

4

Arief Kurniawan

Hukum

5

Salim Abdi Fitri

InformaƟka

7 8

Muhammad Taufik Ramadhan DesƟ Saheni Syamsurizal Yazid

PSIK Syariah Bhs. Inggris

6

9

Izzah Fijriyah Eka SekƟ Puji Lestari

Farmasi

11

Farmasi

13

Sendi Lia Yunita Mohammad Syaifuddin AƟk KhikmiyaƟ

14

Ayip Bakar Hassan

Magister Manajemen (S2)

15

Roy Irawan

Hukum

16

Hutri AgusƟno

Magister Sosiologi (S2)

17 18

MKPP (S2) Hub. Internasional

20

Lufi KarƟka Sari Astri Nurani Muhammad bin Abdul Mannan Wardana Kusuma

21

Nina SepƟ Wardani

PSIK

22

Rendra Ardyansah

Komunikasi

23

Puji Sumarsono

MKPP (S2)

24

Reza Praditya Yudha

Komunikasi

25

Nasrullah

Komunikasi

19

UNIVERSITY OF INNSBRUCK, AUSTRIA

TECHNISCHE UNIVERSITÄT DRESDEN, GERMANY

Psikologi

10

12

HOST-UNIVERSITY

UNIVERSIDAD DE MURCIA, SPAIN

FI-UNIVERSITY OF KUOPIO, FINLAND

Matkom MKPP (S2) IT-UNIVERSITA DEGLI STUDI DI TRENTO, ITALY

Hub. Internasional Bhs. Inggris

26

Agus Arianto

Bhs. Inggris

27

Luqman Hakim

Teknik Mesin

28 29

Thomy Eko Saputro Rizka Safrina

Teknik Industri Hub. Internasional

PT-UNIVERSIDADE DO MINHO, PORTUGAL

TR-ATILIM UNIVERSITESI, TURKEY


H BESTARI

Suplemen

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

The Begining Pictures of

UMM New Facilities

Picture of Rumah Sakit Pendidikan

Picture of SPBU

umam/Bestari

Masih proses: Rumah sakit pendidikan milik UMM sedang dalam proses pembangunannya. Profit center ini direncanakan akan melengkapi fasilitas bagi sifitas akademika UMM dan masyarakat umum dan juga sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran

Picture of Rusunawa Putra umam/Bestari

Lahan SPBU: Lahan ini akan menjadi SPBU sebagai profit center yang baru bagi UMM. Sampai saat ini kondisi pembangunan mencapai 50% dari total pengerjaan.

umam/Bestari

Hampir jadi: Rusunawa putra yang diperuntukkan khusus bagi mahasiswa segera menyusul, setelah sebelumnya telah ada rusunawa khusus mahasiswi.


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

LAPORAN UTAMA

13

Kelola Yayasan Sebagai Bentuk Pengabdian Berperan serta dalam memajukan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab kaum terdidik bisa melalui aktivitas yang bermacam bentuknya, misalnya menjadi anggota LSM, menjadi donatur lembaga amal, mendirikan yayasan, dan lain sebagainya. Bidangnya pun bermacam-macam pula, bisa keagamaan, ekonomi, lingkungan, keterampilan, ataupun pendidikan. Kepedulian terhadap pendidikan, menjadi donatur. Proposal pengajuan misalnya, telah menggerakkan tersebut dilakukan secara face to face seorang pria untuk melakukan atau menawarkan secara langsung sesuatu. “Saya sangat prihatin melihat yang dimulai dari keluarga terdekat anak yatim kalau sampai tidak pengurus yayayan sampai masyarakat sekolah,” ungkap Muhammad Randi umum. Taufik mengemukakan alasannya. Sampai sekarang yayasan memPria tersebut mengabdikan sebagai punyai donatur tetap sebanyak 19 sekretaris salah satu lembaga sosial orang. Mereka masing-masing memyang memberikan bantuan dana untuk berikan dana bantuan pendidikan pendidikan, Nurusshodiqin. Yayasan setiap bulan sekali untuk biaya yang terletak di Sawojajar Malang pendidikan anak yatim di bawah tersebut sekarang mempunyai 55 anak asuhan yayasan. “Namun, kami tetap yang rata-rata yatim piatu. Semuanya mencari donatur karena masalah mendapatkan biaya pendidikan per pendanaan kami masih jalan di bulannya. tempat,” jelas pria murah senyum Menurut pria yang akrab disapa tersebut. Randi itu, biaya pendidikan yang Untuk bulan Ramadhan nanti diberikan yayasan kepada anak- yayasan tersebut akan mengadakan anak yatim itu diharapkan dapat pengembangan dalam pencarian dana. memberikan sumbangsih kepada Yayasan tidak akan melakukannya masyarakat. “Utamanya untuk melalui proposal saja, tetapi akan mengurangi angka putus sekolah,” dilakukan juga melalui buletin jelasnya. yang akan diterbitkan setiap bulan. Biaya pendidikan yang diberikan “Buletin itu juga nanti akan dijadikan yayasan disesuaikan dengan tingkat sebagai sarana komunikasi antara sekolah anak. Masing-masing anak yayasan dengan para donatur dan untuk tingkat SD 70 ribu rupiah, SMP masyarakat,” jelas Randi. 120 ribu rupiah, dan SMA 150 ribu Yayasan tersebut juga memberikan rupiah. Biaya tersebut diberikan setiap kesempatan kepada masyarakat untuk bulan sekali. menjadi orang tua asuh bagi anak Pria kelahiran Bondowoso tersebut yatim yang terdaftar di sana. “Yang menjelaskan, pengurus yayasan tidak ingin menjadi orang tua asuh bisa ada yang mendapatkan gaji. Semua mengisi formulir kesediaan yang dana yang masuk digunakan untuk diberikan yayasan,” ujarnya. biaya pengembangan yayasan dan Untuk memaksimalkan kerjanya, dana pendidikan anak yatim. yayasan juga mempunyai rencana mengembangkan pendanaan melalui Pemberdayaan Ibu-Anak pemberdayaan ibu anak-anak yatim Bagaimanapun, sebuah yayasan tersebut. Mereka akan diberi dana memerlukan dana operasional untuk untuk mengembangkan usaha menjalankannya dan menghidupi tertentu di rumah masing-masing. kegiatan dalam upaya pencapaian “Jadi, kami ingin nanti bukan hanya tujuannya. Begitu pula yayasan anak yatimnya yang kita bina, tetapi tempat Randi mengabdikan diri. juga orang tuanya,” ungkapnya. Lebih lanjut Randi menjelaskan, sistem pendanaan yayasan yang Beri Pendidikan Nonformal berdiri pada November 2009 itu Tidak jauh berbeda dengan selama ini masih melalui pengajuan yayasan Nurusshodiqin, yayasan Panti proposal kepada masyarakat untuk Asuhan Sunan Giri juga menampung

Pengabdian: Keberadaan mahasiswa di desa sangat diperlukan dalam rangka membantu dan memberdayakan masyarakat desa.

umam/Bestari

anak yatim. Ahmad Romadhon, pengasuh panti asuhan tersebut, menjelaskan tujuan didirikannya yayasan ini adalah untuk menampung anak yatim piatu dan anak yang tidak mampu dalam bidang ekonomi. Kemudian anak-anak itu di tampung di yayasan dan di sekolahkan serta di sediakan asrama juga. Selain mendapatkan pendidikan formal, mereka juga mendapatkan pendidikan informal. Yayasan yang beralamat di Jl. Tlogomas Barat 49B Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru tersebut telah memiliki gedung sendiri seluas 800 meter persegi dengan dilengkapi berbagai fasilitas seperti mushola, aula, kelas untuk kegiatan belajar mengajar, dan juga asrama untuk anak-anak yayasan. “Saya berharap dengan adanya fasilitas ini dapat membantu mereka yang tidak mampu untuk bisa sekolah dengan baik,” ungkapnya. Romadhon menjelaskan, sebanyak 20 anak asuh di yayasan tersebut tinggal dalam asrama, 13 anak asuh putra-putri ada di luar asrama, dan

29 anak asuh putri ada di Panti Mitra (Babussalam). Jadi, secara keseluruhan jumlah anak asuh di Yayasan Panti Asuhan Sunan Giri berjumlah 62 anak. Sementara itu, status sosial anakanak asuh di sana kurang lebih 50 persennya yatim atau piatu, 25 persen terlantar, dan 99 persen dhuafa’ atau kurang mampu. Anak-anak itu sekolah pada jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Untuk memaksimalkan pembinaannya, yayasan yang didirikan pada 1986 tersebut mempunyai empat pengasuh di dalam asrama, tiga pengasuh dan empat pengurus di luar asrama, tiga guru agama dan dua guru umum. Jadi, secara keseluruhan total pengurus dan guru di yayasan Panti Asuhan Sunan Giri ada 16 pengurus dan guru. Sesuai dengan Kemampuan Manusia sebagai makhluk sosial memang tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpa sama sekali membutuhkan interaksi dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut ada hak

dan kewajiban yang harus ditunaikan. Namun begitu, tanggung jawab tersebut sebatas kemampuan yang dimiliki saja. Menurut Romlah, Pembantu Dekan (PD) I FAI UMM ketika ditemui di ruang kerjanya, kalau dilihat dari sisi pandangan Islam, dalam Al-Quran sudah dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan beban kepada hambanya di luar kemampuannya (QS. AlBaqarah: 286, red.). “Artinya kalau diterjemahkan, kalangan terdidik bisa mengabdi di masyarakat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Maka, apapun ilmu yang dipelajarinya pasti bisa diamalkan untuk kesejahteraan umat manusia,” ujarnya. Menutnya, mereka yang hanya berorientasi pada profit (profit oriented) atau keuntungan ekonomi saja dalam Islam belum dinilai cukup. Pasalnya, Islam tidak mengajarkan ketimpangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. “Harus seimbang antara keduanya. Profit tadi baru menyentuh aspek jasmani saja,” pungkasnya. m_rey/p_ino

Jangan Takut Salah Mahasiswa mempunyai tugas berat di tengah masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi. Mereka tidak cukup hanya mengandalkan keahlian akademik saja. Bagaimana seharusnya mahasiswa mempersiapkan diri? Berikut wawancara reporter Bestari, Marhamatul Khairiyah dengan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian (DPPM), Dr. Bambang Widagdo, MM.

Apa sebenarnya fungsi belajar di pendidikan tinggi?

Kuliah itu idealnya adalah untuk melatih dalam mengabdikan dan mendarmabaktikan diri untuk bangsa, maka tak salah jika kita mengikuti pikiran Pak Rektor dengan menjadikan UMM sebagai The Real U n i v e r s i t y. Artinya, betul-betul sebagai kampus y a n g

mempunyai t a n g g u n g jawab terhadap masyarakat dan bangsa. Kalau Kampus Putih ini mempunyai slogan “Dari

Bambang Widagdo deden/bestari

Muhammadiyah untuk Bangsa”. Mendarmabaktikan diri di sini tidak hanya di bidang tertentu saja, tapi mencakup semua bidang dan aspek dalam masyarakat termasuk bidang sosial.

Seberapa penting peran dalam bidang sosial tersebut?

Sangat penting karena sebagai agen pembangunan dan perubahan social (agent of social change), mahasiswa khususnya alumni memiliki peranan besar bagi pembangunan masyarakat dan negeri ini. Mereka juga memilliki peran penting dalam gerakan sosial karena mahasiswa juga dianggap sebagai kaum intelek yang bisa dijadikan bekal untuk mengadakan perubahan di masyarakat. Perlu disadari juga oleh mahasiswa bahwa masyarakat mengharapkan mahasiswa bisa menjadi problem solver terhadap masalahmasalah yang ada di lingkungan mereka, bukan lulus lalu tidak mem perhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Apa manfaatnya?

Yang paling utama adalah adanya kepekaan terhadap problematika masyarakat. Pada asasnya, tidak ada paksaan untuk menggaluti bidang sosial atau bidang-bidang yang lain. Itu tergantung dari pilihan masing-masing. Yang perlu diingat, hidup harus mengikuti prinsip keseimbangan yaitu equilibrium. Hidup tidak akan teratur jika tidak ada keseimbangan. Ada pihak yang membutuhkan dan ada pihak yang di butuhkan.

Bekal apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk terjun ke dalam aktivitas sosial?

Ada dua keahlian yang menjadi modal utama bagi siapa saja yang ingin sukses, termasuk modal untuk terjun dalam bidang sosial yaitu keahlian akademik dan keahlian manajerial atau biasa di sebut sebagai softskill. Saya lebih suka menyebutnya sebagai keahlian nuraniah. Keahlian akademik adalah keahlian dalam hal kompetensi. Seseorang harus kompeten di bidangnya, harus menguasai dan mengetahui seluk beluk bidang yang digeluti. Keahlian ini harus dimiliki dan tidak bisa ditinggal. Keahlian akademik saja tidak cukup bagi siapa saja yang ingin terjun dalam gerakan sosial. Keahlian

manajerial juga dibutuhkan seperti kejujuran, menghargai, kerjasama, memiliki cita-cita besar, harapan, dan semacamnya. Skill lain yang dibutuhkan adalah kemampuan bekerjasama, kemampuan berkolaborasi dan memiliki jejaring yang kuat serta partnership. Perwujudan dari persoalan partnership itu adalah kerjasama, sedangkan kerjasama itu sediri kata kuncinya dua yaitu integrasi dan sinergi.

Apa harapan khusus Anda untuk lulusan Kampus Putih?

Mahasiswa idealnya adalah agent of development, menjadi problem solver bagi masyarakat di sekitar. Jadi diharapkan, mahasiswa harus bisa mewujudkan itu dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan secara maksimal. Jika mahasiswa mampu melakukan itu dan mengambil peran dalam pembangunan masyarakat maka misi UMM “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa” pun terwujud. Perlu dicatat, ketika ingin melakukan sesuatu yang baik, maka lakukan dan jangan pernah takut salah. Lebih baik dikatakan salah tetapi sudah berusaha melakukan sesuatu daripada tidak melakukan kesalahan namun juga sama sekali tidak berinisiatif melakukan tindakan.


14 BESTARI

Polling o

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Jumlah Responden

Populasi

300

Mahasiswa

akar

Kembangkan Jaringan dan Potensi Liburan merupakan momen yang dinanti-nanti hampir seluruh mahasiswa, terutama yang bertempat di luar kota atau bahkan luar pulau. Namun esensi liburan itu sendiri masih dipertanyakan. Dosen Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMM, Zaenal Abidin mengutarakan bahwa kebanyakan esensi liburan mahasiswa hanya sebatas pulang kampung, refreshing dan melepas kerinduan pada keluarga heny/Bestari saja. Zaenal Abidin Secara mendetail, pria kelahiran 21 Desember 1984 tersebut menuturkan bahwa kegiatan liburan mahasiswa idealnya harus berasas manfaat. “Paling tidak mereka melakukan kegiatan yang kolektif seperti berorganisasi dan kegiatan sosial, misalnya berkunjung dan berpartisipasi ke panti asuhan atau belajar berwirausaha untuk meningkatkan jiwa entrepreneurship serta menambah uang saku,” tutur dosen muda yang masih menyandang status lajang tersebut. Pria asal Malang ini juga mengatakan liburan mahasiswa akan lebih efektif jika mereka mau membangun jaringan yang produktif, baik jaringan sosial maupun ekonomi. “Orang sukses itu, bukan karena diri sendiri tetapi juga karena dikenal, dijunjung, dan dibantu orang lain,” tegas Zaenal. Menjelaskan lebih lanjut, Zaenal mengatakan mahasiswa seharusnya mampu mengembangkan potensi melalui jaringan tersebut. “Misalnya bagi mahasiswa Kesos, mereka bisa magang di perusahaan mikro yang dekat dengan kampung halaman. Sedangkan untuk mahasiswa hukum, mereka bisa magang di Lembaga Bantuan Hukum sehingga potensi-potensi mereka akan tersalurkan dan kualitas mereka akan meningkat dengan sendirinya,” jelas aktivis Pemuda Muhammadiyah (PM) kota Malang ini. Sayangnya, fenomena yang muncul saat ini mahasiswa masih jarang yang menerapkan pola tersebut. Kebiasaan buruk mereka saat liburan khususnya bagi yang pulang kampung, biasanya hanya sebatas travelling, makan, tidur, nonton televisi, bermain dan menggemukan badan. Hal ini bertentangan dengan sebagian mahasiswa lain yang memilih tetap aktif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. “Mereka akan mendapat efek positif untuk dirinya sehingga mampu menunjang dan menerapkan materimateri studinya. Selain pribadi, masyarakat juga akan turut merasakan manfaat dari keaktifanya mahasiswa-mahasiswa tersebut baik dibidang sosial, ekonomi maupun agama. Karena semboyan mahasiswa adalah agen of change,” urai pria yang menduduki jabatan bendahara umum PM Kota Malang tersebut. Mengahiri penjelasanya, Zaenal memberi saran bagi seluruh mahasiswayang hendak ataupun yang sedang pulang kampung agar mereka tidak menjadi orang yang merugi dan jangan sampai menyesal dikemudian hari. “ Mumpung masih menyandang status mahasiswa, alangkah baiknya jika kita selalu membuka diri pada dunia non kampus, mengembangkan jaringan, mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat sehingga nanti akan menuai keberhasilan yang memuaskan,” ujarnya mengahiri. m_fik

Taraf Signifikasi

100 %

Taraf Kesalahan

0%

Sampel Area: UMM, POLINEMA, UM, ABM, UB, UWIKA, UNIGA, POLTEKES, ITN, UNITRI, STIKI, UNIGA, UNMER, UIN, UNISMA, UNIKAN, UWIGA.

Libur telah tiba. Menyambut tahun ajaran baru, liburan semester genap yang berlangsung lebih lama dari semester ganjil menjadi masa yang ditunggu-tunggu para mahasiswa. Berbagai aktivitas non akademik banyak dilakukan. Apa saja kesibukan kaum intelektual ini di waktu liburan? Apakah predikat mereka sebagai mahasiswa berpengaruh pada “kualitas” liburan yang dijalankan? Berikut penelusuran Tim Polling Bestari.

Bukan Waktu Bermalas-malasan Masa liburan bukan berarti masa bermalas-malasan. Hal ini terbukti dari 87,33 % responden yang mengaku memiliki kesibukan selama liburan, salah satunya Sigit Prasetya. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Malang (Unisma) ini mengaku mengisi liburannya dengan bekerja. “Saya bekerja menjadi juru kemudi, kebetulan orang tua saya punya usaha rent car. Jadi saya manfaatkan saja untuk tambahan uang saku,” kata mahasiswa semester dua itu. Berbeda dengan Sigit, sebanyak 12,67 % responden mengaku tidak mempunyai kesibukan selama liburan. Narko mahasiswa semester delapan Jurusan Akuntansi itu mengaku tidak mau mengganggu liburannya dengan kesibukan. Pria periang itu benar-benar ingin beristirahat dan mengisi liburannya dengan bersantai di rumah. Mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya ini juga mengaku sudah pusing dengan kegiatan perkuliahan. “Lebih baik saya main Play Station di rumah daripada menyibukkan diri di hari libur,” jawabnya. Berbagai macam kegiatan dipilih responden untuk mengisi liburannya. Mulai dari menjenguk kampung halaman hingga bekerja menjadi pilihan menghabiskan waktu liburan. Seperti yang diungkapkan Khalilu Ibrahim Rahman, mahasiswa Politeknik Kesehatan asal Tarakan tersebut lebih memilih mengisi liburannya dengan menyelesaikan tugas akhir. Laki-laki yang akrab dipanggil Khalil mengatakan, liburan sebaiknya diisi dengan kegiatan yang menunjang perkuliahannya agar cepat lulus. ”Saya tidak pernah pulang kampung, setelah lulus saya baru pulang kampung, jadi lebih baik saya kerjain tugas akhir,” tutur mahasiswa Jurusan D3 Keperawatan yang mewakili responden 9,05 % itu. Alasan berbeda diungkapkan oleh Retchan mahasiswi Jurusan Sastra Inggris semester dua Universitas Negeri Malang (UM). Dancer ini memilih mengisi liburannya dengan kursus dance. Dia ingin liburan kali ini dimanfaatkan untuk mengembangkan hobi yang menunjang kariernya. “Setiap liburan, saya menghabiskan waktu dengan latihan

ngedance bersama temanteman. Karena selain hobi, ngedance juga baik untuk membentuk t u b u h menjadi lebih ideal,” ungkapnya. Berbeda dengan Recthan, Nazzar Salasi mahasiswa Jurusan Akuntansi UM ini mengaku lebih memilih mengisi liburan dengan berkunjung ke tempat wisata. “Dengan pergi ke tempat wisata, kita bisa melepas penat sekaligus melihat pemandangan yang indah,” terang Nazzar yang mewakili 23.67% responden lainnya. Hal serupa juga diungkapkan Yudha Harisaputra, mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Widyakarya yang mengaku lebih senang berkeliling untuk berwisata di samping berorganisasi dan bekerja. “Setiap liburan, saya dan teman-teman biasanya berunding untuk memilih tempat rekreasi. Wisata pantai dan gunung menjadi lokasi liburan favorit kami,” terang mahasiswa asal Malang itu. Sementara itu, 11,37 % responden mengaku momen liburan mereka gunakan untuk memperbaiki nilai. Mira mahasiswi Jurusan Kedokteran UMM semester delapan itu mengaku mengikuti ikuti Semester Pendek (SP) selama liburan iburan untuk meningkatkan kualitas nilai akademiknya. Menurut wanita usia 22 tahun kelahiran Surabaya itu, dengan mengikuti SP bisa lebih fokus ke satu mata kuliah saja. “Waktu ujian, an, saya masih mikirin ujian mata kuliah lain, ain, jadi ujiannya gak maksimal. Nah waktu u SP ini, kesempatan saya untuk memperbaiki aiki nilai yang jelek, daripada bermalas-malasan alasan di rumah,” jelasnya. fbr/p_sur

Apa kesibukan Anda selama liburan? Pulang kampung 2.97% Kursus 7.66% Travelling 23.67% Semester Pendek 11.37% Kerja 16.01% Berorganisasi 9.28% Lainnya 9.05% Apakah Anda mempunyai kesibukan selama liburan?

Model odel : M. Dino Ave Avelino

Segarkan Diri Kembali Liburan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Kegiatan yang diambil untuk mengisi liburan tentunya akan berpengaruh pada efektivitas dan manfaat liburan bagi pelakunya. Berdasarkan hasil polling Bestari, sebanyak 93,33% responden menyatakan bahwa liburan mendatangkan banyak manfaat bagi mereka. Salah satunya diungkapkan oleh Adi Yulianto, mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang

menganggap liburan bermanfaat untuk menyegarkan kembali pikiran yang lelah. “Kesibukan kuliah dengan rentetan tugas dan ujian sudah menyita pikiran. Dengan datangnya liburan kita bisa menghilangkan pikiran yang sumpek, “ ungkap mahasiswa Jurusan Teknik Elektro semester enam tersebut. Hal serupa diungkapkan Anto Jaya yang menyampaikan keuntungan paling besar datangnya masa liburan adalah tersedianya banyak waktu untuk refreshing. Apakah liburan Anda “Liburan bisa jadi bermanfaat bagi diri sendiri? waktu tepat buat mengusir penat. Saya biasa kumpul-kumpul dengan teman lama dan bersantai,“ tutur mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara bersemangat. zack/Bestari itu

Pengakuan Anto tersebut mewakili 20,50% responden yang lain. Sejalan dengan Anto, M. Adimas Agung mahasiswa Polinema yang mewakili 13,77% responden juga mengaku bahwa datangnya masa liburan membawa manfaat tersendiri baginya. Bagi pria murah senyum asal Mojokerto tersebut, hari libur adalah hari untuk keluarga. “Kalau liburan saya pasti pulang kampung, berkumpul dengan keluarga dan membantu orang tua. Karena selama kita kuliah kita sudah jauh dari orang tua, jadi liburan adalah waktu untuk membantu orang tua sebagai wujud bakti seorang anak,” jelasnya. Keuntungan lain yang didapatkan ketika liburan adalah tersedianya waktu untuk bekerja. Terbukti sebanyak 13,93% responden menyatakan liburan bisa mendatangkan tambahan uang saku. Seperti halnya yang disampaikan Nur Qomaria, mahasiswa Universitas

Widyagama (Uwiga) yang menuturkan kebiasaannya mengisi liburan dengan bekerja. “Waktu liburan biasa saya gunakan untuk bekerja part time. Dengan begitu, uang saku bisa bertambah dan mengurangi beban orang tua,” tandas mahasiswa Jurusan Akuntansi semester dua itu. Pendapat lain datang dari responden yang mengaku datangnya liburan memberikan keuntungan bagi kita untuk belajar memanfaatkan waktu luang. Reymond, mahasiswa jurusan Matematika Universitas Brawijaya mengungkapkan ketika liburan datang, banyak hal yang bisa dilakukan. “Liburan bisa digunakan untuk pulang kampung, dan yang gak kalah penting, datangnya masa liburan dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan-kegiatan semester depan lebih terencana dan mampu memenuhi target,” pungkas mahasiswa yang mewakili 13,30% responden lainnya. m_ynm

Keuntungan apa yang Anda dapat selama liburan?


Polling o

BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Berbagi Pengalaman Organisasi

Liburan akhir semester merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh sebagian besar mahasiswa. Selain menjadi “kasur empuk” melepas lelah setelah padatnya kegiatan kuliah, liburan juga menjadi waktu menyenangkan yang banyak digunakan mahasiswa untuk mengabdikan ilmunya. Hal ini terbukti dari 64,00% responden mengaku selama liburan banyak mengisi kegiatannya dengan berbagi ilmu yang pernah dipelajari saat kuliah. Kusumawati, mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), mengaku mengajarkan ilmu yang pernah dipelajari kepada anak lain disekitar lingkungannya. “Saya mengajarkan tentang software-software yang ada di komputer. Karena berbagi ilmu itu sangat menyenangkan. Selain untuk mengisi waktu luang, kegiatan ini sekaligus dapat mempraktekan ilmu yang pernah kita pelajari saat di kelas,” tutur mahasiswa kelahiran Ponorogo tersebut. Berbeda dengan Kusumawati, 34,33% responden lain menyatakan tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan ilmu

kuliah itulah yang harus kita praktekan,” pengetahuannya selama liburannya. Sebagaimana pungkas mahasiswa yang menggeluti bisnis sembako itu . yang telah diungMelynda Agustina, mahasiswa Jurukapkan Luluk, san Bahasa Inggris UMM justru mengaku mahasiswa STIE membagi pengalaman organisasinya Malang kucecwara. kepada teman-teman dikampungnya. “Saya sangat ingin “Tidak banyak teman di kampung yang refreshing dan mengisi mempunyai pengalaman berorganisasi. waktu luang bersama Dengan bergabung bersama mereka, kita teman-teman karena dapat membagi pengalaman yang kita sudah pusing selama zack/Bestari punya,” ungkap mahasiswi yang mewakili perkuliahan. Disam30.77% responden itu. p_hmd ping itu, saya lebih senang berkumpul dengan saudara-saudara Pernahkah Anda memanfaatkan momen untuk mengeratkan tali silaturahmi. Saya liburan untuk berbagi ilmu ke lingkungan juga harus memanfaatkan waktu agar sekitar? Jarang dapat pengalaman, tambahan ilmu dan 65.00% mengetahui hal-hal yang baru,” jelasnya. Berbagi ilmu dengan masyarakat selama liburan, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Titus Adhitiya Candra, mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan Universitas Widiyagama contohnya. Selalu “Selain dapat bermanfaat untuk lingTidak Pernah 20.00 % kungan dan masyarakat, dengan berbisnis 14.00% kita juga bisa mendapatkan keuntungan. Abstain Apalagi saat ini banyak orang-orang yang 1.00% membutuhkan lapangan pekerjaan. Jadi dengan mengajarkan enterpreunership pada Apa yang Anda lakukan untuk berbagi ilmu masyarakat dan pada masyarakat dan lingkungan? lingkungan sekitar, • Mengajarkan ilmu 28.67% kita bisa membantu • Berbagai pengalaman dalam organisasi 30.77% dan mengembangkan • Mengajak berbisnis 15.73% ilmu kita. Karena • Melestarikan kebudayaan dan lingkungan 18.53% apa yang didapat Abstain 6.29% mahasiswa selama

Kerjakan Hal yang Bermanfaat

Momen liburan tidak hanya dinantikan oleh pelajar namun juga bagi mahasiswa. Setelah melakukan berbagai aktivitas akademik yang menguras waktu, tenaga dan pikiran, akhirnya mahasiswa mendapat kemerdekaan pada saat datangnya liburan. Sadar posisinya sebagai kaum intelektual, para mahasiswa menegaskan bahwa datangnya liburan seharusnya menjadi saat yang tepat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain. Sebut saja Teara Ridho R, mahasiswa Universitas Negeri Malang itu menyarankan agar mahasiswa dapat memanfaatkan momen liburannya untuk mengambil semester pendek (SP). “SP bisa digunakan untuk memperbaiki nilai yang kurang memuaskan,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi itu. Berbeda dengan Teara, Yudha Harisaputra, mahasiswa Jurusan Manajemen

Universitas Katolik Widya Karya menyarankan, agar waktu liburan dimanfaatkan untuk menyegarkan pikiran dengan sesuatu yang ringan. “Refreshing dengan menyalurkan hobi tidak hanya dapat menambah wawasan tapi juga menambah uang saku juga,” ungkap itu. Menimpali Yudha, Enqi mahasiswa Jurusan Kedokteran UMM yang menganggap liburan sebagai sarana refreshing dapat dilakukan dengan travelling ke tempattempat wisata yang dapat menyegarkan pikiran. “Kita sudah penat dengan berbagai tugas. Jalan-jalan ke tempat wisata seperti gunung, pantai atau ke wahana bermain sepertinya menyenangkan. Kalau gak ada uang, lebih baik pulang kampung, bisa bertemu orang tua dan keluarga yang lama tidak bertemu,” terang mahasiswa asal Gresik itu. Jauh dari beberapa ungkapan mahasiswa di atas, beberapa mahasiswa justru

menganggap liburan adalah saat yang tepat untuk mengabdi pada masyarakat. Sebut saja Agus Salim, mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika Universitas Islam Malang menyarankan agar mahasiswa memanfaatkan liburannya untuk berorganisasi ataupun melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Mengisi waktu liburan dapat dilakukan dengan hal yang bermanfaat seperti mengajarkan kepada masyarakat cara berorganisasi, memberikan pengetahuan, maupun mengajarkan cara melestarikan budaya dan lingkungan sekitar. Di samping kita membagi ilmu, kita juga dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru,” ungkap mahasiswa asal Flores itu. Hal tersebut juga disepakati oleh Eko Ramadani “Melakukan hal positif yang bisa dilakukan agar ilmu yang didapat dapat diaplikasikan,” tutur mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Negeri Malang itu. fbr

15

Simpul

Refreshing Tak Harus Saat Liburan Liburan merupakan momen yang dinanti dan diimpikan sebagian besar masyarakat, khususnya bagi mereka yang mempunyai aktivitas padat. Berdasarkan polling yang dilakukan Bestari, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa mengaku mempunyai kesibukan selama liburan, mulai dari travelling hingga sekedar fidha/Bestari pulang kampung saja. Menanggapi fenomena Yudi Suharsosno yang hampir terjadi setiap semester ini, dosen Fakultas Psikologi, Yudi Suharsosno turut bangga dengan mahasiswa yang ternyata masih mempunyai kesibukan meskipun tidak dalam masa aktif kuliah. “ Sebenarnya jika tidak ada kesibukan saat liburan, itu hal yang wajar kerena memang tujuan liburan adalah refresing. Namun jika ternyata masih banyak mahasiswa yang punya kesibukan, why not?,” sodor dosen yang telah menempuh program studi S2 Psikometri di UGM Yogyakarta tahun 2005 tersebut. Berkaitan dengan jenis kesibukan mahasiswa saat liburan seperti travelling, pulang kampung, dan beberapa kegiatan lainnya, Ketua Ketua Program Studi Magister Psikologi Pascasarjana UMM ini memaparkan bahwa pada dasarnya tujuan liburan adalah meningkatkan kembali keseimbangan psikologis mahasiswa. Maka tak heran jika pilihan mayoritas mahasiswa adalah travelling dan pulang kampung. “Mungkin bagi mereka dua hal tersebut mampu menyegarkan kembali pikiran yang terbiasa kaku dengan doktrin-doktrin akademik,” tandas pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Labratorium Psikologi ini. Aktifitas liburan mahasiswa dengan jangka waktu yang cukup panjang dewasa ini memberikan efek tidak baik bagi mahasiswa. Mereka yang sudah keasyikan berlibur biasanya akan malas dan enggan kembali ke dunia akademik. “Ini yang seharusnya dihindari, karena seyogyanya waktu liburan mampu membuat mereka kembali dengan sejuta motivasi baru dan meletakkan sikap optimis menatap masa depan agar semester selanjutnya jauh lebih baik,” ujar dosen yang pernah menduduki jabatan Pembantu Dekan III Fakultas Psikologi pada tahun 1998. Melihat jumlah prosentase refresing menduduki peringkat utama sebagai jawaban dari keuntungan yang didapat mahasiswa saat liburan, pria yang pernah menjadi Kepala Pusat Bimbingan dan Konseling tersebut menyimpulkan bahwa esensi liburan mahasiswa hanya sekedar refresing saja. “ Saya sempat bertanya-tanya, apakah saat kuliah mereka tidak merasa sudah sering melakukan refresing? Karena pada realitanya tiap malam mahasiswa memadati jalan dan kafe-kafe untuk menyegarkan pikiran setelah penat kuliah.,” ujarnya heran. Dosen yang telah menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi UMM pada tahun 1993 silam, menyayangkan sekali ketika momen liburan jarang dimanfaatkan mahasiwa untuk berbagi ilmu ke kampung halaman. “Bukankan dalam Islam sendiri dikatakan ‘Sampaikan dariku walaupun satu ayat’. Jadi dapat disimpulkan bahwa malasnya sikap mahasiswa selama ini mencerninkan sifat individualis mereka,” ujarnya. Mengahiri paparanya, Yudi menyimpulkan bahwa refresing itu penting untuk memulihkan kembali kejenuhan saat menghadapi kakunya kehidupan akademik. “Apapun aktivitas yang dilakukan, mudahmudahan selalu positif sehingga tidak membawa dampak negatif bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar,” harapnya mengakhiri. m_fik,p_raf

Lakukan yang Positif, Tinggalkan Aktivitas Negatif Libur telah ah tiba…libur telah kep kesempatan liburan kepada hore…hore……, itutiba….hore…hore…hore……, mahasiswanya sel selama lah sepenggal al bait lagu yang kurang lebih dua anyikan seorang pernah dinyanyikan bulan. Ter Terkait penyanyi cilik. ilik. Liburan masa masalah selalu disambut but riang dan penuh kelegaan an oleh sebagian besar mahasiswa. ian lama Setelah sekian disibukkan dengan ngan berbagai macam kegiatan perkuliahan, liburan terse tersebut, ahan menjadi lahan D e w i eristepat untuk berisWulan Notirahat dan mevita, m mahan refresh pikiran siswa Juru Jurusan sejenak dari Akuntansi ters UMM tersebut kepenatan Dewi Wulan Novita m e m a p a r k a n rutinitas libu perkuliahan. Cara bahwa liburan kegi mahasiswa mengisi libumerupakan kegiatan gam, sebagian ada seje ran pun beragam, refreshingg sejenak mengha setelah menghadapi yang bekerja,, kursus, sibuk dengan i i atau sekedar k d ji selama l k li ujian perkuliahan kegiatan organisasi, pulang kampung saja. serta mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. “Liburan dapat Hal serupa juga diterapkan kampus putih yang memberikan menambah pengalaman-pengalaman

baru yang belum pernah didapat sebelumnya”, ujar mahasiswa yang aktif organisasi itu. Lebih lanjut mahasiwa yang aktif di Lembaga Semi Otonomi (LSO) Economic English Club tersebut mengungkapkan perihal kegiatannya selama liburan yang biasanya menjadi panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Pesmaba). “Namun tahun ini saya pulang kampung karena sudah dua tahun tidak bertemu keluarga tercinta, ungkap mahasiswa asal Nabire, Papua tersebut. Dewi menambahkan kegiatan pulang kampung bisa menjadi senjata yang ampuh untuk mengobati rasa kangen serta mengeratkan tali silaturrahmi dengan keluarga. Meski liburan memberikan manfaat pribadi yakni menyegarkan diri kembali, Dewi menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agent of change seharusnya juga harus dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekitar kampungnya. “Saya berusaha menjadi agent of

change bagi kampung halaman saya dengan menjadi guru private bagi anak-anak SD. Sedikit meyalurkan ilmu yang Insyallah bisa membantu mempermudah mereka untuk menerima pelajaran,” tandas mahasiswa yang hobi membaca dan jalanjalan tersebut sambil tersenyum. Mahasiswa kelahiran Nabire, 6 November 1990 ini juga mengungkapkan bahwa setiap orang pasti tidak akan puas dengan apa yang sudah didapatkan dari liburan, termasuk dirinya sendiri. “Tetap dinikmati saja liburannya, diambil baik buruknya. Positifnya dipergunakan untuk aktivitas sehari-hari, dan buruknya dibuang jauh-jauh,” ujarnya. Untuk memaksimalkan liburan, Dewi menyarankan kepada para mahasiswa untuk melakukan kegiatan yang belum pernah dilakukan guna mendapatkan pengalaman-pangalaman baru. Lebih lanjut mahasiswa semester empat tersebut memaparkan cara bagaimana memanfaatkan libu-

ran dengan baik. Diantaranya dengan menjadi panitia Pesmaba yang diakui memberikan banyak manfaat. “Menambah pengalaman berorganisasi, banyak teman baru dari jurusan maupun fakultas lain, serta mengenal mahasiswa baru dari berbagai daerah,” ujarnya. Selain itu, wanita berparas manis itu menambahkan bahwa liburan juga dapat diisi dengan magang kerja sebagai tambahan pengalaman dari luar kampus. Dewi menegaskan, dampak positif liburan seharusnya tidak hanya dirasakan oleh pribadi sendiri, namun juga harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.“Selalu memanfaatkan liburan dengan mencari hal-hal baru dan dapat memberikan manfaat bagi pribadi, keluarga serta masyarakat sekitar,” pungkasnya. Di akhir, mahasiswa yang mempunyai motto “selalu optimis dengan apa yang dijalani” tersebut mengajak semua mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan liburannya sehingga dapat bermanfaat bagi orang banyak. m_uva


16 jBESTARI Berkunjung g ke Agrowisata g Batu

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

PERNIK MALANG

Menikmati Sensasi Wisata Petik Buah

Taman buah Mekarsari Bogor. Bisa jadi nama itulah yang terlintas pertama kali ketika menyebut agrowisata. Namun, kini tidak harus pergi ke sana untuk sekadar menikmati dan merasakan sensasi memetik buah langsung dari pohonnya. Wisata-wisata serupa telah bermunculan dan berkembang di Malang. Penasaran? Berikut oleh-oleh Tim Pernik untuk Anda. “Wisata Petik Jeruk Desa kedua untuk mengunjungi tempat Selorejo”, demikian nama yang tersebut. Dengan uang beberapa terpampang di papan penunjuk arah, puluh ribu saja, pengunjung sudah tak jauh dari kantor polisi sektor bisa menikmati jeruk segar sepuasnya Dau, Kabupaten Malang. Untuk dan sekaligus bisa menenteng buah mencapai lokasi wisata tersebut, jalan untuk dibawa pulang. yang ditempuh cukup mudah, baik Wirama Pangestu, salah semenggunakan sepeda motor maupun orang pengunjung menuturkan, ia mobil pribadi. Menempuh perjalanan menyempatkan datang ke tersebut sekitar satu jam ke arah selatan Dau, karena penasaran setelah mendengar Bawa Pulang : menyusuri jalanan berliku dan nuansa cerita dari teman-teman kuliahnya. Petik stroberi pedesaan bisa menjadi hiburan “Saya dulu sempat diajak temanmerupakan salah tersendiri. Setelah menempuh perjala- teman ke sini, cuma gak bisa ikut. nan sekitar setengah jam, mulai Makanya, sebelum pulang kampung satu fasilitas yang diberikan untuk tampak perkebunan-perkebunan jeruk saya sempatkan main ke sini. Selain memanjakan di sepanjang pinggiran jalan. pemandangannya bagus, harga pengunjung. Memasuki Desa Selorejo, nuansa masuknya juga lebih murah dibanding perkebunan jeruk makin terasa. Tak agrowisata lain,” ungkap mahasiswa jarang, beberapa orang petani tampak asal Bali tersebut. sibuk mengangkut jeruk-jeruk dalam Bagi yang takut penggunaan obat keranjang untuk dijual pada pengepul. kimia pada buah, ada baiknya jeruk Tampak pula, lewat beberapa truk yang baru dipetik dicuci terlebih yang sedang mengangkut puluhan dahulu. Beberapa petani memang keranjang berisi jeruk segar untuk sengaja menggunakan fungisida untuk dijual keluar daerah. mencegah busuknya jeruk-jeruk yang Wisata petik jeruk Desa Selorejo hampir matang akibat guyuran air heni/Bestari tidak seperti agrowisata lainnya yang hujan. dikelola secara khusus. Di tempat Namun demikian, Subandi, M. Afrizal, salah seorang pengun- olahan stroberi lainnya seperti milk tersebut tidak ada pemandu wisata, salah satu petani jeruk mengatakan, jambu tersebut. Selain sharing cara jung asal Surabaya menilai, agrowisata shake stroberi, pancake stroberi, ayam penjaja makanan kecil, ataupun meskipun tidak dicuci, sebenarnya memilih jambu yang baik, pengunjung wahana bermain anak. Pengunjung tidaklah berbahaya bagi kesehatan juga sekaligus bisa belajar bagaimana cara semacam itu sangat menarik untuk penyet stroberi, bahkan nasi goreng dikunjungi. Tidak hanya memetik stroberi. hanya akan menemui hamparan karena fungisida tersebut hanya membudidayakan jambu. Olivia, salah satu pengunjung berhektar-hektar perkebunan jeruk menempel pada kulitnya saja. Selain Awalnya tempat tersebut hanya buah secara langsung, pengunjung milik masyarakat. itu, menurutnya, petani biasanya menyediakan perkebunan apel. Na- pun disuguhi panorama yang tak kalah asal Madiun menuturkan, agrowisata Desa Selorejo sejatinya memang menghentikan penyemprotan saat mun, sejak 2008 silam, pengelola menghibur. Pemandangan eksotis kota stroberi tersebut sangat menarik. Ia tidak diperuntukkan secara khusus menjelang panen sehingga jeruk-jeruk mulai membudidayakan tanaman- Batu dapat dilihat dari atas perbukitan. merasa puas dan senang datang ke sebagai daerah agrowisata. Namun, tersebut tetap aman dikonsumsi. “Tidak tanaman lain termasuk jambu. Jenis Jejeran rumah berwarna-warni yang agrowisata tersebut, sekalipun ia melihat potensi yang ada, maka dicuci juga tidak apa-apa, dijamin tidak jambu yang dibudidayakan ada dua tampak kecil-kecil dari kejauhan, dise- harus berjalan menaiki berpuluh anak akhirnya masyarakat sepakat untuk keracunan kok, soalnya kita sudah macam yaitu jambu biji merah dan lingi satu dua bukit dan lembah mampu tangga untuk bisa mencapai kebun mengusir kepenatan akibat kegiatan stroberi. “Bagus sih tempatnya. Walau menjadikannya sebagai salah satu menghentikan penyemprotan beberapa jambu biji putih. agrowisata yang dikelola secara minggu sebelum jeruk-jeruk ini bisa Menurut salah seorang pemandu, harian yang menjenuhkan. Tak heran capek, tapi puas,” ungkap Olivia. perorangan. Pengunjung bebas dipanen,” pungkas bapak dua anak masing-masing jenis memiliki man- orang Belanda yang waktu itu menjajah memilih kebun jeruk mana yang tersebut meyakinkan faat yang berbeda-beda. Jambu biji Indonesia mengatakan kalau Batu Tetap Jadi Primadona. Masih belum puas dengan ingin mereka kunjungi. Berbagai jenis merah misalnya, konon berkhasiat adalah Swiss-nya Indonesia. Ditambah jeruk pun terdapat di daerah tersebut, Wisata Sehat Kaya Manfaat untuk mencegah dan menyembuhkan lagi, kicauan burung yang terdengar agrowisata jeruk, jambu, dan stroberi? Tidak suka jeruk? Ingin berwisata penyakit Demam Berdarah Dengue sayup-sayup dari balik pepohonan di Jika tidak terlalu menyukai ketiga tetapi rata-rata petani lebih memilih membudidayakan jeruk gula dan sekaligus mencegah penyakit? Jika (DBD), sedangkan jambu biji putih atas bukit menjadi hiburan tersendiri jenis buah tersebut, mungkin suguhan yang terakhir bisa menjadi pilihan sempat, singgahlah di Kota Batu, dipercaya memiliki kandungan vita- di tengah rutinitas harian perkotaan. berbagai jenis jeruk hias. bagi anda. Berbicara tentang Malang, Menurut M.Sulardi, salah seorang maka akan bisa menikmati agrowisata min C lebih tinggi daripada jeruk. Si Kecil yang Menggoda kurang lengkap rasanya jika tidak pemilik kebun, pengunjung biasanya buah lainnya. Agrowisata Kusuma, Selain pengunjung lokal, pada hariSelain jambu, di tempat yang membicarakan tentang buah yang satu lebih menyukai jeruk gula. Meskipun salah satu agrowisata yang memiliki hari libur panjang biasanya banyak wisatawan asing yang datang ketempat sama juga terdapat perkebunan stro- ini, apel. Buah yang memiliki nama tersebut. Menurut Try Wahyudi, salah beri yang sayang jika dilewatkan. latin Malus domestica tersebut memang satu pemandu wisata, pengunjung Buah yang satu ini memang tengah sudah menjadi maskot dan ciri khas mulai berdatangan pada sabtu sore digandrungi banyak kalangan berba- Malang. Sebagai salah satu jenis buah dan minggu pagi. Wisatawan asing gai usia. Tidak mengherankan, tiap yang menjadi kebanggaan Malang, yang datang rata-rata berasal dari Arab minggunya semakin banyak pengun- sangat rugi jika sampai pengunjung Saudi, Singapura, Taiwan, Malaysia, jung yang mendatangi kebun straberi pulang tanpa membawanya sebagai seluas dua hektar tersebut. oleh-oleh bagi keluarga. dan beberapa negara lain di Eropa. Menurut Guntur Pambudi, Jika hanya sekadar membeli dan Untuk mengelola tempat tersebut secara keseluruhan, pengelola meng- kepala bagian marketing di tempat memberikannya kepada orang-orang erahkan sekitar seribu pegawai yang tersebut, strowberi menjadi pilihan tercinta, tentu hal itu terasa kurang sebagian besar merupakan masyarakat banyak kalangan karena buah tersebut bermakna. Untuk itu, ada baiknya jika sekitar. Tidak hanya perkebunan buah dianggap unik dan tentu saja rasa anda sendiri yang memilih dan memeyang terdapat di agrowisata tersebut, yang menggugah selera. Untuk lebih tiknya langsung dari kebun. Masih dari pengunjung juga bisa menikmati fasi- menarik pengunjung, pengelola sengaja Agrowisata Kusuma, pengunjung bisa litas lain seperti kolam renang, villa, mendatangkan tiga jenis stroberi impor, berkeliling di kebun seluas sembilan restoran, hotel, arena outbond dan yaitu sweet cherly, rosalinda, dan three hektar untuk memilih apel mana berbagai wahana mainan anak sehing- star. Ketiganya hanya berbeda masalah yang ingin dipetik dan dibawa pulang. ukurannya saja. Dengan tiket masuk Rp 26.000,ga pengunjung tidak merasa jenuh. Selain dapat memetik stroberi per orang, pengunjung bisa leluasa Sebenarnya ada satu hal unik yang bisa dipelajari di kebun jambu di kebun tersebut sepuasnya dengan berkeliling kebun sambil memilih apel. Sebagian besar apel yang tersebut, yaitu bagaimana pengelola hanya membayar Rp 25.000,per orang, pengunjung juga bisa dibudidayakan di kebun tersebut mengecoh hama-hama yang menyerang. Pengelola membuat suatu membawa oleh-oleh berupa puding memang jenis manalagi, karena apel alat yang disebut “Kotak Penyaring stroberi. Setelah lelah menjelajah dan jenis itulah yang menjadi ciri khas Hama”. Kotak berbentuk limas segi- memanen stroberi, pengunjung bisa Malang. Tidak jarang orang juga heni/Bestari tiga tersebut berisi bahan perekat melepas kepenatan dengan beristirahat menyebutnya dengan nama apel Hutan Jeruk : Lebatnya pohon jeruk berbuah mengundang jemari untuk memetik. beraroma menggoda yang berguna di kafetaria yang disediakan pengelola Malang. Apel jenis ini terkenal dengan Rimbun dan rindangnya memanjakan pengunjung anak-anak memetik buahnya. untuk menangkap lalat buah yang sembari menikmati aneka olahan kulit buahnya yang tipis dan berwarna stroberi tentunya. hijau mengkilap dengan rasa manis kulitnya tebal, namun rasanya lebih perkebunan jambu seluas 15 hektar bisa biasanya hinggap. Bagi penyuka kartun Strawberry bercampur sedikit masam. manis jika dibandingkan dengan jadi alternatif lain. Lokasinya yang Menurut Hendro, salah seorang Sunarti, salah satu pengunjung jeruk jenis lain. “Rasanya memang strategis yakni berada di tengah kota pengelola kebun, lalat buah biasanya Short Cake, mungkin kafetaria di sana sangat manis, makanya disebut jeruk Batu, tepatnya di jalan Abdul Gani menyebabkan jambu-jambu menjadi akan mengingatkan pada rupa-rupa dari luar Malang mengaku rela jauhgula. Hampir seluruh pengunjung Atas, sekitar 20 menit perjalanan dari busuk dan terdapat bercak-bercak straberi. Semua ornamen yang berada jauh ke tempat tersebut agar bisa menyukai jeruk jenis ini,” ungkapnya. kampus UMM, tentu memudahkan pada kulitnya. “Kalau ternyata la- di kafetaria tersebut memang sengaja menikmati langsung apel manalagi Selain bisa menikmati berbagai pengunjung yang berasal dari luar lat masih bisa lolos, biasanya di desain bernuansa stroberi. Cat yang benar-benar masih segar. “Kalau jenis jeruk segar, di daerah tersebut daerah untuk bertandang. kami menggunakan plastik untuk dinding, hiasan meja, kursi, lukisan, beli dipasar atau supermarket kan pengunjung juga bisa menyaksikan Dengan membeli tiket masuk membungkus jambu-jambunya. Tuju- makanan, dan minuman semuanya biasanya sudah agak layu, jadi tidak indahnya pemandangan Kota Malang seharga Rp30.000,- per orang, peng- annya agar tidak busuk sehingga bisa berbau stroberi. Pengunjung juga bisa terlalu enak rasanya. Makanya, lebih dari atas pegunungan. Harga tiket unjung sudah bisa berkeliling ditemani membuat pengunjung jijik,” ungkap memesan makanan dan minuman apa baik datang ke sini sekalian liburan,” masuk yang tidak terlalu tinggi, pemandu wisata yang siap menjelaskan pria kelahiran Jember Jawa Timur saja dengan bahan utama stroberi. tutur wanita asal Jember tersebut. Bukan hanya puding, ada banyak rpd/m_phi/p_adi/kha/yan tentunya juga manjadi pertimbangan semua seluk-beluk tentang tanaman tersebut.


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

PERNIK MALANG

17

Agrowisata, Tak Hanya Menghasilkan Buah Kata agrowisata selama ini memang selalu dikaitkan dengan kegiatan wisata yang berhubungan dengan menanam dan memanen sayur, bunga, buah-buahan, ataupun kegiatan seperti memberi makan binatang ternak, mencangkul, dan membajak. Namun, seiring tantangan dan permintaan pasar, kini agrowisata juga banyak menghasilkan produk-produk olahan.

S

aat berkunjung ke agro- sekitarnya. Warga khususnya ibu wisata, selain bisa menik- rumah tangga yang dulunya hanya mati kesegaran buah menganggur, kini bisa menyambi yang baru saja dipetik bekerja sebagai pengupas kulit di dari pohonnya, pengunjung juga bisa industri tersebut. “Ibu-ibu yang merasakan berbagai aneka olahan dulunya menganggur kini bisa ikut yang disediakan di katefaria tempat bekerja. Ya, mudah-mudahan bisa tersebut. Namun, bagi anda yang tidak tetap ramai,” harap ibu tiga anak sempat berkunjung langsung untuk tersebut. merasakan kesegarannya dan tidak Demikian juga halnya dengan mau repot memilih serta memetik kebun stroberi. Selain dipetik sebagai buah sendiri, kini tidak perlu khawatir buah segar, hasil panennya juga karena masih bisa membeli produk sebagian besar diproduksi sebagai olahannya di berbagai supermarket aneka minuman, yogurt, dan puding. atau bahkan di toko dekat rumah, Namun, karena puding stroberi tidak tentunya dengan bentuk dan kemasan tahan lama, maka pendistribusiannya yang berbeda. hanya di sekitar lokasi agrowisata saja Memang, selain dijual langsung dan biasanya juga disertakan sebagai dalam bentuk buah, pengelola agro- paket yang bisa dinikmati pengunjung. wisata juga mengolahnya menjadi Tingginya permintaan pasar berbagai produk dalam kemasan. Dari terhadap produk-produk olahan perkebunan jambu contohnya, saat stroberi merupakan lahan bisnis musim panen, sebagian besar buah yang menggiurkan. Bahkan, untuk dari kebun tersebut justru dibawa ke memenuhi permintaan produk-protempat industri untuk diolah lebih duk olahan stroberi, pihak penglanjut. Hasilnya, buah-buah tersebut elola berencana memperluas area kini dipasarkan dengan berbagai perkebunan tersebut sampai ke daerah bentuk olahan, salah satunya sari Junggo dan Bumiaji. Jika hasil perjambu. Daerah pendistribusiannya kebunan di Agrowisata Kusuma pun tidak hanya sebatas Malang saja. diolah menjadi produk lainnya, tidak Menurut Eko demikian Sulistyo, salah seorang d e n g a n petugas di bagian perkebunan Selain dipetik sebagai pengolahan, sekarang jeruk di Selojer produk-produk rejo. Masyaj buah segar, hasil olahan dari Agrowipetani ra panennya juga sebagian rakat sata Kusuma sudah jeruk lebih jer besar diproduksi sebagai me dipasarkan ke beberapa m milih menaneka minuman, yogurt, jualnya daerah di Jawa Timur langju dan Bali. Sasaran sung kepada su dan puding. utama pemasaran mepedagang. reka yaitu pasar-pasar Alasan utama Al m tradisional dan swamereka tentu layan. saja terkait tingkat kesulitan dan Meskipun tergolong industri kecil pemasaran. karena hanya berskala produksi indusMenurut penuturan salah seorang tri rumah tangga, namun keberadaan pemilik kebun jeruk, Subarjo, para pengolahan buah tersebut cukup petani jeruk di Selorejo tidak mau menyerap banyak tenaga kerja yang repot dengan pengolahan produk notabene warga sekitar. semacam itu. “Sebenarnya ada Sri Mulyati, salah seorang wanita keinginan untuk mengolah jeruk-jeruk yang bekerja sebagai pengolah buah ini jadi semacam minuman ataupun menuturkan, keberadaan agrowisata sirup, tapi kami kan terbatas masalah tersebut cukup bisa mengangkat kemampuan. Kalaupun bisa, kami perekonomian masyarakat bingung memasarkannya,” ungkap

"

IF

US L K EKS

heni/Bestari

Olahan Apel : Tidak hanya buah , berbagai olahan apel bisa dibawa pulang pengunjung sebagai oleh-oleh. Subarjo sambil menyiangi kebunnya. Untuk menjual hasil kebunnya, biasanya para pemilik kebun menjualnya secara borongan kepada pelelang. Jika permintaan jeruk di pasaran sedang tinggi, biasanya mereka mendapatkan harga yang cukup tinggi pula. Namun, jika kebutuhan jeruk di pasaran sedang menurun drastis, tak jarang jerukjeruk milik petani akhirnya busuk akibat tidak terjual dan terpaksa harus dibuang. “Kalau harga sedang mrosot, petani bingung. Mau dijual harganya murah, tidak dijual juga bisa busuk,” imbuh Subarjo. Memberdayakan Masyarakat. Hadirnya agrowisata tentu bisa memberikan dampak positif pada penyediaan lowongan pekerjaan masyarakat sekitarnya. Selain bekerja langsung di agrowisata yang

saja dengan semakin terkenalnya wisata ini, kehidupan kami juga bisa lebih baik. Selain itu kami juga ikut bangga karena daerah kami semakin dikenal masyarakat luas,” ungkap Muhartadi, warga Batu. Hal senada juga disampaikan oleh Nanda Prayogi. Ia berharap pemerintah juga ikut membantu pengembangan obyek wisata tersebut. Menurutnya, dengan semakin majunya pariwisata di Malang dan Batu, cita-cita pemerintah untuk membangun kota pariwisata berarti bisa semakin mendekati hasil. “Menurut saya, pemerintah juga harus lebih aktif mempromosikan. Walaupun itu milik swasta tapi kan akhirnya tetap ada imbas pada pemerintah berupa pajak,” pungkas pria yang baru saja lulus menempuh pendidikan perhotelan tersebut. rpd/m_phi/p_kha/yan/adi

bersangkutan, masyarakat juga bisa ikut berjualan berbagai pernakpernik sebagai oleh-oleh. Luas lahan perkebunan agrowisata di Batu yang secara keseluruhan mencapai 65 hektar, hotel, villa, dan fasilitas lain yang ada di sekitar lokasi kini mampu menyerap tidak kurang dari seribu orang pegawai. Ditambah lagi, dalam waktu dekat ini pengelola berniat membangun pusat perbelanjaan yang khusus menjual berbagai produk olahan agrowisata. Dengan demikian tentu tenaga kerja yang dibutuhkan pun semakin banyak. Keseriusan pengelola untuk menumbuh kembangkan agrowisata mendapat dukungan penuh juga dari masyarakat. Mereka berharap dengan semakin berkembangnya agrowisata di lingkungan mereka, kehidupan ekonomi masyarakat juga akan terangkat. “Ya mudah-mudahan

Kami Terus Bangun Infrastruktur

Agrowisata Batu mengalami peningkatan pengunjung tiap tahunnya. Keberadaannya bagaimanapun juga memberikan kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejauh mana perannya? Berikut wawancara reporter Bestari, Delfia Yana Resandy, dengan Kepala Dinas Pendapatan Kota Batu, Drs. Achmad Rudhiyanto. Sejauh ini, tindakan apa yang diambil yang menjadi daya tarik sendiri bagi pemerintah untuk meningkatkan poten- wisatawan. si wisata di Kota Batu pada umumnya? Dengan adanya pencitraan Batu Seberapa besar pendapatan daerah yang sebagai Kota Wisata, maka pemerin- diperoleh dari adanya agrowisata ini? Saat ini, pemilik dan pengelola tah terus mengembangkan segala potensi wisata yang ada di Kota Batu, seluruh obyek wisata yang ada di tidak terkecuali agrowisata. Peme- Kota Batu adalah pihak swasta. rintah terus memperbaiki infrastruk- Pemerintah hanya menarik pajak dan tur yang ada dalam kota, sehingga retribusi dari obyek wisata tersebut. membuat pengunjung senang dan Secara spesifik, tidak dapat dipastikan nyaman berwisata di Kota Batu. pendapatan yang diperoleh dari Selain itu, Pemerintah juga akan ber- Agrowisata, tetapi secara keseluruhan upaya menambah obyek wisata, baik wisata di Kota Batu memberikan kontribusi sebanyak 65 persen dari wisata alam maupun wisata buatan. keseluruhan PAD. Peningkatan yang cukup signiBagaimana potensi agrowisata di Batu? Agrowisata di sini (Batu, red.) fikan itu terjadi pada dua tahun sangat potensial, karena Kota Batu terakhir. Hal ini karena Kota Batu memiliki hawa yang sejuk, tetapi adalah Kota Wisata, sehingga pemerintah mengembangkan secara maktidak lembab. Tanah di Kota Batu juga subur, simal potensi wisata yang ada di Kota sehingga cocok untuk digunakan Batu. sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Para pengunjung dari kota Pendapatan seperti apa yang dipungut lain jika ingin menikmati keindahan dari agrowisata? alam, sangat cocok jika berwisata Secara umum, dinas pendapatan ke Kota Batu. Banyak pertanian dan menarik pajak dari setiap karcis yang heni/Bestariyang tumbuh subur di terjual di seluruh tempat wisata, perkebunan sini, salah satunya Agrowisata Apel begitu pula dengan agrowisata.

Dari penjualan karcis tersebut, 30 persennya menjadi milik pemerintah daerah, sehingga semakin banyaknya pengunjung, berdampak besar pula terhadap pemasukan PAD. Selain dari wisata, beberapa agrowisata juga menciptakan makanan olahan dari apel atau buahbuahan lainnya, yang diproduksi untuk makanan khas. Pabrik makanan olahan tersebut tidak memberikan pajak, melainkan retribusi dan bea cukai kepada pemerintah Kendati demikian, banyaknya home industry yang mengolola makanan khas Kota Batu, tidak menghasilkan pajak atau retribusi yang cukup signifikan. Hal ini berbeda dengan industri makanan olahan yang sudah mapan. Digunakan untuk apa saja pendapatan daerah dari sektor pariwisata ini? Sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk membelanjakan hasil pajak dan retribusi untuk pelayanan infrastruktur, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan lainnya. Pemerintah selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik untuk kenyawaman wisatawan di Batu.Dari pendapatan daerah, pemerintah selalu menganggarkan untuk perbaikan dan perluasan jalan, penyediaan lahan parkir di luar

tempat wisata, juga fasilitas lainnya yang tentunya dapat mendukung perkembangan obyek wisata di Batu. Pemerintah juga terus menfasilitasi kebutuhan obyek wisata agar terus berkembang, salah satunya dengan menciptakan keamanan di daerah wisata.

maka akan menghasilkan pendapatan yang besar. Pendapatan yang besar itu nantinya akan kembali untuk masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin hari dapat semakin meningkat.

Harapan ke depan? Kami berharap agar masyarakat mampu mengolah dan melestarikan kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan ini dengan sebaik-baiknya. Masyarakat diharapkan untuk dapat terus menciptakan usaha untuk memperbaiki, memperindah, dan mengembangkan potensi agrowisata. Jika lahan yang subur dapat dimanfaatkan dengan b a i k ,

Achmad Rudhiyanto

heni/Bestari


BESTARI 18 ApaƟsme Mahasiswa terhadap Pemilu Raya

POLEMIK

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Tidak Berkepentingan, Golput Jadi Pilihan Gadis berjilbab ini mengaku tidak menggunakan hak pilihnya karena malas pergi ke kampus. “Sebenarnya pingin ikutan nyoblos, tapi kebetulan pada hari H pemungutan suara saya gak ada kuliah, jadi malas ke kampus,”akunya jujur.

umamBestari

Belajar Demokrasi: Pemilu raya UMM bisa dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran berdemokrasi bagi mahasiswa.

Bulan Mei hingga Juni lalu adalah pekan penting bagi mahasiswa UMM karena pada bulan ini digelar pesta demokrasi bagi mahasiswa melalui Pemilihan Umum Raya (Pemilu Raya). Rupanya tujuan Pemilu Raya yang dimaksudkan untuk memilih wakil-wakil baru mahasiswa yang duduk di lembaga-lembaga intra malah sepi dari antusiasme mahasiswa. Apa yang terjadi? Mengapa mahaiswa sebagai kaum intelek justru apatis terhadap Pemilu Raya? Pemilu Raya merupakan pesta demokrasi yang digunakan untuk menempatkan wakil-wakil mahasiswa di lembaga intra. Pada tahun 1986 Pemilu Raya pertama kali digelar untuk menempatkan perwakilan mahasiswa di tataran HMJ dan BEMFA. Sedangkan pada tahun 2009, Pemilu Raya mulai dilakukan secara terbuka dan langsung untuk pemilihan suara Presiden Mahasiswa (Presma). Digelar setiap tahun, momen ini diharapkan menjadi mesin pencetak para pemimpin baru yang dapat menjadi penyambung lidah mahasiswa. Universitas pun mendukung penuh pelaksanaan Pemilu Raya demi mewujudkan suasana demokratis di lingkup kampus. Namun, pada kenyataannya wadah yang dibentuk dari mahasiswa,

diperuntukkan bagi mahasiswa dan ke depannya akan mewujudkan kondisi kepemimpinan yang diharapkan oleh mahasiswa sendiri, disambut dengan animo yang tidak sesuai harapan. Berdasarkan data Komisi Pemilu Raya Universitas (KPRU) Tahun 2010, dari 18.000 mahasiswa UMM hanya sepertiga jumlah mahasiswa aktif yang antusias mengikuti perhelatan demokrasi tersebut. Banyaknya mahasiswa yang tidak turut berpastisipasi dalam Pemilu Raya lalu didasari beberapa alasan. Salah satunya seperti Untung Widi Asmoro mahasiswa Jurusan Manajemen yang mengaku tidak memanfaatkan hak pilihnya lantaran tidak tahu menahu tentang digelarnya Pemilu Raya. “Saya

tidak tahu mengenai tempat dan waktu pelaksanaan Pemilu Raya,”ujarnya datar. Widi menilai, sosialisasi diadakannya Pemilu Raya harusnya lebih ditingkatkan hingga tidak ada mahasiswa lain yang mengalami nasib seperti dirinya. Berbeda dengan Untung, Ganjar Rahayu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2008 memiliki alasan yang berbeda “Waktu saya mau nyoblos, TPS (Tempat Pemunguan Suara.Red.) nya lagi istirahat, dan saya malas kembali lagi. Selain itu, saya juga masih ragu dengan para kandidatnya apalagi mempertimbangkan kerja mereka yang terlihat hanya pada saat Pesmaba,”ungkap Ayu panjang. Nur Mufidha Muliana, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2009 juga menyatakan hal yang sama.

Sosialisasi Sudah Maksimal Sebagai pihak penyelenggara, KPRU menilai Pemilu Raya yang berlangsung Juni lalu tidak mendapatkan cukup banyak peminat. Sekretaris KPRU, Mohammad Hamim Arifin, menerangkan,“Berdasarkan data yang kami dapatkan dari BAA (Biro Administrasi Akademik.Red.), jumlah mahasiswa UMM saat ini sekitar 18.000 orang. Sementara hingga saat ini, mahasiswa yang telah kami hitung berpartisipasi dalam Pemilu Raya hanya sekitar 6.000 orang”. Menurut Hamim, rendahnya jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam Pemilu Raya disebabkan karena kurangnya kepedulian mahasiswa terkait digelarnya pesta demokrasi ini. “Meskipun kehidupan sosial politik mahasiswa di kampus putih ini berjalan lancar, tapi sudah menjadi rahasia umum bahwa apatisme masyarakat UMM terhadap Pemilu Raya juga cukup tinggi. Bisa dibilang mahasiswa UMM itu banyak yang elitis. Sok elit dalam artian tidak mau tahu hal-hal yang terjadi di sekitarnya,” demikian pendapat pemuda kalem berkacamata tersebut. Lebih lanjut, pria yang juga aktif berorganisasi tersebut mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa yang rendah itu menghambat tujuan sejati Pemilu Raya yaitu mendapatkan wakil-wakil terbaik mahasiswa di lembaga intra. Untuk mengatasi hal ini, Hamim mengaku pihaknya telah melakukan beberapa langkah sosialisasi untuk pelaksanaan Pemilu Raya. “Kami telah berupaya untuk memaksimalkan sosialisasi kepada mahasiswa dengan berbagai cara, salah satunya dengan kampanye dan debat kandidat di tempat-tempat strategis pada setiap fakultas. Selain itu kami juga selalu berkoordinasi dengan KPRF sepanjang pelaksanaan

Pemilu,”jelasnya. Benahi Citra Organisasi Sudut pandang lain tentang pelaksanaan Pemilu Raya datang dari Pembantu Dekan III, Fakultas Hukum, Cekli Setya Pratiwi. Dosen berkacamata tersebut menekankan bahwa peran KPRU hanya sebatas mensosialisasikan adanya Pemilu Raya. “Berpartisipasi dalam Pemilu itu hak setiap mahasiswa yang mau menggunakan hak pilihnya,” papar Cekli. Dalam hal ini, KPRU tidak memiliki kapasitas untuk memaksakan mahasiswa menggunakan hak suaranya. “KPRU selesai tugasnya setelah sosialisasi karena mereka adalah lembaga independen,” tambah wanita asal Blitar tersebut. Menanggapi minimnya partisipasi mahasiswa dalam Pemilu Raya, dosen yang pernah menempuh studi di Belanda itu menunjukkan empat akar masalah apatisme mahasiswa terhadap organisasi saat ini. Pertama, adanya tuntutan pada sosok mahasiswa itu sendiri yang datang dari orangtua, masyarakat asal, dan faktor lain untuk menyelesaikan studi. “Di Indonesia, ada tuntutan untuk menempuh 144 SKS bagi sarjana dan ini menjadi konsekuensi bagi sebagian mahasiswa untuk memilih tidak berorganisasi,” jelas Cekli. Akar masalah kedua adalah tidak semua mahasiswa melihat dan menilai urgensi pengembangan ketrampilan soft skill bagi dirinya yang diperoleh melalui organisasi. Lebih jauh, hal itu menjurus pada inti masalah ketiga bahwa organisai tersebut tidak mampu menjadikan cermin diri mahasiswa yang unggul. “Terlebih jika organisasi yang ada tidak mampu mengejawantahkan dirinya dengan baik dan berdampak pada pandangan mahasiswa secara luas,” ungkap Cekli. Sebab terakhir adalah organisai yang ada saat ini belum mampu menunjukkan independensi dan aktualisasi organisasi yang lebih menonjol. “Jadi benar-benar perlu pembenahan citra organisasi seperti qualified, independen, dan aktualisasi yang baik. Itu solusinya,” pungkas Cekli. ans/ p_asr / p_idr

Orentasi Mahasiswa, Jangan Hanya Kuliah Pemilu Raya Universitas (Pemilu Raya) merupakan pesta demokrasi tingkat universitas yang menjadi media untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Selain itu, Pemilu Raya juga menjadi lahan pembelajaran demokrasi dan politik bagi mahasiswa. Akan tetapi Pemilu Raya tidak mampu meraup partisipasi mahasiswa secara maksimal, hal ini nampak dari jumlah pemilih sebanyak 6000 dari 18 ribu mahasiswa aktif. Apa yang mendasari terjadinya fenomena ini? Berikut wawancara reporter Bestari, Arif Sugianto dengan Kepala Bagian Minat dan Bakat Biro Kemahasiswaan, Joko Siswanto,S.Sos

Berdasarkan data KPRU Tahun 2010, partisipasi mahasiswa terhadap Pemilu Raya sangat rendah yakni 6000 suara dari total 18 ribu mahasiswa.

Apa latar belakang digelarnya Pemilu Raya Universitas? Pemilu Raya digelar berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di perguruan Tinggi, Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Tahun 1999, Statuta Universitas Muhammadiyah Malang, Tahun 2007, Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Nomor 154 Tahun 2006 tentang Pokok-Pokok Ketentuan Pembinaan Lembaga Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini tercermin seperti dalam pembentukan Komisi Pemilu Raya Universitas

Bagaimana pendapat anda tentang fenomena m e m p r i h a tinkan ini? Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi minimnya tingkat partisipasi mahasiswa. Pertama, dari kalkulasi total mahasiswa aktif, yang dikurangi mahasiswa yang sudah wisuda selama satu tahun yaitu empat kali wisuda tentu total mahasiswa aktif jumlahnya kurang dari 18 ribu tadi. Kedua, kemungkinan mahasiswa tidak ada di Malang atau di luar daerah, sehingga tidak bisa menyalurkan aspirasinya. Apalagi digelarnya

(KPRU) yang merupakan hasil dari usulan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) ke Senat Mahasiswa Universitas (SEMU). Sejauh mana pihak universitas mendukung adanya Pemilu Raya tersebut ? Dukungan Universitas khususnya Biro Kemahasiswaan berupa fasilitas material maupun non material. Dukungan fasilitas material berbentuk pendanaan full, penyediaan fasilitas perlengkapan yang dibutuhkan selama Pemilu Raya dan beberapa kebutuhan fisik lain. Sedangkan dukungan non materialnya yakni pembentukan panitia sebagai mana yang tercantum dalam Surat keputusan Rektor Nomor E.2.a /343/ MAWAUMM/V/2010 yang bertugas melakukan pendampingan dan pemantauan reformasi lembaga Intra dan UKM.

Pemilu Raya kali

Joko Siswanto

i n i

heni/Bestari h

bertepatan dengan momen mendekati Ujian Akhir Semester (UAS) yang tentu juga menyebabkan perhatian ke Pemilu Raya berkurang.

Ketiga, tidak terlepas dari pengklasifikasian mahasiswa berdasarkan penelitian yaitu mahasiswa yang berorientasi pada kuliah saja, mahasiswa yang berorientasi pada kuliah dan organisasi, mahasiswa yang berorientasi hanya pada organisasi saja. Dan yang paling berpengaruh tentunya mahasiswa yang hanya berorientasi pada kuliah saja, ini jumlahnya tidak sedikit dan saya rasa terjadi juga di kampus-kampus lain. Hal ini tentu berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi terhadap kegiatan mahasiswa semisal Pemilu Raya tadi. Apa saran anda untuk Pemilu tahun depan? Sarannya kepada mahasiswa untuk lebih pro aktif dalam kegiataan kemahasiswaan, baik itu mensukseskan Pemilu Raya, masuk ke jajaran intra baik itu HMJ, BEM, SEFA atau yang lainnya. Untuk semuannya, untuk lebih baik lagi dan memahami serta mematui schedule yang telah ditetapkan sesuai jadwal kalender akademik sehingga ke depan kepengurusan akan lebih progresif.


BESTARI No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

IPTEK

S

19

Turunkan Kolestrol dengan Bekatul

emakin pesat perkembangan IPTEK semakin banyak memberikan sumbangan bahkan pengaruh pada dunia kesehatan. Banyak berbagai penyakit yang dulunya sulit dideteksi sekarang mudah untuk dideteksi. Salah satu penyakit yang lagi marak-maraknya di Indonesia adalah Hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol melebihi batas normal >240 mg/dl. Di Indonesia prevalensi hiperkolesterolemia semakin meningkat, apabila dipakai batas kadar kolesterol >240 mg/dl sebagai batasan hiperkolesterolemia maka pada MONICA I terdapatlah hiperkolesterolemia 13.4 % untuk wanita dan 11,4 % untuk pria. Pada MONICA II hiperkolesterolemia terdapat pada 16,2 % untuk wanita dan 14 % pria. Hiperkolesterolemia merupakan faktor utama pembentukan aterosklerosis yang mengawali terjadinya penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler (PKV) terutama penyakit jantung koroner merupakan penyakit revalen dan menjadi pembunuh utama di negara-negara industri. Di Indonesia PKV pada survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRT) 1972 menunjukkan PKV menduduki urutan ke-l1, 1986 menduduki muffin ke-3, dan SKRT 1992 merupakan Penyebab kematian pertama untuk usia di atas 40 tahun (Bahri, 2004). Hiperkolesterolemia adalah kelainan metabolisme lipid (nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atau tidak larut dalam air) yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang paling utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kenaikan kadar trigliserida serta penurunan kadar HDL. Dalam proses hiperkolesterolemia semuanya mempunyai peran yang penting dan sangat berkaitan satu dengan yang lain, sehingga tidak mungkin dibicarakan sendiri-sendiri. Ketiga-tiganya sekaligus dikenal sebagai Triad Lipid. Penurunan kadar kolesterol dapat

p_riz / Bestari

dilakukan dengan diet, olahraga maupun obat-obatan hipolipedemia. Bila terapi Non Farmakologi tidak berhasil maka kita dapat memberikan bermacam-macam obat normolipidemia tergantung dari jenis hiperkolesterolemia yang didapat. Beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan adalah kemampuan dari pada obat obat tersebut dalam mempengaruhi Kadar HDL, Trigliserida, Fibrinogen, Kadar LDL, dan juga diperhatikan pengaruh atau efek samping dari pada obat-obat tersebut. Selain itu harga obat-obatan hipolipidemia yang mahal, menyebabkan tidak semua orang dapat menjangkaunya. Obat sintetis sering menimbulkan efek samping dan adanya kontra indikasi terhadap penyakit tertentu yang juga diderita oleh penderita ateroskerosis. Sehingga tidak semua orang dapat menggunakannya. Saat ini makanan alami menjadi salah satu pilihan alternatif selain obat sintetik, karena bersifat alami juga mudah

What You Should Know!

digunakan oleh masyarakat. Salah satu jenisnya adalah bekatul yang secara luas telah digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bekatul atau juga disebut Rice Brand, yang selama ini lebih dikenal sebagai pakan ternak, adalah bagian luar atau kulit ari dari beras yang merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi, biasa berupa serbuk halus berwarna cream atau coklat muda. Beras yang kita makan sekarang ini sudah “terlalu bersih� padahal di dalamnya justru banyak mengandung vitamin dan nutrisi penting yang memiliki khasiat luar biasa. Bekatul kaya akan vitamin B15 atau asam pangamik (pangamic acid). Berdasarkan struktur kimianya, vitamin B15 disebut juga dengan glucono-dimethylamino-acetic-acid. Pada penelitian sebelumnya oleh Richard J. FitzGerald dari University of Limerick, Limerick, Irlandia menyebutkan bahwa komponen bioaktif yang terdapat dalam bekatul, salah satunya adalah sebagai bahan untuk mencegah hipertensi. Dalam melakukan penelitian

ini, peneliti menggunakan beberapa komponen berikut: Pertama, pakan standar (pellet) sebagai pakan seharihari + minyak babi untuk menaikkan kadar kolesterol tikus. Kedua, air minum ad-libitum diberikan setiap hari.

Ketiga, asam pikrat untuk menandai tikus. Keempat, Tikus putih jantan (umur 2 bulan), berat badan 161-255 gram. Kelima, Ekstrak bekatul sesuai dosis yang diberikan, bekatul yang digunakan adalah dalam bentuk bubuk halus yang masih segar. Keenam, Aquades untuk melarutkan ekstrak. Serta alat pendukung lainnya. Setelah dilakukan serangkaian uji laboratorium, bekatul terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total pada tikus rattus norvegicus strain wistar jantan yang hiperkolesterolemia ( r = -0,982; Sig = 000<0,01; R2 = 0,964 ). Kedua, bekatul terbukti dapat menurunkan kadar rasio LDL/HDL pada tikus rattus norvegicus strain wistar jantan yang hiperkolesterolemia ( r = -0,914; Sig = 000<0,01; R2 = 0,836). Ketiga, bekatul terbukti dapat meningkatkan kadar HDL pada tikus rattus norvegicus strain wistar jantan yang hiperkolesterolemia ( r = 0,975; Sig = 000<0,01; R2 = 0,951). Kelebihan dari penelitian ini adalah terlihat jelas dan terbukti adanya hubungan ekstrak bekatul terhadap kadar kolesterol total, HDL dan rasio LDL/HDL pada hiperkolesterolemia, sehingga perkembangan saat penelitian pada tikus putih dapat terdeteksi dengan baik.

Data diolah oleh: Rina Ngesti A

Biodata Penelitian Judul penelitian

: Pengaruh ekstrak bekatul terhadap kadar kolesterol total, HDL dan rasio LDL/HDL darah tikus putih jantan ( Rattus norvegicus ) yang mengalami hiperkolesterolemia.

Nama peneliti

:1. Endin Nokik Stujanna 2. Erlisa Dewi Mayangsari 3. Dwi Hutami Sekarwangi

Fakultas/jurusan Dosen Pembimbing Tahun penelitian

: Kedokteran : dr. Dyah Hermayanti, Sp.PK : 2010

Bekerja Sebelum Lulus, Kenapa Tidak? Mahasiswa adalah pribadi yang digodok untuk menjadi sesosok individu yang siap dibutuhkan masyarakat. Dengan kata lain, mahasiswa adalah individu yang mampu terjun kerja setelah lulus. Paradigma masyarakat tentang mahasiswa adalah individu yang telah siap menyumbangkan ideidenya untuk kemajuan bangsa, sehingga mahasiswa dituntut dan wajib mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat dari perkuliahan. Titik puncak dari mahasiswa adalah prosesi kelulusan atau biasa disebut wisuda. Namun setelah itu, apakah perjuangan sudah berakhir, TIDAK, semua pasti akan menjawabnya seperti itu. Proses selanjutnya adalah mendapatkan pekerjaan atau bekerja sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimilikinya. Mendapatkan pekerjaan atau bekerja yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sangatlah diidamidamkan mahasiswa. Banyak hal yang dilakukan mahasiswa untuk

meraih harapan itu. Saat kuliah mahasiswa jangan hanya terpaku pada buku teks, tidak ada salahnya menjadi mahasiswa yang aktif. Sesekali membantu kegiatan kampus, mengikuti ekstrakurikuler atau organisasi lainnya yang

dapat mengasah kreativitas, dan memberikan nilai tambah pada pengalaman hidup untuk masa depan. Berikut akan kami sampaikan beberapa cara atau tips untuk mendapatkan pekerjaan sebelum lulus. Pertama, figure it out,

maksudnya mencari tahu pekerjaan apa yang Anda inginkan. Mulailah mengeksplorasi dan memetakan keinginan ataupun pilihan tersebut. Kedua, know the job (pahami pekerjaan), maksudnya pelajari sebanyak mungkin tentang pekerjaan yang Anda pilih, sehingga Anda dapat fokus pada peker jaan tersebut. Ketiga, membuat kontak yang baik, selain teman, keluarga yang sudah p_riz / Bestari mendukung Anda di perguruan tinggi, penting pula bertemu dan berkonsultasi dengan dosen. Jurus terjitu dalam membuat kontak adalah terlibat dengan organisasi atau kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dapat dibayangkan berapa banyak proyek

yang bisa terlihat dan berapa banyak orang yang mendukung. Keempat, membangun kredibilitas. Kredibilitas adalah pengaruh yang berasal dari reputasi yang baik, ukuran sebenarnya dari karakter dan nilai pribadi. Untuk membangun kredibilitas, kata-kata Anda harus berubah menjadi tindakan. Jadilah berpengaruh di antara rekan-rekan, keluarga dan orang di sekeliling. Kelima, komunikasikan mengenai nilai Anda. Sangatlah penting untuk berkonsentrasi pada sifat-sifat kuat dan membangun diri, sehingga dapat dan mampu berdiri di antara yang lain. Tentukan apa yang menjadi kualitas terbaik dari Anda. Termasuk keterampilan komunikasi dan etika yang baik. Coba berkomunikasi tentang diri Anda. Jika perlu daftar hal-hal positif tentang diri sendiri dengan jujur agar semakin meningkatkan motivasi diri yang Anda miliki. Setelah Anda menjalankan beberapa tips di atas, coba amati dan lihat apa yang terjadi. p_ngs


20 BESTARI

KATA MEREKA

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010 Agenda Pasca Muktamar ke 46: Muhammadiyah dan Godaan Politik Praktis

Muhammadiyah Harus Konsisten Berdakwah

Kelahiran dan kehadiran Muhammadiyah seabad ini dalam sejarah bangsa Indonesia telah memberikan sumbangan yang sangat berharga. Muhammadiyah telah menyegarkan paham keagamaan di lingkungan umat Islam sehingga mampu mendobrak kebekuan dan menawarkan tajdid. Tidak heran jika Azyumardi Azra (1999) menyatakan Muhammadiyah sejak kemunculannya telah menjadi avant garde dalam pengadopsian metode-metode modern untuk diterapkan pada gerak aktivitas dan perilaku organisasi sehari-hari. Muhammadiyah lahir dalam bentuk sebuah gerakan Islam, bukan sekadar pemikiran atau wacana. Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 104 dan 110 oleh KH. Ahmad Dahlan dimaknai sebagai perintah untuk menjalankan dakwah Islam secara terorganisasi. Sejak didirikan, tidak sedikit kontribusi yang diberikan Muhammadiyah dalam proses pembangunan nasional. Produk-produk ijtihad di bidang pemikiran ke-Islaman, dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan penerbitan merupakan kontribusi terbesar Muhammadiyah yang tidak dimiliki ormasormas lain di Indonesia. Muhammadiyah juga memposisikan diri sebagai organisasi yang selalu kritis terhadap agenda pemerintah. Namun, bukan berarti Muhammadiyah tidak sejalan dengan

misi pemerintahan. Ke depan, Muhammadiyah akan tetap kritis ke pemerintah, sebagaimana yang disampaikan oleh pimpinan Muhammadiyah terpilih Din Syamsudin, “Muhammadiyah akan mengkritik pemerintah jika memang melakukan kesalahan atas dasar loyal kritis.... kami akan bersikap proporsional terhadap pemerintah, dan hal itu menjadi watak Muhammadiyah” (Surya, 08 Juli 2010). Sebagaimana dilansir Surya, Din menambahkan, Muhammadiyah selalu bersikap baik dengan pemerintah karena organisasi Islam tertua di Indonesia itu ikut mendirikan negara. Oleh karena itu, siapapun presiden dan pemerintahnya, Muhammadiyah tetap loyal kepada pemerintah dan negara, tetapi dengan tetap mengedepankan amar ma’ruf nahi munkar sebagai organisasi dakwah. Pada prinsipnya Muhammadiyah bukan organisasi politik, tetapi organisasi dakwah yang ingin mengubah umat manusia menjadi lebih baik dan maju dalam tatanan ideologi Islam. Yang menjadi permasalahan dan menjadi kritikan oleh banyak tokoh termasuk tokoh Muhammadiyah sendiri bahwa Muhammadiyah dalam implementasi dan tujuan dakwah selalu dikaitkan dengan politik bahkan masuk pada politik praktis. Persepsi ini muncul ketika Amien Rais mencalonkan diri sebagai presiden.

Oleh :

Arifin Bagaimana dengan gerakan Muhammadiyah sekarang ini? Muhammadiyah di setiap kemampuannya ikut andil dalam memperjuangkan pembangunan bangsa baik melalui pendidikan, keislaman, maupun pemikiran seperti organisasi massa lainnya, misalnya Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah dan NU dalam pandangan Maarif (2009) mempunyai potensi menjadi kekuatan ekonomi, sosial, dan politik yang tangguh. Sebagai syarat, keduanya harus bisa menjadi mesin budaya sebagaimana yang dikatakan WS Rendra, yaitu mesin budaya yang berkedaulatan rakyat, adil, berperikemanusiaan, menghargai dinamika kehidupan; mesin budaya yang mampu mendorong daya hidup dan daya cipta anggota masyarakat dalam negara. Dua arus besar ini juga memainkan peranan politik yang signifikan. Sayangnya, sejauh ini keduanya baru sebatas pendulang suara, bukan decision maker. Masih banyak oknum yang menjadikan politik sebagai mata pencaharian. Hasilnya, sebagian pemimpin arus besar tidak kuat bertahan di ranah idealisme akibat dorongan kekuasaan (Maarif, 2009) Kemunculan mesin budaya tentu

tidaklah mudah karena mengharuskan dua ormas besar itu punya pemimpin yang berkarakter dan berintegritas diri. Integritas para pemain inilah yang perlu selalu dibentuk dan ditumbuhkan di Indonesia demi tegaknya sistem demokrasi yang berpihak kepada kesejahteraan umum. Ke depannya, Muhammadiyah akan membuktikan peran nyatanya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi peradaban umat di dunia, sebagaimana disampaikan Din Syamsudin. "Muhammadiyah mempunyai peran penting dalam hal mewujudkan peradaban umat di tengah masyarakat ini tanpa terkecuali, dan saya yakin Muhammadiyah akan mampu mencapai hal yang luar biasa itu, namun tetap harus didukung oleh fondasi yang kuat karena tanpa fondasi yang kuat itu akan roboh," (http://detiknews.com/muktamarseabad-muhammadiyah). Berangkat dari misi Muhammadiyah (oleh Ustadz Ahmad Azhar disebut sebagai tiga pola per juangan Muhammadiyah) secara eksplisit dirumuskan sebagai berikut: 1) Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT yang dibawa oleh seluruh Rasul Allah sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad saw; 2) Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an, Kitab Allah yang terakhir untuk umat manusia, dan Sunnah Rasul; 3) Mewujudkan

amalan-amalan Islam dalam kehidupan peribadi, keluarga, dan masyarakat. Kalau kita cermati secara seksama, rumusan misi Muhammadiyah tersebut agaknya telah memenuhi apa yang disebut fondasi kuat di atas. Ketiga butir misi itu satu dengan yang lainnya merupakan sebuah rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan serta telah berhasil membentuk jati diri Muhammadiyah yang khas. Dengan begitu, Muhammadiyah harus konsisten dalam menjalankan misinya tersebut. Konsisten di sini adalah fokus pada misi dan amal usaha untuk berdakwah, tidak lagi lagi tergiur dengan godaan politik praktis, sehingga tidak ada lagi persepsi yang negatif terhadap per juangan Muhammadiyah. Akhirnya, selamat berjuang. Semoga Muhammadiyah terus menjadi bagian penting dari bangsa Indonesia dalam sumbangsihnya memajukan peradapan dan pembangunan di negara tercinta serta tidak kenal lelah mempertahankan persaudaraan dan persatuan, saling menghormati, saling menghargai serta bekerja sama dengan ormas keagamaan lainnya dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, aman, damai, makmur, dan sentosa. Amin. Mahasiswa Pascasarjana UMM. Prodi MKPP Angkatan 2009

Abad ke-2 Muhammadiyah, Gerakan Menjaga Independensi Politik Muhammadiyah madiyah dituntut untuk budaya politik masyarakat yang serba Pembaruan ataukah Gerakan Politik? bisaMuham merespon fenomena sosial dengan pragmatis dan transaksional. Oleh :

Sejak kemunM u h a m m a d i ya h kekuatan dan ketepatan analisanya Oleh : culannya sampai bermain politik kemudian memberikan solusi. Muhamsekarang, Muhampraktis, akan timbul madiyah juga sebagai potret sistem madiyah tetap ancaman perpeca- sosial yang selalu dinamis mengikuti diperhitungkan sebagai organisasi han di internal Muhammadiyah tuntutan zaman, selalu bermetamorfosa pembaruan modern terbesar di karena dalam politik tidak ada kawan melalui dialektika dengan zaman. Prinsip ini terbentuk atas dua sisi yakni Indonesia. Ini dapat dilihat dalam yang abadi. sejarah gerakan Islam di Indonesia. Menurut survai jajak pendapat eksistensi individu dan masyarakat serta Memasuki transformasi abad yang dilakukan Litbang Kompas dinamika antar keduanya (Capra, 2009) Salah satu entitas realitas yang ke-2, Muhammadiyah dituntut pada tanggal 30 Juni hingga 2 hidup di mana eksistensi individu untuk menggelorakan semangat Juli 2010, sebanyak 51,2 persen pembaruan yang lebih besar, tidak responden menyatakan tidak perlu dan masyarakat berperan dominan lagi memperdebatkan pada hal-hal ada partai baru yang secara khusus adalah ranah politik. Politik berbersifat keagamaan, seperti masalah mewadahi kepentingan dan gagasan bicara bagaimana manusia mengarifi qunut pada salat subuh, tahlilan, Muhammadiyah. Sebanyak 83,9 kekuasaan dengan segala tantangan dan lain sebagainya yang hanya akan persen responden menyatakan Mu- dan problematikanya. Dalam perspektif menimbulkan perpecahan di antara hammadiyah harus tetap memper- positivistik politik bersifat obyek dan sesama umat muslim. Orientasi tahankan eksistensinya sebagai mati, sehingga perlu dikendalikan pembaruan Muhammadiyah kini organisasi independen, dan sebanyak oleh manusia selaku subyek yang adalah bagaimana mengatasi per- 53,5 persen responden menyatakan menentukan arah politik. Secara kelembagaan Muhammadisoalan umat dan bangsa, seperti kekhawatiran Muhammadiyah akan masalah moralitas bangsa yang sekadar menjadi alat partai untuk yah tidak diperkenankan untuk terjun merosot, kebodohan, kemiskinan, merebut kekuasaan manakala masuk pada ranah politik praktis karena didan ketidakadilan. ranah politik atau sebagai organisasi khawatirkan akan menjadikan lembaga dakwah ini terkontaminasi pragmatisme Tentu saja perjalanan Muham- politik (Kompas, 5 Juli 2010). madiyah yang telah melewati satu Artinya, Muhammadiyah harus politik. Namun, Muhammadiyah meabad tak luput dari persinggungan tetap menjadikan dirinya seba- miliki kekuatan pada konstruksi institusi dengan kondisi politik bangsa. Dalam gai organisasi Islam yang arah yang mengakar serta dikelola secara perjalanannya, kader Muham- perjuangannya pada gerakan dakwah professional. Hal ini tak aneh mengingat Muham3 madiyah mulai masuk ranah politik untuk kemaslahatan umat, bukan madiyah memiliki modal sosial yang dengan mendirikan Partai Anamat pada ranah politik praktis. Akhirnya, Nasional (PAN) pada era refomasi dengan Muhammadiyah bangsa ini kuat. Modal sosial berbicara mengenai sebagai kendaraan politik merebut memiliki peradaban Islam modern di bagian dari organisasi sosial, seperti kepercayaan, norma, dan jaringan yang kekuasaan. Partai ini kemudian di mata dunia internasional. dapat memperbaiki efisiensi masyarakat isi oleh kader-kader Muhammadiyah dengan memfasilitasi tindakan teryang memiliki komitmen kuat dalam *Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris 2006 memperjuangan hak-hak masyarakat untuk kemashalatan umat. Dalam konteks negara demokrasi seperti ini, Muhammadiyah memang Tema Kata Mereka Edisi Agustus 2010: mudah terjebak pada politik praktis yang menginginkan kekuasaan Pro-Kontra Fatwa MUI untuk semakin mempermudah dakwah perjuangannya. Akan tetapi "MUI akhirnya mengeluarkan salah satu fatwanya, Muhammadiyah jangan sampai yakni mengharamkan tayangan acara infotainment. terbawa arus politik yang hanya Bagaimana pendapat Anda?" ingin kekuasaan lalu mengabaikan tugas mulianya. Muhammadiyah sebagai organisasi independen yang Naskah diterima di kantor redaksi bestari atau melalui email: redaktur_bestari@ tidak mau terikat pada satu parpol yahoo.com. Pengiriman paling lambat tanggal 12 Juli 2010, dengan jumlah karakter jangan sampai berubah hanya 3000 karakter. Naskah yang dimuat akan mendapatkan imbalan. karena adanya dinamika politik. Jika Redaksi

Yanto

INFO BESTARI

Iradhat Taqwa. S

kordinasi (Field, 2010). Kekuatan Muhammadiyah terletak pada jejak kearifan fungsi sosialnya yang terukir jelas dari peran unit kegiatannya di seluruh pelosok negeri. Pelembagaan organisasi yang kokoh tersebut membuat Muhammadiyah dilirik oleh banyak kekuatan politik. Ada upaya menarik gerbong Muhammadiyah kearah politik dengan maksud memperkuat bargaining politik dalam kontelasi kekuasaan. Tawaran ini memang dilematis dan menjadi diskursus panjang di tubuh Muhammadiyah. Sangat wajar jika gejolak ini mengemuka karena politik praktis menawarkan prestise, kemudahan akses politik, dan otoritas. Sebagai contoh, kelahiran PAN dan dukungan diam-diam terhadap Jusuf Kalla pada pemilihan presiden yang lalu memberikan kesan bahwa Muhammadiyah ikut tergiur oleh candu politik yang begitu membius. Namun, kesadaran rekonstruksi paradigma segera dilakukan pada Muktammar di Yogyakarta. Lalu, muncul pertanyaan mengapa Muhammadiyah tak boleh masuk dalam dunia politik praktis? Muhammadiyah lahir dari rahim bangsa yang menginginkan perubahan. Awalnya perubahan yang dimaksud ialah pembaharuan Islam. Namun, seiring berkembangnya jaman dengan kompleksitas berbeda, Muhammadiyah dituntut untuk lebih mengembangkan orientasi gerakannya. Dengan pertimbangan tersebut, Muhammadiyah memperluas medan dakwahnya yang mencakup segala lini yakni politik, agama, sosial, dan ekonomi. Medan yang paling sulit diatur ritmenya adalah politik. Sangat sulit mengakali psikologi politik Indonesia yang serba pragmatis. Kondisi politik yang tidak menentu setidaknya disebabkan oleh tiga hal yakni kuatnya kartel di tubuh partai politik, minimnya pelembagaan institusi demokrasi, dan sistem Pemilihan Umum yang masih kacau. Implikasinya tercermin dari

Kehadiran Muhammadiyah dalam tarikan politik praktis, berpotensi merusak citra baik Muhammadiyah di masyarakat. Dalam relasi kuasa dan citra, dijelaskan bahwa terdapat keterikatan dan kompleksitas mengenai relasi antara penampakan (citra) dan realitas yang terjadi (Gibons, 2002). Citra bersifat konstuksi dan bersifat tidak tetap. Stabilnya citra bergantung pada nilai obyektif yang berkembang di masyarakat. Ketika mereka melihat pengingkaran atas citra baik yang telah dibangun selama ini, maka kepercayaan masyarakat akan menipis. Jika itu terjadi, maka Muhammadiyah akan ditinggalkan masyarakat. Politik praktis yang serba semu dan menipu merupakan perangkap bagi Muhammadiyah. Menjadikan Muhammadiyah sebagai komoditas politik sama artinya mengubur masa depan Muhammadiyah. Muhammadiyah akan kehilangan kemandiriannya, nalar kritis, dan melupakan tugas dakwahnya. Meskipun begitu, walaupun secara institusi Muhammadiyah tidak boleh berpolitik praktis, namun larangan tersebut hendaknya tidak berlaku untuk kadernya dengan catatan tidak membawa nama intitusi dan sebisa mungkin tetap berpegang pada etika Muhammadiyah. Apapun asumsinya, Muhammadiyah tak boleh terlibat secara praksis pada ranah politik. Muhammadiyah bisa berperan sebagai penyeimbang sekaligus penyumbang kritik membangun terhadap upaya penyehatan iklim perpolitikan Indonesia. Tanpa harus terlibat langsung, Muhammadiyah dapat memperkuat kelembagaan negara melalui pengawasan ataupun distribusi kader terbaik di institusi negara. Kekuatan negara sedikit banyak bergantung pada terintegrasinya kelembagaan negara dengan misi negara, dalam pengertian lembaga negara mampu menerjemahkan misi negara dengan baik dalam pemerataan pembangunan.

*Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM


BESTARI

KONSULTASI

Biro

Jika Pengangguran “Nyuruh” Berhenti Bekerja

Konseling Assalamu’alaikum Wr. Wb Pembina BK UMM, Saya seorang wanita karir, panggil saja saya Susi. Saat ini saya berusia 27 tahun dan sudah menikah namun belum dikaruniai anak. Di awal pernikahan, kami semua baik-baik saja, suami saya tidak bekerja dan akhirnya saya memutuskan untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup walaupun tidak lepas dari bantuan orang tua saya seperti fasilitas rumah dan mobil. Tapi hanya beberapa saat setelah kami menikah, suami saya meminta saya untuk berhenti bekerja dengan alasan saya dianggap tidak peduli lagi dengan suami, padahal saya bekerja buat kelangsungan hidup kami dan tidak mungkin selalu bergantung pada orang tua saya. Selain itu, tanpa alasan yang jelas saya dilarang untuk berkomunikasi dengan keluarga besar suami saya yang ada di Makasar. Ditambah lagi ketika orangtua saya datang berkunjung ke rumah, suami saya justru pergi ke rumah tetangga dan jika saya mengingatkan saya dipukul. Saya bingung harus berbuat apa karena dia juga sering menyakiti dirinya sendiri seperti tidak makan dan mengancam bunuh diri dengan alasan jika saya bekerja, saya tidak akan sayang lagi sama dia. Sebenarnya saya ingin bercerai dari suami saya tetapi dia mengancam akan menyakiti keluarga saya apabila melakukan hal tersebut. Saya ingin sekali cerita ke orangtua saya tapi tidak berani karena ibu saya punya penyakit jantung. Saya takut apabila saya cerita dan beliau tahu keinginan saya untuk bercerai membuat penyakit jantung ibu saya kambuh. Tolong, apa yang harus saya lakukan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb Jawab Wa’alaikumsalam wr wb, Terimakasih atas kepercayaan yang mbak Susi berikan untuk sharing

BKBH

bersama UPT. Bimbingan Konseling UMM. Ada beberapa permasalahan ketika kita diminta untuk melibatkan orang-orang yang kita cintai dalam permasalahan yang kita hadapi itu adalah sesuatu yang sulit. Dari permasalahan yang mbak ceritakan di atas, cukup terlihat bahwa mbak memiliki keinginan untuk berpisah dengan suami tetapi tidak ingin menyakiti perasaan keluarga dan ingin melindungi keluarga terutama ibu karena ibu memiliki penyakit jantung. Tetapi apabila mbak Susi terus menyimpan semua permasalahan ini sendiri maka secara perlahan akan mempengaruhi psikologis Anda. Hal yang bisa mba lakukan adalah mencoba menceritakan keadaan sebenarnya dengan orang yang dituakan dari pihak keluarga besar. Dengan begitu secara tidak langsung akan mengurangi beban yang mbak pikul. Dari pembicaraan dengan orang yang dituakan di keluarga akan sedikit membantu mbak Susi dalam menyampaikan keadaan yang sebenarnya terjadi kepada orangtua terutama ibu atau mungkin mba Susi bisa juga mencoba menceritakan ini sendiri secara langsung kepada ibu secara perlahan. Penjelasan yang baik dan perlahan mengenai duduk permasalahannya bisa mengurangi resiko ibu terkejut, sedangkan mengenai ancaman yang dilontarkan suami mbak itu coba untuk sementara diabaikan saja. Bisa jadi itu hanyalah sebuah gertakan seorang pria yang ketakutan akan ditinggalkan istrinya, dalam hal ini adalah mba Susi. Silahkan mbak Susi pikirkan secara masak-masak alternatif penyelesaian masalah yang telah kami berikan. Yakinlah mbak bahwasanya tidak ada cobaan yang Allah berikan diluar batas kemampuan hambanya. Jadi mbak Susi harus yakin bahwa permasalahan ini akan bisa diselesaikan dengan baik. Tim UPT BK Masjid AR Fachruddin Lantai I Kampus III UMM Penanggungjawab : Hudaniah, M.Si.,P.Si konseling_bk@yahoo.com Telp : 0341-464318 ext 180

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

21

Marhaban Yaa Ramadhan..... Nurani ”Tiga Dimensi Puasa” “Kam min shooimin laisa lahuu min shiyaamihi illa al juu’u wal ‘athsyu”. Begitu kurang lebih sebuah hadits yang pernah saya dengar dari Pak kiyai ketika mengaji di langgar di kampung saya waktu masih ‘agak’ kecil dulu. Artinya, kata Pak kiyai: “Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu selain rasa lapar dan haus”. Orang Islam yang berpuasa (baik puasa di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan yang lain), masih kata pak kiyai, pada dasarnya adalah menahan diri dari makan dan minum serta syahwat kepada lawan jenis sejak terbit fajar di ufuk timur hingga terbenamnya matahari di senja hari. Ini hukum asalnya, pokoknya tidak makan dan tidak minum serta tidak jima’ (bersenggama) sudah sah puasanya secara hukum fikih. Tetapi, kata Pak kiyai selanjutnya, puasa itu tidak akan bernilai apa-apa di hadapan Allah jika kita hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, sementara kebiasaan buruk lainnya jalan terus. Puasa kita akan hangus nilainya jika kita masih suka berkata dusta, marah, takabur, iri, khianat dan sebagainya. Jadi yang didapatkan hanya rasa lapar dan haus saja!!. Hakikat puasa adalah menahan diri dari segala yang dapat membatalkan puasa dan membatalkan pahala puasa. Yang dapat membatalkan puasa adalah sengaja memasukkan sesuatu ke dalam mulut (makan, minum, merokok, dsb) atau berhubungan seksual dengan lawan jenis. Sedangkan yang dapat membatalkan pahala puasa adalah perbuatanperbuatan hati dan indera kita yang keji. Berkata bohong, marah, sombong dan seterusnya adalah amalan-amalan indera dan hati yang dapat menghapus pahala puasa. Pada pertemuan berikutnya Pak kiyai yang polos itu mengatakan bahwa tidak hanya gambar dan film yang bisa dibuat ‘tiga dimensi’, puasa juga mempunyai tiga dimensi. Namun Pak kiyai tidak langsung menyebutkan apa tiga dimensi puasa tersebut, sambil membetulkan letak sorbannya yang melorot, pak kiyai kemudian menjelaskan tentang dispensasi dan ‘hukuman’ bagi mereka yang meninggalkan puasa di bulan Ramadhan. Jika satu hari saja orang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa sebab apapun, maka dosanya tidak dapat ditebus meskipun dengan berpuasa selama setahun penuh. Kemudian bagi orang sakit yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya (secara medis) maka dia boleh tidak puasa dan mengganti puasanya dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir miskin setiap satu hari satu mud. Demikian juga bagi wanita menyusui yang mengkhawatirkan kesehatan anaknya, dia boleh tidak puasa dan menggantinya dengan membayar fidyah. Adapun bagi orang yang entah karena apa melanggar larangan jima’ di siang hari, maka ‘hukumannya’ adalah dia harus memerdekakan budak mukmin, atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang masing-masing satu mud.

‘Hukuman’ ini harus dilakukan secara berurutan dari yang pertama, baru kalau tidak mampu boleh pada urutan berikutnya. ”Tiga dimensi puasanya yang mana pak Kiyai”, tanya seorang santri. Kemudian secara panjang lebar pak kiyai menjelaskan: dari definisi, pembagian kemudian sampai pada dispensasi dan hukuman puasa, sebenarnya puasa mempunyai tiga dimensi, yaitu pertama dimensi keimanan. Artinya bahwa puasa mengajarkan kepada manusia untuk semakin beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Indikasinya adalah bahwa yang berhak menilai lulus tidaknya puasa seseorang hanyalah Allah, karena memang urusan puasa hanya Allah yang tahu. Kita tidak bisa mengetahui misalnya ada yang nyolong ngombe saat wudlu dan sebagainya. Kita juga tidak bisa mengklaim seseorang puasa atau tidak dari kondisi bibirnya kering atau basah, atau dari penampilan seseorang yang (me)lemas atau bugar. Hanya iman yang mengontrol kita dalam berpuasa. Kedua, dimensi kemanusiaan. Artinya bahwa Allah tidak pernah membebani manusia dengan sesuatu yang manusia tidak sanggup memikulnya. Allah sangat tahu batas-batas kemampuan manusia, karena itu dalam berpuasa Allah memberikan dispensasi bagi mereka yang tidak mampu menjalankannya. Ini adalah ta’bir bagi kita bahwa sebenarnya kita sangat lemah di hadapanNya, kita juga mestinya tidak memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mampu dan atau kita mestinya tidak membebani orang lain dengan sesuatu yang dia tidak sanggup. Ada batasbatas kemanusiaan. Allah tahu persis kemampuan kita, karena DIA yang menciptakan kita. Ketiga dimensi sosial. Artinya bahwa Allah dan Islam sangat peduli terhadap sesama. Bahkan dimensi sosial ini jauh lebih besar muatannya dalam Islam. Kita dapat melihat, secara fikih orang yang meninggalkan puasa ’dihukum’ untuk memberi makan kepada fakir miskin. Ini menunjukkan bahwa di balik kewajiban puasa ini sebenarnya Allah ingin mengatakan kepada manusia bahwa menahan lapar dan haus itu sakit, karenanya jangan pelit kepada si miskin. Bayangkan jika kamu tidak menemukan makan minum selama berhari-hari seperti yang biasa dialami oleh si miskin, sementara dalam sehari saja kamu menahan lapar dan haus kadang-kadang kamu masih minta ‘proteksi’?!. Dimensi sosial ini bahkan tampak lebih dominan dalam puasa. Buktinya? Ayat yang berisi perintah untuk berpuasa diakhiri dengan pernyataan tujuan diwajibkannya puasa adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa. Sementara, kriteria orang bertakwa sangat erat kaitannya dengan perilaku pro sosial (lihat misalnya: QS. Al Baqoroh: 3 – 4; Ali Imran: 134 – 135; Adz Dzariyat: 16 – 19). Wallahu A’lam. Ihyaul Ulum MD. Kepala Laboratorium Akuntansi FE-UMM

Tanah Warisan Dikuasai Tetangga

Assalamu’alaikum wr.wb Pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum yang saya hormati, saya Shanty dari Malang. Saya ingin menanyakan permasalahan yang saat ini sedang saya alami, pada tahun 1985 bapak saya membeli sebidang tanah seluas 136 ha. Pada tahun 1990 tanah tersebut disewakan kepada tetangga sendiri yaitu kepada bapak AT. Sewa menyewa tanah tersebut telah disepakati kedua belah pihak tanpa ada perjanjian tertulis antara kedua belah pihak yaitu bapak saya dan bapak AT. Hal ini dilakukan bapak saya karena bapak saya sangat mempercayai dan telah lama menjalin hubungan pertemanan dengan pak AT, disamping pak AT adalah tetangga kami sendiri. Dalam perjanjian lisan tersebut disepakati bahwa pak AT akan menyewa tanah selama 10 (sepuluh) tahun dan pembayaran uang sewa tersebut dilakukan dengan cara mencicil setiap satu tahun sekali.

Pada tahun 2005 bapak saya meninggal dunia dan meninggalkan saya sebagai satusatunya ahli waris. Selama ini saya tinggal berjauhan dengan bapak dan tidak mengetahui harta apa saja yang ditinggalkan bapak saya. Pertengahan tahun 2009 kemarin, saya baru mengetahui kalau tanah yang dipakai pak AT adalah tanah bapak saya yang disewa oleh pak AT, dan masa sewa tanah tersebut juga sudah lama berakhir atau sudah jatuh tempo. Ketika saya mengkonfirmasi tentang status tanah tersebut, pak AT membantah dan justru mengakui kalau tanah tersebut adalah miliknya. Pengasuh yang saya hormati, apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan permasalan ini. Saya bingung menghadapi permasalahan ini. Disatu sisi saya tidak ingin ribut atau berperkara dengan pak AT, tetapi disisi lain saya tidak terima pak AT

menguasai tanah tersebut Oleh karena itu saya mohon bantuan dari pengasuh. Atas jawaban dan saran dari pengasuh, saya sampaikan terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Jawaban: Wa’alaikum Salam, Wr.Wb. Saudara Shanty yang saya hormati, saya turut prihatin atas persoalan yang anda hadapi. Sebelum menyelesaikan persoalan anda, ada satu hal yang sangat penting yang tidak anda sebutkan dalam uraian kronologi kasus di atas. Anda tidak menyebutkan apakah anda memiliki bukti otentik mengenai hak atas kepemilikan tanah tersebut atau tidak. Tentu saja bukti otentik yang dimaksud adalah Sertifikat Tanah, atau apabila tanah tersebut belum berser tifikat, minimal anda memiliki surat keterangan riwayat tanah dari Lurah/Kepala Desa Setempat. Keberadaan alat bukti tersebut

sangat penting sebagai pijakan bagi anda untuk memperjuangkan hak anda. Alat bukti tersebut tentu saja juga akan menjelaskan status tanah tersebut, apakah masih milik bapak anda, atau telah dijual kepada pihak lain, khususnya kepada pak AT. Perbuatan tersebut jelas sangat merugikan anda sebagai ahli waris. Oleh karena itu anda dapat mengajukan gugatan terhadap AT di Pengadilan Negeri setempat. Dalam pasal 1365 Kitab undangUndang Hukum Perdata disebutkan bahwa “tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian itu”. Berdasarkan ketentuan tersebut anda dapat meminta ganti rugi kepada pak AT melalui gugatan perdata. Selain penyelesaian melalui jalur perdata, anda juga dapat juga dapat menyelesaikan persoalan

ini secara pidana. Anda dapat melaporkan pak AT kepada pihak kepolisian karena telah melakukan pelanggaran menguasai tanah tanpa izin yang berhak, sebagaimana diatur dalam pasal 6 ayat 1a Undang-undang Nomor 51 tahun Tahun 1960 Tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya. Ancaman pidana atas pelanggaran tersebut di atas adalah maksimum pidana kurungan 3 bulan dan/atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000,. Anda dapat memilih salah satu alternatif penyelesaian sebagaimana telah kami uraikan di atas. Atau anda dapat pula menempuh kedua alternatif tersebut. Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu menyelesaikan masalah anda. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Tim UPT BKBH Masjid AR Fachruddin Lantai I Kampus III UMM bkbh_unmuh@yahoo.com Telp : 0341-464318 ext 193


22 BESTARI

OPINI

No. 264/TH.XXIII/Juli/2010

Corak

Mahasiswa sebagai Agent Of Change? Perjalanan mahasiswa memang panjang, setelah melalui berbagai macam ujian yang harus diselesaikan, baik yang terselesaikan dengan sempurna ataupun yang tertatih-tatih dalam menyelesaikannya. Tugas mahasiswa seharusnya belum selesai pada saat mereka melaksanakan prosesi wisuda, kegembiraan atas keberhasilan mereka meraih gelar sarjana memang patut untuk disyukuri. Namun sebenarnya hal itu adalah awal dari perjuangan mereka, masa setelah wisuda adalah waktu yang tepat untuk membuktikan apakah mereka layak untuk menyandang gelar sarjana atau tidak. Gelar agent of change mungkin seharusnya baru disematkan ketika mereka (baca: para lulusan perguruan tinggi) sudah terjun ke masyarakat, karena pada saat itu sarjana atau lulusan perguruan tinggi baru bisa mengeksplorasi sepenuhnya kemampuan dirinya yang sesungguhnya, tanpa adanya batasan waktu. Layaknya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pernah mereka laksanakan pada waktu duduk di perkuliahan, yang hanya dibatasi waktu satu bulan untuk mengabdi pada masyarakat. Namun kegiatan KKN mungkin adalah salah satu upaya perguruan tinggi untuk mengenalkan kehidupan yang berbeda dari yang selama ini para mahasiswa berinteraksi. Fungsi mahasiswa yang bertindak sebagai pengubah pola pikir masyarakat sangat diperlukan saat ini, pemikiran-pemikiran kritis yang selama ini mereka patri di bangku perkuliahan sudah selayaknya mereka aplikasikan setelah mereka melalui prosesi wisuda. Mahasiswa seharusnya tidak hanya berpikir bahwa setelah mereka lulus mereka harus ke kota dan mendapat pekerjaan, menjadi pegawai dan tunduk dengan instruksi pimpinan. Mahasiswa tidak seharusnya sesimpel itu, selayaknya mereka bisa lebih bisa memikirkan lingkungan tempat asal mereka, apakah sudah cukup berkembang atau ada sesuatu yang bisa mereka manfaatkan untuk mengembangkan potensi yang belum terungkap dari daerahnya. Ada beberapa pola pikir masyarakat yang membuat para lulusan perguruan tinggi merasa minder ketika mereka berpikir untuk kembali ke daerah asalnya, salah satunya adalah anggapan masyarakat bahwa seorang mahasiswa adalah manusia super yang bisa melakukan apapun jenis pekerjaan tanpa melihat jurusan yang mereka ambil terlebih dahulu. Tapi memang seharusnya ini bukan menjadi sebuah alasan bagi lulusan perguruan tinggi untuk meninggalkan daerah asalnya dan berlombalomba datang ke kota, jika memang ini adalah yang dibutuhkan masyarakat, seharusnya sebelum mereka meninggalkan bangku perkuliahan mereka memantapkan softskills yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga ketika sudah terjun ke masyarakat mereka tidak akan canggung dalam melakoni tugas dan menyandang gelar sebagai agent of change. Gerakan Sarjana Masuk Desa (SMD), salah satu program yang di tawarkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, yang dimulai sejak tahun 2007 bisa menjadi salah satu media yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mengembangkan daerah pedesaan. Sudah lebih dari 20 universitas yang bekerja sama dalam menjalankan SMD ini, dan tahun 2010 ini departemen pertanian akan merekrut 5400 SMD. Mungkin program ini masih terbatas pada bidang peternakan, namun ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan atau mungkin mengubah pola pikir masyarakat mengenai pendidikan. Selain program SMD ini, terdapat pula Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Cooperative Education (Co-op) yang semua hal tersebut bisa didapatkan ketika berada di bangku perkuliahan. Mahasiswa sebagai “calon” agent of change seharusnya sudah bisa mempersiapkan softskills yang dibutuhkan untuk mengembangkan daerah asalnya, sehingga mereka tidak perlu kebingungan mencari pekerjaan ketika mereka sudah lulus nanti. Bahkan mungkin mereka dapat memberikan sumbangsih dari ilmu yang sudah mereka dapatkan selama di perguruan tinggi. M. Zakiya Al Khalim Redaksi Pelaksana

Andai Dunia Semudah Prediksi “Paul” Piala dunia tahun ini tidak saja memberikan referensi baru terkait siapakah yang layak disebut sebagai pemain terbaik, tetapi juga ada si gurita fenomenal Paul. Bagi yang mengikuti berita rampai seputar piala dunia tentu sangat mengenal “gurita dukun” itu. Prediksinya tentang hasil setiap pertandingan bisa dikatakan 100% tepat. Bursa transfer musim panas pemain pun ikut diramaikannya. Beritanya Madrid siap mengajukan tawaran transfer sebesar 38 ribu euro untuk bisa mengajak Paul ke Spanyol. Itu pun tidak mudah, karena Oberhauasen kebun binatang pemiliknya sekarang bersikeras mempertahankannya untuk tetap berada di Jerman walau terancam mau digoreng oleh para fans tim panser itu gara-gara prediksi kalahnya Jerman atas Spanyol pada putaran semifinal. Prediksinya itu kemudian terbukti, citacita Jerman untuk menjadi juara harus dirontokkan sundulan Puyol. Paul begitu diidolakan oleh siapapun yang begitu terobsesi dan percaya dengan prediksinya, atau bagi mereka yang suka dunia ramal-meramal. Kekalahan pria tua sebesar Rp. 5,7 miliar di bandar judi William Hill Inggris sebagai kekalahan terbesar sepanjang Piala Dunia 2010 tidak terlepas dari isu Paul. Ia kalah menurut media massa di London karena meremehkan sang gurita. Tidak hanya itu, pasca piala dunia, Paul yang berniat pensiun dari dunia ramalmeramal itu masih diminta memprediksi atau minimal memberi inspirasi. Mulai dari hal yang masih terkait dengan dunia persepakbolaan yaitu bursa transfer pemain terbaik sejumlah klub elit dunia, sampai

Oleh:

Azhar muttaqin* masalah yang menyangkut masa depan suatu bangsa. Terinspirasi oleh Paul, Sydney Morning Herald memakai gurita bernama Cassandra untuk memprediksi siapakah yang bakal terpilih sebagai Perdana Menteri Australia pada pemilu akhir Agustus nanti, dan pilihan pun jatuh kepada Julia Gillard. Semudah itu kah? Ramalan memang membuat dunia di masa depan menjadi sangat simple dan praktis. Bayangkan, seberapa efisiennya Spanyol untuk memastikan kemenangannya tanpa harus dipusingkan dengan seabrek latihan atau hingarbingarnya suporter untuk meningkatkan semangat tanding para pemain. Ramalan atau prediksi memang bukan hal baru di dunia ini. Aktivitas ini sudah terjadi berabad-abad lamanya, bahkan sejak generasi awal manusia. Semua orang selalu ingin tahu apa yang akan terjadi atau hasil akhir dari perbuatan atau keputusan yang diambilnya saat ini. Zack/Bestari Seorang wanita ingin tahu apakah pernikahannya dengan seorang pria akan selalu langgeng bahagia, atau seorang calon bupati selalu ingin tahu apakah dia akan memenangkan pilkada atau tidak, dan lain-lain. Ramalan atau prediksi selalu memiliki dua sisi: sugestif dan skeptis. Bagi yang sugestif dan cenderung percaya, ramalan menjadi daya yang menggairahkan, menjanjikan dan selalu menarik untuk

didiskusikan. Apalagi sekarang dunia ramalan dan prediksi tidak hanya urusan mistik tapi merambah dunia hiburan dengan dipercanggih ilmu statistik, survey, poll, database, server dan mesin-mesin pengolah data termutakhir. Namun bagi yang skeptis, ramalan sering dianggap omong kosong, mendahului kehendak Sang Pemilik Hidup, syirik, memalaskan dan sebagainya. Dalam Islam, meramal dengan menggunakan media bintang dan atau bendabenda lain seperti binatang, bebatuan, kulit dan lain-lain dikategorikan perbuatan syirik dan amal ibadahnya tidak diterima di sisi Allah. Resistensi Islam ini bukan tanpa alasan yang logis. Anwariansyah, misalnya, mengatakan bahwa ramalan mempunyai dampak buruk terhadap seseorang, antara lain: Melupakan potensi baik dari diri sendiri sehingga mudah putus asa; Melupakan kelemahan diri sehingga menjadi lalai; Tidak mau berusaha memperbaiki keadaan, karena percaya bahwa ramalan akan terbukti dengan sendirinya; Perasaannya mudah terombang-ambing tergantung isi ramalan, sehingga unsur logika menjadi terabaikan; Merusak itikad hati dan merusak akidah agama, karena dalam keyakinannya ada yang lebih berkuasa dari Tuhan, yakni peramal dan ramalannya. Allah menciptakan dunia dengan rahasia masa depannya, tentu dengan tujuan agar manusia dengan akal dan hatinya mampu berfungsi secara maksimal dan mandiri untuk berkompetisi dalam kebaikan. Merasakan sensasi kebahagiaan atas hasil yang diharapkan dari kerja keras, dan merasa tertantang untuk melakukan perbaikan dan mencari metode lain yang lebih efektif ketika terjadi kegagalan. Itulah kenapa ada yang mengatakan “Life is never flat”, tapi jika dunia semudah prediksi “Paul”, tidak akan ada jargon seperti itu lagi. *Dosen Fakultas Agama Islam UMM

Mari, Budayakan Menulis Sejak Dini Akhir-akhir ini, maraknya pragmatisme plagiarisme (copy paste) dari internet berdampak pada rendahnya mutu pendidikan. Hal ini juga terjadi di tataran siswa-siswi sekolah tingkat dasar (SD) dan menengah pertama (SMP). Fenomena tersebut nampak dari penggerusan budaya membaca yang berdampak pada minimnya budaya menulis. Dalam memulihkan keadaan ini, perlu dibentuk ruang-ruang pelatihan penulisan serta peningkatan minat baca pada anakanak didik di tingkat sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama sebagai jembatan pembangunan budaya membaca dan menulis sejak dini. Sebab menulis yang inheren dengan membaca tidak dapat terpisahkan agar mencapai puncak pengetahuan tertinggi yaitu berupa penulisan. Oleh karenanya, setiap pengetahuan yang lahir pasti membutuhkan teks sebagai literasi, rujukan dan deskripsi penuntun pemahaman pengetahuan bagi generasi muda. Aktivitas tulis-menulis lazimnya disebut jurnalistik. Menumbuhkan belajar menulis pada tingkat Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan penanaman investasi pengetahuan sebagai modal dan dasar utama untuk menuntun kreativitas generasi muda melalui media praktek memulai menulis. Pelatihan jurnalistik pada 23 Juli 2010 yang dilaksanakan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 15 Universitas Muhammadiyah Malang di Balai Desa Argotirto Sumbermanjing Wetan telah dihadiri sejumlah peserta dari SDN 1 Argotirto, SDN 2 Argotirto, SDN 3 Argotirto, MI dan MTS Darussalam Mbambang, MI dan MTS Miftahul Ulum Wonorejo. Prioritas utama peserta pelatihan pada tingkat SD adalah mereka yang sudah duduk di bangku kelas empat, lima dan enam, dengan kapasitas yang dianggap sudah mampu membaca dan menyerap pengetahuan umum lebih banyak dibandingkan kelas sebelumnya. Mereka dibekali dasar penulisan

Oleh :

Jamsari* untuk bisa membudaya dan menjadikan kebiasaan positif dalam belajar sebagai bekal menempuh jenjang belajar di tingkat selanjutnya. Sedangkan untuk tingkat MTS/ SMP ditekankan pada siswa-siswi kelas satu dan dua agar lebih bersemangat dan mempunyai tingkat kompetisi tinggi, kreativitas, sebagai generasi muda yang semestinya disiapkan sejak dini dari tingkat sekolah menengah pertama menuju sekolah atas. Belajar menulis, yang dikatakan puncak ilmu pengetahuan tertinggi setelah belajar ilmu pengetahuan mendengar dan membaca sejak dini bagaimana tertanamkan pada generasi muda bangsa untuk meningkatkan budaya cerdas dalam aplikasi tulis-menulis. Karena dalam melatih kepekaan nalar berpikir setelah mendengar dan membaca jika tidak ditulis maka belum dapat dikatakan sebagai hasil pemikiran atau wujud karya yang mampu dibaca generasi zaman selanjutnya. Penulisan dalam ilmu pengetahuan memang memiliki berbagai jenis dan sifat, seperti tulisan berita, artikel ilmiah populer, cerpen, esai, puisi, prosa, dan sebagainya. Namun sistematika dasar penulisan yang perlu diperkenalkan pada peserta tersebut, menumbuhkan penulisan terlebih dahulu. Hal ini kemudian menuntun mereka bahwa menulis untuk mendekatkan diri pembaca mempunyai cara, gaya, sifat, bentuk, dengan racikan kata, kalimat yang mudah, gampang dimengerti dan dipahami bagi pembaca. Karena pokok tulisan yang kita buat bertujuan dasar menambah wawasan dan pengetahuan pembaca bukan untuk dikonsumsi diri sendiri. Gaya dan sifat penulisan deskripsi, argumentasi, narasi, serta persuasi diperkenalkan pada mereka sesuai pilihan, selera

dan keinginan. Menulis selain berkategori soft skill sebetulnya bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan dengan gaya dan penulisan yang khas dari si penulisnya, selalu diasah dan membiasakan diri untuk tekun berlatih menulis dengan beragam ide dan gagasan. Apapun tulisannya. Memulai hal itu bisa dengan cara menuliskan sesuatu kegelisahan diri pada fenomena alam (ekologis), pikiran anganangan teantang pendidikan, cita-cita diri, cita-cita bangsa, lingkungan sekitar kita (humaniora) dalam buku harian (diary) atau sejenisnya. Di samping itu, penekanan pada pokok-pokok dasar penulisan diarahkan agar tidak menyimpang dari rumusan what, whom, when, where, why, dan how (5W 1H) tetap harus diperhatikan selama memperkenalkan sistem penulisan tersebut sebagai pendidikan dasar penulisan yang tidak dapat terpisahkan. Kerangka 5W 1H ketika sudah meresap dan masuk dalam jiwa peserta maka ke depan untuk menulis berdasarkan jenis, gaya, dan sifat penulisan apapun tidak perlu repot mencari pijakan sebab dasar penulisan 5 W 1H karena sudah kokoh melekat di benak masingmasing. Selanjutnya, menciptakan ruang belajar sedini mungkin dalam membudayakan menulis yang notebenenya menjadi bagian ilmu pengetahaun menjadi kuncinya. Setelah mampu mendengar lalu membaca, maka untuk menjawab tantangan zaman berikutnya mereka sudah siap menghadapi terpaan gelombang arus komunikasi-informasi, globalisasitekhnologi, dalam kompetitas pendidikan di hari kelak melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan menulis secara tepat dalam aturan bahasa, rumus, objek, fakta sumber, dan memiliki nilai kecerdasan yang memupuk masyarakat.

* Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UMM


BESTARI

HUMANIORA

No. 264 /TH.XXII/Juli/2010

23

Lagu Penawar Rindu â&#x20AC;&#x153;alaâ&#x20AC;? Negeri Kanguru

Bisa dikatakan saya adalah orang yang beruntung, the lucky man. Keberuntungan itu pula yang kemudian membawa saya bisa menimba ilmu di negeri orang. Keberangkatan ini terbilang nekat. Dengan dana pas-pasan, saya bulatkan tekad mendaftar di Program Master Jurusan Media dan Informasi, Curtin University of Technology Australia. Sebelum berangkat, saya kumpulkan beragam informasi dari teman-teman yang sedang studi maupun yang telah lulus dari universitas di Australia. Hampir semua cerita mereka menggambarkan studi di luar negeri sangat enak, semua serba terjamin. Saya bisa pahami karena semua keperluan studi dan hidup mereka ditanggung oleh beasiswa. Namun, karena saya bukanlah awardee beasiswa ADS, APS, atau Dikti, maka saya tidak berani menyimpulkan bahwa saya nanti bakal seenak mereka. Tepat 16 Februari 2007 saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Perth, Australia Barat. Sejak pertama datang di Bandara Internasional Perth, saya telah merasakan banyak hal berbeda dengan Indonesia. Sederetan kursi roda sudah siap menyambut penumpang yang membutuhkannya. Bagi orang tua yang membawa bayi juga sudah langsung disiapkan stroller di bagian luar pintu pesawat. Perhatian pada disable people atau orang cacat juga sangat baik. Di semua angkutan umum seperti bus, kereta, dan kapal laut serta di semua gedung dan fasilitas umum selalu tersedia tempat khusus bagi orang cacat dan pengguna kursi roda. Termasuk toilet juga dirancang khusus bagi penyandang cacat. Bahkan traffic light pun dirancang dengan suara khusus, sehingga sangat memudahkan para tunanetra menyeberang jalan. Di semua tempat parkir selalu ada parkir khusus bagi orang cacat yang diberi tanda gambar kursi roda bercat kuning atau biru. Semua tertata rapi dan bersih. Banyak taman hijau yang dilengkapi dengan sarana bermain anak-anak (playground) dan berbagai fasilitas untuk ber-barbeque gratis. Demikian juga dengan jalan-jalan yang bersih

RESENSI Tidak dapat dipungkiri, Indonesia adalah sebuah negara multikultur yang terdiri dari berbagai macam etnis, bahasa, budaya, golongan, bahkan agama. Keragaman tersebut tak jarang menimbulkan respon dan sikap negatif di tengah-tengah masyarakat, sehingga memacu terjadinya berbagai macam konflik, baik konflik batin maupun konflik fisik. Indonesia yang kaya budaya tersebut memang sangat rentan terhadap konflik dalam proses interaksi budaya jika pemahaman terhadap keragaman tidak tertanam sejak dini. Contohnya saja, perbedaan warna kulit masih sering menjadi pemicu kesalahpahaman dan salah persepsi. Tidak hanya itu, persoalan bahasa, kesukuan, budaya juga menambah kompleksitas fakta keragaman. Munculnya berbagai macam respon sikap atas keragaman ini memang sudah sangat mungkin terjadi dalam masyarakat karena memang sifat dan karakter seseorang tidak mungkin sama dengan orang lain. Namun demikian, bukan berarti hal tersebut tidak bisa diselaraskan. Banyak cara yang bisa digunakan untuk merajut

dan bebas polusi. Sementara itu, kawasan pemukiman memiliki sarana olahraga yang bisa digunakan masyarakat umum. Banyak orang terlibat dalam kegiatan olahraga, jalan-jalan di taman, joging, bersepeda atau jenis olah raga yang lebih serius. Data yang tercatat di departemen olah raga di antara 20 juta penduduk Australia, 87 persen berpartisipasi dalam olahraga. Sekitar 1,5 juta warga Australia tercatat di departemen olahraga sebagai volunteer atau relawan. Para relawan ini dengan suka rela menyumbangkan waktunya untuk membantu kegiatan keolahragaan. Pemerintah Australia mengatur segala hal secara detail. Semua berpegang teguh pada aturan. Warganya pun punya kesadaran tinggi untuk patuh semua aturan karena kalau tidak, tagihan denda atas pelanggaranlah yang akan diterima. Hidup di negeri orang memang menyimpan banyak cerita. Di satu sisi semua serba nyaman, tapi di sisi lain selain berjuang untuk bisa menjalankan tugas belajar dengan baik dan segera menyelesaikan studi, saya juga harus berjuang untuk memenuhi keperluan hidup. Biaya kuliah, sewa rumah, dan biaya makan yang tidak murah membuat hampir semua mahasiswa dari luar negeri di Australia belajar sambil bekerja. Begitu pula yang saya alami. Karena tingginya biaya hidup dan besarnya beban biaya kuliah, maka saya harus bekerja keras. Alhamdulillah saya kemudian diterima kerja di sebuah toko pizza yang letaknya tidak jauh dari rumah. Kerja malam hari, biasa mulai jam 5 sore sampai jam 11 malam. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menjalani kerja membuat pizza, burger, dan kebab seperti yang saya alami sekarang. Benar kata orang, siapapun kalau sudah kepepet, apapun bisa dikerjakan. Uang hasil kerja saya kumpulkan untuk menyambung hidup dan membayar kuliah. Untuk mensiasati mahalnya

juga sempat mengajari beberapa mahasiswa yang belajar bahasa Sugeng Winarno, M.A* Indonesia. Ini sangat menguntungkan beli buku dan fotokopi, saya karena saya bisa sekaligus belajar memanfaatkan fasilitas perpustakaan bahasa Inggris dari mereka. Biasanya kampus dan perpustakaan umum di antara mereka saya tugasi membaca di dekat tempat tinggal. Gedungnya berita yang ada di website UMM sudah di setting sangat nyaman dengan sebagai bahan diskusi. Saya juga sangat bersyukur karena fasilitas akses internet gratis, koleksi buku yang lengkap dengan system banyak saudara muslim tinggal terbaru yang canggih. Kalau sedang di Aussie (sebutan familiar untuk musim dingin, perpustakaan dibuat Australia). Kaum muslim di negeri Kanguru ini memang minoritas, tapi jumlahnya lumayan banyak. Biasanya kami sesama muslim saling memanggil dengan sebutan brother atau sister. Muslim di sini kebanyakan datang dari Saudi Arabia, Malaysia, Indonesia, Lebanon, dan Banglades. Masjid dan sekolah Islam juga ada. Di sini juga ada toko daging khusus yang bersertifikasi halal. Hanya saja, tidak ada azan yang bersahut-sahutan layaknya di Indonesia ketika waktu sholat tiba. Masjid dan mushola hanya memasang pengeras suara untuk di dalam ruangan. Kegiatan yang dikelola beberapa mushola juga sangat dinamis, termasuk pengajian dan penyelenggaraan peringatan hari besar k e a g a m a a n . Perkumpulan remaja masjid s a m p a i pengurusan jenazah juga ada. Zack/Bestari Bahkan, bagi yang mau menikah secara sangat hangat, s e m e n t a r a Islam juga ada lembaga khusus yang bila musim panas tiba dengan suhu yang mengurusinya. Negara Australia memang tidak kadang mencapai 45 derajat Celsius, di mengurusi agama karena bagi negara dalam perpustakaan bisa sangat sejuk. Untuk pelajar postgraduate yakni ini agama adalah privasi seseorang. program master dan doktor, disediakan Walau demikian, sekolah muslim ruang privat dengan gratis internet akses juga banyak dibangun di sini oleh dan prin. Bahkan untuk meminjam kelompok-kelompok muslim. Karena buku, kita cukup kirim SMS atau email, masuk kategori sekolah swasta, buku langsung dikirim ke rumah. maka untuk masuk Islamic School Hal yang sama juga bisa kita temui di dikenakan biasa yang cukup mahal. perpustakaan umum yang ada di setiap Hal ini beda dengan public school kawasan perumahan penduduk. Buku, atau sekolah negeri yang memang beragam majalah, DVD, bahkan film- gratis. Di sela kesibukan belajar dan film bisa kita pinjam gratis. Di kampus Curtin University, saya bekerja, saya paling senang menonton Oleh:

televisi. Selain untuk memperdalam listening skill juga untuk kepentingan studi yang memang banyak mempelajari seputar acara televisi. Hanya ada lima stasiun televisi yaitu ABC, SBS, Channel 7, Channel 9, dan Channel 10. Tidak ada acara berita gosip yang dikemas dalam program infotainment. Yang banyak adalah program TV current affairs, talkshow, film, dan musik. Di Australia banyak stasiun radio yang masih berada di gelombang AM, tidak seperti di Indonesia yang hampir semua pindah ke FM. Dari sini saya juga masih bisa melihat siaran TVRI dan mendengar siaran beberapa radio Indonesia karena di-relay oleh stasiun SBS. Selain itu, dengan dukungan internet yang super cepat, saya dengan mudah bisa akses streaming dari beberapa radio dan televisi di Indonesia. Tentang minat baca orang sini patut dicontoh. Kebanyakan penumpang kereta atau bus menikmati perjalanan dengan membaca. Surat kabar lokal juga dibagikan secara gratis ke setiap rumah. Di pinggir-pinggir jalan kota di letakkan street newspaper yang diterbitkan untuk konsumsi semua orang secara gratis. Selain surat kabar, di hampir semua komunitas selalu tersedia perpustakaan umum. Budaya membaca lebih tinggi dibandingkan dengan budaya melihat. Bagaimanapun, beratnya hidup di perantauan adalah ketika rasa rindu kampung halaman mulai mengusik. Untuk hal yang satu ini, saya biasanya memutar kaset banyolan Kartolo cs. Saya sengaja membawa beberapa koleksi album Kartolo cs serta beberapa kaset kidung Jawatimuran. Di samping uang yang pas-pasan, inilah sangu (bekal) saya berangkat ke seberang lautan. Bahkan di laptop juga ada file kidungan garingan dari Cak Markeso, seniman legendaris asal Jombang itu. Dengan begitu, walaupun berada di negeri orang, saya tetap bisa mendengarkan Besutan dan Jula Juli nJombangan. Sesaat, rindu ini sedikit terobati... Bagaimana kalau rindu lagi? Ya putar lagi! *** *Penulis adalah dosen Komunikasi FISIP UMM

Lewat Pendidikan, Manusia Berdamai dalam Perbedaan kebersamaan dan persatuan. Buku ini menawarkan salah satu cara yaitu melalui pendidikan. Atas dasar itulah, nilai-nilai toleransi terhadap keragaman identitas penting untuk ditanamkan pada masyarakat. Proses penanaman nilai ini bisa dilakukan melalui agenda pendidikan lintas budaya (multikultur) karena melalui pendidikanlah pembentukan manusia bermula. Dalam pendidikan, anak didik diupayakan benar-benar mengerti betapa Islam merupakan agama yang rahmatan lilâ&#x20AC;&#x2122;alamin. (hal.ix) Yongki Karman, seorang penulis lepas Kompas yang juga disebut dalam buku ini, menilai pendidikan lintas budaya merupakan sebuah konsep cemerlang untuk meredam konflik dan memupuk perdamaian. Pendidikan ini menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan kepada peserta didik, bukan pendidikan yang mengajarkan

kebanggaan terhadap golongannya sendiri-sendiri dan menjelekkan golongan lain yang berbeda dengan dirinya. Pasalnya, tak jarang kita menemukan lembaga pendidikan yang terlalu mengajarkan fanatisme terhadap golongannya. Pendidikan memiliki peran penting dalam mentransformasikan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, saling menghargai, lebih-lebih pendidikan agama karena agama adalah kepercayaan yang dianut dan diyakini serta menjadi landasan hidup dalam bermasyarakat. Pendidikan agama dapat dijadikan sebagai media penyebaran strategis demi terciptanya harmoni dalam perbedaan. Asumsi mendasar buku ini menjelaskan mengapa pendidikan memegang peranan penting adalah bahwa anak merupakan investasi masa depan yang akan meneruskan perjuangan bangsa. Untuk itu nilai-

nilai kebersamaan dan toleransi dalam bermasyarakat perlu ditekankan kepada seluruh peserta didik, baik itu dalam keluarga maupun sekolah. Tidak salah kalau Ki Hadjar Dewantara mengatakan, salah satu asas pendidikan adalah asas kemerdekaan. Pemaknaan kemerdekaan dalam konteks ini adalah bagaimana sebuah bangsa tidak memperjuangkan kepentingan-kepentingan pribadi maupun golongan. Menurut Paulo Freire, tujuan pendidikan sebenarnya adalah memanusiakan manusia. Artinya, bagaimana seorang manusia melalui pendidikan diharapkan bisa melihat dan menilai manusia sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, tidak memandang apakah manusia tersebut berbeda dengan kita, baik secara budaya, bahasa, bahkan agama. Buku ini berusaha menjelaskan bagaimana menanamkan nilai-nilai Judul Buku Penulis Cetakan Tebal Buku Penerbit Peresensi

toleransi dan kebersamaan kepada peserta didik. Menariknya, buku yang diedit oleh dua alumni UMM, Denny Mizhar dan Hasnan Bachtiar ini, juga memuat kisah-kisah inspiratif yang bisa dijadikan contoh penerapan kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman hidup. Ringkasnya, buku ini menuntun kita untuk melihat perbedaan dan keragaman secara positif. Ibarat sebuah taman, akan terasa indah jika di dalamnya terdapat bermacam bunga dengan berbagai warna. Demikian pula kehidupan. Di luar perbedaan itu, semua manusia adalah sama. Sejumlah cerita yang disajikan buku ini terkadang membuat kita tersenyum dan merenung. Buku ini akan cocok sekali dibaca oleh para pendidik khususnya dan masyarakat umumnya terutama yang mencintai dunia pendidikan serta selukbeluknya.

: Merajut Kebersamaan dalam Keragamanatan : Denny Mizhar dan Hasnan Bachtiar : Cetakan Pertama, Maret 2010 / Rabiâ&#x20AC;&#x2122;ul Awwal 1431 H : 191 halaman : ReSIS Literacy : Muhammad Rajab (Mahasiswa Tarbiyah 2007 FAI)


calendar design by. zack


Bestari edisi 264