Page 1

Edisi November 2018

FREE

Pentingnya Mengenal Subyek Foto Ketika Memotret

Menentukan Cara Belajar Fotografi

Tantangan Komunitas Fotografi di Tengah Era yang Serba Digital

Kopi Sebagai Sarana Komunikasi

Bisnis Rental kamera di kota istimewa

Email : dinamika4magazine@gmail.com Website : www.sekawanproject.com


1

Fotografi

ARIF PANGESTU

Pentingnya Mengenal Subyek Ketika Memotret Apa sih sebenarnya obyek foto? dan apa bedanya dengan subyek foto?

D

alam fotografi, sebuah obyek menjadi suatu komponen penting selain cahaya, teknik dan gagasan. Obyek foto dapat menjadi titik tolak dari pesan maupun bagian dari cerita yang disampaikan oleh pemotretnya.

Tidak pernah ditemukan secara tegas pengertian dari kedua istilah tersebut, sehingga keduanya kadang menjadi istilah yang cukup sulit untuk diperdebatkan. Ada pendapat yang menyatakan bahwa subyek fotografi merupakan bagian dari sebuah setting berskala kecil dan spesifik (detail) dari seluruh elemen yang ada dalam foto, sedangkan obyek foto merupakan setting dengan skala yang lebih besar. Selain pendapat di atas, ada juga yang menyatakan bahwa subyek foto adalah benda hidup dalam elemen setting pemotretan dan obyek foto merupakan benda matinya. Dalam membuat karya fotografi


2

Fotografi

saya cenderung menggunakan subyek sebagai elemen benda hidup dan obyek sebagai elemen benda mati dalam setting pemotretan yang dilakukannya. Penyebutan subyek dalam pemotretan yang saya lakukan merupakan penghargaan atas manusia yang dijadikan elemen dalam setting konsep pemotretan. Dalam pembuatan sebuah karya fotografi elemen manusia dapat dikatakan sebagai elemen yang mempunyai nyawa dan mampu memberikan keterangan, makna, pembanding dan lain sebagainya. Kekuatan elemen tersebut tidak dapat dipungkiri oleh sebagian besar pemotret. Subyek fotografi ditentukan, dicari dan ditemukan oleh

Foto : Arif Pangestu II Judul : My Hero

para pemotret kemudian dimasukkan ke dalam frame pemotretan bukan tanpa tujuan, mereka berharap karya yang tersaji mempunyai nilai maupun pesan tertentu. Foto My Hero dibuat tahun 2016 sebagai salah satu karya yang dipersiapkan untuk kepentingan pameran fotografi tahun 2016. Proses pencarian informasi mengenai subyek foto dilakukan kurang lebih 6 bulan dengan melakukan wawancara kepada orang-orang terdekat dari subyek pemotretan. Menentukan subyek foto dalam foto di atas bukan suatu hal yang mudah, berawal dari sebuah persoalan bahwa manusia terkadang mempunyai sosok inspiratif yang dapat


3

Fotografi

berperan, menginspirasi bahkan merubah kehidupan seseorang tersebut. Sosok tersebut bukan hanya melekat di dinding rumahnya tetapi melekat dihati dan hari-hari seseorang yang kemudian disebut idola. Satu demi satu dari daftar subyek foto gugur karena beberapa pertimbangan seperti kurangnya pemaknaan terhadap tokoh idolanya hingga ketidaksediaan subyek difoto dan masih banyak lagi. Sampai pada tahap menentukan subyek, kita terkadang sudah banyak mengalami kesulitan demi kesulitan. Kesabaran dan semangat seorang pemotret akan diuji dalam proses ini, karena proses tetap dan harus berjalan untuk mendapatkan sebuah foto yang diharapkan serta sesuai dengan konsep yang ditentukan sebelumnya. Satu hal yang menjadi semangat ketika memotret saat itu adalah dapat bertemu dengan subyek, bercerita, bercanda dan mengungkap informasi terkait konsep foto yang akan dibuat kemudian menggambarkannya. Foto My Girl yang sempat dipamerkan di galeri seni Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta ini juga melewati tahap pengenalan subyek yang cukup rumit. Pemotret hampir mengalami kesulitan dalam mengungkap fenomena yang terjadi dalam diri subyek. Pada saat wawancara, subyek terlihat diam dan malu-malu serta beberapa kali enggan untuk difoto. Beberapa saat bernegosiasi, akhirnya subyek mau menceritakan tentang dirinya. Subyek adalah seorang pengangkut kayu dipinggiran Kabupaten Wonosobo. Sehari-hari dia bekerja sebagai buruh lepas

yang bekerja membawa kayu dari hutan dimana kayu ditebang sampai ke kampung terdekat untuk dibawa ke pengepul. Jarak dia membawa kayu sekitar 2-3 km dengan medan yang sangat terjal karena harus menuruni bukit dengan sepeda motor yang didesain sendiri agar dapat mengangkut kayu dalam jumlah yang banyak. Pada suatu titik, akhirnya subyek foto bercerita bahwa dia sangat bersemangat dalam bekerja karena mempunyai idola yang mempengaruhi dirinya. Kemudian saya diajak menuju kamarnya, seperti dalam foto. Subyek mempunyai idola beberapa artis kenamaan di Indonesia seperti poster yang tertempel di dinding kayu kamarnya. Menurutnya,


4

Fotografi

mereka adalah penyemangat dalam dirinya, beberapa saat kemudian subyek mau diambil gambarnya dengan setting di kamar pribadinya. Subyek nampak santai dan nyaman ketika difoto di dalam kamarnya sembari mengatakan kepada saya “..nah aku malah seneng mas difoto neng kene, nah iki lho istanaku.�

Mengenal subyek foto dalam memotret mempunyai peran tersendiri dalam aktifitas pemotretan. Selain penguasaan teknik fotografi yang mumpuni, karya fotografi juga sering tercipta dari komunikasi yang baik terhadap subyek serta pemahaman terhadap obyek pemotretan.

Foto : Arif Pangestu II Judul : My Girl


5

Fotografi

FOTOGRAFI Mirza Adi P, M.Psi., Psikolog

Menentukan

Cara Belajar Fotografi M

enentukan tempat dimana seseorang belajar fotografi menjadi proses lanjutan ketika seseorang sudah menentukan seni fotografi sebagai hobi maupun pilihan hidup. Ini menjadi suatu hal yang penting dalam sebuah proses. Dalam proses belajar fotografi, seseorang akan mempelajari teknik dasar yang akan mengajarkan bagaimana mendapatkan gambar yang benar secara teknis seperti :

Pengetahuan tentang sumber, arah dan intensitas cahaya (lighting) yang tepat akan membantu pemotret menghadapi kondisi kurang cahaya dan membuat efek tertentu. Pengolahan exposure dapat membantu foto menjadi normal, gelap atau terang sesuai dengan konsep yang akan dibuat.

Komposisi akan mengarahkan kita pada kesan harmoni dan keteraturan, pemotret akan dihadapkan pada teknik fotografi dalam pembuatan karya foto.

Benar dan salah sering pemotret alami terlebih dahulu dalam proses belajar, kaitannya dengan teknik fotografi. Pada tingkatan tertentu, teknik fotografi tidak lagi dibicarakan karena menjadi kebiasaan dan kemampuan bagi seorang pemotret. Kemampuan itulah yang terkadang mendorong pemotret tidak lagi membuat karya foto yang bagus, baik atau menarik, tetapi beranjak pada pembuatan karya foto bertema, berkonsep sesuai kaidah fotografi atau bahkan menentang kaidah fotografi pada umumnya. Ketika memahami benar dan kaitannya dalam teknik fotografi, pemotret akan mempunyai modal membuat karya fotografi yang

salah maka untuk dapat


6

Fotografi

dipertangungjawabkan secara teknis. Pemotret tidak jarang bereksperimen membuat karya foto dengan menentang kaidah-kaidah fotografi atau sengaja membuat kesalahan. Hal ini tentunya dibuat berdasarkan pemahaman dan tujuan tertentu pada sebuah eksperimen fotografi. Kita mungkin sering mendengar beberapa pernyataan bahwa fotografi itu sangatlah subyektif. Pernyataan itu semestinya tidak kita jadikan alasan membuat karya fotografi semau gue tanpa dasar yang jelas. Subyektifitas karya fotografi dapat ditempatkan pada aplikasi teknik, pemahaman terhadap konsep dan tema serta pertanggungjawaban atas informasi di dalam konten foto. Subyektifitas proses maupun karya fotografi bukan alasan untuk bersembunyi dari komentar atau kritik sebuah karya foto yang dibuat oleh pemotret.

Dimana dan bagaimana seseorang belajar fotografi ? Sekolah fotografi merupakan solusi bagi seseorang untuk belajar fotografi secara akademis dengan sistem pembelajarannya yang sistematis. Keuntungannya adalah seseorang akan benar-

benar mengerti dan memahami seluk beluk mengenai dunia fotografi baik secara teknis maupun non teknis yang diajarkan di bangku perkuliahan serta berhak menyandang gelar akademis. Namun pada kondisi tertentu seseorang mempunyai hambatan untuk belajar di bangku kuliah, seperti faktor pekerjaan dan lain sebagainya. Seorang tentara sangat kecil kemungkinan untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar di fakultas dengan jurusan seni fotografi, seorang polisi juga hampir kesulitan ketika harus mengikuti perkuliahan seni fotografi, seorang PNS hampir sama kesulitannya karena aktivitas dalam pekerjaannya. Tingkat kesibukan seseorang seringkali menghambat untuk belajar dan beraktifitas fotografi, bukan berarti mereka dengan tingkat aktifitas tinggi tidak berhak menghasilkan karya foto yang menarik. Kursus fotografi dapat menjadi pilihan bagi mereka yang terbentur waktu. Banyak sekali short course fotografi di kota besar dengan metode belajar yang aplikatif dan ditempuh dalam waktu yang singkat. Seseorang dapat


7

Fotografi

belajar fotografi dengan waktu yang lebih fleksibel daripada menempuhnya di bangku perkuliahan. Beberapa tempat kursus fotografi saat ini sudah banyak yang menawarkan pembelajaran fotografi dari tingkat basic, intermediate, advance sampai profesional, sehingga tidak perlu khawatir, seseorang hanya perlu menyediakan uang, waktu dan pikiran. Dengan demikian seseorang sudah mempunyai kesempatan untuk menjadi pemotret yang handal. Selanjutnya seminar fotografi juga memberikan alternatif seseorang untuk belajar fotografi. Kelemahannya adalah waktu pelaksanaan kadang berbenturan dengan kesibukan seseorang. Seminar fotografi biasanya hanya membahas mengenai pengalaman pemateri selama berfotografi dan sedikit tips dan trik dalam memotret. Kelemahan lainnya adalah sistem pembelajaran kurang intensif karena dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan peserta seminar. Apakah mengikuti seminar fotografi itu efektif untuk belajar fotografi? Efektif atau tidaknya seseorang belajar fotografi dengan cara mengikuti seminar, garansinya adalah dirinya sendiri. Keterbatasan waktu menyebabkan interaksi pemateri dengan peserta terbatas. Otomatis materi yang tersampaikan juga terbatas. Ketika seseorang berharap banyak dengan materi yang disampaikan pemateri, kemungkinan seseorang akan mengalami kekecewaan.

Apa yang perlu dilakukan dengan kondisi ini? Seseorang dapat mengambil pengalaman dari narasumber untuk dijadikan semangat serta motivasi dalam belajar fotografi dan mengaplikasikan tips dan trik yang disampaikan pemateri dalam seminar. Selain itu kita dapat menjalin koneksi dengan peserta lain untuk melanjutkan proses belajar fotografi yang diperoleh ketika seminar. Komunitas fotografi juga dapat menjadi pilihan seseorang dalam mengasah kemampuan fotografi. Kelemahannya terkadang komunitas fotografi tidak secara sistematis dalam memberikan pembelajaran, tetapi komunitas fotografi dapat menawarkan kebersamaan, sehingga proses pembelajaran akan mengalir tanpa disadari oleh seseorang. Komunitas fotografi tidak secara langsung melatih anggotanya untuk menjadi fotografer handal. Tetapi interaksi dalam setiap kegiatan yang akan mengasah mereka menjadi pemotret yang dapat menghasilkan karya fotografii yang menarik dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan hunting foto bersama, diskusi fotografi dan pameran fotografi dapat menjadi pembelajaran tersendiri dalam beraktifitas fotografi. Mungkin karena terkendala waktu dan kesempatan, seseorang tidak dapat beraktifitas mengikuti klub fotografi. Alternatifnya adalah belajar dengan teman yang lebih jago memotret, waktunya fleksibel, gratis dan bisa kapan saja. Namun kelemahan


8

Fotografi

dari belajar dengan kawan adalah ketika seseorang salah menentukan kawan untuk belajar fotografi, maka kita akan meyakini dan meng�amin�-i sebuah kesalahan dalam berfotografi. Jika seseorang belajar fotografi dengan kawan yang cukup berpengalaman dan mumpuni dalam bidang fotografi, kelemahannya adalah sangat mungkin kita akan diarahkan menjadi seorang pemotret hampir mirip dengan seorang yang membimbing kita. Alhasil, jika tidak jeli dan pandai menyikapinya, kita akan menghasilkan karya kualitas dua (KW 2) dari kawan yang mengajari kita. Karena kesibukan sehingga tidak dapat kuliah fotografi, karena biaya yang lumayan mahal seseorang tidak bisa mendaftar short course, karena malu seseorang tidak bergabung dengan komunitas foto, atau tidak punya teman dekat yang bersedia mengajarkan fotografi bukanlah alasan kita untuk tidak dapat berfotografi. Cara terakhir adalah dengan belajar secara mandiri. Seseorang dapat membaca buku-buku fotografi, melihat tutorial yang banyak tersedia di media online atau membaca artikel- artikel fotografi gratis yang dapat kita unduh. Kelemahan dari metode belajar fotografi semacam ini adalah akan terjadi komunikasi satu arah dalam proses belajar. Seseorang sedikit sekali mendapatkan feedback dalam proses pembelajaran. Sehingga benar atau salah, lazim atau tidak sebuah foto akan sulit dipahami oleh pemotret.

Menentukan tempat dan metode belajar fotografi baik bangku kuliah, short course, seminar, komunitas, belajar dengan teman atau belajar sendiri itu semua adalah pilihan. Kita pilih satu, dua atau mengkombinasikannya, itu semua adalah pilihan. Yang pasti setiap orang mempunyai kesempatan dan hak menjadi pemotret handal dimanapun tempat belajarnya dan bagaimana metodenya.


9

Komunitas Tantangan Komunitas Fotografi di Tengah Era yang Serba Digital Oleh : Didik Hartadi, S.H (Ketua Umum Forum Komunikasi Jogja Memotret) FKJM

S

emakin mudahnya seseorang berfotografi dapat menimbulkan dampak negatif maupun positif, ibarat segala kemudahannya seperti dua mata pisau. Era yang semakin canggih berdampak mudahnya seseorang untuk belajar fotografi, bagaimana tidak, dengan memasukkan kata kunci pada mesin pencarian terkait informasi yang sedang dibutuhkan dengan waktu yang sangat singkat informasi tersebut kita dapatkan. Disisi lain dengan kemajuan teknologi yang meningkat pesat sangat membantu para pekerja seni khususnya pemotret untuk dapat mengerjakan aktifitasnya dengan mudah dan cepat. Ditambah lagi hadirnya kamera digital dengan segala fiturnya membantu para pemotret untuk menghasilkan gambar dengan kualitas terbaik dengan waktu yang singkat serta tingkat kesalahan dapat diminimalisir dan dengan mudah dikoreksi menggunakan perangkat pendukung lainnya. Sehingga pada aktifitas fotografi secara pribadi sangat dirasakan segala kemudahannya di era yang serba digital saat ini. Meningkatnya penggunaan kamera

Foto : AP

digital berdampak positif terhadap perkembangan fotografi pada umumnya. Teknologi kamera digital semakin memanjakan dengan menawarkan kemudahan dan kepraktisan dari kamera. Perkembangan fotografi mendorong munculnya komunitas fotografi. Banyaknya komunitas fotografi dapat dijadikan indikator kemajuan dunia fotografi yang membutuhkan wadah untuk menuangkan ide, gagasan, kegiatan yang terkait dengan fotografi. Komunitas fotografi tumbuh subur baik secara online maupun offline saat ini semakin menunjukkan eksistensinya serta berlomba berkarya dan bermanfaat bukan hanya pada komunitasnya. Dengan berkembangnya dunia digital, kegiatan yang akan dilaksanakan akan semakin mudah


10

Komunitas

untuk dikabarkan secara meluas dalam waktu yang singkat, hasil karya foto dapat diunggah diberbagai situs atau media sosial yang berbasis fotografi. Tetapi dampak negatif juga selalu berdampingan dengan dampak positif terkait kemudahan dalam beraktifitas dalam komunitas di era digital ini. Kejelian dalam membuat karya yang akan disampaikan pada masyarakat luas tentunya diimbangi dengan berbagai pertimbangan etika dan normatif. Kesalahan yang terlanjur dibuat dan tersebar maka akan sulit sekali untuk diperbaiki. Sehingga dalam berfotografi secara pribadi maupun komunitas, semestinya dapat memahami dampak positif dan negatif berkarya dan berkegiatan di era modern ini. Kita dapat memaksimalkan efek positif dari perkembangan teknologi digital dalam berfotografi dan meminimalisir efek negatifnya.


11

Inspirasi

B

icara kopi saat ini menjadi topik yang cukup populer dikalangan masyarakat. Tidak sedikit orang berlomba-lomba untuk menjadi penikmat kopi dengan berbagai alasan. Kopi pada dasarnya sudah menjadi minuman yang dikonsumsi semenjak zaman penjajahan sebagai minuman para petinggi pemerintahan kolonial saat itu, tetapi sekarang dapat dinikmati dengan mudah oleh semua lapisan masyarakat. Dinamika merebaknya kopi berdampak

KOPI SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI

positif terhadap perkembangan bisnis minuman fenomenal ini. Dimana semakin banyaknya kedai kopi, kafe khusus kopi, sampai kafe kopi premium banyak bermunculan dan mempunyai segmentasi pasar sendiri-sendiri. Para pengusaha tempat ngopi berlomba-lomba menyajikan kopi dengan berbagai varian untuk menarik pengunjung agar datang dan menikmati kopi olahannya. Menurut salah seorang barista yang sudah lebih dari 5 tahun berkecimpung di dunia kopi yaitu Rian begitu akrab dipanggil, dia mengatakan bahwa kopi sekarang menjadi gaya hidup diperkotaan baik kota kecil maupun kota besar di Indonesia. Kota-kota kecil sekarang banyak muncul komunitas penikmat minuman kopi. Pria yang lahir 29 tahun lalu ini juga mengatakan bahwa kopi akhirakhir ini mempunyai magnet tersendiri dibeberapa kalangan masyarakat. Banyak sekali dampak positif dari bertambahnya

Rian - Barista I Foto oleh : DH


12

Inspirasi penikmat maupun pebisnis kopi. Banyaknya kedai maupun kafe maka akan semakin mudah para penikmat kopi untuk menikmati kopi dengan beberapa variasi rasa maupun suasananya. Para penikmat kopi tidak harus jauh-jauh mencari kedai untuk sekedar nongkrong karena disekitar rumah maupun kos sudah ada tempat ngopi. Kopi yang dulunya hanya sebuah minuman biasa saja selayaknya teh dan sejenisnya, sekarang naik pangkat menjadi minuman yang beralih fungsi sebagai teman ketika berdiskusi atau sekedar ngobrol santai. Rian menyatakan, kopi sekarang bukan lagi minuman penghangat badan saja, lebih jauh dari itu, sering menyaksikan beberapa gelas kopi berada ditengah-tengah presentasi bisnis, rapat, maupun berada diantara pasangan muda yang ingin menghabiskan waktu di tempat nongkrong. Bahkan saat ini seorang perempuan terlihat sudah tidak tabu untuk meminum kopi. Secara pribadi dampak yang dirasakan oleh Rian dengan merebaknya kopi adalah semakin banyak mengenal orang baru yang secara otomatis menambah relasi dan memudahkan untuk berbagi informasi mengenai banyak hal.

Minuman fenomenal ini tetap mempunyai kekuatan tersendiri ditengah masyarakat Indonesia pada umumnya. Beberapa tahun lalu, ada kopi ada pos kamling, sekarang berubah drastis menjadi gaya hidup yang cukup menarik untuk diamati dan dinikmati. Fenomena berkembangnya kopi cukup menginspirasi para insan perfilman di Indonesia, hal ini ditandai dengan munculnya film tentang kopi dengan segala dinamikanya. Pengakuan beberapa kalangan masyarakat terhadap kopi, saat ini banyak menjadi tema maupun judul talk show dibeberapa stasiun televisi, judul kajian bahkan sarasehan, harapannya dengan ngopi suasana menjadi lebih santai, bersahabat dan menginspirasi.


13

Informasi

Bisnis Rental Kamera di Kota Istimewa

J

ogja adalah kota seni, begitu banyak orang menyebutnya, istilah itu melekat bukan tanpa dasar, tetapi terbuktikan dengan banyaknya seniman besar dan karya berkelas Internasional terlahir dari Jogja. Nuansa Jogja sebagai kota seni membawa energi tersendiri bagi masyarakat Jogja untuk terus berkarya. Selain kota seni, Jogja juga dijuluki kota pelajar, banyaknya mahasiswa dari luar Jogja bahkan luar negeri yang menempuh pendidikan akan semakin mewarnai dinamika Kota Yogyakarta. Sebutan yang cukup menarik dari kota Jogja adalah “Jogja itu fotogenik�, istilah ini menunjukkan bahwa Jogja menjadi obyek foto yang menarik bagi banyak orang. Ikon kota seni yang melekat secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan dunia fotografi. Berbagai aktifitas fotografi terselenggara di Jogja, seperti acara hunting foto, seminar, lomba foto, pameran foto dan sejenisnya. Bisnis fotografi juga berkembang pesat seiring kemajuan teknologi digital saat ini. Aktifitas fotografi semakin meningkat untuk berbagai kepentingan, dari hanya sekedar hunting foto sampai kepada pemotretan untuk kepentingan komersial. Sehingga kebutuhan akan penggunaan kamera digital semakin meningkat. Untuk beberapa aktifitas pemotretan, para pemotret terkadang masih dapat menggunakan kamera dan peralatan yang dimiliknya, tetapi pada aktifitas yang lebih kompleks seorang pemotret membutuhkan peralatan pendukung lainnya. Semakin tingginya kebutuhan untuk peralatan memotret mendorong para pelaku bisnis melirik fenomena ini untuk dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan.

Willy Eko P I Foto oleh : Dok Alpha Kamera


14

Informasi

Salah satu orang yang membaca fenomena tersebut adalah Willy Eko Prasetyo, Willy yang awalnya berprofesi sebagai videografer kemudian mendiskusikan dengan dua temannya yang berprofesi sama yaitu Gerry dan Adi. Mereka bertiga mendiskusikan fenomena kebutuhan kamera digital dan perlengkapannya bagi para penghobi, pekerja maupun untuk kepentingan perkuliahan khususnya di Jogja menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Kemudian Willy menginisisasi untuk membuka rental kamera guna memenuhi kebutuhan para pekerja fotografi, penghobi dan mahasiswa.

Foto : Dok Alpha Kamera

5 menit dari Monumen Jogja Kembali diharapkan akan memberikan kemudahan bagi para customer untuk dapat mengaksesnya. Selain itu untuk

Foto : Dok Alpha Kamera

Alpha Kamera adalah nama yang dijadikan nama usaha dari Willy dan kedua temannya. Alpha Kamera beralamat di Jl. Amerta Raya XI 5B, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman Yogyakarta. Lokasi kantor yang berada kurang lebih

memberikan kemudahan bagi customer nya Willy membuka jam kantornya dari pukul 08.00 - 22.00 WIB setiap hari. Alpha Kamera juga memberikan banyak fasilitas seperti diskon dan persyaratan yang tidak terlalu membebani pelanggannya.


15

Informasi Beberapa fasilitas yang diajukan oleh Alpha Kamera seperti diskon besar bagi mahasiswa yang menyewa peralatan kamera untuk kepentingan tugas akhir hanya dengan menunjukkan beberapa persyaratan seperti surat keterangan sedang melaksanakan tugas akhir dari kampus. Begitulah metode yang ditawarkan Willy kepada para customer untuk segmen mahasiswa. Untuk kalangan umum juga ada beberapa fasilitas, salah satunya memberikan diskon menarik di hari atau item tertentu selama promosi. Dua tahun lebih menjalani bisnisnya, Willy bukan tidak mengalami beberapa hambatan seperti penyewa yang tidak tepat mengembalikan barang, kerusakan karena pemakaian dan lain sebagainya. Menurut Willy, kekhawatiran tetaplah ada namun dianggap sebagai dinamika dalam menjalankan bisnis di Alpha Kamera. Ketika kami menanyakan tentang perkembangan bisnis rental kamera di Jogja, pria dua putra ini mengatakan bahwa semakin banyaknya rental kamera di Jogja akan menambah relasi sesama pelaku usaha rental. Saya tidak menganggap mereka saingan bisnis tetapi lebih dari kawan seperjuangan, bagaimana tidak, ketika ada customer mau meminjam peralatan di Alpha namun unit kosong maka kita arahkan ke rental kamera lainnya. Pada prinsipnya kepentingan customer tetap harus diperhatikan pungkasnya.


082122982018 dinamika4coffee


Profile for bertigamagazine

Edisi November 2018  

Per tanggal 3 Juli 2019 Dinamika Magazine berubah nama Menjadi Bertiga Magazine.

Edisi November 2018  

Per tanggal 3 Juli 2019 Dinamika Magazine berubah nama Menjadi Bertiga Magazine.

Advertisement