Issuu on Google+

INSPIRASI SUMSEL BERITAPAGI



KAMIS, 20 OKTOBER 2016



HALAMAN

24

HUMAS PEMPROV

Gubernur Tetapkan Siaga Banjir Longsor Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir tanah longsor sejak 3 Oktober 2016. Keputusan tersebut merupakan upaya antisipasi agar cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah lain di Indonesia, tidak terlalu memberikan kerugian di Sumsel.

S

TAF Ahli Bidang Penanggulangan Bencana Alam Pemprov Sumsel Yulizar Dinoto mengatakan, status siaga akan berlangsung hingga April 2017. Berdasarkan prakira Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II, musim hujan akan berlangsung lama hingga April mendatang

yang diiringi deng, intensitas hujan tinggi disertai angin kencang. Dirinya mengatakan, ada 10 daerah yang rawan banjir di Sumsel yakni Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Musirawas, PALI, Lahat, Banyuasin, OKI, Muaraenim, OKU Timur, dan Palembang. Sementara tujuh daerah rawan longsor yakni Musi Banyuasin, Lahat, Empat Lawang, Pagaralam, OKI,

Muaraenim dan OKU Selatan. ”Pemprov menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota dan BPBD daerah untuk meningkatkan status daerah. Apalagi baru-baru ini terjadi bencana banjir di Empat Lawang. Instansi terkait yakni PU Bina Marga, PU Pengairan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta Badan SAR pun harus saling berkordinasi,” ujarnya. Daerah yang rawan longsor, ujar Yulizar, terutama kawasan dataran tinggi, akan disiagakan alat berat oleh Dinas PUBM dan. Dinkes dan Dinsos dapat menyiapkan posko untuk keperluan kesehatan dan pangan, makanan, tenda dan peralatan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Drs Apriyadi mengatakan, pihaknya sudah

mempersiapkan seluruh kebutuhan masyarakat apabila terjadi banjir maupun tanah longsor yang biasa terjadi saat musim hujan. “Kami pun sudah menginstruksikan Dinsos kabupaten/kota maupun tim Tagana kabupaten/kota untuk standby, baik untuk mencegah terjadi banjir maupun saat bencana lainnya yang datang,” kata Apriyadi. Bentuk partisipasi Dinsos, seperti mempersiapkan mobil dapur umum yang sudah disiapkan di Kabupaten Muaraenim dan Palembang, bisa dipindah ke wilayah lain apabila terjadi bencana di wilayah lain. Sementara untuk persiapan bahan makanan seperti beras sudah disiapkan di setiap kabupaten/kota sebanyak 100 ton dan cadangan 100 ton disiapkan di

gudang Dinsos Provinsi untuk keperluan dapur umum. Selain beras, juga telah disiapkan bahan makanan lainnya seperti mie instan dan lain-lain. Tak hanya makanan, bahan perlengkapan lainnya yang nantinya dibutuhkan masyarakat saat terjadi bencana adalah selimut, pakaian, terpal dan lain sebagainya yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sementara itu, Komandan Korem 044/Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, pihaknya sudah siap mengantisipasi terjadinya bencana di sejumlah daerah di Sumatra Selatan. Di antaranya dengan menyiagakan satuan TNI untuk ditempatkan di lokasi-lokasi rawan banjir dan rawan longsor. Pihaknya menyiapkan tiga

satuan setingkat kompi (SKK) yang setiap SSK-nya terdiri dari 100 orang anggota Korem. Pasukan disiagakan untuk membantu evakuasi, pencarian korban, hingga membantu pembangunan kembali jika ada bencana. ”Kami tempatkan personil dengan fokus ke sejumlah daerah yang rawan yakni daerah dataran tinggi seperti OKU Selatan, Pagaralam, Empat Lawang, Musirawas Utara, Musirawas. Sekarang yang sudah kita lakukan yakni kesiapan peralatan perorangan bagi para personil TNI yang akan diterjunkan ke lapangan. Kita terus koordinasi dengan pemerintah daerah terkait ini,” ujarnya. adv

KO M E N TA R

Harus Didukung Apriyadi, Kadinsos Sumsel SANGAT mendukung imbauan Pak Gubernur Sumsel dan harus didukung sepenuhnya oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumsel agar bisa terlaksana dengan sukses.

Siap Dukung HUMAS PEMPROV

Pelestarian Hutan dan Sungai Untuk Cegah Banjir Bandang GUBERNUR Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait menjaga dan melestarikan hutan di sekitar sungai untuk mencegah terjadinya banjir bandang. Banjir yang sering terjadi sekarang ini akibat hutan di sekitar sungai banyak yang gundul, kata Gubernur.

“Jadi bila musim hujan air meluap sehingga mengakibatkan banjir,” katanya. Air tidak ada penahan lagi sehingga aliran air dapat meluap ke pedesaan. Gubernur mengingatkan peristiwa banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah daerah seperti Muararupit dan Musirawas

Utara akibat pohon penahan air tidak ada lagi. “Jadi karena tangkapan air tidak ada lagi maka banjir dapat terjadi,” katanya. Banjir tidak hanya mengancam daerah pedesaan dengan kontur berbukit dan gunung, di perkotaan seperti Palembang juga banjir bandang bisa terjadi karena saluran air yang tersumbat sehingga air meluap.

Sehubungan itu pihaknya minta supaya pelestarian hutan di sekitar sungai terutama daerah hulu harus diutamakan. Memang, lanjut gubernur, Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya mengantisipasi banjir yang terjadi sekarang ini. Yang jelas pihaknya terus berupaya supaya banjir tidak memakan korban lebih banyak. adv

Eman Satria Hady,SIP,Msi, Sekretaris DPD KNPI Sumsel KITA dukung imbauan Pak Gubernur karena memang pada saat ini pasca kabut asap yang diakibatkan oleh pembakaran hutan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, tempattempat yang dulu tidak banjir menjadi banjir. Aksi nyatanya harus dicanangkan gerakan menanam pohon dan KNPI Sumsel siap mempelopori dan mendukung gerakan tersebut.


20 oktober hal 24